Bab 15 · Teori Fredholm

Alternatif Fredholm

Pada tahun 1903, Erik Ivar Fredholm menerbitkan sebuah makalah rintisan tentang persamaan integral dalam jurnal Acta Mathematica. Di antara banyak hasil pentingnya terdapat teorema yang kini kita kenal sebagai alternatif Fredholm. Kita menyatakan suatu versi hasil ini dalam bahasa yang tersedia bagi Fredholm pada masa itu.

Proposisi 15.1.1.

Tetapkan λ\{0}\lambda \in \mathbb{C}\setminus\{0\} dan misalkan kk suatu fungsi kontinu bernilai kompleks pada persegi satuan [0,1]×[0,1][0,1] \times [0,1]. Entah persamaan-persamaan tak homogen λf(s)01k(s,t)f(t)dt=g(s) danλ¯h(s)01k(t,s)¯h(t)dt=j(s)\begin{align} \lambda f(s) &- \int_0^1 k(s,t)f(t)\,dt = g(s)\label{004011i} \text{ dan} \tag{1}\\ \overline{\lambda} h(s) &- \int_0^1 \overline{k(t,s)}h(t)\,dt = j(s)\label{004011ii} \tag{2} \end{align} memiliki solusi ff dan hh untuk setiap gg dan jj yang diberikan, masing-masing, dengan solusi-solusi tersebut tunggal; dalam hal ini persamaan homogen yang bersesuaian λf(s)01k(s,t)f(t)dt=0 danλ¯h(s)01k(t,s)¯h(t)dt=0\begin{align} \lambda f(s) &- \int_0^1 k(s,t)f(t)\,dt = 0\label{004011iii} \text{ dan} \tag{3}\\ \overline{\lambda} h(s) &- \int_0^1 \overline{k(t,s)}h(t)\,dt = 0\label{004011iv} \tag{4} \end{align} hanya memiliki solusi trivial; —atau—
persamaan homogen {3 dan {4 masing-masing memiliki sejumlah hingga (dan tak nol) solusi bebas linear yang sama banyaknya, yaitu f1,,fnf_1,\dots,f_n dan h1,,hnh_1,\dots,h_n, secara berturut-turut; dalam hal ini persamaan tak homogen {1 dan {2 memiliki solusi jika dan hanya jika gg dan jj memenuhi 01hk(t)g(t)¯dt=0 dan01j(t)fk(t)¯dt=0\begin{align} \int_0^1 h_k(t)\overline{g(t)}\,dt &= 0\label{004011v} \text{ dan} \tag{5}\\ \int_0^1 j(t) \overline{f_k(t)}\,dt &= 0\label{004011vi} \tag{6} \end{align} untuk k=1,,nk = 1, \dots, n.

Pada tahun 1906, David Hilbert telah menyadari bahwa pengintegralan itu sendiri sangat sedikit berkaitan dengan kebenaran hasil ini. Ia menemukan bahwa yang penting adalah kekompakan operator integral yang dihasilkan. (Pada awal abad ke-2020 kekompakan disebut kontinuitas lengkap. Istilah ruang Hilbert telah digunakan sejak tahun 1911 sehubungan dengan ruang barisan l2l_2. Baru pada tahun 1929 John von Neumann memperkenalkan gagasan—dan aksioma yang mendefinisikan—ruang Hilbert abstrak.) Jadi, berikut suatu versi yang agak lebih mutakhir dari alternatif Fredholm.

Proposisi 15.1.2.

Jika KK suatu operator kompak pada ruang Hilbert, λ\{0}\lambda \in \mathbb{C}\setminus\{0\}, dan T=λIKT = \lambda I - K, maka entah persamaan-persamaan tak homogen Tf=g danT*h=j\begin{align} Tf &= g\label{004031i} \text{ dan} \tag{1'}\\ T^* h &= j\label{004031ii} \tag{2'} \end{align} memiliki solusi ff dan hh untuk setiap gg dan jj yang diberikan, masing-masing, dengan solusi-solusi tersebut tunggal; dalam hal ini persamaan homogen yang bersesuaian Tf=0 danT*h=0\begin{align} Tf &= 0\label{004031iii} \text{ dan} \tag{3'}\\ T^*h &= 0\label{004031iv} \tag{4'} \end{align} hanya memiliki solusi trivial; —atau—
persamaan homogen {3' dan {4' masing-masing memiliki sejumlah hingga (dan tak nol) solusi bebas linear yang sama banyaknya, yaitu f1,,fnf_1,\dots,f_n dan h1,,hnh_1,\dots,h_n, secara berturut-turut; dalam hal ini persamaan tak homogen {1' dan {2' memiliki solusi jika dan hanya jika gg dan jj memenuhi hkg danjfk\begin{align} h_k &\perp g\label{004031v} \text{ dan} \tag{5'}\\ j &\perp f_k\label{004031vi} \tag{6'} \end{align} untuk k=1,,nk = 1, \dots, n.

Perhatikan bahwa dengan menggunakan beberapa fakta elementer mengenai kernel dan jangkauan operator serta keortogonalan dalam ruang Hilbert, kita dapat meringkas pernyataan dari 15.1.2 secara cukup banyak.

Proposisi 15.1.3.

Jika T=λIKT = \lambda I - K dengan KK suatu operator kompak pada ruang Hilbert dan λ\{0}\lambda \in \mathbb{C}\setminus\{0\}, maka

  1. TT injektif jika dan hanya jika bersifat surjektif,

  2. ranT*=(kerT)\mathop{\mathrm{ran}}T^* = (\ker T)^\perp, dan

  3. dimkerT=dimkerT*\dim\ker T = \dim \ker T^*.

Selain itu, syarat (1) dan (2) berlaku untuk T*T^* maupun TT.

Alternatif Fredholm – lanjutan

Definisi 15.2.1.

Suatu operator TT pada ruang Banach disebut operator Riesz–Schauder jika dapat ditulis dalam bentuk T=S+KT = S + K dengan SS invertibel dan KK kompak.

Materi dalam bagian 4.4 dan definisi sebelumnya memungkinkan kita memperumum versi alternatif Fredholm yang diberikan dalam 15.1.3 ke ruang Banach.

Proposisi 15.2.2.

Jika TT suatu operator Riesz–Schauder pada ruang Banach, maka

  1. TT injektif jika dan hanya jika bersifat surjektif,

  2. ranT*=(kerT)\mathop{\mathrm{ran}}T^* = (\ker T)^\perp, dan

  3. dimkerT=dimkerT*<\dim\ker T = \dim \ker T^* < \infty.

Selain itu, syarat (1) dan (2) berlaku untuk T*T^* maupun TT.

Proposisi 15.2.3.

Jika MM subruang tertutup dari ruang Banach BB, maka M(B/M)*M^\perp \cong (B/M)^*.

Bukti.

Proof. Lihat [8], halaman 89. ◻

Definisi 15.2.4.

Jika T:VWT\colon V \rightarrow W suatu pemetaan linear antara ruang vektor, maka kokernel pemetaan tersebut didefinisikan oleh cokerT=W/ranT.\mathop{\mathrm{coker}}T = W/ \mathop{\mathrm{ran}}T\,. Ingat bahwa kodimensi dari suatu subruang UU dalam ruang vektor VV adalah dimensi dari V/UV/U. Jadi, apabila TT suatu pemetaan linear, dimcokerT=codimranT\dim\mathop{\mathrm{coker}}T = \mathop{\mathrm{codim}}\mathop{\mathrm{ran}}T.

Dalam kategori 𝑯𝑰𝑳\mathbf{HIL} dari ruang Hilbert dan pemetaan linear kontinu, jangkauan suatu morfisme tidak harus menjadi objek kategori tersebut. Secara khusus, jangkauan suatu operator tidak harus tertutup.

Contoh 15.2.5.

Operator ruang Hilbert T:l2l2:(x1,x2,x3,)(x1,12x2,13x3,)T\colon l_2 \rightarrow l_2\colon (x_1,x_2,x_3,\dots) \mapsto (x_1, \tfrac12 x_2, \tfrac13 x_3, \dots) bersifat injektif, swaadjoin, kompak, dan kontraktif, tetapi jangkauannya, walaupun padat dalam l2l_2, tidak mencakup seluruh l2l_2.

Walaupun tidak langsung berkaitan dengan tujuan kita saat ini, inilah tempat yang tepat untuk mencatat fakta bahwa jumlah dua subruang tertutup dari suatu ruang Hilbert tidak harus tertutup.

Contoh 15.2.6.

Misalkan TT operator pada ruang Hilbert l2l_2 yang didefinisikan dalam contoh 15.2.5, M=l2{𝟎}M = l_2 \oplus \{\mathbf{0}\}, dan NN graf dari TT. Maka MM dan NN keduanya merupakan subruang tertutup dari ruang Hilbert l2l2l_2 \oplus l_2, tetapi M+NM + N tidak tertutup.

Bukti.

Proof. Verifikasi contoh 15.2.6 diperoleh dengan mudah dari hasil berikut dan contoh 15.2.5. ◻

Proposisi 15.2.7.

Misalkan HH suatu ruang Hilbert, T𝔅(H)T \in \mathfrak{B}(H), M=H{𝟎}M = H \oplus \{\mathbf{0}\}, dan NN merupakan graf dari TT. Maka

  1. Himpunan NN merupakan subruang dari HHH \oplus H.

  2. Operator TT injektif jika dan hanya jika MN={(𝟎,𝟎)}M \cap N = \{\,(\mathbf{0},\mathbf{0})\,\}.

  3. Jangkauan TT padat dalam HH jika dan hanya jika M+NM + N padat dalam HHH \oplus H.

  4. Operator TT surjektif jika dan hanya jika M+N=HHM + N = H \oplus H.

Kabar baik bagi teori operator Fredholm adalah bahwa operator dengan kokernel berdimensi hingga secara otomatis mempunyai jangkauan tertutup.

Proposisi 15.2.8.

Jika suatu pemetaan linear terbatas A:HKA\colon H \rightarrow K antara ruang Hilbert memiliki kokernel berdimensi hingga, maka ranA\mathop{\mathrm{ran}}A tertutup dalam KK.

Dalam Alternatif Fredholm IIIb 15.2.2, kita mengamati bahwa syarat (1) berlebih dan juga bahwa (2) berlaku untuk sebarang operator ruang Banach dengan jangkauan tertutup. Hal ini memungkinkan kita menyatakan kembali 15.2.2 secara lebih hemat.

Proposisi 15.2.9.

Jika TT suatu operator Riesz–Schauder pada ruang Banach, maka

  1. TT mempunyai jangkauan tertutup dan

  2. dimkerT=dimkerT*<\dim\ker T = \dim \ker T^* < \infty.

Operator Fredholm

Definisi 15.3.1.

Misalkan HH adalah ruang Hilbert dan 𝔎(H)\mathfrak{K}(H) merupakan ideal operator kompak di dalam aljabar-C*C^* 𝔅(H)\mathfrak{B}(H). Maka aljabar hasil bagi (lihat proposisi 12.6.7) 𝔔(H):=𝔅(H)/𝔎(H)\mathfrak{Q}(H) := \mathfrak{B}(H)/\mathfrak{K}(H) adalah aljabar Calkin. Seperti biasa, pemetaan hasil bagi dari 𝔅(H)\mathfrak{B}(H) ke 𝔅(H)/𝔎(H)\mathfrak{B}(H)/\mathfrak{K}(H) dilambangkan dengan π\pi, sehingga jika T𝔅(H)T \in \mathfrak{B}(H) maka π(T)=[T]=T+𝔎(H)\pi(T) = [T] = T + \mathfrak{K}(H) adalah elemen yang bersesuaian dengannya dalam aljabar Calkin. Suatu elemen T𝔅(H)T \in \mathfrak{B}(H) adalah operator Fredholm jika π(T)\pi(T) invertibel di dalam 𝔔(H)\mathfrak{Q}(H). Keluarga semua operator Fredholm pada HH dilambangkan dengan 𝔉(H)\mathfrak{F}(H).

Proposisi 15.3.2.

Jika HH ruang Hilbert, maka 𝔉(H)\mathfrak{F}(H) merupakan subhimpunan terbuka swaadjoin dari 𝔅(H)\mathfrak{B}(H) dan tertutup terhadap perturbasi kompak (yakni, jika TT Fredholm dan KK kompak, maka T+KT + K juga Fredholm).

Teorema 15.3.3.

Suatu operator ruang Hilbert bersifat Fredholm jika dan hanya jika kernel dan kokernelnya berdimensi hingga.

Bukti.

Proof. Lihat [1], teorema 3.3.2; [3], teorema I.8.3.6; [12], teorema 5.17; [27], teorema 2.1.4; atau [51], teorema 14.1.1.  ◻

Menariknya, dimensi kernel dan kokernel suatu operator Fredholm bukanlah besaran yang sangat penting. Namun, selisih keduanya ternyata sangat penting.

Definisi 15.3.4.

Jika TT adalah operator Fredholm pada suatu ruang Hilbert, maka indeks Fredholm operator tersebut (atau cukup indeks) didefinisikan oleh indT:=dimkerTdimcokerT.\mathop{\mathrm{ind}}T := \dim\ker T - \dim\mathop{\mathrm{coker}}T\,.

Contoh 15.3.5.

Setiap operator ruang Hilbert yang invertibel bersifat Fredholm dengan indeks nol.

Contoh 15.3.6.

Indeks Fredholm dari operator geser unilateral adalah 1-1.

Contoh 15.3.7.

Untuk pemetaan antar-ruang, kita memakai konvensi standar: pemetaan linear disebut Fredholm jika jangkauannya tertutup serta kernel dan kokernelnya berdimensi hingga. Dengan konvensi ini, setiap pemetaan linear T:VWT\colon V \rightarrow W antara ruang-ruang vektor berdimensi hingga bersifat Fredholm dan indT=dimVdimW\mathop{\mathrm{ind}}T = \dim V - \dim W.

Contoh 15.3.8.

Jika TT adalah operator Fredholm pada suatu ruang Hilbert, maka indT*=indT\mathop{\mathrm{ind}}T^* = -\mathop{\mathrm{ind}}T.

Contoh 15.3.9.

Indeks setiap operator Fredholm normal adalah 00.

Lema 15.3.10.

Misalkan S:UVS\colon U \rightarrow V dan T:VWT\colon V \rightarrow W adalah transformasi linear antara ruang-ruang vektor. Maka (terdapat pemetaan linear sedemikian sehingga) barisan berikut eksak. 𝟎kerSkerTSkerTcokerScokerTScokerT𝟎.\mathbf{0} \to \ker S \to \ker TS \to \ker T \to \mathop{\mathrm{coker}}S \to \mathop{\mathrm{coker}}TS \to \mathop{\mathrm{coker}}T \to \mathbf{0}\,.

Lema 15.3.11.

Jika V0,V1,,VnV_0, V_1, \dots, V_n adalah ruang-ruang vektor berdimensi hingga dan barisan 𝟎V0V1Vn𝟎\mathbf{0} \to V_0 \to V_1 \to \dots \to V_n \to \mathbf{0} eksak, maka k=0n(1)kdimVk=0.\sum_{k=0}^n (-1)^k \dim V_k = 0\,.

Proposisi 15.3.12.

Misalkan HH ruang Hilbert berdimensi tak hingga. Maka himpunan 𝔉(H)\mathfrak{F}(H) yang terdiri atas operator Fredholm pada HH merupakan semigrup terhadap komposisi dan fungsi indeks ind\mathop{\mathrm{ind}} adalah epimorfisme dari 𝔉(H)\mathfrak{F}(H) ke semigrup aditif bilangan bulat \mathbb{Z}.

Bukti.

Proof. Petunjuk. Gunakan 15.3.10, 15.3.11, 15.3.5, 15.3.6, dan 15.3.8. ◻

Alternatif Fredholm – Penutup

Hasil berikut menyiratkan bahwa setiap operator Fredholm berindeks nol dapat ditulis sebagai jumlah suatu operator invertibel dan operator kompak.

Proposisi 15.4.1.

Jika TT adalah operator Fredholm berindeks nol pada suatu ruang Hilbert, maka terdapat isometri parsial berperingkat hingga VV sedemikian sehingga TVT - V bersifat invertibel.

Bukti.

Proof. Lihat [41], lemma 3.3.14 atau [51], proposisi 14.1.3. ◻

Lema 15.4.2.

Jika FF adalah operator berperingkat hingga pada suatu ruang Hilbert, maka I+FI + F bersifat Fredholm dengan indeks nol.

Bukti.

Proof. Lihat [41], lemma 3.3.13 atau [51], lemma 14.1.4. ◻

Notasi 15.4.3.

Misalkan HH adalah ruang Hilbert. Untuk setiap bilangan bulat nn, kita melambangkan keluarga semua operator Fredholm berindeks nn pada HH dengan 𝔉n(H)\mathfrak{F}_n(H) atau cukup 𝔉n\mathfrak{F}_n.

Proposisi 15.4.4.

Untuk setiap ruang Hilbert berlaku 𝔉0+𝔎=𝔉0\mathfrak{F}_0 + \mathfrak{K} = \mathfrak{F}_0.

Bukti.

Proof. Lihat [12], lemma 5.20 atau [51], 14.1.5. ◻

Akibat 15.4.5.

Setiap operator Riesz–Schauder pada suatu ruang Hilbert bersifat Fredholm berindeks nol.

Bukti.

Proof. Ini segera mengikuti proposisi sebelumnya 15.4.4 dan contoh 15.3.5.  ◻

Kita sebenarnya telah membuktikan hasil yang lebih kuat: versi terakhir (yang cukup umum) dari alternatif Fredholm.

Akibat 15.4.6.

Suatu operator ruang Hilbert merupakan operator Riesz–Schauder jika dan hanya jika operator itu merupakan operator Fredholm berindeks nol.

Bukti.

Proof. Proposisi 15.4.1 dan korolari 15.4.5. ◻

Proposisi 15.4.7.

Jika TT adalah operator Fredholm berindeks nn \in \mathbb{Z} pada ruang Hilbert HH dan KK operator kompak pada HH, maka T+KT + K juga merupakan operator Fredholm berindeks nn; yakni, 𝔉n+𝔎=𝔉n.\mathfrak{F}_n + \mathfrak{K} = \mathfrak{F}_n\,.

Bukti.

Proof. Lihat [27], proposisi 2.1.6; [41], teorema 3.3.17; atau [51], proposisi 14.1.6. ◻

Proposisi 15.4.8.

Misalkan HH adalah ruang Hilbert. Maka 𝔉n(H)\mathfrak{F}_n(H) merupakan subhimpunan terbuka dari 𝔅(H)\mathfrak{B}(H) untuk setiap bilangan bulat nn.

Bukti.

Proof. Lihat [51], proposisi 14.1.8. ◻

Definisi 15.4.9.

Suatu lintasan dalam ruang topologis XX adalah pemetaan kontinu dari interval [0,1][0,1] ke XX. Dua titik pp dan qq dalam XX dikatakan terhubung oleh lintasan (atau homotop dalam XX) jika terdapat lintasan f:[0,1]Xf\colon [0,1] \rightarrow X dalam XX sedemikian sehingga f(0)=pf(0) = p dan f(1)=qf(1) = q. Dalam hal ini kita menulis phqp \sim_h q dalam XX (atau cukup phqp \sim_h q ketika ruang XX jelas dari konteks).

Contoh 15.4.10.

Misalkan aa adalah elemen invertibel dalam aljabar-C*C^* beridentitas AA dan bb adalah elemen AA sedemikian sehingga ab<a11\lVert a - b\rVert < \lVert a^{-1}\rVert^{-1}. Maka ahba \sim_h b dalam inv(A)\mathop{\mathrm{inv}}(A).

Bukti.

Petunjuk bukti. Terapkan korolari 8.1.31 pada titik-titik dalam ruas garis tertutup [a,b][a,b]. ◻

Proposisi 15.4.11.

Relasi h\sim_h untuk ekuivalensi homotopi yang didefinisikan di atas merupakan suatu relasi ekuivalensi pada himpunan titik-titik suatu ruang topologis.

Definisi 15.4.12.

Jika XX adalah ruang topologis dan h\sim_h adalah relasi ekuivalensi homotopi, maka kelas-kelas ekuivalensi yang dihasilkan adalah komponen lintasan dari XX.

Proposisi berikut mengidentifikasi komponen-komponen lintasan himpunan operator Fredholm sebagai himpunan 𝔉n\mathfrak{F}_n yang terdiri atas operator berindeks nn.

Proposisi 15.4.13.

Operator SS dan TT di dalam ruang operator Fredholm 𝔉(H)\mathfrak{F}(H) pada ruang Hilbert HH bersifat homotop dalam 𝔉(H)\mathfrak{F}(H) jika dan hanya jika keduanya memiliki indeks yang sama.

Bukti.

Proof. Lihat [51], korolari 14.1.9. ◻