Contoh 2.13.
Misalkan \(n\) merupakan bilangan bulat positif. Gunakan Gambar 2.14 untuk menjelaskan mengapa
\begin{equation*}
1+2+3+\dots+n=\frac{n(n+1)}{2}.
\end{equation*}
Susunan persegi yang pada contoh terdiri atas tujuh baris dan tujuh kolom titik, mewakili susunan dengan n tambah satu baris dan n tambah satu kolom. Sebuah pita diagonal dari kiri atas ke kanan bawah menandai titik-titik pada diagonal utama. Titik-titik di atas dan di bawah diagonal membentuk dua daerah segitiga kongruen; masing-masing memuat baris yang banyak titiknya berturut-turut satu, dua, dan seterusnya hingga \(n\text{.}\)
Penyelesaian.
Perhatikan susunan titik berukuran \((n+1)\times (n+1)\) seperti yang ditampilkan dalam Gambar 2.14. Seluruhnya terdapat \((n+1)^2\) titik, dengan tepat \(n+1\) titik pada diagonal utama. Titik-titik di luar diagonal secara alami terbagi menjadi dua bagian yang sama besar, yaitu bagian di atas dan bagian di bawah diagonal.
Selain itu, masing-masing dari kedua bagian tersebut memuat \(S(n)=1+2+3+\dots+n\) titik. Dengan demikian,
\begin{equation*}
S(n)=\frac{(n+1)^2-(n+1)}{2}
\end{equation*}
dan hasil ini tampak langsung dari gambar. Sedikit manipulasi aljabar pada ruas kanan persamaan tersebut menghasilkan rumus yang diberikan sebelumnya.

