10  Rancangan Eksperimen yang Dapat Diperiksa

10.1 Tujuan belajar

Setelah menyelesaikan unit ini, pembaca dapat:

  • mengubah pertanyaan umum menjadi hipotesis dan ukuran hasil yang dapat diperiksa;
  • membedakan variabel yang diubah, hasil yang diukur, dan kondisi yang dikendalikan;
  • menetapkan kisi parameter, banyak replikasi, dan aturan berhenti sebelum melihat hasil;
  • menjelaskan apa yang dapat dan tidak dapat diulang oleh benih acak semu;
  • memisahkan data pengembangan dari data uji yang ditahan (holdout);
  • melaporkan ukuran efek dan hasil negatif tanpa mengubah sasaran sesudahnya; dan
  • membatasi hasil eksperimen agar tidak diperlakukan sebagai bukti umum.

Prasyarat lokal: Unit 1-4, persentase, rata-rata, perbandingan pecahan, dan fungsi bertahap sederhana pada tingkat A30. Tidak diperlukan kalkulus atau statistika inferensial.

10.2 Pertanyaan dahulu, hasil kemudian

Eksperimen Unit 7 mempelajari aturan keputusan sederhana. Setiap kasus mempunyai skor bulat dari 0 sampai 9. Untuk ambang kk, program memprediksi hasil positif jika

skork. \text{skor}\ge k.

Kita memilih satu ambang dari kisi {3,4,5,6,7}\{3,4,5,6,7\}. Pertanyaan yang dibekukan sebelum menjalankan eksperimen ialah:

Apakah ambang yang dipilih pada data pengembangan meningkatkan akurasi pada data holdout sedikitnya 0,10 dibandingkan ambang referensi 6?

Angka 0,10 berarti sepuluh poin persentase, bukan “sepuluh persen dari akurasi lama”. Hipotesis awal menjawab “ya”. Eksperimen kemudian boleh mendukung atau tidak mendukung jawaban itu; hipotesis bukan janji tentang hasil.

Pertanyaan ini menyatakan tiga hal yang sering hilang:

  1. aturan pembanding, yaitu ambang 6;
  2. ukuran hasil, yaitu proporsi prediksi benar; dan
  3. batas efek yang dianggap bermakna, yaitu 0,10.

Tanpa ketiganya, mudah memilih cerita setelah melihat angka.

10.3 Variabel, kontrol, dan perancu

Dalam eksperimen ini:

Peran Isi
variabel yang diubah ambang keputusan kk
hasil yang diukur akurasi, yaitu banyak prediksi benar dibagi banyak kasus
kondisi yang dikendalikan pembangkit kasus, ukuran sampel, replikasi, dan jadwal benih
faktor acak skor dan hasil buatan pada setiap kasus

Sebuah perancu adalah faktor lain yang berubah bersama variabel utama sehingga penyebab perbedaan menjadi kabur. Jika ambang 3 diuji pada kasus yang mudah sedangkan ambang 7 diuji pada kasus yang sulit, selisih akurasi dapat berasal dari kasus, bukan ambang.

Skrip mencegah perancu itu dengan rancangan berpasangan: dalam satu replikasi, semua ambang dinilai pada kasus yang persis sama. Hanya ambangnya yang berubah. Rancangan ini tidak menghapus semua kemungkinan kesalahan; aturan pembangkit kasus sendiri masih dapat buruk. Namun, ia mengisolasi perbandingan yang sedang dilakukan.

10.4 Kisi parameter dan aturan pemilihan

Kisi parameter ditentukan sebagai

K=(3,4,5,6,7). K=(3,4,5,6,7).

Program tidak menambahkan ambang baru setelah melihat hasil. Setiap kandidat menyelesaikan 20 replikasi pengembangan, masing-masing berisi 200 kasus. Ambang dengan jumlah prediksi benar terbesar dipilih. Jika dua ambang seri, ambang yang lebih kecil menang. Aturan seri itu tampak sepele, tetapi tanpa aturan tetap dua pelaksana dapat memilih hasil berbeda.

Pencarian kisi hanya membandingkan lima kandidat tersebut. Jika ambang 5 menang, kesimpulan yang sah adalah “5 terbaik pada kisi dan data pengembangan ini menurut ukuran yang ditetapkan”, bukan “5 adalah ambang terbaik yang mungkin untuk setiap populasi”.

Kisi yang sangat rapat juga bukan hadiah gratis. Makin banyak pilihan yang dicoba pada data sama, makin besar peluang menemukan pilihan yang cocok dengan kebetulan khusus data pengembangan. Itulah salah satu alasan memakai holdout.

10.5 Benih dan nondeterminisme

random.Random(seed) menghasilkan urutan acak semu. Benih yang sama pada lingkungan yang sama menghasilkan urutan yang sama, sehingga kegagalan dapat dijalankan ulang. Unit ini memakai benih dasar 1729 untuk pengembangan dan 271828 untuk holdout. Replikasi ke-ii memakai benih_dasar + i.

Benih tidak mengubah eksperimen menjadi bukti, dan tidak dapat menangkap semua nondeterminisme nyata. Contohnya:

  • derau sensor fisik;
  • perubahan suhu atau tegangan;
  • urutan proses paralel;
  • paket data yang tiba dari jaringan; dan
  • tindakan manusia selama pengukuran.

Untuk sumber semacam itu, catat waktu, perangkat, kalibrasi, urutan perlakuan, lingkungan, dan data mentah sejauh relevan. Replikasi independen tetap diperlukan. Menulis angka seed=42 tidak mengulang sebuah laboratorium.

10.6 Replikasi dan aturan berhenti

Satu pengulangan dapat kebetulan menguntungkan satu ambang. Replikasi menunjukkan apakah hasil bertahan pada beberapa sampel. Rencana unit menetapkan:

  • pengembangan: tepat 20×200=4.00020\times200=4.000 kasus; dan
  • holdout: tepat 12×250=3.00012\times250=3.000 kasus.

Kata “tepat” adalah bagian dari metode. Program tidak berhenti ketika hasil pertama kali tampak baik. Jika kita terus melihat hasil dan berhenti pada replikasi yang menyenangkan, aturan pengumpulan data bergantung pada hasil; ringkasan akhir lalu lebih optimistis daripada rencana awal.

Aturan berhenti dapat berupa jumlah kasus tetap, batas waktu tetap, atau kriteria lain. Yang penting, aturan itu ditulis sebelum hasil diperiksa dan dilaporkan bersama penyimpangan apa pun.

10.7 Pengembangan dan data holdout

Data pengembangan dipakai untuk membandingkan kisi dan memilih ambang. Data holdout dibangkitkan dengan jadwal benih terpisah, tidak ikut menentukan pilihan, dan diperiksa sekali setelah ambang dibekukan.

Analogi sederhananya adalah latihan dan ujian. Jika jawaban ujian dipakai untuk mengubah cara menjawab lalu nilai ujian yang sama dilaporkan sebagai penilaian akhir, ujian itu telah menjadi latihan. Demikian juga, jika hasil holdout dilihat berulang kali untuk mengubah kisi, fitur, atau aturan, ia bukan lagi penilaian yang tidak tersentuh. Kita memerlukan holdout baru atau harus jujur menyebut tahap tersebut pengembangan tambahan.

Pemisahan ini tidak membuat hasil berlaku bagi semua dunia nyata. Data holdout masih berasal dari pembangkit kasus tertentu. Ia hanya mengurangi satu jenis penyesuaian berlebihan terhadap data pengembangan.

10.8 Ukuran efek, bukan kesan gambar

Pada rekaman acuan, ambang 5 dipilih. Di holdout, ambang 5 benar pada 2.355 dari 3.000 kasus, sedangkan ambang referensi 6 benar pada 2.204 kasus. Ukuran efeknya ialah

2355300022043000=15130000,0503. \frac{2355}{3000}-\frac{2204}{3000} =\frac{151}{3000} \approx0{,}0503.

Jadi peningkatannya sekitar 5,03 poin persentase. Sebuah grafik dengan sumbu terpotong dapat membuat selisih itu tampak besar, tetapi ukuran efek numeriknya tidak berubah. Karena batas yang ditetapkan adalah 10 poin persentase, hipotesis awal tidak didukung.

“Tidak didukung” tidak sama dengan “kedua aturan pasti identik”. Hasil menunjukkan efek teramati positif tetapi lebih kecil daripada sasaran yang dibekukan. Unit ini tidak menghitung interval kepercayaan atau nilai-p; jangan menyisipkan makna statistik yang tidak dihitung.

10.9 Hasil negatif tetap merupakan hasil

Setelah melihat 0,0503, kita tidak boleh menurunkan ambang efek dari 0,10 ke 0,05 lalu mengaku rencana awal berhasil. Kita juga tidak boleh menghapus ambang yang kalah atau hanya menampilkan replikasi yang menguntungkan.

Hasil negatif berguna karena:

  • ia membatasi klaim yang masuk akal;
  • ia mencegah orang lain mengulangi jalan buntu tanpa mengetahui hasilnya;
  • ia dapat mengungkap bahwa sasaran praktis terlalu besar; dan
  • ia membantu merancang eksperimen berikutnya tanpa mengubah sejarah eksperimen ini.

Eksperimen baru boleh mempunyai hipotesis baru. Yang tidak jujur adalah menulis ulang rencana lama seolah-olah sasaran baru telah ditetapkan sejak awal.

10.10 Rekaman kanonis Unit 7

Jalankan dari akar proyek:

python source/code/unit07_experiment_design.py --output output/unit07-results.json

JSON menyimpan pertanyaan, hipotesis, kisi, variabel, kontrol, aturan seleksi, aturan berhenti, jadwal benih, setiap ringkasan replikasi, hasil pengembangan, hasil holdout, ukuran efek eksak, hasil negatif, dan batas bukti. Pecahan disimpan sebagai pembilang dan penyebut serta desimal empat tempat. Kunci diurutkan, inden dan akhir baris ditetapkan, lalu core_sha256 mengikat rekaman sebelum medan hash ditambahkan.

Pada lingkungan Python yang sama, perintah yang sama menghasilkan byte sama. Versi Python ikut dicatat karena rincian pembangkit acak semu merupakan bagian dari lingkungan yang perlu dibekukan.

10.11 Eksperimen dan bukti

Eksperimen ini membuktikan hal yang sangat terbatas tentang eksekusi: untuk benih dan kode yang direkam, jumlah keberhasilan dapat dihitung ulang. Ia memberi bukti empiris tentang lima ambang pada sampel buatan berhingga.

Ia tidak membuktikan bahwa ambang 5 terbaik:

  • di luar kisi 3 sampai 7;
  • untuk setiap urutan data;
  • untuk pembangkit kasus lain; atau
  • untuk fenomena nyata yang tidak dimodelkan oleh generator.

Bukti umum memerlukan klaim matematis yang tepat. Misalnya, jika distribusi skor dan peluang hasil didefinisikan secara eksak, seseorang dapat menghitung akurasi harapan setiap ambang dengan menjumlahkan peluang pada sepuluh skor. Perhitungan itu merupakan argumen tentang model yang didefinisikan, bukan jaminan bahwa model mewakili dunia nyata.

10.12 Latihan

10.12.1 Latihan 1 - variabel dan perancu

Sebuah eksperimen menguji ambang 4 pada 100 kasus pertama dan ambang 6 pada 100 kasus berikutnya. Sebutkan variabel utama, hasil yang diukur, dan perancu yang mungkin. Berikan satu perbaikan.

Tanyakan apakah kedua ambang menghadapi kasus yang sama sulitnya.

Variabel utamanya adalah ambang, dan hasilnya dapat berupa proporsi prediksi benar. Kelompok kasus menjadi perancu karena urutan pertama dan kedua mungkin mempunyai tingkat kesulitan berbeda. Perbaikan paling langsung ialah menilai kedua ambang pada 200 kasus yang sama. Jika hal itu tidak mungkin, acak urutan penugasan dan lakukan replikasi dengan aturan yang dibekukan.

10.12.2 Latihan 2 - benih bukan mesin waktu

Jelaskan mengapa menyimpan benih cukup untuk mengulang simulasi Unit 7 tetapi tidak cukup untuk mengulang pengukuran suhu di laboratorium.

Bedakan urutan acak semu dari gangguan fisik dan keadaan alat.

Simulasi menghitung seluruh urutan dari algoritme dan benih, sehingga pasangan yang sama dapat membangkitkan kasus yang sama pada lingkungan yang dibekukan. Suhu laboratorium dipengaruhi sensor, kalibrasi, waktu, lokasi, dan gangguan fisik yang tidak berasal dari random.Random. Benih harus dilengkapi data mentah, keadaan alat, waktu, prosedur, dan replikasi independen.

10.12.3 Latihan 3 - pemilihan dan holdout

Pada data pengembangan, ambang 4, 5, dan 6 memperoleh 760, 810, dan 790 jawaban benar dari 1.000 kasus. Ambang mana dipilih? Mengapa Anda tidak boleh mengganti pilihan setelah melihat bahwa ambang 6 sedikit lebih baik pada holdout?

Gunakan aturan seleksi pada pengembangan, lalu pertahankan fungsi holdout sebagai penilaian yang belum disentuh.

Ambang 5 dipilih karena 810 adalah jumlah benar terbesar. Jika pilihan diubah menjadi 6 setelah membaca holdout, data itu ikut melakukan pemilihan dan tidak lagi menjadi penilaian terpisah. Ambang 6 dapat menjadi hipotesis untuk eksperimen baru dengan holdout baru, tetapi hasil eksperimen lama harus tetap dilaporkan menurut rencana semula.

10.12.4 Latihan 4 - ukuran efek dan aturan berhenti

Hitung peningkatan ambang 5 atas ambang 6 dari 2.355 dan 2.204 jawaban benar dalam 3.000 kasus. Apakah sasaran 0,10 tercapai? Bolehkah eksperimen berhenti lebih awal pada replikasi yang menunjukkan 0,11?

Kurangi jumlah benar lalu bagi dengan jumlah kasus yang sama.

Peningkatannya (23552204)/3000=151/30000,0503(2355-2204)/3000=151/3000\approx0{,}0503, yaitu sekitar 5,03 poin persentase. Sasaran 10 poin tidak tercapai. Eksperimen tidak boleh berhenti pada satu replikasi 0,11 karena aturan awal mewajibkan seluruh replikasi; berhenti berdasarkan hasil akan mengubah rancangan dan membuat ringkasan terlalu menguntungkan.

10.12.5 Latihan 5 - hasil negatif dan batas bukti

Tuliskan kesimpulan jujur untuk eksperimen Unit 7 dan satu klaim yang tidak boleh dibuat. Lalu sebutkan apa yang diperlukan untuk membuktikan klaim umum tentang ambang terbaik pada model yang didefinisikan.

Pisahkan efek pada holdout, sasaran 0,10, dan seluruh ruang kemungkinan.

Kesimpulan jujur: ambang 5 terpilih pada kisi, lalu mengungguli ambang 6 sekitar 5,03 poin persentase pada holdout, tetapi tidak mencapai efek minimum 10 poin yang ditetapkan. Klaim terlarang: ambang 5 telah terbukti terbaik untuk semua data atau dunia nyata. Untuk klaim umum pada model eksak, tentukan distribusi skor dan peluang hasil, hitung akurasi harapan setiap kandidat (atau seluruh domain ambang), lalu bandingkan dengan argumen yang mencakup semuanya.

10.13 Ringkasan

  • Pertanyaan, hipotesis, pembanding, ukuran hasil, dan efek minimum ditetapkan sebelum melihat hasil.
  • Variabel lain dikendalikan agar perbedaan tidak tercampur dengan kesulitan sampel atau perubahan prosedur.
  • Kisi, aturan seri, replikasi, jadwal benih, dan aturan berhenti merupakan bagian dari rencana.
  • Benih mengulang acak semu, bukan nondeterminisme fisik yang tidak direkam.
  • Data pengembangan memilih parameter; holdout menilai pilihan sekali.
  • Ukuran efek numerik lebih penting daripada kesan visual, dan hasil negatif harus tetap dilaporkan.
  • Eksperimen berhingga memberi bukti empiris terbatas; bukti umum memerlukan argumen yang mencakup domain klaim.