O005 · C120 · Bab 7

Epidemiologi

Joceline Lega · Edisi Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran

Pada akhir bab ini, Anda akan mampu melakukan hal-hal berikut.

  • Menyusun model kompartemen yang mendeskripsikan infeksi dan epidemi.
  • Merumuskan bentuk tak berdimensi dari model dua dimensi dan menilai dinamikanya melalui analisis bidang fase.
  • Menerjemahkan hasil analisis model ke dalam istilah biologis dan membahas arti pentingnya dalam konteks tersebut.

Infeksi virus

Pertama-tama, kita memodelkan dinamika infeksi virus, seperti hepatitis B atau C, untuk mendeskripsikan bagaimana virus yang bersangkutan dapat menyebar dan memperbanyak diri di dalam tubuh seseorang. Nyatakan dengan XX jumlah rata-rata sel yang tidak terinfeksi dan menjadi sasaran infeksi virion; misalkan YY adalah jumlah rata-rata sel terinfeksi, dan VV adalah beban virus rata-rata (atau jumlah virion bebas di dalam tubuh). Sel yang tidak terinfeksi diproduksi tubuh dengan laju konstan λ\lambda, mati dengan laju δX\delta X, dan terinfeksi dengan laju f(X,V)Xf(X,V) X, dengan ff sebagai suatu fungsi dari XX dan VV. Akibatnya, sel terinfeksi YY terbentuk dengan laju f(X,V)Xf(X,V) X, dan kita mengasumsikan sel-sel tersebut mati dengan laju aYa Y. Terakhir, virion bebas diproduksi dengan laju yang sebanding dengan jumlah sel terinfeksi, yaitu kYk Y, dan disingkirkan atau dihancurkan dengan laju κV\kappa V. Sebagai pendekatan pertama, jika kita menganggap ff sebagai fungsi linear dari VV, yaitu f(X,V)=bVf(X,V) = b V, kita memperoleh model berikut.Catatan: M.A. Nowak, S. Bonhoeffer, A.M. Hill, R. Boehme, H.C. Thomas, and H. McDade, Viral dynamics in hepatitis B virus infection, Proc. Natl. Acad. Sci. USA 93, 4398-4402 (1996).

{dXdt=λδXbVX,dYdt=bVXaY,dVdt=kYκV,(7.1)\left\{\begin{align*} \displaystyle \frac{d X}{d t} & =\lambda - \delta X - b V X, \\ \displaystyle \frac{d Y}{d t} & = b V X - a Y,\\ \displaystyle \frac{d V}{d t} & = k Y - \kappa V, \end{align*}\right. \qquad (7.1)

Model ini memiliki enam parameter dan empat variabel. Kita dapat menskalakan ulang waktu dan VV, tetapi sebaiknya tidak menskalakan XX dan YY secara terpisah karena keduanya menghitung sel dan suku bVXb V X memindahkan sel dari kompartemen XX ke kompartemen YY. Karena itu, kita dapat mereduksi Persamaan (7.1) menjadi model dengan tiga parameter. Secara lebih tepat, misalkan

τ=δt,x=kbδ2X,y=kbδ2Y,v=bδV.\tau = \delta t, \qquad \displaystyle x = \frac{k b}{\delta^2} X, \qquad y = \frac{k b}{\delta^2} Y, \qquad v = \frac{b}{\delta} V.

Dengan demikian, bentuk terskala Persamaan (7.1) adalah

{dxdτ=ζxvx,dydτ=vxηy,dvdτ=yμv,(7.2)\left\{\begin{align*} \displaystyle \frac{d x}{d \tau} & = \zeta - x - v\, x,\\ \displaystyle \frac{d y}{d \tau} & = v\, x - \eta\, y,\\ \displaystyle \frac{d v}{d \tau} & = y - \mu\, v, \end{align*}\right. \qquad (7.2)

dengan ζ=λkbδ3,\zeta = \displaystyle \frac{\lambda k b}{\delta^3}, η=aδ,\eta = \displaystyle \frac{a}{\delta}, dan μ=κδ\mu = \displaystyle \frac{\kappa}{\delta} sebagai parameter tak berdimensi.

Kita menskalakan waktu berdasarkan laju kematian sel yang tidak terinfeksi. Sebagai alternatif, kita dapat menskalakan waktu berdasarkan laju produksi sel yang tidak terinfeksi oleh tubuh, yaitu dengan mendefinisikan τ=λt/X0\tau = \lambda t / X_0, dengan X0=δ2/(kb)X_0 = \delta^2 / (k b). Kita juga dapat menggunakan gabungan kedua skala waktu tersebut. Secara umum, variabel tak berdimensi dapat didefinisikan dengan lebih dari satu cara. Pilihan yang paling mudah digunakan sering kali adalah pilihan yang menghasilkan parameter tak berdimensi berorde satu, sejauh hal itu memungkinkan.

Pembaca kami rujuk pada artikel tahun 1998 karya A.U. Neumann et al. yang berjudul Hepatitis C viral dynamics in vivo and the antiviral efficacy of interferon-alpha therapy untuk melihat bagaimana estimasi parameter dalam model (7.1) dapat digunakan guna memahami peran interferon dalam terapi hepatitis C.

Pemodelan penyakit menular

Literatur mengenai pemodelan penyakit menular sangat luas (untuk sebuah tinjauan, lihat misalnya artikel tahun 2000 karya H. Hethcote yang berjudul The Mathematics of Infectious Diseases). Model dasar yang paling umum disebut model MSEIRS. Setiap huruf dalam akronim tersebut merujuk pada kelas atau kompartemen tertentu dalam populasi, dan urutan hurufnya mencerminkan perpindahan individu dari suatu kelas ke kelas di sebelah kanannya seiring perkembangan infeksi atau perubahan status kekebalan. Berbagai kelas tersebut didefinisikan sebagai berikut.

Bergantung pada jenis penyakit menularnya, individu dalam kelas R mungkin telah memperoleh kekebalan permanen. Dalam kasus ini, model yang sesuai berjenis MSEIR. Namun, jika individu yang pulih dalam kelas R pada akhirnya kembali rentan, model MSEIRS perlu digunakan. Kebanyakan model realistis menghubungkan kelas-kelas yang dijelaskan di atas dengan kelompok umur. Beberapa model memperlakukan umur aa seseorang sebagai variabel bebas. Kelas-kelas lain, seperti kelompok individu bergejala dan tanpa gejala, juga dapat dipertimbangkan, sedangkan jumlah kompartemen yang sesuai beserta sifatnya dipilih oleh pemodel. Penerapan model kompartemen mencakup peramalan perkembangan penyakit serta prediksi efektivitas vaksinasi atau kampanye pemberantasan penyakit. Di bawah ini, kita hanya membahas dua model sederhana, yakni model SIR klasik dan endemik.

Model SIR

Model SIR klasik tidak mencakup kelas M dan E, dan dituliskan sebagai

{dSdt=αSIN,dIdt=αSINβI,dRdt=βI,(7.3)\left\{\begin{align*} \displaystyle \frac{d S}{d t} & = - \alpha S \frac{I}{N},\\ \displaystyle \frac{d I}{d t} & = \alpha S \frac{I}{N} - \beta I,\\ \displaystyle \frac{d R}{d t} & = \beta I, \end{align*}\right. \qquad (7.3)

dengan kondisi awal S(0)=S00,S(0) = S_0 \ge 0, I(0)=I0>0,I(0)=I_0 \gt 0, dan R(0)0.R(0) \ge 0. Di sini, SS, II, dan RR adalah nilai harapan jumlah individu dalam setiap kompartemen, sedangkan N=S+I+RN = S + I + R adalah total populasi. Perhatikan bahwa kelahiran dan kematian tidak disertakan dalam model. Hampiran ini biasanya sesuai untuk penyakit yang berkembang dalam jangka waktu singkat, sehingga perubahan total populasi dapat diabaikan.

Dalam model ini, I/NI/N menyatakan fraksi individu infeksius. Hasil kali besaran ini dengan laju kontak α>0\alpha > 0 mengukur rata-rata jumlah kontak efektif (yakni kontak yang menyebabkan penularan penyakit) per individu rentan per satuan waktu. Karena rata-rata terdapat SS individu rentan, laju perubahan SS adalah αSI/N- \alpha S I /N. Jumlah individu terinfeksi bertambah melalui kontak dengan individu rentan dan berkurang akibat pemulihan dengan suku laju βI- \beta I, dengan β>0\beta \gt 0. Dengan menjumlahkan ketiga persamaan tersebut, mudah diperiksa bahwa dN/dt=0d N / d t = 0, sesuai dengan dugaan karena kelahiran dan kematian telah diabaikan. Karena itu, sistem (7.3) dapat direduksi menjadi sistem persamaan diferensial biasa dua dimensi dengan menghilangkan persamaan terakhir untuk RR. Dua persamaan yang tersisa dapat dituliskan dalam bentuk tak berdimensi dengan menetapkan

s=SN,s = \displaystyle \frac{S}{N}, i=IN,i = \displaystyle \frac{I}{N}, dan τ=αt.\tau = \alpha t.

Dengan demikian, dua persamaan pertama dari (7.3) menjadi

{dsdτ=si,didτ=siδi,(7.4)\left\{\begin{align*} \displaystyle \frac{d s}{d \tau} & =- s i,\\ \displaystyle \frac{d i}{d \tau} & = s i - \delta i, \end{align*}\right. \qquad (7.4)

dengan δ=β/α>0\delta = \beta / \alpha > 0. Besaran σ=1/δ\sigma = 1 /\delta adalah laju kontak α\alpha dikalikan waktu karakteristik 1/β1 / \beta selama seseorang tetap infeksius. Besaran ini disebut bilangan kontak penyakit dan sama dengan angka reproduksi dasar  R0R_0 ketika infeksi diperkenalkan ke dalam populasi yang seluruhnya rentan.

Karena (1si)N=R0(1 - s - i) N = R \ge 0, Persamaan (7.4) hanya bermakna secara biologis jika ss dan ii tetap taknegatif serta memenuhi s+i1s + i \le 1, asalkan kondisi awalnya memenuhi persyaratan tersebut. Dengan kata lain, lintasan sistem dinamik (7.4) yang bermula di dalam segitiga

𝒯={(s,i)|s0,i0,s+i1}{\mathcal T} = \left\{ (s,i) | s \ge 0,\ i \ge 0,\ s + i \le 1\right\}

harus tetap berada di dalam 𝒯.\mathcal T. Untuk memeriksanya, tinjau dinamika pada batas 𝒯.\mathcal T. Pertama, misalkan s=0s = 0 dan i1i \le 1. Maka ds/dτ=0d s / d \tau = 0, yaitu ss tetap sama dengan nol, sedangkan ii berkurang menuju nol tetapi tidak menjadi negatif. Demikian pula, jika i=0i = 0, maka ss dan ii keduanya tetap konstan (apa makna biologis fakta ini?). Terakhir, jika s+i=1s + i = 1, maka ddτ(s+i)=δi0,\displaystyle \frac{d}{d \tau} (s + i) = - \delta i \le 0, sehingga s+is+i tidak akan meningkat melewati nilai 1. Sistem (7.4) memiliki tak hingga banyaknya titik tetap di dalam 𝒯{\mathcal T}, yaitu titik-titik dengan i=0i = 0 dan ss sembarang.

Potret fase model SIR klasik dengan lintasan menuju sumbu s. Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 7.1. Bidang fase sistem (7.4), dengan δ = 0.2, yang diplot menggunakan perangkat lunak PPLANE. Hanya dinamika di dalam T (tidak diarsir) yang relevan. Deskripsi Gambar
Gambar 7.1 memperlihatkan potret fase (7.4) yang diperoleh menggunakan PPLANE dengan δ=0.2\delta = 0.2. Dalam kasus ini, kita melihat bahwa semua lintasan di dalam 𝒯\mathcal T konvergen menuju salah satu titik tetap, yaitu limτi=0.\displaystyle \lim_{\tau \rightarrow \infty} i = 0. Artinya, epidemi akhirnya mereda dan hanya menyisakan individu rentan dan/atau individu yang telah pulih dari penyakit.

Model endemik klasik

Untuk penyakit endemik, kelahiran dan kematian perlu diperhitungkan sehingga model SIR menjadi

{dSdt=νNμSαSIN,dIdt=μI+αSINβI,dRdt=μR+βI,(7.5)\left\{\begin{align*} \displaystyle \frac{d S}{d t} & = \nu N - \mu S- \alpha S \frac{I}{N},\\ \displaystyle \frac{d I}{d t} & = - \mu I +\alpha S \frac{I}{N} - \beta I,\\ \displaystyle \frac{d R}{d t} & = - \mu R + \beta I, \end{align*}\right. \qquad (7.5)

dengan kondisi awal S(0)=S00,S(0) = S_0 \ge 0, I(0)=I0>0,I(0)=I_0 \gt 0, dan R(0)0.R(0) \ge 0. Di sini, parameter barunya adalah laju kematian per kapita μ\mu dan laju kelahiran per kapita ν\nu dalam populasi. Dengan mengasumsikan kedua laju tersebut positif dan memilih μ=ν\mu = \nu, total populasi N=S+I+RN = S + I + R menjadi konstan. Dalam kasus ini, dengan menggunakan variabel tak berdimensi yang sama seperti pada model SIR klasik, kita memperoleh sistem dinamik dua dimensi berikut dalam bentuk tak berdimensi,

{dsdτ=ηηssi,didτ=(η+δ)i+si,(7.6)\left\{\begin{align*} \displaystyle \frac{d s}{d \tau} & = \eta - \eta s - s i,\\ \displaystyle \frac{d i}{d \tau} & = - (\eta+\delta) i + s i, \end{align*}\right. \qquad (7.6)

dengan η=ν/α=μ/α\eta = \nu / \alpha = \mu /\alpha.

Seperti sebelumnya, mudah diperiksa bahwa lintasan yang bermula di dalam 𝒯\mathcal T tetap berada di dalam 𝒯\mathcal T (lihat soal-soal). Titik-titik tetap (7.6) pada bidang (s,i)(s,i) adalah

P1=(1,0)danP2=(η+δ,η(1ηδ)η+δ).P_1 = (1, 0) \qquad \text{dan} \qquad P_2 = \left(\eta + \delta, \displaystyle \frac{\eta (1 - \eta - \delta)}{\eta + \delta}\right).

matriks Jacobi dari (7.6) adalah

J(s,i)=(ηisis(η+δ))J(s,i) = \begin{pmatrix} - \eta - i & - s \\ i & s - (\eta + \delta) \end{pmatrix}

dan

J(P1)=(η101(η+δ)).J(P_1) = \begin{pmatrix} - \eta & - 1 \\ 0 & 1 - (\eta + \delta) \end{pmatrix}.

Keberadaan P2P_2 di dalam 𝒯\mathcal T bergantung pada parameter δ\delta dan η\eta. Lebih tepatnya, P2𝒯0<η+δ1.P_2 \in {\mathcal T} \Leftrightarrow 0 \lt \eta + \delta \le 1. Pada batas η+δ=1\eta + \delta = 1, kedua titik tetap berimpit, P2=P1=(1,0)P_2=P_1=(1,0), dan bersifat nonhiperbolik karena matriks Jacobi memiliki satu nilai eigen nol. Jika η+δ>1\eta + \delta > 1, P1P_1 merupakan satu-satunya titik tetap di dalam 𝒯\mathcal T. Nilai-nilai eigen J(P1)J(P_1) adalah η-\eta dan 1(η+δ)1 - (\eta + \delta), sehingga P1P_1 merupakan simpul stabil secara lokal. Simpulan global memerlukan argumen tambahan: di dalam 𝒯\mathcal T, persamaan kedua memberikan didτ=i[s(η+δ)]i[1(η+δ)]\displaystyle \frac{d i}{d\tau}=i[s-(\eta+\delta)]\le i[1-(\eta+\delta)], sehingga ii menuju nol, dan dinamika demografis kemudian membawa ss menuju 1. Dengan demikian, semua lintasan yang bermula di dalam 𝒯\mathcal T konvergen menuju P1P_1, yang berarti bahwa dalam jangka panjang populasi hanya terdiri atas individu rentan. Hal ini terjadi karena individu yang telah pulih dari penyakit pada akhirnya meninggal dan digantikan oleh bayi baru lahir yang rentan. Keadaan ini diilustrasikan pada Gambar 7.2, yang memperlihatkan potret fase (7.6) yang diperoleh menggunakan PPLANE dengan δ=0.2\delta = 0.2 dan η=1\eta = 1.

Potret fase model endemik menuju kesetimbangan bebas penyakit yang stabil. Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 7.2. Bidang fase sistem (7.6), dengan δ = 0.2 dan η = 1, yang diplot menggunakan perangkat lunak PPLANE. Hanya dinamika di dalam T (tidak diarsir) yang relevan. Deskripsi Gambar
Sebaliknya, jika η+δ<1\eta + \delta \lt 1, maka P1P_1 merupakan titik pelana dan

J(P2)=(ηη+δ(η+δ)η(1ηδ)η+δ0).J(P_2) = \begin{pmatrix} -\displaystyle \frac{\eta}{\eta+\delta} & -(\eta + \delta) \\ \displaystyle \frac{\eta (1 - \eta - \delta)}{\eta + \delta} & 0 \end{pmatrix}.

Determinan J(P2)J(P_2) sama dengan η(1ηδ)\eta (1 - \eta - \delta) dan bernilai positif. Jejak J(P2)J(P_2) bernilai negatif, sehingga P2P_2 merupakan spiral stabil atau simpul stabil secara lokal. Klasifikasi matriks Jacobi ini hanya bersifat lokal; dengan menggunakan keinvarianan 𝒯\mathcal T dan argumen Bendixson-Dulac untuk menyingkirkan orbit periodik di bagian interior, dapat disimpulkan bahwa lintasan yang bermula di dalam 𝒯\mathcal T dengan jumlah individu terinfeksi awal yang positif konvergen menuju P2P_2, yang disebut kesetimbangan endemik. Lintasan pada batas bebas penyakit tetap berada di batas itu dan konvergen menuju titik tetap bebas penyakit. Dalam kasus ini, penyakit selalu ada dalam populasi dan jumlah individu terinfeksi selalu taknol. Gambar 7.3 memperlihatkan potret fase (7.6) dengan η=0.1\eta = 0.1 dan δ=0.2\delta=0.2.

Potret fase model endemik menuju kesetimbangan endemik yang stabil. Deskripsi panjang tersedia.
Gambar 7.3. Bidang fase sistem (7.6), dengan δ = 0.2 dan η = 0.1, yang diplot menggunakan perangkat lunak PPLANE. Hanya dinamika di dalam T (tidak diarsir) yang relevan. Deskripsi Gambar

Ringkasan

Bab ini mengilustrasikan bagaimana konsep-konsep pemodelan yang dibahas dalam bab-bab sebelumnya dapat diterapkan untuk mendeskripsikan dinamika penyakit menular dan penyebaran epidemi dalam bentuk persamaan diferensial biasa. Selain itu, bab ini memberikan pengantar dasar mengenai terminologi dan penerapan model kompartemen.

Seharusnya kini jelas bahwa model dengan tingkat kerumitan sembarang dapat dibangun dari alat-alat sederhana yang dibahas dalam buku ini. Proses pemodelannya selalu sama, betapapun rumit model tersebut. Metode analisis dalam bentuk pemetaan atau persamaan diferensial juga serupa, tetapi menjadi makin rumit ketika dimensi model meningkat. Secara khusus, sistem dinamik tiga dimensi yang terdiferensialkan secara kontinu dapat memperlihatkan kekacauan, yang pemahamannya memerlukan teknik lebih lanjut daripada yang dibahas di sini. Bagian bacaan lanjutan memuat buku-buku mengenai sistem dinamik dan kekacauan yang mungkin ingin dirujuk oleh pembaca.

Deskripsi Gambar

Gambar 7.1: Potret fase pada bidang (s,is, i) yang memperlihatkan medan vektor dan beberapa lintasan. Nilai ss dan ii sama-sama bervariasi antara 0 dan 1. Lintasan bergerak dari kanan ke kiri dan berakhir pada sumbu ss. Segitiga besar berwarna abu-abu dan diarsir menutupi bagian kanan atas grafik; segitiga ini merepresentasikan daerah ruang fase (dengan s+i>1s+i > 1) yang tidak dapat dicapai oleh dinamika. [Kembali ke Gambar 7.1]

Gambar 7.2: Potret fase pada bidang (s,is, i) yang memperlihatkan medan vektor dengan semua lintasan konvergen menuju satu titik kesetimbangan stabil (simpul stabil) di sudut kanan bawah, pada koordinat (1,0). Nilai ss dan ii sama-sama bervariasi antara 0 dan 1. Segitiga besar berwarna abu-abu dan diarsir menutupi bagian kanan atas grafik; segitiga ini merepresentasikan daerah ruang fase (dengan s+i>1s+i > 1) yang tidak dapat dicapai oleh dinamika. [Kembali ke Gambar 7.2]

Gambar 7.3: Potret fase pada bidang (s,is, i) yang memperlihatkan medan vektor dan beberapa lintasan. Nilai ss dan ii sama-sama bervariasi antara 0 dan 1. Segitiga besar berwarna abu-abu dan diarsir menutupi bagian kanan atas grafik; segitiga ini merepresentasikan daerah ruang fase (dengan s+i>1s+i > 1) yang tidak dapat dicapai oleh dinamika. Sebuah titik hitam yang mencolok, yang bersesuaian dengan titik tetap stabil, terletak di bagian tengah bawah bidang fase. Titik tetap lain pada (1,0) merupakan titik pelana. [Kembali ke Gambar 7.3]

Bahan Renungan

Soal 1

Tuliskan model (7.1) dalam bentuk tak berdimensi dengan mendefinisikan τ=λkbt/δ2\tau = \lambda k b t / \delta^2 dan variabel xx, yy, serta vv yang sesuai. Jelaskan langkah yang Anda lakukan dan periksa bahwa τ\tau tak berdimensi.


Soal 2

Pertimbangkan model (7.2).

  1. Tentukan titik-titik tetap sistem ini.
  2. Apa syarat pada parameter agar titik-titik tetap ini berada di oktan pertama? Apa makna biologis syarat-syarat tersebut?
  3. Bahas kestabilan linear titik tetap dengan y=v=0y = v = 0.

Soal 3

Pertimbangkan model (7.6). Tunjukkan bahwa lintasan yang bermula di segitiga 𝒯\mathcal T tetap berada di 𝒯\mathcal T.


Soal 4

Pertimbangkan model (7.6) dengan η+δ<1\eta + \delta \lt 1. Adakah nilai η\eta dan δ\delta yang membuat P2P_2 menjadi simpul stabil, bukan spiral stabil?


Soal 5

Model MSEIR sesuai untuk penyakit seperti rubela atau campak karena setelah terinfeksi, seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tersebut. Tuliskan sistem persamaan untuk model MSEIR pada populasi dengan laju kelahiran per kapita ν\nu dan laju kematian per kapita μ\mu, dengan νμ\nu \ne \mu. Nyatakan asumsi Anda dan definisikan setiap laju transisi yang digunakan.

Petunjuk, pemeriksaan, dan pembahasan

Bagian tambahan ini ditulis untuk edisi Bahasa Indonesia. Bukalah seperlunya setelah Anda berusaha menyelesaikan soal secara mandiri.

Dukungan untuk Soal 1

Petunjuk

Pertahankan skala sel yang sama untuk XX dan YY: X0=Y0=δ2/(kb)X_0=Y_0=\delta^2/(kb). Gunakan skala virus V0=δ/bV_0=\delta/b, lalu nyatakan laju waktu alternatif sebagai q=λ/X0=λkb/δ2q=\lambda/X_0=\lambda kb/\delta^2.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Ambil x=kbX/δ2x=kbX/\delta^2, y=kbY/δ2y=kbY/\delta^2, v=bV/δv=bV/\delta, dan τ=λkbt/δ2\tau=\lambda kbt/\delta^2. Dengan ρ=δ3/(λkb)=1/ζ\rho=\delta^3/(\lambda kb)=1/\zeta, η=a/δ\eta=a/\delta, dan μ=κ/δ\mu=\kappa/\delta, diperoleh dx/dτ=1ρx(1+v)dx/d\tau=1-\rho x(1+v), dy/dτ=ρ(vxηy)dy/d\tau=\rho(vx-\eta y), dan dv/dτ=ρ(yμv)dv/d\tau=\rho(y-\mu v). Karena [λ]=CT1[\lambda]=CT^{-1}, [k]=VC1T1[k]=VC^{-1}T^{-1}, [b]=V1T1[b]=V^{-1}T^{-1}, dan [δ]=T1[\delta]=T^{-1}, maka [λkbt/δ2]=1[\lambda kb t/\delta^2]=1. Bentuk ini setara dengan (7.2) melalui perubahan waktu τalt=ζτ(7.2)\tau_{\mathrm{alt}}=\zeta\tau_{(7.2)}.

Cek cepat

Skala XX dan YY harus sama agar suku bVXbVX berpindah antarkompartemen tanpa faktor konversi buatan. Substitusi balik wajib memulihkan ketiga persamaan (7.1), dan ρ,η,μ\rho,\eta,\mu harus tak berdimensi.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Gunakan skala sel dan virus yang sama dengan penskalaan bab, tetapi ganti skala waktu.

    Rumus

    X0=Y0=δ2kb,V0=δb,q=λX0=λkbδ2X_0=Y_0=\frac{\delta^2}{kb},\qquad V_0=\frac\delta b,\qquad q=\frac\lambda{X_0}=\frac{\lambda kb}{\delta^2}

  • Penjelasan

    Definisikan variabel tak berdimensi.

    Rumus

    x=XX0,y=YY0,v=VV0,τ=qtx=\frac X{X_0},\qquad y=\frac Y{Y_0},\qquad v=\frac V{V_0},\qquad \tau=qt

  • Penjelasan

    Substitusi pada persamaan sel tak terinfeksi dan bagi dengan qX0=λqX_0=\lambda.

    Rumus

    dxdτ=1δqxδqvx=1ρx(1+v)\frac{dx}{d\tau}=1-\frac\delta qx-\frac\delta qvx=1-\rho x(1+v)

  • Penjelasan

    Gunakan skala sel yang sama pada persamaan sel terinfeksi.

    Rumus

    dydτ=ρ(vxηy)\frac{dy}{d\tau}=\rho(vx-\eta y)

  • Penjelasan

    Substitusi skala virus memberi persamaan ketiga.

    Rumus

    dvdτ=ρ(yμv)\frac{dv}{d\tau}=\rho(y-\mu v)

  • Penjelasan

    Periksa dimensi laju waktu alternatif.

    Rumus

    [λkb]=T3,[δ2]=T2,[λkbδ2t]=1[\lambda kb]=T^{-3},\qquad[\delta^2]=T^{-2},\qquad\left[\frac{\lambda kb}{\delta^2}t\right]=1

Simpulan

Pilihan waktu alternatif hanya mengalikan ruas kanan bentuk (7.2) dengan 1/ζ1/\zeta; lintasan ruang fase sama, tetapi parametrisasinya terhadap waktu berubah.

Dukungan untuk Soal 2

Petunjuk

Dari v=0v'=0, gunakan y=μvy=\mu v. Persamaan y=0y'=0 lalu memfaktorkan v(xημ)=0v(x-\eta\mu)=0. Pada titik bebas infeksi, matriks Jacobi mempunyai satu nilai eigen 1-1 dan satu blok 2×22\times2.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Titik bebas infeksi ialah E0=(ζ,0,0)E_0=(\zeta,0,0), selalu berada di oktan nonnegatif untuk ζ0\zeta\ge0. Kandidat endemik ialah E*=(ημ,(ζημ)/η,(ζημ)/(ημ))E_*=(\eta\mu,(\zeta-\eta\mu)/\eta,(\zeta-\eta\mu)/(\eta\mu)); ia nonnegatif bila ζημ\zeta\ge\eta\mu dan benar-benar interior bila ζ>ημ\zeta>\eta\mu. Definisikan v=ζ/(ημ)=λkb/(δaκ)\mathcal R_v=\zeta/(\eta\mu)=\lambda kb/(\delta a\kappa). Di E0E_0, nilai eigen adalah 1-1 dan akar r2+(η+μ)r+ημζ=0r^2+(\eta+\mu)r+\eta\mu-\zeta=0. Jadi E0E_0 stabil asimtotik jika v<1\mathcal R_v<1, pelana jika v>1\mathcal R_v>1, dan nonhiperbolik pada ambang v=1\mathcal R_v=1, saat kedua titik tetap berimpit.

Cek cepat

Pada ζ=ημ\zeta=\eta\mu, kandidat endemik harus mereduksi tepat ke (ζ,0,0)(\zeta,0,0). Tanda suku konstan polinom eigen, ημζ\eta\mu-\zeta, harus membalik tepat pada ambang invasi.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Persamaan ketiga pada titik tetap menghubungkan sel terinfeksi dan virus bebas.

    Rumus

    0=yμvy=μv0=y-\mu v\quad\Longrightarrow\quad y=\mu v

  • Penjelasan

    Masukkan relasi tersebut ke persamaan kedua.

    Rumus

    0=vxημv=v(xημ)0=vx-\eta\mu v=v(x-\eta\mu)

  • Penjelasan

    Cabang v=0v=0 memberi titik bebas infeksi.

    Rumus

    v=0y=0,x=ζE0=(ζ,0,0)v=0\Rightarrow y=0,\ x=\zeta\Rightarrow E_0=(\zeta,0,0)

  • Penjelasan

    Cabang x=ημx=\eta\mu memberi titik endemik.

    Rumus

    v=ζημ1,y=μv=ζημηv=\frac{\zeta}{\eta\mu}-1,\qquad y=\mu v=\frac{\zeta-\eta\mu}{\eta}

  • Penjelasan

    Evaluasi matriks Jacobi pada titik bebas infeksi dan pisahkan arah xx.

    Rumus

    J(E0)=(10ζ0ηζ01μ)J(E_0)=\begin{pmatrix}-1&0&-\zeta\\0&-\eta&\zeta\\0&1&-\mu\end{pmatrix}

  • Penjelasan

    Blok infeksi menentukan apakah gangguan kecil tumbuh atau meluruh.

    Rumus

    (r+η)(r+μ)ζ=0(r+\eta)(r+\mu)-\zeta=0

Simpulan

Rasio v\mathcal R_v membandingkan produksi infeksi baru dengan kehilangan sel terinfeksi dan virus. Nilai di bawah satu membersihkan infeksi; nilai di atas satu memungkinkan keadaan endemik positif.

Dukungan untuk Soal 3

Petunjuk

Periksa tiga sisi secara terpisah. Pada sisi miring gunakan i=1si=1-s setelah menjumlahkan kedua persamaan.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Pada s=0s=0, s=η>0s'=\eta>0, sehingga medan mengarah masuk. Pada i=0i=0, i=0i'=0, sehingga sumbu ss invarian dan s=η(1s)s'=\eta(1-s) tetap berada pada [0,1][0,1]. Pada s+i=1s+i=1, (s+i)=η(1s)i(η+δ)=δi0(s+i)'=\eta(1-s)-i(\eta+\delta)=-\delta i\le0. Karena ruas kanan polinomial menjamin keunikan, tidak ada lintasan yang dapat menyeberang keluar melalui ketiga sisi; maka 𝒯\mathcal T invarian maju.

Cek cepat

Komponen normal harus bertanda masuk atau menyinggung pada setiap sisi. Pada sudut (0,1)(0,1), hasil tetap konsisten: s=η>0s'=\eta>0 dan (s+i)=δ<0(s+i)'=-\delta<0.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Medan polinomial lokal Lipschitz, sehingga solusi unik dan argumen batas dapat dipakai.

    Rumus

    F(s,i)=(η(1s)si,i(sηδ))F(s,i)=\bigl(\eta(1-s)-si,\ i(s-\eta-\delta)\bigr)

  • Penjelasan

    Pada sisi vertikal, komponen ss menunjuk ke kanan.

    Rumus

    s=0:s=η>0s=0:\qquad s'=\eta>0

  • Penjelasan

    Pada sisi horizontal, komponen normal nol.

    Rumus

    i=0:i=0,s=η(1s)i=0:\qquad i'=0,\quad s'=\eta(1-s)

  • Penjelasan

    Pada sisi miring, turunan jumlah kompartemen aktif tidak positif.

    Rumus

    s+i=1:(s+i)=δi0s+i=1:\qquad (s+i)'=-\delta i\le0

Simpulan

Setiap sisi menahan lintasan di dalam segitiga, sehingga keadaan awal yang mewakili proporsi populasi tetap bermakna secara biologis untuk semua waktu maju.

Dukungan untuk Soal 4

Petunjuk

Tetapkan q=η+δq=\eta+\delta. Di P2P_2, gunakan jejak T=η/qT=-\eta/q, determinan D=η(1q)D=\eta(1-q), dan uji tanda diskriminan T24DT^2-4D.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Ya. Untuk q=η+δ(0,1)q=\eta+\delta\in(0,1), diskriminannya ialah Δ=η2/q24η(1q)\Delta=\eta^2/q^2-4\eta(1-q). Karena jejak negatif dan determinan positif, P2P_2 adalah simpul stabil bila Δ0\Delta\ge0, yakni η4q2(1q)\eta\ge4q^2(1-q), dan spiral stabil bila η<4q2(1q)\eta<4q^2(1-q). Contoh simpul: η=0,15\eta=0{,}15, δ=0,05\delta=0{,}05, sehingga q=0,2q=0{,}2, Δ=0,0825>0\Delta=0{,}0825>0, dan nilai eigen sekitar 0,231386-0{,}231386 serta 0,518614-0{,}518614.

Cek cepat

Contoh harus memenuhi η>0\eta>0, δ>0\delta>0, dan q<1q<1. Pasangan (η,δ)=(0,1,0,2)(\eta,\delta)=(0{,}1,0{,}2) memberi Δ<0\Delta<0 dan merupakan spiral, bukan simpul.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Ringkas dua parameter melalui jumlahnya.

    Rumus

    q=η+δ,0<q<1q=\eta+\delta,\qquad 0<q<1

  • Penjelasan

    Baca jejak dan determinan dari matriks Jacobi yang tercetak.

    Rumus

    T=ηq<0,D=η(1q)>0T=-\frac\eta q<0,\qquad D=\eta(1-q)>0

  • Penjelasan

    Hitung diskriminan polinom karakteristik.

    Rumus

    Δ=T24D=η2q24η(1q)\Delta=T^2-4D=\frac{\eta^2}{q^2}-4\eta(1-q)

  • Penjelasan

    Karena η>0\eta>0, sederhanakan syarat akar real.

    Rumus

    Δ0η4q2(1q)\Delta\ge0\quad\Longleftrightarrow\quad\eta\ge4q^2(1-q)

  • Penjelasan

    Uji satu pasangan eksplisit di wilayah simpul.

    Rumus

    (η,δ)=(0.15,0.05):T=0.75,D=0.12,Δ=0.0825(\eta,\delta)=(0.15,0.05):\quad T=-0.75,\ D=0.12,\ \Delta=0.0825

Simpulan

Wilayah simpul dan spiral sama-sama tidak kosong. Sumber juga tidak konsisten tentang Gambar 7.3: prosa memberi (η,δ)=(0,2,0,1)(\eta,\delta)=(0{,}2,0{,}1), sedangkan keterangannya memberi (0,1,0,2)(0{,}1,0{,}2). Keduanya menghasilkan spiral, tetapi titik endemiknya berbeda. Selain itu, pada η+δ=1\eta+\delta=1, P2=P1=(1,0)P_2=P_1=(1,0) dan titiknya nonhiperbolik; kesetimbangan endemik dengan i>0i>0 memerlukan pertidaksamaan ketat η+δ<1\eta+\delta<1.

Dukungan untuk Soal 5

Petunjuk

Definisikan N=M+S+E+I+RN=M+S+E+I+R. Gunakan ω\omega untuk hilangnya kekebalan pasif, αSI/N\alpha SI/N untuk insidensi standar, σ\sigma untuk progresi EIE\to I, dan γ\gamma untuk pemulihan IRI\to R. Tempatkan kematian alami μ-\mu pada setiap kompartemen dan jumlahkan semua persamaan sebagai pemeriksaan.

Periksa jawaban
Pemeriksaan akhir

Sumber tidak menentukan alokasi bayi, hilangnya kekebalan maternal, hukum insidensi, progresi laten, atau pemulihan, sehingga tidak ada satu sistem unik yang dapat diturunkan. Sebagai penutupan referensi tambahan, satu model yang sah adalah Ṁ=pνN(ω+μ)M\dot M=p\nu N-(\omega+\mu)M, Ṡ=(1p)νN+ωMαSI/NμS\dot S=(1-p)\nu N+\omega M-\alpha SI/N-\mu S, Ė=αSI/N(σ+μ)E\dot E=\alpha SI/N-(\sigma+\mu)E, İ=σE(γ+μ)I\dot I=\sigma E-(\gamma+\mu)I, dan Ṙ=γIμR\dot R=\gamma I-\mu R, dengan 0p10\le p\le1 sebagai proporsi bayi yang masuk kelas kekebalan pasif. Model MSEIR dengan semua bayi mula-mula kebal pasif diperoleh dari p=1p=1. Semua fluks internal saling hapus ketika persamaan dijumlahkan, sehingga Ṅ=(νμ)N\dot N=(\nu-\mu)N dan N(t)=N0e(νμ)tN(t)=N_0e^{(\nu-\mu)t}. Karena νμ\nu\ne\mu, penyebut insidensi standar N(t)N(t) tidak boleh diperlakukan konstan.

Cek cepat

Setiap aliran internal harus muncul sekali dengan tanda minus di kompartemen asal dan sekali dengan tanda plus di kompartemen tujuan. Pada batas setiap kompartemen nol, turunannya tidak boleh negatif. Untuk MSEIR, kelas RR berisi individu pulih yang masih hidup dan kebal permanen; kematian keluar dari sistem, bukan ditimbun di RR.

Pembahasan atau rubrik
Langkah penyelesaian
  • Penjelasan

    Definisikan populasi hidup total dan asumsi kelahiran. Fraksi pp masuk MM; sisanya langsung rentan.

    Rumus

    N=M+S+E+I+R,pνNM,(1p)νNSN=M+S+E+I+R,\qquad p\nu N\to M,\quad(1-p)\nu N\to S

  • Penjelasan

    Kekebalan pasif hilang dengan laju per kapita ω\omega.

    Rumus

    MωSM\xrightarrow{\omega}S

  • Penjelasan

    Gunakan insidensi standar agar laju kontak per rentan tidak tumbuh hanya karena ukuran populasi.

    Rumus

    SαI/NES\xrightarrow{\alpha I/N}E

  • Penjelasan

    Tambahkan progresi laten dan pemulihan dengan kekebalan permanen.

    Rumus

    EσIγRE\xrightarrow{\sigma}I\xrightarrow{\gamma}R

  • Penjelasan

    Kematian alami bekerja pada setiap kelas hidup.

    Rumus

    ŻμZ,Z{M,S,E,I,R}\dot Z\supset-\mu Z,\qquad Z\in\{M,S,E,I,R\}

  • Penjelasan

    Gabungkan semua aliran menjadi lima persamaan.

    Rumus

    Ṁ=pνN(ω+μ)M,Ṡ=(1p)νN+ωMαSI/NμS,Ė=αSI/N(σ+μ)E,İ=σE(γ+μ)I,Ṙ=γIμR.\begin{aligned}\dot M&=p\nu N-(\omega+\mu)M,\\\dot S&=(1-p)\nu N+\omega M-\alpha SI/N-\mu S,\\\dot E&=\alpha SI/N-(\sigma+\mu)E,\\\dot I&=\sigma E-(\gamma+\mu)I,\\\dot R&=\gamma I-\mu R.\end{aligned}

  • Penjelasan

    Jumlahkan untuk memeriksa konservasi semua perpindahan internal.

    Rumus

    Ṅ=(νμ)N\dot N=(\nu-\mu)N

Simpulan

Sistem ini adalah penutupan referensi baru, bukan model unik yang diimplikasikan sumber. Soal tidak menentukan apakah semua bayi atau hanya sebagian menerima kekebalan pasif; parameter pp membuat asumsi itu eksplisit. Memilih p=1p=1 memberi bentuk MSEIR paling sederhana. Model mengabaikan kematian akibat penyakit dan hilangnya kekebalan setelah pulih; keduanya dapat ditambahkan bila dinyatakan.