Bagian Panduan konsep dan tugas sumber
Enam belas panduan berikut mengikuti urutan sumber: tiga tugas eksplorasi pada Pendahuluan, empat langkah pembuktian ketunggalan limit, lima langkah arah balik teorema, dan empat tugas tentang fungsi \(\sin(1/x)\text{.}\) Kerjakan dahulu butir pada bab utama, lalu buka petunjuk, jawaban, dan solusi secara bertahap. Setiap pernyataan di bawah memparafrasakan sasaran sumber dan memberi rubrik keberhasilan. Teks panduan asli ini merupakan komponen terpisah yang tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
Pada tugas pertama eksplorasi Pendahuluan, buktikan dari definisi bahwa barisan \((1/n)\) konvergen ke \(0\) dalam \((\R,d_E)\text{.}\) Rubrik: mulai dengan \(\epsilon\gt0\text{,}\) pilih satu bilangan bulat positif \(N\text{,}\) dan periksa pertidaksamaan jarak untuk setiap \(n\geq N\text{.}\)
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: sederhanakan \(d_E(1/n,0)\text{.}\) Tahap 2: gunakan sifat Archimedes untuk memilih \(N\gt1/\epsilon\text{.}\)
Barisan \((1/n)\) konvergen ke \(0\text{;}\) pilihan \(N\gt1/\epsilon\) memenuhi definisi limit.
Ambil \(\epsilon\gt0\text{.}\) Menurut sifat Archimedes, ada \(N\in\Z^+\) dengan \(N\gt1/\epsilon\text{.}\) Jika \(n\geq N\text{,}\) maka
\begin{equation*}
d_E(1/n,0)=|1/n|=1/n\leq1/N\lt\epsilon.
\end{equation*}
Jadi, untuk setiap toleransi positif terdapat indeks awal yang membuat semua suku sesudahnya berada dalam bola yang diminta. Inilah tepat definisi \(1/n\to0\text{.}\)
Pemeriksaan I.2. Konvergensi dalam metrik taksi.
Pada tugas kedua eksplorasi Pendahuluan, tentukan limit barisan \(a_n=(1/n,1/(n+1))\) dalam \((\R^2,d_T)\) dan buktikan klaim tersebut langsung dari definisi. Rubrik: ajukan titik kandidat, hitung jarak taksi, lalu pilih \(N\) yang mengendalikan kedua koordinat sekaligus.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: kedua koordinat menuju \(0\text{,}\) jadi uji \((0,0)\text{.}\) Tahap 2: gunakan \(1/n+1/(n+1)\lt2/n\) dan pilih \(N\gt2/\epsilon\text{.}\)
Ya. Barisan tersebut konvergen ke \((0,0)\) dalam metrik taksi.
Ambil \(\epsilon\gt0\) dan pilih \(N\in\Z^+\) sehingga \(N\gt2/\epsilon\text{.}\) Untuk \(n\geq N\text{,}\)
\begin{equation*}
d_T(a_n,(0,0))
=\left|\frac1n\right|+\left|\frac1{n+1}\right|
\lt\frac2n\leq\frac2N\lt\epsilon.
\end{equation*}
Pilihan \(N\) hanya bergantung pada \(\epsilon\text{,}\) dan pertidaksamaan berlaku bagi seluruh ekor barisan. Karena itu \(a_n\to(0,0)\text{.}\)
Pemeriksaan I.3. Barisan yang tidak konvergen dalam metrik diskret.
Pada tugas ketiga eksplorasi Pendahuluan, tentukan apakah \(b_n=(2n,n^2)\) konvergen dalam \(\R^2\) yang dilengkapi metrik diskret. Rubrik: gunakan sebuah toleransi yang lebih kecil daripada \(1\text{,}\) jelaskan akibatnya bagi ekor barisan, lalu bandingkan dengan bentuk eksplisit \(b_n\text{.}\)
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: dalam metrik diskret, \(d(x,L)\lt1/2\) memaksa \(x=L\text{.}\) Tahap 2: periksa apakah \((2n,n^2)\) pada akhirnya konstan.
Tidak. Barisan \((b_n)\) divergen dalam metrik diskret karena tidak pernah menjadi konstan pada suatu ekor.
Andaikan \(b_n\to L\) untuk suatu \(L\in\R^2\text{.}\) Terapkan definisi limit dengan \(\epsilon=1/2\text{.}\) Harus ada \(N\in\Z^+\) sehingga \(d(b_n,L)\lt1/2\) bagi setiap \(n\geq N\text{.}\) Nilai metrik diskret hanya \(0\) atau \(1\text{,}\) sehingga pertidaksamaan itu memaksa \(b_n=L\) bagi seluruh \(n\geq N\text{.}\) Namun koordinat pertama \(b_n\) adalah \(2n\text{,}\) jadi \(b_n\neq b_{n+1}\) untuk setiap \(n\text{.}\) Kontradiksi ini menunjukkan bahwa limit tidak ada.
Pemeriksaan I.4. Indeks untuk limit pertama.
Pada langkah pertama kegiatan ketunggalan limit, jelaskan mengapa asumsi \(a_n\to a\) menghasilkan bilangan bulat positif \(N\) dengan \(d(a_n,a)\lt\epsilon/2\) untuk semua \(n\geq N\text{.}\) Rubrik: tunjukkan definisi yang dipakai dan toleransi yang disubstitusikan.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: karena \(\epsilon\gt0\text{,}\) juga \(\epsilon/2\gt0\text{.}\) Tahap 2: masukkan \(\epsilon/2\) sebagai toleransi dalam definisi \(a_n\to a\text{.}\)
Pernyataan itu merupakan definisi konvergensi \(a_n\to a\) yang diterapkan pada toleransi positif \(\epsilon/2\text{.}\)
Definisi \(a_n\to a\) menyatakan bahwa untuk setiap \(\eta\gt0\) terdapat \(N\in\Z^+\) sehingga \(d(a_n,a)\lt\eta\) apabila \(n\geq N\text{.}\) Ambil \(\eta=\epsilon/2\text{,}\) yang positif. Maka definisi langsung memberi \(N\) dengan sifat yang diminta. Indeks ini boleh bergantung pada \(\epsilon\text{,}\) tetapi tidak pada \(n\text{.}\)
Pemeriksaan I.5. Indeks untuk limit kedua.
Pada langkah kedua kegiatan ketunggalan limit, jelaskan mengapa asumsi \(a_n\to a'\) menghasilkan bilangan bulat positif \(N'\) dengan \(d(a_n,a')\lt\epsilon/2\) untuk semua \(n\geq N'\text{.}\) Rubrik: terapkan definisi pada limit yang kedua tanpa menganggap bahwa indeksnya harus sama dengan indeks untuk \(a\text{.}\)
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: gunakan kembali toleransi \(\epsilon/2\text{.}\) Tahap 2: definisi konvergensi boleh menghasilkan indeks baru \(N'\text{.}\)
Pernyataan itu mengikuti dari \(a_n\to a'\) dengan mengambil toleransi \(\epsilon/2\text{.}\)
Karena \(a_n\to a'\text{,}\) untuk setiap \(\eta\gt0\) ada \(N'\in\Z^+\) sehingga \(d(a_n,a')\lt\eta\) bagi semua \(n\geq N'\text{.}\) Pilih \(\eta=\epsilon/2\text{.}\) Kita memperoleh indeks \(N'\) yang diperlukan. Tidak ada alasan bahwa \(N=N'\text{;}\) langkah berikutnya akan menyatukan kedua ambang tersebut.
Pemeriksaan I.6. Menyatukan dua ambang indeks.
Pada langkah ketiga kegiatan ketunggalan limit, tetapkan \(m=\max\{N,N'\}\) dan tentukan apa yang dapat disimpulkan tentang \(d(a_m,a)\) serta \(d(a_m,a')\text{.}\) Rubrik: hubungkan definisi maksimum dengan kedua syarat ekor yang telah diperoleh.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: dari definisi maksimum, \(m\geq N\) dan \(m\geq N'\text{.}\) Tahap 2: terapkan masing-masing kesimpulan hanya pada ambang yang sesuai.
Kedua pertidaksamaan berlaku sekaligus: \(d(a_m,a)\lt\epsilon/2\) dan \(d(a_m,a')\lt\epsilon/2\text{.}\)
Karena \(m=\max\{N,N'\}\text{,}\) berlaku \(m\geq N\text{.}\) Sifat yang berasal dari \(a_n\to a\) karenanya memberi \(d(a_m,a)\lt\epsilon/2\text{.}\) Demikian pula \(m\geq N'\text{,}\) maka sifat yang berasal dari \(a_n\to a'\) memberi \(d(a_m,a')\lt\epsilon/2\text{.}\) Pemilihan maksimum memungkinkan satu suku barisan memenuhi kedua kendali secara bersamaan.
Pemeriksaan I.7. Menuntaskan ketunggalan limit.
Pada langkah terakhir kegiatan ketunggalan limit, gunakan pertidaksamaan segitiga untuk memperoleh \(d(a,a')\lt\epsilon\text{,}\) lalu jelaskan mengapa hal itu memaksa \(a=a'\text{.}\) Rubrik: tulis rantai pertidaksamaan dan tutup argumen yang memakai \(\epsilon\gt0\) sebarang.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: sisipkan titik \(a_m\) di antara \(a\) dan \(a'\text{.}\) Tahap 2: jika \(d(a,a')\gt0\text{,}\) coba pilih \(\epsilon=d(a,a')/2\text{.}\)
Pertidaksamaan segitiga memberi \(d(a,a')\lt\epsilon\) untuk setiap \(\epsilon\gt0\text{;}\) maka \(d(a,a')=0\) dan sifat definit positif metrik memberi \(a=a'\text{.}\)
Dengan suku \(a_m\) dari langkah sebelumnya,
\begin{equation*}
d(a,a')\leq d(a,a_m)+d(a_m,a')
\lt\frac{\epsilon}{2}+\frac{\epsilon}{2}
=\epsilon.
\end{equation*}
Ini berlaku untuk setiap \(\epsilon\gt0\text{.}\) Andaikan \(r=d(a,a')\gt0\text{;}\) memilih \(\epsilon=r/2\) akan memberi \(r\lt r/2\text{,}\) suatu kontradiksi. Jadi \(d(a,a')=0\text{,}\) dan aksioma metrik menyatakan \(a=a'\text{.}\) Dengan demikian limit barisan dalam ruang metrik bersifat tunggal.
Pemeriksaan I.8. Meniadakan definisi kekontinuan.
Pada langkah pertama arah balik teorema, andaikan \(f\) tidak kontinu di \(a\) dan tuliskan bentuk berkuantor yang diperoleh. Rubrik: nyatakan satu toleransi keluaran positif yang tetap, lalu untuk setiap radius masukan hasilkan sebuah titik yang melanggar implikasi kekontinuan.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: mulai dari \(\forall\epsilon\gt0\,\exists\delta\gt0\,\forall x\text{.}\) Tahap 2: ketika meniadakan implikasi, syarat jarak masukan menjadi benar dan kesimpulan jarak keluaran menjadi salah.
Ada \(\epsilon_0\gt0\) sehingga untuk setiap \(\delta\gt0\) terdapat \(x\in X\) dengan \(d_X(x,a)\lt\delta\) dan \(d_Y(f(x),f(a))\geq\epsilon_0\text{.}\)
Kekontinuan di \(a\) berarti
\begin{equation*}
\forall\epsilon\gt0\ \exists\delta\gt0\ \forall x\in X,\quad
d_X(x,a)\lt\delta\Rightarrow
d_Y(f(x),f(a))\lt\epsilon.
\end{equation*}
Penyangkalannya adalah
\begin{equation*}
\exists\epsilon_0\gt0\ \forall\delta\gt0\ \exists x\in X,\quad
d_X(x,a)\lt\delta\ \text{ dan }\
d_Y(f(x),f(a))\geq\epsilon_0.
\end{equation*}
Toleransi \(\epsilon_0\) dipilih sekali dan kemudian tetap; titik pelanggar boleh bergantung pada \(\delta\text{.}\)
Pemeriksaan I.9. Memilih ambang bilangan bulat.
Pada sublangkah pertama konstruksi barisan penyangkal, jelaskan mengapa terdapat \(K\in\Z^+\) dengan \(1/K\lt\epsilon_0\text{,}\) untuk toleransi tetap \(\epsilon_0\gt0\) dari ketakkontinuan. Rubrik: sebutkan sifat bilangan real yang menjamin pilihan tersebut.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: ubah sasaran menjadi \(K\gt1/\epsilon_0\text{.}\) Tahap 2: gunakan sifat Archimedes untuk menemukan bilangan bulat positif yang lebih besar daripada bilangan real itu.
Sifat Archimedes memberi \(K\in\Z^+\) dengan \(K\gt1/\epsilon_0\text{,}\) sehingga \(1/K\lt\epsilon_0\text{.}\)
Karena \(\epsilon_0\gt0\text{,}\) bilangan \(1/\epsilon_0\) terdefinisi. Sifat Archimedes menyatakan bahwa untuk setiap bilangan real terdapat bilangan bulat positif yang lebih besar daripadanya. Pilih \(K\in\Z^+\) dengan \(K\gt1/\epsilon_0\text{.}\) Membalik kedua bilangan positif membalik arah pertidaksamaan, sehingga \(1/K\lt\epsilon_0\text{.}\)
Pemeriksaan I.10. Memilih suku-suku penyangkal.
Pada sublangkah kedua konstruksi, untuk setiap \(k\gt K\) jelaskan mengapa dapat dipilih \(a_k\in B(a,1/k)\) dengan \(d_Y(f(a_k),f(a))\geq\epsilon_0\text{.}\) Rubrik: terapkan bentuk berkuantor ketakkontinuan pada satu radius positif yang bergantung pada \(k\text{.}\)
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: untuk setiap \(k\in\Z^+\text{,}\) bilangan \(\delta_k=1/k\) positif. Tahap 2: substitusikan \(\delta=\delta_k\) ke pernyataan panduan 08.
Negasi kekontinuan, diterapkan dengan \(\delta=1/k\text{,}\) menjamin titik \(a_k\) yang berada dalam \(B(a,1/k)\) tetapi citranya berjarak sekurang-kurangnya \(\epsilon_0\) dari \(f(a)\text{.}\)
Untuk \(k\gt K\text{,}\) ambil \(\delta=1/k\gt0\text{.}\) Dari bentuk ketakkontinuan diperoleh suatu \(a_k\in X\) yang memenuhi
\begin{equation*}
d_X(a_k,a)\lt1/k
\quad\text{dan}\quad
d_Y(f(a_k),f(a))\geq\epsilon_0.
\end{equation*}
Pertidaksamaan pertama persis berarti \(a_k\in B(a,1/k)\text{.}\) Pilihan boleh berbeda untuk setiap \(k\text{;}\) bersama-sama pilihan itu membentuk ekor barisan yang dibutuhkan.
Pemeriksaan I.11. Membuktikan barisan penyangkal menuju titik pusat.
Pada sublangkah ketiga konstruksi, pilih sembarang \(a_k\in B(a,1/k)\) untuk \(k\leq K\text{,}\) lalu buktikan bahwa barisan lengkap \((a_n)\) konvergen ke \(a\text{.}\) Rubrik: mulai dengan toleransi baru, pilih indeks awal, dan gunakan kendali \(d_X(a_n,a)\lt1/n\text{.}\)
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: untuk \(\eta\gt0\text{,}\) pilih \(N\gt\max\{K,1/\eta\}\text{.}\) Tahap 2: bagi \(n\geq N\text{,}\) bandingkan \(1/n\) dengan \(1/N\) dan \(\eta\text{.}\)
Ya. Karena \(d_X(a_n,a)\lt1/n\) dan \(1/n\to0\text{,}\) berlaku \(a_n\to a\text{;}\) pilihan berhingga untuk \(n\leq K\) tidak memengaruhi limit.
Ambil \(\eta\gt0\text{.}\) Pilih \(N\in\Z^+\) dengan \(N\gt\max\{K,1/\eta\}\text{.}\) Untuk setiap \(n\geq N\text{,}\) konstruksi memberi \(a_n\in B(a,1/n)\text{,}\) sehingga
\begin{equation*}
d_X(a_n,a)\lt\frac1n\leq\frac1N\lt\eta.
\end{equation*}
Jadi definisi limit terpenuhi dan \(a_n\to a\text{.}\) Suku-suku awal hanya memastikan bahwa fungsi \(n\mapsto a_n\) terdefinisi untuk seluruh \(n\in\Z^+\text{;}\) jumlah suku awal yang berhingga tidak menentukan konvergensi.
Pemeriksaan I.12. Kontradiksi pada barisan citra.
Pada sublangkah terakhir konstruksi, jelaskan mengapa \(f(a_n)\) tidak konvergen ke \(f(a)\text{,}\) kemudian tarik kesimpulan tentang asumsi bahwa \(f\) tidak kontinu di \(a\text{.}\) Rubrik: gunakan toleransi keluaran tetap \(\epsilon_0\) dan hubungkan hasilnya dengan hipotesis sekuensial.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: untuk setiap \(n\gt K\text{,}\) \(d_Y(f(a_n),f(a))\geq\epsilon_0\text{.}\) Tahap 2: bandingkan fakta ini dengan syarat limit pada toleransi \(\epsilon_0\text{.}\)
Barisan citra gagal masuk dan tetap berada dalam bola \(B(f(a),\epsilon_0)\text{.}\) Ini bertentangan dengan hipotesis bahwa setiap \(a_n\to a\) menghasilkan \(f(a_n)\to f(a)\text{;}\) karena itu \(f\) harus kontinu di \(a\text{.}\)
Untuk seluruh \(n\gt K\text{,}\) konstruksi memenuhi \(d_Y(f(a_n),f(a))\geq\epsilon_0\text{.}\) Karena itu, berapa pun indeks awal yang dipilih, ada suku setelah indeks tersebut yang tidak berjarak kurang dari \(\epsilon_0\) terhadap \(f(a)\text{.}\) Definisi \(f(a_n)\to f(a)\) gagal. Di sisi lain, panduan 11 menunjukkan \(a_n\to a\text{.}\) Ini menyangkal hipotesis sekuensial yang diasumsikan benar bagi setiap barisan. Maka asumsi sementara bahwa \(f\) tidak kontinu di \(a\) salah, sehingga \(f\) kontinu di \(a\text{.}\)
Pemeriksaan I.13. Intuisi grafik untuk osilasi di dekat nol.
Pada tugas pertama kegiatan tentang \(f(x)=\sin(1/x)\) untuk \(x\neq0\) dan \(f(0)=0\text{,}\) gambarkan grafik pada interval kecil di sekitar \(0\) dan catat intuisi Anda tentang keberadaan limit di \(0\text{.}\) Rubrik: gambarkan osilasi yang semakin rapat, jelaskan pengamatan dengan kata-kata, dan nyatakan secara jujur bahwa grafik sendiri bukan bukti formal.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: plot dengan beberapa jendela yang makin sempit dan cukup banyak titik sampel. Tahap 2: perhatikan apakah nilai fungsi mengerucut ke satu tinggi atau terus mendekati banyak tinggi.
Intuisi yang didukung grafik adalah bahwa limit di \(0\) tidak ada: grafik terus berosilasi antara nilai dekat \(-1\) dan \(1\) seberapa pun sempit jendelanya. Tugas ini menerima penjelasan intuitif lain yang jujur terhadap gambar.
Rubrik lengkap meminta grafik yang memperlihatkan amplitudo tetap sekitar \(1\) dan frekuensi osilasi yang meningkat ketika \(x\to0\text{.}\) Penjelasan yang baik menyatakan bahwa tidak tampak satu nilai yang didekati semua keluaran. Pengamatan ini bukan bukti: resolusi gambar dan pemilihan sampel dapat menipu. Butir-butir berikutnya mengubah intuisi itu menjadi penyangkal sekuensial dengan memilih titik yang nilainya tepat \(1\text{.}\)
Pemeriksaan I.14. Menyelesaikan persamaan nilai maksimum sinus.
Pada tugas kedua kegiatan tentang \(\sin(1/x)\text{,}\) tentukan semua masukan \(x\) yang memenuhi \(f(x)=1\text{.}\) Rubrik: selesaikan dahulu persamaan sinus untuk \(1/x\text{,}\) balikkan hasilnya, dan periksa nilai khusus \(x=0\text{.}\)
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: \(\sin t=1\) tepat ketika \(t=\pi/2+2\pi j\) untuk \(j\in\Z\text{.}\) Tahap 2: substitusikan \(t=1/x\text{.}\)
Semua dan hanya masukan \(x=1/(\pi/2+2\pi j)=2/((4j+1)\pi)\text{,}\) dengan \(j\in\Z\text{,}\) memenuhi \(f(x)=1\text{.}\) Titik \(x=0\) tidak termasuk karena \(f(0)=0\text{.}\)
Untuk \(x\neq0\text{,}\) persamaan \(f(x)=1\) setara dengan \(\sin(1/x)=1\text{.}\) Solusi umum \(\sin t=1\) adalah \(t=\pi/2+2\pi j\text{,}\) \(j\in\Z\text{.}\) Karena penyebut ini tidak nol bagi bilangan bulat \(j\text{,}\) pembalikan sah dan memberi
\begin{equation*}
x=\frac{1}{\pi/2+2\pi j}
=\frac{2}{(4j+1)\pi},\qquad j\in\Z.
\end{equation*}
Substitusi kembali menghasilkan \(\sin(\pi/2+2\pi j)=1\text{.}\) Sementara itu, definisi bercabang menetapkan \(f(0)=0\text{,}\) jadi \(0\) bukan solusi.
Pemeriksaan I.15. Membangun barisan yang citranya tetap satu.
Pada tugas ketiga kegiatan tentang \(\sin(1/x)\text{,}\) gunakan himpunan solusi sebelumnya untuk membangun barisan \(a_n\to0\) dengan \(f(a_n)=1\) bagi setiap \(n\text{.}\) Rubrik: berikan rumus eksplisit, buktikan limit masukan, dan verifikasi nilai fungsi.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: pilih parameter bilangan bulat \(j=n\) dalam panduan 14. Tahap 2: penyebut tumbuh tanpa batas, sedangkan \(1/a_n=2\pi n+\pi/2\text{.}\)
Salah satu pilihan adalah \(a_n=2/((4n+1)\pi)\) untuk \(n\in\Z^+\text{.}\) Barisan ini menuju \(0\) dan memenuhi \(f(a_n)=1\) untuk setiap \(n\text{.}\)
Tetapkan \(a_n=2/((4n+1)\pi)\text{.}\) Karena penyebut positif dan menuju tak hingga, \(a_n\to0\text{.}\) Secara langsung, untuk \(\epsilon\gt0\text{,}\) pilih \(N\) cukup besar sehingga \(2/((4N+1)\pi)\lt\epsilon\text{;}\) maka \(0\lt a_n\leq a_N\lt\epsilon\) bagi \(n\geq N\text{.}\) Selain itu,
\begin{equation*}
f(a_n)=\sin(1/a_n)
=\sin\left(2\pi n+\frac{\pi}{2}\right)=1.
\end{equation*}
Jadi rumus tersebut memenuhi kedua syarat yang diminta.
Pemeriksaan I.16. Menyangkal kekontinuan dengan satu barisan.
Pada tugas terakhir kegiatan tentang \(\sin(1/x)\text{,}\) gunakan barisan dari butir sebelumnya untuk menentukan kekontinuan \(f\) di \(0\text{.}\) Rubrik: bandingkan limit barisan masukan, limit barisan citra, dan nilai \(f(0)\text{,}\) lalu terapkan teorema pencirian sekuensial dengan arah logis yang benar.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1: \(a_n\to0\text{,}\) tetapi barisan \((f(a_n))\) konstan bernilai \(1\text{.}\) Tahap 2: bandingkan \(\lim f(a_n)\) dengan \(f(0)\text{.}\)
Fungsi \(f\) tidak kontinu di \(0\text{,}\) sebab \(a_n\to0\) tetapi \(f(a_n)\to1\neq0=f(0)\text{.}\)
Panduan 15 memberi barisan \(a_n\to0\) dengan \(f(a_n)=1\) untuk semua \(n\text{.}\) Maka \(\lim f(a_n)=1\text{,}\) sedangkan definisi fungsi memberi \(f(0)=0\text{.}\) Jika \(f\) kontinu di \(0\text{,}\) teorema pencirian sekuensial akan memaksa setiap barisan yang menuju \(0\) mempunyai citra yang menuju \(f(0)\text{.}\) Barisan ini melanggar keharusan tersebut, jadi \(f\) tidak kontinu di \(0\text{.}\) Satu barisan penyangkal sudah cukup; tidak perlu memeriksa semua barisan.
