Bab 2 · Selingan Sangat Singkat tentang Bahasa Kategori

Dalam matematika kita mempelajari berbagai hal (objek) dan pemetaan tertentu di antara hal-hal tersebut (morfisme). Beberapa contohnya ialah himpunan dan fungsi, grup dan homomorfisme, ruang topologis dan pemetaan kontinu, ruang vektor dan transformasi linear, serta ruang Hilbert dan pemetaan linear terbatas. Contoh-contoh ini masing-masing berasal dari cabang matematika yang berbeda—teori himpunan, teori grup, topologi, aljabar linear, dan analisis fungsional. Namun, bidang-bidang yang berbeda ini memiliki banyak kesamaan: istilah seperti hasil kali, koproduk, subobjek, hasil bagi, tarik balik, isomorfisme, dan limit proyektif muncul dalam banyak bidang. Teori kategori merupakan upaya untuk menyatukan dan memformalkan sebagian konsep umum tersebut. Dalam arti tertentu, teori kategori mempelajari hal-hal yang sama-sama dimiliki oleh berbagai cabang matematika. Barangkali uraian yang lebih baik ialah: bahasa kategori memberi tahu kita “bagaimana sesuatu bekerja”, bukan “apa sesuatu itu”.

Catatan ini—dan memang setiap buku pada tingkat ini—menggunakan bahasa himpunan di mana-mana tanpa mensyaratkan kajian terperinci tentang teori himpunan aksiomatik. Demikian pula, kita akan dengan leluasa menggunakan bahasa kategori tanpa terlebih dahulu memulai kajian teori kategori yang memuaskan dari segi fondasi (teori kategori sendiri merupakan bidang penelitian yang luas dan penting). Kadang-kadang buku teks membuat bahkan bahasa kategori sulit dipelajari karena sangat mengandalkan latar belakang aljabar pembaca. Sebagaimana kebanyakan orang merasa nyaman menggunakan bahasa himpunan (terlepas dari apakah mereka pernah mengkaji teori himpunan secara serius), hampir setiap orang seharusnya mendapati bahwa bahasa kategori nyaman digunakan dan memberi pencerahan tanpa prasyarat yang rumit.

Bagi pembaca yang ingin mendalami pokok ini, saya merekomendasikan pengantar yang sangat ramah ke dunia kategori, yang terdapat sebagai Bab 3 dalam buku indah karya Semadeni [48]. Salah satu buku klasik yang ditulis oleh seorang pendiri bidang ini ialah [34]. Buku yang lebih baru ialah [35].

Dengan menunjukkan prinsip-prinsip pemersatu, bahasa kategori kerap memberikan wawasan mencolok tentang “cara sesuatu bekerja” dalam matematika. Yang sama pentingnya, kita menjadi lebih efisien karena tidak perlu mengulangi argumen yang pada hakikatnya sama dalam konteks yang hanya sedikit berbeda.

Untuk sementara, kita hanya akan mendefinisikan “objek”, “morfisme”, dan “funktor”, lalu memberikan beberapa contoh.

Objek dan Morfisme

Definisi 2.1.1.

Misalkan 𝔄\mathfrak{A} suatu kelas yang anggota-anggotanya kita sebut objek. Untuk setiap pasangan objek (S,T)(S,T), kita kaitkan suatu kelas 𝔐𝔬𝔯(S,T)\operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,T) yang anggota-anggotanya kita sebut morfisme (atau panah) dari SS ke TT. Kita mengasumsikan bahwa 𝔐𝔬𝔯(S,T)\operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,T) dan 𝔐𝔬𝔯(U,V)\operatorname{\mathfrak{Mor}}(U,V) saling lepas, kecuali jika S=US = U dan T=VT = V.

Kita mengandaikan pula adanya operasi \circ (disebut komposisi) yang mengaitkan setiap α𝔐𝔬𝔯(S,T)\alpha \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,T) dan setiap β𝔐𝔬𝔯(T,U)\beta \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(T,U) dengan suatu morfisme βα𝔐𝔬𝔯(S,U)\beta \circ \alpha \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,U) sedemikian rupa sehingga:

  1. γ(βα)=(γβ)α\gamma \circ (\beta \circ \alpha) = (\gamma \circ \beta) \circ \alpha apabila α𝔐𝔬𝔯(S,T)\alpha \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,T), β𝔐𝔬𝔯(T,U)\beta \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(T,U), dan γ𝔐𝔬𝔯(U,V)\gamma \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(U,V);

  2. untuk setiap objek SS terdapat morfisme IS𝔐𝔬𝔯(S,S)I_S \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,S) yang memenuhi αIS=α\alpha \circ I_S = \alpha apabila α𝔐𝔬𝔯(S,T)\alpha \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,T), dan ISβ=βI_S \circ \beta = \beta apabila β𝔐𝔬𝔯(R,S)\beta \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(R,S).

Dalam keadaan ini, kelas 𝔄\mathfrak{A} bersama keluarga morfisme yang terkait merupakan suatu kategori.

Kita akan mencadangkan notasi SαTS \to^\alpha T untuk keadaan ketika SS dan TT merupakan objek dalam suatu kategori dan α\alpha adalah morfisme anggota 𝔐𝔬𝔯(S,T)\operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,T). Seperti halnya pada grup dan ruang vektor, kita biasanya menghilangkan simbol komposisi \circ dan menulis βα\beta\alpha untuk βα\beta \circ \alpha.

Suatu kategori disebut kecil secara lokal jika 𝔐𝔬𝔯(S,T)\operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,T) merupakan himpunan untuk setiap pasangan objek SS dan TT dalam kategori tersebut. Kategori itu disebut kecil jika, selain itu, kelas semua objeknya merupakan suatu himpunan. Dalam catatan ini, kategori-kategori yang kita minati akan bersifat kecil secara lokal.

Contoh 2.1.2.

Kategori 𝑺𝑬𝑻\mathbf{SET} memiliki himpunan sebagai objek dan fungsi (pemetaan) sebagai morfisme.

Contoh 2.1.3.

Kategori 𝑨𝒃𝑮𝒑\mathbf{AbGp} memiliki grup Abelian sebagai objek dan homomorfisme grup sebagai morfisme.

Contoh 2.1.4.

Kategori 𝑽𝑬𝑪\mathbf{VEC} memiliki ruang vektor sebagai objek dan transformasi linear sebagai morfisme.

Definisi 2.1.5.

Misalkan \le suatu relasi pada himpunan tak kosong SS.

  1. Jika relasi \le bersifat refleksif (yakni, xxx \le x untuk setiap xSx \in S) dan transitif (yakni, jika xyx \le y dan yzy \le z, maka xzx \le z), relasi itu disebut suatu praurutan.

  2. Jika \le merupakan praurutan dan juga bersifat antisimetris (yakni, jika xyx \le y dan yxy \le x, maka x=yx = y), relasi itu disebut suatu urutan parsial.

  3. Elemen xx dan yy dalam suatu himpunan yang telah diberi praurutan disebut dapat dibandingkan jika xyx \le y atau yxy \le x.

  4. Jika \le merupakan urutan parsial yang membuat setiap dua elemen dapat dibandingkan, relasi itu disebut suatu urutan linear (atau suatu urutan total).

  5. Jika relasi \le merupakan praurutan (berturut-turut, urutan parsial, urutan linear) pada SS, pasangan (S,)(S,\le) disebut suatu himpunan terpraurut (berturut-turut, himpunan terurut parsial, himpunan terurut linear).

  6. Subhimpunan terurut linear dari himpunan terurut parsial (S,)(S,\le) disebut suatu rantai di SS.

Kita boleh menulis bab \ge a sebagai pengganti aba \le b. Notasi a<ba < b (atau, secara ekuivalen, b>ab > a) berarti aba \le b dan aba \ne b.

Definisi 2.1.6.

Pemetaan f:STf\colon S \rightarrow T antara himpunan-himpunan terpraurut disebut pelestari urutan jika xyx \le y di SS mengakibatkan f(x)f(y)f(x) \le f(y) di TT.

Contoh 2.1.7.

Kategori 𝑷𝑶𝑺𝑬𝑻\mathbf{POSET} memiliki himpunan terurut parsial sebagai objek dan pemetaan pelestari urutan sebagai morfisme.

Notasi 2.1.8.

Misalkan f:STf \colon S \rightarrow T suatu fungsi antara himpunan. Untuk ASA \subseteq S, kita mendefinisikan f(A)={f(x):xA}f^{\rightarrow}(A) = \{f(x)\colon x \in A\}, dan untuk BTB \subseteq T, kita mendefinisikan f(B)={xS:f(x)B}f^{\gets}(B) = \{ x \in S\colon f(x) \in B\}. Kita mengatakan bahwa f(A)f^{\rightarrow}(A) adalah citra AA di bawah ff dan bahwa f(B)f^{\gets}(B) adalah pracitra (atau citra invers) BB di bawah ff. Kadang-kadang, untuk menghindari notasi yang berjejal, saya akan menyerah pada kebiasaan meragukan dengan menulis f(A)f(A) sebagai pengganti f(A)f^{\rightarrow}(A).

Definisi 2.1.9.

Ingat bahwa keluarga 𝔗\mathfrak{T} yang terdiri atas subhimpunan-subhimpunan suatu himpunan XX disebut suatu topologi pada XX jika keluarga itu memuat himpunan kosong \emptyset dan XX sendiri serta tertutup terhadap pembentukan gabungan (𝔖𝔗\bigcup\mathfrak{S} \in \mathfrak{T} apabila 𝔖𝔗\mathfrak{S} \subseteq \mathfrak{T}) dan irisan hingga (𝔉𝔗\bigcap\mathfrak{F} \in \mathfrak{T} apabila 𝔉𝔗\mathfrak{F} \subseteq \mathfrak{T} dan 𝔉\mathfrak{F} berhingga). Himpunan tak kosong XX bersama suatu topologi pada XX disebut suatu ruang topologis. Jika (X,𝔗)(X,\mathfrak{T}) suatu ruang topologis, setiap anggota 𝔗\mathfrak{T} disebut suatu himpunan terbuka. Untuk menyatakan bahwa himpunan UU merupakan subhimpunan terbuka dari XX, kita sering menulis UXU\overset{\,_\circ}{\subseteq}X. Komplemen dari suatu himpunan terbuka disebut suatu himpunan tertutup. Fungsi f:XYf\colon X \rightarrow Y antara ruang-ruang topologis disebut kontinu jika pracitra setiap himpunan terbuka bersifat terbuka; yakni, jika f(V)Xf^{\gets}(V)\overset{\,_\circ}{\subseteq}X apabila VYV\overset{\,_\circ}{\subseteq}Y. (Jika Anda belum pernah menjumpai ruang topologis, lihat dua butir pertama dalam bagian pertama Bab 10 dan bagian pertama Bab 11 pada catatan daring saya [16].)

Contoh 2.1.10.

Setiap himpunan tak kosong XX memiliki topologi terkecil (terkasar); topologi itu terdiri tepat atas dua himpunan, \emptyset dan XX. Topologi ini adalah topologi indiskret pada XX. (Perhatikan ejaan istilah bahasa Inggrisnya: terdapat kata lain dalam bahasa Inggris, “indiscreet”, yang bermakna sama sekali berbeda.) Himpunan XX juga memiliki topologi terbesar (terhalus), yang terdiri atas keluarga 𝔓(X)\mathfrak{P}(X) dari semua subhimpunan XX. Topologi ini adalah topologi diskret pada XX.

Contoh 2.1.11.

Kategori 𝑻𝑶𝑷\mathbf{TOP} memiliki ruang topologis sebagai objek dan fungsi kontinu sebagai morfisme.

Definisi 2.1.12.

Misalkan (A,+,M)(A,+,M) suatu ruang vektor atas 𝕂\mathbb{K} yang dilengkapi dengan operasi biner lain A×AAA \times A \rightarrow A, dengan (x,y)xy(x,y) \mapsto x \cdot y, sedemikian rupa sehingga (A,+,)(A,+,\cdot\,) merupakan gelanggang. (Notasi xyx \cdot y biasanya disingkat menjadi xyxy.) Jika, selain itu, persamaan α(xy)=(αx)y=x(αy)\begin{equation} \label{eq_def_algebra} \alpha (xy) = (\alpha x)y = x(\alpha y) \end{equation} berlaku untuk semua xx, yAy \in A dan α𝕂\alpha \in \mathbb{K}, maka (A,+,M,)(A,+,M,\,\cdot\,) disebut suatu aljabar atas medan 𝕂\mathbb{K} (kadang-kadang disebut aljabar asosiatif linear). Seperti biasa, kita menyalahgunakan terminologi dengan menulis hal-hal seperti, “Misalkan AA suatu aljabar.” Kita mengatakan bahwa suatu aljabar AA beridentitas jika gelanggang yang mendasarinya (A,+,)(A,+,\cdot\,) memiliki identitas perkalian; yakni, jika terdapat suatu elemen 𝟏A𝟎\mathbf{1}_A \ne \mathbf{0} di AA sehingga 𝟏Ax=x𝟏A=x\mathbf{1}_A \cdot x = x \cdot \mathbf{1}_A = x untuk semua xAx \in A. Aljabar itu disebut komutatif jika gelanggangnya komutatif; yakni, jika xy=yxxy = yx untuk semua xx, yAy \in A.

Subhimpunan BB dari suatu aljabar AA disebut suatu subaljabar dari AA jika subhimpunan tersebut merupakan aljabar dengan operasi-operasi yang diwarisinya dari AA. Suatu subaljabar BB dari aljabar beridentitas AA disebut subaljabar beridentitas jika memuat identitas perkalian dari AA.

PERHATIAN. Agar menjadi subaljabar beridentitas, tidaklah cukup jika BB memiliki identitas perkaliannya sendiri; subaljabar itu harus memuat identitas dari AA. Jadi, suatu aljabar dapat sekaligus beridentitas dan merupakan subaljabar dari AA tanpa menjadi subaljabar beridentitas dari AA.

Pemetaan f:ABf\colon A \rightarrow B antara aljabar-aljabar disebut suatu homomorfisme (aljabar) jika pemetaan itu merupakan pemetaan linear antara AA dan BB sebagai ruang vektor yang mempertahankan perkalian (yakni, f(xy)=f(x)f(y)f(xy) = f(x)f(y) untuk semua xx, yAy \in A). Dengan kata lain, homomorfisme aljabar adalah homomorfisme gelanggang linear. Pemetaan itu disebut homomorfisme (aljabar) beridentitas jika mempertahankan identitas; yakni, jika AA dan BB keduanya merupakan aljabar beridentitas dan f(𝟏A)=𝟏Bf(\mathbf{1}_A) = \mathbf{1}_B. Kernel dari suatu homomorfisme aljabar f:ABf\colon A \rightarrow B tentu saja adalah {aA:f(a)=𝟎}\{a \in A \colon f(a) = \mathbf{0}\}.

Jika f1f^{-1} ada dan juga merupakan homomorfisme aljabar, maka ff disebut suatu isomorfisme dari AA ke BB. Jika terdapat isomorfisme dari AA ke BB, maka AA dan BB disebut isomorfik.

Contoh 2.1.13.

Kategori 𝑨𝑳𝑮\mathbf{ALG} memiliki aljabar sebagai objek dan homomorfisme aljabar sebagai morfisme.

Contoh-contoh sebelumnya merupakan contoh kategori konkret—yakni, kategori yang objek-objeknya berupa himpunan (biasanya bersama struktur tambahan) dan morfisme-morfismenya berupa fungsi (biasanya dengan mempertahankan struktur tambahan tersebut). Dalam catatan ini, kategori-kategori yang kita minati bersifat konkret sekaligus kecil secara lokal. Berikut ini (bagi pembaca yang ingin tahu) adalah definisi yang lebih formal untuk kategori konkret.

Definisi 2.1.14.

Suatu kategori 𝔄\mathfrak{A} bersama fungsi ||\lvert\mathord{\cdot}\rvert yang mengaitkan setiap objek AA di 𝔄\mathfrak{A} dengan suatu himpunan |A|\lvert A\rvert disebut suatu kategori konkret jika syarat-syarat berikut dipenuhi:

  1. setiap morfisme AfBA \to^f B merupakan fungsi dari |A|\lvert A\rvert ke |B|\lvert B\rvert;

  2. setiap morfisme identitas IAI_A di 𝔄\mathfrak{A} merupakan fungsi identitas pada |A|\lvert A\rvert; dan

  3. komposisi morfisme AfBA \to^f B dan BgCB \to^g C sama dengan komposisi fungsi f:|A||B|f\colon \lvert A\rvert \rightarrow\lvert B\rvert dan g:|B||C|g\colon \lvert B\rvert \rightarrow\lvert C\rvert.

Jika AA suatu objek dalam kategori konkret 𝔄\mathfrak{A}, maka |A|\lvert A\rvert disebut himpunan dasar dari AA.

Meskipun kategori-kategori yang kita minati dalam catatan ini memang merupakan kategori konkret, mungkin tetap menarik untuk melihat contoh kategori yang tidak disajikan secara konkret, yakni tanpa terlebih dahulu mewujudkan objek sebagai himpunan dan morfisme sebagai fungsi.

Contoh 2.1.15.

Misalkan GG suatu monoid (yakni, semigrup beridentitas). Tinjau suatu kategori 𝑪\mathbf{C} yang memiliki tepat satu objek, yang kita sebut \star. Karena hanya ada satu objek, hanya ada satu keluarga morfisme 𝔐𝔬𝔯(,)\operatorname{\mathfrak{Mor}}(\star,\star), yang kita ambil sebagai GG. Komposisi morfisme didefinisikan sebagai perkalian monoid. Artinya, ab:=aba \circ b := ab untuk semua aa, bGb \in G. Jelas bahwa komposisi bersifat asosiatif dan elemen identitas GG merupakan morfisme identitas. Jadi, 𝑪\mathbf{C} adalah suatu kategori.

Definisi 2.1.16.

Dalam setiap kategori konkret, kita akan menyebut morfisme injektif sebagai suatu monomorfisme dan morfisme surjektif sebagai suatu epimorfisme.

Perhatian.

Definisi-definisi di atas mencerminkan penggunaan asli istilah tersebut oleh Bourbaki dan merupakan definisi yang paling lazim dipakai oleh matematikawan di luar teori kategori itu sendiri; di dalam teori kategori, “monomorfisme” berarti “dapat dibatalkan dari kiri” dan “epimorfisme” berarti “dapat dibatalkan dari kanan”. (Perhatikan bahwa istilah injektif dan surjektif mungkin tidak bermakna jika diterapkan pada morfisme dalam kategori yang tidak konkret.)

Suatu morfisme BgCB \to^g C disebut dapat dibatalkan dari kiri jika, setiap kali morfisme Af1BA \to^{f_1} B dan Af2BA \to^{f_2} B memenuhi gf1=gf2gf_1 = gf_2, berlaku f1=f2f_1 = f_2. Mac Lane menyarankan agar morfisme yang dapat dibatalkan dari kiri disebut morfisme monik. Perbedaan antara morfisme monik dan monomorfisme ternyata kecil. Dalam catatan ini, hampir semua morfisme yang kita jumpai bersifat monik jika dan hanya jika merupakan monomorfisme. Sebagai latihan mudah, buktikan bahwa setiap morfisme injektif dalam suatu kategori (konkret) bersifat monik. Konversnya kadang-kadang gagal.

Dengan semangat yang sama, Mac Lane menyarankan agar suatu morfisme yang dapat dibatalkan dari kanan (yakni, suatu morfisme AfBA \to^f B sedemikian sehingga, apabila morfisme Bg1CB \to^{g_1} C dan Bg2CB \to^{g_2} C memenuhi g1f=g2fg_1f = g_2f, maka g1=g2g_1 = g_2) disebut suatu morfisme epik. Sekali lagi, merupakan latihan mudah untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kategori (konkret), setiap epimorfisme bersifat epik. Namun, konversnya gagal dalam beberapa kategori yang cukup umum.

Definisi 2.1.17.

Terminologi untuk invers morfisme dalam kategori pada dasarnya sama dengan terminologi untuk fungsi. Misalkan AαBA \to^\alpha B dan BβAB \to^\beta A merupakan morfisme dalam suatu kategori. Jika βα=IA\beta \circ \alpha = I_A, maka β\beta adalah suatu invers kiri dari α\alpha dan, secara ekuivalen, α\alpha adalah suatu invers kanan dari β\beta. Kita mengatakan bahwa morfisme α\alpha merupakan suatu isomorfisme (atau bersifat invertibel) jika terdapat morfisme BβAB \to^\beta A yang sekaligus merupakan invers kiri dan invers kanan dari α\alpha. Morfisme demikian dinotasikan dengan α1\alpha^{-1} dan disebut invers dari α\alpha.

Proposisi 2.1.18.

Misalkan AαBA \to^\alpha B suatu morfisme dalam suatu kategori. Jika α\alpha memiliki invers kiri λ\lambda dan invers kanan ρ\rho, maka λ=ρ\lambda = \rho dan, akibatnya, α\alpha merupakan suatu isomorfisme.

Dalam setiap kategori konkret, kita dapat menanyakan apakah setiap morfisme bijektif (yakni, setiap pemetaan yang sekaligus merupakan monomorfisme dan epimorfisme) adalah suatu isomorfisme. Jawabannya sering kali merupakan ya yang mudah (seperti dalam 𝑺𝑬𝑻\mathbf{SET}, 𝑨𝒃𝑮𝒑\mathbf{AbGp}, dan 𝑽𝑬𝑪\mathbf{VEC}) atau tidak yang mudah (misalnya, dalam kategori 𝑷𝑶𝑺𝑬𝑻\mathbf{POSET} yang terdiri atas himpunan terurut parsial dan pemetaan pelestari urutan). Namun, sesekali jawabannya ternyata berupa hasil yang menarik dan mendalam (lihat, misalnya, teorema pemetaan terbuka 6.3.4).

Contoh 2.1.19.

Dalam kategori 𝑺𝑬𝑻\mathbf{SET}, setiap morfisme bijektif merupakan suatu isomorfisme.

Contoh 2.1.20.

Kategori 𝑳𝑨𝑻\mathbf{LAT} memiliki kekisi sebagai objek dan homomorfisme kekisi sebagai morfisme. (Suatu kekisi adalah himpunan terurut parsial yang setiap pasangan elemennya memiliki infimum dan supremum, dan suatu homomorfisme kekisi adalah pemetaan antara kekisi-kekisi yang mempertahankan infimum dan supremum.) Dalam kategori ini, morfisme bijektif merupakan isomorfisme.

Contoh 2.1.21.

Suatu homeomorfisme adalah bijeksi kontinu ff antara ruang-ruang topologis yang inversnya f1f^{-1} juga kontinu. Homeomorfisme merupakan isomorfisme dalam kategori 𝑻𝑶𝑷\mathbf{TOP}. Dalam kategori ini, tidak setiap bijeksi kontinu merupakan homeomorfisme.

Contoh 2.1.22.

Jika, dalam kategori 𝑪\mathbf{C} pada Contoh 2.1.15, monoid GG merupakan suatu grup, maka setiap morfisme dalam 𝑪\mathbf{C} merupakan suatu isomorfisme.

Funktor

Definisi 2.2.1.

Jika 𝑨\mathbf{A} dan 𝑩\mathbf{B} merupakan kategori, suatu funktor kovarian FF dari 𝑨\mathbf{A} ke 𝑩\mathbf{B} (ditulis 𝑨F𝑩{\mathbf{A}}\to^F{\mathbf{B}}) adalah sepasang pemetaan: suatu pemetaan objek FF yang mengaitkan setiap objek SS dalam 𝑨\mathbf{A} dengan suatu objek F(S)F(S) dalam 𝑩\mathbf{B}, dan suatu pemetaan morfisme (yang juga dinotasikan dengan FF) yang mengaitkan setiap morfisme f𝔐𝔬𝔯(S,T)f \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,T) dalam 𝑨\mathbf{A} dengan suatu morfisme F(f)𝔐𝔬𝔯(F(S),F(T))F(f) \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(F(S),F(T)) dalam 𝑩\mathbf{B}, sedemikian rupa sehingga

  1. F(gf)=F(g)F(f)F(g \circ f) = F(g) \circ F(f) apabila gfg \circ f terdefinisi dalam 𝑨\mathbf{A}; dan

  2. F(idS)=idF(S)F(\operatorname{id}_{S}) = \operatorname{id}_{F(S)} untuk setiap objek SS dalam 𝑨\mathbf{A}.

Definisi suatu funktor kontravarian 𝑨F𝑩{\mathbf{A}}\to^F{\mathbf{B}} berbeda dari definisi sebelumnya hanya dalam dua hal. Pertama, pemetaan morfismenya mengaitkan setiap morfisme f𝔐𝔬𝔯(S,T)f \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(S,T) dalam 𝑨\mathbf{A} dengan suatu morfisme F(f)𝔐𝔬𝔯(F(T),F(S))F(f) \in \operatorname{\mathfrak{Mor}}(F(T),F(S)) dalam 𝑩\mathbf{B}. Kedua, syarat (a) di atas diganti dengan

  1. F(gf)=F(f)F(g)F(g \circ f) = F(f) \circ F(g) apabila gfg \circ f terdefinisi dalam 𝑨\mathbf{A}.

Contoh 2.2.2.

Suatu funktor pelupa adalah funktor yang memetakan objek dan morfisme dari suatu kategori 𝑪\mathbf{C} ke kategori 𝑪\mathbf{C}' yang memiliki struktur atau sifat lebih sedikit. Sebagai contoh, jika VV suatu ruang vektor, funktor FF yang “melupakan” operasi perkalian skalar pada ruang vektor akan memetakan VV ke kategori grup Abelian. (Grup Abelian F(V)F(V) akan memiliki himpunan elemen yang sama dengan ruang vektor VV dan operasi penjumlahan yang sama, tetapi tidak memiliki perkalian skalar.) Suatu pemetaan linear T:VWT\colon V \rightarrow W antara ruang-ruang vektor akan dibawa oleh funktor FF menjadi homomorfisme grup F(T)F(T) antara grup-grup Abelian F(V)F(V) dan F(W)F(W).

Funktor pelupa juga dapat “melupakan” sifat. Jika GG suatu objek dalam kategori grup Abelian, funktor yang “melupakan” komutativitas grup Abelian akan membawa GG ke kategori grup.

Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa semua kategori yang kita minati dalam catatan ini merupakan kategori konkret (kategori yang objek-objeknya berupa himpunan dengan struktur tambahan dan morfisme-morfismenya berupa pemetaan yang, dalam pengertian tertentu, mempertahankan struktur tambahan tersebut). Kita akan beberapa kali menggunakan jenis khusus funktor pelupa—funktor yang melupakan seluruh struktur objek kecuali himpunan dasarnya dan yang melupakan segala sifat morfisme yang mempertahankan struktur. Jika AA suatu objek dalam suatu kategori konkret 𝑪\mathbf{C}, kita menotasikan himpunan dasarnya dengan |A|\lvert A\rvert. Jika AfBA~\to^f~B suatu morfisme dalam 𝑪\mathbf{C}, kita menotasikan dengan |f|\lvert f\rvert pemetaan dari |A|\lvert A\rvert ke |B|\lvert B\rvert yang dipandang sekadar sebagai fungsi antara himpunan. Mudah dilihat bahwa ||\lvert\mathord{\cdot}\rvert , yang membawa objek dalam 𝑪\mathbf{C} ke objek dalam 𝑺𝑬𝑻\mathbf{SET} (kategori himpunan dan pemetaan) serta morfisme dalam 𝑪\mathbf{C} ke morfisme dalam 𝑺𝑬𝑻\mathbf{SET}, merupakan suatu funktor kovarian.

Dalam kategori 𝑽𝑬𝑪\mathbf{VEC} yang terdiri atas ruang vektor dan pemetaan linear, misalnya, ||\lvert\mathord{\cdot}\rvert membuat ruang vektor VV “melupakan” penjumlahan maupun perkalian skalarnya (|V|\lvert V\rvert hanyalah suatu himpunan). Jika T:VWT\colon V \rightarrow W suatu transformasi linear, maka |T|:|V||W|\lvert T\rvert\colon \lvert V\rvert \rightarrow\lvert W\rvert hanyalah pemetaan antara himpunan—pemetaan itu telah “melupakan” sifat mempertahankan operasi.

Definisi 2.2.3.

Suatu himpunan terurut parsial disebut lengkap secara urutan jika setiap subhimpunan tak kosong memiliki supremum (yakni, batas atas terkecil) dan infimum (batas bawah terbesar).

Definisi 2.2.4.

Misalkan SS suatu himpunan. Maka himpunan kuasa dari SS, yang dinotasikan dengan 𝔓(S)\mathfrak{P}(S), adalah keluarga semua subhimpunan SS.

Contoh 2.2.5.

Misalkan SS suatu himpunan tak kosong.

  1. Himpunan kuasa 𝔓(S)\mathfrak{P}(S) dari SS yang diurutkan secara parsial oleh \subseteq bersifat lengkap secara urutan.

  2. Kelas himpunan terurut parsial yang lengkap secara urutan beserta pemetaan pelestari urutan merupakan suatu kategori.

  3. Untuk setiap fungsi ff antara himpunan, misalkan 𝔓(f)=f\mathfrak{P}(f) = f^{\rightarrow}. Maka 𝔓\mathfrak{P} merupakan funktor kovarian dari kategori himpunan dan fungsi ke kategori himpunan terurut parsial yang lengkap secara urutan beserta pemetaan pelestari urutan.

  4. Untuk setiap fungsi ff antara himpunan, misalkan 𝔓(f)=f\mathfrak{P}(f) = f^{\gets}. Maka 𝔓\mathfrak{P} merupakan funktor kontravarian dari kategori himpunan dan fungsi ke kategori himpunan terurut parsial yang lengkap secara urutan beserta pemetaan pelestari urutan.

Definisi 2.2.6.

Misalkan T:VWT\colon V \rightarrow W suatu pemetaan linear antara ruang-ruang vektor. Untuk setiap gW#g \in W^{\#}, misalkan T#(g)=gTT^{\#}(g) = g\,T. Perhatikan bahwa T#(g)V#T^{\#}(g) \in V^{\#}. Pemetaan T#T^{\#} dari ruang vektor W#W^{\#} ke ruang vektor V#V^{\#} disebut pemetaan adjoin (ruang vektor) dari TT.

Contoh 2.2.7.

Pasangan pemetaan VV#V \mapsto V^{\#} (yang membawa suatu ruang vektor ke dual aljabarnya) dan TT#T \mapsto T^{\#} (yang membawa suatu pemetaan linear ke dualnya) merupakan funktor kontravarian dari kategori 𝑽𝑬𝑪\mathbf{VEC} yang terdiri atas ruang vektor dan pemetaan linear ke kategori itu sendiri.

Contoh 2.2.8.

Jika 𝑪\mathbf{C} suatu kategori, definisikan 𝑪𝟐\mathbf{C^2} sebagai kategori yang objek-objeknya merupakan pasangan terurut objek dalam 𝑪\mathbf{C} dan morfisme-morfismenya merupakan pasangan terurut morfisme dalam 𝑪\mathbf{C}. Jadi, jika AfCA \to^f C dan BgDB \to^g D merupakan morfisme dalam 𝑪\mathbf{C}, maka (A,B)(f,g)(C,D)(A,B) \to^{(f,g)} (C,D) (dengan (f,g)(a,b)=(f(a),g(b))(f,g)(a,b) = \bigl(f(a),g(b)\bigr) untuk semua aAa \in A dan bBb \in B apabila kategori tersebut konkret) merupakan morfisme dalam 𝑪𝟐\mathbf{C^2}. Komposisi morfisme didefinisikan dengan cara yang wajar: (f,g)(h,j)=(fh,gj)(f,g) \circ (h,j) = (f \circ h, g \circ j). Kita mendefinisikan funktor diagonal 𝑪𝖣𝑪𝟐\mathbf{C} \to^{\mathsf{D}} \mathbf{C^2} dengan 𝖣(A):=(A,A)\mathsf{D}(A) := (A,A) dan 𝖣(f):=(f,f)\mathsf{D}(f) := (f,f). Ini merupakan funktor kovarian.

Contoh 2.2.9.

Misalkan XX dan YY ruang-ruang topologis dan ϕ:XY\phi\colon X \rightarrow Y kontinu. Definisikan 𝒞ϕ\mathcal{C} \phi pada 𝒞(Y)\mathcal{C}(Y) dengan 𝒞ϕ(g)=gϕ\mathcal{C} \phi(g) = g \circ \phi untuk semua g𝒞(Y)g \in \mathcal{C}(Y). Maka pasangan pemetaan X𝒞(X)X \mapsto \mathcal{C}(X) dan ϕ𝒞ϕ\phi \mapsto \mathcal{C} \phi merupakan funktor kontravarian dari kategori 𝑻𝑶𝑷\mathbf{TOP} yang terdiri atas ruang topologis dan pemetaan kontinu ke kategori aljabar beridentitas dan homomorfisme aljabar beridentitas.