O007 · Volume 1 · Bagian 1A3

1A3 — Limit superior dan limit inferior

Fondasi Teori Ukuran — Adaptasi Bahasa Indonesia dari Measure Theory karya D. H. Fremlin

©date1994

Tidak semua mata kuliah pengantar analisis real memiliki cukup waktu untuk membahas konsep \(\limsup\) dan \(\liminf\).

1A3A Definisi (a)

Untuk suatu barisan bilangan real \(\sequencen{a_n}\), tuliskan

\(\limsup_{n\to\infty}a_n=\lim_{n\to\infty}\sup_{m\ge n}a_m =\inf_{n\in\Bbb N}\sup_{m\ge n}a_m\),
\(\liminf_{n\to\infty}a_n=\lim_{n\to\infty}\inf_{m\ge n}a_m =\sup_{n\in\Bbb N}\inf_{m\ge n}a_m\);

jika kita mengizinkan nilai \(\pm \infty\), baik ketika membentuk supremum dan infimum maupun ketika mengambil limit (lihat 112Ba), keduanya akan selalu terdefinisi, karena barisan-barisan

\(\sequencen{\sup_{m\ge n}a_m}\), \(\sequencen{\inf_{m\ge n}a_m}\)

bersifat monoton.

1A3Ab (b)

Secara eksplisit:

\(\limsup_{n\to\infty}a_n=\infty\,\iff\,\{a_n:n\in\Bbb N\}\) tidak terbatas di atas,
\(\limsup_{n\to\infty}a_n=-\infty\,\iff\,\lim_{n\to\infty}a_n =-\infty\),

yakni, jika dan hanya jika untuk setiap \(a\in\Bbb R\) terdapat \(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\le a\) untuk setiap \(n\ge n_0\);

\(\liminf_{n\to\infty}a_n=-\infty\, \iff\,\{a_n:n\in\Bbb N\}\) tidak terbatas di bawah,
\(\liminf_{n\to\infty}a_n=\infty\, \iff \,\lim_{n\to\infty}a_n =\infty\),

yakni, jika dan hanya jika untuk setiap \(a\in\Bbb R\) terdapat \(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\ge a\) untuk setiap \(n\ge n_0\).

1A3Ac (c)

Untuk \(a\in\Bbb R\) berhingga, kita mempunyai

\(\limsup_{n\to\infty}a_n=a\) jika dan hanya jika (i) untuk setiap \(\epsilon>0\) terdapat \(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\le a+\epsilon\) untuk setiap \(n\ge n_0\) (ii) untuk setiap \(\epsilon>0\) dan setiap \(n_0\in\Bbb N\) terdapat \(n\ge n_0\) sedemikian sehingga \(a_n\ge a-\epsilon\),

sedangkan

\(\liminf_{n\to\infty}a_n=a\) jika dan hanya jika (i) untuk setiap \(\epsilon>0\) terdapat \(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\ge a-\epsilon\) untuk setiap \(n\ge n_0\) (ii) untuk setiap \(\epsilon>0\) dan setiap \(n_0\in\Bbb N\) terdapat \(n\ge n_0\) sedemikian sehingga \(a_n\le a+\epsilon\).

Secara umum, untuk \(u\in[-\infty,\infty]\), kita dapat mengatakan bahwa

\(\limsup_{n\to\infty}a_n=u\) jika dan hanya jika (i) untuk setiap \(v>u\) (jika memang ada) terdapat \(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\le v\) untuk setiap \(n\ge n_0\) (ii) untuk setiap \(v<u\) dan setiap \(n_0\in\Bbb N\) terdapat \(n\ge n_0\) sedemikian sehingga \(a_n\ge v\),

\(\liminf_{n\to\infty}a_n=u\) jika dan hanya jika (i) untuk setiap \(v<u\) terdapat \(n_0\in\Bbb N\) sedemikian sehingga \(a_n\ge v\) untuk setiap \(n\ge n_0\) (ii) untuk setiap \(v>u\) dan setiap \(n_0\in\Bbb N\) terdapat \(n\ge n_0\) sedemikian sehingga \(a_n\le v\).

1A3B

Kita mempunyai hasil-hasil dasar berikut.

Proposisi Untuk sembarang barisan \(\sequencen{a_n}\), \(\sequencen{b_n}\) dalam \(\Bbb R\),

(a) \(\liminf_{n\to\infty}a_n\le\limsup_{n\to\infty}a_n\),

(b) \(\lim_{n\to\infty}a_n=u\in[-\infty,\infty]\) jika dan hanya jika \(\limsup_{n\to\infty}a_n=\liminf_{n\to\infty}a_n=u\),

(c) \(\liminf_{n\to\infty}a_n=-\limsup_{n\to\infty}(-a_n)\),

(d) \(\limsup_{n\to\infty}(a_n+b_n) \le\limsup_{n\to\infty}a_n+\limsup_{n\to\infty}b_n\),

(e) \(\liminf_{n\to\infty}(a_n+b_n) \ge\liminf_{n\to\infty}a_n+\liminf_{n\to\infty}b_n\),

(f) \(\limsup_{n\to\infty}ca_n=c\limsup_{n\to\infty}a_n\) jika \(c\ge 0\),

(g) \(\liminf_{n\to\infty}ca_n=c\liminf_{n\to\infty}a_n\) jika \(c\ge 0\),

dengan ketentuan bahwa dalam (d) dan (e) kita harus dapat menafsirkan ruas kanan pertidaksamaan menurut aturan dalam 135A, sedangkan dalam (f) dan (g) kita mengambil \(0\cdot\infty=0\cdot(-\infty)=0\).

1A3C Catatan

Tentu saja hasil-hasil yang lazim, yakni bahwa \(\lim_{n\to\infty}(a_n+b_n)=\lim_{n\to\infty}a_n+\lim_{n\to\infty}b_n\), \(\lim_{n\to\infty}ca_n=c\lim_{n\to\infty}a_n\), merupakan akibat langsung dari 1A3B.

1A3D Bentuk lain dari gagasan yang sama

Konsep \(\limsup\) dan \(\liminf\) dapat diterapkan dalam konteks apa pun yang memungkinkan kita meninjau limit fungsi bernilai real. Sebagai contoh, jika \(f\) adalah fungsi bernilai real yang didefinisikan (sekurang-kurangnya) pada suatu interval berlubang berbentuk \(\{x:0<|c-x|\le\epsilon\}\), dengan \(c\in\Bbb R\) dan \(\epsilon>0\), maka

\(\limsup_{t\to c}f(t) =\lim_{\delta\downarrow 0}\sup_{0<|t-c|\le\delta}f(t) =\inf_{0<\delta\le\epsilon}\sup_{0<|t-c|\le\delta}f(t)\),
\(\liminf_{t\to c}f(t) =\lim_{\delta\downarrow 0}\inf_{0<|t-c|\le\delta}f(t) =\sup_{0<\delta\le\epsilon}\inf_{0<|t-c|\le\delta}f(t)\),

dengan mengizinkan \(\infty\) dan \(-\infty\) sesuai kebutuhan. Atau, jika \(f\) didefinisikan pada interval setengah-terbuka \(\ocint{c,c+\epsilon}\), kita dapat mengatakan

\(\limsup_{t\downarrow c}f(t) =\lim_{\delta\downarrow 0}\sup_{c<t\le c+\delta}f(t) =\inf_{0<\delta\le\epsilon}\sup_{c<t\le c+\delta}f(t)\),
\(\liminf_{t\downarrow c}f(t) =\lim_{\delta\downarrow 0}\inf_{c<t\le c+\delta}f(t) =\sup_{0<\delta\le\epsilon}\inf_{c<t\le c+\delta}f(t)\).

Demikian pula, jika \(f\) didefinisikan pada \(\coint{M,\infty}\) untuk suatu \(M\in\Bbb R\), kita mempunyai

\(\limsup_{t\to\infty}f(t) =\lim_{a\to\infty}\sup_{t\ge a}f(t) =\inf_{a\ge M}\sup_{t\ge a}f(t)\),
\(\liminf_{t\to\infty}f(t) =\lim_{a\to\infty}\inf_{t\ge a}f(t) =\sup_{a\ge M}\inf_{t\ge a}f(t)\).

Perluasan lebih lanjut dari gagasan ini dibahas secara singkat dalam 2A3S di Jilid 2.