12  Regresi Linear Sederhana

Regresi

Gambaran Umum

Regresi linear sederhana merupakan cara untuk mengevaluasi hubungan antara dua peubah kontinu. Satu peubah dipandang sebagai peubah prediktor, peubah penjelas, atau peubah bebas (x). Peubah lainnya dipandang sebagai peubah respons, peubah hasil, atau peubah terikat (y).

Sebagai contoh, kita mungkin tertarik untuk menyelidiki hubungan (linear?) antara:

  • tinggi badan dan berat badan
  • indeks prestasi kumulatif di sekolah menengah dan indeks prestasi kumulatif di perguruan tinggi
  • kecepatan dan efisiensi bahan bakar
  • suhu luar ruang dan laju penguapan
  • indeks rata-rata industri Dow Jones dan indeks kepercayaan konsumen

Tujuan

Setelah menyelesaikan pelajaran ini, Anda diharapkan mampu:

  1. Merumuskan dan menafsirkan model regresi linear untuk memprediksi hasil berdasarkan satu peubah prediktor;
  2. Menentukan distribusi parameter kuadrat terkecil;
  3. Melakukan uji hipotesis atau membangun selang kepercayaan untuk parameter kuadrat terkecil; dan
  4. Membangun selang kepercayaan atau melakukan uji hipotesis untuk parameter korelasi \(\rho\).

12.1 Jenis Hubungan

Sebelum membahas metode regresi linear sederhana, kita perlu membedakan dua jenis hubungan, yaitu:

  • hubungan deterministik
  • hubungan statistis

Seperti akan segera kita lihat, regresi linear sederhana membahas hubungan statistis.

12.1.1 Hubungan Deterministik (atau Fungsional)

Sebuah hubungan deterministik (atau hubungan fungsional) merupakan hubungan eksak antara prediktor \(x\) dan respons \(y\). Sebagai contoh, perhatikan hubungan konversi antara suhu dalam derajat Celsius (\(C\)) dan suhu dalam derajat Fahrenheit (\(F\)). Kita mengetahui bahwa hubungannya adalah:

\[F=\dfrac{9}{5}C+32\]

Karena itu, jika suhunya 10 derajat Celsius, kita juga mengetahui bahwa suhunya 50 derajat Fahrenheit:

\[F=\dfrac{9}{5}(10)+32=50\]

Secara grafis, beginilah bentuk hubungan (linear) eksak antara derajat Celsius dan derajat Fahrenheit:

Diagram pencar suhu Fahrenheit terhadap Celsius; semua titik terletak pada satu garis naik lurus.
Gambar 12.1 — Hubungan deterministik suhu Celsius dan Fahrenheit.

Contoh lain hubungan deterministik mencakup

  • hubungan antara diameter (\(d\)) dan keliling lingkaran (\(C\)): \(C=\pi d\)

  • hubungan antara beban yang diberikan (\(X\)) dan pertambahan panjang pegas (\(Y\)) (dikenal sebagai Hukum Hooke): \(Y=\alpha+\beta X\)

  • hubungan antara tegangan yang diberikan (\(V\)), hambatan (\(r\)), dan arus (\(I\)) (dikenal sebagai Hukum Ohm): \(I=\dfrac{V}{r}\)

  • dan, pada suhu tetap, hubungan antara tekanan (\(P\)) dan volume gas (\(V\)) (dikenal sebagai Hukum Boyle): \(P=\dfrac{\alpha}{V}\) dengan \(\alpha\) merupakan konstanta yang diketahui untuk setiap gas.

12.1.2 Hubungan Statistis

Sebuah hubungan statistis, sebaliknya, bukanlah hubungan eksak. Hubungan ini memiliki suatu “tren” antara prediktor \(x\) dan respons \(y\), tetapi juga memiliki sejumlah “pencaran”. Berikut grafik yang menggambarkan kemungkinan bentuk hubungan statistis:

Diagram pencar mortalitas kanker kulit terhadap garis lintang negara bagian; garis regresi menurun saat garis lintang bertambah.
Gambar 12.2 — Hubungan statistis garis lintang dan mortalitas kanker kulit.

Dalam kasus ini, peneliti menyelidiki hubungan antara garis lintang (dalam derajat) pada pusat masing-masing dari 50 negara bagian Amerika Serikat dan mortalitas akibat kanker kulit (dalam kematian per 10 juta penduduk) di setiap negara bagian tersebut. Barangkali tidak mengherankan bahwa terdapat tren menurun, tetapi bukan hubungan eksak, antara garis lintang dan mortalitas kanker kulit. Artinya, ketika garis lintang meningkat menuju negara bagian yang lebih utara—tempat paparan sinar matahari lebih jarang dan kurang kuat—mortalitas akibat kanker kulit menurun, tetapi tidak secara sempurna.

Contoh lain hubungan statistis mencakup:

  • hubungan positif antara tinggi badan dan berat badan
  • hubungan positif antara jumlah alkohol yang dikonsumsi dan kadar alkohol dalam darah
  • hubungan negatif antara kapasitas vital paru-paru dan pak-tahun merokok
  • hubungan negatif antara kecepatan berkendara dan efisiensi bahan bakar

Jenis hubungan statistis yang tidak sempurna inilah yang menjadi perhatian kita ketika menyelidiki metode regresi linear sederhana.

12.2 Kuadrat Terkecil: Gagasan

Sebelum mendalami teori kuadrat terkecil, mari kita bangun intuisi mengenai metode kuadrat terkecil melalui sebuah contoh.

Contoh 12.1 Seorang mahasiswa ingin mengukur hubungan (linear) antara tinggi badan (dalam inci) dan berat badan (dalam pon). Ia mengukur tinggi dan berat sepuluh mahasiswa yang dipilih secara acak dari kelasnya. Setelah pengukuran, ia membuat diagram pencar di samping dari data tinggi dan berat yang diperoleh. Untuk merangkum hubungan antara tinggi dan berat, ia memperkirakan secara visual dua garis yang dianggap baik (garis utuh dan garis putus-putus), tetapi tidak dapat memilih di antara keduanya:

  • \(\text{weight} = −266.5 + 6.1\times \text{height}\)

  • \(\text{weight} = −331.2 + 7.1\times \text{height}\)

Manakah “garis dengan suaian terbaik” tersebut?

Solusi

Untuk memudahkan pencarian garis dengan suaian terbaik, mari kita tetapkan beberapa notasi. Ingat bahwa unit eksperimen adalah objek yang diukur (dalam kasus ini, seorang mahasiswa):

  • misalkan \(y_i\) menyatakan respons teramati untuk unit eksperimen ke- \(i^{th}\) ;

  • misalkan \(x_i\) menyatakan nilai prediktor untuk unit eksperimen ke- \(i^{th}\) ;

misalkan \(\hat{y}_i\) menyatakan respons terprediksi (atau nilai suaian) untuk unit eksperimen ke- \(i^{th}\) .

Dengan demikian, untuk titik data yang dilingkari merah:

Diagram pencar tinggi dan berat sepuluh mahasiswa dengan dua kandidat garis regresi, utuh dan putus-putus.
Gambar 12.3 — Tinggi dan berat badan dengan dua kandidat garis suaian.

kita memperoleh:

\[x_i=75 \text{ and }y_i=208\]

Dengan menggunakan versi tak dibulatkan dari garis yang diusulkan, berat terprediksi bagi mahasiswa yang dipilih secara acak dan memiliki tinggi 75 inci adalah:

\[\hat{y}_i=-266.534+6.13758(75)=193.8\text{ pounds}\]

Tentu saja, garis hasil pendugaan tersebut tidak memprediksi berat mahasiswa setinggi 75 inci dengan sempurna. Dalam kasus ini, prediksinya 193,8 pon, sedangkan berat sebenarnya 208 pon. Prediksi kita memiliki galat. Artinya, ketika menggunakan \(\hat{y_i}\) untuk memprediksi respons aktual \(y_i\) kita menghasilkan galat prediksi (atau galat sisaan) sebesar: \[ e_i=y_i-\hat{y}_i \] Garis yang menyuai data dengan baik adalah garis yang \(n\) galat prediksinya (satu untuk setiap \(n\) titik data— \(n=10\)dalam kasus ini) sekecil mungkin menurut suatu ukuran keseluruhan. Gagasan ini disebut “kriteria kuadrat terkecil”. Singkatnya, kriteria kuadrat terkecil menyatakan bahwa untuk menemukan persamaan garis dengan suaian terbaik:

\[\hat{y}_i=a_1+bx_i\]

kita perlu memilih nilai \(a_1\) dan \(b\) yang meminimumkan jumlah kuadrat galat prediksi. Artinya, carilah \(a_1\) dan \(b\) yang meminimumkan:

\[Q=\sum\limits_{i=1}^n (y_i-\hat{y}_i)^2=\sum\limits_{i=1}^n (y_i-(a_1+bx_i))^2\]

Jadi, untuk menentukan dengan kriteria kuadrat terkecil garis mana di antara dua garis berikut:

  • \(\text{weight} = −266.5 + 6.1 \times\text{height}\)

  • \(\text{weight} = −331.2 + 7.1 \times \text{height}\)

yang paling baik menyuai data, kita hanya perlu menentukan \(Q\), yaitu jumlah kuadrat galat prediksi untuk masing-masing garis, lalu memilih garis dengan nilai \(Q\)terkecil. Untuk garis putus-putus, yaitu garis:

\[\text{weight} = −331.2 + 7.1\times\text{height}\]

perhitungannya adalah sebagai berikut:

Tabel 12.1
Tabel 12.1 — Galat dan kuadrat galat untuk garis putus-putus pada data tinggi–berat.
\(i\) \(x_i\) \(y_i\) \(\hat{y}_i\) \((y_i - \hat{y}_i)\) \((y_i - \hat{y}_i)^2 \)
1 63 127 116.1 10.9 118.8
2 64 121 123.2 -2.2 4.8
3 66 142 137.4 4.6 21.2
4 69 157 158.7 -1.7 2.9
5 69 162 158.7 3.3 10.9
6 71 156 172.9 -16.9 285.6
7 71 169 172.9 -3.9 15.2
8 72 165 180 -15 225.0
9 73 181 187.1 -6.1 37.2
10 75 208 201.3 6.7 44.9
Total 766.5

Kolom pertama yang berlabel \(i\) sekadar mencatat indeks titik data, \(i=1, 2, \ldots, 10\). Kolom yang berlabel \(x_i\) dan \(y_i\) memuat titik data asli. Sebagai contoh, mahasiswa pertama yang diukur memiliki tinggi 64 inci dan berat 121 pon. Kolom keempat, berlabel \(\hat{y}_i\), memuat berat terprediksi setiap mahasiswa. Sebagai contoh, berat terprediksi mahasiswa kedua, yang tingginya 64 inci, adalah:

\[\hat{y}_2=-331.2+7.1(64)=123.2 \text{ pounds}\]

Kolom kelima memuat galat ketika \(\hat{y}_i\) digunakan untuk memprediksi \(y_i\). Untuk mahasiswa kedua, galat prediksinya adalah:

\[e_2=121-123.2=-2.2\]

Kolom terakhir memuat kuadrat galat prediksi. Kuadrat galat prediksi untuk mahasiswa kedua adalah:

\[e^2_2=(-2.2)^2=4.84\]

Dengan menjumlahkan kolom terakhir, yakni kolom kuadrat galat prediksi, kita memperoleh \(Q=766.51\) untuk garis putus-putus. Sekarang, untuk garis utuh, yaitu garis:

\[\text{weight} = −266.5 + 6.1\times\text{height}\]

perhitungannya adalah sebagai berikut:

Tabel 12.2
Tabel 12.2 — Galat dan kuadrat galat untuk garis utuh pada data tinggi–berat.
\(i\) \(x_i\) \(y_i\) \(\hat{y}_i\) \((y_i - \hat{y}_i)\) \((y_i - \hat{y}_i)^2 \)
1 63 127 117.8 9.2 84.6
2 64 121 123.9 -2.9 8.4
3 66 142 136.1 5.9 34.8
4 69 157 154.4 2.6 6.8
5 69 162 154.4 7.6 57.8
6 71 156 166.6 -10.6 112.4
7 71 169 166.6 2.4 5.8
8 72 165 172.7 -7.7 59.3
9 73 181 178.8 2.2 4.8
10 75 208 191 17 289.0
Total 663.7

Perhitungan setiap kolom sama seperti yang telah dijelaskan. Dalam kasus ini, jumlah kolom terakhir, yaitu jumlah kuadrat galat prediksi untuk garis utuh, adalah \(Q= 663.7\). Dengan memilih persamaan yang meminimumkan \(Q\), kita dapat menyimpulkan bahwa garis utuh, yaitu:

\[\text{weight} = −266.5 + 6.1\times\text{height}\]

merupakan garis dengan suaian terbaik.

Contoh sebelumnya menyisakan satu masalah besar jika kita menyimpulkan bahwa garis utuh adalah garis dengan suaian terbaik: kita hanya mempertimbangkan dua kandidat. Padahal, terdapat tak terhingga banyak kandidat garis dengan suaian terbaik. Pendekatan di atas jelas tidak dapat digunakan dalam praktik. Pada halaman berikutnya, kita akan menurunkan rumus kemiringan dan intersep garis regresi kuadrat terkecil.

12.3 Kuadrat Terkecil: Teori

Setelah memahami gagasan kuadrat terkecil, mari kita buat metodenya lebih praktis dengan mencari rumus intersep \(a_1\) dan kemiringan \(b\). Kita telah mempelajari bahwa untuk menemukan garis regresi kuadrat terkecil, kita perlu meminimumkan jumlah kuadrat galat prediksi, yaitu:

\[Q=\sum\limits_{i=1}^n (y_i-\hat{y}_i)^2\]

Kita hanya perlu mengganti \(\hat{y}_i\) tersebut dengan rumus persamaan garis:

\[\hat{y}_i=a_1+bx_i\]

sehingga diperoleh:

\[Q=\sum\limits_{i=1}^n (y_i-\hat{y}_i)^2=\sum\limits_{i=1}^n (y_i-(a_1+bx_i))^2\]

Kita dapat langsung meminimumkan \(Q\) dalam bentuk itu, tetapi penulis buku teks memilih bentuk lain persamaan garis, yaitu:

\[\hat{y}_i=a+b(x_i-\bar{x})\]

Setiap bentuk persamaan garis memiliki kelebihan dan kekurangan. Perangkat lunak statistik, seperti R atau Minitab, biasanya menghitung garis regresi kuadrat terkecil menggunakan bentuk: \[\hat{y}_i=a_1+bx_i\]

Hal ini jelas menguntungkan jika komputer dapat mengerjakan perhitungannya. Namun, salah satu kekurangan kecil bentuk ini adalah bahwa intersep \(a_1\) merupakan nilai respons terprediksi \(y\) ketika prediktor \(x=0\), yang biasanya tidak terlalu bermakna. Sebagai contoh, jika \(x\) adalah tinggi mahasiswa (dalam inci) dan \(y\) adalah berat mahasiswa (dalam pon), intersepnya merupakan berat terprediksi seorang mahasiswa yang tingginya 0 inci—Anda tentu memahami persoalannya. Sebaliknya, jika kita menggunakan persamaan:

\[\hat{y}_i=a+b(x_i-\bar{x})\]

maka intersep \(a\) merupakan nilai respons terprediksi \(y\) ketika prediktor \(x_i=\bar{x}\), yaitu rata-rata nilai \(x\) . Sebagai contoh, jika \(x\) adalah tinggi mahasiswa (dalam inci) dan \(y\) adalah berat mahasiswa (dalam pon), maka intersep \(a\) merupakan berat terprediksi mahasiswa dengan tinggi rata-rata. Jauh lebih baik dan lebih bermakna. Kabar baiknya, perangkat lunak statistik seperti R atau Minitab juga mudah digunakan untuk menghitung garis regresi kuadrat terkecil dalam bentuk ini.

Baiklah, setelah penjelasan tersebut, sekarang kita sampai pada hasil utamanya.

12.3.1 Nilai Dugaan Kuadrat Terkecil

Perhatikan!
Rumus berikut memberikan bentuk komputasi alternatif bagi kemiringan garis regresi kuadrat terkecil. \[b=\dfrac{\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})y_i}{\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2}=\dfrac{\sum\limits_{i=1}^n x_iy_i-\left(\dfrac{1}{n}\right) \left(\sum\limits_{i=1}^n x_i\right) \left(\sum\limits_{i=1}^n y_i\right)}{\sum\limits_{i=1}^n x^2_i-\left(\dfrac{1}{n}\right) \left(\sum\limits_{i=1}^n x_i\right)^2}\]

Teorema 12.1 Garis regresi kuadrat terkecil adalah:

\[\hat{y}_i=a+b(x_i-\bar{x})\]

dengan nilai dugaan kuadrat terkecil:

\[a=\bar{y} \text{ and }b=\dfrac{\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})(y_i-\bar{y})}{\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2}\]

Bukti

Untuk menurunkan rumus intersep \(a\) dan kemiringan \(b\), kita perlu meminimumkan:

\[Q=\sum\limits_{i=1}^n (y_i-(a+b(x_i-\bar{x})))^2\]

Saatnya menggunakan kalkulus, sebab meminimumkan \(Q\) melibatkan penurunan \(Q\) terhadap \(a\) dan \(b\), menyamakannya dengan 0, lalu menyelesaikannya untuk \(a\) dan \(b\). Mari kita lakukan. Dimulai dengan turunan \(Q\) terhadap \(a\), kita memperoleh:

Video 12.1: Bukti—Menurunkan rumus intersep a dan kemiringan b
Padanan teks luring untuk Video 12.1

Mulai dari jumlah kuadrat sisaan pada parameterisasi terpusat. Turunan terhadap intersep memberi persamaan normal pertama.

\[Q(a,b)=\sum_{i=1}^{n}\{y_i-a-b(x_i-\bar{x})\}^2\]
\[\frac{\partial Q}{\partial a}=-2\sum_{i=1}^{n}\{y_i-a-b(x_i-\bar{x})\}=0\]

Karena jumlah deviasi prediktor dari rata-ratanya adalah nol, persamaan ini menjadi n(ȳ−a)=0, sehingga a=ȳ.

Tautan provenance ke rekaman sumber eksternal; byte video tidak disalin atau didistribusikan dalam edisi ini.

Sekarang, karena diketahui bahwa \(a\) adalah \(\bar{y}\), rata-rata respons, gantilah \(a\) dengan \(\bar{y}\) dalam rumus untuk \(Q\):

\[Q=\sum\limits_{i=1}^n (y_i-(\bar{y}+b(x_i-\bar{x})))^2\]

lalu ambil turunan \(Q\) terhadap \(b\). Dengan demikian, kita memperoleh:

Video 12.2: Bukti—Menurunkan rumus intersep dan kemiringan, Bagian 2
Padanan teks luring untuk Video 12.2

Substitusikan a=ȳ, lalu turunkan jumlah kuadrat sisaan terhadap b. Persamaan normal kedua dan solusinya adalah:

\[0=\sum_{i=1}^{n}(x_i-\bar{x})\{(y_i-\bar{y})-b(x_i-\bar{x})\}\]
\[b=\frac{\sum_{i=1}^{n}(x_i-\bar{x})(y_i-\bar{y})}{\sum_{i=1}^{n}(x_i-\bar{x})^2},\qquad \hat y_i=\bar y+b(x_i-\bar x)\]

Syarat aljabarnya adalah Sxx>0, yakni nilai prediktor tidak semuanya sama.

Tautan provenance ke rekaman sumber eksternal; byte video tidak disalin atau didistribusikan dalam edisi ini.

Seperti yang hendak dibuktikan.

Perhatikan bahwa perhitungan aljabar di atas tidak memerlukan asumsi bahwa hubungan antara respons \(y\) dan prediktor \(x\) benar-benar linear; keberadaan kemiringan hanya memerlukan Sxx > 0, sedangkan linearitas diperlukan untuk interpretasi model dan inferensi.

Hal lain yang dapat diperhatikan adalah bahwa rumus kemiringan \(b\) mudah digunakan jika tersedia perangkat lunak statistik untuk melakukan perhitungannya. Namun, apa yang akan Anda lakukan jika terdampar di pulau terpencil dan perlu mencari garis regresi kuadrat terkecil bagi hubungan antara kedalaman pasang dan waktu? Anda mungkin menginginkan rumus perhitungan yang lebih sederhana. Anda mungkin juga ingin memahami hubungan antara kemiringan \(b\) dan koefisien korelasi sampel \(r\).

. Dengan motivasi tersebut, mari kita turunkan rumus perhitungan alternatif untuk kemiringan \(b\).

Teorema 12.2 Rumus alternatif untuk kemiringan \(b\) garis regresi kuadrat terkecil:

\[\hat{y}_i=a+b(x_i-\bar{x})\]

adalah:

\[b=\dfrac{\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})y_i}{\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2}=\dfrac{\sum\limits_{i=1}^n x_iy_i-\left(\dfrac{1}{n}\right) \left(\sum\limits_{i=1}^n x_i\right) \left(\sum\limits_{i=1}^n y_i\right)}{\sum\limits_{i=1}^n x^2_i-\left(\dfrac{1}{n}\right) \left(\sum\limits_{i=1}^n x_i\right)^2}\]

Bukti

Buktinya, yang mungkin muncul atau tidak muncul dalam kuis atau ujian, diserahkan kepada Anda sebagai latihan.

Penurunan lengkap Teorema 12.2

Karena jumlah (xᵢ−x̄) adalah nol, pembilang dapat dipusatkan terhadap y tanpa mengubah nilainya. Mengembangkan kedua jumlah terpusat kemudian memberi bentuk komputasi.

\[\sum_i(x_i-\bar{x})y_i=\sum_i(x_i-\bar{x})(y_i-\bar{y})\]
\[\sum_i(x_i-\bar{x})(y_i-\bar{y})=\sum_i x_i y_i-\frac{1}{n}\Big(\sum_i x_i\Big)\Big(\sum_i y_i\Big)\]
\[\sum_i(x_i-\bar{x})^2=\sum_i x_i^2-\frac{1}{n}\Big(\sum_i x_i\Big)^2\]

Membagi identitas kedua dengan identitas ketiga menghasilkan rumus alternatif yang dinyatakan dalam teorema, dengan syarat Sxx>0.

12.4 Model

12.4.1 Apa yang Diduga oleh \(a\) dan \(b\) ?

Sejauh ini, kita telah merumuskan gagasan dan teori di balik pendugaan kuadrat terkecil. Namun, kini muncul sebuah persoalan. Ketika menurunkan rumus nilai dugaan kuadrat terkecil untuk intersep \(a\) dan kemiringan \(b\), kita belum membahas parameter apa yang diduga oleh \(a\) dan \(b\) . Topik penting ini perlu diperhatikan. Mari kita selidiki jawabannya dengan mempertimbangkan hubungan (linear) antara indeks prestasi kumulatif (IPK) sekolah menengah dan skor ujian masuk perguruan tinggi, seperti ujian ACT. Kita pusatkan IPK sekolah menengah: jika \(x\) menyatakan IPK sekolah menengah, maka \(x-\bar{x}\) adalah IPK sekolah menengah terpusat. Diagram \(x-\bar{x}\), yakni IPK sekolah menengah terpusat, terhadap \(y\), yakni skor ujian masuk perguruan tinggi, dapat berbentuk seperti berikut:

Skor ujian masuk terhadap IPK sekolah menengah terpusat dengan kelompok respons pada beberapa nilai prediktor.
Gambar 12.4 — IPK sekolah menengah terpusat dan skor ujian masuk pada populasi.

Diagram tersebut memerlukan penjelasan:

Video 12.3: Contoh—Skor ujian dan IPK, memahami parameter
Padanan teks luring untuk Video 12.3

Untuk prediktor terpusat, rataan bersyarat skor ujian adalah α+β(xᵢ−x̄). Intersep α adalah rataan skor pada xᵢ=x̄, sedangkan β adalah perubahan rataan skor untuk setiap kenaikan satu unit prediktor. Pengamatan individual berbeda dari rataan itu sebesar εᵢ. Garis sampel mengganti α dan β dengan nilai dugaan kuadrat terkecil a dan b.

\[E(Y_i\mid x_i)=\alpha+\beta(x_i-\bar{x}),\qquad Y_i=E(Y_i\mid x_i)+\epsilon_i\]

Tautan provenance ke rekaman sumber eksternal; byte video tidak disalin atau didistribusikan dalam edisi ini.

Ringkasnya, sejauh ini kita membuat dua asumsi. Pertama, dalam seluruh populasi mahasiswa terdapat suatu hubungan linear tak diketahui antara \(\mu_y\)(atau, sebagai alternatif, \(E(Y)\)), yaitu rata-rata skor ujian masuk perguruan tinggi, dan \(x-\bar{x}\), yaitu IPK sekolah menengah terpusat. Artinya:

\[\mu_Y=E(Y)=\alpha+\beta(x-\bar{x})\]

Kedua, setiap mahasiswa menyimpang dari skor ujian masuk perguruan tinggi rata-rata pada populasi mahasiswa dengan IPK sekolah menengah terpusat yang sama sebesar suatu nilai tak diketahui \(\epsilon_i\). Artinya, jika \(Y_i\) menyatakan skor ujian masuk perguruan tinggi untuk mahasiswa ke- \(i\), maka:

\[Y_i=\alpha+\beta(x_i-\bar{x})+\epsilon_i\]

Sayangnya, kita tidak mungkin mengumpulkan data seluruh mahasiswa dalam populasi. Karena itu, kita tidak pernah dapat mengetahui intersep populasi \(\alpha\) atau kemiringan populasi \(\beta\). Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah menduga \(\alpha\) dan \(\beta\) dengan mengambil sampel acak dari populasi mahasiswa. Misalkan kita memilih secara acak lima belas mahasiswa: tiga mahasiswa memiliki IPK sekolah menengah terpusat −2, tiga mahasiswa memiliki IPK terpusat −1, dan seterusnya. Kelima belas titik data tersebut dapat digunakan untuk menentukan garis dengan suaian terbaik (kuadrat terkecil):

\[\hat{y}_i=a+b(x_i-\bar{x})\]

Garis kuadrat terkecil kita tidak akan sempurna, tetapi semestinya menduga garis populasi sejati yang tak diketahui dengan cukup baik:

Sampel diagram pencar skor ujian masuk terhadap IPK sekolah menengah terpusat beserta garis kuadrat terkecil.
Gambar 12.5 — Sampel IPK terpusat dan skor ujian masuk beserta garis suaian.
PentingCatatan penyunting sumber: perbaiki persamaan parameter di atas agar sesuai dengan catatan lama.

Itulah inti pembahasannya. Intersep \(a\) dan kemiringan \(b\) garis regresi kuadrat terkecil masing-masing menduga intersep \(\alpha\) dan kemiringan \(\beta\) garis populasi yang tak diketahui. Untuk menghitung garis kuadrat terkecil, kita tidak perlu mengasumsikan bahwa hubungan antara prediktor \(x\) dan respons \(y\) benar-benar linear; syarat aljabarnya adalah Sxx > 0. Model linear diperlukan untuk menafsirkan parameter populasi dan melakukan inferensi.

Jika kita hendak menurunkan selang kepercayaan untuk \(\alpha\) dan \(\beta\), seperti yang akan dilakukan pada halaman berikutnya, kita perlu membuat beberapa asumsi tambahan. Di sinilah model regresi linear sederhana berperan.

12.4.2 Model Regresi Linear Sederhana

Agar kurva normal dapat digambar dengan baik, mari kita gunakan sebuah contoh dari buku Applied Linear Regression Models (edisi keempat, oleh Kutner, Nachtsheim, dan Neter). Pertimbangkan hubungan antara \(x\), yaitu jumlah proposal penawaran yang disiapkan perusahaan kontraktor, dan \(y\), yaitu jumlah jam yang diperlukan untuk menyiapkan proposal tersebut:

Rataan jam penyiapan proposal meningkat linear terhadap jumlah proposal; kurva normal vertikal menunjukkan variasi respons yang sama.
Gambar 12.6 — Model jumlah jam terhadap jumlah proposal yang disiapkan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada grafik ini. Sekali lagi, rata-rata jumlah jam, \(E(Y)\), diasumsikan berhubungan secara linear dengan \(X\), jumlah proposal yang disiapkan. Itulah asumsi pertama. Penulis buku teks bahkan menetapkan nilai \(\alpha\) dan \(\beta\)yang biasanya tidak diketahui. Dalam kasus ini, \(\alpha\) adalah 9,5 dan \(\beta\) adalah 2,1.

Perhatikan bahwa jika \(X=45\) proposal disiapkan, jumlah jam yang diharapkan untuk menyiapkannya adalah: \[ \mu_Y=E(Y)=9.5+2.1(45)=104 \] Dalam satu kasus, sebuah perusahaan kontraktor memerlukan 108 jam untuk menyiapkan 45 proposal. Dalam kasus tersebut, suku galat \(\epsilon_i\) bernilai 4. Artinya:

\[Y_i=108=E(Y)+\epsilon_i=104+4\]

Kurva normal yang digambar untuk setiap nilai \(X\) dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa suku galat \(\epsilon_i\), dan karena itu respons \(Y_i\), berdistribusi normal. Itulah asumsi kedua.

Apakah Anda juga memperhatikan bahwa kedua kurva normal dalam diagram digambar dengan bentuk yang sama? Hal itu menunjukkan bahwa setiap populasi (yang ditentukan oleh \(X\)) memiliki varians yang sama. Itulah asumsi ketiga. Artinya, suku galat \(\epsilon_i\), dan karena itu respons \(Y_i\), memiliki varians yang sama untuk semua nilai \(x\) .

Masih ada satu asumsi yang sulit digambarkan dalam grafik, yaitu kebebasan suku galat. Mari kita rangkum.

Singkatnya, model regresi linear sederhana menyatakan bahwa empat kondisi berikut harus dipenuhi:

  • Rataan respons, \(E(Y_i)\), merupakan fungsi \(\textcolor{red}{L}\)inear terhadap \(x_i\).
  • Suku galat, \(\epsilon_i\), dan karenanya respons \(Y_i\), bersifat \(\textcolor{red}{I}\)ndependen.
  • Suku galat, \(\epsilon_i\), dan karenanya respons \(Y_i\), berdistribusi \(\textcolor{red}{N}\)ormal.
  • Suku galat, \(\epsilon_i\), dan karenanya respons \(Y_i\), mempunyai \(\textcolor{red}{E}\)qual variances, yakni varians yang sama (\(\sigma^2\)) untuk semua nilai \(x\) .

Apakah Anda memperhatikan bahwa keempat kondisi tersebut diawali huruf kapital dan ditandai merah? Huruf awalnya membentuk kata \(\textcolor{red}{L-I-N-E}\). Kita sedang menyelidiki garis regresi kuadrat terkecil, dan modelnya mengeja kata LINE. Mnemonik ini dapat membantu Anda mengingat keempat kondisi tersebut.

12.4.3 Penduga Kemungkinan Maksimum bagi \(\alpha\) dan \(\beta\)

Kita mengetahui bahwa \(a\) dan \(b\):

\[\displaystyle{a=\bar{y} \text{ and } b=\dfrac{\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})(y_i-\bar{y})}{\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2}}\]

merupakan penduga (“kuadrat terkecil”) bagi \(\alpha\) dan \(\beta\) yang meminimumkan jumlah kuadrat galat prediksi. Ternyata, \(a\) dan \(b\) juga merupakan penduga kemungkinan maksimum bagi \(\alpha\) dan \(\beta\) asalkan keempat kondisi model regresi linear sederhana berlaku.

Teorema 12.3 Jika keempat kondisi model regresi linear sederhana berlaku, maka:

\[\displaystyle{a=\bar{y}\text{ and }b=\dfrac{\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})(y_i-\bar{y})}{\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2}}\]

merupakan penduga kemungkinan maksimum bagi \(\alpha\) dan \(\beta\).

Bukti

Singkatnya, model regresi linear sederhana menyatakan bahwa suku galat \(\epsilon_i\) saling bebas dan berdistribusi normal dengan rataan 0 dan varians \(\sigma^2\). Artinya:

\[\epsilon_i \sim N(0,\sigma^2)\]

Kondisi linearitas:

\[Y_i=\alpha+\beta(x_i-\bar{x})+\epsilon_i\]

dengan demikian menyiratkan bahwa:

\[Y_i \sim N(\alpha+\beta(x_i-\bar{x}),\sigma^2)\]

Karena itu, fungsi kemungkinan adalah:

\[\displaystyle{L_{Y_i}(\alpha,\beta,\sigma^2)=\prod\limits_{i=1}^n \dfrac{1}{\sqrt{2\pi}\sigma} \text{exp}\left[-\dfrac{(Y_i-\alpha-\beta(x_i-\bar{x}))^2}{2\sigma^2}\right]}\]

yang dapat ditulis ulang sebagai:

\[\displaystyle{L=(2\pi)^{-n/2}(\sigma^2)^{-n/2}\text{exp}\left[-\dfrac{1}{2\sigma^2} \sum\limits_{i=1}^n (Y_i-\alpha-\beta(x_i-\bar{x}))^2\right]}\]

Dengan mengambil logaritma kedua ruas, diperoleh:

\[\displaystyle{\text{log}L=-\dfrac{n}{2}\text{log}(2\pi)-\dfrac{n}{2}\text{log}(\sigma^2)-\dfrac{1}{2\sigma^2} \sum\limits_{i=1}^n (Y_i-\alpha-\beta(x_i-\bar{x}))^2}\]

Tanda negatif di depan penjumlahan pada ruas kanan:

\[\color{black}\text{log}L=-\dfrac{n}{2} \text{log} (2\pi)-\dfrac{n}{2}\text{log}\left(\sigma^{2}\right)\color{blue}\boxed{\color{black}-}\color{black}\dfrac{1}{2\sigma^{2}} \color{blue}\boxed{\color{black}\sum\limits_{i=1}^{n}\left(Y_{i}-\alpha-\beta\left(x_{i}-\bar{x}\right)\right)^{2}}\]

menunjukkan bahwa satu-satunya cara untuk memaksimumkan \(\log L(\alpha, \beta, \sigma^2)\) terhadap \(\alpha\) dan \(\beta\) adalah dengan meminimumkan:

\[\sum_{i=1}^n\left(Y_i-\alpha-\beta(x_i-\bar{x})\right)^2\]

merupakan penduga kemungkinan maksimum bagi \(\alpha\) dan \(\beta\) dengan asumsi bahwa suku galat saling bebas, berdistribusi normal dengan rataan 0 dan varians \(\sigma^2\). Seperti yang hendak dibuktikan.

12.4.4 Bagaimana dengan Varians (Tak Diketahui) \(\sigma^2\)?

Singkatnya, varians \(\sigma^2\) mengukur seberapa besar respons (\(y\)) bervariasi di sekitar garis regresi rataan (tak diketahui) \(E(Y)\). Mengapa besar varians \(\sigma^2\)perlu diperhatikan? Contoh berikut dapat membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Contoh 12.2 Kita mengetahui adanya hubungan sempurna antara derajat Celsius (\(C\)) dan derajat Fahrenheit (\(F\)), yaitu:

\[F=\dfrac{9}{5}C+32\]

Namun, andaikan kita tidak mengetahui hubungan tersebut. Kita dapat mencoba mempelajarinya dengan mengumpulkan data suhu dan menghitung garis regresi kuadrat terkecil. Setelah itu, merek termometer mana yang menurut Anda akan menghasilkan prediksi suhu Fahrenheit mendatang yang lebih presisi: termometer yang datanya diplot di kiri atau di kanan?

Suhu Fahrenheit terhadap Celsius mengelompok rapat di sekitar garis regresi.
Gambar 12.7 — Pengukuran suhu dengan pencaran kecil di sekitar garis regresi.
Suhu Fahrenheit terhadap Celsius berpencar lebar di sekitar garis regresi.
Gambar 12.8 — Pengukuran suhu dengan pencaran besar di sekitar garis regresi.

Solusi

Seperti terlihat, pada diagram kiri suhu Fahrenheit tidak banyak bervariasi atau “memantul” di sekitar garis regresi hasil pendugaan. Sebaliknya, pada diagram kanan suhu Fahrenheit cukup banyak bervariasi di sekitar garis regresi hasil pendugaan. Karena itu, wajar disimpulkan bahwa merek termometer di kiri akan memberikan prediksi suhu Fahrenheit mendatang yang lebih presisi.

Tentu saja, varians \(\sigma^2\) merupakan parameter populasi yang tidak diketahui. Satu-satunya cara untuk mengukur varians itu adalah dengan menduganya. Dalam kasus satu populasi, misalnya populasi (normal) skor IQ:

Kurva normal berbentuk lonceng untuk distribusi skor IQ.
Gambar 12.9 — Distribusi normal skor IQ.

kita akan menduga varians populasi \(\sigma^2\) menggunakan varians sampel:

\[s^2=\dfrac{\sum\limits_{i=1}^n (Y_i-\bar{Y})^2}{n-1}\]

Kita telah mempelajari bahwa \(s^2\) merupakan penduga tak bias bagi \(\sigma^2\), varians satu populasi tersebut. Namun, bagaimana jika kita tidak lagi hanya memiliki satu populasi, melainkan banyak populasi? Dalam contoh proposal dan jam kerja, terdapat satu populasi untuk setiap nilai \(x\):

Rataan jam penyiapan proposal meningkat linear terhadap jumlah proposal; kurva normal vertikal menunjukkan variasi respons yang sama.
Gambar 12.10 — Banyak populasi respons pada nilai prediktor yang berbeda.

Dalam kasus ini, kita harus menduga \(\sigma^2\), yaitu varians (bersama) dari banyak populasi. Ada dua kemungkinan: satu penduga bias dan satu penduga tak bias.

Teorema 12.4 Penduga kemungkinan maksimum bagi \(\sigma^2\) adalah:

\[\hat{\sigma}^2=\dfrac{\sum\limits_{i=1}^n (Y_i-\hat{Y}_i)^2}{n}\]

Penduga ini merupakan penduga bias bagi \(\sigma^2\), yaitu varians bersama dari banyak populasi.

Bukti

Sebelumnya telah ditunjukkan bahwa logaritma fungsi kemungkinan adalah:

\[\text{log}L=-\dfrac{n}{2}\text{log}(2\pi)-\dfrac{n}{2}\text{log}(\sigma^2)-\dfrac{1}{2\sigma^2} \sum\limits_{i=1}^n (Y_i-\alpha-\beta(x_i-\bar{x}))^2\]

Untuk memaksimumkan log-kemungkinan, kita harus mengambil turunan parsial log-kemungkinan terhadap \(\sigma^2\). Dengan demikian, diperoleh:

\[\dfrac{\partial \log L_{Y_i}(\alpha,\beta,\sigma^2)}{\partial \sigma^2}=-\dfrac{n}{2\sigma^2}-\dfrac{1}{2}\sum (Y_i-\alpha-\beta(x_i-\bar{x}))^2 \cdot \left(- \dfrac{1}{(\sigma^2)^2}\right)\]

Dengan menyamakan turunannya dengan 0 dan mengalikan kedua ruas dengan \(2\sigma^4\):

\[\frac{\partial \log L_{Y_{i}}\left(\alpha, \beta, \sigma^{2}\right)}{\partial \sigma^{2}}=\left[-\frac{n}{2 \sigma^{2}}-\frac{1}{2} \sum\left(Y_{i}-\alpha-\beta\left(x_{i}-\bar{x}\right)\right)^{2} \cdot-\frac{1}{\left(\sigma^{2}\right)^{2}} \stackrel{\operatorname{SET}}{\equiv} 0\right] 2\left(\sigma^{2}\right)^{2}\]

, diperoleh:

\[-n\sigma^2+\sum (Y_i-\alpha-\beta(x_i-\bar{x}))^2 =0\]

Setelah menyelesaikannya dan menambahkan topi pada \(\sigma^2\), serta mengganti \(\alpha\) dan \(\beta\) dengan penduga kemungkinan maksimumnya, diperoleh:

\[\hat{\sigma}^2=\dfrac{\sum (Y_i-\hat{\alpha}-\hat{\beta}(x_i-\bar{x}))^2}{n}=\dfrac{\sum(Y_i-\hat{Y}_i)^2}{n}\]

Seperti yang hendak dibuktikan.

Def. 12.1 (Rataan Kuadrat Galat) Sebaliknya, rataan kuadrat galat:

\[MSE=\dfrac{\sum\limits_{i=1}^n(Y_i-\hat{Y}_i)^2}{n-2}\]

merupakan penduga tak bias bagi \(\sigma^2\), yaitu varians bersama dari banyak populasi.

Kita perlu menggunakan penduga \(\sigma^2\) ini ketika menurunkan selang kepercayaan untuk \(\alpha\) dan \(\beta\) pada bagian berikutnya.

12.5 Selang Kepercayaan bagi Parameter Regresi

Sebelum menurunkan selang kepercayaan untuk \(\alpha\) dan \(\beta\), pertama-tama kita perlu menurunkan distribusi peluang \(a\), \(b\) dan \(\hat{\sigma}^2\). Selama proses ini, mari gunakan notasi penduga yang lebih tradisional dengan menambahkan topi pada huruf Yunani. Jadi, di sini kita menggunakan:

\[a=\hat{\alpha} \text{ and }b=\hat{\beta}\]

Teorema 12.5 Di bawah asumsi model regresi linear sederhana:

\[\hat{\alpha}\sim N\left(\alpha,\dfrac{\sigma^2}{n}\right)\]

Bukti

Ingat bahwa penduga kemungkinan maksimum (dan kuadrat terkecil) bagi \(\alpha\) adalah:

\[a=\hat{\alpha}=\bar{Y}\]

dengan respons \(Y_i\) saling bebas dan berdistribusi normal. Secara lebih khusus:

\[Y_i \sim N(\alpha+\beta(x_i-\bar{x}),\sigma^2)\]

Nilai harapan \(\hat{\alpha}\) adalah \(\alpha\), seperti ditunjukkan berikut:

\[E(\hat{\alpha})=E(\bar{Y})=\frac{1}{n}\sum E(Y_i)=\frac{1}{n}\sum E(\alpha+\beta(x_i-\bar{x}))=\frac{1}{n}\left[n\alpha+\beta \sum(x_i-\bar{x})\right]=\frac{1}{n}(n\alpha)=\alpha\]

Karena \(\sum (x_i-\bar{x})=0\).

Varians \(\hat{\alpha}\) diperoleh langsung dari varians rataan sampel, yaitu:

\[Var(\hat{\alpha})=Var(\bar{Y})=\dfrac{\sigma^2}{n}\]

Oleh karena kombinasi linear peubah acak normal juga berdistribusi normal, kita memperoleh:

\[\hat{\alpha} \sim N\left(\alpha,\dfrac{\sigma^2}{n}\right)\]

seperti yang hendak dibuktikan.

Teorema 12.6 Di bawah asumsi model regresi linear sederhana:

\[\hat{\beta}\sim N\left(\beta,\dfrac{\sigma^2}{\sum_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2}\right)\]

Bukti

Dengan mengingat salah satu rumus singkat penduga kemungkinan maksimum (dan kuadrat terkecil) bagi \(\beta\)

\[b=\hat{\beta}=\dfrac{\sum_{i=1}^n (x_i-\bar{x})Y_i}{\sum_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2}\]

, kita melihat bahwa penduga kemungkinan maksimum tersebut merupakan kombinasi linear peubah acak normal yang saling bebas \(Y_i\) dengan:

\[Y_i \sim N(\alpha+\beta(x_i-\bar{x}),\sigma^2)\]

Nilai harapan \(\hat{\beta}\) adalah \(\beta\), seperti ditunjukkan berikut:

\[E(\hat{\beta})=\frac{1}{\sum (x_i-\bar{x})^2}\sum E\left[(x_i-\bar{x})Y_i\right]=\frac{1}{\sum (x_i-\bar{x})^2}\sum (x_i-\bar{x})(\alpha +\beta(x_i-\bar{x}))=\frac{1}{\sum (x_i-\bar{x})^2}\left[ \alpha\sum (x_i-\bar{x}) +\beta \sum (x_i-\bar{x})^2 \right] \\=\beta\]

karena \(\sum (x_i-\bar{x})=0\).

Dan varians \(\hat{\beta}\) adalah:

\[\text{Var}(\hat{\beta})=\left[\frac{1}{\sum (x_i-\bar{x})^2}\right]^2\sum (x_i-\bar{x})^2(\text{Var}(Y_i))=\frac{\sigma^2}{\sum (x_i-\bar{x})^2}\]

Oleh karena kombinasi linear peubah acak normal juga berdistribusi normal, kita memperoleh:

\[\hat{\beta}\sim N\left(\beta,\dfrac{\sigma^2}{\sum_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2}\right)\]

Seperti yang hendak dibuktikan.

Teorema 12.7 Di bawah asumsi model regresi linear sederhana:

\[\dfrac{n\hat{\sigma}^2}{\sigma^2}\sim \chi^2_{(n-2)}\]

dan \(a=\hat{\alpha}\), \(b=\hat{\beta}\), serta \(\hat{\sigma}^2\) saling bebas.

Argumen

Perhatikan bahwa judul bagian ini adalah Argumen, bukan Bukti. Alasannya, kita akan menggunakan penjelasan informal dan merujuk ke sumber lain karena buktinya berada di luar cakupan mata kuliah ini. Mari kita mulai. Sebagai tugas, Anda diminta menunjukkan bahwa:

\[\sum\limits_{i=1}^n (Y_i-\alpha-\beta(x_i-\bar{x}))^2=n(\hat{\alpha}-\alpha)^2+(\hat{\beta}-\beta)^2\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2+\sum\limits_{i=1}^n (Y_i-\hat{Y}_i)^2\]

Jika kedua ruas persamaan dibagi dengan varians populasi \(\sigma^2\), diperoleh:

\[\dfrac{\sum_{i=1}^n (Y_i-\alpha-\beta(x_i-\bar{x}))^2}{\sigma^2}=\dfrac{n(\hat{\alpha}-\alpha)^2}{\sigma^2}+\dfrac{(\hat{\beta}-\beta)^2\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2}{\sigma^2}+\dfrac{\sum (Y_i-\hat{Y}_i)^2}{\sigma^2}\]

Dengan menulis ulang beberapa suku, diperoleh:

\[\dfrac{\sum_{i=1}^n (Y_i-\alpha-\beta(x_i-\bar{x}))^2 }{\sigma^2}=\dfrac{(\hat{\alpha}-\alpha)^2}{\sigma^2/n}+\dfrac{(\hat{\beta}-\beta)^2}{\sigma^2/\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2}+\dfrac{n\hat{\sigma}^2}{\sigma^2}\]

Kini suku-suku tersebut ditulis sehingga distribusi masing-masing dapat dikenali. Distribusinya adalah:

\[\underbrace{\color{black}\frac{\sum\left(Y_{i}-\alpha-\beta\left(x_{i}-\bar{x}\right)\right)^{2}}{\sigma^2}}_{\underset{\text{}}{{\color{blue}\chi^2_{(n)}}}}=\underbrace{\color{black}\frac{(\hat{\alpha}-\alpha)^{2}}{\sigma^{2}/n}}_{\underset{\text{}}{{\color{blue}\chi^2_{(1)}}}}+\underbrace{\color{black}\frac{(\hat{\beta}-\beta)^{2}}{\sigma^{2}/\sum\left(x_{i}-\bar{x}\right)^{2}}}_{\underset{\text{}}{{\color{blue}\chi^2_{(1)}}}}+\underbrace{\color{black}\frac{n\hat{\sigma}^{2}}{\sigma^{2}}}_{\underset{\text{ }}{\color{red}\text{?}}}\]

Tampaknya wajar bahwa suku terakhir merupakan peubah acak khi-kuadrat dengan \(n-2\) derajat kebebasan. Artinya:

\[\dfrac{n\hat{\sigma}^2}{\sigma^2} \sim \chi^2_{(n-2)}\]

dan, lebih lanjut, \(a=\hat{\alpha}\), \(b=\hat{\beta}\)serta \(\hat{\sigma^2}\) saling bebas. (Buktinya dapat ditemukan dalam berbagai buku teks statistika matematis.)

Dengan hasil distribusional tersebut, kini kita dapat menurunkan selang kepercayaan \((1-\alpha)100\%\) untuk \(\alpha\) dan \(\beta\)!

Teorema 12.8 Di bawah asumsi model regresi linear sederhana, sebuah \((1-\alpha)100\%\) selang kepercayaan bagi parameter kemiringan \(\beta\) adalah:

\[b \pm t_{\alpha/2,n-2}\times \left(\dfrac{\sqrt{n}\hat{\sigma}}{\sqrt{n-2} \sqrt{\sum (x_i-\bar{x})^2}}\right)\]

atau, secara ekuivalen:

\[\hat{\beta} \pm t_{\alpha/2,n-2}\times \sqrt{\dfrac{MSE}{\sum (x_i-\bar{x})^2}}\] Bukti

Ingat kembali definisi peubah acak \(T\) . Yaitu, jika:

  1. \(Z\) merupakan peubah acak normal baku (\(N(0,1)\));
  2. \(U\) merupakan peubah acak khi-kuadrat dengan \(r\) derajat kebebasan;
  3. \(Z\) serta \(U\) saling bebas, maka:

\[T=\dfrac{Z}{\sqrt{U/r}}\]

mengikuti distribusi \(T\) dengan \(r\) derajat kebebasan. Hasil kita di atas menyatakan bahwa:

\[\dfrac{\hat{\beta}-\beta}{\sigma/\sqrt{\sum (x_i-\bar{x})^2}} \sim N(0,1) \text{ and }\dfrac{n\hat{\sigma}^2}{\sigma^2} \sim \chi^2_{(n-2)} \text{ are independent}\]

Karena itu, kita memperoleh bahwa:

\[T=\dfrac{\dfrac{\hat{\beta}-\beta}{\sigma/\sqrt{\sum (x_i-\bar{x})^2}}}{\sqrt{\dfrac{n\hat{\sigma}^2}{\sigma^2}/(n-2)}}=\dfrac{\hat{\beta}-\beta}{\sqrt{\dfrac{n\hat{\sigma}^2}{n-2}/\sum (x_i-\bar{x})^2}}=\dfrac{\hat{\beta}-\beta}{\sqrt{MSE/\sum (x_i-\bar{x})^2}} \sim t_{n-2}\]

mengikuti distribusi \(T\) dengan \(n-2\) derajat kebebasan. Sekarang, penurunan selang kepercayaan bagi \(\beta\) cukup dilakukan dengan manipulasi biasa pada bagian dalam pernyataan peluang:

\[P\left(-t_{\alpha/2} \leq \dfrac{\hat{\beta}-\beta}{\sqrt{MSE/\sum (x_i-\bar{x})^2}} \leq t_{\alpha/2}\right)=1-\alpha\]

seperti yang hendak dibuktikan.

Selanjutnya, untuk selang kepercayaan bagi parameter intersep \(\alpha\).

Teorema 12.9 Di bawah asumsi model regresi linear sederhana, sebuah \((1-\alpha)100\%\) selang kepercayaan bagi parameter intersep \(\alpha\) adalah:

\[a \pm t_{\alpha/2,n-2}\times \left(\sqrt{\dfrac{\hat{\sigma}^2}{n-2}}\right)\]

atau, secara ekuivalen:

\[a \pm t_{\alpha/2,n-2}\times \left(\sqrt{\dfrac{MSE}{n}}\right)\]

Bukti

Buktinya, yang mungkin muncul atau tidak muncul pada penilaian mendatang, diserahkan kepada Anda sebagai latihan.

Contoh 12.3 Tabel berikut menunjukkan \(x\), yaitu hasil tangkapan ikan teri Peru (dalam juta ton metrik), dan \(y\), yaitu harga tepung ikan (dalam dolar berjalan per ton) selama 14 tahun berturut-turut. (Data dari Bardach, J. E. dan Santerre, R. M., “Climate and the Fish in the Sea”, Bioscience 31(3), 1981.)

Tabel 12.3 — Harga tepung ikan dan hasil tangkapan ikan teri Peru selama 14 tahun.
Baris Harga Tangkapan
1 190 7.23
2 160 8.53
3 134 9.82
4 129 10.26
5 172 8.96
6 197 12.27
7 167 10.28
8 239 4.45
9 542 1.87
10 372 4.00
11 245 3.30
12 376 4.30
13 454 0.80
14 410 0.50

Tentukan selang kepercayaan 95% bagi parameter kemiringan \(\beta\).

Solusi

Bagian keluaran berikut diperoleh menggunakan paket analisis regresi Minitab, dengan komponen yang berguna bagi kita ditandai (\(\hat{\beta} = -29.39\) dan \(MSE = 5202\)):

Persamaan Regresi

Harga = 452,3 − 29,39 Tangkapan

Koefisien

Tabel 12.4 — Koefisien regresi Minitab untuk contoh ikan teri.
Suku Koef GB Koef Nilai-t Nilai-p VIF
Konstanta 452.3 37.1 12.18 0.000
Tangkapan -29.39 5.13 -5.73 0.000 1.00

Ringkasan Model

Tabel 12.5 — Ringkasan model regresi Minitab untuk contoh ikan teri.
S R-kuadrat R-kuadrat (disesuaikan) R-kuadrat (prediksi)
72.1265 73.22% 70.98% 61.97%

Analisis Varians

Tabel 12.6 — Analisis varians regresi Minitab untuk contoh ikan teri.
Sumber DK JK Disesuaikan RK Disesuaikan Nilai-F Nilai-p
Regresi 1 170655 170655 32.80 0.000
 Tangkapan 1 170655 170655 32.80 0.000
Galat 12 62427 5202
Total 13 233082

Analisis deskriptif dasar Minitab juga dapat menghitung simpangan baku nilai \(x\), yaitu 3,91. Karena itu, rumus varians sampel memberi:

\[\sum\limits_{i=1}^n (x_i-\bar{x})^2=197.5043214285714\]

Dengan menggabungkan semua komponen tersebut dan menggunakan fakta bahwa \(t_{0.025, 12}=2.179\), diperoleh:

\[-29.3948251765 \pm 2.178812829 \sqrt{\dfrac{5202.2296650893}{197.5043214286}}\]

yang menyederhana menjadi: \(-29.3948251765 \pm 11.182177536\) Artinya, kita dapat yakin 95% bahwa parameter kemiringan berada di antara −40,5770 dan −18,2126. Dengan kata lain, prosedur ini menghasilkan selang yang menyatakan penurunan harga rata-rata tepung ikan antara 18,2126 dan 40,5770 dolar per ton untuk setiap kenaikan satu unit (satu juta ton metrik) hasil tangkapan ikan teri Peru.

Reproduksi terbuka untuk data ikan teri yang ditampilkan
catch <- c(7.23,8.53,9.82,10.26,8.96,12.27,10.28,4.45,1.87,4.00,3.30,4.30,0.80,0.50)
price <- c(190,160,134,129,172,197,167,239,542,372,245,376,454,410)
fit <- lm(price ~ catch)
sxx <- sum((catch - mean(catch))^2)
mse <- deviance(fit) / df.residual(fit)
tc <- qt(0.975, df.residual(fit))
c(slope=coef(fit)[2], Sxx=sxx, MSE=mse, slope_lo=coef(fit)[2]-tc*sqrt(mse/sxx), slope_hi=coef(fit)[2]+tc*sqrt(mse/sxx), intercept_lo=mean(price)-tc*sqrt(mse/length(price)), intercept_hi=mean(price)+tc*sqrt(mse/length(price)))

Kontrak keluaran Base R: slope = −29,3948251765; Sxx = 197,5043214286; MSE = 5202,2296650893; selang kemiringan [−40,577002713; −18,212647640]; selang intersep terpusat [228,499866913; 312,500133087]. Perhitungan deterministik ini tidak memakai bilangan acak sehingga seed tidak diperlukan.

Contoh 12.4 Tentukan selang kepercayaan 95% bagi parameter intersep \(\alpha\).

Solusi

Kita dapat menggunakan Minitab (atau kalkulator) untuk menentukan bahwa rataan 14 respons adalah:

\[\dfrac{190+160+\cdots +410}{14}=270.5\]

Dengan menggunakan nilai tersebut dan \(MSE = 5202.2296650893\) yang diperoleh dari keluaran di atas, serta fakta bahwa \(t_{0.025,12} = 2.179\), diperoleh:

\[270.5 \pm 2.178812829 \sqrt{\dfrac{5202.2296650893}{14}}\]

yang menyederhana menjadi \(270.5 \pm 42.000133087\) Artinya, kita dapat yakin 95% bahwa parameter intersep berada di antara 228,4999 dan 312,5001 dolar per ton.

12.6 Uji Hipotesis Mengenai Kemiringan

Sebelumnya, kita telah mempelajari cara menghitung nilai dugaan titik dan selang bagi parameter intersep dan kemiringan, \(\alpha\) dan \(\beta\), dari model regresi linear sederhana:

\[Y_i=\alpha+\beta(x_i-\bar{x})+\epsilon_i\]

dengan galat acak \(\epsilon_i\) mengikuti distribusi normal dengan rataan 0 dan varians \(\sigma^2\). Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari cara melakukan uji hipotesis untuk menguji hipotesis nol bahwa parameter kemiringan sama dengan suatu nilai, misalnya \(\beta_0\). Secara khusus, kita akan mempelajari cara menguji hipotesis nol \(H_0:\beta=\beta_0\) menggunakan statistik \(T\)-t.

Sekali lagi, sebagian besar landasan teoretis untuk mengembangkan uji hipotesis bagi parameter kemiringan \(\beta\) dari model regresi linear sederhana telah dikerjakan ketika kita mengembangkan selang kepercayaan \((1-\alpha)100\%\) bagi \(\beta\). Saat itu, kita telah menunjukkan bahwa:

\[T=\dfrac{\hat{\beta}-\beta}{\sqrt{\frac{MSE}{\sum(x_i-\bar{x})^2}}}\]

mengikuti distribusi \(t_{n-2}\) . Karena itu, jika kita ingin menguji hipotesis nol:

\[H_0:\beta=\beta_0\]

terhadap salah satu hipotesis alternatif:

\[H_A:\beta > \beta_0, \qquad H_A:\beta < \beta_0,\qquad H_A:\beta \ne \beta_0\]

kita dapat menggunakan statistik uji:

\[t=\dfrac{\hat{\beta}-\beta_0}{\sqrt{\frac{MSE}{\sum(x_i-\bar{x})^2}}}\]

dan mengikuti prosedur pengujian hipotesis baku.

12.7 Ringkasan

Pelajaran ini membahas pokok-pokok regresi linear sederhana, yaitu metode untuk memodelkan hubungan linear antara prediktor (x) dan respons (y).

Pokok-pokok pentingnya meliputi:

  • Memodelkan tren linear yang memiliki pencaran dengan metode kuadrat terkecil untuk menemukan garis dengan suaian terbaik.
  • Menduga intersep (a) dan kemiringan (b) untuk menghampiri parameter populasi \(\alpha\) dan \(\beta\).
  • Asumsi (LINE): (L)inearitas, (I)ndependensi, (N)ormalitas, dan (E)qual variances atau varians yang sama.
  • Menggunakan selang kepercayaan dan uji-t untuk inferensi parameter regresi.
  • Menggunakan alat seperti R atau Minitab untuk menganalisis data dunia nyata dan menafsirkan hasilnya.

Provenance, hak, dan perubahan

Sumber resmi: Penn State STAT 415, Pelajaran 12, “Simple Linear Regression”, laman sumber. Isi tingkat laman berlisensi CC BY-NC 4.0 kecuali jika dinyatakan lain; setiap pengecualian komponen tetap berlaku.

Edisi Bahasa Indonesia ini merupakan karya turunan: struktur, rumus, tabel, gambar, sitasi, dan identitas sumber dipertahankan; 24 koreksi atau disposisi target-only dicatat secara terpisah. Tidak ada dukungan atau pengesahan oleh sumber yang tersirat.

Provenance terjemahan dan rekonstruksi: OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Kredit sumber dan kontributor manusia tetap dipertahankan.