Mari kita ingat kembali beberapa definisi secara singkat. Jika
\(R\) merupakan gelanggang komutatif dan
\(r\) elemen taknol dalam
\(R\text{,}\) maka
\(r\) disebut
pembagi nol jika terdapat elemen taknol
\(s \in R\) sedemikian sehingga
\(rs = 0\text{.}\) Gelanggang komutatif dengan identitas disebut
daerah integral jika tidak memiliki pembagi nol. Jika suatu elemen
\(a\) dalam gelanggang
\(R\) dengan identitas memiliki invers multiplikatif, kita mengatakan bahwa
\(a\) merupakan
unsur satuan. Jika setiap elemen taknol dalam gelanggang
\(R\) merupakan unsur satuan, maka
\(R\) disebut
gelanggang pembagian. Gelanggang pembagian komutatif disebut
lapangan.
Contoh 16.2.1.
Jika \(i^2 = -1\text{,}\) maka himpunan \({\mathbb Z}[ i ] = \{ m + ni : m, n \in {\mathbb Z} \}\) membentuk gelanggang yang dikenal sebagai bilangan bulat Gauss. Mudah dilihat bahwa bilangan bulat Gauss merupakan subgelanggang dari bilangan kompleks karena tertutup terhadap penjumlahan dan perkalian. Misalkan \(\alpha = a + bi\) suatu unsur satuan dalam \({\mathbb Z}[ i ]\text{.}\) Maka \(\overline{\alpha} = a - bi\) juga merupakan unsur satuan karena jika \(\alpha \beta = 1\text{,}\) maka \(\overline{\alpha} \overline{\beta} = 1\text{.}\) Jika \(\beta = c + di\text{,}\) maka
\begin{equation*}
1 = \alpha \beta \overline{\alpha} \overline{\beta} = (a^2 + b^2 )(c^2 + d^2)\text{.}
\end{equation*}
Oleh karena itu, \(a^2 + b^2\) harus bernilai \(1\) atau \(-1\text{;}\) atau, secara ekuivalen, \(a + bi = \pm 1\) atau \(a + bi = \pm i\text{.}\) Jadi, unsur-unsur satuan gelanggang ini adalah \(\pm 1\) dan \(\pm i\text{;}\) dengan demikian, bilangan bulat Gauss bukan lapangan. Pembuktian bahwa bilangan bulat Gauss merupakan daerah integral diserahkan sebagai latihan.
Kita memiliki karakterisasi alternatif berikut untuk daerah integral.
Proposisi 16.2.4. Hukum Kanselasi.
Misalkan
\(D\) suatu gelanggang komutatif dengan identitas. Maka
\(D\) merupakan daerah integral jika dan hanya jika untuk semua elemen taknol
\(a \in D\) dengan
\(ab = ac\text{,}\) berlaku
\(b=c\text{.}\)
Teorema mengejutkan berikut dikemukakan oleh Wedderburn.
Teorema 16.2.5.
Setiap daerah integral hingga merupakan lapangan.
Untuk setiap bilangan bulat taknegatif
\(n\) dan setiap elemen
\(r\) dalam suatu gelanggang
\(R\text{,}\) kita tuliskan
\(r + \cdots + r\) (
\(n\) kali) sebagai
\(nr\text{.}\) Kita mendefinisikan
karakteristik suatu gelanggang
\(R\) sebagai bilangan bulat positif terkecil
\(n\) sedemikian sehingga
\(nr = 0\) untuk semua
\(r \in R\text{.}\) Jika tidak terdapat bilangan bulat semacam itu, maka karakteristik
\(R\) didefinisikan sebagai
\(0\text{.}\) Kita akan menyatakan karakteristik
\(R\) dengan
\(\chr R\text{.}\)
Contoh 16.2.6.
Untuk setiap bilangan prima
\(p\text{,}\) \({\mathbb Z}_p\) merupakan lapangan berkarakteristik
\(p\text{.}\) Berdasarkan
Proposisi 3.1.4, setiap elemen taknol dalam
\({\mathbb Z}_p\) memiliki invers; dengan demikian,
\({\mathbb Z}_p\) merupakan lapangan. Jika
\(a\) sebarang elemen taknol dalam lapangan tersebut, maka
\(pa =0\text{,}\) karena orde setiap elemen taknol dalam grup abelian
\({\mathbb Z}_p\) adalah
\(p\text{.}\)
Teorema 16.2.8.
Karakteristik suatu daerah integral adalah prima atau nol.