Lewati ke konten utama

Subbab 13.4 Algoritma Pelabelan Ford–Fulkerson

Dalam bagian ini, kita menguraikan algoritma pelabelan klasik Ford–Fulkerson untuk menemukan aliran maksimum dalam suatu jaringan. Algoritma ini dimulai dengan urutan linear pada himpunan simpul yang menetapkan suatu konsep prioritas. Biasanya, simpul pertama dalam urutan linear ini adalah sumber dan simpul kedua adalah muara. Setelah itu, simpul-simpul lain dapat dicantumkan dalam urutan apa pun. Dalam buku ini, kita menggunakan konvensi berikut: simpul-simpul diberi label dengan huruf kapital alfabet Inggris dan urutan linearnya adalah \((S,T,A,B,C,D,E,F,G,\dots)\text{,}\) yang akan kita sebut urutan pseudoalfabetis. Tentu saja, konvensi ini hanya berlaku bagi jaringan dengan paling banyak \(26\) simpul, tetapi batasan tersebut tidak akan menjadi kendala. Untuk masalah dunia nyata, komputer dapat menangani kunci bilangan bulat dengan hampir sebarang ukuran dengan mudah.
Sebelum memberikan uraian algoritma secara tepat, mari kita tinjau gambaran umumnya. Ketika menjalankan algoritma pelabelan, simpul-simpul diklasifikasikan sebagai berlabel atau tak berlabel. Mula-mula, hanya sumber yang diberi label, sedangkan semua simpul lain tidak berlabel. Menurut kriteria yang akan dijelaskan, kita secara sistematis meninjau simpul-simpul tak berlabel dan menentukan mana yang perlu diberi label. Jika muara berhasil diberi label, berarti kita telah menemukan lintasan penambah dan alirannya akan diperbarui dengan tepat. Setelah memperbarui aliran, kita memulai lagi dengan hanya sumber yang berlabel.
Proses ini diulangi hingga (dan akan kita lihat bahwa hal ini selalu terjadi) pelabelan berhenti dengan sebagian simpul berlabel, termasuk sumber, dan sebagian lainnya tak berlabel, termasuk muara. Kemudian kita akan melihat bahwa partisi \(V= L\cup U\) menjadi simpul-simpul berlabel dan tak berlabel (yang menjelaskan pilihan nama \(L\) dan \(U\)) merupakan potongan yang kapasitasnya tepat sama dengan nilai aliran saat ini. Hasil ini menyelesaikan perdebatan sebelumnya dalam bab ini: persoalan aliran maksimum dan potongan minimum lebih menyerupai antirantai dan partisi menjadi rantai daripada bilangan klik dan bilangan kromatik. Secara khusus, algoritma pelabelan akan memberikan bukti bagi teorema berikut.
Sekarang kita siap menguraikan algoritma pelabelan Ford–Fulkerson secara terperinci.