Gerak Brown: Donsker, variasi kuadratik, dan waktu kena

Codex (materi asli, atas arahan pengguna)

Asal konsep, hak, dan batasan. Laboratorium ini adalah tulisan baru dalam bahasa Indonesia. Satu-satunya ketergantungan teorinya ialah halaman resmi Random karya Kyle Siegrist tentang gerak Brown standar, yang mencakup penskalaan gerak acak, ketakteraturan lintasan, prinsip pencerminan, dan waktu kena. Berkas saksi halaman itu dibekukan di authority/random dengan SHA-256 yang dicatat pada metadata di atas. Tidak ada byte HTML sumber yang disalin ke dalam Rmd ini. Sumber resmi mempertahankan dua saksi lisensi yang berbeda (CC BY 2.0 pada index.html dan CC BY 1.0 pada Credits.html); saksi itu tidak digabungkan atau diganti. Seluruh teks, kode R basis, tabel, latihan, petunjuk, jawaban, dan penyelesaian asli pada berkas ini dilepas dengan CC BY 4.0. Materi asli ini dihasilkan oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra., atas arahan pengguna. Edisi independen ini tidak didukung atau disahkan oleh Kyle Siegrist, Random, ataupun penulis sumber.

Prasyarat bersama. Langkah limit-normal di bawah memakai teorema limit pusat dari jalur O006/C140 sebagai prasyarat bersama. Laboratorium ini hanya menautkan dependensi itu; tidak ada byte O006 yang disalin atau diterbitkan ulang di sini.

Tujuan dan objek diskret

Misalkan \(\xi_1,\xi_2,\ldots\) saling bebas dengan \(\mathbb P(\xi_j=1)=\mathbb P(\xi_j=-1)=1/2\), dan tetapkan \(S_k=\sum_{j=1}^k\xi_j\). Untuk setiap \(n\), interpolan linear terskala \(W_n\in C[0,1]\) didefinisikan oleh

\[ W_n(t)=\frac{1}{\sqrt n}\left[ S_{\lfloor nt\rfloor}+(nt-\lfloor nt\rfloor) \xi_{\lfloor nt\rfloor+1} \right], \]

dengan suku interpolasi diambil nol pada \(t=1\). Teorema Donsker menyatakan \(W_n\Rightarrow B\) dalam \(C[0,1]\) dengan topologi seragam, dengan \(B\) gerak Brown standar. Tanda \(\Rightarrow\) berarti konvergensi dalam distribusi, bukan konvergensi lintasan demi lintasan dari satu keluaran acak.

Kita mengaudit dua konsekuensi yang dapat dihitung tanpa galat Monte Carlo. Untuk \(x=1\),

\[ \mathbb P\{W_n(1)\le x\} =\mathbb P\left\{\operatorname{Bin}(n,1/2) \le\left\lfloor\frac{n+x\sqrt n}{2}\right\rfloor\right\} \longrightarrow \Phi(x). \]

Untuk \(M_n=\max_{0\le k\le n}S_k\) dan bilangan bulat \(m>0\), prinsip pencerminan diskret memberi

\[ \mathbb P(M_n\ge m) =\mathbb P(S_n\ge m)+\mathbb P(S_n\ge m+1). \]

Dengan \(m=\sqrt n\) pada empat nilai \(n\) yang dipilih, ruas kiri mengaudit peluang lintasan terskala menyentuh aras \(1\) sebelum waktu \(1\). Limit Brown dari prinsip pencerminan ialah

\[ \mathbb P\left(\sup_{0\le t\le1}B_t\ge1\right) =2\{1-\Phi(1)\}. \]

Audit ini mendukung dua fungsional kontinu Donsker pada titik kontinuitas distribusinya; satu tabel hingga tidak dengan sendirinya membuktikan teorema fungsional.

Dua urutan partisi yang tidak boleh dicampur

Pada partisi alami \(\Pi_n=\{k/n:0\le k\le n\}\), setiap inkremen \(W_n\) bernilai \(\pm n^{-1/2}\). Karena itu, untuk setiap lintasan,

\[ Q(W_n;\Pi_n)=\sum_{k=1}^n(\Delta W_{n,k})^2=1, \qquad V(W_n;\Pi_n)=\sum_{k=1}^n|\Delta W_{n,k}|=\sqrt n. \]

Hasil pertama menyerupai variasi kuadratik \([B]_1=1\), sedangkan hasil kedua menuju tak hingga, konsisten dengan variasi total lintasan Brown yang tak hingga hampir pasti. Namun, ada peringatan penting. Jika \(n\) ditahan tetap dan setiap ruas linear pada \(\Pi_n\) dibagi menjadi \(r\) ruas yang sama, maka

\[ Q(W_n;\Pi_{n,r})=\frac1r\longrightarrow0 \quad\text{ketika }r\to\infty. \]

Tidak ada kontradiksi. Pada partisi alami, lintasan aproksimasi dan partisinya berubah bersama ketika \(n\to\infty\). Pada refinemen pralimit tetap, kita hanya memperhalus satu fungsi linear sepotong, yang memang mempunyai variasi kuadratik nol sepanjang refinemen semacam itu. Urutan kedua operasi limit tersebut berbeda.

Audit eksak dengan R basis

Kode berikut tidak memakai generator bilangan acak atau paket tambahan. pbinom menjumlahkan peluang binomial hingga secara numerik, sedangkan pnorm menghitung target Gaussian dan Brown. Nilai emas dibekukan agar pelaksanaan ulang mendeteksi perubahan rumus, ambang kisi, atau pembulatan.

Jalankan kode, lalu kerjakan keempat bagian berikut.

  1. Turunkan ambang binomial pada kolom k_endpoint, dan jelaskan mengapa cdf_endpoint_eksak menuju \(\Phi(1)\) meskipun galat kisi tidak monoton untuk semua pilihan \(n\).
  2. Buktikan langsung bahwa qv_mesh_alami=1 dan variasi_total=sqrt(n) untuk setiap lintasan gerak acak terskala.
  3. Untuk \(r=8\), turunkan qv_refinemen_pralimit=1/8; jelaskan mengapa limit saat \(r\to\infty\) tidak menyangkal \([B]_1=1\).
  4. Gunakan pencerminan lintasan sesudah sentuhan pertama aras \(m\) untuk menurunkan rumus dua ekor bagi prob_kena_eksak, lalu bandingkan empat barisnya dengan \(2\{1-\Phi(1)\}\).
ns = c(64L, 256L, 1024L, 4096L)
x = 1
a = 1
r = 8L
tolerance = 1e-12

# Distribusi titik akhir: W_n(1)=(2 K_n-n)/sqrt(n), K_n~Bin(n,1/2).
k_endpoint = floor((ns + x * sqrt(ns)) / 2)
endpoint_cdf = pbinom(k_endpoint, size=ns, prob=0.5)
normal_target = pnorm(x)

# Prinsip pencerminan diskret:
# P(M_n >= m)=P(S_n >= m)+P(S_n >= m+1).
m = as.integer(ceiling(a * sqrt(ns)))
k_ge_m = as.integer(ceiling((ns + m) / 2))
k_ge_m_plus_1 = as.integer(ceiling((ns + m + 1) / 2))
hit_probability =
  pbinom(k_ge_m - 1L, size=ns, prob=0.5, lower.tail=FALSE) +
  pbinom(k_ge_m_plus_1 - 1L, size=ns, prob=0.5, lower.tail=FALSE)
brown_hit_target = 2 * pnorm(-a)

# Besaran ini eksak lintasan demi lintasan pada mesh alami.
qv_natural = ns * (1 / sqrt(ns))^2
total_variation = ns * (1 / sqrt(ns))
qv_fixed_refinement = qv_natural / r

# Nilai emas independen dari RNG dan platform pada toleransi yang dicatat.
gold_endpoint = c(
  0.869782261712, 0.856005356734,
  0.848789424921, 0.845096155857
)
gold_hit = c(
  0.321084135685, 0.318255270999,
  0.317546780410, 0.317369581063
)
gold_normal_target = 0.841344746069
gold_brown_hit_target = 0.317310507863

row_error = pmax(
  abs(endpoint_cdf - gold_endpoint),
  abs(hit_probability - gold_hit),
  abs(qv_natural - 1),
  abs(qv_fixed_refinement - 1 / r),
  abs(total_variation - sqrt(ns))
)
global_error = max(
  row_error,
  abs(normal_target - gold_normal_target),
  abs(brown_hit_target - gold_brown_hit_target)
)
status = ifelse(row_error <= tolerance & global_error <= tolerance,
                "PASS", "FAIL")

hasil = data.frame(
  n=ns,
  k_endpoint=k_endpoint,
  ambang_kena=m,
  cdf_endpoint_eksak=sprintf("%.12f", endpoint_cdf),
  target_normal=sprintf("%.12f", normal_target),
  galat_cdf=sprintf("%.12f", abs(endpoint_cdf - normal_target)),
  prob_kena_eksak=sprintf("%.12f", hit_probability),
  target_brown=sprintf("%.12f", brown_hit_target),
  galat_kena=sprintf("%.12f", abs(hit_probability - brown_hit_target)),
  qv_mesh_alami=sprintf("%.12f", qv_natural),
  qv_refinemen_pralimit=sprintf("%.12f", qv_fixed_refinement),
  variasi_total=sprintf("%.12f", total_variation),
  refinemen_r=r,
  toleransi=sprintf("%.12e", tolerance),
  status=status,
  stringsAsFactors=FALSE
)
write.csv(hasil, file="", row.names=FALSE, quote=FALSE)
n k titik akhir ambang kena CDF titik akhir eksak target normal galat CDF peluang kena eksak target Brown galat kena QV mesh alami QV refinemen pralimit variasi total refinemen r toleransi status
64 36 8 0.869782261712 0.841344746069 0.028437515643 0.321084135685 0.317310507863 0.003773627822 1.000000000000 0.125000000000 8.000000000000 8 1.000000000000e-12 PASS
256 136 16 0.856005356734 0.841344746069 0.014660610666 0.318255270999 0.317310507863 0.000944763136 1.000000000000 0.125000000000 16.000000000000 8 1.000000000000e-12 PASS
1024 528 32 0.848789424921 0.841344746069 0.007444678852 0.317546780410 0.317310507863 0.000236272547 1.000000000000 0.125000000000 32.000000000000 8 1.000000000000e-12 PASS
4096 2080 64 0.845096155857 0.841344746069 0.003751409788 0.317369581063 0.317310507863 0.000059073200 1.000000000000 0.125000000000 64.000000000000 8 1.000000000000e-12 PASS

Target numeriknya adalah \(\Phi(1)=0{,}841344746069\) dan \(2\{1-\Phi(1)\}=0{,}317310507863\). Peluang titik akhir mendekati target lebih lambat karena massa pada satu titik kisi ikut masuk ke CDF; ini bukan galat simulasi. Diagnostik waktu kena jauh lebih dekat pada empat ukuran ini, tetapi tetap merupakan peluang gerak acak diskret, bukan peluang Brown yang disisipkan ke kolom data.

Petunjuk 1. Tulis \(S_n=2K_n-n\), dengan \(K_n\sim\operatorname{Bin}(n,1/2)\). Ketaksamaan \(S_n/\sqrt n\le1\) menjadi \(K_n\le\lfloor(n+\sqrt n)/2\rfloor\); pbinom memakai ambang inklusif ini.

Petunjuk 2. Pada mesh alami terdapat tepat \(n\) inkremen, masing-masing bernilai mutlak \(n^{-1/2}\). Pada refinemen \(r\), setiap inkremen linear itu diganti oleh \(r\) inkremen bernilai \(\pm(r\sqrt n)^{-1}\).

Petunjuk 3. Pisahkan kejadian \(\{M_n\ge m\}\) menurut nilai terminal. Lintasan yang berakhir di bawah \(m\) dipantulkan setelah kunjungan pertama ke \(m\); hasilnya berakhir ketat di atas \(m\). Perhatikan paritas melalui dua ambang k_ge_m dan k_ge_m_plus_1.

Jawaban ringkas. Karena \(S_n=2K_n-n\), CDF titik akhir adalah CDF binomial pada k_endpoint dan mendekati \(\Phi(1)\). Pada mesh alami, \(Q=n(n^{-1/2})^2=1\) dan \(V=n n^{-1/2}=\sqrt n\); setelah setiap ruas linear dibagi delapan, \(Q=1/8\). Refinemen satu interpolan tetap menuju nol, sedangkan variasi kuadratik Brown muncul pada limit stokastik dengan mesh alami yang berubah bersama \(n\). Pencerminan memberi \(\mathbb P(M_n\ge m)=\mathbb P(S_n\ge m)+\mathbb P(S_n\ge m+1)\), dan empat peluang eksak mendekati \(2\{1-\Phi(1)\}\) seperti pada tabel.

Penyelesaian lengkap. Jika \(K_n\) menghitung banyaknya inkremen \(+1\), maka \(S_n=K_n-(n-K_n)=2K_n-n\). Oleh sebab itu,

\[ \frac{S_n}{\sqrt n}\le1 \iff K_n\le\left\lfloor\frac{n+\sqrt n}{2}\right\rfloor. \]

Ini tepat argumen yang diberikan kepada pbinom. Teorema limit pusat memberi \(S_n/\sqrt n\Rightarrow N(0,1)\), dan karena \(1\) merupakan titik kontinuitas CDF normal, peluangnya menuju \(\Phi(1)\). Selisih yang tersisa pada tabel ialah efek kisi binomial yang sah, bukan ketidakpastian Monte Carlo.

Pada \(\Pi_n\), semua \(n\) inkremen interpolan bernilai \(\xi_k/\sqrt n\). Maka

\[ Q(W_n;\Pi_n)=\sum_{k=1}^n\frac{\xi_k^2}{n}=1, \qquad V(W_n;\Pi_n)=\sum_{k=1}^n\frac{|\xi_k|}{\sqrt n}=\sqrt n. \]

Jika satu ruas linear dibagi menjadi \(r\) bagian, besar setiap inkremen baru adalah \(1/(r\sqrt n)\). Terdapat \(nr\) inkremen, sehingga

\[ Q(W_n;\Pi_{n,r})=nr\frac{1}{r^2n}=\frac1r, \qquad V(W_n;\Pi_{n,r})=nr\frac{1}{r\sqrt n}=\sqrt n. \]

Jadi, untuk \(n\) tetap, \(Q\to0\) ketika \(r\to\infty\) karena \(W_n\) adalah fungsi linear sepotong. Pernyataan \([B]_1=1\) meninjau lintasan Brown dan urutan partisinya setelah limit proses; menukar kedua operasi ini tidak sah.

Terakhir, ambil lintasan dengan \(M_n\ge m\). Jika \(S_n\ge m\), lintasan sudah terhitung pada ekor pertama. Jika \(S_n<m\), pantulkan semua inkremen sesudah waktu pertama lintasan mencapai \(m\). Transformasi ini bijektif menuju lintasan dengan \(S_n>m\), sehingga

\[ \mathbb P(M_n\ge m) =\mathbb P(S_n\ge m)+\mathbb P(S_n>m) =\mathbb P(S_n\ge m)+\mathbb P(S_n\ge m+1). \]

Kedua ekor dihitung oleh pbinom(..., lower.tail=FALSE) dengan ambang bilangan bulat dan paritas yang sesuai. Untuk \(m=\sqrt n\), peluang berturut- turut ialah 0,321084135685; 0,318255270999; 0,317546780410; dan 0,317369581063. Fungsional maksimum kontinu terhadap norma seragam, dan distribusi maksimum Brown tidak mempunyai atom pada aras \(1\); teorema pemetaan kontinu untuk Donsker lalu memberi limit \(2\{1-\Phi(1)\}=0{,}317310507863\).