© 1996
Khususnya untuk contoh-contoh dalam Bab 21, kita memerlukan beberapa bagian teori himpunan yang tidak trivial, yang paling baik didekati melalui teori baku mengenai kardinal dan ordinal; dan di bagian lain jilid ini saya menggunakan Lema Zorn. Di sini saya memberikan ikhtisar yang sangat singkat mengenai hasil-hasil yang terlibat, dengan sebagian besar bukti dihilangkan. Kebanyakan materi ini seharusnya terdapat dalam setiap pengantar teori himpunan yang baik. Rujukan yang saya berikan mengarah ke buku-buku yang kebetulan pernah saya temui dan dapat saya anjurkan sebagai bahan yang cukup sesuai bagi pemula.
Saya tidak membahas sistem aksioma ataupun landasan logis. Teori himpunan yang saya gunakan bersifat ‘naif’ dalam arti bahwa saya mengandalkan pemahaman saya atas pengalaman kolektif seratus tahun terakhir, bukan suatu upaya deskripsi formal, untuk membedakan argumen yang sah dari argumen yang tidak aman. Namun, ada beberapa bagian dalam Jilid 5 tempat filsafat selonggar ini menjadi tidak sesuai, sehingga saya menggunakan argumen yang, menurut keyakinan saya, dapat diterjemahkan ke dalam teori himpunan Zermelo–Fraenkel baku tanpa memerlukan gagasan baru.
Walaupun dalam jilid ini saya menggunakan aksioma pilihan tanpa ragu kapan pun sesuai, saya akan membagi bagian ini menjadi dua bagian, dimulai dengan gagasan dan hasil yang tidak bergantung pada aksioma pilihan (2A1A–2A1I), lalu dilanjutkan dengan sisanya (2A1J–2A1P). Saya percaya bahwa bahkan pada tingkat ini, mempertahankan suatu tingkat pemisahan membantu kita memahami sifat argumen-argumennya dengan lebih baik.
2A1A Himpunan terurut (a)
Ingat bahwa suatu himpunan terurut parsial adalah suatu himpunan \(P\) bersama suatu relasi \(\le\) pada \(P\) sedemikian sehingga
jika \(p\le q\) dan \(q\le r\), maka \(p\le r\),
\(p\le p\) untuk setiap \(p\in P\),
jika \(p\le q\) dan \(q\le p\), maka \(p=q\).
Dalam konteks ini, saya akan menuliskan \(p\ge q\) untuk menyatakan \(q\le p\), dan \(p<q\) atau \(q>p\) untuk menyatakan ‘\(p\le q\) dan \(p\ne q\)’. \(\le\) merupakan suatu urutan parsial pada \(P\).
2A1A (b)
Misalkan \((P,\le)\) suatu himpunan terurut parsial, dan \(A\subseteq P\). Suatu elemen maksimal dari \(A\) adalah \(p\in A\) sedemikian sehingga \(p\not<a\) untuk setiap \(a\in A\). Perhatikan bahwa \(A\) dapat mempunyai lebih dari satu elemen maksimal. Suatu batas atas bagi \(A\) adalah \(p\in P\) sedemikian sehingga \(a\le p\) untuk setiap \(a\in A\); suatu supremum atau batas atas terkecil adalah batas atas \(p\) sedemikian sehingga \(p\le q\) untuk setiap batas atas \(q\) dari \(A\). Paling banyak hanya ada satu yang demikian, sebab jika \(p\), \(p'\) keduanya merupakan batas atas terkecil, maka \(p\le p'\) dan \(p'\le p\). Karena itu kita dapat dengan aman menuliskan \(p=\sup A\) jika \(p\) adalah batas atas terkecil dari \(A\).
Demikian pula, suatu elemen minimal dari \(A\) adalah \(p\in A\) sedemikian sehingga \(p\not>a\) untuk setiap \(a\in A\); suatu batas bawah dari \(A\) adalah \(p\in P\) sedemikian sehingga \(p\le a\) untuk setiap \(a\in A\); dan \(\inf A=p\) berarti bahwa
Suatu subhimpunan \(A\) dari \(P\) disebut terbatas menurut urutan jika mempunyai batas atas dan batas bawah.
Suatu subhimpunan \(A\) dari \(P\) disebut terarah ke atas jika untuk setiap \(p\), \(p'\in A\) terdapat \(q\in A\) sedemikian sehingga \(p\le q\) dan \(p'\le q\); yaitu, jika setiap subhimpunan berhingga tak kosong dari \(A\) mempunyai batas atas dalam \(A\). Demikian pula, \(A\subseteq P\) disebut terarah ke bawah jika untuk setiap \(p\), \(p'\in A\) terdapat \(q\in A\) sedemikian sehingga \(q\le p\) dan \(q\le p'\); yaitu, jika setiap subhimpunan berhingga tak kosong dari \(A\) mempunyai batas bawah dalam \(A\).
Kadang-kadang lebih mudah jika notasi interval tertutup disesuaikan dengan himpunan terurut parsial sebarang: \([p,q]\) akan berarti \(\{r:p\le r\le q\}\).
2A1Ac (c)
Suatu himpunan terurut total adalah himpunan terurut parsial \((P,\le)\) sedemikian sehingga
untuk setiap \(p\), \(q\in P\), berlaku \(p\le q\) atau \(q\le p\).
Dalam hal ini, \(\le\) merupakan urutan total atau linear pada \(P\).
Dalam setiap himpunan terurut total kita mempunyai suatu fungsi median: untuk \(p\), \(q\), \(r\in P\), tetapkan
\[\begin{aligned}\med(p,q,r) &=\max(\min(p,q),\min(p,r),\min(q,r))\\ &=\min(\max(p,q),\max(p,r),\max(q,r)),\\\end{aligned}\]
sehingga \(\med(p,q,r)=q\) jika \(p\le q\le r\).
2A1Ad (d)
Suatu kisi adalah himpunan terurut parsial \((P,\le)\) sedemikian sehingga
untuk setiap \(p\), \(q\in P\), \(p\vee q=\sup\{p,q\}\) dan \(p\wedge q=\inf\{p,q\}\) terdefinisi dalam \(P\).
2A1Ae (e)
Suatu himpunan terurut baik adalah himpunan terurut total \((P,\le)\) sedemikian sehingga \(\inf A\) ada dan termasuk dalam \(A\) untuk setiap himpunan tak kosong \(A\subseteq P\); yaitu, setiap subhimpunan tak kosong dari \(P\) mempunyai elemen terkecil. Dalam hal ini \(\le\) merupakan suatu pengurutan baik dari \(P\).
2A1B Rekursi Transfinit: Teorema
Misalkan \((P,\le)\) suatu himpunan terurut baik dan \(X\) sebarang kelas. Untuk \(p\in P\), tuliskan \(L_p\) untuk himpunan \(\{q:q\in P,\,q<p\}\) dan \(X^{L_p}\) untuk kelas semua fungsi dari \(L_p\) ke \(X\). Misalkan \(F:\bigcup_{p\in P}X^{L_p}\to X\) sebarang fungsi. Maka terdapat tepat satu fungsi \(f:P\to X\) sedemikian sehingga \(f(p)=F(f\restr L_p)\) untuk setiap \(p\in P\).
Catatan Jika Anda telah diajarkan untuk membedakan kata ‘himpunan’ dan ‘kelas’, Anda akan melihat bahwa teori himpunan naif saya relatif toleran karena bersedia mengizinkan variabel kelas dalam teorema-teoremanya.
2A1C Ordinal
Suatu ordinal (kadang-kadang disebut ‘ordinal von Neumann’) adalah suatu himpunan \(\xi\) sedemikian sehingga
jika \(\eta\in\xi\), maka \(\eta\) merupakan suatu himpunan dan \(\eta\not\in\eta\),
jika \(\eta\in\zeta\in\xi\), maka \(\eta\in\xi\),
dengan menuliskan ‘\(\eta\le\zeta\)’ untuk menyatakan ‘\(\eta\in\zeta\) atau \(\eta=\zeta\)’, \((\xi,\le)\) terurut baik
(Enderton 77, hlm. 191; Halmos 60, §19; Henle 86, hlm. 27; Krivine 71, hlm. 24; Roitman 90, 3.2.8. Tentu saja banyak teori himpunan tidak mengizinkan himpunan menjadi anggota dirinya sendiri, dan/atau menganggap begitu saja bahwa setiap objek pembicaraan merupakan suatu himpunan, tetapi saya memilih untuk tidak mengambil pendirian mengenai hal-hal semacam itu secara umum.)
2A1D Fakta-fakta dasar mengenai ordinal (a)
Jika \(\xi\) adalah suatu ordinal, maka setiap anggota \(\xi\) adalah ordinal. (Enderton 77, hlm. 192; Henle 86, 6.4; Krivine 71, hlm. 14; Roitman 90, 3.2.10.)
2A1Db (b)
Jika \(\xi\), \(\eta\) adalah ordinal, maka berlaku \(\xi\in\eta\) atau \(\xi=\eta\) atau \(\eta\in\xi\) (dan tidak ada dua dari ketiganya yang dapat terjadi bersamaan). (Enderton 77, hlm. 192; Henle 86, 6.4; Krivine 71, hlm. 14; Lipschutz 64, 11.12; Roitman 90, 3.2.13.) Lazimnya, dalam hal ini, kita menuliskan \(\eta<\xi\) jika \(\eta\in\xi\) dan \(\eta\le\xi\) jika \(\eta\in\xi\) atau \(\eta=\xi\). Perhatikan bahwa \(\eta\le\xi\) jika dan hanya jika \(\eta\subseteq\xi\).
2A1Dc (c)
Jika \(A\) sebarang kelas tak kosong dari ordinal, maka terdapat \(\alpha\in A\) sedemikian sehingga \(\alpha\le\xi\) untuk setiap \(\xi\in A\). (Henle 86, 6.7; Krivine 71, hlm. 15.)
2A1Dd (d)
Jika \(\xi\) suatu ordinal, maka \(\xi\cup\{\xi\}\) juga ordinal; sebutlah ‘ \(\xi+1\)’. Jika \(\xi<\eta\), maka \(\xi+1\le\eta\); \(\xi+1\) adalah ordinal terkecil yang lebih besar dari \(\xi\). (Enderton 77, hlm. 193; Henle 86, 6.3; Krivine 71, hlm. 15.) Untuk setiap ordinal \(\xi\), terdapat ordinal terbesar \(\eta<\xi\), dan dalam hal ini \(\xi=\eta+1\) serta kita menyebut \(\xi\) suatu ordinal penerus, atau \(\xi=\bigcup\xi\), dan dalam hal ini kita menyebut \(\xi\) suatu ordinal limit.
2A1De (e)
Beberapa ordinal pertama adalah \(0=\emptyset\), \(1=0+1=\{0\}=\{\emptyset\}\), \(2=1+1=\{0,1\}=\{\emptyset,\{\emptyset\}\}\), \(3=2+1=\{0,1,2\}\), \(\ldots\). Ordinal tak hingga pertama adalah \(\omega=\{0,1,2,\ldots\}\), yang dapat diidentifikasi dengan \(\Bbb N\).
2A1Df (f)
Gabungan sebarang himpunan ordinal merupakan suatu ordinal. (Enderton 77, hlm. 193; Henle 86, 6.8; Krivine 71, hlm. 15; Roitman 90, 3.2.19.)
2A1Dg (g)
Jika \((P,\le)\) sebarang himpunan terurut baik, maka terdapat tepat satu ordinal \(\xi\) sedemikian sehingga \(P\) isomorfik dengan \(\xi\) sebagai himpunan terurut, dan isomorfisme urutan tersebut unik. (Enderton 77, hlm. 187–189; Henle 86, 6.13; Halmos 60, §20.)
2A1E Ordinal awal
Suatu ordinal awal adalah ordinal \(\kappa\) sedemikian sehingga tidak terdapat bijeksi antara \(\kappa\) dan sebarang anggota \(\kappa\). (Enderton 77, hlm. 197; Halmos 60, §25; Henle 86, hlm. 34; Krivine 71, hlm. 24; Roitman 90, 5.1.10, hlm. 79).
2A1F Fakta-fakta dasar mengenai ordinal awal (a)
Semua ordinal berhingga, dan ordinal tak hingga pertama \(\omega\), merupakan ordinal awal.
2A1Fb (b)
Untuk setiap himpunan terurut baik \(P\), terdapat tepat satu ordinal awal \(\kappa\) sedemikian sehingga terdapat bijeksi antara \(P\) dan \(\kappa\).
2A1Fc (c)
Untuk setiap ordinal \(\xi\), terdapat ordinal awal terkecil yang lebih besar daripada \(\xi\). (Enderton 77, hlm. 195; Henle 86, 7.2.1.) Jika \(\kappa\) suatu ordinal awal, tuliskan \(\kappa^+\) untuk ordinal awal terkecil yang lebih besar daripada \(\kappa\). Kita menuliskan \(\omega_1\) untuk \(\omega^+\), \(\omega_2\) untuk \(\omega_1^+\), dan seterusnya.
2A1Fd (d)
Untuk setiap ordinal awal \(\kappa\ge\omega\) terdapat bijeksi antara \(\kappa\times\kappa\) dan \(\kappa\); akibatnya terdapat bijeksi antara \(\kappa\) dan \(\kappa^r\) untuk setiap \(r\ge 1\).
2A1G Teorema Schröder–Bernstein
Saya mengingatkan Anda akan hasil mendasar berikut: jika \(X\) dan \(Y\) adalah himpunan dan terdapat injeksi \(f:X\to Y\), \(g:Y\to X\), maka terdapat bijeksi \(h:X\to Y\). (Enderton 77, hlm. 147; Halmos 60, §22; Henle 86, 7.4; Lipschutz 64, hlm. 145; Roitman 90, 5.1.2. Ini juga merupakan kasus khusus dari 344D dalam Jilid 3.)
2A1H Subhimpunan terhitung dari \(\Cal P\Bbb N\)
Hasil-hasil berikut akan diperlukan di bawah.
(a) Terdapat bijeksi antara \(\Cal P\Bbb N\) dan \(\Bbb R\). (Enderton 77, hlm. 149; Lipschutz 64, hlm. 146.)
2A1Hb (b)
Andaikan bahwa \(X\) sebarang himpunan sedemikian sehingga terdapat injeksi dari \(X\) ke \(\Cal P\Bbb N\). Misalkan \(\Cal C\) adalah himpunan subhimpunan terhitung dari \(X\). Maka terdapat surjeksi dari \(\Cal P\Bbb N\) ke \(\Cal C\). Bukti. Misalkan \(f:X\to\Cal P\Bbb N\) suatu injeksi. Tetapkan \(f_1(x)=\{0\}\cup\{i+1:i\in f(x)\}\); maka \(f_1:X\to\Cal P\Bbb N\) injektif dan \(f_1(x)\ne\emptyset\) untuk setiap \(x\in X\). Definisikan \(g:\Cal P\Bbb N\to\Cal PX\) dengan menetapkan \(g(A)=\{x:\exists\,n\in\Bbb N,\,f_1(x) =\{i:2^n(2i+1)\in A\}\}\) untuk setiap \(A\subseteq\Bbb N\). Maka \(g(A)\) terhitung, sebab kita mempunyai injeksi \(x\mapsto\min\{n:f_1(x)=\{i:2^n(2i+1)\in A\}\}\) dari \(g(A)\) ke \(\Bbb N\). Jadi \(g\) adalah suatu fungsi dari \(\Cal P\Bbb N\) ke \(\Cal C\). Untuk melihat bahwa \(g\) surjektif, perhatikan bahwa \(\emptyset=g(\emptyset)\), sedangkan jika \(C\subseteq X\) terhitung dan tak kosong, terdapat surjeksi \(h:\Bbb N\to C\); sekarang tetapkan \(A=\{2^n(2i+1):n\in\Bbb N,\,i\in f_1(h(n))\}\), dan lihat bahwa \(g(A)=C\). ∎
2A1Hc (c)
Andaikan lagi bahwa \(X\) adalah suatu himpunan sedemikian sehingga terdapat injeksi dari \(X\) ke \(\Cal P\Bbb N\), dan tuliskan \(H\) untuk himpunan fungsi \(h\) sedemikian sehingga \(\dom h\) adalah subhimpunan terhitung dari \(X\) dan \(h\) mengambil nilai dalam \(\{0,1\}\). Maka terdapat surjeksi dari \(\Cal P\Bbb N\) ke \(H\). Bukti. Misalkan \(\Cal C\) adalah himpunan subhimpunan terhitung dari \(X\) dan misalkan \(g:\Cal P\Bbb N\to\Cal C\) suatu surjeksi, seperti dalam (b). Untuk \(A\subseteq\Bbb N\), tetapkan \(g_0(A)=g(\{i:2i\in A\})\), \(g_1(A)=g(\{i:2i+1\in A\})\), sehingga \(g_0(A)\), \(g_1(A)\) adalah subhimpunan terhitung dari \(X\), dan \(A\mapsto(g_0(A),g_1(A))\) merupakan surjeksi dari \(\Cal P\Bbb N\) ke \(\Cal C\times\Cal C\). Misalkan \(h_A\) adalah fungsi dengan domain \(g_0(A)\cup g_1(A)\) sedemikian sehingga \(h_A(x)=1\) jika \(x\in g_1(A)\), \(0\) jika \(x\in g_0(A)\setminus g_1(A)\). Maka \(A\mapsto h_A\) adalah surjeksi dari \(\Cal P\Bbb N\) ke \(H\). ∎
2A1I Filter
Saya berhenti sejenak untuk membahas suatu konstruksi yang sangat berguna dalam menyelidiki ruang topologis, tetapi juga mempunyai kegunaan lain, dan menurut sifatnya termasuk dalam teori himpunan elementer (bahkan jauh lebih elementer daripada pekerjaan di atas).
2A1Ia
(a) Misalkan \(X\) suatu himpunan tak kosong. Suatu filter pada \(X\) adalah keluarga \(\Cal F\) dari subhimpunan-subhimpunan \(X\) sedemikian sehingga
\(X\in\Cal F\), \(\emptyset\notin\Cal F\),
\(E\cap F\in\Cal F\) kapan pun \(E\), \(F\in\Cal F\),
\(E\in\Cal F\) kapan pun \(X\supseteq E\supseteq F\in\Cal F\).
Syarat kedua mengakibatkan (dengan induksi pada \(n\)) bahwa \(F_0\cap\ldots\cap F_n\in\Cal F\) kapan pun \(F_0,\ldots,F_n\in\Cal F\).
2A1Ib (b)
Misalkan \(X\), \(Y\) himpunan tak kosong, \(\Cal F\) suatu filter pada \(X\) dan \(f:D\to Y\) suatu fungsi, dengan \(D\in\Cal F\). Maka
adalah suatu filter pada \(Y\) (sebab \(f^{-1}[Y]=D\), \(f^{-1}[\emptyset]=\emptyset\), \(f^{-1}[E\cap F]=f^{-1}[E]\cap f^{-1}[F]\), \(X\supseteq f^{-1}[E]\supseteq f^{-1}[F]\) kapan pun \(Y\supseteq E\supseteq F\)); saya akan menyebutnya \(f[[\Cal F]]\), filter citra dari \(\Cal F\) di bawah \(f\).
Catatan Tentu saja terdapat suatu variabel tersembunyi dalam notasi ini. Biasanya dalam buku ini saya menganggap suatu fungsi \(f\) didefinisikan oleh domainnya \(\dom f\) dan nilai-nilainya pada domain itu; yakni, fungsi tersebut ditentukan oleh grafiknya \(\{(x,f(x)):x\in\dom f\}\), dan memang biasanya saya tidak membedakan suatu fungsi dari grafiknya. Ini berarti bahwa ketika saya menuliskan ‘\(f:D\to Y\) adalah suatu fungsi’, kelas \(D=\dom f\) dapat dipulihkan dari fungsi tersebut, tetapi kelas \(Y\) tidak; yang saya janjikan hanyalah bahwa \(Y\) memuat kelas nilai \(f[D]\) dari \(f\). Sekarang, dalam notasi \(f[[\Cal F]]\) di atas, kita memang perlu mengetahui himpunan \(Y\) yang menjadi tempat filter itu, walaupun hal ini tidak dapat diketahui dari \(f\) dan \(\Cal F\). Jadi Anda harus selalu menyimpulkannya dari konteks.
2A1J Aksioma Pilihan
Sekarang saya sampai pada paruh kedua bagian ini, tempat saya membahas konsep dan teorema yang bergantung pada Aksioma Pilihan. Izinkan saya mengingatkan Anda akan pernyataan aksioma ini:
(AC) ‘setiap kali \(I\) merupakan suatu himpunan dan \(\familyiI{X_i}\) suatu keluarga himpunan tak kosong yang diindeks oleh \(I\), terdapat suatu fungsi \(f\), dengan domain \(I\), sedemikian sehingga \(f(i)\in X_i\) untuk setiap \(i\in I\)’.
Fungsi \(f\) adalah suatu fungsi pilihan; fungsi ini memilih satu anggota dari setiap anggota keluarga himpunan tak kosong \(X_i\) yang diberikan.
Saya percaya bahwa sikap seseorang terhadap prinsip ini merupakan perkara pilihan pribadi. Prinsip ini adalah landasan yang mutlak diperlukan bagi bagian-bagian sangat besar dari matematika murni abad kedua puluh, termasuk bagian yang cukup besar dari jilid ini; tetapi terdapat pula bidang- bidang penting tempat prinsip-prinsip yang justru bertentangan dengannya dapat digunakan dengan hasil mencolok, dan—menurut pandangan saya—mengarah kepada matematika yang sama sahnya. (Saya akan menguraikan salah satunya dalam §567 dari Jilid 5.) Saat ini, jika diukur menurut volumenya, lebih banyak kegiatan matematika mutakhir bergantung pada penegasan aksioma pilihan daripada pada seluruh pesaingnya digabungkan; tetapi tempat ditemukannya gagasan paling penting atau menggairahkan merupakan perkara penilaian dan selera. Untuk jilid ini saya mengikuti praktik baku dalam analisis abstrak abad kedua puluh, dengan menggunakan aksioma pilihan kapan pun diperlukan.
2A1K Teorema Pengurutan Baik Zermelo (a)
Aksioma Pilihan ekuivalen dengan setiap pernyataan
‘untuk setiap himpunan \(X\) terdapat suatu pengurutan baik dari \(X\)’,
‘untuk setiap himpunan \(X\) terdapat bijeksi antara \(X\) dan suatu ordinal’,
‘untuk setiap himpunan \(X\) terdapat tepat satu ordinal awal \(\kappa\) sedemikian sehingga terdapat bijeksi antara \(X\) dan \(\kappa\).’
(Enderton 77, hlm. 196 dan seterusnya; Halmos 60, §17; Henle 86, 9.1–9.3; Krivine 71, hlm. 20; Lipschutz 64, 12.1; Roitman 90, 3.6.38.)
2A1Kb (b)
Dengan mengasumsikan aksioma pilihan, seperti yang saya lakukan hampir di seluruh risalah ini, saya menuliskan \(\#(X)\) untuk ordinal awal \(\kappa\) sedemikian sehingga terdapat bijeksi antara \(\kappa\) dan \(X\); saya menyebutnya kardinal dari \(X\).
2A1L Akibat-akibat mendasar Aksioma Pilihan (a)
Untuk setiap dua himpunan \(X\) dan \(Y\), terdapat bijeksi antara \(X\) dan \(Y\) jika dan hanya jika \(\#(X)=\#(Y)\). Secara lebih umum, terdapat injeksi dari \(X\) ke \(Y\) jika dan hanya jika \(\#(X)\le\#(Y)\), dan terdapat surjeksi dari \(X\) ke seluruh \(Y\) jika dan hanya jika \(\#(X)\ge\#(Y)>0\) atau \(\#(X)=\#(Y)=0\).
2A1Lb (b)
Khususnya, \(\#(\Cal P\Bbb N)=\#(\Bbb R)\); tuliskan \(\frak c\) untuk nilai bersama ini, yakni kardinal kontinum. Teorema Cantor bahwa \(\Cal P\Bbb N\) dan \(\Bbb R\) tak terhitung menjadi hasil \(\omega<\frak c\), yaitu, \(\omega_1\le\frak c\).
2A1Lc (c)
Jika \(X\) sebarang himpunan tak hingga, dan \(r\ge 1\), maka terdapat bijeksi antara \(X^r\) dan \(X\). (Enderton 77, hlm. 162; Halmos 60, §24.) (Saya mencatat bahwa kita memerlukan suatu bentuk aksioma pilihan untuk membuktikan hasil ini pada tingkat keumuman tersebut. Namun tentu saja, untuk kebanyakan himpunan tak hingga yang muncul secara alami dalam matematika—himpunan seperti \(\Bbb N\) dan \(\Cal P\Bbb R\)— hasilnya mudah dibuktikan tanpa mengacu pada aksioma pilihan.)
2A1Ld (d)
Andaikan \(\kappa\) suatu kardinal tak hingga. Jika \(I\) adalah himpunan dengan kardinal paling besar \(\kappa\) dan \(\langle A_i\rangle_{i\in I}\) merupakan suatu keluarga himpunan dengan \(\#(A_i)\le\kappa\) untuk setiap \(i\in I\), maka \(\#(\bigcup_{i\in I}A_i)\le\kappa\). Akibatnya \(\#(\bigcup\Cal A)\le\kappa\) kapan pun \(\Cal A\) adalah keluarga himpunan sedemikian sehingga \(\#(\Cal A)\le\kappa\) dan \(\#(A)\le\kappa\) untuk setiap \(A\in\Cal A\). Khususnya, \(\omega_1\) tidak dapat dinyatakan sebagai gabungan terhitung himpunan-himpunan terhitung, dan \(\omega_2\) tidak dapat dinyatakan sebagai gabungan terhitung himpunan-himpunan dengan kardinal paling besar \(\omega_1\).
2A1Le (e)
Sekarang kita dapat menyatakan ulang 2A1Hc sebagai: jika \(\#(X)\le\frak c\), maka \(\#(H)\le\frak c\), dengan \(H\) adalah himpunan fungsi dari suatu subhimpunan terhitung dari \(X\) ke \(\{0,1\}\). Bukti. Sebab kita mempunyai injeksi dari \(X\) ke \(\Cal P\Bbb N\), dan karena itu suatu surjeksi dari \(\Cal P\Bbb N\) ke \(H\). ∎
2A1Lf (f)
Setiap kelas tak kosong dari kardinal mempunyai anggota terkecil (menurut 2A1Dc).
2A1M Lema Zorn
Dalam 2A1K saya menguraikan prinsip pengurutan baik. Sekarang saya sampai pada proposisi lain yang ekuivalen dengan aksioma pilihan:
‘Misalkan \((P,\le)\) suatu himpunan terurut parsial tak kosong sedemikian sehingga setiap subhimpunan terurut total tak kosong dari \(P\) mempunyai batas atas dalam \(P\). Maka \(P\) mempunyai suatu elemen maksimal.’
Inilah Lema Zorn. Untuk bukti bahwa aksioma pilihan mengakibatkan, dan diakibatkan oleh, Lema Zorn, lihat Enderton 77, hlm. 151; Halmos 60, §16; Henle 86, 9.1–9.3; Roitman 90, 3.6.38.
2A1N Ultrafilter
Suatu filter \(\Cal F\) pada suatu himpunan \(X\) adalah ultrafilter jika untuk setiap \(A\subseteq X\) berlaku \(A\in\Cal F\) atau \(X\setminus A\in\Cal F\).
Jika \(\Cal F\) adalah ultrafilter pada \(X\) dan \(f:D\to Y\) suatu fungsi, dengan \(D\in\Cal F\), maka \(f[[\Cal F]]\) adalah ultrafilter pada \(Y\) (sebab \(f^{-1}[Y\setminus A]=D\setminus f^{-1}[A]\) untuk setiap \(A\subseteq Y\)).
Satu jenis ultrafilter dapat diuraikan dengan mudah: jika \(x\) adalah sebarang titik dari suatu himpunan \(X\), maka \(\Cal F=\{F:x\in F\subseteq X\}\) adalah ultrafilter pada \(X\). (Anda hanya perlu membaca definisi-definisinya. Ultrafilter jenis ini disebut ultrafilter prinsipal.) Tetapi tidaklah jelas bahwa ada ultrafilter lain, dan memang tidak mungkin membuktikan keberadaannya tanpa menggunakan suatu bentuk kuat dari aksioma pilihan, sebagai berikut.
2A1O Teorema Ultrafilter
Sebagai suatu contoh penggunaan Lema Zorn yang akan sangat berharga dalam mempelajari ruang topologis kompak (2A3N dan seterusnya, serta §247), saya memberikan hasil berikut.
Teorema Misalkan \(X\) sebarang himpunan tak kosong, dan \(\Cal F\) suatu filter pada \(X\). Maka terdapat suatu ultrafilter \(\Cal H\) pada \(X\) sedemikian sehingga \(\Cal F\subseteq\Cal H\).
2A1P
Sekarang saya sampai pada suatu hasil dari kombinatorika infinitari yang saya buktikan secara terperinci, bukan karena hasil ini tidak dapat ditemukan dalam banyak buku ajar, melainkan karena biasanya hasil tersebut diberikan pada tingkat keumuman yang jauh lebih besar, sampai-sampai memahami mengapa teorema yang dinyatakan mencakup hasil sekarang mungkin lebih sulit daripada membuktikan hasil terakhir ini dari prinsip-prinsip pertama.
Teorema (a) Misalkan \(\langle K_{\alpha}\rangle_{\alpha\in A}\) suatu keluarga himpunan terhitung, dengan \(\#(A)\) lebih besar daripada \(\frak c\), kardinal kontinum. Maka terdapat suatu himpunan \(M\), dengan kardinal paling besar \(\frak c\), dan suatu himpunan \(B\subseteq A\), dengan kardinal lebih besar daripada \(\frak c\), sedemikian sehingga \(K_{\alpha}\cap K_{\beta}\subseteq M\) kapan pun \(\alpha\), \(\beta\) adalah anggota-anggota berbeda dari \(B\).
(b) Misalkan \(I\) suatu himpunan, dan \(\langle f_{\alpha}\rangle_{\alpha\in A}\) suatu keluarga dalam \(\{0,1\}^I\), yaitu himpunan fungsi dari \(I\) ke \(\{0,1\}\), dengan \(\#(A)>\frak c\). Jika \(\langle K_{\alpha}\rangle_{\alpha\in A}\) sebarang keluarga subhimpunan terhitung dari \(I\), maka terdapat suatu himpunan \(B\subseteq A\), dengan kardinal lebih besar daripada \(\frak c\), sedemikian sehingga \(f_{\alpha}\) dan \(f_{\beta}\) sama pada \(K_{\alpha}\cap K_{\beta}\) untuk semua \(\alpha\), \(\beta\in B\).
(c) Khususnya, di bawah syarat-syarat (b), terdapat \(\alpha\), \(\beta\in A\) yang berbeda sedemikian sehingga \(f_{\alpha}\) dan \(f_{\beta}\) sama pada \(K_{\alpha}\cap K_{\beta}\).
Catatan Hasil yang kita perlukan dalam jilid ini (dalam 216E) adalah bagian (c) di atas. Ada bukti-bukti lain untuk ini, mungkin sedikit lebih sederhana; tetapi hasil yang lebih kuat dalam bagian (b) akan berguna dalam Jilid 3.