Contoh 7.1.
Misalkan \(X\) adalah himpunan \(63\) mahasiswa yang mengikuti mata kuliah kombinatorika terapan di sebuah universitas teknologi besar. Misalkan terdapat \(47\) mahasiswa program studi ilmu komputer dan \(51\) mahasiswa laki-laki. Kita juga mengetahui bahwa \(45\) mahasiswa laki-laki mengambil program studi ilmu komputer. Berapa banyak mahasiswi di kelas tersebut yang tidak mengambil program studi ilmu komputer?
Penyelesaian.
Meskipun diagram Venn yang mungkin sudah sering Anda lihat tidak selalu merupakan ilustrasi terbaik (terutama jika Anda mencoba menafsirkannya seolah-olah berskala), mari kita gunakan diagram semacam itu sebagai langkah awal. Dalam Gambar 7.2, kita dapat melihat bagaimana kelompok-kelompok dalam situasi tersebut saling bertumpang tindih.
Persegi panjang mewakili seluruh 63 mahasiswa. Oval kiri berwarna biru mewakili 51 mahasiswa laki-laki, sedangkan oval kanan berwarna kuning mewakili 47 mahasiswa program studi ilmu komputer. Irisan hijau kedua oval memuat 45 mahasiswa laki-laki program studi ilmu komputer. Wilayah di luar kedua oval mewakili 10 mahasiswi yang tidak mengambil program studi ilmu komputer.
Sekarang dapat kita lihat bahwa yang dicari ialah banyaknya mahasiswa di dalam persegi panjang putih tetapi di luar kedua oval berwarna, yaitu mahasiswi yang tidak mengambil program studi ilmu komputer. Untuk menghitungnya, kita dapat mulai dengan mengurangkan banyaknya mahasiswa laki-laki (wilayah biru) dari jumlah seluruh mahasiswa di kelas, lalu mengurangkan banyaknya mahasiswa program studi ilmu komputer (wilayah kuning). Namun, dengan cara itu kita telah mengurangkan wilayah yang bertumpang tindih (mahasiswa laki-laki program studi ilmu komputer) dua kali, sehingga jumlah tersebut harus ditambahkan kembali. Jadi, banyaknya mahasiswi di kelas yang tidak mengambil program studi ilmu komputer adalah
\begin{equation*}
63 - 51 - 47 + 45 = 10.
\end{equation*}

