jika kita mengizinkan nilai \(\pm \infty\), baik ketika membentuk
supremum dan infimum maupun ketika mengambil limit (lihat 112Ba),
keduanya akan selalu terdefinisi, karena barisan-barisan
yakni, jika dan hanya jika untuk setiap \(a\in\Bbb R\) terdapat
\(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\ge a\) untuk setiap \(n\ge n_0\).
1A3Ac(c)
Untuk \(a\in\Bbb R\) berhingga, kita mempunyai
\(\limsup_{n\to\infty}a_n=a\) jika dan hanya jika (i) untuk
setiap \(\epsilon>0\) terdapat \(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\le
a+\epsilon\) untuk setiap \(n\ge n_0\) (ii) untuk setiap \(\epsilon>0\) dan setiap
\(n_0\in\Bbb N\) terdapat \(n\ge n_0\) sedemikian sehingga \(a_n\ge a-\epsilon\),
sedangkan
\(\liminf_{n\to\infty}a_n=a\) jika dan hanya jika (i) untuk
setiap \(\epsilon>0\) terdapat \(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\ge
a-\epsilon\) untuk setiap \(n\ge n_0\) (ii) untuk setiap \(\epsilon>0\) dan setiap
\(n_0\in\Bbb N\) terdapat \(n\ge n_0\) sedemikian sehingga \(a_n\le a+\epsilon\).
Secara umum, untuk
\(u\in[-\infty,\infty]\), kita dapat mengatakan bahwa
\(\limsup_{n\to\infty}a_n=u\) jika dan hanya jika (i) untuk setiap
\(v>u\) (jika memang ada) terdapat \(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\le v\)
untuk setiap \(n\ge n_0\) (ii) untuk setiap \(v<u\) dan setiap \(n_0\in\Bbb N\)
terdapat \(n\ge n_0\) sedemikian sehingga \(a_n\ge v\),
\(\liminf_{n\to\infty}a_n=u\) jika dan hanya jika (i) untuk setiap
\(v<u\) terdapat \(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\ge v\) untuk setiap
\(n\ge n_0\) (ii) untuk setiap \(v>u\) dan setiap \(n_0\in\Bbb N\) terdapat
\(n\ge n_0\) sedemikian sehingga \(a_n\le v\).
1A3B
Kita mempunyai hasil-hasil dasar berikut.
Proposisi Untuk sembarang barisan \(\sequencen{a_n}\),
\(\sequencen{b_n}\) dalam \(\Bbb R\),
(f) \(\limsup_{n\to\infty}ca_n=c\limsup_{n\to\infty}a_n\) jika \(c\ge 0\),
(g) \(\liminf_{n\to\infty}ca_n=c\liminf_{n\to\infty}a_n\) jika \(c\ge 0\),
dengan ketentuan bahwa dalam (d) dan (e) kita harus dapat
menafsirkan ruas kanan pertidaksamaan menurut aturan dalam 135A, sedangkan
dalam (f) dan (g) kita mengambil \(0\cdot\infty=0\cdot(-\infty)=0\).
1A3C Catatan
Tentu saja hasil-hasil yang lazim, yakni bahwa
\(\lim_{n\to\infty}(a_n+b_n)=\lim_{n\to\infty}a_n+\lim_{n\to\infty}b_n\),
\(\lim_{n\to\infty}ca_n=c\lim_{n\to\infty}a_n\), merupakan akibat langsung
dari 1A3B.
1A3D Bentuk lain dari gagasan yang sama
Konsep \(\limsup\) dan \(\liminf\) dapat diterapkan dalam konteks apa pun yang
memungkinkan kita meninjau limit fungsi bernilai real. Sebagai contoh, jika \(f\)
adalah fungsi bernilai real yang didefinisikan (sekurang-kurangnya) pada
suatu interval berlubang berbentuk \(\{x:0<|c-x|\le\epsilon\}\), dengan
\(c\in\Bbb R\) dan \(\epsilon>0\), maka
dengan mengizinkan \(\infty\) dan \(-\infty\) sesuai kebutuhan.
Atau, jika \(f\) didefinisikan pada interval setengah-terbuka
\(\ocint{c,c+\epsilon}\), kita dapat mengatakan