Subbab 13.5 Contoh Konkret
Mari kita terapkan Algoritma Pelabelan pada aliran jaringan dalam Gambar 13.2. Kita mulai dari sumber:
\begin{equation*}
S:\quad(*,+,\infty)
\end{equation*}
Karena sumber \(S\) merupakan simpul pertama yang diberi label, simpul itu juga yang pertama dipindai. Jadi, kita meninjau tetangga-tetangga \(S\) menurut urutan pseudoalfabetis pada simpul. Simpul pertama yang ditinjau adalah \(B\text{.}\) Karena sisi \((S,B)\) tidak penuh, kita memberi \(B\) label
\begin{equation*}
B:\quad(S,+,8).
\end{equation*}
Selanjutnya, kita meninjau simpul \(E\) dan memberinya label
\begin{equation*}
E:\quad(S,+,28).
\end{equation*}
Berikutnya adalah simpul \(F\text{,}\) yang diberi label
\begin{equation*}
F:\quad(S,+,15).
\end{equation*}
Pada tahap ini, pemindaian dari \(S\) selesai.
Simpul pertama setelah \(S\) yang diberi label adalah \(B\text{,}\) sehingga sekarang kita memindai dari \(B\text{.}\) Tetangga-tetangga tak berlabel dari \(B\) yang ditinjau secara berurutan adalah \(A\text{,}\) \(C\text{,}\) dan \(D\text{.}\) Hasilnya adalah label-label berikut:
\begin{align*}
A\amp:\quad(B,+,8)\\
C\amp:\quad(B,+,8)\\
D\amp:\quad(B,-,6)
\end{align*}
Simpul berikutnya yang dipindai adalah \(E\text{,}\) tetapi \(E\) tidak mempunyai tetangga tak berlabel. Karena itu, kita beralih ke \(F\text{,}\) yang juga tidak mempunyai tetangga tak berlabel. Terakhir, kita memindai dari \(A\text{.}\) Menurut urutan pseudoalfabetis, mula-mula kita meninjau muara \(T\text{,}\) yang dalam kasus ini merupakan satu-satunya simpul tak berlabel yang tersisa. Hasilnya adalah label berikut bagi \(T\text{:}\)
\begin{equation*}
T:\quad(A,+,8)
\end{equation*}
Karena muara sekarang berlabel, kita mengetahui bahwa terdapat lintasan penambah. Lintasan ini ditemukan dengan menelusuri label secara mundur. Muara \(T\) memperoleh labelnya dari \(A\text{,}\) \(A\) dari \(B\text{,}\) dan \(B\) dari \(S\text{.}\) Jadi, lintasan penambahnya adalah \(P=(S,B,A,T)\) dengan \(\delta=8\text{.}\) Semua sisi pada lintasan ini maju. Selanjutnya, aliran diperbarui dengan menaikkan aliran pada sisi-sisi \(P\) sebesar \(8\text{.}\) Hasilnya adalah aliran pada Gambar 13.12, yang bernilai \(38\text{.}\)
Diagram jaringan setelah aliran pada lintasan penambah pertama dinaikkan sebesar 8.
Berikut adalah urutan label yang ditemukan ketika algoritma pelabelan diterapkan pada aliran yang telah diperbarui; bacalah ke bawah setiap kolom. Perhatikan bahwa pada pemindaian dari \(S\text{,}\) simpul \(B\) tidak akan diberi label karena sisi \((S,B)\) sekarang penuh.
\begin{align*}
S:\amp\quad(*,+,\infty)\amp D:\amp\quad(E,+,12)\\
E:\amp\quad(S,+,28)\amp A:\amp\quad(F,+,12)\\
F:\amp\quad(S,+,15)\amp C:\amp\quad(B,+,10)\\
B:\amp\quad(E,+,19)\amp T:\amp\quad(A,+,12)
\end{align*}
Pelabelan ini menghasilkan lintasan penambah \(P=(S,F,A,T)\) dengan \(\delta=12\text{.}\)
Setelah pembaruan ini, nilai aliran meningkat menjadi \(50=38+12\text{.}\) Kita memulai kembali proses pelabelan dan mengulanginya hingga mencapai tahap ketika sebagian simpul, termasuk sumber, berlabel dan sebagian lainnya, termasuk muara, tak berlabel.
Subbagian 13.5.1 Bagaimana Algoritma Pelabelan Berhenti
Perhatikan aliran jaringan pada Gambar 13.13.
Diagram jaringan lain dengan kapasitas dan aliran saat ini dicantumkan pada setiap sisi.
Nilai aliran saat ini adalah \(172\text{.}\) Penerapan algoritma pelabelan dengan urutan pseudoalfabetis menghasilkan label-label berikut, yang dibaca ke bawah setiap kolom:
\begin{align*}
S:\amp\quad(*,+,\infty)\amp E:\amp\quad(I,-,3)\\
C:\amp\quad(S,+,8)\amp G:\amp\quad(E,-,3)\\
F:\amp\quad(S,+,23)\amp L:\amp\quad(E,+,3)\\
H:\amp\quad(C,+,7)\amp B:\amp\quad(G,+,3)\\
I:\amp\quad(H,+,7)\amp T:\amp\quad(L,+,3)
\end{align*}
Label-label ini menghasilkan lintasan penambah \(P=(S,C,H,I,E,L,T)\) dengan \(\delta =3\text{.}\) Setelah aliran diperbarui dan nilainya meningkat menjadi \(175\text{,}\) algoritma pelabelan berhenti dengan label-label berikut:
\begin{align*}
S:\amp\quad(*,+,\infty)\amp H:\amp\quad(C,+,4)\\
C:\amp\quad(S,+,5)\amp I:\amp\quad(H,+,4)\\
F:\amp\quad(S,+,23)
\end{align*}
Sekarang kita melihat bahwa himpunan simpul berlabel dan tak berlabel masing-masing adalah \(L=\{S,C,F,H,I\}\) dan \(U=\{T,A,B,D,E,G,J,K\}\text{.}\) Selain itu, kapasitas potongan \(V=L\cup U\) adalah
\begin{equation*}
41+8+23+8+13+29+28+25 = 175.
\end{equation*}
Hal ini menunjukkan bahwa kita telah menemukan potongan yang kapasitasnya tepat sama dengan nilai aliran saat ini. Dengan demikian, aliran tersebut optimal.

