O005 · C120 · Bab 13

Penyegaran: Persamaan Diferensial Biasa

Joceline Lega · Edisi Bahasa Indonesia

Lampiran ini mengulas secara singkat metode-metode yang paling umum untuk menyelesaikan persamaan diferensial biasa (PDB). Banyak PDB atau sistem PDB yang diperkenalkan dalam catatan ini bersifat nonlinear sehingga tidak dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan metode-metode tersebut. Namun, analisis kestabilan linear titik tetap bertumpu pada penyelesaian sistem linear berkoefisien konstan, yang dibahas di sini. Selain itu, seorang pemodel harus mampu mengenali PDB yang dapat diselesaikan secara eksak dan menyelesaikannya jika diperlukan. Informasi di bawah ini dimaksudkan sebagai rujukan cepat; teorema-teorema diberikan tanpa bukti dan pembaca sebaiknya merujuk pada buku-buku klasik tentang persamaan diferensial untuk memperoleh perinciannya.

Definisi dan teorema dasar tentang eksistensi

Definisi

dnydxn=F(x,y,dydx,,dn1ydxn1).(13.1)\displaystyle \frac{d^n y}{d x^n}=F\left( x,y,\frac{d y}{d x},\dots,\frac{d^{n-1} y} {d x^{n-1}}\right). \qquad (13.1)

y(x0)=y0,dydx(x0)=y1,dn1ydxn1(x0)=yn1,(13.2)\displaystyle \label{init} y(x_0)=y_0, \frac{d y}{d x}(x_0)=y_1, \dots \frac{d^{n-1}y}{d x^{n-1}}(x_0) = y_{n-1}, \qquad (13.2)

Teorema eksistensi dan ketunggalan

Di bawah ini kami mencantumkan teorema-teorema utama tentang eksistensi dan ketunggalan solusi sistem persamaan diferensial biasa orde pertama. Perhatikan bahwa Persamaan (13.1) dapat ditulis sebagai sistem orde pertama

dYdx=f(x,Y)(13.3)\displaystyle \label{ode_fo} \frac{d Y}{d x} = f(x,Y) \qquad (13.3)

dengan menetapkan Y=(y,dydx,d2ydx2,,dn1ydxn1)\displaystyle Y = \left(y,\frac{dy}{d x},\frac{d^2 y}{d x^2}, \cdots, \frac{d^{n-1} y}{d x^{n-1}}\right).

Teorema Cauchy–Peano

Jika ff kontinu pada persegi panjang ={|xx0|a,||YY0||b}{\mathcal R} = \left\{|x-x_0| \le a, ||Y - Y_0|| \le b \right\} dengan a>0a > 0 dan b>0,b > 0, maka terdapat solusi YY dari (13.3) yang terdiferensialkan secara kontinu pada |xx0|α|x - x_0| \le \alpha dan memenuhi Y(x0)=Y0Y(x_0) = Y_0, dengan

α=min(a,bM),M=max(x,Y)||f(x,Y)||.\alpha = \min\left(a, \frac{b}{M}\right), \quad M = \max_{(x,Y) \in {\mathcal R}} ||f(x,Y)||.

Teorema Picard–Lindelöf

Jika ff bersifat Lipschitz pada \mathcal R, yakni jika terdapat konstanta k>0k > 0 sedemikian sehingga

(x,Y1),(x,Y2),||f(x,Y1)f(x,Y2)||<k||Y1Y2||,\forall (x,Y_1) \in {\mathcal R}, \forall (x,Y_2) \in {\mathcal R}, ||f(x,Y_1) - f(x,Y_2) || < k ||Y_1 - Y_2||,

dan jika ff kontinu pada \mathcal R, maka terdapat solusi tunggal YY dari (13.3) pada |xx0|α|x - x_0| \le \alpha yang memenuhi Y(x0)=Y0.Y(x_0) = Y_0.

Secara bersama-sama, teorema-teorema ini menyiratkan bahwa untuk sistem dinamik yang terdiferensialkan secara kontinu dan berbentuk (13.3), setiap masalah nilai awal memiliki solusi tunggal. Karena ff dalam (13.3) dapat bergantung secara eksplisit pada variabel bebas, kesimpulan tanpa-perpotongan berlaku dalam ruang keadaan diperluas (x,Y); untuk sistem otonom berbentuk (13.3), kesimpulan itu berlaku langsung bagi lintasan dalam ruang fase Y.

Berikut ini kami mencantumkan berbagai teknik umum yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial. Syarat awal atau syarat batas sebaiknya diterapkan setelah solusi umum diperoleh.

Persamaan diferensial orde pertama

Kita mulai dengan persamaan diferensial orde pertama, yang kita tulis sebagai

M(x,y)dx+N(x,y)dy=0.M(x,y) dx + N(x,y) dy=0.

Persamaan terpisahkan

Jika M(x,y)N(x,y)=f(x)g(y),\displaystyle \frac{M(x,y)}{N(x,y)}= - f(x) g(y), maka persamaan tersebut dapat dipisahkan dan berbentuk

f(x)dx=1g(y)dy,\displaystyle f(x) dx=\frac{1}{g(y)} dy,

yang dapat diintegralkan dengan mudah.

Contoh

Solusi masalah nilai awal dydx=3x2+4x+22(y1),y(0)=1\displaystyle \frac{d y}{d x}=\frac{3 x^2 + 4 x + 2}{2 (y-1)}, \quad y(0)=-1 adalah y=1x3+2x2+2x+4y=1-\sqrt{x^3 + 2 x^2 + 2 x + 4}.

Persamaan dengan M dan N yang keduanya homogen berderajat n

Jika M(x,y)M(x,y) dan N(x,y)N(x,y) keduanya homogen berderajat nn, maka perubahan peubah v=y/xv=y/x (atau u=x/yu=x/y) akan menjadikan PDB tersebut dapat dipisahkan.

Contoh

Keluarga solusi persamaan dydx=y2+2xyx2\displaystyle \frac{d y}{d x}=\frac{y^2 + 2 x y}{x^2} adalah y=Cx21Cx\displaystyle y = \frac{C x^2}{1 - C x}, dengan CC konstanta sembarang. Selain keluarga ini, y=xy=-x juga merupakan solusi dan tidak diperoleh untuk nilai parameter C yang berhingga.

Persamaan eksak

Jika M/y{\partial M}/{\partial y} dan N/x{\partial N}/{\partial x} kontinu dan jika My=Nx,\displaystyle \frac{\partial M}{\partial y}=\frac{\partial N}{\partial x}, maka PDB tersebut eksak, yaitu terdapat u(x,y)u(x,y) sedemikian sehingga

ux=M(x,y)danuy=N(x,y).\displaystyle \frac{\partial u}{\partial x}=M(x,y) \qquad \text{dan} \qquad \frac{\partial u}{\partial y}=N(x,y).

Dengan demikian, PDB dapat ditulis dalam bentuk

uxdx+uydy=0,\displaystyle \frac{\partial u}{\partial x} dx + \frac{\partial u}{\partial y} dy=0,

yang menghasilkan d(u(x,y))=0d \left(u(x,y) \right)=0, yaitu u(x,y)=Cu(x,y)=C. Fungsi uu dapat diperoleh dengan mengintegralkan kedua persamaan

ux=M(x,y) dan uy=N(x,y).\displaystyle \frac{\partial u}{\partial x}=M(x,y) \quad \text{ dan } \quad \frac{\partial u}{\partial y}=N(x,y).

Contoh

Solusi umum persamaan (ycos(x)+2xey)+(sin(x)+x2ey1)y=0\displaystyle (y \cos(x) + 2 x e^y) + (\sin(x) + x^2 e^y - 1) y^\prime = 0 diberikan secara implisit oleh ysin(x)+x2eyy=Cy \sin(x) + x^2 e^y - y = C, dengan CC konstanta sembarang.

Faktor integrasi

Faktor integrasi adalah fungsi ρ(x,y)\rho(x,y) sedemikian sehingga persamaan diferensial

ρ(x,y)[M(x,y)dx+N(x,y)dy]\rho(x,y)\left[ M(x,y) dx + N(x,y) dy \right]

bersifat eksak. Jika MyNx,\displaystyle \frac{\partial M}{\partial y} \ne \frac{\partial N}{\partial x}, tetapi

Contoh

Solusi umum persamaan 3xy+y2+(x2+xy)dydx=0\displaystyle 3 x y + y^2 + (x^2 + x y) \frac{d y}{d x} = 0 diberikan secara implisit oleh x3y+12x2y2=C\displaystyle x^3 y + \frac{1}{2} x^2 y^2 = C.

Persamaan linear

Jika persamaan diferensial dapat ditulis dalam bentuk y+p(x)y=q(x),y^\prime + p(x) y = q(x), yaitu jika

M(x,y)N(x,y)=p(x)y+q(x),\displaystyle -\frac{M(x,y)}{N(x,y)} =-p(x) y + q(x),

maka PDB tersebut linear. Misalkan ρ(x)=exp[p(x)dx]\rho(x)=\exp\left[\int p(x) dx\right]. Kita peroleh

ρ(x)=p(x)exp[p(x)dx]=p(x)ρ(x),\displaystyle \rho^\prime(x)=p(x) \exp\left[\int p(x) dx \right]=p(x) \rho(x),

dan dengan mengalikan PDB dengan ρ(x)\rho(x), kita memperoleh

yρ(x)+p(x)ρ(x)y=q(x)ρ(x)ddx[ρ(x)y]=q(x)ρ(x),yρ(x)=q(x)ρ(x)dx+C,y=1ρ(x)q(x)ρ(x)dx+Cρ(x),y=[q(x)ρ(x)dx+C]exp[p(x)dx].\begin{align*} &y^\prime \rho(x)+p(x) \rho(x) y = q(x) \rho(x) \\ \Longleftrightarrow &\displaystyle \frac{d}{d x}\left[\rho(x) y\right]=q(x) \rho(x),\\ \Longleftrightarrow & y \rho(x)=\int q(x) \rho(x) dx + C, \\ \Longleftrightarrow & \displaystyle y=\frac{1}{\rho(x)} \int q(x) \rho(x) dx + \frac{C}{\rho(x)}, \\ \Longleftrightarrow & y=\left[\int q(x) \rho(x) dx + C\right] \exp\left[-\int p(x)\

dx \right].\end{align*}

Contoh 1

Solusi umum persamaan y+2y=exy^\prime + 2 y = e^{-x} adalah y=ex+Ce2x.y = e^{-x} + C e^{-2 x}.

Contoh 2

Solusi persamaan y2xy=xy^\prime - 2 x y = x dengan syarat y(0)=0y(0)=0 adalah y=12+12ex2.\displaystyle y = - \frac{1}{2} + \frac{1}{2} e^{x^2}.

Persamaan Bernoulli

Jika M(x,y)N(x,y)=p(x)y+q(x)yn,\displaystyle -\frac{M(x,y)}{N(x,y)}=-p(x) y + q(x) y^n, dengan n0,1,n\ne 0,1, kita memperoleh persamaan Bernoulli berikut

y+p(x)y=q(x)yn.y^\prime + p(x) y=q(x) y^n.

Persamaan nonlinear ini dapat diubah menjadi bentuk persamaan linear melalui perubahan peubah u=y1nu=y^{1-n}.

Contoh

Keluarga solusi tak nol persamaan x2y+2xyy3=0,x>0x^2 y^\prime + 2 x y - y^3 = 0, x>0 adalah y=±5x2+Cx5\displaystyle y = \pm \sqrt{\frac{5 x}{2 + C x^5}}. Solusi nol y=0y=0 juga memenuhi persamaan.

Persamaan Riccati

Jika M(x,y)N(x,y)=a0(x)+a1(x)y+a2(x)y2,\displaystyle -\frac{M(x,y)}{N(x,y)}=a_0(x) + a_1(x) y + a_2(x) y^2, kita memperoleh persamaan Riccati berikut

y=a0(x)+a1(x)y+a2(x)y2.y^\prime=a_0(x) + a_1(x) y + a_2(x) y^2.

Untuk menyelesaikannya, lakukan langkah-langkah berikut.

  1. Carilah solusi khusus y=y1(x)y=y_1(x) dengan mencoba fungsi-fungsi sederhana seperti axba x^b atau aexp(bx)a \exp(b x).
  2. Perhatikan bahwa u=yy1u=y-y_1 memenuhi persamaan Bernoulli berikut (dengan n=2n=2): u=a1(x)u+a2(x)u(2y1(x)+u)=[a1(x)+2a2(x)y1(x)]u+a2(x)u2,\begin{align*} u^\prime & = a_1(x) u + a_2(x) u (2 y_1(x)+u)\\ & = \left[ a_1(x)+2 a_2(x) y_1(x)\right] u + a_2(x) u^2,\end{align*}
  3. Ubahlah persamaan di atas menjadi persamaan linear dengan menerapkan perubahan peubah w=u12=1/uw=u^{1-2}=1/u, lalu selesaikan untuk ww. Dalam peubah semula, solusi yy diberikan oleh y=y1+1/wy=y_1+1/w.

Contoh

Keluarga solusi persamaan y=1+x22xy+y2y^\prime = 1 + x^2 - 2 x y + y^2 adalah y=x+1/(Cx)y = x + 1/(C - x). Solusi khusus y=xy=x juga memenuhi persamaan dan tidak termasuk dalam keluarga untuk nilai parameter C yang berhingga.

Persamaan Clairaut

Persamaan diferensial y=xy+f(y)y = x y^\prime + f(y^\prime) memiliki keluarga garis lurus berikut sebagai solusi

y=cx+f(c),c= konstany = c x + f(c), \qquad c=\text{ konstan}

dan juga dapat memiliki solusi singular dalam bentuk parametrik

{x=f(p)y=px+f(p).\left \{ \begin{array}{l} x=-f^\prime(p) \\ y= p x + f(p) \end{array}.\right.

Contoh

Solusi umum persamaan y=yx+1y\displaystyle y = y^\prime x + \frac{1}{y^\prime} adalah y=Cx+1/Cy=C x + 1/C dan salah satu solusi singularnya adalah y2=4xy^2 = 4 x.

Persamaan diferensial orde kedua

Persamaan tanpa y

Persamaan diferensial orde kedua yang tidak memuat yy berbentuk F(y,y,x)=0.F(y^{\prime\prime}, y^\prime, x)=0. Dengan w=y,w=y^\prime, persamaan ini menjadi F(w,w,x)=0,F(w^\prime, w, x)=0, yang merupakan persamaan orde pertama. Persamaan tersebut mula-mula dapat diselesaikan untuk ww, kemudian untuk y,y, dengan menggunakan w=dy/dxw=d y / d x.

Contoh

Solusi umum persamaan x2y+y22xy=0x^2 y^{\prime\prime} + {y^\prime}^2 - 2 x y^\prime = 0 adalah

y=12x2C1x+C12ln(|x+C1|)+C2,\displaystyle y = \frac{1}{2} x^2 - C_1 x + C_1^2 \ln(|x+C_1|) + C_2,

dengan C1C_1 dan C2C_2 konstanta sembarang. Selain keluarga tersebut, setiap fungsi konstan y=Cy=C juga merupakan solusi.

Persamaan tanpa x

PDB jenis ini berbentuk F(y,y,y)=0.F(y^{\prime\prime}, y^\prime, y)=0. Misalkan w=dy/dxw=d y / d x merupakan fungsi yy. Maka,

d2ydx2=dwdx=dwdydydx=dwdyw,\displaystyle \frac{d^2 y}{d x^2}=\frac{d w}{d x}=\frac{d w}{d y} \frac{d y}{d x}= \frac{d w}{d y} w,

dan PDB tersebut menjadi F(wdwdy,w,y)=0,\displaystyle F(w \frac{d w}{d y}, w, y)=0, yang merupakan persamaan diferensial orde pertama dengan yy sebagai peubah bebas. Persamaan ini dapat diselesaikan untuk ww sebagai fungsi yy, kemudian persamaan terpisahkan orde pertama dydx=w(y)\displaystyle \frac{d y}{d x}=w(y) dapat diselesaikan.

Contoh

Solusi umum persamaan yy+(y)2+4=0\displaystyle y y^{\prime\prime} + \left(y^\prime \right)^2 + 4 = 0 diberikan secara implisit oleh

x2=(C2+14C114C12y2)2\displaystyle x^2 = \left(C_2 + \frac{1}{4 C_1} \sqrt{1-4 C_1^2 y^2}\right)^2.

Persamaan linear

Solusi umum persamaan a2(x)y+a1(x)y+a0(x)y=h(x)\displaystyle a_2(x) y^{\prime\prime} + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=h(x) berbentuk

y(x)=C1y1(x)+C2y2(x)+yp(x),y(x)=C_1 y_1(x) + C_2 y_2(x)+y_p(x),

dengan

Dengan demikian, persamaan linear di atas diselesaikan dalam dua langkah:

  1. Selesaikan persamaan homogen (yaitu, carilah dua solusi bebas linear y1y_1 dan y2y_2),
  2. Carilah solusi khusus persamaan lengkap.

Cara menyelesaikan persamaan homogen

Solusi umum yy dari persamaan homogen

a2(x)y+a1(x)y+a0(x)y=0a_2(x) y^{\prime\prime} + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=0

merupakan kombinasi linear dari dua solusi bebas linearnya y1y_1 dan y2y_2, yaitu y=C1y1+C2y2y=C_1 y_1+C_2 y_2 dengan C1C_1 dan C2C_2 konstanta.

Persamaan dengan koefisien konstan

Misalkan persamaan diferensial homogen tersebut berbentuk

a2y+a1y+a0y=0,a_2 y^{\prime\prime} + a_1 y^\prime + a_0 y=0,

dengan a2a_2, a1a_1, dan a0a_0 konstanta. Persamaan karakteristik yang terkait adalah a2r2+a1r+a0=0a_2 r^2 + a_1 r + a_0=0.

y1(x)=exp(r1x)dany2(x)=exp(r2x).y_1(x)=\exp(r_1 x) \qquad \text{dan} \qquad y_2(x)=\exp(r_2 x).

y1(x)=exp(αx)cos(βx)y2(x)=exp(αx)sin(βx).y_1(x)=\exp(\alpha x) \cos(\beta x) \qquad y_2(x)=\exp(\alpha x) \sin(\beta x).

y1(x)=exp(rx)y2(x)=xexp(rx).y_1(x)=\exp(r x) \qquad y_2(x)=x \exp(r x).

Contoh 1

Solusi masalah nilai awal y+y2y=0y^{\prime\prime} + y^\prime - 2 y = 0, y(0)=0y(0)=0, dan y(0)=3y^\prime(0)=3 adalah y=exe2x\displaystyle y = e^x - e^{-2 x}.

Contoh 2

Solusi umum persamaan y4y+4y=0y^{\prime\prime} - 4 y^\prime + 4 y = 0 adalah y=C1e2x+C2xe2x\displaystyle y=C_1 e^{2 x} + C_2 x e^{2 x}.

Persamaan Cauchy–Euler

Jika PDB tersebut berbentuk

a2x2y+a1xy+a0y=0,a2,a1,dan a0 konstan,a_2 x^2 y^{\prime\prime} + a_1 x y^\prime+ a_0 y=0, \quad a_2, a_1, \text{dan }a_0 \text{ konstan},

kita mencari solusi berbentuk y=xr=exp(rln(x))y=x^r=\exp(r \ln(x)) (yang didefinisikan untuk x>0x>0). Kemudian, rr harus memenuhi

a2r(r1)+a1r+a0=0.a_2 r (r-1)+a_1 r+a_0=0.

y1=xr1y2=xr2,y_1=x^{r_1} \qquad y_2=x^{r_2},

y1(x)=xαcos(βln(x))y2(x)=xαsin(βln(x)),y_1(x)=x^\alpha \cos(\beta \ln(x)) \qquad y_2(x)=x^\alpha \sin(\beta \ln(x)),

y1(x)=xry2(x)=xrln(x).y_1(x)=x^r \qquad y_2(x)=x^r \ln(x).

Catatan: Jika Anda harus menyelesaikan persamaan untuk x<0,x < 0, terlebih dahulu lakukan perubahan peubah t=xt=-x.

Contoh

y=C1x2y = C_1 x^2 memenuhi x2y3xy+4y=0x^2 y^{\prime\prime} - 3 x y^\prime + 4 y =0, y(0)=0y(0)=0, y(0)=0y^\prime(0)=0.

Persamaan lain

Jika Anda mengetahui suatu solusi khusus yphy_{ph} (misalnya ditemukan melalui inspeksi) dari persamaan homogen, Anda dapat menerapkan metode variasi konstanta: carilah solusi lain berbentuk y=v(x)yph(x)y=v(x) y_{ph}(x), substitusikan ke dalam persamaan homogen, lalu selesaikan persamaan orde pertama untuk vv. Prosedur ini disebut reduksi orde.

Cara mencari solusi khusus persamaan lengkap

Sekarang kita meninjau a2(x)y+a1(x)y+a0(x)y=h(x)a_2(x) y^{\prime\prime} + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=h(x) dan mencari solusi khusus ypy_p untuk persamaan ini. Seperti sebelumnya, terdapat beberapa kasus khusus yang memiliki metode penyelesaian sistematis.

Persamaan dengan koefisien konstan: Metode koefisien tak tentu

Jika PDB tersebut memiliki koefisien konstan dan jika

h(x)=Pm(x)exp(αx)cos(βx)+Qm(x)exp(αx)sin(βx),h(x)=P_m(x) \exp(\alpha x) \cos(\beta x)+ Q_m(x) \exp(\alpha x) \sin(\beta x),

dengan PmP_m dan QmQ_m polinom berderajat mm, gunakan bentuk solusi khusus di bawah ini, dengan KmK_m dan LmL_m merupakan polinom berderajat mm dalam setiap kasus.

Catatan: Karena persamaan tersebut linear, prinsip superposisi dapat digunakan: jika h(x)=h1(x)+h2(x)h(x)=h_1(x)+h_2(x), dan jika yp1y_{p_1} serta yp2y_{p_2} masing-masing merupakan solusi khusus dari a2(x)y+a1(x)y+a0(x)y=h1(x)a_2(x) y^{\prime\prime} + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=h_1(x) dan a2(x)y+a1(x)y+a0(x)y=h2(x)a_2(x) y^{\prime\prime} + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=h_2(x), maka yp=yp1+yp2y_{p}=y_{p_1}+y_{p_2} merupakan solusi khusus dari a2(x)y+a1(x)y+a0(x)y=h(x)a_2(x) y^{\prime\prime} + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=h(x).

Contoh 1

Salah satu solusi khusus persamaan y+y2y=4sin(2x)y^{\prime\prime} + y^\prime - 2 y = 4 \sin(2 x) adalah yp=15cos(2x)35sin(2x)\displaystyle y_p = - \frac{1}{5} \cos(2 x) - \frac{3}{5} \sin(2 x).

Contoh 2

Salah satu solusi khusus persamaan y4y+4y=12xe2xy^{\prime\prime} - 4 y^\prime + 4 y = 12 x e^{2 x} adalah yp=2x3e2x\displaystyle y_p = 2 x^3 e^{2 x}.

Persamaan Cauchy–Euler

Perubahan peubah x=etx = e^t akan mengubah persamaan Cauchy–Euler menjadi persamaan berkoefisien konstan, yang kemudian dapat diselesaikan seperti dijelaskan di atas.

Persamaan lain

Jika PDB tersebut tidak memiliki koefisien konstan, atau jika h(x)h(x) tidak berbentuk seperti yang dibahas di atas, Anda dapat mencoba menggunakan metode variasi konstanta: carilah solusi khusus yp=v1(x)y1(x)+v2(x)y2(x),y_p=v_1(x) y_1(x)+v_2(x) y_2(x), dengan y1y_1 dan y2y_2 dua solusi bebas linear dari persamaan homogen terkait, lalu selesaikan untuk v1v_1 dan v2v_2 setelah menetapkan

v1(x)y1(x)+v2(x)y2(x)=0.v_1^\prime(x) y_1(x) + v_2^\prime(x) y_2(x)=0.

Contoh

Solusi umum persamaan y+2y+y=2x2exy^{\prime\prime} + 2 y^\prime + y = 2 x^{-2} e^{-x}, x>0x > 0 adalah

C1ex+C2xex2(1+ln(x))ex\displaystyle C_1 e^{-x} + C_2 x e^{-x} - 2 \left(1+\ln(x)\right) e^{-x}.

Catatan: Terdapat cara mudah untuk memeriksa bahwa dua fungsi y1y_1 dan y2y_2 bebas linear: Wronskian keduanya

W[y1,y2]=|y1y2y1y2|W[y_1,y_2]=\left| \begin{array}{cc}y_1 & y_2 \\ y_1^\prime & y_2^\prime \end{array} \right|

harus tak nol.

Persamaan diferensial linear berorde lebih tinggi dari dua

Solusi umum untuk

an(x)y(n)+an1(x)y(n1)++a1(x)y+a0(x)y=h(x),an(x)0\begin{align*} &a_n(x) y^{(n)} + a_{n-1}(x) y^{(n-1)} + \dots + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=h(x), \\ & a_n(x) \ne 0 \end{align*}

adalah

y(x)=Cnyn(x)+Cn1yn1(x)++C1y1(x)+yp(x),y(x)=C_n y_n(x) + C_{n-1} y_{n-1}(x) + \dots + C_1 y_1(x)+ y_p(x),

dengan

an(x)y(n)+an1(x)y(n1)++a2(x)y+a1(x)y+a0(x)y=h(x),a_n(x) y^{(n)} + a_{n-1}(x) y^{(n-1)} + \dots + a_2(x) y^{\prime\prime} + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=h(x),

an(x)y(n)+an1(x)y(n1)++a2(x)y+a1(x)y+a0(x)y=0,a_n(x) y^{(n)} + a_{n-1}(x) y^{(n-1)} + \dots + a_2(x) y^{\prime\prime} + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=0,

Dengan demikian, metode untuk menyelesaikan persamaan linear tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Selesaikan persamaan homogen (yaitu, cari nn solusi bebas linear y1,yny_1 \dots, y_n),
  2. Cari solusi partikular dari persamaan lengkap.

Cara menyelesaikan persamaan homogen

Solusi umum yy dari persamaan homogen

an(x)y(n)+an1(x)y(n1)++a2(x)y+a1(x)y+a0(x)y=0a_n(x) y^{(n)} + a_{n-1}(x) y^{(n-1)} + \dots + a_2(x) y^{\prime\prime} + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=0

merupakan kombinasi linear dari nn solusi bebas linearnya yn,,y1y_n, \dots, y_1, yaitu y=Cnyn++C1y1y=C_n y_n + \dots +C_1 y_1 dengan CiC_i merupakan konstanta.

Persamaan dengan koefisien konstan

Misalkan persamaan homogen tersebut berbentuk

any(n)+an1y(n1)++a2y+a1y+a0y=0,a_n y^{(n)} + a_{n-1} y^{(n-1)} + \dots + a_2 y^{\prime\prime} + a_1 y^\prime + a_0 y=0,

dengan aia_i merupakan konstanta real. Persamaan karakteristik terkait adalah

anrn++a1r+a0=0.a_n r^n+\dots + a_1 r + a_0=0.

{yi(x)=exp(αix)cos(βix)yi+1(x)=exp(αix)sin(βix)\left\{ \begin{array}{ccl} y_i(x)&=&\exp(\alpha_i x) \cos(\beta_i x) \\ y_{i+1}(x)&=&\exp(\alpha_i x)\sin(\beta_i x) \end{array} \right.

yi=exp(rix),yi+1=xexp(rix),yi+2=x2exp(rix),yi+h1=xh1exp(rix),\begin{align*} y_i & = \exp(r_i x),\\ y_{i+1} & = x \exp(r_i x), \\ y_{i+2} & = x^2 \exp(r_i x),\\

& \vdots \\ y_{i+h-1} & = x^{h-1} \exp(r_i x), \end{align*}

Sekali lagi, jika ri=αi±iβir_i=\alpha_i \pm i \beta_i, lazim digunakan xkexp(αix)cos(βix)x^k \exp(\alpha_i x)

\cos(\beta_i x) dan xkexp(αix)sin(βix)x^k \exp(\alpha_i x) \sin(\beta_i x) sebagai ganti xkexp(rix)x^k \exp(r_i x) (karena persamaan diferensial biasa tersebut memiliki koefisien real).

Contoh 1

Solusi umum untuk y(4)8y9y=6x+12sin(x)y^{(4)}-8 y^{\prime\prime} - 9 y = 6 x + 12 \sin(x) adalah

y=C1cos(x)+C2sin(x)+C3e3x+C4e3x23x+35xcos(x)\displaystyle y = C_1 \cos(x) + C_2 \sin(x) + C_3 e^{3 x} + C_4 e^{-3 x} - \frac{2}{3} x + \frac{3}{5} x \cos(x).

Contoh 2

Solusi untuk y(4)2y(3)=0y^{(4)} - 2 y^{(3)} = 0 dengan y(0)=0y(0)=0, y(0)=0y^\prime(0)=0, y(0)=0y^{\prime\prime}(0)=0, dan y(3)(0)=4y^{(3)}(0) = 4 adalah

y=12e2xx2x12.\displaystyle y = \frac{1}{2} e^{2 x} - x^2 - x - \frac{1}{2}.

Persamaan Cauchy–Euler

Untuk menyelesaikan

anxny(n)+an1xn1y(n1)++a2x2y+a1xy+a0y=0,x>0a_n x^n y^{(n)} + a_{n-1} x^{n-1} y^{(n-1)}+\dots+ a_2 x^2 y^{\prime\prime} + a_1 x y^\prime+ a_0 y=0, \qquad x>0

dengan aia_i merupakan konstanta real, lakukan perubahan variabel x=exp(t)=etx=\exp(t) = e^t. Perubahan ini menghasilkan persamaan dengan koefisien konstan untuk yy (sebagai fungsi tt), yang dapat diselesaikan seperti diuraikan di atas. Selanjutnya, perubahan variabel t=ln(x)t=\ln(x) menghasilkan yy sebagai fungsi xx.

Catatan: Jika harus menyelesaikan untuk x<0,x < 0, lakukan perubahan variabel x=exp(t)x=-\exp(t), lalu lanjutkan seperti sebelumnya (namun sekarang t=ln(x)t=\ln(-x)).

Contoh

Solusi umum untuk x3y(3)2x2y+8xy8y=0x^3 y^{(3)} - 2 x^2 y^{\prime\prime} + 8 x y^\prime - 8 y = 0, x>0x >0 adalah

C1x+C2x2cos(2ln(x))+C3x2sin(2ln(x))\displaystyle C_1 x + C_2 x^2 \cos(2 \ln(x)) + C_3 x^2 \sin(2 \ln(x)).

Cara mencari solusi partikular dari persamaan lengkap

Sekarang kita mencari solusi partikular untuk

an(x)y(n)+an1(x)y(n1)++a2(x)y+a1(x)y+a0(x)y=h(x).a_n(x) y^{(n)} + a_{n-1}(x) y^{(n-1)} + \dots + a_2(x) y^{\prime\prime} + a_1(x) y^\prime + a_0(x) y=h(x).

Jika persamaan di atas memiliki koefisien konstan dan jika

h(x)=Pm(x)exp(αx)cos(βx)+Qm(x)exp(αx)sin(βx),h(x)=P_m(x) \exp(\alpha x) \cos(\beta x)+ Q_m(x) \exp(\alpha x) \sin(\beta x),

dengan PmP_m dan QmQ_m merupakan polinom berderajat mm, maka coba solusi partikular berikut, dengan KmK_m dan LmL_m merupakan polinom berderajat mm pada setiap kasus.

Jika persamaan diferensial ini tidak memiliki koefisien konstan, atau jika h(x)h(x) tidak berbentuk seperti yang dibahas di atas, gunakan metode variasi konstanta: carilah solusi partikular yp=vn(x)yn(x)++v1(x)y1(x)y_p=v_n(x) y_n(x)+ \dots +v_1(x) y_1(x) dengan yiy_i merupakan nn solusi bebas linear dari persamaan homogen terkait, lalu tentukan viv_i setelah memberlakukan n1n-1 syarat berikut:

{vn(x)yn(x)++v1(x)y1(x)=0vn(x)yn(x)++v1(x)y1(x)=0vn(x)yn(n2)(x)++v1(x)y1(n2)(x)=0.\left\{ \begin{array}{clllcl} v_n^\prime(x) y_n(x) &+ & \dots&+ & v_1^\prime(x) y_1(x)&=0 \\

v_n^\prime(x) y_n^\prime(x)&+ & \dots&+ & v_1^\prime(x) y_1^\prime(x)&=0 \\ \vdots && \ddots && \vdots \\ v_n^\prime(x) y_n^{(n-2)}(x)&+ & \dots&+ & v_1^\prime(x) y_1^{(n-2)}(x)&=0. \end{array} \right.

Catatan: Jika Wronskian

W[y1,,yn]=|y1y2yny1y2yny1(n1)y2(n1)yn(n1)|W[y_1,\dots, y_n]=\left| \begin{array}{cccc} y_1 & y_2 &\dots & y_n \\ y_1^\prime & y_2^\prime &\dots &y_n^\prime \\ \vdots & \vdots & \ddots & \vdots \\ y_1^{(n-1)} & y_2^{(n-1)} &\dots & y_n^{(n-1)} \end{array} \right|

dari y1,,yny_1, \dots, y_n tidak nol, maka fungsi-fungsi tersebut bebas linear.

Sistem persamaan diferensial linear orde pertama

Kita meninjau sistem berbentuk

{dx1dt=a11(t)x1(t)+a12(t)x2(t)++a1n(t)xn(t)+b1(t)dx2dt=a21(t)x1(t)+a22(t)x2(t)++a2n(t)xn(t)+b2(t)dxndt=an1(t)x1(t)+an2(t)x2(t)++ann(t)xn(t)+bn(t),\left\{ \begin{array}{cccccc} \displaystyle \frac{d x_1}{d t}&=a_{11}(t) x_1(t) &+ a_{12}(t)\ x_2(t) &+\dots &+ a_{1n}(t) x_n(t) &+ b_1(t) \\ \displaystyle \frac{d x_2}{d t}&=a_{21}(t) x_1(t) &+ a_{22}(t) x_2(t) &+ \dots &+ a_{2n}(t) x_n(t) &+ b_2(t) \\ \vdots& \vdots & \vdots & \ddots & \vdots &\vdots \\ \displaystyle \frac{d x_n}{d t}&=a_{n1}(t) x_1(t) &+ a_{n2}(t) x_2(t) &+ \dots &+ a_{nn}(t) x_n(t) &+ b_n(t) \end{array},\right.

yang juga dapat ditulis sebagai DX=ddtX=Ẋ=AX+B,\displaystyle D X = \frac{d}{d t} X = \dot X = A X + B,

dengan

X=X(t)=(x1(t)x2(t)xn(t)),B=(b1(t)b2(t)bn(t)),X=X(t)=\begin{pmatrix} x_1(t) \\ x_2(t) \\ \vdots \\ x_n(t) \end{pmatrix}, \qquad B=\begin{pmatrix} b_1(t) \\ b_2(t) \\ \vdots \\ b_n(t) \end{pmatrix},

dan

A=A(t)=(a11(t)a12(t)a1n(t)a21(t)a22(t)a2n(t)an1(t)an2(t)ann(t)).A=A(t)=\left(\begin{array}{cccc} a_{11}(t) & a_{12}(t) & \dots & a_{1n}(t) \\ a_{21}(t) & a_{22}(t) & \dots & a_{2n}(t) \\ \vdots & \vdots & \ddots & \vdots \\ a_{n1}(t) & a_{n2}(t) & \dots & a_{nn}(t) \end{array}\right).

Jika BB dan aija_{ij} kontinu pada interval a<t<ba < t < b, dan jika t0(a,b)t_0 \in (a,b), maka terdapat solusi tunggal untuk Ẋ=AX+B\dot X = A X + B yang memenuhi x1(t0)=α1,x2(t0)=α2,,xn(t0)=αnx_1(t_0)=\alpha_1, x_2(t_0)=\alpha_2,\dots, x_n(t_0)=\alpha_n, dan berlaku pada interval (a,b)(a,b).

Solusi umum untuk Ẋ=AX+B\dot X = A X + B adalah

X(t)=U(t)C+Xp(t),=C1X1(t)+C2X2(t)++CnXn(t)+Xp(t),\begin{align*} X(t)& = U(t) C + X_p(t),\\ &= C_1 X_1(t) + C_2 X_2(t) + \dots + C_n X_n(t) + X_p(t), \end{align*}

dengan

Matriks U(t)=[X1(t),X2(t),,Xn(t)]U(t)=[X_1(t), X_2(t), \dots, X_n(t)] disebut matriks fundamental dari sistem homogen Ẋ=AX\dot X = A X. Dengan demikian, untuk menyelesaikan sistem diferensial tersebut, ikuti langkah berikut.

  1. Selesaikan sistem homogen (yaitu, cari nn solusi bebas linear X1,,XnX_1, \dots, X_n),
  2. Cari solusi partikular dari sistem lengkap.

Cara menyelesaikan sistem homogen

Solusi umum X(t)X(t) untuk sistem homogen Ẋ=AX\dot X = A X merupakan kombinasi linear dari nn solusi bebas linear X1,,XnX_1, \dots, X_n, yaitu X(t)=C1X1(t)++CnXn(t)X(t)=C_1 X_1(t) + \dots +C_n X_n(t) dengan CiC_i merupakan konstanta. Dengan kata lain, solusi tersebut berbentuk

X(t)=U(t)CX(t)=U(t) C

dengan U(t)U(t) merupakan matriks fundamental dan CC merupakan vektor konstan.

Dalam pembahasan berikut, kita hanya meninjau sistem dengan koefisien konstan; dengan kata lain, kita mengasumsikan matriks AA tidak bergantung pada waktu. Prosedurnya adalah sebagai berikut.

  1. Tentukan nilai eigen dan vektor eigen dari AA.
  2. Untuk setiap vektor eigen ξ\xi yang bersesuaian dengan nilai eigen λ\lambda, diketahui bahwa X(t)=exp(λt)ξX(t) = \exp(\lambda t) \xi merupakan solusi untuk Ẋ=AX\dot X=A X. Oleh karena itu,
    • Jika AA memiliki nn nilai eigen berbeda, kita telah memperoleh nn solusi bebas linear untuk sistem homogen, yakni Xi(t)=exp(λit)ξiX_i(t)=\exp(\lambda_i t) \xi_i, i=1,,ni=1, \dots, n.
    • Jika suatu nilai eigen λ\lambda memiliki multiplisitas hh yang lebih besar dari satu, carilah sebanyak mungkin vektor eigen bebas linear, lalu tuliskan solusi yang bersesuaian Xj(t)=exp(λt)ξjX_j(t)=\exp(\lambda t) \xi_j. Selanjutnya, cari solusi yang belum diperoleh dalam bentuk Xi=(th1Yh1+th2Yh2++tY1+Y0)exp(λt),X_i=(t^{h-1} Y_{h-1}+ t^{h-2} Y_{h-2} + \dots + t Y_1 + Y_0) \exp(\lambda t), dengan YiY_i merupakan vektor konstan. Substitusikan solusi ini ke dalam sistem homogen dan tentukan YiY_i. Selalu pastikan bahwa Anda telah memperoleh nn solusi bebas linear untuk sistem homogen, lalu tuliskan matriks fundamental yang bersesuaian.

Catatan: Jika salah satu nilai eigen bersifat kompleks, maka, karena (secara umum) AA memiliki koefisien real, konjugat kompleks nilai eigen tersebut juga merupakan nilai eigen. Demikian pula, jika ξ\xi merupakan vektor eigen (kompleks) yang bersesuaian dengan nilai eigen kompleks λ\lambda, maka konjugat kompleksnya ξ*\xi^* bersesuaian dengan nilai eigen λ*\lambda^*. Dengan demikian, jika nilai eigen λ=α+iβ\lambda=\alpha + i \beta bersifat kompleks, Anda dapat menggunakan fungsi real Xi(t)=Re[exp((α+iβ)t)ξ]X_i(t)=\operatorname{Re}[\exp((\alpha+i\beta)t)

\xi] dan Xi+1(t)=Im[exp((α+iβ)t)ξ]X_{i+1}(t)=\operatorname{Im}[\exp((\alpha+i\beta)t) \xi] sebagai ganti solusi kompleks Xi(t)=exp(λt)ξX_i(t)=\exp(\lambda t) \xi dan Xi+1(t)=Xi*(t)=exp(λ*t)ξ*X_{i+1}(t) = X_i^*(t) = \exp(\lambda^* t) \xi^*.

Contoh 1

Suatu matriks fundamental untuk Ẋ=AX\dot X = A X dengan A=(1322)\displaystyle A = \begin{pmatrix} 1 & 3 \\ 2 & 2 \end{pmatrix} adalah (3ete4t2ete4t)\displaystyle \begin{pmatrix} 3 e^{-t} & e^{4 t} \\ -2 e^{-t} & e^{4t} \end{pmatrix}.

Contoh 2

Suatu matriks fundamental untuk Ẋ=AX\dot X = A X dengan A=(1113)\displaystyle A = \begin{pmatrix} 1 & 1 \\ -1 & 3 \end{pmatrix} adalah (e2tte2te2t(t+1)e2t)\displaystyle \begin{pmatrix} e^{2 t} & t e^{2 t} \\ e^{2 t} & (t+1) e^{2t} \end{pmatrix}.

Cara mencari solusi partikular dari sistem lengkap

Jika B(t)=bexp(ωt)B(t)=b \exp(\omega t), dengan bb merupakan vektor konstan, dan jika ω\omega bukan nilai eigen dari AA, maka coba solusi partikular Xp(t)=kexp(ωt),X_p(t)=k \exp(\omega t), dengan kk merupakan vektor konstan. Substitusikan bentuk XpX_p kembali ke dalam sistem diferensial Ẋ=AX+B\dot X=A X + B, lalu tentukan kk.

Catatan: Prinsip superposisi mungkin berguna. Memang, karena AA memiliki koefisien real, jika XpX_p merupakan solusi untuk Ẋ=AX+bexp(αt+iβt),\dot X = A X + b \exp(\alpha t + i \beta t), (dengan bb merupakan vektor konstan dan real), maka Re(Xp)\operatorname{Re}(X_p) dan Im(Xp)\operatorname{Im}(X_p) berturut-turut merupakan solusi untuk Ẋ=AX+bexp(αt)cos(βt)\dot X =A X + b \exp(\alpha t) \cos(\beta t) dan untuk Ẋ=AX+bexp(αt)sin(βt)\dot X= A X + b \exp(\alpha t) \sin(\beta t). Dengan demikian, jika B(t)B(t) berbentuk bexp(αt)cos(βt)b \exp(\alpha t) \cos(\beta t) atau bexp(αt)sin(βt),b \exp(\alpha t) \sin(\beta t), dan jika α+iβ\alpha + i \beta bukan nilai eigen dari AA, metode di atas dapat digunakan untuk mencari solusi partikular bagi Ẋ=AX+bexp(αt+iβt)\dot X = A X + b \exp(\alpha t + i \beta t). Bagian real atau imajiner solusi tersebut (bergantung pada bentuk B(t)B(t)) kemudian merupakan solusi partikular bagi sistem diferensial semula.

Jika metode di atas tidak dapat diterapkan, gunakan metode variasi konstanta: carilah solusi berbentuk Xp=U(t)V(t),X_p=U(t) V(t), dengan U(t)U(t) merupakan matriks fundamental yang terkait dengan sistem homogen, dan V(t)V(t) merupakan vektor yang harus ditentukan. Kemudian V(t)V(t)

memenuhi V̇=U1(t)B(t),\dot V=U^{-1}(t) B(t), yaitu V(t)=U1(t)B(t)dt.V(t)=\int U^{-1}(t) B(t) dt.

Contoh 1

Solusi partikular untuk Ẋ=AX+H\dot X = A X + H dengan A=(2411)\displaystyle A = \begin{pmatrix} -2 & 4 \\ 1 & 1 \end{pmatrix} dan H=(20)et\displaystyle H = \begin{pmatrix}

2 \\ 0 \end{pmatrix} e^t adalah Xp=(01/2)et\displaystyle X_p = \begin{pmatrix} 0 \\ -1/2 \end{pmatrix} e^t.

Contoh 2

Solusi partikular untuk Ẋ=AX+H\dot X = A X + H dengan A=(2132)\displaystyle A = \begin{pmatrix} 2 & 1 \\ -3 & -2 \end{pmatrix} dan H=(24)et\displaystyle H = \begin{pmatrix} 2 \\ 4 \end{pmatrix} e^t adalah Xp=(5t325t+92)et\displaystyle X_p = \begin{pmatrix} 5 t -\frac{3}{2} \\ -5 t + \frac{9}{2} \end{pmatrix} e^{t}.

Catatan umum: Terkadang metode eliminasi (yang terdiri atas serangkaian operasi pada baris-baris sistem linear) lebih mudah diterapkan, atau sekadar lebih cepat. Metode ini juga dapat berguna jika matriks AA bergantung pada waktu.

Analisis bidang fase

Sekarang kita menerapkan informasi yang disajikan di atas pada analisis kestabilan linear titik-titik tetap dalam sistem dinamik dua dimensi. Misalkan sistem persamaan diferensial nonlinear

dYdt=F(Y),(13.4)\label{2d_system} \displaystyle \frac{d Y}{d t} = F(Y), \qquad (13.4)

dengan Y2Y \in \mathbb{R}^2 memiliki titik tetap di Y=Y0Y = Y_0. Linearisasi sistem di atas di sekitar Y=Y0Y = Y_0 diperoleh dengan menetapkan Y=Y0+XY = Y_0 + X, dengan ||X||||X|| bernilai kecil, menyubstitusikan ungkapan ini ke dalam Persamaan (13.4), dan hanya mempertahankan suku-suku yang linear terhadap XX. Dengan demikian, kita menuliskan

dXdt=dYdt=F(Y0+X)=F(Y0)+DF(Y0)X+𝒪(X2)DF(Y0)X,\displaystyle \frac{d X}{d t} = \frac{d Y}{d t} = F(Y_0 + X) = F(Y_0) + DF(Y_0)\, X + {\mathcal O}(X^2) \simeq DF(Y_0) X,

dengan DF(Y0)DF(Y_0) adalah matriks Jacobi dari FF di Y=Y0Y=Y_0, 𝒪(X2){\mathcal O}(X^2) menyatakan suku-suku nonlinear, dan kita menggunakan fakta bahwa F(Y0)=0F(Y_0) = 0 karena Y0Y_0 adalah titik tetap dari (13.4). Matriks Jacobi dari FF di Y=Y0Y = Y_0 didefinisikan sebagai

DF(Y0)=(F1x|(x0,y0)F1y|(x0,y0)F2x|(x0,y0)F2y|(x0,y0)),DF(Y_0) = \begin{pmatrix} \left. \frac{\partial F_1}{\partial x} \right|_{(x_0,y_0)} & \left. \frac{\partial F_1}{\partial y} \right|_{(x_0,y_0)}\\ \left. \frac{\partial F_2}{\partial x}\right|_{(x_0,y_0)} & \left. \frac{\partial F_2}{\partial y} \right|_{(x_0,y_0)} \end{pmatrix},

dengan notasi berikut

Y=(xy),F(Y)=(F1(x,y)F2(x,y)),Y0=(x0y0).Y = \begin{pmatrix}x \\ y \end{pmatrix}, \qquad F(Y) = \begin{pmatrix} F_1(x,y) \\ F_2(x,y) \end{pmatrix}, \qquad Y_0 = \begin{pmatrix}x_0 \\ y_0 \end{pmatrix}.

Dinamika sistem linear

dXdt=DF(Y0)X(13.5)\displaystyle \frac{d X}{d t} = DF(Y_0)\, X \qquad (13.5)

bergantung pada nilai eigen dan vektor eigen matriks ADF(Y0)A \equiv DF(Y_0). Kita mengetahui bahwa jika AA memiliki nilai-nilai eigen yang berbeda, solusi umum sistem linear tersebut berbentuk

X=C1exp(λ1t)ξ1+C2exp(λ2t)ξ2,(13.6)\label{2d_lin_sys_sol} X = C_1 \exp(\lambda_1 t) \xi_1 + C_2 \exp(\lambda_2 t) \xi_2, \qquad (13.6)

dengan ξ1\xi_1 dan ξ2\xi_2 adalah vektor eigen dari AA yang masing-masing bersesuaian dengan nilai eigen λ1\lambda_1 dan λ2\lambda_2, sedangkan C1C_1 dan C2C_2 adalah konstanta sembarang.

Titik tetap Y=Y0Y = Y_0 dari (13.4) stabil secara linear jika semua solusi sistem terlinearisasi (13.5) berkonvergensi menuju titik asal ketika t+t \rightarrow + \infty. Hal ini hanya terjadi jika bagian real dari λ1\lambda_1 dan λ2\lambda_2 keduanya negatif, yang menyiratkan bahwa jejak AA juga negatif. Jika kita mengasumsikan bahwa FF bernilai real, seperti yang kita lakukan mulai sekarang, maka AA memiliki koefisien real dan nilai-nilai eigennya keduanya real atau merupakan pasangan konjugat kompleks. Dalam hal ini, suatu titik tetap yang stabil linear memenuhi Tr(A)=λ1+λ2<0\text{Tr} (A) = \lambda_1 + \lambda_2 < 0 dan det(A)=λ1λ2>0\det (A) = \lambda_1 \lambda_2 > 0.

Potret fase sebuah simpul stabil. Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 13.1 Deskripsi Gambar
Jika kedua nilai eigen dari AA negatif, real, dan berbeda, maka titik tetap tersebut merupakan simpul stabil. Potret fase sistem linear (13.5) menyerupai sketsa pada Gambar 13.1. Perhatikan bahwa di titik asal, lintasan-lintasan menyinggung arah eigen yang berkaitan dengan nilai eigen paling lambat.
Potret fase sebuah bintang stabil. Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 13.2 Deskripsi Gambar
Jika AA sebanding dengan matriks identitas (yaitu, jika nilai-nilai eigen dari AA sama tetapi ruang eigen yang bersesuaian berdimensi dua), maka titik tetap Y=Y0Y=Y_0 disebut bintang.

Jika nilai-nilai eigen dari AA sama tetapi ruang eigen yang bersesuaian berdimensi satu, maka Y=Y0Y=Y_0 disebut simpul degenerat.

Potret fase sebuah simpul stabil degenerat. Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 13.3 Deskripsi Gambar
Gambar 13.2 dan 13.3 masing-masing menunjukkan potret fase khas sistem linear (13.5) ketika titik tetapnya berupa bintang stabil dan simpul stabil degenerat.

Jika nilai-nilai eigen dari AA merupakan pasangan kompleks konjugat dengan bagian imajiner tak nol dan bagian real negatif, maka Y=Y0Y=Y_0 merupakan spiral stabil. Jika bagian realnya positif, spiral tersebut tak stabil. Potret fase stabil (13.5) ditunjukkan pada Gambar 13.4.

Potret fase sebuah spiral stabil. Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 13.4 Deskripsi Gambar
Jika salah satu nilai eigen dari AA memiliki bagian real positif, maka titik tetap Y=Y0Y=Y_0 tak stabil secara linear. Hal ini terjadi jika det(A)<0\det(A)<0, yang berarti titik tetap tersebut merupakan titik pelana, atau jika det(A)0\det(A)\ge 0 dan Tr(A)>0\text{Tr} (A) > 0.
Potret fase sebuah titik pelana. Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 13.5 Deskripsi Gambar
Potret fase dari (13.5) ketika titik asal merupakan titik pelana ditunjukkan pada Gambar 13.5. Potret fase dari (13.5) ketika titik asal merupakan simpul tak stabil, bintang tak stabil, simpul degenerat tak stabil, atau spiral tak stabil serupa dengan potret pada Gambar 13.1, 13.2, 13.3, dan 13.4, tetapi dengan arah panah yang dibalik.

Jika det(A)=0\det(A)=0 dan Tr(A)0\text{Tr} (A) \ne 0, maka salah satu nilai eigen dari AA adalah nol, dan sistem (13.5) memiliki satu garis titik tetap.

Potret fase dengan satu garis titik tetap. Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 13.6 Deskripsi Gambar
Ini merupakan situasi degenerat dan dalam kebanyakan kasus, sistem dinamik (13.4) memiliki satu titik tetap, meskipun linearisasinya memiliki keluarga kontinu titik tetap. Potret fase dari (13.5) untuk kasus ketika λ1<0\lambda_1 < 0 dan λ2=0\lambda_2 = 0 ditunjukkan pada Gambar 13.6.
Potret fase sebuah pusat (linear). Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 13.7 Deskripsi Gambar
Terakhir, jika nilai-nilai eigen AA membentuk pasangan konjugat imajiner murni tak nol, maka Y=Y0Y=Y_0 stabil marginal. Sekadar mensyaratkan semua bagian real nol tidaklah cukup: sekalipun kasus A=0A = 0 diabaikan, matriks AA dapat nilpoten tak nol, dengan nilai-nilai eigen nol dan solusi linear yang tumbuh tak terbatas. Untuk pasangan imajiner murni tak nol, titik tetap Y=Y0Y=Y_0 disebut pusat linear. Dalam hal ini, det(A)>0\det(A) > 0 tetapi Tr(A)=0\text{Tr} (A) = 0. Gambar 13.7 menunjukkan potret fase sistem linear (13.5) ketika titik asal merupakan pusat (linear). Menentukan apakah titik tetap Y=Y0Y = Y_0 merupakan pusat nonlinear bagi sistem dinamik (13.4) memerlukan analisis lebih lanjut.

Hasil-hasil di atas dapat dirangkum dalam diagram pada Gambar 13.8, yang menunjukkan klasifikasi titik tetap X=0X = 0 dari sistem linear (13.5) sebagai fungsi jejak dan determinan AA.

Diagram klasifikasi titik tetap. Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 13.8. Klasifikasi titik tetap X=0X = 0 dari sistem linear (13.5) sebagai fungsi jejak dan determinan matriks Jacobi yang bersesuaian, AA. Deskripsi Gambar
Teorema Hartman–Grobman menyatakan bahwa untuk sistem dinamik yang mulus, sifat suatu titik tetap tidak diubah oleh suku-suku nonlinear asalkan titik tetap tersebut hiperbolik, yaitu asalkan semua nilai eigen matriks Jacobi dari linearisasinya memiliki bagian real tak nol. Oleh karena itu, analisis kestabilan linear dapat digunakan untuk mengklasifikasikan titik-titik tetap hiperbolik dari sistem dinamik nonlinear. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk menentukan kestabilan nonlinear titik-titik tetap nonhiperbolik. Secara khusus, pusat dapat tetap menjadi pusat atau berubah menjadi spiral stabil maupun tak stabil. Metode untuk menyelidiki pengaruh nonlinearitas pada titik tetap hiperbolik dan nonhiperbolik biasanya dibahas dalam buku pengantar sistem dinamik.

Deskripsi Gambar

Gambar 13.1: Potret fase sebuah simpul stabil. Sejumlah lintasan melengkung dan lurus mengalir dari daerah luar bidang dan berkonvergensi menuju titik tetap di pusat, yaitu titik asal. Kepala panah pada setiap lintasan mengarah ke dalam dan sebagian besar lintasan berbentuk lengkung. Hal ini terjadi karena sistem meluruh lebih cepat dalam satu arah daripada arah lainnya. Lintasan-lintasan dengan cepat "mendatar" lalu mendekati titik asal sepanjang arah "lambat", sehingga menghasilkan tampilan khas yang melengkung ke belakang. [Kembali ke Gambar 13.1]

Gambar 13.2: Potret fase sebuah bintang stabil. Semua lintasan berupa garis lurus yang memancar dari batas luar dan berkonvergensi langsung menuju satu titik tetap di pusat, yaitu titik asal. Semua kepala panah mengarah ke dalam menuju pusat, yang menunjukkan titik tetap stabil. Alirannya sepenuhnya simetris, yang menunjukkan bahwa nilai-nilai eigennya identik, sehingga sistem kembali ke kesetimbangan dengan laju yang sama dari segala arah. [Kembali ke Gambar 13.2]

Gambar 13.3: Potret fase sebuah simpul stabil degenerat. Banyak lintasan berkonvergensi menuju titik tetap di pusat, yaitu titik asal. Dalam kasus degenerat ini, semua lintasan menyinggung satu garis lurus (arah eigen tunggal) ketika mendekati pusat. Semua kepala panah mengarah ke dalam, yang menunjukkan bahwa titik asal merupakan penarik stabil. [Kembali ke Gambar 13.3]

Gambar 13.4: Potret fase yang menampilkan satu spiral stabil. Tujuh lintasan melengkung berasal dari tepi luar bingkai dan berpilin ke dalam searah jarum jam, lalu berkonvergensi menuju titik tetap di pusat, yaitu titik asal. Setiap lintasan memiliki kepala panah yang menunjukkan arah aliran menuju pusat. [Kembali ke Gambar 13.4]

Gambar 13.5: Potret fase yang menunjukkan sebuah titik pelana. Aliran terdiri atas lintasan-lintasan yang mendekati pusat sepanjang satu diagonal (manifold stabil) dan terdorong menjauh sepanjang diagonal lainnya (manifold tak stabil). Pola yang dihasilkan menyerupai serangkaian kurva berbentuk seperti hiperbola yang membelok mengitari kesetimbangan pusat. Panah menunjukkan arah gerak sepanjang setiap lintasan. [Kembali ke Gambar 13.5]

Gambar 13.6: Potret fase sederhana yang terdiri atas beberapa lintasan garis lurus sejajar. Satu garis diagonal titik-titik tetap stabil memotong garis-garis aliran sejajar tersebut. Kepala panah pada setiap garis sejajar mengarah menuju titik-titik tetap. Ini bersesuaian dengan sistem (13.5) ketika salah satu nilai eigen dari AA bernilai nol dan nilai eigen lainnya negatif. [Kembali ke Gambar 13.6]

Gambar 13.7: Potret fase yang menunjukkan sebuah titik kesetimbangan pusat yang dikelilingi tiga orbit elips tertutup dan saling bersarang. Panah pada orbit menunjukkan arah aliran berlawanan dengan arah jarum jam, yang merepresentasikan sistem yang terus berosilasi tanpa bertumbuh ataupun meluruh. [Kembali ke Gambar 13.7]

Gambar 13.8: Diagram klasifikasi titik tetap dalam sistem linear dua dimensi. Sumbu vertikal merepresentasikan determinan, det(A)\det(A), dan sumbu horizontal merepresentasikan jejak, Tr(A)\text{Tr}(A). Parabola yang didefinisikan oleh Tr(A)24det(A)=0\text{Tr}(A)^2 - 4\det(A) = 0 membagi setengah bidang atas menjadi daerah untuk simpul dan spiral. Di bawah sumbu horizontal (ketika det(A)<0\det(A) < 0), semua titik diklasifikasikan sebagai titik pelana. [Kembali ke Gambar 13.8]

Bahan Renungan

Soal 1

Termasuk jenis apakah (linear, dapat dipisahkan, eksak, dapat diselesaikan setelah perubahan variabel, Riccati, Bernoulli, Clairaut) persamaan orde pertama berikut? (Jangan mencoba menyelesaikan

persamaan-persamaan tersebut).

  1. (1y3)sinh(3x)y+7cosh(y)exp(x)=0.\displaystyle (1-y^3) \sinh(3 x) y^\prime + 7 \cosh(y)

    \exp(x)=0.

  2. (4y+2x+4xy+x2+3y2)dx+(4x+6y)dy=0.\displaystyle (4 y + 2 x + 4 x y + x^2 + 3 y^2) dx + (4 x + 6 y) dy = 0.
  3. (x2ln(xy))dx+1x(x3+3yx2+y4x)dy=0.\displaystyle \left(x^2 \ln\left(\frac{x}{y}\right)\right) dx + \frac{1}{x} \left(x^3 + 3 y x^2 + \frac{y^4}{x} \right) dy = 0.
  4. x3sinh(x)y+5x2y3xcos(2x)=sin(x).\displaystyle x^3 \text{sinh}(x) y^\prime + 5 x^2 y - \frac{3}{x} \cos(2 x) = \sin(x).
  5. (2x2y2y+1)dxxdy=0.\displaystyle (2 x^2 y - 2 y + 1) dx - x dy = 0.
  6. (cos(x)sin(y)xsin(x)sin(y)+y2)dx+(xcos(x)cos(y)+2xy)dy=0.\displaystyle \left(\cos(x) \sin(y) - x \sin(x) \sin(y) + y^2 \right) dx + \left( x \cos(x) \cos(y) + 2 x y \right) dy = 0.
  7. yy+cosh(x)y2=exp(x).\displaystyle y y^\prime+\cosh(x) y^2=\exp(x).

Soal 2

Selesaikan persamaan (5) dan (6) di atas.


Soal 3

  1. Tunjukkan bahwa 13ln[(y1)2|y+2|]=exp(x)x+C\frac{1}{3} \ln\left[(y-1)^2 |y+2|\right] = \exp(-x) - x + C merupakan solusi implisit dari exp(x)(1+y)dydx+(1+exp(x))(y2+y2)=0.\exp(x) (1+y) \frac{dy}{dx} + (1 + \exp(x)) (y^2 + y -2)=0.
  2. Tentukan solusi persamaan diferensial di atas yang memenuhi y(0)=3y(0)=3. Apakah masalah nilai awal yang bersesuaian memiliki solusi tunggal? Jelaskan.

Soal 4

  1. Tentukan solusi umum dari y3y+2y=0y^{\prime \prime}-3 y^\prime + 2 y=0.
  2. Selesaikan masalah nilai awal yang terdiri atas persamaan diferensial biasa di atas dan kondisi awal y(0)=0y(0)=0 dan y(0)=1y^\prime(0)=1.
  3. Adakah solusi untuk masalah nilai batas y(0)=0y(0)=0 dan y(1)=0y(1)=0? Jika ada, apa solusinya?

Soal 5

Selesaikan persamaan diferensial

x3y(3)2x2y+8xy8y=7x+x2cos(2ln(x))x>0.x^3 y^{(3)} - 2 x^2 y^{\prime \prime}+8 x y^\prime - 8 y = 7 x + x^2 \cos\left(2 \ln(x)\right) \qquad x>0.


Soal 6

Selesaikan xy+y=0\displaystyle x y^{\prime \prime} + y^\prime = 0 pada suatu interval yang tidak melintasi x=0.


Soal 7

Selesaikan persamaan diferensial

y+6y+9y=1xexp(3x)x0.y^{\prime \prime} + 6 y^\prime + 9 y = \frac{1}{x} \exp(- 3 x) \qquad x \ne 0.


Soal 8

Selesaikan sistem persamaan diferensial berikut

{dxdt=2x+y+3etdydt=x+2yetx(0)=0;y(0)=1.\left \{ \begin{array}{l} \displaystyle \frac{d x}{d t} = 2 x + y + 3 e^t \\ \displaystyle \frac{d y}{d t} = - x + 2 y - e^t \end{array} \right. \qquad x(0)=0; y(0)=1.


Soal 9

Selesaikan sistem Ẋ=AX+B\dot X = A X + B dengan

A=(7626)danB=(7035)exp(3t).A = \begin{pmatrix} 7 & 6 \\ 2 & 6 \end{pmatrix} \quad \text{dan} \quad B = \begin{pmatrix} -70 \\ 35 \end{pmatrix} \exp(3 t).


Soal 10

Selesaikan persamaan diferensial

d3ydt35d2ydt2+12dydt8y=exp(3t)cos(2t)+7texp(t).\displaystyle \frac{d^3 y}{d t^3} - 5 \frac{d^2 y}{d t^2} + 12 \frac{d y}{d t} - 8 y = \exp(3 t) \cos(2 t) + 7 t \exp(t).


Soal 11

Selesaikan [5x4y3+3ysin(x)+3xycos(x)]dx+[3x5y2+3xsin(x)]dy=0,\displaystyle \left[5 x^4 y^3 + 3 y \sin(x) + 3 x y \cos(x) \right] dx + \left[3 x^5 y^2 + 3 x \sin(x) \right] dy = 0, dengan kondisi awal y(π)=5y(\pi)=5.

Jawaban

Soal 1

  1. Dapat dipisahkan.
  2. exe^x merupakan faktor integrasi.
  3. Homogen berderajat 2.
  4. Linear.
  5. Linear.
  6. Eksak.
  7. Bernoulli dengan n=1.n=-1.

Soal 2

  • (5): y=12x2+Cx2ex2.\displaystyle y = -\frac{1}{2 x^2} + \frac{C}{x^2} e^{x^2}.
  • (6): K=xcos(x)sin(y)+xy2.K = x \cos(x) \sin(y) + x y^2.

Soal 3

13ln[(y1)2|y+2|]=exx+13ln(20)1.\displaystyle \frac{1}{3} \ln\left[(y-1)^2 |y+2|\right] = e^{-x} - x + \frac{1}{3} \ln(20) -1. Karena ruas kanan bentuk eksplisit persamaan diferensial kontinu dan Lipschitz lokal terhadap y di sekitar (0,3), dengan penyebut 1+y tidak nol, masalah nilai awal tersebut memiliki solusi lokal tunggal.


Soal 4

  1. y=C1e2x+C2ex.\displaystyle y = C_1 e^{2 x} + C_2 e^x.
  2. y=e2xex.\displaystyle y=e^{2 x} - e^x.
  3. Ya, y=0.y=0.

Soal 5

y=C1x+C2x2cos(2ln(x))+C3x2sin(2ln(x))+7x5ln(x)x210ln(x)cos(2ln(x))+x220ln(x)sin(2ln(x)).\begin{align*} y = C_1 x &+ C_2 x^2 \cos(2 \ln(x)) + C_3 x^2 \sin(2 \ln(x)) + \frac{7 x}{5} \ln(x)\\ &- \frac{x^2}{10} \ln(x) \cos(2 \ln(x)) + \frac{x^2}{20} \ln(x) \sin(2 \ln(x)). \end{align*}


Soal 6

y=K1ln(|x|)+K2.\displaystyle y = K_1 \ln(|x|) + K_2. Keluarga ini berlaku secara terpisah pada interval dengan x positif atau x negatif.


Soal 7

y=C1e3x+C2xe3x+xln(|x|)e3x.\displaystyle y=C_1 e^{-3 x} + C_2 x e^{- 3 x}+ x \ln(|x|) e^{- 3 x}.


Soal 8

{x=2cos(t)e2t+2sin(t)e2t2ety=2sin(t)e2t+2cos(t)e2tet.\displaystyle \left\{ \begin{array}{l} x = 2 \cos(t) e^{2 t} + 2 \sin(t) e^{2 t} - 2 e^t \\ y = -2 \sin(t) e^{2 t} + 2 \cos(t) e^{2 t} - e^t \end{array} \right. . Kondisi awal memberikan C1=C2=2.


Soal 9

X=(3e3t2e10t2e3te10t)(C1C2)+(60t+10740t+57)e3t.\displaystyle X = \begin{pmatrix} 3 e^{3 t} & 2 e^{10 t} \\ -2 e^{3 t} & e^{10 t}\end{pmatrix} \begin{pmatrix} C_1 \\ C_2 \end{pmatrix} + \begin{pmatrix}-60 t + \frac{10}{7} \\ 40 t + \frac{5}{7}\end{pmatrix} e^{3t}.


Soal 10

y=C1et+C2e2tcos(2t)+C3e2tsin(2t)368e3tcos(2t)+568e3tsin(2t)+(710t2+1425t)et.\begin{align*} y = C_1 e^t &+ C_2 e^{2 t} \cos(2 t) + C_3 e^{2 t} \sin(2 t) - \frac{3}{68} e^{3 t} \cos(2 t) \\ &+ \frac{5}{68} e^{3 t} \sin(2 t) + \left(\frac{7}{10} t^2 + \frac{14}{25} t \right) e^t. \end{align*}


Soal 11

x5y3+3xysin(x)=125π5.x^5 y^3 + 3 x y \sin(x) = 125 \pi^5.

Petunjuk, pemeriksaan, dan pembahasan

Bagian tambahan ini ditulis untuk edisi Bahasa Indonesia. Bukalah seperlunya setelah Anda berusaha menyelesaikan soal secara mandiri.

Dukungan untuk Soal 1

Petunjuk

Uji tiap persamaan dengan kriteria yang paling langsung: pisahkan faktor yang hanya bergantung pada xx dan yy; untuk bentuk Mdx+Ndy=0M\,dx+N\,dy=0, bandingkan MyM_y dan NxN_x; untuk linearitas, susun sebagai y+p(x)y=q(x)y'+p(x)y=q(x); dan untuk Bernoulli cari bentuk y+p(x)y=q(x)yny'+p(x)y=q(x)y^n.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Klasifikasinya adalah: (1) dapat dipisahkan pada setiap interval yang tidak memuat x=0x=0; (2) menjadi eksak setelah dikalikan faktor integrasi exe^x; (3) homogen berderajat dua sehingga dapat memakai y=vxy=vx; (4) linear pada setiap interval yang tidak memuat x=0x=0; (5) linear pada setiap interval yang tidak memuat x=0x=0; (6) eksak; dan (7) Bernoulli dengan pangkat n=1n=-1.

Cek cepat

Untuk (2), (MyNx)/N=1(M_y-N_x)/N=1, sehingga μ/μ=1\mu'/\mu=1 dan μ=ex\mu=e^x. Untuk (6), kedua turunan silang sama dengan cosxcosyxsinxcosy+2y\cos x\cos y-x\sin x\cos y+2y. Untuk (7), pembagian dengan yy memberi y+cosh(x)y=exy1y'+\cosh(x)y=e^x y^{-1}.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Pisahkan persamaan pertama dengan mengumpulkan semua faktor yy bersama dydy dan semua faktor xx bersama dxdx.

    Rumus

    1y3coshydy=7exsinh(3x)dx,x0\frac{1-y^3}{\cosh y}\,dy=-\frac{7e^x}{\sinh(3x)}\,dx,\qquad x\ne0

  • Penjelasan

    Untuk persamaan kedua, selisih turunan silang berbanding tepat dengan NN, sehingga faktor integrasinya hanya bergantung pada xx.

    Rumus

    MyNx=4x+6y=N,μμ=1μ=exM_y-N_x=4x+6y=N,\qquad \frac{\mu'}{\mu}=1\Longrightarrow\mu=e^x

  • Penjelasan

    Pada persamaan ketiga, kedua koefisien bentuk diferensial berskala dengan pangkat dua ketika (x,y)(x,y) diganti oleh (tx,ty)(tx,ty).

    Rumus

    M(tx,ty)=t2M(x,y),N(tx,ty)=t2N(x,y)M(tx,ty)=t^2M(x,y),\qquad N(tx,ty)=t^2N(x,y)

  • Penjelasan

    Persamaan keempat dan kelima dapat disusun secara linear terhadap yy.

    Rumus

    y+5xsinhxy=sinx+3cos(2x)/xx3sinhx,y(2x2x)y=1xy'+\frac{5}{x\sinh x}y=\frac{\sin x+3\cos(2x)/x}{x^3\sinh x},\qquad y'-\left(2x-\frac2x\right)y=\frac1x

  • Penjelasan

    Turunan silang persamaan keenam sama, sehingga bentuk diferensialnya eksak.

    Rumus

    My=Nx=cosxcosyxsinxcosy+2yM_y=N_x=\cos x\cos y-x\sin x\cos y+2y

  • Penjelasan

    Persamaan ketujuh adalah Bernoulli; substitusi u=y2u=y^2 juga langsung mengubahnya menjadi persamaan linear.

    Rumus

    y+cosh(x)y=exy1,u=y212u+cosh(x)u=exy'+\cosh(x)y=e^x y^{-1},\qquad u=y^2\Longrightarrow \frac12u'+\cosh(x)u=e^x

Simpulan

Ketujuh klasifikasi jawaban tercetak benar. Persamaan (1) tidak memiliki solusi real melalui x=0x=0, sebab persamaan asal di titik itu menjadi 7coshy=07\cosh y=0. Pembatasan interval pada (4) dan (5) diperlukan karena koefisien bentuk normal singular di x=0x=0; persamaan (3) juga mensyaratkan x/y>0x/y>0 agar logaritma real terdefinisi.

Dukungan untuk Soal 2

Petunjuk

Untuk (5), gunakan bentuk linear yang diperoleh pada Soal 1 dan faktor integrasi x2ex2x^2e^{-x^2}; setelah memperoleh keluarga pada x0x\ne0, periksa khusus nilai parameter yang mungkin meniadakan singularitas di nol. Untuk (6), integralkan koefisien dxdx terhadap xx, lalu cocokkan turunannya terhadap yy dengan koefisien dydy.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Pada setiap interval x>0x>0 atau x<0x<0, solusi umum (5) adalah y(x)=12x2+Cx2ex2y(x)=-\frac{1}{2x^2}+\frac{C}{x^2}e^{x^2}. Untuk C=12C=\tfrac12, singularitasnya dapat dihilangkan: tetapkan y(0)=12y(0)=\tfrac12 sehingga diperoleh solusi analitik yang melintasi nol. Solusi implisit (6) adalah xcosxsiny+xy2=Cx\cos x\sin y+xy^2=C.

Cek cepat

Substitusi solusi (5) ke (2x2y2y+1)xy=0(2x^2y-2y+1)-xy'=0 memberi nol identik untuk x0x\ne0. Jika C=12C=\tfrac12, deretnya adalah y=12+14x2+112x4+y=\tfrac12+\tfrac14x^2+\tfrac1{12}x^4+\cdots, yang memenuhi persamaan juga di nol. Untuk (6), potensial F=xcosxsiny+xy2F=x\cos x\sin y+xy^2 memenuhi Fx=MF_x=M dan Fy=NF_y=N.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Susun persamaan (5) dalam bentuk linear.

    Rumus

    y+(2x2x)y=1x,x0y'+\left(\frac2x-2x\right)y=\frac1x,\qquad x\ne0

  • Penjelasan

    Hitung faktor integrasi pada satu interval yang tidak melintasi nol.

    Rumus

    μ(x)=exp(2x2x)dx=x2ex2\mu(x)=\exp\!\int\left(\frac2x-2x\right)dx=x^2e^{-x^2}

  • Penjelasan

    Integralkan persamaan yang telah menjadi turunan hasil kali.

    Rumus

    (x2ex2y)=xex2x2ex2y=12ex2+C(x^2e^{-x^2}y)'=xe^{-x^2}\Longrightarrow x^2e^{-x^2}y=-\frac12e^{-x^2}+C

  • Penjelasan

    Kasus C=1/2C=1/2 meniadakan suku singular dan mempunyai perluasan analitik melalui nol.

    Rumus

    y=ex212x2=12+x24+x412+,y(0)=12y=\frac{e^{x^2}-1}{2x^2}=\frac12+\frac{x^2}{4}+\frac{x^4}{12}+\cdots,\qquad y(0)=\frac12

  • Penjelasan

    Untuk (6), integrasikan MM terhadap xx.

    Rumus

    F(x,y)=Mdx=xcosxsiny+xy2+g(y)F(x,y)=\int M\,dx=x\cos x\sin y+xy^2+g(y)

  • Penjelasan

    Pencocokan Fy=NF_y=N memberi g(y)=0g'(y)=0, sehingga kurva aras F=CF=C adalah solusi.

    Rumus

    Fy=xcosxcosy+2xy=Nxcosxsiny+xy2=CF_y=x\cos x\cos y+2xy=N\Longrightarrow x\cos x\sin y+xy^2=C

Simpulan

Kedua jawaban tercetak benar sebagai keluarga pada x0x\ne0. Solusi (5) umumnya berlaku pada interval yang tidak memuat nol, tetapi pilihan C=1/2C=1/2 memiliki singularitas yang dapat dihilangkan dan meluas analitik melalui x=0x=0 dengan y(0)=1/2y(0)=1/2. Solusi (6) bersifat implisit dan cabang eksplisitnya harus dipilih di daerah tempat teorema fungsi implisit berlaku.

Dukungan untuk Soal 3

Petunjuk

Turunkan kedua ruas secara implisit dan gunakan y2+y2=(y1)(y+2)y^2+y-2=(y-1)(y+2). Untuk konstanta, substitusikan (x,y)=(0,3)(x,y)=(0,3). Keunikan dapat diperiksa setelah menulis y=f(x,y)y'=f(x,y) di sekitar (0,3)(0,3).

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Solusi yang memenuhi data awal adalah 13ln[(y1)2|y+2|]=exx+13ln201\frac13\ln[(y-1)^2|y+2|]=e^{-x}-x+\frac13\ln20-1, dengan cabang y(x)>1y(x)>1. Solusi ini unik: f(x,y)=(1+ex)(y2+y2)/(1+y)f(x,y)=-(1+e^{-x})(y^2+y-2)/(1+y) mulus terhadap (x,y)(x,y) di sekitar (0,3)(0,3), sehingga teorema eksistensi–keunikan berlaku. Pada cabang y>1y>1, ruas kiri naik dari -\infty ke ++\infty, sehingga relasi implisit menentukan tepat satu yy untuk setiap xx\in\mathbb R.

Cek cepat

Turunan ruas kiri terhadap yy adalah (1+y)/(y2+y2)(1+y)/(y^2+y-2), sedangkan turunan exx+Ce^{-x}-x+C adalah (1+ex)-(1+e^{-x}). Pada x=0,y=3x=0,y=3, kedua ruas bernilai 13ln20\frac13\ln20.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Turunkan fungsi logaritmik terhadap yy.

    Rumus

    ddy[13ln((y1)2|y+2|)]=13(2y1+1y+2)=1+yy2+y2\frac{d}{dy}\left[\frac13\ln((y-1)^2|y+2|)\right]=\frac13\left(\frac2{y-1}+\frac1{y+2}\right)=\frac{1+y}{y^2+y-2}

  • Penjelasan

    Diferensiasi implisit menghasilkan kembali persamaan sumber.

    Rumus

    1+yy2+y2y=(1+ex)ex(1+y)y+(1+ex)(y2+y2)=0\frac{1+y}{y^2+y-2}y'=-(1+e^{-x})\Longleftrightarrow e^x(1+y)y'+(1+e^x)(y^2+y-2)=0

  • Penjelasan

    Gunakan data awal untuk menentukan konstanta.

    Rumus

    13ln(225)=1+CC=13ln201\frac13\ln(2^2\cdot5)=1+C\Longrightarrow C=\frac13\ln20-1

  • Penjelasan

    Fungsi ruas kanan bentuk eksplisit tidak singular di sekitar data awal karena 1+y=401+y=4\ne0.

    Rumus

    y=f(x,y)=(1+ex)(y1)(y+2)1+yy'=f(x,y)=-(1+e^{-x})\frac{(y-1)(y+2)}{1+y}

  • Penjelasan

    Cabang data awal berada pada y>1y>1; monotisitas fungsi logaritmik di cabang ini memberi keunikan global relasi implisit.

    Rumus

    g(y)=1+y(y1)(y+2)>0(y>1)g'(y)=\frac{1+y}{(y-1)(y+2)}>0\quad(y>1)

Simpulan

Rumus tercetak untuk kurva solusi benar, tetapi kelompok jawaban sumber tidak menjawab bagian penjelasan keunikan. Solusi kesetimbangan y=1y=1 dan y=2y=-2 juga memenuhi ODE, namun tidak termasuk dalam keluarga logaritmik dan tidak memenuhi data awal ini.

Dukungan untuk Soal 4

Petunjuk

Faktorkan persamaan karakteristik. Untuk setiap pasangan syarat, substitusikan langsung ke solusi umum dan selesaikan sistem linear bagi kedua konstanta.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Solusi umum pada \mathbb R adalah y=C1e2x+C2exy=C_1e^{2x}+C_2e^x. Masalah nilai awal mempunyai solusi unik y=e2xexy=e^{2x}-e^x. Masalah nilai batas mempunyai satu-satunya solusi y0y\equiv0.

Cek cepat

Untuk IVP, y(0)=0y(0)=0 memberi C2=C1C_2=-C_1 dan y(0)=1y'(0)=1 memberi C1=1C_1=1. Untuk BVP, syarat kedua memberi C1(e2e)=0C_1(e^2-e)=0, sehingga kedua konstanta nol.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Faktorkan polinom karakteristik.

    Rumus

    r23r+2=(r1)(r2)r^2-3r+2=(r-1)(r-2)

  • Penjelasan

    Dua akar berbeda menghasilkan dua solusi eksponensial bebas linear.

    Rumus

    y=C1e2x+C2exy=C_1e^{2x}+C_2e^x

  • Penjelasan

    Terapkan syarat awal.

    Rumus

    C1+C2=0,2C1+C2=1(C1,C2)=(1,1)C_1+C_2=0,\qquad 2C_1+C_2=1\Longrightarrow(C_1,C_2)=(1,-1)

  • Penjelasan

    Untuk syarat batas, gunakan kembali C2=C1C_2=-C_1.

    Rumus

    0=y(1)=C1(e2e)C1=C2=00=y(1)=C_1(e^2-e)\Longrightarrow C_1=C_2=0

Simpulan

Ketiga bagian jawaban tercetak benar; koefisien ODE kontinu di seluruh garis real, sehingga tidak ada pembatasan domain tambahan.

Dukungan untuk Soal 5

Petunjuk

Gunakan t=lnxt=\ln x dan Y(t)=y(et)Y(t)=y(e^t). Operator Euler berubah menjadi polinom koefisien konstan P(D)=D35D2+12D8P(D)=D^3-5D^2+12D-8; kedua suku pemaksa beresonansi dengan akar 11 dan 2+2i2+2i.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Untuk x>0x>0, solusi umum adalah y=C1x+C2x2cos(2lnx)+C3x2sin(2lnx)+75xlnx110x2lnxcos(2lnx)+120x2lnxsin(2lnx)y=C_1x+C_2x^2\cos(2\ln x)+C_3x^2\sin(2\ln x)+\frac75x\ln x-\frac1{10}x^2\ln x\cos(2\ln x)+\frac1{20}x^2\ln x\sin(2\ln x).

Cek cepat

Penerapan operator L[y]=x3y2x2y+8xy8yL[y]=x^3y'''-2x^2y''+8xy'-8y pada tiga suku homogen memberi nol, sedangkan pada tiga suku partikular memberi tepat 7x+x2cos(2lnx)7x+x^2\cos(2\ln x).

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Lakukan perubahan variabel Euler.

    Rumus

    t=lnx,Y(t)=y(et),L=P(D)=D35D2+12D8t=\ln x,\quad Y(t)=y(e^t),\quad L=P(D)=D^3-5D^2+12D-8

  • Penjelasan

    Faktorkan polinom karakteristik.

    Rumus

    P(r)=r35r2+12r8=(r1)((r2)2+4)P(r)=r^3-5r^2+12r-8=(r-1)((r-2)^2+4)

  • Penjelasan

    Kembalikan solusi homogen dari variabel tt ke xx.

    Rumus

    yh=C1x+C2x2cos(2lnx)+C3x2sin(2lnx)y_h=C_1x+C_2x^2\cos(2\ln x)+C_3x^2\sin(2\ln x)

  • Penjelasan

    Pemaksa 7et7e^t beresonansi dengan akar sederhana r=1r=1, sehingga koefisiennya ditentukan oleh P(1)=5P'(1)=5.

    Rumus

    Yp,1=7P(1)tet=75tetY_{p,1}=\frac7{P'(1)}te^t=\frac75te^t

  • Penjelasan

    Untuk pemaksa kompleks e(2+2i)te^{(2+2i)t}, gunakan 1/P(2+2i)=1/10i/201/P'(2+2i)=-1/10-i/20, lalu ambil bagian real.

    Rumus

    Yp,2=te2t[110cos(2t)+120sin(2t)]Y_{p,2}=t e^{2t}\left[-\frac1{10}\cos(2t)+\frac1{20}\sin(2t)\right]

  • Penjelasan

    Substitusi t=lnxt=\ln x dan et=xe^t=x memberi solusi tercetak.

    Rumus

    y=yh+75xlnx110x2lnxcos(2lnx)+120x2lnxsin(2lnx)y=y_h+\frac75x\ln x-\frac1{10}x^2\ln x\cos(2\ln x)+\frac1{20}x^2\ln x\sin(2\ln x)

Simpulan

Jawaban tercetak benar dan terverifikasi secara simbolik. Domain x>0x>0 merupakan bagian dari soal dan diperlukan oleh perubahan variabel t=lnxt=\ln x.

Dukungan untuk Soal 6

Petunjuk

Kenali ruas kiri sebagai turunan hasil kali (xy)(xy')', lalu integralkan dua kali. Perhatikan titik singular x=0x=0.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Pada setiap interval (0,)(0,\infty) atau (,0)(-\infty,0), solusi umum adalah y=K1ln|x|+K2y=K_1\ln|x|+K_2. Solusi konstan, yaitu kasus K1=0K_1=0, dapat diperluas melintasi x=0x=0, tetapi keluarga umum logaritmik tidak.

Cek cepat

Dari y=K1/xy'=K_1/x dan y=K1/x2y''=-K_1/x^2, diperoleh xy+y=K1/x+K1/x=0xy''+y'=-K_1/x+K_1/x=0.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Gabungkan kedua suku sebagai satu turunan.

    Rumus

    xy+y=(xy)=0xy''+y'=(xy')'=0

  • Penjelasan

    Integrasi pertama memberi konstanta pada setiap komponen domain.

    Rumus

    xy=K1y=K1x,x0xy'=K_1\Longrightarrow y'=\frac{K_1}{x},\qquad x\ne0

  • Penjelasan

    Integrasi kedua menghasilkan logaritma nilai mutlak.

    Rumus

    y=K1ln|x|+K2y=K_1\ln|x|+K_2

Simpulan

Jawaban tercetak benar. Solusi umum harus dinyatakan pada interval yang tidak melintasi titik singular x=0x=0.

Dukungan untuk Soal 7

Petunjuk

Operator ruas kiri adalah (D+3)2(D+3)^2. Substitusi y=e3xv(x)y=e^{-3x}v(x) menghilangkan bagian homogen dan menyisakan persamaan sederhana bagi vv''.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Pada setiap interval x>0x>0 atau x<0x<0, solusi umum adalah y=e3x(C1+C2x+xln|x|)y=e^{-3x}(C_1+C_2x+x\ln|x|).

Cek cepat

Identitas (D+3)2(e3xv)=e3xv(D+3)^2(e^{-3x}v)=e^{-3x}v'' mengubah ODE menjadi v=1/xv''=1/x. Substitusi kembali memberi residual nol.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Faktorkan operator homogen dan lakukan substitusi.

    Rumus

    D2+6D+9=(D+3)2,y=e3xvD^2+6D+9=(D+3)^2,\qquad y=e^{-3x}v

  • Penjelasan

    Sederhanakan persamaan setelah faktor eksponensial dicoret.

    Rumus

    e3xv=e3xxv=1xe^{-3x}v''=\frac{e^{-3x}}x\Longrightarrow v''=\frac1x

  • Penjelasan

    Integrasikan dua kali pada satu interval yang tidak memuat nol.

    Rumus

    v=ln|x|+A,v=xln|x|x+Ax+Bv'=\ln|x|+A,\qquad v=x\ln|x|-x+Ax+B

  • Penjelasan

    Serap suku x-x ke konstanta koefisien xx.

    Rumus

    v=C1+C2x+xln|x|v=C_1+C_2x+x\ln|x|

Simpulan

Jawaban tercetak benar; x=0x=0 memisahkan dua komponen domain dan tidak boleh dilintasi oleh solusi umum.

Dukungan untuk Soal 8

Petunjuk

Gunakan keluarga umum tercetak atau diagonal kompleks matriks (2112)\begin{pmatrix}2&1\\-1&2\end{pmatrix}. Setelah mendapatkan solusi umum, terapkan kedua syarat awal; keduanya harus menentukan dua konstanta.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Syarat awal memberi C1=2C_1=2 dan C2=2C_2=2. Jadi solusi unik pada seluruh \mathbb R adalah x(t)=2e2t(cost+sint)2etx(t)=2e^{2t}(\cos t+\sin t)-2e^t dan y(t)=2e2t(costsint)ety(t)=2e^{2t}(\cos t-\sin t)-e^t.

Cek cepat

Pada t=0t=0, diperoleh x(0)=22=0x(0)=2-2=0 dan y(0)=21=1y(0)=2-1=1. Diferensiasi langsung memberi residual nol pada kedua persamaan sistem.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Matriks homogen mempunyai nilai eigen 2±i2\pm i, sehingga basis real solusi homogen berbentuk sinus–kosinus dengan faktor e2te^{2t}.

    Rumus

    xh=e2t(C1cost+C2sint),yh=e2t(C1sint+C2cost)x_h=e^{2t}(C_1\cos t+C_2\sin t),\qquad y_h=e^{2t}(-C_1\sin t+C_2\cos t)

  • Penjelasan

    Coba solusi partikular berbentuk vektor konstan kali ete^t.

    Rumus

    Xp=ket,(IA)k=(3,1)Tk=(2,1)TX_p=ke^t,\quad (I-A)k=(3,-1)^T\Longrightarrow k=(-2,-1)^T

  • Penjelasan

    Gabungkan bagian homogen dan partikular.

    Rumus

    x=xh2et,y=yhetx=x_h-2e^t,\qquad y=y_h-e^t

  • Penjelasan

    Gunakan data awal untuk menentukan kedua konstanta yang tidak ditentukan dalam jawaban sumber.

    Rumus

    x(0)=C12=0,y(0)=C21=1C1=C2=2x(0)=C_1-2=0,\qquad y(0)=C_2-1=1\Longrightarrow C_1=C_2=2

Simpulan

Keluarga umum yang dicetak sumber benar, tetapi jawaban sumber tidak menyelesaikan IVP karena membiarkan kedua konstanta bebas. Penerapan syarat awal menghasilkan solusi unik di atas.

Dukungan untuk Soal 9

Petunjuk

Cari nilai eigen 33 dan 1010. Karena pemaksa mengandung e3te^{3t}, terjadi resonansi dengan mode pertama; gunakan ansatz Xp=e3t(tv+w)X_p=e^{3t}(tv+w).

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Solusi umum pada \mathbb R adalah X(t)=(3e3t2e10t2e3te10t)(C1C2)+e3t(60t+10/740t+5/7)X(t)=\begin{pmatrix}3e^{3t}&2e^{10t}\\-2e^{3t}&e^{10t}\end{pmatrix}\begin{pmatrix}C_1\\C_2\end{pmatrix}+e^{3t}\begin{pmatrix}-60t+10/7\\40t+5/7\end{pmatrix}.

Cek cepat

Kolom fundamental memenuhi AXi=XiAX_i=X_i' dan determinannya 7e13t07e^{13t}\ne0. Untuk bagian partikular, substitusi menghasilkan XpAXp=(70,35)Te3tX_p'-AX_p=(-70,35)^Te^{3t} tepat.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Hitung nilai eigen dan pilih vektor eigen.

    Rumus

    λ1=3,ξ1=(3,2)T;λ2=10,ξ2=(2,1)T\lambda_1=3,\ \xi_1=(3,-2)^T;\qquad \lambda_2=10,\ \xi_2=(2,1)^T

  • Penjelasan

    Susun matriks fundamental.

    Rumus

    U(t)=(3e3t2e10t2e3te10t)U(t)=\begin{pmatrix}3e^{3t}&2e^{10t}\\-2e^{3t}&e^{10t}\end{pmatrix}

  • Penjelasan

    Gunakan ansatz resonan dan samakan koefisien tt serta konstanta.

    Rumus

    Xp=e3t(tv+w),Av=3v,(A3I)w=vbX_p=e^{3t}(tv+w),\qquad Av=3v,\qquad (A-3I)w=v-b

  • Penjelasan

    Salah satu pilihan yang memenuhi sistem tersebut adalah

    Rumus

    v=(60,40)T,w=(10/7,5/7)Tv=(-60,40)^T,\qquad w=(10/7,5/7)^T

  • Penjelasan

    Gabungkan solusi homogen dan partikular.

    Rumus

    X=U(t)C+e3t(60t+10/740t+5/7)X=U(t)C+e^{3t}\begin{pmatrix}-60t+10/7\\40t+5/7\end{pmatrix}

Simpulan

Jawaban tercetak benar dan terverifikasi dengan substitusi simbolik; semua koefisien kontinu, sehingga domain solusi adalah seluruh garis real.

Dukungan untuk Soal 10

Petunjuk

Faktorkan polinom karakteristik menjadi (r1)((r2)2+4)(r-1)((r-2)^2+4). Pemaksa sinusoidal tidak beresonansi, sedangkan 7tet7te^t beresonansi dengan akar r=1r=1, sehingga ansatz polinomialnya harus dikalikan satu faktor tt.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Solusi umum pada \mathbb R adalah y=C1et+C2e2tcos(2t)+C3e2tsin(2t)368e3tcos(2t)+568e3tsin(2t)+(710t2+1425t)ety=C_1e^t+C_2e^{2t}\cos(2t)+C_3e^{2t}\sin(2t)-\frac3{68}e^{3t}\cos(2t)+\frac5{68}e^{3t}\sin(2t)+(\frac7{10}t^2+\frac{14}{25}t)e^t.

Cek cepat

Untuk P(r)=r35r2+12r8P(r)=r^3-5r^2+12r-8, 1/P(3+2i)=(35i)/681/P(3+2i)=(-3-5i)/68, yang memberi koefisien 3/68-3/68 dan 5/685/68. Substitusi seluruh solusi ke ODE menghasilkan residual nol.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Faktorkan polinom karakteristik dan tuliskan solusi homogen.

    Rumus

    P(r)=(r1)((r2)2+4),yh=C1et+C2e2tcos2t+C3e2tsin2tP(r)=(r-1)((r-2)^2+4),\qquad y_h=C_1e^t+C_2e^{2t}\cos2t+C_3e^{2t}\sin2t

  • Penjelasan

    Gunakan eksponensial kompleks untuk pemaksa e3tcos2te^{3t}\cos2t.

    Rumus

    1P(3+2i)=35i68\frac1{P(3+2i)}=\frac{-3-5i}{68}

  • Penjelasan

    Ambil bagian real untuk memperoleh solusi partikular sinusoidal.

    Rumus

    yp,1=368e3tcos2t+568e3tsin2ty_{p,1}=-\frac3{68}e^{3t}\cos2t+\frac5{68}e^{3t}\sin2t

  • Penjelasan

    Untuk pemaksa resonan 7tet7te^t, tulis y=etvy=e^tv; operator pada vv menjadi D32D2+5DD^3-2D^2+5D.

    Rumus

    (D32D2+5D)v=7t(D^3-2D^2+5D)v=7t

  • Penjelasan

    Ansatz v=at2+btv=at^2+bt memberi kedua koefisien.

    Rumus

    10at+(5b4a)=7ta=710,b=142510at+(5b-4a)=7t\Longrightarrow a=\frac7{10},\quad b=\frac{14}{25}

Simpulan

Jawaban tercetak benar dan terverifikasi secara simbolik; koefisien serta pemaksa terdefinisi untuk semua tt\in\mathbb R.

Dukungan untuk Soal 11

Petunjuk

Periksa keeksakan dengan membandingkan MyM_y dan NxN_x. Integrasikan MM terhadap xx, lalu gunakan syarat awal untuk menentukan konstanta kurva aras.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Solusi implisit yang melalui (π,5)(\pi,5) adalah x5y3+3xysinx=125π5x^5y^3+3xy\sin x=125\pi^5. Relasi ini menentukan cabang solusi lokal yang unik di sekitar x=πx=\pi, karena Fy(π,5)=75π50F_y(\pi,5)=75\pi^5\ne0. Cabang maksimal harus tetap berada di daerah tempat Fy=3x(x4y2+sinx)0F_y=3x(x^4y^2+\sin x)\ne0; kurva tidak dapat memuat x=0x=0 karena konstanta arasnya positif.

Cek cepat

Dengan F=x5y3+3xysinxF=x^5y^3+3xy\sin x, diperoleh Fx=5x4y3+3ysinx+3xycosx=MF_x=5x^4y^3+3y\sin x+3xy\cos x=M dan Fy=3x5y2+3xsinx=NF_y=3x^5y^2+3x\sin x=N. Selain itu, F(π,5)=125π5F(\pi,5)=125\pi^5.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Hitung kedua turunan silang.

    Rumus

    My=15x4y2+3sinx+3xcosx=NxM_y=15x^4y^2+3\sin x+3x\cos x=N_x

  • Penjelasan

    Integrasikan MM terhadap xx.

    Rumus

    F(x,y)=Mdx=x5y3+3xysinx+g(y)F(x,y)=\int M\,dx=x^5y^3+3xy\sin x+g(y)

  • Penjelasan

    Bandingkan dengan NN untuk menentukan fungsi tambahan.

    Rumus

    Fy=3x5y2+3xsinx+g(y)=Ng(y)=0F_y=3x^5y^2+3x\sin x+g'(y)=N\Longrightarrow g'(y)=0

  • Penjelasan

    Gunakan syarat awal untuk menentukan konstanta.

    Rumus

    C=F(π,5)=π5(53)+15πsinπ=125π5C=F(\pi,5)=\pi^5(5^3)+15\pi\sin\pi=125\pi^5

  • Penjelasan

    Periksa keberadaan cabang eksplisit lokal melalui teorema fungsi implisit.

    Rumus

    Fy(π,5)=3π525+3πsinπ=75π50F_y(\pi,5)=3\pi^5\cdot25+3\pi\sin\pi=75\pi^5\ne0

Simpulan

Jawaban tercetak benar. Bentuk implisit adalah bentuk alami solusi; domain cabang eksplisit dibatasi oleh titik tempat koefisien dydy, yaitu FyF_y, menjadi nol.