Metode delta pada titik reguler dan titik dengan turunan nol

Ambil \(\overline X\sim N(\theta,1/n)\), \(n=50\), dan \(g(\theta)=\theta^2\). Metode delta orde pertama memprediksi (\sqrt n{g(\overline X)-g(\theta)}\Rightarrow N(0,4\theta^2)) ketika aproksimasi linearnya tidak berdegenerasi. Konsekuensi dan syaratnya dibahas pada Ekspansi kuadratik lokal fungsi log-kemungkinan, normalitas asimtotik, dan metode delta dan Prosedur Wald, skor, dan rasio fungsi kemungkinan. Pada \(\theta=0\), \(g'(0)=0\); limit dengan penskalaan akar-\(n\) berdegenerasi di nol, sedangkan penskalaan yang informatif adalah \(n\overline X^2\), yang berdistribusi \(\chi^2_1\) dalam contoh ini.

Rancangan yang dapat direproduksi

Pada \(\theta=1\), rasio varians empiris terhadap prediksi metode delta adalah 1,004405. Pada \(\theta=0\), rataan \(n\overline X^2\) adalah 0,996552 dan kuantil 95%-nya 3,820332, dekat dengan rataan 1 dan kuantil 3,841459 dari \(\chi^2_1\). Pemeriksaan menilai kedua rezim secara terpisah. Rasio terhadap prediksi varians metode delta tidak dihitung karena penyebutnya nol; nilainya dicatat sebagai undefined.

Grafik varians empiris dan varians metode delta orde pertama untuk theta 0, 0,2, dan 1; kedua kurva berdekatan pada theta 1, tetapi aproksimasi orde pertama berdegenerasi pada theta 0.
Perbandingan varians empiris dan prediksi metode delta orde pertama.

Data tersedia dalam CSV SIM002.

Batas inferensi

Keberhasilan aproksimasi pada \(\theta=1\) tidak mengatasi degenerasi di \(\theta=0\). Sebelum memakai metode delta, selalu evaluasi gradien pada nilai parameter yang relevan; jika gradien nol, tentukan suku Taylor pertama yang tak nol dan laju konvergensi yang tepat alih-alih melaporkan selang berbasis akar-\(n\) yang tampak presisi tetapi tidak informatif.