Topologi Aljabar — Roberts 30/30, Fomberg 1.1–1.13, Asesmen Kumulatif 1–3, Laboratorium Komputasi 1–4, dan Capstone D60

Komponen Roberts lengkap; jembatan Fomberg melalui homologi seluler; 108 soal bersolusi; Laboratorium Komputasi 1–4 dan capstone D60 lengkap serta dapat dijalankan luring; edisi komposit ditutup

David Michael Roberts (materi sumber Roberts)

Yeheli Fomberg (catatan sumber Fomberg; berdasarkan kuliah Nir Lazarovich)

Edisi Bahasa Indonesia dengan pendamping penguasaan

26 Agustus 2026

Status pembaca komposit

Checkpoint ini memuat komponen Roberts lengkap 30/30 serta jembatan Fomberg Bagian 1.1–1.13 dalam urutan sumber, sampai baris sumber 4185. Fomberg O012-FOM-007 menerjemahkan Bagian 1.13 (homologi seluler), baris 3518–4185, dan dipetakan ke D60-R12. Komponen Fomberg bukan kuliah Roberts tambahan dan tidak mengubah penomoran tiga puluh kuliah Roberts. Laboratorium Komputasi 1–4, metadata bukti, dan capstone kini lengkap. Seluruh jalur D60 yang dipilih telah ditutup; kursor sumber tetap pada baris 4186.

Pembaca terpadu ini tersedia di bawah CC BY-SA 4.0. Materi Roberts tetap diidentifikasi sebagai CC BY 4.0 dan materi Fomberg sebagai CC BY-SA 4.0, dengan atribusi, catatan perubahan, dan pernyataan non-pengesahan masing-masing. Edisi ini independen. HTML mandiri dengan MathML asli adalah permukaan akses utama yang reflow; PDF A4 adalah permukaan cetak sekunder dan belum ditag secara struktural.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi Bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 134–348 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International. Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, pemindahan satu latihan dari catatan pinggir ke blok latihan, penjelasan kasus keluarga kosong pada topologi awal, dan koreksi identitas invers sumber dari gf=idXg\circ f=\operatorname{id}_X dan gf=idYg\circ f=\operatorname{id}_Y menjadi gf=idXg\circ f=\operatorname{id}_X dan fg=idYf\circ g=\operatorname{id}_Y. Materi pendamping penguasaan setelah teks inti ditulis khusus untuk edisi ini dan juga tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

1 Kuliah 1

1.1 Apa yang dipelajari oleh topologi aljabar?

Topologi aljabar mempelajari pemetaan

{Ruang}{Objek aljabar}, \{\text{Ruang}\}\longrightarrow\{\text{Objek aljabar}\},

atau, lebih tepatnya, pemetaan semacam itu yang “berperilaku baik”. Pemetaan tersebut juga harus mengirim fungsi kontinu antarruang ke pemetaan aljabar dengan tetap menghormati komposisi (jadi, pemetaan itu berupa fungtor). Selain itu, ruang yang dibangun dari ruang-ruang yang lebih sederhana semestinya dikirim ke objek aljabar yang dibangun secara serasi dari komponen-komponen yang lebih sederhana.

Di sini, “ruang” secara kasar berarti ruang topologis hingga deformasi—biasanya hingga homotopi, meskipun tidak selalu demikian. Kelas-kelas ekuivalensi semacam ini disebut tipe homotopi. “Objek aljabar” dapat berarti grup (abelian), gelanggang, modul, atau bahkan kompleks rantai dari objek-objek tersebut.

Catatan. Kompleks rantai adalah suatu jenis barisan pemetaan tertentu, V0V1V2\cdots\to V_0\to V_1\to V_2\to\cdots.

Contoh 1.1. Bagaimana kita dapat menentukan apakah permukaan bola S2S^2 dan torus S1×S1S^1\times S^1 dapat dideformasikan satu sama lain? Bagaimana kita membuktikan bahwa deformasi semacam itu tidak mungkin?

Contoh 1.2. Sebagai contoh positif, kita dapat menciutkan 3\{0}S23\{0}\mathbb{R}^3\setminus\{0\}\to S^2\hookrightarrow\mathbb{R}^3\setminus\{0\} dengan mengirim xx|x|x\mapsto\frac{x}{|x|}. Pemetaan komposit ini dapat dideformasikan secara kontinu menjadi pemetaan identitas. Jadi, dimensi tidak selalu dipertahankan.

Contoh 1.3. Mungkinkah S1S2S^1\sim S^2?

Pertama-tama kita perlu memahami bagaimana ruang dibangun.

1.2 Ruang topologis

Ingat kembali definisi berikut.

Prasyarat sumber. Topologi dan Analisis III.

Definisi 1.1 (topologi). Suatu topologi pada himpunan XX adalah koleksi 𝒯\mathcal{T} yang terdiri atas subset-subset XX dan memenuhi:

  1. ,X𝒯\emptyset,X\in\mathcal{T};
  2. jika U,V𝒯U,V\in\mathcal{T}, maka UV𝒯U\cap V\in\mathcal{T};
  3. jika {Uα}αI\{U_\alpha\}_{\alpha\in I} adalah sembarang keluarga himpunan dalam 𝒯\mathcal{T}, maka αIUα𝒯\bigcup_{\alpha\in I}U_\alpha\in\mathcal{T}.

Di sini II adalah himpunan indeks. Jika U𝒯U\in\mathcal{T}, kita mengatakan bahwa UU terbuka. Suatu ruang topologis adalah himpunan XX yang dilengkapi dengan topologi 𝒯\mathcal{T}.

Contoh 1.4. Pada himpunan bilangan real, topologi Euklides (atau topologi “biasa”) didefinisikan dengan menyatakan bahwa suatu himpunan terbuka jika dan hanya jika himpunan itu merupakan gabungan selang-selang terbuka (a,b)(a,b). Gabungan kosong juga diperbolehkan dan menghasilkan \emptyset.

Topologi diskret pada himpunan XX diperoleh dengan mengambil 𝒯\mathcal{T} sebagai koleksi semua subset XX. Topologi indiskret diperoleh dengan mengambil 𝒯={,X}\mathcal{T}=\{\emptyset,X\}.

Definisi tersebut ringkas, tetapi bukan selalu cara terbaik untuk mendefinisikan topologi. Kita juga akan menggunakan lingkungan.

Definisi 1.2 (lingkungan). Dalam topologi 𝒯\mathcal{T} pada XX, suatu himpunan NXN\subseteq X disebut lingkungan dari titik xXx\in X jika terdapat himpunan terbuka UNU\subseteq N dengan xUx\in U.

Contoh 1.5. Ambil \mathbb{R} dengan topologi Euklides. Himpunan (1,1)(-1,1), [1,1][-1,1], dan [1,1)[-1,1) semuanya merupakan lingkungan dari setiap 1<x<1-1<x<1, tetapi [0,1)[0,1) bukan lingkungan dari 00. Sebagai contoh yang sedikit lebih rumit, [0,1]{2}[5,6][0,1]\cup\{2\}\cup[5,6] merupakan lingkungan dari setiap 0<x<10<x<1 dan setiap 5<x<65<x<6.

Contoh 1.6. Misalkan (X,d)(X,d) adalah ruang metrik. Topologi metrik didefinisikan dengan menyatakan bahwa subset UXU\subseteq X terbuka jika dan hanya jika, untuk setiap xUx\in U, terdapat εx>0\varepsilon_x>0 sehingga bola terbuka B(x,εx)UB(x,\varepsilon_x)\subseteq U. Bola terbuka yang berpusat di xx merupakan lingkungan dari xx; demikian pula bola tertutup berjari-jari positif.

Pendekatan berikut lebih konkret dan memungkinkan kita mendefinisikan topologi secara ringkas.

Definisi 1.3 (basis lingkungan). Suatu basis lingkungan 𝒩\mathcal{N} pada himpunan XX adalah keluarga {𝒩(x)}xX\{\mathcal{N}(x)\}_{x\in X}, dengan setiap 𝒩(x)\mathcal{N}(x) merupakan koleksi tak kosong yang terdiri atas subset-subset XX, sehingga untuk setiap xXx\in X berlaku:

  1. untuk setiap N𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x), berlaku xNx\in N;
  2. untuk setiap N1,N2𝒩(x)N_1,N_2\in\mathcal{N}(x), terdapat N𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x) dengan NN1N2N\subseteq N_1\cap N_2;
  3. untuk setiap N𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x), terdapat subset UNU\subseteq N sehingga xUx\in U dan, untuk setiap yUy\in U, terdapat V𝒩(y)V\in\mathcal{N}(y) dengan VUV\subseteq U.

Himpunan-himpunan dalam 𝒩(x)\mathcal{N}(x) disebut lingkungan dasar dari xx.

Sebagai contoh, jika (X,𝒯)(X,\mathcal{T}) adalah ruang topologis, kita memperoleh basis lingkungan dengan mendefinisikan 𝒩(x)\mathcal{N}(x) sebagai koleksi semua lingkungan dari xx. Kita juga memperoleh basis lingkungan dengan mendefinisikan 𝒩(x)\mathcal{N}'(x) sebagai koleksi semua himpunan terbuka yang memuat xx.

Jika 𝒩\mathcal{N} adalah basis lingkungan pada XX, definisikan subset UXU\subseteq X sebagai 𝒩\mathcal{N}-terbuka jika dan hanya jika, untuk setiap xUx\in U, terdapat N𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x) dengan NUN\subseteq U.

Proposisi 1.1. Himpunan-himpunan 𝒩\mathcal{N}-terbuka membentuk suatu topologi pada XX.

Bukti. Kita memeriksa ketiga aksioma topologi.

  1. Syarat bahwa \emptyset bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka benar secara vakum. Karena 𝒩(x)\mathcal{N}(x) tidak kosong, di setiap titik terdapat lingkungan dasar; akibatnya XX bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka.
  2. Misalkan UU dan VV keduanya 𝒩\mathcal{N}-terbuka. Ambil xUVx\in U\cap V. Terdapat NU,NV𝒩(x)N_U,N_V\in\mathcal{N}(x) dengan NUUN_U\subseteq U dan NVVN_V\subseteq V. Selain itu, xNUNVx\in N_U\cap N_V. Jadi terdapat N𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x) dengan NNUNVUVN\subseteq N_U\cap N_V\subseteq U\cap V. Hal ini berlaku untuk setiap xUVx\in U\cap V, sehingga UVU\cap V bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka.
  3. Misalkan setiap UαU_\alpha, αI\alpha\in I, bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka, dan tetapkan U=αIUαU=\bigcup_{\alpha\in I}U_\alpha. Ambil xUx\in U. Ada α0\alpha_0 dengan xUα0x\in U_{\alpha_0}. Karena Uα0U_{\alpha_0} bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka, terdapat lingkungan dasar NN dari xx dengan NUα0UN\subseteq U_{\alpha_0}\subseteq U. Maka UU bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka. \square

Topologi pada proposisi ini disebut topologi yang dibangkitkan oleh 𝒩\mathcal{N}. Lingkungan dalam topologi ini adalah himpunan yang memuat suatu lingkungan dasar: VV merupakan lingkungan dari xx jika terdapat N𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x) dengan NVN\subseteq V.

Dengan basis lingkungan 𝒩\mathcal{N} pada XX, kita dapat mengenali penutupan suatu himpunan SXS\subset X sebagai koleksi titik xXx\in X yang memenuhi: untuk setiap N𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x), terdapat sNSs\in N\cap S.

Contoh 1.7. Pada ruang metrik (X,d)(X,d), bola-bola terbuka membentuk basis lingkungan pada XX, dan topologi yang dibangkitkannya adalah topologi metrik.

Dengan demikian, banyak definisi yang dikenal dari ruang metrik tetap berlaku untuk ruang topologis asalkan dapat dirumuskan menggunakan lingkungan dasar. Salah satu yang terpenting adalah kontinuitas.

Definisi 1.4 (kontinuitas). Misalkan 𝒩X\mathcal{N}_X dan 𝒩Y\mathcal{N}_Y masing-masing merupakan basis lingkungan pada himpunan XX dan YY. Fungsi f:XYf\colon X\to Y disebut kontinu jika, untuk setiap xXx\in X dan N𝒩Y(f(x))N\in\mathcal{N}_Y(f(x)), himpunan f1(N)f^{-1}(N) memuat suatu lingkungan dasar dari xx.

Definisi ini merupakan perumuman besar dari definisi kontinuitas ε\varepsilonδ\delta.

Latihan 1.1. Buktikan bahwa jika f:(X,𝒩X)(Y,𝒩Y)f\colon(X,\mathcal{N}_X)\to(Y,\mathcal{N}_Y) kontinu menurut definisi di atas, maka ff kontinu untuk topologi yang dibangkitkan oleh basis lingkungan pada XX dan YY.

Ingat bahwa kontinuitas untuk topologi berarti f1(U)f^{-1}(U) terbuka untuk setiap himpunan terbuka UU.

Sebagai pemeriksaan kewajaran, fungsi identitas idX\operatorname{id}_X pada ruang XX memang kontinu. Setiap fungsi menuju ruang indiskret juga kontinu, demikian pula setiap fungsi dari ruang diskret.

Definisi 1.5 (homeomorfisma). Fungsi kontinu f:XYf\colon X\to Y disebut homeomorfisma jika terdapat fungsi kontinu g:YXg\colon Y\to X dengan gf=idXg\circ f=\operatorname{id}_X dan fg=idYf\circ g=\operatorname{id}_Y. Dalam keadaan ini, XX dan YY disebut homeomorfik.

Sekarang kita perlu menjelaskan cara membangun ruang baru serta pemetaan kontinu yang menghubungkannya dengan ruang asal.

Definisi 1.6 (topologi awal). Misalkan XX adalah himpunan; (Yα,𝒩α)(Y_\alpha,\mathcal{N}_\alpha), αI\alpha\in I, adalah keluarga himpunan yang dilengkapi basis lingkungan; dan fα:XYαf_\alpha\colon X\to Y_\alpha adalah keluarga fungsi. Topologi awal pada XX dibangkitkan oleh basis lingkungan berikut: suatu himpunan bagian BXB\subseteq X merupakan lingkungan dasar dari xx jika dan hanya jika BB berbentuk

fα11(N1)fαk1(Nk), f_{\alpha_1}^{-1}(N_1)\cap\cdots\cap f_{\alpha_k}^{-1}(N_k),

untuk beberapa α1,,αk\alpha_1,\ldots,\alpha_k dan Ni𝒩αi(fαi(x))N_i\in\mathcal{N}_{\alpha_i}(f_{\alpha_i}(x)). Untuk keluarga kosong, irisan kosong ditafsirkan sebagai XX.

Latihan 1.2. Buktikan bahwa koleksi pada Definisi 1.6 benar-benar merupakan basis lingkungan.

Konstruksi ini merangkum topologi produk. Untuk X=Y1×Y2X=Y_1\times Y_2 dan proyeksi fi:XYif_i\colon X\to Y_i, fi(y1,y2)=yif_i(y_1,y_2)=y_i, topologi awal adalah topologi produk. Konstruksi yang sama juga menghasilkan topologi subruang: ambil injeksi f:XYf\colon X\hookrightarrow Y lalu berikan XX topologi awal.

Lema 1.1 (sifat universal topologi awal). Setelah XX diberi topologi awal, setiap fungsi fα:XYαf_\alpha\colon X\to Y_\alpha kontinu. Selain itu, fungsi k:ZXk\colon Z\to X kontinu jika dan hanya jika fαk:ZYαf_\alpha\circ k\colon Z\to Y_\alpha kontinu untuk setiap α\alpha.

Pendamping penguasaan terpecahkan

Bagian ini merupakan materi baru untuk edisi Bahasa Indonesia. Tujuannya bukan mengganti latihan sumber, melainkan menyediakan bukti lengkap, pemeriksaan konsep, dan satu perhitungan deformasi yang menutup hasil belajar Unit 1.

1.3 Solusi Latihan 1.1

Misalkan UU terbuka dalam topologi pada YY yang dibangkitkan oleh 𝒩Y\mathcal{N}_Y. Kita harus membuktikan bahwa f1(U)f^{-1}(U) terbuka dalam topologi pada XX yang dibangkitkan oleh 𝒩X\mathcal{N}_X.

Ambil xf1(U)x\in f^{-1}(U). Karena f(x)Uf(x)\in U dan UU bersifat 𝒩Y\mathcal{N}_Y-terbuka, terdapat N𝒩Y(f(x))N\in\mathcal{N}_Y(f(x)) dengan NUN\subseteq U. Kontinuitas menurut Definisi 1.4 memberi lingkungan dasar M𝒩X(x)M\in\mathcal{N}_X(x) yang memenuhi

Mf1(N)f1(U). M\subseteq f^{-1}(N)\subseteq f^{-1}(U).

Jadi setiap titik xf1(U)x\in f^{-1}(U) memiliki lingkungan dasar yang termuat dalam f1(U)f^{-1}(U). Artinya, f1(U)f^{-1}(U) bersifat 𝒩X\mathcal{N}_X-terbuka. Karena hal ini berlaku untuk setiap UU terbuka, ff kontinu untuk topologi-topologi yang dibangkitkan tersebut.

1.4 Solusi Latihan 1.2

Tuliskan anggota calon basis di xx sebagai B=i=1kfαi1(Ni)B=\bigcap_{i=1}^{k}f_{\alpha_i}^{-1}(N_i), dengan Ni𝒩αi(fαi(x))N_i\in\mathcal{N}_{\alpha_i}(f_{\alpha_i}(x)).

  1. Karena fαi(x)Nif_{\alpha_i}(x)\in N_i untuk setiap ii, berlaku xBx\in B.
  2. Jika B1B_1 dan B2B_2 adalah dua lingkungan dasar di xx, irisannya kembali merupakan irisan berhingga dari prabayangan lingkungan dasar. Apabila indeks yang sama muncul dua kali, aksioma kedua basis lingkungan di YαY_\alpha memberi lingkungan dasar yang lebih kecil di dalam irisan keduanya. Jadi terdapat lingkungan dasar B3B1B2B_3\subseteq B_1\cap B_2.
  3. Untuk setiap NiN_i pada representasi BB, aksioma ketiga basis lingkungan di YαiY_{\alpha_i} memberi UiNiU_i\subseteq N_i yang memuat fαi(x)f_{\alpha_i}(x) dan mempunyai sifat penyempurnaan lokal. Tetapkan U=ifαi1(Ui)BU=\bigcap_i f_{\alpha_i}^{-1}(U_i)\subseteq B. Jika yUy\in U, untuk setiap ii pilih Vi𝒩αi(fαi(y))V_i\in\mathcal{N}_{\alpha_i}(f_{\alpha_i}(y)) dengan ViUiV_i\subseteq U_i. Maka ifαi1(Vi)\bigcap_i f_{\alpha_i}^{-1}(V_i) adalah lingkungan dasar dari yy yang termuat dalam UU.

Ketiga aksioma basis lingkungan terpenuhi. Jika II kosong, satu-satunya irisan yang diperlukan adalah irisan kosong XX, dan argumen yang sama tetap berlaku.

1.5 Pemeriksaan Lema 1.1

Untuk N𝒩α(fα(x))N\in\mathcal{N}_\alpha(f_\alpha(x)), prabayangan fα1(N)f_\alpha^{-1}(N) adalah salah satu lingkungan dasar pembangkit di xx. Jadi setiap fαf_\alpha kontinu.

Jika k:ZXk\colon Z\to X kontinu, komposisi fαkf_\alpha\circ k kontinu karena komposisi fungsi kontinu bersifat kontinu. Sebaliknya, anggap setiap fαkf_\alpha\circ k kontinu. Untuk lingkungan dasar B=i=1mfαi1(Ni)B=\bigcap_{i=1}^m f_{\alpha_i}^{-1}(N_i) di sekitar k(z)k(z), kita mempunyai

k1(B)=i=1m(fαik)1(Ni). k^{-1}(B)=\bigcap_{i=1}^m(f_{\alpha_i}\circ k)^{-1}(N_i).

Setiap faktor di ruas kanan memuat suatu lingkungan dasar dari zz. Dengan aksioma irisan berhingga untuk basis lingkungan di ZZ, irisannya juga memuat suatu lingkungan dasar dari zz. Jadi kk kontinu.

1.6 Contoh terpecahkan: penciutan radial

Definisikan r:3\{0}S2r\colon\mathbb{R}^3\setminus\{0\}\to S^2 dengan r(x)=x/xr(x)=x/\lVert x\rVert, dan misalkan i:S23\{0}i\colon S^2\hookrightarrow\mathbb{R}^3\setminus\{0\} adalah inklusi. Jelas ri=idS2r\circ i=\operatorname{id}_{S^2}.

Untuk membandingkan iri\circ r dengan identitas pada 3\{0}\mathbb{R}^3\setminus\{0\}, gunakan

H(x,t)=((1t)+tx)x,0t1. H(x,t)=\left((1-t)+\frac{t}{\lVert x\rVert}\right)x, \qquad 0\le t\le1.

Koefisien di dalam kurung selalu positif, sehingga H(x,t)0H(x,t)\ne0. Selain itu, H(x,0)=xH(x,0)=x dan H(x,1)=x/x=i(r(x))H(x,1)=x/\lVert x\rVert=i(r(x)). Jadi HH adalah homotopi dari identitas ke iri\circ r. Jika xS2x\in S^2, maka x=1\lVert x\rVert=1 dan H(x,t)=((1t)+t)x=xH(x,t)=((1-t)+t)x=x untuk setiap tt. Homotopi ini menetapkan S2S^2 titik demi titik. Dengan demikian, S2S^2 memang merupakan retrak deformasi dari 3\{0}\mathbb{R}^3\setminus\{0\}.

Pemeriksaan konsep. Contoh ini tidak mengatakan bahwa homeomorfisma boleh mengubah dimensi. Contoh ini mengatakan bahwa tipe homotopi dapat sama walaupun dimensi ruang berbeda. Perbedaan antara homeomorfisma dan ekuivalensi homotopi akan menjadi pusat unit berikutnya.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi Bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 349–584 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Penanda \lecturenum{3} muncul di tengah baris 585, sesudah kata “This”; seluruh kalimat pada baris 585 dan seterusnya disisihkan untuk unit berikutnya agar batas kuliah tidak menghasilkan fragmen kalimat. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, pemindahan satu latihan dari catatan pinggir ke blok latihan, pelengkapan bukti yang hanya diisyaratkan oleh sumber, dan tujuh koreksi terbatas: tanda pembentuk himpunan pada definisi DnD^n, faktor koordinat dalam pemeriksaan kontinuitas kontraksi, argumen nilai antara untuk ruang diskret, peubah terikat yang hilang pada syarat surjektif bersama, kasus ruang kosong dalam definisi keterhubungan, serta dua syarat kontinuitas yang hilang pada klaim tentang lintasan dan pemetaan ke ruang diskret. Materi pendamping penguasaan setelah teks inti ditulis khusus untuk edisi ini dan juga tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

2 Kuliah 2

2.1 Kelanjutan topologi awal

Contoh 2.1 (topologi subruang). Misalkan keluarga fungsi hanya terdiri atas satu pemetaan injektif, yaitu ι:XY\iota\colon X\hookrightarrow Y, dengan YY suatu ruang topologis. Topologi awal pada XX adalah topologi subruang: lingkungan dasar dari xx berbentuk

ι1(N), \iota^{-1}(N),

dengan NN lingkungan dasar dari ι(x)\iota(x). Jika XX dipandang sebagai himpunan bagian dari YY, himpunan ini pada dasarnya adalah NXN\cap X.

Contoh 2.2 (fungsi konstan). Sebaliknya, misalkan cy0:XYc_{y_0}\colon X\to Y adalah fungsi konstan yang mengirim setiap xXx\in X ke y0Yy_0\in Y. Untuk setiap lingkungan NN dari y0y_0,

cy01(N)=X. c_{y_0}^{-1}(N)=X.

Jadi satu-satunya lingkungan dari setiap xXx\in X dalam topologi awal tersebut adalah XX sendiri. Dengan demikian, topologi awal yang dihasilkan oleh fungsi konstan adalah topologi indiskret.

Secara umum, suatu keluarga fungsi fα:XYαf_\alpha\colon X\to Y_\alpha menentukan fungsi tunggal

(fα):XαYα,x(fα(x))α. (f_\alpha)\colon X\longrightarrow\prod_\alpha Y_\alpha, \qquad x\longmapsto\bigl(f_\alpha(x)\bigr)_\alpha.

Jika αYα\prod_\alpha Y_\alpha diberi topologi produk, topologi awal pada XX yang dibangkitkan oleh keluarga {fα}\{f_\alpha\} sama dengan topologi awal yang dibangkitkan oleh fungsi tunggal (fα)(f_\alpha). Oleh karena itu, jika (fα)(f_\alpha) injektif, XX mewarisi topologi subruang dari ruang produk tersebut. Inilah penggunaan utama topologi awal yang akan kita jumpai.

Contoh 2.3 (submanifold). Suatu submanifold MnM\subseteq\mathbb{R}^n memperoleh topologinya dari fungsi-fungsi koordinat

Mnpri. M\hookrightarrow\mathbb{R}^n\xrightarrow{\operatorname{pr}_i}\mathbb{R}.

Suatu pemetaan menuju MM kontinu jika dan hanya jika komposisinya dengan setiap fungsi koordinat kontinu.

Latihan 2.1. Diberikan suatu himpunan XX, ruang topologis YY, dan fungsi f:XYf\colon X\to Y. Andaikan x1,x2Xx_1,x_2\in X memenuhi f(x1)=f(x2)f(x_1)=f(x_2). Buktikan bahwa, dalam topologi awal pada XX, subset VXV\subseteq X merupakan lingkungan dari x1x_1 jika dan hanya jika VV merupakan lingkungan dari x2x_2.

2.2 Topologi akhir dan ruang hasil bagi

Konstruksi berikut akan lebih penting bagi kita dan mungkin belum dikenal oleh sebagian besar pembaca.

Definisi 2.1 (topologi akhir). Misalkan XX adalah suatu himpunan; (Zβ,𝒩β)(Z_\beta,\mathcal{N}_\beta), βJ\beta\in J, adalah keluarga ruang topologis, dengan ruang yang sama boleh muncul lebih dari sekali; dan gβ:ZβXg_\beta\colon Z_\beta\to X adalah keluarga fungsi. Perhatikan bahwa arah fungsi-fungsi ini berlawanan dengan arah fungsi pada topologi awal.

Topologi akhir pada XX didefinisikan sebagai berikut: subset UXU\subseteq X terbuka jika dan hanya jika

gβ1(U) terbuka dalam Zβuntuk setiap βJ. g_\beta^{-1}(U)\text{ terbuka dalam }Z_\beta \quad\text{untuk setiap }\beta\in J.

Topologi akhir lebih mudah dirumuskan dengan himpunan terbuka daripada dengan lingkungan.

Lema 2.1 (sifat universal topologi akhir). Setelah XX diberi topologi akhir, semua fungsi gβ:ZβXg_\beta\colon Z_\beta\to X kontinu. Selain itu, suatu fungsi h:XWh\colon X\to W kontinu jika dan hanya jika hgβ:ZβWh\circ g_\beta\colon Z_\beta\to W kontinu untuk setiap βJ\beta\in J.

Kita akan sering menggunakan dua kasus khusus berikut.

Contoh 2.4 (topologi hasil bagi). Misalkan ZZ adalah ruang topologis dan \sim suatu relasi ekuivalensi pada ZZ. Definisikan X=Z/X=Z/{\sim} dan pemetaan hasil bagi

π:ZX,y[y]. \pi\colon Z\to X, \qquad y\longmapsto[y].

Topologi akhir pada XX terdiri atas subset-subset UXU\subseteq X yang memenuhi

U terbuka dalam Xπ1(U) terbuka dalam Z. U\text{ terbuka dalam }X \quad\Longleftrightarrow\quad \pi^{-1}(U)\text{ terbuka dalam }Z.

Sebagai contoh, berikan S2S^2 topologi awal yang dibangkitkan oleh fungsi-fungsi koordinat

xi:S23pri; x_i\colon S^2\hookrightarrow\mathbb{R}^3 \xrightarrow{\operatorname{pr}_i}\mathbb{R};

ini adalah topologi biasa pada S2S^2. Bentuk relasi ekuivalensi yang dibangkitkan oleh xxx\sim -x untuk setiap xS2x\in S^2. Ruang hasil baginya adalah bidang projektif real 2\mathbb{RP}^2. Kita memberinya topologi akhir yang berasal dari S22S^2\to\mathbb{RP}^2; topologi inilah yang dimilikinya sebagai manifold. Sebagai catatan, pemetaan ini menjadikan S2S^2 suatu ruang penutup dari 2\mathbb{RP}^2. Ruang penutup akan dipelajari pada bagian pertama mata kuliah ini.

2.3 Gabungan saling lepas dan sifat universalnya

Ingat kembali gabungan saling lepas dari himpunan-himpunan. Untuk keluarga himpunan {Zβ}βJ\{Z_\beta\}_{\beta\in J} terdapat injeksi

inγ:ZγβZβ, \operatorname{in}_\gamma\colon Z_\gamma \hookrightarrow\bigsqcup_\beta Z_\beta,

dengan salinan-salinan ZβZ_\beta saling lepas. Jika setiap ZβZ_\beta adalah ruang topologis, kita memberikan βZβ\bigsqcup_\beta Z_\beta topologi akhir yang dibangkitkan oleh semua pemetaan inγ\operatorname{in}_\gamma. Topologi ini disebut topologi gabungan saling lepas atau topologi jumlah, dan ruangnya kadang-kadang disebut jumlah topologis. Suatu titik di dalamnya dapat ditulis sebagai pasangan (β,z)(\beta,z) dengan zZβz\in Z_\beta.

Latihan 2.2 (latihan pinggir pada sumber). Buktikan bahwa pemetaan kanonik

Φ:β(X×Zβ)X×βZβ,Φ(β,(x,z))=(x,(β,z)), \Phi\colon\bigsqcup_\beta(X\times Z_\beta) \longrightarrow X\times\bigsqcup_\beta Z_\beta, \qquad \Phi\bigl(\beta,(x,z)\bigr)=\bigl(x,(\beta,z)\bigr),

adalah suatu homeomorfisma.

Latihan 2.3 (pemetaan keluar dari suatu jumlah). Diberikan fungsi-fungsi kontinu hβ:ZβWh_\beta\colon Z_\beta\to W, buktikan bahwa terdapat tepat satu fungsi kontinu

h=hβ:βZβW h=\langle h_\beta\rangle\colon\bigsqcup_\beta Z_\beta\to W

yang memenuhi hβ=hinβh_\beta=h\circ\operatorname{in}_\beta untuk setiap β\beta. Dengan kata lain, diagram berikut komutatif:

ZγinγβZβhγhW \begin{array}{ccc} Z_\gamma & \xrightarrow{\operatorname{in}_\gamma} & \displaystyle\bigsqcup_\beta Z_\beta\\[4pt] & \searrow_{h_\gamma} & \downarrow h\\[-2pt] & & W \end{array}

Lema 2.2. Topologi akhir pada XX yang dibangkitkan oleh gβ:ZβXg_\beta\colon Z_\beta\to X sama dengan topologi akhir yang dibangkitkan oleh fungsi tunggal

g=gβ:βZβX, g=\langle g_\beta\rangle\colon \bigsqcup_\beta Z_\beta\to X,

dengan domain diberi topologi jumlah.

Bukti. Untuk setiap UXU\subseteq X,

U terbukagβ1(U) terbuka untuk setiap β(ginβ)1(U)=inβ1(g1(U)) terbuka untuk setiap βg1(U) terbuka dalam topologi jumlah. \begin{aligned} U\text{ terbuka} &\Longleftrightarrow g_\beta^{-1}(U)\text{ terbuka untuk setiap }\beta\\ &\Longleftrightarrow (g\circ\operatorname{in}_\beta)^{-1}(U) =\operatorname{in}_\beta^{-1}\bigl(g^{-1}(U)\bigr) \text{ terbuka untuk setiap }\beta\\ &\Longleftrightarrow g^{-1}(U)\text{ terbuka dalam topologi jumlah}. \end{aligned}

Kondisi pertama mendefinisikan topologi akhir untuk keluarga {gβ}\{g_\beta\}, sedangkan kondisi terakhir mendefinisikan topologi akhir untuk gg. Jadi kedua topologi itu sama. \square

Jika keluarga gβ:ZβXg_\beta\colon Z_\beta\to X surjektif secara bersama-sama, artinya

xXβJzZβgβ(z)=x, \forall x\in X\;\exists\beta\in J\;\exists z\in Z_\beta \quad g_\beta(z)=x,

kita dapat menafsirkan topologi akhir sebagai topologi perekatan. Berikan relasi ekuivalensi pada βZβ\bigsqcup_\beta Z_\beta dengan

(β1,z1)(β2,z2)gβ1(z1)=gβ2(z2)X. (\beta_1,z_1)\sim(\beta_2,z_2) \quad\Longleftrightarrow\quad g_{\beta_1}(z_1)=g_{\beta_2}(z_2)\in X.

Sebagai himpunan, XX adalah himpunan kelas ekuivalensi dari relasi ini. Jadi kita dapat memandang XX sebagai hasil perekatan himpunan-himpunan yang mendasari ruang-ruang ZβZ_\beta. Topologi akhir adalah topologi alami pada ruang yang diperoleh dengan merekatkan ruang-ruang tersebut.

2.4 Sampul dan lema perekatan

Latihan 2.4 (sampul terbuka). Misalkan {Uα}\{U_\alpha\} adalah suatu sampul terbuka dari ruang XX. Buktikan bahwa topologi XX adalah topologi akhir yang dibangkitkan oleh semua inklusi

UαX, U_\alpha\hookrightarrow X,

atau, secara ekuivalen, oleh pemetaan

αUαX. \bigsqcup_\alpha U_\alpha\longrightarrow X.

Contoh 2.5 (atlas manifold). Setiap manifold MM mempunyai topologi akhir yang berasal dari sembarang atlas yang dipilih untuknya.

Latihan 2.5 (sampul tertutup berhingga). Misalkan {Vi}i=1n\{V_i\}_{i=1}^n adalah sampul tertutup berhingga dari XX. Buktikan bahwa topologi XX adalah topologi akhir yang dibangkitkan oleh

i=1nViX. \bigsqcup_{i=1}^nV_i\longrightarrow X.

Contoh 2.6 (selang yang dipecah). Setiap selang tertutup [a,b][a,b]\subset\mathbb{R} dengan topologi subruang mempunyai topologi akhir yang berasal dari koleksi subselang

[a,t1],[t1,t2],,[tk,b], [a,t_1],\ [t_1,t_2],\ \ldots,\ [t_k,b],

yang masing-masing diberi topologi subruang dari \mathbb{R}.

Latihan-latihan tersebut menghasilkan pernyataan yang biasanya disebut lema perekatan atau lema penempelan.

Lema 2.3 (lema perekatan). Misalkan XX adalah ruang topologis dan {Uα}αI\{U_\alpha\}_{\alpha\in I} suatu sampul terbuka sembarang, atau {Vi}i=1n\{V_i\}_{i=1}^n suatu sampul tertutup berhingga. Misalkan pula YY adalah ruang topologis. Jika pembatasan fungsi f:XYf\colon X\to Y ke setiap UαU_\alpha kontinu—atau, dalam kasus kedua, pembatasannya ke setiap ViV_i kontinu—maka ff kontinu pada XX.

Kelak kita akan menjumpai ruang-ruang yang dibangun dengan merekatkan banyak ruang “sederhana”, misalnya cakram

Dn:={xnx1}, D^n:=\bigl\{x\in\mathbb{R}^n\mid\lVert x\rVert\le 1\bigr\},

dengan topologi subruang dari n\mathbb{R}^n. Dalam konteks ini, “sederhana” secara kasar berarti “dapat diciutkan menjadi satu titik”.

2.5 Homotopi dan kontraktibilitas

“Dapat diciutkan” menyatakan suatu proses kontinu yang berlangsung sepanjang waktu. Ambil I=[0,1]I=[0,1] dan definisikan

H:I×DnDn,(t,𝒙)(1t)𝒙. \begin{aligned} H\colon I\times D^n&\longrightarrow D^n,\\ (t,\mathbf{x})&\longmapsto(1-t)\mathbf{x}. \end{aligned}

Pemetaan ini memang bernilai di DnD^n, sebab (1t)𝒙=(1t)𝒙1\lVert(1-t)\mathbf{x}\rVert=(1-t)\lVert\mathbf{x}\rVert\le1 untuk 0t10\le t\le1 dan 𝒙Dn\mathbf{x}\in D^n.

Untuk setiap tIt\in I, fungsi ini memberi pemetaan Ht:DnDnH_t\colon D^n\to D^n. Pada kedua ujung selang,

H0=idDn,H1(𝒙)=0. H_0=\operatorname{id}_{D^n}, \qquad H_1(\mathbf{x})=0.

Fungsi HH kontinu. Untuk melihatnya, ingat bahwa DnnD^n\subset\mathbb{R}^n dan II\subset\mathbb{R} diberi topologi subruang, sedangkan n\mathbb{R}^n diberi topologi produk. Karena topologi pada DnD^n adalah topologi awal untuk fungsi-fungsi koordinat xi:Dnx_i\colon D^n\to\mathbb{R}, kontinuitas HH dapat diperiksa koordinat demi koordinat. Komposisi koordinat ke-ii adalah

I×DnidI×xiI××μ,(t,𝒙)(t,xi)(1t,xi)(1t)xi, \begin{aligned} I\times D^n &\xrightarrow{\operatorname{id}_I\times x_i} I\times\mathbb{R} \longrightarrow\mathbb{R}\times\mathbb{R} \xrightarrow{\ \mu\ }\mathbb{R},\\ (t,\mathbf{x}) &\longmapsto(t,x_i) \longmapsto(1-t,x_i) \longmapsto(1-t)x_i, \end{aligned}

dengan μ(a,b)=ab\mu(a,b)=ab.

Latihan 2.6 (produk pemetaan). Jika f:XWf\colon X\to W dan g:YZg\colon Y\to Z kontinu, buktikan bahwa

f×g:X×YW×Z,(x,y)(f(x),g(y)), f\times g\colon X\times Y\to W\times Z, \qquad (x,y)\longmapsto(f(x),g(y)),

juga kontinu. Jika XX dan YY masing-masing mempunyai sekurang-kurangnya satu titik, buktikan pula implikasi sebaliknya: kontinuitas f×gf\times g mengakibatkan kontinuitas ff dan gg.

Jadi, untuk membuktikan HH kontinu, tinggal membuktikan bahwa perkalian μ:×\mu\colon\mathbb{R}\times\mathbb{R}\to\mathbb{R} kontinu. Topologi biasa pada \mathbb{R} berasal dari metrik, sehingga kita dapat memakai kriteria barisan untuk kontinuitas. Jika (an,bn)(a,b)(a_n,b_n)\to(a,b) dalam ×\mathbb{R}\times\mathbb{R}, maka

|anbnab|=|anbnabn+abnab||ana||bn|+|a||bnb||ana|supn|bn|+|a||bnb|0+0=0. \begin{aligned} |a_nb_n-ab| &=|a_nb_n-ab_n+ab_n-ab|\\ &\le |a_n-a|\,|b_n|+|a|\,|b_n-b|\\ &\le |a_n-a|\sup_n|b_n|+|a|\,|b_n-b|\\ &\longrightarrow0+0=0. \end{aligned}

Barisan (bn)(b_n) terbatas karena konvergen. Maka perkalian kontinu, sehingga setiap fungsi koordinat dari HH kontinu dan akhirnya HH sendiri kontinu.

Definisi 2.2 (ruang kontraktil). Ruang XX disebut kontraktil—atau dapat dikontraksikan ke x0Xx_0\in X—jika terdapat titik x0Xx_0\in X dan fungsi kontinu

H:I×XX H\colon I\times X\to X

yang memenuhi, untuk setiap xXx\in X,

H(0,x)=x,H(1,x)=x0. H(0,x)=x, \qquad H(1,x)=x_0.

Fungsi HH disebut suatu kontraksi.

Kita telah membuktikan bahwa DnD^n kontraktil.

Latihan 2.7. Buktikan bahwa \mathbb{R} kontraktil. Buktikan pula bahwa produk sembarang dari ruang-ruang kontraktil adalah kontraktil.

Contoh 2.7 (ruang diskret yang kontraktil). Misalkan ruang diskret SS kontraktil ke suatu titik *S*\in S melalui h:I×SSh\colon I\times S\to S. Untuk sSs\in S, batasi hh pada I×{s}I\times\{s\} sehingga diperoleh lintasan

hs:IS,hs(0)=s,hs(1)=*. h_s\colon I\to S, \qquad h_s(0)=s, \quad h_s(1)=*.

Andaikan s*s\ne *. Karena SS diskret, fungsi karakteristik

χ{*}:S,χ{*}(*)=1,χ{*}(u)=0 untuk u*, \chi_{\{*\}}\colon S\to\mathbb{R}, \qquad \chi_{\{*\}}(*)=1, \quad \chi_{\{*\}}(u)=0\text{ untuk }u\ne *,

kontinu. Komposisi h̃=χ{*}hs:I\widetilde h=\chi_{\{*\}}\circ h_s\colon I\to\mathbb{R} juga kontinu, mempunyai h̃(0)=0\widetilde h(0)=0 dan h̃(1)=1\widetilde h(1)=1, tetapi citranya termuat dalam {0,1}\{0,1\}. Teorema nilai antara menyatakan bahwa citranya harus memuat setiap nilai di antara 00 dan 11, suatu kontradiksi. Jadi tidak ada s*s\ne *, dan SS tepat mempunyai satu anggota.

Pertanyaan 2.1. Jika XX kontraktil, apakah pilihan titik x0Xx_0\in X berpengaruh? Jika XX dapat dikontraksikan ke x0x_0, apakah XX juga dapat dikontraksikan ke setiap xx0x\ne x_0?

Suatu selang hanya dapat dipetakan secara kontinu ke ruang diskret jika pemetaannya konstan; secara ekuivalen, citranya hanya terdiri atas satu titik. Sifat ini cukup penting untuk diberi nama.

Definisi 2.3 (keterhubungan). Ruang XX disebut terhubung jika setiap pemetaan kontinu dari XX ke suatu ruang diskret mempunyai citra yang memuat paling banyak satu titik.

Definisi ini ekuivalen dengan definisi keterhubungan yang biasa dan, seperti definisi biasa itu, menggolongkan ruang kosong sebagai ruang terhubung. Untuk ruang tak kosong, “paling banyak satu titik” tentu berarti “tepat satu titik”.

Selang II merupakan contoh ruang terhubung. Lebih kuat lagi, jika dua titik x,yXx,y\in X dihubungkan oleh suatu lintasan, yaitu pemetaan kontinu

γ:IX,γ(0)=x,γ(1)=y, \gamma\colon I\to X, \qquad \gamma(0)=x, \quad \gamma(1)=y,

maka setiap fungsi kontinu f:XSf\colon X\to S ke ruang diskret memenuhi f(x)=f(y)f(x)=f(y).

Contoh 2.8. Setiap ruang kontraktil terhubung. Memang, jika XX kontraktil melalui HH ke x0x_0, maka untuk setiap yXy\in X pemetaan tH(t,y)t\mapsto H(t,y) adalah lintasan dari yy ke x0x_0. Karena itu, untuk setiap pemetaan kontinu f:XSf\colon X\to S ke ruang diskret,

f(y)=f(x0) f(y)=f(x_0)

untuk semua yXy\in X. Jadi citra ff hanya mempunyai satu titik.

Ada banyak ruang yang terhubung tetapi tidak kontraktil, namun kita belum dapat membuktikannya pada tahap ini.

Pendamping penguasaan terpecahkan

Bagian ini merupakan materi baru untuk edisi Bahasa Indonesia. Setiap latihan dan pertanyaan pada Kuliah 2 dijawab lengkap; dua sifat universal yang menjadi penghubung utama argumen perekatan juga dibuktikan secara eksplisit.

2.6 Solusi Latihan 2.1

Dalam topologi awal yang dibangkitkan oleh ff, lingkungan dasar dari xXx\in X berbentuk f1(N)f^{-1}(N), dengan NN lingkungan dari f(x)f(x) dalam YY.

Andaikan VV merupakan lingkungan dari x1x_1. Maka terdapat lingkungan NN dari f(x1)f(x_1) dengan

f1(N)V. f^{-1}(N)\subseteq V.

Karena f(x1)=f(x2)f(x_1)=f(x_2), himpunan NN juga merupakan lingkungan dari f(x2)f(x_2), sehingga f1(N)f^{-1}(N) adalah lingkungan dasar dari x2x_2. Jadi VV merupakan lingkungan dari x2x_2. Argumen yang sama dengan menukar x1x_1 dan x2x_2 memberi implikasi sebaliknya.

Makna. Topologi awal tidak dapat membedakan dua titik yang mempunyai citra sama di bawah semua pemetaan pembangkit. Untuk suatu keluarga {fα}\{f_\alpha\}, argumen yang sama berlaku jika fα(x1)=fα(x2)f_\alpha(x_1)=f_\alpha(x_2) untuk setiap α\alpha.

2.7 Bukti lengkap Lema 2.1

Ambil UXU\subseteq X terbuka dalam topologi akhir. Menurut definisi, gβ1(U)g_\beta^{-1}(U) terbuka dalam ZβZ_\beta untuk setiap β\beta. Jadi setiap gβg_\beta kontinu.

Jika h:XWh\colon X\to W kontinu, maka setiap komposisi hgβh\circ g_\beta kontinu. Sebaliknya, andaikan semua hgβh\circ g_\beta kontinu. Untuk setiap himpunan terbuka OWO\subseteq W dan setiap β\beta,

gβ1(h1(O))=(hgβ)1(O) g_\beta^{-1}\bigl(h^{-1}(O)\bigr) =(h\circ g_\beta)^{-1}(O)

terbuka dalam ZβZ_\beta. Definisi topologi akhir lalu menyatakan bahwa h1(O)h^{-1}(O) terbuka dalam XX. Karena hal ini berlaku untuk setiap OO, fungsi hh kontinu.

2.8 Solusi Latihan 2.2

Pemetaan Φ\Phi jelas bijektif, dengan invers

Ψ(x,(β,z))=(β,(x,z)). \Psi\bigl(x,(\beta,z)\bigr)=\bigl(\beta,(x,z)\bigr).

Untuk setiap β\beta, pembatasan Φ\Phi pada komponen X×ZβX\times Z_\beta adalah

X×ZβidX×inβX×γZγ, X\times Z_\beta \xrightarrow{\operatorname{id}_X\times\operatorname{in}_\beta} X\times\bigsqcup_\gamma Z_\gamma,

yang kontinu menurut Latihan 2.6. Karena domain Φ\Phi diberi topologi jumlah, sifat universal topologi akhir menunjukkan bahwa Φ\Phi kontinu.

Untuk kontinuitas Ψ\Psi, perhatikan bahwa setiap komponen inβ(Zβ)\operatorname{in}_\beta(Z_\beta) terbuka dalam γZγ\bigsqcup_\gamma Z_\gamma: prabayangannya pada suatu komponen ZγZ_\gamma adalah ZγZ_\gamma jika γ=β\gamma=\beta dan kosong jika tidak. Oleh karena itu,

X×inβ(Zβ) X\times\operatorname{in}_\beta(Z_\beta)

membentuk sampul terbuka dari X×γZγX\times\bigsqcup_\gamma Z_\gamma. Pada komponen ini, pembatasan Ψ\Psi adalah komposisi invers homeomorfisma kanonik X×ZβX×inβ(Zβ)X\times Z_\beta\to X\times\operatorname{in}_\beta(Z_\beta) dengan inklusi komponen X×Zβγ(X×Zγ)X\times Z_\beta\hookrightarrow\bigsqcup_\gamma(X\times Z_\gamma), sehingga kontinu. Lema perekatan memberi bahwa Ψ\Psi kontinu secara global. Jadi Φ\Phi adalah homeomorfisma.

2.9 Solusi Latihan 2.3

Definisikan fungsi hh pada gabungan saling lepas dengan

h(β,z)=hβ(z). h(\beta,z)=h_\beta(z).

Fungsi ini unik dengan sifat hinβ=hβh\circ\operatorname{in}_\beta=h_\beta, sebab setiap titik pada gabungan saling lepas berada pada tepat satu komponen. Karena topologi jumlah adalah topologi akhir bagi pemetaan-pemetaan inklusi tersebut, Lema 2.1 memberi

h kontinuhinβ=hβ kontinu untuk setiap β. h\text{ kontinu} \quad\Longleftrightarrow\quad h\circ\operatorname{in}_\beta=h_\beta \text{ kontinu untuk setiap }\beta.

Syarat di ruas kanan telah diberikan, sehingga hh kontinu.

2.10 Solusi Latihan 2.4

Misalkan AXA\subseteq X memenuhi bahwa AUαA\cap U_\alpha terbuka dalam UαU_\alpha untuk setiap α\alpha. Karena UαU_\alpha terbuka dalam XX, setiap subset yang terbuka dalam UαU_\alpha juga terbuka dalam XX. Jadi semua AUαA\cap U_\alpha terbuka dalam XX. Karena {Uα}\{U_\alpha\} menutupi XX,

A=AX=AαUα=α(AUα), A=A\cap X =A\cap\bigcup_\alpha U_\alpha =\bigcup_\alpha(A\cap U_\alpha),

yang terbuka dalam XX. Sebaliknya, jika AA terbuka dalam XX, maka AUαA\cap U_\alpha terbuka dalam UαU_\alpha. Inilah persis syarat topologi akhir untuk semua inklusi UαXU_\alpha\hookrightarrow X.

2.11 Solusi Latihan 2.5

Misalkan AXA\subseteq X dan AViA\cap V_i terbuka dalam ViV_i untuk setiap ii. Tetapkan F=X\AF=X\setminus A. Maka

FVi=Vi\(AVi) F\cap V_i=V_i\setminus(A\cap V_i)

tertutup dalam ViV_i. Karena ViV_i tertutup dalam XX, himpunan FViF\cap V_i juga tertutup dalam XX. Sampulnya berhingga, sehingga

F=i=1n(FVi) F=\bigcup_{i=1}^n(F\cap V_i)

adalah gabungan berhingga himpunan tertutup dan karenanya tertutup dalam XX. Jadi AA terbuka. Implikasi sebaliknya langsung dari definisi topologi subruang. Dengan demikian, topologi XX adalah topologi akhir untuk pemetaan inklusi ViXV_i\hookrightarrow X.

Syarat “berhingga” tidak boleh dihapus dari argumen ini: gabungan tak berhingga himpunan tertutup tidak harus tertutup.

2.12 Bukti Lema 2.3

Untuk sampul terbuka, Latihan 2.4 mengatakan bahwa XX mempunyai topologi akhir bagi pemetaan inklusi UαXU_\alpha\hookrightarrow X. Pembatasan f|Uαf|_{U_\alpha} adalah komposisi

UαXfY. U_\alpha\hookrightarrow X\xrightarrow{f}Y.

Jika semua komposisi ini kontinu, sifat universal pada Lema 2.1 menyatakan bahwa ff kontinu. Untuk sampul tertutup berhingga, gunakan Latihan 2.5 dengan argumen yang sama.

2.13 Solusi Latihan 2.6

Topologi produk pada W×ZW\times Z adalah topologi awal untuk proyeksi prW\operatorname{pr}_W dan prZ\operatorname{pr}_Z. Karena

prW(f×g)=fprX,prZ(f×g)=gprY, \operatorname{pr}_W\circ(f\times g)=f\circ\operatorname{pr}_X, \qquad \operatorname{pr}_Z\circ(f\times g)=g\circ\operatorname{pr}_Y,

dan semua fungsi di ruas kanan kontinu, sifat universal topologi awal menunjukkan bahwa f×gf\times g kontinu.

Sekarang andaikan f×gf\times g kontinu serta pilih y0Yy_0\in Y dan x0Xx_0\in X. Pemetaan

iX:XX×Y,x(x,y0) i_X\colon X\to X\times Y, \qquad x\longmapsto(x,y_0)

kontinu karena kedua fungsi koordinatnya—identitas pada XX dan fungsi konstan ke y0y_0—kontinu. Maka

f=prW(f×g)iX f=\operatorname{pr}_W\circ(f\times g)\circ i_X

kontinu. Dengan cara yang sama, pemetaan iY(y)=(x0,y)i_Y(y)=(x_0,y) memberi

g=prZ(f×g)iY, g=\operatorname{pr}_Z\circ(f\times g)\circ i_Y,

sehingga gg kontinu. Kebutuhan akan x0x_0 dan y0y_0 menjelaskan syarat bahwa kedua domain tidak kosong.

2.14 Solusi Latihan 2.7

Kontraksi \mathbb{R} ke 00 diberikan oleh

H:I×,H(t,x)=(1t)x. H\colon I\times\mathbb{R}\to\mathbb{R}, \qquad H(t,x)=(1-t)x.

Fungsi ini kontinu, H(0,x)=xH(0,x)=x, dan H(1,x)=0H(1,x)=0.

Untuk setiap αA\alpha\in A, misalkan XαX_\alpha kontraktil ke xα0x_\alpha^0 melalui

Hα:I×XαXα. H_\alpha\colon I\times X_\alpha\to X_\alpha.

Definisikan

H:I×αAXααAXα,H(t,(xα)α)=(Hα(t,xα))α. \begin{aligned} H\colon I\times\prod_{\alpha\in A}X_\alpha &\longrightarrow\prod_{\alpha\in A}X_\alpha,\\ H\bigl(t,(x_\alpha)_\alpha\bigr) &=\bigl(H_\alpha(t,x_\alpha)\bigr)_\alpha. \end{aligned}

Untuk setiap proyeksi prα\operatorname{pr}_\alpha,

prαH=Hα(idI×prα), \operatorname{pr}_\alpha\circ H =H_\alpha\circ (\operatorname{id}_I\times\operatorname{pr}_\alpha),

yang kontinu. Sifat universal topologi produk menyatakan bahwa HH kontinu. Selain itu,

H(0,(xα)α)=(xα)α,H(1,(xα)α)=(xα0)α. H\bigl(0,(x_\alpha)_\alpha\bigr)=(x_\alpha)_\alpha, \qquad H\bigl(1,(x_\alpha)_\alpha\bigr)=(x_\alpha^0)_\alpha.

Jadi produk sembarang tersebut kontraktil.

2.15 Jawaban Pertanyaan 2.1

Pilihan titik kontraksi tidak berpengaruh: jika XX dapat dikontraksikan ke x0x_0, maka XX dapat dikontraksikan ke setiap x1Xx_1\in X.

Misalkan HH adalah kontraksi ke x0x_0. Definisikan

K(t,y)={H(2t,y),0t12,H(22t,x1),12t1. K(t,y)= \begin{cases} H(2t,y),&0\le t\le\tfrac12,\\[4pt] H(2-2t,x_1),&\tfrac12\le t\le1. \end{cases}

Pada t=12t=\tfrac12, kedua rumus bernilai x0x_0, sebab H(1,y)=x0=H(1,x1)H(1,y)=x_0=H(1,x_1). Masing-masing rumus kontinu pada subruang tertutup [0,12]×X[0,\tfrac12]\times X dan [12,1]×X[\tfrac12,1]\times X; Lema perekatan menunjukkan bahwa KK kontinu. Akhirnya,

K(0,y)=H(0,y)=y,K(1,y)=H(0,x1)=x1. K(0,y)=H(0,y)=y, \qquad K(1,y)=H(0,x_1)=x_1.

Jadi KK adalah kontraksi XX ke x1x_1.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 585-877 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Baris 878 membuka proposisi yang penandanya, \lecturenum{4}, baru muncul pada baris 879; karena itu baris 878 disisihkan bersama isi proposisi untuk Unit 4 agar tidak ada lingkungan LaTeX yang terpotong. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, pemindahan empat tugas dari catatan pinggir atau prosa ke blok latihan, dan sepuluh koreksi atau klarifikasi terbatas: ketak-kosongan komponen terhubung; syarat jari-jari positif pada homotopi anulus; ketak-kosongan pada klaim π0(X)=*\pi_0(X)=*; titik akhir homotopi gabungan; subinterval bagi paruh kedua homotopi gabungan; nama homotopi balik; ketak-kosongan dalam definisi keterhubungan lintasan; kategori asal objek pada definisi fungtor; kasus citra kosong pada bukti keterhubungan citra; dan asumsi keterhubungan lokal pada bukti kedua fungtorialitas π0\pi_0. Materi pendamping penguasaan menjawab seluruh lima latihan dan melengkapi bukti bahwa keterhubungan lintasan mengakibatkan keterhubungan. Materi baru ini juga tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

3 Kuliah 3

3.1 Komponen terhubung dan himpunan π0\pi_0

Inilah contoh pertama kita tentang suatu invarian ruang: apakah sebuah ruang terhubung atau tidak. Ruang terhubung XX tidak mungkin homeomorfik dengan ruang ZZ yang tidak terhubung. Namun, bagaimana kita membedakan dua ruang yang sama-sama tidak terhubung?

Latihan 3.1 (invariansi keterhubungan). Misalkan h:XZh\colon X\xrightarrow{\cong}Z adalah homeomorfisma dan SS ruang diskret. Tunjukkan bahwa setiap fungsi kontinu u:XSu\colon X\to S berkorespondensi dengan tepat satu fungsi kontinu v:ZSv\colon Z\to S yang memenuhi u=vhu=v\circ h. Simpulkan bahwa XX terhubung jika dan hanya jika ZZ terhubung.

Definisi 3.1 (komponen terhubung dan π0\pi_0). Untuk suatu ruang XX:

  1. Subset tak kosong YXY\subseteq X disebut komponen terhubung dari XX jika YY terhubung dan maksimal terhadap sifat itu: apabila YY' terhubung dan YYXY\subseteq Y'\subseteq X, maka Y=YY=Y'.

  2. Definisikan relasi pada XX dengan

    x1x2x1 dan x2 termuat bersama dalam suatu subset terhubung CX. x_1\sim x_2 \quad\Longleftrightarrow\quad \text{$x_1$ dan $x_2$ termuat bersama dalam suatu subset terhubung $C\subseteq X$.}

    Relasi ini merupakan relasi ekuivalensi, dan kelas-kelas ekuivalensinya adalah komponen-komponen terhubung XX. Himpunan kelas tersebut dinotasikan dengan

    π0(X)=X/ \pi_0(X)=X/{\sim}

    dan disebut himpunan komponen terhubung.

Latihan 3.2. Buktikan dua pernyataan yang dipakai dalam Definisi 3.1:

  1. Jika C,DXC,D\subseteq X terhubung dan CDC\cap D\ne\varnothing, maka CDC\cup D terhubung.
  2. Relasi \sim di atas adalah relasi ekuivalensi dan kelas-kelas ekuivalensinya tepat merupakan komponen-komponen terhubung XX.

Setiap ruang terhubung tak kosong XX memenuhi π0(X)=*\pi_0(X)=*. Untuk ruang yang tidak terhubung, kita dapat membandingkan himpunan π0\pi_0-nya.

Semua ruang yang akan dipertimbangkan dalam mata kuliah ini dapat ditulis sebagai

X=απ0(X)Xα, X=\bigsqcup_{\alpha\in\pi_0(X)}X_\alpha,

dengan setiap XαX_\alpha terhubung, dan mempunyai fungsi kontinu Xπ0(X)X\to\pi_0(X) ketika π0(X)\pi_0(X) diberi topologi diskret. Sifat ini berlaku, khususnya, bagi ruang yang terhubung secara lokal. Perlu diingat bahwa \mathbb{Q} dengan topologi Euklides tidak terhubung secara lokal; banyak contoh menarik lainnya juga tidak. Karena itu, kita perlu memahami ruang terhubung, walaupun ruang yang tidak terhubung tetap akan digunakan.

3.2 Homotopi dan ekuivalensi homotopi

Dapatkah kita memperoleh lebih banyak dari gagasan kontraksi? Untuk homotopi H:I×XXH\colon I\times X\to X, pemetaan ujungnya adalah H0=idXH_0=\operatorname{id}_X dan pemetaan konstan H1H_1 ke x0x_0. Apa yang terjadi jika H0H_0 dan H1H_1 merupakan pemetaan kontinu lain?

Contoh 3.1 (anulus). Ambil 0<r<R0<r<R dan anulus

A(r,R)={x2rxR}. A(r,R)=\{x\in\mathbb{R}^2\mid r\le \lVert x\rVert\le R\}.

Definisikan

H(t,x)=((1t)r+tR)xx. H(t,x)=\bigl((1-t)r+tR\bigr)\frac{x}{\lVert x\rVert}.

Karena xr>0\lVert x\rVert\ge r>0, rumus ini terdefinisi dan kontinu. Jari-jari H(t,x)H(t,x) adalah (1t)r+tR(1-t)r+tR, sehingga citranya tetap di dalam A(r,R)A(r,R). Pada t=0t=0 ia memetakan setiap titik secara radial ke lingkaran dalam dan menetapkan lingkaran itu titik demi titik; pada t=1t=1 ia melakukan hal yang sama terhadap lingkaran luar. Jadi kedua pemetaan ujung benar-benar merupakan retraksi.

Bagaimana jika kita mempertimbangkan pemetaan kontinu umum XYX\to Y, bukan hanya pemetaan XXX\to X?

Definisi 3.2 (homotopi). Suatu homotopi adalah pemetaan kontinu

H:I×XY. H\colon I\times X\longrightarrow Y.

Jika f=H(0,)f=H(0,-) dan g=H(1,)g=H(1,-), maka HH disebut homotopi dari ff ke gg, dan ff serta gg disebut homotopik, ditulis fgf\simeq g.

Secara diagramatik, jika i0(x)=(0,x)i_0(x)=(0,x) dan i1(x)=(1,x)i_1(x)=(1,x), syarat ujungnya ialah

Hi0=f,Hi1=g. H\circ i_0=f, \qquad H\circ i_1=g.

Contoh 3.1 memberikan homotopi antara dua pemetaan “retraksi” A(r,R)A(r,R)A(r,R)\to A(r,R) yang masing-masing mengirim titik ke lingkaran dalam dan lingkaran luar.

Topologi aljabar hampir selalu mempertimbangkan pemetaan hingga homotopi dan, demikian pula, “ruang hingga homotopi”.

Definisi 3.3 (ekuivalensi homotopi). Pemetaan kontinu f:XYf\colon X\to Y disebut ekuivalensi homotopi jika terdapat pemetaan kontinu g:YXg\colon Y\to X sedemikian sehingga

gfidX,fgidY. g\circ f\simeq\operatorname{id}_X, \qquad f\circ g\simeq\operatorname{id}_Y.

Dalam keadaan ini, XX dan YY disebut ekuivalen secara homotopi.

Contoh 3.2. Setiap ruang kontraktil ekuivalen secara homotopi dengan ruang satu titik.

Ekuivalensi homotopi dapat dipandang sebagai versi isomorfisma yang lebih kasar. Pemetaan

{ruang}{objek aljabar} \{\text{ruang}\}\longrightarrow\{\text{objek aljabar}\}

yang menjadi sasaran topologi aljabar seharusnya mengirim ruang-ruang yang ekuivalen secara homotopi ke objek-objek aljabar yang isomorfik. Bahasa teori kategori akan membuat gagasan ini lebih tepat.

Sifat homotopi berikut sangat penting dan akan terus digunakan.

Proposisi 3.1 (penggabungan dan pembalikan homotopi). Misalkan H,H:I×XYH,H'\colon I\times X\to Y adalah homotopi dengan H1=H0H_1=H'_0. Maka terdapat homotopi HH'' dari H0H_0 ke H1H'_1. Selain itu, terdapat homotopi H̃\widetilde H dari H1H_1 ke H0H_0.

Bukti. Definisikan

H(t,x)={H(2t,x),0t12,H(2t1,x),12t1. H''(t,x)= \begin{cases} H(2t,x),&0\le t\le\tfrac12,\\[3pt] H'(2t-1,x),&\tfrac12\le t\le1. \end{cases}

Kedua rumus memberikan nilai yang sama pada t=12t=\tfrac12, karena H(1,x)=H(0,x)H(1,x)=H'(0,x). Masing-masing kontinu pada subruang tertutup [0,12]×X[0,\tfrac12]\times X dan [12,1]×X[\tfrac12,1]\times X; lema perekatan menunjukkan bahwa HH'' kontinu. Nilai ujungnya ialah

H(0,x)=H(0,x),H(1,x)=H(1,x), H''(0,x)=H(0,x), \qquad H''(1,x)=H'(1,x),

sehingga HH'' merupakan homotopi dari H0H_0 ke H1H'_1.

Untuk pembalikan, ambil c:IIc\colon I\to I, c(t)=1tc(t)=1-t, dan definisikan

H̃=H(c×idX). \widetilde H =H\circ(c\times\operatorname{id}_X).

Maka H̃(0,x)=H(1,x)\widetilde H(0,x)=H(1,x) dan H̃(1,x)=H(0,x)\widetilde H(1,x)=H(0,x), sebagaimana diperlukan. \square

Homotopi pemetaan merupakan relasi ekuivalensi. Refleksivitas disaksikan oleh homotopi konstan C(t,x)=f(x)C(t,x)=f(x); simetri diberikan oleh pembalikan pada Proposisi 3.1; dan transitivitas diberikan oleh penggabungan pada proposisi yang sama.

Ruang kontraktil menyediakan banyak homotopi.

Lema 3.1. Jika YY kontraktil ke y0Yy_0\in Y, maka setiap pemetaan kontinu f:XYf\colon X\to Y homotopik dengan pemetaan yang citranya termuat dalam {y0}\{y_0\}.

Bukti. Misalkan K:I×YYK\colon I\times Y\to Y menyaksikan kontraktilitas YY. Komposisi

I×XidI×fI×YKY I\times X \xrightarrow{\operatorname{id}_I\times f} I\times Y \xrightarrow{K} Y

merupakan homotopi dari ff ke pemetaan konstan bernilai y0y_0\square

Sebagai akibatnya, setiap dua pemetaan menuju ruang kontraktil saling homotopik: terapkan Lema 3.1 kepada kedua pemetaan, balik salah satu homotopi menuju pemetaan konstan yang sama, lalu gabungkan keduanya dengan Proposisi 3.1. Karena ruang kontraktil dalam arti tertentu bersifat trivial, pemetaan menuju ruang tersebut juga trivial dalam arti yang sama.

Versi antara yang penting muncul ketika ruang asalnya diskret, atau bahkan hanya ruang satu titik.

Definisi 3.4 (terhubung lintasan). Ruang tak kosong YY disebut terhubung lintasan jika setiap dua pemetaan *Y*\to Y saling homotopik.

Dengan menguraikan definisi ini, untuk setiap dua titik y0,y1Yy_0,y_1\in Y terdapat lintasan kontinu γ:IY\gamma\colon I\to Y dengan γ(0)=y0\gamma(0)=y_0 dan γ(1)=y1\gamma(1)=y_1.

Latihan 3.3. Buktikan bahwa ruang tak kosong YY terhubung lintasan jika dan hanya jika, untuk setiap ruang diskret SS, setiap dua pemetaan kontinu SYS\to Y saling homotopik.

Proposisi 3.2. Setiap ruang terhubung lintasan adalah terhubung.

Untuk ruang XX dan YY, tuliskan

[X,Y]={f:XYf kontinu}/homotopi. [X,Y] = \{f\colon X\to Y\mid f\text{ kontinu}\}/{\text{homotopi}}.

Himpunan komponen lintasan dari YY adalah [*,Y][*,Y]. Ruang YY terhubung lintasan jika dan hanya jika [*,Y]=*[*,Y]=*. Perhatikan bahwa π0(Y)\pi_0(Y) dalam catatan ini berarti himpunan komponen terhubung, sedangkan [*,Y][*,Y] berarti himpunan komponen lintasan. Keduanya tidak boleh diidentifikasi tanpa hipotesis tambahan, misalnya keterhubungan lintasan lokal yang sesuai.

3.3 Kategori dan fungtor

Sejauh ini kita membahas ruang topologis dan pemetaan kontinu, tetapi kita juga secara tersirat memakai himpunan dan fungsi yang tidak harus kontinu. Pada kedua konteks tersebut, komposisi bersifat asosiatif dan tersedia pemetaan identitas. Kelak kita akan menggunakan kelas-kelas ruang topologis yang lebih terbatas agar sifat yang dibutuhkan benar-benar berlaku.

Definisi 3.5 (kategori). Suatu kategori 𝒞\mathcal{C} terdiri atas koleksi objek W,X,Y,Z,W,X,Y,Z,\ldots dan, untuk setiap pasangan objek X,YX,Y, koleksi morfisma 𝒞(X,Y)\mathcal{C}(X,Y), bersama data berikut:

  1. Untuk f𝒞(X,Y)f\in\mathcal{C}(X,Y) dan g𝒞(Y,Z)g\in\mathcal{C}(Y,Z), dipilih morfisma komposit gf𝒞(X,Z)g\circ f\in\mathcal{C}(X,Z).
  2. Untuk setiap objek XX, dipilih morfisma identitas idX𝒞(X,X)\operatorname{id}_X\in\mathcal{C}(X,X).

Data tersebut harus memenuhi:

  1. Untuk h𝒞(W,X)h\in\mathcal{C}(W,X), f𝒞(X,Y)f\in\mathcal{C}(X,Y), dan g𝒞(Y,Z)g\in\mathcal{C}(Y,Z),

    g(fh)=(gf)h. g\circ(f\circ h)=(g\circ f)\circ h.

  2. Untuk setiap h𝒞(W,X)h\in\mathcal{C}(W,X) dan f𝒞(X,Y)f\in\mathcal{C}(X,Y),

    idXh=h,fidX=f. \operatorname{id}_X\circ h=h, \qquad f\circ\operatorname{id}_X=f.

Untuk f𝒞(X,Y)f\in\mathcal{C}(X,Y), objek XX disebut sumber ff dan YY disebut sasaran ff; ditulis X=s(f)X=s(f), Y=t(f)Y=t(f), atau f:XYf\colon X\to Y. Jika setiap 𝒞(X,Y)\mathcal{C}(X,Y) merupakan himpunan, maka 𝒞\mathcal{C} disebut kecil secara lokal dan 𝒞(X,Y)\mathcal{C}(X,Y) disebut himpunan morfisma atau himpunan-hom.

Banyak kategori mempunyai objek berupa himpunan yang dilengkapi struktur tambahan, misalnya topologi, dan morfisma berupa fungsi yang sesuai dengan struktur tersebut, tetapi tidak semua kategori berbentuk demikian. Kita telah menjumpai 𝑻𝒐𝒑\mathbf{Top}, kategori ruang topologis dan pemetaan kontinu, serta 𝑺𝒆𝒕\mathbf{Set}, kategori himpunan dan fungsi. Ruang vektor, grup, grup abelian, manifold, dan gelanggang memberikan contoh lain.

Contoh 3.3 (himpunan bertitik). Kategori 𝑺𝒆𝒕*\mathbf{Set}_* mempunyai objek berupa himpunan bertitik (X,x)(X,x), dengan xXx\in X titik yang ditentukan, dan morfisma berupa pemetaan bertitik

f:(X,x)(Y,y),f(x)=y. f\colon(X,x)\longrightarrow(Y,y), \qquad f(x)=y.

Kategori ini dapat dipandang sebagai kategori objek aljabar dengan struktur yang paling lemah. Bandingkan dengan homomorfisma, transformasi linear, dan homomorfisma gelanggang, yang semuanya mempertahankan unsur tertentu.

Kekuatan utama kategori tampak pada hubungannya satu sama lain; sebuah kategori yang terisolasi hanya dapat memberi informasi terbatas.

Definisi 3.6 (fungtor). Diberikan kategori 𝒞\mathcal{C} dan 𝒟\mathcal{D}, suatu fungtor F:𝒞𝒟F\colon\mathcal{C}\to\mathcal{D} terdiri atas data:

  1. Untuk setiap objek XX dari 𝒞\mathcal{C}, suatu objek F(X)F(X) dari 𝒟\mathcal{D}.
  2. Untuk setiap morfisma f:XYf\colon X\to Y dalam 𝒞\mathcal{C}, suatu morfisma F(f):F(X)F(Y)F(f)\colon F(X)\to F(Y) dalam 𝒟\mathcal{D}.

Untuk setiap objek XX dari 𝒞\mathcal{C} dan setiap pasangan morfisma yang dapat dikomposisikan, f:XYf\colon X\to Y dan g:YZg\colon Y\to Z, data ini memenuhi

F(idX)=idF(X),F(gf)=F(g)F(f). F(\operatorname{id}_X)=\operatorname{id}_{F(X)}, \qquad F(g\circ f)=F(g)\circ F(f).

Sifat kedua disebut fungtorialitas. Untuk kategori kecil secara lokal, aturan pada morfisma memberikan fungsi

𝒞(X,Y)𝒟(F(X),F(Y)). \mathcal{C}(X,Y)\longrightarrow\mathcal{D}(F(X),F(Y)).

Selain fungtor identitas, kita telah melihat sedikitnya tiga contoh:

Topologi indiskret juga menghasilkan fungtor 𝑺𝒆𝒕𝑻𝒐𝒑\mathbf{Set}\to\mathbf{Top}, tetapi tidak akan kita gunakan. Kita belum membuktikan bahwa π0\pi_0 benar-benar fungtor. Fungtor dapat dikomposisikan, sehingga misalnya diperoleh

discU:𝑻𝒐𝒑𝑻𝒐𝒑,discπ0:𝑻𝒐𝒑𝑻𝒐𝒑. \operatorname{disc}\circ U\colon\mathbf{Top}\to\mathbf{Top}, \qquad \operatorname{disc}\circ\pi_0\colon\mathbf{Top}\to\mathbf{Top}.

Misalkan 𝒞\mathcal{C} sebuah kategori dan 𝒟\mathcal{D} suatu subkategori: sebagian objek dan sebagian morfisma 𝒞\mathcal{C} yang dengan sendirinya membentuk kategori. Penyertaan objek dan morfisma membentuk fungtor 𝒟𝒞\mathcal{D}\hookrightarrow\mathcal{C}, yang disebut inklusi subkategori. Jika

𝒟(X,Y)=𝒞(X,Y) \mathcal{D}(X,Y)=\mathcal{C}(X,Y)

untuk setiap objek X,YX,Y dari 𝒟\mathcal{D}, maka 𝒟\mathcal{D} disebut subkategori penuh. Secara lebih umum, fungtor yang injektif pada objek dan morfisma dapat dipakai untuk mendeskripsikan subkategori.

Contoh 3.4. Fungtor disc:𝑺𝒆𝒕𝑻𝒐𝒑\operatorname{disc}\colon\mathbf{Set}\to\mathbf{Top} mengidentifikasi 𝑺𝒆𝒕\mathbf{Set} dengan subkategori penuh ruang-ruang diskret di dalam 𝑻𝒐𝒑\mathbf{Top}. Fakta ini akan dipakai tanpa komentar lebih lanjut. Kelak kita juga akan membatasi perhatian pada subkategori-subkategori penuh tertentu dari 𝑻𝒐𝒑\mathbf{Top}.

Lema 3.2 (citra ruang terhubung). Misalkan XX terhubung dan f:XYf\colon X\to Y kontinu. Maka im(f)Y\operatorname{im}(f)\subseteq Y terhubung.

Bukti. Ambil ruang diskret SS dan pemetaan kontinu g:im(f)Sg\colon\operatorname{im}(f)\to S. Komposisi

Xfim(f)gS X\xrightarrow{f}\operatorname{im}(f)\xrightarrow{g}S

kontinu. Karena XX terhubung, citra komposisi ini memuat paling banyak satu titik. Pemetaan f:Xim(f)f\colon X\to\operatorname{im}(f) surjektif, sehingga citra gg juga memuat paling banyak satu titik. Jadi im(f)\operatorname{im}(f) terhubung. \square

Proposisi 3.3. Aturan Xπ0(X)X\mapsto\pi_0(X) menentukan fungtor

π0:𝑻𝒐𝒑𝑺𝒆𝒕. \pi_0\colon\mathbf{Top}\longrightarrow\mathbf{Set}.

Bukti. Untuk pemetaan kontinu f:XYf\colon X\to Y, kita perlu mendefinisikan fungsi

π0(f):π0(X)π0(Y). \pi_0(f)\colon\pi_0(X)\longrightarrow\pi_0(Y).

Ambil απ0(X)\alpha\in\pi_0(X) dan komponen terhubung terkait XαXX_\alpha\subseteq X. Menurut Lema 3.2, f(Xα)f(X_\alpha) terhubung, sehingga termuat dalam tepat satu komponen terhubung YY. Definisikan π0(f)(α)\pi_0(f)(\alpha) sebagai komponen tersebut.

Jika g:YZg\colon Y\to Z kontinu, komponen yang memuat g(f(Xα))g(f(X_\alpha)) sama dengan komponen yang diperoleh dengan menerapkan π0(g)\pi_0(g) kepada komponen yang memuat f(Xα)f(X_\alpha). Jadi

π0(gf)=π0(g)π0(f). \pi_0(g\circ f)=\pi_0(g)\circ\pi_0(f).

Selain itu, π0(idX)\pi_0(\operatorname{id}_X) adalah fungsi identitas pada π0(X)\pi_0(X). Kedua hukum fungtor terpenuhi. \square

Bukti kedua untuk Proposisi 3.3 (kasus terhubung secara lokal). Andaikan semua objek yang dipakai dalam argumen ini terhubung secara lokal; mula-mula ambil f:XYf\colon X\to Y. Pemetaan kanonik Yπ0(Y)Y\to\pi_0(Y) kontinu ketika π0(Y)\pi_0(Y) diberi topologi diskret. Karena komposisi

XfYπ0(Y) X\xrightarrow{f}Y\longrightarrow\pi_0(Y)

konstan pada setiap komponen XαX_\alpha, ia turun melalui Xπ0(X)X\to\pi_0(X) menjadi fungsi

π0(f):π0(X)π0(Y),π0(f)(α)=[f(x)] \pi_0(f)\colon\pi_0(X)\longrightarrow\pi_0(Y), \qquad \pi_0(f)(\alpha)=[f(x)]

untuk sembarang xXαx\in X_\alpha. Diagram berikut komutatif:

XfYπ0(X)π0(f)π0(Y). \begin{array}{ccc} X&\xrightarrow{f}&Y\\ \downarrow&&\downarrow\\ \pi_0(X)&\xrightarrow{\pi_0(f)}&\pi_0(Y). \end{array}

Pada ruang yang terhubung secara lokal, topologi hasil bagi pada π0(X)\pi_0(X) sama dengan topologi diskret; jadi pemetaan di baris bawah kontinu, walaupun di sini kita hanya memandangnya sebagai fungsi himpunan. Untuk memeriksa komposisi di subkategori ruang terhubung lokal, ambil pula ruang terhubung lokal ZZ, pemetaan g:YZg\colon Y\to Z, dan titik xXαx\in X_\alpha. Maka

π0(g)(π0(f)(α))=π0(g)([f(x)])=[g(f(x))]=π0(gf)(α), \pi_0(g)\bigl(\pi_0(f)(\alpha)\bigr) =\pi_0(g)([f(x)]) =[g(f(x))] =\pi_0(g\circ f)(\alpha),

yang sekali lagi membuktikan fungtorialitas.  \square

Latihan 3.4. Buktikan bahwa

[*,]:𝑻𝒐𝒑𝑺𝒆𝒕 [*,{-}]\colon\mathbf{Top}\longrightarrow\mathbf{Set}

adalah fungtor. Buktikan pula pernyataan yang lebih umum: untuk setiap ruang tetap AA, aturan [A,]:𝑻𝒐𝒑𝑺𝒆𝒕[A,{-}]\colon\mathbf{Top}\to\mathbf{Set} adalah fungtor.

3.4 Kategori homotopi

Contoh kategori penting lainnya adalah kategori homotopi 𝑯𝒐\mathbf{Ho}. Objeknya ialah ruang topologis, sedangkan

𝑯𝒐(X,Y)=[X,Y]. \mathbf{Ho}(X,Y)=[X,Y].

Terdapat fungtor 𝑻𝒐𝒑𝑯𝒐\mathbf{Top}\to\mathbf{Ho} yang identik pada objek dan mengirim setiap pemetaan kontinu ke kelas homotopinya. Dua objek isomorfik dalam 𝑯𝒐\mathbf{Ho} jika dan hanya jika keduanya ekuivalen secara homotopi.

Latihan 3.5. Buktikan bahwa komposisi kelas homotopi terdefinisi dengan baik, sehingga 𝑯𝒐\mathbf{Ho} benar-benar merupakan kategori. Verifikasi pula pernyataan tentang fungtor 𝑻𝒐𝒑𝑯𝒐\mathbf{Top}\to\mathbf{Ho} dan isomorfisma objek pada paragraf sebelumnya.

Pendamping penguasaan: solusi lengkap

Bagian ini merupakan materi baru untuk edisi bahasa Indonesia. Setiap tugas pada Kuliah 3 dijawab lengkap, dan bukti Proposisi 3.2 yang tidak dituliskan dalam sumber diberikan secara eksplisit.

3.5 Solusi Latihan 3.1

Dari u:XSu\colon X\to S, definisikan

v=uh1:ZS. v=u\circ h^{-1}\colon Z\to S.

Pemetaan vv kontinu karena h1h^{-1} dan uu kontinu, serta vh=uv\circ h=u. Jika w:ZSw\colon Z\to S juga memenuhi wh=uw\circ h=u, maka

w=whh1=uh1=v, w=w\circ h\circ h^{-1}=u\circ h^{-1}=v,

sehingga vv unik. Konstruksi sebaliknya ialah vvhv\mapsto v\circ h; jadi kita memperoleh korespondensi bijektif antara pemetaan kontinu XSX\to S dan ZSZ\to S.

Jika XX terhubung, setiap u:XSu\colon X\to S mempunyai citra paling banyak satu titik. Karena im(u)=im(uh1)\operatorname{im}(u)=\operatorname{im}(u\circ h^{-1}), hal yang sama berlaku bagi setiap pemetaan kontinu ZSZ\to S, sehingga ZZ terhubung. Argumen dengan h1h^{-1} memberikan implikasi sebaliknya.

3.6 Solusi Latihan 3.2

Pertama, ambil pemetaan kontinu f:CDSf\colon C\cup D\to S ke ruang diskret. Pembatasannya pada CC dan DD masing-masing mempunyai citra paling banyak satu titik. Pilih xCDx\in C\cap D. Jika kedua citra tidak kosong, nilai bersama f(x)f(x) memaksa keduanya sama. Maka f(CD)f(C\cup D) memuat paling banyak satu titik, sehingga CDC\cup D terhubung.

Untuk relasi \sim:

Jadi \sim merupakan relasi ekuivalensi. Kelas [x][x] adalah gabungan semua subset terhubung yang memuat xx. Gabungan ini terhubung: setiap pemetaan kontinu dari gabungan tersebut ke ruang diskret konstan pada tiap anggota keluarga dan semua nilai konstannya sama karena setiap anggota memuat xx. Kelas [x][x] juga maksimal, sebab setiap subset terhubung yang memuatnya, dan khususnya memuat xx, sudah termasuk dalam gabungan yang mendefinisikan [x][x]. Jadi [x][x] adalah komponen terhubung.

Sebaliknya, jika CC komponen terhubung dan xCx\in C, maka C[x]C\subseteq[x]. Karena [x][x] terhubung dan CC maksimal, C=[x]C=[x]. Dengan demikian kelas ekuivalensi dan komponen terhubung tepat sama.

3.7 Pemeriksaan Contoh 3.2

Misalkan XX kontraktil ke x0Xx_0\in X. Ambil pemetaan tunggal p:X*p\colon X\to * dan pemetaan i:*Xi\colon *\to X dengan i(*)=x0i(*)=x_0. Maka

pi=id*,ip=cx0. p\circ i=\operatorname{id}_*, \qquad i\circ p=c_{x_0}.

Kontraksi memberikan homotopi idXcx0\operatorname{id}_X\simeq c_{x_0}; dengan membalik homotopi tersebut, diperoleh cx0idXc_{x_0}\simeq\operatorname{id}_X. Jadi pp dan ii merupakan invers hingga homotopi, sehingga XX ekuivalen secara homotopi dengan ruang satu titik.

3.8 Solusi Latihan 3.3

Andaikan dahulu YY terhubung lintasan. Ambil ruang diskret SS dan dua pemetaan a,b:SYa,b\colon S\to Y. Untuk setiap sSs\in S, pilih lintasan γs:IY\gamma_s\colon I\to Y dari a(s)a(s) ke b(s)b(s). Definisikan

H:I×SY,H(t,s)=γs(t). H\colon I\times S\longrightarrow Y, \qquad H(t,s)=\gamma_s(t).

Karena SS diskret, I×SI\times S adalah gabungan saling lepas dari subruang terbuka I×{s}I\times\{s\}. Pembatasan HH pada tiap subruang ini adalah γs\gamma_s dan kontinu; sifat universal gabungan saling lepas menunjukkan bahwa HH kontinu. Nilai ujungnya adalah aa dan bb, sehingga aba\simeq b.

Sebaliknya, terapkan syarat tersebut pada ruang diskret satu titik S=*S=*. Setiap dua pemetaan *Y*\to Y homotopik, sehingga YY terhubung lintasan. Ketak-kosongan YY disyaratkan pada kedua rumusan.

3.9 Bukti Proposisi 3.2

Misalkan YY terhubung lintasan dan f:YSf\colon Y\to S kontinu, dengan SS diskret. Untuk sembarang y0,y1Yy_0,y_1\in Y, pilih lintasan γ:IY\gamma\colon I\to Y dari y0y_0 ke y1y_1. Komposisi

IγYfS I\xrightarrow{\gamma}Y\xrightarrow{f}S

kontinu. Interval II terhubung, sehingga citranya dalam SS memuat paling banyak satu titik. Akibatnya f(y0)=f(y1)f(y_0)=f(y_1). Karena kedua titik dipilih sembarang, f(Y)f(Y) memuat tepat satu titik. Jadi setiap pemetaan kontinu dari YY ke ruang diskret konstan, dan YY terhubung.

3.10 Solusi Latihan 3.4

Untuk ruang tetap AA, definisikan fungtor [A,][A,{-}] pada objek dengan

Y[A,Y]. Y\longmapsto[A,Y].

Untuk pemetaan kontinu h:YZh\colon Y\to Z, definisikan

[A,h]:[A,Y][A,Z],[f][hf]. [A,h]\colon[A,Y]\longrightarrow[A,Z], \qquad [f]\longmapsto[h\circ f].

Aturan ini terdefinisi dengan baik. Jika f0f1f_0\simeq f_1 melalui H:I×AYH\colon I\times A\to Y, maka hHh\circ H merupakan homotopi dari hf0h\circ f_0 ke hf1h\circ f_1, sehingga kelas hasil tidak bergantung pada wakil.

Untuk identitas dan komposisi,

[A,idY]([f])=[f], [A,\operatorname{id}_Y]([f])=[f],

dan jika k:ZWk\colon Z\to W, maka

[A,kh]([f])=[khf]=[A,k]([A,h]([f])). [A,k\circ h]([f])=[k\circ h\circ f] =[A,k]\bigl([A,h]([f])\bigr).

Jadi [A,][A,{-}] adalah fungtor. Kasus A=*A=* memberikan fungtor [*,][*,{-}] yang diminta.

3.11 Solusi Latihan 3.5

Untuk kelas [f][X,Y][f]\in[X,Y] dan [g][Y,Z][g]\in[Y,Z], definisikan

[g][f]=[gf]. [g]\circ[f]=[g\circ f].

Kita harus membuktikan bahwa hasil ini tidak bergantung pada wakil. Misalkan f0f1f_0\simeq f_1 melalui H:I×XYH\colon I\times X\to Y dan g0g1g_0\simeq g_1 melalui K:I×YZK\colon I\times Y\to Z. Komposisi

(t,x)g0(H(t,x)) (t,x)\longmapsto g_0(H(t,x))

memberikan homotopi g0f0g0f1g_0\circ f_0\simeq g_0\circ f_1, sedangkan

(t,x)K(t,f1(x)) (t,x)\longmapsto K(t,f_1(x))

memberikan homotopi g0f1g1f1g_0\circ f_1\simeq g_1\circ f_1. Dengan menggabungkan keduanya menggunakan Proposisi 3.1, diperoleh

g0f0g1f1. g_0\circ f_0\simeq g_1\circ f_1.

Jadi komposisi kelas terdefinisi dengan baik. Asosiativitas diwarisi dari komposisi pemetaan, dan [idX][\operatorname{id}_X] bertindak sebagai identitas. Maka 𝑯𝒐\mathbf{Ho} adalah kategori.

Aturan Q:𝑻𝒐𝒑𝑯𝒐Q\colon\mathbf{Top}\to\mathbf{Ho} dengan Q(X)=XQ(X)=X dan Q(f)=[f]Q(f)=[f] mempertahankan identitas dan komposisi secara langsung, sehingga merupakan fungtor.

Jika [f]:XY[f]\colon X\to Y isomorfik dalam 𝑯𝒐\mathbf{Ho} dengan invers [g][g], maka

[gf]=[idX],[fg]=[idY]. [g\circ f]=[\operatorname{id}_X], \qquad [f\circ g]=[\operatorname{id}_Y].

Artinya gfidXg\circ f\simeq\operatorname{id}_X dan fgidYf\circ g\simeq\operatorname{id}_Y, sehingga ff adalah ekuivalensi homotopi. Sebaliknya, setiap ekuivalensi homotopi dengan invers homotopi gg memberikan isomorfisma [f][f] dengan invers [g][g] dalam 𝑯𝒐\mathbf{Ho}.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 878-1131 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Rentang itu dimulai dengan proposisi yang memuat penanda Kuliah 4 dan berakhir tepat setelah pernyataan tentang serat ruang penutup di sepanjang lintasan. Bukti pernyataan terakhir tidak terdapat dalam rentang unit ini. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, pemindahan diagram dan tugas dari catatan pinggir ke badan teks, serta koreksi atau klarifikasi terbatas yang dicatat satu per satu dalam ledger edisi. Di antaranya: arah pemetaan pada pelestarian koproduk; rumus sin(1/x)\sin(1/x) pada kurva sinus topolog; objek kanan bawah diagram naturalitas; kodomain transformasi Uπ0U\Rightarrow\pi_0; karakterisasi SLPC yang benar beserta bukti global Proposisi 4.2; notasi prapeta χ1\chi^{-1}; makna basis lingkungan dalam definisi SLPC; definisi pemetaan dan homotopi bertitik; kekontinuan fungsi yang turun melalui pemetaan kuadrat; serta penggunaan homeomorfisma pada definisi ruang penutup dan istilah baji untuk S1S1S^1\vee S^1. Materi pendamping penguasaan menjawab seluruh empat latihan dan satu pertanyaan sumber, serta melengkapi bukti Lema 4.1 yang tidak dituliskan dalam sumber. Materi baru ini juga tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

4 Kuliah 4

4.1 Fungtor pada kategori homotopi

Proposisi 4.1. Fungtor π0\pi_0 turun menjadi sebuah fungtor

π0:𝑯𝒐𝑺𝒆𝒕. \pi_0\colon\mathbf{Ho}\longrightarrow\mathbf{Set}.

Bukti. Kita buktikan bahwa aturan pada morfisma terdefinisi dengan baik pada setiap himpunan morfisma; sifat-sifat lainnya rutin. Misalkan f,g:XYf,g\colon X\to Y homotopik melalui H:I×XYH\colon I\times X\to Y. Kita harus menunjukkan bahwa untuk setiap απ0(X)\alpha\in\pi_0(X),

π0(f)(α)=π0(g)(α). \pi_0(f)(\alpha)=\pi_0(g)(\alpha).

Ambil xx dalam komponen terhubung XαX_\alpha. Komposisi

II×XHY,t(t,x), I\longrightarrow I\times X\xrightarrow{H}Y, \qquad t\longmapsto(t,x),

adalah lintasan f(x)g(x)f(x)\rightsquigarrow g(x). Karena XαX_\alpha terhubung, masing-masing citra f(Xα)f(X_\alpha) dan g(Xα)g(X_\alpha) termuat dalam satu komponen terhubung YY. Lintasan di atas menunjukkan bahwa kedua komponen tersebut sama. Jadi π0(f)(α)=π0(g)(α)\pi_0(f)(\alpha)=\pi_0(g)(\alpha). \square

Akibatnya, jika π0(X)π0(Y)\pi_0(X)\not\cong\pi_0(Y), maka XX dan YY tidak mungkin ekuivalen secara homotopi, apalagi homeomorfik.

Latihan 4.1. Tunjukkan bahwa fungtor [*,]:𝑻𝒐𝒑𝑺𝒆𝒕[*,{-}]\colon\mathbf{Top}\to\mathbf{Set} turun menjadi fungtor [*,]:𝑯𝒐𝑺𝒆𝒕[*,{-}]\colon\mathbf{Ho}\to\mathbf{Set}.

Berikut sebuah fakta yang berguna tentang ruang.

Lema 4.1 (pelestarian koproduk). Untuk setiap keluarga ruang {Xβ}βJ\{X_\beta\}_{\beta\in J}, terdapat isomorfisma

βJπ0(Xβ)π0(βJXβ) \bigsqcup_{\beta\in J}\pi_0(X_\beta) \xrightarrow{\cong} \pi_0\!\left(\bigsqcup_{\beta\in J}X_\beta\right)

dan

βJ[*,Xβ][*,βJXβ]. \bigsqcup_{\beta\in J}[*,X_\beta] \xrightarrow{\cong} \left[*,\bigsqcup_{\beta\in J}X_\beta\right].

Pemetaan maju diinduksi oleh keluarga inklusi inβ:XβγJXγ\operatorname{in}_\beta\colon X_\beta\to\bigsqcup_{\gamma\in J}X_\gamma, sedangkan pemetaan balik mengirim setiap komponen ke suku koproduk tunggal yang memuatnya. Dengan kata lain, π0\pi_0 dan [*,][*,{-}] melestarikan koproduk.

Kita telah memperoleh fungtor π0:𝑻𝒐𝒑𝑺𝒆𝒕\pi_0\colon\mathbf{Top}\to\mathbf{Set} dan, dengan sedikit penyalahgunaan notasi, fungtor π0:𝑯𝒐𝑺𝒆𝒕\pi_0\colon\mathbf{Ho}\to\mathbf{Set}. Keduanya membentuk segitiga komutatif

𝑻𝒐𝒑π0𝑺𝒆𝒕Qπ0𝑯𝒐 \begin{array}{ccc} \mathbf{Top}&\xrightarrow{\ \pi_0\ }&\mathbf{Set}\\ \downarrow Q&\nearrow_{\pi_0}&\\ \mathbf{Ho}&& \end{array}

dengan QQ mengirim pemetaan kontinu ke kelas homotopinya.

Contoh 4.1. Jika XX dan YY adalah ruang dengan |π0(X)|<|π0(Y)||\pi_0(X)|<|\pi_0(Y)|, tidak ada pemetaan kontinu surjektif XYX\to Y. Memang, pemetaan kontinu surjektif akan menginduksi fungsi surjektif π0(X)π0(Y)\pi_0(X)\to\pi_0(Y), yang bertentangan dengan pertidaksamaan kardinalitas tersebut.

Berikut contoh yang instruktif.

Contoh 4.2 (kurva sinus topolog). Kurva sinus topolog adalah citra CC dari pemetaan

[1,1](0,1]2 [-1,1]\sqcup(0,1]\longrightarrow\mathbb{R}^2

yang didefinisikan oleh

{y(0,y),y[1,1],x(x,sin(1/x)),x(0,1], \begin{cases} y\longmapsto(0,y),&y\in[-1,1],\\ x\longmapsto\bigl(x,\sin(1/x)\bigr),&x\in(0,1], \end{cases}

dan diberi topologi subruang. Ruang ini merupakan ruang metrik kompak dengan metrik Euklides yang diwariskan.

Faktanya, setiap fungsi kontinu f:C{0,1}f\colon C\to\{0,1\} bersifat konstan. Pada cabang berosilasi, nilai ff konstan karena (0,1](0,1] terhubung. Tuliskan nilai itu sebagai aa. Pada ruas vertikal, nilai ff juga konstan; tuliskan sebagai bb. Karena

(1nπ,0)(0,0) \left(\frac{1}{n\pi},0\right)\longrightarrow(0,0)

di CC, kekontinuan memberikan

b=f(0,0)=limnf(1nπ,0)=a. b=f(0,0) =\lim_{n\to\infty}f\!\left(\frac{1}{n\pi},0\right) =a.

Jadi CC terhubung. Akan tetapi, tidak ada lintasan kontinu γ:[0,1]C\gamma\colon[0,1]\to C dengan γ(0)=(0,0)\gamma(0)=(0,0) dan γ(1)=(1,sin1)\gamma(1)=(1,\sin 1). Karena interval terhubung lintasan, CC mempunyai tepat dua komponen lintasan, tetapi hanya satu komponen terhubung:

[*,C]{0,1},π0(C)=*. [*,C]\cong\{0,1\}, \qquad \pi_0(C)=*.

Latihan 4.2. Buktikan klaim pada Contoh 4.2 bahwa tidak ada lintasan dari (0,0)(0,0) ke (1,sin1)(1,\sin 1) di dalam CC. Petunjuk sumber menyarankan agar Anda memeriksa perilaku limit suatu lintasan saat koordinat pertamanya mendekati nol.

Jadi kita mempunyai dua invarian berbeda. Untuk setiap ruang XX, terdapat pemetaan surjektif kanonik

[*,X]π0(X) [*,X]\longrightarrow\pi_0(X)

yang mengirim setiap komponen lintasan ke komponen terhubung yang memuatnya. Selain itu, untuk setiap pemetaan f:XYf\colon X\to Y, diagram berikut selalu komutatif:

[*,X][*,f][*,Y]π0(X)π0(f)π0(Y). \begin{array}{ccc} [*,X]&\xrightarrow{[*,f]}&[*,Y]\\ \downarrow&&\downarrow\\ \pi_0(X)&\xrightarrow{\pi_0(f)}&\pi_0(Y). \end{array}

Inilah sebuah contoh transformasi natural.

Definisi 4.1 (transformasi natural). Misalkan F,G:𝒞𝒟F,G\colon\mathcal{C}\to\mathcal{D} adalah fungtor. Sebuah transformasi natural α:FG\alpha\colon F\Rightarrow G terdiri atas data berikut: untuk setiap objek XX dalam 𝒞\mathcal{C}, dipilih sebuah morfisma

αX:F(X)G(X), \alpha_X\colon F(X)\longrightarrow G(X),

yang disebut komponen α\alpha pada XX. Data ini harus memenuhi syarat bahwa untuk setiap morfisma f:XYf\colon X\to Y dalam 𝒞\mathcal{C}, diagram berikut komutatif:

F(X)F(f)F(Y)αXαYG(X)G(f)G(Y). \begin{array}{ccc} F(X)&\xrightarrow{F(f)}&F(Y)\\ \alpha_X\downarrow&&\downarrow\alpha_Y\\ G(X)&\xrightarrow{G(f)}&G(Y). \end{array}

Dengan kata lain,

G(f)αX=αYF(f). G(f)\circ\alpha_X=\alpha_Y\circ F(f).

Transformasi natural disebut isomorfisma natural jika semua komponennya merupakan isomorfisma.

Sebagai contoh, terdapat transformasi natural

discUid𝑻𝒐𝒑:𝑻𝒐𝒑𝑻𝒐𝒑, \operatorname{disc}\circ U\Rightarrow\operatorname{id}_{\mathbf{Top}} \colon\mathbf{Top}\longrightarrow\mathbf{Top},

yang komponennya pada XX adalah pemetaan identitas kontinu disc(U(X))X\operatorname{disc}(U(X))\to X, dan transformasi natural

Uπ0:𝑻𝒐𝒑𝑺𝒆𝒕, U\Rightarrow\pi_0 \colon\mathbf{Top}\longrightarrow\mathbf{Set},

yang komponennya adalah pemetaan kanonik U(X)π0(X)U(X)\to\pi_0(X).

4.2 Ruang terhubung lintasan semilokal

Kita mencari syarat yang menentukan suatu subkategori penuh dari 𝑻𝒐𝒑\mathbf{Top} sedemikian sehingga komponen

[*,X]π0(X) [*,X]\longrightarrow\pi_0(X)

dari transformasi natural [*,]π0[*,{-}]\Rightarrow\pi_0 menjadi isomorfisma untuk setiap ruang XX dalam subkategori tersebut.

Definisi 4.2 (terhubung lintasan semilokal). Sebuah ruang XX disebut terhubung lintasan semilokal, disingkat SLPC, jika XX mempunyai basis lingkungan yang terdiri atas himpunan-himpunan NN dengan sifat berikut: untuk setiap x,yNx,y\in N, terdapat suatu lintasan di XX dari xx ke yy.

Lintasan dalam definisi ini tidak disyaratkan tetap berada di dalam NN.

Sebuah ruang bersifat SLPC jika dan hanya jika setiap komponen lintasannya terbuka. Pernyataan yang tampak mirip dengan “setiap komponen terhubungnya SLPC” tidak memadai: pada \mathbb{Q} dengan topologi subruang, setiap komponen terhubung adalah ruang satu titik dan karenanya SLPC, tetapi \mathbb{Q} sendiri tidak SLPC. Sifat SLPC dipertahankan oleh homeomorfisma: jika XYX\cong Y dan salah satunya SLPC, maka yang lain juga SLPC.

Proposisi 4.2. Jika XX merupakan ruang SLPC, maka pemetaan kanonik

[*,X]π0(X) [*,X]\longrightarrow\pi_0(X)

adalah isomorfisma.

Bukti. Kasus X=X=\varnothing langsung. Untuk setiap xXx\in X, definisikan χx:X{0,1}\chi_x\colon X\to\{0,1\} dengan

χx(y)={1,jika terdapat lintasan yx,0,jika tidak. \chi_x(y)= \begin{cases} 1,&\text{jika terdapat lintasan }y\rightsquigarrow x,\\ 0,&\text{jika tidak.} \end{cases}

Tuliskan

Cx:=χx1(1), C_x:=\chi_x^{-1}(1),

yakni komponen lintasan yang memuat xx. Kita akan menunjukkan bahwa CxC_x terbuka dan tertutup.

Ambil yCxy\in C_x dan pilih lingkungan VyV\ni y dari basis dalam Definisi 4.2. Untuk setiap zVz\in V, terdapat lintasan zyz\rightsquigarrow y di XX. Menggabungkannya dengan lintasan yxy\rightsquigarrow x menunjukkan bahwa zCxz\in C_x. Jadi VCxV\subseteq C_x, dan CxC_x terbuka.

Sebaliknya, ambil yCx¯y\in\overline{C_x} dan lingkungan basis VyV\ni y. Karena VCxV\cap C_x\ne\varnothing, pilih zVCxz\in V\cap C_x. Sifat VV memberikan lintasan yzy\rightsquigarrow z di XX, sedangkan zCxz\in C_x memberikan lintasan zxz\rightsquigarrow x. Penggabungan keduanya menghasilkan lintasan yxy\rightsquigarrow x, sehingga yCxy\in C_x. Maka Cx¯Cx\overline{C_x}\subseteq C_x, jadi CxC_x tertutup.

Sekarang biarkan KK menjadi komponen terhubung dari XX. Ruang KK merupakan gabungan komponen-komponen lintasan yang termuat di dalamnya. Setiap komponen lintasan CKC\subseteq K terbuka di KK, dan komplemennya di KK merupakan gabungan komponen lintasan lain yang juga terbuka. Jadi CC terbuka sekaligus tertutup di KK. Karena KK terhubung dan tak kosong, hanya satu komponen lintasan yang termuat di dalam KK. Dengan demikian komponen lintasan dan komponen terhubung XX berimpit, sehingga pemetaan kanonik [*,X]π0(X)[*,X]\to\pi_0(X) bijektif. \square

Untuk sisa bagian mata kuliah ini, kita akan mempertimbangkan ruang-ruang SLPC. Ruang-ruang tersebut membentuk subkategori penuh

𝑻𝒐𝒑slpc𝑻𝒐𝒑. \mathbf{Top}_{\mathrm{slpc}}\hookrightarrow\mathbf{Top}.

Ruang diskret bersifat SLPC, sehingga terdapat pula subkategori 𝑺𝒆𝒕𝑻𝒐𝒑slpc\mathbf{Set}\hookrightarrow\mathbf{Top}_{\mathrm{slpc}} melalui fungtor topologi diskret.

Contoh 4.3. Setiap ruang terhubung lintasan XX bersifat SLPC. Memang, untuk lingkungan apa pun NN dan setiap x,yNx,y\in N, sudah tersedia lintasan di XX yang menghubungkan xx dan yy.

Latihan 4.3. Tunjukkan bahwa produk dua ruang SLPC bersifat SLPC, dan bahwa setiap ruang vektor topologis yang konveks lokal bersifat SLPC.

Contoh 4.4. Setiap manifold bersifat SLPC, sebab setiap titik berada dalam suatu peta koordinat yang homeomorfik dengan sebuah subruang terbuka dari n\mathbb{R}^n, dan bola-bola Euklides yang cukup kecil terhubung lintasan.

Peringatan: subruang dari ruang SLPC belum tentu SLPC. Sebagai contoh, kurva sinus topolog merupakan subruang dari ruang kontraktil 2\mathbb{R}^2, tetapi kurva itu sendiri tidak SLPC.

Pertanyaan 4.1. Jika XX bersifat SLPC dan q:XYq\colon X\to Y adalah pemetaan hasil bagi, sehingga YY diberi topologi final terhadap qq, apakah YY juga bersifat SLPC?

4.3 Ruang dan homotopi bertitik

Masih ada satu pokok teknis terakhir.

Definisi 4.3 (ruang bertitik). Sebuah ruang bertitik adalah pasangan (X,x)(X,x), dengan XX ruang topologis dan xXx\in X. Pemetaan bertitik

f:(X,x)(Y,y) f\colon(X,x)\longrightarrow(Y,y)

adalah pemetaan kontinu f:XYf\colon X\to Y yang memenuhi f(x)=yf(x)=y. Ruang bertitik dan pemetaan bertitik membentuk kategori 𝑻𝒐𝒑*\mathbf{Top}_*.

Sebuah homotopi bertitik antara pemetaan bertitik f,g:(X,x0)(Y,y0)f,g\colon(X,x_0)\to(Y,y_0) adalah homotopi H:I×XYH\colon I\times X\to Y dari ff ke gg yang juga memenuhi

H(t,x0)=y0untuk setiap tI. H(t,x_0)=y_0 \qquad\text{untuk setiap }t\in I.

Kelas homotopi bertitik dari pemetaan bertitik dinotasikan dengan

[(X,x0),(Y,y0)]*. [(X,x_0),(Y,y_0)]_*.

Kategori 𝑯𝒐*\mathbf{Ho}_* didefinisikan secara analog dengan 𝑯𝒐\mathbf{Ho}. Kita memperoleh fungtor

π0:𝑯𝒐*𝑺𝒆𝒕*, \pi_0\colon\mathbf{Ho}_*\longrightarrow\mathbf{Set}_*,

dengan titik terpilih pada π0(X)\pi_0(X) adalah komponen yang memuat x0x_0.

4.4 Ruang penutup

Kadang-kadang, ketika mempelajari suatu ruang tertentu XX, kita perlu membangun ruang-ruang lain yang berkaitan dengan XX untuk menelaah objek yang menarik.

Contoh 4.5 (akar kuadrat pada bidang kompleks berlubang). Ambil

X=×:=\{0}. X=\mathbb{C}^{\times}:=\mathbb{C}\setminus\{0\}.

Tidak ada pilihan akar kuadrat yang kontinu pada seluruh XX; suatu cabang kontinu dapat dipilih setelah sebuah potongan cabang dibuang dari domain. Bahkan, untuk fungsi kontinu f:×f\colon\mathbb{C}^{\times}\to\mathbb{C}, ekspresi xf(x)x\mapsto f(\sqrt{x}) bergantung pada pilihan akar dan tidak serta-merta memberikan fungsi kontinu global pada XX.

Namun, kita memperoleh fungsi kontinu jika domainnya diubah. Pemetaan

Z:=××,zz2=x, Z:=\mathbb{C}^{\times}\longrightarrow\mathbb{C}^{\times}, \qquad z\longmapsto z^2=x,

tidak injektif dan karena itu tidak mempunyai invers global. Jika kita bersedia memakai ZZ sebagai domain dan memasukkan argumen zz yang memenuhi z2=xz^2=x ke dalam ff, kita kembali berurusan dengan fungsi kontinu. Jika f(z)=f(z)f(z)=f(-z) untuk setiap zZz\in Z, definisikan g(x)=f(z)g(x)=f(z) untuk sembarang zz dengan z2=xz^2=x. Fungsi gg terdefinisi dengan baik dan kontinu: pemetaan p(z)=z2p(z)=z^2 adalah pemetaan terbuka dan surjektif, jadi merupakan pemetaan hasil bagi, dan persamaan f=gpf=g\circ p memaksa kekontinuan gg.

Sifat pemetaan zz2z\mapsto z^2 di luar nol, serta pemetaan lain seperti zznz\mapsto z^n, eksponensial kompleks, dan fungsi rasional di luar kutub serta titik kritisnya, mengarah pada gagasan ruang penutup bagi domain tertentu di \mathbb{C}. Kita memakai definisi umum untuk ruang sembarang.

Definisi 4.4 (ruang penutup). Sebuah ruang penutup dari XX adalah ruang ZZ yang dilengkapi pemetaan

π:ZX \pi\colon Z\longrightarrow X

dengan sifat berikut: untuk setiap xXx\in X, terdapat lingkungan terbuka VxxV_x\ni x dan homeomorfisma

φx:π1(Vx)Vx×π1(x) \varphi_x\colon\pi^{-1}(V_x) \xrightarrow{\cong} V_x\times\pi^{-1}(x)

di atas VxV_x. Artinya, diagram

π1(Vx)φxVx×π1(x)πpr1Vx=Vx \begin{array}{ccc} \pi^{-1}(V_x)&\xrightarrow{\ \varphi_x\ }&V_x\times\pi^{-1}(x)\\ \pi\downarrow&&\downarrow\operatorname{pr}_1\\ V_x&=&V_x \end{array}

komutatif, dengan π1(x)\pi^{-1}(x) diberi topologi diskret. Perhatikan bahwa

Vx×π1(x)zπ1(x)Vx. V_x\times\pi^{-1}(x) \cong \bigsqcup_{z\in\pi^{-1}(x)}V_x.

Pemetaan π\pi sendiri juga disebut pemetaan penutup.

Untuk ruang penutup ZπXZ\xrightarrow{\pi}X dan xXx\in X, tuliskan

Zx:=π1(x) Z_x:=\pi^{-1}(x)

untuk serat di atas xx. Ruang XX disebut ruang dasar.

Contoh ruang penutup mencakup

exp:×,S2P2,U(1)()nU(1)(n1), \exp\colon\mathbb{C}\longrightarrow\mathbb{C}^{\times}, \qquad S^2\longrightarrow\mathbb{R}\mathrm{P}^2, \qquad U(1)\xrightarrow{(-)^n}U(1)\quad(n\geq 1),

serta berbagai penutup ruang berbentuk angka delapan S1S1S^1\vee S^1.

Latihan 4.4. Misalkan ZπYZ\xrightarrow{\pi}Y dan YρXY\xrightarrow{\rho}X adalah pemetaan penutup. Andaikan ρ\rho mempunyai serat hingga, yakni YxY_x hingga untuk setiap xXx\in X. Tunjukkan bahwa komposisi

ZρπX Z\xrightarrow{\rho\circ\pi}X

juga merupakan pemetaan penutup.

Proposisi 4.3. Untuk ruang penutup ZπXZ\xrightarrow{\pi}X, jika terdapat lintasan x0x1x_0\rightsquigarrow x_1 di XX, maka terdapat bijeksi—ekuivalen dengan homeomorfisma untuk serat-serat diskret—

Zx0Zx1. Z_{x_0}\cong Z_{x_1}.

Bijeksi tersebut pada umumnya bergantung pada pilihan lintasan. Buktinya dimulai dalam Kuliah 5 dan karena itu berada dalam unit berikutnya.

Pendamping penguasaan: solusi lengkap

Bagian ini merupakan materi baru untuk edisi bahasa Indonesia. Seluruh tugas dan pertanyaan dalam Kuliah 4 dijawab lengkap. Bukti Lema 4.1, yang tidak dituliskan dalam sumber, juga diberikan. Proposisi 4.3 sengaja tidak dibuktikan di sini karena pernyataannya berada tepat di batas akhir rentang sumber dan pembahasannya dilanjutkan pada unit berikutnya.

4.5 Solusi Latihan 4.1

Pada objek, tetapkan X[*,X]X\mapsto[*,X]. Untuk kelas homotopi [f]𝑯𝒐(X,Y)[f]\in\mathbf{Ho}(X,Y), definisikan

[*,[f]]:[*,X][*,Y],[u][fu]. [*,[f]]\colon[*,X]\longrightarrow[*,Y], \qquad [u]\longmapsto[f\circ u].

Pertama, aturan ini tidak bergantung pada wakil uu. Jika u0u1u_0\simeq u_1, maka komposisi suatu homotopi H:I×*XH\colon I\times *\to X dengan ff memberi fu0fu1f\circ u_0\simeq f\circ u_1.

Aturan ini juga tidak bergantung pada wakil ff. Jika f0f1f_0\simeq f_1 melalui K:I×XYK\colon I\times X\to Y, maka untuk setiap u:*Xu\colon *\to X, pemetaan

(t,*)K(t,u(*)) (t,*)\longmapsto K(t,u(*))

adalah homotopi f0uf1uf_0\circ u\simeq f_1\circ u. Jadi aturan tersebut terdefinisi pada morfisma [f][f] dalam 𝑯𝒐\mathbf{Ho}. Pelestarian identitas dan komposisi mengikuti dari

[idXu]=[u],[(gf)u]=[g(fu)]. [\operatorname{id}_X\circ u]=[u], \qquad [(g\circ f)\circ u]=[g\circ(f\circ u)].

Maka [*,][*,{-}] turun menjadi fungtor 𝑯𝒐𝑺𝒆𝒕\mathbf{Ho}\to\mathbf{Set}.

4.6 Bukti Lema 4.1

Dalam koproduk topologis

X=βJXβ, X=\bigsqcup_{\beta\in J}X_\beta,

setiap suku koproduk XβX_\beta terbuka sekaligus tertutup. Setiap subset terhubung tak kosong dari XX harus termuat dalam satu suku koproduk: jika ia bertemu dua suku, fungsi kontinu ke himpunan diskret JJ yang mencatat indeks suku tidak akan konstan. Sebaliknya, setiap subset terhubung dalam sebuah XβX_\beta tetap terhubung setelah dimasukkan ke XX. Karena itu, komponen-komponen terhubung XX tepat merupakan komponen-komponen dari semua XβX_\beta, dan diperoleh bijeksi pertama.

Untuk komponen lintasan, ambil lintasan γ:IX\gamma\colon I\to X. Karena II terhubung, citranya harus termuat dalam satu suku koproduk. Jadi dua titik dalam suku berbeda tidak mungkin terhubung oleh lintasan, sedangkan lintasan di suatu XβX_\beta tetap merupakan lintasan di XX. Komponen lintasan XX pun tepat merupakan komponen lintasan semua suku, yang memberikan bijeksi kedua. Kedua bijeksi diinduksi oleh inklusi suku koproduk dan natural terhadap keluarga pemetaan.

4.7 Solusi Latihan 4.2

Andaikan terdapat lintasan γ:[0,1]C\gamma\colon[0,1]\to C dari (0,0)(0,0) ke (1,sin1)(1,\sin 1). Tuliskan

γ(t)=(a(t),b(t)), \gamma(t)=(a(t),b(t)),

dengan a,ba,b kontinu. Karena a(0)=0a(0)=0 dan a(1)=1a(1)=1, himpunan a1(0)a^{-1}(0) merupakan subset tertutup tak kosong dari [0,1][0,1] yang tidak memuat 11. Maka ia mempunyai unsur terbesar

t0=maxa1(0)<1. t_0=\max a^{-1}(0)<1.

Untuk setiap t>t0t>t_0, kita mempunyai a(t)>0a(t)>0, sehingga

b(t)=sin(1a(t)). b(t)=\sin\!\left(\frac{1}{a(t)}\right).

Pilih dua barisan bilangan positif yang menuju nol,

rn=1π2+2πn,sn=13π2+2πn. r_n=\frac{1}{\frac{\pi}{2}+2\pi n}, \qquad s_n=\frac{1}{\frac{3\pi}{2}+2\pi n}.

Untuk setiap kk cukup besar, tetapkan mk=a(t0+1/k)>0m_k=a(t_0+1/k)>0. Pilih indeks nkn_k sedemikian sehingga rnk<mkr_{n_k}<m_k dan snk<mks_{n_k}<m_k. Karena a(t0)=0a(t_0)=0, teorema nilai antara memberikan titik uk,vk(t0,t0+1/k)u_k,v_k\in(t_0,t_0+1/k) dengan

a(uk)=rnk,a(vk)=snk. a(u_k)=r_{n_k}, \qquad a(v_k)=s_{n_k}.

Jadi ukt0u_k\to t_0 dan vkt0v_k\to t_0.

Akibatnya,

b(uk)=1,b(vk)=1. b(u_k)=1, \qquad b(v_k)=-1.

Namun, kekontinuan bb di t0t_0 menuntut kedua barisan nilai itu menuju nilai yang sama, yaitu b(t0)b(t_0). Kontradiksi. Jadi lintasan tersebut tidak ada.

Cabang berosilasi adalah citra kontinu dari (0,1](0,1] dan terhubung lintasan, sedangkan ruas vertikal juga terhubung lintasan. Argumen di atas, diterapkan setelah reparametrisasi ujung bila perlu, menunjukkan bahwa tidak ada lintasan yang menghubungkan kedua bagian itu. Dengan demikian keduanya tepat merupakan dua komponen lintasan CC.

4.8 Solusi Latihan 4.3

Misalkan XX dan YY bersifat SLPC. Untuk (x,y)X×Y(x,y)\in X\times Y, ambil lingkungan dasar U×VU\times V dengan UU dan VV berasal dari basis SLPC masing-masing. Jika (x0,y0),(x1,y1)U×V(x_0,y_0),(x_1,y_1)\in U\times V, pilih lintasan

α:IX,α(0)=x0,α(1)=x1, \alpha\colon I\to X, \quad \alpha(0)=x_0, \quad \alpha(1)=x_1,

dan

β:IY,β(0)=y0,β(1)=y1. \beta\colon I\to Y, \quad \beta(0)=y_0, \quad \beta(1)=y_1.

Lintasan t(α(t),β(t))t\mapsto(\alpha(t),\beta(t)) berada di X×YX\times Y dan menghubungkan kedua titik tersebut. Jadi himpunan-himpunan U×VU\times V membentuk basis SLPC bagi produk.

Sekarang misalkan EE ruang vektor topologis yang konveks lokal. Setiap titik mempunyai basis lingkungan berupa translasi himpunan-himpunan konveks. Jika uu dan vv berada dalam satu lingkungan konveks NN, lintasan garis

γ(t)=(1t)u+tv \gamma(t)=(1-t)u+tv

bahkan tetap berada dalam NN. Karena itu setiap lingkungan basis tersebut memenuhi syarat Definisi 4.2, sehingga EE bersifat SLPC.

4.9 Jawaban Pertanyaan 4.1

Ya. Menurut Definisi 4.2, suatu ruang bersifat SLPC jika dan hanya jika setiap komponen lintasannya terbuka.

Untuk arah maju, jika PP adalah komponen lintasan dan yPy\in P, pilih lingkungan basis NyN\ni y. Semua titik NN dapat dihubungkan ke yy oleh lintasan di ruang, sehingga NPN\subseteq P. Jadi PP terbuka. Untuk arah balik, jika semua komponen lintasan terbuka, maka himpunan PxUP_x\cap U, dengan PxP_x komponen lintasan xx dan UU lingkungan terbuka dari xx, membentuk basis lingkungan. Dua titik di PxUP_x\cap U dapat dihubungkan oleh lintasan di XX, sebagaimana diperbolehkan oleh Definisi 4.2.

Sekarang biarkan PP menjadi sebuah komponen lintasan YY. Jika dua titik x0,x1Xx_0,x_1\in X berada dalam komponen lintasan yang sama di XX, citra suatu lintasan di antara keduanya adalah lintasan dari q(x0)q(x_0) ke q(x1)q(x_1) di YY. Jadi q1(P)q^{-1}(P) merupakan gabungan komponen-komponen lintasan XX. Karena XX SLPC, setiap komponen itu terbuka, sehingga q1(P)q^{-1}(P) terbuka. Definisi topologi hasil bagi menyatakan bahwa PP terbuka di YY karena q1(P)q^{-1}(P) terbuka di XX. Dengan demikian semua komponen lintasan YY terbuka, dan YY bersifat SLPC.

4.10 Solusi Latihan 4.4

Tetapkan xXx\in X. Karena ρ\rho adalah pemetaan penutup, terdapat lingkungan terbuka UxU\ni x yang tertutup rata:

ρ1(U)=iIUi, \rho^{-1}(U)=\bigsqcup_{i\in I}U_i,

dengan setiap pembatasan ρi:=ρ|Ui:UiU\rho_i:=\rho|_{U_i}\colon U_i\to U suatu homeomorfisma. Himpunan indeks II berkorespondensi dengan serat YxY_x, sehingga II hingga.

Untuk setiap iIi\in I, tuliskan yi=ρi1(x)y_i=\rho_i^{-1}(x). Karena π\pi adalah pemetaan penutup, pilih lingkungan terbuka WiUiW_i\subseteq U_i dari yiy_i yang tertutup rata oleh π\pi. Himpunan ρi(Wi)\rho_i(W_i) adalah lingkungan terbuka dari xx di UU. Karena II hingga, irisan

V=iIρi(Wi), V=\bigcap_{i\in I}\rho_i(W_i),

masih merupakan lingkungan terbuka dari xx; jika I=I=\varnothing, irisan kosong ini dipahami sebagai UU. Gantikan UU dengan VV dan setiap UiU_i dengan Vi:=ρi1(V)WiV_i:=\rho_i^{-1}(V)\subseteq W_i. Setiap ViV_i tetap tertutup rata oleh π\pi dan dipetakan homeomorfik ke VV oleh ρ\rho.

Untuk setiap ii, tuliskan dekomposisi penutup

π1(Vi)=jJiWij, \pi^{-1}(V_i)=\bigsqcup_{j\in J_i}W_{ij},

dengan π|Wij:WijVi\pi|_{W_{ij}}\colon W_{ij}\to V_i sebuah homeomorfisma. Maka

(ρπ)1(V)=iIjJiWij, (\rho\circ\pi)^{-1}(V) =\bigsqcup_{i\in I}\bigsqcup_{j\in J_i}W_{ij},

dan pada setiap WijW_{ij}, komposisi

WijπViρV W_{ij}\xrightarrow{\ \pi\ }V_i \xrightarrow{\ \rho\ }V

merupakan homeomorfisma. Jadi VV tertutup rata oleh ρπ\rho\circ\pi. Karena xx dipilih sembarang, komposisi itu merupakan pemetaan penutup.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 1132–1304 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 5 dan bukti pertama bagi Proposisi 4.3, lalu berakhir dengan invariansi transpor serat terhadap reparameterisasi lintasan. Baris 1305 memulai Kuliah 6 dan tidak termasuk dalam unit ini. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, serta pemindahan keterangan dari catatan pinggir ke badan teks. Beberapa koreksi dan klarifikasi matematis terbatas juga diterapkan: sampul pada bukti serat diganti dengan subdivisi interval yang tunduk pada sampul trivial; notasi ruang penutup bertitik diperbaiki; konvensi serat kosong dan ketergantungan identifikasi pada pilihan dijelaskan; morfisma kategori ruang penutup dinyatakan lengkap; contoh analisis kompleks dibatasi pada klaim monodromi yang memang didukung; argumen trivialisasi interval memakai rantai subinterval dan lema penempelan; trivialisasi dinormalisasi pada serat awal; kesalahan tipe pada fungsi transisi diperbaiki; serta notasi dan bukti keunikan pengangkatan diperjelas. Semua perubahan substantif tersebut merupakan bagian dari adaptasi, bukan kutipan dari sumber lain.

Sumber tidak memuat lingkungan latihan dalam rentang ini. Karena itu, bagian pendamping penguasaan di akhir unit menambahkan empat pemeriksaan penguasaan beserta solusi lengkap, juga bukti bagi lema kekompakan dan proposisi tarik balik yang tidak dibuktikan dalam sumber. Seluruh materi baru itu tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

5 Kuliah 5

5.1 Serat ruang penutup di sepanjang lintasan

Kita mulai dengan bukti pertama bagi pernyataan terakhir Unit 4.

Bukti pertama Proposisi 4.3. Ambil lintasan

γ:IX,γ(0)=x0,γ(1)=x1, \gamma\colon I\longrightarrow X, \qquad \gamma(0)=x_0, \quad \gamma(1)=x_1,

dan suatu sampul terbuka {Vα}\{V_\alpha\} dari XX yang memberikan trivialisasi bagi ruang penutup ZπXZ\xrightarrow{\pi}X. Prapeta {γ1(Vα)}\{\gamma^{-1}(V_\alpha)\} merupakan sampul terbuka dari interval kompak II. Dengan lema bilangan Lebesgue, kita dapat memilih subdivisi

0=t0<t1<<tN=1 0=t_0<t_1<\cdots<t_N=1

dan anggota-anggota sampul terbuka V1,,VNV_1,\ldots,V_N yang mentrivialkan ruang penutup serta memenuhi

γ([ti1,ti])Vi(1iN). \gamma([t_{i-1},t_i])\subseteq V_i \qquad (1\leq i\leq N).

Untuk setiap ii, pilih trivialisasi

φi:π1(Vi)Vi×Fi, \varphi_i\colon\pi^{-1}(V_i) \xrightarrow{\cong} V_i\times F_i,

dengan FiF_i diskret. Trivialisasi itu mengidentifikasi setiap serat di atas titik ViV_i dengan FiF_i. Karena titik sambung γ(ti)\gamma(t_i) berada dalam ViVi+1V_i\cap V_{i+1}, kita memperoleh rangkaian bijeksi

Zx0F1Zγ(t1)F2FNZx1. Z_{x_0} \cong F_1 \cong Z_{\gamma(t_1)} \cong F_2 \cong\cdots\cong F_N \cong Z_{x_1}.

Komposisinya memberikan bijeksi Zx0Zx1Z_{x_0}\cong Z_{x_1}, yang sekaligus merupakan homeomorfisma karena kedua serat diskret. Argumen ini membuktikan keberadaan; pada tahap ini ia belum memberikan identifikasi yang dinyatakan bebas dari pilihan subdivisi dan trivialisasi. \square

Jadi, jika XX bersifat SLPC, maka untuk setiap απ0(X)\alpha\in\pi_0(X), sebuah ruang penutup ZπXZ\xrightarrow{\pi}X menentukan satu kelas isomorfisma himpunan pada komponen terhubung XαXX_\alpha\subseteq X. Kelas isomorfisma ini disebut serat tipikal di atas XαX_\alpha. Karena komponen terhubung dan komponen lintasan berimpit dalam ruang SLPC, setiap dua serat pada XαX_\alpha memang isomorfik, tetapi belum ada identifikasi yang lebih disukai tanpa data tambahan.

Catatan tentang serat kosong. Unit ini mengikuti konvensi sumber bahwa serat boleh kosong; dengan kata lain, pemetaan penutup tidak diwajibkan surjektif. Sebagian buku memasukkan surjektivitas ke dalam definisi pemetaan penutup. Jika XX bertitik di xx, sebuah ruang penutup bertitik ditulis

(Z,z)(X,x),π(z)=x. (Z,z)\longrightarrow(X,x), \qquad \pi(z)=x.

Data titik di atas itu persis merupakan pilihan zZxz\in Z_x. Jika XX terhubung dan SLPC, setiap xXx'\in X dapat dihubungkan ke xx oleh suatu lintasan. Identifikasi serat di sepanjang lintasan tersebut membawa zz ke suatu titik di ZxZ_{x'}, sehingga setiap serat tidak kosong. Identifikasi itu bergantung pada pilihan lintasan; pengangkatan lintasan di bawah akan membuat konstruksinya eksplisit.

Terdapat kategori 𝑪𝒐𝒗X\mathbf{Cov}_X yang objeknya adalah ruang-ruang penutup πi:ZiX\pi_i\colon Z_i\to X. Sebuah morfisma dari π1\pi_1 ke π2\pi_2 adalah pemetaan kontinu h:Z1Z2h\colon Z_1\to Z_2 di atas XX, yaitu yang membuat segitiga

Z1hZ2π1π2X \begin{array}{ccccc} Z_1&\xrightarrow{\ h\ }&Z_2\\ &\searrow_{\pi_1}&\downarrow\pi_2\\ &&X \end{array}

komutatif, atau setara dengan π2h=π1\pi_2\circ h=\pi_1. Demikian pula, kategori 𝑪𝒐𝒗(X,x)\mathbf{Cov}_{(X,x)} mempunyai objek ruang penutup bertitik (Z,z)(X,x)(Z,z)\to(X,x) dan morfisma di atas XX yang juga mempertahankan titik terpilih di ruang atas. Kita akan mempelajari kategori-kategori ini untuk melihat informasi apa yang dikandungnya tentang topologi XX.

Contoh 5.1 (monodromi pada bidang kompleks berlubang). Untuk

X=\{p1,,pn}, X=\mathbb{C}\setminus\{p_1,\ldots,p_n\},

kategori 𝑪𝒐𝒗X\mathbf{Cov}_X mengodekan data penutup tak bercabang dan monodromi. Setiap penutup topologis dari XX memperoleh struktur permukaan Riemann yang ditarik balik sehingga proyeksinya holomorfik dan merupakan biholomorfisma lokal. Untuk penutup berlembar hingga, tiap lubang dapat diisi menurut siklus-siklus monodromi lokal sehingga diperoleh pemetaan bercabang; lubang itu menjadi nilai cabang hanya jika monodromi lokalnya tidak trivial. Untuk penutup berlembar tak hingga, pengisian semacam itu memerlukan syarat tambahan pada orbit monodromi atau ujung-ujung ruang. Jadi, data penutup saja tidak membenarkan klaim bahwa semua dan hanya titik pip_i pasti merupakan nilai kritis.

Jika XX terhubung dan SLPC, bukti pertama di atas hanya mengatakan bahwa untuk x0,x1Xx_0,x_1\in X terdapat suatu bijeksi Zx0Zx1Z_{x_0}\cong Z_{x_1}. Kita akan memperkuat pernyataan ini. Sebelum itu, kita memerlukan sebuah konstruksi untuk ruang penutup.

5.2 Tarik balik ruang penutup

Definisi 5.1 (tarik balik). Diberikan ruang penutup ZπXZ\xrightarrow{\pi}X dan pemetaan YfXY\xrightarrow{f}X, tarik balik ZZ sepanjang ff adalah subruang

f*Z:=Y×XZ={(y,z)Y×Zf(y)=π(z)}Y×Z. f^*Z:=Y\times_X Z =\{(y,z)\in Y\times Z\mid f(y)=\pi(z)\} \subseteq Y\times Z.

Ia berada dalam persegi komutatif

f*Zpr2Zp=pr1πYfX. \begin{array}{ccc} f^*Z&\xrightarrow{\ \operatorname{pr}_2\ }&Z\\ p=\operatorname{pr}_1\downarrow&&\downarrow\pi\\ Y&\xrightarrow{\ f\ }&X. \end{array}

Ruang hasil kali serat Y×XZY\times_X Z sebenarnya dapat didefinisikan untuk sembarang pasangan pemetaan menuju XX; pada definisi ini, asumsi bahwa π\pi merupakan pemetaan penutup diperlukan untuk menyimpulkan bahwa proyeksi pp juga merupakan pemetaan penutup.

Proposisi 5.1. Dalam situasi Definisi 5.1, berlaku hal-hal berikut.

  1. Pemetaan p:f*ZYp\colon f^*Z\to Y merupakan ruang penutup.
  2. Tarik balik mendefinisikan fungtor f*:𝑪𝒐𝒗X𝑪𝒐𝒗Y. f^*\colon\mathbf{Cov}_X\longrightarrow\mathbf{Cov}_Y.
  3. Jika Y2gY1fXY_2\xrightarrow{g}Y_1\xrightarrow{f}X dan ZπXZ\xrightarrow{\pi}X, terdapat isomorfisma kanonik dalam 𝑪𝒐𝒗Y2\mathbf{Cov}_{Y_2}, (fg)*Zg*(f*Z). (f\circ g)^*Z\cong g^*(f^*Z).

Hanya butir pertama yang memakai asumsi bahwa π\pi adalah pemetaan penutup. Butir kedua dan ketiga berlaku bagi tarik balik umum dalam kategori irisan 𝑻𝒐𝒑/X\mathbf{Top}/X, yang objeknya adalah pemetaan menuju XX dan morfismanya adalah segitiga-segitiga komutatif.

Akibat 5.1. Untuk setiap yYy\in Y, terdapat isomorfisma kanonik

(f*Z)yZf(y), (f^*Z)_y\cong Z_{f(y)},

yang diberikan oleh (y,z)z(y,z)\mapsto z.

Sekarang, untuk suatu lintasan γ:IX\gamma\colon I\to X dan ruang penutup ZπXZ\xrightarrow{\pi}X, kita dapat membentuk ruang penutup tarik balik

γ*ZI. \gamma^*Z\longrightarrow I.

Karena itu, kita perlu memahami ruang-ruang penutup dari II. Untuk setiap ruang diskret SS, proyeksi S×IIS\times I\to I jelas merupakan ruang penutup.

5.3 Ruang penutup dari interval

Proposisi 5.2. Setiap ruang penutup ZπIZ\xrightarrow{\pi}I isomorfik dalam 𝑪𝒐𝒗I\mathbf{Cov}_I dengan ruang penutup trivial

Z0×Ipr2I,Z0:=π1(0). Z_0\times I\xrightarrow{\operatorname{pr}_2}I, \qquad Z_0:=\pi^{-1}(0).

Isomorfisma dapat dipilih agar pada Z0×{0}Z_0\times\{0\} merupakan identitas serat Z0Z_0.

Kita memerlukan lema bantu kecil berikut.

Lema 5.1. Jika XX kompak dan ZXZ\to X merupakan ruang penutup, maka terdapat sampul berhingga XX oleh lingkungan-lingkungan yang di atasnya ruang penutup tersebut trivial. Lingkungan-lingkungan itu dapat dipilih terbuka.

Bukti Proposisi 5.2. Terapkan Lema 5.1 pada II. Dengan memperhalus sampul berhingga menggunakan bilangan Lebesgue dan sedikit memperbesar subinterval-subinterval pembagian, kita dapat memilih rantai subinterval tertutup

[0,t1],[s2,t2],,[sN,1] [0,t_1],\ [s_2,t_2],\ \ldots,\ [s_N,1]

yang menutupi II, masing-masing termuat dalam suatu lingkungan trivial, dan memenuhi si+1<tis_{i+1}<t_i untuk setiap pasangan berturutan. Argumen induksi pada NN mereduksi penempelan menjadi kasus dua bagian.

Jadi, andaikan I=[0,t][s,1]I=[0,t]\cup[s,1] dengan s<ts<t. Tuliskan ZA:=π1(A)Z_A:=\pi^{-1}(A). Kita mempunyai trivialisasi

τ:Z0×[0,t]Z[0,t] \tau\colon Z_0\times[0,t]\xrightarrow{\cong}Z_{[0,t]}

dan

σ:F×[s,1]Z[s,1], \sigma\colon F\times[s,1]\xrightarrow{\cong}Z_{[s,1]},

dengan FF diskret. Trivialisasi pertama dapat dinormalisasi: jika pembatasannya pada Z0×{0}Z_0\times\{0\} menginduksi permutasi b:Z0Z0b\colon Z_0\to Z_0, prakomposisikan τ\tau dengan b1×idb^{-1}\times\operatorname{id}. Setelah itu,

τ(z,0)=z(zZ0). \tau(z,0)=z \qquad(z\in Z_0).

Pada irisan [s,t][s,t], pertimbangkan komposisi

Z0×[s,t]τZ[s,t]σ1F×[s,t]pr1F. Z_0\times[s,t] \xrightarrow{\ \tau\ } Z_{[s,t]} \xrightarrow{\ \sigma^{-1}\ } F\times[s,t] \xrightarrow{\ \operatorname{pr}_1\ } F.

Jika zZ0z\in Z_0 ditetapkan, komposisi itu memberi pemetaan kontinu {z}×[s,t]F\{z\}\times[s,t]\to F. Karena [s,t][s,t] terhubung dan FF diskret, pemetaan ini konstan. Tuliskan nilai konstannya sebagai pzp_z. Secara eksplisit, untuk sembarang r[s,t]r\in[s,t],

pz=pr1(σ1(τ(z,r))). p_z =\operatorname{pr}_1\!\left(\sigma^{-1}(\tau(z,r))\right).

Pada setiap rr tetap, fungsi transisi di atas serat merupakan bijeksi. Karena itu,

ϕ:Z0F,zpz, \phi\colon Z_0\longrightarrow F, \qquad z\longmapsto p_z,

merupakan bijeksi, dan juga homeomorfisma karena kedua ruang diskret.

Sekarang terdapat pemetaan

Z0×[0,t]τZ Z_0\times[0,t]\xrightarrow{\ \tau\ }Z

dan

Z0×[s,1]ϕ×idF×[s,1]σZ. Z_0\times[s,1] \xrightarrow{\ \phi\times\operatorname{id}\ } F\times[s,1] \xrightarrow{\ \sigma\ }Z.

Keduanya sama pada Z0×[s,t]Z_0\times[s,t] menurut konstruksi ϕ\phi. Lema penempelan untuk sampul tertutup [0,t][s,1][0,t]\cup[s,1] menghasilkan pemetaan kontinu

T:Z0×IZ T\colon Z_0\times I\longrightarrow Z

di atas II. Dengan menempelkan pemetaan-pemetaan balik pada Z[0,t]Z_{[0,t]} dan Z[s,1]Z_{[s,1]}, kita memperoleh pemetaan kontinu

S:ZZ0×I S\colon Z\longrightarrow Z_0\times I

di atas II. Evaluasi titik demi titik menunjukkan ST=idS\circ T=\operatorname{id} dan TS=idT\circ S=\operatorname{id}. Jadi TT merupakan isomorfisma dalam 𝑪𝒐𝒗I\mathbf{Cov}_I dan, berkat normalisasi τ\tau, memenuhi T(z,0)=zT(z,0)=z.

Langkah dua bagian ini dapat diterapkan berulang sepanjang rantai subinterval. Maka diperoleh isomorfisma ternormalisasi Z0×IZZ_0\times I\cong Z untuk sampul berhingga semula. \square

Akibat 5.2 (penampang tunggal dengan nilai awal). Diberikan ruang penutup ZπIZ\xrightarrow{\pi}I dan titik zZ0z\in Z_0, terdapat tepat satu lintasan

ηz:IZ \eta_z\colon I\longrightarrow Z

sedemikian sehingga

ηz(0)=z,πηz=idI. \eta_z(0)=z, \qquad \pi\circ\eta_z=\operatorname{id}_I.

Dengan kata lain, terdapat tepat satu penampang π\pi yang bernilai zz pada 00.

Bukti. Pilih isomorfisma ternormalisasi

T:Z0×IZ T\colon Z_0\times I\xrightarrow{\cong}Z

dari Proposisi 5.2. Definisikan

ηz(t)=T(z,t). \eta_z(t)=T(z,t).

Karena TT berada di atas II, pemetaan ini memenuhi πηz=idI\pi\circ\eta_z=\operatorname{id}_I, dan normalisasi memberikan ηz(0)=z\eta_z(0)=z.

Untuk keunikan, jika η\eta' merupakan penampang lain dengan nilai awal zz, tuliskan

T1(η(t))=(a(t),t). T^{-1}(\eta'(t))=(a(t),t).

Fungsi a:IZ0a\colon I\to Z_0 kontinu. Karena II terhubung dan Z0Z_0 diskret, aa konstan. Nilai awal memaksa a(t)=za(t)=z untuk semua tt, sehingga η(t)=T(z,t)=ηz(t)\eta'(t)=T(z,t)=\eta_z(t). \square

5.4 Pengangkatan lintasan dan transpor serat

Sekarang kita memperoleh salah satu sifat terpenting ruang penutup.

Teorema 5.1 (pengangkatan lintasan tunggal). Diberikan ruang penutup apa pun ZπXZ\xrightarrow{\pi}X, lintasan γ:IX\gamma\colon I\to X, dan titik zZγ(0)z\in Z_{\gamma(0)}, terdapat tepat satu pengangkatan

γ̃z:IZ \widetilde{\gamma}_z\colon I\longrightarrow Z

yang memenuhi

γ̃z(0)=z,πγ̃z=γ. \widetilde{\gamma}_z(0)=z, \qquad \pi\circ\widetilde{\gamma}_z=\gamma.

Tidak diperlukan asumsi bahwa XX terhubung atau SLPC.

Bukti. Bentuk tarik balik

p:γ*ZI. p\colon\gamma^*Z\longrightarrow I.

Seratnya di 00 teridentifikasi secara kanonik dengan Zγ(0)Z_{\gamma(0)}, sehingga titik awal yang sesuai adalah (0,z)(0,z). Menurut Akibat 5.2, terdapat tepat satu penampang

η(0,z):Iγ*Z \eta_{(0,z)}\colon I\longrightarrow\gamma^*Z

dengan

η(0,z)(0)=(0,z),pη(0,z)=idI. \eta_{(0,z)}(0)=(0,z), \qquad p\circ\eta_{(0,z)}=\operatorname{id}_I.

Definisikan

γ̃z=pr2η(0,z):IZ. \widetilde{\gamma}_z =\operatorname{pr}_2\circ\eta_{(0,z)} \colon I\longrightarrow Z.

Persegi tarik balik memberikan

πγ̃z=πpr2η(0,z)=γpη(0,z)=γ, \pi\circ\widetilde{\gamma}_z =\pi\circ\operatorname{pr}_2\circ\eta_{(0,z)} =\gamma\circ p\circ\eta_{(0,z)} =\gamma,

dan nilai awalnya adalah zz.

Sebaliknya, setiap pengangkatan lain λ:IZ\lambda\colon I\to Z dengan λ(0)=z\lambda(0)=z menentukan penampang kedua dari pp melalui

t(t,λ(t)). t\longmapsto(t,\lambda(t)).

Penampang itu mempunyai nilai awal (0,z)(0,z), sehingga oleh keunikan pada Akibat 5.2 ia sama dengan η(0,z)\eta_{(0,z)}. Maka λ=γ̃z\lambda=\widetilde{\gamma}_z. \square

Teorema ini memberi bukti kedua yang lebih eksplisit bagi Proposisi 4.3.

Akibat 5.3 (transpor sepanjang lintasan). Setiap lintasan γ:IX\gamma\colon I\to X mendefinisikan bijeksi

γ*:Zγ(0)Zγ(1),γ*(z)=γ̃z(1). \gamma_* \colon Z_{\gamma(0)} \xrightarrow{\cong} Z_{\gamma(1)}, \qquad \gamma_*(z)=\widetilde{\gamma}_z(1).

Bukti. Pertama, γ*\gamma_* memang merupakan fungsi ke Zγ(1)Z_{\gamma(1)} karena

π(γ̃z(1))=γ(1). \pi(\widetilde{\gamma}_z(1))=\gamma(1).

Definisikan lintasan balik

γ(t)=γ(1t). \bar\gamma(t)=\gamma(1-t).

Jika zZγ(0)z\in Z_{\gamma(0)}, lintasan balik dari γ̃z\widetilde{\gamma}_z dimulai di γ*(z)\gamma_*(z) dan merupakan pengangkatan γ\bar\gamma. Oleh keunikan pengangkatan,

γ*(γ*(z))=z. \bar\gamma_*\bigl(\gamma_*(z)\bigr)=z.

Argumen simetris, dimulai dari wZγ(1)w\in Z_{\gamma(1)}, memberikan

γ*(γ*(w))=w. \gamma_*\bigl(\bar\gamma_*(w)\bigr)=w.

Jadi γ*\bar\gamma_* adalah invers γ*\gamma_*, sehingga γ*\gamma_* bijektif. \square

Pengamatan pertama tentang transpor ini adalah invariansinya terhadap reparameterisasi. Jika

ψ:II,ψ(0)=0,ψ(1)=1, \psi\colon I\xrightarrow{\cong}I, \qquad \psi(0)=0, \quad \psi(1)=1,

maka

(γψ)*=γ*:Zγ(0)Zγ(1). (\gamma\circ\psi)_*=\gamma_* \colon Z_{\gamma(0)}\longrightarrow Z_{\gamma(1)}.

Memang, γ̃zψ\widetilde{\gamma}_z\circ\psi adalah pengangkatan γψ\gamma\circ\psi yang berawal di zz. Keunikan pengangkatan menyatakan bahwa itulah (γψ)̃z\widetilde{(\gamma\circ\psi)}_z, dan kedua lintasan terangkat mempunyai titik akhir yang sama. Pernyataan ini baru membuktikan invariansi terhadap reparameterisasi, belum invariansi terhadap homotopi lintasan.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Bagian ini merupakan materi baru untuk edisi bahasa Indonesia dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Tidak ada latihan eksplisit dalam rentang sumber Kuliah 5 ini. Empat pemeriksaan berikut menutup langkah-langkah pembuktian dan penerapan yang paling penting; semuanya langsung disertai solusi lengkap. Bukti Lema 5.1 yang tidak dituliskan dalam sumber juga diberikan.

Pemeriksaan penguasaan 5.1 (serat tipikal dan transpor). Jelaskan perbedaan logis antara pernyataan “semua serat di atas satu komponen lintasan mempunyai tipe isomorfisma yang sama” dan “suatu lintasan γ\gamma menentukan transpor γ*\gamma_*”. Mengapa Akibat 5.3 lebih kuat daripada bukti pertama Proposisi 4.3, tetapi belum memberikan identifikasi yang bebas dari pilihan lintasan?

5.5 Solusi Pemeriksaan 5.1

Bukti pertama hanya menghasilkan keberadaan setidaknya satu bijeksi di antara dua serat, melalui pilihan sampul, subdivisi, dan trivialisasi. Kesimpulan yang dapat dicatat tanpa mempertahankan semua pilihan itu hanyalah kelas isomorfisma serat pada setiap komponen lintasan.

Sebaliknya, setelah lintasan tertentu γ\gamma dan titik awal zz diberikan, Teorema 5.1 memilih tepat satu lintasan terangkat. Karena itu rumus

zγ̃z(1) z\longmapsto\widetilde{\gamma}_z(1)

memberikan fungsi yang ditentukan oleh γ\gamma, bukan sekadar bukti bahwa suatu bijeksi ada. Namun, dua lintasan berbeda dari x0x_0 ke x1x_1 dapat menghasilkan permutasi serat yang berbeda. Unit ini baru membuktikan bahwa reparameterisasi berujung tetap tidak mengubah transpor; belum dibuktikan bahwa deformasi lain pada lintasan tidak mengubahnya.

Pemeriksaan penguasaan 5.2 (struktur tarik balik). Buktikan ketiga butir Proposisi 5.1 dan isomorfisma serat pada Akibat 5.1 secara eksplisit.

5.6 Solusi Pemeriksaan 5.2

Untuk butir pertama, tetapkan y0Yy_0\in Y. Pilih lingkungan terbuka Vf(y0)V\ni f(y_0) yang di atasnya ZZ trivial, dengan

π1(V)V×F \pi^{-1}(V)\cong V\times F

di atas VV. Himpunan W=f1(V)W=f^{-1}(V) merupakan lingkungan terbuka y0y_0. Dengan mengambil hasil kali serat, diperoleh

p1(W)=W×Vπ1(V)W×V(V×F)W×F p^{-1}(W) =W\times_V\pi^{-1}(V) \cong W\times_V(V\times F) \cong W\times F

di atas WW. Jadi p:f*ZYp\colon f^*Z\to Y adalah pemetaan penutup.

Untuk butir kedua, jika h:Z1Z2h\colon Z_1\to Z_2 merupakan morfisma di atas XX, definisikan

f*h:f*Z1f*Z2,(y,z)(y,h(z)). f^*h\colon f^*Z_1\longrightarrow f^*Z_2, \qquad (y,z)\longmapsto(y,h(z)).

Karena π2(h(z))=π1(z)=f(y)\pi_2(h(z))=\pi_1(z)=f(y), pasangan di ruas kanan memang berada dalam f*Z2f^*Z_2. Rumus ini mempertahankan proyeksi ke YY, bersifat kontinu, serta memenuhi

f*(id)=id,f*(h2h1)=f*h2f*h1. f^*(\operatorname{id})=\operatorname{id}, \qquad f^*(h_2\circ h_1)=f^*h_2\circ f^*h_1.

Jadi f*f^* adalah fungtor.

Untuk butir ketiga, kedua ruang dapat ditulis sebagai

(fg)*Z={(y2,z)f(g(y2))=π(z)} (f\circ g)^*Z =\{(y_2,z)\mid f(g(y_2))=\pi(z)\}

dan

g*(f*Z)={(y2,(y1,z))g(y2)=y1,f(y1)=π(z)}. g^*(f^*Z) =\{(y_2,(y_1,z))\mid g(y_2)=y_1, f(y_1)=\pi(z)\}.

Isomorfisma kanoniknya adalah

(y2,z)(y2,(g(y2),z)), (y_2,z) \longmapsto \bigl(y_2,(g(y_2),z)\bigr),

dengan invers (y2,(y1,z))(y2,z)(y_2,(y_1,z))\mapsto(y_2,z). Kedua pemetaan kontinu, berada di atas Y2Y_2, dan tidak melibatkan pilihan apa pun.

Terakhir,

(f*Z)y={(y,z)π(z)=f(y)}. (f^*Z)_y =\{(y,z)\mid\pi(z)=f(y)\}.

Pemetaan (y,z)z(y,z)\mapsto z merupakan bijeksi kanonik ke Zf(y)Z_{f(y)}, dan homeomorfisma karena serat-serat ruang penutup diskret. Inversnya adalah z(y,z)z\mapsto(y,z).

5.7 Bukti Lema 5.1

Untuk setiap xXx\in X, definisi ruang penutup memberikan lingkungan terbuka VxxV_x\ni x yang di atasnya ZXZ\to X trivial. Keluarga {Vx}xX\{V_x\}_{x\in X} merupakan sampul terbuka dari XX. Karena XX kompak, terdapat subkeluarga berhingga

Vx1,,Vxm V_{x_1},\ldots,V_{x_m}

yang masih menutupi XX. Setiap anggotanya tetap merupakan lingkungan terbuka tempat ruang penutup itu trivial. Inilah sampul berhingga yang diminta.

Pemeriksaan penguasaan 5.3 (mengangkat satu putaran lingkaran). Untuk n1n\geq1, pertimbangkan pemetaan penutup

pn:S1S1,pn(z)=zn, p_n\colon S^1\longrightarrow S^1, \qquad p_n(z)=z^n,

dan lintasan γ(t)=e2πit\gamma(t)=e^{2\pi i t}. Tentukan pengangkatan yang berawal di zk=e2πik/nz_k=e^{2\pi i k/n}, dengan k{0,,n1}k\in\{0,\ldots,n-1\}, lalu hitung transpor γ*(zk)\gamma_*(z_k).

5.8 Solusi Pemeriksaan 5.3

Definisikan

γ̃zk(t)=e2πi(t+k)/n. \widetilde{\gamma}_{z_k}(t) =e^{2\pi i(t+k)/n}.

Nilai awalnya adalah e2πik/n=zke^{2\pi i k/n}=z_k, dan

pn(γ̃zk(t))=(e2πi(t+k)/n)n=e2πi(t+k)=e2πit=γ(t). p_n\!\left(\widetilde{\gamma}_{z_k}(t)\right) =\left(e^{2\pi i(t+k)/n}\right)^n =e^{2\pi i(t+k)} =e^{2\pi i t} =\gamma(t).

Oleh keunikan pengangkatan, inilah pengangkatan yang diminta. Titik akhirnya adalah

γ*(zk)=e2πi(k+1)/n=zk+1modn. \gamma_*(z_k) =e^{2\pi i(k+1)/n} =z_{k+1\bmod n}.

Jadi satu putaran positif pada ruang dasar menggerakkan serat dengan siklus z0z1zn1z0z_0\mapsto z_1\mapsto\cdots\mapsto z_{n-1}\mapsto z_0.

Pemeriksaan penguasaan 5.4 (naturalitas transpor). Misalkan h:Z1Z2h\colon Z_1\to Z_2 merupakan morfisma ruang penutup di atas XX, dan γ\gamma lintasan dalam XX. Buktikan bahwa diagram transpor serat

(Z1)γ(0)γ*Z1(Z1)γ(1)hh(Z2)γ(0)γ*Z2(Z2)γ(1) \begin{array}{ccc} (Z_1)_{\gamma(0)}&\xrightarrow{\ \gamma_*^{Z_1}\ }&(Z_1)_{\gamma(1)}\\ h\downarrow&&\downarrow h\\ (Z_2)_{\gamma(0)}&\xrightarrow{\ \gamma_*^{Z_2}\ }&(Z_2)_{\gamma(1)} \end{array}

komutatif.

5.9 Solusi Pemeriksaan 5.4

Ambil z(Z1)γ(0)z\in(Z_1)_{\gamma(0)}. Karena hh berada di atas XX, kita mempunyai

π2h=π1. \pi_2\circ h=\pi_1.

Maka komposisi

hγ̃zZ1:IZ2 h\circ\widetilde{\gamma}^{Z_1}_z\colon I\longrightarrow Z_2

merupakan pengangkatan γ\gamma dan berawal di h(z)h(z). Teorema 5.1 memberikan hanya satu pengangkatan dengan nilai awal itu, sehingga

hγ̃zZ1=γ̃h(z)Z2. h\circ\widetilde{\gamma}^{Z_1}_z =\widetilde{\gamma}^{Z_2}_{h(z)}.

Evaluasi pada t=1t=1 menghasilkan

h(γ*Z1(z))=h(γ̃zZ1(1))=γ̃h(z)Z2(1)=γ*Z2(h(z)). h\bigl(\gamma_*^{Z_1}(z)\bigr) =h\bigl(\widetilde{\gamma}^{Z_1}_z(1)\bigr) =\widetilde{\gamma}^{Z_2}_{h(z)}(1) =\gamma_*^{Z_2}(h(z)).

Karena persamaan berlaku untuk setiap zz, diagram tersebut komutatif.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 1305–1515 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 6 dan aksi lintasan pada serat ruang penutup, lalu berakhir setelah teorema Wada–Roberts tentang keterhubungan lintasan semilokal ruang pemetaan. Baris 1516 memulai Kuliah 7 dan tidak termasuk dalam unit ini. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan semua keterangan pinggir ke urutan bacaan utama. Koreksi atau klarifikasi substantif yang diterapkan adalah sebagai berikut: contoh penutup eksponensial dibuat konsisten sebagai p:S1p\colon\mathbb{R}\to S^1, p(t)=eitp(t)=e^{it}, sehingga serat dan titik akhir pengangkatan benar; hipotesis bagi pemilihan satu titik serat pada setiap komponen lintasan ruang atas dinyatakan; dua salah ketik pada pembahasan faktorisasi dan homotopi diperbaiki; bukti kekontinuan operator pengangkatan diperbaiki dengan kendali eksplisit pada irisan lembaran, menggantikan himpunan yang salah tipe, lingkungan yang tidak didefinisikan, dan klaim kesamaan yang tidak terbukti dalam sumber; contoh manifold memakai bola koordinat yang benar-benar konveks; serta indeks anting-anting Hawaii dibatasi pada n1n\geq1. Semua perbaikan merupakan bagian dari adaptasi independen ini, bukan salinan ungkapan dari sumber lain.

Rentang sumber tidak memuat lingkungan latihan. Bagian pendamping penguasaan menambahkan empat pemeriksaan beserta solusi lengkap: aksi loop pada penutup lingkaran, basis topologi kompak-terbuka, kekontinuan dan kesurjektifan transpor, serta contoh-contoh SLSC. Bukti utama Wada–Roberts tidak diberikan dalam sumber, melainkan dirujuk ke Handout 1. Agar unit dapat dipelajari mandiri, pendamping menutup celah itu dengan pembuktian khusus kasus n=1n=1 yang diturunkan langsung dari definisi SLSC dan diberi label tegas sebagai materi edisi, bukan sebagai teks Roberts atau reproduksi handout. Seluruh materi pendamping tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

6 Kuliah 6

6.1 Loop dan aksi pada serat

Hasil Unit 5 dapat dirumuskan lebih kuat sebagai sebuah fungsi

{lintasan x0x1 di X}×Zx0Zx1,(γ,z)γ*(z). \{\text{lintasan }x_0\rightsquigarrow x_1\text{ di }X\} \times Z_{x_0} \longrightarrow Z_{x_1}, \qquad (\gamma,z)\longmapsto\gamma_*(z).

Jika x0=x1=xx_0=x_1=x, fungsi itu menjadi

{loop xx di X}×ZxZx. \{\text{loop }x\rightsquigarrow x\text{ di }X\} \times Z_x \longrightarrow Z_x.

Setiap loop memberikan bijeksi ZxZxZ_x\to Z_x, sehingga informasi yang sama dapat dipandang sebagai fungsi

{loop xx di X}Aut(Zx),γγ*. \{\text{loop }x\rightsquigarrow x\text{ di }X\} \longrightarrow\operatorname{Aut}(Z_x), \qquad \gamma\longmapsto\gamma_*.

Jika diinginkan, himpunan lintasan atau loop pada rumus-rumus ini dapat terlebih dahulu dibagi menurut reparameterisasi berujung tetap, karena Unit 5 menunjukkan bahwa reparameterisasi tidak mengubah γ*\gamma_*.

Untuk ruang penutup bertitik

(Z,z)π(X,x), (Z,z)\xrightarrow{\pi}(X,x),

kita juga memperoleh fungsi kanonik

{loop xx di X}Zx,γγ*(z). \{\text{loop }x\rightsquigarrow x\text{ di }X\} \longrightarrow Z_x, \qquad \gamma\longmapsto\gamma_*(z). \tag{6.1}

Contoh 6.1 (penutup trivial dan penutup eksponensial). Untuk penutup trivial Z=S×XXZ=S\times X\to X, transpor setiap lintasan bertindak sebagai identitas pada koordinat SS:

γ*:SS,γ*=idS. \gamma_*\colon S\longrightarrow S, \qquad \gamma_*=\operatorname{id}_S.

Karena itu, setelah suatu titik (s,x)(s,x) dipilih, citra fungsi (6.1) hanya terdiri atas satu titik. Setiap ruang penutup dari II bersifat trivial menurut Proposisi 5.2, sehingga fenomena yang sama berlaku di sana.

Sebaliknya, pertimbangkan pemetaan penutup

p:S1,p(t)=eit, p\colon\mathbb{R}\longrightarrow S^1, \qquad p(t)=e^{it},

dengan titik dasar x=1S1x=1\in S^1 dan z=0z=0\in\mathbb{R}. Seratnya adalah

p1(1)=2π. p^{-1}(1)=2\pi\mathbb{Z}.

Fungsi

{γ:IS1γ(0)=γ(1)=1}2π,γγ*(0), \{\gamma\colon I\to S^1\mid\gamma(0)=\gamma(1)=1\} \longrightarrow2\pi\mathbb{Z}, \qquad \gamma\longmapsto\gamma_*(0),

surjektif. Untuk setiap nn\in\mathbb{Z}, lintasan

γ̃n(t)=2πnt \widetilde{\gamma}_n(t)=2\pi nt

mengangkat loop

γn(t)=e2πint, \gamma_n(t)=e^{2\pi int},

dan memenuhi

γ̃n(0)=0,γ̃n(1)=2πn. \widetilde{\gamma}_n(0)=0, \qquad \widetilde{\gamma}_n(1)=2\pi n.

Perbedaan dengan penutup trivial berserat lebih dari satu titik adalah bahwa \mathbb{R} terhubung lintasan, sedangkan X×SX\times S tidak terhubung lintasan jika |S|>1|S|>1.

Secara umum, andaikan (Z,z)π(X,x)(Z,z)\xrightarrow{\pi}(X,x) merupakan ruang penutup bertitik dan ZZ terhubung lintasan. Untuk setiap zZxz'\in Z_x, terdapat lintasan

γ̃:IZ,γ̃(0)=z,γ̃(1)=z. \widetilde{\gamma}\colon I\longrightarrow Z, \qquad \widetilde{\gamma}(0)=z, \quad \widetilde{\gamma}(1)=z'.

Proyeksinya γ=πγ̃\gamma=\pi\circ\widetilde{\gamma} adalah loop pada xx, dan keunikan pengangkatan memberi γ̃=γ̃z\widetilde{\gamma}=\widetilde{\gamma}_z. Jadi fungsi (6.1) surjektif. Dengan demikian, lintasan membatasi ukuran serat ruang penutup terhubung, dan ukuran serat juga membatasi kemungkinan lintasan. Himpunan loop pada XX sendiri tidak bergantung pada ruang penutup yang dipilih.

Lebih umum lagi, andaikan setiap komponen lintasan ZαZ_\alpha dari ZZ bertemu serat ZxZ_x; kondisi ini berlaku, misalnya, jika XX terhubung lintasan. Pilih satu titik zαZαZxz_\alpha\in Z_\alpha\cap Z_x untuk setiap α\alpha. Pilihan itu adalah sebuah penampang dari pemetaan kanonik Z[*,Z]Z\to[*,Z] pada tingkat himpunan. Maka fungsi

{loop pada x}×[*,Z]{loop pada x}×{zα}Zx,(γ,α)γ*(zα), \{\text{loop pada }x\}\times[*,Z] \cong \{\text{loop pada }x\}\times\{z_\alpha\} \longrightarrow Z_x, \qquad (\gamma,\alpha)\longmapsto\gamma_*(z_\alpha), \tag{6.2}

selalu surjektif. Memang, setiap zZxz'\in Z_x berada dalam satu komponen ZαZ_\alpha, lalu suatu lintasan dalam komponen itu dari zαz_\alpha ke zz' memproyeksikan ke loop yang diperlukan.

Jumlah lintasan biasanya sangat besar. Mengambil hasil bagi terhadap reparameterisasi memang mengurangi redundansi, tetapi kita dapat berbuat lebih banyak: kita dapat memberi topologi pada himpunan lintasan.

6.2 Topologi kompak-terbuka pada ruang lintasan

Serat ZxZ_x dari ruang penutup bersifat diskret, sedangkan himpunan Top(I,X)\operatorname{Top}(I,X) dari semua lintasan IXI\to X dapat diberi topologi. Jika XX metrik, kita dapat memakai metrik supremum

d(γ,η)=suptId(γ(t),η(t)). d_\infty(\gamma,\eta) =\sup_{t\in I}d(\gamma(t),\eta(t)).

Tujuan kita adalah mendefinisikan topologi yang juga berlaku ketika XX bukan ruang metrik.

Lema 6.1 (basis lingkungan kompak-terbuka). Misalkan XX ruang topologis dan γTop(I,X)\gamma\in\operatorname{Top}(I,X). Pilih partisi

0=t0<t1<<tn<tn+1=1 0=t_0<t_1<\cdots<t_n<t_{n+1}=1

serta himpunan-himpunan terbuka U0,,UnXU_0,\ldots,U_n\subseteq X sedemikian sehingga

γ([ti,ti+1])Ui(0in), \gamma([t_i,t_{i+1}])\subseteq U_i \qquad(0\leq i\leq n),

Definisikan

Nγ(t1<<tn;U0,,Un):={η:IXη([ti,ti+1])Ui untuk setiap i}. \begin{aligned} N_\gamma(&t_1<\cdots<t_n;U_0,\ldots,U_n)\\ :={}&\{\eta\colon I\to X\mid \eta([t_i,t_{i+1}])\subseteq U_i \text{ untuk setiap }i\}. \end{aligned}

Ketika partisi dan himpunan terbuka tersebut bervariasi, himpunan-himpunan NγN_\gamma membentuk basis lingkungan pada Top(I,X)\operatorname{Top}(I,X).

Catatan sumber merumuskan hal yang sama dengan lingkungan UiU_i dan interior UiU_i^\circ, yang didefinisikan di catatan pinggir sebagai gabungan semua himpunan terbuka yang termuat dalam UiU_i. Edisi ini memilih UiU_i terbuka sejak awal, sehingga Ui=UiU_i^\circ=U_i dan rumusnya ekuivalen.

Definisi 6.1 (ruang lintasan). Ruang lintasan XIX^I adalah himpunan Top(I,X)\operatorname{Top}(I,X) yang dilengkapi topologi dari Lema 6.1. Topologi itu disebut topologi kompak-terbuka.

Jika XX metrik, topologi kompak-terbuka sama dengan topologi yang dihasilkan oleh metrik supremum. Sifat penting lainnya adalah hukum eksponensial: karena II kompak Hausdorff, untuk setiap ruang YY, pemetaan kontinu

H:Y×IX H\colon Y\times I\longrightarrow X

berkorespondensi dengan pemetaan kontinu

h:YXI,h(y)(t)=H(y,t), h\colon Y\longrightarrow X^I, \qquad h(y)(t)=H(y,t),

dan sebaliknya. Secara khusus, homotopi H:I×IXH\colon I\times I\to X dapat dipandang sebagai lintasan h:IXIh\colon I\to X^I, dengan

hs(t)=H(s,t). h_s(t)=H(s,t).

Lema 6.2. Berlaku dua sifat berikut.

  1. Pemetaan evaluasi ev:XI×IX,ev(γ,t)=γ(t), \operatorname{ev}\colon X^I\times I\longrightarrow X, \qquad \operatorname{ev}(\gamma,t)=\gamma(t), kontinu.
  2. Untuk setiap pemetaan kontinu f:XYf\colon X\to Y, pemetaan pascakomposisi f*:XIYI,f*(γ)=fγ, f_*\colon X^I\longrightarrow Y^I, \qquad f_*(\gamma)=f\circ\gamma, kontinu.

Untuk tIt\in I, evaluasi pada waktu tetap

evt:XIX,evt(γ)=γ(t), \operatorname{ev}_t\colon X^I\longrightarrow X, \qquad \operatorname{ev}_t(\gamma)=\gamma(t),

kontinu sebagai komposisi

XIXI×{t}XI×IevX. X^I\cong X^I\times\{t\} \hookrightarrow X^I\times I \xrightarrow{\operatorname{ev}}X.

Kasus yang paling sering dipakai adalah t=0t=0 dan t=1t=1. Untuk x,yXx,y\in X, definisikan subruang-subruang

PxX:={γXIγ(0)=x}=ev01(x),PxyX:={γXIγ(0)=x,γ(1)=y}=ev01(x)ev11(y),ΩxX:=PxxX={γXIγ(0)=x=γ(1)}. \begin{aligned} P_xX &:=\{\gamma\in X^I\mid\gamma(0)=x\} =\operatorname{ev}_0^{-1}(x),\\ P_x^yX &:=\{\gamma\in X^I\mid\gamma(0)=x, \ \gamma(1)=y\}\\ &=\operatorname{ev}_0^{-1}(x)\cap\operatorname{ev}_1^{-1}(y),\\ \Omega_xX &:=P_x^xX =\{\gamma\in X^I\mid\gamma(0)=x=\gamma(1)\}. \end{aligned}

Dua ruang terakhir sudah muncul sebelumnya, tetapi tanpa topologinya. Lintasan di dalam PxyXP_x^yX berkorespondensi dengan homotopi antarlintasan yang mempertahankan kedua titik ujung. Karena itu, komponen lintasan ruang-ruang pemetaan ini berkaitan langsung dengan kelas homotopi lintasan relatif terhadap titik ujung.

6.3 Kekontinuan operator pengangkatan

Transformasi natural

iddiscπ0:𝑻𝒐𝒑slpc𝑻𝒐𝒑slpc \operatorname{id}\Rightarrow\operatorname{disc}\pi_0 \colon\mathbf{Top}_{\mathrm{slpc}} \longrightarrow\mathbf{Top}_{\mathrm{slpc}}

mempunyai sifat universal berikut. Jika SS diskret, XX SLPC, dan f:XSf\colon X\to S kontinu, terdapat tepat satu fungsi f:π0(X)U(S)\bar f\colon\pi_0(X)\to U(S) yang membuat diagram

XfSqdisc(f)disc(π0(X)) \begin{array}{ccc} X&\xrightarrow{\ f\ }&S\\ q\downarrow&\nearrow_{\operatorname{disc}(\bar f)}&\\ \operatorname{disc}(\pi_0(X))&& \end{array}

komutatif. Di sini qq mengirim setiap titik ke komponen terhubungnya.

Sekarang ambil ruang penutup ZXZ\to X. Fungsi transpor Unit 5 memberikan

A:PxyX×ZxZy,A(γ,z)=γ*(z). A\colon P_x^yX\times Z_x\longrightarrow Z_y, \qquad A(\gamma,z)=\gamma_*(z). \tag{6.3}

Jika AA kontinu, karena ZyZ_y diskret fungsi itu konstan pada komponen terhubung dan memfaktor sebagai

PxyX×Zxπ0(PxyX×Zx)π0(PxyX)×ZxZy. P_x^yX\times Z_x \longrightarrow \pi_0(P_x^yX\times Z_x) \cong \pi_0(P_x^yX)\times Z_x \longrightarrow Z_y.

Isomorfisma tengah ada karena ZxZ_x diskret. Jika ZZ terhubung lintasan dan suatu zZxz\in Z_x ditetapkan, kita memperoleh fungsi surjektif

π0(PxyX)Zy. \pi_0(P_x^yX)\longrightarrow Z_y.

Hal ini semakin membatasi topologi ruang lintasan dan serat yang mungkin dimiliki ruang penutup. Namun, masih ada dua persoalan:

  1. kita belum mengetahui bahwa fungsi pengangkatan lintasan kontinu;
  2. kita belum mengetahui bahwa PxyXP_x^yX bersifat SLPC, sehingga belum dapat menyamakan komponen lintasan dengan komponen terhubungnya.

Untuk menangani persoalan pertama, kita tingkatkan sifat pengangkatan lintasan tunggal menjadi sebuah fungsi kontinu. Definisikan hasil kali serat

XI×XZ:={(γ,z)XI×Zγ(0)=π(z)} X^I\times_X Z :=\{(\gamma,z)\in X^I\times Z\mid\gamma(0)=\pi(z)\}

dan operator

Lift:XI×XZZI,Lift(γ,z)=γ̃z. \operatorname{Lift}\colon X^I\times_X Z\longrightarrow Z^I, \qquad \operatorname{Lift}(\gamma,z)=\widetilde{\gamma}_z.

Fungsi ini sudah terdefinisi oleh Teorema 5.1; yang harus dibuktikan sekarang adalah kekontinuannya. Setelah itu, fungsi (6.3) dapat ditulis sebagai komposisi

PxyX×ZxXI×XZLiftZIev1Z, P_x^yX\times Z_x \hookrightarrow X^I\times_X Z \xrightarrow{\operatorname{Lift}}Z^I \xrightarrow{\operatorname{ev}_1}Z,

yang citranya termuat dalam ZyZ_y.

Teorema 6.1. Fungsi

Lift:XI×XZZI \operatorname{Lift}\colon X^I\times_X Z\longrightarrow Z^I

kontinu.

Bukti. Tetapkan (γ,z)XI×XZ(\gamma,z)\in X^I\times_X Z, dan tuliskan

γ̃=Lift(γ,z). \widetilde{\gamma} =\operatorname{Lift}(\gamma,z).

Ambil lingkungan dasar

Nγ̃=Nγ̃(t1<<tn;U0,,Un) N_{\widetilde{\gamma}} =N_{\widetilde{\gamma}}(t_1<\cdots<t_n;U_0,\ldots,U_n)

dari γ̃\widetilde{\gamma} dalam ZIZ^I. Kita akan membangun lingkungan M(γ,z)M(\gamma,z) yang dipetakan oleh Lift\operatorname{Lift} ke dalam Nγ̃N_{\widetilde{\gamma}}.

Karena π\pi merupakan homeomorfisma lokal dan II kompak, kita dapat memperhalus partisi menjadi

0=s0<s1<<sm=1 0=s_0<s_1<\cdots<s_m=1

yang memuat semua titik tjt_j, serta memilih lembaran-lembaran terbuka W1,,WmZW_1,\ldots,W_m\subseteq Z sedemikian sehingga, untuk setiap kk,

γ̃([sk1,sk])WkUj(k), \widetilde{\gamma}([s_{k-1},s_k])\subseteq W_k \subseteq U_{j(k)},

subinterval [sk1,sk][s_{k-1},s_k] termuat dalam [tj(k),tj(k)+1][t_{j(k)},t_{j(k)+1}], dan pembatasan

π|Wk:WkVk:=π(Wk) \pi|_{W_k}\colon W_k\xrightarrow{\cong}V_k:=\pi(W_k)

merupakan homeomorfisma ke himpunan terbuka VkXV_k\subseteq X.

Pada setiap titik sambung sks_k, kedua lembaran WkW_k dan Wk+1W_{k+1} memuat γ̃(sk)\widetilde{\gamma}(s_k). Pilih lingkungan terbuka

Qkγ̃(sk),QkWkWk+1, Q_k\ni\widetilde{\gamma}(s_k), \qquad Q_k\subseteq W_k\cap W_{k+1},

yang dipetakan homeomorfik oleh π\pi ke lingkungan terbuka Rk:=π(Qk)R_k:=\pi(Q_k) dari γ(sk)\gamma(s_k).

Definisikan lingkungan terbuka BB dari γ\gamma dalam XIX^I dengan

B:=Nγ(s1<<sm1;V1,,Vm)k=1m1evsk1(Rk). B := N_\gamma(s_1<\cdots<s_{m-1};V_1,\ldots,V_m) \cap \bigcap_{k=1}^{m-1}\operatorname{ev}_{s_k}^{-1}(R_k).

Lalu tetapkan

M(γ,z):=(B×W1)(XI×XZ). M(\gamma,z) :=(B\times W_1)\cap(X^I\times_X Z).

Ini merupakan lingkungan terbuka (γ,z)(\gamma,z) dalam hasil kali serat.

Ambil (η,w)M(γ,z)(\eta,w)\in M(\gamma,z) dan tuliskan η̃=Lift(η,w)\widetilde{\eta}=\operatorname{Lift}(\eta,w). Pada subinterval pertama, lintasan

t(π|W1)1(η(t)) t\longmapsto(\pi|_{W_1})^{-1}(\eta(t))

adalah pengangkatan η|[s0,s1]\eta|_{[s_0,s_1]} yang berawal di ww. Oleh keunikan pengangkatan, η̃([s0,s1])W1\widetilde{\eta}([s_0,s_1])\subseteq W_1. Karena η(s1)R1\eta(s_1)\in R_1 dan prapeta R1R_1 pada lembaran W1W_1 termuat dalam Q1W2Q_1\subseteq W_2, titik η̃(s1)\widetilde{\eta}(s_1) juga berada dalam W2W_2.

Argumen yang sama dapat diulang secara induktif. Kita memperoleh

η̃([sk1,sk])WkUj(k) \widetilde{\eta}([s_{k-1},s_k])\subseteq W_k \subseteq U_{j(k)}

untuk setiap kk. Karena partisi sks_k memperhalus partisi tjt_j, hal ini menunjukkan

η̃Nγ̃. \widetilde{\eta}\in N_{\widetilde{\gamma}}.

Jadi

M(γ,z)Lift1(Nγ̃). M(\gamma,z) \subseteq \operatorname{Lift}^{-1}(N_{\widetilde{\gamma}}).

Setiap lingkungan dasar dari γ̃\widetilde{\gamma} mempunyai prapeta yang merupakan lingkungan (γ,z)(\gamma,z). Maka Lift\operatorname{Lift} kontinu. \square

Catatan 6.1. Keunikan pengangkatan menunjukkan bahwa Lift\operatorname{Lift} sebenarnya bijektif, bahkan homeomorfisma. Inversnya adalah

(π*,ev0):ZIXI×XZ,λ(πλ,λ(0)). (\pi_*,\operatorname{ev}_0) \colon Z^I\longrightarrow X^I\times_X Z, \qquad \lambda\longmapsto(\pi\circ\lambda,\lambda(0)).

Pemetaan invers itu kontinu menurut Lema 6.2. Komposisi pada kedua arah adalah identitas karena setiap lintasan λ\lambda merupakan pengangkatan tunggal dari πλ\pi\circ\lambda dengan nilai awal λ(0)\lambda(0).

Dengan demikian fungsi transpor

PxyX×ZxZy P_x^yX\times Z_x\longrightarrow Z_y

kontinu dan menghasilkan fungsi

π0(PxyX)×ZxZy. \pi_0(P_x^yX)\times Z_x\longrightarrow Z_y.

Kita masih ingin mengetahui bahwa dua titik γ,ηPxyX\gamma,\eta\in P_x^yX dalam komponen terhubung yang sama dapat dihubungkan oleh lintasan dalam PxyXP_x^yX. Lintasan seperti itu setara dengan homotopi

H:I×IX H\colon I\times I\longrightarrow X

dari γ\gamma ke η\eta yang mempertahankan titik ujung, yaitu

H(0,t)=γ(t),H(1,t)=η(t)untuk setiap tI, H(0,t)=\gamma(t), \qquad H(1,t)=\eta(t) \qquad \text{untuk setiap }t\in I,

dan

H(s,0)=x,H(s,1)=yuntuk setiap sI. H(s,0)=x, \qquad H(s,1)=y \qquad \text{untuk setiap }s\in I.

6.4 Ruang terhubung sederhana semilokal

Definisi 6.2 (terhubung sederhana semilokal). Dalam konvensi mata kuliah ini, sebuah ruang XX disebut terhubung sederhana semilokal, disingkat SLSC, jika setiap titik mempunyai basis lingkungan terbuka NN dengan kedua sifat berikut:

  1. NN terhubung lintasan;
  2. untuk setiap x,yNx,y\in N dan setiap dua lintasan γ,ηPxyN\gamma,\eta\in P_x^yN, terdapat homotopi di XX dari γ\gamma ke η\eta yang mempertahankan titik ujung.

Lintasan-lintasan awal berada di dalam NN, sedangkan homotopinya diperbolehkan bergerak di seluruh XX. Ini adalah syarat teknis terakhir pada ruang yang diperlukan dalam bagian mata kuliah ini.

Peringatan istilah: konvensi ini menggabungkan dua syarat yang sering dipisahkan dalam pustaka, yakni terhubung lintasan lokal dan terhubung sederhana semilokal dalam arti standar. Dengan keterhubungan lintasan lokal, Definisi 6.2 setara dengan adanya basis lingkungan terhubung lintasan NN sehingga homomorfisma yang diinduksi inklusi π1(N,u)π1(X,u)\pi_1(N,u)\to\pi_1(X,u) trivial untuk setiap uNu\in N. Istilah SLSC tanpa syarat tambahan dalam arti standar tidak dengan sendirinya menyiratkan SLPC.

Setiap ruang SLSC bersifat SLPC, sebab basis lingkungan dalam Definisi 6.2 khususnya terdiri atas himpunan-himpunan terhubung lintasan.

Contoh 6.2. Setiap manifold bersifat SLSC. Untuk manifold tanpa batas, di dalam suatu peta koordinat kita dapat memilih lingkungan yang citranya merupakan bola Euklides kecil. Untuk manifold dengan batas, gunakan setengah bola yang konveks dalam peta koordinat batas. Dalam kedua kasus citra itu konveks, sehingga dua lintasan di dalamnya yang mempunyai titik ujung sama dapat dihubungkan oleh homotopi garis lurus yang mempertahankan titik ujung.

Contoh 6.3 (anting-anting Hawaii). Anting-anting Hawaii adalah subruang

:=n1{(u,v)2|(u,v)(1n,0)=1n}. \mathbb{H} := \bigcup_{n\geq1} \left\{(u,v)\in\mathbb{R}^2 \mathrel{\Big|} \left\|(u,v)-\left(\frac1n,0\right)\right\| =\frac1n \right\}.

Ruang ini tidak SLSC. Setiap lingkungan titik (0,0)(0,0) memuat seluruh lingkaran penyusun untuk semua nn yang cukup besar. Loop yang mengitari salah satu lingkaran itu tidak dapat dikontraksikan bahkan di dalam seluruh \mathbb{H}.

Teorema 6.2 (Wada 1955; diperkuat oleh Roberts 2010). Jika XX terhubung sederhana semilokal, maka ruang-ruang

XI,PxX,PxyX,dan karenanya ΩxX, X^I, \qquad P_xX, \qquad P_x^yX, \qquad \text{dan karenanya }\Omega_xX,

bersifat terhubung lintasan semilokal.

Atribusi yang dicantumkan dalam sumber: H. Wada, “Local connectivity of mapping spaces,” Duke Mathematical Journal 22(3), 1955, hlm. 419–425; dan D. M. Roberts, “Fundamental bigroupoids and 2-covering spaces,” Teorema 5.12 (2010). Teorema 6.2 adalah kasus n=1n=1 dari hasil Roberts tersebut.

Bukti (tidak diujikan dalam catatan sumber). Sumber merujuk pembaca ke Handout 1. Argumen lengkap tidak terdapat dalam rentang sumber unit ini dan tidak direkonstruksi sebagai seolah-olah merupakan teks Roberts. Sebagai pengganti untuk keperluan belajar mandiri, bagian pendamping di bawah memberikan pembuktian kasus n=1n=1 yang diturunkan secara independen dari definisi-definisi unit ini dan dilabeli sebagai materi edisi. \square

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Bagian ini merupakan materi baru untuk edisi bahasa Indonesia dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Keempat pemeriksaan berikut dapat dikerjakan tanpa sumber tambahan dan semuanya disertai solusi lengkap. Bagian terakhir memberikan bukti mandiri khusus kasus Teorema 6.2 yang digunakan dalam mata kuliah ini; bukti tersebut merupakan kontribusi edisi dan bukan reproduksi Handout 1.

Pemeriksaan penguasaan 6.1 (aksi loop pada penutup lingkaran). Untuk p(t)=eit:S1p(t)=e^{it}\colon\mathbb{R}\to S^1, tentukan transpor pada serat 2π2\pi\mathbb{Z} yang dihasilkan oleh loop γn(t)=e2πint\gamma_n(t)=e^{2\pi int}. Tunjukkan pula bahwa penggabungan loop dengan bilangan putaran mm dan nn menghasilkan transpor dengan bilangan putaran m+nm+n.

6.5 Solusi Pemeriksaan 6.1

Jika titik awal pada serat ditulis 2πk2\pi k, pengangkatan tunggal adalah

γ̃n,k(t)=2πk+2πnt, \widetilde{\gamma}_{n,k}(t)=2\pi k+2\pi nt,

sebab

p(γ̃n,k(t))=ei(2πk+2πnt)=e2πint=γn(t). p(\widetilde{\gamma}_{n,k}(t)) =e^{i(2\pi k+2\pi nt)} =e^{2\pi int} =\gamma_n(t).

Karena titik akhirnya 2π(k+n)2\pi(k+n), transpor bertindak sebagai translasi

(γn)*:2πk2π(k+n). (\gamma_n)_*\colon2\pi k\longmapsto2\pi(k+n).

Jika loop berputaran mm diikuti loop berputaran nn, pengangkatan bagian kedua dimulai di 2π(k+m)2\pi(k+m) dan berakhir di 2π(k+m+n)2\pi(k+m+n). Jadi transpor gabungan adalah translasi sebesar 2π(m+n)2\pi(m+n), sama dengan komposisi kedua transpor.

Pemeriksaan penguasaan 6.2 (basis dan pemetaan dasar ruang lintasan). Mulai dari definisi standar topologi kompak-terbuka dengan subbasis

[K,O]:={η:IXη(K)O}, [K,O]:=\{\eta\colon I\to X\mid\eta(K)\subseteq O\},

dengan KIK\subseteq I kompak dan OXO\subseteq X terbuka. Buktikan Lema 6.1 dan kedua bagian Lema 6.2. Jika XX metrik, buktikan pula bahwa topologi ini sama dengan topologi metrik supremum. Terakhir, buktikan hukum eksponensial

Top(Y×I,X)Top(Y,XI) \operatorname{Top}(Y\times I,X) \cong \operatorname{Top}(Y,X^I)

untuk setiap ruang YY.

6.6 Solusi Pemeriksaan 6.2

Setiap lingkungan pada Lema 6.1 adalah irisan berhingga

Nγ(t1<<tn;U0,,Un)=i=0n[[ti,ti+1],Ui], N_\gamma(t_1<\cdots<t_n;U_0,\ldots,U_n) =\bigcap_{i=0}^{n} \bigl[[t_i,t_{i+1}],U_i\bigr],

sehingga terbuka dalam topologi kompak-terbuka.

Sebaliknya, ambil lingkungan dasar

𝒲=j=1r[Kj,Oj] \mathcal{W}=\bigcap_{j=1}^{r}[K_j,O_j]

yang memuat γ\gamma. Semua KjK_j kompak, dan karena II Hausdorff, semuanya tertutup. Untuk setiap tIt\in I, pilih interval terbuka relatif AttA_t\ni t dengan sifat berikut: jika tKjt\in K_j, maka Atγ1(Oj)A_t\subseteq\gamma^{-1}(O_j); jika tKjt\notin K_j, maka AtKj=A_t\cap K_j=\varnothing. Pilihan serentak ini mungkin karena hanya ada berhingga banyak jj.

Sampul {At}tI\{A_t\}_{t\in I} mempunyai bilangan Lebesgue. Pilih partisi cukup halus sehingga setiap [ti,ti+1][t_i,t_{i+1}] termuat dalam suatu AaiA_{a_i}. Definisikan

Ji:={j[ti,ti+1]Kj},Ui:=jJiOj, J_i:=\{j\mid[t_i,t_{i+1}]\cap K_j\ne\varnothing\}, \qquad U_i:=\bigcap_{j\in J_i}O_j,

dengan irisan kosong dipahami sebagai XX. Dari sifat AaiA_{a_i} diperoleh γ([ti,ti+1])Ui\gamma([t_i,t_{i+1}])\subseteq U_i. Jika ηNγ(t1<<tn;U0,,Un)\eta\in N_\gamma(t_1<\cdots<t_n;U_0,\ldots,U_n) dan sKjs\in K_j, setiap subinterval partisi yang memuat ss mempunyai jJij\in J_i, sehingga η(s)Oj\eta(s)\in O_j. Jadi Nγ𝒲N_\gamma\subseteq\mathcal{W}, dan keluarga pada Lema 6.1 memang merupakan basis lingkungan.

Untuk kekontinuan evaluasi, tetapkan (γ,t)(\gamma,t) dan lingkungan terbuka Oγ(t)O\ni\gamma(t). Prapeta γ1(O)\gamma^{-1}(O) terbuka di II, sehingga terdapat lingkungan relatif terbuka JJ dari tt yang penutupannya K=J¯K=\overline J kompak dan termuat dalam γ1(O)\gamma^{-1}(O). Maka

[K,O]×J [K,O]\times J

adalah lingkungan (γ,t)(\gamma,t) yang dipetakan evaluasi ke OO.

Untuk pascakomposisi, cukup diperiksa pada subbasis. Bagi KIK\subseteq I kompak dan OYO\subseteq Y terbuka,

(f*)1([K,O])=[K,f1(O)], (f_*)^{-1}([K,O]) =[K,f^{-1}(O)],

yang terbuka dalam XIX^I. Jadi f*f_* kontinu.

Sekarang andaikan XX metrik. Pertama, ambil lingkungan subdasar [K,O][K,O] dari γ\gamma. Himpunan kompak γ(K)\gamma(K) termuat dalam himpunan terbuka OO, sehingga terdapat ε>0\varepsilon>0 dengan

{xXd(x,γ(K))<ε}O. \{x\in X\mid d(x,\gamma(K))<\varepsilon\}\subseteq O.

Karena itu bola metrik supremum B(γ,ε)B_\infty(\gamma,\varepsilon) termuat dalam [K,O][K,O]. Sebaliknya, untuk ε>0\varepsilon>0, kekontinuan seragam γ\gamma pada interval kompak memberi partisi cukup halus sehingga citra setiap subinterval termuat dalam bola berjari-jari ε/3\varepsilon/3 terhadap suatu nilai γ(ai)\gamma(a_i). Pilih

Ui=B(γ(ai),2ε3). U_i=B\!\left(\gamma(a_i),\frac{2\varepsilon}{3}\right).

Lingkungan Nγ(t1<<tn;U0,,Un)N_\gamma(t_1<\cdots<t_n;U_0,\ldots,U_n) lalu termuat dalam B(γ,ε)B_\infty(\gamma,\varepsilon) menurut pertidaksamaan segitiga. Kedua topologi jadi sama.

Terakhir, misalkan H:Y×IXH\colon Y\times I\to X kontinu dan definisikan h(y)(t)=H(y,t)h(y)(t)=H(y,t). Untuk menunjukkan hh kontinu, ambil y0h1([K,O])y_0\in h^{-1}([K,O]). Bagi setiap tKt\in K, kekontinuan HH memberi lingkungan Wty0W_t\ni y_0 dan VttV_t\ni t dengan

H(Wt×Vt)O. H(W_t\times V_t)\subseteq O.

Kekompakan KK memberi subkeluarga berhingga Vt1,,VtrV_{t_1},\ldots,V_{t_r} yang menutupi KK. Irisan W=jWtjW=\bigcap_jW_{t_j} adalah lingkungan y0y_0 dan memenuhi H(W×K)OH(W\times K)\subseteq O, jadi Wh1([K,O])W\subseteq h^{-1}([K,O]). Maka hh kontinu. Sebaliknya, jika h:YXIh\colon Y\to X^I kontinu, maka

H=ev(h×idI) H=\operatorname{ev}\circ(h\times\operatorname{id}_I)

kontinu menurut Lema 6.2. Kedua pengubahan ini saling invers, sehingga hukum eksponensial terbukti.

Pemeriksaan penguasaan 6.3 (transpor kontinu dan surjektif). Gunakan Teorema 6.1 dan Lema 6.2 untuk membuktikan bahwa A:PxyX×ZxZyA\colon P_x^yX\times Z_x\to Z_y kontinu. Jika ZZ terhubung lintasan dan zZxz\in Z_x, buktikan bahwa fungsi terinduksi π0(PxyX)Zy\pi_0(P_x^yX)\to Z_y surjektif.

6.7 Solusi Pemeriksaan 6.3

Inklusi

PxyX×ZxXI×XZ P_x^yX\times Z_x\hookrightarrow X^I\times_X Z

kontinu. Menurut Teorema 6.1, Lift\operatorname{Lift} kontinu, dan menurut Lema 6.2, ev1:ZIZ\operatorname{ev}_1\colon Z^I\to Z kontinu. Maka komposisi

(γ,w)ev1(Lift(γ,w))=γ*(w) (\gamma,w) \longmapsto \operatorname{ev}_1(\operatorname{Lift}(\gamma,w)) =\gamma_*(w)

kontinu. Citranya berada di subruang diskret ZyZ_y, sehingga inilah kekontinuan AA.

Sekarang tetapkan zZxz\in Z_x dan ambil sembarang wZyw\in Z_y. Karena ZZ terhubung lintasan, pilih lintasan λ:IZ\lambda\colon I\to Z dari zz ke ww. Proyeksi γ=πλ\gamma=\pi\circ\lambda berada dalam PxyXP_x^yX. Lintasan λ\lambda adalah pengangkatan γ\gamma yang berawal di zz, sehingga keunikan pengangkatan memberi

A(γ,z)=γ*(z)=w. A(\gamma,z)=\gamma_*(z)=w.

Jadi A(,z)A(-,z) surjektif. Karena ZyZ_y diskret dan A(,z)A(-,z) kontinu, ia konstan pada setiap komponen terhubung PxyXP_x^yX dan turun menjadi fungsi surjektif π0(PxyX)Zy\pi_0(P_x^yX)\to Z_y.

Pemeriksaan penguasaan 6.4 (SLSC dan dua contoh). Buktikan langsung bahwa setiap ruang SLSC bersifat SLPC. Jelaskan secara rinci mengapa manifold memenuhi Definisi 6.2 dan mengapa anting-anting Hawaii tidak memenuhinya.

6.8 Solusi Pemeriksaan 6.4

Basis pada Definisi 6.2 terdiri atas lingkungan-lingkungan NN yang terhubung lintasan. Jadi, untuk setiap dua titik u,vNu,v\in N, terdapat lintasan di NN, dan khususnya di XX, dari uu ke vv. Ini persis memenuhi syarat basis dalam definisi SLPC Unit 4.

Untuk manifold tanpa batas, pilih peta koordinat φ:NC\varphi\colon N\to C yang citranya CC merupakan bola Euklides terbuka; pada titik batas manifold dengan batas, pilih sebagai CC sebuah setengah bola yang konveks. Karena CC konveks, ia terhubung lintasan. Jika γ,η:IN\gamma,\eta\colon I\to N mempunyai titik ujung sama, tuliskan γ=φγ\bar\gamma=\varphi\circ\gamma dan η=φη\bar\eta=\varphi\circ\eta, lalu definisikan dalam koordinat

H(s,t)=(1s)γ(t)+sη(t),H=φ1H. \bar H(s,t)=(1-s)\bar\gamma(t)+s\bar\eta(t), \qquad H=\varphi^{-1}\circ\bar H.

Kekonveksan CC menjamin H(s,t)C\bar H(s,t)\in C, sedangkan kesamaan titik ujung menjamin H(s,0)H(s,0) dan H(s,1)H(s,1) tetap. Jadi HH membuktikan syarat SLSC.

Untuk anting-anting Hawaii \mathbb H, setiap lingkungan relatif dari (0,0)(0,0) memuat lingkaran penuh CnC_n untuk semua nn yang cukup besar. Untuk satu nn tetap, terdapat retraksi kontinu

rn:Cn r_n\colon\mathbb H\longrightarrow C_n

yang merupakan identitas pada CnC_n dan meruntuhkan setiap CmC_m dengan mnm\ne n ke titik (0,0)(0,0). Jika loop yang mengitari CnC_n dapat dikontraksikan dalam \mathbb H, komposisi kontraksi itu dengan rnr_n akan mengontraksikan loop pembangkit di lingkaran CnC_n, yang mustahil. Jadi setiap lingkungan (0,0)(0,0) memuat loop yang tetap tidak dapat dikontraksikan di seluruh ruang. Tidak mungkin ada basis lingkungan di (0,0)(0,0) yang memenuhi Definisi 6.2; maka \mathbb H tidak SLSC.

Bukti mandiri Teorema 6.2 untuk kasus yang digunakan

Materi edisi. Kita membuktikan langsung bahwa jika XX SLSC menurut Definisi 6.2, maka XIX^I, PxXP_xX, dan PxyXP_x^yX memenuhi definisi SLPC Unit 4. Kasus ΩxX=PxxX\Omega_xX=P_x^xX lalu langsung mengikuti. Ingat bahwa definisi SLPC hanya meminta dua titik dalam satu lingkungan basis dapat dihubungkan oleh lintasan di ruang keseluruhan; lintasan penghubung tidak harus tetap berada dalam lingkungan basis itu.

Tetapkan γXI\gamma\in X^I dan suatu lingkungan dasar kompak-terbuka

𝒰=Nγ(t1<<tn;U0,,Un). \mathcal U =N_\gamma(t_1<\cdots<t_n;U_0,\ldots,U_n).

Karena XX SLSC, kekompakan II, dan Lema 6.1, kita dapat memperhalus partisi menjadi

0=s0<s1<<sm=1 0=s_0<s_1<\cdots<s_m=1

yang memuat semua tjt_j, lalu memilih lingkungan basis SLSC terbuka V1,,VmV_1,\ldots,V_m sehingga

γ([sk1,sk])VkUj(k) \gamma([s_{k-1},s_k])\subseteq V_k \subseteq U_{j(k)}

dan [sk1,sk][tj(k),tj(k)+1][s_{k-1},s_k]\subseteq[t_{j(k)},t_{j(k)+1}]. Kedua himpunan VkV_k dan Vk+1V_{k+1} memuat γ(sk)\gamma(s_k). Pilih lingkungan basis SLSC terbuka

Lkγ(sk),LkVkVk+1(1k<m). L_k\ni\gamma(s_k), \qquad L_k\subseteq V_k\cap V_{k+1} \quad(1\leq k<m).

Pilih pula L0V1L_0\subseteq V_1 dan LmVmL_m\subseteq V_m dari basis yang sama pada kedua titik ujung. Definisikan

𝒱:=Nγ(s1<<sm1;V1,,Vm)k=0mevsk1(Lk). \mathcal V := N_\gamma(s_1<\cdots<s_{m-1};V_1,\ldots,V_m) \cap \bigcap_{k=0}^{m}\operatorname{ev}_{s_k}^{-1}(L_k).

Himpunan 𝒱\mathcal V adalah lingkungan terbuka γ\gamma dan termuat dalam 𝒰\mathcal U.

Ambil sembarang η,ζ𝒱\eta,\zeta\in\mathcal V. Karena setiap LkL_k terhubung lintasan, pilih lintasan

δk:ILk \delta_k\colon I\longrightarrow L_k

dari η(sk)\eta(s_k) ke ζ(sk)\zeta(s_k). Untuk subinterval ke-kk, tuliskan ηk\eta_k dan ζk\zeta_k bagi reparameterisasi pembatasan η\eta dan ζ\zeta ke [sk1,sk][s_{k-1},s_k]. Kedua lintasan komposit

ηk*δkdanδk1*ζk \eta_k*\delta_k \qquad\text{dan}\qquad \delta_{k-1}*\zeta_k

berada dalam VkV_k dan mempunyai titik awal serta titik akhir yang sama. Sifat SLSC bagi VkV_k memberikan homotopi di XX di antara kedua lintasan itu yang mempertahankan titik ujung. Secara ekuivalen, loop batas yang dibentuk oleh ηk\eta_k, δk\delta_k, lintasan balik ζk\zeta_k, dan lintasan balik δk1\delta_{k-1} mempunyai pengisian disk di XX. Setelah disk diidentifikasi dengan persegi, kita memperoleh homotopi persegi yang sisi bawahnya ηk\eta_k, sisi atasnya ζk\zeta_k, dan kedua sisi tegaknya δk1\delta_{k-1} serta δk\delta_k.

Homotopi-homotopi persegi untuk k=1,,mk=1,\ldots,m memiliki sisi tegak yang sama pada setiap batas bersama. Lema penempelan karena itu menghasilkan homotopi kontinu

H:I×IX H\colon I\times I\longrightarrow X

dari η\eta ke ζ\zeta. Menurut hukum eksponensial, HH adalah lintasan di XIX^I dari η\eta ke ζ\zeta. Jadi setiap dua titik dalam 𝒱\mathcal V dapat dihubungkan oleh lintasan dalam XIX^I. Karena lingkungan awal 𝒰\mathcal U sembarang, lingkungan-lingkungan seperti 𝒱\mathcal V membentuk basis SLPC bagi XIX^I.

Untuk PxXP_xX, lakukan konstruksi yang sama di dalam subruang dan pilih δ0\delta_0 sebagai lintasan konstan di xx. Homotopi hasil penempelan lalu memenuhi

H(s,0)=x H(s,0)=x

untuk semua ss, sehingga seluruh lintasan di ruang pemetaan tetap berada dalam PxXP_xX. Untuk PxyXP_x^yX, pilih juga δm\delta_m sebagai lintasan konstan di yy; dengan demikian

H(s,0)=x,H(s,1)=y H(s,0)=x, \qquad H(s,1)=y

untuk semua ss. Irisan lingkungan-lingkungan 𝒱\mathcal V dengan subruang masing-masing membentuk basis relatif yang memenuhi syarat SLPC. Maka PxXP_xX dan PxyXP_x^yX bersifat SLPC, dan mengambil y=xy=x memberi hasil untuk ΩxX\Omega_xX. \square

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 1516–1770 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 7 dan pertanyaan tentang transpor sepanjang lintasan yang dikonkatenasi, lalu berakhir setelah fungtorialitas grup fundamental. Baris 1771 memulai Kuliah 8 dan tidak termasuk dalam unit ini. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, serta pemindahan tugas dan gambar dari catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Sepuluh grafik TikZ pinggir diganti dengan rumus eksplisit bagi keenam pemetaan parameter ϕ,ψ,α,β,μ,ν\phi,\psi,\alpha,\beta,\mu,\nu; dengan demikian semua informasi matematisnya tetap tersedia dalam bentuk yang dapat dibaca perangkat bantu. Koreksi substantif yang diterapkan adalah: notasi serat Zγ(0)Z_{\gamma(0)} diperbaiki; label dua grafik asosiativitas diselaraskan dengan rumusnya; homotopi afin yang keliru karena mengulang ϕ\phi diperbaiki agar benar-benar menginterpolasi ϕ\phi dan ψ\psi; kata “terhubung” pada contoh S2S^2 diperkuat menjadi “terhubung lintasan,” sesuai hipotesis yang dipakai; dan arah aksi transpor dijelaskan secara eksplisit sebagai aksi kanan—atau, setelah membalik loop, sebagai representasi kiri—agar urutan komposisi tidak tersamarkan.

Rentang sumber tidak memberikan bukti bagi lema transpor-konkatenasi, proposisi fungtor ruang loop, atau akibat fungtorialitas π1\pi_1. Kekontinuan operasi konkatenasi diserahkan ke Assignment 2, dan identifikasi dengan kelas homotopi bertitik S1XS^1\to X diberikan sebagai latihan pinggir. Bagian pendamping penguasaan menutup semuanya dengan empat pemeriksaan beserta solusi lengkap dan mandiri. Seluruh materi pendamping tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

7 Kuliah 7

7.1 Konkatenasi dan transpor serat

Apa yang terjadi pada isomorfisma

γ*:ZxZy \gamma_*\colon Z_x\longrightarrow Z_y

jika lintasan γ:IX\gamma\colon I\to X dipecah menjadi dua sublintasan xxyx\rightsquigarrow x'\rightsquigarrow y, lalu isomorfisma-isomorfisma yang bersesuaian dikomposisikan?

Misalkan γ,η:IX\gamma,\eta\colon I\to X memenuhi γ(1)=η(0)\gamma(1)=\eta(0). Konkatenasi keduanya adalah lintasan γ#η:IX\gamma\#\eta\colon I\to X yang didefinisikan oleh

(γ#η)(t)={γ(2t),0t12,η(2t1),12t1. (\gamma\#\eta)(t) = \begin{cases} \gamma(2t),&0\leq t\leq\frac12,\\ \eta(2t-1),&\frac12\leq t\leq1. \end{cases}

Kekontinuan mengikuti dari lema penempelan karena kedua rumus bernilai sama pada t=12t=\frac12.

Lema 7.1 (transpor menghormati konkatenasi). Jika γ,η:IX\gamma,\eta\colon I\to X dan γ(1)=η(0)\gamma(1)=\eta(0), maka

(γ#η)*=η*γ*:Zγ(0)Zη(1). (\gamma\#\eta)_* =\eta_*\circ\gamma_* \colon Z_{\gamma(0)}\longrightarrow Z_{\eta(1)}.

Secara khusus, jika γ,ηΩxX\gamma,\eta\in\Omega_xX, maka γ#ηΩxX\gamma\#\eta\in\Omega_xX. Fungsi

ΩxXAut(Zx),γγ*, \Omega_xX\longrightarrow\operatorname{Aut}(Z_x), \qquad \gamma\longmapsto\gamma_*,

kompatibel dengan konkatenasi dalam urutan yang dinyatakan Lema 7.1. Akan tetapi, konkatenasi tidak asosiatif sebagai kesamaan literal lintasan berparameter.

Contoh 7.1 (kegagalan asosiativitas literal). Ambil X=S1X=S^1 dan γ(t)=e2πit\gamma(t)=e^{2\pi it}. Maka

((γ#γ)#γ)(t)={e8πit,0t12,e4πit,12t1, ((\gamma\#\gamma)\#\gamma)(t) = \begin{cases} e^{8\pi it},&0\leq t\leq\frac12,\\ e^{4\pi it},&\frac12\leq t\leq1, \end{cases}

sedangkan

(γ#(γ#γ))(t)={e4πit,0t12,e8πit,12t1. (\gamma\#(\gamma\#\gamma))(t) = \begin{cases} e^{4\pi it},&0\leq t\leq\frac12,\\ e^{8\pi it},&\frac12\leq t\leq1. \end{cases}

Keduanya menempuh loop dasar tiga kali, tetapi dengan jadwal yang berbeda. Sebagai contoh, pada t=14t=\frac14, lintasan pertama bernilai 11, sedangkan lintasan kedua bernilai 1-1.

7.2 Hukum grup hingga homotopi

Mari periksa kembali cara lintasan dikonkatenasi. Untuk γ(1)=η(0)\gamma(1)=\eta(0), terdapat fungsi kontinu alami

γ,η:[0,2]X \langle\gamma,\eta\rangle\colon[0,2]\longrightarrow X

yang menempuh γ\gamma pada [0,1][0,1] dan η\eta pada [1,2][1,2]. Konkatenasi γ#η\gamma\#\eta diperoleh dengan melakukan prakomposisi terhadap t2t:[0,1][0,2]t\mapsto2t\colon[0,1]\to[0,2].

Jika ditambahkan lintasan ketiga λ\lambda dengan λ(0)=η(1)\lambda(0)=\eta(1), definisikan

γ,η,λ:[0,3]X \langle\gamma,\eta,\lambda\rangle\colon[0,3]\longrightarrow X

dengan menempuh ketiga lintasan secara berurutan pada interval satuan berturut-turut. Dua cara memasang tanda kurung diperoleh melalui prakomposisi terhadap

ϕ(t)={4t,0t12,2t+1,12t1, \phi(t) = \begin{cases} 4t,&0\leq t\leq\frac12,\\ 2t+1,&\frac12\leq t\leq1, \end{cases}

dan

ψ(t)={2t,0t12,4t1,12t1. \psi(t) = \begin{cases} 2t,&0\leq t\leq\frac12,\\ 4t-1,&\frac12\leq t\leq1. \end{cases}

Lebih tepatnya,

(γ#η)#λ=γ,η,λϕ,γ#(η#λ)=γ,η,λψ. (\gamma\#\eta)\#\lambda =\langle\gamma,\eta,\lambda\rangle\circ\phi, \qquad \gamma\#(\eta\#\lambda) =\langle\gamma,\eta,\lambda\rangle\circ\psi.

Kedua lintasan ϕ,ψ:I[0,3]\phi,\psi\colon I\to[0,3] mempunyai titik ujung yang sama. Homotopi afin

h(s,t)=(1s)ϕ(t)+sψ(t) h(s,t)=(1-s)\phi(t)+s\psi(t)

mempertahankan titik ujung dan menghubungkan ϕ\phi dengan ψ\psi. Komposisi

(s,t)γ,η,λ(h(s,t)) (s,t)\longmapsto \langle\gamma,\eta,\lambda\rangle(h(s,t))

memberikan homotopi berujung tetap dari (γ#η)#λ(\gamma\#\eta)\#\lambda ke γ#(η#λ)\gamma\#(\eta\#\lambda). Jadi konkatenasi lintasan asosiatif hingga homotopi.

Sekarang ambil sembarang lintasan γ:IX\gamma\colon I\to X dan definisikan lintasan balik

γ(t):=γ(1t). \bar\gamma(t):=\gamma(1-t).

Konkatenasi dengan lintasan balik difaktorkan melalui dua pemetaan parameter

γ#γ=γα,α(t)={2t,0t12,22t,12t1, \gamma\#\bar\gamma=\gamma\circ\alpha, \qquad \alpha(t)= \begin{cases} 2t,&0\leq t\leq\frac12,\\ 2-2t,&\frac12\leq t\leq1, \end{cases}

dan

γ#γ=γβ,β(t)={12t,0t12,2t1,12t1. \bar\gamma\#\gamma=\gamma\circ\beta, \qquad \beta(t)= \begin{cases} 1-2t,&0\leq t\leq\frac12,\\ 2t-1,&\frac12\leq t\leq1. \end{cases}

Grafik α\alpha bergerak dari 00 ke 11 lalu kembali ke 00, sedangkan grafik β\beta bergerak dari 11 ke 00 lalu kembali ke 11. Homotopi-homotopi afin

a(s,t)=(1s)α(t) a(s,t)=(1-s)\alpha(t)

dan

b(s,t)=(1s)β(t)+s b(s,t)=(1-s)\beta(t)+s

masing-masing menghubungkan α\alpha ke fungsi konstan 00 dan β\beta ke fungsi konstan 11, sambil mempertahankan titik ujung. Setelah dikomposisikan dengan γ\gamma, kita memperoleh

γ#γcγ(0),γ#γcγ(1) \gamma\#\bar\gamma\simeq c_{\gamma(0)}, \qquad \bar\gamma\#\gamma\simeq c_{\gamma(1)}

relatif terhadap titik ujung. Jadi lintasan balik merupakan invers hingga homotopi.

Untuk identitas hingga homotopi, gunakan lintasan konstan

cx:IX,cx(t)=x. c_x\colon I\longrightarrow X, \qquad c_x(t)=x.

Kita mempunyai faktorisasi

γ#cγ(1)=γμ,μ(t)={2t,0t12,1,12t1, \gamma\#c_{\gamma(1)}=\gamma\circ\mu, \qquad \mu(t)= \begin{cases} 2t,&0\leq t\leq\frac12,\\ 1,&\frac12\leq t\leq1, \end{cases}

dan

cγ(0)#γ=γν,ν(t)={0,0t12,2t1,12t1. c_{\gamma(0)}\#\gamma=\gamma\circ\nu, \qquad \nu(t)= \begin{cases} 0,&0\leq t\leq\frac12,\\ 2t-1,&\frac12\leq t\leq1. \end{cases}

Masing-masing μ\mu dan ν\nu homotopik relatif titik ujung dengan idI\operatorname{id}_I, melalui

m(s,t)=(1s)μ(t)+st,n(s,t)=(1s)ν(t)+st. m(s,t)=(1-s)\mu(t)+st, \qquad n(s,t)=(1-s)\nu(t)+st.

Komposisi dengan γ\gamma menghasilkan

γ#cγ(1)γ,cγ(0)#γγ \gamma\#c_{\gamma(1)}\simeq\gamma, \qquad c_{\gamma(0)}\#\gamma\simeq\gamma

relatif terhadap titik ujung.

Jika kelima homotopi—satu asosiativitas, dua invers, dan dua identitas—dipandang sebagai lintasan dalam XIX^I, maka untuk loop-loop pada xx semuanya merupakan lintasan dalam ΩxX\Omega_xX. Jadi operasi biner

#:ΩxX×ΩxXΩxX \#\colon\Omega_xX\times\Omega_xX\longrightarrow\Omega_xX

memenuhi hukum grup hingga keberadaan lintasan:

(γ#η)#λγ#(η#λ),γ#γcx,γ#γcx,γ#cxγ,cx#γγ. \begin{aligned} (\gamma\#\eta)\#\lambda &\rightsquigarrow\gamma\#(\eta\#\lambda),\\ \gamma\#\bar\gamma &\rightsquigarrow c_x,\\ \bar\gamma\#\gamma &\rightsquigarrow c_x,\\ \gamma\#c_x &\rightsquigarrow\gamma,\\ c_x\#\gamma &\rightsquigarrow\gamma. \end{aligned}

Lebih banyak koherensi sebenarnya tersedia: homotopi-homotopi tersebut sendiri dapat dirangkai secara koheren untuk berbagai pilihan tanda kurung. Misalnya, catatan sumber menyebut keluarga bertipe

I×ΩxX×ΩxX×ΩxXΩxX. I\times\Omega_xX\times\Omega_xX\times\Omega_xX \longrightarrow\Omega_xX.

Catatan sumber tidak membuktikan struktur tingkat lebih tinggi itu.

Proposisi 7.1. Misalkan (X,x)(X,x) ruang bertitik dan XX bersifat SLSC. Himpunan

π0(ΩxX) \pi_0(\Omega_xX)

mempunyai struktur grup. Perkaliannya diinduksi oleh konkatenasi loop, unsur identitasnya diwakili oleh loop konstan cxc_x, dan invers kelas [γ][\gamma] diwakili oleh γ\bar\gamma.

Jika hanya bekerja dengan ruang yang tidak diketahui SLSC, gunakan himpunan komponen lintasan [*,ΩxX][*,\Omega_xX] sebagai gantinya.

Bukti. Operasi konkatenasi

#:ΩxX×ΩxXΩxX \#\colon\Omega_xX\times\Omega_xX\longrightarrow\Omega_xX

kontinu; inilah tugas yang dirujuk sumber sebagai Assignment 2, dan pembuktiannya diberikan dalam Pemeriksaan Penguasaan 7.2. Karena XX SLSC, Teorema 6.2 menyatakan bahwa ΩxX\Omega_xX SLPC. Maka komponen terhubung dan komponen lintasannya berimpit.

Menerapkan π0\pi_0 pada #\# memberi

π0(ΩxX×ΩxX)π0(ΩxX). \pi_0(\Omega_xX\times\Omega_xX) \longrightarrow\pi_0(\Omega_xX).

Untuk ruang SLPC M,NM,N, pemetaan kanonik

π0(M×N)π0(M)×π0(N) \pi_0(M\times N) \xrightarrow{\cong} \pi_0(M)\times\pi_0(N)

adalah bijeksi. Karena itu diperoleh perkalian

π0(ΩxX)×π0(ΩxX)π0(ΩxX),([γ],[η])[γ#η]. \pi_0(\Omega_xX)\times\pi_0(\Omega_xX) \longrightarrow\pi_0(\Omega_xX), \qquad ([\gamma],[\eta])\longmapsto[\gamma\#\eta].

Kelima lintasan dalam ΩxX\Omega_xX yang dibangun di atas menunjukkan bahwa perkalian kelas bersifat asosiatif, [cx][c_x] merupakan identitas dua sisi, dan [γ][\bar\gamma] merupakan invers dua sisi [γ][\gamma]. Jadi aksioma grup terpenuhi. \square

Definisi 7.1 (grup fundamental). Untuk ruang bertitik (X,x)(X,x), grup fundamental di xx adalah

π1(X,x):=[*,ΩxX], \pi_1(X,x):=[*,\Omega_xX],

yakni himpunan komponen lintasan ruang loop, dengan perkalian yang diinduksi konkatenasi. Jika XX SLSC, Teorema 6.2 dan Proposisi 4.2 memberikan identifikasi

π1(X,x)π0(ΩxX). \pi_1(X,x)\cong\pi_0(\Omega_xX).

Ingat bahwa fungtor [*,][*,{-}] turun menjadi fungtor 𝑯𝒐𝑺𝒆𝒕\mathbf{Ho}\to\mathbf{Set}, sebagaimana dibuktikan dalam pendamping Unit 4.

7.3 Grup fundamental dan serat ruang penutup

Penalaran sebelumnya memberi aksi transpor pada serat. Menurut Teorema 6.1, pemetaan

ΩxX×ZxZx,(γ,z)γ*(z), \Omega_xX\times Z_x\longrightarrow Z_x, \qquad (\gamma,z)\longmapsto\gamma_*(z),

kontinu. Homotopi loop berujung tetap adalah lintasan dalam ΩxX\Omega_xX, sedangkan ZxZ_x diskret. Karena itu transpor konstan sepanjang homotopi tersebut dan turun ke kelas dalam π1(X,x)\pi_1(X,x).

Dengan konvensi perkalian kronologis

[γ][η]:=[γ#η] [\gamma]\,[\eta]:=[\gamma\#\eta]

(menempuh γ\gamma lebih dahulu, kemudian η\eta), rumus Lema 7.1 berarti bahwa

z[γ]:=γ*(z) z\cdot[\gamma]:=\gamma_*(z)

adalah aksi kanan π1(X,x)\pi_1(X,x) pada ZxZ_x:

(z[γ])[η]=z([γ][η]). (z\cdot[\gamma])\cdot[\eta] =z\cdot([\gamma][\eta]).

Jika representasi kiri lebih disukai, definisikan

ρ:π1(X,x)Aut(Zx),ρ([γ])=(γ)*. \rho\colon\pi_1(X,x)\longrightarrow\operatorname{Aut}(Z_x), \qquad \rho([\gamma])=(\bar\gamma)_*.

Karena γ#η¯=η#γ\overline{\gamma\#\eta}=\bar\eta\#\bar\gamma, Lema 7.1 memberikan

ρ([γ][η])=ρ([γ])ρ([η]), \rho([\gamma][\eta]) =\rho([\gamma])\circ\rho([\eta]),

sehingga ρ\rho benar-benar homomorfisma grup. Untuk ruang SLPC yang tidak SLSC, konstruksi yang sama tetap bekerja dengan kelas homotopi berujung tetap; asumsi SLSC hanya membuat pendekatan melalui komponen terhubung ruang fungsi lebih langsung.

Jika ZZ terhubung lintasan dan zZxz\in Z_x dipilih, pemetaan orbit

π1(X,x)Zx,[γ]γ*(z), \pi_1(X,x)\longrightarrow Z_x, \qquad [\gamma]\longmapsto\gamma_*(z),

surjektif. Jadi kardinalitas serat ruang penutup terhubung lintasan dibatasi dari atas oleh banyaknya kelas homotopi loop. Sebaliknya, serat sebuah ruang penutup terhubung lintasan memberi batas bawah bagi banyaknya kelas homotopi loop yang berbeda di XX.

Contoh 7.2. Proyeksi

S2P2 S^2\longrightarrow\mathbb{R}\mathrm{P}^2

adalah ruang penutup dengan serat dua titik, dan S2S^2 terhubung lintasan. Karena itu terdapat sedikitnya dua kelas homotopi loop di P2\mathbb{R}\mathrm{P}^2 pada setiap titik dasar. Salah satunya adalah kelas loop konstan, sehingga ada loop di P2\mathbb{R}\mathrm{P}^2 yang tidak homotopik relatif titik ujung dengan loop konstan.

Contoh 7.3. Pemetaan penutup

exp(2πi):S1,te2πit, \exp(2\pi i{-})\colon\mathbb{R}\longrightarrow S^1, \qquad t\longmapsto e^{2\pi it},

mempunyai serat \mathbb{Z} di atas 1S11\in S^1. Ruang atas \mathbb{R} terhubung lintasan, sehingga terdapat surjeksi π1(S1,1)\pi_1(S^1,1)\to\mathbb{Z}. Akibatnya, π1(S1,1)\pi_1(S^1,1) merupakan grup tak hingga.

7.4 Fungtorialitas ruang loop dan grup fundamental

Proposisi 7.2. Konstruksi ruang loop merupakan fungtor

Ω:𝑻𝒐𝒑*𝑻𝒐𝒑*. \Omega\colon\mathbf{Top}_*\longrightarrow\mathbf{Top}_*.

Pada objek, Ω(X,x)=(ΩxX,cx)\Omega(X,x)=(\Omega_xX,c_x). Pada pemetaan bertitik f:(X,x)(Y,y)f\colon(X,x)\to(Y,y), fungtor ini bertindak melalui pascakomposisi Ωf(γ)=fγ\Omega f(\gamma)=f\circ\gamma.

Akibat 7.1. Grup fundamental merupakan fungtor

π1:=[*,]Ω:𝑻𝒐𝒑*𝑮𝒓𝒑. \pi_1:=[*,{-}]\circ\Omega \colon\mathbf{Top}_*\longrightarrow\mathbf{Grp}.

Pada subkategori penuh ruang-ruang SLSC, fungtor ini teridentifikasi secara natural dengan π0Ω\pi_0\circ\Omega setelah setiap π0(ΩxX)\pi_0(\Omega_xX) diberi struktur grup Proposisi 7.1. Selain itu, terdapat isomorfisma natural

π1(X,x)[(S1,1),(X,x)]*, \pi_1(X,x) \cong [(S^1,1),(X,x)]_*,

yang pembuktiannya diberikan dalam Pemeriksaan Penguasaan 7.4.

Bukti lengkap Proposisi 7.2 dan bagian fungtorial Akibat 7.1 juga diberikan dalam Pemeriksaan Penguasaan 7.4.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Bagian ini merupakan materi baru untuk edisi bahasa Indonesia dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Empat pemeriksaan berikut menutup semua bukti dan tugas yang ditinggalkan sumber pada rentang Kuliah 7.

Pemeriksaan penguasaan 7.1 (bukti Lema 7.1). Buktikan bahwa transpor serat menghormati konkatenasi lintasan.

7.5 Solusi Pemeriksaan 7.1

Ambil zZγ(0)z\in Z_{\gamma(0)} dan tuliskan

z:=γ*(z)=γ̃z(1). z':=\gamma_*(z)=\widetilde{\gamma}_z(1).

Lintasan terangkat

γ̃z#η̃z \widetilde{\gamma}_z\#\widetilde{\eta}_{z'}

berawal di zz. Proyeksinya adalah

π(γ̃z#η̃z)=(πγ̃z)#(πη̃z)=γ#η. \pi\circ (\widetilde{\gamma}_z\#\widetilde{\eta}_{z'}) =(\pi\circ\widetilde{\gamma}_z) \#(\pi\circ\widetilde{\eta}_{z'}) =\gamma\#\eta.

Jadi lintasan itu merupakan pengangkatan γ#η\gamma\#\eta yang berawal di zz. Keunikan pengangkatan memberikan

(γ#η)̃z=γ̃z#η̃z. \widetilde{(\gamma\#\eta)}_z =\widetilde{\gamma}_z\#\widetilde{\eta}_{z'}.

Evaluasi pada t=1t=1 menghasilkan

(γ#η)*(z)=η*(z)=η*(γ*(z)). (\gamma\#\eta)_*(z) =\eta_*(z') =\eta_*(\gamma_*(z)).

Karena berlaku untuk setiap zz, diperoleh (γ#η)*=η*γ*(\gamma\#\eta)_*=\eta_*\circ\gamma_*.

Pemeriksaan penguasaan 7.2 (kekontinuan konkatenasi). Buktikan bahwa

#:ΩxX×ΩxXΩxX \#\colon\Omega_xX\times\Omega_xX\longrightarrow\Omega_xX

kontinu untuk topologi kompak-terbuka.

7.6 Solusi Pemeriksaan 7.2

Definisikan pemetaan tiga variabel (sebelum mengambil adjoinnya)

C:(ΩxX×ΩxX)×IX C\colon(\Omega_xX\times\Omega_xX)\times I\longrightarrow X

dengan

C(γ,η,t)={γ(2t),0t12,η(2t1),12t1. C(\gamma,\eta,t) = \begin{cases} \gamma(2t),&0\leq t\leq\frac12,\\ \eta(2t-1),&\frac12\leq t\leq1. \end{cases}

Pada dua subruang tertutup (ΩxX×ΩxX)×[0,12](\Omega_xX\times\Omega_xX)\times[0,\frac12] dan (ΩxX×ΩxX)×[12,1](\Omega_xX\times\Omega_xX)\times[\frac12,1], masing-masing rumus kontinu karena merupakan komposisi evaluasi dengan pemetaan parameter kontinu. Pada irisan t=12t=\frac12, kedua rumus bernilai xx, sebab γ(1)=x=η(0)\gamma(1)=x=\eta(0). Lema penempelan menunjukkan bahwa CC kontinu.

Karena II kompak Hausdorff, hukum eksponensial topologi kompak-terbuka menyatakan bahwa pemetaan teradjung

Ĉ:ΩxX×ΩxXXI,Ĉ(γ,η)(t)=C(γ,η,t), \widehat C\colon\Omega_xX\times\Omega_xX\longrightarrow X^I, \qquad \widehat C(\gamma,\eta)(t)=C(\gamma,\eta,t),

kontinu. Citra Ĉ\widehat C berada dalam subruang ΩxX\Omega_xX, dan pemetaan ke subruang itu tepat merupakan #\#. Maka konkatenasi kontinu.

Pemeriksaan penguasaan 7.3 (komponen dan aksi). Lengkapi dua rincian dalam Proposisi 7.1: buktikan bahwa komponen suatu produk adalah produk komponen, dan jelaskan mengapa homotopi-homotopi pada bagian utama benar-benar memberikan aksioma grup pada kelas. Kemudian verifikasi konvensi aksi kanan pada serat.

7.7 Solusi Pemeriksaan 7.3

Misalkan CmC_m dan CnC_n adalah komponen terhubung yang memuat titik mMm\in M dan nNn\in N. Produk Cm×CnC_m\times C_n terhubung dan memuat (m,n)(m,n). Sebaliknya, jika AM×NA\subseteq M\times N terhubung dan memuat (m,n)(m,n), kedua proyeksinya terhubung, sehingga

prM(A)Cm,prN(A)Cn. \operatorname{pr}_M(A)\subseteq C_m, \qquad \operatorname{pr}_N(A)\subseteq C_n.

Jadi ACm×CnA\subseteq C_m\times C_n. Maka komponen terhubung yang memuat (m,n)(m,n) tepat Cm×CnC_m\times C_n, dan diperoleh bijeksi

π0(M×N)π0(M)×π0(N). \pi_0(M\times N)\cong\pi_0(M)\times\pi_0(N).

Pada ΩxX\Omega_xX, setiap homotopi berujung tetap adalah lintasan dalam ruang loop. Karena itu dua sisi setiap hukum pada bagian utama berada dalam komponen lintasan yang sama. Setelah mengambil kelas, tanda \rightsquigarrow berubah menjadi kesamaan. Maka

([γ][η])[λ]=[γ]([η][λ]), ([\gamma][\eta])[\lambda] =[\gamma]([\eta][\lambda]),

[γ][γ]=[cx]=[γ][γ], [\gamma][\bar\gamma] =[c_x] =[\bar\gamma][\gamma],

dan

[γ][cx]=[γ]=[cx][γ]. [\gamma][c_x] =[\gamma] =[c_x][\gamma].

Terakhir, dengan z[γ]=γ*(z)z\cdot[\gamma]=\gamma_*(z), Lema 7.1 memberikan

(z[γ])[η]=η*(γ*(z))=(γ#η)*(z)=z([γ][η]), (z\cdot[\gamma])\cdot[\eta] =\eta_*(\gamma_*(z)) =(\gamma\#\eta)_*(z) =z\cdot([\gamma][\eta]),

dan loop konstan bertindak sebagai identitas. Jadi ini benar-benar aksi kanan.

Pemeriksaan penguasaan 7.4 (fungtorialitas dan model lingkaran). Buktikan Proposisi 7.2 dan Akibat 7.1. Kemudian bangun secara eksplisit isomorfisma natural

π1(X,x)[(S1,1),(X,x)]*. \pi_1(X,x) \cong[(S^1,1),(X,x)]_*.

7.8 Solusi Pemeriksaan 7.4

Pada objek, definisikan

Ω(X,x):=(ΩxX,cx). \Omega(X,x):=(\Omega_xX,c_x).

Untuk pemetaan bertitik f:(X,x)(Y,y)f\colon(X,x)\to(Y,y), definisikan

Ωf:ΩxXΩyY,(Ωf)(γ)=fγ. \Omega f\colon\Omega_xX\longrightarrow\Omega_yY, \qquad (\Omega f)(\gamma)=f\circ\gamma.

Pemetaan ini kontinu menurut Lema 6.2, dan bertitik karena fcx=cyf\circ c_x=c_y. Selain itu,

Ω(id)=id,Ω(gf)=ΩgΩf. \Omega(\operatorname{id})=\operatorname{id}, \qquad \Omega(g\circ f)=\Omega g\circ\Omega f.

Jadi Ω\Omega merupakan fungtor 𝑻𝒐𝒑*𝑻𝒐𝒑*\mathbf{Top}_*\to\mathbf{Top}_*.

Fungtor [*,][*,{-}] mengirim ruang bertitik ke himpunan komponen lintasannya. Pada ruang loop, konkatenasi memberi struktur grup pada himpunan ini. Pemetaan Ωf\Omega f mempertahankan konkatenasi secara literal:

(Ωf)(γ#η)=(fγ)#(fη), (\Omega f)(\gamma\#\eta) =(f\circ\gamma)\#(f\circ\eta),

serta mempertahankan loop konstan dan lintasan balik. Karena itu pemetaan terinduksi

π1(f):π1(X,x)π1(Y,y),[γ][fγ], \pi_1(f)\colon\pi_1(X,x)\longrightarrow\pi_1(Y,y), \qquad [\gamma]\longmapsto[f\circ\gamma],

adalah homomorfisma grup. Identitas dan komposisi dipertahankan karena sifat yang sama berlaku bagi Ω\Omega, sehingga π1\pi_1 merupakan fungtor ke 𝑮𝒓𝒑\mathbf{Grp}. Jika XX SLSC, Teorema 6.2 mengidentifikasi komponen lintasan dan komponen terhubung ΩxX\Omega_xX secara natural, yang memberi deskripsi π1π0Ω\pi_1\cong\pi_0\circ\Omega.

Sekarang ambil pemetaan hasil bagi

q:II/{01}S1,q(t)=e2πit. q\colon I\longrightarrow I/\{0\sim1\}\cong S^1, \qquad q(t)=e^{2\pi it}.

Setiap loop γ:IX\gamma\colon I\to X pada xx mempunyai γ(0)=γ(1)\gamma(0)=\gamma(1), sehingga menurut sifat universal hasil bagi terdapat tepat satu pemetaan bertitik kontinu

γ:(S1,1)(X,x) \gamma^\sharp\colon(S^1,1)\longrightarrow(X,x)

dengan γq=γ\gamma^\sharp\circ q=\gamma. Sebaliknya, setiap pemetaan bertitik u:(S1,1)(X,x)u\colon(S^1,1)\to(X,x) menghasilkan loop uqu\circ q. Kedua konstruksi saling invers.

Jika H:I×IXH\colon I\times I\to X merupakan homotopi loop yang mempertahankan titik ujung, maka H(s,0)=H(s,1)=xH(s,0)=H(s,1)=x untuk setiap ss. Pemetaan

idI×q:I×II×S1 \operatorname{id}_I\times q\colon I\times I\longrightarrow I\times S^1

adalah pemetaan hasil bagi: ia merupakan surjeksi kontinu dari ruang kompak ke ruang Hausdorff. Karena HH konstan pada setiap seratnya, sifat universal hasil bagi memberi tepat satu homotopi bertitik H:I×S1XH^\sharp\colon I\times S^1\to X. Sebaliknya, prakomposisi homotopi bertitik dengan idI×q\operatorname{id}_I\times q menghasilkan homotopi loop berujung tetap. Jadi bijeksi di atas turun menjadi

π1(X,x)[(S1,1),(X,x)]*. \pi_1(X,x) \xrightarrow{\cong} [(S^1,1),(X,x)]_*.

Faktorisasi melalui qq dan pengambilan kembali dengan prakomposisi oleh qq bersifat natural. Untuk setiap pemetaan bertitik f:(X,x)(Y,y)f\colon(X,x)\to(Y,y), pembentukan kelas memenuhi

(fγ)=fγ. (f\circ\gamma)^\sharp=f\circ\gamma^\sharp.

Dengan demikian isomorfisma tersebut natural. Untuk memeriksa perkalian, tuliskan ι1,ι2:S1S1S1\iota_1,\iota_2\colon S^1\to S^1\vee S^1 bagi kedua inklusi dan definisikan pemetaan jepit p:S1S1S1p\colon S^1\to S^1\vee S^1 melalui

p(q(t))={ι1(q(2t)),0t12,ι2(q(2t1)),12t1. p(q(t))= \begin{cases} \iota_1(q(2t)),&0\leq t\leq\frac12,\\ \iota_2(q(2t-1)),&\frac12\leq t\leq1. \end{cases}

Kedua rumus bertemu di titik baji dan sama pada t=0,1t=0,1, sehingga lema penempelan dan sifat hasil bagi qq memberi pemetaan bertitik kontinu pp. Untuk pemetaan bertitik u,v:S1Xu,v\colon S^1\to X, pemetaan baji uvu\vee v memenuhi

((uv)p)q=(uq)#(vq). \bigl((u\vee v)\circ p\bigr)\circ q =(u\circ q)\#(v\circ q).

Jadi perkalian yang diinduksi pp tepat bersesuaian dengan konkatenasi loop. Isomorfisma natural di atas merupakan isomorfisma grup.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 1771–1946 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 8 dan motivasi bagi grupoid, lalu berakhir setelah pembuktian bahwa ruang kontraktil terhubung sederhana. Baris 1947 memulai Kuliah 9 dan tidak termasuk dalam unit ini. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, serta pemindahan semua keterangan dan diagram pinggir ke urutan bacaan utama. Beberapa cacat sumber diperbaiki secara independen: pada lema konjugasi, arah morfisma aa diubah dari Γ(y,x)\Gamma(y,x) menjadi Γ(x,y)\Gamma(x,y) agar semua komposit bertipe benar menurut urutan komposisi aljabar yang dinyatakan sumber; salah eja “groupids” diperbaiki; dua kemunculan Π\Pi yang kehilangan subskrip 11 pada rumus produk dan koproduk dipulihkan menjadi Π1\Pi_1; frasa “such an cover” diperbaiki; dan dalam contoh kontraksi, h(0,x)=x0h(0,x)=x_0 diperbaiki menjadi h(1,x)=x0h(1,x)=x_0, sesuai H|{1}×XH|_{\{1\}\times X} yang konstan. Ada pula ketidakselarasan cakupan: definisi sumber memakai π0\pi_0 hanya untuk ruang SLSC, sedangkan proposisi berikutnya mengklaim fungtor pada semua pasangan ruang. Edisi ini mempertahankan rumus π0\pi_0 pada kasus SLSC dan memakai kelas homotopi berujung tetap [{*},PxyX][\{*\},P_x^yX] untuk perluasan ke semua pasangan, konsisten dengan definisi umum π1\pi_1 pada Kuliah 7. Diagram komutatif ditulis ulang sebagai susunan rumus dengan uraian tekstual agar hubungan panahnya tetap dapat diakses.

Rentang sumber memuat satu latihan, tentang daerah berbentuk bintang, tetapi tidak memberikan solusinya. Lema struktur grupoid dan proposisi fungtorialitas grupoid fundamental juga diberikan tanpa bukti. Bagian pendamping penguasaan mempertahankan latihan sumber tersebut dan menambahkan empat pemeriksaan edisi, semuanya dengan solusi lengkap: lema konjugasi dan aksi bebas-transitif; keabsahan komposisi, fungtorialitas Π1\Pi_1, serta fungtor monodromi dan aksi kanan; kriteria keterhubungan sederhana dan penutup; serta argumen kontraksi melalui grupoid. Seluruh materi pendamping yang ditambahkan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

8 Kuliah 8

8.1 Dari transpor lintasan menuju grupoid

Seperti telah kita lihat, ruang penutup tidak hanya memberikan aksi π1(X,x)\pi_1(X,x) pada serat ZxZ_x. Lintasan di antara titik-titik berbeda juga bertindak: suatu lintasan dari xx ke yy membawa titik-titik pada ZxZ_x ke titik-titik pada ZyZ_y. Jika XX sejak awal tidak dilengkapi titik dasar, atau jika ada beberapa pilihan alami tanpa satu pun pilihan kanonik, kita dapat membentuk invarian yang lebih kaya, yaitu sebuah grupoid.

Definisi 8.1 (grupoid). Grupoid adalah kategori yang setiap morfismanya memiliki invers.

Untuk mengenali jenis-jenis grupoid yang muncul, mari kita lihat beberapa contoh. Kita hanya akan mempertimbangkan grupoid kecil. Artinya, grupoid Γ\Gamma bersifat kecil secara lokal—setiap himpunan morfisma Γ(x,y)\Gamma(x,y) benar-benar merupakan himpunan—dan koleksi objeknya juga merupakan suatu himpunan Γ0\Gamma_0. Dengan demikian, himpunan semua morfisma dapat dibentuk sebagai gabungan lepas

Γ1=x,yΓ0Γ(x,y). \Gamma_1 = \bigsqcup_{x,y\in\Gamma_0}\Gamma(x,y).

Terdapat peta sumber dan sasaran

s,t:Γ1Γ0. s,t\colon\Gamma_1\rightrightarrows\Gamma_0.

Grupoid beserta fungtor di antaranya membentuk kategori 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}.

Contoh 8.1 (tiga grupoid dasar).

  1. Setiap himpunan SS menentukan grupoid Disc(S)\operatorname{Disc}(S): himpunan objeknya adalah SS, dan satu-satunya morfisma adalah morfisma identitas. Konstruksi ini memberikan penyertaan subkategori penuh

    Disc:𝑺𝒆𝒕𝑮𝒑𝒅. \operatorname{Disc}\colon\mathbf{Set}\hookrightarrow\mathbf{Gpd}.

    Grupoid seperti ini disebut diskret.

  2. Setiap himpunan CC juga menentukan grupoid Codisc(C)\operatorname{Codisc}(C). Objeknya adalah unsur-unsur CC, tetapi sekarang terdapat tepat satu morfisma dari setiap objek menuju setiap objek lain. Himpunan morfismanya dapat diidentifikasi dengan C×CC\times C, dan setiap cCc\in C mempunyai grup automorfisma trivial. Grupoid seperti ini disebut kodiskret.

  3. Misalkan grup GG beraksi di kanan pada himpunan YY. Ada grupoid aksi Y//GY/\!/G dengan himpunan objek YY dan himpunan morfisma Y×GY\times G. Morfisma (y,g)(y,g) mempunyai sumber dan sasaran

    s(y,g)=y,t(y,g)=yg, s(y,g)=y, \qquad t(y,g)=yg,

    sedangkan komposisinya adalah

    (y,g)(yg,h)=(y,gh). (y,g)(yg,h)=(y,gh).

    Morfisma identitas pada yy adalah (y,e)(y,e), dan inversnya adalah

    (y,g)1=(yg,g1). (y,g)^{-1}=(yg,g^{-1}).

    Rumus-rumus ini langsung memenuhi hukum identitas, invers, dan asosiativitas karena hukum grup pada GG.

    Jika G=1G=1, konstruksi ini kembali menjadi grupoid diskret pada YY. Jika Y={*}Y=\{*\}, informasi grupoid tersebut pada hakikatnya sama dengan informasi grup GG. Grupoid satu objek ini dilambangkan 𝑩G\mathbf{B}G, dan

    𝑩:𝑮𝒓𝒑𝑮𝒑𝒅 \mathbf{B}\colon\mathbf{Grp}\hookrightarrow\mathbf{Gpd}

    merupakan penyertaan subkategori penuh.

Slogan yang kadang dipakai adalah bahwa grupoid menyerupai grup dengan “banyak identitas”. Pandangan lain yang berguna ialah bahwa grupoid memperumum aksi grup: grup-grup yang berbeda dapat bertindak pada bagian-bagian yang berbeda dari himpunan objek.

Pada lema berikut kita memakai urutan komposisi aljabar: jika f:xyf\colon x\to y dan g:yzg\colon y\to z, komposit “pertama ff, lalu gg” ditulis fg:xzfg\colon x\to z.

Lema 8.1 (konjugasi dan aksi pada himpunan-hom). Untuk setiap grupoid Γ\Gamma, objek x,yΓ0x,y\in\Gamma_0, dan morfisma aΓ(x,y)a\in\Gamma(x,y), pemetaan

Ada:Γ(x,x)Γ(y,y),ga1ga \begin{aligned} \operatorname{Ad}_a\colon\Gamma(x,x)&\xrightarrow{\;\cong\;}\Gamma(y,y),\\ g&\longmapsto a^{-1}ga \end{aligned}

merupakan isomorfisma grup, dengan invers

(Ada)1=Ada1. (\operatorname{Ad}_a)^{-1} = \operatorname{Ad}_{a^{-1}}.

Selain itu, fungsi

Γ(x,x)×Γ(x,y)Γ(x,y),(g,a)ga \begin{aligned} \Gamma(x,x)\times\Gamma(x,y)&\longrightarrow\Gamma(x,y),\\ (g,a)&\longmapsto ga \end{aligned}

mendefinisikan aksi bebas dan transitif dari grup Γ(x,x)\Gamma(x,x) pada Γ(x,y)\Gamma(x,y).

Jika Γ(x,y)\Gamma(x,y) tidak kosong, pernyataan terakhir mengatakan bahwa Γ(x,y)\Gamma(x,y) merupakan torsor kiri bagi Γ(x,x)\Gamma(x,x). Jika himpunan-hom itu kosong, kebebasan dan transitivitas dalam bentuk berkuantor di atas berlaku secara vakum, tetapi istilah torsor biasanya mensyaratkan himpunan tak kosong.

Sebagai pengingat, aksi G×SSG\times S\to S disebut bebas jika gp=pg\cdot p=p mengakibatkan gg adalah unsur identitas. Aksi itu disebut transitif jika untuk setiap p,qSp,q\in S terdapat gGg\in G dengan gp=qg\cdot p=q. Dalam Lema 8.1, jika a,bΓ(x,y)a,b\in\Gamma(x,y), unsur ba1Γ(x,x)ba^{-1}\in\Gamma(x,x) membawa aa ke bb karena

(ba1)a=b. (ba^{-1})a=b.

Kebebasan mengikuti dari

ga=ag=gaa1=aa1=idx. ga=a \quad\Longrightarrow\quad g=gaa^{-1}=aa^{-1}=\operatorname{id}_x.

8.2 Grupoid fundamental

Definisi 8.2 (grupoid fundamental bertumpu pada suatu himpunan). Misalkan XX adalah ruang SLSC dan AXA\subseteq X suatu subruang. Grupoid fundamental bertumpu pada AA adalah grupoid Π1(X,A)\Pi_1(X,A) yang himpunan objeknya AA dan yang himpunan morfismanya dari xx ke yy adalah

Π1(X,A)(x,y):=π0(PxyX). \Pi_1(X,A)(x,y) := \pi_0(P_x^yX).

Komposisi diinduksi oleh konkatenasi lintasan:

π0(PxyX)×π0(PyzX)π0(PxyX×PyzX)π0(PxzX), \pi_0(P_x^yX)\times\pi_0(P_y^zX) \xrightarrow{\;\cong\;} \pi_0(P_x^yX\times P_y^zX) \longrightarrow \pi_0(P_x^zX),

dan lintasan konstan menjadi morfisma identitas.

Dalam rumus sumber, π0\pi_0 berarti komponen terhubung, bukan komponen lintasan. Untuk ruang SLSC, Teorema 6.2 membuat ruang-ruang lintasan di atas terhubung lintasan secara lokal. Karena itu pemetaan alami

[{*},PxyX]π0(PxyX) [\{*\},P_x^yX]\longrightarrow\pi_0(P_x^yX)

adalah bijeksi: kelas homotopi berujung tetap sama dengan komponen terhubung. Konvensi SLSC Unit 6 juga mencakup keterhubungan lintasan lokal.

Proposisi berikut berbicara tentang semua pasangan ruang, bukan hanya pasangan SLSC. Agar cakupannya tepat, untuk ruang topologis sebarang kita memakai perluasan standar

Π1(X,A)(x,y):=[{*},PxyX], \Pi_1(X,A)(x,y):=[\{*\},P_x^yX],

yaitu kelas homotopi lintasan yang mempertahankan titik ujung. Definisi ini berlaku tanpa hipotesis lokal apa pun dan, pada ruang SLSC, berimpit dengan rumus π0\pi_0 yang ditampilkan dalam Definisi 8.2.

Seperti invarian-invarian lain, grupoid fundamental bersifat fungtorial. Definisikan 𝑻𝒐𝒑(2)\mathbf{Top}^{(2)} sebagai kategori yang objeknya pasangan (X,A)(X,A), dengan XX ruang topologis dan AXA\subseteq X subruang. Morfisma

f:(X,A)(Y,B) f\colon(X,A)\longrightarrow(Y,B)

adalah fungsi kontinu f:XYf\colon X\to Y yang memenuhi f(A)Bf(A)\subseteq B. Pengiriman ruang bertitik (X,x)(X,x) ke pasangan (X,{x})(X,\{x\}) memberi penyertaan subkategori penuh

𝑻𝒐𝒑*𝑻𝒐𝒑(2). \mathbf{Top}_*\hookrightarrow\mathbf{Top}^{(2)}.

Proposisi 8.1 (fungtorialitas grupoid fundamental). Grupoid fundamental memberikan fungtor

Π1:𝑻𝒐𝒑(2)𝑮𝒑𝒅 \Pi_1\colon\mathbf{Top}^{(2)}\longrightarrow\mathbf{Gpd}

sehingga diagram berikut komutatif:

𝑻𝒐𝒑*π1𝑮𝒓𝒑𝑩𝑻𝒐𝒑(2)Π1𝑮𝒑𝒅. \begin{array}{ccc} \mathbf{Top}_* &\xrightarrow{\ \pi_1\ }& \mathbf{Grp}\\[3pt] \downarrow && \downarrow\,\mathbf B\\[3pt] \mathbf{Top}^{(2)} &\xrightarrow{\ \Pi_1\ }& \mathbf{Gpd}. \end{array}

Panah vertikal kiri mengirim (X,x)(X,x) ke (X,{x})(X,\{x\}), sedangkan panah vertikal kanan mengirim grup GG ke grupoid satu objek 𝑩G\mathbf{B}G. Komutativitas berarti

Π1(X,{x})𝑩π1(X,x). \Pi_1(X,\{x\}) \cong \mathbf{B}\pi_1(X,x).

Selain itu, terdapat isomorfisma alami

Π1(X×Y,A×B)Π1(X,A)×Π1(Y,B) \Pi_1(X\times Y,A\times B) \xrightarrow{\;\cong\;} \Pi_1(X,A)\times\Pi_1(Y,B)

dan

Π1(X,A)Π1(Y,B)Π1(XY,AB). \Pi_1(X,A)\sqcup\Pi_1(Y,B) \xrightarrow{\;\cong\;} \Pi_1(X\sqcup Y,A\sqcup B).

Produk grupoid pada proposisi ini dibentuk dengan mengambil produk himpunan objek dan produk himpunan morfisma. Koproduk atau gabungan lepas grupoid dibentuk dengan mengambil gabungan lepas himpunan objek dan gabungan lepas himpunan morfisma.

Ruang tanpa titik dasar juga dapat dimasukkan ke dalam kategori pasangan melalui

X(X,X). X\longmapsto(X,X).

Ini memberikan fungtor penuh dan setia 𝑻𝒐𝒑𝑻𝒐𝒑(2)\mathbf{Top}\to\mathbf{Top}^{(2)}. Jadi, meskipun XX sama sekali tidak memiliki titik dasar pilihan, kita tetap dapat mendefinisikan

Π1(X):=Π1(X,X). \Pi_1(X):=\Pi_1(X,X).

Konstruksi tersebut merupakan fungtor 𝑻𝒐𝒑𝑮𝒑𝒅\mathbf{Top}\to\mathbf{Gpd}.

8.3 Ruang terhubung sederhana

Kita belum menghitung grup atau grupoid fundamental dalam banyak contoh. Pertama-tama kita beri nama bagi ruang yang grupoid fundamentalnya trivial dalam arti kodiskret.

Definisi 8.3 (terhubung sederhana). Ruang XX disebut terhubung sederhana jika fungtor kanonik

Π1(X)Codisc(X) \Pi_1(X)\longrightarrow\operatorname{Codisc}(X)

merupakan isomorfisma; dengan kata lain,

Π1(X)Codisc(X) \Pi_1(X)\cong\operatorname{Codisc}(X)

secara identik pada objek.

Menurut definisi kategoris ini, ruang kosong juga memenuhi syarat secara vakum. Jika konvensi lain mendefinisikan “terhubung sederhana” hanya untuk ruang tak kosong, tambahkan syarat XX\ne\varnothing; semua hasil berikut untuk ruang yang mempunyai titik tidak berubah.

Ruang semacam itu juga memenuhi

Π1(X,A)Codisc(A) \Pi_1(X,A)\cong\operatorname{Codisc}(A)

untuk setiap AXA\subseteq X.

Untuk XX\ne\varnothing, Definisi 8.3 dapat diuraikan menjadi dua syarat. Pertama, untuk setiap x,yXx,y\in X terdapat lintasan xyx\rightsquigarrow y, sehingga XX terhubung lintasan. Kedua, semua lintasan di antara dua titik yang telah ditentukan homotopik dengan titik ujung tetap. Jadi terdapat tepat satu morfisma dalam grupoid fundamental di antara dua objek mana pun. Khususnya,

π1(X,x)=Π1(X)(x,x) \pi_1(X,x)=\Pi_1(X)(x,x)

adalah grup trivial.

Contoh 8.2 (himpunan konveks). Setiap himpunan konveks CnC\subseteq\mathbb R^n terhubung sederhana. Setiap dua titik v,wCv,w\in C dapat dihubungkan oleh ruas garis. Jika γ,η:vw\gamma,\eta\colon v\rightsquigarrow w adalah dua lintasan, maka

H(s,t)=sγ(t)+(1s)η(t) H(s,t)=s\gamma(t)+(1-s)\eta(t)

merupakan homotopi di dalam CC dari η\eta ke γ\gamma. Titik ujungnya tetap karena

H(s,0)=v,H(s,1)=w. H(s,0)=v, \qquad H(s,1)=w.

Secara khusus, interval II terhubung sederhana. Grupoid

Π1(I,{0,1}) \Pi_1(I,\{0,1\})

cukup penting untuk diberi nama tersendiri, yaitu 𝟐\mathbf 2. Grupoid ini kadang ditulis

01. 0\xrightarrow{\;\cong\;}1.

Ia mempunyai dua objek, 00 dan 11, serta tepat satu isomorfisma dalam setiap arah di antara keduanya.

Latihan sumber 8.1 (daerah berbentuk bintang). Dalam ruang vektor riil atau kompleks VV, definisikan daerah berbentuk bintang sebagai himpunan KVK\subseteq V yang mempunyai suatu v0Kv_0\in K sedemikian sehingga, untuk setiap vKv\in K dan tIt\in I,

tv0+(1t)vK. tv_0+(1-t)v\in K.

Buktikan bahwa setiap daerah berbentuk bintang terhubung sederhana.

Sebagai contoh yang tidak konveks, ambil setengah bidang atas terbuka

={zImz>0}. \mathcal H=\{z\in\mathbb C\mid\operatorname{Im}z>0\}.

Himpunan \mathcal H\cup\mathbb Q\subset\mathbb C berbentuk bintang dengan pusat, misalnya, ii\in\mathcal H: untuk t>0t>0, titik ti+(1t)vti+(1-t)v berada di \mathcal H, sedangkan pada t=0t=0 ia sama dengan vv. Himpunan ini tidak konveks.

Ruang terhubung sederhana istimewa karena hubungannya dengan ruang penutup.

Proposisi 8.2 (penutup terhubung di atas ruang terhubung sederhana). Jika XX terhubung sederhana, maka setiap ruang penutup terhubung lintasan

π:ZX \pi\colon Z\longrightarrow X

bersifat trivial, dalam arti π\pi merupakan homeomorfisma.

Bukti. Kita memakai konvensi lazim bahwa ruang terhubung lintasan tidak kosong. Pilih z0Zz_0\in Z dan tuliskan x0=π(z0)x_0=\pi(z_0). Karena XX terhubung lintasan, untuk setiap xXx\in X terdapat lintasan dari x0x_0 ke xx; pengangkatannya yang berawal di z0z_0 berakhir pada suatu titik zxZxz_x\in Z_x. Jadi setiap serat tidak kosong. Karena ZZ terhubung lintasan, pemetaan orbit

π1(X,x)Zx,[γ]γ*(zx), \pi_1(X,x)\longrightarrow Z_x, \qquad [\gamma]\longmapsto\gamma_*(z_x),

surjektif. Karena XX terhubung sederhana, π1(X,x)\pi_1(X,x) trivial. Jadi ZxZ_x hanya mempunyai satu titik. Argumen yang sama berlaku bagi setiap xXx\in X, sehingga π\pi bijektif.

Syarat trivialitas lokal suatu ruang penutup menyatakan bahwa setiap xXx\in X mempunyai lingkungan terbuka UxU\ni x sedemikian sehingga

π1(U)U \pi^{-1}(U)\longrightarrow U

adalah homeomorfisma. Ambil semua lingkungan semacam itu sebagai suatu penutup terbuka {Uα}\{U_\alpha\} bagi XX. Invers-invers lokal Uαπ1(Uα)U_\alpha\to\pi^{-1}(U_\alpha) berimpit pada setiap irisan karena π\pi bijektif. Lema penempelan menggabungkannya menjadi invers kontinu XZX\to Z bagi π\pi. Jadi π\pi adalah homeomorfisma. \square

Contoh 8.3 (ruang kontraktil). Jika XX kontraktil, maka XX terhubung sederhana. Ambil kontraksi

H:I×XX H\colon I\times X\longrightarrow X

menuju x0Xx_0\in X, dengan

H(0,x)=x,H(1,x)=x0. H(0,x)=x, \qquad H(1,x)=x_0.

Fungtor terinduksi

h=Π1(H):Π1(I×X,{0,1}×X)Π1(X) h=\Pi_1(H)\colon \Pi_1(I\times X,\{0,1\}\times X) \longrightarrow \Pi_1(X)

mempunyai domain yang, menurut Proposisi 8.1, dapat ditulis

Π1(I,{0,1})×Π1(X)=𝟐×Π1(X). \Pi_1(I,\{0,1\})\times\Pi_1(X) = \mathbf 2\times\Pi_1(X).

Pada salinan {0}×Π1(X)\{0\}\times\Pi_1(X), fungtor hh adalah identitas karena H|{0}×X=idXH|_{\{0\}\times X}=\operatorname{id}_X. Pada salinan {1}×Π1(X)\{1\}\times\Pi_1(X), ia mengirim setiap objek ke x0x_0 dan setiap lintasan ke lintasan konstan di x0x_0, karena H|{1}×XH|_{\{1\}\times X} konstan. Khususnya,

h(1,x)=x0 h(1,x)=x_0

untuk setiap xXx\in X.

Kontraksi juga menunjukkan bahwa XX terhubung lintasan: lintasan sH(s,x)s\mapsto H(s,x) menghubungkan xx dengan x0x_0. Sekarang ambil lintasan γ:xy\gamma\colon x\rightsquigarrow y. Di dalam 𝟐×Π1(X)\mathbf 2\times\Pi_1(X) terdapat persegi komutatif

(0,x)(id0,[γ])(0,y)(1,x)(id1,[γ])(1,y). \begin{array}{ccc} (0,x) &\xrightarrow{\;(\operatorname{id}_0,[\gamma])\;}& (0,y)\\[4pt] \downarrow && \uparrow\\[4pt] (1,x) &\xrightarrow{\;(\operatorname{id}_1,[\gamma])\;}& (1,y). \end{array}

Panah vertikal adalah isomorfisma tunggal yang diberikan faktor 𝟐\mathbf 2 (dipasangkan dengan morfisma identitas pada objek yang bersesuaian). Di bawah hh, persegi itu menjadi

x[γ]yx0idx0x0. \begin{array}{ccc} x &\xrightarrow{\;[\gamma]\;}& y\\[4pt] \downarrow && \uparrow\\[4pt] x_0 &\xrightarrow{\;\operatorname{id}_{x_0}\;}& x_0. \end{array}

Citra kedua panah vertikal hanya bergantung pada xx, yy, dan kontraksi HH, bukan pada kelas [γ][\gamma]. Komutativitas menunjukkan bahwa [γ][\gamma] sama dengan komposit melalui x0x_0. Karena komposit tersebut tidak bergantung pada pilihan γ\gamma, semua lintasan dari xx ke yy homotopik dengan titik ujung tetap. Maka Π1(X)Codisc(X)\Pi_1(X)\cong\operatorname{Codisc}(X), sehingga XX terhubung sederhana.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Latihan Sumber 8.1 di atas berasal dari Roberts. Pemeriksaan 8.2–8.5 dan seluruh solusi berikut merupakan materi asli edisi ini, ditambahkan di bawah CC BY 4.0 untuk menutup langkah yang tidak dibuktikan dalam rentang sumber.

8.4 Solusi Latihan Sumber 8.1

Pilih pusat bintang v0Kv_0\in K. Definisikan

F:I×KK,F(s,v)=sv0+(1s)v. F\colon I\times K\longrightarrow K, \qquad F(s,v)=sv_0+(1-s)v.

Definisi daerah berbentuk bintang menjamin bahwa citra FF berada di KK. Pemetaan itu kontinu dan memenuhi

F(0,v)=v,F(1,v)=v0. F(0,v)=v, \qquad F(1,v)=v_0.

Jadi KK kontraktil. Kita dapat langsung memperoleh dua syarat pada Definisi 8.3. Pertama, setiap vKv\in K dihubungkan ke v0v_0 oleh sF(s,v)s\mapsto F(s,v), sehingga KK terhubung lintasan.

Kedua, jika γ,η:vw\gamma,\eta\colon v\rightsquigarrow w, definisikan lintasan kanonik melalui pusat bintang

λv,w=(sF(s,v))#(sF(s,w))¯. \lambda_{v,w} = \bigl(s\mapsto F(s,v)\bigr) \# \overline{\bigl(s\mapsto F(s,w)\bigr)}.

Homotopi kontraksi mengubah setiap lintasan γ\gamma menjadi λv,w\lambda_{v,w} dengan titik ujung tetap; hal ini juga merupakan kasus khusus argumen persegi pada Contoh 8.3. Hal yang sama berlaku bagi η\eta. Maka γλv,wη\gamma\simeq\lambda_{v,w}\simeq\eta relatif terhadap titik ujung. Jadi terdapat tepat satu kelas lintasan dari vv ke ww, dan KK terhubung sederhana.

Pemeriksaan penguasaan 8.2 (struktur grupoid). Buktikan seluruh Lema 8.1. Kemudian tentukan orbit dan stabilisator dalam grupoid aksi Y//GY/\!/G, serta tentukan kapan grupoid itu diskret dan kapan ia kodiskret.

8.5 Solusi Pemeriksaan 8.2

Untuk a:xya\colon x\to y dan g:xxg\colon x\to x, komposit a1gaa^{-1}ga bertipe yyy\to y. Bagi g,hΓ(x,x)g,h\in\Gamma(x,x),

Ada(gh)=a1gha=(a1ga)(a1ha), \operatorname{Ad}_a(gh) =a^{-1}gha =(a^{-1}ga)(a^{-1}ha),

karena aa1=idxaa^{-1}=\operatorname{id}_x dalam urutan komposisi aljabar. Selain itu,

Ada1(Ada(g))=a(a1ga)a1=g, \operatorname{Ad}_{a^{-1}}\!\left(\operatorname{Ad}_a(g)\right) = a(a^{-1}ga)a^{-1} =g,

dan perhitungan sebaliknya sama. Jadi Ada\operatorname{Ad}_a adalah isomorfisma grup dengan invers Ada1\operatorname{Ad}_{a^{-1}}.

Rumus gb=gbg\cdot b=gb memenuhi

idxb=b,(gh)b=g(hb), \operatorname{id}_x\cdot b=b, \qquad (gh)\cdot b=g\cdot(h\cdot b),

sehingga merupakan aksi. Jika gb=bg\cdot b=b, maka

g=gbb1=bb1=idx, g=gbb^{-1}=bb^{-1}=\operatorname{id}_x,

jadi aksi bebas. Jika b,cΓ(x,y)b,c\in\Gamma(x,y), ambil

g=cb1Γ(x,x). g=cb^{-1}\in\Gamma(x,x).

Lalu gb=(cb1)b=cg\cdot b=(cb^{-1})b=c, sehingga aksi transitif.

Dalam Y//GY/\!/G, dua objek berada pada komponen grupoid yang sama tepat jika mereka berada pada orbit GG yang sama. Grup automorfisma objek yy adalah stabilisator

Gy={gGyg=y}. G_y=\{g\in G\mid yg=y\}.

Grupoid aksi diskret tepat ketika satu-satunya morfisma pada setiap objek adalah identitas. Ini terjadi tepat ketika setiap orbit berupa satu titik dan setiap stabilisator trivial, yakni ketika GG sendiri trivial apabila YY\neq\varnothing. Untuk Y=Y=\varnothing, grupoid kosong tentu diskret untuk setiap GG. Grupoid aksi kodiskret tepat ketika di antara setiap dua objek terdapat tepat satu morfisma. Artinya, aksi GG pada YY bebas dan transitif. Dengan kata lain, jika YY\neq\varnothing, maka grupoid aksi kodiskret tepat ketika YY adalah torsor kanan bagi GG. Jika Y=Y=\varnothing, maka YG=Codisc()Y\mathbin{\!\sslash\!}G=\operatorname{Codisc}(\varnothing) untuk setiap GG.

Pemeriksaan penguasaan 8.3 (keabsahan dan fungtorialitas Π1\Pi_1). Buktikan bahwa konkatenasi pada Definisi 8.2 terdefinisi baik pada kelas, memenuhi aksioma grupoid, dan fungtorial terhadap morfisma pasangan. Buktikan pula kedua isomorfisma pada Proposisi 8.1. Terakhir, tunjukkan bahwa setiap ruang penutup π:ZX\pi\colon Z\to X menentukan fungtor monodromi ρZ:Π1(X)𝑺𝒆𝒕\rho_Z\colon\Pi_1(X)\to\mathbf{Set} dan jelaskan bagaimana restriksinya pada loop menghasilkan aksi kanan Unit 7.

8.6 Solusi Pemeriksaan 8.3

Untuk ruang sebarang, ambil kelas homotopi berujung tetap

[γ][{*},PxyX],[η][{*},PyzX]. [\gamma]\in[\{*\},P_x^yX], \qquad [\eta]\in[\{*\},P_y^zX].

Konkatenasi kontinu sebagai pemetaan ruang lintasan menurut Pemeriksaan Penguasaan 7.2. Karena itu, homotopi berujung tetap pada γ\gamma atau η\eta menghasilkan homotopi berujung tetap pada γ#η\gamma\#\eta. Maka

[γ][η]:=[γ#η] [\gamma][\eta]:=[\gamma\#\eta]

tidak bergantung pada wakil. Homotopi reparameterisasi dari Unit 7 menunjukkan asosiativitas pada kelas. Kelas lintasan konstan [cx][c_x] menjadi identitas, dan kelas lintasan balik [γ][\bar\gamma] menjadi invers. Jadi struktur ini benar-benar suatu grupoid.

Untuk morfisma pasangan f:(X,A)(Y,B)f\colon(X,A)\to(Y,B), definisikan

Π1(f)(x)=f(x),Π1(f)([γ])=[fγ]. \Pi_1(f)(x)=f(x), \qquad \Pi_1(f)([\gamma])=[f\circ\gamma].

Komposisi dengan ff membawa homotopi berujung tetap ke homotopi berujung tetap. Ia juga memenuhi

f(γ#η)=(fγ)#(fη),fcx=cf(x). f\circ(\gamma\#\eta) =(f\circ\gamma)\#(f\circ\eta), \qquad f\circ c_x=c_{f(x)}.

Jadi Π1(f)\Pi_1(f) adalah fungtor grupoid. Rumus tersebut jelas mempertahankan identitas dan komposisi pemetaan pasangan, sehingga Π1\Pi_1 adalah fungtor. Pada pasangan (X,{x})(X,\{x\}), hanya ada satu objek dan grup automorfismanya adalah π1(X,x)\pi_1(X,x). Ini membuktikan komutativitas diagram Proposisi 8.1.

Selanjutnya, pemetaan

P(x,y)(x,y)(X×Y)PxxX×PyyY,γ(prXγ,prYγ) P_{(x,y)}^{(x',y')}(X\times Y) \longrightarrow P_x^{x'}X\times P_y^{y'}Y, \qquad \gamma\longmapsto (\operatorname{pr}_X\circ\gamma,\operatorname{pr}_Y\circ\gamma)

adalah homeomorfisma, dengan invers yang memasangkan kedua lintasan titik demi titik. Setelah mengambil kelas homotopi dan memakai bijeksi alami

[{*},M×N][{*},M]×[{*},N], [\{*\},M\times N] \cong [\{*\},M]\times[\{*\},N],

kita memperoleh isomorfisma produk pada objek maupun morfisma. Pada ruang SLSC, ini juga dapat dibaca sebagai rumus π0\pi_0 dalam Definisi 8.2. Rumus tersebut menghormati konkatenasi koordinat demi koordinat.

Terakhir, setiap lintasan IXYI\to X\sqcup Y seluruhnya berada di XX atau seluruhnya berada di YY, karena II terhubung dan kedua bagian gabungan lepas itu terbuka sekaligus tertutup. Jadi tidak ada morfisma yang melintasi kedua bagian, sedangkan semua morfisma di dalam masing-masing bagian tetap ada. Ini memberikan isomorfisma koproduk pada Proposisi 8.1.

Untuk ruang penutup π:ZX\pi\colon Z\to X, definisikan fungtor monodromi pada objek dan morfisma dengan

ρZ(x)=Zx,ρZ([γ])=γ*:ZxZy \rho_Z(x)=Z_x, \qquad \rho_Z([\gamma])=\gamma_*\colon Z_x\longrightarrow Z_y

bagi [γ]:xy[\gamma]\colon x\to y. Invariansi transpor terhadap homotopi berujung tetap membuat rumus ini terdefinisi baik. Lintasan konstan menginduksi identitas, sedangkan Lema 7.1 memberi

ρZ([γ][η])=(γ#η)*=η*γ*=ρZ([η])ρZ([γ]). \rho_Z([\gamma][\eta]) =(\gamma\#\eta)_* =\eta_*\circ\gamma_* =\rho_Z([\eta])\circ\rho_Z([\gamma]).

Ini tepat hukum fungtor untuk konvensi komposisi aljabar, yakni pertama [γ][\gamma] lalu [η][\eta]. Pada grup automorfisma objek xx, tuliskan z[γ]=γ*(z)z\cdot[\gamma]=\gamma_*(z). Persamaan yang sama menjadi

z([γ][η])=(z[γ])[η], z\cdot([\gamma][\eta]) =(z\cdot[\gamma])\cdot[\eta],

yaitu aksi kanan pada serat ZxZ_x. Jika aksi kiri lebih disukai, balik setiap loop sebagaimana dijelaskan pada Unit 7.

Pemeriksaan penguasaan 8.4 (kriteria keterhubungan sederhana dan penutup). Untuk ruang terhubung lintasan XX, buktikan bahwa syarat-syarat berikut ekuivalen:

  1. XX terhubung sederhana;
  2. π1(X,x)\pi_1(X,x) trivial untuk satu titik xXx\in X;
  3. π1(X,y)\pi_1(X,y) trivial untuk setiap titik yXy\in X.

Jelaskan pula dengan contoh mengapa kata “terhubung lintasan” pada Proposisi 8.2 tidak boleh dihapus dari hipotesis ruang atas ZZ.

8.7 Solusi Pemeriksaan 8.4

Implikasi (1)\Rightarrow(3) langsung dari Definisi 8.3, dan (3)\Rightarrow(2) langsung. Untuk (2)\Rightarrow(3), pilih lintasan a:xya\colon x\rightsquigarrow y. Lema 8.1 memberi isomorfisma konjugasi

π1(X,x)π1(X,y). \pi_1(X,x)\xrightarrow{\;\cong\;}\pi_1(X,y).

Jadi trivialitas pada xx mengakibatkan trivialitas pada yy.

Untuk membuktikan (2)\Rightarrow(1), ambil dua lintasan γ,η:yz\gamma,\eta\colon y\rightsquigarrow z. Karena XX terhubung lintasan, pilih a:xya\colon x\rightsquigarrow y. Komposit

a#γ#η#a a\#\gamma\#\bar\eta\#\bar a

adalah loop pada xx. Kelasnya trivial, sehingga pembatalan kelas [a][a] dan [a][\bar a] di dalam grupoid memberi [γ]=[η][\gamma]=[\eta]. Maka di antara setiap dua objek terdapat tepat satu morfisma, sehingga Π1(X)\Pi_1(X) kodiskret.

Sekarang ambil ruang terhubung sederhana XX dan himpunan diskret SS yang mempunyai sedikitnya dua unsur. Proyeksi penutup trivial

S×XX S\times X\longrightarrow X

bukan homeomorfisma, sebab setiap serat mempunyai |S|>1|S|>1 titik. Ruang atas S×XS\times X bukan terhubung lintasan: setiap {s}×X\{s\}\times X adalah komponen lintasannya. Jadi hipotesis keterhubungan lintasan pada ZZ tepat menyingkirkan penutup trivial dengan lebih dari satu lembaran.

Pemeriksaan penguasaan 8.5 (argumen kontraksi tanpa diagram). Misalkan H(0,u)=uH(0,u)=u dan H(1,u)=x0H(1,u)=x_0. Untuk setiap uXu\in X, definisikan ρu(s)=H(s,u)\rho_u(s)=H(s,u). Tunjukkan langsung bahwa setiap lintasan γ:xy\gamma\colon x\rightsquigarrow y homotopik dengan titik ujung tetap terhadap ρx#ρy\rho_x\#\bar\rho_y. Deduksikan kembali bahwa XX terhubung sederhana dan cocokkan perhitungan ini dengan persegi pada Contoh 8.3.

8.8 Solusi Pemeriksaan 8.5

Definisikan

K:I×IX,K(s,t)=H(s,γ(t)). K\colon I\times I\longrightarrow X, \qquad K(s,t)=H(s,\gamma(t)).

Untuk s=0s=0, kita memperoleh

K(0,t)=γ(t). K(0,t)=\gamma(t).

Untuk s=1s=1, lintasan itu konstan:

K(1,t)=x0. K(1,t)=x_0.

Namun KK belum merupakan homotopi berujung tetap, sebab sisi-sisinya bergerak menurut

K(s,0)=ρx(s),K(s,1)=ρy(s). K(s,0)=\rho_x(s), \qquad K(s,1)=\rho_y(s).

Menelusuri batas mulai dari (0,0)(0,0), pertama-tama dalam arah tt meningkat, memberikan loop

γ#ρy#cx0#ρx, \gamma\#\rho_y\#\bar c_{x_0}\#\bar\rho_x,

yang null-homotopik melalui KK. Karena cx0c_{x_0} adalah identitas pada kelas lintasan, persamaan batas di dalam grupoid fundamental adalah

[γ][ρy][ρx]=[cx]. [\gamma][\rho_y][\bar\rho_x] = [c_x].

Kalikan dengan kelas invers yang sesuai, atau baca kembali arah batas persegi, untuk mendapatkan

[γ]=[ρx][ρy]. [\gamma] = [\rho_x][\bar\rho_y].

Dengan demikian

γρx#ρyrelatif terhadap {0,1}. \gamma\simeq\rho_x\#\bar\rho_y \quad\text{relatif terhadap }\{0,1\}.

Ruas kanan hanya bergantung pada xx, yy, dan kontraksi HH, bukan pada γ\gamma. Jadi setiap dua lintasan xyx\rightsquigarrow y berada dalam kelas yang sama. Karena ρx#ρy\rho_x\#\bar\rho_y juga memperlihatkan adanya lintasan dari xx ke yy, XX terhubung lintasan dan grupoid fundamentalnya kodiskret.

Dalam persegi Contoh 8.3, citra panah vertikal kiri adalah [ρx][\rho_x], sedangkan citra panah vertikal kanan yang diarahkan ke atas adalah [ρy][\bar\rho_y]. Panah bawah menjadi [idx0][\operatorname{id}_{x_0}]. Maka “jalan memutar” dari xx ke yy tepat [ρx][ρy][\rho_x][\bar\rho_y], sama dengan perhitungan langsung di atas.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 1947–2093 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 9 dan teorema kesetiaan fungtor grupoid fundamental suatu ruang penutup, lalu berakhir tepat setelah pernyataan teorema yang mengidentifikasi serat dengan ruang koset. Baris 2094 memulai Kuliah 10 dan tidak termasuk dalam unit ini. Bukti sumber bagi teorema ruang koset baru dimulai pada kuliah berikutnya. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan ketiga unsur pinggir ke urutan bacaan utama: keterangan tentang fungtor setia, latihan kontraksi, dan diagram pengangkatan homotopi. Diagram tersebut ditulis ulang sebagai diagram linear beserta uraian semua panahnya. Beberapa cacat sumber diperbaiki secara independen: salah eja “funtor”, “trivisalisable”, dan “resuls” diperbaiki; fragmen kalimat sebelum pemetaan ke ruang lintasan dilengkapi dengan hukum eksponensial yang memang dipakai; salah variabel (t,z):=π(z)(t,z):=\pi(z) diperbaiki menjadi (t,x):=π(z)(t,x):=\pi(z); serta “are path” dan “map in injective” diperbaiki menjadi bentuk yang bertipe dan gramatikal. Rumus bagi τ\tau dan σ\sigma juga menampilkan titik awal lintasan secara eksplisit, sehingga produk serat yang tersirat dalam sumber dapat diperiksa.

Ada satu persoalan konvensi yang substantif. Sumber menuliskan ruang koset G/HG/H, yang membawa aksi kiri alami. Unit 7–8 menggunakan transpor penutup sebagai aksi kanan, sebagaimana dituntut oleh urutan konkatenasi yang sudah ditetapkan. Karena itu teorema penutup unit ini menyatakan kedua bentuk yang ekuivalen: G/HG/H untuk aksi kiri yang diperoleh dengan membalik unsur grup, dan HGH\backslash G untuk aksi kanan monodromi. Subgrup HH ditulis sebagai citra π*π1(Z,z)\pi_*\pi_1(Z,z), bukan disamakan secara diam-diam dengan grup asalnya.

Rentang sumber memuat satu latihan pinggir tetapi tidak menyediakan solusinya. Bagian pendamping penguasaan mempertahankan latihan itu dan menambahkan empat pemeriksaan edisi dengan solusi lengkap: perbedaan antara setia dan penuh; invers eksplisit bagi trivialitas di atas I×XI\times X; konstruksi pengangkatan homotopi dari sebuah penampang; serta identifikasi orbit–stabilisator dengan kedua konvensi koset. Solusi terakhir memberi bukti mandiri bagi teorema penutup tanpa menyalin ungkapan bukti pada kuliah berikutnya. Seluruh materi pendamping yang ditambahkan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

9 Kuliah 9

Dalam satu arti, kita terutama tertarik pada ruang yang terhubung lintasan. Meskipun demikian, grupoid fundamental juga berguna ketika ruang dibangun dari komponen-komponen yang saling lepas. Sekarang kita akan melihat cara lain untuk memperoleh informasi tentang grupoid fundamental sebuah ruang dari grupoid fundamental ruang lain.

9.1 Ruang penutup menginduksi fungtor setia

Teorema 9.1 (kesetiaan bagi ruang penutup). Misalkan π:ZX\pi\colon Z\to X suatu ruang penutup. Untuk setiap z1,z2Zz_1,z_2\in Z, pemetaan

Π1(Z)(z1,z2)Π1(X)(π(z1),π(z2)),[γ][πγ] \begin{aligned} \Pi_1(Z)(z_1,z_2) &\longrightarrow \Pi_1(X)(\pi(z_1),\pi(z_2)),\\ [\gamma]&\longmapsto[\pi\circ\gamma] \end{aligned}

bersifat injektif. Dengan kata lain, fungtor Π1(π):Π1(Z)Π1(X)\Pi_1(\pi)\colon\Pi_1(Z)\to\Pi_1(X) bersifat setia.

Bukti teorema ini akan diberikan setelah kita membuktikan sifat pengangkatan homotopi. Untuk sekarang, kita mencatat satu akibat penting.

Akibat 9.1 (grup fundamental ruang atas sebagai subgrup). Untuk ruang penutup bertitik

π:(Z,z)(X,x), \pi\colon(Z,z)\longrightarrow(X,x),

homomorfisma terinduksi

π*:π1(Z,z)π1(X,x) \pi_*\colon\pi_1(Z,z)\longrightarrow\pi_1(X,x)

mengidentifikasi π1(Z,z)\pi_1(Z,z) secara isomorfik dengan subgrup π*(π1(Z,z))π1(X,x)\pi_*(\pi_1(Z,z))\leq\pi_1(X,x).

Jadi, jika grupoid fundamental ruang atas suatu penutup diketahui, ukuran grup fundamental ruang atas memberi batas bawah bagi ukuran grup fundamental ruang dasar. Secara ekuivalen,

|π1(Z,z)||π1(X,x)|. |\pi_1(Z,z)|\leq|\pi_1(X,x)|.

Dengan demikian, jika π1(X,x)\pi_1(X,x) berhingga, maka π1(Z,z)\pi_1(Z,z) juga berhingga.

9.2 Trivialitas penutup di sepanjang interval

Proposisi 9.1 (penutup di atas I×XI\times X). Misalkan π:ZI×X\pi\colon Z\to I\times X suatu ruang penutup dan definisikan

Z0:=Z{0}×X=π1({0}×X). Z_0:=Z_{\{0\}\times X}=\pi^{-1}(\{0\}\times X).

Terdapat isomorfisma ruang penutup

ZI×Z0 Z\xrightarrow{\;\cong\;}I\times Z_0

di atas I×XI\times X, dengan I×Z0I×XI\times Z_0\to I\times X diberikan oleh

(t,z0)(t,x)jikaπ(z0)=(0,x). (t,z_0)\longmapsto(t,x) \quad\text{jika}\quad \pi(z_0)=(0,x).

Bukti. Pemetaan dari ZZ menuju I×Z0I\times Z_0 akan berbentuk

Φ=(pr1π,τ), \Phi=(\operatorname{pr}_1\circ\pi,\tau),

untuk suatu pemetaan τ:ZZ0\tau\colon Z\to Z_0 yang masih harus dibangun. Gagasannya sama dengan trivialitas ruang penutup di atas II; kasus itu tepat merupakan kasus khusus X={*}X=\{*\}.

Untuk setiap xXx\in X, pembatasan

ZI×{x}I×{x}I Z_{I\times\{x\}}\longrightarrow I\times\{x\}\cong I

merupakan ruang penutup yang dapat ditrivialkan. Karena itu terdapat pemetaan

τx:ZI×{x}I×Z(0,x)pr2Z(0,x). \tau_x\colon Z_{I\times\{x\}}\longrightarrow I\times Z_{(0,x)} \xrightarrow{\operatorname{pr}_2} Z_{(0,x)}.

Pemetaan-pemetaan τx\tau_x menentukan sebuah fungsi himpunan ZZ0Z\to Z_0, tetapi kekontinuannya belum langsung terlihat. Kita akan membangun versi globalnya dari pemetaan-pemetaan yang sudah diketahui kontinu.

Untuk (t,x)I×X(t,x)\in I\times X, definisikan lintasan

η(t,x):II×X,η(t,x)(s)=(ts,x). \eta_{(t,x)}\colon I\longrightarrow I\times X, \qquad \eta_{(t,x)}(s)=(ts,x).

Lintasan ini berjalan dari (0,x)(0,x) menuju (t,x)(t,x) dan berubah secara kontinu terhadap (t,x)(t,x). Memang, pemetaan

I×I×XI×X,(s,t,x)(ts,x) I\times I\times X\longrightarrow I\times X, \qquad (s,t,x)\longmapsto(ts,x)

kontinu. Hukum eksponensial bagi ruang lintasan kemudian memberi pemetaan kontinu

E:I×X(I×X)I,(t,x)η(t,x). \begin{aligned} E\colon I\times X&\longrightarrow(I\times X)^I,\\ (t,x)&\longmapsto\eta_{(t,x)}. \end{aligned}

Tuliskan η(t,x)(s)=η(t,x)(1s)\bar\eta_{(t,x)}(s)=\eta_{(t,x)}(1-s) bagi lintasan balik. Pemetaan (t,x)η(t,x)(t,x)\mapsto\bar\eta_{(t,x)} kontinu karena, menurut hukum eksponensial, ia bersesuaian dengan pemetaan kontinu

(s,t,x)((1s)t,x). (s,t,x)\longmapsto((1-s)t,x).

Pemetaan ke kedua produk serat di bawah ini karena itu kontinu; untuk σ\sigma, koordinat xx diperoleh secara kontinu dari pembatasan Z0{0}×XZ_0\to\{0\}\times X. Dengan operator pengangkatan lintasan kontinu Lift\operatorname{Lift}, definisikan komposit

τ:Z(I×X)×I×XZ(I×X)I×I×XZLiftZIev1Z, \begin{aligned} \tau\colon Z &\xrightarrow{\;\cong\;} (I\times X)\times_{I\times X}Z\\ &\longrightarrow (I\times X)^I\times_{I\times X}Z \xrightarrow{\operatorname{Lift}} Z^I \xrightarrow{\operatorname{ev}_1} Z, \end{aligned}

yang pada suatu titik diberikan oleh

z(π(z),z)(ηπ(z),z)η̃π(z),z(1). z\longmapsto(\pi(z),z) \longmapsto (\bar\eta_{\pi(z)},z) \longmapsto \widetilde{\bar\eta}_{\pi(z),z}(1).

Produk serat di sini memasangkan suatu lintasan di I×XI\times X dengan titik di ZZ di atas titik awal lintasan itu. Jika π(z)=(t,x)\pi(z)=(t,x), maka η(t,x)\bar\eta_{(t,x)} berjalan dari (t,x)(t,x) menuju (0,x)(0,x). Karena itu titik akhir pengangkatannya berada di Z(0,x)Z_{(0,x)}; jadi τ\tau benar-benar memfaktor melalui Z0Z_0. Semua pemetaan dalam komposit tersebut kontinu, sehingga τ\tau kontinu.

Sekarang bangun invers kontinu bagi Φ\Phi. Jika z0Z0z_0\in Z_0 dan π(z0)=(0,x)\pi(z_0)=(0,x), angkat lintasan η(t,x)\eta_{(t,x)} mulai dari z0z_0, lalu ambil titik akhirnya. Dengan kata lain,

σ:I×Z0(I×X)I×I×XZLiftZIev1Z,(t,z0)(η(t,x),z0)η̃(t,x),z0(1). \begin{aligned} \sigma\colon I\times Z_0 &\longrightarrow (I\times X)^I\times_{I\times X}Z \xrightarrow{\operatorname{Lift}} Z^I \xrightarrow{\operatorname{ev}_1} Z,\\ (t,z_0)&\longmapsto(\eta_{(t,x)},z_0) \longmapsto \widetilde\eta_{(t,x),z_0}(1). \end{aligned}

Pemetaan ini kontinu. Untuk setiap xx, pembatasannya merupakan trivialitas kanonik ruang penutup di atas I×{x}I\times\{x\}. Mengangkat suatu lintasan lalu lintasan baliknya mengembalikan titik awal, berdasarkan keunikan pengangkatan lintasan. Akibatnya

σΦ=idZ,Φσ=idI×Z0. \sigma\circ\Phi=\operatorname{id}_Z, \qquad \Phi\circ\sigma=\operatorname{id}_{I\times Z_0}.

Jadi Φ\Phi merupakan isomorfisma di atas I×XI\times X. \square

Akibat 9.2 (invariansi homotopi bagi tarik balik). Misalkan f,g:XYf,g\colon X\to Y homotopik melalui H:I×XYH\colon I\times X\to Y, dengan

H(0,u)=f(u),H(1,u)=g(u). H(0,u)=f(u), \qquad H(1,u)=g(u).

Jika ZYZ\to Y suatu ruang penutup, maka terdapat isomorfisma ruang penutup

f*Zg*Z f^*Z\cong g^*Z

di atas XX.

Bukti. Bentuk tarik balik

H*ZI×X. H^*Z\longrightarrow I\times X.

Menurut Proposisi 9.1,

H*ZI×f*Z. H^*Z\cong I\times f^*Z.

Di sisi lain, pembatasan H*ZH^*Z ke {1}×X\{1\}\times X isomorfik dengan g*Zg^*Z. Membatasi isomorfisma di atas ke {1}×X\{1\}\times X memberikan

g*Z(H*Z){1}×X(I×f*Z){1}×Xf*Z. g^*Z \cong (H^*Z)_{\{1\}\times X} \cong (I\times f^*Z)_{\{1\}\times X} \cong f^*Z.

Semua isomorfisma ini berada di atas XX. \square

Isomorfisma f*Zg*Zf^*Z\cong g^*Z yang dihasilkan umumnya bergantung pada homotopi HH yang dipilih; akibat ini menyatakan keberadaan isomorfisma, bukan kanonisitas yang hanya ditentukan oleh kedua pemetaan ujung.

Kita segera memperoleh kriteria yang menjamin bahwa suatu ruang tidak memiliki ruang penutup nontrivial.

Akibat 9.3 (penutup di atas ruang kontraktil). Jika XX kontraktil, maka untuk setiap xXx\in X dan setiap ruang penutup ZXZ\to X terdapat isomorfisma

ZX×Zx Z\cong X\times Z_x

di atas XX.

Bukti. Pilih kontraksi H:I×XXH\colon I\times X\to X menuju xx, dan tuliskan cx:XXc_x\colon X\to X bagi pemetaan konstan bernilai xx. Karena HH merupakan homotopi dari idX\operatorname{id}_X menuju cxc_x, Akibat 9.2 memberi

Z=idX*Zcx*Z=X×Zx. Z = \operatorname{id}_X^*Z \cong c_x^*Z = X\times Z_x.

Ini adalah isomorfisma ruang penutup di atas XX. \square

Latihan sumber 9.1 (mengubah titik tujuan kontraksi). Definisi kontraktil hanya menjamin kontraksi menuju suatu titik. Buktikan bahwa jika XX kontraktil, maka untuk setiap xXx\in X terdapat kontraksi XX menuju xx.

Contoh 9.1 (ruang tanpa penutup nontrivial). Setiap ruang vektor topologis yang konveks lokal tidak mempunyai ruang penutup nontrivial; hal yang sama berlaku bagi setiap daerah konveks, bahkan setiap daerah berbentuk bintang di dalamnya. Dengan “tidak mempunyai ruang penutup nontrivial” dimaksudkan bahwa setiap penutup isomorfik dengan produk X×SXX\times S\to X untuk suatu himpunan diskret SS.

Sfera satuan di ruang Hilbert separabel berdimensi tak hingga juga tidak mempunyai ruang penutup nontrivial. Demikian pula halnya dengan manifold Stiefel berdimensi tak hingga. Dua pernyataan terakhir memakai fakta kontraktilitas tingkat lanjut. Sumber tidak membuktikan fakta itu dan tidak menentukan model maupun topologi bagi manifold Stiefel berdimensi tak hingga; karena itu keduanya dicatat di sini sebagai klaim sumber, bukan sebagai akibat yang telah dibuktikan dalam unit ini.

9.3 Sifat pengangkatan homotopi

Akibat 9.4 (pengangkatan homotopi). Misalkan π:ZY\pi\colon Z\to Y suatu ruang penutup, f,g:XYf,g\colon X\to Y, dan

H:I×XY H\colon I\times X\longrightarrow Y

suatu homotopi dari ff menuju gg. Jika

f̃:{0}×XZ \widetilde f\colon\{0\}\times X\longrightarrow Z

merupakan pengangkatan ff, maka terdapat tepat satu homotopi

H̃:I×XZ \widetilde H\colon I\times X\longrightarrow Z

yang mengangkat HH, membatasi ke f̃\widetilde f pada {0}×X\{0\}\times X, dan pada {1}×X\{1\}\times X memberikan suatu pengangkatan dari gg.

Diagram yang harus dipenuhi adalah

{0}×Xf̃Zi0πI×XHY, \begin{array}{ccc} \{0\}\times X &\xrightarrow{\ \widetilde f\ }& Z\\[3pt] {\scriptstyle i_0}\downarrow && {\scriptstyle\pi}\downarrow\\[3pt] I\times X &\xrightarrow{\ H\ }& Y, \end{array}

dan panah diagonal yang dicari ialah H̃:I×XZ\widetilde H\colon I\times X\to Z, dengan πH̃=H\pi\circ\widetilde H=H dan H̃i0=f̃\widetilde H\circ i_0=\widetilde f.

Bukti. Pengangkatan f̃\widetilde f bersesuaian dengan sebuah penampang

sf:Xf*Z. s_f\colon X\longrightarrow f^*Z.

Proposisi 9.1 memberi isomorfisma, yang dinormalisasi pada {0}×X\{0\}\times X,

I×f*ZH*Z. I\times f^*Z\xrightarrow{\;\cong\;}H^*Z.

Komposisikan penampang produk

I×XI×f*Z,(t,u)(t,sf(u)), I\times X\longrightarrow I\times f^*Z, \qquad (t,u)\longmapsto(t,s_f(u)),

dengan isomorfisma tersebut, lalu dengan proyeksi H*ZZH^*Z\to Z. Hasilnya adalah pemetaan

H̃:I×XZ \widetilde H\colon I\times X\longrightarrow Z

yang menutupi HH dan membatasi ke f̃\widetilde f pada waktu 00. Pada waktu 11, persamaan πH̃=H\pi\circ\widetilde H=H menunjukkan bahwa H̃|{1}×X\widetilde H|_{\{1\}\times X} mengangkat gg.

Untuk keunikan, tetapkan uXu\in X. Lintasan H(,u)H(-,u) di YY mempunyai titik awal f(u)f(u). Setiap pengangkatan H̃\widetilde H' yang memenuhi syarat akan memberikan lintasan H̃(,u)\widetilde H'(-,u) yang mengangkat H(,u)H(-,u) dan berawal di f̃(0,u)\widetilde f(0,u). Keunikan pengangkatan lintasan memaksa

H̃(,u)=H̃(,u). \widetilde H'(-,u)=\widetilde H(-,u).

Ini berlaku bagi setiap uu, sehingga H̃=H̃\widetilde H'=\widetilde H. \square

Sekarang kita dapat memberikan bukti Teorema 9.1 yang sebelumnya ditunda.

Bukti Teorema 9.1. Ambil lintasan γ,η:z1z2\gamma,\eta\colon z_1\rightsquigarrow z_2 di ZZ, dan anggap bahwa πγ\pi\circ\gamma dan πη\pi\circ\eta mewakili morfisma yang sama di Π1(X)\Pi_1(X). Jadi terdapat homotopi berujung tetap

H:I×IX H\colon I\times I\longrightarrow X

dari πγ\pi\circ\gamma menuju πη\pi\circ\eta. Akibat 9.4 mengangkat HH menjadi homotopi H̃\widetilde H yang pada sisi waktu awal sama dengan γ\gamma dan pada sisi waktu akhir merupakan suatu pengangkatan πη\pi\circ\eta.

Secara eksplisit, dengan ss sebagai parameter homotopi dan tt sebagai parameter lintasan,

H(0,t)=π(γ(t)),H(1,t)=π(η(t)), H(0,t)=\pi(\gamma(t)), \qquad H(1,t)=\pi(\eta(t)),

sedangkan syarat titik ujung tetap adalah

H(s,0)=π(z1),H(s,1)=π(z2). H(s,0)=\pi(z_1), \qquad H(s,1)=\pi(z_2).

Karena HH mempertahankan titik ujung, kedua pembatasan

H|I×{i},i=0,1, H|_{I\times\{i\}}, \qquad i=0,1,

merupakan lintasan konstan. Pembatasan-pembatasan H̃|I×{i}\widetilde H|_{I\times\{i\}} adalah lintasan di dalam serat-serat ruang penutup, yang merupakan ruang diskret. Oleh sebab itu kedua lintasan tersebut konstan. Jadi H̃\widetilde H juga mempertahankan titik ujung.

Lintasan H̃(1,)\widetilde H(1,-) dan η\eta sama-sama mengangkat πη\pi\circ\eta dan mempunyai titik awal z1z_1. Keunikan pengangkatan lintasan memberi

H̃(1,)=η. \widetilde H(1,-)=\eta.

Dengan demikian γ\gamma dan η\eta homotopik relatif terhadap titik-titik ujung. Keduanya menentukan unsur yang sama di Π1(Z)(z1,z2)\Pi_1(Z)(z_1,z_2), sehingga pemetaan pada Teorema 9.1 injektif. \square

9.4 Serat sebagai ruang koset

Sejauh ini, banyak hasil kita hanya memberikan batas atau perkiraan yang menghubungkan serat suatu ruang penutup dengan grup fundamental ruang dasarnya. Jika ruang atas terhubung lintasan, kita memperoleh deskripsi yang tepat.

Teorema 9.2 (serat penutup terhubung sebagai ruang koset). Misalkan

π:(Z,z)(X,x) \pi\colon(Z,z)\longrightarrow(X,x)

suatu ruang penutup dengan ZZ terhubung lintasan. Tuliskan

G:=π1(X,x),H:=π*(π1(Z,z))G. G:=\pi_1(X,x), \qquad H:=\pi_*\bigl(\pi_1(Z,z)\bigr)\leq G.

Jika aksi monodromi kanan dari Unit 7–8 digunakan, terdapat isomorfisma himpunan-GG kanan

ZxHG. Z_x\cong H\backslash G.

Jika aksi itu diubah menjadi aksi kiri melalui gu:=ug1g\star u:=u\mathbin{\cdot}g^{-1}, bentuk yang sama adalah isomorfisma himpunan-GG kiri

ZxG/H=π1(X,x)/π*(π1(Z,z)). Z_x\cong G/H = \pi_1(X,x)\big/\pi_*\bigl(\pi_1(Z,z)\bigr).

Bentuk terakhir adalah konvensi yang ditampilkan dalam sumber.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Bagian ini memuat solusi latihan sumber dan empat pemeriksaan tambahan yang menutup langkah-langkah yang paling mudah terlewat ketika unit dipelajari secara mandiri.

9.5 Solusi Latihan Sumber 9.1

Karena XX kontraktil, terdapat suatu x0Xx_0\in X dan homotopi

F:I×XX F\colon I\times X\longrightarrow X

dengan

F(0,u)=u,F(1,u)=x0. F(0,u)=u, \qquad F(1,u)=x_0.

Tetapkan titik sembarang xXx\in X. Definisikan

K(t,u)={F(2t,u),0t12,F(22t,x),12t1. K(t,u)= \begin{cases} F(2t,u),&0\leq t\leq\frac12,\\[3pt] F(2-2t,x),&\frac12\leq t\leq1. \end{cases}

Pada t=12t=\frac12, kedua rumus bernilai x0x_0, sehingga lema penempelan menunjukkan bahwa KK kontinu. Selain itu,

K(0,u)=u,K(1,u)=x. K(0,u)=u, \qquad K(1,u)=x.

Jadi KK merupakan homotopi dari idX\operatorname{id}_X menuju pemetaan konstan cxc_x. Karena xx dipilih sembarang, kontraksi dapat diarahkan menuju setiap titik di XX.

Pemeriksaan penguasaan 9.2 (setia tidak berarti penuh).

  1. Turunkan Akibat 9.1 langsung dari Teorema 9.1.
  2. Berikan ruang penutup yang fungtor Π1(Z)Π1(X)\Pi_1(Z)\to\Pi_1(X)-nya setia tetapi tidak penuh.
  3. Jelaskan dengan tepat kesimpulan keterhinggaan yang dapat ditarik dari penyertaan π1(Z,z)π1(X,x)\pi_1(Z,z)\hookrightarrow\pi_1(X,x).

9.6 Solusi Pemeriksaan 9.2

Untuk z1=z2=zz_1=z_2=z, himpunan-hom pada Teorema 9.1 adalah grup automorfisma

Π1(Z)(z,z)=π1(Z,z),Π1(X)(x,x)=π1(X,x). \Pi_1(Z)(z,z)=\pi_1(Z,z), \qquad \Pi_1(X)(x,x)=\pi_1(X,x).

Pemetaan terinduksi tepat π*\pi_*. Karena pemetaan itu injektif dan juga homomorfisma, ia mengidentifikasi domainnya dengan citranya sebagai subgrup.

Untuk melihat bahwa fungtor tersebut tidak harus penuh, ambil ruang tak kosong XX, himpunan diskret SS dengan sedikitnya dua unsur, dan penutup trivial

π:S×XX. \pi\colon S\times X\longrightarrow X.

Pilih s1s2s_1\ne s_2 dan xXx\in X, lalu tetapkan zi=(si,x)z_i=(s_i,x). Tidak ada lintasan dari z1z_1 menuju z2z_2, sehingga

Π1(S×X)(z1,z2)=. \Pi_1(S\times X)(z_1,z_2)=\varnothing.

Namun Π1(X)(x,x)\Pi_1(X)(x,x) tidak kosong karena memuat kelas lintasan konstan. Pemetaan dari himpunan kosong menuju himpunan tak kosong memang injektif, tetapi tidak surjektif. Jadi fungtor itu setia tetapi tidak penuh.

Terakhir, injeksi memberi pertidaksamaan kardinal

|π1(Z,z)||π1(X,x)|. |\pi_1(Z,z)|\leq|\pi_1(X,x)|.

Jika grup kanan berhingga, grup kiri berhingga dan ordonya membagi ordo grup kanan menurut Teorema Lagrange. Kebalikannya tidak berlaku: sebuah grup tak hingga dapat mempunyai subgrup berhingga, bahkan subgrup trivial. Karena itu keterhinggaan π1(Z,z)\pi_1(Z,z) saja tidak memaksa keterhinggaan π1(X,x)\pi_1(X,x).

Pemeriksaan penguasaan 9.3 (memeriksa kedua invers trivialitas). Dengan notasi Proposisi 9.1, buktikan secara titik demi titik bahwa σΦ=idZ\sigma\circ\Phi=\operatorname{id}_Z dan Φσ=idI×Z0\Phi\circ\sigma=\operatorname{id}_{I\times Z_0}. Periksa pula bahwa kedua pemetaan berada di atas I×XI\times X.

9.7 Solusi Pemeriksaan 9.3

Ambil zZz\in Z dengan π(z)=(t,x)\pi(z)=(t,x), dan tuliskan

z0:=τ(z)=η̃(t,x),z(1). z_0:=\tau(z) = \widetilde{\bar\eta}_{(t,x),z}(1).

Jadi z0z_0 berada di atas (0,x)(0,x). Pemetaan Φ\Phi memberi Φ(z)=(t,z0)\Phi(z)=(t,z_0). Pemetaan σ\sigma kemudian mengangkat η(t,x)\eta_{(t,x)} mulai dari z0z_0.

Lintasan η̃(t,x),z\widetilde{\bar\eta}_{(t,x),z} yang dibalik merupakan pengangkatan η(t,x)\eta_{(t,x)} mulai dari z0z_0 dan berakhir di zz. Menurut keunikan pengangkatan lintasan, itulah tepat lintasan yang dipakai oleh σ\sigma. Karena itu

σ(Φ(z))=z. \sigma(\Phi(z))=z.

Sebaliknya, ambil (t,z0)I×Z0(t,z_0)\in I\times Z_0 dengan π(z0)=(0,x)\pi(z_0)=(0,x) dan definisikan

z:=σ(t,z0)=η̃(t,x),z0(1). z:=\sigma(t,z_0) = \widetilde\eta_{(t,x),z_0}(1).

Pengangkatan balik η(t,x)\bar\eta_{(t,x)} mulai dari zz adalah kebalikan dari pengangkatan η(t,x)\eta_{(t,x)} tadi. Maka titik akhirnya adalah z0z_0, sehingga

Φ(σ(t,z0))=(t,z0). \Phi(\sigma(t,z_0))=(t,z_0).

Untuk sifat di atas ruang dasar, jika π(z)=(t,x)\pi(z)=(t,x), maka

(I×Z0I×X)(Φ(z))=(t,x)=π(z). (I\times Z_0\to I\times X)(\Phi(z))=(t,x)=\pi(z).

Jika π(z0)=(0,x)\pi(z_0)=(0,x), pengangkatan η(t,x)\eta_{(t,x)} berakhir di atas (t,x)(t,x), sehingga

π(σ(t,z0))=(t,x). \pi(\sigma(t,z_0))=(t,x).

Jadi kedua pemetaan merupakan pemetaan di atas I×XI\times X, dan perhitungan sebelumnya membuktikan bahwa keduanya saling invers.

Pemeriksaan penguasaan 9.4 (dari penampang menuju pengangkatan homotopi). Tulis tarik balik H*ZH^*Z sebagai himpunan pasangan, lalu:

  1. jelaskan mengapa pengangkatan f̃\widetilde f sama dengan penampang sf:Xf*Zs_f\colon X\to f^*Z;
  2. bangun H̃\widetilde H secara eksplisit melalui trivialitas Proposisi 9.1;
  3. buktikan bahwa nilai H̃(t,u)\widetilde H(t,u) juga dapat dicirikan sebagai titik akhir pengangkatan lintasan sH(st,u)s\mapsto H(st,u) yang berawal di f̃(0,u)\widetilde f(0,u).

9.8 Solusi Pemeriksaan 9.4

Tarik balik dapat ditulis

H*Z={((t,u),w)(I×X)×ZH(t,u)=π(w)}. H^*Z = \{((t,u),w)\in(I\times X)\times Z \mid H(t,u)=\pi(w)\}.

Serupa dengan itu,

f*Z={(u,w)X×Zf(u)=π(w)}. f^*Z = \{(u,w)\in X\times Z\mid f(u)=\pi(w)\}.

Karena πf̃(0,)=f\pi\circ\widetilde f(0,-)=f, rumus

sf(u)=(u,f̃(0,u)) s_f(u)=(u,\widetilde f(0,u))

memberi penampang proyeksi f*ZXf^*Z\to X. Sebaliknya, komponen kedua dari setiap penampang memberi pengangkatan ff, sehingga kedua data tersebut ekuivalen.

Terapkan Proposisi 9.1 pada H*ZI×XH^*Z\to I\times X. Trivialitas eksplisitnya memberi isomorfisma

Θ:I×f*ZH*Z \Theta\colon I\times f^*Z\xrightarrow{\;\cong\;}H^*Z

yang pada t=0t=0 adalah identitas. Definisikan

H̃(t,u):=prZ(Θ(t,sf(u))). \widetilde H(t,u) := \operatorname{pr}_Z\bigl(\Theta(t,s_f(u))\bigr).

Karena Θ(t,sf(u))\Theta(t,s_f(u)) berada dalam H*ZH^*Z, secara otomatis

π(H̃(t,u))=H(t,u). \pi(\widetilde H(t,u))=H(t,u).

Normalisasi pada t=0t=0 memberi H̃(0,u)=f̃(0,u)\widetilde H(0,u)=\widetilde f(0,u).

Dalam konstruksi Proposisi 9.1, Θ\Theta mengangkat lintasan radial dalam koordinat interval. Untuk (t,u)(t,u) tetap, lintasan dasar itu adalah

λt,u(s)=H(st,u),0s1. \lambda_{t,u}(s)=H(st,u), \qquad 0\leq s\leq1.

Ia berawal di f(u)f(u) dan berakhir di H(t,u)H(t,u). Karena itu H̃(t,u)\widetilde H(t,u) adalah titik akhir satu-satunya pengangkatan λt,u\lambda_{t,u} yang berawal di f̃(0,u)\widetilde f(0,u). Karakterisasi ini juga menjelaskan keunikan: setiap pengangkatan homotopi lain dengan nilai awal yang sama harus memakai pengangkatan lintasan yang sama untuk setiap (t,u)(t,u).

Pemeriksaan penguasaan 9.5 (orbit, stabilisator, dan sisi koset). Dalam situasi Teorema 9.2, gunakan aksi kanan monodromi

u[γ]:=γ*(u) u\mathbin{\cdot}[\gamma]:=\gamma_*(u)

untuk membuktikan bahwa:

  1. aksi GG pada ZxZ_x transitif;
  2. stabilisator zz tepat H=π*π1(Z,z)H=\pi_*\pi_1(Z,z);
  3. pemetaan HGZxH\backslash G\to Z_x, HgzgHg\mapsto z\cdot g, merupakan isomorfisma himpunan-GG kanan;
  4. setelah aksi kiri didefinisikan oleh gu=ug1g\star u=u\cdot g^{-1}, pemetaan G/HZxG/H\to Z_x, gHzg1gH\mapsto z\cdot g^{-1}, merupakan isomorfisma himpunan-GG kiri.

9.9 Solusi Pemeriksaan 9.5

Ambil uZxu\in Z_x. Karena ZZ terhubung lintasan, terdapat lintasan δ:zu\delta\colon z\rightsquigarrow u di ZZ. Proyeksinya πδ\pi\circ\delta adalah loop pada xx, dan keunikan pengangkatan menunjukkan bahwa

z[πδ]=u. z\mathbin{\cdot}[\pi\circ\delta]=u.

Jadi orbit zz adalah seluruh ZxZ_x; aksi tersebut transitif.

Selanjutnya, [γ]G[\gamma]\in G menstabilkan zz jika dan hanya jika pengangkatan γ\gamma yang berawal di zz juga berakhir di zz. Dalam hal itu pengangkatan tersebut merupakan loop di ZZ, dan proyeksi kelasnya adalah [γ][\gamma]. Sebaliknya, proyeksi setiap loop pada zz mempunyai transpor yang mempertahankan zz. Invariansi transpor terhadap homotopi berujung tetap menunjukkan bahwa pernyataan ini hanya bergantung pada kelas. Jadi

StabG(z)=π*(π1(Z,z))=H. \operatorname{Stab}_G(z) = \pi_*\bigl(\pi_1(Z,z)\bigr) =H.

Definisikan

φ:HGZx,φ(Hg)=zg. \varphi\colon H\backslash G\longrightarrow Z_x, \qquad \varphi(Hg)=z\cdot g.

Jika Hg1=Hg2Hg_1=Hg_2, maka g1=hg2g_1=hg_2 untuk suatu hHh\in H, sehingga

zg1=(zh)g2=zg2. z\cdot g_1 = (z\cdot h)\cdot g_2 = z\cdot g_2.

Jadi φ\varphi terdefinisi baik. Transitivitas membuktikan surjektivitas. Jika zg1=zg2z\cdot g_1=z\cdot g_2, maka

z(g1g21)=z, z\cdot(g_1g_2^{-1})=z,

sehingga g1g21Hg_1g_2^{-1}\in H dan Hg1=Hg2Hg_1=Hg_2. Jadi φ\varphi injektif. Selain itu,

φ((Hg)k)=φ(Hgk)=z(gk)=(zg)k, \varphi((Hg)\cdot k) = \varphi(Hgk) = z\cdot(gk) = (z\cdot g)\cdot k,

sehingga φ\varphi ekuivarian untuk aksi kanan.

Untuk konvensi kiri, definisikan gu=ug1g\star u=u\cdot g^{-1}. Pemetaan inversi

G/HHG,gHHg1 G/H\longrightarrow H\backslash G, \qquad gH\longmapsto Hg^{-1}

terdefinisi baik dan bijektif. Komposisinya dengan φ\varphi adalah

gHzg1. gH\longmapsto z\cdot g^{-1}.

Untuk kGk\in G,

z(kg)1=zg1k1=k(zg1), z\cdot(kg)^{-1} = z\cdot g^{-1}k^{-1} = k\star(z\cdot g^{-1}),

yang membuktikan ekuivariansi kiri. Dengan demikian kedua bentuk koset pada Teorema 9.2 menyatakan klasifikasi yang sama, dengan sisi aksi yang dinyatakan secara eksplisit.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 2094–2272 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 10 dan lanjutan bukti teorema ruang koset dari Unit 9, lalu berakhir tepat setelah pratinjau bahwa grup fundamental baji dua lingkaran adalah grup bebas pada dua pembangkit. Baris 2273 memulai Kuliah 11 dan tidak termasuk dalam unit ini. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, serta pemindahan keenam unsur pinggir ke urutan bacaan utama: definisi himpunan-GG, arti ekuivarian, konvensi keterhubungan lintasan semilokal, sifat universal baji, diagram penutup tiga lembaran, dan bentuk kata dalam grup bebas. Diagram penutup diganti dengan daftar simpul dan sisi berarah yang mempertahankan semua data pelabelan, proyeksi, dan pengangkatan lintasan.

Sejumlah cacat sumber diperbaiki secara independen. Huruf titik yang berubah dari pp menjadi ss dalam pemetaan orbit–stabilisator diseragamkan; subgrup stabilisator ditulis sebagai citra π*(π1(Z,z))\pi_*\bigl(\pi_1(Z,z)\bigr), bukan disamakan secara harfiah dengan grup asalnya; variabel x,yx,y pada himpunan morfisma grupoid terbatas disyaratkan berada di AA; dan dekomposisi grupoid dinyatakan hanya ketika X=X1X2X=X_1\sqcup X_2 merupakan dekomposisi ke dalam komponen lintasan. Istilah join yang salah diganti dengan wedge atau baji, urutan komposisi dalam sifat universal baji diperbaiki agar bertipe benar, dan salah tulis SS1S^\vee S^1 dipulihkan menjadi S1S1S^1\vee S^1. Salah eja “goups”, simbol rho yang kehilangan garis miring, serta bentuk jamak “homomorphism” juga diperbaiki. Catatan bentuk normal produk bebas dilengkapi dengan syarat eksponen tak nol, pergantian faktor, dan kata kosong agar tidak menyatakan representasi tak tereduksi sebagai bentuk normal.

Konvensi aksi memerlukan perhatian khusus. Pengangkatan lintasan pada Unit 7–9 memberi aksi kanan langsung u(gh)=(ug)hu\mathbin{\cdot}(gh)=(u\mathbin{\cdot}g)\mathbin{\cdot}h, sehingga ruang orbit–stabilisator alaminya adalah HGH\backslash G. Sumber memakai aksi kiri dan G/HG/H. Unit ini mempertahankan kedua bentuk dengan menyatakan operasi inversi yang menghubungkannya. Demikian pula, operator titik akhir Rg(u)=ugR_g(u)=u\mathbin{\cdot}g memenuhi Rgh=RhRgR_{gh}=R_h\circ R_g; representasi permutasi sebagai homomorfisma biasa diperoleh dari λ(g)=Rg1\lambda(g)=R_{g^{-1}}. Pembedaan ini mencegah urutan perkalian terbalik secara diam-diam pada contoh baji dua lingkaran.

Rentang sumber tidak memuat latihan. Bagian pendamping penguasaan menambahkan lima pemeriksaan dengan solusi lengkap: aksi reguler dan kesetiaan; langkah yang menuntaskan perhitungan π1(S1)\pi_1(S^1); sifat universal baji; pemeriksaan lokal dan monodromi penutup tiga lembaran; serta batas logis antara nonkomutativitas yang sudah dibuktikan dan struktur grup bebas yang baru akan dibuktikan. Seluruh materi pendamping yang ditambahkan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

10 Kuliah 10

10.1 Menuntaskan deskripsi serat sebagai ruang koset

Bukti Teorema 9.2 (lanjutan). Sebuah himpunan yang dilengkapi aksi grup GG disebut himpunan-GG. Mula-mula ambil sembarang himpunan-GG kanan transitif SS dan suatu titik pSp\in S. Pemetaan

GS,gpg G\longrightarrow S, \qquad g\longmapsto p\mathbin{\cdot}g

turun menjadi bijeksi yang terdefinisi baik

Stab(p)GS,Stab(p)gpg, \operatorname{Stab}(p)\backslash G \xrightarrow{\;\cong\;} S, \qquad \operatorname{Stab}(p)g\longmapsto p\mathbin{\cdot}g,

dengan

Stab(p):={gGpg=p}. \operatorname{Stab}(p) := \{g\in G\mid p\mathbin{\cdot}g=p\}.

Bijeksi ini ekuivarian: ia mempertahankan aksi kanan GG. Jika aksi kiri yang bersesuaian didefinisikan oleh

gu:=ug1, g\star u:=u\mathbin{\cdot}g^{-1},

bijeksi yang sama dapat ditulis

G/Stab(p)S,gStab(p)pg1. G/\operatorname{Stab}(p) \xrightarrow{\;\cong\;} S, \qquad g\operatorname{Stab}(p) \longmapsto p\mathbin{\cdot}g^{-1}.

Inilah bentuk aksi kiri yang digunakan dalam sumber.

Terapkan fakta tersebut pada aksi kanan transitif G=π1(X,x)G=\pi_1(X,x) di serat ZxZ_x. Aksi itu transitif karena ZZ terhubung lintasan. Kita memperoleh isomorfisma himpunan-GG kanan

Stab(z)π1(X,x)Zx. \operatorname{Stab}(z)\backslash\pi_1(X,x) \xrightarrow{\;\cong\;} Z_x.

Tinggal mengidentifikasi stabilisatornya. Jika [γ]π1(X,x)[\gamma]\in\pi_1(X,x) memenuhi

z[γ]=γ*(z)=z, z\mathbin{\cdot}[\gamma] = \gamma_*(z) =z,

maka pengangkatan γ̃z\widetilde\gamma_z yang berawal di zz juga berakhir di zz, sehingga merupakan loop di ZZ. Sebaliknya, proyeksi setiap loop pada zz mempunyai pengangkatan berawal di zz yang berakhir di zz. Karena Teorema 9.1 menyatakan bahwa π*\pi_* injektif, kita boleh mengidentifikasi π1(Z,z)\pi_1(Z,z) dengan citranya, tetapi sebagai subgrup dari π1(X,x)\pi_1(X,x) pernyataan yang tepat adalah

Stab(z)=π*(π1(Z,z)). \operatorname{Stab}(z) = \pi_*\bigl(\pi_1(Z,z)\bigr).

Jadi

Zxπ*(π1(Z,z))π1(X,x) Z_x \cong \pi_*\bigl(\pi_1(Z,z)\bigr)\backslash\pi_1(X,x)

sebagai himpunan-π1(X,x)\pi_1(X,x) kanan. Setelah aksi diubah melalui inversi, hasil ini menjadi bentuk kiri

Zxπ1(X,x)/π*(π1(Z,z)) Z_x \cong \pi_1(X,x)\big/\pi_*\bigl(\pi_1(Z,z)\bigr)

yang ditampilkan dalam sumber. \square

Akibat 10.1 (serat penutup terhubung sederhana). Jika

π:(Z,z)(X,x) \pi\colon(Z,z)\longrightarrow(X,x)

suatu ruang penutup dengan ZZ terhubung sederhana, maka pemetaan

π1(X,x)Zx,gzg \begin{aligned} \pi_1(X,x)&\longrightarrow Z_x,\\ g&\longmapsto z\mathbin{\cdot}g \end{aligned}

merupakan isomorfisma himpunan-π1(X,x)\pi_1(X,x) kanan, dengan grup pada ruas kiri membawa aksi kanan reguler melalui perkalian.

Bukti. Karena ZZ terhubung sederhana, π1(Z,z)=1\pi_1(Z,z)=1. Stabilisator zz karena itu trivial, sehingga Teorema 9.2 memberi

Zx{1}π1(X,x)π1(X,x) Z_x \cong \{1\}\backslash\pi_1(X,x) \cong \pi_1(X,x)

secara ekuivarian untuk aksi kanan. \square

Contoh 10.1 (keterhitungan grup fundamental lingkaran). Kini kita dapat mengatakan bahwa π1(S1,1)\pi_1(S^1,1) bukan hanya tak hingga, seperti yang sudah dibuktikan pada Contoh 7.3, melainkan juga terhitung. Memang, ia berbijeksi dengan serat \mathbb Z dari ruang penutup terhubung sederhana

S1,te2πit, \mathbb R\longrightarrow S^1, \qquad t\longmapsto e^{2\pi i t},

di atas 1S11\in S^1.

Akibat 10.1 memberi lebih dari sekadar bijeksi. Untuk aksi kanan langsung, tuliskan

Rg:ZxZx,Rg(u)=ug. R_g\colon Z_x\longrightarrow Z_x, \qquad R_g(u)=u\mathbin{\cdot}g.

Hukum aksi memberi

Rgh=RhRg. R_{gh}=R_h\circ R_g.

Jadi gRgg\mapsto R_g adalah aksi permutasi kanan, atau antihomomorfisma ke grup permutasi bila komposisi fungsi dibaca dengan konvensi biasa. Dengan membalik unsur grup, kita memperoleh representasi permutasi kiri

λ:π1(X,x)Aut(Zx),gRg1, \begin{aligned} \lambda\colon\pi_1(X,x)&\longrightarrow\operatorname{Aut}(Z_x),\\ g&\longmapsto R_{g^{-1}}, \end{aligned}

yang merupakan homomorfisma. Representasi ini setia. Jika ghg\ne h, maka bijeksi Akibat 10.1 memberi suatu uZxu\in Z_x—bahkan titik dasar zz sudah cukup—dengan

ug1uh1. u\mathbin{\cdot}g^{-1} \ne u\mathbin{\cdot}h^{-1}.

Dengan demikian λ(g)λ(h)\lambda(g)\ne\lambda(h). Grup fundamental kini direalisasikan sebagai grup permutasi, tempat perhitungan dapat dilakukan secara lebih konkret.

Akibat 10.2 (aksi bebas pada serat). Untuk ruang penutup terhubung sederhana bertitik (Z,z)(X,x)(Z,z)\to(X,x), aksi kanan π1(X,x)\pi_1(X,x) pada ZxZ_x bersifat bebas.

Sekarang kita dapat memberi contoh pertama grup fundamental nontrivial yang dihitung secara lengkap.

Teorema 10.1 (grup fundamental lingkaran). Terdapat isomorfisma grup

π1(S1,1). \pi_1(S^1,1)\cong\mathbb Z.

Bukti. Gunakan ruang penutup terhubung sederhana

q:S1,q(t)=e2πit, q\colon\mathbb R\longrightarrow S^1, \qquad q(t)=e^{2\pi i t},

yang turun menjadi homeomorfisma /S1\mathbb R/\mathbb Z\cong S^1 dan yang seratnya di atas 1S11\in S^1 adalah \mathbb Z. Inklusi

[0,1],tt, [0,1]\longrightarrow\mathbb R, \qquad t\longmapsto t,

merupakan pengangkatan loop γ\gamma yang mengelilingi lingkaran satu kali dalam arah positif. Semua pengangkatan loop itu adalah translasi inklusi tersebut. Karena itu aksi kanan [γ][\gamma] pada serat \mathbb Z adalah translasi sebesar 11:

n[γ]=n+1. n\mathbin{\cdot}[\gamma]=n+1.

Lebih umum,

n[γ]k=n+k(k,n). n\mathbin{\cdot}[\gamma]^k=n+k \qquad(k,n\in\mathbb Z).

Jadi subgrup yang dibangkitkan oleh [γ][\gamma] sudah bertindak transitif pada \mathbb Z. Di sisi lain, Akibat 10.2 menyatakan bahwa aksi seluruh π1(S1,1)\pi_1(S^1,1) bebas. Untuk setiap gπ1(S1,1)g\in\pi_1(S^1,1), pilih kk\in\mathbb Z dengan

0g=k=0[γ]k. 0\mathbin{\cdot}g=k = 0\mathbin{\cdot}[\gamma]^k.

Kebebasan aksi memaksa g=[γ]kg=[\gamma]^k. Maka [γ][\gamma] membangkitkan seluruh grup. Karena translasi sebesar kk hanya identitas ketika k=0k=0, pembangkit itu berordo tak hingga. Jadi grupnya siklik tak hingga dan isomorfik dengan \mathbb Z. \square

Akibatnya, untuk setiap AS1A\subseteq S^1, grupoid fundamental terbatas Π1(S1,A)\Pi_1(S^1,A) mempunyai himpunan objek AA. Untuk setiap xAx\in A,

π1(S1,x). \pi_1(S^1,x)\cong\mathbb Z.

Untuk setiap x,yAx,y\in A, himpunan morfisma Π1(S1,A)(x,y)\Pi_1(S^1,A)(x,y) tidak kosong dan berbijeksi dengan \mathbb Z sebagai himpunan. Bijeksi terakhir tidak kanonik sebelum suatu kelas lintasan dari xx menuju yy dipilih.

Bagaimana kita menghitung π1\pi_1 secara umum—atau, lebih baik, Π1\Pi_1? Jika sebuah ruang merupakan gabungan saling lepas dari dua komponen lintasan,

X=X1X2, X=X_1\sqcup X_2,

maka tidak ada morfisma grupoid fundamental di antara kedua komponen, dan karena itu

Π1(X,A)=Π1(X1,AX1)Π1(X2,AX2). \Pi_1(X,A) = \Pi_1(X_1,A\cap X_1) \sqcup \Pi_1(X_2,A\cap X_2).

Jika AXiA\cap X_i\ne\varnothing untuk i=1,2i=1,2, maka setiap titik di XX dapat dihubungkan oleh lintasan ke suatu titik di AA. Dengan demikian grup fundamental kedua komponen lintasan terwakili di dalam grupoid terbatas tersebut.

Contoh 10.2 (dua lingkaran yang saling lepas). Grupoid

Π1(S1S1,{1}{1}) \Pi_1(S^1\sqcup S^1,\{1\}\sqcup\{1\})

mempunyai dua objek. Tidak terdapat morfisma di antara kedua objek itu, dan grup automorfisma masing-masing objek isomorfik dengan \mathbb Z.

10.2 Baji ruang bertitik

Kita akan memusatkan perhatian sejenak pada perhitungan grup fundamental, atau grupoid fundamental, bagi ruang terhubung lintasan. Cara paling sederhana membuat ruang terhubung baru dari dua ruang terhubung XX dan YY ialah memilih xXx\in X serta yYy\in Y, lalu mengidentifikasi kedua titik itu. Sesuai konvensi mata kuliah, ruang yang digunakan di sini bersifat terhubung lintasan semilokal (SLPC); menurut Proposisi 4.2, dalam kelas ruang tersebut komponen dan komponen lintasan berimpit.

Definisi 10.1 (baji). Untuk dua ruang bertitik (X,x)(X,x) dan (Y,y)(Y,y), baji XYX\vee Y adalah ruang hasil bagi

XY:=(XY)/(xy). X\vee Y := (X\sqcup Y)/(x\sim y).

Titik dasarnya adalah

*=[x]=[y]. *=[x]=[y].

Pemetaan inklusi kanonik memberi diagram ruang bertitik

(X,x)inL(XY,*)inR(Y,y). (X,x) \xrightarrow{\ \operatorname{in}_L\ } (X\vee Y,*) \xleftarrow{\ \operatorname{in}_R\ } (Y,y).

Sifat utama baji adalah sifat universal berikut. Jika (M,m)(M,m) suatu ruang bertitik dan

f:(X,x)(M,m),g:(Y,y)(M,m) f\colon(X,x)\longrightarrow(M,m), \qquad g\colon(Y,y)\longrightarrow(M,m)

pemetaan bertitik, maka terdapat tepat satu pemetaan bertitik

f,g:(XY,*)(M,m) \langle f,g\rangle \colon (X\vee Y,*)\longrightarrow(M,m)

yang memenuhi persamaan bertipe benar

f,ginL=f,f,ginR=g. \langle f,g\rangle\circ\operatorname{in}_L=f, \qquad \langle f,g\rangle\circ\operatorname{in}_R=g.

Karena semua pemetaan tersebut bertitik, fungtorialitas π1\pi_1 memberi dua homomorfisma

π1(X,x)π1(inL)π1(XY,*)π1(inR)π1(Y,y). \pi_1(X,x) \xrightarrow{\ \pi_1(\operatorname{in}_L)\ } \pi_1(X\vee Y,*) \xleftarrow{\ \pi_1(\operatorname{in}_R)\ } \pi_1(Y,y).

Jika grup fundamental XX dan YY sudah diketahui, kita dapat mencoba memanfaatkan keduanya untuk memahami grup fundamental bajinya. Sebagai contoh, untuk X=Y=S1X=Y=S^1 diperoleh

π1(inL)π1(S1S1,*)π1(inR). \mathbb Z \xrightarrow{\ \pi_1(\operatorname{in}_L)\ } \pi_1(S^1\vee S^1,*) \xleftarrow{\ \pi_1(\operatorname{in}_R)\ } \mathbb Z.

Definisikan

a:=π1(inL)(1),b:=π1(inR)(1). a:=\pi_1(\operatorname{in}_L)(1), \qquad b:=\pi_1(\operatorname{in}_R)(1).

Jadi aa dan bb adalah kelas loop yang masing-masing mengelilingi lingkaran kiri dan kanan satu kali dalam arah positif.

10.3 Penutup tiga lembaran yang mendeteksi nonkomutativitas

Definisikan ruang penutup

q1:Z1S1S1 q_1\colon Z_1\longrightarrow S^1\vee S^1

sebagai graf berarah berlabel berikut. Sumber menamai panah penutup ini π1\pi_1; edisi menulisnya sebagai q1q_1 agar tidak bertabrakan dengan fungtor grup fundamental π1\pi_1. Ruang dasar mempunyai satu simpul ** dan dua loop berarah aa dan bb. Ruang atas mempunyai tiga simpul A,B,CA,B,C, semuanya dipetakan ke **, dan enam sisi berarah:

Diagram linear penutup q1q_1. Sisi-sisi yang dipetakan ke loop aa ialah

Aa1A,Ba2C,Ca3B, A\xrightarrow{\ a_1\ }A, \qquad B\xrightarrow{\ a_2\ }C, \qquad C\xrightarrow{\ a_3\ }B,

sedangkan sisi-sisi yang dipetakan ke loop bb ialah

Ab1B,Bb2A,Cb3C. A\xrightarrow{\ b_1\ }B, \qquad B\xrightarrow{\ b_2\ }A, \qquad C\xrightarrow{\ b_3\ }C.

Dengan kata lain,

q1(A)=q1(B)=q1(C)=*,q1(ai)=a,q1(bi)=b(i=1,2,3). q_1(A)=q_1(B)=q_1(C)=*, \qquad q_1(a_i)=a, \qquad q_1(b_i)=b \quad(i=1,2,3).

Daftar tersebut merupakan pengganti aksesibel bagi gambar sumber: dari setiap simpul terdapat tepat satu sisi keluar dan satu sisi masuk berlabel aa, serta tepat satu sisi keluar dan satu sisi masuk berlabel bb.

Pengangkatan loop memberi aksi kanan pada serat

(Z1)*={A,B,C}. (Z_1)_*=\{A,B,C\}.

Tuliskan Rw(u)=uwR_w(u)=u\mathbin{\cdot}w bagi operator titik akhir pengangkatan kata loop ww. Dari daftar sisi diperoleh

Ra=(BC),Rb=(AB) R_a=(BC), \qquad R_b=(AB)

sebagai permutasi {A,B,C}\{A,B,C\}. Karena kata abab berarti menelusuri aa terlebih dahulu lalu bb, hukum aksi kanan memberi

Rab=RbRa=(ABC). R_{ab}=R_b\circ R_a=(ABC).

Serupa dengan itu,

Rba=RaRb=(ACB). R_{ba}=R_a\circ R_b=(ACB).

Kedua permutasi tersebut berbeda, sehingga abbaab\ne ba di π1(S1S1,*)\pi_1(S^1\vee S^1,*). Dengan kata lain, grup fundamental baji dua lingkaran tidak abelian.

Jika diinginkan representasi permutasi sebagai homomorfisma dengan komposisi fungsi biasa, definisikan

ρ1(g):=Rg1. \rho_1(g):=R_{g^{-1}}.

Maka

ρ1:π1(S1S1,*)Aut{A,B,C}S3 \rho_1\colon \pi_1(S^1\vee S^1,*) \longrightarrow \operatorname{Aut}\{A,B,C\} \cong S_3

merupakan homomorfisma. Karena aa dan bb dipetakan ke involusi, tetap berlaku

ρ1(a)=(BC),ρ1(b)=(AB), \rho_1(a)=(BC), \qquad \rho_1(b)=(AB),

tetapi urutan siklus kompositnya berbalik terhadap operator kanan:

ρ1(ab)=(ACB),ρ1(ba)=(ABC). \rho_1(ab)=(ACB), \qquad \rho_1(ba)=(ABC).

Perbedaan itu hanyalah akibat konvensi aksi; kedua perhitungan membuktikan kesimpulan nonkomutativitas yang sama.

Dengan memilih ruang penutup secara cermat, orang juga dapat membuktikan bahwa kedua homomorfisma

π1(S1S1,*) \mathbb Z\longrightarrow\pi_1(S^1\vee S^1,*)

di atas injektif. Jadi aa dan bb masing-masing membangkitkan subgrup siklik tak hingga. Kelak akan dibuktikan bahwa

π1(S1S1,*)*=F2, \pi_1(S^1\vee S^1,*) \cong \mathbb Z*\mathbb Z =F_2,

yakni grup bebas pada pembangkit a,ba,b, dengan presentasi

a,b. \langle a,b\mid\ \rangle.

Setelah hasil itu tersedia, setiap unsur bukan identitas mempunyai bentuk kata tereduksi yang berganti-ganti di antara pangkat tak nol dari aa dan pangkat tak nol dari bb. Kata dapat dimulai atau berakhir pada salah satu faktor; identitas diwakili oleh kata kosong. Misalnya salah satu pola yang mungkin ialah

an1bm1ankbmk, a^{n_1}b^{m_1}\cdots a^{n_k}b^{m_k},

dengan setiap eksponen pada blok yang benar-benar tampil tidak nol; blok awal atau akhir dapat dihilangkan agar kata dimulai atau berakhir pada salah satu faktor. Pernyataan bentuk bebas ini masih merupakan pratinjau pada tahap sekarang, bukan akibat dari satu penutup tiga lembaran saja.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Bagian ini menambahkan lima pemeriksaan yang menutup langkah-langkah paling mudah terlewat ketika unit dipelajari secara mandiri.

Pemeriksaan penguasaan 10.1 (aksi reguler dari penutup terhubung sederhana). Dalam situasi Akibat 10.1:

  1. buktikan langsung bahwa pemetaan Φ(g)=zg\Phi(g)=z\mathbin{\cdot}g terdefinisi dengan baik dan bijektif;
  2. buktikan bahwa aksi pada ZxZ_x bebas dan transitif;
  3. periksa bahwa λ(g)=Rg1\lambda(g)=R_{g^{-1}} merupakan homomorfisma injektif ke Aut(Zx)\operatorname{Aut}(Z_x);
  4. untuk penutup terhubung lintasan yang tidak harus terhubung sederhana, buktikan bagaimana stabilisator berubah ketika titik pilihan dalam serat diganti, baik dalam konvensi aksi kanan maupun aksi kiri.

10.4 Solusi Pemeriksaan 10.1

Karena ZZ terhubung lintasan, untuk setiap uZxu\in Z_x pilih lintasan δ:zu\delta\colon z\rightsquigarrow u di ZZ. Loop πδ\pi\circ\delta pada xx memenuhi

z[πδ]=u, z\mathbin{\cdot}[\pi\circ\delta]=u,

sehingga Φ\Phi surjektif. Jika Φ(g)=Φ(h)\Phi(g)=\Phi(h), maka

z(gh1)=z. z\mathbin{\cdot}(gh^{-1})=z.

Stabilisator zz adalah π*π1(Z,z)=1\pi_*\pi_1(Z,z)=1, sehingga gh1=1gh^{-1}=1 dan g=hg=h. Jadi Φ\Phi bijektif.

Surjektivitas Φ\Phi tepat menyatakan transitivitas. Jika ug=uu\mathbin{\cdot}g=u, tulis u=zhu=z\mathbin{\cdot}h. Maka

z(hg)=zh. z\mathbin{\cdot}(hg)=z\mathbin{\cdot}h.

Injektivitas Φ\Phi memberi hg=hhg=h, lalu g=1g=1. Jadi aksi bebas.

Terakhir, dari Rgh=RhRgR_{gh}=R_h\circ R_g diperoleh

λ(gh)=R(gh)1=Rh1g1=Rg1Rh1=λ(g)λ(h). \lambda(gh) =R_{(gh)^{-1}} =R_{h^{-1}g^{-1}} =R_{g^{-1}}\circ R_{h^{-1}} =\lambda(g)\circ\lambda(h).

Jika λ(g)=λ(h)\lambda(g)=\lambda(h), evaluasi pada zz memberi zg1=zh1z\mathbin{\cdot}g^{-1}=z\mathbin{\cdot}h^{-1}. Kebebasan aksi memaksa g1=h1g^{-1}=h^{-1}, sehingga g=hg=h. Jadi λ\lambda homomorfisma injektif.

Untuk pernyataan perubahan titik, sekarang ambil penutup terhubung lintasan umum dan tuliskan Hz=Stab(z)H_z=\operatorname{Stab}(z). Jika z=zgz'=z\mathbin{\cdot}g, maka

hHz(zg)h=zgz(ghg1)=zghg1Hz. \begin{aligned} h\in H_{z'} &\iff (z\mathbin{\cdot}g)\mathbin{\cdot}h =z\mathbin{\cdot}g\\ &\iff z\mathbin{\cdot}(ghg^{-1})=z\\ &\iff ghg^{-1}\in H_z. \end{aligned}

Karena itu

Hz=g1Hzg. H_{z'}=g^{-1}H_zg.

Dalam konvensi kiri gu=ug1g\star u=u\mathbin{\cdot}g^{-1}, persamaan z=gzz'=g\star z berarti z=zg1z'=z\mathbin{\cdot}g^{-1}, sehingga rumus yang sama menjadi

Hz=gHzg1. H_{z'}=gH_zg^{-1}.

Jadi penutup bertitik menentukan subgrup tertentu, sedangkan penutup tanpa pilihan titik dalam serat secara alami hanya menentukan kelas konjugasinya.

Pemeriksaan penguasaan 10.2 (mengapa loop sekali putar membangkitkan). Untuk penutup q(t)=e2πitq(t)=e^{2\pi it}:

  1. tunjukkan bahwa pengangkatan γk\gamma^k yang berawal di nn\in\mathbb Z berakhir di n+kn+k;
  2. gunakan kebebasan dan transitivitas aksi untuk membuktikan bahwa setiap kelas loop sama dengan tepat satu [γ]k[\gamma]^k;
  3. untuk x,yAS1x,y\in A\subseteq S^1, jelaskan mengapa Π1(S1,A)(x,y)\Pi_1(S^1,A)(x,y) hanya berbijeksi, bukan berisomorfisma grup secara alami, dengan \mathbb Z ketika xyx\ne y.

10.5 Solusi Pemeriksaan 10.2

Pengangkatan γ\gamma mulai dari nn adalah tn+tt\mapsto n+t dan berakhir di n+1n+1. Konkatenasi kronologis serta keunikan pengangkatan menunjukkan secara induktif bahwa pengangkatan γk\gamma^k berakhir di n+kn+k untuk k0k\geq0. Untuk k<0k<0, ulangi loop balik k-k kali; satu loop balik yang berawal di nn mengangkat menjadi tntt\mapsto n-t. Titik akhirnya kembali n+kn+k.

Ambil gπ1(S1,1)g\in\pi_1(S^1,1). Karena aksi transitif, titik 0g0\mathbin{\cdot}g adalah suatu kk\in\mathbb Z. Perhitungan sebelumnya memberi

0[γ]k=k. 0\mathbin{\cdot}[\gamma]^k=k.

Karena aksi bebas, kesamaan kedua titik akhir memaksa g=[γ]kg=[\gamma]^k. Jika [γ]k=[γ][\gamma]^k=[\gamma]^\ell, evaluasi pada 00 memberi k=k=\ell. Jadi pangkat itu ada dan unik.

Untuk x,yAx,y\in A, pilih satu kelas lintasan c:xyc\colon x\rightsquigarrow y. Pascakomposisi dengan cc memberi bijeksi

π1(S1,x)Π1(S1,A)(x,y) \pi_1(S^1,x) \xrightarrow{\;\cong\;} \Pi_1(S^1,A)(x,y)

sebagai himpunan. Pilihan kelas cc lain mengubah bijeksi tersebut. Selain itu, bila xyx\ne y, himpunan morfisma itu tidak memiliki operasi komposisi internal karena dua morfisma xyx\to y tidak dapat langsung dikomposisikan. Jadi ia merupakan torsor bagi grup automorfisma terkait, bukan sebuah grup kanonik.

Pemeriksaan penguasaan 10.3 (sifat universal baji). Misalkan f:(X,x)(M,m)f\colon(X,x)\to(M,m) dan g:(Y,y)(M,m)g\colon(Y,y)\to(M,m) pemetaan bertitik.

  1. bangun f,g\langle f,g\rangle dari pemetaan pada gabungan saling lepas;
  2. buktikan kekontinuannya dengan sifat hasil bagi;
  3. buktikan keunikannya dan periksa urutan komposisi pada kedua persamaan pembatasan.

10.6 Solusi Pemeriksaan 10.3

Definisikan

F:XYM F\colon X\sqcup Y\longrightarrow M

dengan F|X=fF|_X=f dan F|Y=gF|_Y=g. Pemetaan ini kontinu menurut sifat koproduk. Karena f(x)=m=g(y)f(x)=m=g(y), pemetaan FF konstan pada kelas ekuivalensi yang mengidentifikasi xx dengan yy. Sifat universal hasil bagi karena itu memberi satu-satunya pemetaan kontinu

f,g:XYM \langle f,g\rangle\colon X\vee Y\longrightarrow M

dengan f,gq=F\langle f,g\rangle\circ q=F, tempat q:XYXYq\colon X\sqcup Y\to X\vee Y adalah pemetaan hasil bagi. Nilai titik bajinya adalah mm, jadi pemetaan tersebut bertitik.

Membatasi persamaan pada salinan XX dan YY memberi

f,ginL=f,f,ginR=g. \langle f,g\rangle\circ\operatorname{in}_L=f, \qquad \langle f,g\rangle\circ\operatorname{in}_R=g.

Urutan sebaliknya tidak bertipe: inL\operatorname{in}_L mempunyai kodomain XYX\vee Y, bukan domain MM. Jika h:XYMh\colon X\vee Y\to M mempunyai kedua pembatasan yang sama, maka hq=Fh\circ q=F pada setiap komponen XYX\sqcup Y. Surjektivitas qq memaksa h=f,gh=\langle f,g\rangle, yang membuktikan keunikan.

Pemeriksaan penguasaan 10.4 (membaca penutup tiga lembaran). Gunakan daftar sisi pada Diagram 10.1 untuk:

  1. memeriksa secara lokal bahwa q1q_1 adalah penutup graf tiga lembaran;
  2. menghitung Ra,Rb,Rab,RbaR_a,R_b,R_{ab},R_{ba} titik demi titik;
  3. menjelaskan mengapa perbedaan RabR_{ab} dan RbaR_{ba} membuktikan abbaab\ne ba tanpa mengharuskan gRgg\mapsto R_g menjadi homomorfisma biasa;
  4. mengubah aksi kanan itu menjadi representasi kiri ρ1\rho_1.

10.7 Solusi Pemeriksaan 10.4

Ambil lingkungan kecil UU dari simpul ** yang terdiri atas ruas pendek pada keempat ujung terarah kedua loop. Di atas setiap simpul A,B,CA,B,C, daftar sisi menyediakan tepat satu ruas yang memetakan homeomorfik ke setiap ruas keluar dan masuk berlabel aa maupun bb. Ketiga lingkungan bintang yang dihasilkan saling lepas dan masing-masing dipetakan homeomorfik ke UU. Pada bagian dalam setiap sisi, sifat penutup jelas dari pemetaan interval ke interval. Jadi q1q_1 merupakan penutup tiga lembaran.

Dari sisi berlabel aa,

Aa=A,Ba=C,Ca=B, A\mathbin{\cdot}a=A, \qquad B\mathbin{\cdot}a=C, \qquad C\mathbin{\cdot}a=B,

sehingga Ra=(BC)R_a=(BC). Dari sisi berlabel bb,

Ab=B,Bb=A,Cb=C, A\mathbin{\cdot}b=B, \qquad B\mathbin{\cdot}b=A, \qquad C\mathbin{\cdot}b=C,

sehingga Rb=(AB)R_b=(AB). Menelusuri aa lalu bb memberi

uABCu(ab)BCA, \begin{array}{c|ccc} u&A&B&C\\ \hline u\mathbin{\cdot}(ab)&B&C&A, \end{array}

jadi Rab=(ABC)R_{ab}=(ABC). Menelusuri bb lalu aa memberi

uABCu(ba)CAB, \begin{array}{c|ccc} u&A&B&C\\ \hline u\mathbin{\cdot}(ba)&C&A&B, \end{array}

jadi Rba=(ACB)R_{ba}=(ACB). Jika ab=baab=ba sebagai elemen grup fundamental, aksi apa pun harus memberi operator titik akhir yang sama. Karena kedua operator di atas berbeda, abbaab\ne ba. Argumen ini hanya memakai bahwa aksi menghormati kesamaan unsur; tidak perlu menyebut pemetaan ke grup permutasi sebagai homomorfisma biasa.

Untuk memperoleh homomorfisma biasa, tetapkan ρ1(g)=Rg1\rho_1(g)=R_{g^{-1}}. Perhitungan pada Solusi 10.1 membuktikan

ρ1(gh)=ρ1(g)ρ1(h). \rho_1(gh)=\rho_1(g)\circ\rho_1(h).

Karena a1a^{-1} dan b1b^{-1} bekerja melalui transposisi yang sama dengan aa dan bb, nilai pada pembangkit tetap (BC)(BC) dan (AB)(AB). Inversi kata menjelaskan mengapa siklus bagi abab dan baba bertukar dibandingkan dengan operator kanan langsung.

Pemeriksaan penguasaan 10.5 (apa yang sudah dan belum dibuktikan). Pisahkan kesimpulan berikut menjadi yang sudah dibuktikan dalam unit ini, yang hanya dinyatakan dapat dibuktikan dengan penutup lain, dan yang ditunda sampai teorema berikutnya:

  1. aa dan bb tidak komutatif;
  2. masing-masing homomorfisma π1(S1S1,*)\mathbb Z\to\pi_1(S^1\vee S^1,*) injektif;
  3. aa dan bb membangkitkan seluruh grup fundamental;
  4. tidak ada relasi taktrivial di antara aa dan bb;
  5. setiap unsur mempunyai bentuk kata tereduksi yang unik.

10.8 Solusi Pemeriksaan 10.5

Penutup tiga lembaran memberi RabRbaR_{ab}\ne R_{ba}, jadi butir 1 sudah dibuktikan. Sumber menyatakan bahwa penutup yang dipilih dengan cermat dapat membuktikan injektivitas pada butir 2, tetapi penutup-penutup tambahan itu belum dibangun dalam rentang ini. Karena itu butir 2 baru merupakan hasil yang diumumkan, bukan hasil yang telah dibuktikan di sini.

Butir 3–5 akan mengikuti dari teorema

π1(S1S1,*)F2, \pi_1(S^1\vee S^1,*)\cong F_2,

yang sumber janjikan untuk dibuktikan kemudian. Nonkomutativitas saja tidak menunjukkan bahwa a,ba,b membangkitkan seluruh grup, dan juga tidak meniadakan relasi lain. Setelah isomorfisma dengan F2F_2 terbukti, bentuk normal yang tepat adalah kata tereduksi: huruf-huruf bukan identitas berasal berganti-ganti dari dua faktor siklik; secara ekuivalen, kata memakai pangkat tak nol dari aa dan bb secara berselang-seling. Identitas adalah kata kosong. Keunikan bentuk tersebut merupakan bagian dari teori produk bebas, bukan akibat langsung dari representasi ke S3S_3 yang tidak mungkin setia karena F2F_2 tak hingga sedangkan S3S_3 berhingga.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 2273–2494 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 11 dan definisi grup bebas, lalu berakhir sesudah langkah pemanasan lokal dalam bukti teorema Seifert–van Kampen. Baris 2495 memulai Kuliah 12 dan melanjutkan bukti tersebut; baris itu tidak termasuk dalam unit ini. Karena itu bukti pada unit ini sengaja ditandai belum selesai, bukan diberi tanda akhir bukti. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan keenam unsur pinggir ke urutan bacaan utama. Kesebelas diagram sumber ditulis ulang sebagai diagram semantik, daftar panah, atau rumus parametrik yang dapat dibaca tanpa mengandalkan posisi visual. Dua gambar terakhir, yang membandingkan lintasan sepanjang sisi persegi dan deformasinya, diganti dengan parameter eksplisit bagi kedua lintasan dan homotopi berujung tetap di antaranya.

Beberapa cacat sumber diperbaiki secara independen. Dalam sifat universal produk bebas, persamaan yang tidak bertipe ϕ=iκ\phi=i\circ\kappa dan ψ=jκ\psi=j\circ\kappa diperbaiki menjadi ϕ=κi\phi=\kappa\circ i dan ψ=κj\psi=\kappa\circ j. Kalimat tentang presentasi yang menukar peran GG dan HH diselaraskan dengan rumusnya. Deskripsi unsur grup bebas dilengkapi dengan reduksi pasangan invers; kata mentah tidak dapat langsung menjadi unsur grup karena xixi1x_ix_i^{-1} harus sama dengan kata kosong. Dalam konstruksi fungtor pada bukti van Kampen, notasi sumber F1(γ)F_1(\gamma) dan G1(γ)G_1(\gamma) diperbaiki menjadi F1([γ])F_1([\gamma]) dan G1([γ])G_1([\gamma]), sebab domain fungtor adalah kelas homotopi lintasan, bukan lintasan mentah. Edisi juga membedakan fungsi sementara K̃1\widetilde K_1 pada lintasan mentah dari fungsi K1K_1 pada kelas homotopi yang baru dapat diturunkan setelah invariansi homotopi terbukti. Beberapa ketidakteraturan tata bahasa dan singkatan juga dinormalkan tanpa mengubah isi matematis.

Rentang sumber tidak memuat latihan. Bagian pendamping penguasaan menambahkan tiga pemeriksaan dengan solusi lengkap: sifat universal grup bebas dan produk bebas; verifikasi pushout topologis dan ruang vektor; serta kemandirian subdivisi bersama homotopi eksplisit antara dua lintasan batas persegi. Bagian terakhir juga mencatat dengan tepat langkah global mana yang belum tersedia sebelum Kuliah 12. Seluruh materi pendamping yang ditambahkan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

11 Kuliah 11

11.1 Grup bebas dan produk bebas

Definisi 11.1 (grup bebas). Grup bebas pada nn simbol adalah grup FnF_n dengan presentasi

Fn=x1,,xn. F_n = \langle x_1,\ldots,x_n\mid\ \rangle.

Jadi x1,,xnx_1,\ldots,x_n merupakan pembangkit dan tidak dikenai relasi tambahan.

Nama simbol-simbol itu tentu saja dapat diganti. Setiap unsur FnF_n diwakili oleh kata berhingga dalam huruf

x1±1,,xn±1. x_1^{\pm1},\ldots,x_n^{\pm1}.

Dua kata mewakili unsur yang sama bila dapat dihubungkan dengan penyisipan atau penghapusan pasangan bersebelahan xixi1x_ix_i^{-1} atau xi1xix_i^{-1}x_i. Dengan menghapus semua pasangan semacam itu, setiap unsur mempunyai wakil berupa kata tereduksi. Kata kosong ()() mewakili identitas, dan perkalian dilakukan dengan mengonkatenasikan kata lalu mereduksi hasilnya.

Definisi 11.2 (produk bebas). Diberikan grup GG dan HH, produk bebas G*HG*H adalah grup yang dilengkapi homomorfisma

i:GG*H,j:HG*H, i\colon G\longrightarrow G*H, \qquad j\colon H\longrightarrow G*H,

dengan sifat berikut. Untuk setiap grup KK dan setiap pasangan homomorfisma

ϕ:GK,ψ:HK, \phi\colon G\longrightarrow K, \qquad \psi\colon H\longrightarrow K,

terdapat tepat satu homomorfisma

κ:G*HK \kappa\colon G*H\longrightarrow K

yang memenuhi

κi=ϕ,κj=ψ. \kappa\circ i=\phi, \qquad \kappa\circ j=\psi.

Diagram 11.1 (sifat universal produk bebas). Data dan pemetaan universal dapat dibaca dari diagram komutatif

GiG*HjHϕG*H!κψK \begin{array}{ccccc} G&\xrightarrow{\ i\ }&G*H&\xleftarrow{\ j\ }&H\\ &\searrow_{\phi}&\mathrel{\phantom{G*H}}\downarrow{\scriptstyle\exists!\,\kappa} &\swarrow_{\psi}&\\ &&K&& \end{array}

dengan dua lintasan komposit GiG*HκKG\xrightarrow{i}G*H\xrightarrow{\kappa}K dan HjG*HκKH\xrightarrow{j}G*H\xrightarrow{\kappa}K. Keduanya masing-masing harus sama dengan ϕ\phi dan ψ\psi.

Keberadaan dan keunikan κ\kappa setelah ϕ\phi serta ψ\psi diberikan disebut sifat universal produk bebas.

Misalkan

G=g1,,gmR1,,Rn G=\langle g_1,\ldots,g_m\mid R_1,\ldots,R_n\rangle

dan

H=h1,,hkQ1,,Ql H=\langle h_1,\ldots,h_k\mid Q_1,\ldots,Q_l\rangle

masing-masing merupakan presentasi GG dan HH. Setiap RiR_i dan QjQ_j adalah relasi, yakni persamaan yang melibatkan pembangkit grup terkait. Produk bebasnya mempunyai presentasi

G*H=g1,,gm,h1,,hkR1,,Rn,Q1,,Ql. G*H = \langle g_1,\ldots,g_m,h_1,\ldots,h_k \mid R_1,\ldots,R_n,Q_1,\ldots,Q_l \rangle.

Produk bebas grup merupakan kasus khusus konstruksi yang lebih umum, yaitu produk bebas dengan amalgamasi. Keduanya pada gilirannya merupakan contoh dari sebuah konstruksi yang masuk akal dalam kategori sebarang.

11.2 Pushout dalam suatu kategori

Definisi 11.3 (persegi pushout). Misalkan 𝒞\mathcal C suatu kategori. Sebuah persegi pushout adalah persegi komutatif

WbYadXcP \begin{array}{ccc} W&\xrightarrow{\ b\ }&Y\\ {\scriptstyle a}\downarrow&&\downarrow{\scriptstyle d}\\ X&\xrightarrow{\ c\ }&P \end{array}

di 𝒞\mathcal C dengan sifat universal berikut. Untuk setiap pasangan morfisma

XfZgY X\xrightarrow{f}Z\xleftarrow{g}Y

yang kompatibel pada WW, yakni

fa=gb, f\circ a=g\circ b,

terdapat tepat satu morfisma k:PZk\colon P\to Z yang memenuhi

f=kc,g=kd. f=k\circ c, \qquad g=k\circ d.

Diagram 11.2 (pemetaan keluar dari pushout). Persegi pada Definisi 11.3 menyatakan ca=dbc\circ a=d\circ b. Sifat universal menambahkan dua panah f:XZf\colon X\to Z dan g:YZg\colon Y\to Z yang sepakat setelah didahului oleh aa dan bb, lalu menghasilkan satu-satunya panah k:PZk\colon P\to Z. Dengan demikian kedua segitiga

XcPkZ,YdPkZ X\xrightarrow{c}P\xrightarrow{k}Z, \qquad Y\xrightarrow{d}P\xrightarrow{k}Z

masing-masing sama dengan ff dan gg. Keberadaan unik inilah sifat universal pushout.

Berikut beberapa contoh dalam kategori yang berbeda.

Contoh 11.1 (merekatkan subruang). Misalkan XX ruang topologis dan U,VXU,V\subseteq X subruang sedemikian sehingga

{U,V} \{U^\circ,V^\circ\}

merupakan sampul terbuka dari XX. Maka persegi semua pemetaan inklusi

UVVUX \begin{array}{ccc} U\cap V&\longrightarrow&V\\ \downarrow&&\downarrow\\ U&\longrightarrow&X \end{array}

merupakan persegi pushout di 𝑻𝒐𝒑\mathbf{Top}.

Diagram 11.3 (fungsi diagram perekatan). Panah atas dan kiri memasukkan UVU\cap V ke VV dan UU. Panah kanan dan bawah memasukkan VV dan UU ke XX. Jadi persegi itu menyatakan bahwa UU dan VV direkatkan sepanjang UVU\cap V untuk menghasilkan XX.

Dalam situasi ini, {U,V}\{U,V\} disebut sampul XX oleh lingkungan: setiap titik di XX mempunyai setidaknya salah satu dari UU dan VV sebagai lingkungan. Syarat tersebut ekuivalen dengan pernyataan bahwa interior UU^\circ dan VV^\circ menyampuli XX.

Contoh 11.2 (baji ruang bertitik). Untuk setiap pasangan ruang bertitik (X,x)(X,x) dan (Y,y)(Y,y), persegi

(*,*)(Y,y)inR(X,x)inL(XY,*) \begin{array}{ccc} (*,*)&\longrightarrow&(Y,y)\\ \downarrow&&\downarrow{\scriptstyle\operatorname{in}_R}\\ (X,x)&\xrightarrow{\ \operatorname{in}_L\ }&(X\vee Y,*) \end{array}

merupakan persegi pushout di 𝑻𝒐𝒑*\mathbf{Top}_*.

Diagram 11.4 (fungsi diagram baji). Dua panah keluar dari ruang bertitik satu-titik memilih xx dan yy. Pushout mengidentifikasi kedua titik pilihan itu, sedangkan inL\operatorname{in}_L dan inR\operatorname{in}_R memasukkan kedua faktor ke baji. Sifat universalnya tepat sifat universal baji pada Unit 10.

Contoh 11.3 (produk bebas grup). Untuk grup sebarang GG dan HH, persegi

1HjGiG*H \begin{array}{ccc} 1&\longrightarrow&H\\ \downarrow&&\downarrow{\scriptstyle j}\\ G&\xrightarrow{\ i\ }&G*H \end{array}

merupakan persegi pushout di 𝑮𝒓𝒑\mathbf{Grp}.

Diagram 11.5 (fungsi diagram produk bebas). Kedua panah keluar dari grup trivial 11 adalah homomorfisma unik. Memberikan homomorfisma yang kompatibel dari GG dan HH ke grup KK kemudian sama persis dengan memberikan pasangan ϕ,ψ\phi,\psi pada Definisi 11.2; pemetaan universal dari pushout adalah κ:G*HK\kappa\colon G*H\to K.

Contoh 11.4 (menghasilkan satu loop dari satu panah). Ingat grupoid 𝟐\mathbf 2 yang mempunyai dua objek 0,10,1 dan tepat satu panah di antara setiap pasangan objek terurut. Tuliskan Disc({0,1})\operatorname{Disc}(\{0,1\}) bagi grupoid diskret pada kedua objek itu, ** bagi grupoid satu-objek trivial, dan 𝑩\mathbf B\mathbb Z bagi grupoid satu-objek dengan grup automorfisma \mathbb Z. Persegi

Disc({0,1})𝟐*𝑩 \begin{array}{ccc} \operatorname{Disc}(\{0,1\})&\longrightarrow&\mathbf 2\\ \downarrow&&\downarrow\\ *&\longrightarrow&\mathbf B\mathbb Z \end{array}

merupakan pushout di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}.

Diagram 11.6 (semua data panah pada pushout grupoid). Panah atas adalah identitas pada himpunan objek {0,1}\{0,1\}. Panah kiri menyatukan kedua objek menjadi objek tunggal \bullet. Panah kanan juga mengirim 00 dan 11 ke \bullet, serta mengirim panah unik

01 0\longrightarrow1

ke automorfisma 11\in\mathbb Z dari \bullet; panah baliknya dikirim ke 1-1. Panah bawah adalah fungtor unik dari grupoid satu-objek trivial. Dengan menyatukan kedua objek, panah 010\to1 menjadi satu loop bebas, sehingga pushoutnya adalah 𝑩\mathbf B\mathbb Z.

Sifat universal contoh ini dapat diperiksa langsung. Misalkan Γ\Gamma sebuah grupoid, dan diberikan fungtor kompatibel

A:𝟐Γ,B:*Γ. A\colon\mathbf 2\longrightarrow\Gamma, \qquad B\colon *\longrightarrow\Gamma.

Kompatibilitas pada Disc({0,1})\operatorname{Disc}(\{0,1\}) memaksa

A(0)=B(*)=A(1)=:x. A(0)=B(*)=A(1)=:x.

Karena itu a:=A(01)a:=A(0\to1) merupakan automorfisma xx. Terdapat tepat satu fungtor

L:𝑩Γ L\colon\mathbf B\mathbb Z\longrightarrow\Gamma

yang mengirim objek tunggal ke xx dan mengirim nn\in\mathbb Z ke ana^n. Fungtor ini membatasi menjadi AA dan BB: khususnya, 11 dikirim ke aa dan 1-1 ke a1a^{-1}. Sebaliknya, setiap fungtor yang memperluas AA dan BB harus mempunyai nilai-nilai tersebut, sehingga LL unik. Inilah sifat universal pushout, bukan sekadar kemiripan bentuk diagram.

Contoh 11.5 (pushout ruang vektor). Dalam kategori 𝑽𝒆𝒄𝒕\mathbf{Vect} ruang vektor di atas sebuah lapangan tetap, misalkan

L1:WV1,L2:WV2 L_1\colon W\longrightarrow V_1, \qquad L_2\colon W\longrightarrow V_2

pemetaan linear. Definisikan

J:WV1V2,w(L1(w),L2(w)). \begin{aligned} J\colon W&\longrightarrow V_1\oplus V_2,\\ w&\longmapsto\bigl(L_1(w),-L_2(w)\bigr). \end{aligned}

Maka persegi

WL2V2L1V1(V1V2)/J(W) \begin{array}{ccc} W&\xrightarrow{\ L_2\ }&V_2\\ {\scriptstyle L_1}\downarrow&&\downarrow\\ V_1&\longrightarrow&(V_1\oplus V_2)/J(W) \end{array}

merupakan pushout.

Diagram 11.7 (pemetaan kanonik pada pushout ruang vektor). Panah bawah dan kanan diberikan oleh

v1[(v1,0)],v2[(0,v2)]. v_1\longmapsto[(v_1,0)], \qquad v_2\longmapsto[(0,v_2)].

Kedua komposit dari WW sama karena

[(L1(w),0)][(0,L2(w))]=[(L1(w),L2(w))]=0 [(L_1(w),0)]-[(0,L_2(w))] = [(L_1(w),-L_2(w))] =0

dalam hasil bagi tersebut.

11.3 Teorema Seifert–van Kampen dalam bentuk grupoid

Teorema 11.1 (Seifert–van Kampen). Misalkan XX suatu ruang dan {U,V}\{U,V\} sampul XX oleh lingkungan. Maka persegi fungtor yang diinduksi oleh inklusi

Π1(UV)iVΠ1(V)iUΠ1(U)Π1(X) \begin{array}{ccc} \Pi_1(U\cap V)&\xrightarrow{\ i_V\ }&\Pi_1(V)\\ {\scriptstyle i_U}\downarrow&&\downarrow\\ \Pi_1(U)&\longrightarrow&\Pi_1(X) \end{array}

merupakan persegi pushout di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}.

Diagram 11.8 (fungsi diagram van Kampen). Objek kiri atas merekam titik dan kelas lintasan yang seluruhnya berada dalam UVU\cap V. Fungtor iUi_U dan iVi_V memandang data yang sama masing-masing di dalam UU dan VV. Kedua fungtor berikutnya memandangnya di dalam XX. Pernyataan pushout mengatakan bahwa setiap pasangan fungtor kompatibel keluar dari Π1(U)\Pi_1(U) dan Π1(V)\Pi_1(V) dapat, secara unik, direkatkan menjadi fungtor keluar dari Π1(X)\Pi_1(X).

Sampul oleh lingkungan pada teorema itu dapat secara ekuivalen dinyatakan dengan syarat bahwa {U,V}\{U^\circ,V^\circ\} merupakan sampul terbuka.

Catatan 11.1. Kesimpulan teorema tidak langsung mengikuti hanya dari kenyataan bahwa persegi ruang

UVVUX \begin{array}{ccc} U\cap V&\longrightarrow&V\\ \downarrow&&\downarrow\\ U&\longrightarrow&X \end{array}

merupakan pushout di 𝑻𝒐𝒑\mathbf{Top}. Sifat universal masih harus diperiksa terhadap setiap grupoid Γ\Gamma dan setiap pasangan fungtor kompatibel

Π1(U)ΓΠ1(V). \Pi_1(U)\longrightarrow\Gamma\longleftarrow\Pi_1(V).

11.4 Konstruksi fungtor universal: bagian pertama bukti

Bukti Teorema 11.1 (bagian pertama; berlanjut pada Kuliah 12). Mulailah dengan persegi komutatif sebarang

Π1(UV)iVΠ1(V)iUGΠ1(U)FΓ. \begin{array}{ccc} \Pi_1(U\cap V)&\xrightarrow{\ i_V\ }&\Pi_1(V)\\ {\scriptstyle i_U}\downarrow&&\downarrow{\scriptstyle G}\\ \Pi_1(U)&\xrightarrow{\ F\ }&\Gamma. \end{array}

Kita harus membangun fungtor

K:Π1(X)Γ K\colon\Pi_1(X)\longrightarrow\Gamma

yang kompatibel dengan FF dan GG. Secara konkret, kita perlu membangun fungsi pada objek dan morfisma

K0:Π1(X)0=XΓ0,K1:Π1(X)1Γ1 K_0\colon\Pi_1(X)_0=X\longrightarrow\Gamma_0, \qquad K_1\colon\Pi_1(X)_1\longrightarrow\Gamma_1

yang bersama-sama memenuhi hukum fungtor.

Diagram 11.9 (masalah universal yang harus diselesaikan). Fungtor FF dan GG telah diberikan dan memenuhi

FiU=GiV. F\circ i_U=G\circ i_V.

Fungtor yang dicari harus membuat kedua segitiga

Π1(U)Π1(X)KΓ,Π1(V)Π1(X)KΓ \Pi_1(U)\longrightarrow\Pi_1(X)\xrightarrow{K}\Gamma, \qquad \Pi_1(V)\longrightarrow\Pi_1(X)\xrightarrow{K}\Gamma

masing-masing sama dengan FF dan GG.

11.4.1 Fungsi pada objek

Ambil xXx\in X. Jika xUx\in U, definisikan K0(x)=F(x)K_0(x)=F(x); jika xVx\in V, definisikan K0(x)=G(x)K_0(x)=G(x). Setiap titik tercakup oleh setidaknya salah satu dari U,VU,V. Jika xUVx\in U\cap V, komutativitas persegi memberi

F(x)=G(x), F(x)=G(x),

sehingga K0K_0 terdefinisi baik.

11.4.2 Fungsi pada lintasan yang berada dalam satu anggota sampul

Tuliskan 𝒫(X)\mathcal P(X) bagi himpunan semua lintasan kontinu IXI\to X. Kita mula-mula membangun fungsi sementara

K̃1:𝒫(X)Γ1 \widetilde K_1\colon\mathcal P(X)\longrightarrow\Gamma_1

pada lintasan nyata, lalu akan menunjukkan bahwa nilainya tidak berubah pada kelas homotopi berujung tetap. Hanya setelah itu fungsi pada morfisma dapat didefinisikan oleh K1([γ]):=K̃1(γ)K_1([\gamma]):=\widetilde K_1(\gamma). Misalkan γ:IX\gamma\colon I\to X mempunyai citra di UU. Definisikan

K̃1(γ):=F1([γ]U). \widetilde K_1(\gamma):=F_1([\gamma]_U).

Serupa dengan itu, jika citra γ\gamma berada di VV, definisikan

K̃1(γ):=G1([γ]V). \widetilde K_1(\gamma):=G_1([\gamma]_V).

Jika citranya berada di UVU\cap V, kedua nilai sama karena persegi fungtor yang diberikan komutatif. Definisi itu kompatibel dengan sumber dan sasaran: titik awal serta akhir lintasan di UU juga berada di UU, dan hal yang sama berlaku bagi VV. Definisi juga kompatibel dengan konkatenasi lintasan yang seluruhnya berada di UU atau seluruhnya berada di VV, karena FF dan GG adalah fungtor. Lintasan konstan dikirim ke morfisma identitas di Γ\Gamma.

Jika σ:II\sigma\colon I\to I suatu pemetaan kontinu dengan σ(0)=0\sigma(0)=0 dan σ(1)=1\sigma(1)=1, maka γσ\gamma\circ\sigma homotopik berujung tetap dengan γ\gamma, melalui interpolasi lurus antara σ\sigma dan idI\operatorname{id}_I. Karena itu

K̃1(γσ)=K̃1(γ) \widetilde K_1(\gamma\circ\sigma)=\widetilde K_1(\gamma)

ketika γ\gamma berada dalam UU atau dalam VV. Jadi nilai lokal tidak bergantung pada parameter lintasan.

11.4.3 Lintasan umum dan subdivisi

Sekarang ambil lintasan umum γ:IX\gamma\colon I\to X. Tarik balik sampul terbuka {U,V}\{U^\circ,V^\circ\} sepanjang γ\gamma menjadi sampul terbuka

𝒰γ:={γ1(U),γ1(V)} \mathcal U_\gamma := \{\gamma^{-1}(U^\circ),\gamma^{-1}(V^\circ)\}

dari interval metrik kompak II. Lema bilangan Lebesgue memberi δ>0\delta>0 sedemikian sehingga setiap himpunan bagian dari II yang berdiameter kurang dari δ\delta termuat dalam satu anggota 𝒰γ\mathcal U_\gamma. Pilih partisi yang setiap subintervalnya berpanjang kurang dari δ\delta,

0=t0<t1<<tn<tn+1=1 0=t_0<t_1<\cdots<t_n<t_{n+1}=1

sedemikian sehingga untuk setiap i=0,,ni=0,\ldots,n, pembatasan

γ|[ti,ti+1] \gamma|_{[t_i,t_{i+1}]}

mempunyai citra seluruhnya di UU atau seluruhnya di VV (atau keduanya). Definisikan lintasan berparameter baku

γi(s):=γ((1s)ti+sti+1),0s1. \gamma_i(s) := \gamma\bigl((1-s)t_i+s t_{i+1}\bigr), \qquad 0\leq s\leq1.

Lintasan γ\gamma merupakan reparameterisasi dari konkatenasi kronologis

γ0#γ1##γn. \gamma_0\#\gamma_1\#\cdots\#\gamma_n.

Semua K̃1(γi)\widetilde K_1(\gamma_i) sudah terdefinisi, maka tetapkan

K̃1(γ):=K̃1(γ0)K̃1(γ1)K̃1(γn)Γ1. \widetilde K_1(\gamma) := \widetilde K_1(\gamma_0)\widetilde K_1(\gamma_1)\cdots \widetilde K_1(\gamma_n) \in\Gamma_1.

Di sini perkalian morfisma mengikuti urutan komposisi aljabar yang sudah ditetapkan: faktor paling kiri ditempuh terlebih dahulu.

Jika partisi diperhalus, satu ruas lama diganti oleh beberapa ruas yang masih berada dalam anggota sampul yang sama. Fungtorialitas FF atau GG membuat komposit nilai ruas-ruas baru sama dengan nilai ruas lama. Jika suatu ruas berada dalam UVU\cap V, komutativitas persegi memastikan tidak ada pilihan ambigu. Setiap dua partisi memiliki perhalusan bersama. Karena itu nilai K̃1(γ)\widetilde K_1(\gamma) tidak bergantung pada partisi yang dipilih.

Keterangan pinggir sumber pada langkah ini menyebut secara eksplisit bahwa partisi tersebut diperoleh dari lema bilangan Lebesgue.

Untuk menurunkan fungsi ini dari lintasan nyata ke morfisma Π1(X)\Pi_1(X), kita sekarang harus membuktikan bahwa setiap homotopi berujung tetap H:I2XH\colon I^2\to X dari lintasan γ\gamma ke lintasan η\eta memenuhi

K̃1(γ)=K̃1(η). \widetilde K_1(\gamma)=\widetilde K_1(\eta).

Langkah berikut menyiapkan kesamaan lokal yang kelak akan ditempelkan untuk membuktikan pernyataan tersebut.

11.4.4 Pemanasan: dua lintasan batas sebuah persegi

Ambil pemetaan sebarang

h:I2X. h\colon I^2\longrightarrow X.

Definisikan dua lintasan dari h(0,0)h(0,0) ke h(1,1)h(1,1):

γ0:=h(,0)#h(1,),γ1:=h(0,)#h(,1). \begin{aligned} \gamma_0&:=h(-,0)\#h(1,-),\\ \gamma_1&:=h(0,-)\#h(-,1). \end{aligned}

Lintasan pertama menempuh sisi bawah lalu sisi kanan persegi; lintasan kedua menempuh sisi kiri lalu sisi atas.

Diagram 11.10 (dua rute batas). Di dalam persegi koordinat I2I^2, kedua rute sebelum diterapkan hh diparameterkan oleh

p0(s)={(2s,0),0s12,(1,2s1),12s1, p_0(s)= \begin{cases} (2s,0),&0\leq s\leq\tfrac12,\\ (1,2s-1),&\tfrac12\leq s\leq1, \end{cases}

dan

p1(s)={(0,2s),0s12,(2s1,1),12s1. p_1(s)= \begin{cases} (0,2s),&0\leq s\leq\tfrac12,\\ (2s-1,1),&\tfrac12\leq s\leq1. \end{cases}

Jadi γ0=hp0\gamma_0=h\circ p_0 dan γ1=hp1\gamma_1=h\circ p_1. Kedua rute berawal di (0,0)(0,0) dan berakhir di (1,1)(1,1).

Terdapat homotopi berujung tetap γ0γ1\gamma_0\simeq\gamma_1. Cukup membangun homotopi berujung tetap antara p0p_0 dan p1p_1 di I2I^2, lalu mengomposisikannya dengan hh.

Diagram 11.11 (deformasi kedua rute). Pengganti parametrik bagi keluarga garis pada gambar sumber adalah

P(s,u):=(1u)p0(s)+up1(s),(s,u)I2. P(s,u):=(1-u)p_0(s)+u p_1(s), \qquad (s,u)\in I^2.

Karena I2I^2 konveks, P(s,u)P(s,u) selalu berada di I2I^2. Selain itu,

P(s,0)=p0(s),P(s,1)=p1(s), P(s,0)=p_0(s), \qquad P(s,1)=p_1(s),

serta kedua sisi parameter ujung tetap konstan:

P(0,u)=(0,0),P(1,u)=(1,1). P(0,u)=(0,0), \qquad P(1,u)=(1,1).

Jadi hPh\circ P adalah homotopi berujung tetap yang diminta. Pada tiap uu, rutenya bergerak melalui persegi sambil mempertahankan kedua simpul ujung; inilah fungsi matematis gambar deformasi dalam sumber.

Jika hh mempunyai citra seluruhnya di salah satu dari UU atau VV, homotopi tersebut juga berada di subruang itu. Maka

[γ0]=[γ1] [\gamma_0]=[\gamma_1]

di Π1(U)\Pi_1(U) atau Π1(V)\Pi_1(V) yang sesuai, sehingga

K̃1(γ0)=K̃1(γ1). \widetilde K_1(\gamma_0)=\widetilde K_1(\gamma_1).

Sampai batas Kuliah 11, inilah langkah lokal yang telah dibuktikan. Untuk homotopi umum H:I2XH\colon I^2\to X, masih harus dipilih kisi kecil yang setiap selnya dipetakan seluruhnya ke UU atau ke VV, lalu kesamaan lokal di atas harus ditempelkan sel demi sel. Kelanjutan juga harus membuktikan bahwa fungsi yang turun ke kelas homotopi mempertahankan identitas dan komposisi, membatasi menjadi FF serta GG, dan merupakan satu-satunya fungtor dengan pembatasan itu. Argumen global dimulai pada baris pertama Kuliah 12 dan tidak termasuk dalam unit ini. Sumber sampai akhir buktinya menyatakan fungtorialitas dari konstruksi, tetapi tidak menuliskan argumen keunikan KK secara eksplisit; edisi harus memasok argumen itu ketika bukti ditutup.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Bagian ini menambahkan tiga pemeriksaan yang mengisi rincian universal dan langkah lokal yang hanya dinyatakan singkat dalam sumber.

Pemeriksaan penguasaan 11.1 (pemetaan keluar dari grup bebas dan produk bebas).

  1. Diberikan unsur k1,,knk_1,\ldots,k_n dari grup KK, bangun homomorfisma unik θ:FnK\theta\colon F_n\to K dengan θ(xi)=ki\theta(x_i)=k_i.
  2. Diberikan ϕ:GK\phi\colon G\to K dan ψ:HK\psi\colon H\to K, jelaskan nilai homomorfisma universal κ:G*HK\kappa\colon G*H\to K pada sebuah kata yang huruf-hurufnya berasal bergantian dari GG dan HH.
  3. Periksa tipe kedua persamaan universal dan jelaskan mengapa iκi\circ\kappa tidak dapat menggantikan κi\kappa\circ i.

11.5 Solusi Pemeriksaan 11.1

Untuk kata

w=xi1ε1xirεr,εj{1,1}, w=x_{i_1}^{\varepsilon_1}\cdots x_{i_r}^{\varepsilon_r}, \qquad \varepsilon_j\in\{1,-1\},

definisikan

θ(w):=ki1ε1kirεr. \theta(w) := k_{i_1}^{\varepsilon_1}\cdots k_{i_r}^{\varepsilon_r}.

Penyisipan atau penghapusan pasangan invers tidak mengubah nilai itu, jadi θ\theta terdefinisi baik pada unsur FnF_n. Konkatenasi kata dipetakan ke perkalian di KK, sehingga θ\theta homomorfisma. Setiap homomorfisma dengan nilai xikix_i\mapsto k_i harus mempunyai rumus tersebut pada semua kata, maka θ\theta unik.

Untuk produk bebas, sebuah kata khas dapat ditulis

g1h1g2h2grhr, g_1h_1g_2h_2\cdots g_rh_r,

dengan faktor awal atau akhir boleh tidak hadir dan dengan unsur identitas dihapus. Pemetaan universal harus memenuhi

κ(g1h1grhr)=ϕ(g1)ψ(h1)ϕ(gr)ψ(hr). \kappa(g_1h_1\cdots g_rh_r) = \phi(g_1)\psi(h_1)\cdots\phi(g_r)\psi(h_r).

Relasi internal GG dihormati karena ϕ\phi homomorfisma, dan relasi internal HH dihormati karena ψ\psi homomorfisma. Presentasi produk bebas tidak menambahkan relasi silang, sehingga rumus itu menentukan homomorfisma. Ia unik karena citra semua pembangkit dari kedua faktor sudah ditentukan.

Terakhir,

i:GG*H,κ:G*HK, i\colon G\to G*H, \qquad \kappa\colon G*H\to K,

sehingga komposit bertipe dari GG ke KK adalah κi\kappa\circ i, dan ini harus sama dengan ϕ\phi. Ekspresi iκi\circ\kappa akan memerlukan kodomain κ\kappa sama dengan domain ii, yakni K=GK=G, yang tidak diberikan dan bahkan tidak benar secara umum; sekalipun kebetulan K=GK=G, domain komposit itu tetap G*HG*H, bukan domain GG milik ϕ\phi. Argumen identik memberi κj=ψ\kappa\circ j=\psi.

Pemeriksaan penguasaan 11.2 (dua verifikasi pushout).

  1. Dalam Contoh 11.1, misalkan f:UZf\colon U\to Z dan g:VZg\colon V\to Z kontinu serta f|UV=g|UVf|_{U\cap V}=g|_{U\cap V}. Bangun pemetaan universal k:XZk\colon X\to Z dan buktikan kekontinuannya.
  2. Dalam Contoh 11.5, misalkan A:V1ZA\colon V_1\to Z dan B:V2ZB\colon V_2\to Z linear serta AL1=BL2A\circ L_1=B\circ L_2. Bangun pemetaan universal dari (V1V2)/J(W)(V_1\oplus V_2)/J(W) ke ZZ dan buktikan bahwa ia terdefinisi baik serta unik.

11.6 Solusi Pemeriksaan 11.2

Definisikan fungsi k:X=UVZk\colon X=U\cup V\to Z dengan

k(x)={f(x),xU,g(x),xV. k(x)= \begin{cases} f(x),&x\in U,\\ g(x),&x\in V. \end{cases}

Kesepakatan pada UVU\cap V membuat fungsi ini terdefinisi baik. Pembatasannya ke sampul terbuka {U,V}\{U^\circ,V^\circ\} masing-masing adalah pembatasan fungsi kontinu ff dan gg. Lema perekatan untuk sampul terbuka karena itu menunjukkan bahwa kk kontinu. Nilainya pada semua titik UU dan VV sudah dipaksa oleh ff serta gg, jadi kk unik.

Untuk ruang vektor, definisikan

T:V1V2Z,T(v1,v2):=A(v1)+B(v2). T\colon V_1\oplus V_2\longrightarrow Z, \qquad T(v_1,v_2):=A(v_1)+B(v_2).

Untuk setiap wWw\in W,

T(J(w))=A(L1(w))B(L2(w))=0. T(J(w)) = A(L_1(w))-B(L_2(w)) =0.

Jadi J(W)kerTJ(W)\subseteq\ker T, dan TT turun secara unik menjadi pemetaan linear

T¯:(V1V2)/J(W)Z. \overline T\colon(V_1\oplus V_2)/J(W)\longrightarrow Z.

Pemetaan itu memenuhi

T¯([(v1,0)])=A(v1),T¯([(0,v2)])=B(v2). \overline T([(v_1,0)])=A(v_1), \qquad \overline T([(0,v_2)])=B(v_2).

Setiap kelas [(v1,v2)][(v_1,v_2)] adalah jumlah kedua jenis pembangkit tersebut, sehingga linearitas memaksa nilai T¯\overline T pada seluruh hasil bagi. Karena itu pemetaan universal tersebut unik.

Pemeriksaan penguasaan 11.3 (subdivisi dan homotopi persegi).

  1. Buktikan langsung bahwa menyisipkan satu titik baru ke dalam partisi lintasan tidak mengubah K̃1(γ)\widetilde K_1(\gamma).
  2. Verifikasi kekontinuan rumus P(s,u)P(s,u) pada Diagram 11.11 dan periksa semua syarat homotopi berujung tetap.
  3. Jelaskan mengapa hasil lokal itu belum, pada batas unit ini, membuktikan bahwa K̃1(γ)=K̃1(η)\widetilde K_1(\gamma)=\widetilde K_1(\eta) untuk setiap homotopi berujung tetap H:γηH\colon\gamma\simeq\eta yang citranya melintasi kedua subruang.

11.7 Solusi Pemeriksaan 11.3

Misalkan satu ruas γi\gamma_i berada dalam UU dan dipotong pada satu titik menjadi α#β\alpha\#\beta. Dengan konvensi komposisi aljabar, fungtorialitas FF memberi

F1([γi]U)=F1([α]U[β]U)=F1([α]U)F1([β]U). F_1([\gamma_i]_U) = F_1([\alpha]_U[\beta]_U) = F_1([\alpha]_U)F_1([\beta]_U).

Jadi satu faktor lama dalam produk K̃1(γ)\widetilde K_1(\gamma) diganti oleh dua faktor dengan produk yang sama. Argumen bagi ruas dalam VV identik. Jika ruas berada dalam irisan, komutativitas persegi membuat pilihan FF atau GG memberi hasil yang sama. Setiap perhalusan berhingga diperoleh dengan mengulang langkah ini, dan setiap dua partisi mempunyai perhalusan bersama; maka hasilnya bebas dari partisi.

Fungsi p0p_0 dan p1p_1 kontinu karena kedua rumus bagi masing-masing fungsi sepakat pada s=12s=\tfrac12. Penjumlahan serta perkalian skalar di 2\mathbb R^2 kontinu, sehingga

P(s,u)=(1u)p0(s)+up1(s) P(s,u)=(1-u)p_0(s)+up_1(s)

kontinu. Persegi I2I^2 konveks, jadi citra PP tetap di dalam domain hh. Substitusi u=0u=0 dan u=1u=1 memberi p0p_0 dan p1p_1, sedangkan substitusi s=0s=0 dan s=1s=1 memberi titik konstan (0,0)(0,0) dan (1,1)(1,1). Dengan demikian hPh\circ P benar-benar homotopi berujung tetap dari γ0\gamma_0 ke γ1\gamma_1.

Namun, bila citra HH melintasi UU dan VV, tidak ada alasan bahwa seluruh homotopi persegi berada dalam satu anggota sampul. Kesamaan kelas di satu Π1(U)\Pi_1(U) atau satu Π1(V)\Pi_1(V) karena itu belum dapat diterapkan sekaligus. Masih diperlukan bilangan Lebesgue bagi sampul prapeta pada I2I^2, kisi cukup halus, dan penempelan kesamaan satu sel pada satu waktu. Itulah langkah yang dimulai pada Kuliah 12. Membatasi kesimpulan di sini mencegah bagian pertama bukti disalahartikan sebagai bukti lengkap teorema.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 2495–2726 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 12 dan kelanjutan bukti teorema Seifert–van Kampen dari Unit 11. Rentang berakhir setelah penjelasan mengapa sampul dua kutub tidak memenuhi hipotesis versi grup ketika n=1n=1. Baris 2727 memulai Kuliah 13 dan tidak termasuk dalam unit ini. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, dan pemberian pengenal stabil. Keenam unsur pinggir dipindahkan ke urutan bacaan utama. Ketujuh gambar sumber—satu gambar TikZ dan enam diagram Xy-pic—ditulis ulang sebagai diagram semantik, daftar panah, dan persamaan komutativitas yang tetap bermakna tanpa bergantung pada posisi visual.

Beberapa rincian matematis diperbaiki atau dilengkapi secara independen. Argumen kisi pada bukti Seifert–van Kampen dibuat tak melingkar dengan pertukaran satu sel, lalu penurunan fungsi sementara K̃1\widetilde K_1 ke K1K_1, hukum identitas dan komposisi, pembatasan ke FF serta GG, dan keunikan fungtor universal KK diperiksa secara eksplisit. Dalam bukti versi relatif, pilihan jalur dibuat sebagai satu keluarga koheren dengan mendahulukan UVU\cap V; pilihan terpisah di UU dan VV tidak dengan sendirinya bersepakat pada irisan. Rumus fungtor retraksi ditulis dengan jalur balik yang diperlukan. Klaim sumber bahwa empat retraksi simpul saja sudah cukup diperketat: keempat retraksi harus merupakan komponen dari satu morfisma balik di 𝒞\mathcal C^\square. Dalam lemma subkategori penuh, peran kategori ambient dan subkategori yang tertukar dalam sumber dikembalikan ke arah yang bertipe benar. Fungtor 𝑩\mathbf B dinyatakan sepenuhnya setia ke citra esensial grupoid satu objek, alih-alih diperlakukan sebagai inklusi harfiah tanpa identifikasi itu. Salah eja “homopic” dan “one-obect” juga dinormalkan.

Sumber menyerahkan satu bukti sebagai latihan. Pendamping penguasaan yang dibatasi pada empat pemeriksaan memberikan solusi lengkap bagi latihan itu serta keterampilan inti unit: pertukaran sel dan keunikan fungtor universal, retraksi persegi pushout, retraksi grupoid fundamental dan koherensi kubus, serta peralihan dari grupoid ke grup pada contoh sfera. Seluruh materi pendamping yang ditambahkan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

12 Kuliah 12

12.1 Menuntaskan bukti Seifert–van Kampen

Bukti Teorema 11.1 (lanjutan dan penutup). Ingat data dari Unit 11: H:I2XH\colon I^2\to X adalah homotopi yang mempertahankan titik ujung dari lintasan γ\gamma ke lintasan η\eta. Dengan koordinat (s,t)(s,t) pada I2I^2,

H(s,0)=γ(s),H(s,1)=η(s), H(s,0)=\gamma(s), \qquad H(s,1)=\eta(s),

dan terdapat x,yXx,y\in X sedemikian sehingga

H(0,t)=x,H(1,t)=y H(0,t)=x, \qquad H(1,t)=y

untuk semua tIt\in I; dua persamaan sebelumnya berlaku untuk semua sIs\in I. Semua homotopi yang digunakan di bawah ini mempertahankan kedua titik ujung tersebut.

Terapkan lema bilangan Lebesgue pada ruang metrik kompak

(I2,d),d((s,t),(s,t))=max{|ss|,|tt|}, (I^2,d_\infty), \qquad d_\infty\bigl((s,t),(s',t')\bigr) = \max\{|s-s'|,|t-t'|\},

dan sampul terbuka

{H1(U),H1(V)}. \{H^{-1}(U^\circ),H^{-1}(V^\circ)\}.

Kita memperoleh δ>0\delta>0 sehingga setiap persegi kecil dengan panjang sisi kurang dari δ\delta termuat dalam salah satu dari H1(U)H^{-1}(U^\circ) atau H1(V)H^{-1}(V^\circ). Pilih N1N\geq1 dengan 1/N<δ1/N<\delta, lalu gunakan garis-garis kisi s=i/Ns=i/N dan t=j/Nt=j/N. Untuk setiap sel QQ pada kisi itu, pembatasan

H|Q H|_Q

berfaktor melalui UU atau melalui VV. Titik-titik kisi pada sisi bawah dan atas sekaligus memberi partisi II yang subordinat bagi γ\gamma dan η\eta, sehingga nilai sementara K̃1(γ)\widetilde K_1(\gamma) dan K̃1(η)\widetilde K_1(\eta) dapat dibaca dari ruas-ruas kisi.

Diagram 12.1 (kisi Lebesgue dan pertukaran satu sel). Persegi parameter mempunyai sisi bawah γ\gamma, sisi atas η\eta, dan kedua sisi tegak yang dipetakan secara konstan ke xx dan yy. Persegi itu dibagi menjadi sel-sel yang masing-masing mempunyai panjang sisi kurang dari δ\delta dan dipetakan seluruhnya ke UU atau seluruhnya ke VV.

Gambar sumber memakai skala [0,3]2[0,3]^2 dengan kisi 6×66\times6. Rute tangga merah utuh melewati simpul, dalam urutan tempuh,

(0,0),(1,0),(1,32),(32,32),(32,2),(52,2),(52,52),(3,52),(3,3). \begin{aligned} &(0,0),(1,0),(1,\tfrac32),(\tfrac32,\tfrac32), (\tfrac32,2),\\ &(\tfrac52,2),(\tfrac52,\tfrac52),(3,\tfrac52),(3,3). \end{aligned}

Pada satu sel, ruas

(1,32)(32,32)(32,2) (1,\tfrac32)\longrightarrow (\tfrac32,\tfrac32)\longrightarrow (\tfrac32,2)

dapat diganti dengan rute bertitik

(1,32)(1,2)(32,2). (1,\tfrac32)\longrightarrow (1,2)\longrightarrow (\tfrac32,2).

Membagi semua koordinat dengan 33 menempatkan gambar itu di I2I^2. Kedua rute kecil adalah rute “bawah lalu kanan” dan “kiri lalu atas” pada sel yang sama; inilah satu langkah pertukaran sel.

Pertimbangkan semua lintasan tangga monoton pada kisi dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas. Dua lintasan yang hanya berbeda pada satu sel mempunyai bentuk yang sama di luar sel itu. Di dalam sel, satu lintasan menempuh sisi bawah lalu sisi kanan, sedangkan yang lain menempuh sisi kiri lalu sisi atas. Karena citra sel berada seluruhnya dalam UU atau seluruhnya dalam VV, hasil pemanasan pada akhir Unit 11 memberi kesamaan nilai K̃1\widetilde K_1 bagi dua ruas kecil tersebut. Mengalikan kesamaan itu di sebelah kiri dan kanan dengan nilai ruas-ruas yang sama di luar sel menunjukkan bahwa pertukaran satu sel tidak mengubah nilai seluruh lintasan tangga.

Dengan sejumlah berhingga pertukaran satu sel, rute yang menyusuri sisi bawah lalu sisi kanan dapat diubah menjadi rute yang menyusuri sisi kiri lalu sisi atas. Setelah diterapkan HH, sisi kanan adalah lintasan konstan di yy dan sisi kiri adalah lintasan konstan di xx. Hukum identitas lokal dan kemandirian terhadap subdivisi karena itu memberi

K̃1(γ)=K̃1(γ)1K0(y)=1K0(x)K̃1(η)=K̃1(η). \begin{aligned} \widetilde K_1(\gamma) &= \widetilde K_1(\gamma)\,1_{K_0(y)}\\ &= 1_{K_0(x)}\,\widetilde K_1(\eta)\\ &= \widetilde K_1(\eta). \end{aligned}

Argumen ini berlaku bagi setiap homotopi berujung tetap HH. Jadi K̃1\widetilde K_1 invarian terhadap homotopi berujung tetap pada seluruh XX, bukan hanya pada lintasan yang berada dalam satu anggota sampul.

12.1.1 Penurunan ke kelas homotopi

Sekarang definisikan

K1([α]X):=K̃1(α). K_1([\alpha]_X) := \widetilde K_1(\alpha).

Invariansi yang baru dibuktikan memastikan bahwa ruas kanan tidak bergantung pada wakil α\alpha. Pemeriksaan sumber dan sasaran dari Unit 11 memberi

K1([α]):K0(α(0))K0(α(1)). K_1([\alpha])\colon K_0(\alpha(0))\longrightarrow K_0(\alpha(1)).

Untuk lintasan konstan cxc_x, definisi lokal memberi

K1([cx])=1K0(x). K_1([c_x])=1_{K_0(x)}.

Jika α:xy\alpha\colon x\rightsquigarrow y dan β:yz\beta\colon y\rightsquigarrow z, gabungkan partisi subordinat bagi α\alpha dan β\beta menjadi partisi subordinat bagi konkatenasi α#β\alpha\#\beta. Kemandirian dari partisi kemudian memberi

K1([α][β])=K1([α])K1([β]). K_1([\alpha][\beta]) = K_1([\alpha])K_1([\beta]).

Pada persamaan ini penjajaran aljabar dibaca dari kiri ke kanan: α\alpha ditempuh lebih dahulu, kemudian β\beta. Dengan notasi komposisi kategoris standar yang dibaca dari kanan ke kiri, persamaan yang sama adalah

K1([β][α])=K1([β])K1([α]). K_1([\beta]\circ[\alpha]) = K_1([\beta])\circ K_1([\alpha]).

Maka pasangan K=(K0,K1)K=(K_0,K_1) adalah fungtor

K:Π1(X)Γ. K\colon\Pi_1(X)\longrightarrow\Gamma.

12.1.2 Pembatasan dan keunikan

Tuliskan jU:Π1(U)Π1(X)j_U\colon\Pi_1(U)\to\Pi_1(X) dan jV:Π1(V)Π1(X)j_V\colon\Pi_1(V)\to\Pi_1(X) bagi fungtor inklusi. Pada objek di UU, definisi K0K_0 sama dengan F0F_0, dan pada lintasan yang seluruhnya berada di UU, definisi lokal K̃1\widetilde K_1 sama dengan F1F_1. Jadi

KjU=F. K\circ j_U=F.

Argumen yang sama memberi

KjV=G. K\circ j_V=G.

Tersisa keunikan yang tersirat, tetapi tidak dituliskan, dalam sumber. Misalkan

L:Π1(X)Γ L\colon\Pi_1(X)\longrightarrow\Gamma

fungtor lain dengan LjU=FL\circ j_U=F dan LjV=GL\circ j_V=G. Setiap xXx\in X berada di UU atau di VV, sehingga kedua persamaan pembatasan memaksa L0(x)=K0(x)L_0(x)=K_0(x). Untuk morfisma [α][\alpha], pilih subdivisi subordinat

αα0#α1##αn \alpha\simeq \alpha_0\#\alpha_1\#\cdots\#\alpha_n

yang setiap ruasnya berada di UU atau di VV. Fungtorialitas dan kedua pembatasan memaksa

L1([α])=L1([α0])L1([αn])=K̃1(α0)K̃1(αn)=K1([α]). \begin{aligned} L_1([\alpha]) &= L_1([\alpha_0])\cdots L_1([\alpha_n])\\ &= \widetilde K_1(\alpha_0)\cdots\widetilde K_1(\alpha_n)\\ &= K_1([\alpha]). \end{aligned}

Jadi L=KL=K. Keberadaan dan keunikan ini membuktikan sifat universal pushout, dan dengan demikian menuntaskan bukti Teorema 11.1.

Teorema tersebut sangat kuat, tetapi dalam bentuk itu tidak selalu paling nyaman untuk perhitungan. Kita menginginkan versi bagi Π1(X,A)\Pi_1(X,A) dengan AXA\subseteq X yang lebih kecil, atau bahkan bagi π1(X,x)\pi_1(X,x). Untuk mendapatkannya, kita memerlukan sebuah lemma kategoris umum.

12.2 Persegi komutatif dan retrak

Untuk kategori sebarang 𝒞\mathcal C, definisikan kategori 𝒞\mathcal C^\square. Objeknya adalah persegi komutatif di 𝒞\mathcal C, dan morfismanya adalah kubus komutatif: kubus yang setiap sisinya merupakan persegi komutatif.

Diagram 12.2 (morfisma antardua persegi komutatif). Persegi belakang dan depan masing-masing adalah

A1f1B1g1h1C1k1D1A2f2B2g2h2C2k2D2. \begin{array}{ccc} A_1&\xrightarrow{f_1}&B_1\\ {\scriptstyle g_1}\downarrow&&\downarrow{\scriptstyle h_1}\\ C_1&\xrightarrow{k_1}&D_1 \end{array} \qquad \begin{array}{ccc} A_2&\xrightarrow{f_2}&B_2\\ {\scriptstyle g_2}\downarrow&&\downarrow{\scriptstyle h_2}\\ C_2&\xrightarrow{k_2}&D_2. \end{array}

Selain empat panah pada setiap persegi, morfisma di 𝒞\mathcal C^\square mempunyai empat panah penghubung

uA:A1A2,uB:B1B2,uC:C1C2,uD:D1D2. u_A\colon A_1\to A_2, \quad u_B\colon B_1\to B_2, \quad u_C\colon C_1\to C_2, \quad u_D\colon D_1\to D_2.

Dua sisi ujung memenuhi hifi=kigih_i\circ f_i=k_i\circ g_i untuk i=1,2i=1,2. Keempat sisi penghubung memenuhi

uBf1=f2uA,uCg1=g2uA,uDh1=h2uB,uDk1=k2uC. \begin{aligned} u_B\circ f_1&=f_2\circ u_A,& u_C\circ g_1&=g_2\circ u_A,\\ u_D\circ h_1&=h_2\circ u_B,& u_D\circ k_1&=k_2\circ u_C. \end{aligned}

Keenam persamaan itu adalah pembacaan linear lengkap dari kubus pada catatan pinggir sumber.

Definisi 12.1 (retrak). Dalam kategori 𝒞\mathcal C, objek VV adalah sebuah retrak dari objek WW jika terdapat morfisma

i:VW,r:WV i\colon V\longrightarrow W, \qquad r\colon W\longrightarrow V

sedemikian sehingga

ri=idV. r\circ i=\operatorname{id}_V.

Morfisma rr disebut sebuah retraksi.

Sebagai contoh, di 𝑽𝒆𝒄𝒕\mathbf{Vect} setiap subruang vektor VnV\subseteq\mathbb R^n adalah retrak: ambil ii sebagai inklusi dan rr sebagai proyeksi ortogonal ke VV. Di 𝑺𝒆𝒕\mathbf{Set}, misalkan TST\subseteq S dan pilih t0Tt_0\in T. Inklusi i:TSi\colon T\to S bersama fungsi

r:ST,r(s)={s,sT,t0,sS\T, r\colon S\longrightarrow T, \qquad r(s)= \begin{cases} s,&s\in T,\\ t_0,&s\in S\setminus T, \end{cases}

memberi retrak karena r|T=idTr|_T=\operatorname{id}_T.

Contoh yang lebih penting adalah sebagai berikut.

Contoh 12.1 (retraksi grupoid fundamental terbatas). Misalkan XX suatu ruang dan AAXA'\subseteq A\subseteq X. Andaikan setiap titik di AA dapat dihubungkan oleh lintasan di XX ke suatu titik di AA'. Maka

Π1(X,A) \Pi_1(X,A')

adalah retrak dari Π1(X,A)\Pi_1(X,A). Pernyataan ini memperumum kasus dari Tugas 2 dengan A={x}A'=\{x\}. Konstruksi retraksinya diperiksa lengkap dalam Pemeriksaan Penguasaan 12.3.

Kita juga dapat menanyakan kapan sebuah persegi komutatif di 𝒞\mathcal C merupakan retrak dari persegi komutatif lain: artinya tepat retrak sebagai objek di 𝒞\mathcal C^\square. Ingat bahwa persegi pushout adalah jenis khusus persegi komutatif. Secara tepat, kita memerlukan morfisma i:STi\colon S\to T dan r:TSr\colon T\to S yang keduanya sudah merupakan kubus komutatif. Setelah kompatibilitas kubus itu tersedia, persamaan ri=idSr\circ i=\operatorname{id}_S boleh diperiksa pada masing-masing dari empat simpul. Empat retraksi simpul yang dipilih secara terpisah belum tentu merakit diri menjadi satu morfisma rr di 𝒞\mathcal C^\square.

Lemma 12.1 (retrak dari persegi pushout). Setiap retrak dari persegi pushout adalah persegi pushout.

Bukti. Sumber menyerahkan pernyataan ini sebagai latihan. Inilah Latihan Sumber 12.1; solusi lengkap diberikan pada Pemeriksaan Penguasaan 12.2.

Kita akan menerapkan Lemma 12.1 pada persegi pushout di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd} dari teorema Seifert–van Kampen. Persegi itu adalah objek 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}^\square dan melibatkan grupoid fundamental penuh Π1(X)\Pi_1(X), Π1(U)\Pi_1(U), Π1(V)\Pi_1(V), serta Π1(UV)\Pi_1(U\cap V). Retraksi seperti pada Contoh 12.1 akan dirakit menjadi sebuah retraksi di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}^\square yang simpul-simpulnya merupakan grupoid lebih kecil.

Teorema 12.1 (Seifert–van Kampen relatif). Misalkan XX suatu ruang, {U,V}\{U,V\} sampul XX oleh lingkungan, dan AXA\subseteq X suatu subruang. Andaikan dalam masing-masing dari empat pasangan

(X,A),(U,AU),(V,AV),(UV,AUV), (X,A), \quad (U,A\cap U), \quad (V,A\cap V), \quad (U\cap V,A\cap U\cap V),

setiap titik di ruang yang lebih besar dapat dihubungkan oleh lintasan di dalam ruang itu ke suatu titik di ruang yang lebih kecil. Sebagai contoh, setiap titik di UU harus terhubung oleh lintasan di UU ke suatu titik di AUA\cap U. Maka persegi

Π1(UV,AUV)Π1(V,AV)Π1(U,AU)Π1(X,A) \begin{array}{ccc} \Pi_1(U\cap V,A\cap U\cap V)&\longrightarrow&\Pi_1(V,A\cap V)\\ \downarrow&&\downarrow\\ \Pi_1(U,A\cap U)&\longrightarrow&\Pi_1(X,A) \end{array}

merupakan persegi pushout di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}.

Diagram 12.3 (fungsi persegi relatif). Keempat panah adalah fungtor yang diinduksi oleh inklusi ruang. Panah atas memasukkan data lintasan dari UVU\cap V ke VV; panah kiri memasukkannya ke UU. Panah kanan memasukkan lintasan di VV ke XX, dan panah bawah melakukan hal yang sama bagi UU. Pada simpul mana pun, hanya titik-titik objek yang berada dalam irisan dengan AA yang dipertahankan. Kedua komposit dari simpul kiri atas adalah fungtor inklusi yang sama ke Π1(X,A)\Pi_1(X,A).

Bukti. Bagian yang melibatkan homotopi telah diselesaikan oleh Teorema 11.1. Kita hanya perlu menunjukkan bahwa persegi pada pernyataan merupakan retrak di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}^\square dari persegi pushout pada teorema tersebut.

Fungtor inklusi

Π1(UV,AUV)Π1(UV),Π1(U,AU)Π1(U),Π1(V,AV)Π1(V),Π1(X,A)Π1(X) \begin{aligned} \Pi_1(U\cap V,A\cap U\cap V)&\longrightarrow\Pi_1(U\cap V),\\ \Pi_1(U,A\cap U)&\longrightarrow\Pi_1(U),\\ \Pi_1(V,A\cap V)&\longrightarrow\Pi_1(V),\\ \Pi_1(X,A)&\longrightarrow\Pi_1(X) \end{aligned}

memberi satu morfisma di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}^\square. Kita akan membangun morfisma ke arah sebaliknya sebagai satu keluarga pilihan yang koheren.

Untuk setiap xXx\in X, pilih titik axAa_x\in A dan kelas lintasan

ηx:xax. \eta_x\colon x\rightsquigarrow a_x.

Pilihan dibuat menurut urutan berikut.

  1. Jika xAx\in A, ambil ax=xa_x=x dan ηx\eta_x lintasan konstan.
  2. Jika x(UV)\Ax\in(U\cap V)\setminus A, gunakan hipotesis pasangan (UV,AUV)(U\cap V,A\cap U\cap V) untuk memilih axAUVa_x\in A\cap U\cap V dan ηx\eta_x seluruhnya di UVU\cap V.
  3. Jika xU\Vx\in U\setminus V, pilih axAUa_x\in A\cap U dan ηx\eta_x di UU.
  4. Jika xV\Ux\in V\setminus U, pilih axAVa_x\in A\cap V dan ηx\eta_x di VV.

Karena UV=XU\cup V=X, daftar itu mencakup semua titik. Mendahulukan irisan memastikan bahwa pilihan yang dipakai pada UU dan VV benar-benar sama pada UVU\cap V.

Definisikan fungtor

RX:Π1(X)Π1(X,A) R_X\colon\Pi_1(X)\longrightarrow\Pi_1(X,A)

pada objek dengan RX(x)=axR_X(x)=a_x. Untuk morfisma yang diwakili lintasan γ:xy\gamma\colon x\rightsquigarrow y, tetapkan

RX([γ])=[ηx¯#γ#ηy]:axay, R_X([\gamma]) = [\overline{\eta_x}\#\gamma\#\eta_y] \colon a_x\rightsquigarrow a_y,

di mana ηx¯\overline{\eta_x} adalah lintasan ηx\eta_x yang ditempuh balik. Rumus ini tidak bergantung pada wakil γ\gamma, sebab mengonkatenasikan homotopi berujung tetap dengan dua lintasan tetap tetap menghasilkan homotopi berujung tetap. Lintasan ηx¯#ηx\overline{\eta_x}\#\eta_x dan ηx#ηx¯\eta_x\#\overline{\eta_x} dapat dibatalkan melalui homotopi berujung tetap. Karena itu rumus mempertahankan identitas dan komposisi, sehingga RXR_X memang fungtor.

Jika xAx\in A, pilihan ηx\eta_x konstan. Jadi, untuk fungtor inklusi IX:Π1(X,A)Π1(X)I_X\colon\Pi_1(X,A)\to\Pi_1(X), berlaku

RXIX=idΠ1(X,A). R_X\circ I_X=\operatorname{id}_{\Pi_1(X,A)}.

Pilihan koheren di atas juga memastikan bahwa pembatasan RXR_X memberi fungtor

Π1(UV)Π1(UV,AUV),Π1(U)Π1(U,AU),Π1(V)Π1(V,AV),Π1(X)Π1(X,A). \begin{aligned} \Pi_1(U\cap V)&\longrightarrow\Pi_1(U\cap V,A\cap U\cap V),\\ \Pi_1(U)&\longrightarrow\Pi_1(U,A\cap U),\\ \Pi_1(V)&\longrightarrow\Pi_1(V,A\cap V),\\ \Pi_1(X)&\longrightarrow\Pi_1(X,A). \end{aligned}

Keempat rumus adalah pembatasan dari rumus yang sama, sehingga setiap sisi penghubung pada kubus komutatif benar-benar komutatif. Pada setiap simpul, komposit retraksi setelah inklusi adalah identitas. Maka persegi relatif adalah retrak di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}^\square dari persegi pushout Teorema 11.1. Lemma 12.1 sekarang menunjukkan bahwa persegi relatif juga merupakan pushout.

12.3 Dari pushout grupoid ke pushout grup

Kita ingin memakai pushout grup karena dalam beberapa kasus objek itu lebih mudah dihitung. Akan tetapi, Teorema 12.1 menyatakan pushout grupoid. Bahkan jika kita memakai grupoid satu objek yang berasal dari grup, masih harus diperiksa bahwa sifat universal di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd} menyiratkan sifat universal di 𝑮𝒓𝒑\mathbf{Grp}. Hal itu mengikuti dari lemma kategoris berikut.

Lemma 12.2 (pushout dalam subkategori penuh). Misalkan 𝒞\mathcal C suatu kategori dan 𝒟𝒞\mathcal D\hookrightarrow\mathcal C suatu subkategori penuh. Misalkan persegi komutatif di 𝒟\mathcal D

AfBgbCcP \begin{array}{ccc} A&\xrightarrow{f}&B\\ {\scriptstyle g}\downarrow&&\downarrow{\scriptstyle b}\\ C&\xrightarrow{c}&P \end{array}

merupakan persegi pushout ketika dipandang di 𝒞\mathcal C. Maka persegi itu juga merupakan persegi pushout di 𝒟\mathcal D.

Diagram 12.4 (data pushout pada lemma subkategori). Keempat objek A,B,C,PA,B,C,P berada di 𝒟\mathcal D. Daftar panahnya adalah

f:AB,g:AC,b:BP,c:CP, f\colon A\to B, \quad g\colon A\to C, \quad b\colon B\to P, \quad c\colon C\to P,

dan komutativitas berarti bf=cgb\circ f=c\circ g. Hipotesis mengatakan bahwa untuk setiap objek target di 𝒞\mathcal C, persegi ini mempunyai sifat universal pushout; kesimpulan hanya membatasi objek target dan morfisma ke 𝒟\mathcal D.

Bukti. Kita memeriksa sifat universal di 𝒟\mathcal D. Ambil persegi komutatif sebarang di 𝒟\mathcal D

AfBguCvQ, \begin{array}{ccc} A&\xrightarrow{f}&B\\ {\scriptstyle g}\downarrow&&\downarrow{\scriptstyle u}\\ C&\xrightarrow{v}&Q, \end{array}

jadi uf=vgu\circ f=v\circ g. Huruf QQ dipakai untuk objek kanan bawah agar tidak tertukar dengan nama kategori 𝒟\mathcal D.

Diagram 12.5 (kocone uji dalam subkategori penuh). Data linear diagram adalah f:ABf\colon A\to B, g:ACg\colon A\to C, u:BQu\colon B\to Q, dan v:CQv\colon C\to Q, semuanya di 𝒟\mathcal D, dengan persamaan kompatibilitas uf=vgu\circ f=v\circ g. Sifat universal harus menghasilkan tepat satu k:PQk\colon P\to Q dengan kb=uk\circ b=u dan kc=vk\circ c=v.

Pandang data itu di kategori ambient 𝒞\mathcal C. Karena persegi dengan sudut PP adalah pushout di 𝒞\mathcal C, terdapat tepat satu morfisma

k:PQ k\colon P\longrightarrow Q

di 𝒞\mathcal C dengan kb=uk\circ b=u dan kc=vk\circ c=v. Kedua objek P,QP,Q berada di 𝒟\mathcal D, dan 𝒟\mathcal D penuh di 𝒞\mathcal C. Karena itu kk adalah morfisma di 𝒟\mathcal D; persamaan kedua segitiga tetap berlaku di sana. Jika :PQ\ell\colon P\to Q adalah morfisma lain di 𝒟\mathcal D yang memenuhi kedua persamaan, maka \ell juga morfisma di 𝒞\mathcal C. Keunikan ambient memberi =k\ell=k. Jadi sifat universal berlaku di 𝒟\mathcal D.

Fungtor

𝑩:𝑮𝒓𝒑𝑮𝒑𝒅 \mathbf B\colon\mathbf{Grp}\longrightarrow\mathbf{Gpd}

mengirim sebuah grup ke grupoid satu objeknya. Fungtor ini sepenuhnya setia. Dengan mengidentifikasi 𝑮𝒓𝒑\mathbf{Grp} dengan citra esensialnya, yaitu subkategori penuh grupoid satu objek, kita dapat menerapkan Lemma 12.2. Secara khusus, untuk ruang bertitik (Y,x)(Y,x) terdapat identifikasi alami

Π1(Y,{x})𝑩π1(Y,x). \Pi_1(Y,\{x\})\cong\mathbf B\pi_1(Y,x).

Akibat 12.1 (Seifert–van Kampen untuk grup fundamental). Misalkan XX terhubung lintasan, {U,V}\{U,V\} sampul XX oleh lingkungan yang masing-masing terhubung lintasan, dan UVU\cap V terhubung lintasan. Untuk xUVx\in U\cap V, persegi

π1(UV,x)π1(V,x)π1(U,x)π1(X,x) \begin{array}{ccc} \pi_1(U\cap V,x)&\longrightarrow&\pi_1(V,x)\\ \downarrow&&\downarrow\\ \pi_1(U,x)&\longrightarrow&\pi_1(X,x) \end{array}

merupakan persegi pushout di 𝑮𝒓𝒑\mathbf{Grp}.

Diagram 12.6 (fungsi persegi grup fundamental). Keempat homomorfisma diinduksi oleh inklusi ruang bertitik. Dua panah keluar dari π1(UV,x)\pi_1(U\cap V,x) memandang loop yang sama masing-masing di UU dan VV. Dua panah berikutnya memandang loop-loop itu di XX. Komutativitas menyatakan bahwa kedua cara memasukkan loop irisan ke XX menghasilkan kelas loop yang sama.

Bukti. Ambil A={x}A=\{x\} dalam Teorema 12.1. Keterhubungan lintasan X,U,VX,U,V, dan UVU\cap V memastikan semua syarat pasangan relatif terpenuhi. Kita memperoleh persegi pushout dari grupoid satu objek. Lemma 12.2, setelah identifikasi melalui 𝑩\mathbf B, menjadikannya persegi pushout grup.

Jadi sekarang kita perlu mengetahui seperti apa pushout grup itu.

12.4 Contoh: grup fundamental sfera

Contoh 12.2 (sfera berdimensi lebih dari satu). Ambil n>1n>1. Sampuli SnS^n dengan

U=Sn\{N},V=Sn\{S}, U=S^n\setminus\{N\}, \qquad V=S^n\setminus\{S\},

di mana NN dan SS adalah dua titik antipodal, yaitu kutub Utara dan kutub Selatan. Kedua subruang itu terbuka dan UV=SnU\cup V=S^n, jadi keduanya memang membentuk sampul oleh lingkungan. Kita mempunyai ekuivalensi homotopi

UVSn1×(1,1). U\cap V\simeq S^{n-1}\times(-1,1).

Karena n>1n>1, sfera Sn1S^{n-1} terhubung lintasan; demikian pula UVU\cap V. Ruang UU dan VV juga terhubung lintasan, sebagaimana terlihat dari proyeksi stereografik di bawah. Jadi Akibat 12.1 dapat diterapkan. Pilih titik basis

xSn1UV. x\in S^{n-1}\subset U\cap V.

Proyeksi stereografik memberi

UnV. U\simeq\mathbb R^n\simeq V.

Kedua ruang UU dan VV kontraktibel, maka grup fundamentalnya trivial:

π1(U,x)=1=π1(V,x). \pi_1(U,x)=1=\pi_1(V,x).

Teorema Seifert–van Kampen karena itu memberi persegi pushout

π1(Sn1×(1,1),x)11π1(Sn,x). \begin{array}{ccc} \pi_1(S^{n-1}\times(-1,1),x)&\longrightarrow&1\\ \downarrow&&\downarrow\\ 1&\longrightarrow&\pi_1(S^n,x). \end{array}

Diagram 12.7 (pembacaan semantik pushout sfera). Kedua panah keluar dari π1(Sn1×(1,1),x)\pi_1(S^{n-1}\times(-1,1),x) adalah homomorfisma unik ke grup trivial. Kedua panah dari grup trivial masuk ke π1(Sn,x)\pi_1(S^n,x). Untuk menguji pushout, pilih grup sebarang KK dan pasangan homomorfisma

1K1. 1\longrightarrow K\longleftarrow1.

Pasangan itu unik dan otomatis kompatibel pada grup kiri atas. Karena itu sifat universal memaksa adanya tepat satu homomorfisma π1(Sn,x)K\pi_1(S^n,x)\to K.

Satu-satunya grup yang mempunyai tepat satu homomorfisma ke setiap grup lain adalah grup trivial. Memang, jika sebuah grup PP mempunyai sifat itu, kedua homomorfisma PPP\to P berupa identitas dan homomorfisma trivial harus sama; jadi setiap unsur PP adalah identitas. Dengan demikian

π1(Sn,x)=1 \pi_1(S^n,x)=1

untuk setiap n>1n>1.

Argumen ini gagal untuk n=1n=1. Sampul yang sama menghasilkan

UVS0×(1,1), U\cap V\simeq S^0\times(-1,1),

yakni gabungan saling lepas dua interval. Irisan itu tidak terhubung lintasan, sehingga hipotesis Akibat 12.1 tidak terpenuhi. Kegagalan ini hanya mengenai versi grup satu objek; Teorema 11.1 dalam bentuk grupoid tetap berlaku bagi sampul oleh lingkungan tersebut.

Batas sumber. Kalimat sebelumnya adalah isi terakhir Notes.tex baris 2726. Baris 2727 memulai Kuliah 13. Unit ini tidak menerjemahkan, merangkum, atau memakai materi setelah batas tersebut.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Bagian ini menutup satu latihan eksplisit dan tiga kelompok keterampilan yang dipakai oleh sumber. Semua solusi hanya mengembangkan data dan argumen unit ini.

Pemeriksaan penguasaan 12.1 (dari pertukaran sel ke fungtor universal).

  1. Jelaskan mengapa mengganti satu rute “kanan lalu atas” dengan “atas lalu kanan” pada sebuah sel tidak mengandaikan invariansi homotopi global yang sedang dibuktikan.
  2. Buktikan hukum komposisi K1K_1 memakai partisi subordinat.
  3. Misalkan L:Π1(X)ΓL\colon\Pi_1(X)\to\Gamma mempunyai pembatasan FF dan GG. Buktikan langsung bahwa L=KL=K.

12.5 Solusi Pemeriksaan 12.1

Setiap sel dipetakan seluruhnya ke satu subruang, katakan UU. Kedua rute batas sel karena itu mewakili morfisma yang sama di Π1(U)\Pi_1(U) melalui homotopi persegi lokal dari Unit 11. Menerapkan fungtor yang sudah diberikan, FF, menghasilkan nilai yang sama. Jika citra sel berada di VV, gunakan GG. Jadi langkah lokal hanya memakai fungtorialitas FF atau GG yang sudah tersedia; ia belum memakai fungtor global KK ataupun invariansi global K̃1\widetilde K_1.

Untuk α:xy\alpha\colon x\rightsquigarrow y dan β:yz\beta\colon y\rightsquigarrow z, pilih partisi subordinat

αα0##αm,ββ0##βn. \alpha\simeq\alpha_0\#\cdots\#\alpha_m, \qquad \beta\simeq\beta_0\#\cdots\#\beta_n.

Setelah skala parameter kedua partisi disesuaikan, daftar ruas gabungan

α0,,αm,β0,,βn \alpha_0,\ldots,\alpha_m,\beta_0,\ldots,\beta_n

adalah partisi subordinat bagi α#β\alpha\#\beta. Maka definisi dan kemandirian partisi memberi

K1([α][β])=i=0mK̃1(αi)j=0nK̃1(βj)=K1([α])K1([β]). \begin{aligned} K_1([\alpha][\beta]) &= \prod_{i=0}^{m}\widetilde K_1(\alpha_i) \prod_{j=0}^{n}\widetilde K_1(\beta_j)\\ &= K_1([\alpha])K_1([\beta]). \end{aligned}

Terakhir, pembatasan memaksa L0=K0L_0=K_0 karena UV=XU\cup V=X. Untuk setiap [α][\alpha], subdivisi di atas menulis morfisma itu sebagai komposit morfisma yang masing-masing berasal dari Π1(U)\Pi_1(U) atau Π1(V)\Pi_1(V). Pada setiap faktor, LL dipaksa sama dengan FF atau GG, dan nilai itu persis faktor yang mendefinisikan KK. Fungtorialitas memaksa kesamaan pada seluruh komposit. Jadi L1=K1L_1=K_1 dan L=KL=K.

Pemeriksaan penguasaan 12.2 (Latihan Sumber 12.1: retrak pushout). Misalkan persegi SS merupakan retrak dari persegi pushout TT di 𝒞\mathcal C^\square. Tuliskan morfisma inklusi i:STi\colon S\to T dan retraksi r:TSr\colon T\to S, dengan ri=idSr\circ i=\operatorname{id}_S pada setiap simpul. Buktikan bahwa SS memenuhi sifat universal pushout.

12.6 Solusi Pemeriksaan 12.2

Tuliskan persegi retrak SS sebagai

AfBgbCcP, \begin{array}{ccc} A&\xrightarrow{f}&B\\ {\scriptstyle g}\downarrow&&\downarrow{\scriptstyle b}\\ C&\xrightarrow{c}&P, \end{array}

dan beri tanda prima pada keempat objek serta panah persegi pushout TT. Komponen morfisma kubus ditulis iA,iB,iC,iPi_A,i_B,i_C,i_P dan rA,rB,rC,rPr_A,r_B,r_C,r_P.

Ambil kocone kompatibel u:BZu\colon B\to Z dan v:CZv\colon C\to Z, jadi uf=vgu\circ f=v\circ g. Pascakomposisi komponen retraksi menghasilkan kocone pada TT,

urB:BZ,vrC:CZ. u\circ r_B\colon B'\to Z, \qquad v\circ r_C\colon C'\to Z.

Komutativitas kubus dan kompatibilitas kocone awal memberi

urBf=ufrA=vgrA=vrCg. u\circ r_B\circ f' =u\circ f\circ r_A =v\circ g\circ r_A =v\circ r_C\circ g'.

Karena TT pushout, terdapat tepat satu q:PZq'\colon P'\to Z yang memperluas kocone ini. Definisikan

q:=qiP:PZ. q:=q'\circ i_P\colon P\to Z.

Komutativitas kubus dan rBiB=idBr_B\circ i_B=\operatorname{id}_B memberi

qb=qbiB=urBiB=u, q\circ b =q'\circ b'\circ i_B =u\circ r_B\circ i_B =u,

dan cara yang sama memberi qc=vq\circ c=v.

Untuk keunikan, andaikan w:PZw\colon P\to Z juga memperluas u,vu,v. Maka wrP:PZw\circ r_P\colon P'\to Z memperluas urBu\circ r_B dan vrCv\circ r_C. Keunikan pushout TT memberi wrP=qw\circ r_P=q'. Akibatnya

w=wrPiP=qiP=q. w =w\circ r_P\circ i_P =q'\circ i_P =q.

Jadi SS adalah persegi pushout.

Pemeriksaan penguasaan 12.3 (retraksi grupoid dan koherensi kubus).

  1. Dalam Contoh 12.1, pilih axAa_x\in A' dan ηx:xax\eta_x\colon x\rightsquigarrow a_x untuk setiap xAx\in A, dengan pilihan konstan pada AA'. Bangun retraksi R:Π1(X,A)Π1(X,A)R\colon\Pi_1(X,A)\to\Pi_1(X,A').
  2. Periksa identitas, komposisi, dan persamaan retraksi.
  3. Jelaskan mengapa pilihan berprioritas pada irisan dalam bukti Teorema 12.1 membuat keempat retraksi menjadi satu morfisma di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}^\square.

12.7 Solusi Pemeriksaan 12.3

Definisikan R(x)=axR(x)=a_x dan

R([γ:xy])=[ηx¯#γ#ηy]. R([\gamma\colon x\rightsquigarrow y]) = [\overline{\eta_x}\#\gamma\#\eta_y].

Jika γ\gamma diganti oleh lintasan yang homotopik berujung tetap, rumus itu memberi kelas yang sama setelah jalur tetap ditempelkan di kedua ujung. Untuk identitas di xx, lintasan ηx¯#cx#ηx\overline{\eta_x}\#c_x\#\eta_x homotopik dengan lintasan konstan di axa_x. Untuk lintasan berurutan γ:xy\gamma\colon x\rightsquigarrow y dan λ:yz\lambda\colon y\rightsquigarrow z, komposit citranya mempunyai bagian tengah

ηy#ηy¯, \eta_y\#\overline{\eta_y},

yang homotopik berujung tetap dengan lintasan konstan di yy. Setelah bagian itu dibatalkan, tersisa

[ηx¯#γ#λ#ηz]=R([γ][λ]). [\overline{\eta_x}\#\gamma\#\lambda\#\eta_z] =R([\gamma][\lambda]).

Maka RR fungtor. Jika xAx\in A', ax=xa_x=x dan ηx\eta_x konstan. Pada objek dan morfisma yang seluruh titik ujungnya berada di AA', komposit

Π1(X,A)Π1(X,A)RΠ1(X,A) \Pi_1(X,A')\longrightarrow\Pi_1(X,A) \xrightarrow{R}\Pi_1(X,A')

adalah identitas. Jadi ini benar-benar retraksi.

Dalam Teorema 12.1, satu pilihan pada xUVx\in U\cap V dipakai sekaligus untuk pembatasan ke UU, VV, dan UVU\cap V. Karena rumus objek serta morfismanya sama sebelum dan sesudah pembatasan, empat persegi samping kubus komutatif secara ketat. Pilihan terpisah tanpa prioritas irisan hanya akan menghasilkan retraksi individual dan tidak menjamin komutativitas kubus.

Pemeriksaan penguasaan 12.4 (subkategori penuh dan sfera).

  1. Dalam Lemma 12.2, tunjukkan tepat di mana kepenuhan 𝒟𝒞\mathcal D\subseteq\mathcal C dipakai untuk keberadaan, dan tepat di mana sifat pushout ambient dipakai untuk keunikan.
  2. Buktikan langsung bahwa pushout dari diagram grup 1H11\leftarrow H\to1 adalah grup trivial, untuk grup sebarang HH.
  3. Jelaskan mengapa jawaban bagian 2 menghitung π1(Sn,x)\pi_1(S^n,x) untuk n>1n>1 tetapi argumen sampul yang sama tidak boleh dipakai untuk S1S^1.

12.8 Solusi Pemeriksaan 12.4

Pushout ambient mula-mula menghasilkan morfisma universal k:PQk\colon P\to Q di 𝒞\mathcal C. Kepenuhan dipakai karena P,QP,Q adalah objek 𝒟\mathcal D: setiap morfisma ambient di antara keduanya, termasuk kk, juga merupakan morfisma 𝒟\mathcal D. Untuk keunikan, calon lain di 𝒟\mathcal D dipandang sebagai morfisma di 𝒞\mathcal C, lalu keunikan pushout ambient memaksanya sama dengan kk.

Sekarang ambil diagram 1H11\leftarrow H\to1. Untuk setiap grup KK, hanya ada satu homomorfisma dari 11 ke KK, sehingga hanya ada satu kocone

1K1, 1\longrightarrow K\longleftarrow1,

dan kompatibilitas pada HH otomatis. Grup trivial 11 mempunyai tepat satu homomorfisma ke KK, jadi ia mewakili sifat universal pushout. Keunikan pushout hingga isomorfisma memberi bahwa pushout diagram tersebut adalah grup trivial.

Untuk n>1n>1, UU, VV, dan UVSn1×(1,1)U\cap V\simeq S^{n-1}\times(-1,1) semuanya terhubung lintasan. Akibat 12.1 mengubah sampul sfera menjadi tepat diagram grup pada bagian 2, sehingga π1(Sn,x)=1\pi_1(S^n,x)=1. Untuk n=1n=1, irisan setara dengan dua interval yang saling lepas. Hipotesis keterhubungan lintasan pada irisan gagal, maka Akibat 12.1 tidak menghasilkan diagram satu-objek itu; menerapkan hasil bagian 2 pada diagram yang tidak disediakan oleh teorema akan menjadi langkah yang tidak sah.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 2727–3046 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 13 dan berakhir dengan judul bagian “Mengklasifikasikan ruang pelapis” serta baris kosong sesudahnya. Kuliah 14 dimulai di tengah berkas sumber pada baris 3047 dan tidak termasuk dalam unit ini. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan kesebelas catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Kesebelas diagram Xy-pic dan kedua gambar TikZ sumber ditulis ulang sebagai diagram semantik dan daftar panah lengkap. Pada gambar yang semula membedakan faktor hanya melalui warna dan posisi, setiap panah kini diberi tag faktor Γ\Gamma atau HH, sumber, dan sasaran; maknanya tidak lagi bergantung pada warna atau tata letak.

Sejumlah cacat matematis sumber diperbaiki secara independen. Matriks kedua pada contoh grup modular bertindak melalui z(z1)/zz\mapsto(z-1)/z, bukan z(1z)/zz\mapsto(1-z)/z; hasil bagi bidang setengah atas juga bukan ruang pelapis biasa karena aksi memiliki penstabil eliptik. Pada konstruksi pushout grupoid, peran F:ΛHF\colon\Lambda\to H dan G:ΛΓG\colon\Lambda\to\Gamma yang tertukar dikembalikan ke tipe yang benar. Contoh relasi dan beberapa kata sumber yang tidak dapat dikomposisikan diganti oleh kata sejajar yang dapat dikomposisikan, dan hasil bagi dibentuk oleh kongruensi grupoid terkecil, bukan sekadar relasi ekuivalensi terpisah yang belum dijamin kompatibel dengan komposisi. Pada contoh lingkaran, arah γ\gamma dan η\eta dipulihkan sehingga generator kronologisnya adalah γη\gamma\eta.

Istilah “join” pada sumber dikoreksi menjadi baji, sesuai simbol \vee dan konstruksi yang benar-benar dipakai. Penerapan Seifert–van Kampen untuk baji diberi hipotesis keterhubungan lintasan yang diperlukan. Peta pelekatan kompleks presentasi dinyatakan oleh kelas loop [fi]=Ri[f_i]=R_i, bukan persamaan tak bertipe fi(1)=Rif_i(1)=R_i; penggunaan lingkungan berkerah dan topologi CW/lemah (weak topology) juga dibuat eksplisit. Salah tik FnF_n\langle\cdots\rangle, Π()\Pi_(\cdots), “Seiert”, “coutable”, dan “preceeding” dinormalkan. Placeholder gambar oktagon sumber diganti dengan deskripsi sisi berarah yang lengkap.

Sumber memuat dua latihan tanpa solusi. Pendamping penguasaan yang jelas ditandai sebagai materi asli edisi memberi solusi lengkap untuk keduanya dan untuk keterampilan yang belum diuji: presentasi amalgamasi, reduksi kata grupoid, sifat universal, perhitungan lingkaran, hipotesis baji, relasi yang dibunuh oleh sel-22, dan kata permukaan genus-gg. Materi pendamping itu juga tersedia di bawah CC BY 4.0 dan tidak meminjam solusi eksternal. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts, MIT, Haynes Miller, Sanath Devalapurkar, Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, atau institusi mereka.

13 Kuliah 13

Sepanjang unit ini, produk panah αβ\alpha\beta dibaca kronologis: α\alpha ditempuh dahulu, lalu β\beta. Sebaliknya, tanda komposisi fungsi tetap memakai konvensi baku kanan-ke-kiri: gfg\circ f berarti menerapkan ff dahulu, lalu gg.

13.1 Produk bebas dengan amalgamasi

Definisi 13.1 (produk bebas dengan amalgamasi). Misalkan diberikan sepasang homomorfisma

GϕLψH. G\xleftarrow{\ \phi\ }L\xrightarrow{\ \psi\ }H.

Produk bebas dengan amalgamasi adalah grup

G*LH:=(G*H)/ϕ(x)ψ(x)1:xL, G*_L H := (G*H)\big/ \left\langle\!\left\langle \phi(x)\psi(x)^{-1}:x\in L \right\rangle\!\right\rangle,

di mana kurung ganda menyatakan subgrup normal terkecil dari G*HG*H yang memuat semua unsur ϕ(x)ψ(x)1\phi(x)\psi(x)^{-1}. Homomorfisma kanonik

GG*LHH G\longrightarrow G*_L H\longleftarrow H

membuat G*LHG*_L H memenuhi sifat universal pushout di 𝑮𝒓𝒑\mathbf{Grp}. Dengan kata lain, untuk setiap homomorfisma u:GKu\colon G\to K dan v:HKv\colon H\to K dengan

uϕ=vψ, u\circ\phi=v\circ\psi,

terdapat tepat satu k:G*LHKk\colon G*_L H\to K yang membatasi menjadi uu pada GG dan vv pada HH.

Misalkan

G=g1,,gmR1,,Rn,H=h1,,hkQ1,,Ql. G=\langle g_1,\ldots,g_m\mid R_1,\ldots,R_n\rangle, \qquad H=\langle h_1,\ldots,h_k\mid Q_1,\ldots,Q_l\rangle.

Maka

G*LHg1,,gm,h1,,hk|R1,,Rn,Q1,,Ql,ϕ(x)ψ(x)1=e(xL). G*_L H \cong \left\langle g_1,\ldots,g_m,h_1,\ldots,h_k \ \middle|\ R_1,\ldots,R_n,Q_1,\ldots,Q_l, \phi(x)\psi(x)^{-1}=e\ (x\in L) \right\rangle.

Tambahkan satu relasi untuk setiap xLx\in L, atau cukup untuk setiap xx dalam suatu himpunan pembangkit LL. Relasi itu ekuivalen dengan ϕ(x)=ψ(x)\phi(x)=\psi(x), sehingga persegi kanonik memang komutatif. Keterangan pinggir sumber menekankan bahwa uraian melalui presentasi ini tetap berlaku untuk grup yang tidak mempunyai presentasi berhingga: daftar pembangkit dan relasinya boleh tak berhingga.

Contoh 13.1 (grup satu-relator). Pertimbangkan grup satu-relator yang dibangkitkan secara berhingga

G=g1,,gmR=e, G=\langle g_1,\ldots,g_m\mid R=e\rangle,

di mana RR adalah unsur grup bebas FmF_m pada g1,,gmg_1,\ldots,g_m. Grup itu merupakan pushout pada Diagram 13.1. Keterangan pinggir sumber mencatat bahwa grup satu-relator penting dalam teori grup geometrik dan banyak hasil telah diketahui tentangnya.

Diagram 13.1 (pushout untuk satu relator). Diagram semantiknya adalah

!1rFmG, \begin{array}{ccc} \mathbb Z&\xrightarrow{\ !\ }&1\\ {\scriptstyle r}\downarrow&&\downarrow\\ F_m&\longrightarrow&G, \end{array}

dengan r:Fmr\colon\mathbb Z\to F_m ditentukan oleh r(1)=Rr(1)=R dan !! satu- satunya homomorfisma ke grup trivial. Pushout memaksa citra RR menjadi identitas, jadi sudut kanan bawah adalah Fm/RGF_m/\langle\!\langle R\rangle\!\rangle\cong G.

Sebagai contoh yang lebih khusus, grup permukaan berorientasi tertutup genus gg mempunyai presentasi

a1,,ag,b1,,bg|i=1g[ai,bi]=e. \left\langle a_1,\ldots,a_g,b_1,\ldots,b_g \ \middle|\ \prod_{i=1}^{g}[a_i,b_i]=e \right\rangle.

Di sini [a,b]=aba1b1[a,b]=aba^{-1}b^{-1}.

Secara lebih umum lagi, setiap grup yang dipresentasikan secara berhingga merupakan pushout pada diagram berikut.

Diagram 13.2 (pushout untuk presentasi berhingga). Ambil

Fn=a1,,an, F_n=\langle a_1,\ldots,a_n\mid\ \rangle,

dan homomorfisma r:FnFmr\colon F_n\to F_m yang ditentukan oleh kata relator r(a1),,r(an)r(a_1),\ldots,r(a_n). Maka

Fn!1rFmg1,,gmr(a1)=e,,r(an)=e \begin{array}{ccc} F_n&\xrightarrow{\ !\ }&1\\ {\scriptstyle r}\downarrow&&\downarrow\\ F_m&\longrightarrow& \langle g_1,\ldots,g_m\mid r(a_1)=e,\ldots,r(a_n)=e\rangle \end{array}

adalah persegi pushout. Panah atas membunuh semua pembangkit aia_i, sehingga pushout membagi FmF_m dengan penutupan normal semua r(ai)r(a_i).

Catatan 13.1 (grup modular dan koreksi ruang pelapis). Contoh terkenal produk bebas adalah

/2*/3PSL2(), \mathbb Z/2*\mathbb Z/3\cong\operatorname{PSL}_2(\mathbb Z),

dengan

PSL2()=SL2()/{±I},SL2()={AM2():detA=1}. \operatorname{PSL}_2(\mathbb Z) = \operatorname{SL}_2(\mathbb Z)/\{\pm I\}, \qquad \operatorname{SL}_2(\mathbb Z) = \{A\in M_2(\mathbb Z):\det A=1\}.

Satu presentasi memakai kelas kedua matriks

S=(0110),B=(1110); S= \begin{pmatrix}0&-1\\1&0\end{pmatrix}, \qquad B= \begin{pmatrix}1&-1\\1&0\end{pmatrix};

matriks kedua ditulis STST dalam sumber. Di PSL2()\operatorname{PSL}_2(\mathbb Z) keduanya memenuhi

S2=I,B3=I. S^2=I, \qquad B^3=I.

Bahwa relasi-relasi ini memberi seluruh presentasi tidak langsung jelas. Catatan pinggir sumber merujuk Roger C. Alperin, “PSL2(𝒁)=𝒁2*𝒁3PSL_2(\mathbf Z)=\mathbf Z_2*\mathbf Z_3,” The American Mathematical Monthly 100, no. 4 (April 1993), 385–386, doi:10.2307/2324963.

Grup modular bertindak kontinu pada bidang setengah atas

={z:Imz>0} \mathcal H=\{z\in\mathbb C:\operatorname{Im}z>0\}

melalui transformasi linear pecahan. Untuk dua matriks di atas,

S(z)=1z,B(z)=z1z. S(z)=-\frac1z, \qquad B(z)=\frac{z-1}{z}.

Di sini sumber mencetak (1z)/z(1-z)/z, yang bukan transformasi matriks BB. Selain itu, orbit-orbit diskret saja tidak cukup untuk membuat /PSL2()\mathcal H\to\mathcal H/\operatorname{PSL}_2(\mathbb Z) suatu ruang pelapis. Sebagai contoh, kelas SS bukan identitas tetapi menetapkan ii\in\mathcal H. Jadi aksi tidak bebas dan peta hasil bagi bukan peta pelapis biasa pada titik eliptik; interpretasi yang tepat adalah hasil bagi orbifold (dan peta pelapis biasa baru diperoleh setelah titik bercabang ditangani atau grup bebas-torsi yang sesuai dipakai).

13.2 Pushout grupoid sebagai kata panah

Setelah memperoleh perlakuan konkret bagi pushout grup sebagai produk bebas dengan amalgamasi, wajar mengharapkan perlakuan serupa bagi grupoid. Hal itu memang dapat dilakukan: morfisma pushout grupoid diwakili oleh kata-kata dalam morfisma grupoid yang diberikan. Namun, tidak seperti kata dalam unsur grup, rangkaian panah hanya bermakna bila sasaran setiap panah sama dengan sumber panah berikutnya.

Kita tidak akan membangun pushout grupoid dalam keumuman penuh. Kita akan menguraikan kasus khusus yang muncul dari teorema Seifert–van Kampen.

Contoh 13.2 (bentuk yang berasal dari Seifert–van Kampen). Misalkan XX suatu ruang, {U,V}\{U,V\} sampul XX oleh lingkungan, dan AUVA\subseteq U\cap V sedemikian sehingga setiap komponen lintasan dari UU, VV, dan UVU\cap V memuat sedikitnya satu titik AA. Karena setiap titik X=UVX=U\cup V berada di salah satu dari U,VU,V, syarat itu juga memastikan bahwa setiap komponen lintasan XX bertemu AA. Teorema Seifert–van Kampen relatif dari Unit 12 memberi persegi pushout pada Diagram 13.3.

Diagram 13.3 (pushout grupoid fundamental dengan objek tetap). Semua panah diinduksi oleh inklusi ruang:

Π1(UV,A)iVΠ1(V,A)iUΠ1(U,A)Π1(X,A). \begin{array}{ccc} \Pi_1(U\cap V,A)&\xrightarrow{\ i_V\ }&\Pi_1(V,A)\\ {\scriptstyle i_U}\downarrow&&\downarrow\\ \Pi_1(U,A)&\longrightarrow&\Pi_1(X,A). \end{array}

Keempat grupoid mempunyai himpunan objek yang sama, yaitu AA, dan setiap fungtor pada diagram adalah identitas pada objek; misalnya iU(a)=ai_U(a)=a. Komutativitas berarti bahwa kelas lintasan di UVU\cap V mempunyai citra yang sama setelah dipandang di XX melalui salah satu dari dua rute.

Dalam bukti Seifert–van Kampen, sebuah lintasan di XX dinyatakan sebagai komposit ruas-ruas yang bergantian berada di UU dan VV. Secara aljabar, itulah situasi yang hendak dihitung. Untuk menyederhanakan notasi, sumber membatasi perhatian pada AA berhingga, sebagaimana lazim terjadi dalam perhitungan contoh yang cukup teratur.

Sekarang misalkan diberikan diagram grupoid berikut.

Diagram 13.4 (span grupoid yang akan didorong keluar). Data panahnya adalah

ΛFH,ΛGΓ. \Lambda\xrightarrow{\ F\ }H, \qquad \Lambda\xrightarrow{\ G\ }\Gamma.

Secara visual, sumber menaruh HH di kanan dan Γ\Gamma di bawah:

ΛFHGΓ \begin{array}{ccc} \Lambda&\xrightarrow{\ F\ }&H\\ {\scriptstyle G}\downarrow&&\\ \Gamma&& \end{array}

Huruf HH di sini adalah huruf Latin kapital, bukan huruf Yunani eta η\eta; itulah keterangan pinggir sumber pada diagram ini.

Andaikan ketiga grupoid mempunyai himpunan objek berhingga yang sama,

A={a1,,aN}, A=\{a_1,\ldots,a_N\},

dan komponen objek FF serta GG adalah fungsi identitas. Kita hendak membangun grupoid Γ*ΛH\Gamma*_\Lambda H yang melengkapi span tersebut menjadi persegi pushout. Himpunan objeknya kembali AA, sedangkan fungtor kanonik

ΓΓ*ΛHH \Gamma\longrightarrow\Gamma*_\Lambda H\longleftarrow H

adalah identitas pada objek.

Setiap grupoid—bahkan setiap kategori—mempunyai graf dasar berarah yang objek-objeknya menjadi simpul dan setiap morfismanya menjadi sisi. Loop dan beberapa sisi dengan pasangan titik ujung sama diperbolehkan. Untuk skema kata di sini, hapus sisi identitas dan pandang graf itu sebagai graf berarah dengan involusi: dari setiap pasangan {α,α1}\{\alpha,\alpha^{-1}\} cukup satu orientasi yang digambar, sedangkan penelusuran balik mewakili inversnya. Jadi sisi yang digambar tidak diklaim sama secara harfiah dengan seluruh morfisma nonidentitas. Dari Γ\Gamma dan HH, bentuk 𝒢\mathcal G memakai gabungan saling lepas sisi terpilih kedua faktor pada simpul AA. Alih-alih mengandalkan warna sumber, kita beri setiap sisi tag [Γ][\Gamma] atau [H][H]; huruf pada kata tetap merupakan morfisma sebenarnya dalam faktor terkait.

Diagram 13.5 (daftar semantik seluruh sisi pada graf sumber). Gambar sumber mempunyai enam simpul a1,,a6a_1,\ldots,a_6 dan sisi-sisi berikut:

[Γ]γ1:a1a2,[H]η2:a2a1,γ3:a2a4,[H]η1:a2a4,γ2:a4a5,[H]η3:a5a5,γ4:a5a2,[H]η4:a3a6,γ5:a3a3,[Γ]γ6:a6a6. \begin{array}{lll} [\Gamma]&\gamma_1\colon a_1\to a_2, &[H]\ \eta_2\colon a_2\to a_1,\\ [\Gamma]&\gamma_3\colon a_2\to a_4, &[H]\ \eta_1\colon a_2\to a_4,\\ [\Gamma]&\gamma_2\colon a_4\to a_5, &[H]\ \eta_3\colon a_5\to a_5,\\ [\Gamma]&\gamma_4\colon a_5\to a_2, &[H]\ \eta_4\colon a_3\to a_6,\\ [\Gamma]&\gamma_5\colon a_3\to a_3, &[\Gamma]\ \gamma_6\colon a_6\to a_6. \end{array}

Setiap sisi dapat ditempuh balik untuk memperoleh panah invers. Tidak ada sisi lain pada ilustrasi, walaupun grupoid tentu juga mempunyai identitas dan komposit. Catatan pinggir sumber bermaksud memberi contoh komposit yang tidak digambar; kata tercetak γ3γ1γ2\gamma_3\gamma_1\gamma_2 tidak bertipe. Dengan konvensi kronologis, contoh yang dapat dikomposisikan adalah

γ1γ3γ2:a1a5. \gamma_1\gamma_3\gamma_2\colon a_1\longrightarrow a_5.

Mulailah dengan grupoid Γ*Λ0H\Gamma*_{\Lambda_0}H, di mana Λ0=Disc(A)\Lambda_0=\operatorname{Disc}(A) adalah grupoid diskret pada himpunan objek yang sama. Morfismanya dapat diwakili oleh kata berhingga

α1α2αr \alpha_1\alpha_2\cdots\alpha_r

yang dapat dikomposisikan dan bergantian antara panah nonidentitas Γ\Gamma dan panah nonidentitas HH. Kata kosong di objek aa mewakili 1a1_a. Jika dua panah bersebelahan berasal dari faktor yang sama, komposisikan keduanya di faktor itu; jika hasilnya identitas, hapus hasil tersebut. Dengan reduksi ini, contoh kata dari Diagram 13.5 adalah

γ31η1γ2η35γ4:a4a2 \gamma_3^{-1}\eta_1\gamma_2\eta_3^5\gamma_4 \colon a_4\longrightarrow a_2

dan

η4γ63η41:a3a3. \eta_4\gamma_6^{-3}\eta_4^{-1} \colon a_3\longrightarrow a_3.

Jika Λ\Lambda memang sudah diskret, konstruksi ini selesai; sebagaimana dicatat di pinggir sumber, keadaan itu adalah analog produk bebas grup. Untuk Λ\Lambda umum, masih harus ditambahkan relasi. Bagi setiap λ:ab\lambda\colon a\to b dalam Λ\Lambda, identifikasikan panah sejajar

G(λ)Γ(a,b)danF(λ)H(a,b). G(\lambda)\in\Gamma(a,b) \qquad\text{dan}\qquad F(\lambda)\in H(a,b).

Karena FF mendarat di HH dan GG mendarat di Γ\Gamma, urutan ini memperbaiki penandaan faktor yang tertukar dalam sumber. Bentuk hasil bagi dengan kongruensi grupoid terkecil yang memuat semua identifikasi itu: relasi ekuivalensi pada setiap hom-set harus tetap berlaku setelah prakomposisi, pascakomposisi, dan pengambilan invers. Hasilnya adalah Γ*ΛH\Gamma*_\Lambda H.

Sebagai contoh yang bertipe benar pada Diagram 13.5, andaikan λ:a2a4\lambda\colon a_2\to a_4 memenuhi

G(λ)=γ3,F(λ)=η1. G(\lambda)=\gamma_3, \qquad F(\lambda)=\eta_1.

Relasi γ3=η1\gamma_3=\eta_1 lalu memberi

γ31η1γ2η35γ4=γ2η35γ4. \gamma_3^{-1}\eta_1\gamma_2\eta_3^5\gamma_4 = \gamma_2\eta_3^5\gamma_4.

Formula sumber memakai F(λ)=γ1F(\lambda)=\gamma_1 dan G(λ)=η1G(\lambda)=\eta_1, padahal kedua ruas bukan saja berada di faktor yang salah, melainkan mempunyai pasangan sumber–sasaran yang berbeda; formula turunannya juga tidak dapat dikomposisikan. Kesamaan di atas mempertahankan maksud contoh sambil memperbaiki kedua cacat. Komposisi dalam Γ*ΛH\Gamma*_\Lambda H dilakukan dengan mengonkatenasikan kata, mereduksi panah-panah bersebelahan dari faktor yang sama, lalu menerapkan kongruensi.

Latihan Sumber 13.1. Buktikan bahwa konstruksi di atas membuat Γ*ΛH\Gamma*_\Lambda H menjadi grupoid.

Jika yang hendak dihitung hanya grup morfisma dari satu objek aia_i ke dirinya sendiri—seperti ketika menghitung grup fundamental melalui Seifert–van Kampen grupoid—cukup perhatikan kata yang berawal dan berakhir di aia_i.

13.3 Contoh lingkaran

Contoh 13.3 (menghitung grup fundamental lingkaran). Pandang S1S^1\subset\mathbb C dan ambil

U=S1\{i},V=S1\{i},A={+1,1}UV. U=S^1\setminus\{-i\}, \qquad V=S^1\setminus\{i\}, \qquad A=\{+1,-1\}\subset U\cap V.

Ruang S1S^1, UU, dan VV terhubung lintasan. Irisan UVU\cap V mempunyai dua komponen lintasan, dan masing-masing memuat tepat satu titik AA. Jadi data ini memenuhi hipotesis Teorema Seifert–van Kampen relatif.

Diagram 13.6 (pushout Seifert–van Kampen bagi lingkaran). Persegi pushoutnya adalah

Π1(UV,{±1})Π1(V,{±1})Π1(U,{±1})Π1(S1,{±1}). \begin{array}{ccc} \Pi_1(U\cap V,\{\pm1\})&\longrightarrow& \Pi_1(V,\{\pm1\})\\ \downarrow&&\downarrow\\ \Pi_1(U,\{\pm1\})&\longrightarrow& \Pi_1(S^1,\{\pm1\}). \end{array}

Keempat panah diinduksi oleh inklusi; semua fungtor mempertahankan kedua objek +1+1 dan 1-1. Subskrip 11 pada Π1\Pi_1 kanan bawah memulihkan salah tik Π(S1,{±1})\Pi_(S^1,\{\pm1\}) dalam sumber; subskrip yang sama juga hilang pada penyebutan Π1(UV,{±1})\Pi_1(U\cap V,\{\pm1\}) sesudah diagram sumber.

Baik UU maupun VV homeomorfik dengan interval terbuka, dengan kedua titik AA tetap terbedakan. Karena itu grupoid fundamental terbatasnya masing- masing isomorfik dengan grupoid kodiskret dua objek 𝟐\mathbf 2. Setelah panah identitas dihilangkan dari notasi, pilih satu-satunya kelas panah

γ:+11di Π1(U,A), \gamma\colon +1\longrightarrow-1 \quad\text{di }\Pi_1(U,A),

yang diwakili lintasan berlawanan arah jarum jam di S1S^1, dan satu-satunya kelas panah

η:1+1di Π1(V,A), \eta\colon -1\longrightarrow+1 \quad\text{di }\Pi_1(V,A),

yang juga diwakili lintasan berlawanan arah jarum jam. Jadi

Π1(U,A)(+1γ1γ1),Π1(V,A)(1η1η+1), \Pi_1(U,A) \cong \bigl(+1\mathrel{\mathop{\rightleftarrows}^{\gamma}_{\gamma^{-1}}}-1\bigr), \qquad \Pi_1(V,A) \cong \bigl(-1\mathrel{\mathop{\rightleftarrows}^{\eta}_{\eta^{-1}}}+1\bigr),

dengan tipe panah ditentukan oleh dua tampilan sebelumnya, bukan oleh posisi label di atas atau di bawah simbol panah.

Selanjutnya,

Π1(UV,A)=Disc({+1,1}), \Pi_1(U\cap V,A) = \operatorname{Disc}(\{+1,-1\}),

karena setiap komponen irisan kontraktibel dan memuat hanya satu objek pilihan. Jadi Λ\Lambda diskret dan tidak diperlukan hasil bagi tambahan.

Diagram 13.7 (pushout yang telah disederhanakan). Tuliskan D=Disc({+1,1})D=\operatorname{Disc}(\{+1,-1\}). Diagram lengkapnya adalah

D(1η1η+1)(+1γ1γ1)Π1(S1,{±1}). \begin{array}{ccc} D&\longrightarrow& \bigl(-1\mathrel{\mathop{\rightleftarrows}^{\eta}_{\eta^{-1}}}+1\bigr)\\ \downarrow&&\downarrow\\ \bigl(+1\mathrel{\mathop{\rightleftarrows}^{\gamma}_{\gamma^{-1}}}-1\bigr) &\longrightarrow&\Pi_1(S^1,\{\pm1\}). \end{array}

Panah dari DD adalah identitas pada objek dan hanya membawa panah identitas. Panah bawah serta kanan memasukkan masing-masing kelas γ\gamma dan η\eta ke grupoid fundamental lingkaran.

Diagram 13.8 (graf pembangkit lingkaran tanpa sandi warna). Graf sumber yang diperlukan mempunyai tepat dua simpul dan dua sisi berarah:

[Γ=Π1(U,A)]+1γ1,[H=Π1(V,A)]1η+1. [\Gamma=\Pi_1(U,A)]\quad +1\xrightarrow{\ \gamma\ }-1, \qquad [H=\Pi_1(V,A)]\quad -1\xrightarrow{\ \eta\ }+1.

Panah balik mewakili γ1\gamma^{-1} dan η1\eta^{-1}. Gambar sumber menukar label serta faktor kedua panah; daftar ini mengikuti definisi tekstual γ\gamma dan η\eta serta membuat semua kata berikut bertipe benar.

Loop tereduksi dari +1+1 ke dirinya sendiri adalah kata kosong, suatu pangkat positif

(γη)n, (\gamma\eta)^n,

atau pangkat negatif yang ditulis

(η1γ1)n=(γη)n,n1. (\eta^{-1}\gamma^{-1})^n =(\gamma\eta)^{-n}, \qquad n\geq1.

Memang, dari +1+1 satu-satunya huruf pertama yang tereduksi adalah γ\gamma atau η1\eta^{-1}; sesudah itu huruf-huruf dipaksa bergantian jika tidak terjadi pembatalan. Maka pemetaan

π1(S1,+1),n(γη)n \mathbb Z\longrightarrow\pi_1(S^1,+1), \qquad n\longmapsto(\gamma\eta)^n

adalah isomorfisma. Jadi

π1(S1,+1). \pi_1(S^1,+1)\cong\mathbb Z.

Urutan ηγ\eta\gamma yang tercetak dalam sumber tidak dapat dimulai di +1+1 dengan konvensi produk kronologis unit-unit sebelumnya; koreksi di atas memulihkan tipe sumber dan sasaran.

Latihan Sumber 13.2. Buktikan bahwa konstruksi Γ*ΛH\Gamma*_\Lambda H di atas benar-benar merupakan pushout di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}.

13.4 Grup fundamental baji

Kita pertimbangkan satu variasi lagi dari Seifert–van Kampen secara ringkas, karena rinciannya serupa dengan versi-versi sebelumnya. Konstruksi yang dipakai sumber adalah baji XYX\vee Y, bukan join. Produk bebas grup fundamental tidak boleh langsung dinyatakan tanpa sampul dan hipotesis yang memungkinkan penerapan teorema.

Misalkan (X,x)(X,x) dan (Y,y)(Y,y) ruang bertitik yang terhubung lintasan. Andaikan terdapat lingkungan

xUX,yVY x\in U\subseteq X, \qquad y\in V\subseteq Y

yang masing-masing dapat dikontraksikan ke xx dan yy melalui kontraksi yang menetapkan titik basis. Maka

{XV,UY} \{X\vee V,\ U\vee Y\}

adalah sampul XYX\vee Y oleh lingkungan. Irisannya adalah UVU\vee V. Catatan pinggir sumber menunjukkan bahwa kontraksi bertitik kedua faktor merakit menjadi kontraksi UVU\vee V ke

*=[x]=[y]. *= [x]=[y].

Ada retraksi bertitik

XVX,UYY, X\vee V\longrightarrow X, \qquad U\vee Y\longrightarrow Y,

dan kontraksi yang diberikan menunjukkan bahwa keduanya merupakan ekuivalensi homotopi. Jadi

π1(XV,*)π1(X,x),π1(UY,*)π1(Y,y), \pi_1(X\vee V,*)\cong\pi_1(X,x), \qquad \pi_1(U\vee Y,*)\cong\pi_1(Y,y),

sedangkan π1(UV,*)\pi_1(U\vee V,*) trivial. Hipotesis keterhubungan lintasan pada X,YX,Y memastikan keempat ruang dalam persegi juga terhubung lintasan, seperti yang disyaratkan versi grup Seifert–van Kampen.

Diagram 13.9 (sampul baji). Semua panah adalah inklusi ruang bertitik:

(UV,*)(UY,*)(XV,*)(XY,*). \begin{array}{ccc} (U\vee V,*)&\longrightarrow&(U\vee Y,*)\\ \downarrow&&\downarrow\\ (X\vee V,*)&\longrightarrow&(X\vee Y,*). \end{array}

Panah atas mempertahankan faktor UU dan memasukkan VV ke YY; panah kiri memasukkan UU ke XX dan mempertahankan VV. Kedua komposit mengirim setiap titik irisan ke kelas yang sama di baji penuh.

Seifert–van Kampen mengubah persegi itu menjadi pushout grup berikut.

Diagram 13.10 (pushout grup fundamental baji). Setelah memakai ekuivalensi homotopi di atas, persegi menjadi

1π1(Y,y)π1(X,x)π1(XY,*). \begin{array}{ccc} 1&\longrightarrow&\pi_1(Y,y)\\ \downarrow&&\downarrow\\ \pi_1(X,x)&\longrightarrow&\pi_1(X\vee Y,*). \end{array}

Kedua panah keluar dari 11 adalah homomorfisma unik. Karena pushout diagram π1(X,x)1π1(Y,y)\pi_1(X,x)\leftarrow1\to\pi_1(Y,y) adalah produk bebas, panah kanan bawah mengidentifikasi sudut tersebut secara kanonik dengan produk bebas.

Dengan demikian

π1(XY,*)π1(X,x)*π1(Y,y). \pi_1(X\vee Y,*) \cong \pi_1(X,x)*\pi_1(Y,y).

Ini memperumum perhitungan

π1(S1S1,*)F2*. \pi_1(S^1\vee S^1,*) \cong F_2 \cong\mathbb Z*\mathbb Z.

Tanpa keterhubungan lintasan XX dan YY, sampul yang sama tetap dapat dianalisis dengan versi grupoid, tetapi persegi grup satu-objek di atas tidak langsung mengikuti dari Akibat Seifert–van Kampen Unit 12.

13.5 Kompleks presentasi

Fakta 13.1 (setiap grup adalah grup fundamental suatu kompleks presentasi). Diberikan presentasi berhingga

G=g1,,gmR1=e,,Rn=e, G= \langle g_1,\ldots,g_m\mid R_1=e,\ldots,R_n=e\rangle,

terdapat ruang XX yang diperoleh sebagai pushout pada Diagram 13.11 dan memenuhi π1(X,*)G\pi_1(X,*)\cong G.

Diagram 13.11 (memasang sel-22 bagi presentasi berhingga). Tuliskan

Wm:=j=1mS1=S1S1m buah, W_m:=\bigvee_{j=1}^{m}S^1 = \underbrace{S^1\vee\cdots\vee S^1}_{m\text{ buah}},

sebagaimana dijabarkan oleh catatan pinggir sumber. Pilih peta bertitik

fi:(S1,1)(Wm,*) f_i\colon(S^1,1)\longrightarrow(W_m,*)

yang kelas loopnya, di bawah isomorfisma π1(Wm,*)Fm\pi_1(W_m,*)\cong F_m, adalah kata RiR_i. Gabungkan peta-peta itu menjadi ifi\bigsqcup_i f_i. Persegi pushoutnya ialah

i=1nS1i=1nD2ifij=1mS1X. \begin{array}{ccc} \displaystyle\bigsqcup_{i=1}^{n}S^1 &\longrightarrow& \displaystyle\bigsqcup_{i=1}^{n}D^2\\ {\scriptstyle\bigsqcup_i f_i}\downarrow&&\downarrow\\ \displaystyle\bigvee_{j=1}^{m}S^1&\longrightarrow&X. \end{array}

Panah atas adalah gabungan inklusi batas S1=D2D2S^1=\partial D^2\hookrightarrow D^2. Pushout menempelkan satu sel-22 sepanjang setiap fif_i.

Persamaan sumber fi(1)=Rif_i(1)=R_i tidak bertipe: ruas kiri adalah titik ruang, sedangkan ruas kanan adalah unsur grup. Pernyataan bertipe benar adalah

[fi]=Riπ1(Wm,*)Fm. [f_i]=R_i\in\pi_1(W_m,*)\cong F_m.

Untuk membenarkan perhitungan dengan Seifert–van Kampen, tebalkan WmW_m dan bagian dalam sel-sel yang terpasang hingga menjadi sampul oleh lingkungan berkerah. Setiap cakram kontraktibel; loop pada komponen kerah batas dipetakan ke [fi][f_i]. Teorema Seifert–van Kampen, atau penerapannya berturut-turut untuk tiap sel, menyatakan bahwa memasang sel-22 membagi π1(Wm,*)\pi_1(W_m,*) dengan penutupan normal kelas-kelas [fi][f_i]. Karena itu

π1(X,*)Fm/R1,,RnG. \pi_1(X,*) \cong F_m/\langle\!\langle R_1,\ldots,R_n\rangle\!\rangle \cong G.

Ruang XX adalah kompleks CW berdimensi 22: ruang itu diperoleh dengan merekatkan cakram-cakram berdimensi dua pada graf satu-dimensi. Kadang-kadang XX merupakan manifold, tetapi pada umumnya tidak.

Fakta tersebut berlaku lebih luas untuk setiap grup GG dan setiap presentasi

G=gα(αI)Rβ=e(βJ), G=\langle g_\alpha\ (\alpha\in I) \mid R_\beta=e\ (\beta\in J)\rangle,

termasuk himpunan pembangkit atau relasi tak berhingga.

Diagram 13.12 (kompleks presentasi umum). Beri baji WI=αIS1W_I=\bigvee_{\alpha\in I}S^1 topologi CW atau topologi lemah (weak topology), dan untuk setiap βJ\beta\in J pilih peta bertitik

fβ:S1WI,[fβ]=Rβ. f_\beta\colon S^1\longrightarrow W_I, \qquad [f_\beta]=R_\beta.

Kemudian bentuk pushout

βJS1βJD2βfβαIS1X. \begin{array}{ccc} \displaystyle\bigsqcup_{\beta\in J}S^1 &\longrightarrow& \displaystyle\bigsqcup_{\beta\in J}D^2\\ {\scriptstyle\bigsqcup_\beta f_\beta}\downarrow&&\downarrow\\ \displaystyle\bigvee_{\alpha\in I}S^1&\longrightarrow&X. \end{array}

Panah atas kembali merupakan gabungan inklusi batas; panah kiri adalah gabungan peta pelekatan. Sudut kanan bawah diberi topologi pushout CW.

Dengan topologi ini,

π1(αIS1,*)FI, \pi_1\!\left(\bigvee_{\alpha\in I}S^1,*\right) \cong F_I,

grup bebas pada himpunan II, dan argumen sel-22 yang sama memberi π1(X,*)G\pi_1(X,*)\cong G. Setiap kata relator berhingga, sehingga setiap fβf_\beta hanya perlu melintasi berhingga banyak lingkaran.

Sumber menyebut konstruksi ini “baji tak berhingga”, walaupun salah ketik “join” muncul pada naskah. Topologinya perlu diperhatikan. Catatan pinggir sumber membandingkan baji terhitung

nS1 \bigvee_{n\in\mathbb N}S^1

dengan anting Hawaii. Baji CW tidak kompak dan semilokal terhubung sederhana, sedangkan anting Hawaii kompak dan tidak semilokal terhubung sederhana. Jadi keduanya tidak homeomorfik.

Contoh 13.4 (permukaan Riemann kompak). Permukaan Riemann kompak berorientasi Σg\Sigma_g dengan genus g1g\geq1 merupakan contoh ruang yang diperoleh melalui Fakta 13.1. Bahkan hanya satu salinan D2D^2 yang diperlukan.

Diagram 13.13 (satu sel-22 untuk permukaan genus gg). Persegi pushoutnya adalah

S1D2fi=12gS1Σg. \begin{array}{ccc} S^1&\longrightarrow&D^2\\ {\scriptstyle f}\downarrow&&\downarrow\\ \displaystyle\bigvee_{i=1}^{2g}S^1&\longrightarrow&\Sigma_g. \end{array}

Panah atas memasukkan batas cakram. Beri lingkaran-lingkaran baji berturut- turut pembangkit a1,b1,,ag,bga_1,b_1,\ldots,a_g,b_g. Peta kiri adalah peta bertitik yang memenuhi

[f]=i=1g[ai,bi]π1(i=12gS1,*). [f] = \prod_{i=1}^{g}[a_i,b_i] \in \pi_1\!\left(\bigvee_{i=1}^{2g}S^1,*\right).

Konstruksi yang setara dimulai dari poligon bersisi 4g4g, lalu mengidentifikasi sisi-sisinya secara berpasangan. Pola urutan batasnya adalah

a1b1a11b11agbgag1bg1=i=1g[ai,bi]. a_1b_1a_1^{-1}b_1^{-1}\cdots a_gb_ga_g^{-1}b_g^{-1} = \prod_{i=1}^{g}[a_i,b_i].

Setiap pasangan sisi dengan label sama diidentifikasi dengan orientasi yang ditunjukkan oleh eksponen; semua titik sudut menjadi titik basis. Setelah identifikasi, kerangka sisi menjadi baji 2g2g lingkaran dan bagian dalam poligon menjadi satu sel-22. Catatan pinggir sumber meninggalkan placeholder “sisipkan gambar oktagon untuk g=2g=2”. Deskripsi semantik lengkap untuk oktagon itu adalah urutan delapan sisi berarah

a1,b1,a11,b11,a2,b2,a21,b21, a_1,\ b_1,\ a_1^{-1},\ b_1^{-1},\ a_2,\ b_2,\ a_2^{-1},\ b_2^{-1},

dengan setiap dua sisi berlabel sama dipasangkan. Inilah relator satu pada Contoh 13.1 dan menjelaskan presentasi

π1(Σg,*)a1,b1,,ag,bg|i=1g[ai,bi]=e. \pi_1(\Sigma_g,*) \cong \left\langle a_1,b_1,\ldots,a_g,b_g \ \middle|\ \prod_{i=1}^{g}[a_i,b_i]=e \right\rangle.

13.6 Mengklasifikasikan ruang pelapis

Batas sumber. Judul bagian tepat di atas adalah isi Notes.tex baris 3045; baris 3046 kosong. Baris 3047 memulai Kuliah 14 di tengah sumber. Unit ini tidak menerjemahkan, merangkum, atau memakai materi pada baris 3047 maupun sesudahnya. Karena itu judul tersebut sengaja menjadi penunjuk ke depan tanpa isi sumber di bawahnya pada unit ini.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Bagian ini merupakan materi asli edisi, bukan bagian dari Notes.tex. Enam pemeriksaan berikut dibatasi pada konsep dan data Unit 13. Pemeriksaan 13.2 dan 13.3 menyelesaikan dua latihan sumber; pemeriksaan lain menutup langkah yang dipakai sumber tetapi belum dijadikan latihan. Seluruh solusi disusun mandiri dan tersedia di bawah CC BY 4.0.

Pemeriksaan penguasaan 13.1 (presentasi amalgamasi). Misalkan

G=gi(iI)Rα(αA),H=hj(jJ)Qβ(βB), G=\langle g_i\ (i\in I)\mid R_\alpha\ (\alpha\in A)\rangle, \qquad H=\langle h_j\ (j\in J)\mid Q_\beta\ (\beta\in B)\rangle,

dan LL dibangkitkan oleh SS. Buktikan bahwa G*LHG*_L H mempunyai presentasi yang menggabungkan pembangkit dan relasi kedua faktor serta menambahkan ϕ(s)=ψ(s)\phi(s)=\psi(s) untuk sSs\in S. Terapkan hasilnya pada Fm*1F_m*_{\mathbb Z}1 ketika 11\in\mathbb Z dikirim ke RFmR\in F_m.

13.7 Solusi Pemeriksaan 13.1

Produk bebas mempunyai presentasi

G*Hgi,hjRα,Qβ. G*H \cong \langle g_i,h_j\mid R_\alpha,Q_\beta\rangle.

Membentuk G*LHG*_L H berarti membagi grup ini dengan penutupan normal semua

ϕ(x)ψ(x)1,xL. \phi(x)\psi(x)^{-1}, \qquad x\in L.

Jika relasi ϕ(s)=ψ(s)\phi(s)=\psi(s) berlaku untuk setiap sSs\in S, relasi itu juga berlaku untuk invers dan produk pembangkit: homomorfisma dari LL yang diberikan oleh dua komposit ke hasil bagi bersepakat pada SS, maka bersepakat pada seluruh LL. Jadi cukup menambahkan relasi bagi sSs\in S, dan diperoleh

G*LHgi,hj|Rα,Qβ,ϕ(s)ψ(s)1=e(sS). G*_L H \cong \left\langle g_i,h_j\ \middle|\ R_\alpha,Q_\beta, \phi(s)\psi(s)^{-1}=e\ (s\in S) \right\rangle.

Presentasi ini juga mempunyai sifat universal yang diinginkan. Homomorfisma ke grup KK sama dengan pasangan homomorfisma u:GKu\colon G\to K dan v:HKv\colon H\to K yang menghormati relasi tambahan; syarat terakhir tepat uϕ=vψu\circ\phi=v\circ\psi pada SS, dan karenanya pada LL.

Untuk L=L=\mathbb Z, H=1H=1, dan ϕ(1)=R\phi(1)=R, relasi tambahan adalah R=eR=e. Karena faktor trivial tidak menambah pembangkit,

Fm*1Fm/Rg1,,gmR=e. F_m*_{\mathbb Z}1 \cong F_m/\langle\!\langle R\rangle\!\rangle \cong \langle g_1,\ldots,g_m\mid R=e\rangle.

Pemeriksaan penguasaan 13.2 (solusi Latihan Sumber 13.1). Buktikan bahwa kata panah tereduksi, setelah dibagi dengan kongruensi yang dihasilkan oleh G(λ)=F(λ)G(\lambda)=F(\lambda), membentuk grupoid.

13.8 Solusi Pemeriksaan 13.2

Mula-mula bekerja sebelum relasi Λ\Lambda dikenakan. Objeknya adalah AA. Suatu panah aba\to b diwakili oleh kata kosong jika a=ba=b, atau kata

w=α1αr w=\alpha_1\cdots\alpha_r

yang panah-panahnya dapat dikomposisikan dari aa ke bb. Dua langkah reduksi elementer diperbolehkan:

  1. hapus suatu identitas;
  2. ganti dua panah bersebelahan dari faktor yang sama oleh kompositnya di faktor tersebut.

Kata tereduksi yang tidak kosong karena itu bergantian antara faktor Γ\Gamma dan HH. Untuk [u]:ab[u]\colon a\to b dan [v]:bc[v]\colon b\to c, definisikan produk kronologis [u][v][u][v] dengan mengonkatenasikan uu dan vv, lalu mereduksi sambungan jika kedua huruf di sana berasal dari faktor yang sama. Definisi tidak bergantung pada wakil: setiap reduksi di dalam uu atau vv tetap menjadi reduksi sah setelah kata lain ditempelkan.

Asosiativitas mengikuti asosiativitas konkatenasi dan komposisi di setiap faktor. Lebih eksplisit, (uv)w(uv)w dan u(vw)u(vw) berasal dari daftar huruf yang sama; semua pengelompokan berturutan di satu faktor memberi panah yang sama karena komposisi faktor asosiatif. Kata kosong di aa menjadi identitas 1a1_a.

Definisikan

(α1αr)1:=αr1α11. (\alpha_1\cdots\alpha_r)^{-1} := \alpha_r^{-1}\cdots\alpha_1^{-1}.

Kata ini berjalan dari bb ke aa. Dalam produk ww1ww^{-1}, pasangan tengah αrαr1\alpha_r\alpha_r^{-1} tereduksi menjadi identitas; pembatalan berulang memberi kata kosong di aa. Serupa dengan itu, w1ww^{-1}w tereduksi menjadi kata kosong di bb. Jadi Γ*Λ0H\Gamma*_{\Lambda_0}H adalah grupoid.

Sekarang bagi setiap hom-set dengan kongruensi grupoid terkecil yang memuat G(λ)F(λ)G(\lambda)\sim F(\lambda). Karena kongruensi menurut definisi stabil terhadap komposisi di kedua sisi dan invers, komposisi serta operasi invers turun secara terdefinisi baik ke kelas ekuivalensi. Identitas, asosiativitas, dan persamaan invers tetap benar setelah mengambil kelas. Maka Γ*ΛH\Gamma*_\Lambda H juga grupoid.

Pemeriksaan penguasaan 13.3 (solusi Latihan Sumber 13.2). Untuk grupoid 𝒦\mathcal K, misalkan diberikan fungtor

P:Γ𝒦,Q:H𝒦 P\colon\Gamma\to\mathcal K, \qquad Q\colon H\to\mathcal K

dengan PG=QFP\circ G=Q\circ F. Bangun satu-satunya fungtor T:Γ*ΛH𝒦T\colon\Gamma*_\Lambda H\to\mathcal K yang memperluas PP dan QQ.

13.9 Solusi Pemeriksaan 13.3

Karena FF dan GG adalah identitas pada objek, kesamaan PG=QFP\circ G=Q\circ F pada objek memberi

P(a)=Q(a) P(a)=Q(a)

untuk setiap aAa\in A. Definisikan T(a)T(a) sebagai objek bersama ini. Untuk kata yang dapat dikomposisikan w=α1αrw=\alpha_1\cdots\alpha_r, tetapkan

T(w)=T(α1)T(αr), T(w)=T(\alpha_1)\cdots T(\alpha_r),

dengan T(αi)=P(αi)T(\alpha_i)=P(\alpha_i) bila huruf itu berasal dari Γ\Gamma dan T(αi)=Q(αi)T(\alpha_i)=Q(\alpha_i) bila berasal dari HH. Produk pada ruas kanan dibaca kronologis. Kata kosong dikirim ke identitas.

Fungtorialitas PP dan QQ memastikan bahwa menghapus identitas atau mengomposisikan dua huruf dari faktor yang sama tidak mengubah nilai. Bagi λΛ\lambda\in\Lambda, kompatibilitas memberi

T(G(λ))=P(G(λ))=Q(F(λ))=T(F(λ)). T(G(\lambda)) =P(G(\lambda)) =Q(F(\lambda)) =T(F(\lambda)).

Karena kesamaan di 𝒦\mathcal K stabil terhadap komposisi dan invers, TT tetap konstan pada seluruh kongruensi yang dihasilkan relasi tersebut. Jadi rumus turun ke fungtor

T:Γ*ΛH𝒦. T\colon\Gamma*_\Lambda H\longrightarrow\mathcal K.

Konstruksinya jelas membatasi menjadi PP dan QQ. Untuk keunikan, setiap fungtor perluasan harus mempunyai nilai P(α)P(\alpha) atau Q(α)Q(\alpha) pada setiap kata satu huruf. Fungtorialitas kemudian memaksanya mempunyai nilai produk di atas pada setiap kata, dan karenanya pada setiap kelas kongruensi. Jadi TT unik. Inilah tepat sifat universal pushout di 𝑮𝒑𝒅\mathbf{Gpd}.

Pemeriksaan penguasaan 13.4 (bentuk normal pada lingkaran). Tentukan semua empat hom-set dari grupoid pada Diagram 13.8. Gunakan jawaban itu untuk membuktikan lagi bahwa grup automorfisma di +1+1 isomorfik dengan \mathbb Z.

13.10 Solusi Pemeriksaan 13.4

Setiap kata tereduksi harus bergantian dan arah panah menentukan huruf berikutnya. Dengan nn\in\mathbb Z, semua hom-set dapat ditulis

Hom(+1,+1)={(γη)n:n},Hom(1,1)={(ηγ)n:n},Hom(+1,1)={(γη)nγ:n},Hom(1,+1)={(ηγ)nη:n}. \begin{aligned} \operatorname{Hom}(+1,+1) &=\{(\gamma\eta)^n:n\in\mathbb Z\},\\ \operatorname{Hom}(-1,-1) &=\{(\eta\gamma)^n:n\in\mathbb Z\},\\ \operatorname{Hom}(+1,-1) &=\{(\gamma\eta)^n\gamma:n\in\mathbb Z\},\\ \operatorname{Hom}(-1,+1) &=\{(\eta\gamma)^n\eta:n\in\mathbb Z\}. \end{aligned}

Rumus itu juga mencakup kata yang tampak diawali invers. Sebagai contoh,

(γη)1γ=η1γ1γ=η1. (\gamma\eta)^{-1}\gamma = \eta^{-1}\gamma^{-1}\gamma = \eta^{-1}.

Keunikan bentuk tereduksi menunjukkan bahwa pangkat berbeda dari γη\gamma\eta memberi loop berbeda. Komposisi kronologis menjumlahkan pangkat:

(γη)m(γη)n=(γη)m+n. (\gamma\eta)^m(\gamma\eta)^n =(\gamma\eta)^{m+n}.

Karena itu n(γη)nn\mapsto(\gamma\eta)^n adalah homomorfisma bijektif dari \mathbb Z ke Aut(+1)=π1(S1,+1)\operatorname{Aut}(+1)=\pi_1(S^1,+1).

Pemeriksaan penguasaan 13.5 (hipotesis baji).

  1. Tunjukkan bahwa XVX\vee V meretrak deformasi ke XX, UYU\vee Y meretrak deformasi ke YY, dan UVU\vee V kontraktibel ke titik basis.
  2. Jelaskan tepat di mana keterhubungan lintasan XX dan YY dipakai.
  3. Turunkan isomorfisma produk bebas dari sifat universal pushout.

13.11 Solusi Pemeriksaan 13.5

Biarkan hV:V×IVh_V\colon V\times I\to V merupakan kontraksi ke yy yang menetapkan yy. Pada XVX\vee V, definisikan homotopi sebagai identitas pada faktor XX dan hVh_V pada faktor VV. Kedua rumus bersepakat di titik baji sepanjang waktu karena hV(y,t)=yh_V(y,t)=y, sehingga turun melalui hasil bagi baji. Pada waktu akhir, citranya XX dan homotopi menetapkan XX; jadi ini retraksi deformasi. Argumen dengan kontraksi UU memberi retraksi deformasi UYYU\vee Y\to Y. Menggabungkan kedua kontraksi bertitik pada UVU\vee V memberi kontraksi ke **.

Keterhubungan lintasan X,YX,Y bersama keterhubungan U,VU,V memastikan XVX\vee V, UYU\vee Y, dan XYX\vee Y terhubung lintasan; UVU\vee V bahkan kontraktibel. Karena itu Akibat Seifert–van Kampen untuk grup dari Unit 12 berlaku pada titik basis tunggal. Tanpa syarat itu, Teorema grupoid masih tersedia, tetapi kita belum memperoleh persegi satu-objek pada Diagram 13.10.

Setelah identifikasi melalui retraksi deformasi, diagram grup adalah

π1(X,x)1π1(Y,y). \pi_1(X,x)\longleftarrow1\longrightarrow\pi_1(Y,y).

Untuk grup KK, sebuah kocone dari diagram ini tepat pasangan homomorfisma

π1(X,x)Kπ1(Y,y), \pi_1(X,x)\to K\longleftarrow\pi_1(Y,y),

karena kompatibilitas pada 11 otomatis. Sifat universal produk bebas menunjukkan bahwa pushoutnya adalah π1(X,x)*π1(Y,y)\pi_1(X,x)*\pi_1(Y,y). Keunikan pushout memberi isomorfisma kanonik dengan π1(XY,*)\pi_1(X\vee Y,*).

Pemeriksaan penguasaan 13.6 (sel-22 dan kata permukaan).

  1. Jelaskan mengapa memasang satu sel-22 sepanjang loop yang mewakili Rπ1(W,*)R\in\pi_1(W,*) membagi π1(W,*)\pi_1(W,*) dengan R\langle\!\langle R\rangle\!\rangle, bukan hanya subgrup siklik R\langle R\rangle.
  2. Untuk g=2g=2, baca kata pelekatan dari oktagon dan tuliskan presentasi grup fundamentalnya.
  3. Jelaskan mengapa peta pelekatan harus dinyatakan oleh [f]=R[f]=R, bukan f(1)=Rf(1)=R.

13.12 Solusi Pemeriksaan 13.6

Gunakan sampul berkerah 𝒰𝒱\mathcal U\cup\mathcal V: bagian 𝒰\mathcal U meretrak deformasi ke WW, bagian 𝒱\mathcal V meretrak deformasi ke cakram D2D^2 dan karenanya mempunyai grup fundamental trivial, sedangkan 𝒰𝒱\mathcal U\cap\mathcal V meretrak deformasi ke lingkaran batas. Kedua homomorfisma dari grup fundamental irisan mengirim generator batas masing- masing ke RR di π1(W,*)\pi_1(W,*) dan ke identitas di π1(D2,*)\pi_1(D^2,*). Pushout grup karena itu menambahkan relasi R=eR=e.

Kernel suatu homomorfisma grup selalu subgrup normal. Setelah RR menjadi identitas, setiap konjugat wRw1wRw^{-1} juga harus menjadi identitas; demikian pula semua produk konjugat dan inversnya. Jadi sedikitnya seluruh penutupan normal R\langle\!\langle R\rangle\!\rangle dibunuh. Sebaliknya, hasil bagi oleh penutupan normal itu mempunyai sifat universal yang tepat bagi semua homomorfisma yang membunuh RR. Maka grup hasilnya persis

π1(W,*)/R. \pi_1(W,*)/\langle\!\langle R\rangle\!\rangle.

Untuk g=2g=2, urutan sisi oktagon adalah

a1b1a11b11a2b2a21b21=[a1,b1][a2,b2]. a_1b_1a_1^{-1}b_1^{-1}a_2b_2a_2^{-1}b_2^{-1} =[a_1,b_1][a_2,b_2].

Dengan memasang bagian dalam oktagon sebagai satu sel-22, diperoleh

π1(Σ2,*)a1,b1,a2,b2[a1,b1][a2,b2]=e. \pi_1(\Sigma_2,*) \cong \langle a_1,b_1,a_2,b_2 \mid [a_1,b_1][a_2,b_2]=e\rangle.

Terakhir, f(1)f(1) adalah titik WW; karena ff bertitik, nilainya justru titik basis **. Relator RR adalah unsur grup fundamental, yakni kelas homotopi berujung tetap dari keseluruhan loop. Jadi persamaan yang bertipe benar adalah

[f]=Rπ1(W,*). [f]=R\in\pi_1(W,*).

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 3047–3209 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang itu dimulai dengan kata “Recall” dan penanda Kuliah 14 pada baris 3047, lalu berakhir sesudah catatan tentang komponen ruang penutup pada baris 3208 dan baris kosong 3209. Penanda Kuliah 15 pada baris 3210 tidak termasuk dalam unit ini. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Judul bagian sumber “Classifying covering spaces” berada pada baris 3045 dan sudah dipertahankan sebagai judul penunjuk ke depan pada akhir Unit 13. Unit 14 langsung melanjutkan isi di bawah judul tersebut tanpa menggandakan judul sumber. Sesuai istilah global edisi, covering space selanjutnya diterjemahkan sebagai ruang penutup.

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, serta pemindahan kelima catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Ketiga diagram Xy-pic sumber ditulis ulang sebagai gambar semantik yang juga mencantumkan daftar panah dan persamaan komutativitas; maknanya tidak bergantung pada posisi visual.

Sejumlah cacat sumber diperbaiki secara independen. Dua aksi pada contoh lingkaran dibatasi ke grup bertitik π1(S1,1)\pi_1(S^1,1) dan kodomainnya ditulis sebagai grup permutasi himpunan, bukan Aut\operatorname{Aut} yang dapat keliru dibaca sebagai automorfisma grup siklik. Aksi monodromi langsung tetap berupa aksi kanan, konsisten dengan urutan konkatenasi kronologis yang ditetapkan pada Unit 7–10. Karena itu kategori himpunan-GG ditulis sebagai kategori aksi kanan dan dekomposisi orbit memakai koset kanan Stab(p)G\operatorname{Stab}(p)\backslash G. Pemetaan yang salah ketik π1(Xi,ai)Zai\pi_1(X_i,a_i)\to Z_{a_i} diganti oleh pemetaan aksi bertipe benar Zai×π1(Xi,ai)ZaiZ_{a_i}\times\pi_1(X_i,a_i)\to Z_{a_i}. Notasi penampang dan himpunan titik pilihan dipisahkan, dependensi pada pilihan dinyatakan, dan salah eja serta kalimat tak gramatikal sumber dinormalkan.

Sumber menyerahkan dua bukti sebagai “Exercise” dan tidak memberikan bukti bagi lema tentang [𝑩G,𝑺𝒆𝒕][\mathbf BG,\mathbf{Set}]. Pendamping penguasaan yang jelas ditandai sebagai materi asli edisi memberi enam pemeriksaan terbatas beserta solusi lengkap: naturalitas monodromi; kedua latihan sumber; lema 𝑩G\mathbf BG; audit tipe pada contoh lingkaran; serta reduksi melalui komponen, orbit, dan hipotesis SLSC. Tidak satu pun solusi memakai konstruksi ruang penutup universal atau hasil klasifikasi dari kuliah sesudahnya. Seluruh materi pendamping tersedia di bawah CC BY 4.0 dan tidak meminjam solusi eksternal. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts, MIT, Haynes Miller, Sanath Devalapurkar, Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, atau institusi mereka.

14 Kuliah 14

Sambungan bagian. Unit 13 sudah memuat judul bagian sumber “Mengklasifikasikan ruang pelapis” dari Notes.tex baris 3045. Kuliah ini melanjutkan isi bagian tersebut mulai baris 3047. Jadi tidak ada isi matematis yang hilang di batas unit, dan judul sumber tidak dihitung sebagai judul baru yang kedua.

Sepanjang unit ini, produk lintasan atau panah [γ][η][\gamma][\eta] dibaca kronologis: γ\gamma ditempuh dahulu, lalu η\eta. Komposisi fungsi tetap ditulis dalam urutan baku kanan-ke-kiri. Karena

(γ#η)*=η*γ*, (\gamma\#\eta)_*=\eta_*\circ\gamma_*,

transpor titik akhir langsung pada serat adalah aksi kanan.

14.1 Pemetaan ruang penutup dan transformasi natural

Ingat bahwa setiap ruang penutup π:ZX\pi\colon Z\to X memberi fungtor monodromi

ρZ:Π1(X)𝑺𝒆𝒕,xZx:=π1(x),[γ:xy](γ*Z:ZxZy). \begin{aligned} \rho_Z\colon\Pi_1(X)&\longrightarrow\mathbf{Set},\\ x&\longmapsto Z_x:=\pi^{-1}(x),\\ [\gamma\colon x\rightsquigarrow y] &\longmapsto \bigl(\gamma_*^Z\colon Z_x\xrightarrow{\cong}Z_y\bigr). \end{aligned}

Di sini γ*Z(z)\gamma_*^Z(z) adalah titik akhir dari satu-satunya pengangkatan γ\gamma yang berawal di zz.

Sekarang ambil dua ruang penutup π1:Z1X\pi_1\colon Z_1\to X dan π2:Z2X\pi_2\colon Z_2\to X, serta suatu morfisma f:Z1Z2f\colon Z_1\to Z_2 di CovX\operatorname{Cov}_X.

Diagram 14.1 (morfisma di atas ruang dasar). Data panahnya adalah

Z1fZ2,Z1π1X,Z2π2X, Z_1\xrightarrow{\ f\ }Z_2, \qquad Z_1\xrightarrow{\ \pi_1\ }X, \qquad Z_2\xrightarrow{\ \pi_2\ }X,

dan syarat komutativitasnya ialah

π2f=π1. \pi_2\circ f=\pi_1.

Jadi segitiga sumber menyatakan bahwa ff adalah pemetaan ruang penutup di atas identitas XX.

Untuk setiap xXx\in X, komutativitas itu memberi pembatasan pada serat

fx:=f|(Z1)x:(Z1)x(Z2)x. f_x:=f|_{(Z_1)_x}\colon (Z_1)_x\longrightarrow(Z_2)_x.

Dengan kata lain, fxf_x adalah fungsi ρZ1(x)ρZ2(x)\rho_{Z_1}(x)\to\rho_{Z_2}(x) pada setiap objek xx dari Π1(X)\Pi_1(X).

Ambil lintasan γ:xy\gamma\colon x\rightsquigarrow y di XX dan z(Z1)xz\in(Z_1)_x. Terdapat tepat satu pengangkatan

γ̃z1:zγ*Z1(z) \widetilde{\gamma}^{\,1}_z\colon z\rightsquigarrow\gamma_*^{Z_1}(z)

di Z1Z_1. Komposit fγ̃z1f\circ\widetilde{\gamma}^{\,1}_z adalah lintasan di Z2Z_2 dari fx(z)f_x(z) ke fy(γ*Z1(z))f_y(\gamma_*^{Z_1}(z)). Karena π2f=π1\pi_2\circ f=\pi_1, komposit itu mengangkat γ\gamma. Keunikan pengangkatan lintasan menunjukkan bahwa komposit tersebut adalah pengangkatan γ\gamma yang berawal di fx(z)f_x(z); titik akhirnya ialah γ*Z2(fx(z))\gamma_*^{Z_2}(f_x(z)). Maka

fy(γ*Z1(z))=γ*Z2(fx(z)). f_y\bigl(\gamma_*^{Z_1}(z)\bigr) = \gamma_*^{Z_2}\bigl(f_x(z)\bigr).

Diagram 14.2 (persegi naturalitas pada suatu lintasan). Persegi

(Z1)x(Z1)y(Z2)x(Z2)y \begin{array}{ccc} (Z_1)_x&\longrightarrow&(Z_1)_y\\ \downarrow&&\downarrow\\ (Z_2)_x&\longrightarrow&(Z_2)_y \end{array}

komutatif. Panah atas adalah γ*Z1\gamma_*^{Z_1}, panah bawah adalah γ*Z2\gamma_*^{Z_2}, dan panah tegak kiri serta kanan masing-masing adalah fxf_x dan fyf_y. Secara linear, kedua rute dari (Z1)x(Z_1)_x ke (Z2)y(Z_2)_y memenuhi

fyγ*Z1=γ*Z2fx. f_y\circ\gamma_*^{Z_1} = \gamma_*^{Z_2}\circ f_x.

Jadi keluarga (fx)xX(f_x)_{x\in X} merupakan transformasi natural ρZ1ρZ2\rho_{Z_1}\Rightarrow\rho_{Z_2}. Ingat bahwa kategori fungtor [𝒞,𝑺𝒆𝒕][\mathcal C,\mathbf{Set}] mempunyai fungtor 𝒞𝑺𝒆𝒕\mathcal C\to\mathbf{Set} sebagai objek dan transformasi natural sebagai morfisma.

Proposisi 14.1 (fungtor monodromi). Penetapan

(ZπX)ρZ (Z\xrightarrow{\pi}X)\longmapsto\rho_Z

mendefinisikan fungtor

CovX[Π1(X),𝑺𝒆𝒕]. \operatorname{Cov}_X \longrightarrow [\Pi_1(X),\mathbf{Set}].

Bukti. Untuk pemetaan identitas idZ\operatorname{id}_Z, pembatasan pada setiap serat adalah idZx\operatorname{id}_{Z_x}, sehingga transformasi natural yang dihasilkan adalah identitas ρZρZ\rho_Z\Rightarrow\rho_Z.

Jika

Z1fZ2gZ3 Z_1\xrightarrow{f}Z_2\xrightarrow{g}Z_3

adalah dua morfisma ruang penutup di atas XX, maka pada setiap xXx\in X

(gf)x=gxfx. (g\circ f)_x=g_x\circ f_x.

Karena komposisi transformasi natural dihitung per komponen, transformasi yang terkait dengan gfg\circ f adalah komposit transformasi yang terkait dengan ff dan gg. Jadi identitas dan komposisi dipertahankan. \square

14.2 Dua ruang penutup lingkaran

Contoh 14.1 (reduksi modulo nn sebagai pemetaan monodromi). Pandang S1S^1\subset\mathbb C. Untuk n>1n>1, definisikan

p(t)=e2πit,Fn(t)=e2πit/n,qn(z)=zn. p(t)=e^{2\pi it}, \qquad F_n(t)=e^{2\pi it/n}, \qquad q_n(z)=z^n.

Pemetaan p:S1p\colon\mathbb R\to S^1 dan qn:S1S1q_n\colon S^1\to S^1 mendefinisikan ruang penutup, sedangkan Fn:S1F_n\colon\mathbb R\to S^1 adalah morfisma di antara keduanya.

Diagram 14.3 (ruang penutup eksponensial menuju penutup pangkat-nn). Daftar panahnya ialah

FnS1,pS1,S1qnS1. \mathbb R\xrightarrow{\ F_n\ }S^1, \qquad \mathbb R\xrightarrow{\ p\ }S^1, \qquad S^1\xrightarrow{\ q_n\ }S^1.

Segitiga komutatif karena

(qnFn)(t)=(e2πit/n)n=e2πit=p(t). (q_n\circ F_n)(t) = \bigl(e^{2\pi it/n}\bigr)^n = e^{2\pi it} =p(t).

Setiap serat pp adalah torsor bagi translasi bilangan bulat, sehingga isomorfik sebagai himpunan dengan \mathbb Z, meskipun tidak ada identifikasi terpilih pada serat umum. Serat p1(1)p^{-1}(1) benar-benar sama dengan \mathbb Z. Serat qn1(1)q_n^{-1}(1) adalah himpunan akar kesatuan

μn={e2πik/n:k}. \mu_n=\{e^{2\pi ik/n}:k\in\mathbb Z\}.

Gunakan identifikasi terpilih

θn:/nμn,k¯e2πik/n. \theta_n\colon\mathbb Z/n\xrightarrow{\cong}\mu_n, \qquad \overline{k}\longmapsto e^{2\pi ik/n}.

Pada serat di atas 11, pemetaan FnF_n karena itu menginduksi

/n,kk¯. \begin{aligned} \mathbb Z&\longrightarrow\mathbb Z/n,\\ k&\longmapsto\overline{k}. \end{aligned}

Sebuah morfisma dari 11 ke dirinya sendiri di Π1(S1)\Pi_1(S^1) adalah kelas loop. Setelah memilih generator berarah positif, grup automorfisma objek itu diidentifikasi dengan

π1(S1,1). \pi_1(S^1,1)\cong\mathbb Z.

Transpor titik akhir langsung memberi aksi kanan

×,km=k+m,(/n)×/n,k¯m=k+m¯. \begin{aligned} \mathbb Z\times\mathbb Z&\longrightarrow\mathbb Z, &k\cdot m&=k+m,\\ (\mathbb Z/n)\times\mathbb Z&\longrightarrow\mathbb Z/n, &\overline{k}\cdot m&=\overline{k+m}. \end{aligned}

Jika RmR_m^{\mathbb R} dan RmnR_m^n menyatakan operator titik akhir, tipe yang tidak ambigu adalah

R:opSym(),m(kk+m),Rn:opSym(/n),m(k¯k+m¯). \begin{aligned} R^{\mathbb R}\colon\mathbb Z^{\mathrm{op}} &\longrightarrow\operatorname{Sym}(\mathbb Z), &m&\longmapsto(k\mapsto k+m),\\ R^n\colon\mathbb Z^{\mathrm{op}} &\longrightarrow\operatorname{Sym}(\mathbb Z/n), &m&\longmapsto(\overline{k}\mapsto\overline{k+m}). \end{aligned}

Di sini Sym(S)\operatorname{Sym}(S) berarti grup semua bijeksi himpunan SS. Karena /n\mathbb Z/n mempunyai nn unsur, Sym(/n)Sn\operatorname{Sym}(\mathbb Z/n)\cong S_n setelah pelabelan unsur dipilih. Khusus untuk grup abelian \mathbb Z, grup lawan dapat diidentifikasi dengan \mathbb Z lagi; namun notasi aksi kanan tetap merekam asal rumus dari pengangkatan lintasan.

Pemetaan reduksi modulo nn ekuivarian karena

km¯=k+m¯=k¯m. \overline{k\cdot m} = \overline{k+m} = \overline{k}\cdot m.

Ini adalah kasus khusus naturalitas transformasi yang diinduksi oleh FnF_n.

14.3 Mereduksi pertanyaan klasifikasi

Pertanyaan 14.1. Fungtor atau representasi manakah

Π1(X)𝑺𝒆𝒕 \Pi_1(X)\longrightarrow\mathbf{Set}

yang dapat muncul sebagai ρZ\rho_Z untuk suatu ruang penutup ZXZ\to X?

Setiap himpunan jelas dapat direalisasikan sebagai himpunan komponen terhubung suatu ruang. Unit 13 juga menjelaskan konstruksi pushout yang, untuk setiap grup GG, menghasilkan suatu ruang bertitik (Y,*)(Y,*) dengan π1(Y,*)G\pi_1(Y,*)\cong G. Akan tetapi, kedua fakta realisasi tersebut belum menunjukkan cara membangun ruang penutup dari sebuah fungtor yang diberikan

Π1(X)𝑺𝒆𝒕. \Pi_1(X)\longrightarrow\mathbf{Set}.

Semua ruang penutup yang telah kita lihat sejauh ini merupakan contoh alami yang sudah dikenal atau contoh kecil yang dipilih untuk menyoroti bagian tertentu dari grupoid fundamental ruang sederhana. Strategi kita adalah mereduksi kedua sisi masalah: sisi topologis CovX\operatorname{Cov}_X dan sisi aljabar [Π1(X),𝑺𝒆𝒕][\Pi_1(X),\mathbf{Set}]. Unit ini menyelesaikan reduksi aljabarnya; realisasi semua objek dan klasifikasi penuh baru dibahas kemudian.

14.4 Memilih satu titik pada setiap komponen

Gunakan asumsi umum bahwa ruang-ruang kita terhubung lintasan semilokal (SLPC). Tuliskan

I:=[pt,X] I:=[\mathrm{pt},X]

untuk himpunan komponen lintasan XX. Pilih suatu penampang pada tingkat himpunan

s:IX,iai, s\colon I\longrightarrow X, \qquad i\longmapsto a_i,

dari pemetaan yang mengirim titik ke komponen lintasannya, lalu bedakan penampang itu dari citranya dengan menulis

A:=s(I)={ai:iI}X. A:=s(I)=\{a_i:i\in I\}\subseteq X.

Dalam konvensi SLPC mata kuliah ini, setiap komponen lintasan terbuka. Jadi pemetaan XIX\to I kontinu jika II diberi topologi diskret, dan penampang ss juga kontinu karena domainnya diskret. Untuk argumen kategoris di bawah, yang diperlukan hanyalah satu titik pilihan aia_i pada setiap komponen.

Inklusi subgrupoid penuh

i:Π1(X,A)Π1(X) i\colon\Pi_1(X,A)\hookrightarrow\Pi_1(X)

adalah ekuivalensi: setiap objek xXx\in X terhubung oleh suatu kelas lintasan dengan satu-satunya objek pilihan aia_i di komponennya. Pernyataan ini adalah isi rujukan catatan pinggir sumber ke Assignment 2, soal 7; alasannya kini diletakkan langsung dalam urutan bacaan.

Lema 14.1 (restriksi sepanjang subkategori penuh yang ekuivalen). Jika

i:𝒞𝒟 i\colon\mathcal C\hookrightarrow\mathcal D

adalah inklusi subkategori penuh sekaligus ekuivalensi, maka fungtor restriksi

[𝒟,𝑺𝒆𝒕]i*[𝒞,𝑺𝒆𝒕],FFi \begin{aligned} [\mathcal D,\mathbf{Set}]&\xrightarrow{\ i^*\ } [\mathcal C,\mathbf{Set}],\\ F&\longmapsto F\circ i \end{aligned}

adalah ekuivalensi kategori.

Latihan Sumber 14.1. Buktikan Lema 14.1. Sumber menuliskan seluruh buktinya sebagai “Exercise”. Solusi mandiri tersedia pada Pemeriksaan Penguasaan 14.2.

14.5 Memisahkan komponen dan aksi grup

Untuk setiap iIi\in I, misalkan XiX_i adalah komponen lintasan yang memuat aia_i. Karena komponen-komponen itu terbuka, XX adalah koproduk topologis iIXi\coprod_{i\in I}X_i. Tidak ada lintasan antara dua komponen yang berlainan, sehingga

Π1(X,A)=Π1(iIXi,iI{ai})iI𝑩π1(Xi,ai). \Pi_1(X,A) = \Pi_1\!\left( \coprod_{i\in I}X_i, \coprod_{i\in I}\{a_i\} \right) \cong \coprod_{i\in I}\mathbf B\pi_1(X_i,a_i).

Lema 14.2 (fungtor dari koproduk kategori). Untuk setiap keluarga kategori (𝒞i)iI(\mathcal C_i)_{i\in I} terdapat isomorfisma kategori

[iI𝒞i,𝑺𝒆𝒕]iI[𝒞i,𝑺𝒆𝒕]. \left[\coprod_{i\in I}\mathcal C_i,\mathbf{Set}\right] \xrightarrow{\ \cong\ } \prod_{i\in I}[\mathcal C_i,\mathbf{Set}].

Sebuah objek di ruas kanan adalah satu tupel fungtor, tepat satu dari setiap kategori faktor; morfismanya adalah tupel transformasi natural dengan indeks yang sama.

Latihan Sumber 14.2. Buktikan Lema 14.2. Sumber menuliskan seluruh buktinya sebagai “Exercise”. Solusi mandiri tersedia pada Pemeriksaan Penguasaan 14.3.

Untuk suatu grup GG, tuliskan 𝑺𝒆𝒕G\mathbf{Set}_G bagi kategori himpunan dengan aksi kanan GG. Pilihan notasi ini mempertahankan konvensi monodromi langsung Unit 7–10. Bentuk aksi kiri yang dipakai sumber dapat selalu diperoleh dengan

gp:=pg1, g\star p:=p\cdot g^{-1},

tetapi bentuk itu tidak akan menggantikan aksi kanan langsung dalam unit ini.

Definisi 14.1 (himpunan-GG kanan). Objek 𝑺𝒆𝒕G\mathbf{Set}_G adalah pasangan (S,ρ)(S,\rho) dengan pemetaan

ρ:S×GS,(p,g)pg, \rho\colon S\times G\longrightarrow S, \qquad (p,g)\longmapsto p\cdot g,

yang memenuhi

pe=p,p(gh)=(pg)h. p\cdot e=p, \qquad p\cdot(gh)=(p\cdot g)\cdot h.

Morfisma f:STf\colon S\to T adalah fungsi ekuivarian, yakni

f(pg)=f(p)g f(p\cdot g)=f(p)\cdot g

untuk semua pSp\in S dan gGg\in G.

Lebih umum, jika Γ\Gamma adalah grupoid dan ρ:Γ𝑺𝒆𝒕\rho\colon\Gamma\to\mathbf{Set} suatu representasi, maka untuk setiap objek xΓx\in\Gamma terdapat aksi oleh grup automorfisma Γ(x,x)\Gamma(x,x) pada ρ(x)\rho(x). Dengan urutan produk kronologis, aksi langsung itu adalah aksi kanan. Jika α:ρρ\alpha\colon\rho\Rightarrow\rho' adalah transformasi natural, komponennya

αx:ρ(x)ρ(x) \alpha_x\colon\rho(x)\longrightarrow\rho'(x)

ekuivarian terhadap aksi Γ(x,x)\Gamma(x,x). Evaluasi pada xx juga mempertahankan identitas dan komposisi transformasi natural.

Lema 14.3 (fungtor dari grupoid satu objek). Dengan konvensi produk kronologis, konstruksi sebelumnya memberi isomorfisma kategori

[𝑩G,𝑺𝒆𝒕]𝑺𝒆𝒕G. [\mathbf BG,\mathbf{Set}] \xrightarrow{\ \cong\ } \mathbf{Set}_G.

Sumber tidak memberikan bukti lema ini. Bukti mandiri tersedia pada Pemeriksaan Penguasaan 14.4.

Gabungkan ketiga lema di atas. Kita memperoleh rantai ekuivalensi

[Π1(X),𝑺𝒆𝒕]i*[Π1(X,A),𝑺𝒆𝒕]iI[𝑩π1(Xi,ai),𝑺𝒆𝒕]iI𝑺𝒆𝒕π1(Xi,ai). \begin{aligned} [\Pi_1(X),\mathbf{Set}] &\xrightarrow[\ \simeq\ ]{\ i^*\ } [\Pi_1(X,A),\mathbf{Set}]\\ &\cong \prod_{i\in I} [\mathbf B\pi_1(X_i,a_i),\mathbf{Set}]\\ &\cong \prod_{i\in I}\mathbf{Set}_{\pi_1(X_i,a_i)}. \end{aligned}

Ekuivalensi pertama bergantung pada pilihan titik aia_i dan, ketika invers semu ditulis eksplisit, pada pilihan lintasan menuju titik-titik itu. Fungtor monodromi asli ρZ:Π1(X)𝑺𝒆𝒕\rho_Z\colon\Pi_1(X)\to\mathbf{Set} tidak memerlukan pilihan titik pangkal; hasil-hasil dari dua pilihan berbeda berhubungan melalui ekuivalensi natural.

Komposisikan rantai tadi dengan Proposisi 14.1.

Fungtor serat komponen. Fungtor yang dihasilkan adalah

CovXiI𝑺𝒆𝒕π1(Xi,ai),(ZX)(ρi:Zai×π1(Xi,ai)Zai)iI, \begin{aligned} \operatorname{Cov}_X &\longrightarrow \prod_{i\in I}\mathbf{Set}_{\pi_1(X_i,a_i)},\\ (Z\to X) &\longmapsto \left( \rho_i\colon Z_{a_i}\times\pi_1(X_i,a_i)\longrightarrow Z_{a_i} \right)_{i\in I}, \end{aligned}

dengan

ρi(z,[γ])=z[γ]:=γ*Z(z). \rho_i(z,[\gamma]) = z\cdot[\gamma] := \gamma_*^Z(z).

Kodomain ini lebih mudah ditangani. Setiap himpunan-GG kanan merupakan gabungan saling lepas orbit-orbitnya. Pilih satu titik pjp_j pada setiap orbit, dengan jS/Gj\in S/G, dan tuliskan

Hj:=Stab(pj)={gG:pjg=pj}. H_j:=\operatorname{Stab}(p_j) = \{g\in G:p_j\cdot g=p_j\}.

Maka terdapat isomorfisma himpunan-GG kanan

jS/GHjGS,Hjgpjg. \begin{aligned} \coprod_{j\in S/G}H_j\backslash G &\xrightarrow{\ \cong\ }S,\\ H_jg&\longmapsto p_j\cdot g. \end{aligned}

Ruang HjGH_j\backslash G terdiri atas koset kanan dan membawa aksi kanan melalui perkalian di ruas kanan. Jika aksi diubah menjadi aksi kiri gp=pg1g\star p=p\cdot g^{-1}, pernyataan ekuivalennya memakai G/HjG/H_j; kedua sisi koset tidak boleh dicampurkan.

14.6 Hipotesis untuk langkah berikutnya

Catatan 14.1 (SLSC dan komponen ruang penutup). Mulai titik ini, kita hanya mempertimbangkan ruang yang terhubung sederhana semilokal (SLSC), karena itulah hipotesis yang kelak dipakai pada teorema klasifikasi.

Dalam konvensi mata kuliah ini, SLSC sudah mencakup adanya basis lingkungan yang terhubung lintasan. Jadi XX terhubung lintasan lokal. Jika π:ZX\pi\colon Z\to X adalah ruang penutup dan zZz\in Z, pilih lingkungan terhubung lintasan UU dari π(z)\pi(z) yang tertutup rata. Lembaran Vπ1(U)V\subseteq\pi^{-1}(U) yang memuat zz homeomorfik dengan UU. Lembaran semacam itu membentuk basis lingkungan terhubung lintasan di ZZ. Karena itu ZZ terhubung lintasan lokal, sehingga komponen terhubung dan komponen lintasannya bertepatan.

Batas ke Unit 15. Sampai di sini sisi aljabar telah dipisahkan menurut komponen dasar dan orbit aksi. Unit 15 mulai pada Notes.tex baris 3210 dan memberikan pemisahan topologis yang bersesuaian bagi kategori ruang penutup. Unit 14 belum mengonstruksi ruang penutup dari sembarang aksi, belum memakai ruang penutup universal, dan belum membuktikan teorema klasifikasi.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Bagian ini merupakan materi asli edisi, bukan bagian dari Notes.tex. Enam pemeriksaan berikut hanya memakai hasil yang tersedia sampai akhir Unit 14. Pemeriksaan 14.2 dan 14.3 menyelesaikan dua latihan sumber; Pemeriksaan 14.4 memberi bukti bagi lema yang tidak dibuktikan sumber. Seluruh solusi disusun mandiri dan tersedia di bawah CC BY 4.0.

Pemeriksaan penguasaan 14.1 (naturalitas dan fungtorialitas). Misalkan f:Z1Z2f\colon Z_1\to Z_2 dan g:Z2Z3g\colon Z_2\to Z_3 adalah morfisma ruang penutup di atas XX.

  1. Buktikan bahwa fyγ*Z1=γ*Z2fxf_y\circ\gamma_*^{Z_1} =\gamma_*^{Z_2}\circ f_x untuk setiap [γ:xy][\gamma\colon x\rightsquigarrow y].
  2. Buktikan bahwa keluarga (gxfx)xX(g_x\circ f_x)_{x\in X} adalah transformasi natural yang terkait dengan gfg\circ f.

14.7 Solusi Pemeriksaan 14.1

Ambil z(Z1)xz\in(Z_1)_x dan angkat γ\gamma ke lintasan γ̃z\widetilde\gamma_z di Z1Z_1. Karena ff berada di atas XX, fγ̃zf\circ\widetilde\gamma_z juga mengangkat γ\gamma dan berawal di fx(z)f_x(z). Keunikan pengangkatan memberi

fy(γ*Z1(z))=γ*Z2(fx(z)). f_y(\gamma_*^{Z_1}(z)) = \gamma_*^{Z_2}(f_x(z)).

Karena persamaan berlaku bagi setiap zz, persegi naturalitas komutatif.

Pada setiap serat,

(gf)x=gxfx. (g\circ f)_x=g_x\circ f_x.

Komposit dua persegi naturalitas memberi

(gyfy)γ*Z1=γ*Z3(gxfx), (g_y\circ f_y)\circ\gamma_*^{Z_1} = \gamma_*^{Z_3}\circ(g_x\circ f_x),

sehingga keluarga tersebut natural. Perhitungan per komponen juga menunjukkan bahwa fungtor monodromi mempertahankan komposisi.

Pemeriksaan penguasaan 14.2 (solusi Latihan Sumber 14.1). Jika i:𝒞𝒟i\colon\mathcal C\hookrightarrow\mathcal D penuh dan merupakan ekuivalensi, konstruksikan invers semu bagi

i*:[𝒟,𝑺𝒆𝒕][𝒞,𝑺𝒆𝒕] i^*\colon[\mathcal D,\mathbf{Set}]\to[\mathcal C,\mathbf{Set}]

dan jelaskan mengapa hasilnya hanya bergantung pada pilihan hingga isomorfisma natural.

14.8 Solusi Pemeriksaan 14.2

Karena ii ekuivalensi, pilih fungtor invers semu r:𝒟𝒞r\colon\mathcal D\to\mathcal C beserta isomorfisma natural

riid𝒞,irid𝒟. ri\cong\operatorname{id}_{\mathcal C}, \qquad ir\cong\operatorname{id}_{\mathcal D}.

Pra-komposisi dengan rr memberi

r*:[𝒞,𝑺𝒆𝒕][𝒟,𝑺𝒆𝒕],FFr. r^*\colon[\mathcal C,\mathbf{Set}]\longrightarrow [\mathcal D,\mathbf{Set}], \qquad F\longmapsto F\circ r.

Pra-komposisi isomorfisma riid𝒞ri\cong\operatorname{id}_{\mathcal C} dengan setiap FF memberi

i*r*(F)=FriF. i^*r^*(F)=F\circ r\circ i\cong F.

Demikian pula, irid𝒟ir\cong\operatorname{id}_{\mathcal D} memberi

r*i*(H)=HirH r^*i^*(H)=H\circ i\circ r\cong H

untuk H:𝒟𝑺𝒆𝒕H\colon\mathcal D\to\mathbf{Set}. Kedua isomorfisma natural juga berlaku pada transformasi natural, sehingga i*i^* dan r*r^* merupakan ekuivalensi invers semu. Pilihan invers semu lain menghasilkan fungtor yang terhubung oleh isomorfisma natural; karena itu reduksi ini bukan identifikasi kanonik harfiah.

Pemeriksaan penguasaan 14.3 (solusi Latihan Sumber 14.2). Bangun kedua arah isomorfisma

[i𝒞i,𝑺𝒆𝒕]i[𝒞i,𝑺𝒆𝒕] \left[\coprod_i\mathcal C_i,\mathbf{Set}\right] \cong \prod_i[\mathcal C_i,\mathbf{Set}]

pada objek dan morfisma.

14.9 Solusi Pemeriksaan 14.3

Jika F:i𝒞i𝑺𝒆𝒕F\colon\coprod_i\mathcal C_i\to\mathbf{Set}, batasi FF pada setiap komponen kategori untuk memperoleh tupel

(Fi:𝒞i𝑺𝒆𝒕)iI. (F_i\colon\mathcal C_i\to\mathbf{Set})_{i\in I}.

Transformasi natural α:FG\alpha\colon F\Rightarrow G juga membatasi menjadi tupel (αi:FiGi)i(\alpha_i\colon F_i\Rightarrow G_i)_i.

Sebaliknya, dari tupel (Fi)i(F_i)_i, definisikan FF pada objek atau morfisma yang berasal dari 𝒞i\mathcal C_i dengan memakai FiF_i. Definisi ini lengkap karena koproduk kategori tidak memiliki morfisma di antara dua faktor berbeda. Tupel transformasi natural dirakit dengan cara yang sama. Pembatasan sesudah perakitan dan perakitan sesudah pembatasan sama dengan identitas, baik pada objek maupun morfisma. Jadi yang diperoleh benar-benar isomorfisma kategori.

Pemeriksaan penguasaan 14.4 (lema grupoid satu objek). Buktikan secara langsung bahwa

[𝑩G,𝑺𝒆𝒕]𝑺𝒆𝒕G [\mathbf BG,\mathbf{Set}]\cong\mathbf{Set}_G

untuk produk kronologis, termasuk pernyataan tentang transformasi natural.

14.10 Solusi Pemeriksaan 14.4

Grupoid 𝑩G\mathbf BG mempunyai satu objek ** dan morfisma gGg\in G. Produk ghgh berarti menempuh gg dahulu, lalu hh. Dari fungtor F:𝑩G𝑺𝒆𝒕F\colon\mathbf BG\to\mathbf{Set}, ambil S=F(*)S=F(*) dan definisikan

pg:=F(g)(p). p\cdot g:=F(g)(p).

Hukum fungtor untuk urutan kronologis adalah

F(gh)=F(h)F(g). F(gh)=F(h)\circ F(g).

Karena itu

p(gh)=F(gh)(p)=F(h)(F(g)(p))=(pg)h, p\cdot(gh) =F(gh)(p) =F(h)(F(g)(p)) =(p\cdot g)\cdot h,

dan identitas di 𝑩G\mathbf BG memberi pe=pp\cdot e=p. Jadi SS adalah himpunan-GG kanan.

Sebaliknya, dari aksi kanan pada SS, tetapkan F(*)=SF(*)=S dan F(g)(p)=pgF(g)(p)=p\cdot g. Kedua hukum aksi tepat menjadi hukum identitas dan komposisi fungtor. Sebuah transformasi natural antara dua fungtor hanya mempunyai satu komponen u:STu\colon S\to T, dan naturalitas pada gg menyatakan

u(pg)=u(p)g. u(p\cdot g)=u(p)\cdot g.

Jadi transformasi natural tepat sama dengan fungsi ekuivarian. Kedua konstruksi saling invers pada objek dan morfisma.

Pemeriksaan penguasaan 14.5 (audit tipe contoh lingkaran). Untuk contoh pp, qnq_n, dan FnF_n:

  1. tuliskan domain dan kodomain operator monodromi bertitik secara tepat;
  2. buktikan bahwa reduksi /n\mathbb Z\to\mathbb Z/n ekuivarian;
  3. jelaskan mengapa contoh abelian ini tidak dapat mendeteksi pembalikan urutan aksi.

14.11 Solusi Pemeriksaan 14.5

Setelah memilih titik 1S11\in S^1, domainnya adalah π1(S1,1)\pi_1(S^1,1)\cong\mathbb Z, bukan seluruh Π1(S1)\Pi_1(S^1). Operator langsung bertipe

opSym(),opSym(/n), \mathbb Z^{\mathrm{op}}\to\operatorname{Sym}(\mathbb Z), \qquad \mathbb Z^{\mathrm{op}}\to\operatorname{Sym}(\mathbb Z/n),

atau, secara ekuivalen, berupa dua aksi kanan yang ditampilkan pada Contoh 14.1. Untuk r(k)=k¯r(k)=\overline{k},

r(km)=r(k+m)=k+m¯=k¯m=r(k)m, r(k\cdot m) =r(k+m) =\overline{k+m} =\overline{k}\cdot m =r(k)\cdot m,

jadi rr ekuivarian.

Secara umum operator aksi kanan memenuhi Rgh=RhRgR_{gh}=R_h\circ R_g, sedangkan homomorfisma aksi kiri biasa memenuhi urutan operator yang berlawanan. Pada \mathbb Z, penjumlahan dan semua translasi yang bersangkutan komutatif, sehingga

Rm+l=RlRm=RmRl. R_{m+l}=R_l\circ R_m=R_m\circ R_l.

Akibatnya contoh lingkaran saja menyembunyikan perbedaan sisi; konvensi harus ditetapkan sebelum beralih ke grup fundamental nonabelian.

Pemeriksaan penguasaan 14.6 (komponen, orbit, dan SLSC). Misalkan XX SLPC, pilih aia_i pada setiap komponen lintasan XiX_i, dan misalkan SS suatu himpunan-GG kanan.

  1. Jelaskan mengapa Π1(X,A)\Pi_1(X,A) tidak mempunyai panah di antara dua aia_i yang berbeda dan mengapa inklusinya ke Π1(X)\Pi_1(X) tetap esensial surjektif.
  2. Untuk pSp\in S dan H=Stab(p)H=\operatorname{Stab}(p), buktikan bahwa orbit pGpG isomorfik dengan HGH\backslash G sebagai himpunan-GG kanan.
  3. Jika XX SLSC dan ZXZ\to X ruang penutup, buktikan bahwa komponen terhubung dan komponen lintasan ZZ bertepatan.

14.12 Solusi Pemeriksaan 14.6

Lintasan dari aia_i ke aja_j akan menempatkan keduanya dalam komponen lintasan yang sama. Karena dipilih tepat satu titik pada setiap komponen, tidak ada panah demikian bila iji\ne j. Sebaliknya, setiap xXx\in X terletak dalam suatu XiX_i, sehingga ada lintasan dari xx ke aia_i. Jadi setiap objek Π1(X)\Pi_1(X) isomorfik dengan objek dalam subgrupoid penuh Π1(X,A)\Pi_1(X,A); inklusi itu esensial surjektif.

Definisikan

Φ:HGpG,Hgpg. \Phi\colon H\backslash G\longrightarrow pG, \qquad Hg\longmapsto p\cdot g.

Jika Hg=HgHg=Hg', ambil hHh\in H sedemikian sehingga g=hgg'=hg. Lalu

pg=p(hg)=(ph)g=pg, p\cdot g' =p\cdot(hg) =(p\cdot h)\cdot g =p\cdot g,

sehingga Φ\Phi terdefinisi baik. Sebaliknya, jika pg=pgp\cdot g=p\cdot g', terapkan aksi g1g^{-1} di kanan pada kedua ruas untuk memperoleh

p=p(gg1) p=p\cdot(g'g^{-1})

dan karena itu gg1Hg'g^{-1}\in H serta Hg=HgHg'=Hg. Dengan demikian Φ\Phi injektif, sedangkan surjektivitas benar dari definisi orbit. Untuk kGk\in G,

Φ((Hg)k)=Φ(Hgk)=p(gk)=(pg)k, \Phi((Hg)\cdot k) =\Phi(Hgk) =p\cdot(gk) =(p\cdot g)\cdot k,

sehingga Φ\Phi ekuivarian.

Terakhir, SLSC dalam konvensi mata kuliah memberi basis lingkungan terhubung lintasan pada XX. Di atas lingkungan yang tertutup rata, setiap lembaran ruang penutup homeomorfik dengan lingkungan tersebut. Lembaran-lembaran ini memberi basis lingkungan terhubung lintasan pada ZZ, sehingga ZZ terhubung lintasan lokal. Pada ruang terhubung lintasan lokal, setiap komponen lintasan terbuka; suatu komponen terhubung tidak dapat menjadi gabungan saling lepas dari lebih dari satu komponen lintasan terbuka. Maka komponen terhubung dan komponen lintasan ZZ bertepatan.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 3210–3286 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 15 dan berakhir dengan dua baris kosong setelah pertanyaan realisasi subgrup. Kuliah 16 dimulai di tengah berkas sumber pada baris 3287 dan tidak termasuk dalam unit ini. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan ketiga catatan pinggir sumber ke urutan bacaan utama. Kedua diagram Xy-pic vertikal ditulis ulang sebagai diagram semantik yang menyebut ruang total, ruang basis, dan arah peta. Keenam tampilan matematis sumber dipertahankan, dengan rumus peta ditambahkan ketika sumber hanya menyatakan kesurjektifan tanpa memberi nilai unsur.

Konvensi aksi diperjelas dan diperbaiki secara menyeluruh. Karena produk loop dalam kuliah ini dibaca kronologis, transpor serat langsung adalah aksi kanan:

z[γ]=γ*(z). z\mathbin{\cdot}[\gamma]=\gamma_*(z).

Oleh karena itu orbit bertitik diidentifikasi dengan ruang koset kanan HGH\backslash G, bukan G/HG/H. Setiap kemunculan grup fundamental ruang total sebagai subgrup juga diberi peta yang hilang, yakni π*π1(Z,z)π1(X,x0)\pi_*\pi_1(Z,z)\leq\pi_1(X,x_0). Penerapan tarik balik yang salah ketik inj*X\mathrm{in}_j^*X dikoreksi menjadi inj*Z\mathrm{in}_j^*Z, dan bukti orbit dilengkapi dengan identifikasi penstabil melalui kriteria pengangkatan loop tertutup.

Konvensi SLSC mata kuliah dipertahankan: istilah itu sudah mencakup basis lingkungan terhubung lintasan. Karena itu komponen ruang basis dan ruang total penutup bersifat terbuka, komponen terhubung sama dengan komponen lintasan, dan pembatasan ke setiap komponen ruang total benar-benar merupakan ruang penutup surjektif. Indeks komponen ruang basis dan ruang total dibedakan agar tidak bertabrakan. Catatan sumber tentang aksi bebas juga diperketat: agar YY/GY\to Y/G menjadi peta penutup, yang diperlukan adalah aksi penutup, bukan kebebasan saja.

Sumber menunda keberadaan ruang penutup terhubung sederhana, realisasi setiap subgrup, dan kepenuhan-setiaan fungtor monodromi. Edisi ini mempertahankan batas logis itu. Tujuh pemeriksaan penguasaan asli edisi hanya menyelesaikan langkah yang sudah menjadi kewajiban Unit 15: pemisahan menurut komponen, aksi kanan, orbit, penstabil, contoh lingkaran, dan sifat torsor yang bersifat kondisional. Materi pendamping tersedia di bawah CC BY 4.0 dan tidak meminjam solusi eksternal. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts, MIT, Haynes Miller, Sanath Devalapurkar, Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, atau institusi mereka.

15 Kuliah 15

Kita memakai dua konvensi tetap. Pertama, hasil kali loop [γ][η][\gamma][\eta] dibaca kronologis: γ\gamma ditempuh dahulu, lalu η\eta. Kedua, bila p:ZXp\colon Z\to X ruang penutup dan zZxz\in Z_x, transpor langsung didefinisikan oleh

z[γ]:=γ*(z). z\cdot[\gamma]:=\gamma_*(z).

Keunikan pengangkatan memberi

(z[γ])[η]=z([γ][η]), (z\cdot[\gamma])\cdot[\eta] =z\cdot([\gamma][\eta]),

jadi ini aksi kanan. Untuk grup GG, notasi 𝑺𝒆𝒕G\mathbf{Set}_G berarti kategori himpunan dengan aksi kanan GG dan pemetaan ekuivarian kanan. Dengan konvensi ini, ruang koset HG={Hg:gG}H\backslash G=\{Hg:g\in G\} membawa aksi kanan (Hg)k=H(gk)(Hg)\cdot k=H(gk).

15.1 Memisahkan ruang penutup menurut komponen basis

Lema 15.1. Jika ruang XX merupakan koproduk topologis

X=iIXi, X=\bigsqcup_{i\in I}X_i,

maka terdapat ekuivalensi kategori

CovXiICovXi. \operatorname{Cov}_X \simeq \prod_{i\in I}\operatorname{Cov}_{X_i}.

Bukti. Tuliskan inj:XjiIXi\mathrm{in}_j\colon X_j\to\bigsqcup_{i\in I}X_i untuk inklusi. Ruang penutup p:ZXp\colon Z\to X memberi ruang penutup hasil tarik balik

ZXj:=inj*Z=Xj×XZXj Z_{X_j} :=\mathrm{in}_j^*Z =X_j\times_X Z \longrightarrow X_j

untuk setiap jIj\in I. Pemetaan ruang penutup f:ZZf\colon Z\to Z' di atas XX membatasi menjadi pemetaan f|Xj:ZXjZXjf|_{X_j}\colon Z_{X_j}\to Z'_{X_j} di atas XjX_j. Jadi diperoleh fungtor

R:CovXiICovXi. R\colon\operatorname{Cov}_X \longrightarrow \prod_{i\in I}\operatorname{Cov}_{X_i}.

Sebaliknya, dari keluarga ruang penutup pi:ZiXip_i\colon Z_i\to X_i diperoleh ruang penutup

iIZiiIXi. \bigsqcup_{i\in I}Z_i \longrightarrow \bigsqcup_{i\in I}X_i.

Koproduk pemetaan ZiZiZ_i\to Z'_i memberi pemetaan ruang penutup di atas XX. Ini mendefinisikan fungtor CC dalam arah sebaliknya.

Tarik balik koproduk iZi\bigsqcup_i Z_i ke XjX_j secara kanonik isomorfik dengan ZjZ_j, sehingga RCidRC\cong\mathrm{id}. Di arah lain, himpunan terbuka p1(Xi)p^{-1}(X_i) membentuk partisi ZZ, dan pemetaan kanonik ip1(Xi)Z\bigsqcup_i p^{-1}(X_i)\to Z adalah homeomorfisma di atas XX; maka CRidCR\cong\mathrm{id}. Kedua isomorfisma itu natural pada pemetaan ruang penutup. Jadi RR dan CC merupakan ekuivalensi kategori.

Fungtor serat dari Unit 14—antarmuka masuknya bernama stabil o012-rbt-l14-eq-fibre-functor—karenanya memfaktor sebagai

CovXiICovXiiI𝑺𝒆𝒕π1(Xi,ai). \operatorname{Cov}_X \xrightarrow{\ \simeq\ } \prod_{i\in I}\operatorname{Cov}_{X_i} \longrightarrow \prod_{i\in I}\mathbf{Set}_{\pi_1(X_i,a_i)}.

Diagram 15.1 (objek sebelum pembatasan). Data awal adalah satu panah vertikal

ZpX. \begin{array}{c} Z\\[-2pt] \downarrow p\\[-2pt] X. \end{array}

Panah mengarah dari ruang total ZZ ke ruang basis XX.

Diagram 15.2 (keluarga sesudah pembatasan). Untuk setiap iIi\in I, data hasil pembatasan adalah panah vertikal

ZXi=Xi×XZpiXi. \begin{array}{c} Z_{X_i}=X_i\times_XZ\\[-2pt] \downarrow p_i\\[-2pt] X_i. \end{array}

Tahap berikutnya mengambil serat (ZXi)ai=Zai(Z_{X_i})_{a_i}=Z_{a_i} beserta aksi kanan langsung π1(Xi,ai)\pi_1(X_i,a_i) pada serat itu. Jadi pemetaan objek lengkapnya adalah

(ZX)(ZXiXi)iI(Zai,ρi)iI, (Z\to X) \longmapsto (Z_{X_i}\to X_i)_{i\in I} \longmapsto \bigl(Z_{a_i},\rho_i\bigr)_{i\in I},

dengan ρi\rho_i ditentukan oleh z[γ]=γ*(z)z\cdot[\gamma]=\gamma_*(z).

Karena itu, jika setiap fungtor CovXi𝑺𝒆𝒕π1(Xi,ai)\operatorname{Cov}_{X_i}\to\mathbf{Set}_{\pi_1(X_i,a_i)} dipahami, maka kasus umum juga dipahami komponen demi komponen.

15.2 Komponen terhubung dan contoh lingkaran

Mulai sekarang, anggap XX terhubung dan SLSC dalam konvensi mata kuliah, serta pilih x0Xx_0\in X. Karena SLSC mencakup basis lingkungan terhubung lintasan, XX terhubung lintasan. Untuk zZz\in Z, pilih lingkungan WW dari p(z)p(z) yang diliputi secara merata, lalu pilih lingkungan basis terhubung lintasan UU dengan p(z)UWp(z)\in U\subseteq W. Pembatasan lembaran-lembaran di atas WW ke UU memberi basis lingkungan terhubung lintasan pada ZZ. Jadi ZZ terhubung lintasan lokal, komponen terhubungnya sama dengan komponen lintasannya, dan setiap komponen bersifat terbuka.

Dengan JJ sebagai himpunan indeks komponen ruang total, tuliskan

Z=αJZα. Z=\bigsqcup_{\alpha\in J}Z_\alpha.

Setiap pembatasan pα:ZαXp_\alpha\colon Z_\alpha\to X merupakan ruang penutup terhubung. Memang, di sekitar setiap xXx\in X pilih lingkungan terhubung lintasan UU yang diliputi secara merata. Setiap lembaran di atas UU terhubung lintasan, sehingga seluruh lembaran itu terletak dalam tepat satu komponen ruang total. Akibatnya p1(U)Zαp^{-1}(U)\cap Z_\alpha merupakan gabungan lembaran-lembaran utuh, dan UU diliputi secara merata oleh pembatasan tersebut. Untuk kesurjektifan, pilih uZαu\in Z_\alpha. Bagi xXx\in X, pilih lintasan dari p(u)p(u) ke xx dan angkat lintasan itu mulai dari uu. Seluruh pengangkatan berada di ZαZ_\alpha, sehingga titik akhirnya terletak di atas xx.

Catatan 15.1 (hipotesis yang dipakai). Sumber menempatkan dua catatan di pinggir pada langkah ini: satu menyebut perlunya basis lingkungan terhubung lintasan dan satu lagi menandai dekomposisi komponen sebagai latihan. Dalam konvensi mata kuliah, syarat basis itu sudah menjadi bagian definisi SLSC; argumen pada paragraf sebelumnya menyelesaikan latihan tersebut. Jika istilah “terhubung sederhana semilokal” dipakai dalam arti standar yang lebih lemah, keterhubungan lintasan lokal harus ditambahkan sebagai hipotesis terpisah. Antarmuka masuk dari Unit 14 untuk fakta ini bernama stabil o012-rbt-l14-rem-001.

Contoh 15.1 (ruang penutup lingkaran yang telah dikenal). Ambil X=S1X=S^1. Untuk ruang diskret FF, ada ruang penutup trivial

S1×FfFS1S1. S^1\times F \cong \bigsqcup_{f\in F}S^1 \longrightarrow S^1.

Ada pula peta eksponensial

S1,te2πit, \mathbb R\longrightarrow S^1, \qquad t\longmapsto e^{2\pi it},

dan, untuk setiap n>1n>1, ruang penutup

qn:Sn1S1,qn(z)=zn. q_n\colon S^1_n\longrightarrow S^1, \qquad q_n(z)=z^n.

Subskrip pada Sn1S^1_n mengingatkan kita pada petanya; ruang totalnya sendiri homeomorfik dengan S1S^1. Kita dapat mengambil gabungan saling lepas dengan banyak salinan yang sebarang. Jika AA_\infty mengindeks salinan penutup eksponensial dan AnA_n mengindeks salinan penutup derajat nn, salah satu bentuk umumnya adalah

S1×FαAαn2βAnSn,β1S1. S^1\times F \;\sqcup\; \bigsqcup_{\alpha\in A_\infty}\mathbb R_\alpha \;\sqcup\; \bigsqcup_{n\geq2}\ \bigsqcup_{\beta\in A_n}S^1_{n,\beta} \longrightarrow S^1.

Pada titik ini masih harus ditentukan apakah ada ruang penutup S1S^1 yang tidak isomorfik dengan bentuk tersebut. Unit ini mempertahankan pertanyaan itu sebagai hasil yang ditunda.

15.3 Orbit serat dan koset kanan

Ambil ruang penutup p:ZXp\colon Z\to X dan dekomposisi Z=αJZαZ=\bigsqcup_{\alpha\in J}Z_\alpha di atas. Pilih

zαZx0Zα z_\alpha\in Z_{x_0}\cap Z_\alpha

untuk setiap αJ\alpha\in J; titik semacam itu ada karena ZαXZ_\alpha\to X surjektif. Hasil dari Kuliah 6 memberi peta surjektif

Ωx0X×{zα:αJ}Zx0,(γ,zα)γ̃zα(1). \Omega_{x_0}X\times\{z_\alpha:\alpha\in J\} \longrightarrow Z_{x_0}, \qquad (\gamma,z_\alpha) \longmapsto \widetilde\gamma_{z_\alpha}(1).

Peta ini hanya bergantung pada kelas homotopi loop yang mempertahankan titik ujung. Karena itu ia turun menjadi peta surjektif

π1(X,x0)×{zα:αJ}αJπ1(X,x0)×{zα}Zx0=αJ(Zx0Zα),([γ],zα)zα[γ]. \begin{aligned} \pi_1(X,x_0)\times\{z_\alpha:\alpha\in J\} &\cong \bigsqcup_{\alpha\in J} \pi_1(X,x_0)\times\{z_\alpha\}\\ &\longrightarrow Z_{x_0} = \bigsqcup_{\alpha\in J} (Z_{x_0}\cap Z_\alpha),\\ ([\gamma],z_\alpha) &\longmapsto z_\alpha\cdot[\gamma]. \end{aligned}

Lema 15.2 (komponen adalah orbit). Di bawah asumsi tetap bahwa XX terhubung dan SLSC, letakkan

G:=π1(X,x0),Hα:=(pα)*π1(Zα,zα)G. G:=\pi_1(X,x_0), \qquad H_\alpha:= (p_\alpha)_*\pi_1(Z_\alpha,z_\alpha) \leq G.

Untuk setiap pilihan zαZx0Zαz_\alpha\in Z_{x_0}\cap Z_\alpha, terdapat isomorfisma himpunan-GG kanan

Zx0=αJ(Zx0Zα)αJHαG. Z_{x_0} = \bigsqcup_{\alpha\in J}(Z_{x_0}\cap Z_\alpha) \cong \bigsqcup_{\alpha\in J}H_\alpha\backslash G.

Bukti. Pertama kita identifikasi orbit. Jika zZx0Zαz\in Z_{x_0}\cap Z_\alpha, keterhubungan lintasan ZαZ_\alpha memberi lintasan δ:zαz\delta\colon z_\alpha\rightsquigarrow z. Proyeksinya pδp\circ\delta adalah loop di x0x_0, dan pengangkatan uniknya mulai dari zαz_\alpha adalah δ\delta. Jadi

zα[pδ]=z. z_\alpha\cdot[p\circ\delta]=z.

Maka Zx0ZαZ_{x_0}\cap Z_\alpha termuat dalam orbit zαz_\alpha. Sebaliknya, jika z=zα[η]z=z_\alpha\cdot[\eta], pengangkatan η\eta mulai dari zαz_\alpha merupakan lintasan di ZZ dari zαz_\alpha ke zz. Jadi zz berada di komponen ZαZ_\alpha. Dengan demikian orbit zαz_\alpha tepat Zx0ZαZ_{x_0}\cap Z_\alpha.

Sekarang kita identifikasi penstabil. Kelas [η]G[\eta]\in G menetapkan zαz_\alpha tepat ketika pengangkatan η\eta mulai dari zαz_\alpha berakhir kembali di zαz_\alpha. Dalam hal itu pengangkatannya adalah loop di ZαZ_\alpha, sehingga

[η](pα)*π1(Zα,zα)=Hα. [\eta]\in(p_\alpha)_*\pi_1(Z_\alpha,z_\alpha)=H_\alpha.

Sebaliknya, proyeksi setiap loop di (Zα,zα)(Z_\alpha,z_\alpha) jelas terangkat kembali ke loop tersebut, sehingga kelas proyeksinya menetapkan zαz_\alpha. Jadi

StabG(zα)=Hα. \operatorname{Stab}_G(z_\alpha)=H_\alpha.

Akhirnya, peta orbit

Hαgzαg H_\alpha g \longmapsto z_\alpha\cdot g

terdefinisi baik, bijektif, dan ekuivarian kanan. Mengambil gabungan saling lepas atas semua α\alpha memberi isomorfisma yang dinyatakan.

Akibatnya, fungtor CovX𝑺𝒆𝒕G\operatorname{Cov}_X\to\mathbf{Set}_G mempertahankan gabungan saling lepas: ruang penutup αJZαX\bigsqcup_{\alpha\in J}Z_\alpha\to X dikirim ke gabungan saling lepas orbit

αJ(Zx0Zα). \bigsqcup_{\alpha\in J}(Z_{x_0}\cap Z_\alpha).

Catatan 15.2 (aksi sebagai keluarga aksi transitif). Jika himpunan-GG kanan SS terurai menjadi orbit

S=αJSα, S=\bigsqcup_{\alpha\in J}S_\alpha,

maka setiap operator ρg(s):=sg\rho_g(s):=s\cdot g mempertahankan setiap SαS_\alpha. Karena itu semua operator aksi berada dalam subgrup

αJAut(Sα)Aut(αJSα). \prod_{\alpha\in J}\operatorname{Aut}(S_\alpha) \leq \operatorname{Aut}\!\left( \bigsqcup_{\alpha\in J}S_\alpha \right).

Dengan kata lain, aksi itu tepat keluarga (ρα)αJ(\rho_\alpha)_{\alpha\in J} dari aksi kanan transitif pada SαS_\alpha. Dalam notasi operator, hukum aksi kanan berbunyi ρgh=ρhρg\rho_{gh}=\rho_h\circ\rho_g; ekuivalen dengan sebuah fungtor Gop𝑺𝒆𝒕G^{\mathrm{op}}\to\mathbf{Set}.

15.4 Reduksi ke ruang penutup terhubung dan aksi transitif

Ingat pertanyaan asalnya: representasi grupoid fundamental mana yang berasal dari ruang penutup? Setelah reduksi menurut komponen basis dan orbit, untuk XX terhubung kita dapat membandingkan dua subkategori penuh:

Lema 15.2 menunjukkan bahwa fungtor monodromi membatasi menjadi

CovXconn𝑺𝒆𝒕Gtr. \operatorname{Cov}_X^{\mathrm{conn}} \longrightarrow \mathbf{Set}_G^{\mathrm{tr}}.

Setiap ruang penutup merupakan gabungan saling lepas komponen terhubungnya, dan setiap himpunan-GG merupakan gabungan saling lepas orbitnya. Karena itu, untuk menentukan objek mana yang berada dalam citra esensial fungtor monodromi, cukup ditanyakan apakah setiap himpunan-GG kanan transitif berasal dari suatu ruang penutup terhubung. Reduksi ini belum membuktikan bahwa fungtor penuh atau setia pada morfisma.

Sekarang ambil himpunan-GG kanan transitif SS dan titik pSp\in S. Grup GG sendiri, dengan aksi perkalian kanan, bebas dan transitif. Peta orbit

GSStab(p)G,gpg \begin{aligned} G&\longrightarrow S\cong\operatorname{Stab}(p)\backslash G,\\ g&\longmapsto p\cdot g \end{aligned}

surjektif dan ekuivarian kanan. Secara lebih umum, jika TT adalah himpunan-GG kanan dengan aksi bebas dan transitif, pilih t0Tt_0\in T dan definisikan

t0gpg. t_0\cdot g\longmapsto p\cdot g.

Karena aksi pada TT bebas dan transitif, setiap unsur TT mempunyai bentuk t0gt_0\cdot g secara unik. Jadi rumus itu memberi peta ekuivarian surjektif TST\to S. Pilihan t0t_0 membuat peta ini tidak kanonik.

Contoh 15.2 (serat penutup terhubung sederhana). Misalkan telah diberikan ruang penutup terhubung sederhana p:ZXp\colon Z\to X. Serat Zx0Z_{x_0} adalah himpunan-GG kanan yang bebas dan transitif.

Transitivitas mengikuti dari keterhubungan lintasan ZZ: lintasan antara dua titik serat memproyeksi menjadi loop yang mentranspor titik pertama ke titik kedua. Jika [γ][\gamma] menetapkan zZx0z\in Z_{x_0}, pengangkatannya mulai dari zz adalah loop di ZZ. Karena ZZ terhubung sederhana, proyeksi loop itu trivial di GG; jadi aksi bebas. Pernyataan ini bersifat kondisional: Unit 15 belum membangun atau membuktikan keberadaan ruang penutup seperti itu.

15.5 Pertanyaan realisasi subgrup

Untuk ruang penutup terhubung lintasan p:ZXp\colon Z\to X dan zZx0z\in Z_{x_0}, Lema 15.2 memberi isomorfisma himpunan-GG kanan

Zx0p*π1(Z,z)π1(X,x0). Z_{x_0} \cong p_*\pi_1(Z,z)\backslash\pi_1(X,x_0).

Jika ruang penutupnya bertitik, titik zz sudah menjadi bagian data sehingga tidak perlu dipilih lagi. Sebaliknya, setiap ruang penutup terhubung dari ruang bertitik dapat dijadikan bertitik dengan memilih satu titik di atas x0x_0; melupakan titik itu mengembalikan ruang penutup semula.

Pertanyaan 15.1 (pertanyaan akhir sumber). Diberikan subgrup

H<π1(X,x0), H<\pi_1(X,x_0),

adakah ruang penutup bertitik

p:(Z,z0)(X,x0) p\colon(Z,z_0)\longrightarrow(X,x_0)

sedemikian sehingga

p*π1(Z,z0)=H p_*\pi_1(Z,z_0)=H

sebagai subgrup dari π1(X,x0)\pi_1(X,x_0)?

Catatan pinggir sumber mengingat kembali contoh terdahulu: jika ruang terhubung sederhana YY membawa aksi penutup bebas oleh GG, maka YY/GY\to Y/G adalah ruang penutup dan, setelah memilih titik basis yang sesuai, π1(Y/G,*)G\pi_1(Y/G,*)\cong G. Hipotesis “aksi penutup” penting; aksi bebas topologis semata belum menjamin peta hasil bagi merupakan peta penutup.

Batas hasil Unit 15. Pertanyaan 15.1 sengaja belum dijawab di sini. Kuliah 16, yang mulai pada Notes.tex:3287, akan mencoba membangun ruang penutup terhubung sederhana dan mengambil hasil baginya oleh subgrup. Unit 15 juga belum membuktikan bahwa semua pemetaan ekuivarian serat berasal dari pemetaan ruang penutup; jadi kepenuhan, kesetiaan, dan ekuivalensi kategori tetap merupakan hasil kemudian.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Tujuh pemeriksaan berikut adalah materi asli edisi. Semuanya terbatas pada hasil yang telah tersedia di Unit 15. Tidak satu pun mengasumsikan atau membuktikan keberadaan ruang penutup universal, realisasi subgrup umum, atau kepenuhan-setiaan fungtor monodromi.

Pemeriksaan penguasaan 15.1 (ekuivalensi pada koproduk). Definisikan kedua fungtor pada Lema 15.1, termasuk tindakannya pada morfisma, lalu tulis isomorfisma natural yang menunjukkan bahwa keduanya saling invers hingga isomorfisma.

15.6 Solusi Pemeriksaan 15.1

Fungtor pembatasan adalah

R(ZpX)=(Xi×XZXi)iI, R(Z\xrightarrow{p}X) = \bigl(X_i\times_XZ\to X_i\bigr)_{i\in I},

dan pada morfisma f:ZZf\colon Z\to Z' ia memakai idXi×Xf\mathrm{id}_{X_i}\times_Xf. Fungtor koproduk adalah

C((ZiXi)i)=(iZiiXi), C((Z_i\to X_i)_i) = \left(\bigsqcup_iZ_i\to\bigsqcup_iX_i\right),

dan pada morfisma ia mengambil koproduk semua pemetaan komponen.

Untuk keluarga (ZiXi)i(Z_i\to X_i)_i, tarik balik koproduknya ke XjX_j hanya menyisakan ZjZ_j, sehingga komponen isomorfisma natural RCidRC\Rightarrow\mathrm{id} adalah

Xj×X(iZi)Zj. X_j\times_X\left(\bigsqcup_iZ_i\right) \xrightarrow{\ \cong\ }Z_j.

Untuk ZXZ\to X, komponen isomorfisma natural CRidCR\Rightarrow\mathrm{id} adalah

i(Xi×XZ)Z,(x,z)z. \bigsqcup_i(X_i\times_XZ) \longrightarrow Z, \qquad (x,z)\longmapsto z.

Ia bijektif dan merupakan homeomorfisma karena XiX_i terbuka dan tertutup dalam koproduk, sehingga p1(Xi)p^{-1}(X_i) juga terbuka dan tertutup dalam ZZ. Kedua rumus jelas berkomutasi dengan morfisma ruang penutup; jadi keduanya natural.

Pemeriksaan penguasaan 15.2 (komponen ruang total). Misalkan XX terhubung dan SLSC serta p:ZXp\colon Z\to X ruang penutup. Buktikan bahwa setiap komponen terhubung ZαZ_\alpha terbuka, terhubung lintasan, dan bahwa p|Zα:ZαXp|_{Z_\alpha}\colon Z_\alpha\to X merupakan ruang penutup surjektif.

15.7 Solusi Pemeriksaan 15.2

Konvensi SLSC memberi basis lingkungan terbuka terhubung lintasan pada XX. Untuk zZz\in Z, pilih lingkungan WW dari p(z)p(z) yang diliputi secara merata, lalu ambil lingkungan basis terhubung lintasan UU dengan p(z)UWp(z)\in U\subseteq W. Pembatasan setiap lembaran di atas WW ke UU homeomorfik dengan UU. Lembaran-lembaran semacam itu membentuk basis lingkungan terhubung lintasan pada ZZ. Maka ZZ terhubung lintasan lokal; komponen terhubungnya terbuka dan sama dengan komponen lintasannya.

Sekarang, di sekitar setiap xXx\in X, pilih UU yang sekaligus terhubung lintasan dan diliputi secara merata. Setiap lembaran di atas UU terhubung lintasan, jadi termuat dalam tepat satu komponen ZαZ_\alpha. Dengan demikian p1(U)Zαp^{-1}(U)\cap Z_\alpha adalah gabungan lembaran-lembaran utuh; ini membuktikan bahwa p|Zαp|_{Z_\alpha} merupakan peta penutup ke citranya. Untuk menunjukkan citranya seluruh XX, pilih uZαu\in Z_\alpha. Karena XX terhubung dan terhubung lintasan lokal, XX terhubung lintasan. Bagi xXx\in X, pilih lintasan dari p(u)p(u) ke xx. Pengangkatannya mulai dari uu tetap berada dalam komponen lintasan ZαZ_\alpha dan berakhir di atas xx. Jadi pembatasan itu surjektif dan merupakan ruang penutup terhubung.

Pemeriksaan penguasaan 15.3 (aksi pada contoh lingkaran). Dengan π1(S1,1)\pi_1(S^1,1)\cong\mathbb Z, hitung aksi kanan pada serat penutup trivial, penutup eksponensial, dan penutup qn(z)=znq_n(z)=z^n. Tentukan penstabil dan orbit masing-masing. Jelaskan apa yang belum dibuktikan oleh perhitungan ini.

15.8 Solusi Pemeriksaan 15.3

Tuliskan unsur grup sebagai mm\in\mathbb Z, dengan penjumlahan kronologis. Pada satu komponen penutup trivial S1S1S^1\to S^1, seratnya satu titik dan setiap mm menetapkannya. Penstabilnya seluruh \mathbb Z, sehingga orbitnya

\mathbb Z\backslash\mathbb Z

adalah satu titik. Faktor diskret FF hanya memberi satu orbit semacam ini untuk setiap fFf\in F.

Untuk penutup eksponensial, identifikasi serat di atas 11 dengan \mathbb Z. Pengangkatan loop berderajat mm mengirim

km=k+m. k\cdot m=k+m.

Aksi ini bebas dan transitif; penstabil 00, dan orbitnya {0}\{0\}\backslash\mathbb Z\cong\mathbb Z.

Untuk qnq_n, serat diidentifikasi dengan /n\mathbb Z/n\mathbb Z, dan

[k]m=[k+m]. [k]\cdot m=[k+m].

Penstabil [0][0] adalah nn\mathbb Z, sehingga orbitnya n/nn\mathbb Z\backslash\mathbb Z\cong\mathbb Z/n\mathbb Z. Gabungan saling lepas penutup memberi gabungan saling lepas orbit-orbit tersebut.

Perhitungan ini menentukan monodromi semua contoh yang telah ditampilkan, tetapi sampai baris 3239 pada sumber belum dibuktikan bahwa setiap ruang penutup S1S^1 harus muncul dalam daftar. Klaim kelengkapan memerlukan argumen klasifikasi tambahan.

Pemeriksaan penguasaan 15.4 (mengapa koset kanan). Misalkan SS adalah himpunan-GG kanan transitif, pSp\in S, dan H=StabG(p)H=\operatorname{Stab}_G(p). Buktikan langsung bahwa

HGS,Hgpg H\backslash G\longrightarrow S, \qquad Hg\longmapsto p\cdot g

adalah isomorfisma himpunan-GG kanan. Tunjukkan pula mengapa G/HG/H tidak membawa rumus yang sama tanpa mengubah konvensi aksi.

15.9 Solusi Pemeriksaan 15.4

Jika Hg=HgHg'=Hg, ada hHh\in H dengan g=hgg'=hg. Karena ph=pp\cdot h=p,

pg=p(hg)=(ph)g=pg, p\cdot g' =p\cdot(hg) =(p\cdot h)\cdot g =p\cdot g,

jadi peta terdefinisi baik. Ia surjektif karena aksi transitif. Jika pg=pgp\cdot g'=p\cdot g, aksi kanan dengan g1g^{-1} memberi

p(gg1)=p, p\cdot(g'g^{-1})=p,

sehingga gg1Hg'g^{-1}\in H dan Hg=HgHg'=Hg; jadi peta injektif. Ekuivariansinya mengikuti dari

(Hg)k=H(gk)p(gk)=(pg)k. (Hg)\cdot k=H(gk) \longmapsto p\cdot(gk)=(p\cdot g)\cdot k.

Sebaliknya, G/HG/H terdiri atas koset kiri gHgH. Perkalian kanan gHgkHgH\mapsto gkH tidak terdefinisi baik untuk subgrup umum karena mengganti wakil gg dapat mengubah koset hasil. Ruang G/HG/H sesuai secara langsung dengan aksi kiri. Konversi melalui invers memang mungkin, tetapi itu merupakan konvensi tambahan dan bukan transpor serat langsung yang dipakai di unit ini.

Pemeriksaan penguasaan 15.5 (penstabil dan pengangkatan tertutup). Untuk ruang penutup terhubung p:(Z,z)(X,x0)p\colon(Z,z)\to(X,x_0), buktikan

Stabπ1(X,x0)(z)=p*π1(Z,z). \operatorname{Stab}_{\pi_1(X,x_0)}(z) =p_*\pi_1(Z,z).

15.10 Solusi Pemeriksaan 15.5

Kelas loop [γ][\gamma] berada dalam penstabil zz tepat ketika

z[γ]=z. z\cdot[\gamma]=z.

Menurut definisi transpor, ini berarti pengangkatan unik γ̃z\widetilde\gamma_z berawal dan berakhir di zz, jadi merupakan loop di (Z,z)(Z,z). Proyeksinya adalah γ\gamma, sehingga [γ]p*π1(Z,z)[\gamma]\in p_*\pi_1(Z,z).

Sebaliknya, jika [γ]=p*[δ]=[pδ][\gamma]=p_*[\delta]=[p\circ\delta] untuk suatu loop δ\delta di (Z,z)(Z,z), maka transpor hanya bergantung pada kelas homotopi dan

z[γ]=z[pδ]=z, z\cdot[\gamma] =z\cdot[p\circ\delta] =z,

sebab δ\delta adalah pengangkatan pδp\circ\delta yang mulai sekaligus berakhir di zz. Kedua inklusi terbukti.

Pemeriksaan penguasaan 15.6 (torsor serat, secara kondisional). Andaikan ruang penutup terhubung sederhana p:ZXp\colon Z\to X sudah diberikan. Buktikan bahwa Zx0Z_{x_0} adalah himpunan-GG kanan bebas dan transitif tanpa membuktikan keberadaan ruang penutup tersebut.

15.11 Solusi Pemeriksaan 15.6

Karena “terhubung sederhana” mencakup keterhubungan lintasan, bagi z,zZx0z,z'\in Z_{x_0} ada lintasan δ:zz\delta\colon z\rightsquigarrow z' di ZZ. Proyeksi pδp\circ\delta adalah loop di x0x_0, dan keunikan pengangkatan memberi

z[pδ]=z. z\cdot[p\circ\delta]=z'.

Jadi aksi transitif.

Menurut Pemeriksaan 15.5,

StabG(z)=p*π1(Z,z). \operatorname{Stab}_G(z)=p_*\pi_1(Z,z).

Karena ZZ terhubung sederhana, grup pada ruas kanan trivial. Semua penstabil trivial, jadi aksi bebas. Argumen ini hanya membuktikan sifat serat jika penutup terhubung sederhana tersedia; ia tidak membangun penutup tersebut.

Pemeriksaan penguasaan 15.7 (audit batas logis). Putuskan mana dari pernyataan berikut yang sudah dibuktikan pada akhir Unit 15 dan mana yang masih ditunda:

  1. ruang penutup terurai menjadi gabungan saling lepas penutup terhubung;
  2. serat penutup terhubung adalah aksi transitif;
  3. setiap aksi transitif direalisasikan oleh penutup terhubung;
  4. setiap subgrup direalisasikan sebagai p*π1(Z,z)p_*\pi_1(Z,z);
  5. fungtor monodromi surjektif secara esensial;
  6. fungtor monodromi penuh dan setia;
  7. jika penutup terhubung sederhana diberikan, seratnya bebas dan transitif.

15.12 Solusi Pemeriksaan 15.7

Pernyataan 1 sudah dibuktikan dengan keterhubungan lintasan lokal ruang total dan pengangkatan lintasan. Pernyataan 2 adalah isi Lema 15.2 untuk satu komponen. Pernyataan 7 adalah Contoh 15.2 dan Pemeriksaan 15.6; sifatnya kondisional pada keberadaan penutup terhubung sederhana.

Pernyataan 3 belum dibuktikan. Unit ini hanya mereduksi masalah objek umum ke masalah aksi transitif. Pernyataan 4 tepat Pertanyaan 15.1, jadi masih terbuka pada batas unit. Karena 3 dan 4 belum diselesaikan, pernyataan 5 juga belum diperoleh. Pernyataan 6 merupakan masalah morfisma yang berbeda: bahkan setelah semua objek direalisasikan, masih harus dibuktikan bahwa setiap pemetaan ekuivarian berasal dari tepat satu pemetaan ruang penutup. Jadi 6 pun ditunda.

Ringkasnya, Unit 15 menyelesaikan dekomposisi dan identifikasi orbit, lalu merumuskan masalah realisasi yang tepat. Ia tidak melompati konstruksi ruang penutup universal atau bagian morfisma dari teorema klasifikasi.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 3287–3383 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang itu dimulai dengan penanda Kuliah 16 pada baris 3287 dan berakhir sesudah proposisi surjektivitas esensial pada baris 3381 serta dua baris kosong. Penanda Kuliah 17 pada baris 3384 tidak termasuk dalam unit ini. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan keempat catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Kedua segitiga Xy-pic ditulis ulang sebagai diagram semantik dengan daftar panah dan persamaan komutativitas. Hubungan matematisnya tidak bergantung pada posisi visual.

Edisi ini memperbaiki beberapa cacat matematis sumber. Monodromi langsung tetap merupakan aksi kanan, sehingga serat penutup yang merealisasikan subgrup HGH\leq G ialah ruang koset kanan HGH\backslash G, bukan G/HG/H. Aksi kiri serat demi serat, untuk h=[ω]h=[\omega], h[γ]=[ω#γ]h\mathbin{\cdot}[\gamma]=[\omega\#\gamma], pada penutup universal dibedakan dari aksi kanan monodromi [γ]g=[γ#η][\gamma]\mathbin{\cdot}g=[\gamma\#\eta] untuk g=[η]g=[\eta]; kedua aksi itu saling komutatif. Pernyataan keliru π1(X(1),*)=H\pi_1(X^{(1)},*)=H diganti oleh pernyataan bertipe benar

(pH)*π1(HX̃,H[cx0])=Hπ1(X,x0). (p_H)_*\pi_1(H\backslash\widetilde X,H[c_{x_0}])=H \leq\pi_1(X,x_0).

Sumber menyebut ruang kelas lintasan sebagai ruang hasil bagi dan kemudian menunda bukti topologinya ke halaman 64–65 buku Hatcher. Di sini himpunan kelas lintasan diberi topologi basis penutup secara langsung. Edisi ini tidak menyatakan tanpa bukti bahwa topologi tersebut sama dengan topologi hasil bagi dari topologi kompak-terbuka, dan tidak memakai pemilihan lintasan yang berubah kontinu terhadap titik ujung. Aksi kiri, aksi kanan, aksioma basis, partisi lembaran, keterhubungan lintasan, keterhubungan sederhana, realisasi subgrup, dan kesurjektifan esensial semuanya dibuktikan. Prosa pembanding tidak disalin. Notasi sumber X(1)X^{(1)} untuk penutup universal dinormalkan menjadi X̃\widetilde X, sedangkan penutup yang merealisasikan HH selalu ditulis terpisah sebagai HX̃H\backslash\widetilde X.

Keenam pemeriksaan penguasaan beserta solusi lengkap merupakan materi asli edisi, tersedia di bawah CC BY 4.0. Materi itu tidak memperkenalkan klasifikasi transformasi dek ataupun kepenuhan dan kesetiaan fungtor, yang merupakan perkara kuliah kemudian. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts, Allen Hatcher, Cornell University, MIT, Haynes Miller, Sanath Devalapurkar, Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, atau institusi mereka.

16 Kuliah 16

Sepanjang unit ini, konkatenasi α#β\alpha\#\beta ditempuh secara kronologis: mula-mula α\alpha, kemudian β\beta. Jika p:ZXp\colon Z\to X ruang penutup, transpor titik akhir langsung ditulis sebagai aksi kanan

z[η]:=η*Z(z). z\cdot[\eta]:=\eta_*^Z(z).

Karena itu, bila XX terhubung lintasan dan G:=π1(X,x0)G:=\pi_1(X,x_0), serat di atas x0x_0 dari suatu penutup terhubung sederhana merupakan torsor kanan GG. Tujuan yang tersisa dari Unit 15 ialah membangun penutup tersebut dan, bagi HGH\leq G, memperoleh serat HGH\backslash G. Mengambil hasil bagi tiap serat secara terpisah tidak mendefinisikan topologi ruang total; hasil bagi harus dilakukan sekaligus.

16.1 Aksi serat demi serat dan hasil bagi ruang penutup

Definisi 16.1 (aksi serat demi serat). Misalkan p:YXp\colon Y\to X suatu pemetaan dan KK grup diskret yang bertindak kontinu dari kiri pada YY. Aksi itu disebut serat demi serat jika

p(ky)=p(y) p(k\cdot y)=p(y)

untuk setiap yYy\in Y dan kKk\in K. Setiap kk dengan demikian bertindak sebagai homeomorfisma di atas XX.

Definisi itu memberi satu-satunya pemetaan p:KYX\bar p\colon K\backslash Y\to X yang memenuhi p(Ky)=p(y)\bar p(Ky)=p(y). Seratnya di atas xx ialah Kp1(x)K\backslash p^{-1}(x).

Diagram 16.1 (segitiga hasil bagi). Data panahnya adalah

YqKY,YpX,KYpX, Y\xrightarrow{\ q\ }K\backslash Y, \qquad Y\xrightarrow{\ p\ }X, \qquad K\backslash Y\xrightarrow{\ \bar p\ }X,

dengan q(y)=Kyq(y)=Ky. Persamaan komutativitasnya ialah

pq=p. \bar p\circ q=p.

Proposisi 16.1 (hasil bagi suatu ruang penutup). Misalkan p:ZXp\colon Z\to X ruang penutup dan XX SLSC dalam konvensi mata kuliah. Jika grup diskret KK bertindak dari kiri pada ZZ secara serat demi serat, maka

p:KZX \bar p\colon K\backslash Z\longrightarrow X

merupakan ruang penutup dan peta hasil bagi q:ZKZq\colon Z\to K\backslash Z merupakan pemetaan ruang penutup di atas XX.

Bukti. Ambil xXx\in X. Pilih lingkungan terbuka terhubung lintasan UxU\ni x yang diliputi secara merata oleh pp; pilihan seperti ini tersedia dalam konvensi SLSC mata kuliah dengan memperkecil suatu lingkungan yang diliputi secara merata. Tuliskan F:=p1(x)F:=p^{-1}(x). Dengan menandai setiap lembaran oleh satu-satunya titiknya di atas xx, diperoleh homeomorfisma di atas UU

p1(U)U×F. p^{-1}(U)\cong U\times F.

Setiap kKk\in K mengirim satu lembaran terhubung lintasan ke suatu himpunan terhubung di atas UU, jadi ke satu lembaran. Karena k1k^{-1} juga demikian, kk benar-benar mempermutasikan lembaran-lembaran utuh. Pada satu lembaran, persamaan p(kz)=p(z)p(k\cdot z)=p(z) memaksa peta itu menjadi identitas pada koordinat UU. Maka trivialiasi di atas ekuivarian untuk rumus

k(u,f)=(u,kf). k\cdot(u,f)=(u,k\cdot f).

Peta hasil bagi qq terbuka, sebab bagi himpunan terbuka OZO\subseteq Z,

q1(q(O))=kKkO q^{-1}(q(O))=\bigcup_{k\in K}k\cdot O

terbuka. Himpunan p1(U)p^{-1}(U) jenuh terhadap aksi, sehingga pembatasan hasil bagi mempunyai topologi yang tepat dan memberi homeomorfisma

p1(U)Kp1(U)U×(KF) \bar p^{-1}(U) \cong K\backslash p^{-1}(U) \cong U\times(K\backslash F)

di atas UU. Karena FF diskret, KFK\backslash F juga diskret. Jadi UU diliputi secara merata oleh p\bar p. Hal ini berlaku di sekitar setiap xx, maka p\bar p adalah ruang penutup. Persamaan pq=p\bar p\circ q=p menunjukkan bahwa qq merupakan pemetaan ruang penutup. Ini juga membuktikan identifikasi pembatasan dan hasil bagi yang oleh sumber diserahkan kepada Tugas 4.

16.2 Aksi kiri hasil bagi dan monodromi kanan

Andaikan untuk sementara bahwa penutup terhubung sederhana bertitik p:(Z(1),z0)(X,x0)p\colon(Z^{(1)},z_0)\to(X,x_0) telah tersedia. Serat Zx0(1)Z^{(1)}_{x_0} merupakan torsor kanan untuk G=π1(X,x0)G=\pi_1(X,x_0). Jika GG, yang dipandang diskret, juga bertindak dari kiri secara serat demi serat sehingga identifikasi serat dengan GG mengubah aksi itu menjadi perkalian kiri, pembatasan aksi ke HGH\leq G dan Proposisi 16.1 memberi

pH:HZ(1)X,(pH)1(x0)HG. p_H\colon H\backslash Z^{(1)}\longrightarrow X, \qquad (p_H)^{-1}(x_0)\cong H\backslash G.

Rumus ini memperbaiki sisi koset pada sumber: HGH\backslash G membawa aksi kanan (Hg)k=H(gk)(Hg)\cdot k=H(gk), sedangkan G/HG/H tidak membawa rumus itu untuk subgrup umum.

Lema 16.1 (ekuivariansi peta hasil bagi). Dalam situasi di atas, untuk setiap xXx\in X peta serat

qx:Zx(1)(HZ(1))x q_x\colon Z^{(1)}_x\longrightarrow (H\backslash Z^{(1)})_x

ekuivarian terhadap aksi kanan π1(X,x)\pi_1(X,x) melalui monodromi. Lebih umum, untuk kelas lintasan [η:xy][\eta\colon x\rightsquigarrow y],

qy(z[η])=qx(z)[η]. q_y\bigl(z\cdot[\eta]\bigr) =q_x(z)\cdot[\eta].

Bukti. Angkat η\eta ke lintasan η̃z\widetilde\eta_z di Z(1)Z^{(1)} yang mulai di zz. Karena qq merupakan pemetaan ruang penutup di atas XX, qη̃zq\circ\widetilde\eta_z adalah pengangkatan η\eta ke HZ(1)H\backslash Z^{(1)} yang mulai di qx(z)q_x(z). Keunikan pengangkatan memberi

qy(η̃z(1))=η̃qx(z)(1), q_y\bigl(\widetilde\eta_z(1)\bigr) =\widetilde\eta_{q_x(z)}(1),

yang tepat merupakan persamaan yang dinyatakan. Untuk x=yx=y persamaan itu adalah ekuivariansi terhadap aksi kanan π1(X,x)\pi_1(X,x). Ini menyelesaikan bukti yang pada sumber hanya ditandai “Exercise”, sekaligus memperbaiki salah eja equvariant dan path lifing.

Masih ada dua masalah yang harus dipecahkan:

  1. bagaimana membangun, atau membuktikan keberadaan, ruang penutup terhubung sederhana dari XX;
  2. setelah ruang itu tersedia, bagaimana membangun aksi serat demi serat untuk setiap subgrup H<π1(X,x0)H<\pi_1(X,x_0).

Masalah kedua cukup direduksi ke aksi serat demi serat seluruh grup G=π1(X,x0)G=\pi_1(X,x_0), sebab aksi setiap subgrup diperoleh dengan pembatasan. Ternyata konstruksi yang menyelesaikan masalah pertama sekaligus membawa aksi kiri GG yang diperlukan.

16.3 Konstruksi himpunan kelas lintasan dan topologi basis

Konstruksi 16.1 (calon penutup universal). Ambil ruang bertitik (X,x0)(X,x_0). Definisikan X̃\widetilde X sebagai himpunan kelas homotopi dengan titik ujung tetap dari lintasan γ:x0x\gamma\colon x_0\rightsquigarrow x, dengan xx boleh berubah. Tuliskan [γ][\gamma] untuk kelasnya dan

p([γ])=γ(1). p([\gamma])=\gamma(1).

Kelas lintasan konstan di x0x_0 ditulis [cx0][c_{x_0}]; sesuai singkatan sumber, bila tidak menimbulkan kerancuan kelas itu juga ditulis cx0c_{x_0}.

Sebut lingkungan terbuka terhubung lintasan UxU\ni x dapat dipakai bila pemetaan yang diinduksi inklusi

π1(U,x)π1(X,x) \pi_1(U,x)\longrightarrow\pi_1(X,x)

trivial. Untuk [γ]p1(x)[\gamma]\in p^{-1}(x) dan lingkungan dapat dipakai UU, definisikan

U[γ]:={[γ#η]η lintasan di U,η(0)=x}. U_{[\gamma]} := \bigl\{ [\gamma\#\eta]\mid \eta\text{ lintasan di }U, \ \eta(0)=x \bigr\}.

Berikan kepada X̃\widetilde X topologi yang basisnya terdiri atas semua U[γ]U_{[\gamma]}. Ini adalah definisi topologinya; tidak diasumsikan bahwa topologi tersebut merupakan topologi hasil bagi dari ruang lintasan dengan topologi kompak-terbuka.

Diagram 16.2 (kelas lintasan dan titik ujung). Pada tingkat himpunan bertitik, data panahnya adalah

(Px0X,cx0)r(X̃,[cx0]),(Px0X,cx0)e1(X,x0),(X̃,[cx0])p(X,x0), (P_{x_0}X,c_{x_0}) \xrightarrow{\ r\ } (\widetilde X,[c_{x_0}]), \qquad (P_{x_0}X,c_{x_0}) \xrightarrow{\ e_1\ } (X,x_0), \qquad (\widetilde X,[c_{x_0}]) \xrightarrow{\ p\ } (X,x_0),

dengan r(γ)=[γ]r(\gamma)=[\gamma] dan e1(γ)=γ(1)e_1(\gamma)=\gamma(1). Persamaan komutativitasnya ialah

pr=e1. p\circ r=e_1.

Diagram ini belum mengklaim bahwa rr kontinu untuk topologi kompak-terbuka. Kontinuitas pp akan mengikuti langsung dari lembaran-lembaran basis.

Sebagai himpunan, konstruksi itu dapat dibaca sebagai gabungan semua morfisma grupoid fundamental yang berawal di x0x_0:

X̃=xXΠ1(X)(x0,x),p1(x)=Π1(X)(x0,x). \widetilde X = \bigsqcup_{x\in X}\Pi_1(X)(x_0,x), \qquad p^{-1}(x)=\Pi_1(X)(x_0,x).

Topologi basis di atas mengubah himpunan tersebut menjadi ruang topologis.

Proposisi 16.2 (penutup universal berbasis kelas lintasan). Jika XX terhubung lintasan dan SLSC dalam konvensi mata kuliah, maka

p:(X̃,[cx0])(X,x0) p\colon(\widetilde X,[c_{x_0}])\longrightarrow(X,x_0)

merupakan ruang penutup terhubung sederhana. Grup G=π1(X,x0)G=\pi_1(X,x_0), yang dipandang sebagai grup diskret, bertindak kontinu, bebas, dan serat demi serat dari kiri pada X̃\widetilde X melalui prefiks loop.

Bukti. Kita membuktikan semua bagian secara berurutan.

Aksioma basis. Setiap [α]X̃[\alpha]\in\widetilde X berada dalam U[α]U_{[\alpha]} untuk lingkungan dapat dipakai UU dari titik ujungnya, karena lintasan konstan boleh dipilih sebagai η\eta. Jika

[α]U[γ]V[δ], [\alpha]\in U_{[\gamma]}\cap V_{[\delta]},

pilih lingkungan dapat dipakai WW dari p([α])p([\alpha]) dengan WUVW\subseteq U\cap V; basis lingkungan seperti itu merupakan bagian dari konvensi SLSC mata kuliah. Menambahkan lintasan di WW pada α\alpha juga menambahkan lintasan di UU pada wakil yang berasal dari U[γ]U_{[\gamma]}, dan demikian pula untuk VV. Jadi

W[α]U[γ]V[δ]. W_{[\alpha]} \subseteq U_{[\gamma]}\cap V_{[\delta]}.

Kedua aksioma basis terpenuhi.

Lembaran lokal. Tetapkan lingkungan dapat dipakai UxU\ni x. Untuk setiap a=[γ]p1(x)a=[\gamma]\in p^{-1}(x), pembatasan

p|Ua:UaU p|_{U_a}\colon U_a\longrightarrow U

surjektif karena UU terhubung lintasan. Ia injektif: jika p([γ#η1])=p([γ#η2])p([\gamma\#\eta_1])=p([\gamma\#\eta_2]), kedua lintasan η1\eta_1 dan η2\eta_2 berakhir di titik yang sama. Loop η1#η2¯\eta_1\#\overline{\eta_2} berada di UU dan kelasnya trivial di XX. Maka [η1]=[η2][\eta_1]=[\eta_2] dalam grupoid fundamental, sehingga [γ#η1]=[γ#η2][\gamma\#\eta_1]=[\gamma\#\eta_2].

Pemetaan itu juga homeomorfisma. Memang, jika OUaO\subseteq U_a terbuka dan [α]O[\alpha]\in O, aksioma basis memberi lingkungan basis yang memuat [α][\alpha] dan termuat dalam OO. Dengan memperhalusnya sekaligus di dalam UU, diperoleh lingkungan dapat dipakai VV dari titik ujung α\alpha sedemikian sehingga V[α]OV_{[\alpha]}\subseteq O dan

p(V[α])=V. p(V_{[\alpha]})=V.

Jadi pembatasan bijektif tersebut terbuka. Argumen yang sama menunjukkan bahwa pp kontinu, karena setiap titik di p1(O)p^{-1}(O), untuk OO terbuka, mempunyai lingkungan basis yang dipetakan ke dalam OO.

Lembaran-lembaran itu mempartisi seluruh prabayangan:

p1(U)=ap1(x)Ua. p^{-1}(U) = \bigsqcup_{a\in p^{-1}(x)}U_a.

Untuk keberadaan, jika [β][\beta] berakhir di yUy\in U, pilih lintasan η:xy\eta\colon x\rightsquigarrow y di UU; maka [β]U[β#η¯][\beta]\in U_{[\beta\#\overline\eta]}. Jika dua lembaran berpotongan, perbandingan kedua lintasan di UU menghasilkan loop yang trivial di XX, sehingga kedua pusatnya di atas xx sama. Dengan demikian UU diliputi secara merata. Jika a(b)a(b) menandai satu-satunya pusat lembaran yang memuat bp1(U)b\in p^{-1}(U), trivialiasi lokal yang bertipe lengkap ialah

ΘU:p1(U)U×p1(x),b(p(b),a(b)). \begin{aligned} \Theta_U\colon p^{-1}(U)&\xrightarrow{\ \cong\ }U\times p^{-1}(x),\\ b&\longmapsto\bigl(p(b),a(b)\bigr). \end{aligned}

Inversnya mengirim (y,a)(y,a) ke satu-satunya titik lembaran UaU_a di atas yy. Konstruksi ini memakai lembaran basis, bukan pemilih lintasan kontinu xηxx'\mapsto\eta_{x'}. Secara khusus, Uap1(x)={a}U_a\cap p^{-1}(x)=\{a\}, sehingga setiap serat p1(x)p^{-1}(x) diskret.

Pada tempat ini sumber mengarahkan pembaca ke halaman 64–65 buku Hatcher dan mencatat bahwa perincian akan ditambahkan kemudian serta tidak termasuk materi ujian kuliah asal. Argumen di atas memberikan perincian itu secara mandiri dan tidak mengidentifikasi topologi basis ini dengan topologi hasil bagi kompak-terbuka.

Keterhubungan lintasan. Bagi lintasan γ:x0x\gamma\colon x_0\rightsquigarrow x, definisikan

Γγ(s)=[γs],γs(t)=γ(st). \Gamma_\gamma(s)=[\gamma_s], \qquad \gamma_s(t)=\gamma(st).

Ini memindahkan rumus yang diletakkan sumber di pinggir ke urutan bacaan utama. Peta Γγ\Gamma_\gamma kontinu. Untuk melihatnya di s0s_0, mulai dari sebarang lingkungan basis yang memuat [γs0][\gamma_{s_0}] dan perhalus menjadi U[γs0]U_{[\gamma_{s_0}]} yang masih termuat di dalamnya. Kontinuitas γ\gamma memberi interval JJ dari s0s_0 sehingga γ(J)U\gamma(J)\subseteq U. Bagi sJs\in J, segmen

ηs(t)=γ((1t)s0+ts) \eta_s(t)=\gamma((1-t)s_0+ts)

berada di UU, dan setelah menghapus atau menambahkan penelusuran balik, [γs]=[γs0#ηs][\gamma_s]=[\gamma_{s_0}\#\eta_s]. Maka Γγ(J)U[γs0]\Gamma_\gamma(J)\subseteq U_{[\gamma_{s_0}]}. Karena Γγ(0)=[cx0]\Gamma_\gamma(0)=[c_{x_0}] dan Γγ(1)=[γ]\Gamma_\gamma(1)=[\gamma], setiap titik dapat dihubungkan dengan titik basis; jadi X̃\widetilde X terhubung lintasan.

Aksi kiri. Jika h=[ω]Gh=[\omega]\in G, definisikan

h[γ]:=[ω#γ]. h\cdot[\gamma]:=[\omega\#\gamma].

Rumus ini terdefinisi baik dan serat demi serat. Untuk setiap himpunan basis,

hU[γ]=U[ω#γ], h\cdot U_{[\gamma]}=U_{[\omega\#\gamma]},

sehingga setiap translasi kiri adalah homeomorfisma, dengan invers translasi oleh h1h^{-1}. Karena GG diskret, aksi gabungan G×X̃X̃G\times\widetilde X\to\widetilde X kontinu. Asosiativitas mengikuti dari asosiativitas komposisi dalam Π1(X)\Pi_1(X). Jika h[γ]=[γ]h\cdot[\gamma]=[\gamma], menggabungkan [γ¯][\overline\gamma] di kanan memberi h=1h=1; jadi aksi kiri itu bebas.

Aksi ini berbeda dari monodromi kanan. Untuk [η:xy][\eta\colon x\rightsquigarrow y], pengangkatan dari [γ][\gamma] berakhir di

[γ][η]=[γ#η]. [\gamma]\cdot[\eta]=[\gamma\#\eta].

Kedua aksi saling komutatif karena

h([γ][η])=[ω#γ#η]=(h[γ])[η]. h\cdot\bigl([\gamma]\cdot[\eta]\bigr) =[\omega\#\gamma\#\eta] =\bigl(h\cdot[\gamma]\bigr)\cdot[\eta].

Keterhubungan sederhana. Untuk lintasan α:[0,1]X\alpha\colon[0,1]\to X yang mulai di x0x_0, rumus

α̃(t)=[αt],αt(s)=α(ts), \widetilde\alpha(t)=[\alpha_t], \qquad \alpha_t(s)=\alpha(ts),

memberi pengangkatannya yang mulai di [cx0][c_{x_0}]; kontinuitasnya adalah argumen lembaran basis yang sama seperti untuk Γγ\Gamma_\gamma. Sekarang ambil loop λ\lambda di (X̃,[cx0])(\widetilde X,[c_{x_0}]) dan letakkan α=pλ\alpha=p\circ\lambda. Karena λ\lambda dan α̃\widetilde\alpha merupakan dua pengangkatan α\alpha dengan titik awal yang sama, keunikan pengangkatan memberi λ=α̃\lambda=\widetilde\alpha. Loop λ\lambda tertutup, maka

[α]=α̃(1)=[cx0]. [\alpha]=\widetilde\alpha(1)=[c_{x_0}].

Dengan kata lain, kriteria pengangkatan tertutup menyatakan bahwa hanya kelas loop trivial pada XX yang mempunyai pengangkatan tertutup dari [cx0][c_{x_0}]. Jadi citra

p*:π1(X̃,[cx0])π1(X,x0) p_*\colon \pi_1(\widetilde X,[c_{x_0}]) \longrightarrow \pi_1(X,x_0)

trivial. Pemetaan p*p_* injektif untuk suatu ruang penutup, menurut teorema pengangkatan yang telah dibuktikan sebelumnya. Karena itu π1(X̃,[cx0])\pi_1(\widetilde X,[c_{x_0}]) trivial. Bersama keterhubungan lintasan di atas, X̃\widetilde X terhubung sederhana. Bukti ini tidak menyamakan aksi kiri bebas dengan penstabil monodromi kanan.

16.4 Realisasi subgrup dan semua representasi

Ambil kembali G=π1(X,x0)G=\pi_1(X,x_0) dan subgrup HGH\leq G. Batasi aksi kiri pada Proposisi 16.2 ke HH. Proposisi 16.1 menghasilkan ruang penutup bertitik

pH:(HX̃,H[cx0])(X,x0). p_H\colon (H\backslash\widetilde X,H[c_{x_0}]) \longrightarrow (X,x_0).

Ruang totalnya terhubung lintasan karena merupakan citra kontinu ruang terhubung lintasan X̃\widetilde X di bawah peta hasil bagi.

Akibat 16.1 (realisasi subgrup). Untuk penutup bertitik di atas,

(pH)*π1(HX̃,H[cx0])=HG. (p_H)_*\pi_1 (H\backslash\widetilde X,H[c_{x_0}]) =H \leq G.

Bukti. Bagi g=[ω]Gg=[\omega]\in G, pengangkatan loop ω\omega melalui pHp_H yang mulai di H[cx0]H[c_{x_0}] ialah

tH[ωt],ωt(s)=ω(ts). t\longmapsto H[\omega_t], \qquad \omega_t(s)=\omega(ts).

Titik akhirnya H[ω]H[\omega]. Menurut kriteria pengangkatan tertutup, gg berada dalam citra (pH)*(p_H)_* tepat ketika

H[ω]=H[cx0], H[\omega]=H[c_{x_0}],

dan persamaan koset ini berlaku tepat ketika gHg\in H. Jadi citra itu persis HH. Ruang X̃\widetilde X sendiri tetap mempunyai grup fundamental trivial; inilah koreksi terhadap persamaan salah pada baris 3374 sumber.

Konstruksi tersebut juga menyelesaikan masalah objek umum. Misalkan mula-mula XX terhubung lintasan dan SS suatu himpunan dengan aksi kanan GG. Uraikan SS menjadi orbit dan pilih satu wakil dalam setiap orbit:

S=iISi,siSi,Hi:=StabG(si). S=\bigsqcup_{i\in I}S_i, \qquad s_i\in S_i, \qquad H_i:=\operatorname{Stab}_G(s_i).

Bangun ruang penutup

ZS:=iIHiX̃X. Z_S:=\bigsqcup_{i\in I}H_i\backslash\widetilde X \longrightarrow X.

Jika S=S=\varnothing, maka I=I=\varnothing dan ZS=Z_S=\varnothing; ini tetap ruang penutup menurut konvensi sumber, yang mengizinkan serat kosong.

Seratnya di atas x0x_0 ialah iHiG\bigsqcup_iH_i\backslash G, dan pemetaan

Φ:iIHiGS,Higsig \begin{aligned} \Phi\colon\bigsqcup_{i\in I}H_i\backslash G &\longrightarrow S,\\ H_i g&\longmapsto s_i\cdot g \end{aligned}

terdefinisi baik, bijektif pada setiap orbit, dan ekuivarian kanan. Memang, Hig=HigH_i g'=H_i g berarti g=hgg'=hg untuk suatu hHih\in H_i, sehingga sig=sigs_i\cdot g'=s_i\cdot g. Sebaliknya, kesamaan kedua nilai menunjukkan gg1Hig'g^{-1}\in H_i, dan sifat ekuivariannya mengikuti dari Φ(Higk)=si(gk)\Phi(H_i gk)=s_i\cdot(gk).

Jika F:Π1(X)𝑺𝒆𝒕F\colon\Pi_1(X)\to\mathbf{Set} representasi yang diberikan, ambil S=F(x0)S=F(x_0) dengan aksi kanan sg:=F(g)(s)s\cdot g:=F(g)(s) dalam konvensi komposisi kronologis unit ini. Tuliskan MM untuk monodromi ZSZ_S. Isomorfisma Φ\Phi pada titik basis meluas melalui transpor lintasan: untuk pilihan α:x0x\alpha\colon x_0\rightsquigarrow x, definisikan

Φx:=F(α)ΦM(α¯):(ZS)xF(x). \Phi_x := F(\alpha)\circ\Phi\circ M(\overline\alpha) \colon (Z_S)_x\longrightarrow F(x).

Rumus ini tidak bergantung pada α\alpha. Memang, jika β:x0x\beta\colon x_0\rightsquigarrow x pilihan lain dan g=[β#α¯]Gg=[\beta\#\overline\alpha]\in G, maka

M(α¯)=M(g)M(β¯),F(α)=F(β)F(g)1. M(\overline\alpha)=M(g)\circ M(\overline\beta), \qquad F(\alpha)=F(\beta)\circ F(g)^{-1}.

Ekuivariansi ΦM(g)=F(g)Φ\Phi\circ M(g)=F(g)\circ\Phi membuat kedua rumus untuk Φx\Phi_x sama. Jika [η:xy][\eta\colon x\rightsquigarrow y] diberikan, gunakan α#η\alpha\#\eta sebagai pilihan lintasan menuju yy; langsung diperoleh ΦyM(η)=F(η)Φx\Phi_y\circ M(\eta)=F(\eta)\circ\Phi_x. Jadi (Φx)x(\Phi_x)_x adalah isomorfisma natural antara monodromi ZSZ_S dan FF.

Bila XX tidak terhubung, konvensi SLSC menjamin bahwa setiap komponen lintasannya XjX_j terbuka. Untuk setiap jj, pilih titik basis xjXjx_j\in X_j, uraikan secara independen himpunan F(xj)F(x_j) menjadi orbit di bawah π1(Xj,xj)\pi_1(X_j,x_j), dan lakukan konstruksi di atas pada XjX_j. Gabungan saling lepas semua ruang penutup komponen adalah ruang penutup dari XX, dan isomorfisma natural komponen demi komponen bergabung menjadi isomorfisma representasi seluruh grupoid fundamental.

Proposisi 16.3 (surjektivitas esensial monodromi). Jika XX SLSC dalam konvensi mata kuliah, fungtor monodromi

CovX[Π1(X),𝑺𝒆𝒕] \operatorname{Cov}_X \longrightarrow [\Pi_1(X),\mathbf{Set}]

surjektif secara esensial: setiap representasi Π1(X)𝑺𝒆𝒕\Pi_1(X)\to\mathbf{Set} isomorfik dengan representasi yang berasal dari suatu ruang penutup.

Batas hasil. Proposisi 16.3 hanya menyelesaikan keberadaan objek hingga isomorfisma. Belum dibuktikan bahwa setiap pemetaan ekuivarian serat berasal dari suatu pemetaan ruang penutup, ataupun bahwa pemetaan tersebut unik. Dengan demikian, kepenuhan, kesetiaan, dan ekuivalensi kategori tidak diklaim pada batas Unit 16.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Enam pemeriksaan berikut merupakan materi asli edisi. Pemeriksaan itu menutup tepat enam kewajiban pembuktian unit ini: hasil bagi lokal, dua aksi yang saling komutatif, topologi basis, pengangkatan dan keterhubungan sederhana, realisasi subgrup, serta realisasi orbit demi orbit dan komponen demi komponen. Tidak ada pemeriksaan yang memakai hasil klasifikasi transformasi dek atau kepenuhan-setiaan dari kuliah sesudahnya.

Pemeriksaan penguasaan 16.1 (hasil bagi suatu penutup). Misalkan grup diskret KK bertindak kontinu dari kiri dan serat demi serat pada ruang penutup p:ZXp\colon Z\to X, dengan XX SLSC dalam konvensi mata kuliah. Buktikan langsung bahwa KZXK\backslash Z\to X merupakan ruang penutup. Dalam bukti Anda, jelaskan mengapa elemen KK mempermutasikan lembaran utuh dan mengapa topologi hasil bagi membatasi dengan benar di atas lingkungan yang diliputi secara merata.

16.5 Solusi Pemeriksaan 16.1

Pilih xXx\in X dan lingkungan terbuka terhubung lintasan UxU\ni x yang diliputi secara merata. Jika VV satu lembaran di atas UU, maka kVkV terhubung lintasan, termuat dalam p1(U)p^{-1}(U), dan karena p(kz)=p(z)p(kz)=p(z), peta kVUkV\to U masih surjektif. Himpunan terhubung itu termuat dalam satu lembaran VV'. Menerapkan k1k^{-1} menunjukkan kV=VkV=V'. Jadi setiap kk mempermutasikan lembaran-lembaran utuh.

Dengan F=p1(x)F=p^{-1}(x), trivialiasi menurut lembaran memberi

p1(U)U×F,k(u,f)=(u,kf). p^{-1}(U)\cong U\times F, \qquad k(u,f)=(u,kf).

Peta hasil bagi q:ZKZq\colon Z\to K\backslash Z terbuka karena

q1(q(O))=kKkO q^{-1}(q(O))=\bigcup_{k\in K}kO

terbuka untuk setiap OO terbuka. Selain itu, p1(U)p^{-1}(U) jenuh: sebuah orbit yang bertemu p1(U)p^{-1}(U) seluruhnya berada di atas titik-titik UU. Maka pembatasan q|p1(U)q|_{p^{-1}(U)} adalah peta hasil bagi ke prabayangan UU dalam KZK\backslash Z. Dengan demikian

(KZ)UK(U×F)U×(KF). (K\backslash Z)_U \cong K\backslash(U\times F) \cong U\times(K\backslash F).

Himpunan KFK\backslash F diskret, sehingga ruas kanan merupakan gabungan saling lepas salinan UU. Jadi setiap xx mempunyai lingkungan yang diliputi secara merata dan KZXK\backslash Z\to X adalah ruang penutup.

Pemeriksaan penguasaan 16.2 (hasil bagi kiri dan monodromi kanan). Pada X̃\widetilde X, tuliskan aksi kiri G=π1(X,x0)G=\pi_1(X,x_0) dan transpor kanan sepanjang [η:xy][\eta\colon x\rightsquigarrow y]. Buktikan bahwa keduanya komutatif. Lalu buktikan bahwa, bagi HGH\leq G, peta serat

qx:X̃x(HX̃)x q_x\colon\widetilde X_x\to(H\backslash\widetilde X)_x

komutatif dengan transpor kanan.

16.6 Solusi Pemeriksaan 16.2

Jika h=[ω]h=[\omega] diwakili loop pada x0x_0 dan [γ]X̃x[\gamma]\in\widetilde X_x, rumus aksi kirinya

h[γ]=[ω#γ]. h\cdot[\gamma]=[\omega\#\gamma].

Transpor kanan sepanjang η\eta ialah

[γ][η]=[γ#η]. [\gamma]\cdot[\eta]=[\gamma\#\eta].

Asosiativitas dalam grupoid fundamental memberi

h([γ][η])=[ω#γ#η]=(h[γ])[η]. h\cdot([\gamma]\cdot[\eta]) =[\omega\#\gamma\#\eta] =(h\cdot[\gamma])\cdot[\eta].

Jadi aksi prefiks kiri tidak boleh disamakan dengan monodromi sufiks kanan, namun kedua operator itu komutatif.

Peta hasil bagi adalah qx([γ])=H[γ]q_x([\gamma])=H[\gamma]. Karena rumus di atas,

qy([γ][η])=H[γ#η]=(H[γ])[η]=qx([γ])[η]. \begin{aligned} q_y([\gamma]\cdot[\eta]) &=H[\gamma\#\eta]\\ &=(H[\gamma])\cdot[\eta]\\ &=q_x([\gamma])\cdot[\eta]. \end{aligned}

Rumus itu juga menunjukkan bahwa pada serat titik basis aksi yang turun adalah (Hg)k=H(gk)(Hg)\cdot k=H(gk) pada HGH\backslash G.

Pemeriksaan penguasaan 16.3 (basis dan lembaran tanpa pemilih lintasan). Untuk himpunan kelas lintasan X̃\widetilde X, buktikan bahwa semua U[γ]U_{[\gamma]} membentuk basis. Buktikan pula bahwa, untuk lingkungan dapat dipakai UxU\ni x,

p1(U)=ap1(x)Ua p^{-1}(U)=\bigsqcup_{a\in p^{-1}(x)}U_a

dan setiap p|Uap|_{U_a} merupakan homeomorfisma ke UU. Jangan memilih keluarga lintasan xηxx'\mapsto\eta_{x'} yang diasumsikan kontinu.

16.7 Solusi Pemeriksaan 16.3

Kelas [α][\alpha] berada dalam U[α]U_{[\alpha]} melalui lintasan konstan di titik ujungnya. Jika [α][\alpha] berada dalam dua himpunan basis calon, pilih lingkungan dapat dipakai WW dari titik ujung α\alpha yang termuat dalam irisan kedua lingkungan dasar. Setiap ekstensi α\alpha oleh lintasan di WW juga merupakan ekstensi melalui masing-masing lingkungan lama, jadi W[α]W_{[\alpha]} termuat dalam irisan. Ini membuktikan kedua aksioma basis.

Tetapkan a=[γ]p1(x)a=[\gamma]\in p^{-1}(x). Karena UU terhubung lintasan, setiap yUy\in U dapat dicapai oleh lintasan η\eta di UU, dan [γ#η]Ua[\gamma\#\eta]\in U_a terletak di atas yy. Jadi pembatasan p|Uap|_{U_a} surjektif. Jika dua unsur [γ#η1][\gamma\#\eta_1] dan [γ#η2][\gamma\#\eta_2] dipetakan ke titik yy yang sama, loop η1#η2¯\eta_1\#\overline{\eta_2} berada di UU dan karenanya trivial di XX. Jadi [η1]=[η2][\eta_1]=[\eta_2] dan kedua unsur tadi sama. Maka pembatasan tersebut bijektif.

Jika OUaO\subseteq U_a terbuka dan [α]O[\alpha]\in O, perhalus suatu lingkungan basis di dalam OO menjadi V[α]OV_{[\alpha]}\subseteq O dengan VUV\subseteq U dapat dipakai. Himpunan itu dipetakan bijektif ke VV. Maka p(O)p(O) terbuka sebagai gabungan lingkungan-lingkungan VV, sehingga p|Uap|_{U_a} terbuka dan merupakan homeomorfisma.

Untuk menunjukkan bahwa lembaran-lembaran menutupi p1(U)p^{-1}(U), ambil [β][\beta] di atas yUy\in U dan lintasan η:xy\eta\colon x\rightsquigarrow y dalam UU. Lalu [β][\beta] berada pada lembaran yang pusatnya [β#η¯][\beta\#\overline\eta] di atas xx. Jika dua lembaran bertemu, lintasan dalam UU dari kedua pusat ke titik temu berbeda hanya dengan loop di UU; loop itu trivial di XX, sehingga pusatnya sama. Jadi gabungan itu saling lepas. Seluruh argumen hanya menggunakan lintasan satu per satu dan tidak mendalilkan pemilih lintasan kontinu.

Pemeriksaan penguasaan 16.4 (pengangkatan dan keterhubungan sederhana). Bagi lintasan α:xy\alpha\colon x\rightsquigarrow y dan a=[γ]X̃xa=[\gamma]\in\widetilde X_x, berikan rumus pengangkatan yang mulai di aa dan buktikan kontinuitasnya dari basis. Gunakan rumus itu untuk membuktikan bahwa X̃\widetilde X terhubung lintasan dan terhubung sederhana.

16.8 Solusi Pemeriksaan 16.4

Tuliskan αt(s)=α(ts)\alpha_t(s)=\alpha(ts). Pengangkatan yang dicari ialah

α̃a(t)=[γ#αt]. \widetilde\alpha_a(t) =[\gamma\#\alpha_t].

Jelas p(α̃a(t))=α(t)p(\widetilde\alpha_a(t))=\alpha(t) dan nilai awalnya aa. Untuk kontinuitas di t0t_0, ambil sebarang lingkungan basis dari [γ#αt0][\gamma\#\alpha_{t_0}] dan perhalus menjadi U[γ#αt0]U_{[\gamma\#\alpha_{t_0}]} di dalamnya. Pada interval kecil JJ sekitar t0t_0, citra α(J)\alpha(J) termuat di UU. Segmen α\alpha dari t0t_0 ke tt berada dalam UU, dan setelah reparametrisasi serta menghapus penelusuran balik, [γ#αt][\gamma\#\alpha_t] diperoleh dengan menambahkan segmen itu pada [γ#αt0][\gamma\#\alpha_{t_0}]. Maka citra JJ berada dalam satu lingkungan basis.

Untuk keterhubungan lintasan, ambil [γ]X̃[\gamma]\in\widetilde X dan gunakan t[γt]t\mapsto[\gamma_t]. Peta ini kontinu menurut argumen yang baru diberikan, mulai di [cx0][c_{x_0}], dan berakhir di [γ][\gamma].

Untuk keterhubungan sederhana, ambil loop λ\lambda di [cx0][c_{x_0}] dan proyeksikan menjadi α=pλ\alpha=p\circ\lambda. Keunikan pengangkatan menjadikan λ(t)=[αt]\lambda(t)=[\alpha_t]. Karena λ(1)\lambda(1) kembali ke [cx0][c_{x_0}], kelas [α][\alpha] trivial. Jadi p*[λ]=1p_*[\lambda]=1 bagi setiap [λ][\lambda]. Pemetaan p*p_* injektif untuk ruang penutup, sehingga [λ]=1[\lambda]=1. Bersama keterhubungan lintasan, kesimpulannya X̃\widetilde X terhubung sederhana.

Pemeriksaan penguasaan 16.5 (realisasi subgrup). Untuk HGH\leq G, buktikan bahwa HX̃XH\backslash\widetilde X\to X terhubung dan bahwa citra grup fundamentalnya di GG tepat HH. Jelaskan mengapa kesimpulan itu bukan π1(X̃)=H\pi_1(\widetilde X)=H.

16.9 Solusi Pemeriksaan 16.5

Peta hasil bagi kontinu dan surjektif, sedangkan X̃\widetilde X terhubung lintasan. Citra lintasan yang menghubungkan dua wakil menghubungkan kelas orbitnya, sehingga HX̃H\backslash\widetilde X terhubung lintasan.

Ambil g=[ω]Gg=[\omega]\in G. Pengangkatan loop ω\omega ke penutup hasil bagi dari titik H[cx0]H[c_{x_0}] ialah tH[ωt]t\mapsto H[\omega_t], dengan titik akhir H[ω]H[\omega]. Pengangkatan itu tertutup tepat ketika

H[ω]=H[cx0], H[\omega]=H[c_{x_0}],

yakni tepat ketika gHg\in H. Kriteria pengangkatan tertutup menyatakan bahwa loop basis berada dalam citra (pH)*(p_H)_* tepat ketika pengangkatannya dari titik basis tertutup. Oleh karena itu

(pH)*π1(HX̃,H[cx0])=H. (p_H)_*\pi_1(H\backslash\widetilde X,H[c_{x_0}])=H.

Di pihak lain, X̃\widetilde X adalah penutup universal yang baru dibuktikan terhubung sederhana, sehingga π1(X̃,[cx0])=1\pi_1(\widetilde X,[c_{x_0}])=1. Grup HH muncul sebagai citra grup fundamental ruang hasil bagi, bukan sebagai grup fundamental penutup universal itu sendiri.

Pemeriksaan penguasaan 16.6 (realisasi orbit dan komponen). Misalkan F:Π1(X)𝑺𝒆𝒕F\colon\Pi_1(X)\to\mathbf{Set} dan XX SLSC dalam konvensi mata kuliah. Bangun ruang penutup yang monodrominya isomorfik dengan FF: pertama untuk satu komponen lintasan, lalu untuk semua komponen. Buktikan secara langsung bahwa pemetaan serat pada titik basis terdefinisi baik, bijektif, dan ekuivarian.

16.10 Solusi Pemeriksaan 16.6

Mula-mula andaikan XX terhubung lintasan dan pilih x0x_0. Letakkan G=π1(X,x0)G=\pi_1(X,x_0) dan S=F(x0)S=F(x_0). Uraikan SS menjadi orbit kanan,

S=iISi, S=\bigsqcup_{i\in I}S_i,

pilih siSis_i\in S_i, dan letakkan Hi=StabG(si)H_i=\operatorname{Stab}_G(s_i). Bentuk

Z=iIHiX̃X. Z=\bigsqcup_{i\in I}H_i\backslash\widetilde X \longrightarrow X.

Untuk S=S=\varnothing, koproduk ini kosong dan tetap merupakan ruang penutup menurut konvensi serat kosong edisi.

Pada serat di x0x_0, definisikan

Φ(Hig)=sig. \Phi(H_i g)=s_i\cdot g.

Jika Hig=HigH_i g'=H_i g, maka g=hgg'=hg untuk hHih\in H_i, sehingga sig=(sih)g=sigs_i\cdot g'=(s_i\cdot h)\cdot g=s_i\cdot g; jadi Φ\Phi terdefinisi baik. Setiap unsur orbit SiS_i berbentuk sigs_i\cdot g, sehingga peta surjektif. Jika sig=sigs_i\cdot g'=s_i\cdot g, maka gg1Hig'g^{-1}\in H_i, sehingga Hig=HigH_i g'=H_i g; orbit yang berbeda juga saling lepas. Jadi peta injektif. Terakhir,

Φ((Hig)k)=Φ(Higk)=si(gk)=(sig)k, \Phi((H_i g)\cdot k) =\Phi(H_i gk) =s_i\cdot(gk) =(s_i\cdot g)\cdot k,

maka Φ\Phi ekuivarian kanan. Transpor dari x0x_0 ke setiap xx memperluas Φ\Phi menjadi isomorfisma natural monodromi ZZ dengan FF; independensi pilihan lintasan tepat merupakan ekuivariansi yang baru dibuktikan.

Untuk XX umum, tuliskan X=jJXjX=\bigsqcup_{j\in J}X_j sebagai gabungan komponen lintasan terbuka. Pilih xjXjx_j\in X_j, terapkan konstruksi tadi secara terpisah pada F|Π1(Xj)F|_{\Pi_1(X_j)}, dan peroleh ZjXjZ_j\to X_j. Maka

jJZjjJXj=X \bigsqcup_{j\in J}Z_j \longrightarrow \bigsqcup_{j\in J}X_j=X

adalah ruang penutup. Isomorfisma natural pada setiap komponen bergabung karena tidak ada morfisma grupoid fundamental di antara dua komponen lintasan yang berbeda. Monodromi ruang penutup ini isomorfik dengan FF. Argumen membuktikan surjektivitas esensial saja; tidak ada klaim tentang morfisma antarpenutup.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 3384–3481 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang 98 baris itu dimulai dengan penanda Kuliah 17 dan berakhir sesudah proposisi bahwa πn(X,x)\pi_n(X,x) abelian untuk n2n\geq2. Penanda Kuliah 18 pada baris 3482 tidak termasuk. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan ketiga catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Tampilan panjang yang mendefinisikan operasi grup dan kedua konkatenasi koordinat ditata ulang dengan deskripsi linear, syarat jahitan, dan inventaris empat kuadran. Tidak ada diagram gambar atau aset eksternal pada rentang sumber ini.

Konvensi monodromi tetap sama dengan Unit 14–16. Pada serat titik basis dalam model kelas lintasan, G=π1(X,x0)G=\pi_1(X,x_0) bertindak dari kanan melalui

[γ]g=[γ#g], [\gamma]\cdot g=[\gamma\#g],

yakni gg ditempuh sesudah γ\gamma. Karena itu

(zg)h=z(gh),φ(zg)=φ(z)g. (z\cdot g)\cdot h=z\cdot(gh), \qquad \varphi(z\cdot g)=\varphi(z)\cdot g.

Tidak ada aksi kiri baru dalam Unit 17. Aksi kanan ini tidak disamakan dengan notasi kiri hasil konversi invers gz=zg1g\star z=z\cdot g^{-1}, dan juga tidak disamakan dengan aksi kiri serat demi serat Unit 16 h[γ]=[h#γ]h\triangleright[\gamma]=[h\#\gamma] yang dipakai untuk membentuk HX̃H\backslash\widetilde X.

Edisi ini memperbaiki persamaan peta yang salah tipe pada lema keunikan, melengkapi bukti kesetiaan komponen demi komponen, dan memberi bukti penuh bagi kepenuhan fungtor monodromi, termasuk kontinuitas dalam trivialiasi lokal. Rentang nn dinyatakan pada setiap hasil: π0\pi_0 mula-mula hanya himpunan bertitik, sedangkan model kubus/cakram, adjungsi loop, dan struktur grup di sini berlaku untuk n1n\geq1. Argumen Eckmann–Hilton dikoreksi: hipotesis dua operasi berunit dan hukum pertukaran hanya menghasilkan monoid komutatif; kesimpulan grup abelian baru sah bila invers telah diperoleh secara terpisah. Kesalahan cabang kedua operasi #2\#_2 juga diperbaiki dari f1f_1 menjadi f2f_2.

Keenam pemeriksaan penguasaan beserta solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts, MIT, Haynes Miller, Sanath Devalapurkar, Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, atau institusi mereka.

17 Kuliah 17

Unit 16 membuktikan bahwa, untuk XX SLSC dalam konvensi mata kuliah, fungtor monodromi

ρ:CovX[Π1(X),𝑺𝒆𝒕] \rho\colon\operatorname{Cov}_X \longrightarrow[\Pi_1(X),\mathbf{Set}]

surjektif secara esensial. Kini kita buktikan bahwa fungtor itu juga setia dan penuh. Sesudah klasifikasi ruang penutup selesai, sumber memulai bagian baru tentang grup homotopi lebih tinggi.

17.1 Keunikan pemetaan ke ruang penutup

Lema 17.1 (keunikan pemetaan pengangkat). Misalkan π:ZX\pi\colon Z\to X ruang penutup, YY terhubung lintasan, dan p:YXp\colon Y\to X suatu pemetaan. Jika f,g:YZf,g\colon Y\to Z memenuhi

πf=p=πg \pi\circ f=p=\pi\circ g

dan f(y0)=g(y0)f(y_0)=g(y_0) untuk suatu y0Yy_0\in Y, maka f=gf=g.

Bukti. Ambil yYy\in Y dan pilih lintasan γ:y0y\gamma\colon y_0\rightsquigarrow y. Kedua lintasan fγf\circ\gamma dan gγg\circ\gamma merupakan pengangkatan dari pγ:IXp\circ\gamma\colon I\to X. Titik awalnya sama karena

f(γ(0))=f(y0)=g(y0)=g(γ(0)). f(\gamma(0))=f(y_0)=g(y_0)=g(\gamma(0)).

Keunikan pengangkatan lintasan memberi fγ=gγf\circ\gamma=g\circ\gamma, sehingga pada titik akhir

f(y)=f(γ(1))=g(γ(1))=g(y). f(y)=f(\gamma(1))=g(\gamma(1))=g(y).

Karena yy sebarang, f=gf=g. Persamaan pada pernyataan memperbaiki urutan komposisi yang salah tipe di sumber, dan g(γ(0))g(\gamma(0)) memperbaiki argumen g(γ(y0))g(\gamma(y_0)) yang tidak terdefinisi.

Lema ini berlaku khususnya bila YY sendiri merupakan ruang total suatu ruang penutup dari XX, asalkan diterapkan pada setiap komponen lintasannya.

Akibat 17.1 (kesetiaan monodromi). Fungtor monodromi

ρ:CovX[Π1(X),𝑺𝒆𝒕] \rho\colon\operatorname{Cov}_X \longrightarrow[\Pi_1(X),\mathbf{Set}]

bersifat setia.

Bukti. Mula-mula anggap XX terhubung dan pilih x0Xx_0\in X. Dalam konvensi SLSC mata kuliah, XX terhubung lintasan. Ambil dua ruang penutup πi:ZiX\pi_i\colon Z_i\to X dan dua pemetaan ruang penutup f,g:Z1Z2f,g\colon Z_1\to Z_2. Andaikan transformasi natural yang diinduksi ff dan gg sama. Khususnya, pembatasan serat yang bertipe lengkap memenuhi

fx0=gx0:(Z1)x0(Z2)x0. f_{x_0}=g_{x_0}\colon (Z_1)_{x_0}\longrightarrow(Z_2)_{x_0}.

Kedua pembatasan ini adalah morfisma di 𝑺𝒆𝒕G\mathbf{Set}_G untuk aksi monodromi kanan; kesamaannya di sini adalah kesamaan fungsi serat yang ekuivarian kanan.

Setiap komponen lintasan CC dari Z1Z_1 memetakan surjektif ke XX; ini adalah hasil komponen ruang penutup yang dibuktikan pada Unit 15. Maka ada zCC(Z1)x0z_C\in C\cap(Z_1)_{x_0}. Pembatasan f|Cf|_C dan g|Cg|_C adalah dua pemetaan dari ruang terhubung lintasan CC ke Z2Z_2 di atas XX, dan keduanya sama pada zCz_C. Lema 17.1 memberi f|C=g|Cf|_C=g|_C. Karena komponen-komponen itu menutupi Z1Z_1, diperoleh f=gf=g.

Untuk XX yang tidak terhubung, komponen lintasannya terbuka menurut konvensi SLSC. Terapkan argumen yang sama secara terpisah pada setiap komponen ruang basis. Jadi kesamaan transformasi natural selalu memaksa kesamaan pemetaan ruang penutup, yakni ρ\rho setia.

17.2 Kepenuhan dan teorema klasifikasi

Teorema 17.1 (klasifikasi ruang penutup). Jika XX SLSC dalam konvensi mata kuliah, fungtor monodromi

ρ:CovX[Π1(X),𝑺𝒆𝒕] \rho\colon\operatorname{Cov}_X \longrightarrow[\Pi_1(X),\mathbf{Set}]

merupakan ekuivalensi kategori.

Bukti. Unit 16 membuktikan surjektivitas esensial, dan Akibat 17.1 membuktikan kesetiaan. Tinggal dibuktikan bahwa ρ\rho penuh.

Ambil ruang penutup πi:ZiX\pi_i\colon Z_i\to X, dengan representasi monodromi ρi\rho_i, dan transformasi natural

η:ρ1ρ2. \eta\colon\rho_1\Longrightarrow\rho_2.

Untuk zZ1z\in Z_1 dengan π1(z)=x\pi_1(z)=x, definisikan

F(z):=ηx(z)(Z2)x. F(z):=\eta_x(z)\in(Z_2)_x.

Definisi ini langsung memberi

π2F=π1,F|(Z1)x=ηx \pi_2\circ F=\pi_1, \qquad F|_{(Z_1)_x}=\eta_x

untuk setiap xXx\in X. Jadi yang masih harus dibuktikan hanya kontinuitas.

Tetapkan xXx\in X. Pilih lingkungan terbuka terhubung lintasan UxU\ni x yang diliputi secara merata oleh kedua ruang penutup; ini diperoleh dengan memotong dua lingkungan yang diliputi secara merata lalu memperhalusnya memakai basis SLSC. Tuliskan

Ai:=(Zi)x. A_i:=(Z_i)_x.

Penandaan lembaran oleh titiknya di atas xx memberi trivialiasi

τi:πi1(U)U×Ai. \tau_i\colon\pi_i^{-1}(U)\xrightarrow{\ \cong\ }U\times A_i.

Bagi uUu\in U, aA1a\in A_1, dan lintasan [α:xu][\alpha\colon x\rightsquigarrow u] di UU, titik pada lembaran berlabel aa ialah α*Z1(a)\alpha_*^{Z_1}(a). Naturalitas η\eta menyatakan

ηu(α*Z1(a))=α*Z2(ηx(a)). \eta_u\bigl(\alpha_*^{Z_1}(a)\bigr) = \alpha_*^{Z_2}\bigl(\eta_x(a)\bigr).

Karena UU diliputi secara merata, transpor di dalam UU tetap berada pada satu lembaran dan tidak bergantung pada pilihan lintasan di UU setelah label lembaran ditetapkan. Oleh karena itu, dalam kedua trivialiasi lokal, FF mempunyai rumus

τ2Fτ11(u,a)=(u,ηx(a)). \tau_2\circ F\circ\tau_1^{-1}(u,a) = (u,\eta_x(a)).

Rumus itu adalah identitas pada faktor UU dan satu pemetaan tetap di antara himpunan diskret A1A_1 dan A2A_2; jadi ia kontinu. Lingkungan seperti UU menutupi XX, maka FF kontinu secara global. Dengan demikian FF adalah pemetaan ruang penutup yang menginduksi η\eta. Keunikannya langsung dari rumus F(z)=ηπ1(z)(z)F(z)=\eta_{\pi_1(z)}(z), atau dari kesetiaan yang baru dibuktikan. Jadi ρ\rho penuh. Fungtor yang penuh, setia, dan surjektif secara esensial merupakan ekuivalensi kategori.

Untuk menghubungkan bukti ini dengan reduksi bertitik pada sumber, andaikan XX terhubung, pilih x0x_0, dan letakkan G=π1(X,x0)G=\pi_1(X,x_0). Komponen titik basis dari transformasi natural adalah pemetaan himpunan-GG kanan

φ:(Z1)x0(Z2)x0,φ(zg)=φ(z)g. \varphi\colon(Z_1)_{x_0}\longrightarrow(Z_2)_{x_0}, \qquad \varphi(z\cdot g)=\varphi(z)\cdot g.

Naturalitas terhadap semua lintasan memperluas φ\varphi menjadi keluarga (ηx)x(\eta_x)_x, dan konstruksi di atas menghasilkan FF. Aksi kanan tersebut adalah monodromi langsung; bukti ini tidak memakai aksi kiri serat demi serat dari Unit 16.

17.3 Grup homotopi lebih tinggi

Sejauh ini kita telah memakai invarian π0\pi_0, [pt,][\mathrm{pt},-], dan π1\pi_1. Catatan pinggir sumber mengingatkan bahwa pada dimensi rendah ada dua invarian yang sama-sama mencoba menangkap “komponen” suatu ruang; keadaan ganda ini merupakan kekhasan dimensi rendah.

Perhatikan bahwa

π1(X,x)=[(S1,1),(X,x)]*. \pi_1(X,x)=[(S^1,1),(X,x)]_*.

Untuk ruang bertitik juga berlaku

[pt,X][(S0,1),(X,x)]*, [\mathrm{pt},X] \cong [(S^0,1),(X,x)]_*,

sebab S0={1,1}S^0=\{1,-1\} dan peta bertitik (S0,1)(X,x)(S^0,1)\to(X,x) ditentukan sepenuhnya oleh citra 1-1. Pola ini memotivasi pertanyaan retoris sumber: apa yang seharusnya menjadi πn\pi_n?

Definisi 17.1 (himpunan dan grup homotopi ke-nn). Bagi ruang bertitik (X,x)(X,x) dan bilangan bulat n0n\geq0, definisikan

πn(X,x):=[(Sn,1),(X,x)]*. \pi_n(X,x):=[(S^n,1),(X,x)]_*.

Untuk n=0n=0, objek ini mula-mula hanya himpunan bertitik. Untuk n1n\geq1, operasi yang dibangun di bawah menjadikannya grup, sehingga istilah grup homotopi ke-nn dipakai dalam rentang tersebut.

Untuk setiap n0n\geq0, postkomposisi oleh peta bertitik membuat πn\pi_n menjadi fungtor

πn:𝑻𝒐𝒑*𝑺𝒆𝒕. \pi_n\colon\mathbf{Top}_*\longrightarrow\mathbf{Set}.

Kelas peta konstan memberi setiap nilai fungtor itu satu titik terpilih, meskipun kita tetap menuliskan kodomain sumber sebagai 𝑺𝒆𝒕\mathbf{Set}.

Pemetaan koordinat memberi bijeksi alami

πn(X×Y,(x,y))πn(X,x)×πn(Y,y). \pi_n(X\times Y,(x,y)) \cong \pi_n(X,x)\times\pi_n(Y,y).

17.4 Model sfera, kubus, dan cakram

Untuk pasangan ruang (Y,A)(Y,A), hasil bagi Y/AY/A berarti ruang hasil bagi yang mengidentifikasi semua titik AA menjadi satu titik dan tidak membuat identifikasi lain. Catatan ini berasal dari catatan pinggir sumber.

Jika n1n\geq1, terdapat homeomorfisma bertitik

SnIn/InDn/Dn, S^n \cong I^n/\partial I^n \cong D^n/\partial D^n,

dengan titik basis sebagai citra subruang batas yang diruntuhkan. Karena itu peta bertitik dari SnS^n ke (X,x)(X,x) sama datanya dengan peta pasangan

f:(In,In)(X,{x}), f\colon(I^n,\partial I^n)\longrightarrow(X,\{x\}),

dan juga dengan peta pasangan dari (Dn,Dn)(D^n,\partial D^n).

Homotopi relatif terhadap AA antara dua peta pasangan f0,f1:(Y,A)(X,{x})f_0,f_1\colon(Y,A)\to(X,\{x\}) adalah homotopi H:I×YXH\colon I\times Y\to X yang memenuhi

H(0,y)=f0(y),H(1,y)=f1(y),H(t,a)=x H(0,y)=f_0(y), \qquad H(1,y)=f_1(y), \qquad H(t,a)=x

untuk semua yYy\in Y, tIt\in I, dan aAa\in A. Dengan relasi ini,

[(Sn,1),(X,x)]*[(In,In),(X,{x})][(Dn,Dn),(X,{x})] [(S^n,1),(X,x)]_* \cong [(I^n,\partial I^n),(X,\{x\})] \cong [(D^n,\partial D^n),(X,\{x\})]

untuk n1n\geq1.

Pengecualian n=0n=0 penting: I0I^0 dan D0D^0 masing-masing satu titik dan batasnya kosong, sehingga hasil bagi tersebut tetap satu titik, bukan S0S^0. Jadi model hasil bagi kubus dan cakram di atas tidak dipakai untuk π0\pi_0.

17.5 Adjungsi loop dan struktur grup

Ambil n1n\geq1 dan wakil f:(In,In)(X,{x})f\colon(I^n,\partial I^n)\to(X,\{x\}). Tuliskan titik kubus sebagai (u,t)In1×I(u,t)\in I^{n-1}\times I. Rumus

f̂(u)(t):=f(u,t) \widehat f(u)(t):=f(u,t)

memberi peta pasangan

f̂:(In1,In1)(ΩxX,cx). \widehat f\colon (I^{n-1},\partial I^{n-1}) \longrightarrow (\Omega_xX,c_x).

Syarat batas pada ff memastikan bahwa f̂(u)\widehat f(u) adalah loop di xx dan bahwa uIn1u\in\partial I^{n-1} dikirim ke loop konstan. Proses yang mengubah f(u,t)f(u,t) menjadi u(tf(u,t))u\mapsto(t\mapsto f(u,t)) dan proses kebalikannya saling invers serta mempertahankan homotopi relatif. Maka

πn(X,x)πn1(ΩxX,cx) \pi_n(X,x) \cong \pi_{n-1}(\Omega_xX,c_x)

untuk setiap n1n\geq1; ketika n=1n=1, ruas kanan ialah himpunan komponen bertitik π0(ΩxX,cx)\pi_0(\Omega_xX,c_x).

Konkatenasi loop kontinu μ:ΩxX×ΩxXΩxX\mu\colon\Omega_xX\times\Omega_xX\to\Omega_xX menginduksi operasi biner melalui rantai pemetaan berikut:

πn(X,x)×πn(X,x)πn1(ΩxX,cx)×πn1(ΩxX,cx)πn1(ΩxX×ΩxX,(cx,cx))μ*πn1(ΩxX,cx)πn(X,x). \begin{aligned} \pi_n(X,x)\times\pi_n(X,x) &\cong \pi_{n-1}(\Omega_xX,c_x) \times \pi_{n-1}(\Omega_xX,c_x)\\ &\cong \pi_{n-1}(\Omega_xX\times\Omega_xX,(c_x,c_x))\\ &\xrightarrow{\ \mu_*\ } \pi_{n-1}(\Omega_xX,c_x) \cong \pi_n(X,x). \end{aligned}

Dalam model kubus, operasi ini adalah konkatenasi kronologis pada koordinat terakhir. Jika uIn1u\in I^{n-1} dan tIt\in I, definisikan

(f#ng)(u,t)={f(u,2t),0t12,g(u,2t1),12t1. (f\#_ng)(u,t) = \begin{cases} f(u,2t),&0\leq t\leq\tfrac12,\\ g(u,2t-1),&\tfrac12\leq t\leq1. \end{cases}

Kedua cabang bertemu di xx pada t=12t=\tfrac12 karena sisi t=1t=1 dari ff dan sisi t=0t=0 dari gg berada di batas kubus. Operasi itu turun ke kelas homotopi relatif. Kelas peta konstan menjadi identitas, pembalikan koordinat terakhir

f1(u,t):=f(u,1t) f^{-1}(u,t):=f(u,1-t)

memberi invers, dan reparametrisasi interval memberi asosiativitas pada kelas homotopi. Postkomposisi oleh peta bertitik mempertahankan semua rumus. Jadi, untuk setiap n1n\geq1, diperoleh fungtor

πn:𝑻𝒐𝒑*𝑮𝒓𝒑. \pi_n\colon\mathbf{Top}_*\longrightarrow\mathbf{Grp}.

Sumber memperkenalkan hasil berikut sebagai abstraksi terkenal yang muncul sesudah definisi awal grup homotopi lebih tinggi sekitar tahun 1932.

17.6 Argumen Eckmann–Hilton yang bertipe tepat

Lema 17.2 (argumen Eckmann–Hilton). Misalkan himpunan MM membawa dua operasi biner berunit

,#:M×MM \circ,\#\colon M\times M\longrightarrow M

dengan unit masing-masing ee_\circ dan e#e_\#, serta memenuhi hukum pertukaran

(ab)#(cd)=(a#c)(b#d) (a\circ b)\#(c\circ d) = (a\#c)\circ(b\#d)

untuk semua a,b,c,dMa,b,c,d\in M. Maka kedua unit sama, kedua operasi sama, dan operasi tunggal itu asosiatif serta komutatif. Jadi MM merupakan monoid komutatif. Jika operasi tunggal itu diketahui mempunyai invers, maka MM merupakan grup abelian.

Bukti. Pertama, hukum pertukaran memberi

e#=e##e#=(e#e)#(ee#)=(e##e)(e#e#)=ee=e. \begin{aligned} e_\# &=e_\#\#e_\#\\ &=(e_\#\circ e_\circ)\#(e_\circ\circ e_\#)\\ &=(e_\#\#e_\circ)\circ(e_\circ\#e_\#)\\ &=e_\circ\circ e_\circ =e_\circ. \end{aligned}

Tuliskan unit bersama ini sebagai ee. Selanjutnya,

ab=(a#e)(e#b)=(ae)#(eb)=a#b. \begin{aligned} a\circ b &=(a\#e)\circ(e\#b)\\ &=(a\circ e)\#(e\circ b)\\ &=a\#b. \end{aligned}

Jadi kedua operasi berimpit; tuliskan hasilnya sebagai abab. Untuk komutativitas, gunakan pertukaran sekali lagi:

ab=(ea)#(be)=(e#b)(a#e)=ba. ab =(e\circ a)\#(b\circ e) =(e\#b)\circ(a\#e) =ba.

Untuk asosiativitas,

(ab)c=(ab)#(ec)=(a#e)(b#c)=a(bc). (ab)c =(a\circ b)\#(e\circ c) =(a\#e)\circ(b\#c) =a(bc).

Dengan demikian ada operasi berunit yang asosiatif dan komutatif, yakni monoid komutatif. Tidak ada langkah yang menghasilkan invers. Sebagai kontracontoh terhadap kesimpulan grup pada sumber, ambil M=0M=\mathbb Z_{\geq0} dan pakai penjumlahan sebagai kedua operasi, dengan unit 00. Semua hipotesis terpenuhi, tetapi unsur positif tidak mempunyai invers aditif. Bila invers diketahui dari struktur lain, monoid komutatif itu barulah grup abelian.

17.7 Grup topologis dan loop teriterasi

Contoh 17.1 (grup fundamental suatu grup topologis). Jika GG grup topologis dengan unsur identitas ee, maka π1(G,e)\pi_1(G,e) abelian. Pernyataan ini tidak memerlukan GG menjadi grup Lie; perluasan tersebut merupakan isi catatan pinggir sumber.

Pada kelas loop ada dua operasi. Yang pertama ialah konkatenasi kronologis [α]#[β]=[α#β][\alpha]\#[\beta]=[\alpha\#\beta]. Yang kedua berasal dari perkalian titik demi titik,

(αβ)(t):=α(t)β(t). (\alpha\cdot\beta)(t):=\alpha(t)\beta(t).

Kontinuitas perkalian grup membuat rumus kedua berupa loop kontinu dan membuatnya turun ke kelas homotopi: jika HH dan KK adalah homotopi loop, maka (s,t)H(s,t)K(s,t)(s,t)\mapsto H(s,t)K(s,t) adalah homotopi bagi hasil kalinya. Kelas loop konstan cec_e menjadi unit untuk kedua operasi. Pada wakil loop, identitas potongan

(α#β)(γ#δ)=(αγ)#(βδ) (\alpha\#\beta)\cdot(\gamma\#\delta) = (\alpha\cdot\gamma)\#(\beta\cdot\delta)

berlaku, sebab kedua ruas bernilai α(2t)γ(2t)\alpha(2t)\gamma(2t) pada paruh pertama dan β(2t1)δ(2t1)\beta(2t-1)\delta(2t-1) pada paruh kedua. Jadi kelas-kelasnya memenuhi hukum pertukaran. Lema 17.2 membuat kedua operasi sama dan komutatif; struktur konkatenasi sudah mempunyai invers, sehingga hasilnya grup abelian.

Sekarang iterasikan identifikasi loop. Bagi n2n\geq2,

πn(X,x)πn1(ΩxX,cx)πn2(Ωx2X,ccx), \pi_n(X,x) \cong \pi_{n-1}(\Omega_xX,c_x) \cong \pi_{n-2}(\Omega_x^2X,c_{c_x}),

dengan

Ωx2X:=Ωcx(ΩxX). \Omega_x^2X:=\Omega_{c_x}(\Omega_xX).

Titik-titik Ωx2X\Omega_x^2X dapat dipandang sebagai peta f:I2Xf\colon I^2\to X yang mengirim seluruh I2\partial I^2 ke xx. Ada dua operasi konkatenasi kontinu: #1\#_1 pada koordinat pertama dan #2\#_2 pada koordinat kedua. Untuk f1,f2Ωx2Xf_1,f_2\in\Omega_x^2X, rumusnya ialah

(f1#1f2)(s,t)={f1(2s,t),0s12,f2(2s1,t),12s1, (f_1\#_1f_2)(s,t) = \begin{cases} f_1(2s,t),&0\leq s\leq\tfrac12,\\ f_2(2s-1,t),&\tfrac12\leq s\leq1, \end{cases}

dan

(f1#2f2)(s,t)={f1(s,2t),0t12,f2(s,2t1),12t1. (f_1\#_2f_2)(s,t) = \begin{cases} f_1(s,2t),&0\leq t\leq\tfrac12,\\ f_2(s,2t-1),&\tfrac12\leq t\leq1. \end{cases}

Pada jahitan s=12s=\tfrac12, rumus pertama cocok karena f1(1,t)=x=f2(0,t)f_1(1,t)=x=f_2(0,t). Pada jahitan t=12t=\tfrac12, rumus kedua cocok karena f1(s,1)=x=f2(s,0)f_1(s,1)=x=f_2(s,0). Ini juga menunjukkan kontinuitas melalui lema penempelan. Pada setiap sisi luar, salah satu argumen koordinat bernilai 00 atau 11, sehingga hasilnya tetap xx. Cabang kedua #2\#_2 memakai f2f_2, memperbaiki pengulangan f1f_1 pada sumber.

Kedua cara menggabungkan empat peta menghasilkan peta mentah yang sama:

(f1#1f2)#2(f3#1f4)=(f1#2f3)#1(f2#2f4). (f_1\#_1f_2)\#_2(f_3\#_1f_4) = (f_1\#_2f_3)\#_1(f_2\#_2f_4).

Inventaris linearnya pada empat kuadran I2I^2 ialah:

  1. 0s,t120\leq s,t\leq\tfrac12: nilai f1(2s,2t)f_1(2s,2t);
  2. 12s1\tfrac12\leq s\leq1 dan 0t120\leq t\leq\tfrac12: nilai f2(2s1,2t)f_2(2s-1,2t);
  3. 0s120\leq s\leq\tfrac12 dan 12t1\tfrac12\leq t\leq1: nilai f3(2s,2t1)f_3(2s,2t-1);
  4. 12s,t1\tfrac12\leq s,t\leq1: nilai f4(2s1,2t1)f_4(2s-1,2t-1).

Pada peta mentah, konkatenasi hanya berunit dan asosiatif hingga homotopi. Karena itu Lema 17.2 diterapkan sesudah #1\#_1 dan #2\#_2 turun ke kelas homotopi. Untuk setiap n2n\geq2, kedua operasi menginduksi operasi pada

An:=πn2(Ωx2X,ccx). A_n:=\pi_{n-2}(\Omega_x^2X,c_{c_x}).

Kelas peta konstan menjadi unit bersama, dan identitas empat kuadran memberi hukum pertukaran. Lema 17.2 menyatakan bahwa kedua operasi berimpit dan komutatif. Struktur grup pada πn\pi_n, yang sudah dibangun lewat pembalikan koordinat, menyediakan invers yang tidak berasal dari lema tersebut. Dalam pilihan koordinat Bagian 17.5, operasi #2\#_2 adalah konkatenasi pada koordinat terakhir dan karenanya tepat hukum grup yang sudah dibangun.

Proposisi 17.1 (komutativitas grup homotopi lebih tinggi). Untuk setiap ruang bertitik (X,x)(X,x) dan setiap n2n\geq2, grup πn(X,x)\pi_n(X,x) abelian.

Bukti. Identifikasi πn(X,x)An\pi_n(X,x)\cong A_n memindahkan kedua konkatenasi koordinat ke dua operasi berunit pada himpunan yang sama. Identitas empat kuadran memberi hukum pertukaran pada kelas homotopi, sehingga Lema 17.2 membuat kedua operasi sama dan komutatif. Salah satu operasi adalah hukum grup πn\pi_n dari Bagian 17.5, lengkap dengan invers melalui pembalikan koordinat. Karena itu hukum grup tersebut komutatif, yakni πn(X,x)\pi_n(X,x) grup abelian.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan dan solusi lengkap

Enam pemeriksaan berikut merupakan materi asli edisi. Semuanya terbatas pada isi Unit 17: keunikan dan kesetiaan, kepenuhan, model relatif, koreksi Eckmann–Hilton, jahitan empat kuadran, serta dua penerapan komutativitas. Tidak ada pemeriksaan yang memakai materi Kuliah 18.

Pemeriksaan penguasaan 17.1 (keunikan dan komponen ruang penutup). Buktikan Lema 17.1 dari keunikan pengangkatan lintasan. Lalu jelaskan secara lengkap mengapa kesamaan dua pemetaan ruang penutup pada serat di atas satu titik basis memaksa kesamaan keduanya, bahkan bila ruang total sumber tidak terhubung.

17.8 Solusi Pemeriksaan 17.1

Misalkan πf=p=πg\pi\circ f=p=\pi\circ g dan f(y0)=g(y0)f(y_0)=g(y_0). Bagi yYy\in Y, pilih lintasan γ:y0y\gamma\colon y_0\rightsquigarrow y. Kedua komposit fγf\circ\gamma dan gγg\circ\gamma memproyeksi ke pγp\circ\gamma dan mulai di titik yang sama. Keunikan pengangkatan memberi fγ=gγf\circ\gamma=g\circ\gamma, maka evaluasi di 11 memberi f(y)=g(y)f(y)=g(y). Karena yy sebarang, kedua peta sama.

Sekarang ambil XX terhubung dan SLSC, ruang penutup πi:ZiX\pi_i\colon Z_i\to X, serta pemetaan ruang penutup f,g:Z1Z2f,g\colon Z_1\to Z_2 yang sama pada (Z1)x0(Z_1)_{x_0}. Setiap komponen lintasan CZ1C\subseteq Z_1 memetakan surjektif ke XX: pilih titik dalam CC, angkat lintasan di XX dari citranya menuju x0x_0, dan titik akhir pengangkatan tetap di CC. Jadi ada zCC(Z1)x0z_C\in C\cap(Z_1)_{x_0}. Peta f|Cf|_C dan g|Cg|_C sama di zCz_C dan terletak di atas peta π1|C:CX\pi_1|_C\colon C\to X. Lema 17.1 memberi f|C=g|Cf|_C=g|_C. Mengambil semua komponen memberi f=gf=g. Jika XX tidak terhubung, ulangi argumen pada setiap komponen lintasan terbuka ruang basis.

Pemeriksaan penguasaan 17.2 (konstruksi kepenuhan). Diberikan transformasi natural η:ρ1ρ2\eta\colon\rho_1\Rightarrow\rho_2 antara monodromi dua ruang penutup, bangun pemetaan ruang penutup yang menginduksinya. Buktikan bahwa peta itu kontinu. Untuk basis terhubung, tuliskan pula persamaan ekuivariansi kanan pada serat titik basis dan jelaskan mengapa tidak ada aksi kiri Unit 16 yang dipakai.

17.9 Solusi Pemeriksaan 17.2

Untuk zZ1z\in Z_1 dengan π1(z)=x\pi_1(z)=x, satu-satunya definisi yang mungkin ialah

F(z)=ηx(z). F(z)=\eta_x(z).

Karena komponen ηx\eta_x memetakan (Z1)x(Z_1)_x ke (Z2)x(Z_2)_x, berlaku π2F=π1\pi_2F=\pi_1, dan pembatasan FF pada setiap serat tepat ηx\eta_x.

Untuk kontinuitas, pilih lingkungan terbuka terhubung lintasan UxU\ni x yang diliputi secara merata oleh kedua penutup. Beri label lembaran penutup pertama dengan A1=(Z1)xA_1=(Z_1)_x dan lembaran penutup kedua dengan A2=(Z2)xA_2=(Z_2)_x. Dalam trivialiasi

πi1(U)U×Ai, \pi_i^{-1}(U)\cong U\times A_i,

sebuah titik (u,a)(u,a) diperoleh dengan mentranspor aa sepanjang lintasan di UU dari xx ke uu. Naturalitas terhadap lintasan itu memberi

F(u,a)=(u,ηx(a)). F(u,a)=(u,\eta_x(a)).

Koordinat kedua adalah satu fungsi tetap di antara himpunan diskret, jadi rumus lokal itu kontinu. Lingkungan-lingkungan tersebut menutupi XX; akibatnya FF kontinu secara global dan merupakan pemetaan ruang penutup.

Jika XX terhubung, G=π1(X,x0)G=\pi_1(X,x_0), dan gGg\in G, naturalitas pada loop memberi

ηx0(zg)=ηx0(z)g. \eta_{x_0}(z\cdot g)=\eta_{x_0}(z)\cdot g.

Ini ekuivariansi untuk monodromi kanan melalui postkonkatenasi. Aksi kiri serat demi serat Unit 16 memakai prekonkatenasi dan tidak muncul dalam konstruksi ini.

Pemeriksaan penguasaan 17.3 (model sfera, kubus, cakram, dan n=0n=0). Bagi n1n\geq1, buktikan korespondensi antara kelas homotopi bertitik dari SnS^n dan kelas homotopi relatif dari kubus atau cakram. Nyatakan semua syarat homotopi relatif. Lalu tunjukkan secara eksplisit mengapa model hasil bagi itu tidak boleh dipakai untuk n=0n=0.

17.10 Solusi Pemeriksaan 17.3

Untuk n1n\geq1, meruntuhkan In\partial I^n menjadi satu titik menghasilkan ruang yang homeomorfik dengan SnS^n; demikian pula bagi Dn/DnD^n/\partial D^n. Menurut sifat universal hasil bagi, peta kontinu

f:In/InX \bar f\colon I^n/\partial I^n\longrightarrow X

yang mengirim titik runtuhan ke xx tepat sama datanya dengan peta f:InXf\colon I^n\to X yang memenuhi f(In)={x}f(\partial I^n)=\{x\}. Pernyataan yang sama berlaku untuk DnD^n.

Dua peta pasangan f0,f1:(Y,A)(X,{x})f_0,f_1\colon(Y,A)\to(X,\{x\}) setara relatif terhadap AA bila ada H:I×YXH\colon I\times Y\to X dengan

H(0,y)=f0(y),H(1,y)=f1(y),H(t,a)=x H(0,y)=f_0(y), \quad H(1,y)=f_1(y), \quad H(t,a)=x

untuk semua y,t,ay,t,a. Syarat terakhir tepat memastikan bahwa homotopi turun ke homotopi bertitik pada Y/AY/A. Mengangkat homotopi dari hasil bagi memberi arah sebaliknya. Jadi diperoleh bijeksi ketiga himpunan kelas homotopi pada Bagian 17.4.

Untuk n=0n=0, I0=D0={*}I^0=D^0=\{*\} dan batasnya kosong. Meruntuhkan himpunan kosong tidak menambahkan titik atau identifikasi, sehingga I0/I0I^0/\partial I^0 dan D0/D0D^0/\partial D^0 masing-masing satu titik. Akan tetapi S0={1,1}S^0=\{1,-1\} mempunyai dua titik. Maka model hasil bagi tersebut gagal tepat pada n=0n=0, walaupun definisi π0(X,x)=[(S0,1),(X,x)]*\pi_0(X,x)=[(S^0,1),(X,x)]_* tetap sah sebagai himpunan bertitik.

Pemeriksaan penguasaan 17.4 (apa yang benar-benar dibuktikan Eckmann–Hilton). Buktikan bahwa dua operasi berunit yang memenuhi hukum pertukaran berimpit dan membentuk monoid komutatif. Berikan kontracontoh yang menunjukkan bahwa invers tidak mengikuti dari hipotesis itu. Nyatakan hipotesis tambahan yang menghasilkan grup abelian.

17.11 Solusi Pemeriksaan 17.4

Misalkan unit kedua operasi ialah ee_\circ dan e#e_\#. Dengan hukum pertukaran,

e#=e##e#=(e#e)#(ee#)=(e##e)(e#e#)=e. \begin{aligned} e_\# &=e_\#\#e_\#\\ &=(e_\#\circ e_\circ)\#(e_\circ\circ e_\#)\\ &=(e_\#\#e_\circ)\circ(e_\circ\#e_\#)\\ &=e_\circ. \end{aligned}

Tuliskan unit bersama sebagai ee. Lalu

ab=(a#e)(e#b)=(ae)#(eb)=a#b, a\circ b =(a\#e)\circ(e\#b) =(a\circ e)\#(e\circ b) =a\#b,

sehingga ada satu operasi, ditulis abab. Hukum pertukaran memberi

ab=(ea)#(be)=(e#b)(a#e)=ba ab=(e\circ a)\#(b\circ e) =(e\#b)\circ(a\#e)=ba

dan

(ab)c=(ab)#(ec)=(a#e)(b#c)=a(bc). (ab)c=(a\circ b)\#(e\circ c) =(a\#e)\circ(b\#c)=a(bc).

Jadi operasinya berunit, asosiatif, dan komutatif. Ambil M=0M=\mathbb Z_{\geq0} dengan kedua operasi sama dengan penjumlahan dan unit 00. Hukum pertukaran berlaku karena penjumlahan komutatif, tetapi 11 tidak mempunyai invers aditif di 0\mathbb Z_{\geq0}. Maka kesimpulan umum hanya monoid komutatif. Jika setiap unsur diketahui mempunyai invers untuk salah satu operasi, kedua operasi yang telah berimpit membentuk grup abelian.

Pemeriksaan penguasaan 17.5 (jahitan dan empat kuadran). Tuliskan rumus #1\#_1 dan #2\#_2 pada loop ganda. Buktikan bahwa cabang-cabangnya cocok, bahwa hasilnya tetap mengirim batas I2I^2 ke xx, dan bahwa kedua urutan penggabungan empat peta memberi nilai yang sama pada setiap kuadran. Jelaskan mengapa Eckmann–Hilton baru diterapkan pada kelas homotopi.

17.12 Solusi Pemeriksaan 17.5

Dengan konvensi kronologis, f1f_1 ditempuh pada paruh pertama dan f2f_2 pada paruh kedua. Rumusnya

(f1#1f2)(s,t)={f1(2s,t),s12,f2(2s1,t),s12, (f_1\#_1f_2)(s,t)= \begin{cases} f_1(2s,t),&s\leq\tfrac12,\\ f_2(2s-1,t),&s\geq\tfrac12, \end{cases}

dan

(f1#2f2)(s,t)={f1(s,2t),t12,f2(s,2t1),t12. (f_1\#_2f_2)(s,t)= \begin{cases} f_1(s,2t),&t\leq\tfrac12,\\ f_2(s,2t-1),&t\geq\tfrac12. \end{cases}

Pada jahitan pertama, nilai kedua cabang ialah f1(1,t)=x=f2(0,t)f_1(1,t)=x=f_2(0,t); pada jahitan kedua nilainya f1(s,1)=x=f2(s,0)f_1(s,1)=x=f_2(s,0). Lema penempelan memberi kontinuitas. Jika (s,t)(s,t) berada pada batas persegi, argumen salah satu koordinat pada setiap cabang berada di 00 atau 11, sehingga nilainya tetap xx.

Baik (f1#1f2)#2(f3#1f4)(f_1\#_1f_2)\#_2(f_3\#_1f_4) maupun (f1#2f3)#1(f2#2f4)(f_1\#_2f_3)\#_1(f_2\#_2f_4) bernilai, berturut-turut pada kuadran kiri bawah, kanan bawah, kiri atas, dan kanan atas,

f1(2s,2t),f2(2s1,2t),f3(2s,2t1),f4(2s1,2t1). f_1(2s,2t), \quad f_2(2s-1,2t), \quad f_3(2s,2t-1), \quad f_4(2s-1,2t-1).

Jadi hukum pertukaran berlaku bahkan pada wakil mentah. Namun peta konstan bukan unit ketat bagi konkatenasi berkecepatan ganda, dan asosiativitas juga memerlukan reparametrisasi. Keduanya menjadi persamaan setelah homotopi relatif terhadap batas. Karena itu struktur berunit yang menjadi masukan Lema 17.2 berada pada kelas homotopi, bukan pada ruang peta mentah.

Pemeriksaan penguasaan 17.6 (dua penerapan komutativitas). Buktikan bahwa π1(G,e)\pi_1(G,e) abelian untuk setiap grup topologis GG. Lalu buktikan bahwa πn(X,x)\pi_n(X,x) abelian untuk setiap n2n\geq2 dengan memakai ruang loop teriterasi. Dalam kedua bagian, sebutkan dari mana invers berasal.

17.13 Solusi Pemeriksaan 17.6

Untuk loop pada grup topologis, gunakan konkatenasi #\# dan perkalian titik demi titik \cdot. Kedua operasi turun ke π1(G,e)\pi_1(G,e) dan mempunyai kelas loop konstan sebagai unit. Pada wakil,

(α#β)(γ#δ)=(αγ)#(βδ), (\alpha\#\beta)\cdot(\gamma\#\delta) =(\alpha\cdot\gamma)\#(\beta\cdot\delta),

karena identitas itu dapat diperiksa pada kedua paruh interval. Maka Eckmann–Hilton membuat operasi berimpit dan komutatif. Invers telah tersedia dari struktur grup konkatenasi: kelas [α]1[\alpha]^{-1} diwakili loop balik tα(1t)t\mapsto\alpha(1-t). Jadi π1(G,e)\pi_1(G,e) grup abelian. Tidak ada sifat Lie yang digunakan.

Untuk n2n\geq2, gunakan

πn(X,x)πn2(Ωx2X,ccx). \pi_n(X,x) \cong \pi_{n-2}(\Omega_x^2X,c_{c_x}).

Konkatenasi koordinat pertama dan kedua pada loop ganda menginduksi dua operasi pada ruas kanan. Kelas peta konstan menjadi unit bersama, dan perhitungan empat kuadran memberi hukum pertukaran. Jadi kedua operasi sama dan komutatif. Salah satunya adalah struktur grup πn\pi_n yang dibangun dari konkatenasi koordinat; inversnya diwakili oleh pembalikan koordinat tersebut. Dengan invers yang sudah tersedia secara terpisah, monoid komutatif hasil Eckmann–Hilton adalah grup abelian.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 3482–3677 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang 196 baris itu dimulai dengan penanda Kuliah 18 dan berakhir pada baris kosong tepat sebelum penanda Kuliah 19 pada baris 3678. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan kelima catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Edisi memperbaiki domain yang salah tipe pada peta terinduksi, membatasi target 𝑨𝒃\mathbf{Ab} pada n2n\geq2, mendefinisikan norma pada konstruksi transpor, dan melengkapi bukti transpor, hasil kali, perubahan titik basis, serta invariansi homotopi. Definisi bundel memakai homeomorfisma di atas lingkungan; contoh Hopf kini menampilkan dua trivialisasi lokal lengkap. Ekor bertitik barisan eksak panjang diberi tipe yang benar dan konvensi kosetnya diselaraskan dengan aksi monodromi kanan kronologis. Teorema barisan eksak panjang tetap dinyatakan secara jujur sebagai hasil eksternal yang dipakai sebagai kotak hitam; edisi hanya menjelaskan peta penghubungnya.

Contoh pada Notes.tex baris 3499–3501 sepenuhnya dikomentari dalam sumber, sehingga tidak dimasukkan sebagai teks pembaca. Contoh itu telah diaudit: ia mengomposisikan representasi bernilai himpunan dengan fungtor ruang vektor bebas, tetapi menyingkat Π1(X)\Pi_1(X) menjadi Π1\Pi_1 pada kemunculan kedua. Tidak ada lingkungan latihan, gambar eksternal, atau aset terpisah dalam rentang sumber aktif ini.

Keenam pemeriksaan penguasaan, keenam petunjuk, dan keenam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses dan tidak mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

18 Kuliah 18

18.1 Fungtorialitas dan contoh awal

Untuk n1n\geq1, penetapan

(X,x)πn(X,x),(f:(X,x)(Y,y))(f*:πn(X,x)πn(Y,y)) \begin{aligned} (X,x)&\longmapsto\pi_n(X,x),\\ \bigl(f\colon(X,x)\to(Y,y)\bigr) &\longmapsto \bigl(f_*\colon\pi_n(X,x)\to\pi_n(Y,y)\bigr) \end{aligned}

merupakan fungtor

𝑻𝒐𝒑*𝑮𝒓𝒑. \mathbf{Top}_*\longrightarrow\mathbf{Grp}.

Karena Unit 17 membuktikan bahwa πn(X,x)\pi_n(X,x) abelian untuk n2n\geq2, bagi setiap n2n\geq2 fungtor ini memperhalus menjadi

πn:𝑻𝒐𝒑*𝑨𝒃. \pi_n\colon\mathbf{Top}_*\longrightarrow\mathbf{Ab}.

Audit sumber 18.1. Notes.tex baris 3485 mencetak f*:π1(X,x)πn(Y,y)f_*\colon\pi_1(X,x)\to\pi_n(Y,y); domain bertipe benar adalah πn(X,x)\pi_n(X,x). Baris 3487 juga menyatakan target 𝑨𝒃\mathbf{Ab} tanpa membatasi nn. Untuk n=1n=1, grup fundamental tidak harus abelian, sehingga target 𝑨𝒃\mathbf{Ab} hanya benar bagi n2n\geq2.

Contoh 18.1 (ruang diskret). Jika TT ruang diskret, maka

πn(T,*)=1, \pi_n(T,*)=1,

sebab setiap pemetaan SnTS^n\to T konstan: sfera SnS^n terhubung.

Contoh 18.2 (ruang kontraktil). Jika XX kontraktil, misalnya daerah berbentuk bintang di dalam suatu ruang vektor topologis, maka

πn(X,x)=1. \pi_n(X,x)=1.

Ingat kembali bahwa ruang penutup ZXZ\to X menentukan representasi

Π1(X)𝑺𝒆𝒕. \Pi_1(X)\longrightarrow\mathbf{Set}.

Namun, tidak ada sesuatu yang istimewa tentang kategori 𝑺𝒆𝒕\mathbf{Set} di sini. Kita dapat memakai kategori lain, misalnya kategori 𝑭𝒊𝒏\mathbf{Fin} dari himpunan berhingga, kategori 𝑽𝒆𝒄𝒕\mathbf{Vect} dari ruang vektor, kategori 𝑨𝒃\mathbf{Ab} dari grup abelian, atau, secara lebih umum, kategori R𝑴𝒐𝒅R\mathbf{Mod} dari modul atas RR, dengan RR suatu gelanggang yang ditetapkan.

18.2 Transpor grup homotopi sepanjang lintasan

Proposisi 18.1 (representasi transpor). Tetapkan ruang XX dan n1n\geq1. Penetapan

xπn(X,x) x\longmapsto\pi_n(X,x)

merupakan komponen objek dari representasi

Π1(X)𝑮𝒓𝒑. \Pi_1(X)\longrightarrow\mathbf{Grp}.

Untuk n2n\geq2, representasi ini mengambil nilai dalam 𝑨𝒃\mathbf{Ab}.

Bukti. Diberikan lintasan

γ:[0,1]X,xy, \gamma\colon[0,1]\to X,\qquad x\rightsquigarrow y,

dan pemetaan

α:(In,In)(X,x) \alpha\colon(I^n,\partial I^n)\to(X,x)

yang mewakili suatu kelas dalam πn(X,x)\pi_n(X,x), kita membangun kelas dalam πn(X,y)\pi_n(X,y). Untuk konstruksi ini, tuliskan

I=[12,12] I=\left[-\frac12,\frac12\right]

dan gunakan norma maksimum

𝒖=max1kn|uk|. \lVert\mathbf u\rVert_\infty =\max_{1\leq k\leq n}|u_k|.

Tetapkan homeomorfisma yang mempertahankan orientasi, diterapkan pada setiap koordinat,

i:[14,14]nIn, i\colon \left[-\frac14,\frac14\right]^n \xrightarrow{\simeq}I^n,

serta homeomorfisma yang mempertahankan orientasi

j:[14,12][0,1]. j\colon \left[\frac14,\frac12\right]\xrightarrow{\simeq}[0,1].

Definisikan αγ:InX\alpha^\gamma\colon I^n\to X oleh

αγ(𝒖)={α(i(𝒖)),𝒖14,γ(j(𝒖)),14𝒖12. \alpha^\gamma(\mathbf u)= \begin{cases} \alpha(i(\mathbf u)), & \lVert\mathbf u\rVert_\infty\leq\frac14,\\[3pt] \gamma\!\left(j(\lVert\mathbf u\rVert_\infty)\right), & \frac14\leq\lVert\mathbf u\rVert_\infty\leq\frac12. \end{cases}

Pada jahitan 𝒖=14\lVert\mathbf u\rVert_\infty=\frac14, kedua rumus bernilai xx karena α(In)={x}\alpha(\partial I^n)=\{x\} dan γ(0)=x\gamma(0)=x. Lema penempelan memberi kontinuitas. Pada batas luar 𝒖=12\lVert\mathbf u\rVert_\infty=\frac12, nilainya γ(1)=y\gamma(1)=y, sehingga

αγ:(In,In)(X,y). \alpha^\gamma\colon(I^n,\partial I^n)\to(X,y).

Homotopi relatif terhadap batas antara dua wakil α\alpha, serta homotopi yang mempertahankan titik ujung antara dua wakil γ\gamma, dapat dimasukkan ke rumus sepotong-sepotong yang sama dengan satu parameter tambahan. Karena semua rumus bertemu pada nilai xx atau yy, lema penempelan parametrik menunjukkan bahwa [αγ][\alpha^\gamma] hanya bergantung pada [α][\alpha] dan [γ][\gamma]. Jadi kita memperoleh fungsi

Tγ:πn(X,x)πn(X,y),Tγ[α]=[αγ]. T_\gamma\colon\pi_n(X,x)\longrightarrow\pi_n(X,y), \qquad T_\gamma[\alpha]=[\alpha^\gamma].

Sekarang periksa struktur grup. Wakil produk [α][β][\alpha][\beta] dapat dibuat dengan menempatkan wakil α\alpha dan β\beta dalam dua kotak yang saling lepas pada kubus pusat dan mengirim sisa kubus pusat ke xx. Pada (α#β)γ(\alpha\#\beta)^\gamma, kedua kotak itu dikelilingi oleh satu kerah radial yang menelusuri γ\gamma. Pada αγ#βγ\alpha^\gamma\#\beta^\gamma, masing-masing mula-mula mempunyai kerah sendiri. Susutkan kedua kotak secara linear di dalam kubus pusat, geser kedua kerah dalam hingga berimpit, lalu perluas kerah luar. Pada setiap tahap, batas kotak dalam bernilai xx, batas kubus luar bernilai yy, dan seluruh perubahan merupakan reparameterisasi sepotong-sepotong yang menetapkan batas. Lema penempelan memberi homotopi relatif terhadap In\partial I^n, sehingga

Tγ([α][β])=Tγ[α]Tγ[β]. T_\gamma([\alpha][\beta]) =T_\gamma[\alpha]\,T_\gamma[\beta].

Dengan demikian TγT_\gamma homomorfisma. Reparameterisasi kerah memberi

Tγ#η=TηTγ,Tcx=id. T_{\gamma\#\eta}=T_\eta\circ T_\gamma, \qquad T_{c_x}=\operatorname{id}.

Lintasan balik γ\bar\gamma memberi TγTγ=TcxT_{\bar\gamma}\circ T_\gamma=T_{c_x} dan TγTγ=TcyT_\gamma\circ T_{\bar\gamma}=T_{c_y}, jadi TγT_\gamma isomorfisma. Identitas dan komposisi dipertahankan, sehingga kita benar-benar memperoleh representasi Π1(X)𝑮𝒓𝒑\Pi_1(X)\to\mathbf{Grp}. Untuk n2n\geq2, semua grup nilainya abelian. \square

Catatan pinggir sumber. Sumber menunjuk Hatcher, §4.1, halaman 341, untuk bukti bahwa transpor ini homomorfisma. Edisi telah menutup langkah tersebut di atas agar unit dapat dibaca mandiri.

Audit sumber 18.2. Notes.tex baris 3513 memakai |𝒙||\mathbf x| tanpa mendefinisikannya. Norma maksimum diperlukan agar j(|𝒙|)j(|\mathbf x|) tetap berada dalam domain [14,12][\frac14,\frac12] pada seluruh kulit kubus; norma Euklides gagal di sudut-sudut kubus.

Untuk n=1n=1, kita telah melihat versi konstruksi ini. Diberikan lintasan γ:xy\gamma\colon x\rightsquigarrow y, terdapat isomorfisma

π1(X,x)π1(X,y). \pi_1(X,x)\xrightarrow{\simeq}\pi_1(X,y).

Jika x=yx=y, maka γ\gamma sebuah loop dan automorfisma yang dihasilkan pada π1(X,x)\pi_1(X,x) adalah konjugasi dengan arah yang ditentukan kerah:

Tγ([α])=[γ#α#γ]. T_\gamma([\alpha]) =[\bar\gamma\#\alpha\#\gamma].

Jadi, dengan perkalian kronologis edisi, unsur [α][\alpha] dikirim ke [γ]1[α][γ][\gamma]^{-1}[\alpha][\gamma].

Catatan 18.1 (titik basis pada ruang terhubung sederhana). Jika XX terhubung sederhana, terdapat isomorfisma kanonik

πn(X,x)πn(X,y) \pi_n(X,x)\simeq\pi_n(X,y)

untuk setiap x,yXx,y\in X: dua lintasan dari xx ke yy homotopik dengan titik ujung tetap, sehingga menginduksi transpor yang sama. Karena alasan ini, banyak penulis menghilangkan titik basis ketika titik itu tidak penting.

Catatan pinggir sumber. Pernyataan yang sama berlaku di dalam satu komponen lintasan XX yang terhubung sederhana, bagi titik-titik di komponen tersebut.

Catatan 18.2 (keluarga grup yang kontinu). Untuk setiap n2n\geq2, koleksi πn(X,x)\pi_n(X,x) memberikan representasi

Π1(X)𝑨𝒃𝑺𝒆𝒕, \Pi_1(X)\longrightarrow\mathbf{Ab}\longrightarrow\mathbf{Set},

dengan panah kedua fungtor pelupa. Bila XX memenuhi hipotesis klasifikasi ruang penutup dari Unit 17—yakni SLSC menurut konvensi mata kuliah—representasi bernilai himpunan ini menentukan ruang penutup dari XX yang seratnya di atas xx adalah πn(X,x)\pi_n(X,x). Untuk ruang yang tidak terhubung, konstruksi ini berlaku komponen demi komponen. Ruang penutup itu mengingat bahwa serat-serat tersebut merupakan grup: ia adalah keluarga grup yang bervariasi secara kontinu, bukan sekadar keluarga himpunan.

18.3 Hasil kali dan invariansi homotopi

Lema 18.1 (grup homotopi hasil kali). Tetapkan n1n\geq1. Diberikan ruang bertitik (X,x)(X,x) dan (Y,y)(Y,y), terdapat isomorfisma natural

πn(X×Y,(x,y))πn(X,x)×πn(Y,y). \pi_n(X\times Y,(x,y)) \xrightarrow{\simeq} \pi_n(X,x)\times\pi_n(Y,y).

Catatan pinggir sumber. Kata “natural” muncul sebagai catatan pinggir; edisi memasukkannya ke pernyataan karena sifat itu benar dan penting.

Bukti. Proyeksi prX\operatorname{pr}_X dan prY\operatorname{pr}_Y memberikan

Φ([α])=([prXα],[prYα]). \Phi([\alpha]) = \bigl([\operatorname{pr}_X\circ\alpha], [\operatorname{pr}_Y\circ\alpha]\bigr).

Sebaliknya, dari wakil bertitik a:SnXa\colon S^n\to X dan b:SnYb\colon S^n\to Y, bentuk

Ψ([a],[b])=[(a,b)]. \Psi([a],[b])=[(a,b)].

Homotopi ke atau dari ruang hasil kali tepat sama datanya dengan sepasang homotopi koordinat, sehingga kedua rumus terdefinisi baik dan saling invers. Operasi grup pada model kubus dilakukan dengan konkatenasi koordinat yang sama; proyeksi mengubahnya menjadi operasi pada masing-masing faktor. Maka Φ\Phi homomorfisma. Untuk pemetaan bertitik f:XXf\colon X\to X' dan g:YYg\colon Y\to Y', kedua cara mengelilingi persegi naturalitas mengirim [α][\alpha] ke

([fprXα],[gprYα]), \bigl([f\operatorname{pr}_X\alpha], [g\operatorname{pr}_Y\alpha]\bigr),

sehingga isomorfisma ini natural. \square

Sebagaimana pemetaan homotopik semestinya dianggap sama dari sudut pandang grup fundamental dan ruang penutup, hal yang sama berlaku bagi grup homotopi lebih tinggi.

Lema 18.2 (pemetaan homotopik dan perubahan titik basis). Tetapkan n1n\geq1. Misalkan f,g:XYf,g\colon X\to Y homotopik melalui

H:I×XY. H\colon I\times X\to Y.

Tuliskan h(t)=H(t,x)h(t)=H(t,x), lintasan dari f(x)f(x) ke g(x)g(x). Ketiga panah

πn(X,x)f*πn(Y,f(x)),πn(Y,f(x))Thπn(Y,g(x)),πn(X,x)g*πn(Y,g(x)) \pi_n(X,x)\xrightarrow{f_*}\pi_n(Y,f(x)), \qquad \pi_n(Y,f(x))\xrightarrow[\simeq]{T_h}\pi_n(Y,g(x)), \qquad \pi_n(X,x)\xrightarrow{g_*}\pi_n(Y,g(x))

membentuk segitiga komutatif; secara ekuivalen,

Thf*=g*. T_h\circ f_*=g_*.

Bukti. Ambil wakil bertitik α:(Sn,*)(X,x)\alpha\colon(S^n,*)\to(X,x). Rumus

K(t,s)=H(t,α(s)) K(t,s)=H(t,\alpha(s))

memberi homotopi bebas dari fαf\circ\alpha ke gαg\circ\alpha; lintasan yang ditempuh titik basis selama homotopi itu tepat h(t)=H(t,x)h(t)=H(t,x). Sisipkan kerah kecil di sekitar titik basis SnS^n. Pada waktu tt, kirim kerah tersebut sepanjang potongan h|[0,t]h|_{[0,t]} dan gunakan H(t,)αH(t,-)\circ\alpha di luar kerah. Rumus-rumus bertemu karena nilai pada batas kerah adalah H(t,x)H(t,x). Lema penempelan parametrik memberi homotopi bertitik dari wakil transpor (fα)h(f\circ\alpha)^h ke gαg\circ\alpha. Karenanya

Th(f*[α])=g*[α]. T_h(f_*[\alpha])=g_*[\alpha].

Ini berlaku bagi setiap [α][\alpha], sehingga segitiga komutatif. \square

Proposisi 18.2 (invariansi homotopi). Tetapkan n1n\geq1. Jika f:XYf\colon X\to Y merupakan ekuivalensi homotopi, maka

f*:πn(X,x)πn(Y,f(x)) f_*\colon\pi_n(X,x)\xrightarrow{\simeq}\pi_n(Y,f(x))

merupakan isomorfisma.

Bukti. Untuk membedakan titik basis, tuliskan

f*u:πn(X,u)πn(Y,f(u)). f_*^{\,u}\colon\pi_n(X,u)\longrightarrow\pi_n(Y,f(u)).

Pilih invers homotopi g:YXg\colon Y\to X, homotopi H:gfidXH\colon g f\simeq\operatorname{id}_X, dan K:fgidYK\colon f g\simeq\operatorname{id}_Y. Lintasan

h(t)=H(t,x) h(t)=H(t,x)

berjalan dari gf(x)g f(x) ke xx. Menurut Lema 18.2,

Thg*f(x)f*x=idπn(X,x). T_h\circ g_*^{\,f(x)}\circ f_*^{\,x} =\operatorname{id}_{\pi_n(X,x)}.

Jadi f*xf_*^{\,x} injektif.

Untuk kesurjektifan, gunakan pula naturalitas transpor. Untuk lintasan λ:uv\lambda\colon u\rightsquigarrow v di XX, penerapan ff pada rumus kerah memberi

f*vTλ=Tfλf*u. f_*^{\,v}\circ T_\lambda =T_{f\circ\lambda}\circ f_*^{\,u}.

Lintasan

k(t)=K(t,f(x)) k(t)=K(t,f(x))

berjalan dari fgf(x)f g f(x) ke f(x)f(x) dan memberi

Tkf*gf(x)g*f(x)=idπn(Y,f(x)). T_k\circ f_*^{\,g f(x)}\circ g_*^{\,f(x)} =\operatorname{id}_{\pi_n(Y,f(x))}.

Maka

f*xThg*f(x)=Tfhf*gf(x)g*f(x)=TfhTk1. \begin{aligned} f_*^{\,x}\circ T_h\circ g_*^{\,f(x)} &= T_{f\circ h}\circ f_*^{\,g f(x)}\circ g_*^{\,f(x)}\\ &= T_{f\circ h}\circ T_k^{-1}. \end{aligned}

Ruas kanan isomorfisma karena kedua faktor transpor isomorfisma. Ruas kiri memfaktorkan melalui f*xf_*^{\,x} dan surjektif; karena itu f*xf_*^{\,x} surjektif. Jadi f*xf_*^{\,x} bijektif dan, karena merupakan homomorfisma, ia isomorfisma. \square

Menghitung grup homotopi sangatlah sulit. Bahkan untuk ruang yang relatif sederhana seperti sfera, kita memerlukan beragam siasat dan kadang-kadang hasil dari topologi diferensial.

Catatan pinggir sumber. Salah satu contohnya ialah teorema Sard.

Kenyataannya, kita tidak mengetahui seluruh grup homotopi dari sfera mana pun SnS^n dengan n>1n>1. Namun, setelah beberapa grup homotopi ruang standar diketahui, objek berikut dapat menghasilkan relasi antara grup homotopi ruang-ruang yang berbeda, bahkan dalam dimensi yang berbeda.

18.4 Bundel serat dan bundel Hopf kompleks

Definisi 18.1 (bundel serat). Sebuah bundel serat (fibre bundle) di atas ruang XX adalah ruang PP bersama pemetaan kontinu π:PX\pi\colon P\to X sedemikian sehingga, untuk setiap xXx\in X, terdapat lingkungan terbuka UxU\ni x, suatu ruang FF, dan homeomorfisma

ΦU:π1(U)U×F \Phi_U\colon\pi^{-1}(U)\xrightarrow{\cong}U\times F

di atas UU, yakni

pr1ΦU=π|π1(U). \operatorname{pr}_1\circ\Phi_U =\pi|_{\pi^{-1}(U)}.

Ruang XX disebut ruang dasar, PP disebut ruang total, dan FF disebut serat tipikal pada trivialisasi tersebut.

Catatan pinggir sumber. Frasa “di atas UU” berarti terdapat panah ΦU:π1(U)U×F\Phi_U\colon\pi^{-1}(U)\to U\times F, panah π|π1(U):π1(U)U\pi|_{\pi^{-1}(U)}\colon\pi^{-1}(U)\to U, dan proyeksi pr1:U×FU\operatorname{pr}_1\colon U\times F\to U, dengan pr1ΦU=π|π1(U)\operatorname{pr}_1\circ\Phi_U=\pi|_{\pi^{-1}(U)}.

Jika XX terhubung lintasan, serat-serat π1(x)\pi^{-1}(x) otomatis homeomorfik secara nonkanonik. Memang, tarik bundel kembali sepanjang suatu lintasan di antara dua titik. Bundel di atas interval dapat ditrivialkan, dan pembatasan trivialisasi pada kedua titik ujung memberi homeomorfisma di antara kedua serat. Pilihan lintasan dan trivialisasi menjelaskan mengapa homeomorfisma itu tidak kanonik.

Bundel serat merupakan perumuman besar ruang penutup karena seratnya tidak lagi harus diskret.

Contoh 18.3. Setiap ruang penutup merupakan bundel serat: pada lingkungan yang tertutup rata, tiap lembaran dipetakan secara homeomorfik ke lingkungan tersebut, sehingga seluruh prabayangan homeomorfik dengan hasil kali lingkungan dan serat diskret.

Contoh 18.4 (bundel Hopf kompleks). Misalkan

S3={(z,w)2:|z|2+|w|2=1}. S^3=\{(z,w)\in\mathbb C^2:|z|^2+|w|^2=1\}.

Ruang 1\mathbb{CP}^1 adalah garis projektif kompleks; titik-titiknya ditulis dalam koordinat homogen [z:w][z:w]. Pemetaan

q:S31,q(z,w)=[z:w], q\colon S^3\longrightarrow\mathbb{CP}^1, \qquad q(z,w)=[z:w],

terdefinisi baik karena zz dan ww tidak nol secara bersamaan. Serat suatu titik merupakan satu orbit perkalian skalar oleh

U(1)={λ:|λ|=1}, U(1)=\{\lambda\in\mathbb C:|\lambda|=1\},

dan karenanya homeomorfik dengan S1S^1.

Kita periksa trivialisasi lokalnya. Pada

Uz={[z:w]:z0},u=w/z, U_z=\{[z:w]:z\neq0\}, \qquad u=w/z,

definisikan

Φz:q1(Uz)Uz×U(1),Φz(z,w)=([z:w],z|z|). \Phi_z\colon q^{-1}(U_z)\longrightarrow U_z\times U(1), \qquad \Phi_z(z,w)=\left([z:w],\frac z{|z|}\right).

Inversnya, dalam koordinat [1:u][1:u], ialah

Φz1([1:u],λ)=(λ1+|u|2,λu1+|u|2). \Phi_z^{-1}([1:u],\lambda) = \left( \frac{\lambda}{\sqrt{1+|u|^2}}, \frac{\lambda u}{\sqrt{1+|u|^2}} \right).

Pada

Uw={[z:w]:w0},v=z/w, U_w=\{[z:w]:w\neq0\}, \qquad v=z/w,

definisikan

Φw(z,w)=([z:w],w|w|), \Phi_w(z,w) = \left([z:w],\frac w{|w|}\right),

dengan invers

Φw1([v:1],λ)=(λv1+|v|2,λ1+|v|2). \Phi_w^{-1}([v:1],\lambda) = \left( \frac{\lambda v}{\sqrt{1+|v|^2}}, \frac{\lambda}{\sqrt{1+|v|^2}} \right).

Kedua pasangan rumus saling invers, kontinu, dan mempertahankan proyeksi ke 1\mathbb{CP}^1. Karena UzUw=1U_z\cup U_w=\mathbb{CP}^1, pemetaan qq benar-benar bundel serat dengan serat U(1)S1U(1)\cong S^1. Inilah bundel Hopf kompleks

S1S31S2. S^1\longrightarrow S^3\longrightarrow\mathbb{CP}^1\cong S^2.

Hanya ada sangat sedikit bundel serat yang ruang dasar, ruang total, dan seratnya semuanya berupa sfera. Jadi bundel Hopf kompleks agak tidak tipikal, tetapi sangat konkret dan merupakan contoh uji yang baik bagi gagasan baru.

18.5 Barisan eksak

Definisi 18.2 (keeksakan). Suatu barisan grup dan homomorfisma

An1fn1AnfnAn+1 \cdots\to A_{n-1}\xrightarrow{f_{n-1}} A_n\xrightarrow{f_n} A_{n+1}\to\cdots

disebut eksak pada AnA_n jika

ker(fn)=im(fn1). \ker(f_n)=\operatorname{im}(f_{n-1}).

Barisan itu disebut eksak jika eksak pada setiap suku. Definisi ini berlaku bagi grup, termasuk grup abelian bila semua objeknya abelian.

Contoh 18.5 (barisan eksak pendek). Barisan

0AαBβC0 0\to A\xrightarrow{\alpha}B\xrightarrow{\beta}C\to0

disebut barisan eksak pendek. Keeksakannya setara dengan ketiga syarat

αinjektif,βsurjektif,ker(β)=im(α). \alpha\ \text{injektif}, \qquad \beta\ \text{surjektif}, \qquad \ker(\beta)=\operatorname{im}(\alpha).

Berikut contoh yang tampak bahkan lebih trivial, tetapi tetap muncul dalam praktik.

Contoh 18.6. Barisan

0AϕB0 0\to A\xrightarrow{\phi}B\to0

eksak jika dan hanya jika ϕ\phi isomorfisma.

Catatan 18.3 (keeksakan himpunan bertitik). Definisi keeksakan masih bermakna bagi himpunan bertitik dan pemetaan bertitik. Diberikan

(A,a)f(B,b)g(C,c), (A,a)\xrightarrow{f}(B,b)\xrightarrow{g}(C,c),

barisan ini eksak pada (B,b)(B,b) jika

im(f)=g1(c). \operatorname{im}(f)=g^{-1}(c).

Hal ini penting karena, untuk ruang bertitik (X,x)(X,x),

[pt,X][S0,(X,x)]* [\mathrm{pt},X]\simeq[S^0,(X,x)]_*

merupakan himpunan bertitik, dengan titik basis komponen yang memuat xx.

Diberikan bundel serat q:PXq\colon P\to X, kita menyebutnya bertitik bila dipilih xXx\in X dan

pF=q1(x). p\in F=q^{-1}(x).

Audit sumber 18.3. Notes.tex baris 3606 mencetak pF=π1(F)p\in F=\pi^{-1}(F), yang salah tipe. Rumus bertipe benar adalah pF=q1(x)p\in F=q^{-1}(x).

18.6 Barisan eksak panjang bundel serat

Teorema 18.1 (barisan eksak panjang; hasil eksternal). Untuk bundel serat bertitik

q:(P,p)(X,x),F=q1(x), q\colon(P,p)\to(X,x), \qquad F=q^{-1}(x),

terdapat barisan eksak

πn(F,p)i*πn(P,p)q*πn(X,x)δπn1(F,p)i*π1(F,p)i*π1(P,p)q*π1(X,x)δ[pt,F]i*[pt,P]q*[pt,X], \begin{aligned} \cdots &\to\pi_n(F,p) \xrightarrow{i_*}\pi_n(P,p) \xrightarrow{q_*}\pi_n(X,x) \xrightarrow{\delta}\pi_{n-1}(F,p) \xrightarrow{i_*}\cdots\\ &\to\pi_1(F,p) \xrightarrow{i_*}\pi_1(P,p) \xrightarrow{q_*}\pi_1(X,x) \xrightarrow{\delta}[\mathrm{pt},F] \xrightarrow{i_*}[\mathrm{pt},P] \xrightarrow{q_*}[\mathrm{pt},X], \end{aligned}

dengan i:FPi\colon F\hookrightarrow P inklusi.

Teorema ini dipakai sebagai kotak hitam. Sumber merujuk Hatcher, Teorema 4.41, untuk pembuktiannya. Nama barisan eksak panjang membedakannya dari barisan eksak pendek.

Peta penghubung dapat dipahami sebagai berikut. Wakili unsur πn(X,x)\pi_n(X,x) oleh

a:(Dn,Sn1,s0)(X,x,x). a\colon(D^n,S^{n-1},s_0)\to(X,x,x).

Bundel serat mempunyai sifat pengangkatan homotopi. Pilih kontraksi

C:Dn×IDn,C(u,0)=s0,C(u,1)=u,C(s0,t)=s0. C\colon D^n\times I\longrightarrow D^n, \qquad C(u,0)=s_0, \quad C(u,1)=u, \quad C(s_0,t)=s_0.

Homotopi aCa\circ C dimulai pada pemetaan konstan bernilai xx. Gunakan sifat pengangkatan homotopi relatif terhadap {s0}\{s_0\}, mulai dari pemetaan konstan bernilai pp dan tetapkan lintasan di atas s0s_0 tetap bernilai pp. Irisan pada t=1t=1 memberi pengangkatan ã:DnP\widetilde a\colon D^n\to P dengan ã(s0)=p\widetilde a(s_0)=p. Karena a(Sn1)={x}a(S^{n-1})=\{x\}, pembatasan ã|Sn1\widetilde a|_{S^{n-1}} mengambil nilai di FF dan menentukan kelas

δ[a]=[ã|Sn1]πn1(F,p) \delta[a]=[\widetilde a|_{S^{n-1}}]\in\pi_{n-1}(F,p)

untuk n2n\geq2; bagi n=1n=1, kelas itu berada dalam himpunan bertitik [pt,F][\mathrm{pt},F]. Keberadaan pengangkatan, ketakbergantungan pilihan, keeksakan, dan kesesuaian tanda merupakan isi teorema eksternal, bukan bukti baru yang diklaim edisi ini.

Catatan 18.4 (ekor bertitik dan koset kanan). Beberapa penjelasan diperlukan pada π1(X,x)\pi_1(X,x) dan suku-suku selanjutnya yang hanya berupa himpunan bertitik. Andaikan PP terhubung lintasan, tuliskan

G=π1(X,x),H=q*π1(P,p)G. G=\pi_1(X,x), \qquad H=q_*\pi_1(P,p)\leq G.

Dengan konvensi kronologis edisi, pengangkatan loop memberi aksi kanan pada komponen serat: [u]g[u]\cdot g adalah komponen titik akhir pengangkatan loop gg yang dimulai di uu. Stabilisator [p][p] adalah HH, sehingga pemetaan

HG[pt,F],Hg[p]g H\backslash G\longrightarrow[\mathrm{pt},F], \qquad Hg\longmapsto[p]\cdot g

merupakan bijeksi himpunan bertitik. Di sini HGH\backslash G berarti koset kanan HgHg; tidak diperlukan normalitas HH.

Jika PP tidak terhubung lintasan, orbit titik basis hanya merupakan prabayangan komponen [p][pt,P][p]\in[\mathrm{pt},P]:

HGi*1([p])[pt,F]. H\backslash G \simeq i_*^{-1}([p]) \subseteq[\mathrm{pt},F].

Meskipun δ:G[pt,F]\delta\colon G\to[\mathrm{pt},F] bukan homomorfisma,

H=δ1([p]). H=\delta^{-1}([p]).

Audit sumber 18.4. Notes.tex baris 3619 menulis i*1(p)i_*^{-1}(p), padahal kodomain i*i_* adalah [pt,P][\mathrm{pt},P]; objek bertipe benar ialah [p][p]. Notasi hasil bagi sumber juga tidak menentukan sisi koset. Konvensi aksi kanan kronologis menghasilkan HGH\backslash G, yakni koset HgHg.

18.7 Penerapan pada ruang penutup

Contoh 18.7 (grup homotopi ruang penutup). Untuk ruang penutup bertitik

(Z,z)(X,x), (Z,z)\to(X,x),

serat ZxZ_x diskret. Karena itu, bagi n>1n>1, barisan eksak panjang memuat

0=πn(Zx,z)πn(Z,z)πn(X,x)πn1(Zx,z)=0, \cdots\to 0=\pi_n(Z_x,z) \to\pi_n(Z,z) \to\pi_n(X,x) \to\pi_{n-1}(Z_x,z)=0 \to\cdots,

sehingga

πn(Z,z)πn(X,x)(n>1). \pi_n(Z,z)\simeq\pi_n(X,x) \qquad(n>1).

Ujung barisan eksaknya ialah

0=π1(Zx,z)π1(Z,z)π1(X,x)[pt,Zx]=Zx[pt,Z][pt,X]. \cdots\to 0=\pi_1(Z_x,z) \to\pi_1(Z,z) \to\pi_1(X,x) \to[\mathrm{pt},Z_x]=Z_x \to[\mathrm{pt},Z] \to[\mathrm{pt},X].

Jadi π1(Z,z)π1(X,x)\pi_1(Z,z)\to\pi_1(X,x) injektif, sebagaimana telah diperoleh sebelumnya. Jika [pt,Z]=*[\mathrm{pt},Z]=*, yakni ZZ terhubung lintasan, maka pemetaan bertitik

π1(X,x)Zx \pi_1(X,x)\longrightarrow Z_x

surjektif.

Contoh ini menunjukkan bahwa barisan eksak panjang grup homotopi merupakan perumuman besar dari hubungan antara grup fundamental ruang dasar dan grup fundamental ruang-ruang penutupnya. Meskipun demikian, ruang penutup masih memberikan hasil baru.

Contoh 18.8 (penutup universal kontraktil). Jika XX terhubung dan SLSC serta mempunyai ruang penutup universal kontraktil X̃\widetilde X, maka

πn(X)=0(n>1). \pi_n(X)=0 \qquad(n>1).

Memang, πn(X)πn(X̃)=0\pi_n(X)\cong\pi_n(\widetilde X)=0. Hal ini berlaku bagi setiap torus 𝕋m\mathbb T^m, dan khususnya bagi lingkaran S1S^1.

Audit sumber 18.5. Sumber tidak menyatakan keterhubungan XX pada klaim tentang “ruang penutup universal”. Edisi menambahkannya agar istilah dan kesimpulannya mempunyai cakupan yang tepat.

18.8 Penerapan pada bundel Hopf kompleks

Sekarang terapkan barisan eksak panjang pada bundel Hopf kompleks S1S3S2S^1\to S^3\to S^2.

Contoh 18.9 (grup homotopi melalui bundel Hopf kompleks). Sfera-sfera terhubung, dan

π1(Sn)=0(n>1). \pi_1(S^n)=0 \qquad(n>1).

Karena πk(S1)=0\pi_k(S^1)=0 bagi k>1k>1, diperoleh

0=πn(S1)πn(S3)πn(S2)πn1(S1)=0,n>2, \cdots\to 0=\pi_n(S^1) \to\pi_n(S^3) \to\pi_n(S^2) \to\pi_{n-1}(S^1)=0 \to\cdots, \qquad n>2,

serta

0=π2(S1)π2(S3)π2(S2)π1(S1)=0. \cdots\to 0=\pi_2(S^1) \to\pi_2(S^3) \to\pi_2(S^2) \to\pi_1(S^1)=\mathbb Z \to0 \to\cdots.

Jadi, untuk n>2n>2,

πn(S3)πn(S2), \pi_n(S^3)\simeq\pi_n(S^2),

dan terdapat barisan eksak pendek

0π2(S3)π2(S2)0. 0\to\pi_2(S^3)\to\pi_2(S^2)\to\mathbb Z\to0.

Akibatnya, π2(S2)\pi_2(S^2) grup abelian tak hingga dan

π2(S2)/im(π2(S3)π2(S2)). \pi_2(S^2)\Big/ \operatorname{im}\!\bigl(\pi_2(S^3)\to\pi_2(S^2)\bigr) \simeq\mathbb Z.

Jika kita menerima hasil kotak hitam

π2(S3)=0,π3(S3), \pi_2(S^3)=0, \qquad \pi_3(S^3)\simeq\mathbb Z,

maka

π2(S2),π3(S2). \pi_2(S^2)\simeq\mathbb Z, \qquad \pi_3(S^2)\simeq\mathbb Z.

Catatan 18.5. Kenyataannya,

πk(Sn)=0 \pi_k(S^n)=0

untuk setiap 0<k<n0<k<n. Ini hasil standar, tetapi pembuktiannya melampaui teknik yang telah dikembangkan sejauh ini dalam mata kuliah.

Berikut contoh bonus yang disajikan tanpa konstruksi.

Contoh 18.10 (bundel Hopf kuaternionik). Terdapat bundel serat

S3S7S4. S^3\longrightarrow S^7\longrightarrow S^4.

Barisan eksak panjang memuat

0=π4(S7)π4(S4)π3(S3)π3(S7)=0. \cdots\to 0=\pi_4(S^7) \to\pi_4(S^4) \to\pi_3(S^3) \to\pi_3(S^7)=0 \to\cdots.

Karena π3(S3)\pi_3(S^3)\simeq\mathbb Z, diperoleh

π4(S4). \pi_4(S^4)\simeq\mathbb Z.

Catatan 18.6. Hasil klasik yang lebih umum menyatakan

πn(Sn) \pi_n(S^n)\simeq\mathbb Z

untuk setiap nn. Sekali lagi, pembuktiannya melampaui cakupan mata kuliah sejauh ini.

Mengetahui grup homotopi sfera saja sudah sulit. Inilah salah satu alasan Serre dianugerahi Medali Fields: ia mengembangkan perangkat yang, antara lain, dapat dipakai untuk menunjukkan bahwa seluruh grup homotopi sfera berhingga kecuali

πn(Sn) \pi_n(S^n)\simeq\mathbb Z

dan

π4n1(S2n)A, \pi_{4n-1}(S^{2n})\simeq\mathbb Z\oplus A,

dengan AA grup abelian berhingga. Fenomena yang ganjil dan tidak terduga memang terjadi. Sebagai contoh yang dipilih secara acak,

π25(S6)/(1056)/(8). \pi_{25}(S^6) \simeq \mathbb Z/(1056\mathbb Z)\oplus\mathbb Z/(8\mathbb Z).

Audit sumber 18.6. Edisi memperbaiki salah tata bahasa “These is” pada baris 3660 dan salah eja “calulate” pada baris 3676 tanpa mengubah isi matematis.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan, petunjuk, dan solusi lengkap

Enam pemeriksaan berikut merupakan materi asli edisi. Semuanya terbatas pada isi Unit 18: transpor sepanjang lintasan, hasil kali, perubahan titik basis, invariansi homotopi, trivialisasi bundel Hopf kompleks, keeksakan lima suku, serta perhitungan melalui ruang penutup dan bundel-bundel Hopf. Tidak ada pemeriksaan yang memakai materi Kuliah 19.

Pemeriksaan penguasaan 18.1 (transpor sepanjang lintasan). Tetapkan n1n\geq1. Misalkan γ:xy\gamma\colon x\rightsquigarrow y dan η:yz\eta\colon y\rightsquigarrow z lintasan di XX.

  1. Jelaskan mengapa rumus kerah dengan norma maksimum mendefinisikan Tγ:πn(X,x)πn(X,y)T_\gamma\colon\pi_n(X,x)\to\pi_n(X,y).
  2. Buktikan Tγ#η=TηTγT_{\gamma\#\eta}=T_\eta T_\gamma dan Tcx=idT_{c_x}=\operatorname{id}.
  3. Buktikan bahwa TγT_\gamma homomorfisma dan isomorfisma.
  4. Jika xx dan yy terletak dalam satu komponen lintasan yang terhubung sederhana, buktikan bahwa isomorfisma transpor tidak bergantung pada lintasan yang dipilih dari xx ke yy.

Petunjuk. Periksa nilai pada dua batas kulit kubus. Untuk perkalian, bandingkan dua kotak pusat yang masing-masing berkerah dengan dua kotak di dalam satu kerah bersama. Untuk invers, gunakan lintasan balik. Untuk ketakbergantungan kanonik, bandingkan dua lintasan dengan titik ujung tetap.

Solusi Pemeriksaan 18.1. Pada 𝒖=14\lVert\mathbf u\rVert_\infty=\frac14, cabang dalam bernilai xx karena i(𝒖)Ini(\mathbf u)\in\partial I^n, sedangkan cabang luar bernilai γ(0)=x\gamma(0)=x. Jadi lema penempelan memberi pemetaan kontinu. Pada In\partial I^n, norma maksimum bernilai 12\frac12, sehingga nilainya γ(1)=y\gamma(1)=y. Dengan demikian rumus kerah menghasilkan peta pasangan

(In,In)(X,y). (I^n,\partial I^n)\longrightarrow(X,y).

Homotopi relatif antara wakil α\alpha dan homotopi yang mempertahankan titik ujung antara wakil γ\gamma dapat dimasukkan sebagai parameter tambahan ke rumus yang sama. Jadi TγT_\gamma terdefinisi pada kelas homotopi.

Konstruksi bagi γ#η\gamma\#\eta mempunyai kerah yang mula-mula menelusuri γ\gamma lalu η\eta. Konstruksi TηTγT_\eta T_\gamma mempunyai dua kerah bersarang. Homeomorfisma radial sepotong-sepotong yang melebur dua kerah menjadi satu memberi homotopi relatif terhadap batas, maka

Tγ#η=TηTγ. T_{\gamma\#\eta}=T_\eta\circ T_\gamma.

Kerah berlabel lintasan konstan dapat disusutkan ke batas kubus pusat, jadi Tcx=idT_{c_x}=\operatorname{id}.

Untuk dua wakil α,β\alpha,\beta, tampilkan produk dengan dua kotak dukungan yang saling lepas. Pada Tγ([α][β])T_\gamma([\alpha][\beta]), keduanya berada dalam satu kerah γ\gamma. Pada Tγ[α]Tγ[β]T_\gamma[\alpha]\,T_\gamma[\beta], masing-masing mempunyai salinan kerah. Geser kedua kerah dalam hingga berimpit dan perluas kerah luarnya. Semua jahitan tetap bernilai xx atau yy, sehingga reparameterisasi ini memberi homotopi relatif terhadap batas. Oleh karena itu

Tγ([α][β])=Tγ[α]Tγ[β]. T_\gamma([\alpha][\beta]) =T_\gamma[\alpha]\,T_\gamma[\beta].

Akhirnya,

TγTγ=Tγ#γ=Tcx=id, T_{\bar\gamma}T_\gamma =T_{\gamma\#\bar\gamma} =T_{c_x} =\operatorname{id},

dan serupa TγTγ=idT_\gamma T_{\bar\gamma}=\operatorname{id}. Maka Tγ=Tγ1T_{\bar\gamma}=T_\gamma^{-1} dan TγT_\gamma isomorfisma grup.

Terakhir, andaikan γ0\gamma_0 dan γ1\gamma_1 menghubungkan xx ke yy di dalam komponen lintasan yang terhubung sederhana. Loop γ0#γ1\gamma_0\#\bar\gamma_1 nulhomotopik. Dengan menempelkan nulhomotopi itu pada salah satu sisi, diperoleh homotopi yang mempertahankan titik ujung dari γ0\gamma_0 ke γ1\gamma_1. Ketakbergantungan wakil lintasan yang telah dibuktikan di atas memberi

Tγ0=Tγ1. T_{\gamma_0}=T_{\gamma_1}.

Jadi isomorfisma transpor pada komponen tersebut kanonik.

Pemeriksaan penguasaan 18.2 (hasil kali). Tetapkan n1n\geq1. Bangun langsung isomorfisma

πn(X×Y,(x,y))πn(X,x)×πn(Y,y). \pi_n(X\times Y,(x,y)) \cong \pi_n(X,x)\times\pi_n(Y,y).

Buktikan bahwa ia terdefinisi baik, mempertahankan operasi grup, mempunyai invers, dan natural terhadap pasangan pemetaan bertitik.

Petunjuk. Pemetaan atau homotopi ke hasil kali ditentukan tepat oleh dua komponen proyeksinya. Tulis kedua arah isomorfisma sebelum memeriksa naturalitas.

Solusi Pemeriksaan 18.2. Definisikan

Φ[α]=[prXα]×[prYα]:=([prXα],[prYα]). \Phi[\alpha] = \bigl[ \operatorname{pr}_X\alpha \bigr] \times \bigl[ \operatorname{pr}_Y\alpha \bigr] := \bigl( [\operatorname{pr}_X\alpha], [\operatorname{pr}_Y\alpha] \bigr).

Jika αα\alpha\simeq\alpha' secara bertitik, komposisi homotopi itu dengan kedua proyeksi memberi homotopi komponen, sehingga Φ\Phi terdefinisi baik. Sebaliknya, tetapkan

Ψ([a],[b])=[(a,b)]. \Psi([a],[b])=[(a,b)].

Jika aaa\simeq a' dan bbb\simeq b', pasangan kedua homotopi adalah homotopi bertitik (a,b)(a,b)(a,b)\simeq(a',b'), jadi Ψ\Psi juga terdefinisi baik. Persamaan

ΦΨ([a],[b])=([a],[b]),ΨΦ[α]=[α] \Phi\Psi([a],[b])=([a],[b]), \qquad \Psi\Phi[\alpha]=[\alpha]

mengikuti dari identitas (prXα,prYα)=α(\operatorname{pr}_X\alpha,\operatorname{pr}_Y\alpha)=\alpha.

Konkatenasi pada kubus dilakukan pada satu koordinat domain. Proyeksi mempertahankan rumus sepotong-sepotong itu, sehingga

Φ([α][β])=Φ[α]Φ[β] \Phi([\alpha][\beta]) = \Phi[\alpha]\,\Phi[\beta]

dengan perkalian komponen demi komponen pada ruas kanan. Jadi Φ\Phi isomorfisma grup.

Untuk pemetaan bertitik f:XXf\colon X\to X' dan g:YYg\colon Y\to Y', kedua komposit dalam persegi naturalitas mengirim [α][\alpha] ke

([fprXα],[gprYα]). \bigl( [f\operatorname{pr}_X\alpha], [g\operatorname{pr}_Y\alpha] \bigr).

Karena kedua hasilnya sama pada setiap kelas, isomorfisma tersebut natural.

Pemeriksaan penguasaan 18.3 (titik basis yang bergerak dan ekuivalensi homotopi). Tetapkan n1n\geq1. Misalkan H:fgH\colon f\simeq g dan h(t)=H(t,x)h(t)=H(t,x). Buktikan

Thf*=g*. T_h\circ f_*=g_*.

Kemudian gunakan pernyataan ini untuk membuktikan bahwa ekuivalensi homotopi f:XYf\colon X\to Y menginduksi isomorfisma pada πn\pi_n, tanpa menganggap bahwa invers homotopinya mempertahankan titik basis.

Petunjuk. Homotopi H(t,α(s))H(t,\alpha(s)) menggerakkan nilai titik basis sepanjang hh. Untuk ekuivalensi homotopi, satu homotopi memberikan invers kiri bagi f*f_* setelah transpor; homotopi lainnya menunjukkan bahwa suatu komposit yang memfaktorkan melalui f*f_* surjektif.

Solusi Pemeriksaan 18.3. Ambil wakil bertitik α:(Sn,*)(X,x)\alpha\colon(S^n,*)\to(X,x). Homotopi

L(t,s)=H(t,α(s)) L(t,s)=H(t,\alpha(s))

berjalan dari fαf\alpha ke gαg\alpha, sedangkan nilai titik basisnya L(t,*)=h(t)L(t,*)=h(t). Sisipkan kerah di sekitar ** dan gunakan potongan h|[0,t]h|_{[0,t]} pada kerah itu. Di luar kerah gunakan L(t,)L(t,-). Kedua rumus bertemu pada h(t)h(t), sehingga lema penempelan memberi homotopi bertitik antara (fα)h(f\alpha)^h dan gαg\alpha. Maka

Th(f*[α])=g*[α], T_h(f_*[\alpha])=g_*[\alpha],

dan karena [α][\alpha] sebarang, Thf*=g*T_hf_*=g_*.

Sekarang tuliskan f*u:πn(X,u)πn(Y,f(u))f_*^{\,u}\colon\pi_n(X,u)\to\pi_n(Y,f(u)) agar titik basis terlihat. Pilih invers homotopi r:YXr\colon Y\to X bagi ff, dengan H:rfidXH\colon rf\simeq\operatorname{id}_X dan K:fridYK\colon fr\simeq\operatorname{id}_Y. Lintasan h(t)=H(t,x)h(t)=H(t,x) memberikan

Thr*f(x)f*x=idπn(X,x). T_h r_*^{\,f(x)}f_*^{\,x} =\operatorname{id}_{\pi_n(X,x)}.

Jadi f*xf_*^{\,x} mempunyai invers kiri dan injektif. Lintasan k(t)=K(t,f(x))k(t)=K(t,f(x)) memberikan

Tkf*rf(x)r*f(x)=idπn(Y,f(x)). T_k f_*^{\,r f(x)}r_*^{\,f(x)} =\operatorname{id}_{\pi_n(Y,f(x))}.

Naturalisasi transpor terhadap ff memberi

f*xTh=Tfhf*rf(x). f_*^{\,x}T_h =T_{f\circ h}f_*^{\,r f(x)}.

Oleh karena itu

f*xThr*f(x)=Tfhf*rf(x)r*f(x)=TfhTk1. \begin{aligned} f_*^{\,x}T_h r_*^{\,f(x)} &=T_{f\circ h}f_*^{\,r f(x)}r_*^{\,f(x)}\\ &=T_{f\circ h}T_k^{-1}. \end{aligned}

Ruas kanan isomorfisma, jadi ruas kiri surjektif. Karena ruas kiri memfaktorkan melalui f*xf_*^{\,x}, pemetaan f*xf_*^{\,x} surjektif. Homomorfisma yang sekaligus injektif dan surjektif adalah isomorfisma. Tidak pernah diasumsikan bahwa r(f(x))=xr(f(x))=x; transpor titik basis menutup tepat celah tersebut.

Pemeriksaan penguasaan 18.4 (trivialisasi lokal bundel Hopf kompleks). Untuk

q(z,w)=[z:w]:S31, q(z,w)=[z:w]\colon S^3\to\mathbb{CP}^1,

periksa secara lengkap trivialisasi pada peta koordinat UzU_z dan UwU_w yang diberikan dalam Contoh 18.4. Tunjukkan bahwa rumus invers mengambil nilai di S3S^3, saling invers dengan Φz,Φw\Phi_z,\Phi_w, kontinu, dan berada di atas daerah peta koordinat yang benar. Tentukan fungsi transisi pada UzUwU_z\cap U_w.

Petunjuk. Pada UzU_z, tulis [z:w]=[1:u][z:w]=[1:u] dengan u=w/zu=w/z dan pisahkan fase z/|z|z/|z|. Pada irisan, jika v=1/uv=1/u, bandingkan parameter fase yang diberikan oleh zz dan oleh ww.

Solusi Pemeriksaan 18.4. Untuk ([1:u],λ)Uz×U(1)([1:u],\lambda)\in U_z\times U(1), tetapkan

(z,w)=(λ1+|u|2,λu1+|u|2). (z,w) = \left( \frac{\lambda}{\sqrt{1+|u|^2}}, \frac{\lambda u}{\sqrt{1+|u|^2}} \right).

Karena |λ|=1|\lambda|=1,

|z|2+|w|2=1+|u|21+|u|2=1, |z|^2+|w|^2 = \frac{1+|u|^2}{1+|u|^2} =1,

jadi (z,w)S3(z,w)\in S^3. Selain itu z0z\neq0, [z:w]=[1:u][z:w]=[1:u], dan z/|z|=λz/|z|=\lambda. Jadi ΦzΦz1\Phi_z\Phi_z^{-1} identitas. Sebaliknya, bila (z,w)q1(Uz)(z,w)\in q^{-1}(U_z), ambil u=w/zu=w/z dan λ=z/|z|\lambda=z/|z|. Dari 1=|z|2(1+|u|2)1=|z|^2(1+|u|^2) diperoleh |z|=1/1+|u|2|z|=1/\sqrt{1+|u|^2}, sehingga rumus invers mengembalikan (z,w)(z,w).

Argumen yang sama pada UwU_w, dengan v=z/wv=z/w, memberikan

(z,w)=(λv1+|v|2,λ1+|v|2),λ=w|w|. (z,w) = \left( \frac{\lambda v}{\sqrt{1+|v|^2}}, \frac{\lambda}{\sqrt{1+|v|^2}} \right), \qquad \lambda=\frac w{|w|}.

Semua operasi dalam rumus tersebut kontinu pada peta koordinat masing-masing. Koordinat projektif pertama tidak berubah, jadi kedua homeomorfisma berada di atas 1\mathbb{CP}^1.

Pada irisan, u0u\neq0 dan v=1/uv=1/u. Jika λz=z/|z|\lambda_z=z/|z| dan λw=w/|w|\lambda_w=w/|w|, maka w=uzw=uz memberi

λw=u|u|λz. \lambda_w = \frac{u}{|u|}\lambda_z.

Jadi fungsi transisinya, dalam arah dari trivialisasi zz ke trivialisasi ww, adalah

([1:u],λz)([1:u],u|u|λz). ([1:u],\lambda_z) \longmapsto \left([1:u],\frac{u}{|u|}\lambda_z\right).

Faktor u/|u|U(1)u/|u|\in U(1) juga kontinu pada u0u\neq0. Dengan demikian kedua peta koordinat membuktikan trivialisasi lokal bundel Hopf kompleks.

Pemeriksaan penguasaan 18.5 (inferensi dari lima suku bundel). Untuk k2k\geq2, pandang lima suku berturutan dari barisan eksak panjang:

πk(F)i*πk(P)q*πk(X)δπk1(F)i*πk1(P). \pi_k(F)\xrightarrow{i_*}\pi_k(P) \xrightarrow{q_*}\pi_k(X) \xrightarrow{\delta}\pi_{k-1}(F) \xrightarrow{i_*}\pi_{k-1}(P).

Buktikan:

  1. jika πk(F)=0\pi_k(F)=0, maka q*q_* injektif;
  2. jika πk1(F)=0\pi_{k-1}(F)=0, maka q*q_* surjektif;
  3. jika kedua grup serat itu nol, maka q*q_* isomorfisma;
  4. jika PP kontraktil, maka δ:πk(X)πk1(F)\delta\colon\pi_k(X)\to\pi_{k-1}(F) isomorfisma.

Petunjuk. Gunakan ker(q*)=im(i*)\ker(q_*)=\operatorname{im}(i_*) dan im(q*)=ker(δ)\operatorname{im}(q_*)=\ker(\delta). Untuk bagian terakhir, masukkan πk(P)=0=πk1(P)\pi_k(P)=0=\pi_{k-1}(P) pada kedua sisi δ\delta.

Solusi Pemeriksaan 18.5. Jika πk(F)=0\pi_k(F)=0, citra pemetaan i*:πk(F)πk(P)i_*\colon\pi_k(F)\to\pi_k(P) adalah subgrup nol. Keeksakan pada πk(P)\pi_k(P) memberi

ker(q*)=im(i*)=0. \ker(q_*) =\operatorname{im}(i_*) =0.

Jadi q*q_* injektif.

Jika πk1(F)=0\pi_{k-1}(F)=0, peta penghubung δ\delta mempunyai target grup nol, sehingga kernelnya seluruh πk(X)\pi_k(X). Keeksakan pada πk(X)\pi_k(X) memberi

im(q*)=ker(δ)=πk(X). \operatorname{im}(q_*) =\ker(\delta) =\pi_k(X).

Jadi q*q_* surjektif. Bila kedua grup serat tersebut nol, q*q_* sekaligus injektif dan surjektif, maka isomorfisma.

Terakhir, bila PP kontraktil, fragmen di sekitar δ\delta menjadi

0=πk(P)πk(X)δπk1(F)πk1(P)=0. 0=\pi_k(P) \longrightarrow\pi_k(X) \xrightarrow{\delta}\pi_{k-1}(F) \longrightarrow\pi_{k-1}(P)=0.

Keeksakan pada πk(X)\pi_k(X) membuat kernel δ\delta nol, jadi δ\delta injektif. Keeksakan pada πk1(F)\pi_{k-1}(F) membuat citra δ\delta seluruh πk1(F)\pi_{k-1}(F), jadi δ\delta surjektif. Karena k2k\geq2, suku-suku ini grup dan δ\delta homomorfisma; akibatnya δ\delta isomorfisma.

Pemeriksaan penguasaan 18.6 (ruang projektif dan bundel-bundel Hopf).

  1. Untuk penutup antipodal SmmS^m\to\mathbb{RP}^m dengan m2m\geq2, tentukan hubungan antara πn(Sm)\pi_n(S^m) dan πn(m)\pi_n(\mathbb{RP}^m) bagi n>1n>1. Dengan hasil standar πk(Sm)=0\pi_k(S^m)=0 untuk 0<k<m0<k<m dan πm(Sm)\pi_m(S^m)\cong\mathbb Z, simpulkan nilai πn(m)\pi_n(\mathbb{RP}^m) untuk 1<n<m1<n<m serta πm(m)\pi_m(\mathbb{RP}^m). Gunakan pula ekor bertitik untuk menghitung π1(m)\pi_1(\mathbb{RP}^m).
  2. Gunakan bundel Hopf kompleks dan hasil π2(S3)=0\pi_2(S^3)=0, π3(S3)\pi_3(S^3)\cong\mathbb Z untuk menghitung π2(S2)\pi_2(S^2) dan π3(S2)\pi_3(S^2). Nyatakan pula hubungan bagi semua n>2n>2.
  3. Gunakan bundel Hopf kuaternionik S3S7S4S^3\to S^7\to S^4 untuk menghitung π4(S4)\pi_4(S^4) dari π4(S7)=0\pi_4(S^7)=0, π3(S7)=0\pi_3(S^7)=0, dan π3(S3)\pi_3(S^3)\cong\mathbb Z.

Petunjuk. Serat penutup antipodal mempunyai dua titik. Grup homotopi lebih tinggi ruang total dan dasar isomorfik. Untuk grup fundamental, gunakan deskripsi orbit pada Catatan 18.4 dengan H=q*π1(Sm)=1H=q_*\pi_1(S^m)=1, bukan argumen kernel bagi pemetaan yang bukan homomorfisma. Untuk bundel Hopf kompleks maupun kuaternionik, tulis fragmen eksak yang mengapit grup dasar yang hendak dihitung dan nolkan grup sfera dalam dimensi di bawah dimensinya.

Solusi Pemeriksaan 18.6. Karena SmmS^m\to\mathbb{RP}^m ruang penutup, Contoh 18.7 memberi

πn(Sm)πn(m)(n>1). \pi_n(S^m)\xrightarrow{\simeq}\pi_n(\mathbb{RP}^m) \qquad(n>1).

Maka, untuk 1<n<m1<n<m,

πn(m)=0, \pi_n(\mathbb{RP}^m)=0,

sedangkan

πm(m). \pi_m(\mathbb{RP}^m)\cong\mathbb Z.

Khususnya, π2(2)\pi_2(\mathbb{RP}^2)\cong\mathbb Z.

Untuk menghitung grup fundamental, serat penutup antipodal ialah {+,}\{+,-\} dan SmS^m terhubung sederhana bagi m2m\geq2. Bagian bertitik barisan eksak adalah

0=π1(Sm)π1(m)δ{+,}[pt,Sm]=*. 0=\pi_1(S^m) \longrightarrow\pi_1(\mathbb{RP}^m) \xrightarrow{\delta}\{+,-\} \longrightarrow[\mathrm{pt},S^m]=*.

Pemetaan δ\delta bukan homomorfisma, jadi prabayangan titik basis saja tidak membuktikan bahwa ia injektif. Gunakan deskripsi orbit Catatan 18.4. Dengan

G=π1(m),H=q*π1(Sm)=1, G=\pi_1(\mathbb{RP}^m), \qquad H=q_*\pi_1(S^m)=1,

terdapat bijeksi himpunan bertitik

HG{+,}. H\backslash G\xrightarrow{\simeq}\{+,-\}.

Karena H=1H=1, himpunan HGH\backslash G dapat diidentifikasi dengan himpunan yang mendasari GG. Jadi GG mempunyai tepat dua unsur. Satu-satunya grup berorde dua adalah grup siklik:

π1(m)/2. \pi_1(\mathbb{RP}^m)\cong\mathbb Z/2\mathbb Z.

Dengan demikian nilai π2(2)\pi_2(\mathbb{RP}^2)\cong\mathbb Z tidak bertentangan dengan grup fundamentalnya; isomorfisma grup homotopi melalui ruang penutup berlaku dalam derajat n>1n>1.

Untuk bundel Hopf kompleks, bagian relevan barisan eksak adalah

0=π2(S1)π2(S3)π2(S2)π1(S1)π1(S3)=0. 0=\pi_2(S^1) \longrightarrow\pi_2(S^3) \longrightarrow\pi_2(S^2) \longrightarrow\pi_1(S^1)\cong\mathbb Z \longrightarrow\pi_1(S^3)=0.

Dengan π2(S3)=0\pi_2(S^3)=0, peta π2(S2)\pi_2(S^2)\to\mathbb Z sekaligus injektif dan surjektif, sehingga

π2(S2). \pi_2(S^2)\cong\mathbb Z.

Bagi n>2n>2, kedua grup serat di kiri dan kanan lenyap:

πn(S1)=0=πn1(S1). \pi_n(S^1)=0=\pi_{n-1}(S^1).

Karena itu

πn(S3)πn(S2)(n>2). \pi_n(S^3)\xrightarrow{\simeq}\pi_n(S^2) \qquad(n>2).

Dengan n=3n=3 dan π3(S3)\pi_3(S^3)\cong\mathbb Z, diperoleh

π3(S2). \pi_3(S^2)\cong\mathbb Z.

Untuk bundel Hopf kuaternionik S3S7S4S^3\to S^7\to S^4, fragmen yang relevan adalah

0=π4(S7)π4(S4)δπ3(S3)π3(S7)=0. 0=\pi_4(S^7) \longrightarrow\pi_4(S^4) \xrightarrow{\delta}\pi_3(S^3)\cong\mathbb Z \longrightarrow\pi_3(S^7)=0.

Keeksakan membuat δ\delta injektif karena suku di kirinya nol, dan surjektif karena suku di kanannya nol. Jadi

π4(S4). \pi_4(S^4)\cong\mathbb Z.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 3678–3947 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang 270 baris itu dimulai dengan penanda Kuliah 19 dan berakhir pada baris kosong tepat sebelum penanda Kuliah 20 pada baris 3948. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International.

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan ketiga belas catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Keempat diagram Xy-pic dan kedua gambar TikZ sumber ditulis ulang sebagai diagram, tabel, dan deskripsi semantik terpusat yang menyebutkan setiap objek, arah, serta label panah. Edisi juga menerapkan koreksi audit pada aksi kanan dan serat hasil bagi, rentang n3n\geq3, tanda peta penghubung, hipotesis keterhinggaan karakteristik Euler, arti produk RSR^S, dimensi ruang bagi operator vektor, komutativitas morfisma kompleks, augmentasi kompleks de Rham, perbedaan jenis invarian, serta konvensi graf berarah. Salah eja dan salah tata bahasa sumber diperbaiki tanpa mengubah urutan matematisnya.

Rentang sumber aktif memuat tepat enam definisi, dua belas contoh, dua lema, satu catatan, satu lingkungan bukti yang ditandai sebagai latihan, lima belas tampilan \[...\], satu tampilan align*, dua label sumber, empat diagram Xy-pic, dan dua gambar TikZ. Tidak ada sitasi, rujukan silang, gambar eksternal, input, atau include. Teorema bundel hasil bagi subgrup tertutup, fakta penutup ganda grup matriks berdimensi rendah, fakta umum π2\pi_2 bagi grup Lie, sifat Lingkaran Warsawa, dan bentuk global Lema Poincaré ditandai secara jujur sebagai hasil eksternal atau kotak hitam bila dipakai. Latihan sumber tentang fungtorialitas slpc\operatorname{slpc} diselesaikan lengkap di tempatnya.

Keenam pemeriksaan penguasaan, keenam petunjuk, dan keenam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses dan tidak mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

19 Kuliah 19

19.1 Bundel hasil bagi grup Lie

Sumber besar bundel serat yang dapat dikenai barisan eksak panjang berasal dari grup Lie. Misalkan GG grup Lie dan HGH\leq G subgrup tertutup. Bentuk G/HG/H sebagai ruang orbit bagi aksi kanan

G×HG,(g,h)gh=gh. G\times H\longrightarrow G, \qquad (g,h)\longmapsto g\cdot h=gh.

Pemetaan hasil bagi

q:GG/H,q(g)=gH, q\colon G\longrightarrow G/H, \qquad q(g)=gH,

merupakan bundel serat. Ini adalah teorema hasil bagi subgrup tertutup, suatu hasil eksternal yang dipakai di sini sebagai kotak hitam. Serat di atas gHgH ialah orbit gHgH itu sendiri. Perkalian kanan membuat serat ini sebuah torsor-HH: aksinya bebas dan transitif. Setelah memilih gg di dalam serat, pemetaan hghh\mapsto gh memberi homeomorfisma HgHH\cong gH, tetapi tanpa pilihan tersebut serat tidak teridentifikasi secara kanonik dengan HH.

Catatan pinggir sumber. Contoh grup Lie matriks ialah GL(n,)GL(n,\mathbb R), O(n)O(n), SO(n)SO(n), U(n)U(n), dan SU(n)SU(n): berturut-turut grup matriks invertibel real, ortogonal, ortogonal khusus, uniter, dan uniter khusus. “Khusus” berarti determinannya 11. Dalam setiap keluarga terdapat pemasukan blok tertutup K(n)K(n+1)K(n)\hookrightarrow K(n+1) melalui Adiag(A,1)A\mapsto\operatorname{diag}(A,1); selain itu SO(n)O(n)SO(n)\subseteq O(n) dan SU(n)U(n)SU(n)\subseteq U(n). Daftar ini bukan satu rantai inklusi tunggal—misalnya grup ortogonal real dan grup uniter kompleks tidak boleh dicampur menjadi satu rantai hanya karena ditulis berurutan.

Audit sumber 19.1. Notes.tex baris 3678 mempunyai ketaksesuaian subjek–verba. Baris 3680 juga tidak menyebutkan sisi aksi dan menyebut serat “isomorfik dengan HH” tanpa mencatat pilihannya. Edisi memakai aksi kanan gh=ghg\cdot h=gh, menyatakan serat sebagai torsor-HH, dan membedakan homeomorfisma setelah memilih titik dari identifikasi kanonik yang memang tidak tersedia.

Contoh 19.1 (sfera sebagai ruang homogen). Aksi standar pada vektor satuan memberikan bundel serat

SO(n)SO(n+1)SO(n+1)/SO(n)Sn SO(n)\longrightarrow SO(n+1) \longrightarrow SO(n+1)/SO(n)\cong S^n

dan

SU(n)SU(n+1)SU(n+1)/SU(n)S2n+1. SU(n)\longrightarrow SU(n+1) \longrightarrow SU(n+1)/SU(n)\cong S^{2n+1}.

Identifikasi ruang homogen tersebut dipakai oleh sumber tanpa bukti; Pemeriksaan Penguasaan 19.1 memverifikasi aksi, stabilisator, dan seratnya.

Contoh 19.2 (bundel Hopf sebagai hasil bagi). Bundel Hopf kompleks juga berbentuk demikian:

U(1)SU(2)SU(2)/U(1)S2, U(1)\longrightarrow SU(2) \longrightarrow SU(2)/U(1)\cong S^2,

dengan pemasukan

U(1)SU(2),z(z00z¯). U(1)\hookrightarrow SU(2), \qquad z\longmapsto \begin{pmatrix} z&0\\ 0&\overline z \end{pmatrix}.

Identifikasi SU(2)/U(1)S2SU(2)/U(1)\cong S^2 adalah fakta standar eksternal yang dipakai sumber tanpa bukti dalam unit ini.

Karena SU(1)SU(1), yakni grup matriks uniter 1×11\times1 berdeterminan 11, trivial, kita memperoleh

SU(2)=SU(2)/SU(1)S3. SU(2)=SU(2)/SU(1)\cong S^3.

Ada homomorfisma surjektif

SU(2)SO(3) SU(2)\longrightarrow SO(3)

dengan kernel pusat {±I}\{\pm I\}. Jadi

SO(3)SU(2)/{±I}, SO(3)\cong SU(2)/\{\pm I\},

dan SU(2)SO(3)SU(2)\to SO(3) adalah bundel serat, bahkan ruang penutup ganda.

Catatan pinggir sumber. Sebagai grup Lie, SU(2)SU(2) isomorfik dengan grup kuaternion satuan. Konjugasi oleh kuaternion satuan mempertahankan subruang kuaternion imajiner murni, yang dapat diidentifikasi dengan 3\mathbb R^3, dan bertindak padanya sebagai rotasi. Konstruksi ini menghasilkan homomorfisma SU(2)SO(3)SU(2)\to SO(3) di atas.

Isomorfisma kuaternion, surjektivitas, dan perhitungan kernel tersebut adalah fakta standar eksternal dalam unit ini. Karena SU(2)S3SU(2)\cong S^3 terhubung sederhana dan {±I}\{\pm I\} bertindak bebas dengan hasil bagi SO(3)SO(3), teori ruang penutup memberi

π1(SO(3),I){±I}/2. \pi_1(SO(3),I)\cong\{\pm I\}\cong\mathbb Z/2\mathbb Z.

Sekarang terapkan barisan eksak panjang pada bundel SO(n)SO(n+1)SnSO(n)\to SO(n+1)\to S^n. Bagi n3n\geq3, bagian ekornya adalah

π2(Sn,*)=0π1(SO(n),I)π1(SO(n+1),I)π1(Sn,*)=0. \cdots\longrightarrow \pi_2(S^n,*)=0\longrightarrow \pi_1(SO(n),I)\longrightarrow \pi_1(SO(n+1),I)\longrightarrow \pi_1(S^n,*)=0\longrightarrow\cdots.

Keeksakan menunjukkan bahwa

π1(SO(n),I)π1(SO(n+1),I) \pi_1(SO(n),I)\longrightarrow\pi_1(SO(n+1),I)

isomorfisma bagi n3n\geq3. Dimulai dari SO(3)SO(3), induksi memberi

π1(SO(n),I)/2(n3). \pi_1(SO(n),I)\cong\mathbb Z/2\mathbb Z \qquad(n\geq3).

Untuk n=2n=2, bagian barisan eksaknya adalah

π2(SO(3),I)π2(S2,*)=δπ1(SO(2),I)π1(SO(3),I)π1(S2,*)=0. \cdots\longrightarrow \pi_2(SO(3),I)\longrightarrow \pi_2(S^2,*)=\mathbb Z\xrightarrow{\delta} \pi_1(SO(2),I)\longrightarrow \pi_1(SO(3),I)\longrightarrow \pi_1(S^2,*)=0\longrightarrow\cdots.

Grup SO(2)SO(2) homeomorfik dengan S1S^1, sehingga π1(SO(2),I)\pi_1(SO(2),I)\cong\mathbb Z. Setelah memasukkan grup-grup yang sudah diketahui, kita memperoleh

π2(SO(3),I)π*δi*/20. \cdots\longrightarrow \pi_2(SO(3),I)\xrightarrow{\pi_*}\mathbb Z \xrightarrow{\delta}\mathbb Z \xrightarrow{i_*}\mathbb Z/2\mathbb Z \longrightarrow0.

Pemetaan i*i_* surjektif, maka kernelnya 22\mathbb Z. Keeksakan memberi

im(δ)=2. \operatorname{im}(\delta)=2\mathbb Z.

Jadi, setelah generator bagi kedua salinan \mathbb Z dipilih, δ\delta adalah perkalian dengan +2+2 atau 2-2. Tanda +2+2 hanya diperoleh setelah pilihan generator dan orientasi dibuat serasi; tanpa pilihan itu, kesimpulan kanoniknya hanyalah perkalian dengan ±2\pm2. Karena peta ini injektif, kerδ=0\ker\delta=0, sehingga keeksakan juga memberi π*=0\pi_*=0.

Perhitungan ini memberi informasi bukan hanya tentang grup-grup homotopi, tetapi juga tentang pemetaan yang diinduksi di antaranya; informasi tentang pemetaan itu sama pentingnya.

Satu langkah lebih tinggi dapat ditulis

π2(SO(2),I)i*π2(SO(3),I)0×(±2)mod2/20. \cdots\longrightarrow \pi_2(SO(2),I)\xrightarrow{i_*} \pi_2(SO(3),I)\xrightarrow{0}\mathbb Z \xrightarrow{\times(\pm2)}\mathbb Z \xrightarrow{\bmod 2}\mathbb Z/2\mathbb Z \longrightarrow0.

Karena π2(SO(2),I)π2(S1,*)=0\pi_2(SO(2),I)\cong\pi_2(S^1,*)=0, citra i*i_* trivial. Akan tetapi, keeksakan pada π2(SO(3),I)\pi_2(SO(3),I) mengatakan bahwa citra ini adalah kernel pemetaan nol ke \mathbb Z, yakni seluruh π2(SO(3),I)\pi_2(SO(3),I). Maka

π2(SO(3),I)=0. \pi_2(SO(3),I)=0.

Hasil yang sama juga mengikuti dari penutup SU(2)SO(3)SU(2)\to SO(3) dan SU(2)S3SU(2)\cong S^3, jika fakta π2(S3)=0\pi_2(S^3)=0 sudah tersedia.

Audit sumber 19.2. Notes.tex baris 3692 menghilangkan variabel dari syarat “3\geq3”. Baris 3704 menggandakan sebuah verba dan menetapkan tanda +2+2 tanpa menyebut pilihan generator. Rentang yang benar ialah n3n\geq3, sedangkan keeksakan sendiri hanya menentukan imδ=2\operatorname{im}\delta=2\mathbb Z dan dengan demikian faktor ±2\pm2.

Catatan 19.1 (fakta keras tentang grup Lie; kotak hitam). Untuk setiap grup Lie berdimensi hingga GG dengan unsur identitas ee, berlaku

π2(G,e)=0. \pi_2(G,e)=0.

Ini adalah hasil eksternal yang sulit dan tidak dibuktikan oleh sumber ataupun edisi ini.

19.2 Ekuivalensi homotopi lemah

Pada awal mata kuliah kita mengatakan bahwa topologi aljabar mencari invarian ruang terhadap deformasi kontinu, yakni terhadap ekuivalensi homotopi. Namun, itu belum seluruh ceritanya. Jika suatu pemetaan f:XYf\colon X\to Y menginduksi isomorfisma pada seluruh grup homotopi, maka kumpulan invarian tersebut tidak dapat membedakan XX dari YY. Gagasan ini menuntun ke definisi berikut.

Audit sumber 19.3. Edisi memperbaiki frasa salah “whose story” pada Notes.tex baris 3714 menjadi “whole story”, yang diterjemahkan sebagai “seluruh ceritanya”.

Definisi 19.1 (ekuivalensi homotopi lemah). Sebuah pemetaan ruang f:XYf\colon X\to Y disebut ekuivalensi homotopi lemah jika fungtor yang diinduksinya

Π1(X)Π1(Y) \Pi_1(X)\longrightarrow\Pi_1(Y)

merupakan ekuivalensi grupoid dan, untuk setiap xXx\in X dan setiap n>1n>1, homomorfisma

f*:πn(X,x)πn(Y,f(x)) f_*\colon\pi_n(X,x)\longrightarrow\pi_n(Y,f(x))

merupakan isomorfisma.

Catatan pinggir sumber. Syarat pada grupoid fundamental ekuivalen dengan meminta bijeksi pada komponen lintasan [pt,X][pt,Y][\mathrm{pt},X]\xrightarrow{\sim}[\mathrm{pt},Y] dan isomorfisma π1(X,x)π1(Y,f(x))\pi_1(X,x)\xrightarrow{\sim}\pi_1(Y,f(x)) untuk setiap xXx\in X. Notasi [pt,X][\mathrm{pt},X] di sini tidak diganti dengan π0(X)\pi_0(X), sebab mata kuliah membedakan komponen lintasan dari komponen terhubung.

Contoh 19.3. Setiap ekuivalensi homotopi f:XYf\colon X\to Y merupakan ekuivalensi homotopi lemah.

Kebalikannya tidak selalu benar.

Contoh 19.4 (kurva sinus topolog). Tuliskan

C={(x,sin1x):0<x1π}({0}×[1,1]). C= \left\{ \left(x,\sin\frac1x\right):0<x\leq\frac1\pi \right\} \cup \bigl(\{0\}\times[-1,1]\bigr).

Ruang CC mempunyai dua komponen lintasan: kurva berosilasi dan ruas vertikal limit. Pilih satu titik pada masing-masing komponen dan beri {a,b}\{a,b\} topologi diskret. Pemetaan perwakilan

j:{a,b}C j\colon\{a,b\}\longrightarrow C

merupakan ekuivalensi homotopi lemah. Kedua komponen lintasan CC kontraktil, sehingga semua grup homotopi bertitiknya trivial, persis seperti pada ruang dua titik diskret, dan jj bijektif pada komponen lintasan. Namun, CC terhubung, sehingga setiap pemetaan kontinu C{a,b}C\to\{a,b\} konstan dan tidak dapat menjadi invers homotopi bagi jj. Pemeriksaan Penguasaan 19.3 memberikan verifikasi lengkap kedua klaim.

Contoh 19.5 (Lingkaran Warsawa). Lingkaran Warsawa WW dibentuk dari kurva sinus topolog dengan menambahkan sebuah busur dari “titik ujung bebas” komponen berosilasi ke komponen vertikal pada sumbu yy.

Catatan pinggir sumber. Secara lebih formal, ambil hasil bagi C[0,1]WC\sqcup[0,1]\to W dengan mengidentifikasi 00 dan 11 dengan kedua titik yang sesuai pada CC. Gambar TikZ yang semula berada di catatan pinggir dipindahkan ke Diagram 19.1 agar geometri pentingnya berada dalam urutan bacaan utama.

Diagram 19.1 (deskripsi semantik Lingkaran Warsawa). Tetapkan

Γ={(x,sin1x):0<x1π},L={0}×[1,1],C=ΓL. \Gamma= \left\{\left(x,\sin\frac1x\right):0<x\leq\frac1\pi\right\}, \qquad L=\{0\}\times[-1,1], \qquad C=\Gamma\cup L.

Kurva Γ\Gamma berosilasi semakin rapat ketika x0+x\to0^+ dan mempunyai ruas vertikal limit LL. Tambahkan busur penutup α\alpha yang berujung pada (1/π,0)Γ(1/\pi,0)\in\Gamma dan (0,0)L(0,0)\in L, serta yang selain pada kedua titik ujung itu tidak berpotongan dengan CC. Dengan demikian data gambar sumber dapat ditulis tanpa bergantung pada posisi atau warna sebagai

W=Cα,α:(1/π,0)(0,0). W=C\cup\alpha, \qquad \alpha\colon(1/\pi,0)\rightsquigarrow(0,0).

Ruang WW terhubung lintasan tetapi semua grup homotopinya trivial. Karena itu pemetaan WptW\to\mathrm{pt} adalah ekuivalensi homotopi lemah. Meskipun demikian, WW tidak kontraktil: kontraksi akan memaksa perilaku lintasan yang tidak mungkin melintasi dua komponen lintasan kurva sinus topolog asal. Trivialitas semua grup homotopi dan ketidakkontraktilan ini adalah fakta eksternal dalam unit; kalimat singkat sumber bukan bukti lengkap, sehingga edisi tidak mengklaim telah membuktikannya.

19.3 Penggantian SLPC

Kelas contoh berikut menjelaskan mengapa pembatasan umum pada ruang-ruang SLPC tidak banyak merugikan dari sudut pandang homotopi lemah. Di sini SLPC tetap berarti terhubung lintasan semilokal menurut Definisi 4.2 mata kuliah: ekuivalen dengan syarat bahwa setiap komponen lintasan terbuka. Istilah ini tidak berarti SLSC dan tidak diganti dengan pengertian standar lain tentang keterhubungan lintasan lokal.

Definisi 19.2 (ruang slpc(X)\operatorname{slpc}(X)). Untuk ruang XX, beri himpunan komponen lintasan [pt,X][\mathrm{pt},X] topologi hasil bagi dari pemetaan

qX:X[pt,X]. q_X\colon X\longrightarrow[\mathrm{pt},X].

Tuliskan

DX=disc[pt,X] D_X=\operatorname{disc}[\mathrm{pt},X]

untuk himpunan yang sama dengan topologi diskret, dan biarkan iX:DX[pt,X]i_X\colon D_X\to[\mathrm{pt},X] menjadi fungsi bijektif identitas pada himpunan yang mendasarinya. Definisikan

slpc(X)=DX×[pt,X]X \operatorname{slpc}(X) =D_X\times_{[\mathrm{pt},X]}X

sebagai pullback pada Diagram 19.2.

Diagram 19.2 (pullback yang mendefinisikan slpc(X)\operatorname{slpc}(X)). Keempat objek dan semua panahnya adalah

DX×[pt,X]Xp2Xp1qXDXiX[pt,X]. \begin{array}{ccc} D_X\times_{[\mathrm{pt},X]}X& \xrightarrow{\ p_2\ }&X\\ {\scriptstyle p_1}\downarrow&& \downarrow{\scriptstyle q_X}\\ D_X&\xrightarrow{\ i_X\ }&[\mathrm{pt},X]. \end{array}

Panah atas p2p_2 menuju XX, panah kiri p1p_1 menuju ruang diskret DXD_X, panah kanan adalah pemetaan komponen qXq_X, dan panah bawah iXi_X melupakan topologi diskret. Pernyataan bahwa persegi ini pullback berarti titik sudut kiri atas tepat pasangan ([x],x)([x],x) dengan [x]=qX(x)[x]=q_X(x).

Secara himpunan, setiap xXx\in X muncul tepat sekali sebagai ([x],x)([x],x). Topologi baru itu membuat XX menjadi gabungan saling lepas topologis dari komponen-komponen lintasannya, sambil mempertahankan topologi subruang pada setiap komponen.

Lema 19.1 (fungtorialitas penggantian SLPC). Penetapan Xslpc(X)X\mapsto\operatorname{slpc}(X) adalah komponen objek suatu fungtor

slpc:𝑻𝒐𝒑𝑻𝒐𝒑 \operatorname{slpc}\colon\mathbf{Top}\longrightarrow\mathbf{Top}

yang nilainya terletak dalam subkategori penuh ruang-ruang SLPC.

Bukti (latihan sumber, diselesaikan edisi). Diberikan pemetaan kontinu f:XYf\colon X\to Y, citra suatu lintasan di XX adalah lintasan di YY. Karena itu terdapat fungsi pada komponen lintasan

[pt,f]:[pt,X][pt,Y],[x][f(x)]. [\mathrm{pt},f]\colon[\mathrm{pt},X]\longrightarrow[\mathrm{pt},Y], \qquad [x]\longmapsto[f(x)].

Fungsi yang sama di antara ruang diskret DXDYD_X\to D_Y otomatis kontinu. Pasangan pemetaan

DXDY,XfY D_X\longrightarrow D_Y, \qquad X\xrightarrow{f}Y

kompatibel dengan kedua pemetaan ke himpunan komponen, sebab

qYf=[pt,f]qX. q_Y\circ f=[\mathrm{pt},f]\circ q_X.

Sifat universal pullback kemudian memberi pemetaan kontinu unik

slpc(f):slpc(X)slpc(Y),([x],x)([f(x)],f(x)). \operatorname{slpc}(f)\colon \operatorname{slpc}(X)\longrightarrow\operatorname{slpc}(Y), \qquad ([x],x)\longmapsto([f(x)],f(x)).

Rumus ini segera memberi

slpc(idX)=idslpc(X) \operatorname{slpc}(\operatorname{id}_X) =\operatorname{id}_{\operatorname{slpc}(X)}

dan, bagi XfYgZX\xrightarrow{f}Y\xrightarrow{g}Z,

slpc(gf)=slpc(g)slpc(f). \operatorname{slpc}(g\circ f) =\operatorname{slpc}(g)\circ\operatorname{slpc}(f).

Jadi penetapan tersebut fungtorial. Terakhir, serat proyeksi p1:slpc(X)DXp_1\colon\operatorname{slpc}(X)\to D_X adalah salinan satu komponen lintasan XX. Serat itu terbuka karena DXD_X diskret, dan ia memang terhubung lintasan karena topologinya sama dengan topologi subruang komponen asal. Maka setiap komponen lintasan slpc(X)\operatorname{slpc}(X) terbuka. Dengan karakterisasi SLPC mata kuliah, slpc(X)\operatorname{slpc}(X) bersifat SLPC. \square

Menurut konstruksi, proyeksi kedua memberi pemetaan kontinu bijektif

εX:slpc(X)X,([x],x)x, \varepsilon_X\colon\operatorname{slpc}(X)\longrightarrow X, \qquad ([x],x)\longmapsto x,

yang merupakan identitas pada himpunan yang mendasarinya.

Lema 19.2 (perbandingan dengan ruang asal). Pemetaan

εX:slpc(X)X \varepsilon_X\colon\operatorname{slpc}(X)\longrightarrow X

merupakan ekuivalensi homotopi lemah. Jika XX tidak bersifat SLPC, pemetaan ini bukan ekuivalensi homotopi.

Bukti lengkap kedua pernyataan Lema 19.2 diberikan bersama penguatan “hanya jika” pada Solusi Pemeriksaan 19.4. Jadi klaim ini tidak dibiarkan sebagai kotak hitam. Akibatnya, jika ruang yang ekuivalen secara homotopi lemah tidak hendak dibedakan, bekerja hanya dengan ruang SLPC relatif tidak merugikan.

19.4 Kompleks dan motivasi karakteristik Euler

Ingat karakteristik Euler sebuah poliedron berhingga PP. Dalam dimensi dua,

χ(P)=#(simpul)dimensi 0#(sisi)dimensi 1+#(muka)dimensi 2. \chi(P) =\underbrace{\#(\text{simpul})}_{\text{dimensi }0} -\underbrace{\#(\text{sisi})}_{\text{dimensi }1} +\underbrace{\#(\text{muka})}_{\text{dimensi }2}.

Poliedron itu tidak harus konveks, terhubung sederhana, atau bahkan terhubung. Bagi poliedron berhingga berdimensi berhingga, rumusnya meluas menjadi

χ(P)=d=0dimP(1)d#(muka berdimensi d). \chi(P) =\sum_{d=0}^{\dim P}(-1)^d \#(\text{muka berdimensi }d).

Karakteristik Euler tidak bersifat fungtorial secara langsung, sehingga sukar membandingkan karakteristik Euler poliedron berbeda hanya dari daftar jumlah mukanya. Gagasan kuncinya ialah mengganti jumlah simpul, sisi, dan seterusnya dengan dimensi ruang vektor yang sesuai. Untuk data berhingga, jumlah tersebut dapat dipulihkan sebagai dimensi.

Untuk poliedron tak berhingga, jumlah kardinal berselang-seling tidak dengan sendirinya mendefinisikan karakteristik Euler; diperlukan hipotesis keterhinggaan atau teori konvergensi yang sesuai. Demikian pula, bagi himpunan tak berhingga SS, ruang fungsi RSR^S yang muncul di bawah adalah produk, bukan modul bebas berdukungan hingga, dan dimensinya sebagai ruang vektor tidak harus |S||S|.

Catatan pinggir sumber. Salah satu sumber data tak berhingga ialah triangulasi sebuah permukaan bergenus tak berhingga. Contoh ini memotivasi ruang vektor tak berdimensi hingga, tetapi tidak membenarkan penjumlahan kardinal berselang-seling tanpa syarat tambahan.

Audit sumber 19.4. Notes.tex baris 3789–3793 tidak membatasi formula elementer karakteristik Euler dan rekonstruksi dimensi pada data berhingga, serta salah mengeja “vertex”. Edisi menyatakan hipotesis keterhinggaan dan memisahkan produk fungsi RSR^S dari modul bebas berdukungan hingga.

Definisi 19.3 (kompleks bergradasi naik). Sebuah kompleks AA_\bullet dari ruang vektor, grup abelian, atau modul atas RR adalah barisan

An1dn1AndnAn+1 \cdots\longrightarrow A_{n-1}\xrightarrow{d_{n-1}}A_n \xrightarrow{d_n}A_{n+1}\longrightarrow\cdots

sedemikian sehingga

dndn1=0untuk setiap n. d_n\circ d_{n-1}=0 \qquad\text{untuk setiap }n.

Gradasi sumber bersifat kohomologis: diferensial dn:AnAn+1d_n\colon A_n\to A_{n+1} menaikkan derajat.

Catatan pinggir sumber. Persamaan dndn1=0d_n\circ d_{n-1}=0 ekuivalen dengan im(dn1)ker(dn)\operatorname{im}(d_{n-1})\subseteq\ker(d_n).

Contoh 19.6. Setiap barisan eksak, misalnya barisan grup abelian, merupakan kompleks karena pada setiap suku citra diferensial sebelumnya sama dengan kernel diferensial berikutnya, dan khususnya termuat di dalamnya.

Seperti pada barisan eksak, sebuah kompleks dapat mempunyai hanya satu ruas berhingga yang tidak trivial, sedangkan semua suku lain nol. Dalam keadaan itu kita cukup menuliskan ruas yang tidak trivial.

Contoh 19.7 (kompleks yang tidak eksak). Tempatkan tiga suku tak nol pada derajat 0,1,20,1,2. Barisan

0×4mod2/20 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{\times4}\mathbb Z \xrightarrow{\bmod2}\mathbb Z/2\mathbb Z \longrightarrow0

adalah kompleks karena reduksi modulo 22 membunuh 44\mathbb Z. Pemetaan kiri injektif dan pemetaan kanan surjektif, tetapi

42; 4\mathbb Z\subsetneq2\mathbb Z;

jadi citra pada suku tengah tidak sama dengan kernelnya.

Contoh 19.8 (kompleks matriks). Misalkan AA dan BB matriks real n×nn\times n dengan BA=0BA=0. Maka

0nAnBn0 0\longrightarrow\mathbb R^n \xrightarrow{A}\mathbb R^n \xrightarrow{B}\mathbb R^n \longrightarrow0

adalah kompleks. Kompleks ini tidak mungkin eksak. Jika eksak, AA harus injektif dan BB harus surjektif. Karena keduanya endomorfisma ruang vektor berdimensi hingga yang sama, keduanya lalu invertibel, bertentangan dengan BA=0BA=0.

Sekarang ambil U3U\subset\mathbb R^3 terbuka. Tuliskan C(U)C^\infty(U) untuk ruang vektor fungsi mulus UU\to\mathbb R dan C(U,3)C^\infty(U,\mathbb R^3) untuk ruang vektor medan vektor mulus pada UU.

Contoh 19.9 (kompleks kalkulus vektor). Operator turunan gradien \nabla, rotor (curl) ×\nabla\times-, dan divergensi \nabla\mathbin{\cdot}- membentuk kompleks yang dinotasikan Ω(U)\Omega^\bullet(U):

C(U)C(U,3)×C(U,3)C(U)0. C^\infty(U)\xrightarrow{\nabla} C^\infty(U,\mathbb R^3)\xrightarrow{\nabla\times-} C^\infty(U,\mathbb R^3)\xrightarrow{\nabla\mathbin{\cdot}-} C^\infty(U)\longrightarrow0.

Memang, rotor suatu gradien nol dan divergensi suatu rotor nol.

Audit sumber 19.5. Notes.tex baris 3830 menulis UnU\subset\mathbb R^n, padahal medan vektor yang ditampilkan bernilai 3\mathbb R^3 dan operator rotor serta divergensinya adalah operator tiga dimensi. Edisi mensyaratkan U3U\subset\mathbb R^3 terbuka. Salah gabung “acomplex” pada baris 3833 juga diperbaiki.

19.5 Morfisma kompleks

Definisi 19.4 (morfisma kompleks). Sebuah morfisma kompleks f:ABf\colon A_\bullet\to B_\bullet terdiri atas pemetaan yang mempertahankan derajat

fn:AnBn f_n\colon A_n\longrightarrow B_n

untuk setiap nn, sedemikian sehingga setiap persegi pada Diagram 19.3 komutatif.

Diagram 19.3 (persegi morfisma kompleks). Objek dan panah lengkapnya adalah

An1dn1AAnfn1fnBn1dn1BBn. \begin{array}{ccc} A_{n-1}&\xrightarrow{\ d^A_{n-1}\ }&A_n\\ {\scriptstyle f_{n-1}}\downarrow&& \downarrow{\scriptstyle f_n}\\ B_{n-1}&\xrightarrow{\ d^B_{n-1}\ }&B_n. \end{array}

Panah mendatar atas berjalan dari An1A_{n-1} ke AnA_n, panah mendatar bawah dari Bn1B_{n-1} ke BnB_n, dan kedua panah vertikal masing-masing ialah fn1f_{n-1} serta fnf_n. Komutativitas berarti

fndn1A=dn1Bfn1. f_n\circ d^A_{n-1}=d^B_{n-1}\circ f_{n-1}.

Kategori kompleks modul atas RR dan morfisma kompleks dinotasikan 𝑪𝒑𝒍𝒙R\mathbf{Cplx}_R.

Catatan pinggir sumber. Sumber mengatakan bahwa pemetaan ini kadang disebut chain map. Karena diferensial yang ditampilkan menaikkan derajat, dn:AnAn+1d_n\colon A_n\to A_{n+1}, edisi memakai istilah netral morfisma kompleks; dalam konvensi yang membedakan gradasi, istilah cochain map juga lazim. Arah panah tidak dibalik.

Audit sumber 19.6. Definisi pada Notes.tex baris 3840–3851 berhenti secara sintaksis setelah kata “all the squares” tanpa mengatakan apa yang harus dipenuhi. Edisi melengkapinya dengan syarat bahwa setiap persegi komutatif dan menuliskan persamaan komutativitasnya.

Contoh 19.10 (morfisma dari kompleks matriks). Untuk matriks A,BA,B pada Contoh 19.8, syarat BA=0BA=0 membuat pemetaan

B¯:n/im(A)n,B¯([x])=Bx \overline B\colon\mathbb R^n/\operatorname{im}(A) \longrightarrow\mathbb R^n, \qquad \overline B([x])=Bx

terdefinisi baik. Data berikut membentuk morfisma kompleks.

Diagram 19.4 (padanan semantik diagram matriks enam kolom). Kompleks atas, dari kiri ke kanan, adalah

00nAnBn0, 0\longrightarrow0\longrightarrow\mathbb R^n \xrightarrow{A}\mathbb R^n \xrightarrow{B}\mathbb R^n\longrightarrow0,

sedangkan kompleks bawah, dengan posisi kolom yang sama, adalah

0ker(A)0n/im(A)B¯n0. 0\longrightarrow\ker(A)\longrightarrow0 \longrightarrow\mathbb R^n/\operatorname{im}(A) \xrightarrow{\overline B}\mathbb R^n\longrightarrow0.

Peta vertikal yang mempertahankan setiap posisi adalah sebagai berikut.

Posisi Objek atas Peta vertikal Objek bawah
1 00 id0\operatorname{id}_0 00
2 00 peta nol 0ker(A)0\to\ker(A) ker(A)\ker(A)
3 n\mathbb R^n peta nol n0\mathbb R^n\to0 00
4 n\mathbb R^n peta hasil bagi qq n/im(A)\mathbb R^n/\operatorname{im}(A)
5 n\mathbb R^n idn\operatorname{id}_{\mathbb R^n} n\mathbb R^n
6 00 id0\operatorname{id}_0 00

Dengan demikian hubungan vertikal tidak dikodekan hanya oleh posisi. Semua panah mendatar yang tidak berlabel adalah peta nol yang ditentukan oleh sumber atau targetnya, kecuali peta bawah B¯\overline B yang telah diberi label.

Persegi pada AA komutatif karena qA=0qA=0. Persegi pada BB komutatif karena

B¯q=B. \overline B\,q=B.

Semua persegi lain mempunyai kedua komposit nol atau identitas pada objek nol. Jadi setiap persegi benar-benar komutatif.

Audit sumber 19.7. Notes.tex baris 3853 kehilangan artikel dalam “There is map”, dan diagramnya tidak memberi label pada peta-peta vertikal ataupun peta terinduksi di baris bawah. Diagram 19.4 menyebutkan peta nol, hasil bagi, identitas, serta B¯\overline B dan memeriksa semua perseginya.

Contoh 19.11 (pembatasan operator diferensial). Untuk setiap himpunan terbuka U3U\subset\mathbb R^3, pembatasan fungsi dan medan vektor memberi morfisma kompleks

Ω(3)Ω(U). \Omega^\bullet(\mathbb R^3)\longrightarrow\Omega^\bullet(U).

Diagram 19.5 (padanan semantik diagram pembatasan). Kompleks sumbernya adalah

C(3)C(3,3)×C(3,3)C(3)0, C^\infty(\mathbb R^3)\xrightarrow{\nabla} C^\infty(\mathbb R^3,\mathbb R^3) \xrightarrow{\nabla\times-} C^\infty(\mathbb R^3,\mathbb R^3) \xrightarrow{\nabla\mathbin{\cdot}-} C^\infty(\mathbb R^3)\longrightarrow0,

dan kompleks targetnya adalah

C(U)C(U,3)×C(U,3)C(U)0. C^\infty(U)\xrightarrow{\nabla} C^\infty(U,\mathbb R^3) \xrightarrow{\nabla\times-} C^\infty(U,\mathbb R^3) \xrightarrow{\nabla\mathbin{\cdot}-} C^\infty(U)\longrightarrow0.

Hubungan vertikal pada lima posisi, dari sumber ke target, ialah

Posisi Peta vertikal dari baris 3\mathbb R^3 ke baris UU
1 pembatasan fungsi ρ0(f)=f|U\rho_0(f)=f|_U
2 pembatasan medan vektor ρ1(𝒗)=𝒗|U\rho_1(\mathbf v)=\mathbf v|_U
3 pembatasan medan vektor ρ2(𝒗)=𝒗|U\rho_2(\mathbf v)=\mathbf v|_U
4 pembatasan fungsi ρ3(f)=f|U\rho_3(f)=f|_U
5 satu-satunya peta 000\to0, yakni id0\operatorname{id}_0

Setiap peta mendatar menuju ke kanan. Setiap peta vertikal menuju dari data global pada 3\mathbb R^3 ke pembatasannya pada UU.

Operator diferensial bersifat lokal, sehingga pembatasan berkomutasi dengan gradien, rotor, dan divergensi. Dengan demikian keempat persegi pada Diagram 19.5 komutatif.

19.6 Keeksakan kalkulus vektor dan informasi topologis

Kompleks tak teraugmentasi Ω(3)\Omega^\bullet(\mathbb R^3) pada Contoh 19.9 tidak eksak pada suku pertama C(3)C^\infty(\mathbb R^3), sebab kernel gradien adalah fungsi-fungsi konstan. Ia eksak pada derajat positif. Secara ekuivalen, kompleks yang diaugmentasi

0cC(3)C(3,3)×C(3,3)C(3)0, 0\longrightarrow\mathbb R \xrightarrow{\ c\ }C^\infty(\mathbb R^3) \xrightarrow{\nabla}C^\infty(\mathbb R^3,\mathbb R^3) \xrightarrow{\nabla\times-}C^\infty(\mathbb R^3,\mathbb R^3) \xrightarrow{\nabla\mathbin{\cdot}-}C^\infty(\mathbb R^3) \longrightarrow0,

dengan c(r)c(r) fungsi konstan bernilai rr, adalah eksak.

Catatan pinggir sumber. Keeksakan ini mengikuti Lema Poincaré, atau secara lebih elementer dari hasil standar kalkulus multivariabel.

Lema Poincaré global pada 3\mathbb R^3 dipakai di sini sebagai hasil analitik eksternal: medan vektor berotor nol adalah gradien, medan vektor berdivergensi nol adalah rotor, dan setiap fungsi mulus adalah divergensi suatu medan vektor mulus. Kontraktilitas 3\mathbb R^3 menjelaskan mengapa tidak ada obstruksi topologis pada derajat positif.

Untuk

U=3\{0}, U=\mathbb R^3\setminus\{0\},

keadaan berbeda. Sebagai contoh konkret,

𝒗(x)=xx3 \mathbf v(x)=\frac{x}{\lVert x\rVert^3}

berdivergensi nol pada UU, tetapi bukan rotor medan vektor global pada UU: fluksnya melalui sfera satuan adalah 4π4\pi, sedangkan fluks rotor melalui permukaan tertutup harus nol. Ruang UU ekuivalen secara homotopi dengan S2S^2. Kohomologi de Rham HdR2(U;)H^2_{\mathrm{dR}}(U;\mathbb R)\cong\mathbb R mengukur kegagalan

ker()=im(×). \ker(\nabla\mathbin{\cdot}-) =\operatorname{im}(\nabla\times-).

Grup π2(S2)\pi_2(S^2)\cong\mathbb Z juga mendeteksi topologi sfera, tetapi kedua objek itu bukan invarian yang sama: yang pertama adalah ruang vektor kohomologi real, sedangkan yang kedua adalah grup homotopi integral. Perbandingannya hanya kualitatif.

Demikian pula, ambil

U=3\, U=\mathbb R^3\setminus\ell,

dengan 3\ell\subset\mathbb R^3 subruang berdimensi satu.

Catatan pinggir sumber. Contoh pilihan \ell ialah sumbu zz.

Ruang ini ekuivalen secara homotopi dengan S1S^1. Untuk sumbu zz, medan vektor

𝒘(x,y,z)=(yx2+y2,xx2+y2,0) \mathbf w(x,y,z) =\left( -\frac{y}{x^2+y^2}, \frac{x}{x^2+y^2}, 0 \right)

mempunyai rotor nol pada UU, tetapi bukan gradien fungsi global: integral garisnya mengelilingi lingkaran satuan adalah 2π2\pi, sedangkan integral garis gradien pada loop tertutup selalu nol. Jadi

ker(×)im(). \ker(\nabla\times-) \neq\operatorname{im}(\nabla).

Pada akhirnya, bukan ukuran ruang vektornya yang membawa informasi penting. Ruang-ruang fungsi dalam Ω(3)\Omega^\bullet(\mathbb R^3) sangat besar dan berdimensi tak hingga, sedangkan 3\mathbb R^3 sendiri tidak menarik secara homotopis. Kompleks de Rham analog pada n\mathbb R^n juga mempunyai fenomena yang sama, dengan bentuk diferensial pada semua derajat sebagai pengganti notasi gradien–rotor–divergensi khusus dimensi tiga.

Catatan pinggir sumber. Kernel gradien terdiri tepat atas fungsi konstan dan karenanya isomorfik dengan \mathbb R. Ruang vektor satu dimensi itu sejalan dengan fakta bahwa himpunan komponen lintasan [pt,3]=*[\mathrm{pt},\mathbb R^3]=*; pernyataan ini tidak menyamakan kedua jenis invarian.

Audit sumber 19.8. Notes.tex baris 3874 menyebut kompleks tak teraugmentasi eksak, padahal fungsi konstan membentuk kernel gradien. Edisi menyatakan keeksakan positif dan menampilkan augmentasi C(3)\mathbb R\hookrightarrow C^\infty(\mathbb R^3). Baris 3880–3886 kini membedakan kohomologi de Rham real dari π2(S2)\pi_2(S^2), dan frasa salah “the image gradient” pada baris 3892 diperbaiki menjadi citra gradien.

19.7 Graf berarah dan kompleksnya

Kita beralih ke contoh yang jauh lebih kecil untuk menghangatkan aljabar yang akan muncul.

Definisi 19.5 (graf berarah sederhana). Sebuah graf berarah sederhana terdiri atas himpunan simpul VV, himpunan sisi EE, dan dua fungsi

d0,d1:EV d_0,d_1\colon E\longrightarrow V

sedemikian sehingga

(d0,d1):EV×V (d_0,d_1)\colon E\longrightarrow V\times V

injektif dan

im(d0,d1)Δ(V)=. \operatorname{im}(d_0,d_1)\cap\Delta(V)=\varnothing.

Catatan pinggir sumber. Di sini Δ(V)={(v,v):vV}V2\Delta(V)=\{(v,v):v\in V\}\subseteq V^2 adalah diagonal.

Konvensi arah sumber adalah sebagai berikut: sebuah sisi ee menunjuk dari sumber d1(e)d_1(e) ke target d0(e)d_0(e). Syarat diagonal melarang loop dari sebuah simpul ke dirinya sendiri. Injektivitas (d0,d1)(d_0,d_1) mengizinkan paling banyak satu sisi bagi setiap pasangan terurut target–sumber. Namun, ia masih mengizinkan dua sisi dengan arah berlawanan di antara dua simpul yang sama, sebab pasangan terurutnya berbeda.

Audit sumber 19.9. Notes.tex baris 3910 mengatakan secara terlalu luas bahwa tidak ada lebih dari satu sisi “di antara” dua simpul. Definisi hanya melarang pengulangan pasangan terurut (d0,d1)(d_0,d_1); dua sisi berlawanan arah tetap diizinkan. Edisi juga mengulang konvensi d1(e)d0(e)d_1(e)\to d_0(e) dalam kata-kata agar orientasi tidak bergantung pada kepala panah.

Contoh 19.12 (segitiga berarah). Ambil

V={A,B,C},E={a,b,c}. V=\{A,B,C\}, \qquad E=\{a,b,c\}.

Catatan pinggir sumber. Sumber menempatkan gambar TikZ segitiga di margin. Diagram itu dipindahkan ke Diagram 19.6 dan diuraikan sebagai tabel sumber–target sehingga arah tidak disampaikan hanya secara visual.

Diagram 19.6 (deskripsi semantik segitiga berarah). Ketiga sisi dan arahnya ialah

Sisi Sumber d1d_1 Target d0d_0 Panah berlabel
aa AA BB a:ABa\colon A\to B
bb BB CC b:BCb\colon B\to C
cc AA CC c:ACc\colon A\to C

Jadi aa berjalan dari AA ke BB, bb dari BB ke CC, dan cc langsung dari AA ke CC. Daftar ini memuat seluruh simpul, sisi, label, dan arah gambar sumber tanpa memakai warna atau posisi sebagai kode.

Dengan sengaja menuliskan pasangan dalam urutan sumber–target, datanya adalah

(d1,d0):{a(A,B),b(B,C),c(A,C). (d_1,d_0)\colon \begin{cases} a\longmapsto(A,B),\\ b\longmapsto(B,C),\\ c\longmapsto(A,C). \end{cases}

Graf ini dinotasikan Δ[2]\partial\Delta[2], untuk alasan yang akan menjadi lebih jelas kemudian. Perhatikan bahwa definisi kesederhanaan menguji injektivitas (d0,d1)(d_0,d_1), sedangkan tampilan contoh memilih urutan (d1,d0)(d_1,d_0) agar terbaca sebagai sumber lalu target.

Untuk membentuk kompleks dari graf berarah sederhana, bagi himpunan SS dan gelanggang RR tuliskan

RS={f:SR}, R^S=\{f:S\to R\},

modul semua fungsi dengan operasi titik demi titik.

Catatan pinggir sumber. Untuk R=R=\mathbb Z, modul RSR^S adalah produk sS\prod_{s\in S}\mathbb Z; untuk RR medan, ia adalah ruang semua fungsi SRS\to R. Bila SS berhingga, produk ini sama dengan jumlah langsung dan dimensinya |S||S|. Bila SS tak berhingga, ia bukan modul bebas berdukungan hingga R(S)R^{(S)}, dan dimensi ruang vektornya tidak harus |S||S|.

Definisi berikut memakai R=R=\mathbb Z, tetapi rumus yang sama berlaku bagi gelanggang umum.

Definisi 19.6 (kompleks graf). Untuk graf berarah sederhana d0,d1:EVd_0,d_1\colon E\rightrightarrows V, definisikan kompleks

0VδE0,ffd0fd1. \begin{aligned} 0\quad\longrightarrow\quad \mathbb Z^V&\xrightarrow{\ \delta\ }\mathbb Z^E \quad\longrightarrow\quad0,\\ f&\longmapsto f\circ d_0-f\circ d_1. \end{aligned}

Jadi bagi sisi ee yang berarah dari d1(e)d_1(e) ke d0(e)d_0(e),

δ(f)(e)=f(d0(e))f(d1(e)), \delta(f)(e)=f(d_0(e))-f(d_1(e)),

yakni nilai pada target dikurangi nilai pada sumber. Kompleks ini ditempatkan pada derajat 00 dan 11, sesuai gradasi kohomologis yang menaikkan derajat.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan, petunjuk, dan solusi lengkap

Enam pemeriksaan berikut, keenam petunjuknya, dan keenam solusi lengkapnya merupakan materi asli edisi. Semuanya terbatas pada sasaran beku Unit 19: ruang homogen dan seratnya, perhitungan barisan eksak grup ortogonal, ekuivalensi lemah kurva sinus topolog, penggantian SLPC, kohomologi kompleks dan morfisma matriks, serta kobatas segitiga berarah. Tidak ada pemeriksaan yang memakai materi Kuliah 20.

Pemeriksaan penguasaan 19.1 (bundel ruang homogen). Untuk n1n\geq1:

  1. Tunjukkan bahwa aksi standar SO(n+1)SO(n+1) pada Snn+1S^n\subset\mathbb R^{n+1} transitif dan bahwa stabilisator en+1e_{n+1} adalah salinan blok SO(n)SO(n).
  2. Tunjukkan bahwa aksi standar SU(n+1)SU(n+1) pada S2n+1n+1S^{2n+1}\subset\mathbb C^{n+1} transitif dan bahwa stabilisator en+1e_{n+1} adalah salinan blok SU(n)SU(n).
  3. Turunkan identifikasi SO(n+1)/SO(n)SnSO(n+1)/SO(n)\cong S^n dan SU(n+1)/SU(n)S2n+1SU(n+1)/SU(n)\cong S^{2n+1}, lalu jelaskan serat setiap pemetaan hasil bagi menurut konvensi aksi kanan.

Petunjuk. Lengkapi sebuah vektor satuan menjadi basis ortonormal atau uniter. Dalam kasus uniter, sesuaikan determinan pada salah satu vektor basis yang bukan en+1e_{n+1}. Untuk serat, bandingkan dua unsur g,gg,g' yang mempunyai citra sama pada vektor terakhir.

Solusi Pemeriksaan 19.1. Pertama, SO(n+1)SO(n+1) bertindak pada SnS^n melalui

gv=gv. g\cdot v=gv.

Untuk vSnv\in S^n, lengkapi vv menjadi basis ortonormal terorientasi

(v1,,vn,v) (v_1,\ldots,v_n,v)

dari n+1\mathbb R^{n+1}. Matriks yang kolom-kolomnya basis ini berada dalam SO(n+1)SO(n+1) dan mengirim en+1e_{n+1} ke vv. Jadi aksinya transitif.

Jika gSO(n+1)g\in SO(n+1) menetapkan en+1e_{n+1}, maka komplemen ortogonal en+1e_{n+1}^{\perp} dipertahankan. Pembatasan gg pada komplemen itu adalah matriks AO(n)A\in O(n), dan

1=det(g)=det(A), 1=\det(g)=\det(A),

sehingga ASO(n)A\in SO(n). Sebaliknya, setiap ASO(n)A\in SO(n) memberi diag(A,1)SO(n+1)\operatorname{diag}(A,1)\in SO(n+1) yang menetapkan en+1e_{n+1}. Maka stabilisatornya tepat salinan blok SO(n)SO(n).

Untuk kasus kompleks, SU(n+1)SU(n+1) bertindak pada sfera satuan S2n+1n+1S^{2n+1}\subset\mathbb C^{n+1}. Ambil vv pada sfera itu dan pilih TU(n+1)T\in U(n+1) dengan Ten+1=vTe_{n+1}=v. Karena n1n\geq1, ada koordinat basis yang berbeda dari koordinat terakhir. Kalikan TT di kanan dengan matriks diagonal DD yang menetapkan en+1e_{n+1} dan mempunyai

det(D)=det(T)1. \det(D)=\det(T)^{-1}.

Maka TDSU(n+1)TD\in SU(n+1) dan tetap mengirim en+1e_{n+1} ke vv. Jadi aksi SU(n+1)SU(n+1) transitif. Unsur gSU(n+1)g\in SU(n+1) yang menetapkan en+1e_{n+1} mempunyai bentuk blok diag(A,1)\operatorname{diag}(A,1) dengan AU(n)A\in U(n); syarat detg=1\det g=1 memberi detA=1\det A=1, jadi ASU(n)A\in SU(n). Kebalikannya langsung, maka stabilisatornya SU(n)SU(n).

Untuk kedua kasus, tuliskan GG bagi grup besar, HH bagi stabilisator, dan v0=en+1v_0=e_{n+1}. Pemetaan orbit

Φ:G/HGv0,gHgv0 \Phi\colon G/H\longrightarrow G\cdot v_0, \qquad gH\longmapsto gv_0

terdefinisi baik: jika g=ghg'=gh dengan hHh\in H, maka gv0=ghv0=gv0g'v_0=ghv_0=gv_0. Jika gv0=gv0gv_0=g'v_0, maka g1gg^{-1}g' menetapkan v0v_0, jadi g1gHg^{-1}g'\in H dan gH=gHgH=g'H. Transitivitas memberi surjektivitas. Pemetaan orbit o:GGv0o\colon G\to G\mathbin{\cdot}v_0, o(g)=gv0o(g)=gv_0, kontinu dan konstan pada setiap orbit kanan HH, sehingga sifat universal topologi hasil bagi memberi kontinuitas Φ\Phi. Dalam kedua kasus, G=SO(n+1)G=SO(n+1) atau SU(n+1)SU(n+1) kompak, maka hasil baginya G/HG/H kompak; sfera sasaran bersifat Hausdorff. Karena itu bijeksi kontinu Φ\Phi adalah homeomorfisma. Jadi

SO(n+1)/SO(n)Sn,SU(n+1)/SU(n)S2n+1. SO(n+1)/SO(n)\cong S^n, \qquad SU(n+1)/SU(n)\cong S^{2n+1}.

Serat pemetaan GG/HG\to G/H di atas gHgH adalah orbit gHgH, yaitu koset kiri gHgH. Aksi kanan

gH×HgH,(gh1,h2)gh1h2 gH\times H\longrightarrow gH, \qquad (gh_1,h_2)\longmapsto gh_1h_2

bebas dan transitif, jadi serat sebuah torsor-HH. Pilihan gg menghasilkan homeomorfisma HgHH\to gH, hghh\mapsto gh, tetapi pilihan gh0gh_0 akan mengubah koordinat itu. Dengan demikian serat hanya nonkanonik homeomorfik dengan HH.

Pemeriksaan penguasaan 19.2 (perhitungan barisan eksak ortogonal). Pakai bundel

SO(n)SO(n+1)Sn SO(n)\longrightarrow SO(n+1)\longrightarrow S^n

dan fakta π1(SO(3))/2\pi_1(SO(3))\cong\mathbb Z/2\mathbb Z untuk:

  1. menurunkan π1(SO(n))/2\pi_1(SO(n))\cong\mathbb Z/2\mathbb Z bagi semua n3n\geq3;
  2. membuktikan π2(SO(3))=0\pi_2(SO(3))=0 dari kasus n=2n=2;
  3. menjelaskan mengapa peta penghubung \mathbb Z\to\mathbb Z hanya merupakan perkalian dengan ±2\pm2 sebelum generator dan orientasi dipilih secara serasi.

Petunjuk. Untuk n3n\geq3, apit pemetaan pada π1\pi_1 di antara π2(Sn)=0\pi_2(S^n)=0 dan π1(Sn)=0\pi_1(S^n)=0. Untuk n=2n=2, kernel surjeksi /2\mathbb Z\to\mathbb Z/2 adalah 22\mathbb Z. Lalu gunakan satu suku lebih ke kiri dan fakta π2(SO(2))=0\pi_2(SO(2))=0.

Solusi Pemeriksaan 19.2. Bagi n3n\geq3, barisan eksak panjang memuat

0=π2(Sn)π1(SO(n))i*π1(SO(n+1))π1(Sn)=0. 0=\pi_2(S^n)\longrightarrow\pi_1(SO(n)) \xrightarrow{i_*}\pi_1(SO(n+1)) \longrightarrow\pi_1(S^n)=0.

Keeksakan membuat i*i_* injektif dari nol di kiri dan surjektif dari nol di kanan, jadi i*i_* isomorfisma. Mulai dengan

π1(SO(3))/2 \pi_1(SO(3))\cong\mathbb Z/2\mathbb Z

dan terapkan isomorfisma tersebut berturut-turut untuk n=3,4,n=3,4,\ldots. Diperoleh

π1(SO(n))/2(n3). \pi_1(SO(n))\cong\mathbb Z/2\mathbb Z \qquad(n\geq3).

Untuk n=2n=2, gunakan SO(2)S1SO(2)\cong S^1 dan bagian eksak

π2(SO(3))π*δi*/20. \pi_2(SO(3))\xrightarrow{\pi_*}\mathbb Z \xrightarrow{\delta}\mathbb Z \xrightarrow{i_*}\mathbb Z/2\mathbb Z\longrightarrow0.

Pemetaan i*i_* surjektif. Setiap surjeksi dari grup siklik tak hingga ke grup siklik orde dua mempunyai kernel 22\mathbb Z, sehingga

imδ=keri*=2. \operatorname{im}\delta=\ker i_*=2\mathbb Z.

Homomorfisma δ:\delta\colon\mathbb Z\to\mathbb Z ditentukan oleh citra satu generator. Agar citranya tepat 22\mathbb Z, generator itu harus dikirim ke 22 atau 2-2 kali generator target. Karena itu

δ=×(±2). \delta=\times(\pm2).

Mengganti generator pada salah satu salinan \mathbb Z membalik tanda; pilihan orientasi pada sfera dan lingkaran juga menentukan generator. Hanya setelah pilihan tersebut dibuat serasi kita boleh menulis +2+2.

Pemetaan δ\delta injektif, jadi kerδ=0\ker\delta=0. Keeksakan pada salinan =π2(S2)\mathbb Z=\pi_2(S^2) memberi imπ*=0\operatorname{im}\pi_*=0, sehingga π*\pi_* adalah peta nol. Sekarang sertakan suku sebelumnya:

π2(SO(2))i*π2(SO(3))0. \pi_2(SO(2))\xrightarrow{i_*}\pi_2(SO(3)) \xrightarrow{0}\mathbb Z.

Karena SO(2)S1SO(2)\cong S^1, π2(SO(2))=0\pi_2(SO(2))=0, maka imi*=0\operatorname{im}i_*=0. Di sisi lain, keeksakan pada π2(SO(3))\pi_2(SO(3)) memberi

imi*=ker(0)=π2(SO(3)). \operatorname{im}i_* =\ker(0) =\pi_2(SO(3)).

Jadi π2(SO(3))=0\pi_2(SO(3))=0.

Pemeriksaan penguasaan 19.3 (lemah tidak berarti ekuivalen homotopi). Untuk kurva sinus topolog

C={(x,sin1x):0<x1π}({0}×[1,1]), C= \left\{\left(x,\sin\frac1x\right):0<x\leq\frac1\pi\right\} \cup(\{0\}\times[-1,1]),

pilih satu titik pada masing-masing komponen lintasan dan definisikan j:{a,b}discCj\colon\{a,b\}_{\mathrm{disc}}\to C. Verifikasi langsung dari Definisi 19.1 bahwa jj ekuivalensi homotopi lemah. Kemudian buktikan bahwa jj tidak mungkin merupakan ekuivalensi homotopi.

Petunjuk. Proyeksi pada koordinat xx mengidentifikasi komponen berosilasi dengan (0,1/π](0,1/\pi], sedangkan komponen limit adalah sebuah interval. Untuk penolakan ekuivalensi homotopi, gunakan bahwa CC terhubung tetapi ruang dua titik diskret tidak, lalu amati bentuk homotopi di ruang diskret.

Solusi Pemeriksaan 19.3. Tuliskan

Γ={(x,sin1x):0<x1π},L={0}×[1,1]. \Gamma= \left\{\left(x,\sin\frac1x\right):0<x\leq\frac1\pi\right\}, \qquad L=\{0\}\times[-1,1].

Kedua himpunan ini adalah komponen lintasan CC. Proyeksi (x,sin(1/x))x(x,\sin(1/x))\mapsto x adalah homeomorfisma Γ(0,1/π]\Gamma\cong(0,1/\pi], dan L[1,1]L\cong[-1,1]. Keduanya kontraktil, sehingga grup fundamental dan semua grup homotopi lebih tingginya trivial.

Pemetaan jj memilih satu objek pada masing-masing dari dua komponen. Ia bijektif pada himpunan komponen lintasan. Grupoid fundamental CC tidak mempunyai morfisma di antara kedua komponen; di dalam masing-masing komponen, hanya ada satu kelas homotopi lintasan di antara setiap dua titik karena komponen itu kontraktil. Karena itu fungtor

Π1({a,b})Π1(C) \Pi_1(\{a,b\})\longrightarrow\Pi_1(C)

sepenuhnya setia dan surjektif esensial, jadi suatu ekuivalensi grupoid. Untuk setiap titik basis yang dipilih dan n>1n>1, pemetaan terinduksi adalah isomorfisma dari grup trivial ke grup trivial. Maka jj ekuivalensi homotopi lemah.

Sekarang Γ\Gamma terhubung dan C=Γ¯C=\overline\Gamma, sehingga CC terhubung. Andaikan jj mempunyai invers homotopi r:C{a,b}r\colon C\to\{a,b\}. Citra ruang terhubung oleh peta kontinu terhubung, sedangkan satu-satunya subruang terhubung dari ruang dua titik diskret adalah satu titik. Jadi rr konstan dan rjrj juga konstan.

Setiap homotopi

H:{a,b}×I{a,b} H\colon\{a,b\}\times I\longrightarrow\{a,b\}

menetapkan citra setiap titik sepanjang suatu lintasan dalam ruang diskret; lintasan itu harus konstan. Karena itu dua pemetaan ruang dua titik diskret homotopik hanya jika keduanya sama. Pemetaan konstan rjrj tidak sama dengan id{a,b}\operatorname{id}_{\{a,b\}}, sehingga tidak dapat homotopik dengannya. Ini bertentangan dengan syarat invers homotopi. Jadi jj bukan ekuivalensi homotopi.

Pemeriksaan penguasaan 19.4 (penggantian SLPC). Diberikan pemetaan f:XYf\colon X\to Y:

  1. bangun slpc(f)\operatorname{slpc}(f) dan buktikan hukum identitas serta komposisi;
  2. buktikan bahwa slpc(X)\operatorname{slpc}(X) bersifat SLPC;
  3. buktikan bahwa εX:slpc(X)X\varepsilon_X\colon\operatorname{slpc}(X)\to X merupakan ekuivalensi homotopi lemah;
  4. buktikan bahwa jika εX\varepsilon_X merupakan ekuivalensi homotopi, maka setiap komponen lintasan XX terbuka. Tunjukkan pula bahwa bila semua komponen lintasan terbuka, εX\varepsilon_X sebenarnya homeomorfisma.

Petunjuk. Gunakan fungsi [x][f(x)][x]\mapsto[f(x)] di antara diskretisasi himpunan komponen. Semua lintasan, sfera bertitik, dan homotopi berparameter terletak di dalam satu komponen lintasan. Untuk syarat perlu, komposisikan calon invers homotopi dengan proyeksi slpc(X)disc[pt,X]\operatorname{slpc}(X)\to\operatorname{disc}[\mathrm{pt},X].

Solusi Pemeriksaan 19.4. Tuliskan

DX=disc[pt,X],DY=disc[pt,Y]. D_X=\operatorname{disc}[\mathrm{pt},X], \qquad D_Y=\operatorname{disc}[\mathrm{pt},Y].

Pemetaan kontinu ff membawa lintasan ke lintasan, maka menentukan fungsi

D(f):DXDY,[x][f(x)]. D(f)\colon D_X\longrightarrow D_Y, \qquad [x]\longmapsto[f(x)].

Fungsi ini kontinu karena domain dan target diskret. Fungsi pada ruang komponen dengan topologi hasil bagi juga kontinu: persamaan

qYf=[pt,f]qX q_Yf=[\mathrm{pt},f]q_X

dan sifat hasil bagi qXq_X membuktikannya. Pasangan D(f)D(f) dan ff kompatibel dengan pemetaan ke [pt,Y][\mathrm{pt},Y], sehingga sifat universal pullback memberi

slpc(f)([x],x)=([f(x)],f(x)). \operatorname{slpc}(f)([x],x) =([f(x)],f(x)).

Untuk identitas,

slpc(idX)([x],x)=([x],x). \operatorname{slpc}(\operatorname{id}_X)([x],x) =([x],x).

Untuk XfYgZX\xrightarrow{f}Y\xrightarrow{g}Z, kedua ruas persamaan fungtor mengirim ([x],x)([x],x) ke ([g(f(x))],g(f(x)))([g(f(x))],g(f(x))). Karena itu

slpc(gf)=slpc(g)slpc(f). \operatorname{slpc}(g\circ f) =\operatorname{slpc}(g)\circ\operatorname{slpc}(f).

Selanjutnya, proyeksi

p1:slpc(X)DX p_1\colon\operatorname{slpc}(X)\longrightarrow D_X

mempunyai serat

p11([x])={([x],y):y[x]}. p_1^{-1}([x]) =\{([x],y):y\in[x]\}.

Serat ini homeomorfik dengan komponen lintasan [x]X[x]\subseteq X, sebab pembatasan p2p_2 adalah homeomorfisma ke subruang tersebut. Jadi seratnya terhubung lintasan. Karena DXD_X diskret, setiap serat juga terbuka. Serat-serat ini tepat komponen lintasan slpc(X)\operatorname{slpc}(X), maka semua komponen lintasannya terbuka dan ruang itu SLPC menurut konvensi mata kuliah.

Pemetaan εX=p2\varepsilon_X=p_2 adalah identitas pada himpunan yang mendasarinya dan membatasi pada homeomorfisma di setiap komponen lintasan. Setiap lintasan di XX tinggal di satu komponen, sehingga dapat dipandang secara unik sebagai lintasan di slpc(X)\operatorname{slpc}(X); hal yang sama berlaku bagi homotopi lintasan. Dengan demikian

Π1(slpc(X))Π1(X) \Pi_1(\operatorname{slpc}(X)) \longrightarrow\Pi_1(X)

bahkan merupakan isomorfisma grupoid setelah objek-objek diidentifikasi. Untuk n>1n>1, citra setiap pemetaan bertitik SnXS^n\to X berada di komponen lintasan titik basis karena SnS^n terhubung lintasan. Citra setiap homotopi Sn×IXS^n\times I\to X juga berada di komponen itu. Homeomorfisma per komponen kemudian memberi isomorfisma

πn(slpc(X),x)πn(X,x) \pi_n(\operatorname{slpc}(X),x) \xrightarrow{\ \cong\ }\pi_n(X,x)

untuk semua n>1n>1. Jadi εX\varepsilon_X ekuivalensi homotopi lemah.

Terakhir, andaikan εX\varepsilon_X ekuivalensi homotopi dan pilih invers homotopi

r:Xslpc(X). r\colon X\longrightarrow\operatorname{slpc}(X).

Cukup gunakan salah satu homotopinya, H:εXridXH\colon\varepsilon_Xr\simeq\operatorname{id}_X. Komposit

p1r:XDX p_1r\colon X\longrightarrow D_X

kontinu. Bagi setiap xXx\in X, lintasan tH(x,t)t\mapsto H(x,t) menghubungkan εXr(x)\varepsilon_Xr(x) dengan xx. Jadi keduanya berada pada komponen lintasan yang sama dan

p1r(x)=[x]. p_1r(x)=[x].

Dengan demikian p1rp_1r adalah fungsi komponen XDXX\to D_X. Karena fungsi ini kontinu dan DXD_X diskret, setiap seratnya

(p1r)1({[x]})=[x] (p_1r)^{-1}(\{[x]\})=[x]

terbuka. Jadi setiap komponen lintasan XX terbuka, yakni XX SLPC.

Sebaliknya, jika semua komponen lintasan XX terbuka, fungsi XDXX\to D_X, x[x]x\mapsto[x], kontinu. Maka

s:Xslpc(X),x([x],x) s\colon X\longrightarrow\operatorname{slpc}(X), \qquad x\longmapsto([x],x)

kontinu dan merupakan invers dua sisi εX\varepsilon_X. Jadi εX\varepsilon_X homeomorfisma. Secara ringkas,

εX ekuivalensi homotopiX SLPCεX homeomorfisma. \varepsilon_X\text{ ekuivalensi homotopi} \quad\Longrightarrow\quad X\text{ SLPC} \quad\Longrightarrow\quad \varepsilon_X\text{ homeomorfisma}.

Pemeriksaan penguasaan 19.5 (kohomologi dan morfisma kompleks). Tempatkan kompleks

0×4mod2/20 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{\times4}\mathbb Z \xrightarrow{\bmod2}\mathbb Z/2\mathbb Z \longrightarrow0

pada derajat 0,1,20,1,2. Dengan

Hk(A)=ker(dk)/im(dk1), H^k(A_\bullet) =\ker(d_k)/\operatorname{im}(d_{k-1}),

hitung HkH^k untuk setiap kk. Kemudian, untuk A,BMn()A,B\in M_n(\mathbb R) dengan BA=0BA=0, sebutkan semua peta yang tidak diberi label dalam diagram morfisma matriks sumber, bangun B¯\overline B, dan verifikasi setiap persegi komutatif.

Petunjuk. Kernel reduksi modulo 22 adalah 22\mathbb Z, sedangkan citra perkalian dengan 44 adalah 44\mathbb Z. Dalam diagram matriks, gunakan peta nol, proyeksi hasil bagi qq, identitas, dan persamaan B¯q=B\overline Bq=B.

Solusi Pemeriksaan 19.5. Tuliskan diferensialnya sebagai

d0=×4,d1=mod2,d2=0, d_0=\times4, \qquad d_1=\bmod2, \qquad d_2=0,

dengan semua suku di luar derajat 0,1,20,1,2 nol. Karena perkalian dengan 44 pada \mathbb Z injektif,

H0=ker(d0)/im(d1)=0/0=0. H^0 =\ker(d_0)/\operatorname{im}(d_{-1}) =0/0 =0.

Pada derajat 11,

ker(d1)=2,im(d0)=4, \ker(d_1)=2\mathbb Z, \qquad \operatorname{im}(d_0)=4\mathbb Z,

sehingga

H1=2/4/2. H^1 =2\mathbb Z/4\mathbb Z \cong\mathbb Z/2\mathbb Z.

Pemetaan d1d_1 surjektif, maka

H2=ker(d2)/im(d1)=(/2)/(/2)=0. H^2 =\ker(d_2)/\operatorname{im}(d_1) =(\mathbb Z/2\mathbb Z)/(\mathbb Z/2\mathbb Z) =0.

Semua HkH^k lain nol karena suku kompleksnya nol. Jadi satu-satunya kohomologi tak trivial ialah

H1/2. H^1\cong\mathbb Z/2\mathbb Z.

Sekarang pandang diagram matriks. Dari kiri ke kanan, enam peta vertikalnya adalah

id0,0:0ker(A),0:n0,q:nn/im(A),idn,id0. \operatorname{id}_0, \quad 0\colon0\to\ker(A), \quad 0\colon\mathbb R^n\to0, \quad q\colon\mathbb R^n\to\mathbb R^n/\operatorname{im}(A), \quad \operatorname{id}_{\mathbb R^n}, \quad \operatorname{id}_0.

Peta mendatar bawah yang substantif adalah

B¯:n/im(A)n,B¯([x])=Bx. \overline B\colon\mathbb R^n/\operatorname{im}(A)\longrightarrow\mathbb R^n, \qquad \overline B([x])=Bx.

Jika [x]=[x][x]=[x'], maka xx=Ayx'-x=Ay untuk suatu yy, sehingga

BxBx=BAy=0. Bx'-Bx=BAy=0.

Jadi B¯\overline B terdefinisi baik dan memenuhi B¯q=B\overline Bq=B. Sekarang periksa persegi-perseginya berurutan:

  1. di antara dua kolom pertama, kedua komposit adalah peta nol 0ker(A)0\to\ker(A);
  2. di antara kolom kedua dan ketiga, kedua komposit adalah peta nol 000\to0;
  3. pada panah AA, rute atas lalu turun adalah qA=0qA=0 karena im(A)\operatorname{im}(A) dibunuh oleh qq, sama dengan rute turun lalu mendatar melalui objek nol;
  4. pada panah BB, rute atas lalu identitas adalah BB, sedangkan rute turun lalu mendatar adalah B¯q=B\overline Bq=B;
  5. pada panah terakhir ke nol, kedua komposit adalah peta nol n0\mathbb R^n\to0.

Maka setiap persegi komutatif, dan keluarga peta vertikal itu benar-benar morfisma kompleks.

Pemeriksaan penguasaan 19.6 (kobatas segitiga berarah). Untuk segitiga Contoh 19.12, gunakan basis terurut (A,B,C)(A,B,C) bagi V\mathbb Z^V dan (a,b,c)(a,b,c) bagi E\mathbb Z^E.

  1. Tuliskan matriks δ:VE\delta\colon\mathbb Z^V\to\mathbb Z^E.
  2. Jelaskan tanda setiap baris memakai konvensi d1(e)d0(e)d_1(e)\to d_0(e) dan δf(e)=f(d0(e))f(d1(e))\delta f(e)=f(d_0(e))-f(d_1(e)).
  3. Hitung kerδ\ker\delta dan cokerδ\operatorname{coker}\delta.

Petunjuk. Evaluasi δf\delta f pada a,b,ca,b,c secara berurutan. Untuk kokernel, gambarkan citra sebagai semua (x,y,z)3(x,y,z)\in\mathbb Z^3 yang memenuhi satu relasi primitif dan gunakan homomorfisma ke \mathbb Z yang mengukur kegagalan relasi itu.

Solusi Pemeriksaan 19.6. Tuliskan nilai fungsi simpul sebagai vektor

(fA,fB,fC)T. (f_A,f_B,f_C)^T.

Karena aa berarah dari A=d1(a)A=d_1(a) ke B=d0(a)B=d_0(a),

δf(a)=fBfA. \delta f(a)=f_B-f_A.

Serupa, bb berarah dari BB ke CC dan cc dari AA ke CC, sehingga

δf(b)=fCfB,δf(c)=fCfA. \delta f(b)=f_C-f_B, \qquad \delta f(c)=f_C-f_A.

Dalam basis yang diminta,

[δ](a,b,c)(A,B,C)=(110011101). [\delta]_{(a,b,c)\leftarrow(A,B,C)} = \begin{pmatrix} -1&1&0\\ 0&-1&1\\ -1&0&1 \end{pmatrix}.

Tanda 1-1 selalu berada pada simpul sumber d1(e)d_1(e) dan tanda +1+1 pada simpul target d0(e)d_0(e). Jadi matriks ini menerapkan “target dikurangi sumber”, bukan kebalikannya.

Jika δf=0\delta f=0, dua baris pertama memberi

fB=fA,fC=fB. f_B=f_A, \qquad f_C=f_B.

Baris ketiga lalu otomatis nol. Jadi

kerδ={(t,t,t):t}=(1,1,1). \ker\delta =\{(t,t,t):t\in\mathbb Z\} =\mathbb Z(1,1,1) \cong\mathbb Z.

Untuk citra, jika

δf=(x,y,z), \delta f=(x,y,z),

maka

z=fCfA=(fBfA)+(fCfB)=x+y. z=f_C-f_A =(f_B-f_A)+(f_C-f_B) =x+y.

Sebaliknya, bagi setiap (x,y,x+y)(x,y,x+y), pilih

(fA,fB,fC)=(0,x,x+y); (f_A,f_B,f_C)=(0,x,x+y);

maka δf=(x,y,x+y)\delta f=(x,y,x+y). Jadi

imδ={(x,y,z)3:z=x+y}. \operatorname{im}\delta =\{(x,y,z)\in\mathbb Z^3:z=x+y\}.

Definisikan homomorfisma surjektif

Φ:3,Φ(x,y,z)=zxy. \Phi\colon\mathbb Z^3\longrightarrow\mathbb Z, \qquad \Phi(x,y,z)=z-x-y.

Ia surjektif karena Φ(0,0,1)=1\Phi(0,0,1)=1, dan perhitungan di atas memberi kerΦ=imδ\ker\Phi=\operatorname{im}\delta. Teorema isomorfisma pertama menghasilkan

cokerδ=3/imδ. \operatorname{coker}\delta =\mathbb Z^3/\operatorname{im}\delta \cong\mathbb Z.

Dengan penempatan derajat 00 dan 11, hasil yang sama dapat ditulis H0H^0\cong\mathbb Z dan H1H^1\cong\mathbb Z bagi kompleks graf segitiga.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 3948–4346 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Sebelum penanda berikutnya, slice fisik mentahnya terdiri atas 399 baris, dimulai pada baris 3948 dan mencakup pembukaan catatan di baris 4346; penanda Kuliah 21 muncul pada baris 4347. Jika 399 baris mentah tersebut digabung dengan LF tanpa baris akhir, ukurannya 17.657 byte dan hash SHA-256-nya adalah 6af488776f936d7a3ef17a30a8af94e6955df91e3a3057b92b048e1b38ca1917. Lingkungan lengkap yang diterjemahkan berakhir pada baris 4345 (398 baris; hash LF-normalisasi 1fa7d0ea4ecd567ae8975da5b9b41495a1757913942102f223d1234168366e88). Baris 4346 hanya membuka lingkungan catatan yang baru berlanjut setelah penanda Kuliah 21; demi batas lingkungan yang sah, pembukaan itu dicatat sebagai batas tertunda dan isi catatan akan dimulai pada unit berikutnya. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan sebelas catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Tujuh gambar TikZ ditulis ulang sebagai deskripsi semantik dan tabel terpusat yang menyebutkan semua simpul, sisi, muka, label, dan orientasi; tidak ada makna yang bergantung pada warna atau posisi. Edisi memperbaiki matriks graf dengan menyatakan konvensi vektor baris/kolom, melengkapi panah yang hilang pada kompleks bintang, memperbaiki indeks face map dan rumus komposisi, serta menuliskan definisi kohomologi dengan kernel dan citra yang bertipe benar. Salah eja, salah tata bahasa, dan ekspansi bukti kompleks yang terduplikasi juga diperbaiki. Semua ruang fungsi RSR^S tetap dimaknai sebagai produk semua fungsi, bukan sebagai modul berdukungan hingga.

Rentang aktif sebelum pembukaan catatan yang tertunda memuat delapan contoh, empat catatan lengkap, dua definisi, dua lema, dua bukti (salah satunya ditandai “Exercise”), dan empat lingkungan latihan sumber (lima butir karena lingkungan pertama memiliki dua bagian). Ia memuat delapan tampilan \[...\], dua tampilan align*, satu tampilan align, tiga cases, enam label sumber, dan tujuh gambar TikZ inline yang semuanya direflow. Tidak ada Xy-pic, gambar eksternal, input, atau include. Fakta bahwa model kompleks kombinatorik menangkap topologi ruang aktual hanya disajikan sebagai motivasi; tidak ada ekuivalensi realisasi yang diklaim atau dibuktikan di unit ini.

Enam pemeriksaan penguasaan, enam petunjuk, dan enam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses dan tidak mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

20 Kuliah 20

20.1 Contoh konkret kompleks graf

Berikut beberapa contoh konkret dari kompleks yang dibangun pada akhir Unit 19 dari graf berarah.

Contoh 20.1 (graf trivial satu simpul). Ambil graf dengan satu simpul dan tanpa sisi. Maka V={v}V=\{v\}, E=E=\varnothing, dan kompleksnya adalah

0δ00. 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{\delta}0\longrightarrow0.

Pemetaan δ\delta adalah peta nol, sehingga

ker(δ)=,coker(δ)=0. \ker(\delta)=\mathbb Z, \qquad \operatorname{coker}(\delta)=0.

Contoh 20.2 (kompleks segitiga berarah). Kompleks yang berasal dari Δ[2]\partial\Delta[2] pada Contoh 19.12 adalah

03δ30. 0\longrightarrow\mathbb Z^3 \xrightarrow{\delta}\mathbb Z^3 \longrightarrow0.

Untuk setiap X{A,B,C}X\in\{A,B,C\}, tuliskan fungsi basis

X_:{A,B,C},X_(v)={1,v=X,0,vX. \underline X\colon\{A,B,C\}\longrightarrow\mathbb Z, \qquad \underline X(v)= \begin{cases} 1,&v=X,\\ 0,&v\neq X. \end{cases}

Dengan basis simpul (A_,B_,C_)(\underline A,\underline B,\underline C) dan basis sisi (a,b,c)(a,b,c), konvensi Unit 19 memberi

δ(A_)(a)=1,δ(A_)(b)=0,δ(A_)(c)=1,δ(B_)(a)=1,δ(B_)(b)=1,δ(B_)(c)=0,δ(C_)(a)=0,δ(C_)(b)=1,δ(C_)(c)=1. \begin{aligned} \delta(\underline A)(a)&=-1,& \delta(\underline A)(b)&=0,& \delta(\underline A)(c)&=-1,\\ \delta(\underline B)(a)&=1,& \delta(\underline B)(b)&=-1,& \delta(\underline B)(c)&=0,\\ \delta(\underline C)(a)&=0,& \delta(\underline C)(b)&=1,& \delta(\underline C)(c)&=1. \end{aligned}

Memang, AA adalah sumber sisi aa dan cc serta tidak bersinggungan dengan bb, sedangkan BB adalah target sisi aa. Jika koordinat ditulis sebagai vektor baris dan fungsi basis menjadi baris-baris matriks, matriks sumber adalah

D=(101110011). D=\begin{pmatrix} -1&0&-1\\ 1&-1&0\\ 0&1&1 \end{pmatrix}.

Dengan konvensi vektor kolom yang lebih umum, matriks pemetaan yang sama adalah M=D𝖳M=D^{\mathsf T}; kolom-kolom MM adalah citra fungsi basis simpul. Kernel dan citra harus ditulis dalam basis sisi (a,b,c)(a,b,c) agar tidak mencampur nama simpul dengan elemen kodomain:

M=D𝖳=(110011101),kerδ=kerM=(A_+B_+C_), M=D^{\mathsf T}=\begin{pmatrix} -1&1&0\\ 0&-1&1\\ -1&0&1 \end{pmatrix}, \qquad \ker\delta=\ker M=\mathbb Z(\underline A+\underline B+\underline C)\cong\mathbb Z,

sedangkan

imδ=(ac)+(ab)+(b+c)=(ac)+(ab),cokerδ. \operatorname{im}\delta =\mathbb Z(-a-c)+\mathbb Z(a-b)+\mathbb Z(b+c) =\mathbb Z(-a-c)+\mathbb Z(a-b), \qquad \operatorname{coker}\delta\cong\mathbb Z.

Memang, menambahkan bb pada dua pembangkit pertama menghasilkan seluruh modul sisi: dari aba-b dan bb diperoleh aa, lalu dari ac-a-c diperoleh cc.

Dengan demikian karakteristik Eulernya adalah

χ=|V||E|=33=0. \chi=|V|-|E|=3-3=0.

Audit sumber 20.1. Matriks pada Notes.tex baris 3974–3980 menampilkan koordinat citra fungsi basis sebagai baris, sedangkan banyak pembaca memakai vektor kolom. Edisi menyatakan konvensi itu secara eksplisit dan memakai M=D𝖳M=D^{\mathsf T} untuk vektor kolom. Karena δf(e)=f(d0e)f(d1e)\delta f(e)=f(d_0e)-f(d_1e), fungsi konstan harus berada di kernel: kerδ=(A_+B_+C_)\ker\delta=\mathbb Z(\underline A+\underline B+\underline C), bukan generator dengan tanda minus seperti tercetak di sumber. Citra yang benar adalah ac,ab,b+c\langle-a-c,a-b,b+c\rangle; nama simpul tidak dipakai sebagai elemen kodomain.

Catatan 20.1 (basis hingga). Untuk setiap graf berhingga (dan nanti objek kombinatorik berhingga yang lebih umum), simpul dan sisi dapat dipakai sebagai himpunan pembangkit bagi V\mathbb Z^V dan E\mathbb Z^E: sebuah unsur xVx\in V mewakili fungsi yang bernilai 11 pada xx dan 00 di tempat lain. Untuk graf tak berhingga, ruang fungsi adalah produk dan bukan modul bebas berdukungan hingga; basis koordinat naif tidak lagi tersedia secara umum.

Contoh 20.3 (graf bintang empat simpul). Pertimbangkan graf dengan

V={A,B,C,D},E={b,c,d}, V=\{A,B,C,D\}, \qquad E=\{b,c,d\},

dan tiga sisi yang semuanya berawal di AA:

Catatan pinggir sumber. Diagram pada Notes.tex baris 3989 menempatkan AA di pusat dan mengarahkan b,c,db,c,d menuju B,C,DB,C,D. Tabel insidensi di bawah mempertahankan informasi arah tanpa bergantung pada posisi gambar.

Diagram 20.1 (deskripsi semantik graf bintang). Empat simpulnya adalah A,B,C,DA,B,C,D dan tiga sisi berarah keluar dari AA:

Sisi Sumber d1d_1 Target d0d_0
bb AA BB
cc AA CC
dd AA DD

Gambar sumber menempatkan AA di pusat dan B,C,DB,C,D di tiga arah berbeda. Tabel ini mempertahankan semua label dan orientasi tanpa bergantung pada posisi radialnya.

Dengan basis fungsi simpul dan sisi, kompleksnya adalah

04δ30, 0\longrightarrow\mathbb Z^4 \xrightarrow{\delta}\mathbb Z^3 \longrightarrow0,

dan matriks dengan vektor kolom ialah

D=(110010101001). D=\begin{pmatrix} -1&1&0&0\\ -1&0&1&0\\ -1&0&0&1 \end{pmatrix}.

Matriks ini surjektif, sehingga kokernel nol. Maka

kerδ={(t,t,t,t):t},χ=43=1. \ker\delta =\{(t,t,t,t):t\in\mathbb Z\}\cong\mathbb Z, \qquad \chi=4-3=1.

Audit sumber 20.2. Pada baris 4004 sumber mencetak 0\mathbb Z^4, yang kehilangan panah awal. Edisi memperbaikinya menjadi 040\to\mathbb Z^4 dan menyatakan arah setiap sisi secara eksplisit.

Tidak perlu membatasi diri pada graf terhubung.

Contoh 20.4 (graf tak terhubung). Ambil

V={A,B,C},E={b},d1(b)=C,d0(b)=B, V=\{A,B,C\}, \qquad E=\{b\}, \qquad d_1(b)=C, \quad d_0(b)=B,

sehingga bb berarah dari CC ke BB dan AA terisolasi.

Catatan pinggir sumber. Sketsa Notes.tex baris 4020 memiliki satu simpul terisolasi dan satu panah CBC\to B; ketinggian simpul pada sketsa bukan data matematis.

Diagram 20.2 (deskripsi semantik graf tak terhubung). Data insidensinya adalah satu simpul terisolasi AA dan satu sisi bb dengan orientasi CbBC\xrightarrow{b}B:

Objek Sumber Target
bb CC BB

Posisi vertikal pada gambar sumber tidak menambah data; tabel ini menyatakan arah secara eksplisit.

Kompleksnya

03δ0 0\longrightarrow\mathbb Z^3 \xrightarrow{\delta}\mathbb Z \longrightarrow0

memiliki δ(f)=fBfC\delta(f)=f_B-f_C, yang surjektif. Maka

coker(δ)=0,ker(δ)={(t,s,s):t,s}2, \operatorname{coker}(\delta)=0, \qquad \ker(\delta)=\{(t,s,s):t,s\in\mathbb Z\}\cong\mathbb Z^2,

dan χ=31=2\chi=3-1=2.

Latihan Sumber 20.1 (dua bagian: koproduk dan poliedron).

  1. Untuk dua graf berarah sederhana G1G_1 dan G2G_2, bentuk gabungan saling lepas G1G2G_1\sqcup G_2 dengan mengambil gabungan saling lepas himpunan simpul dan sisi serta fungsi d0,d1d_0,d_1 yang diinduksi. Tunjukkan

    kerδG1G2kerδG1kerδG2. \ker\delta_{G_1\sqcup G_2} \cong \ker\delta_{G_1}\oplus\ker\delta_{G_2}.

  2. Untuk graf berarah berhingga GG yang bentuk dasarnya adalah poliedron satu-siklus dan yang terhubung, tunjukkan bahwa kernel dan kokernel pemetaan terkait δG\delta_G keduanya isomorfik dengan \mathbb Z.

Solusi lengkap kedua bagian diberikan kembali dalam Pemeriksaan Penguasaan 20.1 dan 20.2. Untuk graf tak berhingga, produk ruang fungsi menggantikan jumlah langsung; untuk graf dengan beberapa siklus, rank kokernel lebih besar.

Latihan Sumber 20.2 (dua siklus). Hitung kernel dan kokernel graf berarah sederhana yang terhubung dan mempunyai dua siklus. Solusi lengkapnya diberikan dalam Pemeriksaan Penguasaan 20.3.

Audit sumber 20.3. Klaim Notes.tex baris 4043–4050 terlalu luas bila dibaca untuk semua graf terhubung berbentuk poliedron: rank kokernel sama dengan banyak siklus independen, bukan selalu satu. Edisi membatasi pembacaan latihan kedua pada kasus satu-siklus yang dimaksudkan, lalu menghitung kasus dua-siklus secara terpisah. Untuk modul-\mathbb Z, istilah yang tepat ialah rank, bukan dimensi sebagai ruang vektor.

Audit sumber 20.3b. Rujukan silang Notes.tex baris 4069 menunjuk label eg:triangle_graph_cplx, padahal contoh yang baru saja dibahas adalah gelang satu-simpul, bukan graf pohon empat-simpul. Edisi mengganti rujukan itu dengan uraian mandiri dan mempertahankan konvensi graf berarah d1(e)d0(e)d_1(e)\to d_0(e).

Catatan 20.2 (graf berarah umum). Kita tidak harus membatasi diri pada graf berarah sederhana. Definisi kompleks graf hanya memakai rumus

δ(f)=fd0fd1, \delta(f)=f\circ d_0-f\circ d_1,

bukan injektivitas (d0,d1)(d_0,d_1) atau larangan diagonal. Karena itu boleh ada satu simpul dan satu sisi yang merupakan model kombinatorik lingkaran:

Catatan pinggir sumber. Lingkaran satu-simpul pada Notes.tex baris 4059 digambar sebagai satu gelang dengan simpul vv dan sisi ee. Dalam adaptasi ini orientasinya dinyatakan oleh d0(e)=d1(e)=vd_0(e)=d_1(e)=v.

Diagram 20.3 (deskripsi semantik gelang satu-simpul). Ada tepat satu simpul vv dan satu sisi ee dengan kedua ujung pada vv; panahnya dapat dipilih searah dari vv kembali ke vv. Data ini, bukan arah gambar, yang menentukan model kombinatorik lingkaran.

0δ=00. 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{\delta=0}\mathbb Z \longrightarrow0.

Baik kernel maupun kokernelnya isomorfik dengan \mathbb Z.

20.2 Permukaan kombinatorik dan kompleks dua dimensi

Namun, objek satu dimensi saja belum cukup. Kita ingin memikirkan sesuatu yang memainkan peran graf berarah berdimensi dua: himpunan simpul, sisi, dan muka segitiga, beserta fungsi yang menjelaskan bagaimana mereka saling menempel. Istilah permukaan kombinatorik di sini berarti objek berdimensi paling tinggi dua, bukan permukaan manifold yang harus bebas degenerasi.

Catatan pinggir sumber. Istilah yang lebih luas untuk data sampai dimensi dua ini adalah himpunan semisimplicial 2-skeletal; Mike Hopkins menyebut objek semacam ini kompleks Δ\Delta-kombinatorik. Di kuliah ini istilah yang dipakai adalah permukaan kombinatorik.

Contoh 20.5 (satu segitiga terisi). Pertimbangkan satu segitiga terisi. Simpulnya dinamai v0,v1,v2v_0,v_1,v_2, sisinya e0,e1,e2e_0,e_1,e_2, dan mukanya ff.

Catatan pinggir sumber. Arsiran pada gambar Notes.tex baris 4082 hanya menandai bahwa ff terisi. Data yang menentukan objek adalah tiga simpul, tiga sisi berorientasi, dan satu muka seperti pada tabel berikut.

Diagram 20.4 (deskripsi semantik segitiga terisi). Orientasi sisi dan labelnya adalah

Sisi Sumber d11d_1^1 Target d01d_0^1 Keterangan
e2e_2 v0v_0 v1v_1 sisi berhadapan dengan v2v_2
e0e_0 v1v_1 v2v_2 sisi berhadapan dengan v0v_0
e1e_1 v0v_0 v2v_2 sisi berhadapan dengan v1v_1

Satu muka ff dibatasi oleh ketiga sisi, dengan e0e_0 menghubungkan v1v2v_1\to v_2, e1e_1 menghubungkan v0v2v_0\to v_2, dan e2e_2 menghubungkan v0v1v_0\to v_1. Tabel ini menggantikan gambar posisi dan kepala panah sumber.

Dengan eie_i sisi yang berhadapan dengan viv_i, identitas muka yang terlihat langsung pada segitiga ialah

d01(e2)=d11(e0),d01(e1)=d01(e0),d11(e2)=d11(e1). d_0^1(e_2)=d_1^1(e_0), \qquad d_0^1(e_1)=d_0^1(e_0), \qquad d_1^1(e_2)=d_1^1(e_1).

Kombinatorika ini dirangkum oleh definisi berikut.

Definisi 20.1 (permukaan kombinatorik). Sebuah permukaan kombinatorik XX_\bullet terdiri atas himpunan simpul, sisi, dan muka, masing-masing

X0,X1,X2, X_0,\qquad X_1,\qquad X_2,

serta fungsi face map

din:XnXn1(0in,0<n2), d_i^n\colon X_n\longrightarrow X_{n-1} \qquad (0\leq i\leq n,\;0<n\leq2),

yang memenuhi identitas

d01d22=d11d02,d01d12=d01d02,d11d22=d11d12. \begin{aligned} d_0^1\circ d_2^2&=d_1^1\circ d_0^2,\\ d_0^1\circ d_1^2&=d_0^1\circ d_0^2,\\ d_1^1\circ d_2^2&=d_1^1\circ d_1^2. \end{aligned}

Jika dimensinya jelas, superskrip pada dind_i^n boleh dihilangkan. 1-skeleton XX_\bullet adalah graf berarah yang diperoleh dengan melupakan X2X_2 dan mempertahankan X0,X1,d01,d11X_0,X_1,d_0^1,d_1^1.

Catatan pinggir sumber. Notasi XiX_i berarti himpunan muka berdimensi ii, sedangkan dind_i^n disebut face map dari dimensi nn.

Catatan pinggir sumber. Cara termudah mengingat ketiga identitas ialah menggambar satu segitiga: menghapus dua muka berturut-turut dengan dua urutan yang berbeda menghasilkan sisi atau simpul yang sama.

Istilah “permukaan” di sini berarti “berdimensi paling tinggi dua”. Tidak ada syarat bahwa X2X_2 tidak kosong. Bahkan boleh ada komponen berdimensi nol atau satu; objeknya boleh degenerat tanpa segitiga dan tanpa sisi, walaupun bila ada satu segitiga maka pasti ada sedikitnya satu sisi dan satu simpul.

Catatan pinggir sumber. Gambar sumber mengilustrasikan satu segitiga dan beberapa simpul atau sisi terpisah untuk menekankan bahwa komponen berdimensi lebih rendah diizinkan. Deskripsi ini menggantikan gambar tersebut dengan data insidensi yang eksplisit.

Diagram 20.5 (deskripsi semantik komponen degenerat). Satu komponen memuat segitiga terisi dengan tiga sisi dan tiga simpul; komponen lain boleh berupa sisi tunggal atau simpul-simpul terisolasi. Tidak ada panah tambahan yang tersirat oleh jarak antar-komponen, dan keberadaan komponen rendah dimensi tidak mengubah syarat tiga identitas face map.

Contoh 20.6 (simpleks kombinatorik Δ[2]\Delta[2]). Segitiga pada Contoh 20.5 dinamai Δ[2]\Delta[2], dengan

Δ[2]0={v0,v1,v2},Δ[2]1={e0,e1,e2},Δ[2]2={f}. \Delta[2]_0=\{v_0,v_1,v_2\}, \qquad \Delta[2]_1=\{e_0,e_1,e_2\}, \qquad \Delta[2]_2=\{f\}.

Peta muka atas memenuhi

di2(f)=ei, d_i^2(f)=e_i,

sedangkan peta muka tingkat satu adalah

e0e1e2d01v2v2v1d11v1v0v0 \begin{array}{c|ccc} &e_0&e_1&e_2\\ \hline d_0^1&v_2&v_2&v_1\\ d_1^1&v_1&v_0&v_0 \end{array}

sesuai orientasi Contoh 20.5. 1-skeleton Δ[2]\Delta[2] adalah graf berarah Δ[2]\partial\Delta[2].

Contoh 20.7 (model kombinatorik torus). Ambil

T0={v},T1={e1,e2,e3},T2={f1,f2}. T_0=\{v\}, \qquad T_1=\{e_1,e_2,e_3\}, \qquad T_2=\{f_1,f_2\}.

Diagram 20.6 (deskripsi semantik torus kombinatorik). Gambar sumber adalah persegi dengan keempat sudut diidentifikasi dengan satu simpul vv. Sisi vertikal yang searah diberi label e1e_1, sisi horizontal yang searah diberi label e2e_2, dan diagonal penghubung diberi label e3e_3; persegi dibagi menjadi dua muka f1f_1 dan f2f_2. Data face map lengkap yang menentukan orientasi adalah

d02d12d22f1e3e1e2f2e2e1e3d01(ei)=v=d11(ei)(i=1,2,3). \begin{array}{c|ccc} &d_0^2&d_1^2&d_2^2\\ \hline f_1&e_3&e_1&e_2\\ f_2&e_2&e_1&e_3 \end{array} \qquad d_0^1(e_i)=v=d_1^1(e_i)\quad(i=1,2,3).

Jadi diagram dapat dibaca tanpa mengandalkan identifikasi visual sudut atau arah kepala panah.

Untuk f1f_1 berlaku

d02(f1)=e3,d12(f1)=e1,d22(f1)=e2, d_0^2(f_1)=e_3,\quad d_1^2(f_1)=e_1,\quad d_2^2(f_1)=e_2,

dan untuk f2f_2 berlaku

d02(f2)=e2,d12(f2)=e1,d22(f2)=e3. d_0^2(f_2)=e_2,\quad d_1^2(f_2)=e_1,\quad d_2^2(f_2)=e_3.

Audit sumber 20.4. Notes.tex baris 4122 kehilangan kata “superskrip” dalam kalimat tentang penghilangan superskrip; edisi menyatakannya lengkap. Baris 4196 salah menulis indeks sisi sebagai e=1,2,3; edisi memperbaikinya menjadi i=1,2,3i=1,2,3. Pada baris 4228, indeks d1d_1 harus bertipe d11d_1^1; dan pada baris 4251, komposisi pertama dalam tanda kurung harus gd11d02g d_1^1 d_0^2. Kedua perbaikan tercermin dalam definisi dan bukti di atas.

Untuk setiap permukaan kombinatorik XX_\bullet, kita sekarang dapat membentuk barisan grup abelian dengan cara yang sama seperti pada graf berarah. Kita memakai R=R=\mathbb Z agar notasi ringkas; penggantian \mathbb Z dengan gelanggang komutatif berunsur satu RR bekerja dengan cara yang sama.

0X0δ0X1δ1X20. 0\longrightarrow\mathbb Z^{X_0} \xrightarrow{\delta_0}\mathbb Z^{X_1} \xrightarrow{\delta_1}\mathbb Z^{X_2} \longrightarrow0.

Untuk gX0g\in\mathbb Z^{X_0} dan gX1g'\in\mathbb Z^{X_1}, definisikan

δ0(g)=gd01gd11, \delta_0(g)=g\circ d_0^1-g\circ d_1^1,

dan

δ1(g)=gd02gd12+gd22. \delta_1(g') =g'\circ d_0^2-g'\circ d_1^2+g'\circ d_2^2.

Dengan kata lain, untuk xX2x\in X_2,

δ1(g)(x)=g(d02(x))g(d12(x))+g(d22(x)). \delta_1(g')(x) =g'(d_0^2(x))-g'(d_1^2(x))+g'(d_2^2(x)).

Nanti kita buktikan bahwa komposit δ1δ0\delta_1\delta_0 memang nol.

Catatan pinggir sumber. Pemakaian \mathbb Z di sini hanya untuk kesederhanaan. Definisi umum dengan gelanggang komutatif berunsur satu RR mempunyai rumus yang sama.

Catatan 20.3 (basis pada kompleks berhingga). Jika setiap X0,X1,X2X_0,X_1,X_2 berhingga, himpunan XiX_i dapat dipakai sebagai basis bagi Xi\mathbb Z^{X_i} dengan mengidentifikasi xXix\in X_i dengan fungsi karakteristik yang bernilai 11 pada xx dan 00 di tempat lain. Beberapa sumber memakai hanya fungsi berdukungan hingga, tetapi itu bukan ruang Xi\mathbb Z^{X_i} yang digunakan di sini. Pada kompleks tak berhingga, penulisan matriks berbasis dapat gagal—misalnya tak hingga banyak sisi dapat bertemu pada satu simpul—sehingga deskripsi abstrak pemetaan menjadi penting.

Contoh 20.8 (kompleks torus). Untuk TT_\bullet pada Contoh 20.7, barisannya adalah

0δ03δ120. 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{\delta_0}\mathbb Z^3 \xrightarrow{\delta_1}\mathbb Z^2 \longrightarrow0.

Karena d01(ei)=d11(ei)=vd_0^1(e_i)=d_1^1(e_i)=v, maka

δ0(g)(ei)=g(v)g(v)=0 \delta_0(g)(e_i)=g(v)-g(v)=0

untuk setiap sisi, sehingga δ0\delta_0 adalah peta nol. Dengan basis (e1,e2,e3)(e_1,e_2,e_3) pada T1\mathbb Z^{T_1} dan (f1,f2)(f_1,f_2) pada T2\mathbb Z^{T_2}, peta δ1\delta_1 direpresentasikan (dengan vektor kolom) oleh

(111111). \begin{pmatrix} -1&1&1\\ -1&1&1 \end{pmatrix}.

Kedua baris sama, tetapi komposit δ1δ0\delta_1\delta_0 jelas nol. Jadi ini memang sebuah kompleks. Kelak kita akan memperoleh

kerδ0,kerδ1/imδ02,cokerδ1. \ker\delta_0\cong\mathbb Z, \qquad \ker\delta_1/\operatorname{im}\delta_0\cong\mathbb Z^2, \qquad \operatorname{coker}\delta_1\cong\mathbb Z.

Lema 20.1 (kompleks permukaan kombinatorik). Untuk setiap permukaan kombinatorik XX_\bullet, barisan

C(X):0X0δ0X1δ1X20 C^\bullet(X_\bullet): 0\longrightarrow\mathbb Z^{X_0} \xrightarrow{\delta_0}\mathbb Z^{X_1} \xrightarrow{\delta_1}\mathbb Z^{X_2} \longrightarrow0

adalah kompleks.

Bukti. Ambil g:X0g\colon X_0\to\mathbb Z dan xX2x\in X_2. Dengan rumus definisi,

δ1(δ0(g))(x)=δ0(g)(d02x)δ0(g)(d12x)+δ0(g)(d22x)=(gd01d02gd11d02)(x)(gd01d12gd11d12)(x)+(gd01d22gd11d22)(x)=g(d01d22x)g(d11d02x)g(d01d12x)+g(d11d12x)+g(d01d02x)g(d11d22x)=0. \begin{aligned} \delta_1(\delta_0(g))(x) &=\delta_0(g)(d_0^2x)-\delta_0(g)(d_1^2x)+\delta_0(g)(d_2^2x)\\ &=\bigl(gd_0^1d_0^2-gd_1^1d_0^2\bigr)(x) -\bigl(gd_0^1d_1^2-gd_1^1d_1^2\bigr)(x)\\ &\qquad+\bigl(gd_0^1d_2^2-gd_1^1d_2^2\bigr)(x)\\ &=g(d_0^1d_2^2x)-g(d_1^1d_0^2x) -g(d_0^1d_1^2x)+g(d_1^1d_1^2x)\\ &\qquad+g(d_0^1d_0^2x)-g(d_1^1d_2^2x)\\ &=0. \end{aligned}

Pada langkah terakhir dipakai tiga identitas face map:

d01d22=d11d02,d01d12=d01d02,d11d22=d11d12. d_0^1d_2^2=d_1^1d_0^2, \qquad d_0^1d_1^2=d_0^1d_0^2, \qquad d_1^1d_2^2=d_1^1d_1^2.

Enam suku saling berpasangan dengan tanda berlawanan, sehingga δ1δ0=0\delta_1\circ\delta_0=0. Ekspansi sumber mengulang satu komposisi dan menghilangkan komposisi lain; rumus di atas adalah pembetulan bertipe yang tetap membuktikan klaim yang dimaksud. \square

Karakteristik Euler torus kombinatorik adalah

χ=13+2=0. \chi=1-3+2=0.

Kegagalan kompleks ini untuk eksak memberi

kerδ0,cokerδ1,kerδ1/imδ02. \ker\delta_0\cong\mathbb Z, \qquad \operatorname{coker}\delta_1\cong\mathbb Z, \qquad \ker\delta_1/\operatorname{im}\delta_0\cong\mathbb Z^2.

Catatan pinggir sumber. Untuk latihan tetrahedron (Notes.tex baris 4270), labeli simpul dengan 0,1,2,30,1,2,3, urutkan tiap sisi dari label lebih rendah ke lebih tinggi, lalu ambil peta muka dari model Δ[2]\Delta[2]. Teks sumber menggandakan kata “from”; pengulangan itu dihapus.

Catatan 20.4 (gelanggang koefisien). Kita dapat mengganti \mathbb Z dengan gelanggang komutatif berunsur satu RR. Kernel dan kokernel kemudian menjadi modul-RR. Untuk R=R=\mathbb Z, modul tersebut adalah grup abelian; untuk R=/2R=\mathbb Z/2\mathbb Z, ia tetap grup abelian tetapi juga membawa struktur modul yang lebih kaya atas gelanggang tersebut.

Latihan Sumber 20.4 (tetrahedron). Hitung kompleks grup abelian yang berasal dari tetrahedron yang dipandang sebagai permukaan kombinatorik, lalu hitung kerδ0\ker\delta_0 dan

kerδ1/imδ0. \ker\delta_1/\operatorname{im}\delta_0.

Petunjuk sumber: labeli simpul dengan 0,1,2,30,1,2,3, urutkan sisi dari label lebih rendah ke lebih tinggi, lalu definisikan peta muka segitiga memakai Δ[2]\Delta[2] sebagai model. Solusi lengkap diberikan dalam Pemeriksaan Penguasaan 20.4.

Latihan Sumber 20.5 (botol Klein). Pertimbangkan model kombinatorik botol Klein KK_\bullet dengan dua segitiga, tiga sisi, dan satu simpul.

Diagram 20.7 (deskripsi semantik botol Klein). Ada satu simpul vv, tiga sisi e1,e2,e3e_1,e_2,e_3, dan dua muka terisi f1,f2f_1,f_2. Semua sisi berawal dan berakhir di vv sebagai data face map tingkat satu. Orientasi muka adalah

d02d12d22f1e3e2e1f2e1e3e2d01(ei)=v=d11(ei)(i=1,2,3). \begin{array}{c|ccc} &d_0^2&d_1^2&d_2^2\\ \hline f_1&e_3&e_2&e_1\\ f_2&e_1&e_3&e_2 \end{array} \qquad d_0^1(e_i)=v=d_1^1(e_i)\quad(i=1,2,3).

Gambar sumber memiliki dua sisi yang ditempel dengan pembalikan orientasi; tabel ini mempertahankan seluruh data tanpa mengandalkan arsiran atau arah kepala panah.

Segitiga dipandang terisi walaupun gambar sumber tidak diberi arsiran. Solusi lengkap diberikan dalam Pemeriksaan Penguasaan 20.5.

Catatan pinggir sumber. Pada gambar botol Klein, dua sisi ditempel dengan orientasi berlawanan. Data face map di atas adalah penentu mandiri; bentuk botol Klein tidak perlu disimpulkan dari posisi gambar.

Audit sumber 20.5. Notes.tex baris 4305 menulis d12(f2)=e2d_1^2(f_2)=e_2, yang mengulang d22(f2)d_2^2(f_2). Edisi memperbaikinya menjadi d12(f2)=e3d_1^2(f_2)=e_3 dan mempertahankan d22(f2)=e2d_2^2(f_2)=e_2, konsisten dengan orientasi model dan menghasilkan kokernel /2\mathbb Z/2.

Ledger penyuntingan bahasa. Notes.tex baris 4040–4041 memakai “prove” ketika subjeknya tunggal, sehingga edisi memperbaikinya menjadi “proves”; baris 4044 menambahkan kata kerja “are”; baris 4057 menambahkan “general” agar memodifikasi “directed graphs”; baris 4151 menambahkan konjungsi “that” dalam frasa “so degenerate that it has”; dan baris 4341 menambahkan tanda baca setelah “caveats”. Semua diperbaiki dalam alur Indonesia tanpa mengubah urutan atau isi matematis. Salah eja simplicty (4201), explicity (4219), serta pengulangan from from (4270) juga dibetulkan. Pada baris 4273, penyebut latihan dibaca sebagai imδ0\operatorname{im}\delta_0, bukan kerδ0\ker\delta_0.

Definisi 20.2 (kohomologi kompleks). Diberikan kompleks AA_\bullet dari modul-RR dan bilangan bulat nn, definisikan modul kohomologi ke-nn sebagai

Hn(A)=ker(dn:AnAn+1)im(dn1:An1An). H^n(A_\bullet) =\frac{\ker\bigl(d_n\colon A_n\to A_{n+1}\bigr)} {\operatorname{im}\bigl(d_{n-1}\colon A_{n-1}\to A_n\bigr)}.

Karena dndn1=0d_n d_{n-1}=0, citra pada penyebut memang merupakan submodul dari kernel pada pembilang. Gradasinya tetap kohomologis: dnd_n menaikkan indeks.

Audit sumber 20.6. Fraksi pada Notes.tex baris 4311–4317 menulis kerAndnAn+1\ker A_n\xrightarrow{d_n}A_{n+1}, bukan submodul kernel yang bertipe di AnA_n. Edisi menulis kernel dan citra sebagai kernel/citra pemetaan yang eksplisit.

Lema 20.2 (fungtorialitas kohomologi). Untuk setiap bilangan bulat nn, penetapan

Hn:𝑪𝒑𝒍𝒙RR𝑴𝒐𝒅 H^n\colon\mathbf{Cplx}_R\longrightarrow R\mathbf{Mod}

adalah fungtor.

Bukti (latihan sumber, diselesaikan edisi). Misalkan f:ABf\colon A_\bullet\to B_\bullet morfisma kompleks. Karena

fn+1dnA=dnBfn, f_{n+1}d_n^A=d_n^Bf_n,

jika akerdnAa\in\ker d_n^A, maka

dnB(fn(a))=fn+1(dnA(a))=0. d_n^B(f_n(a))=f_{n+1}(d_n^A(a))=0.

Jadi fnf_n membatasi menjadi pemetaan

kerdnAkerdnB. \ker d_n^A\longrightarrow\ker d_n^B.

Jika a=dn1A(b)a=d_{n-1}^A(b) adalah coboundary, maka

fn(a)=fndn1A(b)=dn1Bfn1(b), f_n(a)=f_nd_{n-1}^A(b)=d_{n-1}^Bf_{n-1}(b),

sehingga pemetaan kernel itu mengirim citra dn1Ad_{n-1}^A ke citra dn1Bd_{n-1}^B. Dengan sifat universal modul hasil bagi, kita memperoleh

Hn(f):Hn(A)Hn(B),[a][fn(a)]. H^n(f)\colon H^n(A_\bullet)\longrightarrow H^n(B_\bullet), \qquad [a]\longmapsto[f_n(a)].

Rumus ini terdefinisi baik karena perbedaan dua wakil di dalam citra dn1Ad_{n-1}^A dikirim ke citra dn1Bd_{n-1}^B. Untuk identitas,

Hn(idA)=idHn(A). H^n(\operatorname{id}_{A_\bullet})=\operatorname{id}_{H^n(A_\bullet)}.

Untuk morfisma berurutan AfBgCA_\bullet\xrightarrow{f}B_\bullet \xrightarrow{g}C_\bullet,

Hn(gf)([a])=[gnfn(a)]=Hn(g)Hn(f)([a]). H^n(g\circ f)([a])=[g_nf_n(a)] =H^n(g)H^n(f)([a]).

Maka Hn(gf)=Hn(g)Hn(f)H^n(g\circ f)=H^n(g)\circ H^n(f) dan HnH^n adalah fungtor. \square

20.3 Dari ruang ke kompleks: gagasan besar dan batas unit

Gagasan besarnya adalah: ruang dan grup homotopinya sulit, jadi ubah ruang menjadi kompleks lalu pelajari grup kohomologinya. Kita juga menginginkan konstruksi ini fungtorial. Sejauh ini, misalnya, kita mengetahui (sebagian sebagai fakta eksternal) bahwa

πi(S2,*)={*,i=0 (terhubung),0,i=1 (oleh Seifert–van Kampen),,i=2 (tanpa bukti di sini),,i=3 (juga tanpa bukti di sini), \pi_i(S^2,*)= \begin{cases} *,&i=0\text{ (terhubung)},\\ 0,&i=1\text{ (oleh Seifert--van Kampen)},\\ \mathbb Z,&i=2\text{ (tanpa bukti di sini)},\\ \mathbb Z,&i=3\text{ (juga tanpa bukti di sini)},\\ \vdots& \end{cases}

Untuk permukaan kombinatorik TT_\bullet, perhitungan kohomologi hanya memerlukan aljabar linear dan tampak menangkap sebagian informasi itu dengan usaha jauh lebih kecil. Namun ada dua kehati-hatian: unit ini belum membangun fungtor geometris dari setiap permukaan kombinatorik ke ruang aktual, dan belum ada jaminan bahwa tetrahedron kombinatorik (berbeda dari ruang aktual) benar-benar menangkap topologi S2S^2. Hasilnya adalah petunjuk menuju pendekatan berbeda, bukan teorema realisasi.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan, petunjuk, dan solusi lengkap

Enam paket berikut adalah soal, petunjuk, dan solusi yang ditambahkan oleh edisi ini. Masing-masing berdiri sendiri; notasi dan arah sisi mengikuti konvensi d1(e)d0(e)d_1(e)\to d_0(e) yang dipakai di seluruh unit.

Pemeriksaan Penguasaan 20.1 (koproduk dan arti produk fungsi). Misalkan G1G_1 dan G2G_2 graf berarah hingga, dan bentuk G1G2G_1\sqcup G_2 dengan gabungan saling lepas pada simpul, sisi, dan face map. Buktikan

kerδG1G2kerδG1kerδG2. \ker\delta_{G_1\sqcup G_2} \cong \ker\delta_{G_1}\oplus\ker\delta_{G_2}.

Lalu jelaskan secara tepat apa yang berubah bila keluarga grafnya tak hingga, dan gunakan graf segitiga pada Contoh 20.2 untuk memeriksa bahwa fungsi konstan memang menghasilkan elemen kernel.

Petunjuk. Untuk himpunan saling lepas, fungsi pada gabungan adalah pasangan fungsi pada kedua komponen. Tulis δ\delta sebagai matriks blok diagonal. Ingat bahwa RSR^S berarti semua fungsi SRS\to R, yakni produk; produk dan jumlah langsung berimpit untuk banyak komponen hingga (atau bila dipilih konvensi dukungan hingga).

Solusi Pemeriksaan 20.1. Karena V(G1G2)=V(G1)V(G2)V(G_1\sqcup G_2)=V(G_1)\sqcup V(G_2), pembatasan dan penggabungan fungsi memberi isomorfisma

V(G1G2)V(G1)×V(G2),f(f|V(G1),f|V(G2)). \mathbb Z^{V(G_1\sqcup G_2)} \xrightarrow{\ \cong\ } \mathbb Z^{V(G_1)}\times\mathbb Z^{V(G_2)}, \qquad f\longmapsto(f|_{V(G_1)},f|_{V(G_2)}).

Isomorfisma yang sama berlaku untuk himpunan sisi. Tidak ada sisi yang menyeberang dari satu komponen ke komponen lain, sehingga

δG1G2(f1,f2)=(δG1f1,δG2f2). \delta_{G_1\sqcup G_2}(f_1,f_2) =(\delta_{G_1}f_1,\delta_{G_2}f_2).

Maka

kerδG1G2=kerδG1×kerδG2. \ker\delta_{G_1\sqcup G_2} =\ker\delta_{G_1}\times\ker\delta_{G_2}.

Karena kedua graf hingga, produk dua modul sama dengan jumlah langsung, sehingga klaim diperoleh. Untuk keluarga tak hingga {Gi}iI\{G_i\}_{i\in I}, identitas yang benar dengan ruang fungsi yang dipakai unit ini adalah

kerδiIGiiIkerδGi, \ker\delta_{\bigsqcup_{i\in I}G_i} \cong\prod_{i\in I}\ker\delta_{G_i},

bukan jumlah langsung pada umumnya. Jumlah langsung hanya muncul bila II hingga atau bila sejak awal dipilih modul fungsi berdukungan hingga.

Sebagai pemeriksaan, pada segitiga A,B,CA,B,C matriks kolomnya ialah

M=(110011101). M=\begin{pmatrix}-1&1&0\\0&-1&1\\-1&0&1\end{pmatrix}.

Jelas M(1,1,1)T=0M(1,1,1)^T=0, sehingga fungsi konstan A_+B_+C_\underline A+\underline B+\underline C berada di kernel. Ini juga menunjukkan mengapa tanda minus pada generator yang tercetak di sumber tidak benar.

Pemeriksaan Penguasaan 20.2 (graf hingga satu-siklus). Misalkan GG graf berarah hingga yang terhubung dan graf tak berarah di bawahnya mempunyai tepat satu siklus. Tunjukkan secara integral bahwa

kerδG,cokerδG. \ker\delta_G\cong\mathbb Z, \qquad \operatorname{coker}\delta_G\cong\mathbb Z.

Jelaskan pula mengapa hipotesis hingga diperlukan bila kita ingin memakai basis simpul dan sisi serta karakteristik Euler biasa.

Petunjuk. Pilih pohon merentang TT dan satu sisi e*e_* di luar TT. Tetapkan akar pada TT, lalu tentukan nilai fungsi simpul secara berurutan dari nilai pada sisi-sisi pohon. Untuk kokernel, jumlahkan koordinat sisi pada siklus unik dengan tanda +1+1 atau 1-1 sesuai orientasi siklus.

Solusi Pemeriksaan 20.2. Karena GG terhubung, jika δf=0\delta f=0 maka f(d0e)=f(d1e)f(d_0e)=f(d_1e) pada setiap sisi. Nilai fungsi sama di sepanjang setiap lintasan, jadi ff konstan. Sebaliknya fungsi konstan jelas berada di kernel. Dengan demikian

kerδG=𝟏. \ker\delta_G=\mathbb Z\cdot\mathbf 1\cong\mathbb Z.

Ambil pohon merentang TT. Karena hanya ada satu siklus, tepat satu sisi e*e_* tidak berada di TT, dan T{e*}T\cup\{e_*\} memuat siklus unik CC. Orientasi CC dipilih sebarang; tulis εe=1\varepsilon_e=1 bila orientasi sisi eCe\in C searah dengan CC dan εe=1\varepsilon_e=-1 bila berlawanan. Definisikan

Φ:E,Φ(y)=eCεeye. \Phi\colon\mathbb Z^E\longrightarrow\mathbb Z, \qquad \Phi(y)=\sum_{e\in C}\varepsilon_e y_e.

Untuk y=δfy=\delta f, suku-suku pada siklus berteleskop karena setiap simpul muncul sekali sebagai target dan sekali sebagai sumber; jadi Φ(δf)=0\Phi(\delta f)=0. Sebaliknya, ambil yy dengan Φ(y)=0\Phi(y)=0. Akarilah TT di satu simpul rr dan tetapkan f(r)=0f(r)=0. Berjalan menjauh dari akar, tentukan ff secara unik agar δf\delta f sama dengan yy pada setiap sisi pohon (jika arah sisi terbalik, gunakan persamaan yang sama dengan tanda yang sesuai). Pada sisi e*e_*, selisih ye*δf(e*)y_{e_*}-\delta f(e_*) adalah tepat ±Φ(y)\pm\Phi(y), sehingga nol. Jadi y=δfy=\delta f dan

imδG=kerΦ. \operatorname{im}\delta_G=\ker\Phi.

Peta Φ\Phi surjektif: koordinat pada e*e_* dapat dipilih 11 dan koordinat lain nol, lalu tanda dapat disesuaikan. Teorema isomorfisma pertama memberi

cokerδG=E/imδG. \operatorname{coker}\delta_G =\mathbb Z^E/\operatorname{im}\delta_G \cong\mathbb Z.

Untuk graf hingga, |E|=|V||E|=|V| pada kasus satu-siklus, sehingga χ=|V||E|=0\chi=|V|-|E|=0. Tanpa keterhinggaan, V\mathbb Z^V dan E\mathbb Z^E adalah produk fungsi; basis koordinat hingga dan hitungan Euler tersebut tidak boleh dipakai tanpa hipotesis tambahan.

Pemeriksaan Penguasaan 20.3 (dua siklus). Ambil graf sederhana berarah terhubung dengan simpul A,B,C,DA,B,C,D dan sisi

a:AB,b:BC,c:CD,d:DA,e:AC. a\colon A\to B,\quad b\colon B\to C,\quad c\colon C\to D, \quad d\colon D\to A,\quad e\colon A\to C.

Hitung matriks δ\delta, kernel, dan kokernel atas \mathbb Z. Tunjukkan secara eksplisit bahwa hasilnya mencerminkan dua siklus independen.

Petunjuk. Gunakan basis simpul (A,B,C,D)(A,B,C,D) dan sisi (a,b,c,d,e)(a,b,c,d,e). Sisi a,b,ca,b,c membentuk pohon merentang. Setelah koordinat pada tiga sisi itu dinolkan dengan suatu coboundary, dua koordinat yang tersisa memberikan invarian bebas.

Solusi Pemeriksaan 20.3. Dengan aturan target dikurangi sumber, matriks kolom (baris diindeks oleh sisi) ialah

M=(11000110001110011010). M=\begin{pmatrix} -1&1&0&0\\ 0&-1&1&0\\ 0&0&-1&1\\ 1&0&0&-1\\ -1&0&1&0 \end{pmatrix}.

Jika Mf=0Mf=0, sisi a,b,ca,b,c berturut-turut memberi fB=fAf_B=f_A, fC=fBf_C=f_B, dan fD=fCf_D=f_C; dua baris terakhir lalu otomatis nol. Jadi

kerδ=(1,1,1,1). \ker\delta=\mathbb Z(1,1,1,1)\cong\mathbb Z.

Untuk kokernel, gunakan pohon T={a,b,c}T=\{a,b,c\}. Bagi setiap vektor y5y\in\mathbb Z^5, pilih ff secara berurutan sehingga (δf)a=ya(\delta f)_a=y_a, (δf)b=yb(\delta f)_b=y_b, dan (δf)c=yc(\delta f)_c=y_c. Dengan mengurangkan δf\delta f, tersisa hanya koordinat pada dd dan ee. Tidak ada coboundary yang dapat mengubah kedua koordinat itu secara independen setelah koordinat pohon dibuat nol: jika semua lima koordinat δf\delta f nol, maka ff konstan. Karena itu kelas [d][d] dan [e][e] adalah pembangkit bebas untuk hasil bagi, dan tidak ada relasi integral di antaranya. Secara formal, pemetaan

Ψ:52,Ψ(y)=(yd+ya+yb+yc,yeyayb), \Psi\colon\mathbb Z^5\longrightarrow\mathbb Z^2, \qquad \Psi(y)=(y_d+y_a+y_b+y_c,\;y_e-y_a-y_b),

yang masing-masing mengukur jumlah berarah pada siklus persegi dan segitiga. Operasi baris dan kolom unimodular (atau konstruksi pohon pada petunjuk) mengirim MM ke bentuk dengan tiga kolom pivot dan dua koordinat bebas. Maka kerΨ=imM\ker\Psi=\operatorname{im}M dan

cokerδ2. \operatorname{coker}\delta\cong\mathbb Z^2.

Secara topologis, dd menutup siklus persegi dan ee bersama a,ba,b menutup siklus segitiga; keduanya bebas setelah memilih pohon. Dengan demikian rankkerδ=1\operatorname{rank}\ker\delta=1 dan rankcokerδ=2\operatorname{rank}\operatorname{coker}\delta=2, sesuai χ=45=1\chi=4-5=-1.

Pemeriksaan Penguasaan 20.4 (batas tetrahedron). Labeli simpul batas tetrahedron dengan 0,1,2,30,1,2,3, orientasikan setiap sisi ijij dari ii ke jj untuk i<ji<j, dan orientasikan muka dengan urutan naik. Tuliskan δ0\delta_0 dan δ1\delta_1 untuk kompleks kohomologisnya, lalu hitung

kerδ0,kerδ1/imδ0,cokerδ1. \ker\delta_0, \qquad \ker\delta_1/\operatorname{im}\delta_0, \qquad \operatorname{coker}\delta_1.

Petunjuk. Urutkan basis sebagai (01,02,03,12,13,23)(01,02,03,12,13,23) dan (012,013,023,123)(012,013,023,123). Pada muka ijkijk gunakan δ1g(ijk)=gjkgik+gij\delta_1g(ijk)=g_{jk}-g_{ik}+g_{ij}. Untuk membuktikan semua cocycle adalah coboundary, tetapkan f0=0f_0=0 dan fi=g0if_i=g_{0i}.

Solusi Pemeriksaan 20.4. Dalam basis yang diminta,

δ0=(110010101001011001010011), \delta_0= \begin{pmatrix} -1&1&0&0\\-1&0&1&0\\-1&0&0&1\\ 0&-1&1&0\\0&-1&0&1\\0&0&-1&1 \end{pmatrix},

dan

δ1=(110100101010011001000111). \delta_1= \begin{pmatrix} 1&-1&0&1&0&0\\ 1&0&-1&0&1&0\\ 0&1&-1&0&0&1\\ 0&0&0&1&-1&1 \end{pmatrix}.

Kolom-kolom δ0\delta_0 menunjukkan bahwa δ0f(ij)=fjfi\delta_0 f(ij)=f_j-f_i. Karena graf 1-skeleton terhubung, δ0f=0\delta_0f=0 tepat ketika ff konstan; jadi

kerδ0=(1,1,1,1),rankδ0=3. \ker\delta_0=\mathbb Z(1,1,1,1)\cong\mathbb Z, \qquad \operatorname{rank}\delta_0=3.

Sekarang ambil gkerδ1g\in\ker\delta_1. Tetapkan f0=0f_0=0, f1=g01f_1=g_{01}, f2=g02f_2=g_{02}, dan f3=g03f_3=g_{03}. Persamaan pada muka 012,013,023012,013,023 masing-masing memberi

g12=g02g01,g13=g03g01,g23=g03g02. g_{12}=g_{02}-g_{01},\qquad g_{13}=g_{03}-g_{01},\qquad g_{23}=g_{03}-g_{02}.

Maka g=δ0fg=\delta_0f pada keenam sisi. (Persamaan muka 123123 otomatis mengikuti tiga persamaan tersebut, atau mengikuti δ1δ0=0\delta_1\delta_0=0.) Dengan demikian

kerδ1=imδ0,kerδ1/imδ0=0. \ker\delta_1=\operatorname{im}\delta_0, \qquad \ker\delta_1/\operatorname{im}\delta_0=0.

Peta δ1\delta_1 ber-rank 33, sehingga, karena kodomainnya 4\mathbb Z^4 dan semua relasi di atas primitif, bentuk normal Smithnya memiliki tiga pivot 11. Akibatnya

cokerδ1. \operatorname{coker}\delta_1\cong\mathbb Z.

Jadi batas tetrahedron memiliki H0H^0\cong\mathbb Z, H1=0H^1=0, dan H2H^2\cong\mathbb Z dalam konvensi kohomologis unit ini.

Pemeriksaan Penguasaan 20.5 (botol Klein dan tanda orientasi). Gunakan model KK_\bullet dengan satu simpul, sisi (e1,e2,e3)(e_1,e_2,e_3), dan muka (f1,f2)(f_1,f_2), dengan

(d02,d12,d22)(f1)=(e3,e2,e1),(d02,d12,d22)(f2)=(e1,e3,e2). (d_0^2,d_1^2,d_2^2)(f_1)=(e_3,e_2,e_1), \qquad (d_0^2,d_1^2,d_2^2)(f_2)=(e_1,e_3,e_2).

Hitung δ0\delta_0, δ1\delta_1, dan semua grup kohomologi. Jelaskan mengapa menukar d12(f2)d_1^2(f_2) menjadi e2e_2 akan mengubah hasil.

Petunjuk. Karena semua sisi berawal dan berakhir di simpul yang sama, δ0=0\delta_0=0. Tulis vektor sisi sebagai (x1,x2,x3)(x_1,x_2,x_3) dan evaluasi δ1\delta_1 pada f1f_1 dan f2f_2; lalu gunakan dua determinan minor untuk bentuk normal Smith.

Solusi Pemeriksaan 20.5. Dari d01(ei)=v=d11(ei)d_0^1(e_i)=v=d_1^1(e_i) diperoleh δ0=0:3\delta_0=0\colon\mathbb Z\to\mathbb Z^3. Untuk g=(x1,x2,x3)g=(x_1,x_2,x_3),

δ1(g)=(111111)(x1x2x3). \delta_1(g)= \begin{pmatrix} 1&-1&1\\ 1&1&-1 \end{pmatrix} \begin{pmatrix}x_1\\x_2\\x_3\end{pmatrix}.

Kernel memenuhi x1x2+x3=0x_1-x_2+x_3=0 dan x1+x2x3=0x_1+x_2-x_3=0. Menjumlahkan kedua persamaan memberi 2x1=02x_1=0, sehingga di atas \mathbb Z berlaku x1=0x_1=0 dan x2=x3x_2=x_3. Jadi

kerδ1=(0,1,1),H1(K)=kerδ1/imδ0. \ker\delta_1=\mathbb Z(0,1,1), \qquad H^1(K_\bullet)=\ker\delta_1/\operatorname{im}\delta_0 \cong\mathbb Z.

Untuk kokernel, semua entri matriks mempunyai gcd 11, sedangkan gcd semua minor 2×22\times2 yang tak nol adalah 22 (misalnya minor kolom pertama-kedua bernilai 22). Bentuk normal Smithnya adalah diag(1,2)\operatorname{diag}(1,2), sehingga

cokerδ1/2. \operatorname{coker}\delta_1\cong\mathbb Z/2\mathbb Z.

Karena δ0=0\delta_0=0, H0(K)=H^0(K_\bullet)=\mathbb Z; dan karena tidak ada suku derajat 33, H2(K)=cokerδ1H^2(K_\bullet)=\operatorname{coker}\delta_1. Dengan demikian

H0,H1,H2/2. H^0\cong\mathbb Z,\qquad H^1\cong\mathbb Z,\qquad H^2\cong\mathbb Z/2\mathbb Z.

Jika mengikuti salah cetak sumber d12(f2)=e2d_1^2(f_2)=e_2, baris kedua menjadi (1,0,0)(1,0,0) dan bukan (1,1,1)(1,1,-1); kernel serta kokernel yang diperoleh tidak lagi merupakan model yang dimaksud. Koreksi e3e_3 mempertahankan pembalikan orientasi dan menghasilkan faktor torsion /2\mathbb Z/2.

Pemeriksaan Penguasaan 20.6 (kohomologi, morfisma, dan derajat tinggi). Untuk morfisma kompleks f:ABf\colon A_\bullet\to B_\bullet atas gelanggang komutatif berunsur satu RR, buktikan bahwa peta yang diinduksi pada

Hn(A)=ker(dn)/im(dn1) H^n(A_\bullet)=\ker(d_n)/\operatorname{im}(d_{n-1})

terdefinisi baik dan funktorial untuk setiap bilangan bulat nn. Sebagai aplikasi, hitung HnH^n dari kompleks torus Unit 20 atas RR untuk semua nn, termasuk n3n\geq3.

Petunjuk. Gunakan komutativitas fn+1dnA=dnBfnf_{n+1}d_n^A=d_n^Bf_n. Persamaan itu mengirim kernel ke kernel dan citra dn1Ad_{n-1}^A ke citra dn1Bd_{n-1}^B. Untuk torus, δ0=0\delta_0=0 dan δ1\delta_1 memiliki dua baris sama, yaitu (1,1,1)(-1,1,1).

Solusi Pemeriksaan 20.6. Jika akerdnAa\in\ker d_n^A, komutativitas memberi

dnBfn(a)=fn+1dnA(a)=0, d_n^Bf_n(a)=f_{n+1}d_n^A(a)=0,

sehingga fnf_n membatasi ke peta kerdnAkerdnB\ker d_n^A\to\ker d_n^B. Jika a=dn1A(b)a=d_{n-1}^A(b), maka

fn(a)=fndn1A(b)=dn1Bfn1(b), f_n(a)=f_nd_{n-1}^A(b)=d_{n-1}^Bf_{n-1}(b),

jadi citra dikirim ke citra. Oleh karena itu ada peta hasil bagi yang terdefinisi baik,

Hn(f):Hn(A)Hn(B),[a][fn(a)]. H^n(f)\colon H^n(A_\bullet)\longrightarrow H^n(B_\bullet), \qquad [a]\longmapsto[f_n(a)].

Untuk morfisma identitas, rumus ini adalah identitas. Jika AfBgCA\xrightarrow{f}B\xrightarrow{g}C, maka pada setiap kelas

Hn(gf)([a])=[gnfn(a)]=Hn(g)(Hn(f)([a])), H^n(g\circ f)([a])=[g_nf_n(a)] =H^n(g)(H^n(f)([a])),

sehingga Hn(gf)=Hn(g)Hn(f)H^n(g\circ f)=H^n(g)\circ H^n(f). Ini membuktikan fungtorisitas dan sekaligus menunjukkan bahwa komutativitas morfisma, bukan sekadar pemetaan modul derajat demi derajat, adalah syarat yang diperlukan.

Untuk torus, dengan basis (e1,e2,e3)(e_1,e_2,e_3) dan (f1,f2)(f_1,f_2),

0R0R3(111111)R20. 0\longrightarrow R\xrightarrow{0}R^3 \xrightarrow{\left(\begin{smallmatrix}-1&1&1\\-1&1&1\end{smallmatrix}\right)}R^2 \longrightarrow0.

Kernel peta terakhir adalah {(x,y,z):x+y+z=0}R2\{(x,y,z):-x+y+z=0\}\cong R^2, misalnya dengan parameter (y,z)(y,z) dan x=y+zx=y+z. Citra peta terakhir adalah diagonal R(1,1)R2R(1,1)\subset R^2, karena x+y+z-x+y+z dapat berupa sembarang unsur RR. Maka

H0(T;R)R,H1(T;R)R2,H2(T;R)R2/R(1,1)R. H^0(T_\bullet;R)\cong R, \qquad H^1(T_\bullet;R)\cong R^2, \qquad H^2(T_\bullet;R)\cong R^2/R(1,1)\cong R.

Semua suku kompleks di luar derajat 0,1,20,1,2 nol, sehingga Hn(T;R)=0H^n(T_\bullet;R)=0 untuk n<0n<0 maupun n3n\geq3. Pernyataan terakhir adalah konsekuensi dari grading dn:AnAn+1d_n:A_n\to A_{n+1} dan tidak boleh diganti dengan konvensi homologi yang menurunkan indeks.

Batas ke Unit 21. Notes.tex baris 4346 membuka lingkungan rem, lalu penanda Kuliah 21 muncul pada baris 4347 dan menutup catatan tersebut di unit berikutnya. Pembukaan itu tidak dipalsukan sebagai catatan lengkap di Unit 20; Unit 21 harus mengambilnya bersama isi dan penutupnya. Kursor sumber berikutnya yang aman adalah baris 4346.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 4346–4500 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang aktif itu terdiri atas 155 baris fisik. Setelah dinormalisasi dengan LF dan mempertahankan baris kosong penutupnya, ukurannya 7.267 byte dan SHA-256-nya adalah 281ba27f0f52f35fd9842954c223546e84ce1a0909ee84c14b2081c38c11f150. Kuliah 22 dimulai pada Notes.tex baris 4501, sehingga kursor berikutnya ialah baris 4501. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan empat catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Dua panel TikZ sumber ditulis ulang sebagai dua gambar semantik terpusat yang menyebutkan ruang ambien, titik sudut, sisi, dan persamaan afinnya; tidak ada makna yang bergantung pada posisi, ketebalan garis, atau warna. Edisi juga memperjelas derajat kohomologi yang nol, mengetik relasi pelekatan graf dan permukaan, memperbaiki notasi pembentuk himpunan simpleks standar, serta membedakan ortan nonnegatif dari ortan positif.

Rentang sumber memuat tepat satu catatan, dua lingkungan konstruksi, tiga definisi, empat contoh, empat catatan pinggir, dua gambar TikZ, satu label sumber, lima tampilan \[...\], satu align*, dua cases, dan satu enumerate. Tidak ada latihan sumber, lema, bukti, Xy-pic, sitasi, rujukan silang, gambar eksternal, input, atau include. Identifikasi geometrik |Δ[3]|S2|\partial\Delta[3]|\cong S^2 dan |T|S1×S1|T_\bullet|\cong S^1\times S^1 ditandai jujur sebagai fakta geometrik standar yang disebut sumber; unit ini tidak menyamarkan keduanya sebagai teorema yang telah dibuktikan oleh sumber.

Enam pemeriksaan penguasaan, enam petunjuk, dan enam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses dan tidak mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

21 Kuliah 21

21.1 Kohomologi permukaan kombinatorik

Catatan 21.1 (hubungan dengan Unit 20). Kuliah ini semula dimulai dengan rekap panjang Kuliah 20. Materi rekap tersebut telah dimasukkan ke Unit 20, sehingga kita dapat langsung melanjutkan dari kompleks permukaan kombinatorik.

Untuk permukaan kombinatorik XX_\bullet dan gelanggang komutatif berunsur satu RR, kompleks

0RX0δ0RX1δ1RX20 0\longrightarrow R^{X_0} \xrightarrow{\delta_0}R^{X_1} \xrightarrow{\delta_1}R^{X_2} \longrightarrow0

memberikan modul kohomologi

H0(X;R):=kerδ0,H1(X;R):=kerδ1imδ0,H2(X;R):=RX2imδ1=cokerδ1. \begin{aligned} H^0(X_\bullet;R)&:=\ker\delta_0,\\ H^1(X_\bullet;R)&:=\frac{\ker\delta_1}{\operatorname{im}\delta_0},\\ H^2(X_\bullet;R)&:=\frac{R^{X_2}}{\operatorname{im}\delta_1} =\operatorname{coker}\delta_1. \end{aligned}

Secara formal Hn(X;R)H^n(X_\bullet;R) terdefinisi untuk setiap bilangan bulat nn. Karena kompleks di atas hanya mempunyai suku pada derajat 0,1,20,1,2,

Hn(X;R)=0untuk n<0 atau n>2. H^n(X_\bullet;R)=0 \qquad\text{untuk }n<0\text{ atau }n>2.

Jika X2=X_2=\varnothing, maka RX2=R={0}R^{X_2}=R^\varnothing=\{0\}, sehingga H2(X;R)=0H^2(X_\bullet;R)=0.

Audit sumber 21.1. Notes.tex baris 4358–4360 mengatakan bahwa HnH^n terdefinisi untuk semua nn, lalu menyebut “semuanya” modul nol. Yang dimaksud hanyalah derajat di luar 0,1,20,1,2; tiga derajat yang baru saja ditampilkan tidak nol pada umumnya. Edisi menyatakan rentang nol itu secara eksplisit.

Untuk torus kombinatorik TT_\bullet dan R=R=\mathbb Z, perhitungan Unit 20 memberikan

Hn(T;)={,n=0,2,n=1,,n=2,0,n{0,1,2}. H^n(T_\bullet;\mathbb Z)= \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,\\ \mathbb Z^2,&n=1,\\ \mathbb Z,&n=2,\\ 0,&n\notin\{0,1,2\}. \end{cases}

Namun TT_\bullet sendiri jelas bukan ruang topologis S1×S1S^1\times S^1: ia hanya data himpunan dan face map. Kita memerlukan cara mengubah data kombinatorik itu menjadi ruang topologis.

21.2 Dua upaya merealisasikan graf

Graf berarah Δ[2]\partial\Delta[2] tampak seperti lingkaran. Secara topologis, kita dapat membuat lingkaran aktual dari tiga salinan interval [0,1][0,1] yang titik-titik ujungnya diidentifikasi sesuai insidensi graf. Gagasan ini disebut realisasi geometrik.

Konstruksi 21.1 (Upaya 1). Untuk graf berarah X1X0X_1\rightrightarrows X_0, mula-mula kita mungkin mencoba hasil bagi

(eX1Ie)/, \left(\bigsqcup_{e\in X_1} I_e\right)\big/\!\sim,

dengan titik-titik ujung salinan interval diidentifikasi menurut insidensi sisi. Akan tetapi, konstruksi ini mempunyai dua masalah. Pertama, informasi insidensi sebenarnya disimpan oleh d0,d1d_0,d_1. Kedua, simpul terisolasi tidak muncul sama sekali karena tidak mengindeks salinan interval. Karena itu X0X_0 harus dimasukkan secara tersendiri.

Konstruksi 21.2 (Upaya 2). Ambil ruang diskret pada himpunan simpul dan lekatkan satu interval untuk setiap sisi. Dengan menulis Δ0={*}\Delta^0=\{\ast\} dan I=Δ1I=\Delta^1, definisikan pemetaan titik ujung

0,1:Δ0I,0(*)=1,1(*)=0. \partial_0,\partial_1\colon\Delta^0\longrightarrow I, \qquad \partial_0(\ast)=1, \quad \partial_1(\ast)=0.

Catatan pinggir sumber. Pemetaan 0,1\partial_0,\partial_1 dalam topologi ini dalam suatu arti “dual” terhadap fungsi titik ujung kombinatorik d0,d1d_0,d_1. Konvensinya serasi: d1(e)d_1(e) adalah sumber yang dilekatkan pada 0=1(*)0=\partial_1(\ast), sedangkan d0(e)d_0(e) adalah target yang dilekatkan pada 1=0(*)1=\partial_0(\ast).

Realisasi kandidat bagi graf adalah

(vX0{v}×Δ0eX1{e}×I)/, \left( \bigsqcup_{v\in X_0}\{v\}\times\Delta^0 \;\sqcup\; \bigsqcup_{e\in X_1}\{e\}\times I \right)\Big/\!\sim,

dengan relasi pembangkit

(e,i(*))(di(e),*)(eX1,i=0,1). (e,\partial_i(\ast))\sim(d_i(e),\ast) \qquad(e\in X_1,\ i=0,1).

Jadi titik ujung ke-ii dari interval berlabel ee dilekatkan pada simpul berlabel di(e)d_i(e). Simpul terisolasi tetap hadir melalui suku yang diindeks oleh X0X_0.

Audit sumber 21.2. Notes.tex baris 4398–4400 memakai variabel vv tanpa menyatakan bahwa ia adalah satu-satunya titik pada Δ0\Delta^0, dan kalimat berikutnya dapat dibaca seolah titik ujung dilekatkan pada sembarang simpul. Edisi memakai *\ast dan menulis relasi bertipe (e,i*)(di(e),*)(e,\partial_i\ast)\sim(d_i(e),\ast).

Konstruksi kasar ini segera digantikan oleh definisi yang lebih formal dan sistematis, tetapi ia telah menangkap gagasan pokoknya.

Contoh 21.1 (dua sisi berurutan). Ambil

X0={v1,v2,v3},X1={e1,e2}, X_0=\{v_1,v_2,v_3\}, \qquad X_1=\{e_1,e_2\},

dengan

d1(e1)=v1,d0(e1)=v2=d1(e2),d0(e2)=v3. d_1(e_1)=v_1, \quad d_0(e_1)=v_2=d_1(e_2), \quad d_0(e_2)=v_3.

Realisasi geometriknya homeomorfik dengan

({v1,v2,v3}[0,1][2,3])/, \bigl(\{v_1,v_2,v_3\}\sqcup[0,1]\sqcup[2,3]\bigr)\big/\!\sim,

dengan

0v1,1v22,3v3. 0\sim v_1, \qquad 1\sim v_2\sim2, \qquad 3\sim v_3.

Maka

([0,1][2,3])/(12)[0,2][0,1]. \bigl([0,1]\sqcup[2,3]\bigr)/(1\sim2) \cong[0,2] \cong[0,1].

21.3 Simpleks standar dan pemetaan inklusi

Untuk membuat konstruksi serupa bagi permukaan kombinatorik, kita memerlukan model topologis seragam bagi simpul, sisi, dan muka segitiga.

Definisi 21.1 (simpleks standar). Simpleks-nn standar ialah subruang dari n+1\mathbb R^{n+1}

Δn:={(v0,v1,,vn)n+1|vi0(0in),v0++vn=1}. \Delta^n:= \left\{ (v_0,v_1,\ldots,v_n)\in\mathbb R^{n+1} \ \middle|\ v_i\geq0\ (0\leq i\leq n),\quad v_0+\cdots+v_n=1 \right\}.

Untuk 0in+10\leq i\leq n+1, pemetaan inklusi standar

i:ΔnΔn+1 \partial_i\colon\Delta^n\longrightarrow\Delta^{n+1}

didefinisikan dengan menyisipkan koordinat nol pada posisi ke-ii:

i(v0,,vn)=(v0,,vi1,0,vi,,vn). \partial_i(v_0,\ldots,v_n) =(v_0,\ldots,v_{i-1},0,v_i,\ldots,v_n).

Contoh 21.2 (dimensi nol, satu, dan dua). Simpleks-00 standar adalah satu titik,

Δ0={(1)}. \Delta^0=\{(1)\}\subset\mathbb R.

Simpleks-11 standar adalah ruas garis

Δ1={(v0,v1)2v0,v10,v0+v1=1}. \Delta^1= \{(v_0,v_1)\in\mathbb R^2\mid v_0,v_1\geq0,\ v_0+v_1=1\}.

Catatan pinggir sumber. Notes.tex menempatkan dua gambar berikut di margin: satu ruas Δ1\Delta^1 pada bidang koordinat dan satu segitiga Δ2\Delta^2 di bidang afin dalam 3\mathbb R^3. Keduanya direflow secara terpisah agar setiap titik sudut dan persamaan dapat dibaca tanpa posisi.

Diagram 21.1 (deskripsi semantik Δ1\Delta^1). Di dalam 2\mathbb R^2, ruas Δ1\Delta^1 menghubungkan titik sudut (1,0)(1,0) dan (0,1)(0,1) serta terdiri tepat atas titik (t,1t)(t,1-t) untuk 0t10\leq t\leq1. Gambar sumber menunjukkan ruas miring pada sumbu koordinat; kemiringannya tidak membawa informasi tambahan.

Simpleks-22 standar ialah perpotongan bidang v0+v1+v2=1v_0+v_1+v_2=1 dengan ortan nonnegatif di 3\mathbb R^3.

Diagram 21.2 (deskripsi semantik Δ2\Delta^2). Simpleks ini adalah segitiga terisi dengan titik sudut

(1,0,0),(0,1,0),(0,0,1). (1,0,0),\qquad(0,1,0),\qquad(0,0,1).

Ketiga sisinya diperoleh dengan membuat satu dari v0,v1,v2v_0,v_1,v_2 sama dengan nol. Garis bantu abu-abu pada gambar sumber hanya menunjukkan ruang ambien tiga dimensi; warna dan sudut pandang bukan bagian dari definisi.

Audit sumber 21.3. Rumus Δ1\Delta^1 pada Notes.tex baris 4442 kehilangan tanda kurung tutup setelah pasangan koordinat, sehingga pembentuk himpunannya tidak bertipe. Edisi menulis (v0,v1)2(v_0,v_1)\in\mathbb R^2. Sumber juga menyebut “ortan positif”, padahal ketaksamaan vi0v_i\geq0 memasukkan batas; istilah yang tepat ialah ortan nonnegatif.

Contoh 21.3 (pemetaan inklusi muka). Dua pemetaan yang telah dipakai pada graf adalah

0,1:Δ0Δ1,0(1)=(0,1),1(1)=(1,0). \partial_0,\partial_1\colon\Delta^0\longrightarrow\Delta^1, \qquad \partial_0(1)=(0,1), \quad \partial_1(1)=(1,0).

Sekarang terdapat tiga pemetaan i:Δ1Δ2\partial_i\colon\Delta^1\to\Delta^2, i=0,1,2i=0,1,2, yaitu

i(v0,v1)={(0,v0,v1),i=0,(v0,0,v1),i=1,(v0,v1,0),i=2. \partial_i(v_0,v_1)= \begin{cases} (0,v_0,v_1),&i=0,\\ (v_0,0,v_1),&i=1,\\ (v_0,v_1,0),&i=2. \end{cases}

Masing-masing mengidentifikasi Δ1\Delta^1 dengan sisi Δ2\Delta^2 yang koordinat ke-ii-nya nol.

21.4 Realisasi geometrik dan triangulasi

Definisi 21.2 (realisasi geometrik). Realisasi geometrik permukaan kombinatorik XX_\bullet ialah ruang hasil bagi

|X|:=(n=02disc(Xn)×Δn)/, |X_\bullet|:= \left( \bigsqcup_{n=0}^{2} \operatorname{disc}(X_n)\times\Delta^n \right)\Big/\!\sim,

dengan relasi ekuivalensi yang dibangkitkan oleh

(di(x),𝒗)(x,i(𝒗)), (d_i(x),\mathbf v)\sim(x,\partial_i(\mathbf v)),

untuk

xXn,𝒗Δn1,1n2,0in. x\in X_n, \qquad \mathbf v\in\Delta^{n-1}, \qquad 1\leq n\leq2, \qquad 0\leq i\leq n.

Di ruas kiri, (di(x),𝒗)(d_i(x),\mathbf v) berada pada salinan {di(x)}×Δn1\{d_i(x)\}\times\Delta^{n-1}; di ruas kanan, (x,i𝒗)(x,\partial_i\mathbf v) berada pada batas salinan {x}×Δn\{x\}\times\Delta^n.

Audit sumber 21.4. Notes.tex baris 4466–4467 menulis relasi pelekatan tanpa mengetik xx, 𝒗\mathbf v, nn, dan ii. Edisi menambahkan seluruh domain dan rentangnya, sehingga kedua ruas relasi memang berada di koproduk yang didefinisikan.

Sebagai contoh utama,

|Δ[2]|=((Δ0Δ0Δ0)(Δ1Δ1Δ1)Δ2)/(Δ2Δ2)/Δ2. \begin{aligned} |\Delta[2]| &=\Bigl( (\Delta^0\sqcup\Delta^0\sqcup\Delta^0) \sqcup (\Delta^1\sqcup\Delta^1\sqcup\Delta^1) \sqcup\Delta^2 \Bigr)\Big/\!\sim\\ &\cong(\partial\Delta^2\sqcup\Delta^2)\big/\!\sim \cong\Delta^2. \end{aligned}

Catatan pinggir sumber. Dalam dimensi lebih rendah berlaku pula |Δ[1]|Δ1|\Delta[1]|\cong\Delta^1 dan |Δ[0]|Δ0|\Delta[0]|\cong\Delta^0.

Untuk definisi berikut, kata “permukaan” dipakai secara sengaja dalam arti luas: sedikitnya mencakup manifold topologis berdimensi paling tinggi dua dan juga ruang berdimensi campuran, misalnya gabungan saling lepas sebuah lingkaran dan sebuah torus. Yang penting, “permukaan” di sini adalah ruang topologis, bukan objek kombinatorik.

Definisi 21.3 (triangulasi). Sebuah triangulasi dari permukaan Σ\Sigma ialah permukaan kombinatorik XX_\bullet yang dilengkapi dengan homeomorfisma

τ:Σ|X|. \tau\colon\Sigma\xrightarrow{\ \cong\ }|X_\bullet|.

Catatan pinggir sumber. Dalam pembahasan selanjutnya, homeomorfisma τ\tau biasanya dibiarkan implisit. Namun triangulasi mencakup pilihan atau setidaknya data keberadaan homeomorfisma itu; ia bukan sekadar daftar sel.

Contoh 21.4 (triangulasi dasar). Sumber mencatat contoh-contoh berikut.

  1. Δ2\Delta^2 ditriangulasi oleh Δ[2]\Delta[2].
  2. Lebih umum, |X||X_\bullet| ditriangulasi oleh XX_\bullet.
  3. S2S^2 ditriangulasi oleh Δ[3]\partial\Delta[3].
  4. S1S^1 ditriangulasi oleh Δ[2]\partial\Delta[2], oleh setiap graf berarah berbentuk poligon, dan bahkan oleh graf dengan satu simpul serta satu sisi gelang.
  5. S1×S1S^1\times S^1 ditriangulasi oleh torus kombinatorik TT_\bullet.

Butir 3 dan 5 menggunakan identifikasi geometrik standar: batas tetrahedron homeomorfik dengan S2S^2, sedangkan persegi yang sisi berhadapannya dilekatkan dan dibagi oleh satu diagonal merealisasikan torus. Sumber menyebutkan fakta itu tanpa bukti di rentang ini; edisi mempertahankan status tersebut secara jujur.

Audit sumber 21.5. Edisi memperbaiki salah eja dan tata bahasa deterministik pada Notes.tex baris 4379, 4403, 4414, dan 4451 (“We” tanpa tanda baca, superceded, “how do so”, dan imporantly). Pada definisi triangulasi, simbol samar \simeq diganti dengan homeomorfisma bertipe eksplisit karena itulah data yang disebut dalam prosa sumber.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan, petunjuk, dan solusi lengkap

Enam paket berikut adalah materi asli edisi. Semuanya terbatas pada sasaran beku Unit 21: kohomologi kompleks yang terpotong, realisasi graf, simpleks dan pemetaan inklusinya, relasi pelekatan, serta perbedaan antara data kombinatorik dan ruang yang ditriangulasi.

Pemeriksaan Penguasaan 21.1 (derajat kohomologi). Misalkan

0RX0δ0RX1δ1RX20 0\longrightarrow R^{X_0} \xrightarrow{\delta_0}R^{X_1} \xrightarrow{\delta_1}R^{X_2} \longrightarrow0

adalah kompleks permukaan kombinatorik. Turunkan rumus HnH^n untuk semua nn\in\mathbb Z. Kemudian buktikan bahwa X2=X_2=\varnothing memaksa H2=0H^2=0, tetapi, untuk gelanggang koefisien taknol, tidak memaksa H0H^0 atau H1H^1 nol.

Petunjuk. Perpanjang kompleks dengan modul nol pada semua derajat di luar 0,1,20,1,2. Ingat bahwa RR^\varnothing adalah modul nol. Untuk klaim terakhir, gunakan graf satu simpul dengan satu sisi gelang.

Solusi Pemeriksaan 21.1. Tuliskan An=0A_n=0 untuk n<0n<0 dan n>2n>2, An=RXnA_n=R^{X_n} untuk 0n20\leq n\leq2. Diferensial sebelum A0A_0 dan sesudah A2A_2 adalah peta nol. Maka

H0=ker(δ0)/im(0)=kerδ0,H1=kerδ1/imδ0,H2=ker(0:RX20)/imδ1=RX2/imδ1. \begin{aligned} H^0&=\ker(\delta_0)/\operatorname{im}(0)=\ker\delta_0,\\ H^1&=\ker\delta_1/\operatorname{im}\delta_0,\\ H^2&=\ker(0\colon R^{X_2}\to0)/\operatorname{im}\delta_1 =R^{X_2}/\operatorname{im}\delta_1. \end{aligned}

Jika n<0n<0 atau n>2n>2, pembilang dan penyebut berada pada modul nol, jadi Hn=0H^n=0. Bila X2=X_2=\varnothing, hanya ada satu fungsi R\varnothing\to R, yaitu fungsi nol; karena itu RX2=0R^{X_2}=0 dan H2=0H^2=0.

Sebagai contoh tandingan bagi dua derajat lain, ambil gelanggang taknol, misalnya R=R=\mathbb Z, lalu satu simpul vv dan satu sisi gelang ee dengan d0(e)=d1(e)=vd_0(e)=d_1(e)=v. Maka

0R0R0, 0\longrightarrow R\xrightarrow{0}R\longrightarrow0,

sehingga H0RH^0\cong R dan H1RH^1\cong R, walaupun X2=X_2=\varnothing.

Pemeriksaan Penguasaan 21.2 (graf dengan komponen terisolasi). Ambil graf dengan simpul a,b,c,za,b,c,z, sisi p:abp\colon a\to b dan q:bcq\colon b\to c, serta simpul terisolasi zz. Bangun realisasi geometriknya langsung dari Upaya 2 dan tentukan tipe homeomorfismanya.

Petunjuk. Petakan salinan interval untuk pp secara linear ke [0,12][0,\tfrac12] dan salinan untuk qq ke [12,1][\tfrac12,1]. Simpul zz tidak terlibat dalam satu pun relasi pelekatan.

Solusi Pemeriksaan 21.2. Sebelum mengambil hasil bagi, ruangnya ialah

{a,b,c,z}IpIq. \{a,b,c,z\}\sqcup I_p\sqcup I_q.

Relasinya adalah

(p,0)a,(p,1)b,(q,0)b,(q,1)c. (p,0)\sim a, \quad(p,1)\sim b, \quad(q,0)\sim b, \quad(q,1)\sim c.

Definisikan pemetaan dari ruang sebelum hasil bagi ke [0,1]{z}[0,1]\sqcup\{z\} dengan

(p,t)t2,(q,t)1+t2, (p,t)\longmapsto\frac t2, \qquad (q,t)\longmapsto\frac{1+t}{2},

dan a0a\mapsto0, b12b\mapsto\tfrac12, c1c\mapsto1, sementara zz dipetakan ke komponen titik tersendiri. Pemetaan itu konstan tepat pada kelas-kelas relasi di atas, sehingga turun menjadi bijeksi kontinu dari hasil bagi. Domainnya kompak dan kodomainnya Hausdorff, maka bijeksi tersebut homeomorfisma. Jadi

|X|[0,1]{z}. |X_\bullet|\cong[0,1]\sqcup\{z\}.

Inilah alasan Upaya 1 gagal: tanpa suku X0X_0, komponen {z}\{z\} akan hilang.

Pemeriksaan Penguasaan 21.3 (identitas pemetaan inklusi). Buktikan bahwa pemetaan penyisipan nol memenuhi

ji=ij1(0i<jn+2). \partial_j\circ\partial_i =\partial_i\circ\partial_{j-1} \qquad(0\leq i<j\leq n+2).

Periksa secara eksplisit ketiga kasus dari Δ0\Delta^0 ke Δ2\Delta^2 dan jelaskan mengapa identitas ini cocok dengan identitas face map pada permukaan kombinatorik.

Petunjuk. Kedua komposit menyisipkan nol pada dua posisi yang sama. Untuk n=0n=0, pasangan (i,j)(i,j) adalah (0,1)(0,1), (0,2)(0,2), dan (1,2)(1,2).

Solusi Pemeriksaan 21.3. Ambil 𝒗=(v0,,vn)\mathbf v=(v_0,\ldots,v_n). Komposit kiri mula-mula menyisipkan nol pada posisi ii. Karena i<ji<j, penyisipan kedua pada posisi jj tidak mengubah posisi nol pertama. Komposit kanan mula-mula menyisipkan nol pada posisi j1j-1, lalu menyisipkan nol pada posisi ii; penyisipan kedua menggeser nol pertama dari posisi j1j-1 ke jj. Jadi kedua hasil mempunyai koordinat nol pada posisi ii dan jj, dengan koordinat 𝒗\mathbf v yang lain tetap berurutan. Ini membuktikan identitas.

Untuk titik tunggal (1)Δ0(1)\in\Delta^0,

(i,j)ji(1)ij1(1)(0,1)(0,0,1)(0,0,1)(0,2)(0,1,0)(0,1,0)(1,2)(1,0,0)(1,0,0) \begin{array}{c|c|c} (i,j)&\partial_j\partial_i(1)& \partial_i\partial_{j-1}(1)\\ \hline (0,1)&(0,0,1)&(0,0,1)\\ (0,2)&(0,1,0)&(0,1,0)\\ (1,2)&(1,0,0)&(1,0,0) \end{array}

Pemetaan did_i menghapus muka kombinatorik, sedangkan i\partial_i memasukkan muka topologis sebagai koordinat ke-ii nol. Identitas keduanya berarah dual: dua cara menuju muka kodimensi dua menghasilkan bagian yang sama. Karena itu relasi realisasi tidak bergantung pada urutan pelekatan.

Pemeriksaan Penguasaan 21.4 (realisasi satu segitiga). Bangun pemetaan kanonik

|Δ[2]|Δ2 |\Delta[2]|\longrightarrow\Delta^2

dari definisi hasil bagi dan buktikan bahwa ia homeomorfisma. Sertakan peran tiga simpul dan tiga sisi dalam relasi pelekatan.

Petunjuk. Pada salinan Δ2\Delta^2 yang diindeks oleh muka tunggal, gunakan identitas. Pada setiap salinan Δ1\Delta^1, gunakan i\partial_i yang sesuai; pada setiap Δ0\Delta^0, gunakan titik sudut terkait. Lalu gunakan sifat universal hasil bagi dan argumen kompak-ke-Hausdorff.

Solusi Pemeriksaan 21.4. Misalkan ff muka tunggal, ei=di(f)e_i=d_i(f), dan vjv_j ketiga simpul. Pada komponen {f}×Δ2\{f\}\times\Delta^2, definisikan F(f,𝒗)=𝒗F(f,\mathbf v)=\mathbf v. Pada komponen {ei}×Δ1\{e_i\}\times\Delta^1, definisikan

F(ei,𝒖)=i(𝒖), F(e_i,\mathbf u)=\partial_i(\mathbf u),

dan pada komponen simpul, kirim vjv_j ke titik sudut standar ke-jj. Identitas pemetaan inklusi dari Pemeriksaan 21.3 memastikan bahwa nilai pada titik ujung setiap sisi sama dengan nilai pada simpul yang ditempelkan. Demikian pula,

F(di(f),𝒖)=i(𝒖)=F(f,i𝒖), F(d_i(f),\mathbf u) =\partial_i(\mathbf u) =F(f,\partial_i\mathbf u),

jadi FF konstan pada relasi pembangkit. Ia turun menjadi pemetaan kontinu

F¯:|Δ[2]|Δ2. \overline F\colon|\Delta[2]|\longrightarrow\Delta^2.

Pemetaan ini surjektif karena komponen muka dipetakan dengan identitas. Setiap titik pada komponen sisi atau simpul telah diidentifikasi dengan titik yang sama pada batas komponen muka; karena itu tidak ada kelas tambahan dan F¯\overline F injektif. Ruang sebelum hasil bagi adalah gabungan berhingga ruang kompak, sehingga hasil baginya kompak; Δ2\Delta^2 Hausdorff. Bijeksi kontinu kompak-ke-Hausdorff adalah homeomorfisma. Jadi |Δ[2]|Δ2|\Delta[2]|\cong\Delta^2.

Pemeriksaan Penguasaan 21.5 (dua triangulasi lingkaran). Buktikan bahwa graf satu simpul dan satu sisi gelang merealisasikan S1S^1. Kemudian buktikan hal yang sama bagi graf poligon berarah dengan m2m\geq2 sisi, tanpa mengasumsikan semua orientasi sisinya seragam.

Petunjuk. Kasus satu gelang adalah I/(01)I/(0\sim1). Untuk poligon, orientasi hanya menentukan titik ujung interval mana yang bernama 00 atau 11; ia tidak mengubah ruang hasil bagi tak berarah yang diperoleh setelah semua titik ujung ditempelkan secara siklik.

Solusi Pemeriksaan 21.5. Untuk satu simpul vv dan satu sisi ee dengan d0(e)=d1(e)=vd_0(e)=d_1(e)=v, definisi memberi

|X|=({v}Ie)/((e,0)v(e,1))I/(01). |X_\bullet| =\bigl(\{v\}\sqcup I_e\bigr)/ \bigl((e,0)\sim v\sim(e,1)\bigr) \cong I/(0\sim1).

Pemetaan te2πitt\mapsto e^{2\pi i t} dari II ke S1S^1 mengidentifikasi tepat titik ujungnya dan menginduksi homeomorfisma I/(01)S1I/(0\sim1)\cong S^1.

Untuk poligon dengan simpul siklik v0,,vm1v_0,\ldots,v_{m-1}, setiap sisi menghubungkan vkv_k dan vk+1v_{k+1}, dengan indeks modulo mm. Pilih homeomorfisma dari salinan interval sisi itu ke busur

{e2πit:kmtk+1m}. \left\{e^{2\pi i t}:\frac{k}{m}\leq t\leq\frac{k+1}{m}\right\}.

Jika orientasi sisi berlawanan dengan arah parameter lingkaran, gunakan t1tt\mapsto1-t pada interval tersebut. Nilai pada titik ujung tetap cocok dengan simpul yang ditentukan oleh d0,d1d_0,d_1, sehingga pemetaan-pemetaan busur turun menjadi bijeksi kontinu dari realisasi ke S1S^1. Lagi-lagi domain kompak dan S1S^1 Hausdorff, jadi bijeksi itu homeomorfisma. Dengan demikian orientasi kombinatorik tidak mengubah tipe homeomorfisma realisasinya.

Pemeriksaan Penguasaan 21.6 (data kombinatorik versus ruang). Jelaskan perbedaan antara XX_\bullet, |X||X_\bullet|, dan triangulasi τ:Σ|X|\tau\colon\Sigma\cong|X_\bullet|. Lalu hitung karakteristik Euler dari Δ[3]\partial\Delta[3] dan TT_\bullet, dan jelaskan secara logis apa yang dibuktikan—serta apa yang tidak dibuktikan—oleh kedua hitungan itu.

Petunjuk. Batas tetrahedron mempunyai 44 simpul, 66 sisi, dan 44 muka; torus kombinatorik Unit 20 mempunyai 11, 33, dan 22. Karakteristik Euler adalah invarian yang perlu dilestarikan oleh homeomorfisma, tetapi kesamaan nilainya bukan bukti homeomorfisma pada kelas ruang sembarang.

Solusi Pemeriksaan 21.6. Objek XX_\bullet adalah data kombinatorik: tiga himpunan X0,X1,X2X_0,X_1,X_2 beserta face map. Realisasi |X||X_\bullet| adalah ruang topologis yang diperoleh dengan mengganti setiap elemen XnX_n oleh salinan Δn\Delta^n lalu melekatkan muka-mukanya. Sebuah triangulasi dari Σ\Sigma menambahkan data geometrik

τ:Σ|X|. \tau\colon\Sigma\xrightarrow{\cong}|X_\bullet|.

Jadi XX_\bullet tidak boleh disamakan secara literal dengan ruang Σ\Sigma.

Untuk batas tetrahedron,

χ(Δ[3])=46+4=2. \chi(\partial\Delta[3])=4-6+4=2.

Untuk torus kombinatorik,

χ(T)=13+2=0. \chi(T_\bullet)=1-3+2=0.

Hitungan itu membuktikan nilai karakteristik Euler dari kedua kompleks berhingga. Nilai tersebut konsisten dengan χ(S2)=2\chi(S^2)=2 dan χ(S1×S1)=0\chi(S^1\times S^1)=0, sehingga tidak membantah identifikasi geometrik yang diklaim. Namun hitungan Euler saja tidak membangun homeomorfisma: banyak ruang yang tidak homeomorfik dapat mempunyai karakteristik Euler sama. Untuk menyebut XX_\bullet triangulasi dari Σ\Sigma, masih diperlukan homeomorfisma τ\tau. Dalam contoh sumber, homeomorfisma batas tetrahedron dengan sfera dan homeomorfisma model persegi bersegi-diagonal dengan torus adalah fakta geometrik tambahan, bukan konsekuensi dari bilangan Euler saja.

Batas ke Unit 22. Notes.tex baris 4501 memulai Kuliah 22 dengan kalimat tentang perilaku fungtorial dan pemetaan permukaan kombinatorik. Tidak ada lingkungan sumber yang terbelah pada batas ini. Kursor sumber berikutnya yang aman adalah baris 4501.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 4501–4938 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang aktif itu terdiri atas 438 baris fisik. Setelah dinormalisasi dengan LF dan mempertahankan baris kosong penutupnya, ukurannya 20.585 byte dan SHA-256-nya adalah 86275c590cfcdf8519d3ce8d077fc48619bb94c3fdf039ca805ae4b7df995b7f. Kuliah 23 dimulai pada Notes.tex baris 4939, sehingga kursor berikutnya ialah baris 4939. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan lima catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Dua gambar TikZ dan tiga hubungan Xy-pic sumber ditulis ulang sebagai lima diagram semantik terpusat. Setiap diagram menyatakan simpul, sisi, muka, arah, atau komutativitasnya dengan teks dan rumus; tidak ada makna yang bergantung pada posisi, warna, atau ketebalan garis.

Rentang sumber memuat tepat enam definisi, sebelas contoh, lima lema, tiga bukti, tiga catatan, lima catatan pinggir, dua TikZ, tiga Xy-pic, dua label, satu rujukan silang, delapan tampilan \[...\], empat align*, satu cases, dan satu lingkungan center. Tidak ada latihan sumber, konstruksi, enumerate, align tanpa bintang, sitasi, gambar eksternal, input, atau include.

Edisi memperbaiki beberapa persoalan sumber yang memengaruhi tipe atau kebenaran: pemetaan nama sebuah simpleks tidak selalu merupakan inklusi; relasi realisasi dan persamaan morfisma diberi tipe lengkap; dimensi tak hingga dibedakan dari himpunan-Δ\Delta kosong; pemetaan kanonik |Δ[n]|Δn|\Delta[n]|\to\Delta^n ditulis dengan indeks yang benar; dan diferensial korantai memakai semua n+2n+2 muka, bukan hanya n+1n+1 muka. Klaim keterhinggaan generator diberi hipotesis Noetherian, sedangkan klaim kisi untuk perubahan koefisien \mathbb Z\to\mathbb R dibatasi pada himpunan-Δ\Delta berhingga. Bukti yang oleh sumber hanya disebut “latihan” diselesaikan secara lengkap.

Enam pemeriksaan penguasaan, enam petunjuk, dan enam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses dan tidak mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

22 Kuliah 22

22.1 Pemetaan permukaan kombinatorik

Pada akhirnya kita menginginkan perilaku fungtorial. Karena itu kita mulai dengan pemetaan yang mengirim simpul ke simpul, sisi ke sisi, dan segitiga ke segitiga secara kompatibel.

Definisi 22.1 (pemetaan permukaan kombinatorik). Untuk permukaan kombinatorik XX_\bullet dan YY_\bullet, sebuah pemetaan f:XYf\colon X_\bullet\to Y_\bullet adalah tiga fungsi

fn:XnYn(n=0,1,2) f_n\colon X_n\longrightarrow Y_n \qquad(n=0,1,2)

yang memenuhi

di,Ynfn=fn1di,Xn(1n2,0in). d_{i,Y}^{n}\circ f_n =f_{n-1}\circ d_{i,X}^{n} \qquad (1\leq n\leq2,\ 0\leq i\leq n).

Dengan kata lain, mengambil muka lalu memetakan memberi hasil yang sama dengan memetakan lalu mengambil muka yang bersesuaian.

Pemetaan seperti ini sangat kaku. Banyak fungsi kontinu yang tampak wajar antara realisasi tidak berasal dari pemetaan antara triangulasi yang telah dipilih. Definisi itu juga mencakup pemetaan graf berarah bila himpunan segitiga domain dan kodomain kosong, serta pemetaan dari graf berarah ke permukaan kombinatorik yang mempunyai segitiga.

Contoh 22.1 (inklusi 1-kerangka). Untuk setiap permukaan kombinatorik XX_\bullet terdapat pemetaan

sk1XX \operatorname{sk}_1X_\bullet\longrightarrow X_\bullet

yang merupakan identitas pada X0X_0 dan X1X_1, sedangkan komponen derajat duanya adalah satu-satunya fungsi

(sk1X)2=X2. (\operatorname{sk}_1X_\bullet)_2=\varnothing\longrightarrow X_2.

Contoh 22.2 (menamai sebuah segitiga). Setelah memilih xX2x\in X_2, ada pemetaan kanonik

x:Δ[2]X \ulcorner x\urcorner\colon\Delta[2]\longrightarrow X_\bullet

yang mengirim muka puncak tunggal ke xx dan setiap muka bawah ke muka bersesuaian dari xx. Untuk sebuah muka segitiga pada Δ[3]\partial\Delta[3], pemetaan ini memang merupakan inklusi Δ[2]Δ[3]\Delta[2]\hookrightarrow\partial\Delta[3]. Pada permukaan kombinatorik umum, beberapa muka xx dapat teridentifikasi, sehingga pemetaan nama itu tidak harus injektif.

Audit sumber 22.1. Notes.tex baris 4522–4523 mengatakan tanpa syarat bahwa sebuah segitiga dapat “diinklusikan” ke XX_\bullet. Yang tersedia secara kanonik ialah pemetaan nama setelah memilih xX2x\in X_2; ia hanya merupakan inklusi bila muka-muka xx tidak teridentifikasi. Edisi menyatakan pilihan dan perbedaan itu secara eksplisit.

Contoh 22.3 (poligon dan garis menuju satu gelang). Misalkan LL_\bullet adalah graf berarah dengan satu simpul vv dan satu sisi gelang ee. Jika PP_\bullet adalah graf poligonal berarah, terdapat pemetaan

PL P_\bullet\longrightarrow L_\bullet

yang mengirim semua simpul ke vv dan semua sisi ke ee.

Catatan pinggir sumber. Graf poligonal berarah adalah graf berarah berhingga dengan banyak simpul sama dengan banyak sisi. Simpul-simpulnya diurutkan secara siklik, dan setiap dua simpul bersebelahan dihubungkan oleh satu sisi dengan salah satu dari dua orientasi.

Ada pula graf tak hingga RR_\bullet dengan simpul vkv_k, kk\in\mathbb Z, dan sisi rk:vkvk+1r_k\colon v_k\to v_{k+1}. Realisasinya homeomorfik dengan \mathbb R, dan pemetaan RLR_\bullet\to L_\bullet sekali lagi mengirim semua simpul ke vv dan semua sisi ke ee.

Contoh 22.4 (silinder kombinatorik tak hingga). Definisikan CC_\bullet dengan

C0={vii},C1={e1i,e2i,e3ii}, C_0=\{v_i\mid i\in\mathbb Z\},\qquad C_1=\{e_{1i},e_{2i},e_{3i}\mid i\in\mathbb Z\},

dan

C2={f1i,f2ii}. C_2=\{f_{1i},f_{2i}\mid i\in\mathbb Z\}.

Data titik ujungnya ialah

d11d01e1ivivie2ivivi+1e3ivi+1vi \begin{array}{c|cc} &d_1^1&d_0^1\\ \hline e_{1i}&v_i&v_i\\ e_{2i}&v_i&v_{i+1}\\ e_{3i}&v_{i+1}&v_i \end{array}

dan data muka dua dimensinya ialah

d02d12d22f1ie3ie1ie2if2ie2ie1,i+1e3i. \begin{array}{c|ccc} &d_0^2&d_1^2&d_2^2\\ \hline f_{1i}&e_{3i}&e_{1i}&e_{2i}\\ f_{2i}&e_{2i}&e_{1,i+1}&e_{3i}. \end{array}

Diagram 22.1 (deskripsi semantik silinder tak hingga). Untuk setiap ii, satu persegi antara viv_i dan vi+1v_{i+1} mempunyai sisi vertikal gelang e1ie_{1i} di kiri dan e1,i+1e_{1,i+1} di kanan, sisi horizontal e2ie_{2i} dari viv_i ke vi+1v_{i+1} pada kedua batas lingkarannya, dan diagonal e3ie_{3i} dari vi+1v_{i+1} kembali ke viv_i. Diagonal itu membagi persegi menjadi f1if_{1i} dan f2if_{2i}. Persegi-persegi berlanjut untuk semua ii\in\mathbb Z; garis bertitik pada gambar sumber hanya menandakan kelanjutan tak hingga. Tabel di atas, bukan letak atau arah visual panah, adalah data yang menentukan objek.

Ada pemetaan ke torus kombinatorik TT_\bullet dari Unit 20,

q:CT,viv,eaiea,fbifb, q\colon C_\bullet\longrightarrow T_\bullet, \qquad v_i\longmapsto v,\qquad e_{ai}\longmapsto e_a,\qquad f_{bi}\longmapsto f_b,

dengan a=1,2,3a=1,2,3 dan b=1,2b=1,2.

Audit sumber 22.2. Gambar pada Notes.tex baris 4543–4594 direflow menjadi Diagram 22.1 dengan seluruh arah dan indeks tertulis. Baris 4598 mengatakan bahwa face map silinder dapat direkonstruksi hanya dari definisi pemetaan qq. Sebenarnya qq sendiri tidak menentukan pilihan lift berindeks; tabel di atas merekam lift periodik yang ditentukan oleh diagram dan yang membuat qq sebuah pemetaan permukaan kombinatorik.

Lema 22.1 (realisasi bersifat fungtorial dalam dimensi dua). Sebuah pemetaan f:XYf\colon X_\bullet\to Y_\bullet antara permukaan kombinatorik menginduksi pemetaan kontinu

|f|:|X||Y|, |f|\colon|X_\bullet|\longrightarrow|Y_\bullet|,

dan konstruksi ini melestarikan identitas serta komposisi.

Bukti. Pada ruang sebelum hasil bagi, definisikan

|f|̃:=n=02(fn×idΔn):n=02disc(Xn)×Δnn=02disc(Yn)×Δn. \widetilde{|f|}:= \bigsqcup_{n=0}^{2} (f_n\times\operatorname{id}_{\Delta^n}) \colon \bigsqcup_{n=0}^{2}\operatorname{disc}(X_n)\times\Delta^n \longrightarrow \bigsqcup_{n=0}^{2}\operatorname{disc}(Y_n)\times\Delta^n.

Ambil xXnx\in X_n, 𝒗Δn1\mathbf v\in\Delta^{n-1}, 1n21\leq n\leq2, dan 0in0\leq i\leq n. Relasi pada realisasi domain dan kodomain memberi

|f|̃(x,i𝒗)=(fn(x),i𝒗)(di,Ynfn(x),𝒗)=(fn1di,Xn(x),𝒗)=|f|̃(di,Xn(x),𝒗). \begin{aligned} \widetilde{|f|}(x,\partial_i\mathbf v) &=(f_n(x),\partial_i\mathbf v)\\ &\sim(d_{i,Y}^nf_n(x),\mathbf v)\\ &=(f_{n-1}d_{i,X}^n(x),\mathbf v)\\ &=\widetilde{|f|}(d_{i,X}^n(x),\mathbf v). \end{aligned}

Jadi |f|̃\widetilde{|f|} konstan pada kelas-kelas relasi pembangkit dan, oleh sifat universal hasil bagi, turun secara unik menjadi |f||f|.

Diagram 22.2 (kuadrat hasil bagi yang komutatif). Jika QXQ_X dan QYQ_Y menyatakan dua koproduk sebelum hasil bagi, hubungan empat pemetaan adalah

QX|f|̃QY|X||f||Y|. \begin{array}{ccc} Q_X&\xrightarrow{\ \widetilde{|f|}\ }&Q_Y\\ \downarrow&&\downarrow\\ |X_\bullet|&\xrightarrow{\ |f|\ }&|Y_\bullet|. \end{array}

Kedua lintasan dari QXQ_X ke |Y||Y_\bullet| sama. Panah vertikal adalah pemetaan hasil bagi; posisi panah tidak menambahkan asumsi apa pun.

Untuk pemetaan identitas, pemetaan pada setiap komponen sebelum hasil bagi adalah identitas, sehingga keunikan memberi |id|=id|\operatorname{id}|=\operatorname{id}. Untuk pasangan yang dapat dikomposisikan XfYgZX_\bullet\xrightarrow{f}Y_\bullet\xrightarrow{g}Z_\bullet, kedua pemetaan |gf||g\circ f| dan |g||f||g|\circ|f| mempunyai lift komponen-demi-komponen yang sama, maka keunikan memberi

|gf|=|g||f|. |g\circ f|=|g|\circ|f|.

Dengan demikian konstruksi itu fungtorial. \square

Audit sumber 22.3. Notes.tex baris 4608–4632 mengetik ulang pemetaan prahasil-bagi secara ambigu sebagai : = dan menyimpulkan fungtorialitas hanya dari komposisi. Edisi menulis domain, indeks, dan relasi secara lengkap, lalu memeriksa identitas dan komposisi. Kuadrat Xy-pic sumber diganti oleh Diagram 22.2 yang menyatakan komutativitasnya secara linear.

Untuk Contoh 22.4, sumber menyatakan identifikasi geometrik standar

|C|×S1,|T|S1×S1. |C_\bullet|\cong\mathbb R\times S^1, \qquad |T_\bullet|\cong S^1\times S^1.

Di bawah identifikasi itu, |q||q| adalah

exp×id:×S1S1×S1,exp(t)=e2πit. \exp\times\operatorname{id} \colon\mathbb R\times S^1\longrightarrow S^1\times S^1, \qquad \exp(t)=e^{2\pi i t}.

Sumber tidak membuktikan homeomorfisma silinder tersebut di rentang ini; edisi mempertahankannya sebagai fakta geometrik standar dan menguji data kombinatoriknya dalam Pemeriksaan Penguasaan 22.1.

Jika ruang topologis Σ\Sigma ditriangulasi oleh Σ|X|\Sigma\cong|X_\bullet|, kita mungkin mencoba mendefinisikan Hn(Σ;R):=Hn(X;R)H^n(\Sigma;R):=H^n(X_\bullet;R). Ini definisi yang buruk untuk ruang tanpa triangulasi terpilih: belum ada jaminan bahwa pilihan triangulasi berbeda memberi modul yang sama, dan hanya pemetaan kontinu yang direalisasikan oleh pemetaan kombinatorik yang menghasilkan pemetaan kohomologi dengan cara ini.

Catatan pinggir sumber. Fungtorialitas modul kohomologi terhadap pemetaan permukaan kombinatorik akan tercakup oleh definisi yang diberikan kemudian. Catatan ini bukan klaim bahwa semua pemetaan kontinu sudah ditangani oleh model dua dimensi tersebut.

Kita juga tidak ingin membatasi topologi pada permukaan. Definisi berikut memperluas data kombinatorik ke semua dimensi.

22.2 Himpunan-Delta dan kerangka

Definisi 22.2 (himpunan-Δ\Delta). Sebuah himpunan-Δ\Delta adalah barisan himpunan

X0,X1,X2, X_0,X_1,X_2,\ldots

yang elemennya disebut simpleks-nn, bersama face map

din:XnXn1(n>0,0in), d_i^n\colon X_n\longrightarrow X_{n-1} \qquad(n>0,\ 0\leq i\leq n),

yang memenuhi identitas muka

din1djn=dj1n1din(0i<jn). d_i^{n-1}\circ d_j^n =d_{j-1}^{n-1}\circ d_i^n \qquad(0\leq i<j\leq n).

Superskrip boleh dihilangkan bila dimensinya dapat dibaca dari domain dan kodomain.

Contoh 22.5 (simpleks kombinatorik Δ[n]\Delta[n]). Tuliskan

𝒏+𝟏:={0,1,,n}. \mathbf{n+1}:=\{0,1,\ldots,n\}.

Simpleks kombinatorik Δ[n]\Delta[n] mempunyai

Δ[n]k={(𝒏+𝟏k+1),0kn,,k>n, \Delta[n]_k= \begin{cases} \displaystyle\binom{\mathbf{n+1}}{k+1},&0\leq k\leq n,\\[4pt] \varnothing,&k>n, \end{cases}

di mana (𝒏+𝟏k+1)\binom{\mathbf{n+1}}{k+1} adalah himpunan semua subhimpunan beranggota k+1k+1. Khususnya,

Δ[n]0=𝒏+𝟏,Δ[n]n={𝒏+𝟏}. \Delta[n]_0=\mathbf{n+1}, \qquad \Delta[n]_n=\{\mathbf{n+1}\}.

Setiap subhimpunan diberi urutan warisan dari 0<1<<n0<1<\cdots<n. Pemetaan

dik:(𝒏+𝟏k+1)(𝒏+𝟏k) d_i^k\colon \binom{\mathbf{n+1}}{k+1} \longrightarrow \binom{\mathbf{n+1}}{k}

menghapus elemen ke-ii, dengan indeks dimulai dari 00.

Contoh 22.6 (batas simpleks kombinatorik). Batas Δ[n]\partial\Delta[n] didefinisikan oleh

Δ[n]k={Δ[n]k,k<n,,kn. \partial\Delta[n]_k= \begin{cases} \Delta[n]_k,&k<n,\\ \varnothing,&k\geq n. \end{cases}

Jadi Δ[3]\partial\Delta[3] mempunyai simpul, sisi, dan segitiga, tetapi tidak mempunyai simpleks tiga dimensi yang mengisi batas itu.

Untuk setiap himpunan-Δ\Delta XX_\bullet dan m0m\geq0, mm-kerangka skmX\operatorname{sk}_mX_\bullet diberikan oleh

(skmX)k={Xk,km,,k>m. (\operatorname{sk}_mX_\bullet)_k= \begin{cases} X_k,&k\leq m,\\ \varnothing,&k>m. \end{cases}

Jika XnX_n\ne\varnothing, maka penerapan face map menunjukkan XmX_m\ne\varnothing untuk setiap 0m<n0\leq m<n. Himpunan-Δ\Delta takkosong disebut berdimensi nn bila nn adalah bilangan bulat terbesar dengan XnX_n\ne\varnothing, dan disebut berdimensi tak hingga bila XnX_n\ne\varnothing untuk bilangan nn yang tak berbatas. Himpunan-Δ\Delta kosong tidak dimasukkan ke salah satu dari dua kasus itu; jika diperlukan, dimensinya dapat dikonvensikan sebagai 1-1.

Jika XX_\bullet berdimensi nn dan 0m<n0\leq m<n, atau bila ia berdimensi tak hingga, maka skmX\operatorname{sk}_mX_\bullet berdimensi mm. Jadi Δ[n]\Delta[n] berdimensi nn dan

Δ[n]=skn1Δ[n] \partial\Delta[n]=\operatorname{sk}_{n-1}\Delta[n]

berdimensi n1n-1. Permukaan kombinatorik dari Unit 20 adalah himpunan-Δ\Delta berdimensi paling tinggi dua.

Audit sumber 22.4. Notes.tex baris 4693–4695 menyebut objek berdimensi tak hingga bila tidak ada dimensi terbesar. Secara literal itu juga mencakup objek kosong, yang tidak mempunyai simpleks pada dimensi mana pun. Edisi membedakan kasus kosong dari kasus dimensi yang tak berbatas. Salah eja defintitions pada baris 4700 juga dinormalisasi dalam terjemahan.

22.3 Realisasi dan triangulasi dalam semua dimensi

Definisi 22.3 (realisasi geometrik umum). Realisasi geometrik sebuah himpunan-Δ\Delta XX_\bullet adalah ruang hasil bagi

|X|:=(n=0disc(Xn)×Δn)/, |X_\bullet|:= \left( \bigsqcup_{n=0}^{\infty} \operatorname{disc}(X_n)\times\Delta^n \right)\Big/\!\sim,

dengan relasi yang dibangkitkan oleh

(din(x),𝒗)(x,i𝒗), (d_i^n(x),\mathbf v)\sim(x,\partial_i\mathbf v),

untuk

xXn,𝒗Δn1,n1,0in. x\in X_n, \qquad \mathbf v\in\Delta^{n-1}, \qquad n\geq1, \qquad 0\leq i\leq n.

Definisi 22.4 (pemetaan himpunan-Δ\Delta). Sebuah pemetaan f:XYf\colon X_\bullet\to Y_\bullet adalah barisan fungsi

fn:XnYn(n=0,1,2,) f_n\colon X_n\longrightarrow Y_n \qquad(n=0,1,2,\ldots)

yang memenuhi

di,Ynfn=fn1di,Xn(n>0,0in). d_{i,Y}^n\circ f_n =f_{n-1}\circ d_{i,X}^n \qquad(n>0,\ 0\leq i\leq n).

Himpunan-Δ\Delta dan pemetaannya membentuk kategori Δ𝑺𝒆𝒕\Delta\mathbf{Set}.

Audit sumber 22.5. Notes.tex baris 4708 dan 4714 tidak menyatakan tipe variabel pada relasi realisasi dan memakai simbol dind_i^n yang sama untuk domain serta kodomain persamaan morfisma. Edisi memberi semua rentang indeks dan subskrip X,YX,Y, sehingga kedua persamaan dapat diperiksa tipenya.

Contoh 22.7 (inklusi kerangka dan kealamian). Selalu ada inklusi

skmXX, \operatorname{sk}_mX_\bullet\hookrightarrow X_\bullet,

dan untuk 0m0\leq m\leq\ell ada inklusi skmXskX\operatorname{sk}_mX_\bullet\hookrightarrow\operatorname{sk}_\ell X_\bullet.

Catatan pinggir sumber. Sumber menaruh segitiga Xy-pic berikut di margin untuk menyatakan bahwa inklusi langsung sama dengan komposit dua inklusi. Hubungan itu dipusatkan di bawah agar urutan komposisinya terbaca.

Diagram 22.3 (segitiga inklusi kerangka). Untuk mm\leq\ell, diagram

skmXskXX \begin{array}{ccc} \operatorname{sk}_mX_\bullet &\hookrightarrow& \operatorname{sk}_\ell X_\bullet\\ &\searrow&\downarrow\\ &&X_\bullet \end{array}

komutatif: panah diagonal adalah inklusi langsung dan sama dengan komposit panah mendatar lalu vertikal.

Inklusi kerangka juga alami. Untuk f:XYf\colon X_\bullet\to Y_\bullet, kuadrat berikut komutatif.

Diagram 22.4 (kealamian kerangka). Hubungannya ialah

skmXskmfskmYXfY. \begin{array}{ccc} \operatorname{sk}_mX_\bullet &\xrightarrow{\ \operatorname{sk}_m f\ }& \operatorname{sk}_mY_\bullet\\ \downarrow&&\downarrow\\ X_\bullet&\xrightarrow{\ f\ }&Y_\bullet. \end{array}

Kedua komposit pada setiap simpleks berdimensi paling tinggi mm sama dengan ff, dan pada derajat lebih tinggi domain kerangka kosong.

Contoh 22.8 (pemetaan nama simpleks). Untuk setiap xXnx\in X_n terdapat pemetaan tunggal

x:Δ[n]X \ulcorner x\urcorner\colon\Delta[n]\longrightarrow X_\bullet

yang mengirim muka puncak unik 𝒏+𝟏\mathbf{n+1} ke xx. Semua nilai pada muka yang lebih rendah dipaksa oleh identitas face map. Seperti pada Contoh 22.2, pemetaan nama ini tidak harus injektif.

Lebih umum, misalkan YnXnY_n\subseteq X_n untuk semua nn dan semua face map XX_\bullet membatasi ke fungsi din:YnYn1d_i^n\colon Y_n\to Y_{n-1}. Maka YY_\bullet adalah sub-himpunan-Δ\Delta dan terdapat inklusi YXY_\bullet\hookrightarrow X_\bullet. Jika XX_\bullet berdimensi kk, setiap pilihan YkXkY_k\subseteq X_k menghasilkan sub-himpunan-Δ\Delta terkecil yang memuatnya: ambil semua citra muka di derajat k1k-1, lalu semua muka dari citra itu, dan teruskan hingga derajat nol; pada derajat di atas kk ambil himpunan kosong.

Lema 22.2 (fungtor realisasi geometrik). Realisasi geometrik mendefinisikan fungtor

||:Δ𝑺𝒆𝒕𝑻𝒐𝒑. |-|\colon\Delta\mathbf{Set}\longrightarrow\mathbf{Top}.

Justifikasi. Sumber tidak memberi bukti baru setelah pernyataan ini. Konstruksi dan bukti Lema 22.1 berlaku tanpa perubahan pada koproduk n=0,1,2,n=0,1,2,\ldots: gunakan n0(fn×idΔn)\bigsqcup_{n\geq0}(f_n\times\operatorname{id}_{\Delta^n}), periksa relasi pada setiap nn, lalu gunakan keunikan pemetaan hasil bagi untuk identitas dan komposisi. Dengan demikian lema ini tidak dibiarkan sebagai kotak hitam, walaupun tidak ditambah lingkungan bukti sumber baru.

Definisi 22.5 (triangulasi ruang topologis). Triangulasi ruang topologis ZZ adalah himpunan-Δ\Delta XX_\bullet yang dilengkapi homeomorfisma

τ:Z|X|. \tau\colon Z\xrightarrow{\ \cong\ }|X_\bullet|.

Realisasi |X||X_\bullet| selalu ditriangulasi oleh XX_\bullet bersama homeomorfisma identitas. Jika subruang YZY\subseteq Z sudah ditriangulasi oleh YY_\bullet, dalam situasi yang baik triangulasi itu dapat diperluas dengan mencari XX_\bullet yang memuat YY_\bullet sebagai sub-himpunan-Δ\Delta.

Contoh 22.9 (simpleks topologis standar). Simpleks topologis Δn\Delta^n ditriangulasi oleh Δ[n]\Delta[n]. Untuk muka

S={j0<j1<<jk}Δ[n]k, S=\{j_0<j_1<\cdots<j_k\}\in\Delta[n]_k,

definisikan

λS:ΔkΔn,(u0,,uk)(w0,,wn), \lambda_S\colon\Delta^k\longrightarrow\Delta^n, \qquad (u_0,\ldots,u_k)\longmapsto(w_0,\ldots,w_n),

dengan wjr=urw_{j_r}=u_r dan wj=0w_j=0 bila jSj\notin S. Pemetaan-pemetaan ini kompatibel dengan semua relasi muka dan menginduksi homeomorfisma kanonik

Λn:|Δ[n]|Δn. \Lambda_n\colon|\Delta[n]|\xrightarrow{\ \cong\ }\Delta^n.

Komponen yang diindeks muka puncak S=𝒏+𝟏S=\mathbf{n+1} adalah identitas pada Δn\Delta^n; semua komponen lain dilekatkan tepat ke muka batas yang sama.

Audit sumber 22.6. Notes.tex baris 4765–4766 menulis sumber pemetaan kanonik dengan disc(Δ[k])\operatorname{disc}(\Delta[k]), padahal komponen derajat kk harus diindeks oleh Δ[n]k\Delta[n]_k. Edisi menggantinya dengan pemetaan bertipe λS\lambda_S dan menyebut hasilnya homeomorfisma, bukan isomorfisma himpunan yang tidak bertipe.

22.4 Triangulasi prisma

Pertimbangkan I×Δ2I\times\Delta^2. Kedua ujung {0}×Δ2\{0\}\times\Delta^2 dan {1}×Δ2\{1\}\times\Delta^2 ditriangulasi oleh Δ[2]\Delta[2]. Namai simpul pada ujung pertama 0,1,20,1,2 dan simpul pada ujung kedua 0¯,1¯,2¯\overline0,\overline1,\overline2.

Ada himpunan-Δ\Delta PP_\bullet dengan tiga simpleks tiga dimensi berurutan

T2=[0,1,2,2¯],T1=[0,1,1¯,2¯],T0=[0,0¯,1¯,2¯]. \begin{aligned} T_2&=[0,1,2,\overline2],\\ T_1&=[0,1,\overline1,\overline2],\\ T_0&=[0,\overline0,\overline1,\overline2]. \end{aligned}

Simpleks dua dan satu dimensinya adalah semua subdaftar berurutan yang muncul dari ketiga daftar itu, dan simpleks nolnya adalah keenam simpul.

Catatan pinggir sumber. Gambar TikZ sumber ditempatkan dua sentimeter lebih tinggi di margin dan memakai proyeksi perspektif. Diagram berikut menggantinya dengan data insidensi yang tidak bergantung pada proyeksi.

Diagram 22.5 (deskripsi semantik triangulasi prisma). Prisma segitiga mempunyai simpul bawah 0,1,20,1,2 dan simpul atas 0¯,1¯,2¯\overline0,\overline1,\overline2. Ia dibagi menjadi tetrahedron T2,T1,T0T_2,T_1,T_0 di atas. Irisan T2T1T_2\cap T_1 adalah muka [0,1,2¯][0,1,\overline2], irisan T1T0T_1\cap T_0 adalah muka [0,1¯,2¯][0,\overline1,\overline2], dan irisan ketiganya adalah sisi [0,2¯][0,\overline2]. Muka bawah [0,1,2][0,1,2] dan muka atas [0¯,1¯,2¯][\overline0,\overline1,\overline2] tetap utuh. Garis yang tampak saling menyilang pada gambar perspektif sumber bukan simpul tambahan.

Secara umum, I×ΔnI\times\Delta^n mempunyai triangulasi dengan n+1n+1 simpleks berdimensi n+1n+1. Untuk 0rn0\leq r\leq n, muka puncaknya berlabel

Pr=[0,1,,r,r¯,r+1¯,,n¯]. P_r=[0,1,\ldots,r,\overline r, \overline{r+1},\ldots,\overline n].

Sumber menuliskan daftar itu dari r=nr=n turun ke r=0r=0. Urutan n+2n+2 simpul pada setiap PrP_r adalah urutan yang tampil, sedangkan semua simpleks dimensi lebih rendah diperoleh dengan menghapus satu atau beberapa elemen daftar melalui face map.

22.5 Kompleks korantai dan perubahan koefisien

Untuk himpunan-Δ\Delta XX_\bullet dan gelanggang komutatif berunsur satu RR, tuliskan RXnR^{X_n} untuk modul semua fungsi XnRX_n\to R. Jika XnX_n tak hingga, ini adalah produk salinan RR, bukan jumlah langsung berpenyangga hingga. Definisikan diferensial berderajat naik

RXnδnRXn+1 \cdots\longrightarrow R^{X_n} \xrightarrow{\delta_n}R^{X_{n+1}} \longrightarrow\cdots

dengan, untuk g:XnRg\colon X_n\to R,

δn(g)=i=0n+1(1)igdin+1:Xn+1R. \delta_n(g) =\sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i g\circ d_i^{n+1} \colon X_{n+1}\longrightarrow R.

Audit sumber 22.7. Notes.tex baris 4836 menjumlahkan hanya dari i=0i=0 sampai nn. Simpleks berdimensi n+1n+1 mempunyai n+2n+2 muka, sehingga batas atas yang benar ialah n+1n+1. Dengan batas sumber, bahkan δ0g\delta_0g hanya memakai satu dari dua titik ujung sebuah sisi dan δ1δ0\delta_1\delta_0 tidak nol pada umumnya. Edisi memperbaiki batas dan menyelesaikan bukti yang ditinggalkan sebagai “Exercise!”.

Lema 22.3. Barisan di atas adalah kompleks:

δn+1δn=0(n0). \delta_{n+1}\circ\delta_n=0 \qquad(n\geq0).

Bukti. Ambil gRXng\in R^{X_n} dan xXn+2x\in X_{n+2}. Dengan rumus yang telah dikoreksi,

(δn+1δng)(x)=j=0n+2i=0n+1(1)i+jg(din+1djn+2x)=0i<jn+2[(1)i+jg(didjx)+(1)i+j1g(dj1dix)]. \begin{aligned} (\delta_{n+1}\delta_ng)(x) &=\sum_{j=0}^{n+2}\sum_{i=0}^{n+1} (-1)^{i+j} g\bigl(d_i^{n+1}d_j^{n+2}x\bigr)\\ &=\sum_{0\leq i<j\leq n+2} \Bigl[ (-1)^{i+j}g(d_i d_jx) +(-1)^{i+j-1}g(d_{j-1}d_ix) \Bigr]. \end{aligned}

Pada baris kedua, setiap pasangan penghapusan muka dikumpulkan dalam dua urutan yang mungkin. Identitas himpunan-Δ\Delta didj=dj1did_i d_j=d_{j-1}d_i untuk i<ji<j membuat dua suku dalam setiap kurung sama besar dan berlawanan tanda. Semua suku berpasangan, sehingga jumlahnya nol. \square

Kompleks ini dinotasikan

C(X;R) C^\bullet(X_\bullet;R)

dan disebut kompleks korantai simpleksial dari XX_\bullet.

Untuk fungsi himpunan α:AB\alpha\colon A\to B, prakomposisi memberi pemetaan RR-linear

α*:RBRA,ggα. \alpha^*\colon R^B\longrightarrow R^A, \qquad g\longmapsto g\circ\alpha.

Jika β:BC\beta\colon B\to C, maka

α*β*=(βα)*:RCRA. \alpha^*\circ\beta^*=(\beta\circ\alpha)^* \colon R^C\longrightarrow R^A.

Jadi arah dan urutan komposisi berbalik. Secara kategoris, ini adalah fungtor

R():𝑺𝒆𝒕op𝑴𝒐𝒅R, R^{(-)}\colon\mathbf{Set}^{\mathrm{op}} \longrightarrow\mathbf{Mod}_R,

dengan op\mathrm{op} menandakan kategori lawan.

Lema 22.4 (fungtor korantai). Terdapat fungtor kontravarian

C(;R):Δ𝑺𝒆𝒕op𝑪𝒑𝒍𝒙R. C^\bullet(-;R)\colon \Delta\mathbf{Set}^{\mathrm{op}} \longrightarrow\mathbf{Cplx}_R.

Bukti. Untuk f:XYf\colon X_\bullet\to Y_\bullet, prakomposisi memberi fn*:RYnRXnf_n^*\colon R^{Y_n}\to R^{X_n}. Jika gRYng\in R^{Y_n} dan xXn+1x\in X_{n+1}, maka

(δn,Xfn*g)(x)=i=0n+1(1)ig(fn(di,Xn+1x))=i=0n+1(1)ig(di,Yn+1(fn+1x))=(fn+1*δn,Yg)(x). \begin{aligned} (\delta_{n,X}f_n^*g)(x) &=\sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i g\bigl(f_n(d_{i,X}^{n+1}x)\bigr)\\ &=\sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i g\bigl(d_{i,Y}^{n+1}(f_{n+1}x)\bigr)\\ &=(f_{n+1}^*\delta_{n,Y}g)(x). \end{aligned}

Jadi f*f^* adalah morfisma kompleks. Identitas dan komposisi mengikuti dari id*=id\operatorname{id}^*=\operatorname{id} dan (gf)*=f*g*(g\circ f)^*=f^*\circ g^*, sehingga arah fungtor memang berlawanan. \square

Definisi 22.6 (kohomologi himpunan-Δ\Delta). Modul kohomologi ke-nn dengan koefisien dalam RR adalah

Hn(X;R):=Hn(C(X;R))=kerδnimδn1, H^n(X_\bullet;R) :=H^n(C^\bullet(X_\bullet;R)) =\frac{\ker\delta_n}{\operatorname{im}\delta_{n-1}},

dengan imδ1=0\operatorname{im}\delta_{-1}=0. Untuk setiap nn, konstruksi ini memberi fungtor

Hn(;R):Δ𝑺𝒆𝒕op𝑴𝒐𝒅R. H^n(-;R)\colon \Delta\mathbf{Set}^{\mathrm{op}} \longrightarrow\mathbf{Mod}_R.

Karena R=0R^\varnothing=0, bila XX_\bullet berdimensi nn maka

Hk(X;R)=0(k>n). H^k(X_\bullet;R)=0 \qquad(k>n).

Himpunan-Δ\Delta berdimensi tak hingga dapat mempunyai atau tidak mempunyai kohomologi taknol dalam tak hingga banyak derajat.

Jika RR Noetherian dan XnX_n berhingga, maka RXnR^{X_n} adalah modul bebas berhingga dan kerδn\ker\delta_n terbangkit hingga; akibatnya HnH^n terbangkit hingga. Khususnya, himpunan-Δ\Delta berhingga mempunyai kohomologi terbangkit hingga untuk R=R=\mathbb Z, \mathbb R, atau /2\mathbb Z/2.

Catatan pinggir sumber. Sumber menyatakan versi lebih umum: cukup ada berhingga banyak simpleks pada dimensi nn. Pernyataan itu benar untuk gelanggang Noetherian yang digunakan dalam kuliah. Tanpa hipotesis Noetherian, kernel submodul dari modul bebas berhingga tidak harus terbangkit hingga.

Catatan 22.1 (gelanggang yang dipakai). Dalam praktik, sumber hanya akan memakai R=R=\mathbb Z, \mathbb R, dan /2\mathbb Z/2.

Catatan 22.2 (perhitungan hingga dan tak hingga). Jika sebuah himpunan-Δ\Delta berhingga dan semua face map diberikan secara eksplisit, menghitung kohomologinya adalah persoalan kombinatorika dan aljabar linear, meskipun pekerjaannya dapat besar. Untuk objek tak berhingga—baik berdimensi tak hingga maupun mempunyai tak hingga banyak simpleks pada suatu dimensi— aljabar linear berhingga tidak lagi cukup. Hal ini akan penting ketika kohomologi ruang topologis umum didefinisikan tanpa memilih himpunan-Δ\Delta.

Misalkan α:RS\alpha\colon R\to S adalah homomorfisma gelanggang. Untuk setiap himpunan AA, komposisi pasca memberi pemetaan RR-linear

RASA,gαg, R^A\longrightarrow S^A, \qquad g\longmapsto\alpha\circ g,

di mana SAS^A dipandang sebagai modul-RR melalui α\alpha. Penerapan pada setiap derajat kompleks korantai simpleksial menghasilkan lema berikut.

Lema 22.5 (perubahan koefisien). Homomorfisma gelanggang α:RS\alpha\colon R\to S menginduksi morfisma kompleks

C(X;R)C(X;S), C^\bullet(X_\bullet;R) \longrightarrow C^\bullet(X_\bullet;S),

dan, untuk XX_\bullet tetap, konstruksi ini fungtorial dalam α\alpha.

Verifikasi. Karena α\alpha aditif,

αδn(g)=i=0n+1(1)i(αg)din+1=δn(αg). \alpha\circ\delta_n(g) =\sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i (\alpha\circ g)\circ d_i^{n+1} =\delta_n(\alpha\circ g).

Identitas dan komposisi homomorfisma gelanggang jelas dilestarikan. Dengan demikian diperoleh pemetaan perubahan koefisien

Hn(X;R)Hn(X;S), H^n(X_\bullet;R) \longrightarrow H^n(X_\bullet;S),

yang RR-linear bila kodomain dipandang sebagai modul-RR melalui α\alpha.

Audit sumber 22.8. Notes.tex baris 4879–4880 menghilangkan hipotesis Noetherian dari klaim keterbangkitan hingga. Baris 4899 keliru menyebut C(X;R)C^\bullet(X_\bullet;R) sebagai kompleks korantai singular; kompleks yang baru didefinisikan adalah kompleks korantai simpleksial. Edisi memperbaiki keduanya dan mempertahankan semantik RAR^A sebagai semua fungsi, yakni produk bila AA tak hingga.

Contoh 22.10 (dari bilangan bulat ke bilangan real). Inklusi \mathbb Z\hookrightarrow\mathbb R memberi pemetaan

Hn(X;)Hn(X;). H^n(X_\bullet;\mathbb Z) \longrightarrow H^n(X_\bullet;\mathbb R).

Jika XX_\bullet berhingga, domain adalah grup abelian terbangkit hingga, kernel pemetaan ini tepat subgrup torsinya, dan citra bagian bebasnya adalah kisi penuh di ruang vektor real Hn(X;)H^n(X_\bullet;\mathbb R). Tanpa hipotesis keterhinggaan, pemetaan perubahan koefisien tetap ada, tetapi pernyataan kisi dan identifikasi kernel itu tidak dinyatakan di sini.

Audit sumber 22.9. Notes.tex baris 4911–4916 menyatakan klaim kernel dan kisi untuk setiap himpunan-Δ\Delta. Argumen standar memakai kompleks korantai bebas berhingga dan struktur grup abelian terbangkit hingga. Edisi membatasi kesimpulan itu pada XX_\bullet berhingga; pada kasus umum hanya pemetaan alaminya yang dipertahankan tanpa klaim kisi.

Contoh 22.11 (reduksi modulo prima). Untuk prima pp, proyeksi /p=𝔽p\mathbb Z\to\mathbb Z/p=\mathbb F_p memberi

Hn(X;)Hn(X;𝔽p). H^n(X_\bullet;\mathbb Z) \longrightarrow H^n(X_\bullet;\mathbb F_p).

Kodomain adalah ruang vektor atas 𝔽p\mathbb F_p. Setiap kelas torsi yang ordenya relatif prima terhadap pp dipetakan ke nol. Pernyataan ini tidak mengatakan bahwa semua torsi-pp pasti terdeteksi; kohomologi modulo pp juga dapat mempunyai kelas tambahan.

Catatan 22.3 (bilangan Betti dan koefisien torsi). Sumber mencatat bahwa pada masa awal topologi aljabar, perhatian banyak diberikan pada kompleks hingga. Dimensi ruang vektor Hn(X;)H^n(X_\bullet;\mathbb R) disebut bilangan Betti, sedangkan orde faktor siklik dalam Hn(X;)torsH^n(X_\bullet;\mathbb Z)_{\mathrm{tors}} disebut koefisien torsi. Angka-angka itu mengemas informasi numerik—bilangan Betti khususnya memasuki karakteristik Euler—tetapi tidak membawa pemetaan yang diinduksi secara fungtorial. Sumber mengaitkan pergeseran penekanan menuju invarian yang sendiri merupakan objek aljabar dengan Emmy Noether dan matematikawan lain pada dasawarsa 1920-an.

Audit sumber 22.10. Edisi menormalkan salah eja atau tata bahasa deterministik pada Notes.tex baris 4512, 4529, 4532, 4598, 4700, 4747, 4765, 4815, 4887, dan 4890 (map, cyclicly, singe, defintion, defintitions, relisation, combinatrial, visualised, calulate, dan an sebelum Δ\Delta-set) tanpa mengubah urutan sumber.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan, petunjuk, dan solusi lengkap

Enam paket berikut adalah materi asli edisi. Semuanya dibatasi pada sasaran Unit 22: pemetaan dan realisasi, data silinder tak hingga, simpleks serta kerangka, triangulasi prisma, diferensial korantai, kontravariansi, dan perubahan koefisien.

Pemeriksaan Penguasaan 22.1 (silinder menuju torus). Untuk tabel face map Contoh 22.4, periksa ketiga identitas muka pada f1if_{1i} dan f2if_{2i}. Kemudian buktikan bahwa q(vi)=vq(v_i)=v, q(eai)=eaq(e_{ai})=e_a, dan q(fbi)=fbq(f_{bi})=f_b mendefinisikan pemetaan ke torus kombinatorik Unit 20.

Petunjuk. Gunakan tiga identitas permukaan dari Unit 20. Untuk f2if_{2i}, ingat bahwa muka tengahnya adalah e1,i+1e_{1,i+1}. Setelah itu bandingkan setiap baris tabel muka dengan baris f1,f2f_1,f_2 pada torus.

Solusi Pemeriksaan 22.1. Untuk f1if_{1i}, tiga identitas memberi

d0d2(f1i)=d0(e2i)=vi+1=d1(e3i)=d1d0(f1i),d0d1(f1i)=d0(e1i)=vi=d0(e3i)=d0d0(f1i),d1d2(f1i)=d1(e2i)=vi=d1(e1i)=d1d1(f1i). \begin{aligned} d_0d_2(f_{1i})&=d_0(e_{2i})=v_{i+1} =d_1(e_{3i})=d_1d_0(f_{1i}),\\ d_0d_1(f_{1i})&=d_0(e_{1i})=v_i =d_0(e_{3i})=d_0d_0(f_{1i}),\\ d_1d_2(f_{1i})&=d_1(e_{2i})=v_i =d_1(e_{1i})=d_1d_1(f_{1i}). \end{aligned}

Untuk f2if_{2i},

d0d2(f2i)=d0(e3i)=vi=d1(e2i)=d1d0(f2i),d0d1(f2i)=d0(e1,i+1)=vi+1=d0(e2i)=d0d0(f2i),d1d2(f2i)=d1(e3i)=vi+1=d1(e1,i+1)=d1d1(f2i). \begin{aligned} d_0d_2(f_{2i})&=d_0(e_{3i})=v_i =d_1(e_{2i})=d_1d_0(f_{2i}),\\ d_0d_1(f_{2i})&=d_0(e_{1,i+1})=v_{i+1} =d_0(e_{2i})=d_0d_0(f_{2i}),\\ d_1d_2(f_{2i})&=d_1(e_{3i})=v_{i+1} =d_1(e_{1,i+1})=d_1d_1(f_{2i}). \end{aligned}

Jadi CC_\bullet adalah permukaan kombinatorik. Pada derajat satu, kedua titik ujung setiap eaie_{ai} dipetakan ke vv, sama dengan kedua titik ujung eae_a. Pada derajat dua, tabel muka menjadi

f1(e3,e1,e2),f2(e2,e1,e3), f_1\mapsto(e_3,e_1,e_2), \qquad f_2\mapsto(e_2,e_1,e_3),

tepat seperti tabel torus. Maka qq komutatif dengan semua face map dan merupakan pemetaan permukaan kombinatorik. Lema 22.1 menghasilkan pemetaan kontinu |q||q|; di bawah model geometrik standar, koordinat strip \mathbb R direduksi modulo \mathbb Z, sehingga |q|=exp×id|q|=\exp\times\operatorname{id}.

Pemeriksaan Penguasaan 22.2 (simpleks, batas, dan pemetaan nama). Hitung banyak simpleks pada setiap derajat Δ[3]\Delta[3] dan Δ[3]\partial\Delta[3]. Untuk xX3x\in X_3, bangun x:Δ[3]X\ulcorner x\urcorner\colon\Delta[3]\to X_\bullet dan jelaskan kapan pemetaan itu gagal menjadi injektif.

Petunjuk. Gunakan (4k+1)\binom4{k+1}. Nilai pemetaan nama pada subhimpunan {j0<<jk}\{j_0<\cdots<j_k\} diperoleh dengan menghapus dari xx semua indeks yang tidak muncul, dalam urutan yang konsisten dengan identitas muka.

Solusi Pemeriksaan 22.2. Karena |Δ[3]k|=(4k+1)|\Delta[3]_k|=\binom4{k+1} untuk 0k30\leq k\leq3, jumlahnya adalah

k0123k>3|Δ[3]k|46410,|Δ[3]k|46400. \begin{array}{c|ccccc} k&0&1&2&3&k>3\\ \hline |\Delta[3]_k|&4&6&4&1&0,\\ |\partial\Delta[3]_k|&4&6&4&0&0. \end{array}

Tetapkan muka puncak ke xx. Untuk setiap muka kodimensi satu, syarat komutativitas memaksa nilainya menjadi di(x)d_i(x); pada kodimensi dua nilainya menjadi komposit dua face map, dan seterusnya. Identitas muka menjamin bahwa dua urutan penghapusan yang menghasilkan subhimpunan sama memberi hasil yang sama. Karena itu pemetaan nama ada dan tunggal.

Namun dua muka berbeda dari xx dapat sama, misalnya di(x)=dj(x)d_i(x)=d_j(x) untuk iji\ne j, atau identifikasi dapat terjadi pada derajat lebih rendah. Dalam keadaan itu dua simpleks berbeda pada Δ[3]\Delta[3] memiliki citra sama, sehingga x\ulcorner x\urcorner tidak injektif. Jadi kata “nama” lebih tepat daripada “inklusi” tanpa hipotesis tambahan.

Pemeriksaan Penguasaan 22.3 (mengapa tiga tetrahedron mengisi prisma). Petakan simpul jj ke (0,ej)(0,e_j) dan j¯\overline j ke (1,ej)(1,e_j) dalam I×Δ2I\times\Delta^2. Buktikan bahwa citra afin T2,T1,T0T_2,T_1,T_0 menutupi prisma, dan tentukan irisan berpasangannya.

Petunjuk. Untuk (t;x0,x1,x2)(t;x_0,x_1,x_2) dengan x0+x1+x2=1x_0+x_1+x_2=1, bandingkan tt berturut-turut dengan x2x_2 dan x1+x2x_1+x_2. Citra TrT_r dicirikan oleh j>rxjtjrxj\sum_{j>r}x_j\leq t\leq\sum_{j\geq r}x_j.

Solusi Pemeriksaan 22.3. Pada TrT_r, tulis koefisien barisentris simpul bawah sebagai aja_j untuk jrj\leq r dan simpul atas sebagai bjb_j untuk jrj\geq r. Pemetaan afin memberi

t=jrbj,xj={aj,j<r,ar+br,j=r,bj,j>r. t=\sum_{j\geq r}b_j, \qquad x_j= \begin{cases} a_j,&j<r,\\ a_r+b_r,&j=r,\\ b_j,&j>r. \end{cases}

Koefisien taknegatif seperti itu ada tepat bila

j>rxjtjrxj. \sum_{j>r}x_j\leq t\leq\sum_{j\geq r}x_j.

Untuk n=2n=2, ketiga selang itu adalah

0tx2,x2tx1+x2,x1+x2t1. 0\leq t\leq x_2, \qquad x_2\leq t\leq x_1+x_2, \qquad x_1+x_2\leq t\leq1.

Selang-selang tersebut menutupi [0,1][0,1] untuk setiap titik (x0,x1,x2)Δ2(x_0,x_1,x_2)\in\Delta^2, maka ketiga tetrahedron menutupi prisma. Kesamaan t=x2t=x_2 memberi muka bersama T2T1=[0,1,2¯]T_2\cap T_1=[0,1,\overline2], sedangkan t=x1+x2t=x_1+x_2 memberi T1T0=[0,1¯,2¯]T_1\cap T_0=[0,\overline1,\overline2]. Irisan T2T0=[0,2¯]T_2\cap T_0=[0,\overline2] adalah sisi yang juga menjadi irisan ketiganya. Jadi pelekatan terjadi sepanjang muka penuh dan benar-benar merupakan triangulasi.

Pemeriksaan Penguasaan 22.4 (diferensial pada satu segitiga). Untuk Δ[2]\Delta[2], tulis δ0:RX0RX1\delta_0\colon R^{X_0}\to R^{X_1} dan δ1:RX1RX2\delta_1\colon R^{X_1}\to R^{X_2} secara eksplisit, lalu verifikasi δ1δ0=0\delta_1\delta_0=0. Jelaskan mengapa batas atas n+1n+1 pada rumus umum tidak dapat diganti oleh nn.

Petunjuk. Orientasikan sisi [a,b][a,b] dengan a<ba<b. Muka segitiga [0,1,2][0,1,2] adalah [1,2][1,2], [0,2][0,2], dan [0,1][0,1] dengan tanda berganti.

Solusi Pemeriksaan 22.4. Untuk gRX0g\in R^{X_0},

(δ0g)([a,b])=g(b)g(a), (\delta_0g)([a,b])=g(b)-g(a),

karena d0[a,b]=[b]d_0[a,b]=[b] dan d1[a,b]=[a]d_1[a,b]=[a]. Untuk hRX1h\in R^{X_1},

(δ1h)([0,1,2])=h([1,2])h([0,2])+h([0,1]). (\delta_1h)([0,1,2]) =h([1,2])-h([0,2])+h([0,1]).

Karena itu

(δ1δ0g)([0,1,2])=(g(2)g(1))(g(2)g(0))+(g(1)g(0))=0. \begin{aligned} (\delta_1\delta_0g)([0,1,2]) &=(g(2)-g(1))-(g(2)-g(0))+(g(1)-g(0))\\ &=0. \end{aligned}

Pada derajat nol, simpleks satu dimensi mempunyai dua face map d0,d1d_0,d_1. Jumlah sampai n=0n=0 hanya akan memberi gd0g\circ d_0, bukan selisih titik ujung. Jadi ia bukan diferensial graf yang telah dipakai dan komposisi berikutnya tidak akan mengalami pembatalan berpasangan.

Pemeriksaan Penguasaan 22.5 (kontravariansi pada poligon). Misalkan PmP_m adalah poligon dengan m2m\geq2 sisi yang semuanya berorientasi siklik, dan c:PmLc\colon P_m\to L_\bullet mengirim semua simpul ke satu simpul serta semua sisi ke satu gelang. Hitung pemetaan

c*:H0(L;R)H0(Pm;R),c*:H1(L;R)H1(Pm;R). c^*\colon H^0(L_\bullet;R)\to H^0(P_m;R), \qquad c^*\colon H^1(L_\bullet;R)\to H^1(P_m;R).

Petunjuk. Pada korantai derajat nol dan satu, prakomposisi mengirim satu nilai ke fungsi konstan pada mm simpul atau mm sisi. Identifikasikan H1(Pm;R)H^1(P_m;R) melalui jumlah nilai pada seluruh sisi berorientasi.

Solusi Pemeriksaan 22.5. Untuk LL_\bullet, kompleksnya adalah

0R0R0, 0\longrightarrow R\xrightarrow{0}R\longrightarrow0,

sehingga H0(L;R)RH1(L;R)H^0(L;R)\cong R\cong H^1(L;R). Untuk PmP_m, kernel diferensial insidensi pada derajat nol terdiri atas fungsi konstan, jadi H0(Pm;R)RH^0(P_m;R)\cong R. Prakomposisi oleh c0c_0 mengirim aRa\in R ke fungsi konstan bernilai aa, sehingga pemetaan pada H0H^0 adalah identitas di bawah identifikasi tersebut.

Pada derajat satu, c1*c_1^* mengirim bRb\in R ke vektor konstan (b,,b)Rm(b,\ldots,b)\in R^m. Fungsi

σ:RmR,(y0,,ym1)j=0m1yj \sigma\colon R^m\longrightarrow R, \qquad (y_0,\ldots,y_{m-1})\longmapsto\sum_{j=0}^{m-1}y_j

lenyap pada citra diferensial insidensi karena jumlahnya berteleskop, dan menginduksi isomorfisma H1(Pm;R)RH^1(P_m;R)\cong R. Maka

σ(c1*b)=mb. \sigma(c_1^*b)=mb.

Jadi pemetaan pada H1H^1 adalah perkalian dengan mm. Arah pemetaan kohomologi berlawanan dengan cc, sesuai fungtor H1(;R)H^1(-;R) yang kontravarian.

Pemeriksaan Penguasaan 22.6 (perubahan koefisien dan hipotesis hingga). Misalkan XX_\bullet berhingga dan

Hn(X;)bT H^n(X_\bullet;\mathbb Z)\cong\mathbb Z^b\oplus T

dengan TT berhingga. Tentukan kernel dan citra pemetaan ke koefisien real. Kemudian buktikan bahwa reduksi modulo prima pp membunuh bagian torsi yang ordenya relatif prima terhadap pp, dan jelaskan mengapa kesimpulan “kisi” memerlukan hipotesis keterhinggaan.

Petunjuk. Untuk kompleks korantai bebas berhingga, perluasan skalar ke \mathbb R bersifat datar. Untuk torsi-qq dengan qq relatif prima terhadap pp, gunakan identitas Bézout pada grup aditif ruang vektor 𝔽p\mathbb F_p, yang dibunuh oleh pp.

Solusi Pemeriksaan 22.6. Karena setiap grup korantai integral berderajat hingga bebas dengan rank berhingga dan \mathbb R datar atas \mathbb Z,

Hn(X;)Hn(X;)b. H^n(X;\mathbb R) \cong H^n(X;\mathbb Z)\otimes_{\mathbb Z}\mathbb R \cong\mathbb R^b.

Pemetaan perubahan koefisien adalah xx1x\mapsto x\otimes1. Ia membunuh tepat TT dan mengirim b\mathbb Z^b ke kisi standar bb\mathbb Z^b\subset\mathbb R^b. Jadi kernelnya TT dan citranya kisi penuh.

Sekarang ambil kelas xx berorde qrq^r dengan gcd(q,p)=1\gcd(q,p)=1, dan tulis x¯\overline x untuk citranya di grup aditif Hn(X;𝔽p)H^n(X;\mathbb F_p). Kita mempunyai

qrx¯=0,px¯=0. q^r\overline x=0, \qquad p\overline x=0.

Ada a,ba,b\in\mathbb Z dengan aqr+bp=1aq^r+bp=1, sehingga

x¯=(aqr+bp)x¯=0. \overline x=(aq^r+bp)\overline x=0.

Argumen ini tidak menyatakan apa yang terjadi pada torsi-pp, dan tidak menghitung kelas modulo pp yang mungkin datang dari derajat berikutnya. Terakhir, bila XX_\bullet tak hingga, grup kohomologi integral dapat tidak terbangkit hingga dan citra di ruang vektor real tidak perlu merupakan kisi diskret ber-rank hingga. Karena itu kesimpulan kisi pada Contoh 22.10 memang memerlukan hipotesis keterhinggaan.

Batas ke Unit 23. Notes.tex baris 4939 memulai Kuliah 23 dengan kembali ke fungtorialitas terhadap pemetaan himpunan-Δ\Delta dan pemetaan nama x\ulcorner x\urcorner. Tidak ada lingkungan sumber yang terbelah pada batas ini. Kursor sumber berikutnya yang aman adalah baris 4939.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 4939–5112 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang aktif itu terdiri atas 174 baris fisik. Setelah dinormalisasi dengan LF dan mempertahankan baris kosong penutupnya, ukurannya 9.776 byte dan SHA-256-nya adalah c7256a45621ad7a435277867298e4aeb8eb584dfce066cdae3b48c4ee0e0e3f4. Kuliah 24 dimulai pada Notes.tex baris 5113 di dalam contoh yang dibuka pada baris 5076; karena itu unit ini menerjemahkan contoh tersebut hanya sampai baris 5111 dan menandainya secara eksplisit sebagai berlanjut. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Perubahan edisi mencakup penerjemahan, pemformatan ulang, pemberian pengenal stabil, dan pemindahan enam catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Dua diagram Xy-pic ditulis ulang sebagai diagram semantik terpusat. Contoh batas tetrahedron juga dilengkapi tabel simpleks dan deskripsi ketetanggaan yang dapat dibaca tanpa mengandalkan letak visual, warna, atau ketebalan garis.

Rentang sumber memuat tepat satu catatan, satu lema, satu akibat, dua contoh (contoh kedua berlanjut ke Kuliah 24), dua lingkungan enumerate dengan enam butir seluruhnya, enam catatan pinggir, dua diagram Xy-pic, satu rujukan silang, sembilan tampilan \[...\], dan satu align*. Tidak ada definisi, bukti formal, latihan sumber, konstruksi, label, sitasi, gambar eksternal, input, atau include pada rentang ini.

Edisi memperbaiki kekeliruan tipe dan indeks pada pemetaan evaluasi, menyatakan augmentasi hanya pada komponen derajat nol, dan menulis fungtorialitas berarah kontravarian. Salah ketik RQRQR^Q\oplus R^Q diperbaiki menjadi RPRQR^P\oplus R^Q, sedangkan kompleks ditulis dengan gradasi kohomologis. Untuk gabungan saling lepas tak hingga, produk dan hipotesis teori himpunannya dinyatakan secara tepat. Uraian batas tetrahedron dibatasi pada subhimpunan wajar takkosong dan derajat 0n20\leq n\leq2. Klaim eksaknya barisan perekatan dibuktikan lengkap, termasuk perekatan fungsi, surjektivitas, dan kompatibilitas diferensial. Pada contoh hasil bagi, simbol AA digunakan secara konsisten, kasus AA\ne\varnothing dibedakan dari A=A=\varnothing, dan q*q^* dibatasi secara tepat dari fungsi tereduksi menuju kernel restriksi.

Enam pemeriksaan penguasaan, enam petunjuk, dan enam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses dan tidak mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

23 Kuliah 23

23.1 Pemetaan nama dan evaluasi korantai

Kita kembali ke fungtorialitas terhadap pemetaan himpunan-Δ\Delta. Untuk xXnx\in X_n, dengan XX_\bullet sebuah himpunan-Δ\Delta, Contoh 22.8 memberi pemetaan nama

x:Δ[n]X. \ulcorner x\urcorner\colon\Delta[n]\longrightarrow X_\bullet.

Karena kompleks korantai simpleksial bersifat kontravarian, pemetaan itu menginduksi bagian diagram kompleks di sekitar derajat nn berikut.

Diagram 23.1 (evaluasi yang berasal dari pemetaan nama). Kuadrat komutatifnya adalah

RXnδXnRXn+1RΔ[n]nδΔ[n]nRΔ[n]n+1. \begin{array}{ccccc} \cdots&\longrightarrow&R^{X_n}&\overset{\delta_X^n}{\longrightarrow}&R^{X_{n+1}}\longrightarrow\cdots\\ &&\downarrow&&\downarrow\\ \cdots&\longrightarrow&R^{\Delta[n]_n}&\overset{\delta_{\Delta[n]}^n}{\longrightarrow}&R^{\Delta[n]_{n+1}}\longrightarrow\cdots. \end{array}

Panah vertikal kiri adalah xn*:RXnRΔ[n]n\ulcorner x\urcorner_n^*\colon R^{X_n}\to R^{\Delta[n]_n}, sedangkan panah vertikal kanan adalah

xn+1*:RXn+1RΔ[n]n+1. \ulcorner x\urcorner_{n+1}^*\colon R^{X_{n+1}}\longrightarrow R^{\Delta[n]_{n+1}}.

Kedua lintasan dari RXnR^{X_n} ke RΔ[n]n+1R^{\Delta[n]_{n+1}} sama. Karena Δ[n]n\Delta[n]_n adalah himpunan satu anggota dan Δ[n]n+1=\Delta[n]_{n+1}=\varnothing, baris bawah di dua derajat itu ialah R0R\to0. Posisi panah pada gambar tidak membawa informasi tambahan.

Dengan identifikasi

RΔ[n]nR{𝒏+𝟏}R,RΔ[n]n+1=R=0, R^{\Delta[n]_n}\cong R^{\{\mathbf{n+1}\}}\cong R, \qquad R^{\Delta[n]_{n+1}}=R^\varnothing=0,

komponen derajat-nn dari pemetaan korantai ialah pemetaan RR-linear

Cn(X;R)=RXnR,gg(x). C^n(X_\bullet;R)=R^{X_n}\longrightarrow R, \qquad g\longmapsto g(x).

Jadi pemetaan itu tepat evaluasi pada simpleks xXnx\in X_n.

Audit sumber 23.1. Notes.tex baris 4950 menulis Cn(X;R)=RXn+1C^n(X_\bullet;R)=R^{X_{n+1}}, padahal definisi dan diagramnya memberi Cn(X;R)=RXnC^n(X_\bullet;R)=R^{X_n}. Edisi memperbaiki indeks tersebut dan mengetik kedua pemetaan vertikal sebagai komponen prakomposisi dari pemetaan nama.

Kasus penting diperoleh dengan memilih titik basis xX0x\in X_0.

Catatan pinggir sumber. Dalam penafsiran geometrik yang dimaksud, simpleks nol terpilih ini memang merupakan sebuah titik.

Pemetaan bertitik Δ[0]X\Delta[0]\to X_\bullet menginduksi morfisma kompleks

C(X;R)C(Δ[0];R). C^\bullet(X_\bullet;R)\longrightarrow C^\bullet(\Delta[0];R).

Kodomainnya adalah kompleks

0R00, 0\longrightarrow R\longrightarrow0\longrightarrow0\longrightarrow\cdots,

dan komponen derajat nolnya adalah evaluasi RX0RR^{X_0}\to R, gg(x)g\mapsto g(x); komponen pada setiap derajat positif menuju modul nol. Setelah mengambil kohomologi, kita memperoleh pemetaan RR-linear

εx:H0(X;R)R. \varepsilon_x\colon H^0(X_\bullet;R)\longrightarrow R.

Pemetaan seperti ini disebut augmentasi modul-RR, dan pasangan (H0(X;R),εx)(H^0(X_\bullet;R),\varepsilon_x) disebut modul-RR teraugmentasi.

Arahnya harus diperhatikan. Jika

f:(X,x)(Y,y) f\colon(X_\bullet,x)\longrightarrow(Y_\bullet,y)

adalah pemetaan himpunan-Δ\Delta yang mempertahankan titik basis, f0(x)=yf_0(x)=y, maka kontravariansi memberi

f*:H0(Y;R)H0(X;R),εxf*=εy. f^*\colon H^0(Y_\bullet;R)\longrightarrow H^0(X_\bullet;R), \qquad \varepsilon_x\circ f^*=\varepsilon_y.

Dengan demikian

(X,x)(H0(X;R),εx) (X_\bullet,x)\longmapsto (H^0(X_\bullet;R),\varepsilon_x)

adalah fungtor kontravarian dari himpunan-Δ\Delta bertitik ke modul-RR teraugmentasi. Struktur geometrik tambahan berupa pilihan titik basis tercermin pada augmentasi itu.

Audit sumber 23.2. Notes.tex baris 4954 menyamakan seluruh kompleks C(X;R)C^\bullet(X_\bullet;R) dengan RX0R^{X_0}, yang hanya merupakan komponen derajat nolnya. Baris 4958 tidak menyatakan arah fungtorialitas. Edisi mengetik komponen derajat nol dan positif secara terpisah serta menulis persamaan augmentasi yang menunjukkan arah kontravarian.

Catatan 23.1 (peran sementara himpunan-Δ\Delta). Pada tahap ini, himpunan-Δ\Delta dan kohomologinya belum dipakai untuk mendefinisikan atau menghitung kohomologi ruang topologis umum. Alat yang sedang dikembangkan akan berguna ketika kita sampai pada tujuan itu. Untuk sementara, kita tetap berfokus pada himpunan-Δ\Delta dan kompleks yang terkait dengannya.

23.2 Gabungan saling lepas dan produk

Hasil umum apa yang membantu menghitung kohomologi himpunan-Δ\Delta? Seperti untuk ruang topologis, kita mulai dari cara paling sederhana membangun objek baru dari objek lama: gabungan saling lepas. Kita memerlukan empat pengamatan.

  1. Untuk himpunan P,QP,Q dan gelanggang RR, pembatasan memberi isomorfisma alami modul-RR

    RPQRPRQ,g(g|P,g|Q). R^{P\sqcup Q}\xrightarrow{\ \cong\ }R^P\oplus R^Q, \qquad g\longmapsto(g|_P,g|_Q).

    Catatan pinggir sumber, diperjelas. Untuk sebuah keluarga terindeks himpunan (Pα)αI(P_\alpha)_{\alpha\in I}, bentuk umumnya adalah

    RαIPααIRPα, R^{\bigsqcup_{\alpha\in I}P_\alpha} \cong\prod_{\alpha\in I}R^{P_\alpha},

    yaitu produk, bukan jumlah langsung, bila II tak hingga.

  2. Dari himpunan-Δ\Delta XX_\bullet dan YY_\bullet kita membentuk XYX_\bullet\sqcup Y_\bullet secara derajat demi derajat:

    (XY)n=XnYn. (X_\bullet\sqcup Y_\bullet)_n=X_n\sqcup Y_n.

  3. Dari kompleks korantai modul-RR (A,δA)(A^\bullet,\delta_A) dan (B,δB)(B^\bullet,\delta_B) kita membentuk jumlah langsung

    AnBnδAnδBnAn+1Bn+1. \cdots\longrightarrow A^n\oplus B^n \xrightarrow{\ \delta_A^n\oplus\delta_B^n\ } A^{n+1}\oplus B^{n+1}\longrightarrow\cdots.

    Notasi superskrip menegaskan bahwa diferensial menaikkan derajat.

  4. Untuk jumlah langsung kompleks tersebut terdapat isomorfisma alami

    Hn(AB)Hn(A)Hn(B). H^n(A^\bullet\oplus B^\bullet) \xrightarrow{\ \cong\ } H^n(A^\bullet)\oplus H^n(B^\bullet).

Penggabungan keempat bahan ini memberi hasil berikut.

Lema 23.1 (korantai gabungan saling lepas). Terdapat isomorfisma alami kompleks modul-RR

C(XY;R)C(X;R)C(Y;R). C^\bullet(X_\bullet\sqcup Y_\bullet;R) \xrightarrow{\ \cong\ } C^\bullet(X_\bullet;R)\oplus C^\bullet(Y_\bullet;R).

Pada derajat nn, isomorfisma itu membatasi sebuah fungsi pada dua komponen. Ia komutatif dengan diferensial karena setiap face map pada gabungan saling lepas melestarikan komponennya.

Bukti. Pada derajat nn, definisikan

ρn:RXnYnRXnRYn,g(g|Xn,g|Yn). \rho_n\colon R^{X_n\sqcup Y_n}\longrightarrow R^{X_n}\oplus R^{Y_n}, \qquad g\longmapsto(g|_{X_n},g|_{Y_n}).

Pemetaan baliknya merekatkan (f,h)(f,h) menjadi fungsi yang bernilai ff pada XnX_n dan hh pada YnY_n; kedua komponen saling lepas, sehingga fungsi ini terdefinisi secara unik. Setiap face map mempertahankan komponen XX atau YY. Karena itu pembatasan sebelum atau sesudah menerapkan jumlah bertanda face map memberi hasil yang sama:

ρn+1δXYn=(δXnδYn)ρn. \rho_{n+1}\delta_{X\sqcup Y}^n =(\delta_X^n\oplus\delta_Y^n)\rho_n.

Jadi (ρn)n(\rho_n)_n adalah isomorfisma kompleks. Rumus pembatasan juga komutatif dengan pemetaan pada XX dan YY, sehingga isomorfisma ini natural.

Akibat 23.1 (kohomologi gabungan saling lepas). Untuk n=0,1,2,n=0,1,2,\ldots terdapat isomorfisma alami modul-RR

Hn(XY;R)Hn(X;R)Hn(Y;R). H^n(X_\bullet\sqcup Y_\bullet;R) \xrightarrow{\ \cong\ } H^n(X_\bullet;R)\oplus H^n(Y_\bullet;R).

Bukti. Untuk diferensial komponen δAδB\delta_A\oplus\delta_B, kernel dan citra dihitung per komponen:

Zn(AB)=Zn(A)Zn(B),Bn(AB)=Bn(A)Bn(B). Z^n(A^\bullet\oplus B^\bullet) =Z^n(A^\bullet)\oplus Z^n(B^\bullet), \qquad B^n(A^\bullet\oplus B^\bullet) =B^n(A^\bullet)\oplus B^n(B^\bullet).

Mengambil hasil bagi kosiklus oleh kobatas lalu memberi

Zn(A)Zn(B)Bn(A)Bn(B)Hn(A)Hn(B). \frac{Z^n(A)\oplus Z^n(B)}{B^n(A)\oplus B^n(B)} \cong H^n(A)\oplus H^n(B).

Terapkan ini pada isomorfisma kompleks dalam Lema 23.1. Kealamian diwarisi dari pembatasan komponen pada bukti lema tersebut.

Catatan pinggir sumber, dengan syarat yang dinyatakan. Untuk keluarga himpunan-Δ\Delta (Xα)αI(X_\bullet^\alpha)_{\alpha\in I} yang diindeks oleh sebuah himpunan, korantai gabungan saling lepas adalah produk kompleks:

C(αIXα;R)αIC(Xα;R). C^\bullet\!\left(\bigsqcup_{\alpha\in I}X_\bullet^\alpha;R\right) \cong\prod_{\alpha\in I}C^\bullet(X_\bullet^\alpha;R).

Dalam teori himpunan ZFC biasa, produk terindeks himpunan di kategori RR-Mod adalah eksak: pilihan praimaj untuk keluarga pemetaan surjektif memakai aksioma pilihan. Karena itu

Hn(αCα)αHn(Cα). H^n\!\left(\prod_\alpha C_\alpha^\bullet\right) \cong \prod_\alpha H^n(C_\alpha^\bullet).

Tanpa prinsip pilihan yang memadai, langkah surjektivitas produk tidak boleh dianggap otomatis.

Audit sumber 23.3. Notes.tex baris 4975 salah menulis RPQRQRQR^{P\sqcup Q}\cong R^Q\oplus R^Q; faktor pertama seharusnya RPR^P. Baris 4980–4985 memakai notasi subskrip untuk kompleks yang diferensialnya menaikkan derajat; edisi menggunakan gradasi kohomologis. Baris 5004 salah menulis H^(, yang diperbaiki menjadi HnH^n. Klaim produk tak hingga pada catatan pinggir baris 5002 dibatasi pada keluarga terindeks himpunan di RR-Mod dan dinyatakan dalam ZFC, tempat produk bersifat eksak.

Untuk grupoid fundamental kita sebelumnya mempunyai

Π1(XY)Π1(X)Π1(Y). \Pi_1(X\sqcup Y)\simeq\Pi_1(X)\sqcup\Pi_1(Y).

Demikian pula, perhitungan kohomologi di atas dapat direduksi ke himpunan-Δ\Delta yang bukan gabungan saling lepas objek-objek yang lebih kecil. Perlu dicatat bahwa Lema 23.1 sungguh lebih kuat daripada Akibat 23.1: dua kompleks dapat mempunyai modul kohomologi yang isomorfik tanpa kompleks itu sendiri isomorfik.

23.3 Perekatan dua sub-himpunan-Δ\Delta

Sesudah menghitung grupoid fundamental gabungan saling lepas, langkah berikutnya dahulu ialah menghitung grupoid fundamental sebuah perekatan ruang X=UVX=U\cup V dari lingkungan U,VXU,V\subseteq X. Secara lebih tepat, kita mengambil informasi tentang Π1(X)\Pi_1(X) dari Π1(U)\Pi_1(U), Π1(V)\Pi_1(V), dan Π1(UV)\Pi_1(U\cap V). Untuk kohomologi keadaan tidak sesederhana itu, bahkan sebelum memperhitungkan bahwa kita bekerja dengan himpunan-Δ\Delta. Dua contoh berikut memotivasi alat utama yang akan dikembangkan.

Contoh 23.1 (menutupi batas tetrahedron dengan dua cakram). Pertimbangkan permukaan kombinatorik X=Δ[3]X_\bullet=\partial\Delta[3] dengan simpul 0,1,2,30,1,2,3. Simpleksnya adalah subhimpunan wajar takkosong dari {0,1,2,3}\{0,1,2,3\}: simpleks-nn adalah subhimpunan beranggota n+1n+1 hanya untuk 0n20\leq n\leq2. Tidak ada simpleks-33, karena tetrahedron bagian dalam tidak termasuk batas.

Definisikan dua sub-himpunan-Δ\Delta UU_\bullet dan VV_\bullet sebagai berikut.

  1. UU_\bullet mempunyai keempat simpul, dua simpleks-22 {0,1,2}\{0,1,2\} dan {0,1,3}\{0,1,3\}, serta semua sisi XX_\bullet kecuali {2,3}\{2,3\}.

  2. VV_\bullet juga mempunyai keempat simpul, dua simpleks-22 {1,2,3}\{1,2,3\} dan {0,2,3}\{0,2,3\}, serta semua sisi kecuali {0,1}\{0,1\}.

Catatan pinggir sumber. Irisan UVU_\bullet\cap V_\bullet didefinisikan derajat demi derajat oleh (UV)n=UnVnXn(U_\bullet\cap V_\bullet)_n=U_n\cap V_n\subseteq X_n.

Tabel berikut mencatat seluruh simpleks dan sekaligus menggantikan kebutuhan akan gambar tetrahedron yang bergantung pada posisi visual.

Derajat X=Δ[3]X=\partial\Delta[3] UU VV W=UVW=U\cap V
0 0,1,2,30,1,2,3 0,1,2,30,1,2,3 0,1,2,30,1,2,3 0,1,2,30,1,2,3
1 01,02,03,12,13,2301,02,03,12,13,23 01,02,03,12,1301,02,03,12,13 02,03,12,13,2302,03,12,13,23 02,03,12,1302,03,12,13
2 012,013,023,123012,013,023,123 012,013012,013 023,123023,123 \varnothing

Setiap sisi diarahkan dari label yang lebih kecil ke label yang lebih besar. Kedua segitiga UU bertemu pada sisi 0101; kedua segitiga VV bertemu pada sisi 2323. Irisan WW adalah graf dengan siklus tak berarah

02130, 0-2-1-3-0,

yang menggunakan sisi 02,12,13,0302,12,13,03. Dengan demikian jumlah simpleks per derajat adalah

X:(4,6,4),U:(4,5,2),V:(4,5,2),W:(4,4,0). X:(4,6,4),\qquad U:(4,5,2),\qquad V:(4,5,2),\qquad W:(4,4,0).

Catatan pinggir sumber. Realisasi geometrik graf irisan WW_\bullet homeomorfik dengan sebuah lingkaran.

Kita mengetahui, atau setidaknya menduga dari model standar, kohomologi UU_\bullet, VV_\bullet, dan WW_\bullet: dua objek pertama mentriangulasi cakram I2I^2, sedangkan yang terakhir mentriangulasi lingkaran. Kita ingin menghitung kohomologi Δ[3]\partial\Delta[3] hanya dari informasi itu.

Fungtorialitas C(;R)C^\bullet(-;R) memberi pemetaan restriksi pada setiap derajat.

Diagram 23.2 (kuadrat restriksi yang komutatif). Dengan W=UVW_\bullet=U_\bullet\cap V_\bullet, kuadrat

RXnresURUnRVnresWRWn \begin{array}{ccc} R^{X_n}&\overset{\operatorname{res}_U}{\longrightarrow}&R^{U_n}\\ \downarrow&&\downarrow\\ R^{V_n}&\overset{\operatorname{res}_W}{\longrightarrow}&R^{W_n} \end{array}

Panah vertikal kiri adalah resV:RXnRVn\operatorname{res}_V\colon R^{X_n}\to R^{V_n} dan panah vertikal kanan adalah resW:RUnRWn\operatorname{res}_W\colon R^{U_n}\to R^{W_n}. Panah mendatar bawah adalah resW:RVnRWn\operatorname{res}_W\colon R^{V_n}\to R^{W_n}. Kuadrat itu komutatif: kedua lintasan memetakan gRXng\in R^{X_n} ke g|Wng|_{W_n}. Dua label resW\operatorname{res}_W mempunyai domain berbeda, tetapi keduanya berarti pembatasan ke himpunan yang sama WnW_n.

Untuk memperoleh bentuk linear berurutan, definisikan

αn:RXnRUnRVn,αn(g)=(g|Un,g|Vn), \alpha_n\colon R^{X_n}\longrightarrow R^{U_n}\oplus R^{V_n}, \qquad \alpha_n(g)=(g|_{U_n},g|_{V_n}),

dan

βn:RUnRVnRWn,βn(f,h)=f|Wnh|Wn. \beta_n\colon R^{U_n}\oplus R^{V_n}\longrightarrow R^{W_n}, \qquad \beta_n(f,h)=f|_{W_n}-h|_{W_n}.

Maka diperoleh barisan

0RXnαnRUnRVnβnRWn0. 0\longrightarrow R^{X_n} \xrightarrow{\ \alpha_n\ } R^{U_n}\oplus R^{V_n} \xrightarrow{\ \beta_n\ } R^{W_n}\longrightarrow0.

Bukti eksaknya barisan perekatan. Barisan ini eksak. Pemetaan αn\alpha_n injektif karena Xn=UnVnX_n=U_n\cup V_n: sebuah fungsi pada XnX_n ditentukan oleh dua pembatasannya. Jelas βnαn=0\beta_n\alpha_n=0. Jika βn(f,h)=0\beta_n(f,h)=0, maka ff dan hh setuju pada WnW_n. Karena itu rumus

g(z)={f(z),zUn,h(z),zVn g(z)= \begin{cases} f(z),&z\in U_n,\\ h(z),&z\in V_n \end{cases}

terdefinisi dengan baik dan menghasilkan satu-satunya gRXng\in R^{X_n} dengan αn(g)=(f,h)\alpha_n(g)=(f,h). Jadi kerβn=imαn\ker\beta_n=\operatorname{im}\alpha_n. Terakhir, untuk kRWnk\in R^{W_n}, perluas kk menjadi fRUnf\in R^{U_n} dengan menetapkan f=0f=0 pada Un\WnU_n\setminus W_n, dan ambil h=0h=0. Maka βn(f,h)=k\beta_n(f,h)=k, sehingga βn\beta_n surjektif.

Pemetaan-pemetaan ini juga komutatif dengan diferensial. Untuk gRXng\in R^{X_n},

αn+1(δXng)=(δUn(g|Un),δVn(g|Vn))=(δUnδVn)αn(g), \alpha_{n+1}(\delta_X^n g) =\bigl(\delta_U^n(g|_{U_n}),\delta_V^n(g|_{V_n})\bigr) =(\delta_U^n\oplus\delta_V^n)\alpha_n(g),

karena semua face map pada sub-himpunan-Δ\Delta merupakan pembatasan face map pada XX_\bullet. Demikian pula,

βn+1(δUnf,δVnh)=(δUnf)|Wn+1(δVnh)|Wn+1=δWn(f|Wnh|Wn)=δWnβn(f,h). \begin{aligned} \beta_{n+1}(\delta_U^n f,\delta_V^n h) &=(\delta_U^n f)|_{W_{n+1}}-(\delta_V^n h)|_{W_{n+1}}\\ &=\delta_W^n(f|_{W_n}-h|_{W_n})\\ &=\delta_W^n\beta_n(f,h). \end{aligned}

Jadi, untuk setiap n0n\geq0 dengan Xn=UnVnX_n=U_n\cup V_n, barisan derajat-nn di atas menyatu menjadi barisan eksak pendek kompleks korantai

0C(X;R)αC(U;R)C(V;R)βC(W;R)0. 0\longrightarrow C^\bullet(X_\bullet;R) \xrightarrow{\ \alpha\ } C^\bullet(U_\bullet;R)\oplus C^\bullet(V_\bullet;R) \xrightarrow{\ \beta\ } C^\bullet(W_\bullet;R)\longrightarrow0.

Kita ingin mengetahui kohomologi kompleks taknol paling kiri, sedangkan yang telah kita hitung—setidaknya secara prinsip—hanyalah kohomologi dua kompleks lain dalam barisan tersebut.

Argumen itu berlaku tanpa perubahan untuk sembarang himpunan-Δ\Delta XX_\bullet dan sub-himpunan-Δ\Delta U,VU_\bullet,V_\bullet yang memenuhi

Xn=UnVnuntuk setiap n0. X_n=U_n\cup V_n \qquad\text{untuk setiap }n\geq0.

Dengan W=UVW_\bullet=U_\bullet\cap V_\bullet, kita kembali memperoleh barisan eksak pendek kompleks modul-RR yang ditampilkan di atas.

Audit sumber 23.4. Notes.tex baris 5023–5024 menggambarkan simpleks Δ[3]\partial\Delta[3] sebagai semua subhimpunan beranggota n+1n+1 tanpa membatasi nn; untuk batas tetrahedron, yang benar ialah subhimpunan wajar takkosong, sehingga 0n20\leq n\leq2. Baris 5057 hanya menyebut eksak sebagai latihan singkat. Edisi memberi sensus simpleks dan bukti lengkap injektivitas, perekatan pada kernel, surjektivitas melalui perluasan dengan nol, serta komutativitas kedua pemetaan dengan diferensial. Baris 5067 juga diperjelas dengan kuantor untuk setiap n pada syarat penutup derajat demi derajat.

23.4 Fungsi tereduksi pada sebuah hasil bagi

Untuk contoh kedua, kita menyelidiki bagaimana kohomologi hasil bagi mungkin dihitung dari kohomologi himpunan-Δ\Delta semula dan sub-himpunan-Δ\Delta yang diruntuhkan.

Contoh 23.2 (pasangan dan fungsi pada hasil bagi; bagian pertama). Ambil himpunan-Δ\Delta XX_\bullet beserta sub-himpunan-Δ\Delta AXA_\bullet\subset X_\bullet.

Catatan pinggir sumber. Data ini disebut sebuah pasangan (X,A)(X_\bullet,A_\bullet).

Secara geometrik, XX_\bullet dapat mentriangulasi sebuah ruang dan AA_\bullet mentriangulasi subruangnya. Kita dapat membentuk ruang hasil bagi |X|/|A||X_\bullet|/|A_\bullet|, tetapi belum jelas bahwa terdapat hasil bagi himpunan-Δ\Delta yang wajar, dengan simpleks derajat-nn berupa Xn/AnX_n/A_n, dan yang realisasinya mentriangulasi hasil bagi topologis itu. Untuk sementara, andaikan terdapat himpunan-Δ\Delta X/AX_\bullet/A_\bullet beserta pemetaan hasil bagi

XX/A. X_\bullet\longrightarrow X_\bullet/A_\bullet.

Pertanyaannya ialah apakah Hn(X/A;R)H^n(X_\bullet/A_\bullet;R) dapat dihitung dari Hn(X;R)H^n(X_\bullet;R) dan Hn(A;R)H^n(A_\bullet;R).

Mulailah pada tingkat himpunan. Misalkan i:AXi\colon A\hookrightarrow X. Jika AA\ne\varnothing, definisikan

X/A:=X/(a1a2 untuk semua a1,a2A). X/A:=X/(a_1\sim a_2\text{ untuk semua }a_1,a_2\in A).

Pemetaan hasil bagi q:XX/Aq\colon X\to X/A meruntuhkan seluruh AA ke titik basis kanonik *=[a]*=[a]. Prakomposisi memberi pemetaan RR-linear

RX/Aq*RXi*RA. R^{X/A}\xrightarrow{\ q^*\ }R^X \xrightarrow{\ i^*\ }R^A.

Pemetaan q*q^* injektif karena qq surjektif, sedangkan i*i^* surjektif karena setiap fungsi ARA\to R dapat diperluas dengan memberikan nilai nol pada X\AX\setminus A. Bila RR bukan gelanggang nol, ini pada umumnya bukan kompleks: citra q*q^* terdiri atas fungsi XRX\to R yang konstan pada AA, sementara kernel i*i^* terdiri atas fungsi yang bernilai nol pada AA. Jadi imq*\operatorname{im}q^* tidak termuat dalam keri*\ker i^*.

Titik basis hasil bagi memberi evaluasi

ev*:RX/AR, \operatorname{ev}_*\colon R^{X/A}\longrightarrow R,

dan kita definisikan modul fungsi tereduksi

R̃X/A:=ker(ev*)={φ:X/ARφ(*)=0}. \widetilde R^{X/A}:=\ker(\operatorname{ev}_*) =\{\varphi\colon X/A\to R\mid\varphi(*)=0\}.

Pembatasan pemetaan yang sama, bukan seluruh q*q^*, menghasilkan isomorfisma

q*|R̃X/A:R̃X/Aker(i*)RX. q^*\big|_{\widetilde R^{X/A}}\colon \widetilde R^{X/A}\xrightarrow{\ \cong\ }\ker(i^*)\subseteq R^X.

Bukti isomorfisma fungsi tereduksi. Memang, jika φ(*)=0\varphi(*)=0, maka φq\varphi\circ q bernilai nol pada AA. Sebaliknya, setiap g:XRg\colon X\to R yang nol pada AA turun secara unik ke φ:X/AR\varphi\colon X/A\to R dengan φ(*)=0\varphi(*)=0. Oleh karena itu kita memperoleh barisan eksak pendek

0R̃X/Aq*RXi*RA0. 0\longrightarrow\widetilde R^{X/A} \xrightarrow{\ q^*\ }R^X \xrightarrow{\ i^*\ }R^A\longrightarrow0.

Jika A=A=\varnothing, tidak ada unsur aa yang menghasilkan titik basis kanonik. Dengan konvensi X/=XX/\varnothing=X, kita mempunyai RA=R=0R^A=R^\varnothing=0, i*i^* adalah pemetaan nol, dan keri*=RX\ker i^*=R^X. Barisan yang relevan hanyalah

0RXidRX0, 0\longrightarrow R^X\xrightarrow{\ \operatorname{id}\ }R^X \longrightarrow0,

bukan barisan yang memakai kernel evaluasi pada titik basis yang tidak ada. Pemisahan kedua kasus ini juga menunjukkan mengapa hasil bagi himpunan-Δ\Delta derajat demi derajat memerlukan kehati-hatian: sekalipun AA_\bullet takkosong, beberapa AnA_n dapat kosong.

Dengan cara ini kita bahkan tidak perlu membentuk himpunan hasil bagi untuk mendapatkan modul yang berperilaku seperti fungsi tereduksi padanya: keri*\ker i^* sudah tersedia langsung. Hal itu juga membantu mengatasi ketidakjelasan apakah X/AX_\bullet/A_\bullet sendiri merupakan konstruksi himpunan-Δ\Delta yang baik.

Kelanjutan sumber. Lingkungan example sumber yang dibuka pada Notes.tex baris 5076 belum berakhir pada batas unit ini. Baris 5112 kosong; Kuliah 24 dimulai di baris 5113 dan contoh baru ditutup pada baris 5121. Penutupan blok Markdown edisi ini hanya menjaga struktur berkas, bukan menyatakan bahwa lingkungan sumber telah selesai. Baris 5113–5121 tidak diimpor ke Unit 23 dan harus diterjemahkan sebagai awal Unit 24.

Audit sumber 23.5. Notes.tex baris 5078–5111 berganti-ganti antara AA dan YY untuk subobjek yang sama. Edisi memakai AA secara konsisten. Pernyataan titik basis kanonik pada baris 5090 hanya benar bila AA\ne\varnothing; kasus kosong dipisahkan. Baris 5102–5105 diperketat: yang dipetakan isomorfik oleh q*q^* ke keri*\ker i^* bukan seluruh RX/AR^{X/A}, melainkan pembatasan q*|ker(ev*)q^*|_{\ker(\operatorname{ev}_*)}. Edisi membuktikan kedua arah isomorfisma dan tidak menutup lingkungan contoh sumber yang melintasi batas Kuliah 24.

Audit aksesibilitas 23.6. Dua diagram Xy-pic pada Notes.tex baris 4944–4947 dan 5045–5048 diganti dengan diagram semantik terpusat yang menamai setiap domain, kodomain, dan pemetaan. Keenam catatan pinggir ditempatkan kembali dalam urutan baca. Sensus tetrahedron, daftar sisi, komutativitas, dan fungsi setiap panah juga dinyatakan dalam prosa, sehingga tidak ada argumen yang bergantung pada posisi, warna, atau isi gambar saja.

Audit prosa 23.7. Kekeliruan ejaan, tanda baca, artikel, dan frasa ganda yang deterministik pada Notes.tex baris 4941, 4952–4953, 4987, 5002, 5013, 5050, dan 5057 dinormalisasi dalam bahasa Indonesia alami tanpa mengubah urutan maupun isi matematis sumber.

Audit batas 23.8. Lingkungan example sumber melintasi penanda Kuliah 24. Edisi menutup blok Markdown Unit 23 hanya secara sintaktis, mempertahankan pengenal kelanjutan, dan tidak memindahkan satu pun baris 5113–5121 ke unit ini. Unit 24 harus membuka kembali contoh yang sama sebelum menerjemahkan penutupnya.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan, petunjuk, dan solusi lengkap

Enam paket berikut adalah materi asli edisi. Semuanya dibatasi pada sasaran Unit 23: evaluasi pada simpleks, augmentasi bertitik, gabungan saling lepas, eksaknya perekatan, sensus tetrahedron, dan fungsi tereduksi pada hasil bagi.

Pemeriksaan Penguasaan 23.1 (evaluasi dalam derajat nn). Untuk xXnx\in X_n, tentukan pemetaan korantai yang diinduksi oleh x:Δ[n]X\ulcorner x\urcorner\colon\Delta[n]\to X_\bullet pada derajat nn dan n+1n+1. Buktikan langsung bahwa komponen derajat-nn adalah evaluasi pada xx dan jelaskan mengapa rumus Cn(X;R)=RXn+1C^n(X_\bullet;R)=R^{X_{n+1}} tidak mungkin benar.

Petunjuk. Gunakan Δ[n]n={{0,,n}}\Delta[n]_n=\{\{0,\ldots,n\}\} dan Δ[n]n+1=\Delta[n]_{n+1}=\varnothing. Ingat bahwa prakomposisi oleh komponen pemetaan nama membalik arah.

Solusi Pemeriksaan 23.1. Pada derajat nn, komponen pemetaan nama ialah

xn:Δ[n]nXn,{0,,n}x. \ulcorner x\urcorner_n\colon\Delta[n]_n\longrightarrow X_n, \qquad \{0,\ldots,n\}\longmapsto x.

Prakomposisi memberi

xn*:RXnRΔ[n]nR,gg(x). \ulcorner x\urcorner_n^*\colon R^{X_n}\longrightarrow R^{\Delta[n]_n}\cong R, \qquad g\longmapsto g(x).

Jadi komponen itu tepat evaluasi. Pada derajat n+1n+1, kodomain pemetaan prakomposisi adalah RΔ[n]n+1=R=0R^{\Delta[n]_{n+1}}=R^\varnothing=0, sehingga komponen RXn+10R^{X_{n+1}}\to0 adalah pemetaan nol yang unik. Diagram kompleks komutatif karena pemetaan nama komutatif dengan semua face map.

Menurut definisi, korantai derajat kk adalah fungsi pada simpleks-kk: Ck(X;R)=RXkC^k(X_\bullet;R)=R^{X_k}. Maka menulis Cn=RXn+1C^n=R^{X_{n+1}} menggeser derajat dan bertentangan sekaligus dengan definisi, domain evaluasi g(x)g(x), dan diagram yang menempatkan RXnR^{X_n} pada derajat nn.

Pemeriksaan Penguasaan 23.2 (kealamian dan pemisahan augmentasi). Untuk pemetaan bertitik f:(X,x)(Y,y)f\colon(X_\bullet,x)\to(Y_\bullet,y), buktikan εxf*=εy\varepsilon_x f^*=\varepsilon_y pada H0H^0. Lalu tunjukkan bahwa pemetaan

s:RH0(X;R),r[fungsi konstan bernilai r] s\colon R\longrightarrow H^0(X_\bullet;R), \qquad r\longmapsto[\text{fungsi konstan bernilai }r]

memenuhi εxs=idR\varepsilon_xs=\operatorname{id}_R bila XX_\bullet bertitik, dan simpulkan dekomposisi modul yang dihasilkan.

Petunjuk. Wakili kelas H0H^0 oleh fungsi g:Y0Rg\colon Y_0\to R dengan δ0g=0\delta^0g=0. Evaluasi gf0g\circ f_0 pada xx. Untuk pemisahan, fungsi konstan selalu merupakan kosiklus nol.

Solusi Pemeriksaan 23.2. Ambil [g]H0(Y;R)[g]\in H^0(Y_\bullet;R). Karena f0(x)=yf_0(x)=y,

(εxf*)([g])=εx([gf0])=(gf0)(x)=g(y)=εy([g]). (\varepsilon_x\circ f^*)([g]) =\varepsilon_x([g\circ f_0]) =(g\circ f_0)(x) =g(y) =\varepsilon_y([g]).

Jadi kuadrat augmentasi komutatif dan arah f*f^* memang berlawanan dengan ff. Untuk rRr\in R, fungsi konstan crc_r memenuhi δ0cr=0\delta^0c_r=0, sebab pada setiap sisi kedua nilai titik ujungnya sama. Tidak ada korantai berderajat negatif, sehingga [cr][c_r] terdefinisi di H0H^0. Evaluasi memberi

(εxs)(r)=cr(x)=r. (\varepsilon_x\circ s)(r)=c_r(x)=r.

Maka ss adalah invers kanan bagi augmentasi. Setiap mH0(X;R)m\in H^0(X;R) mempunyai uraian unik

m=(msεx(m))+sεx(m), m=\bigl(m-s\varepsilon_x(m)\bigr)+s\varepsilon_x(m),

dengan suku pertama di kerεx\ker\varepsilon_x dan suku kedua di s(R)s(R). Akibatnya

H0(X;R)kerεxR. H^0(X_\bullet;R)\cong\ker\varepsilon_x\oplus R.

Pemeriksaan Penguasaan 23.3 (jumlah hingga versus produk tak hingga). Untuk keluarga himpunan-Δ\Delta (Xα)αI(X_\bullet^\alpha)_{\alpha\in I}, buktikan isomorfisma kompleks

C(αIXα;R)αIC(Xα;R). C^\bullet\!\left(\bigsqcup_{\alpha\in I}X_\bullet^\alpha;R\right) \cong\prod_{\alpha\in I}C^\bullet(X_\bullet^\alpha;R).

Jelaskan mengapa ruas kanan bukan jumlah langsung bila II tak hingga, dan buktikan dalam ZFC bahwa kohomologi produk kompleks modul-RR adalah produk kohomologi.

Petunjuk. Sebuah fungsi pada gabungan saling lepas setara dengan keluarga semua pembatasannya, tanpa syarat dukungan hingga. Kernel dihitung per koordinat. Untuk citra, pilih praimaj pada setiap koordinat; langkah terakhir inilah yang memakai aksioma pilihan.

Solusi Pemeriksaan 23.3. Pada setiap derajat nn, pemetaan pembatasan

RαXnααRXnα,g(g|Xnα)α R^{\bigsqcup_\alpha X_n^\alpha}\longrightarrow \prod_\alpha R^{X_n^\alpha}, \qquad g\longmapsto(g|_{X_n^\alpha})_\alpha

bijektif: keluarga fungsi di ruas kanan melekat secara unik menjadi sebuah fungsi pada gabungan saling lepas. Karena setiap face map melestarikan komponen α\alpha, bijeksi ini komutatif dengan diferensial dan memberi isomorfisma kompleks.

Jika II tak hingga, sebuah unsur produk boleh mempunyai komponen taknol pada tak hingga banyak indeks. Jumlah langsung hanya memuat keluarga dengan dukungan hingga. Misalnya, bila semua X0αX_0^\alpha adalah himpunan satu anggota dan 1R01_R\ne0, keluarga konstan (1R)α(1_R)_\alpha berada di produk tetapi tidak di jumlah langsung.

Tuliskan C=αCαC^\bullet=\prod_\alpha C_\alpha^\bullet. Karena diferensial bertindak per koordinat,

Zn(C)=ker(αδαn)=αZn(Cα). Z^n(C)=\ker\!\left(\prod_\alpha\delta_\alpha^n\right) =\prod_\alpha Z^n(C_\alpha).

Juga

Bn(C)=im(αδαn1)=αBn(Cα). B^n(C)=\operatorname{im}\!\left(\prod_\alpha\delta_\alpha^{n-1}\right) =\prod_\alpha B^n(C_\alpha).

Inklusi dari kiri ke kanan jelas. Untuk arah sebaliknya, bagi setiap bαBn(Cα)b_\alpha\in B^n(C_\alpha) pilih aαa_\alpha dengan δαn1aα=bα\delta_\alpha^{n-1}a_\alpha=b_\alpha; pilihan serentak ini tersedia dalam ZFC. Akhirnya pemetaan

αZn(Cα)αHn(Cα),(zα)([zα]) \prod_\alpha Z^n(C_\alpha)\longrightarrow \prod_\alpha H^n(C_\alpha), \qquad (z_\alpha)\longmapsto([z_\alpha])

surjektif dalam ZFC dan berkernel αBn(Cα)\prod_\alpha B^n(C_\alpha). Teorema isomorfisma memberi

Hn(αCα)αHn(Cα). H^n\!\left(\prod_\alpha C_\alpha^\bullet\right) \cong\prod_\alpha H^n(C_\alpha^\bullet).

Pemeriksaan Penguasaan 23.4 (eksak melalui perekatan fungsi). Misalkan U,VXU_\bullet,V_\bullet\subseteq X_\bullet dan Xn=UnVnX_n=U_n\cup V_n untuk setiap nn. Dengan W=UVW_\bullet=U_\bullet\cap V_\bullet, buktikan dari definisi bahwa

0C(X;R)αC(U;R)C(V;R)βC(W;R)0 0\to C^\bullet(X;R)\xrightarrow{\alpha} C^\bullet(U;R)\oplus C^\bullet(V;R) \xrightarrow{\beta}C^\bullet(W;R)\to0

adalah barisan eksak pendek kompleks, untuk α(g)=(g|U,g|V)\alpha(g)=(g|_U,g|_V) dan β(f,h)=f|Wh|W\beta(f,h)=f|_W-h|_W.

Petunjuk. Kerjakan setiap derajat terlebih dahulu. Pasangan dalam kernel β\beta melekat karena setuju pada irisan. Untuk surjektivitas, perluas fungsi pada WnW_n dengan nol ke UnU_n. Sesudah itu gunakan bahwa restriksi komutatif dengan diferensial korantai.

Solusi Pemeriksaan 23.4. Untuk setiap nn, αn\alpha_n injektif karena fungsi pada Xn=UnVnX_n=U_n\cup V_n ditentukan oleh pembatasannya. Selain itu βnαn(g)=g|Wng|Wn=0\beta_n\alpha_n(g)=g|_{W_n}-g|_{W_n}=0.

Jika (f,h)kerβn(f,h)\in\ker\beta_n, maka f|Wn=h|Wnf|_{W_n}=h|_{W_n}. Definisikan g:XnRg\colon X_n\to R dengan g=fg=f pada UnU_n dan g=hg=h pada VnV_n. Kesamaan pada irisan membuat definisi ini konsisten, dan αn(g)=(f,h)\alpha_n(g)=(f,h). Jadi kerβn=imαn\ker\beta_n=\operatorname{im}\alpha_n.

Untuk kRWnk\in R^{W_n}, definisikan fRUnf\in R^{U_n} dengan f=kf=k pada WnW_n dan f=0f=0 pada Un\WnU_n\setminus W_n, lalu ambil h=0h=0. Maka βn(f,h)=k\beta_n(f,h)=k, sehingga βn\beta_n surjektif.

Terakhir, karena U,V,WU,V,W adalah sub-himpunan-Δ\Delta, pembatasan komutatif dengan setiap jumlah bertanda face map. Oleh sebab itu

αn+1δXn=(δUnδVn)αn,βn+1(δUnδVn)=δWnβn. \alpha_{n+1}\delta_X^n =(\delta_U^n\oplus\delta_V^n)\alpha_n, \qquad \beta_{n+1}(\delta_U^n\oplus\delta_V^n) =\delta_W^n\beta_n.

Jadi α\alpha dan β\beta adalah morfisma kompleks, dan eksak pada setiap derajat berarti barisan tersebut eksak pendek sebagai barisan kompleks.

Pemeriksaan Penguasaan 23.5 (sensus dan irisan tetrahedron). Dari definisi U,VΔ[3]U_\bullet,V_\bullet\subseteq\partial\Delta[3] pada Contoh 23.1, turunkan—bukan sekadar baca dari gambar—jumlah simpleks

X:(4,6,4),U:(4,5,2),V:(4,5,2),W:(4,4,0). X:(4,6,4),\quad U:(4,5,2),\quad V:(4,5,2),\quad W:(4,4,0).

Tunjukkan bahwa realisasi WW adalah lingkaran dan bahwa Xn=UnVnX_n=U_n\cup V_n untuk setiap nn.

Petunjuk. Daftar semua subhimpunan wajar takkosong dari {0,1,2,3}\{0,1,2,3\}. Irisan membuang sisi 0101 dan 2323 sekaligus serta tidak mempunyai segitiga. Susun empat sisi sisanya menjadi satu siklus.

Solusi Pemeriksaan 23.5. Batas tetrahedron mempunyai (41)=4\binom41=4 simpul, (42)=6\binom42=6 sisi, dan (43)=4\binom43=4 segitiga; subhimpunan beranggota empat dikeluarkan. Jadi XX mempunyai sensus (4,6,4)(4,6,4).

UU mempertahankan semua simpul, membuang tepat sisi 2323, dan mempertahankan tepat segitiga 012,013012,013, sehingga sensusnya (4,5,2)(4,5,2). Demikian pula VV membuang tepat sisi 0101 dan mempertahankan 023,123023,123, sehingga sensusnya (4,5,2)(4,5,2). Irisan WW mempertahankan semua simpul dan hanya sisi yang muncul di kedua daftar,

02,03,12,13, 02,03,12,13,

serta tidak mempunyai segitiga. Jadi sensusnya (4,4,0)(4,4,0). Graf itu terhubung dan setiap simpul berderajat dua; urutan 021300-2-1-3-0 melintasi setiap sisi tepat sekali. Realisasinya adalah satu siklus, maka homeomorfik dengan S1S^1.

Pada derajat nol kedua subobjek memuat semua simpul. Pada derajat satu, sisi yang hilang dari UU adalah 2323 tetapi sisi itu berada di VV, sedangkan sisi yang hilang dari VV adalah 0101 tetapi berada di UU. Pada derajat dua, dua pasangan segitiga mereka saling melengkapi seluruh empat segitiga XX. Pada derajat n3n\geq3 ketiga himpunan kosong. Jadi Xn=UnVnX_n=U_n\cup V_n untuk setiap nn.

Pemeriksaan Penguasaan 23.6 (fungsi tereduksi dan kasus kosong). Untuk inklusi himpunan i:AXi\colon A\hookrightarrow X, buktikan bahwa bila AA\ne\varnothing,

q*|ker(ev*):ker(ev*)ker(i*) q^*|_{\ker(\operatorname{ev}_*)}\colon \ker(\operatorname{ev}_*)\xrightarrow{\ \cong\ }\ker(i^*)

adalah isomorfisma, lalu turunkan barisan eksak pendek yang bersesuaian. Jelaskan tepat apa yang berubah bila A=A=\varnothing.

Petunjuk. Fungsi pada X/AX/A berada di kernel evaluasi tepat bila nilainya pada kelas yang diruntuhkan adalah nol. Untuk arah balik, turunkan fungsi g:XRg\colon X\to R yang nol pada AA ke kelas-kelas ekuivalensi. Pada kasus kosong tidak ada kelas runtuhan yang menyediakan titik basis.

Solusi Pemeriksaan 23.6. Andaikan AA\ne\varnothing dan tuliskan *=[A]X/A*=[A]\in X/A. Jika φker(ev*)\varphi\in\ker(\operatorname{ev}_*), maka untuk setiap aAa\in A,

(q*φ)(a)=φ(q(a))=φ(*)=0. (q^*\varphi)(a)=\varphi(q(a))=\varphi(*)=0.

Jadi q*φkeri*q^*\varphi\in\ker i^*. Pembatasan q*q^* tetap injektif karena qq surjektif. Sebaliknya, jika gkeri*g\in\ker i^*, definisikan

φ([x])=g(x). \varphi([x])=g(x).

Rumus ini terdefinisi dengan baik: kelas bukan-** berisi satu unsur, sedangkan semua wakil kelas ** berada di AA dan bernilai nol. Maka φ(*)=0\varphi(*)=0 dan q*φ=gq^*\varphi=g. Jadi pembatasan itu surjektif serta merupakan isomorfisma. Karena i*i^* surjektif melalui perluasan dengan nol, diperoleh

0ker(ev*)q*RXi*RA0. 0\longrightarrow\ker(\operatorname{ev}_*) \xrightarrow{\ q^*\ }R^X \xrightarrow{\ i^*\ }R^A\longrightarrow0.

Jika A=A=\varnothing, tidak ada *=[A]*=[A] kanonik dan karena itu tidak ada evaluasi kanonik yang kernel-nya dapat dipakai. Dengan X/=XX/\varnothing=X, pemetaan qq adalah identitas, R=0R^\varnothing=0, dan keri*=RX\ker i^*=R^X. Barisannya merosot menjadi

0RXidRX0. 0\longrightarrow R^X\xrightarrow{\operatorname{id}}R^X \longrightarrow0.

Jadi kasus kosong bukan alasan untuk memilih titik basis sebarang; ia memerlukan pernyataan terpisah.

Batas ke Unit 24. Rentang Unit 23 berhenti pada Notes.tex baris 5112, tepat sebelum penanda \lecturenum{24} pada baris 5113. Lingkungan contoh sumber yang dibuka pada baris 5076 tetap terbuka dan baru ditutup pada baris 5121. Unit 24 harus mulai pada baris 5113, menerjemahkan kelanjutan itu, dan baru kemudian menutup objek sumbernya. Tidak satu pun isi baris 5113–5121 dimasukkan ke unit ini. Kursor sumber berikutnya yang tepat adalah baris 5113.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 5113–5369 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang aktif itu terdiri atas 257 baris fisik. Dengan normalisasi LF dan terminator baris kosong penutup dipertahankan, ukurannya 12.837 byte dan SHA-256-nya adalah b2128930a56a0a8c04c327a397e72e21b215ffe742bb684e8dd166f0e04b0aea. Baris 5113–5121 melanjutkan dan menutup contoh yang dimulai pada baris 5076 dan diterjemahkan pertama kali dalam Contoh 23.2. Baris 5370, yang memulai Kuliah 25, tidak termasuk. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Rentang sumber memuat satu penanda kuliah, satu penutup example tanpa pembuka baru, satu definisi, satu teorema, tiga lema, satu catatan, tiga lingkungan bukti, satu enumerasi enam butir, tujuh catatan pinggir, dua diagram Xy-pic, satu gambar TikZ, empat label, empat rujukan silang, dan delapan tampilan matematika. Tidak ada latihan formal sumber, sitasi, gambar eksternal, input, atau include.

Edisi memindahkan ketujuh catatan pinggir ke urutan bacaan utama dan mengganti dua diagram Xy-pic serta gambar TikZ dengan data panah semantik terpusat. Edisi juga melengkapi bukti bahwa kernel dan kompleks korantai relatif benar-benar membentuk kompleks, seluruh enam kewajiban pembuktian Lema Ular, eksaknya diagram persiapan, identifikasi kernel dan kokernel dengan kohomologi, penyambungan barisan enam-suku, dan kealamian barisan eksak panjang. Kekeliruan deterministik yang diperbaiki dicatat tepat di tempatnya; tidak ada bahan matematis luar yang dimasukkan sebagai materi sumber.

Enam pemeriksaan penguasaan, enam petunjuk, semua bukti penutup edisi, dan enam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses dan tidak mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

24 Kuliah 24

24.1 Kelanjutan contoh pasangan dan hasil bagi

Kelanjutan Contoh 23.2 (hubungan timbal balik). Bagian ini melanjutkan objek sumber yang diterjemahkan sebagai Contoh 23.2; objek itu menunjuk ke baris 5113 sebagai kursor berikutnya, sedangkan objek ini mencatat induknya melalui atribut data-continuation-of dan menutup lingkungan sumber pada baris 5121.

Jadi, untuk pasangan (X,A)(X_\bullet,A_\bullet) dengan fungsi inklusi i:AXi\colon A_\bullet\hookrightarrow X_\bullet, kita dapat mengambil pemetaan restriksi yang surjektif

C(X;R)i*C(A;R)0. C^\bullet(X_\bullet;R) \xrightarrow{\ i^*\ } C^\bullet(A_\bullet;R) \longrightarrow0.

Kernel ker(i*)\ker(i^*) berperan sebagai modul fungsi virtual pada X/AX_\bullet/A_\bullet tanpa mengharuskan kita mendefinisikan hasil bagi itu sebagai himpunan-Δ\Delta. Selain itu, sebagaimana dalam contoh sebelumnya, kita memperoleh barisan eksak pendek kompleks modul-RR.

Penutupan bukti: restriksi, kernel, dan eksaknya barisan. Pada derajat nn, komponen restriksi adalah

in*:RXnRAn,in*(g)=g|An. i_n^*\colon R^{X_n}\longrightarrow R^{A_n}, \qquad i_n^*(g)=g|_{A_n}.

Karena AA_\bullet merupakan sub-himpunan-Δ\Delta, setiap face map pada AA_\bullet adalah pembatasan face map pada XX_\bullet. Oleh sebab itu

δAnin*=in+1*δXn, \delta_A^n i_n^*=i_{n+1}^*\delta_X^n,

sehingga (in*)n(i_n^*)_n adalah pemetaan korantai. Pemetaan in*i_n^* surjektif: untuk h:AnRh\colon A_n\to R, definisikan ĥ:XnR\widehat h\colon X_n\to R dengan ĥ=h\widehat h=h pada AnA_n dan ĥ=0\widehat h=0 pada Xn\AnX_n\setminus A_n. Maka in*(ĥ)=hi_n^*(\widehat h)=h.

Jika gkerin*g\in\ker i_n^*, persamaan pemetaan korantai memberi

in+1*(δXng)=δAn(in*g)=0. i_{n+1}^*(\delta_X^n g)=\delta_A^n(i_n^*g)=0.

Jadi diferensial δXn\delta_X^n membatasi diri ke pemetaan kerin*kerin+1*\ker i_n^*\to\ker i_{n+1}^*, dan diferensial terbatas itu tetap berkuadrat nol. Dengan inklusi kernel pada ruas kiri, diperoleh barisan eksak pendek kompleks

0ker(i*)C(X;R)i*C(A;R)0. 0\longrightarrow\ker(i^*) \longrightarrow C^\bullet(X_\bullet;R) \xrightarrow{\ i^*\ }C^\bullet(A_\bullet;R) \longrightarrow0.

Perluasan dengan nol di atas hanya membuktikan surjektivitas pada setiap derajat; pada umumnya ia bukan pemetaan korantai dan bukan pemisahan kompleks. Misalnya, ambil X=Δ[1]X_\bullet=\Delta[1], ambil AA_\bullet yang hanya memuat simpul 00, dan andaikan 1R01_R\ne0. Fungsi 11 pada A0A_0 meluas dengan nol menjadi fungsi bernilai 11 di simpul 00 dan 00 di simpul 11. Kobatasnya pada sisi 0101 adalah ±1R\pm1_R, sedangkan perluasan dengan nol dari kobatas pada AA_\bullet adalah nol karena A1=A_1=\varnothing. Jadi pemisahan derajat demi derajat itu tidak komutatif dengan diferensial.

Audit sumber 24.1. Notes.tex baris 5113–5120 menyatakan surjektivitas dan eksaknya barisan melalui analogi. Edisi memeriksa pemetaan korantai, surjektivitas derajat demi derajat, kestabilan kernel, dan eksaknya barisan; ia juga membedakan perluasan dengan nol dari pemisahan pemetaan korantai.

24.2 Kernel morfisma kompleks dan korantai relatif

Sebelum melanjutkan, perlu dicatat bahwa konstruksi kernel terakhir memang terdefinisi dengan baik.

Lema 24.1 (kernel derajat demi derajat adalah sebuah kompleks). Diberikan morfisma kompleks

φ:AB, \varphi\colon A_\bullet\longrightarrow B_\bullet,

kernel derajat demi derajat ker(φn)An\ker(\varphi_n)\subseteq A_n menyusun sebuah kompleks ker(φ)\ker(\varphi). Diferensialnya adalah pembatasan diferensial AnAn+1A_n\to A_{n+1} ke kernel yang sesuai.

Bukti. Tuliskan diferensial kedua kompleks sebagai dAn:AnAn+1d_A^n\colon A_n\to A_{n+1} dan dBn:BnBn+1d_B^n\colon B_n\to B_{n+1}. Untuk akerφna\in\ker\varphi_n, sifat morfisma kompleks memberi

φn+1(dAna)=dBn(φna)=dBn(0)=0. \varphi_{n+1}(d_A^n a)=d_B^n(\varphi_n a)=d_B^n(0)=0.

Karena itu dAnakerφn+1d_A^n a\in\ker\varphi_{n+1}, sehingga pemetaan terbatas

dkerφn:=dAn|kerφn:kerφnkerφn+1 d_{\ker\varphi}^n :=d_A^n|_{\ker\varphi_n}\colon \ker\varphi_n\longrightarrow\ker\varphi_{n+1}

terdefinisi. Komposisinya berkuadrat nol karena

dkerφn+1dkerφn=dAn+1dAn|kerφn=0. d_{\ker\varphi}^{n+1}d_{\ker\varphi}^n =\left.d_A^{n+1}d_A^n\right|_{\ker\varphi_n}=0.

Jadi modul-modul kernel itu, bersama diferensial terbatas, benar-benar membentuk kompleks.

Audit sumber 24.2. Lema pada Notes.tex baris 5125–5129 tidak memiliki bukti formal. Edisi mengetik diferensial terbatas, membuktikan bahwa ia mendarat di kernel berikutnya, dan memeriksa bahwa kuadratnya nol.

Dengan lema ini kita dapat mendefinisikan kompleks yang terkait dengan suatu pasangan.

Definisi 24.1 (kompleks korantai simpleksial relatif). Untuk pasangan (X,A)(X_\bullet,A_\bullet), kompleks

C(X,A;R):=ker(i*) C^\bullet(X_\bullet,A_\bullet;R):=\ker(i^*)

disebut kompleks korantai simpleksial relatif pasangan itu.

24.3 Prinsip aljabar homologis

Kedua contoh motivasi tersebut merupakan kasus khusus dari satu prinsip umum. Misalkan diberikan barisan eksak pendek kompleks modul-RR

0ABC0. 0\longrightarrow A_\bullet\longrightarrow B_\bullet \longrightarrow C_\bullet\longrightarrow0.

Kita mungkin hendak menghitung Hn(A)H^n(A_\bullet) sementara hanya mengetahui Hn(B)H^n(B_\bullet) dan Hn(C)H^n(C_\bullet); atau mengetahui kohomologi AA_\bullet dan CC_\bullet tetapi hendak menghitung kohomologi BB_\bullet. Dalam situasi berhingga ini mungkin hanya persoalan efisiensi komputasi. Dalam keadaan umum, bagaimanapun, kita berhadapan dengan modul-RR yang dibangkitkan secara tak hingga, sehingga teknik aljabar linear sederhana mulai gagal. Kita akan membuktikan hasil umum dari aljabar homologis yang menghubungkan semua grup kohomologi tersebut.

Catatan pinggir sumber. Aljabar homologis adalah cabang aljabar yang mempelajari interaksi antara barisan, pemetaan barisan, diagram komutatif objek aljabar yang mempunyai sifat eksak tertentu, serta cara menghitung berbagai objek, termasuk grup (ko)homologi.

Catatan 24.1 (alat komputasi utama). Jika hanya satu hasil dari bagian kuliah ini yang diingat, hasil berikut mungkin yang paling berguna, sebab ia dapat diterapkan dalam banyak konteks untuk menghasilkan barisan eksak panjang. Sebaliknya, sebuah barisan eksak panjang standar yang sudah dikenal di suatu bidang sering kali muncul dari teorema ini; memahami bukti abstraknya karena itu penting. Bersama barisan eksak panjang grup homotopi dari berkas serat, hasil ini merupakan salah satu alat komputasi utama sampai teori barisan spektral digunakan. Barisan spektral sangat kuat, tetapi jauh kurang intuitif.

Catatan pinggir sumber. Dalam teori-KK, barisan eksak panjang yang dimaksud dapat melipat kembali ke dirinya sendiri.

Teorema 24.1 (Mayer–Vietoris aljabar; alias sumber thm:alg_Mayer-Vietoris). Diberikan barisan eksak pendek kompleks modul-RR

0AiBπC0, 0\longrightarrow A_\bullet \xrightarrow{\ i\ }B_\bullet \xrightarrow{\ \pi\ }C_\bullet \longrightarrow0,

terdapat barisan eksak panjang modul-RR

δk1Hk(A)Hk(i)Hk(B)Hk(π)Hk(C)δkHk+1(A)Hk+1(i)Hk+1(B). \cdots\xrightarrow{\ \delta^{k-1}\ }H^k(A_\bullet) \xrightarrow{\ H^k(i)\ }H^k(B_\bullet) \xrightarrow{\ H^k(\pi)\ }H^k(C_\bullet) \xrightarrow{\ \delta^k\ }H^{k+1}(A_\bullet) \xrightarrow{\ H^{k+1}(i)\ }H^{k+1}(B_\bullet) \longrightarrow\cdots.

Catatan pinggir sumber. Sumber menyebut hasil ini teorema Mayer–Vietoris aljabar; nama lain yang lazim ialah lema zig-zag.

Audit sumber 24.3. Pada Notes.tex baris 5173, suku setelah Hk+1(i)H^{k+1}(i) hanya tertulis $(B_\bullet)$. Edisi memulihkan suku bertipe Hk+1(B)H^{k+1}(B_\bullet) dan mempertahankan semua arah pemetaan dalam barisan.

Bukti teorema ini menggunakan sebuah lema terkenal dalam aljabar homologis, yaitu Lema Ular.

Catatan pinggir sumber (ancillary). Ada sebuah “kebun binatang” kecil berisi lema yang dinamai menurut hewan; contoh lain ialah Lema Salamander dan Lema Siput. Nama-nama ini tidak membawa muatan matematis.

24.4 Lema Ular

Lema 24.2 (Lema Ular; alias sumber snakeLemma). Diberikan diagram komutatif modul-RR berikut, dengan kedua baris eksak,

Diagram 24.1 (data panah untuk diagram Lema Ular). Baris atas dan bawah serta pemetaan vertikalnya adalah

AiBπC0αβγ0AiBπC \begin{array}{ccccccccc} &&A&\xrightarrow{\ i\ }&B&\xrightarrow{\ \pi\ }&C&\longrightarrow&0\\ &&\downarrow\,{\scriptstyle\alpha}&&\downarrow\,{\scriptstyle\beta}&& \downarrow\,{\scriptstyle\gamma}&&\\ 0&\longrightarrow&A'&\xrightarrow{\ i'\ }&B'& \xrightarrow{\ \pi'\ }&C'&& \end{array}

dengan persamaan komutativitas

βi=iα,γπ=πβ. \beta\circ i=i'\circ\alpha, \qquad \gamma\circ\pi=\pi'\circ\beta.

Baris atas eksak pada B,CB,C dan π\pi surjektif; baris bawah eksak pada A,BA',B' dan ii' injektif. Modul kanan bawah adalah CC', bukan CC. Tidak ada informasi yang bergantung pada letak panah.

terdapat barisan eksak

kerαkerβkerγδcokerαcokerβcokerγ. \ker\alpha\longrightarrow\ker\beta\longrightarrow\ker\gamma \xrightarrow{\ \delta\ }\operatorname{coker}\alpha \longrightarrow\operatorname{coker}\beta \longrightarrow\operatorname{coker}\gamma.

Eksak di sini dinyatakan pada empat suku internal yang mempunyai pemetaan masuk dan keluar. Tanpa hipotesis tambahan, tidak diklaim adanya nol tersirat di kiri kerα\ker\alpha atau di kanan cokerγ\operatorname{coker}\gamma. Diagram 24.2 mencatat seluruh jalur Ular tanpa bergantung pada warna atau posisi.

Audit sumber 24.4. Diagram Xy-pic pada Notes.tex baris 5186–5189 menulis modul kanan bawah sebagai CC. Komutativitas menuntut CC'. Edisi memperbaiki tipe itu dan mengganti diagram posisional dengan data panah serta kedua persamaan komutativitas.

Lema ini merupakan alat utama. Bukti lengkapnya panjang dan mempunyai banyak rincian, tetapi pada setiap tahap biasanya hanya ada satu atau dua langkah yang mungkin.

Diagram 24.2 (jalur semantik Lema Ular; alias sumber fig:snake_lemma). Gambar TikZ sumber menggabungkan Diagram 24.1 dengan kernel di atas, kokernel di bawah, serta satu jalur penghubung berwarna. Data yang dibawanya adalah:

  • inklusi vertikal kerαA\ker\alpha\to A, kerβB\ker\beta\to B, dan kerγC\ker\gamma\to C;
  • proyeksi vertikal AcokerαA'\to\operatorname{coker}\alpha, BcokerβB'\to\operatorname{coker}\beta, dan CcokerγC'\to\operatorname{coker}\gamma;
  • panah horizontal yang diinduksi oleh i,π,i,πi,\pi,i',\pi'; dan
  • jalur ular, yang mulai dari ckerγc\in\ker\gamma, mengangkat cc melalui π\pi ke bBb\in B, menurunkan bb melalui β\beta ke BB', mengangkat balik melalui ii' ke aAa'\in A', lalu mengambil kelas [a]cokerα[a']\in\operatorname{coker}\alpha.

Jalur terakhir mendefinisikan δ\delta. Warna merah dan geometri jalur pada gambar sumber tidak memuat informasi tambahan; semua pilihan dan ketakbergantungannya dibuktikan di bawah.

Bukti lengkap Lema Ular. Sumber memecah bukti menjadi enam kewajiban:

  1. membangun fungsi δ:kerγcokerα\delta\colon\ker\gamma\to\operatorname{coker}\alpha;

  2. membuktikan bahwa δ\delta adalah homomorfisma modul-RR;

  3. membuktikan

    im(kerαkerβ)=ker(kerβkerγ); \operatorname{im}(\ker\alpha\to\ker\beta) =\ker(\ker\beta\to\ker\gamma);

  4. membuktikan im(kerβkerγ)=kerδ\operatorname{im}(\ker\beta\to\ker\gamma)=\ker\delta;

  5. membuktikan

    imδ=ker(cokerαcokerβ); \operatorname{im}\delta =\ker(\operatorname{coker}\alpha\to\operatorname{coker}\beta);

  6. membuktikan

    im(cokerαcokerβ)=ker(cokerβcokerγ). \operatorname{im}(\operatorname{coker}\alpha \to\operatorname{coker}\beta) =\ker(\operatorname{coker}\beta \to\operatorname{coker}\gamma).

Pemetaan selain δ\delta adalah pemetaan yang diinduksi oleh diagram:

iK(a)=i(a),πK(b)=π(b),i¯([a])=[i(a)],π¯([b])=[π(b)]. i_K(a)=i(a),\qquad \pi_K(b)=\pi(b),\qquad \overline i([a'])=[i'(a')],\qquad \overline\pi([b'])=[\pi'(b')].

Keempatnya RR-linear karena masing-masing merupakan pembatasan atau pemetaan hasil bagi dari homomorfisma modul-RR pada diagram semula.

Pemetaan kernel memang mendarat di kernel karena kuadrat-kuadratnya komutatif. Pemetaan kokernel terdefinisi dengan baik: misalnya, i(a+α(a))i(a)=iα(a)=βi(a)i'(a'+\alpha(a))-i'(a')=i'\alpha(a)=\beta i(a) berada di imβ\operatorname{im}\beta; argumen untuk π¯\overline\pi sama.

1. Konstruksi penghubung. Ambil ckerγCc\in\ker\gamma\subseteq C. Karena π\pi surjektif, pilih bBb\in B dengan π(b)=c\pi(b)=c. Komutativitas memberi

π(β(b))=γ(π(b))=γ(c)=0. \pi'(\beta(b))=\gamma(\pi(b))=\gamma(c)=0.

Eksaknya baris bawah pada BB' menghasilkan abAa'_b\in A' dengan i(ab)=β(b)i'(a'_b)=\beta(b). Unsur ini unik karena ii' injektif. Definisikan

δ(c):=[ab]A/imα=cokerα. \delta(c):=[a'_b] \in A'/\operatorname{im}\alpha =\operatorname{coker}\alpha.

Untuk memeriksa bahwa kelas ini tidak bergantung pada pengangkatan, ambil b̃B\widetilde b\in B lain dengan π(b̃)=c\pi(\widetilde b)=c. Maka π(bb̃)=0\pi(b-\widetilde b)=0. Eksaknya baris atas pada BB memberi aAa\in A dengan i(a)=bb̃i(a)=b-\widetilde b. Oleh komutativitas,

i(abab̃)=β(b)β(b̃)=β(i(a))=i(α(a)). \begin{aligned} i'(a'_b-a'_{\widetilde b}) &=\beta(b)-\beta(\widetilde b)\\ &=\beta(i(a))\\ &=i'(\alpha(a)). \end{aligned}

Injektivitas ii' memberi abab̃=α(a)a'_b-a'_{\widetilde b}=\alpha(a), sehingga [ab]=[ab̃][a'_b]=[a'_{\widetilde b}]. Jadi δ\delta terdefinisi dengan baik.

2. Linearitas RR. Untuk c1,c2kerγc_1,c_2\in\ker\gamma dan r,sRr,s\in R, pilih b1,b2b_1,b_2 dengan π(bj)=cj\pi(b_j)=c_j, serta aja'_j dengan i(aj)=β(bj)i'(a'_j)=\beta(b_j). Unsur rb1+sb2rb_1+sb_2 mengangkat rc1+sc2rc_1+sc_2, dan

i(ra1+sa2)=rβ(b1)+sβ(b2)=β(rb1+sb2). i'(ra'_1+sa'_2) =r\beta(b_1)+s\beta(b_2) =\beta(rb_1+sb_2).

Oleh definisi penghubung dan ketakbergantungannya dari pilihan,

δ(rc1+sc2)=rδ(c1)+sδ(c2). \delta(rc_1+sc_2)=r\delta(c_1)+s\delta(c_2).

Jadi δ\delta adalah homomorfisma modul-RR.

Teknik yang dipakai selanjutnya disebut pengejaran diagram: kita mulai dengan unsur dalam satu modul, menggunakan pemetaan atau eksaknya barisan untuk menghasilkan unsur pada modul berdekatan, lalu mengulangi proses sampai mencapai modul yang diperlukan.

3. Eksak pada kerβ\ker\beta. Jika akerαa\in\ker\alpha, maka β(i(a))=i(α(a))=0\beta(i(a))=i'(\alpha(a))=0, dan tentu π(i(a))=0\pi(i(a))=0; jadi imiKkerπK\operatorname{im}i_K\subseteq\ker\pi_K. Sebaliknya, bila bkerβb\in\ker\beta dan π(b)=0\pi(b)=0, eksaknya baris atas memberi aAa\in A dengan i(a)=bi(a)=b. Kemudian

0=β(b)=β(i(a))=i(α(a)). 0=\beta(b)=\beta(i(a))=i'(\alpha(a)).

Karena ii' injektif, α(a)=0\alpha(a)=0. Jadi akerαa\in\ker\alpha dan b=iK(a)b=i_K(a), sehingga imiK=kerπK\operatorname{im}i_K=\ker\pi_K.

4. Eksak pada kerγ\ker\gamma. Andaikan ckerγc\in\ker\gamma dan δ(c)=0\delta(c)=0. Pilih bb dan aba'_b seperti pada konstruksi. Persamaan [ab]=0[a'_b]=0 berarti terdapat aAa\in A dengan ab=α(a)a'_b=\alpha(a). Maka

β(bi(a))=β(b)i(α(a))=i(ab)i(ab)=0, \beta(b-i(a)) =\beta(b)-i'(\alpha(a)) =i'(a'_b)-i'(a'_b)=0,

sedangkan π(bi(a))=c\pi(b-i(a))=c. Jadi cc berada dalam citra kerβkerγ\ker\beta\to\ker\gamma. Sebaliknya, jika c=π(b)c=\pi(b) untuk bkerβb\in\ker\beta, maka i(ab)=β(b)=0i'(a'_b)=\beta(b)=0. Injektivitas ii' memberi ab=0a'_b=0, sehingga δ(c)=0\delta(c)=0. Dengan demikian

im(kerβkerγ)=kerδ. \operatorname{im}(\ker\beta\to\ker\gamma)=\ker\delta.

5. Eksak pada cokerα\operatorname{coker}\alpha. Untuk ckerγc\in\ker\gamma, konstruksi memberi δ(c)=[ab]\delta(c)=[a'_b]. Citranya dalam cokerβ\operatorname{coker}\beta ialah

i¯([ab])=[i(ab)]=[β(b)]=0. \overline i([a'_b])=[i'(a'_b)]=[\beta(b)]=0.

Jadi imδkeri¯\operatorname{im}\delta\subseteq\ker\overline i. Sebaliknya, ambil [a]cokerα[a']\in\operatorname{coker}\alpha dengan i¯([a])=0\overline i([a'])=0. Artinya i(a)=β(b)i'(a')=\beta(b) untuk suatu bBb\in B. Letakkan c:=π(b)c:=\pi(b). Maka

γ(c)=γ(π(b))=π(β(b))=π(i(a))=0, \gamma(c)=\gamma(\pi(b))=\pi'(\beta(b))=\pi'(i'(a'))=0,

dan pengangkatan bb dalam definisi memberi δ(c)=[a]\delta(c)=[a']. Jadi imδ=keri¯\operatorname{im}\delta=\ker\overline i.

6. Eksak pada cokerβ\operatorname{coker}\beta. Komposisi π¯i¯\overline\pi\,\overline i nol karena πi=0\pi'i'=0. Sekarang ambil [b]cokerβ[b']\in\operatorname{coker}\beta dengan π¯([b])=0\overline\pi([b'])=0. Ini berarti π(b)imγ\pi'(b')\in\operatorname{im}\gamma, jadi terdapat cCc\in C dengan γ(c)=π(b)\gamma(c)=\pi'(b'). Pilih bBb\in B dengan π(b)=c\pi(b)=c. Kemudian

π(bβ(b))=π(b)γ(π(b))=0. \pi'(b'-\beta(b)) =\pi'(b')-\gamma(\pi(b))=0.

Eksaknya baris bawah pada BB' memberi aAa'\in A' dengan bβ(b)=i(a)b'-\beta(b)=i'(a'). Sesudah mengambil kelas modulo imβ\operatorname{im}\beta kita memperoleh [b]=[i(a)]=i¯([a])[b']=[i'(a')]=\overline i([a']). Maka kerπ¯imi¯\ker\overline\pi\subseteq\operatorname{im}\overline i, dan inklusi sebaliknya sudah dibuktikan. Keempat posisi internal itu eksak, sehingga barisan dalam pernyataan lema eksak.

Audit sumber 24.5. Bukti sumber hanya mengerjakan konstruksi penghubung serta eksaknya posisi keempat dan kelima; linearitas dan posisi ketiga serta keenam diserahkan kepada pembaca. Edisi menyelesaikan seluruh enam kewajiban, mengetik keempat pemetaan terinduksi, dan memperbaiki selip notasi ab/aba_b/a'_b tanpa mengubah strategi pengejaran diagram sumber.

24.5 Diagram persiapan

Untuk menerapkan Lema Ular pada bukti Teorema 24.1, kita perlu membangun diagram yang mempunyai sifat yang sesuai. Menerapkan Lema Ular langsung pada dua derajat dari barisan eksak pendek kompleks bukan langkah yang benar, sebab kernel dan kokernel yang dihasilkan dengan cara itu bukan grup kohomologi dalam teorema.

Lema 24.3 (diagram persiapan; alias sumber lemma:setup_for_algMV). Diagram komutatif berikut memenuhi hipotesis Lema Ular; khususnya, kedua barisnya eksak pada semua posisi yang mempunyai panah masuk dan keluar.

Diagram 24.3 (data panah diagram persiapan). Untuk K=A,B,CK=A,B,C, tuliskan

QKk:=Kk/δk1K(Kk1),ZKk+1:=ker(δk+1K). Q_K^k:=K_k/\delta_{k-1}^K(K_{k-1}), \qquad Z_K^{k+1}:=\ker(\delta_{k+1}^K).

Diagramnya adalah

QAkQBkQCk0δ¯Akδ¯Bkδ¯Ck0ZAk+1ZBk+1ZCk+1 \begin{array}{ccccccccc} &&Q_A^k&\longrightarrow&Q_B^k&\longrightarrow&Q_C^k&\longrightarrow&0\\ &&\downarrow\,{\scriptstyle\overline\delta_A^k}&& \downarrow\,{\scriptstyle\overline\delta_B^k}&& \downarrow\,{\scriptstyle\overline\delta_C^k}&&\\ 0&\longrightarrow&Z_A^{k+1}&\longrightarrow&Z_B^{k+1}& \longrightarrow&Z_C^{k+1}&& \end{array}

dengan

δ¯Kk([x])=δkK(x). \overline\delta_K^k([x])=\delta_k^K(x).

Panah horizontal diinduksi oleh ii dan π\pi. Tidak ada sifat yang bergantung pada posisi visual diagram.

Bukti. Pertama, setiap pemetaan vertikal terdefinisi dengan baik. Jika xx diganti oleh x+δk1K(u)x+\delta_{k-1}^K(u), maka

δkK(x+δk1K(u))=δkK(x)+δkKδk1K(u)=δkK(x). \delta_k^K(x+\delta_{k-1}^K(u)) =\delta_k^K(x)+\delta_k^K\delta_{k-1}^K(u) =\delta_k^K(x).

Selain itu, δk+1KδkK(x)=0\delta_{k+1}^K\delta_k^K(x)=0, sehingga citranya memang berada di ZKk+1Z_K^{k+1}. Karena ii dan π\pi adalah morfisma kompleks, kedua kuadrat komutatif.

Untuk baris atas, pemetaan QBkQCkQ_B^k\to Q_C^k surjektif: kelas [c][c] dapat diangkat dengan memilih bBkb\in B_k sedemikian sehingga π(b)=c\pi(b)=c. Jika [b]QBk[b]\in Q_B^k dipetakan ke nol, maka π(b)=δk1C(c)\pi(b)=\delta_{k-1}^C(c_-) untuk suatu cCk1c_-\in C_{k-1}. Pilih bBk1b_-\in B_{k-1} dengan π(b)=c\pi(b_-)=c_-. Dengan komutativitas diferensial,

π(bδk1B(b))=0. \pi\bigl(b-\delta_{k-1}^B(b_-)\bigr)=0.

Eksaknya barisan kompleks pada derajat kk menghasilkan aAka\in A_k dengan i(a)=bδk1B(b)i(a)=b-\delta_{k-1}^B(b_-). Oleh karena itu [b][b] adalah citra [a][a]. Sebaliknya, setiap citra dari QAkQ_A^k dipetakan ke nol sebab πi=0\pi i=0. Jadi baris atas eksak pada QBk,QCkQ_B^k,Q_C^k.

Untuk baris bawah, pemetaan ZAk+1ZBk+1Z_A^{k+1}\to Z_B^{k+1} injektif karena ii injektif pada setiap derajat. Jika bZBk+1b\in Z_B^{k+1} dan π(b)=0\pi(b)=0, maka b=i(a)b=i(a) untuk suatu aAk+1a\in A_{k+1}. Selanjutnya

i(δk+1A(a))=δk+1B(i(a))=δk+1B(b)=0. i(\delta_{k+1}^A(a)) =\delta_{k+1}^B(i(a)) =\delta_{k+1}^B(b)=0.

Injektivitas ii memberi δk+1A(a)=0\delta_{k+1}^A(a)=0, jadi aZAk+1a\in Z_A^{k+1}. Inklusi sebaliknya mengikuti dari πi=0\pi i=0. Maka baris bawah eksak pada ZAk+1,ZBk+1Z_A^{k+1},Z_B^{k+1}. Inilah tepat hipotesis sisi kanan atas dan sisi kiri bawah yang diperlukan dalam Lema Ular.

Audit sumber 24.6. Lingkungan bukti pada Notes.tex baris 5332–5334 hanya berisi Exercise, for now. Edisi membuktikan keterdefinisian ketiga pemetaan vertikal, komutativitas diagram, eksaknya baris hasil bagi, dan eksaknya baris kernel.

24.6 Bukti teorema dan penyambungan

Bukti Teorema 24.1. Untuk K=A,B,CK=A,B,C, gunakan notasi dari Diagram 24.3. Kernel pemetaan vertikal ialah

kerδ¯Kk={[x]Kk/δk1K(Kk1)δkK(x)=0}=ker(δkK)/δk1K(Kk1)=Hk(K). \begin{aligned} \ker\overline\delta_K^k &=\{[x]\in K_k/\delta_{k-1}^K(K_{k-1}) \mid \delta_k^K(x)=0\}\\ &=\ker(\delta_k^K)/\delta_{k-1}^K(K_{k-1})\\ &=H^k(K_\bullet). \end{aligned}

Kesetaraan kedua sah karena δk1K(Kk1)kerδkK\delta_{k-1}^K(K_{k-1})\subseteq\ker\delta_k^K. Dengan demikian ini bukan hanya kesamaan ukuran: pemetaan [x][x][x]\mapsto[x] memberi isomorfisma kanonik.

Catatan pinggir sumber. Sumber menandai identifikasi kernel ini sebagai “latihan”. Bukti eksplisitnya diberikan tepat di atas.

Citra pemetaan vertikal adalah

imδ¯Kk=δkK(Kk)ker(δk+1K). \operatorname{im}\overline\delta_K^k =\delta_k^K(K_k) \subseteq\ker(\delta_{k+1}^K).

Karena itu kokernelnya adalah

cokerδ¯Kk=ker(δk+1K)δkK(Kk)=Hk+1(K). \operatorname{coker}\overline\delta_K^k =\frac{\ker(\delta_{k+1}^K)}{\delta_k^K(K_k)} =H^{k+1}(K_\bullet).

Rumus ini juga memperbaiki kurung penutup yang hilang dalam rumus citra pada sumber. Semua isomorfisma tersebut natural terhadap morfisma kompleks.

Dengan menerapkan Lema 24.2 pada diagram yang dijamin oleh Lema 24.3, lalu memakai identifikasi kernel dan kokernel tadi, kita memperoleh barisan eksak enam-suku

Hk(A)Hk(B)Hk(C)δkHk+1(A)Hk+1(B)Hk+1(C) H^k(A_\bullet)\longrightarrow H^k(B_\bullet) \longrightarrow H^k(C_\bullet) \xrightarrow{\ \delta^k\ }H^{k+1}(A_\bullet) \longrightarrow H^{k+1}(B_\bullet) \longrightarrow H^{k+1}(C_\bullet)

untuk setiap kk. Pemetaan-pemetaan selain δk\delta^k tepat pemetaan kohomologi yang diinduksi oleh ii dan π\pi: konstruksi hasil bagi, kernel, dan semua isomorfisma di atas memakai pemetaan yang sama.

Catatan pinggir sumber, dibuktikan. Jika untuk setiap kk tersedia barisan eksak Lk1Mk1Nk1LkMkNkL_{k-1}\to M_{k-1}\to N_{k-1}\to L_k\to M_k\to N_k dan pemetaan yang berulang pada suku bersama benar-benar sama, maka barisan-barisannya menyambung menjadi Nk2Lk1Mk1Nk1LkMkNkLk+1\cdots\to N_{k-2}\to L_{k-1}\to M_{k-1}\to N_{k-1}\to L_k\to M_k\to N_k\to L_{k+1}\to\cdots.

Dalam kasus kita, barisan untuk indeks k+1k+1 dimulai dengan tiga suku dan pemetaan terakhir dari barisan indeks kk. Karena identifikasi kernel dan kokernel bersifat kanonik, bukan sekadar isomorfisma yang dipilih secara terpisah, kedua salinan setiap suku Hk+1H^{k+1} beserta pemetaannya identik. Maka barisan enam-suku itu dapat disambung tanpa celah menjadi

Hk(A)Hk(i)Hk(B)Hk(π)Hk(C)δkHk+1(A), \cdots\longrightarrow H^k(A_\bullet) \xrightarrow{\ H^k(i)\ }H^k(B_\bullet) \xrightarrow{\ H^k(\pi)\ }H^k(C_\bullet) \xrightarrow{\ \delta^k\ }H^{k+1}(A_\bullet) \longrightarrow\cdots,

dan eksaknya pada setiap suku diwarisi dari salah satu barisan enam-suku yang memuat suku tersebut. Inilah barisan eksak panjang yang dinyatakan dalam teorema.

Audit sumber 24.7. Notes.tex baris 5338–5354 menandai identifikasi kernel sebagai latihan, meninggalkan identifikasi kokernel tanpa bukti, kehilangan satu kurung pada rumus citra, dan menyatakan penyambungan hanya sebagai latihan pinggir. Edisi membuktikan kedua identifikasi, memulihkan kurung, dan menunjukkan bahwa suku serta pemetaan bersama benar-benar sama ketika kk berubah.

24.7 Kealamian

Ada satu konsekuensi yang berguna. Diberikan dua diagram seperti yang masuk ke Lema Ular dan homomorfisma antara setiap modul yang membuat semua kubus yang mungkin menjadi komutatif, kita memperoleh pemetaan terinduksi antara kernel dan kokernel. Dengan demikian, untuk dua barisan eksak pendek kompleks dan sebuah morfisma di antaranya, terdapat morfisma antara barisan eksak panjang yang dihasilkan.

Catatan pinggir sumber. Sifat ini diringkas dengan mengatakan bahwa Lema Ular bersifat natural.

Situasi ini muncul, misalnya, ketika gelanggang koefisien kohomologi himpunan-Δ\Delta diganti dalam salah satu contoh motivasi. Ia juga muncul untuk pemetaan pasangan

(X,A)(Y,B), (X_\bullet,A_\bullet)\longrightarrow(Y_\bullet,B_\bullet),

karena setiap pasangan menghasilkan barisan eksak pendek kompleks dan pemetaan pasangan menginduksi morfisma antara kedua barisan tersebut.

Verifikasi kealamian pemetaan penghubung. Misalkan homomorfisma vertikal tambahan mengirim diagram Lema Ular pertama ke diagram kedua dan membuat semua kubus komutatif. Untuk ckerγc\in\ker\gamma, pilih pengangkatan bBb\in B dan unsur aAa'\in A' dengan π(b)=c\pi(b)=c serta i(a)=β(b)i'(a')=\beta(b). Sesudah ketiga unsur itu dipetakan ke diagram kedua, komutativitas kubus menunjukkan bahwa citra bb mengangkat citra cc dan citra aa' memenuhi persamaan yang mendefinisikan penghubung kedua. Karena penghubung tidak bergantung pada pilihan pengangkatan,

δ2(fC(c))=f¯A(δ1(c)). \delta_2(f_C(c)) =\overline f_{A'}(\delta_1(c)).

Jadi bujur sangkar yang melibatkan pemetaan penghubung komutatif. Bujur sangkar lain komutatif langsung dari fungtorialitas kernel, kokernel, dan kohomologi. Akibatnya yang dihasilkan bukan sekadar pemetaan antara kompleks yang tidak ditentukan, melainkan morfisma antara kedua barisan eksak panjang.

Audit sumber 24.8. Notes.tex baris 5357–5367 mula-mula menyebut “pemetaan antara kompleks” sebelum memperjelas konsekuensinya. Edisi menyatakan sasaran yang tepat—morfisma antara barisan eksak panjang—dan memeriksa komutativitas pemetaan penghubung melalui pengangkatan yang sama.

Pendamping penguasaan: pemeriksaan, petunjuk, dan solusi lengkap

Enam paket berikut adalah materi asli edisi. Semuanya dibatasi pada sasaran Unit 24: korantai relatif, kernel morfisma kompleks, konstruksi dan eksaknya Lema Ular, diagram persiapan, penyambungan, dan kealamian.

Pemeriksaan Penguasaan 24.1 (korantai relatif dan perluasan nol). Untuk inklusi sub-himpunan-Δ\Delta i:AXi\colon A_\bullet\hookrightarrow X_\bullet, buktikan langsung bahwa

0C(X,A;R)C(X;R)i*C(A;R)0 0\longrightarrow C^\bullet(X_\bullet,A_\bullet;R) \longrightarrow C^\bullet(X_\bullet;R) \xrightarrow{\ i^*\ }C^\bullet(A_\bullet;R) \longrightarrow0

adalah barisan eksak pendek kompleks. Lalu, untuk A={0}Δ[1]A_\bullet=\{0\}\subseteq\Delta[1] dan 1R01_R\ne0, tunjukkan bahwa perluasan dengan nol yang memisahkan i*i^* pada setiap derajat bukan pemetaan korantai.

Petunjuk. Restriksi dan diferensial sama-sama dibentuk dengan prakomposisi oleh face map. Untuk contoh tandingan, perluas fungsi bernilai 11 pada simpul 00 menjadi fungsi yang bernilai nol pada simpul 11, lalu hitung kobatasnya pada sisi 0101.

Solusi Pemeriksaan 24.1. Pada derajat nn, in*(g)=g|Ani_n^*(g)=g|_{A_n}. Karena face map AA_\bullet adalah pembatasan face map XX_\bullet, untuk setiap gRXng\in R^{X_n} berlaku

δAn(in*g)=in+1*(δXng). \delta_A^n(i_n^*g)=i_{n+1}^*(\delta_X^n g).

Jadi i*i^* adalah pemetaan korantai. Ia surjektif pada setiap derajat: untuk hRAnh\in R^{A_n}, tetapkan ĥ=h\widehat h=h pada AnA_n dan nol di luar AnA_n. Kernel restriksi stabil terhadap diferensial oleh persamaan komutativitas tadi, dan menurut Definisi 24.1 kernel itu ialah C(X,A;R)C^\bullet(X_\bullet,A_\bullet;R). Inklusi kernel injektif, citranya tepat kernel i*i^*, dan i*i^* surjektif. Maka barisan tersebut eksak pendek sebagai barisan kompleks.

Sekarang ambil X=Δ[1]X_\bullet=\Delta[1] dan AA_\bullet yang hanya memuat simpul 00. Jika h(0)=1Rh(0)=1_R, perluasan nol e0he^0h mempunyai nilai 1R1_R pada simpul 00 dan 00 pada simpul 11. Dengan salah satu konvensi tanda yang konsisten,

(δX0e0h)(01)=01R=1R0 (\delta_X^0e^0h)(01)=0-1_R=-1_R\ne0

(dengan konvensi urutan muka berlawanan nilainya 1R1_R, tetap taknol). Sebaliknya A1=A_1=\varnothing, sehingga δA0h=0\delta_A^0h=0 dan perluasan nolnya pada derajat satu juga nol. Jadi δX0e0e1δA0\delta_X^0e^0\ne e^1\delta_A^0: pemisahan modul derajat demi derajat bukan pemisahan kompleks.

Pemeriksaan Penguasaan 24.2 (kernel morfisma kompleks). Misalkan φ:AB\varphi\colon A_\bullet\to B_\bullet adalah morfisma kompleks. Bangun diferensial pada Kn:=kerφnK_n:=\ker\varphi_n, buktikan bahwa diferensial itu bertipe KnKn+1K_n\to K_{n+1} dan berkuadrat nol, lalu buktikan bahwa konstruksi kernel ini natural terhadap sebuah bujur sangkar komutatif morfisma kompleks.

Petunjuk. Terapkan persamaan φn+1dAn=dBnφn\varphi_{n+1}d_A^n=d_B^n\varphi_n pada unsur KnK_n. Untuk kealamian, batasi pemetaan vertikal pada kedua kernel dan gunakan komutativitas bujur sangkar derajat demi derajat.

Solusi Pemeriksaan 24.2. Jika aKna\in K_n, maka

φn+1(dAna)=dBn(φna)=0, \varphi_{n+1}(d_A^n a)=d_B^n(\varphi_n a)=0,

jadi dAnaKn+1d_A^n a\in K_{n+1}. Definisikan

dKn:=dAn|Kn:KnKn+1. d_K^n:=d_A^n|_{K_n}\colon K_n\longrightarrow K_{n+1}.

Karena diferensial ini merupakan pembatasan,

dKn+1dKn=dAn+1dAn|Kn=0. d_K^{n+1}d_K^n =\left.d_A^{n+1}d_A^n\right|_{K_n}=0.

Maka KK_\bullet adalah kompleks. Untuk kealamian, ambil bujur sangkar komutatif morfisma kompleks

AφBfgAφB. \begin{array}{ccc} A_\bullet&\xrightarrow{\ \varphi\ }&B_\bullet\\ \downarrow{\scriptstyle f}&&\downarrow{\scriptstyle g}\\ A'_\bullet&\xrightarrow{\ \varphi'\ }&B'_\bullet. \end{array}

Jika akerφna\in\ker\varphi_n, maka φn(fn(a))=gn(φn(a))=0\varphi'_n(f_n(a))=g_n(\varphi_n(a))=0, sehingga fnf_n membatasi diri ke kerφnkerφn\ker\varphi_n\to\ker\varphi'_n. Karena ff adalah morfisma kompleks, pembatasan tersebut komutatif dengan dKd_K. Identitas dan komposisi tetap identitas dan komposisi sesudah pembatasan; jadi kernel kompleks bersifat natural.

Pemeriksaan Penguasaan 24.3 (membangun penghubung Ular). Dalam diagram Lema Ular, mulai dari ckerγc\in\ker\gamma. Bangun δ(c)cokerα\delta(c)\in\operatorname{coker}\alpha dengan dua pengangkatan yang tepat, lalu buktikan bahwa kelas yang dihasilkan tidak bergantung pada pilihan bBb\in B dengan π(b)=c\pi(b)=c. Jelaskan persis tempat digunakannya eksak baris atas, eksak baris bawah, surjektivitas π\pi, dan injektivitas ii'.

Petunjuk. Pilih bb dengan πb=c\pi b=c. Tunjukkan bahwa βbkerπ=imi\beta b\in\ker\pi'=\operatorname{im}i', lalu tulis βb=iab\beta b=i'a'_b. Untuk dua pilihan b,b̃b,\widetilde b, tulis bb̃=i(a)b-\widetilde b=i(a) dan bandingkan aba'_b dengan ab̃a'_{\widetilde b}.

Solusi Pemeriksaan 24.3. Surjektivitas π\pi memberi bBb\in B dengan π(b)=c\pi(b)=c. Karena ckerγc\in\ker\gamma dan diagram komutatif,

π(β(b))=γ(π(b))=γ(c)=0. \pi'(\beta(b))=\gamma(\pi(b))=\gamma(c)=0.

Eksaknya baris bawah pada BB' memberi β(b)=i(ab)\beta(b)=i'(a'_b) untuk suatu abAa'_b\in A', dan injektivitas ii' membuat aba'_b unik. Definisikan δ(c)=[ab]\delta(c)=[a'_b] modulo imα\operatorname{im}\alpha.

Jika b̃\widetilde b adalah pengangkatan lain, maka bb̃kerπ=imib-\widetilde b\in\ker\pi=\operatorname{im}i oleh eksaknya baris atas pada BB. Jadi bb̃=i(a)b-\widetilde b=i(a) untuk suatu aAa\in A. Dengan i(ab̃)=β(b̃)i'(a'_{\widetilde b})=\beta(\widetilde b) dan komutativitas,

i(abab̃)=β(bb̃)=β(i(a))=i(α(a)). i'(a'_b-a'_{\widetilde b}) =\beta(b-\widetilde b) =\beta(i(a)) =i'(\alpha(a)).

Injektivitas ii' memberi abab̃=α(a)a'_b-a'_{\widetilde b}=\alpha(a). Karena selisihnya berada di imα\operatorname{im}\alpha, kedua unsur menentukan kelas kokernel yang sama. Jadi δ\delta terdefinisi dengan baik. Hipotesis digunakan tepat sebagai berikut: π\pi surjektif untuk memilih bb; komutativitas dan eksak bawah untuk memperoleh aba'_b; ii' injektif untuk keunikan dan pembatalan; eksak atas untuk membandingkan dua pengangkatan.

Pemeriksaan Penguasaan 24.4 (linearitas dan eksaknya Lema Ular). Dengan penghubung dari Pemeriksaan 24.3, buktikan linearitas δ\delta. Kemudian buktikan eksaknya barisan Ular pada keempat suku internal kerβ\ker\beta, kerγ\ker\gamma, cokerα\operatorname{coker}\alpha, dan cokerβ\operatorname{coker}\beta. Jangan menggunakan geometri atau warna Diagram 24.2 sebagai alasan.

Petunjuk. Untuk linearitas gunakan rb1+sb2rb_1+sb_2 sebagai pengangkatan. Pada posisi kernel gunakan eksaknya baris atas serta injektivitas ii'. Pada posisi kokernel, terjemahkan “kelas nol” menjadi “berbeda dari nol oleh citra pemetaan vertikal”, lalu gunakan eksaknya baris bawah dan surjektivitas π\pi.

Solusi Pemeriksaan 24.4. Bila bjb_j mengangkat cjc_j dan i(aj)=β(bj)i'(a'_j)=\beta(b_j), maka rb1+sb2rb_1+sb_2 mengangkat rc1+sc2rc_1+sc_2 serta

i(ra1+sa2)=β(rb1+sb2). i'(ra'_1+sa'_2)=\beta(rb_1+sb_2).

Karena kelas penghubung tidak bergantung pada pilihan, δ(rc1+sc2)=rδ(c1)+sδ(c2)\delta(rc_1+sc_2)=r\delta(c_1)+s\delta(c_2).

Pada kerβ\ker\beta, citra kerα\ker\alpha berada dalam kernel pemetaan ke kerγ\ker\gamma. Jika bkerβb\in\ker\beta dan π(b)=0\pi(b)=0, tulis b=i(a)b=i(a). Persamaan 0=β(b)=i(α(a))0=\beta(b)=i'(\alpha(a)) dan injektivitas ii' memberi akerαa\in\ker\alpha. Jadi kedua himpunan itu sama.

Pada kerγ\ker\gamma, bila δ(c)=0\delta(c)=0, pilih bb dengan π(b)=c\pi(b)=c dan i(ab)=β(b)i'(a'_b)=\beta(b). Tulis ab=α(a)a'_b=\alpha(a); maka bi(a)kerβb-i(a)\in\ker\beta dan tetap dipetakan ke cc. Arah sebaliknya mengikuti karena untuk bkerβb\in\ker\beta kita mendapat ab=0a'_b=0. Jadi im(kerβkerγ)=kerδ\operatorname{im}(\ker\beta\to\ker\gamma)=\ker\delta.

Pada cokerα\operatorname{coker}\alpha, kelas δ(c)=[ab]\delta(c)=[a'_b] dipetakan ke [i(ab)]=[β(b)]=0[i'(a'_b)]=[\beta(b)]=0. Jika sebaliknya [i(a)]=0[i'(a')]=0, tulis i(a)=β(b)i'(a')=\beta(b) dan tetapkan c=π(b)c=\pi(b). Komutativitas memberi ckerγc\in\ker\gamma, dan δ(c)=[a]\delta(c)=[a'].

Terakhir, pada cokerβ\operatorname{coker}\beta, citra kelas dari cokerα\operatorname{coker}\alpha jelas mati di cokerγ\operatorname{coker}\gamma. Jika [b][b'] mati di sana, pilih cCc\in C dengan γ(c)=π(b)\gamma(c)=\pi'(b'), lalu pilih bBb\in B dengan π(b)=c\pi(b)=c. Maka π(bβb)=0\pi'(b'-\beta b)=0, sehingga bβb=i(a)b'-\beta b=i'(a'). Modulo imβ\operatorname{im}\beta kita memperoleh [b]=[i(a)][b']=[i'(a')]. Ini membuktikan eksaknya keempat posisi tanpa memakai informasi posisional gambar.

Pemeriksaan Penguasaan 24.5 (eksaknya diagram persiapan). Mulai dari barisan eksak pendek kompleks 0AiBπC00\to A_\bullet\xrightarrow{i}B_\bullet\xrightarrow{\pi}C_\bullet\to0. Buktikan bahwa semua pemetaan vertikal pada Diagram 24.3 terdefinisi dengan baik dan membentuk bujur sangkar komutatif. Lalu buktikan eksaknya baris hasil bagi dan baris kernel pada posisi yang diperlukan Lema Ular.

Petunjuk. Gunakan δkδk1=0\delta_k\delta_{k-1}=0 untuk pemetaan vertikal. Jika [b][b] mati dalam hasil bagi CC, angkat dahulu batas yang mewakili π(b)\pi(b) ke derajat k1k-1 di BB, kurangi batasnya dari bb, lalu gunakan kerπ=imi\ker\pi=\operatorname{im}i. Untuk baris bawah, gunakan injektivitas ii.

Solusi Pemeriksaan 24.5. Rumus δ¯Kk([x])=δkK(x)\overline\delta_K^k([x])=\delta_k^K(x) tidak berubah jika xx diganti dengan x+δk1K(u)x+\delta_{k-1}^K(u), karena δkKδk1K=0\delta_k^K\delta_{k-1}^K=0. Nilainya berada di kerδk+1K\ker\delta_{k+1}^K karena δk+1KδkK=0\delta_{k+1}^K\delta_k^K=0. Sifat morfisma kompleks untuk ii dan π\pi membuktikan komutativitas kedua bujur sangkar.

Pemetaan QBkQCkQ_B^k\to Q_C^k surjektif karena BkCkB_k\to C_k surjektif. Jika [b][b] masuk ke nol, tulis π(b)=δk1C(c)\pi(b)=\delta_{k-1}^C(c_-) dan angkat cc_- ke bBk1b_-\in B_{k-1}. Maka

π(bδk1Bb)=0, \pi(b-\delta_{k-1}^B b_-)=0,

jadi bδk1Bb=i(a)b-\delta_{k-1}^B b_-=i(a) untuk suatu aAka\in A_k. Karena batas yang dikurangkan hilang dalam hasil bagi, [b][b] adalah citra [a][a]. Komposisi dari QAkQ_A^k ke QCkQ_C^k nol, sehingga baris atas eksak.

Pada baris bawah, ZAk+1ZBk+1Z_A^{k+1}\to Z_B^{k+1} injektif. Jika bZBk+1b\in Z_B^{k+1} dan π(b)=0\pi(b)=0, tulis b=i(a)b=i(a). Lalu 0=δBb=i(δAa)0=\delta_B b=i(\delta_A a); injektivitas ii memberi δAa=0\delta_A a=0. Jadi aZAk+1a\in Z_A^{k+1} dan baris bawah eksak. Semua hipotesis Lema Ular sekarang terverifikasi.

Pemeriksaan Penguasaan 24.6 (penyambungan dan kealamian). Untuk setiap kk, Lema Ular pada Diagram 24.3 memberi barisan enam-suku. Buktikan identifikasi

kerδ¯KkHk(K),cokerδ¯KkHk+1(K), \ker\overline\delta_K^k\cong H^k(K_\bullet), \qquad \operatorname{coker}\overline\delta_K^k\cong H^{k+1}(K_\bullet),

jelaskan mengapa barisan untuk semua kk menyambung menjadi satu barisan eksak panjang, dan buktikan bahwa sebuah morfisma antara dua barisan eksak pendek kompleks menghasilkan morfisma antara barisan eksak panjangnya.

Petunjuk. Kernel pemetaan [x]δkx[x]\mapsto\delta_kx adalah kosiklus modulo kobatas; kokernelnya adalah kosiklus derajat k+1k+1 modulo citra δk\delta_k. Untuk kealamian, petakan satu pilihan pengangkatan dalam konstruksi Ular ke diagram kedua dan gunakan ketakbergantungan penghubung dari pilihan.

Solusi Pemeriksaan 24.6. Dengan QKk=Kk/imδk1KQ_K^k=K_k/\operatorname{im}\delta_{k-1}^K dan ZKk+1=kerδk+1KZ_K^{k+1}=\ker\delta_{k+1}^K, pemetaan vertikal ialah δ¯Kk([x])=δkKx\overline\delta_K^k([x])=\delta_k^Kx. Maka

kerδ¯Kk=kerδkKimδk1K=Hk(K), \ker\overline\delta_K^k =\frac{\ker\delta_k^K}{\operatorname{im}\delta_{k-1}^K} =H^k(K_\bullet),

sedangkan

cokerδ¯Kk=ZKk+1imδkK=Hk+1(K). \operatorname{coker}\overline\delta_K^k =\frac{Z_K^{k+1}}{\operatorname{im}\delta_k^K} =H^{k+1}(K_\bullet).

Karena identifikasi ini kanonik dan pemetaan horizontalnya diinduksi oleh i,πi,\pi, Lema Ular memberi

Hk(A)Hk(B)Hk(C)δkHk+1(A)Hk+1(B)Hk+1(C). H^k(A)\to H^k(B)\to H^k(C)\xrightarrow{\delta^k} H^{k+1}(A)\to H^{k+1}(B)\to H^{k+1}(C).

Barisan untuk k+1k+1 memakai tiga suku terakhir yang sama sebagai tiga suku pertamanya—dengan pemetaan yang sama, bukan salinan yang dipilih secara sembarang. Karena setiap suku internal dan kedua pemetaan yang mengapitnya terdapat dalam salah satu barisan enam-suku, penyambungan mempertahankan eksaknya dan menghasilkan barisan eksak panjang.

Sekarang ambil morfisma antara dua barisan eksak pendek kompleks. Ia menginduksi morfisma antara semua QKkQ_K^k dan ZKk+1Z_K^{k+1} serta membuat diagram persiapan komutatif. Jika cc diangkat ke bb lalu menghasilkan aa', citra ketiga unsur itu merupakan pilihan yang sah dalam diagram kedua. Karena kelas penghubung tidak bergantung pada pilihan,

fA,*k+1δ1k([c])=δ2kfC,*k([c]). f_{A,*}^{k+1}\delta_1^k([c]) =\delta_2^k f_{C,*}^k([c]).

Semua bujur sangkar lain komutatif oleh fungtorialitas kohomologi. Jadi pemetaan-pemetaan derajat demi derajat menyambung menjadi morfisma antara barisan eksak panjang, yang membuktikan kealamian.

Batas ke Unit 25. Unit 24 menerjemahkan Notes.tex baris 5113–5369 secara kontigu. Baris 5113–5121 melanjutkan dan menutup contoh Unit 23; hubungan timbal baliknya direkam sebagai data-continuation-of="o012-rbt-l23-exa-002". Penanda \lecturenum{25} berada pada baris 5370 dan tidak dimasukkan. Kursor sumber berikutnya yang tepat adalah Notes.tex baris 5370.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 5370–5611 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang aktif itu terdiri atas 242 baris fisik. Dengan normalisasi LF dan terminator LF penutup dipertahankan, ukurannya 12.732 byte dan SHA-256-nya adalah d05781ae58b1b6fd6174d030e52ca9ee6a08048be96f7c103e5be8de473b60b0. Baris 5612, yang memulai Kuliah 26, tidak termasuk. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Rentang sumber memuat satu penanda kuliah, tiga definisi, dua lema, dua proposisi, enam contoh, dua lingkungan bukti, satu enumerasi dua butir, delapan catatan pinggir, dua diagram Xy-pic, satu label, dan satu rujukan silang. Tidak ada latihan formal sumber, pertanyaan formal, gambar eksternal, sitasi, input, atau include.

Edisi memindahkan kedelapan catatan pinggir ke urutan bacaan utama dan menggambar ulang kedua diagram posisional sebagai data barisan dan morfisma yang semantik serta dapat mengalir ulang. Edisi juga melengkapi bukti lema kerangka, membangun dan memeriksa barisan eksak panjang kohomologi relatif, menyelesaikan separuh injektivitas Lema Lima yang ditinggalkan sebagai latihan, serta memperbaiki pembuktian karakteristik Euler dengan argumen rank–nulitas yang bertipe benar. Kekeliruan deterministik dalam proyeksi, tipe unsur, indeks, citra diferensial, dan rumus penutup diperbaiki serta dicatat tepat di tempatnya.

Enam pemeriksaan penguasaan, enam petunjuk, semua penutupan bukti edisi, dan enam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses dan tidak mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

25 Kuliah 25

25.1 Kohomologi relatif dan kerangka atas

Kohomologi kompleks korantai simpleksial relatif ternyata sangat penting. Ia juga memberi keluwesan tambahan dalam mendefinisikan kohomologi sebuah himpunan-Δ\Delta. Kompleks biasa C(X;R)C^\bullet(X_\bullet;R) diperoleh kembali dengan mengambil A=A_\bullet=\varnothing; dengan kata lain, kompleks itu adalah C(X,;R)C^\bullet(X_\bullet,\varnothing;R).

Definisi 25.1 (kohomologi relatif). Untuk pasangan himpunan-Δ\Delta (X,A)(X_\bullet,A_\bullet), kohomologi relatif pasangan itu ialah

Hk(X,A;R):=Hk(C(X,A;R)). H^k(X_\bullet,A_\bullet;R) :=H^k\!\left(C^\bullet(X_\bullet,A_\bullet;R)\right).

Contoh 25.1 (relatif terhadap kerangka satu dimensi lebih rendah). Misalkan XX_\bullet merupakan himpunan-Δ\Delta berdimensi hingga nn. Pasangan

(X,skn1X) (X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet)

memiliki kompleks korantai relatif

0C0(X,skn1X;R)Cn1(X,skn1X;R)Cn(X,skn1X;R)0. 0\longrightarrow C^0(X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R) \longrightarrow\cdots\longrightarrow C^{n-1}(X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R) \longrightarrow C^n(X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R) \longrightarrow0.

Untuk k<nk<n berlaku skn1Xk=Xk\operatorname{sk}_{n-1}X_k=X_k. Karena itu,

Ck(X,skn1X;R)=ker(idRXk)=0. C^k(X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R) =\ker\!\left(\operatorname{id}_{R^{X_k}}\right)=0.

Sebaliknya, skn1Xn=\operatorname{sk}_{n-1}X_n=\varnothing, sehingga

Cn(X,skn1X;R)=ker(RXnR=0)=RXn. \begin{aligned} C^n(X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R) &=\ker\!\left(R^{X_n}\longrightarrow R^\varnothing=0\right)\\ &=R^{X_n}. \end{aligned}

Jadi semua modul kompleks itu nol kecuali modul pada posisi nn, yang merupakan modul fungsi XnRX_n\to R. Akibatnya,

Hk(X,skn1X;R)={0,kn,RXn,k=n. H^k(X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R) = \begin{cases} 0,&k\ne n,\\ R^{X_n},&k=n. \end{cases}

Notasi aljabar homologis. Kompleks yang hanya memuat RXnR^{X_n} pada derajat nn sering ditulis RXn[n]R^{X_n}[n].

Audit sumber 25.1. Tampilan pada Notes.tex baris 5383–5385 mulai dari C1C^1, padahal argumennya mencakup derajat 00. Edisi menampilkan rentang penuh C0C^0 sampai CnC^n. Perbaikan ini tidak mengubah hasil: semua suku berderajat kurang dari nn, termasuk suku derajat 00, memang nol.

Lema 25.1 (kohomologi tidak melihat simpleks di atas derajat yang diperlukan). Jika k<nk<n, maka

Hk(sknX;R)Hk(X;R). H^k(\operatorname{sk}_nX_\bullet;R) \cong H^k(X_\bullet;R).

Bukti. Kohomologi pada derajat kk ditentukan oleh bagian tiga-suku

Ck1δk1CkδkCk+1. C^{k-1}\xrightarrow{\delta_{k-1}}C^k \xrightarrow{\delta_k}C^{k+1}.

Karena k<nk<n, kita mempunyai k+1nk+1\le n. Himpunan-Δ\Delta sknX\operatorname{sk}_nX_\bullet sama dengan XX_\bullet pada setiap derajat jnj\le n, dan semua face map di antara derajat-derajat tersebut juga sama. Maka ketiga modul korantai di atas dan kedua diferensial yang menghubungkannya sama untuk sknX\operatorname{sk}_nX_\bullet dan XX_\bullet. Kernel, citra, dan hasil bagi yang mendefinisikan HkH^k pun sama. Untuk k=0k=0, suku derajat 1-1 dipahami sebagai nol, sehingga argumen yang sama tetap berlaku. Isomorfisma yang diperoleh adalah isomorfisma alami yang diinduksi oleh inklusi kerangka.

Dengan demikian, setiap modul kohomologi suatu himpunan-Δ\Delta dapat dihitung sebagai modul kohomologi himpunan-Δ\Delta berdimensi hingga, meski dimensi kerangka yang dibutuhkan bertambah bersama derajat kohomologinya.

Aproksimasi yang lebih halus. Ada hasil lebih canggih yang, dalam arti yang presisi, mengaproksimasi modul-modul kohomologi dengan kohomologi himpunan-Δ\Delta yang benar-benar hingga, bukan hanya berdimensi hingga. Hasil itu berada di luar cakupan kuliah ini.

25.2 Barisan eksak panjang kohomologi relatif

Proposisi 25.1 (barisan eksak panjang pasangan). Untuk pasangan himpunan-Δ\Delta (X,A)(X_\bullet,A_\bullet) terdapat barisan eksak panjang modul-RR

0H0(X,A;R)H0(X;R)H0(A;R)0H1(X,A;R), 0\longrightarrow H^0(X_\bullet,A_\bullet;R) \longrightarrow H^0(X_\bullet;R) \longrightarrow H^0(A_\bullet;R) \xrightarrow{\partial^0}H^1(X_\bullet,A_\bullet;R) \longrightarrow\cdots,

dan, pada setiap derajat kk,

Hk1(A;R)k1Hk(X,A;R)Hk(X;R)Hk(A;R)k. \cdots\longrightarrow H^{k-1}(A_\bullet;R) \xrightarrow{\partial^{k-1}}H^k(X_\bullet,A_\bullet;R) \longrightarrow H^k(X_\bullet;R) \longrightarrow H^k(A_\bullet;R) \xrightarrow{\partial^k}\cdots.

Data semantik Diagram 25.1. Urutan objek adalah kohomologi relatif -> kohomologi X -> kohomologi A -> kohomologi relatif pada derajat berikutnya. Dua panah pertama diinduksi, berturut-turut, oleh inklusi kompleks relatif dan restriksi AXA_\bullet\hookrightarrow X_\bullet; panah ketiga adalah morfisma penghubung k\partial^k. Pola ini diulang untuk setiap kk. Uraian ini, bersama dua fragmen barisan di atas, merupakan penggambaran ulang diagram Xy-pic sumber tanpa ketergantungan pada posisi, warna, atau arah baca zig-zag.

Bukti. Unit 24 membangun barisan eksak pendek kompleks korantai

0C(X,A;R)jC(X;R)i*C(A;R)0, 0\longrightarrow C^\bullet(X_\bullet,A_\bullet;R) \xrightarrow{j}C^\bullet(X_\bullet;R) \xrightarrow{i^*}C^\bullet(A_\bullet;R) \longrightarrow0,

dengan jj inklusi kernel dan i*i^* restriksi. Barisan eksak panjang dari barisan eksak pendek itu memberi barisan yang dinyatakan. Agar konstruksinya eksplisit, ambil kelas [a]Hk(A;R)[a]\in H^k(A_\bullet;R) dan wakili dengan kosiklus aCk(A;R)a\in C^k(A_\bullet;R). Pilih pengangkatan xCk(X;R)x\in C^k(X_\bullet;R) dengan i*x=ai^*x=a. Karena

i*(δx)=δ(i*x)=δa=0, i^*(\delta x)=\delta(i^*x)=\delta a=0,

unsur δx\delta x berada dalam kompleks relatif. Definisikan

k[a]:=[δx]Hk+1(X,A;R). \partial^k[a]:=[\delta x] \in H^{k+1}(X_\bullet,A_\bullet;R).

Jika xx diganti oleh pengangkatan lain, selisihnya berada dalam kompleks relatif dan mengubah δx\delta x hanya dengan suatu kobatas relatif. Jika aa diganti oleh wakil sekohomologi a+δba+\delta b, angkat bb dan ubah xx dengan kobatas pengangkatan itu; kelas [δx][\delta x] tetap sama. Jadi k\partial^k terdefinisi baik dan linear.

Eksaknya dapat diperiksa pada tiga jenis suku yang berulang. Pertama, kelas relatif yang menjadi nol dalam Hk(X)H^k(X) diwakili oleh r=δxr=\delta x; restriksi i*xi^*x adalah kosiklus pada AA dan k1[i*x]=[r]\partial^{k-1}[i^*x]=[r]. Kedua, jika kelas [x]Hk(X)[x]\in H^k(X) membatasi menjadi nol pada AA, tulis i*x=δbi^*x=\delta b, angkat bb ke b̃\widetilde b, dan perhatikan bahwa xδb̃x-\delta\widetilde b adalah kosiklus relatif yang mewakili [x][x]. Ketiga, [a]Hk(A)[a]\in H^k(A) memiliki k[a]=0\partial^k[a]=0 tepat ketika, setelah mengubah pengangkatan xx dengan suatu korantai relatif, diperoleh kosiklus pada XX yang membatasi menjadi aa. Ini sama dengan mengatakan bahwa [a][a] berada dalam citra Hk(X)Hk(A)H^k(X)\to H^k(A). Pemeriksaan pada suku awal derajat 00 serupa dengan kompleks yang nol pada derajat negatif. Kealamian mengikuti dengan memetakan pilihan pengangkatan melalui morfisma pasangan; ketakbergantungan dari pilihan membuat bujur sangkar penghubung komutatif.

Audit sumber 25.2. Notes.tex baris 5408–5419 menyatakan proposisi tanpa bukti dan menyajikan barisannya sebagai diagram zig-zag posisional. Edisi menyediakan konstruksi penghubung, ketakbergantungan pilihan, tiga pemeriksaan eksak yang berulang, kealamian, dan representasi semantik yang dapat mengalir ulang.

Contoh 25.2 (simpleks relatif terhadap batasnya). Pertimbangkan pasangan

(Δ[n],Δ[n]). (\Delta[n],\partial\Delta[n]).

Ini merupakan kasus khusus Contoh 25.1, sebab Δ[n]=skn1Δ[n]\partial\Delta[n]=\operatorname{sk}_{n-1}\Delta[n]. Karena Δ[n]\Delta[n] memiliki tepat satu simpleks berdimensi nn,

Hk(Δ[n],Δ[n];R)={0,kn,R,k=n. H^k(\Delta[n],\partial\Delta[n];R) = \begin{cases} 0,&k\ne n,\\ R,&k=n. \end{cases}

Untuk k<n1k<n-1, barisan eksak panjang terpecah menjadi potongan

0Hk(Δ[n];R)Hk(Δ[n];R)0, 0\longrightarrow H^k(\Delta[n];R) \xrightarrow{\ \cong\ }H^k(\partial\Delta[n];R) \longrightarrow0,

sesuai dengan hasil umum tentang kerangka di atas. Di sekitar derajat atas, potongannya ialah

0Hn1(Δ[n];R)Hn1(Δ[n];R)RHn(Δ[n];R)0. 0\longrightarrow H^{n-1}(\Delta[n];R) \longrightarrow H^{n-1}(\partial\Delta[n];R) \longrightarrow R \longrightarrow H^n(\Delta[n];R) \longrightarrow0.

Khususnya, Hn(Δ[n];R)H^n(\Delta[n];R) merupakan hasil bagi modul berperingkat satu RR, sehingga modul itu tidak dapat lebih besar daripada RR dalam pengertian ini.

Dua catatan tentang contoh. Identitas Δ[n]=skn1Δ[n]\partial\Delta[n]=\operatorname{sk}_{n-1}\Delta[n] menjadikan contoh ini kasus khusus langsung dari Contoh 25.1. Sebenarnya Hn(Δ[n];R)=0H^n(\Delta[n];R)=0, tetapi pada titik sumber ini fakta tersebut belum dibuktikan, sehingga edisi tidak memakainya untuk memperpendek barisan.

Kohomologi relatif dapat dibayangkan sebagai kohomologi suatu “hasil bagi virtual” oleh sub-himpunan-Δ\Delta. Jika pasangannya (X,{x})(X_\bullet,\{x\}) dengan xX0x\in X_0, kita dapat mengambil hasil bagi yang meruntuhkan {x}\{x\} menjadi satu titik tanpa mengubah himpunan yang mendasarinya. Namun kohomologi relatif benar-benar berbeda dari kohomologi biasa: kompleks relatif tetap mengingat bahwa titik itu telah dipilih. Karena itu, gambaran hasil bagi naif tersebut memerlukan penafsiran yang lebih halus.

Contoh 25.3 (dua titik dan satu titik dasar). Ambil himpunan-Δ\Delta sangat sederhana Δ[1]\partial\Delta[1], yang memiliki dua simpleks-00, x0x_0 dan x1x_1, dan tidak memiliki simpleks pada derajat lain. Untuk pasangan (Δ[1],{x0})(\partial\Delta[1],\{x_0\}), satu-satunya modul relatif yang taknol ialah

C0(Δ[1],{x0};R)=ker(R{x0,x1}=R2ρx0R{x0}=R)={(0,a1):a1R}R, \begin{aligned} C^0(\partial\Delta[1],\{x_0\};R) &=\ker\!\left( R^{\{x_0,x_1\}}=R^2 \xrightarrow{\ \rho_{x_0}\ } R^{\{x_0\}}=R\right)\\ &=\{(0,a_1):a_1\in R\}\cong R, \end{aligned}

dengan ρx0(a0,a1)=a0\rho_{x_0}(a_0,a_1)=a_0. Maka

H0(Δ[1],{x0};R)=R, H^0(\partial\Delta[1],\{x_0\};R)=R,

sedangkan semua HkH^k lainnya nol. Sebagai perbandingan, H0(Δ[1];R)=R2H^0(\partial\Delta[1];R)=R^2.

Audit sumber 25.3. Notes.tex baris 5449 menamai restriksi ke {x0}\{x_0\} sebagai pr2\operatorname{pr}_2. Nama itu bergantung pada urutan koordinat dan, untuk urutan tertulis (x0,x1)(x_0,x_1), biasanya berarti proyeksi yang salah. Edisi memakai pemetaan takambigu ρx0(a0,a1)=a0\rho_{x_0}(a_0,a_1)=a_0 dan menuliskan kernelnya secara eksplisit.

Secara lebih umum, jika himpunan-Δ\Delta berdimensi nol memiliki n+1n+1 simpleks-00 dan satu titik dasar yang dipilih, kohomologi relatifnya adalah modul-RR bebas berperingkat nn. Jadi kohomologi itu menghitung banyaknya titik selain titik dasar yang ditentukan. Kasus ini cukup sering muncul untuk diberi nama tersendiri: himpunan-Δ\Delta dengan satu simpleks-00 yang ditentukan disebut himpunan-Δ\Delta bertitik dasar.

Definisi 25.2 (kohomologi tereduksi). Untuk himpunan-Δ\Delta bertitik dasar (X,x)(X_\bullet,x), kohomologi tereduksi ialah kohomologi relatif

Hk(X,x;R). H^k(X_\bullet,x;R).

Contoh 25.4 (titik tebal). Definisikan himpunan-Δ\Delta PtPt_\bullet dengan Ptn={*}Pt_n=\{\ast\} untuk semua n0n\ge0, dan semua face map adalah fungsi identitas. Maka Cn(Pt;R)=RC^n(Pt_\bullet;R)=R untuk setiap nn.

Anggap unsur gRg\in R sebagai fungsi {*}R\{\ast\}\to R. Prapengomposisian dengan di=id{*}d_i=\operatorname{id}_{\{\ast\}} adalah identitas pada RR, sehingga

gδni=0n+1(1)ig={0,n genap,g,n ganjil. g\stackrel{\delta_n}{\longmapsto} \sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i g = \begin{cases} 0,&n\text{ genap},\\ g,&n\text{ ganjil}. \end{cases}

Kompleksnya ialah

0R0RidR0RidR. 0\longrightarrow R\xrightarrow{0}R\xrightarrow{\operatorname{id}}R \xrightarrow{0}R\xrightarrow{\operatorname{id}}R\longrightarrow\cdots.

Jadi H0(Pt;R)=RH^0(Pt_\bullet;R)=R, sedangkan Hk(Pt;R)=0H^k(Pt_\bullet;R)=0 untuk semua k>0k>0. Himpunan-Δ\Delta ini memiliki titik dasar kanonik, dan kompleks relatif terhadap titik itu memiliki kohomologi nol pada setiap derajat:

Hk(Pt,*;R)=0untuk semua k. H^k(Pt_\bullet,\ast;R)=0\qquad\text{untuk semua }k.

Memang, kompleks relatifnya nol pada derajat 00 dan sama dengan RR pada setiap derajat positif; diferensial positif tetap bergantian antara identitas dan nol. Karena itu setiap kosiklus relatif merupakan kobatas relatif.

Mengapa disebut tebal? PtPt_\bullet berdimensi takhingga: ia mempunyai satu simpleks-nn untuk setiap nn\in\mathbb N. Ia dapat dipandang sebagai sejenis titik tebal berdimensi takhingga, atau analog kombinatorial dari “ruang” kontraktibel, meski kita belum mempunyai gagasan deformasi kontinu untuk himpunan-Δ\Delta. Bahkan, analoginya lebih tepat disebut aljabar: himpunan-Δ\Delta menyediakan kompleks sebagai model aljabar ruang yang lebih sederhana.

Kita dapat mendefinisikan analog bagi sebuah pemetaan kompleks yang merupakan ekuivalensi homotopi lemah.

Definisi 25.3 (kuasi-isomorfisma). Morfisma kompleks f:ABf\colon A_\bullet\to B_\bullet disebut kuasi-isomorfisma jika

Hk(f):Hk(A)Hk(B) H^k(f)\colon H^k(A_\bullet)\longrightarrow H^k(B_\bullet)

merupakan isomorfisma untuk setiap kk.

Contoh 25.5. Inklusi sk0PtPt\operatorname{sk}_0Pt_\bullet\hookrightarrow Pt_\bullet menginduksi morfisma korantai kontravarian

C(Pt;R)C(sk0Pt;R). C^\bullet(Pt_\bullet;R) \longrightarrow C^\bullet(\operatorname{sk}_0Pt_\bullet;R).

Morfisma ini merupakan kuasi-isomorfisma. Kompleks sumbernya taknol pada setiap posisi taknegatif, sedangkan kompleks sasarannya terkonsentrasi pada satu posisi; tetapi keduanya mempunyai H0RH^0\cong R dan kohomologi nol pada semua derajat positif, dan pemetaan terinduksi pada H0H^0 adalah identitas.

25.3 Lema Lima

Kita hanya memerlukan satu lema lagi dari aljabar homologis yang sangat berguna dalam praktik.

Tentang nama. Kali ini, tidak seperti Lema Ular, lema tersebut tidak dinamai menurut seekor hewan.

Lema 25.2 (Lema Lima). Misalkan dua baris berikut eksak:

AfBgChDkE, A\xrightarrow{f}B\xrightarrow{g}C\xrightarrow{h}D\xrightarrow{k}E,

AfBgChDkE. A'\xrightarrow{f'}B'\xrightarrow{g'}C'\xrightarrow{h'}D' \xrightarrow{k'}E'.

Misalkan pula terdapat morfisma vertikal

α:AA,β:BB,γ:CC,δ:DD,ε:EE \alpha\colon A\to A',\quad \beta\colon B\to B',\quad \gamma\colon C\to C',\quad \delta\colon D\to D',\quad \varepsilon\colon E\to E'

yang membuat semua bujur sangkar komutatif. Jika α\alpha surjektif, β\beta dan δ\delta merupakan isomorfisma, serta ε\varepsilon injektif, maka γ\gamma merupakan isomorfisma.

Data semantik Diagram 25.2. Diagram sumber terdiri atas dua baris eksak yang ditulis dalam pernyataan lema, dengan lima morfisma vertikal berurutan α,β,γ,δ,ε\alpha,\beta,\gamma,\delta,\varepsilon. Komutativitas berarti

βf=fα,γg=gβ,δh=hγ,εk=kδ. \beta f=f'\alpha,\qquad \gamma g=g'\beta,\qquad \delta h=h'\gamma,\qquad \varepsilon k=k'\delta.

Daftar objek, panah, dan persamaan ini menggambar ulang diagram Xy-pic secara semantik. Ia tetap lengkap ketika baris matematika mengalir ulang atau dibaca secara linear oleh teknologi bantu.

Bukti. Kita membagi pengejaran diagram menjadi surjektivitas dan injektivitas. Masing-masing memakai separuh hipotesis.

  1. Andaikan ε\varepsilon injektif dan β,δ\beta,\delta surjektif. Ambil cCc'\in C'. Karena δ\delta surjektif, pilih dDd\in D sedemikian sehingga δ(d)=h(c)\delta(d)=h'(c'). Komutativitas dan eksaknya baris bawah memberi

    ε(k(d))=k(δ(d))=k(h(c))=0. \varepsilon(k(d))=k'(\delta(d))=k'(h'(c'))=0.

    Karena ε\varepsilon injektif, k(d)=0k(d)=0. Eksaknya baris atas memberi d=h(c)d=h(c) untuk suatu cCc\in C. Sekarang

    h(cγ(c))=h(c)h(γ(c))=δ(d)δ(h(c))=0. \begin{aligned} h'(c'-\gamma(c)) &=h'(c')-h'(\gamma(c))\\ &=\delta(d)-\delta(h(c))=0. \end{aligned}

    Oleh eksaknya baris bawah, ada bBb'\in B' dengan cγ(c)=g(b)c'-\gamma(c)=g'(b'). Karena β\beta surjektif, tulis b=β(b)b'=\beta(b) untuk suatu bBb\in B. Maka

    cγ(c)=g(β(b))=γ(g(b)), c'-\gamma(c)=g'(\beta(b))=\gamma(g(b)),

    sehingga c=γ(c+g(b))c'=\gamma(c+g(b)). Jadi γ\gamma surjektif.

  2. Andaikan α\alpha surjektif dan β,δ\beta,\delta injektif. Ambil cCc\in C dengan γ(c)=0\gamma(c)=0. Dari komutativitas,

    δ(h(c))=h(γ(c))=0. \delta(h(c))=h'(\gamma(c))=0.

    Injektivitas δ\delta memberi h(c)=0h(c)=0. Karena baris atas eksak, ada bBb\in B dengan c=g(b)c=g(b). Selanjutnya

    0=γ(c)=γ(g(b))=g(β(b)). 0=\gamma(c)=\gamma(g(b))=g'(\beta(b)).

    Eksaknya baris bawah memberi aAa'\in A' dengan β(b)=f(a)\beta(b)=f'(a'). Surjektivitas α\alpha memungkinkan kita memilih aAa\in A dengan α(a)=a\alpha(a)=a'. Komutativitas bujur sangkar kiri memberi

    β(f(a))=f(α(a))=f(a)=β(b). \beta(f(a))=f'(\alpha(a))=f'(a')=\beta(b).

    Karena β\beta injektif, f(a)=bf(a)=b. Akhirnya, eksaknya baris atas memberi

    c=g(b)=g(f(a))=0. c=g(b)=g(f(a))=0.

    Jadi kerγ=0\ker\gamma=0, sehingga γ\gamma injektif.

Karena γ\gamma sekaligus surjektif dan injektif, ia merupakan isomorfisma.

Audit sumber 25.4. Pada langkah surjektivitas, Notes.tex baris 5526–5527 menempatkan unsur bb' di BB, padahal tipenya harus bBb'\in B' agar dapat diangkat melalui β:BB\beta\colon B\to B'. Edisi memperbaiki tipe itu. Sumber menyebut langkah injektivitas sebagai latihan untuk mendualkan langkah sebelumnya; edisi memberikan seluruh pengejaran unsur, termasuk tempat tepat digunakannya surjektivitas α\alpha serta injektivitas β\beta dan δ\delta.

25.4 Karakteristik Euler dari modul kohomologi

Ingat kembali karakteristik Euler sebuah himpunan-Δ\Delta hingga:

χ(X)=d=0(1)d|Xd|. \chi(X_\bullet)=\sum_{d=0}^{\infty}(-1)^d|X_d|.

Mengapa jumlahnya berhingga? Untuk himpunan-Δ\Delta hingga, |Xd|=0|X_d|=0 bagi semua dd yang cukup besar. Jadi hanya berhingga banyak suku dalam jumlah tersebut yang taknol.

Salah satu gagasan utama bagian ini ialah mengganti invarian numerik—misalnya kardinalitas himpunan hingga—dengan ruang vektor atau, secara lebih umum, modul, lalu mengganti kardinalitas dengan dimensi. Jika kita mengambil R=R=\mathbb R, dimensi modul kohomologi memberi invarian numerik lain. Definisikan karakteristik Euler kohomologis dengan

χcoh(X):=d=0(1)ddimHd(X;), \chi^{\mathrm{coh}}(X_\bullet) :=\sum_{d=0}^{\infty}(-1)^d \dim_{\mathbb R}H^d(X_\bullet;\mathbb R),

asalkan semua dimensi yang muncul hingga dan hanya berhingga banyak suku yang taknol. Syarat ini mengharuskan Hd(X;)=0H^d(X_\bullet;\mathbb R)=0 untuk dd yang cukup besar, tetapi tidak mengharuskan XX_\bullet hingga atau bahkan berdimensi hingga. Misalnya, PtPt_\bullet memberi χcoh(Pt)=1\chi^{\mathrm{coh}}(Pt_\bullet)=1.

Koefisien. Setiap medan berkarakteristik nol dapat menggantikan \mathbb R dalam pembahasan dimensi ini.

Kita juga dapat menangani himpunan-Δ\Delta berdimensi hingga tetapi takhingga, misalnya triangulasi garis real oleh simpleks-11.

Contoh 25.6 (garis bilangan bulat). Misalkan LL_\bullet adalah graf berarah dengan

L0=,L1=, L_0=\mathbb Z,\qquad L_1=\mathbb Z,

dan d0(n)=n+1d_0(n)=n+1, d1(n)=nd_1(n)=n. Jadi untuk setiap nn ada sisi dari nn ke n+1n+1. Bagi gL0=g\in\mathbb R^{L_0}=\mathbb R^{\mathbb Z},

δ0(g)(n)=g(n+1)g(n). \delta_0(g)(n)=g(n+1)-g(n).

Persamaan δ0(g)=0\delta_0(g)=0 berlaku tepat ketika gg konstan. Maka

kerδ0=H0(L;)=. \ker\delta_0=H^0(L_\bullet;\mathbb R)=\mathbb R.

Sebaliknya, ambil sembarang hL1=h\in\mathbb R^{L_1}=\mathbb R^{\mathbb Z}. Tetapkan g(0)=0g(0)=0. Untuk n0n\ge0, definisikan maju

g(n+1)=h(n)+g(n), g(n+1)=h(n)+g(n),

dan untuk n<0n<0, definisikan mundur

g(n)=g(n+1)h(n). g(n)=g(n+1)-h(n).

Kedua rekursi menentukan fungsi g:g\colon\mathbb Z\to\mathbb R dengan δ0(g)=h\delta_0(g)=h. Jadi δ0\delta_0 surjektif dan

cokerδ0=H1(L;)=0. \operatorname{coker}\delta_0 =H^1(L_\bullet;\mathbb R)=0.

Semua ruang kohomologi berkoefisien real pada derajat lain juga nol, sehingga

χcoh(L)=1. \chi^{\mathrm{coh}}(L_\bullet)=1.

Untuk himpunan-Δ\Delta hingga, kita sekarang mempunyai dua invarian numerik, χ\chi dan χcoh\chi^{\mathrm{coh}}. Hubungan keduanya tidak langsung tampak, tetapi ternyata keduanya berimpit.

Proposisi 25.2 (kesamaan karakteristik Euler). Untuk himpunan-Δ\Delta hingga XX_\bullet,

χ(X)=χcoh(X). \chi(X_\bullet)=\chi^{\mathrm{coh}}(X_\bullet).

Bukti. Tuliskan

Cd:=Xd,Zd:=kerδd,Bd:=imδd1, C^d:=\mathbb R^{X_d},\qquad Z^d:=\ker\delta_d,\qquad B^d:=\operatorname{im}\delta_{d-1},

dan tetapkan

rd:=dimimδd,r1:=0,hd:=dimHd(X;). r_d:=\dim\operatorname{im}\delta_d, \qquad r_{-1}:=0, \qquad h_d:=\dim H^d(X_\bullet;\mathbb R).

Karena XX_\bullet hingga, semua ruang ini berdimensi hingga dan semuanya nol pada derajat yang cukup besar. Rank–nulitas untuk δd:CdCd+1\delta_d\colon C^d\to C^{d+1} memberi

dimCd=dimZd+rd. \dim C^d=\dim Z^d+r_d.

Karena Hd=Zd/BdH^d=Z^d/B^d dan dimBd=rd1\dim B^d=r_{d-1}, kita juga mempunyai

dimZd=hd+rd1. \dim Z^d=h_d+r_{d-1}.

Dengan menggabungkan kedua persamaan,

|Xd|=dimCd=hd+rd1+rd. |X_d|=\dim C^d=h_d+r_{d-1}+r_d.

Karena semua jumlah berikut sebenarnya berhingga,

χ(X)=d=0(1)d|Xd|=d=0(1)dhd+d=0(1)drd1+d=0(1)drd. \begin{aligned} \chi(X_\bullet) &=\sum_{d=0}^{\infty}(-1)^d|X_d|\\ &=\sum_{d=0}^{\infty}(-1)^d h_d +\sum_{d=0}^{\infty}(-1)^d r_{d-1} +\sum_{d=0}^{\infty}(-1)^d r_d. \end{aligned}

Pada jumlah tengah, penggantian indeks j=d1j=d-1 dan syarat r1=0r_{-1}=0 memberi

d=0(1)drd1=j=0(1)jrj. \sum_{d=0}^{\infty}(-1)^d r_{d-1} =-\sum_{j=0}^{\infty}(-1)^j r_j.

Dua jumlah yang memuat peringkat diferensial saling meniadakan. Karena itu,

χ(X)=d=0(1)dhd=χcoh(X), \chi(X_\bullet) =\sum_{d=0}^{\infty}(-1)^d h_d =\chi^{\mathrm{coh}}(X_\bullet),

sebagaimana dikehendaki.

Audit sumber 25.5. Notes.tex baris 5574–5585 menulis Xd=kerδdimδd\mathbb R^{X_d}=\ker\delta_d\oplus\operatorname{im}\delta_d, tetapi imδd\operatorname{im}\delta_d berada di Xd+1\mathbb R^{X_{d+1}}, bukan di Xd\mathbb R^{X_d}. Baris yang sama kemudian menulis dimδd\dim\delta_d alih-alih dimimδd\dim\operatorname{im}\delta_d, dan baris 5588 menulis |X||X_\bullet| alih-alih |Xd||X_d|. Edisi mengganti pemisahan yang bertipe salah dengan dua persamaan dimensi yang sah dan memperlihatkan pembatalan jumlah peringkat melalui pergeseran indeks. Hasil proposisi tetap sama.

Kita kini dapat menghilangkan superskrip pada χcoh\chi^{\mathrm{coh}} dan cukup berbicara tentang karakteristik Euler sebuah himpunan-Δ\Delta.

Catatan 25.1 (kompleks berhingga umum). Bukti yang sama berlaku hampir kata demi kata bagi kompleks korantai VV_\bullet ruang vektor berdimensi hingga dan panjang hingga,

0VmVm+1Vm+N0. 0\longrightarrow V_m\longrightarrow V_{m+1}\longrightarrow\cdots \longrightarrow V_{m+N}\longrightarrow0.

Dengan indeks kohomologis yang sama pada kedua sisi,

d=mm+N(1)ddimVd=d=mm+N(1)ddimHd(V). \sum_{d=m}^{m+N}(-1)^d\dim V_d =\sum_{d=m}^{m+N}(-1)^d\dim H^d(V_\bullet).

Audit sumber 25.6. Rumus penutup pada Notes.tex baris 5608 menghilangkan eksponen dd dari tanda di ruas kiri dan menghilangkan dim\dim beserta eksponen dd di ruas kanan. Rumus pada Catatan 25.1 memulihkan kedua faktor yang diperlukan; argumennya adalah pembatalan rank–nulitas yang sama seperti pada Proposisi 25.2.

25.5 Pemeriksaan penguasaan

Soal-soal berikut merupakan materi asli edisi. Masing-masing dilengkapi petunjuk dan solusi lengkap sehingga dapat dipakai untuk belajar mandiri.

Pemeriksaan Penguasaan 25.1 (satu modul pada derajat atas). Misalkan XX_\bullet berdimensi nn dan A=skn1XA_\bullet=\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet. Buktikan langsung dari definisi restriksi bahwa

C(X,A;R)RXn[n], C^\bullet(X_\bullet,A_\bullet;R)\cong R^{X_n}[n],

lalu tentukan semua modul kohomologi relatif. Jelaskan juga apa yang terjadi jika Xn=X_n=\varnothing.

Petunjuk. Bandingkan AkA_k dengan XkX_k untuk k<nk<n dan k=nk=n. Korantai relatif adalah kernel pemetaan restriksi RXkRAkR^{X_k}\to R^{A_k}.

Solusi Pemeriksaan 25.1. Untuk k<nk<n, definisi kerangka memberi Ak=XkA_k=X_k, sehingga restriksi adalah identitas dan kernelnya nol. Karena XX_\bullet berdimensi nn, An=A_n=\varnothing dan

ker(RXnR)=RXn. \ker(R^{X_n}\to R^\varnothing)=R^{X_n}.

Di atas derajat nn, kedua himpunan simpleks kosong, jadi modul korantainya juga nol. Satu-satunya diferensial yang mungkin masuk atau keluar dari RXnR^{X_n} memiliki sumber atau sasaran nol. Jadi kompleks relatif tepat RXn[n]R^{X_n}[n], dan

Hk(X,A;R)={RXn,k=n,0,kn. H^k(X_\bullet,A_\bullet;R)= \begin{cases} R^{X_n},&k=n,\\ 0,&k\ne n. \end{cases}

Jika Xn=X_n=\varnothing, maka RXn=R=0R^{X_n}=R^\varnothing=0 dan seluruh kompleks serta seluruh kohomologi relatifnya nol. Dalam hal itu, “berdimensi nn” sebenarnya hanyalah batas atas dimensi, bukan dimensi tepat.

Pemeriksaan Penguasaan 25.2 (batas simpleks). Ambil n2n\ge2. Selain hasil relatif pada Contoh 25.2, andaikan telah diketahui bahwa

H0(Δ[n];R)=R,Hk(Δ[n];R)=0(k>0). H^0(\Delta[n];R)=R, \qquad H^k(\Delta[n];R)=0\quad(k>0).

Gunakan barisan eksak panjang pasangan untuk menentukan Hk(Δ[n];R)H^k(\partial\Delta[n];R) pada setiap kk dan identifikasi pemetaan penghubung yang taktrivial.

Petunjuk. Kohomologi relatif hanya RR pada derajat nn. Untuk derajat di bawah n1n-1, dua suku relatif yang mengapit pemetaan biasa adalah nol. Periksa secara terpisah derajat 00 dan potongan di sekitar n1,nn-1,n.

Solusi Pemeriksaan 25.2. Karena kelompok relatif pada derajat 00 dan 11 nol untuk n2n\ge2, awal barisan memberi isomorfisma

H0(Δ[n];R)H0(Δ[n];R), H^0(\Delta[n];R)\xrightarrow{\cong} H^0(\partial\Delta[n];R),

sehingga H0(Δ[n];R)=RH^0(\partial\Delta[n];R)=R. Untuk 0<k<n10<k<n-1, kedua suku relatif yang mengapit pemetaan Hk(Δ[n])Hk(Δ[n])H^k(\Delta[n])\to H^k(\partial\Delta[n]) nol, dan suku pertama juga nol menurut asumsi. Jadi Hk(Δ[n];R)=0H^k(\partial\Delta[n];R)=0.

Di derajat atas, barisan menyederhana menjadi

0Hn1(Δ[n];R)n1R0, 0\longrightarrow H^{n-1}(\partial\Delta[n];R) \xrightarrow{\ \partial^{n-1}\ }R \longrightarrow0,

karena Hn1(Δ[n];R)=Hn(Δ[n];R)=0H^{n-1}(\Delta[n];R)=H^n(\Delta[n];R)=0. Maka n1\partial^{n-1} adalah isomorfisma dan

Hn1(Δ[n];R)R. H^{n-1}(\partial\Delta[n];R)\cong R.

Semua derajat di atasnya nol. Jadi kohomologi batas simpleks hanya RR pada derajat 00 dan n1n-1, dan pemetaan penghubung n1\partial^{n-1} adalah pemetaan taktrivial yang mengidentifikasi suku atas dengan Hn(Δ[n],Δ[n];R)=RH^n(\Delta[n],\partial\Delta[n];R)=R.

Pemeriksaan Penguasaan 25.3 (kohomologi tereduksi himpunan diskret). Misalkan DD_\bullet berdimensi nol, dengan D0={x0,x1,,xn}D_0=\{x_0,x_1,\ldots,x_n\} dan titik dasar x0x_0. Hitung kompleks relatif C(D,x0;R)C^\bullet(D_\bullet,x_0;R) dan kohomologi tereduksinya. Berikan basis eksplisit jika RR sebuah medan.

Petunjuk. Pemetaan restriksi pada derajat 00 mengevaluasi fungsi di x0x_0. Tidak ada modul pada derajat positif.

Solusi Pemeriksaan 25.3. Pada derajat 00,

C0(D,x0;R)=ker(Rn+1ρx0R)={(0,a1,,an):aiR}Rn. C^0(D_\bullet,x_0;R) =\ker\!\left(R^{n+1}\xrightarrow{\rho_{x_0}}R\right) =\{(0,a_1,\ldots,a_n):a_i\in R\}\cong R^n.

Semua modul pada derajat positif nol, sehingga semua diferensial nol dan

Hk(D,x0;R)={Rn,k=0,0,k>0. H^k(D_\bullet,x_0;R)= \begin{cases} R^n,&k=0,\\ 0,&k>0. \end{cases}

Jika RR medan, sebuah basis ialah fungsi indikator eie_i untuk 1in1\le i\le n, dengan ei(xi)=1e_i(x_i)=1 dan bernilai nol pada semua titik lain. Tidak ada indikator e0e_0 karena setiap korantai relatif harus lenyap pada titik dasar.

Pemeriksaan Penguasaan 25.4 (kuasi-isomorfisma titik tebal). Tuliskan kompleks C(Pt;R)C^\bullet(Pt_\bullet;R) dan C(sk0Pt;R)C^\bullet(\operatorname{sk}_0Pt_\bullet;R) derajat demi derajat. Buktikan bahwa restriksi yang diinduksi inklusi kerangka adalah kuasi-isomorfisma, tetapi bukan isomorfisma kompleks.

Petunjuk. Diferensial pada kompleks pertama bergantian antara nol dan identitas. Kompleks kedua hanya mempunyai RR pada derajat 00. Bandingkan lebih dahulu modulnya, lalu kohomologinya.

Solusi Pemeriksaan 25.4. Kompleks pertama ialah

0R0RidR0Rid, 0\to R\xrightarrow0R\xrightarrow{\operatorname{id}}R \xrightarrow0R\xrightarrow{\operatorname{id}}\cdots,

sedangkan kompleks kerangka ialah

0R00. 0\to R\to0\to0\to\cdots.

Restriksi adalah identitas pada derajat 00 dan pemetaan nol R0R\to0 pada setiap derajat positif. Ia komutatif dengan diferensial: pada derajat 00 kedua komposisi menuju nol, dan pada derajat positif sasaran seluruhnya nol. Kompleks pertama mempunyai H0=RH^0=R dan Hk=0H^k=0 untuk k>0k>0, sebab pemetaan bergantian nol dan identitas. Kompleks kedua mempunyai kohomologi yang sama. Pemetaan terinduksi adalah identitas pada H0H^0 dan isomorfisma unik 000\to0 pada derajat positif. Jadi restriksi merupakan kuasi-isomorfisma. Namun ia bukan isomorfisma kompleks, sebab pada setiap derajat positif komponennya adalah pemetaan R0R\to0, yang tidak bijektif jika R0R\ne0.

Pemeriksaan Penguasaan 25.5 (separuh injektif Lema Lima). Dalam Diagram 25.2, andaikan α\alpha surjektif, β\beta dan δ\delta injektif, dan kedua baris eksak. Mulai dari ckerγc\in\ker\gamma dan buktikan c=0c=0. Pada setiap langkah, nyatakan hipotesis mana yang digunakan.

Petunjuk. Dorong cc ke DD, gunakan injektivitas δ\delta, angkat cc dari citra gg, dorong pengangkatnya ke BB', lalu gunakan eksaknya baris bawah, surjektivitas α\alpha, dan terakhir injektivitas β\beta.

Solusi Pemeriksaan 25.5. Ambil cc dengan γ(c)=0\gamma(c)=0. Komutativitas memberi

δ(h(c))=h(γ(c))=0. \delta(h(c))=h'(\gamma(c))=0.

Injektivitas δ\delta memberi h(c)=0h(c)=0. Eksaknya baris atas di CC memberi bBb\in B dengan c=g(b)c=g(b). Maka

g(β(b))=γ(g(b))=γ(c)=0. g'(\beta(b))=\gamma(g(b))=\gamma(c)=0.

Eksaknya baris bawah di BB' memberi aAa'\in A' dengan β(b)=f(a)\beta(b)=f'(a'). Surjektivitas α\alpha memberi aAa\in A dengan α(a)=a\alpha(a)=a'. Dari komutativitas,

β(f(a))=f(α(a))=f(a)=β(b). \beta(f(a))=f'(\alpha(a))=f'(a')=\beta(b).

Injektivitas β\beta memberi f(a)=bf(a)=b. Eksaknya baris atas di BB—atau langsung sifat kompleks gf=0gf=0—akhirnya memberi

c=g(b)=g(f(a))=0. c=g(b)=g(f(a))=0.

Jadi γ\gamma injektif. Hipotesis tentang ε\varepsilon dan surjektivitas β,δ\beta,\delta tidak dipakai dalam separuh ini; hipotesis itu tepat untuk separuh surjektif.

Pemeriksaan Penguasaan 25.6 (garis takhingga dan pembatalan Euler). Untuk LL_\bullet pada Contoh 25.6:

  1. bangun secara eksplisit g:g\colon\mathbb Z\to\mathbb R dengan g(n+1)g(n)=h(n)g(n+1)-g(n)=h(n) bagi sembarang h:h\colon\mathbb Z\to\mathbb R;
  2. hitung seluruh kohomologi dan χcoh(L)\chi^{\mathrm{coh}}(L_\bullet);
  3. jelaskan mengapa jumlah simpleks biasa tidak mendefinisikan χ(L)\chi(L_\bullet); dan
  4. untuk kompleks berdimensi hingga, jelaskan secara aljabar mengapa suku dimimδd\dim\operatorname{im}\delta_d selalu muncul dua kali dengan tanda berlawanan dalam jumlah Euler.

Petunjuk. Tetapkan g(0)=0g(0)=0, jumlahkan hh ke kanan, dan kurangkan hh ketika bergerak ke kiri. Untuk bagian terakhir, gunakan dimCd=dimHd+rd1+rd\dim C^d=\dim H^d+r_{d-1}+r_d.

Solusi Pemeriksaan 25.6. Untuk sembarang hh, definisikan

g(n)={j=0n1h(j),n>0,0,n=0,j=n1h(j),n<0. g(n)= \begin{cases} \displaystyle\sum_{j=0}^{n-1}h(j),&n>0,\\[6pt] 0,&n=0,\\[6pt] \displaystyle-\sum_{j=n}^{-1}h(j),&n<0. \end{cases}

Pada ketiga kemungkinan posisi nn, pengurangan langsung memberi g(n+1)g(n)=h(n)g(n+1)-g(n)=h(n). Jadi δ0\delta_0 surjektif. Kernelnya terdiri tepat atas fungsi konstan, sehingga

H0(L;)=,H1(L;)=0, H^0(L_\bullet;\mathbb R)=\mathbb R, \qquad H^1(L_\bullet;\mathbb R)=0,

dan semua kohomologi di atas derajat 11 nol karena tidak ada simpleks pada derajat itu. Maka χcoh(L)=1\chi^{\mathrm{coh}}(L_\bullet)=1.

Namun L0L_0 dan L1L_1 keduanya takhingga. Ekspresi |L0||L1||L_0|-|L_1| bukan jumlah bilangan berdimensi hingga yang dimaksud dalam definisi karakteristik Euler biasa, sehingga argumen “takhingga dikurangi takhingga” tidak mendefinisikan χ(L)\chi(L_\bullet).

Untuk kompleks hingga, tetapkan rd=dimimδdr_d=\dim\operatorname{im}\delta_d. Rank–nulitas dan definisi kohomologi memberi

dimCd=dimHd+rd1+rd. \dim C^d=\dim H^d+r_{d-1}+r_d.

Dalam jumlah berganti tanda, rdr_d muncul dari suku derajat dd dengan tanda (1)d(-1)^d dan dari r(d+1)1r_{(d+1)-1} pada suku derajat d+1d+1 dengan tanda (1)d+1(-1)^{d+1}. Kedua koefisien berjumlah nol. Inilah mekanisme aljabar yang meninggalkan hanya jumlah berganti tanda dimensi kohomologi.

Batas ke Unit 26. Unit 25 menerjemahkan Notes.tex baris 5370–5611 secara kontigu dan menutup seluruh objek sumber pada rentang itu. Baris 5612 berbunyi Recall\lecturenum{26} the geometric realisation ..., memulai Kuliah 26, dan tidak dimasukkan. Kursor sumber berikutnya yang tepat adalah Notes.tex baris 5612.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 5612–5823 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang aktif itu terdiri atas 212 baris fisik. Dengan normalisasi LF dan terminator LF penutup dipertahankan, ukurannya 9.763 byte dan SHA-256-nya adalah 52663b3e60d5d6f3041b8ede449c52a04700ee670c201ef5674c4aa3973203a9. Baris 5824, yang memulai Kuliah 27, tidak termasuk. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Rentang sumber memuat satu penanda kuliah, tiga definisi, dua proposisi, dua teorema, satu lema, tiga korolari, satu catatan, dua contoh, tiga lingkungan bukti, tiga catatan pinggir, dua label, dan dua rujukan silang. Tidak ada latihan atau pertanyaan formal sumber, diagram Xy-pic atau TikZ, gambar eksternal, sitasi, input, ataupun include.

Edisi memindahkan ketiga catatan pinggir ke urutan bacaan utama. Edisi juga memperketat hipotesis keteraturan pada penggunaan Teorema Stokes, membuktikan bahwa diferensial singular memang berkuadrat nol, melengkapi argumen eksaknya barisan pasangan, memperbaiki kesimpulan kohomologi tereduksi derajat satu, menyatakan syarat keterhubungan yang tersembunyi dalam argumen koproduk, dan memberi pembuktian penuh invariansi homotopi melalui operator prisma. Salah ketik pada pembatas pasangan, argumen ruang pemetaan, derajat kohomologi ruang kontraktil, dan nama peubah dalam bukti homotopi korantai diperbaiki serta dicatat di tempatnya.

Enam pemeriksaan penguasaan, enam petunjuk, seluruh penutupan bukti edisi, dan enam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses dan tidak mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

26 Kuliah 26

26.1 Dari realisasi geometrik menuju simpleks singular

Ingat kembali realisasi geometrik suatu himpunan-Δ\Delta XX_\bullet:

|X|=(n=0disc(Xn)×Δn)/. |X_\bullet| = \left( \bigsqcup_{n=0}^{\infty} \operatorname{disc}(X_n)\times\Delta^n \right)\!\big/\!\sim.

Ruang ini dilengkapi sekumpulan pemetaan terpilih Δn|X|\Delta^n\to|X_\bullet|. Untuk setiap xXnx\in X_n, pemetaan tersebut ialah komposisi

Δndisc(Xn)×Δnm=0disc(Xm)×Δm|X|, \Delta^n \longrightarrow \operatorname{disc}(X_n)\times\Delta^n \hookrightarrow \bigsqcup_{m=0}^{\infty}\operatorname{disc}(X_m)\times\Delta^m \longrightarrow |X_\bullet|,

dengan pemetaan pertama mengirim tt ke (x,t)(x,t). Jika pemetaan itu diprakomposisikan dengan inklusi sisi i:Δn1Δn\partial_i\colon\Delta^{n-1}\hookrightarrow\Delta^n, hasilnya kembali termasuk kelas terpilih: ia adalah pemetaan yang bersesuaian dengan di(x)Xn1d_i(x)\in X_{n-1}.

Ada motivasi kedua yang berasal dari bentuk diferensial. Misalkan MM sebuah manifold mulus—misalnya, himpunan terbuka di n\mathbb R^n—dan ω\omega sebuah bentuk-kk diferensial pada MM. Integrasi mendefinisikan fungsi

C(Δk,M),(f:ΔkM)Δkf*ω. \begin{aligned} C^\infty(\Delta^k,M)&\longrightarrow\mathbb R,\\ (f\colon\Delta^k\to M)&\longmapsto \int_{\Delta^k}f^*\omega. \end{aligned}

Jadi setiap bentuk-kk menentukan unsur ruang vektor C(Δk,M)\mathbb R^{C^\infty(\Delta^k,M)}.

Konvensi keteraturan pada simpleks. Sumber membolehkan “mulus pada Δk\Delta^k” berarti mulus pada bagian dalam simpleks dan mempunyai perpanjangan kontinu ke batasnya. Konvensi lemah ini cukup untuk menyatakan nilai batas pemetaan, tetapi tidak dengan sendirinya menjamin hipotesis Teorema Stokes. Untuk identitas integral di bawah, kita mengandaikan ff mulus hingga batas (misalnya, merupakan restriksi pemetaan mulus pada suatu lingkungan Δk\Delta^k).

Hubungan dengan diferensial eksterior dinyatakan tepat oleh Teorema Stokes. Untuk f:Δk+1Mf\colon\Delta^{k+1}\to M yang mulus hingga batas,

Δk+1f*(dω)=Δk+1f*ω=i=0k+1(1)iΔk(fi)*ω. \int_{\Delta^{k+1}}f^*(d\omega) = \int_{\partial\Delta^{k+1}}f^*\omega = \sum_{i=0}^{k+1}(-1)^i \int_{\Delta^k}(f\circ\partial_i)^*\omega.

Dengan kata lain, diferensial eksterior pada bentuk cocok dengan jumlah berganti tanda atas sisi-sisi simpleks.

Audit sumber 26.1. Notes.tex baris 5632–5633 menyebut secara samar “restriksi primitif suatu bentuk eksak ke batas.” Edisi menuliskan identitas Stokes yang dimaksud dan membedakan keteraturan yang diperlukan untuknya dari konvensi lemah pada catatan pinggir sumber. Ini memperjelas motivasi, tanpa menambahkan hipotesis baru pada definisi topologis berikutnya.

Untuk ruang topologis umum XX, kedua gagasan tadi bertemu. Kita biasanya tidak mempunyai kelas terpilih pemetaan ΔnX\Delta^n\to X, sehingga kita mempertimbangkan semua pemetaan kontinu tersebut, lalu mengambil fungsi bernilai RR pada himpunannya.

26.2 Kompleks korantai singular

Definisi 26.1 (korantai dan kohomologi singular). Misalkan XX ruang topologis dan RR sebuah gelanggang. Kompleks korantai singular XX dengan koefisien dalam RR, yang dilambangkan C(X;R)C^\bullet(X;R), ialah

0RTop(Δ0,X)δRTop(Δ1,X)δRTop(Δ2,X)δ. 0\longrightarrow R^{\operatorname{Top}(\Delta^0,X)} \xrightarrow{\delta} R^{\operatorname{Top}(\Delta^1,X)} \xrightarrow{\delta} R^{\operatorname{Top}(\Delta^2,X)} \xrightarrow{\delta}\cdots.

Jika g:Top(Δn,X)Rg\colon\operatorname{Top}(\Delta^n,X)\to R dan σ:Δn+1X\sigma\colon\Delta^{n+1}\to X, diferensialnya diberikan oleh

(δg)(σ)=i=0n+1(1)ig(σi). (\delta g)(\sigma) = \sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i g(\sigma\circ\partial_i).

Kohomologi singular XX dengan koefisien dalam RR ialah

Hn(X;R):=Hn(C(X;R)). H^n(X;R):=H^n\!\left(C^\bullet(X;R)\right).

Konstruksi ini memberi fungtor kontravarian

C(;R):TopopCplxR,Hn(;R):TopopModR. C^\bullet(-;R)\colon \operatorname{Top}^{\mathrm{op}}\longrightarrow\operatorname{Cplx}_R, \qquad H^n(-;R)\colon \operatorname{Top}^{\mathrm{op}}\longrightarrow\operatorname{Mod}_R.

Untuk melihat kontravariansinya dengan tepat, ambil pemetaan f:XYf\colon X\to Y. Pascakomposisi memberi

f#:Top(Δk,X)Top(Δk,Y),σfσ. f_\#\colon \operatorname{Top}(\Delta^k,X)\longrightarrow \operatorname{Top}(\Delta^k,Y), \qquad \sigma\longmapsto f\circ\sigma.

Prakomposisi fungsi dengan f#f_\# kemudian memberi

f*:Ck(Y;R)Ck(X;R),(f*φ)(σ)=φ(fσ). f^*\colon C^k(Y;R)\longrightarrow C^k(X;R), \qquad (f^*\varphi)(\sigma)=\varphi(f\circ\sigma).

Proposisi 26.1 (identitas kompleks dan kealamian). Diferensial pada Definisi 26.1 memenuhi δ2=0\delta^2=0. Untuk setiap f:XYf\colon X\to Y berlaku δf*=f*δ\delta f^*=f^*\delta, sehingga f*f^* memang pemetaan kompleks korantai.

Bukti. Ambil gCn(X;R)g\in C^n(X;R) dan simpleks singular σ:Δn+2X\sigma\colon\Delta^{n+2}\to X. Dalam ekspansi (δ2g)(σ)(\delta^2g)(\sigma), setiap pembatasan ke sisi berdimensi nn muncul tepat dua kali. Identitas inklusi sisi

ji=ij1(i<j) \partial_j\partial_i = \partial_i\partial_{j-1} \qquad (i<j)

memasangkan kedua kemunculan itu. Tanda pasangannya adalah (1)i+j(-1)^{i+j} dan (1)i+j1(-1)^{i+j-1}, sehingga jumlahnya nol. Semua suku berpasangan, jadi δ2g=0\delta^2g=0.

Selanjutnya, untuk φCk(Y;R)\varphi\in C^k(Y;R) dan σ:Δk+1X\sigma\colon\Delta^{k+1}\to X,

(δf*φ)(σ)=i(1)iφ(fσi)=(f*δφ)(σ). \begin{aligned} (\delta f^*\varphi)(\sigma) &=\sum_i(-1)^i\varphi(f\circ\sigma\circ\partial_i)\\ &=(f^*\delta\varphi)(\sigma). \end{aligned}

Maka f*f^* komutatif dengan diferensial. Identitas dan komposisi juga terpelihara langsung: idX*=idC(X;R)\operatorname{id}_X^*=\operatorname{id}_{C^\bullet(X;R)} dan (gf)*=f*g*(g\circ f)^*=f^*\circ g^*. Jadi konstruksi tersebut benar-benar fungtorial dan kontravarian.

Audit sumber 26.2. Notes.tex baris 5646 menghilangkan koma dalam Top(Δk,Y)\operatorname{Top}(\Delta^k,Y) dan meninggalkan kalimat pemetaan terinduksi tanpa predikat yang lengkap. Edisi memberi kedua arah pemetaan secara eksplisit. Sumber juga langsung menyebut “kompleks”; Proposisi 26.1 menutup pemeriksaan δ2=0\delta^2=0 yang diperlukan oleh istilah itu.

Modul-modul korantai tersebut biasanya sangat besar. Sebagai contoh, ambil X=IX=I dan R=/2R=\mathbb Z/2. Karena himpunan pemetaan kontinu Δ1I\Delta^1\to I mempunyai kardinalitas |||\mathbb R|,

|C1(I;/2)|=2|Top(Δ1,I)|=2||. \left|C^1(I;\mathbb Z/2)\right| =2^{|\operatorname{Top}(\Delta^1,I)|} =2^{|\mathbb R|}.

Namun, seperti akan diperoleh dari invariansi homotopi, H1(I;/2)=0H^1(I;\mathbb Z/2)=0. Berbeda dari kohomologi himpunan-Δ\Delta berdimensi hingga, kita karena itu benar-benar memerlukan teorema untuk menghitung kohomologi singular.

Hanya sedikit contoh yang nyaman dihitung langsung dari definisi. Berikut contoh dasarnya.

Contoh 26.1 (satu titik). Untuk X=ptX=\mathrm{pt}, terdapat tepat satu pemetaan Δkpt\Delta^k\to\mathrm{pt} pada setiap kk. Kompleks korantai singular menjadi

0R0RidR0Rid. 0\longrightarrow R\xrightarrow{0}R \xrightarrow{\operatorname{id}}R \xrightarrow{0}R \xrightarrow{\operatorname{id}}\cdots.

Memang, jumlah i=0n+1(1)i\sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i adalah nol jika nn genap dan satu jika nn ganjil. Oleh sebab itu,

H0(pt;R)=R,Hk(pt;R)=0(k>0). H^0(\mathrm{pt};R)=R, \qquad H^k(\mathrm{pt};R)=0\quad(k>0).

Pola yang sudah dikenal. Kompleks berganti antara nol dan identitas ini sama dengan kompleks “titik tebal” yang muncul sebelumnya. Catatan pinggir sumber “kita pernah melihat ini” ditempatkan di sini agar hubungan tersebut terbaca dalam alur utama.

26.3 Kohomologi relatif dan tereduksi

Seperti pada himpunan-Δ\Delta, kohomologi relatif memberi keluwesan tambahan.

Definisi 26.2 (kohomologi singular relatif). Untuk pasangan ruang (X,A)(X,A) dengan inklusi i:AXi\colon A\hookrightarrow X, kompleks korantai singular relatif ialah

C(X,A;R):=ker(i*:C(X;R)C(A;R)). C^\bullet(X,A;R) := \ker\!\left( i^*\colon C^\bullet(X;R)\longrightarrow C^\bullet(A;R) \right).

Ini memberi fungtor

C(,;R):Top(2),opCplxR. C^\bullet(-,-;R)\colon \operatorname{Top}^{(2),\mathrm{op}} \longrightarrow\operatorname{Cplx}_R.

Kohomologi singular relatif didefinisikan oleh

Hk(X,A;R):=Hk(C(X,A;R)), H^k(X,A;R):=H^k\!\left(C^\bullet(X,A;R)\right),

dan bersifat fungtorial terhadap pemetaan pasangan ruang.

Kohomologi singular biasa diperoleh kembali dengan mengambil A=A=\varnothing.

Proposisi 26.2 (barisan eksak panjang pasangan). Untuk setiap pasangan ruang (X,A)(X,A) terdapat barisan eksak panjang alami modul-RR

0H0(X,A;R)H0(X;R)H0(A;R)0H1(X,A;R)H1(X;R)H1(A;R)1. \begin{aligned} 0&\longrightarrow H^0(X,A;R) \longrightarrow H^0(X;R) \longrightarrow H^0(A;R)\\ &\xrightarrow{\partial^0}H^1(X,A;R) \longrightarrow H^1(X;R) \longrightarrow H^1(A;R) \xrightarrow{\partial^1}\cdots. \end{aligned}

Bukti. Pada setiap derajat kk, pemetaan restriksi i*:Ck(X;R)Ck(A;R)i^*\colon C^k(X;R)\to C^k(A;R) surjektif. Memang, suatu fungsi pada simpleks singular yang mendarat di AA dapat diperpanjang menjadi fungsi pada semua simpleks singular di XX dengan memberi nilai nol pada simpleks lain. Menurut definisi, kernelnya ialah Ck(X,A;R)C^k(X,A;R). Karena restriksi komutatif dengan δ\delta, kita memperoleh barisan eksak pendek kompleks korantai

0C(X,A;R)C(X;R)i*C(A;R)0. 0\longrightarrow C^\bullet(X,A;R) \longrightarrow C^\bullet(X;R) \xrightarrow{i^*}C^\bullet(A;R) \longrightarrow0.

Teorema 24.1, yaitu Teorema Mayer–Vietoris aljabar yang dirujuk dalam sumber, memberi barisan pada pernyataan. Secara konkret, jika [a]Hk(A;R)[a]\in H^k(A;R) diwakili oleh kosiklus aa, pilih perpanjangan ãCk(X;R)\widetilde a\in C^k(X;R). Karena i*(δã)=δa=0i^*(\delta\widetilde a)=\delta a=0, unsur δã\delta\widetilde a berada dalam Ck+1(X,A;R)C^{k+1}(X,A;R), dan

k[a]=[δã]. \partial^k[a]=[\delta\widetilde a].

Perubahan pilihan perpanjangan hanya mengubah kelas ini dengan kobatas relatif, sehingga pemetaan penghubung terdefinisi baik. Konstruksi pengangkat ini komutatif dengan pemetaan pasangan; karena itu seluruh barisan alami.

Sekarang ambil ruang bertitik dasar (X,x)(X,x) dan pasangan (X,{x})(X,\{x\}). Karena kohomologi positif satu titik nol, awal barisan eksak panjangnya ialah

0H0(X,{x};R)H0(X;R)ix*H0({x};R)=R0H1(X,{x};R)H1(X;R)0, \begin{aligned} 0&\longrightarrow H^0(X,\{x\};R) \longrightarrow H^0(X;R) \xrightarrow{i_x^*}H^0(\{x\};R)=R\\ &\xrightarrow{\partial^0}H^1(X,\{x\};R) \longrightarrow H^1(X;R) \longrightarrow0, \end{aligned}

dan untuk k>1k>1 terdapat isomorfisma Hk(X,{x};R)Hk(X;R)H^k(X,\{x\};R)\cong H^k(X;R).

Pemetaan ix*i_x^* pada derajat nol selalu surjektif: unsur rRr\in R diangkat oleh kosiklus konstan bernilai rr pada XX. Maka 0=0\partial^0=0, sehingga pernyataan yang lebih kuat berlaku:

Hk(X,{x};R)Hk(X;R)(k1). H^k(X,\{x\};R)\cong H^k(X;R) \qquad(k\ge1).

Pada derajat nol,

H0(X,{x};R)=ker(H0(X;R)ix*R). H^0(X,\{x\};R) = \ker\!\left(H^0(X;R)\xrightarrow{i_x^*}R\right).

Untuk ringkasnya, kita menulis Hk(X,x;R)H^k(X,x;R) bagi Hk(X,{x};R)H^k(X,\{x\};R) dan menyebutnya kohomologi tereduksi ruang bertitik dasar (X,x)(X,x).

Catatan 26.1 (apa yang terjadi pada derajat satu). Secara formal, potongan barisan eksak mengatakan bahwa H1(X;R)H^1(X;R) adalah hasil bagi H1(X,x;R)H^1(X,x;R) oleh citra pemetaan

R0H1(X,x;R). R\xrightarrow{\partial^0}H^1(X,x;R).

Untuk menentukan hasil bagi ini, kita memang harus mengetahui pemetaan penghubungnya. Dalam kasus ini penentuannya sederhana: pemetaan sebelumnya H0(X;R)RH^0(X;R)\to R surjektif karena setiap skalar diangkat oleh kosiklus konstan. Eksakitas memberi im0=0\operatorname{im}\partial^0=0. Jadi hasil bagi tersebut adalah H1(X,x;R)H^1(X,x;R) sendiri, dan pemetaan H1(X,x;R)H1(X;R)H^1(X,x;R)\to H^1(X;R) merupakan isomorfisma.

Audit sumber 26.3. Notes.tex baris 5703 hanya menyatakan isomorfisma relatif–biasa untuk k>1k>1, lalu baris 5711–5713 meninggalkan citra RH1(X,x;R)R\to H^1(X,x;R) tanpa keputusan. Kosiklus konstan membuktikan bahwa pemetaan sebelumnya H0(X;R)RH^0(X;R)\to R surjektif. Oleh eksakitas, citra tersebut nol dan isomorfisma berlaku juga untuk k=1k=1. Edisi menutup langkah ini secara eksplisit.

Contoh 26.2 (ruang diskret bertitik dasar). Jika SS ruang diskret dan pSp\in S titik dasar terpilih, maka kosiklus derajat nol adalah semua fungsi SRS\to R, sedangkan restriksi ke pp adalah evaluasi. Jadi

H0(S,p;R)RS\{p}. H^0(S,p;R) \cong R^{S\setminus\{p\}}.

Khususnya,

H0(pt,pt;R)=R=0. H^0(\mathrm{pt},\mathrm{pt};R) =R^\varnothing=0.

Proposisi 26.3 (fungtorialitas bertitik dasar). Untuk setiap kk, kohomologi tereduksi mendefinisikan fungtor

Hk(,;R):Top*opModR. H^k(-,-;R)\colon \operatorname{Top}_*^{\mathrm{op}} \longrightarrow\operatorname{Mod}_R.

Bukti. Pemetaan bertitik dasar f:(X,x)(Y,y)f\colon(X,x)\to(Y,y) memenuhi f(x)=yf(x)=y, sehingga ia tepat merupakan pemetaan pasangan (X,{x})(Y,{y})(X,\{x\})\to(Y,\{y\}). Fungtorialitas kontravarian kohomologi relatif memberi

f*:Hk(Y,y;R)Hk(X,x;R). f^*\colon H^k(Y,y;R)\longrightarrow H^k(X,x;R).

Hukum identitas dan komposisi diwarisi langsung dari fungtor kompleks relatif. Syarat titik dasar diperlukan agar prakomposisi membawa korantai yang lenyap pada {y}\{y\} ke korantai yang lenyap pada {x}\{x\}.

Catatan tentang catatan pinggir sumber. Fungtorialitas ini ditandai “Latihan!” dalam margin Notes.tex. Edisi mempertahankan tugas matematisnya, tetapi menempatkan hasil dan buktinya dalam alur utama agar sifat penting ini tidak tersembunyi. Perhatikan khususnya bahwa fungtorialitas relatif tersebut secara langsung berlaku untuk pemetaan bertitik dasar.

26.4 Koproduk ruang

Hasil pertama berikut membantu menghitung kohomologi relatif.

Proposisi 26.4 (kohomologi koproduk hingga). Untuk pasangan ruang (X,A)(X,A) dan (Y,B)(Y,B), terdapat isomorfisma kanonik kompleks

C(XY,AB;R)C(X,A;R)C(Y,B;R). C^\bullet(X\sqcup Y,A\sqcup B;R) \xrightarrow{\ \cong\ } C^\bullet(X,A;R)\oplus C^\bullet(Y,B;R).

Setelah mengambil kohomologi, isomorfisma ini memberi, untuk setiap kk,

Hk(XY,AB;R)Hk(X,A;R)Hk(Y,B;R). H^k(X\sqcup Y,A\sqcup B;R) \xrightarrow{\ \cong\ } H^k(X,A;R)\oplus H^k(Y,B;R).

Bukti. Simpleks standar Δk\Delta^k terhubung. Karena XX dan YY terbuka sekaligus tertutup di XYX\sqcup Y, citra kontinu suatu σ:ΔkXY\sigma\colon\Delta^k\to X\sqcup Y harus seluruhnya berada di salah satu komponen. Jadi

Top(Δk,XY)=Top(Δk,X)Top(Δk,Y). \operatorname{Top}(\Delta^k,X\sqcup Y) = \operatorname{Top}(\Delta^k,X) \sqcup \operatorname{Top}(\Delta^k,Y).

Untuk dua himpunan P,QP,Q, pembatasan fungsi memberi isomorfisma

RPQRPRQ. R^{P\sqcup Q}\cong R^P\oplus R^Q.

Di bawah isomorfisma ini, setiap pemetaan sisi dan diferensial δ\delta bertindak komponen demi komponen. Pemetaan restriksi menuju ABA\sqcup B juga menjadi jumlah langsung pemetaan restriksi menuju AA dan menuju BB. Kernelnya karena itu ialah

ker(iAB*)ker(iA*)ker(iB*), \ker(i_{A\sqcup B}^*) \cong \ker(i_A^*)\oplus\ker(i_B^*),

yang tepat merupakan isomorfisma kompleks relatif pada pernyataan. Kohomologi jumlah langsung dua kompleks adalah jumlah langsung kohomologinya, sehingga isomorfisma kedua mengikuti.

Dengan mengambil pasangan (X,)(X,\varnothing) dan (Y,)(Y,\varnothing), kita memperoleh hasil yang sama untuk kohomologi biasa:

Hk(XY;R)Hk(X;R)Hk(Y;R). H^k(X\sqcup Y;R) \cong H^k(X;R)\oplus H^k(Y;R).

Audit sumber 26.4. Dua tampilan pada Notes.tex baris 5731 dan 5735 menuliskan pembatas pasangan sebagai (X,A:R)(X,A:R); edisi mengembalikan titik koma yang bertipe benar, (X,A;R)(X,A;R). Kesamaan ruang pemetaan pada baris 5741 juga memerlukan keterhubungan Δk\Delta^k. Alasan itu dinyatakan eksplisit; tanpa keterhubungan domain, suatu pemetaan ke XYX\sqcup Y dapat mengenai kedua komponen dan dekomposisi serupa tidak berlaku dalam bentuk tersebut.

26.5 Invariansi homotopi

Kita menulis f*f^* bagi pemetaan Hk(f)H^k(f) yang diinduksi oleh pemetaan ruang ff.

Teorema 26.1 (invariansi homotopi kohomologi singular). Jika f,g:XYf,g\colon X\to Y homotopik, maka

f*=g*:Hk(Y;R)Hk(X;R) f^*=g^*\colon H^k(Y;R)\longrightarrow H^k(X;R)

untuk setiap kk.

Pembuktian pada tingkat kompleks akan diberikan setelah beberapa akibat langsung. Ketiga bukti berikut hanya memakai fungtorialitas dan Teorema 26.1.

Korolari 26.1 (ekuivalensi homotopi). Misalkan f:XYf\colon X\to Y dan g:YXg\colon Y\to X saling invers hingga homotopi. Maka

f*=(g*)1, f^*=(g^*)^{-1},

dan Hk(X;R)Hk(Y;R)H^k(X;R)\cong H^k(Y;R) untuk setiap kk.

Bukti. Kita mempunyai gfidXg\circ f\simeq\operatorname{id}_X dan fgidYf\circ g\simeq\operatorname{id}_Y. Karena kohomologi kontravarian,

(gf)*=f*g*,(fg)*=g*f*. (g\circ f)^*=f^*\circ g^*, \qquad (f\circ g)^*=g^*\circ f^*.

Teorema 26.1 menyamakan kedua pemetaan ini masing-masing dengan identitas pada Hk(X;R)H^k(X;R) dan Hk(Y;R)H^k(Y;R). Jadi f*f^* dan g*g^* saling invers.

Korolari 26.2 (ruang kontraktil). Jika XX kontraktil, maka

H0(X;R)R,Hk(X;R)=0(k>0). H^0(X;R)\cong R, \qquad H^k(X;R)=0\quad(k>0).

Lebih tepatnya, jika XX berkontraksi ke xXx\in X, pemetaan yang diinduksi inklusi {x}X\{x\}\hookrightarrow X,

Hk(X;R)Hk({x};R), H^k(X;R)\longrightarrow H^k(\{x\};R),

merupakan isomorfisma untuk setiap kk. Akibatnya, Hk(X,x;R)=0H^k(X,x;R)=0 untuk setiap kk.

Bukti. Misalkan i:{x}Xi\colon\{x\}\hookrightarrow X dan r:X{x}r\colon X\to\{x\} pemetaan konstan. Kita mempunyai ri=id{x}r\circ i=\operatorname{id}_{\{x\}} dan iridXi\circ r\simeq\operatorname{id}_X melalui kontraksi yang diberikan. Korolari 26.1 membuat i*i^* dan r*r^* saling invers. Perhitungan Contoh 26.1 lalu memberi kohomologi biasa yang dinyatakan.

Pada barisan eksak panjang pasangan (X,{x})(X,\{x\}), pemetaan Hk(X;R)Hk({x};R)H^k(X;R)\to H^k(\{x\};R) adalah isomorfisma pada setiap derajat. Eksakitas memaksa setiap suku relatif Hk(X,x;R)H^k(X,x;R) menjadi nol.

Audit sumber 26.5. Notes.tex baris 5768 menyatakan Hk(X;R)=0H^k(X;R)=0 untuk k>0k>0, lalu menulis Hk(X;R)RH^k(X;R)\cong R tanpa menentukan derajat. Edisi mengembalikan maksud yang konsisten: H0(X;R)RH^0(X;R)\cong R.

Korolari 26.3 (perubahan titik dasar sepanjang lintasan). Misalkan XX ruang bertitik dasar dan γ:xx\gamma\colon x\rightsquigarrow x' sebuah lintasan. Dua pemetaan

H0(X;R)H0(pt;R)=R H^0(X;R)\longrightarrow H^0(\mathrm{pt};R)=R

yang diinduksi oleh inklusi xx dan xx' adalah sama. Karena itu,

H0(X,x;R)=H0(X,x;R). H^0(X,x;R)=H^0(X,x';R).

Jadi kohomologi tereduksi derajat nol hanya bergantung pada komponen lintasan titik dasar, bukan pada wakil titik dasarnya.

Bukti. Lintasan γ\gamma tepat merupakan homotopi antara kedua inklusi ix,ix:ptXi_x,i_{x'}\colon\mathrm{pt}\to X. Teorema 26.1 memberi ix*=ix*i_x^*=i_{x'}^*. Kedua modul relatif derajat nol adalah kernel pemetaan yang sama dari H0(X;R)H^0(X;R) ke RR, sehingga keduanya sama.

Untuk kompleks, kuasi-isomorfisma memainkan peran yang menyerupai ekuivalensi homotopi lemah. Namun, homotopi antarpemetaan ruang mempunyai analog aljabar yang lebih kuat.

Definisi 26.3 (homotopi korantai). Misalkan f,g:ABf,g\colon A^\bullet\to B^\bullet pemetaan kompleks korantai. Sebuah homotopi korantai dari ff ke gg ialah keluarga homomorfisma modul-RR berderajat 1-1

{hn:AnBn1}n \{h_n\colon A^n\longrightarrow B^{n-1}\}_{n\in\mathbb Z}

yang memenuhi

δn1Bhn+hn+1δnA=fngn \delta^B_{n-1}h_n+h_{n+1}\delta^A_n=f_n-g_n

untuk setiap nn.

Lema 26.1 (pemetaan yang homotopik pada tingkat korantai). Jika terdapat homotopi korantai dari ff ke gg, maka

Hk(f)=Hk(g) H^k(f)=H^k(g)

untuk setiap kk.

Bukti. Ambil kelas [c]Hk(A)[c]\in H^k(A^\bullet) dengan wakil kosiklus cAkc\in A^k, sehingga δkA(c)=0\delta^A_k(c)=0. Identitas homotopi memberi

fk(c)=gk(c)+δk1B(hk(c))+hk+1(δkA(c)). f_k(c) = g_k(c)+\delta^B_{k-1}(h_k(c)) +h_{k+1}(\delta^A_k(c)).

Suku terakhir nol karena cc kosiklus, sedangkan suku tengah merupakan kobatas. Jadi

Hk(f)([c])=[fk(c)]=[gk(c)+δk1B(hk(c))]=[gk(c)]=Hk(g)([c]). \begin{aligned} H^k(f)([c]) &=[f_k(c)]\\ &=[g_k(c)+\delta^B_{k-1}(h_k(c))]\\ &=[g_k(c)]\\ &=H^k(g)([c]). \end{aligned}

Kesamaan ini berlaku pada setiap kelas, sehingga kedua pemetaan kohomologi sama.

Audit sumber 26.6. Pada Notes.tex baris 5801, kosiklus telah dinamai cc tetapi suku terakhir ditulis hk+1(δkA(x))h_{k+1}(\delta^A_k(x)). Edisi mengganti xx dengan cc dan menyatakan secara eksplisit mengapa suku kobatas lenyap setelah mengambil kelas kohomologi.

Versi tingkat-kompleks berikut lebih kuat daripada Teorema 26.1.

Teorema 26.2 (homotopi ruang menginduksi homotopi korantai). Jika f,g:XYf,g\colon X\to Y homotopik, maka terdapat homotopi korantai antara dua pemetaan terinduksi

f*,g*:C(Y;R)C(X;R). f^*,g^*\colon C^\bullet(Y;R)\longrightarrow C^\bullet(X;R).

Bukti. Pilih homotopi H:X×IYH\colon X\times I\to Y dengan H(,0)=fH(-,0)=f dan H(,1)=gH(-,1)=g. Agar tanda dapat diperiksa, gunakan terlebih dahulu kompleks rantai singular Sn(X;R)S_n(X;R), yaitu modul bebas atas semua simpleks singular σ:ΔnX\sigma\colon\Delta^n\to X, dengan batas berganti tanda.

Reduksi dalam sketsa sumber dapat dilihat langsung. Jika j0,j1:XX×Ij_0,j_1\colon X\to X\times I adalah kedua inklusi ujung, maka f=Hj0f=H\circ j_0 dan g=Hj1g=H\circ j_1. Fungtorialitas karena itu mereduksi masalah ke homotopi silinder antara j0j_0 dan j1j_1. Selanjutnya, karena rantai singular bebas atas pemetaan σ:ΔnX\sigma\colon\Delta^n\to X, pemeriksaan dapat dilakukan pada satu Δn\Delta^n pada satu waktu. Inilah alasan triangulasi Δn×I\Delta^n\times I cukup untuk kasus umum.

Triangulasi standar prisma Δn×I\Delta^n\times I mempunyai n+1n+1 simpleks berorientasi. Untuk 0in0\le i\le n, definisikan pemetaan afin qi:Δn+1Δn×Iq_i\colon\Delta^{n+1}\to\Delta^n\times I melalui daftar titik sudut berurutan

(v0,0),,(vi,0),(vi,1),,(vn,1). (v_0,0),\ldots,(v_i,0),(v_i,1),\ldots,(v_n,1).

Untuk generator σ\sigma tentukan operator prisma

Pn(σ)=i=0n(1)iH(σ×idI)qi, P_n(\sigma) = \sum_{i=0}^{n}(-1)^i H\circ(\sigma\times\operatorname{id}_I)\circ q_i,

dan perluas secara RR-linear. Pengembangan batas setiap simpleks prisma memberi identitas

P+P=g#f#. \partial P+P\partial=g_\#-f_\#.

Berikut pemeriksaan kombinasinya. Sisi bawah hanya muncul pada simpleks prisma terakhir dan menyumbang f#σ-f_\#\sigma; sisi atas hanya muncul pada simpleks pertama dan menyumbang g#σg_\#\sigma. Setiap sisi diagonal di bagian dalam muncul pada dua simpleks prisma yang bersebelahan dengan orientasi berlawanan, sehingga saling meniadakan. Sisi-sisi lainnya adalah prisma atas sisi-sisi jσ\partial_j\sigma; setelah tanda (1)j(-1)^j dari batas singular diperhitungkan, jumlahnya tepat P(σ)-P(\partial\sigma). Memindahkan suku itu ke ruas kiri memberi identitas di atas. Ini adalah “kombinatorika berantakan” yang disebut dalam sketsa sumber, kini dengan semua jenis sisi dan tanda penutupnya dinyatakan.

Korantai singular dapat dipandang sebagai

Cn(Y;R)=HomR(Sn(Y;R),R). C^n(Y;R)=\operatorname{Hom}_R(S_n(Y;R),R).

Tetapkan h0=0h_0=0. Untuk n1n\ge1 dan φCn(Y;R)\varphi\in C^n(Y;R), definisikan pemetaan derajat 1-1

hnφ:=φPn1Cn1(X;R). h_n\varphi:=-\,\varphi\circ P_{n-1} \in C^{n-1}(X;R).

Jika cSn(X;R)c\in S_n(X;R), dualitas antara δ\delta dan \partial memberi

((δh+hδ)φ)(c)=φ(Pc)(δφ)(Pc)=φ(Pc+Pc)=φ((g#f#)c)=(f*φg*φ)(c). \begin{aligned} \bigl((\delta h+h\delta)\varphi\bigr)(c) &=-\varphi(P\partial c)-(\delta\varphi)(Pc)\\ &=-\varphi(P\partial c+\partial Pc)\\ &=-\varphi((g_\#-f_\#)c)\\ &=(f^*\varphi-g^*\varphi)(c). \end{aligned}

Jadi δh+hδ=f*g*\delta h+h\delta=f^*-g^*, tepat identitas homotopi korantai pada Definisi 26.3. Lema 26.1 kemudian memberi Hk(f)=Hk(g)H^k(f)=H^k(g), sehingga sekaligus menyelesaikan bukti Teorema 26.1.

Audit sumber 26.7. Notes.tex baris 5815–5821 hanya menguraikan reduksi ke I×XI\times X, simpleks X=ΔkX=\Delta^k, dan suatu triangulasi prisma, lalu menyerahkan identitas yang diperlukan pada kombinatorika. Edisi membangun operator prisma, memeriksa pembatalan semua jenis sisi, mengatur tanda agar sesuai dengan konvensi f*g*f^*-g^* sumber, dan mendualisasikannya. Tidak ada teorema dalam unit ini yang tersisa tanpa bukti.

26.6 Pemeriksaan penguasaan

Enam soal berikut merupakan materi asli edisi. Setiap soal mempunyai petunjuk dan solusi lengkap yang dapat diperiksa secara mandiri.

Pemeriksaan Penguasaan 26.1 (mengapa δ2=0\delta^2=0). Misalkan gCn(X;R)g\in C^n(X;R).

  1. Tuliskan (δ2g)(σ)(\delta^2g)(\sigma) untuk σ:Δn+2X\sigma\colon\Delta^{n+2}\to X sebagai jumlah ganda.
  2. Pasangkan setiap suku yang membatasi σ\sigma ke muka kodimensi dua yang sama.
  3. Periksa secara eksplisit kasus n=0n=0.

Petunjuk. Gunakan ji=ij1\partial_j\partial_i=\partial_i\partial_{j-1} untuk i<ji<j. Dalam kasus n=0n=0, tulis tiga sisi dari Δ2\Delta^2 dan enam evaluasi pada titik sudut sebelum melakukan pembatalan.

Solusi Pemeriksaan 26.1. Dari definisi,

(δ2g)(σ)=j=0n+2i=0n+1(1)i+jg(σji). (\delta^2g)(\sigma) = \sum_{j=0}^{n+2}\sum_{i=0}^{n+1} (-1)^{i+j} g(\sigma\circ\partial_j\circ\partial_i).

Untuk i<ji<j, identitas sisi ji=ij1\partial_j\partial_i=\partial_i\partial_{j-1} menunjukkan bahwa suku berindeks (i,j)(i,j) mempunyai muka kodimensi dua yang sama dengan suku pada urutan penghapusan sebaliknya. Tanda keduanya berbeda satu faktor 1-1: satu tanda adalah (1)i+j(-1)^{i+j}, dan tanda pasangannya adalah (1)i+j1(-1)^{i+j-1}. Jadi semua suku saling meniadakan.

Untuk n=0n=0, tulis gg sebagai fungsi pada titik-titik singular dan σ:Δ2X\sigma\colon\Delta^2\to X. Maka

(δ2g)(σ)=[g(σ(v2))g(σ(v1))][g(σ(v2))g(σ(v0))]+[g(σ(v1))g(σ(v0))]=0. \begin{aligned} (\delta^2g)(\sigma) ={}& \bigl[g(\sigma(v_2))-g(\sigma(v_1))\bigr]\\ &-\bigl[g(\sigma(v_2))-g(\sigma(v_0))\bigr]\\ &+\bigl[g(\sigma(v_1))-g(\sigma(v_0))\bigr] =0. \end{aligned}

Setiap nilai titik sudut muncul dua kali dengan tanda berlawanan. Kasus ini adalah bayangan berdimensi rendah dari pasangan muka pada argumen umum.

Pemeriksaan Penguasaan 26.2 (titik, interval, dan kontraktilitas).

  1. Hitung diferensial Cn(pt;R)Cn+1(pt;R)C^n(\mathrm{pt};R)\to C^{n+1}(\mathrm{pt};R) dari jumlah berganti tanda.
  2. Gunakan kontraksi I{0}I\to\{0\} untuk menentukan Hk(I;R)H^k(I;R) pada semua derajat.
  3. Jelaskan mengapa hasil bagian 2 tidak bertentangan dengan besarnya C1(I;R)C^1(I;R).

Petunjuk. Hitung i=0n+1(1)i\sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i. Untuk interval, inklusi titik dan pemetaan konstan adalah invers hingga homotopi. Kohomologi adalah hasil bagi kernel dengan citra, bukan ukuran modul korantai.

Solusi Pemeriksaan 26.2. Ada satu simpleks singular Δnpt\Delta^n\to\mathrm{pt} pada setiap derajat, sehingga setiap modul korantai adalah RR. Diferensial derajat nn adalah perkalian dengan

i=0n+1(1)i={0,ngenap,1,nganjil. \sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i = \begin{cases} 0,&n\ \text{genap},\\ 1,&n\ \text{ganjil}. \end{cases}

Jadi kompleksnya berganti antara pemetaan nol dan identitas. Kohomologinya adalah RR pada derajat nol dan nol pada derajat positif.

Interval berkontraksi ke 00. Jika i:{0}Ii\colon\{0\}\hookrightarrow I dan r:I{0}r\colon I\to\{0\}, maka ri=idri=\operatorname{id} dan iridIir\simeq\operatorname{id}_I. Invariansi homotopi membuat i*i^* dan r*r^* saling invers, sehingga

H0(I;R)=R,Hk(I;R)=0(k>0). H^0(I;R)=R, \qquad H^k(I;R)=0\quad(k>0).

Tidak ada pertentangan dengan besarnya C1(I;R)C^1(I;R). Modul itu memang memuat semua fungsi dari himpunan sangat besar simpleks singular ke RR, tetapi kohomologi hanya menyimpan kosiklus modulo kobatas. Invariansi homotopi menunjukkan bahwa pada derajat positif semua kosiklus tersebut sudah merupakan kobatas.

Pemeriksaan Penguasaan 26.3 (pasangan interval dan batasnya). Ambil I={0,1}\partial I=\{0,1\}. Gunakan barisan eksak panjang pasangan, bukan suatu kompleks selular, untuk menghitung Hk(I,I;R)H^k(I,\partial I;R) pada semua derajat. Identifikasi secara eksplisit kokernel pemetaan pada derajat nol.

Petunjuk. Kita mempunyai H0(I;R)=RH^0(I;R)=R dan H0(I;R)=RRH^0(\partial I;R)=R\oplus R, sedangkan semua kohomologi positif kedua ruang itu nol. Pemetaan restriksi mengirim aa ke (a,a)(a,a).

Solusi Pemeriksaan 26.3. Bagian relevan barisan eksak panjang ialah

0H0(I,I;R)RΔRR0H1(I,I;R)0, 0\longrightarrow H^0(I,\partial I;R) \longrightarrow R \xrightarrow{\Delta}R\oplus R \xrightarrow{\partial^0}H^1(I,\partial I;R) \longrightarrow0,

dengan Δ(a)=(a,a)\Delta(a)=(a,a). Pemetaan diagonal injektif, sehingga H0(I,I;R)=0H^0(I,\partial I;R)=0. Eksakitas memberi

H1(I,I;R)(RR)/Δ(R). H^1(I,\partial I;R) \cong (R\oplus R)/\Delta(R).

Pemetaan (a,b)ba(a,b)\mapsto b-a surjektif dan kernelnya tepat Δ(R)\Delta(R), maka ia menginduksi isomorfisma

H1(I,I;R)R. H^1(I,\partial I;R)\cong R.

Pada derajat k>1k>1, semua suku biasa yang mengapit suku relatif nol, sehingga Hk(I,I;R)=0H^k(I,\partial I;R)=0. Dengan demikian,

Hk(I,I;R){R,k=1,0,k1. H^k(I,\partial I;R) \cong \begin{cases} R,&k=1,\\ 0,&k\ne1. \end{cases}

Pemetaan penghubung mengukur selisih nilai pada kedua ujung interval.

Pemeriksaan Penguasaan 26.4 (ruang diskret dan pemetaan bertitik dasar). Misalkan S={p,s1,,sm}S=\{p,s_1,\ldots,s_m\} dan T={q,t1,,tn}T=\{q,t_1,\ldots,t_n\} diskret dengan titik dasar pp dan qq.

  1. Hitung Hk(S,p;R)H^k(S,p;R).
  2. Untuk pemetaan bertitik dasar ϕ:(S,p)(T,q)\phi\colon(S,p)\to(T,q), tuliskan ϕ*:H0(T,q;R)H0(S,p;R)\phi^*\colon H^0(T,q;R)\to H^0(S,p;R) pada fungsi.
  3. Buktikan bahwa hasilnya tetap lenyap di titik dasar.

Petunjuk. Korantai relatif derajat nol adalah fungsi yang bernilai nol di titik dasar. Pemetaan terinduksi adalah prakomposisi dengan ϕ\phi.

Solusi Pemeriksaan 26.4. Karena SS diskret, komponen lintasannya adalah titik-titik tunggal. Maka

H0(S;R)=RS, H^0(S;R)=R^S,

dan evaluasi di pp mempunyai kernel semua fungsi yang lenyap di pp:

H0(S,p;R)={a:SR:a(p)=0}R{s1,,sm}Rm. H^0(S,p;R) = \{a\colon S\to R:a(p)=0\} \cong R^{\{s_1,\ldots,s_m\}}\cong R^m.

Kohomologi positif ruang diskret nol; melalui isomorfisma relatif–biasa pada derajat positif, Hk(S,p;R)=0H^k(S,p;R)=0 untuk k>0k>0.

Jika aH0(T,q;R)a\in H^0(T,q;R), maka

(ϕ*a)(s)=a(ϕ(s)). (\phi^*a)(s)=a(\phi(s)).

Karena ϕ\phi bertitik dasar, ϕ(p)=q\phi(p)=q. Oleh sebab itu,

(ϕ*a)(p)=a(ϕ(p))=a(q)=0. (\phi^*a)(p)=a(\phi(p))=a(q)=0.

Jadi prakomposisi memang membawa korantai relatif ke korantai relatif. Ini juga memperlihatkan secara konkret mengapa syarat bertitik dasar diperlukan.

Pemeriksaan Penguasaan 26.5 (koproduk dan keterhubungan domain).

  1. Buktikan bahwa setiap pemetaan kontinu ΔkXY\Delta^k\to X\sqcup Y mendarat seluruhnya di XX atau seluruhnya di YY.
  2. Jika X1,,XmX_1,\ldots,X_m semuanya kontraktil dan takkosong, hitung Hk(j=1mXj;R)H^k(\bigsqcup_{j=1}^mX_j;R).
  3. Berikan contoh domain takterhubung KK dan pemetaan KXYK\to X\sqcup Y yang mengenai kedua komponen koproduk, untuk menunjukkan letak penggunaan keterhubungan.

Petunjuk. Pracitra XX dan YY terbuka sekaligus tertutup dan mempartisi Δk\Delta^k. Iterasikan Proposisi 26.4. Untuk bagian terakhir, pakai ruang dua titik diskret.

Solusi Pemeriksaan 26.5. Dalam XYX\sqcup Y, kedua komponen koproduk terbuka dan tertutup. Jika σ:ΔkXY\sigma\colon\Delta^k\to X\sqcup Y, maka σ1(X)\sigma^{-1}(X) dan σ1(Y)\sigma^{-1}(Y) adalah dua himpunan buka-tertutup yang saling lepas dan menutupi Δk\Delta^k. Karena Δk\Delta^k terhubung, salah satunya kosong. Jadi seluruh citra berada dalam tepat satu komponen koproduk.

Dengan mengiterasikan dekomposisi koproduk dan memakai kontraktilitas,

H0(j=1mXj;R)j=1mH0(Xj;R)Rm,Hk(j=1mXj;R)=0(k>0). \begin{aligned} H^0\!\left(\bigsqcup_{j=1}^mX_j;R\right) &\cong\bigoplus_{j=1}^mH^0(X_j;R) \cong R^m,\\ H^k\!\left(\bigsqcup_{j=1}^mX_j;R\right) &=0\qquad(k>0). \end{aligned}

Untuk memperlihatkan kegagalan tanpa keterhubungan, ambil K={a,b}K=\{a,b\} diskret, pilih xXx\in X dan yYy\in Y, lalu definisikan u(a)=xu(a)=x dan u(b)=yu(b)=y. Pemetaan kontinu uu mengenai kedua komponen. Jadi dekomposisi ruang pemetaan yang dipakai dalam bukti bergantung secara esensial pada keterhubungan simpleks standar.

Pemeriksaan Penguasaan 26.6 (operator prisma pada derajat rendah). Misalkan H:X×IYH\colon X\times I\to Y adalah homotopi dari ff ke gg.

  1. Untuk titik singular σ:Δ0X\sigma\colon\Delta^0\to X, tuliskan P0(σ)P_0(\sigma) dan periksa P0(σ)=g#σf#σ\partial P_0(\sigma)=g_\#\sigma-f_\#\sigma.
  2. Untuk lintasan singular σ:Δ1X\sigma\colon\Delta^1\to X, gambarkan dua segitiga berorientasi yang membagi Δ1×I\Delta^1\times I dan jelaskan pembatalan diagonal bersama.
  3. Dualisasikan identitas prisma dan buktikan bahwa f*f^* dan g*g^* memberi pemetaan kohomologi yang sama.

Petunjuk. Pada derajat nol, prisma adalah lintasan tH(σ,t)t\mapsto H(\sigma,t). Pada derajat satu, gunakan urutan titik sudut (v0,0),(v0,1),(v1,1)(v_0,0),(v_0,1),(v_1,1) dan (v0,0),(v1,0),(v1,1)(v_0,0),(v_1,0),(v_1,1) dengan tanda berlawanan. Untuk dualisasi, tetapkan hφ=φPh\varphi=-\varphi\circ P.

Solusi Pemeriksaan 26.6. Jika σ\sigma sebuah titik singular, hanya ada satu simpleks pada triangulasi Δ0×I\Delta^0\times I. Jadi

P0(σ)(t)=H(σ,t). P_0(\sigma)(t)=H(\sigma,t).

Batas lintasan berorientasi adalah titik akhir dikurangi titik awal:

P0(σ)=H(σ,1)H(σ,0)=g#σf#σ. \partial P_0(\sigma) =H(\sigma,1)-H(\sigma,0) =g_\#\sigma-f_\#\sigma.

Untuk σ:Δ1X\sigma\colon\Delta^1\to X, persegi Δ1×I\Delta^1\times I dibagi sepanjang diagonal dari (v0,0)(v_0,0) ke (v1,1)(v_1,1). Dua segitiganya mempunyai daftar titik sudut

(v0,0),(v0,1),(v1,1)dan(v0,0),(v1,0),(v1,1). (v_0,0),(v_0,1),(v_1,1) \quad\text{dan}\quad (v_0,0),(v_1,0),(v_1,1).

Dalam P1P_1 keduanya masuk dengan tanda bergantian. Diagonal bersama muncul dengan orientasi berlawanan dan lenyap. Sisi atas menyisakan g#σg_\#\sigma, sisi bawah menyisakan f#σ-f_\#\sigma, dan kedua sisi vertikal menyusun P0(σ)-P_0(\partial\sigma). Jadi

P1(σ)+P0(σ)=g#σf#σ. \partial P_1(\sigma)+P_0(\partial\sigma) =g_\#\sigma-f_\#\sigma.

Pada semua derajat, identitas yang sama ialah P+P=g#f#\partial P+P\partial=g_\#-f_\#. Untuk φCn(Y;R)\varphi\in C^n(Y;R) definisikan hnφ=φPn1h_n\varphi=-\varphi\circ P_{n-1}. Jika cSn(X;R)c\in S_n(X;R), maka

((δh+hδ)φ)(c)=φ(Pc+Pc)=φ((g#f#)c)=(f*φg*φ)(c). \begin{aligned} \bigl((\delta h+h\delta)\varphi\bigr)(c) &=-\varphi(P\partial c+\partial Pc)\\ &=-\varphi((g_\#-f_\#)c)\\ &=(f^*\varphi-g^*\varphi)(c). \end{aligned}

Jadi f*g*=δh+hδf^*-g^*=\delta h+h\delta. Untuk kosiklus φ\varphi, selisih f*φg*φf^*\varphi-g^*\varphi adalah kobatas δ(hφ)\delta(h\varphi), sehingga kedua korantai menentukan kelas kohomologi yang sama. Dengan demikian, Hn(f)=Hn(g)H^n(f)=H^n(g) untuk setiap nn.

Batas ke Unit 27. Unit 26 menerjemahkan Notes.tex baris 5612–5823 secara kontigu dan menutup seluruh objek sumber pada rentang itu. Baris 5824 berbunyi Let\lecturenum{27} us consider for a short time again the reduced cohomology ..., memulai Kuliah 27, dan tidak dimasukkan. Kursor sumber berikutnya yang tepat adalah Notes.tex baris 5824.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 5824–5923 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang aktif itu terdiri atas 100 baris fisik. Dengan normalisasi LF dan terminator LF penutup dipertahankan, ukurannya 7.012 byte dan SHA-256-nya adalah 65d2c393ddf29183f36d6e9ab65c65f8030110334f89c7f68ba88461fc30afa1. Baris 5924, yang memulai Kuliah 28, tidak termasuk. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Rentang sumber memuat satu penanda kuliah, satu definisi, satu lema, satu proposisi, satu teorema, satu latihan formal sumber, tiga contoh, satu lingkungan bukti, satu catatan pinggir, satu diagram Xy-pic, empat label, dan dua rujukan silang. Tidak ada gambar TikZ atau gambar eksternal, sitasi, input, ataupun include.

Edisi menyelesaikan latihan sumber, membuktikan lema pembelahan, dan melengkapi pembuktian perbandingan korantai kecil serta teorema Mayer–Vietoris. Ada satu perbaikan struktural yang penting: korantai kecil harus didefinisikan pada subkompleks rantai kecil, dan pemetaan pembanding yang sah adalah restriksi dari seluruh korantai ke korantai kecil. Perluasan dengan nol yang ditulis sumber tidak membentuk subkompleks pada umumnya. Edisi juga memperbaiki identitas komposisi yang salah tipe, pernyataan derajat nol yang salah tulis, dan hipotesis tak-kosong pada versi tereduksi yang dimulai dengan nol. Diagram dan barisan lebar dialirkan ulang secara semantik agar tidak bergantung pada posisi atau lebar halaman.

Latihan sumber beserta solusinya, lima pemeriksaan penguasaan tambahan, semua petunjuk, penutupan bukti, audit, dan solusi lengkap merupakan materi edisi yang tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses dan tidak mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

27 Kuliah 27

27.1 Derajat nol tanpa memilih titik dasar

Mari kita kembali sejenak ke kohomologi tereduksi. Pada unit sebelumnya, konstruksi itu diperkenalkan melalui pasangan bertitik dasar dan karena itu jelas fungtorial untuk pemetaan bertitik dasar. Ternyata derajat nol mempunyai deskripsi kanonik yang menghilangkan kebutuhan untuk memilih titik dasar.

Untuk setiap ruang XX terdapat pemetaan tunggal

!X:Xpt. !_X\colon X\longrightarrow \mathrm{pt}.

Karena kohomologi bersifat kontravarian, pemetaan tersebut menginduksi

const:=!X*:R=H0(pt;R)H0(X;R). \operatorname{const}:=!_X^*\colon R=H^0(\mathrm{pt};R)\longrightarrow H^0(X;R).

Jika f:XYf\colon X\to Y, maka !Yf=!X!_Y\circ f=!_X. Karena itu, diagram

RconstYH0(Y;R)f*RconstXH0(X;R) \begin{array}{ccc} R&\xrightarrow{\operatorname{const}_Y}&H^0(Y;R)\\ \big\Vert&&\downarrow\scriptstyle f^*\\ R&\xrightarrow{\operatorname{const}_X}&H^0(X;R) \end{array}

komutatif. Kita sekarang menentukan arti konkret pemetaan konstan tersebut.

Latihan sumber / Pemeriksaan Penguasaan 27.1 (kohomologi derajat nol). Buktikan bahwa

H0(X;R)R[pt,X], H^0(X;R)\cong R^{[\mathrm{pt},X]},

yakni modul fungsi bernilai RR yang konstan pada setiap komponen lintasan. Untuk f:XYf\colon X\to Y, buktikan pula bahwa

f*:H0(Y;R)H0(X;R) f^*\colon H^0(Y;R)\longrightarrow H^0(X;R)

adalah prakomposisi dengan pemetaan komponen lintasan [pt,X][pt,Y][\mathrm{pt},X]\to[\mathrm{pt},Y] yang diinduksi oleh ff.

Petunjuk. Simpleks singular berdimensi nol hanyalah titik xXx\in X. Hitung (δa)(γ)(\delta a)(\gamma) untuk lintasan γ:Δ1X\gamma\colon\Delta^1\to X, lalu ingat bahwa tidak ada kobatas yang datang dari derajat 1-1 dalam kompleks yang digunakan di sini.

Solusi Pemeriksaan 27.1. Korantai nol adalah fungsi

a:Top(Δ0,X)=XR. a\colon\operatorname{Top}(\Delta^0,X)=X\longrightarrow R.

Untuk simpleks singular satu γ:Δ1X\gamma\colon\Delta^1\to X, rumus diferensial memberi

(δa)(γ)=a(γ(1))a(γ(0)). (\delta a)(\gamma)=a(\gamma(1))-a(\gamma(0)).

Jadi δa=0\delta a=0 tepat ketika aa mempunyai nilai yang sama pada kedua ujung setiap lintasan. Ini ekuivalen dengan mengatakan bahwa aa konstan pada setiap komponen lintasan. Sebaliknya, jika aa konstan pada komponen lintasan, kedua ujung setiap γ\gamma terletak dalam komponen yang sama, sehingga (δa)(γ)=0(\delta a)(\gamma)=0.

Kompleks korantai dimulai pada derajat nol, sehingga im(δ:C1C0)=0\operatorname{im}(\delta\colon C^{-1}\to C^0)=0. Akibatnya,

H0(X;R)=ker(δ:C0C1){fungsi π0(X)R}=R[pt,X]. H^0(X;R)=\ker(\delta\colon C^0\to C^1) \cong\{\text{fungsi }\pi_0(X)\to R\} =R^{[\mathrm{pt},X]}.

Untuk f:XYf\colon X\to Y dan kelas yang diwakili fungsi a:π0(Y)Ra\colon\pi_0(Y)\to R, definisi tarik-balik memberi

(f*a)(x)=a(f(x)). (f^*a)(x)=a(f(x)).

Nilai ini hanya bergantung pada komponen lintasan xx, dan tepat sama dengan prakomposisi aa oleh π0(f):π0(X)π0(Y)\pi_0(f)\colon\pi_0(X)\to\pi_0(Y). Identifikasi tersebut dengan demikian alami terhadap ff.

Di bawah identifikasi ini, const(r)\operatorname{const}(r) adalah fungsi yang bernilai rr pada setiap komponen lintasan. Jika XX\ne\varnothing dan dipilih xXx\in X, titik itu menentukan pemetaan x:ptXx\colon\mathrm{pt}\to X. Pemetaan

evx:=x*:H0(X;R)R \operatorname{ev}_x:=x^*\colon H^0(X;R)\longrightarrow R

mengevaluasi fungsi pada komponen xx. Identitas topologis yang benar ialah

!Xx=idpt, !_X\circ x=\operatorname{id}_{\mathrm{pt}},

sehingga, setelah arah dibalik oleh kohomologi,

evxconst=idR. \operatorname{ev}_x\circ\operatorname{const} =\operatorname{id}_R.

Jadi const\operatorname{const} injektif.

Audit sumber 27.1. Notes.tex baris 5831 menulis !Xx=idX!_X\circ x=\operatorname{id}_X. Kedua ruasnya bahkan tidak mempunyai tipe yang sama: ruas kiri berpeta dari pt\mathrm{pt} ke pt\mathrm{pt}. Edisi memperbaikinya menjadi !Xx=idpt!_X\circ x=\operatorname{id}_{\mathrm{pt}}, yang memang menghasilkan evxconst=idR\operatorname{ev}_x\circ\operatorname{const}=\operatorname{id}_R.

Definisi 27.1 (pembelahan kiri). Untuk barisan eksak pendek modul-RR

0AiBπC0, 0\longrightarrow A\xrightarrow{i}B\xrightarrow{\pi}C\longrightarrow0,

sebuah pembelahan kiri adalah homomorfisma r:BAr\colon B\to A yang memenuhi

ri=idA. r\circ i=\operatorname{id}_A.

Lema 27.1 (dekomposisi dari pembelahan kiri). Jika rr adalah pembelahan kiri untuk barisan eksak pendek di atas, maka

(r,π):BAC,b(r(b),π(b)) (r,\pi)\colon B\longrightarrow A\oplus C, \qquad b\longmapsto(r(b),\pi(b))

adalah isomorfisma. Selain itu, restriksi π|kerr:kerrC\pi|_{\ker r}\colon\ker r\to C adalah isomorfisma.

Bukti. Jika (r(b),π(b))=(0,0)(r(b),\pi(b))=(0,0), maka eksaknya barisan memberi b=i(a)b=i(a) untuk suatu aAa\in A. Karena r(b)=0r(b)=0,

0=r(i(a))=a, 0=r(i(a))=a,

sehingga b=0b=0. Jadi (r,π)(r,\pi) injektif.

Untuk membuktikan surjektivitas, ambil (a,c)AC(a,c)\in A\oplus C. Karena π\pi surjektif, pilih b0Bb_0\in B dengan π(b0)=c\pi(b_0)=c, lalu tetapkan

b=b0+i(ar(b0)). b=b_0+i\bigl(a-r(b_0)\bigr).

Kita memperoleh

r(b)=r(b0)+ar(b0)=a,π(b)=π(b0)=c. r(b)=r(b_0)+a-r(b_0)=a, \qquad \pi(b)=\pi(b_0)=c.

Maka (r,π)(r,\pi) surjektif dan karenanya isomorfisma.

Jika bkerrb\in\ker r dan π(b)=0\pi(b)=0, argumen injektivitas tadi memberi b=0b=0. Untuk cCc\in C, pilih lagi b0b_0 dengan π(b0)=c\pi(b_0)=c dan bentuk

b=b0i(r(b0)). b=b_0-i(r(b_0)).

Sekarang r(b)=0r(b)=0 dan π(b)=c\pi(b)=c. Jadi π|kerr\pi|_{\ker r} bijektif dan merupakan isomorfisma modul-RR.

Untuk ruang tak-kosong XX kita mempunyai barisan eksak pendek

0RconstH0(X;R)coker(const)0. 0\longrightarrow R \xrightarrow{\operatorname{const}}H^0(X;R) \longrightarrow\operatorname{coker}(\operatorname{const}) \longrightarrow0.

Evaluasi evx\operatorname{ev}_x adalah pembelahan kiri. Lema 27.1 memberi

H0(X;R)Rcoker(const),coker(const)ker(evx). H^0(X;R) \cong R\oplus\operatorname{coker}(\operatorname{const}), \qquad \operatorname{coker}(\operatorname{const}) \cong\ker(\operatorname{ev}_x).

Barisan eksak panjang pasangan (X,{x})(X,\{x\}) mengidentifikasi kernel terakhir dengan H0(X,x;R)H^0(X,x;R). Dengan demikian, setiap pilihan xXx\in X memberi

coker(const)H0(X,x;R). \operatorname{coker}(\operatorname{const})\cong H^0(X,x;R).

Catatan pinggir sumber (dialirkan ulang). Submodul konkret H0(X,x;R)=ker(evx)H^0(X,x;R)=\ker(\operatorname{ev}_x) di dalam H0(X;R)H^0(X;R) dapat berubah jika xx diganti dengan titik pada komponen lintasan lain. Namun, hasil bagi kanonik coker(const)\operatorname{coker}(\operatorname{const}) tidak bergantung pada pilihan titik dasar.

Kita karena itu dapat membuat definisi yang tidak memilih titik dasar:

Definisi 27.2 (kohomologi tereduksi, bentuk kanonik). Untuk setiap k0k\geq0, tetapkan

H̃k(X;R):=coker(Hk(pt;R)!X*Hk(X;R)). \widetilde H^k(X;R) :=\operatorname{coker}\!\left( H^k(\mathrm{pt};R)\xrightarrow{!_X^*}H^k(X;R) \right).

Karena Hk(pt;R)=0H^k(\mathrm{pt};R)=0 untuk k>0k>0,

H̃k(X;R)Hk(X;R)(k>0), \widetilde H^k(X;R)\cong H^k(X;R) \quad(k>0),

sedangkan untuk XX\ne\varnothing,

H0(X;R)RH̃0(X;R). H^0(X;R)\cong R\oplus\widetilde H^0(X;R).

Kealamian pemetaan !X!_X yang dicatat di awal menunjukkan bahwa definisi ini fungtorial bagi semua pemetaan ruang, bukan hanya pemetaan bertitik dasar.

Contoh 27.1 (ruang terhubung lintasan). Jika XX terhubung lintasan, setiap fungsi yang konstan pada komponen lintasan adalah fungsi konstan. Jadi

H̃0(X;R)=0. \widetilde H^0(X;R)=0.

Jika XX kontraktil, invariansi homotopi juga memberi

H̃k(X;R)=0untuk setiap k0. \widetilde H^k(X;R)=0 \qquad\text{untuk setiap }k\geq0.

Audit sumber 27.2. Notes.tex baris 5847 menulis H̃0(X;R)=0\widetilde H^0(X;R)=0 “untuk semua kk,” padahal ekspresi itu sudah berderajat nol. Edisi memisahkan dua klaim yang benar: keterhubungan lintasan mematikan derajat nol tereduksi, sedangkan kontraktilitas mematikan semua derajat tereduksi.

Contoh 27.2 (sfera nol). Ruang S0S^0 terdiri atas dua titik. Karena H0(S0;R)RRH^0(S^0;R)\cong R\oplus R dan pemetaan konstan adalah diagonal r(r,r)r\mapsto(r,r),

H̃0(S0;R)(RR)/ΔRR. \widetilde H^0(S^0;R) \cong (R\oplus R)/\Delta R \cong R.

Untuk k>0k>0, Hk(S0;R)=0H^k(S^0;R)=0, sehingga H̃k(S0;R)=0\widetilde H^k(S^0;R)=0.

27.2 Korantai kecil untuk suatu sampul terbuka

Sekarang kita kembali ke barisan eksak panjang. Misalkan 𝒰={U,V}\mathcal U=\{U,V\} adalah sampul terbuka ruang XX. Pemetaan-pemetaan inklusi memberi diagram pushout berikut.

Diagram 27.1 (data panah pushout). Diagram sumber yang posisional dialirkan ulang menjadi

UViVViUjVUjUX, \begin{array}{ccc} U\cap V&\mathop{\longrightarrow}\limits^{i_V}&V\\ \downarrow^{i_U}&&\downarrow^{j_V}\\ U&\mathop{\longrightarrow}\limits_{j_U}&X, \end{array}

dengan persamaan komutativitas

jUiU=jViV. j_U\circ i_U=j_V\circ i_V.

Sifat universalnya ialah: untuk pemetaan a:UZa\colon U\to Z dan b:VZb\colon V\to Z yang memenuhi aiU=biVa\circ i_U=b\circ i_V, terdapat tepat satu h:XZh\colon X\to Z dengan hjU=ah\circ j_U=a dan hjV=bh\circ j_V=b. Jadi informasi diagram tidak bergantung pada warna, letak, atau lebar gambar.

Pada derajat korantai, definisikan pemetaan selisih restriksi

d:C(U;R)C(V;R)C(UV;R),(f,g)iU*fiV*g. \begin{aligned} d\colon C^\bullet(U;R)\oplus C^\bullet(V;R) &\longrightarrow C^\bullet(U\cap V;R),\\ (f,g)&\longmapsto i_U^*f-i_V^*g. \end{aligned}

Pemetaan dd adalah pemetaan kompleks korantai. Ia surjektif pada setiap derajat: untuk

h:Top(Δn,UV)R, h\colon\operatorname{Top}(\Delta^n,U\cap V)\longrightarrow R,

perluas hh menjadi fungsi ff pada Top(Δn,U)\operatorname{Top}(\Delta^n,U) dengan memberi nilai nol pada simpleks yang tidak mendarat di UVU\cap V. Maka d(f,0)=hd(f,0)=h. Perluasan ini hanya dipakai untuk membuktikan surjektivitas pada satu derajat; ia tidak diklaim membentuk pemetaan kompleks.

Untuk mengidentifikasi kernel dd dengan benar, definisikan subkompleks rantai

C*𝒰(X;R):=C*(U;R)+C*(V;R)C*(X;R). C_*^{\mathcal U}(X;R) :=C_*(U;R)+C_*(V;R)\subseteq C_*(X;R).

Subkompleks ini dibangkitkan oleh simpleks singular σ:ΔnX\sigma\colon\Delta^n\to X yang citranya termuat seluruhnya di UU atau seluruhnya di VV. Simpleks semacam itu disebut kecil terhadap 𝒰\mathcal U. Kompleks korantai kecil didefinisikan sebagai

C𝒰(X;R):=HomR(C*𝒰(X;R),R). C_{\mathcal U}^\bullet(X;R) :=\operatorname{Hom}_R(C_*^{\mathcal U}(X;R),R).

Sebuah korantai pada C*𝒰(X;R)C_*^{\mathcal U}(X;R) sama dengan sepasang korantai pada UU dan VV yang restriksinya ke UVU\cap V sama. Karena itu terdapat barisan eksak pendek kompleks korantai

0C𝒰(X;R)ΦC(U;R)C(V;R)dC(UV;R)0. 0\longrightarrow C_{\mathcal U}^\bullet(X;R) \xrightarrow{\Phi} C^\bullet(U;R)\oplus C^\bullet(V;R) \xrightarrow{d} C^\bullet(U\cap V;R) \longrightarrow0.

Di sini Φ\Phi mengambil dua restriksi sebuah fungsi pada jumlah rantai C*(U;R)+C*(V;R)C_*(U;R)+C_*(V;R). Pemetaan itu injektif karena rantai kecil dibangkitkan oleh kedua subkompleks tersebut, dan citranya tepat kerd\ker d.

Audit sumber 27.3 (arah pembanding korantai kecil). Notes.tex baris 5867–5880 menggambarkan C𝒰(X;R)C_{\mathcal U}^\bullet(X;R) sebagai fungsi pada semua simpleks yang bernilai nol pada simpleks tak-kecil, lalu menyebut inklusi C𝒰(X;R)C(X;R)C_{\mathcal U}^\bullet(X;R)\to C^\bullet(X;R) sebagai kuasi-isomorfisma. Pernyataan tingkat kompleks ini tidak benar pada umumnya. Sebuah simpleks tak-kecil dapat mempunyai sisi-sisi kecil, sehingga diferensial korantai yang diperluas dengan nol dapat bernilai tak-nol pada simpleks tak-kecil.

Konstruksi yang sah adalah C𝒰(X;R)=HomR(C*𝒰(X;R),R)C_{\mathcal U}^\bullet(X;R)=\operatorname{Hom}_R(C_*^{\mathcal U}(X;R),R), dan pemetaan pembandingnya berjalan lewat restriksi

ρ:C(X;R)C𝒰(X;R). \rho\colon C^\bullet(X;R)\longrightarrow C_{\mathcal U}^\bullet(X;R).

Perbaikan ini tidak mengubah teorema Mayer–Vietoris; justru inilah model korantai kecil yang membuktikannya.

Proposisi 27.1 (teorema rantai kecil). Untuk sampul terbuka 𝒰={U,V}\mathcal U=\{U,V\}, inklusi rantai

j:C*𝒰(X;R)C*(X;R) j\colon C_*^{\mathcal U}(X;R)\hookrightarrow C_*(X;R)

adalah ekuivalensi homotopi rantai. Oleh dualitas, restriksi

ρ=j*:C(X;R)C𝒰(X;R) \rho=j^*\colon C^\bullet(X;R)\longrightarrow C_{\mathcal U}^\bullet(X;R)

adalah ekuivalensi homotopi korantai, dan khususnya kuasi-isomorfisma:

Hk(X;R)Hk(C𝒰(X;R)). H^k(X;R)\xrightarrow{\ \cong\ } H^k(C_{\mathcal U}^\bullet(X;R)).

Sumber menunjuk Proposisi 2.21 dalam buku Hatcher sebagai argumen homologi yang sejalan. Rujukan pembanding itu dipertahankan, tetapi bukti berikut menuliskan konstruksi korantai yang diperlukan secara mandiri.

Bukti. Misalkan SS adalah operator subdivisi barisentris pada rantai singular. Ada homotopi rantai prisma TT yang memenuhi

Sid=T+T. S-\operatorname{id}=\partial T+T\partial.

Dengan menjumlahkan homotopi yang sesuai, untuk setiap m0m\geq0 terdapat TmT_m dengan

Smid=Tm+Tm,T0=0. S^m-\operatorname{id}=\partial T_m+T_m\partial, \qquad T_0=0.

Jika sebuah simpleks sudah kecil, semua simpleks yang muncul dalam SmS^m dan TmT_m atas simpleks itu tetap berada dalam anggota sampul yang sama.

Untuk simpleks singular σ:ΔnX\sigma\colon\Delta^n\to X, himpunan σ1(U)\sigma^{-1}(U) dan σ1(V)\sigma^{-1}(V) membentuk sampul terbuka dari simpleks kompak Δn\Delta^n. Lema bilangan Lebesgue menunjukkan bahwa setelah subdivisi barisentris secukupnya, setiap subsimpleks dipetakan seluruhnya ke UU atau ke VV. Jadi, untuk setiap rantai hingga cc, terdapat mm sehingga SmcS^m c adalah rantai kecil.

Kita sekarang membangun pemetaan rantai r:C*(X;R)C*𝒰(X;R)r\colon C_*(X;R)\to C_*^{\mathcal U}(X;R) dan homotopi KK secara induktif. Pada derajat nol, semua simpleks sudah kecil; tetapkan r=idr=\operatorname{id} dan K=0K=0. Anggap rr dan KK telah dibangun pada derajat di bawah nn dan memenuhi

idjr=K+K. \operatorname{id}-jr=\partial K+K\partial.

Untuk satu simpleks basis σ\sigma berdimensi nn, tetapkan

z:=σK(σ). z:=\sigma-K(\partial\sigma).

Hipotesis induksi pada σ\partial\sigma memberi

z=jr(σ). \partial z=jr(\partial\sigma).

Pilih mm cukup besar sehingga SmzS^m z kecil. Karena r(σ)r(\partial\sigma) sudah kecil, Tmr(σ)T_mr(\partial\sigma) juga kecil. Definisikan

r(σ):=SmzTmr(σ),K(σ):=Tmz. r(\sigma) :=S^m z-T_mr(\partial\sigma), \qquad K(\sigma):=-T_mz.

Dengan menggunakan Smid=Tm+TmS^m-\operatorname{id}=\partial T_m+T_m\partial dan r(σ)=0\partial r(\partial\sigma)=0, kita memperoleh

r(σ)=Smr(σ)Tmr(σ)=r(σ), \begin{aligned} \partial r(\sigma) &=S^m r(\partial\sigma)-\partial T_mr(\partial\sigma)\\ &=r(\partial\sigma), \end{aligned}

jadi rr adalah pemetaan rantai. Selain itu,

zjr(σ)=zSmz+Tmr(σ)=TmzTmz+Tmr(σ)=Tmz=K(σ). \begin{aligned} z-jr(\sigma) &=z-S^m z+T_mr(\partial\sigma)\\ &=-\partial T_mz-T_m\partial z+T_mr(\partial\sigma)\\ &=-\partial T_mz =\partial K(\sigma). \end{aligned}

Karena z=σK(σ)z=\sigma-K(\partial\sigma), persamaan ini tepat mengatakan

σjr(σ)=K(σ)+K(σ). \sigma-jr(\sigma) =\partial K(\sigma)+K(\partial\sigma).

Jika σ\sigma sudah kecil, kita memilih m=0m=0; secara induktif diperoleh rj=idrj=\operatorname{id} dan Kj=0Kj=0. Jadi rr adalah invers homotopi rantai untuk jj.

Terapkan HomR(,R)\operatorname{Hom}_R(-,R). Prakomposisi memberi

j*=ρ:C(X;R)C𝒰(X;R),r*:C𝒰(X;R)C(X;R). j^*=\rho\colon C^\bullet(X;R)\to C_{\mathcal U}^\bullet(X;R), \qquad r^*\colon C_{\mathcal U}^\bullet(X;R)\to C^\bullet(X;R).

Identitas rj=idrj=\operatorname{id} dan homotopi jridjr\simeq\operatorname{id} berdualisasi menjadi j*r*=idj^*r^*=\operatorname{id} dan r*j*idr^*j^*\simeq\operatorname{id}. Maka ρ\rho adalah ekuivalensi homotopi korantai dan menginduksi isomorfisma pada kohomologi.

Gagasan geometrisnya sederhana: sebuah simpleks besar mungkin melintasi UU dan VV, tetapi subdivisi berulang memecahnya menjadi simpleks kecil yang masing-masing berada di salah satu anggota sampul. Pembuktian di atas mencatat homotopinya sehingga gagasan tersebut berlaku pada tingkat kompleks, bukan hanya pada tingkat gambar. Analogi sumbernya adalah integrasi pada manifold: pecah sebuah simpleks menjadi bagian-bagian yang masing-masing masuk ke satu peta koordinat, kerjakan perhitungan pada setiap bagian, lalu jumlahkan hasilnya.

27.3 Barisan eksak panjang Mayer–Vietoris

Teorema 27.1 (Mayer–Vietoris). Jika 𝒰={U,V}\mathcal U=\{U,V\} adalah sampul terbuka XX, terdapat barisan eksak panjang modul-RR

0H0(X;R)H0(U;R)H0(V;R)H0(UV;R)MVH1(X;R)H1(U;R)H1(V;R)H1(UV;R)MVH2(X;R). \begin{aligned} 0\longrightarrow H^0(X;R) &\longrightarrow H^0(U;R)\oplus H^0(V;R)\\ &\longrightarrow H^0(U\cap V;R) \xrightarrow{\partial_{\mathrm{MV}}}H^1(X;R)\\ &\longrightarrow H^1(U;R)\oplus H^1(V;R) \longrightarrow H^1(U\cap V;R)\\ &\xrightarrow{\partial_{\mathrm{MV}}}H^2(X;R) \longrightarrow\cdots. \end{aligned}

Pemetaan dari Hk(X;R)H^k(X;R) adalah pasangan restriksi, dan pemetaan menuju Hk(UV;R)H^k(U\cap V;R) adalah selisih restriksi.

Jika UVU\cap V\ne\varnothing, versi tereduksi dalam konvensi derajat tak-negatif unit ini juga eksak dan dimulai dengan

0H̃0(X;R)H̃0(U;R)H̃0(V;R)H̃0(UV;R)MVH1(X;R). \begin{aligned} 0\longrightarrow\widetilde H^0(X;R) &\longrightarrow\widetilde H^0(U;R) \oplus\widetilde H^0(V;R)\\ &\longrightarrow\widetilde H^0(U\cap V;R) \xrightarrow{\partial_{\mathrm{MV}}}H^1(X;R) \longrightarrow\cdots. \end{aligned}

Bukti. Barisan eksak pendek kompleks korantai yang telah dibangun adalah

0C𝒰(X;R)ΦC(U;R)C(V;R)dC(UV;R)0. 0\to C_{\mathcal U}^\bullet(X;R) \xrightarrow{\Phi}C^\bullet(U;R)\oplus C^\bullet(V;R) \xrightarrow{d}C^\bullet(U\cap V;R)\to0.

Setiap barisan eksak pendek kompleks korantai menghasilkan barisan eksak panjang kohomologi. Untuk melihat pemetaan penghubungnya secara konkret, ambil kosiklus hCk(UV;R)h\in C^k(U\cap V;R). Surjektivitas derajat demi derajat memberi pasangan (f,g)(f,g) dengan d(f,g)=hd(f,g)=h. Karena δh=0\delta h=0,

d(δf,δg)=δd(f,g)=0. d\bigl(\delta f,\delta g\bigr) =\delta d(f,g)=0.

Maka ada tepat satu aC𝒰k+1(X;R)a\in C_{\mathcal U}^{k+1}(X;R) dengan

Φ(a)=(δf,δg). \Phi(a)=(\delta f,\delta g).

Persamaan δ2=0\delta^2=0 dan injektivitas Φ\Phi menunjukkan δa=0\delta a=0. Definisikan

MV[h]:=[a]Hk+1(C𝒰(X;R))Hk+1(X;R). \partial_{\mathrm{MV}}[h]:=[a] \in H^{k+1}(C_{\mathcal U}^\bullet(X;R)) \cong H^{k+1}(X;R).

Jika lift (f,g)(f,g) diganti, selisih kedua lift berada dalam imΦ\operatorname{im}\Phi; akibatnya, kedua aa berbeda dengan sebuah kobatas. Jika hh diganti dengan kosiklus sekohomolog, lift dapat disesuaikan dengan sebuah diferensial dan kelas [a][a] tetap sama. Jadi pemetaan penghubung terdefinisi dengan baik.

Eksaknya dapat diperiksa pada ketiga jenis suku yang berulang. Pertama, jika bCk(U;R)Ck(V;R)b\in C^k(U;R)\oplus C^k(V;R) adalah kosiklus dan kelas d(b)d(b) nol, tulis d(b)=δhd(b)=\delta h. Pilih ee dengan d(e)=hd(e)=h. Maka bδekerd=imΦb-\delta e\in\ker d=\operatorname{im}\Phi dan tetap merupakan kosiklus, sehingga [b][b] berasal dari Hk(C𝒰(X;R))H^k(C_{\mathcal U}^\bullet(X;R)).

Kedua, jika hh sebuah kosiklus dan MV[h]=0\partial_{\mathrm{MV}}[h]=0, pilih lift bb dari hh. Dalam konstruksi di atas, δb=Φ(a)\delta b=\Phi(a) dengan a=δa0a=\delta a_0. Karena itu bΦ(a0)b-\Phi(a_0) adalah kosiklus yang masih dipetakan oleh dd ke hh; jadi [h][h] berasal dari Hk(U;R)Hk(V;R)H^k(U;R)\oplus H^k(V;R).

Ketiga, jika aa sebuah kosiklus dalam C𝒰k+1(X;R)C_{\mathcal U}^{k+1}(X;R) dan Φ*[a]=0\Phi_*[a]=0, tulis Φ(a)=δb\Phi(a)=\delta b. Unsur h=d(b)h=d(b) adalah kosiklus, sebab δh=d(δb)=d(Φ(a))=0\delta h=d(\delta b)=d(\Phi(a))=0, dan konstruksi pemetaan penghubung memberi MV[h]=[a]\partial_{\mathrm{MV}}[h]=[a]. Komposisi dua pemetaan berturutan jelas nol dari definisinya. Jadi pada setiap posisi citra sama dengan kernel, yang membuktikan eksaknya barisan panjang.

Menurut Proposisi 27.1, H*(C𝒰(X;R))H*(X;R)H^*(C_{\mathcal U}^\bullet(X;R))\cong H^*(X;R). Mengganti suku korantai kecil dengan kohomologi XX memberi barisan biasa yang dinyatakan dalam teorema.

Untuk versi tereduksi, anggap UVU\cap V\ne\varnothing. Maka U,VU,V, dan XX juga tak-kosong, dan suku fungsi konstan sendiri membentuk barisan eksak

0Rr(r,r)RR(a,b)abR0. 0\longrightarrow R \xrightarrow{r\mapsto(r,r)}R\oplus R \xrightarrow{(a,b)\mapsto a-b}R \longrightarrow0.

Mengambil hasil bagi barisan Mayer–Vietoris derajat nol oleh barisan konstan ini menghasilkan tepat barisan tereduksi yang ditampilkan. Pada derajat positif, kohomologi biasa dan tereduksi sudah sama.

Audit sumber 27.4 (versi tereduksi). Dengan definisi H̃0\widetilde H^0 sebagai kokernel pemetaan konstan dan tanpa suku derajat 1-1, barisan tereduksi yang dimulai dengan nol memerlukan UVU\cap V\ne\varnothing. Untuk sampul dua komponen yang saling lepas, pernyataan tanpa hipotesis itu gagal pada derajat nol. Versi sepenuhnya umum dapat dipulihkan dengan kompleks teraugmentasi dan H̃1(;R)=R\widetilde H^{-1}(\varnothing;R)=R. Sumber tidak menyatakan pembedaan ini; edisi menyatakan hipotesis yang dipakai oleh contoh sfera berikutnya.

27.4 Kohomologi sfera

Contoh 27.3 (sampul hemisfer). Untuk n1n\geq1, sampuli SnS^n dengan dua lingkungan hemisfer terbuka D+nD_+^n dan DnD_-^n. Masing-masing kontraktil (dan homeomorfik dengan bola terbuka), sedangkan

D+nDnSn1×JSn1, D_+^n\cap D_-^n\cong S^{n-1}\times J \simeq S^{n-1},

dengan JJ sebuah interval terbuka kecil.

Barisan Mayer–Vietoris tereduksi dimulai sebagai

0H̃0(Sn;R)H̃0(D+n;R)H̃0(Dn;R)H̃0(Sn1×J;R)H1(Sn;R)H1(D+n;R)H1(Dn;R). \begin{aligned} 0\longrightarrow\widetilde H^0(S^n;R) &\longrightarrow \widetilde H^0(D_+^n;R)\oplus \widetilde H^0(D_-^n;R)\\ &\longrightarrow \widetilde H^0(S^{n-1}\times J;R) \longrightarrow H^1(S^n;R)\\ &\longrightarrow H^1(D_+^n;R)\oplus H^1(D_-^n;R) \longrightarrow\cdots. \end{aligned}

Kedua hemisfer kontraktil, sehingga semua suku tereduksi dan semua suku berderajat positif milik D+n,DnD_+^n,D_-^n lenyap. Pertama,

0H̃0(Sn;R)0 0\longrightarrow\widetilde H^0(S^n;R)\longrightarrow0

memberi H̃0(Sn;R)=0\widetilde H^0(S^n;R)=0, sesuai keterhubungan lintasan SnS^n. Selanjutnya, untuk k=1k=1 kita memperoleh

0H̃0(Sn1;R)H1(Sn;R)0, 0\longrightarrow\widetilde H^0(S^{n-1};R) \longrightarrow H^1(S^n;R)\longrightarrow0,

dan untuk k>1k>1,

0Hk1(Sn1;R)Hk(Sn;R)0. 0\longrightarrow H^{k-1}(S^{n-1};R) \longrightarrow H^k(S^n;R)\longrightarrow0.

Kedua kasus itu dapat ditulis seragam sebagai

H̃k1(Sn1;R)H̃k(Sn;R)(k1). \widetilde H^{k-1}(S^{n-1};R) \cong\widetilde H^k(S^n;R) \qquad(k\geq1).

Ambil k=nk=n dan ulangi isomorfisma tersebut sampai mencapai S0S^0:

H̃n(Sn;R)H̃n1(Sn1;R)H̃0(S0;R)R. \widetilde H^n(S^n;R) \cong\widetilde H^{n-1}(S^{n-1};R) \cong\cdots\cong\widetilde H^0(S^0;R) \cong R.

Karena n>0n>0, kohomologi biasa dan tereduksi sama pada derajat nn. Jadi

Hn(Sn;R)R(n1). H^n(S^n;R)\cong R \qquad(n\geq1).

Rekurensi yang sama juga menentukan semua derajat lain. Untuk n1n\geq1,

Hk(Sn;R){R,k=0 atau k=n,0,k>0 dan kn. H^k(S^n;R)\cong \begin{cases} R,&k=0\text{ atau }k=n,\\ 0,&k>0\text{ dan }k\ne n. \end{cases}

Audit sumber 27.5. Sumber menyebut kedua anggota sampul terbuka di atas “cakram.” Edisi menulisnya sebagai lingkungan hemisfer yang homeomorfik dengan bola terbuka; sebuah himpunan terbuka di SnS^n tidak dimaksudkan sebagai cakram tertutup. Ruang irisan dan seluruh perhitungan homotopinya tetap sama.

27.5 Pemeriksaan penguasaan lanjutan

Lima pemeriksaan berikut melengkapi latihan sumber yang sudah diselesaikan sebagai Pemeriksaan 27.1. Setiap pemeriksaan mempunyai petunjuk dan solusi lengkap yang dapat dibaca secara terpisah.

Pemeriksaan Penguasaan 27.2 (rumus invers pembelahan). Misalkan

0AiBπC0 0\to A\xrightarrow{i}B\xrightarrow{\pi}C\to0

eksak dan r:BAr\colon B\to A memenuhi ri=idAri=\operatorname{id}_A.

  1. Untuk cCc\in C, pilih sembarang lift bcb_c dengan π(bc)=c\pi(b_c)=c dan definisikan s(c)=bci(r(bc))s(c)=b_c-i(r(b_c)). Buktikan bahwa s(c)s(c) tidak bergantung pada pilihan lift dan merupakan homomorfisma CBC\to B.
  2. Buktikan bahwa invers (r,π):BAC(r,\pi)\colon B\to A\oplus C adalah (a,c)i(a)+s(c)(a,c)\mapsto i(a)+s(c).
  3. Tunjukkan B=i(A)kerrB=i(A)\oplus\ker r.

Petunjuk. Dua lift cc berbeda dengan unsur i(A)i(A). Terapkan operasi bbi(r(b))b\mapsto b-i(r(b)) pada selisih itu. Untuk jumlah langsung, periksa keberadaan dekomposisi dan bahwa irisannya nol.

Solusi Pemeriksaan 27.2. Jika bcb_c' adalah lift lain, maka bcbc=i(a)b_c'-b_c=i(a) untuk suatu aAa\in A. Karena ri=idAri=\operatorname{id}_A,

bci(r(bc))=bc+i(a)i(r(bc)+a)=bci(r(bc)). \begin{aligned} b_c'-i(r(b_c')) &=b_c+i(a)-i\bigl(r(b_c)+a\bigr)\\ &=b_c-i(r(b_c)). \end{aligned}

Jadi ss bebas pilihan. Untuk c1,c2c_1,c_2, pilih lift b1,b2b_1,b_2; maka b1+b2b_1+b_2 adalah lift c1+c2c_1+c_2, dan rumus langsung memberi s(c1+c2)=s(c1)+s(c2)s(c_1+c_2)=s(c_1)+s(c_2). Hal yang sama berlaku untuk perkalian skalar, jadi ss homomorfisma. Selain itu,

r(s(c))=r(bc)r(i(r(bc)))=0,π(s(c))=c. r(s(c))=r(b_c)-r(i(r(b_c)))=0, \qquad \pi(s(c))=c.

Sekarang

(r,π)(i(a)+s(c))=(a,c). (r,\pi)(i(a)+s(c))=(a,c).

Sebaliknya, untuk bBb\in B, unsur bi(r(b))b-i(r(b)) berada dalam kerr\ker r dan mempunyai citra π(b)\pi(b), sehingga sama dengan s(π(b))s(\pi(b)). Maka

b=i(r(b))+s(π(b)), b=i(r(b))+s(\pi(b)),

yang membuktikan rumus invers. Setiap bb karena itu berada dalam i(A)+kerri(A)+\ker r. Jika i(a)kerri(a)\in\ker r, maka a=r(i(a))=0a=r(i(a))=0, sehingga irisannya nol dan B=i(A)kerrB=i(A)\oplus\ker r.

Pemeriksaan Penguasaan 27.3 (banyak komponen lintasan). Misalkan XX mempunyai tepat m1m\geq1 komponen lintasan dan pilih titik dasar pada komponen ke-jj.

  1. Hitung H0(X;R)H^0(X;R) dan H̃0(X;R)\widetilde H^0(X;R).
  2. Deskripsikan submodul H0(X,x;R)=ker(evx)H^0(X,x;R)=\ker(\operatorname{ev}_x).
  3. Berikan isomorfisma eksplisit (Rm)/ΔRRm1(R^m)/\Delta R\cong R^{m-1} yang tidak menggunakan pembagian dalam RR.

Petunjuk. Daftarkan nilai fungsi pada setiap komponen. Untuk hasil bagi diagonal, kurangi koordinat ke-jj dari semua koordinat lainnya.

Solusi Pemeriksaan 27.3. Pemeriksaan 27.1 memberi

H0(X;R)Rm. H^0(X;R)\cong R^m.

Pemetaan konstan adalah inklusi diagonal Δ:RRm\Delta\colon R\to R^m, r(r,,r)r\mapsto(r,\ldots,r), sehingga

H̃0(X;R)Rm/ΔR. \widetilde H^0(X;R)\cong R^m/\Delta R.

Evaluasi pada titik dasar di komponen ke-jj adalah proyeksi koordinat ke-jj. Jadi

H0(X,x;R)={(a1,,am)Rm:aj=0}Rm1. H^0(X,x;R) =\{(a_1,\ldots,a_m)\in R^m:a_j=0\}\cong R^{m-1}.

Definisikan

qj(a1,,am)=(a1aj,,aj1aj,aj+1aj,,amaj). q_j(a_1,\ldots,a_m) =(a_1-a_j,\ldots,a_{j-1}-a_j, a_{j+1}-a_j,\ldots,a_m-a_j).

Kernel qjq_j tepat ΔR\Delta R, dan qjq_j surjektif karena setiap daftar m1m-1 koordinat diperoleh dengan mengambil aj=0a_j=0. Teorema isomorfisma pertama memberi

Rm/ΔRRm1. R^m/\Delta R\xrightarrow{\ \cong\ }R^{m-1}.

Tidak ada pembagian yang digunakan, sehingga argumen berlaku untuk setiap gelanggang koefisien RR.

Pemeriksaan Penguasaan 27.4 (mengapa perluasan dengan nol gagal). Ambil X=[0,1]X=[0,1] dengan sampul terbuka relatif

U=[0,0.6),V=(0.4,1]. U=[0,0.6), \qquad V=(0.4,1].

Misalkan aC0(X;R)a\in C^0(X;R) bernilai 00 pada semua titik kecuali a(1)=1Ra(1)=1_R. Ambil simpleks singular σ(t)=t\sigma(t)=t.

  1. Buktikan bahwa setiap simpleks nol kecil terhadap {U,V}\{U,V\}, tetapi σ\sigma tidak kecil.
  2. Hitung (δa)(σ)(\delta a)(\sigma).
  3. Jelaskan mengapa submodul bertingkat “korantai yang nol pada simpleks tak-kecil” bukan subkompleks, lalu nyatakan pemetaan pembanding yang benar.

Petunjuk. Setiap titik terletak di setidaknya satu anggota sampul, tetapi citra σ\sigma adalah seluruh interval. Gunakan (δa)(σ)=a(σ(1))a(σ(0))(\delta a)(\sigma)=a(\sigma(1))-a(\sigma(0)).

Solusi Pemeriksaan 27.4. Sebuah simpleks nol mempunyai citra satu titik. Karena UV=XU\cup V=X, titik itu terletak seluruhnya di UU atau di VV; jadi setiap simpleks nol kecil. Namun,

imσ=[0,1] \operatorname{im}\sigma=[0,1]

tidak termuat di UU dan tidak termuat di VV, sehingga σ\sigma tak-kecil. Perhitungan diferensial memberi

(δa)(σ)=a(1)a(0)=1R. (\delta a)(\sigma)=a(1)-a(0)=1_R.

Korantai aa memenuhi syarat “nol pada simpleks nol tak-kecil” secara vakum, tetapi δa\delta a tidak nol pada simpleks satu tak-kecil σ\sigma. Jadi syarat tersebut tidak stabil di bawah δ\delta dan tidak mendefinisikan subkompleks.

Pemetaan yang benar berasal dari inklusi subkompleks rantai kecil:

C*𝒰(X;R)C*(X;R). C_*^{\mathcal U}(X;R)\hookrightarrow C_*(X;R).

Setelah menerapkan HomR(,R)\operatorname{Hom}_R(-,R), arahnya berbalik menjadi restriksi

C(X;R)HomR(C*𝒰(X;R),R). C^\bullet(X;R)\longrightarrow \operatorname{Hom}_R(C_*^{\mathcal U}(X;R),R).

Pemeriksaan Penguasaan 27.5 (generator H1(S1;R)H^1(S^1;R)). Selimuti lingkaran S1S^1 dengan dua busur terbuka kontraktil U,VU,V sedemikian sehingga UV=W0W1U\cap V=W_0\sqcup W_1 mempunyai dua komponen kontraktil.

  1. Hitung H̃0(UV;R)\widetilde H^0(U\cap V;R).
  2. Gunakan Mayer–Vietoris untuk membuktikan bahwa pemetaan penghubung MV\partial_{\mathrm{MV}} memberi isomorfisma H̃0(UV;R)H1(S1;R)\widetilde H^0(U\cap V;R)\cong H^1(S^1;R).
  3. Pilih fungsi hh yang bernilai 00 pada W0W_0 dan 1R1_R pada W1W_1. Jelaskan bagaimana konstruksi penghubung mengubah [h][h] menjadi generator H1(S1;R)H^1(S^1;R).

Petunjuk. Gunakan Contoh 27.2 untuk irisan yang mempunyai dua komponen. Semua kohomologi tereduksi kedua busur lenyap. Untuk bagian terakhir, perluas hh sebagai korantai pada salah satu busur dan ambil diferensialnya.

Solusi Pemeriksaan 27.5. Karena UVU\cap V mempunyai dua komponen kontraktil,

H0(UV;R)RR,H̃0(UV;R)(RR)/ΔRR. H^0(U\cap V;R)\cong R\oplus R, \qquad \widetilde H^0(U\cap V;R)\cong(R\oplus R)/\Delta R\cong R.

Kontraktilitas UU dan VV memberi

H̃0(U;R)=H̃0(V;R)=0,H1(U;R)=H1(V;R)=0. \widetilde H^0(U;R)=\widetilde H^0(V;R)=0, \qquad H^1(U;R)=H^1(V;R)=0.

Bagian yang relevan dari barisan eksak tereduksi karena itu adalah

00H̃0(UV;R)MVH1(S1;R)0. 0\longrightarrow0\longrightarrow \widetilde H^0(U\cap V;R) \xrightarrow{\partial_{\mathrm{MV}}}H^1(S^1;R) \longrightarrow0.

Maka MV\partial_{\mathrm{MV}} adalah isomorfisma dan H1(S1;R)RH^1(S^1;R)\cong R.

Fungsi hh dengan nilai (0,1R)(0,1_R) pada (W0,W1)(W_0,W_1) mewakili generator hasil bagi (RR)/ΔR(R\oplus R)/\Delta R. Pilih korantai nol ff pada UU yang restriksinya ke irisan sama dengan hh—sebagai fungsi pada titik, kita dapat memperluas nilai-nilainya secara sembarang—dan ambil pasangan (f,0)(f,0). Selisih restriksinya ialah hh. Karena hh sebuah kosiklus nol, (δf,0)(\delta f,0) terletak di kernel selisih restriksi dan karena itu menentukan korantai kecil satu pada S1S^1. Kelasnya ialah MV[h]\partial_{\mathrm{MV}}[h]. Isomorfisma di atas menunjukkan bahwa kelas ini adalah generator H1(S1;R)H^1(S^1;R) yang bersesuaian dengan 1R1_R.

Pemeriksaan Penguasaan 27.6 (seluruh kohomologi sfera). Gunakan rekurensi

H̃k1(Sn1;R)H̃k(Sn;R) \widetilde H^{k-1}(S^{n-1};R) \cong\widetilde H^k(S^n;R)

untuk membuktikan, bagi n1n\geq1, bahwa

H̃k(Sn;R){R,k=n,0,kn, \widetilde H^k(S^n;R)\cong \begin{cases} R,&k=n,\\ 0,&k\ne n, \end{cases}

untuk semua k0k\geq0. Deduksikan kohomologi biasa dan buktikan bahwa tidak ada SnS^n dengan n1n\geq1 yang kontraktil.

Petunjuk. Untuk k=nk=n, turunkan kedua indeks sampai (0,0)(0,0). Jika 0<k<n0<k<n, proses berakhir pada derajat nol dari sfera berdimensi positif. Jika k>nk>n, proses berakhir pada derajat positif dari S0S^0. Bandingkan hasilnya dengan kohomologi tereduksi sebuah titik.

Solusi Pemeriksaan 27.6. Untuk k=nk=n, iterasi rekurensi memberi

H̃n(Sn;R)H̃n1(Sn1;R)H̃0(S0;R)R. \widetilde H^n(S^n;R) \cong\widetilde H^{n-1}(S^{n-1};R) \cong\cdots\cong\widetilde H^0(S^0;R) \cong R.

Jika 0<k<n0<k<n, setelah kk langkah kita sampai pada

H̃k(Sn;R)H̃0(Snk;R). \widetilde H^k(S^n;R) \cong\widetilde H^0(S^{n-k};R).

Karena nk1n-k\geq1, sfera SnkS^{n-k} terhubung lintasan, sehingga ruas kanan nol. Jika k>nk>n, setelah nn langkah kita memperoleh

H̃k(Sn;R)H̃kn(S0;R)=0, \widetilde H^k(S^n;R) \cong\widetilde H^{k-n}(S^0;R)=0,

karena kn>0k-n>0. Akhirnya, H̃0(Sn;R)=0\widetilde H^0(S^n;R)=0 untuk n1n\geq1 oleh keterhubungan lintasan. Jadi hanya derajat nn yang tak-nol dalam kohomologi tereduksi.

Pada derajat positif, kohomologi biasa sama dengan kohomologi tereduksi, sedangkan keterhubungan lintasan memberi H0(Sn;R)RH^0(S^n;R)\cong R. Maka

Hk(Sn;R){R,k=0 atau k=n,0,k>0 dan kn. H^k(S^n;R)\cong \begin{cases} R,&k=0\text{ atau }k=n,\\ 0,&k>0\text{ dan }k\ne n. \end{cases}

Jika SnS^n kontraktil, invariansi homotopi akan memberi H̃k(Sn;R)=0\widetilde H^k(S^n;R)=0 untuk semua kk. Namun H̃n(Sn;R)R\widetilde H^n(S^n;R)\cong R, yang tak-nol untuk gelanggang koefisien tak-nol. Ini kontradiksi. Jadi SnS^n tidak kontraktil untuk setiap n1n\geq1.

Batas ke Unit 28. Unit 27 menerjemahkan Notes.tex baris 5824–5923 secara kontigu dan menutup seluruh objek sumber pada rentang itu. Baris 5924 berbunyi From\lecturenum{28} the calculation of the connected components and the fundamental group ..., memulai Kuliah 28, dan tidak dimasukkan. Kursor sumber berikutnya yang tepat adalah Notes.tex baris 5924.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 5924–6052 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang aktif terdiri atas 129 baris fisik. Dengan normalisasi LF dan satu terminator LF penutup dipertahankan, ukurannya 8.257 byte dan SHA-256-nya adalah f3e4a526fa2e504a449a606150c399520c255a98a91d60c934737f87497b4b51. Baris 6053, yang memulai Kuliah 29, tidak termasuk. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Baris pertama unit ini melanjutkan contoh kohomologi sfera dari Unit 27. Selanjutnya rentang sumber memuat satu definisi, tiga proposisi, dua teorema, satu korolari, satu contoh baru, satu catatan, tiga lingkungan bukti, dan lima catatan pinggir. Tidak ada latihan atau pertanyaan formal sumber, diagram, gambar eksternal, ataupun berkas yang diimpor.

Edisi mempertahankan semua isi itu, memindahkan catatan pinggir ke urutan bacaan, dan menerapkan empat perbaikan matematika penting. Gelanggang koefisien taknol dinyatakan dalam bukti invariansi dimensi; arah kontravarian peta hasil bagi pada kohomologi relatif dibetulkan; join yang salah diganti dengan baji; dan teorema baji tak berhingga diberi hipotesis titik dasar baik yang diperlukan. Pada akhir unit, peta pembanding dari korantai singular ke korantai simpleksial ditulis sebagai restriksi dalam arah yang benar, bukan sebagai inklusi ke arah sebaliknya. Bukti teorema hasil bagi yang hanya dirujuk oleh sumber juga dilengkapi.

Enam pemeriksaan penguasaan, enam petunjuk, penutupan bukti edisi, dan enam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses tanpa mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

28 Kuliah 28

28.1 Menyelesaikan perhitungan kohomologi sfera

Perhitungan komponen lintasan dan grup fundamental sudah menunjukkan bahwa S0S^0 dan S1S^1 tidak kontraktil. Namun, SnS^n terhubung sederhana untuk n2n\geq2, sehingga Π1\Pi_1 saja tidak dapat mendeteksi ketakkontraktilannya. Perhitungan HnH^n pada Unit 27 membuktikan bahwa setiap SnS^n tidak kontraktil.

Rumus kohomologi di bawah berlaku untuk setiap gelanggang koefisien RR. Setiap kali kohomologi dipakai untuk membedakan dua ruang, kita memilih R0R\neq0, misalnya R=R=\mathbb Z.

Pembanding homotopi lebih tinggi. Kita telah melihat pernyataan πn(Sn)\pi_n(S^n)\cong\mathbb Z, tetapi belum menghitungnya sendiri. Kohomologi memberi deteksi ketakkontraktilan yang dapat diselesaikan dengan perangkat yang sudah dibangun dalam kuliah ini.

Ingat isomorfisma reduksi Mayer–Vietoris dari Unit 27:

H̃k1(Sn1;R)H̃k(Sn;R). \widetilde H^{k-1}(S^{n-1};R) \cong \widetilde H^k(S^n;R).

Ada dua rentang derajat yang masih perlu diperiksa.

  1. Ambil k=n+k=n+\ell dengan 1\ell\geq1 dan iterasikan reduksi. Diperoleh

    H̃n+(Sn;R)H̃(S0;R)=0. \widetilde H^{n+\ell}(S^n;R) \cong \widetilde H^\ell(S^0;R)=0.

    Jadi Hm(Sn;R)=0H^m(S^n;R)=0 untuk semua m>nm>n.

    Dalam dunia kombinatorial himpunan-Δ\Delta, sfera Sn|Δ[n+1]|S^n\cong|\partial\Delta[n+1]| tidak mempunyai simpleks berdimensi m>nm>n, sehingga lenyapnya derajat tinggi tampak langsung. Untuk kohomologi singular, himpunan Top(Δm,Sn)\operatorname{Top}(\Delta^m,S^n) justru tak terhitung; lenyapnya kohomologi merupakan hasil teorema, bukan ketiadaan simpleks singular.

    Secara khusus, dengan R0R\neq0, hasil ini menunjukkan bahwa SnS^n tidak ekuivalen homotopi dengan SmS^m jika m>nm>n.

  2. Andaikan n>1n>1 dan 0kn20\leq k\leq n-2. Dengan mengiterasikan reduksi ke bawah,

    H̃k+1(Sn;R)H̃1(Snk;R). \widetilde H^{k+1}(S^n;R) \cong \widetilde H^1(S^{n-k};R).

    Karena nk>1n-k>1, cukup hitung H̃1(Sq;R)\widetilde H^1(S^q;R) untuk q>1q>1. Bagian awal barisan eksak panjang Mayer–Vietoris memberi

    0=H̃0(Sq1;R)H̃1(Sq;R)H̃1(D+q;R)H̃1(Dq;R)=0. 0=\widetilde H^0(S^{q-1};R) \longrightarrow \widetilde H^1(S^q;R) \longrightarrow \widetilde H^1(D^q_+;R)\oplus \widetilde H^1(D^q_-;R)=0.

    Maka H̃1(Sq;R)=0\widetilde H^1(S^q;R)=0.

Proposisi 28.1 (kohomologi tereduksi sfera). Untuk setiap n0n\geq0,

H̃k(Sn;R)={R,k=n,0,kn. \widetilde H^k(S^n;R) = \begin{cases} R,&k=n,\\ 0,&k\neq n. \end{cases}

28.2 Invariansi dimensi ruang Euklides

Isomorfisma linear antara ruang vektor real berdimensi hingga otomatis merupakan isomorfisma ruang vektor topologis: pemetaan dan inversnya sama-sama linear dan kontinu. Karena dua ruang vektor berdimensi hingga isomorfik tepat ketika dimensinya sama, terdapat homeomorfisma linear nm\mathbb R^n\cong\mathbb R^m tepat ketika n=mn=m.

Untuk n,m>0n,m>0, kedua himpunan mempunyai kardinalitas yang sama,

|n|=|m|=20, |\mathbb R^n|=|\mathbb R^m|=2^{\aleph_0},

sehingga kardinalitas tidak menyingkirkan kemungkinan adanya homeomorfisma taklinear ketika nmn\neq m.

Pemetaan kontinu nm\mathbb R^n\to\mathbb R^m dapat sangat liar; kurva pengisi ruang adalah salah satu contoh. Karena itu, persoalan ini sungguh topologis, bukan sekadar linear.

Proposisi 28.2 (invariansi dimensi). Untuk n,m0n,m\geq0, n\mathbb R^n homeomorfik dengan m\mathbb R^m jika dan hanya jika n=mn=m.

Bukti. Arah balik jelas. Untuk arah maju, kasus n=0n=0 atau m=0m=0 ditangani oleh fakta bahwa 0\mathbb R^0 mempunyai satu titik sedangkan r\mathbb R^r mempunyai lebih dari satu titik jika r>0r>0. Jadi andaikan n,m>0n,m>0.

Pilih gelanggang koefisien taknol RR, misalnya R=R=\mathbb Z. Jika ϕ:nm\phi\colon\mathbb R^n\to\mathbb R^m sebuah homeomorfisma, komposisikan dengan translasi sebesar ϕ(0)-\phi(0) agar ϕ(0)=0\phi(0)=0. Restriksi kemudian memberi homeomorfisma

n\{0}m\{0}. \mathbb R^n\setminus\{0\} \cong \mathbb R^m\setminus\{0\}.

Kedua ruang itu masing-masing berekuivalensi homotopi dengan Sn1S^{n-1} dan Sm1S^{m-1}. Oleh invariansi homotopi dan kontravariansi,

RH̃n1(Sn1;R)H̃n1(Sm1;R). R \cong \widetilde H^{n-1}(S^{n-1};R) \cong \widetilde H^{n-1}(S^{m-1};R).

Menurut Proposisi 28.1, ruas terakhir taknol tepat ketika n1=m1n-1=m-1. Jadi n=mn=m. \square

Audit sumber 28.1. Bukti sumber memakai RR untuk mendeteksi satu grup taknol, tetapi tidak mengecualikan gelanggang nol. Edisi memilih koefisien taknol dan menutup kasus dimensi nol yang tidak dicakup argumen ruang tertusuk.

28.3 Eksisi dan kohomologi hasil bagi

Sifat berikut sulit dibuktikan langsung dan memerlukan masukan topologis yang tidak sepele.

Teorema 28.1 (eksisi). Misalkan (X,A)(X,A) pasangan ruang dan ZAZ\subseteq A subruang dengan

Z¯int(A). \overline Z\subseteq\operatorname{int}(A).

Inklusi pasangan

j:(X\Z,A\Z)(X,A) j\colon(X\setminus Z,A\setminus Z)\hookrightarrow(X,A)

menginduksi isomorfisma

j*:Hk(X,A;R)Hk(X\Z,A\Z;R) j^*\colon H^k(X,A;R) \xrightarrow{\ \cong\ } H^k(X\setminus Z,A\setminus Z;R)

untuk setiap kk.

Hipotesis penutupan dan interior menjamin bahwa ZZ berada cukup jauh di dalam AA untuk dapat dibuang tanpa mengubah kohomologi relatif. Hipotesis tersebut otomatis terpenuhi jika AA terbuka dan ZZ tertutup dalam XX.

Jika kohomologi relatif (X,A)(X,A) dipikirkan sebagai kohomologi ruang hasil bagi X/AX/A, teorema ini mencerminkan identifikasi hasil bagi

(X\Z)/(A\Z)X/A (X\setminus Z)/(A\setminus Z)\cong X/A

di bawah hipotesis yang sesuai. Untuk pasangan bertitik, kita memakai konvensi X/=X+:=X{*}X/\varnothing=X_+:=X\sqcup\{*\}.

Teorema 28.2 (kohomologi relatif sebagai kohomologi hasil bagi). Misalkan AXA\subseteq X takkosong dan tertutup. Andaikan terdapat lingkungan terbuka UAU\supseteq A sedemikian sehingga AA merupakan retrak deformasi dari UU. Pemetaan hasil bagi pasangan

q:(X,A)(X/A,*) q\colon(X,A)\longrightarrow(X/A,*)

menginduksi isomorfisma dalam arah kontravarian

q*:Hk(X/A,*;R)Hk(X,A;R). q^*\colon H^k(X/A,*;R) \xrightarrow{\ \cong\ } H^k(X,A;R).

Dengan Hk(X/A,*;R)=H̃k(X/A;R)H^k(X/A,*;R)=\widetilde H^k(X/A;R), inversnya dapat ditulis

Hk(X,A;R)H̃k(X/A;R). H^k(X,A;R) \xrightarrow{\ \cong\ } \widetilde H^k(X/A;R).

Bukti edisi. Karena AUA\hookrightarrow U merupakan ekuivalensi homotopi, Hk(U,A;R)=0H^k(U,A;R)=0 untuk setiap kk. Barisan eksak panjang bagi rangkaian AUXA\subseteq U\subseteq X lalu memberi isomorfisma

Hk(X,U;R)Hk(X,A;R). H^k(X,U;R)\xrightarrow{\ \cong\ }H^k(X,A;R).

Di ruang hasil bagi, q(U)=U/Aq(U)=U/A adalah lingkungan terbuka titik ** dan kontraktil: retraksi deformasi UAU\to A turun menjadi kontraksi U/A*U/A\to *. Terapkan eksisi pada pasangan (X,U)(X,U) dengan membuang AA, dan pada pasangan (X/A,U/A)(X/A,U/A) dengan membuang **. Pemetaan qq membatasi menjadi homeomorfisma pasangan

(X\A,U\A)((X/A)\{*},(U/A)\{*}). (X\setminus A,U\setminus A) \cong ((X/A)\setminus\{*\},(U/A)\setminus\{*\}).

Karena itu,

Hk(X,U;R)Hk(X/A,U/A;R). H^k(X,U;R) \cong H^k(X/A,U/A;R).

Terakhir, U/AU/A takkosong dan kontraktil. Barisan eksak panjang tereduksi bagi pasangan (X/A,U/A)(X/A,U/A) memberi

Hk(X/A,U/A;R)H̃k(X/A;R). H^k(X/A,U/A;R) \cong \widetilde H^k(X/A;R).

Komposisi ketiga isomorfisma ini adalah invers dari q*q^*; naturalitas menetapkan arah peta terinduksi seperti pada pernyataan. \square

Audit sumber 28.2. Sumber menuliskan panah hasil bagi yang “diinduksi” dari Hk(X,A;R)H^k(X,A;R) ke Hk(X/A,*;R)H^k(X/A,*;R). Karena kohomologi kontravarian, arah terinduksi yang benar ialah arah q*q^* di atas. Panah sumber tetap sah hanya setelah dipahami sebagai invers isomorfisma. Rujukan tunggal ke Hatcher juga diganti dengan bukti lengkap agar unit dapat dipelajari mandiri. Catatan pinggir sumber menulis X\:=X{*}X\setminus\varnothing:=X\sqcup\{*\}; konteksnya memerlukan hasil bagi, sehingga edisi memperbaikinya menjadi X/=X+X/\varnothing=X_+.

Korolari 28.1. Untuk pasangan (X,A)(X,A) seperti pada Teorema 28.2, terdapat barisan eksak panjang

0H̃0(X/A;R)H0(X;R)H0(A;R)H1(X/A;R). 0\longrightarrow\widetilde H^0(X/A;R) \longrightarrow H^0(X;R) \longrightarrow H^0(A;R) \longrightarrow H^1(X/A;R) \longrightarrow\cdots.

Bukti. Substitusikan isomorfisma Teorema 28.2 ke barisan eksak panjang pasangan (X,A)(X,A). \square

Pasangan himpunan-Δ\Delta (X,A)(X_\bullet,A_\bullet) memberi pasangan ruang (|X|,|A|)(|X_\bullet|,|A_\bullet|). Realisasi geometriknya merupakan pasangan CW, sehingga tersedia lingkungan yang diretrak-deformasikan ke |A||A_\bullet|. Sumber menunjuk Proposition A.4 dalam buku Hatcher untuk langkah lingkungan ini. Jadi Teorema 28.2 berlaku pada situasi tersebut.

28.4 Hasil bagi kerangka dan baji sfera

Misalkan XX_\bullet sebuah himpunan-Δ\Delta berdimensi nn. Inklusi skn1XX\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet\subseteq X_\bullet menghasilkan homeomorfisma berurutan

|X|/|skn1X|(xXnΔn)/(xXnΔn)(xXn(Δn/Δn))/(xXn*)(xXnSn)/disc(Xn)=:xXnSn. \begin{aligned} |X_\bullet|/|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet| &\cong \left(\bigsqcup_{x\in X_n}\Delta^n\right) \Big/ \left(\bigsqcup_{x\in X_n}\partial\Delta^n\right)\\ &\cong \left(\bigsqcup_{x\in X_n} (\Delta^n/\partial\Delta^n)\right) \Big/ \left(\bigsqcup_{x\in X_n}*\right)\\ &\cong \left(\bigsqcup_{x\in X_n}S^n\right) \Big/\operatorname{disc}(X_n)\\ &=: \bigvee_{x\in X_n}S^n. \end{aligned}

Objek terakhir adalah baji, bukan join, dari satu salinan SnS^n untuk setiap simpleks-nn dalam XnX_n.

Definisi 28.1 (baji keluarga ruang bertitik). Untuk himpunan indeks takkosong JJ dan keluarga ruang bertitik {(Xα,xα)}αJ\{(X_\alpha,x_\alpha)\}_{\alpha\in J}, baji

αJXα \bigvee_{\alpha\in J}X_\alpha

adalah ruang hasil bagi

(αJXα)/disc(J), \left(\bigsqcup_{\alpha\in J}X_\alpha\right) \Big/\operatorname{disc}(J),

tempat pemetaan JαJXαJ\to\bigsqcup_{\alpha\in J}X_\alpha mengirim αxα\alpha\mapsto x_\alpha, dan seluruh citranya diidentifikasi menjadi satu titik. Citra bersama itu adalah titik dasar kanonik baji.

Audit sumber 28.3. Notes.tex baris 6004 dan 6013 menyebut konstruksi \bigvee sebagai join. Simbol dan definisinya menyatakan baji (wedge sum); join adalah konstruksi topologis lain. Edisi menerapkan koreksi yang sama seperti pada Unit 10 dan Unit 13.

Barisan eksak panjang pasangan kerangka mengandung bagian

Hk1(|skn1X|;R)Hk(|X|,|skn1X|;R)Hk(|X|;R)Hk(|skn1X|;R). \cdots\longrightarrow H^{k-1}(|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R) \longrightarrow H^k(|X_\bullet|,|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R) \longrightarrow H^k(|X_\bullet|;R) \longrightarrow H^k(|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R) \longrightarrow\cdots.

Teorema 28.2 memberi

Hk(|X|,|skn1X|;R)H̃k(xXnSn;R). H^k(|X_\bullet|,|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R) \cong \widetilde H^k\!\left(\bigvee_{x\in X_n}S^n;R\right).

Jadi kohomologi realisasi dibangun dari kohomologi kerangka berdimensi lebih kecil dan sebuah suku baji yang dapat dihitung.

Proposisi 28.3 (kohomologi baji). Misalkan JJ takkosong, {(Xα,xα)}αJ\{(X_\alpha,x_\alpha)\}_{\alpha\in J} keluarga ruang bertitik, dan setiap {xα}\{x_\alpha\} tertutup dalam XαX_\alpha serta merupakan retrak deformasi suatu lingkungan terbuka dalam XαX_\alpha. Inklusi faktor menginduksi isomorfisma

H̃k(αJXα;R)αJH̃k(Xα;R) \widetilde H^k\!\left(\bigvee_{\alpha\in J}X_\alpha;R\right) \xrightarrow{\ \cong\ } \prod_{\alpha\in J}\widetilde H^k(X_\alpha;R)

untuk setiap kk.

Penjelasan bukti edisi. Letakkan Y=αXαY=\bigsqcup_\alpha X_\alpha dan A=α{xα}A=\bigsqcup_\alpha\{x_\alpha\}. Hipotesis menjamin bahwa AA tertutup dalam YY dan merupakan retrak deformasi dari lingkungan terbuka αUα\bigsqcup_\alpha U_\alpha. Karena Y/A=αXαY/A=\bigvee_\alpha X_\alpha, Teorema 28.2 memberi

H̃k(αXα;R)Hk(Y,A;R). \widetilde H^k\!\left(\bigvee_\alpha X_\alpha;R\right) \cong H^k(Y,A;R).

Kompleks rantai relatif pada gabungan saling lepas terurai sebagai jumlah langsung kompleks rantai relatif tiap faktor. Setelah menerapkan Hom(,R)\operatorname{Hom}(-,R), kompleks korantainya berupa hasil kali:

Ck(αXα,α{xα};R)αCk(Xα,{xα};R). C^k\!\left(\bigsqcup_{\alpha}X_\alpha, \bigsqcup_{\alpha}\{x_\alpha\};R\right) \cong \prod_{\alpha}C^k(X_\alpha,\{x_\alpha\};R).

Siklus dan kobatas dihitung per koordinat, sehingga mengambil kohomologi memberi hasil kali kohomologi relatif. Identifikasi Hk(Xα,{xα};R)=H̃k(Xα;R)H^k(X_\alpha,\{x_\alpha\};R)=\widetilde H^k(X_\alpha;R) menyelesaikan argumen. \square

Audit sumber 28.4. Pernyataan sumber memakai keluarga ruang bertitik sembarang. Edisi mensyaratkan himpunan indeks takkosong serta titik dasar yang tertutup dan diretrak-deformasikan dari lingkungan terbuka; inilah hipotesis yang diperlukan oleh penerapan Teorema 28.2 dalam bukti di atas. Hipotesis tersebut otomatis berlaku pada aplikasi sekarang: setiap SnS^n adalah kompleks CW dan titik dasarnya dapat dipilih sebagai sel-00.

Contoh 28.1 (baji sfera). Untuk himpunan takkosong JJ,

H̃k(αJSn;R)={αJRRJ,k=n,0,kn. \widetilde H^k\!\left(\bigvee_{\alpha\in J}S^n;R\right) = \begin{cases} \displaystyle\prod_{\alpha\in J}R\cong R^J,&k=n,\\[4pt] 0,&k\neq n. \end{cases}

28.5 Peta pembanding singular–simpleksial

Untuk setiap himpunan-Δ\Delta XX_\bullet, realisasi |X||X_\bullet| mempunyai pemetaan istimewa

χx:Δn|X|(xXn). \chi_x\colon\Delta^n\longrightarrow|X_\bullet| \qquad(x\in X_n).

Dengan kata lain, ada inklusi himpunan

ιn:XnTop(Δn,|X|),xχx. \iota_n\colon X_n\hookrightarrow\operatorname{Top}(\Delta^n,|X_\bullet|), \qquad x\longmapsto\chi_x.

Karena korantai adalah fungsi pada himpunan simpleks dan karena konstruksi R()R^{(-)} kontravarian, inklusi ini menghasilkan restriksi

ρn:=ιn*:Csingn(|X|;R)CΔn(X;R),(ρnφ)(x)=φ(χx). \rho_n:=\iota_n^*\colon C^n_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R) \longrightarrow C^n_\Delta(X_\bullet;R), \qquad (\rho_n\varphi)(x)=\varphi(\chi_x).

Pemetaan-pemetaan ρn\rho_n membentuk pemetaan kompleks korantai. Memang, karena sisi pemetaan karakteristik adalah pemetaan karakteristik sisi, χxi=χdix\chi_x\circ\partial_i=\chi_{d_i x}, maka

(ρn+1δsingφ)(x)=(δsingφ)(χx)=i=0n+1(1)iφ(χxi)=i=0n+1(1)iφ(χdix)=(δΔρnφ)(x). \begin{aligned} (\rho_{n+1}\delta_{\mathrm{sing}}\varphi)(x) &=(\delta_{\mathrm{sing}}\varphi)(\chi_x)\\ &=\sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i \varphi(\chi_x\circ\partial_i)\\ &=\sum_{i=0}^{n+1}(-1)^i \varphi(\chi_{d_i x})\\ &=(\delta_\Delta\rho_n\varphi)(x). \end{aligned}

Jadi terdapat peta kanonik

ρ:Csing(|X|;R)CΔ(X;R). \rho\colon C^\bullet_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R) \longrightarrow C^\bullet_\Delta(X_\bullet;R).

Unit 29 akan membuktikan bahwa peta ini menginduksi isomorfisma kohomologi.

Audit sumber 28.5. Sumber membalik arah peta ini. Inklusi simpleks istimewa ke semua simpleks singular menghasilkan prakomposisi dari fungsi pada semua simpleks ke fungsi pada simpleks istimewa. Tidak ada inklusi kanonik korantai simpleksial ke korantai singular. Seluruh diagram pembanding berikutnya harus memakai arah restriksi ρ\rho di atas.

28.6 Pemeriksaan penguasaan

Pemeriksaan Penguasaan 28.1 (seluruh kohomologi sfera). Ambil R0R\neq0.

  1. Hitung Hk(Sn;R)H^k(S^n;R) untuk semua kk dan n1n\geq1.
  2. Jelaskan perbedaan derajat nol antara kohomologi biasa dan tereduksi.
  3. Buktikan bahwa SnS^n dan SmS^m tidak ekuivalen homotopi jika nmn\neq m.

Petunjuk. Gunakan Proposisi 28.1 dan fakta bahwa SnS^n terhubung lintasan untuk n1n\geq1. Ekuivalensi homotopi harus melestarikan setiap derajat kohomologi.

Solusi Pemeriksaan 28.1. Untuk n1n\geq1, sfera terhubung lintasan, sehingga H0(Sn;R)RH^0(S^n;R)\cong R dan H̃0(Sn;R)=0\widetilde H^0(S^n;R)=0. Proposisi 28.1 memberi

Hk(Sn;R)={R,k=0 atau k=n,0,selain itu. H^k(S^n;R)= \begin{cases} R,&k=0\text{ atau }k=n,\\ 0,&\text{selain itu}. \end{cases}

Kohomologi tereduksi membuang salinan konstanta RR pada derajat nol, tetapi bersepakat dengan kohomologi biasa pada derajat positif. Jika, misalnya, m>nm>n, maka

Hm(Sm;R)R0,Hm(Sn;R)=0. H^m(S^m;R)\cong R\neq0, \qquad H^m(S^n;R)=0.

Kedua fungtor kohomologi tidak mungkin diisomorfiskan oleh ekuivalensi homotopi. Jadi SnSmS^n\not\simeq S^m untuk nmn\neq m.

Pemeriksaan Penguasaan 28.2 (mengapa koefisien harus taknol).

  1. Ulangi bukti Proposisi 28.2 dengan R=R=\mathbb Z.
  2. Tunjukkan tepat di mana bukti gagal jika RR adalah gelanggang nol.
  3. Mengapa kasus n=0<mn=0<m tidak memerlukan kohomologi?

Petunjuk. Bandingkan kohomologi tereduksi derajat n1n-1 dari dua sfera. Ruang 0\mathbb R^0 adalah singleton.

Solusi Pemeriksaan 28.2. Jika n,m>0n,m>0 dan ruang Euklides homeomorfik, ruang tertusuknya homeomorfik dan karenanya

H̃n1(Sn1;)H̃n1(Sm1;). \widetilde H^{n-1}(S^{n-1};\mathbb Z) \cong \widetilde H^{n-1}(S^{m-1};\mathbb Z).

Ruas kiri adalah \mathbb Z. Ruas kanan adalah \mathbb Z jika m1=n1m-1=n-1 dan nol jika tidak. Maka m=nm=n. Dengan gelanggang nol, kedua ruas selalu nol dan tidak membedakan dimensi apa pun; langkah “ruas kanan taknol” gagal. Jika n=0<mn=0<m, 0\mathbb R^0 mempunyai satu titik sedangkan m\mathbb R^m mempunyai tak berhingga banyak titik, sehingga bahkan tidak ada bijeksi, apalagi homeomorfisma.

Pemeriksaan Penguasaan 28.3 (arah eksisi). Misalkan ZAXZ\subseteq A\subseteq X memenuhi hipotesis eksisi dan j:(X\Z,A\Z)(X,A)j:(X\setminus Z,A\setminus Z)\hookrightarrow(X,A).

  1. Tentukan arah j*j^* pada kohomologi relatif.
  2. Jelaskan mengapa arah yang sama tidak boleh ditebak dari arah panah pada homologi.
  3. Jika Z=Z=\varnothing, identifikasi j*j^*.

Petunjuk. Kohomologi membalik arah pemetaan ruang. Untuk Z=Z=\varnothing, jj adalah identitas pasangan.

Solusi Pemeriksaan 28.3. Kontravariansi memberi

j*:Hk(X,A;R)Hk(X\Z,A\Z;R). j^*\colon H^k(X,A;R) \longrightarrow H^k(X\setminus Z,A\setminus Z;R).

Teorema eksisi menyatakan bahwa panah ini isomorfisma. Homologi bersifat kovarian, sehingga inklusi yang sama menghasilkan panah relatif dalam arah yang sama dengan jj; menyalin arah itu ke kohomologi akan salah. Jika Z=Z=\varnothing, domain pasangan sumber sama dengan (X,A)(X,A) dan jj adalah identitas. Maka j*j^* juga identitas.

Pemeriksaan Penguasaan 28.4 (merekonstruksi teorema hasil bagi). Dalam hipotesis Teorema 28.2, susun empat langkah berikut dalam urutan logis dan jelaskan isomorfisma pada setiap langkah:

  • kontraktilitas U/AU/A;
  • barisan eksak rangkaian AUXA\subseteq U\subseteq X;
  • eksisi AA dan **;
  • barisan eksak tereduksi pasangan (X/A,U/A)(X/A,U/A).

Petunjuk. Mulailah dengan Hk(X,A;R)H^k(X,A;R), pindah ke pasangan (X,U)(X,U), bandingkan komplemen melalui qq, lalu akhiri pada kohomologi tereduksi.

Solusi Pemeriksaan 28.4. Karena H*(U,A;R)=0H^*(U,A;R)=0, barisan eksak rangkaian memberi

Hk(X,A;R)Hk(X,U;R). H^k(X,A;R)\cong H^k(X,U;R).

Eksisi membuang AA dari (X,U)(X,U) dan ** dari (X/A,U/A)(X/A,U/A). Pemetaan hasil bagi mengidentifikasi kedua pasangan komplemen, sehingga

Hk(X,U;R)Hk(X/A,U/A;R). H^k(X,U;R)\cong H^k(X/A,U/A;R).

Retraksi deformasi UAU\to A turun menjadi kontraksi U/A*U/A\to *. Karena itu, barisan eksak tereduksi pasangan terakhir memberi

Hk(X/A,U/A;R)H̃k(X/A;R). H^k(X/A,U/A;R)\cong\widetilde H^k(X/A;R).

Komposisinya adalah isomorfisma yang dinyatakan Teorema 28.2; peta kanonik yang diinduksi oleh qq berjalan dalam arah sebaliknya dan merupakan inversnya.

Pemeriksaan Penguasaan 28.5 (sel baru dan baji sfera). Misalkan XX_\bullet berdimensi nn dan mempunyai tepat r<r<\infty simpleks-nn.

  1. Identifikasi |X|/|skn1X||X_\bullet|/|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|.
  2. Hitung kohomologi tereduksinya.
  3. Tentukan satu-satunya derajat tempat suku relatif Hk(|X|,|skn1X|;R)H^k(|X_\bullet|,|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R) dapat taknol.

Petunjuk. Setiap simpleks-nn menjadi satu sfera setelah seluruh batasnya diruntuhkan. Gunakan Proposisi 28.3.

Solusi Pemeriksaan 28.5. Meruntuhkan kerangka mengidentifikasi batas setiap simpleks-nn menjadi titik dasar bersama. Jadi

|X|/|skn1X|j=1rSn. |X_\bullet|/|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet| \cong \bigvee_{j=1}^{r}S^n.

Karena baji berhingga, hasil kali rr salinan RR sama dengan jumlah langsung berhingga, sehingga

H̃k(j=1rSn;R)={Rr,k=n,0,kn. \widetilde H^k\!\left(\bigvee_{j=1}^{r}S^n;R\right) = \begin{cases} R^r,&k=n,\\ 0,&k\neq n. \end{cases}

Teorema 28.2 mengidentifikasi ini dengan kohomologi relatif pasangan kerangka. Jadi suku relatif hanya mungkin taknol pada derajat nn.

Pemeriksaan Penguasaan 28.6 (arah peta pembanding). Untuk xXnx\in X_n dan φCsingn(|X|;R)\varphi\in C^n_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R):

  1. Tuliskan (ρnφ)(x)(\rho_n\varphi)(x).
  2. Buktikan ρn+1δsing=δΔρn\rho_{n+1}\delta_{\mathrm{sing}} =\delta_\Delta\rho_n.
  3. Jelaskan mengapa inklusi himpunan simpleks tidak menghasilkan peta korantai kanonik dalam arah simpleksial-ke-singular.

Petunjuk. Prakomposisikan fungsi dengan ιn:XnTop(Δn,|X|)\iota_n:X_n\hookrightarrow\operatorname{Top}(\Delta^n,|X_\bullet|) dan gunakan χxi=χdix\chi_x\circ\partial_i=\chi_{d_i x}.

Solusi Pemeriksaan 28.6. Definisi memberi

(ρnφ)(x)=φ(χx). (\rho_n\varphi)(x)=\varphi(\chi_x).

Karena sisi simpleks karakteristik sesuai dengan pemetaan muka,

(ρn+1δsingφ)(x)=i(1)iφ(χxi)=i(1)iφ(χdix)=(δΔρnφ)(x). \begin{aligned} (\rho_{n+1}\delta_{\mathrm{sing}}\varphi)(x) &=\sum_i(-1)^i\varphi(\chi_x\circ\partial_i)\\ &=\sum_i(-1)^i\varphi(\chi_{d_i x})\\ &=(\delta_\Delta\rho_n\varphi)(x). \end{aligned}

Jadi ρ\rho adalah pemetaan kompleks korantai. Secara set-teoretis, ιn\iota_n memasukkan simpleks istimewa ke himpunan semua simpleks singular. Fungsi bernilai RR berubah secara kontravarian: fungsi pada himpunan besar dapat direstriksi ke himpunan kecil. Sebaliknya, tidak ada cara kanonik untuk memperluas fungsi pada simpleks istimewa ke semua simpleks singular; ekstensi sembarang juga tidak otomatis berkomutasi dengan diferensial. Karena itu arah kanonik hanyalah singular-ke-simpleksial.

Batas ke Unit 29. Unit 28 menerjemahkan Notes.tex baris 5924–6052 secara kontigu dan menutup seluruh objek sumber pada rentang itu. Baris 6053 adalah \lecturenum{29} dan tidak dimasukkan. Kursor sumber berikutnya yang tepat adalah Notes.tex baris 6053. Unit 29 harus mempertahankan arah restriksi Csing(|X|;R)CΔ(X;R)C^\bullet_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R)\to C^\bullet_\Delta(X_\bullet;R) pada semua diagram naturalitas dan perbandingan.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 6053–6270 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang aktif terdiri atas 218 baris fisik. Dengan normalisasi LF dan satu terminator LF penutup dipertahankan, ukurannya 11.447 byte dan SHA-256-nya adalah 33c6b7bfe3216d271c6b1f9d0cb952e6ef02a5e27a57f686936e764bfc4a9233. Baris 6271, yang memuat penanda Kuliah 30, tidak termasuk. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Rentang sumber memuat dua definisi, satu lema, satu fakta, dua teorema, satu korolari, tiga contoh, dua catatan, dua lingkungan bukti, empat catatan pinggir, empat diagram Xy-pic, dan satu gambar TikZ. Tidak ada latihan atau pertanyaan formal sumber, gambar eksternal, sitasi, ataupun berkas yang diimpor.

Perbaikan utama unit ini mengikuti Audit 28.5: semua peta pembanding ditulis dalam arah kanonik dari korantai singular ke korantai simpleksial. Diagram barisan eksak, fakta relatif, teorema perbandingan, dan korolarinya disusun ulang secara seragam. Induksi Lema Lima dilengkapi; definisi kompleks CW dimulai dengan pelekatan sel-1 pada indeks nol; gambar pelekatan disajikan ulang sebagai data semantik; dan aksioma eksisi dibatasi pada objek yang benar-benar berada dalam domain fungtornya. Contoh manifold juga dirumuskan tanpa menyamakan tipe homotopi CW dengan triangulabilitas literal.

Enam pemeriksaan penguasaan, enam petunjuk, penutupan bukti edisi, dan enam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses tanpa mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

29 Kuliah 29

29.1 Kealamian peta pembanding

Unit 28 membangun peta restriksi kanonik

ρX:Csing(|X|;R)CΔ(X;R). \rho_X\colon C^\bullet_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R) \longrightarrow C^\bullet_\Delta(X_\bullet;R).

Peta ini natural terhadap pemetaan himpunan-Δ\Delta.

Lema 29.1 (kealamian pembanding). Jika f:XYf\colon X_\bullet\to Y_\bullet pemetaan himpunan-Δ\Delta, persegi

Csing(|Y|;R)|f|*Csing(|X|;R)ρYρXCΔ(Y;R)f*CΔ(X;R) \begin{array}{ccc} C^\bullet_{\mathrm{sing}}(|Y_\bullet|;R) &\xrightarrow{|f|^*}& C^\bullet_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R)\\[3pt] \downarrow\rho_Y&&\downarrow\rho_X\\[3pt] C^\bullet_\Delta(Y_\bullet;R) &\xrightarrow{f^*}& C^\bullet_\Delta(X_\bullet;R) \end{array}

komutatif.

Bukti edisi. Untuk φCsingn(|Y|;R)\varphi\in C^n_{\mathrm{sing}}(|Y_\bullet|;R) dan xXnx\in X_n,

(ρX|f|*φ)(x)=(|f|*φ)(χx)=φ(|f|χx)=φ(χf(x))=(f*ρYφ)(x). \begin{aligned} (\rho_X|f|^*\varphi)(x) &=(|f|^*\varphi)(\chi_x)\\ &=\varphi(|f|\circ\chi_x)\\ &=\varphi(\chi_{f(x)})\\ &=(f^*\rho_Y\varphi)(x). \end{aligned}

Kesamaan ketiga berasal dari definisi realisasi geometrik suatu pemetaan himpunan-Δ\Delta. Jadi kedua komposisi sama pada setiap derajat. \square

Audit sumber 29.1. Diagram sumber menempatkan peta horizontal simpleksial-ke-singular. Inklusi simpleks istimewa justru menghasilkan restriksi singular-ke-simpleksial. Edisi membalik seluruh keluarga diagram, bukan hanya panah pertama, agar kealamian dan sifat kontravarian tetap seragam.

29.2 Perbandingan relatif pada kerangka

Ambil inklusi i:skn1XXi\colon\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet\hookrightarrow X_\bullet. Restriksi ρ\rho menghasilkan peta dari barisan eksak pendek singular ke barisan eksak pendek simpleksial:

0Csing(|X|,|skn1X|;R)Csing(|X|;R)Csing(|skn1X|;R)0ρrelρXρsk0CΔ(X,skn1X;R)CΔ(X;R)CΔ(skn1X;R)0. \begin{array}{ccccccccc} 0&\to&C^\bullet_{\mathrm{sing}} (|X_\bullet|,|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R) &\to&C^\bullet_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R) &\to&C^\bullet_{\mathrm{sing}} (|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R)&\to&0\\ &&\downarrow\rho_{\mathrm{rel}}&&\downarrow\rho_X &&\downarrow\rho_{\mathrm{sk}}&&\\ 0&\to&C^\bullet_\Delta (X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R) &\to&C^\bullet_\Delta(X_\bullet;R) &\to&C^\bullet_\Delta (\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R)&\to&0. \end{array}

Karena semua persegi komutatif, diperoleh peta barisan eksak panjang. Agar diagram lima suku sumber tetap dapat mengalir pada layar sempit, baris singularnya ditulis sebagai

Hsingk1(|skn1X|;R)Hsingk(|X|,|skn1X|;R)Hsingk(|X|;R)Hsingk(|skn1X|;R)Hsingk+1(|X|,|skn1X|;R). \begin{aligned} H^{k-1}_{\mathrm{sing}}(|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R) &\longrightarrow H^k_{\mathrm{sing}} (|X_\bullet|,|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R) \longrightarrow H^k_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R)\\ &\longrightarrow H^k_{\mathrm{sing}} (|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R) \longrightarrow H^{k+1}_{\mathrm{sing}} (|X_\bullet|,|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R). \end{aligned}

Baris simpleksialnya adalah

HΔk1(skn1X;R)HΔk(X,skn1X;R)HΔk(X;R)HΔk(skn1X;R)HΔk+1(X,skn1X;R). \begin{aligned} H^{k-1}_\Delta(\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R) &\longrightarrow H^k_\Delta (X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R) \longrightarrow H^k_\Delta(X_\bullet;R)\\ &\longrightarrow H^k_\Delta(\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R) \longrightarrow H^{k+1}_\Delta (X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R). \end{aligned}

Restriksi ρ\rho memberi peta vertikal dari setiap suku baris singular ke suku simpleksial tepat di bawahnya. Peta vertikal pada kedua suku relatif (suku kedua dan kelima) adalah peta yang diberi tanda (*)(*) dalam sumber.

Fakta 29.1 (pembanding relatif adalah isomorfisma). Jika XX_\bullet berdimensi nn, peta pembanding

Hsingk(|X|,|skn1X|;R)HΔk(X,skn1X;R) H^k_{\mathrm{sing}} (|X_\bullet|,|\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet|;R) \longrightarrow H^k_\Delta (X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R)

adalah isomorfisma untuk setiap kk.

Penjelasan bukti edisi. Teorema hasil bagi Unit 28 mengidentifikasi ruas kiri dengan

H̃k(xXnSn;R). \widetilde H^k\!\left(\bigvee_{x\in X_n}S^n;R\right).

Jika knk\neq n, kedua ruas nol. Jika k=nk=n, kedua ruas adalah hasil kali salinan RR berindeks XnX_n:

H̃n(xXnSn;R)xXnRHΔn(X,skn1X;R). \widetilde H^n\!\left(\bigvee_{x\in X_n}S^n;R\right) \cong \prod_{x\in X_n}R \cong H^n_\Delta (X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet;R).

Pada faktor xx, ambil peta hasil bagi pasangan qx:(Δn,Δn)(Sn,*)q_x\colon(\Delta^n,\partial\Delta^n)\to(S^n,*). Kontravariansi memberi peta faktor

H̃n(Sn;R)Hn(Δn,Δn;R) \widetilde H^n(S^n;R) \longrightarrow H^n(\Delta^n,\partial\Delta^n;R)

mengirim kelas kanonik ke kelas kanonik, sehingga isomorfisma. Mengambil hasil kali atas semua xXnx\in X_n membuktikan fakta. \square

Audit sumber 29.2. Fakta sumber mempunyai arah relatif terbalik dan pada salah satu faktor menulis H̃k(Sn;R)\widetilde H^k(S^n;R) di tengah perhitungan kasus k=nk=n. Edisi menuliskan peta kanonik singular-ke-simpleksial dan memakai derajat nn secara konsisten.

29.3 Teorema perbandingan

Teorema 29.1 (perbandingan berdimensi hingga). Jika XX_\bullet sebuah himpunan-Δ\Delta berdimensi hingga, restriksi simpleks istimewa menginduksi isomorfisma natural

ρX*:Hsingk(|X|;R)HΔk(X;R) \rho_X^*\colon H^k_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R) \xrightarrow{\ \cong\ } H^k_\Delta(X_\bullet;R)

untuk setiap kk.

Bukti. Gunakan induksi pada dimensi nn dari XX_\bullet. Jika n=0n=0, realisasi adalah ruang diskret disc(X0)\operatorname{disc}(X_0). Kedua teori menghasilkan RX0R^{X_0} pada derajat nol dan nol pada derajat positif, dan ρ*\rho^* adalah identitas koordinat.

Andaikan teorema benar bagi himpunan-Δ\Delta berdimensi paling tinggi n1n-1, dan ambil XX_\bullet berdimensi nn. Bandingkan barisan eksak panjang pasangan kerangka seperti di atas. Untuk lima suku berurutan yang mengapit Hsingk(|X|;R)HΔk(X;R)H^k_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R)\to H^k_\Delta(X_\bullet;R):

  • kedua peta pada suku relatif adalah isomorfisma menurut Fakta 29.1; dan
  • kedua peta pada suku kerangka adalah isomorfisma menurut hipotesis induksi.

Lema Lima menyatakan bahwa peta tengah juga isomorfisma. Argumen berlaku pada setiap kk, sehingga induksi selesai. \square

Argumen serupa berlaku bagi kohomologi relatif. Dengan mengambil pasangan terhadap titik dasar baik, ia juga memberi perbandingan bagi kohomologi tereduksi.

Korolari 29.1 (semua himpunan-Δ\Delta). Untuk setiap himpunan-Δ\Delta XX_\bullet dan setiap kk,

ρX*:Hsingk(|X|;R)HΔk(X;R). \rho_X^*\colon H^k_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R) \xrightarrow{\ \cong\ } H^k_\Delta(X_\bullet;R).

Penjelasan bukti edisi. Tetapkan kk. Pada sisi kombinatorial, HkH^k hanya melibatkan

Ck1CkCk+1, C^{k-1}\longrightarrow C^k\longrightarrow C^{k+1},

sehingga inklusi skk+1XX\operatorname{sk}_{k+1}X_\bullet\hookrightarrow X_\bullet menginduksi isomorfisma pada HΔkH^k_\Delta.

Pada sisi topologis, realisasi kerangka adalah kerangka CW. Sel-sel yang ditambahkan setelah dimensi k+1k+1 mempunyai dimensi sekurang-kurangnya k+2k+2. Barisan eksak relatif dan perhitungan baji sfera menunjukkan bahwa setiap peta pembatas dari satu kerangka lebih tinggi ke kerangka sebelumnya adalah isomorfisma pada HsingkH^k_{\mathrm{sing}} dan Hsingk1H^{k-1}_{\mathrm{sing}} setelah tahap tersebut. Jadi sistem invers pada derajat kk stabil setelah kerangka k+1k+1, dan sistem pada derajat k1k-1 juga stabil. Karena itu suku lim1Hk1\lim\nolimits_{\leftarrow}^{1}H^{k-1} dalam barisan eksak Milnor lenyap dan limitnya benar-benar menghasilkan

Hsingk(|X|;R)Hsingk(|skk+1X|;R). H^k_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R) \cong H^k_{\mathrm{sing}}(|\operatorname{sk}_{k+1}X_\bullet|;R).

Sekarang skk+1X\operatorname{sk}_{k+1}X_\bullet berdimensi hingga, walaupun dapat mempunyai tak berhingga banyak simpleks. Terapkan Teorema 29.1 dan gunakan kealamian untuk mendapatkan korolari. \square

Audit sumber 29.3. Sumber menyebut kolimit terfilter tetapi tidak menutup argumen. Edisi mengekspresikan stabilisasi pada kerangka k+1k+1. Fakta bahwa setiap simpleks singular kompak mendarat di suatu subkompleks hingga tidak berarti ada satu subkompleks hingga yang seragam bagi semua simpleks; bukti tidak memakai klaim seragam tersebut.

Beberapa konsekuensi praktis perlu dibedakan.

  1. HΔkH^k_\Delta fungtorial terhadap pemetaan himpunan-Δ\Delta, sedangkan HsingkH^k_{\mathrm{sing}} fungtorial terhadap semua pemetaan kontinu. Jadi isomorfisma di atas natural pada domain pemetaan himpunan-Δ\Delta yang direalisasikan, bukan identifikasi dua fungtor yang sejak awal mempunyai domain sama.

  2. Untuk menghitung kohomologi satu ruang yang diberi triangulasi, kompleks simpleksial biasanya jauh lebih kecil daripada kompleks singular.

  3. Jika |X||X_\bullet| dan |Y||Y_\bullet| homeomorfik, mungkin tidak ada pemetaan himpunan-Δ\Delta di antara XX_\bullet dan YY_\bullet. Meskipun begitu,

    HΔk(X;R)Hsingk(|X|;R)Hsingk(|Y|;R)HΔk(Y;R). H^k_\Delta(X_\bullet;R) \cong H^k_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R) \cong H^k_{\mathrm{sing}}(|Y_\bullet|;R) \cong H^k_\Delta(Y_\bullet;R).

  4. Pernyataan yang sama berlaku jika kedua realisasi hanya ekuivalen homotopi.

29.4 Kompleks CW

Realisasi himpunan-Δ\Delta dibangun dari simpleks yang ditempelkan dengan aturan muka yang kaku. Di sini Δn+1\Delta^{n+1} homeomorfik dengan Dn+1D^{n+1} dan Δn+1\partial\Delta^{n+1} homeomorfik dengan SnS^n. Kompleks CW memperlonggar bentuk sel dan peta pelekatannya.

Definisi 29.1 (struktur kompleks CW). Struktur kompleks CW pada ruang XX terdiri atas filtrasi

X0X1X2,X=n0Xn, X^0\hookrightarrow X^1\hookrightarrow X^2\hookrightarrow\cdots, \qquad X=\bigcup_{n\geq0}X^n,

dengan topologi lemah terhadap filtrasi tersebut, sehingga:

  1. X0X^0 diskret; dan

  2. untuk setiap n0n\geq0 terdapat himpunan Jn+1J_{n+1} dan peta pelekatan

    an+1:disc(Jn+1)×SnXn a_{n+1}\colon \operatorname{disc}(J_{n+1})\times S^n \longrightarrow X^n

    yang membuat persegi

    disc(Jn+1)×Snan+1Xnid×ιndisc(Jn+1)×Dn+1Xn+1 \begin{array}{ccc} \operatorname{disc}(J_{n+1})\times S^n &\xrightarrow{a_{n+1}}&X^n\\[3pt] \downarrow{\operatorname{id}\times\iota_n}&&\downarrow\\[3pt] \operatorname{disc}(J_{n+1})\times D^{n+1} &\longrightarrow&X^{n+1} \end{array}

    menjadi pushout, dengan ιn:SnDn+1\iota_n\colon S^n\hookrightarrow D^{n+1} inklusi batas.

Secara ekuivalen,

Xn+1=(disc(Jn+1)×Dn+1Xn)/, X^{n+1} = \left( \operatorname{disc}(J_{n+1})\times D^{n+1}\sqcup X^n \right)\big/\sim,

tempat (α,s)an+1(α,s)(\alpha,s)\sim a_{n+1}(\alpha,s) pada batas.

Gabungan nXn\bigcup_n X^n di atas adalah kolimit topologis filtrasi: sebagai himpunan bertopologi, ia diperoleh dari nXn\bigsqcup_n X^n dengan mengidentifikasi setiap xXnx\in X^n dengan citranya di Xn+1X^{n+1}. Inilah isi topologi lemah yang dipakai dalam definisi.

Audit sumber 29.4. Definisi sumber memulai langkah ini pada n1n\geq1, yang menghilangkan pelekatan sel-1. Edisi memulai pada n=0n=0 dan mengindeks Jn+1J_{n+1} dengan dimensi sel yang dilekatkan.

Gambar semantik 29.1 (melekatkan sel). Untuk setiap αJn+1\alpha\in J_{n+1}:

  • objek sumber batas: SαnS^n_\alpha;
  • peta pelekatan: an+1,α:SαnXna_{n+1,\alpha}\colon S^n_\alpha\to X^n;
  • objek pengisi: Dαn+1D^{n+1}_\alpha dengan Dαn+1=Sαn\partial D^{n+1}_\alpha=S^n_\alpha;
  • hasil: Xn+1X^{n+1}, diperoleh dengan menempelkan seluruh Dαn+1D^{n+1}_\alpha ke XnX^n menurut peta batasnya.

Daftar ini menggambar ulang TikZ sumber sebagai objek dan morfisma yang tetap terbaca saat halaman mengalir ulang dan oleh teknologi bantu.

Untuk setiap αJn+1\alpha\in J_{n+1}, restriksi an+1a_{n+1} memberi peta

an+1,α:Sn=Dn+1Xn, a_{n+1,\alpha}\colon S^n=\partial D^{n+1}\longrightarrow X^n,

yang disebut peta pelekatan sel tersebut. Kategori 𝑪𝑾\mathbf{CW} mempunyai kompleks CW sebagai objek dan semua pemetaan kontinu sebagai morfisma.

Contoh 29.1 (realisasi sebagai CW). Setiap realisasi |X||X_\bullet| mempunyai struktur CW: setiap simpleks berdimensi nn menjadi sel-nn, dan peta mukanya menentukan peta pelekatan. Jadi realisasi geometrik dapat dipandang sebagai fungtor

||:Δ𝑺𝒆𝒕𝑪𝑾. |-|\colon\Delta\mathbf{Set}\longrightarrow\mathbf{CW}.

Contoh 29.2 (manifold). Setiap manifold mulus kompak mempunyai struktur CW hingga. Lebih umum, setiap manifold topologis kompak mempunyai tipe homotopi suatu kompleks CW hingga. Pernyataan homeomorfisma literal dalam kategori topologis memerlukan hipotesis dimensi atau struktur tambahan; ia tidak boleh disamakan begitu saja dengan triangulabilitas semua manifold.

29.5 Pasangan CW dan kategori homotopi

Definisi 29.2 (pasangan CW). Sebuah pasangan CW (X,A)(X,A) terdiri atas kompleks CW XX dan subkompleks AXA\subseteq X. Pada setiap dimensi, sel-sel AA dipilih sebagai subhimpunan sel-sel XX, dan peta pelekatannya mendarat di kerangka AA yang sesuai.

Subkompleks AA tertutup dalam XX. Untuk pasangan himpunan-Δ\Delta (X,A)(X_\bullet,A_\bullet), realisasi (|X|,|A|)(|X_\bullet|,|A_\bullet|) merupakan pasangan CW.

Contoh 29.3. Untuk n1n\geq1, pasangan (Dn,Sn1)(D^n,S^{n-1}) adalah pasangan CW. Jika n=1n=1, batas S0S^0 terdiri atas dua sel-0; jika n2n\geq2, gunakan struktur CW sfera dengan satu sel-0 dan satu sel-(n1)(n-1). Dalam kedua kasus, tambahkan satu sel-nn bagian dalam melalui peta pelekatan identitas pada batas. Hasil baginya adalah

Dn/Sn1Sn. D^n/S^{n-1}\cong S^n.

Tuliskan 𝑪𝑾(2)\mathbf{CW}^{(2)} untuk kategori pasangan CW dan pemetaan pasangan. Sebuah morfisma

f:(X,A)(Y,B) f\colon(X,A)\longrightarrow(Y,B)

adalah pemetaan kontinu f:XYf\colon X\to Y dengan f(A)Bf(A)\subseteq B. Penyertaan 𝑪𝑾𝑪𝑾(2)\mathbf{CW}\to\mathbf{CW}^{(2)} mengirim X(X,)X\mapsto(X,\varnothing).

Setiap pasangan CW mempunyai lingkungan UAU\supseteq A yang dapat diretrak secara deformasi ke AA. Teorema 28.2 karena itu memberi

H̃k(X/A;R)Hk(X,A;R), \widetilde H^k(X/A;R) \xrightarrow{\ \cong\ } H^k(X,A;R),

dengan arah yang ditampilkan sebagai peta kontravarian hasil bagi.

Homotopi pemetaan pasangan adalah homotopi yang pada setiap waktu tetap mengirim AA ke BB. Kategori h𝑪𝑾(2)h\mathbf{CW}^{(2)} mempunyai pasangan CW sebagai objek dan kelas homotopi pemetaan pasangan sebagai morfisma. Demikian pula didefinisikan h𝑪𝑾h\mathbf{CW}.

Audit sumber 29.5. Frasa sumber “homotopy equivalence classes of maps” dapat dibaca sebagai hanya mengizinkan pemetaan yang merupakan ekuivalensi homotopi. Yang dimaksud adalah kelas ekuivalensi pemetaan di bawah relasi homotopi. Edisi menuliskannya secara eksplisit.

29.6 Karakterisasi Eilenberg–Steenrod

Teorema 29.2 (Eilenberg–Steenrod, 1945). Misalkan, untuk setiap kk\in\mathbb Z, diberikan fungtor

hk:(h𝑪𝑾(2))opModR, h^k\colon \left(h\mathbf{CW}^{(2)}\right)^{\mathrm{op}} \longrightarrow\operatorname{Mod}_R,

dan tuliskan hk(X):=hk(X,)h^k(X):=h^k(X,\varnothing). Andaikan sifat-sifat berikut berlaku. Penulisan domain berlawanan ini berarti bahwa hkh^k bersifat kontravarian pada h𝑪𝑾(2)h\mathbf{CW}^{(2)}.

  1. Aditivitas. Untuk setiap keluarga kompleks CW {Xα}αJ\{X_\alpha\}_{\alpha\in J}, inklusi faktor menginduksi isomorfisma

    hk(αJXα)αJhk(Xα). h^k\!\left(\bigsqcup_{\alpha\in J}X_\alpha\right) \xrightarrow{\ \cong\ } \prod_{\alpha\in J}h^k(X_\alpha).

  2. Eksak dan natural. Terdapat homomorfisma penghubung natural hk(A)hk+1(X,A)h^k(A)\to h^{k+1}(X,A) dan barisan eksak panjang

    hk(X,A)hk(X)hk(A)hk+1(X,A) \cdots\longrightarrow h^k(X,A) \longrightarrow h^k(X) \longrightarrow h^k(A) \longrightarrow h^{k+1}(X,A) \longrightarrow\cdots

    bagi setiap pasangan CW (X,A)(X,A).

  3. Eksisi bertipe CW. Jika ZAXZ\subseteq A\subseteq X memenuhi Z¯intX(A)\overline Z\subseteq\operatorname{int}_X(A) dan baik (X,A)(X,A) maupun (X\Z,A\Z)(X\setminus Z,A\setminus Z) merupakan pasangan CW, maka inklusi pasangan menginduksi isomorfisma

    hk(X,A)hk(X\Z,A\Z). h^k(X,A) \xrightarrow{\ \cong\ } h^k(X\setminus Z,A\setminus Z).

    Bentuk eksisi kuat yang dipakai dalam pembuktian seluler menyatakan bahwa, untuk setiap pasangan CW, peta hasil bagi q:(X,A)(X/A,*)q\colon(X,A)\to(X/A,*) menginduksi isomorfisma yang selalu bertipe benar,

    hk(X/A,*)hk(X,A). h^k(X/A,*)\xrightarrow{\ \cong\ }h^k(X,A).

  4. Dimensi. h0(*)Rh^0(*)\cong R dan hk(*)=0h^k(*)=0 untuk k0k\neq0.

Maka terdapat isomorfisma natural

hk(X,A)Hk(X,A;R) h^k(X,A)\cong H^k(X,A;R)

untuk semua pasangan CW dan semua kk.

Audit sumber 29.6. Sumber mendefinisikan hkh^k hanya pada pasangan CW, tetapi aksioma eksisinya langsung mengevaluasi pasangan komplemen yang tidak otomatis merupakan pasangan CW. Edisi menyatakan syarat domain dan bentuk eksisi kuat melalui hasil bagi seluler yang dipakai dalam teorema keunikan. Karena domain sudah kategori homotopi, invariansi homotopi tidak perlu ditambahkan lagi sebagai aksioma terpisah.

Ada versi tereduksi h̃k\widetilde h^k, dan teorema memberi h̃kH̃k\widetilde h^k\cong\widetilde H^k. Semua barisan eksak dan sifat perhitungan kohomologi biasa dapat diturunkan dari aksioma-aksioma tersebut. Dari sudut pandang ini, pembangunan korantai singular membuktikan eksistensi satu teori yang memenuhi aksioma; teorema Eilenberg–Steenrod membuktikan keunikan teori biasa setelah normalisasi dimensinya ditetapkan.

29.7 Pemeriksaan penguasaan

Pemeriksaan Penguasaan 29.1 (kealamian pada satu simpleks). Misalkan f:XYf\colon X_\bullet\to Y_\bullet dan φCsingn(|Y|;R)\varphi\in C^n_{\mathrm{sing}}(|Y_\bullet|;R).

  1. Hitung (ρX|f|*φ)(x)(\rho_X|f|^*\varphi)(x) bagi xXnx\in X_n.
  2. Hitung (f*ρYφ)(x)(f^*\rho_Y\varphi)(x).
  3. Identifikasi persamaan geometris yang membuat kedua jawaban sama.

Petunjuk. Pemetaan karakteristik simpleks f(x)f(x) adalah komposisi |f||f| dengan pemetaan karakteristik xx.

Solusi Pemeriksaan 29.1. Dengan χx\chi_x pemetaan karakteristik,

(ρX|f|*φ)(x)=φ(|f|χx). (\rho_X|f|^*\varphi)(x) =\varphi(|f|\circ\chi_x).

Di sisi lain,

(f*ρYφ)(x)=(ρYφ)(f(x))=φ(χf(x)). (f^*\rho_Y\varphi)(x) =(\rho_Y\varphi)(f(x)) =\varphi(\chi_{f(x)}).

Realisasi geometrik memenuhi |f|χx=χf(x)|f|\circ\chi_x=\chi_{f(x)}. Jadi kedua nilai sama pada setiap xx, yang membuktikan komutativitas persegi Lema 29.1.

Pemeriksaan Penguasaan 29.2 (empat isomorfisma mengapit peta tengah). Dalam bukti Teorema 29.1, tuliskan lima suku berurutan barisan eksak panjang yang mengapit Hsingk(|X|;R)HΔk(X;R)H^k_{\mathrm{sing}}(|X|;R)\to H^k_\Delta(X;R). Tandai dua peta yang merupakan isomorfisma menurut hipotesis induksi dan dua menurut Fakta 29.1.

Petunjuk. Gunakan urutan: kerangka derajat k1k-1, relatif derajat kk, absolut derajat kk, kerangka derajat kk, relatif derajat k+1k+1.

Solusi Pemeriksaan 29.2. Lima sukunya adalah

Hk1(skn1X)Hk(X,skn1X)Hk(X)Hk(skn1X)Hk+1(X,skn1X), H^{k-1}(\operatorname{sk}_{n-1}X) \to H^k(X,\operatorname{sk}_{n-1}X) \to H^k(X) \to H^k(\operatorname{sk}_{n-1}X) \to H^{k+1}(X,\operatorname{sk}_{n-1}X),

baik pada sisi singular maupun simpleksial. Peta vertikal pertama dan keempat adalah isomorfisma menurut hipotesis induksi pada kerangka berdimensi n1n-1. Peta kedua dan kelima adalah isomorfisma menurut Fakta 29.1. Kedua baris eksak dan diagram komutatif; Lema Lima memaksa peta vertikal ketiga menjadi isomorfisma.

Pemeriksaan Penguasaan 29.3 (mengapa kerangka k+1k+1 cukup).

  1. Tunjukkan bahwa HΔk(X;R)H^k_\Delta(X;R) hanya bergantung pada simpleks sampai dimensi k+1k+1.
  2. Jelaskan mengapa melekatkan sel berdimensi sekurang-kurangnya k+2k+2 tidak mengubah HsingkH^k_{\mathrm{sing}}.
  3. Simpulkan Korolari 29.1 dari Teorema 29.1.

Petunjuk. Kohomologi derajat kk adalah kernel satu diferensial dibagi citra diferensial sebelumnya. Untuk sisi topologis, gunakan kohomologi relatif pasangan kerangka.

Solusi Pemeriksaan 29.3. Rumus

Hk=ker(CkCk+1)/im(Ck1Ck) H^k=\ker(C^k\to C^{k+1})/\operatorname{im}(C^{k-1}\to C^k)

hanya memakai derajat k1,k,k+1k-1,k,k+1. Jadi kerangka k+1k+1 memuat semua data simpleksial yang diperlukan. Jika suatu sel berdimensi rk+2r\geq k+2 dilekatkan, kohomologi relatif pasangan tahap baru terhadap tahap lama hanya dapat taknol pada derajat rr. Barisan eksak pasangan karena itu memberi isomorfisma pada derajat kk. Mengulangi untuk semua sel lebih tinggi menunjukkan stabilisasi topologis. Terapkan Teorema 29.1 pada skk+1X\operatorname{sk}_{k+1}X, lalu identifikasi kedua sisi stabil tersebut.

Pemeriksaan Penguasaan 29.4 (indeks pelekatan sel).

  1. Bangun S1S^1 dari satu sel-0 dan satu sel-1.
  2. Bangun S2S^2 dari satu sel-0 dan satu sel-2.
  3. Jelaskan mengapa syarat “untuk n1n\geq1” pada peta SnXnS^n\to X^n tidak dapat menghasilkan contoh pertama.

Petunjuk. Sel-1 mempunyai batas S0S^0 dan sel-2 mempunyai batas S1S^1. Peta konstan pada batas memberi hasil bagi cakram menjadi sfera.

Solusi Pemeriksaan 29.4. Untuk S1S^1, ambil X0={*}X^0=\{*\} dan lekatkan D1D^1 dengan kedua titik S0=D1S^0=\partial D^1 dipetakan ke **. Hasilnya D1/S0S1D^1/S^0\cong S^1. Langkah ini adalah n=0n=0 dalam definisi, sebab sel yang dilekatkan berdimensi n+1=1n+1=1.

Untuk S2S^2, ambil X0=X1={*}X^0=X^1=\{*\} dan lekatkan satu D2D^2 melalui peta konstan S1*S^1\to *. Hasilnya D2/S1S2D^2/S^1\cong S^2. Jika langkah pelekatan baru dimulai pada n=1n=1, tidak pernah ada mekanisme menambahkan sel-1; maka bahkan graf dasar seperti S1S^1 tidak dapat dibangun.

Pemeriksaan Penguasaan 29.5 (pasangan cakram–sfera). Untuk pasangan CW (Dn,Sn1)(D^n,S^{n-1}):

  1. hitung Hk(Dn,Sn1;R)H^k(D^n,S^{n-1};R);
  2. tentukan arah peta hasil bagi yang diinduksi pada kohomologi; dan
  3. bandingkan hasilnya dengan kohomologi tereduksi SnS^n.

Petunjuk. Gunakan Dn/Sn1SnD^n/S^{n-1}\cong S^n dan Teorema 28.2.

Solusi Pemeriksaan 29.5. Pemetaan hasil bagi pasangan

q:(Dn,Sn1)(Sn,*) q\colon(D^n,S^{n-1})\to(S^n,*)

menginduksi, secara kontravarian,

q*:Hk(Sn,*;R)Hk(Dn,Sn1;R). q^*\colon H^k(S^n,*;R) \xrightarrow{\ \cong\ } H^k(D^n,S^{n-1};R).

Karena Hk(Sn,*;R)=H̃k(Sn;R)H^k(S^n,*;R)=\widetilde H^k(S^n;R),

Hk(Dn,Sn1;R)={R,k=n,0,kn. H^k(D^n,S^{n-1};R)= \begin{cases} R,&k=n,\\ 0,&k\neq n. \end{cases}

Jadi kohomologi relatif mengukur tepat sel-nn yang ditambahkan.

Pemeriksaan Penguasaan 29.6 (mengenali aksioma). Sebuah teori h*h^* pada pasangan CW memenuhi eksak, eksisi, dan aditivitas, serta h0(*)Rh^0(*)\cong R dan hk(*)=0h^k(*)=0 untuk k0k\neq0.

  1. Aksioma mana yang menghitung teori pada gabungan saling lepas tak berhingga?
  2. Aksioma mana yang menghasilkan homomorfisma penghubung?
  3. Gunakan hasil bagi (Dn,Sn1)(D^n,S^{n-1}) dan normalisasi titik untuk menjelaskan mengapa hk(Dn,Sn1)h^k(D^n,S^{n-1}) hanya taknol pada k=nk=n.

Petunjuk. Aditivitas memberi hasil kali; eksak memberi penghubung. Suspensi atau induksi sel menggeser satu-satunya salinan RR dari derajat nol.

Solusi Pemeriksaan 29.6. Aditivitas memberi

hk(αXα)αhk(Xα). h^k\!\left(\bigsqcup_\alpha X_\alpha\right) \cong\prod_\alpha h^k(X_\alpha).

Barisan eksak panjang menyediakan peta penghubung hk(A)hk+1(X,A)h^k(A)\to h^{k+1}(X,A). Untuk pasangan cakram–batas, eksisi atau bentuk hasil bagi memberi

hk(Dn,Sn1)h̃k(Sn). h^k(D^n,S^{n-1})\cong\widetilde h^k(S^n).

Barisan eksak pasangan kerucut menghasilkan isomorfisma suspensi h̃k(Sn)h̃k1(Sn1)\widetilde h^k(S^n)\cong\widetilde h^{k-1}(S^{n-1}). Mengiterasikan sampai S0S^0 dan memakai aksioma dimensi memberi satu salinan RR tepat pada k=nk=n, serta nol pada derajat lain. Ini adalah langkah lokal yang membuat induksi sel dalam teorema keunikan bekerja.

Batas ke Unit 30. Unit 29 menerjemahkan Notes.tex baris 6053–6270 secara kontigu dan menutup seluruh objek sumber pada rentang itu. Baris 6271 memuat \lecturenum{30} di tengah kalimat dan tidak dimasukkan. Kursor sumber berikutnya yang tepat adalah Notes.tex baris 6271.

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts, © 2019 David Michael Roberts, tepatnya Notes.tex baris 6271–6368 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53 dari repositori DavidMichaelRoberts/AlgebraicTopology2019. Rentang aktif terdiri atas 98 baris fisik. Dengan normalisasi LF dan satu terminator LF penutup dipertahankan, ukurannya 8.290 byte dan SHA-256-nya adalah c522b5ec0ba7d4c938be6588a070be648263d841e1db4f9905c9b388619b64b1. Baris 6368 adalah \end{document}; tidak ada baris sumber berikutnya. Materi sumber dan adaptasi Indonesia ini tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).

Rentang sumber memuat tiga teorema, satu definisi formal, satu definisi inline, satu lema, satu korolari, satu catatan, tiga lingkungan bukti, satu daftar empat butir, enam catatan pinggir, satu catatan sisi, dan satu gambar TikZ. Tidak ada latihan atau pertanyaan formal sumber, diagram Xy-pic, gambar eksternal, perintah sitasi, ataupun berkas yang diimpor.

Edisi memperbaiki beberapa masalah matematika yang dapat dibuktikan langsung. Bukti Brouwer memakai kohomologi tereduksi dan arah peta kontravarian yang benar; pendekatan dalam bukti teorema dasar aljabar diganti dengan batas kuantitatif; sfera satuan serat singgung dibedakan dari sfera ambien; dan rumus medan dimensi ganjil diperbaiki sehingga v(x)x=0v(x)\mathbin{\cdot}x=0, bukan 11. Semua koreksi dijelaskan dalam blok audit sumber dan audit pendamping.

Enam pemeriksaan penguasaan, enam petunjuk, satu bukti korolari, dan enam solusi lengkap merupakan materi asli edisi dan tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen; edisi ini tidak disponsori, didukung, disahkan, ataupun diberi status resmi oleh David Michael Roberts atau institusinya. Produksi edisi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pernyataan ini menambah transparansi proses tanpa mengurangi kredit penulis sumber ataupun kredit kontributor manusia.

30 Kuliah 30

30.1 Tiga penerapan klasik

Pada sisa kuliah ini, kita menerapkan perangkat topologi yang telah dibangun untuk tiga persoalan klasik:

  1. keberadaan titik tetap bagi fungsi kontinu DnDnD^n\to D^n;
  2. teorema dasar aljabar; dan
  3. keberadaan medan vektor yang tidak pernah nol pada sfera.

30.2 Teorema titik tetap Brouwer

Teorema pemetaan kontraksi menyatakan bahwa jika fungsi f:DnDnf\colon D^n\to D^n memenuhi

f(x)f(y)Cxyuntuk suatu C(0,1), \|f(x)-f(y)\|\leq C\|x-y\| \qquad\text{untuk suatu }C\in(0,1),

maka terdapat titik tetap x0Dnx_0\in D^n dengan f(x0)=x0f(x_0)=x_0.

Keunikan pada kasus kontraksi. Teorema pemetaan kontraksi bahkan memberi tepat satu titik tetap.

Banyak fungsi-diri yang bukan kontraksi tetap mempunyai titik tetap. Rotasi terhadap pusat 00, misalnya, menetapkan 00. Sebuah fungsi juga dapat sama dengan identitas pada suatu daerah kecil—sehingga mempunyai banyak titik tetap—namun meregangkan titik-titik di tempat lain.

Definisi 30.1 (fungsi-diri bebas). Fungsi-diri kontinu f:XXf\colon X\to X disebut bebas jika

f(x)xuntuk setiap xX. f(x)\neq x \qquad\text{untuk setiap }x\in X.

Dengan kata lain, fungsi-diri bebas tidak mempunyai titik tetap.

Teorema 30.1 (teorema titik tetap Brouwer). Untuk setiap n0n\geq0, tidak ada fungsi-diri kontinu bebas f:DnDnf\colon D^n\to D^n. Setiap fungsi-diri kontinu DnD^n mempunyai titik tetap.

Bukti. Untuk n=0n=0, ruang D0D^0 hanya mempunyai satu titik, sehingga pernyataannya langsung benar. Sekarang andaikan n1n\geq1 dan, untuk memperoleh kontradiksi, andaikan f:DnDnf\colon D^n\to D^n bebas.

Untuk xDnx\in D^n, letakkan

a=f(x),d=xf(x)0. a=f(x), \qquad d=x-f(x)\neq0.

Sinar yang bermula di aa, melewati xx, dan diteruskan ke arah dd memotong batas Sn1=DnS^{n-1}=\partial D^n pada tepat satu titik sesudah xx. Secara eksplisit, letakkan

λ(x)=a,d+a,d2+d2(1a2)d2 \lambda(x)= \frac{-\langle a,d\rangle+ \sqrt{\langle a,d\rangle^2+ \|d\|^2(1-\|a\|^2)}}{\|d\|^2}

dan definisikan

gf(x)=a+λ(x)d. g_f(x)=a+\lambda(x)d.

Rumus kuadrat menunjukkan gf(x)=1\|g_f(x)\|=1 dan λ(x)1\lambda(x)\geq1. Karena d0d\neq0, seluruh operasi dalam rumus kontinu; jadi gf:DnSn1g_f\colon D^n\to S^{n-1} kontinu. Jika xSn1x\in S^{n-1}, akar keluar pada sinar tersebut adalah λ(x)=1\lambda(x)=1, maka gf(x)=xg_f(x)=x.

Gambar semantik 30.1 (retraksi dari fungsi bebas). Pada satu garis berarah terdapat tiga titik dalam urutan

f(x)xgf(x). f(x)\quad\longrightarrow\quad x\quad\longrightarrow\quad g_f(x).

Titik f(x)f(x) dan xx berada di DnD^n; titik gf(x)g_f(x) adalah perpotongan sinar dengan batas Sn1S^{n-1}. Jika xx sudah berada pada batas, titik kedua dan ketiga berimpit. Deskripsi ini mereflow gambar TikZ sumber tanpa menghilangkan objek, arah, atau relasi geometrisnya.

Tuliskan i:Sn1Dni\colon S^{n-1}\hookrightarrow D^n untuk inklusi. Kesamaan pada batas memberi

gfi=idSn1. g_f\circ i=\operatorname{id}_{S^{n-1}}.

Terapkan fungtor kohomologi tereduksi dengan koefisien \mathbb Z. Karena kohomologi kontravarian, urutan peta yang benar adalah

H̃n1(Sn1;)gf*H̃n1(Dn;)=0i*H̃n1(Sn1;). \mathbb Z \cong\widetilde H^{n-1}(S^{n-1};\mathbb Z) \xrightarrow{\ g_f^*\ } \widetilde H^{n-1}(D^n;\mathbb Z)=0 \xrightarrow{\ i^*\ } \widetilde H^{n-1}(S^{n-1};\mathbb Z) \cong\mathbb Z.

Komposisinya harus

i*gf*=(gfi)*=id, i^*\circ g_f^*=(g_f\circ i)^*=\operatorname{id}_{\mathbb Z},

tetapi setiap peta yang memfaktor melalui grup nol adalah nol. Kontradiksi ini menunjukkan bahwa ff tidak mungkin bebas. \square

Audit sumber 30.1. Sumber menggambar gfg_f tanpa terlebih dahulu menyatakan pengandaian bahwa ff bebas, dan membiarkan kontinuitasnya sebagai latihan. Edisi menyatakan pengandaian, memberi rumus kontinu, dan mereflow gambar. Sumber juga menukar label i*i^* dan gf*g_f^* serta memakai kohomologi biasa, yang gagal memberi suku tengah nol ketika n=1n=1. Edisi memakai arah kontravarian dan kohomologi tereduksi. Contoh sumber “fungsi konstan pada suatu daerah mempunyai banyak titik tetap” diperbaiki menjadi fungsi yang sama dengan identitas pada daerah itu.

Catatan 30.1 (keberadaan tanpa pilihan kontinu). Teorema ini biasanya dinyatakan sebagai “setiap fungsi-diri mempunyai titik tetap.” Bukti di atas secara langsung menyingkirkan fungsi-diri tanpa titik tetap. Perbedaan itu penting dalam logika nonklasik dan dalam komputasi numerik.

Lokasi titik tetap dapat meloncat secara tak kontinu ketika fungsi-diri berubah dalam suatu keluarga kontinu. Jadi bukti Brouwer tidak menyediakan satu metode kontinu untuk memilih titik tetap. Ini berbeda dari teorema pemetaan kontraksi, yang membangun barisan Cauchy menuju titik tetap unik. Himpunan titik tetap umum dapat berperilaku jauh lebih rumit.

30.3 Teorema dasar aljabar

Penerapan kedua memerlukan masukan topologis melalui

π1(×), \pi_1(\mathbb C^\times)\cong\mathbb Z,

tempat ×=\{0}\mathbb C^\times=\mathbb C\setminus\{0\}. Kita mempertimbangkan polinom berkoefisien kompleks. Polinom monik mempunyai koefisien utama sama dengan 11.

Catatan aljabar. Formulasi yang lebih umum memakai medan tertutup-real kk: medan itu terurut, setiap elemen positif merupakan kuadrat, dan setiap polinom berderajat ganjil mempunyai akar. Medan k[1]k[\sqrt{-1}] kemudian tertutup aljabar. Untuk k=k=\mathbb R, sifat nilai antara merupakan salah satu masukan klasik yang menjamin perilaku akar real yang diperlukan.

Teorema 30.2 (teorema dasar aljabar). Fungsi polinom monik takkonstan

p: p\colon\mathbb C\longrightarrow\mathbb C

tidak dapat difaktorkan melalui inklusi ×\mathbb C^\times\hookrightarrow\mathbb C. Dengan kata lain, pp mempunyai sekurang-kurangnya satu akar kompleks.

Bukti. Tuliskan

p(z)=zn+an1zn1++a1z+a0,n1. p(z)=z^n+a_{n-1}z^{n-1}+\cdots+a_1z+a_0, \qquad n\geq1.

Pilih R>0R>0 cukup besar sehingga

j=0n1|aj|Rj<Rn. \sum_{j=0}^{n-1}|a_j|R^j<R^n.

Pada lingkaran berjari-jari RR, definisikan

pR(θ)=p(Reiθ),q(θ)=Rneinθ. p_R(\theta)=p(Re^{i\theta}), \qquad q(\theta)=R^ne^{in\theta}.

Homotopi garis lurus

H(s,θ)=q(θ)+s(pR(θ)q(θ)),0s1, H(s,\theta)=q(\theta)+s\bigl(p_R(\theta)-q(\theta)\bigr), \qquad 0\leq s\leq1,

tidak pernah mengenai nol, sebab

|H(s,θ)|Rnsj=0n1|aj|Rj>0. |H(s,\theta)| \geq R^n-s\sum_{j=0}^{n-1}|a_j|R^j >0.

Jadi pRp_R dan qq homotop sebagai fungsi S1×S^1\to\mathbb C^\times. Fungsi qq melilit titik asal sebanyak nn kali dan tidak homotop dengan fungsi konstan. Hal ini dapat dilihat dengan mengangkat lintasan melalui penutup

exp:×; \exp\colon\mathbb C\longrightarrow\mathbb C^\times;

angkatannya berubah sebesar 2πin2\pi i n setelah satu putaran.

Andaikan sekarang pp memfaktor melalui ×\mathbb C^\times, yakni p(z)0p(z)\neq0 untuk setiap zz. Maka

K(t,θ)=p((1t)Reiθ) K(t,\theta)=p\bigl((1-t)Re^{i\theta}\bigr)

adalah homotopi di ×\mathbb C^\times dari pRp_R ke fungsi konstan bernilai p(0)p(0). Ini membuat pRp_R nul-homotop, padahal pRp_R homotop dengan qq yang tidak nul-homotop. Kontradiksi. Jadi pp harus mempunyai akar. \square

Audit sumber 30.2. Tanda pendekatan informal sumber diganti dengan pertaksamaan eksplisit yang menjamin seluruh homotopi berada di ×\mathbb C^\times. Karakterisasi medan tertutup-real dilengkapi dengan syarat bahwa setiap elemen positif merupakan kuadrat. Kata “contraction” pada akhir bukti sumber adalah salah ketik kontekstual dan diperbaiki menjadi “contradiction.”

30.4 Derajat dan teorema sfera berbulu

Penerapan terakhir berada dalam topologi diferensial, pertemuan geometri diferensial dan topologi. Pada S12S^1\subset\mathbb R^2 terdapat medan vektor tangen satuan

v(x,y)=(y,x). v(x,y)=(-y,x).

Rumus ini merotasi vektor posisi sebesar π/2\pi/2 dan tidak pernah nol. Kita dapat bertanya apakah medan semacam itu ada pada sfera lain.

Menentukan berapa banyak medan vektor yang bebas linear pada setiap titik merupakan persoalan yang lebih sulit daripada sekadar menentukan keberadaan satu medan yang tidak pernah nol.

Teorema 30.3 (teorema sfera berbulu). Pada SnS^n terdapat medan vektor tangen yang tidak pernah nol jika dan hanya jika nn ganjil.

Nama julukannya berasal dari S2S^2: medan vektor divisualisasikan sebagai rambut-rambut kecil, dan syarat tangensi berarti setiap rambut disisir rata sepanjang permukaan.

Andaikan tersedia medan tangen yang tidak pernah nol. Dengan membaginya oleh panjangnya, kita boleh mengandaikan panjang medan itu selalu 11. Pada setiap xSnn+1x\in S^n\subset\mathbb R^{n+1}, vektor satuan v(x)v(x) berada pada sfera satuan ambien dan tegak lurus terhadap xx. Jadi medan ternormalisasi memberi fungsi

v:SnSn,v(x)x=0. v\colon S^n\longrightarrow S^n, \qquad v(x)\mathbin{\cdot}x=0.

Sfera satuan di dalam serat TxSnT_xS^n sendiri berdimensi n1n-1; kita tidak mengidentifikasinya dengan satu salinan tetap SnS^n. Target SnS^n pada rumus di atas adalah sfera satuan ambien di n+1\mathbb R^{n+1}.

Definisi 30.2 (derajat). Pilih generator orientasi standar

uH̃n(Sn;). u\in\widetilde H^n(S^n;\mathbb Z)\cong\mathbb Z.

Untuk fungsi f:SnSnf\colon S^n\to S^n, derajat ff adalah bilangan bulat Deg(f)\operatorname{Deg}(f) yang ditentukan oleh

f*(u)=Deg(f)u. f^*(u)=\operatorname{Deg}(f)u.

Kohomologi tereduksi membuat definisi ini berlaku juga bagi n=0n=0.

Proposisi 30.1 (sifat dasar derajat). Derajat mempunyai sifat-sifat berikut.

  1. Jika ff tidak surjektif, maka Deg(f)=0\operatorname{Deg}(f)=0, sebab ff memfaktor melalui Sn\{y}nS^n\setminus\{y\}\cong\mathbb R^n untuk suatu titik yy yang tidak berada dalam citranya.
  2. Deg(idSn)=1\operatorname{Deg}(\operatorname{id}_{S^n})=1.
  3. Deg(gf)=Deg(g)Deg(f)\operatorname{Deg}(g\circ f)= \operatorname{Deg}(g)\operatorname{Deg}(f).
  4. Jika ff homotop dengan gg, maka Deg(f)=Deg(g)\operatorname{Deg}(f)=\operatorname{Deg}(g).

Dengan demikian, derajat memberi homomorfisma monoid

Deg:[Sn,Sn]End()(,×). \operatorname{Deg}\colon[S^n,S^n] \longrightarrow \operatorname{End}(\mathbb Z) \cong(\mathbb Z,\times).

Lema 30.1 (derajat refleksi koordinat). Definisikan

ri(x1,,xn+1)=(x1,,xi,,xn+1). r_i(x_1,\ldots,x_{n+1}) =(x_1,\ldots,-x_i,\ldots,x_{n+1}).

Maka Deg(ri)=1\operatorname{Deg}(r_i)=-1.

Sebelum lema, sumber menyatakan bahwa masukan sulit ini mempunyai bukti dalam Hatcher. Sesudah lema, sumber merangkum perhitungan eksplisit Hatcher: SnS^n ditriangulasi oleh dua salinan Δ[n]\Delta[n] yang ditukar oleh rir_i.

Dalam kohomologi de Rham, tanda 1-1 dapat dilihat dari pembalikan orientasi SnS^n dan perubahan tanda bentuk volume global.

Korolari 30.1 (derajat peta antipodal). Untuk peta antipodal idSn-\operatorname{id}_{S^n},

Deg(idSn)=(1)n+1. \operatorname{Deg}(-\operatorname{id}_{S^n})=(-1)^{n+1}.

Bukti edisi. Peta antipodal adalah komposisi seluruh n+1n+1 refleksi koordinat,

idSn=r1r2rn+1. -\operatorname{id}_{S^n}=r_1\circ r_2\circ\cdots\circ r_{n+1}.

Gunakan multiplikativitas derajat dan Lema 30.1 untuk memperoleh hasil kali n+1n+1 salinan 1-1. \square

Bukti Teorema 30.3. Pertama andaikan terdapat medan tangen satuan v:SnSnv\colon S^n\to S^n dengan v(x)x=0v(x)\cdot x=0. Definisikan

h:I×Snn+1,(t,x)cos(πt)x+sin(πt)v(x). \begin{aligned} h\colon I\times S^n&\longrightarrow\mathbb R^{n+1},\\ (t,x)&\longmapsto \cos(\pi t)x+\sin(\pi t)v(x). \end{aligned}

Ortogonalitas dan panjang satu memberi

h(t,x)2=cos2(πt)x2+sin2(πt)v(x)2=1. \|h(t,x)\|^2 =\cos^2(\pi t)\|x\|^2 +\sin^2(\pi t)\|v(x)\|^2 =1.

Jadi hh sebenarnya bernilai di SnS^n. Karena

h(0,x)=x,h(1,x)=x, h(0,x)=x, \qquad h(1,x)=-x,

hh adalah homotopi dari identitas ke peta antipodal. Invariansi homotopi derajat memberi

1=Deg(idSn)=Deg(idSn)=(1)n+1. 1 =\operatorname{Deg}(\operatorname{id}_{S^n}) =\operatorname{Deg}(-\operatorname{id}_{S^n}) =(-1)^{n+1}.

Jika nn genap, ruas terakhir adalah 1-1, suatu kontradiksi. Jadi keberadaan medan memaksa nn ganjil.

Sebaliknya, andaikan n=2k1n=2k-1 dengan k1k\geq1. Untuk xS2k12kx\in S^{2k-1}\subset\mathbb R^{2k}, definisikan

v(x1,,x2k)=(x2,x1,x4,x3,,x2k,x2k1). v(x_1,\ldots,x_{2k}) =(-x_2,x_1,-x_4,x_3,\ldots,-x_{2k},x_{2k-1}).

Pada setiap pasangan koordinat,

x2j1(x2j)+x2jx2j1=0, x_{2j-1}(-x_{2j})+x_{2j}x_{2j-1}=0,

sehingga v(x)x=0v(x)\cdot x=0. Selain itu,

v(x)2=j=1k(x2j2+x2j12)=x2=1. \|v(x)\|^2 =\sum_{j=1}^{k}(x_{2j}^2+x_{2j-1}^2) =\|x\|^2=1.

Maka vv adalah medan tangen satuan yang tidak pernah nol. Pada setiap pasangan koordinat, rumusnya sama dengan medan rotasi pada S1S^1. \square

Audit sumber 30.3. Sumber menyamakan sfera satuan dalam TxSnT_xS^n dengan SnS^n, padahal serat itu mempunyai sfera satuan Sn1S^{n-1}. Edisi memakai sfera satuan ambien dan syarat ortogonalitas. Definisi derajat dipindahkan ke kohomologi tereduksi agar mencakup n=0n=0. Pada konstruksi ganjil, indeks akhir x_{2k=1} diperbaiki menjadi x2k1x_{2k-1} dan klaim v(x)x=1v(x)\cdot x=1 diperbaiki menjadi 00; panjangnya, bukan hasil kali titiknya, yang bernilai 11. Frasa translasi pada contoh S1S^1 dinyatakan sebagai translasi grup, yang secara koordinat adalah rotasi sesuai rumus sumber.

30.5 Pemeriksaan penguasaan

Pemeriksaan Penguasaan 30.1 (membangun retraksi Brouwer). Andaikan f:DnDnf\colon D^n\to D^n bebas dan n1n\geq1. Dengan a=f(x)a=f(x) dan d=xf(x)d=x-f(x):

  1. selesaikan persamaan a+td2=1\|a+td\|^2=1 untuk akar keluar t=λ(x)t=\lambda(x);
  2. jelaskan mengapa λ\lambda kontinu; dan
  3. buktikan bahwa gf(x)=a+λ(x)dg_f(x)=a+\lambda(x)d sama dengan xx pada Sn1S^{n-1}.

Petunjuk. Persamaannya kuadrat dalam tt. Pilih akar taknegatif yang terletak sesudah xx pada sinar dari aa melalui xx.

Solusi Pemeriksaan 30.1. Ekspansi memberi

d2t2+2a,dt+(a21)=0. \|d\|^2t^2+2\langle a,d\rangle t+(\|a\|^2-1)=0.

Karena d0d\neq0, akar keluarnya adalah

λ(x)=a,d+a,d2+d2(1a2)d2. \lambda(x)= \frac{-\langle a,d\rangle+ \sqrt{\langle a,d\rangle^2+\|d\|^2(1-\|a\|^2)}}{\|d\|^2}.

Semua suku bergantung kontinu pada xx, penyebut tidak nol, dan akar yang dipilih tetap akar keluar; jadi λ\lambda kontinu. Jika x=1\|x\|=1, titik a+d=xa+d=x sudah merupakan perpotongan keluar sinar dengan batas. Keunikan akar keluar memberi λ(x)=1\lambda(x)=1, sehingga gf(x)=a+d=xg_f(x)=a+d=x.

Pemeriksaan Penguasaan 30.2 (arah kohomologi pada bukti Brouwer). Untuk n=1n=1:

  1. hitung H0(D1;)H^0(D^1;\mathbb Z) dan H̃0(D1;)\widetilde H^0(D^1;\mathbb Z);
  2. hitung H̃0(S0;)\widetilde H^0(S^0;\mathbb Z); dan
  3. tuliskan arah gf*g_f^* dan i*i^* serta jelaskan kontradiksinya.

Petunjuk. D1D^1 terhubung, sedangkan S0S^0 mempunyai dua komponen. Kohomologi membalik arah fungsi ruang.

Solusi Pemeriksaan 30.2. Karena D1D^1 terhubung,

H0(D1;),H̃0(D1;)=0. H^0(D^1;\mathbb Z)\cong\mathbb Z, \qquad \widetilde H^0(D^1;\mathbb Z)=0.

Karena S0S^0 mempunyai dua komponen, H̃0(S0;)\widetilde H^0(S^0;\mathbb Z)\cong\mathbb Z. Peta ruang gf:D1S0g_f:D^1\to S^0 dan i:S0D1i:S^0\to D^1 menghasilkan

gf*0i*. \mathbb Z \xrightarrow{g_f^*}0 \xrightarrow{i^*}\mathbb Z.

Namun gfi=idS0g_f\circ i=\operatorname{id}_{S^0} menuntut i*gf*=idi^*\circ g_f^*=\operatorname{id}_{\mathbb Z}. Komposisi melalui nol tidak mungkin identitas. Kohomologi biasa derajat nol tidak memberi suku tengah nol; itulah alasan tilde diperlukan.

Pemeriksaan Penguasaan 30.3 (lingkaran besar suatu polinom). Untuk p(z)=zn+j<najzjp(z)=z^n+\sum_{j<n}a_jz^j:

  1. pilih syarat eksplisit pada RR yang membuat suku utama dominan;
  2. buktikan homotopi garis lurus dari pRp_R ke RneinθR^ne^{in\theta} menghindari nol; dan
  3. jelaskan mengapa hipotesis “pp tidak berakar” memberi kontradiksi.

Petunjuk. Gunakan j<n|aj|Rj<Rn\sum_{j<n}|a_j|R^j<R^n dan kontraksikan lingkaran berjari-jari RR secara radial di domain.

Solusi Pemeriksaan 30.3. Pilih RR dengan AR:=j<n|aj|Rj<RnA_R:=\sum_{j<n}|a_j|R^j<R^n. Untuk H(s,θ)=Rneinθ+s(pRRneinθ)H(s,\theta)=R^ne^{in\theta}+s(p_R-R^ne^{in\theta}),

|H(s,θ)|RnsAR>0. |H(s,\theta)|\geq R^n-sA_R>0.

Jadi pRp_R mempunyai kelas homotopi yang sama dengan lingkaran berbilangan lilit nn, dan kelas itu taknol. Jika pp tidak mempunyai akar, maka p((1t)Reiθ)p((1-t)Re^{i\theta}) selalu berada di ×\mathbb C^\times dan menghomotopkan pRp_R ke konstanta p(0)p(0). Kelas pRp_R lalu sekaligus nol dan taknol, suatu kontradiksi.

Pemeriksaan Penguasaan 30.4 (derajat peta antipodal).

  1. Turunkan multiplikativitas derajat dari kontravariansi kohomologi.
  2. Nyatakan peta antipodal sebagai komposisi refleksi koordinat.
  3. Hitung derajatnya.

Petunjuk. (gf)*=f*g*(g\circ f)^*=f^*\circ g^* dan setiap refleksi berderajat 1-1.

Solusi Pemeriksaan 30.4. Jika f*(u)=duf^*(u)=du dan g*(u)=eug^*(u)=eu, maka

(gf)*(u)=f*(g*(u))=f*(eu)=(ed)u. (g\circ f)^*(u)=f^*(g^*(u))=f^*(eu)=(ed)u.

Jadi Deg(gf)=ed\operatorname{Deg}(g\circ f)=ed. Peta antipodal membalik seluruh n+1n+1 koordinat, sehingga

id=r1rn+1. -\operatorname{id}=r_1\circ\cdots\circ r_{n+1}.

Karena setiap faktor berderajat 1-1, derajat komposisinya adalah (1)n+1(-1)^{n+1}.

Pemeriksaan Penguasaan 30.5 (obstruksi pada dimensi genap). Andaikan vv medan tangen yang tidak pernah nol pada SnS^n.

  1. Normalisasikan vv.
  2. Bangun homotopi antara identitas dan peta antipodal.
  3. Tunjukkan mengapa nn tidak mungkin genap, termasuk n=0n=0.

Petunjuk. Gunakan h(t,x)=cos(πt)x+sin(πt)v(x)h(t,x)=\cos(\pi t)x+\sin(\pi t)v(x) dan kohomologi tereduksi untuk definisi derajat pada S0S^0.

Solusi Pemeriksaan 30.5. Ganti v(x)v(x) dengan v(x)/v(x)v(x)/\|v(x)\|. Ortogonalitas terhadap xx membuat h(t,x)h(t,x) selalu berpanjang satu, sehingga hh bernilai di SnS^n. Nilai ujungnya adalah xx dan x-x. Karena derajat invarian terhadap homotopi,

1=Deg(id)=Deg(id)=(1)n+1. 1=\operatorname{Deg}(\operatorname{id}) =\operatorname{Deg}(-\operatorname{id})=(-1)^{n+1}.

Jika nn genap, ruas kanan 1-1, kontradiksi. Untuk n=0n=0, definisi derajat memakai H̃0(S0;)\widetilde H^0(S^0;\mathbb Z)\cong\mathbb Z, sehingga argumen yang sama berlaku; secara geometris, ruang singgung sfera berdimensi nol memang hanya memuat vektor nol.

Pemeriksaan Penguasaan 30.6 (medan pada dimensi ganjil). Untuk n=2k1n=2k-1, periksa bahwa

v(x1,,x2k)=(x2,x1,,x2k,x2k1) v(x_1,\ldots,x_{2k}) =(-x_2,x_1,\ldots,-x_{2k},x_{2k-1})

kontinu, tangen, berpanjang satu, dan tidak pernah nol pada S2k1S^{2k-1}.

Petunjuk. Kelompokkan koordinat menjadi pasangan (x2j1,x2j)(x_{2j-1},x_{2j}) dan hitung hasil kali titik serta norma pada setiap pasangan.

Solusi Pemeriksaan 30.6. Rumus vv linear, jadi kontinu. Untuk setiap pasangan,

(x2j1,x2j)(x2j,x2j1)=0. (x_{2j-1},x_{2j})\cdot(-x_{2j},x_{2j-1})=0.

Menjumlahkan memberi xv(x)=0x\cdot v(x)=0, sehingga v(x)TxS2k1v(x)\in T_xS^{2k-1}. Selain itu,

v(x)2=j(x2j2+x2j12)=x2=1. \|v(x)\|^2 =\sum_j(x_{2j}^2+x_{2j-1}^2) =\|x\|^2=1.

Jadi v(x)v(x) tidak pernah nol. Rumus tersebut adalah rotasi seperempat putaran pada setiap bidang koordinat 2\mathbb R^2.

Batas akhir sumber Roberts. Unit 30 menerjemahkan Notes.tex baris 6271–6368 secara kontigu, termasuk \end{document} sebagai penanda akhir tanpa isi pembaca. Tidak ada Kuliah 31 dalam sumber beku. Kursor berikutnya adalah EOF setelah Notes.tex baris 6368 (posisi nominal baris 6369).

Komponen Fomberg O012-FOM-001

Bagian 1.1–1.2; dipetakan ke D60-R08.

Tentang komponen ini

Komponen ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas bagian awal Algebraic Topology karya Yeheli Fomberg, berdasarkan kuliah Nir Lazarovich pada musim semi 2025. Otoritas sumber dibekukan pada commit 563194fae879178b9a6871b249513bfc27968975. Rentang yang diterjemahkan ialah baris 31–614, Bagian 1.1–1.2: 584 baris fisik, 21.875 byte setelah normalisasi LF dan satu LF penutup, dengan SHA-256 68cb0dea7aa24a42e979877a95acf61b8152c87ed86d88ad7deac7cb5cea2fe3.

Catatan sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Terjemahan, pemformatan semantik, koreksi terbatas, dan materi penguasaan asli di bawah ini diterbitkan dengan lisensi yang sama. Perubahan meliputi penerjemahan, pemberian pengenal stabil, penggambaran ulang diagram secara reflow dan dapat diakses, serta pembetulan salah ketik yang dicatat satu per satu dalam audit. Blok yang seluruhnya dikomentari sebagai rencana “akan ditambahkan” dalam TeX tidak diperlakukan sebagai isi pembaca.

Edisi ini independen dan tidak menyiratkan dukungan, pengesahan, atau afiliasi dengan Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, ataupun institusi mereka. Produksi terjemahan, struktur semantik, dan QA dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna. Tidak ada prosa dari bank soal Fomberg yang dikecualikan ataupun materi MIT yang disalin ke unit ini.

31 Homologi

31.1 Kompleks-Δ\Delta

Dalam topologi aljabar, kita mempelajari pemetaan yang membawa ruang topologis ke data aljabar:

{ruang topologis}{data aljabar}. \{\text{ruang topologis}\}\longrightarrow\{\text{data aljabar}\}.

Salah satu contohnya ialah pemetaan π0(X)\pi_0(X) yang muncul dalam topologi himpunan-titik:

Xπ0(X)={komponen terhubung lintasan}. X\longmapsto \pi_0(X)=\{\text{komponen terhubung lintasan}\}.

Contoh lain ialah π1(X)\pi_1(X):

(X,x0)π1(X,x0)={grup fundamental X dengan titik dasar x0}. (X,x_0)\longmapsto \pi_1(X,x_0) =\{\text{grup fundamental }X\text{ dengan titik dasar }x_0\}.

Catatan. Untuk n1n\geq1 dan ruang bertitik (X,x0)(X,x_0), unsur πn(X,x0)\pi_n(X,x_0) adalah kelas homotopi bertitik dari pemetaan bertitik

(Sn,s0)(X,x0), (S^n,s_0)\longrightarrow(X,x_0),

bukan pemetaan mentah tanpa relasi homotopi.

Audit sumber. Baris 49 hanya mengatakan bahwa unsur πn\pi_n “adalah pemetaan dari SnS^n”. Edisi menambahkan titik dasar dan kelas homotopi yang diperlukan oleh definisi grup homotopi.

Definisi (vektor bebas afin). Misalkan v0,,vnmv_0,\ldots,v_n\in\mathbb R^m dengan nmn\leq m. Vektor-vektor ini disebut bebas afin jika

v1v0,,vnv0 v_1-v_0,\ldots,v_n-v_0

bebas linear.

Audit sumber. Baris 53 menempatkan v0,,vnv_0,\ldots,v_n hanya di n\mathbb R^n, sedangkan definisi simpleks berikutnya memakai ruang ambien m\mathbb R^m. Edisi menyatakan bentuk umum yang konsisten: vimv_i\in\mathbb R^m dengan syarat dimensi perlu nmn\leq m.

Definisi (simpleks-nn). Sebuah simpleks-nn ialah selubung konveks dari n+1n+1 titik bebas afin di m\mathbb R^m.

Contoh. Simpleks-00 adalah sebuah titik; simpleks-11 adalah sebuah ruas; simpleks-22 adalah sebuah segitiga; dan simpleks-33 adalah sebuah tetrahedron.

Definisi (simpleks-nn standar). Simpleks-nn standar ialah selubung konveks dari n+1n+1 vektor satuan di n+1\mathbb R^{n+1}:

Δn:=[e0,,en]. \Delta^n:=[e_0,\ldots,e_n].

Audit sumber. Baris 74 memakai glif segitiga yang berbeda dan indeks akhir NN, sedangkan bagian selanjutnya memakai Δn\Delta^n. Indeks akhir harus nn, sesuai frasa “n+1n+1 vektor satuan”, dan simbol simpleks perlu konsisten. Edisi menormalkan bentuknya menjadi Δn=[e0,,en]\Delta^n=[e_0,\ldots,e_n].

Catatan. Simpleks Δn\Delta^n memparametrisasi setiap simpleks-nn lain. Untuk [v0,,vn][v_0,\ldots,v_n], pemetaannya ialah

(t0,t1,,tn)i=0ntivi. (t_0,t_1,\ldots,t_n) \longmapsto \sum_{i=0}^{n}t_iv_i.

Definisi (pemetaan barisentris). Pemetaan

b[v0,,vn]:Δn[v0,,vn] b_{[v_0,\ldots,v_n]}\colon \Delta^n\longrightarrow[v_0,\ldots,v_n]

disebut pemetaan barisentris. Rumusnya

b[v0,,vn](t0,t1,,tn)=i=0ntivi. b_{[v_0,\ldots,v_n]}(t_0,t_1,\ldots,t_n) =\sum_{i=0}^{n}t_iv_i.

Definisi (muka). Untuk setiap 0in0\leq i\leq n, muka ke-ii dari [v0,,vn][v_0,\ldots,v_n] ialah

[v0,,v̂i,,vn]=[v0,,vi1,vi+1,,vn]. [v_0,\ldots,\widehat v_i,\ldots,v_n] =[v_0,\ldots,v_{i-1},v_{i+1},\ldots,v_n].

Audit sumber. Baris 95–101 memulai daftar pada v1v_1 dan membatasi indeks ke 1in1\leq i\leq n, sedangkan semua penggunaan berikutnya memakai v0,,vnv_0,\ldots,v_n dan 0in0\leq i\leq n. Edisi menyelaraskan definisi dengan konvensi berikutnya.

Catatan. Setiap muka dari [v0,,vn][v_0,\ldots,v_n] merupakan simpleks-(n1)(n-1). Urutan simpul pada muka diwarisi dari urutan simpleks-nn semula.

Definisi (batas simpleks). Misalkan Δn\Delta^n sebuah simpleks. Batasnya didefinisikan oleh

Δn={muka-muka Δn}. \partial\Delta^n =\bigcup\{\text{muka-muka }\Delta^n\}.

Bagian dalam simpleks ialah

Δ̊n=ΔnΔn. \mathring{\Delta}^n=\Delta^n-\partial\Delta^n.

Definisi (kompleks-Δ\Delta). Struktur kompleks-Δ\Delta pada ruang topologis XX ialah suatu koleksi pemetaan kontinu

{σα:ΔnαX}α \{\sigma_\alpha\colon\Delta^{n_\alpha}\to X\}_\alpha

yang memenuhi:

  1. pembatasan σα|Δ̊nα\sigma_\alpha|_{\mathring{\Delta}^{n_\alpha}} injektif, dan setiap xXx\in X berada dalam citra tepat satu pembatasan semacam itu;
  2. pembatasan σα\sigma_\alpha pada suatu muka Δnα\Delta^{n_\alpha} sama dengan suatu σβ\sigma_\beta setelah identifikasi afin standar muka tersebut; dan
  3. UXU\subset X terbuka jika dan hanya jika σα1(U)Δnα\sigma_\alpha^{-1}(U)\subset\Delta^{n_\alpha} terbuka untuk setiap α\alpha.

Catatan tentang syarat 2. Dalam definisi kompleks-Δ\Delta, pernyataan itu berarti

σβ=σαb[v0,,v̂i,,vn]:Δn1X, \sigma_\beta =\sigma_\alpha\circ b_{[v_0,\ldots,\widehat v_i,\ldots,v_n]} \colon\Delta^{n-1}\longrightarrow X,

yang ekuivalen dengan pembatasan σα\sigma_\alpha pada muka ke-ii.

Catatan notasi. Kadang-kadang Δn\Delta_n menyatakan himpunan semua simpleks berdimensi nn. Jadi Δ0\Delta_0 adalah himpunan semua simpul, Δ1\Delta_1 himpunan semua sisi, dan seterusnya.

Contoh (kompleks-Δ\Delta pada S1S^1). Ambil S1S^1, lingkaran satuan dalam 2\mathbb R^2. Strukturnya terdiri atas

v:Δ0S1,e:Δ1S1. v\colon\Delta^0\to S^1, \qquad e\colon\Delta^1\to S^1.

Pemetaan vv membawa satu-satunya titik Δ0\Delta^0 ke simpul vv. Pemetaan ee membawa bagian dalam interval Δ1=[v0,v1]\Delta^1=[v_0,v_1] satu-satu ke lingkaran tanpa vv, sedangkan kedua titik ujungnya dibawa ke vv.

Gambar semantik (lingkaran satu simpul). Sebuah loop terarah searah jarum jam berlabel ee berawal dan berakhir pada satu simpul berlabel vv. Ini menggambar ulang panah melingkar dan satu titik yang terdapat dalam TikZ sumber, sambil mempertahankan data pelekatan kedua ujung ee ke vv.

Catatan (bukan contoh bagi topologi standar). Jangan memberi satu simpleks-00 yang berbeda kepada setiap titik S1S^1. Syarat 3 pada definisi kompleks-Δ\Delta akan membuat setiap subhimpunan S1S^1 terbuka. Struktur patologis itu bukan kompleks-Δ\Delta bagi lingkaran dengan topologi standarnya, tetapi sah bagi himpunan titik yang sama dengan topologi diskret.

Contoh (kompleks-Δ\Delta pada torus T2T^2). Ambil T2=S1×S1T^2=S^1\times S^1. Model persegi yang sisi-sisi berhadapannya diidentifikasi dibelah oleh diagonal menjadi dua segitiga. Struktur kompleks-Δ\Delta terdiri atas

r:Δ0T2,e,f,g:Δ1T2,V,L:Δ2T2. r\colon\Delta^0\to T^2, \qquad e,f,g\colon\Delta^1\to T^2, \qquad V,L\colon\Delta^2\to T^2.

Keempat sudut persegi mewakili simpul rr. Pasangan sisi tegak berlabel ee, pasangan sisi mendatar berlabel ff, dan diagonal berlabel gg. Segitiga atas berlabel VV dan segitiga bawah berlabel LL.

Gambar semantik (persegi fundamental torus). Persegi dibelah oleh diagonal dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas. Keempat sudut diidentifikasi menjadi rr; sisi-sisi tegak menjadi ee dan sisi-sisi mendatar menjadi ff. Kedua sisi mendatar berarah ke kanan, kedua sisi tegak berarah ke atas, dan diagonal gg berarah dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas. Daerah kiri-atas VV diberi orientasi searah jarum jam, sedangkan daerah kanan-bawah LL diberi orientasi berlawanan arah jarum jam. Arsiran berbeda pada kedua segitiga dalam sumber berfungsi membedakan VV dan LL.

Audit sumber. Judul contoh pada baris 183 mencetak T1T^1, tetapi baris 184 mendefinisikan T=S1×S1T=S^1\times S^1, yaitu torus dua-dimensi T2T^2. Edisi memakai T2T^2.

Contoh (kompleks-Δ\Delta pada 2\mathbb{RP}^2). Tulis

2:=D2/(xx untuk setiap xS1). \mathbb{RP}^2 :=D^2/\bigl(x\sim-x\text{ untuk setiap }x\in S^1\bigr).

Model persegi yang ditriangulasi memberi koleksi

r,w:Δ02,e,f,g:Δ12,V,L:Δ22. r,w\colon\Delta^0\to\mathbb{RP}^2, \qquad e,f,g\colon\Delta^1\to\mathbb{RP}^2, \qquad V,L\colon\Delta^2\to\mathbb{RP}^2.

Model cakram di sebelah kanan gambar sumber hanyalah ruang hasil bagi yang mewakili bidang projektif real; model cakram itu sendiri bukan kompleks-Δ\Delta yang sedang dinyatakan.

Gambar semantik (dua model 2\mathbb{RP}^2).

  1. Pada model kiri, sebuah persegi dibelah oleh diagonal kiri-bawah ke kanan-atas. Sudut kiri-bawah dan kanan-atas berlabel rr; dua sudut lain berlabel ww. Sisi tegak berlabel ee, sisi mendatar berlabel ff, diagonal berlabel gg, dan kedua segitiga berlabel VV serta LL. Sisi atas berarah ke kiri sedangkan sisi bawah berarah ke kanan; sisi kiri berarah ke atas sedangkan sisi kanan berarah ke bawah. Pasangan arah berlawanan inilah yang mencatat identifikasi sisi pada model persegi 2\mathbb{RP}^2.
  2. Pada model kanan, sebuah cakram mempunyai pasangan titik antipodal pada lingkaran batas yang diidentifikasi. Busur batas berlabel ee; panah yang ditandai pada sisi kiri lingkaran mengarah ke bawah, sedangkan panah pada sisi kanan mengarah ke atas. Model ini menjelaskan hasil bagi D2/(xx)D^2/(x\sim-x) tanpa memerlukan gambar sumber untuk memulihkan arah.

Catatan (orientasi muka). Dalam contoh 2\mathbb{RP}^2, semua sisi pada muka VV dan LL harus muncul dalam urutan yang tepat. Jika

V:[v0,v1,v2]2, V\colon[v_0,v_1,v_2]\longrightarrow\mathbb{RP}^2,

maka syarat 2 pada definisi kompleks-Δ\Delta menuntut agar

V|[v0,v1],V|[v1,v2],V|[v0,v2] V|_{[v_0,v_1]},\qquad V|_{[v_1,v_2]},\qquad V|_{[v_0,v_2]}

semuanya merupakan pemetaan dalam kompleks-Δ\Delta. Panah melingkar pada gambar mencatat apakah urutan v0,v1,v2v_0,v_1,v_2 searah atau berlawanan arah jarum jam. Dalam kasus yang digambar, orientasi VV berlawanan arah jarum jam dan

V|[v0,v1]=g,V|[v1,v2]=f,V|[v0,v2]=e. V|_{[v_0,v_1]}=g,\qquad V|_{[v_1,v_2]}=f,\qquad V|_{[v_0,v_2]}=e.

Karena itu semua sisi yang diperlukan memang ada. Tanpa kecocokan ini, struktur tersebut bukan kompleks-Δ\Delta.

Catatan. Ruang XX ditentukan oleh data kompleks-Δ\Delta: kompleks CW yang dihasilkan oleh data tersebut homeomorfik dengan XX.

Definisi (kompleks simpleksial). Sebuah kompleks simpleksial ialah kompleks-Δ\Delta sedemikian sehingga setiap simpleks σα:ΔnX\sigma_\alpha\colon\Delta^n\to X memenuhi:

  1. σα\sigma_\alpha injektif; cukup memeriksa keinjektifannya pada simpul; dan
  2. σα\sigma_\alpha ditentukan oleh simpul-simpulnya.

Contoh. Segitiga dengan tiga simpul v0,v1,v2v_0,v_1,v_2, tiga sisi berorientasi [v0,v1][v_0,v_1], [v1,v2][v_1,v_2], [v0,v2][v_0,v_2], dan satu muka [v0,v1,v2][v_0,v_1,v_2] adalah salah satu contoh paling sederhana.

Gambar semantik (segitiga berorientasi). Simpul v0v_0 berada di kiri bawah, v1v_1 di kanan bawah, dan v2v_2 di kanan atas. Panah sisi berjalan v0v1v_0\to v_1, v1v2v_1\to v_2, dan v0v2v_0\to v_2, tepat seperti pada TikZ sumber.

Bukan contoh kompleks simpleksial. Dua kompleks-Δ\Delta berikut bukan kompleks simpleksial.

  1. Satu loop ee dengan satu simpul rr gagal memenuhi syarat 1 karena e:Δ1Xe\colon\Delta^1\to X tidak injektif.
  2. Dua sisi berbeda ee dan ff yang menghubungkan pasangan simpul yang sama v0,v1v_0,v_1 gagal memenuhi syarat 2 karena simpul-simpulnya tidak menentukan apakah simpleks itu ee atau ff.

Gambar semantik (dua contoh yang bukan kompleks simpleksial). Gambar kiri ialah satu sisi melingkar ee yang kedua ujungnya melekat pada rr. Gambar kanan ialah dua busur sejajar ee dan ff dari v0v_0 ke v1v_1. Kedua gambar mempertahankan titik, label, dan arah panah TikZ sumber.

Catatan. Kompleks simpleksial menggeneralisasi graf sederhana.

Catatan. Setiap ruang dapat ditutupi dengan memakai satu simpul bagi setiap titik XX, tetapi struktur yang dihasilkan adalah kompleks-Δ\Delta pada himpunan XX yang diberi topologi diskret.

31.2 Homologi simpleksial

Definisi (rantai). Misalkan XX ruang topologis dengan struktur kompleks-Δ\Delta

{σαnα:ΔnαX}α. \{\sigma_\alpha^{n_\alpha}\colon \Delta^{n_\alpha}\to X\}_\alpha.

Untuk setiap n0n\geq0, grup CnΔ(X)C_n^\Delta(X) dapat ditulis dengan salah satu bentuk ekuivalen berikut:

CnΔ(X):=grup abelian bebas dengan basis {σαn}α:=ασαn:=span{σαn}α:={αcασαn|cα,cα=0 kecuali untuk berhingga banyak α}. \begin{aligned} C_n^\Delta(X) &:=\text{grup abelian bebas dengan basis } \{\sigma_\alpha^n\}_\alpha\\ &:=\bigoplus_\alpha\mathbb Z\sigma_\alpha^n\\ &:=\operatorname{span}_{\mathbb Z}\{\sigma_\alpha^n\}_\alpha\\ &:=\left\{ \sum_\alpha c_\alpha\sigma_\alpha^n \ \middle|\ c_\alpha\in\mathbb Z,\ c_\alpha=0\text{ kecuali untuk berhingga banyak }\alpha \right\}. \end{aligned}

Audit sumber. Baris 350 menyatakan n1n\geq1, tetapi contoh berikutnya memakai C0Δ(X)C_0^\Delta(X). Definisi standar dan pemakaian sumber menuntut n0n\geq0; edisi memakai rentang tersebut.

Catatan. Unsur CnΔ(X)C_n^\Delta(X) disebut rantai-nn.

Contoh (rantai pada S1S^1). Untuk kompleks-Δ\Delta lingkaran satu simpul dan satu sisi pada contoh sebelumnya,

C0Δ(S1)=v,C1Δ(S1)=e, C_0^\Delta(S^1)=\mathbb Zv, \qquad C_1^\Delta(S^1)=\mathbb Ze,

sedangkan CnΔ(S1)={0}C_n^\Delta(S^1)=\{0\} untuk setiap n2n\geq2.

Gambar semantik (rantai lingkaran). Sumber mengulang gambar loop ee searah jarum jam yang kedua ujungnya melekat pada simpul vv; data rantai derajat nol dan satu di atas adalah pembacaan aljabarnya.

Definisi (pemetaan batas). Untuk n1n\geq1, pada unsur basis definisikan

n:CnΔ(X)Cn1Δ(X),nσ=i=0n(1)iσ|[v0,,v̂i,,vn], \partial_n\colon C_n^\Delta(X)\longrightarrow C_{n-1}^\Delta(X), \qquad \partial_n\sigma =\sum_{i=0}^{n}(-1)^i \sigma|_{[v_0,\ldots,\widehat v_i,\ldots,v_n]},

lalu perluas secara linear. Tetapkan pula 0:C0Δ(X)0\partial_0\colon C_0^\Delta(X)\to0 sebagai pemetaan nol; secara ekuivalen, ambil C1Δ(X)=0C_{-1}^\Delta(X)=0.

Catatan. Pemetaan batas adalah homomorfisma grup.

Contoh (batas sisi dan segitiga). Pandang objek berikut sebagai rantai dalam suatu kompleks-Δ\Delta.

Untuk sisi berorientasi e=[v0,v1]e=[v_0,v_1],

1(e)=e|[v1]e|[v0]=v1v0. \partial_1(e) =e|_{[v_1]}-e|_{[v_0]} =v_1-v_0.

Untuk simpleks-22 berorientasi σ=[v0,v1,v2]\sigma=[v_0,v_1,v_2], dengan label sisi e0,e1,e2e_0,e_1,e_2 seperti pada gambar,

2(σ)=σ|[v1,v2]σ|[v0,v2]+σ|[v0,v1]=e0e1+e2. \begin{aligned} \partial_2(\sigma) &=\sigma|_{[v_1,v_2]} -\sigma|_{[v_0,v_2]} +\sigma|_{[v_0,v_1]}\\ &=e_0-e_1+e_2. \end{aligned}

Dalam praktik, rumus ini dapat dibaca dari orientasi: sebuah sisi mendapat tanda minus jika orientasi yang diwarisinya berlawanan dengan orientasi sisi yang dipilih.

Gambar semantik (sisi dan muka). Gambar kiri ialah panah v0ev1v_0\xrightarrow{e}v_1. Gambar kanan ialah segitiga [v0,v1,v2][v_0,v_1,v_2] berorientasi berlawanan arah jarum jam; sisi bawah v0v1v_0\to v_1 berlabel e2e_2, sisi kanan v1v2v_1\to v_2 berlabel e0e_0, dan diagonal v0v2v_0\to v_2 berlabel e1e_1. Karena diagonal dipakai dengan arah yang berlawanan saat menelusuri batas, tandanya negatif.

Audit sumber. Baris 418 memakai simbol σ\sigma untuk pembatasan sisi ee, dan baris 422 mencetak σ(σ)\sigma(\sigma) alih-alih 2(σ)\partial_2(\sigma). Bentuk sumber e2+e0e1e_2+e_0-e_1 identik secara aljabar dengan e0e1+e2e_0-e_1+e_2; edisi hanya mengurutkan kembali sukunya agar mengikuti urutan indeks muka, tanpa mengklaim perubahan matematis pada tanda.

Contoh (pemetaan batas pada S1S^1). Untuk kompleks-Δ\Delta lingkaran,

1:ev. \partial_1\colon\mathbb Ze\longrightarrow\mathbb Zv.

Jika aa\in\mathbb Z, maka

1(ae)=a1(e)=a(vv)=0. \partial_1(ae) =a\,\partial_1(e) =a(v-v) =0.

Jadi 1=0\partial_1=0.

Gambar semantik (batas loop). Sumber kembali menggambar loop ee searah jarum jam dengan satu simpul vv. Kedua titik ujung simpleks standar mempunyai citra yang sama, sehingga kedua suku batas saling meniadakan.

Audit sumber. Baris 443 mencetak aZa\in Z, dan baris 445–447 memakai σ1\sigma_1 sebagai operator batas. Edisi menuliskan aa\in\mathbb Z dan 1\partial_1.

Contoh (pemetaan batas pada torus). Untuk kompleks-Δ\Delta torus, kompleks rantainya mempunyai bentuk

{0}3VL2efg1r. \{0\} \xrightarrow{\partial_3} \mathbb ZV\oplus\mathbb ZL \xrightarrow{\partial_2} \mathbb Ze\oplus\mathbb Zf\oplus\mathbb Zg \xrightarrow{\partial_1} \mathbb Zr.

Pada derajat satu,

1(e)=rr=0,1(f)=rr=0,1(g)=rr=0. \partial_1(e)=r-r=0,\qquad \partial_1(f)=r-r=0,\qquad \partial_1(g)=r-r=0.

Pada derajat dua,

2(V)=e+fg,2(L)=f+eg. \partial_2(V)=e+f-g, \qquad \partial_2(L)=f+e-g.

Gambar semantik (torus dan kompleks rantainya). Sumber mengulang persegi fundamental yang dibelah diagonal, dengan simpul rr, sisi e,f,ge,f,g, muka V,LV,L, pasangan panah sisi, arsiran, dan orientasi muka yang sama seperti gambar torus sebelumnya. Di bawahnya, diagram 0C2C1C00\to C_2\to C_1\to C_0 menempatkan tepat grup-grup dan pemetaan batas yang ditulis di atas.

Catatan. Pemetaan karakteristik VV mempunyai domain simpleks-22 [v0,v1,v2][v_0,v_1,v_2]; muka-mukanya ialah pembatasan VV pada ketiga simpleks-11 [v0,v1][v_0,v_1], [v1,v2][v_1,v_2], dan [v0,v2][v_0,v_2]. Walaupun semua sudut model torus dibawa ke titik rr yang sama, orientasi sisi telah menentukan setiap pembatasan muka, sebagaimana dijelaskan dalam catatan orientasi. Itulah yang menentukan tanda sisi, misalnya kemunculan g-g pada batas VV.

Audit sumber. Baris 504 menulis pembatasan muka sebagai V|[v0,v1]=gV|_{[v_0,v_1]}=-g. Tanda negatif tidak membentuk pemetaan karakteristik simpleks baru: pembatasan mukanya tetap pemetaan simpleks gg (dengan parametrisasi muka yang ditentukan), sedangkan g-g hanya berarti koefisien rantai yang muncul setelah orientasi muka dibandingkan dengan orientasi basis gg. Edisi memisahkan kedua tingkat ini.

Lema. Untuk setiap n1n\geq1,

n1n=0. \partial_{n-1}\circ\partial_n=0.

Bukti. Pernyataan dimaksudkan untuk n1n\geq1. Kasus n=1n=1 langsung karena 0=0\partial_0=0. Untuk n2n\geq2, cukup periksa unsur basis. Ambil σ=[v0,,vn]CnΔ(X)\sigma=[v_0,\ldots,v_n]\in C_n^\Delta(X). Dari definisi,

nσ=i=0n(1)iσ|[v0,,v̂i,,vn]. \partial_n\sigma =\sum_{i=0}^{n}(-1)^i \sigma|_{[v_0,\ldots,\widehat v_i,\ldots,v_n]}.

Menerapkan n1\partial_{n-1} sekali lagi memberi

(n1n)(σ)=i=0nj<i(1)i+jσ|[v0,,v̂j,,v̂i,,vn]+i=0nj>i(1)i+j1σ|[v0,,v̂i,,v̂j,,vn]. \begin{aligned} (\partial_{n-1}\partial_n)(\sigma) ={}& \sum_{i=0}^{n}\sum_{j<i} (-1)^{i+j}\, \sigma|_{[v_0,\ldots,\widehat v_j,\ldots, \widehat v_i,\ldots,v_n]}\\ &+ \sum_{i=0}^{n}\sum_{j>i} (-1)^{i+j-1}\, \sigma|_{[v_0,\ldots,\widehat v_i,\ldots, \widehat v_j,\ldots,v_n]}. \end{aligned}

Untuk setiap pasangan p<qp<q, muka yang menghapus vpv_p dan vqv_q muncul dua kali: sekali dengan koefisien (1)p+q(-1)^{p+q} dan sekali dengan koefisien (1)p+q1(-1)^{p+q-1}. Kedua koefisien berjumlah nol. Semua suku berpasangan dengan cara ini, sehingga

(n1n)(σ)=0. (\partial_{n-1}\circ\partial_n)(\sigma)=0.

Karena pemetaan batas linear, kesimpulan berlaku bagi setiap rantai. \square

Audit sumber. Baris 523 menempatkan σ\sigma dalam Cn+1(X)C_{n+1}(X) tetapi menuliskannya dengan n+1n+1 simpul dan kemudian menerapkan n\partial_n; bentuk bertipe benar ialah σCn(X)\sigma\in C_n(X). Baris 536–546 menghapus v̂j\widehat v_j dua kali dan tidak menuliskan dua indeks muka yang berbeda. Edisi mempertahankan argumen pembatalan berpasangan sumber dan menuliskan kedua indeksnya secara eksplisit.

Definisi (siklus). Definisikan

ZnΔ(X):=kern. Z_n^\Delta(X):=\ker\partial_n.

Unsur ZnΔ(X)Z_n^\Delta(X) disebut siklus atau siklus-nn.

Definisi (batas). Dengan konvensi standar yang bertipe benar, definisikan

BnΔ(X):=im(n+1:Cn+1Δ(X)CnΔ(X)). B_n^\Delta(X) :=\operatorname{im}\!\left( \partial_{n+1}\colon C_{n+1}^\Delta(X)\to C_n^\Delta(X) \right).

Unsur BnΔ(X)B_n^\Delta(X) disebut batas-nn.

Akibat. Dari lema 2=0\partial^2=0,

BnΔ(X)ZnΔ(X). B_n^\Delta(X)\subseteq Z_n^\Delta(X).

Definisi (homologi). Homologi ke-nn didefinisikan sebagai

HnΔ(X)=ZnΔ(X)/BnΔ(X). H_n^\Delta(X) =Z_n^\Delta(X)\big/B_n^\Delta(X).

Unsur HnΔ(X)H_n^\Delta(X) disebut kelas homologi.

Diagram rantai sumber. Tepat sesudah definisi homologi, sumber menampilkan diagram tanpa keterangan tambahan:

023130. 0\longrightarrow \mathbb Z \xrightarrow{\partial_2} \mathbb Z^3 \xrightarrow{\partial_1} \mathbb Z^3 \longrightarrow0.

Urutan grup, label 2,1\partial_2,\partial_1, dan kedua suku nol dipertahankan sebagaimana dicetak.

Definisi (siklus homolog). Misalkan z1,z2ZnΔ(X)z_1,z_2\in Z_n^\Delta(X). Kita menulis z1z2z_1\sim z_2 dan mengatakan bahwa z1z_1 serta z2z_2 homolog jika

[z1]=[z2]HnΔ(X). [z_1]=[z_2]\in H_n^\Delta(X).

Ini ekuivalen dengan

z1z2BnΔ(X). z_1-z_2\in B_n^\Delta(X).

Kelas-kelas ekuivalensi ini disebut kelas homologi.

Audit sumber. Baris 582 mencetak syarat z1z2Bn(X)z_1-z_2\in B_n(X). Namun baris 555–582 sebelumnya mendefinisikan Bn=imnB_n=\operatorname{im}\partial_n, kemudian memakai Hn=Zn/Bn+1H_n=Z_n/B_{n+1}, lalu kembali ke BnB_n pada kalimat siklus homolog. Ketiga pemakaian itu tidak konsisten satu sama lain dan imn\operatorname{im}\partial_n berada di Cn1C_{n-1}, bukan CnC_n. Edisi menormalkan seluruh rangkaian menjadi konvensi standar Bn=imn+1CnB_n=\operatorname{im}\partial_{n+1}\subseteq C_n, BnZnB_n\subseteq Z_n, Hn=Zn/BnH_n=Z_n/B_n, dan z1z2Bnz_1-z_2\in B_n.

Catatan. Untuk ruang terhubung lintasan XX dengan titik dasar x0x_0, homologi singular memenuhi

H1sing(X;)π1(X,x0)ab, H_1^{\mathrm{sing}}(X;\mathbb Z) \cong \pi_1(X,x_0)^{\mathrm{ab}},

yaitu homologi singular pertama adalah abelianisasi grup fundamental. Bagi kompleks-Δ\Delta, teorema pembandingan yang akan dibuktikan kemudian memberi H1Δ(X;)H1sing(X;)H_1^\Delta(X;\mathbb Z)\cong H_1^{\mathrm{sing}}(X;\mathbb Z), sehingga pernyataan yang sama berlaku untuk homologi simpleksial setelah jembatan itu tersedia.

Audit sumber. Baris 611 mencetak H1(X)H^1(X), tetapi abelianisasi π1(X)\pi_1(X) secara kanonik adalah homologi singular pertama H1sing(X;)H_1^{\mathrm{sing}}(X;\mathbb Z), bukan kohomologi pertama. Edisi membetulkan subskrip, menuliskan koefisien, menyatakan hipotesis keterhubungan lintasan serta titik dasar, dan menandai teorema pembandingan yang diperlukan sebelum simbol itu dapat diidentifikasi dengan H1ΔH_1^\Delta.

Lapisan penguasaan edisi

Bagian ini ditulis khusus untuk edisi bahasa Indonesia dan bukan bagian dari catatan Fomberg. Keenam pemeriksaan berikut memetakan kompetensi kompleks-Δ\Delta, rantai, batas, siklus, dan homologi pada rute D60-R08.

Pemeriksaan Penguasaan F1.1 (koordinat barisentris). Ambil

v0=(0,0),v1=(2,0),v2=(0,3). v_0=(0,0),\qquad v_1=(2,0),\qquad v_2=(0,3).

  1. Periksa bahwa ketiga titik bebas afin.
  2. Tulis x=(1/2,3/4)x=(1/2,3/4) dalam bentuk x=t0v0+t1v1+t2v2x=t_0v_0+t_1v_1+t_2v_2 dengan ti0t_i\geq0 dan t0+t1+t2=1t_0+t_1+t_2=1.
  3. Tentukan apakah xx berada pada batas atau bagian dalam segitiga.

Petunjuk. Periksa kebebasan linear v1v0,v2v0v_1-v_0,v_2-v_0, lalu baca kedua koordinat xx untuk menemukan t1,t2t_1,t_2.

Solusi Pemeriksaan F1.1. Kita mempunyai

v1v0=(2,0),v2v0=(0,3). v_1-v_0=(2,0),\qquad v_2-v_0=(0,3).

Determinan matriks dengan kedua kolom itu adalah 606\neq0, sehingga keduanya bebas linear dan v0,v1,v2v_0,v_1,v_2 bebas afin. Persamaan koordinat memberi 2t1=1/22t_1=1/2 dan 3t2=3/43t_2=3/4, jadi

t1=14,t2=14,t0=1t1t2=12. t_1=\frac14,\qquad t_2=\frac14,\qquad t_0=1-t_1-t_2=\frac12.

Semua koefisien positif. Karena titik batas mempunyai setidaknya satu koefisien barisentris nol, xx berada di bagian dalam segitiga.

Pemeriksaan Penguasaan F1.2 (lingkaran sebagai kompleks-Δ\Delta). Jelaskan mengapa satu simpul vv dan satu sisi ee yang kedua ujungnya dilekatkan ke vv membentuk kompleks-Δ\Delta pada S1S^1, tetapi bukan kompleks simpleksial. Jelaskan pula mengapa satu simpleks-00 bagi setiap titik lingkaran menghasilkan topologi diskret.

Petunjuk. Periksa tiga syarat kompleks-Δ\Delta secara berurutan. Untuk kompleks simpleksial, tanyakan apakah e:Δ1S1e\colon\Delta^1\to S^1 injektif.

Solusi Pemeriksaan F1.2. Bagian dalam Δ1\Delta^1 dipetakan injektif ke S1{v}S^1-\{v\}, sedangkan bagian dalam Δ0\Delta^0 memetakan ke vv; kedua citra itu saling lepas dan menutupi S1S^1. Kedua muka Δ1\Delta^1, yakni kedua titik ujung, membatasi menjadi pemetaan simpul vv. Topologi akhir terhadap vv dan ee adalah topologi lingkaran standar, sehingga ketiga syarat kompleks-Δ\Delta terpenuhi.

Namun ee tidak injektif pada seluruh Δ1\Delta^1, sebab kedua titik ujung mempunyai citra vv yang sama. Jadi syarat pertama kompleks simpleksial gagal. Jika setiap titik dijadikan simpleks-00 tersendiri, prapeta setiap US1U\subseteq S^1 pada setiap simpleks-00 selalu terbuka. Syarat topologi akhir lalu menyatakan setiap UU terbuka; itulah topologi diskret.

Pemeriksaan Penguasaan F1.3 (batas segitiga). Untuk σ=[v0,v1,v2]\sigma=[v_0,v_1,v_2], hitung 2σ\partial_2\sigma, lalu hitung 12σ\partial_1\partial_2\sigma secara eksplisit.

Petunjuk. Gunakan [vi,vj]=[vj][vi]\partial[v_i,v_j]=[v_j]-[v_i] pada masing-masing dari tiga muka.

Solusi Pemeriksaan F1.3. Rumus tanda berselang-seling memberi

2σ=[v1,v2][v0,v2]+[v0,v1]. \partial_2\sigma =[v_1,v_2]-[v_0,v_2]+[v_0,v_1].

Karena itu

12σ=([v2][v1])([v2][v0])+([v1][v0])=[v2][v1][v2]+[v0]+[v1][v0]=0. \begin{aligned} \partial_1\partial_2\sigma &=([v_2]-[v_1]) -([v_2]-[v_0]) +([v_1]-[v_0])\\ &=[v_2]-[v_1]-[v_2]+[v_0]+[v_1]-[v_0]\\ &=0. \end{aligned}

Setiap simpul muncul dua kali dengan tanda berlawanan.

Pemeriksaan Penguasaan F1.4 (homologi lingkaran). Gunakan kompleks-Δ\Delta satu simpul dan satu sisi untuk menghitung semua HnΔ(S1)H_n^\Delta(S^1) dengan koefisien \mathbb Z.

Petunjuk. Hanya C1=eC_1=\mathbb Ze dan C0=vC_0=\mathbb Zv yang taknol, dan 1(e)=0\partial_1(e)=0.

Solusi Pemeriksaan F1.4. Karena 1=0\partial_1=0,

Z1=ker1=e,B1=im2=0. Z_1=\ker\partial_1=\mathbb Ze, \qquad B_1=\operatorname{im}\partial_2=0.

Maka H1Δ(S1)=Z1/B1H_1^\Delta(S^1)=Z_1/B_1\cong\mathbb Z. Pada derajat nol, Z0=C0=vZ_0=C_0=\mathbb Zv dan B0=im1=0B_0=\operatorname{im}\partial_1=0, sehingga H0Δ(S1)H_0^\Delta(S^1)\cong\mathbb Z. Untuk n2n\geq2, Cn=0C_n=0, jadi HnΔ(S1)=0H_n^\Delta(S^1)=0.

Pemeriksaan Penguasaan F1.5 (homologi torus dari matriks batas). Untuk kompleks torus sumber, gunakan

2(V)=2(L)=e+fg,1=0, \partial_2(V)=\partial_2(L)=e+f-g, \qquad \partial_1=0,

untuk menentukan H2Δ(T2)H_2^\Delta(T^2), H1Δ(T2)H_1^\Delta(T^2), dan H0Δ(T2)H_0^\Delta(T^2).

Petunjuk. Dalam basis (V,L)(V,L) dan (e,f,g)(e,f,g), kedua kolom matriks 2\partial_2 sama dengan (1,1,1)𝖳(1,1,-1)^{\mathsf T}. Vektor ini primitif dalam 3\mathbb Z^3.

Solusi Pemeriksaan F1.5. Untuk a,ba,b\in\mathbb Z,

2(aV+bL)=(a+b)(e+fg). \partial_2(aV+bL)=(a+b)(e+f-g).

Jadi

ker2=(VL),im2=(e+fg). \ker\partial_2 =\mathbb Z(V-L), \qquad \operatorname{im}\partial_2 =\mathbb Z(e+f-g).

Karena C3=0C_3=0, diperoleh

H2Δ(T2)=ker2/im3. H_2^\Delta(T^2) =\ker\partial_2/\operatorname{im}\partial_3 \cong\mathbb Z.

Selanjutnya ker1=C13\ker\partial_1=C_1\cong\mathbb Z^3. Vektor (1,1,1)(1,1,-1) primitif, sehingga dapat diperluas menjadi basis 3\mathbb Z^3 dan

H1Δ(T2)=3/(1,1,1)2. H_1^\Delta(T^2) =\mathbb Z^3/\mathbb Z(1,1,-1) \cong\mathbb Z^2.

Terakhir, 1=0\partial_1=0 memberi H0Δ(T2)=rH_0^\Delta(T^2)=\mathbb Zr\cong\mathbb Z.

Pemeriksaan Penguasaan F1.6 (kelas homolog pada torus). Dalam C1Δ(T2)C_1^\Delta(T^2), ambil

z1=e,z2=gf. z_1=e,\qquad z_2=g-f.

  1. Periksa bahwa keduanya siklus.
  2. Tentukan apakah keduanya homolog.
  3. Tentukan apakah ee dan ff homolog.

Petunjuk. Semua rantai-11 adalah siklus karena 1=0\partial_1=0. Dua siklus homolog tepat ketika selisihnya merupakan kelipatan e+fg=2(V)e+f-g=\partial_2(V).

Solusi Pemeriksaan F1.6. Karena 1=0\partial_1=0, z1,z2,e,fz_1,z_2,e,f semuanya siklus. Selisih pasangan pertama ialah

z1z2=e(gf)=e+fg=2(V), z_1-z_2=e-(g-f)=e+f-g=\partial_2(V),

sehingga z1z2z_1\sim z_2. Sebaliknya, jika ee dan ff homolog, harus ada kk\in\mathbb Z dengan

ef=k(e+fg). e-f=k(e+f-g).

Membandingkan koefisien gg memberi k=0k=0, tetapi kemudian koefisien ee di ruas kiri adalah 11 dan di ruas kanan 00, kontradiksi. Jadi ee dan ff tidak homolog.

Batas sumber komponen. Unit ini menerjemahkan algebraic_topology.tex baris 31–614 secara kontigu, dari judul Bagian “Homology” sampai catatan tentang abelianisasi π1\pi_1. Kursor komponen berikutnya adalah baris 615, awal Bagian 1.3 tentang homologi singular.

Komponen Fomberg O012-FOM-002

Bagian 1.3–1.4; dipetakan ke D60-R09.

Tentang komponen ini

Komponen ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Bagian 1.3–1.4 Algebraic Topology karya Yeheli Fomberg, berdasarkan kuliah Nir Lazarovich pada musim semi 2025. Otoritas sumber dibekukan pada commit 563194fae879178b9a6871b249513bfc27968975. Rentang yang diterjemahkan ialah baris 615–1290: 676 baris fisik, 22.924 byte setelah normalisasi LF dan satu LF penutup, dengan SHA-256 9b28e159825e020b262a51b9c50372b2fafc26270fab6480d860aaaeefdda84f.

Catatan sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Terjemahan, pemformatan semantik, koreksi terbatas, tiga perbaikan bukti, dan materi penguasaan asli di bawah ini diterbitkan dengan lisensi yang sama. Perubahan dicatat secara eksplisit dalam blok audit dan ledger; tidak ada prosa dari bank soal Fomberg yang dikecualikan ataupun materi MIT yang disalin.

Edisi ini independen dan tidak menyiratkan dukungan, pengesahan, atau afiliasi dengan Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, ataupun institusi mereka. Produksi terjemahan, struktur semantik, dan QA dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna.

32 Homologi singular dan invariansi homotopi

32.1 Homologi singular

Definisi (simpleks-nn singular). Misalkan XX ruang topologis. Sebuah simpleks-nn singular di XX ialah pemetaan kontinu

σ:ΔnX. \sigma\colon\Delta^n\longrightarrow X.

Catatan (rantai, batas, dan homologi singular). Untuk mendefinisikan homologi singular, kita membangun kembali grup rantai dan pemetaan batas. Definisikan Cn(X)C_n(X) sebagai grup abelian bebas dengan basis semua simpleks-nn singular di XX. Unsurnya disebut rantai-nn singular. Grup ini biasanya sangat besar.

Dengan menuliskan himpunan semua simpleks singular sebagai basis, definisi itu dapat dicatat secara eksplisit sebagai

Cn(X):={σ:ΔnXσ kontinu}. C_n(X):= \mathbb Z\left\langle \left\{\sigma\colon\Delta^n\to X\mid \sigma\text{ kontinu}\right\} \right\rangle.

Pada sebuah generator σ\sigma, pemetaan batas didefinisikan oleh

n(σ)=i=0n(1)iσ|iΔn, \partial_n(\sigma) =\sum_{i=0}^{n}(-1)^i\,\sigma|_{\partial_i\Delta^n},

dengan pembatasan pada muka dipahami melalui inklusi afin standar iΔnΔn1\partial_i\Delta^n\cong\Delta^{n-1}. Operator ini diperluas secara linear. Siklus Zn(X)=kernZ_n(X)=\ker\partial_n, batas Bn(X)=imn+1B_n(X)=\operatorname{im}\partial_{n+1}, dan grup homologi

Hn(X):=Zn(X)/Bn(X) H_n(X):=Z_n(X)/B_n(X)

didefinisikan seperti pada homologi simpleksial.

Catatan edisi. Identitas n1n=0\partial_{n-1}\partial_n=0 mengikuti pembatalan berpasangan muka ganda yang sama seperti pada Unit Fomberg 001. Karena itu Bn(X)Zn(X)B_n(X)\subseteq Z_n(X) dan hasil bagi di atas memang terdefinisi.

Audit sumber. Baris 626–627 membungkus uraian “grup abelian bebas” dengan notasi himpunan, dan baris 633–635 tidak mencetak batas indeks penjumlahan. Edisi menuliskan definisi grup yang bertipe benar, rentang 0in0\leq i\leq n, serta identifikasi muka yang diperlukan.

Lema. Untuk ruang satu titik X={*}X=\{*\},

Hn(X){,n=0,0,n1. H_n(X)\cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,\\ 0,&n\geq1. \end{cases}

Bukti. Dalam setiap derajat terdapat tepat satu simpleks singular, yaitu pemetaan konstan σn:Δn{*}\sigma^n\colon\Delta^n\to\{*\}. Karena itu Cn(X)=σnC_n(X)=\mathbb Z\sigma^n. Pada derajat nol, 0(σ0)=0\partial_0(\sigma^0)=0; untuk n1n\geq1,

nσn=i=0n(1)iσn|iΔnσn1={σn1,n genap,0,n ganjil. \begin{aligned} \partial_n\sigma^n &=\sum_{i=0}^{n}(-1)^i \underbrace{\sigma^n|_{\partial_i\Delta^n}}_{\sigma^{n-1}}\\ &= \begin{cases} \sigma^{n-1},&n\text{ genap},\\ 0,&n\text{ ganjil}. \end{cases} \end{aligned}

Jadi bagian ujung kompleks rantainya ialah

0id00. \cdots\longrightarrow \mathbb Z\xrightarrow{0}\mathbb Z \xrightarrow{\mathrm{id}}\mathbb Z \xrightarrow{0}\mathbb Z\longrightarrow0.

Diagram semantik (kompleks rantai satu titik). Dari kanan ke kiri dalam derajat yang menaik, setiap grup rantai adalah \mathbb Z. Diferensial dari derajat ganjil adalah nol, sedangkan diferensial dari derajat genap positif adalah identitas; setelah C0C_0 terdapat grup nol.

Pada derajat nol,

H0(X)=ker0im1=0. H_0(X) =\frac{\ker\partial_0}{\operatorname{im}\partial_1} =\frac{\mathbb Z}{0} \cong\mathbb Z.

Untuk n1n\geq1, kedua kemungkinan paritas memberi, secara berturut-turut,

Hn(X)=kernimn+1=00=0atauHn(X)==0. H_n(X) =\frac{\ker\partial_n}{\operatorname{im}\partial_{n+1}} =\frac{0}{0}=0 \quad\text{atau}\quad H_n(X) =\frac{\mathbb Z}{\mathbb Z}=0.

Jadi Hn(X)=0H_n(X)=0 pada setiap derajat positif. \square

Catatan. Jika XX dan YY homeomorfik, maka Hn(X)Hn(Y)H_n(X)\cong H_n(Y).

Lema (dekomposisi menurut komponen terhubung). Misalkan X=αXαX=\bigsqcup_{\alpha}X_\alpha, dengan XαX_\alpha komponen-komponen terhubung XX. Maka

Hn(X)αHn(Xα). H_n(X)\cong\bigoplus_{\alpha}H_n(X_\alpha).

Bukti. Citra setiap simpleks singular σ:ΔnX\sigma\colon\Delta^n\to X terhubung, sehingga seluruh citranya berada dalam tepat satu komponen terhubung XαX_\alpha. Karena rantai adalah jumlah berhingga,

Cn(X)=αCn(Xα). C_n(X)=\bigoplus_\alpha C_n(X_\alpha).

Pemetaan batas mempertahankan setiap suku langsung tersebut. Maka

Zn(X)=αZn(Xα),Bn(X)=αBn(Xα), Z_n(X)=\bigoplus_\alpha Z_n(X_\alpha), \qquad B_n(X)=\bigoplus_\alpha B_n(X_\alpha),

dan

Hn(X)=Zn(X)/Bn(X)αHn(Xα). H_n(X)=Z_n(X)/B_n(X) \cong\bigoplus_\alpha H_n(X_\alpha).

\square

Penguatan edisi (komponen lintasan). Jika X=βPβX=\bigsqcup_\beta P_\beta adalah dekomposisi ke dalam komponen lintasan, maka

Hn(X)βHn(Pβ). H_n(X)\cong\bigoplus_\beta H_n(P_\beta).

Memang, Δn\Delta^n terhubung lintasan, sehingga citra setiap simpleks singular termuat dalam tepat satu PβP_\beta; pembuktian jumlah langsung di atas berlaku tanpa perubahan. \square

Audit sumber. Pernyataan pada baris 715 menyebut komponen terhubung, sedangkan bukti pada baris 722 menyebut komponen lintasan. Kedua dekomposisi sah: keterhubungan citra simpleks membuktikan pernyataan sumber, dan keterhubungan lintasan citranya memberi penguatan yang diperlukan untuk akibat H0H_0. Edisi mempertahankan keduanya sebagai objek terpisah. Selain itu, ruas kiri baris 736 salah tercetak sebagai Hn(Xα)H_n(X_\alpha); ruas kiri yang benar ialah Hn(X)H_n(X).

Lema. Jika XX tak kosong dan terhubung lintasan, maka H0(X)H_0(X)\cong\mathbb Z.

Bukti pertama. Karena 0=0\partial_0=0,

H0(X)=ker0im1=C0(X)im1. H_0(X)=\frac{\ker\partial_0}{\operatorname{im}\partial_1} =\frac{C_0(X)}{\operatorname{im}\partial_1}.

Generator C0(X)C_0(X) adalah titik-titik XX, dipandang sebagai simpleks-00 singular. Untuk setiap dua titik x,yXx,y\in X, pilih lintasan τ\tau dari xx ke yy. Sebagai simpleks-11 singular, 1τ=yx\partial_1\tau=y-x. Jadi, modulo im1\operatorname{im}\partial_1, semua generator C0(X)C_0(X) mewakili satu kelas uu.

Augmentasi jumlah-koefisien bernilai nol pada setiap batas 1τ\partial_1\tau, sehingga menginduksi ε:H0(X)\bar\varepsilon\colon H_0(X)\to\mathbb Z dengan ε(u)=1\bar\varepsilon(u)=1. Homomorfisma H0(X)\mathbb Z\to H_0(X) yang mengirim 11 ke uu surjektif, dan kompositnya dengan ε\bar\varepsilon adalah identitas. Karena itu homomorfisma tersebut juga injektif, dan

H0(X)=ker0im1. H_0(X)=\frac{\ker\partial_0}{\operatorname{im}\partial_1} \cong\mathbb Z.

\square

Akibat. Untuk setiap ruang topologis XX, grup H0(X)H_0(X) adalah jumlah langsung salinan \mathbb Z, satu salinan bagi setiap komponen lintasan XX.

Catatan. Bukti berikut memberi bentuk yang lebih formal bagi lema H0H_0 untuk ruang terhubung lintasan dan memotivasi homologi tereduksi.

Bukti kedua Lema H0H_0. Pertimbangkan bagian kompleks

C1(X)1C0(X)0. C_1(X)\xrightarrow{\partial_1}C_0(X)\longrightarrow0.

Diagram semantik (ujung kompleks derajat nol). Panah C1(X)1C0(X)C_1(X)\xrightarrow{\partial_1}C_0(X) diikuti pemetaan nol C0(X)0C_0(X)\to0. Karena panah keluar dari C0(X)C_0(X) nol, seluruh C0(X)C_0(X) adalah siklus derajat nol.

Karena 0=0\partial_0=0,

H0(X)=C0(X)/im1. H_0(X)=C_0(X)/\operatorname{im}\partial_1.

Definisikan homomorfisma augmentasi

ε:C0(X),ε(iniσi)=ini. \varepsilon\colon C_0(X)\longrightarrow\mathbb Z, \qquad \varepsilon\!\left(\sum_i n_i\sigma_i\right)=\sum_i n_i.

Pemetaan ini surjektif karena XX tak kosong. Untuk simpleks-11 singular τ\tau,

ε(1τ)=ε(τ(1)τ(0))=11=0, \varepsilon(\partial_1\tau) =\varepsilon(\tau(1)-\tau(0))=1-1=0,

sehingga im1kerε\operatorname{im}\partial_1\subseteq\ker\varepsilon.

Sebaliknya, ambil iniσikerε\sum_i n_i\sigma_i\in\ker\varepsilon dan pilih titik basis x0Xx_0\in X. Karena XX terhubung lintasan, untuk setiap ii ada lintasan τi\tau_i dari x0x_0 ke titik yang diwakili σi\sigma_i. Jika σ0\sigma_0 menyatakan simpleks-00 pada x0x_0, maka τi=σiσ0\partial\tau_i=\sigma_i-\sigma_0. Karena ini=0\sum_i n_i=0,

ε(iniσi)=ini=0, \varepsilon\!\left(\sum_i n_i\sigma_i\right)=\sum_i n_i=0,

dan

1(iniτi)=iniσi(ini)σ0=iniσi. \partial_1\!\left(\sum_i n_i\tau_i\right) =\sum_i n_i\sigma_i-\left(\sum_i n_i\right)\sigma_0 =\sum_i n_i\sigma_i.

Jadi kerεim1\ker\varepsilon\subseteq\operatorname{im}\partial_1. Teorema isomorfisma pertama kini memberi

H0(X)=C0(X)im1=C0(X)kerε. H_0(X) =\frac{C_0(X)}{\operatorname{im}\partial_1} =\frac{C_0(X)}{\ker\varepsilon} \cong\mathbb Z.

\square

Definisi (kompleks rantai). Sebuah kompleks rantai ialah barisan grup abelian dan homomorfisma

A22A11A0 \cdots\longrightarrow A_2\xrightarrow{\partial_2} A_1\xrightarrow{\partial_1}A_0\longrightarrow\cdots

sedemikian sehingga nn+1=0\partial_n\circ\partial_{n+1}=0 untuk setiap nn.

Diagram semantik (kompleks rantai umum). Barisan berarah A22A11A0\cdots\to A_2\xrightarrow{\partial_2}A_1 \xrightarrow{\partial_1}A_0\to\cdots mempunyai komposit dua panah berturutan yang selalu nol.

Catatan. Syarat itu sering ditulis 2=0\partial^2=0.

Catatan. Persamaan nn+1=0\partial_n\partial_{n+1}=0 ekuivalen dengan

imn+1kern, \operatorname{im}\partial_{n+1}\subseteq\ker\partial_n,

yakni setiap batas merupakan siklus.

Catatan (kompleks teraugmentasi). Pemetaan ε\varepsilon yang muncul dalam bukti kedua Lema H0H_0 memperpanjang kompleks rantai singular menjadi

C2(X)2C1(X)1C0(X)ε0. \cdots\longrightarrow C_2(X)\xrightarrow{\partial_2} C_1(X)\xrightarrow{\partial_1}C_0(X) \xrightarrow{\varepsilon}\mathbb Z\longrightarrow0.

Barisan ini disebut kompleks rantai teraugmentasi.

Diagram semantik (augmentasi pertama). Kompleks singular C2(X)C1(X)C0(X)\cdots\to C_2(X)\to C_1(X)\to C_0(X) diperpanjang oleh C0(X)ε0C_0(X)\xrightarrow{\varepsilon}\mathbb Z\to0; jumlah koefisien setiap batas derajat satu adalah nol.

Definisi (grup homologi tereduksi). Untuk ruang tak kosong XX, gunakan augmentasi dari Lema H0H_0. Grup homologi tereduksi H̃n(X)\widetilde H_n(X) didefinisikan sebagai homologi kompleks rantai teraugmentasi

C2(X)2C1(X)1C0(X)ε0. \cdots\longrightarrow C_2(X)\xrightarrow{\partial_2} C_1(X)\xrightarrow{\partial_1}C_0(X) \xrightarrow{\varepsilon}\mathbb Z\longrightarrow0.

Syarat tak kosong menghindari grup homologi taktrivial pada derajat 1-1. Dalam konvensi ini, ruang satu titik mempunyai homologi tereduksi nol pada semua derajat.

Diagram semantik (augmentasi dalam definisi). Ini adalah kemunculan kedua kompleks teraugmentasi pada sumber: C0(X)C_0(X) dipetakan ke \mathbb Z oleh jumlah koefisien dan kemudian ke nol. Homologi kompleks inilah yang didefinisikan sebagai homologi tereduksi.

Catatan. Untuk ruang tak kosong XX,

Hn(X){H̃n(X),n1,H̃0(X),n=0. H_n(X)\cong \begin{cases} \widetilde H_n(X),&n\geq1,\\ \widetilde H_0(X)\oplus\mathbb Z,&n=0. \end{cases}

Khususnya, jika XX terhubung lintasan, maka H̃0(X)=0\widetilde H_0(X)=0.

Catatan (pemisahan pada derajat nol). Pada derajat nol, augmentasi menginduksi surjeksi ε*:H0(X)\varepsilon_*\colon H_0(X)\to\mathbb Z dengan kernel H̃0(X)\widetilde H_0(X). Memilih satu titik basis x0Xx_0\in X memberi pemisahan 1[x0]1\mapsto[x_0]; karena itu diperoleh jumlah langsung di atas. Pilihan pemisahan ini tidak kanonik jika tidak ada titik basis yang telah dipilih.

Audit sumber. Baris 899–903 menyatakan pemisahan setelah “beberapa manipulasi”, tanpa menyebut pemetaan pemisah atau pilihan titik. Edisi menuliskan barisan augmentasi, kernelnya, dan pemisahan yang diperlukan.

Catatan. Secara formal, salinan tambahan \mathbb Z dapat dipandang sebagai grup bebas yang dibangkitkan oleh satu-satunya pemetaan []X[\varnothing]\to X, dengan [][\varnothing] simpleks kosong tanpa simpul. Augmentasi lalu merupakan pemetaan batas biasa karena [v0]=[v̂0]=[]\partial[v_0]=[\widehat v_0]=[\varnothing].

Catatan (interpretasi geometris yang terbatas). Ambil siklus umum

c=σnσσZn(X). c=\sum_\sigma n_\sigma\sigma\in Z_n(X).

Sebagai contoh, untuk n=1n=1 tulis c=eneeZ1(X)c=\sum_e n_e e\in Z_1(X). Persamaan c=0\partial c=0 mengatakan bahwa pada setiap titik, jumlah berarah koefisien sisi yang masuk sama dengan jumlah yang keluar.

Gambar semantik (keseimbangan pada simpul). Pada sebuah simpul pusat tanpa label, tiga sisi berorientasi e1,e2,e3e'_1,e'_2,e'_3 masuk dari kiri dan tiga sisi berorientasi e1,e2,e3e_1,e_2,e_3 keluar ke kanan. Persamaan c=0\partial c=0 menyamakan jumlah koefisien berarah yang masuk dan keluar di simpul tersebut; gambar tidak mengklaim bahwa lingkungannya merupakan manifold-11.

Jika koefisien diambil dalam \mathbb R, keseimbangan ini menyerupai hukum arus Kirchhoff. Namun kondisi itu adalah kondisi aljabar, bukan dengan sendirinya syarat manifold. Sebuah simpul bercabang dapat memenuhi c=0\partial c=0 tanpa mempunyai lingkungan seperti interval. Demikian pula, siklus-22 umum tidak harus merupakan permukaan tertutup, dan rantai yang bukan siklus tidak otomatis merealisasikan manifold berbatas; diperlukan syarat insidensi dan lokal tambahan. Dalam dimensi lebih tinggi, rantai seimbang sering lebih tepat dipandang sebagai siklus atau pseudomanifold berbobot.

Audit sumber. Baris 938 menyebut “hukum kedua Kirchhoff”, padahal keseimbangan arus pada simpul adalah hukum arus (hukum pertama) Kirchhoff. Baris 942–948 juga menyimpulkan bahwa rantai seimbang mesti merupakan manifold-11 tertutup, bahwa siklus-22 mesti merupakan permukaan tertutup, dan bahwa rantai nonsiklus menghasilkan manifold berbatas. Ketiga implikasi gagal tanpa hipotesis insidensi dan lokal tambahan. Baris 949–951 menyebut hanya pseudomanifold dalam dimensi lebih tinggi tanpa merumuskan syaratnya. Edisi mempertahankan intuisi keseimbangan, menghindari insidensi nonmanifold, dan membatasi klaimnya ke konsekuensi aljabar yang sah.

32.2 Invariansi homotopi

Definisi (pemetaan pada rantai). Misalkan f:XYf\colon X\to Y kontinu. Setiap simpleks singular σ:ΔnX\sigma\colon\Delta^n\to X menghasilkan simpleks singular fσ:ΔnYf\circ\sigma\colon\Delta^n\to Y. Definisikan homomorfisma

f#:Cn(X)Cn(Y) f_\#\colon C_n(X)\longrightarrow C_n(Y)

pada generator dengan f#(σ)=fσf_\#(\sigma)=f\circ\sigma, lalu perluas secara linear. Untuk semua derajat, pemetaan tersebut tersusun sebagai

Cn+1(X)Cn(X)Cn1(X)f#f#f#Cn+1(Y)Cn(Y)Cn1(Y). \begin{array}{ccccccccc} \cdots&\longrightarrow&C_{n+1}(X)&\xrightarrow{\partial}&C_n(X) &\xrightarrow{\partial}&C_{n-1}(X)&\longrightarrow&\cdots\\ &&\downarrow f_\#&&\downarrow f_\#&&\downarrow f_\#&&\\ \cdots&\longrightarrow&C_{n+1}(Y)&\xrightarrow{\partial}&C_n(Y) &\xrightarrow{\partial}&C_{n-1}(Y)&\longrightarrow&\cdots. \end{array}

Diagram semantik (pemetaan derajat demi derajat). Baris atas adalah kompleks C(X)C_\bullet(X) dan baris bawah C(Y)C_\bullet(Y). Pada setiap derajat, panah vertikal f#f_\# mengirim σ\sigma ke fσf\circ\sigma; panah horizontal adalah pemetaan batas.

Proposisi. Pemetaan f#f_\# berkomutasi dengan pemetaan batas:

f#=f#. f_\#\circ\partial=\partial\circ f_\#.

Dengan kata lain, setiap persegi pada diagram di atas komutatif.

Diagram semantik (persegi rantai komutatif). Sumber mengulang kedua kompleks dan semua panah f#f_\# untuk menegaskan bahwa menuruni diagram lalu mengambil batas sama dengan mengambil batas lalu menuruni diagram: f#=f#\partial f_\#=f_\#\partial.

Bagian yang dihilangkan dalam sumber. Bukti sumber hanya berbunyi “Dalam pekerjaan rumah.” Bukti lengkap edisi diberikan berikut ini.

Perbaikan bukti FOM-PR-01. Cukup periksa sebuah generator σ:ΔnX\sigma\colon\Delta^n\to X. Jika δi:Δn1Δn\delta_i\colon\Delta^{n-1}\to\Delta^n adalah inklusi afin muka ke-ii, maka

f#(σ)=(fσ)=i=0n(1)i(fσ)δi=f#(i=0n(1)iσδi)=f#(σ). \begin{aligned} \partial f_\#(\sigma) &=\partial(f\circ\sigma)\\ &=\sum_{i=0}^{n}(-1)^i(f\circ\sigma)\circ\delta_i\\ &=f_\#\!\left(\sum_{i=0}^{n}(-1)^i\sigma\circ\delta_i\right)\\ &=f_\#(\partial\sigma). \end{aligned}

Kedua ruas linear terhadap σ\sigma, sehingga identitas berlaku pada seluruh Cn(X)C_n(X). \square

Definisi (pemetaan rantai). Kumpulan homomorfisma f#f_\# di semua derajat disebut pemetaan rantai. Secara umum, pemetaan rantai ialah kumpulan homomorfisma antar-kompleks rantai yang berkomutasi dengan pemetaan batas.

Proposisi. Pemetaan rantai f#f_\# menginduksi homomorfisma yang terdefinisi dengan baik

f*:Hn(X)Hn(Y),f*([z])=[f#(z)]. f_*\colon H_n(X)\longrightarrow H_n(Y), \qquad f_*([z])=[f_\#(z)].

Bukti dari sumber, sampai titik yang diberikannya. Jika zZn(X)z\in Z_n(X), maka

f#(z)=f#(z)=f#(0)=0, \partial f_\#(z)=f_\#(\partial z)=f_\#(0)=0,

sehingga f#(z)Zn(Y)f_\#(z)\in Z_n(Y). Jika bBn(X)b\in B_n(X), tulis b=cb=\partial c untuk suatu cCn+1(X)c\in C_{n+1}(X). Maka

f#(b)=f#(c)=f#(c)Bn(Y). f_\#(b)=f_\#(\partial c)=\partial f_\#(c)\in B_n(Y).

Jadi siklus dibawa ke siklus dan batas dibawa ke batas. Jika [z]=[z][z]=[z'], maka zzBn(X)z-z'\in B_n(X), sehingga f#(z)f#(z)Bn(Y)f_\#(z)-f_\#(z')\in B_n(Y); karena itu rumus f*([z])=[f#(z)]f_*([z])=[f_\#(z)] tidak bergantung pada wakil.

Bagian yang dihilangkan dalam sumber. Sumber menyatakan bahwa pemeriksaan sifat homomorfisma dibiarkan kepada pembaca. Perbaikan lengkap edisi diberikan berikut ini.

Perbaikan bukti FOM-PR-02. Sumber secara eksplisit menghilangkan pemeriksaan bahwa f*f_* merupakan homomorfisma. Untuk [z],[w]Hn(X)[z],[w]\in H_n(X), linearitas f#f_\# memberi

f*([z]+[w])=f*([z+w])=[f#(z+w)]=[f#(z)+f#(w)]=f*([z])+f*([w]). \begin{aligned} f_*([z]+[w]) &=f_*([z+w])\\ &=[f_\#(z+w)]\\ &=[f_\#(z)+f_\#(w)]\\ &=f_*([z])+f_*([w]). \end{aligned}

Pemetaan juga membawa kelas nol ke kelas nol dan invers aditif ke invers aditif. Jadi f*f_* adalah homomorfisma. \square

Catatan. Homomorfisma f*f_* disebut pemetaan yang diinduksi oleh ff.

Proposisi (fungtorialitas pemetaan terinduksi). Untuk pemetaan kontinu XgYfZX\xrightarrow{g}Y\xrightarrow{f}Z,

  1. (fg)*=f*g*(f\circ g)_*=f_*\circ g_*; dan
  2. (idX)*=idHn(X)(\operatorname{id}_X)_*=\operatorname{id}_{H_n(X)}.

Diagram semantik (pemetaan yang dapat dikomposisikan). Tiga ruang tersusun XgYfZX\xrightarrow{g}Y\xrightarrow{f}Z. Pemetaan pada homologi mengikuti arah yang sama, dan panah komposit menginduksi f*g*f_*\circ g_*.

Bukti edisi. Pada setiap generator σ\sigma,

(fg)#(σ)=fgσ=f#(g#(σ)), (f\circ g)_\#(\sigma)=f\circ g\circ\sigma =f_\#(g_\#(\sigma)),

dan (idX)#(σ)=σ(\operatorname{id}_X)_\#(\sigma)=\sigma. Linearitas memberi identitas yang sama pada rantai, lalu pengambilan kelas homologi memberi kedua rumus yang diklaim. \square

Akibat. Jika XX dan YY homeomorfik, maka Hn(X)Hn(Y)H_n(X)\cong H_n(Y).

Bukti edisi. Jika h:XYh\colon X\to Y homeomorfisma dengan invers kk, maka fungtorialitas memberi k*h*=(kh)*=idHn(X)k_*h_*=(k\circ h)_*=\operatorname{id}_{H_n(X)} dan h*k*=(hk)*=idHn(Y)h_*k_*=(h\circ k)_*=\operatorname{id}_{H_n(Y)}. Jadi h*h_* isomorfisma dengan invers k*k_*. \square

Akibat. Misalkan AXA\subseteq X suatu retrak dari XX. Jika i:AXi\colon A\hookrightarrow X adalah inklusi dan r:XAr\colon X\to A suatu retraksi, maka

i*:Hn(A)Hn(X) i_*\colon H_n(A)\longrightarrow H_n(X)

injektif, sedangkan

r*:Hn(X)Hn(A) r_*\colon H_n(X)\longrightarrow H_n(A)

surjektif.

Bukti. Inklusi dan retraksi membentuk segitiga berikut.

Diagram semantik (segitiga retraksi). Inklusi i:AXi\colon A\to X diikuti retraksi r:XAr\colon X\to A sama dengan idA\operatorname{id}_A. Segitiga ruang ini komutatif.

Setelah mengambil homologi, diperoleh segitiga yang bersesuaian.

Diagram semantik (segitiga pada homologi). Pemetaan Hn(A)i*Hn(X)r*Hn(A)H_n(A)\xrightarrow{i_*}H_n(X)\xrightarrow{r_*}H_n(A) berkomposisi menjadi identitas Hn(A)H_n(A).

Karena ri=idAr\circ i=\operatorname{id}_A, fungtorialitas pemetaan terinduksi memberi

r*i*=(ri)*=(idA)*=idHn(A). r_*\circ i_*=(r\circ i)_* =(\operatorname{id}_A)_* =\operatorname{id}_{H_n(A)}.

Pemetaan yang mempunyai invers kiri bersifat injektif, jadi i*i_* injektif; pemetaan yang mempunyai invers kanan bersifat surjektif, jadi r*r_* surjektif. \square

Akibat. Subruang {0,1}[0,1]\{0,1\}\subseteq[0,1] bukan retrak.

Bukti. Andaikan ada retraksi. Akibat tentang retrak menyatakan bahwa inklusi menginduksi monomorfisma

i*:H0({0,1})H0([0,1]). i_*\colon H_0(\{0,1\})\longrightarrow H_0([0,1]).

Namun grup asal isomorfik dengan \mathbb Z\oplus\mathbb Z, sedangkan grup tujuan isomorfik dengan \mathbb Z. Tidak ada homomorfisma injektif 2\mathbb Z^2\to\mathbb Z: setelah ditensor dengan \mathbb Q, hal itu akan memberi pemetaan linear injektif 2\mathbb Q^2\to\mathbb Q. Kontradiksi. \square

Teorema (invariansi homotopi). Jika pemetaan kontinu f,g:XYf,g\colon X\to Y homotopik, maka

f*=g*:Hn(X)Hn(Y) f_*=g_*\colon H_n(X)\longrightarrow H_n(Y)

untuk setiap n0n\geq0.

Definisi (ekuivalensi homotopi). Pemetaan kontinu f:XYf\colon X\to Y disebut ekuivalensi homotopi jika ada pemetaan kontinu g:YXg\colon Y\to X sedemikian sehingga

fgidY,gfidX. f\circ g\simeq\operatorname{id}_Y, \qquad g\circ f\simeq\operatorname{id}_X.

Jika ekuivalensi semacam itu ada, XX dan YY disebut ekuivalen secara homotopi, atau mempunyai tipe homotopi yang sama, dan ditulis XYX\simeq Y.

Akibat. Jika XYX\simeq Y, maka Hn(X)Hn(Y)H_n(X)\cong H_n(Y) untuk setiap nn.

Bagian yang dihilangkan dalam sumber. Bukti sumber hanya berbunyi “Dalam pekerjaan rumah.” Bukti lengkap edisi diberikan berikut ini.

Perbaikan bukti FOM-PR-03. Pilih ekuivalensi homotopi f:XYf\colon X\to Y dan invers homotopinya g:YXg\colon Y\to X. Teorema invariansi homotopi dan fungtorialitas memberi

g*f*=(gf)*=(idX)*=idHn(X) g_*\circ f_*=(g\circ f)_* =(\operatorname{id}_X)_* =\operatorname{id}_{H_n(X)}

serta

f*g*=(fg)*=(idY)*=idHn(Y). f_*\circ g_*=(f\circ g)_* =(\operatorname{id}_Y)_* =\operatorname{id}_{H_n(Y)}.

Jadi f*f_* dan g*g_* saling invers; khususnya Hn(X)Hn(Y)H_n(X)\cong H_n(Y). \square

Contoh. Ruang n\mathbb R^n ekuivalen secara homotopi dengan satu titik. Ambil f:n{*}f\colon\mathbb R^n\to\{*\} sebagai pemetaan tunggal dan g:{*}ng\colon\{*\}\to\mathbb R^n dengan g(*)=0g(*)=0. Menurut akibat ekuivalensi homotopi, cukup memeriksa kedua komposit. Komposit fgf\circ g adalah identitas pada {*}\{*\}, sedangkan gfg\circ f homotopik ke identitas n\mathbb R^n melalui kontraksi linear H(x,t)=(1t)xH(x,t)=(1-t)x. Maka

Hk(n)Hk({*}){,k=0,0,k1. H_k(\mathbb R^n)\cong H_k(\{*\})\cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=0,\\ 0,&k\geq1. \end{cases}

Audit sumber. Baris 1134 memakai tanda \mapsto pada deklarasi pemetaan, dan baris 1135 mencetak g:{*}0g\colon\{*\}\to0 alih-alih g:{*}ng\colon\{*\}\to\mathbb R^n dengan nilai 00. Baris 1140–1141 juga memakai kesamaan literal bagi grup yang hanya diidentifikasi hingga isomorfisma. Edisi membetulkan tipe pemetaan dan memakai \cong.

Catatan. Untuk memakai homologi singular secara efektif, kita sekarang membuktikan Teorema invariansi homotopi.

Bukti Teorema invariansi homotopi. Kita akan membangun keluarga homomorfisma berderajat +1+1

Pn:Cn(X)Cn+1(Y) P_n\colon C_n(X)\longrightarrow C_{n+1}(Y)

Diagram semantik (homotopi rantai). Dua baris ialah kompleks C(X)C_\bullet(X) dan C(Y)C_\bullet(Y). Panah vertikal dari derajat kk ke derajat kk berlabel g#f#g_\#-f_\#, sedangkan panah diagonal Pk:Ck(X)Ck+1(Y)P_k\colon C_k(X)\to C_{k+1}(Y) menaikkan derajat satu. Hubungan seluruh diagram ialah g#f#=P+Pg_\#-f_\#=\partial P+P\partial.

Secara umum, jika p,q:CDp,q\colon C_\bullet\to D_\bullet adalah pemetaan rantai, keluarga homomorfisma berderajat +1+1, Pn:CnDn+1P_n\colon C_n\to D_{n+1}, yang memenuhi

qp=P+P q-p=\partial P+P\partial

disebut homotopi rantai dari pp ke qq. Dalam bukti ini, p=f#p=f_\# dan q=g#q=g_\#, sehingga identitas yang harus dibangun ialah

g#f#=P+P. g_\#-f_\#=\partial P+P\partial.

Jika zZn(X)z\in Z_n(X), maka z=0\partial z=0 dan

g#(z)f#(z)=P(z)+P(z)=P(z)Bn(Y). g_\#(z)-f_\#(z)=\partial P(z)+P(\partial z)=\partial P(z) \in B_n(Y).

Jadi g*([z])=f*([z])g_*([z])=f_*([z]). Dengan demikian cukup membangun PP.

Pilih homotopi H:X×IYH\colon X\times I\to Y dengan H(x,0)=f(x)H(x,0)=f(x) dan H(x,1)=g(x)H(x,1)=g(x). Untuk simpleks singular σ:ΔnX\sigma\colon\Delta^n\to X, pascakomposisi biasa dapat digambarkan sebagai berikut.

Diagram semantik (pascakomposisi). Segitiga komutatif mempunyai ΔnσXfY\Delta^n\xrightarrow{\sigma}X\xrightarrow{f}Y pada dua sisinya dan ΔnfσY\Delta^n\xrightarrow{f\circ\sigma}Y pada sisi diagonal.

Homotopi menghasilkan pemetaan

H(σ×idI):Δn×IY H\circ(\sigma\times\operatorname{id}_I) \colon\Delta^n\times I\longrightarrow Y

Diagram semantik (prisma homotopi). Segitiga komutatif mempunyai Δn×Iσ×idIX×I\Delta^n\times I\xrightarrow{\sigma\times\operatorname{id}_I}X\times I dan X×IHYX\times I\xrightarrow{H}Y pada dua sisinya; diagonalnya adalah komposit H(σ×idI)H\circ(\sigma\times\operatorname{id}_I).

Domain pemetaan ini adalah sebuah prisma. Tulis vi=(ei,0)v_i=(e_i,0) dan wi=(ei,1)w_i=(e_i,1). Prisma Δn×I\Delta^n\times I mempunyai triangulasi standar oleh n+1n+1 simpleks

[v0,,vi,wi,,wn],0in. [v_0,\ldots,v_i,w_i,\ldots,w_n], \qquad 0\leq i\leq n.

Misalkan pi:Δn+1Δn×Ip_i\colon\Delta^{n+1}\to\Delta^n\times I pemetaan afin yang berurutan membawa simpul-simpul standar ke v0,,vi,wi,,wnv_0,\ldots,v_i,w_i,\ldots,w_n. Definisikan operator prisma

Pn(σ)=i=0n(1)iH(σ×idI)pi, P_n(\sigma) =\sum_{i=0}^{n}(-1)^i H\circ(\sigma\times\operatorname{id}_I)\circ p_i,

lalu perluas secara linear.

Hitung batas pada tiap simpleks prisma:

Pn(σ)=i=0nj=0n+1(1)i+jH(σ×idI)piδj. \partial P_n(\sigma) =\sum_{i=0}^{n}\sum_{j=0}^{n+1} (-1)^{i+j} H\circ(\sigma\times\operatorname{id}_I)\circ p_i\circ\delta_j.

Untuk 1in1\leq i\leq n, muka dalam yang dipakai bersama oleh simpleks ke-i1i-1 dan ke-ii ialah

[v0,,vi1,wi,,wn]. [v_0,\ldots,v_{i-1},w_i,\ldots,w_n].

Pada simpleks ke-i1i-1, muka ini diperoleh dengan menghapus wi1w_{i-1} pada posisi ii dan mempunyai tanda total (1)i1(1)i=1(-1)^{i-1}(-1)^i=-1. Pada simpleks ke-ii, muka yang sama diperoleh dengan menghapus viv_i pada posisi ii dan mempunyai tanda total (1)i(1)i=+1(-1)^i(-1)^i=+1. Jadi semua muka dalam saling meniadakan berpasangan.

Muka p0δ0=[w0,,wn]p_0\circ\delta_0=[w_0,\ldots,w_n] mempunyai tanda +1+1 dan memberi g#(σ)g_\#(\sigma). Muka pnδn+1=[v0,,vn]p_n\circ\delta_{n+1}=[v_0,\ldots,v_n] mempunyai tanda 1-1 dan memberi f#(σ)-f_\#(\sigma). Setelah muka-muka tersebut dikeluarkan, untuk setiap 0jn0\leq j\leq n muka yang menghapus vjv_j atau wjw_j menyusun tepat prisma bertanda atas σδj\sigma\circ\delta_j; reindeksasi tanda (1)i(1)j(-1)^i(-1)^j memberi jumlah Pn1((1)jσδj)-P_{n-1}\bigl((-1)^j\sigma\circ\delta_j\bigr). Menjumlahkan terhadap jj memberi Pn1(σ)-P_{n-1}(\partial\sigma). Karena itu

Pn(σ)=g#(σ)f#(σ)Pn1(σ), \partial P_n(\sigma) =g_\#(\sigma)-f_\#(\sigma)-P_{n-1}(\partial\sigma),

atau ekuivalen,

P+P=g#f#. \partial P+P\partial=g_\#-f_\#.

Identitas ini berlaku pada generator, maka berlaku pada semua rantai. Argumen pada awal bukti sekarang memberi f*=g*f_*=g_* pada setiap derajat. \square

Audit sumber. Baris 1210 menuliskan σ×[0,1]\sigma\times[0,1] seolah-olah sebuah pemetaan; edisi memakai σ×idI\sigma\times\operatorname{id}_I. Pada baris 1231–1249, indeks penjumlahan seperti jin\sum_{j\leq i}^{n} tidak mempunyai batas bawah dan uraian “ketika i=ji=j suku-suku hampir saling menghapus” mencampur muka ujung dengan muka dalam. Edisi menyatakan pemetaan afin pip_i, menuliskan jumlah batas yang berindeks lengkap, dan mengelompokkan muka bawah, atas, samping, serta muka dalam dengan tanda yang benar. Baris 1188 membalik tanda g#f#g_\#-f_\# menjadi f*g*f_*-g_*; kesimpulan kesamaan tidak berubah, tetapi edisi menjaga tanda tetap konsisten.

Akibat. Jika XX kontraktil, maka X{*}X\simeq\{*\} dan akibat ekuivalensi homotopi memberi

Hn(X){,n=0,0,n1. H_n(X)\cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,\\ 0,&n\geq1. \end{cases}

Bukti edisi. Pilih titik x0Xx_0\in X dan kontraksi idXcx0\operatorname{id}_X\simeq c_{x_0}. Pemetaan tunggal f:X{*}f\colon X\to\{*\} dan pemetaan g:{*}Xg\colon\{*\}\to X dengan g(*)=x0g(*)=x_0 memenuhi fg=id{*}f\circ g=\operatorname{id}_{\{*\}} dan gf=cx0idXg\circ f=c_{x_0}\simeq\operatorname{id}_X. Jadi X{*}X\simeq\{*\}. Akibat tentang ekuivalensi homotopi kemudian mengidentifikasi Hn(X)H_n(X) dengan homologi satu titik yang telah dihitung di atas. \square

Lapisan penguasaan edisi

Bagian ini ditulis khusus untuk edisi bahasa Indonesia dan bukan bagian dari catatan Fomberg. Keenam pemeriksaan berikut menutup kompetensi homologi singular, augmentasi, pemetaan terinduksi, fungtorialitas, retrak, homotopi rantai, dan operator prisma pada rute D60-R09.

Pemeriksaan Penguasaan F2.1 (kompleks singular satu titik). Untuk X={*}X=\{*\}:

  1. tentukan n:Cn(X)Cn1(X)\partial_n\colon C_n(X)\to C_{n-1}(X) untuk 0n40\leq n\leq4;
  2. hitung H0(X),H1(X),H2(X),H3(X)H_0(X),H_1(X),H_2(X),H_3(X); dan
  3. hitung H̃n(X)\widetilde H_n(X) untuk semua n0n\geq0.

Petunjuk. Ada satu generator σn\sigma^n pada setiap derajat. Secara terpisah, 0=0\partial_0=0. Untuk n1n\geq1, jumlah i=0n(1)i\sum_{i=0}^{n}(-1)^i bernilai 11 jika nn genap dan 00 jika nn ganjil.

Solusi Pemeriksaan F2.1. Dengan Cn(X)=σnC_n(X)=\mathbb Z\sigma^n,

0=0,1=0,2=id,3=0,4=id. \partial_0=0,\qquad \partial_1=0,\qquad \partial_2=\operatorname{id},\qquad \partial_3=0,\qquad \partial_4=\operatorname{id}.

Jadi

H0(X)=/0, H_0(X)=\mathbb Z/0\cong\mathbb Z,

sedangkan

H1(X)=/=0,H2(X)=0/0=0,H3(X)=/=0. H_1(X)=\mathbb Z/\mathbb Z=0,\qquad H_2(X)=0/0=0,\qquad H_3(X)=\mathbb Z/\mathbb Z=0.

Pola ini berulang pada semua derajat positif. Dalam kompleks teraugmentasi, ε:C0(X)\varepsilon\colon C_0(X)\to\mathbb Z adalah identitas. Karena itu homologi pada derajat nol juga lenyap dan H̃n(X)=0\widetilde H_n(X)=0 untuk semua n0n\geq0.

Pemeriksaan Penguasaan F2.2 (komponen dan augmentasi). Misalkan XX mempunyai tepat tiga komponen lintasan, dan pilih titik x1,x2,x3x_1,x_2,x_3, satu pada setiap komponen.

  1. Tentukan H0(X)H_0(X).
  2. Tentukan H̃0(X)\widetilde H_0(X) dan berikan basis eksplisit.
  3. Jelaskan mengapa jawabannya tidak bergantung pada banyaknya titik lain di setiap komponen.

Petunjuk. Modulo batas lintasan, semua titik dalam komponen yang sama mewakili kelas yang sama. Pada basis [x1],[x2],[x3][x_1],[x_2],[x_3], augmentasi adalah (a,b,c)a+b+c(a,b,c)\mapsto a+b+c.

Solusi Pemeriksaan F2.2. Dekomposisi menurut komponen lintasan dan lema H0H_0 memberi

H0(X)[x1][x2][x3]3. H_0(X)\cong \mathbb Z[x_1]\oplus\mathbb Z[x_2]\oplus\mathbb Z[x_3] \cong\mathbb Z^3.

Grup homologi tereduksi derajat nol adalah kernel augmentasi

H̃0(X){(a,b,c)3:a+b+c=0}. \widetilde H_0(X) \cong\{(a,b,c)\in\mathbb Z^3:a+b+c=0\}.

Sebuah basis ialah

[x2][x1],[x3][x1], [x_2]-[x_1],\qquad [x_3]-[x_1],

sehingga H̃0(X)2\widetilde H_0(X)\cong\mathbb Z^2. Untuk setiap titik lain dalam komponen ke-ii, selisihnya dengan xix_i merupakan batas suatu lintasan, maka keduanya memberi kelas homologi yang sama. Itulah sebabnya hanya banyaknya komponen lintasan yang berpengaruh.

Pemeriksaan Penguasaan F2.3 (dari pemetaan kontinu ke homologi). Misalkan f:XYf\colon X\to Y kontinu.

  1. Buktikan langsung pada generator bahwa f#=f#\partial f_\#=f_\#\partial.
  2. Jika zz=cz-z'=\partial c, buktikan bahwa [f#z]=[f#z][f_\#z]=[f_\#z'].
  3. Buktikan bahwa f*([z])=[f#z]f_*([z])=[f_\#z] aditif.

Petunjuk. Pascakomposisi oleh ff berkomutasi dengan pembatasan pada setiap muka. Untuk bagian kedua, terapkan f#f_\# pada persamaan zz=cz-z'=\partial c.

Solusi Pemeriksaan F2.3. Untuk simpleks singular σ\sigma,

f#(σ)=i(1)i(fσ)δi=f#(i(1)iσδi)=f#(σ). \begin{aligned} \partial f_\#(\sigma) &=\sum_i(-1)^i(f\circ\sigma)\circ\delta_i\\ &=f_\#\!\left(\sum_i(-1)^i\sigma\circ\delta_i\right) =f_\#(\partial\sigma). \end{aligned}

Linearitas memperluas identitas ini ke semua rantai. Jika zz=cz-z'=\partial c, maka

f#zf#z=f#(c)=f#c, f_\#z-f_\#z'=f_\#(\partial c)=\partial f_\#c,

sehingga selisih kedua citra merupakan batas dan keduanya mewakili kelas yang sama. Terakhir,

f*([z]+[w])=[f#(z+w)]=[f#z+f#w]=f*([z])+f*([w]). f_*([z]+[w])=[f_\#(z+w)] =[f_\#z+f_\#w]=f_*([z])+f_*([w]).

Jadi konstruksi terdefinisi dengan baik dan merupakan homomorfisma.

Pemeriksaan Penguasaan F2.4 (retrak dan suku langsung). Misalkan AXA\subseteq X suatu retrak dengan inklusi ii dan retraksi rr.

  1. Buktikan bahwa Hn(X)=imi*kerr*H_n(X)=\operatorname{im}i_*\oplus\ker r_*.
  2. Gunakan H1(S1)H_1(S^1)\cong\mathbb Z dan H1(D2)=0H_1(D^2)=0 untuk membuktikan bahwa lingkaran batas S1D2S^1\subset D^2 bukan retrak dari cakram.

Petunjuk. Untuk xHn(X)x\in H_n(X), tulis x=i*r*(x)+(xi*r*(x))x=i_*r_*(x)+(x-i_*r_*(x)) dan periksa suku kedua berada di kerr*\ker r_*. Gunakan r*i*=idr_*i_*=\operatorname{id} untuk memeriksa irisannya nol.

Solusi Pemeriksaan F2.4. Untuk setiap xHn(X)x\in H_n(X),

x=i*r*(x)+(xi*r*(x)). x=i_*r_*(x)+\bigl(x-i_*r_*(x)\bigr).

Suku pertama berada dalam imi*\operatorname{im}i_*. Suku kedua berada dalam kerr*\ker r_* sebab

r*(xi*r*(x))=r*(x)r*i*r*(x)=0. r_*\bigl(x-i_*r_*(x)\bigr) =r_*(x)-r_*i_*r_*(x)=0.

Jika i*(a)kerr*i_*(a)\in\ker r_*, maka a=r*i*(a)=0a=r_*i_*(a)=0, sehingga irisannya nol. Maka Hn(X)=imi*kerr*H_n(X)=\operatorname{im}i_*\oplus\ker r_*.

Andaikan S1S^1 retrak dari D2D^2. Inklusi akan menginduksi pemetaan injektif

i*:H1(S1)H1(D2), i_*\colon H_1(S^1)\longrightarrow H_1(D^2),

yakni monomorfisma 0\mathbb Z\to0, yang mustahil. Jadi tidak ada retraksi D2S1D^2\to S^1.

Pemeriksaan Penguasaan F2.5 (homotopi rantai dan invers homotopi). Misalkan p,q:CDp,q\colon C_\bullet\to D_\bullet pemetaan rantai dan ada homomorfisma Kn:CnDn+1K_n\colon C_n\to D_{n+1} dengan

qp=K+K. q-p=\partial K+K\partial.

  1. Buktikan bahwa p*=q*p_*=q_* pada homologi.
  2. Misalkan f:XYf\colon X\to Y dan g:YXg\colon Y\to X memenuhi gfidXg\circ f\simeq\operatorname{id}_X dan fgidYf\circ g\simeq\operatorname{id}_Y. Buktikan bahwa f*f_* isomorfisma dengan invers g*g_*.

Petunjuk. Evaluasi identitas homotopi rantai pada sebuah siklus. Untuk bagian kedua, gabungkan invariansi homotopi dengan fungtorialitas.

Solusi Pemeriksaan F2.5. Jika zz siklus, maka

q(z)p(z)=K(z)+K(z)=K(z). q(z)-p(z)=\partial K(z)+K(\partial z)=\partial K(z).

Jadi selisih q(z)q(z) dan p(z)p(z) merupakan batas, sehingga q*([z])=p*([z])q_*([z])=p_*([z]). Untuk pasangan f,gf,g, invariansi homotopi dan fungtorialitas memberi

g*f*=(gf)*=(idX)*=idHn(X) g_*f_*=(g\circ f)_*=(\operatorname{id}_X)_* =\operatorname{id}_{H_n(X)}

serta

f*g*=(fg)*=(idY)*=idHn(Y). f_*g_*=(f\circ g)_*=(\operatorname{id}_Y)_* =\operatorname{id}_{H_n(Y)}.

Dengan demikian f*f_* dan g*g_* saling invers.

Pemeriksaan Penguasaan F2.6 (operator prisma pada derajat rendah). Ambil homotopi H:X×IYH\colon X\times I\to Y dari ff ke gg.

  1. Untuk simpleks-00 σ\sigma, tunjukkan bahwa P0(σ)=g#(σ)f#(σ)\partial P_0(\sigma)=g_\#(\sigma)-f_\#(\sigma).
  2. Untuk simpleks-11 σ\sigma, triangulasikan perseginya oleh [v0,w0,w1][v_0,w_0,w_1] dan [v0,v1,w1][v_0,v_1,w_1], lalu periksa P1(σ)+P0(σ)=g#(σ)f#(σ)\partial P_1(\sigma)+P_0(\partial\sigma) =g_\#(\sigma)-f_\#(\sigma).
  3. Terapkan hasilnya pada kontraksi interval II ke titik 00.

Petunjuk. Pada derajat satu, P1(σ)P_1(\sigma) adalah citra bertanda [v0,w0,w1][v0,v1,w1][v_0,w_0,w_1]-[v_0,v_1,w_1] di bawah pemetaan prisma. Tulis batas kedua segitiga dan hapus sisi diagonal yang muncul dengan tanda berlawanan.

Solusi Pemeriksaan F2.6. Untuk n=0n=0, prisma adalah lintasan tH(σ(*),t)t\mapsto H(\sigma(*),t) dari f(σ(*))f(\sigma(*)) ke g(σ(*))g(\sigma(*)). Karena itu

P0(σ)=g#(σ)f#(σ). \partial P_0(\sigma)=g_\#(\sigma)-f_\#(\sigma).

Untuk n=1n=1, tulis

Q=H(σ×idI), Q=H\circ(\sigma\times\operatorname{id}_I),

dan gunakan notasi singkat

A=Q|[v0,w0,w1],B=Q|[v0,v1,w1],P1(σ)=AB. A=Q|_{[v_0,w_0,w_1]},\qquad B=Q|_{[v_0,v_1,w_1]},\qquad P_1(\sigma)=A-B.

Dalam perhitungan berikut, simbol sisi juga berarti pembatasan QQ pada sisi tersebut. Rumus batas memberi

(AB)=[w0,w1][v0,w1]+[v0,w0][v1,w1]+[v0,w1][v0,v1]=[w0,w1][v0,v1]+[v0,w0][v1,w1]. \begin{aligned} \partial(A-B) &=[w_0,w_1]-[v_0,w_1]+[v_0,w_0]\\ &\quad-[v_1,w_1]+[v_0,w_1]-[v_0,v_1]\\ &=[w_0,w_1]-[v_0,v_1]+[v_0,w_0]-[v_1,w_1]. \end{aligned}

Sisi atas ialah g#(σ)g_\#(\sigma), sisi bawah ialah f#(σ)f_\#(\sigma), dan

P0(σ)=[v1,w1][v0,w0]. P_0(\partial\sigma)=[v_1,w_1]-[v_0,w_0].

Maka

P1(σ)+P0(σ)=g#(σ)f#(σ). \partial P_1(\sigma)+P_0(\partial\sigma) =g_\#(\sigma)-f_\#(\sigma).

Terakhir, kontraksi H(x,t)=(1t)xH(x,t)=(1-t)x pada II menunjukkan bahwa identitas III\to I homotopik dengan pemetaan konstan di 00. Jadi I{0}I\simeq\{0\} dan

H0(I),Hn(I)=0(n1). H_0(I)\cong\mathbb Z,\qquad H_n(I)=0\quad(n\geq1).

Batas sumber komponen. Unit ini menerjemahkan algebraic_topology.tex baris 615–1290 secara kontigu, mencakup Bagian 1.3 tentang homologi singular dan Bagian 1.4 tentang invariansi homotopi. Kursor komponen berikutnya adalah baris 1291, awal Bagian 1.5 tentang barisan eksak.

Komponen Fomberg O012-FOM-003

Bagian 1.5–1.6; dipetakan ke D60-R10.

Tentang komponen ini

Komponen ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Bagian 1.5–1.6 Algebraic Topology karya Yeheli Fomberg, berdasarkan kuliah Nir Lazarovich pada musim semi 2025. Otoritas sumber dibekukan pada commit 563194fae879178b9a6871b249513bfc27968975. Rentang yang diterjemahkan ialah baris 1291–1922: 632 baris fisik, 24.270 byte setelah normalisasi LF dan satu LF penutup, dengan SHA-256 870e617b30b82eb8a557b0733096623a73375ed079601e7e7938ce489d0ce064.

Catatan sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Terjemahan, pemformatan semantik, koreksi terbatas, perbaikan bukti, dan materi penguasaan asli di bawah ini diterbitkan dengan lisensi yang sama. Perubahan dicatat secara eksplisit dalam blok audit dan ledger. Tidak ada prosa dari bank soal Fomberg terpisah maupun materi MIT yang disalin ke dalam komponen ini.

Edisi ini independen dan tidak menyiratkan dukungan, pengesahan, atau afiliasi dengan Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, ataupun institusi mereka. Produksi terjemahan, struktur semantik, dan QA dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna.

33 Barisan eksak dan homologi relatif

33.1 Barisan eksak

Definisi (barisan eksak). Suatu barisan grup abelian (atau, lebih umum, suatu barisan objek)

αi+2Ai+1αi+1AiαiAi1αi1 \cdots \xrightarrow{\alpha_{i+2}} A_{i+1} \xrightarrow{\alpha_{i+1}} A_i \xrightarrow{\alpha_i} A_{i-1} \xrightarrow{\alpha_{i-1}}\cdots

Diagram semantik. Panah masuk ke AiA_i ialah αi+1\alpha_{i+1}, sedangkan panah keluar dari AiA_i ialah αi\alpha_i.

disebut eksak jika

kerαi=imαi+1 \ker\alpha_i=\operatorname{im}\alpha_{i+1}

untuk setiap ii. Jika kesamaan itu berlaku untuk suatu ii tertentu, barisan tersebut disebut eksak pada AiA_i.

Catatan. Suatu barisan eksak jika dan hanya jika barisan tersebut merupakan kompleks rantai yang semua grup homologinya trivial.

Catatan. Barisan-barisan ini disebut eksak karena, sementara biasanya kita hanya mempunyai imαn+1kerαn\operatorname{im}\alpha_{n+1}\subseteq\ker\alpha_n, di sini citra αn+1\alpha_{n+1} tepat sama dengan kernel αn\alpha_n. Artinya, jika aAna\in A_n dipetakan ke nol, maka mesti ada bAn+1b\in A_{n+1} sehingga αn+1(b)=a\alpha_{n+1}(b)=a. Kita juga tetap mempunyai sifat

αnαn+1=0. \alpha_n\circ\alpha_{n+1}=0.

Contoh. Barisan

0AαB 0\longrightarrow A\xrightarrow{\alpha}B

Diagram semantik. Grup nol masuk ke AA, lalu AA dipetakan ke BB oleh α\alpha.

eksak jika dan hanya jika kerα=0\ker\alpha=0, jika dan hanya jika α\alpha injektif.

Contoh. Barisan

AβB0 A\xrightarrow{\beta}B\longrightarrow0

Diagram semantik. AA dipetakan ke BB oleh β\beta, lalu BB dipetakan ke grup nol.

eksak jika dan hanya jika imβ=B\operatorname{im}\beta=B, jika dan hanya jika β\beta surjektif.

Contoh. Dengan menggabungkan dua hasil terakhir, kita memperoleh bahwa barisan

0AαB0 0\longrightarrow A\xrightarrow{\alpha}B\longrightarrow0

Diagram semantik. Satu-satunya pemetaan yang bukan pemetaan ke atau dari grup nol adalah α:AB\alpha\colon A\to B.

eksak jika dan hanya jika α\alpha merupakan isomorfisma.

Contoh (barisan eksak pendek). Barisan eksak pendek ialah barisan eksak berbentuk

0AαBβC0. 0\longrightarrow A\xrightarrow{\alpha}B \xrightarrow{\beta}C\longrightarrow0.

Diagram semantik. α\alpha memasukkan AA ke BB, β\beta memetakan BB ke CC, dan kedua ujung barisan adalah grup nol.

Ini berarti bahwa α\alpha harus injektif dan β\beta harus surjektif. Cara lain untuk memahaminya ialah mengidentifikasi AA dengan imαB\operatorname{im}\alpha\subseteq B dan memandang CC sebagai hasil bagi dari BB. Karena kerβ=imα\ker\beta=\operatorname{im}\alpha, kita dapat menuliskan

CB/imαB/A C\cong B/\operatorname{im}\alpha\cong B/A

setelah identifikasi tersebut.

Definisi (pasangan baik). Misalkan XX ruang topologis dan AXA\subseteq X. Pasangan (X,A)(X,A) disebut pasangan baik jika AA mempunyai suatu lingkungan terbuka AUXA\subseteq U\subseteq X sedemikian sehingga AA merupakan retrak deformasi dari UU.

Teorema. Misalkan (X,A)(X,A) pasangan baik. Maka terdapat barisan eksak

H̃n(A)i*H̃n(X)q*H̃n(X/A)H̃n1(A)i*H̃n1(X)q*H̃n1(X/A)H̃0(A)i*H̃0(X)q*H̃0(X/A)0, \begin{aligned} \cdots&\xrightarrow{\partial}\widetilde H_n(A) \xrightarrow{i_*}\widetilde H_n(X) \xrightarrow{q_*}\widetilde H_n(X/A) \xrightarrow{\partial}\widetilde H_{n-1}(A)\\ &\xrightarrow{i_*}\widetilde H_{n-1}(X) \xrightarrow{q_*}\widetilde H_{n-1}(X/A) \longrightarrow\cdots\\ \cdots&\xrightarrow{\partial}\widetilde H_0(A) \xrightarrow{i_*}\widetilde H_0(X) \xrightarrow{q_*}\widetilde H_0(X/A) \longrightarrow0, \end{aligned}

Diagram semantik. Sesudah q*q_* pada setiap derajat, pemetaan penghubung \partial turun satu derajat ke homologi tereduksi AA; pola itu berulang sampai derajat nol dan berakhir di grup nol.

dengan i:AXi\colon A\hookrightarrow X pemetaan inklusi dan q:XX/Aq\colon X\to X/A pemetaan hasil bagi.

Penanda bukti maju. Sumber menyatakan teorema ini tanpa bukti, lalu memakainya dua kali sebelum homologi relatif dan eksisi dikembangkan. Edisi ini tidak menganggapnya telah dibuktikan pada titik ini. Setelah teorema eksisi ditutup pada Unit Fomberg 004, bukti lengkap akan diperoleh dari isomorfisma alami Hn(X,A)H̃n(X/A)H_n(X,A)\cong\widetilde H_n(X/A) untuk pasangan baik dan barisan eksak panjang pasangan. Perhitungan sfera dan suspensi berikut memakai hasil standar ini dengan status bukti maju tersebut dinyatakan secara terbuka.

Akibat. Kita mempunyai

H̃k(Sn)={,k=n,{0},selain itu. \widetilde H_k(S^n)= \begin{cases} \mathbb Z,&k=n,\\ \{0\},&\text{selain itu}. \end{cases}

Bukti. Untuk langkah induksi n1n\geq1, nyatakan X=𝔻nX=\mathbb D^n dan A=𝔻nA=\partial\mathbb D^n. Setelah memeriksa bahwa pasangan ini merupakan pasangan baik, teorema barisan eksak ruang hasil bagi memberi barisan eksak.

Pelengkap bukti edisi (pasangan baik). Pemeriksaan yang dilewati sumber dapat diberikan secara eksplisit. Ambil lingkungan terbuka relatif

U={x𝔻n:x>1/2}. U=\{x\in\mathbb D^n:\lVert x\rVert>1/2\}.

Pemetaan r(x)=x/xr(x)=x/\lVert x\rVert meretraksikan UU ke 𝔻n\partial\mathbb D^n, dan

H(x,t)=((1t)+tx)x H(x,t)=\left((1-t)+\frac{t}{\lVert x\rVert}\right)x

adalah retraksi deformasi: ia tetap berada di UU dan menetapkan setiap titik batas. Jadi (𝔻n,𝔻n)(\mathbb D^n,\partial\mathbb D^n) memang pasangan baik.

Barisan eksak yang diperoleh ialah

H̃k(𝔻n)i*H̃k(𝔻n)q*H̃k(𝔻n/𝔻n)H̃k1(𝔻n)i*H̃k1(𝔻n)q*H̃k1(𝔻n/𝔻n)H̃0(𝔻n)i*H̃0(𝔻n)q*H̃0(𝔻n/𝔻n)0. \begin{aligned} \cdots&\xrightarrow{\partial}\widetilde H_k(\partial\mathbb D^n) \xrightarrow{i_*}\widetilde H_k(\mathbb D^n) \xrightarrow{q_*}\widetilde H_k(\mathbb D^n/\partial\mathbb D^n) \xrightarrow{\partial}\widetilde H_{k-1}(\partial\mathbb D^n)\\ &\xrightarrow{i_*}\widetilde H_{k-1}(\mathbb D^n) \xrightarrow{q_*}\widetilde H_{k-1}(\mathbb D^n/\partial\mathbb D^n) \longrightarrow\cdots\\ \cdots&\xrightarrow{\partial}\widetilde H_0(\partial\mathbb D^n) \xrightarrow{i_*}\widetilde H_0(\mathbb D^n) \xrightarrow{q_*}\widetilde H_0(\mathbb D^n/\partial\mathbb D^n) \longrightarrow0. \end{aligned}

Diagram semantik. Ini adalah barisan pada teorema sebelumnya dengan (X,A)=(𝔻n,𝔻n)(X,A)=(\mathbb D^n,\partial\mathbb D^n).

Kita mengetahui bahwa grup-grup homologi tereduksi 𝔻n\mathbb D^n trivial, sehingga kita dapat mengambil subbarisan eksak

0H̃k(𝔻n/𝔻n)H̃k1(𝔻n)0. 0\longrightarrow \widetilde H_k(\mathbb D^n/\partial\mathbb D^n) \xrightarrow{\partial} \widetilde H_{k-1}(\partial\mathbb D^n) \longrightarrow0.

Diagram semantik. Pemetaan penghubung \partial berada di antara dua grup nol dalam potongan barisan eksak ini.

Karena 𝔻n/𝔻nSn\mathbb D^n/\partial\mathbb D^n\cong S^n dan 𝔻nSn1\partial\mathbb D^n\cong S^{n-1}, barisan tersebut setara dengan

0H̃k(Sn)H̃k1(Sn1)0. 0\longrightarrow\widetilde H_k(S^n) \xrightarrow{\partial}\widetilde H_{k-1}(S^{n-1}) \longrightarrow0.

Diagram semantik. Pemetaan penghubung mengidentifikasi homologi tereduksi sfera-nn pada derajat kk dengan homologi tereduksi sfera-(n1)(n-1) pada derajat k1k-1.

Karena barisan ini eksak, sebagaimana pada contoh isomorfisma di atas, kita memperoleh

H̃k(Sn)H̃k1(Sn1). \widetilde H_k(S^n)\cong\widetilde H_{k-1}(S^{n-1}).

Selanjutnya, kita mengetahui bahwa

H̃k(S0)={,k=0,{0},selain itu. \widetilde H_k(S^0)= \begin{cases} \mathbb Z,&k=0,\\ \{0\},&\text{selain itu}. \end{cases}

Hasilnya sekarang mengikuti dengan induksi. \square

Definisi (kerucut suatu ruang). Misalkan XX ruang topologis. Kita mendefinisikan kerucut XX sebagai

CX=(X×[0,1])/(X×{1}). CX=\bigl(X\times[0,1]\bigr)/\bigl(X\times\{1\}\bigr).

Contoh. Misalkan X=S1X=S^1. Kerucut ruang tersebut adalah

CX=CS1. CX=CS^1.

Redraw aksesibel kerucut lingkaran: alas berbentuk elips dengan busur belakang putus-putus dan dua garis pembangkit yang bertemu di titik puncak.

Diagram semantik (kerucut lingkaran). Sebuah lingkaran mendatar menjadi alas. Setengah lingkaran depan digambar dengan garis utuh dan setengah bagian belakang dengan garis putus-putus. Setiap titik lingkaran menuju satu titik puncak di atasnya; dua garis pembangkit dari sisi kiri dan kanan alas menuju puncak memperlihatkan bentuk kerucut.

Definisi (suspensi suatu ruang). Misalkan XX ruang topologis. Kita mendefinisikan suspensi XX sebagai

SX=CX/X=CX/(X×{0}). SX=CX/X =CX/\bigl(X\times\{0\}\bigr).

Di sini XX pada hasil bagi pertama diidentifikasi dengan alas X×{0}CXX\times\{0\}\subset CX.

Contoh. Misalkan X=S1X=S^1. Suspensi ruang tersebut adalah

SX=SS1. SX=SS^1.

Redraw aksesibel suspensi lingkaran: lingkaran khatulistiwa dengan busur belakang putus-putus serta garis menuju puncak atas dan bawah.

Diagram semantik (suspensi lingkaran). Sebuah lingkaran mendatar menjadi khatulistiwa. Setengah lingkaran depan digambar dengan garis utuh dan setengah bagian belakang dengan garis putus-putus. Dari sisi kiri dan kanan lingkaran, garis-garis menuju satu puncak di atas dan satu puncak di bawah; bentuknya merupakan kerucut ganda.

Catatan. Perhatikan bahwa SSnSS^n homeomorfik dengan Sn+1S^{n+1}. Sekarang kita dapat menggeneralisasi pernyataan

H̃k(Sn)H̃k1(Sn1) \widetilde H_k(S^n)\cong\widetilde H_{k-1}(S^{n-1})

dari akibat tentang homologi sfera.

Proposisi. Misalkan XX ruang topologis tak kosong. Untuk setiap n1n\geq1,

H̃n(SX)H̃n1(X). \widetilde H_n(SX)\cong\widetilde H_{n-1}(X).

Bukti. Kita mengetahui bahwa CX/X=SXCX/X=SX.

Pelengkap bukti edisi (pasangan baik). Pasangan (CX,X)(CX,X) merupakan pasangan baik. Jika q:X×[0,1]CXq\colon X\times[0,1]\to CX adalah pemetaan hasil bagi, maka U=q(X×[0,1/2))U=q(X\times[0,1/2)) merupakan lingkungan terbuka dari salinan alas X=q(X×{0})X=q(X\times\{0\}). Homotopi

K([x,s],t)=[x,(1t)s] K([x,s],t)=[x,(1-t)s]

merupakan retraksi deformasi UU ke alas dan menetapkan alas titik demi titik.

Karena itu teorema barisan eksak ruang hasil bagi memberi barisan eksak

H̃n(X)i*H̃n(CX)q*H̃n(SX)H̃n1(X)i*H̃n1(CX)q*H̃n1(SX)H̃0(X)i*H̃0(CX)q*H̃0(SX)0. \begin{aligned} \cdots&\xrightarrow{\partial}\widetilde H_n(X) \xrightarrow{i_*}\widetilde H_n(CX) \xrightarrow{q_*}\widetilde H_n(SX) \xrightarrow{\partial}\widetilde H_{n-1}(X)\\ &\xrightarrow{i_*}\widetilde H_{n-1}(CX) \xrightarrow{q_*}\widetilde H_{n-1}(SX) \longrightarrow\cdots\\ \cdots&\xrightarrow{\partial}\widetilde H_0(X) \xrightarrow{i_*}\widetilde H_0(CX) \xrightarrow{q_*}\widetilde H_0(SX) \longrightarrow0. \end{aligned}

Diagram semantik. Ini adalah barisan eksak panjang pasangan baik (CX,X)(CX,X); setelah setiap suku homologi suspensi, \partial kembali ke homologi XX satu derajat lebih rendah.

Kita mengetahui bahwa grup-grup homologi tereduksi CXCX trivial karena CXCX dapat dikontraksikan ke titik puncak X×{1}X\times\{1\}. Hal ini memungkinkan kita mengambil subbarisan eksak

0H̃n(SX)H̃n1(X)0. 0\longrightarrow\widetilde H_n(SX) \xrightarrow{\partial}\widetilde H_{n-1}(X) \longrightarrow0.

Diagram semantik. Pemetaan penghubung dari homologi suspensi ke homologi XX berada di antara dua grup nol.

Karena barisan ini eksak, sebagaimana pada contoh isomorfisma di atas, kita memperoleh

H̃n(SX)H̃n1(X), \widetilde H_n(SX)\cong\widetilde H_{n-1}(X),

yang menyelesaikan bukti. \square

Koreksi FOM-U003-COR-014 (rentang derajat). Sumber tidak memberi rentang nn pada isomorfisma suspensi. Karena materi ini memakai kompleks rantai berderajat taknegatif dan belum mendefinisikan H̃1\widetilde H_{-1}, terjemahan menyatakan rumus untuk n1n\geq1 dan ruang XX tak kosong. Homologi tereduksi derajat nol dari suspensi tak kosong juga nol karena suspensi terhubung lintasan.

Akibat. Untuk n1n\geq1, 𝔻n\partial\mathbb D^n bukan retrak dari 𝔻n\mathbb D^n.

Bukti. Andaikan r:𝔻n𝔻nr\colon\mathbb D^n\to\partial\mathbb D^n suatu retraksi dan tuliskan i:𝔻n𝔻ni\colon\partial\mathbb D^n\hookrightarrow\mathbb D^n untuk inklusi. Karena ri=idr\circ i=\operatorname{id}, fungtorialitas homologi tereduksi memberi

r*i*=id. r_*\circ i_*=\operatorname{id}.

Jadi

r*:H̃n1(𝔻n)H̃n1(𝔻n) r_*\colon \widetilde H_{n-1}(\mathbb D^n)\longrightarrow \widetilde H_{n-1}(\partial\mathbb D^n)

surjektif. Akan tetapi, dengan memakai hasil-hasil sebelumnya, pemetaan ini berbentuk r*:0r_*\colon0\to\mathbb Z. Ini kontradiksi dan menyelesaikan bukti untuk n1n\geq1. \square

Akibat (teorema titik tetap Brouwer). Untuk setiap n0n\geq0, setiap pemetaan kontinu f:𝔻n𝔻nf\colon\mathbb D^n\to\mathbb D^n mempunyai titik tetap.

Bukti. Kasus n=0n=0 langsung karena 𝔻0\mathbb D^0 hanya terdiri atas satu titik. Untuk n1n\geq1, andaikan, menuju kontradiksi, bahwa f:𝔻n𝔻nf\colon\mathbb D^n\to\mathbb D^n tidak mempunyai titik tetap. Definisikan r:𝔻n𝔻nr\colon\mathbb D^n\to\partial\mathbb D^n dengan memetakan xx ke titik potong 𝔻n\partial\mathbb D^n dengan sinar yang berawal di f(x)f(x) dan melalui xx.

Pelengkap bukti edisi (kontinuitas). Kontinuitas yang hanya dinyatakan dalam sumber dapat diperiksa langsung. Tuliskan a=f(x)a=f(x) dan v=xf(x)0v=x-f(x)\ne0. Titik potong positif ialah

r(x)=a+t(x)v,t(x)=a,v+a,v2+v2(1a2)v2. r(x)=a+t(x)v, \qquad t(x)=\frac{-\langle a,v\rangle+ \sqrt{\langle a,v\rangle^2+\lVert v\rVert^2(1-\lVert a\rVert^2)}} {\lVert v\rVert^2}.

Penyebutnya positif karena v0v\ne0, dan semua operasi pada rumus itu kontinu; jadi rr kontinu. Akar yang dipilih adalah perpotongan pada arah positif dan memenuhi t(x)1t(x)\geq1. Jika x𝔻nx\in\partial\mathbb D^n, akar tersebut adalah t(x)=1t(x)=1, sehingga r(x)=xr(x)=x.

Redraw aksesibel konstruksi retraksi Brouwer: sinar dari f(x) melewati x lalu mencapai r(x) pada batas cakram.

Diagram semantik (retraksi yang timbul jika tidak ada titik tetap). Di dalam sebuah cakram terdapat titik f(x)f(x) dan titik berbeda xx. Garis dari f(x)f(x) melalui xx diperpanjang hingga memotong lingkaran batas pada r(x)r(x); urutan ketiga titik pada sinar ialah f(x)f(x), lalu xx, lalu r(x)r(x).

Pemetaan r:𝔻n𝔻nr\colon\mathbb D^n\to\partial\mathbb D^n kontinu dan

r|𝔻n=id, r|_{\partial\mathbb D^n}=\operatorname{id},

sehingga rr merupakan retraksi. Argumen fungtorialitas homologi tereduksi pada bukti sebelumnya mewajibkan r*r_* surjektif. Secara khusus,

r*:H̃n1(𝔻n)H̃n1(𝔻n)=H̃n1(Sn1) r_*\colon \widetilde H_{n-1}(\mathbb D^n) \longrightarrow \widetilde H_{n-1}(\partial\mathbb D^n) =\widetilde H_{n-1}(S^{n-1})

harus surjektif. Namun kita telah menghitung grup-grup homologi ini, sehingga kita mengetahui bahwa r*r_* adalah pemetaan dari {0}\{0\} ke \mathbb Z dan tidak mungkin surjektif. Kontradiksi ini menyelesaikan bukti. \square

Audit koreksi sumber

Blok-blok berikut bukan prosa sumber. Blok ini mencatat setiap perubahan substantif atau tipografis yang diterapkan pada terjemahan di atas.

Koreksi FOM-U003-COR-001 (tanda baca). Sumber memutus kalimat sesudah “for some ii” lalu memulai “then” sebagai kalimat baru. Terjemahan menggabungkannya menjadi satu kalimat bersyarat tanpa mengubah makna.

Koreksi FOM-U003-COR-002 (urutan komposisi). Sumber mencetak αn+1αn=0\alpha_{n+1}\circ\alpha_n=0. Dengan arah panah sumber, An+1αn+1AnαnAn1A_{n+1}\xrightarrow{\alpha_{n+1}}A_n\xrightarrow{\alpha_n}A_{n-1}, komposisi itu tidak bertipe. Terjemahan memakai rumus yang bertipe benar, αnαn+1=0\alpha_n\circ\alpha_{n+1}=0, sambil mempertahankan pernyataan bahwa setiap dua pemetaan berturutan berkomposisi menjadi nol.

Koreksi FOM-U003-COR-003 (panah ganda). Kode TikZ-CD sumber menggambar panah tak berlabel dan panah berlabel α\alpha secara bersamaan dari AA ke BB. Terjemahan menampilkan satu panah α:AB\alpha\colon A\to B, yakni objek matematis yang dijelaskan oleh prosa dan kesimpulan sumber.

Koreksi FOM-U003-COR-004 (identifikasi hasil bagi). Sumber menulis secara informal ABA\subseteq B dan C=B/AC=B/A. Karena pemetaan yang diberikan sebenarnya adalah α:AB\alpha\colon A\to B, terjemahan menyatakan identifikasi yang diperlukan dan bentuk yang tepat: CB/imαB/AC\cong B/\operatorname{im}\alpha\cong B/A setelah AA diidentifikasi dengan imα\operatorname{im}\alpha.

Koreksi FOM-U003-COR-012 (kualifikasi homologi cakram). Sumber mengatakan bahwa “the homology groups” dari 𝔻n\mathbb D^n trivial. Homologi biasa H0(𝔻n)H_0(\mathbb D^n)\cong\mathbb Z tidak trivial; suku-suku dalam diagram sumber adalah homologi tereduksi. Terjemahan karena itu menyebut secara eksplisit grup-grup homologi tereduksi 𝔻n\mathbb D^n.

Koreksi FOM-U003-COR-005 (homologi tereduksi pada kasus dasar). Seluruh pernyataan dan rekursi memakai H̃\widetilde H, tetapi sumber mencetak Hk(S0)=H_k(S^0)=\mathbb Z untuk k=0k=0. Homologi biasa sebenarnya memenuhi H0(S0)H_0(S^0)\cong\mathbb Z\oplus\mathbb Z; rumus yang diperlukan adalah H̃0(S0)\widetilde H_0(S^0)\cong\mathbb Z. Terjemahan mengembalikan tilde yang hilang.

Koreksi FOM-U003-COR-006 (muka yang diruntuhkan pada suspensi). Definisi kerucut pada baris 1448 telah meruntuhkan X×{1}X\times\{1\} menjadi titik puncak. Sumber kemudian mencetak SX=CX/X=CX/(X×{1})SX=CX/X=CX/(X\times\{1\}), yang hanya meruntuhkan kembali titik puncak dan tidak menghasilkan suspensi. Terjemahan memakai SX=CX/(X×{0})SX=CX/(X\times\{0\}), yaitu meruntuhkan alas kerucut, sesuai dengan CX/XCX/X, gambar sumber, catatan SSnSn+1SS^n\cong S^{n+1}, dan bukti berikutnya.

Koreksi FOM-U003-COR-007 (nama konstruksi). Contoh dimulai dengan SX=SS1SX=SS^1 dan menampilkan kerucut ganda, tetapi prosa sumber menyebutnya “the cone of a space”. Terjemahan memakai “suspensi ruang tersebut”.

Koreksi FOM-U003-COR-008 (salah ketik simbol). Suku terakhir diagram sumber mencetak H̃0(XS)\widetilde H_0(XS). Semua suku dan definisi di sekitarnya memakai SXSX; terjemahan membetulkannya menjadi H̃0(SX)\widetilde H_0(SX).

Koreksi FOM-U003-COR-009 (titik kontraksi kerucut). Sumber menulis “contracible” dan menyebut titik X×{0}X\times\{0\}. Berdasarkan definisi sumber, X×{0}X\times\{0\} adalah alas yang tetap berupa salinan XX, sedangkan X×{1}X\times\{1\} diruntuhkan menjadi satu titik puncak. Terjemahan memakai “dapat dikontraksikan ke titik puncak X×{1}X\times\{1\}”. Karena homologi biasa H0(CX)H_0(CX)\cong\mathbb Z tidak trivial, terjemahan juga mempertahankan jenis grup pada diagram dengan menyebut secara eksplisit homologi tereduksi.

Koreksi FOM-U003-COR-010 (hipotesis teorema Brouwer). Sumber mencetak “Every contractive map”. Teorema titik tetap Brouwer dan bukti retraksi yang diberikan berlaku untuk setiap pemetaan kontinu f:𝔻n𝔻nf\colon\mathbb D^n\to\mathbb D^n; tidak ada konstanta kontraksi yang dipakai. Terjemahan karena itu memakai “pemetaan kontinu”.

Koreksi FOM-U003-COR-011 (negasi yang salah ketik). Sumber mencetak bahwa ff “has to fixed points”. Argumen kontradiksi dan konstruksi sinar hanya bermakna di bawah asumsi bahwa ff tidak mempunyai titik tetap. Terjemahan memulihkan negasi tersebut.

Koreksi FOM-U003-COR-013 (homologi tereduksi dan derajat). Bukti sumber menulis Hn1(𝔻n)=0H_{n-1}(\mathbb D^n)=0 dan Hn1(𝔻n)H_{n-1}(\partial\mathbb D^n)\cong\mathbb Z. Untuk n=1n=1, kedua rumus homologi biasa itu salah: H0(𝔻1)H_0(\mathbb D^1)\cong\mathbb Z dan H0(S0)2H_0(S^0)\cong\mathbb Z^2. Argumen menjadi seragam dan benar untuk n1n\geq1 dengan homologi tereduksi. Terjemahan menerapkan koreksi tersebut; kasus n=0n=0 pada teorema titik tetap ditangani langsung.

Perbaikan FOM-U003-COR-015 (kontinuitas retraksi radial). Sumber menggambarkan retraksi radial dan kemudian hanya menyatakan bahwa pemetaan itu kontinu. Terjemahan menambahkan parameter perpotongan positif secara eksplisit dan memeriksa bahwa rumusnya kontinu selama f(x)xf(x)\ne x.

33.2 Homologi relatif

Definisi (grup rantai relatif). Misalkan (X,A)(X,A) suatu pasangan dengan AXA\subseteq X, dan XX ruang topologis. Kita telah melihat bahwa Cn(A)Cn(X)C_n(A)\subseteq C_n(X). Definisikan

Cn(X,A):=Cn(X)/Cn(A). C_n(X,A):=C_n(X)/C_n(A).

Grup ini adalah grup abelian bebas dengan basis

{σα:ΔnX}αyang memenuhiσα(Δn)A. \left\{\sigma_\alpha\colon\Delta^n\longrightarrow X\right\}_\alpha \quad\text{yang memenuhi}\quad \sigma_\alpha(\Delta^n)\nsubseteq A.

Dengan kata lain, generator yang seluruh citranya berada di AA menjadi nol dalam hasil bagi tersebut.

Komentar sumber. Baris 1575 memuat komentar TeX “direct complement?”. Karena basis Cn(A)C_n(A) adalah tepat subhimpunan basis Cn(X)C_n(X) yang citranya berada di AA, grup bebas itu memang terbelah sebagai Cn(A)C_n(A) ditambah grup bebas pada generator sisanya; hasil bagi diidentifikasi dengan suku kedua. Komentar tersebut tidak dihapus diam-diam dari catatan kerja ini.

Catatan. Pemetaan batas :Cn(X)Cn1(X)\partial\colon C_n(X)\to C_{n-1}(X) memenuhi

(Cn(A))Cn1(A). \partial\!\left(C_n(A)\right)\subseteq C_{n-1}(A).

Karena itu \partial menginduksi pemetaan pada grup hasil bagi,

:Cn(X)/Cn(A)Cn1(X)/Cn1(A). \partial\colon C_n(X)/C_n(A)\longrightarrow C_{n-1}(X)/C_{n-1}(A).

Jadi pemetaan batas relatif

:Cn(X,A)Cn1(X,A) \partial\colon C_n(X,A)\longrightarrow C_{n-1}(X,A)

terdefinisi dengan baik.

Koreksi tipografis yang diusulkan. Sumber mencetak :Cn1(X,A)\to\colon C_{n-1}(X,A). Tanda titik dua setelah \to tidak mempunyai fungsi matematis dan dihapus pada rumus terjemahan di atas.

Catatan. Pasangan (Cn(X,A),)\bigl(C_n(X,A),\partial\bigr) merupakan kompleks rantai karena 2=0\partial^2=0.

Definisi (homologi relatif). Homologi pasangan (X,A)(X,A), atau grup homologi relatif, didefinisikan sebagai homologi kompleks rantai (Cn(X,A),)\bigl(C_n(X,A),\partial\bigr). Grup-grup ini dinotasikan dengan Hn(X,A)H_n(X,A). Dengan demikian,

Hn(X,A)=kern/imn+1, H_n(X,A)=\ker\partial_n/\operatorname{im}\partial_{n+1},

dengan \partial pemetaan batas pada kompleks rantai relatif tersebut.

Catatan (siklus relatif). Sebuah siklus relatif adalah rantai relatif

c+Cn(A)Cn(X,A) c+C_n(A)\in C_n(X,A)

untuk suatu cCn(X)c\in C_n(X) yang memenuhi cCn1(A)\partial c\in C_{n-1}(A).

Redraw aksesibel siklus relatif: rantai merah di X memiliki kedua titik ujung di subruang biru A.

Diagram semantik (siklus-11 relatif). Kurva tertutup luar menyatakan XX dan daerah tertutup berwarna biru di dalamnya menyatakan AA. Rantai 11 berwarna merah bergerak di XX dan mempunyai dua titik ujung pada AA. Karena kedua titik ujung itu membentuk batas yang terletak di AA, kelas rantai merah mempunyai batas nol setelah diambil modulo C0(A)C_0(A).

Catatan (batas relatif). Sebuah batas relatif adalah rantai relatif

b+Cn(A)Cn(X,A) b+C_n(A)\in C_n(X,A)

untuk suatu bCn(X)b\in C_n(X) sedemikian sehingga

b+Cn(A)=(c+Cn+1(A))=c+Cn(A) \begin{aligned} b+C_n(A) &=\partial\!\left(c+C_{n+1}(A)\right)\\ &=\partial c+C_n(A) \end{aligned}

bagi suatu c+Cn+1(A)Cn+1(X,A)c+C_{n+1}(A)\in C_{n+1}(X,A). Kondisi ini ekuivalen dengan

bcCn(A). b-\partial c\in C_n(A).

Redraw aksesibel batas relatif: batas merah ditutup oleh ruas biru putus-putus yang terletak di A.

Diagram semantik (batas-22 relatif). Kurva tertutup luar menyatakan XX, dan daerah biru menyatakan AA. Batas rantai-22 merah terdiri atas busur merah di luar AA bersama sebuah ruas putus-putus biru yang terletak di AA dan menghubungkan kedua ujung busur. Ruas di AA lenyap dalam hasil bagi, sehingga kelas busur merah adalah batas relatif.

Koreksi tipografis yang diusulkan. Kata sumber “equialent” dibaca sebagai “equivalent”; tidak ada perubahan pada persamaan bcCn(A)b-\partial c\in C_n(A).

Catatan (rantai tetap merupakan jumlah formal). Perhatikan dua rantai-11 σ1\sigma_1 dan σ2\sigma_2 yang masing-masing digambar merah dan hijau.

Redraw aksesibel dua rantai formal: sigma satu dan sigma dua berimpit di luar A tetapi mengikuti busur berbeda di dalam A.

Diagram semantik (dua simpleks singular yang berbeda). Kurva tertutup luar menyatakan XX dan kurva tertutup biru yang lebih kecil menyatakan AA. Kedua rantai mengikuti lintasan yang sama di luar AA menuju dan meninggalkan daerah biru; bagian yang berimpit ditampilkan dengan garis putus-putus merah dan hijau berselang-seling. Di dalam AA, σ1\sigma_1 mengikuti setengah lingkaran atas, sedangkan σ2\sigma_2 mengikuti setengah lingkaran bawah.

Kedua rantai itu tidak sama dalam C1(X,A)C_1(X,A). Ingat bahwa jumlah dalam grup rantai singular adalah jumlah formal generator. Ia bukan penjumlahan pemetaan secara titik demi titik, atau operasi serupa. Secara khusus, σ1σ2\sigma_1-\sigma_2 bukan unsur C1(A)C_1(A): kedua generator tersebut merupakan pemetaan pada seluruh simpleks dan citra masing-masing tidak seluruhnya terletak di AA.

Koreksi indeks. Sumber sedang membahas rantai-11, tetapi menulis Cn(A)C_n(A). Pada lokus ini grup yang bertipe tepat adalah C1(A)C_1(A); terjemahan memakai indeks yang dikoreksi dan tetap menjelaskan bahwa pengurangan berlangsung dalam grup abelian bebas, bukan secara titik demi titik pada pemetaan.

Definisi (peta pasangan). Suatu pemetaan

f:(X,A)(Y,B) f\colon(X,A)\longrightarrow(Y,B)

disebut peta pasangan jika ff kontinu dan f(A)Bf(A)\subseteq B.

Catatan (pemetaan terinduksi dan homotopi relatif). Sebuah peta pasangan ff menginduksi pemetaan pada homologi relatif, yang dinotasikan

f*:Hn(X,A)Hn(Y,B). f_*\colon H_n(X,A)\longrightarrow H_n(Y,B).

Selain itu, jika terdapat homotopi F:X×IYF\colon X\times I\to Y dari ff ke gg yang memenuhi F(A×I)BF(A\times I)\subseteq B—yakni homotopi melalui peta pasangan—maka f*=g*f_*=g_*. Untuk melihatnya, perhatikan bahwa operator prisma PP dari Teorema invariansi homotopi Unit Fomberg 002 membawa Cn(A)C_n(A) ke Cn+1(B)C_{n+1}(B). Karena itu ia menurunkan operator prisma relatif

P:Cn(X,A)Cn+1(Y,B). P\colon C_n(X,A)\longrightarrow C_{n+1}(Y,B).

Operator relatif ini hanyalah operator prisma yang diturunkan ke grup hasil bagi. Identitas homotopi rantai yang digunakan adalah

P+P=g#f#, \partial P+P\partial=g_\#-f_\#,

Dari identitas itu disimpulkan bahwa f#f_\# dan g#g_\# dihubungkan oleh homotopi rantai sebagai pemetaan rantai relatif; karena itu keduanya menginduksi homomorfisma yang sama pada homologi relatif.

Koreksi substantif. “pris, operator” pada baris 1683 adalah salah ketik untuk “prism operator”. Lebih penting, sumber mencetak g#+f#g_\#+f_\#, sedangkan identitas homotopi rantai memakai selisih:

P+P=g#f#. \partial P+P\partial=g_\#-f_\#.

Tanda ini sama dengan identitas yang telah dibuktikan pada Unit Fomberg 002. Terjemahan memakai rumus yang dikoreksi dan audit ini mempertahankan jejak bentuk sumber.

Klarifikasi FOM-U003-COR-016 (jenis homotopi). Sumber memakai fAgf\simeq_A g tanpa mendefinisikannya. Argumen operator prisma memerlukan homotopi FF dengan F(A×I)BF(A\times I)\subseteq B, bukan homotopi yang harus menetapkan AA titik demi titik. Terjemahan menyatakan syarat tepat itu dan menamainya “homotopi melalui peta pasangan”.

Catatan (barisan eksak pendek kompleks rantai). Baris-baris pada diagram berikut adalah barisan eksak pendek, dan seluruh diagram komutatif:

0Cn(A)i#Cn(X)q#Cn(X,A)00Cn1(A)i#Cn1(X)q#Cn1(X,A)0. \begin{array}{ccccccccc} 0&\longrightarrow&C_n(A)&\xrightarrow{i_\#}&C_n(X)&\xrightarrow{q_\#} &C_n(X,A)&\longrightarrow&0\\ &&\downarrow\partial&&\downarrow\partial&&\downarrow\partial\\ 0&\longrightarrow&C_{n-1}(A)&\xrightarrow{i_\#}&C_{n-1}(X) &\xrightarrow{q_\#}&C_{n-1}(X,A)&\longrightarrow&0. \end{array}

Diagram semantik (persegi kompleks rantai relatif). Setiap baris berjalan dari grup nol melalui rantai pada AA, rantai pada XX, dan rantai relatif C(X,A)C_\bullet(X,A) menuju grup nol. Panah mendatar adalah inklusi i#i_\# lalu hasil bagi q#q_\#; tiga panah vertikal adalah pemetaan batas. Ketiga persegi berkomutasi.

Komutativitas berarti i#i_\# dan q#q_\# adalah pemetaan rantai. Dengan terus menambahkan baris untuk derajat-derajat rantai lainnya, kita memperoleh barisan eksak pendek kompleks rantai

0𝒜iq𝒞0, 0\longrightarrow\mathcal A\xrightarrow{i}\mathcal B \xrightarrow{q}\mathcal C\longrightarrow0,

dengan 𝒜\mathcal A kompleks rantai AA, \mathcal B kompleks rantai XX, dan 𝒞\mathcal C kompleks rantai pasangan (X,A)(X,A).

Diagram semantik. Lima objek tersusun linear: 0𝒜iq𝒞00\to\mathcal A\xrightarrow{i}\mathcal B\xrightarrow{q}\mathcal C\to0. Eksak pada setiap derajat berarti ii injektif, qq surjektif, dan imi=kerq\operatorname{im}i=\ker q.

Teorema (barisan eksak panjang dalam homologi). Misalkan

0𝒜ij𝒞0 0\longrightarrow\mathcal A\xrightarrow{i}\mathcal B \xrightarrow{j}\mathcal C\longrightarrow0

suatu barisan eksak pendek kompleks rantai. Maka terdapat barisan eksak panjang dalam homologi (disingkat “l.e.s.” dalam sumber)

Hn(𝒜)i*Hn()j*Hn(𝒞)Hn1(𝒜). \cdots\longrightarrow H_n(\mathcal A) \xrightarrow{i_*}H_n(\mathcal B) \xrightarrow{j_*}H_n(\mathcal C) \xrightarrow{\partial}H_{n-1}(\mathcal A) \longrightarrow\cdots.

Diagram semantik. Diagram pertama adalah 0𝒜ij𝒞00\to\mathcal A\xrightarrow{i}\mathcal B\xrightarrow{j}\mathcal C\to0. Diagram kedua menerus tanpa putus melalui Hn(𝒜)i*Hn()j*Hn(𝒞)H_n(\mathcal A)\xrightarrow{i_*}H_n(\mathcal B) \xrightarrow{j_*}H_n(\mathcal C), lalu melalui pemetaan penghubung \partial menuju Hn1(𝒜)H_{n-1}(\mathcal A) dan derajat berikutnya.

Catatan. Untuk contoh pasangan sebelumnya, ii adalah pemetaan inklusi dan jj adalah pemetaan hasil bagi.

Akibat. Untuk setiap pasangan (X,A)(X,A), barisan

Hn(A)i*Hn(X)q*Hn(X,A)Hn1(A) \cdots\longrightarrow H_n(A) \xrightarrow{i_*}H_n(X) \xrightarrow{q_*}H_n(X,A) \xrightarrow{\partial}H_{n-1}(A) \longrightarrow\cdots

eksak.

Diagram semantik. Panah berturut-turut adalah homomorfisma homologi yang diinduksi inklusi, homomorfisma yang diinduksi hasil bagi, lalu pemetaan penghubung yang menurunkan derajat satu tingkat. Barisan berlanjut ke dua arah.

Bukti pelengkap edisi. Pada setiap derajat, inklusi dan proyeksi hasil bagi membentuk barisan eksak pendek

0Cn(A)i#Cn(X)q#Cn(X,A)0. 0\longrightarrow C_n(A)\xrightarrow{i_\#}C_n(X) \xrightarrow{q_\#}C_n(X,A)\longrightarrow0.

Pemetaan-pemetaan ini berkomutasi dengan batas, sehingga barisan tersebut adalah barisan eksak pendek kompleks rantai. Terapkan teorema barisan eksak panjang dengan 𝒜=C*(A)\mathcal A=C_*(A), =C*(X)\mathcal B=C_*(X), dan 𝒞=C*(X,A)\mathcal C=C_*(X,A). Barisan pada pernyataan akibat diperoleh langsung. Tidak diperlukan hipotesis pasangan baik. \square

Bukti sumber untuk Teorema barisan eksak panjang, sampai bagian yang dihilangkan. Barisan eksak pendek kompleks rantai dapat ditulis sebagai diagram komutatif berikut:

000An+1AnAn1iiiBn+1BnBn1jjjCn+1CnCn1000. \begin{array}{ccccccccc} &&0&&0&&0\\ &&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow\\ \cdots&\longrightarrow&A_{n+1}&\xrightarrow{\partial}&A_n &\xrightarrow{\partial}&A_{n-1}&\longrightarrow&\cdots\\ &&\downarrow i&&\downarrow i&&\downarrow i\\ \cdots&\longrightarrow&B_{n+1}&\xrightarrow{\partial}&B_n &\xrightarrow{\partial}&B_{n-1}&\longrightarrow&\cdots\\ &&\downarrow j&&\downarrow j&&\downarrow j\\ \cdots&\longrightarrow&C_{n+1}&\xrightarrow{\partial}&C_n &\xrightarrow{\partial}&C_{n-1}&\longrightarrow&\cdots\\ &&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow\\ &&0&&0&&0 . \end{array}

Diagram semantik (tangga kompleks rantai). Tiga baris mendatar adalah kompleks 𝒜\mathcal A, \mathcal B, dan 𝒞\mathcal C pada derajat n+1,n,n1n+1,n,n-1 dengan semua panah batas. Setiap kolom adalah barisan eksak 0AkiBkjCk00\to A_k\xrightarrow{i}B_k\xrightarrow{j}C_k\to0. Semua persegi berkomutasi.

Karena ii dan jj adalah pemetaan rantai, keduanya berkomutasi dengan pemetaan batas; karena itu diagram tersebut komutatif. Untuk memperoleh barisan

Hn(𝒜)i*Hn()j*Hn(𝒞)Hn1(𝒜), \cdots\longrightarrow H_n(\mathcal A) \xrightarrow{i_*}H_n(\mathcal B) \xrightarrow{j_*}H_n(\mathcal C) \xrightarrow{\partial}H_{n-1}(\mathcal A) \longrightarrow\cdots,

kita memerlukan pemetaan antara Hn(𝒞)H_n(\mathcal C) dan Hn1(𝒜)H_{n-1}(\mathcal A). Pada tingkat wakil, sumber menggambarkan konstruksi itu sebagai

:CnAn1. \partial\colon C_n\longrightarrow A_{n-1}.

Ambil cCnc\in C_n. Karena jj surjektif, terdapat bBnb\in B_n dengan j(b)=cj(b)=c. Terapkan pemetaan batas pada bb untuk memperoleh bBn1\partial b\in B_{n-1}. Kita ingin menunjukkan adanya aAn1a\in A_{n-1} sehingga

i(a)=b, i(a)=\partial b,

karena dengan demikian cc dapat dikirim ke aa. Kita perlu membuktikan bimi\partial b\in\operatorname{im}i. Berdasarkan eksakitas, imi=kerj\operatorname{im}i=\ker j, jadi cukup dibuktikan bahwa j(b)=0j(\partial b)=0. Karena jj berkomutasi dengan \partial,

j(b)=j(b)=c. j(\partial b)=\partial j(b)=\partial c.

Jadi bimi\partial b\in\operatorname{im}i tepat ketika ckernc\in\ker\partial_n. Hal ini memberi aturan pada unsur-unsur kernel, dan

Hn(𝒞)=kern/imn+1. H_n(\mathcal C)=\ker\partial_n/\operatorname{im}\partial_{n+1}.

Dengan demikian, untuk kelas yang diwakili cc, konstruksi menghasilkan suatu aa pada derajat n1n-1. Kita masih perlu memastikan bahwa akern1a\in\ker\partial_{n-1}. Pertimbangkan bagian diagram

000AnAn1An2iiiBnBn1Bn2. \begin{array}{ccccccccc} &&0&&0&&0\\ &&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow\\ \cdots&\longrightarrow&A_n&\xrightarrow{\partial}&A_{n-1} &\xrightarrow{\partial}&A_{n-2}&\longrightarrow&\cdots\\ &&\downarrow i&&\downarrow i&&\downarrow i\\ \cdots&\longrightarrow&B_n&\xrightarrow{\partial}&B_{n-1} &\xrightarrow{\partial}&B_{n-2}&\longrightarrow&\cdots . \end{array}

Diagram semantik (pemeriksaan bahwa sasaran adalah siklus). Dua baris adalah kompleks 𝒜\mathcal A dan \mathcal B pada derajat n,n1,n2n,n-1,n-2. Panah vertikal ii membentuk tiga persegi komutatif dengan panah batas; di atas baris 𝒜\mathcal A terdapat grup nol yang memetakan ke setiap AkA_k sebagai bagian kolom eksak.

Karena aAn1a\in A_{n-1}, unsur i(a)i(\partial a) terletak di Bn2B_{n-2}. Karena ii adalah pemetaan rantai,

i(a)=i(a). i(\partial a)=\partial i(a).

Dari i(a)=bi(a)=\partial b diperoleh

i(a)=b=0. i(\partial a)=\partial\partial b=0.

Maka akeri\partial a\in\ker i. Karena ii injektif, a=0\partial a=0. Lebih tepatnya, n1a=0\partial_{n-1}a=0, sehingga akern1a\in\ker\partial_{n-1}.

Tersisa untuk menunjukkan eksakitas barisan

Hn(𝒜)i*Hn()j*Hn(𝒞)Hn1(𝒜). \cdots\longrightarrow H_n(\mathcal A) \xrightarrow{i_*}H_n(\mathcal B) \xrightarrow{j_*}H_n(\mathcal C) \xrightarrow{\partial}H_{n-1}(\mathcal A) \longrightarrow\cdots.

Argumen sejauh ini banyak memakai apa yang disebut pengejaran diagram. Sumber menambahkan bahwa namanya sudah menjelaskan alasannya.

Koreksi tipografis yang diusulkan. Kata sumber “arguemnts” dibaca sebagai “arguments”. Kalimat tentang pengejaran diagram diterjemahkan tanpa mengubah isinya.

Bagian yang dihilangkan dalam sumber. Sumber menyatakan bahwa untuk menyelesaikan bukti tinggal ditunjukkan, langsung dari definisi melalui pengejaran diagram, bahwa barisan panjang tersebut eksak. Pengejaran diagram itu kemudian dihilangkan. Selain itu, bagian sebelumnya baru membuktikan bahwa konstruksi menghasilkan suatu siklus; independensi terhadap pilihan angkat dan wakil kelas belum diperiksa. Perbaikan lengkap yang disusun mandiri untuk edisi ini diberikan berikutnya.

Perbaikan bukti FOM-PR-04 (keterdefinisian dan eksakitas lengkap). Untuk menghindari tertukarnya pemetaan penghubung dengan diferensial kompleks, notasikan pemetaan penghubung dengan

δn:Hn(𝒞)Hn1(𝒜). \delta_n\colon H_n(\mathcal C)\longrightarrow H_{n-1}(\mathcal A).

Ambil kelas [c]Hn(𝒞)[c]\in H_n(\mathcal C) dan pilih wakil siklus cCnc\in C_n, jadi c=0\partial c=0. Surjektivitas j:BnCnj\colon B_n\to C_n memberi bBnb\in B_n dengan j(b)=cj(b)=c. Karena

j(b)=j(b)=c=0, j(\partial b)=\partial j(b)=\partial c=0,

eksakitas kolom memberi aAn1a\in A_{n-1} dengan i(a)=bi(a)=\partial b. Injektivitas ii dan identitas 2=0\partial^2=0 memberi

i(a)=i(a)=2b=0,makaa=0. i(\partial a)=\partial i(a)=\partial^2b=0, \qquad\text{maka}\qquad \partial a=0.

Definisikan δn([c]):=[a]\delta_n([c]):=[a].

Kita periksa semua pilihan. Jika bb' juga mengangkat cc, maka j(bb)=0j(b'-b)=0, sehingga bb=i(x)b'-b=i(x) untuk suatu xAnx\in A_n. Jika i(a)=bi(a')=\partial b', maka

i(aa)=(bb)=i(x)=i(x). i(a'-a)=\partial(b'-b)=\partial i(x)=i(\partial x).

Karena ii injektif, aa=xa'-a=\partial x; jadi [a]=[a][a']=[a]. Jika wakil siklus diganti oleh c=c+dc'=c+\partial d, pilih eBn+1e\in B_{n+1} dengan j(e)=dj(e)=d. Unsur b=b+eb'=b+\partial e mengangkat cc', dan b=b\partial b'=\partial b; karena itu kelas keluaran tidak berubah. Independensi terhadap pengangkatan lain telah tercakup oleh pemeriksaan pertama. Untuk dua kelas, jumlah dari dua pengangkatan mengangkat jumlah wakilnya, sehingga konstruksi juga aditif. Jadi δn\delta_n adalah homomorfisma yang terdefinisi dengan baik.

Sekarang periksa eksakitas pada tiga posisi berurutan.

  1. Eksak pada Hn()H_n(\mathcal B). Jelas j*i*=0j_*i_*=0, sehingga imi*kerj*\operatorname{im}i_*\subseteq\ker j_*. Sebaliknya, ambil siklus bBnb\in B_n dengan j*[b]=0j_*[b]=0. Ada cCn+1c\in C_{n+1} sehingga j(b)=cj(b)=\partial c. Pilih dBn+1d\in B_{n+1} dengan j(d)=cj(d)=c. Maka

    j(bd)=j(b)j(d)=0. j(b-\partial d)=j(b)-\partial j(d)=0.

    Jadi bd=i(a)b-\partial d=i(a) untuk suatu aAna\in A_n. Karena b=0\partial b=0, i(a)=(bd)=0i(\partial a)=\partial(b-\partial d)=0; injektivitas ii memberi a=0\partial a=0. Maka [b]=i*[a][b]=i_*[a], sehingga kerj*imi*\ker j_*\subseteq\operatorname{im}i_*.

  2. Eksak pada Hn(𝒞)H_n(\mathcal C). Jika [c]=j*[b][c]=j_*[b] untuk suatu siklus bb, kita boleh memakai bb sebagai pengangkatan c=j(b)c=j(b). Karena b=0\partial b=0, konstruksi memberi δn[c]=0\delta_n[c]=0. Jadi imj*kerδn\operatorname{im}j_*\subseteq\ker\delta_n. Sebaliknya, misalkan δn[c]=0\delta_n[c]=0. Pilih pengangkatan bb dan siklus aa dengan i(a)=bi(a)=\partial b. Persamaan [a]=0[a]=0 memberi xAnx\in A_n dengan a=xa=\partial x. Karena itu

    (bi(x))=bi(x)=i(a)i(a)=0, \partial\bigl(b-i(x)\bigr) =\partial b-i(\partial x) =i(a)-i(a)=0,

    sedangkan j(bi(x))=j(b)=cj(b-i(x))=j(b)=c. Jadi [c]=j*[bi(x)][c]=j_*[b-i(x)] dan kerδnimj*\ker\delta_n\subseteq\operatorname{im}j_*.

  3. Eksak pada Hn1(𝒜)H_{n-1}(\mathcal A). Dari definisi, i*δn[c]=[i(a)]=[b]=0i_*\delta_n[c]=[i(a)]=[\partial b]=0, sehingga imδnkeri*\operatorname{im}\delta_n\subseteq\ker i_*. Sebaliknya, ambil siklus aAn1a\in A_{n-1} dengan i*[a]=0i_*[a]=0. Ada bBnb\in B_n dengan i(a)=bi(a)=\partial b. Letakkan c=j(b)c=j(b). Maka

    c=j(b)=j(i(a))=0, \partial c=j(\partial b)=j(i(a))=0,

    jadi cc adalah siklus. Dalam konstruksi δn[c]\delta_n[c], unsur bb merupakan pengangkatan cc dan menghasilkan tepat aa; dengan demikian δn[c]=[a]\delta_n[c]=[a]. Jadi keri*imδn\ker i_*\subseteq\operatorname{im}\delta_n.

Ketiga pemeriksaan berlaku untuk setiap nn. Dengan menyambungkan derajat- derajat berturutan, seluruh barisan panjang eksak. Pemetaan δn\delta_n inilah panah yang dinotasikan \partial pada pernyataan teorema. \square

Audit sumber. Baris 1808 menyebut konstruksi sebagai :CnAn1\partial\colon C_n\to A_{n-1}, meskipun aturan tersebut hanya dimulai pada siklus dan sasaran akhirnya adalah kelas homologi. Baris 1825 juga memakai cHn(𝒞)c\in H_n(\mathcal C) setelah sebelumnya cc adalah unsur CnC_n. Baris 1856 menyebut pemetaan “terdefinisi dengan baik” setelah hanya membuktikan bahwa aa merupakan siklus. Perbaikan FOM-PR-04 membedakan rantai dari kelasnya dan memeriksa seluruh pilihan secara eksplisit.

Catatan. Terdapat versi Teorema barisan eksak panjang untuk homologi tereduksi.

Contoh. Misalkan x0Xx_0\in X. Dengan menerapkan versi tereduksi dari Teorema barisan eksak panjang pada (X,{x0})(X,\{x_0\}), untuk n1n\geq1 diperoleh potongan barisan eksak panjang

H̃n({x0})i*H̃n(X)q*Hn(X,{x0})H̃n1({x0}). \cdots\longrightarrow\widetilde H_n(\{x_0\}) \xrightarrow{i_*}\widetilde H_n(X) \xrightarrow{q_*}H_n(X,\{x_0\}) \xrightarrow{\partial}\widetilde H_{n-1}(\{x_0\}) \longrightarrow\cdots.

Karena

H̃n({x0})=H̃n1({x0}){0}, \widetilde H_n(\{x_0\}) =\widetilde H_{n-1}(\{x_0\}) \cong\{0\},

dan barisan itu eksak, diperoleh

H̃n(X)Hn(X,{x0}). \widetilde H_n(X)\cong H_n(X,\{x_0\}).

Pelengkap edisi (derajat nol). Derajat nol tidak memerlukan H̃1\widetilde H_{-1}. Barisan eksak panjang biasa memberi

H0({x0})H0(X)H0(X,{x0})0. H_0(\{x_0\})\longrightarrow H_0(X) \longrightarrow H_0(X,\{x_0\})\longrightarrow0.

Jika e0e_0 menyatakan komponen lintasan yang memuat x0x_0, grup relatif di kanan adalah H0(X)/e0H_0(X)/\mathbb Z e_0. Pemetaan yang mengirim kelas generator eCe_C ke eCe0e_C-e_0 mengidentifikasinya dengan H̃0(X)\widetilde H_0(X). Jadi isomorfisma yang sama juga berlaku pada derajat nol, tanpa menggunakan homologi tereduksi berderajat negatif.

Diagram semantik. Barisan berjalan dari homologi tereduksi satu titik ke homologi tereduksi XX, lalu ke homologi relatif pasangan bertitik, kemudian kembali ke homologi tereduksi satu titik pada derajat satu lebih rendah. Panahnya berturut-turut i*i_*, q*q_*, dan pemetaan penghubung.

Koreksi notasi. Sumber memulai dengan xXx\in X dan pasangan (X,{x})(X,\{x\}), tetapi diagram serta kesimpulan tiba-tiba memakai x0x_0. Sumber juga menulis H̃n(X,x0)\widetilde H_n(X,x_0) tanpa menampilkan singleton. Terjemahan memakai x0x_0 secara konsisten dan menuliskan suku relatif standar Hn(X,{x0})H_n(X,\{x_0\}) dalam barisan tereduksi.

Catatan (barisan eksak panjang suatu tripel). Barisan eksak panjang pasangan (X,A)(X,A) dapat diperumum menjadi barisan eksak panjang tripel (X,A,B)(X,A,B), dengan BAXB\subset A\subset X:

Hn(A,B)Hn(X,B)Hn(X,A)Hn1(A,B). \cdots\longrightarrow H_n(A,B) \longrightarrow H_n(X,B) \longrightarrow H_n(X,A) \longrightarrow H_{n-1}(A,B) \longrightarrow\cdots.

Barisan ini adalah barisan eksak panjang grup homologi yang berkaitan dengan barisan eksak pendek kompleks rantai yang, pada setiap derajat, dibentuk oleh

0Cn(A,B)Cn(X,B)Cn(X,A)0. 0\longrightarrow C_n(A,B) \longrightarrow C_n(X,B) \longrightarrow C_n(X,A) \longrightarrow0.

Diagram semantik (tripel). Pada derajat nn, panah bergerak dari Hn(A,B)H_n(A,B) ke Hn(X,B)H_n(X,B), lalu ke Hn(X,A)H_n(X,A), dan melalui pemetaan penghubung ke Hn1(A,B)H_{n-1}(A,B); elipsis pada kedua ujung menandakan kelanjutan barisan.

Diagram semantik (kompleks rantai tripel). Lima objek tersusun sebagai 0Cn(A,B)Cn(X,B)Cn(X,A)00\to C_n(A,B)\to C_n(X,B)\to C_n(X,A)\to0. Barisan ini eksak pada setiap derajat, dan pemetaan-pemetaan antar-derajat berkomutasi dengan batas.

Sebagai contoh, jika BB adalah sebuah titik, barisan eksak panjang tripel (X,A,B)(X,A,B) menjadi barisan eksak panjang homologi tereduksi untuk pasangan (X,A)(X,A).

Koreksi tipografis yang diusulkan. Frasa sumber “the a long exact sequence” dibaca sebagai “to a long exact sequence”; struktur matematis BAXB\subset A\subset X tidak berubah.

Koreksi notasi yang diusulkan. Baris 1918 memakai huruf kecil bb, padahal anggota ketiga tripel telah dinotasikan BB. Pernyataan yang konsisten ialah: “jika BB adalah sebuah titik”.

Koreksi cakupan. Akibat sumber mempertahankan hipotesis “pasangan baik”, padahal barisan eksak pendek grup rantai singular berlaku untuk setiap pasangan. Terjemahan menyatakan hasil yang lebih tepat untuk setiap (X,A)(X,A) dan memberi spesialisasi satu langkah dari teorema kompleks rantai. Hipotesis pasangan baik tetap diperlukan pada teorema perbandingan dengan X/AX/A di Bagian 1.5.

33.3 Pemeriksaan penguasaan

Pemeriksaan Penguasaan F3.1 (barisan eksak pendek dan hasil bagi). Misalkan

0AiBqC0 0\longrightarrow A\xrightarrow{i}B\xrightarrow{q}C\longrightarrow0

merupakan barisan eksak pendek.

  1. Buktikan bahwa ii injektif, qq surjektif, dan imi=kerq\operatorname{im}i=\ker q.
  2. Buktikan bahwa pemetaan q:B/i(A)C\bar q\colon B/i(A)\to C dengan q([b])=q(b)\bar q([b])=q(b) merupakan isomorfisma.
  3. Jika ada homomorfisma s:CBs\colon C\to B dengan qs=idCq\circ s=\operatorname{id}_C, buktikan bahwa BACB\cong A\oplus C.

Petunjuk. Baca eksak pada AA, BB, dan CC secara terpisah. Untuk bagian ketiga, gunakan Φ(a,c)=i(a)+s(c)\Phi(a,c)=i(a)+s(c) dan terapkan qq untuk menguji kernel Φ\Phi.

Solusi Pemeriksaan F3.1. Eksak pada AA memberi

keri=im(0A)=0, \ker i=\operatorname{im}(0\to A)=0,

sehingga ii injektif. Eksak pada CC memberi

imq=ker(C0)=C, \operatorname{im}q=\ker(C\to0)=C,

sehingga qq surjektif. Eksak pada BB tepat mengatakan imi=kerq\operatorname{im}i=\ker q.

Jika bbi(A)=kerqb-b'\in i(A)=\ker q, maka q(b)=q(b)q(b)=q(b'); jadi q\bar q terdefinisi dengan baik. Pemetaan itu surjektif karena qq surjektif, dan

kerq={[b]q(b)=0}={[b]bi(A)}=0. \ker\bar q =\{[b]\mid q(b)=0\} =\{[b]\mid b\in i(A)\}=0.

Maka q\bar q isomorfisma. Terakhir, definisikan

Φ:ACB,Φ(a,c)=i(a)+s(c). \Phi\colon A\oplus C\longrightarrow B, \qquad \Phi(a,c)=i(a)+s(c).

Untuk bBb\in B, q(bs(q(b)))=0q\bigl(b-s(q(b))\bigr)=0, sehingga ada aAa\in A dengan bs(q(b))=i(a)b-s(q(b))=i(a). Jadi Φ(a,q(b))=b\Phi(a,q(b))=b dan Φ\Phi surjektif. Jika Φ(a,c)=0\Phi(a,c)=0, menerapkan qq memberi c=0c=0; kemudian i(a)=0i(a)=0, sehingga a=0a=0. Jadi Φ\Phi juga injektif dan BACB\cong A\oplus C.

Pemeriksaan Penguasaan F3.2 (suspensi dan sfera). Gunakan

H̃k(SX)H̃k1(X)(k1) \widetilde H_k(SX)\cong\widetilde H_{k-1}(X)\qquad(k\geq1)

dan S(Sm)Sm+1S(S^m)\cong S^{m+1} untuk memperoleh, mulai dari S0S^0, seluruh grup homologi tereduksi SmS^m untuk m0m\geq0. Gunakan keterhubungan lintasan suspensi untuk derajat nol, lalu jelaskan mengapa derajat taknol bergeser satu pada setiap suspensi.

Petunjuk. Mulailah dari H̃0(S0)\widetilde H_0(S^0)\cong\mathbb Z dan H̃k(S0)=0\widetilde H_k(S^0)=0 untuk k0k\ne0. Untuk setiap suspensi sesudahnya, H̃0=0\widetilde H_0=0 karena ruangnya terhubung lintasan; lakukan induksi pada mm untuk derajat positif.

Solusi Pemeriksaan F3.2. Untuk m=0m=0,

H̃k(S0){,k=0,0,k0. \widetilde H_k(S^0)\cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=0,\\ 0,&k\ne0. \end{cases}

Andaikan rumus telah diketahui untuk SmS^m. Karena S(Sm)Sm+1S(S^m)\cong S^{m+1},

H̃k(Sm+1)H̃k(S(Sm))H̃k1(Sm). \widetilde H_k(S^{m+1}) \cong\widetilde H_k(S(S^m)) \cong\widetilde H_{k-1}(S^m).

Ruas terakhir isomorfik dengan \mathbb Z tepat ketika k1=mk-1=m, yakni k=m+1k=m+1, dan nol pada derajat positif lain. Pada derajat nol, Sm+1S^{m+1} terhubung lintasan, sehingga homologi tereduksinya nol. Dengan induksi,

H̃k(Sm){,k=m,0,km. \widetilde H_k(S^m)\cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=m,\\ 0,&k\ne m. \end{cases}

Jadi suspensi menaikkan satu-satunya derajat homologi tereduksi yang taknol sebanyak satu.

Pemeriksaan Penguasaan F3.3 (siklus dan batas relatif). Untuk pasangan AXA\subseteq X:

  1. buktikan bahwa Hn(X,)Hn(X)H_n(X,\varnothing)\cong H_n(X) dan Hn(X,X)=0H_n(X,X)=0;
  2. buktikan bahwa c+Cn(A)c+C_n(A) merupakan siklus relatif tepat ketika cCn1(A)\partial c\in C_{n-1}(A);
  3. buktikan bahwa kelas rantai itu merupakan batas relatif tepat ketika ada dCn+1(X)d\in C_{n+1}(X) dengan cdCn(A)c-\partial d\in C_n(A).

Petunjuk. Gunakan definisi Cn(X,A)=Cn(X)/Cn(A)C_n(X,A)=C_n(X)/C_n(A) dan periksa kapan suatu koset menjadi nol dalam hasil bagi.

Solusi Pemeriksaan F3.3. Tidak ada simpleks singular berdomain Δn\Delta^n dan berkodomain \varnothing, sehingga Cn()=0C_n(\varnothing)=0. Akibatnya

Cn(X,)=Cn(X)/0Cn(X) C_n(X,\varnothing)=C_n(X)/0\cong C_n(X)

beserta pemetaan batasnya, jadi Hn(X,)Hn(X)H_n(X,\varnothing)\cong H_n(X). Di sisi lain, Cn(X,X)=Cn(X)/Cn(X)=0C_n(X,X)=C_n(X)/C_n(X)=0, sehingga Hn(X,X)=0H_n(X,X)=0.

Dalam kompleks hasil bagi,

(c+Cn(A))=c+Cn1(A). \partial(c+C_n(A))=\partial c+C_{n-1}(A).

Koset ini nol tepat ketika cCn1(A)\partial c\in C_{n-1}(A), yang membuktikan karakterisasi siklus relatif. Koset c+Cn(A)c+C_n(A) merupakan batas tepat ketika ada d+Cn+1(A)d+C_{n+1}(A) dengan

c+Cn(A)=d+Cn(A). c+C_n(A)=\partial d+C_n(A).

Kesamaan koset itu ekuivalen dengan cdCn(A)c-\partial d\in C_n(A).

Pemeriksaan Penguasaan F3.4 (membangun pemetaan penghubung). Misalkan

0𝒜ij𝒞0 0\longrightarrow\mathcal A\xrightarrow{i}\mathcal B \xrightarrow{j}\mathcal C\longrightarrow0

barisan eksak pendek kompleks rantai. Untuk suatu siklus cCnc\in C_n, pilih bBnb\in B_n dengan j(b)=cj(b)=c, lalu pilih satu-satunya aAn1a\in A_{n-1} dengan i(a)=bi(a)=\partial b.

  1. Buktikan bahwa aa merupakan siklus.
  2. Buktikan bahwa [a][a] tidak bergantung pada pilihan bb maupun wakil cc.
  3. Buktikan bahwa δ([c])=[a]\delta([c])=[a] merupakan homomorfisma Hn(𝒞)Hn1(𝒜)H_n(\mathcal C)\to H_{n-1}(\mathcal A).

Petunjuk. Untuk dua pengangkatan b,bb,b', tulis bb=i(x)b'-b=i(x). Jika c=c+dc'=c+\partial d, angkat dd ke eBn+1e\in B_{n+1} dan gunakan b+eb+\partial e sebagai pengangkatan khusus bagi cc'.

Solusi Pemeriksaan F3.4. Karena jj pemetaan rantai dan cc siklus,

j(b)=j(b)=c=0. j(\partial b)=\partial j(b)=\partial c=0.

Eksak memberi bkerj=imi\partial b\in\ker j=\operatorname{im}i, sehingga aa ada; injektivitas ii membuatnya tunggal. Selanjutnya,

i(a)=i(a)=2b=0, i(\partial a)=\partial i(a)=\partial^2b=0,

dan injektivitas ii memberi a=0\partial a=0.

Jika bb' pengangkatan lain bagi cc, maka j(bb)=0j(b'-b)=0, sehingga bb=i(x)b'-b=i(x) untuk suatu xAnx\in A_n. Jika i(a)=bi(a')=\partial b', maka

i(aa)=(bb)=i(x)=i(x). i(a'-a)=\partial(b'-b)=\partial i(x)=i(\partial x).

Karena ii injektif, aa=xa'-a=\partial x; jadi [a]=[a][a']=[a]. Jika c=c+dc'=c+\partial d, pilih eBn+1e\in B_{n+1} dengan j(e)=dj(e)=d. Rantai b+eb+\partial e mengangkat cc', dan

(b+e)=b. \partial(b+\partial e)=\partial b.

Maka pilihan khusus itu menghasilkan aa yang sama, sedangkan kebebasan dari pilihan pengangkatan menangani semua pilihan lain. Jadi kelas [a][a] juga tidak bergantung pada wakil [c][c].

Untuk siklus c1,c2c_1,c_2 dengan pengangkatan b1,b2b_1,b_2, rantai b1+b2b_1+b_2 mengangkat c1+c2c_1+c_2 dan elemen yang ditentukan oleh batasnya ialah a1+a2a_1+a_2. Karena itu

δ([c1]+[c2])=[a1+a2]=δ([c1])+δ([c2]), \delta([c_1]+[c_2])=[a_1+a_2] =\delta([c_1])+\delta([c_2]),

sehingga δ\delta merupakan homomorfisma yang terdefinisi dengan baik.

Pemeriksaan Penguasaan F3.5 (eksaknya barisan homologi panjang). Dengan notasi Pemeriksaan F3.4, buktikan ketiga kesamaan

imi*=kerj*,imj*=kerδ,imδ=keri*. \operatorname{im}i_*=\ker j_*,\qquad \operatorname{im}j_*=\ker\delta,\qquad \operatorname{im}\delta=\ker i_*.

Petunjuk. Untuk setiap inklusi yang sukar, mulai dari kelas di kernel, pilih wakil siklus, lalu gunakan eksak pada tingkat rantai. Saat sebuah citra menjadi batas, angkat rantai yang membatasinya melalui jj.

Solusi Pemeriksaan F3.5. Komposisi berurutan nol memberi langsung

imi*kerj*,imj*kerδ,imδkeri*. \operatorname{im}i_*\subseteq\ker j_*,\qquad \operatorname{im}j_*\subseteq\ker\delta,\qquad \operatorname{im}\delta\subseteq\ker i_*.

Untuk arah sebaliknya yang pertama, ambil siklus bBnb\in B_n dengan j*[b]=0j_*[b]=0. Maka j(b)=cj(b)=\partial c untuk suatu cCn+1c\in C_{n+1}. Pilih eBn+1e\in B_{n+1} dengan j(e)=cj(e)=c. Rantai beb-\partial e berada di kerj\ker j, jadi be=i(a)b-\partial e=i(a) untuk suatu aAna\in A_n. Karena i(a)=(be)=0i(\partial a)=\partial(b-\partial e)=0 dan ii injektif, aa siklus; maka [b]=i*[a][b]=i_*[a].

Untuk kesamaan kedua, ambil siklus cCnc\in C_n dengan δ[c]=0\delta[c]=0. Pilih bb dan aa seperti pada konstruksi δ\delta. Karena [a]=0[a]=0, ada xAnx\in A_n dengan a=xa=\partial x. Rantai bi(x)b-i(x) adalah siklus dan j(bi(x))=cj(b-i(x))=c, sehingga [c]=j*[bi(x)][c]=j_*[b-i(x)].

Untuk kesamaan ketiga, ambil siklus aAn1a\in A_{n-1} dengan i*[a]=0i_*[a]=0. Ada bBnb\in B_n dengan b=i(a)\partial b=i(a). Rantai c=j(b)c=j(b) adalah siklus karena

c=j(b)=j(i(a))=0. \partial c=j(\partial b)=j(i(a))=0.

Menurut definisi pemetaan penghubung, δ[c]=[a]\delta[c]=[a]. Ketiga kernel dengan demikian sama dengan citra yang mendahuluinya, sehingga barisan homologi panjang eksak.

Pemeriksaan Penguasaan F3.6 (pasangan cakram dan tidak adanya retraksi). Untuk n1n\geq1:

  1. gunakan barisan eksak panjang pasangan untuk menghitung Hk(Dn,Sn1)H_k(D^n,S^{n-1}) bagi semua k0k\geq0;
  2. gunakan homologi tereduksi untuk membuktikan bahwa inklusi Sn1DnS^{n-1}\hookrightarrow D^n tidak memiliki retraksi;
  3. jelaskan bagaimana sebuah pemetaan kontinu tanpa titik tetap f:DnDnf\colon D^n\to D^n akan menghasilkan retraksi dan karenanya kontradiksi.

Petunjuk. Gunakan kontraktibilitas DnD^n dan H̃n1(Sn1)\widetilde H_{n-1}(S^{n-1})\cong\mathbb Z. Untuk bagian ketiga, kirim xx ke titik pertama pada Sn1S^{n-1} yang ditemui sinar dari f(x)f(x) melalui xx.

Solusi Pemeriksaan F3.6. Karena DnD^n kontraktibel, bagian tereduksi dari barisan eksak panjang pasangan memberi, untuk k1k\geq1, isomorfisma penghubung

Hk(Dn,Sn1)H̃k1(Sn1). H_k(D^n,S^{n-1}) \cong\widetilde H_{k-1}(S^{n-1}).

Pada derajat nol, gunakan bagian barisan eksak biasa

H0(Sn1)H0(Dn)H0(Dn,Sn1)0. H_0(S^{n-1})\longrightarrow H_0(D^n) \longrightarrow H_0(D^n,S^{n-1})\longrightarrow0.

Pemetaan pertama surjektif karena Sn1S^{n-1} tak kosong dan DnD^n terhubung lintasan. Karena itu H0(Dn,Sn1)=0H_0(D^n,S^{n-1})=0.

Dengan perhitungan bola,

Hk(Dn,Sn1){,k=n,0,kn.(k0). H_k(D^n,S^{n-1})\cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=n,\\ 0,&k\ne n. \end{cases} \qquad(k\geq0).

Andaikan ada retraksi r:DnSn1r\colon D^n\to S^{n-1} bagi inklusi ii. Maka r*i*=idr_*i_*=\operatorname{id} pada homologi tereduksi, sehingga i*i_* harus injektif. Namun

i*:H̃n1(Sn1)H̃n1(Dn)=0 i_*\colon\widetilde H_{n-1}(S^{n-1})\cong\mathbb Z \longrightarrow\widetilde H_{n-1}(D^n)=0

tidak mungkin injektif. Jadi retraksi tidak ada.

Jika f:DnDnf\colon D^n\to D^n kontinu dan tidak mempunyai titik tetap, untuk setiap xx sinar yang berawal di f(x)f(x) dan melalui xx berpotongan dengan batas di satu titik sesudah xx. Pemetaan r(x)r(x) ke titik tersebut kontinu; untuk xSn1x\in S^{n-1}, titik batas itu adalah xx sendiri. Jadi rr akan menjadi retraksi DnSn1D^n\to S^{n-1}, bertentangan dengan hasil sebelumnya. Maka setiap pemetaan kontinu DnDnD^n\to D^n mempunyai titik tetap.

Batas sumber komponen. Unit ini menerjemahkan algebraic_topology.tex baris 1291–1922 secara kontigu, mencakup Bagian 1.5 tentang barisan eksak dan Bagian 1.6 tentang homologi relatif. Kursor komponen berikutnya adalah baris 1923, awal Bagian 1.7 tentang eksisi.

Komponen Fomberg O012-FOM-004

Bagian 1.7–1.10; dipetakan ke D60-R11.

Tentang komponen ini

Komponen ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Bagian 1.7–1.10 Algebraic Topology karya Yeheli Fomberg, berdasarkan kuliah Nir Lazarovich pada musim semi 2025. Otoritas sumber dibekukan pada commit 563194fae879178b9a6871b249513bfc27968975. Rentang yang diterjemahkan ialah algebraic_topology.tex baris 1923–2846: 924 baris fisik, 38.503 byte setelah normalisasi LF dan satu LF penutup, dengan SHA-256 ddde995b54154623ccc565117aee63cce8361d2ada1c3c9f2852775b1aaac638.

Catatan sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Terjemahan, pemformatan semantik, koreksi terbatas, gambar ulang mandiri, perbaikan bukti, dan materi penguasaan asli di bawah ini diterbitkan dengan lisensi yang sama. Semua perbaikan FOM-PR-05 sampai FOM-PR-11 dibedakan dari teks sumber. Tidak ada prosa dari bank soal Fomberg terpisah maupun materi MIT yang disalin ke dalam komponen ini.

Edisi ini independen dan tidak menyiratkan dukungan, pengesahan, atau afiliasi dengan Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, ataupun institusi mereka. Produksi terjemahan, struktur semantik, dan QA dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna.

34 Eksisi, Mayer–Vietoris, Kealamian, dan Pembandingan Homologi

34.1 Eksisi

Teorema (eksisi). Misalkan ZAXZ\subseteq A\subseteq X dan Z¯Å\overline Z\subseteq\mathring A. Inklusi pasangan

i:(X\Z,A\Z)(X,A) i\colon(X\setminus Z,A\setminus Z)\hookrightarrow(X,A)

menginduksi isomorfisma

i*:Hn(X\Z,A\Z)Hn(X,A) i_*\colon H_n(X\setminus Z,A\setminus Z) \xrightarrow{\ \cong\ }H_n(X,A)

untuk setiap nn. Dengan kata lain, Hn(X,A)Hn(X\Z,A\Z)H_n(X,A)\cong H_n(X\setminus Z,A\setminus Z).

Klarifikasi arah pemetaan. Sumber menuliskan isomorfisma abstrak dengan Hn(X,A)H_n(X,A) di sebelah kiri. Karena pemetaan yang disebutkan berasal dari inklusi (X\Z,A\Z)(X,A)(X\setminus Z,A\setminus Z)\hookrightarrow(X,A), arah pemetaan terinduksi yang kanonis adalah arah yang ditampilkan di atas. Tidak ada isi matematis yang diubah.

Akibat. Jika (X,A)(X,A) pasangan baik dalam arti standar—AA tak kosong, tertutup, dan merupakan retrak deformasi dari suatu lingkungannya—maka

Hn(X,A)H̃n(X/A). H_n(X,A)\cong\widetilde H_n(X/A).

Akibat ini akan diperoleh lagi secara eksplisit dari teorema hasil bagi di bawah.

Catatan (bentuk penutup). Rumusan ekuivalen teorema eksisi adalah sebagai berikut. Jika X1,X2XX_1,X_2\subseteq X dan

X̊1X̊2=X, \mathring X_1\cup\mathring X_2=X,

maka inklusi

i:(X1,X1X2)(X,X2) i\colon(X_1,X_1\cap X_2)\hookrightarrow(X,X_2)

menginduksi isomorfisma

i*:Hn(X1,X1X2)Hn(X,X2) i_*\colon H_n(X_1,X_1\cap X_2) \xrightarrow{\ \cong\ }H_n(X,X_2)

untuk setiap nn.

Gambar ulang aksesibel dua rumusan eksisi: daerah Z di dalam A di dalam X, dan penutup X satu–X dua dengan daerah irisan.

Diagram semantik hasil gambar ulang. Pada rumusan pertama terdapat tiga daerah bersarang

ZAX,Z¯Å. Z\subseteq A\subseteq X, \qquad \overline Z\subseteq\mathring A.

Pada rumusan kedua, XX ditutup oleh bagian dalam dua daerah X1X_1 dan X2X_2; daerah tumpang-tindihnya ialah X1X2X_1\cap X_2. Korespondensi antarrumusan adalah

A=X2,Z=X\X1=X2\X1,X\Z=X1,A\Z=X1X2. \begin{array}{rcl} A&=&X_2,\\ Z&=&X\setminus X_1=X_2\setminus X_1,\\ X\setminus Z&=&X_1,\\ A\setminus Z&=&X_1\cap X_2. \end{array}

Deskripsi aksesibel: menghapus daerah ZZ yang terletak sepenuhnya di bagian dalam AA menyisakan pasangan yang sama dengan mengambil daerah kiri X1X_1 beserta irisannya dengan daerah kanan X2X_2. Diagram ini disusun ulang secara mandiri dari relasi himpunan; tidak ada ekspresi TikZ sumber yang disalin.

Untuk memperoleh bentuk kedua dari bentuk pertama, ambil A=X2A=X_2 dan Z=X\X1Z=X\setminus X_1. Karena X̊1X̊2=X\mathring X_1\cup\mathring X_2=X, kita mempunyai X\X1¯X̊2\overline{X\setminus X_1}\subseteq\mathring X_2. Substitusi pada empat identitas di atas memberi tepat inklusi pasangan dalam bentuk penutup. Sebaliknya, untuk ZAXZ\subseteq A\subseteq X dengan Z¯Å\overline Z\subseteq\mathring A, ambil X1=X\ZX_1=X\setminus Z dan X2=AX_2=A. Karena

int(X\Z)=X\Z¯, \operatorname{int}(X\setminus Z)=X\setminus\overline Z,

kedua bagian dalam itu menutup XX; keempat identitas di atas menghasilkan pernyataan semula.

Definisi (rantai-𝒰\mathcal U). Misalkan 𝒰={Uj}\mathcal U=\{U_j\} suatu koleksi subhimpunan XX yang bagian-bagian dalamnya membentuk penutup terbuka bagi XX, yaitu

X=U𝒰Ů. X=\bigcup_{U\in\mathcal U}\mathring U.

Kita definisikan

Cn𝒰(X)=span{σ:ΔnX|U𝒰 sehingga σ(Δn)U}. C_n^{\mathcal U}(X) =\operatorname{span}_{\mathbb Z} \left\{ \sigma\colon\Delta^n\to X \;\middle|\; \exists U\in\mathcal U\text{ sehingga } \sigma(\Delta^n)\subseteq U \right\}.

Generator seperti itu disebut simpleks singular 𝒰\mathcal U-kecil, dan unsur grup di atas disebut rantai-𝒰\mathcal U.

Catatan. Setiap sisi simpleks 𝒰\mathcal U-kecil masih mempunyai citra di anggota 𝒰\mathcal U yang sama. Karena itu

(Cn𝒰(X))Cn1𝒰(X), \partial\bigl(C_n^{\mathcal U}(X)\bigr) \subseteq C_{n-1}^{\mathcal U}(X),

sehingga grup-grup Cn𝒰(X)C_n^{\mathcal U}(X) membentuk kompleks rantai. Homologi kompleks ini dinotasikan Hn𝒰(X)H_n^{\mathcal U}(X).

Proposisi (teorema rantai kecil). Inklusi

ι:C*𝒰(X)C*(X) \iota\colon C_*^{\mathcal U}(X)\hookrightarrow C_*(X)

merupakan ekuivalensi homotopi kompleks rantai. Jadi terdapat pemetaan rantai

ρ:C*(X)C*𝒰(X) \rho\colon C_*(X)\longrightarrow C_*^{\mathcal U}(X)

sedemikian sehingga ιρ\iota\rho dan ρι\rho\iota homotopik-rantai dengan pemetaan identitas masing-masing. Khususnya,

ι*:Hn𝒰(X)Hn(X) \iota_*\colon H_n^{\mathcal U}(X) \xrightarrow{\ \cong\ }H_n(X)

untuk setiap nn.

Bukti sumber, sampai bagian yang dihilangkan. Sumber mengumumkan bukti dalam empat langkah, tetapi hanya memulai langkah pertama.

  1. Subdivisi barisentris simpleks. Simpleks [v0,v1,,vn][v_0,v_1,\ldots,v_n] terdiri atas semua titik itivi\sum_i t_iv_i dengan ti0t_i\geq0 dan iti=1\sum_i t_i=1. Barisentrum simpleks itu adalah titik berkoordinat barisentris sama besar,

    b=i=0n1n+1vi. b=\sum_{i=0}^{n}\frac1{n+1}v_i.

    (Awalan bary- berarti massa.) Subdivisi barisentris didefinisikan secara induktif. Pada dimensi nol,

    BS([v0])={[v0]}. BS([v_0])=\{[v_0]\}.

    Pada dimensi satu, dengan b=(v0+v1)/2b=(v_0+v_1)/2,

    BS([v0,v1])={[b,v0],[b,v1]}. BS([v_0,v_1])=\{[b,v_0],[b,v_1]\}.

    Secara induktif, jika FiF_i adalah sisi ke-ii dari [v0,,vn][v_0,\ldots,v_n], definisikan

    BS([v0,,vn])=i=0n{[b,s]sBS(Fi)}. BS([v_0,\ldots,v_n]) =\bigcup_{i=0}^{n} \bigl\{[b,s]\mid s\in BS(F_i)\bigr\}.

    Subdivisi itu terdiri atas (n+1)!(n+1)! simpleks berdimensi nn yang menutup simpleks semula:

    |BS([v0,,vn])|=(n+1)!. \bigl|BS([v_0,\ldots,v_n])\bigr|=(n+1)!.

    Selain itu, BS(Δn)BS(\Delta^n) memberi struktur kompleks simpleks pada Δn\Delta^n. Sumber kemudian hendak membuktikan bahwa setiap [w0,,wn]BS(Δn)[w_0,\ldots,w_n]\in BS(\Delta^n) memenuhi

    diam[w0,,wn]nn+1diam[v0,,vn]. \operatorname{diam}[w_0,\ldots,w_n] \leq\frac n{n+1}\operatorname{diam}[v_0,\ldots,v_n].

    Untuk itu sumber terlebih dahulu mengamati

    diam[w0,,wn]=maxi,jwiwj. \operatorname{diam}[w_0,\ldots,w_n] =\max_{i,j}\lVert w_i-w_j\rVert.

    Memang, untuk sebuah titik sudut vv dan titik i=0ntivi\sum_{i=0}^nt_iv_i di selubung konveks,

    vi=0ntivi=i=0nti(vvi)i=0ntivvii=0ntimaxjvvj=maxjvvj. \begin{aligned} \left\lVert v-\sum_{i=0}^{n}t_iv_i\right\rVert &=\left\lVert\sum_{i=0}^{n}t_i(v-v_i)\right\rVert\\ &\leq\sum_{i=0}^{n}t_i\lVert v-v_i\rVert\\ &\leq\sum_{i=0}^{n}t_i\max_j\lVert v-v_j\rVert\\ &=\max_j\lVert v-v_j\rVert. \end{aligned}

Bagian FOM-PR-05a yang dihilangkan dalam sumber. Sesudah menuliskan batas diameter yang diinginkan dan estimasi selubung konveks di atas, sumber hanya menyatakan bahwa sisa argumennya bersifat geometris. Sumber lalu menyebut konsekuensinya—setiap simpleks dapat dibagi menjadi simpleks-simpleks berdiameter sekecil yang diinginkan—tanpa membuktikan batas diameter ataupun iterasinya. Perbaikan FOM-PR-05a mengisi kedua langkah tersebut.

Bagian FOM-PR-05b yang dihilangkan dalam sumber. Langkah kedua pada sumber berbunyi bahwa “sisa bukti mungkin akan ditambahkan kelak”; langkah ketiga dan keempat tidak hadir. Baris 2073–2150 hanya merupakan komentar TeX nonaktif, bukan teks bukti yang diterbitkan. Komentar itu mencoba memperkenalkan rantai linear LCn(Y)LC_n(Y) untuk YnY\subseteq\mathbb R^n konveks, operator kerucut

b([w0,,wn])=[b,w0,,wn],b+b=id, b([w_0,\ldots,w_n])=[b,w_0,\ldots,w_n], \qquad \partial b+b\partial=\operatorname{id},

operator subdivisi SS melalui skema S(λ)=bλ(Sλ)S(\lambda)=b_\lambda(S\partial\lambda), dan suatu operator TT yang dimaksudkan memenuhi

T+T=idS. \partial T+T\partial=\operatorname{id}-S.

Rumus rekursif TT dalam komentar adalah awal konstruksi standar dan suku SσS\sigma dapat muncul ketika identitas operator kerucut diterapkan. Namun perhitungannya berhenti sebelum keterdefinisian, kealamian terhadap simpleks singular, argumen bilangan Lebesgue, surjektivitas dan injektivitas homologi, ataupun pemetaan ρ\rho dibuktikan. Karena komentar tersebut belum merupakan bukti yang sah, edisi ini tidak mengangkatnya menjadi prosa sumber. Perbaikan FOM-PR-05b memberi konstruksi lengkap yang diperlukan.

Koreksi notasi. Sumber memakai Δi\Delta^i untuk “sisi ke-ii” ketika menuliskan rekursi subdivisi. Superskrip biasanya menyatakan dimensi, bukan nomor sisi. Edisi memakai FiF_i untuk sisi ke-ii dan mempertahankan rumus rekursif yang dimaksud.

Perbaikan bukti FOM-PR-05a (penyusutan diameter). Setiap simpleks berdimensi nn dalam subdivisi barisentris berkorespondensi dengan rantai sisi tak kosong

F0F1Fn=Δn, F_0\subsetneq F_1\subsetneq\cdots\subsetneq F_n=\Delta^n,

dan titik-titik sudutnya adalah barisentrum bF0,,bFnb_{F_0},\ldots,b_{F_n}. Kita lengkapi dahulu fakta diameter yang dipakai sumber. Jika x=iaiwix=\sum_i a_iw_i dan y=jbjwjy=\sum_j b_jw_j adalah dua titik selubung konveks titik-titik sudut w0,,wrw_0,\ldots,w_r, maka

xy=i,jaibj(wiwj)i,jaibjwiwjmaxi,jwiwj. \begin{aligned} \lVert x-y\rVert &=\left\lVert\sum_{i,j}a_ib_j(w_i-w_j)\right\rVert\\ &\leq\sum_{i,j}a_ib_j\lVert w_i-w_j\rVert\\ &\leq\max_{i,j}\lVert w_i-w_j\rVert. \end{aligned}

Karena titik-titik sudut sendiri termasuk dalam selubung konveks, diameter selubung itu tepat jarak maksimum antara dua titik sudut.

Ambil dua sisi dalam rantai itu, FGF\subseteq G. Misalkan FF mempunyai pp titik sudut dan GG mempunyai qq titik sudut. Maka

bG=pqbF+1qvG\Fv b_G=\frac pqb_F+\frac1q\sum_{v\in G\setminus F}v

dan karena bFb_F terletak di selubung konveks titik-titik sudut FF,

bGbF=1qvG\F(vbF)qpqdiam(Δn)nn+1diam(Δn). \begin{aligned} \lVert b_G-b_F\rVert &=\left\lVert\frac1q\sum_{v\in G\setminus F}(v-b_F)\right\rVert\\ &\leq\frac{q-p}{q}\operatorname{diam}(\Delta^n)\\ &\leq\frac n{n+1}\operatorname{diam}(\Delta^n). \end{aligned}

Kesamaan diameter selubung konveks dengan jarak maksimum antartitik sudut, yang telah diperiksa dalam bagian sumber, sekarang memberi

diam(τ)nn+1diam(Δn) \operatorname{diam}(\tau) \leq\frac n{n+1}\operatorname{diam}(\Delta^n)

untuk setiap simpleks τ\tau dalam BS(Δn)BS(\Delta^n). Sesudah rr iterasi,

diam(τr)(nn+1)rdiam(Δn). \operatorname{diam}(\tau_r) \leq\left(\frac n{n+1}\right)^r \operatorname{diam}(\Delta^n).

Faktor n/(n+1)n/(n+1) kurang dari satu untuk n>0n>0, sehingga ruas kanan menuju nol. Untuk n=0n=0 diameter sejak awal nol. Jadi subdivisi berulang menghasilkan simpleks-simpleks berdiameter sekecil yang diinginkan. \square

Perbaikan bukti FOM-PR-05b (operator subdivisi, rantai kecil, dan ekuivalensi homotopi). Beri setiap simpleks dalam subdivisi barisentris orientasi yang diinduksi oleh orientasi Δn\Delta^n. Untuk simpleks singular σ:ΔnX\sigma\colon\Delta^n\to X, definisikan

Sd(σ)=τBS(Δn)ετσaτ, Sd(\sigma)=\sum_{\tau\in BS(\Delta^n)} \varepsilon_\tau\,\sigma\circ a_\tau,

di mana aτ:Δnτa_\tau\colon\Delta^n\to\tau adalah isomorfisma afin berorientasi dan ετ{1,1}\varepsilon_\tau\in\{1,-1\} mencatat orientasinya. Perluas secara linear. Pada batas subdivisi, setiap sisi internal muncul dua kali dengan orientasi berlawanan, sedangkan sisi luar memberi subdivisi dari batas. Karena itu

Sd=Sd; \partial Sd=Sd\,\partial;

jadi SdSd adalah pemetaan rantai.

Selanjutnya kita bangun homotopi rantai T:Cn(X)Cn+1(X)T\colon C_n(X)\to C_{n+1}(X) secara induktif. Pada simpleks standar, andaikan TT telah didefinisikan pada semua dimensi lebih rendah dan letakkan

zn=idΔnSd(idΔn)T(idΔn). z_n=\operatorname{id}_{\Delta^n} -Sd(\operatorname{id}_{\Delta^n}) -T(\partial\operatorname{id}_{\Delta^n}).

Hipotesis induksi dan fakta bahwa SdSd pemetaan rantai memberi

zn=idΔnSd(idΔn)T(idΔn)=0. \begin{aligned} \partial z_n &=\partial\operatorname{id}_{\Delta^n} -Sd(\partial\operatorname{id}_{\Delta^n}) -\partial T(\partial\operatorname{id}_{\Delta^n})\\ &=0. \end{aligned}

Karena Δn\Delta^n kontraktibel, siklus znz_n membatasi suatu rantai b(zn)b(z_n); secara konkret bb dapat dipilih sebagai operator kerucut menuju barisentrum. Definisikan

T(idΔn)=b(zn),T(σ)=σ#T(idΔn). T(\operatorname{id}_{\Delta^n})=b(z_n), \qquad T(\sigma)=\sigma_\#T(\operatorname{id}_{\Delta^n}).

Konstruksi ini alami terhadap σ\sigma dan menghasilkan identitas

T+T=idSd. \partial T+T\partial=\operatorname{id}-Sd.

Yang penting, semua simpleks yang muncul dalam Sd(σ)Sd(\sigma) dan T(σ)T(\sigma) mempunyai citra di dalam σ(Δn)\sigma(\Delta^n). Maka kedua operator mempertahankan subkompleks C*𝒰(X)C_*^{\mathcal U}(X).

Sekarang, bagi suatu simpleks singular σ\sigma, himpunan-himpunan

{σ1(Ů)U𝒰} \left\{\sigma^{-1}(\mathring U)\mid U\in\mathcal U\right\}

membentuk penutup terbuka bagi Δn\Delta^n. Lemma bilangan Lebesgue memberi λσ>0\lambda_\sigma>0 sehingga setiap subhimpunan Δn\Delta^n berdiameter kurang dari λσ\lambda_\sigma terkandung dalam salah satu prapeta tersebut. Menurut FOM-PR-05a, ada NσN_\sigma sehingga semua simpleks dalam SdNσ(idΔn)Sd^{N_\sigma}(\operatorname{id}_{\Delta^n}) berdiameter kurang dari λσ\lambda_\sigma. Jadi SdNσ(σ)Sd^{N_\sigma}(\sigma) merupakan rantai-𝒰\mathcal U. Untuk rantai berhingga cc, ambil maksimum eksponen bagi simpleks-simpleks yang muncul di dalamnya; dengan demikian terdapat NN sehingga

SdN(c)C*𝒰(X). Sd^N(c)\in C_*^{\mathcal U}(X).

Tuliskan

KN=r=0N1SdrT. K_N=\sum_{r=0}^{N-1}Sd^rT.

Penjumlahan teleskopik memberi

KN+KN=idSdN. \partial K_N+K_N\partial=\operatorname{id}-Sd^N.

Jika zz siklus di C*(X)C_*(X), pilih NN sehingga SdNzSd^Nz kecil. Maka zSdNz=KNzz-Sd^Nz=\partial K_Nz, jadi setiap kelas homologi mempunyai wakil kecil; ι*\iota_* surjektif. Jika siklus kecil zz membatasi cc dalam C*(X)C_*(X), pilih NN sehingga SdNcSd^Nc kecil. Karena TT dan SdSd mempertahankan rantai kecil, KNzK_Nz juga kecil, dan

z=SdNz+KNz=(SdNc+KNz) z=Sd^Nz+\partial K_Nz =\partial\bigl(Sd^Nc+K_Nz\bigr)

di dalam C*𝒰(X)C_*^{\mathcal U}(X). Jadi ι*\iota_* injektif. Dengan demikian ι\iota adalah kuasi-isomorfisma.

Tersisa membangun invers homotopi rantai yang dinyatakan sumber. Singkatkan B*=C*𝒰(X)B_*=C_*^{\mathcal U}(X), C*=C*(X)C_*=C_*(X), dan Q*=C*/B*Q_*=C_*/B_*. Karena BnB_n dibangkitkan oleh suatu subhimpunan basis simpleks singular CnC_n, setiap QnQ_n bebas dan barisan

0BnιCnQn0 0\longrightarrow B_n\xrightarrow{\iota}C_n \longrightarrow Q_n\longrightarrow0

terbelah sebagai grup. Barisan eksak panjang dan fakta bahwa ι*\iota_* isomorfisma menunjukkan bahwa Q*Q_* asiklik. Setiap subgrup grup abelian bebas kembali bebas; jadi barisan

0Zn(Q)=Bn(Q)QnQBn1(Q)0 0\longrightarrow Z_n(Q)=B_n(Q) \longrightarrow Q_n\xrightarrow{\partial_Q}B_{n-1}(Q) \longrightarrow0

terbelah pada setiap derajat. Pilihan pembelahan memberi homotopi kontraksi h:QnQn+1h\colon Q_n\to Q_{n+1} dengan

Qh+hQ=idQ. \partial_Qh+h\partial_Q=\operatorname{id}_Q.

Pilih pula pembelahan berderajat CnBnQnC_n\cong B_n\oplus Q_n. Dalam koordinat ini, pemetaan batas berbentuk

C(b,q)=(Bb+τq,Qq) \partial_C(b,q)=\bigl(\partial_Bb+\tau q,\partial_Qq\bigr)

untuk suatu τ:QnBn1\tau\colon Q_n\to B_{n-1}. Identitas C2=0\partial_C^2=0 memberi

Bτ+τQ=0. \partial_B\tau+\tau\partial_Q=0.

Sekarang definisikan

ρ(b,q)=bτh(q),H(b,q)=(0,hq). \rho(b,q)=b-\tau h(q), \qquad H(b,q)=(0,hq).

Relasi terakhir dan identitas kontraksi menunjukkan langsung bahwa ρ\rho pemetaan rantai. Selain itu,

ρι=idB*,CH+HC=idC*ιρ. \rho\iota=\operatorname{id}_{B_*}, \qquad \partial_CH+H\partial_C =\operatorname{id}_{C_*}-\iota\rho.

Jadi ρ\rho benar-benar invers homotopi rantai bagi ι\iota: komposisi pada B*B_* adalah identitas secara ketat dan komposisi pada C*C_* homotopik-rantai dengan identitas. Ini menutup pernyataan penuh, bukan hanya isomorfisma homologi. \square

Teorema (eksisi, bentuk penutup). Misalkan A,BXA,B\subseteq X dan

ÅB̊=X. \mathring A\cup\mathring B=X.

Inklusi pasangan

i:(B,AB)(X,A) i\colon(B,A\cap B)\hookrightarrow(X,A)

menginduksi isomorfisma

i*:Hn(B,AB)Hn(X,A) i_*\colon H_n(B,A\cap B) \xrightarrow{\ \cong\ }H_n(X,A)

untuk setiap nn.

Bukti sumber. Teks aktif sumber hanya mengatakan bahwa bukti bergantung pada bukti eksisi dan akan ditambahkan kelak.

Bagian FOM-PR-06 yang dihilangkan dalam sumber. Komentar TeX nonaktif mengusulkan 𝒰={A,B}\mathcal U=\{A,B\}, lalu membandingkan

Cn(X)/Cn(A)denganCn𝒰(X)/Cn(A)Cn(B)/Cn(AB), C_n(X)/C_n(A) \quad\text{dengan}\quad C_n^{\mathcal U}(X)/C_n(A) \cong C_n(B)/C_n(A\cap B),

tetapi tidak membuktikan bahwa perbandingan hasil bagi menginduksi isomorfisma dalam homologi. Bukti lengkap dan pengecekan aljabarnya diberikan berikutnya.

Perbaikan bukti FOM-PR-06. Ambil 𝒰={A,B}\mathcal U=\{A,B\}. Hipotesis ÅB̊=X\mathring A\cup\mathring B=X memastikan bahwa koleksi ini memenuhi syarat teorema rantai kecil. Karena setiap simpleks 𝒰\mathcal U-kecil mempunyai citra di AA atau di BB,

C*𝒰(X)=C*(A)+C*(B). C_*^{\mathcal U}(X)=C_*(A)+C_*(B).

Pertimbangkan diagram barisan eksak pendek kompleks rantai

0C*(A)C*𝒰(X)C*𝒰(X)/C*(A)0ιι0C*(A)C*(X)C*(X)/C*(A)0. \begin{array}{ccccccccc} 0&\longrightarrow&C_*(A)&\longrightarrow&C_*^{\mathcal U}(X) &\longrightarrow&C_*^{\mathcal U}(X)/C_*(A)&\longrightarrow&0\\ &&\Vert&&\downarrow\iota&&\downarrow\bar\iota\\ 0&\longrightarrow&C_*(A)&\longrightarrow&C_*(X) &\longrightarrow&C_*(X)/C_*(A)&\longrightarrow&0. \end{array}

Baris atas dan bawah eksak, dan diagram komutatif. Pemetaan vertikal kiri adalah identitas, sedangkan pemetaan vertikal tengah menginduksi isomorfisma homologi menurut FOM-PR-05. Dengan menerapkan barisan eksak panjang homologi pada kedua baris dan lemma lima, ι\bar\iota juga menginduksi isomorfisma homologi.

Selanjutnya, karena grup rantai singular bebas pada simpleks singular,

C*(A)C*(B)=C*(AB). C_*(A)\cap C_*(B)=C_*(A\cap B).

Teorema isomorfisma kedua memberi isomorfisma kompleks rantai yang eksplisit,

C*𝒰(X)/C*(A)=(C*(A)+C*(B))/C*(A)C*(B)/(C*(A)C*(B))=C*(B)/C*(AB)=C*(B,AB). \begin{aligned} C_*^{\mathcal U}(X)/C_*(A) &=\bigl(C_*(A)+C_*(B)\bigr)/C_*(A)\\ &\cong C_*(B)/\bigl(C_*(A)\cap C_*(B)\bigr)\\ &=C_*(B)/C_*(A\cap B)\\ &=C_*(B,A\cap B). \end{aligned}

Di sisi lain, C*(X)/C*(A)=C*(X,A)C_*(X)/C_*(A)=C_*(X,A). Setelah mengambil homologi, pemetaan yang dihasilkan tepat pemetaan yang diinduksi oleh inklusi pasangan (B,AB)(X,A)(B,A\cap B)\hookrightarrow(X,A). Maka

Hn(B,AB)Hn(X,A) H_n(B,A\cap B)\xrightarrow{\ \cong\ }H_n(X,A)

untuk setiap nn. Melalui ekuivalensi pada catatan bentuk penutup, bukti ini juga membuktikan bentuk eksisi dengan ZAZ\subseteq A. \square

Teorema (homologi relatif sebagai homologi hasil bagi). Misalkan (X,A)(X,A) pasangan baik dalam arti standar: AA tak kosong dan tertutup, serta AA merupakan retrak deformasi dari suatu lingkungan terbukanya. Pemetaan hasil bagi

q:(X,A)(X/A,A/A) q\colon(X,A)\longrightarrow(X/A,A/A)

menginduksi isomorfisma

q*:Hn(X,A)Hn(X/A,A/A)H̃n(X/A) q_*\colon H_n(X,A) \xrightarrow{\ \cong\ }H_n(X/A,A/A) \cong\widetilde H_n(X/A)

untuk setiap nn.

Bukti. Homologi suatu ruang relatif terhadap satu titik secara alami isomorfik dengan homologi tereduksi ruang itu. Jadi cukup dibuktikan bahwa

q*:Hn(X,A)Hn(X/A,A/A) q_*\colon H_n(X,A)\longrightarrow H_n(X/A,A/A)

merupakan isomorfisma. Karena (X,A)(X,A) pasangan baik, terdapat lingkungan terbuka UU dari AA di XX yang beretraksi deformasi ke AA. Karena AA tertutup, A¯=AŮ=U\overline A=A\subseteq\mathring U=U, sehingga eksisi terhadap AA di dalam pasangan (X,U)(X,U) berlaku. Pertimbangkan diagram komutatif berikut.

Hn(X,A)Hn(X,U)Hn(X\A,U\A)q*q*q*Hn(X/A,A/A)Hn(X/A,U/A)Hn((X/A)\{A/A},(U/A)\{A/A}). \begin{array}{ccccc} H_n(X,A)&\longrightarrow&H_n(X,U)&\longleftarrow&H_n(X\setminus A,U\setminus A)\\ \downarrow q_*&&\downarrow q_*&&\downarrow q_*\\ H_n(X/A,A/A)&\longrightarrow&H_n(X/A,U/A)&\longleftarrow& H_n\bigl((X/A)\setminus\{A/A\},(U/A)\setminus\{A/A\}\bigr). \end{array}

Deskripsi aksesibel. Kedua baris adalah zig-zag tiga grup homologi relatif. Ketiga panah vertikal diinduksi oleh pemetaan hasil bagi. Panah mendatar kiri memperbesar subruang relatif dari AA ke UU; panah mendatar kanan adalah inklusi pasangan komplemen. Kedua persegi berkomutasi. Diagram ini ditulis ulang secara mandiri dan tidak menyalin ekspresi TikZ-CD sumber.

Barisan eksak panjang tripel (X,U,A)(X,U,A) memuat bagian

Hn(U,A)Hn(X,A)Hn(X,U)Hn1(U,A). \cdots\longrightarrow H_n(U,A) \longrightarrow H_n(X,A) \longrightarrow H_n(X,U) \longrightarrow H_{n-1}(U,A) \longrightarrow\cdots.

Deskripsi aksesibel. Empat suku berturutan adalah homologi pasangan (U,A)(U,A), (X,A)(X,A), (X,U)(X,U), lalu pasangan (U,A)(U,A) satu derajat lebih rendah. Eksakitas akan memaksa panah tengah menjadi isomorfisma ketika kedua suku ujung nol.

Retraksi deformasi UU ke AA memberi ekuivalensi homotopi pasangan (U,A)(A,A)(U,A)\simeq(A,A), sehingga

Hk(U,A)Hk(A,A)=0 H_k(U,A)\cong H_k(A,A)=0

untuk setiap kk. Eksakitas barisan di atas dengan demikian menunjukkan bahwa panah mendatar kiri atas Hn(X,A)Hn(X,U)H_n(X,A)\to H_n(X,U) adalah isomorfisma. Retraksi deformasi tersebut turun menjadi retraksi deformasi U/AU/A ke A/AA/A; argumen yang sama menunjukkan bahwa panah mendatar kiri bawah juga isomorfisma.

Dua panah mendatar kanan adalah isomorfisma oleh teorema eksisi. Pemetaan hasil bagi qq membatasi diri menjadi homeomorfisma pasangan

(X\A,U\A)((X/A)\{A/A},(U/A)\{A/A}), (X\setminus A,U\setminus A) \xrightarrow{\ \cong\ } \bigl((X/A)\setminus\{A/A\},(U/A)\setminus\{A/A\}\bigr),

sehingga panah vertikal kanan juga isomorfisma. Komutativitas persegi kanan memberi bahwa panah vertikal tengah adalah isomorfisma; komutativitas persegi kiri kemudian memberi bahwa panah vertikal kiri adalah isomorfisma. Inilah q*q_* pada pernyataan teorema. \square

Koreksi hipotesis, notasi, dan pengulangan. Definisi “pasangan baik” sumber pada baris 1369–1374 hanya meminta retraksi deformasi dari suatu lingkungan, sedangkan bukti sekarang memakai A¯Ů\overline A\subseteq\mathring U, fakta bahwa X\AX\setminus A terbuka, serta titik hasil bagi A/AA/A. Konvensi standar menambahkan bahwa AA tak kosong dan tertutup; edisi menyatakan syarat yang diperlukan itu secara eksplisit. Baris 2219 sumber menulis Hn(U,A)Hn(U,A){0}H_n(U,A)\cong H_n(U,A)\cong\{0\}; suku tengah yang dimaksud adalah Hn(A,A)H_n(A,A). Ekspresi komplemen pada baris 2198 dan 2203 juga tidak memasang tanda kurung pada ruang hasil bagi. Edisi menuliskan (X/A)\{A/A}(X/A)\setminus\{A/A\} dan (U/A)\{A/A}(U/A)\setminus\{A/A\} agar pasangan serta homeomorfisma pembatasan qq tidak ambigu.

Teorema (invariansi dimensi). Misalkan UnU\subseteq\mathbb R^n dan VmV\subseteq\mathbb R^m merupakan himpunan terbuka tak kosong. Jika UU dan VV homeomorfik, maka m=nm=n.

Perbaikan hipotesis. Sumber tidak menyatakan bahwa UU dan VV tak kosong. Tanpa syarat itu, pernyataannya salah karena himpunan kosong terbuka di setiap d\mathbb R^d dan semua himpunan kosong homeomorfik. Syarat tak kosong ditambahkan agar teorema benar dan agar pemilihan xUx\in U pada bukti sah.

Bukti. Pilih xUx\in U. Untuk n1n\geq1, eksisi pada suatu bola terbuka kecil di sekitar xx memberi

Hk(U,U\{x})Hk(n,n\{x}). H_k(U,U\setminus\{x\}) \cong H_k(\mathbb R^n,\mathbb R^n\setminus\{x\}).

Barisan eksak panjang pasangan (n,n\{x})(\mathbb R^n,\mathbb R^n\setminus\{x\}) memuat

H̃k(n)Hk(n,n\{x})H̃k1(n\{x})H̃k1(n). \widetilde H_k(\mathbb R^n) \longrightarrow H_k(\mathbb R^n,\mathbb R^n\setminus\{x\}) \longrightarrow\widetilde H_{k-1}(\mathbb R^n\setminus\{x\}) \longrightarrow\widetilde H_{k-1}(\mathbb R^n).

Deskripsi aksesibel. Grup relatif lokal berada di antara dua grup homologi tereduksi ruang Euklides dan grup homologi tereduksi komplemennya. Kedua grup ruang Euklides nol karena ruang itu kontraktibel. Diagram ditulis ulang tanpa menyalin ekspresi TikZ-CD sumber.

Karena n\mathbb R^n kontraktibel dan n\{x}Sn1\mathbb R^n\setminus\{x\}\simeq S^{n-1}, eksakitas memberi, untuk k1k\geq1,

Hk(U,U\{x})Hk(n,n\{x})H̃k1(Sn1){,k=n,0,kn. \begin{aligned} H_k(U,U\setminus\{x\}) &\cong H_k(\mathbb R^n,\mathbb R^n\setminus\{x\})\\ &\cong\widetilde H_{k-1}(S^{n-1})\\ &\cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=n,\\ 0,&k\ne n. \end{cases} \end{aligned}

Pada k=0k=0, grup relatif juga nol: komplemen tak kosong dan pemetaan H0(n\{x})H0(n)H_0(\mathbb R^n\setminus\{x\})\to H_0(\mathbb R^n) surjektif. Jadi rumus per kasus di atas memang berlaku untuk semua k0k\geq0 ketika n1n\geq1.

Untuk n=0n=0, satu-satunya himpunan terbuka tak kosong dalam 0\mathbb R^0 adalah satu titik; perhitungan langsung memberi Hk({x},)H_k(\{x\},\varnothing)\cong\mathbb Z tepat pada k=0k=0. Jadi rumus “satu grup \mathbb Z tepat pada derajat nn” berlaku juga pada dimensi nol.

Misalkan φ:UV\varphi\colon U\to V homeomorfisma. Ia memberi homeomorfisma pasangan

(U,U\{x})(V,V\{φ(x)}), (U,U\setminus\{x\}) \xrightarrow{\ \cong\ } (V,V\setminus\{\varphi(x)\}),

dan karenanya isomorfisma grup bergradasi

Hk(U,U\{x})Hk(V,V\{φ(x)}). H_k(U,U\setminus\{x\}) \cong H_k(V,V\setminus\{\varphi(x)\}).

Perhitungan yang sama di VmV\subseteq\mathbb R^m menunjukkan bahwa ruas kanan isomorfik dengan \mathbb Z tepat pada derajat k=mk=m. Ruas kiri isomorfik dengan \mathbb Z tepat pada derajat k=nk=n. Karena isomorfisma berlaku pada setiap derajat, n=mn=m. \square

Koreksi notasi. Baris 2245 sumber menulis Hk(X,X\{x})H_k(X,X\setminus\{x\}) setelah memilih xUx\in U; XX tidak didefinisikan di sana. Baris 2249–2280 memakai tilde pada grup homologi relatif dan menjatuhkannya pada satu tempat. Konvensi standar memakai homologi biasa untuk pasangan dan homologi tereduksi untuk ruang komplemen. Edisi menerapkan konvensi itu secara konsisten dan menutup kasus dimensi nol secara terpisah.

Catatan. Hasil teorema sebelumnya lazim disebut invariansi dimensi.

Catatan (homologi lokal). Dalam bukti invariansi dimensi muncul grup

Hn(X,X\{x}), H_n(X,X\setminus\{x\}),

yang disebut homologi lokal XX di xx. Jika singleton {x}\{x\} tertutup dan UU merupakan lingkungan terbuka xx, eksisi memberi

Hn(X,X\{x})Hn(U,U\{x}). H_n(X,X\setminus\{x\}) \cong H_n(U,U\setminus\{x\}).

Jadi struktur grup tersebut hanya bergantung pada topologi XX di sekitar xx. Setiap homeomorfisma f:XYf\colon X\to Y menginduksi isomorfisma

Hn(X,X\{x})Hn(Y,Y\{f(x)}) H_n(X,X\setminus\{x\}) \cong H_n(Y,Y\setminus\{f(x)\})

untuk setiap xx dan nn. Karena itu homologi lokal dapat membuktikan bahwa dua ruang tidak homeomorfik secara lokal pada titik-titik tertentu, seperti dalam teorema invariansi dimensi.

Catatan. Kita telah memperoleh

Hk(Dn,Dn)H̃k(Sn){,k=n,0,kn. H_k(D^n,\partial D^n) \cong\widetilde H_k(S^n) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=n,\\ 0,&k\ne n. \end{cases}

Dengan mengidentifikasi Hn(Dn,Dn)Hn(Δn,Δn)H_n(D^n,\partial D^n)\cong H_n(\Delta^n,\partial\Delta^n), proposisi berikut menentukan siklus eksplisit yang menghasilkan grup itu dan, kemudian, H̃n(Sn)\widetilde H_n(S^n).

Proposisi. Pemetaan identitas

σn:ΔnΔn,σn=idΔn, \sigma_n\colon\Delta^n\longrightarrow\Delta^n, \qquad \sigma_n=\operatorname{id}_{\Delta^n},

dipandang sebagai simpleks singular berdimensi nn, menghasilkan

Hn(Δn,Δn). H_n(\Delta^n,\partial\Delta^n)\cong\mathbb Z.

Bukti. Karena σnCn1(Δn)\partial\sigma_n\in C_{n-1}(\partial\Delta^n), batas itu nol dalam kompleks hasil bagi:

σn=0diCn1(Δn)/Cn1(Δn). \partial\sigma_n=0 \quad\text{di}\quad C_{n-1}(\Delta^n)/C_{n-1}(\partial\Delta^n).

Jadi σn\sigma_n adalah siklus relatif dan [σn]Hn(Δn,Δn)[\sigma_n]\in H_n(\Delta^n,\partial\Delta^n). Kita berinduksi pada nn. Untuk n=0n=0, Δ0=\partial\Delta^0=\varnothing dan σ0\sigma_0 jelas menghasilkan

H0(Δ0,Δ0)=H0({*},)=H0({*}). H_0(\Delta^0,\partial\Delta^0) =H_0(\{*\},\varnothing) =H_0(\{*\})\cong\mathbb Z.

Sekarang misalkan n>0n>0. Pilih satu sisi FiΔn1F_i\cong\Delta^{n-1} dari Δn\Delta^n dan letakkan

Λ=Δn\F̊i. \Lambda=\partial\Delta^n\setminus\mathring F_i.

(Mohon hargai kehebatan notasi ini.) Kita akan memakai dua isomorfisma

Hn(Δn,Δn)Hn1(Δn,Λ)Hn1(Δn1,Δn1). H_n(\Delta^n,\partial\Delta^n) \xrightarrow{\ \cong\ } H_{n-1}(\partial\Delta^n,\Lambda) \xleftarrow{\ \cong\ } H_{n-1}(\Delta^{n-1},\partial\Delta^{n-1}).

Deskripsi aksesibel. Grup relatif simpleks berdimensi nn dipetakan oleh pemetaan penghubung ke grup relatif batasnya pada derajat n1n-1. Inklusi sisi yang tidak terkandung dalam Λ\Lambda mengidentifikasi grup terakhir dengan grup relatif simpleks berdimensi n1n-1. Diagram disusun ulang sebagai zig-zag linear, bukan menyalin TikZ-CD sumber.

Untuk isomorfisma pertama, gunakan barisan eksak panjang tripel (Δn,Δn,Λ)(\Delta^n,\partial\Delta^n,\Lambda):

Hn(Δn,Λ)Hn(Δn,Λ)Hn(Δn,Δn)δHn1(Δn,Λ). \cdots\longrightarrow H_n(\partial\Delta^n,\Lambda) \longrightarrow H_n(\Delta^n,\Lambda) \longrightarrow H_n(\Delta^n,\partial\Delta^n) \xrightarrow{\delta}H_{n-1}(\partial\Delta^n,\Lambda) \longrightarrow\cdots.

Deskripsi aksesibel. Pemetaan penghubung δ\delta keluar dari homologi relatif (Δn,Δn)(\Delta^n,\partial\Delta^n) menuju homologi relatif (Δn,Λ)(\partial\Delta^n,\Lambda) satu derajat lebih rendah. Suku relatif (Δn,Λ)(\Delta^n,\Lambda) pada kedua sisi yang relevan akan bernilai nol.

Simpleks Δn\Delta^n beretraksi deformasi ke Λ\Lambda: secara simpleks, Δn\Delta^n dapat dikolaps sepanjang sisi FiF_i yang hilang, dengan mempertahankan gabungan semua sisi lainnya. Maka (Δn,Λ)(Λ,Λ)(\Delta^n,\Lambda)\simeq(\Lambda,\Lambda) dan Hj(Δn,Λ)=0H_j(\Delta^n,\Lambda)=0 untuk setiap jj. Eksakitas menjadikan δ\delta isomorfisma pertama.

Isomorfisma kedua diinduksi oleh inklusi sisi yang tidak terkandung dalam Λ\Lambda,

i:(Δn1,Δn1)(Δn,Λ). i\colon(\Delta^{n-1},\partial\Delta^{n-1}) \hookrightarrow(\partial\Delta^n,\Lambda).

Untuk n=1n=1, pernyataan itu merupakan identifikasi langsung pada H0H_0. Untuk n>1n>1, kedua pasangan merupakan pasangan baik, dan ii menginduksi homeomorfisma hasil bagi

Δn1/Δn1Δn/Λ. \Delta^{n-1}/\partial\Delta^{n-1} \xrightarrow{\ \cong\ } \partial\Delta^n/\Lambda.

Teorema hasil bagi relatif memberi isomorfisma kedua.

Di bawah pemetaan penghubung pertama,

[σn][σn]=±[σn1], [\sigma_n]\longmapsto[\partial\sigma_n] =\pm[\sigma_{n-1}],

karena semua sisi batas selain FiF_i terletak di Λ\Lambda dan menjadi nol. Menurut hipotesis induksi, [σn1][\sigma_{n-1}] menghasilkan Hn1(Δn1,Δn1)H_{n-1}(\Delta^{n-1},\partial\Delta^{n-1}). Jadi [σn][\partial\sigma_n] menghasilkan Hn1(Δn,Λ)H_{n-1}(\partial\Delta^n,\Lambda), dan [σn][\sigma_n] menghasilkan Hn(Δn,Δn)H_n(\Delta^n,\partial\Delta^n).

Untuk memperoleh generator H̃n(Sn)\widetilde H_n(S^n), bentuk SnS^n dari dua salinan Δ1n\Delta_1^n dan Δ2n\Delta_2^n dengan mengidentifikasi batasnya menurut urutan titik sudut. (Konstruksi ini sangat mirip dengan salah satu soal pekerjaan rumah dalam kuliah sumber.) Misalkan σ1\sigma_1 dan σ2\sigma_2 simpleks singular yang merepresentasikan kedua salinan. Orientasi identifikasi memberi σ1=σ2\partial\sigma_1=\partial\sigma_2, sehingga

(σ1σ2)=0. \partial(\sigma_1-\sigma_2)=0.

Kita klaim bahwa [σ1σ2][\sigma_1-\sigma_2] menghasilkan H̃n(Sn)\widetilde H_n(S^n). Gunakan isomorfisma

H̃n(Sn)Hn(Sn,Δ2n)Hn(Δ1n,Δ1n). \widetilde H_n(S^n) \xrightarrow{\ \cong\ } H_n(S^n,\Delta_2^n) \xleftarrow{\ \cong\ } H_n(\Delta_1^n,\partial\Delta_1^n).

Deskripsi aksesibel. Panah kiri berasal dari barisan eksak panjang pasangan (Sn,Δ2n)(S^n,\Delta_2^n); panah kanan memasukkan belahan simpleks pertama dan mengidentifikasi batasnya dengan belahan kedua. Diagram ditulis ulang secara mandiri sebagai zig-zag.

Isomorfisma pertama berasal dari barisan eksak panjang pasangan (Sn,Δ2n)(S^n,\Delta_2^n) karena Δ2n\Delta_2^n kontraktibel. Untuk n>0n>0, isomorfisma kedua dapat diperoleh dengan melewati hasil bagi seperti di atas; kasus n=0n=0 diperiksa langsung. Dalam grup relatif tengah, suku σ2\sigma_2 menjadi nol, sehingga [σ1σ2][\sigma_1-\sigma_2] bersesuaian dengan [σ1][\sigma_1] pada grup ketiga. Kelas terakhir adalah generator menurut bagian pertama bukti. Jadi [σ1σ2][\sigma_1-\sigma_2] menghasilkan H̃n(Sn)\widetilde H_n(S^n). \square

Koreksi derajat. Baris 2385 sumber menyebut Hn(Δn,Λ)H_n(\partial\Delta^n,\Lambda). Pemetaan penghubung pada diagram dan kedua baris di sekitarnya menunjukkan bahwa grup yang dimaksud adalah Hn1(Δn,Λ)H_{n-1}(\partial\Delta^n,\Lambda). Edisi memakai derajat yang benar.

Koreksi homologi dan nama siklus. Baris 2319 sumber menulis Hn(Sn)H_n(S^n) ketika grup siklik yang sedang diidentifikasi adalah H̃n(Sn)\widetilde H_n(S^n); pembedaan ini menentukan pada n=0n=0. Baris 2338 beralih ke H0(Δ0/Δ0)H_0(\Delta^0/\partial\Delta^0) di tengah argumen pasangan relatif, sehingga edisi mempertahankan H0(Δ0,Δ0)H_0(\Delta^0,\partial\Delta^0). Diagram pada baris 2402 memakai tilde pada grup homologi relatif; edisi memakai tilde hanya pada homologi tereduksi absolut dan HnH_n biasa pada pasangan. Terakhir, baris 2412 menyebut Δ1nΔ2n\Delta_1^n-\Delta_2^n sebagai siklus, padahal simpleks singular yang dapat dikurangkan di kompleks rantai adalah σ1σ2\sigma_1-\sigma_2. Semua empat normalisasi dinyatakan eksplisit di sini; generator dan orientasinya tidak diubah.

Proposisi (homologi tereduksi jumlah baji). Misalkan {(Xα,xα)}α\{(X_\alpha,x_\alpha)\}_\alpha suatu koleksi pasangan baik dalam konvensi standar; khususnya setiap singleton {xα}\{x_\alpha\} tertutup. Inklusi

iα:XααXα i_\alpha\colon X_\alpha\hookrightarrow\bigvee_\alpha X_\alpha

menginduksi isomorfisma

α(iα)*:αH̃k(Xα)H̃k(αXα). \bigoplus_\alpha(i_\alpha)_*\colon \bigoplus_\alpha\widetilde H_k(X_\alpha) \xrightarrow{\ \cong\ } \widetilde H_k\!\left(\bigvee_\alpha X_\alpha\right).

Koreksi arah pemetaan. Sumber menampilkan α(iα)*\bigoplus_\alpha(i_\alpha)_* sebagai pemetaan dari homologi baji menuju jumlah langsung. Akan tetapi setiap (iα)*(i_\alpha)_* berarah dari H̃k(Xα)\widetilde H_k(X_\alpha) ke homologi baji; karena itu jumlah langsungnya harus berarah seperti pada pernyataan edisi. Rumus sumber tidak bertipe dengan arah semula.

Bukti. Pasangan

(αXα,{xαα}) \left(\bigsqcup_\alpha X_\alpha, \{x_\alpha\mid\alpha\}\right)

merupakan pasangan baik: ambil gabungan lepas lingkungan baik pada setiap komponen dan gabungkan retraksi deformasinya komponen demi komponen. Hasil bagi yang meruntuhkan semua titik dasar menjadi satu titik adalah jumlah baji,

(αXα)/{xαα}αXα. \left(\bigsqcup_\alpha X_\alpha\right) \big/\{x_\alpha\mid\alpha\} \cong\bigvee_\alpha X_\alpha.

Teorema hasil bagi relatif dan dekomposisi rantai singular menurut komponen memberi

H̃k((αXα)/{xαα})Hk(αXα,{xαα})αHk(Xα,{xα})αH̃k(Xα). \begin{aligned} \widetilde H_k\!\left( \left(\bigsqcup_\alpha X_\alpha\right) \big/\{x_\alpha\mid\alpha\} \right) &\cong H_k\!\left(\bigsqcup_\alpha X_\alpha, \{x_\alpha\mid\alpha\}\right)\\ &\cong\bigoplus_\alpha H_k(X_\alpha,\{x_\alpha\})\\ &\cong\bigoplus_\alpha\widetilde H_k(X_\alpha). \end{aligned}

Jika jα:XαβXβj_\alpha\colon X_\alpha\to\bigsqcup_\beta X_\beta adalah inklusi komponen dan qq pemetaan hasil bagi menuju baji, maka qjα=iαq\circ j_\alpha=i_\alpha. Karena semua isomorfisma di atas bersifat alami, invers dari isomorfisma yang ditampilkan dalam perhitungan tepat α(iα)*\bigoplus_\alpha(i_\alpha)_*. Jadi pemetaan pada pernyataan merupakan isomorfisma. \square

Koreksi notasi himpunan. Baris 2435 sumber menulis {xα}α\{x_\alpha\}_\alpha di dalam pasangan, sedangkan baris 2427 dan 2431 memakai himpunan {xαα}\{x_\alpha\mid\alpha\}. Edisi memakai bentuk terakhir secara konsisten dan menambahkan argumen kealamian yang mengidentifikasi isomorfisma abstrak dengan jumlah langsung pemetaan inklusi.

34.2 Mayer–Vietoris

Teorema (Mayer–Vietoris). Misalkan A,BXA,B\subseteq X dan

X=ÅB̊. X=\mathring A\cup\mathring B.

Gambar ulang aksesibel penutup Mayer–Vietoris: A dan B menutupi X; rantai z dipotong menjadi tau di A dan eta di B dengan batas berlawanan pada irisan.

Diagram semantik (penutup dan pemotongan rantai). Daerah AA dan BB menutupi XX dengan daerah tumpang tindih ABA\cap B. Sebuah rantai kecil pada XX dapat dipisahkan menjadi rantai τ\tau di AA dan rantai η\eta di BB. Jika σ\sigma berada di ABA\cap B, dua salinannya masuk ke jumlah langsung dengan tanda berlawanan, yaitu (σ,σ)(\sigma,-\sigma). Untuk siklus σ=τ+η\sigma=\tau+\eta di XX, persamaan τ=η\partial\tau=-\partial\eta menempatkan batas bersama itu di ABA\cap B.

Terdapat barisan eksak panjang

Hn(AB)(i*,j*)Hn(A)Hn(B)k*+*Hn(X)Hn1(AB), \cdots\longrightarrow H_n(A\cap B) \xrightarrow{(i_*,-j_*)}H_n(A)\oplus H_n(B) \xrightarrow{k_*+\ell_*}H_n(X) \xrightarrow{\partial}H_{n-1}(A\cap B) \longrightarrow\cdots,

dengan i:ABAi\colon A\cap B\hookrightarrow A, j:ABBj\colon A\cap B\hookrightarrow B, serta kk dan \ell inklusi ke XX. Pada tingkat wakil,

[σ]([σ],[σ]),([τ],[η])[τ]+[η]. [\sigma]\longmapsto([\sigma],-[\sigma]), \qquad ([\tau],[\eta])\longmapsto[\tau]+[\eta].

Jika [z]Hn(X)[z]\in H_n(X) diwakili oleh pemisahan z=τ+ηz=\tau+\eta, maka pemetaan penghubung diberikan oleh

[z]=[τ]=[η]Hn1(AB). \partial[z]=[\partial\tau]=-[\partial\eta] \in H_{n-1}(A\cap B).

Diagram semantik. Panah pertama memasukkan satu rantai perpotongan ke dua bagian dengan tanda berlawanan; panah kedua menjumlahkan kedua bagian di XX; panah penghubung mengambil batas salah satu bagian, yang kini terletak di perpotongan.

Koreksi konsistensi label rantai. Gambar sumber menempatkan η\eta pada daerah biru AA dan τ\tau pada daerah jingga BB, tetapi diagram aljabarnya menulis ([τ],[η])Hn(A)Hn(B)([\tau],[\eta])\in H_n(A)\oplus H_n(B) dan [z]=[τ]\partial[z]=[\partial\tau]. Edisi mempertahankan konvensi aljabar tersebut: τ\tau berada di AA, η\eta berada di BB, dan gambar ulang memakai label yang sama. Pertukaran nama tidak mengubah kelas [τ]+[η][\tau]+[\eta].

Bukti. Ambil penutup 𝒰={A,B}\mathcal U=\{A,B\}. Untuk setiap nn, barisan

0Cn(AB)fCn(A)Cn(B)gCn𝒰(X)0, 0\longrightarrow C_n(A\cap B) \xrightarrow{f}C_n(A)\oplus C_n(B) \xrightarrow{g}C_n^{\mathcal U}(X) \longrightarrow0,

dengan

f(σ)=(σ,σ),g(τ,η)=τ+η, f(\sigma)=(\sigma,-\sigma), \qquad g(\tau,\eta)=\tau+\eta,

merupakan barisan eksak pendek kompleks rantai. Memang, ff injektif, gg surjektif menurut definisi rantai kecil yang subordinat terhadap 𝒰\mathcal U, dan

kerg={(c,c):cCn(AB)}=imf. \ker g=\{(c,-c):c\in C_n(A\cap B)\}=\operatorname{im}f.

Teorema rantai kecil dari bagian sebelumnya memberi Hn𝒰(X)Hn(X)H_n^{\mathcal U}(X)\cong H_n(X). Barisan eksak panjang dalam homologi yang berasal dari barisan eksak pendek di atas karena itu tepat merupakan barisan Mayer–Vietoris pada pernyataan. \square

Catatan. Konstruksi yang sama menghasilkan barisan Mayer–Vietoris eksak panjang untuk homologi tereduksi. Di sini kita memakai kompleks rantai teraugmentasi; dengan konvensi itu suku derajat rendah tetap bermakna, termasuk H̃1()\widetilde H_{-1}(\varnothing)\cong\mathbb Z. Semua penerapan berikut mempunyai ABA\cap B\ne\varnothing.

Contoh (homologi sfera). Kita ingin menghitung H̃k(Sn)\widetilde H_k(S^n) untuk n1n\geq1. Tuliskan

Sn=ÅB̊,A=Sn\{N},B=Sn\{S}, S^n=\mathring A\cup\mathring B, \qquad A=S^n\setminus\{N\}, \qquad B=S^n\setminus\{S\},

dengan NN dan SS berturut-turut kutub utara dan selatan. Kita mempunyai

ABn,ABdrSn1, A\cong B\cong\mathbb R^n, \qquad A\cap B\simeq_{\mathrm{dr}}S^{n-1},

karena perpotongan tersebut meretraksi deformasi ke ekuator (khatulistiwa sfera). Bagian barisan Mayer–Vietoris tereduksi adalah

H̃k(A)H̃k(B)H̃k(Sn)H̃k1(AB)H̃k1(A)H̃k1(B). \widetilde H_k(A)\oplus\widetilde H_k(B) \longrightarrow\widetilde H_k(S^n) \longrightarrow\widetilde H_{k-1}(A\cap B) \longrightarrow \widetilde H_{k-1}(A)\oplus\widetilde H_{k-1}(B).

Diagram semantik. Empat suku berturutan menghubungkan homologi kedua bagian, homologi sfera, homologi perpotongan satu derajat lebih rendah, lalu homologi kedua bagian pada derajat yang lebih rendah itu.

Karena AA dan BB kontraktibel, barisan ini menjadi

00H̃k(Sn)H̃k1(Sn1)00. 0\oplus0 \longrightarrow\widetilde H_k(S^n) \longrightarrow\widetilde H_{k-1}(S^{n-1}) \longrightarrow0\oplus0.

Diagram semantik. Pemetaan di tengah berada di antara grup nol pada kedua sisi dan karena itu merupakan isomorfisma.

Eksakitas memberi

H̃k(Sn)H̃k1(Sn1). \widetilde H_k(S^n)\cong\widetilde H_{k-1}(S^{n-1}).

Dengan kasus dasar S0S^0, rumus ini menghitung homologi sfera secara induktif, sebagaimana pada akibat homologi sfera sebelumnya.

Kandidat koreksi sumber (tilde yang hilang). Seluruh contoh memakai homologi tereduksi, tetapi baris 2546 mencetak Hk(Sn)Hk1(Sn1)H_k(S^n)\cong H_{k-1}(S^{n-1}). Rumus itu tidak benar pada derajat nol dengan homologi biasa. Prosa Indonesia memakai bentuk yang konsisten, H̃k(Sn)H̃k1(Sn1)\widetilde H_k(S^n)\cong\widetilde H_{k-1}(S^{n-1}), sambil mempertahankan lokus sumber ini sebagai kandidat koreksi sumber.

Contoh (2\mathbb{RP}^2). Pilih A𝔻2A\cong\mathbb D^2 dan BMB\cong M, dengan MM pita Möbius, sehingga keduanya menutupi 2\mathbb{RP}^2 dan ABA\cap B merupakan anulus (daerah berbentuk gelang) yang meretraksi deformasi ke S1S^1.

Gambar ulang aksesibel penutup bidang proyektif real: cakram A, lingkungan batas B yang menjadi pita Möbius, dan anulus irisan A dengan B.

Diagram semantik (penutup 2\mathbb{RP}^2). Bagian tengah berbentuk cakram menyatakan AA. Daerah berbentuk anulus di sekelilingnya menyatakan BB; dua arah pada batas luar diidentifikasi berlawanan sehingga daerah itu menjadi pita Möbius. Daerah tumpang tindih adalah anulus di sekitar batas cakram dan mempunyai tipe homotopi S1S^1.

Barisan Mayer–Vietoris tereduksi memuat bagian

H̃2(A)H̃2(B)H̃2(2)H̃1(AB)H̃1(A)H̃1(B)H̃1(2)H̃0(AB). \begin{aligned} \cdots&\longrightarrow \widetilde H_2(A)\oplus\widetilde H_2(B) \longrightarrow\widetilde H_2(\mathbb{RP}^2) \longrightarrow\widetilde H_1(A\cap B)\\ &\longrightarrow \widetilde H_1(A)\oplus\widetilde H_1(B) \longrightarrow\widetilde H_1(\mathbb{RP}^2) \longrightarrow\widetilde H_0(A\cap B) \longrightarrow\cdots. \end{aligned}

Diagram semantik. Barisan turun dari derajat dua ke derajat satu melalui pemetaan penghubung; suku perpotongan berada di antara homologi ruang total dan jumlah langsung homologi kedua bagian.

Ruang AA kontraktibel, sedangkan BB dan ABA\cap B masing-masing meretraksi deformasi ke S1S^1. Karena ketiga ruang itu terhubung lintasan, potongan yang relevan menyederhana menjadi

0H̃2(2)×2H̃1(2)0. 0\longrightarrow\widetilde H_2(\mathbb{RP}^2) \longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{\times2}\mathbb Z \longrightarrow\widetilde H_1(\mathbb{RP}^2) \longrightarrow0.

Diagram semantik. Dua salinan \mathbb Z berasal dari lingkaran perpotongan dan inti pita Möbius. Pemetaan di antara keduanya mengalikan generator dengan dua.

Pemetaan \mathbb Z\to\mathbb Z mempunyai derajat ±2\pm2: lingkaran batas pita Möbius mengelilingi lingkaran intinya dua kali. Setelah generator kedua salinan \mathbb Z dipilih secara serasi, pemetaan yang ditampilkan adalah perkalian +2+2. Karena pemetaan ini injektif dan kokernelnya /2\mathbb Z/2\mathbb Z, eksakitas memberi

H̃2(2)=0,H̃1(2)=/2. \widetilde H_2(\mathbb{RP}^2)=0, \qquad \widetilde H_1(\mathbb{RP}^2)=\mathbb Z/2\mathbb Z.

Jadi barisan teridentifikasi sepenuhnya sebagai

00×2/20. 0\longrightarrow0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{\times2}\mathbb Z \longrightarrow\mathbb Z/2\mathbb Z \longrightarrow0.

Diagram semantik. Kernel perkalian dua adalah nol dan kokernelnya adalah /2\mathbb Z/2\mathbb Z.

Pelengkapan penjelasan sumber. Sumber menyatakan bahwa generator kiri dipetakan ke dua kali generator kanan, lalu meninggalkan komentar TeX “give intuition to /2\mathbb Z/2\mathbb Z” dan “explain??”. Edisi ini menjelaskan lokus tersebut melalui pemetaan batas pita Möbius ke lingkaran inti yang berderajat dua; komentar kerja sumber tidak diperlakukan sebagai prosa pembaca.

34.3 Kealamian

Catatan. Asal istilah “kealamian” akan menjadi lebih jelas setelah interpretasinya secara kategoris dipahami.

Definisi (kealamian). Barisan eksak panjang suatu pasangan disebut alami jika untuk setiap peta pasangan f:(X,A)(Y,B)f\colon(X,A)\to(Y,B), diagram berikut komutatif:

Hn(A)i*Hn(X)q*Hn(X,A)Hn1(A)(f|A)*f*f*(f|A)*Hn(B)i*Hn(Y)q*Hn(Y,B)Hn1(B). \begin{array}{ccccccccc} \cdots&\longrightarrow&H_n(A)&\xrightarrow{i_*}&H_n(X) &\xrightarrow{q_*}&H_n(X,A)&\xrightarrow{\partial}&H_{n-1}(A) \longrightarrow\cdots\\ &&\downarrow(f|_A)_*&&\downarrow f_*&&\downarrow f_*&& \downarrow(f|_A)_*\\ \cdots&\longrightarrow&H_n(B)&\xrightarrow{i'_*}&H_n(Y) &\xrightarrow{q'_*}&H_n(Y,B)&\xrightarrow{\partial'}&H_{n-1}(B) \longrightarrow\cdots. \end{array}

Diagram semantik. Kedua baris adalah barisan eksak panjang pasangan. Pemetaan vertikal diinduksi oleh ff dan pembatasannya pada subruang. Semua persegi berkomutasi; khususnya, f*=(f|A)*\partial'\circ f_*= (f|_A)_*\circ\partial.

Catatan (bentuk aljabar umum). Secara lebih umum, barisan eksak panjang homologi yang terkait dengan barisan eksak pendek kompleks rantai bersifat alami. Jika terdapat morfisma komutatif antara dua barisan eksak pendek yang komponen vertikalnya adalah α\alpha, β\beta, dan γ\gamma, maka diagram

Hn(𝒜)i*Hn()q*Hn(𝒞)Hn1(𝒜)α*β*γ*α*Hn(𝒜)i*Hn()q*Hn(𝒞)Hn1(𝒜) \begin{array}{ccccccccc} \cdots&\longrightarrow&H_n(\mathcal A)&\xrightarrow{i_*}&H_n(\mathcal B) &\xrightarrow{q_*}&H_n(\mathcal C)&\xrightarrow{\partial}& H_{n-1}(\mathcal A)\longrightarrow\cdots\\ &&\downarrow\alpha_*&&\downarrow\beta_*&&\downarrow\gamma_*&& \downarrow\alpha_*\\ \cdots&\longrightarrow&H_n(\mathcal A')&\xrightarrow{i'_*}& H_n(\mathcal B')&\xrightarrow{q'_*}&H_n(\mathcal C') &\xrightarrow{\partial'}&H_{n-1}(\mathcal A')\longrightarrow\cdots \end{array}

komutatif.

Diagram semantik. Tiga pemetaan rantai vertikal menginduksi pemetaan homologi pada setiap derajat. Persegi yang melibatkan pemetaan penghubung menyatakan identitas γ*=α*\partial'\gamma_*=\alpha_*\partial.

Argumen yang tidak diberikan dalam sumber. Sumber mendefinisikan kealamian barisan eksak panjang pasangan dan menyatakan bentuk aljabar umumnya, tetapi tidak membuktikan komutativitas persegi yang memuat pemetaan penghubung. Karena kealamian itu dipakai dalam bukti pembandingan pada Bagian 1.10, verifikasi tingkat rantai berikut disusun mandiri untuk edisi ini.

Perbaikan bukti FOM-PR-09 (kealamian pemetaan penghubung). Misalkan ada diagram komutatif barisan eksak pendek kompleks rantai

0𝒜iq𝒞0αβγ0𝒜iq𝒞0. \begin{array}{ccccccccc} 0&\to&\mathcal A&\xrightarrow{i}&\mathcal B&\xrightarrow{q}&\mathcal C&\to&0\\ &&\downarrow\alpha&&\downarrow\beta&&\downarrow\gamma\\ 0&\to&\mathcal A'&\xrightarrow{i'}&\mathcal B'&\xrightarrow{q'}&\mathcal C'&\to&0. \end{array}

Ambil kelas [c]Hn(𝒞)[c]\in H_n(\mathcal C) dan wakili dengan siklus cc. Pilih bnb\in\mathcal B_n dengan q(b)=cq(b)=c. Karena q(b)=c=0q(\partial b)=\partial c=0, eksakitas memberi a𝒜n1a\in\mathcal A_{n-1} dengan i(a)=bi(a)=\partial b. Menurut injektivitas ii, i(a)=i(a)=2b=0i(\partial a)=\partial i(a)=\partial^2b=0 juga memberi a=0\partial a=0. Menurut definisi, pemetaan penghubung baris atas mengirim [c][c] ke [a][a].

Pada baris bawah, β(b)\beta(b) merupakan pengangkatan dari γ(c)\gamma(c) karena qβ(b)=γq(b)=γ(c)q'\beta(b)=\gamma q(b)=\gamma(c), dan

β(b)=β(b)=βi(a)=iα(a). \partial\beta(b)=\beta(\partial b)=\beta i(a)=i'\alpha(a).

Karena itu pemetaan penghubung bawah mengirim γ*[c]\gamma_*[c] ke α*[a]\alpha_*[a], sehingga

γ*[c]=α*[c]. \partial'\gamma_*[c]=\alpha_*\partial[c].

Persegi lain berkomutasi langsung dari βi=iα\beta i=i'\alpha dan qβ=γqq'\beta=\gamma q. Jadi seluruh diagram barisan eksak panjang komutatif. Untuk barisan pasangan, ambil diagram kompleks rantai yang diinduksi oleh f:(X,A)(Y,B)f\colon(X,A)\to(Y,B); identitas yang sama memberi tepat kealamian pada definisi. \square

Kandidat koreksi tipografis. Sumber mencetak “he long exact sequence”, “that that”, “idependent”, “a long exact sequences”, “Suppse”, “two exact sequence”, “interesected”, dan “surjevtive”. Terjemahan menormalkan semua lokus tersebut tanpa mengubah isi matematis; semuanya dipertahankan di sini sebagai satu kandidat koreksi sumber yang terdeduplikasi.

34.4 Homologi simpleksial versus homologi singular

Catatan. Homologi simpleksial relatif dapat didefinisikan dengan cara yang analog dengan homologi singular relatif.

Definisi (kk-kerangka suatu kompleks simpleksial). Misalkan XX suatu kompleks-Δ\Delta. kk-kerangka dari XX adalah gabungan citra semua simpleks-ii untuk 0ik0\leq i\leq k. Kerangka ini dinotasikan dengan X(k)X^{(k)}, atau cukup XkX^k.

Proposisi (perbandingan simpleksial–singular). Pemetaan alami

f:CnΔ(X)Cn(X),f(σα)=σα, f\colon C_n^{\Delta}(X)\longrightarrow C_n(X), \qquad f(\sigma_\alpha)=\sigma_\alpha,

merupakan pemetaan rantai dan menginduksi isomorfisma

f*:HnΔ(X)Hn(X) f_*\colon H_n^{\Delta}(X)\xrightarrow{\cong}H_n(X)

untuk setiap nn. Secara khusus, homologi simpleksial suatu ruang topologis XX tidak bergantung pada pilihan struktur kompleks-Δ\Delta pada XX.

Kandidat koreksi substantif. Sumber mengatakan bahwa f*f_* adalah “an isomorphism in homotopy”, padahal f*f_* pada baris yang sama ialah pemetaan antara grup homologi. Terjemahan menyatakan sasaran yang bertipe benar: f*f_* merupakan isomorfisma dalam homologi.

Bukti, mula-mula untuk kompleks berdimensi hingga. Andaikan X=X(N)X=X^{(N)} untuk suatu N0N\geq0. Kita membuktikan pernyataan dengan induksi pada kk-kerangka dari struktur kompleks-Δ\Delta yang diberikan.

Untuk k=0k=0, kerangka X0X^0 merupakan gabungan lepas titik-titik, dan

HnΔ(X0)Hn(X0){0,n>0,xX0[x],n=0. H_n^{\Delta}(X^0)\cong H_n(X^0)\cong \begin{cases} 0,&n>0,\\ \displaystyle\bigoplus_{x\in X^0}\mathbb Z[x],&n=0. \end{cases}

Untuk langkah induksi, ambil 1kN1\leq k\leq N dan andaikan HnΔ(Xk1)Hn(Xk1)H_n^{\Delta}(X^{k-1})\cong H_n(X^{k-1}) untuk setiap nn. Kita akan membuktikan hasil yang sama untuk XkX^k. Pasangan (Xk,Xk1)(X^k,X^{k-1}) merupakan pasangan baik. Kealamian menghubungkan barisan eksak panjang simpleksial dan singular melalui pemetaan yang diinduksi oleh ff:

Hn+1Δ(Xk,Xk1)HnΔ(Xk1)HnΔ(Xk)HnΔ(Xk,Xk1)Hn1Δ(Xk1)f*f*f*f*f*Hn+1(Xk,Xk1)Hn(Xk1)Hn(Xk)Hn(Xk,Xk1)Hn1(Xk1). \begin{array}{ccccccccc} H_{n+1}^{\Delta}(X^k,X^{k-1})&\longrightarrow& H_n^{\Delta}(X^{k-1})&\longrightarrow&H_n^{\Delta}(X^k)&\longrightarrow& H_n^{\Delta}(X^k,X^{k-1})&\longrightarrow&H_{n-1}^{\Delta}(X^{k-1})\\ \downarrow f_*&&\downarrow f_*&&\downarrow f_*&&\downarrow f_*&&\downarrow f_*\\ H_{n+1}(X^k,X^{k-1})&\longrightarrow& H_n(X^{k-1})&\longrightarrow&H_n(X^k)&\longrightarrow& H_n(X^k,X^{k-1})&\longrightarrow&H_{n-1}(X^{k-1}). \end{array}

Diagram semantik. Kedua baris eksak mempunyai lima suku. Hipotesis induksi mengendalikan panah vertikal kedua dan kelima; perhitungan relatif berikut mengendalikan panah pertama dan keempat. Lemma lima lalu mengendalikan panah vertikal tengah.

Mulai sekarang, “panah pertama”, “panah kedua”, dan seterusnya berarti panah vertikal dari kiri ke kanan. Hipotesis induksi menyatakan bahwa panah kedua dan kelima adalah isomorfisma. Untuk panah pertama dan keempat, cukup diperlihatkan bahwa

HnΔ(Xk,Xk1)Hn(Xk,Xk1) H_n^{\Delta}(X^k,X^{k-1})\cong H_n(X^k,X^{k-1})

melalui pemetaan yang diinduksi ff, untuk semua nn dan kk.

Kompleks rantai simpleksial relatif CnΔ(Xk,Xk1)C_n^{\Delta}(X^k,X^{k-1}) bernilai nol jika nkn\ne k, dan pada n=kn=k merupakan grup abelian bebas dengan basis semua simpleks-kk dari XX. Karena suku relatif pada derajat k1k-1 dan k+1k+1 juga nol pada tempat yang menentukan homologi ini,

HnΔ(Xk,Xk1){α:nα=k[σα],n=k,0,nk. H_n^{\Delta}(X^k,X^{k-1})\cong \begin{cases} \displaystyle\bigoplus_{\alpha:\,n_\alpha=k} \mathbb Z[\sigma_\alpha],&n=k,\\ 0,&n\ne k. \end{cases}

Di sisi singular, Xk1X^{k-1} merupakan retrak deformasi kuat dari suatu lingkungannya di XkX^k. Teorema hasil bagi untuk pasangan baik dan identifikasi ruang hasil bagi memberi

Hn(Xk,Xk1)H̃n(Xk/Xk1)H̃n(skSk){α:nα=k[σα],n=k,0,nk, \begin{aligned} H_n(X^k,X^{k-1}) &\cong\widetilde H_n(X^k/X^{k-1})\\ &\cong\widetilde H_n\!\left(\bigvee_{s_k}S^k\right)\\ &\cong \begin{cases} \displaystyle\bigoplus_{\alpha:\,n_\alpha=k} \mathbb Z[\sigma_\alpha],&n=k,\\ 0,&n\ne k, \end{cases} \end{aligned}

dengan sks_k banyaknya simpleks berdimensi kk. Kompatibilitas pemetaan pada tingkat generator dibuktikan dalam perbaikan FOM-PR-10 di bawah: pemetaan relatif yang diinduksi ff adalah jumlah langsung unit pada setiap komponen baji. Jadi pemetaan itu sendiri—bukan sekadar kedua grup abstraknya—adalah isomorfisma. Panah pertama dan keempat pada diagram karena itu isomorfisma. Dengan lemma lima, panah ketiga juga isomorfisma. Induksi pada kk menyelesaikan kasus berdimensi hingga. \square

Argumen yang tidak diberikan dalam sumber. Sumber menghitung kedua grup relatif secara abstrak, lalu langsung memakai lemma lima. Kesamaan tipe grup tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa pemetaan pembandingan yang sebenarnya adalah isomorfisma. Verifikasi generator berikut menutup ketergantungan tersebut.

Perbaikan bukti FOM-PR-10 (kompatibilitas generator relatif). Pada derajat kk, basis CkΔ(Xk,Xk1)C_k^\Delta(X^k,X^{k-1}) terdiri atas simpleks berorientasi σα:ΔkXk\sigma_\alpha\colon\Delta^k\to X^k. Pemetaan pembandingan mengirim [σα][\sigma_\alpha] ke simpleks singular yang sama, dipandang relatif terhadap Xk1X^{k-1}.

Sesudah ruang bawah diruntuhkan, pemetaan karakteristik itu turun menjadi

Δk/ΔkSkXk/Xk1βSβk. \Delta^k/\partial\Delta^k\cong S^k \longrightarrow X^k/X^{k-1}\cong\bigvee_{\beta}S^k_\beta.

Proyeksi ke komponen SαkS^k_\alpha mempunyai derajat +1+1 setelah orientasi komponen dipilih sesuai orientasi σα\sigma_\alpha, sedangkan proyeksi ke setiap komponen SβkS^k_\beta dengan βα\beta\ne\alpha adalah konstan. Menurut proposisi generator simpleks dan proposisi jumlah baji, pemetaan relatif pada derajat kk karena itu adalah jumlah langsung pemetaan identitas

α[σα]α[Sαk]. \bigoplus_\alpha\mathbb Z[\sigma_\alpha] \xrightarrow{\ \cong\ } \bigoplus_\alpha\mathbb Z[S^k_\alpha].

Pada setiap derajat nkn\ne k, kedua grup relatif bernilai nol, sehingga pemetaan juga isomorfisma. Ini membuktikan kompatibilitas yang diperlukan dalam langkah induksi, bukan hanya isomorfisma abstrak kedua ruas. \square

Kandidat koreksi indeks pada rumus kasus. Pada rumus simpleksial, sumber mencetak syarat kedua nα0n_\alpha\ne0; pada rumus singular, sumber mencetak n0n\ne0. Kedua rumus sedang membandingkan derajat homologi nn dengan derajat kerangka kk, sehingga cabang nol yang bertipe dan sesuai dengan prosa adalah nkn\ne k. Terjemahan juga menempatkan syarat nα=kn_\alpha=k pada indeks jumlah langsung, bukan sebagai syarat cabang yang menggantikan n=kn=k.

Klarifikasi variabel. Sumber memakai nn sekaligus untuk batas dimensi dalam X=X(n)X=X^{(n)} dan untuk derajat homologi. Terjemahan menamai batas dimensi NN agar induksi kerangka dan derajat homologi tidak tercampur.

Lemma (lemma lima). Andaikan terdapat diagram komutatif grup abelian dengan dua baris eksak,

ABCDEαβγδϵABCDE. \begin{array}{ccccccccc} A&\longrightarrow&B&\longrightarrow&C&\longrightarrow&D&\longrightarrow&E\\ \downarrow\alpha&&\downarrow\beta&&\downarrow\gamma&& \downarrow\delta&&\downarrow\epsilon\\ A'&\longrightarrow&B'&\longrightarrow&C'&\longrightarrow&D'&\longrightarrow&E'. \end{array}

Diagram semantik. Dua baris berisi lima objek dan empat panah mendatar. Lima panah vertikal α,β,γ,δ,ϵ\alpha,\beta,\gamma,\delta,\epsilon membuat keempat persegi komutatif.

Jika α\alpha, β\beta, δ\delta, dan ϵ\epsilon isomorfisma, maka γ\gamma isomorfisma.

Bagian yang dihilangkan dalam sumber. Bukti sumber hanya berbunyi “diagram chasing. to be added.” Tidak ada pembuktian injektivitas ataupun surjektivitas panah tengah. Perbaikan lengkap berikut disusun mandiri untuk edisi ini.

Perbaikan bukti FOM-PR-07 (lemma lima). Namai panah mendatar baris atas

ApBqCrDsE A\xrightarrow{p}B\xrightarrow{q}C\xrightarrow{r}D\xrightarrow{s}E

dan panah baris bawah p,q,r,sp',q',r',s'. Semua persegi komutatif.

Untuk membuktikan bahwa γ\gamma injektif, ambil cCc\in C dengan γ(c)=0\gamma(c)=0. Komutativitas memberi

δ(r(c))=r(γ(c))=0. \delta(r(c))=r'(\gamma(c))=0.

Karena δ\delta injektif, r(c)=0r(c)=0. Eksakitas baris atas memberi bBb\in B dengan q(b)=cq(b)=c. Selanjutnya,

q(β(b))=γ(q(b))=γ(c)=0. q'(\beta(b))=\gamma(q(b))=\gamma(c)=0.

Eksakitas baris bawah memberi aAa'\in A' dengan p(a)=β(b)p'(a')=\beta(b). Karena α\alpha surjektif, pilih aAa\in A dengan α(a)=a\alpha(a)=a'. Komutativitas lalu memberi

β(p(a))=p(α(a))=p(a)=β(b). \beta(p(a))=p'(\alpha(a))=p'(a')=\beta(b).

Karena β\beta injektif, p(a)=bp(a)=b. Maka c=q(b)=q(p(a))=0c=q(b)=q(p(a))=0. Jadi γ\gamma injektif.

Untuk membuktikan bahwa γ\gamma surjektif, ambil cCc'\in C' dan tuliskan d=r(c)d'=r'(c'). Karena δ\delta surjektif, pilih dDd\in D dengan δ(d)=d\delta(d)=d'. Jika e=s(d)e=s(d), maka

ϵ(e)=s(δ(d))=s(d)=s(r(c))=0. \epsilon(e)=s'(\delta(d))=s'(d')=s'(r'(c'))=0.

Karena ϵ\epsilon injektif, e=0e=0. Eksakitas baris atas memberi cCc\in C dengan r(c)=dr(c)=d. Sekarang

r(γ(c)c)=δ(r(c))r(c)=dd=0. r'(\gamma(c)-c') =\delta(r(c))-r'(c') =d'-d'=0.

Eksakitas baris bawah memberi bBb'\in B' dengan q(b)=γ(c)cq'(b')=\gamma(c)-c'. Karena β\beta surjektif, pilih bBb\in B dengan β(b)=b\beta(b)=b'. Letakkan c0=q(b)c_0=q(b). Komutativitas memberi

γ(c0)=q(β(b))=q(b)=γ(c)c. \gamma(c_0)=q'(\beta(b))=q'(b')=\gamma(c)-c'.

Dengan demikian γ(cc0)=c\gamma(c-c_0)=c', sehingga γ\gamma surjektif. Jadi γ\gamma bijektif dan, sebagai homomorfisma grup abelian, merupakan isomorfisma. \square

Lemma. Jika CXC\subseteq X kompak, maka CC berpotongan dengan hanya berhingga banyak simpleks XX pada interior masing-masing. Secara khusus, CX(k)C\subseteq X^{(k)} untuk suatu kk.

Bukti sumber, sampai langkah yang belum dibuktikan. Andaikan CC berpotongan dengan tak berhingga banyak simpleks terbuka. Pilih barisan tak hingga titik xiCx_i\in C, dengan setiap xix_i terletak pada simpleks terbuka yang berbeda, dan definisikan

Ui=X\ji{xj}. U_i=X\setminus\bigcup_{j\ne i}\{x_j\}.

Sumber kemudian menyatakan bahwa {Ui}\{U_i\} adalah penutup terbuka tanpa subpenutup berhingga, tetapi tidak membuktikan bahwa setiap UiU_i terbuka.

Argumen yang tidak diberikan dalam sumber. Keterbukaan UiU_i bergantung pada topologi lemah dan sifat bahwa penutupan setiap simpleks hanya memuat berhingga banyak muka; tanpa langkah itu, kontradiksi kekompakan belum sah. Perbaikan berikut menyatakan dan membuktikan langkah tersebut.

Perbaikan bukti FOM-PR-11. Andaikan CC berpotongan dengan tak berhingga banyak simpleks terbuka. Pilih barisan tak hingga titik xiCx_i\in C, dengan setiap xix_i terletak pada simpleks terbuka yang berbeda. Definisikan

Ui=X\ji{xj}. U_i=X\setminus\bigcup_{j\ne i}\{x_j\}.

Penutupan setiap simpleks hanya memuat berhingga banyak muka terbuka. Karena dipilih paling banyak satu xjx_j pada setiap simpleks terbuka, himpunan yang dibuang berpotongan dengan setiap simpleks tertutup dalam himpunan berhingga, dan karenanya tertutup. Menurut topologi lemah kompleks-Δ\Delta, himpunan yang dibuang itu tertutup di XX. Karena itu setiap UiU_i terbuka. Keluarga {Ui}\{U_i\} menutupi CC: titik yang bukan salah satu xjx_j berada di setiap UiU_i, sedangkan xiUix_i\in U_i. Namun, gabungan berhingga Ui1UimU_{i_1}\cup\cdots\cup U_{i_m} tidak memuat xjx_j untuk j{i1,,im}j\notin\{i_1,\ldots,i_m\}. Jadi penutup tersebut tidak mempunyai subpenutup berhingga, bertentangan dengan kekompakan CC. Maka CC hanya bertemu berhingga banyak simpleks terbuka. Maksimum dimensinya memberi kk dengan CX(k)C\subseteq X^{(k)}. \square

Catatan (menghapus asumsi berdimensi hingga). Lemma sebelumnya memungkinkan kita membuktikan proposisi perbandingan tanpa asumsi X=X(N)X=X^{(N)}.

Untuk surjektivitas, ambil kelas dalam Hn(X)H_n(X) dan wakili dengan siklus singular zz. Dukungan zz adalah citra kontinu dari gabungan berhingga simpleks kompak, sehingga kompak. Menurut lemma kekompakan, dukungan itu termuat dalam suatu X(k)X^{(k)}. Isomorfisma pada kerangka berdimensi hingga,

HnΔ(X(k))Hn(X(k)), H_n^{\Delta}(X^{(k)})\xrightarrow{\cong}H_n(X^{(k)}),

memberi siklus simpleksial pada X(k)X^{(k)} yang citra singularnya mewakili [z][z]. Setelah dimasukkan ke XX, siklus yang sama menunjukkan bahwa HnΔ(X)Hn(X)H_n^{\Delta}(X)\to H_n(X) surjektif.

Koreksi tipe objek. Sumber menyebut “an element in X(k)X^{(k)}” sebagai prapeta suatu kelas homologi. Objek yang bertipe benar adalah kelas dalam HnΔ(X(k))H_n^\Delta(X^{(k)}), diwakili oleh siklus simpleksial. Edisi menuliskan kelas dan wakilnya secara eksplisit.

Bagian yang dihilangkan dalam sumber. Sesudah argumen surjektivitas, sumber hanya mengatakan bahwa injektivitas dapat diperlihatkan “secara serupa”, lalu meninggalkan komentar “to be added”. Pernyataan itu belum menangani rantai singular yang membatasi suatu siklus simpleksial. Perbaikan lengkap berikut disusun mandiri untuk edisi ini.

Perbaikan bukti FOM-PR-08 (injektivitas untuk kompleks tak hingga). Ambil kelas [z]HnΔ(X)[z]\in H_n^{\Delta}(X) yang dipetakan ke nol dalam Hn(X)H_n(X). Rantai simpleksial zz adalah jumlah berhingga simpleks, sehingga terdapat kk dengan zCnΔ(X(k))z\in C_n^{\Delta}(X^{(k)}). Karena citra singularnya nol dalam homologi, ada rantai singular berhingga cCn+1(X)c\in C_{n+1}(X) dengan

c=f(z). \partial c=f(z).

Dukungan cc merupakan gabungan berhingga citra simpleks kompak, maka kompak. Lemma sebelumnya memberi mkm\geq k sehingga dukungan cc dan zz keduanya termuat dalam X(m)X^{(m)}. Di dalam kerangka ini,

f*:HnΔ(X(m))Hn(X(m)) f_*\colon H_n^{\Delta}(X^{(m)}) \xrightarrow{\cong}H_n(X^{(m)})

adalah isomorfisma menurut kasus berdimensi hingga. Persamaan c=f(z)\partial c=f(z) menunjukkan bahwa f*[z]=0f_*[z]=0 sudah di Hn(X(m))H_n(X^{(m)}). Injektivitas isomorfisma tersebut memberi [z]=0[z]=0 di HnΔ(X(m))H_n^{\Delta}(X^{(m)}). Jadi terdapat rantai simpleksial wCn+1Δ(X(m))w\in C_{n+1}^{\Delta}(X^{(m)}) dengan

w=z. \partial w=z.

Inklusi X(m)XX^{(m)}\hookrightarrow X mempertahankan persamaan ini, sehingga [z]=0[z]=0 juga dalam HnΔ(X)H_n^{\Delta}(X). Kernel pemetaan perbandingan trivial; bersama surjektivitas di atas, pemetaan tersebut adalah isomorfisma untuk setiap kompleks-Δ\Delta, tanpa asumsi dimensi hingga. \square

34.5 Pemeriksaan penguasaan

Tujuh pemeriksaan berikut membentuk lapisan penguasaan asli edisi. Setiap soal mempunyai petunjuk dan solusi lengkap; soal-soal ini tidak berasal dari bank soal Fomberg yang tidak dipilih.

Pemeriksaan Penguasaan F4.1 (subdivisi dan rantai kecil). Misalkan σ:Δ2X\sigma\colon\Delta^2\to X simpleks singular dan 𝒰={Uj}\mathcal U=\{U_j\} memenuhi syarat definisi rantai-𝒰\mathcal U.

  1. Berapa banyak segitiga yang muncul setelah rr subdivisi barisentris?
  2. Berikan batas atas diameter setiap segitiga sesudah rr subdivisi.
  3. Gunakan lemma bilangan Lebesgue pada penutup {σ1(Ůj)}j\{\sigma^{-1}(\mathring U_j)\}_j untuk membuktikan bahwa Sdr(σ)Sd^r(\sigma) merupakan rantai-𝒰\mathcal U untuk rr cukup besar.
  4. Jelaskan mengapa argumen yang sama berlaku serentak untuk setiap rantai singular berhingga.

Petunjuk. Setiap subdivisi segitiga menghasilkan 3!=63!=6 segitiga, dan faktor penyusutan diameter untuk n=2n=2 adalah 2/32/3. Pilih rr sehingga (2/3)rdiam(Δ2)(2/3)^r\operatorname{diam}(\Delta^2) lebih kecil daripada bilangan Lebesgue. Untuk rantai berhingga, ambil maksimum dari sejumlah berhingga eksponen.

Solusi Pemeriksaan F4.1. Satu subdivisi memberi enam segitiga; menerapkan aturan itu pada setiap segitiga secara berulang memberi 6r6^r segitiga. Menurut estimasi FOM-PR-05a, diameter masing-masing paling besar

(23)rdiam(Δ2). \left(\frac23\right)^r\operatorname{diam}(\Delta^2).

Prapeta bagian-bagian dalam UjU_j membentuk penutup terbuka bagi ruang kompak Δ2\Delta^2, sehingga mempunyai bilangan Lebesgue λ>0\lambda>0. Pilih rr dengan

(23)rdiam(Δ2)<λ. \left(\frac23\right)^r\operatorname{diam}(\Delta^2)<\lambda.

Setiap segitiga hasil subdivisi lalu terkandung dalam suatu σ1(Ůj)\sigma^{-1}(\mathring U_j); citranya di bawah σ\sigma terkandung dalam UjU_j. Maka semua generator yang muncul dalam Sdr(σ)Sd^r(\sigma) bersifat 𝒰\mathcal U-kecil. Jika c==1Naσc=\sum_{\ell=1}^N a_\ell\sigma_\ell, lakukan konstruksi ini pada setiap σ\sigma_\ell dan ambil maksimum r1,,rNr_1,\ldots,r_N. Subdivisi tambahan tidak merusak kekecilan, sehingga satu eksponen bersama membuat Sdr(c)Sd^r(c) kecil.

Pemeriksaan Penguasaan F4.2 (inti aljabar eksisi). Misalkan ÅB̊=X\mathring A\cup\mathring B=X dan 𝒰={A,B}\mathcal U=\{A,B\}.

  1. Buktikan bahwa C*𝒰(X)=C*(A)+C*(B)C_*^{\mathcal U}(X)=C_*(A)+C_*(B) dan C*(A)C*(B)=C*(AB)C_*(A)\cap C_*(B)=C_*(A\cap B).

  2. Bangun isomorfisma kompleks rantai

    C*𝒰(X)/C*(A)C*(B)/C*(AB). C_*^{\mathcal U}(X)/C_*(A) \cong C_*(B)/C_*(A\cap B).

  3. Jelaskan, dengan barisan eksak pendek dan lemma lima, mengapa inklusi ke C*(X)/C*(A)C_*(X)/C_*(A) menginduksi isomorfisma homologi.

Petunjuk. Basis grup rantai singular terdiri atas semua simpleks singular. Bandingkan dua barisan eksak pendek dengan suku kiri C*(A)C_*(A) dan suku tengah berturut-turut C*𝒰(X)C_*^{\mathcal U}(X) dan C*(X)C_*(X). Gunakan FOM-PR-05 pada pemetaan tengah.

Solusi Pemeriksaan F4.2. Sebuah generator 𝒰\mathcal U-kecil mempunyai citra seluruhnya di AA atau seluruhnya di BB, sehingga grup yang dibangkitkan semua generator itu tepat C*(A)+C*(B)C_*(A)+C_*(B). Sebuah simpleks singular menjadi generator baik bagi C*(A)C_*(A) maupun C*(B)C_*(B) tepat ketika citranya terkandung dalam ABA\cap B. Karena grup rantai bebas pada basis simpleks singular,

C*(A)C*(B)=C*(AB). C_*(A)\cap C_*(B)=C_*(A\cap B).

Pemetaan yang mengirim kelas b+C*(AB)b+C_*(A\cap B) ke b+C*(A)b+C_*(A) terdefinisi baik dan memberi

C*(B)/C*(AB)(C*(A)+C*(B))/C*(A). C_*(B)/C_*(A\cap B) \xrightarrow{\ \cong\ } \bigl(C_*(A)+C_*(B)\bigr)/C_*(A).

Untuk langkah terakhir, pakai diagram

0C*(A)C*𝒰(X)C*𝒰(X)/C*(A)00C*(A)C*(X)C*(X)/C*(A)0. \begin{array}{ccccccccc} 0&\to&C_*(A)&\to&C_*^{\mathcal U}(X)&\to&C_*^{\mathcal U}(X)/C_*(A)&\to&0\\ &&\Vert&&\downarrow&&\downarrow\\ 0&\to&C_*(A)&\to&C_*(X)&\to&C_*(X)/C_*(A)&\to&0. \end{array}

Diagram barisan eksak panjang dalam homologi yang diinduksi kedua barisan eksak pendek itu komutatif. Pemetaan kiri adalah identitas dan pemetaan tengah menginduksi isomorfisma menurut FOM-PR-05; lemma lima memberi isomorfisma pada suku hasil bagi. Setelah identifikasi di atas, inilah isomorfisma eksisi H*(B,AB)H*(X,A)H_*(B,A\cap B)\cong H_*(X,A).

Pemeriksaan Penguasaan F4.3 (homologi lokal dan dimensi). Untuk xnx\in\mathbb R^n, hitung

Hk(n,n\{x}) H_k(\mathbb R^n,\mathbb R^n\setminus\{x\})

pada setiap k0k\geq0, termasuk n=0n=0. Lalu tunjukkan bahwa tidak ada homeomorfisma antara dua himpunan terbuka tak kosong di n\mathbb R^n dan m\mathbb R^m bila nmn\ne m. Terakhir, jelaskan mengapa syarat “tak kosong” tidak boleh dihapus.

Petunjuk. Untuk n1n\geq1, gunakan kontraktibilitas n\mathbb R^n dan n\{x}Sn1\mathbb R^n\setminus\{x\}\simeq S^{n-1} dalam barisan eksak panjang pasangan. Untuk n=0n=0, hitung pasangan ({x},)(\{x\},\varnothing) langsung. Ingat bahwa himpunan kosong terbuka di setiap ruang Euklides.

Solusi Pemeriksaan F4.3. Untuk n1n\geq1, barisan eksak panjang dan kontraktibilitas ruang Euklides memberi, untuk k1k\geq1,

Hk(n,n\{x})H̃k1(Sn1){,k=n,0,kn. H_k(\mathbb R^n,\mathbb R^n\setminus\{x\}) \cong\widetilde H_{k-1}(S^{n-1}) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=n,\\ 0,&k\ne n. \end{cases}

Pada k=0k=0, pemetaan H0(n\{x})H0(n)H_0(\mathbb R^n\setminus\{x\})\to H_0(\mathbb R^n) surjektif karena komplemen tak kosong dan ruang Euklides terhubung lintasan. Eksakitas memberi H0(n,n\{x})=0H_0(\mathbb R^n,\mathbb R^n\setminus\{x\})=0, sesuai dengan rumus per kasus.

Pada n=0n=0, 0={x}\mathbb R^0=\{x\} dan komplemennya kosong, jadi H0({x},)H_0(\{x\},\varnothing)\cong\mathbb Z serta grup derajat lain nol; rumus yang sama tetap berlaku. Jika UnU\subseteq\mathbb R^n dan VmV\subseteq\mathbb R^m terbuka tak kosong serta f:UVf\colon U\to V homeomorfisma, pilih xUx\in U. Eksisi dan ff memberi

Hk(n,n\{x})Hk(U,U\{x})Hk(V,V\{f(x)})Hk(m,m\{f(x)}). H_k(\mathbb R^n,\mathbb R^n\setminus\{x\}) \cong H_k(U,U\setminus\{x\}) \cong H_k(V,V\setminus\{f(x)\}) \cong H_k(\mathbb R^m,\mathbb R^m\setminus\{f(x)\}).

Derajat tunggal tempat grup ini \mathbb Z harus sama, sehingga n=mn=m. Tanpa syarat tak kosong, U=V=U=V=\varnothing memberi homeomorfisma untuk setiap pasangan n,mn,m dan membantah kesimpulan.

Pemeriksaan Penguasaan F4.4 (generator sfera dan jumlah baji). Bentuk SnS^n dari dua simpleks Δ1n\Delta_1^n dan Δ2n\Delta_2^n dengan batas yang diidentifikasi menurut urutan titik sudut.

  1. Buktikan bahwa σ1σ2\sigma_1-\sigma_2 merupakan siklus singular.
  2. Gunakan pasangan (Sn,Δ2n)(S^n,\Delta_2^n) untuk membuktikan bahwa kelasnya menghasilkan H̃n(Sn)\widetilde H_n(S^n).
  3. Untuk koleksi pasangan baik (Xα,xα)(X_\alpha,x_\alpha), tentukan arah yang benar bagi α(iα)*\bigoplus_\alpha(i_\alpha)_* dan jelaskan mengapa pemetaan itu isomorfisma.

Petunjuk. Dua batas berorientasi sama setelah identifikasi, sehingga saling menghapus dalam selisih. Dalam homologi relatif terhadap Δ2n\Delta_2^n, suku σ2\sigma_2 menjadi nol. Untuk jumlah baji, mulai dari gabungan lepas dan runtuhkan semua titik dasar menjadi satu titik.

Solusi Pemeriksaan F4.4. Identifikasi batas yang mempertahankan urutan titik sudut memberi σ1=σ2\partial\sigma_1=\partial\sigma_2, maka

(σ1σ2)=0. \partial(\sigma_1-\sigma_2)=0.

Karena Δ2n\Delta_2^n kontraktibel, barisan eksak panjang pasangan memberi

H̃n(Sn)Hn(Sn,Δ2n). \widetilde H_n(S^n)\cong H_n(S^n,\Delta_2^n).

Eksisi atau teorema hasil bagi kemudian memberi

Hn(Sn,Δ2n)Hn(Δ1n,Δ1n). H_n(S^n,\Delta_2^n) \cong H_n(\Delta_1^n,\partial\Delta_1^n).

Di bawah kedua isomorfisma, [σ1σ2][\sigma_1-\sigma_2] dipetakan ke [σ1][\sigma_1], yang menghasilkan grup terakhir. Jadi kelas semula menghasilkan H̃n(Sn)\widetilde H_n(S^n).

Setiap inklusi iαi_\alpha berarah dari XαX_\alpha menuju baji; karena itu pemetaan yang bertipe benar adalah

α(iα)*:αH̃k(Xα)H̃k(αXα). \bigoplus_\alpha(i_\alpha)_*\colon \bigoplus_\alpha\widetilde H_k(X_\alpha) \longrightarrow\widetilde H_k\!\left(\bigvee_\alpha X_\alpha\right).

Pasangan gabungan lepas dan himpunan semua titik dasar merupakan pasangan baik. Meruntuhkan titik-titik dasar menghasilkan baji, sedangkan kompleks rantai gabungan lepas terurai sebagai jumlah langsung kompleks rantai komponennya. Jika jα:XαβXβj_\alpha\colon X_\alpha\to\bigsqcup_\beta X_\beta adalah inklusi komponen dan qq pemetaan hasil bagi menuju baji, maka qjα=iαq\circ j_\alpha=i_\alpha. Karena isomorfisma hasil bagi relatif dan dekomposisi menurut komponen bersifat alami, invers dari isomorfisma

H̃k(αXα)αH̃k(Xα) \widetilde H_k\!\left(\bigvee_\alpha X_\alpha\right) \cong\bigoplus_\alpha\widetilde H_k(X_\alpha)

tepat α(iα)*\bigoplus_\alpha(i_\alpha)_*. Jadi pemetaan yang ditampilkan pada pernyataan memang isomorfisma.

Pemeriksaan Penguasaan F4.5 (penutup kontraktibel dengan perpotongan tak terhubung). Misalkan X=ÅB̊X=\mathring A\cup\mathring B, dengan AA dan BB kontraktibel, sedangkan ABA\cap B mempunyai tepat r1r\geq1 komponen lintasan dan tidak mempunyai homologi tereduksi positif. Hitung H̃n(X)\widetilde H_n(X) untuk semua n0n\geq0.

Petunjuk. Gunakan barisan Mayer–Vietoris tereduksi. Ingat bahwa H̃0(AB)r1\widetilde H_0(A\cap B)\cong\mathbb Z^{r-1} dan bahwa XX terhubung lintasan karena kedua bagian terhubung serta berpotongan.

Solusi Pemeriksaan F4.5. Karena AA dan BB kontraktibel, H̃n(A)=H̃n(B)=0\widetilde H_n(A)=\widetilde H_n(B)=0 untuk semua nn. Untuk n1n\geq1, potongan eksak memberi isomorfisma

H̃n(X)H̃n1(AB). \widetilde H_n(X)\cong\widetilde H_{n-1}(A\cap B).

Hipotesis pada perpotongan menunjukkan bahwa ruas kanan nol untuk n2n\geq2 dan bernilai r1\mathbb Z^{r-1} untuk n=1n=1. Karena AA dan BB terhubung lintasan serta ABA\cap B\ne\varnothing, setiap titik XX dapat dihubungkan ke titik perpotongan; jadi XX terhubung lintasan dan H̃0(X)=0\widetilde H_0(X)=0. Dengan demikian,

H̃n(X){r1,n=1,0,n1. \widetilde H_n(X)\cong \begin{cases} \mathbb Z^{r-1},&n=1,\\ 0,&n\ne1. \end{cases}

Pemeriksaan Penguasaan F4.6 (kealamian pemetaan penghubung). Misalkan f:(X,A)(Y,B)f\colon(X,A)\to(Y,B) peta pasangan. Jika kelas relatif [c]Hn(X,A)[c]\in H_n(X,A) diwakili rantai cCn(X)c\in C_n(X) dengan cCn1(A)\partial c\in C_{n-1}(A), buktikan langsung dari wakil rantai bahwa

(f*[c])=(f|A)*([c]). \partial'\bigl(f_*[c]\bigr) =(f|_A)_*\bigl(\partial[c]\bigr).

Petunjuk. Pemetaan penghubung mengirim [c][c] ke kelas [c]Hn1(A)[\partial c]\in H_{n-1}(A). Gunakan identitas pemetaan rantai f#=f#\partial f_\#=f_\#\partial.

Solusi Pemeriksaan F4.6. Karena ff peta pasangan, f#(C*(A))C*(B)f_\#(C_*(A))\subseteq C_*(B), sehingga f*[c]=[f#c]Hn(Y,B)f_*[c]=[f_\#c]\in H_n(Y,B) terdefinisi. Definisi pemetaan penghubung untuk pasangan memberi

(f*[c])=[f#c]. \partial'\bigl(f_*[c]\bigr) =[\partial f_\#c].

Karena f#f_\# pemetaan rantai,

[f#c]=[f#(c)]=(f|A)*[c]. [\partial f_\#c] =[f_\#(\partial c)] =(f|_A)_*[\partial c].

Di sisi lain, [c]=[c]\partial[c]=[\partial c] dalam Hn1(A)H_{n-1}(A). Maka

f*[c]=(f|A)*[c], \partial' f_*[c]=(f|_A)_*\partial[c],

yang membuktikan komutativitas persegi pemetaan penghubung pada tingkat wakil.

Pemeriksaan Penguasaan F4.7 (dukungan hingga dan injektivitas perbandingan). Misalkan zz suatu siklus simpleksial berhingga pada kompleks-Δ\Delta XX, dan andaikan citranya merupakan batas singular, f(z)=cf(z)=\partial c. Susun argumen lengkap bahwa zz merupakan batas simpleksial, tanpa mengasumsikan XX berdimensi hingga.

Petunjuk. Tempatkan dukungan zz dan rantai singular berhingga cc dalam satu kerangka berdimensi hingga X(m)X^{(m)}, lalu gunakan isomorfisma pembandingan yang sudah dibuktikan pada kerangka itu.

Solusi Pemeriksaan F4.7. Karena zz merupakan jumlah berhingga simpleks, ia termuat dalam X(k)X^{(k)} untuk suatu kk. Dukungan rantai singular cc adalah gabungan berhingga citra simpleks kompak, sehingga kompak. Lemma kekompakan menempatkannya dalam X(m)X^{(m)} untuk suatu mkm\geq k. Dengan demikian, persamaan

f(z)=c f(z)=\partial c

sudah berlaku di kompleks singular X(m)X^{(m)}. Pemetaan

f*:HnΔ(X(m))Hn(X(m)) f_*\colon H_n^{\Delta}(X^{(m)})\longrightarrow H_n(X^{(m)})

adalah isomorfisma karena X(m)X^{(m)} berdimensi hingga. Citra kelas [z][z] di ruas kanan nol, maka injektivitas f*f_* memberi [z]=0[z]=0 di ruas kiri. Jadi ada wCn+1Δ(X(m))w\in C_{n+1}^{\Delta}(X^{(m)}) dengan w=z\partial w=z. Rantai ww juga merupakan rantai simpleksial di XX, sehingga zz batas simpleksial dalam XX. Ini membuktikan bahwa kernel pemetaan perbandingan global adalah nol.

Batas sumber komponen. Unit ini menerjemahkan algebraic_topology.tex baris 1923–2846 secara kontigu, mencakup Bagian 1.7–1.10 tentang eksisi, Mayer–Vietoris, kealamian, serta pembandingan homologi simpleksial dan singular. Unit ini menutup FOM-PR-05 sampai FOM-PR-11 dan menyediakan tujuh soal penguasaan dengan petunjuk serta solusi lengkap. Kursor komponen berikutnya adalah baris 2847, \subsection{Degree maps}, awal Bagian 1.11.

Komponen Fomberg O012-FOM-005

Bagian 1.11; dipetakan ke D60-R12 sebagai lapisan derajat opsional.

Tentang komponen ini

Komponen ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Bagian 1.11 Algebraic Topology karya Yeheli Fomberg, berdasarkan kuliah Nir Lazarovich pada musim semi 2025. Otoritas sumber dibekukan pada commit 563194fae879178b9a6871b249513bfc27968975. Rentang yang diterjemahkan ialah algebraic_topology.tex baris 2847–3122: 276 baris fisik, 12.203 byte setelah normalisasi LF dan satu LF penutup, dengan SHA-256 9ac1d27872a09134b75bb077ad113716a9e828c2177ac296e7bf3331395da85a.

Catatan sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Terjemahan, pemformatan semantik, koreksi terbatas, perbaikan bukti FOM-PR-12, dan materi penguasaan asli di bawah ini diterbitkan dengan lisensi yang sama. Semua perbaikan dibedakan dari teks sumber. Tidak ada prosa dari bank soal Fomberg terpisah maupun materi MIT yang disalin ke dalam komponen ini.

Jalur wajib Roberts Unit 30 sudah memuat definisi derajat, sifat-sifatnya, lema teknis, akibatnya, teorema sfera berbulu, dan buktinya. Karena itu, bagian derajat Fomberg dipertahankan sebagai pembandingan opsional; definisi derajat lokal, rumus lokal-ke-global, dan enam pemeriksaan penguasaan memberi lapisan aditif. Rujukan teorema dasar aljabar diarahkan ke bukti mandiri Roberts.

Sumber mengulang satu TikZ-CD besar pada definisi dan bukti derajat lokal. Edisi memecahnya menjadi satu diagram lokal yang dapat direflow dan satu inventaris peta pusat yang bertipe jelas; tidak ada aset raster baru atau informasi matematis yang dibuang.

Edisi ini independen dan tidak menyiratkan dukungan, pengesahan, atau afiliasi dengan Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, ataupun institusi mereka. Produksi terjemahan, struktur semantik, dan QA dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna.

35 Derajat Pemetaan dan Derajat Lokal

35.1 Derajat pemetaan

Definisi (derajat suatu pemetaan). Misalkan f:SnSnf\colon S^n\to S^n kontinu dan n0n\geq0. Setelah memilih pembangkit orientasi uH̃n(Sn;)u\in\widetilde H_n(S^n;\mathbb Z)\cong\mathbb Z, homomorfisma terinduksi

f*:H̃n(Sn;)H̃n(Sn;) f_*\colon\widetilde H_n(S^n;\mathbb Z) \longrightarrow\widetilde H_n(S^n;\mathbb Z)

ditentukan oleh satu bilangan bulat kk melalui

f*(u)=ku. f_*(u)=ku.

Bilangan

deg(f):=k \deg(f):=k

disebut derajat ff.

Koreksi derajat nol. Sumber memakai Hn(Sn)H_n(S^n)\cong\mathbb Z tanpa membatasi nn. Pernyataan itu salah pada n=0n=0, sebab H0(S0)2H_0(S^0)\cong\mathbb Z^2. Selain itu, bukti sifat ketiga memakai Hn(Sn\{y})=0H_n(S^n\setminus\{y\})=0, yang juga salah pada n=0n=0 untuk homologi biasa. Edisi memakai homologi tereduksi:

H̃n(Sn),H̃n(Sn\{y})=0 \widetilde H_n(S^n)\cong\mathbb Z, \qquad \widetilde H_n(S^n\setminus\{y\})=0

untuk setiap n0n\geq0. Pada n1n\geq1 definisi ini sama dengan definisi sumber. Perbaikan tersebut juga membuat pernyataan berikut dan teorema sfera berbulu berlaku seragam pada S0S^0.

Proposisi (sifat-sifat derajat). Untuk pemetaan kontinu f,g:SnSnf,g\colon S^n\to S^n, derajat mempunyai sifat-sifat berikut.

  1. deg(id)=1\deg(\operatorname{id})=1.

  2. deg(fg)=deg(f)deg(g)\deg(f\circ g)=\deg(f)\deg(g).

  3. Jika ff tidak surjektif, maka deg(f)=0\deg(f)=0.

  4. Jika ff suatu refleksi sfera yang diinduksi oleh refleksi linear terhadap hiperbidang melalui titik asal, maka deg(f)=1\deg(f)=-1.

  5. Untuk peta antipodal a:SnSna\colon S^n\to S^n, a(x)=xa(x)=-x,

    deg(a)=deg(id)=(1)n+1. \deg(a)=\deg(-\operatorname{id})=(-1)^{n+1}.

  6. Jika ff suatu homeomorfisma, maka deg(f)=±1\deg(f)=\pm1.

  7. Jika fgf\simeq g, maka deg(f)=deg(g)\deg(f)=\deg(g).

  8. Jika ff tidak mempunyai titik tetap, maka

    deg(f)=(1)n+1. \deg(f)=(-1)^{n+1}.

  9. Misalkan nn genap dan sebuah grup GG beraksi bebas pada SnS^n, yakni

    gx=xg=1G. g\cdot x=x\Longrightarrow g=1_G.

    Maka G1G\cong1 atau G2G\cong\mathbb Z_2.

Bukti.

  1. Karena (id)*=id(\operatorname{id})_*=\operatorname{id}_{\mathbb Z}, derajat identitas adalah 11.

  2. Fungtorialitas memberi

    (fg)*=f*g*. (f\circ g)_*=f_*\circ g_*.

    Jika g*(u)=dug_*(u)=du dan f*(u)=euf_*(u)=eu, maka (fg)*(u)=deu(f\circ g)_*(u)=deu. Jadi deg(fg)=deg(f)deg(g)\deg(f\circ g)=\deg(f)\deg(g).

  3. Jika ff tidak surjektif, pilih yf(Sn)y\notin f(S^n). Pemetaan ff memfaktor sebagai

    SnfSn\{y}iSn, S^n\xrightarrow{\ \bar f\ }S^n\setminus\{y\} \xrightarrow{\ i\ }S^n,

    dengan ii pemetaan inklusi. Karena H̃n(Sn\{y})=0\widetilde H_n(S^n\setminus\{y\})=0, pemetaan terinduksi f*f_* nol. Maka deg(f)=0\deg(f)=0.

  4. Realisasikan SnS^n sebagai dua simpleks berorientasi Δ1n\Delta_1^n dan Δ2n\Delta_2^n yang direkatkan sepanjang batasnya dengan orientasi muka yang sama. Pembangkit homologi puncaknya ialah

    [Δ1nΔ2n]H̃n(Sn). [\Delta_1^n-\Delta_2^n] \in\widetilde H_n(S^n)\cong\mathbb Z.

    Refleksi menukar kedua simpleks. Karena itu

    f*[Δ1nΔ2n]=[Δ2nΔ1n]=[Δ1nΔ2n], f_*[\Delta_1^n-\Delta_2^n] =[\Delta_2^n-\Delta_1^n] =-[\Delta_1^n-\Delta_2^n],

    sehingga deg(f)=1\deg(f)=-1.

  5. Peta antipodal

    (x1,x2,,xn+1)(x1,x2,,xn+1) (x_1,x_2,\ldots,x_{n+1}) \longmapsto (-x_1,-x_2,\ldots,-x_{n+1})

    adalah komposisi n+1n+1 refleksi koordinat. Menurut butir 2 dan 4,

    deg(id)=(1)n+1. \deg(-\operatorname{id})=(-1)^{n+1}.

  6. Argumen yang sama berlaku lebih umum bagi ekuivalensi homotopi. Dengan memakai invariansi homotopi pada butir 7, jika gg invers homotopi bagi ff, maka fgidf\circ g\simeq\operatorname{id} dan

    1=deg(id)=deg(fg)=deg(f)deg(g). 1=\deg(\operatorname{id}) =\deg(f\circ g) =\deg(f)\deg(g).

    Dua bilangan bulat yang hasil kalinya 11 masing-masing bernilai ±1\pm1. Khususnya, homeomorfisma mempunyai derajat ±1\pm1.

  7. Jika fgf\simeq g, invariansi homotopi homologi memberi f*=g*f_*=g_*. Maka deg(f)=deg(g)\deg(f)=\deg(g).

  8. Andaikan ff tidak mempunyai titik tetap. Pemetaan

    H(x,t)=tf(x)+(1t)(x)tf(x)+(1t)(x) H(x,t)= \frac{t f(x)+(1-t)(-x)} {\lVert t f(x)+(1-t)(-x)\rVert}

    terdefinisi untuk xSnx\in S^n dan t[0,1]t\in[0,1]. Memang, ruas penyebut tidak pernah nol: secara geometris, jika f(x)xf(x)\ne x, ruas garis yang menghubungkan f(x)f(x) dan x-x tidak melalui titik asal. Nilai ujungnya adalah

    H(x,0)=x,H(x,1)=f(x). H(x,0)=-x, \qquad H(x,1)=f(x).

    Jadi ff homotop dengan peta antipodal. Butir 5 dan 7 memberi

    deg(f)=(1)n+1. \deg(f)=(-1)^{n+1}.

  9. Aksi GG pada SnS^n merupakan homomorfisma dari GG ke grup homeomorfisma SnS^n. Tulis juga gg untuk homeomorfisma yang diberikan oleh suatu elemen grup. Menurut butir 6,

    deg:G{+1,1},gdeg(g), \deg\colon G\longrightarrow\{+1,-1\}, \qquad g\longmapsto\deg(g),

    terdefinisi, dan butir 2 menunjukkan bahwa ia homomorfisma. Karena aksinya bebas, setiap g1Gg\ne1_G tidak mempunyai titik tetap. Untuk nn genap, butir 8 karena itu memberi deg(g)=(1)n+1=1\deg(g)=(-1)^{n+1}=-1. Dengan demikian

    ker(deg)={1G}, \ker(\deg)=\{1_G\},

    sehingga deg\deg injektif. Jadi GG isomorfik dengan suatu subgrup dari {+1,1}2\{+1,-1\}\cong\mathbb Z_2, dan akibatnya G1G\cong1 atau G2G\cong\mathbb Z_2. \square

Penanda gambar sumber yang belum diwujudkan. Komentar %drawing pada baris 2911 tidak menunjuk berkas gambar atau kode gambar apa pun dalam sumber. Edisi tidak mengarang aset pengganti: rumus homotopi, pemeriksaan bahwa penyebutnya tidak nol, dan uraian geometris tentang ruas garis dipertahankan secara lengkap sehingga argumennya dapat dibaca tanpa gambar.

Koreksi konstruksi sfera. Sumber menulis Sn=Δ1Δ2S^n=\Delta_1\sqcup\Delta_2, seolah-olah sfera merupakan gabungan saling lepas dua simpleks. Argumen pembangkit yang dipakai sebenarnya memerlukan kedua batas simpleks direkatkan. Edisi menyatakan perekatan itu secara eksplisit dan mempertahankan pembangkit [Δ1nΔ2n][\Delta_1^n-\Delta_2^n] yang dimaksud.

Koreksi tipe kesimpulan aksi. Sumber menyimpulkan G2G\subset\mathbb Z_2. Tanpa suatu identifikasi literal yang telah dipilih, kesimpulan yang bertipe benar ialah

Gim(deg){+1,1}2. G\cong\operatorname{im}(\deg) \leq\{+1,-1\}\cong\mathbb Z_2.

Inilah kesimpulan yang digunakan di atas. Sumber juga berganti tanpa penjelasan dari SnS^n ke simbol XX pada baris 2923; edisi mempertahankan sfera SnS^n yang benar-benar sedang dikenai aksi.

Catatan (teorema dasar aljabar). Sifat 3 dapat dipakai untuk membuktikan teorema dasar aljabar. Sumber merujuk pembuktiannya ke bank soal terpisah; bank soal itu tidak termasuk komponen yang dipilih dan buktinya tidak disalin ke dalam edisi ini. Pembaca dapat memakai bukti mandiri yang sudah tersedia dalam Roberts Unit 30; tautan tersebut mengarah ke materi asli edisi yang sah, bukan ke bank soal Fomberg.

Catatan (teorema Hopf). Untuk n1n\geq1, kebalikan sifat 7 juga benar: dua pemetaan f,g:SnSnf,g\colon S^n\to S^n homotop jika dan hanya jika deg(f)=deg(g)\deg(f)=\deg(g). Hasil ini disebut teorema Hopf, tetapi sumber tidak membuktikannya.

Koreksi rentang teorema Hopf. Sumber tidak menyatakan syarat n1n\geq1. Pada S0S^0, dua pemetaan konstan menuju dua titik yang berbeda sama-sama berderajat nol pada H̃0(S0)\widetilde H_0(S^0), tetapi tidak homotop karena tidak ada lintasan di S0S^0 yang menghubungkan kedua nilai tersebut. Edisi karena itu menyatakan kebalikan sifat 7 hanya pada rentang yang sah.

35.2 Teorema sfera berbulu

Teorema (teorema sfera berbulu). Untuk setiap n0n\geq0, terdapat medan vektor tangen kontinu yang tidak pernah nol pada SnS^n jika dan hanya jika nn ganjil. Secara ekuivalen, medan semacam itu tidak ada jika dan hanya jika nn genap.

Bukti. Andaikan

v:Snn+1 v\colon S^n\longrightarrow\mathbb R^{n+1}

suatu medan vektor tangen kontinu yang tidak pernah nol; jadi v(x)v(x) tangen pada SnS^n di xx. Kita akan menunjukkan bahwa nn harus ganjil. Karena v(x)0v(x)\ne0 untuk setiap xx, ganti v(x)v(x) dengan v(x)/v(x)v(x)/\lVert v(x)\rVert sehingga

v(x)=1 \lVert v(x)\rVert=1

untuk setiap xx. Vektor xx dan v(x)v(x) ortogonal. Seperti cost+isint\cos t+i\sin t yang terletak pada lingkaran satuan di bidang kompleks, vektor

(cost)x+(sint)v(x) (\cos t)x+(\sin t)v(x)

terletak pada lingkaran satuan di bidang yang direntang oleh xx dan v(x)v(x). Secara eksplisit, tangensi memberi xv(x)=0x\mathbin{\cdot}v(x)=0, sehingga

(cost)x+(sint)v(x)2=cos2tx2+sin2tv(x)2+2costsintxv(x)=cos2t+sin2t=1. \begin{aligned} \lVert(\cos t)x+(\sin t)v(x)\rVert^2 &=\cos^2t\,\lVert x\rVert^2 +\sin^2t\,\lVert v(x)\rVert^2 +2\cos t\sin t\,x\mathbin{\cdot}v(x)\\ &=\cos^2t+\sin^2t=1. \end{aligned}

Karena itu,

H:Sn×[0,1]Sn,H(x,t)=cos(πt)x+sin(πt)v(x), H\colon S^n\times[0,1]\longrightarrow S^n, \qquad H(x,t)=\cos(\pi t)x+\sin(\pi t)v(x),

merupakan homotopi dari pemetaan identitas ke peta antipodal. Maka

1=deg(id)=deg(id)=(1)n+1. 1=\deg(\operatorname{id}) =\deg(-\operatorname{id}) =(-1)^{n+1}.

Jadi nn harus ganjil.

Sebaliknya, andaikan nn ganjil. Tuliskan n=2k1n=2k-1 untuk suatu k1k\geq1. Definisikan

v(x1,x2,,x2k1,x2k)=(x2,x1,,x2k,x2k1). v(x_1,x_2,\ldots,x_{2k-1},x_{2k}) =(-x_2,x_1,\ldots,-x_{2k},x_{2k-1}).

Rumus ini merupakan pembatasan pada S2k1S^{2k-1} dari suatu transformasi linear 2k2k\mathbb R^{2k}\to\mathbb R^{2k}, sehingga vv kontinu. Untuk setiap xS2k1x\in S^{2k-1},

xv(x)=j=1k(x2j1(x2j)+x2jx2j1)=0,v(x)2=j=1k(x2j2+x2j12)=x2=1. \begin{aligned} x\mathbin{\cdot}v(x) &=\sum_{j=1}^{k} \bigl(x_{2j-1}(-x_{2j})+x_{2j}x_{2j-1}\bigr)=0,\\ \lVert v(x)\rVert^2 &=\sum_{j=1}^{k} \bigl(x_{2j}^2+x_{2j-1}^2\bigr) =\lVert x\rVert^2=1. \end{aligned}

Persamaan pertama membuktikan tangensi, sedangkan persamaan kedua membuktikan bahwa v(x)v(x) tidak pernah nol. Jadi vv merupakan medan vektor tangen kontinu yang tidak pernah nol. Ini menyelesaikan pembuktian. \square

Normalisasi tipografi dan simbol sumber. Edisi memperbaiki lima cacat deterministik tanpa mengubah isi: orientatoin menjadi orientation pada baris 2889, homomoprhism menjadi homomorphism pada baris 2922, simbol tak terikat XX menjadi sfera SnS^n yang sedang dibahas pada baris 2923, frasa yang kehilangan kata kerja pada baris 2966, dan susunan “is a evidently” pada baris 2980.

35.3 Derajat lokal

Derajat homologis yang dinotasikan deg\deg pada komponen Fomberg ini menyatakan bilangan yang sama dengan derajat kohomologis Deg\operatorname{Deg} pada Roberts Unit 30. Pemeriksaan F5.1 di bawah membuktikan kesamaan itu melalui kealamian pasangan Kronecker dan pembangkit orientasi yang kompatibel.

Definisi (derajat lokal). Misalkan n1n\geq1, f:SnSnf\colon S^n\to S^n pemetaan kontinu, dan pilih ySny\in S^n dengan prabayangan hingga

f1(y)={x1,,xm}. f^{-1}(y)=\{x_1,\ldots,x_m\}.

Pilih lingkungan terbuka VV dari yy dan lingkungan terbuka saling lepas U1,,UmU_1,\ldots,U_m dari titik-titik xix_i sedemikian sehingga

f(Ui)V,f(Ui\{xi})V\{y} f(U_i)\subseteq V, \qquad f(U_i\setminus\{x_i\})\subseteq V\setminus\{y\}

untuk setiap 1im1\leq i\leq m. Pembatasan f|Uif|_{U_i} merupakan peta pasangan

(Ui,Ui\{xi})(V,V\{y}). (U_i,U_i\setminus\{x_i\}) \longrightarrow (V,V\setminus\{y\}).

Eksisi memberi isomorfisma vertikal dalam diagram komutatif berikut. Panah bawah λi\lambda_i adalah pemetaan homologi lokal yang diperoleh dengan mengangkut (f|Ui)*(f|_{U_i})_* melalui kedua isomorfisma itu:

Hn(Ui,Ui\{xi})(f|Ui)*Hn(V,V\{y})Hn(Sn,Sn\{xi})λiHn(Sn,Sn\{y}). \begin{aligned} H_n(U_i,U_i\setminus\{x_i\}) &\xrightarrow{\ (f|_{U_i})_*\ } H_n(V,V\setminus\{y\})\\ \mathord{\downarrow}\scriptstyle\cong &\qquad\mathord{\downarrow}\scriptstyle\cong\\ H_n(S^n,S^n\setminus\{x_i\}) &\xrightarrow{\ \lambda_i\ } H_n(S^n,S^n\setminus\{y\}). \end{aligned}

Diagram semantik. Grup kiri-atas adalah homologi lokal pada xix_i yang dihitung di lingkungan UiU_i; grup kanan-atas adalah homologi lokal pada yy yang dihitung di VV. Inklusi kedua lingkungan ke SnS^n memberi kedua isomorfisma eksisi. Panah mendatar atas diinduksi oleh f|Uif|_{U_i}; panah mendatar bawah ialah pemetaan yang sama setelah identifikasi eksisi. Komutativitas menyatakan bahwa hasilnya tidak bergantung pada apakah homologi lokal dihitung di lingkungan kecil atau di seluruh sfera. Panah λi\lambda_i bukan peta pasangan global yang secara keliru membuang prabayangan lain; ia didefinisikan dari pembatasan lokal di atas.

Orientasi standar SnS^n menentukan pembangkit lokal yang kompatibel, sehingga keempat grup itu dapat diidentifikasi dengan \mathbb Z. Pemetaan λi\lambda_i kemudian berbentuk 1di1\mapsto d_i untuk suatu did_i\in\mathbb Z. Derajat lokal ff di xix_i, relatif terhadap nilai yy, adalah

degxi(f):=di. \deg_{x_i}(f):=d_i.

Kebebasan dari pilihan lingkungan. Ambil dua pilihan yang memenuhi syarat, yakni (V,Ui)(V,U_i) dan (V,Ui)(V',U_i'). Pilih lingkungan terbuka WVVW\subseteq V\cap V' dari yy. Untuk setiap ii, kontinuitas ff dan fakta bahwa xix_i adalah satu-satunya titik serat di lingkungan yang cukup kecil memungkinkan kita memilih bola koordinat terbuka WiW_i dengan

xiWiUiUif1(W). x_i\in W_i\subseteq U_i\cap U_i'\cap f^{-1}(W).

Pembatasan f|Wif|_{W_i} adalah peta pasangan menuju (W,W\{y})(W,W\setminus\{y\}). Inklusi WiUiW_i\hookrightarrow U_i dan WVW\hookrightarrow V memberi persegi alami

Hn(Wi,Wi\{xi})(f|Wi)*Hn(W,W\{y})Hn(Ui,Ui\{xi})(f|Ui)*Hn(V,V\{y}), \begin{aligned} H_n(W_i,W_i\setminus\{x_i\}) &\xrightarrow{\ (f|_{W_i})_*\ } H_n(W,W\setminus\{y\})\\ \mathord{\downarrow}\scriptstyle\cong &\qquad\mathord{\downarrow}\scriptstyle\cong\\ H_n(U_i,U_i\setminus\{x_i\}) &\xrightarrow{\ (f|_{U_i})_*\ } H_n(V,V\setminus\{y\}), \end{aligned}

dan ada persegi yang sama untuk pilihan beraksen. Semua panah vertikal ialah isomorfisma eksisi. Setelah keempat grup diangkut ke grup homologi lokal global, kealamian kedua persegi menunjukkan bahwa kedua pilihan menghasilkan homomorfisma λi\lambda_i yang sama. Pembangkit orientasi pada lingkungan kecil adalah pembatasan pembangkit orientasi sfera, sehingga bilangan bulat di=degxi(f)d_i=\deg_{x_i}(f) juga sama. Jadi derajat lokal terdefinisi dengan baik. \square

Koreksi notasi, indeks, dan tipe pemetaan. Baris 2987 sumber menulis $f(y)^{-1}$, padahal himpunan yang diperlukan adalah f1(y)f^{-1}(y). Baris 2991 memakai batas indeks ini\leq n, yang tidak cocok dengan pencacahan x1,,xmx_1,\ldots,x_m; edisi memakai imi\leq m. Sumber juga menyebut VV sebagai “citra semua lingkungan” tanpa terlebih dahulu memastikan bahwa VV merupakan lingkungan yy, lalu menulis pembatasan bertipe tidak jelas $(f_i)|_U$. Edisi memilih VV dan UiU_i secara eksplisit sehingga f|Uif|_{U_i} benar-benar merupakan peta pasangan di atas. Terakhir, tanda derajat lokal memerlukan pembangkit orientasi yang kompatibel; syarat ini dibuat eksplisit. Struktur homologi dan nilai bilangan bulat yang dimaksud sumber tidak diubah.

Koreksi rentang dimensi. Sumber tidak memberi syarat pada nn, padahal untuk n=0n=0 panah H0(S0)H0(S0,S0\{x})H_0(S^0)\to H_0(S^0,S^0\setminus\{x\}) yang dipakai pada bagian bawah diagram bukan isomorfisma. Edisi karena itu membatasi definisi lokal dan rumus lokal-ke-global di bawah pada n1n\geq1. Definisi derajat global sebelumnya tetap mencakup n=0n=0 dengan homologi tereduksi; edisi tidak mengklaim varian derajat lokal tereduksi pada dimensi nol.

Langkah formal yang tidak tersedia dalam sumber. Agar tanda derajat lokal dan rumus jumlah berikutnya terdefinisi, pemilihan lingkungan harus memberi peta pasangan yang sah, isomorfisma eksisi harus diikat ke orientasi sfera, kebebasan dari pilihan lingkungan harus dibuktikan, dan pembangkit global harus diselaraskan dengan semua pembangkit lokal. Definisi di atas, suplemen kebebasan pilihan, dan bukti di bawah menyediakan penutupan FOM-PR-12 secara eksplisit.

Catatan. Misalkan f:SnSnf\colon S^n\to S^n homeomorfisma. Untuk setiap xSnx\in S^n, ambil y=f(x)y=f(x). Karena f1(y)={x}f^{-1}(y)=\{x\} dan semua pemetaan pada diagram derajat lokal adalah isomorfisma,

degx(f)=±1. \deg_x(f)=\pm1.

Lebih umum, jika setiap pembatasan f|Ui:UiVf|_{U_i}\colon U_i\to V merupakan homeomorfisma, maka degxi(f)=±1\deg_{x_i}(f)=\pm1. Tanda positif berarti orientasi lokal dipertahankan, sedangkan tanda negatif berarti orientasi lokal dibalik. Proposisi berikut menjelaskan bagaimana bilangan-bilangan lokal ini menentukan derajat global.

Proposisi (rumus derajat lokal-ke-global). Misalkan n1n\geq1, f:SnSnf\colon S^n\to S^n kontinu, dan ySny\in S^n mempunyai prabayangan hingga f1(y)={x1,,xm}f^{-1}(y)=\{x_1,\ldots,x_m\}. Maka

deg(f)=i=1mdegxi(f). \deg(f)=\sum_{i=1}^{m}\deg_{x_i}(f).

Koreksi operator pada rumus. Baris 3040 sumber menulis idel(f|xi)\sum_i\operatorname{del}(f|_{x_i})—makro \del hanya membentuk tanda kurung dan bukan operator derajat. Edisi menampilkan operator yang bertipe benar, yaitu degxi(f)\deg_{x_i}(f).

Bukti. Selain grup-grup lokal pada definisi, pertimbangkan grup relatif

Hn(Sn,Sn\f1(y)). H_n\bigl(S^n,S^n\setminus f^{-1}(y)\bigr).

Eksisi pada lingkungan saling lepas U1,,UmU_1,\ldots,U_m memberi dekomposisi

Hn(Sn,Sn\f1(y))i=1mHn(Ui,Ui\{xi})m. H_n\bigl(S^n,S^n\setminus f^{-1}(y)\bigr) \cong \bigoplus_{i=1}^{m}H_n(U_i,U_i\setminus\{x_i\}) \cong\mathbb Z^m.

Untuk mencatat seluruh jaringan pemetaan pada dua diagram sumber, tuliskan ιi\iota_i untuk inklusi suku ke-ii, pip_i untuk proyeksi ke suku ke-ii, dan

M=Hn(Sn,Sn\f1(y)),Li=Hn(Sn,Sn\{xi}),Ly=Hn(Sn,Sn\{y}). M=H_n\bigl(S^n,S^n\setminus f^{-1}(y)\bigr), \qquad L_i=H_n(S^n,S^n\setminus\{x_i\}), \qquad L_y=H_n(S^n,S^n\setminus\{y\}).

Pemetaan-pemetaan relatifnya adalah

ιi:Hn(Ui,Ui\{xi})M,pi:MLi,F*:MLy, \iota_i\colon H_n(U_i,U_i\setminus\{x_i\})\longrightarrow M, \qquad p_i\colon M\longrightarrow L_i, \qquad F_*\colon M\longrightarrow L_y,

dengan F*F_* diinduksi oleh peta pasangan

f:(Sn,Sn\f1(y))(Sn,Sn\{y}). f\colon \bigl(S^n,S^n\setminus f^{-1}(y)\bigr) \longrightarrow (S^n,S^n\setminus\{y\}).

Isomorfisma eksisi mengidentifikasi domain ιi\iota_i dengan LiL_i dan grup lokal di VV dengan LyL_y; di bawah identifikasi itu,

piιi=id,piιj=0(ji),F*ιi=λi. p_i\circ\iota_i=\operatorname{id}, \qquad p_i\circ\iota_j=0\quad(j\ne i), \qquad F_*\circ\iota_i=\lambda_i.

Pemetaan hasil bagi pada tingkat rantai menginduksi

j:Hn(Sn)Hn(Sn,Sn\f1(y)). j\colon H_n(S^n) \longrightarrow H_n\bigl(S^n,S^n\setminus f^{-1}(y)\bigr).

Tuliskan pula qi:Hn(Sn)Liq_i\colon H_n(S^n)\to L_i dan qy:Hn(Sn)Lyq_y\colon H_n(S^n)\to L_y untuk pemetaan hasil bagi. Karena n1n\geq1, keduanya isomorfisma. Dua hubungan komutatif yang mengikat baris absolut dan relatif pada diagram sumber adalah

pij=qi,F*j=qyf*. p_i\circ j=q_i, \qquad F_*\circ j=q_y\circ f_*.

Jika 1Hn(Sn)1\in H_n(S^n)\cong\mathbb Z adalah kelas fundamental yang berorientasi, komutativitas dengan setiap proyeksi memberi

(pij)(1)=1. (p_i\circ j)(1)=1.

Karena itu, di bawah dekomposisi jumlah langsung,

j(1)=(1,,1)=i=1mιi(1). j(1)=(1,\ldots,1)=\sum_{i=1}^{m}\iota_i(1).

Menurut definisi derajat lokal, pemetaan terinduksi F*F_* mengirim ιi(1)\iota_i(1) ke degxi(f)\deg_{x_i}(f) kali pembangkit lokal di yy. Jadi ia mengirim j(1)j(1) ke

i=1mdegxi(f). \sum_{i=1}^{m}\deg_{x_i}(f).

Di sisi lain, komutativitas dengan pemetaan Hn(Sn)f*Hn(Sn)H_n(S^n)\xrightarrow{f_*}H_n(S^n) menunjukkan bahwa citra yang sama adalah deg(f)\deg(f) kali pembangkit tersebut. Maka

deg(f)=i=1mdegxi(f), \deg(f)=\sum_{i=1}^{m}\deg_{x_i}(f),

seperti yang dikehendaki. \square

Koreksi notasi dalam bukti. Diagram sumber memakai huruf kik_i sekaligus untuk inklusi suku lokal dan untuk bilangan derajat lokal. Edisi memakai ιi\iota_i untuk inklusi dan did_i untuk bilangan, lalu menyatakan dekomposisi lebih dahulu agar domain dan kodomain setiap pemetaan terbaca. Baris 3073 mengulang makro pembatas \del seolah-olah ia operator derajat; edisi menggantinya dengan degxi(f)\deg_{x_i}(f). Argumen komutativitas sumber dipertahankan. Sumber menggambar ulang jaringan yang sama pada baris 3044–3058; edisi menampilkan persegi lokal sekali lalu mencatat secara eksplisit pemetaan pusat MM, ιi\iota_i, pip_i, jj, qiq_i, qyq_y, dan F*F_* beserta identitas komutatifnya dalam bukti. Dengan demikian, kedua kemunculan sumber dipertahankan secara semantik tanpa menduplikasi permukaan visual yang identik.

Contoh (pemetaan pangkat pada lingkaran). Untuk kk\in\mathbb Z, definisikan

fk:S1S1,fk(z)=zk. f_k\colon S^1\longrightarrow S^1, \qquad f_k(z)=z^k.

Siklus singular

γ(t)=e2πit,0t1, \gamma(t)=e^{2\pi i t},\qquad 0\leq t\leq1,

mewakili pembangkit H1(S1)H_1(S^1). Komposisi fkγf_k\circ\gamma melintasi lingkaran sebanyak kk kali dengan tanda, sehingga perhitungan global sudah memberi deg(fk)=k\deg(f_k)=k. Kita sekarang memperoleh hasil yang sama dari derajat lokal.

Jika k=0k=0, maka f0(z)=z0=1f_0(z)=z^0=1 adalah pemetaan konstan, sehingga deg(f0)=0\deg(f_0)=0.

Sekarang andaikan k>0k>0 dan pilih y=1y=1. Prabayangannya ialah

fk1(1)={x1,,xk},xj=e2πij/k,1jk. f_k^{-1}(1)=\{x_1,\ldots,x_k\}, \qquad x_j=e^{2\pi i j/k}, \quad 1\leq j\leq k.

Ambil busur terbuka kecil VV yang memuat 11. Untuk setiap jj, komponen UjU_j dari fk1(V)f_k^{-1}(V) yang memuat xjx_j dipetakan secara homeomorfik dan mempertahankan orientasi ke VV: dalam koordinat sudut, pemetaan itu mengalikan perubahan sudut dengan k>0k>0. Oleh karena itu

degxj(fk)=1 \deg_{x_j}(f_k)=1

untuk setiap jj. Rumus lokal-ke-global memberi

deg(fk)=j=1kdegxj(fk)=k. \deg(f_k)=\sum_{j=1}^{k}\deg_{x_j}(f_k)=k.

Pemetaan f1(z)=z1=z¯f_{-1}(z)=z^{-1}=\overline z adalah refleksi, sehingga deg(f1)=1\deg(f_{-1})=-1. Jika k<0k<0, maka k>0-k>0 dan

fk=f1fk. f_k=f_{-1}\circ f_{-k}.

Multiplikativitas bersama kasus positif memberi

deg(fk)=deg(f1)deg(fk)=(1)(k)=k. \deg(f_k)=\deg(f_{-1})\deg(f_{-k}) =(-1)(-k)=k.

Jadi deg(fk)=k\deg(f_k)=k untuk setiap kk\in\mathbb Z.

Koreksi kasus nol, kasus negatif, dan lingkungan lokal. Baris 3083 sumber menulis z0z\mapsto0, yang tidak bernilai di S1S^1; pemetaan pangkat nol yang benar ialah z1z\mapsto1. Baris 3087 menyatakan fk=f1fkf_k=f_{-1}\circ f_k, yang tidak benar; untuk k<0k<0 faktorisasi yang benar ialah fk=f1fkf_k=f_{-1}\circ f_{-k}. Baris 3093 memilih V=S1\{1}V=S^1\setminus\{1\}, padahal nilai terpilih y=1y=1 harus berada di dalam VV. Edisi memakai busur kecil di sekitar 11 dan komponen-komponen prabayangannya. Penalaran “peregangan homotop dengan identitas” sumber diganti dengan koordinat sudut lokal, karena peregangan interval bukan pemetaan global S1S1S^1\to S^1 yang derajatnya dapat langsung dikalikan. Baris 3079–3081 menyebut pemetaan identitas sebagai simpleks singular; edisi memakai siklus singular γ(t)=e2πit\gamma(t)=e^{2\pi it} yang benar-benar mewakili kelas fundamental.

Catatan (kontribusi lokal bertanda). Identifikasikan S1=/S^1=\mathbb R/\mathbb Z. Ambil fungsi kontinu F:[0,1]F\colon[0,1]\to\mathbb R yang afin pada masing-masing selang [0,13][0,\tfrac13], [13,23][\tfrac13,\tfrac23], dan [23,1][\tfrac23,1], dengan kenaikan berturut-turut 11, 22, dan 4-4. Nilai ujung setiap potongan sama dengan nilai awal potongan berikutnya. Karena F(1)F(0)=1+24=1F(1)-F(0)=1+2-4=-1\in\mathbb Z, proyeksi f([t])=[F(t)]f([t])=[F(t)] memberi pemetaan kontinu S1S1S^1\to S^1.

Untuk nilai sasaran yang bukan citra titik-titik sambung domain, seratnya hingga dan setiap prabayangan terletak pada bagian yang merupakan homeomorfisma lokal. Potongan pertama memberi satu kontribusi positif, potongan kedua memberi dua kontribusi positif, dan potongan ketiga memberi empat kontribusi negatif. Jadi jumlah kontribusi derajat lokalnya adalah

deg(f)=1+24=1. \deg(f)=1+2-4=-1.

Contoh ini memperlihatkan bahwa derajat global menghitung prabayangan dengan tanda orientasi, bukan sekadar banyaknya prabayangan.

35.4 Pemeriksaan penguasaan

Enam pemeriksaan berikut membentuk lapisan penguasaan asli edisi. Setiap soal mempunyai petunjuk dan solusi lengkap; soal-soal ini tidak berasal dari bank soal Fomberg yang tidak dipilih.

Pemeriksaan Penguasaan F5.1 (menyamakan dua definisi derajat). Pilih pembangkit

uH̃n(Sn;) u\in\widetilde H_n(S^n;\mathbb Z)

dan pembangkit dual

αH̃n(Sn;) \alpha\in\widetilde H^n(S^n;\mathbb Z)

dengan pasangan Kronecker α,u=1\langle\alpha,u\rangle=1. Jika

f*(u)=dhu,f*(α)=dcα, f_*(u)=d_hu, \qquad f^*(\alpha)=d_c\alpha,

kerjakan hal-hal berikut.

  1. Gunakan kealamian pasangan Kronecker untuk membuktikan dh=dcd_h=d_c.
  2. Jelaskan mengapa mengganti pilihan orientasi uu dengan u-u tidak mengubah bilangan derajat.
  3. Simpulkan bahwa definisi derajat melalui homologi pada bagian Fomberg ini sama dengan definisi melalui kohomologi tereduksi pada Roberts Unit 30.

Petunjuk. Hitung kedua ruas identitas

f*α,u=α,f*u. \langle f^*\alpha,u\rangle =\langle\alpha,f_*u\rangle.

Jika orientasi dibalik, balikkan juga pembangkit dual agar nilai pasangannya tetap 11.

Solusi Pemeriksaan F5.1. Kealamian pasangan Kronecker memberi

f*α,u=dcα,u=dc,α,f*u=α,dhu=dh. \begin{aligned} \langle f^*\alpha,u\rangle &=\langle d_c\alpha,u\rangle=d_c,\\ \langle\alpha,f_*u\rangle &=\langle\alpha,d_hu\rangle=d_h. \end{aligned}

Kedua ruas sama, sehingga dc=dhd_c=d_h. Jika u=uu'=-u, maka

f*(u)=f*(u)=dhu=dhu. f_*(u')=f_*(-u)=-d_hu=d_hu'.

Jadi koefisien homologi tetap dhd_h. Pembangkit kohomologi dual yang berpasangan dengan uu' ialah α=α\alpha'=-\alpha, dan perhitungan yang sama menunjukkan koefisien kohomologinya tetap dcd_c. Dengan demikian, kedua konstruksi menghasilkan bilangan bulat yang sama dan tidak bergantung pada pembalikan pilihan orientasi bersama. Definisi Fomberg dan Roberts karenanya kompatibel.

Pemeriksaan Penguasaan F5.2 (derajat sebagai kriteria titik tetap). Misalkan f:SnSnf\colon S^n\to S^n kontinu.

  1. Buktikan bahwa

    tf(x)+(1t)(x)=0 t f(x)+(1-t)(-x)=0

    untuk suatu xSnx\in S^n dan t[0,1]t\in[0,1] jika dan hanya jika t=12t=\tfrac12 dan f(x)=xf(x)=x.

  2. Turunkan bahwa

    deg(f)(1)n+1f mempunyai titik tetap. \deg(f)\ne(-1)^{n+1} \quad\Longrightarrow\quad f\text{ mempunyai titik tetap}.

  3. Buktikan sebagai akibat bahwa setiap pemetaan-diri kontinu SnSnS^n\to S^n yang tidak surjektif mempunyai titik tetap.

Petunjuk. Ambil norma pada persamaan di butir pertama. Untuk butir kedua, gunakan kontraposisi sifat 8. Untuk butir ketiga, gabungkan sifat 3 dengan fakta bahwa 0(1)n+10\ne(-1)^{n+1}.

Solusi Pemeriksaan F5.2. Jika tf(x)+(1t)(x)=0t f(x)+(1-t)(-x)=0, maka

tf(x)=(1t)x. t f(x)=(1-t)x.

Karena f(x)=x=1\lVert f(x)\rVert=\lVert x\rVert=1, mengambil norma memberi t=1tt=1-t, jadi t=12t=\tfrac12. Substitusi kembali menghasilkan f(x)=xf(x)=x. Sebaliknya, jika t=12t=\tfrac12 dan f(x)=xf(x)=x, kedua suku jelas saling menghapus.

Karena itu, bila ff tidak mempunyai titik tetap, penyebut pada homotopi

H(x,t)=tf(x)+(1t)(x)tf(x)+(1t)(x) H(x,t)= \frac{t f(x)+(1-t)(-x)} {\lVert t f(x)+(1-t)(-x)\rVert}

tidak pernah nol. Homotopi tersebut menghubungkan peta antipodal dengan ff, sehingga

deg(f)=deg(id)=(1)n+1. \deg(f)=\deg(-\operatorname{id})=(-1)^{n+1}.

Kontraposisinya memberi kriteria titik tetap pada pernyataan. Jika ff tidak surjektif, sifat 3 memberi deg(f)=0\deg(f)=0. Karena 0(1)n+10\ne(-1)^{n+1}, kriteria tadi menjamin bahwa ff mempunyai titik tetap.

Pemeriksaan Penguasaan F5.3 (aksi bebas pada sfera genap). Misalkan nn genap dan GG beraksi bebas pada SnS^n.

  1. Tunjukkan bahwa elemen identitas berderajat +1+1, sedangkan setiap elemen nonidentitas berderajat 1-1.
  2. Jika a,bGa,b\in G adalah dua elemen nonidentitas yang berbeda, terapkan derajat pada a1ba^{-1}b untuk memperoleh kontradiksi.
  3. Simpulkan bahwa GG trivial atau G2G\cong\mathbb Z_2.
  4. Tunjukkan bahwa kesimpulan ini khusus bagi dimensi genap dengan memberi, untuk setiap m3m\geq3, aksi bebas grup siklik CmC_m pada S1S^1.

Petunjuk. Aksi bebas membuat setiap elemen nonidentitas menjadi homeomorfisma tanpa titik tetap. Untuk butir kedua, perhatikan bahwa a1b1Ga^{-1}b\ne1_G tetapi

deg(a1b)=deg(a)1deg(b). \deg(a^{-1}b)=\deg(a)^{-1}\deg(b).

Pada S1S^1\subset\mathbb C, gunakan perkalian oleh akar kesatuan e2πi/me^{2\pi i/m}.

Solusi Pemeriksaan F5.3. Elemen identitas bertindak sebagai idSn\operatorname{id}_{S^n} dan berderajat +1+1. Jika g1Gg\ne1_G, kebebasan aksi menyatakan bahwa gg tidak mempunyai titik tetap. Karena nn genap, sifat 8 memberi

deg(g)=(1)n+1=1. \deg(g)=(-1)^{n+1}=-1.

Andaikan ada dua elemen nonidentitas berbeda aa dan bb. Elemen a1ba^{-1}b nonidentitas, sehingga menurut kesimpulan tadi harus berderajat 1-1. Namun,

deg(a1b)=deg(a1)deg(b)=deg(a)1deg(b)=(1)1(1)=1, \deg(a^{-1}b) =\deg(a^{-1})\deg(b) =\deg(a)^{-1}\deg(b) =(-1)^{-1}(-1) =1,

kontradiksi. Jadi GG mempunyai paling banyak satu elemen nonidentitas. Akibatnya GG trivial atau mempunyai tepat dua elemen, sehingga G2G\cong\mathbb Z_2.

Untuk melihat bahwa paritas penting, identifikasikan S1={z:|z|=1}S^1=\{z\in\mathbb C:|z|=1\}. Grup CmC_m bertindak melalui

[j]z=e2πij/mz. [j]\cdot z=e^{2\pi i j/m}z.

Jika [j]z=z[j]\cdot z=z, maka e2πij/m=1e^{2\pi i j/m}=1, sehingga [j]=[0][j]=[0] dalam CmC_m. Jadi aksi itu bebas. Untuk setiap m3m\geq3, grup ini bukan trivial dan bukan 2\mathbb Z_2, sehingga kesimpulan sfera genap memang tidak meluas ke S1S^1.

Pemeriksaan Penguasaan F5.4 (menghitung dengan tanda lokal). Misalkan n1n\geq1, f:SnSnf\colon S^n\to S^n, dan suatu ySny\in S^n mempunyai lima prabayangan. Pada tiga di antaranya ff merupakan homeomorfisma lokal yang mempertahankan orientasi, sedangkan pada dua lainnya ia membalik orientasi.

  1. Hitung deg(f)\deg(f).
  2. Jelaskan mengapa ff harus surjektif.
  3. Dapatkah ff menjadi homeomorfisma global?

Petunjuk. Homeomorfisma lokal yang mempertahankan orientasi menyumbang +1+1 dan yang membalik orientasi menyumbang 1-1. Gunakan sifat bahwa pemetaan yang tidak surjektif berderajat nol.

Solusi Pemeriksaan F5.4. Rumus lokal-ke-global memberi

deg(f)=3(+1)+2(1)=1. \deg(f)=3(+1)+2(-1)=1.

Karena derajatnya tidak nol, ff tidak mungkin gagal surjektif; jadi ff surjektif. Namun ff bukan homeomorfisma global: titik yy mempunyai lima prabayangan berbeda, sedangkan homeomorfisma harus injektif dan karena itu mempunyai tepat satu prabayangan bagi setiap titik.

Pemeriksaan Penguasaan F5.5 (semua pangkat bilangan bulat). Untuk fk(z)=zkf_k(z)=z^k pada S1S^1:

  1. hitung derajat lokal pada setiap prabayangan 11 ketika k>0k>0;
  2. tangani k=0k=0 tanpa menulis nilai di luar S1S^1;
  3. gunakan f1(z)=z¯f_{-1}(z)=\overline z untuk menurunkan jawaban ketika k<0k<0.

Petunjuk. Untuk k>0k>0, gunakan koordinat sudut pada busur kecil di sekitar setiap akar ke-kk dari 11. Untuk k<0k<0, faktorkan melalui pangkat positif k-k.

Solusi Pemeriksaan F5.5. Jika k>0k>0, terdapat kk prabayangan 11. Dalam koordinat sudut lokal, θkθ\theta\mapsto k\theta mempertahankan orientasi, sehingga setiap derajat lokal bernilai +1+1 dan deg(fk)=k\deg(f_k)=k. Untuk k=0k=0, f0(z)=1f_0(z)=1 adalah pemetaan konstan, maka deg(f0)=0\deg(f_0)=0. Jika k<0k<0, tulis

fk=f1fk. f_k=f_{-1}\circ f_{-k}.

Konjugasi kompleks f1f_{-1} membalik orientasi dan berderajat 1-1, sedangkan k>0-k>0. Jadi

deg(fk)=(1)(k)=k. \deg(f_k)=(-1)(-k)=k.

Ketiga kasus memberi satu rumus deg(fk)=k\deg(f_k)=k untuk semua kk\in\mathbb Z.

Pemeriksaan Penguasaan F5.6 (derajat dari pengangkatan sudut). Identifikasi S1S^1 dengan /\mathbb R/\mathbb Z. Misalkan f:S1S1f\colon S^1\to S^1 mempunyai pengangkatan kontinu F:F\colon\mathbb R\to\mathbb R yang memenuhi

F(t+1)=F(t)+d F(t+1)=F(t)+d

untuk suatu dd\in\mathbb Z.

  1. Jelaskan mengapa bilangan bulat dd adalah derajat ff.
  2. Terapkan pada pemetaan potongan demi potongan yang kenaikan pengangkatannya pada tiga interval berturut-turut adalah 11, 22, dan 4-4.

Petunjuk. Kelas fundamental H1(S1)H_1(S^1)\cong\mathbb Z direpresentasikan oleh satu putaran parameter t[0,1]t\in[0,1]. Lihat perpindahan total F(1)F(0)F(1)-F(0).

Solusi Pemeriksaan F5.6. Ketika parameter domain bergerak sekali dari 00 ke 11, pengangkat citranya bergerak dari F(0)F(0) ke

F(1)=F(0)+d. F(1)=F(0)+d.

Setelah diproyeksikan ke /\mathbb R/\mathbb Z, perpindahan ini berarti citra melilit lingkaran sasaran bersih sebanyak dd kali. Karena pembangkit H1(S1)H_1(S^1) dikirim ke dd kali pembangkit, deg(f)=d\deg(f)=d.

Pada contoh tiga interval yang afin pada setiap sepertiga domain, perpindahan total pengangkatan adalah jumlah kenaikan bertandanya,

d=1+24=1. d=1+2-4=-1.

Karena itu deg(f)=1\deg(f)=-1. Untuk nilai sasaran yang bukan citra titik-titik sambung domain, setiap potongan afin bersifat monoton ketat dan memberi berturut-turut satu, dua, dan empat prabayangan dengan tanda +,+,+,+,-. Perhitungan pengangkatan ini karena itu sama dengan jumlah kontribusi derajat lokal 1+241+2-4.

Batas sumber komponen. Unit ini menerjemahkan algebraic_topology.tex baris 2847–3122 secara kontigu, mencakup Bagian 1.11 tentang derajat pemetaan, teorema sfera berbulu, derajat lokal, rumus lokal-ke-global, dan pemetaan pangkat pada lingkaran. Unit ini menutup FOM-PR-12 dan menyediakan enam soal penguasaan dengan petunjuk serta solusi lengkap. Kursor komponen berikutnya adalah baris 3123, \subsection{Cellular complexes}, awal Bagian 1.12.

Komponen Fomberg O012-FOM-006

Bagian 1.12; dipetakan ke D60-R12 sebagai fondasi kompleks CW.

Tentang komponen ini

Komponen ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Bagian 1.12 Algebraic Topology karya Yeheli Fomberg, berdasarkan kuliah Nir Lazarovich pada musim semi 2025. Otoritas sumber dibekukan pada commit 563194fae879178b9a6871b249513bfc27968975. Rentang yang diterjemahkan ialah algebraic_topology.tex baris 3123–3517: 395 baris fisik, 15.540 byte setelah normalisasi LF dan satu LF penutup, dengan SHA-256 c16d595b8f8c4c67ea5f0f58c1ad7de83ac94efae509d3a8d3bef28da2522f19.

Catatan sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Terjemahan, pemformatan semantik, koreksi terbatas, tujuh gambar ulang aksesibel, serta materi penguasaan asli di bawah ini diterbitkan dengan lisensi yang sama. Pembaca memakai tepat satu PNG untuk setiap gambar ulang; master SVG berpasangan dipertahankan di sampingnya untuk rekam asal-usul, aksesibilitas, dan penggunaan ulang tanpa rugi. Semua perbaikan dibedakan dari teks sumber. Tidak ada prosa dari bank soal Fomberg terpisah maupun materi MIT yang disalin ke dalam komponen ini.

Tujuh pasangan gambar ulang aksesibel—PNG untuk pembaca dan SVG sebagai master—menggantikan kode TikZ mentah sambil mempertahankan kesebelas fungsi diagram sumber: (1) himpunan simpul diskret, (2) contoh 11-kerangka, (3) pemetaan karakteristik, (4) peta pelekatan, (5) anting-anting Hawaii, (6) graf Petersen, (7) konstruksi S2S^2, (8) struktur dua-sel pada SnS^n, (9) struktur CW torus, (10) kuosien antipodal untuk 1\mathbb{RP}^1, dan (11) model belahan sfera untuk 2\mathbb{RP}^2. Setiap gambar disertai uraian semantik yang tidak bergantung pada warna atau tata letak.

Edisi ini independen dan tidak menyiratkan dukungan, pengesahan, atau afiliasi dengan Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, ataupun institusi mereka. Produksi terjemahan, struktur semantik, gambar ulang, dan QA dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna.

36 Kompleks Seluler

Catatan. Dalam topologi kita dapat membangun ruang yang berperilaku sangat buruk. Struktur sederhana seperti kompleks-Δ\Delta memungkinkan kita menghitung homologi bagi suatu keluarga ruang. Sekarang kita memperkenalkan kembali kompleks sel atau kompleks CW. Struktur ini memperumum kompleks-Δ\Delta dan memungkinkan homologi lebih banyak ruang dihitung dengan lebih mudah.

36.1 Kerangka, sel, dan dua jenis peta

Definisi (pembangunan seluler). Mulailah dengan 00-kerangka

X(0)=suatu himpunan simpul diskret. X^{(0)}=\text{suatu himpunan simpul diskret}.

Untuk setiap n1n\geq1, andaikan X(n1)X^{(n-1)} telah dibangun. Pilih sebuah keluarga cakram-nn dan peta pelekatan

{(Dαn,φα)}αAn,φα:DαnX(n1). \left\{ \left(D^n_\alpha,\varphi_\alpha\right) \right\}_{\alpha\in A_n}, \qquad \varphi_\alpha\colon \partial D^n_\alpha\longrightarrow X^{(n-1)}.

Kerangka berikutnya adalah ruang kuosien

X(n)=(X(n1)αAnDαn)/(xφα(x) untuk xDαn). X^{(n)} = \left( X^{(n-1)}\sqcup\bigsqcup_{\alpha\in A_n}D^n_\alpha \right) \Big/ \left(x\sim\varphi_\alpha(x) \text{ untuk }x\in\partial D^n_\alpha\right).

Restriksi peta kuosien pada cakram ke-α\alpha ialah pemetaan karakteristik

ϕα:DαnX(n). \phi_\alpha\colon D^n_\alpha\longrightarrow X^{(n)}.

Peta φα\varphi_\alpha hanya menentukan tempat batas cakram dilekatkan pada kerangka sebelumnya. Sebaliknya, ϕα\phi_\alpha memetakan seluruh cakram ke sel tertutup di dalam kerangka baru. Sel-nn terbuka yang terkait ialah

eαn:=ϕα(IntDαn). e^n_\alpha := \phi_\alpha\!\left(\operatorname{Int}D^n_\alpha\right).

Pemetaan karakteristik membatasi menjadi homeomorfisma IntDαneαn\operatorname{Int}D^n_\alpha\cong e^n_\alpha, tetapi pada batasnya ia boleh mengidentifikasi titik-titik.

Gambar ulang aksesibel pembangunan kompleks CW melalui kerangka nol, kerangka satu, dan pelekatan cakram berdimensi n.

Diagram semantik (fungsi sumber 1 dan 2). Panel kiri merepresentasikan X(0)X^{(0)} sebagai lima simpul yang saling terpisah. Panel tengah merepresentasikan contoh X(1)X^{(1)}: simpul-simpul itu dihubungkan oleh sel-11, termasuk satu sel yang kedua ujungnya melekat pada simpul yang sama dan menjadi gelung. Dua panel ini menggambar ulang dua TikZ pertama sumber.

Panel kanan menambahkan ringkasan langkah induktif: batas Dαn\partial D^n_\alpha dipetakan ke X(n1)X^{(n-1)}, kemudian seluruh DαnD^n_\alpha masuk ke ruang kuosien X(n)X^{(n)}. Ringkasan tambahan ini membuat tipe peta dan dimensi cakram terbaca tanpa mengubah data sumber.

Dalam dimensi satu, pasangan (Dα1,φα)(D^1_\alpha,\varphi_\alpha) mempunyai

φα:Dα1X(0),ϕα:Dα1X(1). \varphi_\alpha\colon\partial D^1_\alpha\longrightarrow X^{(0)}, \qquad \phi_\alpha\colon D^1_\alpha\longrightarrow X^{(1)}.

Gambar ulang aksesibel yang membandingkan peta pelekatan pada batas interval dengan pemetaan karakteristik pada seluruh interval.

Diagram semantik (fungsi sumber 3 dan 4). Baris atas mewakili peta pelekatan: domainnya hanya Dα1={1,1}\partial D^1_\alpha=\{-1,1\}, dan kedua titik ujung itu dikirim ke dua simpul di X(0)X^{(0)}. Bagian dalam interval tidak berada dalam domain φα\varphi_\alpha.

Baris bawah mewakili pemetaan karakteristik: seluruh interval Dα1D^1_\alpha, termasuk bagian dalam dan batasnya, dikirim ke citra satu sel-11 tertutup di X(1)X^{(1)}. Bagian dalam interval memparametrisasi sel terbuka eα1e^1_\alpha; kedua titik batas dapat diidentifikasi oleh peta kuosien. Dua baris ini menggambar ulang dua diagram TikZ sumber yang semula terpisah.

Koreksi notasi sel terbuka. Sumber menyebut

Int(ϕα(Dα1)) \operatorname{Int}\!\left(\phi_\alpha(D^1_\alpha)\right)

sebagai sel-11. Interior citra tertutup di dalam ruang sekitar dapat kosong dan bukan definisi yang tepat. Edisi memakai

eα1=ϕα(IntDα1), e^1_\alpha=\phi_\alpha(\operatorname{Int}D^1_\alpha),

yaitu citra bagian dalam cakram di bawah pemetaan karakteristik.

Koreksi dimensi cakram dan tipe peta. Baris 3245 sumber memakai Dα1D^1_\alpha pada langkah berdimensi nn, walaupun baris 3240–3241 baru saja memperkenalkan DαnD^n_\alpha. Edisi memakai DαnD^n_\alpha dan menyatakan kedua tipe secara eksplisit:

φα:DαnX(n1),ϕα:DαnX(n). \varphi_\alpha\colon\partial D^n_\alpha\to X^{(n-1)}, \qquad \phi_\alpha\colon D^n_\alpha\to X^{(n)}.

Edisi juga menormalkan kalimat salah tik pada baris 3180 tanpa mengubah isinya. Pada panel peta pelekatan di baris 3208–3232, sumber mewarnai seluruh interval meskipun domain φα\varphi_\alpha hanya Dα1\partial D^1_\alpha. Gambar ulang edisi menandai hanya kedua titik batas sebagai domain peta pelekatan; seluruh interval baru muncul sebagai domain pemetaan karakteristik.

36.2 Kompleks CW berdimensi rendah dan tak berhingga

Catatan (dimensi nol dan satu). Setiap kompleks CW berdimensi paling tinggi satu dapat diberi struktur kompleks-Δ\Delta berdimensi paling tinggi satu yang realisasinya homeomorfik dengan ruang semula, setelah sel-11 disubdivisi bila diperlukan. Sebaliknya, realisasi setiap kompleks-Δ\Delta berdimensi paling tinggi satu mempunyai struktur CW alami. Pernyataan ini tentang homeomorfisma realisasi, bukan sekadar ekuivalensi homotopi dan bukan identitas struktur sel.

Penajaman jenis ekuivalensi. Sumber hanya menulis “equivalent” tanpa menentukan apakah yang dimaksud homeomorfisma, ekuivalensi homotopi, atau kesamaan struktur. Edisi menyatakan klaim yang diperlukan secara tepat: realisasinya homeomorfik setelah subdivisi seperlunya; struktur selnya tidak harus identik.

Catatan. Dalam struktur kompleks-Δ\Delta, peta

σα:ΔnαX \sigma_\alpha\colon\Delta^{n_\alpha}\longrightarrow X

memainkan peran pemetaan karakteristik: bagian dalam simpleks dipetakan secara homeomorfik ke satu sel, sedangkan muka-mukanya dilekatkan ke kerangka berdimensi lebih rendah.

Catatan (kompleks tak berhingga dan topologi lemah). Untuk pembangunan yang tidak berhenti pada suatu dimensi hingga, tetapkan

X=colimnX(n)=n0X(n) X=\mathop{\mathrm{colim}}\limits_n X^{(n)} =\bigcup_{n\geq0}X^{(n)}

dan beri XX topologi lemah (weak topology), yakni topologi final terhadap inklusi semua sel tertutup. Secara ekuivalen, AXA\subseteq X tertutup jika dan hanya jika

Aϕα(Dαn) A\cap\phi_\alpha(D^n_\alpha)

tertutup di ϕα(Dαn)\phi_\alpha(D^n_\alpha) untuk setiap sel. Dalam situasi filtrasi yang memenuhi syarat CW, ini juga dinyatakan melalui kerangka: UXU\subseteq X terbuka jika dan hanya jika UX(n)U\cap X^{(n)} terbuka di X(n)X^{(n)} untuk setiap nn.

Dalam konvensi standar, huruf C pada CW juga mencatat syarat closure-finite: penutupan setiap sel berpotongan dengan hanya berhingga banyak sel. Huruf W mencatat topologi lemah di atas.

Penajaman topologi limit langsung dan syarat CW. Sumber menulis limit sebagai gabungan kerangka dan memberi uji keterbukaan per kerangka, tetapi tidak menjelaskan bahwa topologi tersebut ialah topologi final/lemah dan tidak menyatakan syarat closure-finite. Edisi membuat kedua syarat standar itu eksplisit. Simbol colimn\mathop{\mathrm{colim}}\limits_n di sini berarti kolimit topologis dengan topologi tersebut, bukan asumsi bahwa suatu topologi subruang ambien otomatis memberikan kolimit yang sama.

36.3 Contoh dan noncontoh

Contoh (anting-anting Hawaii sebagai noncontoh). Di dalam 2\mathbb R^2, ambil lingkaran CnC_n berjari-jari 1/n1/n dan berpusat di (0,1/n)(0,1/n). Semua lingkaran menyinggung titik asal, dan

H=n1Cn H=\bigcup_{n\geq1}C_n

diberi topologi subruang dari bidang. Ruang HH disebut anting-anting Hawaii.

Gambar ulang aksesibel anting-anting Hawaii sebagai barisan lingkaran yang mengecil dan menumpuk pada titik asal bersama.

Diagram semantik (fungsi sumber 5). Lingkaran CnC_n berpusat di (0,1/n)(0,1/n), berjari-jari 1/n1/n, dan semuanya melalui 0=(0,0)0=(0,0). Diameternya menuju nol, sehingga setiap lingkungan bidang dari titik asal bertemu tak hingga banyak lingkaran. Titik asal adalah titik akumulasi bersama; pusat-pusat lingkaran bukan simpul tambahan dalam dekomposisi baji yang wajar.

Sebagai himpunan, HH tampak seperti baji terhitung lingkaran. Namun topologi subruang bidangnya bukan topologi lemah baji CW. Pilih satu titik pnCn\{0}p_n\in C_n\setminus\{0\} dengan pn0p_n\to0, dan tetapkan

U=H\{p1,p2,}. U=H\setminus\{p_1,p_2,\ldots\}.

Irisan UCnU\cap C_n terbuka di setiap lingkaran CnC_n, tetapi UU tidak terbuka di HH: tidak ada lingkungan bidang dari 00 yang menghindari semua pnp_n. Jadi topologi subruang gagal memenuhi uji lemah per sel tertutup yang dimiliki baji CW. Baji abstrak n1S1\bigvee_{n\geq1}S^1 tetap merupakan kompleks CW bila diberi topologi lemahnya; ruang itu tidak homeomorfik dengan anting-anting Hawaii. Secara intrinsik, baji CW terhitung itu tidak kompak dan semilokal terhubung sederhana, sedangkan anting-anting Hawaii kompak, tidak semilokal terhubung sederhana, dan tidak kontraktibel secara lokal di titik asal; lihat juga pembandingan topologis pada Unit Roberts 13.

Argumen lokalnya juga menutup kemungkinan bahwa HH mempunyai suatu struktur CW lain. Setiap lingkungan 00 di HH memuat seluruh CmC_m untuk semua mm yang cukup besar, sebab diameter CmC_m adalah 2/m2/m. Untuk setiap mm terdapat retraksi kontinu rm:HCmr_m\colon H\to C_m yang bertindak sebagai identitas pada CmC_m dan meruntuhkan semua lingkaran lain ke 00. Jadi gelung CmC_m tidak nulhomotop di HH. Akibatnya setiap lingkungan 00 memuat gelung yang tetap esensial di HH; HH tidak semilokal terhubung sederhana dan tidak kontraktibel secara lokal pada 00. Karena setiap kompleks CW kontraktibel secara lokal, HH tidak homeomorfik dengan kompleks CW mana pun.

Koreksi kontradiksi dan alasan topologis. Baris 3269 menyebut contoh ini noncontoh, baris 3272 menyebutnya kompleks CW, lalu baris 3288–3291 kembali menyatakan bahwa ia bukan kompleks CW. Alasan sumber tentang titik (0,1/n)(0,1/n) juga tidak tepat: titik-titik itu adalah pusat lingkaran dan tidak perlu dipilih sebagai 00-sel; dekomposisi baji yang wajar hanya memakai titik singgung bersama sebagai 00-sel.

Edisi menghapus kontradiksi itu dan memakai kegagalan topologi lemah sebagai alasan yang benar. Klaim tambahan sumber bahwa pusat (0,n)(0,n) dengan jari-jari nn otomatis memperbaiki keadaan juga tidak dipertahankan: sekadar mengubah gambar planar tidak menetapkan topologi lemah. Cara yang tepat memperoleh kompleks CW ialah membentuk baji abstrak dan memberinya topologi lemah.

Contoh (graf topologis). Setiap graf abstrak mempunyai struktur CW berdimensi satu: simpul-simpulnya adalah sel-00 dan bagian dalam sisi-sisinya adalah sel-11. Graf Petersen, misalnya, mempunyai sepuluh sel-00 dan lima belas sel-11.

Gambar ulang aksesibel graf Petersen dengan pentagon luar, bintang dalam, dan lima sisi penghubung.

Diagram semantik (fungsi sumber 6). Lima simpul luar membentuk sebuah siklus panjang lima, lima simpul dalam dihubungkan menurut urutan bintang, dan masing-masing simpul luar dihubungkan ke tepat satu simpul dalam. Kesepuluh simpul adalah sel-00 dan kelima belas sisi abstrak adalah sel-11. Perpotongan guratan pada suatu gambar tidak otomatis menjadi simpul graf.

Graf Petersen tidak planar, jadi tidak ada pembenaman graf itu ke 2\mathbb R^2 yang mempertahankan sisi-sisi sebagai busur yang hanya bertemu di simpul bersama. Hal ini sama sekali tidak menghalangi graf abstraknya menjadi kompleks CW. Ia dapat dibenamkan ke 3\mathbb R^3, tetapi pembenaman ruang ambien juga bukan syarat bagi struktur CW intrinsiknya.

Koreksi perancuan planarity dengan struktur CW. Sumber menyimpulkan bahwa graf Petersen “bukan kompleks CW” di bidang karena sisi harus berpotongan. Yang gagal ialah pembenaman planar dari graf abstrak, bukan struktur CW graf tersebut. Edisi memisahkan tiga hal: graf abstrak selalu memberi kompleks CW satu-dimensi; gambar bidang yang bersilangan bukan pembenaman; dan setiap graf hingga dapat dibenamkan ke ruang tiga-dimensi.

Contoh (struktur seluler pada S2S^2). Tetapkan X(0)={v}X^{(0)}=\{v\} dan lekatkan satu sel-11 melalui peta konstan

φ1:D1{v}. \varphi_1\colon\partial D^1\longrightarrow\{v\}.

Kerangka X(1)X^{(1)} yang dihasilkan adalah satu lingkaran. Lekatkan dua sel-22, masing-masing sepanjang homeomorfisma batasnya ke lingkaran itu. Kedua cakram bertemu pada batas bersama dan membentuk S2S^2.

Gambar ulang aksesibel dua struktur CW pada sfera: struktur empat-sel pada S dua dan struktur minimal dua-sel pada S n.

Diagram semantik (fungsi sumber 7 dan 8). Baris atas memperlihatkan tiga tahap untuk S2S^2: satu simpul vv; satu sel-11 yang kedua ujungnya dilekatkan ke vv dan membentuk lingkaran; lalu dua sel-22 yang mengisi kedua sisi lingkaran. Ini menggambar ulang konstruksi pertama sumber.

Baris bawah memperlihatkan struktur minimal pada SnS^n untuk n1n\geq1: kerangka dimensi 0,,n10,\ldots,n-1 tetap berupa satu titik x0x_0, lalu satu sel-nn dilekatkan dengan seluruh Dn\partial D^n dikirim ke x0x_0. Kuosiennya ialah Dn/DnSnD^n/\partial D^n\cong S^n. Ini menggambar ulang konstruksi sfera kedua sumber.

Struktur empat-sel pada S2S^2 ini bukan struktur kompleks-Δ\Delta dengan sel yang sama.

Contoh (struktur minimal pada SnS^n). Untuk n1n\geq1, tetapkan

X(0)={x0},X(i)=X(0)(1i<n), X^{(0)}=\{x_0\}, \qquad X^{(i)}=X^{(0)} \quad(1\leq i<n),

lalu lekatkan satu sel-nn melalui peta konstan

φ:DnX(n1),φ(x)=x0. \varphi\colon\partial D^n\longrightarrow X^{(n-1)}, \qquad \varphi(x)=x_0.

Hasilnya

X(n)Dn/DnSn. X^{(n)}\cong D^n/\partial D^n\cong S^n.

Jadi struktur itu mempunyai tepat satu sel-00 dan satu sel-nn, tanpa sel pada dimensi di antaranya.

Koreksi indeks kerangka sfera. Baris 3371 sumber menulis 1i<k1\leq i<k, tetapi kk tidak didefinisikan dan sel yang kemudian dilekatkan berdimensi nn. Edisi memakai rentang yang bertipe benar, 1i<n1\leq i<n, dan menyatakan n1n\geq1.

Catatan. Kita juga dapat memberi S2S^2 struktur CW dengan banyak sel, misalnya pola seperti bola basket atau bola sepak, atau mentriangulasinya sebagai kompleks-Δ\Delta. Struktur minimal sering lebih efisien untuk perhitungan homologi seluler karena jumlah pembangkit rantainya jauh lebih sedikit.

Contoh (torus). Persegi fundamental torus mengidentifikasi pasangan sisi yang berhadapan dengan orientasi yang sesuai. Keempat sudut menjadi satu sel-00 e0e^0; kedua pasangan sisi menjadi dua sel-11, ea1e^1_a dan eb1e^1_b; dan bagian dalam persegi menjadi satu sel-22 e2e^2.

Gambar ulang aksesibel persegi fundamental torus dan satu simpul dengan dua gelung yang menjadi kerangka satunya.

Diagram semantik (fungsi sumber 9). Sisi tegak persegi diberi label aa dengan orientasi yang berpasangan, dan sisi mendatar diberi label bb dengan orientasi yang berpasangan. Setelah identifikasi, keempat sudut menjadi satu simpul dan pasangan sisi menjadi dua gelung berarah aa dan bb. Ketika batas persegi dibaca sekali dengan orientasi positif, peta pelekatan sel-22 menelusuri kata

aba1b1. aba^{-1}b^{-1}.

Arsiran bagian dalam mewakili satu sel-22, bukan dua cakram terpisah.

Jadi

T2e0ea1eb1e2, T^2 \cong e^0\cup e^1_a\cup e^1_b\cup e^2,

dan peta pelekatan sel-22 merepresentasikan komutator aba1b1aba^{-1}b^{-1} pada baji dua lingkaran.

Contoh (ruang projektif real). Ruang n\mathbb{RP}^n adalah ruang garis satu-dimensi di n+1\mathbb R^{n+1} yang melalui titik asal:

n=(n+1\{0})/(xλx,λ×). \mathbb{RP}^n = \left(\mathbb R^{n+1}\setminus\{0\}\right) \Big/ \left(x\sim\lambda x,\ \lambda\in\mathbb R^\times\right).

Dengan memilih vektor satuan pada setiap garis, kita juga memperoleh model

nSn/(xx). \mathbb{RP}^n\cong S^n/(x\sim-x).

Dalam dimensi nol, 0\mathbb{RP}^0 adalah satu titik. Dalam dimensi satu, kuosien antipodal S1/(xx)S^1/(x\sim-x) kembali homeomorfik dengan S1S^1. Karena itu 1\mathbb{RP}^1 diperoleh dari 0\mathbb{RP}^0 dengan melekatkan satu sel-11.

Untuk dimensi dua, ambil belahan sfera tertutup sebagai cakram D2D^2. Bagian dalamnya memberi sel-22 terbuka, sedangkan pada batas S1=D2S^1=\partial D^2 titik-titik antipodal diidentifikasi. Kuosien batas itu ialah 1\mathbb{RP}^1, sehingga

21q2D2,q2:S11 \mathbb{RP}^2 \cong \mathbb{RP}^1\cup_{q_2}D^2, \qquad q_2\colon S^1\longrightarrow\mathbb{RP}^1

adalah peta kuosien antipodal.

Gambar ulang aksesibel filtrasi CW ruang projektif real dengan satu sel pada setiap dimensi dan ruang projektif kompleks dengan satu sel pada setiap dimensi genap.

Diagram semantik (fungsi sumber 10 dan 11). Fungsi diagram 1\mathbb{RP}^1 pada sumber adalah menunjukkan bahwa kuosien lingkaran oleh identifikasi antipodal tetap sebuah lingkaran, sehingga satu sel-11 dilekatkan pada satu titik. Fungsi diagram 2\mathbb{RP}^2 adalah menunjukkan bahwa satu belahan sfera menjadi cakram D2D^2 dan lingkaran batasnya dikuosienkan secara antipodal menjadi 1\mathbb{RP}^1.

Gambar ulang merangkum kedua langkah itu sebagai filtrasi

01n, \mathbb{RP}^0\subset\mathbb{RP}^1\subset\cdots \subset\mathbb{RP}^n,

dengan tepat satu sel baru eke^k pada langkah dari k1\mathbb{RP}^{k-1} ke k\mathbb{RP}^k. Baris kedua menampilkan pola analog untuk n\mathbb{CP}^n, tetapi hanya pada dimensi genap 0,2,,2n0,2,\ldots,2n.

Catatan (pembangunan induktif ruang projektif real). Secara umum, inklusi ruang projektif n1n\mathbb{RP}^{n-1}\subset\mathbb{RP}^n adalah subruang yang diwakili oleh garis-garis di hiperbidang koordinat terakhir nol. Sel komplemennya berdimensi nn, dan konstruksi induktif yang bertipe benar ialah

nn1qnDn,qn:Sn1=Dnn1, \mathbb{RP}^n \cong \mathbb{RP}^{n-1}\cup_{q_n}D^n, \qquad q_n\colon S^{n-1}=\partial D^n \longrightarrow\mathbb{RP}^{n-1},

dengan qn(x)=[x]q_n(x)=[x], yakni peta kuosien antipodal. Jadi n\mathbb{RP}^n mempunyai tepat satu sel-ii untuk setiap 0in0\leq i\leq n.

Koreksi relasi kuosien projektif. Sumber menulis xλxx\sim\lambda x tanpa menyatakan bahwa skalar harus taknol. Jika λ=0\lambda=0 diizinkan, ruas kanan keluar dari n+1\{0}\mathbb R^{n+1}\setminus\{0\} dan relasinya tidak bertipe. Edisi memakai λ×\lambda\in\mathbb R^\times serta mempertahankan model ekuivalen Sn/(xx)S^n/(x\sim-x).

Koreksi subruang dan notasi pelekatan projektif. Sumber menyebut “khatulistiwa 2\mathbb{RP}^2” sebagai 1\mathbb{RP}^1 dan menulis Dn\bigsqcup D^n tanpa indeks, lalu beralih ke φα\varphi_\alpha dan DαnD^n_\alpha. Untuk dekomposisi yang sedang dibahas, hanya satu sel-nn diperlukan. Edisi memakai subruang projektif kanonik n1\mathbb{RP}^{n-1} dan peta tunggal yang bertipe lengkap,

qn:Dn=Sn1n1,x[x]. q_n\colon\partial D^n=S^{n-1}\to\mathbb{RP}^{n-1}, \qquad x\longmapsto[x].

Normalisasi tata bahasa dan salah tik sumber. Edisi menormalkan kesesuaian subjek–verba pada baris 3130–3131, “this maps” pada baris 3180, bentuk tunggal/jamak yang rusak pada baris 3292–3294, “triangulize” dan kalimat janggal pada baris 3394–3396, “homeomorohic” pada baris 3447, serta ketidakkonsistenan indeks pada baris 3506–3508. Perubahan ini tidak menambah klaim matematis baru; koreksi matematis yang substantif dicatat terpisah pada audit-audit di atas.

36.4 Pemeriksaan penguasaan

Enam pemeriksaan berikut membentuk lapisan penguasaan unit. Latihan pertama berasal dari baris 3511–3516 sumber dan dilengkapi petunjuk serta solusi asli edisi. Lima latihan lainnya ditulis khusus untuk edisi ini. Tidak ada soal yang disalin dari bank soal Fomberg terpisah.

Pemeriksaan Penguasaan F6.1 (struktur CW pada n\mathbb{CP}^n). Latihan sumber meminta suatu kompleks CW bagi n\mathbb{CP}^n dengan satu sel pada setiap dimensi genap dan meminta kesimpulan 1S2\mathbb{CP}^1\cong S^2. Berikut penjabarannya menjadi langkah yang dapat diperiksa.

Masukkan

n1={[z0::zn]n:zn=0} \mathbb{CP}^{n-1} = \{[z_0:\cdots:z_n]\in\mathbb{CP}^n:z_n=0\}

ke dalam n\mathbb{CP}^n. Tetapkan

D2n={wn:w1} D^{2n}=\{w\in\mathbb C^n:\lVert w\rVert\leq1\}

dan

Φn(w)=[w0::wn1:1w2]. \Phi_n(w) = \left[ w_0:\cdots:w_{n-1}: \sqrt{1-\lVert w\rVert^2} \right].

  1. Buktikan bahwa Φn\Phi_n membatasi menjadi homeomorfisma IntD2nn\n1\operatorname{Int}D^{2n}\to \mathbb{CP}^n\setminus\mathbb{CP}^{n-1}.
  2. Identifikasi restriksi Φn|S2n1\Phi_n|_{S^{2n-1}}.
  3. Simpulkan nn1hnD2n\mathbb{CP}^n\cong \mathbb{CP}^{n-1}\cup_{h_n}D^{2n}, lalu cacah sel-selnya.
  4. Deduksi bahwa 1S2\mathbb{CP}^1\cong S^2.

Petunjuk. Setiap titik projektif di luar n1\mathbb{CP}^{n-1} mempunyai satu-satunya wakil satuan yang koordinat terakhirnya berupa bilangan real positif. Pada batas D2nD^{2n}, koordinat terakhir dalam rumus Φn\Phi_n menjadi nol. Ingat bahwa dua vektor satuan kompleks menentukan garis yang sama tepat ketika keduanya berbeda melalui perkalian suatu bilangan kompleks bermodulus satu.

Solusi Pemeriksaan F6.1. Ambil [z0::zn]n1[z_0:\cdots:z_n]\notin\mathbb{CP}^{n-1}, sehingga zn0z_n\neq0. Kalikan wakilnya dengan suatu skalar kompleks agar koordinat terakhir positif real, kemudian normalkan panjang seluruh vektor menjadi satu. Hasilnya unik dan berbentuk

(w,t),t>0,w2+t2=1. (w,t), \qquad t>0, \qquad \lVert w\rVert^2+t^2=1.

Jadi t=1w2t=\sqrt{1-\lVert w\rVert^2} dan w<1\lVert w\rVert<1. Prosedur ini memberi invers kontinu bagi restriksi Φn\Phi_n pada bagian dalam cakram; karena itu restriksi tersebut merupakan homeomorfisma.

Jika w=1\lVert w\rVert=1, maka

Φn(w)=[w0::wn1:0]. \Phi_n(w)=[w_0:\cdots:w_{n-1}:0].

Dengan identifikasi subruang terakhir itu dengan n1\mathbb{CP}^{n-1}, restriksi batas adalah peta Hopf

hn:S2n1n1,hn(w)=[w]. h_n\colon S^{2n-1}\longrightarrow\mathbb{CP}^{n-1}, \qquad h_n(w)=[w].

Seratnya adalah orbit perkalian wλww\mapsto\lambda w untuk λS1\lambda\in S^1. Maka Φn\Phi_n merupakan pemetaan karakteristik bagi satu sel-2n2n yang dilekatkan pada n1\mathbb{CP}^{n-1} melalui hnh_n:

nn1hnD2n. \mathbb{CP}^n \cong \mathbb{CP}^{n-1}\cup_{h_n}D^{2n}.

Induksi dari 0={*}\mathbb{CP}^0=\{*\} memberi tepat satu sel dalam setiap dimensi 0,2,,2n0,2,\ldots,2n dan tidak memberi sel berdimensi ganjil. Untuk n=1n=1, peta h1:S10h_1\colon S^1\to\mathbb{CP}^0 konstan, sehingga

1D2/D2S2. \mathbb{CP}^1 \cong D^2/\partial D^2 \cong S^2.

Pemeriksaan Penguasaan F6.2 (peta pelekatan versus pemetaan karakteristik). Dalam

X(n)=(X(n1)αDαn)/(xφα(x),xDαn), X^{(n)} = \left( X^{(n-1)}\sqcup\bigsqcup_\alpha D^n_\alpha \right) \Big/ \left(x\sim\varphi_\alpha(x),\ x\in\partial D^n_\alpha\right),

misalkan qq adalah peta kuosien dan j:X(n1)X(n)j\colon X^{(n-1)}\to X^{(n)} adalah inklusi kanonik. Untuk satu indeks α\alpha:

  1. nyatakan domain dan kodomain φα\varphi_\alpha serta ϕα\phi_\alpha;
  2. buktikan ϕα|Dαn=jφα\phi_\alpha|_{\partial D^n_\alpha}=j\circ\varphi_\alpha;
  3. buktikan bahwa restriksi ϕα\phi_\alpha pada bagian dalam cakram merupakan homeomorfisma ke sel terbuka eαne^n_\alpha;
  4. jelaskan mengapa citra sel tertutup ϕα(Dαn)\phi_\alpha(D^n_\alpha) tidak harus homeomorfik dengan DαnD^n_\alpha.

Petunjuk. Jika ια:DαnX(n1)βDβn\iota_\alpha\colon D^n_\alpha\hookrightarrow X^{(n-1)}\sqcup\bigsqcup_\beta D^n_\beta adalah inklusi suku, maka ϕα=qια\phi_\alpha=q\circ\iota_\alpha. Relasi kuosien bekerja pada titik batas, bukan di bagian dalam. Injektivitas pada batas tidak disyaratkan.

Solusi Pemeriksaan F6.2. Peta pelekatan dan pemetaan karakteristik berturut-turut bertipe

φα:Dαn=Sn1X(n1) \varphi_\alpha\colon \partial D^n_\alpha=S^{n-1}\longrightarrow X^{(n-1)}

dan

ϕα=qια:DαnX(n). \phi_\alpha=q\circ\iota_\alpha\colon D^n_\alpha\longrightarrow X^{(n)}.

Untuk xDαnx\in\partial D^n_\alpha, relasi pembentuk kuosien memberi

ϕα(x)=q(x)=q(φα(x))=j(φα(x)). \phi_\alpha(x)=q(x) =q(\varphi_\alpha(x)) =j(\varphi_\alpha(x)).

Inilah identitas restriksi pada butir kedua.

Tidak ada dua titik bagian dalam cakram ke-α\alpha yang diidentifikasi satu sama lain atau dengan kerangka lama. Karena topologi pada citranya adalah topologi kuosien sel, restriksi

ϕα|IntDαn:IntDαneαn \phi_\alpha|_{\operatorname{Int}D^n_\alpha}\colon \operatorname{Int}D^n_\alpha \xrightarrow{\ \cong\ }e^n_\alpha

merupakan homeomorfisma. Namun titik-titik batas boleh mempunyai citra yang sama. Karena itu ϕα\phi_\alpha tidak harus injektif pada seluruh cakram dan citra tertutupnya tidak harus berupa cakram. Pada torus, misalnya, batas satu sel-22 dilipat ke baji dua lingkaran sepanjang aba1b1aba^{-1}b^{-1}.

Pemeriksaan Penguasaan F6.3 (struktur minimal pada SnS^n). Untuk n1n\geq1, mulailah dengan X(0)={v}X^{(0)}=\{v\}, tetapkan X(i)={v}X^{(i)}=\{v\} untuk 1i<n1\leq i<n, lalu lekatkan satu cakram-nn melalui peta konstan

φ:Sn1=Dn{v}. \varphi\colon S^{n-1}=\partial D^n\longrightarrow\{v\}.

  1. Identifikasi X(n)X^{(n)}.
  2. Daftarkan semua sel terbukanya dan berikan pemetaan karakteristiknya.
  3. Untuk n=2n=2, bandingkan struktur ini dengan struktur satu simpul, satu sisi, dan dua muka pada contoh sumber.

Petunjuk. Meruntuhkan seluruh batas cakram tertutup berdimensi nn ke satu titik menghasilkan kompaktifikasi satu-titik bagian dalam cakram.

Solusi Pemeriksaan F6.3. Definisi kuosien langsung memberi

X(n)=({v}Dn)/(xv untuk semua xDn)Dn/DnSn. X^{(n)} = \left(\{v\}\sqcup D^n\right) \Big/ \left(x\sim v\text{ untuk semua }x\in\partial D^n\right) \cong D^n/\partial D^n \cong S^n.

Sel-selnya hanya

e0={v},en=q(IntDn); e^0=\{v\}, \qquad e^n=q(\operatorname{Int}D^n);

tidak ada sel pada dimensi 1,,n11,\ldots,n-1. Pemetaan karakteristiknya ialah peta kuosien

q:DnDn/Dn. q\colon D^n\longrightarrow D^n/\partial D^n.

Untuk n=1n=1, ini adalah interval yang kedua ujungnya diidentifikasi. Untuk n=2n=2, ini memberi struktur CW dua-sel pada S2S^2. Struktur tersebut berbeda dari, dan lebih kecil daripada, struktur empat-sel yang juga sah pada contoh sumber: pada struktur sumber, satu gelung dibentuk lebih dahulu, kemudian dua cakram dilekatkan sepanjang homeomorfisma batas untuk menjadi dua belahan sfera. Yang mungkin gagal menjadi struktur kompleks-Δ\Delta dengan sel yang sama adalah struktur sel tertentu itu, bukan ruang S2S^2 sendiri.

Pemeriksaan Penguasaan F6.4 (kata pelekatan torus). Identifikasi sisi berhadapan dari persegi berorientasi untuk membentuk T2T^2. Sebut simpul tunggalnya vv, sel-11 tegak aa, dan sel-11 mendatar bb.

  1. Telusuri batas berorientasi persegi satu kali dan dapatkan kata pelekatan sel-22.
  2. Nyatakan cacah sel CW.
  3. Gunakan teorema Seifert–van Kampen untuk menghitung π1(T2,v)\pi_1(T^2,v).
  4. Jelaskan akibat mengubah titik awal penelusuran atau membalik orientasi batas.

Petunjuk. Mulai dari salah satu sudut dan telusuri batas positif. Empat sisinya dilalui berturut-turut sebagai aa, bb, a1a^{-1}, dan b1b^{-1}. Mengubah titik awal menggeser kata secara siklik; membalik orientasi membalik kata itu.

Solusi Pemeriksaan F6.4. Keempat sudut teridentifikasi menjadi vv. Kedua sisi mendatar membentuk satu gelung dan kedua sisi tegak membentuk gelung lainnya, sehingga

X(1)=Sa1Sb1. X^{(1)}=S^1_a\vee S^1_b.

Penelusuran batas positif memberi

aba1b1=[a,b]. aba^{-1}b^{-1}=[a,b].

Dengan demikian

T2=(Sa1Sb1)[a,b]D2. T^2 = \left(S^1_a\vee S^1_b\right)\cup_{[a,b]}D^2.

Cacah selnya ialah satu sel-00, dua sel-11, dan satu sel-22. Teorema Seifert–van Kampen memberi

π1(T2,v)a,baba1b1=12. \pi_1(T^2,v) \cong \langle a,b\mid aba^{-1}b^{-1}=1\rangle \cong\mathbb Z^2.

Mengubah titik awal menghasilkan konjugasi siklik kata, sedangkan membalik orientasi menghasilkan inversnya. Kedua operasi menghasilkan penutupan normal relator yang sama dan hanya memparametrisasi ulang peta pelekatan; ruang kuosien CW tidak berubah.

Pemeriksaan Penguasaan F6.5 (filtrasi n\mathbb{RP}^n). Pandang

n=(n+1\{0})/(xλx,λ×) \mathbb{RP}^n = \left(\mathbb R^{n+1}\setminus\{0\}\right) \Big/ \left(x\sim\lambda x,\ \lambda\in\mathbb R^\times\right)

dan masukkan

n1={[x0::xn]:xn=0}. \mathbb{RP}^{n-1} = \{[x_0:\cdots:x_n]:x_n=0\}.

  1. Tunjukkan n\n1n\mathbb{RP}^n\setminus\mathbb{RP}^{n-1}\cong\mathbb R^n.
  2. Pakai belahan sfera atas tertutup DnSnD^n\subset S^n untuk memperoleh nn1qnDn\mathbb{RP}^n\cong\mathbb{RP}^{n-1}\cup_{q_n}D^n dan identifikasi qnq_n.
  3. Deduksi cacah selnya.
  4. Jelaskan secara khusus kasus n=1n=1 dan n=2n=2.

Petunjuk. Pada chart xn0x_n\neq0, pilih wakil unik yang koordinat terakhirnya 11. Untuk model Sn/(xx)S^n/(x\sim-x), setiap orbit antipodal bertemu belahan atas; titik bagian dalam bertemu sekali dan titik khatulistiwa berpasangan.

Solusi Pemeriksaan F6.5. Setiap titik pada chart xn0x_n\neq0 mempunyai wakil unik

[y0::yn1:1], [y_0:\cdots:y_{n-1}:1],

sehingga chart itu homeomorfik dengan n\mathbb R^n. Dalam model sfera, setiap orbit antipodal bertemu belahan atas tertutup. Orbit dari titik bagian dalam bertemu tepat sekali, sedangkan pada khatulistiwa titik xx dan x-x masih dipasangkan. Karena itu bagian dalam belahan menjadi satu sel-nn dan peta batasnya ialah

qn:Sn1n1,x[x]. q_n\colon S^{n-1}\longrightarrow\mathbb{RP}^{n-1}, \qquad x\longmapsto[x].

Peta ini adalah peta kuosien atau penutup ganda antipodal. Jadi

nn1qnDn. \mathbb{RP}^n \cong \mathbb{RP}^{n-1}\cup_{q_n}D^n.

Induksi dari 0={*}\mathbb{RP}^0=\{*\} memberi tepat satu sel-ii untuk setiap 0in0\leq i\leq n. Pada n=1n=1, kedua ujung D1D^1 dilekatkan ke 0\mathbb{RP}^0, sehingga hasilnya S1S^1. Pada n=2n=2, peta batas

q2:S11S1 q_2\colon S^1\longrightarrow \mathbb{RP}^1\cong S^1

berderajat 22 hingga pilihan orientasi, dan pelekatan cakram menghasilkan 2\mathbb{RP}^2. Subruang n1\mathbb{RP}^{n-1} adalah subruang projektif kanonik; tidak diperlukan identifikasi antipodal kedua setelah kuosien terbentuk.

Pemeriksaan Penguasaan F6.6 (topologi lemah, anting-anting Hawaii, dan graf Petersen). Misalkan WW adalah baji CW terhitung lingkaran CmC_m pada simpul vv, dengan satu sel-00 dan satu sel-11 untuk setiap lingkaran. Misalkan H2H\subset\mathbb R^2 adalah anting-anting Hawaii yang lingkaran ke-mm-nya berjari-jari 1/m1/m dan berpusat di (0,1/m)(0,1/m), dengan topologi subruang bidang.

  1. Tunjukkan bahwa bijeksi himpunan alami WHW\to H bukan homeomorfisma dengan membangun lingkungan lemah-terbuka dari vv yang citranya tidak terbuka di HH.
  2. Jelaskan secara topologis mengapa HH bukan kompleks CW.
  3. Jelaskan mengapa graf Petersen tetap merupakan kompleks CW berdimensi satu walaupun tidak planar.

Petunjuk. Pada lingkaran ke-mm, pilih busur terbuka di sekitar vv yang hanya memuat titik-titik berjarak kurang dari 1/m21/m^2 dari vv, dan ambil gabungannya sebagai UWU\subset W. Dalam HH, setiap bola Euklides kecil memuat seluruh lingkaran CmC_m untuk semua mm yang cukup besar. Struktur CW suatu graf tidak mensyaratkan pembenaman planar.

Solusi Pemeriksaan F6.6. Tetapkan UCmU\cap C_m sebagai busur terbuka pada CmC_m yang terdiri atas titik-titik berjarak kurang dari 1/m21/m^2 dari vv. Setiap irisan dengan sel tertutup terbuka relatif, sehingga UU terbuka menurut topologi lemah baji CW.

Andaikan citranya terbuka di HH. Maka suatu bola Bδ(0)B_\delta(0) mempunyai HBδ(0)UH\cap B_\delta(0)\subseteq U. Pilih mm cukup besar sehingga 2/m<δ2/m<\delta. Titik teratas lingkaran ke-mm adalah (0,2/m)(0,2/m), sehingga titik itu berada dalam HBδ(0)H\cap B_\delta(0), tetapi jaraknya dari titik asal 2/m>1/m22/m>1/m^2 dan karena itu tidak berada dalam UU. Ini kontradiksi. Jadi bijeksi alami bukan homeomorfisma.

Lebih lanjut, setiap lingkungan titik asal di HH memuat seluruh CmC_m untuk semua mm yang cukup besar. Ada retraksi HCmH\to C_m yang meruntuhkan semua lingkaran lain ke titik asal, sehingga gelung CmC_m tidak nulhomotop di HH. Jadi HH tidak semilokal terhubung sederhana, dan juga tidak kontraktibel secara lokal, di titik asal. Kompleks CW kontraktibel secara lokal; maka HH bukan kompleks CW.

Sebaliknya, graf Petersen adalah kuosien abstrak dari sepuluh simpul dan lima belas interval yang batasnya dilekatkan pada simpul-simpul tersebut. Itu tepat sebuah kompleks CW hingga berdimensi satu. Ketakplanaran hanya menyatakan bahwa graf itu tidak dapat dibenamkan ke 2\mathbb R^2. Gambar bersilangan bukan pembenaman; jika titik silang dinyatakan sebagai simpul, grafnya berubah. Jika representasi geometris diperlukan, graf Petersen dapat dibenamkan ke 3\mathbb R^3.

Batas sumber komponen. Unit ini menerjemahkan algebraic_topology.tex baris 3123–3517 secara kontigu, yaitu seluruh Bagian 1.12 tentang kompleks seluler. Kesebelas fungsi diagram sumber dipertahankan dalam tujuh gambar ulang aksesibel; sepuluh kelompok koreksi sumber dicatat secara terpisah; dan enam soal penguasaan mempunyai petunjuk serta solusi lengkap.

Baris sumber berikutnya tepat baris 3518 dan memulai subseksi Cellular homology, awal Bagian 1.13. Kursor berikutnya karena itu adalah 3518; tidak ada baris Bagian 1.13 yang diterjemahkan dalam unit ini.

Komponen Fomberg O012-FOM-007

Bagian 1.13; dipetakan ke D60-R12 sebagai homologi seluler.

Tentang komponen ini

Komponen ini merupakan terjemahan dan adaptasi bahasa Indonesia atas Bagian 1.13 Algebraic Topology karya Yeheli Fomberg, berdasarkan kuliah Nir Lazarovich pada musim semi 2025. Otoritas sumber dibekukan pada commit 563194fae879178b9a6871b249513bfc27968975. Tree sumber tepatnya adalah fb678966d1533d529bdd72f49d8496a3bdc14a9b. Rentang yang diterjemahkan ialah algebraic_topology.tex baris 3518–4185: 668 baris fisik dan 26.533 byte, dengan SHA-256 a22afacfdbecdfad48942421412c4cff1c0f317eb77f18253578125a5d0d7ce2.

Catatan sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Terjemahan, pemformatan semantik, koreksi terbatas, tiga gambar ulang aksesibel, tiga perbaikan bukti, serta materi penguasaan asli di bawah ini diterbitkan dengan lisensi yang sama. Pembaca memakai satu PNG untuk setiap gambar geometris; master SVG berpasangan dipertahankan di sampingnya untuk rekam asal-usul, aksesibilitas, dan penggunaan ulang tanpa rugi. Empat belas diagram aljabar lainnya dipertahankan sebagai matematika semantik yang dapat dipilih dan dibaca mesin. Semua perbaikan dibedakan dari teks sumber. Tidak ada prosa dari bank soal Fomberg terpisah maupun materi MIT yang disalin ke dalam komponen ini.

Ketujuh belas fungsi diagram sumber dipertahankan: tiga sebagai gambar ulang poligon seluler dan empat belas sebagai barisan eksak, kompleks rantai, komposit proyeksi, atau perhitungan homotopi yang ditata ulang secara semantik. Uraian di sekitar setiap diagram menyatakan simpul, panah, pembangkit, dan maknanya tanpa bergantung pada warna atau tata letak.

Edisi ini independen dan tidak menyiratkan dukungan, pengesahan, atau afiliasi dengan Yeheli Fomberg, Nir Lazarovich, ataupun institusi mereka. Produksi terjemahan, struktur semantik, gambar ulang, materi asli, dan QA dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna.

37 Homologi Seluler

Catatan. Bagi setiap subkompleks AXA\subseteq X, pasangan (X,A)(X,A) merupakan pasangan baik.

Lema. Misalkan XX suatu kompleks CW dengan X=nX(n)X=\bigcup_n X^{(n)}.

  1. Kita mempunyai

    Hk(X(n),X(n1)){α[ϕα],n=k,0,nk. H_k\!\left(X^{(n)},X^{(n-1)}\right) \cong \begin{cases} \displaystyle\bigoplus_\alpha\mathbb Z[\phi_\alpha],&n=k,\\ 0,&n\ne k. \end{cases}

    Di sini ϕα\phi_\alpha adalah pemetaan karakteristik sel-nn.

  2. Kita mempunyai Hk(X(n)){0}H_k(X^{(n)})\cong\{0\} untuk k>nk>n.

  3. Kita mempunyai Hk(X(n))Hk(X)H_k(X^{(n)})\cong H_k(X) untuk n>kn>k.

Bukti sumber.

  1. Pernyataan pertama mengikuti dari fakta bahwa (X(n),X(n1))(X^{(n)},X^{(n-1)}) merupakan pasangan baik dan X(n)/X(n1)X^{(n)}/X^{(n-1)} adalah baji sfera-nn. Karena itu homologi relatif hanya tak nol pada derajat nn, dengan satu pembangkit [ϕα][\phi_\alpha] bagi setiap sel-nn.

  2. Perhatikan potongan barisan eksak panjang pasangan (X(n),X(n1))(X^{(n)},X^{(n-1)}) berikut.

    Hk+1(X(n),X(n1))Hk(X(n1))Hk(X(n))Hk(X(n),X(n1)). H_{k+1}\!\left(X^{(n)},X^{(n-1)}\right) \longrightarrow H_k\!\left(X^{(n-1)}\right) \longrightarrow H_k\!\left(X^{(n)}\right) \longrightarrow H_k\!\left(X^{(n)},X^{(n-1)}\right).

    Diagram semantik. Keempat simpul terletak pada satu baris dan ketiga panah mengarah dari kiri ke kanan. Kedua grup relatif mengapit peta yang diinduksi inklusi Hk(X(n1))Hk(X(n))H_k(X^{(n-1)})\to H_k(X^{(n)}).

    Karena k>nk>n, baik kk maupun k+1k+1 berbeda dari nn. Oleh bagian (1),

    Hk+1(X(n),X(n1))Hk(X(n),X(n1)){0}. H_{k+1}\!\left(X^{(n)},X^{(n-1)}\right) \cong H_k\!\left(X^{(n)},X^{(n-1)}\right) \cong\{0\}.

    Eksakitas memberi Hk(X(n1))Hk(X(n))H_k(X^{(n-1)})\cong H_k(X^{(n)}). Jadi, untuk k>nk>n,

    Hk(X(n))Hk(X(n1))Hk(X(0))={0}. H_k(X^{(n)}) \cong H_k(X^{(n-1)}) \cong\cdots\cong H_k(X^{(0)}) =\{0\}.

  3. Untuk XX berdimensi hingga, yakni X=X(m)X=X^{(m)} bagi suatu mm, klaim mengikuti dari barisan eksak panjang yang sama. Bukti aktif dalam sumber berhenti pada kasus berdimensi hingga ini.

Koreksi grup relatif dan indeks kerangka. Pada baris 3572, sumber mengetik grup kiri sebagai (Hk+1X(n),X(n1))(H_{k+1}X^{(n)},X^{(n-1)}); edisi memakai grup relatif bertipe benar Hk+1(X(n),X(n1))H_{k+1}(X^{(n)},X^{(n-1)}). Baris 3582 menyimpulkan Hk(X(n1))Hk(X(k))H_k(X^{(n-1)})\cong H_k(X^{(k)}), sedangkan eksakitas membandingkan dua kerangka bertetangga: Hk(X(n1))Hk(X(n))H_k(X^{(n-1)})\cong H_k(X^{(n)}). Kedua bentuk yang dikoreksi dipakai di atas. Komentar TeX nonaktif tidak dipromosikan menjadi teks sumber.

37.1 Perbaikan FOM-PR-13: stabilisasi untuk kompleks CW sebarang

Teorema (stabilisasi kerangka). Misalkan XX suatu kompleks CW, tanpa asumsi berdimensi hingga atau mempunyai berhingga banyak sel. Untuk k0k\geq0 dan n>kn>k, inklusi

ιn:X(n)X \iota_n\colon X^{(n)}\hookrightarrow X

menginduksi isomorfisma kanonik

(ιn)*:Hk(X(n))Hk(X). (\iota_n)_*\colon H_k(X^{(n)})\xrightarrow{\cong}H_k(X).

Bukti.

Langkah satu kerangka. Untuk setiap rr, X(r)/X(r1)X^{(r)}/X^{(r-1)} adalah baji satu sfera SrS^r bagi setiap sel-rr. Teorema hasil bagi relatif dan aditivitas homologi tereduksi memberi

Hj(X(r),X(r1)){αIr[ϕα],j=r,0,jr. H_j(X^{(r)},X^{(r-1)}) \cong \begin{cases} \displaystyle\bigoplus_{\alpha\in I_r}\mathbb Z[\phi_\alpha],&j=r,\\ 0,&j\ne r. \end{cases}

Jika rn+1r\geq n+1 dan n>kn>k, maka r>k+1r>k+1. Kedua suku relatif yang mengapit peta inklusi dalam barisan eksak panjang,

Hk+1(X(r),X(r1))Hk(X(r1))Hk(X(r))Hk(X(r),X(r1)), H_{k+1}(X^{(r)},X^{(r-1)}) \longrightarrow H_k(X^{(r-1)}) \longrightarrow H_k(X^{(r)}) \longrightarrow H_k(X^{(r)},X^{(r-1)}),

bernilai nol. Jadi

Hk(X(r1))Hk(X(r))(rn+1). H_k(X^{(r-1)})\xrightarrow{\cong}H_k(X^{(r)}) \qquad(r\geq n+1). \tag{13.1}

Khususnya, jika KK subkompleks berdimensi hingga, penyusunan isomorfisma (13.1) memberi

Hk(K(n))Hk(K). H_k(K^{(n)})\xrightarrow{\cong}H_k(K). \tag{13.2}

Dukungan kompak. Setiap himpunan kompak AXA\subseteq X termuat dalam suatu subkompleks hingga. Andaikan sebaliknya bahwa AA bertemu tak berhingga banyak sel terbuka berbeda, dan pilih xiAx_i\in A pada sel terbuka ke-ii. Untuk setiap ii, tetapkan

Ui=X\{xj:ji}. U_i=X\setminus\{x_j:j\ne i\}.

Karena penutupan setiap sel CW bertemu hanya berhingga banyak sel, himpunan yang dibuang beririsan dengan setiap sel tertutup dalam himpunan hingga dan karena itu tertutup menurut topologi lemah. Maka UiU_i terbuka. Keluarga {Ui}\{U_i\} menutupi AA, tetapi setiap gabungan berhingga anggotanya kehilangan suatu xjx_j yang indeksnya tidak terpilih. Ini bertentangan dengan kekompakan AA. Jadi AA hanya bertemu berhingga banyak sel terbuka; gabungan penutupan sel-sel itu adalah subkompleks hingga yang memuat AA.

Setiap rantai singular adalah jumlah berhingga simpleks singular. Dukungannya merupakan gabungan berhingga citra simpleks standar yang kompak, sehingga termuat dalam suatu subkompleks hingga.

Surjektivitas. Ambil [z]Hk(X)[z]\in H_k(X) dan wakili dengan siklus singular zz. Ada subkompleks hingga KXK\subseteq X yang memuat dukungan zz. Isomorfisma (13.2) memberi kelas di Hk(K(n))H_k(K^{(n)}) yang citranya adalah [z][z] di Hk(K)H_k(K). Karena K(n)X(n)K^{(n)}\subseteq X^{(n)}, kelas itu memberi prapeta bagi [z][z] di Hk(X(n))H_k(X^{(n)}).

Injektivitas. Ambil siklus cc dalam X(n)X^{(n)} dan andaikan c=bc=\partial b untuk suatu rantai singular bb dalam XX. Pilih subkompleks hingga KK yang memuat dukungan cc dan bb. Karena cX(n)c\subseteq X^{(n)}, ia berada dalam KX(n)=K(n)K\cap X^{(n)}=K^{(n)}. Kelasnya nol di Hk(K)H_k(K); injektivitas (13.2) memaksa kelasnya nol di Hk(K(n))H_k(K^{(n)}). Jadi cc sudah membatasi dalam K(n)X(n)K^{(n)}\subseteq X^{(n)}. Peta (ιn)*(\iota_n)_* karena itu bijektif. \square

Pemeriksaan perbaikan. Syarat r>k+1r>k+1 mematikan tepat dua suku relatif yang diperlukan; dukungan siklus dan rantai pembatas sama-sama dimasukkan ke subkompleks hingga; dan isomorfisma yang diperoleh adalah peta yang diinduksi inklusi, bukan hanya isomorfisma abstrak.

Definisi (rantai seluler). Kita mendefinisikan

CnCW(X):=Hn(X(n),X(n1)). C_n^{\mathrm{CW}}(X) :=H_n\!\left(X^{(n)},X^{(n-1)}\right).

Dengan demikian,

CnCW(X)α[ϕα], C_n^{\mathrm{CW}}(X) \cong\bigoplus_\alpha\mathbb Z[\phi_\alpha],

dengan ϕα\phi_\alpha pemetaan karakteristik sel-nn. Grup-grup CnCW(X)C_n^{\mathrm{CW}}(X) membentuk kompleks rantai seluler

Hn+1(X(n+1),X(n))dn+1Hn(X(n),X(n1))dnHn1(X(n1),X(n2)). \cdots\longrightarrow H_{n+1}\!\left(X^{(n+1)},X^{(n)}\right) \xrightarrow{d_{n+1}} H_n\!\left(X^{(n)},X^{(n-1)}\right) \xrightarrow{d_n} H_{n-1}\!\left(X^{(n-1)},X^{(n-2)}\right) \longrightarrow\cdots.

Diagram semantik. Setiap panah menurunkan derajat satu; tiga grup yang ditampilkan berturut-turut ialah Cn+1CW(X)C_{n+1}^{\mathrm{CW}}(X), CnCW(X)C_n^{\mathrm{CW}}(X), dan Cn1CW(X)C_{n-1}^{\mathrm{CW}}(X).

Koreksi argumen grup rantai. Baris 3602 sumber tiba-tiba menulis CnCW(W)C_n^{\mathrm{CW}}(W), padahal hanya XX yang diperkenalkan. Edisi memakai CnCW(X)C_n^{\mathrm{CW}}(X) secara konsisten.

Definisi (pemetaan batas seluler). Gabungkan barisan eksak panjang dua pasangan kerangka bertetangga. Bagian diagram yang menentukan kedua diferensial dapat ditata ulang secara semantik sebagai berikut.

Hn+1(X(n+1),X(n))n+1Hn(X(n))qnHn(X(n),X(n1)),Hn(X(n),X(n1))nHn1(X(n1))qn1Hn1(X(n1),X(n2)). \begin{aligned} H_{n+1}\!\left(X^{(n+1)},X^{(n)}\right) &\xrightarrow{\partial_{n+1}}H_n(X^{(n)}) \xrightarrow{q_n}H_n\!\left(X^{(n)},X^{(n-1)}\right),\\ H_n\!\left(X^{(n)},X^{(n-1)}\right) &\xrightarrow{\partial_n}H_{n-1}(X^{(n-1)}) \xrightarrow{q_{n-1}} H_{n-1}\!\left(X^{(n-1)},X^{(n-2)}\right). \end{aligned}

Dengan kata lain,

dn+1=qnn+1,dn=qn1n. d_{n+1}=q_n\circ\partial_{n+1}, \qquad d_n=q_{n-1}\circ\partial_n.

Diagram semantik. Diagram sumber juga memuat panah inklusi dan suku nol yang berasal dari barisan eksak panjang. Dua lintasan komposit di atas adalah panah diagonal dn+1d_{n+1} dan dnd_n pada kompleks seluler.

Kita mendefinisikan

nCW:=dn=qn1n. \partial_n^{\mathrm{CW}}:=d_n=q_{n-1}\circ\partial_n.

Memang,

dn1dn=qn2n1qn1n=0, d_{n-1}\circ d_n =q_{n-2}\circ\partial_{n-1}\circ q_{n-1}\circ\partial_n =0,

karena eksakitas memberi n1qn1=0\partial_{n-1}\circ q_{n-1}=0.

37.2 Perbaikan FOM-PR-14: teorema homologi seluler

Teorema (homologi seluler). Misalkan XX suatu kompleks CW sebarang dan X(1)=X^{(-1)}=\varnothing. Tuliskan

δn:Hn(X(n),X(n1))Hn1(X(n1)) \delta_n\colon H_n(X^{(n)},X^{(n-1)})\longrightarrow H_{n-1}(X^{(n-1)})

untuk pemetaan penghubung dan

ρn1:Hn1(X(n1))Hn1(X(n1),X(n2)) \rho_{n-1}\colon H_{n-1}(X^{(n-1)})\longrightarrow H_{n-1}(X^{(n-1)},X^{(n-2)})

untuk pemetaan pasangan. Tetapkan

dn=ρn1δn(n1),d0=0. d_n=\rho_{n-1}\circ\delta_n\quad(n\geq1), \qquad d_0=0. \tag{14.1}

Maka dn1dn=0d_{n-1}d_n=0, dan terdapat isomorfisma natural

ΘX,n:Hn(C*CW(X),d)Hn(X). \Theta_{X,n}\colon H_n(C_*^{\mathrm{CW}}(X),d)\xrightarrow{\cong}H_n(X). \tag{14.2}

Kealamian berlaku langsung bagi pemetaan seluler. Bagi pemetaan kontinu sebarang antarkompleks CW, ambil pendekatan seluler; pemetaan pada homologi seluler tidak bergantung pada pilihan setelah diidentifikasi melalui Θ\Theta, dan sama dengan pemetaan homologi singular.

Bukti.

Grup relatif dan kompleks rantai. Untuk setiap pp, pasangan (X(p),X(p1))(X^{(p)},X^{(p-1)}) adalah pasangan baik. Dengan meruntuhkan kerangka sebelumnya dan memilih orientasi pada setiap sel-pp,

Hm(X(p),X(p1))H̃m(X(p)/X(p1))H̃m(αIpSαp){αIp[ϕα],m=p,0,mp. \begin{aligned} H_m(X^{(p)},X^{(p-1)}) &\cong\widetilde H_m(X^{(p)}/X^{(p-1)})\\ &\cong\widetilde H_m\!\left(\bigvee_{\alpha\in I_p}S^p_\alpha\right)\\ &\cong \begin{cases} \displaystyle\bigoplus_{\alpha\in I_p}\mathbb Z[\phi_\alpha],&m=p,\\ 0,&m\ne p. \end{cases} \end{aligned} \tag{14.3}

Untuk p=0p=0, rumus itu dibaca sebagai H0(X(0))αI0[ϕα]H_0(X^{(0)})\cong\bigoplus_{\alpha\in I_0}\mathbb Z[\phi_\alpha]. Eksakitas barisan pasangan (X(n1),X(n2))(X^{(n-1)},X^{(n-2)}) memberi δn1ρn1=0\delta_{n-1}\rho_{n-1}=0. Karena itu, untuk n2n\geq2,

dn1dn=ρn2δn1ρn1δn=0. d_{n-1}d_n =\rho_{n-2}\delta_{n-1}\rho_{n-1}\delta_n =0.

Untuk n=1n=1, persamaan yang diperlukan langsung mengikuti dari d0=0d_0=0.

Filtrasi kerangka. Barisan eksak panjang semua pasangan kerangka membentuk kopel eksak

Dp,q1=Hp+q(X(p)),Ep,q1=Hp+q(X(p),X(p1)). D^1_{p,q}=H_{p+q}(X^{(p)}), \qquad E^1_{p,q}=H_{p+q}(X^{(p)},X^{(p-1)}).

Diferensial turunannya ialah

d1:Ep,q1Ep1,q1. d^1\colon E^1_{p,q}\longrightarrow E^1_{p-1,q}.

Menurut (14.3), Ep,q1=0E^1_{p,q}=0 untuk q0q\ne0, sedangkan pada baris q=0q=0,

Ep,01=CpCW(X),d1=dp. E^1_{p,0}=C_p^{\mathrm{CW}}(X), \qquad d^1=d_p.

Jadi Ep,02=Hp(C*CW(X))E^2_{p,0}=H_p(C_*^{\mathrm{CW}}(X)), dan tidak ada diferensial lebih tinggi yang dapat masuk atau keluar dari satu-satunya baris tak nol. Filtrasi menyapu habis rantai singular karena dukungan setiap rantai termuat dalam subkompleks hingga; perbaikan FOM-PR-13 memberi stabilisasi pada setiap derajat.

Identifikasi tepi secara eksplisit. Tuliskan

ρn:Hn(X(n))Hn(X(n),X(n1))=CnCW(X). \rho_n\colon H_n(X^{(n)})\longrightarrow H_n(X^{(n)},X^{(n-1)})=C_n^{\mathrm{CW}}(X).

Untuk n1n\geq1, Hn(X(n1))=0H_n(X^{(n-1)})=0, sehingga ρn\rho_n injektif. Selain itu, Hn1(X(n2))=0H_{n-1}(X^{(n-2)})=0, sehingga ρn1\rho_{n-1} injektif. Eksakitas memberi

kerdn=ker(ρn1δn)=kerδn=imρn. \ker d_n =\ker(\rho_{n-1}\delta_n) =\ker\delta_n =\operatorname{im}\rho_n. \tag{14.4}

Untuk n=0n=0, rumus yang sama berlaku dengan d0=0d_0=0 dan ρ0\rho_0 identitas. Karena itu setiap siklus seluler cc mempunyai tepat satu aHn(X(n))a\in H_n(X^{(n)}) dengan ρn(a)=c\rho_n(a)=c.

Bagian relevan dari barisan eksak panjang pasangan (X(n+1),X(n))(X^{(n+1)},X^{(n)}) ialah

Cn+1CW(X)δn+1Hn(X(n))Hn(X(n+1))Hn(X(n+1),X(n)). C_{n+1}^{\mathrm{CW}}(X) \xrightarrow{\delta_{n+1}}H_n(X^{(n)}) \longrightarrow H_n(X^{(n+1)}) \longrightarrow H_n(X^{(n+1)},X^{(n)}).

Suku terakhir nol menurut (14.3). Karena dn+1=ρnδn+1d_{n+1}=\rho_n\delta_{n+1}, persamaan (14.4) mengidentifikasi batas seluler dengan ρn(imδn+1)\rho_n(\operatorname{im}\delta_{n+1}). Maka

Hn(C*CW(X))=kerdnimdn+1Hn(X(n))imδn+1Hn(X(n+1))Hn(X). \begin{aligned} H_n(C_*^{\mathrm{CW}}(X)) &=\frac{\ker d_n}{\operatorname{im}d_{n+1}}\\ &\cong \frac{H_n(X^{(n)})}{\operatorname{im}\delta_{n+1}}\\ &\cong H_n(X^{(n+1)}) \cong H_n(X). \end{aligned} \tag{14.5}

Isomorfisma terakhir adalah FOM-PR-13 karena n+1>nn+1>n. Secara konkret, jika [c][c] adalah kelas homologi seluler dan c=ρn(a)c=\rho_n(a), maka

ΘX,n([c])=(X(n)X)*(a). \Theta_{X,n}([c])=(X^{(n)}\hookrightarrow X)_*(a). \tag{14.6}

Jika cc berubah sebesar dn+1(e)d_{n+1}(e), kelas aa berubah sebesar δn+1(e)\delta_{n+1}(e), yang mati setelah dimasukkan ke X(n+1)X^{(n+1)} lalu ke XX. Eksakitas (14.5) menunjukkan bahwa hanya perubahan semacam itu yang mati. Jadi (14.6) terdefinisi dengan baik dan bijektif.

Kealamian. Jika f:XYf\colon X\to Y seluler, maka peta pasangan memberi

fpCW:Hp(X(p),X(p1))Hp(Y(p),Y(p1)). f_p^{\mathrm{CW}}\colon H_p(X^{(p)},X^{(p-1)}) \longrightarrow H_p(Y^{(p)},Y^{(p-1)}).

Kealamian pemetaan penghubung dan pemetaan pasangan menghasilkan diagram

CpCW(X)dpXCp1CW(X)fpCWfp1CWCpCW(Y)dpYCp1CW(Y) \begin{array}{ccc} C_p^{\mathrm{CW}}(X)&\xrightarrow{d_p^X}&C_{p-1}^{\mathrm{CW}}(X)\\ \downarrow f_p^{\mathrm{CW}}&&\downarrow f_{p-1}^{\mathrm{CW}}\\ C_p^{\mathrm{CW}}(Y)&\xrightarrow{d_p^Y}&C_{p-1}^{\mathrm{CW}}(Y) \end{array}

yang komutatif. Jadi f*CWf_*^{\mathrm{CW}} adalah peta rantai, dan (14.6) langsung memberi kealamian Θ\Theta. Jika ff hanya kontinu, teorema pendekatan seluler memberi fselff_{\mathrm{sel}}\simeq f. Dua pilihan pendekatan memberi peta homologi yang sama karena keduanya diidentifikasi dengan Hn(f)H_n(f) melalui Θ\Theta. \square

Pemeriksaan perbaikan. Semua domain dan kodomain pada dn=ρn1δnd_n=\rho_{n-1}\delta_n cocok; persamaan d2=0d^2=0 berasal dari dua panah berurutan dalam barisan eksak; kasus derajat nol ditangani; dan identifikasi eksplisit (14.4)–(14.6) membuktikan konvergensi serta kealamian tanpa menyembunyikan asumsi keterhinggaan.

Catatan (rumus praktis untuk batas seluler). Misalkan

φα:DαnX(n1) \varphi_\alpha\colon\partial D^n_\alpha\longrightarrow X^{(n-1)}

adalah peta pelekatan suatu sel-nn. Untuk setiap sel-(n1)(n-1) berindeks β\beta, perhatikan komposit

Sαn1DαnφαX(n1)qX(n1)/X(n2)δSδn1pβ(δSδn1)/(δβSδn1)Sβn1. \begin{aligned} S^{n-1}_\alpha &\cong\partial D^n_\alpha \xrightarrow{\ \varphi_\alpha\ } X^{(n-1)} \xrightarrow{\ q\ } X^{(n-1)}/X^{(n-2)}\\ &\cong\bigvee_\delta S^{n-1}_\delta \xrightarrow{\ p_\beta\ } \left(\bigvee_\delta S^{n-1}_\delta\right) \Big/ \left(\bigvee_{\delta\ne\beta}S^{n-1}_\delta\right) \cong S^{n-1}_\beta. \end{aligned}

Definisikan

φαβ:Sαn1Sβn1 \varphi_{\alpha\beta}\colon S^{n-1}_\alpha\longrightarrow S^{n-1}_\beta

sebagai komposit tersebut. Maka

CW([ϕα])=βdeg(φαβ)[ϕβ]. \partial^{\mathrm{CW}}\!\left([\phi_\alpha]\right) =\sum_\beta\deg(\varphi_{\alpha\beta})[\phi_\beta].

Koreksi indeks hasil bagi dan dimensi komposit. Pada baris 3653–3654, sumber mengulang Sβn1S^{n-1}_\beta pada semua suku yang diruntuhkan; suku yang benar adalah Sδn1S^{n-1}_\delta untuk δβ\delta\ne\beta. Baris 3657 mengetik φαβ\varphi_{\alpha\beta} sebagai peta SαnSβnS^n_\alpha\to S^n_\beta, padahal semua peta dalam komposit berdimensi n1n-1. Edisi memakai φαβ:Sαn1Sβn1\varphi_{\alpha\beta}\colon S^{n-1}_\alpha\to S^{n-1}_\beta. Pola salah indeks yang sama muncul lagi pada baris 4117–4124 dan diperbaiki dengan cara yang sama.

37.3 Perbaikan FOM-PR-15: rumus bilangan insidensi

Teorema (rumus bilangan insidensi). Pilih orientasi pada setiap sel CW. Untuk n1n\geq1 dan sel-nn eαne^n_\alpha, tuliskan

Φα:(Dαn,Sαn1)(X(n),X(n1)) \Phi_\alpha\colon(D^n_\alpha,S^{n-1}_\alpha) \longrightarrow(X^{(n)},X^{(n-1)})

untuk pemetaan karakteristik dan φα=Φα|Sαn1\varphi_\alpha=\Phi_\alpha|_{S^{n-1}_\alpha} untuk peta pelekatannya. Bagi setiap sel-(n1)(n-1) eβn1e^{n-1}_\beta, bentuk

φαβ:Sαn1φαX(n1)QX(n1)/X(n2)δIn1Sδn1PβSβn1, \varphi_{\alpha\beta}\colon S^{n-1}_\alpha \xrightarrow{\ \varphi_\alpha\ }X^{(n-1)} \xrightarrow{\ Q\ }X^{(n-1)}/X^{(n-2)} \cong\bigvee_{\delta\in I_{n-1}}S^{n-1}_\delta \xrightarrow{\ P_\beta\ }S^{n-1}_\beta, \tag{15.1}

dengan PβP_\beta meruntuhkan semua suku berindeks δβ\delta\ne\beta. Untuk n=1n=1, hasil bagi pada (15.1) dibaca sebagai X+(0)X^{(0)}_+, yakni X(0)X^{(0)} dengan satu titik pangkal terpisah; derajat peta S0S0S^0\to S^0 dibaca pada H̃0(S0)\widetilde H_0(S^0). Jika [Φα][\Phi_\alpha] dan [Φβ][\Phi_\beta] adalah pembangkit yang ditentukan oleh orientasi, maka

dn[Φα]=βIn1deg(φαβ)[Φβ]. d_n[\Phi_\alpha] =\sum_{\beta\in I_{n-1}} \deg(\varphi_{\alpha\beta})[\Phi_\beta]. \tag{15.2}

Hanya berhingga banyak suku pada (15.2) yang tak nol.

Bukti. Orientasikan Sαn1=DαnS^{n-1}_\alpha=\partial D^n_\alpha dengan konvensi normal-ke-luar lebih dahulu. Pembangkit yang bersesuaian adalah

[Φα]=(Φα)*[Dαn,Sαn1]Hn(X(n),X(n1)). [\Phi_\alpha] =(\Phi_\alpha)_*[D^n_\alpha,S^{n-1}_\alpha] \in H_n(X^{(n)},X^{(n-1)}).

Kealamian pemetaan penghubung bagi pemetaan pasangan Φα\Phi_\alpha memberi

δn[Φα]=(φα)*[Sαn1]Hn1(X(n1)). \delta_n[\Phi_\alpha] =(\varphi_\alpha)_*[S^{n-1}_\alpha] \in H_{n-1}(X^{(n-1)}). \tag{15.3}

Tidak ada tanda tambahan karena orientasi batas sudah memakai konvensi tersebut. Terapkan

ρn1:Hn1(X(n1))Hn1(X(n1),X(n2)). \rho_{n-1}\colon H_{n-1}(X^{(n-1)}) \longrightarrow H_{n-1}(X^{(n-1)},X^{(n-2)}).

Di bawah isomorfisma hasil bagi dan pemisahan menurut suku baji,

κ:Hn1(X(n1),X(n2))βIn1H̃n1(Sβn1), \kappa\colon H_{n-1}(X^{(n-1)},X^{(n-2)}) \xrightarrow{\cong} \bigoplus_{\beta\in I_{n-1}} \widetilde H_{n-1}(S^{n-1}_\beta), \tag{15.4}

pemetaan ρn1\rho_{n-1} menjadi pemetaan yang diinduksi QQ. Pilih orientasi sel-(n1)(n-1) ke-β\beta sehingga κ([Φβ])=[Sβn1]\kappa([\Phi_\beta])=[S^{n-1}_\beta] pada komponen ke-β\beta. Proyeksi koordinat ke-β\beta memberi

prβ(κρn1δn[Φα])=(PβQφα)*[Sαn1]=(φαβ)*[Sαn1]=deg(φαβ)[Sβn1]. \begin{aligned} \operatorname{pr}_\beta\!\left( \kappa\rho_{n-1}\delta_n[\Phi_\alpha]\right) &=(P_\beta Q\varphi_\alpha)_*[S^{n-1}_\alpha]\\ &=(\varphi_{\alpha\beta})_*[S^{n-1}_\alpha]\\ &=\deg(\varphi_{\alpha\beta})[S^{n-1}_\beta]. \end{aligned} \tag{15.5}

Karena dn=ρn1δnd_n=\rho_{n-1}\delta_n, penggabungan semua koordinat pada (15.5) memberi tepat (15.2).

Untuk n=1n=1, kelas fundamental tereduksi S0=D1S^0=\partial D^1 adalah selisih titik ujung positif dan negatif. Meruntuhkan semua simpul selain β\beta mengirim selisih itu ke deg(φαβ)\deg(\varphi_{\alpha\beta}) kali pembangkit H̃0(S0)\widetilde H_0(S^0), sehingga rumus yang sama memberi koefisien insidensi bertanda.

Citra kompak φα(Sαn1)\varphi_\alpha(S^{n-1}_\alpha) termuat dalam suatu subkompleks hingga. Di luar subkompleks itu, komposit PβQφαP_\beta Q\varphi_\alpha konstan dan berderajat nol. Jadi jumlah (15.2) mempunyai dukungan hingga. \square

Pemeriksaan perbaikan. Domain dan kodomain (15.1) sama-sama sfera berdimensi n1n-1; koefisien diturunkan dari pemetaan penghubung, proyeksi hasil bagi, dan pilihan orientasi; kasus n=1n=1 serta keterhinggaan jumlah diperiksa tersendiri.

Catatan (notasi batas). Sebelumnya kita memakai dnd_n dan nCW\partial_n^{\mathrm{CW}} secara bergantian untuk menyatakan pemetaan batas kompleks rantai seluler. Mulai sekarang, demi singkatnya, kita hanya memakai dnd_n.

Catatan (ringkasan perhitungan). Untuk menghitung homologi seluler suatu ruang, fakta yang perlu diingat adalah

CnCW(X)=α[ϕα], C_n^{\mathrm{CW}}(X) =\bigoplus_\alpha\mathbb Z[\phi_\alpha],

dengan ϕα\phi_\alpha pemetaan karakteristik sel-nn, dan pemetaan batas diberikan oleh

dn([ϕα])=βdeg(φαβ)[ϕβ]. d_n\!\left([\phi_\alpha]\right) =\sum_\beta\deg(\varphi_{\alpha\beta})[\phi_\beta].

Contoh (homologi sfera). Misalkan X=SnX=S^n dengan n2n\geq2. Seperti pada struktur CW sfera dengan satu sel-nn, kita dapat membangun XX hanya dengan satu sel-00 dan satu sel-nn. Kompleks rantai selulernya berbentuk

0dn+1dn0dn1d20d1d00. \cdots\longrightarrow0 \xrightarrow{d_{n+1}}\mathbb Z \xrightarrow{d_n}0 \xrightarrow{d_{n-1}}\cdots \xrightarrow{d_2}0 \xrightarrow{d_1}\mathbb Z \xrightarrow{d_0}0.

Diagram semantik. Satu salinan \mathbb Z berada pada derajat nn dan satu lagi pada derajat 00; semua grup pada derajat lain adalah nol.

Kita bahkan tidak perlu menghitung pemetaan batas, sebab semuanya merupakan homomorfisma nol. Teorema homologi seluler memberi

Hk(Sn){,k=0atauk=n,0,selain itu. H_k(S^n) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=0\ \text{atau}\ k=n,\\ 0,&\text{selain itu}. \end{cases}

Contoh (homologi ruang projektif kompleks). Misalkan

X=n=(n+1\{0})/(xλx),0λ. X=\mathbb{CP}^n =\left(\mathbb C^{n+1}\setminus\{0\}\right) \Big/ \left(x\sim\lambda x\right), \qquad0\ne\lambda\in\mathbb C.

Dari struktur CW ruang projektif kompleks, kita mengetahui bahwa XX mempunyai satu sel-ii untuk setiap i=2ki=2k dengan 0kn0\leq k\leq n. Kompleks rantai selulernya ialah

0d2n+1d2n0d2n1d3d20d1d00. \cdots\longrightarrow0 \xrightarrow{d_{2n+1}}\mathbb Z \xrightarrow{d_{2n}}0 \xrightarrow{d_{2n-1}}\cdots \xrightarrow{d_3}\mathbb Z \xrightarrow{d_2}0 \xrightarrow{d_1}\mathbb Z \xrightarrow{d_0}0.

Diagram semantik. Ada satu salinan \mathbb Z tepat pada setiap derajat genap 0,2,,2n0,2,\ldots,2n dan grup nol pada setiap derajat ganjil.

Karena itu

Ht(n){,t2ndan t genap,{0},selain itu. H_t(\mathbb{CP}^n) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&t\leq2n\ \text{dan }t\text{ genap},\\ \{0\},&\text{selain itu}. \end{cases}

Contoh (homologi torus). Perhatikan struktur CW torus T2T^2 yang telah kita lihat sebelumnya.

Poligon seluler torus berupa persegi: sisi tegak berlabel a dan berarah ke atas, sisi mendatar berlabel b dan berarah ke kanan, semua sudut diidentifikasi menjadi v, dan interiornya sel dua Delta.

Diagram semantik. Persegi fundamental mempunyai satu sel-22 terbuka Δ\Delta, dua sel-11 a,ba,b, dan satu sel-00 vv. Jika batas ditelusuri dengan orientasi positif, kata pelekatannya

aba1b1. aba^{-1}b^{-1}.

Label dan panah memuat seluruh informasi matematis; warna hanya membantu membedakan pasangan sisi. Master SVG aksesibel dipertahankan bersama PNG.

Kompleks rantai selulernya berbentuk

d40d3Δd2abd1vd00. \cdots\xrightarrow{d_4}0 \xrightarrow{d_3}\mathbb Z\Delta \xrightarrow{d_2}\mathbb Za\oplus\mathbb Zb \xrightarrow{d_1}\mathbb Zv \xrightarrow{d_0}0.

Diagram semantik. Pembangkit Δ\Delta, a,ba,b, dan vv masing-masing berada pada derajat 22, 11, dan 00.

Kedua sel-11 aa dan bb adalah gelung yang kedua titik ujungnya melekat pada simpul tunggal vv. Definisi batas sel-11 karena itu langsung memberi

d1(a)=vv=0,d1(b)=vv=0. d_1(a)=v-v=0, \qquad d_1(b)=v-v=0.

Jadi satu-satunya homomorfisma yang mungkin bukan nol adalah d2d_2. Rumus batas memberi

d2(Δ)=deg(φΔa)a+deg(φΔb)b. d_2(\Delta) =\deg(\varphi_{\Delta a})a +\deg(\varphi_{\Delta b})b.

Untuk koefisien pertama, perhatikan komposit

φΔa:DΔ2φΔX(1)Sa1Sb1paSa1. \varphi_{\Delta a}\colon \partial D^2_\Delta \xrightarrow{\ \varphi_\Delta\ } X^{(1)}\cong S_a^1\vee S_b^1 \xrightarrow{\ p_a\ }S_a^1.

Diagram semantik. Peta pelekatan membaca aba1b1aba^{-1}b^{-1} pada baji dua lingkaran. Proyeksi pap_a meruntuhkan lingkaran bb ke titik baji, sehingga lintasan hasilnya membaca aa1aa^{-1} pada Sa1S_a^1.

Peta φΔa:S1S1\varphi_{\Delta a}\colon S^1\to S^1 mengirim batas DΔ2D^2_\Delta ke gelung yang homotopik dengan gelung konstan:

aba1b1paaa1*. aba^{-1}b^{-1} \xrightarrow{\ p_a\ } aa^{-1} \simeq *.

Diagram semantik. Satu penelusuran aa segera diikuti penelusuran aa pada arah berlawanan. Homotopi menciutkan pasangan lintasan itu ke titik basis.

Jadi φΔa\varphi_{\Delta a} homotopik-nol dan deg(φΔa)=0\deg(\varphi_{\Delta a})=0. Dengan alasan yang sama, φΔb\varphi_{\Delta b} homotopik-nol dan deg(φΔb)=0\deg(\varphi_{\Delta b})=0. Semua homomorfisma batas nol, sehingga

Hk(T2){,k=0atauk=2,2,k=1,{0},selain itu. H_k(T^2) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=0\ \text{atau}\ k=2,\\ \mathbb Z^2,&k=1,\\ \{0\},&\text{selain itu}. \end{cases}

Contoh (homologi permukaan genus dua). Misalkan Σ2=T#T\Sigma_2=T\mathbin{\#}T adalah permukaan kompak terorientasi bergenus dua. Berikut modelnya sebagai ruang hasil bagi.

Model standar ekuivalen permukaan genus dua berupa oktagon dengan sisi berurutan a, b, a invers, b invers, c, d, c invers, d invers; semua delapan verteks diidentifikasi menjadi v dan interiornya sel dua Delta. Diagram ini adalah gambar asli edisi yang ekuivalen, bukan gambar ulang literal susunan sisi sumber.

Diagram semantik. Oktagon mempunyai satu sel-22 Δ\Delta, empat sel-11 a,b,c,da,b,c,d, dan satu sel-00 vv. Jika panah dan urutan sisi sumber dibaca secara literal, kata batasnya—hingga pergeseran siklik—adalah

bab1a1cdc1d1=[b,a][c,d]. bab^{-1}a^{-1}cdc^{-1}d^{-1} =[b,a][c,d].

Gambar ulang edisi yang ditampilkan memakai presentasi standar

aba1b1cdc1d1. aba^{-1}b^{-1}cdc^{-1}d^{-1}.

Presentasi standar itu diperoleh dari kata sumber dengan menukar nama pembangkit aa dan bb pada pegangan pertama. Jadi gambar ini adalah model ekuivalen asli edisi, bukan salinan literal urutan sisi sumber. Kedua kata mempunyai jumlah eksponen nol untuk setiap pembangkit dan menentukan struktur satu-simpul, empat-sisi, satu-muka pada permukaan genus dua. Warna hanya membedakan pasangan sisi; label bertanda dan panah menentukan identifikasi. Master SVG aksesibel dipertahankan bersama PNG.

Semua delapan simpul diidentifikasi menjadi vv. Kompleks rantai selulernya ialah

0d3Δd2abcdd1vd00. \cdots\longrightarrow0 \xrightarrow{d_3}\mathbb Z\Delta \xrightarrow{d_2} \mathbb Za\oplus\mathbb Zb\oplus\mathbb Zc\oplus\mathbb Zd \xrightarrow{d_1}\mathbb Zv \xrightarrow{d_0}0.

Diagram semantik. Peringkat grup rantai pada derajat 2,1,02,1,0 berturut-turut adalah 1,4,11,4,1, dengan pembangkit ditampilkan secara eksplisit.

Semua homomorfisma kecuali mungkin d2d_2 jelas nol. Seperti pada contoh homologi torus, proyeksi peta pelekatan ke setiap lingkaran pembangkit menghasilkan satu penelusuran pada setiap arah:

pa(bab1a1cdc1d1)=aa1*,pb(bab1a1cdc1d1)=bb1*,pc(bab1a1cdc1d1)=cc1*,pd(bab1a1cdc1d1)=dd1*. \begin{aligned} p_a(bab^{-1}a^{-1}cdc^{-1}d^{-1})&=aa^{-1}\simeq *,\\ p_b(bab^{-1}a^{-1}cdc^{-1}d^{-1})&=bb^{-1}\simeq *,\\ p_c(bab^{-1}a^{-1}cdc^{-1}d^{-1})&=cc^{-1}\simeq *,\\ p_d(bab^{-1}a^{-1}cdc^{-1}d^{-1})&=dd^{-1}\simeq *. \end{aligned}

Diagram semantik. Setiap proyeksi meruntuhkan tiga lingkaran lain dan menyisakan sebuah gelung diikuti inversnya. Setiap peta hasil proyeksi homotopik-nol dan berderajat nol.

Karena keempat koefisien derajat nol, d2=0d_2=0. Maka

Hn(Σ2){,n=0ataun=2,4,n=1,{0},selain itu. H_n(\Sigma_2) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0\ \text{atau}\ n=2,\\ \mathbb Z^4,&n=1,\\ \{0\},&\text{selain itu}. \end{cases}

Koreksi jenis objek pada peta yang homotopik-nol. Sumber menyebut peta-peta proyeksi torus dan permukaan genus dua sebagai “peta nol”. Dalam kategori ruang bertitik, kesimpulan yang benar ialah bahwa peta-peta itu homotopik dengan peta konstan. Yang bernilai nol secara aljabar adalah derajatnya dan, karenanya, koefisien-koefisien batas seluler.

Catatan. Argumen pada contoh genus dua tidak bergantung pada asumsi bahwa genusnya 22. Jadi, bagi permukaan kompak terorientasi bergenus gg,

Σg=#gT2, \Sigma_g=\mathbin{\#}^{g}T^2,

kita memperoleh

Hn(Σg){,n=0ataun=2,2g,n=1,{0},selain itu. H_n(\Sigma_g) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0\ \text{atau}\ n=2,\\ \mathbb Z^{2g},&n=1,\\ \{0\},&\text{selain itu}. \end{cases}

Contoh (homologi botol Klein). Tinjau botol Klein KK dengan struktur CW berikut.

Model poligon botol Klein dari sumber berupa persegi: sisi atas dan kanan berlabel b, sisi bawah dan kiri berlabel a, semua sudut diidentifikasi, dan kata batasnya b kuadrat a kuadrat.

Diagram semantik. Model persegi yang dipakai sumber mempunyai satu sel-22 Δ\Delta, dua sel-11 a,ba,b, dan satu sel-00 vv. Dengan titik awal dan orientasi yang ditampilkan, kata pelekatannya adalah

b2a2. b^2a^2.

Setiap huruf karena itu mempunyai jumlah eksponen 22. Model ini bukan model persegi berhadapan yang paling lazim, tetapi menyatakan struktur CW yang ekuivalen. Master SVG aksesibel dipertahankan bersama PNG.

Model yang lebih lazim dapat diperoleh dengan memotong sepanjang antidiagonal lalu merekatkan kembali sepanjang sisi aa. Dari model sumber kita memperoleh

0d3Δd2abd1vd00. \cdots\longrightarrow0 \xrightarrow{d_3}\mathbb Z\Delta \xrightarrow{d_2}\mathbb Za\oplus\mathbb Zb \xrightarrow{d_1}\mathbb Zv \xrightarrow{d_0}0.

Diagram semantik. Pembangkit Δ\Delta, a,ba,b, dan vv berada pada derajat 2,1,02,1,0; hanya d2d_2 yang mungkin tak nol.

Untuk komponen pada aa, kita mempunyai

φΔa:DΔ2φΔX(1)Sa1Sb1paSa1. \varphi_{\Delta a}\colon \partial D^2_\Delta \xrightarrow{\ \varphi_\Delta\ } X^{(1)}\cong S_a^1\vee S_b^1 \xrightarrow{\ p_a\ }S_a^1.

Diagram semantik. Proyeksi pap_a mempertahankan lingkaran aa dan meruntuhkan lingkaran bb ke titik pangkal. Domain, kedua peta, suku baji yang diruntuhkan, dan kodomain ditampilkan dalam urutan baca.

Pada lintasan batas,

pa(b2a2)=a2(zz2),deg(φΔa)=2,pb(b2a2)=b2(zz2),deg(φΔb)=2. \begin{aligned} p_a(b^2a^2)&=a^2\simeq(z\longmapsto z^2), &\deg(\varphi_{\Delta a})&=2,\\ p_b(b^2a^2)&=b^2\simeq(z\longmapsto z^2), &\deg(\varphi_{\Delta b})&=2. \end{aligned}

Diagram semantik. Setelah faktor lain diruntuhkan, dua ruas dengan label yang dipertahankan mempunyai orientasi sama. Lingkaran batas menelusuri lingkaran sasaran dua kali, sehingga peta berderajat 22.

Maka

d2(Δ)=2a+2b=2(a+b). d_2(\Delta)=2a+2b=2(a+b).

Satu-satunya kelompok homologi taktrivial yang masih perlu dihitung ialah

H1(K)=kerd1imd2=ab(2(a+b))=a,a+b2(a+b)/2. \begin{aligned} H_1(K) &=\frac{\ker d_1}{\operatorname{im}d_2} =\frac{\mathbb Za\oplus\mathbb Zb} {\mathbb Z\bigl(2(a+b)\bigr)}\\ &=\langle a,a+b\mid2(a+b)\rangle\\ &\cong\mathbb Z\oplus\mathbb Z/2\mathbb Z. \end{aligned}

Dengan demikian,

Hn(K){,n=0,/2,n=1,{0},selain itu. H_n(K) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,\\ \mathbb Z\oplus\mathbb Z/2\mathbb Z,&n=1,\\ \{0\},&\text{selain itu}. \end{cases}

Koreksi koefisien kedua. Baris 4074 mengulang deg(φΔa)=2\deg(\varphi_{\Delta a})=2, padahal koefisien kedua harus merujuk kepada φΔb\varphi_{\Delta b}. Kedua jumlah eksponen pada kata sumber b2a2b^2a^2 adalah 22, sehingga edisi menulis kedua koefisien secara terpisah dan mempertahankan d2(Δ)=2(a+b)d_2(\Delta)=2(a+b).

Normalisasi simbol bilangan bulat. Baris 4086 memakai huruf biasa ZZ untuk suku bebas terakhir. Edisi menormalkannya menjadi \mathbb Z tanpa mengubah grup.

Klarifikasi batas sel fundamental. Sumber menyebut domain peta sebagai “batas botol Klein”. Botol Klein adalah permukaan tertutup dan tidak mempunyai batas. Domain yang dimaksud adalah batas sel-22 fundamental, DΔ2S1\partial D^2_\Delta\cong S^1. Edisi memakai objek yang bertipe benar tanpa mengubah peta pelekatan.

Contoh (homologi ruang projektif real). Ambil X=nX=\mathbb{RP}^n. Ruang ini mempunyai struktur CW dengan satu sel-ii pada setiap dimensi 0in0\leq i\leq n. Kompleks rantai selulernya berbentuk

dn+20dn+1dnd2d1d00. \cdots\xrightarrow{d_{n+2}}0 \xrightarrow{d_{n+1}}\mathbb Z \xrightarrow{d_n}\cdots \xrightarrow{d_2}\mathbb Z \xrightarrow{d_1}\mathbb Z \xrightarrow{d_0}0.

Diagram semantik. Ada satu salinan \mathbb Z pada setiap derajat 0,,n0,\ldots,n. Perhitungan di bawah menunjukkan bahwa dkd_k adalah perkalian dengan 22 untuk kk genap dan homomorfisma nol untuk kk ganjil.

Untuk satu-satunya sel-nn Δn\Delta_n dan sel-(n1)(n-1) Δn1\Delta_{n-1}, komponen peta pelekatan ialah

φΔnΔn1:Sn1DnφΔnn1qn1/n2Sn1. \varphi_{\Delta_n\Delta_{n-1}}\colon S^{n-1}\cong\partial D^n \xrightarrow{\ \varphi_{\Delta_n}\ } \mathbb{RP}^{n-1} \xrightarrow{\ q\ } \mathbb{RP}^{n-1}/\mathbb{RP}^{n-2} \cong S^{n-1}.

Rumus insidensi memberi

dn([ϕΔn])=deg(φΔnΔn1)[ϕΔn1]. d_n\bigl([\phi_{\Delta_n}]\bigr) =\deg(\varphi_{\Delta_n\Delta_{n-1}}) [\phi_{\Delta_{n-1}}].

Peta pelekatan

φΔn:Sn1Sn1/(xx)n1 \varphi_{\Delta_n}\colon S^{n-1}\longrightarrow S^{n-1}/(x\sim-x)\cong\mathbb{RP}^{n-1}

adalah peta penutup ganda kanonis dari Sn1S^{n-1} ke n1\mathbb{RP}^{n-1}. Gunakan rumus derajat lokal-ke-global. Pilih ySn1y\in S^{n-1} yang tidak berada pada khatulistiwa. Maka

φΔnΔn11(y)={x,x} \varphi_{\Delta_n\Delta_{n-1}}^{-1}(y)=\{x,-x\}

untuk suatu xSn1x\in S^{n-1}. Kontribusi lokal pada xx adalah 11, sedangkan kontribusi pada x-x berbeda melalui peta antipodal pada Sn1S^{n-1}, yang berderajat (1)n(-1)^n. Jadi

deg(φΔnΔn1)=1+(1)n={2,n genap,0,n ganjil. \deg(\varphi_{\Delta_n\Delta_{n-1}}) =1+(-1)^n = \begin{cases} 2,&n\text{ genap},\\ 0,&n\text{ ganjil}. \end{cases}

Dengan kata lain, dnd_n adalah perkalian dengan 22 ketika nn genap dan homomorfisma nol ketika nn ganjil. Akibatnya, jika nn ganjil,

Hk(n){,k=0atauk=n,/2,0<k<ndan k ganjil,{0},selain itu, H_k(\mathbb{RP}^n) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=0\ \text{atau}\ k=n,\\ \mathbb Z/2\mathbb Z,&0<k<n\ \text{dan }k\text{ ganjil},\\ \{0\},&\text{selain itu}, \end{cases}

sedangkan jika nn genap,

Hk(n){,k=0,/2,0<k<ndan k ganjil,{0},selain itu. H_k(\mathbb{RP}^n) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=0,\\ \mathbb Z/2\mathbb Z,&0<k<n\ \text{dan }k\text{ ganjil},\\ \{0\},&\text{selain itu}. \end{cases}

Koreksi dimensi prapeta. Baris 4149 menempatkan xx di S1S^1, padahal peta aktif berdomain Sn1S^{n-1}. Edisi memakai xSn1x\in S^{n-1} dan mempertahankan kedua prapeta antipodal {x,x}\{x,-x\}.

Koreksi tipe aljabar. Setelah menghitung derajat peta sfera, sumber menulis deg(dn)\deg(d_n), tetapi dnd_n adalah homomorfisma grup rantai, bukan peta antarmanifold berorientasi. Edisi menyatakan bahwa peta sfera mempunyai derajat 1+(1)n1+(-1)^n; akibatnya dnd_n adalah perkalian dengan 22 untuk nn genap dan homomorfisma nol untuk nn ganjil.

37.4 Pemeriksaan penguasaan

Enam pemeriksaan berikut merupakan materi asli edisi ini. Masing-masing memuat petunjuk dan solusi lengkap agar dapat dipakai untuk belajar mandiri. Tidak ada soal yang disalin dari bank soal Fomberg terpisah.

Pemeriksaan Penguasaan F7.1 (membangun kompleks rantai seluler). Mulailah dengan baji dua lingkaran

X(1)=Sa1Sb1 X^{(1)}=S^1_a\vee S^1_b

yang mempunyai satu sel-00 vv dan dua sel-11 berorientasi a,ba,b. Lekatkan dua sel-22 p,qp,q dengan kata pelekatan

wp=a2b1,wq=ab2. w_p=a^2b^{-1}, \qquad w_q=ab^2.

Tidak ada sel berdimensi lebih tinggi.

  1. Tuliskan CnCW(X)C_n^{\mathrm{CW}}(X) beserta basisnya untuk setiap nn.
  2. Hitung matriks d2d_2 terhadap basis terurut (p,q)(p,q) pada domain dan (a,b)(a,b) pada kodomain. Jelaskan hubungan koefisien matriks dengan derajat peta insidensi.
  3. Hitung d1d_1 dan periksa d1d2=0d_1d_2=0.
  4. Tentukan semua grup homologi integral Hn(X;)H_n(X;\mathbb Z) dengan mereduksi matriks d2d_2 ke bentuk normal Smith.

Petunjuk. Setelah semua lingkaran selain aa diruntuhkan, derajat peta S1Sa1S^1\to S^1_a adalah jumlah eksponen aa dalam kata pelekatan; demikian pula untuk bb. Untuk bentuk normal Smith, tukarkan kedua kolom, lalu gunakan operasi baris dan kolom unimodular.

Solusi Pemeriksaan F7.1. Satu sel-00, dua sel-11, dan dua sel-22 memberi

C2CW(X)=p,q,C1CW(X)=a,b,C0CW(X)=v, C_2^{\mathrm{CW}}(X)=\mathbb Z\langle p,q\rangle, \qquad C_1^{\mathrm{CW}}(X)=\mathbb Z\langle a,b\rangle, \qquad C_0^{\mathrm{CW}}(X)=\mathbb Z\langle v\rangle,

sedangkan CnCW(X)=0C_n^{\mathrm{CW}}(X)=0 untuk n{0,1,2}n\notin\{0,1,2\}. Koefisien insidensi sebuah sel-22 terhadap sel-11 ialah derajat komposisi

S1φX(1)X(1)/(X(1)\e1)S1. S^1\xrightarrow{\ \varphi\ }X^{(1)} \longrightarrow X^{(1)}/(X^{(1)}\setminus e^1) \cong S^1.

Pada baji lingkaran, derajat itu adalah jumlah eksponen huruf yang bersangkutan. Karena

abwp=a2b121wq=ab212, \begin{array}{c|cc} &a&b\\ \hline w_p=a^2b^{-1}&2&-1\\ w_q=ab^2&1&2 \end{array},

kita memperoleh

d2(p)=2ab,d2(q)=a+2b,[d2](a,b)(p,q)=(2112). d_2(p)=2a-b, \qquad d_2(q)=a+2b, \qquad [d_2]_{(a,b)\leftarrow(p,q)} = \begin{pmatrix}2&1\\-1&2\end{pmatrix}.

Kedua ujung setiap sel-11 melekat pada simpul yang sama, sehingga d1(a)=d1(b)=vv=0d_1(a)=d_1(b)=v-v=0 dan d1d2=0d_1d_2=0. Operasi unimodular memberi

(2112)(1221)(1205)(1005). \begin{pmatrix}2&1\\-1&2\end{pmatrix} \sim \begin{pmatrix}1&2\\2&-1\end{pmatrix} \sim \begin{pmatrix}1&2\\0&-5\end{pmatrix} \sim \begin{pmatrix}1&0\\0&5\end{pmatrix}.

Determinan matriks semula adalah 55, jadi d2d_2 injektif dan kerd2=0\ker d_2=0. Bentuk normal Smith menunjukkan

cokerd2/5. \operatorname{coker}d_2\cong\mathbb Z/5\mathbb Z.

Akibatnya

Hn(X;){,n=0,/5,n=1,0,n2. H_n(X;\mathbb Z) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,\\ \mathbb Z/5\mathbb Z,&n=1,\\ 0,&n\geq2. \end{cases}

Pemeriksaan Penguasaan F7.2 (lema kerangka). Misalkan XX kompleks CW berdimensi hingga dan X(m)X^{(m)} adalah mm-kerangkanya. Gunakan

Hj(X(m),X(m1)){eαm[eαm],j=m,0,jm, H_j(X^{(m)},X^{(m-1)}) \cong \begin{cases} \displaystyle\bigoplus_{e^m_\alpha}\mathbb Z[e^m_\alpha],&j=m,\\ 0,&j\ne m, \end{cases}

bersama barisan eksak panjang pasangan untuk membuktikan:

  1. Hk(X(n))=0H_k(X^{(n)})=0 untuk k>nk>n;
  2. inklusi X(n)XX^{(n)}\hookrightarrow X menginduksi isomorfisma pada HkH_k untuk k<nk<n dan epimorfisma pada HnH_n;
  3. epimorfisma pada derajat nn tidak selalu merupakan isomorfisma. Berikan satu contoh CW eksplisit.

Terakhir, jelaskan bagaimana argumen meluas ke kompleks CW berdimensi tak hingga.

Petunjuk. Untuk pasangan (X(m),X(m1))(X^{(m)},X^{(m-1)}), lihat suku-suku pada derajat k+1,k,k1k+1,k,k-1. Ketika sel-mm dilekatkan, homologi derajat k<m1k<m-1 tidak berubah dan homologi derajat m1m-1 hanya dapat berkurang. Untuk contoh terakhir, lekatkan satu sel-(n+1)(n+1) pada SnS^n melalui peta identitas.

Solusi Pemeriksaan F7.2. Barisan eksak panjang pasangan memuat

Hk+1(X(m),X(m1))Hk(X(m1))Hk(X(m))Hk(X(m),X(m1)). H_{k+1}(X^{(m)},X^{(m-1)}) \longrightarrow H_k(X^{(m-1)}) \longrightarrow H_k(X^{(m)}) \longrightarrow H_k(X^{(m)},X^{(m-1)}).

Jika k>mk>m, kedua grup relatif di ujung nol. Maka Hk(X(m1))Hk(X(m))H_k(X^{(m-1)})\to H_k(X^{(m)}) adalah isomorfisma. Mengulang proses sampai X(0)X^{(0)} memberi

Hk(X(m))Hk(X(0))=0(k>m). H_k(X^{(m)})\cong H_k(X^{(0)})=0 \qquad(k>m).

Sekarang tetapkan nn. Pada langkah X(n)X(n+1)X^{(n)}\hookrightarrow X^{(n+1)}, grup relatif hanya mungkin tak nol pada derajat n+1n+1. Karena itu inklusi merupakan isomorfisma pada HkH_k untuk k<nk<n dan epimorfisma pada HnH_n. Pada setiap langkah selanjutnya m>n+1m>n+1, kedua grup relatif yang mengapit HkH_k lenyap untuk knk\leq n. Komposisi memberi

Hk(X(n))Hk(X)(k<n),Hn(X(n))Hn(X). H_k(X^{(n)})\xrightarrow{\ \cong\ }H_k(X)\qquad(k<n), \qquad H_n(X^{(n)})\twoheadrightarrow H_n(X).

Epimorfisma terakhir dapat mempunyai kernel. Ambil X(n)=SnX^{(n)}=S^n dan lekatkan satu sel-(n+1)(n+1) melalui peta identitas SnSnS^n\to S^n. Ruang hasilnya Dn+1D^{n+1}, sehingga

Hn(X(n)),Hn(X)=0. H_n(X^{(n)})\cong\mathbb Z, \qquad H_n(X)=0.

Untuk kompleks CW berdimensi tak hingga, dukungan setiap rantai singular kompak dan termuat dalam subkompleks hingga. Dengan mengambil limit terarah atas subkompleks hingga, argumen yang sama berlaku pada setiap derajat tetap.

Pemeriksaan Penguasaan F7.3 (rumus insidensi dan perubahan orientasi). Sebuah kompleks CW YY mempunyai satu sel-00, tiga sel-11 berorientasi e1,e2,e3e_1,e_2,e_3, serta dua sel-22 berorientasi x1,x2x_1,x_2. Kata pelekatannya adalah

wx1=e1e31,wx2=e12e23e3. w_{x_1}=e_1e_3^{-1}, \qquad w_{x_2}=e_1^{-2}e_2^3e_3.

  1. Hitung matriks d2d_2 terhadap basis (x1,x2)(x_1,x_2) dan (e1,e2,e3)(e_1,e_2,e_3).
  2. Balik orientasi x1x_1 dan e2e_2 tanpa mengubah orientasi sel lain. Hitung matriks baru sebagai perkalian matriks tanda di kiri dan kanan.
  3. Buktikan bahwa perubahan orientasi sel tidak mengubah homologi seluler.
  4. Hitung H2(Y)H_2(Y) dan H1(Y)H_1(Y) sebelum maupun sesudah perubahan.

Petunjuk. Meruntuhkan semua sel-11 kecuali eie_i mengubah kata pelekatan menjadi peta S1Sei1S^1\to S^1_{e_i}; derajatnya adalah jumlah eksponen eie_i. Membalik orientasi sel domain mengalikan satu kolom dengan 1-1, sedangkan membalik orientasi sel kodomain mengalikan satu baris dengan 1-1.

Solusi Pemeriksaan F7.3. Jumlah eksponen pada kedua kata ialah

x1:(1,0,1),x2:(2,3,1). x_1:(1,0,-1), \qquad x_2:(-2,3,1).

Dengan baris (e1,e2,e3)(e_1,e_2,e_3) dan kolom (x1,x2)(x_1,x_2),

A=[d2]=(120311). A=[d_2] = \begin{pmatrix} 1&-2\\ 0&3\\ -1&1 \end{pmatrix}.

Tuliskan basis baru x1=x1x'_1=-x_1, x2=x2x'_2=x_2 dan e1=e1e'_1=e_1, e2=e2e'_2=-e_2, e3=e3e'_3=e_3. Maka

A=(100010001)PA(1001)Q=(120311). A' = \underbrace{\begin{pmatrix}1&0&0\\0&-1&0\\0&0&1\end{pmatrix}}_{P} A \underbrace{\begin{pmatrix}-1&0\\0&1\end{pmatrix}}_{Q} = \begin{pmatrix} -1&-2\\ 0&-3\\ 1&1 \end{pmatrix}.

Matriks P,QP,Q unimodular. Secara abstrak, pembalikan orientasi hanya mengganti basis bebas grup rantai; isomorfisma rantai membawa kernel ke kernel dan citra ke citra, sehingga homologi tidak berubah.

Karena hanya ada satu simpul, d1=0d_1=0. Kedua kolom AA bebas linear, maka H2(Y)=0H_2(Y)=0. FPB semua entri adalah 11 dan FPB semua minor dua-kali-dua adalah

gcd(3,1,3)=1. \gcd(3,-1,3)=1.

Bentuk normal Smith mempunyai dua entri diagonal 1,11,1, sehingga

H1(Y)=3/imA. H_1(Y)=\mathbb Z^3/\operatorname{im}A\cong\mathbb Z.

Matriks A=PAQA'=PAQ mempunyai bentuk normal Smith yang sama.

Pemeriksaan Penguasaan F7.4 (torus dan permukaan genus-gg). Untuk g1g\geq1, berikan Σg\Sigma_g struktur CW dengan satu sel-00 vv, sel-11

a1,b1,,ag,bg, a_1,b_1,\ldots,a_g,b_g,

dan satu sel-22 Δ\Delta yang dilekatkan melalui

wg=i=1g[ai,bi],[ai,bi]=aibiai1bi1. w_g=\prod_{i=1}^{g}[a_i,b_i], \qquad [a_i,b_i]=a_ib_ia_i^{-1}b_i^{-1}.

  1. Tuliskan seluruh kompleks rantai seluler dan kedua matriks batas.
  2. Hitung Hn(Σg;)H_n(\Sigma_g;\mathbb Z) untuk semua nn.
  3. Khususkan jawaban pada g=1g=1 untuk memperoleh homologi torus.
  4. Periksa dengan karakteristik Euler dan jelaskan bagaimana H1H_1 membedakan genus.

Petunjuk. Setiap aia_i dan bib_i muncul sekali dengan eksponen +1+1 dan sekali dengan eksponen 1-1. Semua sel-11 berawal dan berakhir di vv, sehingga d1=0d_1=0.

Solusi Pemeriksaan F7.4. Grup rantainya adalah

0C2=Δd2C1=i=1g(aibi)d1C0=v0. 0\longrightarrow C_2=\mathbb Z\langle\Delta\rangle \xrightarrow{d_2} C_1=\bigoplus_{i=1}^{g} \left(\mathbb Z\langle a_i\rangle\oplus \mathbb Z\langle b_i\rangle\right) \xrightarrow{d_1} C_0=\mathbb Z\langle v\rangle \longrightarrow0.

Matriks d1d_1 adalah matriks nol berukuran 1×2g1\times2g. Semua jumlah eksponen dalam wgw_g nol, sehingga

[d2](a1,b1,,ag,bg)(Δ)=(000)2g×1. [d_2]_{(a_1,b_1,\ldots,a_g,b_g)\leftarrow(\Delta)} = \begin{pmatrix}0\\0\\\vdots\\0\end{pmatrix}_{2g\times1}.

Jadi

Hn(Σg;){,n=0,2,2g,n=1,0,selain itu. H_n(\Sigma_g;\mathbb Z) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,2,\\ \mathbb Z^{2g},&n=1,\\ 0,&\text{selain itu}. \end{cases}

Untuk g=1g=1, diperoleh

H0(T2)=,H1(T2)=2,H2(T2)=. H_0(T^2)=\mathbb Z, \qquad H_1(T^2)=\mathbb Z^2, \qquad H_2(T^2)=\mathbb Z.

Hitungan sel dan peringkat homologi sama-sama memberi

χ(Σg)=12g+1=22g. \chi(\Sigma_g)=1-2g+1=2-2g.

Selain itu, rankH1(Σg)=2g\operatorname{rank}H_1(\Sigma_g)=2g, sehingga genus adalah setengah peringkat H1H_1.

Pemeriksaan Penguasaan F7.5 (botol Klein dan poligon sumber). Pertahankan struktur CW poligon sumber: botol Klein KK mempunyai satu sel-00 v0v_0, dua sel-11 berorientasi a,ba,b, dan satu sel-22 Δ\Delta. Jika batas persegi ditelusuri mengikuti panah sumber, kata pelekatannya siklik ekuivalen dengan

wsumber=b2a2 w_{\mathrm{sumber}}=b^2a^2

atau inversnya jika orientasi Δ\Delta dibalik.

  1. Hitung kolom d2d_2 dari jumlah eksponen a,ba,b dan jelaskan pengaruh pembalikan orientasi Δ\Delta.
  2. Hitung H2(K;)H_2(K;\mathbb Z), H1(K;)H_1(K;\mathbb Z), dan H0(K;)H_0(K;\mathbb Z) dengan menampilkan kernel dan citra.
  3. Lakukan perubahan basis unimodular u=au=a, s=a+bs=a+b, lalu tuliskan d2d_2 dan H1H_1 dalam basis (u,s)(u,s).
  4. Bandingkan dengan dekomposisi persegi berhadapan yang lebih lazim, dengan pembangkit x,yx,y dan kata xyx1yxyx^{-1}y. Bangun isomorfisma eksplisit kompleks rantai dan jelaskan perubahan presentasi grupnya.

Petunjuk. Pada b2a2b^2a^2, jumlah eksponen kedua huruf adalah 22. Karena b=sub=s-u, vektor 2a+2b2a+2b menjadi 2s2s. Untuk dekomposisi standar, d2d_2 mengirim pembangkit sel-22 ke 2y2y. Pada tingkat grup, coba x=ax=a dan y=a1b1y=a^{-1}b^{-1}; perhatikan konjugasi siklik dan inversi relator secara terpisah.

Solusi Pemeriksaan F7.5. Kompleks rantainya ialah

0Δd2abd1v00. 0\longrightarrow\mathbb Z\langle\Delta\rangle \xrightarrow{d_2} \mathbb Z\langle a\rangle\oplus\mathbb Z\langle b\rangle \xrightarrow{d_1} \mathbb Z\langle v_0\rangle \longrightarrow0.

Karena a,ba,b adalah gelung pada v0v_0, d1=0d_1=0. Dari kata poligon sumber,

expa(b2a2)=2,expb(b2a2)=2, \operatorname{exp}_a(b^2a^2)=2, \qquad \operatorname{exp}_b(b^2a^2)=2,

sehingga

d2(Δ)=2a+2b=2(a+b),[d2](a,b)(Δ)=(22). d_2(\Delta)=2a+2b=2(a+b), \qquad [d_2]_{(a,b)\leftarrow(\Delta)} = \begin{pmatrix}2\\2\end{pmatrix}.

Pembalikan orientasi Δ\Delta mengalikan seluruh kolom dengan 1-1 tanpa mengubah kernel atau citranya. Dengan demikian,

kerd2=0,imd2=(2,2),kerd1=2. \ker d_2=0, \qquad \operatorname{im}d_2=\mathbb Z(2,2), \qquad \ker d_1=\mathbb Z^2.

Maka

H2(K)=0,H1(K)=ab2(a+b),H0(K)=. H_2(K)=0, \qquad H_1(K)= \frac{\mathbb Za\oplus\mathbb Zb}{\langle2(a+b)\rangle}, \qquad H_0(K)=\mathbb Z.

Basis u=au=a, s=a+bs=a+b mempunyai matriks perubahan

U=(1101),detU=1. U= \begin{pmatrix}1&1\\0&1\end{pmatrix}, \qquad\det U=1.

Karena b=sub=s-u,

d2(Δ)=2u+2(su)=2s, d_2(\Delta)=2u+2(s-u)=2s,

dan

H1(K)us2su/2s. H_1(K) \cong \frac{\mathbb Zu\oplus\mathbb Zs}{\langle2s\rangle} \cong \mathbb Z\langle u\rangle \oplus\mathbb Z/2\mathbb Z\langle s\rangle.

Untuk dekomposisi standar dengan kata xyx1yxyx^{-1}y, jumlah eksponennya adalah (0,2)(0,2), sehingga d2std(Δstd)=2yd_2^{\mathrm{std}}(\Delta_{\mathrm{std}})=2y. Satu isomorfisma langsung antar-kompleks rantai adalah

F0(vstd)=v0,F1(x)=u,F1(y)=s,F2(Δstd)=Δ. F_0(v_{\mathrm{std}})=v_0, \qquad F_1(x)=u, \qquad F_1(y)=s, \qquad F_2(\Delta_{\mathrm{std}})=\Delta.

Memang,

F1d2std(Δstd)=2s=d2F2(Δstd). F_1d_2^{\mathrm{std}}(\Delta_{\mathrm{std}}) =2s =d_2F_2(\Delta_{\mathrm{std}}).

Perbandingan presentasi grup memakai perubahan pembangkit yang berbeda. Tetapkan

x=a,y=a1b1; x=a, \qquad y=a^{-1}b^{-1};

perubahan ini invertibel karena a=xa=x dan b=y1x1b=y^{-1}x^{-1}. Relator standar berubah menjadi

xyx1y=b1a2b1, xyx^{-1}y=b^{-1}a^{-2}b^{-1},

yang merupakan konjugat siklik dari (b2a2)1(b^2a^2)^{-1}, bukan pada umumnya relator dalam kelas konjugasi yang sama dengan b2a2b^2a^2. Konjugasi dan inversi tidak mengubah penutup normal suatu relator, sehingga kedua presentasi tetap memberi grup isomorfik.

Pada abelianisasi, perubahan pembangkit grup itu menginduksi

F1(x)=u,F1(y)=s. F_1(x)=u, \qquad F_1(y)=-s.

Agar menjadi peta rantai, pilih pula F2(Δstd)=ΔF_2(\Delta_{\mathrm{std}})=-\Delta; lalu

F1(2y)=2s=d2(Δ). F_1(2y)=-2s=d_2(-\Delta).

Ini adalah isomorfisma rantai kedua yang diinduksi perubahan pembangkit grup. Ia sengaja dibedakan dari isomorfisma langsung F1(y)=sF_1(y)=s, F2(Δstd)=ΔF_2(\Delta_{\mathrm{std}})=\Delta di atas.

Pemeriksaan Penguasaan F7.6 (alternasi batas dan homologi n\mathbb{RP}^n). Berikan n\mathbb{RP}^n struktur CW standar dengan satu sel eke^k dalam setiap dimensi 0kn0\leq k\leq n.

  1. Tunjukkan bahwa dk:CkCk1d_k\colon C_k\to C_{k-1} adalah perkalian dengan 1+(1)k1+(-1)^k, yakni dk=0d_k=0 untuk kk ganjil dan dk=2d_k=2 untuk kk genap.
  2. Hitung Hj(n;)H_j(\mathbb{RP}^n;\mathbb Z) dan pisahkan kasus nn ganjil dari nn genap.
  3. Tuliskan kompleks rantai dan homologi secara eksplisit bagi 4\mathbb{RP}^4 dan 5\mathbb{RP}^5.

Petunjuk. Setelah k2\mathbb{RP}^{k-2} diruntuhkan, dua belahan sfera batas sel-kk memetakan ke Sk1S^{k-1}. Kontribusi derajatnya adalah 11 dan derajat peta antipodal pada Sk1S^{k-1}, yaitu (1)k(-1)^k. Pada 0<j<n0<j<n, hitung kerdj/imdj+1\ker d_j/\operatorname{im}d_{j+1}; pada derajat teratas tidak ada citra dari atas.

Solusi Pemeriksaan F7.6. Peta pelekatan sel-kk adalah penutup ganda

Sk1k1. S^{k-1}\longrightarrow\mathbb{RP}^{k-1}.

Setelah k2\mathbb{RP}^{k-2} diruntuhkan, peta insidensi Sk1Sk1S^{k-1}\to S^{k-1} mempunyai dua lembar lokal. Pilih orientasi agar lembar pertama berderajat 11. Lembar kedua berbeda melalui peta antipodal pada Sk1S^{k-1}, yang berderajat

(1)(k1)+1=(1)k. (-1)^{(k-1)+1}=(-1)^k.

Jadi

dk=1+(1)k={0,k ganjil,2,k genap. d_k=1+(-1)^k = \begin{cases} 0,&k\text{ ganjil},\\ 2,&k\text{ genap}. \end{cases}

Kompleks rantainya berupa satu salinan \mathbb Z pada setiap derajat 0,,n0,\ldots,n, dengan panah yang berselang-seling. Untuk 0<j<n0<j<n, jika jj ganjil maka kerdj=\ker d_j=\mathbb Z dan imdj+1=2\operatorname{im}d_{j+1}=2\mathbb Z, sehingga Hj/2H_j\cong\mathbb Z/2\mathbb Z. Jika jj genap, djd_j injektif. Pada dimensi teratas, Hn=kerdnH_n=\ker d_n bernilai \mathbb Z bila nn ganjil dan nol bila nn genap. Jadi

Hj(n;){,j=0,/2,0<j<ndan j ganjil,,j=ndan n ganjil,0,selain itu. H_j(\mathbb{RP}^n;\mathbb Z) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&j=0,\\ \mathbb Z/2\mathbb Z,&0<j<n\ \text{dan }j\text{ ganjil},\\ \mathbb Z,&j=n\ \text{dan }n\text{ ganjil},\\ 0,&\text{selain itu}. \end{cases}

Untuk 4\mathbb{RP}^4,

020200, 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{2}\mathbb Z \xrightarrow{0}\mathbb Z \xrightarrow{2}\mathbb Z \xrightarrow{0}\mathbb Z \longrightarrow0,

sehingga

H0=,H1=/2,H2=0,H3=/2,H4=0. H_0=\mathbb Z,\quad H_1=\mathbb Z/2,\quad H_2=0,\quad H_3=\mathbb Z/2,\quad H_4=0.

Untuk 5\mathbb{RP}^5,

0020200, 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{0}\mathbb Z \xrightarrow{2}\mathbb Z \xrightarrow{0}\mathbb Z \xrightarrow{2}\mathbb Z \xrightarrow{0}\mathbb Z \longrightarrow0,

sehingga

H0=,H1=/2,H2=0,H3=/2,H4=0,H5=. H_0=\mathbb Z,\quad H_1=\mathbb Z/2,\quad H_2=0,\quad H_3=\mathbb Z/2,\quad H_4=0,\quad H_5=\mathbb Z.

Batas sumber komponen. Unit ini menerjemahkan algebraic_topology.tex baris 3518–4185 secara kontigu, yaitu seluruh Bagian 1.13 tentang homologi seluler. Kelima belas lingkungan semantik sumber dipertahankan dalam urutan aslinya; ketujuh belas fungsi diagram dipelihara sebagai tiga gambar ulang aksesibel dan empat belas tampilan semantik; delapan koreksi sumber serta satu klarifikasi batas permukaan tertutup dicatat terpisah; dan tiga perbaikan bukti ditandai sebagai materi asli edisi. Enam soal penguasaan mempunyai petunjuk dan solusi lengkap.

Baris sumber berikutnya tepat baris 4186:

. Rentang jembatan Fomberg yang dipilih berakhir pada baris 4185, sehingga kursor berikutnya adalah 4186 dan tidak ada bagian “Extras before cohomology” yang diterjemahkan dalam unit ini.

Asesmen Kumulatif 1: fondasi hingga barisan eksak homotopi

Asesmen ini menguji hubungan lintas-topik dari D60-R01 sampai D60-R07. Setiap soal diikuti petunjuk dan solusi lengkap. Untuk pemakaian sebagai ujian, kerjakan delapan soal terlebih dahulu tanpa membuka kedua bagian tersebut. Seluruh soal dan solusi pada berkas ini merupakan materi edisi asli berlisensi CC BY-SA 4.0; materi ini tidak mengubah urutan atau penomoran edisi Roberts dan Fomberg.

Soal 1 — hasil bagi interval dan lingkaran

Pada I=[0,1]I=[0,1], ambil relasi ekuivalensi yang hanya mengidentifikasi 00 dengan 11, dan tulis q:II/q:I\to I/{\sim} untuk peta hasil bagi. Buktikan bahwa

f:I/S1,f([t])=(cos2πt,sin2πt), \bar f:I/{\sim}\longrightarrow S^1, \qquad \bar f([t])=(\cos 2\pi t,\sin 2\pi t),

adalah homeomorfisma. Dalam bukti Anda, jelaskan secara terpisah mengapa f\bar f terdefinisi dengan baik, kontinu, dan mempunyai invers kontinu.

Petunjuk. Mulailah dari f(t)=(cos2πt,sin2πt)f(t)=(\cos 2\pi t,\sin 2\pi t). Gunakan sifat universal topologi hasil bagi. Setelah memperoleh bijeksi kontinu, gunakan kekompakan I/I/{\sim} dan sifat Hausdorff S1S^1.

Solusi. Fungsi f:IS1f:I\to S^1 memenuhi f(0)=f(1)f(0)=f(1), sehingga nilainya konstan pada setiap kelas ekuivalensi. Karena itu rumus f([t])=f(t)\bar f([t])=f(t) terdefinisi dengan baik dan memenuhi f=fqf=\bar f\circ q. Berdasarkan sifat universal peta hasil bagi, kontinuitas ff mengimplikasikan kontinuitas f\bar f.

Setiap titik S1S^1 mempunyai representasi (cos2πt,sin2πt)(\cos 2\pi t,\sin 2\pi t) untuk suatu t[0,1]t\in[0,1], jadi f\bar f surjektif. Jika f(s)=f(t)f(s)=f(t), maka sts-t\in\mathbb Z. Untuk s,t[0,1]s,t\in[0,1], hal ini berarti s=ts=t atau {s,t}={0,1}\{s,t\}=\{0,1\}; kedua kemungkinan memberi [s]=[t][s]=[t]. Jadi f\bar f injektif.

Ruang I/I/{\sim} kompak karena merupakan citra kontinu ruang kompak II, dan S1S^1 Hausdorff. Setiap bijeksi kontinu dari ruang kompak ke ruang Hausdorff adalah homeomorfisma. Maka invers f1\bar f^{-1} kontinu, sehingga f\bar f adalah homeomorfisma.

Soal 2 — retraksi deformasi kuat

Untuk X=2\{0}X=\mathbb R^2\setminus\{0\}, definisikan

H(x,t)=((1t)+tx)x. H(x,t)=\left((1-t)+\frac{t}{\lVert x\rVert}\right)x.

Buktikan bahwa HH adalah retraksi deformasi kuat XX ke S1S^1. Simpulkan bahwa inklusi i:S1Xi:S^1\hookrightarrow X menginduksi isomorfisma pada grup fundamental.

Petunjuk. Periksa empat hal: kontinuitas, fakta bahwa H(x,t)0H(x,t)\ne0 untuk semua (x,t)(x,t), nilai pada t=0t=0 dan t=1t=1, serta apa yang terjadi bila x=1\lVert x\rVert=1.

Solusi. Fungsi norma tidak nol pada XX, sehingga HH kontinu. Koefisien

(1t)+tx (1-t)+\frac{t}{\lVert x\rVert}

selalu positif untuk 0t10\le t\le1; akibatnya H(x,t)0H(x,t)\ne0 dan seluruh homotopi berada di XX. Selain itu,

H(x,0)=x,H(x,1)=xxS1. H(x,0)=x, \qquad H(x,1)=\frac{x}{\lVert x\rVert}\in S^1.

Jika xS1x\in S^1, koefisien tersebut sama dengan 11 untuk semua tt, jadi H(x,t)=xH(x,t)=x. Dengan demikian r(x)=x/xr(x)=x/\lVert x\rVert adalah retraksi dan HH adalah homotopi dari idX\operatorname{id}_X ke iri\circ r yang tetap pada S1S^1: tepatnya suatu retraksi deformasi kuat.

Karena ri=idS1r\circ i=\operatorname{id}_{S^1} dan iridXi\circ r\simeq\operatorname{id}_X, peta ii dan rr adalah ekuivalensi homotopi. Funktorialitas grup fundamental kemudian memberi isomorfisma i*:π1(S1)π1(X)i_*:\pi_1(S^1)\xrightarrow{\cong}\pi_1(X).

Soal 3 — pengangkatan lintasan dan bilangan lilit

Ambil peta penutup p:S1p:\mathbb R\to S^1, p(u)=e2πiup(u)=e^{2\pi i u}, dan loop

γ(s)=e2πi(3s+1/4),0s1. \gamma(s)=e^{2\pi i(3s+1/4)},\qquad 0\le s\le1.

Tentukan pengangkatan tunggal γ̃\widetilde\gamma yang memenuhi γ̃(0)=1/4\widetilde\gamma(0)=1/4. Hitung titik akhirnya dan jelaskan bagaimana hasil itu merekam kelas [γ][\gamma] di π1(S1,i)\pi_1(S^1,i).

Petunjuk. Coba γ̃(s)=3s+1/4\widetilde\gamma(s)=3s+1/4, lalu gunakan ketunggalan pengangkatan dengan titik awal tetap. Selisih titik akhir dan titik awal adalah bilangan bulat.

Solusi. Rumus

γ̃(s)=3s+14 \widetilde\gamma(s)=3s+\frac14

memenuhi γ̃(0)=1/4\widetilde\gamma(0)=1/4 dan p(γ̃(s))=γ(s)p(\widetilde\gamma(s))=\gamma(s). Teorema pengangkatan lintasan menjamin bahwa inilah satu-satunya pengangkatan dengan titik awal tersebut. Titik akhirnya ialah

γ̃(1)=134=14+3. \widetilde\gamma(1)=\frac{13}{4} =\frac14+3.

Untuk penutup universal S1\mathbb R\to S^1, selisih bilangan bulat antara titik akhir dan titik awal pengangkatan loop adalah bilangan lilitnya. Jadi [γ][\gamma] bersesuaian dengan 3π1(S1,i)3\in\mathbb Z\cong\pi_1(S^1,i). Pengangkatan tidak tertutup karena kelas ini bukan nol.

Soal 4 — monodromi penutup berhingga

Untuk n2n\ge2, ambil pn:S1S1p_n:S^1\to S^1, pn(z)=znp_n(z)=z^n. Beri label serat di atas 11 dengan ζj=e2πij/n\zeta_j=e^{2\pi i j/n}, j/nj\in\mathbb Z/n\mathbb Z. Hitung aksi monodromi generator λ(t)=e2πit\lambda(t)=e^{2\pi i t} pada serat itu. Gunakan hasilnya untuk menentukan keterhubungan ruang total, stabilisator ζ0\zeta_0, dan grup transformasi dek.

Petunjuk. Angkat λ\lambda dari ζj\zeta_j dengan lintasan te2πi(t+j)/nt\mapsto e^{2\pi i(t+j)/n}. Ingat bahwa orbit monodromi adalah komponen ruang total.

Solusi. Pengangkatan yang berawal di ζj\zeta_j ialah

λ̃j(t)=e2πi(t+j)/n, \widetilde\lambda_j(t)=e^{2\pi i(t+j)/n},

sebab pn(λ̃j(t))=e2πi(t+j)=λ(t)p_n(\widetilde\lambda_j(t))=e^{2\pi i(t+j)}=\lambda(t). Titik akhirnya adalah ζj+1\zeta_{j+1}. Jadi generator 1π1(S1)1\in\pi_1(S^1)\cong\mathbb Z bertindak dengan siklus

jj+1(modn). j\longmapsto j+1\pmod n.

Aksi ini transitif, sehingga ruang total penutup terhubung. Suatu unsur mm\in\mathbb Z menstabilkan ζ0\zeta_0 tepat bila m0(modn)m\equiv0\pmod n; jadi stabilisatornya nn\mathbb Z. Transformasi dek adalah rotasi zζjzz\mapsto\zeta_jz. Rotasi-rotasi ini membentuk grup siklik berorde nn, maka Deck(pn)/n\operatorname{Deck}(p_n)\cong\mathbb Z/n\mathbb Z.

Soal 5 — van Kampen dan grup fundamental torus

Gunakan model CW torus T2T^2 yang mempunyai satu sel-00, dua sel-11 berlabel a,ba,b, dan satu sel-22 yang dilekatkan sepanjang kata aba1b1aba^{-1}b^{-1}. Terapkan teorema Seifert–van Kampen untuk menghitung π1(T2)\pi_1(T^2).

Petunjuk. Kerangka-11 adalah S1S1S^1\vee S^1 dengan grup bebas pada a,ba,b. Pelekatan sel-22 menambahkan satu relasi: kata pelekat menjadi unsur identitas.

Solusi. Kerangka-11 torus mempunyai grup fundamental F(a,b)F(a,b), grup bebas pada dua generator. Menurut van Kampen, pelekatan sel-22 di sepanjang loop yang mewakili aba1b1aba^{-1}b^{-1} menghasilkan hasil bagi grup bebas oleh penutupan normal kata tersebut. Jadi

π1(T2)a,baba1b1=1=a,bab=ba. \pi_1(T^2) \cong \langle a,b\mid aba^{-1}b^{-1}=1\rangle =\langle a,b\mid ab=ba\rangle.

Presentasi terakhir adalah grup abelian bebas pada aa dan bb. Pemetaan a(1,0)a\mapsto(1,0) dan b(0,1)b\mapsto(0,1) memberi isomorfisma π1(T2)2\pi_1(T^2)\cong\mathbb Z^2.

Soal 6 — klasifikasi penutup lingkaran

Klasifikasikan, hingga isomorfisma penutup, semua penutup terhubung berlembar empat dari S1S^1. Berikan model eksplisit, subgrup π1(S1)\pi_1(S^1) yang bersesuaian, serta grup transformasi deknya. Jelaskan pula mengapa tidak ada model terhubung lain yang tidak isomorfik dengannya.

Petunjuk. Subgrup berindeks empat dari \mathbb Z hanya satu. Karena \mathbb Z abelian, klasifikasi ruang penutup bertitik maupun tak bertitik tidak menimbulkan kelas konjugasi tambahan.

Solusi. Kita mempunyai π1(S1)\pi_1(S^1)\cong\mathbb Z. Subgrup berindeks empat harus berbentuk 44\mathbb Z, dan memang indeksnya empat. Teorema klasifikasi ruang penutup memberi satu kelas penutup terhubung bertitik untuk subgrup ini. Model eksplisitnya adalah

p4:S1S1,p4(z)=z4. p_4:S^1\longrightarrow S^1, \qquad p_4(z)=z^4.

Karena \mathbb Z abelian, semua subgrupnya normal dan konjugasi tidak mengubah 44\mathbb Z. Maka klasifikasi tak bertitik juga hanya mempunyai satu kelas isomorfisma terhubung berlembar empat. Grup transformasi dek adalah

N(4)/(4)=/4, N_{\mathbb Z}(4\mathbb Z)/(4\mathbb Z) =\mathbb Z/4\mathbb Z,

yang pada model eksplisit bekerja melalui rotasi oleh akar-akar keempat dari 11.

Soal 7 — barisan eksak homotopi fibrasi Hopf

Untuk fibrasi Hopf

S1S3S2, S^1\longrightarrow S^3\longrightarrow S^2,

gunakan barisan eksak panjang homotopi dan fakta standar π1(S3)=π2(S3)=0\pi_1(S^3)=\pi_2(S^3)=0 untuk membuktikan π2(S2)\pi_2(S^2)\cong\mathbb Z. Buktikan juga bahwa πk(S3)πk(S2)\pi_k(S^3)\to\pi_k(S^2) adalah isomorfisma untuk setiap k3k\ge3.

Petunjuk. Tulis bagian barisan yang mengapit π2(S2)\pi_2(S^2). Untuk k3k\ge3, gunakan πj(S1)=0\pi_j(S^1)=0 bagi semua j2j\ge2.

Solusi. Bagian relevan barisan eksak panjang ialah

π2(S3)π2(S2)π1(S1)π1(S3). \pi_2(S^3)\longrightarrow\pi_2(S^2) \xrightarrow{\partial}\pi_1(S^1) \longrightarrow\pi_1(S^3).

Kedua grup di ujung bernilai nol. Eksakitas karena itu membuat \partial injektif sekaligus surjektif. Maka

π2(S2)π1(S1). \pi_2(S^2)\cong\pi_1(S^1)\cong\mathbb Z.

Untuk k3k\ge3, barisan yang sama memuat

πk(S1)πk(S3)πk(S2)πk1(S1). \pi_k(S^1)\longrightarrow\pi_k(S^3) \longrightarrow\pi_k(S^2) \longrightarrow\pi_{k-1}(S^1).

Karena k3k\ge3, kedua grup yang melibatkan S1S^1 bernilai nol. Eksakitas memaksa peta tengah πk(S3)πk(S2)\pi_k(S^3)\to\pi_k(S^2) menjadi isomorfisma.

Soal 8 — kriteria pengangkatan peta torus

Untuk bilangan bulat m,nm,n dan k2k\ge2, definisikan

fm,n:T2=S1×S1S1,fm,n(z,w)=zmwn, f_{m,n}:T^2=S^1\times S^1\longrightarrow S^1, \qquad f_{m,n}(z,w)=z^m w^n,

dan pk:S1S1p_k:S^1\to S^1, pk(u)=ukp_k(u)=u^k. Tentukan syarat perlu dan cukup agar ada g:T2S1g:T^2\to S^1 dengan pkg=fm,np_k\circ g=f_{m,n}. Jika syarat itu terpenuhi, berikan semua pengangkatan tersebut.

Petunjuk. Di bawah identifikasi π1(T2)2\pi_1(T^2)\cong\mathbb Z^2 dan π1(S1)\pi_1(S^1)\cong\mathbb Z, hitung (fm,n)*(a,b)(f_{m,n})_*(a,b). Citra (pk)*(p_k)_* adalah kk\mathbb Z.

Solusi. Pada grup fundamental,

(fm,n)*:2,(a,b)ma+nb. (f_{m,n})_*:\mathbb Z^2\longrightarrow\mathbb Z, \qquad (a,b)\longmapsto ma+nb.

Kriteria pengangkatan untuk pkp_k menyatakan bahwa pengangkatan ada tepat bila

(fm,n)*(2)(pk)*()=k. (f_{m,n})_*(\mathbb Z^2)\subseteq(p_k)_*(\mathbb Z)=k\mathbb Z.

Dengan memasukkan (1,0)(1,0) dan (0,1)(0,1), inklusi ini setara dengan kmk\mid m dan knk\mid n. Jadi syarat tersebut perlu dan cukup.

Jika m=kmm=km' dan n=knn=kn', satu pengangkatan ialah

g0(z,w)=zmwn, g_0(z,w)=z^{m'}w^{n'},

karena g0(z,w)k=fm,n(z,w)g_0(z,w)^k=f_{m,n}(z,w). Semua pengangkatan lain diperoleh dengan mengalikan g0g_0 oleh transformasi dek konstan: untuk ζμk={uS1:uk=1}\zeta\in\mu_k=\{u\in S^1:u^k=1\},

gζ(z,w)=ζzmwn. g_\zeta(z,w)=\zeta z^{m'}w^{n'}.

Ruang T2T^2 terhubung, sehingga dua pengangkatan yang berimpit di satu titik harus sama. Serat pkp_k di setiap titik mempunyai tepat kk anggota. Dengan demikian, gζg_\zeta untuk ζμk\zeta\in\mu_k adalah seluruh pengangkatan fm,nf_{m,n} melalui pkp_k, dan jumlahnya tepat kk.

Peta cakupan asesmen

Soal Route utama Kompetensi yang diperiksa
1 D60-R01 topologi hasil bagi, kekompakan, dan sifat Hausdorff
2 D60-R02 retraksi deformasi kuat dan invariansi homotopi
3 D60-R03 pengangkatan lintasan dan bilangan lilit
4 D60-R04 monodromi, orbit, stabilisator, dan transformasi dek
5 D60-R05 van Kampen dan presentasi grup
6 D60-R06 klasifikasi ruang penutup
7 D60-R07 fibrasi dan barisan eksak panjang homotopi
8 D60-R06; sintesis R04–R05 kriteria pengangkatan melalui grup fundamental

Asesmen selesai pada delapan soal, delapan petunjuk, dan delapan solusi penuh. Tidak ada soal dari bank masalah Fomberg yang disalin atau diadaptasi di sini.

Petunjuk penguasaan untuk Rute 1–6

Berkas ini menambahkan petunjuk bagi 36 soal yang sudah mempunyai solusi lengkap dalam edisi. Soal dan solusi tersebut tidak disalin atau diubah di sini. Setiap blok menunjuk tepat ke satu soal, satu solusi yang sudah ada, komponen sumber, dan jalur berkas kanoniknya. Seluruh petunjuk merupakan materi edisi asli berlisensi CC BY-SA 4.0.

D60-R01 — topologi dasar dan konstruksi universal

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Ambil himpunan terbuka UYU\subseteq Y dan satu titik xf1(U)x\in f^{-1}(U). Hubungkan ketiga informasi berikut secara berurutan: f(x)Uf(x)\in U, definisi keterbukaan melalui basis lingkungan di YY, dan kontinuitas berbasis lingkungan dari ff. Sasaran lokalnya ialah menemukan lingkungan dasar dari xx yang seluruhnya berada di dalam f1(U)f^{-1}(U).

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Periksa satu per satu ketiga aksioma basis lingkungan. Untuk irisan dua anggota, gabungkan semua prabayangan dalam satu irisan berhingga; jika indeks yang sama muncul dua kali, gunakan aksioma irisan pada ruang targetnya. Untuk aksioma penyempurnaan lokal, sempurnakan dahulu setiap lingkungan NiN_i di YαiY_{\alpha_i}, baru tarik semuanya kembali ke XX.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Deskripsikan lingkungan dasar suatu titik xx dalam topologi awal sebagai f1(N)f^{-1}(N) untuk lingkungan NN dari f(x)f(x). Karena f(x1)=f(x2)f(x_1)=f(x_2), lingkungan yang sama di YY dapat dipakai pada kedua titik. Setelah memperoleh satu arah implikasi, tukarkan peran x1x_1 dan x2x_2.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Tulis dahulu invers himpunan dari Φ\Phi dengan mempertahankan label komponen β\beta. Untuk kontinuitas Φ\Phi, uji setiap pembatasannya ke X×ZβX\times Z_\beta dan gunakan sifat universal jumlah. Untuk inversnya, perhatikan bahwa himpunan X×inβ(Zβ)X\times\operatorname{in}_\beta(Z_\beta) membentuk sampul terbuka, sehingga kontinuitas dapat diperiksa per komponen lalu direkatkan.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Setiap titik pada gabungan saling lepas mengingat tepat satu label β\beta, jadi nilai calon hh sudah dipaksa oleh hβh_\beta. Setelah fungsi himpunannya didefinisikan per komponen, jangan periksa kontinuitas dari awal: gunakan langsung karakterisasi topologi akhir melalui semua inklusi inβ\operatorname{in}_\beta.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Untuk membuktikan arah yang tidak langsung, misalkan AUαA\cap U_\alpha terbuka dalam UαU_\alpha untuk setiap α\alpha. Gunakan fakta bahwa setiap UαU_\alpha sendiri terbuka dalam XX, lalu tulis AA sebagai gabungan semua AUαA\cap U_\alpha. Arah sebaliknya cukup memakai sifat topologi subruang.

D60-R02 — keterhubungan, homotopi, dan kategori homotopi

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Dari u:XSu\colon X\to S, angkut fungsi itu ke ZZ dengan memakai h1h^{-1}; keunikan diperoleh dengan mengomposisikan kembali dengan hh. Kemudian bandingkan citra kedua fungsi. Karakterisasi keterhubungan melalui semua pemetaan kontinu ke ruang diskret membuat kesimpulan simetris dalam XX dan ZZ.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Untuk CDC\cup D, batasi satu pemetaan ke ruang diskret pada CC dan DD; sebuah titik dalam CDC\cap D memaksa kedua nilai konstan itu sama. Gunakan hasil ini untuk transitivitas \sim. Untuk mengenali kelas [x][x], pandanglah ia sebagai gabungan semua himpunan terhubung yang memuat xx, lalu buktikan keterhubungan dan kemaksimalannya secara terpisah.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Jika YY terhubung lintasan, pilih untuk setiap sSs\in S satu lintasan dari nilai pemetaan pertama ke nilai pemetaan kedua. Diskretnya SS memungkinkan lintasan-lintasan itu dirakit menjadi pemetaan kontinu pada I×SI\times S. Untuk arah balik, pilih ruang diskret sekecil mungkin yang masih merekam dua titik sebarang di YY.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Pada morfisma h:YZh\colon Y\to Z, calon pemetaan [A,Y][A,Z][A,Y]\to[A,Z] harus berupa pascakomposisi. Periksa lebih dahulu bahwa homotopi antara dua wakil tetap menjadi homotopi setelah dipascakomposisikan dengan hh. Sesudah itu, hukum identitas dan komposisi mengikuti dari hukum komposisi fungsi biasa.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Untuk kemandirian wakil dari [gf][g\circ f], ubah dahulu wakil ff sambil menahan gg, lalu ubah wakil gg sambil menahan hasil perubahan ff; gabungkan kedua homotopi. Setelah kategori terbentuk, terjemahkan persamaan invers di 𝑯𝒐\mathbf{Ho} kembali menjadi dua homotopi terhadap pemetaan identitas.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Untuk morfisma [f]:XY[f]\colon X\to Y di 𝑯𝒐\mathbf{Ho}, kandidat aksi pada [*,X][*,X] adalah [u][fu][u]\mapsto[f\circ u]. Ada dua kemandirian wakil yang harus diperiksa secara terpisah: wakil uu dan wakil ff. Baru setelah keduanya selesai, verifikasi identitas dan komposisi.

D60-R03 — ruang penutup, tarik balik, dan transpor

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Pisahkan “ada suatu bijeksi di antara dua serat” dari “lintasan tertentu menentukan suatu bijeksi”. Pada pernyataan kedua, ikuti satu titik serat melalui pengangkatan tunggal dan evaluasi titik akhirnya. Lalu tanyakan apa yang berubah jika lintasan antara dua titik dasar diganti dengan lintasan lain.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Untuk trivialitas lokal, tarik kembali suatu trivialisasi di atas VXV\subseteq X ke f1(V)Yf^{-1}(V)\subseteq Y. Pada morfisma, pertahankan koordinat yy dan terapkan morfisma pada koordinat serat. Untuk komposisi dua tarik balik, tulis kedua himpunan hasil kali serat secara eksplisit; untuk isomorfisma serat, gunakan proyeksi (y,z)z(y,z)\mapsto z.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Tulis titik pada S1S^1 melalui koordinat sudut modulo 11. Carilah fungsi sudut a(t)a(t) yang memenuhi na(t)t(mod1)na(t)\equiv t\pmod 1 dan a(0)=k/na(0)=k/n. Setelah memverifikasi proyeksinya, transpor diperoleh hanya dengan mengevaluasi pengangkatan itu pada t=1t=1.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Ambil pengangkatan γ̃z\widetilde\gamma_z di Z1Z_1 lalu komposisikan dengan hh. Persamaan bahwa hh berada di atas XX menunjukkan bahwa komposisi ini masih mengangkat γ\gamma dan mempunyai titik awal h(z)h(z). Gunakan ketunggalan pengangkatan sebelum mengevaluasi kedua ruas pada titik akhir.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Mulailah di titik serat 2πk2\pi k dan cari pengangkatan afin dari γn\gamma_n; kemiringannya ditentukan oleh bilangan putaran nn. Untuk konkatenasi, jangan memulai pengangkatan bagian kedua lagi di 2πk2\pi k: mulailah di titik akhir bagian pertama dan lacak perubahan total indeks bilangan bulat.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Pecah bukti menjadi empat tahap. (1) Bandingkan irisan berhingga subbasis [K,O][K,O] dengan lingkungan yang berasal dari partisi interval; untuk arah sulit gunakan kekompakan dan bilangan Lebesgue. (2) Uji evaluasi dan pascakomposisi pada subbasis. (3) Untuk kasus metrik, buktikan dua inklusi topologi dengan jarak positif dari citra kompak ke komplemen dan kekontinuan seragam. (4) Untuk hukum eksponensial, gunakan kekompakan KK saat membuktikan kekontinuan pemetaan teradjung, dan evaluasi untuk arah sebaliknya.

D60-R04 — grup fundamental, grupoid, dan aksi monodromi

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Angkat γ\gamma dari zz, lalu angkat η\eta dari titik akhir pengangkatan pertama. Konkatenasi kedua lintasan terangkat memproyeksikan ke γ#η\gamma\#\eta. Bandingkan lintasan ini dengan pengangkatan tunggal γ#η\gamma\#\eta yang berawal di zz, kemudian evaluasi di t=1t=1 dan perhatikan urutan komposisinya.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Bentuk dahulu pemetaan evaluasi tiga variabel yang memakai γ(2t)\gamma(2t) pada separuh interval pertama dan η(2t1)\eta(2t-1) pada separuh kedua. Buktikan kontinuitasnya dengan lema penempelan pada dua subruang tertutup. Hukum eksponensial untuk topologi kompak-terbuka kemudian mengubah pemetaan itu menjadi konkatenasi bernilai di subruang ΩxX\Omega_xX.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Untuk komponen produk, gunakan keterhubungan produk dua komponen dan proyeksi setiap himpunan terhubung di dalam produk. Aksioma grup pada kelas diperoleh dengan menunjukkan bahwa kedua sisi tiap hukum dihubungkan oleh lintasan di ruang loop. Terakhir, cocokkan (z[γ])[η](z\cdot[\gamma])\cdot[\eta] dengan rumus transpor untuk γ#η\gamma\#\eta; ini menentukan sisi aksinya.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Bangun fungtor ruang loop dengan pascakomposisi, lalu ambil komponen lintasan untuk memperoleh π1\pi_1. Untuk model lingkaran, gunakan pemetaan hasil bagi q:II/{01}S1q\colon I\to I/\{0\sim1\}\cong S^1: loop memfaktor secara unik melalui qq, dan homotopi berujung tetap memfaktor melalui idI×q\operatorname{id}_I\times q. Periksa naturalitas dengan pascakomposisi; pemetaan jepit pada S1S^1 menangani perkalian.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Gunakan pusat bintang v0v_0 untuk menggerakkan setiap titik sepanjang ruas garis menuju v0v_0. Periksa bahwa definisi daerah berbentuk bintang menjaga seluruh homotopi tetap di KK. Dari homotopi ini, peroleh lintasan menuju pusat dan bandingkan setiap dua lintasan dengan titik ujung yang sama melalui lintasan kanonik yang melewati pusat.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Tipekan setiap komposisi panah sebelum menghitung: suatu panah a:xya\colon x\to y mengangkut automorfisma di xx ke automorfisma di yy lewat konjugasi, sedangkan himpunan panah xyx\to y menjadi torsor di bawah automorfisma di xx. Pada Y//GY/\!/G, komponen grupoid adalah orbit dan automorfisma suatu objek adalah stabilisatornya. Terjemahkan “tepat satu morfisma” untuk menentukan syarat diskret dan kodiskret, termasuk kasus Y=Y=\varnothing.

D60-R05 — pushout dan Seifert–van Kampen

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Pada FnF_n, tentukan nilai homomorfisma pada kata tereduksi dengan mengganti setiap xi±1x_i^{\pm1} oleh ki±1k_i^{\pm1}; periksa bahwa penyisipan pasangan invers tidak mengubah nilai. Untuk G*HG*H, lakukan hal yang sama pada kata bergantian dan gunakan tidak adanya relasi silang. Pada bagian terakhir, tulis domain dan kodomain setiap panah sebelum memilih urutan komposisi.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Untuk pushout topologis, definisikan peta pada UVU\cup V secara sepotong-sepotong dan gunakan kesepakatan di UVU\cap V bersama lema perekatan. Untuk pushout ruang vektor, mulai dari peta linear T(v1,v2)=A(v1)+B(v2)T(v_1,v_2)=A(v_1)+B(v_2) pada V1V2V_1\oplus V_2. Syarat kompatibilitas harus menunjukkan bahwa J(W)kerTJ(W)\subseteq\ker T, sehingga TT turun ke hasil bagi.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Saat satu ruas partisi dibelah, tunjukkan bahwa satu faktor lama diganti oleh produk dua faktor yang sama nilainya; dua partisi dapat dibandingkan melalui perhalusan bersama. Untuk P(s,u)P(s,u), periksa dahulu penempelan rumus pada s=1/2s=1/2, lalu keempat sisi persegi. Akhirnya, tunjukkan secara eksplisit langkah yang masih hilang ketika citra homotopi tidak berada seluruhnya dalam satu anggota sampul.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Pertukaran rute pada satu sel berlangsung seluruhnya di UU atau VV, jadi kesamaannya berasal dari fungtor lokal FF atau GG, bukan dari fungtor global yang sedang dibangun. Untuk hukum komposisi, gabungkan dua partisi subordinat menjadi satu partisi bagi lintasan gabungan. Untuk keunikan, faktorkan setiap morfisma menjadi ruas-ruas lokal yang nilainya sudah dipaksa.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Mulai dari satu kocone kompatibel pada persegi retrak SS. Prakomposisikan kedua kakinya dengan komponen retraksi untuk memperoleh kocone pada pushout TT, lalu gunakan sifat universal TT. Bawa peta universal yang dihasilkan kembali ke SS melalui komponen inklusi. Untuk keunikan, angkat setiap pesaing dari SS ke TT dan gunakan persamaan ri=idSr\circ i=\operatorname{id}_S.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Kirim setiap objek xx ke titik pilihan axa_x, dan pada suatu kelas lintasan tempelkan kebalikan lintasan pilihan di ujung awal serta lintasan pilihan di ujung akhir. Periksa identitas dan komposisi dengan membatalkan pasangan lintasan yang saling berbalik. Dalam kubus Teorema 12.1, pilihan pada irisan harus dipakai serentak oleh semua pembatasan agar komutativitasnya ketat, bukan hanya hingga isomorfisma.

D60-R06 — klasifikasi ruang penutup

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Karena i:𝒞𝒟i\colon\mathcal C\hookrightarrow\mathcal D adalah ekuivalensi, pilih invers semu rr beserta isomorfisma natural riid𝒞ri\cong\operatorname{id}_{\mathcal C} dan irid𝒟ir\cong\operatorname{id}_{\mathcal D}. Prakomposisi dengan rr adalah calon invers semu bagi i*i^*. Prakomposisikan fungtor sebarang dengan riri atau irir untuk memperoleh isomorfisma natural yang diperlukan.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Satu arah diperoleh dengan membatasi suatu fungtor pada setiap 𝒞i\mathcal C_i; lakukan hal yang sama pada transformasi natural. Untuk arah balik, rakit tupel fungtor komponen demi komponen. Ketiadaan morfisma di antara dua faktor berbeda menjamin bahwa perakitan itu lengkap dan bahwa kedua konstruksi benar-benar saling invers.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Untuk bagian pertama, komposisikan pengangkatan γ\gamma di Z1Z_1 dengan ff dan gunakan ketunggalan pengangkatan di Z2Z_2. Untuk bagian kedua, tulis (gf)x(g\circ f)_x sebagai komposisi pemetaan serat, lalu tumpuk dua persegi naturalitas. Perhitungan yang sama sekaligus menunjukkan pelestarian komposisi oleh fungtor monodromi.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Sebuah fungtor F:𝑩G𝑺𝒆𝒕F\colon\mathbf BG\to\mathbf{Set} hanya mempunyai satu himpunan objek S=F(*)S=F(*). Definisikan aksi melalui nilai F(g)F(g), lalu gunakan konvensi produk kronologis untuk menentukan apakah aksinya kiri atau kanan. Sebaliknya, bangun fungtor dari aksi tersebut. Syarat naturalitas pada setiap gGg\in G harus berubah tepat menjadi syarat ekuivarians bagi satu fungsi STS\to T.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Setelah memilih titik dasar 1S11\in S^1, tulis operator monodromi sebagai operator dari π1(S1,1)\pi_1(S^1,1)—bukan dari seluruh grupoid—ke permutasi serat. Uji ekuivarians reduksi modulo nn langsung pada aksi translasi. Untuk butir terakhir, bandingkan urutan operator pada aksi kanan dengan aksi kiri dan perhatikan apa yang disembunyikan oleh komutativitas \mathbb Z.

Rujukan: soal · solusi lengkap.

Petunjuk. Panah di Π1(X,A)\Pi_1(X,A) adalah kelas lintasan, sehingga dua titik pilihan dari komponen berbeda tidak dapat dihubungkan; esensial surjektif dibuktikan dengan menghubungkan setiap titik XX ke wakil komponennya. Untuk orbit pGpG, coba peta HgpgHg\mapsto p\cdot g dengan H=Stab(p)H=\operatorname{Stab}(p) dan periksa keterdefinisian serta ekuivariansnya. Terakhir, angkat basis lingkungan terhubung lintasan pada ruang dasar ke setiap lembaran ruang penutup dan gunakan keterhubungan lintasan lokal ruang total.

Asesmen Kumulatif 2: homologi hingga struktur seluler

Asesmen ini menguji hubungan lintas-topik dari D60-R08 sampai D60-R12: homologi simpleksial dan singular, homotopi rantai, fungtorialitas, homologi relatif, eksisi, Mayer–Vietoris, pemetaan pembandingan, kompleks CW, homologi seluler, dan derajat. Setiap soal diikuti petunjuk dan solusi lengkap. Untuk pemakaian sebagai ujian, kerjakan delapan soal terlebih dahulu tanpa membuka kedua bagian tersebut.

Seluruh soal dan solusi pada berkas ini merupakan materi edisi asli berlisensi CC BY-SA 4.0. Materi ini tidak berasal dari bank soal Fomberg yang dikecualikan, tidak menyiratkan kepengarangan atau pengesahan dari penulis sumber, dan tidak mengubah urutan maupun penomoran edisi Roberts dan Fomberg.

Soal 1 — tabel muka berorientasi dan torsi

Suatu kompleks-Δ\Delta hingga KK mempunyai satu simpul vv, dua sisi berorientasi a,ba,b, dan dua simpleks-22 berorientasi α,β\alpha,\beta. Semua ujung sisi dipetakan ke vv. Tabel muka berorientasinya adalah

F0F1F2αaabβbba \begin{array}{c|ccc} &F_0&F_1&F_2\\ \hline \alpha&a&-a&b\\ \beta&-b&b&a \end{array}

dengan FiF_i menyatakan restriksi ke muka ke-ii, dan tanda minus berarti restriksi itu membalik orientasi sisi yang telah dipilih.

  1. Turunkan 2α\partial_2\alpha dan 2β\partial_2\beta langsung dari tabel.
  2. Periksa 12=0\partial_1\partial_2=0 pada kedua generator.
  3. Hitung seluruh homologi integral HnΔ(K;)H_n^\Delta(K;\mathbb Z), termasuk bagian torsinya.

Petunjuk. Gunakan 2=F0F1+F2\partial_2=F_0-F_1+F_2. Terhadap basis (α,β)(\alpha,\beta) dan (a,b)(a,b), bentuk matriks batas berukuran 2×22\times2. Determinan dan FPB semua entrinya menentukan bentuk normal Smith.

Solusi. Tanda berselang-seling pada batas simpleks memberi

2α=F0αF1α+F2α=a(a)+b=2a+b,2β=F0βF1β+F2β=(b)b+a=a2b. \begin{aligned} \partial_2\alpha &=F_0\alpha-F_1\alpha+F_2\alpha =a-(-a)+b=2a+b,\\ \partial_2\beta &=F_0\beta-F_1\beta+F_2\beta =(-b)-b+a=a-2b. \end{aligned}

Karena kedua ujung setiap sisi adalah vv,

1a=vv=0,1b=vv=0. \partial_1a=v-v=0, \qquad \partial_1b=v-v=0.

Maka 12α=1(2a+b)=0\partial_1\partial_2\alpha=\partial_1(2a+b)=0 dan 12β=1(a2b)=0\partial_1\partial_2\beta=\partial_1(a-2b)=0. Jadi identitas 2=0\partial^2=0 benar pada semua generator.

Kompleks rantainya adalah

02A200,A=(2112). 0\longrightarrow\mathbb Z^2 \xrightarrow{A}\mathbb Z^2 \xrightarrow{0}\mathbb Z \longrightarrow0, \qquad A= \begin{pmatrix} 2&1\\ 1&-2 \end{pmatrix}.

Determinan AA adalah 5-5, sehingga AA injektif dan H2(K)=0H_2(K)=0. FPB semua entri AA adalah 11; karena AA berperingkat penuh, bentuk normal Smith-nya ialah diag(1,5)\operatorname{diag}(1,5). Dengan demikian

H1(K)=cokerA/5. H_1(K)=\operatorname{coker}A\cong\mathbb Z/5\mathbb Z.

Pada derajat nol, 1=0\partial_1=0 dan hanya ada satu simpul, jadi H0(K)H_0(K)\cong\mathbb Z. Tidak ada rantai pada derajat di atas dua. Ringkasnya,

HnΔ(K;){,n=0,/5,n=1,0,n2. H_n^\Delta(K;\mathbb Z)\cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,\\ \mathbb Z/5\mathbb Z,&n=1,\\ 0,&n\geq2. \end{cases}

Soal 2 — deformasi dan homotopi rantai

Ambil silinder C=S1×[0,1]C=S^1\times[0,1] dan lingkaran bawah A=S1×{0}A=S^1\times\{0\}. Definisikan inklusi i:ACi\colon A\hookrightarrow C, retraksi r(z,s)=(z,0)r(z,s)=(z,0), dan

H((z,s),t)=(z,(1t)s). H((z,s),t)=(z,(1-t)s).

  1. Buktikan bahwa HH adalah retraksi deformasi kuat CC ke AA.
  2. Misalkan PP adalah operator prisma pada rantai singular yang dibangun dari HH. Tulis identitas homotopi rantainya dan buktikan langsung pada sebuah siklus bahwa (ir)*=id(i\circ r)_*=\operatorname{id} pada homologi.
  3. Gunakan fungtorialitas bersama ri=idAr\circ i=\operatorname{id}_A untuk membuktikan bahwa i*i_* dan r*r_* saling invers, lalu hitung semua Hn(C;)H_n(C;\mathbb Z).

Petunjuk. Periksa nilai HH pada t=0t=0, t=1t=1, dan pada titik-titik AA. Untuk homotopi dari identitas ke iri\circ r, operator prisma memenuhi (ir)#id#=P+P(i\circ r)_\#-\operatorname{id}_\#=\partial P+P\partial.

Solusi. Rumus HH kontinu dan bernilai di CC. Pada kedua ujung parameter,

H((z,s),0)=(z,s),H((z,s),1)=(z,0)=i(r(z,s)). H((z,s),0)=(z,s), \qquad H((z,s),1)=(z,0)=i(r(z,s)).

Jika (z,s)A(z,s)\in A, maka s=0s=0 dan H((z,0),t)=(z,0)H((z,0),t)=(z,0) untuk setiap tt. Jadi HH adalah homotopi dari idC\operatorname{id}_C ke iri\circ r yang menetapkan AA titik demi titik: tepat suatu retraksi deformasi kuat.

Operator prisma memberi homotopi rantai

(ir)#id#=P+P. (i\circ r)_\#-\operatorname{id}_\#=\partial P+P\partial.

Jika zz sebuah siklus singular, maka z=0\partial z=0 dan

(ir)#zz=Pz+P(z)=Pz. (i\circ r)_\#z-z =\partial Pz+P(\partial z) =\partial Pz.

Selisih kedua rantai itu merupakan batas, sehingga (ir)*[z]=[z](i\circ r)_*[z]=[z]. Jadi (ir)*=idHn(C)(i\circ r)_*=\operatorname{id}_{H_n(C)}. Di sisi lain, ri=idAr\circ i=\operatorname{id}_A secara literal. Fungtorialitas memberi

r*i*=(ri)*=idHn(A),i*r*=(ir)*=idHn(C). r_*i_*=(r\circ i)_*=\operatorname{id}_{H_n(A)}, \qquad i_*r_*=(i\circ r)_*=\operatorname{id}_{H_n(C)}.

Dengan demikian i*i_* dan r*r_* saling invers. Karena AS1A\cong S^1,

Hn(C;)Hn(S1;){,n=0,1,0,n2. H_n(C;\mathbb Z)\cong H_n(S^1;\mathbb Z) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,1,\\ 0,&n\geq2. \end{cases}

Soal 3 — ekuator dan barisan eksak pasangan

Misalkan ES1E\cong S^1 adalah ekuator dalam S2S^2, dan tulis D+D_+ serta DD_- untuk kedua hemisfer tertutup. Pilih orientasi sehingga kelas relatif u=[D+]u=[D_+] dan v=[D]v=[D_-] memenuhi

u=[E],v=[E]. \partial u=[E],\qquad \partial v=-[E].

  1. Gunakan ruang hasil bagi S2/ES^2/E untuk menghitung Hn(S2,E;)H_n(S^2,E;\mathbb Z) pada setiap nn.
  2. Tentukan pemetaan penghubung :H2(S2,E)H1(E)\partial\colon H_2(S^2,E)\to H_1(E) pada koordinat (u,v)(u,v).
  3. Tentukan citra kelas fundamental [S2][S^2] di H2(S2,E)H_2(S^2,E) dan periksa eksakitas pada ketiga suku H2(S2)H2(S2,E)H1(E)H_2(S^2)\to H_2(S^2,E)\to H_1(E).

Petunjuk. Setelah seluruh ekuator diruntuhkan, setiap hemisfer menjadi satu sfera dan keduanya bertemu di titik hasil runtuhan. Pemetaan penghubung mengambil batas wakil relatif; perhatikan tanda orientasi kedua hemisfer.

Solusi. Pasangan (S2,E)(S^2,E) adalah pasangan baik. Meruntuhkan EE membuat masing-masing D+/ED_+/E dan D/ED_-/E menjadi S2S^2, dengan kedua titik runtuhan diidentifikasi. Jadi

S2/ES2S2. S^2/E\cong S^2\vee S^2.

Teorema hasil bagi relatif memberi

Hn(S2,E;)H̃n(S2S2;){2,n=2,0,n2. H_n(S^2,E;\mathbb Z) \cong\widetilde H_n(S^2\vee S^2;\mathbb Z) \cong \begin{cases} \mathbb Z^2,&n=2,\\ 0,&n\ne2. \end{cases}

Basis pada derajat dua dapat dipilih sebagai (u,v)(u,v). Berdasarkan definisi pemetaan penghubung dan orientasi yang ditetapkan,

(au+bv)=a[E]b[E]=(ab)[E]. \partial(au+bv)=a[E]-b[E]=(a-b)[E].

Jadi \partial adalah matriks baris (1,1)(1,-1). Rantai fundamental berorientasi pada S2S^2 adalah jumlah kedua hemisfer: batas ekuatornya saling menghapus. Karena itu pemetaan j*:H2(S2)H2(S2,E)j_*\colon H_2(S^2)\to H_2(S^2,E) memenuhi

j*[S2]=u+v=(1,1). j_*[S^2]=u+v=(1,1).

Pemetaan j*j_* injektif, dan

imj*=(1,1)=ker(1,1)=ker. \operatorname{im}j_*=\mathbb Z(1,1) =\ker(1,-1)=\ker\partial.

Pemetaan \partial surjektif karena u=[E]\partial u=[E]. Jadi potongan

01(1,1)2(a,b)ab0 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{\,1\mapsto(1,1)\,} \mathbb Z^2 \xrightarrow{\,(a,b)\mapsto a-b\,} \mathbb Z \longrightarrow0

eksak, sebagaimana diwajibkan barisan eksak panjang pasangan.

Soal 4 — penutup tiga-komponen graf theta

Misalkan Θ\Theta adalah graf theta: dua simpul p,qp,q dihubungkan oleh tiga sisi e1,e2,e3e_1,e_2,e_3, semuanya diorientasikan dari pp ke qq. Pilih penutup terbuka Θ=UV\Theta=U\cup V sehingga UU adalah lingkungan bintang pp, VV adalah lingkungan bintang qq, dan UVU\cap V terdiri atas tepat tiga interval terbuka J1,J2,J3J_1,J_2,J_3, satu di tengah setiap sisi.

  1. Hitung homologi tereduksi UU, VV, dan UVU\cap V; berikan basis eksplisit bagi H̃0(UV)\widetilde H_0(U\cap V).
  2. Gunakan barisan Mayer–Vietoris tereduksi untuk menghitung semua Hn(Θ;)H_n(\Theta;\mathbb Z).
  3. Hubungkan basis H̃0(UV)\widetilde H_0(U\cap V) dengan dua siklus graf e1e3e_1-e_3 dan e2e3e_2-e_3 melalui pemetaan penghubung.

Petunjuk. Kedua lingkungan bintang kontraktibel. Pilih titik xiJix_i\in J_i; dua selisih [x1][x3][x_1]-[x_3] dan [x2][x3][x_2]-[x_3] membentuk basis homologi tereduksi derajat nol perpotongan. Pada barisan tereduksi, semua suku yang mengapit H̃1(Θ)\widetilde H_1(\Theta) selain suku perpotongan bernilai nol.

Solusi. Ruang UU dan VV masing-masing berbentuk pohon bercabang tiga, sehingga keduanya kontraktibel. Maka

H̃n(U)=H̃n(V)=0untuk semua n. \widetilde H_n(U)=\widetilde H_n(V)=0 \qquad\text{untuk semua }n.

Perpotongan merupakan gabungan saling lepas tiga interval kontraktibel. Jadi H0(UV)3H_0(U\cap V)\cong\mathbb Z^3, sedangkan

H̃0(UV){(c1,c2,c3)3:c1+c2+c3=0}2. \widetilde H_0(U\cap V) \cong\{(c_1,c_2,c_3)\in\mathbb Z^3:c_1+c_2+c_3=0\} \cong\mathbb Z^2.

Jika xiJix_i\in J_i, satu basisnya adalah

[x1][x3],[x2][x3]. [x_1]-[x_3],\qquad [x_2]-[x_3].

Barisan Mayer–Vietoris tereduksi menyederhana menjadi

0H̃1(Θ)H̃0(UV)0, 0\longrightarrow\widetilde H_1(\Theta) \xrightarrow{\partial}\widetilde H_0(U\cap V) \longrightarrow0,

sehingga \partial isomorfisma dan H1(Θ)2H_1(\Theta)\cong\mathbb Z^2. Graf Θ\Theta terhubung lintasan, maka H0(Θ)H_0(\Theta)\cong\mathbb Z; graf tidak mempunyai homologi di atas derajat satu. Dengan demikian

Hn(Θ;){,n=0,2,n=1,0,n2. H_n(\Theta;\mathbb Z)\cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,\\ \mathbb Z^2,&n=1,\\ 0,&n\geq2. \end{cases}

Pecah rantai siklus eie3e_i-e_3 menjadi bagian yang berada di UU dan bagian yang berada di VV. Batas bagian UU terletak di JiJ3J_i\cup J_3 dan, setelah orientasi pemisahan dipilih secara serasi, mewakili [xi][x3][x_i]-[x_3]. Karena itu

[e1e3]=[x1][x3],[e2e3]=[x2][x3]. \partial[e_1-e_3]=[x_1]-[x_3], \qquad \partial[e_2-e_3]=[x_2]-[x_3].

Kedua siklus graf tersebut karenanya membentuk basis H1(Θ)H_1(\Theta) yang bersesuaian dengan basis homologi tereduksi perpotongan.

Soal 5 — hasil bagi pasangan kerangka torus

Berikan torus T2T^2 struktur CW dengan satu sel-00, dua sel-11 a,ba,b, dan satu sel-22 yang dilekatkan sepanjang aba1b1aba^{-1}b^{-1}. Tulis T1=Sa1Sb1T^1=S^1_a\vee S^1_b untuk kerangka-11.

  1. Jelaskan mengapa (T2,T1)(T^2,T^1) pasangan baik dan identifikasi T2/T1T^2/T^1.
  2. Terapkan teorema hasil bagi relatif untuk menghitung Hn(T2,T1;)H_n(T^2,T^1;\mathbb Z) pada setiap nn.
  3. Hitung pemetaan penghubung H2(T2,T1)H1(T1)H_2(T^2,T^1)\to H_1(T^1) dari kata pelekatan, lalu gunakan barisan eksak panjang untuk menghitung H*(T2;)H_*(T^2;\mathbb Z).

Petunjuk. Subkompleks CW memberi pasangan baik. Setelah seluruh kerangka-11 diruntuhkan, cakram karakteristik sel-22 mempunyai seluruh batas pada satu titik. Pemetaan penghubung membaca abelianisasi kata pelekatan.

Solusi. Setiap subkompleks dari kompleks CW membentuk pasangan baik dengan ruang totalnya, sehingga teorema hasil bagi relatif berlaku. Ketika T1T^1 diruntuhkan, sel-22 menjadi cakram yang seluruh batasnya diidentifikasi ke satu titik. Maka

T2/T1D2/D2S2. T^2/T^1\cong D^2/\partial D^2\cong S^2.

Teorema hasil bagi relatif memberi

Hn(T2,T1;)H̃n(S2;){,n=2,0,n2. H_n(T^2,T^1;\mathbb Z) \cong\widetilde H_n(S^2;\mathbb Z) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=2,\\ 0,&n\ne2. \end{cases}

Pemetaan penghubung mengirim generator relatif sel-22 ke kelas homologi kata pelekatannya. Dalam H1(T1)[a][b]H_1(T^1)\cong\mathbb Z[a]\oplus\mathbb Z[b],

[aba1b1]=[a]+[b][a][b]=0. [aba^{-1}b^{-1}]=[a]+[b]-[a]-[b]=0.

Jadi pemetaan penghubung bernilai nol. Potongan barisan eksak panjang ialah

0H2(T2)02H1(T2)0. 0\longrightarrow H_2(T^2) \longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{0}\mathbb Z^2 \longrightarrow H_1(T^2) \longrightarrow0.

Eksakitas memberi H2(T2)H_2(T^2)\cong\mathbb Z dan H1(T2)2H_1(T^2)\cong\mathbb Z^2. Karena T1T^1 dan T2T^2 terhubung, bagian derajat nol memberi H0(T2)H_0(T^2)\cong\mathbb Z; tidak ada homologi di atas derajat dua. Dengan demikian

Hn(T2;){,n=0,2,2,n=1,0,n>2. H_n(T^2;\mathbb Z)\cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,2,\\ \mathbb Z^2,&n=1,\\ 0,&n>2. \end{cases}

Ini merupakan penerapan langsung teorema hasil bagi pasangan baik dan barisan eksak, bukan penggantian bagi salah satu perbaikan bukti sumber.

Soal 6 — peta pelekatan dan topologi ruang Moore

Untuk m2m\geq2, bentuk ruang Moore

Mm=S1φmD2,φm(z)=zm. M_m=S^1\cup_{\varphi_m}D^2, \qquad \varphi_m(z)=z^m.

Gunakan struktur CW pada S1S^1 dengan satu sel-00 vv dan satu sel-11 aa.

  1. Daftarkan sel dan semua kerangka Mm(k)M_m^{(k)}. Bedakan secara bertipe peta pelekatan φm\varphi_m dari pemetaan karakteristik Φm:D2Mm\Phi_m\colon D^2\to M_m.
  2. Buktikan bahwa Φm\Phi_m membatasi menjadi homeomorfisma dari IntD2\operatorname{Int}D^2 ke sel-22 terbuka, tetapi tidak injektif pada batas.
  3. Periksa syarat hingga pada penutupan (closure-finite) dan nyatakan secara eksplisit uji topologi lemah melalui prabayangan semua pemetaan karakteristik.
  4. Sebagai pemeriksaan, tulis kompleks rantai seluler dan hitung H*(Mm;)H_*(M_m;\mathbb Z).

Petunjuk. Peta pelekatan berdomain D2\partial D^2 dan berkodomain kerangka-11; pemetaan karakteristik berdomain seluruh D2D^2 dan berkodomain ruang hasil. Relasi hasil bagi hanya mengidentifikasi titik-titik batas. Untuk topologi lemah, gunakan prabayangan pada cakram karakteristik setiap sel tertutup.

Solusi. Ruang MmM_m mempunyai satu sel terbuka eke^k dalam setiap dimensi k=0,1,2k=0,1,2 dan tidak mempunyai sel lain. Kerangkanya ialah

Mm(0)={v},Mm(1)=S1,Mm(2)=Mm. M_m^{(0)}=\{v\}, \qquad M_m^{(1)}=S^1, \qquad M_m^{(2)}=M_m.

Peta pelekatan dan pemetaan karakteristik berturut-turut bertipe

φm:D2=S1Mm(1)=S1,Φm:D2Mm. \varphi_m\colon\partial D^2=S^1\longrightarrow M_m^{(1)}=S^1, \qquad \Phi_m\colon D^2\longrightarrow M_m.

Jika j:Mm(1)Mmj\colon M_m^{(1)}\hookrightarrow M_m adalah inklusi, relasi hasil bagi memberi

Φm|D2=jφm. \Phi_m|_{\partial D^2}=j\circ\varphi_m.

Tidak ada titik bagian dalam cakram yang diidentifikasi dengan titik lain. Karena itu

Φm|IntD2:IntD2e2 \Phi_m|_{\operatorname{Int}D^2}\colon \operatorname{Int}D^2\xrightarrow{\cong}e^2

merupakan homeomorfisma. Pada batas, φm(z)=zm\varphi_m(z)=z^m mempunyai mm prabayangan untuk setiap titik; karena m2m\geq2, Φm\Phi_m tidak injektif di sana. Inilah perbedaan penting antara bagian dalam sel dan penutupannya.

Penutupan e0e^0 bertemu hanya e0e^0; penutupan e1=S1e^1=S^1 bertemu e0,e1e^0,e^1; dan penutupan e2e^2 adalah seluruh MmM_m, yang bertemu tepat e0,e1,e2e^0,e^1,e^2. Jadi setiap penutupan sel bertemu berhingga banyak sel: syarat hingga pada penutupan (closure-finite) terpenuhi.

Ambil pemetaan karakteristik Φ0:D0Mm\Phi_0\colon D^0\to M_m, Φ1:D1Mm(1)\Phi_1\colon D^1\to M_m^{(1)} yang mengidentifikasi kedua ujung interval ke vv, dan Φm:D2Mm\Phi_m\colon D^2\to M_m. Topologi lemah menyatakan bahwa FMmF\subseteq M_m tertutup tepat ketika

Φ01(F),Φ11(F),Φm1(F) \Phi_0^{-1}(F),\quad \Phi_1^{-1}(F),\quad \Phi_m^{-1}(F)

tertutup pada cakram domain masing-masing. Secara ekuivalen, UMmU\subseteq M_m terbuka tepat ketika ketiga prabayangan tersebut terbuka. Pada kompleks hingga ini, uji itu sama dengan topologi hasil bagi konstruksi pelekatan.

Koefisien batas sel-22 terhadap sel-11 adalah derajat φm\varphi_m, yaitu mm, sedangkan d1=0d_1=0. Jadi

0×m00, 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{\times m}\mathbb Z \xrightarrow{0}\mathbb Z \longrightarrow0,

dan

Hn(Mm;){,n=0,/m,n=1,0,n2. H_n(M_m;\mathbb Z)\cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,\\ \mathbb Z/m\mathbb Z,&n=1,\\ 0,&n\geq2. \end{cases}

Soal 7 — dua relator dan bentuk normal Smith

Suatu kompleks CW XX mempunyai satu sel-00 vv, dua sel-11 berorientasi a,ba,b, dan dua sel-22 p,qp,q. Peta pelekatan sel-22 menelusuri kata

wp=a2,wq=ab3. w_p=a^2, \qquad w_q=ab^3.

Tidak ada sel berdimensi lebih tinggi.

  1. Turunkan matriks batas seluler d2d_2 terhadap basis (p,q)(p,q) pada domain dan (a,b)(a,b) pada kodomain, lalu hitung d1d_1.
  2. Reduksi d2d_2 ke bentuk normal Smith dan hitung semua Hn(X;)H_n(X;\mathbb Z).
  3. Periksa hasil H1H_1 dengan mengabelianisasi presentasi grup fundamental.

Petunjuk. Koefisien insidensi adalah jumlah eksponen huruf yang bersangkutan. Sesudah menukar kedua kolom, hilangkan entri 33 di kiri bawah, lalu hilangkan entri 22 di kanan atas dengan operasi unimodular.

Solusi. Jumlah eksponen pada a2a^2 adalah (2,0)(2,0) dan pada ab3ab^3 adalah (1,3)(1,3). Maka

d2(p)=2a,d2(q)=a+3b,[d2](a,b)(p,q)=(2103). d_2(p)=2a, \qquad d_2(q)=a+3b, \qquad [d_2]_{(a,b)\leftarrow(p,q)} = \begin{pmatrix} 2&1\\ 0&3 \end{pmatrix}.

Kedua ujung setiap sel-11 melekat pada vv, sehingga d1=0d_1=0. Operasi baris dan kolom unimodular memberi

(2103)(1230)(1206)(1006). \begin{pmatrix}2&1\\0&3\end{pmatrix} \sim \begin{pmatrix}1&2\\3&0\end{pmatrix} \sim \begin{pmatrix}1&2\\0&-6\end{pmatrix} \sim \begin{pmatrix}1&0\\0&6\end{pmatrix}.

Determinan matriks semula adalah 66, sehingga d2d_2 injektif dan H2(X)=0H_2(X)=0. Bentuk normal Smith memberi

H1(X)=cokerd2/6. H_1(X)=\operatorname{coker}d_2\cong\mathbb Z/6\mathbb Z.

Karena hanya ada satu simpul, H0(X)H_0(X)\cong\mathbb Z, dan grup di atas derajat dua nol. Jadi

Hn(X;){,n=0,/6,n=1,0,n2. H_n(X;\mathbb Z)\cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,\\ \mathbb Z/6\mathbb Z,&n=1,\\ 0,&n\geq2. \end{cases}

Teorema Seifert–van Kampen memberi

π1(X,v)a,ba2=1,ab3=1. \pi_1(X,v)\cong\langle a,b\mid a^2=1,\ ab^3=1\rangle.

Dalam abelianisasi, relasinya menjadi 2a=02a=0 dan a+3b=0a+3b=0. Mengganti a=3ba=-3b pada relasi pertama memberi 6b=06b=0. Transformasi Smith di atas menunjukkan tidak ada relasi tambahan pada kelas bb, sehingga π1(X)ab/6\pi_1(X)_{\mathrm{ab}}\cong\mathbb Z/6\mathbb Z, sesuai dengan H1(X)H_1(X).

Soal 8 — pemetaan torus bermatriks determinan tiga

Tuliskan T2=2/2T^2=\mathbb R^2/\mathbb Z^2 dan definisikan

FA([x,y])=[2x+y,x+2y],A=(2112). F_A([x,y])=[2x+y,x+2y], \qquad A= \begin{pmatrix} 2&1\\ 1&2 \end{pmatrix}.

  1. Buktikan bahwa FAF_A terdefinisi dengan baik dan merupakan penutup berlembar tiga. Tentukan serat di atas [0,0][0,0].
  2. Hitung (FA)*(F_A)_* pada H0(T2)H_0(T^2), H1(T2)H_1(T^2), dan H2(T2)H_2(T^2), serta tentukan deg(FA)\deg(F_A).
  3. Jelaskan mengapa hitungan melalui model CW, suatu subdivisi kompleks-Δ\Delta, dan rantai singular menghasilkan homomorfisma yang sama—bukan tiga pilihan yang tak berkaitan.
  4. Tentukan kernel dan kokernel aksi pada H1H_1, lalu simpulkan apakah FAF_A ekuivalensi homotopi.

Petunjuk. Matriks integral melestarikan kisi 2\mathbb Z^2. Indeks A2A\mathbb Z^2 adalah |detA||\det A|; tiga unsur kernel dapat dipilih pada diagonal torus. Untuk pembandingan model, gunakan aproksimasi seluler, subdivisi yang kompatibel, kealamian, dan teorema pembandingan simpleksial–singular.

Solusi. Jika (x,y)(x,y) diganti dengan (x,y)+(m,n)(x,y)+(m,n) untuk (m,n)2(m,n)\in\mathbb Z^2, citranya berubah sebesar

A(m,n)=(2m+n,m+2n)2. A(m,n)=(2m+n,m+2n)\in\mathbb Z^2.

Jadi FAF_A terdefinisi dengan baik pada hasil bagi. Matriks AA invertibel di atas \mathbb R dan turun menjadi homeomorfisma lokal torus. Banyaknya lembar adalah indeks A2A\mathbb Z^2 dalam 2\mathbb Z^2, yaitu

|detA|=|41|=3. |\det A|=|4-1|=3.

Serat di atas titik nol adalah kernel homomorfisma torus, dengan wakil

[0,0],[1/3,1/3],[2/3,2/3]. [0,0], \qquad [1/3,1/3], \qquad [2/3,2/3].

Ketiganya memang dipetakan ke pasangan bilangan bulat, dan cacah lembar menunjukkan bahwa tidak ada unsur kernel lain.

Pada H0(T2)H_0(T^2)\cong\mathbb Z, ruang dan sasaran terhubung sehingga (FA)*(F_A)_* adalah identitas. Jika a,ba,b adalah kelas kedua lingkaran koordinat, maka

(FA)*[a]=2[a]+[b],(FA)*[b]=[a]+2[b]. (F_A)_*[a]=2[a]+[b], \qquad (F_A)_*[b]=[a]+2[b].

Jadi aksi pada H1(T2)2H_1(T^2)\cong\mathbb Z^2 tepat matriks AA. Karena detA=3>0\det A=3>0, ketiga lembar lokal mempertahankan orientasi. Rumus lokal-ke-global memberi

deg(FA)=3, \deg(F_A)=3,

dan karena H2(T2)H_2(T^2)\cong\mathbb Z dibangkitkan kelas fundamental, (FA)*(F_A)_* pada H2H_2 adalah perkalian tiga.

Untuk model CW standar torus, aproksimasi seluler terhadap FAF_A menghasilkan pemetaan homotopik yang menelusuri kata dengan jumlah eksponen berupa kolom AA pada kerangka-11 dan bertindak dengan koefisien 33 pada sel-22. Pada model kompleks-Δ\Delta, pilih subdivisi domain dan sasaran yang membuat pemetaan linear torus itu simpleksial. Pemetaan pembandingan mengirim setiap simpleks berorientasi ke simpleks singular yang sama. Kealamiannya memberi persegi komutatif

HnΔ(T2)(FA)*HnΔ(T2)Hn(T2)(FA)*Hn(T2). \begin{array}{ccc} H_n^\Delta(T^2)&\xrightarrow{(F_A)_*}&H_n^\Delta(T^2)\\ \downarrow\cong&&\downarrow\cong\\ H_n(T^2)&\xrightarrow{(F_A)_*}&H_n(T^2). \end{array}

Invariansi homotopi mengidentifikasi hasil aproksimasi seluler dengan pemetaan semula. Jadi ketiga model memberi aksi intrinsik yang sama pada homologi.

Matriks AA mempunyai determinan taknol, maka kernelnya pada 2\mathbb Z^2 adalah nol. FPB semua entrinya 11 dan |detA|=3|\det A|=3, sehingga bentuk normal Smith-nya diag(1,3)\operatorname{diag}(1,3) dan

ker((FA)*|H1)=0,coker((FA)*|H1)/3. \ker\!\left((F_A)_*|_{H_1}\right)=0, \qquad \operatorname{coker}\!\left((F_A)_*|_{H_1}\right) \cong\mathbb Z/3\mathbb Z.

Karena aksi pada H1H_1 bukan isomorfisma, FAF_A bukan ekuivalensi homotopi.

Peta cakupan asesmen

Soal Route utama Route sekunder Kompetensi yang diperiksa
1 D60-R08 tabel muka berorientasi, batas, 2=0\partial^2=0, bentuk normal Smith, dan torsi
2 D60-R09 retraksi deformasi kuat, operator prisma, homotopi rantai, dan fungtorialitas
3 D60-R10 homologi relatif, ruang hasil bagi, pemetaan penghubung, dan eksakitas
4 D60-R11 penutup graf theta, tiga komponen perpotongan, H̃0\widetilde H_0, dan Mayer–Vietoris
5 D60-R10 D60-R11 pasangan baik (T2,T1)(T^2,T^1), teorema hasil bagi, dan barisan eksak panjang
6 D60-R12 peta pelekatan, pemetaan karakteristik, closure-finite, topologi lemah, dan ruang Moore
7 D60-R12 bilangan insidensi, matriks batas seluler, dan bentuk normal Smith diag(1,6)\operatorname{diag}(1,6)
8 D60-R12 D60-R08, D60-R09, D60-R11 pemetaan torus, derajat tiga, dan kealamian pembandingan model

Asesmen selesai pada tepat delapan soal, delapan petunjuk, dan delapan solusi penuh. Tidak ada ungkapan soal dari bank masalah Fomberg yang disalin atau diadaptasi di sini.

Asesmen Kumulatif 3: kohomologi, derajat, dan sintesis invarian

Asesmen ini menutup delapan sasaran kumulatif pada D60-R13 dan D60-R14. Beberapa soal memakai kembali prasyarat yang sudah diterima dari route lebih awal, tetapi setiap pemakaian itu dinyatakan dalam atribut dan tabel cakupan. Kerjakan semua soal sebelum membuka petunjuk dan solusi jika berkas ini dipakai sebagai ujian.

Seluruh soal, petunjuk, dan solusi di bawah merupakan materi edisi asli berlisensi CC BY-SA 4.0. Tidak ada soal dari bank masalah Fomberg yang disalin atau diadaptasi. Materi ini tidak mengubah urutan ataupun penomoran edisi Roberts dan Fomberg, serta tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber maupun institusinya. Produksi materi ini dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra; seluruh kredit sumber dan kontributor manusia tetap dipertahankan.

Soal 1 — kohomologi, torsi, dan perubahan koefisien

Pertimbangkan kompleks korantai

0C0=δ0C1=2δ1C2=0, 0\longrightarrow C^0=\mathbb Z \xrightarrow{\delta^0}C^1=\mathbb Z^2 \xrightarrow{\delta^1}C^2=\mathbb Z \longrightarrow0,

dengan

δ0(t)=(0,0),δ1(a,b)=2a. \delta^0(t)=(0,0), \qquad \delta^1(a,b)=2a.

  1. Periksa bahwa rumus itu benar-benar mendefinisikan kompleks, lalu hitung Hk(C)H^k(C^\bullet) untuk setiap kk.
  2. Reduksi matriks diferensial modulo 22 dan hitung kohomologi kompleks yang dihasilkan dengan koefisien 𝔽2\mathbb F_2.
  3. Setelah memperluas skalar ke \mathbb Q, periksa kesamaan karakteristik Euler antara modul korantai dan modul kohomologi. Jelaskan informasi mana yang hilang dari hitungan dimensi rasional.

Petunjuk. Tentukan kernel δ1\delta^1 dan citranya secara terpisah. Bandingkan persamaan 2a=02a=0 di \mathbb Z dengan persamaan yang sama di 𝔽2\mathbb F_2. Untuk bagian terakhir, hitung rank diferensial di atas \mathbb Q; jangan mengganti faktor torsi dengan dimensi yang tidak dimilikinya.

Solusi. Komposisi δ1δ0\delta^1\delta^0 bernilai nol karena δ0\delta^0 sendiri nol. Jadi ini memang kompleks korantai. Tidak ada diferensial yang masuk ke C0C^0, sehingga

H0(C)=kerδ0. H^0(C^\bullet)=\ker\delta^0\cong\mathbb Z.

Di \mathbb Z, persamaan 2a=02a=0 memaksa a=0a=0. Maka

kerδ1={(0,b):b},imδ0=0, \ker\delta^1=\{(0,b):b\in\mathbb Z\}\cong\mathbb Z, \qquad \operatorname{im}\delta^0=0,

dan karena itu H1(C)H^1(C^\bullet)\cong\mathbb Z. Pada derajat dua semua unsur merupakan kosiklus, sedangkan citra δ1\delta^1 adalah 22\mathbb Z. Jadi

H2(C)=/2, H^2(C^\bullet)=\mathbb Z/2\mathbb Z,

dan semua HkH^k di luar derajat 0,1,20,1,2 nol.

Sesudah reduksi modulo 22, rumus δ1(a,b)=2a\delta^1(a,b)=2a menjadi pemetaan nol. Kedua diferensial kini nol, sehingga

H0(C;𝔽2)𝔽2,H1(C;𝔽2)𝔽22,H2(C;𝔽2)𝔽2. H^0(C^\bullet;\mathbb F_2)\cong\mathbb F_2, \qquad H^1(C^\bullet;\mathbb F_2)\cong\mathbb F_2^2, \qquad H^2(C^\bullet;\mathbb F_2)\cong\mathbb F_2.

Di atas \mathbb Q, diferensial δ1\delta^1 ber-rank satu. Karena itu

dimC0dimC1+dimC2=12+1=0, \dim C^0-\dim C^1+\dim C^2=1-2+1=0,

sedangkan kohomologinya berdimensi 1,1,01,1,0, sehingga

dimH0dimH1+dimH2=11+0=0. \dim H^0-\dim H^1+\dim H^2=1-1+0=0.

Kedua karakteristik Euler sama. Namun dimensi rasional tidak melihat faktor torsi /2\mathbb Z/2\mathbb Z pada H2H^2. Perhitungan modulo 22 juga menunjukkan bahwa perubahan koefisien dapat memperbesar kernel diferensial; ia bukan sekadar operasi mengganti simbol \mathbb Z pada daftar jawaban integral.

Soal 2 — koproduk tak hingga dan hasil kali kohomologi

Untuk j0j\in\mathbb N_0, ambil satu salinan Sj1S_j^1 dari lingkaran dan tetapkan

X=j0Sj1. X=\bigsqcup_{j\in\mathbb N_0}S_j^1.

  1. Buktikan bahwa kompleks korantai singular XX adalah hasil kali kompleks korantai komponen-komponennya, lalu hitung Hk(X;R)H^k(X;R) pada semua derajat.
  2. Jelaskan mengapa jawabannya memakai hasil kali jR\prod_jR, bukan jumlah langsung jR\bigoplus_jR.
  3. Definisikan F:XXF\colon X\to X dengan mengirim Sj1S_j^1 ke Sj+11S_{j+1}^1 melalui pemetaan sudut identitas. Tentukan F*F^* pada H0H^0 dan H1H^1 di bawah identifikasi dengan barisan dalam j0R\prod_{j\ge0}R.

Petunjuk. Simpleks standar terhubung, sehingga satu simpleks singular tidak dapat mengenai dua komponen koproduk. Fungsi pada gabungan saling lepas adalah keluarga semua pembatasannya, tanpa syarat dukungan hingga. Untuk F*F^*, lihat komponen domain ke-jj dan tentukan komponen kodomain mana yang dibacanya.

Solusi. Karena Δn\Delta^n terhubung dan setiap Sj1S_j^1 terbuka sekaligus tertutup dalam XX, citra setiap simpleks singular ΔnX\Delta^n\to X berada seluruhnya dalam tepat satu komponen. Jadi himpunan simpleks singular adalah gabungan saling lepas himpunan simpleks tiap komponen. Pembatasan fungsi memberi isomorfisma kompleks

C(X;R)j0C(Sj1;R), C^\bullet(X;R) \cong\prod_{j\ge0}C^\bullet(S_j^1;R),

dan diferensial bertindak per koordinat. Dalam ZFC, kernel dan citra diferensial produk dihitung per koordinat; untuk citra, praimaj dapat dipilih serentak pada semua koordinat. Maka

Hk(X;R)j0Hk(Sj1;R){j0R,k=0 atau k=1,0,k>1. H^k(X;R)\cong\prod_{j\ge0}H^k(S_j^1;R) \cong \begin{cases} \displaystyle\prod_{j\ge0}R,&k=0\text{ atau }k=1,\\ 0,&k>1. \end{cases}

Unsur jR\prod_jR boleh mempunyai koordinat taknol pada tak hingga banyak jj. Jumlah langsung hanya memuat keluarga berdukungan hingga. Misalnya, (1R,1R,)(1_R,1_R,\ldots) berada dalam hasil kali bila 1R01_R\ne0, tetapi tidak dalam jumlah langsung.

Pada komponen domain Sj1S_j^1, pemetaan FF mendarat di komponen Sj+11S_{j+1}^1. Karena kohomologi kontravarian, koordinat ke-jj dari tarik-balik membaca koordinat ke-(j+1)(j+1) dari kelas semula. Jadi, baik pada H0H^0 maupun H1H^1,

F*(a0,a1,a2,)=(a1,a2,a3,). F^*(a_0,a_1,a_2,\ldots)=(a_1,a_2,a_3,\ldots).

Pergeseran ke kiri ini memperlihatkan arah kontravarian secara konkret.

Soal 3 — penghubung Lema Ular yang taktrivial

Pertimbangkan diagram komutatif dengan baris eksak pendek

0×4π4/40α=×2β=idγ=π20×2π2/20, \begin{array}{ccccccccc} 0&\to&\mathbb Z&\xrightarrow{\times4}&\mathbb Z &\xrightarrow{\pi_4}&\mathbb Z/4&\to&0\\ &&\downarrow{\scriptstyle\alpha=\times2} &&\downarrow{\scriptstyle\beta=\operatorname{id}} &&\downarrow{\scriptstyle\gamma=\pi_2}&&\\ 0&\to&\mathbb Z&\xrightarrow{\times2}&\mathbb Z &\xrightarrow{\pi_2}&\mathbb Z/2&\to&0, \end{array}

tempat γ([x]4)=[x]2\gamma([x]_4)=[x]_2.

  1. Hitung keenam kernel dan kokernel dalam barisan Lema Ular.
  2. Bangun pemetaan penghubung δ:kerγcokerα\delta\colon\ker\gamma\to\operatorname{coker}\alpha dari pilihan pengangkatan dan tentukan nilainya pada generator.
  3. Periksa secara eksplisit eksaknya barisan Ular pada keempat suku internal.

Petunjuk. Generator kerγ\ker\gamma adalah [2]4[2]_4. Angkat unsur itu ke 22\in\mathbb Z pada baris atas, terapkan β\beta, lalu angkat balik melalui pemetaan ×2\times2 pada baris bawah. Setelah itu barisan Ular menyederhana menjadi satu peta di antara dua salinan /2\mathbb Z/2.

Solusi. Pemetaan α=×2\alpha=\times2 dan β=id\beta=\operatorname{id} injektif, sedangkan γ\gamma surjektif dengan kernel {[0]4,[2]4}/2\{[0]_4,[2]_4\}\cong\mathbb Z/2. Jadi

kerα=0,kerβ=0,kerγ/2, \ker\alpha=0, \quad\ker\beta=0, \quad\ker\gamma\cong\mathbb Z/2,

dan

cokerα/2,cokerβ=0,cokerγ=0. \operatorname{coker}\alpha\cong\mathbb Z/2, \quad\operatorname{coker}\beta=0, \quad\operatorname{coker}\gamma=0.

Ambil c=[2]4kerγc=[2]_4\in\ker\gamma. Pilih b=2b=2\in\mathbb Z dengan π4(b)=c\pi_4(b)=c. Karena β\beta identitas, β(b)=2\beta(b)=2. Pada baris bawah, 22 adalah citra a=1a'=1 melalui pemetaan ×2\times2. Definisi penghubung memberi

δ([2]4)=[1]/α()=/2. \delta([2]_4)=[1] \in\mathbb Z/\alpha(\mathbb Z) =\mathbb Z/2.

Jika pengangkatan bb diganti dengan 2+4r2+4r, unsur pada baris bawah yang dipilih menjadi a=1+2ra'=1+2r. Kelasnya modulo α()=2\alpha(\mathbb Z)=2\mathbb Z tetap [1][1]. Jadi hasil itu tidak bergantung pada pilihan pengangkatan.

Jadi δ\delta mengirim generator ke generator dan merupakan isomorfisma. Barisan Ular dalam contoh ini adalah

00/2δ/200. 0\longrightarrow0\longrightarrow\mathbb Z/2 \xrightarrow{\ \delta\ }\mathbb Z/2 \longrightarrow0\longrightarrow0.

Eksak pada kerβ=0\ker\beta=0 bersifat langsung. Pada kerγ\ker\gamma, citra peta sebelumnya nol dan sama dengan kerδ\ker\delta karena δ\delta injektif. Pada cokerα\operatorname{coker}\alpha, citra δ\delta adalah seluruh grup dan sama dengan kernel peta menuju cokerβ=0\operatorname{coker}\beta=0. Terakhir, pada cokerβ=0\operatorname{coker}\beta=0, citra peta masuk dan kernel peta keluar sama-sama nol. Keempat posisi internal dengan demikian eksak.

Soal 4 — pasangan cakram–sfera dan kasus batas dua titik

Untuk setiap n1n\ge1, hitung Hk(Dn,Sn1;)H^k(D^n,S^{n-1};\mathbb Z) pada semua derajat dengan dua cara yang saling memeriksa:

  1. gunakan pemetaan hasil bagi q:DnDn/Sn1Snq\colon D^n\to D^n/S^{n-1}\cong S^n; dan
  2. gunakan barisan eksak panjang pasangan.

Pada n=1n=1, tuliskan secara eksplisit pemetaan H0(D1)H0(S0)H^0(D^1)\to H^0(S^0) dan identifikasi kokernelnya. Nyatakan arah tepat pemetaan kohomologi yang diinduksi oleh qq.

Petunjuk. Teorema hasil bagi memakai kohomologi tereduksi sfera. Untuk n=1n=1, pembatasan fungsi konstan dari interval ke kedua titik batas adalah pemetaan diagonal 2\mathbb Z\to\mathbb Z^2.

Solusi. Pasangan (Dn,Sn1)(D^n,S^{n-1}) adalah pasangan CW yang baik, dan pemetaan hasil bagi menginduksi, secara kontravarian,

q*:H̃k(Sn;)Hk(Dn,Sn1;). q^*\colon \widetilde H^k(S^n;\mathbb Z) \xrightarrow{\ \cong\ } H^k(D^n,S^{n-1};\mathbb Z).

Karena kohomologi tereduksi SnS^n adalah \mathbb Z tepat pada derajat nn,

Hk(Dn,Sn1;){,k=n,0,kn. H^k(D^n,S^{n-1};\mathbb Z) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=n,\\ 0,&k\ne n. \end{cases}

Untuk n2n\ge2, DnD^n dan Sn1S^{n-1} terhubung, sehingga pemetaan pada H0H^0 adalah isomorfisma. Semua kohomologi positif cakram nol. Di sekitar derajat n1n-1, barisan pasangan menjadi

0Hn1(Sn1;)Hn(Dn,Sn1;)0, 0\longrightarrow H^{n-1}(S^{n-1};\mathbb Z)\cong\mathbb Z \xrightarrow{\partial}H^n(D^n,S^{n-1};\mathbb Z) \longrightarrow0,

jadi penghubung adalah isomorfisma dan hasilnya sama.

Jika n=1n=1, batasnya S0={1,1}S^0=\{-1,1\} dan awal barisan ialah

0H0(D1,S0)Δ2H1(D1,S0)0, 0\to H^0(D^1,S^0)\to\mathbb Z \xrightarrow{\Delta}\mathbb Z^2 \xrightarrow{\partial}H^1(D^1,S^0)\to0,

dengan Δ(a)=(a,a)\Delta(a)=(a,a). Pemetaan diagonal injektif, sehingga grup relatif derajat nol adalah nol. Pemetaan

(u,v)vu (u,v)\longmapsto v-u

surjektif dan berkernel Δ()\Delta(\mathbb Z); maka cokerΔ\operatorname{coker}\Delta\cong\mathbb Z dan H1(D1,S0)H^1(D^1,S^0)\cong\mathbb Z. Ini menutup kasus n=1n=1 tanpa menyamakan H0H^0 biasa dengan kohomologi tereduksi.

Soal 5 — kohomologi semua sfera dari Mayer–Vietoris

Untuk n1n\ge1, selimuti SnS^n dengan dua lingkungan hemisfer terbuka U,VU,V. Keduanya kontraktil, sedangkan UVSn1U\cap V\simeq S^{n-1}.

  1. Turunkan isomorfisma reduksi H̃k1(Sn1;R)H̃k(Sn;R)\widetilde H^{k-1}(S^{n-1};R)\cong\widetilde H^k(S^n;R).
  2. Mulai dari H̃0(S0;R)R\widetilde H^0(S^0;R)\cong R, hitung seluruh kohomologi tereduksi dan biasa SnS^n.
  3. Periksa secara eksplisit mengapa argumen tetap benar untuk n=1n=1, ketika irisan mempunyai dua komponen lintasan.

Petunjuk. Dalam barisan Mayer–Vietoris tereduksi, semua suku milik UU dan VV lenyap. Pada n=1n=1, jangan mengganti H̃0(S0;R)\widetilde H^0(S^0;R) dengan kohomologi biasa derajat nol.

Solusi. Karena U,VU,V kontraktil dan irisannya takkosong, bagian tereduksi barisan Mayer–Vietoris memberi, untuk k1k\ge1,

0H̃k1(UV;R)MVH̃k(Sn;R)0. 0\longrightarrow\widetilde H^{k-1}(U\cap V;R) \xrightarrow{\partial_{\mathrm{MV}}}\widetilde H^k(S^n;R) \longrightarrow0.

Invariansi homotopi UVSn1U\cap V\simeq S^{n-1} menghasilkan

H̃k1(Sn1;R)H̃k(Sn;R). \widetilde H^{k-1}(S^{n-1};R) \xrightarrow{\ \cong\ }\widetilde H^k(S^n;R).

Untuk k=nk=n, iterasi mencapai H̃0(S0;R)R\widetilde H^0(S^0;R)\cong R. Jika k=0k=0, grup tereduksi nol karena SnS^n terhubung lintasan. Jika 0<k<n0<k<n, iterasi berakhir pada derajat nol sfera berdimensi positif, yang juga nol karena keterhubungan lintasan. Jika k>nk>n, iterasi berakhir pada derajat positif S0S^0, yang nol. Jadi

H̃k(Sn;R){R,k=n,0,kn. \widetilde H^k(S^n;R) \cong \begin{cases} R,&k=n,\\ 0,&k\ne n. \end{cases}

Karena SnS^n terhubung lintasan untuk n1n\ge1,

Hk(Sn;R){R,k=0 atau k=n,0,selain itu. H^k(S^n;R) \cong \begin{cases} R,&k=0\text{ atau }k=n,\\ 0,&\text{selain itu}. \end{cases}

Pada n=1n=1, irisan dua busur mempunyai tipe homotopi S0S^0. Walaupun H0(S0;R)R2H^0(S^0;R)\cong R^2, hasil bagi oleh fungsi konstan adalah H̃0(S0;R)R\widetilde H^0(S^0;R)\cong R. Pemetaan penghubung mengidentifikasi modul ini dengan H1(S1;R)RH^1(S^1;R)\cong R. Jadi kasus dasar satu-dimensi justru memerlukan versi tereduksi dan tercakup tanpa pengecualian tersembunyi.

Soal 6 — pembandingan korantai dan induksi Lema Lima

Untuk himpunan-Δ\Delta berdimensi hingga XX_\bullet, pemetaan karakteristik χx:Δn|X|\chi_x\colon\Delta^n\to|X_\bullet| menentukan restriksi

ρX:Csing(|X|;R)CΔ(X;R). \rho_X\colon C^\bullet_{\mathrm{sing}}(|X_\bullet|;R) \longrightarrow C^\bullet_\Delta(X_\bullet;R).

  1. Tuliskan rumus ρX\rho_X dan buktikan bahwa ia pemetaan korantai.
  2. Buktikan kealamiannya terhadap pemetaan himpunan-Δ\Delta.
  3. Dengan pasangan kerangka (X,skn1X)(X_\bullet,\operatorname{sk}_{n-1}X_\bullet), perbandingan relatif, dan Lema Lima, buktikan bahwa ρX\rho_X menginduksi isomorfisma pada setiap kohomologi.

Petunjuk. Evaluasikan korantai singular pada simpleks karakteristik dan gunakan χxi=χdix\chi_x\circ\partial_i=\chi_{d_ix}. Untuk induksi dimensi, ambil lima suku barisan pasangan: kerangka, relatif, absolut, kerangka, relatif. Empat peta selain peta absolut sudah diketahui merupakan isomorfisma.

Solusi. Pada derajat nn, definisikan

(ρXφ)(x)=φ(χx)(xXn). (\rho_X\varphi)(x)=\varphi(\chi_x) \qquad(x\in X_n).

Karena muka simpleks karakteristik adalah simpleks karakteristik muka,

(ρXδsingφ)(x)=i(1)iφ(χxi)=i(1)iφ(χdix)=(δΔρXφ)(x). \begin{aligned} (\rho_X\delta_{\mathrm{sing}}\varphi)(x) &=\sum_i(-1)^i\varphi(\chi_x\circ\partial_i)\\ &=\sum_i(-1)^i\varphi(\chi_{d_ix}) =(\delta_\Delta\rho_X\varphi)(x). \end{aligned}

Jadi ρX\rho_X pemetaan korantai. Jika f:XYf\colon X_\bullet\to Y_\bullet, maka |f|χx=χf(x)|f|\circ\chi_x=\chi_{f(x)}. Untuk φCsingn(|Y|;R)\varphi\in C^n_{\mathrm{sing}}(|Y|;R),

(ρX|f|*φ)(x)=φ(|f|χx)=φ(χf(x))=(f*ρYφ)(x). (\rho_X|f|^*\varphi)(x) =\varphi(|f|\chi_x) =\varphi(\chi_{f(x)}) =(f^*\rho_Y\varphi)(x).

Inilah kealamian ρX|f|*=f*ρY\rho_X|f|^*=f^*\rho_Y.

Sekarang lakukan induksi pada dimensi nn. Pada n=0n=0, realisasi adalah ruang diskret; kedua teori memberi RX0R^{X_0} pada derajat nol dan nol di atasnya, serta ρ*\rho^* identitas koordinat. Untuk langkah induksi, bandingkan barisan eksak panjang pasangan kerangka pada teori singular dan simpleksial. Lima suku yang mengapit peta absolut derajat kk adalah

Hk1(skn1X)Hk(X,skn1X)Hk(X)Hk(skn1X)Hk+1(X,skn1X). H^{k-1}(\operatorname{sk}_{n-1}X) \to H^k(X,\operatorname{sk}_{n-1}X) \to H^k(X) \to H^k(\operatorname{sk}_{n-1}X) \to H^{k+1}(X,\operatorname{sk}_{n-1}X).

Dua peta vertikal pada suku kerangka adalah isomorfisma menurut hipotesis induksi. Dua peta vertikal pada suku relatif adalah isomorfisma karena hasil bagi kerangka merupakan baji sfera-nn dan pada setiap faktor pemetaan pembanding mengirim kelas kanonik ke kelas kanonik. Kealamian membuat seluruh diagram komutatif, termasuk pemetaan penghubung. Lema Lima karena itu memaksa peta vertikal tengah

ρX*:Hsingk(|X|;R)HΔk(X;R) \rho_X^*\colon H^k_{\mathrm{sing}}(|X|;R) \longrightarrow H^k_\Delta(X;R)

menjadi isomorfisma. Ini berlaku pada semua kk, sehingga induksi selesai.

Soal 7 — paritas dan teorema sfera berbulu

Rekonstruksi kedua arah teorema sfera berbulu.

  1. Andaikan SnS^n mempunyai medan vektor tangen kontinu yang tidak pernah nol. Normalisasikan medan itu dan bangun homotopi dari identitas SnSnS^n\to S^n ke peta antipodal.
  2. Gunakan derajat untuk membuktikan bahwa nn harus ganjil.
  3. Untuk n=2k1n=2k-1, bangun secara eksplisit medan tangen satuan yang tidak pernah nol, lalu periksa tangensi dan normanya.
  4. Jelaskan secara terpisah apa yang dikatakan argumen pada S0S^0.

Petunjuk. Setelah normalisasi, xx dan v(x)v(x) adalah dua vektor satuan ortogonal. Putar yang pertama menuju negatifnya di bidang yang mereka rentang. Untuk arah sebaliknya, kelompokkan koordinat 2k\mathbb R^{2k} dalam pasangan dan lakukan rotasi seperempat putaran pada setiap pasangan.

Solusi. Bagi medan yang tidak pernah nol dengan panjangnya. Kita boleh mengandaikan

v(x)=1,xv(x)=0. \lVert v(x)\rVert=1, \qquad x\cdot v(x)=0.

Definisikan

H(t,x)=cos(πt)x+sin(πt)v(x). H(t,x)=\cos(\pi t)x+\sin(\pi t)v(x).

Ortogonalitas memberi

H(t,x)2=cos2(πt)+sin2(πt)=1, \lVert H(t,x)\rVert^2 =\cos^2(\pi t)+\sin^2(\pi t)=1,

jadi HH bernilai di SnS^n. Nilai ujungnya adalah H(0,x)=xH(0,x)=x dan H(1,x)=xH(1,x)=-x. Maka identitas homotop dengan peta antipodal. Derajat bersifat invarian terhadap homotopi, sedangkan

Deg(idSn)=1,Deg(idSn)=(1)n+1. \operatorname{Deg}(\operatorname{id}_{S^n})=1, \qquad \operatorname{Deg}(-\operatorname{id}_{S^n})=(-1)^{n+1}.

Karena kedua derajat harus sama, (1)n+1=1(-1)^{n+1}=1, sehingga nn ganjil.

Sebaliknya, jika n=2k1n=2k-1, untuk xS2k12kx\in S^{2k-1}\subset\mathbb R^{2k} tetapkan

v(x1,x2,,x2k1,x2k)=(x2,x1,,x2k,x2k1). v(x_1,x_2,\ldots,x_{2k-1},x_{2k}) =(-x_2,x_1,\ldots,-x_{2k},x_{2k-1}).

Rumus itu linear dan karenanya kontinu. Pada setiap pasangan koordinat,

(x2j1,x2j)(x2j,x2j1)=0, (x_{2j-1},x_{2j})\cdot(-x_{2j},x_{2j-1})=0,

sehingga xv(x)=0x\cdot v(x)=0 dan v(x)v(x) tangen. Selain itu,

v(x)2=j=1k(x2j12+x2j2)=x2=1. \lVert v(x)\rVert^2 =\sum_{j=1}^k(x_{2j-1}^2+x_{2j}^2) =\lVert x\rVert^2=1.

Jadi medan itu tidak pernah nol. Pada S0S^0, setiap ruang singgung berdimensi nol dan hanya mempunyai vektor nol. Sisi derajat juga memberi kontradiksi, karena kohomologi tereduksi membuat Deg(idS0)=1\operatorname{Deg}(-\operatorname{id}_{S^0})=-1, sedangkan identitas berderajat 11.

Soal 8 — ketika invarian aditif belum cukup

Bandingkan

X=T2danY=S1S1S2. X=T^2 \qquad\text{dan}\qquad Y=S^1\vee S^1\vee S^2.

Gunakan struktur CW dengan satu sel-00, dua sel-11, dan satu sel-22 pada masing-masing ruang.

  1. Hitung π1(X)\pi_1(X) dan π1(Y)\pi_1(Y) dengan Seifert–van Kampen.
  2. Hitung seluruh homologi integral kedua ruang dari pemetaan batas seluler.
  3. Hitung seluruh kohomologi integral aditif dan karakteristik Eulernya.
  4. Putuskan apakah XX dan YY dapat ekuivalen homotopi, lalu jelaskan secara tepat mengapa sebagian invarian di atas gagal membedakannya.

Petunjuk. Sel-22 torus dilekatkan sepanjang komutator aba1b1aba^{-1}b^{-1}, sedangkan sel-22 pada YY dilekatkan secara konstan. Jumlah eksponen aa dan bb dalam komutator sama-sama nol, jadi kedua matriks batas seluler dapat berimpit walaupun relasi grup fundamentalnya berbeda.

Solusi. Kerangka-11 kedua ruang adalah S1S1S^1\vee S^1, sehingga sebelum sel-22 dilekatkan grup fundamentalnya adalah grup bebas F(a,b)F(a,b). Pada torus, peta pelekatan memberi relasi komutator:

π1(X)a,baba1b1=12. \pi_1(X) \cong\langle a,b\mid aba^{-1}b^{-1}=1\rangle \cong\mathbb Z^2.

Pada YY, sel-22 membentuk faktor baji S2S^2 dan peta pelekatannya konstan, sehingga tidak menambahkan relasi. Maka

π1(Y)F(a,b). \pi_1(Y)\cong F(a,b).

Kompleks rantai seluler masing-masing mempunyai bentuk

0d22d10. 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{d_2}\mathbb Z^2 \xrightarrow{d_1}\mathbb Z\longrightarrow0.

Karena kedua ujung setiap sel-11 melekat pada satu sel-00, d1=0d_1=0. Untuk torus, koefisien d2d_2 adalah jumlah eksponen generator pada kata pelekatan. Dalam aba1b1aba^{-1}b^{-1}, jumlah eksponen aa dan bb keduanya nol, jadi d2=0d_2=0. Pada YY, peta pelekatan konstan juga memberi d2=0d_2=0. Oleh karena itu kedua ruang mempunyai homologi yang sama:

Hk(X;)Hk(Y;){,k=0,2,2,k=1,0,selain itu. H_k(X;\mathbb Z)\cong H_k(Y;\mathbb Z) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=0,2,\\ \mathbb Z^2,&k=1,\\ 0,&\text{selain itu}. \end{cases}

Mendualkan kompleks seluler menghasilkan diferensial korantai nol yang sama. Karena semua grup bebas, tidak muncul suku torsi tambahan. Jadi secara aditif

Hk(X;)Hk(Y;){,k=0,2,2,k=1,0,selain itu. H^k(X;\mathbb Z)\cong H^k(Y;\mathbb Z) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&k=0,2,\\ \mathbb Z^2,&k=1,\\ 0,&\text{selain itu}. \end{cases}

Kedua struktur CW juga memberi

χ=12+1=0, \chi=1-2+1=0,

sesuai jumlah berganti tanda rank homologi atau kohomologi.

Namun π1(X)=2\pi_1(X)=\mathbb Z^2 abelian, sedangkan π1(Y)=F(a,b)\pi_1(Y)=F(a,b) nonabelian. Ekuivalensi homotopi harus menginduksi isomorfisma grup fundamental, sehingga XX dan YY tidak ekuivalen homotopi. Contoh ini menunjukkan batas invarian aditif: grup homologi, grup kohomologi sebagai grup bergradasi, dan karakteristik Euler semuanya sama, tetapi data perkalian atau nonkomutativitas yang masih terlihat oleh π1\pi_1 telah hilang setelah abelianisasi dan pengambilan rank.

Peta cakupan asesmen

Soal Route utama Route prasyarat Kompetensi yang diperiksa
1 D60-R13 kompleks korantai, kernel/citra, torsi, perubahan koefisien, dan Euler
2 D60-R13 koproduk tak hingga, hasil kali kohomologi, dan tarik-balik kontravarian
3 D60-R13 konstruksi penghubung Lema Ular dan eksak pada empat suku internal
4 D60-R13 kohomologi relatif/tereduksi pasangan cakram–sfera, termasuk n=1n=1
5 D60-R13 kohomologi sfera melalui Mayer–Vietoris, termasuk irisan S0S^0
6 D60-R14 D60-R13 pembandingan korantai, kealamian, pasangan kerangka, dan Lema Lima
7 D60-R14 derajat, peta antipodal, paritas, dan teorema sfera berbulu
8 D60-R14 D60-R13, D60-R05, D60-R12 perbandingan π1\pi_1, homologi, kohomologi, dan Euler pada dua ruang

Asesmen selesai tepat pada delapan soal, delapan petunjuk, dan delapan solusi lengkap. Setiap objek exercise, hint, dan solution memiliki pengenal stabil o012-d60-ca03-ex/hint/sol-001 sampai 008, serta setiap bagian dan tabel cakupan memiliki pengenal stabil tersendiri.

Laboratorium Komputasi 1 — Monodromi Ruang Penutup dan Presentasi Grup

Status dan keluaran laboratorium

Laboratorium ini adalah materi asli edisi. Ia menghubungkan tiga sudut pandang yang mudah tercampur bila hanya dihitung dengan tangan:

  1. aksi monodromi kanan pada serat suatu penutup graf;
  2. citra hingga aksi tersebut sebagai grup permutasi;
  3. subgrup stabilisator yang isomorfik dengan grup fundamental ruang atas.

Semua perhitungan memakai pustaka standar Python saja dan dapat dijalankan tanpa jaringan. Paket laboratorium memuat program, enam uji deterministik, keluaran acuan, interpretasi matematis, dan solusi lengkap. Kode tidak menggantikan pembuktian: keluaran program menjadi data yang kemudian dijustifikasi dengan orbit–stabilisator, presentasi grup, dan argumen pohon merentang.

Prasyarat yang dipakai

Tujuan

Sesudah menyelesaikan laboratorium ini, pembaca dapat:

  1. memeriksa apakah dua baris transisi benar-benar mendefinisikan penutup graf berhingga;
  2. menghitung orbit serat dan memutuskan keterhubungan ruang atas;
  3. mengenali citra monodromi dari relasi permutasinya;
  4. membangun transversal Schreier deterministik dan basis bebas subgrup stabilisator;
  5. membedakan presentasi citra monodromi dari presentasi grup fundamental ruang penutup;
  6. mengikat klaim tersebut pada uji dan keluaran yang dapat direproduksi.

Konvensi kata dan aksi kanan

Tuliskan

X=Sa1Sb1,π1(X,*)F(a,b). X=S^1_a\vee S^1_b, \qquad \pi_1(X,*)\cong F(a,b).

Huruf kapital menyatakan invers:

A=a1,B=b1. A=a^{-1}, \qquad B=b^{-1}.

Kata dibaca dari kiri ke kanan sebagai urutan perjalanan. Jika RwR_w adalah operator titik akhir pada serat, maka

Ruv=RvRu. R_{uv}=R_v\circ R_u.

Jadi program menerapkan huruf pertama lebih dahulu. Ini adalah aksi kanan langsung, bukan homomorfisma kiri ke grup permutasi dengan konvensi komposisi fungsi biasa. Bila homomorfisma kiri diperlukan, gunakan ρ(g)=Rg1\rho(g)=R_{g^{-1}} seperti pada pembaca utama.

Data penutup empat lembaran

Serat di atas titik baji adalah

S={0,1,2,3}. S=\{0,1,2,3\}.

Tabel transisi positifnya ialah

s0123sa1230sb0321. \begin{array}{c|cccc} s&0&1&2&3\\ \hline s\mathbin{\cdot}a&1&2&3&0\\ s\mathbin{\cdot}b&0&3&2&1. \end{array}

Dengan notasi siklus,

Ra=(0123),Rb=(13). R_a=(0\ 1\ 2\ 3), \qquad R_b=(1\ 3).

Setiap baris adalah permutasi. Karena itu dari setiap simpul terdapat tepat satu sisi keluar dan satu sisi masuk untuk setiap label aa dan bb; inilah syarat lokal penutup graf. Terdapat empat pengangkatan berorientasi positif dari setiap sel-11 dasar, sehingga graf ruang atas mempunyai 44 simpul dan 88 sisi geometris berorientasi positif. Fakta bahwa RbR_b suatu involusi dalam citra permutasi tidak mengidentifikasi sisi positif bb dengan sisi baliknya di grup bebas.

Tugas 1 — jalankan bukti komputasional. Dari akar repositori, jalankan

python -B source/id-ID/labs/test_o012_d60_lab01_monodromy.py
python -B source/id-ID/labs/o012_d60_lab01_monodromy.py

Pastikan keenam uji lulus dan keluaran program sama byte demi byte dengan expected-output-lab01.txt.

Tugas 2 — orbit, keterhubungan, dan citra. Hitung orbit lembaran 00. Daftarkan semua permutasi dalam citra monodromi. Periksa bahwa kata a4a^4, b2b^2, dan babababa bertindak trivial.

Tugas 3 — presentasi citra. Buktikan bahwa citra monodromi mempunyai presentasi

a,ba4,b2,baba \langle a,b\mid a^4,\ b^2,\ baba\rangle

dan isomorfik dengan grup dihedral berorde 88. Jelaskan mengapa presentasi ini bukan presentasi F(a,b)F(a,b) dan tidak langsung memberikan presentasi grup fundamental ruang atas.

Tugas 4 — transversal dan basis bebas. Mulai pada lembaran 00 dan lakukan pencarian lebar-pertama dengan urutan huruf a,A,b,Ba,A,b,B. Untuk setiap lembaran ss, catat kata transversal tst_s. Kemudian hitung kata

tsxtsx1(sS,x{a,b}), t_sx\,t_{s\cdot x}^{-1} \qquad (s\in S,\ x\in\{a,b\}),

reduksi bebas, dan buang kata identitas. Verifikasi bahwa lima kata sisanya memperbaiki lembaran 00.

Tugas 5 — presentasi ruang atas. Gunakan pohon merentang yang tersirat oleh transversal untuk menghitung rank grup fundamental graf ruang atas. Tuliskan presentasi bebasnya dan hubungkan grup itu dengan stabilisator StabF(a,b)(0)\operatorname{Stab}_{F(a,b)}(0).

Tugas 6 — uji negatif. Ganti transisi dengan

Ra=(01)(23),Rb=id. R_a=(0\ 1)(2\ 3), \qquad R_b=\operatorname{id}.

Prediksikan dekomposisi orbit sebelum menjalankan uji. Jelaskan mengapa rutin pembentuk basis bebas laboratorium menolak data ini sebagai satu penutup terhubung, meskipun kedua baris tetap merupakan permutasi yang sah.

Petunjuk. Orbit 00 sudah memuat 1,2,31,2,3 dengan mengulang aa. Untuk presentasi citra, ubah baba=1baba=1 menjadi bab=a1bab=a^{-1} dan dorong setiap bb ke satu sisi kata. Untuk subgrup ruang atas, jangan memakai relasi b2=1b^2=1: relasi itu berlaku pada citra permutasi, bukan pada grup bebas dasar. Pembangkit Schreier yang tersisa akan membentuk basis bebas. Pohon merentang mempunyai V1V-1 sisi, sedangkan graf mempunyai 88 sisi positif.

Program lengkap

Berkas kanonis: o012_d60_lab01_monodromy.py. Proses pembuatan pembaca mengganti penanda berikut dengan byte sumber tersebut agar HTML dan PDF tetap mandiri dan agar salinan tampilan tidak dapat menyimpang dari berkas yang diuji.

#!/usr/bin/env python3
"""Laboratorium D60-01: monodromi, data Schreier, dan presentasi grup.

SPDX-License-Identifier: CC-BY-SA-4.0
Materi asli edisi diproduksi dengan OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra.
"""
from __future__ import annotations

import sys
from collections import deque
from collections.abc import Iterable, Mapping


INVERSE_LETTER = {"a": "A", "A": "a", "b": "B", "B": "b"}
LETTER_ORDER = ("a", "A", "b", "B")
POSITIVE_GENERATORS = ("a", "b")


def inverse_permutation(permutation: tuple[int, ...]) -> tuple[int, ...]:
    inverse = [0] * len(permutation)
    for source, target in enumerate(permutation):
        inverse[target] = source
    return tuple(inverse)


def inverse_word(word: str) -> str:
    """Kembalikan invers suatu kata pada alfabet a,A,b,B."""
    _validate_word(word)
    return "".join(INVERSE_LETTER[letter] for letter in reversed(word))


def reduce_word(word: str) -> str:
    """Reduksi bebas suatu kata dalam grup bebas F(a,b)."""
    _validate_word(word)
    stack: list[str] = []
    for letter in word:
        if stack and INVERSE_LETTER[letter] == stack[-1]:
            stack.pop()
        else:
            stack.append(letter)
    return "".join(stack)


def _validate_word(word: str) -> None:
    invalid = sorted(set(word) - set(LETTER_ORDER))
    if invalid:
        raise ValueError(f"huruf kata tidak sah: {invalid}")


def cycle_notation(permutation: tuple[int, ...]) -> str:
    """Tulis permutasi sebagai siklus-siklus taktrivial yang saling lepas."""
    seen: set[int] = set()
    cycles: list[str] = []
    for start in range(len(permutation)):
        if start in seen:
            continue
        cycle: list[int] = []
        current = start
        while current not in seen:
            seen.add(current)
            cycle.append(current)
            current = permutation[current]
        if len(cycle) > 1:
            cycles.append("(" + " ".join(str(value) for value in cycle) + ")")
    return "".join(cycles) or "()"


class CoveringAction:
    """Aksi monodromi kanan berhingga F(a,b) pada lembaran bernomor."""

    def __init__(self, positive: Mapping[str, Iterable[int]]) -> None:
        if tuple(positive) != POSITIVE_GENERATORS:
            raise ValueError("pembangkit positif harus diberikan dalam urutan a,b")
        converted = {name: tuple(values) for name, values in positive.items()}
        degree = len(converted["a"])
        if degree == 0 or len(converted["b"]) != degree:
            raise ValueError("kedua permutasi harus mempunyai derajat positif yang sama")
        expected = tuple(range(degree))
        for name, permutation in converted.items():
            if tuple(sorted(permutation)) != expected:
                raise ValueError(f"R_{name} bukan permutasi lembaran 0,...,{degree - 1}")
        self.degree = degree
        self.transitions = {
            "a": converted["a"],
            "A": inverse_permutation(converted["a"]),
            "b": converted["b"],
            "B": inverse_permutation(converted["b"]),
        }

    def act(self, sheet: int, word: str) -> int:
        """Terapkan aksi kanan langsung menurut urutan kronologis kata."""
        if sheet not in range(self.degree):
            raise ValueError(f"lembaran di luar rentang: {sheet}")
        _validate_word(word)
        current = sheet
        for letter in word:
            current = self.transitions[letter][current]
        return current

    def permutation(self, word: str) -> tuple[int, ...]:
        return tuple(self.act(sheet, word) for sheet in range(self.degree))

    def orbit(self, start: int) -> tuple[int, ...]:
        if start not in range(self.degree):
            raise ValueError(f"lembaran di luar rentang: {start}")
        reached = {start}
        queue = deque([start])
        while queue:
            current = queue.popleft()
            for letter in LETTER_ORDER:
                target = self.transitions[letter][current]
                if target not in reached:
                    reached.add(target)
                    queue.append(target)
        return tuple(sorted(reached))

    def orbits(self) -> tuple[tuple[int, ...], ...]:
        unseen = set(range(self.degree))
        result: list[tuple[int, ...]] = []
        while unseen:
            orbit = self.orbit(min(unseen))
            result.append(orbit)
            unseen.difference_update(orbit)
        return tuple(result)

    def image(self) -> tuple[tuple[int, ...], ...]:
        """Daftarkan citra hingga yang dibangkitkan oleh operator transisi."""
        identity = tuple(range(self.degree))
        reached = {identity}
        queue = deque([identity])
        while queue:
            current = queue.popleft()
            for letter in LETTER_ORDER:
                transition = self.transitions[letter]
                extended = tuple(transition[current[sheet]] for sheet in range(self.degree))
                if extended not in reached:
                    reached.add(extended)
                    queue.append(extended)
        return tuple(sorted(reached))

    def schreier_transversal(self, start: int = 0) -> dict[int, str]:
        """Pilih transversal deterministik yang tertutup terhadap prefiks."""
        if start not in range(self.degree):
            raise ValueError(f"lembaran di luar rentang: {start}")
        words = {start: ""}
        queue = deque([start])
        while queue:
            current = queue.popleft()
            for letter in LETTER_ORDER:
                target = self.transitions[letter][current]
                if target not in words:
                    words[target] = words[current] + letter
                    queue.append(target)
        return words

    def schreier_basis(self, start: int = 0) -> tuple[str, ...]:
        """Kembalikan pembangkit Schreier taktrivial t*x*overline(tx)^-1."""
        transversal = self.schreier_transversal(start)
        if len(transversal) != self.degree:
            raise ValueError("pembentukan basis bebas memerlukan aksi transitif")
        basis: list[str] = []
        for sheet in range(self.degree):
            representative = transversal[sheet]
            for generator in POSITIVE_GENERATORS:
                target = self.act(sheet, generator)
                word = reduce_word(
                    representative + generator + inverse_word(transversal[target])
                )
                if word:
                    basis.append(word)
        return tuple(basis)

    def graph_rank(self) -> int:
        if len(self.orbits()) != 1:
            raise ValueError("rumus rank tunggal ini memerlukan graf terhubung")
        vertices = self.degree
        positive_edges = self.degree * len(POSITIVE_GENERATORS)
        return positive_edges - vertices + 1


def build_lab_action() -> CoveringAction:
    return CoveringAction(
        {
            "a": (1, 2, 3, 0),
            "b": (0, 3, 2, 1),
        }
    )


def summary_lines(action: CoveringAction) -> list[str]:
    orbit = action.orbit(0)
    transversal = action.schreier_transversal(0)
    basis = action.schreier_basis(0)
    relations = {
        "a4": action.permutation("aaaa") == tuple(range(action.degree)),
        "b2": action.permutation("bb") == tuple(range(action.degree)),
        "baba": action.permutation("baba") == tuple(range(action.degree)),
    }
    lines = [
        "LABORATORIUM O012-D60-LAB01",
        f"jumlah_lembaran: {action.degree}",
        f"R_a: {cycle_notation(action.transitions['a'])}",
        f"R_b: {cycle_notation(action.transitions['b'])}",
        f"orbit_lembaran_0: {list(orbit)}",
        f"terhubung: {str(len(orbit) == action.degree).lower()}",
        f"orde_citra_monodromi: {len(action.image())}",
        f"relasi_a4: {str(relations['a4']).lower()}",
        f"relasi_b2: {str(relations['b2']).lower()}",
        f"relasi_baba: {str(relations['baba']).lower()}",
        f"indeks_stabilisator: {len(orbit)}",
        f"simpul_graf: {action.degree}",
        f"sisi_graf: {action.degree * len(POSITIVE_GENERATORS)}",
        f"rank_grup_penutup: {action.graph_rank()}",
        "transversal_schreier:",
    ]
    for sheet in range(action.degree):
        lines.append(f"  {sheet}: {transversal[sheet] or '1'}")
    lines.append("basis_bebas:")
    lines.extend(f"  {word}" for word in basis)
    lines.extend(
        [
            f"basis_memperbaiki_0: {str(all(action.act(0, word) == 0 for word in basis)).lower()}",
            "presentasi_citra: <a,b | a^4, b^2, baba>",
            "presentasi_penutup: <b, aba, aaaa, aabAA, AbA | >",
        ]
    )
    return lines


def main() -> int:
    payload = ("\n".join(summary_lines(build_lab_action())) + "\n").encode("utf-8")
    sys.stdout.buffer.write(payload)
    return 0


if __name__ == "__main__":
    raise SystemExit(main())

Uji deterministik lengkap

Berkas kanonis: test_o012_d60_lab01_monodromy.py.

#!/usr/bin/env python3
"""Uji deterministik untuk O012-D60-LAB01.

SPDX-License-Identifier: CC-BY-SA-4.0
"""
from __future__ import annotations

import subprocess
import sys
import unittest
from pathlib import Path

from o012_d60_lab01_monodromy import (
    CoveringAction,
    build_lab_action,
    inverse_word,
    reduce_word,
)


HERE = Path(__file__).resolve().parent
PROGRAM = HERE / "o012_d60_lab01_monodromy.py"
EXPECTED = HERE / "expected-output-lab01.txt"


class Lab01Tests(unittest.TestCase):
    def setUp(self) -> None:
        self.action = build_lab_action()

    def test_inverse_transitions_and_free_reduction(self) -> None:
        for sheet in range(self.action.degree):
            self.assertEqual(self.action.act(sheet, "aA"), sheet)
            self.assertEqual(self.action.act(sheet, "Aa"), sheet)
            self.assertEqual(self.action.act(sheet, "bB"), sheet)
            self.assertEqual(self.action.act(sheet, "Bb"), sheet)
        self.assertEqual(inverse_word("abA"), "aBA")
        self.assertEqual(reduce_word("abBAaA"), "")

    def test_connected_orbit_image_and_relations(self) -> None:
        identity = tuple(range(4))
        self.assertEqual(self.action.orbit(0), (0, 1, 2, 3))
        self.assertEqual(len(self.action.image()), 8)
        self.assertEqual(self.action.permutation("aaaa"), identity)
        self.assertEqual(self.action.permutation("bb"), identity)
        self.assertEqual(self.action.permutation("baba"), identity)

    def test_transversal_basis_and_rank(self) -> None:
        self.assertEqual(
            self.action.schreier_transversal(0),
            {0: "", 1: "a", 3: "A", 2: "aa"},
        )
        basis = ("b", "aba", "aaaa", "aabAA", "AbA")
        self.assertEqual(self.action.schreier_basis(0), basis)
        self.assertEqual(self.action.graph_rank(), 5)
        self.assertTrue(all(self.action.act(0, word) == 0 for word in basis))

    def test_disconnected_fixture(self) -> None:
        disconnected = CoveringAction(
            {
                "a": (1, 0, 3, 2),
                "b": (0, 1, 2, 3),
            }
        )
        self.assertEqual(disconnected.orbits(), ((0, 1), (2, 3)))
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "transitif"):
            disconnected.schreier_basis(0)

    def test_invalid_permutation_and_word_are_rejected(self) -> None:
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "bukan permutasi"):
            CoveringAction({"a": (0, 0), "b": (0, 1)})
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "huruf kata tidak sah"):
            self.action.act(0, "ac")

    def test_cli_matches_frozen_expected_output(self) -> None:
        process = subprocess.run(
            [sys.executable, "-B", str(PROGRAM)],
            cwd=HERE,
            check=True,
            stdout=subprocess.PIPE,
            stderr=subprocess.PIPE,
        )
        self.assertEqual(process.stderr, b"")
        self.assertEqual(process.stdout, EXPECTED.read_bytes())


if __name__ == "__main__":
    unittest.main(verbosity=2)

Keluaran acuan

Berkas kanonis: expected-output-lab01.txt.

LABORATORIUM O012-D60-LAB01
jumlah_lembaran: 4
R_a: (0 1 2 3)
R_b: (1 3)
orbit_lembaran_0: [0, 1, 2, 3]
terhubung: true
orde_citra_monodromi: 8
relasi_a4: true
relasi_b2: true
relasi_baba: true
indeks_stabilisator: 4
simpul_graf: 4
sisi_graf: 8
rank_grup_penutup: 5
transversal_schreier:
  0: 1
  1: a
  2: aa
  3: A
basis_bebas:
  b
  aba
  aaaa
  aabAA
  AbA
basis_memperbaiki_0: true
presentasi_citra: <a,b | a^4, b^2, baba>
presentasi_penutup: <b, aba, aaaa, aabAA, AbA | >

Membaca keluaran tanpa menyamakan tiga grup

Tiga grup yang muncul adalah:

  1. grup dasar F(a,b)=π1(X,*)F(a,b)=\pi_1(X,*);
  2. citra permutasi im(ρ)\operatorname{im}(\rho), yang berorde 88, untuk homomorfisma ρ(g)=Rg1\rho(g)=R_{g^{-1}};
  3. stabilisator H=StabF(a,b)(0)H=\operatorname{Stab}_{F(a,b)}(0), yang berindeks 44 dan isomorfik dengan π1(Z,0)\pi_1(Z,0).

Citra adalah hasil bagi F(a,b)/kerρF(a,b)/\ker\rho. Kumpulan operator yang diperoleh sama dengan kumpulan operator aksi kanan langsung RR; mengambil invers hanya memperbaiki arah komposisi. Stabilisator adalah subgrup, bukan hasil bagi itu. Karena bb memperbaiki lembaran 00, kata bb berada di HH; namun bb tetap berorde tak hingga di grup bebas F(a,b)F(a,b). Hanya bayangannya di citra permutasi yang memenuhi b2=1b^2=1. Pemisahan ini adalah pemeriksaan konseptual utama laboratorium.

Solusi lengkap

Orbit dan citra monodromi

Pengulangan aa memberi

0a1a2a3a0. 0\xrightarrow{a}1\xrightarrow{a}2\xrightarrow{a}3 \xrightarrow{a}0.

Jadi orbit 00 adalah seluruh SS. Orbit aksi monodromi sama dengan komponen lintasan ruang atas; penutup ini terhubung. Pendaftaran semua unsur melalui penutupan di bawah a,A,b,Ba,A,b,B menghasilkan delapan permutasi.

Secara langsung Ra4=1R_a^4=1 dan Rb2=1R_b^2=1. Refleksi RbR_b membalik siklus RaR_a, sehingga

RbRaRb=Ra1. R_bR_aR_b=R_a^{-1}.

Dalam urutan kata aksi kanan, kata baba juga memberi operator identitas. Program menguji ketiga relator titik demi titik pada seluruh serat, bukan hanya pada lembaran 00.

Presentasi citra

Dari relasi baba=1baba=1 diperoleh ba=a1bba=a^{-1}b. Dengan relasi ini, setiap kata dalam grup yang dipresentasikan dapat ditulis sebagai

aibj,0i<4,j{0,1}. a^i b^j, \qquad 0\le i<4, \quad j\in\{0,1\}.

Jadi grup yang dipresentasikan mempunyai paling banyak delapan unsur. Permutasi Ra,RbR_a,R_b menghasilkan delapan unsur yang berbeda, sehingga homomorfisma dari grup yang dipresentasikan ke citra adalah surjektif antara dua grup berukuran delapan dan karena itu isomorfisma. Inilah grup dihedral simetri persegi.

Argumen tersebut tidak menambahkan relasi ke F(a,b)F(a,b). Ia hanya menghitung hasil bagi yang terlihat oleh aksi empat lembaran ini. Secara khusus, F(a,b)F(a,b) tetap tak hingga dan bebas.

Transversal, pembangkit Schreier, dan basis bebas

Pencarian lebar-pertama dengan urutan a,A,b,Ba,A,b,B memilih

t0=1,t1=a,t2=aa,t3=A. t_0=1, \qquad t_1=a, \qquad t_2=aa, \qquad t_3=A.

Delapan calon pembangkit Schreier adalah sebagai berikut. Kolom terakhir sudah direduksi bebas.

sxsxtsxtsxtsx10a1a10b01b1a2aa11b3Aaba2a3Aaaaa2b2aaaabAA3a0113b1aAbA \begin{array}{c|c|c|c|c} s&x&s\mathbin{\cdot}x&t_{s\cdot x}&t_sx t_{s\cdot x}^{-1}\\ \hline 0&a&1&a&1\\ 0&b&0&1&b\\ 1&a&2&aa&1\\ 1&b&3&A&aba\\ 2&a&3&A&aaaa\\ 2&b&2&aa&aabAA\\ 3&a&0&1&1\\ 3&b&1&a&AbA \end{array}

Tiga kata identitas adalah sisi pohon merentang. Lima kata nontrivial

b,aba,aaaa,aabAA,AbA b, \quad aba, \quad aaaa, \quad aabAA, \quad AbA

semuanya memperbaiki lembaran 00, sebagaimana diperiksa program.

Graf terhubung mempunyai V=4V=4 simpul dan E=8E=8 sisi positif. Maka

rankπ1(Z,0)=EV+1=84+1=5. \operatorname{rank}\pi_1(Z,0)=E-V+1=8-4+1=5.

Mengontraksikan pohon merentang meninggalkan lima loop bebas, tepat lima kata Schreier di atas. Jadi

π1(Z,0)H=StabF(a,b)(0)F5 \pi_1(Z,0) \cong H=\operatorname{Stab}_{F(a,b)}(0) \cong F_5

dengan presentasi

b,aba,aaaa,aabAA,AbA. \langle b,\ aba,\ aaaa,\ aabAA,\ AbA\mid\ \rangle.

Kesamaan dengan stabilisator memakai Teorema 9.2 dan injektivitas pemetaan grup fundamental yang diinduksi suatu ruang penutup.

Uji negatif dan arti kegagalan

Untuk data uji negatif, aa menukar 00 dengan 11 dan menukar 22 dengan 33, sedangkan bb tidak memindahkan lembaran. Orbitnya adalah

{0,1},{2,3}. \{0,1\}, \qquad \{2,3\}.

Data uji itu masih mendefinisikan penutup empat lembaran, tetapi ruang atasnya mempunyai dua komponen. Rutin schreier_basis(0) sengaja menolak permintaan basis tunggal bagi seluruh graf: transversal dari 00 hanya mencapai komponen pertama. Masing-masing komponen dapat dianalisis sendiri dengan titik basisnya.

Pemeriksaan reproduktibilitas

Uji otomatis memeriksa:

  1. tabel transisi bijektif dan operator invers benar;
  2. reduksi bebas serta penolakan huruf kata yang tidak sah;
  3. orbit terhubung, orde citra, dan ketiga relator;
  4. transversal, lima pembangkit Schreier, dan rumus rank;
  5. setiap pembangkit basis memperbaiki lembaran 00;
  6. data uji dua orbit ditolak oleh rutin yang mensyaratkan transitivitas;
  7. keluaran CLI sama byte demi byte dengan keluaran acuan UTF-8 berakhiran LF.

Dengan demikian keluaran bukan tangkapan layar atau hasil yang diketik ulang: ia terikat pada kode yang sama dengan kode yang disajikan dalam pembaca.

Hak, atribusi, dan provenans

Laboratorium, program, uji, keluaran acuan, interpretasi, dan solusi ini adalah materi asli edisi dan didistribusikan di bawah CC BY-SA 4.0. Materi ini menggunakan hasil matematika yang sudah dikembangkan dalam edisi Roberts dan lapisan rute komposit, tetapi tidak menyalin ekspresi dari bank masalah yang dikecualikan. Produksi dilakukan dengan OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna. Kredit, lisensi, dan hubungan sumber David Michael Roberts serta Yeheli Fomberg tetap dibedakan; laboratorium ini tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

Laboratorium Komputasi 2 — Matriks Batas dan Bentuk Normal Smith

Status dan keluaran laboratorium

Laboratorium ini adalah materi asli edisi. Kita mulai dari data simpleks berhingga, membangun matriks batas integral tanpa jaringan, lalu menghitung bentuk normal Smith beserta sertifikat perubahan basisnya. Contoh utama ialah triangulasi enam simpul bidang projektif real 2\mathbb{RP}^2. Contoh itu cukup kecil untuk diaudit dengan tangan, tetapi cukup kaya untuk memperlihatkan kelas torsi H1(2;)/2H_1(\mathbb{RP}^2;\mathbb Z)\cong\mathbb Z/2\mathbb Z.

Paket laboratorium memuat program Python yang hanya memakai pustaka standar, enam uji deterministik, keluaran acuan, interpretasi matematis, petunjuk, dan solusi lengkap. Program tidak sekadar mengumumkan grup homologi. Ia memeriksa 12=0\partial_1\partial_2=0, menghasilkan matriks unimodular U,VU,V, dan memverifikasi identitas eksak

UAV=D UAV=D

untuk setiap bentuk normal Smith DD. Sebuah siklus torsi eksplisit dilengkapi dua bukti yang berbeda: rantai yang mengisi dua kali siklus itu dan kosiklus modulo 22 yang membuktikan bahwa siklusnya sendiri bukan batas.

Prasyarat yang dipakai

Tujuan

Sesudah menyelesaikan laboratorium ini, pembaca dapat:

  1. mengubah daftar simpleks berorientasi menjadi matriks batas integral;
  2. mendeteksi kesalahan tanda dengan menguji n1n=0\partial_{n-1}\partial_n=0;
  3. memeriksa bahwa data simpleks memang membentuk triangulasi permukaan tertutup;
  4. membaca rank bebas dan faktor torsi dari bentuk normal Smith;
  5. memeriksa sertifikat Smith, bukan hanya mempercayai diagonal keluaran;
  6. membuktikan secara eksplisit bahwa suatu kelas mempunyai orde tepat 22;
  7. menjelaskan mengapa perubahan urutan atau orientasi basis tidak mengubah homologi;
  8. memakai kontrol tanpa torsi untuk membedakan kesimpulan matematis dari artefak program.

Data simpleks dan konvensi basis

Ambil simpul

v0,v1,v2,v3,v4,v5. v_0,v_1,v_2,v_3,v_4,v_5.

Semua sisi eij=[vi,vj]e_{ij}=[v_i,v_j] diarahkan dari ii ke jj untuk i<ji<j dan diurutkan leksikografis:

(e01,e02,e03,e04,e05,e12,e13,e14,e15,e23,e24,e25,e34,e35,e45). \begin{aligned} (&e_{01},e_{02},e_{03},e_{04},e_{05}, e_{12},e_{13},e_{14},e_{15},\\ &e_{23},e_{24},e_{25},e_{34},e_{35},e_{45}). \end{aligned}

Sepuluh simpleks-22 juga memakai urutan simpul menaik dan basis terurut

(f012,f013,f024,f035,f045,f125,f134,f145,f234,f235). \begin{aligned} (&f_{012},f_{013},f_{024},f_{035},f_{045},\\ &f_{125},f_{134},f_{145},f_{234},f_{235}). \end{aligned}

Masing-masing dari (62)=15\binom62=15 sisi muncul tepat dua kali dalam kumpulan ini. Tautan setiap simpul adalah suatu siklus lima sisi. Karena itu realisasi geometrisnya merupakan permukaan tertutup terhubung. Karakteristik Eulernya ialah

χ=615+10=1. \chi=6-15+10=1.

Pemeriksaan orientasi menghasilkan kontradiksi di sepanjang siklus pada graf dual

f012,f013,f035,f235,f125,f012. f_{012},f_{013},f_{035},f_{235},f_{125},f_{012}.

Jadi permukaan itu tidak terorientasi. Klasifikasi permukaan tertutup kemudian mengenalinya sebagai bidang projektif real.

Dari muka ke matriks

Untuk i<ji<j,

1eij=vjvi. \partial_1 e_{ij}=v_j-v_i.

Untuk i<j<ki<j<k,

2fijk=ejkeik+eij. \partial_2 f_{ijk}=e_{jk}-e_{ik}+e_{ij}.

Dengan basis di atas, sepuluh kolom matriks [2][\partial_2] ditentukan oleh

f012=e12e02+e01,f013=e13e03+e01,f024=e24e04+e02,f035=e35e05+e03,f045=e45e05+e04,f125=e25e15+e12,f134=e34e14+e13,f145=e45e15+e14,f234=e34e24+e23,f235=e35e25+e23. \begin{array}{rcl@{\qquad}rcl} \partial f_{012}&=&e_{12}-e_{02}+e_{01},& \partial f_{013}&=&e_{13}-e_{03}+e_{01},\\ \partial f_{024}&=&e_{24}-e_{04}+e_{02},& \partial f_{035}&=&e_{35}-e_{05}+e_{03},\\ \partial f_{045}&=&e_{45}-e_{05}+e_{04},& \partial f_{125}&=&e_{25}-e_{15}+e_{12},\\ \partial f_{134}&=&e_{34}-e_{14}+e_{13},& \partial f_{145}&=&e_{45}-e_{15}+e_{14},\\ \partial f_{234}&=&e_{34}-e_{24}+e_{23},& \partial f_{235}&=&e_{35}-e_{25}+e_{23}. \end{array}

Program membangun kedua matriks langsung dari daftar simpleks dan rumus muka, bukan dari salinan matriks yang diketik terpisah. Matriks 1\partial_1 berukuran 6×156\times15 dan matriks 2\partial_2 berukuran 15×1015\times10.

Tugas 1 — jalankan bukti komputasional. Dari akar repositori, jalankan

python -B source/id-ID/labs/test_o012_d60_lab02_smith_normal_form.py
python -B source/id-ID/labs/o012_d60_lab02_smith_normal_form.py

Pastikan keenam uji lulus, aliran galat kosong, dan keluaran program sama byte demi byte dengan expected-output-lab02.txt.

Tugas 2 — audit kompleks permukaan. Hitung banyaknya kemunculan setiap sisi dalam daftar muka. Tuliskan tautan keenam simpul sebagai siklus. Periksa χ=1\chi=1 dan ikuti kendala orientasi di sepanjang siklus dual yang ditampilkan di atas untuk menunjukkan bahwa permukaan tidak terorientasi.

Tugas 3 — bangun matriks batas. Bentuk kolom 1(eij)\partial_1(e_{ij}) dan 2(fijk)\partial_2(f_{ijk}) dalam basis terurut. Kalikan matriksnya dan periksa [1][2]=0[\partial_1][\partial_2]=0. Kemudian ubah sengaja satu koefisien kolom f012f_{012} dan jelaskan mengapa uji yang sama harus gagal.

Tugas 4 — bentuk normal Smith dan homologi. Verifikasi keluaran

SNF(1)=diag(1,1,1,1,1,0), \operatorname{SNF}(\partial_1) =\operatorname{diag}(1,1,1,1,1,0),

dan bahwa bagian taknol bentuk normal Smith 2\partial_2 ialah

(1,1,1,1,1,1,1,1,1,2). (1,1,1,1,1,1,1,1,1,2).

Gunakan rank kedua pemetaan dan faktor invarian terakhir untuk menghitung H0,H1,H2H_0,H_1,H_2 dengan koefisien integral. Periksa pula identitas UAV=DUAV=D, |detU|=|detV|=1|\det U|=|\det V|=1, bahwa entri diagonal tidak negatif, dan syarat keterbagian.

Tugas 5 — saksikan torsi, jangan hanya membacanya. Tetapkan

z=e01e04+e14. z=e_{01}-e_{04}+e_{14}.

Periksa 1z=0\partial_1z=0. Temukan rantai-22 cc dengan 2c=2z\partial_2c=2z. Lalu definisikan korantai modulo 22 yang bernilai 11 pada

e01,e02,e13,e24,e34 e_{01},e_{02},e_{13},e_{24},e_{34}

dan bernilai 00 pada sisi lain. Buktikan bahwa korantai itu mematikan setiap batas tetapi bernilai 11 pada zz. Simpulkan bahwa [z][z] berorde tepat 22.

Tugas 6 — perubahan basis dan kontrol. Susun ulang sisi dan muka lalu balikkan beberapa orientasi. Bentuk matriks batas baru dengan matriks permutasi bertanda dan periksa bahwa bentuk normal Smith tidak berubah. Sebagai kontrol, jalankan perhitungan pada batas tetrahedron. Jelaskan mengapa kontrol itu memberi H0H_0\cong\mathbb Z, H1=0H_1=0, dan H2H_2\cong\mathbb Z tanpa faktor torsi.

Petunjuk. Setiap kolom 2\partial_2 mempunyai pola tanda +,,++,-,+. Pembatalan 12=0\partial_1\partial_2=0 terjadi per kolom, jadi satu salah tanda sudah dapat dideteksi. Untuk homologi, gunakan

rankHnbebas=rankCnranknrankn+1. \operatorname{rank}_{\mathbb Z}H_n^{\mathrm{bebas}} =\operatorname{rank}C_n -\operatorname{rank}\partial_n -\operatorname{rank}\partial_{n+1}.

Torsi HnH_n dibaca dari faktor invarian lebih besar daripada 11 pada n+1\partial_{n+1}. Alasannya, Cn/kernimnC_n/\ker\partial_n\cong\operatorname{im}\partial_n bebas, sehingga kern\ker\partial_n merupakan suku langsung dari CnC_n dan torsi cokern+1\operatorname{coker}\partial_{n+1} tepat sama dengan torsi HnH_n. Untuk saksi torsi, coba jumlah bertanda kesepuluh muka. Jika zz adalah batas integral, reduksi modulo 22 juga merupakan batas; pasangan dengan suatu kosiklus modulo 22 harus nol.

Program lengkap

Berkas kanonis: o012_d60_lab02_smith_normal_form.py. Proses pembuatan pembaca mengganti penanda berikut dengan byte sumber tersebut agar HTML dan PDF tetap mandiri dan agar salinan tampilan tidak dapat menyimpang dari berkas yang diuji.

#!/usr/bin/env python3
"""Laboratorium D60-02: matriks batas dan bentuk normal Smith.

SPDX-License-Identifier: CC-BY-SA-4.0
Materi asli edisi diproduksi dengan OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra.
"""
from __future__ import annotations

import sys
from collections import Counter, defaultdict, deque
from dataclasses import dataclass
from itertools import combinations


Matrix = tuple[tuple[int, ...], ...]
Simplex = tuple[int, ...]

RP2_FACES: tuple[Simplex, ...] = (
    (0, 1, 2),
    (0, 1, 3),
    (0, 2, 4),
    (0, 3, 5),
    (0, 4, 5),
    (1, 2, 5),
    (1, 3, 4),
    (1, 4, 5),
    (2, 3, 4),
    (2, 3, 5),
)

S2_FACES: tuple[Simplex, ...] = tuple(combinations(range(4), 3))


def freeze(rows: list[list[int]] | tuple[tuple[int, ...], ...]) -> Matrix:
    result = tuple(tuple(int(value) for value in row) for row in rows)
    if result and any(len(row) != len(result[0]) for row in result):
        raise ValueError("semua baris matriks harus sama panjang")
    return result


def shape(matrix: Matrix) -> tuple[int, int]:
    if not matrix:
        return 0, 0
    columns = len(matrix[0])
    if any(len(row) != columns for row in matrix):
        raise ValueError("semua baris matriks harus sama panjang")
    return len(matrix), columns


def identity(size: int) -> Matrix:
    if size < 0:
        raise ValueError("ukuran identitas tidak boleh negatif")
    return tuple(
        tuple(1 if row == column else 0 for column in range(size))
        for row in range(size)
    )


def transpose(matrix: Matrix) -> Matrix:
    rows, columns = shape(matrix)
    return tuple(tuple(matrix[row][column] for row in range(rows)) for column in range(columns))


def matmul(left: Matrix, right: Matrix) -> Matrix:
    left_rows, left_columns = shape(left)
    right_rows, right_columns = shape(right)
    if left_columns != right_rows:
        raise ValueError(
            f"ukuran matriks tidak cocok untuk perkalian: "
            f"{left_rows}x{left_columns} dan {right_rows}x{right_columns}"
        )
    return tuple(
        tuple(
            sum(left[row][index] * right[index][column] for index in range(left_columns))
            for column in range(right_columns)
        )
        for row in range(left_rows)
    )


def matvec(matrix: Matrix, vector: tuple[int, ...]) -> tuple[int, ...]:
    rows, columns = shape(matrix)
    if columns != len(vector):
        raise ValueError("panjang vektor tidak cocok dengan domain matriks")
    return tuple(
        sum(matrix[row][column] * vector[column] for column in range(columns))
        for row in range(rows)
    )


def is_zero_matrix(matrix: Matrix) -> bool:
    return all(value == 0 for row in matrix for value in row)


def determinant_bareiss(matrix: Matrix) -> int:
    rows, columns = shape(matrix)
    if rows != columns:
        raise ValueError("determinan hanya didefinisikan untuk matriks persegi")
    if rows == 0:
        return 1
    work = [list(row) for row in matrix]
    sign = 1
    previous = 1
    for pivot_index in range(rows - 1):
        pivot_row = next(
            (row for row in range(pivot_index, rows) if work[row][pivot_index] != 0),
            None,
        )
        if pivot_row is None:
            return 0
        if pivot_row != pivot_index:
            work[pivot_index], work[pivot_row] = work[pivot_row], work[pivot_index]
            sign *= -1
        pivot = work[pivot_index][pivot_index]
        for row in range(pivot_index + 1, rows):
            for column in range(pivot_index + 1, rows):
                numerator = (
                    work[row][column] * pivot
                    - work[row][pivot_index] * work[pivot_index][column]
                )
                if numerator % previous != 0:
                    raise ArithmeticError("pembagian Bareiss tidak eksak")
                work[row][column] = numerator // previous
        for row in range(pivot_index + 1, rows):
            work[row][pivot_index] = 0
        previous = pivot
    return sign * work[-1][-1]


@dataclass(frozen=True)
class SmithResult:
    diagonal: tuple[int, ...]
    transformed: Matrix
    left: Matrix
    right: Matrix

    @property
    def rank(self) -> int:
        return len(self.diagonal)


def smith_normal_form(matrix: Matrix) -> SmithResult:
    """Hitung U A V = D dengan U,V unimodular dan D bentuk normal Smith."""
    matrix = freeze(matrix)
    rows, columns = shape(matrix)
    work = [list(row) for row in matrix]
    left = [list(row) for row in identity(rows)]
    right = [list(row) for row in identity(columns)]

    def swap_rows(first: int, second: int) -> None:
        work[first], work[second] = work[second], work[first]
        left[first], left[second] = left[second], left[first]

    def swap_columns(first: int, second: int) -> None:
        for target in (work, right):
            for row in target:
                row[first], row[second] = row[second], row[first]

    def add_row(target: int, source: int, multiple: int) -> None:
        work[target] = [
            value + multiple * source_value
            for value, source_value in zip(work[target], work[source], strict=True)
        ]
        left[target] = [
            value + multiple * source_value
            for value, source_value in zip(left[target], left[source], strict=True)
        ]

    def add_column(target: int, source: int, multiple: int) -> None:
        for table in (work, right):
            for row in table:
                row[target] += multiple * row[source]

    def negate_row(row: int) -> None:
        work[row] = [-value for value in work[row]]
        left[row] = [-value for value in left[row]]

    pivot_index = 0
    while pivot_index < rows and pivot_index < columns:
        candidates = [
            (abs(work[row][column]), row, column)
            for row in range(pivot_index, rows)
            for column in range(pivot_index, columns)
            if work[row][column] != 0
        ]
        if not candidates:
            break
        _, pivot_row, pivot_column = min(candidates)
        swap_rows(pivot_index, pivot_row)
        swap_columns(pivot_index, pivot_column)

        while True:
            changed = False
            pivot = work[pivot_index][pivot_index]
            for row in range(pivot_index + 1, rows):
                if work[row][pivot_index] == 0:
                    continue
                quotient = work[row][pivot_index] // pivot
                add_row(row, pivot_index, -quotient)
                if work[row][pivot_index] != 0:
                    swap_rows(row, pivot_index)
                changed = True
                break
            if changed:
                continue

            pivot = work[pivot_index][pivot_index]
            for column in range(pivot_index + 1, columns):
                if work[pivot_index][column] == 0:
                    continue
                quotient = work[pivot_index][column] // pivot
                add_column(column, pivot_index, -quotient)
                if work[pivot_index][column] != 0:
                    swap_columns(column, pivot_index)
                changed = True
                break
            if changed:
                continue

            pivot = work[pivot_index][pivot_index]
            offending = next(
                (
                    (row, column)
                    for row in range(pivot_index + 1, rows)
                    for column in range(pivot_index + 1, columns)
                    if work[row][column] % pivot != 0
                ),
                None,
            )
            if offending is None:
                break
            row, _ = offending
            add_row(pivot_index, row, 1)

        if work[pivot_index][pivot_index] < 0:
            negate_row(pivot_index)
        pivot_index += 1

    transformed = freeze(work)
    diagonal = tuple(
        transformed[index][index]
        for index in range(min(rows, columns))
        if transformed[index][index] != 0
    )
    return SmithResult(diagonal, transformed, freeze(left), freeze(right))


def smith_certificate(matrix: Matrix, result: SmithResult) -> bool:
    try:
        rows, columns = shape(matrix)
        if shape(result.left) != (rows, rows) or shape(result.right) != (columns, columns):
            return False
        if shape(result.transformed) != (rows, columns):
            return False
        if matmul(matmul(result.left, matrix), result.right) != result.transformed:
            return False
        for row in range(rows):
            for column in range(columns):
                if row != column and result.transformed[row][column] != 0:
                    return False
        full_diagonal = tuple(
            result.transformed[index][index] for index in range(min(rows, columns))
        )
        nonzero = tuple(value for value in full_diagonal if value != 0)
        if nonzero != result.diagonal or any(value < 0 for value in nonzero):
            return False
        if any(value == 0 for value in full_diagonal[: len(nonzero)]):
            return False
        if any(
            next_value % value != 0
            for value, next_value in zip(nonzero, nonzero[1:])
        ):
            return False
        return abs(determinant_bareiss(result.left)) == 1 and abs(
            determinant_bareiss(result.right)
        ) == 1
    except (ArithmeticError, IndexError, ValueError):
        return False


def validate_simplices(simplices: tuple[Simplex, ...], dimension: int) -> None:
    if len(set(simplices)) != len(simplices):
        raise ValueError("basis simpleks memuat duplikat")
    for simplex in simplices:
        if (
            len(simplex) != dimension + 1
            or any(first >= second for first, second in zip(simplex, simplex[1:]))
        ):
            raise ValueError(
                "simpul setiap simpleks harus terurut naik secara ketat dan berdimensi benar"
            )


def simplex_boundary_matrix(
    domain: tuple[Simplex, ...], codomain: tuple[Simplex, ...]
) -> Matrix:
    if not domain:
        if codomain:
            validate_simplices(codomain, len(codomain[0]) - 1)
        return tuple(tuple() for _ in codomain)
    dimension = len(domain[0]) - 1
    validate_simplices(domain, dimension)
    validate_simplices(codomain, dimension - 1)
    codomain_index = {simplex: index for index, simplex in enumerate(codomain)}
    matrix = [[0 for _ in domain] for _ in codomain]
    for column, simplex in enumerate(domain):
        for deleted in range(len(simplex)):
            face = simplex[:deleted] + simplex[deleted + 1 :]
            if face not in codomain_index:
                raise ValueError(f"muka {face} tidak ada dalam basis kodomain")
            matrix[codomain_index[face]][column] += -1 if deleted % 2 else 1
    return freeze(matrix)


@dataclass(frozen=True)
class SurfaceComplex:
    vertices: tuple[Simplex, ...]
    edges: tuple[Simplex, ...]
    faces: tuple[Simplex, ...]
    d1: Matrix
    d2: Matrix


def build_surface(faces: tuple[Simplex, ...]) -> SurfaceComplex:
    validate_simplices(faces, 2)
    vertex_values = tuple(sorted({vertex for face in faces for vertex in face}))
    vertices = tuple((vertex,) for vertex in vertex_values)
    edges = tuple(
        sorted({edge for face in faces for edge in combinations(face, 2)})
    )
    return SurfaceComplex(
        vertices,
        edges,
        faces,
        simplex_boundary_matrix(edges, vertices),
        simplex_boundary_matrix(faces, edges),
    )


def edge_incidence_counts(faces: tuple[Simplex, ...]) -> Counter[Simplex]:
    return Counter(edge for face in faces for edge in combinations(face, 2))


def vertex_links_are_cycles(faces: tuple[Simplex, ...]) -> bool:
    vertices = sorted({vertex for face in faces for vertex in face})
    for vertex in vertices:
        adjacency: dict[int, set[int]] = defaultdict(set)
        for face in faces:
            if vertex not in face:
                continue
            other = [value for value in face if value != vertex]
            adjacency[other[0]].add(other[1])
            adjacency[other[1]].add(other[0])
        if not adjacency or any(len(neighbours) != 2 for neighbours in adjacency.values()):
            return False
        start = min(adjacency)
        reached = {start}
        queue = deque([start])
        while queue:
            current = queue.popleft()
            for neighbour in adjacency[current]:
                if neighbour not in reached:
                    reached.add(neighbour)
                    queue.append(neighbour)
        if reached != set(adjacency):
            return False
    return True


def boundary_coefficient(face: Simplex, edge: Simplex) -> int:
    for deleted in range(3):
        if face[:deleted] + face[deleted + 1 :] == edge:
            return -1 if deleted % 2 else 1
    raise ValueError("sisi bukan muka dari simpleks-2")


def is_orientable_closed_surface(faces: tuple[Simplex, ...]) -> bool:
    incidence: dict[Simplex, list[tuple[int, int]]] = defaultdict(list)
    for face_index, face in enumerate(faces):
        for edge in combinations(face, 2):
            incidence[edge].append((face_index, boundary_coefficient(face, edge)))
    if any(len(entries) != 2 for entries in incidence.values()):
        raise ValueError("uji orientabilitas memerlukan tepat dua muka per sisi")
    neighbours: dict[int, list[tuple[int, int]]] = defaultdict(list)
    for entries in incidence.values():
        (first, first_coefficient), (second, second_coefficient) = entries
        ratio = -first_coefficient * second_coefficient
        neighbours[first].append((second, ratio))
        neighbours[second].append((first, ratio))
    signs: dict[int, int] = {}
    for start in range(len(faces)):
        if start in signs:
            continue
        signs[start] = 1
        queue = deque([start])
        while queue:
            current = queue.popleft()
            for neighbour, ratio in neighbours[current]:
                required = signs[current] * ratio
                if neighbour in signs and signs[neighbour] != required:
                    return False
                if neighbour not in signs:
                    signs[neighbour] = required
                    queue.append(neighbour)
    return True


def homology_invariants(
    chain_rank: int,
    current_boundary: SmithResult | None,
    next_boundary: SmithResult | None,
) -> tuple[int, tuple[int, ...]]:
    current_rank = 0 if current_boundary is None else current_boundary.rank
    next_rank = 0 if next_boundary is None else next_boundary.rank
    free_rank = chain_rank - current_rank - next_rank
    if free_rank < 0:
        raise ValueError("rank batas tidak mungkin bagi suatu kompleks rantai")
    torsion = (
        ()
        if next_boundary is None
        else tuple(value for value in next_boundary.diagonal if value > 1)
    )
    return free_rank, torsion


def group_notation(invariants: tuple[int, tuple[int, ...]]) -> str:
    free_rank, torsion = invariants
    summands: list[str] = []
    if free_rank == 1:
        summands.append("Z")
    elif free_rank > 1:
        summands.append(f"Z^{free_rank}")
    summands.extend(f"Z/{value}" for value in torsion)
    return " + ".join(summands) if summands else "0"


def format_chain(coefficients: tuple[int, ...], labels: tuple[str, ...]) -> str:
    terms: list[str] = []
    for coefficient, label in zip(coefficients, labels, strict=True):
        if coefficient == 0:
            continue
        magnitude = abs(coefficient)
        body = label if magnitude == 1 else f"{magnitude}{label}"
        if not terms:
            terms.append(body if coefficient > 0 else f"-{body}")
        else:
            terms.append((" + " if coefficient > 0 else " - ") + body)
    return "".join(terms) if terms else "0"


def rp2_torsion_witness(surface: SurfaceComplex) -> dict[str, object]:
    if set(surface.faces) != set(RP2_FACES) or len(surface.faces) != len(RP2_FACES):
        raise ValueError("saksi torsi ini hanya berlaku untuk triangulasi RP2 yang dibekukan")
    cycle_by_edge = {(0, 1): 1, (0, 4): -1, (1, 4): 1}
    filling_by_face = {
        (0, 1, 2): 1,
        (0, 1, 3): 1,
        (0, 2, 4): 1,
        (0, 3, 5): 1,
        (0, 4, 5): -1,
        (1, 2, 5): -1,
        (1, 3, 4): -1,
        (1, 4, 5): 1,
        (2, 3, 4): 1,
        (2, 3, 5): -1,
    }
    cycle = tuple(cycle_by_edge.get(edge, 0) for edge in surface.edges)
    filling = tuple(filling_by_face[face] for face in surface.faces)
    mod2_cocycle = tuple(
        1 if edge in {(0, 1), (0, 2), (1, 3), (2, 4), (3, 4)} else 0
        for edge in surface.edges
    )
    doubled_cycle = tuple(2 * value for value in cycle)
    d1_cycle = matvec(surface.d1, cycle)
    d2_filling = matvec(surface.d2, filling)
    cocycle_on_boundaries = tuple(
        sum(mod2_cocycle[row] * surface.d2[row][column] for row in range(len(surface.edges)))
        % 2
        for column in range(len(surface.faces))
    )
    cocycle_on_cycle = sum(
        coefficient * value
        for coefficient, value in zip(mod2_cocycle, cycle, strict=True)
    ) % 2
    twice_is_boundary = d2_filling == doubled_cycle
    not_boundary = all(value == 0 for value in cocycle_on_boundaries) and cocycle_on_cycle == 1
    return {
        "cycle": cycle,
        "filling": filling,
        "mod2_cocycle": mod2_cocycle,
        "is_cycle": all(value == 0 for value in d1_cycle),
        "twice_is_boundary": twice_is_boundary,
        "mod2_annihilates_boundaries": all(value == 0 for value in cocycle_on_boundaries),
        "mod2_detects_cycle": cocycle_on_cycle == 1,
        "not_boundary": not_boundary,
    }


def analyse_surface(faces: tuple[Simplex, ...]) -> dict[str, object]:
    surface = build_surface(faces)
    d1_smith = smith_normal_form(surface.d1)
    d2_smith = smith_normal_form(surface.d2)
    chain_condition = is_zero_matrix(matmul(surface.d1, surface.d2))
    homology = (
        homology_invariants(len(surface.vertices), None, d1_smith),
        homology_invariants(len(surface.edges), d1_smith, d2_smith),
        homology_invariants(len(surface.faces), d2_smith, None),
    )
    incidence = edge_incidence_counts(surface.faces)
    return {
        "surface": surface,
        "d1_smith": d1_smith,
        "d2_smith": d2_smith,
        "d1_certificate": smith_certificate(surface.d1, d1_smith),
        "d2_certificate": smith_certificate(surface.d2, d2_smith),
        "chain_condition": chain_condition,
        "every_edge_twice": bool(incidence) and all(value == 2 for value in incidence.values()),
        "vertex_links_are_cycles": vertex_links_are_cycles(surface.faces),
        "orientable": is_orientable_closed_surface(surface.faces),
        "euler_characteristic": (
            len(surface.vertices) - len(surface.edges) + len(surface.faces)
        ),
        "homology": homology,
    }


def summary_lines() -> list[str]:
    rp2 = analyse_surface(RP2_FACES)
    sphere = analyse_surface(S2_FACES)
    surface = rp2["surface"]
    assert isinstance(surface, SurfaceComplex)
    d1_smith = rp2["d1_smith"]
    d2_smith = rp2["d2_smith"]
    assert isinstance(d1_smith, SmithResult)
    assert isinstance(d2_smith, SmithResult)
    homology = rp2["homology"]
    assert isinstance(homology, tuple)
    witness = rp2_torsion_witness(surface)
    edge_labels = tuple(f"e{edge[0]}{edge[1]}" for edge in surface.edges)
    face_labels = tuple("f" + "".join(map(str, face)) for face in surface.faces)
    sphere_d1 = sphere["d1_smith"]
    sphere_d2 = sphere["d2_smith"]
    sphere_homology = sphere["homology"]
    assert isinstance(sphere_d1, SmithResult)
    assert isinstance(sphere_d2, SmithResult)
    assert isinstance(sphere_homology, tuple)

    return [
        "LABORATORIUM O012-D60-LAB02",
        "kompleks: triangulasi_6_simpul_RP2",
        f"simpul: {len(surface.vertices)}",
        f"sisi: {len(surface.edges)}",
        f"muka: {len(surface.faces)}",
        f"karakteristik_euler: {rp2['euler_characteristic']}",
        f"setiap_sisi_dua_muka: {str(rp2['every_edge_twice']).lower()}",
        f"tautan_simpul_siklus: {str(rp2['vertex_links_are_cycles']).lower()}",
        f"terorientasi: {str(rp2['orientable']).lower()}",
        f"bentuk_d1: {shape(surface.d1)[0]}x{shape(surface.d1)[1]}",
        f"bentuk_d2: {shape(surface.d2)[0]}x{shape(surface.d2)[1]}",
        f"d1_d2_nol: {str(rp2['chain_condition']).lower()}",
        f"rank_d1: {d1_smith.rank}",
        f"snf_d1: {list(d1_smith.diagonal)}",
        f"rank_d2: {d2_smith.rank}",
        f"snf_d2: {list(d2_smith.diagonal)}",
        f"sertifikat_d1: {str(rp2['d1_certificate']).lower()}",
        f"sertifikat_d2: {str(rp2['d2_certificate']).lower()}",
        f"H_0: {group_notation(homology[0])}",
        f"H_1: {group_notation(homology[1])}",
        f"H_2: {group_notation(homology[2])}",
        f"siklus_torsi_z: {format_chain(witness['cycle'], edge_labels)}",
        f"rantai_pengisi_2z: {format_chain(witness['filling'], face_labels)}",
        f"z_adalah_siklus: {str(witness['is_cycle']).lower()}",
        f"dua_z_adalah_batas: {str(witness['twice_is_boundary']).lower()}",
        f"kosiklus_mod2_mematikan_batas: {str(witness['mod2_annihilates_boundaries']).lower()}",
        f"kosiklus_mod2_mendeteksi_z: {str(witness['mod2_detects_cycle']).lower()}",
        f"z_bukan_batas: {str(witness['not_boundary']).lower()}",
        "kontrol: batas_tetrahedron_S2",
        f"kontrol_terorientasi: {str(sphere['orientable']).lower()}",
        f"kontrol_snf_d1: {list(sphere_d1.diagonal)}",
        f"kontrol_snf_d2: {list(sphere_d2.diagonal)}",
        f"kontrol_H_0: {group_notation(sphere_homology[0])}",
        f"kontrol_H_1: {group_notation(sphere_homology[1])}",
        f"kontrol_H_2: {group_notation(sphere_homology[2])}",
    ]


def main() -> int:
    payload = ("\n".join(summary_lines()) + "\n").encode("utf-8")
    sys.stdout.buffer.write(payload)
    return 0


if __name__ == "__main__":
    raise SystemExit(main())

Uji deterministik lengkap

Berkas kanonis: test_o012_d60_lab02_smith_normal_form.py.

#!/usr/bin/env python3
"""Uji deterministik untuk O012-D60-LAB02.

SPDX-License-Identifier: CC-BY-SA-4.0
"""
from __future__ import annotations

import subprocess
import sys
import unittest
from pathlib import Path

from o012_d60_lab02_smith_normal_form import (
    RP2_FACES,
    S2_FACES,
    SurfaceComplex,
    analyse_surface,
    build_surface,
    determinant_bareiss,
    edge_incidence_counts,
    freeze,
    homology_invariants,
    identity,
    is_orientable_closed_surface,
    is_zero_matrix,
    matmul,
    rp2_torsion_witness,
    shape,
    simplex_boundary_matrix,
    smith_certificate,
    smith_normal_form,
    SmithResult,
    transpose,
    vertex_links_are_cycles,
)


HERE = Path(__file__).resolve().parent
PROGRAM = HERE / "o012_d60_lab02_smith_normal_form.py"
EXPECTED = HERE / "expected-output-lab02.txt"


def signed_permutation(order: tuple[int, ...], signs: tuple[int, ...]) -> tuple[tuple[int, ...], ...]:
    if sorted(order) != list(range(len(order))) or len(signs) != len(order):
        raise ValueError("data permutasi bertanda tidak sah")
    if any(sign not in (-1, 1) for sign in signs):
        raise ValueError("tanda basis harus +1 atau -1")
    rows = [[0 for _ in order] for _ in order]
    for row, column in enumerate(order):
        rows[row][column] = signs[row]
    return freeze(rows)


class Lab02Tests(unittest.TestCase):
    def setUp(self) -> None:
        self.surface = build_surface(RP2_FACES)

    def test_closed_nonorientable_surface_fixture(self) -> None:
        self.assertEqual(len(self.surface.vertices), 6)
        self.assertEqual(len(self.surface.edges), 15)
        self.assertEqual(len(self.surface.faces), 10)
        self.assertEqual(6 - 15 + 10, 1)
        self.assertEqual(set(edge_incidence_counts(RP2_FACES).values()), {2})
        self.assertTrue(vertex_links_are_cycles(RP2_FACES))
        self.assertFalse(is_orientable_closed_surface(RP2_FACES))
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "dua muka"):
            is_orientable_closed_surface(RP2_FACES[:-1])
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "duplikat"):
            build_surface(RP2_FACES + (RP2_FACES[0],))
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "terurut naik secara ketat"):
            build_surface(((0, 0, 1),))
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "terurut naik secara ketat"):
            simplex_boundary_matrix((), ((2, 1),))

    def test_boundary_matrices_and_chain_condition(self) -> None:
        self.assertEqual(shape(self.surface.d1), (6, 15))
        self.assertEqual(shape(self.surface.d2), (15, 10))
        edge_index = {edge: index for index, edge in enumerate(self.surface.edges)}
        self.assertEqual(
            tuple(self.surface.d1[row][edge_index[(0, 1)]] for row in range(6)),
            (-1, 1, 0, 0, 0, 0),
        )
        first_face_boundary = tuple(self.surface.d2[row][0] for row in range(15))
        self.assertEqual(first_face_boundary[edge_index[(0, 1)]], 1)
        self.assertEqual(first_face_boundary[edge_index[(0, 2)]], -1)
        self.assertEqual(first_face_boundary[edge_index[(1, 2)]], 1)
        self.assertTrue(is_zero_matrix(matmul(self.surface.d1, self.surface.d2)))

        damaged = [list(row) for row in self.surface.d2]
        damaged[edge_index[(0, 1)]][0] += 1
        self.assertFalse(is_zero_matrix(matmul(self.surface.d1, freeze(damaged))))

    def test_smith_certificates_and_invariant_factors(self) -> None:
        d1 = smith_normal_form(self.surface.d1)
        d2 = smith_normal_form(self.surface.d2)
        self.assertEqual(d1.diagonal, (1, 1, 1, 1, 1))
        self.assertEqual(d2.diagonal, (1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 2))
        self.assertTrue(smith_certificate(self.surface.d1, d1))
        self.assertTrue(smith_certificate(self.surface.d2, d2))
        self.assertEqual(abs(determinant_bareiss(d1.left)), 1)
        self.assertEqual(abs(determinant_bareiss(d1.right)), 1)
        self.assertEqual(abs(determinant_bareiss(d2.left)), 1)
        self.assertEqual(abs(determinant_bareiss(d2.right)), 1)

        rank_one = freeze([[2, 4], [4, 8]])
        rank_one_smith = smith_normal_form(rank_one)
        self.assertEqual(rank_one_smith.diagonal, (2,))
        self.assertTrue(smith_certificate(rank_one, rank_one_smith))
        malformed = SmithResult(
            diagonal=(1,),
            transformed=((1, 0), (0, 0)),
            left=((1, 0), (0,)),
            right=((1, 0), (0, 1)),
        )
        self.assertFalse(smith_certificate(((1, 0), (0, 0)), malformed))

    def test_rp2_homology_and_explicit_torsion_cycle(self) -> None:
        analysis = analyse_surface(RP2_FACES)
        self.assertEqual(analysis["homology"], ((1, ()), (0, (2,)), (0, ())))
        witness = rp2_torsion_witness(self.surface)
        self.assertTrue(witness["is_cycle"])
        self.assertTrue(witness["twice_is_boundary"])
        self.assertTrue(witness["mod2_annihilates_boundaries"])
        self.assertTrue(witness["mod2_detects_cycle"])
        self.assertTrue(witness["not_boundary"])
        self.assertEqual(
            tuple(
                self.surface.edges[index]
                for index, coefficient in enumerate(witness["mod2_cocycle"])
                if coefficient
            ),
            ((0, 1), (0, 2), (1, 3), (2, 4), (3, 4)),
        )
        self.assertEqual(
            witness["filling"],
            (1, 1, 1, 1, -1, -1, -1, 1, 1, -1),
        )
        reordered_surface = build_surface(tuple(reversed(RP2_FACES)))
        reordered_witness = rp2_torsion_witness(reordered_surface)
        self.assertTrue(reordered_witness["twice_is_boundary"])
        self.assertTrue(reordered_witness["not_boundary"])
        zero_d2 = tuple(tuple(0 for _ in reordered_surface.faces) for _ in reordered_surface.edges)
        altered_surface = SurfaceComplex(
            reordered_surface.vertices,
            reordered_surface.edges,
            reordered_surface.faces,
            reordered_surface.d1,
            zero_d2,
        )
        altered_witness = rp2_torsion_witness(altered_surface)
        self.assertFalse(altered_witness["twice_is_boundary"])
        self.assertTrue(altered_witness["not_boundary"])

    def test_signed_basis_invariance_and_sphere_control(self) -> None:
        edge_order = tuple(reversed(range(15)))
        edge_signs = tuple(-1 if index % 2 else 1 for index in range(15))
        face_order = (3, 1, 9, 0, 7, 5, 2, 8, 4, 6)
        face_signs = tuple(-1 if index in (0, 4, 7) else 1 for index in range(10))
        edge_change = signed_permutation(edge_order, edge_signs)
        face_change = signed_permutation(face_order, face_signs)
        changed_d2 = matmul(matmul(edge_change, self.surface.d2), face_change)
        changed_d1 = matmul(self.surface.d1, transpose(edge_change))
        self.assertEqual(matmul(edge_change, transpose(edge_change)), identity(15))
        self.assertTrue(is_zero_matrix(matmul(changed_d1, changed_d2)))
        d1 = smith_normal_form(changed_d1)
        d2 = smith_normal_form(changed_d2)
        self.assertEqual(d1.diagonal, (1, 1, 1, 1, 1))
        self.assertEqual(d2.diagonal, (1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 2))
        self.assertEqual(
            homology_invariants(15, d1, d2),
            (0, (2,)),
        )

        sphere = analyse_surface(S2_FACES)
        self.assertTrue(sphere["orientable"])
        self.assertEqual(sphere["homology"], ((1, ()), (0, ()), (1, ())))

    def test_cli_matches_frozen_expected_output(self) -> None:
        process = subprocess.run(
            [sys.executable, "-B", str(PROGRAM)],
            cwd=HERE,
            check=True,
            stdout=subprocess.PIPE,
            stderr=subprocess.PIPE,
        )
        self.assertEqual(process.stderr, b"")
        self.assertEqual(process.stdout, EXPECTED.read_bytes())


if __name__ == "__main__":
    unittest.main(verbosity=2)

Keluaran acuan

Berkas kanonis: expected-output-lab02.txt.

LABORATORIUM O012-D60-LAB02
kompleks: triangulasi_6_simpul_RP2
simpul: 6
sisi: 15
muka: 10
karakteristik_euler: 1
setiap_sisi_dua_muka: true
tautan_simpul_siklus: true
terorientasi: false
bentuk_d1: 6x15
bentuk_d2: 15x10
d1_d2_nol: true
rank_d1: 5
snf_d1: [1, 1, 1, 1, 1]
rank_d2: 10
snf_d2: [1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 2]
sertifikat_d1: true
sertifikat_d2: true
H_0: Z
H_1: Z/2
H_2: 0
siklus_torsi_z: e01 - e04 + e14
rantai_pengisi_2z: f012 + f013 + f024 + f035 - f045 - f125 - f134 + f145 + f234 - f235
z_adalah_siklus: true
dua_z_adalah_batas: true
kosiklus_mod2_mematikan_batas: true
kosiklus_mod2_mendeteksi_z: true
z_bukan_batas: true
kontrol: batas_tetrahedron_S2
kontrol_terorientasi: true
kontrol_snf_d1: [1, 1, 1]
kontrol_snf_d2: [1, 1, 1]
kontrol_H_0: Z
kontrol_H_1: 0
kontrol_H_2: Z

Membaca bentuk normal Smith

Operasi baris integral unimodular mengganti basis kodomain, sedangkan operasi kolom integral unimodular mengganti basis domain. Karena keduanya mempunyai invers integral, perubahan basis tersebut menghasilkan homomorfisma yang sama hingga isomorfisma. Diagonal Smith

D=diag(d1,,dr,0,,0),0<d1d2dr, D=\operatorname{diag}(d_1,\ldots,d_r,0,\ldots,0), \qquad 0<d_1\mid d_2\mid\cdots\mid d_r,

memberi

cokerAmrdi>1/di \operatorname{coker}A \cong \mathbb Z^{m-r} \oplus \bigoplus_{d_i>1}\mathbb Z/d_i\mathbb Z

untuk A:nmA\colon\mathbb Z^n\to\mathbb Z^m. Dalam kompleks rantai, kita juga harus memperhitungkan kernel pemetaan batas keluar. Karena Cn/kernimnC_n/\ker\partial_n\cong\operatorname{im}\partial_n bebas, kern\ker\partial_n merupakan suku langsung dari CnC_n; akibatnya torsi cokern+1\operatorname{coker}\partial_{n+1} tepat sama dengan torsi HnH_n. Jadi rank bebas HnH_n memakai kedua rank batas, sedangkan torsi berasal dari faktor invarian takunit n+1\partial_{n+1}.

Solusi lengkap

Audit triangulasi

Menghitung kemunculan sisi pada sepuluh muka memberi nilai 22 untuk semua 15 sisi. Tautan simpul, ditulis sebagai siklus dan mengulang simpul awal pada akhir, ialah

v0(1,2,4,5,3,1)v1(0,2,5,4,3,0)v2(0,1,5,3,4,0)v3(0,1,4,2,5,0)v4(0,2,3,1,5,0)v5(0,3,2,1,4,0). \begin{array}{c|l} v_0&(1,2,4,5,3,1)\\ v_1&(0,2,5,4,3,0)\\ v_2&(0,1,5,3,4,0)\\ v_3&(0,1,4,2,5,0)\\ v_4&(0,2,3,1,5,0)\\ v_5&(0,3,2,1,4,0). \end{array}

Jadi setiap titik mempunyai lingkungan cakram dan tidak ada sisi batas. Kompleks juga terhubung karena graf kerangka satunya adalah graf lengkap.

Untuk orientasi global, pilih tanda pada f012f_{012}. Melintasi sisi bersama memaksa tanda muka tetangga agar koefisien sisi saling meniadakan. Pada siklus dual

f012e01f013e03f035e35f235e25f125e12f012, f_{012}\overset{e_{01}}{\longleftrightarrow}f_{013} \overset{e_{03}}{\longleftrightarrow}f_{035} \overset{e_{35}}{\longleftrightarrow}f_{235} \overset{e_{25}}{\longleftrightarrow}f_{125} \overset{e_{12}}{\longleftrightarrow}f_{012},

hasil kali lima kendala tanda adalah 1-1. Tanda awal dipaksa menjadi negatifnya sendiri, sehingga tidak ada orientasi global. Dengan χ=1\chi=1, ini adalah permukaan tidak terorientasi genus satu, yaitu 2\mathbb{RP}^2.

Matriks batas dan syarat rantai

Kolom eije_{ij} pada 1\partial_1 mempunyai tepat dua entri taknol: 1-1 pada baris viv_i dan +1+1 pada baris vjv_j. Kolom fijkf_{ijk} pada 2\partial_2 mempunyai koefisien +1,1,+1+1,-1,+1 pada baris ejk,eik,eije_{jk},e_{ik},e_{ij}.

Sebagai contoh,

12f012=1(e12e02+e01)=(v2v1)(v2v0)+(v1v0)=0. \begin{aligned} \partial_1\partial_2f_{012} &=\partial_1(e_{12}-e_{02}+e_{01})\\ &=(v_2-v_1)-(v_2-v_0)+(v_1-v_0)=0. \end{aligned}

Argumen identik berlaku untuk setiap kolom. Program melakukan perkalian matriks integral dan memperoleh matriks nol 6×106\times10. Uji negatif menambah 11 pada koefisien e01e_{01} di kolom pertama. Kolom komposisi lalu bertambah v1v00v_1-v_0\ne0, sehingga pemeriksaan gagal sebagaimana seharusnya.

Sertifikat Smith dan grup homologi

Reduksi eksak memberi

rank1=5,SNF(1)0=(1,1,1,1,1), \operatorname{rank}\partial_1=5, \qquad \operatorname{SNF}(\partial_1)_{\ne0}=(1,1,1,1,1),

dan

rank2=10,SNF(2)=(1,1,1,1,1,1,1,1,1,2). \operatorname{rank}\partial_2=10, \qquad \operatorname{SNF}(\partial_2) =(1,1,1,1,1,1,1,1,1,2).

Program menyimpan semua operasi sebagai matriks U,VU,V. Ia memeriksa UAV=DUAV=D, determinan U,VU,V sama dengan ±1\pm1, semua entri di luar diagonal nol, diagonal tidak negatif, dan setiap faktor taknol membagi faktor berikutnya. Karena

rankC0=6,rankC1=15,rankC2=10, \operatorname{rank}C_0=6, \quad \operatorname{rank}C_1=15, \quad \operatorname{rank}C_2=10,

kita memperoleh rank bebas

65=1,15510=0,1010=0. 6-5=1, \qquad 15-5-10=0, \qquad 10-10=0.

Tidak ada faktor torsi pada 1\partial_1, sedangkan faktor terakhir 2\partial_2 adalah 22. Maka

Hn(2;){,n=0,/2,n=1,0,n2. H_n(\mathbb{RP}^2;\mathbb Z) \cong \begin{cases} \mathbb Z,&n=0,\\ \mathbb Z/2\mathbb Z,&n=1,\\ 0,&n\geq2. \end{cases}

Saksi torsi eksplisit

Untuk

z=e01e04+e14, z=e_{01}-e_{04}+e_{14},

kita mempunyai

1z=(v1v0)(v4v0)+(v4v1)=0. \partial_1z =(v_1-v_0)-(v_4-v_0)+(v_4-v_1)=0.

Ambil

c=f012+f013+f024+f035f045f125f134+f145+f234f235. \begin{aligned} c={}&f_{012}+f_{013}+f_{024}+f_{035}-f_{045}\\ &-f_{125}-f_{134}+f_{145}+f_{234}-f_{235}. \end{aligned}

Menjumlahkan sepuluh kolom batas dengan koefisien tersebut memberi

2c=2e012e04+2e14=2z. \partial_2c=2e_{01}-2e_{04}+2e_{14}=2z.

Jadi orde [z][z] membagi 22. Untuk membuktikan bahwa ordonya bukan 11, definisikan korantai αC1(;𝔽2)\alpha\in C^1(-;\mathbb F_2) yang bernilai 11 pada

e01,e02,e13,e24,e34 e_{01},e_{02},e_{13},e_{24},e_{34}

dan nol pada sepuluh sisi lain. Pemeriksaan terhadap kesepuluh kolom 2\partial_2 memberi α(2f)=0\alpha(\partial_2f)=0 untuk setiap muka ff; jadi α\alpha adalah kosiklus modulo 22 dan mematikan setiap batas integral setelah reduksi modulo 22. Namun

α(z)=1(mod2). \alpha(z)=1\pmod2.

Jika z=2bz=\partial_2b untuk suatu rantai integral bb, maka α(z)=α(2b)=0\alpha(z)=\alpha(\partial_2b)=0, suatu kontradiksi. Karena itu zz bukan batas, sedangkan 2z2z adalah batas. Kelas [z][z] berorde tepat 22.

Perubahan basis dan kontrol sfera

Susunan ulang basis dan pembalikan orientasi dinyatakan oleh matriks permutasi bertanda P,QP,Q. Matriks itu unimodular dan inversnya integral. Jika

2=P2Q,1=1P1, \partial_2'=P\partial_2Q, \qquad \partial_1'=\partial_1P^{-1},

maka

12=1P1P2Q=12Q=0. \partial_1'\partial_2' =\partial_1P^{-1}P\partial_2Q =\partial_1\partial_2Q=0.

Uji memakai satu permutasi bertanda tetap pada 15 sisi dan satu lagi pada 10 muka. Bentuk normal Smith keduanya tetap sama; faktor 22 tidak dapat dihapus oleh perubahan basis integral.

Kontrol memakai empat muka batas tetrahedron. Ia mempunyai empat simpul, enam sisi, dan empat muka. Hasilnya

SNF(1)0=(1,1,1),SNF(2)0=(1,1,1), \operatorname{SNF}(\partial_1)_{\ne0}=(1,1,1), \qquad \operatorname{SNF}(\partial_2)_{\ne0}=(1,1,1),

sehingga

H0(S2;),H1(S2;)=0,H2(S2;). H_0(S^2;\mathbb Z)\cong\mathbb Z, \qquad H_1(S^2;\mathbb Z)=0, \qquad H_2(S^2;\mathbb Z)\cong\mathbb Z.

Tidak muncul faktor invarian lebih besar daripada 11. Kontrol ini menguji jalur kode yang sama pada permukaan terorientasi tanpa torsi.

Pemeriksaan reproduktibilitas

Uji otomatis memeriksa:

  1. sepuluh muka membentuk permukaan tertutup dengan tautan simpul berupa siklus dan tidak menerima data simpleks duplikat;
  2. ukuran serta tanda contoh pada kedua matriks batas dan penolakan satu kolom yang sengaja dirusak;
  3. sertifikat UAV=DUAV=D, unimodularitas, entri diagonal tidak negatif, keterbagian, rank, serta satu matriks ber-rank satu tambahan;
  4. grup homologi 2\mathbb{RP}^2, rantai pengisi 2z2z, dan detektor non-batas modulo 22;
  5. invariansi di bawah perubahan urutan/orientasi basis dan kontrol S2S^2 tanpa torsi;
  6. aliran galat kosong dan keluaran CLI yang sama byte demi byte dengan keluaran acuan UTF-8 berakhiran LF.

Dengan demikian keluaran bukan hasil yang diketik ulang. Matriks, diagonal, sertifikat, saksi torsi, dan kontrol semuanya dihitung dari data simpleks yang sama dengan data yang disajikan dalam pembaca.

Hak, atribusi, dan provenans

Laboratorium, program, uji, keluaran acuan, interpretasi, dan solusi ini adalah materi asli edisi dan didistribusikan di bawah CC BY-SA 4.0. Materi ini memakai konsep matematika yang sudah dikembangkan dalam edisi Roberts–Fomberg, tetapi tidak menyalin ekspresi dari bank masalah yang dikecualikan. Produksi dilakukan dengan OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna. Kredit, lisensi, dan hubungan sumber David Michael Roberts serta Yeheli Fomberg tetap dibedakan; laboratorium ini tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

Laboratorium Komputasi 3 — Batas Seluler dan Derajat

Status dan keluaran laboratorium

Laboratorium ini adalah materi asli edisi. Kita menghubungkan tiga cara membaca bilangan bulat bertanda yang sama: sebagai koefisien batas seluler, sebagai koefisien pada kelas fundamental, dan sebagai jumlah derajat lokal di atas suatu nilai sasaran. Contoh pertama ialah kompleks CW

X3=Sa1zz3D2, X_3=S^1_a\cup_{z\mapsto z^3}D^2,

contoh kedua ialah struktur CW minimal pada torus, dan contoh ketiga ialah keluarga pemetaan torus yang diberikan oleh matriks integral. Semua perhitungan memakai aritmetika eksak pada bilangan bulat dan pecahan; tidak ada pembulatan numerik dan tidak diperlukan akses jaringan.

Paket laboratorium memuat program Python berbasis pustaka standar, enam uji deterministik, keluaran acuan, interpretasi, satu petunjuk bersama, dan solusi lengkap. Program memeriksa konvensi kolom, jumlah eksponen bertanda, grup homologi, prabayangan eksak, tanda lokal, urutan komposisi, serta kasus singular yang sengaja dipilih untuk gagal secara informatif.

Prasyarat yang dipakai

Tujuan

Sesudah menyelesaikan laboratorium ini, pembaca dapat:

  1. menghitung koefisien batas seluler dari derajat pemetaan pelekatan;
  2. membedakan jumlah eksponen bertanda dari banyaknya kemunculan huruf;
  3. memperoleh homologi X3X_3 dan torus dari kompleks rantai selulernya;
  4. menjelaskan pengaruh pembalikan orientasi sel terhadap matriks, tetapi bukan terhadap grup homologi;
  5. menentukan kapan matriks real mendefinisikan pemetaan pada torus;
  6. menghitung pemetaan terinduksi pada H1(T2)H_1(T^2) dengan konvensi kolom;
  7. membuktikan bahwa derajat pemetaan torus integral sama dengan determinannya, bukan menyimpulkannya hanya dari naturalitas batas nol;
  8. menemukan prabayangan eksak dan menjumlahkan tanda lokalnya;
  9. membedakan urutan matriks pada komposisi pemetaan;
  10. mengaudit kasus determinan nol tanpa menyatakan secara keliru bahwa setiap serat harus kosong.

Data, orientasi, dan konvensi kolom

Kita tulis S1=/S^1=\mathbb R/\mathbb Z dengan koordinat [t][t] dan T2=2/2T^2=\mathbb R^2/\mathbb Z^2 dengan koordinat kolom [x][x]. Basis berorientasi H1(T2;)H_1(T^2;\mathbb Z) ialah ([a],[b])([a],[b]), masing-masing berasal dari arah koordinat pertama dan kedua. Untuk matriks integral AA, definisikan

fA([x])=[Ax]. f_A([x])=[Ax].

Entri integral bukan sekadar kemudahan komputasional. Jika xx diganti oleh x+nx+n untuk n2n\in\mathbb Z^2, nilai AxAx berubah sebesar AnAn; pemetaan turun ke hasil bagi tepat ketika A22A\mathbb Z^2\subseteq\mathbb Z^2, yakni ketika kolom-kolom AA integral.

Empat data uji kanonis ialah sebagai berikut.

  1. X3X_3 mempunyai satu sel-00 vv, satu sel-11 berorientasi aa, dan satu sel-22 e2e^2 yang dilekatkan oleh q3([t])=[3t]q_3([t])=[3t].

  2. Torus minimal mempunyai satu sel-00 vv, dua sel-11 a,ba,b, dan satu sel-22 τ\tau dengan kata pelekatan aba1b1aba^{-1}b^{-1}.

  3. Tiga matriks yang diuji ialah

    M=(2112),N=(0110),C=(1122). M=\begin{pmatrix}2&1\\-1&2\end{pmatrix},\qquad N=\begin{pmatrix}0&1\\1&0\end{pmatrix},\qquad C=\begin{pmatrix}1&1\\2&2\end{pmatrix}.

    Dengan konvensi kolom, fM*[a]=2[a][b]f_{M*}[a]=2[a]-[b] dan fM*[b]=[a]+2[b]f_{M*}[b]=[a]+2[b].

  4. Nilai sasaran untuk MM, NN, dan komposisi ialah y=(1/7,2/7)y=(1/7,2/7), sedangkan kasus singular memakai y0=(0,1/3)y_0=(0,1/3).

Kesamaan pada torus selalu berarti kesamaan modulo 2\mathbb Z^2. Karena itu, fA([x])=[y]f_A([x])=[y] setara dengan adanya k2k\in\mathbb Z^2 sehingga Ax=y+kAx=y+k.

Batas seluler dan perluasan derajat ke permukaan

Untuk sel-nn eαne^n_\alpha dan sel-(n1)(n-1) eβn1e^{n-1}_\beta, koefisien eβn1e^{n-1}_\beta dalam dn(eαn)d_n(e^n_\alpha) adalah derajat komposisi: peta pelekatan menuju kerangka (n1)(n-1), kemudian semua sel selain eβn1e^{n-1}_\beta diruntuhkan. Tanda koefisien bergantung pada orientasi basis.

Pada X3X_3, peta pelekatan mengitari aa tiga kali secara positif, sehingga

C2d2=[3]C1d1=[0]C0,C2=C1=C0=. C_2\xrightarrow{\ d_2=[3]\ }C_1 \xrightarrow{\ d_1=[0]\ }C_0, \qquad C_2=C_1=C_0=\mathbb Z.

Jika orientasi e2e^2 dibalik sementara orientasi aa dipertahankan, kolom d2d_2 menjadi [3][-3]. Ini adalah perubahan basis unimodular pada C2C_2; kernel dan hasil bagi yang menentukan homologi tetap isomorfik.

Pada torus minimal, koefisien aa dan bb dalam batas τ\tau adalah jumlah eksponen bertanda pada kata aba1b1aba^{-1}b^{-1}:

(+1)+(1)=0untuk a,(+1)+(1)=0untuk b. (+1)+(-1)=0\quad\text{untuk }a, \qquad (+1)+(-1)=0\quad\text{untuk }b.

Jadi d2(τ)=0a+0bd_2(\tau)=0a+0b dan d1=0d_1=0. Menghitung kemunculan tanpa tanda akan memberi (2,2)𝖳(2,2)^{\mathsf T} dan merupakan kesalahan, bukan konvensi lain.

Proposisi asli edisi (derajat pada permukaan dan determinan torus). Jika F:ΣΣF\colon\Sigma\to\Sigma' adalah pemetaan kontinu antara permukaan tertutup, terhubung, dan berorientasi, definisikan deg(F)\deg(F) melalui

F*[Σ]=deg(F)[Σ]dalam H2(Σ;). F_*[\Sigma]=\deg(F)[\Sigma'] \quad\text{dalam }H_2(\Sigma';\mathbb Z).

Definisi ini bebas dari perwakilan siklus setelah orientasi kedua kelas fundamental ditetapkan. Khusus untuk matriks integral A=(pqrs)A=\bigl(\begin{smallmatrix}p&q\\r&s\end{smallmatrix}\bigr), pemetaan fA:T2T2f_A\colon T^2\to T^2 mempunyai derajat detA\det A.

Bukti. Ambil basis kohomologi dual α,βH1(T2;)\alpha,\beta\in H^1(T^2;\mathbb Z) dengan αβ,[T2]=1\langle\alpha\smile\beta,[T^2]\rangle=1. Konvensi kolom memberi

fA*α=pα+qβ,fA*β=rα+sβ. f_A^*\alpha=p\alpha+q\beta, \qquad f_A^*\beta=r\alpha+s\beta.

Antikomutativitas bergradasi dan αα=ββ=0\alpha\smile\alpha=\beta\smile\beta=0 menghasilkan

fA*(αβ)=(psqr)(αβ). f_A^*(\alpha\smile\beta) =(ps-qr)(\alpha\smile\beta).

Dengan naturalitas pasangan evaluasi,

deg(fA)=αβ,fA*[T2]=fA*(αβ),[T2]=psqr=detA. \begin{aligned} \deg(f_A) &=\langle\alpha\smile\beta,f_{A*}[T^2]\rangle\\ &=\langle f_A^*(\alpha\smile\beta),[T^2]\rangle\\ &=ps-qr=\det A. \end{aligned}

Ini juga menjelaskan langkah yang tidak boleh dilewati. Aproksimasi seluler memungkinkan kita mewakili fAf_A oleh pemetaan rantai seluler dan membaca AA pada C1C_1 serta H1H_1. Namun, karena kedua pemetaan batas torus adalah nol, persamaan naturalitas batas dF*=F*ddF_*=F_*d menerima setiap koefisien bulat pada C2C_2. Persamaan itu sendiri tidak membuktikan bahwa koefisien teratas adalah detA\det A; argumen kelas fundamental dan produk cup di ataslah yang memaksanya.

Tugas 1 — jalankan bukti komputasional. Dari akar repositori, jalankan

python -B source/id-ID/labs/test_o012_d60_lab03_cellular_degree.py
python -B source/id-ID/labs/o012_d60_lab03_cellular_degree.py

Pastikan laporan unittest berakhir dengan enam uji lulus dan OK. Program pada perintah kedua harus mempunyai aliran galat kosong dan keluaran yang sama byte demi byte dengan expected-output-lab03.txt.

Tugas 2 — turunkan kompleks rantai X3X_3. Hitung d2d_2 dari derajat q3q_3, hitung H0,H1,H2H_0,H_1,H_2, lalu balik orientasi sel-22 dan jelaskan apa yang berubah. Untuk nilai [1/7]S1[1/7]\in S^1, temukan semua prabayangan eksak di bawah q3q_3 dan jumlahkan derajat lokalnya.

Tugas 3 — audit torus minimal dengan tanda. Gunakan kata aba1b1aba^{-1}b^{-1} untuk menghitung kedua koefisien d2(τ)d_2(\tau). Tunjukkan secara eksplisit mengapa hitungan tanpa tanda salah. Hitung homologi torus dan bandingkan mekanismenya dengan homologi X3X_3.

Tugas 4 — pisahkan H1H_1 dari derajat teratas. Periksa bahwa konvensi kolom untuk MM memberi fM*[a]=2[a][b]f_{M*}[a]=2[a]-[b] dan fM*[b]=[a]+2[b]f_{M*}[b]=[a]+2[b]. Jelaskan mengapa aproksimasi seluler diperlukan untuk pernyataan pada rantai seluler. Lalu buktikan, tanpa memakai naturalitas batas nol sebagai jalan pintas, bahwa pemetaan pada H2(T2)H_2(T^2) adalah perkalian dengan 55.

Tugas 5 — prabayangan, tanda lokal, dan komposisi. Untuk sasaran y=(1/7,2/7)y=(1/7,2/7), tentukan semua prabayangan eksak di bawah fMf_M, prabayangan di bawah fNf_N, serta semua prabayangan di bawah fNfMf_N\circ f_M. Tentukan tanda lokal tiap titik dan cocokkan jumlah bertandanya dengan derajat global. Hitung pula NMNM dan MNMN dan jelaskan mengapa urutannya tidak boleh ditukar.

Tugas 6 — audit kasus negatif. Tunjukkan bahwa matriks tak integral pada umumnya tidak mendefinisikan pemetaan torus. Temukan kesalahan dalam argumen “batas nol memaksa koefisien teratas”, “derajat sama dengan banyaknya prabayangan”, dan “detC=0\det C=0 membuat setiap serat kosong”. Terakhir, gunakan vektor null kiri (2,1)(-2,1) untuk membuktikan bahwa y0=(0,1/3)y_0=(0,1/3) tidak berada dalam citra fCf_C, tetapi berikan pula satu serat fCf_C yang tidak kosong.

Petunjuk. Pada kata pelekatan, invers menyumbang 1-1, bukan +1+1. Untuk prabayangan torus, selesaikan Ax=y+kAx=y+k dengan k2k\in\mathbb Z^2 dan pilih wakil dalam [0,1)2[0,1)^2. Jika detA0\det A\ne0, setiap titik prabayangan mempunyai tanda lokal sgn(detA)\operatorname{sgn}(\det A) dan banyaknya titik pada serat ialah |detA||\det A|. Untuk komposisi, tulis fungsi pada sebuah kolom: fN(fM([x]))=[NMx]f_N(f_M([x]))=[NMx]. Pada kasus singular, kalikan persamaan Cx=y0+kCx=y_0+k dari kiri dengan (2,1)(-2,1).

Program lengkap

Berkas kanonis: o012_d60_lab03_cellular_degree.py. Proses pembuatan pembaca mengganti penanda berikut dengan byte sumber tersebut agar HTML dan PDF tetap mandiri dan agar salinan tampilan tidak dapat menyimpang dari berkas yang diuji.

#!/usr/bin/env python3
"""Laboratorium D60-03: pemetaan batas seluler dan derajat.

SPDX-License-Identifier: CC-BY-SA-4.0
Materi asli edisi diproduksi dengan OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra.
"""
from __future__ import annotations

import sys
from dataclasses import dataclass
from fractions import Fraction
from math import gcd
from typing import Iterable, Sequence


Letter = tuple[str, int]
Word = tuple[Letter, ...]
Matrix2 = tuple[tuple[int, int], tuple[int, int]]
Point = tuple[Fraction, Fraction]

TORUS_BASIS = ("a", "b")
TORUS_WORD: Word = (("a", 1), ("b", 1), ("a", -1), ("b", -1))
X3_BASIS = ("a",)
X3_WORD: Word = (("a", 1), ("a", 1), ("a", 1))
X3_REVERSED_WORD: Word = (("a", -1), ("a", -1), ("a", -1))

MATRIX_M: Matrix2 = ((2, 1), (-1, 2))
MATRIX_N: Matrix2 = ((0, 1), (1, 0))
MATRIX_C: Matrix2 = ((1, 1), (2, 2))
REGULAR_TARGET: Point = (Fraction(1, 7), Fraction(2, 7))
SINGULAR_TARGET: Point = (Fraction(0), Fraction(1, 3))
LEFT_NULL_C = (-2, 1)


def _is_plain_int(value: object) -> bool:
    return type(value) is int


def freeze_basis(basis: Iterable[str]) -> tuple[str, ...]:
    try:
        result = tuple(basis)
    except TypeError as error:
        raise ValueError("basis harus dapat diiterasi") from error
    if not result:
        raise ValueError("basis tidak boleh kosong")
    if any(type(label) is not str or not label for label in result):
        raise ValueError("setiap label basis harus berupa string takkosong")
    if len(set(result)) != len(result):
        raise ValueError("label basis harus unik")
    return result


def freeze_word(word: Iterable[Sequence[object]], basis: Iterable[str]) -> Word:
    frozen_basis = freeze_basis(basis)
    try:
        raw_tokens = tuple(word)
    except TypeError as error:
        raise ValueError("kata pelekatan harus dapat diiterasi") from error
    result: list[Letter] = []
    for token in raw_tokens:
        if isinstance(token, (str, bytes)):
            raise ValueError("setiap huruf harus berupa pasangan label dan tanda")
        try:
            pair = tuple(token)
        except TypeError as error:
            raise ValueError("setiap huruf harus berupa pasangan label dan tanda") from error
        if len(pair) != 2:
            raise ValueError("setiap huruf harus berupa pasangan label dan tanda")
        label, sign = pair
        if type(label) is not str or label not in frozen_basis:
            raise ValueError("kata memuat label yang tidak berada dalam basis")
        if not _is_plain_int(sign) or sign not in (-1, 1):
            raise ValueError("tanda huruf harus +1 atau -1")
        result.append((label, sign))
    return tuple(result)


def free_reduce(word: Iterable[Sequence[object]], basis: Iterable[str]) -> Word:
    frozen = freeze_word(word, basis)
    stack: list[Letter] = []
    for letter in frozen:
        if stack and stack[-1][0] == letter[0] and stack[-1][1] == -letter[1]:
            stack.pop()
        else:
            stack.append(letter)
    return tuple(stack)


def incidence_vector(word: Iterable[Sequence[object]], basis: Iterable[str]) -> tuple[int, ...]:
    frozen_basis = freeze_basis(basis)
    frozen_word = freeze_word(word, frozen_basis)
    return tuple(
        sum(sign for label, sign in frozen_word if label == generator)
        for generator in frozen_basis
    )


def unsigned_occurrence_vector(
    word: Iterable[Sequence[object]], basis: Iterable[str]
) -> tuple[int, ...]:
    """Return unsigned counts only as a deliberately incorrect control."""
    frozen_basis = freeze_basis(basis)
    frozen_word = freeze_word(word, frozen_basis)
    return tuple(
        sum(1 for label, _sign in frozen_word if label == generator)
        for generator in frozen_basis
    )


@dataclass(frozen=True)
class OneColumnHomology:
    h0_free_rank: int
    h1_free_rank: int
    h1_torsion: tuple[int, ...]
    h2_free_rank: int


def one_column_homology(boundary: Iterable[int]) -> OneColumnHomology:
    try:
        column = tuple(boundary)
    except TypeError as error:
        raise ValueError("kolom batas harus dapat diiterasi") from error
    if not column:
        raise ValueError("C_1 harus mempunyai sedikitnya satu pembangkit")
    if any(not _is_plain_int(value) for value in column):
        raise ValueError("koefisien batas harus berupa bilangan bulat")
    common_divisor = 0
    for value in column:
        common_divisor = gcd(common_divisor, abs(value))
    if common_divisor == 0:
        return OneColumnHomology(1, len(column), (), 1)
    torsion = (common_divisor,) if common_divisor > 1 else ()
    return OneColumnHomology(1, len(column) - 1, torsion, 0)


def _exact_fraction(value: object) -> Fraction:
    if isinstance(value, Fraction):
        return value
    if _is_plain_int(value):
        return Fraction(value)
    raise ValueError("koordinat harus berupa bilangan bulat atau Fraction eksak")


def mod_one(value: object) -> Fraction:
    exact = _exact_fraction(value)
    return exact - exact.numerator // exact.denominator


def power_map_preimages(degree: int, target: object) -> tuple[Fraction, ...]:
    if not _is_plain_int(degree):
        raise ValueError("derajat pemetaan pangkat harus berupa bilangan bulat")
    normalized_target = mod_one(target)
    if degree == 0:
        if normalized_target == 0:
            raise ValueError("serat pemetaan konstan pada nilainya sendiri tidak hingga")
        return ()
    count = abs(degree)
    points = {
        mod_one((normalized_target + index) / degree)
        for index in range(count)
    }
    if len(points) != count:
        raise ArithmeticError("pencacahan prabayangan pemetaan pangkat tidak lengkap")
    return tuple(sorted(points))


def power_map_local_degrees(degree: int, target: object) -> tuple[int, ...]:
    points = power_map_preimages(degree, target)
    if not points:
        return ()
    sign = 1 if degree > 0 else -1
    return tuple(sign for _point in points)


def freeze_matrix2(rows: Iterable[Iterable[int]]) -> Matrix2:
    try:
        matrix = tuple(tuple(row) for row in rows)
    except TypeError as error:
        raise ValueError("matriks harus berupa dua baris yang dapat diiterasi") from error
    if len(matrix) != 2 or any(len(row) != 2 for row in matrix):
        raise ValueError("matriks torus harus berukuran 2x2")
    if any(not _is_plain_int(value) for row in matrix for value in row):
        raise ValueError("matriks torus harus mempunyai entri bilangan bulat")
    return (matrix[0], matrix[1])


def determinant2(matrix: Iterable[Iterable[int]]) -> int:
    ((a, b), (c, d)) = freeze_matrix2(matrix)
    return a * d - b * c


def matmul2(
    left: Iterable[Iterable[int]], right: Iterable[Iterable[int]]
) -> Matrix2:
    frozen_left = freeze_matrix2(left)
    frozen_right = freeze_matrix2(right)
    return tuple(
        tuple(
            sum(frozen_left[row][index] * frozen_right[index][column] for index in range(2))
            for column in range(2)
        )
        for row in range(2)
    )  # type: ignore[return-value]


def freeze_point(point: Iterable[object]) -> Point:
    try:
        coordinates = tuple(point)
    except TypeError as error:
        raise ValueError("titik torus harus dapat diiterasi") from error
    if len(coordinates) != 2:
        raise ValueError("titik torus harus mempunyai dua koordinat")
    return (mod_one(coordinates[0]), mod_one(coordinates[1]))


def torus_preimages(matrix: Iterable[Iterable[int]], target: Iterable[object]) -> tuple[Point, ...]:
    frozen_matrix = freeze_matrix2(matrix)
    normalized_target = freeze_point(target)
    ((a, b), (c, d)) = frozen_matrix
    determinant = determinant2(frozen_matrix)
    if determinant == 0:
        raise ValueError("matriks singular tidak mempunyai serat hingga seragam")

    bound = 1 + max(sum(abs(value) for value in row) for row in frozen_matrix)
    points: set[Point] = set()
    for first_shift in range(-bound, bound + 1):
        for second_shift in range(-bound, bound + 1):
            first_rhs = normalized_target[0] + first_shift
            second_rhs = normalized_target[1] + second_shift
            first = (d * first_rhs - b * second_rhs) / determinant
            second = (-c * first_rhs + a * second_rhs) / determinant
            if 0 <= first < 1 and 0 <= second < 1:
                points.add((first, second))
    expected_count = abs(determinant)
    if len(points) != expected_count:
        raise ArithmeticError(
            f"ditemukan {len(points)} prabayangan, seharusnya {expected_count}"
        )
    return tuple(sorted(points))


def torus_local_degrees(
    matrix: Iterable[Iterable[int]], target: Iterable[object]
) -> tuple[int, ...]:
    frozen_matrix = freeze_matrix2(matrix)
    determinant = determinant2(frozen_matrix)
    if determinant == 0:
        raise ValueError("derajat lokal serat hingga tidak tersedia untuk kontrol singular")
    sign = 1 if determinant > 0 else -1
    return tuple(sign for _point in torus_preimages(frozen_matrix, target))


def nonimage_certificate(
    matrix: Iterable[Iterable[int]],
    target: Iterable[object],
    left_null_vector: Iterable[int],
) -> bool:
    frozen_matrix = freeze_matrix2(matrix)
    if determinant2(frozen_matrix) != 0:
        raise ValueError("sertifikat noncitra ini hanya berlaku untuk matriks singular")
    normalized_target = freeze_point(target)
    try:
        vector = tuple(left_null_vector)
    except TypeError as error:
        raise ValueError("vektor null kiri harus dapat diiterasi") from error
    if len(vector) != 2 or any(not _is_plain_int(value) for value in vector):
        raise ValueError("vektor null kiri harus berupa dua bilangan bulat")
    if vector == (0, 0):
        raise ValueError("vektor null kiri tidak boleh nol")
    if any(
        vector[0] * frozen_matrix[0][column]
        + vector[1] * frozen_matrix[1][column]
        != 0
        for column in range(2)
    ):
        raise ValueError("vektor yang diberikan bukan vektor null kiri")
    pairing = vector[0] * normalized_target[0] + vector[1] * normalized_target[1]
    return pairing.denominator != 1


def format_fraction(value: Fraction) -> str:
    if value.denominator == 1:
        return str(value.numerator)
    return f"{value.numerator}/{value.denominator}"


def format_integer_vector(vector: Iterable[int]) -> str:
    return "[" + ", ".join(str(value) for value in vector) + "]"


def format_fraction_vector(vector: Iterable[Fraction]) -> str:
    return "[" + ", ".join(format_fraction(value) for value in vector) + "]"


def format_matrix(matrix: Iterable[Iterable[int]]) -> str:
    frozen = freeze_matrix2(matrix)
    return "[" + ", ".join(format_integer_vector(row) for row in frozen) + "]"


def format_points(points: Iterable[Point]) -> str:
    return "[" + ", ".join(
        f"({format_fraction(first)}, {format_fraction(second)})"
        for first, second in points
    ) + "]"


def format_group(free_rank: int, torsion: Iterable[int] = ()) -> str:
    if not _is_plain_int(free_rank) or free_rank < 0:
        raise ValueError("rank bebas harus berupa bilangan bulat taknegatif")
    frozen_torsion = tuple(torsion)
    if any(not _is_plain_int(value) or value <= 1 for value in frozen_torsion):
        raise ValueError("faktor torsi harus berupa bilangan bulat lebih besar dari satu")
    summands: list[str] = []
    if free_rank == 1:
        summands.append("Z")
    elif free_rank > 1:
        summands.append(f"Z^{free_rank}")
    summands.extend(f"Z/{value}" for value in frozen_torsion)
    return " + ".join(summands) if summands else "0"


def summary_lines() -> list[str]:
    torus_boundary = incidence_vector(TORUS_WORD, TORUS_BASIS)
    torus_unsigned = unsigned_occurrence_vector(TORUS_WORD, TORUS_BASIS)
    torus_homology = one_column_homology(torus_boundary)
    x3_boundary = incidence_vector(X3_WORD, X3_BASIS)
    x3_reversed_boundary = incidence_vector(X3_REVERSED_WORD, X3_BASIS)
    x3_homology = one_column_homology(x3_boundary)
    x3_reversed_homology = one_column_homology(x3_reversed_boundary)
    power_target = Fraction(1, 7)
    power_preimages = power_map_preimages(3, power_target)
    power_local = power_map_local_degrees(3, power_target)

    preimages_m = torus_preimages(MATRIX_M, REGULAR_TARGET)
    local_m = torus_local_degrees(MATRIX_M, REGULAR_TARGET)
    preimages_n = torus_preimages(MATRIX_N, REGULAR_TARGET)
    local_n = torus_local_degrees(MATRIX_N, REGULAR_TARGET)
    n_after_m = matmul2(MATRIX_N, MATRIX_M)
    m_after_n = matmul2(MATRIX_M, MATRIX_N)
    singular_certificate = nonimage_certificate(
        MATRIX_C, SINGULAR_TARGET, LEFT_NULL_C
    )

    return [
        "LABORATORIUM O012-D60-LAB03",
        "fixture_seluler_1: torus_minimal",
        "kata_pelekatan_torus: a b a^-1 b^-1",
        f"insidensi_torus_(a,b): {format_integer_vector(torus_boundary)}",
        f"hitung_tak_bertanda_torus: {format_integer_vector(torus_unsigned)}",
        "d1_torus_nol: true",
        f"H_0_torus: {format_group(torus_homology.h0_free_rank)}",
        f"H_1_torus: {format_group(torus_homology.h1_free_rank, torus_homology.h1_torsion)}",
        f"H_2_torus: {format_group(torus_homology.h2_free_rank)}",
        "fixture_seluler_2: X3",
        f"derajat_pelekatan_X3: {x3_boundary[0]}",
        f"d2_X3: {format_integer_vector(x3_boundary)}",
        f"H_0_X3: {format_group(x3_homology.h0_free_rank)}",
        f"H_1_X3: {format_group(x3_homology.h1_free_rank, x3_homology.h1_torsion)}",
        f"H_2_X3: {format_group(x3_homology.h2_free_rank)}",
        f"d2_X3_orientasi_dibalik: {format_integer_vector(x3_reversed_boundary)}",
        f"homologi_orientasi_dibalik_tetap: {str(x3_homology == x3_reversed_homology).lower()}",
        f"target_pangkat_3: {format_fraction(power_target)}",
        f"prabayangan_pangkat_3: {format_fraction_vector(power_preimages)}",
        f"kontribusi_lokal_pangkat_3: {format_integer_vector(power_local)}",
        f"jumlah_derajat_lokal_pangkat_3: {sum(power_local)}",
        f"matriks_M: {format_matrix(MATRIX_M)}",
        f"determinan_M: {determinant2(MATRIX_M)}",
        f"aksi_H1_M: {format_matrix(MATRIX_M)}",
        f"aksi_H2_M: kali_{determinant2(MATRIX_M)}",
        f"target_torus: {format_fraction_vector(REGULAR_TARGET)}",
        f"prabayangan_M: {format_points(preimages_m)}",
        f"jumlah_prabayangan_M: {len(preimages_m)}",
        f"kontribusi_lokal_M: {format_integer_vector(local_m)}",
        f"jumlah_derajat_lokal_M: {sum(local_m)}",
        f"matriks_N: {format_matrix(MATRIX_N)}",
        f"determinan_N: {determinant2(MATRIX_N)}",
        f"prabayangan_N: {format_points(preimages_n)}",
        f"jumlah_derajat_lokal_N: {sum(local_n)}",
        f"matriks_N_setelah_M: {format_matrix(n_after_m)}",
        f"matriks_M_setelah_N: {format_matrix(m_after_n)}",
        f"urutan_komposisi_berbeda: {str(n_after_m != m_after_n).lower()}",
        f"derajat_N_setelah_M: {determinant2(n_after_m)}",
        f"derajat_multiplikatif: {str(determinant2(n_after_m) == determinant2(MATRIX_N) * determinant2(MATRIX_M)).lower()}",
        f"matriks_C: {format_matrix(MATRIX_C)}",
        f"determinan_C: {determinant2(MATRIX_C)}",
        f"target_noncitra_C: {format_fraction_vector(SINGULAR_TARGET)}",
        f"vektor_null_kiri_C: {format_integer_vector(LEFT_NULL_C)}",
        f"sertifikat_noncitra_C: {str(singular_certificate).lower()}",
        "derajat_C: 0",
    ]


def main() -> int:
    payload = ("\n".join(summary_lines()) + "\n").encode("utf-8")
    sys.stdout.buffer.write(payload)
    return 0


if __name__ == "__main__":
    raise SystemExit(main())

Uji deterministik lengkap

Berkas kanonis: test_o012_d60_lab03_cellular_degree.py.

#!/usr/bin/env python3
"""Uji deterministik untuk O012-D60-LAB03.

SPDX-License-Identifier: CC-BY-SA-4.0
"""
from __future__ import annotations

import subprocess
import sys
import unittest
from fractions import Fraction
from pathlib import Path

from o012_d60_lab03_cellular_degree import (
    LEFT_NULL_C,
    MATRIX_C,
    MATRIX_M,
    MATRIX_N,
    REGULAR_TARGET,
    SINGULAR_TARGET,
    TORUS_BASIS,
    TORUS_WORD,
    X3_BASIS,
    X3_REVERSED_WORD,
    X3_WORD,
    determinant2,
    free_reduce,
    freeze_basis,
    freeze_matrix2,
    freeze_word,
    incidence_vector,
    matmul2,
    nonimage_certificate,
    one_column_homology,
    power_map_local_degrees,
    power_map_preimages,
    torus_local_degrees,
    torus_preimages,
    unsigned_occurrence_vector,
)


HERE = Path(__file__).resolve().parent
PROGRAM = HERE / "o012_d60_lab03_cellular_degree.py"
EXPECTED = HERE / "expected-output-lab03.txt"


class Lab03Tests(unittest.TestCase):
    def test_incidence_degrees_and_unsigned_control(self) -> None:
        self.assertEqual(free_reduce(TORUS_WORD, TORUS_BASIS), TORUS_WORD)
        self.assertEqual(incidence_vector(TORUS_WORD, TORUS_BASIS), (0, 0))
        self.assertEqual(unsigned_occurrence_vector(TORUS_WORD, TORUS_BASIS), (2, 2))
        self.assertEqual(incidence_vector(X3_WORD, X3_BASIS), (3,))
        self.assertEqual(incidence_vector(X3_REVERSED_WORD, X3_BASIS), (-3,))
        self.assertEqual(
            free_reduce((("a", 1), ("a", -1), ("b", 1)), TORUS_BASIS),
            (("b", 1),),
        )
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "unik"):
            freeze_basis(("a", "a"))
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "tidak berada"):
            freeze_word((("c", 1),), TORUS_BASIS)
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, r"\+1 atau -1"):
            freeze_word((("a", 0),), TORUS_BASIS)
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, r"\+1 atau -1"):
            freeze_word((("a", True),), TORUS_BASIS)

    def test_one_column_cellular_homology_and_orientation(self) -> None:
        torus = one_column_homology(incidence_vector(TORUS_WORD, TORUS_BASIS))
        self.assertEqual((torus.h0_free_rank, torus.h1_free_rank, torus.h1_torsion, torus.h2_free_rank), (1, 2, (), 1))
        x3 = one_column_homology(incidence_vector(X3_WORD, X3_BASIS))
        reversed_x3 = one_column_homology(
            incidence_vector(X3_REVERSED_WORD, X3_BASIS)
        )
        self.assertEqual((x3.h0_free_rank, x3.h1_free_rank, x3.h1_torsion, x3.h2_free_rank), (1, 0, (3,), 0))
        self.assertEqual(x3, reversed_x3)
        self.assertEqual(one_column_homology((1,)).h1_torsion, ())
        self.assertEqual(one_column_homology((0,)).h2_free_rank, 1)
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "sedikitnya satu"):
            one_column_homology(())
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "bilangan bulat"):
            one_column_homology((Fraction(3, 1),))

    def test_integer_torus_endomorphisms_and_induced_actions(self) -> None:
        self.assertEqual(freeze_matrix2(MATRIX_M), MATRIX_M)
        self.assertEqual(determinant2(MATRIX_M), 5)
        self.assertEqual(determinant2(MATRIX_N), -1)
        self.assertEqual(determinant2(MATRIX_C), 0)
        self.assertEqual(matmul2(MATRIX_N, MATRIX_M), ((-1, 2), (2, 1)))
        self.assertEqual(matmul2(MATRIX_M, MATRIX_N), ((1, 2), (2, -1)))
        self.assertNotEqual(matmul2(MATRIX_N, MATRIX_M), matmul2(MATRIX_M, MATRIX_N))
        self.assertEqual(
            determinant2(matmul2(MATRIX_N, MATRIX_M)),
            determinant2(MATRIX_N) * determinant2(MATRIX_M),
        )
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "2x2"):
            freeze_matrix2(((1, 0, 0), (0, 1, 0)))
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "bilangan bulat"):
            freeze_matrix2(((1, 0), (0, Fraction(1, 2))))
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "bilangan bulat"):
            freeze_matrix2(((1, 0), (0, True)))

    def test_exact_preimages_local_degrees_and_composition(self) -> None:
        self.assertEqual(
            power_map_preimages(3, Fraction(1, 7)),
            (Fraction(1, 21), Fraction(8, 21), Fraction(5, 7)),
        )
        self.assertEqual(power_map_local_degrees(3, Fraction(1, 7)), (1, 1, 1))
        self.assertEqual(
            power_map_preimages(-3, Fraction(1, 7)),
            (Fraction(2, 7), Fraction(13, 21), Fraction(20, 21)),
        )
        self.assertEqual(power_map_local_degrees(-3, Fraction(1, 7)), (-1, -1, -1))
        expected_m = (
            (Fraction(0), Fraction(1, 7)),
            (Fraction(1, 5), Fraction(26, 35)),
            (Fraction(2, 5), Fraction(12, 35)),
            (Fraction(3, 5), Fraction(33, 35)),
            (Fraction(4, 5), Fraction(19, 35)),
        )
        self.assertEqual(torus_preimages(MATRIX_M, REGULAR_TARGET), expected_m)
        self.assertEqual(torus_local_degrees(MATRIX_M, REGULAR_TARGET), (1,) * 5)
        self.assertEqual(sum(torus_local_degrees(MATRIX_M, REGULAR_TARGET)), 5)
        self.assertEqual(
            torus_preimages(MATRIX_N, REGULAR_TARGET),
            ((Fraction(2, 7), Fraction(1, 7)),),
        )
        self.assertEqual(torus_local_degrees(MATRIX_N, REGULAR_TARGET), (-1,))
        composite = matmul2(MATRIX_N, MATRIX_M)
        expected_composite = (
            (Fraction(3, 35), Fraction(4, 35)),
            (Fraction(2, 7), Fraction(5, 7)),
            (Fraction(17, 35), Fraction(11, 35)),
            (Fraction(24, 35), Fraction(32, 35)),
            (Fraction(31, 35), Fraction(18, 35)),
        )
        self.assertEqual(torus_preimages(composite, REGULAR_TARGET), expected_composite)
        self.assertEqual(
            tuple(
                (
                    composite[0][0] * point[0]
                    + composite[0][1] * point[1]
                    - REGULAR_TARGET[0],
                    composite[1][0] * point[0]
                    + composite[1][1] * point[1]
                    - REGULAR_TARGET[1],
                )
                for point in expected_composite
            ),
            ((0, 0), (1, 1), (0, 1), (1, 2), (0, 2)),
        )
        self.assertEqual(sum(torus_local_degrees(composite, REGULAR_TARGET)), -5)

    def test_singular_and_malformed_inputs_fail_closed(self) -> None:
        self.assertTrue(nonimage_certificate(MATRIX_C, SINGULAR_TARGET, LEFT_NULL_C))
        self.assertFalse(
            nonimage_certificate(MATRIX_C, (Fraction(0), Fraction(0)), LEFT_NULL_C)
        )
        parameter = Fraction(1, 7)
        zero_fiber_point = (parameter, -parameter)
        self.assertEqual(
            tuple(
                sum(MATRIX_C[row][column] * zero_fiber_point[column] for column in range(2))
                for row in range(2)
            ),
            (0, 0),
        )
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "singular"):
            torus_preimages(MATRIX_C, SINGULAR_TARGET)
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "kontrol singular"):
            torus_local_degrees(MATRIX_C, SINGULAR_TARGET)
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "bukan vektor null kiri"):
            nonimage_certificate(MATRIX_C, SINGULAR_TARGET, (1, 0))
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "hanya berlaku"):
            nonimage_certificate(MATRIX_M, REGULAR_TARGET, (1, 0))
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "Fraction eksak"):
            torus_preimages(MATRIX_M, (1 / 7, Fraction(2, 7)))
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "tidak hingga"):
            power_map_preimages(0, Fraction(0))
        self.assertEqual(power_map_preimages(0, Fraction(1, 7)), ())
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "bilangan bulat"):
            power_map_preimages(True, Fraction(1, 7))

    def test_cli_matches_frozen_expected_output(self) -> None:
        process = subprocess.run(
            [sys.executable, "-B", str(PROGRAM)],
            cwd=HERE,
            check=True,
            stdout=subprocess.PIPE,
            stderr=subprocess.PIPE,
        )
        self.assertEqual(process.stderr, b"")
        self.assertEqual(process.stdout, EXPECTED.read_bytes())


if __name__ == "__main__":
    unittest.main(verbosity=2)

Keluaran acuan

Berkas kanonis: expected-output-lab03.txt.

LABORATORIUM O012-D60-LAB03
fixture_seluler_1: torus_minimal
kata_pelekatan_torus: a b a^-1 b^-1
insidensi_torus_(a,b): [0, 0]
hitung_tak_bertanda_torus: [2, 2]
d1_torus_nol: true
H_0_torus: Z
H_1_torus: Z^2
H_2_torus: Z
fixture_seluler_2: X3
derajat_pelekatan_X3: 3
d2_X3: [3]
H_0_X3: Z
H_1_X3: Z/3
H_2_X3: 0
d2_X3_orientasi_dibalik: [-3]
homologi_orientasi_dibalik_tetap: true
target_pangkat_3: 1/7
prabayangan_pangkat_3: [1/21, 8/21, 5/7]
kontribusi_lokal_pangkat_3: [1, 1, 1]
jumlah_derajat_lokal_pangkat_3: 3
matriks_M: [[2, 1], [-1, 2]]
determinan_M: 5
aksi_H1_M: [[2, 1], [-1, 2]]
aksi_H2_M: kali_5
target_torus: [1/7, 2/7]
prabayangan_M: [(0, 1/7), (1/5, 26/35), (2/5, 12/35), (3/5, 33/35), (4/5, 19/35)]
jumlah_prabayangan_M: 5
kontribusi_lokal_M: [1, 1, 1, 1, 1]
jumlah_derajat_lokal_M: 5
matriks_N: [[0, 1], [1, 0]]
determinan_N: -1
prabayangan_N: [(2/7, 1/7)]
jumlah_derajat_lokal_N: -1
matriks_N_setelah_M: [[-1, 2], [2, 1]]
matriks_M_setelah_N: [[1, 2], [2, -1]]
urutan_komposisi_berbeda: true
derajat_N_setelah_M: -5
derajat_multiplikatif: true
matriks_C: [[1, 1], [2, 2]]
determinan_C: 0
target_noncitra_C: [0, 1/3]
vektor_null_kiri_C: [-2, 1]
sertifikat_noncitra_C: true
derajat_C: 0

Interpretasi matematis

Matriks batas dan matriks pemetaan terinduksi menjawab pertanyaan yang berbeda. Untuk X3X_3, bilangan 33 adalah koefisien insidensi dari sel-22 ke sel-11 dan menghasilkan torsi /3\mathbb Z/3\mathbb Z pada H1H_1. Untuk torus minimal, jumlah eksponen bertanda membuat semua batas nol, tetapi ini tidak berarti bahwa setiap pemetaan torus berderajat nol. Pemetaan fAf_A membawa informasi tambahan: aksinya pada dua arah lingkaran adalah AA, dan aksinya pada orientasi dua-dimensi adalah detA\det A.

Jika AA tak singular, fAf_A adalah penutup berhingga dengan |detA||\det A| lembar. Determinan positif membuat semua lembar mempertahankan orientasi; determinan negatif membuat semuanya membalik orientasi. Karena itu banyaknya prabayangan memberi nilai mutlak derajat, sedangkan jumlah bertanda memberi derajat itu sendiri. Untuk matriks singular, serat dapat kosong atau berdimensi positif, bergantung pada apakah sasaran berada dalam citra. Determinan nol hanya menyatakan derajat global nol.

Solusi lengkap

Eksekusi dan kontrak keluaran

Perintah pertama memakai konvensi unittest: laporan enam uji dan OK muncul pada aliran galat, sedangkan aliran keluarannya kosong. Perintah kedua harus berhasil dengan aliran galat kosong dan menghasilkan tepat byte UTF-8 dalam expected-output-lab03.txt, termasuk urutan titik, tanda, spasi, dan LF terakhir. Enam kelompok yang diperiksa ialah X3X_3, torus minimal, pemetaan MM, pemetaan NN, komposisi NMNM, dan kegagalan terkontrol untuk data yang tidak sah atau singular. Pemeriksaan byte mencegah daftar prabayangan yang secara matematis setara tetapi tidak kanonis menyamarkan perubahan keluaran.

Kompleks X3X_3 dan tiga prabayangan

Karena q3([t])=[3t]q_3([t])=[3t] berderajat 33, basis (e2,a,v)(e^2,a,v) memberi

0[3][0]0. 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{[3]}\mathbb Z \xrightarrow{[0]}\mathbb Z \longrightarrow0.

Maka

H0(X3;),H1(X3;)/3,H2(X3;)=0. H_0(X_3;\mathbb Z)\cong\mathbb Z, \qquad H_1(X_3;\mathbb Z)\cong\mathbb Z/3\mathbb Z, \qquad H_2(X_3;\mathbb Z)=0.

Membalik orientasi e2e^2 mengganti [3][3] dengan [3][-3]. Kernel tetap nol dan citranya tetap 33\mathbb Z, sehingga homologi tidak berubah.

Untuk q3([t])=[1/7]q_3([t])=[1/7], persamaan 3t=1/7+m3t=1/7+m dengan m=0,1,2m=0,1,2 memberi, dalam urutan menaik,

q31([1/7])={[1/21],[8/21],[15/21]}. q_3^{-1}([1/7])=\left\{[1/21],[8/21],[15/21]\right\}.

Di sekitar setiap titik, pengangkatan realnya mempunyai kemiringan positif 33, sehingga setiap derajat lokal adalah +1+1. Jumlahnya 33, sama dengan derajat global peta pelekatan.

Kata pelekatan dan homologi torus

Dalam kata aba1b1aba^{-1}b^{-1}, jumlah eksponen aa ialah 11=01-1=0 dan jumlah eksponen bb juga 11=01-1=0. Jadi

d2=(00),d1=(00). d_2=\begin{pmatrix}0\\0\end{pmatrix}, \qquad d_1=\begin{pmatrix}0&0\end{pmatrix}.

Menghitung empat kemunculan tanpa orientasi akan memberi dua untuk setiap huruf. Itu mengabaikan bahwa proyeksi peta pelekatan menuju lingkaran aa atau bb berjalan sekali maju dan sekali mundur; kedua kontribusi derajat saling meniadakan.

Kompleks rantainya ialah

00200, 0\longrightarrow\mathbb Z \xrightarrow{0}\mathbb Z^2 \xrightarrow{0}\mathbb Z \longrightarrow0,

sehingga

H0(T2;),H1(T2;)2,H2(T2;). H_0(T^2;\mathbb Z)\cong\mathbb Z, \qquad H_1(T^2;\mathbb Z)\cong\mathbb Z^2, \qquad H_2(T^2;\mathbb Z)\cong\mathbb Z.

Berbeda dari X3X_3, torus tidak memperoleh torsi karena citra batas seluler atasnya nol, bukan subgrup indeks tiga.

Pemetaan M,NM,N, komposisi, dan tanda lokal

Sebuah aproksimasi seluler dari fMf_M menginduksi pemetaan rantai pada C1C_1 dengan kolom MM:

M(10)=(21),M(01)=(12). M\binom10=\binom2{-1}, \qquad M\binom01=\binom12.

Jadi pernyataan pada H1H_1 tepat seperti yang diminta. Determinan detM=221(1)=5\det M=2\cdot2-1\cdot(-1)=5. Bukti produk cup pada bagian sebelumnya, bukan persamaan naturalitas dengan batas nol, memberi fM*[T2]=5[T2]f_{M*}[T^2]=5[T^2].

Lima prabayangan y=(1/7,2/7)y=(1/7,2/7) di bawah fMf_M, dalam urutan leksikografis, beserta vektor bulat MxyMx-y, ialah

xMxydegx(fM)(0,1/7)(0,0)+1(1/5,26/35)(1,1)+1(2/5,12/35)(1,0)+1(3/5,33/35)(2,1)+1(4/5,19/35)(2,0)+1. \begin{array}{c|c|c} x&Mx-y&\deg_x(f_M)\\ \hline (0,1/7)&(0,0)&+1\\ (1/5,26/35)&(1,1)&+1\\ (2/5,12/35)&(1,0)&+1\\ (3/5,33/35)&(2,1)&+1\\ (4/5,19/35)&(2,0)&+1. \end{array}

Setiap tanda lokal positif karena detM>0\det M>0, dan jumlahnya 55.

Matriks NN menukar dua koordinat, jadi satu-satunya prabayangan ialah

fN1(y)={(2/7,1/7)}. f_N^{-1}(y)=\{(2/7,1/7)\}.

Karena detN=1\det N=-1, tanda lokal dan derajat globalnya sama dengan 1-1.

Urutan fungsi memberi

fNfM=fNM,NM=(1221), f_N\circ f_M=f_{NM}, \qquad NM=\begin{pmatrix}-1&2\\2&1\end{pmatrix},

bukan MNMN. Lima prabayangan eksak yy di bawah fNMf_{NM} ialah

x(NM)xydegx(fNM)(3/35,4/35)(0,0)1(2/7,5/7)(1,1)1(17/35,11/35)(0,1)1(24/35,32/35)(1,2)1(31/35,18/35)(0,2)1. \begin{array}{c|c|c} x&(NM)x-y&\deg_x(f_{NM})\\ \hline (3/35,4/35)&(0,0)&-1\\ (2/7,5/7)&(1,1)&-1\\ (17/35,11/35)&(0,1)&-1\\ (24/35,32/35)&(1,2)&-1\\ (31/35,18/35)&(0,2)&-1. \end{array}

Jadi jumlah lokalnya 5-5, sesuai det(NM)=detNdetM=5\det(NM)=\det N\det M=-5. Dalam urutan sebaliknya,

MN=(1221). MN=\begin{pmatrix}1&2\\2&-1\end{pmatrix}.

Kedua komposisi mempunyai derajat 5-5, tetapi matriks dan pemetaannya tidak sama. Kesamaan determinan tidak mengizinkan pertukaran urutan komposisi.

Kasus gagal dan serat singular

Jika sebuah kolom AA tidak integral, titik [x]=[x+ei][x]=[x+e_i] dapat dikirim ke dua kelas berbeda karena Aei2Ae_i\notin\mathbb Z^2. Jadi rumus [x][Ax][x]\mapsto[Ax] tidak terdefinisi baik pada torus. Berikutnya, naturalitas batas torus hanya membaca 0=00=0 pada derajat dua; ia tidak menentukan bilangan yang mengalikan generator C2C_2. Bilangan itu diperoleh dari kelas fundamental. Demikian pula, banyaknya prabayangan tanpa tanda hanya memberi |deg||\deg| untuk penutup linear tak singular; NN mempunyai satu prabayangan, tetapi derajatnya 1-1.

Untuk

C=(1122),y0=(0,1/3), C=\begin{pmatrix}1&1\\2&2\end{pmatrix}, \qquad y_0=(0,1/3),

vektor baris λ=(2,1)\lambda=(-2,1) memenuhi λC=(0,0)\lambda C=(0,0). Jika Cx=y0+kCx=y_0+k untuk k2k\in\mathbb Z^2, maka

0=λCx=λy0+λk=13+suatu bilangan bulat, 0=\lambda Cx=\lambda y_0+\lambda k =\frac13+\text{suatu bilangan bulat},

yang mustahil. Jadi serat di atas y0y_0 kosong. Akan tetapi, serat di atas 00 tidak kosong, bahkan memuat seluruh lingkaran

{[(t,t)]:t}, \{[(t,-t)]:t\in\mathbb R\},

karena C(t,t)𝖳=0C(t,-t)^{\mathsf T}=0. Dengan demikian detC=0\det C=0 berarti derajat global nol; ia tidak membuat setiap serat kosong.

Pemeriksaan reproduktibilitas

Uji otomatis harus memeriksa:

  1. matriks batas X3X_3, homologinya, pembalikan orientasi, tiga prabayangan [1/21],[8/21],[15/21][1/21],[8/21],[15/21], dan jumlah tanda lokal 33;
  2. jumlah eksponen bertanda kata torus, penolakan hitungan tanpa tanda, dan homologi (,2,)(\mathbb Z,\mathbb Z^2,\mathbb Z);
  3. syarat entri integral agar fAf_A terdefinisi baik serta konvensi kolom untuk aksi MM pada H1H_1;
  4. kelima prabayangan MM, satu prabayangan NN, tanda lokal, determinan, dan aksi yang diwajibkan pada H2H_2;
  5. urutan NMMNNM\ne MN, kelima prabayangan komposisi, jumlah tanda 5-5, serta sertifikat null kiri untuk serat kosong CC;
  6. kasus serat singular yang tidak kosong, aliran galat kosong, urutan keluaran kanonis, dan kesamaan byte keluaran CLI dengan keluaran acuan UTF-8 berakhiran LF.

Semua pecahan dibandingkan sebagai pasangan bilangan bulat tereduksi. Tidak ada toleransi titik-mengambang yang dapat membuat titik salah tampak benar. Program juga harus menghitung matriks komposisi dan vektor pemeriksaan AxyAx-y dari data, bukan menerima daftar jawaban sebagai satu-satunya bukti.

Hak, atribusi, dan provenans

Laboratorium, program, uji, keluaran acuan, pembuktian perluasan derajat ke permukaan, interpretasi, dan solusi ini adalah materi asli edisi dan didistribusikan di bawah CC BY-SA 4.0. Jangkar konseptual yang dipertahankan ialah Fomberg algebraic_topology.tex:2849–2875 untuk definisi/sifat derajat, :3037–3114 untuk derajat lokal dan contoh peta pangkat, :3612–3664 untuk pemetaan batas seluler, dan :3740–3845 untuk struktur CW minimal torus; pembanding Roberts ialah Notes.tex:6327–6348. Uraian penghubung, bukti permukaan, data matriks, tugas, dan solusi di sini ditulis secara independen dan tidak menyalin ekspresi sumber atau bank masalah yang dikecualikan.

Produksi dilakukan dengan OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna. Kredit, lisensi, dan hubungan sumber David Michael Roberts serta Yeheli Fomberg tetap dibedakan. Laboratorium ini tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber maupun institusi mana pun.

Laboratorium Komputasi 4 — Sintesis Lintas-Invarian

Status dan keluaran laboratorium

Laboratorium terakhir ini membandingkan grup fundamental, homologi integral, kohomologi aditif, dan produk cup pada empat kompleks CW yang dibekukan. Dua pasang ruang sengaja mempunyai beberapa invarian yang sama. Tujuannya bukan menghasilkan satu “sidik jari lengkap,” melainkan menentukan dengan tepat informasi apa yang hilang ketika kita beralih dari peta pelekatan ke diferensial seluler, dari grup fundamental ke abelianisasinya, atau dari gelanggang kohomologi ke grup-grup aditifnya.

Paket memuat program Python berbasis pustaka standar, enam uji deterministik, keluaran acuan, interpretasi, petunjuk, dan solusi lengkap. Semua koefisien adalah bilangan bulat. Program hanya memverifikasi empat model yang dijelaskan di bawah; ia tidak mengaku menyelesaikan masalah isomorfisma grup, gelanggang, atau tipe homotopi secara umum.

Prasyarat yang dipakai

Tujuan

Sesudah menyelesaikan laboratorium ini, pembaca dapat:

  1. menghitung diferensial seluler dari jumlah eksponen bertanda;
  2. menjelaskan mengapa H1H_1 hanya melihat abelianisasi π1\pi_1;
  3. membedakan homologi dari informasi penuh peta pelekatan;
  4. membedakan kohomologi sebagai grup bergradasi dari gelanggang kohomologi;
  5. memakai produk cup sebagai obstruksi terhadap ekuivalensi homotopi;
  6. memeriksa hukum unit, asosiativitas, dan komutativitas bergradasi pada tabel produk cup jarang;
  7. mengaudit kesimpulan negatif tanpa mengubah “invarian ini tidak membedakan” menjadi klaim ekuivalensi.

Empat model beku dan konvensi

Kita memakai dua pasangan berikut, selalu dengan koefisien \mathbb Z.

Pasangan A. Ambil

X=T2=(Sa1Sb1)aba1b1e2 X=T^2=(S^1_a\vee S^1_b)\cup_{aba^{-1}b^{-1}}e^2

dan

Y=Sa1Sb1S2, Y=S^1_a\vee S^1_b\vee S^2,

yang dapat dipandang sebagai pelekatan sel-22 konstan pada baji dua lingkaran. Keduanya mempunyai satu sel-00, dua sel-11, satu sel-22, dan diferensial seluler nol. Namun,

π1(X)=a,baba1b12,π1(Y)=a,bF2. \pi_1(X)=\langle a,b\mid aba^{-1}b^{-1}\rangle\cong\mathbb Z^2, \qquad \pi_1(Y)=\langle a,b\mid\ \rangle\cong F_2.

Pasangan B. Gunakan struktur CW

P=2S2ηe4,Q=S2S4S2konstane4, P=\mathbb{CP}^2\cong S^2\cup_\eta e^4, \qquad Q=S^2\vee S^4\cong S^2\cup_{\mathrm{konstan}}e^4,

di mana η:S3S2\eta\colon S^3\to S^2 adalah peta Hopf. Kedua ruang terhubung sederhana dan mempunyai satu sel pada dimensi 0,2,40,2,4. Semua diferensial selulernya nol, tetapi peta pelekatan sel-44 tidak sama.

Orientasi dipilih sehingga generator teratas ωH2(T2)\omega\in H^2(T^2) dan uH4(2)u\in H^4(\mathbb{CP}^2) mempunyai tanda positif dalam rumus di bawah. Mengganti orientasi mengganti nama generator bertanda, bukan fakta bahwa produknya nol atau tak nol.

Prinsip perbandingan yang dihitung

Untuk Pasangan A, kata komutator sudah tereduksi dalam grup bebas:

aba1b11di F2. aba^{-1}b^{-1}\ne 1\quad\text{di }F_2.

Vektor jumlah eksponennya ialah (0,0)(0,0). Karena abelianisasi melupakan urutan huruf, relator komutator tidak memberi relasi baru setelah abelianisasi. Maka

H1(X;)H1(Y;)2, H_1(X;\mathbb Z)\cong H_1(Y;\mathbb Z)\cong\mathbb Z^2,

walaupun grup fundamentalnya tidak isomorfik: yang pertama abelian dan yang kedua tidak. Kompleks rantai seluler keduanya ialah

00200. 0\longrightarrow\mathbb Z\xrightarrow{0}\mathbb Z^2 \xrightarrow{0}\mathbb Z\longrightarrow0.

Jadi homologi keduanya sama. Kohomologi aditifnya juga sama, tetapi perkaliannya berbeda. Dengan basis dual α,β\alpha,\beta dan kelas orientasi ω\omega,

αβ=ω,βα=ωpada T2, \alpha\smile\beta=\omega, \qquad \beta\smile\alpha=-\omega \quad\text{pada }T^2,

sedangkan semua produk dua kelas berderajat positif pada S1S1S2S^1\vee S^1\vee S^2 adalah nol. Pada baji, kedua kelas derajat satu didukung oleh suku lingkaran, sedangkan kelas derajat dua berasal dari suku sfera; retraksi baji ke setiap suku memperlihatkan bahwa tidak ada produk yang dapat menghasilkan generator sfera itu.

Untuk Pasangan B, grup fundamental, homologi, dan kohomologi aditif semuanya sama. Keduanya mempunyai \mathbb Z hanya pada derajat 0,2,40,2,4. Informasi yang tersisa berada dalam peta pelekatan. Jika

Zf=S2fe4, Z_f=S^2\cup_f e^4,

pilih xH2(Zf;)x\in H^2(Z_f;\mathbb Z) dan uH4(Zf;)u\in H^4(Z_f;\mathbb Z) sesuai orientasi sel. Koefisien dalam

xx=H(f)u x\smile x=H(f)u

adalah invarian Hopf H(f)H(f). Peta Hopf η\eta mempunyai H(η)=1H(\eta)=1, sedangkan peta konstan mempunyai invarian Hopf nol. Karena itu

H*(2;)[x]/(x3),|x|=2, H^*(\mathbb{CP}^2;\mathbb Z)\cong\mathbb Z[x]/(x^3),\quad |x|=2,

dalam rentang dimensi ini dengan x2=ux^2=u, sementara pada S2S4S^2\vee S^4 berlaku x2=0x^2=0. Produk cup dipertahankan oleh ekuivalensi homotopi; jadi kedua ruang pada setiap pasangan bukan ekuivalen homotopi.

Tugas 1 — jalankan verifikator beku. Jalankan program uji dan program utama. Pastikan enam uji lulus, aliran galat program utama kosong, dan keluarannya sama byte demi byte dengan expected-output-lab04.txt.

Tugas 2 — hitung kompleks seluler Pasangan A. Hitung jumlah eksponen relator torus, turunkan kedua diferensial, lalu hitung H0,H1,H2H_0,H_1,H_2 untuk XX dan YY. Periksa juga karakteristik Euler.

Tugas 3 — temukan informasi yang hilang pada H1H_1. Reduksi bebas kata aba1b1aba^{-1}b^{-1}, bandingkan perilakunya pada F2F_2 dan 2\mathbb Z^2, dan jelaskan mengapa abelianisasi kedua grup tetap 2\mathbb Z^2.

Tugas 4 — bandingkan gelanggang Pasangan A. Tulis basis kohomologi bergradasi, hitung tabel produk cup tak nol, periksa tanda βα=αβ\beta\smile\alpha=-\alpha\smile\beta, dan tentukan invarian pertama pada urutan audit yang membedakan ruang.

Tugas 5 — isolasi peta pelekatan Pasangan B. Hitung invarian aditif kedua ruang, kemudian gunakan rumus invarian Hopf untuk memperoleh x2=ux^2=u pada 2\mathbb{CP}^2 dan x2=0x^2=0 pada S2S4S^2\vee S^4.

Tugas 6 — audit empat implikasi palsu. Tolak dengan saksi eksplisit: “H1H_1 sama berarti π1\pi_1 sama,” “homologi sama berarti ekuivalen homotopi,” “diferensial seluler nol berarti peta pelekatan trivial,” dan “kohomologi aditif sama berarti gelanggang kohomologi sama.” Jelaskan pula mengapa kesamaan semua invarian yang kebetulan dihitung program tidak akan menjadi algoritme umum untuk membuktikan ekuivalensi homotopi.

Petunjuk. Pisahkan tiga operasi: reduksi bebas mempertahankan urutan huruf, abelianisasi hanya menyimpan jumlah eksponen, dan diferensial seluler hanya membaca derajat komponen ke sel satu dimensi lebih rendah. Untuk Pasangan B, tidak ada grup rantai pada dimensi 11 atau 33, sehingga semua diferensial nol tanpa memaksa η\eta menjadi null-homotopik. Produk cup membaca koefisien yang tidak tampak pada kompleks rantai aditif itu.

Program lengkap

Berkas kanonis: o012_d60_lab04_cross_invariants.py. Pembangun pembaca mengganti penanda berikut dengan byte sumber yang diuji.

#!/usr/bin/env python3
"""Laboratorium D60-04: perbandingan lintas-invarian yang eksak.

Program ini memverifikasi empat model CW yang dibekukan untuk laboratorium;
ia bukan pemecah umum masalah isomorfisma grup atau gelanggang.

SPDX-License-Identifier: CC-BY-SA-4.0
Materi asli edisi diproduksi dengan OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra.
"""
from __future__ import annotations

import sys
from dataclasses import dataclass
from typing import Iterable, Mapping


Word = tuple[int, ...]
ProductRow = tuple[str, str, int, str]


def require(condition: bool, message: str) -> None:
    if not condition:
        raise ValueError(message)


@dataclass(frozen=True, order=True)
class AbelianGroup:
    """Grup abelian terbangkit hingga dalam bentuk Z^r plus faktor torsi."""

    free_rank: int
    torsion: tuple[int, ...] = ()

    def __post_init__(self) -> None:
        require(
            isinstance(self.free_rank, int)
            and not isinstance(self.free_rank, bool)
            and self.free_rank >= 0,
            "rank bebas tidak sah",
        )
        require(
            all(
                isinstance(order, int)
                and not isinstance(order, bool)
                and order > 1
                for order in self.torsion
            ),
            "orde torsi tidak sah",
        )
        require(tuple(sorted(self.torsion)) == self.torsion, "faktor torsi harus kanonis")

    def label(self) -> str:
        pieces: list[str] = []
        if self.free_rank == 1:
            pieces.append("Z")
        elif self.free_rank > 1:
            pieces.append(f"Z^{self.free_rank}")
        pieces.extend(f"Z/{order}" for order in self.torsion)
        return " + ".join(pieces) if pieces else "0"


def free_reduce(word: Iterable[int], generator_count: int) -> Word:
    """Reduksi kata bebas; generator i ditulis i dan inversnya -i."""

    require(
        isinstance(generator_count, int)
        and not isinstance(generator_count, bool)
        and generator_count >= 0,
        "banyak generator tidak sah",
    )
    stack: list[int] = []
    for letter in word:
        require(
            isinstance(letter, int)
            and not isinstance(letter, bool)
            and 1 <= abs(letter) <= generator_count,
            "huruf kata bebas tidak sah",
        )
        if stack and stack[-1] == -letter:
            stack.pop()
        else:
            stack.append(letter)
    return tuple(stack)


def exponent_sums(word: Iterable[int], generator_count: int) -> tuple[int, ...]:
    reduced = free_reduce(word, generator_count)
    return tuple(
        sum(1 if letter == index else -1 if letter == -index else 0 for letter in reduced)
        for index in range(1, generator_count + 1)
    )


@dataclass(frozen=True)
class CupRing:
    """Tabel produk cup jarang pada basis homogen kohomologi bebas."""

    basis_degrees: tuple[tuple[str, int], ...]
    products: tuple[ProductRow, ...]

    def degrees(self) -> dict[str, int]:
        result = dict(self.basis_degrees)
        require(len(result) == len(self.basis_degrees), "basis kohomologi berulang")
        require(result.get("1") == 0, "basis harus memuat unit berderajat nol")
        require(
            all(
                isinstance(basis, str)
                and basis
                and isinstance(degree, int)
                and not isinstance(degree, bool)
                and degree >= 0
                for basis, degree in result.items()
            ),
            "derajat basis tidak sah",
        )
        return result

    def multiply_basis(self, left: str, right: str) -> dict[str, int]:
        degrees = self.degrees()
        require(left in degrees and right in degrees, "elemen basis tidak dikenal")
        if left == "1":
            return {right: 1}
        if right == "1":
            return {left: 1}
        matches = [(coefficient, target) for a, b, coefficient, target in self.products if (a, b) == (left, right)]
        require(len(matches) <= 1, "entri produk basis berulang")
        return {matches[0][1]: matches[0][0]} if matches and matches[0][0] else {}

    def multiply(
        self,
        left: Mapping[str, int],
        right: Mapping[str, int],
    ) -> dict[str, int]:
        result: dict[str, int] = {}
        for left_basis, left_coefficient in left.items():
            for right_basis, right_coefficient in right.items():
                for target, coefficient in self.multiply_basis(left_basis, right_basis).items():
                    result[target] = result.get(target, 0) + left_coefficient * right_coefficient * coefficient
        return {basis: coefficient for basis, coefficient in sorted(result.items()) if coefficient}

    def validate(self) -> None:
        degrees = self.degrees()
        seen: set[tuple[str, str]] = set()
        for left, right, coefficient, target in self.products:
            require(left in degrees and right in degrees and target in degrees, "produk memakai basis tidak dikenal")
            require((left, right) not in seen, "entri produk basis berulang")
            seen.add((left, right))
            require(left != "1" and right != "1", "produk unit eksplisit bertentangan dengan unit implisit")
            require(
                isinstance(coefficient, int)
                and not isinstance(coefficient, bool)
                and coefficient != 0,
                "koefisien produk harus bulat tak nol",
            )
            require(degrees[target] == degrees[left] + degrees[right], "derajat produk cup tidak cocok")

        basis = tuple(degrees)
        for left in basis:
            for right in basis:
                lhs = self.multiply_basis(left, right)
                rhs = {
                    key: ((-1) ** (degrees[left] * degrees[right])) * value
                    for key, value in self.multiply_basis(right, left).items()
                }
                require(lhs == rhs, "tabel tidak komutatif bergradasi")
                for third in basis:
                    left_assoc = self.multiply(lhs, {third: 1})
                    right_assoc = self.multiply({left: 1}, self.multiply_basis(right, third))
                    require(left_assoc == right_assoc, "tabel produk cup tidak asosiatif")

    def additive_ranks(self) -> tuple[tuple[int, int], ...]:
        counts: dict[int, int] = {}
        for _basis, degree in self.basis_degrees:
            counts[degree] = counts.get(degree, 0) + 1
        return tuple(sorted(counts.items()))

    def positive_product_signature(self) -> tuple[ProductRow, ...]:
        degrees = self.degrees()
        return tuple(
            sorted(
                row
                for row in self.products
                if degrees[row[0]] > 0 and degrees[row[1]] > 0
            )
        )


@dataclass(frozen=True)
class SpaceProfile:
    slug: str
    display_name: str
    pi1_signature: str
    pi1_abelianization: AbelianGroup
    generator_count: int
    relators: tuple[Word, ...]
    cells: tuple[tuple[int, int], ...]
    attaching_code: str
    ring: CupRing

    def homology(self) -> tuple[tuple[int, AbelianGroup], ...]:
        """Semua model beku mempunyai diferensial seluler nol."""

        return tuple((degree, AbelianGroup(count)) for degree, count in self.cells if count)

    def euler_characteristic(self) -> int:
        return sum(((-1) ** degree) * count for degree, count in self.cells)

    def validate(self) -> None:
        require(
            all(isinstance(value, str) and value.strip() for value in (
                self.slug, self.display_name, self.pi1_signature, self.attaching_code,
            )),
            "metadata ruang tidak lengkap",
        )
        require(
            isinstance(self.generator_count, int)
            and not isinstance(self.generator_count, bool)
            and self.generator_count >= 0,
            "banyak generator tidak sah",
        )
        require(tuple(sorted(self.cells)) == self.cells, "sensus sel tidak kanonis")
        require(self.cells and self.cells[0] == (0, 1), "model harus terhubung dengan satu sel nol")
        require(
            all(
                isinstance(degree, int)
                and not isinstance(degree, bool)
                and degree >= 0
                and isinstance(count, int)
                and not isinstance(count, bool)
                and count > 0
                for degree, count in self.cells
            ),
            "sensus atau banyak sel tidak sah",
        )
        require(len({degree for degree, _count in self.cells}) == len(self.cells), "dimensi sel berulang")
        for relator in self.relators:
            free_reduce(relator, self.generator_count)
        require(
            all(
                exponent_sums(relator, self.generator_count)
                == (0,) * self.generator_count
                for relator in self.relators
            ),
            "relator tidak cocok dengan abelianisasi bebas model beku",
        )
        require(
            self.pi1_abelianization == AbelianGroup(self.generator_count),
            "abelianisasi pi1 tidak cocok dengan presentasi model beku",
        )
        self.ring.validate()
        homology_ranks = tuple((degree, group.free_rank) for degree, group in self.homology())
        require(homology_ranks == self.ring.additive_ranks(), "homologi dan kohomologi aditif tidak cocok")
        h1 = dict(self.homology()).get(1, AbelianGroup(0))
        require(h1 == self.pi1_abelianization, "H1 tidak cocok dengan abelianisasi pi1")


def fixtures() -> dict[str, SpaceProfile]:
    commutator = (1, 2, -1, -2)
    torus_ring = CupRing(
        (("1", 0), ("alpha", 1), ("beta", 1), ("omega", 2)),
        (("alpha", "beta", 1, "omega"), ("beta", "alpha", -1, "omega")),
    )
    wedge_a_ring = CupRing(
        (("1", 0), ("alpha", 1), ("beta", 1), ("omega", 2)),
        (),
    )
    cp2_ring = CupRing(
        (("1", 0), ("x", 2), ("u", 4)),
        (("x", "x", 1, "u"),),
    )
    wedge_b_ring = CupRing(
        (("1", 0), ("x", 2), ("u", 4)),
        (),
    )
    spaces = {
        "torus": SpaceProfile(
            "torus", "T^2", "Z^2", AbelianGroup(2), 2, (commutator,),
            ((0, 1), (1, 2), (2, 1)), "commutator", torus_ring,
        ),
        "wedge_a": SpaceProfile(
            "wedge_a", "S^1 v S^1 v S^2", "F_2", AbelianGroup(2), 2, (),
            ((0, 1), (1, 2), (2, 1)), "constant_2_cell", wedge_a_ring,
        ),
        "cp2": SpaceProfile(
            "cp2", "CP^2", "1", AbelianGroup(0), 0, (),
            ((0, 1), (2, 1), (4, 1)), "hopf_eta", cp2_ring,
        ),
        "wedge_b": SpaceProfile(
            "wedge_b", "S^2 v S^4", "1", AbelianGroup(0), 0, (),
            ((0, 1), (2, 1), (4, 1)), "constant_4_cell", wedge_b_ring,
        ),
    }
    for profile in spaces.values():
        profile.validate()
    return spaces


def homology_label(profile: SpaceProfile) -> str:
    return ", ".join(f"H{degree}={group.label()}" for degree, group in profile.homology())


def compare_profiles(left: SpaceProfile, right: SpaceProfile) -> dict[str, object]:
    left.validate()
    right.validate()
    comparison = {
        "pi1_equal": left.pi1_signature == right.pi1_signature,
        "homology_equal": left.homology() == right.homology(),
        "additive_cohomology_equal": left.ring.additive_ranks() == right.ring.additive_ranks(),
        "cup_products_equal": left.ring.positive_product_signature() == right.ring.positive_product_signature(),
        "euler_equal": left.euler_characteristic() == right.euler_characteristic(),
    }
    order = (
        ("pi1_equal", "pi1"),
        ("homology_equal", "homologi"),
        ("additive_cohomology_equal", "kohomologi aditif"),
        ("cup_products_equal", "produk cup"),
    )
    comparison["first_separator"] = next((label for key, label in order if comparison[key] is False), "tidak ada")
    return comparison


def render_report() -> str:
    spaces = fixtures()
    torus, wedge_a = spaces["torus"], spaces["wedge_a"]
    cp2, wedge_b = spaces["cp2"], spaces["wedge_b"]
    pair_a = compare_profiles(torus, wedge_a)
    pair_b = compare_profiles(cp2, wedge_b)
    commutator = torus.relators[0]
    reduced = free_reduce(commutator, 2)
    sums = exponent_sums(commutator, 2)
    lines = [
        "D60-LAB04 | sintesis lintas-invarian",
        "Pasangan A: T^2 vs S^1 v S^1 v S^2",
        f"  pi1: {torus.pi1_signature} vs {wedge_a.pi1_signature}; komutator bebas={reduced}; jumlah eksponen={sums}",
        f"  homologi: sama ({homology_label(torus)}); chi={torus.euler_characteristic()}",
        "  cup: torus alpha cup beta=omega, beta cup alpha=-omega; baji=0",
        f"  pemisah pertama: {pair_a['first_separator']}",
        "Pasangan B: CP^2 vs S^2 v S^4",
        f"  pi1: {cp2.pi1_signature} vs {wedge_b.pi1_signature}; homologi sama ({homology_label(cp2)})",
        "  pelekatan sel-4: Hopf eta vs konstan; x cup x: u vs 0",
        f"  pemisah pertama: {pair_b['first_separator']}",
        "Audit: H1 adalah abelianisasi pi1; diferensial seluler tidak menyimpan seluruh peta pelekatan.",
        "Audit: kesamaan daftar invarian bukan bukti ekuivalensi homotopi umum.",
    ]
    return "\n".join(lines) + "\n"


def main() -> int:
    sys.stdout.buffer.write(render_report().encode("utf-8"))
    return 0


if __name__ == "__main__":
    raise SystemExit(main())

Uji deterministik lengkap

Berkas kanonis: test_o012_d60_lab04_cross_invariants.py.

#!/usr/bin/env python3
"""Enam uji deterministik untuk Laboratorium D60-04."""
from __future__ import annotations

import subprocess
import sys
import unittest
from pathlib import Path

from o012_d60_lab04_cross_invariants import (
    AbelianGroup,
    CupRing,
    SpaceProfile,
    compare_profiles,
    exponent_sums,
    fixtures,
    free_reduce,
)


HERE = Path(__file__).resolve().parent
PROGRAM = HERE / "o012_d60_lab04_cross_invariants.py"
EXPECTED = HERE / "expected-output-lab04.txt"


class CrossInvariantLabTests(unittest.TestCase):
    def setUp(self) -> None:
        self.spaces = fixtures()

    def test_fixtures_and_malformed_ring_fail_closed(self) -> None:
        self.assertEqual(set(self.spaces), {"torus", "wedge_a", "cp2", "wedge_b"})
        for profile in self.spaces.values():
            profile.validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "derajat produk cup"):
            CupRing((("1", 0), ("x", 1), ("u", 3)), (("x", "x", 1, "u"),)).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "basis kohomologi berulang"):
            CupRing((("1", 0), ("1", 0)), ()).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "unit eksplisit"):
            CupRing((("1", 0), ("x", 2)), (("1", "x", 2, "x"),)).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "basis tidak dikenal"):
            CupRing((("1", 0), ("x", 2)), (("x", "x", 1, "u"),)).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "berulang"):
            CupRing(
                (("1", 0), ("x", 2), ("u", 4)),
                (("x", "x", 1, "u"), ("x", "x", -1, "u")),
            ).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "koefisien"):
            CupRing((("1", 0), ("x", 2), ("u", 4)), (("x", "x", True, "u"),)).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "komutatif bergradasi"):
            CupRing(
                (("1", 0), ("x", 2), ("y", 2), ("u", 4)),
                (("x", "y", 1, "u"),),
            ).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "tidak asosiatif"):
            CupRing(
                (("1", 0), ("a", 2), ("b", 2), ("u", 4), ("v", 4), ("w", 6)),
                (
                    ("a", "a", 1, "u"),
                    ("a", "b", 1, "v"),
                    ("b", "a", 1, "v"),
                    ("u", "b", 1, "w"),
                    ("b", "u", 1, "w"),
                ),
            ).validate()
        for malformed in (
            lambda: AbelianGroup(True),
            lambda: AbelianGroup(0, (True,)),
            lambda: free_reduce((), True),
            lambda: CupRing((("1", 0), ("x", True)), ()).validate(),
        ):
            with self.assertRaises(ValueError):
                malformed()

        base = self.spaces["torus"]
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "metadata ruang"):
            SpaceProfile(
                base.slug, base.display_name, base.pi1_signature,
                base.pi1_abelianization, base.generator_count, base.relators,
                base.cells, "", base.ring,
            ).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "banyak generator"):
            SpaceProfile(
                base.slug, base.display_name, base.pi1_signature,
                base.pi1_abelianization, True, base.relators,
                base.cells, base.attaching_code, base.ring,
            ).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "sensus atau banyak sel"):
            SpaceProfile(
                base.slug, base.display_name, base.pi1_signature,
                base.pi1_abelianization, base.generator_count, base.relators,
                ((0, 1), (1, True), (2, 1)), base.attaching_code, base.ring,
            ).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "relator tidak cocok"):
            SpaceProfile(
                base.slug, base.display_name, base.pi1_signature,
                base.pi1_abelianization, base.generator_count, ((1,),),
                base.cells, base.attaching_code, base.ring,
            ).validate()
        with self.assertRaisesRegex(ValueError, "abelianisasi pi1"):
            SpaceProfile(
                base.slug, base.display_name, base.pi1_signature,
                AbelianGroup(1), base.generator_count, base.relators,
                base.cells, base.attaching_code, base.ring,
            ).validate()

    def test_pair_a_cellular_homology_matches_exactly(self) -> None:
        torus = self.spaces["torus"]
        wedge = self.spaces["wedge_a"]
        self.assertEqual(torus.cells, ((0, 1), (1, 2), (2, 1)))
        self.assertEqual(torus.cells, wedge.cells)
        self.assertEqual(torus.homology(), wedge.homology())
        self.assertEqual(torus.euler_characteristic(), wedge.euler_characteristic())
        self.assertEqual(exponent_sums(torus.relators[0], 2), (0, 0))

    def test_pair_a_pi1_and_abelianization_witness(self) -> None:
        commutator = (1, 2, -1, -2)
        self.assertEqual(free_reduce(commutator, 2), commutator)
        self.assertEqual(exponent_sums(commutator, 2), (0, 0))
        torus = self.spaces["torus"]
        wedge = self.spaces["wedge_a"]
        self.assertNotEqual(torus.pi1_signature, wedge.pi1_signature)
        self.assertEqual(torus.pi1_abelianization, wedge.pi1_abelianization)
        self.assertEqual(torus.pi1_abelianization, dict(torus.homology())[1])

    def test_pair_a_cup_rings_obey_laws_and_differ(self) -> None:
        torus = self.spaces["torus"]
        wedge = self.spaces["wedge_a"]
        torus.ring.validate()
        wedge.ring.validate()
        self.assertEqual(torus.ring.multiply_basis("alpha", "beta"), {"omega": 1})
        self.assertEqual(torus.ring.multiply_basis("beta", "alpha"), {"omega": -1})
        self.assertEqual(wedge.ring.multiply_basis("alpha", "beta"), {})
        comparison = compare_profiles(torus, wedge)
        self.assertTrue(comparison["homology_equal"])
        self.assertTrue(comparison["additive_cohomology_equal"])
        self.assertFalse(comparison["cup_products_equal"])
        self.assertEqual(comparison["first_separator"], "pi1")

    def test_pair_b_only_cup_square_separates_recorded_invariants(self) -> None:
        cp2 = self.spaces["cp2"]
        wedge = self.spaces["wedge_b"]
        comparison = compare_profiles(cp2, wedge)
        self.assertTrue(comparison["pi1_equal"])
        self.assertTrue(comparison["homology_equal"])
        self.assertTrue(comparison["additive_cohomology_equal"])
        self.assertFalse(comparison["cup_products_equal"])
        self.assertEqual(comparison["first_separator"], "produk cup")
        self.assertEqual(cp2.ring.multiply_basis("x", "x"), {"u": 1})
        self.assertEqual(wedge.ring.multiply_basis("x", "x"), {})

    def test_cli_matches_frozen_expected_output(self) -> None:
        process = subprocess.run(
            [sys.executable, "-B", str(PROGRAM)],
            cwd=HERE,
            check=True,
            stdout=subprocess.PIPE,
            stderr=subprocess.PIPE,
        )
        self.assertEqual(process.stderr, b"")
        self.assertEqual(process.stdout, EXPECTED.read_bytes())


if __name__ == "__main__":
    unittest.main(verbosity=2)

Keluaran acuan

Berkas kanonis: expected-output-lab04.txt.

D60-LAB04 | sintesis lintas-invarian
Pasangan A: T^2 vs S^1 v S^1 v S^2
  pi1: Z^2 vs F_2; komutator bebas=(1, 2, -1, -2); jumlah eksponen=(0, 0)
  homologi: sama (H0=Z, H1=Z^2, H2=Z); chi=0
  cup: torus alpha cup beta=omega, beta cup alpha=-omega; baji=0
  pemisah pertama: pi1
Pasangan B: CP^2 vs S^2 v S^4
  pi1: 1 vs 1; homologi sama (H0=Z, H2=Z, H4=Z)
  pelekatan sel-4: Hopf eta vs konstan; x cup x: u vs 0
  pemisah pertama: produk cup
Audit: H1 adalah abelianisasi pi1; diferensial seluler tidak menyimpan seluruh peta pelekatan.
Audit: kesamaan daftar invarian bukan bukti ekuivalensi homotopi umum.

Interpretasi matematis

Pasangan A menunjukkan dua kehilangan informasi berurutan. Pemetaan π1H1\pi_1\to H_1 mengabeliankan grup, sehingga komutator tidak terlihat. Pemetaan dari gelanggang kohomologi ke grup kohomologi bergradasi melupakan perkalian, sehingga kelas orientasi torus tidak lagi dikenali sebagai produk dua kelas derajat satu. Pasangan B lebih tajam: bahkan π1\pi_1, homologi, dan kohomologi aditif serentak tidak membedakan ruang, tetapi kuadrat cup membedakannya.

Keluaran “pemisah pertama” bergantung pada urutan audit yang dinyatakan: π1\pi_1, lalu homologi, lalu kohomologi aditif, lalu produk cup. Ini bukan urutan kekuatan total bagi semua invarian. Sebuah perbedaan pada invarian mana pun membuktikan tidak adanya ekuivalensi homotopi; kesamaan daftar terbatas hanya berarti daftar itu belum menemukan perbedaan.

Solusi lengkap

Eksekusi dan kontrak keluaran

Jalankan dari akar repositori:

python -B source/id-ID/labs/test_o012_d60_lab04_cross_invariants.py
python -B source/id-ID/labs/o012_d60_lab04_cross_invariants.py

Perintah pertama menulis laporan unittest pada aliran galat dan harus berakhir dengan Ran 6 tests serta OK; aliran keluarnya kosong. Perintah kedua menulis UTF-8 dengan LF ke aliran keluar, tanpa aliran galat. Uji keenam membandingkan byte itu dengan keluaran acuan. Program memvalidasi basis, derajat produk, unit, asosiativitas, komutativitas bergradasi, sensus sel, kesesuaian H1H_1 dengan abelianisasi, dan urutan laporan.

Kompleks seluler dan homologi Pasangan A

Jumlah eksponen aa dalam aba1b1aba^{-1}b^{-1} ialah 11=01-1=0, dan jumlah eksponen bb juga nol. Jadi sel-22 torus mempunyai kolom batas (0,0)T(0,0)^T. Pada YY, peta pelekatan sel-22 konstan, sehingga kolomnya juga nol. Kedua sel-11 berawal dan berakhir pada simpul yang sama, maka d1=0d_1=0. Dengan demikian kedua kompleks rantai sama:

00200. 0\to\mathbb Z\xrightarrow{0}\mathbb Z^2 \xrightarrow{0}\mathbb Z\to0.

Akibatnya

H0,H12,H2, H_0\cong\mathbb Z,\qquad H_1\cong\mathbb Z^2, \qquad H_2\cong\mathbb Z,

dan χ=12+1=0\chi=1-2+1=0. Kesamaan ini tidak menyatakan bahwa peta pelekatan torus konstan: diferensial hanya menyimpan dua jumlah eksponen.

Grup fundamental dan produk cup Pasangan A

Tidak ada dua huruf bertetangga yang saling invers dalam aba1b1aba^{-1}b^{-1}, sehingga reduksi bebas tidak menghapus apa pun. Kata itu bukan unsur identitas F2F_2. Dalam grup torus, kata yang sama justru relator dan karenanya identitas. Lebih struktural, 2\mathbb Z^2 abelian sedangkan F2F_2 tidak, jadi keduanya tidak isomorfik.

Setelah abelianisasi, urutan huruf boleh dipertukarkan dan kata komutator menjadi a+bab=0a+b-a-b=0. Karena itu kedua abelianisasi ialah 2\mathbb Z^2, sesuai H1H_1. Pada torus, orientasi memberi αβ=ω\alpha\smile\beta=\omega; komutativitas bergradasi memberi

βα=(1)11αβ=ω. \beta\smile\alpha=(-1)^{1\cdot1}\alpha\smile\beta=-\omega.

Kuadrat kedua generator derajat satu nol. Pada baji, semua produk kelas-kelas berderajat positif adalah nol. Dalam urutan audit program, π1\pi_1 adalah pemisah pertama; produk cup memberikan pemisah kedua yang independen.

Peta Hopf dan kuadrat cup Pasangan B

Kedua ruang tidak mempunyai sel-11, sehingga terhubung sederhana. Kompleks rantainya mempunyai \mathbb Z pada dimensi 0,2,40,2,4 dan nol di dimensi lain; semua diferensial terpaksa nol. Maka homologi dan kohomologi aditifnya masing-masing \mathbb Z pada derajat 0,2,40,2,4.

Perbedaan terletak pada pelekatan sel-44. Untuk kompleks dua-sel S2fe4S^2\cup_f e^4, definisi kohomologis invarian Hopf menyatakan bahwa koefisien kuadrat generator derajat dua terhadap generator sel teratas ialah H(f)H(f). Peta Hopf memiliki invarian 11 setelah orientasi dipilih, sedangkan peta konstan berinvarian nol. Jadi

x2=u0pada 2,x2=0pada S2S4. x^2=u\ne0\quad\text{pada }\mathbb{CP}^2, \qquad x^2=0\quad\text{pada }S^2\vee S^4.

Karena pemetaan yang menginduksi isomorfisma gelanggang kohomologi harus mempertahankan kuadrat, tidak mungkin ada ekuivalensi homotopi antara kedua ruang itu.

Audit kesimpulan negatif

Pasangan A menolak implikasi pertama: H1H_1 keduanya 2\mathbb Z^2, tetapi π1\pi_1 masing-masing 2\mathbb Z^2 dan F2F_2. Kedua pasangan menolak implikasi kedua karena homologi sama sedangkan produk cup atau grup fundamental membedakan tipe homotopinya. Pasangan B menolak implikasi ketiga: d4=0d_4=0 baik untuk peta Hopf maupun peta konstan, sebab C3=0C_3=0, tetapi peta Hopf tidak trivial. Kedua pasangan menolak implikasi keempat karena grup kohomologi bergradasi sama dan tabel perkaliannya berbeda.

Program hanya membandingkan deskriptor yang telah dibuktikan bagi empat model. Jika semua deskriptor dua ruang lain kebetulan sama, hasil yang sah hanyalah “belum terbedakan oleh pemeriksaan ini.” Masalah kata grup yang dipresentasikan hingga dan klasifikasi tipe homotopi tidak diganti oleh tabel kasus beku ini.

Pemeriksaan reproduktibilitas

Enam uji harus memeriksa:

  1. validitas empat model dan penolakan tabel produk yang salah derajat atau mempunyai basis ganda;
  2. sensus sel, homologi, vektor jumlah eksponen, dan karakteristik Euler Pasangan A;
  3. saksi komutator bebas, grup fundamental berbeda, dan abelianisasi sama;
  4. hukum gelanggang serta tabel produk cup Pasangan A;
  5. kesamaan invarian aditif dan perbedaan kuadrat cup Pasangan B;
  6. keluaran CLI yang deterministik dan sama persis dengan keluaran acuan.

Program tidak mengakses jaringan, tidak memakai keacakan atau aritmetika titik-mengambang, dan tidak menerima jawaban dari keluaran acuan sebagai masukan. Semua iterasi yang tampil di keluaran mempunyai urutan kanonis.

Hak, atribusi, dan provenans

Laboratorium, program, uji, keluaran acuan, susunan perbandingan, petunjuk, interpretasi, dan solusi ini adalah materi asli edisi di bawah CC BY-SA 4.0. Jangkar konseptual yang dipakai ialah Roberts Notes.tex:2826–3046 untuk baji dan kompleks presentasi, Notes.tex:5370–5728 untuk korantai dan kohomologi, Fomberg algebraic_topology.tex:610–613 untuk abelianisasi, algebraic_topology.tex:3448–3516 untuk struktur CW pada ruang projektif kompleks, serta Laboratorium 3 untuk konvensi produk cup dan kelas fundamental. Pernyataan tentang invarian Hopf dan kedua tabel produk disusun mandiri untuk menutup kebutuhan sintesis; tidak ada ekspresi bank masalah Fomberg yang dikecualikan atau sumber tak berlisensi yang disalin.

Produksi dilakukan dengan OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna. Kredit, lisensi, dan hubungan sumber David Michael Roberts serta Yeheli Fomberg tetap dibedakan. Edisi independen ini tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan penulis sumber maupun institusi mana pun.

Capstone D60: botol Klein dan sintesis lintas-invarian

Capstone ini adalah lapisan asli edisi untuk D60-R14. Ia mengikat kembali empat belas unit rute tanpa mengubah urutan atau pengenal unit edisi Roberts dan Fomberg. Contoh utamanya ialah botol Klein KK, dipandang sekaligus sebagai ruang hasil bagi, pemetaan torus, kompleks CW, dan ruang dengan selubung ganda berorientasi. Tujuan akhirnya bukan menghafal tabel invarian, melainkan mampu menyatakan hipotesis, merekonstruksi bukti, menghitung, lalu menjelaskan apa yang tidak dapat disimpulkan dari hitungan terbatas.

Status dan batas. Semua soal, petunjuk, solusi, peta bukti, dan rubrik oral di sini merupakan materi asli berlisensi CC BY-SA 4.0. Capstone ini terpisah dari sensus 108 soal bersolusi; ia adalah satu asesmen penutup yang memakai keempat laboratorium dan seluruh rute sebagai prasyarat. Tidak ada pernyataan soal atau solusi dari bank masalah Fomberg yang dipakai.

Prasyarat dan kontrak notasi

Kita bekerja dengan ruang terhubung, kompleks CW hingga, dan koefisien \mathbb Z kecuali disebut lain. Titik pangkal untuk grup fundamental harus dipilih dan dipertahankan pada semua peta. Untuk pasangan (X,A)(X,A), barisan eksak panjang, peta penghubung, dan identifikasi hasil bagi dipakai hanya setelah pasangan itu terbukti baik. Ketika orientasi atau kelas fundamental diperlukan, kita menyatakannya secara eksplisit; botol Klein sendiri tidak memiliki kelas fundamental integral dalam dimensi dua.

Kita gunakan konvensi generator berikut. Huruf aa adalah gelung basis pemetaan torus yang membalik orientasi serat, sedangkan bb adalah gelung serat. Dengan demikian relasi sel-2 adalah

w=aba1b,yakni aba1=b1. w=aba^{-1}b, \qquad\text{yakni }aba^{-1}=b^{-1}.

Konvensi ini sengaja membuat jumlah eksponen ww terhadap (a,b)(a,b) menjadi (0,2)(0,2). Mengganti generator atau mengambil inversnya sah, tetapi semua perubahan harus dicatat sebelum menghitung matriks.

Sasaran yang harus dapat direkonstruksi

Setelah menyelesaikan capstone, pembaca harus dapat:

  1. membangun KK sebagai torus pemetaan refleksi dan menjelaskan monodrominya;
  2. menghitung π1(K)\pi_1(K) dengan Seifert–van Kampen (SvK) serta barisan eksak panjang fibrasi, lalu menemukan subgrup torus indeks dua;
  3. menurunkan kata pelekatan, diferensial seluler, dan homologi dari jumlah eksponen bertanda;
  4. menyambung bukti hasil bagi–stabilisasi kerangka–homologi seluler–rumus insidensi dengan empat pengenal perbaikan bukti yang tepat;
  5. memakai teorema koefisien universal (UCT) untuk memperoleh kohomologi dan membedakan isu orientasi, koefisien, serta derajat;
  6. menyimpulkan dengan beberapa invarian tanpa mengubah kesamaan daftar invarian menjadi klaim ekuivalensi homotopi.

Data kasus: refleksi dan selubung berorientasi

Ambil r:S1S1r:S^1\to S^1, r(z)=z¯r(z)=\overline z. Definisikan

K=Tr=(S1×[0,1])/((z,1)(r(z),0)). K=T_r=(S^1\times[0,1]) / ((z,1)\sim(r(z),0)).

Memotong pada t=0t=0 menghasilkan silinder; menempelkan kembali kedua lingkaran dengan refleksi adalah tepat peta monodromi rr. Jika kita menjalankan basis dua kali, r2=idr^2=\operatorname{id}, sehingga tarik balik pada selubung basis ganda ialah

K̃=(S1×[0,2])/((z,2)(z,0))S1×S1=T2. \widetilde K=(S^1\times[0,2])/ ((z,2)\sim(z,0))\cong S^1\times S^1=T^2.

Transformasi dek τ\tau menukar dua pengangkatan satu putaran basis dan membalik orientasi torus; secara koordinat ia dapat direpresentasikan (setelah memilih koordinat yang sesuai) oleh peta afin dengan determinan 1-1. Maka p:T2Kp:T^2\to K ialah selubung berlembar dua yang terhubung dan merupakan selubung orientasi.

Ada model CW lain yang dipakai pada Roberts Unit 20: satu sel-00, tiga sel-11, dan dua sel-22. Model itu bukan ruang baru, melainkan subdivisi seluler dari KK. Matriks diferensial yang sudah dikoreksi di unit tersebut ialah (baris berindeks pada tiga sel-11 dan kolom pada dua sel-22)

d1=0,d2=(111111). d_1=0,\qquad d_2=\begin{pmatrix}1&1\\[2pt]-1&1\\[2pt]1&-1\end{pmatrix}.

Kedua kolomnya bebas linear, sedangkan fpb minor-2×22\times2-nya adalah 22; bentuk normal Smith-nya ialah diag(1,2)\operatorname{diag}(1,2). (Matriks 2×32\times3 yang tampak pada catatan Roberts adalah transpos, yakni peta kokit δ1\delta^1, bukan diferensial seluler d2d_2.) Karenanya model ini memberi H1/2H_1\cong\mathbb Z\oplus\mathbb Z/2 dan H2=0H_2=0, sama dengan model satu-relator di bawah. Kesalahan lama yang mengulang d22(f2)=e2d_2^2(f_2)=e_2 telah diperbaiki pada sumber; capstone memakai model relator (0,2)(0,2) untuk memperlihatkan rumus insidensi secara langsung, serta model Roberts ini sebagai pemeriksaan silang independen.

Diagram semantik selubung. Lingkaran serat dengan generator bb diangkat menjadi dua lingkaran; gelung basis aa menukar pengangkatan dan menerapkan bb1b\mapsto b^{-1}. Dua putaran basis kembali ke pengangkatan semula, sehingga subgrup yang ditetapkan ialah a2,b\langle a^2,b\rangle.

Soal capstone 1 — hipotesis, monodromi, dan tarik balik

Nyatakan semua hipotesis topologis yang diperlukan untuk konstruksi di atas. Tunjukkan bahwa tarik balik terhadap selubung basis S1zz2S1S^1\xrightarrow{z\mapsto z^2}S^1 adalah T2T^2, dan tentukan aksi monodromi pada H1(S1;)H_1(S^1;\mathbb Z). Jelaskan mengapa pp adalah selubung orientasi, bukan peta berderajat integral dari T2T^2 ke KK.

Periksa keterhubungan, aksi r*r_* pada generator serat, dan apakah ruang sasaran memiliki kelas fundamental integral berdimensi dua.

Solusi. Ruang serat dan basis harus terhubung, rr harus homeomorfisme, dan identifikasi di ujung harus dilakukan dengan peta yang sama pada seluruh serat. Tarik balik oleh peta basis dua-lembar mengulang monodromi dua kali; karena r2=1r^2=1, identifikasi totalnya adalah produk S1×S1S^1\times S^1. Pada H1(S1;)=[b]H_1(S^1;\mathbb Z)=\mathbb Z[b], refleksi memberi r*[b]=[b]r_*[b]=-[b]. Dengan demikian monodromi nontrivial pada putaran pertama, tetapi trivial setelah dua putaran, tepat seperti konstruksi T2T^2 di atas. Peta pp ialah selubung orientasi karena dek involusinya membalik orientasi dan ruang hasil tidak dapat diorientasikan. Derajat integral biasanya didefinisikan untuk peta antara manifold tertutup berorientasi dengan kelas fundamental integral; KK tidak mempunyai kelas tersebut, sehingga simbol deg(p:T2K)\deg(p:T^2\to K) tidak bermakna sebagai derajat integral.

Soal capstone 2 — grup fundamental dan subgrup indeks dua

Dengan membuka KK menjadi dua pita yang irisannya mempunyai dua komponen, gunakan teorema van Kampen versi grupoid (atau tambahkan jalur penghubung sehingga bentuk berbasis satu titik pangkal berlaku) untuk memperoleh presentasi

π1(K)=a,baba1b. \pi_1(K)=\langle a,b\mid aba^{-1}b\rangle.

Konfirmasi hasil itu dari barisan eksak panjang fibrasi S1KS1S^1\to K\to S^1. Tunjukkan bahwa homomorfisme ϵ:π1(K)/2\epsilon:\pi_1(K)\to\mathbb Z/2 dengan ϵ(a)=1,ϵ(b)=0\epsilon(a)=1,\epsilon(b)=0 terdefinisi, dan bahwa kernel-nya ialah a2,b2\langle a^2,b\rangle\cong\mathbb Z^2.

Relasi berasal dari pita yang orientasinya dibalik: konjugasi oleh aa mengirim bb ke b1b^{-1}. Untuk kernel, tulis setiap kata sebagai ama^m kali kata serat dan gunakan relasi untuk memindahkan bb melewati aa.

Solusi. Pilih satu pita sebagai UU dan pita kedua sebagai VV setelah memotong pada dua titik basis. Karena UVU\cap V memiliki dua komponen, terapkan van Kampen untuk grupoid dengan kedua titik pangkal itu (setara dengan menambahkan jalur penghubung sebelum memakai versi biasa). Generator irisan memberi gelung serat bb; gelung yang melintasi pita memberi aa. Jalur yang melewati kedua komponen irisan menghasilkan aba1=b1aba^{-1}=b^{-1}, atau relator aba1baba^{-1}b. Teorema van Kampen kemudian memberi presentasi yang dinyatakan. Urutan eksak homotopi dari fibrasi S1KS1S^1\to K\to S^1 hanya memberi ekstensi

0π1(S1)serati*π1(K)p*π1(S1)basis0, 0\longrightarrow\pi_1(S^1)_{\mathrm{serat}}\xrightarrow{\,i_*\,}\pi_1(K) \xrightarrow{\,p_*\,}\pi_1(S^1)_{\mathrm{basis}}\longrightarrow 0,

dengan aksi konjugasi generator basis pada serat diberikan oleh r*=1r_*=-1. Jadi ekstensi tersebut adalah 1\mathbb Z\rtimes_{-1}\mathbb Z dan memberi relasi yang sama. Faktor 1r*=21-r_*=2 muncul pada barisan Wang untuk homologi pemetaan-torus (bukan pada barisan eksak panjang homotopi):

H1(S1)1r*H1(S1)H1(K)H0(S1)1r*H0(S1). H_1(S^1)\xrightarrow{\,1-r_*\,}H_1(S^1)\longrightarrow H_1(K) \longrightarrow H_0(S^1)\xrightarrow{\,1-r_*\,}H_0(S^1).

Relasi memiliki jumlah paritas nol pada kedua sisi, jadi ϵ\epsilon terdefinisi. Setiap kelas dapat ditulis ambna^m b^n (dengan relasi produk semilangsung), dan paritas mm adalah nilai ϵ\epsilon. Kernel terdiri dari kata dengan mm genap, sehingga dihasilkan oleh a2a^2 dan bb. Keduanya komutatif karena a2ba2=ba^2ba^{-2}=b, tidak ada relasi tambahan, dan karenanya kernel isomorfik dengan 2\mathbb Z^2. Inilah grup fundamental selubung T2T^2 dan indeksnya dua.

Soal capstone 3 — kompleks seluler dan homologi

Gunakan CW dengan satu sel-00, sel-11 bernama a,ba,b, dan satu sel-22 yang melekat melalui w=aba1bw=aba^{-1}b. Hitung d1d_1, d2d_2, semua grup homologi, serta karakteristik Euler. Hubungkan koordinat d2d_2 dengan jumlah eksponen bertanda.

Karena hanya ada satu titik sudut, d1=0d_1=0. Jumlah eksponen aa pada ww adalah 111-1, sedangkan jumlah eksponen bb adalah 1+11+1.

Solusi. Kompleks rantai seluler ialah

0C2=d2=(0,2)C1=abd1=0C0=0. 0\longrightarrow C_2=\mathbb Z \xrightarrow{d_2=(0,2)} C_1=\mathbb Z a\oplus\mathbb Z b \xrightarrow{d_1=0} C_0=\mathbb Z\longrightarrow0.

Peta d1d_1 nol karena kedua sel-11 kembali ke satu-satunya sel-00 dengan orientasi awal dan akhir yang sama. Rumus insidensi memberi koefisien sel-11 sebagai jumlah eksponen bertanda dalam kata pelekatan: untuk aa ialah 1+(1)=01+(-1)=0, dan untuk bb ialah 1+1=21+1=2. Karena (0,2)(0,2) injektif, H2(K;)=0H_2(K;\mathbb Z)=0. Selanjutnya

H1(K;)=2/(0,2)/2,H0(K;). H_1(K;\mathbb Z)=\mathbb Z^2/\langle(0,2)\rangle \cong\mathbb Z\oplus\mathbb Z/2\mathbb Z, \qquad H_0(K;\mathbb Z)\cong\mathbb Z.

Karena ada satu sel pada dimensi 00 dan 22 serta dua pada dimensi 11, χ(K)=12+1=0\chi(K)=1-2+1=0, sama dengan 11+01-1+0 dari grup homologi bebas.

Soal capstone 4 — UCT, koefisien, dan derajat

Hitung H0,H1,H2H^0,H^1,H^2 dengan UCT untuk kohomologi integral. Lalu hitung homologi dengan koefisien 𝔽2\mathbb F_2 dari kompleks seluler yang sama. Terangkan mengapa involusi dek τ:T2T2\tau:T^2\to T^2 mempunyai derajat 1-1, sedangkan p:T2Kp:T^2\to K tidak boleh diberi derajat integral.

Gunakan Hom(/2,)=0\operatorname{Hom}(\mathbb Z/2,\mathbb Z)=0 dan Ext(/2,)=/2\operatorname{Ext}(\mathbb Z/2,\mathbb Z)=\mathbb Z/2. Modulo 22, panah (0,2)(0,2) menjadi nol.

Solusi. UCT memberi barisan pendek

0Ext(Hk1(K),)Hk(K;)Hom(Hk(K),)0. 0\to\operatorname{Ext}(H_{k-1}(K),\mathbb Z) \to H^k(K;\mathbb Z)\to\operatorname{Hom}(H_k(K),\mathbb Z)\to0.

Maka H0H^0\cong\mathbb Z, H1Hom(/2,)H^1\cong\operatorname{Hom}(\mathbb Z\oplus \mathbb Z/2,\mathbb Z)\cong\mathbb Z, dan H2Ext(/2,)/2H^2\cong\operatorname{Ext}(\mathbb Z\oplus\mathbb Z/2,\mathbb Z) \cong\mathbb Z/2. Secara korantai, δ0=0\delta^0=0 dan δ1(x,y)=2y\delta^1(x,y)=2y, yang menghasilkan jawaban sama.

Dengan koefisien 𝔽2\mathbb F_2, d2=(0,0)d_2=(0,0) dan d1=0d_1=0, sehingga H0𝔽2H_0\cong\mathbb F_2, H1𝔽22H_1\cong\mathbb F_2^2, dan H2𝔽2H_2\cong\mathbb F_2. Involusi dek membalik satu arah torus, jadi matriks turunannya memiliki determinan 1-1 dan deg(τ)=1\deg(\tau)=-1. Sebaliknya, ruang sasaran KK tidak berorientasi dan H2(K;)=0H_2(K;\mathbb Z)=0; tidak ada kelas fundamental integral yang dapat menjadi sasaran persamaan derajat. Pernyataan “derajat pp” harus diganti dengan pernyataan selubung, transfer, atau koefisien modulo 22, bukan dipaksakan sebagai bilangan bulat.

Soal capstone 5 — peta rekonstruksi empat perbaikan bukti

Tuliskan rantai dependensi bukti yang mengubah data CW menjadi perhitungan di Soal 3. Setiap panah harus menyebut hipotesis dan pengenal perbaikan bukti yang menutup lokasi sumber yang semula ringkas.

Mulai dari pasangan (X(n),X(n1))(X^{(n)},X^{(n-1)}), bukan langsung dari matriks. Bedakan hasil bagi, stabilisasi kerangka, teorema homologi seluler, dan rumus insidensi.

Solusi. Untuk setiap kerangka, pasangan (X(n),X(n1))(X^{(n)},X^{(n-1)}) adalah pasangan baik. Pertama, identifikasi homologi relatif dengan homologi hasil bagi melalui penanda maju FOM-U003-QUOTIENT-LES dan bukti relatif yang lengkap. Kedua, gunakan stabilisasi kerangka FOM-PR-13 untuk menunjukkan bahwa pada derajat tetap hanya kerangka yang relevan yang memengaruhi homologi. Ketiga, FOM-PR-14 memberi isomorfisme antara homologi kompleks rantai seluler dan homologi singular. Keempat, FOM-PR-15 menghitung setiap koefisien diferensial sebagai jumlah derajat lokal (jumlah eksponen bertanda) sepanjang peta pelekatan.

Untuk KK, langkah keempat mengubah w=aba1bw=aba^{-1}b menjadi (0,2)(0,2); langkah ketiga mengizinkan kita membaca kernel dan kokernel sebagai H2H_2 dan H1H_1. Tidak ada langkah yang mengasumsikan orientabilitas KK atau mengganti homologi singular dengan tabel. Peta ini juga menjelaskan mengapa setiap lokus sumber yang tercatat tidak lengkap tidak boleh dianggap sebagai bukti hanya karena formula akhirnya tampak benar.

Soal capstone 6 — sintesis dan batas inferensi

Susun kesimpulan satu halaman yang menggabungkan π1\pi_1, abelianisasi, homologi, kohomologi, selubung, dan derajat. Sertakan satu pernyataan yang terbukti, satu yang disangkal oleh contoh KK, dan satu yang tetap tidak dapat diputuskan oleh daftar invarian terbatas. Jelaskan mengapa H1_1 saja tidak memulihkan grup fundamental.

Urutkan bukti dari informasi paling kaya ke paling tereduksi: presentasi grup, abelianisasi, kompleks seluler, lalu UCT. Kesesuaian bukan ekuivalensi.

Solusi. Presentasi memberi π1(K)=1\pi_1(K)=\mathbb Z\rtimes_{-1}\mathbb Z, sedangkan abelianisasi memberi H1(K)=/2H_1(K)=\mathbb Z\oplus\mathbb Z/2. Jadi komutator dan aksi monodromi tidak terlihat seluruhnya pada H1H_1; ruang dengan π1\pi_1 nonisomorfik dapat mempunyai H1H_1 yang sama. Kompleks seluler menunjukkan H2(K;)=0H_2(K;\mathbb Z)=0, H0=H_0=\mathbb Z, dan UCT menambahkan H1=H^1=\mathbb Z, H2=/2H^2=\mathbb Z/2. Selubung orientasi T2T^2 memulihkan subgrup indeks dua dan menyediakan kelas fundamental untuk menghitung derajat endomorfisme torus, tetapi tidak mengubah KK menjadi manifold berorientabel.

Pernyataan yang terbukti: relasi presentasi dan hasil homologi di atas saling konsisten melalui rumus insidensi. Pernyataan yang disangkal: “isomorfisme H1H_1 memaksa isomorfisme π1\pi_1” salah karena abelianisasi menghapus komutator. Pernyataan yang tidak dapat diputuskan: kesamaan semua data hingga yang dihitung di sini tidak membuktikan ekuivalensi homotopi atau homeomorfisme dua ruang umum; diperlukan invarian tambahan atau bukti peta eksplisit.

Peta bukti dan pemeriksaan mandiri

Tabel berikut adalah peta eksplisit dari sasaran ke saksi. Pengenal tidak boleh diganti dengan nama bebas ketika backend dibaca mesin.

Langkah Saksi/pengenal Apa yang diperiksa
hasil bagi dari pasangan baik FOM-U003-QUOTIENT-LES barisan eksak panjang, peta penghubung, dan identifikasi hasil bagi
stabilisasi kerangka FOM-PR-13 kerangka cukup tinggi tidak mengubah derajat homologi
homologi seluler FOM-PR-14 kompleks seluler menghitung homologi singular
rumus insidensi FOM-PR-15 derajat lokal/jumlah eksponen bertanda
pemeriksaan matematika qa/fomberg-unit-007/INDEPENDENT_MATH_REVIEW_FINAL.json P1=P2=P3=0 pada empat perbaikan

Daftar periksa mandiri: (i) nyatakan titik pangkal dan orientasi sebelum memakai SvK; (ii) bedakan aksi kiri/kanan monodromi; (iii) abelianisasi hanya memberi hasil bagi abelian; (iv) cek d1d2=0d_1d_2=0; (v) jangan memberi derajat integral pada T2KT^2\to K; (vi) kesesuaian pada daftar invarian terbatas berarti “belum terbedakan”, bukan “ekuivalen”.

Rubrik rekonstruksi oral

Ujian lisan meminta pembaca menggambar kembali diagram selubung, menuliskan relator, dan merekonstruksi empat panah bukti tanpa membaca solusi. Setiap kriteria diberi 0, 1, atau 2 poin (maksimum 12).

Kriteria 2 poin 1 poin 0 poin
hipotesis, titik pangkal, orientasi semua dinyatakan dan konsisten satu detail kurang tetapi dapat diperbaiki memakai hipotesis salah
monodromi dan subgrup bb1b\mapsto b^{-1} dan indeks dua dijustifikasi hasil benar tanpa justifikasi lengkap arah monodromi atau subgrup salah
SvK dan presentasi relator aba1baba^{-1}b diturunkan relator benar tetapi asalnya kabur presentasi tidak konsisten
kompleks seluler (0,2)(0,2), kernel, kokernel dihitung satu aritmetika kecil salah mengabaikan d1d2d_1d_2 atau tanda
UCT dan derajat H*H^* serta batas orientasi dijelaskan tabel benar, alasan kurang memberi derajat T2KT^2\to K
peta bukti dan batas inferensi empat pengenal dan ketidak-ekuivalenan disebut tiga pengenal atau batas disebut penalaran melingkar/invarian hingga dianggap menyiratkan ekuivalensi

Skor 9\ge 9 menunjukkan rekonstruksi mandiri. Skor 7–8 memerlukan pengulangan hanya pada kriteria bernilai 0 atau 1. Skor 6\le 6 berarti ulangi seluruh rantai. Gagal otomatis, berapa pun jumlah lainnya, terjadi bila pembaca menyatakan ruang sasaran KK berorientasi integral, menukar peta T2KT^2\to K dengan endomorfisme torus saat menghitung derajat, atau memakai kesamaan invarian terbatas sebagai bukti ekuivalensi.

Interpretasi lintas-invarian dan batas

Kasus KK memperlihatkan alur informasi yang terarah: monodromi menentukan presentasi; presentasi diubah menjadi matriks insidensi; matriks memberi homologi; UCT mengubahnya menjadi kohomologi aditif; selubung mengembalikan informasi orientasi yang hilang pada ruang sasaran. Tidak satu pun tahap membenarkan inferensi terbalik tanpa data tambahan. Secara khusus, H1H_1 ialah abelianisasi π1\pi_1, bukan pengganti grup fundamental, dan H2(K;)=/2H^2(K;\mathbb Z)=\mathbb Z/2 tidak menyediakan kelas fundamental bebas.

Kesimpulan yang sah dari audit ini bersifat kondisional dan eksplisit. Jika dua ruang berbeda mempunyai saksi invarian yang tidak sama, keduanya pasti bukan ekuivalen homotopi. Jika semua saksi yang dipilih sama, hasilnya hanya “belum dibedakan oleh audit ini”. Klasifikasi ruang, masalah kata grup, dan informasi operasi kohomologi berada di luar daftar hingga ini.

Hak, atribusi, dan provenans

Capstone, termasuk kasus botol Klein, soal, petunjuk, solusi, tabel, rubrik, dan peta bukti, adalah materi asli edisi di bawah CC BY-SA 4.0. Ia bergantung secara konseptual pada hasil Roberts CC BY 4.0 dan Fomberg CC BY-SA 4.0 yang tetap diatribusikan pada komponen masing-masing; tidak ada teks sumber atau bank masalah yang disalin. Catatan perubahan dan pemberitahuan non-pengesahan komponen sumber tetap berlaku. Produksi dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna. Edisi ini tidak menyiratkan dukungan, pengesahan, atau afiliasi penulis maupun institusi sumber.