Lewati ke konten utama

Subbab 4.1 Prinsip Sarang Merpati

Suatu fungsi \(f:X\longrightarrow Y\) dikatakan \(1\)\(1\) (dibaca satu-ke-satu) apabila \(f(x)\neq f(x')\) untuk setiap \(x,x'\in X\) dengan \(x\neq x'\text{.}\) Fungsi \(1\)\(1\) juga disebut suatu injeksi, atau kita mengatakan bahwa \(f\) bersifat injektif. Apabila \(f:X\longrightarrow Y\) bersifat \(1\)\(1\text{,}\) kita perhatikan bahwa \(|X|\le |Y|\text{.}\) Sebaliknya, kita mempunyai pernyataan jelas berikut, yang dikenal luas sebagai prinsip “Sarang Merpati”.
Dalam bahasa yang lebih santai, jika Anda harus memasukkan \(n+1\) merpati ke dalam \(n\) sarang, maka setidaknya dua merpati harus dimasukkan ke sarang yang sama.
Berikut adalah hasil klasik yang pembuktiannya segera diperoleh dari Prinsip Sarang Merpati.

Bukti.

Misalkan \(\sigma=(x_1,x_2,x_3,\dots,x_{mn+1})\) adalah barisan yang terdiri atas \(mn+1\) bilangan real berbeda. Untuk setiap \(i=1,2,\dots,mn+1\text{,}\) misalkan \(a_i\) adalah banyaknya suku maksimum dalam suatu subbarisan menaik dari \(\sigma\) yang suku pertamanya adalah \(x_i\text{.}\) Misalkan pula \(b_i\) adalah banyaknya suku maksimum dalam suatu subbarisan menurun dari \(\sigma\) yang suku terakhirnya adalah \(x_i\text{.}\) Jika terdapat suatu \(i\) dengan \(a_i\ge m+1\text{,}\) maka \(\sigma\) memiliki subbarisan menaik yang terdiri atas \(m+1\) suku. Demikian pula, jika untuk suatu \(i\) berlaku \(b_i\ge n+1\text{,}\) maka kita menyimpulkan bahwa \(\sigma\) memiliki subbarisan menurun yang terdiri atas \(n+1\) suku.
Tinggal kita pertimbangkan kasus ketika \(a_i\le m\) dan \(b_i\le n\) untuk setiap \(i=1,2,\dots,mn+1\text{.}\) Karena terdapat \(mn\) pasangan terurut berbentuk \((a,b)\) dengan \(1\le a\le m\) dan \(1\le b\le n\text{,}\) berdasarkan prinsip Sarang Merpati kita menyimpulkan bahwa pasti terdapat bilangan bulat \(i_1\) dan \(i_2\) dengan \(1\le i_1\lt i_2\le mn+1\) sedemikian sehingga \((a_{i_1},b_{i_1})=(a_{i_2},b_{i_2})\text{.}\) Karena \(x_{i_1}\) dan \(x_{i_2}\) berbeda, berlaku \(x_{i_1}\lt x_{i_2}\) atau \(x_{i_1}>x_{i_2}\text{.}\) Dalam kasus pertama, setiap subbarisan menaik yang suku pertamanya adalah \(x_{i_2}\) dapat diperpanjang dengan menempatkan \(x_{i_1}\) di awal. Hal ini menunjukkan bahwa \(a_{i_1}>a_{i_2}\text{.}\) Dalam kasus kedua, setiap subbarisan menurun yang suku terakhirnya adalah \(x_{i_1}\) dapat diperpanjang dengan menambahkan \(x_{i_2}\) di bagian paling akhir. Hal ini menunjukkan bahwa \(b_{i_2}>b_{i_1}\text{.}\)
Dalam Bab 11, kita akan mempelajari beberapa perumuman kuat dari Prinsip Sarang Merpati. Semua hasil ini mencerminkan gagasan umum bahwa ketidakteraturan mutlak tidak mungkin terjadi.