3 Bilangan Prima

Bilangan prima adalah atom-atom penyusun bilangan bulat komposit yang lebih rumit (molekul-molekul, dalam perumpamaan ini). Dalam bab ini, kita mempelajari beberapa sifat dasarnya, membuktikan Teorema Dasar Aritmetika, lalu melanjutkan ke Teorema Wilson.

3.1 Dasar-dasar dan Teorema Dasar Aritmetika

Pertama-tama, kita membuat definisi berikut.

Definisi 3.1. Bilangan pp\in{\mathbb N} disebut prima jika p>1p>1 dan satu-satunya bilangan asli yang membagi pp adalah 11 dan pp.

Contoh 3.2. Beberapa bilangan prima adalah 22, 33, 55, 77, 1111, 1313, dan 1717. Perhatikan bahwa 22 merupakan satu-satunya bilangan prima genap (jelas, sebab setiap bilangan genap lainnya merupakan kelipatan 22 dan karena itu tidak mungkin prima). Bilangan 22 memang mempunyai beberapa sifat tak lazim. Dalam bahasa Inggris ada permainan kata bahwa “22 is the oddest prime,” sebab “oddest” dapat berarti “paling ganjil” maupun “paling aneh.”

Bilangan prima terbesar yang diketahui manusia pada saat buku ini ditulis adalah 257,885,16112^{57,885,161}-1 yang dibuktikan prima pada Januari 2013 oleh program komputasi terdistribusi bernama GIMPS [Great Internet Mersenne Prime Search, Pencarian Besar-besaran Bilangan Prima Mersenne melalui Internet] yang berjalan pada ratusan komputer di seluruh Internet.

Sebagai pembanding, kita juga menggunakan istilah berikut.

Definisi 3.3. Bilangan cc\in{\mathbb N} yang lebih besar daripada 11 dan tidak prima disebut komposit.

Sejauh mana pemeriksaan langsung dengan cara kasar harus dilakukan untuk menentukan apakah suatu bilangan komposit?

Teorema 3.4. Jika nn komposit, maka nn mempunyai pembagi positif dd yang memenuhi dnd\le\sqrt{n}.

Bukti. Misalkan nn komposit. Maka nn mempunyai suatu pembagi sejati aa\in{\mathbb N}. Perhatikan bahwa n=anan=a\cdot\frac{n}{a}, sehingga na\frac{n}{a}\in{\mathbb N} juga merupakan pembagi. Namun, aa dan na\frac{n}{a} tidak mungkin keduanya lebih besar daripada n\sqrt{n}, sebab jika demikian, kita akan memperoleh n=ana>nn=n,n=a\cdot\frac{n}{a}>\sqrt{n}\cdot\sqrt{n}=n, suatu kontradiksi. Jadi, setidaknya salah satu dari aa atau na\frac{n}{a} merupakan pembagi dd yang dijanjikan dalam pernyataan teorema. ◻

Lemma Euklides (Lemma 2.6) mempunyai bentuk yang sangat baik jika pembagi yang terlibat merupakan bilangan prima.

Proposisi 3.5.

Misalkan pp prima dan a,ba,b\in{\mathbb Z}. Jika pabp\mid ab, maka pap\mid a atau pbp\mid b.

Bukti. Perhatikan bahwa gcd(p,a)p\gcd(p,a)\mid p. Karena pp prima, gcd(p,a)\gcd(p,a) bernilai 11 atau pp. Selain itu, gcd(a,p)a\gcd(a,p)\mid a, sehingga pap\mid a atau gcd(a,p)=1\gcd(a,p)=1. Jika pap\mid a, pembuktian selesai. Jika tidak, gcd(a,p)=1\gcd(a,p)=1, sehingga Lemma Euklides 2.6 menyatakan bahwa pbp\mid b. ◻

Bentuk yang lebih umum dari hasil ini adalah sebagai berikut.

Akibat 3.6.

Misalkan pp prima, kk\in{\mathbb N}, dan a1,,aka_1,\dots,a_k\in{\mathbb Z}. Jika pa1akp\mid a_1\dots a_k, maka pp membagi setidaknya satu dari bilangan aja_j.

Bukti. Diserahkan kepada pembaca (gunakan induksi pada kk). ◻

Hasil ini membawa kita pada teorema yang namanya sangat sesuai berikut.

Teorema 3.7. Teorema Dasar Aritmetika:

Misalkan nn\in{\mathbb N}, n2n\ge2. Maka terdapat kk\in{\mathbb N} dan bilangan-bilangan prima p1,,pkp_1,\dots,p_k sedemikian sehingga n=p1pkn=p_1\dots p_k. Lebih lanjut, jika ll\in{\mathbb N} dan q1,,qlq_1,\dots,q_l juga bilangan-bilangan prima yang memenuhi n=q1qln=q_1\dots q_l, maka l=kl=k dan faktorisasi dengan faktor-faktor qq hanya merupakan penyusunan ulang dari faktorisasi dengan faktor-faktor pp.

Bukti. Untuk bagian eksistensi, kita menggunakan Prinsip Kedua Induksi Matematika.

Pernyataan umum yang akan dibuktikan adalah n,n>1S(n)\forall n\in{\mathbb Z},\ n>1\Rightarrow S(n), dengan S(n)S(n) menyatakan “terdapat kk\in{\mathbb N} dan bilangan-bilangan prima p1,,pkp_1,\dots,p_k sedemikian sehingga n=p1pkn=p_1\dots p_k.”

Sebagai langkah dasar, ambil n=2n=2. Pilihan k=1k=1 dan p1=2p_1=2 memenuhi pernyataan tersebut.

Sekarang, anggap S(r)S(r) benar untuk setiap bilangan bulat rr yang memenuhi 1<r<n1<r<n. Jika nn prima, pilihan k=1k=1 dan p1=np_1=n memenuhi pernyataan. Sebaliknya, misalkan nn komposit dengan pembagi sejati dd. Maka 1<d<n1<d<n dan 1<nd<n1<\frac{n}{d}<n. Berdasarkan hipotesis induksi, terdapat k,kk,k^\prime\in{\mathbb N} dan bilangan-bilangan prima p1,,pk,p1,,pkp_1,\dots,p_k,p^\prime_1,\dots,p^\prime_{k^\prime} sedemikian sehingga d=p1pkd=p_1\dots p_k dan nd=p1pk\frac{n}{d}=p^\prime_1\dots p^\prime_{k^\prime}. Dengan demikian, nn merupakan hasil kali n=p1pkp1pkn=p_1\dots p_k\cdot p^\prime_1\dots p^\prime_{k^\prime} dari k+kk+k^\prime bilangan prima. Jadi, S(n)S(n) juga benar; dengan demikian, faktorisasi prima selalu ada.

Sekarang, misalkan nn\in{\mathbb Z}, n>1n>1, mempunyai dua faktorisasi prima, yakni terdapat k,lk,l\in{\mathbb N} dan bilangan-bilangan prima p1,,pkp_1,\dots,p_k serta q1,,qlq_1,\dots,q_l sedemikian sehingga p1pk=n=q1ql.p_1\dots p_k = n = q_1\dots q_l\ . Jelas bahwa p1p_1 membagi ruas kiri, sehingga p1p_1 juga membagi q1qlq_1\dots q_l. Berdasarkan Akibat 3.6, p1p_1 membagi salah satu qjq_j. Karena p1p_1 dan qjq_j keduanya prima, haruslah p1=qjp_1=q_j. Setelah membatalkan p1p_1 pada ruas kiri dan qjq_j pada ruas kanan, kita memperoleh i=2kpi=np1=1ilijqi,\prod_{i=2}^{k}p_i=\frac{n}{p_1} =\prod_{\substack{1\le i\le l\\i\ne j}}q_i\ , dengan hasil kali kosong ditafsirkan sebagai 11. Lanjutkan pembatalan dengan cara yang sama. Salah satu daftar faktor tidak mungkin habis lebih dahulu, sebab hal itu akan membuat hasil kali satu atau lebih bilangan prima pada ruas lain sama dengan 11, yang mustahil. Jadi, kedua daftar mempunyai panjang yang sama, dan faktor-faktornya sama hingga urutan. Inilah ketunggalan yang dinyatakan dalam teorema. ◻

Latihan untuk §3.1

Latihan 3.1. Berikan semua perincian bukti Akibat 3.6.

Latihan 3.2. Nyatakan dan buktikan suatu teorema tentang faktorisasi prima dari bilangan a,ba,b\in{\mathbb N} dan dari faktor persekutuan terbesarnya.

Latihan 3.3. Bilangan nn\in{\mathbb N} disebut bebas kuadrat jika tidak habis dibagi oleh kuadrat bilangan asli apa pun selain 11. Buktikan bahwa nn bebas kuadrat jika dan hanya jika nn merupakan hasil kali berhingga dari bilangan-bilangan prima yang berbeda, dengan hasil kali kosong diizinkan dan bernilai 11.

3.2 Teorema Wilson

Dalam bagian ini, kita membuktikan sebuah teorema menarik yang biasanya dinamai menurut seorang matematikawan Inggris abad ke-18 ... meskipun teorema itu sebenarnya pertama kali dinyatakan oleh Ibn al-Haytham hampir 800 tahun sebelumnya.

Pertama, kita memerlukan lemma berikut.

Lema 3.8.

Misalkan pp bilangan prima. Maka nn\in{\mathbb N} merupakan invers bagi dirinya sendiri modulo pp jika dan hanya jika pn+1p\mid n+1 atau pn1p\mid n-1, yaitu jika dan hanya jika n±1(modp)n\equiv\pm1\pmod{p}.

Bukti. Misalkan pp bilangan prima dan nn\in{\mathbb N} merupakan invers bagi dirinya sendiri modulo pp. Artinya, n2=nn1(modp)n^2=n\cdot n\equiv1\pmod{p}. Menurut definisi, pn21=(n+1)(n1)p\mid n^2-1=(n+1)(n-1). Berdasarkan Proposisi 3.5, hal ini berarti pn+1p\mid n+1 atau pn1p\mid n-1.

Sebaliknya, andaikan n1(modp)n\equiv1\pmod{p} atau n1(modp)n\equiv-1\pmod{p}. Berdasarkan Teorema 2.3, n2(±1)2=1(modp)n^2\equiv(\pm1)^2=1\pmod{p}, sehingga nn merupakan invers bagi dirinya sendiri modulo pp. ◻

Lemma ini merupakan langkah kunci dalam pembuktian teorema berikut.

Teorema 3.9. Teorema Wilson Diberikan pp\in{\mathbb N} dengan p2p\ge2, bilangan pp prima jika dan hanya jika (p1)!1(modp)(p-1)!\equiv-1\pmod{p}.

Bukti. Andaikan pp prima. Jika p=2p=2, maka (p1)!=11(mod2)(p-1)!=1\equiv-1\pmod{2}, sehingga kesimpulan yang diinginkan berlaku. Sekarang andaikan pp ganjil. Menurut Akibat 2.17, setiap bilangan 2,,p22,\dots,p-2 mempunyai invers modulo pp, dan menurut Lemma 3.8, tidak satu pun di antaranya merupakan invers bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, bilangan-bilangan tersebut dapat dikelompokkan menjadi (p3)/2(p-3)/2 pasangan invers. Dengan menyisakan hanya 11 dan (p1)(p-1), kita memperoleh (p1)!11(p3)/2(p1)p11(modp).(p-1)! \equiv 1\cdot 1^{(p-3)/2}\cdot(p-1) \equiv p-1\equiv -1\pmod{p}.

Sebaliknya, andaikan pp\in{\mathbb N} memenuhi p2p\ge2 dan (p1)!1(modp)(p-1)!\equiv-1\pmod{p}. Kongruensi ini dapat ditulis kembali sebagai (p1)!+10(modp)(p-1)!+1\equiv0\pmod{p}, atau p((p1)!+1)p\mid((p-1)!+1).

Sekarang, misalkan dd\in{\mathbb N} pembagi pp dengan dpd\neq p. Dengan demikian, dd merupakan salah satu bilangan dalam hasil kali (p1)!(p-1)!, sehingga d(p1)!d\mid(p-1)!. Selain itu, karena dpd\mid p dan p((p1)!+1)p\mid((p-1)!+1), berlaku pula d((p1)!+1)d\mid((p-1)!+1). Oleh Teorema 1.15, d((p1)!+1)(p1)!=1,d\mid((p-1)!+1)-(p-1)!=1, yang berarti d=1d=1.

Dengan kata lain, setiap pembagi dd\in{\mathbb N} dari pp haruslah pp atau 11; jadi, pp prima. ◻

Contoh 3.10. Mari kita telusuri salah satu arah pembuktian untuk kasus sederhana, misalnya p=7p=7. Mula-mula, kita mencari pasangan invers di antara bilangan 2,,52,\dots,5 (dengan mencoba langsung dalam kasus kecil ini): 241(mod7)2\cdot4\equiv1\pmod{7} dan 351(mod7)3\cdot5\equiv1\pmod{7}. Artinya, 2142^{-1}\equiv4 (atau 4124^{-1}\equiv2) dan 3153^{-1}\equiv5 (atau 5135^{-1}\equiv3).

Kemudian, (p2)!=5!=54321=(53)(42)111(mod7),(p-2)! = 5! = 5\cdot4\cdot3\cdot2\cdot1 =(5\cdot3)\cdot(4\cdot2)\equiv1\cdot1\equiv1\pmod{7}, yang selanjutnya memberikan (p1)!=6!=65!616711(mod7).(p-1)! = 6! = 6\cdot5!\equiv6\cdot1\equiv6\equiv7-1\equiv-1\pmod{7}.

Perhatikan bahwa Teorema Wilson dapat digunakan untuk membuat uji keprimaan: periksa apakah suatu bilangan nn memenuhi (n1)!1(modn)(n-1)!\equiv-1\pmod{n}; jika ya, maka nn prima. Uji ini sama sekali tidak praktis, tetapi inilah contoh pertama kita tentang kongruensi komputasional sederhana yang melibatkan suatu bilangan bulat dan dapat memberi tahu kita bahwa bilangan tersebut prima.

3.3 Orde Multiplikatif dan Penerapannya

Dalam bagian ini, kita membuktikan dua hasil yang sangat berguna, yaitu Teorema Euler dan Teorema Kecil Fermat (suatu kasus khusus dari Teorema Euler). Namun, kita tidak mengikuti strategi pembuktian Euler dan Fermat, melainkan menggunakan pendekatan yang terinspirasi oleh aljabar abstrak dan Teorema Lagrange di bidang tersebut.

Pertama, kita memerlukan definisi berikut.

Definisi 3.11. Andaikan nn\in{\mathbb N} dan aa\in{\mathbb Z} memenuhi n2n\ge2 dan gcd(a,n)=1\gcd(a,n)=1. Kita mendefinisikan orde multiplikatif aa modulo nn (cukup disebut orde apabila kata multiplikatif dan nilai nn dapat dipahami dari konteks) sebagai bilangan terkecil kk\in{\mathbb N} sedemikian sehingga ak1(modn)a^k\equiv1\pmod{n}. Orde aa modulo nn ditulis ordn(a)\operatorname{ord}_n(a).

Mari kita memeriksa sesuatu yang semestinya selalu diperiksa untuk sebuah definisi baru.

Proposisi 3.12. Diberikan nn\in{\mathbb N} dan aa\in{\mathbb Z} yang relatif prima, dengan n2n\ge2, maka ordn(a)\operatorname{ord}_n(a) terdefinisi dengan baik.

Bukti. Masalah yang mungkin muncul dalam definisi ordn(a)\operatorname{ord}_n(a) adalah tidak adanya nilai kk\in{\mathbb N} yang memenuhi ak1(modn)a^k\equiv1\pmod{n}.

Namun, perhatikan bahwa ini adalah sebuah kongruensi, sehingga kita sebenarnya hanya memperhatikan kelas kongruensi dari elemen-elemen aka^k.

Perhatikan {[ap]np}\{[a^p]_n\mid p\in{\mathbb N}\} dan bayangkan kita memasukkan setiap bilangan asli pp\in{\mathbb N} ke dalam kotak yang ditentukan oleh kelas kongruensi [ap]/n[a^p]\in{\mathbb Z}/n{\mathbb Z}. Karena {\mathbb N} mempunyai tak berhingga banyak elemen, sedangkan /n{\mathbb Z}/n{\mathbb Z} hanya mempunyai nn elemen—atau nn kotak—maka menurut Prinsip Sarang Merpati (Teorema 1.2) terdapat dua (bahkan tak berhingga banyak pasangan) nilai berbeda p,qp,q\in{\mathbb N} yang masuk ke kotak yang sama. Artinya, [ap]=[aq][a^p]=[a^q]. Tanpa mengurangi keumuman, andaikan p>qp>q, sehingga pqp-q\in{\mathbb N}.

Kita mengetahui bahwa gcd(a,n)=1\gcd(a,n)=1, sehingga, berdasarkan Akibat 2.17, invers a1a^{-1} ada modulo nn. Oleh karena itu, apqap(a1)qaq(a1)qa01(modn).a^{p-q}\equiv a^p\,(a^{-1})^q\equiv a^q\,(a^{-1})^q \equiv a^0\equiv1\pmod{n}. Di bagian tengah kongruensi ini, kita mengganti apa^p dengan aqa^q karena [ap]=[aq][a^p]=[a^q], yang berarti apaq(modn)a^p\equiv a^q\pmod{n}. Jadi, himpunan semua kk\in{\mathbb N} yang memenuhi ak1(modn)a^k\equiv1\pmod{n} tidak kosong. Orde adalah nilai terkecil dalam himpunan tersebut, dan keberadaannya dijamin oleh Prinsip Keterurutan Baik. ◻

Berikut adalah sebuah teorema dari aljabar abstrak (Teorema Lagrange) yang dinyatakan dalam konteks kita saat ini.

Teorema 3.13.

Diberikan nn\in{\mathbb N} dan aa\in{\mathbb Z} yang relatif prima, dengan n2n\ge2, maka ordn(a)ϕ(n)\operatorname{ord}_n(a)\mid\phi(n).

Bukti. Mulailah dengan memperhatikan kelas-kelas kongruensi [a],[a2],[a3],[a],[a^2],[a^3],\dots. Kelas-kelas ini berlanjut hingga [aordn(a)]=[1][a^{\operatorname{ord}_n(a)}]=[1], lalu mulai berulang. Berdasarkan keminimalan ordn(a)\operatorname{ord}_n(a), kelas-kelas sebelum pengulangan itu berbeda satu sama lain. Jadi, himpunan a={[aj]j,jordn(a)}\left<a\right>=\{[a^j]\mid j\in{\mathbb N}, j\le\operatorname{ord}_n(a)\} terdiri atas ordn(a)\operatorname{ord}_n(a) elemen dari /n{\mathbb Z}/n{\mathbb Z}. Dalam teori grup, himpunan a\left<a\right> disebut subgrup siklik dari (/n)*({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^* yang dibangkitkan oleh aa. Perhatikan bahwa aordn(a)1(modn)a^{\operatorname{ord}_n(a)}\equiv1\pmod{n}, sehingga [1]a[1]\in\left<a\right>. Selain itu, jika a1a^{-1} adalah invers aa modulo nn, maka (a1)k(a^{-1})^k adalah invers aka^k untuk setiap kk\in{\mathbb N}. Dengan demikian, a(/n)*\left<a\right>\subseteq({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*.

Untuk menyelesaikan pembuktian, kita akan menunjukkan bahwa (/n)*({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^* tersusun atas sejumlah bagian, katakanlah mm bagian, yang kita sebut koset. Setiap koset berkorespondensi secara bijektif dengan a\left<a\right>, sehingga masing-masing mempunyai ordn(a)\operatorname{ord}_n(a) elemen. Oleh karena itu, mordn(a)=#((/n)*)=ϕ(n),m\cdot\operatorname{ord}_n(a)=\#\left(({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*\right)=\phi(n),

dan hasil yang diinginkan pun mengikuti.

Sebuah koset dari a\left<a\right> adalah himpunan berbentuk xa={[x][aj]=[xaj]j,jordn(a)}x\left<a\right>=\{[x]\cdot[a^j]=[x\,a^j]\mid j\in{\mathbb N}, j\le\operatorname{ord}_n(a)\} dengan [x](/n)*[x]\in({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*. Kita telah melihat bahwa [1]a[1]\in\left<a\right>. Jadi, untuk setiap [x](/n)*[x]\in({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*, berlaku [x]xa[x]\in x\left<a\right>. Artinya, setiap kelas kongruensi dalam (/n)*({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^* berada di suatu koset. Karena setiap koset juga merupakan subhimpunan (/n)*({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*, kita mempunyai (/n)*=[x](/n)*xa.({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*=\bigcup_{[x]\in({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*}x\left<a\right>.

Setiap koset xax\left<a\right> memang berkorespondensi secara bijektif dengan a\left<a\right>. Bijeksinya adalah pemetaan fx:axaf_x:\left<a\right>\to x\left<a\right> yang didefinisikan oleh fx([aj])=[xaj]f_x([a^j])=[x a^j] untuk jj\in{\mathbb N} dengan jordn(a)j\le\operatorname{ord}_n(a). Pemetaan ini mempunyai invers berupa perkalian dengan kelas [x1][x^{-1}], yang berasal dari invers xx modulo nn.

Sekarang, misalkan xax\left<a\right> dan yay\left<a\right> adalah dua koset. Kita akan menunjukkan bahwa keduanya sama atau saling lepas. Andaikan xayax\left<a\right>\cap y\left<a\right>\neq\emptyset. Maka terdapat [z]xaya[z]\in x\left<a\right>\cap y\left<a\right>, sehingga terdapat j,kj,k\in{\mathbb N} dengan j,kordn(a)j,k\le\operatorname{ord}_n(a) dan [xaj]=[z]=[yak][xa^j]=[z]=[ya^k]. Dengan kata lain, xajyak(modn).xa^j\equiv ya^k\pmod{n}. Tanpa mengurangi keumuman, andaikan jkj\le k. Dengan mengalikan kedua ruas kongruensi tersebut dengan (a1)j(a^{-1})^j, kita memperoleh xyakj(modn)x\equiv ya^{k-j}\pmod{n}. Karena itu, setiap elemen [xat]xa[x a^t]\in x\left<a\right> dapat ditulis sebagai [yat+kj][y a^{t+k-j}]; dengan mengurangi pangkatnya modulo ordn(a)\operatorname{ord}_n(a) (dan mewakili sisa nol dengan ordn(a)\operatorname{ord}_n(a)), kelas ini berada di yay\left<a\right>. Jadi, xayax\left<a\right>\subseteq y\left<a\right>. Kedua koset mempunyai banyak elemen berhingga yang sama, yaitu ordn(a)\operatorname{ord}_n(a), sehingga keduanya sama. Dengan demikian, dua koset mana pun sama atau saling lepas, dan koset-koset tersebut membentuk partisi (/n)*({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*. Persamaan kardinalitas di atas kini membuktikan bahwa ordn(a)ϕ(n)\operatorname{ord}_n(a)\mid\phi(n). ◻

Pembuktian tadi cukup panjang, tetapi sekarang kita dapat memperoleh Teorema Kecil Fermat dan Teorema Euler yang terkenal itu dengan sangat mudah.

Teorema 3.14. Teorema Euler

Misalkan aa\in{\mathbb Z} dan nn\in{\mathbb N} memenuhi gcd(a,n)=1\gcd(a,n)=1. Maka aϕ(n)1(modn)a^{\phi(n)}\equiv1\pmod{n}.

Bukti. Jika n=1n=1, hasilnya langsung berlaku karena semua bilangan bulat kongruen modulo 11. Sekarang andaikan n2n\ge2. Teorema sebelumnya, Teorema 3.13, menyatakan bahwa ordn(a)ϕ(n)\operatorname{ord}_n(a)\mid\phi(n). Jadi, terdapat mm\in{\mathbb N} sedemikian sehingga mordn(a)=ϕ(n)m\cdot\operatorname{ord}_n(a)=\phi(n). Berdasarkan definisi orde, aϕ(n)amordn(a)(aordn(a))m1m1(modn).a^{\phi(n)}\equiv a^{m\operatorname{ord}_n(a)} \equiv\left(a^{\operatorname{ord}_n(a)}\right)^m\equiv1^m\equiv1\pmod{n}. ◻

Akibat 3.15. Teorema Kecil Fermat

Jika pp prima dan aa\in{\mathbb Z} memenuhi gcd(p,a)=1\gcd(p,a)=1, maka ap11(modp)a^{p-1}\equiv1\pmod{p}.

Bukti. Kita telah melihat bahwa ϕ(p)=p1\phi(p)=p-1 untuk setiap bilangan prima pp, sehingga hasil ini langsung mengikuti dari Teorema Euler. ◻

Teorema Kecil Fermat terkadang dijumpai dalam bentuk lain berikut.

Teorema 3.16. Jika pp prima, maka untuk setiap aa\in{\mathbb Z} berlaku apa(modp)a^p\equiv a\pmod{p}.

Bukti. Jika gcd(a,p)=1\gcd(a,p)=1, maka, berdasarkan Teorema Kecil Fermat, ap11(modp)a^{p-1}\equiv1\pmod{p}. Mengalikan kedua ruas kongruensi ini dengan aa menghasilkan kesimpulan yang diinginkan.

Sebaliknya, jika gcd(a,p)1\gcd(a,p)\neq1, maka gcd(a,p)=p\gcd(a,p)=p, sebab FPB tersebut merupakan pembagi bilangan prima pp. FPB itu juga membagi aa, sehingga pap\mid a. Akibatnya, aa dan semua pangkat positifnya kongruen dengan 00 modulo pp, dan ap0a(modp)a^p\equiv0\equiv a\pmod{p}. ◻

Latihan untuk §3.3

Latihan 3.4. Berapakah sisa pembagian 15!15! oleh 1717, dan berapakah sisa pembagian 2(26!)2\cdot(26!) oleh 2929?

Latihan 3.5. Kita tahu bahwa 1717 prima (bilangan yang luar biasa, bukan?). Namun, untuk memastikannya, gunakan Teorema Wilson untuk membuktikan bahwa 1717 prima.

Latihan 3.6. Bisakah kita membuat uji keprimaan berdasarkan Teorema Kecil Fermat? Jika bisa, apakah uji itu lebih baik (lebih efisien) daripada uji berdasarkan Teorema Wilson? Bagaimana cara kerjanya? Tuliskan pernyataan formal yang jelas untuk uji keprimaan yang Anda usulkan.

Jika Anda menguasai suatu bahasa pemrograman, tulislah kode untuk mencoba uji keprimaan tersebut. Jika tidak (atau, bagaimanapun juga, setelah menulis program), lakukan sedikit penelitian untuk mengetahui apakah pertanyaan ini sudah pernah dikaji dan, jika ya, apa kesimpulannya. Berikan pernyataan formal uji tersebut beserta hasil formal yang menjelaskan keampuhannya, atau berikan contoh penyangkal bagi uji Anda yang ditemukan dalam literatur.

Latihan 3.7. Andaikan pp bilangan prima ganjil. Buktikan bahwa jika kongruensi kuadrat x2+10(modp)x^2+1\equiv0\pmod{p} mempunyai solusi, maka p1(mod4)p\equiv1\pmod{4}. [Petunjuk: Terapkan Teorema Kecil Fermat pada suatu solusi aa dari kongruensi tersebut, lalu kalikan dan bagi pangkatnya dengan 22.]

3.4 Pendekatan Lain terhadap Teorema Kecil Fermat dan Teorema Euler

Ada cara lain untuk memahami teorema-teorema ini. Kita akan menjelaskannya di sini karena cara tersebut berguna untuk melengkapi pemahaman kita tentang perkalian dalam /n{\mathbb Z}/n{\mathbb Z}.

Kali ini, kita akan membahas kedua teorema dalam urutan yang berlawanan dengan urutan sebelumnya; urutan ini justru lebih sesuai dengan sejarahnya.

Teorema 3.17. Teorema Kecil Fermat, Ditinjau Kembali Jika pp prima dan aa\in{\mathbb Z} memenuhi gcd(p,a)=1\gcd(p,a)=1, maka ap11(modp)a^{p-1}\equiv1\pmod{p}.

Bukti. Kita mulai dengan membuktikan bahwa himpunan Ma={[0]p,[a]p,[2a]p,,[(p1)a]p}M_a=\left\{[0]_p,[a]_p,[2a]_p,\dots,[(p-1)a]_p\right\} yang terdiri atas kelipatan-kelipatan [a]p[a]_p dalam /p{\mathbb Z}/p{\mathbb Z} mempunyai pp elemen.

Di antara tanda {\{ dan }\} hanya tercantum pp kelas kongruensi, sehingga himpunan tersebut tidak mungkin mempunyai lebih dari pp elemen.

Sekarang, ambil dua elemen dari himpunan ini, yaitu [ja]p[ja]_p dan [ka]p[ka]_p, dengan 0j,k<p0\le j,k<p, dan andaikan keduanya sama. Artinya, jaka(modp)ja\equiv ka\pmod{p}, atau p(jk)ap\mid(j-k)a. Menurut Proposisi 3.5, berlaku p(jk)p\mid(j-k) atau pap\mid a. Karena gcd(p,a)=1\gcd(p,a)=1, tidak mungkin pap\mid a. Jadi, p(jk)p\mid(j-k).

Karena 0j,k<p0\le j,k<p, kita mempunyai p<jk<p-p<j-k<p, dan satu-satunya kelipatan pp dalam rentang ini adalah 00. Oleh karena itu, j=kj=k. Semua elemen dalam deskripsi MaM_a di atas berbeda, sehingga #(Ma)=p\#(M_a)=p. Kita juga telah mengetahui bahwa /p{\mathbb Z}/p{\mathbb Z} mempunyai pp elemen; jadi, MaM_a hanyalah cara lain untuk mendeskripsikan /p{\mathbb Z}/p{\mathbb Z}.

Sebagai langkah berikutnya, kalikan semua elemen tak nol dari MaM_a, atau sama saja, semua elemen tak nol dari /p{\mathbb Z}/p{\mathbb Z}: a2a(p1)a12(p1)(modp).a\cdot2a\cdot\dots\cdot(p-1)a \equiv1\cdot2\cdot\dots\cdot(p-1)\pmod{p}. Dengan menyusun ulang faktor-faktornya, kita memperoleh ap1(p1)!(p1)!(modp),a^{p-1}(p-1)!\equiv(p-1)!\pmod{p}, atau p(ap11)(p1)!p\mid(a^{p-1}-1)(p-1)!. Karena pp prima, berlaku gcd(p,(p1)!)=1\gcd(p,(p-1)!)=1. Berdasarkan Proposisi 3.5, kita memperoleh pap11p\mid a^{p-1}-1. Dengan kata lain, ap11(modp)a^{p-1}\equiv1\pmod{p}, seperti yang diinginkan. ◻

Pembuktian di atas cukup mirip dengan pembuktian Teorema Kecil Fermat yang diberikan oleh Euler. Sebenarnya, Fermat sama sekali tidak memberikan bukti, seperti halnya “Teorema” Terakhir Fermat yang terkenal itu. Strategi yang sangat mirip juga dapat digunakan untuk membuktikan Teorema Euler sendiri.

Teorema 3.18. Teorema Euler, Ditinjau Kembali

Misalkan aa\in{\mathbb Z} dan nn\in{\mathbb N} memenuhi gcd(a,n)=1\gcd(a,n)=1. Maka aϕ(n)1(modn)a^{\phi(n)}\equiv1\pmod{n}.

Bukti. Jika n=1n=1, kesimpulannya langsung berlaku karena semua bilangan bulat kongruen modulo 11. Sekarang andaikan n2n\ge2. Ingat bahwa himpunan elemen yang dapat dibalik secara multiplikatif dalam /n{\mathbb Z}/n{\mathbb Z} dapat ditulis sebagai (/n)*={[b1]n,,[bϕ(n)]n},({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*=\{[b_1]_n,\dots,[b_{\phi(n)}]_n\}, dengan bilangan-bilangan b1,,bϕ(n)b_1,\dots,b_{\phi(n)} yang semuanya relatif prima terhadap nn dan memenuhi 1b1<<bϕ(n)<n1\le b_1<\dots<b_{\phi(n)}<n.

Kita mengklaim bahwa (/n)*({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^* juga dapat dideskripsikan sebagai himpunan Ma*={[b1a]n,,[bϕ(n)a]n}.M_a^*=\left\{[b_1a]_n,\dots,[b_{\phi(n)}a]_n\right\}. Pertama, karena setiap bjb_j relatif prima terhadap nn, demikian pula aa, maka bjab_ja juga relatif prima terhadap nn. Setiap bilangan prima yang membagi bjab_ja membagi bjb_j atau aa, dan tidak ada bilangan prima semacam itu yang juga membagi nn. Jadi, Ma*(/n)*M_a^*\subseteq({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*.

Selanjutnya, jika [bja]n=[bka]n[b_ja]_n=[b_ka]_n untuk 1j,kϕ(n)1\le j,k\le\phi(n), maka n(bjbk)an\mid(b_j-b_k)a. Berdasarkan Lemma Euklides 2.6 , karena gcd(a,n)=1\gcd(a,n)=1, kita harus mempunyai n(bjbk)n\mid(b_j-b_k).

Namun, karena 1b1<<bϕ(n)<n1\le b_1<\dots<b_{\phi(n)}<n, berlaku n+1<bjbk<n1-n+1<b_j-b_k<n-1, dan satu-satunya kelipatan nn dalam rentang ini adalah 00. Jadi, bj=bkb_j=b_k, sehingga semua elemen dalam deskripsi Ma*M_a^* di atas berbeda. Himpunan Ma*M_a^* mempunyai ϕ(n)\phi(n) elemen dan merupakan subhimpunan (/n)*({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*, yang juga hanya mempunyai ϕ(n)\phi(n) elemen. Oleh karena itu, Ma*=(/n)*M_a^*=({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*.

Seperti dalam pembuktian sebelumnya, hasil kali semua elemen Ma*M_a^* harus sama dengan hasil kali semua elemen (/n)*({\mathbb Z}/n{\mathbb Z})^*: b1abϕ(n)ab1bϕ(n)(modn).b_1a\cdot\dots\cdot b_{\phi(n)}a \equiv b_1\cdot\dots\cdot b_{\phi(n)}\pmod{n}. Dengan mengelompokkan ulang faktor-faktornya, kita memperoleh aϕ(n)b1bϕ(n)b1bϕ(n)(modn).a^{\phi(n)}b_1\cdot\dots\cdot b_{\phi(n)} \equiv b_1\cdot\dots\cdot b_{\phi(n)}\pmod{n}. Semua bjb_j mempunyai invers modulo nn. Dengan mengalikan kedua ruas secara berturut-turut dengan invers-invers tersebut, kita memperoleh aϕ(n)1(modn),a^{\phi(n)}\equiv1\pmod{n}, yang menyelesaikan pembuktian Teorema Euler. ◻

Latihan untuk §3.4

Latihan 3.8. Misalkan nn, aa, dan b1,,bϕ(n)b_1,\dots,b_{\phi(n)} seperti dalam pembuktian Teorema Euler. Tunjukkan bahwa b1bϕ(n)±1(modn)b_1\cdot\dots\cdot b_{\phi(n)}\equiv\pm1\pmod{n}.