Bab 9 · Ruang Vektor Topologis
Himpunan Seimbang dan Himpunan Penyerap
Definisi 9.1.1.
Suatu himpunan di dalam ruang vektor disebut seimbang (atau melingkar) jika .
Notasi 9.1.2.
Misalkan menyatakan cakram satuan tertutup pada bidang kompleks .
Proposisi 9.1.3.
Misalkan suatu subhimpunan seimbang dari sebuah ruang vektor. Jika dan adalah skalar sedemikian sehingga , maka .
Akibat 9.1.4.
Jika suatu subhimpunan seimbang dari sebuah ruang vektor dan , maka .
Definisi 9.1.5.
Jika suatu subhimpunan dari sebuah ruang vektor, maka himpunan adalah selubung seimbang dari .
Proposisi 9.1.6.
Misalkan suatu subhimpunan dari ruang vektor . Maka selubung seimbang dari adalah irisan semua subhimpunan seimbang dari yang memuat ; jadi, himpunan itu adalah subhimpunan seimbang terkecil dari yang memuat .
Definisi 9.1.7.
Suatu subhimpunan dari ruang vektor menyerap suatu subhimpunan jika terdapat sedemikian sehingga setiap kali . Himpunan bersifat menyerap (atau radial) jika himpunan itu menyerap setiap himpunan beranggota satu (secara ekuivalen, setiap himpunan hingga).
Jadi, secara longgar, suatu himpunan bersifat menyerap jika setiap vektor dalam ruang tersebut termuat dalam suatu hasil dilatasi yang sesuai dari himpunan itu.
Contoh 9.1.8.
Misalkan adalah gabungan sumbu- dan sumbu- dalam ruang vektor riil . Maka seimbang, tetapi tidak konveks.
Contoh 9.1.9.
Dalam ruang vektor , sebuah elips dengan salah satu fokusnya di titik asal merupakan contoh himpunan penyerap yang tidak seimbang.
Contoh 9.1.10.
Dalam ruang vektor , himpunan seimbang, tetapi tidak menyerap.
Proposisi 9.1.11.
Suatu himpunan seimbang dalam ruang vektor bersifat menyerap jika dan hanya jika untuk setiap terdapat skalar sedemikian sehingga .
Filter
Dalam mempelajari ruang vektor topologis, penggunaan bahasa filter memudahkan kita mencirikan sifat-sifat topologis ruang-ruang tersebut. Bahasa ini merupakan sarana alternatif bagi jaring, tetapi sebagian besar ekuivalen dengannya, dan terutama berguna dalam situasi (nonmetrik) ketika barisan tidak lagi banyak membantu.
Secara kasar, sebuah filter adalah keluarga tak kosong dari himpunan-himpunan tak kosong yang tertutup terhadap irisan berhingga dan pengambilan superhimpunan.
Definisi 9.2.1.
Suatu keluarga tak kosong dari subhimpunan-subhimpunan tak kosong dari suatu himpunan disebut filter pada jika
, mengakibatkan , dan
jika dan , maka .
Contoh 9.2.2.
Salah satu contoh filter yang sederhana (dan, bagi keperluan kita, terpenting) adalah keluarga semua lingkungan suatu titik di sebuah ruang topologis. Keluarga ini adalah filter lingkungan pada . Filter ini akan dilambangkan dengan .
Definisi 9.2.3.
Suatu keluarga tak kosong yang terdiri atas subhimpunan-subhimpunan tak kosong dari himpunan disebut basis filter pada jika untuk setiap , terdapat sedemikian sehingga .
Kita mengatakan bahwa suatu subkeluarga dari filter adalah basis filter bagi jika setiap anggota memuat suatu anggota . (Penting untuk memeriksa bahwa setiap subkeluarga seperti itu memang merupakan basis filter.)
Contoh 9.2.4.
Setiap filter adalah basis filter.
Contoh 9.2.5.
Misalkan sebuah titik dalam ruang topologis. Setiap basis lingkungan pada adalah basis filter bagi filter yang terdiri atas semua lingkungan . Secara khusus, keluarga semua lingkungan terbuka dari adalah basis filter bagi .
Contoh 9.2.6.
Misalkan suatu basis filter pada himpunan . Maka keluarga yang terdiri atas semua himpunan yang memuat anggota adalah filter pada , dan adalah basis filter bagi . Filter ini akan kita sebut filter yang dibangkitkan oleh .
Definisi 9.2.7.
Suatu basis filter (khususnya, suatu filter) pada ruang topologis konvergen ke sebuah titik jika setiap anggota dari , yaitu filter lingkungan pada , memuat suatu anggota . Dalam hal ini, kita menuliskan .
Proposisi 9.2.8.
Suatu basis filter pada ruang topologis Hausdorff konvergen ke paling banyak satu titik.
Contoh 9.2.9.
Misalkan sebuah jaring dalam himpunan dan keluarga semua sedemikian sehingga jaring pada akhirnya berada di . Maka adalah filter pada . Kita akan menyebutnya filter yang dibangkitkan oleh jaring .
Proposisi 9.2.10.
Misalkan suatu jaring dalam ruang topologis , misalkan filter yang dibangkitkan oleh , dan . Maka jika dan hanya jika .
Contoh 9.2.11.
Misalkan suatu basis filter pada himpunan . Misalkan himpunan semua pasangan terurut sedemikian sehingga . Untuk , , definisikan jika . Ini membuat menjadi himpunan terarah. Sekarang bentuklah sebuah jaring dalam dengan mendefinisikan yakni, tetapkan untuk setiap . Maka adalah sebuah jaring dalam . Jaring ini adalah jaring yang dibangkitkan oleh (atau didasarkan pada) basis filter .
Proposisi 9.2.12.
Misalkan suatu basis filter pada ruang topologis , misalkan adalah jaring yang dibangkitkan oleh , dan misalkan . Maka jika dan hanya jika .
Topologi Kompatibel
Definisi 9.3.1.
Misalkan suatu topologi pada ruang vektor . Kita mengatakan bahwa kompatibel dengan struktur linear pada jika operasi penjumlahan dan perkalian skalar kontinu. (Di sini, dan diperlengkapi dengan topologi hasil kali.)
Jika adalah ruang vektor yang dilengkapi dengan topologi yang kompatibel dengan struktur linearnya, kita mengatakan bahwa pasangan adalah suatu ruang vektor topologis. (Sebagaimana tentu Anda duga, kita hampir selalu akan tetap menggunakan singkatan baku yang tidak logis seperti “Misalkan suatu ruang vektor topologis …”.) Kita lambangkan dengan kategori ruang-ruang vektor topologis dan pemetaan linear kontinu.
Contoh 9.3.2.
Misalkan ruang vektor tak nol. Topologi diskret pada tidak kompatibel dengan struktur linear pada .
Proposisi 9.3.3.
Misalkan ruang vektor topologis, , dan .
Pemetaan (translasi oleh ) dari ke dirinya sendiri merupakan suatu homeomorfisme.
Jika , pemetaan dari ke dirinya sendiri merupakan suatu homeomorfisme.
Akibat 9.3.4.
Suatu himpunan adalah lingkungan titik dalam ruang vektor topologis jika dan hanya jika adalah lingkungan .
Akibat 9.3.5.
Misalkan suatu basis filter bagi filter lingkungan di titik asal dalam ruang vektor topologis . Suatu subhimpunan dari terbuka jika dan hanya jika untuk setiap terdapat sedemikian sehingga .
Korolari sebelumnya menyatakan bahwa topologi suatu ruang vektor topologis sepenuhnya ditentukan oleh suatu basis filter bagi filter lingkungan di titik asal ruang tersebut. Basis filter semacam itu kita sebut basis lokal (bagi topologi tersebut).
Proposisi 9.3.6.
Jika adalah lingkungan titik asal dalam ruang vektor topologis dan , maka adalah lingkungan titik asal.
Proposisi 9.3.7.
Dalam ruang vektor topologis, setiap lingkungan memuat suatu lingkungan seimbang dari .
Proposisi 9.3.8.
Dalam ruang vektor topologis, setiap lingkungan bersifat menyerap.
Proposisi 9.3.9.
Jika adalah lingkungan dalam ruang vektor topologis, maka terdapat lingkungan dari sedemikian sehingga .
Proposisi berikutnya merupakan (hampir) kebalikan dari ketiga proposisi sebelumnya.
Proposisi 9.3.10.
Misalkan ruang vektor dan suatu basis filter pada yang memenuhi syarat-syarat berikut:
setiap anggota seimbang;
setiap anggota bersifat menyerap; dan
untuk setiap terdapat sedemikian sehingga .
Maka terdapat topologi pada yang menjadikan suatu ruang vektor topologis dan suatu basis lokal bagi .
Contoh 9.3.11.
Dalam ruang linear bernorma, keluarga yang terdiri atas bola-bola tertutup berpusat di titik asal merupakan basis lokal bagi topologi pada ruang tersebut.
Contoh 9.3.12.
Misalkan suatu subhimpunan terbuka tak kosong dari . Untuk setiap subhimpunan kompak dan setiap , misalkan . Maka keluarga semua himpunan tersebut merupakan basis lokal bagi suatu topologi pada . Topologi ini adalah topologi konvergensi seragam pada himpunan-himpunan kompak.
Proposisi 9.3.13.
Misalkan suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis dan . Maka .
Proposisi 9.3.14.
Misalkan suatu himpunan dalam ruang vektor topologis.
Jika seimbang, demikian pula tutupannya.
Selubung seimbang dari mungkin tidak tertutup sekalipun sendiri tertutup.
Bukti.
Petunjuk untuk bukti. Untuk (b), misalkan adalah hiperbola di yang persamaannya . ◻
Proposisi 9.3.15.
Jika merupakan subruang vektor dari suatu ruang vektor topologis, maka juga merupakan subruang vektor.
Jelas bahwa setiap himpunan penyerap dalam ruang vektor topologis harus memuat titik asal. Namun, contoh berikut menunjukkan bahwa himpunan tersebut belum tentu memuat suatu lingkungan titik asal.
Contoh 9.3.16.
Dalam ruang vektor real , himpunan bersifat menyerap, tetapi bukan merupakan lingkungan titik asal.
Hasil berikut menyatakan bahwa dalam ruang vektor topologis, himpunan kompak dan himpunan tertutup dapat dipisahkan oleh himpunan terbuka jika keduanya saling lepas.
Proposisi 9.3.17.
Jika dan adalah dua subhimpunan tak kosong yang saling lepas dalam ruang vektor topologis , dengan kompak dan tertutup, maka terdapat lingkungan dari titik asal sedemikian sehingga .
Akibat 9.3.18.
Jika adalah subhimpunan kompak dari ruang vektor topologis Hausdorff dan adalah subhimpunan tertutup dari , maka tertutup di .
Bukti.
Petunjuk untuk bukti. Misalkan . Tinjau himpunan dan . ◻
Akibat 9.3.19.
Setiap anggota suatu basis lokal bagi ruang vektor topologis memuat tutupan suatu anggota .
Proposisi 9.3.20.
Misalkan ruang vektor topologis. Maka pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen.
adalah himpunan tertutup di .
adalah himpunan tertutup untuk setiap .
Untuk setiap di , terdapat lingkungan titik asal yang tidak memuat .
, dengan suatu basis lokal bagi .
adalah Hausdorff
Definisi 9.3.21.
Ruang topologis disebut regular jika titik-titik dan himpunan-himpunan tertutup dapat dipisahkan oleh himpunan terbuka; yaitu, jika adalah subhimpunan tertutup dari ruang tersebut dan adalah titik dari ruang tersebut yang tidak berada dalam , maka terdapat himpunan terbuka dan yang saling lepas sedemikian sehingga dan .
Proposisi 9.3.22.
Setiap ruang vektor topologis Hausdorff bersifat regular.
Akibat 9.3.23.
Jika adalah ruang vektor topologis yang setiap titiknya merupakan himpunan tertutup, maka bersifat regular.
Proposisi 9.3.24.
Misalkan ruang vektor topologis Hausdorff. Jika adalah subruang dari dan adalah subruang vektor berdimensi hingga dari , maka tertutup di . (Khususnya, tertutup.)
Definisi 9.3.25.
Suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis disebut terbatas jika untuk setiap lingkungan dari dalam ruang tersebut terdapat sedemikian sehingga .
Proposisi 9.3.26.
Suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis bersifat terbatas jika dan hanya jika diserap oleh setiap lingkungan .
Proposisi 9.3.27.
Suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis bersifat terbatas jika dan hanya jika kapan pun adalah barisan vektor dalam dan adalah barisan skalar dalam .
Proposisi 9.3.28.
Jika suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis bersifat terbatas, maka tutupannya juga terbatas.
Proposisi 9.3.29.
Jika subhimpunan dan dari ruang vektor topologis bersifat terbatas, maka juga terbatas.
Proposisi 9.3.30.
Jika subhimpunan dan dari ruang vektor topologis bersifat terbatas, maka juga terbatas.
Proposisi 9.3.31.
Setiap subhimpunan kompak dari ruang vektor topologis adalah terbatas.
Seperti halnya pada ruang linear bernorma, kita mengatakan bahwa pemetaan linear bersifat terbatas jika memetakan himpunan terbatas ke himpunan terbatas.
Definisi 9.3.32.
Suatu pemetaan linear antara ruang-ruang vektor topologis disebut terbatas jika merupakan subhimpunan terbatas dari kapan pun merupakan subhimpunan terbatas dari .
Proposisi 9.3.33.
Setiap pemetaan linear kontinu antara ruang-ruang vektor topologis bersifat terbatas.
Definisi 9.3.34.
Suatu filter pada subhimpunan dari ruang vektor topologis adalah filter Cauchy jika untuk setiap lingkungan dari titik asal dalam terdapat sedemikian sehingga
Proposisi 9.3.35.
Pada ruang vektor topologis, setiap filter yang konvergen merupakan filter Cauchy.
Definisi 9.3.36.
Suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis disebut lengkap jika setiap filter Cauchy pada konvergen ke suatu titik di .
Proposisi 9.3.37.
Setiap subhimpunan lengkap dari ruang vektor topologis Hausdorff adalah tertutup.
Proposisi 9.3.38.
Jika merupakan subhimpunan tertutup dari suatu himpunan lengkap dalam ruang vektor topologis, maka lengkap.
Proposisi 9.3.39.
Suatu pemetaan linear antara ruang-ruang vektor topologis bersifat kontinu jika dan hanya jika pemetaan tersebut kontinu di nol.
Hasil Bagi
Konvensi 9.4.1.
Seperti halnya pada ruang Hilbert dan Banach, kata “subruang” dalam konteks ruang vektor topologis berarti subruang vektor tertutup.
Definisi 9.4.2.
Misalkan suatu subruang vektor dari ruang vektor topologis dan adalah pemetaan hasil bagi yang biasa. Pada ruang vektor hasil bagi kita definisikan suatu topologi, yang kita sebut topologi hasil bagi, dengan menetapkan filter lingkungan di titik asal pada sebagai citra oleh dari filter lingkungan di titik asal pada . Artinya, kita menyatakan suatu subhimpunan dari sebagai lingkungan jika, dan hanya jika, terdapat suatu lingkungan dari titik asal di sedemikian sehingga .
Proposisi 9.4.3.
Misalkan suatu subruang vektor dari ruang vektor topologis . Jika diberi topologi hasil bagi, maka pemetaan hasil bagi merupakan pemetaan terbuka sekaligus kontinu.
Contoh 9.4.4.
Misalkan adalah sumbu dalam ruang vektor topologis (dengan topologinya yang biasa). Identifikasikan dengan sumbu . Meskipun pemetaan hasil bagi memetakan himpunan terbuka ke himpunan terbuka, hiperbola menunjukkan bahwa tidak harus memetakan himpunan tertutup ke himpunan tertutup.
Proposisi 9.4.5.
Misalkan suatu subruang vektor dari ruang vektor topologis . Topologi hasil bagi pada adalah topologi terbesar yang membuat pemetaan hasil bagi kontinu.
Proposisi berikut menjamin bahwa topologi hasil bagi, sebagaimana didefinisikan di atas, menjadikan ruang vektor hasil bagi suatu ruang vektor topologis.
Proposisi 9.4.6.
Misalkan suatu subruang vektor dari ruang vektor topologis . Topologi hasil bagi pada kompatibel dengan operasi-operasi ruang vektor pada ruang tersebut.
Proposisi 9.4.7.
Jika suatu subruang vektor dari ruang vektor topologis , maka ruang hasil bagi bersifat Hausdorff jika dan hanya jika tertutup dalam .
Latihan 9.4.8.
Jelaskan pula bagaimana proposisi sebelumnya memungkinkan kita mengaitkan suatu ruang lain yang bersifat Hausdorff dengan suatu ruang vektor topologis non-Hausdorff.
Proposisi 9.4.9.
Misalkan suatu pemetaan linear antara ruang-ruang vektor topologis dan suatu subruang dari . Jika , maka terdapat fungsi unik sedemikian sehingga (dengan adalah pemetaan hasil bagi). Fungsi bersifat linear; fungsi ini kontinu jika dan hanya jika kontinu; fungsi ini terbuka jika dan hanya jika terbuka.
Ruang Konveks Lokal dan Seminorma
Proposisi 9.5.1.
Dalam suatu ruang vektor topologis, tutupan suatu himpunan konveks adalah konveks.
Proposisi 9.5.2.
Dalam suatu ruang vektor topologis, setiap lingkungan konveks dari memuat suatu lingkungan seimbang dan konveks dari .
Proposisi 9.5.3.
Suatu subhimpunan tertutup dari ruang vektor topologis bersifat konveks jika dan hanya jika termasuk dalam setiap kali dan juga demikian.
Proposisi 9.5.4.
Jika suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis bersifat konveks, maka tutupan dan interiornya juga konveks.
Definisi 9.5.5.
Suatu ruang vektor topologis disebut konveks lokal jika ruang tersebut memiliki basis lokal yang terdiri atas himpunan-himpunan konveks. Untuk ringkasnya, suatu ruang vektor topologis yang konveks lokal cukup kita sebut sebagai ruang konveks lokal.
Proposisi 9.5.6.
Jika suatu seminorma pada ruang vektor, maka .
Proposisi 9.5.7.
Jika suatu seminorma pada ruang vektor , maka untuk semua , .
Akibat 9.5.8.
Jika suatu seminorma pada ruang vektor , maka untuk semua .
Proposisi 9.5.9.
Jika suatu seminorma pada ruang vektor , maka adalah subruang vektor dari .
Definisi 9.5.10.
Misalkan suatu seminorma pada ruang vektor dan . Himpunan kita sebut semibola terbuka berjari-jari di titik asal yang ditentukan oleh . Demikian pula, himpunan adalah semibola tertutup berjari-jari di titik asal yang ditentukan oleh . Untuk semibola terbuka dan tertutup berjari-jari satu yang ditentukan oleh , gunakan masing-masing notasi dan .
Proposisi 9.5.11.
Misalkan suatu keluarga seminorma pada ruang vektor . Keluarga dari semua irisan hingga dari semibola-semibola terbuka di titik asal menginduksi suatu topologi (yang tidak harus Hausdorff) pada yang kompatibel dengan struktur linear dan yang terhadapnya merupakan suatu basis lokal.
Bukti.
Petunjuk untuk bukti. Proposisi 9.3.10. ◻
Proposisi 9.5.12.
Misalkan seminorma pada ruang vektor topologis . Pernyataan berikut ekuivalen:
terbuka dalam ;
kontinu di titik asal; dan
kontinu.
Proposisi 9.5.13.
Jika dan merupakan seminorma kontinu pada suatu ruang vektor topologis, maka dan juga demikian.
Contoh 9.5.14.
Misalkan suatu subhimpunan yang bersifat menyerap, seimbang, dan konveks dari ruang vektor . Definisikan Fungsi adalah seminorma pada . Fungsi ini disebut fungsional Minkowski dari .
Proposisi 9.5.15.
Jika suatu himpunan penyerap, seimbang, dan konveks dalam ruang vektor dan adalah fungsional Minkowski dari , maka dan fungsional-fungsional Minkowski yang dibangkitkan oleh ketiga himpunan , , dan semuanya identik.
Proposisi 9.5.16.
Jika suatu himpunan penyerap, seimbang, dan konveks dalam ruang vektor dan adalah fungsional Minkowski dari , maka kontinu jika dan hanya jika merupakan lingkungan nol; dalam hal ini
Akibat 9.5.17.
Misalkan suatu subhimpunan tertutup yang bersifat menyerap, seimbang, dan konveks dari ruang vektor topologis . Maka fungsional Minkowski adalah seminorma unik pada sedemikian sehingga .
Proposisi 9.5.18.
Misalkan suatu seminorma pada ruang vektor . Maka himpunan bersifat menyerap, seimbang, dan konveks. Selain itu, .
Definisi 9.5.19.
Suatu keluarga seminorma pada ruang vektor disebut pemisah jika untuk setiap dengan terdapat sedemikian sehingga .
Proposisi 9.5.20.
Dalam suatu ruang vektor topologis Hausdorff, misalkan suatu basis lokal yang terdiri atas himpunan terbuka, seimbang, dan konveks. Maka adalah suatu keluarga seminorma pemisah pada ruang tersebut; setiap anggotanya kontinu, dan berlaku untuk setiap .
Proposisi berikut memperlihatkan bagaimana banyak ruang konveks lokal yang paling penting muncul—dari suatu keluarga seminorma pemisah.
Proposisi 9.5.21.
Misalkan suatu keluarga seminorma pemisah pada ruang vektor . Untuk setiap dan setiap , misalkan . Maka keluarga semua irisan hingga dari himpunan-himpunan membentuk suatu basis lokal yang seimbang dan konveks bagi suatu topologi pada yang menjadikan suatu ruang konveks lokal dan setiap seminorma dalam kontinu.
Contoh 9.5.22.
Misalkan suatu ruang Hausdorff yang kompak lokal. Untuk setiap subhimpunan kompak tak kosong dari , definisikan Maka keluarga dari semua , dengan suatu subhimpunan kompak tak kosong dari , merupakan suatu keluarga seminorma yang menjadikan suatu ruang konveks lokal.
Proposisi 9.5.23.
Suatu pemetaan linear dari suatu ruang vektor topologis ke suatu ruang konveks lokal bersifat kontinu jika dan hanya jika merupakan seminorma kontinu pada untuk setiap seminorma kontinu pada .
Proposisi 9.5.24.
Misalkan suatu fungsional linear kontinu pada subruang dari ruang konveks lokal . Maka dapat diperluas menjadi suatu fungsional linear kontinu pada seluruh .
Bukti.
Proof. Lihat [8], Proposisi IV.5.13. ◻
Ruang Fréchet
Definisi 9.6.1.
Ruang topologis disebut dapat dimetrikkan jika terdapat suatu metrik pada sedemikian sehingga topologi yang dibangkitkan oleh adalah .
Definisi 9.6.2.
Suatu metrik pada ruang vektor disebut invarian terhadap translasi jika untuk semua , , dan di .
Proposisi 9.6.3.
Misalkan ruang vektor topologis Hausdorff yang memiliki basis lokal terhitung. Maka terdapat metrik invarian terhadap translasi pada yang membangkitkan topologi dan yang bola-bola terbukanya di titik asal seimbang. Jika ruang konveks lokal, maka dapat dipilih sedemikian sehingga, selain itu, bola-bola terbukanya konveks.
Bukti.
Proof. Lihat [47], Teorema 1.24. ◻
Contoh 9.6.4.
Misalkan suatu keluarga seminorma pemisah terhitung pada ruang vektor , dan misalkan topologi pada yang dijamin oleh Proposisi 9.5.21. Dalam hal ini kita dapat secara eksplisit mendefinisikan suatu metrik invarian terhadap translasi pada yang menginduksi topologi . Untuk setiap barisan dengan untuk setiap , suatu metrik dengan sifat-sifat yang diinginkan diberikan oleh
Bukti.
Proof. Lihat [47], Catatan 1.38(c). ◻
Definisi 9.6.5.
Sebuah ruang Fréchet adalah ruang konveks lokal yang lengkap dan dapat dimetrikkan.
Notasi 9.6.6.
Misalkan dan subhimpunan suatu ruang topologis. Kita menulis jika .
Proposisi 9.6.7.
Pernyataan berikut berlaku untuk subhimpunan , , dan dari suatu ruang topologis:
jika dan , maka ;
jika dan , maka ; dan
jika dan , maka .
Berikut adalah hasil standar dari topologi elementer.
Proposisi 9.6.8.
Misalkan subhimpunan terbuka tak kosong dari . Maka terdapat suatu barisan yang terdiri atas subhimpunan kompak tak kosong dari sedemikian sehingga setiap kali dan .
Bukti.
Proof. Lihat [49], Lema 10.1. ◻
Contoh 9.6.9.
Misalkan subhimpunan terbuka tak kosong dari suatu ruang Euklides , dan misalkan keluarga semua fungsi kontinu bernilai skalar pada . Berdasarkan proposisi sebelumnya, kita dapat menuliskan sebagai gabungan suatu koleksi terhitung himpunan kompak tak kosong , , …sedemikian sehingga setiap kali . Untuk setiap dan , misalkan seperti dalam Contoh 9.5.22. Menurut Proposisi 9.5.21, keluarga seminorma ini menjadikan ruang konveks lokal. Misalkan topologi yang dihasilkan pada ruang ini. Berdasarkan Contoh 9.6.4, fungsi mendefinisikan suatu metrik pada yang menginduksi topologi . Dengan metrik ini, adalah ruang Fréchet.
Notasi 9.6.10.
Misalkan subhimpunan terbuka dari suatu ruang Euklides . Kita akan meninjau fungsi-fungsi bernilai skalar yang dapat didiferensialkan tak hingga pada ; yakni fungsi pada yang memiliki turunan untuk setiap orde di tiap titik . Kita akan menyebut fungsi-fungsi demikian sebagai fungsi mulus pada . Kelas semua fungsi mulus pada dinotasikan dengan .
Kelas penting lain yang akan kita tinjau adalah , yaitu keluarga semua fungsi bernilai skalar pada yang dapat didiferensialkan tak hingga dan memiliki tumpuan kompak; yakni fungsi yang bernilai nol di luar suatu subhimpunan kompak dari . Fungsi-fungsi dalam keluarga ini sering disebut fungsi uji pada . Notasi lain yang lebih singkat, yang lazim digunakan untuk keluarga ini adalah .
Kita akan menaruh perhatian pada operator diferensial pada ruang . Misalkan suatu multi-indeks, yaitu suatu tupel- bilangan bulat dengan setiap , dan misalkan Yang dimaksud dengan orde operator diferensial adalah . (Ketika , kita memahami untuk setiap fungsi .) Notasi alternatif untuk adalah .
Contoh 9.6.11.
Pada keluarga dari fungsi-fungsi mulus pada suatu subhimpunan terbuka dari ruang Euklides , definisikan keluarga seminorma . Untuk setiap subhimpunan kompak dari dan setiap , misalkan Keluarga seminorma ini menjadikan ruang Fréchet. Topologi yang dihasilkan pada kadang-kadang disebut topologi konvergensi seragam pada himpunan-himpunan kompak bagi fungsi-fungsi tersebut dan semua turunannya.
Bukti.
Petunjuk untuk bukti. Untuk melihat bahwa ruang ini dapat dimetrikkan, gunakan Contoh 9.6.4 dan Proposisi 9.6.8. ◻
Contoh 9.6.12.
Misalkan . Nyatakan dengan ruang semua fungsi mulus yang didefinisikan pada seluruh dan memenuhi untuk semua multi-indeks dan semua bilangan bulat . Fungsi-fungsi demikian sering disebut sebagai fungsi dengan turunan yang menurun cepat, atau lebih singkat lagi, fungsi yang menurun cepat. Pada kita gunakan topologi yang didefinisikan oleh seminorma-seminorma untuk , . Ruang yang dihasilkan adalah ruang Fréchet yang disebut ruang Schwartz dari .
Bukti.
Petunjuk untuk bukti. Untuk bukti kelengkapan, lihat [49], Contoh IV, halaman 92–94. ◻
Proposisi 9.6.13.
Suatu fungsi uji pada merupakan turunan dari fungsi uji lain jika dan hanya jika .
Proposisi 9.6.14.
Misalkan ruang Fréchet yang topologinya diinduksi oleh suatu metrik invarian terhadap translasi. Maka setiap subhimpunan terbatas dari memiliki diameter hingga.
Contoh 9.6.15.
Tinjau ruang Fréchet dengan topologi yang diinduksi oleh metrik invarian terhadap translasi . Maka himpunan bilangan asli memiliki diameter hingga, tetapi tidak terbatas.