Model linear Gaussian berdesain tetap dan geometri proyeksi
Model linear bukan sekadar rumus koefisien \((X^{\mathsf T}X)^{-1}X^{\mathsf T}Y\). Rumus itu hanya tersedia ketika kolom-kolom desain bebas secara linear. Objek yang selalu teridentifikasi adalah rataan \(X\beta\), sedangkan representasi rataan oleh koefisien \(\beta\) dapat tidak tunggal. Geometri ruang kolom membuat perbedaan ini tampak jelas: nilai suaian adalah proyeksi data ke ruang rataan yang diizinkan model, dan sisaan adalah komponen ortogonalnya.
Bab ini berangkat dari subruang dan proyeksi, bukan dari invers matriks. Dengan urutan itu, kasus peringkat penuh dan peringkat-defisien dapat ditangani dalam satu kerangka tanpa berpura-pura bahwa invers yang tidak ada dapat dipakai. Asumsi Gaussian baru digunakan setelah hasil kuadrat-terkecil yang murni geometris selesai. Karena itu setiap klaim dapat dibedakan sebagai identitas aljabar, pernyataan estimasi, atau hasil distribusi eksak.
Model dan asumsi dasar
Misalkan \(Y\in\mathbb R^n\) adalah vektor respons dan \(X\in\mathbb R^{n\times p}\) adalah matriks desain tetap yang diketahui. Modelnya
Parameter koefisien adalah \(\beta\in\mathbb R^p\), dan rataan observasi adalah \(\mu=X\beta\). Tulis
Jadi himpunan semua rataan yang diizinkan adalah ruang kolom \(\mathcal C\), yang berdimensi \(r\). Pernyataan “desain tetap” berarti seluruh peluang dan ekspektasi dalam bab ini dihitung dengan menganggap \(X\) tetap. Jika desain asalnya acak, hasil yang sama berlaku secara bersyarat pada realisasi \(X\) hanya bila mekanisme pengambilan desain membenarkan pengondisian tersebut.
Normalitas, homoskedastisitas, dan kovariansi \(\sigma^2I_n\) tidak diperlukan untuk mendefinisikan proyeksi atau memecahkan kuadrat terkecil. Ketiganya diperlukan untuk distribusi eksak dan independensi yang diturunkan pada Teorema distribusi nilai suaian dan sisaan. Bila kovariansi bukan kelipatan identitas, geometri Euklides ini harus diganti oleh geometri berbobot; mengganti nama penduga tanpa mengganti metrik tidak sah.
Ruang kolom, ruang nol, dan dua rezim peringkat
Ruang nol desain dan ruang barisnya adalah
Teorema dasar aljabar linear memberi dekomposisi ortogonal
Dua rezim berikut tidak boleh dicampur.
- Peringkat kolom penuh: \(r=p\). Maka \(p\le n\), \(\mathcal N(X)=\{0\}\), \(X^{\mathsf T}X\) definit positif, dan koefisien \(\beta\) teridentifikasi.
- Peringkat-defisien: \(r<p\). Maka ada \(v\ne0\) dengan \(Xv=0\), sehingga \(X(\beta+v)=X\beta\). Data tidak dapat membedakan \(\beta\) dan \(\beta+v\). Rataan \(\mu=X\beta\) tetap teridentifikasi, tetapi tidak semua fungsi koefisien teridentifikasi.
Peringkat adalah sifat ruang rataan, bukan sifat algoritme. Menghapus sebuah kolom, memilih kendala koefisien, atau memakai pseudoinvers dapat memilih satu wakil dari kelas koefisien ekuivalen, tetapi tidak menciptakan informasi yang tidak ada dalam distribusi data.
Teorema proyeksi ortogonal pada ruang desain
Ambil matriks \(Q\in\mathbb R^{n\times r}\) yang kolom-kolomnya membentuk basis ortonormal bagi \(\mathcal C\), sehingga \(Q^{\mathsf T}Q=I_r\). Definisikan
Maka:
- \(P_X^{\mathsf T}=P_X\) dan \(P_X^2=P_X\);
- \(\mathcal C(P_X)=\mathcal C(X)\) dan \(\mathcal N(P_X)=\mathcal C(X)^\perp\);
- \(M_X^{\mathsf T}=M_X\), \(M_X^2=M_X\), dan \(P_XM_X=M_XP_X=0\);
- setiap \(y\in\mathbb R^n\) mempunyai dekomposisi unik \(y=P_Xy+M_Xy\), dengan \(P_Xy\in\mathcal C(X)\) dan \(M_Xy\in\mathcal C(X)^\perp\); dan
- \(P_X\) tidak bergantung pada pilihan basis ortonormal \(Q\).
Bukti
Simetri langsung mengikuti \((QQ^{\mathsf T})^{\mathsf T}=QQ^{\mathsf T}\). Idempotensi mengikuti
Setiap \(P_Xy=Q(Q^{\mathsf T}y)\) berada dalam ruang yang direntang oleh kolom-kolom \(Q\). Sebaliknya, jika \(z=Qa\in\mathcal C(X)\), maka \(P_Xz=QQ^{\mathsf T}Qa=Qa=z\), sehingga citra \(P_X\) tepat \(\mathcal C(X)\). Selanjutnya,
Sifat \(M_X\) diperoleh dari \(M_X=I-P_X\):
Identitas \(y=P_Xy+M_Xy\) sudah jelas. Kedua suku ortogonal karena \((P_Xy)^{\mathsf T}M_Xy=y^{\mathsf T}P_XM_Xy=0\). Jika \(y=u+v\) adalah dekomposisi lain dengan \(u\in\mathcal C(X)\) dan \(v\in\mathcal C(X)^\perp\), proyeksi oleh \(P_X\) memberi \(P_Xy=u\), sehingga \(u\) dan \(v\) unik.
Akhirnya, setiap basis ortonormal lain bagi ruang yang sama menghasilkan operator yang mempertahankan setiap vektor dalam \(\mathcal C(X)\) dan memetakan setiap vektor dalam komplemen ortogonalnya ke nol. Keunikan dekomposisi tadi memaksa operator itu sama dengan \(P_X\). ∎
Teorema jarak minimum dan Pythagoras
Untuk setiap \(y\in\mathbb R^n\), vektor \(P_Xy\) adalah satu-satunya titik dalam \(\mathcal C(X)\) yang meminimumkan jarak Euklides ke \(y\). Lebih tepat, untuk setiap \(z\in\mathcal C(X)\),
Karena itu nilai minimum adalah \(\|M_Xy\|^2\), dicapai hanya pada \(z=P_Xy\).
Bukti
Tulis
Suku pertama berada dalam \(\mathcal C(X)^\perp\), sedangkan suku kedua berada dalam \(\mathcal C(X)\). Keduanya ortogonal, sehingga teorema Pythagoras memberi identitas. Suku kedua tidak negatif dan nol tepat ketika \(z=P_Xy\). ∎
Teorema persamaan normal
Untuk data tetap \(y\), pernyataan berikut ekuivalen bagi \(\widehat\beta\in\mathbb R^p\).
- \(\widehat\beta\) meminimumkan \(S(b)=\|y-Xb\|^2\) atas semua \(b\in\mathbb R^p\).
- Sisaan \(y-X\widehat\beta\) ortogonal terhadap setiap kolom \(X\).
- Persamaan normal berlaku:
- Nilai suaiannya adalah proyeksi unik \(X\widehat\beta=P_Xy\).
Persamaan normal selalu mempunyai sedikitnya satu solusi, termasuk ketika \(X\) peringkat-defisien. Semua solusinya menghasilkan nilai suaian dan sisaan yang sama.
Bukti
Menurut Teorema jarak minimum dan Pythagoras, meminimumkan \(\|y-Xb\|^2\) atas \(b\) sama dengan memilih titik terdekat dari \(\mathcal C(X)\), yaitu \(P_Xy\). Karena \(P_Xy\in\mathcal C(X)\), ada sedikitnya satu \(\widehat\beta\) dengan \(X\widehat\beta=P_Xy\). Ini sekaligus membuktikan eksistensi solusi kuadrat-terkecil dan ekuivalensi pernyataan 1 dan 4.
Jika 4 berlaku, sisaannya \(M_Xy\), yang ortogonal terhadap ruang kolom; maka 2 berlaku. Pernyataan 2 berarti
yang tepat sama dengan 3. Sebaliknya, 3 membuat sisaan ortogonal terhadap ruang kolom, sehingga dekomposisi unik pada Teorema proyeksi ortogonal pada ruang desain memaksa \(X\widehat\beta=P_Xy\). Jadi keempatnya ekuivalen.
Jika \(b_1\) dan \(b_2\) sama-sama solusi, maka \(Xb_1=Xb_2=P_Xy\). Sebaliknya, setiap \(b_2=b_1+v\) dengan \(v\in\mathcal N(X)\) memberi nilai suaian yang sama dan juga solusi. Jadi himpunan solusi adalah \(b_1+\mathcal N(X)\). ∎
Korolari fungsi kemungkinan Gaussian
Untuk \(\sigma^2>0\) tetap, himpunan nilai \(\beta\) yang memaksimumkan fungsi kemungkinan tepat sama dengan himpunan seluruh solusi kuadrat-terkecil. Jika desain berperingkat kolom penuh, MLE bagi \(\beta\) tunggal. Jika desain berperingkat-defisien, fungsi kemungkinan mencapai nilai maksimum yang sama pada seluruh kelas \(\widehat\beta+\mathcal N(X)\); hanya MLE bagi rataan model, \(X\widehat\beta=P_XY\), yang tunggal.
Bukti
Fungsi log-kemungkinan, selain konstanta yang tidak bergantung pada parameter, adalah
Untuk \(\sigma^2\) tetap, memaksimalkan ekspresi ini sama dengan meminimumkan \(\|Y-X\beta\|^2\). Karakterisasi dan himpunan solusi pada Teorema persamaan normal memberi seluruh kesimpulan. ∎
Skor, informasi Fisher, dan peringkat
Untuk \(\sigma^2\) diketahui, skor koefisien dan informasi Fishernya adalah
Jadi persamaan skor tepat sama dengan persamaan normal. Informasi \(I_{\beta\beta}\) nonsingular jika dan hanya jika \(X\) berperingkat kolom penuh. Pada peringkat-defisien, setiap \(v\in\mathcal N(X)\) memenuhi \(I_{\beta\beta}v=0\): fungsi kemungkinan datar pada arah koefisien yang tidak teridentifikasi. Ini adalah bentuk konkret informasi singular pada definisi Definisi: informasi Fisher yang diharapkan dan informasi teramati, bukan kegagalan numerik yang boleh disembunyikan dengan ambang toleransi dalam perhitungan invers semu.
Kasus peringkat kolom penuh
Teorema solusi tunggal peringkat penuh
Jika \(\operatorname{rank}(X)=p\), maka \(X^{\mathsf T}X\) definit positif dan dapat dibalik. Solusi kuadrat-terkecil tunggal, nilai suaian, dan sisaan adalah
dengan
Bukti
Untuk setiap \(v\ne0\), peringkat kolom penuh memberi \(Xv\ne0\), sehingga
Jadi \(X^{\mathsf T}X\) definit positif dan inversnya ada. Mengalikan persamaan normal dari kiri dengan invers tersebut memberi solusi yang dinyatakan. Nilai suaiannya adalah hasil kali \(X\widehat\beta\), sehingga matriks yang memetakan \(y\) ke nilai suaian adalah formula \(P_X\) di atas. Formula itu simetris, idempoten, dan citranya \(\mathcal C(X)\), jadi sama dengan proyektor unik pada Teorema proyeksi ortogonal pada ruang desain. ∎
Contoh peringkat penuh: regresi sederhana dengan prediktor terpusat
Ambil
Kedua kolom ortogonal dan
Maka
Persamaan normal dapat dilihat tanpa perkalian matriks tambahan: \(\sum_i e_i=0\) dan \(\sum_i x_ie_i=0\). Jadi sisaan ortogonal terhadap kolom intersep dan kolom prediktor. Jumlah kuadrat sisaan adalah \(1/6\). Karena prediktor terpusat, intersep taksiran sama dengan \(\bar y=7/3\).
Peringkat penuh bukan berarti berkondisi baik
Invers dapat ada tetapi sangat tidak stabil. Misalkan dua kolom \(x_1,x_2\) telah dinormalisasi sehingga \(\|x_1\|=\|x_2\|=1\), dan \(x_1^{\mathsf T}x_2=\rho\). Blok Gramnya adalah
dengan nilai eigen \(1+\rho\) dan \(1-\rho\). Ketika \(|\rho|\) mendekati satu, nilai eigen terkecil mendekati nol dan varians koefisien pada arah hampir-kolinear membesar seperti \(1/(1-|\rho|)\). Jadi pemeriksaan biner “invers ada” tidak cukup; spektrum, angka kondisi, skala kolom, dan tujuan estimasi juga perlu dilaporkan.
Kasus peringkat-defisien dan pseudoinvers
Ambil dekomposisi nilai singular tipis
dengan \(U_r^{\mathsf T}U_r=I_r\), \(V_r^{\mathsf T}V_r=I_r\), dan \(D_r\) diagonal dengan entri positif. Pseudoinvers Moore--Penrose adalah
Definisi ini juga berlaku pada kasus peringkat penuh. Dua proyektor pentingnya adalah
di mana \(P_{\mathrm{row}}\) memproyeksikan \(\mathbb R^p\) ke \(\mathcal C(X^{\mathsf T})\).
Teorema seluruh solusi kuadrat-terkecil
Untuk desain dengan peringkat berapa pun, seluruh solusi persamaan normal dapat ditulis
Semua solusi menghasilkan nilai suaian \(P_Xy\). Pilihan \(\widehat\beta^+=X^+y\) adalah satu-satunya solusi dengan norma Euklides terkecil dan satu-satunya solusi yang berada dalam \(\mathcal C(X^{\mathsf T})\).
Bukti
Karena \(I_p-X^+X\) adalah proyektor ke \(\mathcal N(X)\),
Jadi setiap vektor yang ditampilkan adalah solusi. Sebaliknya, jika \(b\) solusi, Teorema persamaan normal memberi \(Xb=P_Xy=XX^+y\), sehingga \(b-X^+y\in\mathcal N(X)\). Setiap vektor dalam ruang nol adalah hasil \((I_p-X^+X)z\), jadi bentuk di atas mencakup seluruh solusi.
Vektor \(X^+y\) berada di ruang baris, sedangkan \((I_p-X^+X)z\) berada di ruang nol. Kedua ruang itu ortogonal. Karena itu
yang minimum tepat ketika komponen ruang nol sama dengan nol. ∎
Keterestimasi fungsi linear
Fungsi linear \(a^{\mathsf T}\beta\), dengan \(a\in\mathbb R^p\), disebut terestimasi secara linear bila ada \(c\in\mathbb R^n\) sehingga \(c^{\mathsf T}Y\) tak bias untuk \(a^{\mathsf T}\beta\) bagi setiap \(\beta\):
Istilah ini menyatakan bahwa target ditentukan oleh distribusi observasi. Pada desain peringkat penuh setiap \(a\) memenuhi syarat; pada desain peringkat-defisien hanya arah tertentu yang memenuhi.
Teorema kriteria keterestimasi
Untuk \(a\in\mathbb R^p\), pernyataan berikut ekuivalen.
- \(a^{\mathsf T}\beta\) terestimasi secara linear.
- \(a\in\mathcal C(X^{\mathsf T})\).
- \(a\perp\mathcal N(X)\).
- \(a^{\mathsf T}\beta\) mempunyai nilai yang sama untuk setiap pasangan \(\beta_1,\beta_2\) yang memenuhi \(X\beta_1=X\beta_2\).
Jika syarat ini berlaku, \(a^{\mathsf T}\widehat\beta\) sama untuk setiap solusi kuadrat-terkecil dan dapat dihitung sebagai
Bukti
Penduga \(c^{\mathsf T}Y\) tak bias bagi target untuk setiap \(\beta\) tepat ketika
atau, secara ekuivalen, \(X^{\mathsf T}c=a\). Jadi 1 ekuivalen dengan \(a\in\mathcal C(X^{\mathsf T})\), yaitu 2. Dekomposisi ortogonal pada Ruang kolom, ruang nol, dan dua rezim peringkat membuat 2 ekuivalen dengan 3.
Jika \(X\beta_1=X\beta_2\), selisih \(v=\beta_1-\beta_2\) berada di \(\mathcal N(X)\). Maka target sama pada kedua representasi tepat ketika \(a^{\mathsf T}v=0\) bagi setiap \(v\in\mathcal N(X)\), yang ekuivalen dengan 3. Ini membuktikan 4.
Untuk solusi kuadrat-terkecil apa pun, \(\widehat\beta=X^+Y+v\) dengan \(v\in\mathcal N(X)\). Jika \(a\) terestimasi, \(a^{\mathsf T}v=0\), sehingga semua solusi memberi \(a^{\mathsf T}\widehat\beta=a^{\mathsf T}X^+Y\). ∎
Contoh peringkat-defisien: intersep dan seluruh indikator kelompok
Misalkan observasi berasal dari dua kelompok yang masing-masing mempunyai sedikitnya satu observasi, dengan indikator \(g_0\) dan \(g_1\). Desain memakai tiga kolom
Karena \(\mathbf1=g_0+g_1\), peringkat \(X\) hanya dua. Vektor
berada dalam \(\mathcal N(X)\). Jadi intersep dan dua efek kelompok secara individual tidak teridentifikasi. Menambahkan \(t v\) pada koefisien tidak mengubah satu pun nilai suaian.
Namun rataan kelompok 0 mempunyai vektor target \(a_0=(1,1,0)^{\mathsf T}\), rataan kelompok 1 mempunyai \(a_1=(1,0,1)^{\mathsf T}\), dan kontrasnya mempunyai \(a_1-a_0=(0,-1,1)^{\mathsf T}\). Ketiganya ortogonal terhadap \(v\), jadi terestimasi menurut Teorema kriteria keterestimasi. Taksirannya adalah dua rataan sampel kelompok dan selisih kedua rataan tersebut, tidak bergantung pada apakah perangkat lunak menghapus intersep, menghapus satu indikator, atau memilih solusi norma-minimum.
Contoh tandingan: koefisien yang dicetak belum tentu merupakan target yang teridentifikasi
Ambil dua kolom desain yang identik, \(X=(x,x)\). Rataan model adalah
Hanya jumlah \(\beta_1+\beta_2\) yang teridentifikasi. Jika suatu algoritme memilih \(\widehat\beta_2=0\), pilihan itu tidak membuktikan bahwa efek kedua nol; algoritme hanya memilih satu wakil dari garis solusi. Vektor target bagi \(\beta_1\) adalah \((1,0)^{\mathsf T}\), yang tidak ortogonal terhadap \((1,-1)^{\mathsf T}\in\mathcal N(X)\), sehingga \(\beta_1\) tidak terestimasi. Sebaliknya, \((1,1)^{\mathsf T}\beta\) terestimasi. Galat baku atau nilai-p untuk satu koefisien arbitrer tidak memperbaiki kegagalan identifikasi ini.
Distribusi Gaussian dari nilai suaian dan sisaan
Teorema distribusi nilai suaian dan sisaan
Di bawah Model dan asumsi dasar, untuk peringkat \(r=\operatorname{rank}(X)\),
Vektor \(\widehat\mu\) dan \(e\) independen. Selanjutnya,
Jika \(r<n\), maka
tak bias bagi \(\sigma^2\) dan independen dari setiap fungsi terukur dari nilai suaian.
Bukti
Karena \(X\beta\in\mathcal C(X)\), \(P_XX\beta=X\beta\) dan \(M_XX\beta=0\). Transformasi linear dari vektor Gaussian memberi
dengan kovariansi yang dinyatakan. Kovariansi silang keduanya adalah
Karena keduanya memiliki distribusi Gaussian gabungan, kovariansi nol menyiratkan independensi.
Pilih matriks ortogonal \(U\) yang mendiagonalkan proyektor simetris \(M_X\). Nilai eigennya hanya nol atau satu; jejak dan peringkatnya adalah \(n-r\). Jadi
Dengan \(Z=U^{\mathsf T}\varepsilon/\sigma\sim N_n(0,I_n)\),
Harapan SSE adalah \((n-r)\sigma^2\), sehingga \(s^2\) tak bias. Karena SSE merupakan fungsi sisaan dan sisaan independen dari nilai suaian, pernyataan independensi terakhir juga berlaku. ∎
Teorema distribusi koefisien dan fungsi terestimasi
Jika \(X\) berperingkat kolom penuh,
Jika \(X\) peringkat-defisien dan \(a^{\mathsf T}\beta\) terestimasi, maka \(a^{\mathsf T}\widehat\beta\), yang bernilai sama untuk setiap solusi kuadrat-terkecil, mempunyai distribusi
Jika \(a^{\mathsf T}\beta\) tidak terestimasi, \(a^{\mathsf T}X^+Y\) umumnya menaksir \(a^{\mathsf T}X^+X\beta\), bukan \(a^{\mathsf T}\beta\).
Bukti
Pada peringkat penuh,
Karena \(\varepsilon\) Gaussian, transformasi linear di atas menghasilkan rataan \(\beta\) dan kovariansi
Pada peringkat-defisien, keterestimasi memberi \(a\in\mathcal C(X^{\mathsf T})\), sehingga \(a^{\mathsf T}X^+X=a^{\mathsf T}\). Maka
Dari SVD, \(X^+(X^+)^{\mathsf T}=(X^{\mathsf T}X)^+\). Karena itu variansnya adalah
Normalitas kembali mengikuti sifat transformasi linear atas vektor Gaussian. Jika \(a\) tidak berada dalam ruang baris, penduga tersebut tidak lagi tak bias bagi \(a^{\mathsf T}\beta\); biasnya berasal dari komponen \(a\) dalam ruang nol. ∎
MLE varians dan derajat bebas
Untuk \(r<n\) dan SSE positif, memaksimalkan fungsi kemungkinan Gaussian setelah menaksir rataan memberi
Nilai ini berbeda dari penduga tak bias \(s^2=\operatorname{SSE}/(n-r)\). Memang,
Perbedaan penyebut bukan salah ketik: MLE tidak wajib tak bias. Jika \(r=n\), model rataan jenuh memberi SSE nol untuk setiap data dan fungsi kemungkinan meningkat tanpa batas saat \(\sigma^2\downarrow0\); tidak ada MLE interior positif bagi varians. Derajat bebas sisaan nol juga berarti data tidak menyediakan penaksir varians internal.
Dekomposisi geometris jumlah kuadrat
Teorema dekomposisi tak terpusat
Untuk desain dan data apa pun,
Identitas ini selalu benar, termasuk tanpa intersep dan pada desain peringkat-defisien.
Bukti
Dekomposisi \(Y=P_XY+M_XY\) mempunyai dua komponen ortogonal menurut Teorema proyeksi ortogonal pada ruang desain. Menguadratkan norma dan menghapus suku silang memberi hasil. ∎
Teorema dekomposisi ANOVA terpusat
Andaikan kolom konstan \(\mathbf1_n\) berada dalam \(\mathcal C(X)\). Tuliskan \(\bar Y=n^{-1}\mathbf1_n^{\mathsf T}Y\). Maka
Dimensi geometris yang bersesuaian adalah \(n-1=(r-1)+(n-r)\). Identitas ini tetap benar bila desain berperingkat-defisien, selama ruang kolom memuat intersep.
Bukti
Karena \(\mathbf1_n\in\mathcal C(X)\), sisaan ortogonal terhadap \(\mathbf1_n\), sehingga \(\mathbf1_n^{\mathsf T}M_XY=0\). Selain itu,
Suku pertama berada dalam \(\mathcal C(X)\), sedangkan suku kedua berada dalam komplemen ortogonalnya. Pythagoras memberi identitas jumlah kuadrat. Setelah arah konstan berdimensi satu dipisahkan dari ruang kolom, subruang nilai suaian terpusat berdimensi \(r-1\), sedangkan ruang sisaan berdimensi \(n-r\). Jumlahnya \(n-1\), dimensi ruang semua vektor terpusat. ∎
Pada data Contoh peringkat penuh: regresi sederhana dengan prediktor terpusat,
dan \(14/3=9/2+1/6\).
Contoh tandingan: dekomposisi terpusat tanpa intersep
Ambil
Maka \(P_Xy=(1,0)^{\mathsf T}\), sisaan \(e=(0,1)^{\mathsf T}\), dan dekomposisi tak terpusat benar: \(\|y\|^2=2=1+1\). Namun \(\bar y=1\), sehingga SST terpusat nol, sementara SSE sama dengan satu. Jadi rumus \(\mathrm{SST}=\mathrm{SSR}+\mathrm{SSE}\) terpusat tidak mungkin berlaku. Kegagalannya berasal dari \(\mathbf1_2\notin\mathcal C(X)\), bukan dari pembulatan. Melaporkan \(R^2=1-\mathrm{SSE}/\mathrm{SST}\) dalam contoh ini bahkan tidak terdefinisi.
Teorema dekomposisi model bersarang
Misalkan \(\mathcal C_0\subseteq\mathcal C_1\) adalah dua ruang model dengan peringkat \(r_0\le r_1\), proyektor \(P_0,P_1\), dan \(M_j=I-P_j\). Maka
adalah proyektor ortogonal berperingkat \(r_1-r_0\) ke \(\mathcal C_1\cap\mathcal C_0^\perp\). Selain itu,
dan
Di bawah model Gaussian dan hipotesis nol \(E(Y)\in\mathcal C_0\),
dan kedua jumlah kuadrat independen.
Bukti
Inklusi ruang memberi \(P_1P_0=P_0P_1=P_0\). Maka \(D\) simetris dan
Jadi \(D\) proyektor ortogonal. Ia mempertahankan komponen dalam \(\mathcal C_1\) yang ortogonal terhadap \(\mathcal C_0\) dan memetakan \(\mathcal C_0\) serta \(\mathcal C_1^\perp\) ke nol; peringkatnya adalah selisih dimensi. Identitas \(M_0=D+M_1\) diperoleh dengan menjumlahkan \(P_1-P_0\) dan \(I-P_1\). Perkalian langsung memberi \(DM_1=0\), sehingga
Ini sama dengan identitas SSE. Di bawah hipotesis nol, \(DE(Y)=0\) dan \(M_1E(Y)=0\). Argumen diagonal proyektor pada Bukti memberi dua distribusi khi-kuadrat dengan derajat bebas masing-masing \(r_1-r_0\) dan \(n-r_1\). Kovariansi silang antara kedua transformasi Gaussian tersebut adalah \(\sigma^2DM_1=0\), sehingga keduanya independen. ∎
Contoh tandingan: “lebih banyak kolom” belum tentu model lebih besar
Menambahkan sebuah kolom yang sudah merupakan kombinasi linear dari kolom-kolom lama tidak mengubah \(\mathcal C(X)\), proyektor, nilai suaian, SSE, atau nilai maksimum fungsi kemungkinan. Jumlah kolom \(p\) bertambah, tetapi peringkat \(r\) tetap. Karena itu derajat bebas untuk membandingkan model adalah selisih peringkat, bukan selisih jumlah koefisien yang dituliskan. Menghitung satu derajat bebas tambahan untuk kolom redundan akan menciptakan arah dalam ruang data yang sebenarnya tidak ada.
Prosedur audit model linear berdesain tetap
- Tetapkan matriks desain yang benar-benar digunakan, termasuk intersep, pengodean kategori, interaksi, bobot, dan baris yang dibuang.
- Hitung peringkat dan ruang nol; jangan mulai dengan invers \(X^{\mathsf T}X\).
- Nyatakan ruang rataan \(\mathcal C(X)\). Dua parameterisasi dengan ruang kolom sama adalah model distribusi yang sama meskipun koefisiennya berbeda.
- Bangun proyektor dari QR/SVD yang stabil. Gunakan formula invers hanya setelah peringkat penuh dan kondisi numerik diperiksa.
- Verifikasi persamaan normal melalui ortogonalitas sisaan, bukan hanya pesan “optimisasi berhasil”.
- Pada peringkat-defisien, nyatakan ruang nol dan buktikan bahwa vektor \(a\) bagi setiap target linear \(a^{\mathsf T}\beta\) berada dalam \(\mathcal C(X^{\mathsf T})\) sebelum memberi taksiran atau galat baku.
- Bedakan nilai suaian unik, sisaan unik, solusi koefisien yang mungkin tidak unik, dan solusi pseudoinvers bernorma minimum.
- Sebelum memakai hukum eksak, periksa linearitas rataan, desain tetap, Gaussianitas, kovariansi \(\sigma^2I\), dan derajat bebas sisaan positif.
- Gunakan dekomposisi terpusat hanya bila intersep berada dalam ruang kolom. Untuk model bersarang, gunakan selisih peringkat.
- Laporkan apakah kesimpulan merupakan identitas aljabar, hasil bersyarat pada desain, atau inferensi distribusional. Ketiganya bukan sinonim.
Kesalahan penalaran yang harus dihindari
- “Pseudoinvers membuat semua koefisien teridentifikasi.” Salah. Pseudoinvers memilih solusi; keterestimasi tetap ditentukan oleh ruang baris pada Teorema kriteria keterestimasi.
- “Nilai suaian tidak unik jika koefisien tidak unik.” Salah. Semua solusi persamaan normal menghasilkan proyeksi unik \(P_XY\).
- “Peringkat penuh menjamin galat baku kecil.” Salah. Desain yang hampir kolinear dapat membuat \((X^{\mathsf T}X)^{-1}\) mempunyai nilai eigen sangat besar.
- “Sisaan Gaussian otomatis independen dari data.” Salah. Sisaan adalah fungsi data. Ia independen dari nilai suaian karena proyeksi ortogonal dan Gaussianitas, bukan independen dari \(Y\) sendiri.
- “Penyebut MLE varians harus \(n-r\).” Salah. \(n-r\) menghasilkan penduga tak bias; MLE memakai \(n\) dalam model biasa dengan SSE positif.
- “ANOVA terpusat selalu berlaku.” Salah tanpa intersep atau syarat ekuivalen \(\mathbf1_n\in\mathcal C(X)\).
- “Jumlah kolom adalah dimensi model.” Salah pada peringkat-defisien; dimensinya adalah peringkat ruang kolom.
Ringkasan
- Kuadrat terkecil adalah proyeksi ortogonal data ke ruang kolom desain.
- Persamaan normal menyatakan bahwa sisaan ortogonal terhadap setiap arah dalam ruang rataan model.
- Pada peringkat penuh, koefisien unik dan formula invers biasa sah; pada peringkat-defisien, hanya nilai suaian serta fungsi koefisien yang berada di ruang baris yang teridentifikasi.
- Pseudoinvers memberi solusi norma-minimum dan proyektor yang benar, tetapi tidak menambah informasi statistik.
- Di bawah Gaussianitas, nilai suaian dan sisaan independen, SSE berskala khi-kuadrat dengan \(n-r\) derajat bebas, dan setiap fungsi terestimasi mempunyai distribusi normal eksak.
- Dekomposisi tak terpusat selalu berlaku; dekomposisi ANOVA terpusat memerlukan intersep; dekomposisi model bersarang memakai selisih peringkat.
Materi ini adalah prosa orisinal CC BY-SA 4.0. Ia memakai hasil aljabar linear B40 dan fondasi inferensi C1, tetapi tidak menyalin atau menyamarkan prosa Penn State maupun donor Random.