Bab 9 · Ruang Vektor Topologis

Himpunan Seimbang dan Himpunan Penyerap

Definisi 9.1.1.

Suatu himpunan SS di dalam ruang vektor disebut seimbang (atau melingkar) jika 𝔻SS\mathbb{D}S \subseteq S.

Notasi 9.1.2.

Misalkan 𝔻\mathbb{D} menyatakan cakram satuan tertutup pada bidang kompleks {z:|z|1}\{z \in \mathbb{C}\colon \lvert z\rvert \le 1\}.

Proposisi 9.1.3.

Misalkan BB suatu subhimpunan seimbang dari sebuah ruang vektor. Jika α\alpha dan β\beta adalah skalar sedemikian sehingga |α||β|\lvert\alpha \rvert\le \lvert\beta\rvert, maka αBβB\alpha B \subseteq \beta B.

Akibat 9.1.4.

Jika BB suatu subhimpunan seimbang dari sebuah ruang vektor dan |λ|=1\lvert\lambda \rvert=1, maka λB=B\lambda B = B.

Definisi 9.1.5.

Jika SS suatu subhimpunan dari sebuah ruang vektor, maka himpunan 𝔻S\mathbb{D}S adalah selubung seimbang dari SS.

Proposisi 9.1.6.

Misalkan SS suatu subhimpunan dari ruang vektor VV. Maka selubung seimbang dari SS adalah irisan semua subhimpunan seimbang dari VV yang memuat SS; jadi, himpunan itu adalah subhimpunan seimbang terkecil dari VV yang memuat SS.

Definisi 9.1.7.

Suatu subhimpunan AA dari ruang vektor VV menyerap suatu subhimpunan BVB \subseteq V jika terdapat M>0M > 0 sedemikian sehingga BtAB \subseteq tA setiap kali |t|M\lvert t\rvert \ge M. Himpunan AA bersifat menyerap (atau radial) jika himpunan itu menyerap setiap himpunan beranggota satu (secara ekuivalen, setiap himpunan hingga).

Jadi, secara longgar, suatu himpunan bersifat menyerap jika setiap vektor dalam ruang tersebut termuat dalam suatu hasil dilatasi yang sesuai dari himpunan itu.

Contoh 9.1.8.

Misalkan BB adalah gabungan sumbu-xx dan sumbu-yy dalam ruang vektor riil 2\mathbb{R}^2. Maka BB seimbang, tetapi tidak konveks.

Contoh 9.1.9.

Dalam ruang vektor \mathbb{C}, sebuah elips dengan salah satu fokusnya di titik asal merupakan contoh himpunan penyerap yang tidak seimbang.

Contoh 9.1.10.

Dalam ruang vektor 2\mathbb{C}^2, himpunan 𝔻×{0}\mathbb{D}\times \{0\} seimbang, tetapi tidak menyerap.

Proposisi 9.1.11.

Suatu himpunan seimbang BB dalam ruang vektor VV bersifat menyerap jika dan hanya jika untuk setiap xVx \in V terdapat skalar α0\alpha \ne 0 sedemikian sehingga αxB\alpha x \in B.

Filter

Dalam mempelajari ruang vektor topologis, penggunaan bahasa filter memudahkan kita mencirikan sifat-sifat topologis ruang-ruang tersebut. Bahasa ini merupakan sarana alternatif bagi jaring, tetapi sebagian besar ekuivalen dengannya, dan terutama berguna dalam situasi (nonmetrik) ketika barisan tidak lagi banyak membantu.

Secara kasar, sebuah filter adalah keluarga tak kosong dari himpunan-himpunan tak kosong yang tertutup terhadap irisan berhingga dan pengambilan superhimpunan.

Definisi 9.2.1.

Suatu keluarga tak kosong 𝔉\mathfrak{F} dari subhimpunan-subhimpunan tak kosong dari suatu himpunan SS disebut filter pada SS jika

  1. AA, B𝔉B \in \mathfrak{F} mengakibatkan AB𝔉A \cap B \in \mathfrak{F}, dan

  2. jika A𝔉A \in \mathfrak{F} dan ABA \subseteq B, maka B𝔉B \in \mathfrak{F}.

Contoh 9.2.2.

Salah satu contoh filter yang sederhana (dan, bagi keperluan kita, terpenting) adalah keluarga semua lingkungan suatu titik aa di sebuah ruang topologis. Keluarga ini adalah filter lingkungan pada aa. Filter ini akan dilambangkan dengan 𝔑a\mathfrak{N}_a.

Definisi 9.2.3.

Suatu keluarga tak kosong 𝔅\mathfrak{B} yang terdiri atas subhimpunan-subhimpunan tak kosong dari himpunan SS disebut basis filter pada SS jika untuk setiap AA, B𝔅B \in \mathfrak{B} terdapat C𝔅C \in \mathfrak{B} sedemikian sehingga CABC \subseteq A \cap B.

Kita mengatakan bahwa suatu subkeluarga 𝔅\mathfrak{B} dari filter 𝔉\mathfrak{F} adalah basis filter bagi 𝔉\mathfrak{F} jika setiap anggota 𝔉\mathfrak{F} memuat suatu anggota 𝔅\mathfrak{B}. (Penting untuk memeriksa bahwa setiap subkeluarga seperti itu memang merupakan basis filter.)

Contoh 9.2.4.

Setiap filter adalah basis filter.

Contoh 9.2.5.

Misalkan aa sebuah titik dalam ruang topologis. Setiap basis lingkungan pada aa adalah basis filter bagi filter 𝔑a\mathfrak{N}_a yang terdiri atas semua lingkungan aa. Secara khusus, keluarga semua lingkungan terbuka dari aa adalah basis filter bagi 𝔑a\mathfrak{N}_a.

Contoh 9.2.6.

Misalkan 𝔅\mathfrak{B} suatu basis filter pada himpunan SS. Maka keluarga 𝔉\mathfrak{F} yang terdiri atas semua himpunan yang memuat anggota 𝔅\mathfrak{B} adalah filter pada SS, dan 𝔅\mathfrak{B} adalah basis filter bagi 𝔉\mathfrak{F}. Filter ini akan kita sebut filter yang dibangkitkan oleh 𝔅\mathfrak{B}.

Definisi 9.2.7.

Suatu basis filter (khususnya, suatu filter) 𝔅\mathfrak{B} pada ruang topologis XX konvergen ke sebuah titik aXa \in X jika setiap anggota NN dari 𝔑a\mathfrak{N}_a, yaitu filter lingkungan pada aa, memuat suatu anggota 𝔅\mathfrak{B}. Dalam hal ini, kita menuliskan 𝔅a\mathfrak{B} \rightarrow a.

Proposisi 9.2.8.

Suatu basis filter pada ruang topologis Hausdorff konvergen ke paling banyak satu titik.

Contoh 9.2.9.

Misalkan (xλ)(x_\lambda) sebuah jaring dalam himpunan SS dan 𝔉\mathfrak{F} keluarga semua ASA \subseteq S sedemikian sehingga jaring (xλ)(x_\lambda) pada akhirnya berada di AA. Maka 𝔉\mathfrak{F} adalah filter pada SS. Kita akan menyebutnya filter yang dibangkitkan oleh jaring (xλ)(x_\lambda).

Proposisi 9.2.10.

Misalkan (xλ)(x_\lambda) suatu jaring dalam ruang topologis XX, misalkan 𝔉\mathfrak{F} filter yang dibangkitkan oleh (xλ)(x_\lambda), dan aXa \in X. Maka 𝔉a\mathfrak{F} \rightarrow a jika dan hanya jika xλax_\lambda \rightarrow a.

Contoh 9.2.11.

Misalkan 𝔅\mathfrak{B} suatu basis filter pada himpunan SS. Misalkan DD himpunan semua pasangan terurut (b,B)(b,B) sedemikian sehingga bB𝔅b \in B \in \mathfrak{B}. Untuk (b1,B1)(b_1,B_1), (b2,B2)D(b_2,B_2) \in D, definisikan (b1,B1)(b2,B2)(b_1,B_1) \le (b_2,B_2) jika B2B1B_2 \subseteq B_1. Ini membuat DD menjadi himpunan terarah. Sekarang bentuklah sebuah jaring dalam SS dengan mendefinisikan x:DS:(b,B)bx\colon D \rightarrow S\colon (b,B) \mapsto b yakni, tetapkan xλ=bx_\lambda = b untuk setiap λ=(b,B)D\lambda = (b,B) \in D. Maka (xλ)λD\bigl(x_\lambda\bigr)_{\lambda \in D} adalah sebuah jaring dalam SS. Jaring ini adalah jaring yang dibangkitkan oleh (atau didasarkan pada) basis filter 𝔅\mathfrak{B}.

Proposisi 9.2.12.

Misalkan 𝔅\mathfrak{B} suatu basis filter pada ruang topologis XX, misalkan (xλ)(x_\lambda) adalah jaring yang dibangkitkan oleh 𝔅\mathfrak{B}, dan misalkan aXa \in X. Maka xλax_\lambda \rightarrow a jika dan hanya jika 𝔅a\mathfrak{B} \rightarrow a.

Topologi Kompatibel

Definisi 9.3.1.

Misalkan 𝔗\mathfrak{T} suatu topologi pada ruang vektor XX. Kita mengatakan bahwa 𝔗\mathfrak{T} kompatibel dengan struktur linear pada XX jika operasi penjumlahan A:X×XX:(x,y)x+yA\colon X \times X \rightarrow X\colon (x,y) \mapsto x + y dan perkalian skalar M:𝕂×XX:(α,x)αxM\colon \mathbb{K}\times X \rightarrow X\colon (\alpha,x) \mapsto \alpha x kontinu. (Di sini, X×XX \times X dan 𝕂×X\mathbb{K}\times X diperlengkapi dengan topologi hasil kali.)

Jika XX adalah ruang vektor yang dilengkapi dengan topologi 𝔗\mathfrak{T} yang kompatibel dengan struktur linearnya, kita mengatakan bahwa pasangan (X,𝔗)(X,\mathfrak{T}) adalah suatu ruang vektor topologis. (Sebagaimana tentu Anda duga, kita hampir selalu akan tetap menggunakan singkatan baku yang tidak logis seperti “Misalkan XX suatu ruang vektor topologis …”.) Kita lambangkan dengan 𝑻𝑽𝑺\mathbf{TVS} kategori ruang-ruang vektor topologis dan pemetaan linear kontinu.

Contoh 9.3.2.

Misalkan XX ruang vektor tak nol. Topologi diskret pada XX tidak kompatibel dengan struktur linear pada XX.

Proposisi 9.3.3.

Misalkan XX ruang vektor topologis, aXa \in X, dan α𝕂\alpha \in \mathbb{K}.

  1. Pemetaan Ta:xx+aT_a\colon x \mapsto x + a (translasi oleh aa) dari XX ke dirinya sendiri merupakan suatu homeomorfisme.

  2. Jika α0\alpha \ne 0, pemetaan xαxx \mapsto \alpha x dari XX ke dirinya sendiri merupakan suatu homeomorfisme.

Akibat 9.3.4.

Suatu himpunan UU adalah lingkungan titik xx dalam ruang vektor topologis jika dan hanya jika x+U-x + U adalah lingkungan 𝟎\mathbf{0}.

Akibat 9.3.5.

Misalkan 𝔘\mathfrak{U} suatu basis filter bagi filter lingkungan di titik asal dalam ruang vektor topologis XX. Suatu subhimpunan VV dari XX terbuka jika dan hanya jika untuk setiap xVx \in V terdapat U𝔘U \in \mathfrak{U} sedemikian sehingga x+UVx + U \subseteq V.

Korolari sebelumnya menyatakan bahwa topologi suatu ruang vektor topologis sepenuhnya ditentukan oleh suatu basis filter bagi filter lingkungan di titik asal ruang tersebut. Basis filter semacam itu kita sebut basis lokal (bagi topologi tersebut).

Proposisi 9.3.6.

Jika UU adalah lingkungan titik asal dalam ruang vektor topologis dan 0λ𝕂0 \ne \lambda \in \mathbb{K}, maka λU\lambda U adalah lingkungan titik asal.

Proposisi 9.3.7.

Dalam ruang vektor topologis, setiap lingkungan 𝟎\mathbf{0} memuat suatu lingkungan seimbang dari 𝟎\mathbf{0}.

Proposisi 9.3.8.

Dalam ruang vektor topologis, setiap lingkungan 𝟎\mathbf{0} bersifat menyerap.

Proposisi 9.3.9.

Jika VV adalah lingkungan 𝟎\mathbf{0} dalam ruang vektor topologis, maka terdapat lingkungan UU dari 𝟎\mathbf{0} sedemikian sehingga U+UVU + U \subseteq V.

Proposisi berikutnya merupakan (hampir) kebalikan dari ketiga proposisi sebelumnya.

Proposisi 9.3.10.

Misalkan XX ruang vektor dan 𝔘\mathfrak{U} suatu basis filter pada XX yang memenuhi syarat-syarat berikut:

  1. setiap anggota 𝔘\mathfrak{U} seimbang;

  2. setiap anggota 𝔘\mathfrak{U} bersifat menyerap; dan

  3. untuk setiap V𝔘V \in \mathfrak{U} terdapat U𝔘U \in \mathfrak{U} sedemikian sehingga U+UVU + U \subseteq V.

Maka terdapat topologi 𝔗\mathfrak{T} pada XX yang menjadikan XX suatu ruang vektor topologis dan 𝔘\mathfrak{U} suatu basis lokal bagi 𝔗\mathfrak{T}.

Contoh 9.3.11.

Dalam ruang linear bernorma, keluarga {Cr(𝟎):r>0}\{C_r(\mathbf{0})\colon r > 0\} yang terdiri atas bola-bola tertutup berpusat di titik asal merupakan basis lokal bagi topologi pada ruang tersebut.

Contoh 9.3.12.

Misalkan Ω\Omega suatu subhimpunan terbuka tak kosong dari n\mathbb{R}^n. Untuk setiap subhimpunan kompak KΩK \subseteq \Omega dan setiap ϵ>0\epsilon > 0, misalkan UK,ϵ={f𝒞(Ω):|f(x)|ϵ jika xK}U_{K,\epsilon} = \{ f \in \mathcal{C}(\Omega)\colon \lvert f(x)\rvert \le \epsilon \text{ jika } x \in K\}. Maka keluarga semua himpunan UK,ϵU_{K,\epsilon} tersebut merupakan basis lokal bagi suatu topologi pada 𝒞(Ω)\mathcal{C}(\Omega). Topologi ini adalah topologi konvergensi seragam pada himpunan-himpunan kompak.

Proposisi 9.3.13.

Misalkan AA suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis dan 0α𝕂0 \ne \alpha \in \mathbb{K}. Maka αA¯=αA¯\alpha \overline{A} = \overline{\alpha A}.

Proposisi 9.3.14.

Misalkan SS suatu himpunan dalam ruang vektor topologis.

  1. Jika SS seimbang, demikian pula tutupannya.

  2. Selubung seimbang dari SS mungkin tidak tertutup sekalipun SS sendiri tertutup.

Bukti.

Petunjuk untuk bukti. Untuk (b), misalkan SS adalah hiperbola di 2\mathbb{R}^2 yang persamaannya xy=1xy = 1. ◻

Proposisi 9.3.15.

Jika MM merupakan subruang vektor dari suatu ruang vektor topologis, maka M¯\overline{M} juga merupakan subruang vektor.

Jelas bahwa setiap himpunan penyerap dalam ruang vektor topologis harus memuat titik asal. Namun, contoh berikut menunjukkan bahwa himpunan tersebut belum tentu memuat suatu lingkungan titik asal.

Contoh 9.3.16.

Dalam ruang vektor real 2\mathbb{R}^2, himpunan C1((1,0))C1((1,0))({0}×[1,1])C_1\bigl((-1,0)\bigr) \cup C_1\bigl((1,0)\bigr) \cup \bigl(\{0\} \times [-1,1]\bigr) bersifat menyerap, tetapi bukan merupakan lingkungan titik asal.

Hasil berikut menyatakan bahwa dalam ruang vektor topologis, himpunan kompak dan himpunan tertutup dapat dipisahkan oleh himpunan terbuka jika keduanya saling lepas.

Proposisi 9.3.17.

Jika KK dan CC adalah dua subhimpunan tak kosong yang saling lepas dalam ruang vektor topologis XX, dengan KK kompak dan CC tertutup, maka terdapat lingkungan VV dari titik asal sedemikian sehingga (K+V)(C+V)=(K + V) \cap (C + V)~=~\emptyset.

Akibat 9.3.18.

Jika KK adalah subhimpunan kompak dari ruang vektor topologis Hausdorff XX dan CC adalah subhimpunan tertutup dari XX, maka K+CK + C tertutup di XX.

Bukti.

Petunjuk untuk bukti. Misalkan x(K+C)cx \in (K + C)^c. Tinjau himpunan xKx - K dan CC. ◻

Akibat 9.3.19.

Setiap anggota suatu basis lokal 𝔅\mathfrak{B} bagi ruang vektor topologis memuat tutupan suatu anggota 𝔅\mathfrak{B}.

Proposisi 9.3.20.

Misalkan XX ruang vektor topologis. Maka pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen.

  1. {𝟎}\{\mathbf{0}\} adalah himpunan tertutup di XX.

  2. {x}\{x\} adalah himpunan tertutup untuk setiap xXx \in X.

  3. Untuk setiap x0x \ne 0 di XX, terdapat lingkungan titik asal yang tidak memuat xx.

  4. 𝔘={0}\bigcap \mathfrak{U} = \{0\}, dengan 𝔘\mathfrak{U} suatu basis lokal bagi XX.

  5. XX adalah Hausdorff

Definisi 9.3.21.

Ruang topologis disebut regular jika titik-titik dan himpunan-himpunan tertutup dapat dipisahkan oleh himpunan terbuka; yaitu, jika CC adalah subhimpunan tertutup dari ruang tersebut dan xx adalah titik dari ruang tersebut yang tidak berada dalam CC, maka terdapat himpunan terbuka UU dan VV yang saling lepas sedemikian sehingga CUC \subseteq U dan xVx \in V.

Proposisi 9.3.22.

Setiap ruang vektor topologis Hausdorff bersifat regular.

Akibat 9.3.23.

Jika XX adalah ruang vektor topologis yang setiap titiknya merupakan himpunan tertutup, maka XX bersifat regular.

Proposisi 9.3.24.

Misalkan XX ruang vektor topologis Hausdorff. Jika MM adalah subruang dari XX dan FF adalah subruang vektor berdimensi hingga dari XX, maka M+FM + F tertutup di XX. (Khususnya, FF tertutup.)

Definisi 9.3.25.

Suatu subhimpunan BB dari ruang vektor topologis disebut terbatas jika untuk setiap lingkungan UU dari 𝟎\mathbf{0} dalam ruang tersebut terdapat α>0\alpha > 0 sedemikian sehingga BαUB \subseteq \alpha U.

Proposisi 9.3.26.

Suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis bersifat terbatas jika dan hanya jika diserap oleh setiap lingkungan 𝟎\mathbf{0}.

Proposisi 9.3.27.

Suatu subhimpunan BB dari ruang vektor topologis bersifat terbatas jika dan hanya jika αnxn𝟎\alpha_n x_n \rightarrow\mathbf{0} kapan pun (xn)(x_n) adalah barisan vektor dalam BB dan (αn)(\alpha_n) adalah barisan skalar dalam c0c_0.

Proposisi 9.3.28.

Jika suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis bersifat terbatas, maka tutupannya juga terbatas.

Proposisi 9.3.29.

Jika subhimpunan AA dan BB dari ruang vektor topologis bersifat terbatas, maka ABA \cup B juga terbatas.

Proposisi 9.3.30.

Jika subhimpunan AA dan BB dari ruang vektor topologis bersifat terbatas, maka A+BA + B juga terbatas.

Proposisi 9.3.31.

Setiap subhimpunan kompak dari ruang vektor topologis adalah terbatas.

Seperti halnya pada ruang linear bernorma, kita mengatakan bahwa pemetaan linear bersifat terbatas jika memetakan himpunan terbatas ke himpunan terbatas.

Definisi 9.3.32.

Suatu pemetaan linear T:XYT\colon X \rightarrow Y antara ruang-ruang vektor topologis disebut terbatas jika T(B)T^\rightarrow(B) merupakan subhimpunan terbatas dari YY kapan pun BB merupakan subhimpunan terbatas dari XX.

Proposisi 9.3.33.

Setiap pemetaan linear kontinu antara ruang-ruang vektor topologis bersifat terbatas.

Definisi 9.3.34.

Suatu filter 𝔉\mathfrak{F} pada subhimpunan AA dari ruang vektor topologis XX adalah filter Cauchy jika untuk setiap lingkungan UU dari titik asal dalam XX terdapat B𝔉B \in \mathfrak{F} sedemikian sehingga BBU.B - B \subseteq U\,.

Proposisi 9.3.35.

Pada ruang vektor topologis, setiap filter yang konvergen merupakan filter Cauchy.

Definisi 9.3.36.

Suatu subhimpunan AA dari ruang vektor topologis XX disebut lengkap jika setiap filter Cauchy pada AA konvergen ke suatu titik di AA.

Proposisi 9.3.37.

Setiap subhimpunan lengkap dari ruang vektor topologis Hausdorff adalah tertutup.

Proposisi 9.3.38.

Jika CC merupakan subhimpunan tertutup dari suatu himpunan lengkap dalam ruang vektor topologis, maka CC lengkap.

Proposisi 9.3.39.

Suatu pemetaan linear T:XYT\colon X \rightarrow Y antara ruang-ruang vektor topologis bersifat kontinu jika dan hanya jika pemetaan tersebut kontinu di nol.

Hasil Bagi

Konvensi 9.4.1.

Seperti halnya pada ruang Hilbert dan Banach, kata “subruang” dalam konteks ruang vektor topologis berarti subruang vektor tertutup.

Definisi 9.4.2.

Misalkan MM suatu subruang vektor dari ruang vektor topologis XX dan π:XX/M:x[x]\pi\colon X \rightarrow X/M \colon x \mapsto [x] adalah pemetaan hasil bagi yang biasa. Pada ruang vektor hasil bagi X/MX/M kita definisikan suatu topologi, yang kita sebut topologi hasil bagi, dengan menetapkan filter lingkungan di titik asal pada X/MX/M sebagai citra oleh π\pi dari filter lingkungan di titik asal pada XX. Artinya, kita menyatakan suatu subhimpunan VV dari X/MX/M sebagai lingkungan 𝟎\mathbf{0} jika, dan hanya jika, terdapat suatu lingkungan UU dari titik asal di XX sedemikian sehingga V=π(U)V = \pi^{\rightarrow}(U).

Proposisi 9.4.3.

Misalkan MM suatu subruang vektor dari ruang vektor topologis XX. Jika X/MX/M diberi topologi hasil bagi, maka pemetaan hasil bagi π:XX/M\pi\colon X \rightarrow X/M merupakan pemetaan terbuka sekaligus kontinu.

Contoh 9.4.4.

Misalkan MM adalah sumbu yy dalam ruang vektor topologis 2\mathbb{R}^2 (dengan topologinya yang biasa). Identifikasikan 2/M\mathbb{R}^2/M dengan sumbu xx. Meskipun pemetaan hasil bagi memetakan himpunan terbuka ke himpunan terbuka, hiperbola {(x,y)2:xy=1}\{(x,y) \in \mathbb{R}^2\colon xy = 1\} menunjukkan bahwa π\pi tidak harus memetakan himpunan tertutup ke himpunan tertutup.

Proposisi 9.4.5.

Misalkan MM suatu subruang vektor dari ruang vektor topologis XX. Topologi hasil bagi pada X/MX/M adalah topologi terbesar yang membuat pemetaan hasil bagi kontinu.

Proposisi berikut menjamin bahwa topologi hasil bagi, sebagaimana didefinisikan di atas, menjadikan ruang vektor hasil bagi suatu ruang vektor topologis.

Proposisi 9.4.6.

Misalkan MM suatu subruang vektor dari ruang vektor topologis XX. Topologi hasil bagi pada X/MX/M kompatibel dengan operasi-operasi ruang vektor pada ruang tersebut.

Proposisi 9.4.7.

Jika MM suatu subruang vektor dari ruang vektor topologis XX, maka ruang hasil bagi X/MX/M bersifat Hausdorff jika dan hanya jika MM tertutup dalam XX.

Latihan 9.4.8.

Jelaskan pula bagaimana proposisi sebelumnya memungkinkan kita mengaitkan suatu ruang lain yang bersifat Hausdorff dengan suatu ruang vektor topologis non-Hausdorff.

Proposisi 9.4.9.

Misalkan T:XYT\colon X \rightarrow Y suatu pemetaan linear antara ruang-ruang vektor topologis dan MM suatu subruang dari XX. Jika MkerTM \subseteq \ker T, maka terdapat fungsi unik T̃:X/MY\widetilde{T}\colon X/M \rightarrow Y sedemikian sehingga T=T̃πT = \widetilde{T} \circ \pi (dengan π\pi adalah pemetaan hasil bagi). Fungsi T̃\widetilde{T} bersifat linear; fungsi ini kontinu jika dan hanya jika TT kontinu; fungsi ini terbuka jika dan hanya jika TT terbuka.

Ruang Konveks Lokal dan Seminorma

Proposisi 9.5.1.

Dalam suatu ruang vektor topologis, tutupan suatu himpunan konveks adalah konveks.

Proposisi 9.5.2.

Dalam suatu ruang vektor topologis, setiap lingkungan konveks dari 𝟎\mathbf{0} memuat suatu lingkungan seimbang dan konveks dari 𝟎\mathbf{0}.

Proposisi 9.5.3.

Suatu subhimpunan tertutup CC dari ruang vektor topologis bersifat konveks jika dan hanya jika 12(x+y)\frac12(x + y) termasuk dalam CC setiap kali xx dan yy juga demikian.

Proposisi 9.5.4.

Jika suatu subhimpunan dari ruang vektor topologis bersifat konveks, maka tutupan dan interiornya juga konveks.

Definisi 9.5.5.

Suatu ruang vektor topologis disebut konveks lokal jika ruang tersebut memiliki basis lokal yang terdiri atas himpunan-himpunan konveks. Untuk ringkasnya, suatu ruang vektor topologis yang konveks lokal cukup kita sebut sebagai ruang konveks lokal.

Proposisi 9.5.6.

Jika pp suatu seminorma pada ruang vektor, maka p(𝟎)=0p(\mathbf{0}) = 0.

Proposisi 9.5.7.

Jika pp suatu seminorma pada ruang vektor VV, maka |p(x)p(y)|p(xy)\lvert p(x) - p(y)\rvert \le p(x - y) untuk semua xx, yVy \in V.

Akibat 9.5.8.

Jika pp suatu seminorma pada ruang vektor VV, maka p(x)0p(x) \ge 0 untuk semua xVx \in V.

Proposisi 9.5.9.

Jika pp suatu seminorma pada ruang vektor VV, maka p({0})p^{\gets}(\{0\}) adalah subruang vektor dari VV.

Definisi 9.5.10.

Misalkan pp suatu seminorma pada ruang vektor VV dan ϵ>0\epsilon > 0. Himpunan Bp,ϵ:=p([0,ϵ))B_{p,\epsilon} := p^{\gets}\bigl([0,\epsilon)\bigr) kita sebut semibola terbuka berjari-jari ϵ\epsilon di titik asal yang ditentukan oleh pp. Demikian pula, himpunan Cp,ϵ:=p([0,ϵ])C_{p,\epsilon} := p^{\gets}\bigl([0,\epsilon]\bigr) adalah semibola tertutup berjari-jari ϵ\epsilon di titik asal yang ditentukan oleh pp. Untuk semibola terbuka dan tertutup berjari-jari satu yang ditentukan oleh pp, gunakan masing-masing notasi BpB_p dan CpC_p.

Proposisi 9.5.11.

Misalkan 𝒫\mathcal{P} suatu keluarga seminorma pada ruang vektor VV. Keluarga 𝔘\mathfrak{U} dari semua irisan hingga dari semibola-semibola terbuka di titik asal VV menginduksi suatu topologi (yang tidak harus Hausdorff) pada VV yang kompatibel dengan struktur linear VV dan yang terhadapnya 𝔘\mathfrak{U} merupakan suatu basis lokal.

Bukti.

Petunjuk untuk bukti. Proposisi 9.3.10. ◻

Proposisi 9.5.12.

Misalkan pp seminorma pada ruang vektor topologis XX. Pernyataan berikut ekuivalen:

  1. BpB_p terbuka dalam XX;

  2. pp kontinu di titik asal; dan

  3. pp kontinu.

Proposisi 9.5.13.

Jika pp dan qq merupakan seminorma kontinu pada suatu ruang vektor topologis, maka p+qp + q dan max{p,q}\max\{p,q\} juga demikian.

Contoh 9.5.14.

Misalkan NN suatu subhimpunan yang bersifat menyerap, seimbang, dan konveks dari ruang vektor VV. Definisikan μN:V:xinf{λ>0:xλN}.\mu _{{}_{\scriptstyle{N}}}\colon V \rightarrow\mathbb{R}\colon x \mapsto \inf\{\lambda > 0\colon x \in \lambda N\}. Fungsi μN\mu _{{}_{\scriptstyle{N}}} adalah seminorma pada VV. Fungsi ini disebut fungsional Minkowski dari NN.

Proposisi 9.5.15.

Jika NN suatu himpunan penyerap, seimbang, dan konveks dalam ruang vektor VV dan μN\mu _{{}_{\scriptstyle{N}}} adalah fungsional Minkowski dari NN, maka BμNNCμNB_{\mu_{{}_{\scriptstyle{\!N}}}} \subseteq N \subseteq C_{\mu_{{}_{\scriptstyle{\!N}}}} dan fungsional-fungsional Minkowski yang dibangkitkan oleh ketiga himpunan BμNB_{\mu_{{}_{\scriptstyle{\!N}}}}, NN, dan CμNC_{\mu_{{}_{\scriptstyle{\!N}}}} semuanya identik.

Proposisi 9.5.16.

Jika NN suatu himpunan penyerap, seimbang, dan konveks dalam ruang vektor VV dan μN\mu _{{}_{\scriptstyle{N}}} adalah fungsional Minkowski dari NN, maka μN\mu _{{}_{\scriptstyle{N}}} kontinu jika dan hanya jika NN merupakan lingkungan nol; dalam hal ini BμN=NdanCμN=N¯.B_{\mu_{{}_{\scriptstyle{\!N}}}} = {N}^{\circ} \quad \text{dan} \quad C_{\mu_{{}_{\scriptstyle{\!N}}}} = \overline{N}.

Akibat 9.5.17.

Misalkan NN suatu subhimpunan tertutup yang bersifat menyerap, seimbang, dan konveks dari ruang vektor topologis XX. Maka fungsional Minkowski μN\mu _{{}_{\scriptstyle{N}}} adalah seminorma unik pada XX sedemikian sehingga N=CμNN = C_{\mu_{{}_{\scriptstyle{\!N}}}}.

Proposisi 9.5.18.

Misalkan pp suatu seminorma pada ruang vektor VV. Maka himpunan BpB_p bersifat menyerap, seimbang, dan konveks. Selain itu, p=μBpp = \mu_{{}_{\scriptstyle{B_p}}}.

Definisi 9.5.19.

Suatu keluarga seminorma 𝒫\mathcal{P} pada ruang vektor VV disebut pemisah jika untuk setiap xVx \in V dengan x𝟎x \ne \mathbf{0} terdapat p𝒫p \in \mathcal{P} sedemikian sehingga p(x)0p(x) \ne 0.

Proposisi 9.5.20.

Dalam suatu ruang vektor topologis Hausdorff, misalkan 𝔅\mathfrak{B} suatu basis lokal yang terdiri atas himpunan terbuka, seimbang, dan konveks. Maka {μN:N𝔅}\{\mu_{{}_{\scriptstyle{\!N}}}\colon N \in \mathfrak{B}\} adalah suatu keluarga seminorma pemisah pada ruang tersebut; setiap anggotanya kontinu, dan N=BμNN = B_{\mu_{{}_{\scriptstyle{\!N}}}} berlaku untuk setiap N𝔅N \in \mathfrak{B}.

Proposisi berikut memperlihatkan bagaimana banyak ruang konveks lokal yang paling penting muncul—dari suatu keluarga seminorma pemisah.

Proposisi 9.5.21.

Misalkan 𝒫\mathcal{P} suatu keluarga seminorma pemisah pada ruang vektor VV. Untuk setiap p𝒫p \in \mathcal{P} dan setiap nn \in \mathbb{N}, misalkan Up,n=p([0,1n))U_{p,n} = p^{\gets}\bigl([0,\frac1n)\bigr). Maka keluarga semua irisan hingga dari himpunan-himpunan Up,nU_{p,n} membentuk suatu basis lokal yang seimbang dan konveks bagi suatu topologi pada VV yang menjadikan VV suatu ruang konveks lokal dan setiap seminorma dalam 𝒫\mathcal{P} kontinu.

Contoh 9.5.22.

Misalkan XX suatu ruang Hausdorff yang kompak lokal. Untuk setiap subhimpunan kompak tak kosong KK dari XX, definisikan pK:𝒞(X):fsup{|f(x)|:xK}.p_{{}_{\scriptstyle{K}}}\colon \mathcal{C}(X) \rightarrow\mathbb{R}\colon f \mapsto \sup\{\lvert f(x)\rvert\colon x \in K\}. Maka keluarga 𝒫\mathcal{P} dari semua pKp_{{}_{\scriptstyle{K}}}, dengan KK suatu subhimpunan kompak tak kosong dari XX, merupakan suatu keluarga seminorma yang menjadikan 𝒞(X)\mathcal{C}(X) suatu ruang konveks lokal.

Proposisi 9.5.23.

Suatu pemetaan linear T:VWT\colon V \rightarrow W dari suatu ruang vektor topologis ke suatu ruang konveks lokal bersifat kontinu jika dan hanya jika pTp \circ T merupakan seminorma kontinu pada VV untuk setiap seminorma kontinu pp pada WW.

Proposisi 9.5.24.

Misalkan ff suatu fungsional linear kontinu pada subruang MM dari ruang konveks lokal XX. Maka ff dapat diperluas menjadi suatu fungsional linear kontinu pada seluruh XX.

Bukti.

Proof. Lihat [8], Proposisi IV.5.13. ◻

Ruang Fréchet

Definisi 9.6.1.

Ruang topologis (X,𝔗)(X,\mathfrak{T}) disebut dapat dimetrikkan jika terdapat suatu metrik dd pada XX sedemikian sehingga topologi yang dibangkitkan oleh dd adalah 𝔗\mathfrak{T}.

Definisi 9.6.2.

Suatu metrik dd pada ruang vektor VV disebut invarian terhadap translasi jika d(x,y)=d(x+a,y+a)d(x,y) = d(x + a, y + a) untuk semua xx, yy, dan aa di VV.

Proposisi 9.6.3.

Misalkan (X,𝔗)(X,\mathfrak{T}) ruang vektor topologis Hausdorff yang memiliki basis lokal terhitung. Maka terdapat metrik invarian terhadap translasi dd pada XX yang membangkitkan topologi 𝔗\mathfrak{T} dan yang bola-bola terbukanya di titik asal seimbang. Jika XX ruang konveks lokal, maka dd dapat dipilih sedemikian sehingga, selain itu, bola-bola terbukanya konveks.

Bukti.

Proof. Lihat [47], Teorema 1.24. ◻

Contoh 9.6.4.

Misalkan {pn:n}\{p_n\colon n \in \mathbb{N}\} suatu keluarga seminorma pemisah terhitung pada ruang vektor XX, dan misalkan 𝔗\mathfrak{T} topologi pada XX yang dijamin oleh Proposisi 9.5.21. Dalam hal ini kita dapat secara eksplisit mendefinisikan suatu metrik invarian terhadap translasi pada XX yang menginduksi topologi 𝔗\mathfrak{T}. Untuk setiap barisan (αk)c0\bigl(\alpha_k\bigr) \in c_0 dengan αk>0\alpha_k>0 untuk setiap kk\in\mathbb{N}, suatu metrik dengan sifat-sifat yang diinginkan diberikan oleh d(x,y)=maxk{αkpk(xy)1+pk(xy)}.d(x,y) = \max_{k \in \mathbb{N}}\biggl\{\frac{\alpha_k p_k(x-y)}{1 + p_k(x-y)}\biggr\}.

Bukti.

Proof. Lihat [47], Catatan 1.38(c). ◻

Definisi 9.6.5.

Sebuah ruang Fréchet adalah ruang konveks lokal yang lengkap dan dapat dimetrikkan.

Notasi 9.6.6.

Misalkan AA dan BB subhimpunan suatu ruang topologis. Kita menulis ABA\prec B jika A¯B\overline{A} \subseteq {B}^{\circ}.

Proposisi 9.6.7.

Pernyataan berikut berlaku untuk subhimpunan AA, BB, dan CC dari suatu ruang topologis:

  1. jika ABA \prec B dan BCB \prec C, maka ACA \prec C;

  2. jika ACA \prec C dan BCB \prec C, maka ABCA \cup B \prec C; dan

  3. jika ABA \prec B dan ACA \prec C, maka ABCA \prec B \cap C.

Berikut adalah hasil standar dari topologi elementer.

Proposisi 9.6.8.

Misalkan Ω\Omega subhimpunan terbuka tak kosong dari n\mathbb{R}^n. Maka terdapat suatu barisan (Kn)(K_n) yang terdiri atas subhimpunan kompak tak kosong dari Ω\Omega sedemikian sehingga KiKjK_i \prec K_j setiap kali i<ji < j dan .

Bukti.

Proof. Lihat [49], Lema 10.1. ◻

Contoh 9.6.9.

Misalkan Ω\Omega subhimpunan terbuka tak kosong dari suatu ruang Euklides n\mathbb{R}^n, dan misalkan 𝒞(Ω)\mathcal{C}(\Omega) keluarga semua fungsi kontinu bernilai skalar pada Ω\Omega. Berdasarkan proposisi sebelumnya, kita dapat menuliskan Ω\Omega sebagai gabungan suatu koleksi terhitung himpunan kompak tak kosong K1K_1, K2K_2, …sedemikian sehingga KiKjK_i \prec K_j setiap kali i<ji < j. Untuk setiap nn \in \mathbb{N} dan f𝒞(Ω)f \in \mathcal{C}(\Omega), misalkan pn(f)=sup{|f(x)|:xKn}p_n(f) = \sup\{\lvert f(x)\rvert\colon x \in K_n\} seperti dalam Contoh 9.5.22. Menurut Proposisi 9.5.21, keluarga seminorma ini menjadikan 𝒞(Ω)\mathcal{C}(\Omega) ruang konveks lokal. Misalkan 𝔗\mathfrak{T} topologi yang dihasilkan pada ruang ini. Berdasarkan Contoh 9.6.4, fungsi d(f,g)=maxk2kpk(fg)1+pk(fg)d(f,g) = \max_{k \in \mathbb{N}}\frac{2^{-k}p_k(f-g)}{1 + p_k(f-g)} mendefinisikan suatu metrik pada 𝒞(Ω)\mathcal{C}(\Omega) yang menginduksi topologi 𝔗\mathfrak{T}. Dengan metrik ini, 𝒞(Ω)\mathcal{C}(\Omega) adalah ruang Fréchet.

Notasi 9.6.10.

Misalkan Ω\Omega subhimpunan terbuka dari suatu ruang Euklides n\mathbb{R}^n. Kita akan meninjau fungsi-fungsi bernilai skalar yang dapat didiferensialkan tak hingga pada Ω\Omega; yakni fungsi pada Ω\Omega yang memiliki turunan untuk setiap orde di tiap titik Ω\Omega. Kita akan menyebut fungsi-fungsi demikian sebagai fungsi mulus pada Ω\Omega. Kelas semua fungsi mulus pada Ω\Omega dinotasikan dengan 𝒞(Ω)\mathcal{C}^\infty(\Omega).

Kelas penting lain yang akan kita tinjau adalah 𝒞c(Ω)\mathcal{C}_c^\infty(\Omega), yaitu keluarga semua fungsi bernilai skalar pada Ω\Omega yang dapat didiferensialkan tak hingga dan memiliki tumpuan kompak; yakni fungsi yang bernilai nol di luar suatu subhimpunan kompak dari Ω\Omega. Fungsi-fungsi dalam keluarga ini sering disebut fungsi uji pada Ω\Omega. Notasi lain yang lebih singkat, yang lazim digunakan untuk keluarga ini adalah 𝒟(Ω)\mathcal{D}(\Omega).

Kita akan menaruh perhatian pada operator diferensial pada ruang 𝒟(Ω)\mathcal{D}(\Omega). Misalkan 𝜶=(α1,,αn)\boldsymbol{\alpha }= (\alpha_1, \dots, \alpha_n) suatu multi-indeks, yaitu suatu tupel-nn bilangan bulat dengan setiap αk0\alpha_k \ge 0, dan misalkan D𝜶=(x1)α1(xn)αn.D^{\boldsymbol{\alpha}} = \biggl(\frac{\partial}{\partial x_1}\biggr)^{\alpha_1} \dots \biggl(\frac{\partial}{\partial x_n}\biggr)^{\alpha_n}. Yang dimaksud dengan orde operator diferensial D𝜶D^{\boldsymbol{\alpha}} adalah |𝜶|:=k=1nαk\lvert\boldsymbol{\alpha}\rvert := \sum_{k=1}^n \alpha_k. (Ketika |𝜶|=0\lvert\boldsymbol{\alpha}\rvert = 0, kita memahami D𝜶(f)=fD^{\boldsymbol{\alpha}}(f) = f untuk setiap fungsi ff.) Notasi alternatif untuk D𝜶fD^{\boldsymbol{\alpha}}f adalah f(𝜶)f^{(\boldsymbol{\alpha})}.

Contoh 9.6.11.

Pada keluarga 𝒞(Ω)\mathcal{C}^\infty(\Omega) dari fungsi-fungsi mulus pada suatu subhimpunan terbuka Ω\Omega dari ruang Euklides n\mathbb{R}^n, definisikan keluarga seminorma {pK,j}\{p_{{}_{\scriptstyle{K,j}}}\}. Untuk setiap subhimpunan kompak KK dari Ω\Omega dan setiap jj \in \mathbb{N}, misalkan pK,j(f)=sup{|D𝜶f(x)|:xK dan |𝜶|j}.p_{{}_{\scriptstyle{K,j}}}(f) = \sup\{\lvert D^{\boldsymbol{\alpha}}f(x)\rvert\colon x \in K \text{ dan } \lvert\boldsymbol{\alpha}\rvert \le j\}. Keluarga seminorma ini menjadikan 𝒞(Ω)\mathcal{C}^\infty(\Omega) ruang Fréchet. Topologi yang dihasilkan pada 𝒞(Ω)\mathcal{C}^\infty(\Omega) kadang-kadang disebut topologi konvergensi seragam pada himpunan-himpunan kompak bagi fungsi-fungsi tersebut dan semua turunannya.

Bukti.

Petunjuk untuk bukti. Untuk melihat bahwa ruang ini dapat dimetrikkan, gunakan Contoh 9.6.4 dan Proposisi 9.6.8. ◻

Contoh 9.6.12.

Misalkan nn \in \mathbb{N}. Nyatakan dengan 𝒮=𝒮(n)\mathcal{S} = \mathcal{S}(\mathbb{R}^n) ruang semua fungsi mulus ff yang didefinisikan pada seluruh n\mathbb{R}^n dan memenuhi limxxk|D𝜶f(x)|=0\lim_{\lVert x\rVert \rightarrow\infty}{\lVert x\rVert}^k \lvert D^{\boldsymbol{\alpha}}f(x)\rvert = 0 untuk semua multi-indeks 𝜶=(α1,,αn)n\boldsymbol{\alpha }= (\alpha_1,\dots,\alpha_n) \in \mathbb{N}^n dan semua bilangan bulat k0k \ge 0. Fungsi-fungsi demikian sering disebut sebagai fungsi dengan turunan yang menurun cepat, atau lebih singkat lagi, fungsi yang menurun cepat. Pada 𝒮\mathcal{S} kita gunakan topologi yang didefinisikan oleh seminorma-seminorma pm,k(f):=sup|𝜶|m{supxn{(1+x2)k|(D𝜶f)(x)|}}p_{{}_{\scriptstyle{m,k}}}(f) := \sup_{\lvert\boldsymbol{\alpha}\rvert \le m}\bigl\{\sup_{x \in \mathbb{R}^n} \{(1 + {\lVert x\rVert}^2)^k \lvert(D^{\boldsymbol{\alpha}}f)(x)\rvert\}\bigr\} untuk kk, m=0,1,2,m = 0,1,2,\dots. Ruang yang dihasilkan adalah ruang Fréchet yang disebut ruang Schwartz dari n\mathbb{R}^n.

Bukti.

Petunjuk untuk bukti. Untuk bukti kelengkapan, lihat [49], Contoh IV, halaman 92–94. ◻

Proposisi 9.6.13.

Suatu fungsi uji ψ\psi pada \mathbb{R} merupakan turunan dari fungsi uji lain jika dan hanya jika ψ=0\int_{-\infty}^\infty\psi = 0.

Proposisi 9.6.14.

Misalkan FF ruang Fréchet yang topologinya diinduksi oleh suatu metrik invarian terhadap translasi. Maka setiap subhimpunan terbatas dari FF memiliki diameter hingga.

Contoh 9.6.15.

Tinjau ruang Fréchet \mathbb{R} dengan topologi yang diinduksi oleh metrik invarian terhadap translasi . Maka himpunan bilangan asli \mathbb{N} memiliki diameter hingga, tetapi tidak terbatas.