Bab 10 · Distribusi

Limit Induktif

Definisi 10.1.1.

Misalkan DD suatu himpunan terarah terhadap pengurutan parsial \le dan misalkan {Ai:iD}\{A_i\colon i \in D\} suatu keluarga objek dalam suatu kategori 𝑪\mathbf{C}. Anggap bahwa untuk setiap ii, jDj \in D dengan iji \le j terdapat suatu morfisme ϕj,i:AiAj\phi_{j,i}\colon A_i \rightarrow A_j yang memenuhi ϕki=ϕkjϕji\phi_{ki} = \phi_{kj}\phi_{ji} setiap kali ijki \le j \le k dalam DD. Anggap pula bahwa ϕii\phi_{ii} adalah pemetaan identitas pada AiA_i untuk setiap iDi \in D. Maka keluarga berindeks 𝑨=(Ai)iD\mathbf{A} = \bigl(A_i\bigr)_{i \in D} dari objek-objek bersama keluarga berindeks 𝝓=(ϕji)\boldsymbol{\phi }= \bigl(\phi_{ji}\bigr) dari morfisme penghubung disebut suatu sistem terarah dalam 𝑪\mathbf{C}.

Definisi 10.1.2.

Misalkan pasangan (𝑨,𝝓)(\mathbf{A}, \boldsymbol{\phi}) suatu sistem terarah (seperti di atas) dalam kategori 𝑪\mathbf{C} yang himpunan terarah dasarnya adalah DD. Suatu limit induktif (atau limit langsung) dari sistem (𝑨,𝝓)(\mathbf{A},\boldsymbol{\phi}) adalah pasangan (L,𝝁)(L,\boldsymbol{\mu}) dengan LL suatu objek dalam 𝑪\mathbf{C} dan 𝝁=(μi)iD\boldsymbol{\mu }= \bigl(\mu_i\bigr)_{i \in D} suatu keluarga morfisme μj:AjL\mu_j\colon A_j \rightarrow L dalam 𝑪\mathbf{C} yang memenuhi

  1. μi=μjϕji\mu_i = \mu_j \phi_{ji} setiap kali iji \le j dalam DD, dan

  2. jika (M,𝝀)(M,\boldsymbol{\lambda}) suatu pasangan dengan MM suatu objek dalam 𝑪\mathbf{C} dan 𝝀=(λi)iD\boldsymbol{\lambda }= \bigl(\lambda_i\bigr)_{i \in D} adalah suatu keluarga berindeks morfisme λj:AjM\lambda_j\colon A_j \rightarrow M dalam 𝑪\mathbf{C} yang memenuhi λi=λjϕji\lambda_i = \lambda_j\phi_{ji} setiap kali iji \le j dalam DD, maka terdapat morfisme tunggal ψ:LM\psi\colon L \rightarrow M sedemikian sehingga λi=ψμi\lambda_i = \psi\mu_i untuk setiap iDi \in D.

Dengan penyalahgunaan bahasa yang lazim, biasanya kita mengatakan bahwa LL adalah limit induktif dari sistem 𝑨=(Ai)\mathbf{A} = (A_i) dan menulis L=limAiL = \underrightarrow{\lim} A_i.

pt

Diagram sifat universal limit induktif bagi sistem berarah. Untuk i kurang dari atau sama dengan j, panah phi sub-j-i berjalan dari A sub-i ke A sub-j. Pemetaan mu sub-i dan mu sub-j menuju L, sedangkan lambda sub-i dan lambda sub-j menuju M, semuanya serasi dengan phi sub-j-i. Ada satu-satunya panah putus-putus psi dari L ke M; seluruh diagram komutatif, yakni lambda sub-i sama dengan psi setelah mu sub-i untuk setiap i.

Diagram sifat universal limit induktif bagi sistem berarah. Untuk i kurang dari atau sama dengan j, panah phi sub-j-i berjalan dari A sub-i ke A sub-j. Pemetaan mu sub-i dan mu sub-j menuju L, sedangkan lambda sub-i dan lambda sub-j menuju M, semuanya serasi dengan phi sub-j-i. Ada satu-satunya panah putus-putus psi dari L ke M; seluruh diagram komutatif, yakni lambda sub-i sama dengan psi setelah mu sub-i untuk setiap i.

Diagram sumber: John M. Erdman, CC BY-SA 4.0. Deskripsi aksesibilitas ditambahkan oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra; perubahan ini tidak menyiratkan dukungan.

Dalam suatu kategori (konkret) sebarang, limit induktif belum tentu ada. Namun, jika ada, limit tersebut tunggal.

Proposisi 10.1.3.

Limit induktif (jika ada dalam suatu kategori) bersifat tunggal (hingga isomorfisme).

Contoh 10.1.4.

Misalkan SS suatu objek tak kosong dalam kategori 𝑺𝑬𝑻\mathbf{SET}. Tinjau keluarga 𝔓(S)\mathfrak{P}(S) dari semua himpunan bagian SS yang diarahkan oleh pengurutan parsial \subseteq. Setiap kali ABSA \subseteq B \subseteq S, ambil morfisme penghubung ιBA\iota_{{}_{\scriptstyle{BA}}} sebagai pemetaan inklusi dari AA ke BB. Maka 𝔓(S)\mathfrak{P}(S), bersama keluarga morfisme penghubung, membentuk suatu sistem terarah. Limit induktif dari sistem ini adalah SS.

Contoh 10.1.5.

Limit langsung ada dalam kategori 𝑽𝑬𝑪\mathbf{VEC} dari ruang vektor dan pemetaan linear.

Bukti.

Petunjuk untuk bukti. Misalkan (𝑽,𝝓)(\mathbf{V}, \boldsymbol{\phi}) suatu sistem terarah dalam 𝑽𝑬𝑪\mathbf{VEC} (seperti dalam definisi 10.1.1) dan DD adalah himpunan terarah dasarnya. Misalkan W=iDViW=\bigoplus_{i\in D}V_i dan ιi:ViW\iota_i\colon V_i\rightarrow W inklusi kanonik. Tetapkan N=span{ιi(u)ιj(ϕji(u)):ij,uVi}.N=\operatorname{span}\{\iota_i(u)-\iota_j(\phi_{ji}(u)): i\le j,\quad u\in V_i\}. Ambil L=W/NL=W/N dan μi=qιi\mu_i=q\circ\iota_i, dengan q:WW/Nq\colon W\rightarrow W/N pemetaan hasil bagi, lalu verifikasikan sifat universalnya (lihat contoh 3.5.10 dan 3.6.10). ◻

Contoh 10.1.6.

Barisan 𝟏𝟐𝟑𝟒\mathbb{Z}\to^{\mathbf{1}} \mathbb{Z}\to^{\mathbf{2}} \mathbb{Z}\to^{\mathbf{3}} \mathbb{Z}\to^{\mathbf{4}} \dots (dengan 𝒏:\mathbf{n} \colon \mathbb{Z}\rightarrow\mathbb{Z} memenuhi 𝒏(1)=n\mathbf{n}(1) = n) merupakan suatu barisan induktif grup-grup Abelian yang limit induktifnya adalah himpunan \mathbb{Q} dari bilangan rasional.

Contoh 10.1.7.

Barisan 𝟐𝟐𝟐𝟐\mathbb{Z}\to^{\mathbf{2}} \mathbb{Z}\to^{\mathbf{2}} \mathbb{Z}\to^{\mathbf{2}} \mathbb{Z}\to^{\mathbf{2}} \dots merupakan suatu barisan induktif grup-grup Abelian yang limit induktifnya adalah himpunan bilangan rasional diadik.

Ruang-LFLF

Karena tujuan utama kita dalam bab ini adalah pengantar teori distribusi, mulai sekarang kita akan membatasi perhatian pada jenis limit induktif yang sangat sederhana—limit induktif ketat dari suatu barisan induktif. Secara khusus, kita akan tertarik pada limit induktif ketat dari barisan ruang Fréchet yang meningkat.

Ingat bahwa topologi lemah pada suatu himpunan SS diinduksi oleh suatu keluarga fungsi fα:SXαf_\alpha \colon S \rightarrow X_\alpha yang memetakan ke ruang-ruang topologis. Topologi ini adalah topologi terlemah pada SS yang membuat semua fungsi tersebut kontinu (lihat latihan 4.6.2). Gagasan dualnya adalah topologi kuat, yakni topologi yang diinduksi oleh suatu keluarga fungsi yang memetakan dari ruang-ruang topologis XαX_\alpha ke dalam SS. Topologi ini adalah topologi terkuat yang membuat semua fungsi tersebut kontinu. Salah satu topologi kuat yang telah kita jumpai adalah topologi hasil bagi (lihat proposisi 9.4.5). Contoh penting lainnya, yang akan kita perkenalkan berikutnya, adalah topologi limit induktif.

Definisi 10.2.1.

Suatu barisan induktif ketat adalah barisan (Xi)(X_i) ruang konveks lokal sedemikian sehingga untuk setiap ii \in \mathbb{N}

  1. XiX_i adalah subruang tertutup dari Xi+1X_{i+1} dan

  2. topologi 𝔗i\mathfrak{T}_i pada XiX_i adalah pembatasan topologi 𝔗i+1\mathfrak{T}_{i+1} pada XiX_i.

Ini, tentu saja, merupakan sistem terarah dengan morfisme penghubung ϕji\phi_{ji} yang tidak lain adalah pemetaan inklusi dari XiX_i ke XjX_j untuk i<ji < j.

Yang disebut limit induktif ketat dari barisan ruang semacam itu adalah gabungannya L=i=1XiL = \bigcup_{i=1}^\infty X_i. Kita memberi LL topologi konveks lokal terbesar yang membuat semua pemetaan inklusi ψi:XiL\psi_i\colon X_i \rightarrow L kontinu. Inilah topologi limit induktif pada LL.

Proposisi 10.2.2.

Topologi limit induktif yang didefinisikan di atas ada.

Definisi 10.2.3.

Limit induktif ketat dari suatu barisan ruang Fréchet disebut ruang-LFLF.

Contoh 10.2.4.

Ruang 𝒟(Ω)=𝒞c(Ω)\mathcal{D}(\Omega) = \mathcal{C}^\infty_c(\Omega) dari fungsi uji pada suatu himpunan terbuka Ω\Omega dalam ruang Euklides adalah ruang-LFLF (lihat notasi 9.6.10).

Proposisi 10.2.5.

Setiap ruang-LFLF lengkap.

Bukti.

Proof. Lihat [49], Teorema 13.1. ◻

Proposisi 10.2.6.

Misalkan T:LYT\colon L \rightarrow Y suatu pemetaan linear dari ruang-LFLF ke ruang konveks lokal. Andaikan bahwa L=limXkL = \underrightarrow{\lim}X_k dengan (Xk)(X_k) suatu barisan induktif ketat ruang Fréchet. Maka TT kontinu jika dan hanya jika pembatasannya T|XkT\bigr|_{X_k} pada setiap XkX_k kontinu.

Bukti.

Proof. Lihat [49], Proposisi 13.1, atau [8], Proposisi IV.5.7, atau [21], Teorema B.18(c). ◻

Perhatian.

François Treves, dalam bukunya yang ditulis dengan indah, Topological Vector Spaces, Distributions, and Kernels, memperingatkan para pembacanya tentang suatu kekeliruan yang sangat sulit dikenali: orang mudah sekali menganggap bahwa jika MM adalah subruang vektor tertutup dari ruang-LFLF L=limXkL = \underrightarrow{\lim}X_k, maka topologi yang diwarisi MM dari LL pasti sama dengan topologi limit induktif yang diperolehnya dari barisan induktif ketat ruang Fréchet MXkM \cap X_k. Ternyata hal ini tidak benar secara umum.

Proposisi 10.2.7.

Misalkan T:LYT\colon L \rightarrow Y suatu pemetaan linear dari ruang-LFLF ke ruang konveks lokal. Maka TT kontinu jika dan hanya jika pemetaan tersebut kontinu sekuensial.

Distribusi

Definisi 10.3.1.

Misalkan Ω\Omega suatu himpunan bagian terbuka tak kosong dari n\mathbb{R}^n. Suatu fungsi f:Ωf\colon \Omega \rightarrow\mathbb{R} disebut terintegralkan secara lokal jika K|f|dμ<\int_K \lvert f\rvert\,d\mu < \infty untuk setiap himpunan bagian kompak KK dari Ω\Omega. (Di sini μ\mu adalah ukuran Lebesgue berdimensi-nn yang biasa.) Keluarga semua fungsi tersebut pada Ω\Omega dinotasikan dengan L1loc(Ω)\mathrm{L_1^{loc}}({\Omega}).

Contoh 10.3.2.

Fungsi konstan 𝟏\mathbf{1} pada garis real terintegralkan secara lokal, meskipun fungsi ini jelas tidak terintegralkan.

Bahkan fungsi yang terintegralkan secara lokal tidak harus kontinu. Pada garis real, misalnya, fungsi karakteristik dari sebarang himpunan terukur Lebesgue terintegralkan secara lokal. Bayangkan betapa memudahkannya jika kita dapat membicarakan secara bermakna turunan dari sebarang fungsi demikian dan, lebih baik lagi, diperbolehkan menurunkannya sesering yang kita inginkan. — Selamat datang di dunia distribusi. Di sini

  1. setiap fungsi yang terintegralkan secara lokal dapat dipandang sebagai suatu distribusi, dan

  2. setiap distribusi dapat diturunkan tak berhingga kali, dan lebih lanjut,

  3. semua aturan diferensiasi yang lazim dalam kalkulus dasar berlaku.

Definisi 10.3.3.

Misalkan Ω\Omega suatu himpunan bagian terbuka tak kosong dari n\mathbb{R}^n. Suatu distribusi adalah fungsional linear kontinu pada ruang fungsi uji 𝒟(Ω)=𝒞c(Ω)\mathcal{D}(\Omega) = \mathcal{C}^\infty_c(\Omega) pada Ω\Omega. Meskipun secara teknis fungsional demikian didefinisikan pada suatu ruang fungsi pada Ω\Omega, kita akan mengikuti kebiasaan longgar yang lazim dan menyebutnya sebagai distribusi pada Ω\Omega. Himpunan semua distribusi pada Ω\Omega, yaitu ruang dual dari 𝒟(Ω)\mathcal{D}(\Omega), akan dinotasikan dengan 𝒟*(Ω)\mathcal{D}^*(\Omega).

Proposisi 10.3.4.

Misalkan Ω\Omega suatu himpunan bagian terbuka dari n\mathbb{R}^n. Suatu fungsional linear LL pada ruang fungsi uji 𝒟(Ω)\mathcal{D}(\Omega) pada Ω\Omega adalah distribusi jika dan hanya jika L(ϕk)0L(\phi_k) \rightarrow 0 setiap kali (ϕk)(\phi_k) merupakan barisan fungsi uji sedemikian sehingga ϕk(𝜶)0\phi_k^{(\boldsymbol{\alpha})} \rightarrow 0 secara seragam untuk setiap multi-indeks 𝜶\boldsymbol{\alpha} dan terdapat suatu himpunan kompak KΩK \subseteq \Omega yang memuat tumpuan setiap ϕk\phi_k.

Bukti.

Proof. Lihat [8], proposisi IV.5.21 atau [49], proposisi 21.1(b). ◻

Contoh 10.3.5.

Jika Ω\Omega suatu himpunan bagian terbuka tak kosong dari n\mathbb{R}^n dan ff suatu fungsi yang terintegralkan secara lokal pada Ω\Omega, maka pemetaan Lf:𝒟(Ω)𝕂:ϕfϕdλL_f\colon \mathcal{D}(\Omega) \rightarrow\mathbb{K}\colon \phi \mapsto \int f\phi\,d\lambda merupakan suatu distribusi. Distribusi demikian disebut distribusi regular. Distribusi yang tidak regular disebut distribusi singular.

Catatan. Misalkan uu suatu distribusi dan ϕ\phi suatu fungsi uji pada Ω\Omega. Notasi baku untuk u(ϕ)u(\phi) adalah u,ϕ\langle u,\phi \rangle dan ϕ,u\langle \phi,u \rangle. Kita juga menggunakan notasi f̃\tilde f untuk LfL_f. Jadi, dalam contoh sebelumnya,

f̃,ϕ=ϕ,f̃=f̃(ϕ)=Lf,ϕ=ϕ,Lf=Lf(ϕ)\langle \tilde f,\phi \rangle = \langle \phi,\tilde f \rangle = \tilde f(\phi) = \langle L_f,\phi \rangle = \langle \phi,L_f \rangle = L_f(\phi) untuk fL1loc(Ω)f \in \mathrm{L_1^{loc}}({\Omega}).

Contoh 10.3.6.

Jika μ\mu suatu ukuran Borel regular pada himpunan bagian terbuka tak kosong Ω\Omega dari n\mathbb{R}^n dan ff suatu fungsi yang terintegralkan secara lokal terhadap ukuran tersebut pada Ω\Omega, maka pemetaan Lμ:𝒟(Ω):ϕΩfϕdμL_\mu\colon \mathcal{D}(\Omega) \rightarrow\mathbb{R}\colon \phi \mapsto \int_\Omega f\phi \,d\mu merupakan suatu distribusi pada Ω\Omega.

Notasi 10.3.7.

Misalkan aa \in \mathbb{R}. Definisikan μa\mu_a, yaitu ukuran Dirac yang terkonsentrasi di aa, pada himpunan-himpunan Borel dari \mathbb{R}, dengan μa(B)={1,jika aB0,jika aB.\mu_a(B) = \begin{cases} 1, &\text{jika $a \in B$} \\ 0, &\text{jika $a \notin B$}. \end{cases} Distribusi yang bersesuaian kita notasikan dengan δa\delta_a dan kita sebut distribusi delta Dirac di aa. Jadi, δa=Lμa\delta_a = L_{\mu_a}. Jika a=0a = 0, kita menulis δ\delta untuk δ0\delta_0. Secara historis, distribusi δ\delta telah menyandang nama yang terkenal menyesatkan (meskipun secara teknis tidak salah): fungsi delta Dirac.

Contoh 10.3.8.

Jika δa\delta_a adalah distribusi delta Dirac di suatu titik aa \in \mathbb{R} dan ϕ\phi suatu fungsi uji pada \mathbb{R}, maka δa(ϕ)=ϕ(a)\delta_a(\phi) = \phi(a).

Notasi 10.3.9.

Misalkan HH menyatakan fungsi karakteristik interval [0,)[0,\infty). Fungsi ini adalah fungsi Heaviside. Distribusi yang bersesuaian, H̃=LH\widetilde H = L_H, adalah distribusi Heaviside.

Contoh 10.3.10.

Jika H̃\widetilde{H} adalah distribusi Heaviside dan ϕ𝒟()\phi \in \mathcal{D}(\mathbb{R}), maka H̃(ϕ)=0ϕ\widetilde{H}(\phi) = \int_0^\infty \phi.

Contoh 10.3.11.

Misalkan ff suatu fungsi yang dapat didiferensialkan pada \mathbb{R} dan turunannya terintegralkan secara lokal. Maka Lf(ϕ)=Lf(ϕ)\begin{equation} \label{deriv_reg_distr} L_{f\,'}(\phi) = -L_f(\phi\,') \end{equation} untuk setiap ϕ𝒟()\phi \in \mathcal{D}(\mathbb{R}).

Bukti.

Petunjuk untuk bukti. Integrasi parsial.  ◻

Sekarang timbul sebuah pertanyaan penting: Bagaimana kita dapat mendefinisikan “turunan” suatu distribusi? Tentunya wajar jika kita menginginkan suatu distribusi regular berperilaku hampir sama dengan fungsi yang melahirkannya. Artinya, kita ingin turunan (Lf)(L_f)' dari suatu distribusi regular LfL_f bersesuaian dengan distribusi regular yang timbul dari turunan fungsi ff. Dengan kata lain, yang kita inginkan adalah (Lf)=Lf(L_f)' = L_{f\,'}. Menurut contoh sebelumnya, ini menyarankan bahwa untuk fungsi ff yang dapat didiferensialkan yang turunannya terintegralkan secara lokal, kita seharusnya mendefinisikan (Lf)(ϕ)=Lf(ϕ)\begin{equation} \label{deriv_distr1} (L_f)'(\phi) = -L_f(\phi\,') \end{equation} untuk setiap ϕ𝒟()\phi \in \mathcal{D}(\mathbb{R}). Pengamatan bahwa ruas kanan persamaan 10.3.2 bermakna untuk distribusi apa pun memotivasi definisi berikut.

Definisi 10.3.12.

Misalkan uu suatu distribusi pada himpunan bagian terbuka tak kosong Ω\Omega dari \mathbb{R}. Kita mendefinisikan uu\,', yaitu turunan dari uu, dengan u(ϕ):=u(ϕ)u\,'(\phi) := -u(\phi\,') untuk setiap fungsi uji ϕ\phi pada Ω\Omega. Kita juga menggunakan notasi DuDu untuk turunan dari uu.

Contoh 10.3.13.

Distribusi Dirac δ\delta adalah turunan dari distribusi Heaviside H̃\widetilde H.

Latihan 10.3.14.

Misalkan SS suatu fungsi signum (atau tanda) pada \mathbb{R}; artinya, misalkan S=2H1S = 2H - 1, dengan HH fungsi Heaviside. Misalkan pula gg suatu fungsi pada \mathbb{R} sedemikian sehingga g:xx3g\colon x \mapsto -x - 3 untuk x<0x < 0 dan g:xx+5g\colon x \mapsto x + 5 untuk x0x \ge 0.

  1. Carilah konstanta α\alpha dan β\beta sedemikian sehingga g̃=αS̃+βδ{\tilde g}' = \alpha \widetilde S + \beta \delta.

  2. Carilah suatu fungsi aa pada \mathbb{R} sedemikian sehingga ã=S̃{\tilde a}' = \widetilde{S}.

Latihan 10.3.15.

Misalkan f(x)={1|x|,jika |x|1;0,selain itu.f(x) = \left\{ \begin{array}{ll} 1 - \lvert x\rvert, & \text{jika } \lvert x\rvert \le 1; \\ 0, & \text{selain itu.} \end{array} \right. Dengan menghitung kedua ruas persamaan 10.3.1 secara terpisah, tunjukkan bahwa persamaan itu benar secara klasik untuk setiap fungsi uji yang tumpuannya termuat dalam interval [1,1][-1,1].

Latihan 10.3.16.

Misalkan f(x)=χ(0,1)f(x) = \chi_{{}_{\scriptstyle{(0,1)}}} untuk xx \in~\mathbb{R} dan ϕ𝒟((1,1))\phi \in \mathcal{D}\bigl((-1,1)\bigr). Bandingkan nilai Lf(ϕ)L_{f\,'}(\phi) dan (Lf)(ϕ)\bigl(L_f\bigr)'(\phi).

Latihan 10.3.17.

Misalkan f(x)={x,jika 0x1;x+2,jika 1<x2;0,selain itu.f(x) = \left\{ \begin{array}{ll} x, & \text{jika } 0 \le x \le 1; \\ x + 2, & \text{jika } 1 < x \le 2; \\ 0, & \text{selain itu.} \end{array} \right. Bandingkan nilai Lf(ϕ)L_{f\,'}(\phi) dan (Lf)(ϕ)\bigl(L_f\bigr)'(\phi) untuk suatu fungsi uji ϕ\phi.

Latihan 10.3.18.

Misalkan h(x)={2x,jika x<1;1,jika 1x<1;0,jika x1.h(x) = \left\{ \begin{array}{ll} 2x, & \text{jika } x < -1; \\ 1, & \text{jika } -1 \le x < 1; \\ 0, & \text{jika } x \ge 1. \end{array} \right. Carilah suatu fungsi ff yang terintegralkan secara lokal sedemikian sehingga f̃=h̃+3δ1δ1{\tilde f}\,' = \tilde h + 3\delta_1 - \delta_{-1}.

Definisi 10.3.12 dapat diperluas ke turunan parsial dari distribusi tanpa kesulitan.

Definisi 10.3.19.

Misalkan uu suatu distribusi pada suatu himpunan bagian terbuka tak kosong Ω\Omega dari n\mathbb{R}^n untuk suatu n2n \ge 2 dan 𝜶\boldsymbol{\alpha} suatu multi-indeks. Kita mendefinisikan operator diferensial D𝜶=(x1)α1(xn)αnD^{\boldsymbol{\alpha}} = \bigl(\frac{\partial}{\partial x_1}\bigr)^{\alpha_1} \dots \bigl(\frac{\partial}{\partial x_n}\bigr)^{\alpha_n} berorde |𝜶|\lvert\boldsymbol{\alpha}\rvert yang bekerja pada uu dengan D𝜶u(ϕ):=(1)|𝜶|u(ϕ(𝜶))D^{\boldsymbol{\alpha}}u(\phi) := (-1)^{\lvert\boldsymbol{\alpha}\rvert}u\bigl(\phi^{(\boldsymbol{\alpha})}) untuk setiap fungsi uji ϕ\phi pada Ω\Omega. Notasi alternatif untuk D𝜶uD^{\boldsymbol{\alpha}}u adalah u(𝜶)u^{(\boldsymbol{\alpha})}.

Latihan 10.3.20.

Suatu dipol (dengan momen listrik 1 di titik asal pada \mathbb{R}) dapat dipandang sebagai “limit” ketika ϵ0+\epsilon \rightarrow 0^+ dari suatu sistem TϵT_\epsilon yang terdiri atas dua muatan 1ϵ-\frac1\epsilon dan 1ϵ\frac1\epsilon yang masing-masing ditempatkan di 00 dan ϵ\epsilon. Tunjukkan bagaimana hal ini dapat mengarahkan kita untuk mendefinisikan dipol secara matematis sebagai δ-\delta\,'. Petunjuk. Pandanglah TϵT_\epsilon sebagai distribusi 1ϵδϵ1ϵδ\frac1\epsilon \delta_\epsilon - \frac1\epsilon \delta.

Definisi 10.3.21.

Misalkan XX suatu ruang konveks lokal Hausdorff dan X*X^* ruang dualnya, yaitu ruang semua fungsional linear kontinu pada XX. Untuk setiap fX*f \in X^* definisikan pf:X𝕂:x|f(x)|.p_f\colon X \rightarrow\mathbb{K}\colon x \mapsto \lvert f(x)\rvert. Jelas bahwa setiap pfp_f merupakan seminorma pada XX. Seperti dalam kasus ruang linear bernorma, kita mendefinisikan topologi lemah pada XX, yang dinotasikan dengan σ(X,X*)\sigma(X,X^*), sebagai topologi lemah yang dibangkitkan oleh keluarga seminorma {pf:fX*}\{p_f\colon f \in X^*\} pada XX. Demikian pula, untuk setiap xXx \in X definisikan px:X*𝕂:f|f(x)|.p_x\colon X^* \rightarrow\mathbb{K}\colon f \mapsto \lvert f(x)\rvert. Sekali lagi, setiap pxp_x merupakan seminorma pada X*X^*, dan kita mendefinisikan topologi-w*w^* pada X*X^*, yang dinotasikan dengan σ(X*,X)\sigma(X^*,X), sebagai topologi lemah yang dibangkitkan oleh keluarga seminorma {px:xX}\{p_x\colon x \in X\} pada X*X^*.

Proposisi 10.3.22.

Jika ruang distribusi 𝒟*(Ω)\mathcal{D}^*(\Omega) pada subhimpunan terbuka Ω\Omega dari n\mathbb{R}^n diberi topologi-w*w^*, maka suatu jaring (uλ)(u_\lambda) distribusi pada Ω\Omega konvergen ke distribusi vv pada Ω\Omega jika dan hanya jika uλ,ϕv,ϕ\left\langle u_\lambda, \phi\right\rangle \rightarrow\left\langle v, \phi\right\rangle untuk setiap fungsi uji ϕ\phi pada Ω\Omega.

Proposisi 10.3.23.

Andaikan suatu jaring (uλ)(u_\lambda) distribusi konvergen ke distribusi vv. Maka uλ(α)v(α){u_\lambda}^{(\alpha)} \rightarrow v^{(\alpha)} untuk setiap multi-indeks α\alpha.

Bukti.

Proof. Lihat [47], Teorema 6.17; atau [54], Bab II, Seksi 3, Teorema; atau [21], Teorema 3.9; atau [28], Bab 8, Proposisi 2.4. ◻

Proposisi 10.3.24.

Jika gg, fkL1loc(Ω)f_k \in \mathrm{L_1^{loc}}({\Omega}) untuk setiap kk (dengan Ωn\Omega\overset{\,_\circ}{\subseteq}\mathbb{R}^n) dan fkgf_k \rightarrow g secara seragam pada setiap subhimpunan kompak dari Ω\Omega, maka f̃kg̃\tilde f_k \rightarrow\tilde g.

Proposisi 10.3.25.

Jika f𝒞(n)f \in \mathcal{C}^\infty(\mathbb{R}^n), maka (Lf)(𝜶)=Lf(𝜶)\left(L_f\right)^{(\boldsymbol{\alpha})} = L_{f^{(\boldsymbol{\alpha})}} untuk setiap multi-indeks 𝜶\boldsymbol{\alpha}.

Latihan 10.3.26.

Jika δ\delta bukan suatu fungsi pada \mathbb{R}, lalu apa yang dimaksud orang ketika mereka menulis limkkπ(1+k2x2)=δ(x)?\lim_{k \rightarrow\infty} \frac{k}{\pi(1+k^2x^2)} = \delta(x)\quad? Tunjukkan bahwa, jika ditafsirkan dengan tepat (sebagai suatu pernyataan tentang distribusi), ungkapan itu bahkan benar. Petunjuk. Jika sk(x)=kπ1(1+k2x2)1s_k(x) = k\,\pi^{-1}(1+k^2x^2)^{-1} dan ϕ\phi suatu fungsi uji pada \mathbb{R}, maka skϕ=skϕ(0)+skη\int_{-\infty}^\infty s_k\phi = \int_{-\infty}^\infty s_k\phi(0) + \int_{-\infty}^\infty s_k\eta dengan η(x)=ϕ(x)ϕ(0)\eta(x) = \phi(x) - \phi(0). Tunjukkan bahwa skη0\int_{-\infty}^\infty s_k\eta \rightarrow 0 ketika kk \rightarrow\infty.

Latihan 10.3.27.

Misalkan fn(x)=sinnxf_n(x) = \sin nx untuk nn \in \mathbb{N} dan xx \in \mathbb{R}. Barisan (fn)(f_n) tidak konvergen secara klasik; tetapi barisan itu konvergen secara distribusional (ke 00). Nyatakan pernyataan ini dengan tepat, lalu buktikan. Petunjuk. Carilah antiturunannya.

Proposisi 10.3.28.

Jika ϕ\phi suatu fungsi mulus pada \mathbb{R} dengan tumpuan kompak, maka limn2πn3x(1+n2x2)2ϕ(x)dx=ϕ(0).\lim_{n \rightarrow\infty}\frac2\pi \int_{-\infty}^\infty \frac{n^3x}{\bigl(1 + n^2x^2\bigr)^2}\,\, \phi(x)\,dx = \phi'(0)\,.

Latihan 10.3.29.

Berikan makna pada ungkapan 2πn=δ(x2πn)=1+2n=1cosnx,2\pi\sum_{n = -\infty}^\infty \delta(x-2\pi n) = 1 + 2\sum_{n = 1}^\infty \cos nx\,, dan tunjukkan bahwa, jika ditafsirkan dengan tepat, ungkapan itu benar. Petunjuk. Siapa pun yang cukup bejat untuk percaya bahwa δ(x)\delta(x) berarti sesuatu kemungkinan akan menafsirkan δ(xa)\delta(x-a) sebagai hal yang sama dengan δa(x)\delta_a(x). Anda dapat memulai proses merasionalisasikannya dengan menghitung deret Fourier fungsi gg yang didefinisikan oleh g(x)=14πx212xg(x) = \frac1{4\pi}x^2 - \frac12 x pada [0,2π][0,2\pi] dan kemudian diperluas secara periodik ke \mathbb{R}. Anda mungkin perlu mencari teorema tentang konvergensi titik demi titik dan seragam dari deret Fourier serta tentang pendiferensialan suku demi suku deret semacam itu.

Definisi 10.3.30.

Misalkan Ω\Omega suatu subhimpunan terbuka dari n\mathbb{R}^n, u𝒟*(Ω)u \in \mathcal{D}^*(\Omega), dan f𝒞(Ω)f \in \mathcal{C}^\infty(\Omega). Definisikan (fu)(ϕ):=u(fϕ)(fu)(\phi) := u(f\phi) untuk semua fungsi uji ϕ\phi pada Ω\Omega. Secara ekuivalen, kita dapat menulis fu,ϕ=u,fϕ\langle fu,\phi \rangle = \langle u,f\phi \rangle.

Proposisi 10.3.31.

Fungsional fufu dalam definisi sebelumnya merupakan distribusi pada Ω\Omega.

Bukti.

Proof. Lihat [47], halaman 159, Seksi 6.15. ◻

Konvolusi

Seksi ini dan Seksi 10.6 memberikan pengantar yang sangat singkat tentang konvolusi dan transformasi Fourier distribusi. Untuk banyak pembuktian, serta uraian yang lebih terperinci, pembaca dirujuk ke buku Functional Analysis karya Walter Rudin yang elegan [47].

Untuk menghindari munculnya terlalu banyak faktor berbentuk 2π\sqrt{2\pi} beserta kebalikannya dalam rumus-rumus, selama sisa bab ini kita akan mengintegralkan terhadap ukuran Lebesgue ternormalisasi mm pada \mathbb{R}. Ukuran ini didefinisikan oleh m(A):=12πλ(A)m(A) := \frac1{\sqrt{2\pi}}\lambda(A) untuk setiap subhimpunan terukur Lebesgue AA dari \mathbb{R} (dengan λ\lambda ukuran Lebesgue biasa pada \mathbb{R}).

Kita meninjau kembali beberapa fakta dasar dari analisis real mengenai konvolusi fungsi bernilai skalar. Ingat bahwa suatu fungsi bernilai kompleks atau real diperluas pada \mathbb{R} disebut terintegralkan Lebesgue jika |f|dm<\int_\mathbb{R}\lvert f\rvert\, dm < \infty (dengan mm ukuran Lebesgue ternormalisasi pada \mathbb{R}). Dengan L1()\mathrm{L_{1}}(\mathbb{R}) kita nyatakan ruang Banach semua kelas ekuivalensi fungsi terintegralkan Lebesgue pada \mathbb{R}; dua fungsi ekuivalen jika ukuran Lebesgue himpunan tempat keduanya berbeda adalah nol. Norma pada ruang Banach ini diberikan oleh f1:=|f|dm.{\lVert f\rVert}_1 := \int_\mathbb{R}\lvert f\rvert\,dm.

Proposisi 10.4.1.

Misalkan ff dan gg fungsi-fungsi terintegralkan Lebesgue pada \mathbb{R}. Maka fungsi yf(xy)g(y)y \mapsto f(x - y)g(y) termasuk dalam L1()\mathrm{L_{1}}(\mathbb{R}) untuk hampir setiap xx. Definisikan suatu fungsi f*gf \ast g dengan (f*g)(x):=f(xy)g(y)dm(y)(f \ast g)(x) := \int_\mathbb{R}f(x - y)g(y)\,dm(y) pada setiap titik tempat ruas kanan terdefinisi. Maka fungsi f*gf \ast g termasuk dalam L1()\mathrm{L_{1}}(\mathbb{R}).

Bukti.

Proof. Lihat [26], Teorema 21.31. ◻

Definisi 10.4.2.

Fungsi f*gf \ast g yang didefinisikan di atas adalah konvolusi dari ff dan gg.

Proposisi 10.4.3.

Ruang Banach L1()\mathrm{L_{1}}(\mathbb{R}) dengan konvolusi merupakan aljabar Banach komutatif. Namun, aljabar ini tidak beridentitas.

Bukti.

Proof. Lihat [26], Teorema 21.34 dan 21.35. ◻

Definisi 10.4.4.

Untuk setiap ff dalam L1()\mathrm{L_{1}}(\mathbb{R}), definisikan suatu fungsi f̂\hat f dengan f̂(x)=f(t)eitxdm(t).\hat f(x) = \int_{-\infty}^\infty f(t) e^{-itx}\,dm(t). Fungsi f̂\hat f adalah transformasi Fourier dari ff. Kadang-kadang kita menulis 𝔉f\mathfrak Ff untuk f̂\hat f.

Teorema 10.4.5.

Jika fL1()f \in \mathrm{L_{1}}(\mathbb{R}), maka f̂𝒞0()\hat f \in \mathcal{C}_0(\mathbb{R}).

Bukti.

Proof. Lihat [26], 21.39. ◻

Proposisi 10.4.6.

Transformasi Fourier 𝔉:L1()𝒞0():ff̂\mathfrak F\colon \mathrm{L_{1}}(\mathbb{R}) \rightarrow\mathcal{C}_0(\mathbb{R})\colon f \mapsto \hat f merupakan homomorfisme aljabar Banach. Kedua aljabar itu tidak beridentitas.

Untuk penerapan, segi paling berguna dari proposisi sebelumnya ialah bahwa transformasi Fourier mengubah konvolusi dalam L1()\mathrm{L_{1}}(\mathbb{R}) menjadi perkalian titik demi titik dalam 𝒞0()\mathcal{C}_0(\mathbb{R}); yakni, f*ĝ=f̂ĝ\widehat{f\ast g} =\hat f\hat g.

Berikutnya kita mendefinisikan apa yang dimaksud dengan mengambil konvolusi suatu distribusi dan suatu fungsi uji.

Notasi 10.4.7.

Untuk suatu titik xx \in \mathbb{R} dan suatu fungsi bernilai skalar ϕ\phi pada \mathbb{R} definisikan ϕx:𝕂:yϕ(xy).\phi_x\colon \mathbb{R}\rightarrow\mathbb{K}\colon y \mapsto \phi(x - y).

Proposisi 10.4.8.

Jika ϕ\phi dan ψ\psi merupakan fungsi-fungsi bernilai skalar pada \mathbb{R} dan xx \in \mathbb{R}, maka (ϕ+ψ)x=ϕx+ψx.(\phi + \psi)_x = \phi_x + \psi_x\,.

Proposisi 10.4.9.

Untuk u𝒟*()u \in \mathcal{D}^*(\mathbb{R}) dan ϕ𝒟()\phi \in \mathcal{D}(\mathbb{R}), tetapkan (u*ϕ)(x):=u,ϕx(u \ast \phi)(x) := \langle u,\phi_x \rangle untuk semua xx \in \mathbb{R}. Maka u*ϕ𝒞()u \ast \phi \in \mathcal{C}^\infty(\mathbb{R}).

Bukti.

Proof. Lihat [47], Teorema 6.30(b). ◻

Definisi 10.4.10.

Ketika uu dan ϕ\phi seperti dalam proposisi sebelumnya, fungsi u*ϕu \ast \phi adalah konvolusi dari uu dan ϕ\phi.

Proposisi 10.4.11.

Jika uu dan vv merupakan distribusi pada \mathbb{R} dan ϕ\phi suatu fungsi uji pada \mathbb{R}, maka (u+v)*ϕ=(u*ϕ)+(v*ϕ).(u + v) \ast \phi = (u \ast \phi) + (v \ast \phi)\,.

Proposisi 10.4.12.

Jika uu suatu distribusi pada \mathbb{R} dan ϕ\phi serta ψ\psi fungsi-fungsi uji pada \mathbb{R}, maka u*(ϕ+ψ)=(u*ϕ)+(u*ψ).u \ast (\phi + \psi) = (u \ast \phi) + (u \ast \psi)\,.

Contoh 10.4.13.

Jika HH fungsi Heaviside dan ϕ\phi suatu fungsi uji pada \mathbb{R}, maka (H̃*ϕ)(x)=xϕ(t)dt.(\widetilde{H} \ast \phi)(x) = \int_{-\infty}^x \phi(t)\,dt.

Proposisi 10.4.14.

Jika u𝒟*()u \in \mathcal{D}^*(\mathbb{R}) dan ϕ𝒟()\phi \in \mathcal{D}(\mathbb{R}), maka D𝜶(u*ϕ)=(D𝜶u)*ϕ=u*(D𝜶(ϕ)).D^{\boldsymbol{\alpha}}(u \ast \phi) = (D^{\boldsymbol{\alpha}}u) \ast \phi = u \ast \bigl(D^{\boldsymbol{\alpha}}(\phi)\bigr).

Bukti.

Proof. Lihat [47], Teorema 6.30(b). ◻

Proposisi 10.4.15.

Jika u𝒟*()u \in \mathcal{D}^*(\mathbb{R}) dan ϕ\phi, ψ𝒟()\psi \in \mathcal{D}(\mathbb{R}), maka u*(ϕ*ψ)=(u*ϕ)*ψ.u \ast (\phi \ast \psi) = (u \ast \phi) \ast \psi.

Bukti.

Proof. Lihat [47], Teorema 6.30(c). ◻

Proposisi 10.4.16.

Misalkan uu, v𝒟*()v \in \mathcal{D}^*(\mathbb{R}). Jika u*ϕ=v*ϕu \ast \phi = v \ast \phi untuk semua ϕ𝒟()\phi \in \mathcal{D}(\mathbb{R}), maka u=vu = v.

Definisi 10.4.17.

Misalkan Ω\Omega suatu subhimpunan terbuka dari n\mathbb{R}^n dan u𝒟*(n)u \in \mathcal{D}^*(\mathbb{R}^n). Kita mengatakan bahwa “u=0u = 0 pada Ω\Omega” jika u(ϕ)=0u(\phi) = 0 untuk setiap ϕ𝒟(Ω)\phi \in \mathcal{D}(\Omega). Dengan semangat yang sama, kita mengatakan bahwa “dua distribusi uu dan vv sama pada Ω\Omega” jika uv=0u - v = 0 pada Ω\Omega. Suatu titik xnx \in \mathbb{R}^n termasuk dalam tumpuan dari uu jika tidak ada lingkungan terbuka bagi xx yang padanya u=0u = 0. Nyatakan tumpuan uu dengan suppu\mathop{\mathrm{supp}}u.

Contoh 10.4.18.

Tumpuan distribusi delta Dirac δ\delta adalah {0}\{0\}.

Contoh 10.4.19.

Tumpuan distribusi Heaviside H̃\widetilde{H} adalah [0,)[0,\infty).

Catatan 10.4.20.

Andaikan suatu distribusi uu pada n\mathbb{R}^n memiliki tumpuan kompak. Maka dapat ditunjukkan bahwa uu memiliki perluasan unik menjadi fungsional linear kontinu pada 𝒞(n)\mathcal{C}^\infty(\mathbb{R}^n), yakni keluarga semua fungsi mulus pada n\mathbb{R}^n. Dalam kondisi ini, kesimpulan Proposisi 10.4.9 tetap benar dan definisi berikut berlaku. Jika u𝒟*(n)u \in \mathcal{D}^*(\mathbb{R}^n) memiliki tumpuan kompak dan ϕ𝒞(n)\phi \in \mathcal{C}^\infty(\mathbb{R}^n), maka kesimpulan Proposisi 10.4.14 tetap benar. Selain itu, jika ψ\psi merupakan fungsi uji pada n\mathbb{R}^n, maka u*ψu \ast \psi merupakan fungsi uji pada n\mathbb{R}^n dan kesimpulan 10.4.15 tetap berlaku. Untuk pembahasan dan verifikasi menyeluruh atas pernyataan-pernyataan ini, lihat [47], Teorema 6.24 dan 6.35.

Proposisi 10.4.21.

Jika uu dan vv merupakan distribusi pada n\mathbb{R}^n dan paling sedikit salah satunya memiliki tumpuan kompak, maka terdapat distribusi tunggal u*vu \ast v sedemikian sehingga (u*v)*ϕ=u*(v*ϕ)(u \ast v) \ast \phi = u \ast (v \ast \phi) untuk semua fungsi uji ϕ\phi pada n\mathbb{R}^n.

Bukti.

Proof. Lihat [47], Definisi 6.36 dan seterusnya. ◻

Definisi 10.4.22.

Dalam proposisi sebelumnya, distribusi u*vu \ast v adalah konvolusi dari uu dan vv.

Contoh 10.4.23.

Jika δ\delta distribusi delta Dirac, maka 1̃*δ=0̃.\tilde 1 \ast \delta\,' = \tilde 0\,.

Contoh 10.4.24.

Jika δ\delta distribusi delta Dirac dan HH fungsi Heaviside, maka δ*H̃=δ.\delta\,' \ast \widetilde{H} = \delta\,.

Proposisi 10.4.25.

Jika uu dan vv merupakan distribusi pada n\mathbb{R}^n dan paling sedikit salah satunya memiliki tumpuan kompak, maka u*v=v*uu \ast v = v \ast u.

Bukti.

Proof. Lihat [47], Teorema 6.37(a). ◻

Latihan 10.4.26.

Buktikan proposisi sebelumnya dengan asumsi bahwa uu dan vv keduanya memiliki tumpuan kompak. Petunjuk. Gunakan (u*v)*(ϕ*ψ)(u \ast v) \ast (\phi \ast \psi), dengan ϕ\phi dan ψ\psi fungsi-fungsi uji, sambil mengingat bahwa konvolusi fungsi bersifat komutatif.

Proposisi 10.4.27.

Jika uu dan vv merupakan distribusi pada n\mathbb{R}^n dan paling sedikit salah satunya memiliki tumpuan kompak, maka supp(u*v)suppu+suppv.\mathop{\mathrm{supp}}(u \ast v) \subseteq \mathop{\mathrm{supp}}u + \mathop{\mathrm{supp}}v.

Bukti.

Proof. Lihat [47], Teorema 6.37(b). ◻

Proposisi 10.4.28.

Jika uu, vv, dan ww merupakan distribusi pada n\mathbb{R}^n dan paling sedikit dua di antaranya memiliki tumpuan kompak, maka u*(v*w)=(u*v)*w.u \ast (v \ast w) = (u \ast v) \ast w.

Contoh 10.4.29.

Ungkapan 1̃*δ*H̃\tilde 1 \ast \delta\,' \ast \widetilde{H} bersifat ambigu. Jadi, hipotesis mengenai tumpuan distribusi-distribusi dalam proposisi sebelumnya tidak dapat dihilangkan.

Proposisi 10.4.30.

Terhadap penjumlahan, perkalian skalar, dan konvolusi, keluarga semua distribusi pada \mathbb{R} yang bertumpuan kompak merupakan aljabar komutatif beridentitas.

Solusi Distribusional untuk Persamaan Diferensial Biasa

Notasi 10.5.1.

Misalkan Ω\Omega suatu subhimpunan terbuka tak kosong dari \mathbb{R}, nn \in \mathbb{N}, dan a0a_0, a1a_1, …an𝒞(Ω)a_n \in \mathcal{C}^\infty(\Omega). Kita meninjau operator diferensial (biasa) berikut: L=k=0nak(x)dkdxkL = \sum_{k=0}^n a_k(x)\frac{d^k}{dx^k} beserta persamaan diferensial (biasa) yang terkait dengannya, Lu=v\begin{equation} \label{eqn_ODE1} Lu = v \end{equation} dengan uu dan vv distribusi-distribusi pada Ω\Omega. Sehubungan dengan Persamaan 10.5.1, kita juga dapat meninjau dua variasi: persamaan Lu,ϕ=v,ϕ\begin{equation} \label{eqn_ODE2} \langle Lu, \phi\rangle = \langle v, \phi\rangle \end{equation} dengan ϕ\phi suatu fungsi uji, dan persamaan u,L*ϕ=v,ϕ\begin{equation} \label{eqn_ODE3} \langle u, L^*\phi\rangle = \langle v, \phi\rangle \end{equation} dengan ϕ\phi suatu fungsi uji dan L*:=k=0n(1)kdk(akϕ)dxkL^* := \displaystyle\sum_{k=0}^n (-1)^k \frac{d^k(a_k\phi)}{dx^k} merupakan adjoin formal dari LL.

Definisi 10.5.2.

Andaikan bahwa dalam persamaan-persamaan di atas distribusi vv diberikan. Jika terdapat distribusi regular uu yang memenuhi 10.5.1, kita mengatakan bahwa uu merupakan solusi klasik bagi persamaan diferensial itu. Jika uu merupakan distribusi regular yang bersesuaian dengan suatu fungsi yang tidak memenuhi 10.5.1 dalam pengertian klasik, tetapi memenuhi 10.5.2 untuk setiap fungsi uji ϕ\phi, maka kita mengatakan bahwa uu merupakan solusi lemah bagi persamaan diferensial itu. Selanjutnya, jika uu merupakan distribusi singular yang memenuhi 10.5.3 untuk setiap fungsi uji ϕ\phi, kita mengatakan bahwa uu merupakan solusi distribusional bagi persamaan diferensial itu. Keluarga solusi diperumum mencakup semua solusi klasik, lemah, dan distribusional.

Contoh 10.5.3.

Solusi diperumum bagi persamaan dudx=0\dfrac{du}{dx} = 0 pada \mathbb{R} hanyalah distribusi konstan (yakni, distribusi regular yang berasal dari fungsi konstan). Jadi, setiap solusi diperumum merupakan solusi klasik.

Bukti.

Petunjuk untuk bukti. Andaikan uu suatu solusi diperumum bagi persamaan itu. Pilih suatu fungsi uji ϕ0\phi _{{}_{\scriptstyle{0}}} sedemikian sehingga ϕ0=1\int_\mathbb{R}\phi _{{}_{\scriptstyle{0}}} = 1. Misalkan ϕ\phi suatu fungsi uji sebarang pada \mathbb{R}. Definisikan ψ(x)=ϕ(x)ϕ0(x)ϕ\psi(x) = \phi(x) - \phi _{{}_{\scriptstyle{0}}}(x)\int_\mathbb{R}\phi untuk semua xx \in \mathbb{R}. Amati bahwa u,ψ=0\langle u,\psi \rangle = 0, lalu hitung u,ϕ\langle u,\phi \rangle. ◻

Contoh 10.5.4.

Distribusi Heaviside adalah solusi lemah persamaan diferensial xdudx=0x\dfrac{du}{dx}~=~0 pada \mathbb{R}. Tentu saja, distribusi-distribusi konstan merupakan solusi klasik.

Contoh 10.5.5.

Distribusi Dirac δ\delta merupakan solusi distribusional bagi persamaan diferensial x2dudx=0x^2\dfrac{du}{dx} = 0 pada \mathbb{R}. (Distribusi Heaviside merupakan solusi lemah; dan distribusi-distribusi konstan merupakan solusi klasik.)

Contoh 10.5.6.

Untuk p=0,1,2,p = 0,1,2,\dots, turunan ke-pp, dpδdxp\dfrac{d^p\delta}{dx^p}, dari distribusi delta Dirac merupakan solusi bagi persamaan diferensial xp+2dudx=0x^{p+2}\dfrac{du}{dx} = 0 pada \mathbb{R}.

Latihan 10.5.7.

Carilah suatu solusi distribusional bagi persamaan diferensial xdudx+u=0x \dfrac{du}{dx} + u = 0 pada \mathbb{R}.

Transformasi Fourier

Dalam 10.4.4, kita mendefinisikan transformasi Fourier suatu fungsi L1\mathrm{L_{1}}\mathbb{R}. Cara ekuivalen untuk menyatakan definisi ini adalah melalui konvolusi: (𝔉f)(x)=(f*εx)(0)(\mathfrak F f)(x) = (f \ast \varepsilon^x)(0) untuk xx \in \mathbb{R}, dengan εx\varepsilon^x fungsi teitxt \mapsto e^{itx}.

Definisi 10.6.1.

Kita ingin memperluas transformasi yang berguna ini ke distribusi. Namun, ternyata ruang 𝒟*()\mathcal{D}^*(\mathbb{R}) terlampau besar untuk mendukung definisi yang wajar baginya. Dengan memulai dari himpunan “fungsi uji” yang lebih besar, yakni fungsi-fungsi dalam ruang Schwartz 𝒮()\mathcal{S}(\mathbb{R}) (yang memuat 𝒟()\mathcal{D}(\mathbb{R}) sebagai subruang rapat), kita memperoleh ruang fungsional linear kontinu yang lebih kecil; pada ruang ini, untungnya, kita dapat mendefinisikan suatu transformasi Fourier secara alami.

Sebelum mendefinisikan transformasi Fourier pada distribusi, mari kita ingat kembali dua fakta penting dari analisis real mengenai transformasi Fourier yang bekerja pada fungsi mulus terintegralkan.

Proposisi 10.6.2.

Jika f𝒮()f \in \mathcal{S}(\mathbb{R}), maka f(x)=f̂εxdm.f(x) = \int_\mathbb{R}\hat f \varepsilon^x\,dm\,.

Proposisi 10.6.3.

Transformasi Fourier 𝔉:𝒮()𝒮():ff̂\mathfrak F\colon \mathcal{S}(\mathbb{R}) \rightarrow\mathcal{S}(\mathbb{R})\colon f \mapsto \hat f merupakan isomorfisme ruang Fréchet (yakni, pemetaan linear kontinu bijektif dengan invers kontinu), dan untuk semua f𝒮()f \in \mathcal{S}(\mathbb{R}) serta xx \in \mathbb{R}, kita mempunyai 𝔉2f(x)=f(x)\mathfrak F^2f(x) = f(-x), sehingga 𝔉4f=f\mathfrak F^4f = f.

Bukti.

Proof. Pembuktian kedua hasil sebelumnya, bersama banyak informasi lain tentang transformasi yang menarik ini dan beragam penerapannya pada persamaan diferensial biasa maupun parsial, dapat ditemukan di berbagai sumber. Beberapa yang segera terlintas adalah [7], Bab 7; [31], Bab 4, Seksi 11; [38], Seksi 11.3; [47], Bab 7; [49], Bab 25; dan [54], Bab VI. ◻

Definisi 10.6.4.

Fungsi inklusi ι:𝒟()𝒮()\iota\colon \mathcal{D}(\mathbb{R}) \rightarrow\mathcal{S}(\mathbb{R}) bersifat kontinu. Maka pemetaan antara ruang-ruang dualnya u:𝒮*()𝒟*():τuτ=τιu\colon \mathcal{S}^*(\mathbb{R}) \rightarrow\mathcal{D}^*(\mathbb{R})\colon \tau \mapsto u_\tau = \tau \circ \iota merupakan isomorfisme ruang vektor dari 𝒮*()\mathcal{S}^*(\mathbb{R}) ke suatu ruang distribusi pada \mathbb{R}, yang kita sebut ruang distribusi tempered (sebagian penulis memilih frasa distribusi temperate). Lazimnya, fungsional linear τ\tau dan uτu_\tau di atas diidentifikasi. Jadi, 𝒮*()\mathcal{S}^*(\mathbb{R}) sendiri dipandang sebagai ruang distribusi tempered.

Jika Anda kesulitan memverifikasi salah satu pernyataan dalam definisi sebelumnya, lihat Teorema 7.10 dan seterusnya dalam [47].

Contoh 10.6.5.

Setiap distribusi dengan tumpuan kompak merupakan distribusi tempered.

Definisi 10.6.6.

Definisikan transformasi Fourier û\hat u dari suatu distribusi tempered u𝒮*()u \in \mathcal{S}^*(\mathbb{R}) dengan û(ϕ)=u(ϕ̂)\hat u(\phi) = u(\hat\phi) untuk semua ϕ𝒮()\phi \in \mathcal{S}(\mathbb{R}). Notasi 𝔉u\mathfrak Fu merupakan alternatif bagi û\hat u.

Proposisi 10.6.7.

Jika fL1f \in \mathrm{L_{1}}\mathbb{R}, maka kita dapat memperlakukan f̃\tilde f sebagai distribusi tempered dan, dalam hal ini, f̃̂=f̂̃.\hat{\tilde f} = \tilde{\hat f}\,.

Contoh 10.6.8.

Transformasi Fourier fungsi delta Dirac diberikan oleh δ̂=𝟏̃.\hat\delta = \tilde{\mathbf{1}}\,.

Contoh 10.6.9.

Transformasi Fourier distribusi regular 𝟏̃\tilde{\mathbf{1}} diberikan oleh 𝟏̃̂=δ.\hat{\tilde{\mathbf{1}}} = \delta\,.

Proposisi 10.6.3 memiliki generalisasi yang memuaskan bagi distribusi tempered.

Proposisi 10.6.10.

Transformasi Fourier 𝔉:𝒮*()𝒮*()\mathfrak F\colon \mathcal{S}^*(\mathbb{R}) \rightarrow\mathcal{S}^*(\mathbb{R}) merupakan pemetaan linear kontinu bijektif yang inversnya juga kontinu. Lebih lanjut, 𝔉4\mathfrak F^4 merupakan pemetaan identitas pada 𝒮*()\mathcal{S}^*(\mathbb{R}).

Kita akan kembali sejenak ke pembahasan transformasi Fourier dalam bab berikutnya.