Bab 13 · Konstruksi Gelfand–Naimark–Segal

Fungsional Linear Positif

Definisi 13.1.1.

Misalkan AA suatu aljabar dengan involusi. Untuk setiap fungsional linear τ\tau pada AA dan setiap aAa \in A definisikan τ(a)=τ(a*)¯\tau^\star(a) = \overline{\tau(a^*)}. Kita mengatakan bahwa τ\tau bersifat Hermitian jika τ=τ\tau^\star = \tau. Perhatikan bahwa suatu fungsional linear τ:A\tau\colon A \rightarrow\mathbb{C} bersifat Hermitian jika dan hanya jika mempertahankan involusi; yaitu, τ=τ\tau^\star = \tau jika dan hanya jika τ(a*)=τ(a)¯\tau(a^*) = \overline{\tau(a)} untuk semua aAa \in A.

Perhatian.

τ\tau^\star yang didefinisikan di atas jangan dikacaukan dengan pemetaan adjoin biasa τ*:*A*\tau^*\colon \mathbb{C}^* \rightarrow A^*. Konteks (atau penggunaan kaca pembesar) semestinya memperjelas mana yang dimaksud.

Proposisi 13.1.2.

Suatu fungsional linear τ\tau pada aljabar-C*C^* AA bersifat Hermitian jika dan hanya jika τ(a)\tau(a)~\in~\mathbb{R} setiap kali aa swaadjoin.

Seperti halnya selalu terjadi pada pemetaan di antara ruang-ruang vektor terurut, pemetaan positif ialah pemetaan yang membawa elemen positif ke elemen positif.

Definisi 13.1.3.

Suatu fungsional linear τ\tau pada aljabar-C*C^* AA bersifat positif jika τ(a)0\tau(a) \ge 0 untuk setiap aAa \in A yang memenuhi a𝟎a \ge \mathbf{0}.

Proposisi 13.1.4.

Setiap fungsional linear positif pada suatu aljabar-C*C^* bersifat Hermitian.

Proposisi 13.1.5.

Keluarga fungsional linear positif merupakan suatu kerucut konveks proper dalam ruang vektor real semua fungsional linear Hermitian pada suatu aljabar-C*C^*. Kerucut itu menginduksi suatu urutan parsial pada ruang vektor tersebut: τ1τ2\tau_1 \le \tau_2 setiap kali τ2τ1\tau_2 - \tau_1 bersifat positif.

Definisi 13.1.6.

Suatu keadaan pada aljabar-C*C^* AA adalah fungsional linear positif τ\tau pada AA sedemikian sehingga τ=1\lVert\tau \rVert= 1. Jika AA beridentitas, syarat ini ekuivalen dengan τ(𝟏A)=1\tau(\mathbf{1}_A) = 1.

Contoh 13.1.7.

Misalkan xx suatu vektor dalam ruang Hilbert HH. Definisikan ωx:𝔅(H):TTx,x.\omega_x:\mathfrak{B}(H) \rightarrow\mathbb{C}\colon T \mapsto \langle Tx,x \rangle\,. Maka ωx\omega_x merupakan fungsional linear positif pada 𝔅(H)\mathfrak{B}(H). Jika xx suatu vektor satuan, maka ωx\omega_x merupakan keadaan pada 𝔅(H)\mathfrak{B}(H). Suatu keadaan τ\tau disebut keadaan vektor jika τ=ωx\tau = \omega_x untuk suatu vektor satuan xx.

Proposisi 13.1.8.

Jika τ\tau suatu fungsional linear positif pada aljabar-C*C^* AA, maka |τ(b*a)|2τ(a*a)τ(b*b)\lvert\tau(b^*a)\rvert^2 \le \tau(a^*a)\tau(b^*b) untuk semua aa, bAb \in A.

Proposisi 13.1.9.

Suatu fungsional linear τ\tau pada aljabar-C*C^* beridentitas AA bersifat positif jika dan hanya jika fungsional itu terbatas dan τ=τ(𝟏A)\lVert\tau \rVert= \tau(\mathbf{1}_A).

Bukti.

Proof. Lihat [32], halaman 256–257. ◻

Representasi

Definisi 13.2.1.

Misalkan AA suatu aljabar-C*C^*. Suatu representasi dari AA adalah pasangan (π,H)(\pi,H) dengan HH ruang Hilbert dan π:A𝔅(H)\pi \colon A \rightarrow\mathfrak{B}(H) suatu homomorfisme-**\,. Biasanya cukup dikatakan bahwa π\pi merupakan representasi dari AA. Apabila kita ingin menekankan peran ruang Hilbert tertentu itu, kita mengatakan bahwa π\pi merupakan representasi dari AA pada HH. Bergantung pada konteks, kita dapat menulis πa\pi_a atau π(a)\pi(a) untuk operator ruang Hilbert yang merupakan citra elemen aljabar aa di bawah π\pi. Suatu representasi π\pi dari AA pada HH disebut tak terdegenerasi jika π(A)H\pi(A)H padat di HH.

Konvensi 13.2.2.

Kita menambahkan persyaratan berikut pada definisi sebelumnya: jika aljabar-C*C^* AA beridentitas, maka suatu representasi dari AA harus berupa homomorfisme-**\, beridentitas.

Definisi 13.2.3.

Suatu representasi π\pi dari aljabar-C*C^* AA pada ruang Hilbert HH disebut setia jika representasi itu injektif. Jika terdapat suatu vektor xHx \in H sedemikian sehingga π(A)x={πa(x):aA}\pi^{\rightarrow}(A)x = \{\pi_a(x)\colon a \in A\} padat di HH, maka kita mengatakan bahwa representasi π\pi bersifat siklik dan bahwa xx merupakan vektor siklik bagi π\pi.

Contoh 13.2.4.

Misalkan (S,𝔄,μ)(S, \mathfrak{A}, \mu) suatu ruang ukur σ\sigma-hingga dan L=L(S,𝔄,μ)L_\infty = L_\infty(S, \mathfrak{A}, \mu) aljabar-C*C^* dari fungsi-fungsi yang terbatas secara esensial dan terukur terhadap μ\mu pada SS. Seperti yang kita lihat dalam contoh 5.2.15, untuk setiap ϕL\phi \in L_\infty operator perkalian MϕM_\phi yang bersesuaian merupakan operator pada ruang Hilbert L2=L2(S,𝔄,μ)L_2 = L_2(S, \mathfrak{A}, \mu). Pemetaan M:L𝔅(L2):ϕMϕM\colon L_\infty \rightarrow\mathfrak{B}(L_2)\colon \phi \mapsto M_\phi merupakan representasi setia dari aljabar-C*C^* LL_\infty pada ruang Hilbert L2L_2.

Contoh 13.2.5.

Misalkan 𝒞([0,1])\mathcal{C}([0,1]) aljabar-C*C^* dari fungsi-fungsi kontinu pada interval [0,1][0,1]. Untuk setiap ϕ𝒞([0,1])\phi \in \mathcal{C}([0,1]), operator perkalian MϕM_\phi yang bersesuaian merupakan operator pada ruang Hilbert L2=L2([0,1])L_2 = L_2([0,1]) dari fungsi-fungsi pada [0,1][0,1] yang terintegralkan kuadrat terhadap ukuran Lebesgue. Pemetaan M:𝒞([0,1])𝔅(L2):ϕMϕM\colon \mathcal{C}([0,1]) \rightarrow\mathfrak{B}(L_2)\colon \phi \mapsto M_\phi merupakan representasi setia dari aljabar-C*C^* 𝒞([0,1])\mathcal{C}([0,1]) pada ruang Hilbert L2L_2.

Contoh 13.2.6.

Andaikan π\pi suatu representasi dari aljabar-C*C^* beridentitas AA pada ruang Hilbert HH dan xx suatu vektor satuan dalam HH. Jika ωx\omega _x merupakan keadaan vektor yang bersesuaian pada 𝔅(H)\mathfrak{B}(H), maka ωxπ\omega_x \circ \pi merupakan keadaan pada AA.

Latihan 13.2.7.

Misalkan XX suatu ruang Hausdorff kompak lokal. Carilah suatu representasi isometrik (dan karena itu setia) (π,H)(\pi,H) dari aljabar-C*C^* C0(X)C_0(X) pada suatu ruang Hilbert HH.

Definisi 13.2.8.

Misalkan ρ\rho suatu keadaan pada aljabar-C*C^* AA. Maka Lρ:={aA:ρ(a*a)=0}L_\rho := \{a \in A\colon \rho(a^*a) = 0\} disebut kernel kiri dari ρ\rho.

Ingat bahwa sebagai bagian dari pembuktian ketaksamaan Schwarz 13.1.8 bagi fungsional linear positif, kita telah memverifikasi hasil berikut.

Proposisi 13.2.9.

Jika ρ\rho suatu keadaan pada aljabar-C*C^* AA, maka a,b0:=ρ(b*a)\langle a,b \rangle_0 := \rho(b^*a) mendefinisikan suatu hasil kali dalam semu pada AA.

Akibat 13.2.10.

Jika ρ\rho suatu keadaan pada aljabar-C*C^* AA, maka kernel kirinya LρL_\rho merupakan suatu subruang vektor dari AA dan [a],[b]:=a,b0\langle\,[a],[b]\,\rangle := \langle a,b \rangle_0 mendefinisikan suatu hasil kali dalam pada ruang vektor hasil bagi A/LρA/L_\rho.

Proposisi 13.2.11.

Misalkan ρ\rho suatu keadaan pada aljabar-C*C^* AA dan aLρa \in L_\rho. Maka ρ(b*a)=0\rho(b^*a) = 0 untuk setiap bAb \in A.

Proposisi 13.2.12.

Jika ρ\rho suatu keadaan pada aljabar-C*C^* AA, maka kernel kirinya LρL_\rho merupakan suatu ideal kiri tertutup dalam AA.

Konstruksi GNS dan Teorema Gelfand-Naimark Ketiga

Teorema berikut dikenal sebagai konstruksi Gelfand-Naimark-Segal (konstruksi GNS).

Teorema 13.3.1.

Misalkan ρ\rho suatu keadaan pada aljabar-C*C^* AA. Maka terdapat suatu representasi siklik πρ\pi_\rho dari AA pada ruang Hilbert HρH_\rho dan suatu vektor satuan siklik xρx_\rho untuk πρ\pi_\rho sedemikian sehingga ρ=ωxρπρ\rho = \omega_{x_\rho} \circ \pi_\rho.

Notasi 13.3.2.

Dalam pembahasan berikut, πρ\pi_\rho, HρH_\rho, dan xρx_\rho adalah representasi siklik, ruang Hilbert, dan vektor satuan siklik yang keberadaannya dijamin oleh konstruksi GNS ketika diterapkan pada suatu keadaan ρ\rho yang diberikan pada suatu aljabar-C*C^* AA.

Proposisi 13.3.3.

Misalkan ρ\rho suatu keadaan pada aljabar-C*C^* AA dan π\pi suatu representasi siklik dari AA pada ruang Hilbert HH sedemikian sehingga ρ=ωxπ\rho = \omega_x \circ \pi untuk suatu vektor satuan siklik xx bagi π\pi. Maka terdapat suatu pemetaan uniter UU dari HρH_\rho ke HH sedemikian sehingga x=Uxρx = Ux_\rho dan π(a)=Uπρ(a)U*\pi(a) = U \pi_\rho(a) U^* untuk semua aAa \in A.

Definisi 13.3.4.

Misalkan {Hλ:λΛ}\{H_\lambda\colon \lambda \in \Lambda\} suatu keluarga ruang Hilbert. Nyatakan dengan λΛHλ\bigoplus\limits_{\lambda \in \Lambda} H_\lambda himpunan semua fungsi x:ΛλΛHλ:λxλx\colon \Lambda \rightarrow\bigcup\limits_{\lambda \in \Lambda} H_\lambda\colon \lambda \mapsto x_\lambda sedemikian sehingga xλHλx_\lambda \in H_\lambda untuk setiap λΛ\lambda \in \Lambda dan λΛxλ2<\displaystyle\sum\limits_{\lambda \in \Lambda} \lVert x_\lambda\rVert^2 < \infty. Pada λΛHλ\bigoplus\limits_{\lambda \in \Lambda} H_\lambda, definisikan penjumlahan dan perkalian skalar secara titik demi titik; yaitu, (x+y)λ=xλ+yλ(x + y)_\lambda = x_\lambda + y_\lambda dan (αx)λ=αxλ(\alpha x)_\lambda = \alpha x_\lambda untuk semua λΛ\lambda \in \Lambda, dan definisikan hasil kali dalam dengan x,y=λΛxλ,yλ\langle x,y \rangle = \sum_{\lambda \in \Lambda} \langle x_\lambda,y_\lambda\rangle. Operasi-operasi ini terdefinisi dengan baik dan menjadikan λΛHλ\bigoplus\limits_{\lambda \in \Lambda} H_\lambda suatu ruang Hilbert. Ruang ini adalah jumlah langsung dari ruang-ruang Hilbert HλH_\lambda. Berbagai notasi untuk elemen-elemen jumlah langsung ini digunakan dalam literatur: xx, (xλ)(x_\lambda), (xλ)λΛ(x_\lambda)_{\lambda \in \Lambda}, dan λxλ\oplus_\lambda x_\lambda lazim digunakan.

Sekarang andaikan bahwa {Tλ:λΛ}\{T_\lambda\colon \lambda \in \Lambda\} suatu keluarga operator ruang Hilbert dengan Tλ𝔅(Hλ)T_\lambda \in \mathfrak{B}(H_\lambda) untuk setiap λΛ\lambda \in \Lambda. Andaikan pula bahwa sup{Tλ:λΛ}<\sup\{\lVert T_\lambda\rVert\colon \lambda \in \Lambda\} < \infty. Maka T(xλ)λΛ=(Tλxλ)λΛT(x_\lambda)_{\lambda \in \Lambda} = (T_\lambda x_\lambda)_{\lambda \in \Lambda} mendefinisikan suatu operator pada ruang Hilbert λHλ\bigoplus_\lambda H_\lambda. Operator TT biasanya dinotasikan dengan λTλ\bigoplus_\lambda T_\lambda dan disebut jumlah langsung dari operator-operator TλT_\lambda.

Proposisi 13.3.5.

Pernyataan-pernyataan dalam definisi sebelumnya bahwa merupakan ruang Hilbert dan λTλ\bigoplus_\lambda T_\lambda merupakan operator pada λΛHλ\bigoplus\limits_{\lambda \in \Lambda} H_\lambda adalah benar.

Contoh 13.3.6.

Misalkan AA suatu aljabar-C*C^* dan {πλ:λΛ}\{\pi_\lambda\colon \lambda \in \Lambda\} suatu keluarga representasi dari AA pada ruang-ruang Hilbert HλH_\lambda sedemikian sehingga πλ(a)𝔅(Hλ)\pi_\lambda(a) \in \mathfrak{B}(H_\lambda) untuk setiap λΛ\lambda \in \Lambda dan setiap aAa \in A. Maka π=λπλ:A𝔅(λHλ):aλπλ(a)\pi = \textstyle{ \bigoplus_\lambda \pi_\lambda\colon A \rightarrow \mathfrak{B}\bigl(\bigoplus_\lambda H_\lambda\bigr) \colon a \mapsto \bigoplus_\lambda \pi_\lambda(a)} merupakan representasi dari AA pada ruang Hilbert λHλ\bigoplus_\lambda H_\lambda. Representasi ini adalah jumlah langsung dari representasi-representasi πλ\pi_\lambda.

Teorema 13.3.7.

Setiap aljabar-C*C^* memiliki suatu representasi setia.

Bukti.

Proof. Lihat [3], Korolari II.6.4.10; [8], halaman 253; [11], Teorema 19.1; [18], Teorema 5.4.1; [32], halaman 281; atau [39], Teorema 3.4.1.  ◻

Suatu perumusan ulang yang jelas dari teorema sebelumnya adalah versi ketiga dari teorema Gelfand-Naimark, yang menyatakan bahwa setiap aljabar-C*C^* (pada hakikatnya) merupakan suatu aljabar operator ruang Hilbert.

Akibat 13.3.8.

Setiap aljabar-C*C^* isomorfik-**\, secara isometrik dengan suatu subaljabar-C*C^* dari 𝔅(H)\mathfrak{B}(H) untuk suatu ruang Hilbert HH.