Subbab9.6Menggunakan fungsi pembangkit untuk menyelesaikan rekurensi
Pendekatan yang telah kita pelajari sejauh ini dalam bab ini bukanlah satu-satunya cara untuk menyelesaikan persamaan rekurensi. Selain itu, pendekatan tersebut pada dasarnya hanya berlaku untuk persamaan rekurensi linear berkoefisien konstan. Pada bagian selanjutnya dalam bab ini, kita akan melihat beberapa contoh penggunaan fungsi pembangkit sebagai alat lain untuk menyelesaikan persamaan rekurensi. Dalam bagian ini, kita akan berfokus pada persamaan rekurensi linear. Dalam Subbab 9.7, kita akan melihat bagaimana fungsi pembangkit dapat menyelesaikan rekurensi nonlinear.
Perhatikan persamaan rekurensi \(r_{n}+r_{n-1}-6r_{n-2} = 0\) untuk barisan \(\{r_n\colon n\geq 0\}\) dengan \(r_0=1\) dan \(r_1=3\text{.}\) Barisan ini memiliki fungsi pembangkit
Sekarang, perhatikan sejenak bentuk fungsi \(xf(x)\text{.}\) Fungsi tersebut memiliki \(r_{n-1}\) sebagai koefisien \(x^n\text{.}\) Demikian pula, dalam fungsi \(-6x^2 f(x)\text{,}\) koefisien \(x^n\) adalah \(-6r_{n-2}\text{.}\)
Apa tujuan semua ini? Jika ketiga fungsi tersebut dijumlahkan, perhatikan apa yang terjadi. Koefisien \(x^n\) menjadi \(r_n+r_{n-1}-6r_{n-2}\text{,}\) yang bernilai \(0\) karena persamaan rekurensinya! Sekarang mari kita lihat bagaimana semua sukunya sejajar:
Ketika ruas kiri dijumlahkan, kita memperoleh \(f(x)(1+x-6x^2)\text{.}\) Pada ruas kanan, koefisien \(x^n\) untuk \(n\geq 2\) adalah \(0\) karena persamaan rekurensinya. Namun, dengan menggunakan syarat awal, masih tersisa \(r_0 + (r_0+r_1)x = 1 + 4x\text{.}\) Jadi, kita memperoleh persamaan
Meskipun memerlukan sedikit lebih banyak pekerjaan, metode ini juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan rekurensi nonhomogen, sebagaimana diperlihatkan oleh contoh berikut.
Persamaan rekurensi \(r_n - r_{n-1}-2r_{n-2} = 2^n\) bersifat nonhomogen. Misalkan \(r_0=2\) dan \(r_1=1\text{.}\) Kali ini, untuk menyelesaikan rekurensi tersebut, kita mulai dengan mengalikan kedua ruas dengan \(x^n\text{.}\) Langkah ini menghasilkan persamaan
Anda seharusnya segera mengenali bahwa ruas kanan hampir sama dengan \(1/(1-2x)\text{.}\) Namun, suku \(1\) dan \(2x\) tidak ada, sehingga keduanya harus dikurangkan dari bentuk fungsi rasional dari deret tersebut. Sementara itu, pada ruas kiri kita perlu melakukan sedikit lebih banyak pekerjaan.
Jumlah pertama hanya kehilangan dua suku pertama deret, sehingga kita dapat menggantinya dengan \(R(x) - (2+x)\text{,}\) dengan \(R(x)=\sum_{n=0}^\infty r_n x^n\text{.}\) Jumlah kedua hampir sama dengan \(xR(x)\text{,}\) kecuali bahwa suku pertamanya tidak ada. Jadi, jumlah itu sama dengan \(xR(x) - 2x\text{.}\) Jumlah pada suku terakhir hanyalah \(x^2 R(x)\text{.}\) Dengan demikian, persamaannya dapat dituliskan kembali sebagai
Persamaan rekurensi dalam kedua contoh pada bagian ini juga dapat diselesaikan menggunakan teknik yang telah kita pelajari sebelumnya dalam bab ini. Salah satu kemungkinan manfaat pendekatan fungsi pembangkit untuk persamaan nonhomogen ialah bahwa pendekatan ini tidak mengharuskan kita menentukan bentuk yang sesuai bagi solusi partikular. Namun, metode fungsi pembangkit sering mengharuskan fungsi pembangkit yang dihasilkan diuraikan menggunakan pecahan parsial. Kedua pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan; jadi, kecuali Anda diminta menggunakan metode tertentu, pilihlah metode yang tampak paling sesuai untuk situasi yang dihadapi. Pada bagian berikutnya, kita akan melihat persamaan rekurensi yang paling mudah diselesaikan menggunakan fungsi pembangkit karena persamaan tersebut nonlinear.