Bagian Pemeriksaan penguasaan Bab 9
Keenam soal kumulatif berikut merupakan komponen pendamping asli O003, terpisah dari teks GVSU, dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Setiap petunjuk dibagi menjadi beberapa tahap; gunakan hanya tahap yang diperlukan sebelum membandingkan jawaban dan pembahasan lengkap.
Dalam \((\R,d_E)\text{,}\) definisikan \(a_n=(2n+1)/(n+3)\) untuk \(n\in\Z^+\text{.}\)
- Hitung \(|a_n-2|\) dan, untuk \(\epsilon\gt0\text{,}\) temukan bilangan bulat positif \(N\) yang dinyatakan secara eksplisit dalam \(\epsilon\) sehingga \(n\geq N\) mengakibatkan \(|a_n-2|\lt\epsilon\text{.}\)
- Tulislah bukti lengkap langsung dari definisi bahwa \(\lim a_n=2\text{.}\) Pisahkan perhitungan untuk menemukan \(N\) dari pembuktian yang memverifikasi pilihan tersebut.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1. Satukan kedua suku pada \(|(2n+1)/(n+3)-2|\) dengan penyebut \(n+3\text{.}\)
Tahap 2. Pertidaksamaan yang perlu dijamin adalah \(5/(n+3)\lt\epsilon\text{.}\) Pilihan \(N=\lceil5/\epsilon\rceil\) sedikit lebih besar daripada yang benar-benar diperlukan, tetapi mudah diverifikasi.
Tahap 3. Dalam bukti formal, mulailah dengan \(\epsilon\gt0\text{,}\) tetapkan \(N\text{,}\) lalu ambil sebarang \(n\geq N\text{.}\) Jangan memilih \(N\) yang bergantung pada \(n\text{.}\)
Berlaku \(|a_n-2|=5/(n+3)\text{.}\) Untuk setiap \(\epsilon\gt0\text{,}\) pilihan \(N=\lceil5/\epsilon\rceil\) memenuhi syarat definisi limit; jadi \(\lim a_n=2\text{.}\)
Perhitungan awal memberikan
\begin{equation*}
\left|\frac{2n+1}{n+3}-2\right|
=\left|\frac{2n+1-2n-6}{n+3}\right|
=\frac{5}{n+3}.
\end{equation*}
Agar besaran terakhir lebih kecil daripada \(\epsilon\text{,}\) cukup memastikan \(n\geq5/\epsilon\text{;}\) tambahan \(3\) pada penyebut kemudian menghasilkan pertidaksamaan ketat.
Sekarang misalkan \(\epsilon\gt0\) diberikan dan tetapkan \(N=\lceil5/\epsilon\rceil\text{.}\) Bilangan \(N\) adalah bilangan bulat positif. Jika \(n\geq N\text{,}\) maka \(n+3\geq N+3\gt5/\epsilon\text{.}\) Karena semua besaran positif,
\begin{equation*}
|a_n-2|=\frac{5}{n+3}\lt\epsilon.
\end{equation*}
Jadi, untuk setiap \(\epsilon\gt0\) terdapat bilangan bulat positif \(N\) sehingga \(n\geq N\) mengakibatkan \(d_E(a_n,2)\lt\epsilon\text{.}\) Menurut definisi, \((a_n)\) konvergen ke \(2\text{.}\)
Pemeriksaan I.46. Ketunggalan limit dan peran metrik.
- Misalkan \((a_n)\) suatu barisan dalam ruang metrik \((X,d)\text{.}\) Andaikan \((a_n)\) konvergen ke \(L\) dan juga konvergen ke \(M\text{.}\) Buktikan bahwa \(L=M\text{.}\) Tunjukkan dengan jelas di mana sifat metrik dan kedua asumsi konvergensi digunakan.
- Pada himpunan dasar \(X=\R\text{,}\) bandingkan metrik Euklides \(d_E(x,y)=|x-y|\) dengan metrik diskret\begin{equation*} d_D(x,y)=\begin{cases} 0 \amp \text{jika }x=y,\\ 1 \amp \text{jika }x\neq y. \end{cases} \end{equation*}Buktikan bahwa barisan \(a_n=1/n\) konvergen ke \(0\) terhadap \(d_E\text{.}\) Buktikan pula bahwa suatu barisan dalam ruang bermetrik diskret konvergen jika dan hanya jika barisan itu pada akhirnya konstan, lalu tentukan perilaku \((a_n)\) terhadap \(d_D\text{.}\)
- Jelaskan mengapa hasil pada bagian kedua tidak bertentangan dengan ketunggalan limit pada bagian pertama.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1. Jika \(L\neq M\text{,}\) gunakan \(\epsilon=d(L,M)/3\) bagi kedua limit. Pilih satu indeks yang melampaui kedua indeks ambang, lalu terapkan pertidaksamaan segitiga pada lintasan \(L,a_n,M\text{.}\)
Tahap 2. Untuk metrik Euklides, pilih bilangan bulat \(N\gt1/\epsilon\text{.}\)
Tahap 3. Jika suatu barisan konvergen ke \(L\) dalam metrik diskret, terapkan definisi dengan \(\epsilon=1/2\text{.}\) Untuk arah balik, jika semua suku mulai indeks tertentu sama dengan \(L\text{,}\) jaraknya ke \(L\) sama dengan nol.
Tahap 4. Teorema ketunggalan membahas satu ruang metrik yang telah ditetapkan. Di sini struktur metriknya diganti.
Jika \(L\neq M\text{,}\) pilihan \(\epsilon=d(L,M)/3\) dan pertidaksamaan segitiga menghasilkan \(d(L,M)\lt2d(L,M)/3\text{,}\) suatu kontradiksi. Jadi limit dalam satu ruang metrik bersifat tunggal.
Barisan \(1/n\) konvergen ke \(0\) terhadap \(d_E\text{,}\) tetapi divergen terhadap \(d_D\text{.}\) Dalam metrik diskret, syarat \(d_D(a_n,L)\lt1/2\) memaksa \(a_n=L\text{;}\) jadi konvergensi setara dengan sifat pada akhirnya konstan. Ketunggalan limit tidak dilanggar karena kedua kesimpulan dibuat dalam dua ruang metrik yang berbeda.
Andaikan \(L\neq M\text{.}\) Sifat definit positif suatu metrik memberi \(d(L,M)\gt0\text{.}\) Tetapkan \(\epsilon=d(L,M)/3\text{.}\) Karena \(a_n\to L\) dan \(a_n\to M\text{,}\) terdapat \(N_L,N_M\in\Z^+\) sehingga \(d(a_n,L)\lt\epsilon\) untuk \(n\geq N_L\) dan \(d(a_n,M)\lt\epsilon\) untuk \(n\geq N_M\text{.}\) Pilih \(n\geq\max\{N_L,N_M\}\text{.}\) Simetri dan pertidaksamaan segitiga memberi
\begin{equation*}
d(L,M)\leq d(L,a_n)+d(a_n,M)
\lt\frac{2}{3}d(L,M),
\end{equation*}
yang mustahil. Jadi \(L=M\text{.}\)
Misalkan \(\epsilon\gt0\text{.}\) Berdasarkan sifat Archimedes, pilih \(N\in\Z^+\) dengan \(N\gt1/\epsilon\text{.}\) Jika \(n\geq N\text{,}\) maka
\begin{equation*}
d_E(a_n,0)=\left|\frac1n-0\right|=\frac1n
\leq\frac1N\lt\epsilon.
\end{equation*}
Jadi \(a_n\to0\) dalam \((\R,d_E)\text{.}\)
Sekarang misalkan suatu barisan \((x_n)\) konvergen ke \(L\) terhadap \(d_D\text{.}\) Dengan \(\epsilon=1/2\text{,}\) terdapat \(N\) sehingga \(d_D(x_n,L)\lt1/2\) untuk semua \(n\geq N\text{.}\) Satu-satunya nilai metrik diskret yang lebih kecil daripada \(1/2\) adalah \(0\text{,}\) sehingga \(x_n=L\) untuk setiap \(n\geq N\text{.}\) Jadi barisan tersebut pada akhirnya konstan. Sebaliknya, jika \(x_n=L\) untuk setiap \(n\geq N\text{,}\) maka \(d_D(x_n,L)=0\lt\epsilon\) bagi setiap \(\epsilon\gt0\) dan setiap \(n\geq N\text{;}\) jadi \(x_n\to L\text{.}\)
Suku-suku \(1/n\) semuanya berbeda, sehingga barisan itu tidak pada akhirnya konstan. Maka \((1/n)\) divergen dalam \((\R,d_D)\text{.}\) Teorema ketunggalan mengatakan bahwa suatu barisan tidak mempunyai dua limit berbeda terhadap metrik yang sama. Teorema itu tidak mengatakan bahwa perilaku konvergensi tidak berubah ketika metriknya diganti.
Pemeriksaan I.47. Menguji kekontinuan dengan barisan.
- Definisikan \(F:(\R,d_E)\to(\R,d_E)\) oleh \(F(x)=x^2\text{.}\) Gunakan pencirian kekontinuan melalui barisan untuk membuktikan bahwa \(F\) kontinu di setiap \(a\in\R\text{.}\) Jangan mengandaikan tanpa bukti bahwa hasil kali limit dapat dipertukarkan.
- Definisikan \(H:\R\to\R\) oleh\begin{equation*} H(x)=\begin{cases} \sin(1/x) \amp \text{jika }x\neq0,\\ 0 \amp \text{jika }x=0. \end{cases} \end{equation*}Temukan satu barisan \((x_n)\) yang konvergen ke \(0\) tetapi \((H(x_n))\) tidak konvergen ke \(H(0)\text{.}\) Simpulkan bahwa \(H\) tidak kontinu di \(0\text{.}\)
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1. Jika \(x_n\to a\text{,}\) maka untuk suku-suku yang cukup jauh berlaku \(|x_n-a|\lt1\text{,}\) sehingga \(|x_n+a|\leq2|a|+1\text{.}\)
Tahap 2. Gunakan faktorisasi \(|x_n^2-a^2|=|x_n-a||x_n+a|\text{.}\) Untuk epsilon yang diberikan, minta \(|x_n-a|\lt\min\{1,\epsilon/(2|a|+1)\}\text{.}\)
Tahap 3. Untuk fungsi kedua, pilih penyebut yang membuat \(1/x_n=\pi/2+2\pi n\text{.}\) Nilai sinusnya kemudian selalu sama.
Jika \(x_n\to a\text{,}\) maka \(|x_n^2-a^2|\leq(2|a|+1)|x_n-a|\to0\) untuk semua suku yang cukup jauh; jadi \(F\) kontinu di setiap \(a\text{.}\) Sebaliknya, \(x_n=1/(\pi/2+2\pi n)\) konvergen ke \(0\text{,}\) tetapi \(H(x_n)=1\) untuk semua \(n\text{,}\) sedangkan \(H(0)=0\text{.}\) Jadi \(H\) tidak kontinu di \(0\text{.}\)
Ambil \(a\in\R\) dan sebarang barisan \((x_n)\) dengan \(x_n\to a\text{.}\) Misalkan \(\epsilon\gt0\) dan tetapkan
\begin{equation*}
\delta=\min\left\{1,\frac{\epsilon}{2|a|+1}\right\}.
\end{equation*}
Karena \(x_n\to a\text{,}\) ada \(N\) sehingga \(|x_n-a|\lt\delta\) untuk setiap \(n\geq N\text{.}\) Untuk indeks tersebut, \(|x_n-a|\lt1\text{,}\) sehingga \(|x_n|\leq|a|+1\) dan \(|x_n+a|\leq2|a|+1\text{.}\) Oleh karena itu,
\begin{align*}
|F(x_n)-F(a)|
\amp=|x_n^2-a^2|\\
\amp=|x_n-a||x_n+a|\\
\amp\lt\frac{\epsilon}{2|a|+1}(2|a|+1)
=\epsilon.
\end{align*}
Jadi \(F(x_n)\to F(a)\text{.}\) Hal ini berlaku bagi setiap barisan yang konvergen ke \(a\text{;}\) pencirian melalui barisan menunjukkan bahwa \(F\) kontinu di \(a\text{.}\) Karena \(a\) sebarang, \(F\) kontinu di seluruh \(\R\text{.}\)
Untuk fungsi kedua, tetapkan \(x_n=1/(\pi/2+2\pi n)\text{.}\) Penyebutnya menuju tak hingga, sehingga \(x_n\to0\text{.}\) Namun,
\begin{equation*}
H(x_n)=\sin(\pi/2+2\pi n)=1
\end{equation*}
untuk setiap \(n\text{.}\) Jadi barisan \((H(x_n))\) konvergen ke \(1\text{,}\) bukan ke \(H(0)=0\text{.}\) Satu barisan saksi ini menyangkal syarat barisan yang diperlukan untuk kekontinuan di \(0\text{.}\) Maka \(H\) tidak kontinu di \(0\text{.}\)
Pemeriksaan I.48. Limit dalam subruang dan ruang ambien.
Misalkan \(Y\subseteq X\text{,}\) \((X,d)\) suatu ruang metrik, dan \(d_Y\) adalah metrik subruang, yakni \(d_Y(y_1,y_2)=d(y_1,y_2)\) untuk \(y_1,y_2\in Y\text{.}\)
- Jika \((a_n)\) adalah barisan di \(Y\) dan \(a\in Y\text{,}\) buktikan bahwa \(a_n\to a\) dalam \((Y,d_Y)\) jika dan hanya jika \(a_n\to a\) dalam \((X,d)\text{.}\)
- Untuk \(Y=\Q\subseteq\R=X\text{,}\) tetapkan\begin{equation*} q_n=\frac{\lfloor10^n\sqrt2\rfloor}{10^n}. \end{equation*}Buktikan bahwa \((q_n)\) konvergen dalam ruang ambien \(\R\text{,}\) tetapi tidak konvergen sebagai barisan dalam subruang \(\Q\text{.}\) Jelaskan mengapa hal ini tidak bertentangan dengan bagian pertama.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1. Untuk titik-titik yang semuanya berada di \(Y\text{,}\) bilangan \(d_Y(a_n,a)\) dan \(d(a_n,a)\) persis sama.
Tahap 2. Sifat fungsi lantai memberi \(0\leq\sqrt2-q_n\lt10^{-n}\text{.}\)
Tahap 3. Jika \((q_n)\) konvergen di \(\Q\) ke suatu \(q\in\Q\text{,}\) bagian pertama menjadikannya konvergen ke \(q\) di \(\R\text{.}\) Gunakan ketunggalan limit.
Selama calon limit \(a\) berada di \(Y\text{,}\) kedua definisi konvergensi identik karena \(d_Y(a_n,a)=d(a_n,a)\text{.}\) Barisan \((q_n)\) memenuhi \(0\leq\sqrt2-q_n\lt10^{-n}\text{,}\) sehingga konvergen ke \(\sqrt2\) di \(\R\text{.}\) Ia tidak dapat konvergen di \(\Q\text{:}\) limit rasional demikian juga akan menjadi limit ambien, bertentangan dengan ketunggalan limit dan ketakrasionalan \(\sqrt2\text{.}\)
Misalkan \((a_n)\) barisan di \(Y\) dan \(a\in Y\text{.}\) Untuk setiap \(n\text{,}\) definisi metrik subruang memberi \(d_Y(a_n,a)=d(a_n,a)\text{.}\) Karena itu, bagi setiap \(\epsilon\gt0\) dan setiap indeks \(N\text{,}\) pernyataan
\begin{equation*}
d_Y(a_n,a)\lt\epsilon\quad\text{untuk semua }n\geq N
\end{equation*}
setara dengan pernyataan yang sama dengan \(d\) menggantikan \(d_Y\text{.}\) Kuantor dalam kedua definisi limit pun identik, sehingga \(a_n\to a\) di \(Y\) jika dan hanya jika \(a_n\to a\) di \(X\text{.}\)
Untuk contoh, setiap \(q_n\) rasional. Dari \(\lfloor t\rfloor\leq t\lt\lfloor t\rfloor+1\) dengan \(t=10^n\sqrt2\text{,}\) setelah dibagi dengan \(10^n\) diperoleh
\begin{equation*}
0\leq\sqrt2-q_n\lt10^{-n}.
\end{equation*}
Karena \(10^{-n}\to0\text{,}\) untuk setiap \(\epsilon\gt0\) semua suku yang cukup jauh memenuhi \(|q_n-\sqrt2|\lt\epsilon\text{.}\) Jadi \(q_n\to\sqrt2\) dalam ruang ambien \(\R\text{.}\)
Andaikan \((q_n)\) konvergen sebagai barisan di \(\Q\text{.}\) Maka limitnya harus berupa suatu \(q\in\Q\text{.}\) Berdasarkan bagian pertama, \(q_n\to q\) juga dalam \(\R\text{.}\) Akan tetapi, di \(\R\) barisan yang sama sudah terbukti konvergen ke \(\sqrt2\text{.}\) Ketunggalan limit memaksa \(q=\sqrt2\text{,}\) yang mustahil karena \(q\) rasional dan \(\sqrt2\) irasional. Jadi barisan itu tidak konvergen di \(\Q\text{.}\) Tidak ada kontradiksi dengan bagian pertama: limit ambien \(\sqrt2\) tidak berada di subruang \(\Q\text{,}\) sedangkan kesetaraan pada bagian pertama mensyaratkan \(a\in Y\text{.}\)
Pemeriksaan I.49. Konvergensi koordinat demi koordinat.
Dalam \(\R^2\) dengan metrik Euklides, misalkan \(c_n=(a_n,b_n)\) dan \(c=(a,b)\text{.}\) Buktikan bahwa \(c_n\to c\) jika dan hanya jika \(a_n\to a\) dan \(b_n\to b\) dalam \(\R\text{.}\) Bukti harus menangani kedua arah langsung dari definisi metrik.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1. Untuk arah dari pasangan ke koordinat, gunakan \(|a_n-a|\leq d_E(c_n,c)\) dan \(|b_n-b|\leq d_E(c_n,c)\text{.}\)
Tahap 2. Untuk arah sebaliknya dan epsilon yang diberikan, buat kedua selisih koordinat lebih kecil daripada \(\epsilon/\sqrt2\text{.}\)
Tahap 3. Kedua koordinat mungkin memberikan indeks awal yang berbeda. Ambil maksimum dari kedua indeks tersebut.
Konvergensi \(c_n\to c\) memaksa setiap selisih koordinat menuju nol karena masing-masing dibatasi oleh \(d_E(c_n,c)\text{.}\) Sebaliknya, jika kedua koordinat konvergen, buat masing-masing selisih lebih kecil daripada \(\epsilon/\sqrt2\text{;}\) maka \(d_E(c_n,c)\lt\epsilon\text{.}\) Jadi kedua kondisi setara.
Andaikan \(c_n\to c\text{.}\) Untuk setiap \(n\text{,}\)
\begin{align*}
|a_n-a|
\amp\leq\sqrt{(a_n-a)^2+(b_n-b)^2}=d_E(c_n,c),\\
|b_n-b|
\amp\leq\sqrt{(a_n-a)^2+(b_n-b)^2}=d_E(c_n,c).
\end{align*}
Misalkan \(\epsilon\gt0\text{.}\) Untuk semua \(n\) yang cukup besar, \(d_E(c_n,c)\lt\epsilon\text{;}\) kedua pertidaksamaan di atas kemudian memberi \(|a_n-a|\lt\epsilon\) dan \(|b_n-b|\lt\epsilon\text{.}\) Jadi \(a_n\to a\) dan \(b_n\to b\text{.}\)
Sebaliknya, andaikan \(a_n\to a\) dan \(b_n\to b\text{.}\) Diberikan \(\epsilon\gt0\text{,}\) ada \(N_a\) sehingga \(|a_n-a|\lt\epsilon/\sqrt2\) untuk \(n\geq N_a\text{,}\) dan ada \(N_b\) sehingga \(|b_n-b|\lt\epsilon/\sqrt2\) untuk \(n\geq N_b\text{.}\) Jika \(n\geq N=\max\{N_a,N_b\}\text{,}\) maka
\begin{equation*}
d_E(c_n,c)
=\sqrt{(a_n-a)^2+(b_n-b)^2}
\lt\sqrt{\frac{\epsilon^2}{2}+\frac{\epsilon^2}{2}}
=\epsilon.
\end{equation*}
Dengan demikian, \(c_n\to c\text{.}\) Kedua arah membuktikan kesetaraan yang diminta.
Pemeriksaan I.50. Konvergensi titik demi titik dan konvergensi seragam.
Misalkan \(X\) adalah himpunan semua fungsi terbatas bernilai real pada \([0,1]\text{,}\) dengan metrik supremum
\begin{equation*}
d_\infty(f,g)=\sup\{|f(x)-g(x)|:x\in[0,1]\}.
\end{equation*}
- Untuk \(f_n(x)=x^n\text{,}\) tentukan limit titik demi titik \(f\) pada \([0,1]\text{.}\)
- Hitung \(d_\infty(f_n,f)\text{.}\) Apakah \((f_n)\) konvergen ke \(f\) dalam metrik supremum, yakni secara seragam?
- Untuk pembanding, tetapkan \(g_n(x)=x/n\text{.}\) Buktikan bahwa \((g_n)\) konvergen secara seragam ke fungsi nol. Jelaskan secara umum mengapa konvergensi dalam metrik supremum selalu mengakibatkan konvergensi titik demi titik.
Petunjuk.
Jawaban.
Solusi.
Tahap 1. Jika \(0\leq x\lt1\text{,}\) maka \(x^n\to0\text{,}\) sedangkan \(1^n=1\text{.}\)
Tahap 2. Untuk \(x\lt1\text{,}\) selisih \(|f_n(x)-f(x)|\) sama dengan \(x^n\text{.}\) Nilai-nilai ini dapat dibuat sedekat yang diinginkan dengan \(1\) dengan memilih \(x\) cukup dekat ke \(1\text{,}\) walaupun pada \(x=1\) selisihnya nol.
Tahap 3. Untuk fungsi pembanding, \(\sup_{x\in[0,1]}|x/n|=1/n\text{.}\) Untuk implikasi umum, bandingkan nilai pada satu titik tetap dengan supremum atas semua titik.
Limit titik demi titik \(f_n(x)=x^n\) ialah \(f(x)=0\) untuk \(0\leq x\lt1\) dan \(f(1)=1\text{.}\) Namun, \(d_\infty(f_n,f)=1\) untuk setiap \(n\text{,}\) sehingga konvergensi itu tidak seragam. Sebaliknya, \(d_\infty(g_n,0)=1/n\to0\text{.}\) Secara umum, \(|f_n(x)-f(x)|\leq d_\infty(f_n,f)\) pada setiap titik, sehingga konvergensi seragam mengakibatkan konvergensi titik demi titik.
Untuk \(x=1\text{,}\) berlaku \(f_n(1)=1\) untuk semua \(n\text{.}\) Jika \(x=0\text{,}\) berlaku \(f_n(0)=0\text{.}\) Jika \(0\lt x\lt1\text{,}\) tetapkan \(r=1/x\gt1\text{.}\) Pertidaksamaan Bernoulli memberi \(r^n\geq1+n(r-1)\text{,}\) sehingga
\begin{equation*}
0\leq x^n=\frac1{r^n}
\leq\frac1{1+n(r-1)}\longrightarrow0.
\end{equation*}
Jadi limit titik demi titiknya adalah
\begin{equation*}
f(x)=\begin{cases}
0 \amp \text{jika }0\leq x\lt1,\\
1 \amp \text{jika }x=1.
\end{cases}
\end{equation*}
Untuk \(0\leq x\lt1\text{,}\) selisihnya adalah \(|f_n(x)-f(x)|=x^n\lt1\text{,}\) sedangkan pada \(x=1\) selisihnya nol. Meskipun nilai \(1\) tidak dicapai oleh selisih tersebut, nilai itu adalah supremumnya. Memang, jika \(0\lt c\lt1\text{,}\) pilih \(x=((1+c)/2)^{1/n}\text{.}\) Maka \(x\lt1\) dan \(x^n=(1+c)/2\gt c\text{.}\) Jadi nilai selisih dapat melampaui setiap \(c\lt1\text{,}\) sementara selalu dibatasi di atas oleh \(1\text{.}\) Dengan demikian,
\begin{equation*}
d_\infty(f_n,f)=1
\end{equation*}
untuk setiap \(n\text{.}\) Jarak ini tidak menuju nol, sehingga \((f_n)\) tidak konvergen ke \(f\) secara seragam.
Untuk \(g_n(x)=x/n\text{,}\) karena \(0\leq x\leq1\text{,}\)
\begin{equation*}
d_\infty(g_n,0)
=\sup_{x\in[0,1]}\left|\frac{x}{n}\right|
=\frac1n\longrightarrow0.
\end{equation*}
Jadi \(g_n\to0\) dalam metrik supremum. Secara umum, jika \(d_\infty(f_n,f)\to0\) dan \(x\in[0,1]\) ditetapkan, maka
\begin{equation*}
|f_n(x)-f(x)|\leq
\sup_{t\in[0,1]}|f_n(t)-f(t)|=d_\infty(f_n,f)\longrightarrow0.
\end{equation*}
Maka \(f_n(x)\to f(x)\) pada setiap titik \(x\text{.}\) Contoh \(x^n\) menunjukkan bahwa implikasi sebaliknya tidak berlaku.
