O005 · C120 · Bagian 4

Reaksi Kimia dan Efek Spasial

Joceline Lega · Edisi Bahasa Indonesia

Bab 8 berfokus pada reaksi kimia. Pertama-tama, kita memperkenalkan hukum aksi massa untuk memperoleh persamaan laju, lalu membahas dua model klasik untuk reaksi kimia osilatori. Kedua model ini hanya melibatkan persamaan diferensial biasa. Model-model tersebut dapat disederhanakan menjadi sistem dinamik dua dimensi dan dapat dikaji dengan jenis analisis yang digunakan dalam bab-bab sebelumnya.

Sejauh ini, kita belum membahas atau bahkan mempertimbangkan kenyataan bahwa kebanyakan model mendeskripsikan besaran yang bervariasi bukan hanya terhadap waktu, melainkan juga terhadap ruang. Sebagai contoh, jika NN menyatakan kepadatan suatu populasi, wajar untuk mengasumsikan bahwa NN bergantung pada bentang alam: bagi manusia, NN lebih besar di kota daripada di daerah pegunungan atau gurun; bagi hewan, NN bervariasi sesuai dengan keberadaan hutan, sungai, mangsa, dan sebagainya.

Untuk memasukkan efek spasial ke dalam model-model yang telah kita bahas, kita menempuh langkah-langkah berikut. Pertama, kita mengasumsikan bahwa sifat model itu sendiri tidak berubah. Misalnya, jika spesies uu memakan spesies vv, maka pada setiap titik berkoordinat (x,y)(x,y) di bidang, u(x,y)u(x,y) tumbuh sebanding dengan konsentrasi lokal v(x,y)v(x,y). Kita dapat membayangkan situasi yang lebih rumit, misalnya laju pertumbuhan uu bergantung pada kepadatan vv yang dirata-ratakan secara spasial, tetapi kasus seperti itu berada di luar cakupan catatan ini. Dengan kata lain, kita hanya mempertimbangkan model lokal. Kedua, kita perlu menjelaskan bagaimana setiap spesies berperilaku ketika distribusinya tidak seragam di suatu wilayah. Secara intuitif, pergerakan semestinya berlangsung menjauhi daerah berkonsentrasi tinggi untuk mencapai distribusi yang seragam. Inilah fenomena difusi, yang dibahas dalam Bab 9. Jika terdapat aliran eksternal, suku-suku transpor lain harus disertakan, tetapi situasi semacam itu tidak akan kita bahas.

Penambahan difusi pada persamaan diferensial nonlinear biasanya menghasilkan persamaan reaksi-difusi. Model-model ini berupa sistem persamaan diferensial parsial, dan terdapat literatur yang sangat luas mengenai topik ini maupun topik-topik terkait. Meskipun pembahasan lengkap berada di luar cakupan catatan ini, kita tetap memberikan gambaran sekilas tentang jenis pemodelan yang dilakukan dengan sistem semacam itu. Bab 9 menguraikan secara singkat contoh reaksi kimia pada permukaan, yang di dalamnya difusi digandengkan dengan persamaan laju reaksi kimia yang bersesuaian. Sistem reaksi-difusi yang dihasilkan mampu mempertahankan gelombang kimia, dan kami menganjurkan pembaca untuk mempelajari artikel-artikel yang dirujuk dalam teks guna memperoleh informasi tambahan. Bab 10 membahas fenomena umum pembentukan pola dalam sistem yang didorong jauh dari kesetimbangan. Di sana, kita menyelidiki dinamika model generik pembentuk pola, yakni persamaan Swift-Hohenberg, dan juga membahas contoh khusus model dua dimensi yang menghasilkan pola vegetasi.