Bab 11 · Teorema Gelfand–Naimark

Seperti pada Bab 8, dalam bab ini—dan untuk sisa catatan ini—kita mengasumsikan bahwa medan skalar kita adalah medan \mathbb{C} bilangan kompleks.

Ideal-Ideal Maksimal dalam 𝒞(X)\mathcal{C}(X)

Proposisi 11.1.1.

Jika JJ adalah ideal sejati dalam suatu aljabar Banach beridentitas, maka tutupannya juga merupakan ideal sejati.

Akibat 11.1.2.

Setiap ideal maksimal dalam aljabar Banach beridentitas bersifat tertutup.

Contoh 11.1.3.

Untuk setiap subhimpunan CC dari ruang topologis XX, himpunan JC:={f𝒞(X):f(C)={0}}J_C := \bigl\{f \in \mathcal{C}(X)\colon f^{\rightarrow}(C) = \{0\}\,\bigr\} merupakan ideal dalam 𝒞(X)\mathcal{C}(X). Lebih lanjut, JCJDJ_C \supseteq J_D apabila CDXC~\subseteq~D~\subseteq~X. (Selanjutnya kita akan menulis JxJ_x untuk ideal J{x}J_{\{x\}}.)

Proposisi 11.1.4.

Misalkan XX ruang topologis kompak dan II ideal sejati dalam 𝒞(X)\mathcal{C}(X). Maka terdapat xXx \in X sedemikian sehingga IJxI \subseteq J_x.

Proposisi 11.1.5.

Misalkan xx dan yy titik-titik dalam ruang Hausdorff kompak. Jika JxJyJ_x \subseteq J_y, maka x=yx = y.

Proposisi 11.1.6.

Misalkan XX ruang Hausdorff kompak. Subhimpunan II dari 𝒞(X)\mathcal{C}(X) merupakan ideal maksimal dalam 𝒞(X)\mathcal{C}(X) jika dan hanya jika I=JxI = J_x untuk suatu xXx~\in~X.

Akibat 11.1.7.

Jika XX ruang Hausdorff kompak, maka pemetaan xJxx \mapsto J_x dari XX ke Max𝒞(X)\mathop{\mathrm{Max}}\,\mathcal{C}(X) adalah bijektif.

Kekompakan merupakan unsur penting dalam proposisi 11.1.6.

Contoh 11.1.8.

Dalam aljabar Banach 𝒞b((0,1))\mathcal{C}_b\bigl(\,(0,1)\,\bigr) yang terdiri atas fungsi kontinu terbatas pada interval (0,1)(0,1) terdapat ideal maksimal II sedemikian sehingga untuk tidak ada titik x(0,1)x \in (0,1) berlaku I=JxI = J_x. Misalkan II ideal maksimal yang memuat ideal SS dari semua fungsi ff dalam 𝒞b((0,1))\mathcal{C}_b\bigl(\,(0,1)\,\bigr) yang untuknya terdapat lingkungan UfU_f dari 00 dalam \mathbb{R} sedemikian sehingga f(x)=0f(x) = 0 untuk semua xUf(0,1)x \in U_f \cap (0,1).

Ruang Karakter

Definisi 11.2.1.

Suatu karakter (atau fungsional linear multiplikatif tak nol) pada aljabar AA adalah homomorfisme tak nol dari AA ke dalam \mathbb{C}. Himpunan semua karakter pada AA dinotasikan dengan ΔA\Delta A.

Proposisi 11.2.2.

Misalkan AA aljabar beridentitas dan ϕΔA\phi \in \Delta A. Maka

  1. ϕ(𝟏)=1\phi(\mathbf{1}) = 1;

  2. jika ainvAa \in \mathop{\mathrm{inv}}A, maka ϕ(a)0\phi(a) \ne 0;

  3. jika aa nilpoten (yaitu, jika an=0a^n = 0 untuk suatu nn \in \mathbb{N}), maka ϕ(a)=0\phi(a) = 0;

  4. jika aa adalah idempoten (yaitu, jika a2=aa^2 = a), maka ϕ(a)\phi(a) adalah 00 atau 11; dan

  5. ϕ(a)σ(a)\phi(a) \in \sigma(a) untuk setiap aAa \in A.

Kita catat sambil lalu bahwa bagian (e) dari proposisi sebelumnya tidak memberi kita cara mudah untuk menunjukkan bahwa spektrum σ(a)\sigma(a) dari suatu elemen aljabar tidak kosong. Hal ini bergantung pada pengetahuan bahwa Δ(A)\Delta(A) tidak kosong.

Contoh 11.2.3.

Pemetaan identitas adalah satu-satunya karakter pada aljabar \mathbb{C}.

Contoh 11.2.4.

Misalkan AA adalah aljabar matriks berukuran 2×22 \times 2, a=[aij]a = \bigl[a_{ij}\bigr], sedemikian sehingga a12=0a_{12} = 0. Aljabar ini memiliki tepat dua karakter, yaitu ϕ(a)=a11\phi(a) = a_{11} dan ψ(a)=a22\psi(a) = a_{22}.

Bukti.

Petunjuk pembuktian. Tuliskan [a0bc]\begin{bmatrix} a & 0 \\ b & c \end{bmatrix} sebagai kombinasi linear dari matriks-matriks u=[1001]u = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 1 \end{bmatrix}, v=[0010]v = \begin{bmatrix} 0 & 0 \\ 1 & 0 \end{bmatrix}, dan . Gunakan proposisi 11.2.2. ◻

Contoh 11.2.5.

Aljabar semua matriks 2×22 \times 2 dengan entri bilangan kompleks tidak memiliki karakter.

Proposisi 11.2.6.

Misalkan AA aljabar beridentitas dan ϕ\phi fungsional linear pada AA. Maka ϕΔA\phi \in \Delta A jika dan hanya jika kerϕ\ker\phi tertutup terhadap perkalian dan ϕ(𝟏)=1\phi(\mathbf{1}) = 1.

Bukti.

Petunjuk pembuktian. Untuk arah sebaliknya, terapkan ϕ\phi pada hasil kali aϕ(a)𝟏a - \phi(a)\mathbf{1} dan bϕ(b)𝟏b - \phi(b)\mathbf{1} untuk aa, bAb \in A. ◻

Proposisi 11.2.7.

Setiap fungsional linear multiplikatif pada aljabar Banach beridentitas AA kontinu. Bahkan, jika ϕΔ(A)\phi \in \Delta(A), maka ϕ\phi merupakan kontraksi dan ϕ=1\lVert\phi \rVert= 1.

Contoh 11.2.8.

Misalkan XX ruang topologis dan xXx \in X. Kita mendefinisikan fungsional evaluasi di xx, yang dinotasikan dengan EXxE_{{}_{\scriptstyle{X}}}x, melalui EXx:𝒞(X):ff(x).E_{{}_{\scriptstyle{X}}}x\colon \mathcal{C}(X) \rightarrow\mathbb{C}\colon f \mapsto f(x)\,. Fungsional ini merupakan karakter pada 𝒞(X)\mathcal{C}(X) dan kernelnya adalah JxJ_x. Jika hanya ada satu ruang topologis yang sedang dibahas, kita sederhanakan notasi EXxE_{{}_{\scriptstyle{X}}}x menjadi ExE_x. Jadi, khususnya, untuk f𝒞(X)f \in \mathcal{C}(X) kita sering menulis Ex(f)E_x(f) alih-alih EXx(f)E_{{}_{\scriptstyle{X}}}x(f) yang lebih panjang.

Definisi 11.2.9.

Dalam proposisi 11.2.7 kita menemukan bahwa setiap karakter pada aljabar Banach beridentitas AA berada pada bola satuan dual A*A^*. Karena itu kita dapat memberikan himpunan himpunan ΔA\Delta A karakter pada AA dengan topologi-w*w^* relatif yang diwarisinya dari A*A^*. Topologi ini disebut topologi Gelfand pada ΔA\Delta A, dan ruang topologis yang dihasilkan disebut ruang karakter (atau ruang pembawa, atau ruang struktur, atau ruang ideal maksimal, atau spektrum) dari AA.

Proposisi 11.2.10.

Ruang karakter dari aljabar Banach beridentitas merupakan ruang Hausdorff kompak.

Contoh 11.2.11.

Misalkan l1()l_1(\mathbb{Z}) adalah keluarga semua barisan bilateral (,a2,a1,a0,a1,a2,)(\dots,a_{-2},a_{-1},a_0,a_1,a_2,\dots) yang terjumlahkan mutlak; yaitu, yang memenuhi k=|ak|<\sum_{k=-\infty}^{\infty} \lvert a_k\rvert < \infty. Ini merupakan ruang Banach di bawah operasi penjumlahan dan perkalian skalar titik demi titik, dengan norma a=k=|ak|.\lVert a\rVert = \sum_{k=-\infty}^{\infty} \lvert a_k\rvert\,. Untuk aa, bl1()b \in l_1(\mathbb{Z}) definisikan a*ba \ast b sebagai barisan yang entri ke-nn-nya diberikan oleh (a*b)n=k=ankbk.(a \ast b)_n = \sum_{k=-\infty}^{\infty} a_{n-k}\,b_k\,. Operasi *\ast disebut konvolusi. (Untuk melihat asal definisi ini, cobalah mengalikan deret pangkat akzk\sum_{-\infty}^{\infty}a_kz^k dan bkzk\sum_{-\infty}^{\infty}b_kz^k.) Dengan operasi tambahan ini l1()l_1(\mathbb{Z}) menjadi aljabar Banach komutatif beridentitas.

Ruang ideal maksimal dari aljabar Banach ini adalah (homeomorfik dengan) lingkaran satuan 𝕋\mathbb{T}.

Bukti.

Petunjuk pembuktian. Untuk setiap z𝕋z \in \mathbb{T} definisikan ψz:l1():ak=akzk.\psi_z\colon l_1(\mathbb{Z}) \rightarrow\mathbb{C}\colon a \mapsto \sum_{k=-\infty}^\infty a_kz^k\,. Tunjukkan bahwa ψzΔl1()\psi_z \in \Delta l_1(\mathbb{Z}). Kemudian tunjukkan bahwa pemetaan ψ:𝕋Δl1():zψz\psi\colon \mathbb{T}\rightarrow\Delta l_1(\mathbb{Z})\colon z \mapsto \psi_z adalah suatu homeomorfisme. ◻

Proposisi 11.2.12.

Jika ϕΔA\phi \in \Delta A dengan AA aljabar beridentitas, maka kerϕ\ker\phi merupakan ideal maksimal dalam AA.

Bukti.

Petunjuk pembuktian. Untuk menunjukkan kemaksimalan, misalkan II ideal dalam AA yang memuat kerϕ\ker\phi secara sejati. Pilih zI\kerϕz \in I \setminus \ker\phi. Pertimbangkan elemen x(ϕ(x)/ϕ(z))zx - \bigl(\phi(x)/\phi(z)\bigr)\,z, dengan xx elemen sebarang dari AA. ◻

Proposisi 11.2.13.

Suatu karakter pada aljabar beridentitas ditentukan sepenuhnya oleh kernelnya.

Bukti.

Petunjuk pembuktian. Misalkan aa elemen aljabar dan ϕ\phi suatu karakter. Untuk berapa banyak bilangan kompleks λ\lambda dapat a2λaa^2 - \lambda a menjadi anggota kernel ϕ\phi? ◻

Akibat 11.2.14.

Jika AA aljabar beridentitas, maka pemetaan ϕkerϕ\phi \mapsto \ker\phi dari ΔA\Delta A ke MaxA\mathop{\mathrm{Max}}A injektif.

Proposisi 11.2.15.

Misalkan II ideal maksimal dalam aljabar Banach komutatif beridentitas AA. Maka terdapat karakter pada AA yang kernelnya adalah II.

Bukti.

Petunjuk pembuktian. Gunakan korolari 8.1.43. Mengapa kita dapat memandang pemetaan hasil bagi sebagai suatu karakter? ◻

Akibat 11.2.16.

Jika AA aljabar Banach komutatif beridentitas, maka pemetaan ϕkerϕ\phi \mapsto \ker\phi merupakan bijeksi dari ΔA\Delta A ke MaxA\mathop{\mathrm{Max}}A.

Definisi 11.2.17.

Misalkan AA aljabar Banach komutatif beridentitas. Berdasarkan korolari sebelumnya, kita dapat memberikan MaxA\mathop{\mathrm{Max}}A suatu topologi yang membuatnya homeomorfik dengan ruang karakter ΔA\Delta A. Inilah ruang ideal maksimal dari AA. Karena ΔA\Delta A dan MaxA\mathop{\mathrm{Max}}A homeomorfik, lazim untuk mengidentifikasi keduanya, sehingga ΔA\Delta A sering disebut ruang ideal maksimal dari AA.

Definisi 11.2.18.

Misalkan XX ruang Hausdorff kompak dan xXx \in X. Ingat bahwa dalam contoh 11.2.8 kita mendefinisikan EXxE_{{}_{\scriptstyle{X}}}x, yaitu fungsional evaluasi di xx, melalui EXx(f):=f(x)E_{{}_{\scriptstyle{X}}}x(f) := f(x) untuk setiap f𝒞(X)f \in \mathcal{C}(X). Pemetaan EX:XΔ𝒞(X):xEXxE_{{}_{\scriptstyle{X}}} \colon X \rightarrow\Delta\mathcal{C}(X)\colon x \mapsto E_{{}_{\scriptstyle{X}}}x adalah pemetaan evaluasi pada XX. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ketika hanya satu ruang topologis yang sedang dipertimbangkan, biasanya kita menyingkat EXE_{{}_{\scriptstyle{X}}} menjadi EE dan EXxE_{{}_{\scriptstyle{X}}}x menjadi ExE_x.

Notasi 11.2.19.

Untuk menyatakan bahwa dua ruang topologis XX dan YY homeomorfik, kita menulis XYX \approx Y.

Proposisi 11.2.20.

Misalkan XX ruang Hausdorff kompak. Maka pemetaan evaluasi pada XX EX:XΔ𝒞(X):xEXxE_{{}_{\scriptstyle{X}}} \colon X \rightarrow\Delta\mathcal{C}(X) \colon x \mapsto E_{{}_{\scriptstyle{X}}}x merupakan homeomorfisme. Jadi kita memiliki XΔ𝒞(X)Max𝒞(X).X \approx \Delta\mathcal{C}(X) \approx \mathop{\mathrm{Max}}\mathcal{C}(X)\,. Lebih dari itu: bukan hanya setiap EXE_{{}_{\scriptstyle{X}}} merupakan homeomorfisme antara ruang Hausdorff kompak, melainkan EE sendiri merupakan suatu ekuivalensi natural antara funktor—funktor identitas dan funktor Δ𝒞\Delta\mathcal{C}.

Identifikasi antara ruang Hausdorff kompak XX dan ruang karakternya serta ruang ideal maksimalnya begitu kuat sehingga banyak orang membicarakannya seolah-olah ketiganya benar-benar sama. Sangat lazim untuk mendengar, misalnya, bahwa “ideal maksimal dalam 𝒞(X)\mathcal{C}(X) hanyalah titik-titik di XX”. Walaupun secara harfiah tidak benar, ungkapan itu memang terdengar sedikit kurang mengintimidasi daripada “ideal maksimal dari 𝒞(X)\mathcal{C}(X) adalah kernel fungsional evaluasi pada titik-titik XX”.

Proposisi 11.2.21.

Misalkan XX dan YY ruang Hausdorff kompak dan F:XYF \colon X \rightarrow Y kontinu. Ingat bahwa dalam contoh 2.2.9 kita mendefinisikan 𝒞(F)\mathcal{C}(F) pada 𝒞(Y)\mathcal{C}(Y) melalui 𝒞(F)(g)=gF\mathcal{C}(F)(g) = g \circ F untuk semua g𝒞(Y)g \in \mathcal{C}(Y). Maka

  1. 𝒞(F)\mathcal{C}(F) memetakan 𝒞(Y)\mathcal{C}(Y) ke dalam 𝒞(X)\mathcal{C}(X).

  2. Pemetaan 𝒞(F)\mathcal{C}(F) merupakan homomorfisme aljabar Banach beridentitas yang kontraktif.

  3. 𝒞(F)\mathcal{C}(F) injektif jika dan hanya jika FF surjektif.

  4. 𝒞(F)\mathcal{C}(F) surjektif jika dan hanya jika FF injektif.

  5. Jika XX homeomorfik dengan YY, maka 𝒞(X)\mathcal{C}(X) isomorfik secara isometrik dengan 𝒞(Y)\mathcal{C}(Y).

Proposisi 11.2.22.

Misalkan AA dan BB aljabar Banach komutatif beridentitas dan T:ABT\colon A \rightarrow B homomorfisme aljabar beridentitas. Definisikan ΔT\Delta T pada ΔB\Delta B melalui ΔT(ψ)=ψT\Delta T(\psi) = \psi \circ T untuk semua ψΔB\psi \in \Delta B. Maka

  1. ΔT\Delta T memetakan ΔB\Delta B ke dalam ΔA\Delta A.

  2. Pemetaan ΔT:ΔBΔA\Delta T\colon \Delta B \rightarrow\Delta A kontinu.

  3. Jika TT surjektif, maka ΔT\Delta T injektif.

  4. Jika TT merupakan suatu isomorfisme (aljabar), maka ΔT\Delta T merupakan homeomorfisme.

  5. Jika AA dan BB isomorfik (secara aljabar), maka ΔA\Delta A dan ΔB\Delta B homeomorfik.

Akibat 11.2.23.

Misalkan XX dan YY ruang Hausdorff kompak. Jika 𝒞(X)\mathcal{C}(X) dan 𝒞(Y)\mathcal{C}(Y) isomorfik secara aljabar, maka XX dan YY homeomorfik.

Akibat 11.2.24.

Dua ruang Hausdorff kompak homeomorfik jika dan hanya jika aljabar fungsi kontinu bernilai kompleksnya isomorfik (secara aljabar).

Korolari 11.2.24 menimbulkan sekumpulan masalah yang sangat menarik. Korolari itu menyarankan bahwa untuk setiap sifat topologis ruang Hausdorff kompak XX seharusnya ada sifat aljabar yang bersesuaian dari aljabar 𝒞(X)\mathcal{C}(X), dan sebaliknya. Namun, korolari tersebut tidak memberikan resep yang dapat digunakan untuk menemukan korespondensi ini. Salah satu contoh yang sangat sederhana dari hasil semacam ini diberikan di bawah sebagai proposisi 11.2.26. Untuk pembahasan yang indah mengenai pertanyaan ini, lihat monograf Semadeni [48], khususnya tabel pada halaman 132–133.

Akibat 11.2.25.

Misalkan XX dan YY ruang Hausdorff kompak. Jika 𝒞(X)\mathcal{C}(X) dan 𝒞(Y)\mathcal{C}(Y) isomorfik secara aljabar, maka keduanya isomorfik secara isometrik.

Proposisi 11.2.26.

Ruang topologis XX terhubung jika dan hanya jika aljabar 𝒞(X)\mathcal{C}(X) tidak memuat idempoten nontrivial.

(Idempoten trivial suatu aljabar adalah 𝟎\mathbf{0} dan 𝟏\mathbf{1}.)

Transformasi Gelfand

Definisi 11.3.1.

Misalkan AA aljabar Banach komutatif dan aAa\in A. Definisikan ΓAa:ΔA:ϕϕ(a)\Gamma_{{}_{\scriptstyle{A}}} a\colon \Delta A \rightarrow\mathbb{C}\colon \phi \mapsto \phi(a) untuk setiap ϕΔ(A)\phi \in \Delta(A). (Notasi alternatif: jika tidak menimbulkan kebingungan, kita sering menulis Γa\Gamma a atau â\widehat{a} untuk ΓAa\Gamma_{{}_{\scriptstyle{A}}} a.) Pemetaan ΓA\Gamma_{{}_{\scriptstyle{A}}} adalah transformasi Gelfand pada AA.

Karena ΔAA*\Delta A \subseteq A^*, jelas bahwa ΓAa\Gamma_{{}_{\scriptstyle{A}}} a hanyalah restriksi a**a^{**} pada ruang karakter AA. Lebih lanjut, topologi Gelfand pada ΔA\Delta A adalah topologi-w*w^* relatif, yaitu topologi terlemah yang membuat a**a^{**} kontinu pada ΔA\Delta A untuk setiap aAa \in A, sehingga ΓAa\Gamma_{{}_{\scriptstyle{A}}} a merupakan fungsi kontinu pada ΔA\Delta A. Jadi ΓA:A𝒞(ΔA)\Gamma_{{}_{\scriptstyle{A}}} \colon A \rightarrow\mathcal{C}(\Delta A).

Sebagai ringkasan dan demi kemudahan, elemen ΓAa=Γa=â\Gamma_{{}_{\scriptstyle{A}}} a = \Gamma a = \widehat{a} biasanya cukup disebut transformasi Gelfand dari aa—karena frasa transformasi Gelfand pada AA yang dievaluasi pada aa terasa janggal.

Definisi 11.3.2.

Kita mengatakan bahwa suatu keluarga fungsi \mathcal{F} pada himpunan SS memisahkan titik-titik pada SS (atau merupakan keluarga fungsi pemisah pada SS) jika untuk setiap pasangan elemen berbeda xx dan yy dari SS terdapat ff \in \mathcal{F} sedemikian sehingga f(x)f(y)f(x) \ne f(y).

Proposisi 11.3.3.

Misalkan XX ruang topologis kompak. Maka 𝒞(X)\mathcal{C}(X) memisahkan titik-titik jika dan hanya jika XX Hausdorff.

Proposisi 11.3.4.

Jika AA aljabar Banach komutatif, maka ΓA:A𝒞(ΔA)\Gamma_{{}_{\scriptstyle{A}}} \colon A \rightarrow\mathcal{C}(\Delta A) merupakan homomorfisme aljabar yang kontraktif dan jangkauan ΓA\Gamma_{{}_{\scriptstyle{A}}} merupakan subaljabar pemisah dari 𝒞(ΔA)\mathcal{C}(\Delta A). Jika, sebagai tambahan, AA beridentitas, maka Γ\Gamma bernorma satu, jangkauannya merupakan subaljabar beridentitas dari 𝒞(ΔA)\mathcal{C}(\Delta A), dan pemetaan itu merupakan homomorfisme beridentitas.

Proposisi 11.3.5.

Misalkan aa elemen aljabar Banach komutatif beridentitas AA. Maka aa invertibel dalam AA jika dan hanya jika â\hat a invertibel dalam 𝒞(ΔA)\mathcal{C}(\Delta A).

Proposisi 11.3.6.

Misalkan AA aljabar Banach komutatif beridentitas dan aa suatu elemen dari AA. Maka ranâ=σ(a)\mathop{\mathrm{ran}}\hat a = \sigma(a) dan âu=ρ(a)\lVert\hat a\rVert_u~=~\rho(a).

Definisi 11.3.7.

Suatu elemen aa dari aljabar Banach disebut kuasinilpoten jika limnan1/n=0\lim\limits_{n \rightarrow\infty}\lVert a^n\rVert^{1/n} = 0.

Proposisi 11.3.8.

Misalkan aa elemen aljabar Banach komutatif beridentitas AA. Maka pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen:

  1. aa kuasinilpoten;

  2. ρ(a)=0\rho(a) = 0;

  3. σ(a)={0}\sigma(a) = \{0\};

  4. Γa=0\Gamma a = 0;

  5. ϕ(a)=0\phi(a) = 0 untuk setiap ϕΔA\phi \in \Delta A;

  6. aMaxAa \in \bigcap\mathop{\mathrm{Max}}A.

Definisi 11.3.9.

Suatu aljabar Banach disebut semisederhana jika tidak memiliki elemen kuasinilpoten tak nol.

Proposisi 11.3.10.

Misalkan AA aljabar Banach komutatif beridentitas. Pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen:

  1. AA semisederhana;

  2. jika ρ(a)=0\rho(a) = 0, maka a=0a = 0;

  3. jika σ(a)={0}\sigma(a) = \{0\}, maka a=0a = 0;

  4. transformasi Gelfand ΓA\Gamma_{{}_{\scriptstyle{A}}} merupakan monomorfisme (yaitu, homomorfisme injektif);

  5. jika ϕ(a)=0\phi(a) = 0 untuk setiap ϕΔA\phi \in \Delta A, maka a=0a = 0;

  6. MaxA={0}\bigcap\mathop{\mathrm{Max}}A = \{0\}.

Proposisi 11.3.11.

Misalkan AA aljabar Banach komutatif beridentitas. Maka pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen:

  1. a2=a2\|a^2\| = \|a\|^2 untuk semua aAa \in A;

  2. ρ(a)=a\rho(a) = \|a\| untuk semua aAa \in A; dan

  3. transformasi Gelfand merupakan isometri; yaitu, âu=a\lVert\widehat{a}\rVert_u = \|a\| untuk semua aAa \in A.

Contoh 11.3.12.

Transformasi Gelfand pada l1()l_1(\mathbb{Z}) bukan isometri.

Ingat dari proposisi 11.2.20 bahwa ketika XX ruang Hausdorff kompak, pemetaan evaluasi EXE_X mengidentifikasi ruang XX dengan ruang ideal maksimal aljabar Banach 𝒞(X)\mathcal{C}(X). Jadi menurut proposisi 11.2.21, pemetaan 𝒞EX\mathcal{C}E_X mengidentifikasi aljabar 𝒞(Δ(𝒞(X)))\mathcal{C}(\Delta(\mathcal{C}(X))) fungsi kontinu pada ruang ideal maksimal ini dengan aljabar 𝒞(X)\mathcal{C}(X) itu sendiri. Ternyata transformasi Gelfand pada aljabar 𝒞(X)\mathcal{C}(X) hanyalah invers dari pemetaan identifikasi ini.

Contoh 11.3.13.

Misalkan XX ruang Hausdorff kompak. Maka transformasi Gelfand pada aljabar Banach 𝒞(X)\mathcal{C}(X) merupakan isomorfisme isometrik. Bahkan, pada 𝒞(X)\mathcal{C}(X) transformasi Gelfand adalah (𝒞EX)1(\mathcal{C}E_X)^{-1}.

Contoh 11.3.14.

Ruang ideal maksimal aljabar Banach L1()L_1(\mathbb{R}) adalah \mathbb{R} sendiri dan transformasi Gelfand pada L1()L_1(\mathbb{R}) adalah transformasi Fourier.

Bukti.

Proof. Lihat [2], halaman 169–171.  ◻

Fungsi teitt \mapsto e^{it} merupakan bijeksi dari interval [π,π)[-\pi,\pi) ke lingkaran satuan 𝕋\mathbb{T} pada bidang kompleks. Salah satu akibatnya adalah kita tidak perlu membedakan antara

  1. fungsi 2π2\pi-periodik pada \mathbb{R},

  2. semua fungsi pada [π,π)[-\pi,\pi),

  3. fungsi ff pada [π,π][-\pi,\pi] sedemikian sehingga f(π)=f(π)f(-\pi) = f(\pi), dan

  4. fungsi pada 𝕋\mathbb{T}.

Dalam kelanjutan, kita akan sering mengidentifikasi kelas-kelas fungsi ini tanpa penjelasan lebih lanjut.

Identifikasi lain yang berguna adalah antara lingkaran satuan 𝕋\mathbb{T} dalam \mathbb{C} dan ruang ideal maksimal aljabar l1()l_1(\mathbb{Z}). Homeomorfisme ψ\psi antara dua ruang Hausdorff kompak ini didefinisikan dalam contoh 11.2.11. Dalam bekerja dengan transformasi Gelfand Γa\Gamma_a dari elemen al1()a \in l_1(\mathbb{Z}), sering secara teknis lebih mudah memperlakukannya sebagai fungsi, sebut saja GaG_a, yang daerah asalnya adalah 𝕋\mathbb{T}, seperti ditunjukkan oleh diagram berikut.

Diagram segitiga yang mengidentifikasi transformasi Gelfand dengan fungsi pada lingkaran satuan. Homeomorfisme psi membawa lingkaran satuan T ke ruang ideal maksimal Delta l satu dari Z; fungsi G sub-a membawa T ke bilangan kompleks; transformasi Gelfand Gamma sub-a membawa Delta l satu dari Z ke bilangan kompleks. Segitiga komutatif: G sub-a sama dengan Gamma sub-a setelah psi.

Diagram segitiga yang mengidentifikasi transformasi Gelfand dengan fungsi pada lingkaran satuan. Homeomorfisme psi membawa lingkaran satuan T ke ruang ideal maksimal Delta l satu dari Z; fungsi G sub-a membawa T ke bilangan kompleks; transformasi Gelfand Gamma sub-a membawa Delta l satu dari Z ke bilangan kompleks. Segitiga komutatif: G sub-a sama dengan Gamma sub-a setelah psi.

Diagram sumber: John M. Erdman, CC BY-SA 4.0. Deskripsi aksesibilitas ditambahkan oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra; perubahan ini tidak menyiratkan dukungan.

Jadi untuk al1()a \in l_1(\mathbb{Z}) dan z𝕋z \in \mathbb{T} berlaku Ga(z)=Γa(ψz)=ψz(a)=k=akzk.G_a(z) = \Gamma_a(\psi_z) = \psi_z(a) = \sum_{k=-\infty}^\infty a_kz^k\,.

Definisi 11.3.15.

Jika f1([π,π))f \in \mathcal{L}_1([-\pi,\pi)), maka deret Fourier untuk ff adalah deret n=f̃(n)exp(int)πtπ\sum_{n=-\infty}^\infty\widetilde{f}(n)\exp(int) \qquad -\pi \le t \le \pi dengan barisan f̃\widetilde{f} didefinisikan oleh f̃(n)=12πππf(t)exp(int)dt\widetilde{f}(n) = {\textstyle\frac1{2\pi}}\int_{-\pi}^\pi f(t)\exp(-int)\,dt untuk semua nn \in \mathbb{Z}. Barisan dua arah tak hingga f̃\widetilde{f} adalah transformasi Fourier dari ff, dan bilangan f̃(n)\widetilde{f}(n) adalah koefisien Fourier ke-nn dari ff. Jika f̃l1()\widetilde{f} \in l_1(\mathbb{Z}), kita mengatakan bahwa ff memiliki deret Fourier yang konvergen mutlak. Himpunan semua fungsi kontinu pada 𝕋\mathbb{T} dengan deret Fourier yang konvergen mutlak dinotasikan dengan 𝒜𝒞(𝕋)\mathcal{A\,C}(\mathbb{T}).

Proposisi 11.3.16.

Jika ff fungsi kontinu 2π2\pi-periodik pada \mathbb{R} yang transformasi Fouriernya nol, maka f=0f = 0.

Akibat 11.3.17.

Transformasi Fourier pada 𝒞(𝕋)\mathcal{C}(\mathbb{T}) injektif.

Proposisi 11.3.18.

Transformasi Fourier pada 𝒞(𝕋)\mathcal{C}(\mathbb{T}) merupakan invers kiri dari transformasi Gelfand pada l1()l_1(\mathbb{Z}).

Proposisi 11.3.19.

Jangkauan transformasi Gelfand pada l1()l_1(\mathbb{Z}) adalah aljabar Banach komutatif beridentitas 𝒜𝒞(𝕋)\mathcal{A\,C}(\mathbb{T}).

Proposisi 11.3.20.

Terdapat fungsi kontinu yang deret Fouriernya divergen di 00.

Bukti.

Proof. Lihat, misalnya, [26], latihan 18.45.  ◻

Apa yang dikatakan hasil sebelumnya mengenai transformasi Gelfand Γ:l1()𝒞(𝕋)\Gamma\colon l_1(\mathbb{Z}) \rightarrow \mathcal{C}(\mathbb{T})?

pt

Misalkan suatu fungsi ff termasuk dalam 𝒜𝒞(𝕋)\mathcal{AC}(\mathbb{T}) dan tidak pernah nol. Maka 1/f1/f tentu kontinu pada 𝕋\mathbb{T}, tetapi apakah deret Fouriernya konvergen mutlak? Salah satu keberhasilan awal studi abstrak aljabar Banach adalah pembuktian yang sangat sederhana atas pertanyaan ini, yang mula-mula diberikan oleh Norbert Wiener. Bukti asli Wiener melalui perbandingan cukup sulit.

Teorema 11.3.21.

Misalkan ff fungsi kontinu pada 𝕋\mathbb{T} yang tidak pernah nol. Jika ff memiliki deret Fourier yang konvergen mutlak, maka kebalikannya 1/f1/f juga demikian.

Contoh 11.3.22.

Transformasi Laplace juga dapat dipandang sebagai kasus khusus transformasi Gelfand. Untuk rinciannya, lihat [2], halaman 173–175.

Aljabar-C*C^* Beridentitas

Proposisi 11.4.1.

Jika aa elemen suatu aljabar-**\,, maka σ(a*)=σ(a)¯\sigma(a^*) = \overline{\sigma(a)}.

Proposisi 11.4.2.

Dalam setiap aljabar-C*C^*, involusi merupakan isometri. Artinya, a*=a\lVert a^*\rVert = \lVert a\rVert untuk setiap elemen aa dalam aljabar.

Dalam definisi 3.5.24 tentang aljabar bernorma, kita memberikan syarat khusus bahwa elemen identitas dari aljabar bernorma beridentitas harus bernorma satu. Dalam aljabar-C*C^*, syarat ini bersifat berlebihan.

Akibat 11.4.3.

Dalam aljabar-C*C^* beridentitas, 𝟏=1\lVert\mathbf{1}\rVert = 1.

Akibat 11.4.4.

Setiap elemen uniter dalam aljabar-C*C^* beridentitas bernorma satu.

Akibat 11.4.5.

Jika aa elemen aljabar-C*C^* AA sedemikian sehingga ab=𝟎ab = \mathbf{0} untuk setiap bAb \in A, maka a=𝟎a = \mathbf{0}.

Proposisi 11.4.6.

Misalkan aa elemen normal dari aljabar-C*C^*. Maka a2=a2\lVert a^2\rVert = {\lVert a\rVert}^2. Jika aljabar tersebut beridentitas, maka ρ(a)=a\rho(a)~=~\lVert a\rVert.

Akibat 11.4.7.

Jika pp proyeksi tak nol dalam aljabar-C*C^*, maka p=1\lVert p\rVert = 1.

Akibat 11.4.8.

Misalkan aAa \in A, dengan AA suatu aljabar-C*C^* komutatif. Maka a2=a2\lVert a^2\rVert = {\lVert a\rVert}^2 dan, jika sebagai tambahan AA beridentitas, maka ρ(a)=a\rho(a)~=~\lVert a\rVert.

Akibat 11.4.9.

Pada aljabar-C*C^* komutatif beridentitas AA, transformasi Gelfand Γ\Gamma merupakan isometri; yaitu, Γau=âu=a\lVert\Gamma_a\rVert_u = \lVert\widehat{a}\rVert_u = \lVert a\rVert untuk setiap aAa \in A.

Akibat 11.4.10.

Norma aljabar-C*C^* beridentitas bersifat unik, dalam arti bahwa untuk aljabar beridentitas AA dengan involusi, terdapat paling banyak satu norma yang menjadikan AA sebuah aljabar-C*C^*.

Proposisi 11.4.11.

Jika aa elemen swaadjoin dari aljabar-C*C^* beridentitas, maka σ(a)\sigma(a) \subseteq \mathbb{R}.

Bukti.

Petunjuk pembuktian. Tuliskan λσ(a)\lambda \in \sigma(a) dalam bentuk α+iβ\alpha + i\beta, dengan α\alpha, β\beta \in \mathbb{R}. Untuk setiap nn \in \mathbb{N} misalkan bn:=aα𝟏+inβ𝟏b_n := a - \alpha \mathbf{1} + i n\beta\mathbf{1}. Tunjukkan bahwa untuk setiap nn skalar i(n+1)βi(n+1)\beta termasuk dalam spektrum bnb_n dan karena itu |i(n+1)β|2aα𝟏2+n2β2.{\lvert i(n+1)\beta\rvert}^2 \le {\lVert a - \alpha\mathbf{1}\rVert}^2 + n^2\beta^2\,. ◻

Akibat 11.4.12.

Misalkan AA aljabar-C*C^* komutatif beridentitas. Jika aAa \in A swaadjoin, maka transformasi Gelfand â\widehat{a} bernilai real.

Akibat 11.4.13.

Setiap karakter pada aljabar-C*C^* merupakan homomorfisme-**\,.

Akibat 11.4.14.

Transformasi Gelfand pada aljabar-C*C^* komutatif beridentitas AA merupakan homomorfisme-**\, beridentitas ke dalam 𝒞(ΔA)\mathcal{C}(\Delta A).

Akibat 11.4.15.

Jangkauan transformasi Gelfand pada aljabar-C*C^* komutatif beridentitas AA merupakan subaljabar pemisah, swaadjoin, beridentitas dari 𝒞(ΔA)\mathcal{C}(\Delta A).

Proposisi 11.4.16.

Jika uu elemen uniter dari aljabar-C*C^* beridentitas, maka σ(u)𝕋\sigma(u) \subseteq \mathbb{T}.

Proposisi 11.4.17.

Transformasi Gelfand Γ\Gamma merupakan ekuivalensi natural antara funktor identitas dan funktor 𝒞Δ\mathcal{C}\Delta pada kategori aljabar-C*C^* komutatif beridentitas dan homomorfisme-**\, beridentitas.

Teorema Gelfand-Naimark

Kita mengingat kembali suatu teorema baku dari analisis real.

Teorema 11.5.1.

Misalkan XX ruang Hausdorff kompak. Setiap subaljabar-**\, pemisah beridentitas dari 𝒞(X)\mathcal{C}(X) rapat.

Bukti.

Proof. Lihat [12], teorema 2.40. ◻

Versi pertama dari teorema Gelfand-Naimark menyatakan bahwa setiap aljabar-C*C^* komutatif beridentitas adalah aljabar semua fungsi kontinu pada suatu ruang Hausdorff kompak. Tentu saja kata adalah dalam kalimat sebelumnya berarti isomorfik secara isometrik dan sebagai-** dengan. Ruang Hausdorff kompak yang dimaksud adalah ruang karakter aljabar tersebut.

Teorema 11.5.2.

Misalkan AA aljabar-C*C^* komutatif beridentitas. Maka transformasi Gelfand ΓA:aâ\Gamma_A\colon a \mapsto \widehat{a} merupakan isomorfisme-**\, isometrik dari AA ke 𝒞(ΔA)\mathcal{C}(\Delta A).

Definisi 11.5.3.

Misalkan SS subhimpunan tak kosong dari aljabar-C*C^* AA. Irisan keluarga semua subaljabar-C*C^* dari AA yang memuat SS disebut subaljabar-C*C^* yang dibangkitkan oleh SS. Kita menotasikannya dengan C*(S)C^*(S). (Mudah dilihat bahwa irisan suatu keluarga subaljabar-C*C^* memang merupakan aljabar-C*C^*.) Dalam beberapa kasus kita sedikit menyingkat notasi: misalnya, jika aAa \in A kita menulis C*(a)C^*(a) untuk C*({a})C^*(\{a\}) dan C*(𝟏,a)C^*(\mathbf{1},a) untuk C*({𝟏,a})C^*(\{\mathbf{1},a\}).

Proposisi 11.5.4.

Misalkan SS subhimpunan tak kosong dari aljabar-C*C^* AA. Untuk setiap bilangan natural nn definisikan himpunan WnW_n sebagai himpunan semua elemen aa dari AA yang untuknya terdapat x1x_1, x2x_2, …, xnx_n dalam SS*S \cup S^* sedemikian sehingga a=x1x2xna = x_1x_2\cdots x_n. Misalkan W=n=1WnW = \bigcup_{n=1}^\infty W_n. Maka C*(S)=spanW¯.C^*(S) = \overline{\mathop{\mathrm{span}}W}\,.

Teorema 11.5.5.

Jika aa elemen normal dari aljabar-C*C^* beridentitas AA, maka aljabar-C*C^* 𝒞(σ(a))\mathcal{C}(\sigma(a)) isomorfik secara isometrik dan sebagai-** dengan C*(𝟏,a)C^*(\mathbf{1},a).

Bukti.

Petunjuk pembuktian. Gunakan transformasi Gelfand dari aa untuk mengidentifikasi ruang ideal maksimal C*(𝟏,a)C^*(\mathbf{1},a) dengan spektrum aa. Terapkan funktor 𝒞\mathcal{C}. Komposisikan pemetaan yang dihasilkan dengan Γ1\Gamma^{-1}, dengan Γ\Gamma transformasi Gelfand pada aljabar-C*C^* C*(𝟏,a)C^*(\mathbf{1},a).  ◻

Jika ψ:𝒞(σ(a))C*(𝟏,a)\psi\colon \mathcal{C}(\sigma(a)) \rightarrow C^*(\mathbf{1},a) adalah isomorfisme-**\, pada teorema sebelumnya dan ff merupakan fungsi kontinu pada spektrum aa, maka elemen ψ(f)\psi(f) dalam aljabar AA biasanya dinotasikan dengan f(a)f(a). Operasi yang mengaitkan fungsi kontinu ff dengan elemen f(a)f(a) dalam AA ini disebut kalkulus fungsional yang terkait dengan aa.

Contoh 11.5.6.

Misalkan pada teorema sebelumnya ψ:𝒞(σ(a))C*(𝟏,a)\psi\colon \mathcal{C}(\sigma(a)) \rightarrow C^*(\mathbf{1},a) merealisasikan isomorfisme-**\, isometrik. Maka citra di bawah ψ\psi dari fungsi konstan 𝟏\mathbf{1} pada spektrum aa adalah 𝟏A\mathbf{1}_A, dan citra di bawah ψ\psi dari fungsi identitas λλ\lambda \mapsto \lambda pada spektrum aa adalah aa.

Contoh 11.5.7.

Misalkan TT operator normal pada ruang Hilbert HH yang spektrumnya termuat dalam [0,)[0,\infty). Misalkan ψ:𝒞(σ(T))C*(I,T)\psi\colon \mathcal{C}(\sigma(T)) \rightarrow C^*(I,T) merealisasikan isomorfisme-**\, isometrik antara kedua aljabar-C*C^* ini. Maka terdapat setidaknya satu operator T\sqrt T yang kuadratnya adalah TT. Memang, setiap kali ff fungsi kontinu pada spektrum operator normal TT, kita dapat secara bermakna membicarakan operator f(T)f(T).

Contoh 11.5.8.

Jika NN operator normal pada ruang Hilbert yang spektrumnya adalah {0,1}\{0,1\}, maka NN merupakan proyeksi ortogonal.

Contoh 11.5.9.

Jika NN operator normal pada ruang Hilbert yang spektrumnya termuat dalam lingkaran satuan 𝕋\mathbb{T}, maka NN merupakan operator uniter.

Proposisi 11.5.10.

Misalkan aa elemen swaadjoin dalam aljabar-C*C^* beridentitas AA dan ff fungsi kontinu bernilai kompleks pada spektrum aa. Maka σ(f(a))=f(σ(a)).\sigma(f(a)) = f^{\rightarrow}(\sigma(a))\,.

Kalkulus fungsional memetakan fungsi kontinu ke fungsi kontinu dalam pengertian berikut.

Proposisi 11.5.11.

Misalkan AA aljabar-C*C^* beridentitas, KK subhimpunan kompak tak kosong dari \mathbb{R}, dan f:Kf\colon K \rightarrow\mathbb{C} fungsi kontinu. Misalkan K\mathfrak{H}_K himpunan semua elemen swaadjoin dari AA yang spektrumnya merupakan subhimpunan dari KK. Maka fungsi f:KA:hf(h)f\colon \mathfrak{H}_K \rightarrow A\colon h \mapsto f(h) kontinu.

Bukti.

Petunjuk pembuktian. Aproksimasi ff secara seragam dengan suatu polinom dan gunakan teorema pemetaan spektral 11.5.10 serta argumen ϵ\epsilon dibagi 33.  ◻