Lewati ke konten utama

Subbab B.19 Aksioma Zermelo–Fraenkel untuk Teori Himpunan

Pada bagian pertama lampiran ini, kita meletakkan sistem bilangan di atas landasan yang kukuh, tetapi dalam prosesnya kita menggunakan pemahaman intuitif tentang himpunan. Tidak mengherankan bahwa pendekatan ini penuh bahaya. Sebagaimana pertama kali disadari lebih dari 100 tahun lalu, terdapat hambatan konseptual besar dalam merumuskan sistem aksioma teori himpunan yang konsisten. Sangat mudah pula membuat pernyataan yang terdengar “jelas”, padahal tidak demikian.
Berikut salah satu contoh yang sangat terkenal. Misalkan \(X\) dan \(Y\) adalah himpunan, lalu perhatikan dua pernyataan berikut:
  1. Terdapat injeksi \(f:X\rightarrow Y\text{.}\)
  2. Terdapat surjeksi \(g:Y\rightarrow X\text{.}\)
Jika \(X\) merupakan himpunan hingga tak kosong dan \(Y\) merupakan himpunan hingga, kedua pernyataan ini ekuivalen. Mungkin wajar untuk menduga bahwa hal yang sama berlaku ketika \(X\) dan \(Y\) tak hingga, tetapi ternyata tidak.
Berikut sistem aksioma yang lazim dikenal sebagai ZFC, singkatan dari Zermelo–Fraenkel ditambah Aksioma Pilihan. Dalam sistem ini, gagasan himpunan dan operator keanggotaan \(\in\) tidak didefinisikan. Akan tetapi, jika \(A\) dan \(B\) merupakan himpunan, tepat satu dari pernyataan berikut bernilai benar: (i) \(A\in B\) benar; (ii) \(A\in B\) salah. Jika \(A\in B\) salah, kita menulis \(A\notin B\text{.}\) Selain itu, terdapat relasi ekuivalensi \(=\) yang didefinisikan pada himpunan.
Salah satu sumber informasi tambahan (gratis) yang baik tentang teori himpunan ialah kumpulan artikel Wikipedia. Lakukan pencarian web dan carilah topik serta tokoh berikut:
  1. Teori himpunan Zermelo–Fraenkel.
  2. Aksioma Pilihan.
  3. Postulat Peano.
  4. Georg Cantor, Augustus De Morgan, George Boole, Bertrand Russell dan Kurt Gödel.