Lewati ke konten utama

Subbab 3.7 Definisi Induktif

Meskipun pada dasarnya merupakan masalah selera, definisi rekursif juga dapat dirumuskan kembali dalam kerangka induktif. Sebagai contoh pertama, tetapkan \(1!=1\) dan, setiap kali \(k!\) telah didefinisikan, tetapkan \((k+1)!=(k+1)k!\text{.}\)
Sebagai contoh kedua, tetapkan
\begin{equation*} \sum_{i=1}^1 f(i) = f(1)\quad\text{and} \quad \sum_{i=1}^{k+1} f(i)= \sum_{i=1}^{k} f(i)+ f(k+1) \end{equation*}
Dalam contoh kedua ini, kita sudah menggunakan bentuk singkat karena beberapa frasa dalam bahasa alami telah dihilangkan. Namun, maknanya seharusnya jelas.
Sekarang, mari mundur sejenak dan berikan sebuah contoh yang sebenarnya merupakan bagian dari pengembangan sistem bilangan. Misalkan Anda mengetahui segala hal tentang penjumlahan bilangan bulat positif, tetapi belum pernah mendengar apa pun mengenai perkalian. Berikut cara operasi ini dapat didefinisikan.
Ambil \(m\) sebagai bilangan bulat positif. Lalu, tetapkan
\begin{equation*} m\cdot1 = m\quad\text{and} \quad m\cdot(k+1)=m\cdot k+ m \end{equation*}
Anda dapat melihat bahwa aturan ini mendefinisikan perkalian, tetapi tidak menetapkan sifat-sifat yang sudah dikenal, seperti sifat komutatif dan asosiatif. Lihat beberapa rinciannya dalam Lampiran B.