Lewati ke konten utama

Bagian 4.2 Grup Perkalian Bilangan Kompleks

Bilangan kompleks didefinisikan sebagai
\begin{equation*} {\mathbb C} = \{ a + bi : a, b \in {\mathbb R} \}\text{,} \end{equation*}
dengan \(i^2 = -1\text{.}\) Jika \(z = a + bi\text{,}\) maka \(a\) merupakan bagian real dari \(z\) dan \(b\) merupakan bagian imajiner dari \(z\text{.}\)
Untuk menjumlahkan dua bilangan kompleks \(z=a+bi\) dan \(w= c+di\text{,}\) kita cukup menjumlahkan bagian real dan imajiner yang bersesuaian:
\begin{equation*} z + w=(a + bi ) + (c + di) = (a + c) + (b + d)i\text{.} \end{equation*}
Dengan mengingat bahwa \(i^2 = -1\text{,}\) kita mengalikan bilangan kompleks seperti mengalikan polinomial. Hasil kali \(z\) dan \(w\) adalah
\begin{equation*} (a + bi )(c + di) = ac + bdi^2 + adi + bci = (ac -bd) +(ad + bc)i\text{.} \end{equation*}
Setiap bilangan kompleks tak nol \(z = a +bi\) mempunyai invers perkalian; artinya, terdapat \(z^{-1} \in {\mathbb C}^\ast\) sedemikian sehingga \(z z^{-1} = z^{-1} z = 1\text{.}\) Jika \(z = a + bi\text{,}\) maka
\begin{equation*} z^{-1} = \frac{a-bi}{ a^2 + b^2 }\text{.} \end{equation*}
Konjugat kompleks dari bilangan kompleks \(z = a + bi\) didefinisikan sebagai \(\overline{z} = a- bi\text{.}\) Nilai mutlak atau modulus dari \(z = a + bi\) adalah \(|z| = \sqrt{a^2 + b^2}\text{.}\)

Contoh 4.2.1.

Misalkan \(z = 2 + 3i\) dan \(w = 1-2i\text{.}\) Maka
\begin{equation*} z + w = (2 + 3i) + (1 - 2i) = 3 + i \end{equation*}
dan
\begin{equation*} z w = (2 + 3i)(1 - 2i ) = 8 - i\text{.} \end{equation*}
Selain itu,
\begin{align*} z^{-1} & = \frac{2}{13} - \frac{3}{13}i\\ |z| & = \sqrt{13}\\ \overline{z} & = 2-3i\text{.} \end{align*}
Bidang kompleks dengan sumbu horizontal sebagai sumbu x atau sumbu real dan sumbu vertikal sebagai sumbu y atau sumbu imajiner. Titik z1 = 2 + 3i berada di kuadran kanan atas, titik z2 = 1 - 2i di kuadran kanan bawah, dan z3 = -3 + 2i di kuadran kiri atas.
Gambar 4.2.2. Koordinat rektangular suatu bilangan kompleks
Terdapat beberapa cara untuk merepresentasikan bilangan kompleks secara grafis. Kita dapat merepresentasikan bilangan kompleks \(z = a +bi\) sebagai pasangan terurut pada bidang \(xy\text{,}\) dengan \(a\) sebagai koordinat \(x\) (atau real) dan \(b\) sebagai koordinat \(y\) (atau imajiner). Representasi ini disebut representasi rektangular atau Kartesius. Representasi rektangular dari \(z_1 = 2 + 3i\text{,}\) \(z_2 = 1 - 2i\text{,}\) dan \(z_3 = - 3 + 2i\) digambarkan dalam Gambar 4.2.2.
Bidang kompleks dengan sumbu horizontal sebagai sumbu x atau sumbu real dan sumbu vertikal sebagai sumbu y atau sumbu imajiner. Titik a + bi berada di kuadran kanan atas. Titik tersebut juga ditentukan oleh sinar sepanjang r yang membentuk sudut theta berlawanan arah jarum jam dari sumbu horizontal.
Gambar 4.2.3. Koordinat polar suatu bilangan kompleks
Bilangan kompleks tak nol juga dapat direpresentasikan menggunakan koordinat polar. Untuk menentukan sebarang titik tak nol pada bidang, cukup diberikan sudut \(\theta\) dari sumbu \(x\) positif dalam arah berlawanan jarum jam serta jarak \(r\) dari titik asal, seperti dalam Gambar 4.2.3. Kita dapat melihat bahwa
\begin{equation*} z = a + bi = r( \cos \theta + i \sin \theta)\text{.} \end{equation*}
Jadi,
\begin{equation*} r = |z| = \sqrt{a^2 + b^2} \end{equation*}
dan
\begin{align*} a & = r \cos \theta\\ b & = r \sin \theta\text{.} \end{align*}
Kadang-kadang kita menyingkat \(r( \cos \theta + i \sin \theta)\) sebagai \(r \cis \theta\text{.}\) Untuk memastikan bahwa representasi \(z\) terdefinisi dengan baik, kita juga mensyaratkan \(0^{\circ} \leq \theta \lt 360^{\circ}\text{.}\) Jika sudut diukur dalam radian, maka \(0 \leq \theta \lt2 \pi\text{.}\)

Contoh 4.2.4.

Misalkan \(z = 2 \cis 60^{\circ}\text{.}\) Maka
\begin{equation*} a = 2 \cos 60^{\circ} = 1 \end{equation*}
dan
\begin{equation*} b = 2 \sin 60^{\circ} = \sqrt{3}\text{.} \end{equation*}
Jadi, representasi rektangularnya adalah \(z = 1+\sqrt{3}\, i\text{.}\)
Sebaliknya, jika diberikan representasi rektangular suatu bilangan kompleks, sering kali berguna untuk mengetahui representasi polar bilangan tersebut. Jika \(z = 3 \sqrt{2} - 3 \sqrt{2}\, i\text{,}\) maka
\begin{equation*} r = \sqrt{a^2 + b^2} = \sqrt{36 } = 6 \end{equation*}
dan
\begin{equation*} \theta = \arctan \left( \frac{b}{a} \right) = \arctan( - 1) = 315^{\circ}\text{,} \end{equation*}
sehingga \(3 \sqrt{2} - 3 \sqrt{2}\, i=6 \cis 315^{\circ}\text{.}\)
Representasi polar suatu bilangan kompleks memudahkan pencarian hasil kali dan pangkat bilangan kompleks. Pembuktian proposisi berikut bersifat langsung dan diserahkan sebagai latihan.

Contoh 4.2.6.

Jika \(z = 3 \cis( \pi / 3 )\) dan \(w = 2 \cis(\pi / 6 )\text{,}\) maka \(zw = 6 \cis( \pi / 2 ) = 6i\text{.}\)

Bukti.

Kita akan menggunakan induksi pada \(n\text{.}\) Untuk \(n = 1\text{,}\) teorema tersebut langsung benar. Andaikan teorema itu benar untuk setiap \(k\) sedemikian sehingga \(1 \leq k \leq n\text{.}\) Maka
\begin{align*} z^{n+1} & = z^n z\\ & = r^n( \cos n \theta + i \sin n \theta ) r( \cos \theta + i\sin \theta )\\ & = r^{n+1} [( \cos n \theta \cos \theta - \sin n \theta \sin \theta ) + i ( \sin n \theta \cos \theta + \cos n \theta \sin \theta)]\\ & = r^{n+1} [ \cos( n \theta + \theta) + i \sin( n \theta + \theta) ]\\ & = r^{n+1} [ \cos( n +1) \theta + i \sin( n+1) \theta ]\text{.} \end{align*}

Contoh 4.2.8.

Misalkan \(z= 1+i\) dan kita ingin menghitung \(z^{10}\text{.}\) Alih-alih menghitung \((1 + i)^{10}\) secara langsung, jauh lebih mudah beralih ke koordinat polar dan menghitung \(z^{10}\) menggunakan Teorema DeMoivre:
\begin{align*} z^{10} & = (1+i)^{10}\\ & = \left( \sqrt{2} \cis \left( \frac{\pi }{4} \right) \right)^{10}\\ & = ( \sqrt{2}\, )^{10} \cis \left( \frac{5\pi }{2} \right)\\ & = 32 \cis \left( \frac{\pi }{2} \right)\\ & = 32i\text{.} \end{align*}

Subbagian 4.2.1 Grup Lingkaran dan Akar Kesatuan

Grup perkalian bilangan kompleks, \({\mathbb C}^*\text{,}\) mempunyai beberapa subgrup yang menarik. Sementara \({\mathbb Q}^*\) dan \({\mathbb R}^*\) tidak mempunyai subgrup berorde hingga yang menarik, \({\mathbb C}^*\) mempunyai banyak subgrup seperti itu. Pertama-tama kita mempertimbangkan grup lingkaran,
\begin{equation*} {\mathbb T} = \{ z \in {\mathbb C} : |z| = 1 \}\text{.} \end{equation*}
Proposisi berikut merupakan akibat langsung dari Proposisi 4.2.5.
Meskipun grup lingkaran berorde tak hingga, grup tersebut mempunyai banyak subgrup hingga yang menarik. Misalkan \(H = \{ 1, -1, i, -i \}\text{.}\) Maka \(H\) merupakan subgrup dari grup lingkaran. Selain itu, \(1\text{,}\) \(-1\text{,}\) \(i\text{,}\) dan \(-i\) tepat merupakan bilangan-bilangan kompleks yang memenuhi persamaan \(z^4 = 1\text{.}\) Bilangan kompleks yang memenuhi persamaan \(z^n=1\) disebut akar kesatuan ke-\(n\).

Bukti.

Berdasarkan Teorema DeMoivre,
\begin{equation*} z^n = \cis \left( n \frac{2 k \pi}{n } \right) = \cis( 2 k \pi ) = 1\text{.} \end{equation*}
Nilai-nilai \(z\) tersebut berbeda karena bilangan \(2 k \pi /n\) semuanya berbeda serta lebih besar daripada atau sama dengan 0, tetapi lebih kecil daripada \(2 \pi\text{.}\) Fakta bahwa nilai-nilai tersebut merupakan semua akar persamaan \(z^n=1\) diperoleh dari Korolari 17.2.4, yang menyatakan bahwa polinomial berderajat \(n\) mempunyai paling banyak \(n\) akar. Pembuktian bahwa akar kesatuan ke-\(n\) membentuk subgrup siklik dari \({\mathbb T}\) diserahkan sebagai latihan.
Pembangkit bagi grup akar kesatuan ke-\(n\) disebut akar kesatuan ke-\(n\) primitif.

Contoh 4.2.11.

Akar kesatuan ke-8 dapat direpresentasikan sebagai delapan titik yang berjarak sama pada lingkaran satuan (Gambar 4.2.12). Akar kesatuan ke-8 primitif adalah
\begin{align*} \omega & = \frac{\sqrt{2}}{2} + \frac{\sqrt{2}}{2} i\\ \omega^3 & = -\frac{\sqrt{2}}{2} + \frac{\sqrt{2}}{2} i\\ \omega^5 & = -\frac{\sqrt{2}}{2} - \frac{\sqrt{2}}{2} i\\ \omega^7 & = \frac{\sqrt{2}}{2} - \frac{\sqrt{2}}{2}i\text{.} \end{align*}
Delapan akar kesatuan tersebar merata mengelilingi lingkaran satuan, dimulai dengan 1 pada sumbu horizontal positif, lalu omega, i, pangkat tiga omega, -1, pangkat lima omega, -i, dan pangkat tujuh omega.
Gambar 4.2.12. Akar kesatuan ke-8