Topologi Aljabar

Unit 1 — Pengantar dan Ruang Topologis

David Michael Roberts (materi sumber)

Edisi Bahasa Indonesia dengan pendamping penguasaan

21 Agustus 2026

Tentang unit ini

Unit ini merupakan terjemahan dan adaptasi Bahasa Indonesia atas Algebraic Topology karya David Michael Roberts (2019), tepatnya Notes.tex baris 134–348 pada commit b947ad2e9f9e301bfe24590a9db653bc54fa1a53. Karya sumber tersedia di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International. Perubahan pada unit ini meliputi penerjemahan, pemformatan ulang agar mudah dibaca, pemberian pengenal stabil, pemindahan satu latihan dari catatan pinggir ke blok latihan, penjelasan kasus keluarga kosong pada topologi awal, dan koreksi identitas invers sumber dari g∘f=id⁡Xg\circ f=\operatorname{id}_X dan g∘f=id⁡Yg\circ f=\operatorname{id}_Y menjadi g∘f=id⁡Xg\circ f=\operatorname{id}_X dan f∘g=id⁡Yf\circ g=\operatorname{id}_Y. Materi pendamping penguasaan setelah teks inti ditulis khusus untuk edisi ini dan juga tersedia di bawah CC BY 4.0. Edisi ini bersifat independen dan tidak menyiratkan dukungan atau pengesahan dari penulis sumber.

1 Kuliah 1

1.1 Apa yang dipelajari oleh topologi aljabar?

Topologi aljabar mempelajari pemetaan

{Ruang}→{Objek aljabar}, \{\text{Ruang}\}\longrightarrow\{\text{Objek aljabar}\},

atau, lebih tepatnya, pemetaan semacam itu yang “berperilaku baik”. Pemetaan tersebut juga harus mengirim fungsi kontinu antarruang ke pemetaan aljabar dengan tetap menghormati komposisi (jadi, pemetaan itu berupa funktor). Selain itu, ruang yang dibangun dari ruang-ruang yang lebih sederhana semestinya dikirim ke objek aljabar yang dibangun secara serasi dari komponen-komponen yang lebih sederhana.

Di sini, “ruang” secara kasar berarti ruang topologis hingga deformasi—biasanya hingga homotopi, meskipun tidak selalu demikian. Kelas-kelas ekuivalensi semacam ini disebut tipe homotopi. “Objek aljabar” dapat berarti grup (abelian), gelanggang, modul, atau bahkan kompleks rantai dari objek-objek tersebut.

Catatan. Kompleks rantai adalah suatu jenis barisan pemetaan tertentu, ⋯→V0→V1→V2→⋯\cdots\to V_0\to V_1\to V_2\to\cdots.

Contoh 1.1. Bagaimana kita dapat menentukan apakah permukaan bola S2S^2 dan torus S1×S1S^1\times S^1 dapat dideformasikan satu sama lain? Bagaimana kita membuktikan bahwa deformasi semacam itu tidak mungkin?

Contoh 1.2. Sebagai contoh positif, kita dapat menciutkan ℝ3\{0}→S2↪ℝ3\{0}\mathbb{R}^3\setminus\{0\}\to S^2\hookrightarrow\mathbb{R}^3\setminus\{0\} dengan mengirim x↦x|x|x\mapsto\frac{x}{|x|}. Pemetaan komposit ini dapat dideformasikan secara kontinu menjadi pemetaan identitas. Jadi, dimensi tidak selalu dipertahankan.

Contoh 1.3. Mungkinkah S1∼S2S^1\sim S^2?

Pertama-tama kita perlu memahami bagaimana ruang dibangun.

1.2 Ruang topologis

Ingat kembali definisi berikut.

Prasyarat sumber. Topologi dan Analisis III.

Definisi 1.1 (topologi). Suatu topologi pada himpunan XX adalah koleksi 𝒯\mathcal{T} yang terdiri atas subset-subset XX dan memenuhi:

  1. ∅,X∈𝒯\emptyset,X\in\mathcal{T};
  2. jika U,V∈𝒯U,V\in\mathcal{T}, maka U∩V∈𝒯U\cap V\in\mathcal{T};
  3. jika {Uα}α∈I\{U_\alpha\}_{\alpha\in I} adalah sembarang keluarga himpunan dalam 𝒯\mathcal{T}, maka ⋃α∈IUα∈𝒯\bigcup_{\alpha\in I}U_\alpha\in\mathcal{T}.

Di sini II adalah himpunan indeks. Jika U∈𝒯U\in\mathcal{T}, kita mengatakan bahwa UU terbuka. Suatu ruang topologis adalah himpunan XX yang dilengkapi dengan topologi 𝒯\mathcal{T}.

Contoh 1.4. Pada himpunan bilangan real, topologi Euklides (atau topologi “biasa”) didefinisikan dengan menyatakan bahwa suatu himpunan terbuka jika dan hanya jika himpunan itu merupakan gabungan selang-selang terbuka (a,b)(a,b). Gabungan kosong juga diperbolehkan dan menghasilkan ∅\emptyset.

Topologi diskret pada himpunan XX diperoleh dengan mengambil 𝒯\mathcal{T} sebagai koleksi semua subset XX. Topologi indiskret diperoleh dengan mengambil 𝒯={∅,X}\mathcal{T}=\{\emptyset,X\}.

Definisi tersebut ringkas, tetapi bukan selalu cara terbaik untuk mendefinisikan topologi. Kita juga akan menggunakan lingkungan.

Definisi 1.2 (lingkungan). Dalam topologi 𝒯\mathcal{T} pada XX, suatu himpunan N⊆XN\subseteq X disebut lingkungan dari titik x∈Xx\in X jika terdapat himpunan terbuka U⊆NU\subseteq N dengan x∈Ux\in U.

Contoh 1.5. Ambil ℝ\mathbb{R} dengan topologi Euklides. Himpunan (−1,1)(-1,1), [−1,1][-1,1], dan [−1,1)[-1,1) semuanya merupakan lingkungan dari setiap −1<x<1-1<x<1, tetapi [0,1)[0,1) bukan lingkungan dari 00. Sebagai contoh yang sedikit lebih rumit, [0,1]∪{2}∪[5,6][0,1]\cup\{2\}\cup[5,6] merupakan lingkungan dari setiap 0<x<10<x<1 dan setiap 5<x<65<x<6.

Contoh 1.6. Misalkan (X,d)(X,d) adalah ruang metrik. Topologi metrik didefinisikan dengan menyatakan bahwa subset U⊆XU\subseteq X terbuka jika dan hanya jika, untuk setiap x∈Ux\in U, terdapat εx>0\varepsilon_x>0 sehingga bola terbuka B(x,εx)⊆UB(x,\varepsilon_x)\subseteq U. Bola terbuka yang berpusat di xx merupakan lingkungan dari xx; demikian pula bola tertutup berjari-jari positif.

Pendekatan berikut lebih konkret dan memungkinkan kita mendefinisikan topologi secara ringkas.

Definisi 1.3 (basis lingkungan). Suatu basis lingkungan 𝒩\mathcal{N} pada himpunan XX adalah keluarga {𝒩(x)}x∈X\{\mathcal{N}(x)\}_{x\in X}, dengan setiap 𝒩(x)\mathcal{N}(x) merupakan koleksi tak kosong yang terdiri atas subset-subset XX, sehingga untuk setiap x∈Xx\in X berlaku:

  1. untuk setiap N∈𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x), berlaku x∈Nx\in N;
  2. untuk setiap N1,N2∈𝒩(x)N_1,N_2\in\mathcal{N}(x), terdapat N∈𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x) dengan N⊆N1∩N2N\subseteq N_1\cap N_2;
  3. untuk setiap N∈𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x), terdapat subset U⊆NU\subseteq N sehingga x∈Ux\in U dan, untuk setiap y∈Uy\in U, terdapat V∈𝒩(y)V\in\mathcal{N}(y) dengan V⊆UV\subseteq U.

Himpunan-himpunan dalam 𝒩(x)\mathcal{N}(x) disebut lingkungan dasar dari xx.

Sebagai contoh, jika (X,𝒯)(X,\mathcal{T}) adalah ruang topologis, kita memperoleh basis lingkungan dengan mendefinisikan 𝒩(x)\mathcal{N}(x) sebagai koleksi semua lingkungan dari xx. Kita juga memperoleh basis lingkungan dengan mendefinisikan 𝒩′(x)\mathcal{N}'(x) sebagai koleksi semua himpunan terbuka yang memuat xx.

Jika 𝒩\mathcal{N} adalah basis lingkungan pada XX, definisikan subset U⊆XU\subseteq X sebagai 𝒩\mathcal{N}-terbuka jika dan hanya jika, untuk setiap x∈Ux\in U, terdapat N∈𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x) dengan N⊆UN\subseteq U.

Proposisi 1.1. Himpunan-himpunan 𝒩\mathcal{N}-terbuka membentuk suatu topologi pada XX.

Bukti. Kita memeriksa ketiga aksioma topologi.

  1. Syarat bahwa ∅\emptyset bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka benar secara vakum. Karena 𝒩(x)\mathcal{N}(x) tidak kosong, di setiap titik terdapat lingkungan dasar; akibatnya XX bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka.
  2. Misalkan UU dan VV keduanya 𝒩\mathcal{N}-terbuka. Ambil x∈U∩Vx\in U\cap V. Terdapat NU,NV∈𝒩(x)N_U,N_V\in\mathcal{N}(x) dengan NU⊆UN_U\subseteq U dan NV⊆VN_V\subseteq V. Selain itu, x∈NU∩NVx\in N_U\cap N_V. Jadi terdapat N∈𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x) dengan N⊆NU∩NV⊆U∩VN\subseteq N_U\cap N_V\subseteq U\cap V. Hal ini berlaku untuk setiap x∈U∩Vx\in U\cap V, sehingga U∩VU\cap V bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka.
  3. Misalkan setiap UαU_\alpha, α∈I\alpha\in I, bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka, dan tetapkan U=⋃α∈IUαU=\bigcup_{\alpha\in I}U_\alpha. Ambil x∈Ux\in U. Ada α0\alpha_0 dengan x∈Uα0x\in U_{\alpha_0}. Karena Uα0U_{\alpha_0} bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka, terdapat lingkungan dasar NN dari xx dengan N⊆Uα0⊆UN\subseteq U_{\alpha_0}\subseteq U. Maka UU bersifat 𝒩\mathcal{N}-terbuka. ▫\square

Topologi pada proposisi ini disebut topologi yang dibangkitkan oleh 𝒩\mathcal{N}. Lingkungan dalam topologi ini adalah himpunan yang memuat suatu lingkungan dasar: VV merupakan lingkungan dari xx jika terdapat N∈𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x) dengan N⊆VN\subseteq V.

Dengan basis lingkungan 𝒩\mathcal{N} pada XX, kita dapat mengenali penutupan suatu himpunan S⊂XS\subset X sebagai koleksi titik x∈Xx\in X yang memenuhi: untuk setiap N∈𝒩(x)N\in\mathcal{N}(x), terdapat s∈N∩Ss\in N\cap S.

Contoh 1.7. Pada ruang metrik (X,d)(X,d), bola-bola terbuka membentuk basis lingkungan pada XX, dan topologi yang dibangkitkannya adalah topologi metrik.

Dengan demikian, banyak definisi yang dikenal dari ruang metrik tetap berlaku untuk ruang topologis asalkan dapat dirumuskan menggunakan lingkungan dasar. Salah satu yang terpenting adalah kontinuitas.

Definisi 1.4 (kontinuitas). Misalkan 𝒩X\mathcal{N}_X dan 𝒩Y\mathcal{N}_Y masing-masing merupakan basis lingkungan pada himpunan XX dan YY. Fungsi f:X→Yf\colon X\to Y disebut kontinu jika, untuk setiap x∈Xx\in X dan N∈𝒩Y(f(x))N\in\mathcal{N}_Y(f(x)), himpunan f−1(N)f^{-1}(N) memuat suatu lingkungan dasar dari xx.

Definisi ini merupakan perumuman besar dari definisi kontinuitas ε\varepsilon–δ\delta.

Latihan 1.1. Buktikan bahwa jika f:(X,𝒩X)→(Y,𝒩Y)f\colon(X,\mathcal{N}_X)\to(Y,\mathcal{N}_Y) kontinu menurut definisi di atas, maka ff kontinu untuk topologi yang dibangkitkan oleh basis lingkungan pada XX dan YY.

Ingat bahwa kontinuitas untuk topologi berarti f−1(U)f^{-1}(U) terbuka untuk setiap himpunan terbuka UU.

Sebagai pemeriksaan kewajaran, fungsi identitas id⁡X\operatorname{id}_X pada ruang XX memang kontinu. Setiap fungsi menuju ruang indiskret juga kontinu, demikian pula setiap fungsi dari ruang diskret.

Definisi 1.5 (homeomorfisme). Fungsi kontinu f:X→Yf\colon X\to Y disebut homeomorfisme jika terdapat fungsi kontinu g:Y→Xg\colon Y\to X dengan g∘f=id⁡Xg\circ f=\operatorname{id}_X dan f∘g=id⁡Yf\circ g=\operatorname{id}_Y. Dalam keadaan ini, XX dan YY disebut homeomorfik.

Sekarang kita perlu menjelaskan cara membangun ruang baru serta pemetaan kontinu yang menghubungkannya dengan ruang asal.

Definisi 1.6 (topologi awal). Misalkan XX adalah himpunan; (Yα,𝒩α)(Y_\alpha,\mathcal{N}_\alpha), α∈I\alpha\in I, adalah keluarga himpunan yang dilengkapi basis lingkungan; dan fα:X→Yαf_\alpha\colon X\to Y_\alpha adalah keluarga fungsi. Topologi awal pada XX dibangkitkan oleh basis lingkungan berikut: suatu himpunan bagian B⊆XB\subseteq X merupakan lingkungan dasar dari xx jika dan hanya jika BB berbentuk

fα1−1(N1)∩⋯∩fαk−1(Nk), f_{\alpha_1}^{-1}(N_1)\cap\cdots\cap f_{\alpha_k}^{-1}(N_k),

untuk beberapa α1,…,αk\alpha_1,\ldots,\alpha_k dan Ni∈𝒩αi(fαi(x))N_i\in\mathcal{N}_{\alpha_i}(f_{\alpha_i}(x)). Untuk keluarga kosong, irisan kosong ditafsirkan sebagai XX.

Latihan 1.2. Buktikan bahwa koleksi pada Definisi 1.6 benar-benar merupakan basis lingkungan.

Konstruksi ini merangkum topologi produk. Untuk X=Y1×Y2X=Y_1\times Y_2 dan proyeksi fi:X→Yif_i\colon X\to Y_i, fi(y1,y2)=yif_i(y_1,y_2)=y_i, topologi awal adalah topologi produk. Konstruksi yang sama juga menghasilkan topologi subruang: ambil injeksi f:X↪Yf\colon X\hookrightarrow Y lalu berikan XX topologi awal.

Lema 1.1 (sifat universal topologi awal). Setelah XX diberi topologi awal, setiap fungsi fα:X→Yαf_\alpha\colon X\to Y_\alpha kontinu. Selain itu, fungsi k:Z→Xk\colon Z\to X kontinu jika dan hanya jika fα∘k:Z→Yαf_\alpha\circ k\colon Z\to Y_\alpha kontinu untuk setiap α\alpha.

Pendamping penguasaan terpecahkan

Bagian ini merupakan materi baru untuk edisi Bahasa Indonesia. Tujuannya bukan mengganti latihan sumber, melainkan menyediakan bukti lengkap, pemeriksaan konsep, dan satu perhitungan deformasi yang menutup hasil belajar Unit 1.

1.3 Solusi Latihan 1.1

Misalkan UU terbuka dalam topologi pada YY yang dibangkitkan oleh 𝒩Y\mathcal{N}_Y. Kita harus membuktikan bahwa f−1(U)f^{-1}(U) terbuka dalam topologi pada XX yang dibangkitkan oleh 𝒩X\mathcal{N}_X.

Ambil x∈f−1(U)x\in f^{-1}(U). Karena f(x)∈Uf(x)\in U dan UU bersifat 𝒩Y\mathcal{N}_Y-terbuka, terdapat N∈𝒩Y(f(x))N\in\mathcal{N}_Y(f(x)) dengan N⊆UN\subseteq U. Kontinuitas menurut Definisi 1.4 memberi lingkungan dasar M∈𝒩X(x)M\in\mathcal{N}_X(x) yang memenuhi

M⊆f−1(N)⊆f−1(U). M\subseteq f^{-1}(N)\subseteq f^{-1}(U).

Jadi setiap titik x∈f−1(U)x\in f^{-1}(U) memiliki lingkungan dasar yang termuat dalam f−1(U)f^{-1}(U). Artinya, f−1(U)f^{-1}(U) bersifat 𝒩X\mathcal{N}_X-terbuka. Karena hal ini berlaku untuk setiap UU terbuka, ff kontinu untuk topologi-topologi yang dibangkitkan tersebut.

1.4 Solusi Latihan 1.2

Tuliskan anggota calon basis di xx sebagai B=⋂i=1kfαi−1(Ni)B=\bigcap_{i=1}^{k}f_{\alpha_i}^{-1}(N_i), dengan Ni∈𝒩αi(fαi(x))N_i\in\mathcal{N}_{\alpha_i}(f_{\alpha_i}(x)).

  1. Karena fαi(x)∈Nif_{\alpha_i}(x)\in N_i untuk setiap ii, berlaku x∈Bx\in B.
  2. Jika B1B_1 dan B2B_2 adalah dua lingkungan dasar di xx, irisannya kembali merupakan irisan berhingga dari prabayangan lingkungan dasar. Apabila indeks yang sama muncul dua kali, aksioma kedua basis lingkungan di YαY_\alpha memberi lingkungan dasar yang lebih kecil di dalam irisan keduanya. Jadi terdapat lingkungan dasar B3⊆B1∩B2B_3\subseteq B_1\cap B_2.
  3. Untuk setiap NiN_i pada representasi BB, aksioma ketiga basis lingkungan di YαiY_{\alpha_i} memberi Ui⊆NiU_i\subseteq N_i yang memuat fαi(x)f_{\alpha_i}(x) dan mempunyai sifat penyempurnaan lokal. Tetapkan U=⋂ifαi−1(Ui)⊆BU=\bigcap_i f_{\alpha_i}^{-1}(U_i)\subseteq B. Jika y∈Uy\in U, untuk setiap ii pilih Vi∈𝒩αi(fαi(y))V_i\in\mathcal{N}_{\alpha_i}(f_{\alpha_i}(y)) dengan Vi⊆UiV_i\subseteq U_i. Maka ⋂ifαi−1(Vi)\bigcap_i f_{\alpha_i}^{-1}(V_i) adalah lingkungan dasar dari yy yang termuat dalam UU.

Ketiga aksioma basis lingkungan terpenuhi. Jika II kosong, satu-satunya irisan yang diperlukan adalah irisan kosong XX, dan argumen yang sama tetap berlaku.

1.5 Pemeriksaan Lema 1.1

Untuk N∈𝒩α(fα(x))N\in\mathcal{N}_\alpha(f_\alpha(x)), prabayangan fα−1(N)f_\alpha^{-1}(N) adalah salah satu lingkungan dasar pembangkit di xx. Jadi setiap fαf_\alpha kontinu.

Jika k:Z→Xk\colon Z\to X kontinu, komposisi fα∘kf_\alpha\circ k kontinu karena komposisi fungsi kontinu bersifat kontinu. Sebaliknya, anggap setiap fα∘kf_\alpha\circ k kontinu. Untuk lingkungan dasar B=⋂i=1mfαi−1(Ni)B=\bigcap_{i=1}^m f_{\alpha_i}^{-1}(N_i) di sekitar k(z)k(z), kita mempunyai

k−1(B)=⋂i=1m(fαi∘k)−1(Ni). k^{-1}(B)=\bigcap_{i=1}^m(f_{\alpha_i}\circ k)^{-1}(N_i).

Setiap faktor di ruas kanan memuat suatu lingkungan dasar dari zz. Dengan aksioma irisan berhingga untuk basis lingkungan di ZZ, irisannya juga memuat suatu lingkungan dasar dari zz. Jadi kk kontinu.

1.6 Contoh terpecahkan: penciutan radial

Definisikan r:ℝ3\{0}→S2r\colon\mathbb{R}^3\setminus\{0\}\to S^2 dengan r(x)=x/‖x‖r(x)=x/\lVert x\rVert, dan misalkan i:S2↪ℝ3\{0}i\colon S^2\hookrightarrow\mathbb{R}^3\setminus\{0\} adalah inklusi. Jelas r∘i=id⁡S2r\circ i=\operatorname{id}_{S^2}.

Untuk membandingkan i∘ri\circ r dengan identitas pada ℝ3\{0}\mathbb{R}^3\setminus\{0\}, gunakan

H(x,t)=((1−t)+t‖x‖)x,0≤t≤1. H(x,t)=\left((1-t)+\frac{t}{\lVert x\rVert}\right)x, \qquad 0\le t\le1.

Koefisien di dalam kurung selalu positif, sehingga H(x,t)≠0H(x,t)\ne0. Selain itu, H(x,0)=xH(x,0)=x dan H(x,1)=x/‖x‖=i(r(x))H(x,1)=x/\lVert x\rVert=i(r(x)). Jadi HH adalah homotopi dari identitas ke i∘ri\circ r. Jika x∈S2x\in S^2, maka ‖x‖=1\lVert x\rVert=1 dan H(x,t)=((1−t)+t)x=xH(x,t)=((1-t)+t)x=x untuk setiap tt. Homotopi ini menetapkan S2S^2 titik demi titik. Dengan demikian, S2S^2 memang merupakan retrak deformasi dari ℝ3\{0}\mathbb{R}^3\setminus\{0\}.

Pemeriksaan konsep. Contoh ini tidak mengatakan bahwa homeomorfisme boleh mengubah dimensi. Contoh ini mengatakan bahwa tipe homotopi dapat sama walaupun dimensi ruang berbeda. Perbedaan antara homeomorfisme dan ekuivalensi homotopi akan menjadi pusat unit berikutnya.