Mode konvergensi dan pembanding LLN/CLT

Codex (materi asli, atas arahan pengguna)

Asal dan lisensi. Laboratorium ini adalah materi asli edisi ini (CC BY 4.0). Ia memakai teori konvergensi dari unit Random yang sudah diterjemahkan, sedangkan backend menautkan LLN/CLT O006/C140 sebagai prasyarat bersama; tidak ada byte donor O006 yang disalin. Kode memakai R dasar, luring, dan tidak mengklaim dukungan dari penulis sumber mana pun. Provenans produksi: OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra.

Tujuan

Laboratorium ini membandingkan empat mode konvergensi—hampir pasti, dalam peluang, dalam distribusi, dan dalam \(L^1\)—dengan eksperimen yang ukurannya dapat diaudit. Untuk \(U\) yang seragam pada \((0,1)\), contoh lonjakan langka \(Y_n=n\mathbf 1_{\{U\le1/n\}}\) konvergen hampir pasti, dalam peluang, dan dalam distribusi ke nol, tetapi tidak dalam \(L^1\): peluang kejadian tak nol menuju nol, sedangkan \(\mathbb E|Y_n|=1\) untuk setiap \(n\). Contoh indikator \(X_n=\mathbf 1_{\{U\le1/n\}}\) juga konvergen hampir pasti dan dalam \(L^1\). Baris terakhir membandingkan intuisi itu dengan LLN dan CLT O006: rata-rata Bernoulli berparameter \(p=0{,}3\) mendekati \(p\), sedangkan statistik terstandar memakai simpangan baku \(\sqrt{p(1-p)}\) pada skala satu pengamatan, atau \(\sqrt{p(1-p)/n}\) pada skala rata-rata sampel.

Eksperimen dan pembanding O006

Jalankan kode dan baca tabel. Jelaskan mengapa baris 1 hanya merupakan satu lintasan, sedangkan nilai pada baris 2 dan 3 masing-masing menaksir peluang kejadian dan norma \(L^1\). Untuk dua baris terakhir, hubungkan nilai dan target dengan LLN dan CLT O006/C140.

Benih dan urutan keluaran dibekukan. Baris pertama memakai \(U_0=0{,}37\) untuk satu lintasan; baris kedua dan ketiga memakai 10^6 realisasi independen.

set.seed(20260829)
n = 1000L
u0 = 0.37
x_indicator = as.numeric(u0 <= 1 / n)
indicator_probability_target = 1 / n

u = runif(1000000L)
rare = n * (u <= 1 / n)
rare_probability = mean(rare != 0)
rare_l1 = mean(abs(rare))

set.seed(20260830)
sample_n = 10000L
p = 0.3
bernoulli = rbinom(sample_n, size=1L, prob=p)
lln_mean = mean(bernoulli)
lln_target = p
clt_z = sqrt(sample_n) * (lln_mean - p) / sqrt(p * (1 - p))

hasil = data.frame(
  kasus = c(1, 2, 3, 4, 5),
  n = c(n, n, n, sample_n, sample_n),
  benih = c(20260829, 20260829, 20260829, 20260830, 20260830),
  nilai = c(x_indicator, rare_probability, rare_l1, lln_mean, clt_z),
  target = c(0, indicator_probability_target, 0, lln_target, 0),
  galat_mutlak = c(abs(x_indicator), abs(rare_probability - indicator_probability_target),
                   abs(rare_l1), abs(lln_mean - lln_target), abs(clt_z)),
  skala_teori = c(indicator_probability_target, indicator_probability_target, 1,
                  sqrt(p * (1 - p) / sample_n), 1),
  stringsAsFactors = FALSE,
  check.names = FALSE
)
hasil$nilai = sprintf("%.12f", hasil$nilai)
hasil$target = sprintf("%.12f", hasil$target)
hasil$galat_mutlak = sprintf("%.12f", hasil$galat_mutlak)
hasil$skala_teori = sprintf("%.12f", hasil$skala_teori)
write.csv(hasil, file="", row.names=FALSE, quote=FALSE)
kasus n benih nilai target galat mutlak skala teori
1 1000 20260829 0.000000000000 0.000000000000 0.000000000000 0.001000000000
2 1000 20260829 0.001040000000 0.001000000000 0.000040000000 0.001000000000
3 1000 20260829 1.040000000000 0.000000000000 1.040000000000 1.000000000000
4 10000 20260830 0.297000000000 0.300000000000 0.003000000000 0.004582575695
5 10000 20260830 -0.654653670708 0.000000000000 0.654653670708 1.000000000000

Baris 1 hanya memperlihatkan satu lintasan indikator. Baris 2 memperkirakan \(\mathbb P(Y_n\ne0)=1/n\), sedangkan baris 3 memperkirakan \(\mathbb E|Y_n|=1\). Jadi peluang dapat menghilang sementara norma L1 tetap, tanpa kontradiksi. Baris 4 adalah pembanding LLN O006; baris 5 memakai normalisasi CLT. Satu nilai statistik CLT bukan bukti kenormalan, melainkan pemeriksaan skala terhadap pusat asimtotik nol dari \(N(0,1)\); nilai target pada baris 5 adalah pusat itu, bukan target konvergensi statistiknya ke nol. Gerbang numeriknya menetapkan toleransi absolut \(2\times10^{-4}\) untuk peluang lonjakan, \(0{,}08\) untuk momen \(L^1\), \(0{,}01\) untuk rata-rata LLN, dan \(|z|\le3\) untuk pemeriksaan skala CLT.

Tambahan asli: dua besaran yang berbeda

Untuk \(Y_n=n\mathbf 1_{\{U\le1/n\}}\), hitung \(\mathbb P(|Y_n|>\varepsilon)\) untuk \(0<\varepsilon<n\) dan \(\mathbb E|Y_n|\). Putuskan mode konvergensi mana yang gagal, lalu jelaskan dua kolom tabel.

Petunjuk 1. Untuk \(0<\varepsilon<n\), kejadian \(|Y_n|>\varepsilon\) sama dengan \(U\le1/n\).

Petunjuk 2. Pada kejadian itu \(|Y_n|=n\); di luar kejadian nilainya nol.

Jawaban ringkas. \(\mathbb P(|Y_n|>\varepsilon)=1/n\) menuju nol, tetapi \(\mathbb E|Y_n|=1\) untuk setiap \(n\). Jadi konvergensi dalam peluang tidak memaksa konvergensi \(L^1\).

Penyelesaian lengkap. Karena \(Y_n\) hanya bernilai \(0\) atau \(n\) dan \(0<\varepsilon<n\), kejadian \(\{|Y_n|>\varepsilon\}\) sama dengan \(\{U\le1/n\}\); karena \(U\) berdistribusi seragam, peluangnya \(1/n\) dan menuju nol. Selanjutnya \(\mathbb E|Y_n|=n\mathbb P(U\le1/n)=n(1/n)=1\), sehingga norma \(L^1\) tidak menuju nol. Baris 2 dan 3 mengukur besaran berbeda: frekuensi kejadian versus tinggi lonjakan. Perbandingan LLN/CLT di atas tidak mengubah contoh ini.