Bundel, Berkas, dan Kohomologi - Unit 1-30

Edisi Bahasa Indonesia independen

Holger Brenner (karya sumber)

2026-08-31

Tentang edisi ini

Ini adalah edisi Bahasa Indonesia yang independen dari mata kuliah Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020) karya Holger Brenner. Cakupannya adalah tepat 30 kuliah dan 30 lembar kerja, Unit 1–30, dalam urutan sumber. Seluruh 495 soal dipertahankan. Dua puluh lima solusi yang tersedia untuk umum diterjemahkan; untuk 470 soal lainnya, edisi menyimpan hasil penelusuran negatif dan tidak mengarang solusi yang tidak ada pada sumber.

Penerjemahan, pemeriksaan, dan produksi edisi dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pekerjaan dilakukan atas arahan pengguna. Provenans model ini tidak menggantikan kredit kepada penulis sumber atau kontributor manusia. Edisi ini bukan terbitan resmi Holger Brenner, Universitas Osnabrück, Wikiversity, Wikimedia Foundation, atau OpenAI, dan tidak menyiratkan dukungan dari pihak-pihak tersebut.

Otoritas sumber yang dibekukan

Otoritas tekstualnya adalah revisi semantik Wikiversity yang dibekukan. Akar kursus mempunyai pageid 108997, revisi 1052895 bertanggal 2025-08-27T20:02:50Z, dan SHA-1 MediaWiki e881e7c53531765849865454d4d0c643c2066c6d. Indeks kursus yang dibekukan mencatat 30 identitas kuliah dan 30 identitas lembar kerja. Manifes kursus authority/wikiversity-bgk/course/COURSE_AUTHORITY_MANIFEST.json berukuran 34.279 byte dengan SHA-256 ea0bf346e261db8ed80b7565f7746e95c79e0c376d25d9fbce5d96879dff7dd8. PDF resmi dipakai sebagai saksi visual dan penomoran, bukan sebagai pengganti otoritas semantik yang lebih mutakhir.

Seluruh Unit 1–30 mempunyai terjemahan kuliah, lembar kerja, dan cakupan solusi yang lengkap, dengan manifes otoritas, PDF resmi unit, serta catatan hak komponennya. Penutupan sumber memeriksa ulang identitas berkas, urutan soal, solusi publik, dan hasil kandidat negatif. Laporan pemeriksaan pembaca, bangunan yang dapat diulang, serta identitas berkas terbitan disertakan dalam paket rilis; laporan tersebut dibedakan dari bukti otoritas sumber.

Struktur dan rute belajar

Urutan berikut adalah urutan kuliah dan lembar kerja sumber, bukan jalur yang boleh dinomori ulang. Setiap rentang membentuk satu rute baca yang koheren.

Rute Unit dan topik Soal Solusi publik Hasil negatif
Bahasa bundel dan berkas 1 Bundel Vektor dan Bundel Tangen; 2 Seksi dan Data Pengeleman; 3 Konstruksi Linear, Praberkas, dan Tangkai; 4 Berkas dan Morfisme Berkas 71 2 69
Operasi berkas dan spektrum 5 Berkasisasi dan Berkas Hasil Bagi; 6 Ruang Penutup, Eksak, serta Tarik dan Dorong Berkas; 7 Ruang Berdering dan Gelanggang Lokal; 8 Spektrum dan Pemetaan Spektrum 73 5 68
Skema afin dan projektif 9 Skema Afin; 10 Skema dan Morfisme Skema; 11 Ruang Tak Tereduksi dan Skema Noether; 12 Spektrum Projektif Gelanggang Bergradasi 57 5 52
Modul, berkas invertibel, dan diferensial 13 Pemetaan Kerucut, Berkas Modul, dan Berkas Invertibel; 14 Modul Kuasikoheren; 15 Modul pada Skema Projektif; 16 Berkas Bebas Lokal; 17 Bundel Vektor Geometris; 18 Diferensial Kähler 141 4 137
Bundel tangen dan kelas pembagi 19 Bundel Tangen; 20 Grup Picard; 21 Gelanggang Valuasi Diskret; 22 Grup Kelas Pembagi 58 5 53
Alat homologi dan kohomologi 23 Modul Injektif; 24 Funktor Turunan Kanan; 25 Kohomologi Berkas; 26 Kohomologi Čech; 27 Kohomologi pada Skema Projektif 61 1 60
Kurva projektif dan Riemann–Roch 28 Morfisme ke Ruang Projektif; 29 Genus Kurva; 30 Teorema Riemann–Roch 34 3 31
Jumlah 30 kuliah dan 30 lembar kerja 495 25 470

Soal dan solusi

Solusi publik terdapat pada Unit 2 (Soal 2.4), Unit 3 (3.1), Unit 5 (5.5), Unit 7 (7.14), Unit 8 (8.3, 8.4, dan 8.11), Unit 11 (11.9, 11.13, dan 11.14), Unit 12 (12.5 dan 12.10), Unit 16 (16.12), Unit 18 (18.6, 18.17, dan 18.18), Unit 19 (19.10), Unit 21 (21.3, 21.9, dan 21.10), Unit 22 (22.19), Unit 25 (25.1), Unit 28 (28.6), serta Unit 29 (29.5 dan 29.12).

Tidak ditemukan solusi publik pada batas sumber untuk Unit 1, 4, 6, 9, 10, 13, 14, 15, 17, 20, 23, 24, 26, 27, dan 30. Untuk unit yang mempunyai sebagian solusi, setiap soal lain juga mempunyai hasil negatif tersendiri. Dengan demikian, angka 470 menyatakan hasil penelusuran negatif yang didokumentasikan, bukan halaman solusi kosong dan bukan bukti bahwa solusi tidak pernah ada di tempat lain.

Media dan aksesibilitas

Delapan posisi media pembaca dengan biner komponen yang tersedia terdapat pada Unit 1, 2, 4, dan 29. Setiap aset itu mempertahankan kredit, pencipta, sumber, teks alternatif, dan lisensi komponennya sendiri. Unit 8 mempunyai satu posisi media yang mendeklarasikan File:Spektrum_von_Z._xcf, tetapi biner sumber itu hilang. Edisi mempertahankan nama pencipta dan label lisensi sebaris sumber, makna keterangan, teks alternatif, serta fakta kehilangan tersebut; edisi tidak mengklaim pemulihan dan tidak membuat aset sumber pengganti.

Unit 3, 5–7, 9–28, serta Unit 30 tidak mempunyai posisi media pembaca. PDF resmi unit dan PDF kursus adalah saksi otoritas, bukan media pembaca, sehingga tidak dihitung sebagai aset ilustrasi. Ketiadaan posisi media pada unit-unit itu bukan kehilangan isi.

Lisensi, atribusi, dan batas hak

Teks semantik mata kuliah yang dibekukan dan terjemahan ini dibagikan dengan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International. Metadata Commons untuk PDF resmi kursus saat ini menyatakan CC BY-SA 4.0, sedangkan pemberitahuan yang tampak pada halaman 265 PDF tersebut menyatakan CC BY-SA 3.0. Edisi mempertahankan kedua catatan itu dan tidak membuat klaim pelisensian ulang secara menyeluruh.

Media dan komponen lain tetap berada di bawah pemberitahuan hak masing-masing; lisensi teks tidak otomatis melisensikan ulang semuanya. Atribusi, kewajiban berbagi-serupa, catatan komponen, dan pernyataan non-dukungan harus tetap disertakan bila edisi ini disalin, diubah, atau didistribusikan.

Cara memakai pembaca ini

Baca setiap kuliah sebelum mengerjakan lembar kerja bernomor sama. Kerjakan rute secara berurutan: bahasa bundel dan berkas; operasi berkas dan spektrum; skema afin serta projektif; modul dan diferensial; bundel tangen, Picard, dan kelas pembagi; alat homologi dan kohomologi; lalu geometri kurva projektif hingga Riemann–Roch. Gunakan catatan edisi di dekat tempatnya untuk membedakan isi sumber dari koreksi yang dapat diverifikasi, keputusan terjemahan, catatan notasi, atau provenans media. Jangan menafsirkan hasil negatif solusi sebagai isi yang hilang. Panduan istilah sesudah bagian ini membantu mengenali padanan yang berbeda antarsatuan tanpa mengaburkan pembedaan matematisnya.

Panduan istilah

Panduan ini menghubungkan istilah Jerman dengan pemakaiannya dalam Unit 1–30. Beberapa unit menggunakan sinonim Indonesia yang berbeda. Bentuk-bentuk itu tidak menyatakan objek matematis baru: bacalah bersama definisi, hipotesis, dan notasi pada unit bersangkutan. Bentuk pilihan di sini membantu pencarian lintas unit, tanpa mengganti rumus atau istilah dalam kutipan sumber.

Objek yang perlu dibedakan

Istilah sumber Padanan Indonesia Petunjuk membaca
Bündel; Garbe; Prägarbe bundel; berkas; praberkas Bundel dan berkas bukan satu kata sumber. Berkas seksi suatu bundel menghubungkan kedua sudut pandang.
Halm; Faser tangkai; serat Untuk berkas modul, tangkai di titik dan serat yang diperoleh setelah memakai lapangan residu adalah objek berbeda.
Schnitt; Durchschnitt seksi; irisan Seksi berkas atau bundel bukan irisan himpunan. Dalam pembelahan surjeksi, seksi berarti invers kanan.
Strukturgarbe; Modulgarbe berkas struktur; berkas modul Struktur skalar tetap penting: suatu 𝒪X\mathcal O_X-modul adalah modul atas berkas struktur.
Homomorphismenmodul; Homomorphismengarbe modul homomorfisme; berkas homomorfisme Unit 13 juga menulis modul homomorfisme global untuk membedakan Hom\operatorname{Hom} dari berkas om\mathcal Hom.
Garbenmorphismus; Garbenhomomorphismus morfisme berkas; homomorfisme berkas Kata kedua menonjolkan struktur grup atau modul yang dilestarikan; jangan menghapus struktur itu dari pernyataan.
quasikohärent; kohärent kuasikoheren; koheren Koherensi memuat syarat kehinggaan tambahan sesuai definisi unit; kedua sifat tidak dipertukarkan.
Hyperebene; Hyperfläche hiperbidang; hipermuka Hiperbidang bersifat linear, sedangkan hipermuka dapat mempunyai derajat lebih besar dari satu.

Padanan lintas unit

Istilah sumber Bentuk pilihan dan varian yang dijumpai Batas makna
Vergarbung berkasisasi; pembentukan berkas Pembentukan berkas yang diasosiasikan dengan suatu praberkas (sheafification). Bukan sembarang konstruksi berkas.
Einheit; Einheitengarbe satuan; unit; berkas satuan; berkas unit Satuan adalah unsur yang mempunyai invers perkalian, bukan hanya unsur identitas 11. “Unit 20” adalah nomor bagian kursus.
Rang rank; peringkat Dalam konteks berkas bebas lokal atau bundel, menyatakan rank objek tersebut; bukan derajatnya.
Einschränkung; Restriktion restriksi; pembatasan Pembatasan objek atau peta ke subruang yang dinyatakan. Untuk |U\mathcal F|_U, kata “terbatas” tidak berarti sifat bounded.
Restriktionsabbildung pemetaan restriksi; pemetaan pembatasan Jika sumber menekankan struktur aljabar, gunakan keluarga homomorfisme restriksi / homomorfisme pembatasan.
Integritätsbereich domain integral; daerah integral Gelanggang komutatif tak nol tanpa pembagi nol; kata “integral” di sini bukan operasi pengintegralan.
Restklassenring gelanggang faktor; gelanggang hasil bagi; gelanggang kelas sisa Gelanggang hasil bagi oleh ideal. Jangan menyamakannya dengan Quotientenkörper, yaitu lapangan pecahan.
Restklassenmodul; Restklassengruppe modul faktor; grup faktor “Kelas sisa” dan “hasil bagi” juga muncul untuk konstruksi yang sama. Objek modul, grup, dan gelanggang tetap dibedakan.
Funktionenkörper lapangan fungsi; medan fungsi “Medan fungsi” pada unit tertentu menyebut lapangan yang sama; medan vektor adalah istilah berbeda.
Twist; getwistete Strukturgarbe puntiran; twist; berkas struktur terpuntir; berkas struktur terpilin Puntiran derajat atau oleh berkas invertibel; bukan rotasi geometris atau dualisasi.
glatt mulus; halus Sifat kemulusan geometris. Tidak otomatis sama dengan regulär (reguler) tanpa hipotesis dasar yang sesuai.
feine Monomgraduierung gradasi monomial halus “Halus” di sini berarti gradasi yang lebih rinci, bukan kemulusan geometris.
welk; welke Garbe flasid; flasque; flabby; berkas flasid Semua peta restriksi bersifat surjektif. Azyklisch berarti asiklik; sifat asiklik bukan sinonim sifat flasid.
Überdeckung penutup; liputan Keluarga subhimpunan yang menutupi ruang. “Terbuka”, “afin”, dan “hingga” tetap merupakan kualifikasi matematis.
affine Standardüberdeckung liputan afin standar; penutup afin standar Bentuk yang telah dipakai dalam pembahasan ruang projektif; penutup standar tidak sama dengan penutup sembarang.
Überlagerung pemetaan ruang penutup Pemetaan ruang penutup berbeda dari keluarga himpunan terbuka yang disebut penutup.
projektiv projektif; proyektif BGK memakai keluarga “projektif”; bagian klasik juga memakai “proyektif”. Perbedaan ejaan ini tidak mengubah objek.
Einbettung pembenaman; penyematan; embedding Baca kategori dan sifat peta. Penyematan grup atau modul tidak boleh otomatis diberi sifat pembenaman skema.
beringter Raum ruang bergelanggang Ruang topologis yang dilengkapi berkas gelanggang. Teks terdahulu memakai “ruang berdering”; bentuk warisan itu dibaca dengan definisi ini, bukan sebagai istilah pilihan.

Istilah pada bagian akhir

Istilah sumber Padanan dan petunjuk
Kähler-Differentiale; Tangentialgarbe; Kotangentialgarbe diferensial Kähler; berkas tangen; berkas kotangen. Pertahankan pembedaan berkas, modul, dan bundel.
kanonische Garbe; antikanonische Garbe berkas kanonis / berkas kanonik; berkas antikanonis / berkas antikanonik. Awalan anti- tidak boleh dihilangkan.
Syzygiengarbe berkas syzygy / berkas sizigi; dua ejaan untuk konstruksi relasi yang sama.
Weildivisor; Hauptdivisor pembagi Weil / divisor Weil; pembagi utama / divisor utama. “Pembagi” di sini adalah objek geometri, bukan pembagi bilangan.
Nullstellendivisor; Polstellendivisor divisor nol; divisor kutub suatu fungsi. Yang pertama adalah divisor titik-titik nol, bukan berarti divisor tersebut sama dengan nol.
injektive Auflösung; rechtsabgeleiteter Funktor resolusi injektif; funktor turunan kanan. Resolusi adalah seluruh kompleks, bukan satu pemetaan injektif.
Čech-Kohomologie; Čech-Kozykel; Čech-Koränder kohomologi Čech; kokikel Čech; kobatas Čech. Kelas kohomologi adalah kokikel modulo kobatas.
lange exakte Kohomologiesequenz barisan kohomologi eksak panjang / barisan eksak panjang kohomologi. Kedua urutan kata mempertahankan syarat eksak.
kurze exakte Sequenz barisan eksak pendek / barisan pendek eksak. “Barisan” tidak sama dengan Ordnung, yaitu urutan dalam teori urutan.
lineares System; volles lineares System; basispunktfrei sistem linear; sistem linear lengkap; bebas titik basis / bebas titik dasar. Lengkap dan bebas titik basis adalah dua sifat berbeda.
Verzweigungsindex; Verzweigungsordnung indeks ramifikasi; orde ramifikasi. Unit 29 menjelaskan perbedaan pemakaian nama antarsaksi; keduanya menunjuk eksponen ramifikasi lokal yang sama di sana.
Serre-Dualität; Euler-Charakteristik; Satz von Riemann-Roch dualitas Serre; karakteristik Euler; Teorema Riemann-Roch. Nama tidak menggantikan hipotesis dan cakupan hasil yang dinyatakan sumber.

Notasi dan asal panduan

Istilah prosa tidak mengubah notasi sumber. Misalnya, citra tetap dapat ditulis dengan operator sumber bild, dan nama spektrum tidak mengharuskan penggantian Spek oleh Spec di dalam rumus. Perbedaan indeks, tanda kesetaraan, isomorfisme, serta hipotesis bukan varian kosakata.

Panduan penghubung ini disusun dari kursus Holger Brenner dan keputusan terminologi edisi Indonesia. Penyusunan berbantuan AI: OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Teks penghubung ini berlisensi CC BY-SA 4.0; kredit dan lisensi setiap komponen sumber tetap dipertahankan. Ini bukan panduan resmi dari penulis atau lembaga sumber dan tidak menyiratkan dukungan mereka.

Kuliah 1: Sistem Persamaan Linear yang Bergantung pada Parameter dan Bundel Vektor

Sistem persamaan linear yang bergantung pada parameter

Kita perhatikan persamaan linear real

7u5v+2w=0. 7u-5v+2w=0.

Himpunan penyelesaiannya

L={(u,v,w)37u5v+2w=0}3 L=\left\{(u,v,w)\in\mathbb R^3\mid 7u-5v+2w=0\right\} \subset\mathbb R^3

merupakan subruang vektor real berdimensi dua dari 3\mathbb R^3. Menyelesaikan persamaan linear semacam itu antara lain berarti menentukan suatu basis bagi LL. Dalam kasus ini, misalnya,

L=(570),(207). L=\left\langle \begin{pmatrix}5\\7\\0\end{pmatrix}, \begin{pmatrix}2\\0\\-7\end{pmatrix} \right\rangle.

Metode penyelesaiannya pada umumnya tidak bergantung pada koefisien konkret persamaan linear itu, meskipun nanti akan kita lihat batas dari pernyataan ini. Jika angka-angka konkret diganti dengan koefisien yang secara fungsional bergantung pada parameter, kita dapat bertanya bagaimana ruang penyelesaian berubah bersama parameter tersebut. Sebagai contoh, perhatikan persamaan linear yang bergantung pada parameter ss,

7u5v+(s23s10)w=0. 7u-5v+(s^2-3s-10)w=0.

Untuk setiap ss, ruang penyelesaian LsL_s bergantung pada ss, tetapi tetap merupakan subruang berdimensi dua,

Ls3. L_s\subset\mathbb R^3.

Dengan kata lain, ruang penyelesaian itu adalah sebuah bidang yang bergerak di dalam ruang ketika ss berubah. Kita dapat menanyakan untuk nilai ss mana vektor

(538) \begin{pmatrix}5\\-3\\8\end{pmatrix}

merupakan penyelesaian, yakni termasuk dalam LsL_s. Kita juga dapat bertanya apakah terdapat parameter berbeda s,ts,t dengan

Ls=Lt L_s=L_t

sebagai subruang dari 3\mathbb R^3; apakah selalu ada basis ruang penyelesaian berbentuk

(ab0),(c0d); \left\langle \begin{pmatrix}a\\b\\0\end{pmatrix}, \begin{pmatrix}c\\0\\d\end{pmatrix} \right\rangle;

atau apakah selalu ada vektor penyelesaian berbentuk

(10e). \begin{pmatrix}1\\0\\e\end{pmatrix}.

Ingatlah bahwa algoritme untuk menyelesaikan sistem persamaan linear, yaitu eliminasi Gauss, bercabang ketika koefisien tertentu bernilai 00 atau menjadi 00 selama algoritme berlangsung. Persamaan

7u5v+0w=0 7u-5v+0w=0

mempunyai ruang penyelesaian

(570),(001) \left\langle \begin{pmatrix}5\\7\\0\end{pmatrix}, \begin{pmatrix}0\\0\\1\end{pmatrix} \right\rangle

dan tidak memuat vektor berbentuk (10e)𝖳\begin{pmatrix}1&0&e\end{pmatrix}^{\mathsf T}. Karena s=2s=-2 dan s=5s=5 adalah akar-akar polinom kuadrat s23s10s^2-3s-10, untuk kedua nilai parameter itu persamaan berparameter di atas berubah menjadi

7u5v+0w=0. 7u-5v+0w=0.

Jadi, untuk kedua nilai tersebut, LsL_s tidak mempunyai vektor berbentuk (10e)𝖳\begin{pmatrix}1&0&e\end{pmatrix}^{\mathsf T}. Untuk semua nilai parameter lainnya, ruang penyelesaiannya memuat vektor

(107s23s10). \begin{pmatrix} 1\\[2pt]0\\[2pt]-\dfrac{7}{s^2-3s-10} \end{pmatrix}.

Dengan demikian, aspek tertentu dari ruang penyelesaian itu sendiri bergantung secara fungsional pada parameter.

Wajar jika ketergantungan sebuah persamaan linear atau sistem persamaan linear pada parameter dipelajari dalam dua tahap. Pada tahap pertama, koefisien-koefisien persamaan diperlakukan sebagai variabel, yaitu sebagai parameter universal, lalu dipelajari bagaimana ruang penyelesaian berubah bersamanya. Secara khusus, kita ingin memahami lompatan kualitatif dalam perilaku ruang penyelesaian. Pada tahap kedua, kita memberikan syarat tambahan yang lebih atau kurang membatasi parameter universal itu, atau membiarkannya bergantung secara fungsional pada parameter lain.

Contoh 1.1: satu persamaan dalam dua variabel

Kita perhatikan persamaan linear real umum

su+tv=0 su+tv=0

dalam variabel u,vu,v dan parameter s,ts,t, yang berperan sebagai koefisien tak tentu. Kita ingin memahami ruang penyelesaian

L(s,t)={(u,v)su+tv=0}2 L_{(s,t)}=\left\{(u,v)\mid su+tv=0\right\}\subseteq\mathbb R^2

sebagai fungsi dari parameter (s,t)(s,t). Kasus ekstrem terjadi pada (s,t)=(0,0)(s,t)=(0,0): persamaan dipenuhi oleh setiap (u,v)(u,v), sehingga ruang penyelesaiannya adalah seluruh 2\mathbb R^2, yang berdimensi dua. Jika (s,t)(0,0)(s,t)\ne(0,0), ruang penyelesaiannya berdimensi satu, dan sebuah vektor basis bagi garis penyelesaian itu adalah

(ts). \begin{pmatrix}t\\-s\end{pmatrix}.

Jadi, di atas ruang parameter 2\{(0,0)}\mathbb R^2\setminus\{(0,0)\}, ruang penyelesaiannya dapat ditulis seragam sebagai

L(s,t)={c(ts)|c}. L_{(s,t)}= \left\{c\begin{pmatrix}t\\-s\end{pmatrix}\mathrel{\Big|}c\in\mathbb R\right\}.

Penafsiran yang lebih ringkas diperoleh dengan memandang ruang penyelesaian total

L={(s,t,u,v)su+tv=0}4. L=\left\{(s,t,u,v)\mid su+tv=0\right\}\subseteq\mathbb R^4.

Perhatikan bahwa LL bukan subruang vektor linear dari 4\mathbb R^4. Ruang penyelesaian untuk nilai parameter khusus (s,t)(s,t) diperoleh dengan memotong LL dengan bidang afin (s,t)×2(s,t)\times\mathbb R^2. Di bawah proyeksi total

L2×2ps,t2,(s,t,u,v)(s,t), L\longrightarrow\mathbb R^2\times\mathbb R^2 \stackrel{p_{s,t}}{\longrightarrow}\mathbb R^2, \qquad (s,t,u,v)\longmapsto(s,t),

L(s,t)L_{(s,t)} adalah serat di atas (s,t)(s,t). Di dalam ruang penyelesaian total, terlihat baik perubahan garis penyelesaian terhadap parameter maupun degenerasinya menjadi bidang penyelesaian di atas titik nol. Perilaku di luar titik parameter nol dideskripsikan oleh pembatasan

L=L\({(0,0)}×2)=p1(2\{(0,0)})2\{(0,0)}. L'=L\setminus\bigl(\{(0,0)\}\times\mathbb R^2\bigr) =p^{-1}\!\left(\mathbb R^2\setminus\{(0,0)\}\right) \longrightarrow\mathbb R^2\setminus\{(0,0)\}.

Setiap serat proyeksi terbatas ini adalah ruang penyelesaian berdimensi satu. Selain itu, terdapat bijeksi

(2\{(0,0)})×L,(s,t;c)(s,t,ct,cs), \begin{aligned} \left(\mathbb R^2\setminus\{(0,0)\}\right)\times\mathbb R &\longrightarrow L',\\ (s,t;c)&\longmapsto(s,t,ct,-cs), \end{aligned}

yang linear pada setiap parameter (s,t)(s,t). Di ruas kiri terdapat hasil kali langsung ruang basis 2\{(0,0)}\mathbb R^2\setminus\{(0,0)\} dan serat \mathbb R, yang tidak bergantung pada titik basis. Di ruas kanan terdapat keluarga garis yang berubah-ubah di 2\mathbb R^2, tetapi bijeksi tersebut menerjemahkan satu gambaran ke gambaran yang lain.

Catatan edisi - urutan faktor dan ruang basis. Pada definisi LL', sumber mencetak 2×(0,0)\mathbb R^2\times(0,0), padahal kesamaan dengan p1(2\{(0,0)})p^{-1}(\mathbb R^2\setminus\{(0,0)\}) mengharuskan serat di atas titik nol yang dibuang, yaitu {(0,0)}×2\{(0,0)\}\times\mathbb R^2. Prosa sumber kemudian mencetak 2×(0,0)\mathbb R^2\times(0,0) sekali lagi sebagai ruang basis, sedangkan domain bijeksi yang langsung mendahuluinya adalah 2\{(0,0)}\mathbb R^2\setminus\{(0,0)\}. Edisi mengikuti kedua pemetaan yang ditampilkan dan mencatat ketidaksesuaian ini secara terbuka.

Contoh 1.2: satu persamaan dalam tiga variabel

Kita perhatikan persamaan linear real umum

ru+sv+tw=0 ru+sv+tw=0

dalam variabel u,v,wu,v,w dan parameter r,s,tr,s,t, yang berperan sebagai koefisien tak tentu. Kita ingin memahami ruang penyelesaian

L(r,s,t)={(u,v,w)ru+sv+tw=0}3 L_{(r,s,t)}= \left\{(u,v,w)\mid ru+sv+tw=0\right\}\subseteq\mathbb R^3

sebagai fungsi dari parameter (r,s,t)(r,s,t). Pada (r,s,t)=(0,0,0)(r,s,t)=(0,0,0), ruang penyelesaiannya adalah seluruh 3\mathbb R^3. Jika (r,s,t)(0,0,0)(r,s,t)\ne(0,0,0), ruang penyelesaiannya berdimensi dua. Kita keluarkan titik nol dari ruang parameter dan perhatikan ruang penyelesaian total

L={(r,s,t,u,v,w)|ru+sv+tw=0,(r,s,t)(0,0,0)}(3\{(0,0,0)})×3, \begin{aligned} L={}&\left\{(r,s,t,u,v,w)\mathrel{\Big|} ru+sv+tw=0, (r,s,t)\ne(0,0,0)\right\}\\ &\subseteq\left(\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\}\right)\times\mathbb R^3, \end{aligned}

bersama proyeksi pp ke 3\{(0,0,0)}\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\}. Serat pp di atas parameter khusus (r,s,t)(r,s,t) adalah ruang penyelesaian L(r,s,t)L_{(r,s,t)} untuk persamaan yang ditentukan oleh tupel parameter itu.

Catatan edisi - notasi titik nol dan cakupan hasil kali. Sumber mencetak 3\{0,0,0}×3\mathbb R^3\setminus\{0,0,0\}\times\mathbb R^3 pada inklusi ini, tanpa menuliskan titik nol sebagai tupel dan tanpa tanda kurung yang memisahkan ruang basis dari faktor serat. Proyeksi pada kalimat berikutnya menetapkan maksudnya secara unik. Edisi menuliskannya sebagai (3\{(0,0,0)})×3(\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\})\times\mathbb R^3.

Dapatkah kita memberikan basis bagi setiap ruang penyelesaian yang bergantung pada parameter dengan cara aljabar dan komputasional yang jelas? Karena titik nol telah dikeluarkan,

3\{(0,0,0)}={(r,s,t)r0}{(r,s,t)s0}{(r,s,t)t0}. \mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\} =\{(r,s,t)\mid r\ne0\}\cup \{(r,s,t)\mid s\ne0\}\cup \{(r,s,t)\mid t\ne0\}.

Jadi ruang basis dapat ditulis sebagai gabungan tiga himpunan terbuka. Di atas himpunan terbuka r0r\ne0, misalnya, suatu basis diberikan oleh

(s,r,0)dan(t,0,r). (s,-r,0)\quad\text{dan}\quad(t,0,-r).

Syarat r0r\ne0 menjamin bahwa kedua vektor itu bebas linear. Kedua vektor tersebut bahkan merupakan penyelesaian yang terdefinisi di mana-mana, tetapi ketika r=0r=0 keduanya kehilangan kebebasan linear sehingga tidak membentuk basis di mana-mana. Bagaimanapun, pemetaan

{(r,s,t)r0}×2L|{(r,s,t)r0},(r,s,t;c,d)c(s,r,0)+d(t,0,r) \begin{aligned} \{(r,s,t)\mid r\ne0\}\times\mathbb R^2 &\longrightarrow L|_{\{(r,s,t)\mid r\ne0\}},\\ (r,s,t;c,d)&\longmapsto c(s,-r,0)+d(t,0,-r) \end{aligned}

adalah bijeksi yang sederhana secara komputasional antara hasil kali ruang basis dengan 2\mathbb R^2 dan ruang penyelesaian di atas {(r,s,t)r0}\{(r,s,t)\mid r\ne0\}.

Sekarang kita bertanya apakah mungkin memberikan secara global, di seluruh 3\{(0,0,0)}\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\}, sebuah basis ruang penyelesaian yang berubah bersama titik basis. Yang ditanyakan ialah keberadaan dua fungsi u(r,s,t)u(r,s,t) dan v(r,s,t)v(r,s,t) bernilai di 3\mathbb R^3 yang selalu membentuk basis serat terkait, dan khususnya selalu termasuk dalam serat itu. Tanpa syarat lebih lanjut pada uu dan vv, hal ini mungkin dilakukan dengan definisi kasus per kasus. Akan tetapi, hal itu tidak lagi mungkin jika kedua fungsi tersebut disyaratkan kontinu. Karena kontinuitas, fungsi global uu dan vv sudah ditentukan oleh nilainya pada himpunan terbuka rapat

U={(r,s,t)r0}3\{(0,0,0)}. U=\{(r,s,t)\mid r\ne0\} \subseteq\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\}.

Dengan basis di atas UU yang telah diberikan, kita dapat menulis

u=α(r,s,t)(sr0)+β(r,s,t)(t0r) u=\alpha(r,s,t)\begin{pmatrix}s\\-r\\0\end{pmatrix} +\beta(r,s,t)\begin{pmatrix}t\\0\\-r\end{pmatrix}

dan

v=γ(r,s,t)(sr0)+δ(r,s,t)(t0r), v=\gamma(r,s,t)\begin{pmatrix}s\\-r\\0\end{pmatrix} +\delta(r,s,t)\begin{pmatrix}t\\0\\-r\end{pmatrix},

dengan α,β,γ,δ\alpha,\beta,\gamma,\delta fungsi real kontinu pada UU. Kita tidak dapat mengharapkan fungsi-fungsi koefisien itu terdefinisi di seluruh 3\mathbb R^3, sehingga argumen dalam kasus kontinu menjadi lebih rumit. Hasilnya akan mengikuti dari Teorema 2.3; lihat Catatan 2.4.

Karena itu, untuk saat ini kita batasi perhatian pada fungsi rasional yang penyebutnya boleh memuat suatu pangkat rr, yakni fungsi rasional pada UU. Perhatikan

u=α(sr0)+β(t0r)=Prm(sr0)+Qrn(t0r), \begin{aligned} u &=\alpha\begin{pmatrix}s\\-r\\0\end{pmatrix} +\beta\begin{pmatrix}t\\0\\-r\end{pmatrix}\\ &=\frac{P}{r^m}\begin{pmatrix}s\\-r\\0\end{pmatrix} +\frac{Q}{r^n}\begin{pmatrix}t\\0\\-r\end{pmatrix}, \end{aligned}

dengan P,QP,Q polinom dan faktor rr telah dicoret jika mungkin. Karena uu secara keseluruhan terdefinisi pada seluruh 3\mathbb R^3, pangkat mm dan, dengan alasan yang sama, nn, paling besar 11; jika tidak, uu akan mempunyai sebuah kutub. Untuk m=n=1m=n=1, komponen pertama menghasilkan persamaan polinomial berbentuk

rN+sP+tQ=0,N,P,Q[r,s,t]. rN+sP+tQ=0, \qquad N,P,Q\in\mathbb R[r,s,t].

Dalam hal ini, dengan kata kunci resolusi Koszul,

(N,P,Q)=A(s,r,0)+B(t,0,r)+C(0,t,s) (N,P,Q)=A(-s,r,0)+B(t,0,-r)+C(0,t,-s)

untuk polinom A,B,C[r,s,t]A,B,C\in\mathbb R[r,s,t]. Dengan cara yang sama, vv mempunyai representasi melalui (N,P,Q)(N',P',Q') dan (A,B,C)(A',B',C'). Tuliskan

X=3\{(0,0,0)} X=\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\}

dan perhatikan pemetaan

φ:X×3LX×3,(r,s,t;a,b,c)(r,s,t;a(s,r,0)+b(t,0,r)+c(0,t,s)). \begin{aligned} \varphi:X\times\mathbb R^3&\longrightarrow L\subseteq X\times\mathbb R^3,\\ (r,s,t;a,b,c)&\longmapsto (r,s,t;\,a(-s,r,0)+b(t,0,-r)+c(0,t,-s)). \end{aligned}

Di bawah pemetaan ini, tupel polinom (A,B,C)(A,B,C) dan (A,B,C)(A',B',C'), yang kita pandang sebagai pemetaan XX×3X\to X\times\mathbb R^3, dipetakan ke uu dan vv. Menurut asumsi, uu dan vv membentuk basis setiap serat LL, sehingga (A,B,C)(A,B,C) dan (A,B,C)(A',B',C') bebas linear pada setiap titik. Tupel (t,s,r)(t,s,-r) dipetakan oleh φ\varphi ke 00 pada setiap serat. Oleh karena itu,

(A,B,C),(A,B,C),(t,s,r) (A,B,C),\qquad(A',B',C'),\qquad(t,s,-r)

membentuk basis 3\mathbb R^3 pada setiap titik: (t,s,r)(t,s,-r) tidak mungkin merupakan kombinasi linear dari dua tupel pertama, sebab setelah menerapkan φ\varphi akan diperoleh relasi taktrivial antara uu dan vv. Akan tetapi, determinan matriks

(ABCABCtsr) \begin{pmatrix} A&B&C\\ A'&B'&C'\\ t&s&-r \end{pmatrix}

merupakan kombinasi polinomial dari variabel r,s,tr,s,t, sehingga bukan unit di dalam gelanggang polinom. Dalam kasus real, dari sini belum dapat disimpulkan bahwa determinan itu mempunyai titik nol real di XX; misalnya, bentuknya mungkin r2+s2+t2r^2+s^2+t^2. Namun, jika \mathbb R diganti dengan \mathbb C, argumen aljabarnya tidak berubah, dan dapat disimpulkan bahwa determinan itu mempunyai titik nol pada

X=3\{(0,0,0)}. X_{\mathbb C}=\mathbb C^3\setminus\{(0,0,0)\}.

Jadi basis global seperti itu tidak dapat ada di semua titik.

Contoh 1.3: dua persamaan dalam tiga variabel

Kita perhatikan sistem persamaan linear real umum

au+bv+cw=0 au+bv+cw=0

dan

du+ev+fw=0 du+ev+fw=0

dalam variabel u,v,wu,v,w dan parameter a,b,c,d,e,fa,b,c,d,e,f. Jika parameternya cukup umum, lebih tepatnya jika kedua persamaan tidak berelasi linear, maka ruang penyelesaian

L(a,b,c,d,e,f)={(u,v,w)|au+bv+cw=0dandu+ev+fw=0}3 L_{(a,b,c,d,e,f)}= \left\{(u,v,w)\mathrel{\Big|} au+bv+cw=0\ \text{dan}\ du+ev+fw=0\right\} \subseteq\mathbb R^3

adalah sebuah garis. Jadi, di bawah syarat ini, parameter menentukan suatu keluarga garis yang berubah-ubah di 3\mathbb R^3. Ruang parameter yang relevan bagi keluarga garis tersebut adalah

P={(a,b,c,d,e,f)|(a,b,c)dan(d,e,f)bebas linear}. P=\left\{(a,b,c,d,e,f)\mathrel{\Big|} (a,b,c)\ \text{dan}\ (d,e,f)\ \text{bebas linear}\right\}.

Secara keseluruhan, kita memperoleh ruang penyelesaian total

L={(a,b,c,d,e,f,u,v,w)au+bv+cw=0dandu+ev+fw=0}P×3, \begin{aligned} L=\{&(a,b,c,d,e,f,u,v,w)\mid au+bv+cw=0\ \text{dan}\ du+ev+fw=0\}\\ &\subseteq P\times\mathbb R^3, \end{aligned}

beserta proyeksinya ke PP.

Dapatkah garis ini, atau sebuah elemen basisnya, diberikan secara global sebagai fungsi parameter? Jika kedua persamaan dipandang sebagai relasi ortogonalitas, kita mencari vektor taknol yang tegak lurus terhadap kedua vektor syarat

(abc)dan(def). \begin{pmatrix}a\\b\\c\end{pmatrix} \quad\text{dan}\quad \begin{pmatrix}d\\e\\f\end{pmatrix}.

Vektor hasil kali silang keduanya mempunyai sifat tersebut, yakni

(bfceaf+cdaebd). \begin{pmatrix} bf-ce\\ -af+cd\\ ae-bd \end{pmatrix}.

Untuk sifat-sifat hasil kali silang yang digunakan di sini, sumber merujuk ke Lema 33.3 dalam Lineare Algebra (Osnabrück 2024-2025).

Jadi terdapat bijeksi

P×L,(a,b,c,d,e,f;s)(a,b,c,d,e,f;s(bfce),s(af+cd),s(aebd)). \begin{aligned} P\times\mathbb R&\longrightarrow L,\\ (a,b,c,d,e,f;s)&\longmapsto (a,b,c,d,e,f;s(bf-ce),s(-af+cd),s(ae-bd)). \end{aligned}

Catatan edisi - dua nama koordinat pada sumber. Sumber menampilkan vektor syarat kedua sebagai (e,f,g)(e,f,g) meskipun sistem dan ruang parameter mendefinisikannya sebagai (d,e,f)(d,e,f). Pada pemetaan terakhir, sumber juga mencetak komponen tengah af+ce-af+ce, padahal hasil kali silang yang dicetak tepat sebelumnya memberi af+cd-af+cd. Edisi memakai (d,e,f)(d,e,f) dan af+cd-af+cd, yang dapat diverifikasi langsung dari dua persamaan, sambil mencatat kedua salah ketik sumber tersebut.

Pada Contoh 1.1 dan Contoh 1.3 terdapat trivialisasi polinomial global: dengan fungsi-fungsi polinomial, objek geometris yang rumit diterjemahkan ke objek sederhana P×P\times\mathbb R, dengan PP ruang basis. Sebaliknya, trivialisasi global semacam itu tidak mungkin pada Contoh 1.2, walaupun trivialisasi lokal tersedia di atas tiga himpunan terbuka yang diberikan. Objek geometris semacam inilah yang disebut bundel vektor.

Bundel vektor real

Definisi 1.4: bundel vektor real

Misalkan XX suatu ruang topologis dan rr\in\mathbb N. Sebuah bundel vektor real dengan rank rr adalah sebuah ruang topologis VV beserta pemetaan kontinu

p:VX p:V\longrightarrow X

sedemikian sehingga setiap serat p1(x)p^{-1}(x) merupakan ruang vektor real berdimensi rr, dan terdapat suatu penutup terbuka

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

beserta homeomorfisme-homeomorfisme di atas UiU_i,

φi:p1(Ui)Ui×r, \varphi_i:p^{-1}(U_i)\longrightarrow U_i\times\mathbb R^r,

yang pada setiap serat menginduksi isomorfisme linear

(φi)x:p1(x)r. (\varphi_i)_x:p^{-1}(x)\longrightarrow\mathbb R^r.

Ruang VV juga disebut ruang total, sedangkan XX disebut ruang basis bundel vektor. Serat di atas xx sering ditulis

Vx=p1(x). V_x=p^{-1}(x).

Dalam contoh-contoh di atas, XX adalah ruang parameter yang relevan, yaitu tempat parameter-parameter yang ruang penyelesaiannya berdimensi minimum. Dimensi ini adalah rank rr pada definisi tadi, berturut-turut 1,2,11,2,1. Pada contoh pertama dan ketiga, penutup terbukanya hanya terdiri atas ruang basis sendiri; kedua bundel itu mempunyai trivialisasi global. Pada contoh kedua, terdapat penutup oleh tiga himpunan terbuka yang di atasnya trivialisasi telah diberikan.

Dalam homeomorfisme

p1(U)U×r, p^{-1}(U)\longrightarrow U\times\mathbb R^r,

ruas kanan diberi topologi produk, r\mathbb R^r diberi topologi Euklides alaminya, dan p1(U)p^{-1}(U) diberi topologi terinduksi dari VV. Jadi setiap serat VxV_x membawa topologi alami ruang vektor real berdimensi hingga. Yang dimaksud dengan homeomorfisme di atas UU ialah bahwa diagram

p1(U)φU×rppr1U \begin{array}{ccc} p^{-1}(U)&\stackrel{\varphi}{\longrightarrow}&U\times\mathbb R^r\\ &\searrow p&\downarrow\operatorname{pr}_1\\ &&U \end{array}

komutatif.

Catatan edisi - simbol rank pada diagram. Diagram sumber mencetak U×nU\times\mathbb R^n, sedangkan definisi dan semua rumus yang mengapitnya menetapkan rank sebagai rr. Edisi menampilkan r\mathbb R^r.

Hasil kali X×rX\times\mathbb R^r adalah sebuah bundel vektor yang disebut bundel vektor trivial.

Lema 1.5: pembatasan bundel vektor

Misalkan

p:VX p:V\longrightarrow X

suatu bundel vektor real di atas ruang topologis XX. Untuk setiap himpunan terbuka WXW\subseteq X, pembatasan

p1(W)W p^{-1}(W)\longrightarrow W

juga merupakan bundel vektor.

Bukti

Cukup batasi homeomorfisme-homeomorfisme linear serat demi serat

φi:p1(Ui)Ui×r \varphi_i:p^{-1}(U_i)\longrightarrow U_i\times\mathbb R^r

menjadi

φi|WUi:p1(WUi)(WUi)×r. \varphi_i|_{W\cap U_i}: p^{-1}(W\cap U_i)\longrightarrow(W\cap U_i)\times\mathbb R^r.

\square

Pembatasan sebuah bundel vektor pada setiap UiU_i bersifat trivial. Jadi, secara lokal setiap bundel vektor bersifat trivial.

Definisi 1.6: homomorfisme bundel vektor

Misalkan EE dan FF bundel vektor real di atas ruang topologis XX. Sebuah homomorfisme bundel vektor

φ:EF \varphi:E\longrightarrow F

adalah pemetaan kontinu di atas XX sedemikian sehingga, untuk setiap xXx\in X, pemetaan terinduksi

φx:ExFx \varphi_x:E_x\longrightarrow F_x

bersifat linear atas \mathbb R.

Definisi 1.7: isomorfisme bundel vektor

Misalkan EE dan FF bundel vektor real di atas ruang topologis XX. Homomorfisme bundel vektor

φ:EF \varphi:E\longrightarrow F

disebut isomorfisme jika terdapat homomorfisme

ψ:FE \psi:F\longrightarrow E

yang, jika dikomposisikan dengan φ\varphi dalam kedua urutan, menghasilkan pemetaan identitas.

Bundel tangen pada manifold

Sekarang kita bahas sebuah bundel vektor sangat penting yang terdapat pada setiap manifold, yaitu bundel tangen.

Untuk setiap titik PMP\in M pada sebuah manifold terdapat ruang tangen TPMT_PM. Ruang tangen adalah ruang vektor berdimensi nn, dengan nn dimensi manifold tersebut. Elemen-elemennya adalah vektor tangen, yakni “arah infinitesimal” di titik itu. Pada awalnya, arah tangen di dua titik yang berbeda tidak berhubungan: definisinya hanya bergantung pada lingkungan terbuka sekecil apa pun di sekitar masing-masing titik, dan berkat sifat Hausdorff lingkungan-lingkungan itu dapat dipilih saling lepas.

Gambaran ini sangat berbeda untuk sebuah himpunan terbuka VnV\subseteq\mathbb R^n. Untuk setiap QVQ\in V, ruang tangen TQVT_QV dapat diidentifikasi secara alami dengan ruang vektor ambien n\mathbb R^n. Sebuah vektor vnv\in\mathbb R^n dipasangkan dengan vektor tangen yang ditentukan oleh kurva linear tQ+tvt\mapsto Q+tv. Karena identifikasi ini berlaku untuk setiap titik, terdapat kesejajaran langsung antara ruang-ruang tangen untuk

QVn. Q\in V\subseteq\mathbb R^n.

Sebuah manifold ditutupi oleh himpunan-himpunan terbuka yang difeomorfik dengan himpunan terbuka dalam ruang Euklides. Karena itu, masuk akal untuk menduga bahwa berbagai ruang tangennya tidak sepenuhnya terisolasi. Konsep bundel tangen menggabungkan semua ruang tangen dan mencerminkan keterkaitan lokal di antara ruang-ruang tersebut.

Ilustrasi sumber - Tangent_bundle.svg. Dua visualisasi bundel tangen sebuah lingkaran. Pada gambar atas, ruang tangen di setiap titik PP pada lingkaran diletakkan menyinggung lingkaran dan direalisasikan sebagai subruang afin berdimensi satu di 2\mathbb R^2. Pembenaman ini menimbulkan perpotongan yang sebenarnya tidak ada dalam bundel tangen, karena titik basis PP juga harus diperhitungkan. Pada gambar bawah, ruang-ruang tangen disusun sejajar di atas titik-titik lingkaran dan menghasilkan sebuah silinder.

Diagram bundel tangen dengan ruang tangen sebagai serat di atas setiap titik manifold

Definisi 1.8: bundel tangen sebagai gabungan lepas

Misalkan MM suatu manifold terdiferensial. Himpunan

TM=PMTPM, TM=\biguplus_{P\in M}T_PM,

beserta pemetaan proyeksi

π:TMM,(P,v)P, \begin{aligned} \pi:TM&\longrightarrow M,\\ (P,v)&\longmapsto P, \end{aligned}

disebut bundel tangen dari MM.

Sebuah titik uTMu\in TM selalu mempunyai titik basis PMP\in M dan merupakan elemen ruang tangen TPMT_PM. Titik itu biasanya ditulis (P,v)(P,v) dengan PMP\in M dan vTPMv\in T_PM. Untuk suatu himpunan terbuka VnV\subseteq\mathbb R^n,

TV=V×n, TV=V\times\mathbb R^n,

jadi ia merupakan ruang hasil kali. Hal ini tidak berlaku pada manifold sebarang. Mula-mula bundel tangen hanya menggabungkan secara lepas berbagai ruang tangen, tanpa mengidentifikasi ruang tangen yang berbeda satu sama lain. Namun, topologi yang akan segera diberikan pada bundel tangen menambahkan suatu “struktur ketetanggaan” di antara ruang-ruang tangen.

Definisi 1.9: pemetaan tangen

Misalkan MM dan NN manifold terdiferensial dan

φ:MN \varphi:M\longrightarrow N

suatu pemetaan terdiferensial. Misalkan TMTM dan TNTN bundel tangen yang bersesuaian. Pemetaan tangen

T(φ):TMTN T(\varphi):TM\longrightarrow TN

adalah gabungan lepas pemetaan-pemetaan tangen pada setiap titik, yakni

T(φ)=PMTP(φ). T(\varphi)=\biguplus_{P\in M}T_P(\varphi).

Contoh 1.10: trivialisasi lokal dari sebuah bagan

Misalkan MM suatu manifold terdiferensial dan

α:UV \alpha:U\longrightarrow V

sebuah bagan, dengan VnV\subseteq\mathbb R^n terbuka. Bagan itu menginduksi bijeksi alami

T(α1):TV=V×nTU,(Q,v)(α1(Q),[sα1(Q+sv)]). \begin{aligned} T(\alpha^{-1}):TV=V\times\mathbb R^n&\longrightarrow TU,\\ (Q,v)&\longmapsto \left(\alpha^{-1}(Q),[s\mapsto\alpha^{-1}(Q+sv)]\right). \end{aligned}

Di sini ss bergerak dalam suatu interval real II yang dipilih sehingga Q+svVQ+sv\in V (bandingkan Lema 77.5 pada Analysis (Osnabrück 2014-2016)). Karena V×nV\times\mathbb R^n merupakan hasil kali ruang-ruang topologis,

TV=V×n TV=V\times\mathbb R^n

sendiri merupakan ruang topologis. Wajar untuk memindahkan topologi ini ke TUTU, lalu membangun topologi pada seluruh bundel tangen TMTM.

Definisi 1.11: topologi bundel tangen

Misalkan MM suatu manifold terdiferensial berdimensi nn dan

TM=PMTPM TM=\biguplus_{P\in M}T_PM

bundel tangennya, dengan proyeksi

π:TMM,(P,v)P. \begin{aligned} \pi:TM&\longrightarrow M,\\ (P,v)&\longmapsto P. \end{aligned}

Bundel tangen diberi topologi yang didefinisikan sebagai berikut: suatu himpunan bagian WTMW\subseteq TM terbuka jika dan hanya jika, untuk setiap bagan

α:UV, \alpha:U\longrightarrow V,

himpunan

T(α)(Wπ1(U)) T(\alpha)\left(W\cap\pi^{-1}(U)\right)

terbuka di V×nV\times\mathbb R^n.

Khususnya, untuk setiap himpunan terbuka UMU\subseteq M, prabayang

π1(U)=TUTM \pi^{-1}(U)=TU\subseteq TM

terbuka; dengan kata lain, proyeksi π\pi kontinu. Dengan ketetapan ini, bundel tangen manifold terdiferensial merupakan bundel vektor real. Jika

M=iIUi M=\bigcup_{i\in I}U_i

adalah suatu penutup terbuka oleh himpunan-himpunan UiU_i yang homeomorfik dengan himpunan terbuka VinV_i\subseteq\mathbb R^n, maka bagan-bagan

αi:UiVi \alpha_i:U_i\longrightarrow V_i

langsung memberikan trivialisasi

TM|Ui=TUiT(αi)TVi=Vi×n. TM|_{U_i}=TU_i \stackrel{T(\alpha_i)}{\longrightarrow} TV_i=V_i\times\mathbb R^n.

Sangat banyak sifat manifold tercermin pada sifat bundel tangennya. Bundel tangen dapat bersifat trivial sekalipun MM tidak homeomorfik dengan suatu himpunan terbuka di n\mathbb R^n.

Lembar Kerja 1: Bundel Vektor dan Bundel Tangen

Dalam soal-soal berikut, kita menggunakan notasi

D(r)={(r,s,t)3r0}. D(r)=\left\{(r,s,t)\in\mathbb R^3\mid r\ne0\right\}.

Soal 1.1

Untuk bundel vektor

L={(r,s,t,u,v,w)|ru+sv+tw=0,(r,s,t)(0,0,0)}(3\{(0,0,0)})×33\{(0,0,0)}, \begin{aligned} L={}&\left\{(r,s,t,u,v,w)\mathrel{\Big|} ru+sv+tw=0,\ (r,s,t)\ne(0,0,0)\right\}\\ &\subseteq \left(\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\}\right)\times\mathbb R^3 \longrightarrow\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\}, \end{aligned}

tentukan trivialisasi linear di atas D(r)D(r), D(s)D(s), dan D(t)D(t), yaitu basis-basis yang bergantung pada r,s,tr,s,t di atas D(r)D(r) dan seterusnya. Tentukan pemetaan perubahan basis pada

D(rs)=D(r)D(s). D(rs)=D(r)\cap D(s).

Soal 1.2

Untuk bundel vektor

L={(r,s,t,u,v,w)|ru+sv+tw=0,(r,s,t)(0,0,0)}(3\{(0,0,0)})×33\{(0,0,0)}, \begin{aligned} L={}&\left\{(r,s,t,u,v,w)\mathrel{\Big|} ru+sv+tw=0,\ (r,s,t)\ne(0,0,0)\right\}\\ &\subseteq \left(\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\}\right)\times\mathbb R^3 \longrightarrow\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\}, \end{aligned}

tentukan semua parameter (r,s,t)(r,s,t) yang membuat vektor (3,7,4)(3,7,4) termasuk dalam serat L(r,s,t)L_{(r,s,t)}.

Soal 1.3

Tunjukkan bahwa, pada Contoh 1.2 dan di atas D(r)D(r), rumus

u(r,s,t)=tr(sr0)sr(t0r) u(r,s,t)= \frac{t}{r}\begin{pmatrix}s\\-r\\0\end{pmatrix} -\frac{s}{r}\begin{pmatrix}t\\0\\-r\end{pmatrix}

mendefinisikan sebuah vektor dalam ruang penyelesaian yang bergantung pada parameter dan dapat diperluas secara polinomial ke seluruh 3\mathbb R^3, meskipun fungsi koefisien t/rt/r dan s/r-s/r hanya terdefinisi pada D(r)D(r) dan tidak dapat diperluas. Apakah u(r,s,t)u(r,s,t) merupakan bagian dari suatu basis di setiap titik?

Soal 1.4

Pada Contoh 1.3, tentukan parameter-parameter yang membuat ruang penyelesaian L(a,b,c,d,e,f)L_{(a,b,c,d,e,f)} berdimensi satu, dua, atau tiga. Apakah himpunan-himpunan parameter tersebut terbuka atau tertutup?

Soal 1.5

Tunjukkan bahwa, di atas lapangan sebarang KK, untuk dua vektor bebas linear

u=(abc)danv=(def), u=\begin{pmatrix}a\\b\\c\end{pmatrix} \quad\text{dan}\quad v=\begin{pmatrix}d\\e\\f\end{pmatrix},

keluarga yang terdiri atas uu, vv, dan hasil kali silangnya

(abc)×(def) \begin{pmatrix}a\\b\\c\end{pmatrix} \times \begin{pmatrix}d\\e\\f\end{pmatrix}

tidak harus membentuk basis bagi K3K^3.

Soal 1.6

Perhatikan ruang topologis

Y:={(s,t,u,v)4su+tv=1} Y:=\left\{(s,t,u,v)\in\mathbb R^4\mid su+tv=1\right\}

dengan proyeksi

p:Y2\{(0,0)}=X,(s,t,u,v)(s,t). \begin{aligned} p:Y&\longrightarrow\mathbb R^2\setminus\{(0,0)\}=X,\\ (s,t,u,v)&\longmapsto(s,t). \end{aligned}

  1. Tunjukkan bahwa setiap serat pp homeomorfik dengan sebuah garis real.

  2. Tunjukkan bahwa

    φ(s,t)=(s,t,u(s,t),v(s,t))=(s,t,ss2+t2,ts2+t2) \varphi(s,t)=(s,t,u(s,t),v(s,t)) =\left(s,t,\frac{s}{s^2+t^2},\frac{t}{s^2+t^2}\right)

    mendefinisikan pemetaan kontinu φ:XY\varphi:X\to Y dengan

    pφ=IdX. p\circ\varphi=\operatorname{Id}_X.

  3. Definisikan suatu homeomorfisme antara YY dan X×X\times\mathbb R.

  4. Tunjukkan bahwa tidak terdapat pemetaan polinomial ψ:XY\psi:X\to Y dengan

    pψ=IdX. p\circ\psi=\operatorname{Id}_X.

Soal 1.7

Tunjukkan bahwa sebuah bundel vektor real di atas satu titik, yakni di atas ruang topologis bertitik tunggal, sama dengan sebuah ruang vektor real berdimensi hingga.

Soal 1.8

Misalkan p:VXp:V\to X suatu bundel vektor real di atas ruang topologis XX. Tunjukkan bahwa VV merupakan ruang Hausdorff jika dan hanya jika XX merupakan ruang Hausdorff.

Soal 1.9

Misalkan XX suatu ruang topologis. Tunjukkan bahwa pemetaan identitas

IdX:XX \operatorname{Id}_X:X\longrightarrow X

dapat dipandang sebagai bundel vektor real dengan rank 00.

Soal 1.10

Misalkan XX suatu ruang topologis. Tunjukkan bahwa sebuah homomorfisme bundel vektor trivial

φ:X×nX×m \varphi:X\times\mathbb R^n\longrightarrow X\times\mathbb R^m

sama dengan sebuah matriks m×nm\times n yang entri-entrinya adalah fungsi kontinu dari XX ke \mathbb R.

Soal 1.11

Misalkan UnU\subseteq\mathbb R^n terbuka dan f:Umf:U\to\mathbb R^m suatu pemetaan terdiferensial secara kontinu. Tunjukkan bahwa diferensial total, dalam bentuk

U×nU×m,(x,v)(x,(Df)x(v)), \begin{aligned} U\times\mathbb R^n&\longrightarrow U\times\mathbb R^m,\\ (x,v)&\longmapsto\bigl(x,(Df)_x(v)\bigr), \end{aligned}

mendefinisikan homomorfisme dari bundel vektor U×nU\times\mathbb R^n ke bundel vektor U×mU\times\mathbb R^m.

Soal 1.12

Tunjukkan bahwa bundel tangen TS1TS^1 dari sfera satu S1S^1 homeomorfik dengan hasil kali S1×S^1\times\mathbb R.

Apa hubungan soal ini dengan Contoh 1.1?

Soal 1.13

Berikan sebuah contoh kurva terdiferensial

γ:[0,1)S1 \gamma:[0,1)\longrightarrow S^1

sedemikian sehingga limit

limt1γ(t) \lim_{t\to1}\gamma(t)

ada, tetapi limit

limt1(γ(t),Tt(γ)(1)) \lim_{t\to1}\bigl(\gamma(t),T_t(\gamma)(1)\bigr)

tidak ada di TS1TS^1.

Soal 1.14

Tunjukkan bahwa pemetaan

TS12,((a,b),t(b,a))(a,b)+t(b,a) \begin{aligned} TS^1&\longrightarrow\mathbb R^2,\\ ((a,b),t(-b,a))&\longmapsto(a,b)+t(-b,a) \end{aligned}

mempunyai dua prabayang untuk setiap titik (x,y)2(x,y)\in\mathbb R^2 di luar cakram satuan, satu prabayang untuk setiap titik pada lingkaran satuan, dan tidak mempunyai prabayang untuk setiap titik di dalam cakram satuan terbuka. Tafsirkan hasil ini secara geometris.

Soal 1.15

Berikan sebuah contoh pemetaan terdiferensial injektif

φ:MN \varphi:M\longrightarrow N

antara dua manifold terdiferensial MM dan NN sedemikian sehingga pemetaan tangen terkait

T(φ):TMTN T(\varphi):TM\longrightarrow TN

tidak injektif.

Soal 1.16

Berikan sebuah contoh pemetaan terdiferensial surjektif

φ:MN \varphi:M\longrightarrow N

antara dua manifold terdiferensial MM dan NN sedemikian sehingga pemetaan tangen terkait

T(φ):TMTN T(\varphi):TM\longrightarrow TN

tidak surjektif.

Soal 1.17

Misalkan MM dan NN manifold terdiferensial dan φ:MN\varphi:M\to N suatu pemetaan terdiferensial. Tunjukkan bahwa pemetaan tangen terkait

T(φ):TMTN T(\varphi):TM\longrightarrow TN

bersifat kontinu.

Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 1

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan solusi publik untuk satu pun dari 17 soal pada Lembar Kerja 1. Kueri kandidat solusi dan peta soal yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 1.1-1.17.

Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini. Bagian ini hanya mendokumentasikan cakupan sumber agar ketiadaan solusi tidak disalahartikan sebagai kehilangan isi selama penerjemahan.

Kredit media BGK Unit 1

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 1. Satu posisi media substantif mempertahankan identitas Commons dan lisensi komponennya. Dua PDF resmi adalah saksi authority, bukan posisi media pembaca tambahan.

  1. Bundel tangen pada sebuah manifold - File:Tangent bundle.svg; pencipta/atribusi: Oleg Alexandrov; lisensi/status hak: Public domain.

Catatan hak: label sebaris pada sumber BGK adalah PD, sedangkan revisi deskripsi Commons yang dibekukan memuat {{PD-self}} dan metadata Commons menawarkan Public domain. Edisi mengikat opsi Commons tersebut, bukan label sebaris yang berbeda.

Kuliah 2: Seksi, Teorema Bola Berbulu, dan Data Pengeleman

Seksi

Definisi 2.1: seksi kontinu

Misalkan XX dan YY ruang-ruang topologis, dan misalkan

p:YX p:Y\longrightarrow X

suatu pemetaan kontinu. Sebuah seksi kontinu dari pp adalah pemetaan kontinu

s:XY s:X\longrightarrow Y

sedemikian sehingga

ps=IdX. p\circ s=\operatorname{Id}_X.

Sebagai contoh, kita dapat memikirkan YY sebagai sebuah bundel vektor di atas XX. Seksi hanya dapat ada jika pp surjektif, dan sifat ini selalu dipenuhi oleh sebuah bundel vektor. Kadang-kadang sebuah seksi diidentifikasi dengan citranya. Hal ini tidak menimbulkan masalah karena setiap seksi injektif. Seksi nol mempunyai peran khusus: kepada setiap titik basis PP, ia memasangkan titik nol di dalam ruang vektor VPV_P. Untuk bundel tangen, seksi mempunyai nama tersendiri.

Definisi 2.2: medan vektor

Misalkan MM sebuah manifold terdiferensial. Sebuah pemetaan

F:MTM F:M\longrightarrow TM

yang memenuhi

F(P)TPM F(P)\in T_PM

untuk setiap titik PMP\in M disebut medan vektor (tak bergantung waktu).

Teorema bola berbulu

Ilustrasi sumber - Hairy_ball_one_pole.jpg. Sebuah medan vektor kontinu pada sfera dua harus mempunyai setidaknya satu titik nol.

Bola berbulu dengan satu pusaran di kutub, sebagai ilustrasi bahwa medan vektor tangen kontinu pada bola harus mempunyai titik nol

Teorema 2.3: teorema bola berbulu

Pada sfera dua, setiap medan vektor kontinu

f:S2TS2 f:S^2\longrightarrow TS^2

mempunyai setidaknya satu titik nol.

Khususnya, bundel tangen sfera dua tidak trivial. Teorema ini mempunyai berbagai penafsiran. Misalnya, pada permukaan bumi selalu ada suatu titik tanpa angin, jika arah angin horizontal sesaat dipandang sebagai medan vektor kontinu. Demikian pula, semua duri landak tidak mungkin direbahkan rata pada tubuh landak tanpa membentuk satu titik yang tegak.

Catatan 2.4: penerapan pada Contoh 1.2

Teorema bola berbulu menjelaskan mengapa bundel vektor LL dari Contoh 1.2, yang terletak di atas

3\{(0,0,0)}, \mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\},

tidak mempunyai trivialisasi kontinu. Pertama,

S23\{(0,0,0)}, S^2\subset\mathbb R^3\setminus\{(0,0,0)\},

sehingga LL dapat dibatasi pada S2S^2. Jika LL sendiri trivial, maka pembatasan ini juga trivial. Akan tetapi, pembatasan LL pada sfera satuan adalah bundel tangen sfera satuan. Memang, syarat

ru+sv+tw=0 ru+sv+tw=0

dapat dipahami sebagai relasi ortogonalitas, dan ruang tangen ekstrinsik di titik posisi (r,s,t)(r,s,t) pada sfera ditentukan oleh relasi tersebut. Jika bundel tangen itu trivial, akan ada dua medan vektor kontinu uu dan vv yang membentuk basis ruang tangen pada setiap titik sfera. Namun, teorema bola berbulu menyatakan bahwa setiap medan vektor bahkan mempunyai titik nol, sedangkan 00 tidak dapat menjadi anggota suatu basis.

Data pengeleman untuk ruang topologis

Sebuah bundel vektor VXV\to X “tersusun” dari bundel-bundel vektor trivial V|UiUiV|_{U_i}\to U_i untuk suatu penutup terbuka dari XX. Cara potongan-potongan itu disusun justru menentukan bundel vektornya, dan susunan tersebut dapat dideskripsikan secara ringkas dengan data pengeleman. Untuk itu, pertama-tama kita memerlukan data pengeleman bagi ruang topologis secara umum.

Pertanyaan dasarnya ialah: apa yang harus diketahui dari sebuah penutup terbuka

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

agar ruang XX dapat direkonstruksi? Jawaban singkatnya ialah bahwa kita harus mengetahui UiU_i, irisan dua-dua UiUjU_i\cap U_j sebagai himpunan bagian baik dari UiU_i maupun dari UjU_j, cara kedua salinan itu diidentifikasi, dan sebuah syarat kompatibilitas bagi identifikasi tersebut pada setiap tiga himpunan.

Ilustrasi sumber - Inclusion-exclusion.svg. Tiga himpunan yang saling beririsan menggambarkan perlunya syarat kompatibilitas pada irisan rangkap tiga.

Diagram tiga himpunan berbentuk lingkaran yang saling beririsan, dengan setiap daerah irisan dibedakan oleh warna

Definisi 2.5: data pengeleman ruang topologis

Sebuah data pengeleman untuk ruang-ruang topologis terdiri atas:

  1. sebuah keluarga ruang topologis (Ui)iI(U_i)_{i\in I};

  2. untuk setiap pasangan (i,j)(i,j), sebuah himpunan terbuka

    UijUi, U_{ij}\subseteq U_i,

    dengan Uii=UiU_{ii}=U_i;

  3. untuk setiap pasangan (i,j)(i,j), sebuah homeomorfisme

    φji:UijUji, \varphi_{ji}:U_{ij}\longrightarrow U_{ji},

    dengan φii=IdUi\varphi_{ii}=\operatorname{Id}_{U_i};

  4. untuk semua i,j,kIi,j,k\in I, syarat kokikel

    φkjφji=φki \varphi_{kj}\circ\varphi_{ji}=\varphi_{ki}

    dipenuhi sebagai pemetaan dari UikUijU_{ik}\cap U_{ij} ke UkU_k.

Lema 2.6: merekonstruksi ruang dari data pengeleman

Misalkan diberikan data pengeleman (Ui)iI(U_i)_{i\in I} untuk ruang-ruang topologis. Maka terdapat ruang topologis XX yang ditentukan secara unik, penutup terbuka

X=iIVi, X=\bigcup_{i\in I}V_i,

dan homeomorfisme

ψi:UiVi \psi_i:U_i\longrightarrow V_i

sedemikian sehingga

ψi(Uij)=ViVj \psi_i(U_{ij})=V_i\cap V_j

dan

ψi|Uij=ψj|Ujiφji. \psi_i|_{U_{ij}} =\psi_j|_{U_{ji}}\circ\varphi_{ji}.

Bukti

Misalkan YY gabungan lepas semua UiU_i. Pada YY, definisikan relasi ekuivalensi \sim dengan menyatakan bahwa xiUix_i\in U_i dan xjUjx_j\in U_j ekuivalen apabila

xiUij,xjUji,φji(xi)=xj. x_i\in U_{ij},\qquad x_j\in U_{ji},\qquad \varphi_{ji}(x_i)=x_j.

Sifat-sifat relasi ekuivalensi dijamin oleh syarat kokikel; lihat Soal 2.14. Tetapkan

X:=Y/ X:=Y/{\sim}

dan beri XX topologi hasil bagi. Komposisi

UiYX U_i\longrightarrow Y\longrightarrow X

adalah pemetaan ψi\psi_i, dan ViV_i adalah citra pemetaan tersebut. Dengan demikian, ψi:UiVi\psi_i:U_i\to V_i adalah homeomorfisme. Untuk xUix\in U_i,

ψi(x)Vj \psi_i(x)\in V_j

jika dan hanya jika xUijx\in U_{ij}, karena tepat dalam kasus ini xx diidentifikasi dengan φji(x)\varphi_{ji}(x). Karena itu,

ψi(Uij)=ViVj. \psi_i(U_{ij})=V_i\cap V_j.

Catatan edisi - arah indeks dalam bukti. Dengan konvensi pada Definisi 2.5, φji:UijUji\varphi_{ji}:U_{ij}\to U_{ji}. Pada kalimat sebelumnya, sumber mencetak φij(x)\varphi_{ij}(x) untuk xUijx\in U_{ij}, meskipun pemetaan yang bertipe benar adalah φji(x)\varphi_{ji}(x). Edisi menampilkan indeks yang bertipe benar di badan bukti dan mempertahankan bentuk sumber dalam catatan ini.

Komutativitas diagram

UijφjiUjiψiψjViVj \begin{array}{ccc} U_{ij}&\stackrel{\varphi_{ji}}{\longrightarrow}&U_{ji}\\ &\searrow\psi_i&\downarrow\psi_j\\ &&V_i\cap V_j \end{array}

mengikuti dengan cara yang sama. \square

Lema 2.7: mengelem pemetaan kontinu

Misalkan diberikan data pengeleman (Ui)iI(U_i)_{i\in I} untuk ruang-ruang topologis. Misalkan ZZ ruang topologis lain dan diberikan pemetaan-pemetaan kontinu

θi:UiZ \theta_i:U_i\longrightarrow Z

yang memenuhi

θi|Uij=(θj|Uji)φji. \theta_i|_{U_{ij}} =\bigl(\theta_j|_{U_{ji}}\bigr)\circ\varphi_{ji}.

Maka terdapat tepat satu pemetaan kontinu

θ:XZ \theta:X\longrightarrow Z

sedemikian sehingga

θ|Viψi=θi, \theta|_{V_i}\circ\psi_i=\theta_i,

dengan XX ruang topologis yang ditentukan oleh data pengeleman seperti pada Lema 2.6, termasuk notasinya.

Catatan edisi - identitas komposisi tidak bertipe. Sumber mencetak (ψi)1θ|Vi=θi(\psi_i)^{-1}\circ\theta|_{V_i}=\theta_i, yang tidak dapat dikomposisikan: θ|Vi\theta|_{V_i} bernilai di ZZ, sedangkan (ψi)1(\psi_i)^{-1} berdomain ViV_i. Edisi menampilkan identitas bertipe benar θ|Viψi=θi\theta|_{V_i}\circ\psi_i=\theta_i di badan lema dan mempertahankan bentuk sumber dalam catatan ini.

Bukti

Lihat Soal 2.18.

Data pengeleman untuk bundel vektor

Definisi 2.8: data pengeleman bundel vektor real

Sebuah data pengeleman untuk bundel vektor real dengan rank rr di atas ruang topologis XX terdiri atas:

  1. sebuah penutup terbuka

    X=iIUi; X=\bigcup_{i\in I}U_i;

  2. sebuah keluarga bundel vektor real dengan rank rr,

    (EiUi)iI; (E_i\longrightarrow U_i)_{i\in I};

  3. untuk setiap pasangan (i,j)(i,j), sebuah isomorfisme bundel vektor

    φji:Ei|UiUjEj|UiUj \varphi_{ji}:E_i|_{U_i\cap U_j} \longrightarrow E_j|_{U_i\cap U_j}

    di atas UiUjU_i\cap U_j;

  4. untuk semua i,j,kIi,j,k\in I, syarat kokikel

    φkjφji=φki \varphi_{kj}\circ\varphi_{ji}=\varphi_{ki}

    dipenuhi sebagai pemetaan dari Ei|UiUjUkE_i|_{U_i\cap U_j\cap U_k} ke Ek|UiUjUkE_k|_{U_i\cap U_j\cap U_k}.

Catatan 2.9: deskripsi matriks

Biasanya, bundel-bundel vektor pada butir (2) Definisi 2.8 adalah bundel trivial di atas UiU_i, yaitu

Ei=r×Ui. E_i=\mathbb R^r\times U_i.

Isomorfisme pada butir (3) kemudian hanya berupa pemetaan linear bijektif

φji:rr \varphi_{ji}:\mathbb R^r\longrightarrow\mathbb R^r

yang bergantung secara kontinu pada titik basis di UiUjU_i\cap U_j. Pemetaan tersebut dapat dideskripsikan secara ringkas sebagai pemetaan kontinu

φji:UiUjGLr() \varphi_{ji}:U_i\cap U_j\longrightarrow \operatorname{GL}_r(\mathbb R)

ke grup linear umum. Jadi, kepada setiap titik basis dipasangkan secara kontinu suatu matriks r×rr\times r yang invertibel; kontinuitas berarti bahwa setiap entri matriks merupakan fungsi kontinu. Ini disebut deskripsi matriks bundel tersebut. Syarat kokikel tetap berlaku.

Lema 2.10: mengelem bundel vektor

Misalkan diberikan data pengeleman (Ei)iI(E_i)_{i\in I} di atas ruang topologis

X=iIUi. X=\bigcup_{i\in I}U_i.

Maka terdapat bundel vektor real EXE\to X yang ditentukan secara unik dan isomorfisme

ψi:EiE|Ui \psi_i:E_i\longrightarrow E|_{U_i}

sedemikian sehingga

ψi|Ei|UiUj=ψj|Ej|UiUjφji. \psi_i|_{E_i|_{U_i\cap U_j}} =\psi_j|_{E_j|_{U_i\cap U_j}}\circ\varphi_{ji}.

Bukti

Keberadaan ruang topologis EE dengan sifat-sifat tersebut diperoleh dari Lema 2.6. Himpunan terbuka yang harus dilem ialah

Wij:=Ei|UiUj, W_{ij}:=E_i|_{U_i\cap U_j},

sedangkan keberadaan pemetaan kontinu ke XX diperoleh dari Lema 2.7. Pada setiap serat ExE_x terdapat struktur ruang vektor yang terdefinisi dengan baik dan berasal dari EiE_i untuk sebarang lingkungan terbuka xUix\in U_i. Ketidakbergantungannya pada pilihan ii mengikuti fakta bahwa, untuk xUiUjx\in U_i\cap U_j, hipotesis memberikan isomorfisme bundel vektor

φji:Ei|UiUjEj|UiUj, \varphi_{ji}:E_i|_{U_i\cap U_j} \longrightarrow E_j|_{U_i\cap U_j},

yang menginduksi isomorfisme ruang vektor

(Ei)x(Ej)x. (E_i)_x\longrightarrow(E_j)_x.

Catatan edisi - arah indeks pada isomorfisme serat. Definisi 2.8 menetapkan φji:Ei|UiUjEj|UiUj\varphi_{ji}:E_i|_{U_i\cap U_j}\to E_j|_{U_i\cap U_j}. Sumber mencetak φij\varphi_{ij} pada kalimat bukti yang mengarah dari EiE_i ke EjE_j. Edisi menampilkan φji\varphi_{ji} yang konsisten dengan domain dan kodomain di badan bukti serta mempertahankan bentuk sumber dalam catatan ini.

\square

Ilustrasi sumber - Fiddler_crab_mobius_strip.gif. Sebuah pita Möbius, yang muncul dengan membalik satu serat ketika dua trivialisasi lokal dilem.

Animasi seekor kepiting berjalan satu putaran mengelilingi pita Möbius dan kembali dengan orientasi terbalik

Contoh 2.11: pita Möbius dari data pengeleman

Pada sfera satu dimensi

S1={(x,y)2x2+y2=1}, S^1=\left\{(x,y)\in\mathbb R^2\mid x^2+y^2=1\right\},

perhatikan penutup terbuka

S1=UV, S^1=U\cup V,

dengan

U=S1\{(0,1)},V=S1\{(0,1)}. U=S^1\setminus\{(0,1)\}, \qquad V=S^1\setminus\{(0,-1)\}.

Kita akan mendeskripsikan data pengeleman bagi sebuah bundel vektor real dengan rank 11. Kedua himpunan terbuka itu homeomorfik dengan garis real. Irisannya ialah

UV=S1\{(0,1),(0,1)}={(x,y)S1x0}. \begin{aligned} U\cap V &=S^1\setminus\{(0,1),(0,-1)\}\\ &=\left\{(x,y)\in S^1\mid x\ne0\right\}. \end{aligned}

Himpunan ini tidak terhubung, melainkan homeomorfik dengan dua sinar terbuka real yang saling lepas (atau, masing-masing, dengan garis real). Tetapkan

L=U×,M=V×. L=U\times\mathbb R, \qquad M=V\times\mathbb R.

Definisikan isomorfisme

φ:L|UVM|UV \varphi:L|_{U\cap V}\longrightarrow M|_{U\cap V}

dengan

φ(x,y,t):={(x,y,t),x>0,(x,y,t),x<0. \varphi(x,y,t):= \begin{cases} (x,y,t),&x>0,\\ (x,y,-t),&x<0. \end{cases}

Pemetaan φ\varphi kontinu karena kedua rumus berlaku pada himpunan-himpunan terbuka yang saling lepas. Pada satu belahan, serat dipetakan secara identik; pada belahan lain, serat dibalik. Dalam pengertian Catatan 2.9, deskripsi matriks kontinu (dan konstan pada setiap komponen)

ψ(x,y):={(1),x>0,(1),x<0 \psi(x,y):= \begin{cases} (1),&x>0,\\ (-1),&x<0 \end{cases}

berlaku pada UVU\cap V. Karena hanya ada dua himpunan terbuka, syarat kokikel terpenuhi secara otomatis. Menurut Lema 2.10, data pengeleman ini menentukan sebuah bundel vektor real dengan rank 11 pada sfera. Bundel itu disebut pita Möbius.

Contoh 2.12: realisasi aljabar pita Möbius

Kita berikan realisasi aljabar langsung dari pita Möbius di 4\mathbb R^4. Perhatikan

Y:={(x,y,z,w)4|x2+y2=1,(1y)z=xw,xz=(1+y)w} Y:=\left\{(x,y,z,w)\in\mathbb R^4\mathrel{\Big|} x^2+y^2=1,\ (1-y)z=xw,\ xz=(1+y)w\right\}

beserta proyeksi alaminya ke sfera satu dimensi

S1={(x,y)2x2+y2=1}=UV, S^1=\left\{(x,y)\in\mathbb R^2\mid x^2+y^2=1\right\}=U\cup V,

dengan

U=S1\{(0,1)},V=S1\{(0,1)}. U=S^1\setminus\{(0,1)\}, \qquad V=S^1\setminus\{(0,-1)\}.

Kita klaim bahwa YY adalah bundel vektor dengan rank 11 yang isomorfik dengan pita Möbius. Pada UU, berlaku y1y\ne1, sehingga persamaan kedua dapat diselesaikan terhadap zz:

z=x1yw. z=\frac{x}{1-y}w.

Persamaan ketiga kemudian dipenuhi secara otomatis karena

xz=x1yxw=x21yw=1y21yw=(1+y)w. xz=\frac{x}{1-y}xw =\frac{x^2}{1-y}w =\frac{1-y^2}{1-y}w =(1+y)w.

Dengan cara yang sama, pada VV berlaku

w=x1+yz, w=\frac{x}{1+y}z,

dan persamaan yang lain dipenuhi secara otomatis. Jadi, di atas UU dan VV, YY merupakan bundel vektor trivial dengan rank 11, masing-masing dengan variabel serat ww dan zz. Pemetaan transisinya pada UVU\cap V diberikan oleh

x1y=1+yx, \frac{x}{1-y}=\frac{1+y}{x},

sehingga satu deskripsi matriks bundel ini ialah

(x1y). \left(\frac{x}{1-y}\right).

Berbeda dari matriks konstan pada Contoh 2.11, matriks ini bergantung secara eksplisit pada (x,y)UV(x,y)\in U\cap V. Meskipun demikian, kedua bundel itu saling isomorfik. Dengan menggunakan Soal 2.21, ambil fungsi-fungsi kontinu taknol 1y\sqrt{1-y} pada UU dan 1+y\sqrt{1+y} pada VV. Kita memperoleh

Catatan edisi - variabel tak terdefinisi pada sumber. Sumber mencetak 1t\sqrt{1-t} pada UU dan 1+t\sqrt{1+t} pada VV, tetapi tidak ada variabel tt dalam contoh ini. Perhitungan yang langsung menyusul memakai yy dan menetapkan kandidat koreksinya secara unik sebagai 1y\sqrt{1-y} dan 1+y\sqrt{1+y}. Edisi menampilkan bentuk bertipe benar itu di badan teks dan mengungkapkan normalisasi tersebut di sini.

11+yx1y1y=11+yx1y=x1y2=xx2=x|x|=±1, \begin{aligned} \frac{1}{\sqrt{1+y}}\cdot \frac{x}{1-y}\cdot\sqrt{1-y} &=\frac{1}{\sqrt{1+y}}\cdot\frac{x}{\sqrt{1-y}}\\ &=\frac{x}{\sqrt{1-y^2}}\\ &=\frac{x}{\sqrt{x^2}}\\ &=\frac{x}{|x|}\\ &=\pm1, \end{aligned}

bergantung pada tanda xx. Karena itu, kedua bundel tersebut isomorfik.

Lembar Kerja 2: Seksi dan Data Pengeleman

Soal 2.1

Tunjukkan bahwa sebuah bundel garis real LXL\to X di atas ruang topologis XX trivial jika dan hanya jika bundel itu mempunyai sebuah seksi kontinu yang tidak pernah bernilai nol.

Soal 2.2

Misalkan s:XVs:X\to V sebuah seksi kontinu dari bundel vektor real p:VXp:V\to X di atas ruang topologis XX. Tunjukkan bahwa citra

s(X)V s(X)\subseteq V

merupakan himpunan tertutup yang homeomorfik dengan XX.

Soal 2.3

Misalkan p:VUp:V\to U sebuah bundel vektor di atas himpunan terbuka UmU\subseteq\mathbb R^m. Anggap bundel itu diberikan oleh sebuah sistem persamaan linear dalam nn variabel dengan mm parameter universal, dan UU ditentukan oleh syarat bahwa dimensi serat konstan. Tunjukkan bahwa sebuah seksi kontinu dari VV sama dengan sebuah penyelesaian universal kontinu bagi sistem persamaan linear tersebut.

Soal 2.4

Berikan sebuah medan vektor kontinu pada S2S^2 yang tepat mempunyai satu titik nol.

Soal 2.5

Tunjukkan bahwa pembatasan bundel vektor dari Contoh 1.2 pada himpunan terbuka

D(r)D(s)={(r,s,t)r0ataus0}3 D(r)\cup D(s) =\left\{(r,s,t)\mid r\ne0\ \text{atau}\ s\ne0\right\} \subset\mathbb R^3

mempunyai sebuah trivialisasi.

Soal 2.6

Misalkan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

sebuah penutup terbuka dari ruang topologis XX. Dalam pengertian apa penutup ini memberikan data pengeleman topologis? Dapatkah ruang topologis XX direkonstruksi dari data pengeleman tersebut?

Soal 2.7

Jelaskan dengan terperinci data apa saja yang menentukan sebuah data pengeleman dengan dua himpunan terbuka.

Soal 2.8

Jelaskan dengan terperinci data apa saja yang menentukan sebuah data pengeleman dengan tiga himpunan terbuka.

Soal 2.9

Misalkan UU dan VV masing-masing sebuah garis real. Kedua garis itu dilem sepanjang sinar terbuka

+Udan+V \mathbb R_+\subseteq U \qquad\text{dan}\qquad \mathbb R_+\subseteq V

dengan pemetaan identitas. Apakah ruang yang dihasilkan bersifat Hausdorff?

Soal 2.10

Misalkan UU dan VV masing-masing sebuah garis real. Kedua garis itu dilem satu sama lain sepanjang garis berlubang

\{0}Udan\{0}V \mathbb R\setminus\{0\}\subseteq U \qquad\text{dan}\qquad \mathbb R\setminus\{0\}\subseteq V

dengan pemetaan identitas. Apakah ruang yang dihasilkan bersifat Hausdorff?

Soal 2.11

Perhatikan ruang topologis

X={0}, X=\mathbb R\cup\{0'\},

yang diperoleh dari bilangan real dengan menambahkan sebuah elemen baru 00'. Nyatakan terbuka dua jenis himpunan berikut:

Tunjukkan bahwa ketentuan ini memberi XX suatu topologi. Apakah titik 00 tertutup di ruang ini? Apakah titik 00' tertutup? Bagaimana hubungan ruang ini dengan ruang yang dikonstruksi dalam Soal 2.10?

Soal 2.12

Misalkan UU dan VV masing-masing sebuah garis real. Kedua garis itu dilem sepanjang garis berlubang

\{0}Udan\{0}V \mathbb R\setminus\{0\}\subseteq U \qquad\text{dan}\qquad \mathbb R\setminus\{0\}\subseteq V

dengan pemetaan invers tt1t\mapsto t^{-1}. Ruang topologis apakah yang dihasilkan?

Soal 2.13

Misalkan UU dan VV masing-masing sebuah garis kompleks \mathbb C (yakni bidang bilangan kompleks). Kedua bidang itu dilem sepanjang bidang berlubang

\{0}Udan\{0}V \mathbb C\setminus\{0\}\subseteq U \qquad\text{dan}\qquad \mathbb C\setminus\{0\}\subseteq V

dengan pemetaan invers zz1z\mapsto z^{-1}. Ruang topologis apakah yang dihasilkan?

Soal 2.14

Tunjukkan bahwa relasi yang didefinisikan dalam bukti Lema 2.6 benar-benar merupakan relasi ekuivalensi.

Soal 2.15

Misalkan diberikan data pengeleman (Ui)iI(U_i)_{i\in I} dengan

Uij= U_{ij}=\varnothing

untuk semua iji\ne j. Ruang topologis apakah yang ditentukan oleh data pengeleman ini?

Soal 2.16

Perhatikan dua silinder

U=V=S1×(0,3). U=V=S^1\times(0,3).

Pada himpunan-himpunan terbuka S1×(0,1)S^1\times(0,1) dan S1×(2,3)S^1\times(2,3)—masing-masing di dalam UU dan VV—perhatikan homeomorfisme-homeomorfisme yang dibentuk dari pemetaan identitas atau pencerminan pusat (pemetaan antipodal) pada lingkaran, bersama pemetaan identitas atau pencerminan terhadap titik tengah interval. Objek geometris apa saja yang dihasilkan oleh berbagai data pengeleman ini?

Soal 2.17

Misalkan MM sebuah manifold topologis dan

αi:UiVi \alpha_i:U_i\longrightarrow V_i

sebuah keluarga bagan dengan pemetaan transisi

φij=αj(αi)1:Viαi(UiUj)Vjαj(UiUj). \varphi_{ij}=\alpha_j\circ(\alpha_i)^{-1}: V_i\cap\alpha_i(U_i\cap U_j) \longrightarrow V_j\cap\alpha_j(U_i\cap U_j).

Tunjukkan bahwa manifold MM dapat direkonstruksi dari keluarga (Vi)iI(V_i)_{i\in I}, himpunan-himpunan bagian VijViV_{ij}\subseteq V_i, dan pemetaan-pemetaan transisi

φij:VijVji. \varphi_{ij}:V_{ij}\longrightarrow V_{ji}.

  1. Pada

    N:=iIVi, N:=\biguplus_{i\in I}V_i,

    perhatikan relasi ekuivalensi yang menyatakan PViP\in V_i dan QVjQ\in V_j setara apabila keduanya dipetakan satu ke yang lain oleh φij\varphi_{ij}.

  2. Beri himpunan hasil bagi N/N/{\sim} suatu topologi yang sesuai.

  3. Definisikan bagan-bagan pada N/N/{\sim}.

  4. Tunjukkan bahwa MM dan N/N/{\sim} homeomorfik.

Soal 2.18

Misalkan diberikan data pengeleman (Ui)iI(U_i)_{i\in I} untuk ruang-ruang topologis. Misalkan ZZ ruang topologis lain dan diberikan pemetaan-pemetaan kontinu

θi:UiZ \theta_i:U_i\longrightarrow Z

yang memenuhi

θi|Uij=(θj|Uji)φji. \theta_i|_{U_{ij}} =\bigl(\theta_j|_{U_{ji}}\bigr)\circ\varphi_{ji}.

Tunjukkan bahwa terdapat tepat satu pemetaan kontinu

θ:XZ \theta:X\longrightarrow Z

dengan

θ|Viψi=θi, \theta|_{V_i}\circ\psi_i=\theta_i,

dengan XX ruang topologis yang ditentukan oleh data pengeleman seperti pada Lema 2.6, termasuk notasinya.

Catatan edisi - identitas komposisi tidak bertipe. Sumber mencetak (ψi)1θ|Vi=θi(\psi_i)^{-1}\circ\theta|_{V_i}=\theta_i, yang tidak dapat dikomposisikan. Edisi menampilkan identitas bertipe benar θ|Viψi=θi\theta|_{V_i}\circ\psi_i=\theta_i di badan soal dan mempertahankan bentuk sumber dalam catatan ini.

Soal 2.19

Tunjukkan bahwa sebuah data pengeleman untuk bundel garis, relatif terhadap penutup terbuka

X=iIUi, X=\bigcup_{i\in I}U_i,

sama dengan sebuah keluarga fungsi kontinu taknol

fij:UiUj f_{ij}:U_i\cap U_j\longrightarrow\mathbb R

yang memenuhi, pada setiap UiUjUkU_i\cap U_j\cap U_k,

fki=fkjfji. f_{ki}=f_{kj}\,f_{ji}.

Soal 2.20

Tentukan data pengeleman bagi bundel vektor dari Contoh 1.2.

Soal 2.21

Misalkan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

sebuah penutup terbuka dari ruang topologis XX. Misalkan

φij:UiUjGLr() \varphi_{ij}:U_i\cap U_j\longrightarrow\operatorname{GL}_r(\mathbb R)

dan

ψij:UiUjGLr() \psi_{ij}:U_i\cap U_j\longrightarrow\operatorname{GL}_r(\mathbb R)

adalah deskripsi-deskripsi matriks yang masing-masing menghasilkan bundel vektor EE dan FF. Tunjukkan bahwa kedua bundel itu isomorfik jika dan hanya jika terdapat pemetaan-pemetaan kontinu

αi:UiGLr() \alpha_i:U_i\longrightarrow\operatorname{GL}_r(\mathbb R)

sedemikian sehingga, setelah pembatasan ke domain yang sesuai,

αiφijαj1=ψij \alpha_i\circ\varphi_{ij}\circ\alpha_j^{-1}=\psi_{ij}

untuk semua i,ji,j.

Soal 2.22

Misalkan bundel vektor VXV\to X dengan rank mm di atas ruang topologis XX diberikan, relatif terhadap penutup terbuka

X=iIUi, X=\bigcup_{i\in I}U_i,

oleh pemetaan matriks kontinu

φij:UiUjGLm(). \varphi_{ij}:U_i\cap U_j\longrightarrow\operatorname{GL}_m(\mathbb R).

Tunjukkan bahwa sebuah seksi kontinu s:XVs:X\to V sama dengan sebuah keluarga pemetaan kontinu

ti:Uim t_i:U_i\longrightarrow\mathbb R^m

yang memenuhi

tj=φijti t_j=\varphi_{ij}t_i

untuk semua i,ji,j.

Soal 2.23

Perhatikan realisasi aljabar pita Möbius dari Contoh 2.12,

Y={(x,y,z,w)4|x2+y2=1,(1y)z=xw,xz=(1+y)w}S1. Y=\left\{(x,y,z,w)\in\mathbb R^4\mathrel{\Big|} x^2+y^2=1,\ (1-y)z=xw,\ xz=(1+y)w\right\} \longrightarrow S^1.

Tunjukkan bahwa citra pemetaan kontinu

ψ:[0,2π]4,t(sint,cost,cost2,sint2) \begin{aligned} \psi:[0,2\pi]&\longrightarrow\mathbb R^4,\\ t&\longmapsto \left(\sin t,\cos t,\cos\frac t2,\sin\frac t2\right) \end{aligned}

terletak di YY, bahwa pψp\circ\psi adalah parametrisasi trigonometris lingkaran satuan, dan bahwa citra ψ\psi tidak pernah memotong seksi nol.

Catatan edisi - urutan dua koordinat pertama. Pernyataan sumber mencetak (cost,sint,cos(t/2),sin(t/2))(\cos t,\sin t,\cos(t/2),\sin(t/2)). Substitusi t=0t=0 ke dua persamaan yang mendefinisikan YY memberi (1,0,1,0)Y(1,0,1,0)\notin Y, sehingga klaim “terletak di YY” tidak benar sebagaimana tercetak. Jika dua koordinat pertama ditukar menjadi (sint,cost)(\sin t,\cos t), kedua persamaan dipenuhi oleh identitas sudut setengah. Edisi menampilkan urutan yang terkoreksi di badan soal dan mempertahankan rumus sumber dalam catatan ini.

Kalimat berikut dapat diperiksa dengan mudah menggunakan gunting pada versi tertutup pita Möbius.

Soal 2.24

Simpulkan dari Soal 2.23 bahwa komplemen seksi nol di dalam pita Möbius terhubung lintasan.

Soal 2.25

Tunjukkan bahwa komplemen seksi nol di dalam sebuah bundel garis trivial tidak terhubung.

Soal 2.26

Ambil sebuah pita persegi panjang yang sempit, putar pita itu satu putaran penuh pada sumbu panjangnya, lalu lem kedua sisi pendeknya. Sekarang potong pita tersebut dengan gunting sepanjang garis tengahnya. Apakah objek yang dihasilkan terhubung? Apa yang terjadi jika pita diberi nn setengah putaran?

Soal 2.27

Tentukan limit fungsi

1yx=x1+y \frac{1-y}{x}=\frac{x}{1+y}

pada lingkaran satuan ketika (x,y)(0,1)(x,y)\to(0,1). Gunakan pula parametrisasi trigonometris lingkaran satuan.

Solusi Publik Lembar Kerja 2

Pada batas otoritas yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik di antara 27 soal pada Lembar Kerja 2, yaitu solusi Soal 2.4. Peta soal yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 2.1-2.3 dan 2.5-2.27. Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.

Solusi sumber untuk Soal 2.4

Pada 2\mathbb R^2, perhatikan medan vektor kontinu FF yang diberikan oleh

F(x,y)=11+x2+y2e1. F(x,y)=\frac{1}{1+x^2+y^2}e_1.

Medan ini tidak mempunyai titik nol dan kontinu. Kita pindahkan medan vektor ini melalui proyeksi stereografis ke

2S2\{N} \mathbb R^2\cong S^2\setminus\{N\}

dan melengkapinya di kutub utara dengan nilai

0TNS2. 0\in T_NS^2.

Kita klaim bahwa medan vektor tersebut kontinu. Untuk itu, misalkan (Pn)(P_n) sebuah barisan pada S2S^2 yang konvergen ke NN. Kita dapat langsung mengasumsikan bahwa PnNP_n\ne N untuk semua nn. Citra barisan itu dalam bagan ialah

Pn=(xn,yn). P_n'=(x_n,y_n).

Karena PnP_n konvergen ke kutub utara, Pn\lVert P_n'\rVert divergen ke \infty. Karena itu, barisan

F(Pn)=F(xn,yn)=11+xn2+yn2e1 F(P_n')=F(x_n,y_n) =\frac{1}{1+x_n^2+y_n^2}e_1

konvergen ke 00.

Catatan edisi - formula sumber tidak terdefinisi di titik asal. Sumber membentuk FF pada seluruh 2\mathbb R^2 dengan F(x,y)=(x2+y2)1e1F(x,y)=(x^2+y^2)^{-1}e_1, tetapi rumus ini tidak terdefinisi pada (0,0)(0,0). Jadi klaim bahwa FF kontinu dan taknol pada seluruh bidang tidak benar sebagaimana tercetak. Edisi menampilkan perbaikan minimal F(x,y)=(1+x2+y2)1e1F(x,y)=(1+x^2+y^2)^{-1}e_1: fungsi ini kontinu dan taknol pada seluruh 2\mathbb R^2, menuju 00 ketika (x,y)\lVert(x,y)\rVert\to\infty, dan setelah didorong maju oleh invers proyeksi stereografis juga menuju vektor nol di kutub utara (diferensial invers proyeksi itu tetap terbatas dan bahkan meluruh di tak berhingga). Dengan demikian, perubahan tersebut memperbaiki cacat lokal tanpa mengubah struktur argumen sumber; bentuk sumber dipertahankan di catatan ini. Pada baris limit, sumber juga mencetak x,yx,y tanpa subskrip; edisi menampilkan xn,ynx_n,y_n sesuai barisan yang baru saja didefinisikan. Sumber juga menggandakan kata kerja sei dalam kalimat yang memperkenalkan barisan (Pn)(P_n); pengulangan tipografis itu dihilangkan dalam terjemahan dan dicatat di sini.

Kredit media BGK Unit 2

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 2. Tiga posisi media substantif mempertahankan identitas Commons dan lisensi komponennya. Dua PDF resmi adalah saksi authority, bukan posisi media pembaca tambahan.

  1. Ilustrasi teorema bola berbuluFile:Hairy ball one pole.jpg; pencipta/atribusi: RokerHRO; lisensi/status hak: CC BY-SA 3.0. Teks alternatif: Bola berbulu dengan satu pusaran di kutub, sebagai ilustrasi bahwa medan vektor tangen kontinu pada bola harus mempunyai titik nol.

  2. Diagram inklusi–eksklusi untuk tiga himpunanFile:Inclusion-exclusion.svg; pencipta/atribusi: Burn~commonswiki (disebut pada sumber kursus; metadata Commons mencatat pencipta sebagai ‘Unknown Unknown’ dan pengunggah sebagai Chris-martin); lisensi/status hak: Public domain. Teks alternatif: Diagram tiga himpunan berbentuk lingkaran yang saling beririsan, dengan setiap daerah irisan dibedakan oleh warna. Catatan hak: Label sebaris Wikiversity adalah CC-by-sa 3.0; metadata Commons yang dibekukan menawarkan Public domain. Penggunaan ulang edisi ini mengikat opsi Commons tersebut.

  3. Animasi kepiting pada pita MöbiusFile:Fiddler crab mobius strip.gif; pencipta/atribusi: Hamishtodd1; lisensi/status hak: CC BY-SA 4.0. Animasi asli dipertahankan untuk HTML; bingkai pertama deterministik digunakan untuk PDF. Teks alternatif: Animasi seekor kepiting berjalan satu putaran mengelilingi pita Möbius dan kembali dengan orientasi terbalik.

Kuliah 3: Konstruksi Linear Bundel Vektor dan Praberkas

Konstruksi linear bundel vektor

Untuk ruang vektor terdapat berbagai konstruksi, seperti jumlah langsung, hasil kali tensor, dan ruang dual. Kita ingin memperkenalkan konstruksi yang bersesuaian untuk bundel vektor. Pada setiap serat, konstruksi itu harus sama dengan konstruksi dalam aljabar linear, tetapi juga harus memperhitungkan ketergantungan serat pada ruang basis. Kita akan bekerja dengan data pengeleman bundel vektor dan menggunakan fakta bahwa, untuk dua bundel vektor di atas ruang topologis XX, selalu terdapat penutup terbuka yang cukup halus dari XX sehingga kedua bundel mempunyai trivialisasi terhadap penutup itu. Secara khusus, kita dapat mereduksi pembahasan pada kasus ketika kedua bundel diberikan oleh deskripsi matriks. Konstruksinya kemudian berlangsung pada tingkat manipulasi matriks.

Definisi 3.1: jumlah langsung

Misalkan EE dan FF bundel vektor real di atas ruang topologis XX, dengan trivialisasi

αi:E|UiUi×m \alpha_i:E|_{U_i}\longrightarrow U_i\times\mathbb R^m

dan

βi:F|UiUi×n. \beta_i:F|_{U_i}\longrightarrow U_i\times\mathbb R^n.

Bundel vektor yang diperoleh dari data pengeleman

Gi=Ui×m×n G_i=U_i\times\mathbb R^m\times\mathbb R^n

dan

φij:Gi|UiUjGj|UiUj, \varphi_{ij}:G_i|_{U_i\cap U_j}\longrightarrow G_j|_{U_i\cap U_j},

dengan

φij(x,v,w)=(x,αj(αi1(x,v)),βj(βi1(x,w))), \varphi_{ij}(x,v,w) =\bigl(x,\alpha_j(\alpha_i^{-1}(x,v)), \beta_j(\beta_i^{-1}(x,w))\bigr),

disebut jumlah langsung dari EE dan FF, dan dinotasikan dengan EFE\oplus F.

Jika EE diberikan oleh deskripsi matriks

φij:UiUjGLm() \varphi_{ij}:U_i\cap U_j\longrightarrow\operatorname{GL}_m(\mathbb R)

dan FF oleh

ψij:UiUjGLn(), \psi_{ij}:U_i\cap U_j\longrightarrow\operatorname{GL}_n(\mathbb R),

maka deskripsi matriks EFE\oplus F diperoleh dengan menempatkan kedua matriks pada blok diagonal sebuah matriks berukuran (m+n)×(m+n)(m+n)\times(m+n) dan mengisi blok lainnya dengan nol.

Definisi 3.2: hasil kali tensor

Misalkan EE dan FF bundel vektor real di atas XX, dengan trivialisasi αi\alpha_i dan βi\beta_i seperti di atas. Bundel vektor yang diperoleh dari data pengeleman

Gi=Ui×(mn) G_i=U_i\times(\mathbb R^m\otimes\mathbb R^n)

dan

φij:Gi|UiUjGj|UiUj,φij=(αjαi1)(βjβi1), \varphi_{ij}:G_i|_{U_i\cap U_j}\longrightarrow G_j|_{U_i\cap U_j}, \qquad \varphi_{ij} =\bigl(\alpha_j\circ\alpha_i^{-1}\bigr) \otimes \bigl(\beta_j\circ\beta_i^{-1}\bigr),

disebut hasil kali tensor dari EE dan FF, dan dinotasikan dengan EFE\otimes F. Di sini, pada setiap titik basis diambil hasil kali tensor dari pemetaan-pemetaan linearnya.

Jika deskripsi matriks kedua bundel diberikan, deskripsi matriks hasil kali tensornya diperoleh melalui hasil kali Kronecker: setiap entri pada salah satu matriks dikalikan dengan setiap entri pada matriks lainnya.

Definisi 3.3: hasil kali eksterior

Misalkan EE sebuah bundel vektor real berank mm di atas ruang topologis XX, dengan trivialisasi

αi:E|UiUi×m, \alpha_i:E|_{U_i}\longrightarrow U_i\times\mathbb R^m,

dan misalkan rr\in\mathbb N. Bundel vektor yang diperoleh dari data pengeleman

Gi=Ui×rm G_i=U_i\times\bigwedge^r\mathbb R^m

dan

φij:Gi|UiUjGj|UiUj,φij=r(αjαi1), \varphi_{ij}:G_i|_{U_i\cap U_j}\longrightarrow G_j|_{U_i\cap U_j}, \qquad \varphi_{ij}=\bigwedge^r\bigl(\alpha_j\circ\alpha_i^{-1}\bigr),

disebut hasil kali eksterior ke-rr dari EE, dan dinotasikan dengan rE\bigwedge^rE. Pada setiap titik basis, yang diambil adalah hasil kali eksterior ke-rr dari pemetaan linear yang bersangkutan.

Untuk suatu deskripsi matriks EE, deskripsi matriks rE\bigwedge^rE diperoleh dengan menyusun semua determinan submatriks r×rr\times r menjadi sebuah matriks.

Definisi 3.4: bundel determinan

Misalkan EE sebuah bundel vektor real berank mm di atas ruang topologis XX. Hasil kali eksterior ke-mm

mE \bigwedge^mE

disebut bundel determinan dari EE, dan dinotasikan dengan detE\det E.

Bundel determinan merupakan bundel garis. Deskripsi matriksnya diberikan oleh determinan.

Definisi 3.5: bundel homomorfisme

Misalkan EE dan FF bundel vektor real di atas ruang topologis XX, dengan trivialisasi

αi:E|UiUi×m,βi:F|UiUi×n. \alpha_i:E|_{U_i}\longrightarrow U_i\times\mathbb R^m, \qquad \beta_i:F|_{U_i}\longrightarrow U_i\times\mathbb R^n.

Bundel vektor yang diperoleh dari data pengeleman

Gi=Ui×Hom(m,n) G_i=U_i\times\operatorname{Hom}_{\mathbb R} (\mathbb R^m,\mathbb R^n)

dan

φij:Gi|UiUjGj|UiUj, \varphi_{ij}:G_i|_{U_i\cap U_j}\longrightarrow G_j|_{U_i\cap U_j},

dengan

φij(θ)=(βjβi1)θ(αiαj1), \varphi_{ij}(\theta) =\bigl(\beta_j\circ\beta_i^{-1}\bigr) \circ\theta\circ \bigl(\alpha_i\circ\alpha_j^{-1}\bigr),

disebut bundel homomorfisme dari EE ke FF, dan dinotasikan dengan Hom(E,F)\operatorname{Hom}(E,F).

Definisi 3.6: bundel dual

Untuk sebuah bundel vektor real EE di atas ruang topologis XX, bundel homomorfisme

Hom(E,X×) \operatorname{Hom}(E,X\times\mathbb R)

disebut bundel dual dari EE, dan dinotasikan dengan E*E^*.

Pada suatu manifold, bundel dual dari bundel tangen disebut bundel kotangen.

Praberkas

Definisi 3.7: praberkas

Misalkan XX sebuah ruang topologis. Sebuah praberkas \mathcal F pada XX adalah suatu penetapan yang memasangkan kepada setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X sebuah himpunan (U)\mathcal F(U), dan kepada setiap pasangan himpunan terbuka UVU\subseteq V sebuah pemetaan

ρV,U:(V)(U), \rho_{V,U}:\mathcal F(V)\longrightarrow\mathcal F(U),

sedemikian sehingga kedua syarat berikut dipenuhi.

  1. Untuk U=VU=V,

    ρU,U=Id(U). \rho_{U,U}=\operatorname{Id}_{\mathcal F(U)}.

  2. Untuk himpunan terbuka UVWU\subseteq V\subseteq W,

    ρW,U=ρV,UρW,V. \rho_{W,U}=\rho_{V,U}\circ\rho_{W,V}.

Pemetaan ρV,U\rho_{V,U} disebut pemetaan restriksi. Himpunan (U)\mathcal F(U) juga disebut nilai praberkas pada himpunan terbuka UU.

Contoh-contoh dasar praberkas, dan kelak berkas, adalah konstruksi berikut.

Contoh 3.8: pemetaan kontinu

Misalkan XX dan ZZ ruang topologis. Kepada setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X kita pasangkan himpunan pemetaan kontinu dari UU ke ZZ, yaitu

C0(U,Z)={φ:UZφ kontinu}. C^0(U,Z)=\{\varphi:U\to Z\mid\varphi\text{ kontinu}\}.

Setiap pemetaan kontinu φ:UZ\varphi:U\to Z dapat direstriksi ke himpunan terbuka VUV\subseteq U. Selain itu, untuk UVWU\subseteq V\subseteq W, restriksi dari WW ke UU dapat dilakukan sekaligus ataupun dalam dua langkah. Karena itu, konstruksi ini merupakan sebuah praberkas.

Kasus khusus berikut mempunyai struktur tambahan, yakni struktur ruang bergelanggang.

Contoh 3.9: fungsi kontinu bernilai real

Misalkan XX sebuah ruang topologis. Kepada setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X kita pasangkan himpunan fungsi kontinu bernilai real pada UU,

𝒞(U)=C0(U,)={f:Uf kontinu}. \mathcal C(U)=C^0(U,\mathbb R) =\{f:U\to\mathbb R\mid f\text{ kontinu}\}.

Karena setiap fungsi kontinu pada UU dapat direstriksi ke setiap himpunan terbuka VUV\subseteq U, konstruksi ini merupakan sebuah praberkas.

Contoh 3.10: fungsi terdiferensial

Misalkan XX sebuah manifold terdiferensial. Kepada setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X kita pasangkan himpunan fungsi terdiferensial bernilai real pada UU,

𝒞(U)=C1(U,)={f:Uf terdiferensial kontinu}. \mathcal C(U)=C^1(U,\mathbb R) =\{f:U\to\mathbb R\mid f\text{ terdiferensial kontinu}\}.

Karena setiap fungsi terdiferensial pada UU dapat direstriksi ke setiap himpunan terbuka VUV\subseteq U, konstruksi ini merupakan sebuah praberkas.

Contoh 3.11: praberkas konstan

Pada ruang topologis XX, untuk suatu himpunan tetap MM, penetapan yang memasangkan MM kepada setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X dan identitas pada MM kepada setiap inklusi merupakan sebuah praberkas. Ia disebut praberkas konstan.

Untuk contoh berikut, bayangkan sebuah bundel vektor di atas basis XX.

Contoh 3.12: praberkas seksi kontinu

Misalkan XX dan YY ruang topologis, dan misalkan

p:YX p:Y\longrightarrow X

sebuah pemetaan kontinu tetap. Untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, situasi ini menginduksi pemetaan kontinu

Y|U=p1(U)U. Y|_U=p^{-1}(U)\longrightarrow U.

Kepada UU kita pasangkan himpunan seksi kontinu pada UU dari pemetaan tersebut,

S(U,Y)={s:Up1(U)s seksi kontinu dari p}. S(U,Y)=\{s:U\to p^{-1}(U)\mid s\text{ seksi kontinu dari }p\}.

Sebuah seksi kontinu dapat direstriksi ke setiap himpunan terbuka VUV\subseteq U, dengan kodomain sekaligus direstriksi menjadi p1(V)p^{-1}(V). Jadi konstruksi ini merupakan sebuah praberkas.

Karena contoh penting ini, sebuah unsur s(U)s\in\mathcal F(U) juga disebut seksi dari praberkas \mathcal F di atas UU. Untuk restriksi seksi itu ke himpunan terbuka yang lebih kecil VUV\subseteq U, kita juga menulis

s|V=ρU,V(s). s|_V=\rho_{U,V}(s).

Definisi 3.13: subpraberkas

Misalkan \mathcal F sebuah praberkas pada ruang topologis XX. Sebuah praberkas 𝒢\mathcal G disebut subpraberkas dari \mathcal F jika, untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X,

𝒢(U)(U), \mathcal G(U)\subseteq\mathcal F(U),

dan, untuk setiap UVU\subseteq V, pemetaan restriksinya kompatibel:

ρV,U𝒢=ρV,U|𝒢(V). \rho^{\mathcal G}_{V,U} =\rho^{\mathcal F}_{V,U}|_{\mathcal G(V)}.

Catatan edisi - syarat restriksi yang hilang pada sumber. Definisi sumber hanya menyatakan 𝒢(U)(U)\mathcal G(U)\subseteq\mathcal F(U) untuk setiap UU dan tidak menyatakan kompatibilitas pemetaan restriksi. Edisi menampilkan syarat restriksi di atas agar objek yang didefinisikan benar merupakan subpraberkas; bentuk sumber yang lebih pendek dipertahankan dalam catatan ini.

Karena fungsi terdiferensial pada suatu manifold khususnya kontinu, praberkas fungsi terdiferensial membentuk subberkas dari praberkas fungsi kontinu bernilai real.

Praberkas dengan struktur

Definisi 3.14: praberkas grup

Sebuah praberkas \mathcal F pada ruang topologis XX disebut praberkas grup jika (U)\mathcal F(U) merupakan sebuah grup untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, dan, untuk setiap inklusi UVU\subseteq V, pemetaan restriksi

ρV,U:(V)(U) \rho_{V,U}:\mathcal F(V)\longrightarrow\mathcal F(U)

merupakan homomorfisme grup.

Definisi 3.15: praberkas gelanggang komutatif

Sebuah praberkas \mathcal F pada ruang topologis XX disebut praberkas gelanggang komutatif jika (U)\mathcal F(U) merupakan sebuah gelanggang komutatif untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, dan, untuk setiap inklusi UVU\subseteq V, pemetaan restriksi

ρV,U:(V)(U) \rho_{V,U}:\mathcal F(V)\longrightarrow\mathcal F(U)

merupakan homomorfisme gelanggang.

Catatan 3.16: praberkas sebagai funktor

Sebuah praberkas \mathcal F pada ruang topologis (X,𝒯)(X,\mathcal T) dapat dipandang sebagai funktor kontravarian

:𝒯MEN, \mathcal F:\mathcal T\longrightarrow\operatorname{MEN},

dengan 𝒯\mathcal T dipandang sebagai kategori sebagaimana pada Contoh Lampiran 1.11. Demikian pula, sebuah praberkas grup komutatif merupakan funktor kontravarian ke kategori grup komutatif, dan sebuah praberkas gelanggang komutatif merupakan funktor kontravarian ke kategori gelanggang komutatif, dan seterusnya.

Definisi 3.17: grup topologis

Sebuah grup topologis adalah grup GG yang sekaligus merupakan ruang topologis, sedemikian sehingga operasi grup

G×GG,(g,h)gh, G\times G\longrightarrow G, \qquad (g,h)\longmapsto g\circ h,

dan operasi invers

GG,gg1, G\longrightarrow G, \qquad g\longmapsto g^{-1},

merupakan pemetaan kontinu.

Contoh grup topologis adalah

(,+),(\{0},),(,+),(\{0},),(n,+), (\mathbb R,+),\quad (\mathbb R\setminus\{0\},\cdot),\quad (\mathbb C,+),\quad (\mathbb C\setminus\{0\},\cdot),\quad (\mathbb R^n,+),

lingkaran S1S^1 dengan penjumlahan sudut, grup linear umum GLn()\operatorname{GL}_n(\mathbb R) dan GLn()\operatorname{GL}_n(\mathbb C), serta torus kompleks /Γ\mathbb C/\Gamma untuk suatu kisi Γ\Gamma\subseteq\mathbb C. Setiap grup dapat dijadikan grup topologis dengan topologi diskret.

Untuk ruang topologis XX, himpunan pemetaan kontinu dari XX ke grup topologis GG sendiri merupakan grup dengan operasi alami. Restriksi ke himpunan terbuka merupakan homomorfisme grup. Karena itu, penetapan

UC0(U,G) U\longmapsto C^0(U,G)

merupakan praberkas grup pada XX.

Tangkai praberkas

Salah satu gagasan dasar bundel vektor dan praberkas adalah memisahkan secara bermakna sifat lokal dan global objek geometris, lalu memahami interaksi keduanya. Sifat lokal, misalnya, ialah sifat yang berlaku pada himpunan terbuka yang “kecil”. Sering kali kita ingin mengganti himpunan terbuka kecil dengan himpunan yang lebih kecil lagi, khususnya untuk memahami perilaku di lingkungan sekecil apa pun dari sebuah titik. Untuk itu, kita perkenalkan konsep-konsep berikut.

Definisi 3.18: filter topologis

Misalkan XX sebuah ruang topologis. Sebuah sistem FF yang terdiri atas himpunan-himpunan terbuka dari XX disebut filter jika, untuk himpunan terbuka UU dan VV, berlaku:

  1. XFX\in F;
  2. jika UFU\in F dan UVU\subseteq V, maka VFV\in F;
  3. jika UFU\in F dan VFV\in F, maka UVFU\cap V\in F.

Contoh terpenting di sini ialah filter lingkungan suatu titik: filter itu terdiri atas semua lingkungan terbuka dari titik tetap tersebut.

Catatan edisi - kalimat sumber yang rusak. Sumber mencetak kalimat “Die wichtigsten Filter sind für und die Umgebungsfilter zu einer Punkt, der aus allen offenen Mengen eines fixierten Punktes besteht.” Kalimat itu rusak secara gramatikal. Berdasarkan definisi yang baru diberikan dan pemakaian filter pada definisi tangkai di bawah, edisi menampilkan bacaan kontekstual yang lengkap tentang filter lingkungan, tanpa mengatribusikan rekonstruksi ini kepada penulis sumber.

Definisi 3.19: himpunan terarah

Sebuah himpunan terurut (I,)(I,\preccurlyeq) disebut terarah jika untuk setiap i,jIi,j\in I terdapat kIk\in I sedemikian sehingga

i,jk. i,j\preccurlyeq k.

Kita memandang filter topologis sebagai himpunan yang diurutkan oleh inklusi. Sifat irisan filter menjadikannya himpunan terarah; konvensi arahnya ialah =\preccurlyeq\,=\,\supseteq.

Definisi 3.20: sistem terurut dan sistem terarah

Misalkan (I,)(I,\preccurlyeq) sebuah himpunan indeks terurut. Sebuah keluarga

Mi,iI, M_i,\qquad i\in I,

disebut sistem terurut himpunan jika:

  1. untuk iji\preccurlyeq j terdapat pemetaan φij:MiMj\varphi_{ij}:M_i\to M_j;
  2. untuk ijki\preccurlyeq j\preccurlyeq k berlaku φik=φjkφij\varphi_{ik}=\varphi_{jk}\circ\varphi_{ij}.

Jika himpunan indeksnya juga terarah, keluarga tersebut disebut sistem terarah himpunan.

Jika semua MiM_i merupakan grup, masing-masing gelanggang, dan semua pemetaan di antaranya merupakan homomorfisme grup, masing-masing homomorfisme gelanggang, kita berbicara tentang sistem terurut atau terarah grup, masing-masing gelanggang.

Definisi 3.21: kolimit

Misalkan (Mi)iI(M_i)_{i\in I} sebuah sistem terarah himpunan. Kolimit, yang juga disebut limit langsung atau limit induktif, dari sistem itu ialah

colimiIMi=(iIMi)/. \operatorname{colim}_{i\in I}M_i =\left(\biguplus_{i\in I}M_i\right)\big/\!\sim.

Di sini, \sim adalah relasi ekuivalensi yang menyatakan dua unsur mMim\in M_i dan nMjn\in M_j ekuivalen jika terdapat kIk\in I dengan i,jki,j\preccurlyeq k dan

φik(m)=φjk(n). \varphi_{ik}(m)=\varphi_{jk}(n).

Khususnya, siMis_i\in M_i ekuivalen dengan citranya φik(si)Mk\varphi_{ik}(s_i)\in M_k untuk semua iki\preccurlyeq k. Jika sistemnya merupakan sistem terarah grup atau gelanggang, kolimit himpunan tersebut juga dapat diberi struktur grup atau gelanggang. Alasannya, dua unsur kolimit yang diwakili oleh siMis_i\in M_i dan sjMjs_j\in M_j dapat diidentifikasi dengan citra mereka dalam suatu MkM_k dengan i,jki,j\preccurlyeq k; operasi lalu dilakukan di sana. Lihat Soal 3.13.

Contoh utama kita ialah sistem terarah yang ditentukan oleh filter topologis untuk sebuah praberkas \mathcal F pada XX, yakni

(U),UF. \mathcal F(U),\qquad U\in F.

Definisi 3.22: tangkai pada suatu titik

Untuk praberkas \mathcal F pada ruang topologis XX dan titik PXP\in X,

P:=colimPUΓ(U,) \mathcal F_P :=\operatorname{colim}_{P\in U}\Gamma(U,\mathcal F)

disebut tangkai praberkas di titik PP.

Khususnya, setiap seksi s(U)s\in\mathcal F(U) dan setiap titik PUP\in U menentukan unsur tunggal

sPP, s_P\in\mathcal F_P,

yang disebut germ dari ss di PP. Pemetaan

(U)P,ssP, \mathcal F(U)\longrightarrow\mathcal F_P, \qquad s\longmapsto s_P,

disebut pemetaan restriksi dan dinotasikan dengan ρU,P\rho_{U,P}. Untuk PVUP\in V\subseteq U, diagram berikut komutatif:

(U)ρU,V(V)ρU,PρV,PP. \begin{array}{ccc} \mathcal F(U)&\xrightarrow{\rho_{U,V}}&\mathcal F(V)\\ &\searrow\scriptstyle\rho_{U,P}&\downarrow\scriptstyle\rho_{V,P}\\ &&\mathcal F_P. \end{array}

Definisi 3.23: tangkai pada suatu filter

Untuk praberkas 𝒢\mathcal G pada ruang topologis XX dan filter topologis FF,

𝒢F:=colimUFΓ(U,𝒢) \mathcal G_F :=\operatorname{colim}_{U\in F}\Gamma(U,\mathcal G)

disebut tangkai praberkas pada filter FF.

Morfisme praberkas

Definisi 3.24: morfisme praberkas

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G praberkas pada ruang topologis XX. Sebuah morfisme praberkas

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

adalah keluarga pemetaan

φU:(U)𝒢(U) \varphi_U:\mathcal F(U)\longrightarrow\mathcal G(U)

untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, sedemikian sehingga untuk setiap inklusi terbuka UVU\subseteq V diagram berikut komutatif:

(V)φV𝒢(V)ρV,UρV,U𝒢(U)φU𝒢(U). \begin{array}{ccc} \mathcal F(V)&\xrightarrow{\varphi_V}&\mathcal G(V)\\ \downarrow\scriptstyle\rho^{\mathcal F}_{V,U}&& \downarrow\scriptstyle\rho^{\mathcal G}_{V,U}\\ \mathcal F(U)&\xrightarrow{\varphi_U}&\mathcal G(U). \end{array}

Catatan edisi - diagram sumber berlawanan arah. Untuk UVU\subseteq V, diagram sumber menempatkan (U)\mathcal F(U) dan 𝒢(U)\mathcal G(U) pada baris atas, (V)\mathcal F(V) dan 𝒢(V)\mathcal G(V) pada baris bawah, lalu memberi panah vertikal ke bawah label ρU,V\rho_{U,V}. Praberkas bersifat kontravarian, sehingga pemetaan restriksinya justru berjalan dari nilai pada VV ke nilai pada UU. Edisi menampilkan diagram bertipe benar di atas, dengan superskrip yang membedakan kedua praberkas; tata letak sumber dipertahankan dalam catatan ini.

Definisi 3.25: isomorfisme praberkas

Sebuah morfisme praberkas φ:𝒢\varphi:\mathcal F\to\mathcal G pada XX disebut isomorfisme jika, untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, pemetaan

φU:(U)𝒢(U) \varphi_U:\mathcal F(U)\longrightarrow\mathcal G(U)

merupakan bijeksi.

Lema 3.26: identitas, komposisi, dan inklusi

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan ,𝒢,\mathcal F,\mathcal G,\mathcal H praberkas pada XX. Pernyataan berikut berlaku.

  1. Identitas \mathcal F\to\mathcal F merupakan morfisme praberkas.
  2. Jika φ:𝒢\varphi:\mathcal F\to\mathcal G dan ψ:𝒢\psi:\mathcal G\to\mathcal H merupakan morfisme praberkas, maka ψφ\psi\circ\varphi juga merupakan morfisme praberkas.
  3. Untuk subpraberkas 𝒢\mathcal F\subseteq\mathcal G, inklusi alaminya merupakan morfisme praberkas.

Catatan edisi - salah ketik sumber. Pada butir ketiga, sumber dan Soal 3.17 mencetak Prägraben, yang jelas merupakan salah ketik untuk Prägarben (praberkas). Edisi memakai bentuk matematis yang benar.

Bukti

Lihat Soal 3.17.

Lema 3.27: morfisme pada tangkai

Sebuah morfisme praberkas

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

pada ruang topologis XX mendefinisikan, untuk setiap titik PXP\in X, sebuah pemetaan antar-tangkai

φP:P𝒢P \varphi_P:\mathcal F_P\longrightarrow\mathcal G_P

yang kompatibel dengan pemetaan restriksi. Artinya, untuk PUP\in U, diagram

(U)φU𝒢(U)ρU,PρU,PPφP𝒢P \begin{array}{ccc} \mathcal F(U)&\xrightarrow{\varphi_U}&\mathcal G(U)\\ \downarrow\scriptstyle\rho_{U,P}&&\downarrow\scriptstyle\rho_{U,P}\\ \mathcal F_P&\xrightarrow{\varphi_P}&\mathcal G_P \end{array}

komutatif.

Bukti

Misalkan sPPs_P\in\mathcal F_P. Berarti terdapat lingkungan terbuka PUXP\in U\subseteq X dan suatu s(U)s\in\mathcal F(U) dengan ρU,P(s)=sP\rho_{U,P}(s)=s_P. Tetapkan

φP(sP):=ρU,P(φU(s)). \varphi_P(s_P):=\rho_{U,P}\bigl(\varphi_U(s)\bigr).

Kita harus menunjukkan bahwa definisi ini bebas dari wakil ss dan dari UU. Misalkan t(V)t\in\mathcal F(V) adalah wakil lain. Karena sP=tPs_P=t_P, terdapat lingkungan terbuka

PWUV P\in W\subseteq U\cap V

sedemikian sehingga s|W=t|Ws|_W=t|_W. Maka

φU(s)|W=φW(s|W)=φW(t|W)=φV(t)|W, \varphi_U(s)|_W =\varphi_W(s|_W) =\varphi_W(t|_W) =\varphi_V(t)|_W,

dan oleh karena itu

ρU,P(φU(s))=ρV,P(φV(t)). \rho_{U,P}\bigl(\varphi_U(s)\bigr) =\rho_{V,P}\bigl(\varphi_V(t)\bigr).

Jadi pemetaan φP\varphi_P terdefinisi dengan baik dan diagram di atas komutatif.

Lembar Kerja 3: Konstruksi Linear, Praberkas, dan Tangkai

Hasil kali Kronecker dari matriks

A=(aij)1im,1jn A=(a_{ij})_{1\le i\le m,\,1\le j\le n}

dan

B=(bk)1kp,1r B=(b_{k\ell})_{1\le k\le p,\,1\le\ell\le r}

adalah matriks

(aijbk)1im,1kp;1jn,1r. (a_{ij}b_{k\ell})_{ 1\le i\le m,\,1\le k\le p;\, 1\le j\le n,\,1\le\ell\le r}.

Soal 3.1

Hitung hasil kali Kronecker kedua matriks

(3452)dan(2763). \begin{pmatrix}3&-4\\5&-2\end{pmatrix} \quad\text{dan}\quad \begin{pmatrix}-2&7\\6&3\end{pmatrix}.

Soal 3.2

Misalkan KK sebuah lapangan, dan misalkan

A=(aij)1im,1jn,B=(bk)1kp,1r A=(a_{ij})_{1\le i\le m,\,1\le j\le n}, \qquad B=(b_{k\ell})_{1\le k\le p,\,1\le\ell\le r}

matriks-matriks dengan pemetaan linear yang bersesuaian

A:KnKm,B:KrKp. A:K^n\longrightarrow K^m, \qquad B:K^r\longrightarrow K^p.

Tunjukkan bahwa hasil kali tensor kedua pemetaan linear tersebut, terhadap basis

(eje)1jn,1r (e_j\otimes e_\ell)_{1\le j\le n,\,1\le\ell\le r}

dari KnKrK^n\otimes K^r dan basis

(eiek)1im,1kp (e_i\otimes e_k)_{1\le i\le m,\,1\le k\le p}

dari KmKpK^m\otimes K^p, dideskripsikan oleh hasil kali Kronecker AA dan BB.

Soal 3.3

Tunjukkan bahwa hasil kali tensor pita Möbius dengan dirinya sendiri merupakan bundel garis trivial.

Soal 3.4

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G praberkas pada ruang topologis XX. Tunjukkan bahwa penetapan

U(U)×𝒢(U), U\longmapsto\mathcal F(U)\times\mathcal G(U),

bersama pemetaan produk alami sebagai pemetaan restriksi, mendefinisikan sebuah praberkas pada XX.

Soal 3.5

Misalkan II sebuah himpunan indeks dan (i)iI(\mathcal F_i)_{i\in I} sebuah keluarga praberkas pada ruang topologis XX. Tunjukkan bahwa penetapan

UiIi(U), U\longmapsto\prod_{i\in I}\mathcal F_i(U),

bersama pemetaan produk alami sebagai pemetaan restriksi, mendefinisikan sebuah praberkas pada XX.

Soal 3.6

Tafsirkan Contoh 3.8 menurut kerangka Contoh 3.12.

Soal 3.7

Misalkan

p:VX p:V\longrightarrow X

sebuah bundel vektor real berank mm pada ruang topologis XX. Tunjukkan bahwa untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X tempat VV trivial, praberkas seksi kontinu yang bersesuaian isomorfik dengan

C0(U,)m. C^0(U,\mathbb R)^m.

Jelaskan pula dalam pengertian apa isomorfisme tersebut dimaksud.

Soal 3.8

Tunjukkan bahwa grup-grup

(,+),(\{0},),(,+),(\{0},),(n,+), (\mathbb R,+),\quad (\mathbb R\setminus\{0\},\cdot),\quad (\mathbb C,+),\quad (\mathbb C\setminus\{0\},\cdot),\quad (\mathbb R^n,+),

lingkaran S1S^1 dengan penjumlahan sudut, serta grup linear umum GLn()\operatorname{GL}_n(\mathbb R) dan GLn()\operatorname{GL}_n(\mathbb C) merupakan grup topologis.

Soal 3.9

Misalkan GG sebuah grup topologis dan HGH\subseteq G sebuah subgrup. Tunjukkan bahwa, pada setiap ruang topologis XX, praberkas C0(,H)C^0(-,H) merupakan subpraberkas dari C0(,G)C^0(-,G).

Sebuah manifold terdiferensial GG yang sekaligus merupakan grup, dengan operasi invers dan operasi grup berupa pemetaan terdiferensial, disebut grup Lie real.

Soal 3.10

Tunjukkan bahwa grup-grup

(,+),(\{0},),(,+),(\{0},),(n,+), (\mathbb R,+),\quad (\mathbb R\setminus\{0\},\cdot),\quad (\mathbb C,+),\quad (\mathbb C\setminus\{0\},\cdot),\quad (\mathbb R^n,+),

lingkaran S1S^1 dengan penjumlahan sudut, serta GLn()\operatorname{GL}_n(\mathbb R) dan GLn()\operatorname{GL}_n(\mathbb C) merupakan grup Lie.

Soal 3.11

Tunjukkan bahwa bundel tangen pada suatu grup Lie trivial.

Petunjuk. Tunjukkan bahwa ruang tangen pada unsur identitas dapat dipindahkan secara alami ke ruang-ruang tangen lainnya.

Soal 3.12

Misalkan II sebuah himpunan indeks terarah dan (Mi)iI(M_i)_{i\in I} sebuah sistem terarah himpunan, dengan pemetaan sistem φij:MiMj\varphi_{ij}:M_i\to M_j. Misalkan NN sebuah himpunan lain, dan untuk setiap iIi\in I diberikan pemetaan

ψi:MiN \psi_i:M_i\longrightarrow N

sedemikian sehingga

ψi=ψjφij \psi_i=\psi_j\circ\varphi_{ij}

untuk semua iji\preccurlyeq j. Buktikan sifat universal kolimit: terdapat tepat satu pemetaan

ψ:colimiIMiN \psi:\operatorname{colim}_{i\in I}M_i\longrightarrow N

sedemikian sehingga

ψi=ψji, \psi_i=\psi\circ j_i,

dengan ji:MicolimiIMij_i:M_i\to\operatorname{colim}_{i\in I}M_i pemetaan alami.

Tunjukkan pula bahwa jika (Mi)(M_i) merupakan sistem terarah grup, NN juga sebuah grup, dan semua ψi\psi_i homomorfisme grup, maka ψ\psi juga merupakan homomorfisme grup.

Soal 3.13

Misalkan II sebuah himpunan indeks terarah dan (Gi)iI(G_i)_{i\in I} sebuah sistem terarah grup komutatif. Tunjukkan bahwa kolimitnya merupakan grup komutatif.

Soal 3.14

Misalkan RR sebuah gelanggang komutatif dan SRS\subseteq R sebuah sistem multiplikatif. Pada SS, perhatikan urutan parsial berikut: nyatakan fgf\preccurlyeq g jika ff membagi suatu pangkat dari gg; identifikasikan dua unsur jika relasi tersebut berlaku dalam kedua arah.

Tunjukkan bahwa gelanggang-gelanggang komutatif

Rf,fS, R_f,\qquad f\in S,

membentuk sebuah sistem terarah, dan bahwa

colimfSRf=RS. \operatorname{colim}_{f\in S}R_f=R_S.

Soal 3.15

Misalkan MM sebuah manifold terdiferensial dan PMP\in M. Tunjukkan bahwa tangkai di PP dari praberkas seksi kontinu bundel tangen TMMTM\to M hanya bergantung pada dimensi manifold di titik PP.

Catatan edisi - objek tangkai diperjelas. Sumber meminta pembuktian tentang “tangkai bundel tangen”. Tangkai melekat pada praberkas, bukan langsung pada bundel. Konteks Kuliah 3 dan Contoh 3.12 menentukan objek yang dimaksud sebagai praberkas seksi kontinu dari bundel tangen. Edisi menyatakan objek tersebut secara eksplisit dan mempertahankan bentuk singkat sumber dalam catatan ini.

Soal 3.16

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G praberkas pada ruang topologis XX, dan misalkan ×𝒢\mathcal F\times\mathcal G praberkas produknya. Tunjukkan bahwa untuk setiap titik PXP\in X berlaku

(×𝒢)P=P×𝒢P. (\mathcal F\times\mathcal G)_P =\mathcal F_P\times\mathcal G_P.

Soal 3.17

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan ,𝒢,\mathcal F,\mathcal G,\mathcal H praberkas pada XX. Tunjukkan pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Identitas \mathcal F\to\mathcal F merupakan morfisme praberkas.
  2. Jika φ:𝒢\varphi:\mathcal F\to\mathcal G dan ψ:𝒢\psi:\mathcal G\to\mathcal H merupakan morfisme praberkas, maka ψφ\psi\circ\varphi juga merupakan morfisme praberkas.
  3. Jika 𝒢\mathcal F\subseteq\mathcal G sebuah subpraberkas, inklusi alaminya merupakan morfisme praberkas.

Catatan edisi - salah ketik sumber. Pada butir ketiga, sumber mencetak Prägraben, yang jelas merupakan salah ketik untuk Prägarben (praberkas). Bentuk yang benar dipakai di atas; cacat yang sama juga dicatat pada Lema 3.26.

Soal 3.18

Misalkan II sebuah himpunan indeks, (i)iI(\mathcal F_i)_{i\in I} sebuah keluarga praberkas pada ruang topologis XX, dan iIi\prod_{i\in I}\mathcal F_i praberkas produknya. Misalkan 𝒢\mathcal G sebuah praberkas lain pada XX. Tunjukkan bahwa sebuah morfisme praberkas

ψ:𝒢iIi \psi:\mathcal G\longrightarrow\prod_{i\in I}\mathcal F_i

sama artinya dengan suatu keluarga morfisme praberkas

ψi:𝒢i,iI. \psi_i:\mathcal G\longrightarrow\mathcal F_i, \qquad i\in I.

Solusi Publik Lembar Kerja 3

Pada batas otoritas yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik di antara 18 soal pada Lembar Kerja 3, yaitu solusi Soal 3.1. Peta soal dan bukti kandidat yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 3.2-3.18. Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.

Solusi sumber untuk Soal 3.1

Hasil kali Kronecker kedua matriks adalah

(3452)(2763)=(3(2763)4(2763)5(2763)2(2763))=(621828189241210354143015126). \begin{aligned} \begin{pmatrix}3&-4\\5&-2\end{pmatrix} \otimes \begin{pmatrix}-2&7\\6&3\end{pmatrix} &= \begin{pmatrix} 3\begin{pmatrix}-2&7\\6&3\end{pmatrix}& -4\begin{pmatrix}-2&7\\6&3\end{pmatrix}\\[6pt] 5\begin{pmatrix}-2&7\\6&3\end{pmatrix}& -2\begin{pmatrix}-2&7\\6&3\end{pmatrix} \end{pmatrix}\\[8pt] &= \begin{pmatrix} -6&21&8&-28\\ 18&9&-24&-12\\ -10&35&4&-14\\ 30&15&-12&-6 \end{pmatrix}. \end{aligned}

Kredit media BGK Unit 3

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 3 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 3.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 4: Berkas dan Morfisme Berkas

Berkas-berkas gandum spelta yang berdiri tegak di sebuah ladang

Berkas gandum spelta. André Karwath aka Aka, CC BY-SA 2.5; lihat kredit media Unit 4.

Berkas

Definisi 4.1: berkas

Misalkan XX sebuah ruang topologis. Sebuah berkas \mathcal F pada XX adalah praberkas \mathcal F pada XX yang memenuhi kedua sifat berikut.

  1. Untuk setiap penutup terbuka

    U=iIUi U=\bigcup_{i\in I}U_i

    dan setiap s,t(U)s,t\in\mathcal F(U) dengan

    ρU,Ui(s)=ρU,Ui(t) \rho_{U,U_i}(s)=\rho_{U,U_i}(t)

    bagi semua iIi\in I, berlaku s=ts=t.

  2. Untuk setiap penutup terbuka

    U=iIUi U=\bigcup_{i\in I}U_i

    dan setiap keluarga si(Ui)s_i\in\mathcal F(U_i) yang kompatibel, yakni

    ρUi,UiUj(si)=ρUj,UiUj(sj) \rho_{U_i,U_i\cap U_j}(s_i) =\rho_{U_j,U_i\cap U_j}(s_j)

    bagi semua i,jIi,j\in I, terdapat suatu s(U)s\in\mathcal F(U) dengan

    si=ρU,Ui(s) s_i=\rho_{U,U_i}(s)

    bagi semua iIi\in I.

Kedua sifat ini disebut syarat-syarat Serre. Syarat pertama menyatakan bahwa kesamaan seksi dapat diperiksa secara lokal pada suatu penutup terbuka. Syarat kedua menyatakan bahwa seksi-seksi lokal yang saling cocok berasal dari sebuah seksi global. Seksi global itu tunggal menurut syarat pertama.

Nilai ()\mathcal F(\varnothing) terdiri atas tepat satu unsur. Secara teori himpunan, hal ini mengikuti dengan menerapkan kedua syarat tersebut pada penutup himpunan kosong yang mempunyai himpunan indeks kosong.

Sebagai wakil dari banyak contoh serupa, kita tunjukkan bahwa praberkas seksi dari suatu pemetaan kontinu merupakan berkas.

Contoh 4.2: berkas seksi kontinu

Kita lanjutkan Contoh 3.12. Misalkan XX dan YY ruang topologis dan

p:YX p:Y\longrightarrow X

sebuah pemetaan kontinu tetap. Praberkas seksi kontinu di YY diberikan oleh

US(U,Y)={s:Up1(U)s seksi kontinu bagi p}. U\longmapsto S(U,Y) =\{s:U\to p^{-1}(U)\mid s\text{ seksi kontinu bagi }p\}.

Praberkas ini merupakan berkas. Syarat Serre pertama berlaku karena dua seksi sama apabila nilainya sama di setiap titik PUP\in U, dan kesamaan tersebut dapat diperiksa secara lokal pada penutup terbuka. Untuk syarat kedua, sebuah keluarga seksi kontinu yang kompatibel

si:UiY|Ui s_i:U_i\longrightarrow Y|_{U_i}

secara langsung mendefinisikan sebuah seksi

s:UY|U s:U\longrightarrow Y|_U

yang sekaligus memperluas semua sis_i. Pemetaan ss kontinu karena kontinuitas dapat diperiksa secara lokal.

Contoh 4.3: berkas pemetaan kontinu bernilai grup

Misalkan GG sebuah grup topologis dan XX sebuah ruang topologis. Penetapan

UC0(U,G) U\longmapsto C^0(U,G)

merupakan berkas, yaitu berkas grup pemetaan kontinu bernilai di GG. Sifat berkas mengikuti dari dua fakta: kesamaan pemetaan kontinu dapat diperiksa titik demi titik, dan pemetaan-pemetaan kontinu pada himpunan terbuka yang berimpit pada setiap irisan dapat dilem menjadi sebuah pemetaan kontinu global.

Lema 4.4: uji lokal kesamaan seksi

Misalkan \mathcal F sebuah berkas pada ruang topologis XX, dan misalkan

s,t(X). s,t\in\mathcal F(X).

Jika

sP=tP s_P=t_P

di tangkai P\mathcal F_P untuk setiap PXP\in X, maka s=ts=t.

Bukti

Menurut hipotesis, untuk setiap PXP\in X terdapat lingkungan terbuka

PUPX P\in U_P\subseteq X

sedemikian sehingga

ρX,UP(s)=ρX,UP(t). \rho_{X,U_P}(s)=\rho_{X,U_P}(t).

Karena

X=PXUP, X=\bigcup_{P\in X}U_P,

syarat berkas pertama memberikan s=ts=t.

Morfisme berkas

Morfisme berkas hanyalah morfisme praberkas antara dua berkas. Meskipun demikian, ada beberapa kekhususan penting yang berkaitan dengan injektivitas, surjektivitas, citra, dan uji isomorfisme lokal.

Catatan edisi - salah ketik pada judul sumber. Sumber mencetak Garbenmorpismen; kata Jerman yang dimaksud ialah Garbenmorphismen. Edisi memakai istilah matematis yang benar, “morfisme berkas”.

Lema 4.5: injektivitas dapat diuji pada tangkai

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

sebuah morfisme berkas. Pernyataan berikut ekuivalen.

  1. Pemetaan

    φU:(U)𝒢(U) \varphi_U:\mathcal F(U)\longrightarrow\mathcal G(U)

    injektif untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X.

  2. Pemetaan tangkai

    φP:P𝒢P \varphi_P:\mathcal F_P\longrightarrow\mathcal G_P

    injektif untuk setiap PXP\in X.

Bukti

Pertama, andaikan semua pemetaan pada seksi di atas himpunan terbuka injektif. Misalkan sP,tPPs_P,t_P\in\mathcal F_P dan

φP(sP)=φP(tP). \varphi_P(s_P)=\varphi_P(t_P).

Kita dapat mewakili keduanya oleh seksi s,t(U)s,t\in\mathcal F(U) pada suatu lingkungan terbuka UU dari PP. Kesamaan di tangkai 𝒢P\mathcal G_P memberikan lingkungan terbuka yang lebih kecil

PUU P\in U'\subseteq U

dengan

φU(s|U)=φU(t|U). \varphi_{U'}(s|_{U'})=\varphi_{U'}(t|_{U'}).

Injektivitas φU\varphi_{U'} memberi s|U=t|Us|_{U'}=t|_{U'}, sehingga sP=tPs_P=t_P.

Sebaliknya, andaikan semua pemetaan tangkai injektif. Misalkan s,t(U)s,t\in\mathcal F(U) dan φU(s)=φU(t)\varphi_U(s)=\varphi_U(t). Untuk setiap PUP\in U kita memperoleh

φP(sP)=φP(tP), \varphi_P(s_P)=\varphi_P(t_P),

maka sP=tPs_P=t_P. Dengan menerapkan Lema 4.4 pada pembatasan berkas ke UU, kita memperoleh s=ts=t.

Lema 4.6: uji isomorfisme pada tangkai

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

sebuah morfisme berkas. Morfisme φ\varphi merupakan isomorfisme berkas jika dan hanya jika, untuk setiap PXP\in X, pemetaan tangkai

φP:P𝒢P \varphi_P:\mathcal F_P\longrightarrow\mathcal G_P

merupakan isomorfisme.

Bukti

Arah maju langsung. Untuk arah sebaliknya, kita harus menunjukkan bahwa

φU:(U)𝒢(U) \varphi_U:\mathcal F(U)\longrightarrow\mathcal G(U)

bijektif untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X. Dengan membatasi kedua berkas, cukup membahas kasus U=XU=X. Injektivitas mengikuti dari Lema 4.5.

Untuk surjektivitas, ambil t𝒢(X)t\in\mathcal G(X). Bagi setiap PXP\in X, terdapat tepat satu sPPs_P\in\mathcal F_P dengan

φP(sP)=tP. \varphi_P(s_P)=t_P.

Pilih wakil rP(UP)r_P\in\mathcal F(U_P) pada suatu lingkungan terbuka UPU_P dari PP. Karena φ(rP)\varphi(r_P) dan tt mempunyai germ yang sama di PP, setelah memperkecil UPU_P bila perlu kita memperoleh

φUP(rP)=t|UP. \varphi_{U_P}(r_P)=t|_{U_P}.

Himpunan-himpunan UPU_P menutupi XX. Pada UPUQU_P\cap U_Q dan untuk setiap ZUPUQZ\in U_P\cap U_Q, kedua germ (rP)Z(r_P)_Z dan (rQ)Z(r_Q)_Z dipetakan oleh isomorfisme φZ\varphi_Z ke tZt_Z. Jadi

(rP)Z=(rQ)Z. (r_P)_Z=(r_Q)_Z.

Menurut Lema 4.4,

rP|UPUQ=rQ|UPUQ. r_P|_{U_P\cap U_Q}=r_Q|_{U_P\cap U_Q}.

Syarat berkas kedua kemudian mengelem semua rPr_P menjadi r(X)r\in\mathcal F(X). Pada setiap UPU_P berlaku φ(r)|UP=t|UP\varphi(r)|_{U_P}=t|_{U_P}, sehingga syarat berkas pertama memberikan φ(r)=t\varphi(r)=t.

Pernyataan ini tidak berlaku untuk praberkas - pertimbangkan, misalnya, berkasisasi suatu praberkas - dan juga tidak berlaku tanpa adanya sebuah morfisme di antara kedua berkas. Dua berkas yang isomorfik pada setiap tangkai belum tentu isomorfik sebagai berkas. Contoh pentingnya ialah berkas bebas lokal: secara lokal berkas semacam ini isomorfik dengan berkas bebas, tetapi secara umum tidak bebas secara global.

Sekilas mungkin mengejutkan bahwa, untuk morfisme berkas, surjektivitas pada seksi di atas himpunan terbuka berbeda dari surjektivitas pada tangkai. Perbedaan ini justru merupakan kekuatan teori berkas: kegagalan surjektivitas global dari morfisme yang surjektif pada setiap tangkai dapat mencerminkan sifat topologis ruang dasarnya.

Definisi 4.7: morfisme berkas surjektif

Sebuah morfisme berkas

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

pada ruang topologis XX disebut surjektif jika, untuk setiap titik PXP\in X, pemetaan tangkai

φP:P𝒢P \varphi_P:\mathcal F_P\longrightarrow\mathcal G_P

surjektif. Sifat ini jauh lebih lemah daripada surjektivitas pemetaan seksi di atas setiap himpunan terbuka.

Contoh 4.8: surjektif pada tangkai, tidak selalu pada seksi

Perhatikan homomorfisme grup kontinu

φ:S1,t(cost,sint), \varphi:\mathbb R\longrightarrow S^1, \qquad t\longmapsto(\cos t,\sin t),

yaitu parametrisasi trigonometrik periodik lingkaran satuan. Pada setiap ruang topologis XX, pemetaan ini menginduksi morfisme berkas

C0(,)C0(,S1), C^0(-,\mathbb R)\longrightarrow C^0(-,S^1),

yang mengirim fungsi kontinu f:Uf:U\to\mathbb R ke komposisi

φf:US1. \varphi\circ f:U\longrightarrow S^1.

Morfisme ini surjektif karena φ\varphi dapat dibalik secara lokal. Namun, pemetaan pada seksi tidak selalu surjektif. Jika X=S1X=S^1, misalnya, identitas pada S1S^1 tidak mempunyai pengangkatan kontinu ke \mathbb R.

Lema 4.9: berkas morfisme

Untuk dua berkas \mathcal F dan 𝒢\mathcal G pada ruang topologis XX, penetapan

UMor(|U,𝒢|U) U\longmapsto \operatorname{Mor}(\mathcal F|_U,\mathcal G|_U)

merupakan sebuah berkas.

Bukti

Restriksi sebuah morfisme berkas

φ:|U𝒢|U \varphi:\mathcal F|_U\longrightarrow\mathcal G|_U

ke setiap himpunan terbuka VUV\subseteq U memberikan morfisme

φ|V:|V𝒢|V. \varphi|_V:\mathcal F|_V\longrightarrow\mathcal G|_V.

Jadi penetapan di atas mula-mula merupakan praberkas.

Misalkan U=iIUiU=\bigcup_{i\in I}U_i. Untuk syarat kesamaan, misalkan φ\varphi dan ψ\psi dua morfisme pada UU yang restriksinya sama pada setiap UiU_i. Bagi setiap himpunan terbuka VUV\subseteq U dan setiap s(V)s\in\mathcal F(V), seksi φV(s)\varphi_V(s) dan ψV(s)\psi_V(s) pada 𝒢(V)\mathcal G(V) sama setelah direstriksi ke setiap VUiV\cap U_i. Syarat berkas pertama untuk 𝒢\mathcal G memberikan φV(s)=ψV(s)\varphi_V(s)=\psi_V(s). Karena ini berlaku untuk semua VV dan ss, kita memperoleh φ=ψ\varphi=\psi.

Untuk syarat pengeleman, misalkan diberikan morfisme

φi:|Ui𝒢|Ui \varphi_i:\mathcal F|_{U_i}\longrightarrow\mathcal G|_{U_i}

yang memenuhi

φi|UiUj=φj|UiUj. \varphi_i|_{U_i\cap U_j}=\varphi_j|_{U_i\cap U_j}.

Untuk setiap himpunan terbuka VUV\subseteq U dan setiap s(V)s\in\mathcal F(V), tetapkan pada VUiV\cap U_i

ti=(φi)VUi(s|VUi). t_i=(\varphi_i)_{V\cap U_i}(s|_{V\cap U_i}).

Keluarga (ti)(t_i) kompatibel pada semua irisan, sehingga terdapat tepat satu t𝒢(V)t\in\mathcal G(V) dengan t|VUi=tit|_{V\cap U_i}=t_i. Tetapkan

φV(s):=t. \varphi_V(s):=t.

Jika WVW\subseteq V, maka φV(s)|W\varphi_V(s)|_W dan φW(s|W)\varphi_W(s|_W) mempunyai restriksi lokal yang sama pada setiap WUiW\cap U_i; ketunggalan pengeleman menunjukkan bahwa keduanya sama. Jadi keluarga φV\varphi_V kompatibel dengan semua pemetaan restriksi dan benar-benar mendefinisikan morfisme berkas

φ:|U𝒢|U. \varphi:\mathcal F|_U\longrightarrow\mathcal G|_U.

Restriksinya pada setiap UiU_i adalah φi\varphi_i, juga menurut ketunggalan pengeleman.

Catatan edisi - pelengkapan pembuktian sumber. Pembuktian sumber melakukan pemeriksaan kesamaan dan konstruksi pengeleman hanya pada seksi di atas UU. Sebuah morfisme berkas harus mempunyai komponen pada setiap himpunan terbuka VUV\subseteq U dan harus komutatif dengan restriksi. Pembuktian di atas menampilkan langkah standar yang hilang, menggunakan penutup (VUi)i(V\cap U_i)_i dan ketunggalan pengeleman. Bentuk ringkas sumber tetap dipertahankan dalam batas otoritas Unit 4.

Korolari 4.10: mengeleman morfisme berkas

Misalkan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

sebuah penutup terbuka ruang topologis XX, dan misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G berkas pada XX. Untuk setiap iIi\in I, misalkan diberikan morfisme berkas

αi:|Ui𝒢|Ui \alpha_i:\mathcal F|_{U_i}\longrightarrow\mathcal G|_{U_i}

dengan

αi|UiUj=αj|UiUj \alpha_i|_{U_i\cap U_j}=\alpha_j|_{U_i\cap U_j}

bagi semua i,ji,j. Maka terdapat tepat satu morfisme berkas

α:𝒢 \alpha:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

yang memenuhi α|Ui=αi\alpha|_{U_i}=\alpha_i untuk setiap ii.

Bukti

Pernyataan ini langsung mengikuti Lema 4.9.

Korolari 4.11: uji kesamaan pada tangkai

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G berkas pada ruang topologis XX, dan misalkan

α,β:𝒢 \alpha,\beta:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

morfisme berkas. Maka

α=β \alpha=\beta

jika dan hanya jika

αP=βP \alpha_P=\beta_P

untuk setiap PXP\in X.

Catatan edisi - indeks sumber tidak konsisten. Sumber menulis αp=βP\alpha_p=\beta_P setelah mengkuantifikasi titik PP. Edisi memakai indeks yang konsisten, αP=βP\alpha_P=\beta_P.

Bukti

Pernyataan ini langsung mengikuti Lema 4.9 dan Lema 4.4.

Lembar Kerja 4: Berkas dan Morfisme Berkas

Soal 4.1

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G berkas pada ruang topologis XX. Tunjukkan bahwa penetapan

U(U)×𝒢(U), U\longmapsto\mathcal F(U)\times\mathcal G(U),

bersama pemetaan produk alami sebagai pemetaan restriksi, mendefinisikan sebuah berkas pada XX.

Soal 4.2

Misalkan 𝒢\mathcal G sebuah berkas pada ruang tak terhubung XX yang mempunyai dekomposisi

X=UV X=U\mathbin{\uplus}V

menjadi dua himpunan terbuka tak kosong yang saling lepas. Tunjukkan bahwa

𝒢(X)=𝒢(U)×𝒢(V). \mathcal G(X)=\mathcal G(U)\times\mathcal G(V).

Soal 4.3

Misalkan XX sebuah ruang topologis dengan dekomposisi

X=YZ X=Y\mathbin{\uplus}Z

menjadi dua subhimpunan terbuka tak kosong yang saling lepas. Misalkan 𝒢\mathcal G sebuah berkas pada YY dan \mathcal H sebuah berkas pada ZZ. Tunjukkan bahwa, untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, penetapan

(U)=𝒢(UY)×(UZ) \mathcal F(U) =\mathcal G(U\cap Y)\times\mathcal H(U\cap Z)

mendefinisikan sebuah berkas \mathcal F pada XX.

Soal 4.4

Misalkan XX sebuah ruang Hausdorff dengan sekurang-kurangnya dua titik dan misalkan MM sebuah himpunan dengan sekurang-kurangnya dua unsur. Tunjukkan bahwa praberkas konstan yang bernilai MM bukan sebuah berkas.

Catatan edisi - hipotesis sumber tidak cukup kuat. Sumber hanya mengasumsikan MM\ne\varnothing. Kesimpulannya salah jika MM berunsur tunggal, sebab praberkas konstan bernilai satu unsur memenuhi kedua syarat berkas. Edisi menyatakan hipotesis yang dimaksud, yaitu bahwa MM mempunyai sekurang-kurangnya dua unsur.

Soal 4.5

Tunjukkan bahwa pembatasan sebuah berkas ke suatu subhimpunan terbuka

UX U\subseteq X

merupakan sebuah berkas.

Soal 4.6

Tunjukkan bahwa tangkai di 00\in\mathbb C dari berkas fungsi holomorfik isomorfik dengan gelanggang deret pangkat konvergen dalam satu variabel.

Soal 4.7

Misalkan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

sebuah morfisme berkas pada ruang topologis XX. Andaikan

φU:(U)𝒢(U) \varphi_U:\mathcal F(U)\longrightarrow\mathcal G(U)

surjektif untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X. Tunjukkan bahwa setiap pemetaan tangkai

φP:P𝒢P \varphi_P:\mathcal F_P\longrightarrow\mathcal G_P

juga surjektif.

Soal 4.8

Misalkan 𝒢\mathcal G sebuah berkas grup komutatif pada ruang topologis XX. Tunjukkan bahwa

𝒢()=0, \mathcal G(\varnothing)=0,

yakni bahwa nilai berkas pada himpunan kosong adalah grup trivial.

Soal 4.9

Misalkan XX sebuah ruang topologis, PXP\in X sebuah titik, dan GG sebuah grup komutatif. Pertimbangkan penetapan

U𝒢(U):={G,jika PU,0,jika PU, U\longmapsto \mathcal G(U):= \begin{cases} G,&\text{jika }P\in U,\\ 0,&\text{jika }P\notin U, \end{cases}

dengan pemetaan restriksi yang wajar untuk setiap inklusi himpunan terbuka VUV\subseteq U.

  1. Tunjukkan bahwa 𝒢\mathcal G merupakan sebuah berkas grup komutatif.
  2. Tentukan tangkai 𝒢P\mathcal G_P.
  3. Sekarang andaikan PP sebuah titik tertutup. Tentukan tangkai 𝒢Q\mathcal G_Q untuk setiap titik QPQ\ne P.

Catatan edisi - dua salah ketik sumber. Perintah terakhir pada sumber berbunyi Besitmme die Halm. Bentuk yang dimaksud ialah Bestimme die Halme, yaitu menentukan tangkai-tangkai pada semua titik QPQ\ne P.

Berkas yang dikonstruksi dalam soal di atas disebut berkas pencakar langit dengan nilai GG di titik PP.

Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 4

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan solusi publik untuk satu pun dari sembilan soal pada Lembar Kerja 4. Kueri kandidat solusi dan peta soal yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 4.1-4.9.

Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini. Bagian ini hanya mendokumentasikan cakupan sumber agar ketiadaan solusi tidak disalahartikan sebagai kehilangan isi selama penerjemahan.

Kredit media BGK Unit 4

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 4. Satu posisi media substantif mempertahankan identitas Commons dan lisensi komponennya. Dua PDF resmi adalah saksi authority, bukan posisi media pembaca tambahan.

  1. Berkas gandum spelta - File:Triticum spelta - shock (aka).jpg; pencipta/atribusi: André Karwath aka Aka; lisensi/status hak: CC BY-SA 2.5.

Kuliah 5: Berkasisasi, Homomorfisme, dan Berkas Hasil Bagi

Berkasisasi

Sebuah praberkas dapat secara kanonik dikaitkan dengan sebuah berkas. Konstruksi ini disebut berkasisasi.

Definisi 5.1: berkasisasi

Misalkan \mathcal F sebuah praberkas pada ruang topologis XX. Praberkas yang diberikan oleh

̃(U):={(sP)PUPUP|untuk setiap PU terdapat himpunan terbuka Vdengan PVU dan t(V)sedemikian sehingga sQ=tQ di Q bagi setiap QV}, \widetilde{\mathcal F}(U) := \left\{ (s_P)_{P\in U}\in\prod_{P\in U}\mathcal F_P \ \middle|\ \begin{array}{l} \text{untuk setiap }P\in U\text{ terdapat himpunan terbuka }V\\ \text{dengan }P\in V\subseteq U\text{ dan }t\in\mathcal F(V)\\ \text{sedemikian sehingga }s_Q=t_Q\text{ di }\mathcal F_Q \text{ bagi setiap }Q\in V \end{array} \right\},

bersama pemetaan restriksi alami, disebut berkasisasi dari \mathcal F.

Syarat dalam definisi ini, yakni bahwa seksi-seksi lokal mendefinisikan germ yang sama di setiap tangkai, juga disebut syarat kompatibilitas.

Catatan edisi - sifat terbuka lingkungan lokal. Rumus sumber hanya menulis PVUP\in V\subseteq U tanpa menyebutkan bahwa VV terbuka. Karena (V)\mathcal F(V) dan konstruksi lokal ini menggunakan objek praberkas, VV harus berupa lingkungan terbuka. Edisi menyatakan syarat tersebut secara eksplisit.

Lema 5.2: sifat-sifat berkasisasi

Misalkan \mathcal F sebuah praberkas pada ruang topologis XX, dan misalkan ̃\widetilde{\mathcal F} berkasisasinya. Sifat-sifat berikut berlaku.

  1. Terdapat morfisme praberkas alami

    η:̃, \eta:\mathcal F\longrightarrow\widetilde{\mathcal F},

    yang pada setiap himpunan terbuka UU diberikan oleh

    ηU:(U)̃(U),s(sP)PU. \begin{aligned} \eta_U:\mathcal F(U)&\longrightarrow\widetilde{\mathcal F}(U),\\ s&\longmapsto(s_P)_{P\in U}. \end{aligned}

  2. Untuk setiap PXP\in X, terdapat isomorfisme alami

    ̃PP. \widetilde{\mathcal F}_P\cong\mathcal F_P.

  3. Berkasisasi ̃\widetilde{\mathcal F} merupakan sebuah berkas.

  4. Jika \mathcal F sudah merupakan sebuah berkas, maka morfisme alami

    ̃ \mathcal F\longrightarrow\widetilde{\mathcal F}

    merupakan isomorfisme.

  5. Untuk setiap morfisme praberkas

    ψ:𝒢 \psi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

    ke sebuah berkas 𝒢\mathcal G, terdapat tepat satu faktorisasi

    ψ̃:̃𝒢. \widetilde\psi: \widetilde{\mathcal F}\longrightarrow\mathcal G.

Bukti

  1. Sebuah unsur s(U)s\in\mathcal F(U) mendefinisikan tupel

    (sP)PU, (s_P)_{P\in U},

    yang langsung memenuhi syarat kompatibilitas. Jadi terdapat pemetaan yang terdefinisi dengan baik

    ηU:(U)̃(U). \eta_U:\mathcal F(U)\longrightarrow\widetilde{\mathcal F}(U).

    Jika VUV\subseteq U, terdapat diagram komutatif

    (U)ηUPUPρU,V(V)ηVPVP. \begin{array}{ccc} \mathcal F(U) &\xrightarrow{\ \eta_U\ }& \displaystyle\prod_{P\in U}\mathcal F_P\\[2mm] {\scriptstyle\rho_{U,V}}\downarrow && \downarrow\\[2mm] \mathcal F(V) &\xrightarrow{\ \eta_V\ }& \displaystyle\prod_{P\in V}\mathcal F_P. \end{array}

    Komutativitasnya mengikuti dari fakta bahwa germ suatu seksi pada tangkai di sebuah titik hanya bergantung pada lingkungan-lingkungan terbuka titik tersebut.

  2. Menurut bagian (1) dan Lema 3.27, terdapat pemetaan alami

    P̃P. \mathcal F_P\longrightarrow\widetilde{\mathcal F}_P.

    Untuk membuktikan surjektivitasnya, ambil s̃Ps\in\widetilde{\mathcal F}_P, yang diwakili oleh suatu

    s̃(U). s'\in\widetilde{\mathcal F}(U).

    Pada suatu lingkungan terbuka VUV\subseteq U dari PP, seksi tersebut diwakili oleh sebuah unsur

    s(V). s''\in\mathcal F(V).

    Germ sPPs''_P\in\mathcal F_P langsung merupakan praimaj dari ss.

    Untuk membuktikan injektivitasnya, misalkan s,tPs,t\in\mathcal F_P mempunyai citra yang sama dalam ̃P\widetilde{\mathcal F}_P. Kita dapat menganggap ss dan tt diwakili oleh seksi-seksi pada himpunan terbuka yang sama, katakanlah UU. Kesamaan di tangkai berkasisasi berarti bahwa terdapat lingkungan terbuka PVUP\in V\subseteq U dengan

    (sQ)QV=(tQ)QV. (s_Q)_{Q\in V}=(t_Q)_{Q\in V}.

    Khususnya, germ kedua seksi di PP sama, sehingga s=ts=t dalam P\mathcal F_P.

  3. Misalkan

    U=iIUi U=\bigcup_{i\in I}U_i

    sebuah penutup terbuka, dan misalkan

    s,tΓ(U,̃) s,t\in\Gamma(U,\widetilde{\mathcal F})

    memenuhi

    s|Ui=t|Ui s|_{U_i}=t|_{U_i}

    bagi setiap ii. Setiap titik PUP\in U terletak di suatu UiU_i, sehingga

    sP=tP s_P=t_P

    bagi setiap PUP\in U. Jadi kedua tupel di dalam produk tangkai sama, dan karenanya s=ts=t dalam berkasisasi.

    Sekarang misalkan diberikan seksi-seksi

    sĩ(Ui) s_i\in\widetilde{\mathcal F}(U_i)

    dengan

    si|UiUj=sj|UiUj. s_i|_{U_i\cap U_j}=s_j|_{U_i\cap U_j}.

    Untuk setiap PUP\in U, salah satu sis_i dengan PUiP\in U_i menentukan sebuah germ sPs_P. Germ ini tunggal karena syarat kompatibilitas pada irisan. Tupel

    (sP)PU (s_P)_{P\in U}

    langsung memenuhi syarat kompatibilitas dalam definisi berkasisasi. Dengan demikian, ̃\widetilde{\mathcal F} memenuhi kedua syarat berkas.

  4. Menurut bagian (1), terdapat morfisme praberkas

    ̃. \mathcal F\longrightarrow\widetilde{\mathcal F}.

    Menurut bagian (2), morfisme ini bijektif pada setiap tangkai. Sisi kiri merupakan berkas menurut hipotesis, dan sisi kanan merupakan berkas menurut bagian (3). Lema 4.6 menunjukkan bahwa morfisme tersebut merupakan isomorfisme.

  5. Lihat Soal 5.2. \square

Catatan edisi - salah artikel pada sumber. Pada butir (4), sumber mencetak die natürliche Morphismus. Bentuk Jerman yang benar ialah der natürliche Morphismus. Terjemahan memakai bentuk matematis yang dimaksud, yaitu “morfisme alami”. (Salah ketik judul Garbenmorpismen pada sumber juga dipertahankan sebagai bagian dari catatan otoritas Unit 4; istilah yang dipakai di sini tetap “morfisme berkas”.)

Homomorfisme berkas grup

Definisi 5.3: homomorfisme berkas grup komutatif

Misalkan XX sebuah ruang topologis, dan misalkan \mathcal F serta 𝒢\mathcal G berkas grup komutatif pada XX. Sebuah morfisme berkas

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

disebut homomorfisme berkas grup komutatif jika, untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, pemetaan

φU:(U)𝒢(U) \varphi_U:\mathcal F(U)\longrightarrow\mathcal G(U)

merupakan homomorfisme grup.

Contoh 5.4: homomorfisme yang diinduksi oleh grup topologis

Sebuah homomorfisme grup kontinu

φ:FG \varphi:F\longrightarrow G

di antara grup-grup topologis FF dan GG menentukan, pada setiap ruang topologis XX, sebuah homomorfisme berkas grup. Pada setiap himpunan terbuka UU, homomorfisme itu diberikan oleh

C0(U,F)C0(U,G),fφf. \begin{aligned} C^0(U,F)&\longrightarrow C^0(U,G),\\ f&\longmapsto\varphi\circ f. \end{aligned}

Catatan lingkup. Definisi 5.3 dirumuskan untuk berkas grup komutatif, sedangkan contoh sumber ini memakai grup topologis umum. Konstruksi komposisi di atas memang tidak memerlukan komutativitas; karena itu edisi menyebutnya homomorfisme berkas grup pada tingkat umum.

Definisi 5.5: berkas kernel

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Subberkas dari \mathcal F yang didefinisikan oleh

(kerφ)(U):=kerφU (\ker\varphi)(U):=\ker\varphi_U

disebut berkas kernel dari φ\varphi.

Lebih tepatnya, berkas tersebut merupakan subberkas grup komutatif: bagi setiap himpunan terbuka UU, nilainya adalah sebuah subgrup dari (U)\mathcal F(U); lihat Soal 5.6.

Definisi 5.6: berkas citra

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Berkasisasi dari praberkas yang diberikan oleh

(imφ)(U):=imφU (\operatorname{im}\varphi)(U):=\operatorname{im}\varphi_U

disebut berkas citra dari φ\varphi.

Menurut Lema 5.2(5), berkas citra secara alami merupakan subberkas 𝒢\mathcal G, dan lebih tepatnya subberkas grup komutatif. Berkas ini ditulis imφ\operatorname{im}\varphi.

Contoh 5.7: homomorfisme bundel vektor trivial

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

φ:X×nX×m \varphi:X\times\mathbb R^n\longrightarrow X\times\mathbb R^m

sebuah homomorfisme di antara bundel-bundel vektor trivial. Homomorfisme ini dideskripsikan oleh sebuah pemetaan kontinu

M:XMatm×n(C0(X,)), M:X\longrightarrow \operatorname{Mat}_{m\times n}\bigl(C^0(X,\mathbb R)\bigr),

yakni setiap titik secara kontinu dipasangkan dengan sebuah matriks yang pada titik tersebut mendeskripsikan pemetaan linear nm\mathbb R^n\to\mathbb R^m. Hal ini langsung dapat dipandang sebagai homomorfisme berkas grup pada XX:

C0(,)nC0(,)m,(f1fn)M(f1fn). \begin{aligned} C^0(-,\mathbb R)^n&\longrightarrow C^0(-,\mathbb R)^m,\\ \begin{pmatrix} f_1\\ \vdots\\ f_n \end{pmatrix} &\longmapsto M \begin{pmatrix} f_1\\ \vdots\\ f_n \end{pmatrix}. \end{aligned}

Dalam Contoh 1.2, untuk X=3X=\mathbb R^3, terdapat pemetaan

φ:3×33×,(r,s,t;u,v,w)(r,s,t;ru+sv+tw), \begin{aligned} \varphi:\mathbb R^3\times\mathbb R^3 &\longrightarrow\mathbb R^3\times\mathbb R,\\ (r,s,t;u,v,w)&\longmapsto(r,s,t;ru+sv+tw), \end{aligned}

atau, secara ekuivalen,

M:3Mat1×3(K),(r,s,t)(r,s,t). \begin{aligned} M:\mathbb R^3&\longrightarrow \operatorname{Mat}_{1\times3}(K),\\ (r,s,t)&\longmapsto(r,s,t). \end{aligned}

Catatan edisi - dua ketidakcocokan jenis pada notasi matriks sumber. Sumber menulis M:XMatm×n(C0(X,))M:X\to\operatorname{Mat}_{m\times n}(C^0(X,\mathbb R)), sedangkan uraian sesudahnya memperlakukan MM sebagai fungsi matriks bernilai titik. Bentuk berjenis yang lazim ialah M:XMatm×n()M:X\to\operatorname{Mat}_{m\times n}(\mathbb R), atau secara ekuivalen MMatm×n(C0(X,))M\in\operatorname{Mat}_{m\times n}(C^0(X,\mathbb R)). Pada contoh real konkret, sumber juga menulis Mat1×3(K)\operatorname{Mat}_{1\times3}(K) meskipun KK tidak didefinisikan dan konteksnya menggunakan \mathbb R. Kedua rumus sumber dipertahankan di atas agar penyimpangan tersebut tetap terlihat.

Berkas kernel di atas UU adalah

(kerφ)(U)={(f1fn)C0(U,)n|M(f1fn)=0}C0(U,)n. \begin{aligned} (\ker\varphi)(U) &= \left\{ \begin{pmatrix} f_1\\ \vdots\\ f_n \end{pmatrix} \in C^0(U,\mathbb R)^n \ \middle|\ M \begin{pmatrix} f_1\\ \vdots\\ f_n \end{pmatrix} =0 \right\}\\ &\subseteq C^0(U,\mathbb R)^n. \end{aligned}

Berkas hasil bagi

Definisi 5.8: berkas hasil bagi

Misalkan 𝒢\mathcal G sebuah berkas grup komutatif dan

𝒢 \mathcal F\subseteq\mathcal G

sebuah subberkas grup. Berkasisasi dari praberkas

U𝒢(U)/(U) U\longmapsto\mathcal G(U)/\mathcal F(U)

disebut berkas hasil bagi dari 𝒢\mathcal G oleh \mathcal F.

Berkas hasil bagi ditulis 𝒢/\mathcal G/\mathcal F. Karena konstruksinya memakai berkasisasi, secara umum tidak harus berlaku

(𝒢/)(U)=𝒢(U)/(U). (\mathcal G/\mathcal F)(U) = \mathcal G(U)/\mathcal F(U).

Namun, untuk setiap titik PXP\in X, berlaku

(𝒢/)P=𝒢P/P; (\mathcal G/\mathcal F)_P = \mathcal G_P/\mathcal F_P;

lihat Soal 5.11.

Lema 5.9: deskripsi eksplisit berkas hasil bagi

Misalkan 𝒢\mathcal G sebuah berkas grup komutatif dan

𝒢 \mathcal F\subseteq\mathcal G

sebuah subberkas grup, dengan berkas hasil bagi 𝒢/\mathcal G/\mathcal F. Pernyataan berikut berlaku.

  1. Setiap unsur

    sΓ(X,𝒢/) s\in\Gamma(X,\mathcal G/\mathcal F)

    diwakili oleh suatu keluarga

    (Ui,gi)iI, (U_i,g_i)_{i\in I},

    dengan

    X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

    sebuah penutup terbuka dan

    giΓ(Ui,𝒢), g_i\in\Gamma(U_i,\mathcal G),

    sedemikian sehingga

    gi|UiUjgj|UiUjΓ(UiUj,). g_i|_{U_i\cap U_j}-g_j|_{U_i\cap U_j} \in\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal F).

    Setiap keluarga semacam itu menentukan sebuah unsur Γ(X,𝒢/)\Gamma(X,\mathcal G/\mathcal F).

  2. Dua keluarga

    (Ui,gi)iIdan(Ui,hi)iI (U_i,g_i)_{i\in I} \qquad\text{dan}\qquad (U_i,h_i)_{i\in I}

    pada penutup terbuka yang sama menentukan unsur yang sama dalam

    Γ(X,𝒢/) \Gamma(X,\mathcal G/\mathcal F)

    tepat ketika

    gihiΓ(Ui,) g_i-h_i\in\Gamma(U_i,\mathcal F)

    bagi setiap ii.

  3. Dua keluarga

    (Ui,gi)iIdan(Vj,hj)jJ (U_i,g_i)_{i\in I} \qquad\text{dan}\qquad (V_j,h_j)_{j\in J}

    menentukan unsur yang sama tepat ketika, pada suatu - dan karenanya pada setiap - penghalusan bersama kedua penutup, selisih seksi-seksinya termasuk dalam \mathcal F.

Bukti

  1. Homomorfisme berkas kanonik

    𝒢𝒢/ \mathcal G\longrightarrow\mathcal G/\mathcal F

    bersifat surjektif. Oleh karena itu, setiap seksi

    sΓ(X,𝒢/) s\in\Gamma(X,\mathcal G/\mathcal F)

    mempunyai praimaj secara lokal. Dengan demikian, terdapat penutup terbuka

    X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

    dan unsur-unsur

    giΓ(Ui,𝒢) g_i\in\Gamma(U_i,\mathcal G)

    yang dipetakan ke s|Uis|_{U_i}. Maka

    gi|UiUjgj|UiUjΓ(UiUj,𝒢) g_i|_{U_i\cap U_j}-g_j|_{U_i\cap U_j} \in\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal G)

    dipetakan ke nol, sehingga selisih ini termasuk dalam kernel, yakni \mathcal F.

    Sebaliknya, sebuah keluarga yang memenuhi syarat tersebut menentukan kelas-kelas

    [gi]Γ(Ui,𝒢/). [g_i]\in\Gamma(U_i,\mathcal G/\mathcal F).

    Pada setiap irisan berlaku

    [gi]|UiUj[gj]|UiUj=[gi|UiUjgj|UiUj]=0. \begin{aligned} [g_i]|_{U_i\cap U_j}-[g_j]|_{U_i\cap U_j} &= [g_i|_{U_i\cap U_j}-g_j|_{U_i\cap U_j}]\\ &=0. \end{aligned}

    Jadi kelas-kelas tersebut kompatibel dan menentukan sebuah seksi global berkas hasil bagi.

  2. Dengan mengganti kedua keluarga oleh keluarga selisihnya, cukup dibahas kasus hi=0h_i=0. Kita harus menunjukkan bahwa (Ui,gi)(U_i,g_i) menentukan unsur nol dalam berkas hasil bagi tepat ketika setiap

    giΓ(Ui,). g_i\in\Gamma(U_i,\mathcal F).

    Jika keluarga tersebut menentukan unsur nol, citranya pada setiap tangkai juga nol. Jadi, untuk setiap PUiP\in U_i, germnya memenuhi

    (gi)PP. (g_i)_P\in\mathcal F_P.

    Keanggotaan pada sebuah subberkas dapat diuji pada tangkai, sehingga

    giΓ(Ui,). g_i\in\Gamma(U_i,\mathcal F).

    Arah sebaliknya langsung.

  3. Kesamaan seksi sebuah berkas dapat diuji secara lokal pada sebarang penutup terbuka. Pernyataan mengikuti dari bagian (2) serta fakta bahwa keanggotaan pada sebuah subberkas juga dapat diuji secara lokal. \square

Catatan edisi - seksi dan germ pada pembuktian sumber. Pada butir (2), sumber menulis giPg_i\in\mathcal F_P, padahal gig_i adalah seksi di UiU_i, sedangkan P\mathcal F_P adalah tangkai. Pernyataan berjenis yang dipakai di atas ialah (gi)PP(g_i)_P\in\mathcal F_P.

Lembar Kerja 5: Berkasisasi dan Berkas Hasil Bagi

Soal 5.1

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan \mathcal F sebuah praberkas pada XX. Tunjukkan bahwa penetapan

UPUP, U\longmapsto\prod_{P\in U}\mathcal F_P,

yakni himpunan produk semua tangkai di titik-titik UU, bersama proyeksi alami sebagai pemetaan restriksi, mendefinisikan sebuah praberkas. Tunjukkan pula bahwa terdapat morfisme praberkas alami dari \mathcal F ke praberkas tersebut.

Soal 5.2

Misalkan \mathcal F sebuah praberkas pada ruang topologis XX, dan misalkan ̃\widetilde{\mathcal F} berkasisasinya. Tunjukkan bahwa, untuk setiap morfisme praberkas

ψ:𝒢 \psi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

ke sebuah berkas 𝒢\mathcal G, terdapat tepat satu faktorisasi

ψ̃:̃𝒢. \widetilde\psi: \widetilde{\mathcal F}\longrightarrow\mathcal G.

Berkasisasi sebuah praberkas konstan disebut berkas konstan lokal, dan kadang-kadang juga disebut cukup sebagai berkas konstan.

Soal 5.3

Misalkan \mathcal F praberkas konstan bernilai suatu himpunan MM pada ruang topologis XX. Tunjukkan bahwa tangkai berkasisasi \mathcal F di setiap titik

PX P\in X

sama dengan MM.

Soal 5.4

Misalkan GG sebuah grup topologis diskret dan XX sebuah ruang topologis. Misalkan 𝒢\mathcal G praberkas konstan bernilai GG pada XX. Tunjukkan bahwa berkasisasi 𝒢\mathcal G sama dengan

C0(,G). C^0(-,G).

Soal 5.5*

Misalkan XX sebuah ruang topologis, 𝒢\mathcal G sebuah berkas pada XX, dan

𝒢 \mathcal F\subseteq\mathcal G

sebuah subberkas. Misalkan

tΓ(X,𝒢) t\in\Gamma(X,\mathcal G)

memenuhi

tPP t_P\in\mathcal F_P

untuk setiap

PX. P\in X.

Tunjukkan bahwa

tΓ(X,). t\in\Gamma(X,\mathcal F).

Soal 5.6

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Tunjukkan bahwa penetapan

(kerφ)(U):=kerφU (\ker\varphi)(U):=\ker\varphi_U

mendefinisikan sebuah berkas grup pada XX.

Soal 5.7

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Tunjukkan bahwa φ\varphi injektif tepat ketika

kerφ \ker\varphi

merupakan berkas nol.

Soal 5.8

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Tunjukkan bahwa φ\varphi surjektif tepat ketika

imφ=𝒢. \operatorname{im}\varphi=\mathcal G.

Soal 5.9

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Tunjukkan bahwa, untuk setiap

PX, P\in X,

berlaku

(imφ)P=im(φP). (\operatorname{im}\varphi)_P = \operatorname{im}(\varphi_P).

Soal 5.10

Misalkan 𝒢\mathcal G sebuah berkas grup komutatif dan

𝒢 \mathcal F\subseteq\mathcal G

sebuah subberkas grup. Tunjukkan bahwa terdapat homomorfisme berkas grup komutatif yang kanonik dan surjektif

𝒢𝒢/. \mathcal G\longrightarrow\mathcal G/\mathcal F.

Soal 5.11

Misalkan 𝒢\mathcal G sebuah berkas grup komutatif dan

𝒢 \mathcal F\subseteq\mathcal G

sebuah subberkas grup, dan misalkan 𝒢/\mathcal G/\mathcal F berkas hasil baginya. Tunjukkan bahwa

(𝒢/)P=𝒢P/P (\mathcal G/\mathcal F)_P = \mathcal G_P/\mathcal F_P

untuk setiap titik

PX. P\in X.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 5

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik di antara sebelas soal pada Lembar Kerja 5, yaitu solusi Soal 5.5. Peta soal dan bukti kandidat yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 5.1-5.4 dan 5.6-5.11. Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.

Solusi sumber untuk Soal 5.5

Keanggotaan pada tangkai

tPP t_P\in\mathcal F_P

berarti bahwa terdapat lingkungan terbuka

PUP P\in U_P

dan sebuah seksi

sP(UP)𝒢(UP) s_P\in\mathcal F(U_P)\subseteq\mathcal G(U_P)

yang germnya di PP sama dengan tPt_P. Dengan demikian, terdapat lingkungan terbuka yang lebih kecil

PVPUP P\in V_P\subseteq U_P

sedemikian sehingga restriksi tt dan sPs_P, dipandang sebagai seksi-seksi 𝒢\mathcal G, berimpit pada VPV_P.

Jadi terdapat penutup terbuka

X=iIVi X=\bigcup_{i\in I}V_i

sedemikian sehingga

t|Vi(Vi)𝒢(Vi). t|_{V_i}\in\mathcal F(V_i)\subseteq\mathcal G(V_i).

Seksi-seksi ini kompatibel, baik sebagai seksi 𝒢\mathcal G maupun sebagai seksi \mathcal F. Oleh karena itu, terdapat sebuah seksi

s(X) s\in\mathcal F(X)

yang restriksinya pada setiap ViV_i adalah t|Vit|_{V_i}. Karena sebuah keluarga kompatibel dalam suatu berkas mempunyai tepat satu realisasi global, berlaku

s=t s=t

di 𝒢(X)\mathcal G(X). Dengan demikian,

t(X). t\in\mathcal F(X).

Catatan edisi - seksi dan germ. Sumber menyatakan bahwa seksi lokal “membatasi ke” germ tPt_P. Secara tepat, germ sPs_{P} dari seksi lokal sPs_P di titik PP sama dengan tPt_P; terjemahan memakai hubungan berjenis ini tanpa mengubah argumen.

Kembali ke Soal 5.5.

Kredit media BGK Unit 5

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 5 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 5.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 6: Eksak, Evaluasi Global, serta Tarik dan Dorong Berkas

Eksak

Definisi 6.1: kompleks berkas

Misalkan XX sebuah ruang topologis, n\mathcal F_n berkas grup komutatif pada XX, dan

φn:n1n \varphi_n:\mathcal F_{n-1}\longrightarrow\mathcal F_n

homomorfisme-homomorfisme berkas. Kita mengatakan bahwa terbentuk sebuah kompleks berkas apabila

imφnkerφn+1 \operatorname{im}\varphi_n\subseteq\ker\varphi_{n+1}

berlaku.

Definisi 6.2: eksak

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan \mathcal F_\bullet sebuah kompleks berkas grup komutatif pada XX. Kompleks tersebut disebut eksak apabila

imφn=kerφn+1 \operatorname{im}\varphi_n=\ker\varphi_{n+1}

untuk semua nn\in\mathbb Z.

Lema 6.3: karakterisasi eksak pada tangkai

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

𝒢 \mathcal F\longrightarrow\mathcal G\longrightarrow\mathcal H

sebuah kompleks berkas grup komutatif pada XX. Kompleks ini eksak tepat ketika, untuk setiap titik PXP\in X, kompleks tangkainya

P𝒢PP \mathcal F_P\longrightarrow\mathcal G_P\longrightarrow\mathcal H_P

eksak.

Bukti

Kita beri nama situasi tersebut

α𝒢β. \mathcal F\xrightarrow{\alpha}\mathcal G\xrightarrow{\beta}\mathcal H.

Menurut Korolari 4.11, ini merupakan kompleks berkas tepat ketika semua pemetaan pada tangkai merupakan kompleks. Anggap kompleksnya eksak, jadi

imα=kerβ. \operatorname{im}\alpha=\ker\beta.

Pilih PXP\in X dan ambil s𝒢Ps\in\mathcal G_P dengan βP(s)=0\beta_P(s)=0. Ada lingkungan terbuka UU dari PP tempat ss diwakili oleh sebuah seksi ss, dan ada lingkungan terbuka yang lebih kecil

PVU P\in V\subseteq U

sedemikian sehingga

βV(s|V)=0. \beta_V(s|_V)=0.

Unsur s𝒢(V)s\in\mathcal G(V) (restriksi ini tetap kita sebut ss) berada di kernel βV\beta_V, dan karena itu berada di citra berkas dari α\alpha. Jadi ada lingkungan terbuka

PWV P\in W\subseteq V

sedemikian sehingga ss berada di citra pemetaan

αW:(W)𝒢(W). \alpha_W:\mathcal F(W)\longrightarrow\mathcal G(W).

Maka germ ss berada di citra αP\alpha_P. Ini membuktikan bahwa kompleks tangkai eksak. Arah sebaliknya diperoleh dengan menerapkan kesamaan citra dan kernel pada setiap tangkai (dan fakta bahwa kesamaan seksi berkas dapat diuji secara lokal).

Definisi 6.4: barisan eksak pendek

Sebuah kompleks eksak

0𝒢0 0\longrightarrow\mathcal F\longrightarrow\mathcal G\longrightarrow \mathcal H\longrightarrow0

berkas grup komutatif pada ruang topologis XX disebut barisan eksak pendek.

Dengan demikian, pemetaan pertama khususnya injektif dan pemetaan terakhir surjektif sebagai pemetaan berkas (yakni surjektif secara lokal pada setiap titik).

Lema 6.5: barisan berkas dari barisan grup topologis

Misalkan

0FGH0 0\longrightarrow F\longrightarrow G\longrightarrow H\longrightarrow0

sebuah barisan eksak pendek grup topologis komutatif (dengan homomorfisme grup kontinu). Anggap FF memakai topologi terinduksi dari GG, dan surjeksi

p:GH p:G\longrightarrow H

memiliki sifat berikut: untuk setiap hHh\in H terdapat lingkungan terbuka

hWH h\in W\subseteq H

dan seksi kontinu terhadap pp di atas WW. Maka, untuk setiap ruang topologis XX, barisan berkas pemetaan kontinu yang bersesuaian

0C0(,F)C0(,G)C0(,H)0 0\longrightarrow C^0(-,F)\longrightarrow C^0(-,G)\longrightarrow C^0(-,H)\longrightarrow0

juga eksak.

Bukti

Jelas bahwa ini merupakan kompleks berkas grup komutatif pada XX. Injektivitas di kiri juga jelas. Untuk eksak di tengah, misalkan UXU\subseteq X terbuka dan φ:UG\varphi:U\to G kontinu dengan pφp\circ\varphi pemetaan nol. Citra φ\varphi berada di FF; karena FF memakai topologi terinduksi dari GG, fungsi φ:UF\varphi:U\to F juga kontinu.

Untuk surjektivitas berkas di kanan, ambil titik PXP\in X dan pemetaan kontinu ψ:VH\psi:V\to H yang didefinisikan pada lingkungan terbuka VV dari PP. Tuliskan ψ(P)=h\psi(P)=h. Menurut hipotesis ada lingkungan terbuka

hWH h\in W\subseteq H

dan seksi s:WGs:W\to G dengan

ps=IdW. p\circ s=\operatorname{Id}_W.

Ambil

U:=Vψ1(W). U:=V\cap\psi^{-1}(W).

Maka sψs\circ\psi, dibatasi ke UU, merupakan seksi kontinu bernilai di GG yang dipetakan oleh pp ke ψ\psi.

Contoh 6.6: barisan eksponensial

Pertimbangkan barisan eksak pendek

02πiexp×0 0\longrightarrow2\pi\mathrm i\,\mathbb Z\longrightarrow\mathbb C \xrightarrow{\operatorname{exp}}\mathbb C^{\times} \longrightarrow0

dari grup-grup topologis. Eksak di tengah mengikuti Satz 21.5 (Analysis (Osnabrück 2021–2023), bagian (2)); sifat homomorfismenya mengikuti persamaan fungsional fungsi eksponensial. Menurut Satz 21.6 (Analysis (Osnabrück 2021–2023)), fungsi eksponensial kompleks surjektif ke \{0}\mathbb C\setminus\{0\} dan merupakan sebuah pemetaan ruang penutup (lihat Contoh 21.3, Funktionentheorie (Osnabrück 2023–2024)). Karena logaritma tersedia secara lokal, hipotesis Lema 6.5 terpenuhi. Jadi, untuk setiap ruang topologis XX, diperoleh barisan eksak pendek berkas

0C0(,)C0(,)C0(,×)0. 0\longrightarrow C^0(-,\mathbb Z)\longrightarrow C^0(-,\mathbb C) \longrightarrow C^0(-,\mathbb C^{\times})\longrightarrow0.

Barisan ini disebut barisan eksponensial kontinu kompleks. Di kiri terdapat berkas konstan lokal dengan nilai di \mathbb Z; di tengah, berkas fungsi kontinu bernilai kompleks; dan di kanan, berkas fungsi kontinu bernilai kompleks yang tidak memiliki titik nol. Jika X=×X=\mathbb C^{\times}, evaluasi global pemetaan terakhir tidak surjektif karena fungsi identitas tidak berada di dalam citranya.

Catatan edisi - tahun pada rujukan sumber. Walaupun kursus ini berjudul 2019–2020, dua permukaan sumber berbeda: PDF terminal mencetak rujukan Analysis (Osnabrück 2014–2016), sedangkan saksi TeX semantik saat ini menyebut Analysis 2021–2023 dan Funktionentheorie 2023–2024. Semua tahun dipertahankan sebagai identitas sumber masing-masing, tanpa menyimpulkan adanya penyelarasan edisi.

Evaluasi global

Lema 6.7: evaluasi global mempertahankan kompleks

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

d𝒢d \mathcal F\xrightarrow{d}\mathcal G\xrightarrow{d'}\mathcal H

sebuah kompleks homomorfisme berkas grup komutatif pada XX. Maka

Γ(X,)Γ(X,𝒢)Γ(X,) \Gamma(X,\mathcal F)\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal G) \longrightarrow\Gamma(X,\mathcal H)

juga merupakan sebuah kompleks.

Bukti

Hipotesisnya berarti tepat bahwa ddd'\circ d merupakan pemetaan nol. Karena itu, evaluasi globalnya juga merupakan pemetaan nol.

Lema 6.8: evaluasi global eksak-kiri

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan

0d𝒢d 0\longrightarrow\mathcal F\xrightarrow{d}\mathcal G \xrightarrow{d'}\mathcal H

sebuah kompleks eksak homomorfisme berkas grup komutatif pada XX. Maka

0Γ(X,)Γ(X,𝒢)Γ(X,) 0\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal F)\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal G) \longrightarrow\Gamma(X,\mathcal H)

juga eksak.

Bukti

Menurut Lema 6.7, barisan seksi global tersebut merupakan kompleks. Eksak berarti bahwa, pada setiap titik PXP\in X,

0P𝒢PP 0\longrightarrow\mathcal F_P\longrightarrow\mathcal G_P \longrightarrow\mathcal H_P

eksak pada tangkai.

Ambil sΓ(X,)s\in\Gamma(X,\mathcal F) dengan d(s)=0d(s)=0 di Γ(X,𝒢)\Gamma(X,\mathcal G). Maka d(s)P=0d(s)_P=0 pada setiap titik. Oleh karena itu sP=0s_P=0 untuk setiap PP, dan Lema 4.4 memberi s=0s=0. Pemetaan di kiri injektif.

Selanjutnya, ambil tΓ(X,𝒢)t\in\Gamma(X,\mathcal G) dengan d(t)=0d'(t)=0 di Γ(X,)\Gamma(X,\mathcal H). Eksak pada tangkai berarti bahwa untuk setiap PP, germ tPt_P berada di P\mathcal F_P. Dengan Soal 5.5, ini menyiratkan bahwa tt sendiri merupakan seksi di \mathcal F.

Jadi evaluasi global pada berkas grup abelian merupakan sebuah funktor eksak-kiri kovarian aditif.

Tarik dan dorong

Sampai sekarang kita hanya membahas berkas dan hubungan di antaranya pada sebuah ruang topologis tetap. Sekarang kita mempertimbangkan ruang-ruang topologis yang dihubungkan oleh sebuah pemetaan kontinu.

Definisi 6.9: praberkas dorong maju

Untuk pemetaan kontinu

φ:XY \varphi:X\longrightarrow Y

dan praberkas \mathcal F pada XX, praberkas pada YY yang pada setiap himpunan terbuka UYU\subseteq Y diberikan oleh

(φ*)(U):=(φ1(U)) (\varphi_*\mathcal F)(U):=\mathcal F\bigl(\varphi^{-1}(U)\bigr)

disebut praberkas dorong maju dari \mathcal F melalui φ\varphi.

Jika VWV\subseteq W terbuka, maka

φ1(V)φ1(W), \varphi^{-1}(V)\subseteq\varphi^{-1}(W),

sehingga tersedia pemetaan restriksi alami dan memang diperoleh sebuah praberkas.

Lema 6.10: dorong maju berkas adalah berkas

Untuk pemetaan kontinu φ:XY\varphi:X\to Y dan berkas \mathcal F pada XX, praberkas dorong maju φ*\varphi_*\mathcal F merupakan sebuah berkas.

Bukti

Misalkan

V=iIVi V=\bigcup_{i\in I}V_i

sebuah penutup terbuka dari himpunan terbuka VYV\subseteq Y. Maka φ1(Vi)\varphi^{-1}(V_i), untuk iIi\in I, merupakan penutup terbuka dari φ1(V)\varphi^{-1}(V). Jika s,t(φ*)(V)s,t\in(\varphi_*\mathcal F)(V) memenuhi

s|ViVj=t|ViVj, s|_{V_i\cap V_j}=t|_{V_i\cap V_j},

maka, setelah dibaca di XX,

s|φ1(Vi)φ1(Vj)=t|φ1(Vi)φ1(Vj). s|_{\varphi^{-1}(V_i)\cap\varphi^{-1}(V_j)} =t|_{\varphi^{-1}(V_i)\cap\varphi^{-1}(V_j)}.

Sifat berkas pertama untuk \mathcal F memberi s=ts=t di (φ1(V))\mathcal F(\varphi^{-1}(V)), dan karenanya di (φ*)(V)(\varphi_*\mathcal F)(V).

Sebaliknya, ambil seksi-seksi si(φ1(Vi))s_i\in\mathcal F(\varphi^{-1}(V_i)) yang kompatibel pada semua irisan. Dengan menerjemahkannya kembali ke XX, sifat pengeleman berkas \mathcal F menghasilkan sebuah seksi di

(φ1(V))=(φ*)(V). \mathcal F(\varphi^{-1}(V))=(\varphi_*\mathcal F)(V).

Catatan edisi - jenis seksi pada bukti Lema 6.10. Sumber menulis si(Vi)s_i\in\mathcal F(V_i), walaupun \mathcal F adalah praberkas pada XX dan ViYV_i\subseteq Y. Bentuk yang berjenis adalah si(φ1(Vi))s_i\in\mathcal F(\varphi^{-1}(V_i)); bentuk ini dipakai di atas dan penyimpangan sumber dicatat, bukan disamarkan.

Lema 6.11: tangkai praberkas dorong maju

Untuk pemetaan kontinu φ:XY\varphi:X\to Y, titik QYQ\in Y, dan praberkas \mathcal F pada XX, tangkai praberkas dorong maju φ*\varphi_*\mathcal F di QQ adalah

colimVY,V terbukaQV(φ1(V))=colimUX lingkungan terbuka VQ:φ1(V)U(U). \operatorname*{colim}_{\substack{V\subseteq Y,\;V\text{ terbuka}\\Q\in V}} \mathcal F(\varphi^{-1}(V)) = \operatorname*{colim}_{\substack{U\subseteq X\\ \exists\text{ lingkungan terbuka }V\ni Q:\,\varphi^{-1}(V)\subseteq U}} \mathcal F(U).

Catatan edisi - indeks lingkungan pada sumber. Notasi sumber menulis “ada lingkungan terbuka QVQ\in V” di dalam indeks kolimit kedua; ini dibaca sebagai “ada lingkungan terbuka VQV\ni Q”. Terjemahan menampilkan bentuk yang eksplisit dan bertipe.

Lihat Soal 6.5. Jadi tangkai praberkas dorong maju adalah tangkai praberkas asal pada suatu filter (yakni filter praimaj dari filter lingkungan 𝒰(Q)\mathcal U(Q)), tetapi secara umum bukan tangkai pada satu titik.

Definisi 6.12: praberkas tarik balik

Untuk pemetaan kontinu φ:XY\varphi:X\to Y dan praberkas 𝒢\mathcal G pada YY, praberkas pada XX yang pada himpunan terbuka UXU\subseteq X diberikan oleh

UcolimVYUφ1(V)𝒢(V) U\longmapsto \operatorname*{colim}_{\substack{V\subseteq Y\\U\subseteq\varphi^{-1}(V)}} \mathcal G(V)

disebut praberkas tarik balik dari 𝒢\mathcal G melalui φ\varphi.

Definisi 6.13: berkas tarik balik

Untuk pemetaan kontinu φ:XY\varphi:X\to Y dan berkas 𝒢\mathcal G pada YY, berkas tarik balik adalah berkasisasi dari praberkas tarik balik tersebut. Berkas ini ditulis

φ1𝒢. \varphi^{-1}\mathcal G.

Lema 6.14: tangkai berkas tarik balik

Untuk pemetaan kontinu φ:XY\varphi:X\to Y dan berkas 𝒢\mathcal G pada YY, tangkai berkas tarik balik di titik PXP\in X sama dengan tangkai 𝒢\mathcal G di φ(P)\varphi(P).

Lihat Soal 6.6.

Lembar Kerja 6: Ruang Penutup, Eksak, serta Tarik dan Dorong Berkas

Definisi: ruang penutup

Misalkan XX dan YY ruang topologis. Sebuah pemetaan kontinu

p:YX p:Y\longrightarrow X

disebut pemetaan ruang penutup apabila terdapat penutup terbuka

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

dan keluarga ruang topologis diskret FiF_i, untuk iIi\in I, sedemikian sehingga p1(Ui)p^{-1}(U_i) homeomorfik dengan Ui×FiU_i\times F_i (dengan topologi produk), dan homeomorfisme-homeomorfisme tersebut kompatibel dengan pemetaan ke UiU_i.

Soal 6.1

Tunjukkan bahwa pemetaan

S1,t(cost,sint) \begin{aligned} \mathbb R&\longrightarrow S^1,\\ t&\longmapsto(\cos t,\sin t) \end{aligned}

merupakan pemetaan ruang penutup.

Soal 6.2

Tunjukkan bahwa pemetaan

×=\{0},zexpz \begin{aligned} \mathbb C&\longrightarrow\mathbb C^{\times}=\mathbb C\setminus\{0\},\\ z&\longmapsto\exp z \end{aligned}

merupakan pemetaan ruang penutup.

Soal 6.3

Buktikan bahwa, untuk setiap pemetaan ruang penutup

p:YX, p:Y\longrightarrow X,

dan setiap titik xXx\in X, terdapat lingkungan terbuka

xUX x\in U\subseteq X

serta seksi kontinu

s:Up1(U) s:U\longrightarrow p^{-1}(U)

dengan ps=IdUp\circ s=\operatorname{Id}_U.

Soal 6.4

Misalkan FF dan HH grup topologis komutatif, dan misalkan

G=F×H G=F\times H

adalah grup produk mereka dengan topologi produk. Misalkan

0FGH0 0\longrightarrow F\longrightarrow G\longrightarrow H\longrightarrow0

barisan eksak pendek yang bersesuaian. Tunjukkan bahwa, untuk setiap ruang topologis XX, terdapat barisan eksak pendek berkas

0C0(,F)C0(,G)C0(,H)0 0\longrightarrow C^0(-,F)\longrightarrow C^0(-,G)\longrightarrow C^0(-,H)\longrightarrow0

yang evaluasi globalnya pada bagian paling kanan selalu surjektif.

Soal 6.5

Misalkan φ:XY\varphi:X\to Y sebuah pemetaan kontinu, QYQ\in Y sebuah titik, dan \mathcal F sebuah praberkas pada XX. Tunjukkan bahwa tangkai praberkas dorong maju φ*\varphi_*\mathcal F di QQ sama dengan

colimQV(φ1(V))=colimUXada V terbuka dengan QV dan φ1(V)U(U). \operatorname*{colim}_{Q\in V}\mathcal F(\varphi^{-1}(V)) = \operatorname*{colim}_{\substack{U\subseteq X\mid \text{ada }V\text{ terbuka dengan }Q\in V\text{ dan }\varphi^{-1}(V)\subseteq U}} \mathcal F(U).

Catatan edisi - indeks kolimit pada sumber. Sumber menulis syarat lingkungan dengan bentuk ringkas “ada QVQ\in V”; yang dimaksud ialah ada himpunan terbuka VQV\ni Q. Bentuk eksplisit tersebut dipakai di atas.

Soal 6.6

Misalkan φ:XY\varphi:X\to Y sebuah pemetaan kontinu dan 𝒢\mathcal G sebuah berkas pada YY. Tunjukkan bahwa tangkai berkas tarik balik di titik PXP\in X sama dengan tangkai 𝒢\mathcal G di φ(P)\varphi(P).

Catatan edisi - tata bahasa sumber. Sumber mencetak frasa Jerman einer stetige Abbildung (artikel dan adjektiva tidak selaras). Terjemahan memakai bentuk Indonesia yang bertipe tanpa mengubah isi matematis.

Soal 6.7

Misalkan XX sebuah himpunan dengan dua topologi τ1\tau_1 dan τ2\tau_2, sedemikian sehingga identitas

φ:X1=(X,τ1)X2=(X,τ2) \varphi:X_1=(X,\tau_1)\longrightarrow X_2=(X,\tau_2)

kontinu; jadi topologi pertama lebih halus daripada topologi kedua. Misalkan 1\mathcal F_1 sebuah berkas pada X1X_1 dan 2\mathcal F_2 sebuah berkas pada X2X_2. Tentukan φ*1\varphi_*\mathcal F_1 dan φ12\varphi^{-1}\mathcal F_2. Bagaimana bentuknya jika τ1\tau_1 adalah topologi diskret dan τ2\tau_2 adalah topologi indiscret?

Soal 6.8

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan φ:X{P}\varphi:X\to\{P\} pemetaan konstan. Jika \mathcal F sebuah berkas pada XX, tentukan φ*\varphi_*\mathcal F.

Soal 6.9

Misalkan XX sebuah ruang topologis, PXP\in X, dan

i:{P}X i:\{P\}\longrightarrow X

inklusi terkait. Misalkan \mathcal F sebuah berkas grup komutatif pada {P}\{P\}. Deskripsikan berkas i*i_*\mathcal F pada himpunan- himpunan terbuka di XX. Bagaimana bentuk tangkai-tangkai i*i_*\mathcal F apabila PP merupakan titik tertutup?

Bandingkan juga Soal 4.9.

Soal 6.10

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan φ:X{P}\varphi:X\to\{P\} pemetaan konstan. Jika 𝒢\mathcal G sebuah berkas pada {P}\{P\}, tentukan φ1𝒢\varphi^{-1}\mathcal G.

Soal 6.11

Misalkan φ:XY\varphi:X\to Y sebuah pemetaan kontinu di antara ruang topologis XX dan YY, dan misalkan \mathcal F sebuah berkas pada XX. Buktikan bahwa terdapat morfisme berkas alami pada XX,

φ1(φ*). \varphi^{-1}(\varphi_*\mathcal F)\longrightarrow\mathcal F.

Soal 6.12

Misalkan φ:XY\varphi:X\to Y sebuah pemetaan kontinu di antara ruang topologis XX dan YY, dan misalkan 𝒢\mathcal G sebuah berkas pada YY. Buktikan bahwa terdapat morfisme berkas alami pada YY,

𝒢φ*(φ1𝒢). \mathcal G\longrightarrow\varphi_*\bigl(\varphi^{-1}\mathcal G\bigr).

Soal 6.13

Misalkan φ:XY\varphi:X\to Y sebuah pemetaan kontinu di antara ruang topologis XX dan YY. Misalkan \mathcal F sebuah berkas pada XX dan 𝒢\mathcal G sebuah berkas pada YY. Buktikan bahwa terdapat bijeksi alami antara morfisme-morfisme berkas pada XX

ψ:φ1𝒢 \psi:\varphi^{-1}\mathcal G\longrightarrow\mathcal F

dan morfisme-morfisme berkas pada YY

θ:𝒢φ*. \theta:\mathcal G\longrightarrow\varphi_*\mathcal F.

Soal 6.14

Misalkan L1,L2,ML_1,L_2,M himpunan, serta p1:L1Mp_1:L_1\to M dan p2:L2Mp_2:L_2\to M pemetaan. Definisikan

L1×ML2:={(x1,x2)p1(x1)=p2(x2)}L1×L2. L_1\times_M L_2 :=\{(x_1,x_2)\mid p_1(x_1)=p_2(x_2)\} \subseteq L_1\times L_2.

  1. Tunjukkan bahwa terdapat diagram komutatif

L1×ML2L1L2M \begin{matrix} L_1\times_M L_2&\longrightarrow&L_1\\ \downarrow&&\downarrow\\ L_2&\longrightarrow&M \end{matrix}

  1. Misalkan TT sebuah himpunan lain dan ψ1:TL1\psi_1:T\to L_1 serta ψ2:TL2\psi_2:T\to L_2 pemetaan dengan

    p1ψ1=p2ψ2. p_1\circ\psi_1=p_2\circ\psi_2.

    Tunjukkan bahwa terdapat tepat satu pemetaan ψ:TL1×ML2\psi:T\to L_1\times_M L_2 yang proyeksinya ke L1L_1 dan L2L_2 masing-masing sama dengan ψ1\psi_1 dan ψ2\psi_2.

Soal 6.15

Misalkan L1,L2,ML_1,L_2,M ruang topologis dan p1:L1Mp_1:L_1\to M serta p2:L2Mp_2:L_2\to M pemetaan kontinu. Definisikan

L1×ML2:={(x1,x2)p1(x1)=p2(x2)}L1×L2 L_1\times_M L_2 :=\{(x_1,x_2)\mid p_1(x_1)=p_2(x_2)\} \subseteq L_1\times L_2

dengan topologi terinduksi.

  1. Tunjukkan bahwa terdapat diagram komutatif dengan pemetaan-pemetaan kontinu,

    L1×ML2L1L2M \begin{matrix} L_1\times_M L_2&\longrightarrow&L_1\\ \downarrow&&\downarrow\\ L_2&\longrightarrow&M \end{matrix}

  2. Misalkan TT sebuah ruang topologis lain dan ψ1:TL1\psi_1:T\to L_1 serta ψ2:TL2\psi_2:T\to L_2 pemetaan kontinu dengan

    p1ψ1=p2ψ2. p_1\circ\psi_1=p_2\circ\psi_2.

    Tunjukkan bahwa terdapat tepat satu pemetaan kontinu ψ:TL1×ML2\psi:T\to L_1\times_M L_2 yang proyeksinya ke L1L_1 dan L2L_2 masing-masing sama dengan ψ1\psi_1 dan ψ2\psi_2.

Catatan edisi - tata bahasa sumber. Sumber mencetak frasa Jerman eine weiterer topologischer Raum (artikel dan adjektiva tidak selaras). Terjemahan memakai bentuk Indonesia “ruang topologis lain” tanpa mengubah isi matematis.

Catatan edisi - notasi produk serat pada sumber. Pada beberapa tampilan sumber, syarat kesamaan ditulis dengan simbol φ1,φ2\varphi_1,\varphi_2 walaupun pemetaan yang baru saja didefinisikan bernama p1,p2p_1,p_2. Terjemahan memakai p1,p2p_1,p_2 secara konsisten dan mempertahankan objek matematis yang dimaksud.

Soal 6.16

Misalkan XX dan YY ruang topologis, φ:YX\varphi:Y\to X pemetaan kontinu, dan p:VXp:V\to X sebuah bundel vektor di atas XX. Buktikan bahwa

Y×XV Y\times_XV

(lihat Soal 6.15) merupakan bundel vektor di atas YY.

Soal 6.17

Misalkan XX sebuah ruang topologis dan p:VXp:V\to X, q:WXq:W\to X bundel-bundel vektor di atas XX. Buktikan bahwa

V×XW V\times_XW

(lihat Soal 6.15) merupakan bundel vektor di atas XX yang sama dengan jumlah langsung bundel-bundel vektor di atas XX.

Soal 6.18

Misalkan X,Y,ZX,Y,Z ruang topologis, serta φ:YX\varphi:Y\to X dan p:ZXp:Z\to X pemetaan kontinu. Misalkan

pY:Y×XZY p_Y:Y\times_XZ\longrightarrow Y

proyeksi alami. Tunjukkan bahwa seksi kontinu

s:YY×XZ s:Y\longrightarrow Y\times_XZ

sama dengan pemetaan kontinu t:YZt:Y\to Z yang memenuhi

pt=φ. p\circ t=\varphi.

Soal 6.19

Misalkan X,Y,ZX,Y,Z ruang topologis, serta φ:YX\varphi:Y\to X dan p:ZXp:Z\to X pemetaan kontinu. Misalkan pY:Y×XZYp_Y:Y\times_XZ\to Y proyeksi alami. Misalkan 𝒢\mathcal G berkas seksi kontinu yang bersesuaian dengan pp di atas XX. Tunjukkan bahwa tarik balik φ*𝒢\varphi^*\mathcal G sama dengan berkas seksi yang bersesuaian dengan pYp_Y.

Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 6

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan solusi publik untuk satu pun dari sembilan belas soal pada Lembar Kerja 6. Bukti kueri kandidat solusi dan peta soal yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 6.1 sampai 6.19; seluruh sembilan belas halaman solusi berstatus missing.

Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini. Berkas ini hanya mendokumentasikan cakupan sumber agar ketiadaan solusi tidak disalahartikan sebagai kehilangan isi selama penerjemahan. Untuk latihan, gunakan pernyataan lengkap pada Lembar Kerja 6 dan rujuk kuliah terkait.

Kredit media BGK Unit 6

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 6 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 6.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 7: Ruang Berdering dan Ruang Berdering Lokal

Ruang berdering

Definisi 7.1: ruang berdering

Ruang topologis yang dilengkapi dengan sebuah berkas gelanggang komutatif disebut ruang berdering.

Sebuah ruang berdering sering ditulis dalam bentuk

(X,𝒪X), (X,\mathcal O_X),

dengan XX ruang dasarnya dan 𝒪X\mathcal O_X berkas gelanggang komutatifnya. Berkas ini disebut berkas struktur ruang berdering. Evaluasi

Γ(U,𝒪X)=𝒪X(U) \Gamma(U,\mathcal O_X)=\mathcal O_X(U)

juga disebut gelanggang seksi untuk himpunan terbuka UXU\subseteq X, dan notasi

Γ(U,𝒪X) \Gamma(U,\mathcal O_X)

disebut gelanggang seksi global (pada UU). Setelah Contoh 3.9 dan Contoh 3.10, kita mempunyai contoh-contoh standar berikut.

Contoh 7.2: fungsi kontinu bernilai real

Misalkan XX sebuah ruang topologis. Untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, tetapkan

𝒞(U)=C0(U,)={f:Uf kontinu}. \mathcal C(U)=C^0(U,\mathbb R) =\{f:U\longrightarrow\mathbb R\mid f\text{ kontinu}\}.

Ini adalah gelanggang komutatif, dan penetapan U𝒞(U)U\mapsto\mathcal C(U), bersama pemetaan restriksi alami, merupakan sebuah berkas. Dengan demikian XX menjadi ruang berdering.

Contoh 7.3: fungsi terdiferensialkan

Pada manifold terdiferensialkan MM, setiap himpunan terbuka UMU\subseteq M memiliki gelanggang komutatif

C1(U,)={f:Uf terdiferensialkan kontinu}. C^1(U,\mathbb R)=\{f:U\longrightarrow\mathbb R\mid f\text{ terdiferensialkan kontinu}\}.

Penetapan ini merupakan sebuah berkas, sehingga MM menjadi ruang berdering.

Contoh 7.4: fungsi holomorfik

Pada manifold kompleks MM, untuk setiap himpunan terbuka UMU\subseteq M kita memiliki gelanggang komutatif

C1(U,)={f:Uf holomorfik}. C^1(U,\mathbb C)=\{f:U\longrightarrow\mathbb C\mid f\text{ holomorfik}\}.

Penetapan tersebut merupakan sebuah berkas dan menjadikan MM ruang berdering.

Contoh 7.5: ruang satu titik

Misalkan RR sebuah gelanggang komutatif dan X={P}X=\{P\} ruang topologis yang hanya memiliki satu titik. Dengan menetapkan

Γ(X,𝒪X):=R,Γ(,𝒪X):=0, \Gamma(X,\mathcal O_X):=R,\qquad \Gamma(\varnothing,\mathcal O_X):=0,

XX menjadi ruang berdering.

Definisi 7.6: tangkai ruang berdering

Untuk suatu titik PXP\in X dalam ruang berdering (X,𝒪X)\bigl(X,\mathcal O_X\bigr), tangkai berkas struktur di titik PP disebut tangkai di PP. Tangkai tersebut ditulis

𝒪X,Patau, secara singkat,𝒪P. \mathcal O_{X,P}\quad\text{atau, secara singkat,}\quad\mathcal O_P.

Morfisme ruang berdering

Untuk pemetaan kontinu φ:XY\varphi:X\to Y di antara ruang topologis, setiap himpunan terbuka VYV\subseteq Y memberikan homomorfisme gelanggang

C0(V,)C0(φ1(V),),ffφ. \begin{aligned} C^0(V,\mathbb R)&\longrightarrow C^0(\varphi^{-1}(V),\mathbb R),\\ f&\longmapsto f\circ\varphi. \end{aligned}

Fungsi kontinu yang ditarik balik ini juga ditulis φ*f\varphi^*f. Notasi yang sama akan dipakai dalam definisi abstrak berikut.

Definisi 7.7: morfisme ruang berdering

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) dan (Y,𝒪Y)(Y,\mathcal O_Y) ruang berdering. Sebuah morfisme ruang berdering adalah pemetaan kontinu

φ:XY \varphi:X\longrightarrow Y

bersama keluarga homomorfisme gelanggang

φV*:Γ(V,𝒪Y)Γ(φ1(V),𝒪X) \varphi_V^*:\Gamma(V,\mathcal O_Y) \longrightarrow\Gamma(\varphi^{-1}(V),\mathcal O_X)

untuk setiap himpunan terbuka VYV\subseteq Y, yang kompatibel dengan pemetaan-pemetaan restriksi.

Kompatibilitas berarti bahwa untuk himpunan terbuka WVYW\subseteq V\subseteq Y, diagram

Γ(V,𝒪Y)φV*Γ(φ1(V),𝒪X)Γ(W,𝒪Y)φW*Γ(φ1(W),𝒪X) \begin{array}{ccc} \Gamma(V,\mathcal O_Y)&\xrightarrow{\ \varphi_V^*\ }& \Gamma(\varphi^{-1}(V),\mathcal O_X)\\ \downarrow&&\downarrow\\ \Gamma(W,\mathcal O_Y)&\xrightarrow{\ \varphi_W^*\ }& \Gamma(\varphi^{-1}(W),\mathcal O_X) \end{array}

komutatif. Morfisme φ:XY\varphi:X\to Y ruang berdering menginduksi, untuk setiap titik PXP\in X, sebuah homomorfisme gelanggang pada tangkai

𝒪Y,φ(P)𝒪X,P. \mathcal O_{Y,\varphi(P)}\longrightarrow\mathcal O_{X,P}.

Secara eksplisit, jika f𝒪Y,φ(P)f\in\mathcal O_{Y,\varphi(P)} direpresentasikan oleh fΓ(V,𝒪Y)f\in\Gamma(V,\mathcal O_Y) pada suatu lingkungan terbuka φ(P)V\varphi(P)\in V, maka citranya adalah germ dari

φ*(f)Γ(φ1(V),𝒪X). \varphi^*(f)\in\Gamma(\varphi^{-1}(V),\mathcal O_X).

Definisi 7.8: isomorfisme ruang berdering

Morfisme ruang berdering

φ:(X,𝒪X)(Y,𝒪Y) \varphi:(X,\mathcal O_X)\longrightarrow(Y,\mathcal O_Y)

disebut isomorfisme apabila terdapat morfisme ruang berdering

ψ:(Y,𝒪Y)(X,𝒪X) \psi:(Y,\mathcal O_Y)\longrightarrow(X,\mathcal O_X)

sedemikian sehingga

ψφ=IdX,φψ=IdY, \psi\circ\varphi=\operatorname{Id}_X,\qquad \varphi\circ\psi=\operatorname{Id}_Y,

dengan kedua identitas dipahami sebagai identitas ruang berdering.

Data pengeleman untuk ruang berdering

Konstruksi berikut memperluas Lema 2.6.

Definisi 7.9: data pengeleman

Yang dimaksud dengan data pengeleman untuk ruang berdering adalah data berikut.

  1. Sebuah keluarga ruang berdering

    (Ui,𝒪Ui),iI. (U_i,\mathcal O_{U_i}),\qquad i\in I.

  2. Untuk setiap pasangan (i,j)(i,j), sebuah himpunan terbuka UijUiU_{ij}\subseteq U_i, dengan Uii=UiU_{ii}=U_i.

  3. Untuk setiap pasangan (i,j)(i,j), sebuah isomorfisme ruang berdering

    φji:(Uij,𝒪Uij)(Uji,𝒪Uji), \varphi_{ji}:(U_{ij},\mathcal O_{U_{ij}}) \longrightarrow(U_{ji},\mathcal O_{U_{ji}}),

    dengan φii=Id(Ui,𝒪Ui)\varphi_{ii}=\operatorname{Id}_{(U_i,\mathcal O_{U_i})}.

Untuk indeks i,j,kIi,j,k\in I, dipenuhi syarat kokikel

φkjφji=φki \varphi_{kj}\circ\varphi_{ji}=\varphi_{ki}

sebagai homomorfisme dari UikUijU_{ik}\cap U_{ij} ke UkU_k.

Lema 7.10: keberadaan hasil pengeleman

Misalkan diberikan data pengeleman (Ui,𝒪Ui)iI\bigl(U_i,\mathcal O_{U_i}\bigr)_{i\in I} untuk ruang berdering. Maka ada sebuah ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X), sebuah penutup terbuka

X=iIVi, X=\bigcup_{i\in I}V_i,

dan isomorfisme-isomorfisme ruang berdering

ψi:UiVi \psi_i:U_i\longrightarrow V_i

sedemikian sehingga

ψi(Uij)=ViVj \psi_i(U_{ij})=V_i\cap V_j

dan

ψi|Uij=ψj|Ujiφji \psi_i|_{U_{ij}}=\psi_j|_{U_{ji}}\circ\varphi_{ji}

berlaku.

Bukti

Keberadaan ruang dasar XX diperoleh dari Lema 2.6. Untuk himpunan terbuka WXW\subseteq X, terdapat penutup

W=iI(WVi). W=\bigcup_{i\in I}(W\cap V_i).

Kita tetapkan gelanggang seksi dengan

Γ(W,𝒪X):={(si)iIsiΓ(ψi1(WVi),𝒪Ui),φji(si|ψi1(W)Uij)=sj|ψj1(W)Uji}. \begin{aligned} \Gamma(W,\mathcal O_X):=\bigl\{(s_i)_{i\in I}\mid {} & s_i\in\Gamma\bigl(\psi_i^{-1}(W\cap V_i),\mathcal O_{U_i}\bigr),\\ &\varphi_{ji}\!\left(s_i\big|_{\psi_i^{-1}(W)\cap U_{ij}}\right) =s_j\big|_{\psi_j^{-1}(W)\cap U_{ji}}\bigr\}. \end{aligned}

Ini adalah berkas gelanggang komutatif pada XX yang pada ViV_i, melalui ψi\psi_i, berimpit dengan berkas yang telah diberikan pada UiU_i.

Ruang berdering lokal

Definisi 7.11: ruang berdering lokal

Ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) disebut ruang berdering lokal apabila, untuk setiap titik PXP\in X, tangkai 𝒪P\mathcal O_P merupakan gelanggang lokal.

Contoh 7.12: fungsi kontinu

Ruang topologis XX, bersama berkas fungsi kontinu C0(,)C^0(-,\mathbb R), merupakan ruang berdering lokal. Untuk setiap titik PXP\in X dan fungsi kontinu ff yang didefinisikan pada lingkungan terbuka PP, berlaku

f(P)0 f(P)\ne0

tepat ketika terdapat lingkungan terbuka tempat ff invertibel. Karena itu, setiap tangkai 𝒪P\mathcal O_P merupakan gelanggang lokal dan XX berdering lokal. Hal yang sama berlaku pada manifold real maupun kompleks.

Definisi 7.13: lapangan residu

Untuk ruang berdering lokal (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) dan titik PXP\in X, lapangan residu gelanggang lokal 𝒪P\mathcal O_P disebut lapangan residu titik PP. Lapangan ini ditulis

κ(P). \kappa(P).

Lapangan residu pada ruang topologis dengan berkas fungsi kontinu hanyalah \mathbb R; lihat Soal 7.16.

Definisi 7.14: evaluasi

Untuk ruang berdering lokal (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X), titik xXx\in X, dan fungsi global

fΓ(X,𝒪X), f\in\Gamma(X,\mathcal O_X),

nilai ff di lapangan residu κ(x)\kappa(x) disebut evaluasi ff di xx dan ditulis f(x)f(x).

Di dalam ruang berdering lokal, untuk setiap fΓ(X,𝒪X)f\in\Gamma(X,\mathcal O_X) dan PXP\in X berlaku ekuivalensi

f(P)=0 di κ(P)fP𝔪PfP bukan satuan di 𝒪X,P. f(P)=0\text{ di }\kappa(P) \quad\Longleftrightarrow\quad f_P\in\mathfrak m_P \quad\Longleftrightarrow\quad f_P\text{ bukan satuan di }\mathcal O_{X,P}.

Catatan edisi — kapitalisasi pada sumber. Sumber menulis “IN einem lokal beringten Raum”. Terjemahan menormalkan kapitalisasi bahasa Indonesia; isi matematis dan ekuivalensinya tidak diubah.

Definisi 7.15: morfisme ruang berdering lokal

Untuk ruang berdering lokal (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) dan (Y,𝒪Y)(Y,\mathcal O_Y), morfisme ruang berdering lokal dari XX ke YY adalah morfisme ruang berdering φ:XY\varphi:X\to Y yang homomorfisme gelanggang tangkai terinduksinya

φP*:𝒪Y,φ(P)𝒪X,P \varphi_P^*:\mathcal O_{Y,\varphi(P)}\longrightarrow\mathcal O_{X,P}

merupakan homomorfisme lokal untuk setiap titik PXP\in X.

Lokus keterbalikan

Lema 7.16: keterbukaan lokus keterbalikan

Untuk ruang berdering lokal (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) dan fungsi global fΓ(X,𝒪X)f\in\Gamma(X,\mathcal O_X), himpunan

Xf:={PXf(P)0 di κ(P)} X_f:=\{P\in X\mid f(P)\ne0\text{ di }\kappa(P)\}

merupakan himpunan terbuka.

Bukti

Mula-mula, f(P)=0f(P)=0 di lapangan residu tepat ketika fP𝔪Pf_P\in\mathfrak m_P di gelanggang lokal 𝒪P\mathcal O_P, dan ini tepat ketika ff tidak invertibel di 𝒪P\mathcal O_P. Ambil PXfP\in X_f. Maka ff invertibel di 𝒪P\mathcal O_P, sehingga ada g𝒪Pg\in\mathcal O_P dengan

gf=1. gf=1.

Ada lingkungan terbuka PUXP\in U\subseteq X tempat gg mempunyai representasi

gΓ(U,𝒪X), g\in\Gamma(U,\mathcal O_X),

dan, mungkin setelah memperkecilnya, ada lingkungan terbuka UU' dengan

fg=1. fg=1.

Jadi ff invertibel pada UU' dan

PUXf. P\in U'\subseteq X_f.

Gabungan semua lingkungan terbuka seperti itu menunjukkan bahwa XfX_f terbuka.

Himpunan titik tempat ff, sebagai unsur tangkai 𝒪P\mathcal O_P, tidak nol belum tentu terbuka; lihat Contoh 11.17.

Definisi 7.17: lokus keterbalikan

Untuk ruang berdering lokal (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) dan fungsi global fΓ(X,𝒪X)f\in\Gamma(X,\mathcal O_X), himpunan

Xf:={PXf(P)0 di κ(P)} X_f:=\{P\in X\mid f(P)\ne0\text{ di }\kappa(P)\}

disebut lokus keterbalikan dari ff.

Menurut Soal 7.20, ff merupakan satuan di Γ(Xf,𝒪X)\Gamma(X_f,\mathcal O_X).

Lema 7.18: prabayang lokus keterbalikan

Misalkan XX dan YY ruang berdering lokal dan φ:XY\varphi:X\to Y sebuah morfisme ruang berdering lokal. Untuk setiap

fΓ(Y,𝒪Y) f\in\Gamma(Y,\mathcal O_Y)

berlaku

φ1(Yf)=Xφ*f. \varphi^{-1}(Y_f)=X_{\varphi^*f}.

Bukti

Unsur ff merupakan satuan di Γ(Yf,𝒪Y)\Gamma(Y_f,\mathcal O_Y). Homomorfisme gelanggang terinduksi menunjukkan bahwa φ*f\varphi^*f merupakan satuan di

Γ(φ1(Yf),𝒪X), \Gamma\bigl(\varphi^{-1}(Y_f),\mathcal O_X\bigr),

sehingga

φ1(Yf)Xφ*f. \varphi^{-1}(Y_f)\subseteq X_{\varphi^*f}.

Sebaliknya, ambil PXφ*fP\in X_{\varphi^*f}. Maka φ*f\varphi^*f adalah satuan di gelanggang lokal 𝒪X,P\mathcal O_{X,P}. Karena homomorfisme tangkai

𝒪Y,φ(P)𝒪X,P \mathcal O_{Y,\varphi(P)}\longrightarrow\mathcal O_{X,P}

bersifat lokal, f𝒪Y,φ(P)f\in\mathcal O_{Y,\varphi(P)} juga merupakan satuan. Ini berarti φ(P)Yf\varphi(P)\in Y_f, sehingga

Pφ1(Yf). P\in\varphi^{-1}(Y_f).

Kedua inklusi tersebut memberikan kesamaan yang diinginkan.

Lembar Kerja 7: Ruang Berdering dan Gelanggang Lokal

Soal 7.1

Tunjukkan bahwa setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X dari ruang berdering (X,𝒪X)\bigl(X,\mathcal O_X\bigr) kembali merupakan ruang berdering.

Soal 7.2

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dengan

Γ(X,𝒪X)=0. \Gamma(X,\mathcal O_X)=0.

Tunjukkan bahwa untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X juga berlaku

Γ(U,𝒪X)=0. \Gamma(U,\mathcal O_X)=0.

Soal 7.3

Misalkan XX ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi bernilai real, dan UXU\subseteq X himpunan terbuka yang padat. Tunjukkan bahwa pemetaan restriksi

Γ(X,𝒪X)Γ(U,𝒪X),ff|U \begin{aligned} \Gamma(X,\mathcal O_X)&\longrightarrow\Gamma(U,\mathcal O_X),\\ f&\longmapsto f\big|_U \end{aligned}

bersifat injektif.

Soal 7.4

Misalkan XX ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi bernilai real, dan UXU\subseteq X himpunan terbuka yang padat. Tunjukkan bahwa pemetaan restriksi

Γ(X,𝒪X)Γ(U,𝒪X),ff|U, \Gamma(X,\mathcal O_X)\longrightarrow\Gamma(U,\mathcal O_X), \qquad f\longmapsto f\big|_U,

tidak harus surjektif.

Soal 7.5

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering. Tunjukkan bahwa penetapan yang mengaitkan setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X dengan grup satuan

(Γ(U,𝒪X))× \bigl(\Gamma(U,\mathcal O_X)\bigr)^\times

dari gelanggang komutatif Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X), bersama restriksi alami, merupakan sebuah berkas grup komutatif.

Berkas ini mempunyai nama khusus. Untuk ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X), berkas yang pada himpunan terbuka UXU\subseteq X didefinisikan oleh

Γ(U,𝒪X×):=(Γ(U,𝒪X))× \Gamma(U,\mathcal O_X^\times) :=\bigl(\Gamma(U,\mathcal O_X)\bigr)^\times

disebut berkas satuan pada XX.

Soal 7.6

Tunjukkan bahwa komposisi morfisme-morfisme ruang berdering kembali merupakan morfisme ruang berdering.

Soal 7.7

Tunjukkan bahwa untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X dari ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) terdapat morfisme ruang berdering

(U,𝒪X|U)(X,𝒪X). (U,\mathcal O_X|_U)\longrightarrow(X,\mathcal O_X).

Soal 7.8

Misalkan XX dan YY ruang topologis serta φ:XY\varphi:X\to Y pemetaan kontinu. Tunjukkan bahwa pemetaan ini menginduksi sebuah morfisme ruang berdering lokal.

Soal 7.9

Misalkan LL dan MM manifold terdiferensialkan serta φ:LM\varphi:L\to M pemetaan terdiferensialkan. Tunjukkan bahwa pemetaan ini menginduksi sebuah morfisme ruang berdering lokal.

Soal 7.10

Misalkan MM manifold terdiferensialkan. Kita dapat menjadikannya ruang berdering dengan dua cara: menggunakan berkas fungsi kontinu C0(,)C^0(-,\mathbb R), atau menggunakan berkas fungsi terdiferensialkan C1(,)C^1(-,\mathbb R). Tunjukkan bahwa terdapat morfisme ruang berdering

(M,C0(,))(M,C1(,)) (M,C^0(-,\mathbb R))\longrightarrow(M,C^1(-,\mathbb R))

yang secara topologis merupakan identitas, tetapi bukan isomorfisme ruang berdering.

Catatan edisi — objek fungsi. Kedua berkas pada sumber dibaca sebagai berkas fungsi real kontinu dan terdiferensialkan pada himpunan terbuka yang sama; notasi C0(,)C^0(-,\mathbb R) dan C1(,)C^1(-,\mathbb R) dipertahankan.

Dalam soal-soal berikut, gelanggang lokal menjadi pusat perhatian.

Soal 7.11

Misalkan RR gelanggang komutatif. Tunjukkan bahwa RR merupakan gelanggang lokal tepat ketika a+ba+b hanya merupakan satuan apabila aa atau bb merupakan satuan.

Soal 7.12

Misalkan RR gelanggang komutatif. Tunjukkan ekuivalensi pernyataan-pernyataan berikut.

  1. RR mempunyai tepat satu ideal maksimal.
  2. Himpunan bukan-satuan R\R×R\setminus R^\times membentuk sebuah ideal di RR.

Soal 7.13

Misalkan RR gelanggang lokal dengan lapangan residu KK. Tunjukkan bahwa RR dan KK mempunyai karakteristik yang sama tepat ketika RR memuat sebuah lapangan.

Soal 7.14*

Misalkan RR gelanggang lokal dan 𝔞\mathfrak a sebuah ideal dari RR. Tunjukkan bahwa pemetaan

R×(R/𝔞)× R^\times\longrightarrow(R/\mathfrak a)^\times

surjektif.

Soal 7.15

Tentukan subgelanggang dari bilangan rasional \mathbb Q yang bersifat lokal.

Soal 7.16

Misalkan XX ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi kontinu bernilai real. Tunjukkan bahwa lapangan residu di setiap titik XX sama dengan \mathbb R.

Soal 7.17

Tunjukkan bahwa satu-satunya isomorfisme lapangan

φ: \varphi:\mathbb R\longrightarrow\mathbb R

adalah identitas.

Soal 7.18

Misalkan XX ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi kontinu bernilai real. Kita memandangnya sebagai ruang berdering abstrak: kita melupakan bahwa unsur-unsurnya adalah fungsi, tetapi masih mengetahui ruang topologis, gelanggang, serta pemetaan restriksinya. Apakah makna unsur gelanggang sebagai fungsi dapat direkonstruksi dari data ini?

Soal 7.19

Misalkan XX ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi kontinu bernilai kompleks. Tunjukkan bahwa penetapan

(X,C0(,))(X,C0(,)), (X,C^0(-,\mathbb C))\longrightarrow(X,C^0(-,\mathbb C)),

yang secara topologis merupakan identitas dan mengirim setiap fungsi pada himpunan terbuka ke fungsi konjugat kompleksnya, merupakan automorfisme ruang berdering. Simpulkan bahwa dari pengetahuan tentang (X,C0(,))(X,C^0(-,\mathbb C)) sebagai ruang berdering abstrak, cara kerja unsur-unsur gelanggang sebagai fungsi tidak dapat direkonstruksi.

Soal 7.20

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan

fΓ(X,𝒪X). f\in\Gamma(X,\mathcal O_X).

Tunjukkan bahwa sifat-sifat berikut ekuivalen.

  1. ff merupakan satuan di Γ(X,𝒪X)\Gamma(X,\mathcal O_X).

  2. Ada penutup terbuka

    X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

    sedemikian sehingga setiap restriksi f|Uif|_{U_i} merupakan satuan.

  3. Germ fP𝒪X,Pf_P\in\mathcal O_{X,P} merupakan satuan untuk setiap titik PXP\in X.

Catatan edisi — variabel pada sumber. Sumber memakai huruf ss pada restriksi di butir (2), meskipun fungsi yang diperkenalkan ialah ff. Terjemahan menulis f|Uif|_{U_i} agar kuantifikasi matematisnya konsisten; tidak ada isi baru yang ditambahkan.

Soal 7.21

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering lokal. Tunjukkan bahwa penetapan

Γ(X,𝒪X)τ(X),fXf \begin{aligned} \Gamma(X,\mathcal O_X)&\longrightarrow\tau(X),\\ f&\longmapsto X_f \end{aligned}

memberikan homomorfisme monoid antara monoid multiplikatif gelanggang seksi global dan monoid himpunan terbuka pada XX, dengan irisan sebagai operasi.

Catatan edisi — ruang dasar pada sumber. Sumber menyebut monoid himpunan terbuka dari MM pada kalimat terakhir, meskipun ruang yang sedang digunakan ialah XX. Terjemahan memperbaiki simbol ruang dasar menjadi XX; definisi XfX_f dan operasi irisan tetap sama.

Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 7

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik, yaitu untuk Soal 7.14. Dua puluh kandidat solusi lainnya (Soal 7.1–7.13 dan 7.15–7.21) berstatus missing pada bukti kueri; tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.

Solusi Soal 7.14

Jika 𝔞=R\mathfrak a=R, gelanggang faktor adalah gelanggang nol sehingga pernyataannya jelas. Jadi anggap 𝔞𝔪\mathfrak a\subseteq\mathfrak m, dengan 𝔪\mathfrak m ideal maksimal tunggal dari gelanggang lokal RR.

Ambil rRr\in R sebagai representasi sebuah satuan dari (R/𝔞)×(R/\mathfrak a)^\times, dan ambil sRs\in R sedemikian sehingga

rs=1di R/𝔞. rs=1\quad\text{di }R/\mathfrak a.

Ini berarti

rs1𝔞𝔪 rs-1\in\mathfrak a\subseteq\mathfrak m

di RR. Jika rr bukan satuan, maka rs𝔪rs\in\mathfrak m; akibatnya

1=(1rs)+rs𝔪, 1=(1-rs)+rs\in\mathfrak m,

sebuah kontradiksi. Jadi rr sendiri merupakan satuan di RR, dan setiap satuan di R/𝔞R/\mathfrak a mempunyai prabayang satuan. Dengan demikian

R×(R/𝔞)× R^\times\longrightarrow(R/\mathfrak a)^\times

surjektif.

Tidak ada solusi publik untuk dua puluh soal lainnya yang boleh diisi atau dianggap tersirat; peta soal dan bukti kandidat tetap menjadi rekaman cakupan sumber.

Kredit media BGK Unit 7

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 7 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 7.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 8: Spektrum Gelanggang Komutatif

Sejauh ini kita telah membahas ruang berdering yang ruang dasarnya, dalam arti tertentu, tersedia terlebih dahulu: ruang topologis sebarang, manifold real, atau manifold kompleks. Dari ruang tersebut muncul secara alami berkas gelanggang komutatif berupa berkas fungsi kontinu, terdiferensialkan, atau holomorfik. Unsur-unsur gelanggang itu sudah kita kenal sebagai fungsi, tetapi gelanggangnya sendiri pada umumnya sangat besar dan sukar ditinjau secara menyeluruh.

Sebaliknya, kita dapat bertanya sejauh mana setiap gelanggang komutatif dapat diperoleh sebagai gelanggang seksi global suatu ruang berdering, atau apakah ada ruang berdering yang mencerminkan sifat gelanggang dengan sangat baik dan membantu kita memahaminya. Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab secara positif dalam kuliah ini dan kuliah berikutnya. Ruang berdering yang dihasilkan sekaligus merupakan blok bangunan lokal geometri aljabar.

Spektrum gelanggang komutatif

Definisi 8.1: spektrum

Untuk gelanggang komutatif RR, himpunan semua ideal prima dari RR disebut spektrum RR dan ditulis

Spek(R). \operatorname{Spek}(R).

Spektrum ini juga disebut skema afin.

Definisi 8.2: topologi Zariski

Pada spektrum gelanggang komutatif RR, topologi Zariski didefinisikan dengan menyatakan bahwa, untuk setiap subhimpunan TRT\subseteq R, himpunan

D(T):={𝔭Spek(R)T𝔭} D(T):=\{\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(R)\mid T\not\subseteq\mathfrak p\}

adalah terbuka.

Untuk subhimpunan satu unsur T={f}T=\{f\}, kita menulis D(f)D(f) sebagai ganti D({f})D(\{f\}).

Lema 8.3: keluarga Zariski memang suatu topologi

Topologi Zariski pada spektrum Spek(R)\operatorname{Spek}(R) suatu gelanggang komutatif RR memang merupakan sebuah topologi.

Bukti

Kita mempunyai

D(0)=,D(1)=Spek(R), D(0)=\varnothing, \qquad D(1)=\operatorname{Spek}(R),

karena setiap ideal prima memuat 00 dan tidak ada ideal prima yang memuat 11.

Untuk keluarga sebarang subhimpunan TiRT_i\subseteq R, iIi\in I, berlaku

iID(Ti)=D(iITi). \bigcup_{i\in I}D(T_i) =D\!\left(\bigcup_{i\in I}T_i\right).

Inklusi dari kiri ke kanan jelas, sebab TiiITiT_i\subseteq\bigcup_{i\in I}T_i dan STS\subseteq T selalu mengakibatkan D(S)D(T)D(S)\subseteq D(T). Untuk inklusi sebaliknya, ambil

𝔭D(iITi). \mathfrak p\in D\!\left(\bigcup_{i\in I}T_i\right).

Ada fiITif\in\bigcup_{i\in I}T_i dengan f𝔭f\notin\mathfrak p. Jadi ada iIi\in I dengan fTif\in T_i, sehingga 𝔭D(Ti)\mathfrak p\in D(T_i).

Untuk keluarga berhingga T1,,TnRT_1,\ldots,T_n\subseteq R, berlaku

i=1nD(Ti)=D(T1Tn), \bigcap_{i=1}^{n}D(T_i)=D(T_1\cdots T_n),

di mana T1TnT_1\cdots T_n adalah himpunan semua hasil kali f1fnf_1\cdots f_n dengan fiTif_i\in T_i. Inklusi dari kanan ke kiri jelas. Untuk inklusi sebaliknya, andaikan 𝔭D(Ti)\mathfrak p\in D(T_i) untuk semua i=1,,ni=1,\ldots,n. Maka ada fiTif_i\in T_i dengan fi𝔭f_i\notin\mathfrak p. Karena 𝔭\mathfrak p prima, f1fn𝔭f_1\cdots f_n\notin\mathfrak p, sehingga 𝔭D(T1Tn)\mathfrak p\in D(T_1\cdots T_n).

Kita selalu memandang spektrum sebagai ruang topologis. Ideal-ideal prima adalah titik-titik ruang ini. Untuk menekankan sudut pandang geometri, kita sering menulis

X=Spek(R),xX, X=\operatorname{Spek}(R),\qquad x\in X,

dan menulis 𝔭x\mathfrak p_x untuk ideal prima yang direpresentasikan oleh xx.

Komplemen himpunan terbuka, yakni himpunan tertutup dalam topologi Zariski, ditulis

V(T)={𝔭Spek(R)T𝔭}. V(T)=\{\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(R)\mid T\subseteq\mathfrak p\}.

Proposisi 8.4: sifat-sifat pertama topologi Zariski

Untuk spektrum X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) gelanggang komutatif RR, berlaku sifat-sifat berikut.

  1. D(T)=D(𝔞)D(T)=D(\mathfrak a), dengan 𝔞\mathfrak a ideal yang dibangkitkan oleh TT (atau radikal ideal tersebut). Jadi, untuk mendeskripsikan himpunan terbuka, cukup mempertimbangkan ideal-ideal radikal dalam RR.

  2. Untuk keluarga ideal 𝔞iR\mathfrak a_i\subseteq R, iIi\in I,

    iID(𝔞i)=D(iI𝔞i). \bigcup_{i\in I}D(\mathfrak a_i) =D\!\left(\sum_{i\in I}\mathfrak a_i\right).

  3. Untuk keluarga berhingga ideal 𝔞iR\mathfrak a_i\subseteq R, i=1,,ni=1,\ldots,n,

    i=1nD(𝔞i)=D(i=1n𝔞i)=D(𝔞1𝔞n). \bigcap_{i=1}^{n}D(\mathfrak a_i) =D\!\left(\bigcap_{i=1}^{n}\mathfrak a_i\right) =D(\mathfrak a_1\cdots\mathfrak a_n).

  4. D(𝔞)=XD(\mathfrak a)=X tepat ketika 𝔞\mathfrak a adalah ideal satuan.

  5. D(𝔞)D(𝔟)D(\mathfrak a)\subseteq D(\mathfrak b) tepat ketika 𝔞rad(𝔟)\mathfrak a\subseteq\operatorname{rad}(\mathfrak b).

  6. Spektrum kosong tepat ketika RR adalah gelanggang nol.

  7. D(𝔞)=D(\mathfrak a)=\varnothing tepat ketika 𝔞\mathfrak a hanya memuat unsur-unsur nilpoten.

  8. Himpunan-himpunan terbuka D(f)D(f), fRf\in R, membentuk basis topologi.

  9. Keluarga himpunan terbuka D(𝔞i)D(\mathfrak a_i), iIi\in I, merupakan penutup XX tepat ketika ideal-ideal 𝔞i\mathfrak a_i bersama-sama membangkitkan ideal satuan.

Bukti

  1. Inklusi D(T)D(𝔞)D(T)\subseteq D(\mathfrak a) jelas. Untuk inklusi sebaliknya, kita menggunakan kontraposisi dan mengandaikan 𝔭D(T)\mathfrak p\notin D(T). Maka T𝔭T\subseteq\mathfrak p, sehingga

𝔞rad(𝔞)𝔭, \mathfrak a\subseteq\operatorname{rad}(\mathfrak a) \subseteq\mathfrak p,

sebab ideal prima adalah ideal radikal. Jadi 𝔭D(rad(𝔞))\mathfrak p\notin D(\operatorname{rad}(\mathfrak a)).

  1. dan (3) mengikuti dari (1) dan bukti Lema 8.3.

  2. Jika 𝔞\mathfrak a bukan ideal satuan, maka menurut Soal 8.1 ada ideal maksimal 𝔪\mathfrak m dengan 𝔞𝔪\mathfrak a\subseteq\mathfrak m. Karena itu 𝔪D(𝔞)\mathfrak m\notin D(\mathfrak a).

  3. Implikasi dari kanan ke kiri jelas. Untuk arah sebaliknya, andaikan

𝔞rad(𝔟). \mathfrak a\not\subseteq\operatorname{rad}(\mathfrak b).

Maka ada f𝔞f\in\mathfrak a dengan fn𝔟f^n\notin\mathfrak b untuk setiap nn\in\mathbb N. Menurut Soal 8.5, ada ideal prima 𝔭𝔟\mathfrak p\supseteq\mathfrak b dengan f𝔭f\notin\mathfrak p. Jadi 𝔭D(𝔞)\mathfrak p\in D(\mathfrak a) tetapi 𝔭D(𝔟)\mathfrak p\notin D(\mathfrak b).

Catatan edisi — nomor rujukan sumber hilang. Saksi TeX sumber menampilkan ***** pada rujukan ini. Target tautan dan peta soal yang dibekukan mengidentifikasinya sebagai Soal 8.5; label tersebut dipulihkan tanpa mengubah argumen.

  1. Gelanggang nol tidak mempunyai ideal prima. Setiap gelanggang komutatif yang bukan gelanggang nol mempunyai ideal maksimal menurut Soal 8.1.

  2. Setiap ideal prima memuat semua unsur nilpoten, sehingga V(𝔞)=XV(\mathfrak a)=X untuk ideal semacam itu. Sebaliknya, jika 𝔞\mathfrak a memuat unsur tak nilpoten ff, maka menurut Soal 8.5 ada ideal prima 𝔭\mathfrak p dengan f𝔭f\notin\mathfrak p. Dengan demikian 𝔭D(f)D(𝔞)\mathfrak p\in D(f)\subseteq D(\mathfrak a).

  3. Ini langsung mengikuti dari

D(𝔞)=f𝔞D(f). D(\mathfrak a)=\bigcup_{f\in\mathfrak a}D(f).

  1. mengikuti dari (2) dan (4).

Catatan edisi — kata ganda pada sumber. Kalimat terakhir bukti sumber menulis padanan “mengikuti dari dan (2) dan (4)”. Kata sambung ganda dinormalkan; rujukan matematis tetap (2) dan (4).

Proposisi 8.5: penutupan pada spektrum

Untuk spektrum X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) gelanggang komutatif RR, berlaku:

  1. penutupan subhimpunan TXT\subseteq X adalah

    V(xT𝔭x); V\!\left(\bigcap_{x\in T}\mathfrak p_x\right);

  2. penutupan titik xXx\in X adalah V(𝔭x)V(\mathfrak p_x);

  3. titik xSpek(R)x\in\operatorname{Spek}(R) tertutup tepat ketika 𝔭x\mathfrak p_x adalah ideal maksimal.

Bukti

  1. Untuk yTy\in T, berlaku

yV(𝔭y)V(xT𝔭x), y\in V(\mathfrak p_y) \subseteq V\!\left(\bigcap_{x\in T}\mathfrak p_x\right),

sehingga himpunan di sebelah kanan adalah himpunan tertutup yang memuat TT. Ambil ideal prima 𝔮\mathfrak q dengan

𝔮V(xT𝔭x),xT𝔭x𝔮. \mathfrak q\in V\!\left(\bigcap_{x\in T}\mathfrak p_x\right), \qquad \bigcap_{x\in T}\mathfrak p_x\subseteq\mathfrak q.

Untuk menunjukkan bahwa 𝔮\mathfrak q termasuk penutupan TT, cukup menunjukkan bahwa TT memotong setiap lingkungan terbuka 𝔮\mathfrak q. Andaikan 𝔮D(f)\mathfrak q\in D(f), yakni f𝔮f\notin\mathfrak q. Maka fxT𝔭xf\notin\bigcap_{x\in T}\mathfrak p_x, sehingga ada xTx\in T dengan f𝔭xf\notin\mathfrak p_x. Jadi 𝔭xD(f)\mathfrak p_x\in D(f) dan TD(f)T\cap D(f)\ne\varnothing.

  1. adalah kasus khusus (1), dan (3) mengikuti dari (2).

Korolari 8.6: spektrum kuasikompak

Spektrum X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) setiap gelanggang komutatif RR bersifat kuasikompak.

Bukti

Menurut Proposisi 8.4(9),

X=iID(𝔞i) X=\bigcup_{i\in I}D(\mathfrak a_i)

tepat ketika ideal-ideal 𝔞i\mathfrak a_i, iIi\in I, bersama-sama membangkitkan ideal satuan. Ideal yang dibangkitkan keluarga tersebut terdiri atas semua jumlah berhingga f1++fnf_1+\cdots+f_n dengan fj𝔞ijf_j\in\mathfrak a_{i_j}. Jadi, jika ideal satuan dibangkitkan, ada pilihan berhingga {i1,,in}I\{i_1,\ldots,i_n\}\subseteq I dan unsur fj𝔞ijf_j\in\mathfrak a_{i_j} dengan

j=1nfj=1. \sum_{j=1}^{n}f_j=1.

Akibatnya,

X=D(1)=j=1nD(fj)=j=1nD(𝔞ij), X=D(1)=\bigcup_{j=1}^{n}D(f_j) =\bigcup_{j=1}^{n}D(\mathfrak a_{i_j}),

sehingga diperoleh subkeluarga penutup yang berhingga.

Spektrum hanya menjadi ruang Hausdorff dalam keadaan khusus. Pada umumnya, dua titik spektrum tidak dapat dipisahkan oleh lingkungan-lingkungan terbuka.

Contoh 8.7: spektrum lapangan

Sebuah lapangan hanya mempunyai dua ideal: ideal satuan KK, yang bukan ideal prima, dan ideal nol 00, yang merupakan ideal prima. Jadi spektrum lapangan hanya terdiri atas satu titik.

Contoh 8.8: spektrum bilangan bulat

Ideal-ideal prima dalam \mathbb Z adalah ideal maksimal (p)(p), dengan pp bilangan prima, serta ideal nol 00. Ideal-ideal maksimal membentuk titik-titik tertutup Spek()\operatorname{Spek}(\mathbb Z). Ideal nol adalah satu titik tambahan yang tidak tertutup. Satu-satunya himpunan tertutup yang memuat titik ini adalah seluruh ruang. Selain seluruh ruang, himpunan-himpunan tertutup dalam Spek()\operatorname{Spek}(\mathbb Z) adalah subhimpunan berhingga ideal-ideal maksimal.

Kita membayangkan Spek()\operatorname{Spek}(\mathbb Z) sebagai garis konseptual: bilangan-bilangan prima terletak secara diskret, sedangkan ideal nol digambar sebagai titik tebal yang merepresentasikan seluruh garis.

Ilustrasi sumber tidak tersedia. Sumber mendeklarasikan File:Spektrum_von_Z._xcf, tetapi API Commons resmi mengembalikannya sebagai missing, HTML sumber menampilkan media rusak, dan PDF resmi tidak memuat biner gambar. Keterangan sumber menggambarkan titik-titik prima diskret, ideal nol tebal sebagai titik rapat, serta garis penghubung yang menunjukkan objek berdimensi satu. Edisi mempertahankan keterangan dan makna aksesibilitas itu tanpa mengklaim pemulihan gambar.

Contoh 8.9: spektrum gelanggang polinomial

Untuk gelanggang polinomial

R=K[X1,,Xn] R=K[X_1,\ldots,X_n]

di atas lapangan KK, ideal-ideal titik memberi gambaran geometri yang baik tentang Spek(R)\operatorname{Spek}(R). Ideal titik berbentuk

(X1a1,X2a2,,Xnan) (X_1-a_1,X_2-a_2,\ldots,X_n-a_n)

untuk tupel tetap a=(a1,a2,,an)Kna=(a_1,a_2,\ldots,a_n)\in K^n. Ideal ini adalah kernel homomorfisme aljabar-KK

φa:RK,Xiai, \begin{aligned} \varphi_a:R&\longrightarrow K,\\ X_i&\longmapsto a_i, \end{aligned}

dan karena itu merupakan ideal maksimal. Penetapan tersebut mendefinisikan pemetaan injektif

KnSpek(R). K^n\longrightarrow\operatorname{Spek}(R).

Jika KK tertutup secara aljabar, pemetaan ini bahkan mencakup semua ideal maksimal RR. Karena itu spektrum gelanggang polinomial dalam nn peubah dibayangkan sebagai ruang afin, tetapi juga memuat titik-titik tambahan yang tidak tertutup dan lebih sukar divisualisasikan. Untuk polinomial fK[X1,,Xn]f\in K[X_1,\ldots,X_n], himpunan V(f)KnV(f)\cap K^n mempunyai arti konkret:

aV(f)Knf(a1,,an)=0. a\in V(f)\cap K^n \quad\Longleftrightarrow\quad f(a_1,\ldots,a_n)=0.

Sifat-sifat funktorial

Proposisi 8.10: funktorialitas spektrum

Misalkan

φ:RS \varphi:R\longrightarrow S

homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif. Maka:

  1. penetapan

    φ*:Spek(S)Spek(R),𝔭φ*(𝔭):=φ1(𝔭) \begin{aligned} \varphi^*:\operatorname{Spek}(S)&\longrightarrow\operatorname{Spek}(R),\\ \mathfrak p&\longmapsto\varphi^*(\mathfrak p) :=\varphi^{-1}(\mathfrak p) \end{aligned}

    terdefinisi dengan baik dan kontinu;

  2. untuk setiap ideal 𝔞R\mathfrak a\subseteq R,

    (φ*)1(D(𝔞))=D(𝔞S); (\varphi^*)^{-1}(D(\mathfrak a))=D(\mathfrak a S);

  3. untuk homomorfisme gelanggang lain ψ:ST\psi:S\to T,

    (ψφ)*=φ*ψ*. (\psi\circ\varphi)^*=\varphi^*\circ\psi^*.

Bukti

Menurut Soal 8.9, pemetaan tersebut terdefinisi dengan baik. Untuk kontinuitas, cukup membuktikan (2). Kita menggunakan himpunan tertutup. Untuk ideal prima 𝔮Spek(S)\mathfrak q\in\operatorname{Spek}(S), berlaku

φ*(𝔮)V(𝔞) \varphi^*(\mathfrak q)\in V(\mathfrak a)

tepat ketika 𝔞φ1(𝔮)\mathfrak a\subseteq\varphi^{-1}(\mathfrak q). Syarat ini ekuivalen dengan φ(𝔞)𝔮\varphi(\mathfrak a)\subseteq\mathfrak q, dan juga dengan 𝔞S𝔮\mathfrak aS\subseteq\mathfrak q. Pernyataan (3) langsung.

Pemetaan kontinu yang diperkenalkan di atas disebut pemetaan spektrum dari homomorfisme gelanggang yang diberikan. Untuk subgelanggang RSR\subseteq S, pemetaan itu hanyalah

𝔭𝔭R, \mathfrak p\longmapsto\mathfrak p\cap R,

yang juga disebut kontraksi ideal prima.

Proposisi 8.11: subhimpunan tertutup dan terbuka

Misalkan RR gelanggang komutatif. Maka berlaku:

  1. untuk ideal 𝔞R\mathfrak a\subseteq R dan pemetaan hasil bagi

    q:RR/𝔞, q:R\longrightarrow R/\mathfrak a,

    pemetaan spektrum

    q*:Spek(R/𝔞)Spek(R) q^*:\operatorname{Spek}(R/\mathfrak a) \longrightarrow\operatorname{Spek}(R)

    merupakan pembenaman tertutup dengan citra V(𝔞)V(\mathfrak a);

  2. untuk sistem multiplikatif MRM\subseteq R, pemetaan yang terkait dengan pemetaan kanonik

    ι:RRM \iota:R\longrightarrow R_M

    adalah pemetaan injektif

    ι*:Spek(RM)Spek(R), \iota^*:\operatorname{Spek}(R_M) \longrightarrow\operatorname{Spek}(R),

    yang citranya terdiri atas ideal-ideal prima RR yang terpisah dari MM;

  3. untuk fRf\in R, pemetaan yang terkait dengan

    ι:RRf \iota:R\longrightarrow R_f

    merupakan pembenaman terbuka

    ι*:Spek(Rf)Spek(R) \iota^*:\operatorname{Spek}(R_f) \longrightarrow\operatorname{Spek}(R)

    dengan citra D(f)D(f).

Bukti

  1. mengikuti dari Soal 8.6. Ideal-ideal prima dalam R/𝔞R/\mathfrak a berkorespondensi dengan ideal-ideal prima RR yang memuat 𝔞\mathfrak a melalui

𝔭q1(𝔭)=𝔭+𝔞. \mathfrak p\longmapsto q^{-1}(\mathfrak p)=\mathfrak p+\mathfrak a.

Jadi pemetaan tersebut bijektif ke citra yang telah dideskripsikan. Untuk ideal 𝔟R/𝔞\mathfrak b\subseteq R/\mathfrak a dan ideal prima 𝔭R/𝔞\mathfrak p\subseteq R/\mathfrak a, berlaku 𝔟𝔭\mathfrak b\subseteq\mathfrak p tepat ketika, melalui korespondensi hasil bagi,

q1(𝔟)=𝔟+𝔞𝔭+𝔞=q1(𝔭) q^{-1}(\mathfrak b)=\mathfrak b+\mathfrak a \subseteq\mathfrak p+\mathfrak a=q^{-1}(\mathfrak p)

di RR. Jadi citra V(𝔟)V(\mathfrak b) adalah V(𝔟+𝔞)V(\mathfrak b+\mathfrak a) dan karena itu tertutup.

  1. Lihat Soal 8.7.

  2. Untuk ideal prima 𝔭\mathfrak p dan unsur fRf\in R, hubungan f𝔭f\notin\mathfrak p berlaku tepat ketika 𝔭\mathfrak p terpisah dari sistem multiplikatif

{fnn}. \{f^n\mid n\in\mathbb N\}.

Menurut (2), pemetaan itu injektif dan citranya D(f)D(f). Argumen yang sama, diterapkan pada gRg\in R dan g/1Rfg/1\in R_f, menunjukkan bahwa citra

D(g)Spek(Rf) D(g)\subseteq\operatorname{Spek}(R_f)

adalah D(fg)D(fg) dan dengan demikian terbuka.

Lema 8.12: serat pemetaan spektrum

Misalkan φ:RS\varphi:R\to S homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif, dan misalkan

φ*:Spek(S)Spek(R),𝔭φ*(𝔭) \begin{aligned} \varphi^*:\operatorname{Spek}(S)&\longrightarrow\operatorname{Spek}(R),\\ \mathfrak p&\longmapsto\varphi^*(\mathfrak p) \end{aligned}

pemetaan spektrum yang terkait. Serat di atas ideal prima 𝔮Spek(R)\mathfrak q\in\operatorname{Spek}(R) adalah

Spek((S/𝔮S)φ(R\𝔮)). \operatorname{Spek}\!\left( (S/\mathfrak qS)_{\varphi(R\setminus\mathfrak q)} \right).

Dengan kata lain, serat tersebut terdiri atas semua ideal prima 𝔭Spek(S)\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(S) yang memenuhi

𝔮S𝔭,𝔭φ(R\𝔮)=. \mathfrak qS\subseteq\mathfrak p, \qquad \mathfrak p\cap\varphi(R\setminus\mathfrak q)=\varnothing.

Bukti

Berdasarkan Proposisi 8.11, cukup membuktikan rumusan kedua. Untuk ideal prima 𝔭S\mathfrak p\subseteq S, berlaku

φ1(𝔭)=𝔮 \varphi^{-1}(\mathfrak p)=\mathfrak q

tepat ketika sekaligus

φ(𝔮)𝔭danφ(R\𝔮)S\𝔭. \varphi(\mathfrak q)\subseteq\mathfrak p \quad\text{dan}\quad \varphi(R\setminus\mathfrak q)\subseteq S\setminus\mathfrak p.

Syarat pertama ekuivalen dengan 𝔮S𝔭\mathfrak qS\subseteq\mathfrak p, dan syarat kedua ekuivalen dengan

φ(R\𝔮)𝔭=. \varphi(R\setminus\mathfrak q)\cap\mathfrak p=\varnothing.

Khususnya, serat morfisme spektrum di atas suatu titik kembali merupakan spektrum suatu gelanggang. Jika 𝔪\mathfrak m ideal maksimal, serat di atasnya adalah

Spek(S/𝔪S), \operatorname{Spek}(S/\mathfrak mS),

sebab dari 𝔪S𝔭\mathfrak mS\subseteq\mathfrak p langsung diperoleh 𝔪φ1(𝔭)\mathfrak m\subseteq\varphi^{-1}(\mathfrak p), dan maksimalitas memaksa kesamaan. Jika RR domain integral dan titiknya adalah ideal nol, ideal perluasan tidak perlu dipertimbangkan; seratnya cukup dideskripsikan oleh

Spek(Sφ(R\{0})). \operatorname{Spek}\!\left(S_{\varphi(R\setminus\{0\})}\right).

Korolari 8.13: kriteria serat kosong

Misalkan φ:RS\varphi:R\to S homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif dan φ*:Spek(S)Spek(R)\varphi^*:\operatorname{Spek}(S)\to\operatorname{Spek}(R) pemetaan spektrum yang terkait. Serat di atas ideal prima 𝔮Spek(R)\mathfrak q\in\operatorname{Spek}(R) kosong tepat ketika

𝔮Sφ(R\𝔮). \mathfrak qS\cap\varphi(R\setminus\mathfrak q)\ne\varnothing.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Lema 8.12 dan Proposisi 8.4(6).

Lembar Kerja 8: Spektrum dan Pemetaan Spektrum

Soal 8.1

Misalkan RR gelanggang komutatif yang bukan gelanggang nol. Dengan menggunakan lema Zorn, tunjukkan bahwa RR mempunyai ideal maksimal.

Soal 8.2

Tunjukkan bahwa setiap ideal maksimal 𝔪\mathfrak m dalam gelanggang komutatif RR merupakan ideal prima.

Soal 8.3*

Misalkan RR gelanggang komutatif dan 𝔭\mathfrak p sebuah ideal. Tunjukkan bahwa 𝔭\mathfrak p merupakan ideal prima tepat ketika gelanggang hasil bagi

R/𝔭 R/\mathfrak p

merupakan domain integral.

Soal 8.4*

Misalkan 𝔞\mathfrak a ideal dalam gelanggang komutatif RR. Tunjukkan bahwa 𝔞\mathfrak a merupakan ideal prima tepat ketika 𝔞\mathfrak a adalah kernel suatu homomorfisme gelanggang

φ:RK \varphi:R\longrightarrow K

ke suatu lapangan KK.

Soal 8.5

Misalkan RR gelanggang komutatif, 𝔞R\mathfrak a\subseteq R sebuah ideal, dan MRM\subseteq R sistem multiplikatif dengan

𝔞M=. \mathfrak a\cap M=\varnothing.

Dengan lema Zorn, tunjukkan bahwa ada ideal prima 𝔭\mathfrak p yang memenuhi

𝔞𝔭,𝔭M=. \mathfrak a\subseteq\mathfrak p, \qquad \mathfrak p\cap M=\varnothing.

Soal 8.6

Misalkan RR gelanggang komutatif, 𝔞\mathfrak a sebuah ideal, dan

S=R/𝔞. S=R/\mathfrak a.

Tunjukkan bahwa ideal-ideal SS berkorespondensi secara tunggal dengan ideal-ideal RR yang memuat 𝔞\mathfrak a.

Soal 8.7

Misalkan RR gelanggang komutatif dan SRS\subseteq R sistem multiplikatif. Tunjukkan bahwa ideal-ideal prima dalam RSR_S berkorespondensi tepat dengan ideal-ideal prima dalam RR yang terpisah dari SS.

Soal 8.8

Deskripsikan spektrum

Spek(R𝔭) \operatorname{Spek}(R_{\mathfrak p})

dari pelokalan gelanggang komutatif RR pada ideal prima 𝔭\mathfrak p.

Soal 8.9

Misalkan RR dan SS gelanggang komutatif dan φ:RS\varphi:R\to S homomorfisme gelanggang. Jika 𝔭\mathfrak p ideal prima dalam SS, tunjukkan bahwa prabayang

φ1(𝔭) \varphi^{-1}(\mathfrak p)

merupakan ideal prima dalam RR.

Berikan contoh yang menunjukkan bahwa prabayang suatu ideal maksimal tidak harus merupakan ideal maksimal.

Soal 8.10

Misalkan φ:RS\varphi:R\to S homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif RR dan SS, dan misalkan 𝔭Spek(S)\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(S) ideal prima. Tunjukkan bahwa terdapat homomorfisme gelanggang alami

Rφ1(𝔭)S𝔭 R_{\varphi^{-1}(\mathfrak p)}\longrightarrow S_{\mathfrak p}

di antara pelokalan, serta

κ(φ1(𝔭))κ(𝔭) \kappa\!\left(\varphi^{-1}(\mathfrak p)\right) \longrightarrow\kappa(\mathfrak p)

di antara lapangan residu.

Soal 8.11*

Misalkan KK lapangan, dan misalkan RR serta SS aljabar-KK domain integral yang dibangkitkan secara hingga. Misalkan

φ:RS \varphi:R\longrightarrow S

homomorfisme aljabar-KK, dan 𝔫\mathfrak n ideal maksimal dalam SS dengan

φ1(𝔫)=𝔪. \varphi^{-1}(\mathfrak n)=\mathfrak m.

Andaikan pemetaan tersebut menginduksi isomorfisme

R𝔪S𝔫. R_{\mathfrak m}\longrightarrow S_{\mathfrak n}.

Tunjukkan bahwa ada fRf\in R dengan f𝔪f\notin\mathfrak m sedemikian sehingga

RfSφ(f) R_f\longrightarrow S_{\varphi(f)}

merupakan isomorfisme.

Soal 8.12

Tunjukkan bahwa pemetaan spektrum yang terkait dengan reduksi

RR/𝔫R R\longrightarrow R/\mathfrak n_R

suatu gelanggang komutatif RR merupakan homeomorfisme.

Soal 8.13

Misalkan RR gelanggang komutatif yang memuat suatu lapangan berkarakteristik positif

p>0, p>0,

dengan pp bilangan prima. Tunjukkan bahwa pemetaan

RR,ffp \begin{aligned} R&\longrightarrow R,\\ f&\longmapsto f^p \end{aligned}

merupakan homomorfisme gelanggang, yang disebut homomorfisme Frobenius.

Soal 8.14

Misalkan RR gelanggang komutatif berkarakteristik positif p>0p>0. Tunjukkan bahwa pemetaan spektrum dari homomorfisme Frobenius

RR,ffp \begin{aligned} R&\longrightarrow R,\\ f&\longmapsto f^p \end{aligned}

merupakan homeomorfisme.

Soal 8.15

Misalkan R1R_1 dan R2R_2 gelanggang komutatif dan

R=R1×R2 R=R_1\times R_2

gelanggang produknya. Tunjukkan bahwa terdapat homeomorfisme alami

Spek(R1)Spek(R2)Spek(R1×R2). \operatorname{Spek}(R_1)\uplus\operatorname{Spek}(R_2) \longrightarrow\operatorname{Spek}(R_1\times R_2).

Soal 8.16

Misalkan RR gelanggang komutatif. Tentukan serat-serat pemetaan spektrum yang terkait dengan perluasan gelanggang

RR[X1,,Xn]. R\subseteq R[X_1,\ldots,X_n].

Soal 8.17

Tentukan serat-serat pemetaan spektrum yang terkait dengan

[X][X]. \mathbb R[X]\subseteq\mathbb C[X].

Jika lapangan dasar adalah bilangan kompleks, spektrum-\mathbb C juga mempunyai topologi kompleks yang jauh lebih halus daripada topologi Zariski. Soal-soal berikut mengembangkan hal ini.

Soal 8.18

Misalkan RR aljabar-\mathbb C komutatif yang dibangkitkan secara hingga. Tunjukkan bahwa spektrum-\mathbb C

-Spek(R) \mathbb C\!\operatorname{-Spek}(R)

mempunyai topologi alami (atau topologi kompleks) yang, untuk gelanggang polinomial [X1,,Xn]\mathbb C[X_1,\ldots,X_n], berimpit dengan topologi metrik pada n\mathbb C^n. Tunjukkan pula bahwa untuk homomorfisme aljabar-\mathbb C

φ:RS \varphi:R\longrightarrow S

di antara aljabar-\mathbb C yang dibangkitkan secara hingga, pemetaan terinduksi

-Spek(S)-Spek(R) \mathbb C\!\operatorname{-Spek}(S) \longrightarrow \mathbb C\!\operatorname{-Spek}(R)

kontinu dalam topologi alami.

Soal 8.19

Misalkan P[X]P\in\mathbb C[X] polinomial tak konstan. Tunjukkan bahwa fungsi

,zP(z) \begin{aligned} \mathbb C&\longrightarrow\mathbb C,\\ z&\longmapsto P(z) \end{aligned}

mempunyai sifat bahwa prabayang setiap subhimpunan terbatas TT\subseteq\mathbb C juga terbatas.

Soal 8.20

Misalkan

F1,,Fk[X1,,Xn] F_1,\ldots,F_k\in\mathbb C[X_1,\ldots,X_n]

polinomial sedemikian sehingga homomorfisme aljabar-\mathbb C

[Y1,,Yk][X1,,Xn],YjFj \begin{aligned} \mathbb C[Y_1,\ldots,Y_k]&\longrightarrow \mathbb C[X_1,\ldots,X_n],\\ Y_j&\longmapsto F_j \end{aligned}

bersifat integral. Tunjukkan bahwa pemetaan terkait

nk,(x1,,xn)(F1(x1,,xn),,Fk(x1,,xn)) \begin{aligned} \mathbb C^n&\longrightarrow\mathbb C^k,\\ (x_1,\ldots,x_n)&\longmapsto (F_1(x_1,\ldots,x_n),\ldots,F_k(x_1,\ldots,x_n)) \end{aligned}

mempunyai sifat bahwa prabayang setiap subhimpunan terbatas TkT\subseteq\mathbb C^k kembali terbatas.

Simpulkan bahwa dalam keadaan tersebut pemetaan FF bersifat proper, yakni prabayang subhimpunan kompak kembali kompak, dan bahwa FF merupakan pemetaan tertutup.

Soal 8.21

Tentukan serat-serat pemetaan spektrum yang terkait dengan

[X][X]. \mathbb Q[X]\subseteq\mathbb R[X].

Serat mana yang berhingga?

Soal 8.22

Misalkan φ:RS\varphi:R\to S homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif dan

φ*:Spek(S)Spek(R),𝔭φ*(𝔭) \begin{aligned} \varphi^*:\operatorname{Spek}(S)&\longrightarrow\operatorname{Spek}(R),\\ \mathfrak p&\longmapsto\varphi^*(\mathfrak p) \end{aligned}

pemetaan spektrum yang terkait. Tunjukkan bahwa serat di atas ideal prima 𝔭Spek(R)\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(R) secara kanonik homeomorfik dengan

Spec(SRκ(𝔭)). \operatorname{Spec}\!\left(S\otimes_R\kappa(\mathfrak p)\right).

Catatan edisi — notasi sumber. Soal terakhir memakai Spec\operatorname{Spec}, sedangkan kuliah dan soal-soal sebelumnya memakai Spek\operatorname{Spek}. Perbedaan notasi sumber ini dipertahankan; kedua simbol menyatakan spektrum gelanggang.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 8

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat tiga solusi publik di antara 22 soal pada Lembar Kerja 8, yaitu solusi Soal 8.3, 8.4, dan 8.11. Peta soal dan bukti kandidat yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 8.1-8.2, 8.5-8.10, dan 8.12-8.22. Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.

Solusi sumber untuk Soal 8.3

Mula-mula, misalkan 𝔭\mathfrak p ideal prima. Khususnya,

𝔭R, \mathfrak p\subsetneq R,

sehingga gelanggang hasil bagi R/𝔭R/\mathfrak p bukan gelanggang nol. Andaikan fg=0fg=0 dalam R/𝔭R/\mathfrak p, dengan ff dan gg direpresentasikan oleh unsur-unsur RR. Maka fg𝔭fg\in\mathfrak p, sehingga f𝔭f\in\mathfrak p atau g𝔭g\in\mathfrak p. Dalam R/𝔭R/\mathfrak p, ini tepat berarti f=0f=0 atau g=0g=0.

Sebaliknya, andaikan R/𝔭R/\mathfrak p domain integral. Gelanggang ini bukan gelanggang nol, sehingga 𝔭R\mathfrak p\ne R. Ambil f,g𝔭f,g\notin\mathfrak p. Maka f,g0f,g\ne0 dalam R/𝔭R/\mathfrak p dan, karena gelanggang tersebut domain integral,

fg0 fg\ne0

dalam R/𝔭R/\mathfrak p. Jadi fg𝔭fg\notin\mathfrak p, yang membuktikan bahwa 𝔭\mathfrak p ideal prima.

Solusi sumber untuk Soal 8.4

Mula-mula, misalkan 𝔞\mathfrak a ideal prima. Maka R/𝔞R/\mathfrak a adalah domain integral, sehingga lapangan pecahannya

Q(R/𝔞) Q(R/\mathfrak a)

ada. Proyeksi kanonik yang disusul dengan penyertaan ke lapangan pecahan,

φ:RQ(R/𝔞),x[x], \begin{aligned} \varphi:R&\longrightarrow Q(R/\mathfrak a),\\ x&\longmapsto[x], \end{aligned}

merupakan homomorfisme gelanggang ke suatu lapangan dengan

kerφ=𝔞. \ker\varphi=\mathfrak a.

Sebaliknya, kernel homomorfisme gelanggang

φ:RK \varphi:R\longrightarrow K

selalu merupakan ideal. Jika abkerφab\in\ker\varphi, maka

0=φ(ab)=φ(a)φ(b). 0=\varphi(ab)=\varphi(a)\varphi(b).

Karena lapangan KK tidak mempunyai pembagi nol, kita memperoleh φ(a)=0\varphi(a)=0 atau φ(b)=0\varphi(b)=0. Ini ekuivalen dengan akerφa\in\ker\varphi atau bkerφb\in\ker\varphi. Dengan demikian kerφ\ker\varphi adalah ideal prima.

Solusi sumber untuk Soal 8.11

Pertama-tama kita menunjukkan bahwa, untuk fRf\in R yang sesuai, pemetaan

RfSφ(f) R_f\longrightarrow S_{\varphi(f)}

surjektif. Ambil sistem pembangkit aljabar-KK x1,,xnx_1,\ldots,x_n dari SS. Karena pemetaan lokal pada hipotesis surjektif, ada unsur

yi=rigi,gi𝔪, y_i=\frac{r_i}{g_i}, \qquad g_i\notin\mathfrak m,

dengan φ(yi)=xi\varphi(y_i)=x_i dalam S𝔫S_{\mathfrak n}. Ini berarti yigi=riy_ig_i=r_i untuk i=1,,ni=1,\ldots,n. Dengan

f=g1gn, f=g_1\cdots g_n,

semua yiy_i dapat dituliskan dengan penyebut utama bersama ff; jadi yiRfy_i\in R_f. Pemetaan RfSφ(f)R_f\to S_{\varphi(f)} surjektif karena suatu sistem pembangkit berada dalam citranya dan penyebut-penyebut φ(f)n\varphi(f)^n adalah citra dari fnf^n.

Kita klaim bahwa pemetaan tersebut juga injektif. Andaikan qRfq\in R_f dipetakan ke nol. Maka qq juga nol dalam S𝔫S_{\mathfrak n} dan berasal dari qR𝔪q\in R_{\mathfrak m}. Karena pemetaan lokal adalah isomorfisme, q=0q=0 dalam R𝔪R_{\mathfrak m}. Karena RR merupakan domain integral menurut hipotesis, hal ini juga mengakibatkan q=0q=0 dalam RfR_f. Jadi pemetaan itu injektif dan dengan demikian merupakan isomorfisme.

Kredit media BGK Unit 8

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 8 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 8.

Sumber mendeklarasikan satu ilustrasi, File:Spektrum_von_Z._xcf, dengan pencipta Bocardodarapti dan label lisensi sebaris CC-by-sa 4.0. API Commons resmi mengembalikan halaman tersebut sebagai missing, HTML sumber menampilkannya sebagai media rusak, dan PDF resmi tidak memuat gambarnya. Karena tidak ada biner yang dapat diverifikasi, edisi tidak mengklaim telah memulihkan aset sumber.

Keterangan sumber yang dipertahankan: Visualisasi spektrum bilangan bulat: titik-titik prima diskret, titik nol tebal sebagai titik rapat, dan garis penghubung yang menunjukkan objek berdimensi satu. Teks alternatif edisi: Garis konseptual dengan titik-titik prima diskret dan titik nol yang ditebalkan untuk menggambarkan spektrum bilangan bulat.

Dua PDF resmi dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 9: Skema Afin

Misalkan

X=Spek(R) X=\operatorname{Spek}(R)

adalah spektrum suatu gelanggang komutatif RR, dilengkapi dengan topologi Zariski. Jika RR adalah lapangan, spektrumnya hanya terdiri atas satu titik, yaitu ideal nol, yang sekaligus merupakan ideal maksimal. Dalam arti ini, spektrum saja memuat sangat sedikit informasi. Jadi funktor kontravarian

{gelanggang komutatif}{ruang topologis},RSpek(R) \begin{aligned} \{\text{gelanggang komutatif}\}&\longrightarrow \{\text{ruang topologis}\},\\ R&\longmapsto\operatorname{Spek}(R) \end{aligned}

kehilangan informasi. Kita akan memperkaya spektrum dengan struktur tambahan agar gelanggang asal dapat direkonstruksi darinya. Untuk itu, kita mendefinisikan suatu berkas struktur pada spektrum. Spektrum bersama berkas struktur tersebut merupakan geometrisasi gelanggang yang bermakna, yakni sebuah ruang berdering.

Catatan edisi — dua salah ketik pada pengantar sumber. Sumber menulis padanan dass Spektrum dan zusätztlichen. Terjemahan menormalkan keduanya menjadi “spektrum” dan “tambahan”; tidak ada isi matematis yang diubah.

Berkas struktur pada spektrum

Contoh 9.1: praberkas pelokalan

Misalkan X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) adalah spektrum gelanggang komutatif RR. Pada XX kita mendefinisikan suatu praberkas gelanggang komutatif dengan menetapkan, untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X,

𝒫(U):=colimUD(f)Rf, \mathcal P(U):=\operatorname*{colim}_{U\subseteq D(f)}R_f,

dengan homomorfisme gelanggang alami

RfRg R_f\longrightarrow R_g

untuk

UD(g)D(f). U\subseteq D(g)\subseteq D(f).

Bersama homomorfisme-homomorfisme alami tersebut, penetapan ini merupakan sebuah praberkas. Berlaku

𝒫(D(f))=Rf,𝒫(X)=R. \mathcal P(D(f))=R_f, \qquad \mathcal P(X)=R.

Pada kesamaan kedua, sistem terarah mempunyai objek terminal X=D(1)X=D(1), sehingga gelanggang yang diperoleh adalah R1=RR_1=R.

Catatan edisi — objek terminal pada sumber. Sumber menulis objek terminal sebagai D(f) ketika menyimpulkan 𝒫(X)=R\mathcal P(X)=R. Di sini objek akhirnya ditulis eksplisit sebagai X=D(1)X=D(1); konstruksi kolimit tidak diubah.

Tangkai praberkas ini di titik 𝔭X\mathfrak p\in X adalah

colim𝔭U𝒫(U)=colim𝔭D(f)𝒫(D(f))=colimf𝔭Rf=R𝔭. \begin{aligned} \operatorname*{colim}_{\mathfrak p\in U}\mathcal P(U) &=\operatorname*{colim}_{\mathfrak p\in D(f)}\mathcal P(D(f))\\ &=\operatorname*{colim}_{f\notin\mathfrak p}R_f\\ &=R_{\mathfrak p}. \end{aligned}

Praberkas ini bukan berkas. Berkasisasinya adalah berkas struktur pada spektrum.

Definisi 9.2: berkas struktur

Misalkan X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) adalah spektrum suatu gelanggang komutatif RR. Berkas struktur pada XX adalah penetapan yang kepada setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X memasangkan gelanggang komutatif

Γ(U,𝒪X)={(s𝔭)𝔭U𝔭UR𝔭|untuk setiap 𝔭U ada a,bR dengan𝔭D(b)U dan s𝔮=ab di R𝔮untuk semua 𝔮D(b)}. \Gamma(U,\mathcal O_X) =\left\{ (s_{\mathfrak p})_{\mathfrak p\in U} \in\prod_{\mathfrak p\in U}R_{\mathfrak p} \ \middle|\ \begin{array}{l} \text{untuk setiap }\mathfrak p\in U\text{ ada }a,b\in R\text{ dengan}\\ \mathfrak p\in D(b)\subseteq U\text{ dan } s_{\mathfrak q}=\dfrac{a}{b}\text{ di }R_{\mathfrak q}\\ \text{untuk semua }\mathfrak q\in D(b) \end{array} \right\}.

Untuk setiap inklusi UUU\subseteq U', homomorfisme restriksinya adalah proyeksi alami dari keluarga yang diindeks oleh UU' ke keluarga yang diindeks oleh UU.

Lema 9.3: berkas struktur memang suatu berkas

Berkas struktur 𝒪X\mathcal O_X pada spektrum X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) suatu gelanggang komutatif RR adalah berkas gelanggang komutatif.

Bukti

Definisi di atas tepat merupakan berkasisasi praberkas pada Contoh 9.1. Satu-satunya perbedaan penyajian ialah bahwa syarat kompatibilitas dirumuskan dengan lingkungan basis D(b)D(b), bukan dengan lingkungan terbuka sebarang.

Definisi 9.4: skema afin

Spektrum

X=Spek(R) X=\operatorname{Spek}(R)

suatu gelanggang komutatif RR, bersama berkas strukturnya 𝒪X\mathcal O_X, disebut skema afin yang terkait dengan RR.

Suatu unsur

qΓ(U,𝒪X) q\in\Gamma(U,\mathcal O_X)

disebut fungsi aljabar yang terdefinisi pada UU. Istilah fungsi rasional atau fungsi reguler juga digunakan dalam konteks ini.

Seksi sebagai fungsi lokal

Catatan 9.5: kasus domain integral

Jika RR adalah domain integral, berkas struktur mempunyai deskripsi yang sangat sederhana. Untuk himpunan terbuka UXU\subseteq X,

Γ(U,𝒪X)=𝔭UR𝔭, \Gamma(U,\mathcal O_X) =\bigcap_{\mathfrak p\in U}R_{\mathfrak p},

dengan irisan diambil di dalam lapangan pecahan Q(R)Q(R), tempat semua pelokalan R𝔭R_{\mathfrak p} merupakan subgelanggang. Jadi fungsi-fungsi pada UU tepat merupakan unsur-unsur rasional dalam Q(R)Q(R) yang terdefinisi di setiap titik UU. Menurut Lema 12.4 pada kursus Aljabar Komutatif,

Γ(X,𝒪X)=𝔭XR𝔭=R. \Gamma(X,\mathcal O_X) =\bigcap_{\mathfrak p\in X}R_{\mathfrak p} =R.

Demikian pula,

Γ(D(f),𝒪X)=𝔭D(f)R𝔭=Rf. \Gamma(D(f),\mathcal O_X) =\bigcap_{\mathfrak p\in D(f)}R_{\mathfrak p} =R_f.

Jika terdapat penutup terbuka

U=iID(fi), U=\bigcup_{i\in I}D(f_i),

maka

Γ(U,𝒪X)=𝔭UR𝔭=iI(𝔭D(fi)R𝔭)=iIRfi. \Gamma(U,\mathcal O_X) =\bigcap_{\mathfrak p\in U}R_{\mathfrak p} =\bigcap_{i\in I}\left( \bigcap_{\mathfrak p\in D(f_i)}R_{\mathfrak p} \right) =\bigcap_{i\in I}R_{f_i}.

Catatan edisi — nomor silang antarsaksi. Saksi semantik yang dibekukan merujuk ke Lema 12.4 pada Aljabar Komutatif, sedangkan PDF terminal lama mencetak Lema 16.4. Edisi mengikuti revisi semantik yang menjadi authority dan mencatat perbedaan itu tanpa menyatukan kedua saksi.

Contoh 9.6: fungsi pada dua garis tertusuk

Pertimbangkan

R=K[X,Y]/(XY) R=K[X,Y]/(XY)

di atas suatu lapangan KK. Pada himpunan terbuka

U=D(X,Y)=D(X)D(Y)=Spec(R)\{(X,Y)}, U=D(X,Y)=D(X)\cup D(Y) =\operatorname{Spec}(R)\setminus\{(X,Y)\},

fungsi yang bernilai 00 pada garis tertusuk

V(X)U=D(Y) V(X)\cap U=D(Y)

dan bernilai 11 pada garis tertusuk

V(Y)U=D(X) V(Y)\cap U=D(X)

adalah fungsi aljabar. Penetapan ini memberikan suatu s𝔭R𝔭s_{\mathfrak p}\in R_{\mathfrak p} untuk setiap ideal prima 𝔭U\mathfrak p\in U. Jika

𝔭V(X)U=D(Y), \mathfrak p\in V(X)\cap U=D(Y),

maka representasi pecahannya adalah

0=0Y; 0=\frac{0}{Y};

sedangkan jika

𝔭V(Y)U=D(X), \mathfrak p\in V(Y)\cap U=D(X),

representasinya adalah

1=XX. 1=\frac{X}{X}.

Sumber beralih dari operator Spek\operatorname{Spek} ke Spec\operatorname{Spec} pada tampilan ini; kedua bentuk tersebut dipertahankan sebagai notasi sumber untuk spektrum gelanggang.

Catatan 9.7: ideal penyebut

Misalkan RR domain integral dengan lapangan pecahan Q(R)Q(R) dan qQ(R)q\in Q(R) suatu fungsi rasional. Ada himpunan terbuka terbesar USpek(R)U\subseteq\operatorname{Spek}(R) tempat qq terdefinisi. Himpunan ini adalah

U=D(𝔞), U=D(\mathfrak a),

dengan ideal penyebut

𝔞={rRrqR}. \mathfrak a=\{r\in R\mid rq\in R\}.

Jika qR𝔭q\in R_{\mathfrak p}, maka

q=sr q=\frac{s}{r}

dengan r𝔭r\notin\mathfrak p. Karena rr termasuk ideal penyebut, kita mendapatkan 𝔭D(𝔞)\mathfrak p\in D(\mathfrak a). Membaca argumen ini secara terbalik memberi implikasi sebaliknya. Secara khusus, D(f)D(f) adalah lokus definisi terbesar untuk 1/f1/f.

Teorema 9.8: domain faktorisasi tunggal

Misalkan RR domain faktorisasi tunggal. Maka, untuk himpunan terbuka USpek(R)U\subseteq\operatorname{Spek}(R), penetapan

UcolimUD(f)Rf U\longmapsto\operatorname*{colim}_{U\subseteq D(f)}R_f

sama dengan berkas struktur pada Spek(R)\operatorname{Spek}(R).

Bukti

Penetapan tersebut adalah praberkas gelanggang komutatif yang berkasisasinya sama dengan berkas struktur. Jadi cukup dibuktikan bahwa, dalam kasus faktorial, praberkas itu sendiri sudah merupakan berkas.

Ambil unsur tak nol

qΓ(U,𝒪X)Q(R). q\in\Gamma(U,\mathcal O_X)\subseteq Q(R).

Karena RR faktorial, ada representasi tereduksi

q=af. q=\frac{a}{f}.

Kita klaim UD(f)U\subseteq D(f). Ambil 𝔭U\mathfrak p\in U. Karena qq terdefinisi pada UU, menurut Catatan 9.5 ada representasi

q=bg=af q=\frac{b}{g}=\frac{a}{f}

dengan g𝔭g\notin\mathfrak p. Jadi

fb=ag fb=ag

di RR. Setiap faktor prima ff membagi agag tetapi tidak membagi aa; karena itu faktor tersebut harus membagi gg. Maka radikal (f)(f) memuat radikal (g)(g) dan

𝔭D(g)D(f). \mathfrak p\in D(g)\subseteq D(f).

Jadi seksi qq sudah berasal dari RfR_f pada suatu himpunan terbuka utama yang memuat UU, sebagaimana disyaratkan.

Pernyataan ini khususnya berlaku untuk gelanggang polinomial, dan karena itu untuk ruang afin.

Contoh 9.9: seksi yang baru muncul setelah berkasisasi

Pertimbangkan domain integral

R=K[X,Y,Z,W]/(WXZY) R=K[X,Y,Z,W]/(WX-ZY)

di atas suatu lapangan KK, dan tetapkan

U:=D(X,Y)Spek(R). U:=D(X,Y)\subseteq\operatorname{Spek}(R).

Menurut Catatan 9.5,

q=ZX=WY q=\frac{Z}{X}=\frac{W}{Y}

adalah fungsi aljabar yang terdefinisi pada UU, sehingga qΓ(U,𝒪X)q\in\Gamma(U,\mathcal O_X). Namun, selain satuan, tidak ada unsur fRf\in R dengan

(X,Y)(f), (X,Y)\subseteq(f),

karena XX dan YY irreduksibel. Karena itu qq bukan seksi praberkas pada Contoh 9.1 di atas UU, tetapi merupakan seksi berkasisasinya.

Catatan edisi — simbol terbuka pada sumber. Sumber memperkenalkan D(X,Y)D(X,Y) sebagai himpunan terbuka, lalu memakai simbol UU tanpa menetapkan kesamaannya. Edisi menulis U:=D(X,Y)U:=D(X,Y) secara eksplisit; tidak ada objek matematis baru yang ditambahkan.

Sifat lokal dan himpunan terbuka utama

Lema 9.10: tangkai adalah pelokalan

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) adalah skema afin yang terkait dengan gelanggang komutatif RR, dan misalkan xXx\in X adalah titik yang bersesuaian dengan ideal prima 𝔭\mathfrak p. Maka tangkai berkas struktur adalah

𝒪x=R𝔭. \mathcal O_x=R_{\mathfrak p}.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Contoh 9.1 dan Lema 5.2(2).

Korolari 9.11: skema afin berdering lokal

Setiap skema afin adalah ruang berdering lokal.

Bukti

Ini langsung mengikuti dari Lema 9.10 dan Teorema 12.3 pada kursus Aljabar Komutatif.

Catatan edisi — nomor silang antarsaksi. Saksi semantik merujuk ke Teorema 12.3 pada Aljabar Komutatif, sedangkan PDF terminal lama mencetak Teorema 16.3. Seperti pada Catatan 9.5, edisi mengikuti authority semantik.

Lema 9.12: seksi pada himpunan terbuka utama

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) adalah skema afin yang terkait dengan gelanggang komutatif RR, dan misalkan fRf\in R. Maka

Γ(D(f),𝒪X)=Rf. \Gamma(D(f),\mathcal O_X)=R_f.

Secara khusus,

Γ(X,𝒪X)=R. \Gamma(X,\mathcal O_X)=R.

Bukti

Kita terlebih dahulu membuktikan kasus khusus XX. Ada homomorfisme gelanggang alami

RΓ(X,𝒪X). R\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal O_X).

Homomorfisme ini injektif karena nolnya suatu unsur dapat diuji secara lokal; bandingkan Lema Lampiran 1.1. Untuk membuktikan surjektivitas, ambil qΓ(X,𝒪X)q\in\Gamma(X,\mathcal O_X). Ada penutup terbuka

X=iIUi=iID(fi) X=\bigcup_{i\in I}U_i=\bigcup_{i\in I}D(f_i)

dan unsur-unsur

qi=aifiki q_i=\frac{a_i}{f_i^{k_i}}

yang, sebagai seksi pada

D(fi)D(fj)=D(fifj), D(f_i)\cap D(f_j)=D(f_if_j),

berimpit sebagai unsur RfifjR_{f_if_j}. Menurut Korolari 8.6, kita dapat menganggap II berhingga. Kita juga dapat mengganti semua kik_i dengan nilai maksimumnya kk; tentu saja pembilang lokal aia_i ikut berubah.

Kompatibilitas

aifik=ajfjk \frac{a_i}{f_i^k}=\frac{a_j}{f_j^k}

berarti bahwa terdapat persamaan

(fifj)maifjk=(fifj)majfik (f_if_j)^m a_i f_j^k=(f_if_j)^m a_j f_i^k

di RR, dengan mm dipilih sebagai maksimum yang berlaku untuk semua pasangan. Menurut Proposisi 8.4(2),(4), unsur-unsur fif_i, iIi\in I, membangkitkan ideal satuan. Hal yang sama berlaku bagi fim+kf_i^{m+k}, sehingga ada giRg_i\in R dengan

1=iIgifim+k. 1=\sum_{i\in I}g_if_i^{m+k}.

Tetapkan

a:=iIgiaifim. a:=\sum_{i\in I}g_ia_if_i^m.

Maka

afjm+k=(iIgiaifim)fjm+k=iIgi(fifj)maifjk=iIgi(fifj)majfik=ajfjm(iIgifim+k)=ajfjm. \begin{aligned} af_j^{m+k} &=\left(\sum_{i\in I}g_ia_if_i^m\right)f_j^{m+k}\\ &=\sum_{i\in I}g_i(f_if_j)^m a_i f_j^k\\ &=\sum_{i\in I}g_i(f_if_j)^m a_j f_i^k\\ &=a_jf_j^m\left(\sum_{i\in I}g_if_i^{m+k}\right)\\ &=a_jf_j^m. \end{aligned}

Dengan demikian

a=ajfjk=qj a=\frac{a_j}{f_j^k}=q_j

di RfjR_{f_j}. Jadi seksi tersebut direpresentasikan oleh satu unsur gelanggang aRa\in R.

Situasi pada D(f)D(f) adalah kasus yang sama setelah RfR_f dipakai sebagai gelanggang baru. Karena itu Γ(D(f),𝒪X)=Rf\Gamma(D(f),\mathcal O_X)=R_f.

Lema 9.13: himpunan terbuka utama adalah skema afin

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) adalah skema afin yang terkait dengan gelanggang komutatif RR, dan misalkan fRf\in R. Maka, melalui pemetaan spektrum kanonik,

D(f)=Spec(Rf) D(f)=\operatorname{Spec}(R_f)

sebagai ruang berdering.

Bukti

Menurut Proposisi 8.11(3), homomorfisme gelanggang kanonik

RRf R\longrightarrow R_f

menginduksi pembenaman terbuka

Spek(Rf)D(f)Spek(R). \operatorname{Spek}(R_f)\longrightarrow D(f)\subseteq\operatorname{Spek}(R).

Catatan edisi (serialisasi). Garis miring terbalik yang hilang pada perintah panah dipulihkan sesuai saksi TeX beku. Ini koreksi penulisan perintah, bukan perubahan klaim matematis.

Menurut Lema 9.12, gelanggang seksi di kedua sisi adalah RfR_f. Pernyataan yang sama berlaku pada setiap himpunan terbuka D(g)D(f)D(g)\subseteq D(f). Dengan demikian berkas struktur di kedua sisi teridentifikasi, sehingga diperoleh isomorfisme ruang berdering.

Catatan edisi — kesamaan melalui identifikasi kanonik. Pernyataan sumber menulis D(f)=Spec(Rf)D(f)=\operatorname{Spec}(R_f), sedangkan buktinya membangun pembenaman terbuka dan isomorfisme ruang berdering. Edisi mempertahankan tampilan sumber serta menyatakan secara eksplisit bahwa kesamaan itu memakai identifikasi kanonik. Pergantian Spek/Spec juga dipertahankan.

Lembar Kerja 9: Skema Afin

Tidak satu pun dari 13 soal pada batas revisi yang dibekukan mempunyai solusi publik. Tanda bintang solusi karena itu tidak digunakan dan edisi ini tidak menciptakan solusi baru.

Soal 9.1

Tentukan subgelanggang-subgelanggang \mathbb Q yang muncul sebagai gelanggang seksi pada Spek()\operatorname{Spek}(\mathbb Z), dan tentukan subgelanggang-subgelanggang yang muncul sebagai tangkai pada Spek()\operatorname{Spek}(\mathbb Z).

Soal 9.2

Misalkan TT\subseteq\mathbb P adalah subhimpunan bilangan-bilangan prima. Buktikan bahwa

RT={q|q dapat ditulis dengan penyebut yang hanya memuat bilangan prima dari T} R_T=\left\{ q\in\mathbb Q\ \middle|\ q\text{ dapat ditulis dengan penyebut yang hanya memuat bilangan prima dari }T \right\}

merupakan subgelanggang \mathbb Q. Apa yang diperoleh untuk

T=,T={3},T={2,5},T=? T=\varnothing, \qquad T=\{3\}, \qquad T=\{2,5\}, \qquad T=\mathbb P?

Soal 9.3

Misalkan

R=[23] R=\mathbb Z\!\left[\frac{2}{3}\right]

adalah subgelanggang \mathbb Q yang dibangkitkan oleh \mathbb Z dan 2/32/3. Buktikan bahwa RR memuat semua bilangan rasional yang dapat ditulis dengan suatu pangkat 33 sebagai penyebut.

Soal 9.4

Misalkan RR gelanggang komutatif dan fRf\in R. Untuk pelokalan RfR_f yang terkait, buktikan isomorfisme aljabar-RR

RfR[T]/(Tf1). R_f\cong R[T]/(Tf-1).

Soal 9.5

Misalkan RR gelanggang komutatif dan f,gRf,g\in R. Buktikan bahwa sifat-sifat berikut ekuivalen.

  1. D(f)D(g)D(f)\subseteq D(g) di dalam spektrum RR.

  2. rad((f))rad((g))\operatorname{rad}((f))\subseteq\operatorname{rad}((g)).

  3. frad((g))f\in\operatorname{rad}((g)).

  4. Ada nn\in\mathbb N dengan fn(g)f^n\in(g).

  5. Unsur gg membagi suatu pangkat ff.

  6. Unsur gg merupakan satuan di RfR_f.

  7. Ada homomorfisme aljabar-RR

    RgRf. R_g\longrightarrow R_f.

Soal 9.6

Misalkan RR gelanggang komutatif, fRf\in R, dan RfR_f pelokalan yang terkait. Buktikan bahwa ff nilpoten tepat ketika RfR_f adalah gelanggang nol.

Soal 9.7

Misalkan RR domain integral dan

UX=Spek(R) U\subseteq X=\operatorname{Spek}(R)

suatu himpunan terbuka. Buktikan bahwa

Γ(U,𝒪X)=f0D(f)URf, \Gamma(U,\mathcal O_X) =\bigcap_{\substack{f\ne0\\D(f)\subseteq U}}R_f,

dengan irisan diambil di dalam lapangan pecahan Q(R)Q(R).

Soal 9.8

Misalkan RR domain ideal utama dengan lapangan pecahan Q=Q(R)Q=Q(R). Buktikan bahwa setiap gelanggang antara

RSQ R\subseteq S\subseteq Q

merupakan suatu pelokalan dari RR.

Soal 9.9

Buktikan bahwa himpunan terbuka UU pada Contoh 9.6 memenuhi

U=D(X+Y). U=D(X+Y).

Deskripsikan fungsi yang dibahas pada contoh tersebut dengan penyebut X+YX+Y.

Catatan edisi — predikat eliptis pada sumber. Kalimat sumber secara harfiah berhenti pada padanan “buktikan bahwa untuk himpunan terbuka … berlaku”. Tampilan yang menyusul adalah U=D(X+Y)U=D(X+Y); edisi menjadikannya predikat kalimat tanpa mengubah tugas.

Soal 9.10

Misalkan RR domain faktorisasi tunggal dan 𝔪\mathfrak m ideal maksimal dengan tinggi

ht(𝔪)2. \operatorname{ht}(\mathfrak m)\ge2.

Buktikan bahwa pemetaan restriksi

R=Γ(X,𝒪X)Γ(X\{𝔪},𝒪X) R=\Gamma(X,\mathcal O_X) \longrightarrow \Gamma(X\setminus\{\mathfrak m\},\mathcal O_X)

bijektif.

Soal 9.11

Untuk

R=K[X,Y,Z]/(XYZn) R=K[X,Y,Z]/(XY-Z^n)

dan

U=D(X,Z)Spek(R), U=D(X,Z)\subseteq\operatorname{Spek}(R),

carilah fungsi-fungsi rasional yang terdefinisi pada UU tetapi tidak dapat ditulis dengan satu penyebut optimal.

Soal 9.12

Misalkan

X=Spek(R) X=\operatorname{Spek}(R)

adalah spektrum gelanggang komutatif RR dan

fR=Γ(X,𝒪X). f\in R=\Gamma(X,\mathcal O_X).

Buktikan bahwa D(f)D(f) sama dengan lokus keterbalikan XfX_f.

Soal 9.13

Misalkan

φ:RS \varphi:R\longrightarrow S

homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif. Buktikan bahwa pemetaan spektrum

φ*:Spek(S)Spek(R) \varphi^*:\operatorname{Spek}(S) \longrightarrow\operatorname{Spek}(R)

dapat dilengkapi secara alami menjadi morfisme ruang berdering lokal.

Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 9

Pada batas revisi yang dibekukan, ketiga belas halaman kandidat solusi (Soal 9.1–9.13) berstatus missing dalam bukti kueri resmi. Karena itu tidak ada solusi publik yang dapat diterjemahkan untuk unit ini dan edisi tidak menciptakan atau menyiratkan solusi baru.

Peta urutan soal dan bukti kandidat tetap menjadi rekaman cakupan sumber.

Kredit media BGK Unit 9

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 9 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 9.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 10: Skema dan Morfisme Skema

Skema

Definisi 10.1: skema

Sebuah skema adalah ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) sedemikian sehingga terdapat penutup terbuka

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

yang untuk setiap ii menjadikan

(Ui,𝒪X|Ui) (U_i,\mathcal O_X|_{U_i})

sebuah skema afin.

Lema 10.2: lingkungan afin di dalam lingkungan terbuka

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) sebuah skema dan PXP\in X sebuah titik. Untuk setiap lingkungan terbuka PUP\in U, terdapat lingkungan afin terbuka

PVU. P\in V\subseteq U.

Bukti

Ambil sebuah lingkungan afin terbuka

PW=Spec(R). P\in W=\operatorname{Spec}(R).

Maka

PUWSpek(R) P\in U\cap W\subseteq\operatorname{Spek}(R)

merupakan himpunan terbuka di Spek(R)\operatorname{Spek}(R), sehingga berbentuk

UW=D(𝔞) U\cap W=D(\mathfrak a)

untuk suatu ideal 𝔞R\mathfrak a\subseteq R. Karena

D(𝔞)=f𝔞D(f), D(\mathfrak a)=\bigcup_{f\in\mathfrak a}D(f),

ada f𝔞f\in\mathfrak a dengan

PD(f)D(𝔞)U. P\in D(f)\subseteq D(\mathfrak a)\subseteq U.

Menurut Lema 9.13, D(f)D(f) afin.

Catatan edisi - notasi operator sumber. Pernyataan bukti memakai W=Spec(R)W=\operatorname{Spec}(R), lalu kembali ke Spek(R)\operatorname{Spek}(R). Kedua ejaan operator dipertahankan dan menunjuk pada spektrum gelanggang yang sama.

Lema 10.3: himpunan terbuka sebuah skema adalah skema

Setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X dari sebuah skema (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) mempunyai penutup oleh himpunan-himpunan terbuka afin dan, karena itu, merupakan sebuah skema.

Bukti

Sebagai himpunan terbuka dari ruang berdering, UU juga merupakan ruang berdering. Keberadaan penutup afin langsung mengikuti Lema 10.2.

Definisi 10.4: skema kuasiafin

Sebuah himpunan terbuka

UX=Spek(R) U\subseteq X=\operatorname{Spek}(R)

dari skema afin XX disebut skema kuasiafin.

Definisi 10.5: spektrum tertusuk

Untuk gelanggang lokal (R,𝔪)(R,\mathfrak m), ruang

Spek(R)\{𝔪} \operatorname{Spek}(R)\setminus\{\mathfrak m\}

disebut spektrum tertusuk dari RR.

Sebagai ruang berdering, skema dapat direkatkan sepanjang himpunan terbuka sebagaimana dalam Lema 7.10. Berikut dua contoh.

Contoh 10.6: garis dengan satu titik yang digandakan

Ambil dua salinan garis afin,

U=𝔸K1=Spek(K[S]),V=𝔸K1=Spek(K[T]), U=\mathbb A^1_K=\operatorname{Spek}(K[S]), \qquad V=\mathbb A^1_K=\operatorname{Spek}(K[T]),

dengan himpunan-himpunan terbuka

U=𝔸K1\{(S)}=Spek(K[S,S1])𝔸K1 U'=\mathbb A^1_K\setminus\{(S)\} =\operatorname{Spek}(K[S,S^{-1}])\subset\mathbb A^1_K

dan

V=𝔸K1\{(T)}=Spek(K[T,T1])𝔸K1. V'=\mathbb A^1_K\setminus\{(T)\} =\operatorname{Spek}(K[T,T^{-1}])\subset\mathbb A^1_K.

Pertimbangkan isomorfisme

φ:UV \varphi:U'\longrightarrow V'

yang ditentukan oleh STS\mapsto T, lalu rekatkan UU dan VV dalam arti Lema 7.10. Ruang yang dihasilkan adalah sebuah skema XX yang disebut garis dengan satu titik yang digandakan. Titik-titik yang ditentukan oleh (S)(S) dan (T)(T) pada XX masing-masing kita namai PP dan QQ.

Terdapat diagram komutatif homomorfisme restriksi

Γ(X,𝒪X)Γ(U,𝒪X)=K[S]Γ(V,𝒪X)=K[S]Γ(U,𝒪X)=K[S,S1], \begin{matrix} \Gamma(X,\mathcal O_X)&\longrightarrow&\Gamma(U,\mathcal O_X)=K[S]\\ \downarrow&&\downarrow\\ \Gamma(V,\mathcal O_X)=K[S]&\longrightarrow& \Gamma(U',\mathcal O_X)=K[S,S^{-1}], \end{matrix}

di mana identifikasi S=TS=T telah digunakan. Dari syarat berkas diperoleh

Γ(X,𝒪X)=K[S], \Gamma(X,\mathcal O_X)=K[S],

dan fungsi-fungsi global mempunyai nilai yang sama di PP dan QQ. Dengan argumen serupa, tangkai-tangkainya juga berimpit:

𝒪X,P=𝒪X,Q=K[S](S). \mathcal O_{X,P}=\mathcal O_{X,Q}=K[S]_{(S)}.

Seluruh perhitungan berlangsung di dalam lapangan fungsi K(S)K(S).

Contoh 10.7: garis projektif melalui perekatan

Sekali lagi ambil dua salinan garis afin

U=𝔸K1=Spek(K[S]),V=𝔸K1=Spek(K[T]) U=\mathbb A^1_K=\operatorname{Spek}(K[S]), \qquad V=\mathbb A^1_K=\operatorname{Spek}(K[T])

beserta himpunan terbuka tertusuk UU' dan VV' seperti pada Contoh 10.6. Sekarang gunakan isomorfisme

φ:UV,ST1, \varphi:U'\longrightarrow V', \qquad S\longmapsto T^{-1},

untuk merekatkan UU dan VV. Ruang yang dihasilkan,

X=K1, X=\mathbb P^1_K,

merupakan model garis projektif di atas KK. Titik-titik yang ditentukan oleh (S)(S) dan (T)(T) masing-masing dinamai PP dan QQ. Jika K=K=\mathbb R atau K=K=\mathbb C dengan topologi metrik, barisan di UU' yang konvergen menuju PUP\in U tentu menuju tak hingga ketika dilihat di VV.

Diagram komutatif homomorfisme restriksinya adalah

Γ(K1,𝒪K1)Γ(U,𝒪K1)=K[S]Γ(V,𝒪K1)=K[T]=K[S1]Γ(U,𝒪K1)=K[S,S1], \begin{matrix} \Gamma(\mathbb P^1_K,\mathcal O_{\mathbb P^1_K})&\longrightarrow& \Gamma(U,\mathcal O_{\mathbb P^1_K})=K[S]\\ \downarrow&&\downarrow\\ \Gamma(V,\mathcal O_{\mathbb P^1_K})=K[T]=K[S^{-1}]&\longrightarrow& \Gamma(U',\mathcal O_{\mathbb P^1_K})=K[S,S^{-1}], \end{matrix}

dengan identifikasi S=T1S=T^{-1}. Syarat berkas memberi

Γ(X,𝒪X)=K, \Gamma(X,\mathcal O_X)=K,

karena hanya fungsi konstan yang sekaligus berada dalam K[S]K[S] dan K[S1]K[S^{-1}]; irisannya diambil di dalam lapangan fungsi K(S)K(S). Selain itu,

𝒪X,P=K[S](S),𝒪X,Q=K[S1](S1). \mathcal O_{X,P}=K[S]_{(S)}, \qquad \mathcal O_{X,Q}=K[S^{-1}]_{(S^{-1})}.

Morfisme skema

Definisi 10.8: morfisme skema

Sebuah morfisme skema

φ:XY \varphi:X\longrightarrow Y

antara skema XX dan YY adalah morfisme ruang berdering lokal.

Kita terlebih dahulu hendak menjadikan pemetaan spektrum yang terkait dengan homomorfisme gelanggang θ:RS\theta:R\to S,

Spek(S)Spek(R), \operatorname{Spek}(S)\longrightarrow\operatorname{Spek}(R),

sebagai morfisme skema. Hal itu merupakan kasus khusus teorema berikut.

Teorema 10.9: morfisme ke skema afin

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering lokal dan Y=Spek(R)Y=\operatorname{Spek}(R) skema afin. Untuk setiap homomorfisme gelanggang

θ:RΓ(X,𝒪X), \theta:R\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal O_X),

terdapat tepat satu morfisme ruang berdering lokal XYX\to Y yang mempunyai θ\theta sebagai homomorfisme globalnya.

Bukti

Menurut Lema 7.18, untuk setiap xXx\in X harus berlaku

φ(x)={fRxXθ(f)}=(ρxθ)1(𝔪x), \varphi(x) =\{f\in R\mid x\notin X_{\theta(f)}\} =(\rho_x\circ\theta)^{-1}(\mathfrak m_x),

di mana

ρx:Γ(X,𝒪X)𝒪X,x \rho_x:\Gamma(X,\mathcal O_X)\longrightarrow\mathcal O_{X,x}

adalah homomorfisme restriksi ke tangkai 𝒪X,x\mathcal O_{X,x} dan 𝔪x𝒪X,x\mathfrak m_x\subseteq\mathcal O_{X,x} adalah ideal maksimalnya. Rumus ini menentukan pemetaan kontinu, sebab

φ1(D(f))=Xθ(f); \varphi^{-1}(D(f))=X_{\theta(f)};

himpunan-himpunan D(f)D(f) membentuk basis menurut Proposisi 8.4(8), sedangkan Xθ(f)X_{\theta(f)} terbuka menurut Lema 7.16.

Untuk setiap fRf\in R terdapat homomorfisme gelanggang

RθΓ(X,𝒪X)Γ(Xθ(f),𝒪X), R\mathrel{\mathop{\longrightarrow}^{\theta}} \Gamma(X,\mathcal O_X) \longrightarrow\Gamma(X_{\theta(f)},\mathcal O_X),

dan θ(f)\theta(f) menjadi satuan di gelanggang paling kanan. Menurut Teorema 11.13 pada kursus Aljabar Komutatif, terdapat tepat satu homomorfisme

RfΓ(Xθ(f),𝒪X) R_f\longrightarrow\Gamma(X_{\theta(f)},\mathcal O_X)

yang kompatibel dengan homomorfisme di atas. Karena sifat berkas, untuk setiap himpunan terbuka D(𝔞)D(\mathfrak a) juga diperoleh tepat satu homomorfisme

Γ(D(𝔞),𝒪Y)Γ(φ1(D(𝔞)),𝒪X). \Gamma(D(\mathfrak a),\mathcal O_Y) \longrightarrow \Gamma(\varphi^{-1}(D(\mathfrak a)),\mathcal O_X).

Memang, jika

D(𝔞)=iID(fi), D(\mathfrak a)=\bigcup_{i\in I}D(f_i),

maka

Γ(D(𝔞),𝒪Y)={(si)iIiIRfi|si=sj di Rfifj} \Gamma(D(\mathfrak a),\mathcal O_Y) =\left\{ (s_i)_{i\in I}\in\prod_{i\in I}R_{f_i} \ \middle|\ s_i=s_j\text{ di }R_{f_if_j} \right\}

dan

Γ(φ1(D(𝔞)),𝒪X)={(ti)iIiIΓ(Xθ(fi),𝒪X)|ti=tj di Γ(Xθ(fifj),𝒪X)}. \Gamma(\varphi^{-1}(D(\mathfrak a)),\mathcal O_X) =\left\{ (t_i)_{i\in I}\in \prod_{i\in I}\Gamma(X_{\theta(f_i)},\mathcal O_X) \ \middle|\ t_i=t_j\text{ di }\Gamma(X_{\theta(f_if_j)},\mathcal O_X) \right\}.

Homomorfisme-homomorfisme yang telah didefinisikan pada RfiR_{f_i} dan RfifjR_{f_if_j} menghormati persamaan kompatibilitas, sehingga memberi homomorfisme dari gelanggang pada tampilan pertama ke gelanggang pada tampilan kedua. Seluruh penetapan ini memang menghasilkan morfisme ruang berdering lokal.

Catatan edisi - dua permukaan sumber. Saksi semantik menulis Γ(X,𝒪)\Gamma(X,\mathcal O) pada peta ρx\rho_x, sementara konteks dan semua peta di sekitarnya memakai 𝒪X\mathcal O_X; edisi menulis subskrip XX secara eksplisit. Saksi semantik juga merujuk ke Teorema 11.13 pada Aljabar Komutatif, sedangkan PDF resmi lama mencetak Teorema 15.13. Edisi mengikuti nomor authority semantik dan mencatat perbedaan itu tanpa menyatukan edisi kursus yang dirujuk.

Korolari 10.10: homomorfisme gelanggang memberi morfisme spektrum

Misalkan RR dan SS gelanggang komutatif dan θ:RS\theta:R\to S homomorfisme gelanggang. Terdapat tepat satu morfisme skema

Spek(S)Spek(R) \operatorname{Spek}(S)\longrightarrow\operatorname{Spek}(R)

yang mempunyai θ\theta sebagai homomorfisme globalnya. Secara topologis, morfisme ini adalah pemetaan spektrum.

Bukti

Pernyataan langsung mengikuti Teorema 10.9. Bagian awal bukti teorema itu menunjukkan bahwa pemetaan topologisnya adalah pemetaan spektrum.

Korolari 10.11: morfisme kanonik ke spektrum bilangan bulat

Untuk setiap ruang berdering lokal (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) terdapat morfisme kanonik ruang berdering lokal

XSpek(). X\longrightarrow\operatorname{Spek}(\mathbb Z).

Morfisme ini memetakan suatu titik xXx\in X ke karakteristik lapangan residunya κ(x)\kappa(x).

Bukti

Homomorfisme gelanggang kanonik

Γ(X,𝒪X) \mathbb Z\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal O_X)

menentukan tepat satu morfisme ruang berdering lokal

XSpek() X\longrightarrow\operatorname{Spek}(\mathbb Z)

menurut Teorema 10.9.

Korolari 10.12: fungsi global memberi morfisme ke garis afin

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering lokal. Setiap fungsi global

fΓ(X,𝒪X) f\in\Gamma(X,\mathcal O_X)

menentukan tepat satu morfisme ruang berdering lokal

X𝔸1, X\longrightarrow\mathbb A^1_{\mathbb Z},

yang memetakan variabel garis afin ke ff. Jika Γ(X,𝒪X)\Gamma(X,\mathcal O_X) merupakan aljabar-KK atas lapangan KK, fungsi ff juga menentukan morfisme ruang berdering lokal

X𝔸K1. X\longrightarrow\mathbb A^1_K.

Dalam hal ini, titik xXx\in X dipetakan ke kernel homomorfisme gelanggang

K[T]κ(x),Tf(x). K[T]\longrightarrow\kappa(x), \qquad T\longmapsto f(x).

Bukti

Unsur gelanggang fΓ(X,𝒪X)f\in\Gamma(X,\mathcal O_X) menentukan tepat satu homomorfisme substitusi

[T]Γ(X,𝒪X). \mathbb Z[T]\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal O_X).

Menurut Teorema 10.9, homomorfisme ini menentukan tepat satu morfisme ruang berdering lokal

(X,𝒪X)Spek([T])=𝔸1. (X,\mathcal O_X)\longrightarrow \operatorname{Spek}(\mathbb Z[T])=\mathbb A^1_{\mathbb Z}.

Pernyataan tambahan diperoleh dengan cara yang sama.

Korolari 10.13: tupel fungsi memberi morfisme ke ruang afin

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering lokal. Setiap tupel fungsi

f1,,fnΓ(X,𝒪X) f_1,\ldots,f_n\in\Gamma(X,\mathcal O_X)

menentukan tepat satu morfisme ruang berdering lokal

X𝔸n, X\longrightarrow\mathbb A^n_{\mathbb Z},

yang memetakan variabel TiT_i dari ruang afin ke fif_i. Jika Γ(X,𝒪X)\Gamma(X,\mathcal O_X) merupakan aljabar-RR atas gelanggang komutatif RR, fungsi-fungsi f1,,fnf_1,\ldots,f_n juga menentukan morfisme ruang berdering lokal

X𝔸Rn. X\longrightarrow\mathbb A^n_R.

Dalam hal ini, titik xXx\in X dipetakan ke kernel homomorfisme gelanggang

R[T1,,Tn]κ(x),Tifi(x). R[T_1,\ldots,T_n]\longrightarrow\kappa(x), \qquad T_i\longmapsto f_i(x).

Bukti

Lihat Soal 10.3.

Jadi, morfisme ke ruang afin tidak lain adalah sebuah tupel fungsi global.

Jika φ:XY\varphi:X\to Y sebuah morfisme, maka untuk setiap himpunan terbuka VYV\subseteq Y, pemetaan terinduksi

φ1(V)V \varphi^{-1}(V)\longrightarrow V

juga merupakan morfisme. Jika VV selain itu afin, menurut Teorema 10.9 morfisme tersebut secara lokal terhadap YY diberikan oleh homomorfisme gelanggang. Artinya, dengan penutup afin

Y=iIVi=iISpek(Ri), Y=\bigcup_{i\in I}V_i =\bigcup_{i\in I}\operatorname{Spek}(R_i),

morfisme skema φ:XY\varphi:X\to Y pada hakikatnya ditentukan oleh homomorfisme-homomorfisme gelanggang

RiΓ(φ1(Vi),𝒪X). R_i\longrightarrow\Gamma(\varphi^{-1}(V_i),\mathcal O_X).

Skema di atas skema basis

Untuk aljabar-KK komutatif AA di atas lapangan KK, homomorfisme gelanggang kanonik KAK\to A menentukan pemetaan spektrum kanonik

Spek(A)Spek(K). \operatorname{Spek}(A)\longrightarrow\operatorname{Spek}(K).

Secara topologis, pemetaan ini hanyalah pemetaan konstan, tetapi tetap menentukan bagaimana konstanta dari KK harus ditafsirkan. Dalam konteks skema, peran gelanggang dasar diambil alih oleh skema basis.

Definisi 10.14: skema di atas suatu basis

Sebuah skema XX bersama morfisme tetap

p:XS p:X\longrightarrow S

ke skema lain SS disebut skema di atas SS. Skema SS disebut skema basis.

Skema basis sering kali hanya spektrum sebuah lapangan. Menurut Korolari 10.11, setiap skema secara unik merupakan skema di atas Spek()\operatorname{Spek}(\mathbb Z). Skema di atas Spek(R)\operatorname{Spek}(R) juga disebut skema di atas RR. Peran homomorfisme aljabar diambil alih oleh morfisme yang kompatibel dengan basis.

Definisi 10.15: morfisme skema di atas basis

Misalkan XX dan YY skema di atas skema basis SS. Morfisme skema

φ:XY \varphi:X\longrightarrow Y

disebut morfisme skema di atas SS jika diagram

XφYS \begin{matrix} X&\mathrel{\mathop{\longrightarrow}^{\varphi}}&Y\\ &\searrow&\downarrow\\ &&S \end{matrix}

komutatif.

Definisi 10.16: morfisme bertipe hingga

Sebuah morfisme skema

φ:XY \varphi:X\longrightarrow Y

disebut bertipe hingga jika terdapat penutup terbuka afin

Y=iIVi Y=\bigcup_{i\in I}V_i

sedemikian sehingga, untuk setiap iIi\in I, terdapat penutup afin berhingga

φ1(Vi)=jJiUij \varphi^{-1}(V_i)=\bigcup_{j\in J_i}U_{ij}

dan untuk setiap jJij\in J_i, homomorfisme gelanggang

Γ(Vi,𝒪Y)Γ(Uij,𝒪X) \Gamma(V_i,\mathcal O_Y) \longrightarrow \Gamma(U_{ij},\mathcal O_X)

bertipe hingga.

Catatan edisi - benturan indeks pada sumber. Sumber menulis penutup Y=iIViY=\bigcup_{i\in I}V_i, tetapi kemudian memakai φ1(Vi)=iIjUi\varphi^{-1}(V_i)=\bigcup_{i\in I_j}U_i, syarat iIji\in I_j, dan peta dari Γ(Vj,𝒪Y)\Gamma(V_j,\mathcal O_Y). Edisi mengganti indeks boneka itu secara terlihat dengan jJij\in J_i dan UijU_{ij}, sehingga basis ViV_i tetap sama; definisi matematis tidak diperluas.

Pembenaman

Definisi 10.17: pembenaman terbuka

Morfisme skema f:YXf:Y\to X disebut pembenaman terbuka jika ff menginduksi isomorfisme dengan suatu himpunan terbuka dari XX.

Definisi 10.18: pembenaman tertutup

Morfisme skema f:YXf:Y\to X disebut pembenaman tertutup jika f(Y)f(Y) adalah himpunan tertutup dari XX, terdapat homeomorfisme

Yf(Y), Y\longrightarrow f(Y),

dan homomorfisme berkas terkait

𝒪Xf*𝒪Y \mathcal O_X\longrightarrow f_*\mathcal O_Y

surjektif.

Definisi 10.19: pembenaman

Morfisme skema f:YXf:Y\to X disebut pembenaman jika terdapat faktorisasi

YgZhX Y\mathrel{\mathop{\longrightarrow}^{g}} Z\mathrel{\mathop{\longrightarrow}^{h}}X

dengan gg pembenaman terbuka dan hh pembenaman tertutup.

Lembar Kerja 10: Skema dan Morfisme Skema

Tidak satu pun dari enam soal pada batas revisi yang dibekukan mempunyai solusi publik. Tanda bintang solusi karena itu tidak digunakan dan edisi ini tidak menciptakan solusi baru.

Soal 10.1

Berikan sebuah contoh skema kuasiafin yang bukan skema afin.

Soal 10.2

Berikan sebuah contoh skema kuasiafin yang tidak kuasikompak.

Soal 10.3

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering lokal. Buktikan bahwa setiap tupel fungsi

f1,,fnΓ(X,𝒪X) f_1,\ldots,f_n\in\Gamma(X,\mathcal O_X)

menentukan tepat satu morfisme ruang berdering lokal

X𝔸n, X\longrightarrow\mathbb A^n_{\mathbb Z},

yang memetakan variabel TiT_i dari ruang afin ke fif_i.

Soal 10.4

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) sebuah skema. Buktikan bahwa XX merupakan skema afin jika dan hanya jika morfisme kanonik

XSpek(Γ(X,𝒪X)) X\longrightarrow\operatorname{Spek}(\Gamma(X,\mathcal O_X))

adalah isomorfisme.

Soal 10.5

Misalkan XX sebuah manifold terdiferensial. Buktikan bahwa morfisme kanonik

XSpek(C1(X,)) X\longrightarrow\operatorname{Spek}(C^1(X,\mathbb R))

injektif.

Soal 10.6

Misalkan RR gelanggang komutatif dan A,BA,B aljabar-RR komutatif. Buktikan bahwa homomorfisme aljabar-RR

φ:AB \varphi:A\longrightarrow B

adalah data yang sama dengan morfisme skema

ψ:Spek(B)Spek(A) \psi:\operatorname{Spek}(B)\longrightarrow\operatorname{Spek}(A)

di atas Spek(R)\operatorname{Spek}(R).

Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 10

Pada batas revisi yang dibekukan, keenam halaman kandidat solusi (Soal 10.1-10.6) berstatus missing dalam bukti kueri resmi. Karena itu tidak ada solusi publik yang dapat diterjemahkan untuk unit ini dan edisi tidak menciptakan atau menyiratkan solusi baru.

Peta urutan soal dan bukti kandidat tetap menjadi rekaman cakupan sumber.

Kredit media BGK Unit 10

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 10 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 10.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 11: Ruang Tak Tereduksi dan Skema Noether

Dibandingkan dengan ruang metrik, sebuah skema mempunyai sifat-sifat topologis yang agak tidak biasa. Kita mulai dengan ketaktereduksian.

Ruang tak tereduksi

Definisi 11.1: ruang tak tereduksi

Ruang topologis VV disebut tak tereduksi jika VV\ne\varnothing dan tidak ada penguraian

V=YZ V=Y\cup Z

dengan Y,ZVY,Z\subsetneq V keduanya tertutup.

Lema 11.2: karakterisasi melalui irisan terbuka

Ruang topologis tak kosong XX tak tereduksi jika dan hanya jika untuk setiap dua himpunan terbuka tak kosong U,VXU,V\subseteq X, irisan UVU\cap V juga tak kosong.

Bukti

Hal ini langsung mengikuti definisi. Untuk himpunan tertutup Y=X\UY=X\setminus U dan Z=X\VZ=X\setminus V, kesamaan X=YZX=Y\cup Z berlaku tepat ketika UV=U\cap V=\varnothing.

Sebuah subhimpunan YXY\subseteq X dari ruang topologis XX disebut tak tereduksi jika YY, dengan topologi terinduksi, merupakan ruang topologis tak tereduksi.

Lema 11.3: himpunan tertutup tak tereduksi pada spektrum

Misalkan RR gelanggang komutatif dan 𝔞R\mathfrak a\subseteq R sebuah ideal. Himpunan tertutup

V(𝔞)Spek(R) V(\mathfrak a)\subseteq\operatorname{Spek}(R)

tak tereduksi jika dan hanya jika radikal 𝔞\mathfrak a merupakan ideal prima.

Bukti

Kita dapat langsung menganggap bahwa 𝔞\mathfrak a adalah ideal radikal. Selain itu, 𝔞\mathfrak a bukan ideal satuan. Jika V(𝔞)V(\mathfrak a) tidak tak tereduksi, terdapat penguraian tak trivial

V(𝔞)=YZ=V(𝔟)V(𝔠), V(\mathfrak a)=Y\cup Z=V(\mathfrak b)\cup V(\mathfrak c),

dan kita dapat menganggap 𝔟\mathfrak b serta 𝔠\mathfrak c radikal. Ini berarti

𝔞=𝔟𝔠. \mathfrak a=\mathfrak b\cap\mathfrak c.

Karena V(𝔟),V(𝔠)V(𝔞)V(\mathfrak b),V(\mathfrak c)\subsetneq V(\mathfrak a), menurut Proposisi 8.4(5) berlaku

𝔞𝔟,𝔞𝔠. \mathfrak a\subsetneq\mathfrak b, \qquad \mathfrak a\subsetneq\mathfrak c.

Jadi ada f𝔟\𝔞f\in\mathfrak b\setminus\mathfrak a dan g𝔠\𝔞g\in\mathfrak c\setminus\mathfrak a. Akan tetapi,

fg𝔟𝔠=𝔞, fg\in\mathfrak b\cap\mathfrak c=\mathfrak a,

sehingga 𝔞\mathfrak a bukan ideal prima.

Sebaliknya, jika 𝔞\mathfrak a bukan ideal prima, ada f,g𝔞f,g\notin\mathfrak a dengan fg𝔞fg\in\mathfrak a. Maka

D(fg)D(𝔞),D(fg)V(𝔞)=. D(fg)\subseteq D(\mathfrak a), \qquad D(fg)\cap V(\mathfrak a)=\varnothing.

Karena 𝔞\mathfrak a radikal, fn𝔞f^n\notin\mathfrak a untuk setiap nn\in\mathbb N. Menurut Soal 8.5, terdapat ideal prima 𝔭\mathfrak p dengan

f𝔭,𝔞𝔭. f\notin\mathfrak p, \qquad \mathfrak a\subseteq\mathfrak p.

Jadi D(f)V(𝔞)D(f)\cap V(\mathfrak a)\ne\varnothing, dan hal yang sama berlaku untuk D(g)D(g). Karena

D(f)D(g)V(𝔞)=D(fg)V(𝔞)=, D(f)\cap D(g)\cap V(\mathfrak a) =D(fg)\cap V(\mathfrak a)=\varnothing,

Lema 11.2 menunjukkan bahwa V(𝔞)V(\mathfrak a) tidak tak tereduksi.

Dengan demikian, korespondensi

𝔭V(𝔭) \mathfrak p\longleftrightarrow V(\mathfrak p)

menghubungkan ideal-ideal prima dengan subhimpunan tertutup tak tereduksi dari spektrum. Ideal maksimal bersesuaian dengan titik tertutup tunggal, sedangkan ideal prima minimal bersesuaian dengan komponen tak tereduksi dari spektrum yang akan dibahas di bawah.

Definisi 11.4: titik generik

Misalkan XX ruang topologis dan YXY\subseteq X subhimpunan tertutup tak tereduksi. Titik ηY\eta\in Y disebut titik generik dari YY jika untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X berlaku

UYηU. U\cap Y\ne\varnothing \quad\Longleftrightarrow\quad \eta\in U.

Lema 11.5: keberadaan dan ketunggalan titik generik

Dalam sebuah skema XX, setiap subhimpunan tertutup tak tereduksi YXY\subseteq X mempunyai tepat satu titik generik.

Bukti

Menurut asumsi, YY tidak kosong. Ambil PYP\in Y dan lingkungan afin terbuka

PW=Spek(R). P\in W=\operatorname{Spek}(R).

Maka YWY\cap W adalah subhimpunan tertutup tak tereduksi dari skema afin WW. Menurut Lema 11.3,

YW=V(𝔭) Y\cap W=V(\mathfrak p)

untuk suatu ideal prima 𝔭W\mathfrak p\in W. Kita klaim bahwa 𝔭\mathfrak p adalah titik generik YY. Jika UXU\subseteq X terbuka dan YUY\cap U\ne\varnothing, maka ketaktereduksian YY memberi

YUW, Y\cap U\cap W\ne\varnothing,

sehingga 𝔭U\mathfrak p\in U. Titik generik itu tunggal karena, sebagai titik di dalam skema afin WW, ia ditentukan secara tunggal.

Dimensi Krull

Definisi 11.6: dimensi Krull ruang topologis

Untuk ruang topologis XX, panjang maksimum rantai subhimpunan tertutup tak tereduksi

X0X1Xn1Xn X_0\subsetneq X_1\subsetneq\cdots\subsetneq X_{n-1}\subsetneq X_n

di dalam XX disebut dimensi Krull ruang tersebut.

Lema 11.7: dimensi gelanggang dan spektrumnya

Dimensi Krull gelanggang komutatif RR sama dengan dimensi Krull spektrumnya Spek(R)\operatorname{Spek}(R).

Bukti

Pernyataan mengikuti Lema 11.3 dan Proposisi 8.4(5).

Ruang Noether

Definisi 11.8: ruang topologis Noether

Ruang topologis XX disebut Noether jika setiap rantai naik himpunan terbuka

U1U2U3 U_1\subseteq U_2\subseteq U_3\subseteq\cdots

menjadi stasioner, yakni terdapat nn sehingga

Un=Un+1=Un+2=. U_n=U_{n+1}=U_{n+2}=\cdots.

Lema 11.9: karakterisasi melalui kekuasikompakan

Ruang topologis XX Noether jika dan hanya jika setiap subhimpunan terbukanya kuasikompak.

Bukti

Setiap subhimpunan terbuka dari ruang Noether juga Noether. Untuk arah maju, cukup dibuktikan bahwa XX kuasikompak. Misalkan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

penutup terbuka dan andaikan tidak ada subpenutup berhingga. Maka dapat dibangun rantai naik tegas tak berhingga dari himpunan terbuka

Vn=iInUi, V_n=\bigcup_{i\in I_n}U_i,

dengan setiap InII_n\subseteq I berhingga, bertentangan dengan sifat Noether.

Sebaliknya, andaikan setiap himpunan terbuka kuasikompak dan diberikan rantai naik UkUk+1U_k\subseteq U_{k+1}. Himpunan

U=kUk U=\bigcup_{k\in\mathbb N}U_k

terbuka dan kuasikompak, sehingga penutup tersebut mempunyai subpenutup berhingga. Jadi ada indeks nn dengan Un=UkU_n=U_k untuk semua knk\ge n.

Dalam ruang Noether, setiap koleksi tak kosong dari himpunan terbuka (masing-masing, himpunan tertutup) mempunyai unsur maksimal (masing-masing, minimal). Sifat ini memberi prinsip bukti melalui induksi Noether. Untuk membuktikan bahwa suatu sifat EE berlaku bagi semua himpunan tertutup, andaikan terdapat himpunan tertutup yang tidak memenuhi EE dan pilih yang minimal. Himpunan itu kemudian harus menghasilkan kontradiksi. Prinsip ini sah karena dari koleksi tak kosong tanpa unsur minimal dapat dibangun rantai turun tak berhingga.

Teorema 11.10: komponen tak tereduksi

Setiap ruang topologis Noether XX mempunyai penguraian tak redundan yang tunggal

X=V1Vk X=V_1\cup\cdots\cup V_k

menjadi subhimpunan tertutup tak tereduksi; tak redundan berarti tidak ada ViV_i yang termuat dalam VjV_j untuk iji\ne j.

Bukti

Keberadaan dibuktikan dengan induksi Noether pada subhimpunan tertutup dari XX. Andaikan tidak setiap subhimpunan tertutup mempunyai penguraian seperti itu. Maka ada subhimpunan minimal, katakanlah VXV\subseteq X, yang tidak mempunyainya. Himpunan VV tidak mungkin tak tereduksi, sehingga ada penguraian tak trivial

V=V1V2. V=V_1\cup V_2.

Karena V1V_1 dan V2V_2 merupakan subhimpunan sejati dari VV, masing-masing mempunyai penguraian berhingga sebagai gabungan subhimpunan tertutup tak tereduksi. Menggabungkan kedua penguraian itu memberi penguraian berhingga bagi VV, sebuah kontradiksi.

Untuk ketunggalan, misalkan

X=V1Vk=W1Wm X=V_1\cup\cdots\cup V_k=W_1\cup\cdots\cup W_m

dua penguraian menjadi subhimpunan tak tereduksi, masing-masing tanpa relasi inklusi. Maka

V1=V1X=V1(W1Wm)=(V1W1)(V1Wm). \begin{aligned} V_1 &=V_1\cap X\\ &=V_1\cap(W_1\cup\cdots\cup W_m)\\ &=(V_1\cap W_1)\cup\cdots\cup(V_1\cap W_m). \end{aligned}

Karena V1V_1 tak tereduksi, ada jj dengan V1WjV_1\subseteq W_j. Dengan argumen yang sama, ada ii dengan WjViW_j\subseteq V_i. Ketakredundanan memaksa i=1i=1 dan V1=WjV_1=W_j. Setiap ViV_i lain ditemukan dengan cara yang sama di penguraian sebelah kanan, sehingga penguraiannya tunggal.

Catatan edisi - syarat ketakredundanan. Pernyataan sumber hanya menulis “penguraian tunggal”, sedangkan buktinya baru mensyaratkan “masing-masing tanpa relasi inklusi” ketika membandingkan dua penguraian. Edisi membawa syarat yang diperlukan itu ke pernyataan; komponen dan argumen sumber tidak diubah.

Himpunan-himpunan yang muncul dalam penguraian ini disebut komponen tak tereduksi ruang tersebut.

Definisi 11.11: skema Noether

Sebuah skema XX disebut Noether jika dapat ditutup oleh berhingga banyak skema afin yang terkait dengan gelanggang Noether.

Secara khusus, spektrum gelanggang Noether merupakan skema Noether.

Lema 11.12: topologi skema Noether

Sebuah skema Noether merupakan ruang topologis Noether.

Bukti

Gabungan berhingga ruang Noether kembali Noether, sehingga cukup dibahas spektrum sebuah gelanggang Noether. Menurut Lema 11.9, kita harus menunjukkan bahwa setiap himpunan terbuka

U=D(𝔞)Spek(R) U=D(\mathfrak a)\subseteq\operatorname{Spek}(R)

kuasikompak. Karena RR Noether,

𝔞=(f1,,fn), \mathfrak a=(f_1,\ldots,f_n),

dan menurut Proposisi 8.4(2),

D(𝔞)=D(f1)D(fn). D(\mathfrak a)=D(f_1)\cup\cdots\cup D(f_n).

Korolari 8.6 bersama Proposisi 8.11 menyatakan bahwa setiap D(fi)D(f_i) kuasikompak, sehingga gabungan berhingganya juga kuasikompak.

Metode topologis ini langsung memberi hasil aljabar murni berikut.

Lema 11.13: ideal prima minimal berhingga banyak

Dalam gelanggang komutatif Noether hanya terdapat berhingga banyak ideal prima minimal.

Bukti

Lihat Soal 11.15.

Skema integral

Definisi 11.14: ruang berdering tereduksi

Ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) disebut tereduksi jika untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, gelanggang Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X) tereduksi.

Definisi 11.15: skema integral

Sebuah skema XX disebut integral jika tak tereduksi dan tereduksi.

Lema 11.16: restriksi pada skema integral bersifat injektif

Dalam skema integral, pemetaan restriksi

Γ(U,𝒪X)Γ(V,𝒪X) \Gamma(U,\mathcal O_X)\longrightarrow\Gamma(V,\mathcal O_X)

injektif untuk setiap VUX\varnothing\ne V\subseteq U\subseteq X yang terbuka.

Bukti

Ambil 0fΓ(U,𝒪X)0\ne f\in\Gamma(U,\mathcal O_X). Himpunan

Uf={PUf(P)0} U_f=\{P\in U\mid f(P)\ne0\}

terbuka menurut Lema 7.16 dan, karena ketereduksian, tidak kosong. Karena XX tak tereduksi, UfVU_f\cap V juga tidak kosong. Jadi restriksi ff pada VV tidak nol.

Catatan edisi - domain seksi. Sumber menamai himpunan di atas XfX_f dan menulis PXP\in X, padahal ff hanya diberikan sebagai seksi pada UU. Edisi menulis UfU_f dan PUP\in U; lokus tak nol dan argumen injektivitasnya tidak berubah.

Contoh 11.17: ketaktereduksian saja tidak cukup

Misalkan KK lapangan dan

R=K[X,Y]/(X2,XY). R=K[X,Y]/(X^2,XY).

Ideal 𝔮=(X)\mathfrak q=(X) adalah satu-satunya ideal prima minimal dari RR, sehingga Spek(R)\operatorname{Spek}(R) tak tereduksi. Karena Y𝔮Y\notin\mathfrak q dan XY=0XY=0, di dalam pelokalan R𝔮R_{\mathfrak q} berlaku X=0X=0, dan

R𝔮=K[Y](0)=K(Y) R_{\mathfrak q}=K[Y]_{(0)}=K(Y)

merupakan lapangan. Pemetaan restriksi RR𝔮R\to R_{\mathfrak q} tidak injektif. Selain itu,

D(X)=, D(X)=\varnothing,

tetapi unsur XX tidak nol di dalam pelokalan R(X,Y)R_{(X,Y)}.

Lema 11.18: gelanggang seksi adalah domain integral

Dalam skema integral XX, untuk setiap himpunan terbuka tak kosong UXU\subseteq X, gelanggang seksi Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X) merupakan domain integral.

Bukti

Karena UU terbuka dan tidak kosong, terdapat himpunan terbuka afin tak kosong

V=Spek(R)U. V=\operatorname{Spek}(R)\subseteq U.

Menurut Lema 11.16, cukup dibuktikan bahwa RR domain integral. Misalkan 𝔞\mathfrak a nilradikal RR. Karena VV tak tereduksi sebagai akibat ketaktereduksian XX, Lema 11.3 menyatakan bahwa 𝔞\mathfrak a ideal prima. Ketereduksian adalah sifat lokal menurut Soal 11.18, sehingga 𝔞=0\mathfrak a=0. Jadi ideal nol prima, dan RR merupakan domain integral.

Catatan edisi - nomor soal sumber. Sumber merujuk ke Soal 10.14, tetapi Lembar Kerja 10 yang dibekukan hanya mempunyai enam soal. Soal 11.18 yang dibekukan tepat menyatakan ekuivalensi antara ketereduksian ruang berdering dan ketereduksian semua tangkainya. Edisi memperbaiki nomor silang menjadi 11.18 dan mempertahankan fakta sumber yang salah dalam catatan ini.

Lema 11.19: tangkai generik adalah lapangan

Untuk skema integral, tangkai berkas struktur di titik generik merupakan lapangan.

Bukti

Tangkai itu dapat dihitung dari sembarang himpunan terbuka afin tak kosong. Himpunan tersebut berbentuk

U=Spek(R), U=\operatorname{Spek}(R),

dengan RR gelanggang komutatif yang merupakan domain integral menurut Lema 11.18. Titik generiknya bersesuaian dengan ideal nol, dan pelokalan pada ideal nol menghasilkan lapangan pecahan RR.

Definisi 11.20: lapangan fungsi

Untuk skema integral XX, tangkai berkas struktur di titik generik disebut lapangan fungsi XX.

Dalam skema integral, gelanggang seksi pada setiap himpunan terbuka tak kosong merupakan subgelanggang lapangan fungsi.

Lembar Kerja 11: Ruang Tak Tereduksi dan Skema Noether

Tanda bintang menunjukkan tepat tiga soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 11.9, 11.13, dan 11.14. Enam belas soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 11.1

Buktikan bahwa dalam ruang topologis tak tereduksi XX, setiap himpunan terbuka tak kosong UXU\subseteq X padat.

Soal 11.2

Buktikan bahwa ruang metrik XX hanya mungkin tak tereduksi jika terdiri atas satu titik.

Soal 11.3

Misalkan XX ruang topologis dan YXY\subseteq X subhimpunan dengan topologi terinduksi. Buktikan bahwa YY tak tereduksi jika dan hanya jika penutupannya Y¯\overline Y tak tereduksi.

Sebuah ruang topologis dikatakan memenuhi sifat pemisahan T0T_0 jika untuk setiap dua titik xyx\ne y, terdapat himpunan terbuka UU dengan xUx\in U dan yUy\notin U, atau terdapat himpunan terbuka VV dengan xVx\notin V dan yVy\in V.

Sebuah ruang topologis dikatakan memenuhi sifat pemisahan T1T_1 jika setiap titik xXx\in X tertutup.

Soal 11.4

Buktikan bahwa sebuah skema memenuhi sifat pemisahan T0T_0.

Soal 11.5

Buktikan bahwa untuk skema afin X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R), sifat-sifat berikut ekuivalen.

  1. Setiap ideal prima di RR maksimal.
  2. Setiap titik di XX tertutup.
  3. XX merupakan ruang Hausdorff.

Soal 11.6

Berikan contoh skema afin berdimensi nol X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) yang tidak diskret.

Soal 11.7

Misalkan YXY\subseteq X subhimpunan tak tereduksi dari ruang topologis XX dan ηY\eta\in Y. Buktikan bahwa η\eta merupakan titik generik YY jika dan hanya jika

{η}¯=Y. \overline{\{\eta\}}=Y.

Soal 11.8

Misalkan X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) spektrum gelanggang komutatif RR dan

Y=V(𝔭)X Y=V(\mathfrak p)\subseteq X

himpunan tertutup yang terkait dengan ideal prima 𝔭\mathfrak p. Buktikan bahwa 𝔭\mathfrak p adalah titik generik V(𝔭)V(\mathfrak p).

Soal 11.9*

Misalkan MM\ne\varnothing manifold terdiferensial berdimensi nn. Buktikan bahwa terdapat rantai submanifold tertutup

M0M1M2Mn1Mn=M M_0\subseteq M_1\subseteq M_2\subseteq\cdots \subseteq M_{n-1}\subseteq M_n=M

sedemikian sehingga submanifold tertutup MiM_i berdimensi ii.

Soal 11.10

Misalkan XX ruang topologis Noether. Buktikan bahwa setiap subhimpunan YXY\subseteq X dengan topologi terinduksi juga Noether.

Soal 11.11

Misalkan XX ruang topologis Noether. Buktikan bahwa setiap subhimpunan YXY\subseteq X dengan topologi terinduksi kuasikompak.

Soal 11.12

Buktikan bahwa bilangan real \mathbb R dengan topologi metrik bukan ruang topologis Noether.

Soal 11.13*

Misalkan RR gelanggang komutatif dan

Spek(R)=iID(fi),fiR. \operatorname{Spek}(R)=\bigcup_{i\in I}D(f_i), \qquad f_i\in R.

Misalkan 𝔞\mathfrak a ideal di RR sedemikian sehingga setiap ideal perluasan 𝔞Rfi\mathfrak aR_{f_i} dibangkitkan secara berhingga. Buktikan bahwa 𝔞\mathfrak a dibangkitkan secara berhingga.

Soal 11.14*

Misalkan RR gelanggang komutatif dan X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) skema afin terkait. Buktikan bahwa XX merupakan skema Noether jika dan hanya jika RR gelanggang Noether.

Soal 11.15

Buktikan bahwa dalam gelanggang komutatif Noether hanya terdapat berhingga banyak ideal prima minimal.

Soal 11.16

Berikan contoh gelanggang non-Noether yang reduksinya merupakan lapangan.

Misalkan RR gelanggang komutatif. Sistem multiplikatif FRF\subseteq R disebut ultrafilter jika 0F0\notin F dan FF maksimal dengan sifat tersebut.

Soal 11.17

Misalkan RR gelanggang komutatif dan FRF\subset R sebuah ultrafilter. Buktikan bahwa komplemen FF merupakan ideal prima minimal di RR.

Soal 11.18

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering. Buktikan bahwa pernyataan berikut ekuivalen.

  1. (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) adalah ruang berdering tereduksi.
  2. Untuk setiap titik PXP\in X, tangkai 𝒪X,P\mathcal O_{X,P} tereduksi.

Soal 11.19

Buktikan bahwa keintegralan sebuah skema pada umumnya bukan sifat lokal.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 11

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat tiga solusi publik di antara 19 soal, yaitu solusi Soal 11.9, 11.13, dan 11.14. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 11.1-11.8, 11.10-11.12, dan 11.15-11.19. Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.

Solusi sumber untuk Soal 11.9

Ambil titik PMP\in M dan lingkungan koordinat terbuka PUP\in U beserta peta koordinat

α:UVn, \alpha:U\longrightarrow V\subseteq\mathbb R^n,

di mana V=B(0,3)V=B(0,3) adalah bola terbuka berpusat di 00 berjari-jari 33 dan α(P)=0\alpha(P)=0. Untuk i=0,,n1i=0,\ldots,n-1, tetapkan

Bi={xV|(x11)2+x22++xn2=1,xi+2==xn=0}. B_i=\left\{ x\in V\ \middle|\ (x_1-1)^2+x_2^2+\cdots+x_n^2=1, \ x_{i+2}=\cdots=x_n=0 \right\}.

Jadi Bn1B_{n-1} adalah permukaan bola berpusat di (1,0,,0)(1,0,\ldots,0) berjari-jari 11, sedangkan Bn2B_{n-2} adalah “ekuator” di dalamnya yang ditentukan oleh xn=0x_n=0, dan seterusnya. Himpunan BiB_i diperoleh dari Bi+1B_{i+1} dengan menambahkan persamaan xi+2=0x_{i+2}=0. Maka ada rantai turun subhimpunan tertutup

Bn1Bn2B1B0, B_{n-1}\supseteq B_{n-2}\supseteq\cdots\supseteq B_1\supseteq B_0,

dan

B0={(0,0,,0),(2,0,,0)}. B_0=\{(0,0,\ldots,0),(2,0,\ldots,0)\}.

Kita dapat memandang BiB_i sebagai serat di atas titik nol dari pemetaan

φi:Vni,(x1,,xn)((x11)2+x22++xn21,xi+2,,xn). \begin{aligned} \varphi_i:V&\longrightarrow\mathbb R^{n-i},\\ (x_1,\ldots,x_n)&\longmapsto \bigl((x_1-1)^2+x_2^2+\cdots+x_n^2-1, x_{i+2},\ldots,x_n\bigr). \end{aligned}

Matriks Jacobinya adalah

Dφi(x)=(2x122x22xi+12xi+22xn0001000001). D\varphi_i(x)= \begin{pmatrix} 2x_1-2&2x_2&\cdots&2x_{i+1}&2x_{i+2}&\cdots&2x_n\\ 0&0&\cdots&0&1&\cdots&0\\ \vdots&\vdots&&\vdots&&\ddots&\vdots\\ 0&0&\cdots&0&0&\cdots&1 \end{pmatrix}.

Rank matriks ini kurang dari nin-i hanya jika

x1=1,x2==xi+1=0, x_1=1, \qquad x_2=\cdots=x_{i+1}=0,

dan titik seperti itu tidak terletak pada BiB_i. Jadi φi\varphi_i reguler di sepanjang serat BiB_i. Menurut teorema fungsi implisit, BiB_i merupakan submanifold tertutup dari VV berdimensi ii.

Sekarang tetapkan

Mi=α1(Bi)(0in1),Mn=M. M_i=\alpha^{-1}(B_i) \quad(0\le i\le n-1), \qquad M_n=M.

Karena setiap BiB_i kompak, MiM_i juga tertutup di MM. Sifat menjadi submanifold tertutup bersifat lokal, sehingga semua MiM_i adalah submanifold tertutup dari MM dengan dimensi yang diminta.

Catatan edisi - batas indeks dan dua titik sumber. Solusi sumber mula-mula mendefinisikan BiB_i dan MiM_i hanya untuk i=1,,n1i=1,\ldots,n-1, tetapi kemudian memakai B0B_0 dan rantai yang memerlukan M0M_0. Edisi memasukkan i=0i=0 pada kedua rentang. Sumber juga menyatakan bahwa B0B_0 terdiri atas titik (±1,0,,0)(\pm1,0,\ldots,0); substitusi ke persamaan bola berpusat di (1,0,,0)(1,0,\ldots,0) memberi titik yang benar (0,0,,0)(0,0,\ldots,0) dan (2,0,,0)(2,0,\ldots,0). Formula, rank, dan konstruksi submanifold selain itu dipertahankan.

Solusi sumber untuk Soal 11.13

Karena spektrum kuasikompak, kita dapat menganggap II berhingga. Menurut Proposisi 8.4(9), unsur-unsur fif_i membangkitkan ideal satuan.

Misalkan (aj)jJ(a_j)_{j\in J} sebuah sistem pembangkit ideal 𝔞\mathfrak a. Jika dipandang di RfiR_{f_i}, sistem ini juga membangkitkan 𝔞Rfi\mathfrak aR_{f_i}. Untuk setiap ii, suatu subsistem berhingga sudah cukup; karena II berhingga, gabungan indeks-indeks yang diperlukan adalah suatu himpunan berhingga J0JJ_0\subseteq J. Jadi (aj)jJ0(a_j)_{j\in J_0} membangkitkan setiap 𝔞Rfi\mathfrak aR_{f_i}.

Kita klaim bahwa unsur-unsur tersebut sudah membangkitkan 𝔞\mathfrak a. Ambil b𝔞b\in\mathfrak a. Untuk setiap ii, di RfiR_{f_i} terdapat kesamaan

b=jJ0cijfinijaj. b=\sum_{j\in J_0}\frac{c_{ij}}{f_i^{n_{ij}}}a_j.

Setelah menyamakan penyebut, di RR diperoleh kesamaan berbentuk

fimib=jJ0dijaj. f_i^{m_i}b=\sum_{j\in J_0}d_{ij}a_j.

Karena himpunan-himpunan D(fimi)=D(fi)D(f_i^{m_i})=D(f_i) tetap menutup spektrum, terdapat giRg_i\in R dengan

iIgifimi=1. \sum_{i\in I}g_if_i^{m_i}=1.

Dengan demikian,

b=b(iIgifimi)=iIgibfimi=iIgi(jJ0dijaj)=jJ0(iIgidij)aj. \begin{aligned} b &=b\left(\sum_{i\in I}g_if_i^{m_i}\right)\\ &=\sum_{i\in I}g_i b f_i^{m_i}\\ &=\sum_{i\in I}g_i\left(\sum_{j\in J_0}d_{ij}a_j\right)\\ &=\sum_{j\in J_0}\left(\sum_{i\in I}g_id_{ij}\right)a_j. \end{aligned}

Jadi setiap b𝔞b\in\mathfrak a merupakan kombinasi linear dari (aj)jJ0(a_j)_{j\in J_0}, sehingga 𝔞\mathfrak a dibangkitkan secara berhingga.

Solusi sumber untuk Soal 11.14

Jelas bahwa jika RR gelanggang Noether, maka X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) merupakan skema Noether.

Sebaliknya, andaikan XX skema Noether. Ambil penutup afin berhingga

X=iIUi,Ui=Spek(Ri), X=\bigcup_{i\in I}U_i, \qquad U_i=\operatorname{Spek}(R_i),

dengan setiap RiR_i gelanggang Noether. Karena UiU_i terbuka di X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R) dan kuasikompak, untuk setiap ii terdapat berhingga banyak fijRf_{ij}\in R sehingga

Ui=jJiDX(fij). U_i=\bigcup_{j\in J_i}D_X(f_{ij}).

Jika

ρi:R=Γ(X,𝒪X)Ri=Γ(Ui,𝒪X) \rho_i:R=\Gamma(X,\mathcal O_X) \longrightarrow R_i=\Gamma(U_i,\mathcal O_X)

adalah restriksi, maka

DX(fij)=DUi(ρi(fij)). D_X(f_{ij})=D_{U_i}(\rho_i(f_{ij})).

Karena itu gelanggang seksi pada himpunan terbuka utama tersebut adalah

Rfij(Ri)ρi(fij), R_{f_{ij}} \cong (R_i)_{\rho_i(f_{ij})},

yang Noether sebagai pelokalan gelanggang Noether. Dengan menggabungkan semua ii dan jj, kita memperoleh penutup utama berhingga

X=k=1ND(gk) X=\bigcup_{k=1}^N D(g_k)

dengan setiap RgkR_{g_k} Noether. Untuk sembarang ideal 𝔞R\mathfrak a\subseteq R, setiap ideal 𝔞Rgk\mathfrak aR_{g_k} dibangkitkan secara berhingga. Soal 11.13 sekarang menunjukkan bahwa 𝔞\mathfrak a dibangkitkan secara berhingga. Jadi setiap ideal RR dibangkitkan secara berhingga dan RR Noether.

Catatan edisi - simbol pada solusi sumber. Solusi sumber menulis Ui=jJiD(fj)U_i=\bigcup_{j\in J_i}D(f_j) dengan indeks ii yang kemudian hilang, memakai fjRf_j\in R, lalu menempatkan ρ(fj)\rho(f_j) di gelanggang seksi suatu himpunan UU yang tidak didefinisikan dan menulis pelokalan dengan subskrip ff saja. Edisi menuliskan fijf_{ij}, restriksi ρi:RRi\rho_i:R\to R_i, serta isomorfisme Rfij(Ri)ρi(fij)R_{f_{ij}}\cong(R_i)_{\rho_i(f_{ij})} secara eksplisit. Ini adalah data yang dipakai argumen sumber; tidak ada hipotesis baru.

Kredit media BGK Unit 11

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 11 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 11.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 12: Spektrum Projektif Gelanggang Bergradasi

Spektrum projektif

Spektrum projektif biasanya diperkenalkan untuk gelanggang bergradasi \mathbb N. Akan tetapi, konstruksinya memakai pelokalan pada unsur homogen, dan derajat negatif juga muncul di sana. Karena itu lebih wajar bekerja sejak awal dengan gradasi \mathbb Z.

Definisi 12.1: ideal irelevan

Untuk gelanggang bergradasi \mathbb Z, ideal yang dibangkitkan oleh semua unsur homogen berderajat bukan nol disebut ideal irelevan. Ideal ini dilambangkan dengan R+R_+.

Dalam kasus bergradasi positif, ideal ini hanyalah

n1Rn. \bigoplus_{n\geq 1}R_n.

Jika terdapat derajat negatif, ideal irelevan bahkan dapat menjadi ideal satuan.

Definisi 12.2: himpunan spektrum projektif

Misalkan RR gelanggang komutatif bergradasi \mathbb Z. Himpunan semua ideal prima homogen RR yang tidak memuat R+R_+ disebut spektrum projektif RR dan dilambangkan

Proj(R). \operatorname{Proj}(R).

Definisi 12.3: topologi pada spektrum projektif

Misalkan RR gelanggang komutatif bergradasi \mathbb Z. Spektrum projektif RR sebagai ruang topologis adalah himpunan ideal prima homogen yang tidak memuat R+R_+, dengan himpunan-himpunan

D+(𝔞)={𝔭Proj(R)𝔞𝔭} D_+(\mathfrak a) =\{\mathfrak p\in\operatorname{Proj}(R) \mid \mathfrak a\not\subseteq\mathfrak p\}

dinyatakan terbuka.

Himpunan-himpunan ini memang menentukan suatu topologi. Kita mempunyai

D+(𝔞)=f𝔞f homogenD+(f),D+(f)={𝔭Proj(R)f𝔭}. D_+(\mathfrak a) =\bigcup_{\substack{f\in\mathfrak a\\ f\text{ homogen}}}D_+(f), \qquad D_+(f)=\{\mathfrak p\in\operatorname{Proj}(R)\mid f\notin\mathfrak p\}.

Himpunan D+(f)D_+(f) membentuk basis topologi tersebut.

Definisi 12.4: ruang projektif

Spektrum projektif gelanggang polinomial

R[X0,X1,,Xn] R[X_0,X_1,\ldots,X_n]

disebut ruang projektif berdimensi nn di atas RR.

Untuk gelanggang bergradasi \mathbb Z, S0S_0 menyatakan gelanggang pada derajat nol. Jika RR bergradasi \mathbb N, gelanggang R0R_0 sering kali sederhana, misalnya suatu lapangan. Namun, jika fRf\in R homogen dan berderajat positif, pelokalan RfR_f secara alami bergradasi \mathbb Z, dan (Rf)0(R_f)_0 dapat mempunyai struktur yang arbitrer rumit.

Untuk ideal prima homogen 𝔭\mathfrak p, irisan sistem multiplikatif R\𝔭R\setminus\mathfrak p dengan himpunan semua unsur homogen juga merupakan sistem multiplikatif. Gelanggang derajat nol dari pelokalan tersebut memainkan peranan khusus dan dilambangkan

R(𝔭)=(R(R\𝔭){unsur homogen})0. R_{(\mathfrak p)} =\left(R_{(R\setminus\mathfrak p)\cap \{\text{unsur homogen}\}}\right)_0.

Lema 12.5: gelanggang lokal pada ideal prima homogen

Untuk ideal prima homogen 𝔭\mathfrak p dalam gelanggang bergradasi \mathbb N RR, gelanggang R(𝔭)R_{(\mathfrak p)} merupakan gelanggang lokal.

Bukti

Misalkan r,sR(𝔭)r,s\in R_{(\mathfrak p)} bukan satuan. Kita dapat menulis

r=af,s=bg, r=\frac af, \qquad s=\frac bg,

dengan f,g𝔭f,g\notin\mathfrak p homogen dan a,bRa,b\in R homogen, masing-masing berderajat sama dengan penyebutnya. Kita harus mempunyai a,b𝔭a,b\in\mathfrak p; jika tidak, pecahan yang bersangkutan adalah satuan. Maka ag+bf𝔭ag+bf\in\mathfrak p, sehingga

af+bg=ag+bffg \frac af+\frac bg=\frac{ag+bf}{fg}

juga bukan satuan dalam R(𝔭)R_{(\mathfrak p)}. Jadi himpunan bukan-satuan tertutup terhadap penjumlahan, yang memberi ideal maksimal tunggal.

Berkas struktur

Definisi 12.6: berkas struktur pada spektrum projektif

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z dan Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) spektrum projektifnya dengan topologi Zariski. Berkas struktur pada YY memasangkan kepada setiap himpunan terbuka UYU\subseteq Y gelanggang komutatif

Γ(U,𝒪Y)={(s𝔭)𝔭U𝔭UR(𝔭)|untuk setiap 𝔭U terdapat unsur homogen a,bR dengan 𝔭D+(b)U,dan s𝔮=a/b dalam R(𝔮) untuk semua 𝔮D+(b)}. \begin{aligned} \Gamma(U,\mathcal O_Y)=\biggl\{&(s_{\mathfrak p})_{\mathfrak p\in U} \in\prod_{\mathfrak p\in U}R_{(\mathfrak p)}\ \bigg|\\ &\text{untuk setiap }\mathfrak p\in U\text{ terdapat unsur homogen }a,b\in R \text{ dengan }\mathfrak p\in D_+(b)\subseteq U,\\ &\text{dan }s_{\mathfrak q}=a/b\text{ dalam }R_{(\mathfrak q)} \text{ untuk semua }\mathfrak q\in D_+(b)\biggr\}. \end{aligned}

Kepada setiap inklusi UVU\subseteq V dipasangkan proyeksi pembatasan alami.

Definisi ini khususnya mensyaratkan deg(a)deg(b)=0\deg(a)-\deg(b)=0 dalam setiap penyajian. Definisi tersebut dapat dipandang sebagai pembentukan berkas dari praberkas

D+(𝔞)colimD+(𝔞)D+(f)(Rf)0, D_+(\mathfrak a)\longmapsto \operatorname*{colim}_{D_+(\mathfrak a)\subseteq D_+(f)}(R_f)_0,

yang juga memperlihatkan bahwa kita memang memperoleh berkas gelanggang komutatif.

Definisi 12.7: spektrum projektif sebagai ruang berdering

Untuk gelanggang bergradasi \mathbb Z RR, spektrum projektif

Y=Proj(R) Y=\operatorname{Proj}(R)

berarti spektrum projektif yang dilengkapi topologi Zariski dan berkas strukturnya.

Lema 12.8: unit homogen dan spektrum komponen derajat nol

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z yang mempunyai setidaknya satu unit homogen berderajat positif. Pemetaan

Proj(R)Spek(R0),𝔭𝔭R0, \operatorname{Proj}(R)\longrightarrow\operatorname{Spek}(R_0), \qquad \mathfrak p\longmapsto\mathfrak p\cap R_0,

merupakan bijeksi, homeomorfisme untuk topologi Zariski, dan isomorfisme untuk berkas struktur. Selain itu,

R(𝔭)=(R0)𝔭R0. R_{(\mathfrak p)}=(R_0)_{\mathfrak p\cap R_0}.

Bukti

Pertama,

𝔭0:=𝔭R0 \mathfrak p_0:=\mathfrak p\cap R_0

adalah ideal prima, sehingga pemetaan tersebut terdefinisi dengan baik. Misalkan gg unit homogen berderajat positif. Kita akan merekonstruksi 𝔭\mathfrak p dari 𝔭0\mathfrak p_0. Jika HH menyatakan himpunan unsur homogen, maka

𝔭H={h homogenterdapat i,j+ dengan gihj𝔭0}. \mathfrak p\cap H =\{h\text{ homogen}\mid \text{terdapat }i\in\mathbb Z, j\in\mathbb N_+ \text{ dengan }g^ih^j\in\mathfrak p_0\}.

Inklusi dari kiri ke kanan jelas: ii dan jj dapat dipilih agar deg(gihj)=0\deg(g^ih^j)=0. Sebaliknya, jika gihj𝔭0g^ih^j\in\mathfrak p_0, maka hj𝔭h^j\in\mathfrak p karena gg satuan, dan selanjutnya h𝔭h\in\mathfrak p karena 𝔭\mathfrak p prima. Dengan demikian pemetaan itu injektif.

Untuk surjektivitas, ambil ideal prima 𝔮R0\mathfrak q\subseteq R_0 dan bentuk ideal yang dibangkitkan oleh

{h homogenterdapat i,j+ dengan gihj𝔮}. \{h\text{ homogen}\mid \text{terdapat }i\in\mathbb Z, j\in\mathbb N_+ \text{ dengan }g^ih^j\in\mathfrak q\}.

Ideal ini tidak memuat unit, sehingga tidak memuat seluruh R+R_+; khususnya ia tidak memuat gg, karena 𝔮\mathfrak q tidak memuat 11. Jika h1h2h_1h_2 termasuk himpunan di atas, maka untuk beberapa i,ji,j berlaku

gih1jh2j𝔮. g^ih_1^jh_2^j\in\mathfrak q.

Untuk suatu pangkat, kita dapat menulis

(gih1jh2j)n=(gah1b)(gch2d) (g^ih_1^jh_2^j)^n=(g^ah_1^b)(g^ch_2^d)

dengan kedua faktor berderajat nol. Salah satu faktor harus termasuk 𝔮\mathfrak q, sehingga h1h_1 atau h2h_2 termasuk himpunan tersebut. Ideal yang dihasilkan dengan demikian prima dan memberi invers pemetaan.

Untuk homeomorfisme, perhatikan basis-basis yang dibentuk oleh D+(f)D_+(f) di sisi projektif dan D(f)D(f) di sisi derajat nol. Pracitra D(f)D(f) adalah D+(f)D_+(f), dan suatu unsur homogen dapat dikalikan dengan pangkat gg tanpa mengubah terbuka projektifnya:

D+(f)=D+(fgj). D_+(f)=D_+(fg^j).

Identifikasi gelanggang lokal dan kompatibilitas berkas mengikuti dari deskripsi pelokalan derajat nol yang sama.

Lema 12.9: terbuka utama projektif bersifat afin

Untuk gelanggang bergradasi \mathbb Z RR dan unsur homogen fRf\in R berderajat bukan nol,

D+(f)Spek((Rf)0) D_+(f)\cong\operatorname{Spek}((R_f)_0)

sebagai ruang berdering. Khususnya, spektrum projektif Proj(R)\operatorname{Proj}(R) merupakan skema.

Bukti

Terapkan Lema 12.8 pada RfR_f, dengan memperhatikan bahwa ideal prima homogen di D+(f)D_+(f) bersesuaian dengan ideal prima homogen RfR_f. Sifat skema mengikuti karena himpunan D+(f)D_+(f) untuk fR+f\in R_+ menutupi spektrum projektif.

Contoh 12.10: liputan afin standar ruang projektif

Ruang projektif, yaitu spektrum projektif gelanggang polinomial bergradasi standar R[X0,X1,,Xn]R[X_0,X_1,\ldots,X_n], ditutupi oleh D+(Xi)D_+(X_i). Ini disebut liputan afin standar ruang projektif. Kita mempunyai

Γ(D+(Xi),𝒪Rn)=(R[X0,X1,,Xn]Xi)0=R[X0Xi,,Xi1Xi,Xi+1Xi,,XnXi]. \begin{aligned} \Gamma(D_+(X_i),\mathcal O_{\mathbb P_R^n}) &=(R[X_0,X_1,\ldots,X_n]_{X_i})_0\\ &=R\left[\frac{X_0}{X_i},\ldots, \frac{X_{i-1}}{X_i},\frac{X_{i+1}}{X_i},\ldots, \frac{X_n}{X_i}\right]. \end{aligned}

Ini gelanggang polinomial dalam nn variabel. Dengan Yj=Xj/XiY_j=X_j/X_i untuk jij\ne i, kita memperoleh

D+(Xi)=Spek(R[Y0,,Yi1,Yi+1,,Yn])=𝔸Rn. D_+(X_i) =\operatorname{Spek}(R[Y_0,\ldots,Y_{i-1},Y_{i+1},\ldots,Y_n]) =\mathbb A_R^n.

Jadi ruang projektif berdimensi nn ditutupi oleh n+1n+1 ruang afin.

Morfisme dan skema projektif

Teorema 12.11: morfisme yang diinduksi homomorfisme homogen

Misalkan AA dan BB gelanggang bergradasi \mathbb Z di atas gelanggang komutatif R=A0R=A_0, dan misalkan

θ:AB \theta:A\longrightarrow B

homomorfisme gelanggang homogen. Terdapat morfisme skema alami

D+(θ(A+)B)Proj(A),𝔭θ1(𝔭). D_+(\theta(A_+)B)\longrightarrow\operatorname{Proj}(A), \qquad \mathfrak p\longmapsto\theta^{-1}(\mathfrak p).

Bukti

Pracitra ideal prima di bawah homomorfisme gelanggang kembali merupakan ideal prima, dan pracitra ideal homogen kembali homogen. Jika

𝔭D+(θ(A+)B), \mathfrak p\in D_+(\theta(A_+)B),

terdapat unsur homogen fA+f\in A_+ dengan θ(f)𝔭\theta(f)\notin\mathfrak p. Maka A+θ1(𝔭)A_+\not\subseteq\theta^{-1}(\mathfrak p), sehingga

θ1(𝔭)Proj(A). \theta^{-1}(\mathfrak p)\in\operatorname{Proj}(A).

Jadi terdapat pemetaan

φ:D+(θ(A+)B)Proj(A). \varphi:D_+(\theta(A_+)B)\longrightarrow\operatorname{Proj}(A).

Untuk unsur homogen fA+f\in A_+,

φ1(D+(f))=D+(θ(f)), \varphi^{-1}(D_+(f))=D_+(\theta(f)),

sebagaimana pada pemetaan spektrum. Jadi φ\varphi kontinu. Menurut Korolari 10.10, pemetaan spektrum ini secara unik merupakan morfisme skema. Pada setiap D+(f)D_+(f), pemetaan tersebut diberikan oleh homomorfisme homogen

θf:AfBθ(f), \theta_f:A_f\longrightarrow B_{\theta(f)},

yang menginduksi homomorfisme pada komponen derajat nol

(θf)0:(Af)0(Bθ(f))0. (\theta_f)_0:(A_f)_0\longrightarrow(B_{\theta(f)})_0.

Menurut Lema 12.9, ini adalah homomorfisme gelanggang seksi pada D+(f)D_+(f) dan D+(θ(f))D_+(\theta(f)). Homomorfisme-homomorfisme tersebut kompatibel dengan pembatasan, dan diagram

D+(θ(f))φ=θ1D+(f)Spek((Bθ(f))0)(θf)01Spek((Af)0) \begin{matrix} D_+(\theta(f))&\xrightarrow{\ \varphi=\theta^{-1}\ }&D_+(f)\\ \downarrow&&\downarrow\\ \operatorname{Spek}((B_{\theta(f)})_0) &\xrightarrow{\ (\theta_f)_0^{-1}\ }& \operatorname{Spek}((A_f)_0) \end{matrix}

komutatif. Karena itu φ\varphi merupakan morfisme ruang berdering lokal.

Catatan edisi - domain dalam bukti sumber. Pernyataan sumber memberi domain D+(θ(A+)B)D_+(\theta(A_+)B) dengan benar, tetapi baris pertama buktinya mencetak D+(θ(A+)B)=Proj(B)D_+(\theta(A_+)B)=\operatorname{Proj}(B). Kesamaan itu tidak berlaku tanpa hipotesis tambahan. Edisi mempertahankan domain terbuka dari pernyataan. Sumber kemudian menulis D(f)D(f) sekali untuk terbuka projektif; edisi menuliskan D+(f)D_+(f) secara konsisten.

Contoh 12.12: proyeksi menjauhi sebuah titik

Inklusi subgelanggang

K[X1,,Xn]K[X0,X1,,Xn] K[X_1,\ldots,X_n]\subseteq K[X_0,X_1,\ldots,X_n]

memberi, menurut Teorema 12.11, morfisme skema

KnD+(X1,,Xn)Kn1. \mathbb P_K^n\supset D_+(X_1,\ldots,X_n) \longrightarrow\mathbb P_K^{n-1}.

Titik KK dengan koordinat homogen (x0,x1,,xn)(x_0,x_1,\ldots,x_n) dipetakan ke (x1,,xn)(x_1,\ldots,x_n). Pemetaan ini hanya terdefinisi pada himpunan terbuka yang ditampilkan dan tidak memiliki perpanjangan bermakna ke titik (1,0,,0)(1,0,\ldots,0). Pemetaan itu disebut proyeksi menjauhi sebuah titik. Dalam ruang afin 𝔸Kn+1\mathbb A_K^{n+1} dan 𝔸Kn\mathbb A_K^n, ini berarti setiap garis diproyeksikan ke sebuah hiperbidang. Untuk garis yang “tegak lurus” terhadap hiperbidang, konstruksi tersebut tidak terdefinisi dengan baik karena proyeksinya tidak menghasilkan sebuah garis.

Definisi 12.13: skema projektif

Skema (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) di atas gelanggang komutatif RR disebut projektif jika terdapat faktorisasi

XiRnSpek(R) X\xrightarrow{i}\mathbb P_R^n \longrightarrow\operatorname{Spek}(R)

dengan ii suatu pembenaman tertutup.

Lema 12.14: Proj gelanggang bergradasi standar bersifat projektif

Untuk gelanggang bergradasi standar AA, spektrum projektif Proj(A)\operatorname{Proj}(A) merupakan skema projektif di atas Spek(A0)\operatorname{Spek}(A_0).

Bukti

Kita dapat menulis

A=A0[X0,X1,,Xn]/𝔞 A=A_0[X_0,X_1,\ldots,X_n]/\mathfrak a

dengan ideal homogen 𝔞A0[X0,X1,,Xn]\mathfrak a\subseteq A_0[X_0,X_1,\ldots,X_n]. Menurut Teorema 12.11, pemetaan kelas sisa

θ:A0[X0,X1,,Xn]A \theta:A_0[X_0,X_1,\ldots,X_n]\longrightarrow A

memberi morfisme skema

i:Proj(A)A0n. i:\operatorname{Proj}(A)\longrightarrow\mathbb P_{A_0}^n.

Sebagaimana pemetaan spektrum

Spek(A)V(𝔞)𝔸A0n+1,𝔭θ1(𝔭), \operatorname{Spek}(A)\longrightarrow V(\mathfrak a)\subseteq\mathbb A_{A_0}^{n+1}, \qquad \mathfrak p\longmapsto\theta^{-1}(\mathfrak p),

merupakan homeomorfisme, versi projektif ini merupakan homeomorfisme ke V+(𝔞)V_+(\mathfrak a). Jadi Proj(A)\operatorname{Proj}(A) secara alami bersesuaian dengan subhimpunan tertutup ruang projektif di atas A0A_0.

Tinggal dibuktikan bahwa homomorfisme berkas

𝒪A0ni*𝒪Proj(A) \mathcal O_{\mathbb P_{A_0}^n} \longrightarrow i_*\mathcal O_{\operatorname{Proj}(A)}

surjektif. Pada D+(f)D_+(f) untuk unsur homogen fA0[X0,X1,,Xn]+f\in A_0[X_0,X_1,\ldots,X_n]_+, ini adalah pemetaan

(A0[X0,X1,,Xn]f)0(Af)0, (A_0[X_0,X_1,\ldots,X_n]_f)_0 \longrightarrow(A_f)_0,

yang surjektif.

Pada pernyataan di atas, homomorfisme gelanggang hanya surjektif pada himpunan berbentuk D+(f)D_+(f), bukan pada semua himpunan terbuka. Karena himpunan tersebut membentuk basis topologi, pemetaan pada tangkai juga surjektif. Maka kita memperoleh homomorfisme berkas surjektif, dan ii adalah pembenaman tertutup.

Hipermuka projektif

Definisi 12.15: hipermuka projektif

Untuk polinomial homogen

FK[X0,X1,,Xn] F\in K[X_0,X_1,\ldots,X_n]

di atas lapangan KK, himpunan

V+(F)=Proj(K[X0,X1,,Xn]/(F))Kn V_+(F)=\operatorname{Proj}(K[X_0,X_1,\ldots,X_n]/(F)) \subset\mathbb P_K^n

disebut hipermuka projektif yang ditentukan oleh FF.

Definisi 12.16: derajat hipermuka

Untuk hipermuka projektif

V+(F)=Proj(K[X0,X1,,Xn]/(F))Kn, V_+(F)=\operatorname{Proj}(K[X_0,X_1,\ldots,X_n]/(F)) \subset\mathbb P_K^n,

derajat polinomial homogen FF juga disebut derajat hipermuka.

Hipermuka berderajat 11 disebut hiperbidang; objek-objek ini adalah subruang linear projektif berkodimensi 11.

Lema 12.17: deskripsi afin melalui dehomogenisasi

Misalkan

R=K[X0,X1,,Xd]/(f1,,fs) R=K[X_0,X_1,\ldots,X_d]/(f_1,\ldots,f_s)

gelanggang bergradasi standar, dengan pembangkit homogen fjf_j berderajat djd_j. Maka

(RXi)0=K[X0Xi,,Xi1Xi,Xi+1Xi,,XdXi]/(f1Xid1,,fsXids). (R_{X_i})_0 =K\left[\frac{X_0}{X_i},\ldots,\frac{X_{i-1}}{X_i}, \frac{X_{i+1}}{X_i},\ldots,\frac{X_d}{X_i}\right] \bigg/ \left(\frac{f_1}{X_i^{d_1}},\ldots, \frac{f_s}{X_i^{d_s}}\right).

Gelanggang kelas sisa ini dideskripsikan oleh dehomogenisasi ff_\ell terhadap variabel XiX_i.

Bukti

Kita mempunyai

RXi=K[X0,,Xd,Xi1]/(f1,,fs)=K[X0Xi,,Xi1Xi,Xi+1Xi,,XdXi,Xi,Xi1]/(f1Xid1,,fsXids)=(K[X0Xi,,Xi1Xi,Xi+1Xi,,XdXi]/(f1Xid1,,fsXids))[Xi,Xi1]. \begin{aligned} R_{X_i} &=K[X_0,\ldots,X_d,X_i^{-1}]/(f_1,\ldots,f_s)\\ &=K\left[\frac{X_0}{X_i},\ldots,\frac{X_{i-1}}{X_i}, \frac{X_{i+1}}{X_i},\ldots,\frac{X_d}{X_i},X_i,X_i^{-1}\right] \bigg/ \left(\frac{f_1}{X_i^{d_1}},\ldots, \frac{f_s}{X_i^{d_s}}\right)\\ &=\left( K\left[\frac{X_0}{X_i},\ldots,\frac{X_{i-1}}{X_i}, \frac{X_{i+1}}{X_i},\ldots,\frac{X_d}{X_i}\right] \bigg/ \left(\frac{f_1}{X_i^{d_1}},\ldots, \frac{f_s}{X_i^{d_s}}\right) \right)[X_i,X_i^{-1}]. \end{aligned}

Dalam deskripsi terakhir, komponen derajat nol dapat dibaca langsung. Jika

Yk=XkXi,Yi=1, Y_k=\frac{X_k}{X_i}, \qquad Y_i=1,

maka, dengan f=νaνXνf_\ell=\sum_\nu a_\nu X^\nu,

fXid=νaνXνXid=νaνYν. \frac{f_\ell}{X_i^{d_\ell}} =\frac{\sum_\nu a_\nu X^\nu}{X_i^{d_\ell}} =\sum_\nu a_\nu Y^\nu.

Inilah dehomogenisasi ff_\ell terhadap variabel XiX_i.

Catatan edisi - peran indeks dan derajat. Sumber memakai dd sebagai indeks variabel terakhir dalam X0,,XdX_0,\ldots,X_d, sedangkan djd_j dan dd_\ell menyatakan derajat polinomial. Edisi mempertahankan semua simbol tetapi menyatakan kedua peran itu secara eksplisit agar tidak tertukar.

Lembar Kerja 12: Spektrum Projektif Gelanggang Bergradasi

Tanda bintang menunjukkan tepat dua soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 12.5 dan 12.10. Tujuh belas soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 12.1

Misalkan RR gelanggang komutatif, DD grup komutatif, dan AA aljabar RR bergradasi DD. Buktikan bahwa

1A0, 1\in A_0,

dan simpulkan bahwa A0A_0 merupakan subaljabar RR dari AA.

Soal 12.2

Misalkan

A=dDAd A=\bigoplus_{d\in D}A_d

gelanggang komutatif bergradasi, dan misalkan komponen AeA_e memuat suatu unit. Buktikan bahwa AeA_e, sebagai modul A0A_0, isomorfik dengan A0A_0.

Soal 12.3

Misalkan RR gelanggang komutatif, DD grup komutatif, dan AA aljabar komutatif RR bergradasi DD. Misalkan 𝔞A\mathfrak a\subseteq A ideal homogen. Buktikan bahwa gelanggang kelas sisa A/𝔞A/\mathfrak a juga bergradasi DD.

Soal 12.4

Buktikan bahwa dalam gelanggang polinomial dengan nn variabel terdapat tepat

(d+n1n1) \binom{d+n-1}{n-1}

monomial berderajat dd.

Soal 12.5 ★

Berikan contoh dua ideal monomial 𝔞\mathfrak a dan 𝔟\mathfrak b dalam suatu gelanggang polinomial serta bilangan asli dd sedemikian sehingga ideal hasil kali 𝔞𝔟\mathfrak a\mathfrak b mempunyai sistem pembangkit berupa monomial berderajat paling tinggi dd, tetapi masing-masing dari kedua ideal itu tidak mempunyai sistem pembangkit demikian.

Soal 12.6

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z. Buktikan bahwa subhimpunan

D+(𝔞)Proj(R), D_+(\mathfrak a)\subseteq\operatorname{Proj}(R),

untuk ideal homogen 𝔞R\mathfrak a\subseteq R, memang menentukan suatu topologi pada spektrum projektif Proj(R)\operatorname{Proj}(R).

Soal 12.7

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z. Buktikan bahwa himpunan terbuka

D+(f)Proj(R), D_+(f)\subseteq\operatorname{Proj}(R),

untuk unsur homogen fR+f\in R_+, membentuk basis topologi spektrum projektif.

Soal 12.8

Tentukan spektrum projektif dari salib sumbu

Spek(K[X,Y]/(XY)) \operatorname{Spek}(K[X,Y]/(XY))

dengan gradasi standar.

Soal 12.9

Buat sketsa spektrum projektif dari gabungan bidang-bidang koordinat

Spek(K[X,Y,Z]/(XYZ)) \operatorname{Spek}(K[X,Y,Z]/(XYZ))

dengan gradasi standar.

Soal 12.10 ★

Tentukan titik potong kedua garis

L=V+(6X8Y+3Z) L=V_+(6X-8Y+3Z)

dan

M=V+(2X+9Y5Z) M=V_+(2X+9Y-5Z)

di bidang projektif.

Soal 12.11

Buktikan bahwa dua titik berbeda PP dan QQ di bidang projektif menentukan secara unik sebuah garis projektif yang memuat keduanya. Bagaimana persamaan garis itu dihitung dari koordinat kedua titik?

Soal 12.12

Buktikan bahwa gelanggang seksi global ruang projektif adalah gelanggang dasar:

Γ(Rn,𝒪Rn)=R. \Gamma(\mathbb P_R^n,\mathcal O_{\mathbb P_R^n})=R.

Soal 12.13

Buktikan bahwa garis projektif K1\mathbb P_K^1 yang dikonstruksi melalui pengeleman dalam Contoh 10.7 sama dengan garis projektif dalam pengertian Contoh 12.10, yakni

Proj(K[X,Y]). \operatorname{Proj}(K[X,Y]).

Soal 12.14

Misalkan LL bentuk linear homogen dalam K[X0,,Xn]K[X_0,\ldots,X_n] dan

D+(L)𝔸KnKn. D_+(L)\cong\mathbb A_K^n\subseteq\mathbb P_K^n.

Buktikan bahwa topologi Zariski pada ruang projektif menginduksi topologi Zariski pada ruang afin tersebut.

Soal 12.15

Misalkan

P=(a0,,an)Kn. P=(a_0,\ldots,a_n)\in\mathbb P_K^n.

Buktikan bahwa terdapat lingkungan terbuka afin

U𝔸KnKn U\cong\mathbb A_K^n\subset\mathbb P_K^n

sedemikian sehingga PP, dalam ruang afin ini, bersesuaian dengan titik asal.

Soal 12.16

Misalkan Kn\mathbb P_K^n ruang projektif berdimensi nn di atas lapangan KK, dan misalkan

D+(Xi)𝔸Kn,D+(Xj)𝔸Kn D_+(X_i)\cong\mathbb A_K^n, \qquad D_+(X_j)\cong\mathbb A_K^n

dua himpunan terbuka afin di dalam Kn\mathbb P_K^n. Deskripsikan pemetaan transisi, yang tidak terdefinisi di semua titik, dari D+(Xi)D_+(X_i) ke D+(Xj)D_+(X_j).

Soal 12.17

Misalkan diberikan m+1m+1 polinomial homogen

F0,,Fm F_0,\ldots,F_m

dalam n+1n+1 variabel, semuanya berderajat sama dd. Buktikan bahwa terdapat himpunan terbuka UKnU\subseteq\mathbb P_K^n tempat polinomial-polinomial itu mendefinisikan morfisme

KnUKm. \mathbb P_K^n\supseteq U\longrightarrow\mathbb P_K^m.

Soal 12.18

Misalkan SS gelanggang bergradasi \mathbb Z yang mempunyai unit homogen pada derajat satu, dan misalkan 𝔞S\mathfrak a\subseteq S ideal homogen. Buktikan bahwa untuk nn\in\mathbb Z berlaku kesamaan modul (S/𝔞)0(S/\mathfrak a)_0

(S/𝔞)n=(S/𝔞)0S0Sn. (S/\mathfrak a)_n =(S/\mathfrak a)_0\otimes_{S_0}S_n.

Soal 12.19

Misalkan RR gelanggang bergradasi standar, 𝔞R\mathfrak a\subseteq R ideal homogen, dan fRf\in R unsur homogen berderajat 11. Buktikan bahwa untuk nn\in\mathbb Z berlaku kesamaan modul (Rf/𝔞f)0(R_f/\mathfrak a_f)_0

((R/𝔞)f)n=(Rf/𝔞f)n=(Rf/𝔞f)0(Rf)0(Rf)n. ((R/\mathfrak a)_f)_n =(R_f/\mathfrak a_f)_n =(R_f/\mathfrak a_f)_0\otimes_{(R_f)_0}(R_f)_n.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 12

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat dua solusi publik di antara 19 soal, yaitu solusi Soal 12.5 dan 12.10. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 12.1–12.4, 12.6–12.9, dan 12.11–12.19. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Solusi Soal 12.5

Kita pilih gelanggang polinomial

K[X1,X2,X3,X4,X5,Y1,Y2,Y3,Y4,Y5] K[X_1,X_2,X_3,X_4,X_5,Y_1,Y_2,Y_3,Y_4,Y_5]

di atas sembarang lapangan dasar (atau, lebih umum, gelanggang dasar tak nol). Pertimbangkan ideal

𝔞=(X1X2X3X4X5,semua monomial berderajat 2 kecuali XiXj dengan ij) \mathfrak a= (X_1X_2X_3X_4X_5, \ \text{semua monomial berderajat }2 \text{ kecuali }X_iX_j\text{ dengan }i\ne j)

dan

𝔟=(Y1Y2Y3Y4Y5,semua monomial berderajat 2 kecuali YiYj dengan ij). \mathfrak b= (Y_1Y_2Y_3Y_4Y_5, \ \text{semua monomial berderajat }2 \text{ kecuali }Y_iY_j\text{ dengan }i\ne j).

Kedua kelompok variabel saling dipertukarkan. Untuk masing-masing ideal, derajat maksimum suatu pembangkit adalah 55, karena X1X2X3X4X5X_1X_2X_3X_4X_5 (dan, secara simetris, hasil kali semua YiY_i) tidak dapat dinyatakan melalui monomial pembangkit lainnya.

Kita klaim bahwa ideal hasil kali dibangkitkan oleh monomial berderajat

d=4. d=4.

Karena simetri situasinya, hal ini mengikuti dari faktorisasi berikut, dengan QQ setiap kali dipilih sebagai monomial hasil bagi yang sesuai:

X1X5Y1Y5=(X1Y1)(X2Y2)Q, X_1\cdots X_5Y_1\cdots Y_5 =(X_1Y_1)(X_2Y_2)Q,

Xi2Y1Y5=(XiY1)(XiY2)Q, X_i^2Y_1\cdots Y_5 =(X_iY_1)(X_iY_2)Q,

XiYjY1Y5=(Y1Y2)(XiYj)Q, X_iY_jY_1\cdots Y_5 =(Y_1Y_2)(X_iY_j)Q,

dan

YiYjY1Y5=(Yi2)(Yj2)Q. Y_iY_jY_1\cdots Y_5 =(Y_i^2)(Y_j^2)Q.

Setiap pasangan faktor di ruas kanan terdiri atas satu pembangkit dari 𝔞\mathfrak a dan satu pembangkit dari 𝔟\mathfrak b, keduanya berderajat 22. Jadi 𝔞𝔟\mathfrak a\mathfrak b mempunyai pembangkit berderajat paling tinggi 44, sedangkan 𝔞\mathfrak a dan 𝔟\mathfrak b sendiri memerlukan pembangkit berderajat 55.

Solusi Soal 12.10

Kita harus mencari solusi tak trivial sistem persamaan linear

6X8Y+3Z=0, 6X-8Y+3Z=0,

2X+9Y5Z=0. 2X+9Y-5Z=0.

Dengan mengeliminasi XX, kita memperoleh syarat

35Y+18Z=0. -35Y+18Z=0.

Ambil Z=1Z=1. Maka

Y=1835 Y=\frac{18}{35}

dan

X=92Y+52Z=921835+52=162+17570=1370. \begin{aligned} X &=-\frac92Y+\frac52Z\\ &=-\frac92\cdot\frac{18}{35}+\frac52\\ &=\frac{-162+175}{70}\\ &=\frac{13}{70}. \end{aligned}

Dengan demikian

(1370,1835,1) \left(\frac{13}{70},\frac{18}{35},1\right)

merupakan titik potong kedua garis di bidang projektif.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 12.1, 12.2, 12.3, 12.4, 12.6, 12.7, 12.8, 12.9, 12.11, 12.12, 12.13, 12.14, 12.15, 12.16, 12.17, 12.18, atau 12.19. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 12

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 12 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 12.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 13: Pemetaan Kerucut, Berkas Modul, dan Berkas Invertibel

Pemetaan kerucut

Definisi 13.1: homogenisasi ideal

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z. Untuk suatu ideal 𝔞\mathfrak a, ideal yang dibangkitkan oleh semua unsur homogen dalam 𝔞\mathfrak a disebut homogenisasi 𝔞\mathfrak a. Homogenisasi ini dilambangkan dengan 𝔞h\mathfrak a^h.

Homogenisasi kembali merupakan ideal dan termuat dalam ideal asal. Homogenisasi suatu ideal prima merupakan ideal prima.

Definisi 13.2: pemetaan kerucut

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z. Pemetaan kerucut adalah morfisme skema

D(R+)Proj(R),𝔭𝔭h. \begin{aligned} D(R_+)&\longrightarrow\operatorname{Proj}(R),\\ \mathfrak p&\longmapsto\mathfrak p^h. \end{aligned}

Pada himpunan terbuka yang berkaitan dengan unsur homogen fR+f\in R_+, pemetaan ini diberikan oleh pemetaan spektrum yang terkait dengan homomorfisme

(Rf)0Rf. (R_f)_0\longrightarrow R_f.

Teorema 13.3: pemetaan kerucut merupakan morfisme skema

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z. Maka pemetaan kerucut memang merupakan morfisme skema.

Bukti

Pemetaan ini terdefinisi dengan baik karena homogenisasi suatu ideal prima kembali merupakan ideal prima. Untuk unsur homogen fR+f\in R_+ dan ideal prima 𝔭\mathfrak p, berlaku

f𝔭f𝔭h. f\in\mathfrak p \quad\Longleftrightarrow\quad f\in\mathfrak p^h.

Karena itu, pracitra D+(f)D_+(f) adalah D(f)D(f) dan pemetaan tersebut kontinu. Diagram pemetaan

D(f)D+(f)Spek(Rf)Spek((Rf)0) \begin{matrix} D(f)&\longrightarrow&D_+(f)\\ \downarrow&&\downarrow\\ \operatorname{Spek}(R_f)&\longrightarrow& \operatorname{Spek}((R_f)_0) \end{matrix}

komutatif. Di baris atas terdapat restriksi pemetaan kerucut, di baris bawah pemetaan spektrum alami, di sebelah kiri identifikasi dari Lema 9.13, dan di sebelah kanan identifikasi dari Lema 12.8.

Untuk membuktikan komutativitas, bagi suatu ideal prima 𝔭D(f)\mathfrak p\in D(f) perlu ditunjukkan kesamaan

𝔭h(Rf)0=𝔭(Rf)0, \mathfrak p^h\cap(R_f)_0 =\mathfrak p\cap(R_f)_0,

dengan ideal-ideal prima tersebut dipandang sebagai ideal dalam RfR_f. Kesamaan ini bertumpu pada argumen untuk Lema 12.8.

Dengan demikian, morfisme tersebut ditentukan secara skematis pada D(f)D(f). Morfisme-morfisme

Spek(Rf)Spek((Rf)0) \operatorname{Spek}(R_f) \longrightarrow \operatorname{Spek}((R_f)_0)

untuk berbagai ff saling kompatibel dan menentukan suatu morfisme skema global.

Contoh 13.4: pemetaan kerucut ruang projektif

Untuk gelanggang polinomial K[X0,X1,,Xn]K[X_0,X_1,\ldots,X_n] dalam n+1n+1 variabel dengan gradasi standar di atas suatu lapangan KK, pemetaan kerucut adalah

𝔸Kn+1D(X0,X1,,Xn)Kn,𝔭𝔭h. \begin{aligned} \mathbb A_K^{n+1}\supset D(X_0,X_1,\ldots,X_n) &\longrightarrow\mathbb P_K^n,\\ \mathfrak p&\longmapsto\mathfrak p^h. \end{aligned}

Pada titik-titik KK, pemetaan ini diberikan secara sederhana oleh

Kn+1\{0}n(K),(x0,x1,,xn)(x0,x1,,xn). \begin{aligned} K^{n+1}\setminus\{0\}&\longrightarrow\mathbb P^n(K),\\ (x_0,x_1,\ldots,x_n)&\longmapsto(x_0,x_1,\ldots,x_n). \end{aligned}

Pemetaan ini memetakan setiap titik tak nol ke garis yang melalui titik tersebut dan titik asal.

Modul pada ruang berdering

Sebagaimana penting untuk memahami modul-modul RR bagi suatu gelanggang komutatif RR, bagi suatu ruang berdering kita harus memahami modul-modul 𝒪X\mathcal O_X yang diberikan di atasnya.

Definisi 13.5: modul pada ruang berdering

Suatu berkas \mathcal M pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) disebut 𝒪X\mathcal O_X-modul jika untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X diberikan struktur Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X)-modul pada Γ(U,)\Gamma(U,\mathcal M) yang kompatibel dengan pemetaan-pemetaan restriksi untuk UVU\subseteq V.

Syarat kompatibilitas berarti bahwa untuk himpunan-himpunan terbuka UVU\subseteq V, diagram

Γ(V,𝒪X)×Γ(V,)Γ(V,)Γ(U,𝒪X)×Γ(U,)Γ(U,) \begin{matrix} \Gamma(V,\mathcal O_X)\times\Gamma(V,\mathcal M) &\longrightarrow&\Gamma(V,\mathcal M)\\ \downarrow&&\downarrow\\ \Gamma(U,\mathcal O_X)\times\Gamma(U,\mathcal M) &\longrightarrow&\Gamma(U,\mathcal M) \end{matrix}

komutatif. Secara khusus, berkas struktur 𝒪X\mathcal O_X merupakan 𝒪X\mathcal O_X-modul. Setiap 𝒪X\mathcal O_X-modul khususnya merupakan berkas grup abelian.

Definisi 13.6: submodul berkas

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan \mathcal M suatu 𝒪X\mathcal O_X-modul. Suatu subberkas

𝒩 \mathcal N\subseteq\mathcal M

sedemikian sehingga, untuk setiap subhimpunan terbuka UXU\subseteq X, Γ(U,𝒩)\Gamma(U,\mathcal N) merupakan submodul dari Γ(U,)\Gamma(U,\mathcal M) atas gelanggang Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X) disebut 𝒪X\mathcal O_X-submodul dari \mathcal M.

Definisi 13.7: berkas ideal

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering. Suatu 𝒪X\mathcal O_X-submodul

𝒪X \mathcal I\subseteq\mathcal O_X

disebut berkas ideal.

Definisi 13.8: serat modul pada sebuah titik

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering lokal dan \mathcal M suatu 𝒪X\mathcal O_X-modul. Untuk suatu titik PXP\in X, ruang

(P):=P𝒪X,Pκ(P) \mathcal M(P) :=\mathcal M_P\otimes_{\mathcal O_{X,P}}\kappa(P)

disebut serat \mathcal M di titik PP.

Secara khusus, serat ini merupakan ruang vektor di atas lapangan residu κ(P)\kappa(P).

Definisi 13.9: homomorfisme modul berkas

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan ,𝒩\mathcal M,\mathcal N merupakan 𝒪X\mathcal O_X-modul pada XX. Suatu homomorfisme berkas

φ:𝒩 \varphi:\mathcal M\longrightarrow\mathcal N

disebut homomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul jika untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, pemetaan

Γ(U,)Γ(U,𝒩) \Gamma(U,\mathcal M)\longrightarrow\Gamma(U,\mathcal N)

merupakan homomorfisme Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X)-modul.

Suatu homomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul khususnya merupakan homomorfisme berkas grup abelian.

Pernyataan berikut adalah suatu versi teorema penentuan dari aljabar linear.

Teorema 13.10: seksi global menentukan homomorfisme modul

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan \mathcal M suatu 𝒪X\mathcal O_X-modul pada XX. Seksi-seksi global

s1,,snΓ(X,) s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal M)

menentukan secara unik suatu homomorfisme modul

φ:𝒪Xn,eisi. \begin{aligned} \varphi:\mathcal O_X^n&\longrightarrow\mathcal M,\\ e_i&\longmapsto s_i. \end{aligned}

Bukti

Untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, berlaku

Γ(U,𝒪Xn)=Γ(U,𝒪X)n. \Gamma(U,\mathcal O_X^n) =\Gamma(U,\mathcal O_X)^n.

Ini adalah modul bebas atas Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X) dengan basis e1,,ene_1,\ldots,e_n. Seksi-seksi global sis_i memberikan restriksi

si|UΓ(U,). s_i|_U\in\Gamma(U,\mathcal M).

Menurut teorema penentuan, restriksi-restriksi tersebut menentukan secara unik suatu homomorfisme Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X)-modul

Γ(U,𝒪X)nΓ(U,),eisi|U. \begin{aligned} \Gamma(U,\mathcal O_X)^n&\longrightarrow\Gamma(U,\mathcal M),\\ e_i&\longmapsto s_i|_U. \end{aligned}

Homomorfisme-homomorfisme modul ini kompatibel dengan restriksi ke VUV\subseteq U dan karena itu menghasilkan suatu homomorfisme berkas modul.

Lema 13.11: seksi global sebagai homomorfisme modul

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan \mathcal M suatu 𝒪X\mathcal O_X-modul pada XX. Maka suatu seksi global

sΓ(X,) s\in\Gamma(X,\mathcal M)

bersesuaian secara unik dengan homomorfisme modul

φ:𝒪X,1s. \begin{aligned} \varphi:\mathcal O_X&\longrightarrow\mathcal M,\\ 1&\longmapsto s. \end{aligned}

Bukti

Ini adalah kasus khusus Teorema 13.10.

Konstruksi untuk berkas modul

Definisi 13.12: modul homomorfisme global

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan ,𝒩\mathcal M,\mathcal N merupakan berkas modul pada XX. Ruang

Hom(,𝒩)={φ:𝒩φ homomorfisme modul}, \operatorname{Hom}(\mathcal M,\mathcal N) =\{\varphi:\mathcal M\longrightarrow\mathcal N \mid \varphi\text{ homomorfisme modul}\},

dengan struktur Γ(X,𝒪X)\Gamma(X,\mathcal O_X)-modul alaminya, disebut modul homomorfisme global dari \mathcal M ke 𝒩\mathcal N.

Pada dasarnya, setiap konstruksi untuk modul RR mempunyai konstruksi analog untuk modul 𝒪X\mathcal O_X. Gagasan pemandunya adalah bahwa objek-objek yang dikonstruksi kembali memiliki “sifat-sifat yang tepat” di dalam kategori semua modul 𝒪X\mathcal O_X. Karena itu dapat pula diharapkan bahwa definisi di atas belum merupakan bentuk terakhir dan perlu diperluas menjadi versi berkas.

Definisi 13.13: berkas homomorfisme

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan ,𝒩\mathcal M,\mathcal N merupakan berkas modul pada XX. Penetapan

UHom(|U,𝒩|U)={φ:|U𝒩|Uφ homomorfisme modul} U\longmapsto \operatorname{Hom}(\mathcal M|_U,\mathcal N|_U) =\{\varphi:\mathcal M|_U\longrightarrow\mathcal N|_U \mid \varphi\text{ homomorfisme modul}\}

disebut berkas homomorfisme dari \mathcal M ke 𝒩\mathcal N. Berkas ini dilambangkan dengan

om(,𝒩). \mathcal Hom(\mathcal M,\mathcal N).

Jadi,

om(,𝒩)(U)=Hom(|U,𝒩|U). \mathcal Hom(\mathcal M,\mathcal N)(U) =\operatorname{Hom}(\mathcal M|_U,\mathcal N|_U).

Lema 13.14: berkas homomorfisme merupakan berkas modul

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan ,𝒩\mathcal M,\mathcal N merupakan berkas modul pada XX. Maka berkas homomorfisme

om(,𝒩) \mathcal Hom(\mathcal M,\mathcal N)

merupakan berkas 𝒪X\mathcal O_X-modul pada XX.

Bukti

Terdapat hubungan

om(,𝒩)(U)=Hom(|U,𝒩|U)Mor(|U,𝒩|U). \begin{aligned} \mathcal Hom(\mathcal M,\mathcal N)(U) &=\operatorname{Hom}(\mathcal M|_U,\mathcal N|_U)\\ &\subseteq\operatorname{Mor}(\mathcal M|_U,\mathcal N|_U). \end{aligned}

Menurut Lema 4.9, ruas kanan merupakan suatu berkas. Sifat homomorfisme, yaitu kompatibilitas dengan penjumlahan dan perkalian skalar, dapat diuji secara lokal; lihat Soal 13.11. Karena itu ruas kiri merupakan suatu subberkas. Struktur 𝒪X\mathcal O_X pada om(,𝒩)\mathcal Hom(\mathcal M,\mathcal N) diberikan oleh penjumlahan dan perkalian skalar pada komponen kedua, dan operasi-operasi ini kompatibel dengan restriksi.

Definisi 13.15: modul dual

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan \mathcal M suatu berkas modul pada XX. Berkas

*=om(,𝒪X), \mathcal M^* =\mathcal Hom(\mathcal M,\mathcal O_X),

dengan struktur 𝒪X\mathcal O_X-modul alaminya, disebut modul dual dari \mathcal M.

Definisi 13.16: hasil kali tensor berkas modul

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan ,𝒢\mathcal F,\mathcal G merupakan berkas modul pada XX. Berkasisasi praberkas

UΓ(U,)Γ(U,𝒪X)Γ(U,𝒢) U\longmapsto \Gamma(U,\mathcal F) \otimes_{\Gamma(U,\mathcal O_X)} \Gamma(U,\mathcal G)

disebut hasil kali tensor kedua modul tersebut. Hasil kali tensor ini dilambangkan dengan

𝒪X𝒢. \mathcal F\otimes_{\mathcal O_X}\mathcal G.

Berdasarkan sifat universal berkasisasi, terdapat pemetaan kanonik

Γ(U,)Γ(U,𝒪X)Γ(U,𝒢)Γ(U,𝒪X𝒢) \Gamma(U,\mathcal F) \otimes_{\Gamma(U,\mathcal O_X)} \Gamma(U,\mathcal G) \longrightarrow \Gamma\bigl(U,\mathcal F\otimes_{\mathcal O_X}\mathcal G\bigr)

yang merupakan isomorfisme pada tangkai. Tangkai tersebut adalah hasil kali tensor kedua tangkai; lihat Soal 13.13.

Berkas invertibel

Definisi 13.17: berkas invertibel

Suatu 𝒪X\mathcal O_X-modul \mathcal L pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) disebut invertibel jika terdapat penutup terbuka

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

sedemikian sehingga restriksi-restriksi

|Ui \mathcal L|_{U_i}

isomorfik dengan 𝒪X|Ui\mathcal O_X|_{U_i}.

Suatu berkas invertibel \mathcal L pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) disebut trivial jika isomorfik dengan berkas struktur 𝒪X\mathcal O_X.

Contoh 13.18: berkas seksi suatu bundel garis

Misalkan XX ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi kontinu C(,)C(-,\mathbb R), dan

LX L\longrightarrow X

suatu bundel garis real pada XX. Maka berkas SS dari seksi-seksi kontinu dalam pengertian Contoh 3.12 merupakan C(,)C(-,\mathbb R)-modul invertibel. Untuk suatu himpunan terbuka UXU\subseteq X dengan trivialisasi

L|U×U, L|_U\cong\mathbb R\times U,

memang berlaku

S(U,L|U)C(U,), S(U,L|_U)\cong C(U,\mathbb R),

Contoh 13.19: berkas invertibel pada ruang projektif

Misalkan KK lapangan dan Kn\mathbb P_K^n ruang projektif di atas KK. Untuk setiap subhimpunan terbuka UU, berkas struktur merupakan subhimpunan lapangan fungsi

Γ(U,𝒪Kn)K(X1X0,,XnX0). \Gamma(U,\mathcal O_{\mathbb P_K^n}) \subseteq K\left(\frac{X_1}{X_0},\ldots,\frac{X_n}{X_0}\right).

Karena gelanggang polinomial bersifat faktorial, untuk setiap ideal homogen 𝔞\mathfrak a terdapat polinomial homogen ff berderajat maksimal tanpa faktor berulang, yang ditentukan secara unik hingga perkalian dengan suatu skalar, sedemikian sehingga

D+(𝔞)D+(f). D_+(\mathfrak a)\subseteq D_+(f).

Di sini f=1f=1 diperbolehkan, tetapi dalam hal itu notasi D+(f)D_+(f) tidak digunakan. Menurut Teorema 9.8, gelanggang seksi global sama dengan

Γ(U,𝒪Kn)=Γ(D+(f),𝒪Kn)=(K[X0,X1,,Xn]f)0K(X1X0,,XnX0). \begin{aligned} \Gamma(U,\mathcal O_{\mathbb P_K^n}) &=\Gamma(D_+(f),\mathcal O_{\mathbb P_K^n})\\ &=(K[X_0,X_1,\ldots,X_n]_f)_0\\ &\subseteq K\left(\frac{X_1}{X_0},\ldots,\frac{X_n}{X_0}\right). \end{aligned}

Tetapkan \ell\in\mathbb Z. Kita mendefinisikan suatu berkas 𝒪Kn()\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(\ell) melalui

Γ(U,𝒪Kn())=Γ(D+(f),𝒪Kn()):=(K[X0,X1,,Xn]f). \begin{aligned} \Gamma\bigl(U,\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(\ell)\bigr) &=\Gamma\bigl(D_+(f),\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(\ell)\bigr)\\ &:=(K[X_0,X_1,\ldots,X_n]_f)_\ell. \end{aligned}

Ini merupakan suatu berkas invertibel. Pada D+(X0)D_+(X_0), dan demikian pula pada D+(Xi)D_+(X_i), pemetaan

(K[X0,X1,,Xn]X0)0(K[X0,X1,,Xn]X0),FGX0FG \begin{aligned} (K[X_0,X_1,\ldots,X_n]_{X_0})_0 &\longrightarrow (K[X_0,X_1,\ldots,X_n]_{X_0})_\ell,\\ \frac FG&\longmapsto X_0^\ell\frac FG \end{aligned}

merupakan isomorfisme modul atas (K[X0,X1,,Xn]X0)0(K[X_0,X_1,\ldots,X_n]_{X_0})_0 yang terbawa ke subhimpunan-subhimpunan terbuka yang lebih kecil. Evaluasi global pada ruang projektif hanyalah

(K[X0,X1,,Xn]). (K[X_0,X_1,\ldots,X_n])_\ell.

Ini menunjukkan bahwa, untuk n1n\geq 1, berkas-berkas invertibel tersebut tidak saling isomorfik bagi 0\ell\geq 0. Hal ini berlaku untuk semua \ell.

Definisi 13.20: lokus keterbalikan suatu seksi

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering lokal, \mathcal L suatu berkas invertibel pada XX, dan

sΓ(X,) s\in\Gamma(X,\mathcal L)

suatu seksi global. Himpunan

Xs:={PXsP𝔪PP} X_s :=\{P\in X\mid s_P\notin\mathfrak m_P\mathcal L_P\}

disebut lokus keterbalikan dari ss.

Komplemennya,

X\Xs, X\setminus X_s,

yaitu lokus nol seksi tersebut, dilambangkan dengan Z(s)Z(s).

Lema 13.21: lokus keterbalikan bersifat terbuka

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering lokal, \mathcal L suatu berkas invertibel pada XX, dan

sΓ(X,) s\in\Gamma(X,\mathcal L)

suatu seksi global. Maka lokus keterbalikan

XsX X_s\subseteq X

bersifat terbuka.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Lema 7.16 melalui pertimbangan lokal.

Lema 13.22: trivialisasi pada lokus keterbalikan

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering lokal dan \mathcal L suatu berkas invertibel pada XX. Misalkan

sΓ(X,) s\in\Gamma(X,\mathcal L)

seksi global dengan lokus keterbalikan XsX_s. Maka restriksi

|Xs \mathcal L|_{X_s}

bersifat trivial.

Bukti

Menurut Lema 13.11, seksi global ss menentukan suatu homomorfisme modul

𝒪X,1s, \begin{aligned} \mathcal O_X&\longrightarrow\mathcal L,\\ 1&\longmapsto s, \end{aligned}

dan khususnya suatu homomorfisme modul

φ:𝒪X|Xs|Xs. \varphi: \mathcal O_X|_{X_s} \longrightarrow \mathcal L|_{X_s}.

Untuk setiap titik PXsP\in X_s, pemetaan ini merupakan isomorfisme. Karena itu, menurut Lema 4.6, φ\varphi juga merupakan isomorfisme.

Lembar Kerja 13: Pemetaan Kerucut, Berkas Modul, dan Berkas Invertibel

Sumber yang dibekukan tidak menandai satu pun soal dengan bintang. Secara terpisah, bukti kandidat yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk seluruh 23 soal. Edisi ini tidak menciptakan solusi baru.

Soal 13.1

Berikan sebuah contoh yang menunjukkan bahwa pemetaan kerucut

𝔸Kn+1\{0}Kn \mathbb A_K^{n+1}\setminus\{0\}\longrightarrow\mathbb P_K^n

tidak harus merupakan pemetaan tertutup.

Soal 13.2

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z dan 𝔭\mathfrak p ideal prima dalam RR. Buktikan bahwa homogenisasi 𝔭h\mathfrak p^h juga merupakan ideal prima.

Soal 13.3

Misalkan KK lapangan dan

R=K[X0,X1,,Xn]/𝔞 R=K[X_0,X_1,\ldots,X_n]/\mathfrak a

suatu aljabar KK bergradasi standar. Buktikan bahwa diagram

Spek(R)D(R+)V(𝔞)D(X0,X1,,Xn)𝔸Kn+1D(X0,X1,,Xn)Proj(R)V+(𝔞)Kn \begin{matrix} \operatorname{Spek}(R)\supseteq D(R_+) &\longrightarrow& V(\mathfrak a)\cap D(X_0,X_1,\ldots,X_n) &\longrightarrow& \mathbb A_K^{n+1}\supseteq D(X_0,X_1,\ldots,X_n) \\ \downarrow&&\downarrow&&\downarrow \\ \operatorname{Proj}(R) &\longrightarrow& V_+(\mathfrak a) &\longrightarrow& \mathbb P_K^n \end{matrix}

yang terdiri atas morfisme skema bersifat komutatif. Di sini pemetaan vertikal di kiri dan kanan adalah pemetaan kerucut, sedangkan pemetaan horizontal adalah isomorfisme dan pembenaman tertutup alami.

Soal 13.4

Bahas hubungan antara pemetaan kerucut

𝔸2𝔸2\{(0,0)}1 \mathbb A_{\mathbb C}^{2} \supset \mathbb A_{\mathbb C}^{2}\setminus\{(0,0)\} \longrightarrow\mathbb P_{\mathbb C}^{1}

dan fibrasi Hopf

S3S2. S^3\longrightarrow S^2.

Soal 13.5

Misalkan \mathcal F suatu 𝒪X\mathcal O_X-modul pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X). Buktikan bahwa untuk setiap titik PXP\in X, tangkai P\mathcal F_P merupakan 𝒪X,P\mathcal O_{X,P}-modul.

Soal 13.6

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G adalah 𝒪X\mathcal O_X-modul pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X). Buktikan bahwa jumlah langsung

𝒢 \mathcal F\oplus\mathcal G

juga merupakan 𝒪X\mathcal O_X-modul.

Soal 13.7

Misalkan \mathcal F suatu 𝒪X\mathcal O_X-modul pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) dan

𝒢 \mathcal G\subseteq\mathcal F

suatu 𝒪X\mathcal O_X-submodul. Buktikan bahwa berkas hasil bagi

/𝒢 \mathcal F/\mathcal G

secara alami merupakan 𝒪X\mathcal O_X-modul.

Soal 13.8

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering. Buktikan bahwa

sΓ(X,𝒪X) s\in\Gamma(X,\mathcal O_X)

merupakan satuan jika dan hanya jika homomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul yang terkait

𝒪X𝒪X \mathcal O_X\longrightarrow\mathcal O_X

merupakan isomorfisme.

Soal 13.9

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering. Misalkan

s1,,snΓ(X,𝒪X) s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal O_X)

seksi-seksi global yang membangkitkan ideal satuan dalam Γ(X,𝒪X)\Gamma(X,\mathcal O_X). Buktikan bahwa homomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul yang terkait,

𝒪Xn𝒪X,eisi, \begin{aligned} \mathcal O_X^n&\longrightarrow\mathcal O_X,\\ e_i&\longmapsto s_i, \end{aligned}

bersifat surjektif.

Kebalikan pernyataan di atas tidak berlaku; lihat Soal 14.10.

Soal 13.10

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering. Misalkan

s1,,snΓ(X,𝒪X)n s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal O_X)^n

seksi-seksi global dengan

si=(si1,,sin). s_i=(s_{i1},\ldots,s_{in}).

Buktikan bahwa determinan matriks

(sij)1i,jn (s_{ij})_{1\leq i,j\leq n}

merupakan satuan dalam Γ(X,𝒪X)\Gamma(X,\mathcal O_X) jika dan hanya jika homomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul yang terkait,

𝒪Xn𝒪Xn,eisi, \begin{aligned} \mathcal O_X^n&\longrightarrow\mathcal O_X^n,\\ e_i&\longmapsto s_i, \end{aligned}

merupakan isomorfisme.

Soal 13.11

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering, \mathcal M dan 𝒩\mathcal N berkas modul pada XX, serta

φ:𝒩 \varphi:\mathcal M\longrightarrow\mathcal N

suatu morfisme berkas. Misalkan pula

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

suatu penutup terbuka. Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Jika untuk setiap ii pemetaan

    φUi:Γ(Ui,)Γ(Ui,𝒩) \varphi_{U_i}:\Gamma(U_i,\mathcal M) \longrightarrow\Gamma(U_i,\mathcal N)

    kompatibel dengan penjumlahan, maka hal yang sama berlaku bagi

    φX:Γ(X,)Γ(X,𝒩). \varphi_X:\Gamma(X,\mathcal M)\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal N).

  2. Jika untuk setiap ii pemetaan

    φUi:Γ(Ui,)Γ(Ui,𝒩) \varphi_{U_i}:\Gamma(U_i,\mathcal M) \longrightarrow\Gamma(U_i,\mathcal N)

    kompatibel dengan perkalian skalar oleh Γ(Ui,𝒪X)\Gamma(U_i,\mathcal O_X), maka hal yang sama berlaku bagi φX\varphi_X.

  3. Jika untuk setiap ii pemetaan

    φ|Ui:|Ui𝒩|Ui \varphi|_{U_i}:\mathcal M|_{U_i}\longrightarrow\mathcal N|_{U_i}

    merupakan homomorfisme 𝒪X|Ui\mathcal O_X|_{U_i}-modul, maka φ\varphi juga merupakan homomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul.

Soal 13.12

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan \mathcal F suatu berkas modul pada XX. Buktikan bahwa terdapat homomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul alami

**. \mathcal F\longrightarrow\mathcal F^{**}.

Soal 13.13

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan ,𝒢\mathcal F,\mathcal G berkas modul pada XX. Buktikan bahwa tangkai di titik PXP\in X dari praberkas

UΓ(U,)Γ(U,𝒪X)Γ(U,𝒢) U\longmapsto \Gamma(U,\mathcal F) \otimes_{\Gamma(U,\mathcal O_X)} \Gamma(U,\mathcal G)

sama dengan

colimΓ(U,)Γ(U,𝒪X)Γ(U,𝒢)PU=(colimΓ(U,)PU)(colimΓ(U,𝒪X)PU)(colimΓ(U,𝒢)PU)=P𝒪X,P𝒢P. \begin{aligned} &\operatorname{colim}_{ \Gamma(U,\mathcal F)\otimes_{\Gamma(U,\mathcal O_X)} \Gamma(U,\mathcal G)}\,P\in U \\ &\qquad= \left(\operatorname{colim}_{\Gamma(U,\mathcal F)}\,P\in U\right) \otimes_{ \left(\operatorname{colim}_{\Gamma(U,\mathcal O_X)}\,P\in U\right)} \left(\operatorname{colim}_{\Gamma(U,\mathcal G)}\,P\in U\right) \\ &\qquad=\mathcal F_P\otimes_{\mathcal O_{X,P}}\mathcal G_P. \end{aligned}

Soal 13.14

Misalkan \mathcal F berkas modul pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X), dan misalkan *\mathcal F^* berkas dualnya. Buktikan bahwa terdapat homomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul alami

𝒪X*𝒪X. \mathcal F\otimes_{\mathcal O_X}\mathcal F^* \longrightarrow\mathcal O_X.

Soal 13.15

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering lokal dan \mathcal L berkas invertibel pada XX. Misalkan UXU\subseteq X himpunan terbuka sedemikian sehingga restriksi |U\mathcal L|_U trivial, dan misalkan

φ:|U𝒪X|U \varphi:\mathcal L|_U\longrightarrow\mathcal O_X|_U

suatu isomorfisme. Misalkan

sΓ(X,) s\in\Gamma(X,\mathcal L)

seksi global dengan lokus keterbalikan XsX_s. Buktikan bahwa

XsU=Uφ(s), X_s\cap U=U_{\varphi(s)},

dengan ruas kanan menyatakan lokus keterbalikan bagi φ(s)Γ(U,𝒪X|U)\varphi(s)\in\Gamma(U,\mathcal O_X|_U).

Soal 13.16

Misalkan \mathcal L berkas invertibel pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X). Buktikan bahwa berkas dual

* \mathcal L^*

juga invertibel.

Soal 13.17

Misalkan \mathcal L dan \mathcal M berkas invertibel pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X). Buktikan bahwa hasil kali tensor

𝒪X \mathcal L\otimes_{\mathcal O_X}\mathcal M

juga invertibel.

Soal 13.18

Misalkan \mathcal L dan \mathcal M berkas invertibel pada ruang berdering lokal (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X). Misalkan

sΓ(X,),tΓ(X,), s\in\Gamma(X,\mathcal L), \qquad t\in\Gamma(X,\mathcal M),

dan

stΓ(X,). st\in\Gamma(X,\mathcal L\otimes\mathcal M).

Buktikan bahwa lokus-lokus keterbalikannya memenuhi

Xst=XsXt. X_{st}=X_s\cap X_t.

Soal 13.19

Buktikan bahwa berkas invertibel \mathcal L pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) secara alami isomorfik dengan bidualnya **\mathcal L^{**}.

Soal 13.20

Misalkan \mathcal L berkas invertibel pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) dan *\mathcal L^* berkas dualnya. Buktikan bahwa terdapat isomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul alami

𝒪X*𝒪X. \mathcal L\otimes_{\mathcal O_X}\mathcal L^* \longrightarrow\mathcal O_X.

Soal 13.21

Pertimbangkan ruang projektif di atas lapangan KK dan berkas invertibel

𝒪Kn(m) \mathcal O_{\mathbb P_K^n}(m)

untuk m>0m>0. Misalkan

fΓ(Kn,𝒪Kn(m))=K[X0,X1,,Xn]m. f\in\Gamma\!\left(\mathbb P_K^n, \mathcal O_{\mathbb P_K^n}(m)\right) =K[X_0,X_1,\ldots,X_n]_m.

Buktikan kesamaan berikut untuk lokus keterbalikan:

(Kn)f=D+(f). (\mathbb P_K^n)_f=D_+(f).

Soal 13.22

Pertimbangkan ruang projektif di atas lapangan KK dan berkas-berkas invertibel 𝒪Kn()\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(\ell). Buktikan bahwa

𝒪Kn()𝒪Kn(m)𝒪Kn(+m). \mathcal O_{\mathbb P_K^n}(\ell) \otimes\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(m) \cong\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(\ell+m).

Soal 13.23

Misalkan

0FK[X0,X1,,Xn] 0\ne F\in K[X_0,X_1,\ldots,X_n]

polinomial homogen berderajat dd. Buktikan bahwa polinomial tersebut menentukan barisan eksak pendek berkas

0𝒪Kn(d)F𝒪Kn𝒪V+(F)0 0\longrightarrow \mathcal O_{\mathbb P_K^n}(-d) \xrightarrow{\,\cdot F\,} \mathcal O_{\mathbb P_K^n} \longrightarrow \mathcal O_{V_+(F)} \longrightarrow 0

pada ruang projektif. Di sini berkas struktur pada hipermuka projektif V+(F)V_+(F) dipandang sebagai berkas pada ruang projektif.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 13

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 23 soal. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 13.1–13.23. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 13.1, 13.2, 13.3, 13.4, 13.5, 13.6, 13.7, 13.8, 13.9, 13.10, 13.11, 13.12, 13.13, 13.14, 13.15, 13.16, 13.17, 13.18, 13.19, 13.20, 13.21, 13.22, atau 13.23. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 13

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 13 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 13.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 14: Modul Kuasikoheren

Modul kuasikoheren pada skema afin

Untuk gelanggang komutatif RR, modul-modul RR merupakan objek yang penting dan mencirikan gelanggang tersebut, misalnya ideal, gelanggang faktor, modul projektif, dan modul diferensial Kähler. Kita ingin menemukan kembali modul-modul ini dalam konteks spektrum, yakni dalam bentuk yang digeometrikan. Konstruksinya berjalan sejajar dengan cara berkas struktur diperkenalkan pada spektrum.

Contoh 14.1: praberkas yang berasal dari modul

Misalkan MM modul RR di atas gelanggang komutatif RR. Kita dapat mendefinisikan praberkas modul dengan menetapkan, untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X,

𝒫(U)=colimUD(f)Mf. \mathcal P(U)=\operatorname*{colim}_{U\subseteq D(f)}M_f.

Objek-objek ini merupakan modul di atas gelanggang

colimUD(f)Rf, \operatorname*{colim}_{U\subseteq D(f)}R_f,

dan terdapat homomorfisme restriksi alami yang kompatibel dengan struktur modul. Tangkai praberkas ini pada ideal prima 𝔭\mathfrak p adalah M𝔭M_{\mathfrak p}.

Definisi 14.2: berkas modul pada spektrum

Misalkan

(X,𝒪X)=Spek(R) (X,\mathcal O_X)=\operatorname{Spek}(R)

skema afin dari gelanggang komutatif RR, dan misalkan MM modul RR. Modul 𝒪X\mathcal O_X yang terkait dengan MM, dilambangkan M̃\widetilde M, adalah pemasangan yang kepada setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X memasangkan grup komutatif

Γ(U,M̃)={(s𝔭)𝔭U𝔭UM𝔭|untuk setiap 𝔭U terdapat mM dan fR dengan 𝔭D(f)U,dan s𝔮=m/f dalam M𝔮 untuk semua 𝔮D(f)}, \begin{aligned} \Gamma(U,\widetilde M)=\biggl\{&(s_{\mathfrak p})_{\mathfrak p\in U} \in\prod_{\mathfrak p\in U}M_{\mathfrak p}\ \bigg|\\ &\text{untuk setiap }\mathfrak p\in U\text{ terdapat }m\in M\text{ dan }f\in R \text{ dengan }\mathfrak p\in D(f)\subseteq U,\\ &\text{dan }s_{\mathfrak q}=m/f\text{ dalam }M_{\mathfrak q} \text{ untuk semua }\mathfrak q\in D(f)\biggr\}, \end{aligned}

bersama perkalian skalar

Γ(U,𝒪X)×Γ(U,M̃)Γ(U,M̃),((g𝔭)𝔭U,(s𝔭)𝔭U)(g𝔭s𝔭)𝔭U. \begin{aligned} \Gamma(U,\mathcal O_X)\times\Gamma(U,\widetilde M) &\longrightarrow\Gamma(U,\widetilde M),\\ \bigl((g_{\mathfrak p})_{\mathfrak p\in U}, (s_{\mathfrak p})_{\mathfrak p\in U}\bigr) &\longmapsto(g_{\mathfrak p}s_{\mathfrak p})_{\mathfrak p\in U}. \end{aligned}

Kepada setiap inklusi UVU\subseteq V dipasangkan proyeksi alami.

Jika konstruksi dimulai dengan gelanggang RR itu sendiri, hasilnya adalah berkas struktur.

Lema 14.3: konstruksi tersebut menghasilkan modul 𝒪X\mathcal O_X

Untuk modul RR MM di atas gelanggang komutatif RR, M̃\widetilde M adalah modul 𝒪X\mathcal O_X pada skema afin X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R).

Bukti

Hal ini bertumpu pada fakta bahwa M̃\widetilde M didefinisikan sebagai berkasisasi praberkas

UcolimUD(f)Mf, U\longmapsto\operatorname*{colim}_{U\subseteq D(f)}M_f,

dan struktur modul diwariskan kepada berkasisasinya.

Lema 14.4: tangkai adalah pelokalan

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema afin dari gelanggang komutatif RR, dan misalkan xXx\in X titik yang bersesuaian dengan ideal prima 𝔭\mathfrak p. Jika MM modul RR dengan berkas modul terkait M̃\widetilde M, maka tangkai berkas tersebut adalah

M̃x=M𝔭. \widetilde M_x=M_{\mathfrak p}.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Contoh 14.1 dan Lema 5.2(2).

Lema 14.5: seksi pada terbuka utama

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema afin dari gelanggang komutatif RR, dan misalkan MM modul RR dengan modul 𝒪X\mathcal O_X terkait M̃\widetilde M. Untuk fRf\in R berlaku

Γ(D(f),M̃)=Mf. \Gamma(D(f),\widetilde M)=M_f.

Khususnya, modul seksi global adalah

Γ(X,M̃)=M. \Gamma(X,\widetilde M)=M.

Bukti

Kita terlebih dahulu membuktikan kasus khusus yang disebut terakhir. Terdapat homomorfisme modul RR alami

MΓ(X,M̃). M\longrightarrow\Gamma(X,\widetilde M).

Homomorfisme ini injektif karena nolnya suatu unsur dapat diuji secara lokal; bandingkan Lema Lampiran 1.1. Untuk membuktikan surjektivitas, misalkan sΓ(X,M̃)s\in\Gamma(X,\widetilde M) suatu unsur global. Artinya, terdapat penutup terbuka

X=iIUi=iID(fi) X=\bigcup_{i\in I}U_i=\bigcup_{i\in I}D(f_i)

dan unsur-unsur

si=aifiki,aiM, s_i=\frac{a_i}{f_i^{k_i}}, \qquad a_i\in M,

yang berimpit sebagai seksi pada

D(fi)D(fj)=D(fifj), D(f_i)\cap D(f_j)=D(f_if_j),

yakni berimpit sebagai unsur MfifjM_{f_if_j}. Menurut Korolari 8.6, kita dapat menganggap II berhingga. Kita juga dapat mengganti semua kik_i dengan maksimumnya, kk; tentu saja hal ini sekaligus mengubah pembilang lokal aia_i. Kompatibilitas

aifik=ajfjk \frac{a_i}{f_i^k}=\frac{a_j}{f_j^k}

berarti terdapat persamaan

(fifj)maifjk=(fifj)majfik (f_if_j)^m a_i f_j^k=(f_if_j)^m a_j f_i^k

dalam MM, dengan mm dipilih sebagai maksimum yang berlaku bagi semua pasangan. Menurut Proposisi 8.4(2),(4), unsur-unsur fif_i, iIi\in I, membangkitkan ideal satuan. Hal yang sama berlaku bagi fim+kf_i^{m+k}, sehingga terdapat giRg_i\in R dengan

1=iIgifim+k. 1=\sum_{i\in I}g_if_i^{m+k}.

Tetapkan

a:=iIgiaifim. a:=\sum_{i\in I}g_ia_if_i^m.

Untuk setiap jj kemudian berlaku

afjm+k=iIgiaifimfjm+k=iIgi(fifj)maifjk=iIgi(fifj)majfik=ajfjm(iIgifim+k)=ajfjm. \begin{aligned} af_j^{m+k} &=\sum_{i\in I}g_ia_if_i^mf_j^{m+k}\\ &=\sum_{i\in I}g_i(f_if_j)^ma_if_j^k\\ &=\sum_{i\in I}g_i(f_if_j)^ma_jf_i^k\\ &=a_jf_j^m\left(\sum_{i\in I}g_if_i^{m+k}\right)\\ &=a_jf_j^m. \end{aligned}

Ini berarti bahwa

a1=ajfjk=sj \frac a1=\frac{a_j}{f_j^k}=s_j

dalam MfjM_{f_j}, sehingga seksi tersebut direpresentasikan oleh satu unsur modul.

Sekarang tinjau situasi pada D(f)D(f). Situasi ini sama dengan kasus yang baru dibahas jika RfR_f dipakai sebagai gelanggang baru dan MfM_f sebagai modul baru.

Contoh 14.6: ideal takutama yang memberi berkas invertibel

Dalam gelanggang bilangan kuadratik

R=A5=[5]=[T]/(T2+5) R=A_{-5}=\mathbb Z[\sqrt{-5}]=\mathbb Z[T]/(T^2+5)

berlaku kesamaan

23=6=(1+5i)(15i). 2\cdot3=6=(1+\sqrt5\,\mathrm i)(1-\sqrt5\,\mathrm i).

Tinjau ideal

I=(2,1+5), I=(2,1+\sqrt{-5}),

yang merupakan ideal prima tetapi bukan ideal utama, beserta berkas ideal terkait Ĩ\widetilde I pada X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R). Spektrum ditutupi oleh dua himpunan terbuka D(2)D(2) dan D(3)D(3). Kita mempunyai

Ĩ|D(2)𝒪X|D(2), \widetilde I|_{D(2)}\cong\mathcal O_X|_{D(2)},

karena 2I2\in I, sehingga ideal itu menjadi ideal satuan dalam pelokalan R2R_2. Di dalam R3R_3, yakni pada D(3)D(3), berlaku

2=15i3(1+5i), 2=\frac{1-\sqrt5\,\mathrm i}3(1+\sqrt5\,\mathrm i),

sehingga I3I_3 adalah ideal utama dengan pembangkit 1+5i1+\sqrt5\,\mathrm i. Jadi

Ĩ|D(3)𝒪X|D(3), \widetilde I|_{D(3)}\cong\mathcal O_X|_{D(3)},

dan Ĩ\widetilde I merupakan berkas invertibel.

Contoh 14.7: ideal invertibel pada singularitas yang dilubangi

Tinjau ideal I=(X,Z)I=(X,Z) dalam singularitas An1A_{n-1}

R=K[X,Y,Z]/(XYZn). R=K[X,Y,Z]/(XY-Z^n).

Ideal ini mendefinisikan berkas ideal Ĩ\widetilde I pada Spek(R)\operatorname{Spek}(R), dan dengan demikian juga berkas ideal terbatas Ĩ|U\widetilde I|_U pada skema kuasiafin

U=D(X,Y,Z)=D(X,Y)=Spek(R)\{(X,Y,Z)}Spek(R). U=D(X,Y,Z)=D(X,Y) =\operatorname{Spek}(R)\setminus\{(X,Y,Z)\} \subset\operatorname{Spek}(R).

Berkas terbatas ini invertibel pada UU. Memang, XIX\in I, dan dalam RYR_Y berlaku

X=Zn1YZ. X=\frac{Z^{n-1}}Y Z.

Karena itu terdapat isomorfisme

Ĩ|D(X)𝒪Spek(R)|D(X)danĨ|D(Y)𝒪Spek(R)|D(Y). \widetilde I|_{D(X)}\cong \mathcal O_{\operatorname{Spek}(R)}|_{D(X)} \qquad\text{dan}\qquad \widetilde I|_{D(Y)}\cong \mathcal O_{\operatorname{Spek}(R)}|_{D(Y)}.

Sebaliknya, Ĩ\widetilde I tidak invertibel pada seluruh spektrum, karena ideal II dalam pelokalan R(X,Y,Z)R_{(X,Y,Z)} bukan ideal utama.

Lema 14.8: homomorfisme modul menginduksi homomorfisme berkas

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema afin dari gelanggang komutatif RR, dan misalkan

φ:MN \varphi:M\longrightarrow N

homomorfisme modul RR. Terdapat tepat satu homomorfisme modul 𝒪X\mathcal O_X

M̃Ñ \widetilde M\longrightarrow\widetilde N

yang secara global sama dengan φ\varphi.

Bukti

Untuk setiap fRf\in R, kompatibilitas dengan restriksi mengharuskan diagram berikut komutatif:

Γ(X,M̃)=MφΓ(X,Ñ)=NΓ(D(f),M̃)=MfΓ(D(f),Ñ)=Nf. \begin{matrix} \Gamma(X,\widetilde M)=M&\xrightarrow{\ \varphi\ }& \Gamma(X,\widetilde N)=N\\ \downarrow&&\downarrow\\ \Gamma(D(f),\widetilde M)=M_f&\longrightarrow& \Gamma(D(f),\widetilde N)=N_f. \end{matrix}

Diagram tersebut menentukan pemetaan bawah secara unik. Penetapan ini lalu menentukan satu homomorfisme praberkas, dan melalui berkasisasi menentukan satu homomorfisme berkas.

Lema 14.9: barisan eksak pendek beralih ke berkas

Misalkan RR gelanggang komutatif dan

0LMN0 0\longrightarrow L\longrightarrow M\longrightarrow N\longrightarrow0

barisan eksak pendek modul RR. Pada skema afin (X,𝒪X)=Spek(R)(X,\mathcal O_X)=\operatorname{Spek}(R) terdapat barisan eksak pendek berkas

0L̃M̃Ñ0 0\longrightarrow\widetilde L\longrightarrow\widetilde M \longrightarrow\widetilde N\longrightarrow0

yang terdiri atas modul 𝒪X\mathcal O_X kuasikoheren.

Bukti

Menurut Lema Lampiran 2.2, untuk setiap ideal prima 𝔭\mathfrak p, barisan eksak pendek semula menghasilkan barisan eksak pendek

0L𝔭M𝔭N𝔭0. 0\longrightarrow L_{\mathfrak p}\longrightarrow M_{\mathfrak p} \longrightarrow N_{\mathfrak p}\longrightarrow0.

Menurut Lema 14.4, inilah versi pada tangkai dari homomorfisme modul di antara L̃\widetilde L, M̃\widetilde M, dan Ñ\widetilde N pada titik 𝔭\mathfrak p. Menurut Lema 6.3, hal itu tepat berarti kompleks berkas tersebut eksak.

Lema 14.10: hasil kali tensor berkas modul afin

Misalkan RR gelanggang komutatif, MM dan NN modul RR, serta M̃\widetilde M dan Ñ\widetilde N berkas modul terkait pada X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R). Terdapat isomorfisme kanonik

M̃𝒪XÑMRÑ. \widetilde M\otimes_{\mathcal O_X}\widetilde N \cong\widetilde{M\otimes_RN}.

Bukti

Kita mempunyai

MfRfNf=(MRN)f. M_f\otimes_{R_f}N_f=(M\otimes_RN)_f.

Tinjau praberkas

UcolimUD(f)(MfRfNf)=colimUD(f)(MRN)f. U\longmapsto \operatorname*{colim}_{U\subseteq D(f)} (M_f\otimes_{R_f}N_f) = \operatorname*{colim}_{U\subseteq D(f)}(M\otimes_RN)_f.

Menurut definisi, berkasisasi ruas kanan adalah berkas kuasikoheren MRÑ\widetilde{M\otimes_RN}. Untuk himpunan terbuka UD(f)U\subseteq D(f) terdapat homomorfisme modul kanonik

MfRfNf(colimUD(f)Mf)colimUD(f)Rf(colimUD(f)Nf). M_f\otimes_{R_f}N_f\longrightarrow \left(\operatorname*{colim}_{U\subseteq D(f)}M_f\right) \otimes_{\operatorname*{colim}_{U\subseteq D(f)}R_f} \left(\operatorname*{colim}_{U\subseteq D(f)}N_f\right).

Dengan mengambil kolimit, untuk setiap himpunan terbuka diperoleh homomorfisme modul dari praberkas pertama menuju hasil kali tensor kedua praberkas modul tersebut. Homomorfisme ini kompatibel dengan restriksi, jadi merupakan homomorfisme praberkas. Menurut Lema 5.2(1),(5), homomorfisme itu beralih ke berkas terkait. Berdasarkan pengamatan awal, berkasisasi di sisi kiri adalah MRÑ\widetilde{M\otimes_RN}, sedangkan menurut definisi berkasisasi di sisi kanan adalah M̃𝒪XÑ\widetilde M\otimes_{\mathcal O_X}\widetilde N. Karena homomorfisme ini merupakan isomorfisme pada setiap tangkai, Lema 4.6 menunjukkan bahwa ia merupakan isomorfisme berkas.

Modul kuasikoheren

Untuk skema sebarang, berkas modul yang paling penting adalah berkas yang pada bagian-bagian afin tampak seperti M̃\widetilde M.

Definisi 14.11: modul kuasikoheren

Modul 𝒪X\mathcal O_X \mathcal M pada skema (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) disebut kuasikoheren jika terdapat penutup terbuka afin

X=iIUi,Ui=Spek(Ri), X=\bigcup_{i\in I}U_i, \qquad U_i=\operatorname{Spek}(R_i),

dan modul-modul RiR_i MiM_i sedemikian sehingga

|Ui=Mĩ. \mathcal M|_{U_i}=\widetilde{M_i}.

Khususnya, berkas struktur pada suatu skema adalah berkas kuasikoheren, karena pada himpunan terbuka afin U=Spek(R)U=\operatorname{Spek}(R) berkas itu berimpit dengan R̃\widetilde R. Berkas invertibel juga kuasikoheren.

Dapat dibuktikan bahwa untuk berkas kuasikoheren, pada setiap subhimpunan terbuka afin UXU\subseteq X, berkas terbatasnya sudah sama dengan berkas modul yang berasal dari suatu modul di atas gelanggang Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X).

Definisi 14.12: modul koheren

Modul 𝒪X\mathcal O_X kuasikoheren \mathcal M pada skema (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) disebut koheren jika terdapat penutup terbuka afin

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

sedemikian sehingga Γ(Ui,)\Gamma(U_i,\mathcal M) merupakan modul yang dibangkitkan secara hingga di atas Γ(Ui,𝒪X)\Gamma(U_i,\mathcal O_X).

Pada skema afin Spek(R)\operatorname{Spek}(R), modul kuasikoheren dan modul RR bersesuaian. Khususnya, pada skema afin, modul kuasikoheren \mathcal M mempunyai “banyak” seksi global yang dapat dipakai untuk memahami dan merekonstruksi \mathcal M. Hal ini sama sekali tidak berlaku secara umum untuk berkas kuasikoheren pada skema nonafin, dan khususnya sering gagal pada skema projektif. Di sana bahkan sering terjadi bahwa, untuk modul kuasikoheren yang rumit, evaluasi globalnya adalah modul nol.

Dalam keadaan semacam itu, berkas invertibel yang sesuai dapat digunakan untuk “memuntir” modul tersebut sehingga versi terpuntirnya mempunyai seksi global. Teorema umum berikut menjadi pedoman. Perhatikan bahwa unsur

gΓ(X,),sΓ(X,), g\in\Gamma(X,\mathcal L), \qquad s\in\Gamma(X,\mathcal M),

dengan \mathcal L invertibel, melalui berkasisasi mendefinisikan unsur

gnsΓ(X,n), g^ns\in\Gamma(X,\mathcal L^n\otimes\mathcal M),

dengan n\mathcal L^n menyatakan pangkat tensor ke-nn dari \mathcal L.

Teorema 14.13: perluasan global dari lokus keterbalikan

Misalkan \mathcal M modul 𝒪X\mathcal O_X kuasikoheren pada skema Noether (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X). Misalkan \mathcal L berkas invertibel pada XX dan

gΓ(X,) g\in\Gamma(X,\mathcal L)

seksi global dengan lokus keterbalikan XgX_g. Maka pernyataan berikut berlaku.

  1. Untuk seksi global rΓ(X,)r\in\Gamma(X,\mathcal M) dengan r|Xg=0r|_{X_g}=0, terdapat mm\in\mathbb N sehingga

    gmr=0 g^mr=0

    dalam Γ(X,m)\Gamma(X,\mathcal L^m\otimes\mathcal M).

  2. Untuk seksi sΓ(Xg,)s\in\Gamma(X_g,\mathcal M), terdapat nn\in\mathbb N sedemikian sehingga

    gnsΓ(Xg,n) g^ns\in\Gamma(X_g,\mathcal L^n\otimes\mathcal M)

    berasal dari suatu seksi global dalam Γ(X,n)\Gamma(X,\mathcal L^n\otimes\mathcal M).

Bukti

Pilih penutup terbuka afin berhingga

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

sedemikian sehingga pembatasan \mathcal L pada setiap UiU_i trivial. Tinjau

Vi=XgUiUi, V_i=X_g\cap U_i\subseteq U_i,

yang merupakan himpunan terbuka dalam skema afin Ui=Spek(Ri)U_i=\operatorname{Spek}(R_i). Terdapat modul RiR_i MiM_i dengan

|Ui=Mĩ. \mathcal M|_{U_i}=\widetilde{M_i}.

Di bawah isomorfisme |Ui𝒪Ui\mathcal L|_{U_i}\cong\mathcal O_{U_i}, pembatasan gg pada UiU_i bersesuaian dengan fungsi fiRif_i\in R_i, dan untuk lokus keterbalikannya berlaku

XgUi=D(fi). X_g\cap U_i=D(f_i).

Dengan demikian,

Γ(Vi,)(Mi)fi. \Gamma(V_i,\mathcal M)\cong(M_i)_{f_i}.

  1. Misalkan ri=r|UiMir_i=r|_{U_i}\in M_i. Menurut asumsi, pembatasannya pada ViV_i sama dengan nol, sehingga terdapat nin_i\in\mathbb N dengan

    fimiri=0 f_i^{m_i}r_i=0

    dalam MiM_i; persamaan ini tetap berlaku untuk setiap eksponen yang lebih besar. Jika diterjemahkan ke mi\mathcal L^{m_i}\otimes\mathcal M, hal ini berarti bahwa unsur global gmirg^{m_i}r, setelah dibatasi pada UiU_i, sama dengan nol. Karena itu, dengan

    m=max(miiI), m=\max(m_i\mid i\in I),

    kita memperoleh mm sedemikian sehingga gmrg^mr nol pada semua UiU_i. Berdasarkan sifat berkas, gmr=0g^mr=0 pada XX.

  2. Seksi yang diberikan, sΓ(Xg,)s\in\Gamma(X_g,\mathcal M), melalui pembatasan menghasilkan seksi

    siΓ(Vi,)=Γ(D(fi),Mi)=(Mi)fi. s_i\in\Gamma(V_i,\mathcal M) =\Gamma(D(f_i),M_i)=(M_i)_{f_i}.

    Jadi

    si=tifii s_i=\frac{t_i}{f_i^{\ell_i}}

    dengan tiMit_i\in M_i. Eksponen i\ell_i dapat diperbesar, sehingga kita dapat menganggap bahwa penyajian semacam itu berlaku untuk setiap ii dengan satu eksponen bersama \ell. Artinya, pembatasan

    gsΓ(Xg,) g^\ell s\in\Gamma(X_g,\mathcal L^\ell\otimes\mathcal M)

    pada XgUiX_g\cap U_i berasal dari suatu unsur

    tiΓ(Ui,). t_i\in\Gamma(U_i,\mathcal L^\ell\otimes\mathcal M).

    Pada umumnya unsur-unsur tit_i ini belum kompatibel. Namun, pembatasan titjt_i-t_j pada XgUiUjX_g\cap U_i\cap U_j sama dengan nol. Dengan menerapkan bagian pertama pada

    XgUiUjUiUj, X_g\cap U_i\cap U_j\subseteq U_i\cap U_j,

    diperoleh mijm_{ij} sedemikian sehingga

    gmij(titj)=0 g^{m_{ij}}(t_i-t_j)=0

    dalam Γ(UiUj,+mij)\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal L^{\ell+m_{ij}}\otimes\mathcal M). Kalikan seluruh situasi dengan gmg^m, dengan mm maksimum dari semua mijm_{ij}. Unsur-unsur lokal itu kemudian kompatibel, sehingga untuk n=+mn=\ell+m diperoleh perluasan global dari gnsg^ns.

Lembar Kerja 14: Modul Kuasikoheren

Pada batas revisi yang dibekukan, tidak satu pun dari 26 soal mempunyai halaman solusi publik. Edisi ini mempertahankan hasil kandidat negatif itu dan tidak menciptakan solusi baru.

Soal 14.1

Misalkan 𝔞R\mathfrak a\subseteq R ideal dalam gelanggang komutatif RR dan X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R). Buktikan bahwa

𝔞̃|D(𝔞)𝒪X|D(𝔞). \widetilde{\mathfrak a}|_{D(\mathfrak a)} \cong\mathcal O_X|_{D(\mathfrak a)}.

Soal 14.2

Misalkan MM modul RR di atas gelanggang komutatif RR dan fRf\in R. Buktikan bahwa

M̃|D(f)Mf̃, \widetilde M|_{D(f)}\cong\widetilde{M_f},

dengan ruas kanan menyatakan berkas modul yang terkait dengan modul RfR_f MfM_f.

Soal 14.3

Misalkan RR gelanggang komutatif dan MM modul RR yang dibangkitkan secara hingga. Misalkan 𝔭Spek(R)\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(R) ideal prima dengan M𝔭=0M_{\mathfrak p}=0. Buktikan bahwa terdapat f𝔭f\notin\mathfrak p dengan

Mf=0. M_f=0.

Soal 14.4

Misalkan RR gelanggang komutatif dan

φ:MN \varphi:M\longrightarrow N

homomorfisme modul RR di antara modul-modul RR yang dibangkitkan secara hingga. Misalkan 𝔭Spek(R)\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(R) ideal prima sedemikian sehingga homomorfisme terinduksi

φ:M𝔭N𝔭 \varphi:M_{\mathfrak p}\longrightarrow N_{\mathfrak p}

surjektif. Buktikan bahwa terdapat f𝔭f\notin\mathfrak p sedemikian sehingga

φ:MfNf \varphi:M_f\longrightarrow N_f

surjektif.

Soal 14.5

Misalkan RR gelanggang komutatif Noether dan

φ:MN \varphi:M\longrightarrow N

homomorfisme modul RR di antara modul-modul RR yang dibangkitkan secara hingga. Misalkan 𝔭Spek(R)\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(R) ideal prima sedemikian sehingga homomorfisme terinduksi

φ:M𝔭N𝔭 \varphi:M_{\mathfrak p}\longrightarrow N_{\mathfrak p}

injektif. Buktikan bahwa terdapat f𝔭f\notin\mathfrak p sedemikian sehingga

φ:MfNf \varphi:M_f\longrightarrow N_f

injektif.

Soal 14.6

Dengan memakai R=R=\mathbb Z dan M=/M=\mathbb Q/\mathbb Z, tunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan dalam Soal 14.3, 14.4, dan 14.5 tidak benar tanpa asumsi bahwa modul dibangkitkan secara hingga.

Soal 14.7

Misalkan KK lapangan,

R=K[Xn,Yn,n]/(XnYn,n), R=K[X_n,Y_n,\ n\in\mathbb N]/(X_nY_n,\ n\in\mathbb N),

dan

𝔭=(Xn,n)R. \mathfrak p=(X_n,\ n\in\mathbb N)\subseteq R.

  1. Buktikan bahwa 𝔭\mathfrak p adalah ideal prima.

  2. Buktikan bahwa 𝔭𝔭=0\mathfrak p_{\mathfrak p}=0.

  3. Buktikan bahwa 𝔭f0\mathfrak p_f\ne0 untuk setiap f𝔭f\notin\mathfrak p.

  4. Buktikan bahwa

    φ:RR/𝔭 \varphi:R\longrightarrow R/\mathfrak p

    menjadi injektif setelah dilokalkan pada 𝔭\mathfrak p (dan dengan demikian juga bijektif), tetapi tidak ada pelokalan homomorfisme itu pada satu unsur f𝔭f\notin\mathfrak p yang injektif.

Soal 14.8

Misalkan RR domain integral dengan lapangan pecahan Q(R)Q(R). Buktikan bahwa

Q(R)̃ \widetilde{Q(R)}

adalah berkas konstan pada spektrum Spek(R)\operatorname{Spek}(R).

Soal 14.9

Misalkan RR gelanggang komutatif dan M,NM,N modul RR. Buktikan bahwa

Hom(M,N)̃om(M̃,Ñ). \widetilde{\operatorname{Hom}(M,N)} \cong \mathcal Hom(\widetilde M,\widetilde N).

Soal 14.10

Misalkan

U=(𝔸K2\{(0,0)},𝒪X) U=(\mathbb A_K^2\setminus\{(0,0)\},\mathcal O_X)

bidang afin yang dilubangi. Berikan contoh seksi global

s1,s2Γ(U,𝒪X) s_1,s_2\in\Gamma(U,\mathcal O_X)

sedemikian sehingga (s1,s2)(s_1,s_2) bukan ideal satuan, tetapi homomorfisme modul 𝒪X\mathcal O_X terkait

𝒪U2𝒪U,eisi, \mathcal O_U^2\longrightarrow\mathcal O_U, \qquad e_i\longmapsto s_i,

surjektif.

Soal 14.11

Untuk R=K[X,Y]R=K[X,Y], tinjau barisan eksak pendek

0RR2(X,Y)=𝔪0, 0\longrightarrow R\longrightarrow R^2 \longrightarrow(X,Y)=\mathfrak m\longrightarrow0,

dengan pemetaan paling kanan mengirim vektor-vektor standar ke pembangkit ideal, sedangkan pemetaan paling kiri mengirim 11 ke (Y,X)(Y,-X). Menurut Lema 14.9, barisan ini menghasilkan barisan eksak berkas

0𝒪Spek(R)𝒪Spek(R)2𝔪̃0. 0\longrightarrow\mathcal O_{\operatorname{Spek}(R)} \longrightarrow\mathcal O_{\operatorname{Spek}(R)}^2 \longrightarrow\widetilde{\mathfrak m}\longrightarrow0.

Misalkan U=D(X,Y)U=D(X,Y). Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Γ(U,𝒪Spek(R))=R\Gamma(U,\mathcal O_{\operatorname{Spek}(R)})=R.

  2. Γ(U,𝔪̃)=R\Gamma(U,\widetilde{\mathfrak m})=R.

  3. Evaluasi barisan eksak berkas tersebut pada UU adalah

    0RR2R, 0\longrightarrow R\longrightarrow R^2\longrightarrow R,

    dan pemetaan paling kanan tidak surjektif.

Soal 14.12

Misalkan RR gelanggang komutatif dan IRI\subseteq R ideal dengan barisan eksak pendek terkait

0IRR/I0. 0\longrightarrow I\longrightarrow R\longrightarrow R/I\longrightarrow0.

Tafsirkan barisan eksak pendek berkas yang bersesuaian

0ĨR̃R/Ĩ0 0\longrightarrow\widetilde I\longrightarrow\widetilde R \longrightarrow\widetilde{R/I}\longrightarrow0

pada spektrum RR. Pada himpunan terbuka mana dan di titik mana objek-objek tersebut - masing-masing evaluasi dan tangkainya - menjadi nol, dan homomorfisme-homomorfismenya menjadi isomorfisme?

Soal 14.13

Misalkan θ:AB\theta:A\to B homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif AA dan BB, dan misalkan

φ:Spek(B)Spek(A) \varphi:\operatorname{Spek}(B)\longrightarrow\operatorname{Spek}(A)

pemetaan spektrum terkait. Misalkan NN modul BB dengan berkas modul terkait Ñ\widetilde N pada Spek(B)\operatorname{Spek}(B). Buktikan bahwa

φ*(Ñ)=Ñ, \varphi_*(\widetilde N)=\widetilde{N'},

dengan NN' semata-mata modul BB NN yang dipandang sebagai modul AA.

Soal 14.14

Misalkan θ:AB\theta:A\to B homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif AA dan BB, dan misalkan

φ:Spek(B)Spek(A) \varphi:\operatorname{Spek}(B)\longrightarrow\operatorname{Spek}(A)

pemetaan spektrum terkait. Misalkan MM modul AA dengan berkas modul terkait M̃\widetilde M pada Spek(A)\operatorname{Spek}(A). Buktikan bahwa

φ*(M̃)=MAB̃ \varphi^*(\widetilde M)=\widetilde{M\otimes_AB}

pada Spek(B)\operatorname{Spek}(B).

Soal berikut mendeskripsikan versi teori gelanggang dari Lema Lampiran 4.3. Bersama kedua soal sebelumnya, soal ini kembali menghasilkan versi spektrum dari pernyataan tersebut.

Soal 14.15

Misalkan θ:AB\theta:A\to B homomorfisme di antara gelanggang komutatif AA dan BB. Misalkan MM modul AA dan NN modul BB. Buktikan bahwa terdapat isomorfisme grup alami

HomB(MAB,N)=HomA(M,N), \operatorname{Hom}_B(M\otimes_AB,N) =\operatorname{Hom}_A(M,N'),

dengan NN' menyatakan modul BB NN yang dipandang sebagai modul AA.

Soal 14.16

Misalkan RR gelanggang komutatif dan \mathcal M modul kuasikoheren pada Spek(R)\operatorname{Spek}(R). Buktikan bahwa

M̃ \mathcal M\cong\widetilde M

untuk suatu modul RR MM.

Soal 14.17

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G modul kuasikoheren pada suatu skema (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X). Buktikan bahwa jumlah langsung

𝒢 \mathcal F\oplus\mathcal G

juga kuasikoheren.

Soal 14.18

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G modul koheren pada suatu skema (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X). Buktikan bahwa jumlah langsung

𝒢 \mathcal F\oplus\mathcal G

juga koheren.

Soal 14.19

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G modul kuasikoheren pada suatu skema (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X), dan misalkan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

suatu homomorfisme. Buktikan bahwa kernel kerφ\ker\varphi juga kuasikoheren.

Soal 14.20

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G modul koheren pada skema Noether (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X), dan misalkan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

suatu homomorfisme. Buktikan bahwa kernel kerφ\ker\varphi juga koheren.

Soal 14.21

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G modul kuasikoheren pada suatu skema (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X), dan misalkan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

suatu homomorfisme. Buktikan bahwa kokernel cokerφ\operatorname{coker}\varphi juga kuasikoheren.

Soal 14.22

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema Noether dan

fΓ(X,𝒪X) f\in\Gamma(X,\mathcal O_X)

fungsi global dengan lokus keterbalikan XfX_f. Misalkan \mathcal M modul 𝒪U\mathcal O_U kuasikoheren pada XX. Buktikan bahwa

Γ(Xf,)=Γ(X,)f. \Gamma(X_f,\mathcal M)=\Gamma(X,\mathcal M)_f.

Soal 14.23

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema Noether dan UXU\subseteq X subhimpunan terbuka. Misalkan \mathcal M modul 𝒪U\mathcal O_U kuasikoheren pada UU. Buktikan bahwa dorong maju

i* i_*\mathcal M

adalah modul kuasikoheren pada XX.

Petunjuk: tinjau terlebih dahulu situasi ketika XX afin.

Soal 14.24

Tinjau berkas invertibel 𝒪Kn(1)\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(1) pada ruang projektif di atas lapangan KK, bersama seksi global

X0Γ(Kn,𝒪Kn(1)) X_0\in\Gamma(\mathbb P_K^n,\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(1))

dan lokus keterbalikan

(Kn)X0=D+(X0). (\mathbb P_K^n)_{X_0}=D_+(X_0).

Misalkan

fΓ(D+(X0),𝒪Kn) f\in\Gamma(D_+(X_0),\mathcal O_{\mathbb P_K^n})

fungsi yang terdefinisi pada D+(X0)KnD_+(X_0)\subseteq\mathbb P_K^n. Buktikan secara langsung bahwa terdapat mm\in\mathbb N sedemikian sehingga

X0mfΓ(Kn,(𝒪Kn(1))m𝒪Kn) X_0^mf\in \Gamma\!\left( \mathbb P_K^n, (\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(1))^m\otimes \mathcal O_{\mathbb P_K^n} \right)

berasal dari suatu unsur global dalam

Γ(Kn,(𝒪Kn(1))m𝒪Kn). \Gamma\!\left( \mathbb P_K^n, (\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(1))^m\otimes \mathcal O_{\mathbb P_K^n} \right).

Soal 14.25

Tinjau berkas invertibel 𝒪K1(1)\mathcal O_{\mathbb P_K^1}(1) pada garis projektif

K1=Proj(K[X,Y]) \mathbb P_K^1=\operatorname{Proj}(K[X,Y])

di atas lapangan KK, bersama seksi global

XΓ(K1,𝒪K1(1)) X\in\Gamma(\mathbb P_K^1,\mathcal O_{\mathbb P_K^1}(1))

dan lokus keterbalikan

(K1)X=D+(X). (\mathbb P_K^1)_X=D_+(X).

Untuk setiap fungsi ff berikut dari Γ(D+(X),𝒪K1(1))\Gamma(D_+(X),\mathcal O_{\mathbb P_K^1}(1)), tentukan nn yang sesuai sedemikian sehingga

XnfΓ(D+(X),𝒪K1(n)) X^nf\in\Gamma(D_+(X),\mathcal O_{\mathbb P_K^1}(n))

berasal dari suatu unsur - unsur yang mana? - dalam Γ(K1,𝒪K1(n))\Gamma(\mathbb P_K^1,\mathcal O_{\mathbb P_K^1}(n)).

  1. YX\displaystyle\frac YX,
  2. 2Y33Y2X+4X3X3\displaystyle\frac{2Y^3-3Y^2X+4X^3}{X^3},
  3. Y17+X17X17\displaystyle\frac{Y^{17}+X^{17}}{X^{17}}.

Soal 14.26

Khususkan Teorema 14.13 pada kasus ketika \mathcal M adalah berkas struktur pada XX.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 14

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 26 soal dalam Lembar Kerja 14. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 14.1–14.26. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 14.1, 14.2, 14.3, 14.4, 14.5, 14.6, 14.7, 14.8, 14.9, 14.10, 14.11, 14.12, 14.13, 14.14, 14.15, 14.16, 14.17, 14.18, 14.19, 14.20, 14.21, 14.22, 14.23, 14.24, 14.25, atau 14.26. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 14

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 14 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 14.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 15: Modul pada Skema Projektif

Modul kuasikoheren pada skema projektif

Modul bergradasi atas suatu gelanggang bergradasi RR menghasilkan modul kuasiprojektif pada

Proj(R). \operatorname{Proj}(R).

Lema 15.1: gradasi pada himpunan terbuka homogen

Misalkan RR gelanggang komutatif bergradasi \mathbb Z dan MM modul RR bergradasi \mathbb Z. Modul 𝒪X\mathcal O_X terkait M̃\widetilde M pada Spek(R)\operatorname{Spek}(R) mempunyai sifat berikut: untuk setiap himpunan terbuka

U=D(𝔞)Spek(R) U=D(\mathfrak a)\subseteq\operatorname{Spek}(R)

yang berasal dari ideal homogen 𝔞\mathfrak a, modul Γ(U,M̃)\Gamma(U,\widetilde M) atas Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X) mempunyai gradasi \mathbb Z yang kompatibel dengan pemetaan-pemetaan pembatasan.

Bukti

Untuk M=RM=R, pernyataan itu pertama-tama berarti bahwa berkas struktur pada himpunan-himpunan terbuka yang berasal dari ideal homogen mempunyai suatu gradasi. Hal ini jelas untuk D(f)D(f) dengan ff homogen, dan dari sini berlaku pula untuk D(𝔞)D(\mathfrak a) dengan 𝔞\mathfrak a ideal homogen sembarang. Kasus modul diperoleh dengan cara yang sama.

Tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa M̃\widetilde M secara keseluruhan bergradasi, sebab pada himpunan terbuka sembarang yang tidak berasal dari ideal homogen, gradasi tersebut tidak terdefinisi. Namun, gradasi pada subhimpunan-subhimpunan homogen memungkinkan kita mendefinisikan suatu berkas modul pada spektrum projektif yang terkait dengan RR.

Definisi 15.2: berkas modul pada spektrum projektif

Misalkan RR gelanggang komutatif bergradasi \mathbb Z, MM modul RR bergradasi \mathbb Z, dan

Y=Proj(R) Y=\operatorname{Proj}(R)

spektrum projektif RR. Berkas modul 𝒪Y\mathcal O_Y yang terkait dengan MM, yakni M̂\widehat M, ditetapkan sebagai berikut. Untuk setiap himpunan terbuka

V=D+(𝔞)Y V=D_+(\mathfrak a)\subseteq Y

yang berasal dari ideal homogen 𝔞\mathfrak a, tetapkan

Γ(V,M̂):=Γ(D(𝔞),M̃)0, \Gamma(V,\widehat M) :=\Gamma(D(\mathfrak a),\widetilde M)_0,

lalu lengkapi dengan pemetaan-pemetaan pembatasan alami dan struktur modul 𝒪Y\mathcal O_Y yang alami.

Untuk modul RR bergradasi MM dan ideal prima homogen 𝔭\mathfrak p, kita tetapkan

M(𝔭)=(M{h homogenh𝔭})0. M_{(\mathfrak p)} =\left(M_{\{h\text{ homogen}\mid h\notin\mathfrak p\}}\right)_0.

Lema 15.3: sifat berkas modul projektif

Misalkan RR gelanggang komutatif bergradasi \mathbb Z, MM modul RR bergradasi \mathbb Z, Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) spektrum projektif RR, dan M̂\widehat M modul 𝒪Y\mathcal O_Y yang terkait. Maka berlaku sifat-sifat berikut.

  1. M̂\widehat M merupakan modul kuasikoheren.

  2. Untuk unsur homogen fR+f\in R_+,

    Γ(D+(f),M̂)=(Mf)0. \Gamma(D_+(f),\widehat M)=(M_f)_0.

    Selain itu, pembatasan M̂\widehat M pada D+(f)D_+(f) sama dengan pembentukan berkas afin dari (Mf)0(M_f)_0 pada

    D+(f)=Spek((Rf)0). D_+(f)=\operatorname{Spek}((R_f)_0).

  3. Untuk ideal prima homogen 𝔭\mathfrak p dengan R+𝔭R_+\nsubseteq\mathfrak p,

    M̂𝔭=M(𝔭). \widehat M_{\mathfrak p}=M_{(\mathfrak p)}.

  4. Berlaku

    Γ(Y,M̂)=(Γ(D(R+),M̃))0. \Gamma(Y,\widehat M) =\left(\Gamma(D(R_+),\widetilde M)\right)_0.

Bukti

  1. Sifat berkas mengikuti dari sifat berkas M̃\widetilde M. Untuk kekuasikoherenan, lihat bagian (2).

  2. Untuk fR+f\in R_+ homogen, menurut Lema 14.5,

    Γ(D+(f),M̂)=Γ(D(f),M̃)0=(Mf)0. \Gamma(D_+(f),\widehat M) =\Gamma(D(f),\widetilde M)_0 =(M_f)_0.

    Jadi pada keseluruhan D+(f)D_+(f), berkas M̂|D+(f)\widehat M|_{D_+(f)} sama dengan berkas (Mf)0̃\widetilde{(M_f)_0}. Untuk himpunan-himpunan terbuka D(g)D(f)D(g)\subseteq D(f) berlaku kesamaan-kesamaan yang bersesuaian, dan identifikasi tersebut kompatibel dengan pembatasan. Karena itu kedua berkas memang sama, dan kekuasikoherenan pun berlaku.

  3. Ini mengikuti dari (2) melalui

    M̂𝔭=colim𝔭D+(f)Γ(D+(f),M̂)=colim𝔭D+(f)(Mf)0=(colim𝔭D+(f)Mf)0=(MR\𝔭H)0=M(𝔭). \begin{aligned} \widehat M_{\mathfrak p} &=\operatorname*{colim}_{\mathfrak p\in D_+(f)} \Gamma(D_+(f),\widehat M)\\ &=\operatorname*{colim}_{\mathfrak p\in D_+(f)}(M_f)_0\\ &=\left(\operatorname*{colim}_{\mathfrak p\in D_+(f)}M_f\right)_0\\ &=\left(M_{R\setminus\mathfrak p\cap H}\right)_0\\ &=M_{(\mathfrak p)}. \end{aligned}

  4. Ini merupakan kasus khusus dari definisi umum.

Pernyataan terakhir berarti bahwa, secara umum, modul seksi global M̂\widehat M pada YY tidak dapat dihitung langsung dari MM.

Definisi 15.4: berkas struktur terpuntir

Misalkan RR gelanggang komutatif bergradasi \mathbb Z dan R(n)R(n) gelanggang bergradasi yang digeser sebesar nn. Modul 𝒪Y\mathcal O_Y terkait pada Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) yang dilambangkan

𝒪Y(n):=R(n)̂ \mathcal O_Y(n):=\widehat{R(n)}

disebut berkas struktur terpuntir.

Contoh 15.5: berkas struktur terpuntir pada ruang projektif

Untuk gelanggang polinomial bergradasi standar K[X0,X1,,Xd]K[X_0,X_1,\ldots,X_d], dengan d1d\geq 1, berlaku

Γ(Kd,𝒪Kd())=K[X0,X1,,Xd], \Gamma\left(\mathbb P_K^d, \mathcal O_{\mathbb P_K^d}(\ell)\right) =K[X_0,X_1,\ldots,X_d]_\ell,

yakni ruang polinomial berderajat \ell dalam d+1d+1 variabel. Untuk <0\ell<0, ini adalah ruang nol; untuk =0\ell=0 (berkas struktur), ruang ini sama dengan KK; untuk =1\ell=1, ruang ini terdiri atas semua bentuk linear; dan seterusnya. Untuk himpunan-himpunan terbuka D+(Xi)D_+(X_i) berlaku

Γ(D+(Xi),𝒪Kd())=(K[X0,X1,,Xd]Xi)=K[X0Xi,,Xi1Xi,Xi+1Xi,,XdXi]Xi. \begin{aligned} \Gamma\left(D_+(X_i),\mathcal O_{\mathbb P_K^d}(\ell)\right) &=\left(K[X_0,X_1,\ldots,X_d]_{X_i}\right)_\ell\\ &=K\left[\frac{X_0}{X_i},\ldots, \frac{X_{i-1}}{X_i},\frac{X_{i+1}}{X_i},\ldots, \frac{X_d}{X_i}\right]\cdot X_i^\ell. \end{aligned}

Untuk ruang projektif, kita telah melihat dalam Contoh 13.19 bahwa berkas-berkas ini invertibel. Hal itu juga berlaku secara umum.

Lema 15.6: berkas struktur terpuntir bersifat invertibel

Misalkan RR gelanggang komutatif bergradasi standar. Maka berkas-berkas struktur terpuntir 𝒪Y(n)\mathcal O_Y(n) pada Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) bersifat invertibel.

Bukti

Tuliskan

R=R0[x1,,xd]=R0[X1,,Xd]/𝔞, R=R_0[x_1,\ldots,x_d] =R_0[X_1,\ldots,X_d]/\mathfrak a,

dengan xix_i berderajat 11. Unsur-unsur xix_i juga membangkitkan ideal irelevan, sehingga terdapat liputan terbuka afin

Proj(R)=i=1dD+(xi). \operatorname{Proj}(R)=\bigcup_{i=1}^d D_+(x_i).

Misalkan xx salah satu dari xix_i. Menurut Lema 15.3(2),

𝒪Y(n)|D+(x)=, \mathcal O_Y(n)|_{D_+(x)}=\mathcal L,

dengan \mathcal L pembentukan berkas afin dari modul (Rx)0(R_x)_0

L=(Rx(n))0=(Rx)n L=(R_x(n))_0=(R_x)_n

pada

D+(x)=Spek((Rx)0). D_+(x)=\operatorname{Spek}((R_x)_0).

Dalam situasi ini,

(Rx)0(Rx)n,hhxn, (R_x)_0\longrightarrow(R_x)_n, \qquad h\longmapsto hx^n,

merupakan isomorfisme modul (Rx)0(R_x)_0. Karena itu terdapat isomorfisme modul 𝒪Y|D+(x)\mathcal O_Y|_{D_+(x)}

𝒪Y|D+(x)𝒪Y(n)|D+(x). \mathcal O_Y|_{D_+(x)} \longrightarrow\mathcal O_Y(n)|_{D_+(x)}.

Berkas struktur terpuntir 𝒪Y(n)\mathcal O_Y(n) merupakan berkas invertibel yang khas bagi skema projektif Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R), meskipun bergantung pada gelanggang bergradasi RR.

Lema 15.7: pergeseran modul dan tensor dengan berkas terpuntir

Misalkan RR gelanggang komutatif bergradasi standar, MM modul RR bergradasi, dan nn\in\mathbb Z. Terdapat isomorfisme 𝒪Y\mathcal O_Y alami

M̂𝒪Y𝒪Y(n)M(n)̂ \widehat M\otimes_{\mathcal O_Y}\mathcal O_Y(n) \longrightarrow\widehat{M(n)}

pada Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R), dengan M(n)M(n) modul yang diperoleh dengan menggeser MM sebesar nn.

Bukti

Untuk unsur homogen fR+f\in R_+ terdapat homomorfisme modul (Rf)0(R_f)_0

(Mf)0(Rf)0(Rf)n(Mf)n,mfkrfrmfk+, (M_f)_0\otimes_{(R_f)_0}(R_f)_n \longrightarrow(M_f)_n, \qquad \frac{m}{f^k}\otimes\frac{r}{f^\ell} \longmapsto\frac{rm}{f^{k+\ell}},

yang langsung berasal dari perkalian modul homogen M×RMM\times R\to M. Homomorfisme-homomorfisme ini menginduksi, untuk setiap himpunan terbuka UProj(R)U\subseteq\operatorname{Proj}(R), homomorfisme modul

colimUD+(f)((Mf)0(Rf)0(Rf)n)colimUD+(f)(Mf)n, \operatorname*{colim}_{U\subseteq D_+(f)} \left((M_f)_0\otimes_{(R_f)_0}(R_f)_n\right) \longrightarrow \operatorname*{colim}_{U\subseteq D_+(f)}(M_f)_n,

yang secara keseluruhan merupakan homomorfisme praberkas. Karena

(M(n)f)0=(Mf)n, (M(n)_f)_0=(M_f)_n,

pembentukan berkas dari praberkas di ruas kanan sama dengan M(n)̂\widehat{M(n)}. Pembentukan berkas dari ruas kiri, dalam dua langkah, adalah

M̂𝒪Proj(R)𝒪Y(n), \widehat M\otimes_{\mathcal O_{\operatorname{Proj}(R)}}\mathcal O_Y(n),

sehingga diperoleh homomorfisme modul

M̂𝒪Proj(R)𝒪Y(n)M(n)̂. \widehat M\otimes_{\mathcal O_{\operatorname{Proj}(R)}}\mathcal O_Y(n) \longrightarrow\widehat{M(n)}.

Bahwa homomorfisme ini merupakan isomorfisme dapat dibuktikan pada suatu liputan afin. Jika ff homogen, maka menurut Lema 14.10 dan Lema 15.3(2), homomorfisme modul (Rf)0(R_f)_0 di atas,

(Mf)0(Rf)0(Rf)n(Mf)n, (M_f)_0\otimes_{(R_f)_0}(R_f)_n \longrightarrow(M_f)_n,

sama dengan evaluasi homomorfisme yang telah dijadikan berkas. Jika ff berderajat 11 - dan himpunan-himpunan terbuka D+(f)D_+(f) yang bersangkutan menutupi YY - maka homomorfisme itu merupakan isomorfisme. Menurut Soal 12.2,

(Rf)0(Rf)n (R_f)_0\cong(R_f)_n

melalui 1fn1\mapsto f^n, sehingga modul di ruas kiri isomorfik dengan (Mf)0(M_f)_0. Dengan identifikasi ini, pemetaannya diberikan oleh

mfkfnmfk, \frac{m}{f^k}\longmapsto f^n\cdot\frac{m}{f^k},

dan pemetaan ini bijektif karena ff merupakan unit.

Definisi 15.8: twist modul kuasikoheren

Misalkan RR gelanggang bergradasi standar, \mathcal F modul kuasikoheren pada Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R), dan nn\in\mathbb Z. Modul

(n):=𝒪Y𝒪Y(n) \mathcal F(n):=\mathcal F\otimes_{\mathcal O_Y}\mathcal O_Y(n)

disebut twist ke-nn dari \mathcal F.

Dengan demikian, berkas modul M(n)̂\widehat{M(n)} sama dengan twist ke-nn dari M̂\widehat M.

Pembangkitan global

Definisi 15.9: dibangkitkan oleh seksi global

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan \mathcal M modul 𝒪X\mathcal O_X pada XX. Kita mengatakan bahwa \mathcal M dibangkitkan oleh seksi global jika terdapat suatu keluarga

siΓ(X,),iI, s_i\in\Gamma(X,\mathcal M),\qquad i\in I,

sedemikian sehingga, untuk setiap titik xXx\in X, tangkai x\mathcal M_x sebagai modul 𝒪X,x\mathcal O_{X,x} dibangkitkan oleh pembatasan-pembatasan sis_i.

Proposisi 15.10: sifat keterbangkitan global

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) suatu skema. Maka berlaku pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Berkas struktur 𝒪X\mathcal O_X dibangkitkan oleh seksi global.

  2. Modul kuasikoheren \mathcal M dibangkitkan oleh seksi global jika dan hanya jika terdapat homomorfisme modul surjektif

    𝒪X(I). \mathcal O_X^{(I)}\longrightarrow\mathcal M.

  3. Pada skema afin, setiap modul kuasikoheren dibangkitkan oleh seksi global.

  4. Jika \mathcal M dibangkitkan oleh seksi global dan 𝒩\mathcal M\to\mathcal N surjektif, maka 𝒩\mathcal N juga dibangkitkan oleh seksi global.

Bukti

Lihat Soal 15.17.

Lema 15.11: keterbangkitan global berkas struktur terpuntir

Pada ruang projektif Rd\mathbb P_R^d di atas gelanggang komutatif RR, berkas struktur terpuntir 𝒪Rd(k)\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(k) dibangkitkan oleh seksi global untuk k0k\geq0, dan tidak dibangkitkan oleh seksi global untuk k<0k<0 dan d1d\geq1.

Bukti

Lihat Soal 15.18.

Teorema 15.12: twist positif akhirnya dibangkitkan secara global

Misalkan Rd\mathbb P_R^d ruang projektif di atas gelanggang Noether RR, dan misalkan 𝒢\mathcal G berkas koheren pada Rd\mathbb P_R^d. Maka terdapat +\ell\in\mathbb N_+ sedemikian sehingga 𝒢()\mathcal G(\ell) dibangkitkan oleh seksi global.

Bukti

Terdapat isomorfisme

𝒢|D+(Xi)M̃i, \mathcal G|_{D_+(X_i)}\cong\widetilde M_i,

dengan MiM_i modul yang dibangkitkan secara hingga atas gelanggang polinomial RiR_i yang bersesuaian dengan D+(Xi)D_+(X_i). Untuk berkas invertibel 𝒪Rd(1)\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(1), lokus keterbalikan seksi global XiX_i menurut Soal 13.21 sama dengan D+(Xi)D_+(X_i). Untuk sistem pembangkit modul hingga sijs_{ij}, jJij\in J_i, dari MiM_i atas RiR_i, menurut Teorema 14.13(2) terdapat suatu eksponen bersama nn sedemikian sehingga XinsijX_i^n s_{ij} berasal dari unsur-unsur global dalam

Γ(Rd,𝒢(n)). \Gamma(\mathbb P_R^d,\mathcal G(n)).

Hal ini dapat dilakukan untuk setiap ii, sehingga diperoleh suatu \ell sedemikian sehingga seksi-seksi global dari Γ(Rd,𝒢())\Gamma(\mathbb P_R^d,\mathcal G(\ell)) membangkitkan modul-modul pada liputan terbuka afin. Akibatnya, seksi-seksi itu juga membangkitkan semua tangkai, sehingga keterbangkitan global berlaku.

Teorema 15.13: presentasi surjektif oleh berkas struktur terpuntir

Misalkan Rd\mathbb P_R^d ruang projektif di atas gelanggang Noether RR, dan misalkan 𝒢\mathcal G berkas koheren pada Rd\mathbb P_R^d. Maka terdapat suatu jumlah langsung hingga

jJ𝒪Rd(j) \bigoplus_{j\in J}\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(\ell_j)

dan suatu homomorfisme modul surjektif

jJ𝒪Rd(j)𝒢. \bigoplus_{j\in J}\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(\ell_j) \longrightarrow\mathcal G.

Bukti

Menurut Teorema 15.12, terdapat \ell sedemikian sehingga 𝒢()\mathcal G(\ell) dibangkitkan oleh sejumlah hingga seksi global. Menurut Proposisi 15.10(2), terdapat homomorfisme modul surjektif

𝒪Rdr𝒢(). \mathcal O_{\mathbb P_R^d}^{r}\longrightarrow\mathcal G(\ell).

Dengan menensor pemetaan ini oleh 𝒪Rd()\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(-\ell), kita memperoleh surjeksi

(𝒪Rd())r𝒢. \left(\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(-\ell)\right)^r \longrightarrow\mathcal G.

Lembar Kerja 15: Modul pada Skema Projektif

Peta kandidat yang dibekukan mencatat tepat 20 soal dan tidak menemukan halaman solusi publik untuk satu pun di antaranya. Karena itu tidak ada tanda bintang pada lembar kerja ini, dan edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 15.1

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z, MM modul bergradasi atas RR, dan M̃\widetilde M berkas modul terkait pada spektrum X=Spek(R)X=\operatorname{Spek}(R). Misalkan 𝔞R\mathfrak a\subseteq R ideal homogen. Buktikan bahwa

Γ(D(𝔞),M̃)={sΓ(D(𝔞),M̃)|terdapat liputan terbuka U=iID(fi) dengan fi homogen,sedemikian sehingga sMfi berderajat } \begin{aligned} \Gamma(D(\mathfrak a),\widetilde M)_\ell =\biggl\{s\in\Gamma(D(\mathfrak a),\widetilde M)\ \bigg|\ & \text{terdapat liputan terbuka } U=\bigcup_{i\in I}D(f_i)\text{ dengan }f_i\text{ homogen,}\\ &\text{sedemikian sehingga }s\in M_{f_i} \text{ berderajat }\ell\biggr\} \end{aligned}

memberi suatu gradasi pada Γ(D(𝔞),M̃)\Gamma(D(\mathfrak a),\widetilde M) yang membuat homomorfisme-homomorfisme pembatasan alami bersifat homogen.

Soal 15.2

Dengan menggunakan R=K[X]R=K[X] dan f=X+1f=X+1, jelaskan mengapa tidak terdapat gradasi pada pelokalan

K[X]X+1 K[X]_{X+1}

yang memperluas gradasi standar pada gelanggang polinomial secara bermakna.

Soal 15.3

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z dan MM modul bergradasi atas RR. Buktikan bahwa penetapan

U=D+(𝔞)colimUD+(f)(Mf)0 U=D_+(\mathfrak a) \longmapsto \operatorname*{colim}_{U\subseteq D_+(f)}(M_f)_0

merupakan praberkas grup komutatif pada Proj(R)\operatorname{Proj}(R) yang pembentukan berkasnya sama dengan M̂\widehat M.

Soal 15.4

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z dan MM modul bergradasi atas RR. Buktikan bahwa berkas modul 𝒪Y\mathcal O_Y terkait M̂\widehat M pada Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) diberikan oleh

Γ(U,M̂)={(s𝔭)𝔭U𝔭UM(𝔭)|untuk setiap 𝔭U terdapat unsur homogen bR dan tM dengan 𝔭D+(b)U dan s𝔮=tb dalam M(𝔮) untuk setiap 𝔮D+(b)}. \begin{aligned} \Gamma(U,\widehat M)=\biggl\{&(s_{\mathfrak p})_{\mathfrak p\in U} \in\prod_{\mathfrak p\in U}M_{(\mathfrak p)}\ \bigg|\\ &\text{untuk setiap }\mathfrak p\in U\text{ terdapat unsur homogen } b\in R\text{ dan }t\in M\text{ dengan }\\ &\mathfrak p\in D_+(b)\subseteq U \text{ dan }s_{\mathfrak q}=\frac tb\text{ dalam }M_{(\mathfrak q)} \text{ untuk setiap }\mathfrak q\in D_+(b)\biggr\}. \end{aligned}

Soal 15.5

Misalkan RR gelanggang integral bergradasi \mathbb Z dan

M=RH M=R_H

pelokalan pada semua unsur homogen yang berderajat 0\neq0. Buktikan bahwa M̂\widehat M merupakan medan fungsi skema integral Proj(R)\operatorname{Proj}(R).

Soal 15.6

Misalkan

R=K[X0,X1,,Xd]/𝔞 R=K[X_0,X_1,\ldots,X_d]/\mathfrak a

gelanggang bergradasi standar dan

(a0,a1,,ad)V(𝔞)=𝔸Kd+1 (a_0,a_1,\ldots,a_d)\in V(\mathfrak a)=\mathbb A_K^{d+1}

suatu titik-KK tak nol (0\neq0) dari RR, dengan ideal prima homogen terkait

𝔭=(aiXjajXi,), \mathfrak p=(a_iX_j-a_jX_i,\,),

yang merupakan titik tertutup dalam

Proj(R)=V+(𝔞)Kd. \operatorname{Proj}(R)=V_+(\mathfrak a)\subseteq\mathbb P_K^d.

Buktikan bahwa R/𝔭̂\widehat{R/\mathfrak p} merupakan modul kuasikoheren pada Proj(R)\operatorname{Proj}(R) (dan pada Kd\mathbb P_K^d) yang dukungannya sama dengan {𝔭}\{\mathfrak p\}.

Soal 15.7

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z dan Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R). Buktikan bahwa modul-modul RR bergradasi MM dan NN yang tidak isomorfik dapat menghasilkan modul-modul 𝒪Y\mathcal O_Y M̂\widehat M dan N̂\widehat N yang isomorfik.

Soal 15.8

Misalkan

R=K[X0,X1,,Xd]/𝔞 R=K[X_0,X_1,\ldots,X_d]/\mathfrak a

dengan 𝔞\mathfrak a ideal homogen, dan misalkan

Y=Proj(R)Kd. Y=\operatorname{Proj}(R)\subseteq\mathbb P_K^d.

Buktikan bahwa

i*𝒪Y=R̂ i_*\mathcal O_Y=\widehat R

pada Kd\mathbb P_K^d.

Soal 15.9

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z dan

0LMN0 0\longrightarrow L\longrightarrow M\longrightarrow N\longrightarrow0

barisan eksak pendek modul-modul RR bergradasi \mathbb Z dengan homomorfisme-homomorfisme homogen. Buktikan bahwa pada setiap tingkat terdapat barisan eksak pendek modul-modul R0R_0

0LkMkNk0. 0\longrightarrow L_k\longrightarrow M_k\longrightarrow N_k \longrightarrow0.

Soal 15.10

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z, dan misalkan L,M,NL,M,N modul RR bergradasi \mathbb Z dengan homomorfisme-homomorfisme homogen

φ:LM,ψ:MN. \varphi:L\longrightarrow M, \qquad \psi:M\longrightarrow N.

Untuk setiap ideal prima 𝔭\mathfrak p dengan R+𝔭R_+\nsubseteq\mathfrak p, andaikan barisan

0L𝔭φM𝔭ψN𝔭0 0\longrightarrow L_{\mathfrak p} \xrightarrow{\varphi}M_{\mathfrak p} \xrightarrow{\psi}N_{\mathfrak p} \longrightarrow0

eksak. Buktikan bahwa terdapat barisan eksak pendek

0L̂M̂N̂0 0\longrightarrow\widehat L\longrightarrow\widehat M \longrightarrow\widehat N\longrightarrow0

pada Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R).

Soal 15.11

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z. Buktikan bahwa modul RR yang digeser, R(n)R(n), merupakan gelanggang bergradasi hanya untuk n=0n=0.

Soal 15.12

Berikan basis eksplisit untuk

Γ(K2,𝒪K2(3)) \Gamma\left(\mathbb P_K^2, \mathcal O_{\mathbb P_K^2}(3)\right)

di atas suatu lapangan KK, dan tentukan dimensinya.

Soal 15.13

Misalkan Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) spektrum projektif gelanggang bergradasi standar RR. Buktikan bahwa untuk berkas struktur terpuntir 𝒪Y()\mathcal O_Y(\ell) berlaku

𝒪Y()𝒪Y𝒪Y(m)𝒪Y(+m). \mathcal O_Y(\ell)\otimes_{\mathcal O_Y}\mathcal O_Y(m) \cong\mathcal O_Y(\ell+m).

Soal 15.14

Misalkan Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) spektrum projektif gelanggang bergradasi standar RR. Buktikan bahwa untuk berkas-berkas struktur terpuntir berlaku

om(𝒪Y(),𝒪Y(m))𝒪Y(m). \mathcal{H}om(\mathcal O_Y(\ell),\mathcal O_Y(m)) \cong\mathcal O_Y(m-\ell).

Soal 15.15

Misalkan Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) spektrum projektif gelanggang bergradasi standar RR. Buktikan bahwa berkas struktur terpuntir 𝒪Y()\mathcal O_Y(\ell) untuk 0\ell\leq0 dapat direalisasikan sebagai berkas ideal pada YY. Buktikan juga bahwa, secara umum, terdapat lebih dari satu cara untuk melakukannya.

Soal 15.16

Misalkan

R=dRd R=\bigoplus_{d\in\mathbb Z}R_d

gelanggang komutatif bergradasi \mathbb Z, dan

M=dMd M=\bigoplus_{d\in\mathbb Z}M_d

modul bergradasi \mathbb Z atas RR yang dibangkitkan secara hingga. Buktikan bahwa MM juga dibangkitkan oleh sejumlah hingga unsur homogen dan bahwa terdapat homomorfisme modul homogen surjektif berbentuk

i=1kR(di)M. \bigoplus_{i=1}^k R(-d_i)\longrightarrow M.

Soal 15.17

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) suatu skema. Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Berkas struktur 𝒪X\mathcal O_X dibangkitkan oleh seksi global.

  2. Modul kuasikoheren \mathcal M dibangkitkan oleh seksi global jika dan hanya jika terdapat homomorfisme modul surjektif

    𝒪X(I). \mathcal O_X^{(I)}\longrightarrow\mathcal M.

  3. Pada skema afin, setiap modul kuasikoheren dibangkitkan oleh seksi global.

  4. Jika \mathcal M dibangkitkan oleh seksi global dan 𝒩\mathcal M\to\mathcal N surjektif, maka 𝒩\mathcal N juga dibangkitkan oleh seksi global.

Soal 15.18

Buktikan bahwa pada ruang projektif Rd\mathbb P_R^d di atas gelanggang komutatif RR, berkas struktur terpuntir 𝒪Rd(k)\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(k) dibangkitkan oleh seksi global untuk k0k\geq0, dan tidak dibangkitkan oleh seksi global untuk k<0k<0 dan d1d\geq1.

Soal 15.19

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) suatu skema dan \mathcal M modul kuasikoheren pada XX. Buktikan bahwa \mathcal M dibangkitkan oleh seksi global jika dan hanya jika terdapat liputan terbuka afin

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

dan seksi-seksi sjΓ(X,)s_j\in\Gamma(X,\mathcal M) untuk jJj\in J sedemikian sehingga pembatasan

ρUi(sj)Γ(Ui,) \rho_{U_i}(s_j)\in\Gamma(U_i,\mathcal M)

membentuk sistem pembangkit Γ(Ui,𝒪X)\Gamma(U_i,\mathcal O_X) bagi Γ(Ui,)\Gamma(U_i,\mathcal M).

Soal 15.20

Misalkan Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) spektrum projektif gelanggang bergradasi standar RR. Buktikan bahwa berkas struktur terpuntir 𝒪Y()\mathcal O_Y(\ell) untuk 0\ell\geq0 dibangkitkan oleh seksi global.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 15

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 20 soal dalam Lembar Kerja 15. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 15.1–15.20. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 15.1, 15.2, 15.3, 15.4, 15.5, 15.6, 15.7, 15.8, 15.9, 15.10, 15.11, 15.12, 15.13, 15.14, 15.15, 15.16, 15.17, 15.18, 15.19, atau 15.20. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat persis, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 15

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 15 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 15.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 16: Berkas Bebas Lokal

Berkas bebas lokal

Definisi 16.1: berkas bebas lokal

Suatu 𝒪X\mathcal O_X-modul \mathcal F pada ruang berdering XX disebut bebas lokal dengan rank rr jika terdapat liputan terbuka

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

dan isomorfisme modul 𝒪Ui\mathcal O_{U_i}

|Ui(𝒪Ui)r \mathcal F|_{U_i}\cong(\mathcal O_{U_i})^r

untuk setiap iIi\in I.

Untuk r=1r=1, kita memperoleh berkas invertibel; berkas-berkas ini tepat merupakan berkas bebas lokal ber-rank 11. Berkas bebas lokal yang paling sederhana adalah berkas bebas

𝒪Xr,r. \mathcal O_X^r, \qquad r\in\mathbb N.

Catatan edisi - variabel rank dalam sumber. Baik halaman semantik yang dibekukan maupun PDF kursus resmi mencetak “rank rr” pada kalimat setelah menetapkan r=1r=1. Edisi menuliskan konsekuensi matematisnya, yaitu rank 11, dan mencatat perubahan itu secara terbuka.

Menurut definisinya, berkas bebas lokal bersifat bebas secara lokal, yakni pada suatu liputan oleh himpunan-himpunan terbuka. Jadi secara lokal berkas bebas dan berkas bebas lokal tidak dapat dibedakan. Karena itu, berkas bebas lokal mencerminkan sifat-sifat global ruang berdering XX.

Kita meninjau berkas bebas lokal pada skema, tempat terdapat hubungan erat dengan modul projektif dan modul datar. Secara khusus, berkas bebas lokal merupakan modul koheren. Di atas gelanggang lokal, semua berkas bebas lokal adalah bebas, sebab spektrumnya hanya mempunyai satu titik tertutup dan titik ini hanya mempunyai seluruh ruang sebagai lingkungan terbuka. Namun, jika kita meninjau spektrum tertusuk

U=D(𝔪)=Spek(R)\{𝔪} U=D(\mathfrak m)=\operatorname{Spek}(R)\setminus\{\mathfrak m\}

dari suatu gelanggang lokal, pada umumnya terdapat banyak berkas bebas lokal nontrivial (tidak bebas) yang mencerminkan sifat-sifat gelanggang lokal tersebut, atau singularitasnya. Karena setiap skema diliputi oleh skema-skema afin, pertama-tama kita terutama harus memahami berkas bebas lokal pada skema afin.

Teorema 16.2: karakterisasi lokal kebebasan lokal

Misalkan RR gelanggang komutatif Noether, MM modul RR yang dibangkitkan hingga, dan rr\in\mathbb N. Sifat-sifat berikut ekuivalen.

  1. Pelokalan M𝔭M_{\mathfrak p} bebas ber-rank rr untuk setiap ideal prima 𝔭Spek(R)\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(R).
  2. Pelokalan M𝔪M_{\mathfrak m} bebas ber-rank rr untuk setiap ideal maksimal 𝔪\mathfrak m dari RR.
  3. Terdapat unsur-unsur f1,,fkRf_1,\ldots,f_k\in R yang membangkitkan ideal satuan sedemikian sehingga pelokalan MfjM_{f_j} bebas ber-rank rr untuk setiap j=1,,kj=1,\ldots,k.
  4. Berkas koheren M̃\widetilde M yang berkaitan dengan MM pada Spek(R)\operatorname{Spek}(R) bebas lokal ber-rank rr.

Bukti

(1)(2)(1)\Rightarrow(2). Ini merupakan spesialisasi.

(2)(3)(2)\Rightarrow(3). Tetapkan suatu ideal maksimal 𝔪\mathfrak m. Menurut asumsi, terdapat isomorfisme modul R𝔪R_{\mathfrak m}

φ:(R𝔪)rM𝔪. \varphi:(R_{\mathfrak m})^r\longrightarrow M_{\mathfrak m}.

Tuliskan citra vektor standar ke-ii, eie_i, sebagai

φ(ei)=migi, \varphi(e_i)=\frac{m_i}{g_i},

dengan miMm_i\in M dan giR\𝔪g_i\in R\setminus\mathfrak m. Misalkan g=g1grg=g_1\cdots g_r hasil kali penyebut-penyebut itu. Kita meninjau situasi di atas D(g)D(g). Isomorfisme φ\varphi terdefinisi di atas D(g)D(g), yakni pada RgR_g, sehingga kita mempunyai homomorfisme modul RgR_g

ψ:(Rg)rMg \psi:(R_g)^r\longrightarrow M_g

yang menginduksi isomorfisme φ\varphi setelah dilokalkan pada 𝔪\mathfrak m. Akan tetapi, secara umum ψ\psi belum tentu merupakan isomorfisme.

Misalkan v1,,vsv_1,\ldots,v_s suatu sistem pembangkit modul MM. Karena ψ\psi menginduksi suatu surjeksi pada R𝔪R_{\mathfrak m}, terdapat unsur-unsur

uj=ajhj(R𝔪)r u_j=\frac{a_j}{h_j}\in(R_{\mathfrak m})^r

yang dipetakan ke vjv_j. Penyebut hjh_j tidak termasuk 𝔪\mathfrak m. Karena itu, kita dapat mengganti gg dengan h=gh1hsh=gh_1\cdots h_s dan memperoleh

ψ:(Rh)rMh. \psi:(R_h)^r\longrightarrow M_h.

Di sini terdapat unsur-unsur uj(Rh)ru_j\in(R_h)^r sedemikian sehingga ψ(uj)\psi(u_j) dan pembangkit vjv_j mempunyai pembatasan yang sama dalam M𝔪M_{\mathfrak m}. Artinya, terdapat unsur-unsur pj𝔪p_j\notin\mathfrak m dengan

pjψ(uj)=pjvj p_j\psi(u_j)=p_jv_j

dalam MhM_h. Jika hh diganti dengan p=hp1psp=hp_1\cdots p_s, maka ψ\psi juga menjadi surjektif.

Catatan edisi - tanda relasi dalam sumber. Sumber mencetak uj=(Rh)ru_j=(R_h)^r pada kalimat di atas. Karena uju_j adalah unsur dan (Rh)r(R_h)^r modul yang memuatnya, edisi menuliskan relasi keanggotaan uj(Rh)ru_j\in(R_h)^r dan mencatat perubahan ini secara terbuka.

Misalkan NN kernel ψ\psi yang baru ini. Karena φ\varphi injektif, N𝔪=0N_{\mathfrak m}=0. Karena RR Noether, menurut Lema 23.2 (Aljabar Komutatif), NN dibangkitkan hingga. Maka terdapat lagi suatu unsur f𝔪f\notin\mathfrak m dengan Nf=0N_f=0. Dengan memperkecil himpunan terbuka sekali lagi, kita memperoleh isomorfisme

ψ:(Rf)rMf \psi:(R_f)^r\longrightarrow M_f

untuk suatu f𝔪f\notin\mathfrak m.

Jadi, untuk setiap ideal maksimal 𝔪\mathfrak m terdapat lingkungan terbuka

𝔪D(f𝔪) \mathfrak m\in D(f_{\mathfrak m})

sedemikian sehingga Mf𝔪M_{f_{\mathfrak m}} bebas ber-rank rr. Oleh karena itu,

𝔪 ideal maksimalD(f𝔪) \bigcup_{\mathfrak m\text{ ideal maksimal}}D(f_{\mathfrak m})

memuat semua ideal maksimal dan juga semua ideal prima, sehingga merupakan liputan terbuka Spek(R)\operatorname{Spek}(R). Menurut Proposisi 8.4 (4), ideal

(f𝔪:𝔪 ideal maksimal) (f_{\mathfrak m}:\mathfrak m\text{ ideal maksimal})

adalah ideal satuan, dan ideal ini sudah dibangkitkan oleh sejumlah hingga unsur f𝔪f_{\mathfrak m}.

(3)(4)(3)\Rightarrow(4). Karena unsur-unsur tersebut membangkitkan ideal satuan, himpunan terbuka D(fj)D(f_j), j=1,,kj=1,\ldots,k, meliputi Spek(R)\operatorname{Spek}(R). Karena MfjM_{f_j} adalah modul RfjR_{f_j} bebas ber-rank rr, terdapat isomorfisme modul 𝒪X|D(fj)\mathcal O_X|_{D(f_j)}

M̃|D(fj)(Rfj)r̃𝒪D(fj)r. \widetilde M|_{D(f_j)} \cong\widetilde{(R_{f_j})^r} \cong\mathcal O_{D(f_j)}^r.

Jadi M̃\widetilde M bebas lokal.

(4)(1)(4)\Rightarrow(1). Misalkan 𝔭Spek(R)\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(R) suatu ideal prima. Kebebasan lokal berarti bahwa terdapat liputan terbuka

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

sedemikian sehingga M̃|Ui\widetilde M|_{U_i} bebas ber-rank rr. Maka terdapat indeks ii dengan 𝔭Ui\mathfrak p\in U_i. Dengan beralih ke lingkungan terbuka yang mungkin lebih kecil, kita dapat mengambil Ui=D(f)U_i=D(f) dengan f𝔭f\notin\mathfrak p. Di sana

Mf̃M̃|D(f) \widetilde{M_f}\cong\widetilde M|_{D(f)}

bebas ber-rank rr. Terlebih lagi, pelokalan M𝔭M_{\mathfrak p} bebas ber-rank rr.

Contoh dalam Soal 14.7 menunjukkan bahwa untuk gelanggang tak-Noether RR dapat terdapat modul MM dengan

M𝔭=R𝔭 M_{\mathfrak p}=R_{\mathfrak p}

tanpa isomorfisme ini dapat diperluas ke suatu lingkungan terbuka.

Sekarang kita hubungkan modul bebas lokal dengan modul projektif.

Definisi 16.3: modul projektif

Misalkan RR gelanggang komutatif dan MM modul RR. Modul MM disebut projektif jika untuk setiap homomorfisme modul RR surjektif

θ:AB \theta:A\longrightarrow B

dan setiap homomorfisme modul

φ:MB, \varphi:M\longrightarrow B,

terdapat homomorfisme modul

ψ:MA \psi:M\longrightarrow A

dengan

φ=θψ. \varphi=\theta\circ\psi.

Suatu modul bersifat projektif jika dan hanya jika modul itu merupakan suku langsung dari suatu modul bebas.

Lema 16.4: modul projektif hingga di atas gelanggang lokal

Misalkan RR gelanggang komutatif lokal dan MM modul RR yang dibangkitkan hingga. Maka MM bebas jika dan hanya jika MM merupakan modul projektif.

Bukti

Bahwa modul bebas bersifat projektif telah dibuktikan dalam Lema 47.2 (Aljabar Komutatif). Jadi misalkan MM projektif. Ambil sistem pembangkit minimal m1,,mnm_1,\ldots,m_n dari MM, dan misalkan

p:RnM p:R^n\longrightarrow M

homomorfisme modul surjektif yang bersesuaian. Karena keminimalan tersebut, pemetaan

(R/𝔪)nM/𝔪M (R/\mathfrak m)^n\longrightarrow M/\mathfrak mM

merupakan pemetaan linear R/𝔪R/\mathfrak m yang bijektif. Karena MM projektif, terdapat homomorfisme modul i:MRni:M\to R^n dengan

pi=IdM. p\circ i=\operatorname{Id}_M.

Maka

RnMN, R^n\cong M\oplus N,

dengan N=kernpN=\operatorname{kern}p, dan kita mengidentifikasi MM dengan i(M)i(M). Sekarang tinjau

RnMNM R^n\xrightarrow{\ \cong\ }M\oplus N\longrightarrow M

serta pemetaan linear R/𝔪R/\mathfrak m yang diinduksinya,

(R/𝔪)nM/𝔪MN/𝔪NM/𝔪M. (R/\mathfrak m)^n \longrightarrow M/\mathfrak mM\oplus N/\mathfrak mN \longrightarrow M/\mathfrak mM.

Baik pemetaan di kiri maupun komposisi keseluruhannya bijektif. Karena itu N/𝔪N=0N/\mathfrak mN=0. Dari Lema 29.5 (Aljabar Komutatif) diperoleh N=0N=0, sehingga Rn=MR^n=M bebas.

Lema 16.5: kebebasan lokal dan projektivitas

Misalkan RR gelanggang komutatif Noether dan MM modul RR yang dibangkitkan hingga. Maka MM bebas lokal jika dan hanya jika MM merupakan modul projektif.

Bukti

Salah satu arah langsung mengikuti dari Lema 16.4 dengan memperhatikan Soal 16.16. Untuk membuktikan arah sebaliknya, misalkan

p:LM p:L\longrightarrow M

homomorfisme modul surjektif dengan LL suatu modul RR bebas yang dibangkitkan hingga. Kita harus menunjukkan bahwa terdapat homomorfisme i:MLi:M\to L dengan

pi=IdM. p\circ i=\operatorname{Id}_M.

Hal ini khususnya terjamin apabila homomorfisme alami

HomR(M,L)HomR(M,M),φpφ, \operatorname{Hom}_R(M,L) \longrightarrow\operatorname{Hom}_R(M,M), \qquad \varphi\longmapsto p\circ\varphi,

surjektif, sebab dengan demikian identitas termasuk dalam citranya. Menurut Teorema Lampiran 1.4, surjektivitas dapat diuji secara lokal. Di bawah asumsi keterhinggaan yang diberikan, untuk modul homomorfisme berlaku

(HomR(M,L))𝔭=HomR𝔭(M𝔭,L𝔭). (\operatorname{Hom}_R(M,L))_{\mathfrak p} =\operatorname{Hom}_{R_{\mathfrak p}} (M_{\mathfrak p},L_{\mathfrak p}).

Untuk setiap ideal prima 𝔭\mathfrak p, surjektivitas pemetaan

HomR𝔭(M𝔭,L𝔭)HomR𝔭(M𝔭,M𝔭) \operatorname{Hom}_{R_{\mathfrak p}} (M_{\mathfrak p},L_{\mathfrak p}) \longrightarrow \operatorname{Hom}_{R_{\mathfrak p}} (M_{\mathfrak p},M_{\mathfrak p})

mengikuti dari kebebasan M𝔭M_{\mathfrak p} dan Lema 47.2 (Aljabar Komutatif).

Catatan edisi - rujukan yang belum terselesaikan. Tepat sebelum identitas pelokalan modul homomorfisme, halaman semantik sumber menampilkan rujukan Fakt ***** ke halaman Nenneraufnahme/Homomorphismenmodul/Fakt. Edisi mempertahankan identitas matematisnya tanpa menciptakan nomor rujukan yang tidak tersedia.

Teorema berikut juga berlaku; kita tidak membuktikannya.

Teorema 16.6: bebas lokal, projektif, dan datar

Misalkan RR gelanggang komutatif Noether dan MM modul RR yang dibangkitkan hingga. Pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen.

  1. MM bebas lokal.
  2. MM merupakan modul projektif.
  3. MM merupakan modul datar.

Teorema berikut menghasilkan banyak berkas bebas lokal yang pada umumnya tidak trivial.

Teorema 16.7: kernel suatu surjeksi berkas bebas lokal

Misalkan XX skema Noether dan

θ:G \theta:\mathcal F\longrightarrow G

homomorfisme berkas surjektif di antara berkas-berkas bebas lokal pada XX. Maka kernel θ\theta juga bebas lokal.

Bukti

Karena kebebasan lokal merupakan sifat lokal, kita dapat langsung mengasumsikan bahwa

X=Spek(R) X=\operatorname{Spek}(R)

adalah skema afin dari suatu gelanggang Noether RR, dan, dengan memperkecil himpunan terbuka lebih lanjut, bahwa terdapat homomorfisme modul surjektif

θ:RrRs. \theta:R^r\longrightarrow R^s.

Menurut Teorema 19.11 (Aljabar Komutatif), terdapat φ:RsRr\varphi:R^s\to R^r dengan

θφ=IdRs. \theta\circ\varphi=\operatorname{Id}_{R^s}.

Dengan demikian terdapat dekomposisi jumlah langsung

Rr=kernθRs, R^r=\operatorname{kern}\theta\oplus R^s,

dan θ\theta adalah proyeksi pada suku RsR^s. Jadi, menurut Lema 47.3 (Aljabar Komutatif), kernθ\operatorname{kern}\theta merupakan modul RR projektif, dan menurut Lema 16.5 modul itu bebas lokal.

Catatan 16.8: berkas sizigi

Untuk unsur-unsur f1,,fnRf_1,\ldots,f_n\in R dalam suatu gelanggang komutatif RR, terdapat homomorfisme modul

RnR,eifi. R^n\longrightarrow R, \qquad e_i\longmapsto f_i.

Citranya adalah ideal yang dibangkitkan oleh fif_i. Secara khusus, pemetaan ini surjektif hanya jika fif_i membangkitkan ideal satuan. Homomorfisme modul berkas yang bersesuaian

𝒪Xn𝒪X \mathcal O_X^n\longrightarrow\mathcal O_X

secara umum juga tidak surjektif, dan kernelnya secara umum tidak bebas lokal. Akan tetapi, tinjau pembatasan homomorfisme berkas ini pada subhimpunan terbuka

U=i=1nD(fi), U=\bigcup_{i=1}^nD(f_i),

yakni

𝒪Un𝒪U. \mathcal O_U^n\longrightarrow\mathcal O_U.

Kita memperoleh homomorfisme berkas surjektif, sebab pada setiap D(fi)D(f_i) terdapat

1fiei1. \frac{1}{f_i}e_i\longmapsto1.

Menurut Teorema 16.7, kernelnya merupakan berkas bebas lokal pada skema kuasiafin UU. Kernel ini dilambangkan

Syz(f1,,fn) \operatorname{Syz}(f_1,\ldots,f_n)

dan disebut berkas sizigi atau berkas kernel. Jika RR gelanggang lokal dan fif_i membangkitkan suatu ideal yang primer terhadap ideal maksimal 𝔪\mathfrak m - dengan kata lain, secara geometris fif_i memotong keluar titik tertutup - maka berkas sizigi itu merupakan berkas bebas lokal pada spektrum tertusuk D(𝔪)D(\mathfrak m).

Contoh 16.9: berkas sizigi dari variabel

Variabel

X1,,XnK[X1,,Xn]=R X_1,\ldots,X_n\in K[X_1,\ldots,X_n]=R

mendefinisikan ideal maksimal (X1,,Xn)(X_1,\ldots,X_n) dan barisan eksak pendek

0Syz(X1,,Xn)Rn(X1,,Xn)0 0\longrightarrow\operatorname{Syz}(X_1,\ldots,X_n) \longrightarrow R^n \longrightarrow(X_1,\ldots,X_n) \longrightarrow0

dari modul-modul RR, dengan vektor standar ke-ii, eie_i, dipetakan ke XiX_i. Menurut Lema 14.9, barisan ini menginduksi barisan eksak pendek modul-modul kuasikoheren

0Syz(X1,,Xn)̃𝒪𝔸Knn(X1,,Xn)̃0 0\longrightarrow\widetilde{\operatorname{Syz}(X_1,\ldots,X_n)} \longrightarrow\mathcal O_{\mathbb A_K^n}^n \longrightarrow\widetilde{(X_1,\ldots,X_n)} \longrightarrow0

pada ruang afin 𝔸Kn\mathbb A_K^n. Di tengah terdapat berkas bebas, sedangkan di kiri dan kanan - kecuali untuk nn kecil - tidak terdapat berkas bebas lokal. Namun, jika barisan ini dibatasi pada spektrum tertusuk

U=D(X1,,Xn)𝔸Kn, U=D(X_1,\ldots,X_n)\subseteq\mathbb A_K^n,

maka menurut Soal 14.1 ideal maksimal di sebelah kanan menjadi berkas struktur. Jadi kita memperoleh situasi dari Catatan 16.8,

0Syz(X1,,Xn)𝒪Un𝒪U0, 0\longrightarrow\operatorname{Syz}(X_1,\ldots,X_n) \longrightarrow\mathcal O_U^n \longrightarrow\mathcal O_U \longrightarrow0,

dengan berkas sizigi bebas lokal di sebelah kiri. Untuk n=3n=3, ini adalah versi berkas dari Contoh 1.2.

Berkas determinan

Definisi 16.10: berkas determinan

Misalkan 𝒢\mathcal G berkas bebas lokal ber-rank rr pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X). Berkasisasi praberkas

UrΓ(U,𝒢) U\longmapsto\bigwedge^r\Gamma(U,\mathcal G)

disebut berkas determinan dari 𝒢\mathcal G. Berkas ini dilambangkan

Det𝒢. \operatorname{Det}\mathcal G.

Teorema 16.11: determinan suatu barisan eksak pendek

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan

0𝒢0 0\longrightarrow\mathcal F \longrightarrow\mathcal G \longrightarrow\mathcal H \longrightarrow0

suatu barisan eksak pendek berkas-berkas bebas lokal pada XX. Maka terdapat isomorfisme kanonis

DetGDetFDetH. \operatorname{Det}G \cong \operatorname{Det}F\otimes\operatorname{Det}H.

Bukti

Misalkan rr rank \mathcal F dan ss rank \mathcal H. Tinjau subhimpunan-subhimpunan terbuka UXU\subseteq X tempat ketiga berkas yang terlibat dapat ditrivialkan dan tempat surjeksi berkas \mathcal F\to\mathcal H mempunyai suatu seksi. Himpunan-himpunan terbuka seperti ini meliputi XX. Pada setiap UU terdapat situasi

0𝒪Ur𝒪Ur+s𝒪Us0, 0\longrightarrow\mathcal O_U^r \longrightarrow\mathcal O_U^{r+s} \longrightarrow\mathcal O_U^s \longrightarrow0,

dan misalkan

θ:𝒪Us𝒪Ur+s \theta:\mathcal O_U^s\longrightarrow\mathcal O_U^{r+s}

suatu seksi. Definisikan

Ψ:r𝒪Ur×s𝒪Usr+s𝒪Ur+s \Psi: \bigwedge^r\mathcal O_U^r\times \bigwedge^s\mathcal O_U^s \longrightarrow \bigwedge^{r+s}\mathcal O_U^{r+s}

dengan

Ψ(u1ur,w1ws):=u1urθ(w1)θ(ws). \begin{aligned} &\Psi(u_1\wedge\cdots\wedge u_r, w_1\wedge\cdots\wedge w_s)\\ &\qquad:=u_1\wedge\cdots\wedge u_r \wedge\theta(w_1)\wedge\cdots\wedge\theta(w_s). \end{aligned}

Pemetaan ini tidak bergantung pada seksi θ\theta yang dipilih. Untuk seksi lain θ\theta', selisih θθ\theta-\theta' bernilai di \mathcal F. Maka

u1urθ(w1)θ(ws)=u1ur(θ(w1)+u1)(θ(ws)+us)=u1urθ(w1)θ(ws), \begin{aligned} &u_1\wedge\cdots\wedge u_r \wedge\theta'(w_1)\wedge\cdots\wedge\theta'(w_s)\\ &=u_1\wedge\cdots\wedge u_r \wedge(\theta(w_1)+u_1')\wedge\cdots\wedge(\theta(w_s)+u_s')\\ &=u_1\wedge\cdots\wedge u_r \wedge\theta(w_1)\wedge\cdots\wedge\theta(w_s), \end{aligned}

sebab selalu terdapat ketergantungan linear di antara r+1r+1 vektor u1,,ur,uju_1,\ldots,u_r,u_j', sehingga hasil kali bajinya yang bersesuaian bernilai 00. Pemetaan Ψ\Psi bilinear dan karena itu mendefinisikan pemetaan linear

Ψ̃:r𝒪Urs𝒪Usr+s𝒪Ur+s. \widetilde\Psi: \bigwedge^r\mathcal O_U^r\otimes \bigwedge^s\mathcal O_U^s \longrightarrow \bigwedge^{r+s}\mathcal O_U^{r+s}.

Karena pemetaan-pemetaan ini kanonis, pembatasannya pada subhimpunan terbuka yang lebih kecil selalu menghasilkan pemetaan yang sama. Menurut Korolari 4.10, pemetaan-pemetaan tersebut dengan demikian dapat dilem menjadi suatu homomorfisme berkas

rsr+s𝒢. \bigwedge^r\mathcal F\otimes\bigwedge^s\mathcal H \longrightarrow\bigwedge^{r+s}\mathcal G.

Menurut deskripsi eksplisitnya, homomorfisme ini merupakan isomorfisme secara lokal, dan karena itu menurut Lema 4.6 juga merupakan isomorfisme secara global.

Catatan edisi - surjeksi dalam bukti sumber. Kalimat pembuka bukti sumber mencetak surjeksi \mathcal F\to\mathcal H. Barisan eksak yang ditampilkan dan seksi θ:𝒪Us𝒪Ur+s\theta:\mathcal O_U^s\to\mathcal O_U^{r+s} menunjukkan bahwa surjeksi yang dipakai oleh konstruksi adalah 𝒢\mathcal G\to\mathcal H. Edisi mempertahankan cetakan sumber dalam kalimatnya dan menyatakan ketidaksesuaian ini secara eksplisit.

Korolari 16.12: determinan jumlah langsung berkas invertibel

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan

=1r \mathcal F=\mathcal L_1\oplus\cdots\oplus\mathcal L_r

suatu jumlah langsung berkas-berkas invertibel. Maka

DetF1r. \operatorname{Det}F \cong \mathcal L_1\otimes\cdots\otimes\mathcal L_r.

Bukti

Lihat Soal 16.22.

Lembar Kerja 16: Berkas Bebas Lokal

Tanda bintang menunjukkan satu-satunya soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 16.12. Dua puluh dua soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 16.1

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering, masing-masing ber-rank rr dan ss. Buktikan bahwa jumlah langsung 𝒢\mathcal F\oplus\mathcal G bebas lokal ber-rank r+sr+s.

Soal 16.2

Misalkan \mathcal F berkas bebas lokal ber-rank rr pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X). Buktikan bahwa berkas dual *\mathcal F^* juga bebas lokal ber-rank rr.

Soal 16.3

Buktikan bahwa suatu berkas bebas lokal \mathcal F pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) secara alami isomorfik dengan bidualnya **\mathcal F^{**}.

Soal 16.4

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering, dan misalkan

φ:𝒢 \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal G

homomorfisme modul surjektif. Buktikan bahwa kernel kernφ\operatorname{kern}\varphi juga bebas lokal.

Soal 16.5

Buktikan bahwa rank berkas bebas lokal pada ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) bersifat aditif terhadap barisan eksak pendek. Artinya, jika terdapat barisan eksak pendek berkas-berkas bebas lokal

0𝒢0, 0\longrightarrow\mathcal F \longrightarrow\mathcal G \longrightarrow\mathcal H \longrightarrow0,

maka

rank𝒢=rank+rank. \operatorname{rank}\mathcal G =\operatorname{rank}\mathcal F+\operatorname{rank}\mathcal H.

Soal 16.6

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering, masing-masing ber-rank rr dan ss. Buktikan bahwa hasil kali tensor

𝒪X𝒢 \mathcal F\otimes_{\mathcal O_X}\mathcal G

bebas lokal ber-rank rsrs.

Soal 16.7

Misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering, dan misalkan φ:𝒢\varphi:\mathcal F\to\mathcal G homomorfisme modul injektif. Tunjukkan bahwa berkas hasil bagi 𝒢/\mathcal G/\mathcal F secara umum tidak bebas lokal.

Soal 16.8

Misalkan \mathcal F modul koheren pada skema Noether (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) dan rr\in\mathbb N. Buktikan bahwa sifat-sifat berikut ekuivalen.

  1. \mathcal F bebas lokal ber-rank rr.
  2. Untuk setiap titik PXP\in X, P\mathcal F_P sebagai modul 𝒪X,P\mathcal O_{X,P} bebas ber-rank rr.

Soal 16.9

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema integral Noether dan \mathcal F modul koheren pada XX. Buktikan bahwa terdapat subhimpunan terbuka tak kosong UXU\subseteq X sedemikian sehingga |U\mathcal F|_U bebas.

Soal 16.10

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema Noether dan φ:𝒢\varphi:\mathcal F\to\mathcal G homomorfisme modul-modul koheren \mathcal F dan 𝒢\mathcal G pada XX. Misalkan PXP\in X suatu titik sedemikian sehingga

φP:P𝒢P \varphi_P:\mathcal F_P\longrightarrow\mathcal G_P

merupakan isomorfisme. Buktikan bahwa terdapat lingkungan terbuka PUXP\in U\subseteq X sedemikian sehingga

φ:|U𝒢|U \varphi:\mathcal F|_U\longrightarrow\mathcal G|_U

merupakan isomorfisme.

Soal 16.11

Misalkan RR gelanggang komutatif, MM modul RR datar, dan SS suatu aljabar RR. Buktikan bahwa MRSM\otimes_RS merupakan modul SS datar.

Soal 16.12 ★

Misalkan RR gelanggang komutatif dan MM modul RR. Buktikan bahwa MM merupakan modul projektif jika dan hanya jika terdapat modul lain NN sedemikian sehingga jumlah langsung MNM\oplus N bebas.

Soal 16.13

Misalkan KK lapangan dan R=KnR=K^n gelanggang produk. Buktikan bahwa setiap RR-modul MM bersifat projektif.

Soal 16.14

Berikan contoh suatu gelanggang Artin dan suatu RR-modul MM yang dibangkitkan hingga tetapi tidak projektif.

Soal 16.15

Buktikan bahwa untuk homomorfisme grup surjektif

p:(+),en1n, p:\mathbb Z^{(\mathbb N_+)}\longrightarrow\mathbb Q, \qquad e_n\longmapsto\frac1n,

tidak terdapat homomorfisme grup

i:(+) i:\mathbb Q\longrightarrow\mathbb Z^{(\mathbb N_+)}

dengan pi=Idp\circ i=\operatorname{Id}_{\mathbb Q}. Simpulkan bahwa \mathbb Q, sebagai modul \mathbb Z, tidak projektif.

Soal 16.16

Misalkan RR gelanggang komutatif, MM modul RR projektif, dan TRT\subseteq R suatu sistem multiplikatif. Buktikan bahwa MTM_T merupakan modul RTR_T projektif.

Soal 16.17

Misalkan RR gelanggang komutatif, MM modul RR projektif, dan SS suatu aljabar RR. Buktikan bahwa MRSM\otimes_RS merupakan modul SS projektif.

Soal 16.18

Misalkan RR gelanggang komutatif dan f1,,fnRf_1,\ldots,f_n\in R. Misalkan

𝒮=Syz(f1,,fn) \mathcal S=\operatorname{Syz}(f_1,\ldots,f_n)

berkas sizigi yang bersesuaian pada

U=D(f1,,fn)Spek(R). U=D(f_1,\ldots,f_n)\subseteq\operatorname{Spek}(R).

Berikan secara eksplisit trivialisasi-trivialisasi bagi 𝒮|D(fi)\mathcal S|_{D(f_i)}.

Soal 16.19

Misalkan RR gelanggang bergradasi \mathbb Z dan f1,,fnRf_1,\ldots,f_n\in R unsur-unsur homogen berderajat did_i. Misalkan ideal II yang dibangkitkan oleh fif_i dan ideal irelevan R+R_+ mempunyai radikal yang sama. Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Terdapat barisan eksak pendek

    0Syz(f1,,fn)i=1nR(di)I0 0\longrightarrow\operatorname{Syz}(f_1,\ldots,f_n) \longrightarrow\bigoplus_{i=1}^nR(-d_i) \longrightarrow I \longrightarrow0

    dari modul-modul RR bergradasi dengan homomorfisme-homomorfisme homogen.

  2. Pada Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) terdapat barisan eksak pendek

    0Syz(f1,,fn)i=1n𝒪Y(di)𝒪Y0 0\longrightarrow\operatorname{Syz}(f_1,\ldots,f_n) \longrightarrow\bigoplus_{i=1}^n\mathcal O_Y(-d_i) \longrightarrow\mathcal O_Y \longrightarrow0

    dari berkas-berkas bebas lokal.

  3. Pada D+(fi)D_+(f_i), pembatasan berkas bebas lokal Syz(f1,,fn)\operatorname{Syz}(f_1,\ldots,f_n) isomorfik dengan suatu jumlah langsung berkas-berkas struktur terpuntir.

Soal 16.20

Misalkan \mathcal F berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering. Buktikan bahwa berkas determinan DetF\operatorname{Det}F invertibel.

Soal 16.21

Misalkan \mathcal F berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering dengan berkas dual *\mathcal F^*. Buktikan bahwa untuk berkas determinan berlaku

(DetF)*=Det(F*). (\operatorname{Det}F)^* =\operatorname{Det}(F^*).

Soal 16.22

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan

=1r \mathcal F=\mathcal L_1\oplus\cdots\oplus\mathcal L_r

suatu jumlah langsung berkas-berkas invertibel. Buktikan bahwa

DetF1r. \operatorname{Det}F \cong\mathcal L_1\otimes\cdots\otimes\mathcal L_r.

Soal 16.23

Buktikan bahwa dalam situasi Soal 16.19, berkas determinan dari berkas bebas lokal Syz(f1,,fn)\operatorname{Syz}(f_1,\ldots,f_n) pada Y=Proj(R)Y=\operatorname{Proj}(R) adalah

Det(Syz(f1,,fn))=𝒪Y(i=1ndi). \operatorname{Det}(\operatorname{Syz}(f_1,\ldots,f_n)) =\mathcal O_Y\left(-\sum_{i=1}^n d_i\right).

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 16

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik di antara 23 soal, yaitu solusi Soal 16.12. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 16.1-16.11 dan 16.13-16.23. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Solusi Soal 16.12

Pertama, misalkan MM projektif. Karena MM mempunyai suatu sistem pembangkit viv_i, iIi\in I, terdapat homomorfisme modul RR surjektif

θ:R(I)M. \theta:R^{(I)}\longrightarrow M.

Sifat projektif, yang diterapkan pada identitas

Id:MM, \operatorname{Id}:M\longrightarrow M,

menunjukkan bahwa terdapat homomorfisme modul

ψ:MR(I) \psi:M\longrightarrow R^{(I)}

dengan

θψ=IdM. \theta\circ\psi=\operatorname{Id}_M.

Ini berarti

R(I)=Mkernθ. R^{(I)}=M\oplus\operatorname{kern}\theta.

Sebaliknya, misalkan

MN=F M\oplus N=F

bebas. Diberikan suatu homomorfisme modul RR surjektif

θ:AB \theta:A\longrightarrow B

dan suatu homomorfisme modul

φ:MB. \varphi:M\longrightarrow B.

Terapkan fakta tentang modul bebas pada

φpM:FB. \varphi\circ p_M:F\longrightarrow B.

Kita memperoleh homomorfisme

ρ:FA \rho:F\longrightarrow A

dengan

φpM=θρ. \varphi\circ p_M=\theta\circ\rho.

Pembatasan ρ\rho pada MM mempunyai sifat yang diinginkan, sebab

θ(ρiM)=(θρ)iM=(φpM)iM=φ(pMiM)=φ. \begin{aligned} \theta\circ(\rho\circ i_M) &=(\theta\circ\rho)\circ i_M\\ &=(\varphi\circ p_M)\circ i_M\\ &=\varphi\circ(p_M\circ i_M)\\ &=\varphi. \end{aligned}

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 16.1, 16.2, 16.3, 16.4, 16.5, 16.6, 16.7, 16.8, 16.9, 16.10, 16.11, 16.13, 16.14, 16.15, 16.16, 16.17, 16.18, 16.19, 16.20, 16.21, 16.22, atau 16.23. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 16

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 16 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 16.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 17: Bundel Vektor Geometris

Bundel vektor geometris

Untuk skema afin

U=Spek(R), U=\operatorname{Spek}(R),

skema

𝔸Ur:=Spek(R[T1,,Tr]) \mathbb A_U^r:=\operatorname{Spek}(R[T_1,\ldots,T_r])

bersama proyeksi alaminya ke Spek(R)\operatorname{Spek}(R), yakni pemetaan spektrum yang berasal dari

RR[T1,,Tr], R\longrightarrow R[T_1,\ldots,T_r],

disebut bundel trivial ber-rank rr di atas UU. Untuk titik PSpek(R)P\in\operatorname{Spek}(R) yang bersesuaian dengan homomorfisme gelanggang

Rκ(P), R\longrightarrow\kappa(P),

serat 𝔸Ur\mathbb A_U^r di atas PP adalah 𝔸κ(P)r\mathbb A_{\kappa(P)}^r, yaitu ruang afin berdimensi rr di atas lapangan residu κ(P)\kappa(P).

Untuk skema sembarang XX dengan penutup afin

X=iIUi, X=\bigcup_{i\in I}U_i,

kita mendefinisikan 𝔸Xr\mathbb A_X^r dengan mengeleman 𝔸Uir\mathbb A_{U_i}^r sebagaimana pengeleman UiU_i di dalam XX, menurut Lema 7.10. Bundel trivial ber-rank rr ini dilengkapi proyeksi

𝔸XrX. \mathbb A_X^r\longrightarrow X.

Objek ini juga disebut silinder afin ber-rank rr di atas XX dan ditulis X×𝔸rX\times\mathbb A^r. Bundel-bundel trivial tersebut merupakan blok bangunan lokal bagi konsep bundel vektor geometris di atas suatu skema.

Definisi 17.1: bundel vektor geometris

Misalkan XX suatu skema. Skema VV bersama morfisme

p:VX p:V\longrightarrow X

disebut bundel vektor geometris ber-rank rr di atas XX jika terdapat penutup terbuka

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

dan isomorfisme-UiU_i

ψi:Ui×𝔸r=𝔸UirV|Ui=p1(Ui) \psi_i:U_i\times\mathbb A^r=\mathbb A_{U_i}^r \longrightarrow V|_{U_i}=p^{-1}(U_i)

sedemikian sehingga, untuk setiap subhimpunan terbuka afin UUiUjU\subseteq U_i\cap U_j, pemetaan perubahan basis

ψj1ψi:𝔸Uir|U𝔸Ujr|U \psi_j^{-1}\circ\psi_i: \mathbb A_{U_i}^r|_U\longrightarrow\mathbb A_{U_j}^r|_U

merupakan automorfisme linear. Pada tingkat gelanggang, pemetaan ini berarti diinduksi oleh automorfisme gelanggang polinomial Γ(U,𝒪X)[T1,,Tr]\Gamma(U,\mathcal O_X)[T_1,\ldots,T_r] berbentuk

Tij=1raijTj. T_i\longmapsto\sum_{j=1}^r a_{ij}T_j.

Pemetaan ψi\psi_i disebut trivialisasi bundel vektor tersebut.

Contoh berikut melanjutkan Contoh 14.6.

Contoh 17.2: bundel garis dari ideal standar

Kita tinjau daerah bilangan kuadratik

R=[5], R=\mathbb Z[\sqrt{-5}],

tempat berlaku kesamaan

23=6=(1+5i)(15i), 2\cdot3=6=(1+\sqrt5\,i)(1-\sqrt5\,i),

serta aljabar-RR

A=R[X,Y]/(3X(1i5)Y) A=R[X,Y]/(3X-(1-i\sqrt5)Y)

dengan pemetaan spektrum terkait Spek(A)Spek(R)\operatorname{Spek}(A)\to\operatorname{Spek}(R). Kita mengklaim bahwa objek ini merupakan bundel garis geometris. Untuk itu gunakan penutup terbuka

Spek(R)=D(2)D(3). \operatorname{Spek}(R)=D(2)\cup D(3).

Kita mempunyai

A2=R2[X,Y]/(3X(1i5)Y)R2[S] A_2=R_2[X,Y]/(3X-(1-i\sqrt5)Y)\cong R_2[S]

dengan X2SX\mapsto2S dan Y(1+i5)SY\mapsto(1+i\sqrt5)S. Memang, S=X/2S=X/2, sehingga X=2SX=2S, dan

Y=31i5X=1+i52X=(1+i5)S. Y=\frac{3}{1-i\sqrt5}X =\frac{1+i\sqrt5}{2}X =(1+i\sqrt5)S.

Demikian pula,

A3=R3[X,Y]/(3X(1i5)Y)R3[T] A_3=R_3[X,Y]/(3X-(1-i\sqrt5)Y)\cong R_3[T]

dengan X(1i5)TX\mapsto(1-i\sqrt5)T dan Y3TY\mapsto3T. Memang, T=Y/3T=Y/3, sehingga Y=3TY=3T dan, sebagaimana tercetak pada sumber,

X=1i53Y=1i5|T. X=\frac{1-i\sqrt5}{3}Y={1-i\sqrt5|}T.

Pada D(6)=D(2)D(3)D(6)=D(2)\cap D(3), pemetaan perubahannya diberikan oleh

S=X2=1i52T, S=\frac X2=\frac{1-i\sqrt5}{2}T,

dan karena itu linear.

Contoh 17.3: bundel syzygy pada ruang afin tertusuk

Kita tinjau homomorfisme gelanggang

K[X,Y,Z]K[X,Y,Z][U,V,W]/(XU+YV+ZW), K[X,Y,Z]\longrightarrow K[X,Y,Z][U,V,W]/(XU+YV+ZW),

pemetaan spektrum terkait

Spek(K[X,Y,Z][U,V,W]/(XU+YV+ZW))𝔸K3, \operatorname{Spek} \bigl(K[X,Y,Z][U,V,W]/(XU+YV+ZW)\bigr) \longrightarrow\mathbb A_K^3,

serta pembatasannya

φ:Spek(K[X,Y,Z][U,V,W]/(XU+YV+ZW))D(X)D(Y)D(Z)𝔸K3\{(0,0,0)}=D(X)D(Y)D(Z). \begin{aligned} \varphi:\quad \operatorname{Spek} \bigl(K[X,Y,Z][U,V,W]/(XU+YV+ZW)\bigr) &\supseteq D(X)\cup D(Y)\cup D(Z)\\ &\longrightarrow \mathbb A_K^3\setminus\{(0,0,0)\} =D(X)\cup D(Y)\cup D(Z). \end{aligned}

Pembatasan terakhir ini merupakan bundel vektor geometris ber-rank 22 di atas ruang afin tertusuk. Trivialisasi alaminya diberikan pada D(X)D(X), D(Y)D(Y), dan D(Z)D(Z); bandingkan Contoh 1.2. Sebagai contoh,

(K[X,Y,Z][U,V,W]/(XU+YV+ZW))XK[X,Y,Z]X[V,W], \bigl(K[X,Y,Z][U,V,W]/(XU+YV+ZW)\bigr)_X \cong K[X,Y,Z]_X[V,W],

karena UU dapat dinyatakan sebagai

U=YV+ZWX. U=-\frac{YV+ZW}{X}.

Contoh 17.4: realisasi geometris bundel garis terpuntir

Kita tinjau ruang projektif

Kn=Proj(K[X0,X1,,Xn]) \mathbb P_K^n=\operatorname{Proj}(K[X_0,X_1,\ldots,X_n])

dan spektrum projektif

Wk=Proj(K[X0,X1,,Xn,Y]), W_k=\operatorname{Proj}(K[X_0,X_1,\ldots,X_n,Y]),

dengan deg(Xi)=1\deg(X_i)=1 dan deg(Y)=k\deg(Y)=k. Menurut Teorema 12.11, inklusi homogen

K[X0,X1,,Xn]K[X0,X1,,Xn,Y] K[X_0,X_1,\ldots,X_n] \subset K[X_0,X_1,\ldots,X_n,Y]

menginduksi morfisme skema

p:WkD+(X0,X1,,Xn)=VkKn. p:W_k\supset D_+(X_0,X_1,\ldots,X_n)=V_k \longrightarrow\mathbb P_K^n.

Di atas D+(Xi)D_+(X_i), pemetaan itu berbentuk

D+(Xi)SpekK[XjXi,ji,YXik]D+(Xi)SpekK[XjXi,ji], D_+(X_i) \cong\operatorname{Spek}K\left[ \frac{X_j}{X_i},\ j\ne i,\ \frac{Y}{X_i^k} \right] \longrightarrow D_+(X_i) \cong\operatorname{Spek}K\left[ \frac{X_j}{X_i},\ j\ne i \right],

jadi merupakan bundel garis trivial. Untuk D+(Xi)D_+(X_i) dan D+(Xj)D_+(X_j), pemetaan perubahan di atas

Γ(D+(XiXj),𝒪Kn)=K[XrXi,ri,XsXj,sj] \Gamma(D_+(X_iX_j),\mathcal O_{\mathbb P_K^n}) =K\left[ \frac{X_r}{X_i},\ r\ne i, \frac{X_s}{X_j},\ s\ne j \right]

diberikan oleh

YXikYXjkXjkXik. \frac{Y}{X_i^k} \longmapsto \frac{Y}{X_j^k}\frac{X_j^k}{X_i^k}.

Pemetaan ini linear, sehingga kita memperoleh bundel garis di atas ruang projektif.

Bundel vektor geometris memiliki struktur-struktur tambahan. Pertama, perhatikan kasus

𝔸Spek(R)r=Spek(R[T1,,Tr])Spek(R). \mathbb A_{\operatorname{Spek}(R)}^r =\operatorname{Spek}(R[T_1,\ldots,T_r]) \longrightarrow\operatorname{Spek}(R).

Homomorfisme aljabar-RR

R[T1,,Tr]R,Ti0, R[T_1,\ldots,T_r]\longrightarrow R, \qquad T_i\longmapsto0,

memberi pemetaan spektrum

Spek(R)Spek(R[T1,,Tr]), \operatorname{Spek}(R) \longrightarrow\operatorname{Spek}(R[T_1,\ldots,T_r]),

yang merupakan pembenaman tertutup dan disebut seksi nol. Homomorfisme aljabar-RR

R[T1,,Tr]R[S1,,Sr,T1,,Tr],TiSi+Ti, R[T_1,\ldots,T_r] \longrightarrow R[S_1,\ldots,S_r,T_1,\ldots,T_r], \qquad T_i\longmapsto S_i+T_i,

memberi pemetaan spektrum

α:𝔸Rr+r𝔸Rr×Spek(R)𝔸Rr𝔸Rr, \alpha:\mathbb A_R^{r+r} \cong\mathbb A_R^r\times_{\operatorname{Spek}(R)}\mathbb A_R^r \longrightarrow\mathbb A_R^r,

yang disebut penjumlahan pada bundel vektor. Selanjutnya, homomorfisme aljabar-RR

R[T1,,Tr]R[Z,T1,,Tr],TiZTi, R[T_1,\ldots,T_r]\longrightarrow R[Z,T_1,\ldots,T_r], \qquad T_i\longmapsto ZT_i,

memberi pemetaan spektrum

𝔸Rr+1𝔸R1×Spek(R)𝔸Rr𝔸Rr, \mathbb A_R^{r+1} \cong\mathbb A_R^1\times_{\operatorname{Spek}(R)}\mathbb A_R^r \longrightarrow\mathbb A_R^r,

yang disebut perkalian skalar.

Lema 17.5: operasi pada bundel vektor geometris

Bundel vektor geometris p:VXp:V\to X di atas skema XX mempunyai seksi nol

XV, X\longrightarrow V,

pemetaan penjumlahan

V×XVV, V\times_XV\longrightarrow V,

dan perkalian skalar

𝔸X1×XVV. \mathbb A_X^1\times_XV\longrightarrow V.

Bukti

Pada subhimpunan afin U=Spek(R)XU=\operatorname{Spek}(R)\subseteq X dengan trivialisasi

V|U𝔸UrSpek(R[T1,,Tr]), V|_U\cong\mathbb A_U^r \cong\operatorname{Spek}(R[T_1,\ldots,T_r]),

terdapat seksi nol yang diberikan oleh Ti0T_i\mapsto0. Karena pemetaan perubahan basis linear, pada irisan UiUjU_i\cap U_j seksi ini tidak bergantung pada subhimpunan afin yang dipilih, sehingga terdefinisi dengan baik.

Keberadaan penjumlahan pada dasarnya mengikuti fakta bahwa, untuk isomorfisme aljabar-RR linear

θ:R[T1,,Tr]R[U1,,Ur], \theta:R[T_1,\ldots,T_r]\longrightarrow R[U_1,\ldots,U_r],

diagram

R[T1,,Tr]α*R[T1,,Tr,S1,,Sr]θθ×θR[U1,,Ur]α*R[U1,,Ur,V1,,Vr] \begin{array}{rclcrcl} & R[T_1,\ldots,T_r] & & \xrightarrow{\alpha^*} & & R[T_1,\ldots,T_r,S_1,\ldots,S_r] & \\ {\scriptstyle \theta} & \downarrow & & & & \downarrow & {\scriptstyle \theta\times\theta}\\ & R[U_1,\ldots,U_r] & & \xrightarrow{\alpha^*} & & R[U_1,\ldots,U_r,V_1,\ldots,V_r] & \end{array}

komutatif. Keberadaan perkalian skalar diperoleh dengan cara serupa.

Homomorfisme bundel vektor

Definisi 17.6: homomorfisme bundel vektor

Misalkan VV dan WW bundel vektor di atas suatu skema XX. Homomorfisme bundel vektor φ:VW\varphi:V\to W adalah morfisme skema dari VV ke WW di atas XX dengan sifat berikut. Untuk setiap titik PXP\in X, terdapat lingkungan terbuka afin PUXP\in U\subseteq X yang memperhalus lingkungan trivialisasi kedua bundel tersebut, yakni UUi,UjU\subseteq U_i,U_j' untuk beberapa i,ji,j, dan komposisi

𝔸Urψi|UV|Uφ|UW|Uθj1|U𝔸Us \mathbb A_U^r \xrightarrow{\ \psi_i|_U\ }V|_U \xrightarrow{\ \varphi|_U\ }W|_U \xrightarrow{\ \theta_j^{-1}|_U\ }\mathbb A_U^s

pada tingkat gelanggang diberikan oleh homomorfisme substitusi linear.

Dalam pernyataan berikut, kernel harus dipahami sebagai pracitra seksi nol; jadi, pada setiap serat, sebagai pracitra titik nol. Untuk homomorfisme bundel vektor, pemetaan serat di atas setiap titik PXP\in X diberikan oleh matriks di atas lapangan residu κ(P)\kappa(P). Akan tetapi, dalam ruang afin di atas lapangan ini terdapat titik-titik dengan lapangan residu yang sangat beragam, sehingga konsep-konsep aljabar linear harus diterapkan dengan kehati-hatian.

Lema 17.7: kernel homomorfisme surjektif

Misalkan VV dan WW bundel vektor di atas skema XX, dan φ:VW\varphi:V\to W homomorfisme bundel vektor surjektif. Maka kernel yang diambil titik demi titik merupakan bundel vektor di atas XX.

Bukti

Lihat Soal 17.18.

Tanpa syarat surjektivitas, kernel suatu homomorfisme bundel vektor tidak perlu menjadi bundel vektor. Dalam Contoh 17.3, kernel yang didefinisikan titik demi titik hanya merupakan bundel vektor pada spektrum tertusuk; di titik nol, kernel itu berdegenerasi menjadi ruang vektor berdimensi tiga.

Bundel vektor dan berkas bebas lokal

Definisi 17.8: berkas seksi

Untuk bundel vektor geometris p:VXp:V\to X pada suatu skema XX, berkas \mathcal F yang pada subhimpunan terbuka UXU\subseteq X didefinisikan oleh

Γ(U,)={s:UV|U morfisme skemaps=IdU} \Gamma(U,\mathcal F) =\{s:U\to V|_U\text{ morfisme skema}\mid p\circ s=\operatorname{Id}_U\}

disebut berkas seksi dalam VV.

Lema 17.9: berkas seksi bebas lokal

Untuk bundel vektor geometris p:VXp:V\to X, berkas seksi \mathcal F adalah berkas bebas lokal.

Bukti

Karena terdapat penjumlahan

V×XVV, V\times_XV\longrightarrow V,

Soal 17.19 memberi penjumlahan yang terdefinisi dengan baik pada berkas seksi. Menurut Soal 17.11, hal ini menjadikan \mathcal F berkas grup komutatif. Perkalian skalar

𝔸X1×XVV \mathbb A_X^1\times_XV\longrightarrow V

memberi \mathcal F struktur modul-𝒪X\mathcal O_X. Untuk himpunan terbuka UXU\subseteq X dengan V|U𝔸UrV|_U\cong\mathbb A_U^r, kita mempunyai

|U(𝒪X|U)r, \mathcal F|_U\cong(\mathcal O_X|_U)^r,

sehingga \mathcal F bebas lokal.

Bundel vektor geometris dan berkas bebas lokal pada hakikatnya merupakan objek-objek yang ekuivalen.

Teorema 17.10: kesesuaian bundel vektor dan berkas bebas lokal

Pada suatu skema, bundel vektor geometris bersesuaian dengan berkas bebas lokal. Selain itu, homomorfisme bundel vektor bersesuaian dengan homomorfisme modul-𝒪X\mathcal O_X.

Bundel vektor geometris VV di atas XX dipasangkan dengan berkas seksi 𝒮V\mathcal S_V yang bebas lokal menurut Lema 17.9. Homomorfisme bundel vektor φ:VW\varphi:V\to W dipasangkan dengan homomorfisme modul 𝒮V𝒮W\mathcal S_V\to\mathcal S_W yang memetakan seksi s:UV|Us:U\to V|_U ke seksi φs:UW|U\varphi\circ s:U\to W|_U.

Bukti

Pertama kita tunjukkan bahwa setiap berkas bebas lokal isomorfik dengan berkas seksi suatu bundel vektor. Berkas bebas lokal \mathcal F ber-rank rr diberikan oleh penutup terbuka

X=iIUi, X=\bigcup_{i\in I}U_i,

dengan UiU_i dapat dipilih afin, serta isomorfisme

φi:𝒪Uir|Ui. \varphi_i:\mathcal O_{U_i}^r\longrightarrow\mathcal F|_{U_i}.

Menurut Teorema 13.10, komposisi

𝒪Uir|UiUj=𝒪UiUjrφi|UiUj|UiUjφj1|UiUj𝒪UiUjr=𝒪Ujr|UiUj \mathcal O_{U_i}^r|_{U_i\cap U_j} =\mathcal O_{U_i\cap U_j}^r \xrightarrow{\ \varphi_i|_{U_i\cap U_j}\ } \mathcal F|_{U_i\cap U_j} \xrightarrow{\ \varphi_j^{-1}|_{U_i\cap U_j}\ } \mathcal O_{U_i\cap U_j}^r =\mathcal O_{U_j}^r|_{U_i\cap U_j}

diberikan oleh ekfke_k\mapsto f_k dengan

fkΓ(UiUj,𝒪UiUjr). f_k\in\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal O_{U_i\cap U_j}^r).

Di sini fk=(fk)1rf_k=(f_{k\ell})_{1\leq\ell\leq r} dengan

fkΓ(UiUj,𝒪X). f_{k\ell}\in\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal O_X).

Determinan matriks (fk)k(f_{k\ell})_{k\ell} merupakan unit dalam Γ(UiUj,𝒪X)\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal O_X). Melalui

Tk=1rfkS, T_k\longmapsto\sum_{\ell=1}^r f_{k\ell}S_\ell,

data ini mendefinisikan isomorfisme aljabar-Γ(UiUj,𝒪X)\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal O_X) linear

Γ(UiUj,𝒪X)[T1,,Tr]Γ(UiUj,𝒪X)[S1,,Sr] \Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal O_X)[T_1,\ldots,T_r] \longrightarrow \Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal O_X)[S_1,\ldots,S_r]

dan isomorfisme skema

φji:𝔸UiUjr𝔸UiUjr, \varphi_{ji}:\mathbb A_{U_i\cap U_j}^r \longrightarrow\mathbb A_{U_i\cap U_j}^r,

dengan bentuk yang disyaratkan dalam definisi bundel vektor geometris.

Pertimbangkan data pengeleman ruang-ruang berdering

(Wi=𝔸Uir,Wij=𝔸Uir|UjWi,φji:WijWji). (W_i=\mathbb A_{U_i}^r, \ W_{ij}=\mathbb A_{U_i}^r|_{U_j}\subseteq W_i, \ \varphi_{ji}:W_{ij}\longrightarrow W_{ji}).

Syarat kokikel terpenuhi karena data ini berasal dari objek global \mathcal F. Menurut Lema 7.10 terdapat skema WW yang merealisasikan data pengeleman ini. Proyeksi-proyeksi lokal

Wi=𝔸UirUi W_i=\mathbb A_{U_i}^r\longrightarrow U_i

mengeleman menjadi morfisme skema

WX. W\longrightarrow X.

Berdasarkan konstruksinya, ini merupakan bundel vektor geometris di atas XX. Misalkan 𝒮\mathcal S berkas seksi WW. Kita mengklaim bahwa terdapat isomorfisme alami

𝒮. \mathcal F\longrightarrow\mathcal S.

Konstruksi tersebut memberi isomorfisme berkas alami

|Ui𝒮|Ui \mathcal F|_{U_i}\longrightarrow\mathcal S|_{U_i}

untuk setiap UiU_i, dan pembatasannya pada irisan UiUjU_i\cap U_j saling bersesuaian. Menurut Korolari 4.10, terdapat homomorfisme berkas global, dan menurut Lema 4.6 homomorfisme ini merupakan isomorfisme. Injektivitas korespondensi mengikuti karena suatu bundel vektor, hingga isomorfisme, dapat direkonstruksi dari berkas seksinya melalui konstruksi di atas. Untuk pernyataan mengenai homomorfisme, lihat Soal 17.21, 17.22, dan 17.23.

Di bawah ekuivalensi ini, berkas bebas ber-rank rr bersesuaian dengan ruang afin 𝔸Xr\mathbb A_X^r di atas XX.

Contoh 17.11: injektivitas pada bundel dan pada berkas

Misalkan RR gelanggang komutatif dan fRf\in R. Melalui

Spek(R[T])=𝔸R1Spek(R[T])=𝔸R1,TfT, \operatorname{Spek}(R[T])=\mathbb A_R^1 \longrightarrow \operatorname{Spek}(R[T])=\mathbb A_R^1, \qquad T\longmapsto fT,

unsur ff mendefinisikan homomorfisme bundel vektor. Pada serat di atas titik-titik PSpek(R)P\in\operatorname{Spek}(R) tempat ff merupakan unit, yakni titik-titik dalam D(f)D(f), pemetaan ini bijektif; pada titik-titik lainnya, pemetaan itu merupakan pemetaan nol. Jadi pemetaan ini injektif—dan sekaligus surjektif serta bijektif—hanya jika ff merupakan unit.

Namun, perkalian oleh ff juga mendefinisikan homomorfisme berkas struktur

𝒪X𝒪X,1f. \mathcal O_X\longrightarrow\mathcal O_X, \qquad1\longmapsto f.

Dengan demikian, pada setiap subhimpunan terbuka UX=Spek(R)U\subseteq X=\operatorname{Spek}(R) terdapat homomorfisme modul Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X)

Γ(U,𝒪X)Γ(U,𝒪X),rrf. \Gamma(U,\mathcal O_X)\longrightarrow\Gamma(U,\mathcal O_X), \qquad r\longmapsto rf.

Homomorfisme berkas ini injektif tepat ketika ff bukan pembagi nol di RR, dan bijektif tepat ketika ff merupakan unit. Jadi pengertian injektivitas untuk bundel vektor dan berkas bebas lokal tidak berimpit.

Lembar Kerja 17: Bundel Vektor Geometris

Pada batas authority yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 24 soal. Peta soal mencatat hasil kandidat negatif untuk Soal 17.1–17.24; edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 17.1

Bandingkan Definisi 17.1 tentang bundel vektor geometris di atas suatu skema dengan Definisi 1.4 tentang bundel vektor riil di atas ruang topologis.

Soal 17.2

Misalkan p:VXp:V\to X bundel vektor geometris ber-rank rr di atas skema XX. Buktikan bahwa serat pp di atas titik PXP\in X isomorfik dengan 𝔸κ(P)r\mathbb A_{\kappa(P)}^r.

Soal 17.3

Apakah bundel vektor ber-rank 00 di atas suatu skema XX itu?

Soal 17.4

Bahas bundel garis trivial

Spek([X])=𝔸1Spek(). \operatorname{Spek}(\mathbb Z[X]) =\mathbb A_{\mathbb Z}^1 \longrightarrow\operatorname{Spek}(\mathbb Z).

Apa yang dapat dikatakan tentang serat-seratnya, tentang seksi-seksinya, dan tentang subhimpunan tertutup YSpek([X])Y\subseteq\operatorname{Spek}(\mathbb Z[X]) beserta citranya dalam Spek()\operatorname{Spek}(\mathbb Z)?

Soal 17.5

Tentukan secara eksplisit trivialisasi dan pemetaan perubahan basis dalam Contoh 17.3.

Soal 17.6

Buktikan bahwa untuk k=0k=0 dalam Contoh 17.4 diperoleh bundel garis trivial

𝔸Kn1=𝔸K1×KnKn. \mathbb A_{\mathbb P_K^n}^1 =\mathbb A_K^1\times\mathbb P_K^n \longrightarrow\mathbb P_K^n.

Soal 17.7

Buktikan bahwa untuk k=1k=1 dalam Contoh 17.4 diperoleh apa yang disebut proyeksi menjauhi sebuah titik,

Kn+1Kn+1\(0,0,,0,1)=V1Kn. \mathbb P_K^{n+1} \supset \mathbb P_K^{n+1}\setminus(0,0,\ldots,0,1) =V_1 \longrightarrow\mathbb P_K^n.

Soal 17.8

Misalkan XX skema, dan misalkan p:VXp:V\to X serta WXW\to X bundel vektor di atas XX yang masing-masing ber-rank rr dan ss. Definisikan jumlah langsung V×XWV\times_XW dari kedua bundel vektor dengan merujuk pada trivialisasi simultan

V|U𝔸Ur,W|U𝔸Us. V|_U\cong\mathbb A_U^r, \qquad W|_U\cong\mathbb A_U^s.

Jadi harus berlaku

(V×XW)UV|U×UW|U𝔸Ur+s. (V\times_XW)_U \cong V|_U\times_UW|_U \cong\mathbb A_U^{r+s}.

Soal 17.9

Definisikan konstruksi-konstruksi dari aljabar linear, seperti jumlah langsung, dual, hasil kali tensor, dan hasil kali eksterior, untuk bundel vektor geometris di atas suatu skema.

Gunakan Kuliah 3 sebagai panduan.

Soal 17.10

Buktikan bahwa seksi nol suatu bundel vektor geometris VXV\to X merupakan pembenaman tertutup.

Soal 17.11

Misalkan p:VXp:V\to X bundel vektor di atas XX. Buktikan bahwa penjumlahan α:V×XVV\alpha:V\times_XV\to V mempunyai sifat-sifat berikut. Sekaligus buktikan bahwa morfisme-morfisme yang ditampilkan memang ada.

  1. Diagram

    VId×(Np)V×XVIdαV=V \begin{array}{rclcrcl} & V & & \xrightarrow{\operatorname{Id}\times(N\circ p)} & & V\times_XV & \\ {\scriptstyle \operatorname{Id}} & \downarrow & & & & \downarrow & {\scriptstyle \alpha}\\ & V & & = & & V & \end{array}

    komutatif, dengan N:XVN:X\to V menyatakan seksi nol.

  2. Diagram

    V×XVπV×XVααV=V \begin{array}{rclcrcl} & V\times_XV & & \xrightarrow{\pi} & & V\times_XV & \\ {\scriptstyle \alpha} & \downarrow & & & & \downarrow & {\scriptstyle \alpha}\\ & V & & = & & V & \end{array}

    komutatif, dengan π\pi menyatakan pertukaran kedua faktor.

  3. Diagram

    V×XV×XVα×IdV×XVId×ααV×XVαV \begin{array}{rclcrcl} & V\times_XV\times_XV & & \xrightarrow{\alpha\times\operatorname{Id}} & & V\times_XV & \\ {\scriptstyle \operatorname{Id}\times\alpha} & \downarrow & & & & \downarrow & {\scriptstyle \alpha}\\ & V\times_XV & & \xrightarrow{\alpha} & & V & \end{array}

    komutatif.

Untuk soal berikut, bandingkan Soal 1.6.

Soal 17.12

Misalkan KK lapangan. Kita tinjau

A=K[X,Y,U,V]/(XU+YV1), A=K[X,Y,U,V]/(XU+YV-1),

pemetaan spektrum

Spek(A)Spek(K[X,Y])=𝔸K2, \operatorname{Spek}(A) \longrightarrow \operatorname{Spek}(K[X,Y])=\mathbb A_K^2,

dan pembatasan

p:Spek(A)=D(X,Y)=VU=D(X,Y)𝔸K2. p:\operatorname{Spek}(A)=D(X,Y)=V \longrightarrow U=D(X,Y)\subseteq\mathbb A_K^2.

Kesamaan di sebelah kiri didasarkan pada apa? Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Pemetaan pp pada D(X)D(X) dan pada D(Y)D(Y) isomorfik dengan garis afin di atas basis.
  2. Pemetaan p:VUp:V\to U tidak mempunyai seksi.
  3. VV bukan bundel garis.

Soal 17.13

Misalkan RR aljabar komutatif bertipe hingga di atas lapangan KK. Misalkan f1,,fn,ff_1,\ldots,f_n,f unsur-unsur RR, dan misalkan

A=R[T1,,Tn]/(f1T1++fnTn+f) A=R[T_1,\ldots,T_n]/(f_1T_1+\cdots+f_nT_n+f)

aljabar pemaksa untuk data ini. Misalkan

p:Spek(A)V=D(f1,,fn)U=D(f1,,fn)Spek(R) p:\operatorname{Spek}(A) \supseteq V=D(f_1,\ldots,f_n) \longrightarrow U=D(f_1,\ldots,f_n)\subseteq\operatorname{Spek}(R)

pemetaan spektrum yang dibatasi. Buktikan bahwa terdapat penutup terbuka afin

U=iIUi U=\bigcup_{i\in I}U_i

sedemikian sehingga p1(Ui)p^{-1}(U_i) isomorfik dengan Ui×𝔸n1U_i\times\mathbb A^{n-1}, dan bahwa pemetaan-pemetaan perubahannya bersifat afin-linear.

Soal 17.14

Buktikan bahwa homomorfisme bundel vektor trivial

φ:𝔸Spek(R)r𝔸Spek(R)s \varphi:\mathbb A_{\operatorname{Spek}(R)}^r \longrightarrow \mathbb A_{\operatorname{Spek}(R)}^s

di atas skema afin Spek(R)\operatorname{Spek}(R) diberikan oleh matriks berukuran s×rs\times r di atas RR.

Soal 17.15

Buktikan bahwa homomorfisme bundel vektor

φ:VW \varphi:V\longrightarrow W

di atas XX memetakan seksi nol VV, yang dipandang sebagai subskema tertutup, ke dalam seksi nol WW.

Soal 17.16

Misalkan φ:VW\varphi:V\to W homomorfisme bundel vektor V,WV,W di atas XX. Buktikan bahwa diagram

V×XVφ×φW×XWααVφW \begin{array}{rclcrcl} & V\times_XV & & \xrightarrow{\varphi\times\varphi} & & W\times_XW & \\ {\scriptstyle \alpha} & \downarrow & & & & \downarrow & {\scriptstyle \alpha}\\ & V & & \xrightarrow{\varphi} & & W & \end{array}

komutatif. Dengan kata lain, homomorfisme bundel vektor kompatibel dengan penjumlahan.

Soal 17.17

Kita tinjau homomorfisme bundel vektor trivial

φ:𝔸Spek()2𝔸Spek()2 \varphi:\mathbb A_{\operatorname{Spek}(\mathbb Z)}^2 \longrightarrow \mathbb A_{\operatorname{Spek}(\mathbb Z)}^2

di atas Spek()\operatorname{Spek}(\mathbb Z) yang diberikan oleh matriks

(5674). \begin{pmatrix} 5&6\\ 7&4 \end{pmatrix}.

Tentukan titik-titik PSpek()P\in\operatorname{Spek}(\mathbb Z) tempat pemetaan serat terkait bersifat injektif, dan tempat pemetaan tersebut bersifat surjektif.

Soal 17.18

Misalkan VV dan WW bundel vektor di atas suatu skema XX, dan misalkan φ:VW\varphi:V\to W homomorfisme bundel vektor surjektif. Buktikan bahwa kernel yang diambil titik demi titik merupakan bundel vektor di atas XX.

Soal 17.19

Misalkan VV dan WW bundel vektor di atas suatu skema XX. Buktikan bahwa berkas seksi jumlah langsung V×XWV\times_XW sama dengan jumlah langsung berkas seksi VV dan berkas seksi WW.

Soal 17.20

Buktikan bahwa berkas seksi bundel garis

VkKn V_k\longrightarrow\mathbb P_K^n

dari Contoh 17.4 adalah berkas struktur terpuntir 𝒪Kn(k)\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(k).

Soal 17.21

Misalkan p:YXp:Y\to X dan q:ZXq:Z\to X skema-skema di atas suatu skema XX, dan misalkan φ:YZ\varphi:Y\to Z morfisme skema di atas XX. Buktikan bahwa pemetaan berkas seksi terkait dalam kategori skema

𝒮Y𝒮Z, \mathcal S_Y\longrightarrow\mathcal S_Z,

yang memetakan seksi s:Up1(U)s:U\to p^{-1}(U) ke seksi φs:Uq1(U)\varphi\circ s:U\to q^{-1}(U), merupakan morfisme berkas.

Soal 17.22

Misalkan φ:VW\varphi:V\to W homomorfisme bundel vektor antara bundel-bundel vektor VV dan WW di atas XX, dan misalkan

ψ:𝒮V𝒮W \psi:\mathcal S_V\longrightarrow\mathcal S_W

morfisme berkas terkait antara berkas-berkas seksi. Buktikan bahwa ψ\psi merupakan homomorfisme modul-𝒪X\mathcal O_X.

Soal 17.23

Misalkan VV dan WW bundel vektor di atas skema XX, dan misalkan 𝒮V,𝒮W\mathcal S_V,\mathcal S_W berkas seksi yang terkait. Buktikan bahwa pemetaan

Hom(V,W)Hom(𝒮V,𝒮W), \operatorname{Hom}(V,W) \longrightarrow \operatorname{Hom}(\mathcal S_V,\mathcal S_W),

yang memetakan homomorfisme bundel vektor ke homomorfisme modul-𝒪X\mathcal O_X terkait, merupakan bijeksi. Buktikan pula bahwa di bawah korespondensi ini, isomorfisme bersesuaian dengan isomorfisme.

Soal 17.24

Misalkan VV dan WW bundel vektor di atas suatu skema XX, dan misalkan \mathcal F dan 𝒢\mathcal G berkas seksi bebas lokal yang terkait. Misalkan φ:VW\varphi:V\to W homomorfisme bundel vektor dan ψ:𝒢\psi:\mathcal F\to\mathcal G homomorfisme berkas terkait. Buktikan bahwa pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen.

  1. φ\varphi merupakan morfisme skema surjektif.

  2. Pada setiap titik PXP\in X, pemetaan serat V(x)W(x)V(x)\to W(x) bersifat surjektif.

  3. Homomorfisme ψ:𝒢\psi:\mathcal F\to\mathcal G bersifat surjektif.

  4. Terdapat penutup terbuka X=iIUiX=\bigcup_{i\in I}U_i dan seksi lokal berupa homomorfisme bundel vektor

    si:W|UiV|Ui s_i:W|_{U_i}\longrightarrow V|_{U_i}

    untuk φ\varphi.

  5. Terdapat penutup terbuka X=iIUiX=\bigcup_{i\in I}U_i dan seksi lokal berupa homomorfisme modul

    ti:𝒢|Ui|Ui t_i:\mathcal G|_{U_i}\longrightarrow\mathcal F|_{U_i}

    untuk ψ\psi.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 17

Pada batas authority yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 24 soal Lembar Kerja 17. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 17.1–17.24. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada batas authority yang dibekukan untuk Soal 17.1–17.24. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 17

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 17 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 17.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 18: Diferensial Kähler

Modul diferensial Kähler

Pada suatu manifold MM terdapat bundel tangen

TMM. TM\longrightarrow M.

Di atas sebuah titik PMP\in M, bundel ini terdiri atas ruang tangen TPMT_PM, yang diberikan oleh kelas-kelas ekuivalensi kurva terdiferensialkan

[ϵ,ϵ]M [-\epsilon,\epsilon]\longrightarrow M

yang melalui PP. Bundel tangen adalah bundel vektor real di atas MM yang mencirikan manifold tersebut dan memungkinkan kita mendefinisikan banyak invarian manifold. Kita hendak mendefinisikan objek yang bersesuaian untuk suatu skema, katakanlah skema bertipe hingga di atas sebuah lapangan. Pemindahan langsung konsep analitik tidak mungkin dilakukan karena tidak ada pengganti langsung bagi kurva terdiferensialkan. Oleh karena itu, kita bertolak dari sudut pandang lain terhadap bundel tangen.

Sebuah seksi kontinu atau terdiferensialkan dalam bundel tangen, di atas suatu himpunan terbuka UMU\subseteq M, disebut medan vektor kontinu atau terdiferensialkan. Medan vektor FF memasangkan kepada setiap titik PUP\in U sebuah vektor tangen

F(P)TPM. F(P)\in T_PM.

Fungsi terdiferensialkan pada MM dapat diturunkan sepanjang medan vektor FF, dan hasilnya kembali merupakan sebuah fungsi. Kita menetapkan

(DF(f))(P):=(DF(P)f)(P), (D_F(f))(P):=(D_{F(P)}f)(P),

dengan (DF(P)f)(P)(D_{F(P)}f)(P) menyatakan turunan berarah ff pada PP ke arah F(P)F(P). Turunan berarah ini dapat dihitung dalam setiap peta; berkat aturan rantai, hasilnya tidak bergantung pada peta yang dipilih. Jika MM terdiferensialkan tak hingga kali, kita memperoleh pemetaan

DF:C(U,)C(U,),fDF(f). D_F:C^\infty(U,\mathbb R)\longrightarrow C^\infty(U,\mathbb R), \qquad f\longmapsto D_F(f).

Pemetaan ini merupakan derivasi linear-\mathbb R dalam pengertian definisi aljabar murni berikut. Berangkat dari derivasi, kita akan memperkenalkan modul diferensial Kähler dan, secara dual, mengembangkan berkas tangen dalam konteks teori skema. Berkas tersebut bebas lokal apabila skemanya tidak mempunyai singularitas. Dalam kuliah ini kita meninjau situasi afin dan tidak menyajikan bukti.

Definisi 18.1: derivasi aljabar

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA aljabar komutatif RR, dan MM modul AA. Suatu pemetaan linear-RR

δ:AM \delta:A\longrightarrow M

yang memenuhi

δ(ab)=aδ(b)+bδ(a) \delta(ab)=a\delta(b)+b\delta(a)

untuk semua a,bAa,b\in A disebut derivasi RR dengan nilai dalam MM.

Aturan yang digunakan di sini disebut aturan Leibniz. Sering kali M=AM=A. Sebagai contoh, untuk gelanggang polinomial

A=R[X1,,Xn], A=R[X_1,\ldots,X_n],

turunan parsial formal ke-ii

Xi \frac{\partial}{\partial X_i}

merupakan derivasi RR dari AA ke AA. Himpunan derivasi dari AA ke MM secara alami merupakan modul AA dan dilambangkan

DerR(A,M). \operatorname{Der}_R(A,M).

Definisi 18.2: modul diferensial Kähler

Misalkan RR gelanggang komutatif dan AA aljabar komutatif RR. Modul AA yang dibangkitkan oleh semua simbol d(a)d(a), aAa\in A, dengan mengidentifikasi

d(ab)=ad(b)+bd(a)untuk semua a,bA d(ab)=ad(b)+bd(a)\qquad\text{untuk semua }a,b\in A

dan

d(ra+sb)=rd(a)+sd(b)untuk semua r,sR dan a,bA, d(ra+sb)=rd(a)+sd(b) \qquad\text{untuk semua }r,s\in R\text{ dan }a,b\in A,

disebut modul diferensial Kähler dari AA di atas RR. Modul ini dilambangkan

ΩA/R. \Omega_{A/R}.

Dalam konstruksi ini, kita mulai dengan modul AA bebas FF yang mempunyai dada, aAa\in A, sebagai basis, lalu membentuk modul kelas sisanya terhadap submodul yang dibangkitkan oleh unsur-unsur

d(ab)ad(b)bd(a)(a,bA) d(ab)-ad(b)-bd(a)\qquad(a,b\in A)

dan

d(ra+sb)rd(a)sd(b)(r,sR dan a,bA). d(ra+sb)-rd(a)-sd(b) \qquad(r,s\in R\text{ dan }a,b\in A).

Pemetaan

d:AΩA/R,ad(a)=da, d:A\longrightarrow\Omega_{A/R}, \qquad a\longmapsto d(a)=da,

disebut derivasi universal. Pemeriksaan langsung menunjukkan bahwa ini memang suatu derivasi RR. Unsur-unsur ΩA/R\Omega_{A/R} disebut bentuk diferensial aljabar.

Lema 18.3: sifat universal

Misalkan RR gelanggang komutatif dan AA aljabar komutatif RR. Modul diferensial Kähler ΩA/R\Omega_{A/R} mempunyai sifat universal berikut. Untuk setiap modul AA MM dan setiap derivasi RR

δ:AM, \delta:A\longrightarrow M,

terdapat tepat satu pemetaan linear-AA

ϵ:ΩA/RM \epsilon:\Omega_{A/R}\longrightarrow M

yang memenuhi ϵd=δ\epsilon\circ d=\delta.

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

Untuk setiap dada, aAa\in A, harus berlaku ϵ(da)=δ(a)\epsilon(da)=\delta(a). Karena unsur-unsur dada membangkitkan ΩA/R\Omega_{A/R} sebagai modul AA, paling banyak terdapat satu homomorfisme seperti itu.

Misalkan FF modul bebas dengan basis dada, aAa\in A. Penetapan

ϵ̃(da)=δ(a) \widetilde\epsilon(da)=\delta(a)

menentukan suatu homomorfisme modul AA

ϵ̃:FM. \widetilde\epsilon:F\longrightarrow M.

Kita mempunyai ΩA/R=F/U\Omega_{A/R}=F/U, dengan UU submodul yang dibangkitkan oleh unsur-unsur yang menyatakan aturan Leibniz dan linearitas. Karena δ\delta suatu derivasi, ϵ̃\widetilde\epsilon memetakan UU ke 00. Maka teorema homomorfisme memberi satu-satunya pemetaan linear-AA

ϵ:ΩA/RF/UM \epsilon:\Omega_{A/R}\cong F/U\longrightarrow M

dengan

ϵ(da)=ϵ̃(da)=δ(a). \epsilon(da)=\widetilde\epsilon(da)=\delta(a).

Pernyataan ini dapat pula dinyatakan sebagai isomorfisme modul AA alami

DerR(A,M)HomA(ΩA/R,M). \operatorname{Der}_R(A,M) \cong\operatorname{Hom}_A(\Omega_{A/R},M).

Khususnya,

DerR(A,A)HomA(ΩA/R,A)=ΩA/R*, \operatorname{Der}_R(A,A) \cong\operatorname{Hom}_A(\Omega_{A/R},A) =\Omega_{A/R}^*,

dengan ruas kanan merupakan modul dual.

Lema 18.4: sifat-sifat elementer

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA aljabar komutatif RR, dan ΩA/R\Omega_{A/R} modul diferensial Kähler. Maka sifat-sifat berikut berlaku.

  1. dr=0dr=0 untuk semua rRr\in R.

  2. ΩA/R\Omega_{A/R} dapat dideskripsikan sebagai modul kelas sisa modul AA bebas dengan basis dada, aAa\in A, terhadap submodul yang dibangkitkan oleh relasi-relasi Leibniz dan oleh drdr, rRr\in R.

  3. Jika A=R[x1,,xn]A=R[x_1,\ldots,x_n], maka dxidx_i, i=1,,ni=1,\ldots,n, merupakan sistem pembangkit modul AA bagi ΩA/R\Omega_{A/R}.

  4. Misalkan

    A=R[x1,,xn]=R[X1,,Xn]/𝔞. A=R[x_1,\ldots,x_n] =R[X_1,\ldots,X_n]/\mathfrak a.

    Untuk polinomial FR[X1,,Xn]F\in R[X_1,\ldots,X_n] dan unsur terkait f=F(x1,,xn)Af=F(x_1,\ldots,x_n)\in A, di dalam ΩA/R\Omega_{A/R} berlaku

    df=Fx1(x1,,xn)dx1++Fxn(x1,,xn)dxn, df= \frac{\partial F}{\partial x_1}(x_1,\ldots,x_n)dx_1 +\cdots+ \frac{\partial F}{\partial x_n}(x_1,\ldots,x_n)dx_n,

    dengan F/xi\partial F/\partial x_i menyatakan derivasi parsial ke-ii.

  5. Untuk diagram komutatif

    RSAφB, \begin{matrix} R&\longrightarrow&S\\ \downarrow&&\downarrow\\ A&\xrightarrow{\ \varphi\ }&B, \end{matrix}

    dengan panah-panahnya homomorfisme gelanggang, terdapat tepat satu pemetaan linear-AA

    ΩA/RΩB/S,dadφ(a). \Omega_{A/R}\longrightarrow\Omega_{B/S}, \qquad da\longmapsto d\varphi(a).

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

  1. Misalkan rRr\in R. Berdasarkan linearitas RR, d(r1)=rd(1)d(r1)=rd(1). Berdasarkan aturan hasil kali,

    d(1)=d(11)=1d(1)+1d(1), d(1)=d(1\cdot1)=1d(1)+1d(1),

    sehingga pengurangan memberi d(1)=0d(1)=0.

  2. Kita buktikan bahwa submodul VV yang dimaksud sama dengan submodul UU yang dibangkitkan oleh semua relasi Leibniz dan relasi linearitas. Berdasarkan bagian (1), inklusi VUV\subseteq U jelas. Untuk a,bAa,b\in A dan r,sRr,s\in R, modulo VV berlaku

    d(ra+sb)=d(ra)+d(sb)=rda+adr+sdb+bds=rda+sdb, \begin{aligned} d(ra+sb) &=d(ra)+d(sb)\\ &=rda+adr+sdb+bds\\ &=rda+sdb, \end{aligned}

    sehingga relasi-relasi linearitas juga termasuk dalam VV.

  3. Ini mengikuti dari linearitas dan aturan Leibniz.

  4. Kedua ruas linear-RR, sehingga cukup membuktikan pernyataan untuk monomial. Untuk monomial, pernyataan dibuktikan dengan induksi pada derajat total monomial.

  5. Karena BB merupakan aljabar AA melalui φ:AB\varphi:A\to B, ΩB/S\Omega_{B/S} juga merupakan modul AA. Komposisi

    AφBdΩB/S A\xrightarrow{\ \varphi\ }B \xrightarrow{\ d\ }\Omega_{B/S}

    adalah derivasi RR, sebagaimana dapat diperiksa langsung. Berdasarkan sifat universal ΩA/R\Omega_{A/R}, terdapat tepat satu pemetaan linear-AA

    φ̃:ΩA/RΩB/S \widetilde\varphi:\Omega_{A/R}\longrightarrow\Omega_{B/S}

    dengan dφ(a)=φ̃(da)d\varphi(a)=\widetilde\varphi(da).

Lema 18.5: modul diferensial gelanggang polinomial

Misalkan RR gelanggang komutatif dan

A=R[X1,,Xn] A=R[X_1,\ldots,X_n]

gelanggang polinomial dalam nn variabel di atas RR. Maka modul diferensial Kähler merupakan modul AA bebas dengan basis

dX1,dX2,,dXn. dX_1,dX_2,\ldots,dX_n.

Terhadap basis ini, derivasi universal diberikan oleh

AAdX1AdXn,FdF=FX1dX1++FXndXn. \begin{aligned} A&\longrightarrow AdX_1\oplus\cdots\oplus AdX_n,\\ F&\longmapsto dF =\frac{\partial F}{\partial X_1}dX_1 +\cdots+ \frac{\partial F}{\partial X_n}dX_n. \end{aligned}

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

Misalkan GG modul AA bebas yang dibangkitkan oleh simbol-simbol dXidX_i. Pemetaan

φ:GΩA/R \varphi:G\longrightarrow\Omega_{A/R}

yang memetakan unsur basis dXidX_i ke diferensial dXidX_i surjektif menurut Lema 18.4(3). Turunan parsial ke-ii

Xi:AA,FFXi, \frac{\partial}{\partial X_i}:A\longrightarrow A, \qquad F\longmapsto\frac{\partial F}{\partial X_i},

merupakan derivasi RR. Sifat universal modul bentuk diferensial karena itu memberi pemetaan linear-AA

pi:ΩA/RA p_i:\Omega_{A/R}\longrightarrow A

dengan pid=/Xip_i\circ d=\partial/\partial X_i. Di sini pi(dXi)=1p_i(dX_i)=1 dan pi(dXj)=0p_i(dX_j)=0 untuk jij\ne i. Bersama-sama, pemetaan ini memberi pemetaan linear-AA

p=p1××pn:ΩA/RAnG p=p_1\times\cdots\times p_n: \Omega_{A/R}\longrightarrow A^n\cong G

yang memenuhi pφ=IdGp\circ\varphi=\operatorname{Id}_G. Jadi φ\varphi juga injektif.

Secara umum, modul diferensial Kähler tidak bebas.

Lema 18.6: diferensial dan pelokalan

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA aljabar komutatif RR, dan SAS\subseteq A suatu sistem multiplikatif. Maka

ΩAS/R(ΩA/R)S. \Omega_{A_S/R}\cong(\Omega_{A/R})_S.

Bukti

Lihat Soal 18.19.

Lema 18.7: barisan diferensial relatif

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA dan BB aljabar komutatif RR, dan

φ:AB \varphi:A\longrightarrow B

homomorfisme aljabar RR. Maka barisan modul BB

ΩA/RABΩB/RΩB/A0 \Omega_{A/R}\otimes_AB \longrightarrow\Omega_{B/R} \longrightarrow\Omega_{B/A} \longrightarrow0

eksak. Di sini dabda\otimes b dipetakan ke bdφ(a)bd\varphi(a), sedangkan dbdb di ΩB/R\Omega_{B/R} dipetakan ke dbdb di ΩB/A\Omega_{B/A}.

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

Surjektivitas di sebelah kanan jelas. Untuk menunjukkan eksak di posisi kedua, kita gunakan deskripsi dari Lema 18.4(2). Kedua modul ΩB/A\Omega_{B/A} dan ΩB/R\Omega_{B/R} mempunyai sistem pembangkit yang sama, dan relasi Leibniznya juga sama. Modul ΩB/A\Omega_{B/A} diperoleh dari ΩB/R\Omega_{B/R} tepat dengan menjadikan submodul BB yang dibangkitkan oleh dada, aAa\in A, sama dengan 00. Submodul ini persis citra pemetaan di sebelah kiri.

Diferensial Kähler dan matriks Jacobi

Lema 18.8: barisan konormal

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA aljabar komutatif RR, dan IAI\subseteq A suatu ideal dengan gelanggang kelas sisa B=A/IB=A/I. Maka barisan modul BB

I/I2ΩA/RABΩB/R0 I/I^2\longrightarrow \Omega_{A/R}\otimes_AB\longrightarrow \Omega_{B/R}\longrightarrow0

eksak. Di sini aIa\in I dipetakan ke da1da\otimes1, sedangkan dabda\otimes b dipetakan ke bdabda.

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

Pemetaan linear-RR

AΩA/R,ada, A\longrightarrow\Omega_{A/R},\qquad a\longmapsto da,

dapat dibatasi pada ideal IAI\subseteq A. Dengan menensor bersama A/IA/I dan menggunakan Proposisi 16.9 (Teori Invarian (Osnabrück 2025–2026)), bagian (2), kita memperoleh pemetaan linear-A/IA/I

I/I2IAA/IΩA/RAA/I. I/I^2\cong I\otimes_AA/I \longrightarrow\Omega_{A/R}\otimes_AA/I.

Surjektivitas pemetaan di sebelah kanan jelas karena modul BB ΩB/R\Omega_{B/R} dibangkitkan oleh dbdb, bBb\in B, dan unsur-unsur ini berasal dari dada, aAa\in A. Suatu unsur aIa\in I dipetakan ke dada, lalu ke 00 di ΩB/R\Omega_{B/R}, sebab unsur aa sendiri menjadi 00 dalam BB.

Sekarang misalkan

ωΩA/RAB \omega\in\Omega_{A/R}\otimes_AB

dipetakan ke 00 dalam ΩB/R\Omega_{B/R}. Kita dapat menulis

ω=i=1ndaibi=i=1ndaici \omega =\sum_{i=1}^n da_i\otimes b_i =\sum_{i=1}^n da_i\otimes\bar c_i

dengan ai,ciAa_i,c_i\in A. Karena unsur ini dipetakan ke 00 dalam ΩB/R\Omega_{B/R}, di dalam modul BB bebas yang dibangkitkan oleh simbol dbdb, bBb\in B, berlaku relasi

i=1ncidai=j=1mhjωj, \sum_{i=1}^n c_i\,da_i =\sum_{j=1}^m h_j\omega_j,

dengan hjBh_j\in B dan ωj\omega_j pembangkit relasi modul diferensial Kähler, yakni relasi berbentuk

d(fg)=fdg+gdf d(fg)=f\,dg+g\,df

untuk f,gBf,g\in B, atau

d(rf+sg)=rdf+sdg d(rf+sg)=r\,df+s\,dg

untuk r,sRr,s\in R dan f,gBf,g\in B. Modul BB bebas tersebut diperoleh dari modul AA bebas yang dibangkitkan oleh dada, aAa\in A, dengan menjadikan koefisien-koefisien dari II dan semua dIdI sama dengan 00. Karena itu, di dalam modul AA bebas ini berlaku

i=1ncidaij=1mhjωj=k=1mkdnk+du \sum_{i=1}^n c_i\,da_i- \sum_{j=1}^m h_j\omega_j =\sum_{k=1}^{\ell}m_k\,dn_k+du

dengan mkIm_k\in I, nkBn_k\in B, dan uIu\in I. Dalam ΩA/RRB\Omega_{A/R}\otimes_RB, suku k=1mkdnk\sum_{k=1}^{\ell}m_k\,dn_k menjadi 00 karena tensorisasi. Jadi di sana memang berlaku

i=1ncidai=du. \sum_{i=1}^n c_i\,da_i=du.

Korolari 18.9: penyajian kelas sisa

Misalkan RR gelanggang komutatif dan AA aljabar komutatif RR yang dibangkitkan hingga, disajikan sebagai

A=R[X1,,Xn]/(F1,,Fk). A=R[X_1,\ldots,X_n]/(F_1,\ldots,F_k).

Maka

ΩA/R=i=1nAdXi/(dF1,,dFk). \Omega_{A/R} =\bigoplus_{i=1}^nAdX_i/(dF_1,\ldots,dF_k).

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

Pernyataan ini mengikuti dari Lema 18.5 dan Lema 18.8.

Catatan 18.10: penyajian sebagai kokernel matriks Jacobi

Misalkan RR gelanggang komutatif dan AA aljabar komutatif RR yang dibangkitkan hingga, disajikan sebagai

A=R[X1,,Xn]/(F1,,Fk). A=R[X_1,\ldots,X_n]/(F_1,\ldots,F_k).

Menurut Lema 18.4(4),

dFj=FjX1dX1++FjXndXn, dF_j= \frac{\partial F_j}{\partial X_1}dX_1 +\cdots+ \frac{\partial F_j}{\partial X_n}dX_n,

dan menurut Korolari 18.9 terdapat barisan eksak

AkMAnΩA/R0, A^k\xrightarrow{\ M\ }A^n \longrightarrow\Omega_{A/R}\longrightarrow0,

dengan

M=(F1X1FkX1F1XnFkXn) M= \begin{pmatrix} \dfrac{\partial F_1}{\partial X_1}&\cdots& \dfrac{\partial F_k}{\partial X_1}\\ \vdots&\ddots&\vdots\\ \dfrac{\partial F_1}{\partial X_n}&\cdots& \dfrac{\partial F_k}{\partial X_n} \end{pmatrix}

matriks Jacobi yang ditranspos, tanpa evaluasi pada suatu titik. Vektor standar eje_j dipetakan ke dXjdX_j, dan vektor-vektor kolom

(FjX1FjXn), \begin{pmatrix} \dfrac{\partial F_j}{\partial X_1}\\ \vdots\\ \dfrac{\partial F_j}{\partial X_n} \end{pmatrix},

yang menyatakan unsur nol dFjdF_j, merupakan citra-citra pemetaan yang diberikan oleh matriks tersebut.

Kehalusan dan kereguleran

Definisi 18.11: titik halus

Misalkan KK lapangan tertutup aljabar dan

F1,,FsK[X1,,Xn] F_1,\ldots,F_s\in K[X_1,\ldots,X_n]

polinomial-polinomial dengan himpunan aljabar afin terkait

Y=V(F1,,Fs)𝔸Kn. Y=V(F_1,\ldots,F_s)\subseteq\mathbb A_K^n.

Misalkan PYP\in Y suatu titik sehingga YY mempunyai dimensi dd pada PP. Titik PP disebut titik halus YY apabila peringkat matriks

(FiXj)i,j \left(\frac{\partial F_i}{\partial X_j}\right)_{i,j}

pada PP paling sedikit ndn-d. Jika tidak, titik tersebut disebut singular.

Untuk aljabar KK

A=K[X1,,Xn]/(f1,,fm) A=K[X_1,\ldots,X_n]/(f_1,\ldots,f_m)

dan titik

P=(a1,,an)V=V(f1,,fm) P=(a_1,\ldots,a_n)\in V=V(f_1,\ldots,f_m)

dengan ideal maksimal terkait 𝔪PA\mathfrak m_P\subseteq A dan pelokalan

R=A𝔪P=𝒪V,P, R=A_{\mathfrak m_P}=\mathcal O_{V,P},

kita mempunyai

ΩR/K=ΩA/KAR. \Omega_{R/K}=\Omega_{A/K}\otimes_AR.

Tensorisasi

ΩR/KRK=ΩA/KAK \Omega_{R/K}\otimes_RK =\Omega_{A/K}\otimes_AK

untuk evaluasi lapangan residu

AA𝔪A𝔪/𝔪A𝔪=K A\longrightarrow A_{\mathfrak m} \longrightarrow A_{\mathfrak m}/\mathfrak mA_{\mathfrak m}=K

memainkan peranan khusus. Terdapat hubungan langsung dengan ruang dual dari ruang tangen ekstrinsik VV pada PP. Dengan kata lain, ΩR/KRK\Omega_{R/K}\otimes_RK secara alami adalah ruang kotangen di titik PP.

Lema 18.12: ruang kotangen ekstrinsik

Misalkan KK lapangan,

A=K[X1,,Xn]/(f1,,fm) A=K[X_1,\ldots,X_n]/(f_1,\ldots,f_m)

aljabar KK yang dibangkitkan hingga, dan

P=(a1,,an)V=V(f1,,fm) P=(a_1,\ldots,a_n)\in V=V(f_1,\ldots,f_m)

suatu titik dari himpunan nol terkait, dengan ideal maksimal 𝔪PA\mathfrak m_P\subseteq A dan pelokalan

R=A𝔪. R=A_{\mathfrak m}.

Maka ruang tangen VV pada PP secara kanonik merupakan ruang vektor dual dari ΩR/KRK\Omega_{R/K}\otimes_RK.

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

Menurut Catatan 18.10, terdapat barisan eksak

AmMAnΩA/K0, A^m\xrightarrow{\ M\ }A^n \longrightarrow\Omega_{A/K}\longrightarrow0,

dengan MM matriks Jacobi yang ditranspos dari fif_i. Kita menensor dengan lapangan residu KK dan memperoleh barisan eksak ruang vektor KK berdimensi hingga

KmM(P)KnΩA/KAK0. K^m\xrightarrow{\ M(P)\ }K^n \longrightarrow\Omega_{A/K}\otimes_AK \longrightarrow0.

Barisan dualnya ialah

0(ΩA/KAK)*KnJac(P)Km, 0\longrightarrow (\Omega_{A/K}\otimes_AK)^* \longrightarrow K^n \xrightarrow{\ \operatorname{Jac}(P)\ }K^m,

dan juga eksak. Menurut definisi ruang tangen, kernel matriks Jacobi pada PP adalah ruang tangen VV pada PP.

Definisi 18.13: gelanggang lokal regular

Suatu gelanggang lokal Noether (R,𝔪)(R,\mathfrak m) berdimensi nn disebut regular apabila terdapat nn unsur

f1,,fn𝔪 f_1,\ldots,f_n\in\mathfrak m

yang membangkitkan ideal maksimal 𝔪\mathfrak m.

Lema 18.14: ideal maksimal dan ruang kotangen

Misalkan KK lapangan dan RR aljabar komutatif lokal KK, serta pemetaan komposit

KRR/𝔪 K\longrightarrow R\longrightarrow R/\mathfrak m

merupakan isomorfisme. Maka pemetaan

𝔪/𝔪2ΩR/KRR/𝔪,[f]df1, \mathfrak m/\mathfrak m^2 \longrightarrow\Omega_{R/K}\otimes_RR/\mathfrak m, \qquad[f]\longmapsto df\otimes1,

merupakan isomorfisme modul R/𝔪R/\mathfrak m.

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

Menurut Lema 18.8, terdapat barisan eksak homomorfisme modul R/𝔪R/\mathfrak m

𝔪/𝔪2ΩR/KRR/𝔪Ω(R/𝔪)/K0. \mathfrak m/\mathfrak m^2 \longrightarrow\Omega_{R/K}\otimes_RR/\mathfrak m \longrightarrow\Omega_{(R/\mathfrak m)/K} \longrightarrow0.

Menurut asumsi, R/𝔪=KR/\mathfrak m=K, sehingga Ω(R/𝔪)/K=0\Omega_{(R/\mathfrak m)/K}=0. Jadi pemetaan yang diberikan surjektif. Untuk membuktikan injektivitas, kita tinjau pemetaan dual R/𝔪R/\mathfrak m, yaitu

HomR/𝔪(ΩR/KRR/𝔪,R/𝔪)HomR/𝔪(𝔪/𝔪2,R/𝔪),φφd, \begin{aligned} &\operatorname{Hom}_{R/\mathfrak m} (\Omega_{R/K}\otimes_RR/\mathfrak m,R/\mathfrak m)\\ &\qquad\longrightarrow \operatorname{Hom}_{R/\mathfrak m} (\mathfrak m/\mathfrak m^2,R/\mathfrak m), \qquad\varphi\longmapsto\varphi\circ d, \end{aligned}

dan kita harus menunjukkan bahwa pemetaan ini surjektif, sebab yang dibahas adalah ruang-ruang vektor.

Menurut Lema 32.9 (Aljabar Komutatif) dan Lema 18.3, modul homomorfisme di sebelah kiri isomorfik dengan

HomR(ΩR/K,R/𝔪)DerK(R,R/𝔪). \operatorname{Hom}_R(\Omega_{R/K},R/\mathfrak m) \cong\operatorname{Der}_K(R,R/\mathfrak m).

Pemetaan komposit tersebut memasangkan kepada suatu derivasi KK δ:RR/𝔪\delta:R\to R/\mathfrak m pemetaan

𝔪/𝔪2R/𝔪,[f]δ(f). \mathfrak m/\mathfrak m^2\longrightarrow R/\mathfrak m, \qquad[f]\longmapsto\delta(f).

Sekarang misalkan

𝔪/𝔪2R/𝔪,[f]ϵ(f) \mathfrak m/\mathfrak m^2\longrightarrow R/\mathfrak m, \qquad[f]\longmapsto\epsilon(f)

suatu homomorfisme modul R/𝔪R/\mathfrak m. Kita harus menunjukkan bahwa ini berasal dari suatu derivasi. Untuk itu, tinjau pemetaan

δ:RR/𝔪,fϵ(ff), \delta:R\longrightarrow R/\mathfrak m, \qquad f\longmapsto\epsilon(f-\bar f),

dengan f\bar f nilai ff di dalam lapangan residu R/𝔪R/\mathfrak m, yang dipandang kembali sebagai unsur RR melalui identifikasi K=R/𝔪K=R/\mathfrak m. Karena itu, ff𝔪f-\bar f\in\mathfrak m dan pemetaan terdefinisi dengan baik. Pemeriksaan langsung, serupa dengan bukti Teorema 23.2 (Kurva Aljabar (Osnabrück 2025–2026)), menunjukkan bahwa pemetaan ini suatu derivasi. Pemetaan tersebut menghasilkan ϵ\epsilon.

Tanpa asumsi bahwa pemetaan alami antara lapangan dasar dan lapangan residu merupakan isomorfisme, pernyataan ini tidak berlaku; lihat Soal 18.23.

Catatan 18.15: ruang tangen dan ideal maksimal

Dalam situasi Lema 18.12, kita dapat membangun secara langsung hubungan antara ruang tangen ekstrinsik, yang diberikan sebagai kernel matriks Jacobi, dan ruang dual dari 𝔪P/𝔪P2\mathfrak m_P/\mathfrak m_P^2. Misalkan

v=(v1vn)TPV=ker(Jac(f1,,fm)P). v= \begin{pmatrix} v_1\\ \vdots\\ v_n \end{pmatrix} \in T_PV =\ker\bigl(\operatorname{Jac}(f_1,\ldots,f_m)_P\bigr).

Vektor ini mendefinisikan pemetaan

𝔪PK,g(dg)P(v1vn)=v11g(P)++vnng(P). \begin{aligned} \mathfrak m_P&\longrightarrow K,\\ g&\longmapsto (dg)_P \begin{pmatrix} v_1\\ \vdots\\ v_n \end{pmatrix} =v_1\partial_1g(P)+\cdots+v_n\partial_ng(P). \end{aligned}

Dalam bahasa analitik, kepada fungsi gg dipasangkan nilai pada PP dari turunan berarahnya ke arah vv. Syarat kernel memastikan bahwa fungsi-fungsi dalam ideal (f1,,fm)(f_1,\ldots,f_m) dipetakan ke 00, sehingga pemetaan terdefinisi dengan baik pada ideal maksimal gelanggang kelas sisa. Menurut aturan hasil kali, 𝔪P2\mathfrak m_P^2 juga dipetakan ke 00. Jadi kita memperoleh pemetaan linear-KK

𝔪P/𝔪P2K. \mathfrak m_P/\mathfrak m_P^2\longrightarrow K.

Teorema 18.16: titik halus dan gelanggang lokal regular

Misalkan KK lapangan tertutup aljabar dan

PV(𝔞)𝔸Kn P\in V(\mathfrak a)\subseteq\mathbb A_K^n

suatu titik himpunan aljabar afin untuk ideal 𝔞=(f1,,fm)\mathfrak a=(f_1,\ldots,f_m), dengan gelanggang lokal

R=(K[X1,,Xn]/𝔞)𝔪P. R=\bigl(K[X_1,\ldots,X_n]/\mathfrak a\bigr)_{\mathfrak m_P}.

Maka PP halus jika dan hanya jika RR regular.

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

Tanpa mengurangi keumuman, misalkan PP titik asal. Ideal maksimal yang bersesuaian dalam gelanggang polinomial ialah

𝔫=(X1,,Xn), \mathfrak n=(X_1,\ldots,X_n),

ideal maksimal terkait di K[X1,,Xn]/𝔞K[X_1,\ldots,X_n]/\mathfrak a ialah

𝔯=𝔫/𝔞, \mathfrak r=\mathfrak n/\mathfrak a,

dan ideal maksimal terkait dalam RR ialah

𝔪=𝔪P=𝔯(K[X1,,Xn]/𝔞)𝔯. \mathfrak m=\mathfrak m_P =\mathfrak r\bigl(K[X_1,\ldots,X_n]/\mathfrak a\bigr)_{\mathfrak r}.

Tinjau pemetaan linear-KK

K[X1,,Xn]Kn,g((1g)(P),,(ng)(P)). K[X_1,\ldots,X_n]\longrightarrow K^n, \qquad g\longmapsto \bigl((\partial_1g)(P),\ldots,(\partial_ng)(P)\bigr).

Variabel XiX_i dipetakan ke vektor standar eie_i, sehingga pemetaan ini surjektif. Unsur

g=c0+c1X1++cnXn+suku-suku berderajat lebih tinggi g=c_0+c_1X_1+\cdots+c_nX_n+\text{suku-suku berderajat lebih tinggi}

dipetakan ke (c1,,cn)(c_1,\ldots,c_n). Unsur homogen

g𝔫2=K[X1,,Xn]2 g\in\mathfrak n^2=K[X_1,\ldots,X_n]_{\geq2}

mempunyai derajat sekurang-kurangnya 22, sehingga dipetakan ke 00: turunan parsial mengurangi derajat sebesar 11, jadi menghasilkan unsur berderajat positif yang bernilai 00 setelah titik asal disubstitusikan. Dengan demikian, diperoleh pemetaan linear-KK

𝔫/𝔫2Kn \mathfrak n/\mathfrak n^2\longrightarrow K^n

yang bijektif karena kedua ruang mempunyai dimensi vektor yang sama.

Menurut Lema 22.4 (Kurva Aljabar (Osnabrück 2025–2026)), kita mempunyai

𝔯/𝔯2𝔪/𝔪2. \mathfrak r/\mathfrak r^2 \cong\mathfrak m/\mathfrak m^2.

Di bawah pemetaan surjektif

𝔫𝔯𝔯/𝔯2, \mathfrak n\longrightarrow\mathfrak r \longrightarrow\mathfrak r/\mathfrak r^2,

𝔫2\mathfrak n^2 dan 𝔞\mathfrak a dipetakan ke 00, dan kernelnya tepat 𝔫2+𝔞\mathfrak n^2+\mathfrak a. Karena itu terdapat bijeksi linear-KK

𝔫/(𝔫2+𝔞)𝔯/𝔯2. \mathfrak n/(\mathfrak n^2+\mathfrak a) \longrightarrow\mathfrak r/\mathfrak r^2.

Tinjau pemetaan-pemetaan

KmJacKn𝔫/𝔫2𝔫/(𝔫2+𝔞). K^m\xrightarrow{\ \operatorname{Jac}\ }K^n \cong\mathfrak n/\mathfrak n^2 \longrightarrow\mathfrak n/(\mathfrak n^2+\mathfrak a).

Suatu unsur [g]𝔫/𝔫2[g]\in\mathfrak n/\mathfrak n^2 dipetakan ke 00 di sebelah kanan tepat apabila bagian linear gg termasuk 𝔫2+𝔞\mathfrak n^2+\mathfrak a. Ini berarti bahwa, modulo 𝔫2\mathfrak n^2, terdapat persamaan

g=i=1mhifi. g=\sum_{i=1}^m h_if_i.

Hanya suku konstan hih_i yang relevan, sehingga ini ekuivalen dengan persamaan linear

((1g)(P)(ng)(P))=i=1mhi((1fi)(P)(nfi)(P)). \begin{pmatrix} (\partial_1g)(P)\\ \vdots\\ (\partial_ng)(P) \end{pmatrix} =\sum_{i=1}^m h_i \begin{pmatrix} (\partial_1f_i)(P)\\ \vdots\\ (\partial_nf_i)(P) \end{pmatrix}.

Hal ini berlaku tepat apabila vektor di ruas kiri berada dalam citra matriks Jacobi. Jadi citra matriks Jacobi sama dengan kernel pemetaan surjektif di sebelah kanan. Rumus dimensi kemudian memberi

n=rank(Jac)+dimK(𝔫/(𝔫2+𝔞))=rank(Jac)+dimK(𝔪/𝔪2). \begin{aligned} n &=\operatorname{rank}(\operatorname{Jac}) +\dim_K\bigl(\mathfrak n/(\mathfrak n^2+\mathfrak a)\bigr)\\ &=\operatorname{rank}(\operatorname{Jac}) +\dim_K(\mathfrak m/\mathfrak m^2). \end{aligned}

Misalkan dd dimensi V(𝔞)V(\mathfrak a) pada PP, yang sama dengan dimensi gelanggang lokal RR. Menurut definisi, PP tak singular tepat apabila

n=rank(Jac)+d. n=\operatorname{rank}(\operatorname{Jac})+d.

Karena itu, kondisi tersebut ekuivalen dengan

dimK(𝔪/𝔪2)=d, \dim_K(\mathfrak m/\mathfrak m^2)=d,

dan ini adalah definisi gelanggang regular.

Teorema 18.17: kereguleran dan kebebasan modul diferensial

Misalkan KK lapangan sempurna dan RR pelokalan suatu aljabar KK yang dibangkitkan hingga. Misalkan lapangan residu R/𝔪R/\mathfrak m isomorfik dengan KK. Maka RR regular jika dan hanya jika modul diferensial Kähler ΩR/K\Omega_{R/K} bebas dan peringkatnya sama dengan dimensi gelanggang.

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

Kita gunakan isomorfisme alami R/𝔪R/\mathfrak m dari Lema 18.14,

𝔪/𝔪2ΩR/KRR/𝔪,[f]df1. \mathfrak m/\mathfrak m^2 \longrightarrow\Omega_{R/K}\otimes_RR/\mathfrak m, \qquad[f]\longmapsto df\otimes1.

Jika ΩR/K\Omega_{R/K} merupakan modul RR bebas dan peringkatnya sama dengan dimensi dd, maka hal yang sama berlaku bagi modul R/𝔪R/\mathfrak m ΩR/KRR/𝔪\Omega_{R/K}\otimes_RR/\mathfrak m. Khususnya, 𝔪/𝔪2\mathfrak m/\mathfrak m^2 adalah ruang vektor R/𝔪R/\mathfrak m berdimensi dd. Menurut definisi, ini berarti bahwa RR regular.

Sebaliknya, kereguleran menyiratkan bahwa 𝔪/𝔪2\mathfrak m/\mathfrak m^2, dan karena itu ΩR/KRR/𝔪\Omega_{R/K}\otimes_RR/\mathfrak m, merupakan ruang vektor berdimensi dd. Menurut lema Nakayama, ΩR/K\Omega_{R/K} dibangkitkan sebagai modul RR oleh dd unsur. Menurut Teorema 21.5 (Teori Singularitas (Osnabrück 2019)), gelanggang RR merupakan daerah integral; nyatakan lapangan pecahannya dengan Q(R)Q(R). Derajat transendensi Q(R)Q(R) di atas KK sama dengan dimensi RR menurut Teorema 19.7 (Teori Singularitas (Osnabrück 2019)). Karena modul diferensial Kähler kompatibel dengan pelokalan,

ΩR/KRQ(R)=ΩQ(R)/K. \Omega_{R/K}\otimes_RQ(R)=\Omega_{Q(R)/K}.

Karena KK sempurna, perluasan lapangan KQ(R)K\subseteq Q(R) dibangkitkan secara separabel, meskipun tidak hingga. Jadi ΩQ(R)/K\Omega_{Q(R)/K} merupakan modul Q(R)Q(R) bebas yang peringkatnya sama dengan derajat transendensi.

Secara keseluruhan, modul RR ΩR/K\Omega_{R/K} dibangkitkan oleh dd unsur ω1,,ωd\omega_1,\ldots,\omega_d, dan tensorisasinya dengan Q(R)Q(R) merupakan ruang vektor Q(R)Q(R) berdimensi dd. Karena unsur-unsur tersebut bebas linear di atas Q(R)Q(R), mereka juga bebas linear di atas RR. Jadi unsur-unsur itu membentuk basis, dan ΩR/K\Omega_{R/K} bebas berperingkat dd.

Tanpa asumsi bahwa lapangan dasar sempurna, pernyataan ini tidak benar; lihat Soal 18.24.

Korolari 18.18: diferensial pada varietas halus

Misalkan V𝔸KnV\subseteq\mathbb A_K^n varietas halus terhubung di atas lapangan sempurna KK, dan misalkan RR gelanggang koordinat afin VV. Maka modul diferensial Kähler ΩR/K\Omega_{R/K} bebas lokal dengan peringkat konstan dim(R)\dim(R) dan, khususnya, merupakan modul projektif.

Bukti

Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.

Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 18.16, Teorema 18.17, Lema 18.6, dan Lema 16.5.

Contoh 18.19: bola dua dimensi

Kita tinjau bola real

S2={(x,y,z)x2+y2+z2=1}3 S^2=\{(x,y,z)\mid x^2+y^2+z^2=1\}\subseteq\mathbb R^3

dengan gelanggang koordinat afin

R=[X,Y,Z]/(X2+Y2+Z21). R=\mathbb R[X,Y,Z]/(X^2+Y^2+Z^2-1).

Menurut Korolari 18.9, modul diferensial Kähler RR adalah

ΩR/=RdXRdYRdZ/(XdX+YdY+ZdZ). \Omega_{R/\mathbb R} =RdX\oplus RdY\oplus RdZ/(XdX+YdY+ZdZ).

Pemeriksaan langsung menunjukkan bahwa bola real ini halus. Menurut Teorema 18.17, ΩR/\Omega_{R/\mathbb R} karena itu bebas lokal dengan peringkat konstan 22. Hal ini juga dapat disimpulkan langsung dari penyajian di atas; lihat Soal 18.25. Akan tetapi, ΩR/\Omega_{R/\mathbb R} tidak bebas. Ini adalah versi aljabar teorema bola berbulu: bulu-bulu bola tidak dapat disisir secara mulus hingga semuanya terletak tangensial pada bola tanpa membentuk pusaran.

Untuk pemetaan polinomial

f:𝔸Kn𝔸Km f:\mathbb A_K^n\longrightarrow\mathbb A_K^m

dengan himpunan nol

V=V(f1,,fm)𝔸Kn, V=V(f_1,\ldots,f_m)\subseteq\mathbb A_K^n,

ruang tangen pada titik PVP\in V adalah

TPV:=ker(Jac(f1,,fm)P)={v𝔸KnJac(f1,,fm)P(v)=0}. \begin{aligned} T_PV &:=\ker\bigl(\operatorname{Jac}(f_1,\ldots,f_m)_P\bigr)\\ &=\{v\in\mathbb A_K^n\mid \operatorname{Jac}(f_1,\ldots,f_m)_P(v)=0\}. \end{aligned}

Jika PP titik regular pemetaan tersebut dan teorema fungsi implisit dapat diterapkan, ini merupakan subruang linear yang dimensinya sama dengan dimensi manifold VV. Konstruksi ini ekstrinsik: ia bergantung pada pembenaman VV ke dalam ruang afin. Kita menginginkan versi intrinsik ruang tangen yang hanya bergantung pada VV, atau secara ekuivalen pada gelanggang koordinat afinnya. Untuk itu kita memperkenalkan modul diferensial Kähler, yang menyediakan versi dual ruang tangen untuk setiap aljabar RR AA.

Lembar Kerja 18: Diferensial Kähler

Tanda bintang menunjukkan tepat tiga soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 18.6, 18.17, dan 18.18. Dua puluh dua soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 18.1

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA aljabar komutatif RR, MM modul RR, dan

D:AM D:A\longrightarrow M

suatu derivasi RR. Buktikan bahwa

D(fn)=nfn1D(f) D(f^n)=nf^{n-1}D(f)

untuk setiap fAf\in A.

Soal 18.2

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA aljabar komutatif RR, MM modul RR, dan D:AMD:A\to M suatu derivasi RR. Buktikan bahwa

D(f1fr)=f2frD(f1)+f1f3frD(f2)++f1fr1D(fr) \begin{aligned} D(f_1\cdots f_r)={}&f_2\cdots f_rD(f_1) +f_1f_3\cdots f_rD(f_2)\\ &+\cdots+f_1\cdots f_{r-1}D(f_r) \end{aligned}

untuk f1,,frAf_1,\ldots,f_r\in A.

Soal 18.3

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA aljabar komutatif RR, MM modul RR, dan D:AMD:A\to M suatu derivasi RR. Misalkan

x1n1xrnrA. x_1^{n_1}\cdots x_r^{n_r}\in A.

Buktikan bahwa

D(x1n1xrnr)=n1x1n11x2n2xr1nr1xrnrD(x1)++nrx1n1xr1nr1xrnr1D(xr). \begin{aligned} D(x_1^{n_1}\cdots x_r^{n_r})={}& n_1x_1^{n_1-1}x_2^{n_2}\cdots x_{r-1}^{n_{r-1}}x_r^{n_r}D(x_1)\\ &+\cdots+ n_rx_1^{n_1}\cdots x_{r-1}^{n_{r-1}}x_r^{n_r-1}D(x_r). \end{aligned}

Soal 18.4

Misalkan AA aljabar komutatif RR dan MM modul AA. Buktikan bahwa himpunan derivasi dari AA ke MM menjadi modul AA apabila fδf\delta didefinisikan oleh

(fδ)(a)=fδ(a). (f\delta)(a)=f\delta(a).

Soal 18.5

Misalkan RR aljabar komutatif KK, WRW\subseteq R suatu sistem multiplikatif, dan D:RRD:R\to R suatu derivasi KK. Buktikan bahwa rumus

D(fg):=gD(f)fD(g)g2 D\left(\frac fg\right):=\frac{gD(f)-fD(g)}{g^2}

mendefinisikan derivasi pada pelokalan RWR_W yang memperluas DD.

Soal 18.6 ★

Misalkan AA aljabar komutatif RR di atas gelanggang komutatif RR. Untuk fAf\in A, nyatakan pemetaan perkalian linear-RR dengan ff sebagai

μf:AA,xfx, \mu_f:A\longrightarrow A,\qquad x\longmapsto fx,

dan untuk dua pemetaan linear-RR

φ1,φ2:AA \varphi_1,\varphi_2:A\longrightarrow A

nyatakan

[φ1,φ2]=φ1φ2φ2φ1. [\varphi_1,\varphi_2] =\varphi_1\circ\varphi_2-\varphi_2\circ\varphi_1.

Misalkan δ:AA\delta:A\to A suatu derivasi RR. Buktikan bahwa untuk setiap gAg\in A, pemetaan [δ,μg][\delta,\mu_g] merupakan pemetaan perkalian.

Soal 18.7

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA aljabar komutatif RR, dan ΩA/R\Omega_{A/R} modul diferensial Kähler. Buktikan bahwa derivasi universal

AΩA/R,fdf, A\longrightarrow\Omega_{A/R},\qquad f\longmapsto df,

merupakan suatu derivasi.

Soal 18.8

Tentukan Ω/\Omega_{\mathbb C/\mathbb R}.

Soal 18.9

Misalkan KLK\subseteq L suatu perluasan lapangan separabel hingga. Buktikan bahwa

ΩL/K=0. \Omega_{L/K}=0.

Soal 18.10

Tentukan Ω[i]/\Omega_{\mathbb Z[i]/\mathbb Z}.

Soal 18.11

Misalkan RR gelanggang komutatif dan

A=R[X1,,Xn]/(Xnf(X1,,Xn1)) A=R[X_1,\ldots,X_n]/(X_n-f(X_1,\ldots,X_{n-1}))

dengan fR[X1,,Xn1]f\in R[X_1,\ldots,X_{n-1}] (jadi himpunan nolnya adalah grafik ff). Buktikan dengan dua cara berbeda bahwa ΩA/R\Omega_{A/R} merupakan modul AA bebas berperingkat n1n-1.

Soal-soal berikut berkaitan dengan hasil kali tensor modul dan aljabar; lihat juga lampiran.

Soal 18.12

Hitung /(5)\mathbb Q\otimes_{\mathbb Z}\mathbb Z/(5).

Soal 18.13

Hitung hasil kali tensor

(3(/(2))2/(3))(2/(2)/(4)). \bigl(\mathbb Z^3\oplus(\mathbb Z/(2))^2\oplus\mathbb Z/(3)\bigr) \otimes_{\mathbb Z} \bigl(\mathbb Z^2\oplus\mathbb Z/(2)\oplus\mathbb Z/(4)\bigr).

Soal 18.14

Misalkan RR gelanggang komutatif. Buktikan isomorfisme modul RR

RnRRmRnm. R^n\otimes_RR^m\cong R^{nm}.

Soal 18.15

Misalkan RR gelanggang komutatif dan 𝔞,𝔟R\mathfrak a,\mathfrak b\subseteq R ideal-ideal. Buktikan isomorfisme aljabar RR

R/𝔞RR/𝔟=R/(𝔞+𝔟). R/\mathfrak a\otimes_RR/\mathfrak b =R/(\mathfrak a+\mathfrak b).

Soal 18.16

Misalkan RR gelanggang komutatif dan S,TRS,T\subseteq R sistem-sistem multiplikatif. Buktikan isomorfisme aljabar RR

RSRRT=RST. R_S\otimes_RR_T=R_{S\cdot T}.

Soal 18.17 ★

Misalkan MM dan NN monoid-monoid komutatif dan RR gelanggang komutatif. Buktikan isomorfisme aljabar RR

R[M×N]R[M]RR[N]. R[M\times N]\cong R[M]\otimes_RR[N].

Soal 18.18 ★

Misalkan AA gelanggang komutatif dan SAS\subseteq A suatu sistem multiplikatif. Buktikan bahwa

ΩAS/A=0. \Omega_{A_S/A}=0.

Soal 18.19

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA aljabar komutatif RR, dan SAS\subseteq A suatu sistem multiplikatif. Buktikan bahwa

ΩAS/R(ΩA/R)S. \Omega_{A_S/R}\cong(\Omega_{A/R})_S.

Soal 18.20

Bahas Lema 18.8 dalam kasus ketika R=KR=K merupakan lapangan berkarakteristik positif pp, A=K[X]A=K[X], dan I=(Xp)I=(X^p).

Soal 18.21

Untuk

A=[X,Y,Z]/(X2+Y3+Z5), A=\mathbb C[X,Y,Z]/(X^2+Y^3+Z^5),

deskripsikan modul diferensial Kähler melalui pembangkit dan relasi.

Soal 18.22

Tentukan Ω/\Omega_{\mathbb C/\mathbb R} dengan menggunakan Korolari 18.9.

Soal 18.23

Misalkan pp bilangan prima. Kita meninjau perluasan lapangan yang diberikan oleh

K=/(p)(U)/(p)(Y)=L,UYp. K=\mathbb Z/(p)(U)\subseteq\mathbb Z/(p)(Y)=L, \qquad U\longmapsto Y^p.

Buktikan bahwa Lema 18.14 tidak berlaku dalam situasi ini.

Soal 18.24

Misalkan pp bilangan prima dan

K=/(p)(U)R=K[Y]/(YpU). K=\mathbb Z/(p)(U)\subseteq R=K[Y]/(Y^p-U).

Buktikan bahwa RK(Y)R\cong K(Y), bahwa RR regular, dan bahwa modul diferensial Kähler ΩR/K\Omega_{R/K} tidak bebas.

Soal 18.25

Misalkan

R=[X,Y,Z]/(X2+Y2+Z21). R=\mathbb R[X,Y,Z]/(X^2+Y^2+Z^2-1).

Buktikan bahwa modul diferensial Kähler RR

ΩR/=RdXRdYRdZ/(XdX+YdY+ZdZ) \Omega_{R/\mathbb R} =RdX\oplus RdY\oplus RdZ/(XdX+YdY+ZdZ)

menjadi bebas setelah dibatasi pada himpunan-himpunan terbuka D(X),D(Y),D(Z)D(X),D(Y),D(Z) (jadi, misalnya, (ΩR/)X=ΩRX/(\Omega_{R/\mathbb R})_X=\Omega_{R_X/\mathbb R}), dan simpulkan bahwa ΩR/\Omega_{R/\mathbb R} bebas lokal.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 18

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat tiga solusi publik di antara 25 soal, yaitu solusi Soal 18.6, 18.17, dan 18.18. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 18.1–18.5, 18.7–18.16, dan 18.19–18.25. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Solusi Soal 18.6

Kita mempunyai

[δ,μg](x)=(δμgμgδ)(x)=δ(gx)gδ(x)=gδ(x)+xδ(g)gδ(x)=xδ(g). \begin{aligned} [\delta,\mu_g](x) &=(\delta\circ\mu_g-\mu_g\circ\delta)(x)\\ &=\delta(gx)-g\delta(x)\\ &=g\delta(x)+x\delta(g)-g\delta(x)\\ &=x\delta(g). \end{aligned}

Jadi [δ,μg][\delta,\mu_g] adalah pemetaan perkalian dengan δ(g)\delta(g).

Solusi Soal 18.17

Gelanggang monoid R[M]R[M] mempunyai basis RR

Tm,mM. T^m,\qquad m\in M.

Hasil kali tensor modul-modul bebas mempunyai semua kombinasi tensor dari kedua basis sebagai basis. Karena itu,

T(m,n),(m,n)M×N, T^{(m,n)},\qquad(m,n)\in M\times N,

merupakan basis R[M×N]R[M\times N], sedangkan

TmTn,mM,nN, T^m\otimes T^n,\qquad m\in M,\ n\in N,

merupakan basis R[M]R[N]R[M]\otimes R[N]. Maka penetapan pada basis

T(m,n)TmTn T^{(m,n)}\longleftrightarrow T^m\otimes T^n

langsung memberi isomorfisme modul RR. Di bawah penetapan ini,

T(0,0)=1 T^{(0,0)}=1

bersesuaian dengan

T0T0=11=1. T^0\otimes T^0=1\otimes1=1.

Selain itu,

T(m1,n1)T(m2,n2)=T(m1+m2,n1+n2) T^{(m_1,n_1)}\cdot T^{(m_2,n_2)} =T^{(m_1+m_2,n_1+n_2)}

bersesuaian dengan unsur

Tm1Tn1Tm2Tn2=(Tm1Tm2)(Tn1Tn2)=Tm1+m2Tn1+n2. \begin{aligned} T^{m_1}\otimes T^{n_1}\cdot T^{m_2}\otimes T^{n_2} &=(T^{m_1}\cdot T^{m_2})\otimes(T^{n_1}\cdot T^{n_2})\\ &=T^{m_1+m_2}\otimes T^{n_1+n_2}. \end{aligned}

Jadi penetapan tersebut juga menghormati perkalian dan merupakan isomorfisme aljabar RR.

Solusi Soal 18.18

Untuk aAa\in A dan sSs\in S, berlaku

0=da=d(ass)=asds+sd(as)=sd(as). \begin{aligned} 0=da &=d\left(\frac as\cdot s\right)\\ &=\frac as\,ds+s\,d\left(\frac as\right)\\ &=s\,d\left(\frac as\right). \end{aligned}

Karena ss merupakan satuan dalam ASA_S, diperoleh

d(as)=0. d\left(\frac as\right)=0.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 18.1, 18.2, 18.3, 18.4, 18.5, 18.7, 18.8, 18.9, 18.10, 18.11, 18.12, 18.13, 18.14, 18.15, 18.16, 18.19, 18.20, 18.21, 18.22, 18.23, 18.24, atau 18.25. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 18

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 18 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 18.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 19: Bundel Tangen

Berkas diferensial Kähler pada sebuah skema

Misalkan XX sebuah skema di atas skema basis SS. Kita ingin mendefinisikan versi berkas dari modul diferensial Kähler.

Lema 19.1: pelokalan berkas diferensial Kähler afin

Misalkan AA aljabar komutatif atas gelanggang komutatif RR. Untuk setiap fAf\in A berlaku

(Γ(D(f),ΩAR̃),d̃)=(ΩAfR,d), \left(\Gamma\bigl(D(f),\widetilde{\Omega_{A\mid R}}\bigr), \widetilde d\right) =\left(\Omega_{A_f\mid R},d\right),

dan untuk setiap ideal prima 𝔭Spek(A)\mathfrak p\in\operatorname{Spek}(A) berlaku

((ΩAR̃)𝔭,d𝔭)=(ΩA𝔭R,d). \left(\bigl(\widetilde{\Omega_{A\mid R}}\bigr)_{\mathfrak p}, d_{\mathfrak p}\right) =\left(\Omega_{A_{\mathfrak p}\mid R},d\right).

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Lema 18.6 bersama Lema 14.5.

Definisi 19.2: berkas diferensial Kähler

Misalkan p:XSp:X\to S sebuah skema di atas skema basis SS. Berkas diferensial Kähler ΩXS\Omega_{X\mid S} adalah modul-𝒪X\mathcal O_X kuasikoheren pada XX, bersama suatu derivasi atas p1𝒪Sp^{-1}\mathcal O_S,

d:𝒪XΩXS, d:\mathcal O_X\longrightarrow\Omega_{X\mid S},

sedemikian sehingga untuk setiap titik PXP\in X berlaku

((ΩXS)P,dP)=(Ω𝒪X,P𝒪S,p(P),d). \bigl((\Omega_{X\mid S})_P,d_P\bigr) =\bigl(\Omega_{\mathcal O_{X,P}\mid\mathcal O_{S,p(P)}},d\bigr).

Perlu diperlihatkan bahwa objek semacam ini ada dan unik. Karena kuasikoherensi, untuk setiap himpunan terbuka afin V=Spek(R)SV=\operatorname{Spek}(R)\subseteq S dan setiap himpunan terbuka afin U=Spek(A)XU=\operatorname{Spek}(A)\subseteq X dengan Up1(V)U\subseteq p^{-1}(V), modul tersebut pada UU harus sama dengan ΩAR̃\widetilde{\Omega_{A\mid R}}. Dalam kasus afin, menurut Lema 19.1 modul ΩAR̃\widetilde{\Omega_{A\mid R}} memang merupakan model yang tepat.

Jika (Ω,d)(\Omega,d) dan (Ω,d)(\Omega',d') dua model, sifat universal mula-mula pada bagian-bagian afin dan kemudian secara umum memberi suatu homomorfisme modul-𝒪X\mathcal O_X

ΩAR̃Ω. \widetilde{\Omega_{A\mid R}}\longrightarrow\Omega'.

Karena homomorfisme ini merupakan isomorfisme pada setiap titik, ia merupakan isomorfisme. Jadi, hanya mungkin ada satu berkas semacam itu.

Jika diberikan liputan afin

S=jJVj S=\bigcup_{j\in J}V_j

dan, bersamanya, liputan afin

X=iIUi, X=\bigcup_{i\in I}U_i,

dengan Uip1(Vj)U_i\subseteq p^{-1}(V_j) untuk suatu j=j(i)j=j(i), maka berkas-berkas ΩUiVj(i)\Omega_{U_i\mid V_{j(i)}} dapat dilem satu sama lain. Hal ini karena pembatasannya pada bagian afin UUiUiU\subseteq U_i\cap U_{i'} di atas VVj(i)Vj(i)V\subseteq V_{j(i)}\cap V_{j(i')} ditentukan secara unik.

Definisi 19.3: berkas tangen

Misalkan p:XSp:X\to S sebuah skema di atas skema basis SS. Berkas tangen 𝒯X,S\mathcal T_{X,S} adalah modul dual

𝒯X,S=ΩXS*. \mathcal T_{X,S}=\Omega_{X\mid S}^{*}.

Jadi,

𝒯X,S=ΩXS*=om(ΩXS,𝒪X)=𝒟𝓇(𝒪X,𝒪X), \mathcal T_{X,S} =\Omega_{X\mid S}^{*} =\mathcal Hom(\Omega_{X\mid S},\mathcal O_X) =\mathcal{Der}(\mathcal O_X,\mathcal O_X),

dengan kesamaan terakhir berasal dari sifat universal diferensial Kähler. Sesuai dengan itu, berkas diferensial Kähler juga disebut berkas kotangen.

Sekarang kita merumuskan secara umum, bagi sebuah skema di atas skema basis, pernyataan-pernyataan tentang diferensial Kähler dalam kasus afin dari kuliah sebelumnya.

Lema 19.4: barisan diferensial relatif

Misalkan φ:XY\varphi:X\to Y sebuah morfisme skema di atas skema basis SS. Maka barisan modul-𝒪X\mathcal O_X kuasikoheren

φ*ΩYSΩXSΩXY0 \varphi^*\Omega_{Y\mid S} \longrightarrow\Omega_{X\mid S} \longrightarrow\Omega_{X\mid Y} \longrightarrow 0

eksak.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Lema 18.7.

Lema 19.5: barisan konormal

Misalkan XX sebuah skema di atas skema basis SS, dan misalkan 𝒪X\mathcal I\subseteq\mathcal O_X suatu berkas ideal pada XX dengan subskema tertutup terkait j:YXj:Y\to X. Maka barisan modul-𝒪Y\mathcal O_Y kuasikoheren

/2j*ΩXSΩYS0 \mathcal I/\mathcal I^2 \longrightarrow j^*\Omega_{X\mid S} \longrightarrow\Omega_{Y\mid S} \longrightarrow 0

eksak.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti langsung dari Lema 18.8.

Korolari 19.6: kemulusan dan kebebasan lokal diferensial Kähler

Misalkan KK lapangan tertutup secara aljabar dan XX skema terhubung bertipe hingga di atas KK. Maka XX mulus jika dan hanya jika modul diferensial Kähler ΩXK\Omega_{X\mid K} bebas lokal dengan rank konstan dim(X)\dim(X).

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 18.16 dan Teorema 18.17.

Definisi 19.7: berkas kanonik

Misalkan KK lapangan tertutup secara aljabar dan XX skema mulus terhubung bertipe hingga di atas KK dengan dimensi dd. Berkas

ωX:=detΩXK=dΩXK \omega_X:=\det\Omega_{X\mid K} =\bigwedge^d\Omega_{X\mid K}

disebut berkas kanonik XX.

Bundel tangen pada ruang projektif

Teorema 19.8: barisan Euler untuk diferensial Kähler

Misalkan

Rn=Proj(R[X0,X1,,Xn]) \mathbb P_R^n=\operatorname{Proj}(R[X_0,X_1,\ldots,X_n])

ruang projektif di atas gelanggang komutatif RR. Modul 𝒪Rn\mathcal O_{\mathbb P_R^n} dari diferensial Kähler ΩRnR\Omega_{\mathbb P_R^n\mid R} dideskripsikan oleh barisan eksak pendek

0ΩRnR𝒪Rn(1)(n+1)X0,,Xn𝒪Rn0, 0\longrightarrow\Omega_{\mathbb P_R^n\mid R} \longrightarrow\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(-1)^{\oplus(n+1)} \xrightarrow{\ X_0,\ldots,X_n\ } \mathcal O_{\mathbb P_R^n} \longrightarrow 0,

bersama derivasi universal yang, pada setiap himpunan terbuka URnU\subseteq\mathbb P_R^n, memetakan fungsi fΓ(U,𝒪Rn)f\in\Gamma(U,\mathcal O_{\mathbb P_R^n}) ke

df=(fX0,,fXn). df=\left(\frac{\partial f}{\partial X_0},\ldots, \frac{\partial f}{\partial X_n}\right).

Bukti

Kita lambangkan berkas kernel di kiri, yang hendak kita buktikan sebagai modul Kähler, dengan

𝒮=Syz(X0,,Xn). \mathcal S=\operatorname{Syz}(X_0,\ldots,X_n).

Pemetaan dd di atas, yang berasal dari derivasi universal pada ruang berdimensi n+1n+1, mengubah fungsi berderajat 00 menjadi fungsi berderajat 1-1; hal ini dapat diperiksa langsung bagi monomial rasional. Jadi terdapat pemetaan linear-RR

d:Γ(U,𝒪Rn)Γ(U,𝒪Rn(1)(n+1)). d:\Gamma(U,\mathcal O_{\mathbb P_R^n}) \longrightarrow \Gamma\bigl(U,\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(-1)^{\oplus(n+1)}\bigr).

Aturan Leibniz berpindah ke sini karena turunan parsial memenuhi aturan Leibniz. Kita harus menunjukkan bahwa citra dd terletak dalam kernel pemetaan terakhir. Untuk monomial XνX^\nu berderajat 00, kita mempunyai

j=0nXjXνXj=j=0nνjXν=(j=0nνj)Xν=0. \sum_{j=0}^n X_j\frac{\partial X^\nu}{\partial X_j} =\sum_{j=0}^n\nu_jX^\nu =\left(\sum_{j=0}^n\nu_j\right)X^\nu =0.

Sekarang tinjau situasinya pada D+(X0)D_+(X_0) dan tetapkan Yj=Xj/X0Y_j=X_j/X_0. Dengan menggunakan Contoh 12.10 dan Contoh 15.5, diperoleh

Γ(D+(X0),𝒮)=ker(Γ(D+(X0),𝒪Rn(1)(n+1))X0,X1,,XnΓ(D+(X0),𝒪Rn))=ker((R[X0,X1,,Xn]X0)1(n+1)X0,X1,,Xn(R[X0,X1,,Xn]X0)0)=ker(R[Y1,,Yn]X01R[Y1,,Yn]X01X0,X0Y1,,X0YnR[Y1,,Yn])R[Y1,,Yn]R[Y1,,Yn], \begin{aligned} \Gamma(D_+(X_0),\mathcal S) &=\ker\left( \Gamma\bigl(D_+(X_0),\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(-1)^{\oplus(n+1)}\bigr) \xrightarrow{\ X_0,X_1,\ldots,X_n\ } \Gamma(D_+(X_0),\mathcal O_{\mathbb P_R^n}) \right)\\ &=\ker\left( (R[X_0,X_1,\ldots,X_n]_{X_0})_{-1}^{\oplus(n+1)} \xrightarrow{\ X_0,X_1,\ldots,X_n\ } (R[X_0,X_1,\ldots,X_n]_{X_0})_0 \right)\\ &=\ker\left( R[Y_1,\ldots,Y_n]X_0^{-1}\oplus\cdots\oplus R[Y_1,\ldots,Y_n]X_0^{-1} \xrightarrow{\ X_0,X_0Y_1,\ldots,X_0Y_n\ } R[Y_1,\ldots,Y_n] \right)\\ &\cong R[Y_1,\ldots,Y_n]\oplus\cdots\oplus R[Y_1,\ldots,Y_n], \end{aligned}

dengan nn suku pada baris terakhir. Dalam isomorfisme ini, tupel (P1,,Pn)(P_1,\ldots,P_n) bersesuaian dengan tupel kernel

(i=1nPiYiX01,P1X01,,PnX01). \left(-\sum_{i=1}^nP_iY_iX_0^{-1}, P_1X_0^{-1},\ldots,P_nX_0^{-1}\right).

Di bawah pemetaan dd, monomial

Yμ=(X1X0)μ1(XnX0)μn=X0j=1nμjX1μ1XnμnΓ(D+(X0),𝒪Rn) Y^\mu =\left(\frac{X_1}{X_0}\right)^{\mu_1}\cdots \left(\frac{X_n}{X_0}\right)^{\mu_n} =X_0^{-\sum_{j=1}^n\mu_j}X_1^{\mu_1}\cdots X_n^{\mu_n} \in\Gamma(D_+(X_0),\mathcal O_{\mathbb P_R^n})

dipetakan ke unsur

((j=1nμj)X0j=1nμj1X1μ1Xnμn,μ1X0j=1nμjX1μ11X2μ2Xnμn,,μnX0j=1nμjX1μ1Xnμn1). \begin{aligned} \biggl(&-\Bigl(\sum_{j=1}^n\mu_j\Bigr) X_0^{-\sum_{j=1}^n\mu_j-1}X_1^{\mu_1}\cdots X_n^{\mu_n},\\ &\mu_1X_0^{-\sum_{j=1}^n\mu_j}X_1^{\mu_1-1}X_2^{\mu_2}\cdots X_n^{\mu_n}, \ldots, \mu_nX_0^{-\sum_{j=1}^n\mu_j}X_1^{\mu_1}\cdots X_n^{\mu_n-1} \biggr). \end{aligned}

Di bawah identifikasi di atas, yakni dengan menghilangkan komponen pertama dan mengalikan dengan X0X_0, unsur ini menjadi tupel turunan terhadap variabel-variabel YjY_j. Jadi, menurut Lema 18.5, kita memperoleh derivasi universal gelanggang polinomial R[Y1,,Yn]R[Y_1,\ldots,Y_n].

Khususnya, modul diferensial Kähler pada ruang projektif bebas lokal.

Korolari 19.9: barisan Euler untuk berkas tangen

Misalkan

Rn=Proj(R[X0,X1,,Xn]) \mathbb P_R^n=\operatorname{Proj}(R[X_0,X_1,\ldots,X_n])

ruang projektif di atas gelanggang komutatif RR. Berkas tangen pada Rn\mathbb P_R^n dideskripsikan oleh barisan eksak pendek

0𝒪RnX0,,Xn𝒪Rn(1)(n+1)𝒯Rn,R0. 0\longrightarrow\mathcal O_{\mathbb P_R^n} \xrightarrow{\ X_0,\ldots,X_n\ } \mathcal O_{\mathbb P_R^n}(1)^{\oplus(n+1)} \longrightarrow\mathcal T_{\mathbb P_R^n,R} \longrightarrow 0.

Pada ujung kanan, unsur global XiejX_i e_j, yang terletak di komponen ke-jj, dipetakan ke derivasi global

XiXj. X_i\frac{\partial}{\partial X_j}.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti langsung dari Teorema 19.8 melalui dualisasi. Tambahan pada pernyataan juga mengikuti dari Teorema 19.8: saat didualkan, unsur XiejX_i e_j pada komponen ke-jj dari 𝒪Rn(1)(n+1)\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(1)^{\oplus(n+1)} bersesuaian dengan pemetaan

Xipj:𝒪Rn(1)(n+1)𝒪Rn, X_i\circ p_j: \mathcal O_{\mathbb P_R^n}(-1)^{\oplus(n+1)} \longrightarrow\mathcal O_{\mathbb P_R^n},

yakni proyeksi ke komponen ke-jj yang disusul perkalian dengan XiX_i. Jika dipandang sebagai bentuk linear pada modul bentuk diferensial Kähler ΩRnR𝒪Rn(1)(n+1)\Omega_{\mathbb P_R^n\mid R}\subseteq \mathcal O_{\mathbb P_R^n}(-1)^{\oplus(n+1)}, pemetaan ini bersesuaian dengan bentuk linear yang berasal dari derivasi

fXifXj. f\longmapsto X_i\frac{\partial f}{\partial X_j}.

Dibandingkan dengan varietas projektif lain, ruang projektif mempunyai ciri khusus berupa banyaknya medan vektor global.

Korolari 19.10: berkas kanonik ruang projektif

Misalkan

Rn=Proj(R[X0,X1,,Xn]) \mathbb P_R^n=\operatorname{Proj}(R[X_0,X_1,\ldots,X_n])

ruang projektif di atas gelanggang komutatif RR. Maka berkas kanonik adalah

ωRnR=detΩRnR𝒪Rn(n1). \omega_{\mathbb P_R^n\mid R} =\det\Omega_{\mathbb P_R^n\mid R} \cong\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(-n-1).

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 19.8, Teorema 16.11, dan Korolari 16.12.

Jadi, berkas antikanonik, yaitu dual dari berkas kanonik, pada ruang projektif sama dengan 𝒪Kn(n+1)\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(n+1) dan mempunyai banyak seksi global.

Hipermuka dalam ruang projektif

Teorema 19.11: karakterisasi hipermuka projektif mulus

Misalkan KK lapangan tertutup secara aljabar dan

FK[X0,X1,,Xn] F\in K[X_0,X_1,\ldots,X_n]

polinomial homogen berderajat dd. Pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen.

  1. Hipermuka afin

    V(F)=Spek(K[X0,X1,,Xn]/(F))𝔸Kn+1 V(F)=\operatorname{Spek}(K[X_0,X_1,\ldots,X_n]/(F)) \subseteq\mathbb A_K^{n+1}

    mulus di luar titik asal.

  2. Hipermuka projektif

    Y=V+(F)=Proj(K[X0,X1,,Xn]/(F))Kn Y=V_+(F) =\operatorname{Proj}(K[X_0,X_1,\ldots,X_n]/(F)) \subseteq\mathbb P_K^n

    mulus.

  3. Untuk setiap variabel XiX_i, aljabar

    K[X0,,Xi1,Xi+1,,Xn]/(F̃i) K[X_0,\ldots,X_{i-1},X_{i+1},\ldots,X_n]/(\widetilde F_i)

    mulus, dengan

    F̃i=F1Xi \widetilde F_i=F\frac{1}{X_i}

    menyatakan dehomogenisasi FF terhadap XiX_i.

  4. Modul diferensial Kähler ΩYK\Omega_{Y\mid K} bebas lokal.

  5. Terdapat barisan eksak pendek berkas-berkas bebas lokal pada YY,

    0𝒪Y(d)jY*ΩKnKΩYK0. 0\longrightarrow\mathcal O_Y(-d) \longrightarrow j_Y^*\Omega_{\mathbb P_K^n\mid K} \longrightarrow\Omega_{Y\mid K} \longrightarrow 0.

Bukti

Ekuivalensi (2) dan (3) jelas dari Lema 12.17 dan fakta bahwa kemulusan merupakan sifat lokal. Ekuivalensi (2) dan (4) berdasarkan Korolari 19.6. Ekuivalensi (1) dan (3) berdasarkan fakta bahwa pemetaan kerucut, secara lokal di atas D+(Xi)D_+(X_i), diberikan oleh

D(Xi)=Spek(RXi)=Spek((RXi)0[Xi,Xi1])D+(Xi)=Spek((RXi)0). D(X_i)=\operatorname{Spek}(R_{X_i}) =\operatorname{Spek}\bigl((R_{X_i})_0[X_i,X_i^{-1}]\bigr) \longrightarrow D_+(X_i)=\operatorname{Spek}((R_{X_i})_0).

Jadi, secara lokal pemetaan kerucut merupakan silinder afin tertusuk di atas basisnya.

Untuk implikasi dari (4), atau (2), ke (5), menurut Lema 19.5 terdapat barisan eksak

/2jY*ΩKnKΩYK0. \mathcal I/\mathcal I^2 \longrightarrow j_Y^*\Omega_{\mathbb P_K^n\mid K} \longrightarrow\Omega_{Y\mid K} \longrightarrow 0.

Di sini \mathcal I adalah ideal utama yang dibangkitkan oleh FF, dan 𝒪Kn(δ)\mathcal I\cong\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(-\delta) melalui pemetaan

𝒪Kn𝒪Kn(δ),1F. \mathcal O_{\mathbb P_K^n} \longrightarrow\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(\delta), \qquad 1\longmapsto F.

Selanjutnya, pembatasan berkas ideal ini ke YY adalah

𝒪Y(δ)=𝒪Y=𝒪Kn/=/2. \mathcal O_Y(-\delta) =\mathcal I\otimes\mathcal O_Y =\mathcal I\otimes\mathcal O_{\mathbb P_K^n}/\mathcal I =\mathcal I/\mathcal I^2.

Sebagai pembatasan berkas invertibel, berkas ini kembali invertibel. Secara lokal, pemetaan di kiri diberikan, seperti dalam Catatan 18.10, oleh matriks Jacobi dehomogenisasi FF; karena kemulusan, pemetaan ini injektif, bahkan setelah beralih ke lapangan-lapangan residu. Implikasi dari (5) ke (4) adalah suatu pembatasan.

Korolari 19.12: berkas kanonik hipermuka mulus

Misalkan KK lapangan tertutup secara aljabar dan FK[X0,X1,,Xn]F\in K[X_0,X_1,\ldots,X_n] polinomial homogen berderajat dd sedemikian sehingga hipermuka projektif Y=V+(F)Y=V_+(F) mulus. Maka

ωY𝒪Y(dn1). \omega_Y\cong\mathcal O_Y(d-n-1).

Bukti

Kita gunakan barisan eksak pendek berkas-berkas bebas lokal pada YY dari Teorema 19.11,

0𝒪Y(d)jY*ΩKnKΩYK0. 0\longrightarrow\mathcal O_Y(-d) \longrightarrow j_Y^*\Omega_{\mathbb P_K^n\mid K} \longrightarrow\Omega_{Y\mid K} \longrightarrow 0.

Menurut Teorema 16.11 dan Korolari 19.10,

𝒪Y(d)ωYK=𝒪Y(d)detΩYK=detjY*ΩKnK=jY*detΩKnK=jY*𝒪Kn(n1)=𝒪Y(n1). \begin{aligned} \mathcal O_Y(-d)\otimes\omega_{Y\mid K} &=\mathcal O_Y(-d)\otimes\det\Omega_{Y\mid K}\\ &=\det j_Y^*\Omega_{\mathbb P_K^n\mid K}\\ &=j_Y^*\det\Omega_{\mathbb P_K^n\mid K}\\ &=j_Y^*\mathcal O_{\mathbb P_K^n}(-n-1)\\ &=\mathcal O_Y(-n-1). \end{aligned}

Kesamaan terakhir berdasarkan Lema Lampiran 4.7. Menensor dengan 𝒪Y(d)\mathcal O_Y(d) menghasilkan klaim.

Catatan 19.13: klasifikasi kasar hipermuka mulus

Korolari 19.12 memungkinkan klasifikasi kasar bagi hipermuka mulus

Y=V+(F)Kn Y=V_+(F)\subseteq\mathbb P_K^n

dalam ruang projektif, menurut apakah puntiran dn1d-n-1 dalam ωY𝒪Y(dn1)\omega_Y\cong\mathcal O_Y(d-n-1) negatif, sama dengan 00, atau positif.

Untuk n=2n=2, yakni kurva dalam bidang projektif, pada d=1,2d=1,2 diperoleh garis projektif; pada d=3d=3, ketika berkas kanonik trivial, diperoleh kurva eliptik; dan pada d4d\geq4 diperoleh kurva bertipe umum.

Untuk n=3n=3, yakni permukaan dalam ruang projektif, pada d=1d=1 diperoleh bidang projektif; pada d=2d=2 diperoleh permukaan yang isomorfik dengan K1×K1\mathbb P_K^1\times\mathbb P_K^1; dan pada d=3d=3 diperoleh permukaan yang isomorfik dengan bidang projektif yang telah diledakkan pada enam titik. Bagaimanapun, untuk d3d\leq3 diperoleh apa yang disebut permukaan rasional, yang lapangan fungsinya sama dengan lapangan fungsi rasional dalam dua variabel. Pada d=4d=4, ketika berkas kanonik trivial, diperoleh apa yang disebut permukaan K3K3. Pada d5d\geq5 diperoleh permukaan bertipe umum.

Lembar Kerja 19: Bundel Tangen

Tanda bintang menunjukkan tepat satu soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 19.10. Kesebelas soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi ini tidak menciptakan solusi baru.

Soal 19.1

Misalkan

R=K[X,Y]/(XY). R=K[X,Y]/(XY).

Tunjukkan bahwa modul diferensial Kähler ΩRK\Omega_{R\mid K} tidak bebas di titik asal.

Soal 19.2

Tunjukkan bahwa terdapat skema mulus bertipe hingga di atas suatu lapangan sedemikian sehingga rank modul diferensial Kähler-nya tidak konstan.

Soal 19.3

Misalkan RR gelanggang komutatif, AA aljabar komutatif atas RR, MM modul AA, dan δ:AM\delta:A\to M suatu derivasi-RR. Tunjukkan bahwa pada setiap himpunan terbuka USpek(A)U\subseteq\operatorname{Spek}(A) terdapat derivasi-RR

δU:Γ(U,𝒪U)Γ(U,M̃) \delta_U:\Gamma(U,\mathcal O_U) \longrightarrow\Gamma(U,\widetilde M)

yang berkomutasi dengan δ\delta.

Petunjuk. Tinjau terlebih dahulu himpunan-himpunan terbuka D(f)D(f).

Soal 19.4

Misalkan XX skema integral di atas skema basis integral SS. Tunjukkan bahwa suatu derivasi atas p1𝒪Sp^{-1}\mathcal O_S yang terdefinisi pada himpunan terbuka UXU\subseteq X,

δ:𝒪U𝒪U, \delta:\mathcal O_U\longrightarrow\mathcal O_U,

mendefinisikan derivasi-Q(S)Q(S)

Q(X)Q(X). Q(X)\longrightarrow Q(X).

Soal 19.5

Misalkan XX skema bertipe hingga di atas skema basis SS. Tunjukkan bahwa ΩXS\Omega_{X\mid S} merupakan modul-𝒪X\mathcal O_X koheren.

Soal 19.6

Misalkan p:XSp:X\to S sebuah skema di atas skema SS. Tunjukkan bahwa berkas diferensial Kähler ΩXS\Omega_{X\mid S} pada XX merupakan berkasisasi dari praberkas

UcolimVS terbukaUp1(V)ΩΓ(U,𝒪X)Γ(V,𝒪S). U\longmapsto \operatorname*{colim}_{\substack{V\subseteq S\text{ terbuka}\\ U\subseteq p^{-1}(V)}} \Omega_{\Gamma(U,\mathcal O_X)\mid\Gamma(V,\mathcal O_S)}.

Soal 19.7

Tunjukkan bahwa modul diferensial Kähler ΩR1R\Omega_{\mathbb P_R^1\mid R} pada garis projektif R1\mathbb P_R^1 di atas gelanggang komutatif RR isomorfik dengan berkas struktur terpuntir 𝒪R1(2)\mathcal O_{\mathbb P_R^1}(-2).

Soal 19.8

Tinjau berkas tangen 𝒯R1,R\mathcal T_{\mathbb P_R^1,R} pada garis projektif R1\mathbb P_R^1 di atas gelanggang komutatif RR, dengan isomorfisme

𝒯R1,R𝒪R1(2). \mathcal T_{\mathbb P_R^1,R} \cong\mathcal O_{\mathbb P_R^1}(2).

Tentukan seksi-seksi global 𝒪R1(2)\mathcal O_{\mathbb P_R^1}(2) yang bersesuaian dengan derivasi-derivasi global

XX,YX,XY,YY. X\frac{\partial}{\partial X},\qquad Y\frac{\partial}{\partial X},\qquad X\frac{\partial}{\partial Y},\qquad Y\frac{\partial}{\partial Y}.

Soal 19.9

Pada bidang projektif

K2=Proj(K[X,Y,Z]), \mathbb P_K^2=\operatorname{Proj}(K[X,Y,Z]),

tentukan turunan

YfX Y\frac{\partial f}{\partial X}

dari fungsi rasional

f=XYYZ+3Z2X24X2YZ. f=\frac{XY-YZ+3Z^2-X^2}{4X^2-YZ}.

Pada himpunan terbuka mana ff dan YfXY\frac{\partial f}{\partial X} terdefinisi?

Soal 19.10 ★

Kita meninjau kurva

C=V+(X3+Y3+Z3)K2 C=V_+(X^3+Y^3+Z^3)\subseteq\mathbb P_K^2

di atas lapangan berkarakteristik bukan 33. Tunjukkan bahwa bentuk-bentuk diferensial

X2Y2d(ZX)pada D+(XY), \frac{X^2}{Y^2}\,d\!\left(\frac ZX\right) \quad\text{pada }D_+(XY),

Y2Z2d(XY)pada D+(YZ), \frac{Y^2}{Z^2}\,d\!\left(\frac XY\right) \quad\text{pada }D_+(YZ),

dan

Z2X2d(YZ)pada D+(XZ) \frac{Z^2}{X^2}\,d\!\left(\frac YZ\right) \quad\text{pada }D_+(XZ)

berimpit pada irisan-irisan dan karena itu mendefinisikan bentuk diferensial taktrivial pada kurva CC.

Soal 19.11

Nyatakan pembatasan derivasi-derivasi global

XiXj X_i\frac{\partial}{\partial X_j}

dari ruang projektif

Rn=Proj(R[X0,X1,,Xn]) \mathbb P_R^n=\operatorname{Proj}(R[X_0,X_1,\ldots,X_n])

ke himpunan terbuka

D+(X0)=Spek(R[Y1,,Yn])Rn, D_+(X_0)=\operatorname{Spek}(R[Y_1,\ldots,Y_n]) \subseteq\mathbb P_R^n,

dengan Yk=Xk/X0Y_k=X_k/X_0, sebagai kombinasi linear berbentuk

k=1ngkYk,gkR[Y1,,Yn]. \sum_{k=1}^n g_k\frac{\partial}{\partial Y_k}, \qquad g_k\in R[Y_1,\ldots,Y_n].

Soal 19.12

Kita meninjau kubik Fermat dalam empat variabel,

V=V+(X3+Y3+Z3+W3)K3, V=V_+(X^3+Y^3+Z^3+W^3)\subseteq\mathbb P_K^3,

dan bagian afin

U=D+(W)V=Spek(K[X,Y,Z]/(X3+Y3+Z3+1)) U=D_+(W)\cap V =\operatorname{Spek}\bigl(K[X,Y,Z]/(X^3+Y^3+Z^3+1)\bigr)

di atas lapangan tertutup secara aljabar KK berkarakteristik bukan 33. Tunjukkan bahwa rumus-rumus

x(s,t)=3t13(s2+st+t2)2t(s2+st+t2)3, x(s,t)= \frac{3t-\frac13(s^2+st+t^2)^2} {t(s^2+st+t^2)-3},

y(s,t)=3s+3t+13(s2+st+t2)2t(s2+st+t2)3, y(s,t)= \frac{3s+3t+\frac13(s^2+st+t^2)^2} {t(s^2+st+t^2)-3},

dan

z(s,t)=3(s2+st+t2)(s+t)t(s2+st+t2)3 z(s,t)= \frac{-3-(s^2+st+t^2)(s+t)} {t(s^2+st+t^2)-3}

memberikan parametrisasi rasional

K2U. K^2\longrightarrow U.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 19

Pada batas sumber yang dibekukan, terdapat tepat satu solusi publik di antara 12 soal, yaitu solusi Soal 19.10. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 19.1–19.9, 19.11, dan 19.12. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Solusi Soal 19.10

Dengan menggunakan persamaan kurva dan relasi

X2dX+Y2dY+Z2dZ=0, X^2\,dX+Y^2\,dY+Z^2\,dZ=0,

kita memperoleh

X2Y2d(ZX)=X2Y2XdZZdXX2=X3Z2dZX2Z3dXX2Y2Z2=X3(X2dX+Y2dY)+X2(X3+Y3)dXX2Y2Z2=X3Y2dY+X2Y3dXX2Y2Z2=Y2Z2XdY+YdXY2=Y2Z2d(XY). \begin{aligned} \frac{X^2}{Y^2}\,d\!\left(\frac ZX\right) &=\frac{X^2}{Y^2}\cdot\frac{X\,dZ-Z\,dX}{X^2}\\ &=\frac{X^3Z^2\,dZ-X^2Z^3\,dX}{X^2Y^2Z^2}\\ &=\frac{-X^3(X^2\,dX+Y^2\,dY)+X^2(X^3+Y^3)\,dX} {X^2Y^2Z^2}\\ &=\frac{-X^3Y^2\,dY+X^2Y^3\,dX}{X^2Y^2Z^2}\\ &=\frac{Y^2}{Z^2}\cdot\frac{-X\,dY+Y\,dX}{Y^2}\\ &=\frac{Y^2}{Z^2}\,d\!\left(\frac XY\right). \end{aligned}

Karena simetri, kesamaan-kesamaan lainnya juga berlaku.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada batas sumber yang dibekukan untuk Soal 19.1, 19.2, 19.3, 19.4, 19.5, 19.6, 19.7, 19.8, 19.9, 19.11, atau 19.12. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 19

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 19 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 19.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 20: Grup Picard

Grup Picard

Definisi 20.1: grup Picard

Untuk ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X), himpunan kelas isomorfisme berkas-berkas invertibel pada XX, dengan hasil kali tensor sebagai operasi, berkas dual sebagai unsur invers, dan berkas struktur sebagai unsur netral, disebut grup Picard dari XX. Grup ini dilambangkan dengan

Pic(X). \operatorname{Pic}(X).

Pembahasan berikut mengenai data pengeleman suatu berkas invertibel di satu sisi berkaitan dengan Soal 2.19 dan di sisi lain mengarah ke kohomologi Čech.

Catatan 20.2: data transisi sebagai kokikel

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan \mathcal L berkas invertibel pada XX. Ini berarti terdapat penutup terbuka

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

dan trivialisasi-trivialisasi

φi:|Ui𝒪X|Ui. \varphi_i:\mathcal L|_{U_i} \longrightarrow\mathcal O_X|_{U_i}.

Untuk dua himpunan terbuka Ui,UjU_i,U_j, pada UiUjU_i\cap U_j diperoleh pemetaan transisi

φi|UiUjφj1|UiUj:𝒪X|UiUj𝒪X|UiUj. \varphi_i|_{U_i\cap U_j} \circ \varphi_j^{-1}|_{U_i\cap U_j} : \mathcal O_X|_{U_i\cap U_j} \longrightarrow \mathcal O_X|_{U_i\cap U_j}.

Isomorfisme-isomorfisme ini diberikan (bandingkan Soal 13.8) oleh perkalian dengan unit

rijΓ(UiUj,𝒪X×). r_{ij}\in\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal O_X^\times).

Karena data tersebut berasal dari satu berkas invertibel \mathcal L, berlaku syarat kokikel

rkjrji=rki, r_{kj}r_{ji}=r_{ki},

yang juga dapat ditulis sebagai

rkjrki1rji=1. r_{kj}r_{ki}^{-1}r_{ji}=1.

Sebaliknya, suatu kumpulan data seperti itu kembali menentukan berkas invertibel melalui pengeleman.

Jika berkas invertibel tersebut trivial, terdapat isomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul global

ψ:𝒪X. \psi:\mathcal O_X\longrightarrow\mathcal L.

Pada UiU_i terdapat isomorfisme-isomorfisme

𝒪X|Uiψ|Ui|Uiφi𝒪X|Ui, \mathcal O_X|_{U_i} \xrightarrow{\ \psi|_{U_i}\ } \mathcal L|_{U_i} \xrightarrow{\ \varphi_i\ } \mathcal O_X|_{U_i},

yang seluruhnya ditentukan oleh unit

siΓ(Ui,𝒪X×). s_i\in\Gamma(U_i,\mathcal O_X^\times).

Untuk unit-unit ini berlaku

sisj1=(φiψ)(φjψ)1=rij s_i s_j^{-1} =(\varphi_i\circ\psi)\circ(\varphi_j\circ\psi)^{-1} =r_{ij}

untuk semua i,ji,j. Sebaliknya, jika tersedia unit-unit sis_i yang merealisasikan relasi tersebut, maka

ψ|Ui:=φi1si \psi|_{U_i}:=\varphi_i^{-1}\circ s_i

menentukan isomorfisme modul pada UiU_i yang kompatibel, sehingga semuanya mengeleman menjadi isomorfisme global antara 𝒪X\mathcal O_X dan \mathcal L.

Jadi, berkas invertibel dapat diidentifikasi dengan kumpulan data (Ui,rij)(U_i,r_{ij}) yang memenuhi syarat-syarat di atas; kumpulan data seperti itu dipandang trivial apabila terdapat unit-unit sis_i dengan

rij=sisj1. r_{ij}=s_i s_j^{-1}.

Catatan 20.3: persoalan tanda dalam deskripsi kokikel

Identifikasi dalam Catatan 20.2 antara berkas invertibel dan kokikel di dalam berkas unit tidak bersifat kanonik karena terdapat persoalan tanda. Hal ini bergantung pada apakah trivialisasi lokal berkas invertibel terhadap berkas struktur diambil dalam arah

φi:|Ui𝒪X|Ui \varphi_i:\mathcal L|_{U_i}\longrightarrow\mathcal O_X|_{U_i}

atau dalam arah sebaliknya, dan pada cara himpunan indeks diurutkan.

Catatan 20.4: hasil kali tensor pada data transisi

Pembentukan hasil kali tensor berkas-berkas invertibel \mathcal L dan \mathcal L' dapat dilaksanakan pada tingkat kumpulan data dari Catatan 20.2. Untuk itu, ambil suatu penghalusan penutup bersama dan anggap kedua berkas mempunyai trivialisasi terhadap satu penutup UiU_i, iIi\in I. Kumpulan data

rijrij r_{ij}\cdot r'_{ij}

kemudian mendeskripsikan hasil kali tensor.

Selanjutnya kita membatasi pembahasan pada skema.

Lema 20.5: grup Picard gelanggang lokal

Untuk gelanggang lokal RR, grup Picard dari Spek(R)\operatorname{Spek}(R) bersifat trivial.

Bukti

Hal ini trivial.

Lema 20.6: pembenaman ke dalam berkas lapangan fungsi

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema integral. Setiap berkas invertibel pada XX isomorfik dengan suatu 𝒪X\mathcal O_X-submodul dari berkas lapangan fungsi konstan.

Bukti

Misalkan KK lapangan fungsi XX dan 𝒦\mathcal K berkas yang terkait. Untuk suatu berkas invertibel \mathcal L, tangkai di titik generik η\eta merupakan ruang vektor berdimensi satu atas KK. Tetapkan suatu isomorfisme-KK

η=𝒦η=K. \mathcal L_\eta=\mathcal K_\eta=K.

Untuk setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, terdapat pemetaan alami

Γ(U,)ηK. \Gamma(U,\mathcal L) \longrightarrow\mathcal L_\eta \longrightarrow K.

Pemetaan-pemetaan ini injektif (bandingkan bukti Lema 11.16) dan mendefinisikan suatu submodul dari 𝒦\mathcal K.

Catatan 20.7: deskripsi submodul invertibel

Suatu submodul invertibel \mathcal L dari berkas lapangan fungsi konstan diberikan oleh suatu penutup terbuka UiU_i, iIi\in I, dari XX, bersama unsur-unsur tak nol qiQq_i\in Q yang memenuhi

qiqj(Γ(UiUj,𝒪X))×. \frac{q_i}{q_j} \in\left(\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal O_X)\right)^\times.

Jika digunakan penutup UiU_i yang men-trivialkan berkas, maka

|Uiqi𝒪Ui, \mathcal L|_{U_i}\cong q_i\mathcal O_{U_i},

dan dari pemetaan transisi pada irisan-irisan itu mengikuti bahwa hasil bagi qi/qjq_i/q_j harus merupakan unit. Sebaliknya, jika tersedia kumpulan data (Ui,qi)(U_i,q_i) seperti itu, maka

qi𝒪Ui𝒬Ui q_i\mathcal O_{U_i}\subseteq\mathcal Q_{U_i}

merupakan subberkas trivial yang menentukan suatu subberkas invertibel pada XX.

Sudut pandang lain diperoleh dari barisan eksak berkas

0𝒪X×𝒬×𝒬×/𝒪X×0. 0\longrightarrow\mathcal O_X^\times \longrightarrow\mathcal Q^\times \longrightarrow\mathcal Q^\times/\mathcal O_X^\times \longrightarrow0.

Menurut Lema 5.9, kumpulan data yang dideskripsikan di atas merupakan seksi global dari berkas hasil bagi 𝒬×/𝒪X×\mathcal Q^\times/\mathcal O_X^\times.

Lema 20.8: realisasi sebagai berkas ideal

Misalkan RR domain integral. Setiap berkas invertibel pada

X=Spek(R) X=\operatorname{Spek}(R)

isomorfik dengan suatu berkas ideal.

Bukti

Menurut Lema 20.6, kita dapat langsung menganggap bahwa terdapat submodul invertibel

LK L\subseteq K

dari lapangan pecahan K=Q(R)K=Q(R). Menurut Teorema 16.2, invertibilitas berarti bahwa terdapat keluarga

f1,,fkR f_1,\ldots,f_k\in R

sedemikian sehingga

LfiRfiqi L_{f_i}\cong R_{f_i}\cdot q_i

dengan qiK\{0}q_i\in K\setminus\{0\}. Misalkan bb suatu penyebut bersama bagi semua qiq_i. Pemetaan perkalian

KK,qqb, K\longrightarrow K, \qquad q\longmapsto qb,

yang merupakan isomorfisme RR-modul dari KK, memetakan submodul LL ke suatu submodul isomorfik LL'. Pada penutup yang diberikan, LL' merupakan submodul berkas struktur, dan dengan demikian merupakan suatu ideal.

Secara umum, terdapat banyak cara untuk merealisasikan suatu berkas invertibel sebagai subberkas lapangan fungsi. Memang, dari satu realisasi dapat diperoleh realisasi baru hanya dengan mengalikannya dengan suatu fKf\in K.

Contoh 20.9: berkas struktur terpuntir di dalam berkas lapangan fungsi

Pada ruang projektif Kd\mathbb P_K^d di atas lapangan KK, suatu berkas struktur terpuntir 𝒪Kd()\mathcal O_{\mathbb P_K^d}(\ell) dapat dibenamkan ke dalam berkas lapangan fungsi 𝒬\mathcal Q sebagai berikut. Misalkan

GK(X0,,Xn) G\in K(X_0,\ldots,X_n)_{-\ell}

unsur homogen berderajat -\ell. Pada setiap himpunan terbuka UKdU\subseteq\mathbb P_K^d, pemetaan alami

Γ(U,𝒪Kd())Q(Kd),ssG, \Gamma\!\left(U,\mathcal O_{\mathbb P_K^d}(\ell)\right) \longrightarrow Q(\mathbb P_K^d), \qquad s\longmapsto sG,

merupakan suatu realisasi sebagai submodul.

Catatan edisi - indeks ruang dan variabel. Sumber menamai ruang Kd\mathbb P_K^d, tetapi menulis lapangan fungsi rasional dengan variabel X0,,XnX_0,\ldots,X_n. Edisi mempertahankan kedua indeks itu sebagaimana sumber.

Lema 20.10: hasil kali tensor dan hasil kali subberkas

Misalkan XX skema integral dan

,𝒬 \mathcal L,\mathcal M\subseteq\mathcal Q

subberkas-subberkas invertibel dari berkas konstan 𝒬\mathcal Q untuk lapangan fungsi Q(X)Q(X). Maka

, \mathcal L\otimes\mathcal M\cong\mathcal L\cdot\mathcal M,

dengan \mathcal L\cdot\mathcal M menyatakan subberkas dari 𝒬\mathcal Q yang, pada setiap titik PXP\in X, dibangkitkan pada tangkai oleh semua hasil kali fgfg dengan fPf\in\mathcal L_P dan gPg\in\mathcal M_P.

Bukti

Untuk lapangan pecahan QQ dari suatu domain integral RR, perkalian alami memberi

QRQ=Q. Q\otimes_RQ=Q.

Karena itu, pada skema integral berlaku isomorfisme

𝒬𝒪X𝒬𝒬. \mathcal Q\otimes_{\mathcal O_X}\mathcal Q\cong\mathcal Q.

Dengan demikian terdapat homomorfisme alami

𝒪X𝒬 \mathcal L\otimes_{\mathcal O_X}\mathcal M \longrightarrow\mathcal Q

melalui perkalian. Karena \mathcal L dan \mathcal M invertibel, pemetaan ini secara lokal, dan karenanya secara global, merupakan isomorfisme ke berkas citranya.

Grup Picard dalam kasus faktorial

Lema 20.11: eksponen prima dapat dibaca setelah pelokalan

Misalkan RR domain faktorisasi tunggal. Pernyataan-pernyataan berikut berlaku.

  1. Untuk fRf\in R, f0f\ne0, berlaku

    (f)R(p)=(ps) (f)R_{(p)}=(p^s)

    jika dan hanya jika pp muncul dengan eksponen ss dalam faktorisasi prima ff.

  2. Dua ideal utama (f)(f) dan (g)(g) sama jika dan hanya jika, untuk setiap unsur prima pp, ideal

    (f)R(p)dan(g)R(p) (f)R_{(p)} \quad\text{dan}\quad (g)R_{(p)}

    sama di dalam pelokalan R(p)R_{(p)}.

Bukti

Lihat Soal 20.4.

Teorema 20.12: grup Picard domain faktorisasi tunggal

Grup Picard suatu domain faktorisasi tunggal bersifat trivial.

Bukti

Misalkan IRI\subseteq R ideal invertibel, dan misalkan

X=i=1nD(fi) X=\bigcup_{i=1}^nD(f_i)

suatu penutup terbuka sedemikian sehingga IRfiIR_{f_i} merupakan ideal utama. Secara khusus, untuk setiap unsur prima pp, ideal

I(p)R(p) I_{(p)}\subseteq R_{(p)}

merupakan ideal utama dan dengan demikian berbentuk pspp^{s_p}, karena R(p)R_{(p)} merupakan gelanggang valuasi diskret. Hanya berhingga banyak sps_p yang tak nol. Memang, untuk suatu unsur gIg\in I, g0g\ne0, hanya ada berhingga banyak pembagi prima, sedangkan untuk semua unsur prima qq yang lain, gg merupakan unit di R(q)R_{(q)}.

Kita klaim bahwa II sama dengan ideal utama yang dibangkitkan oleh

h=ppsp. h=\prod_pp^{s_p}.

Karena kesamaan ideal dapat diuji secara lokal pada suatu penutup, kita dapat berargumen di dalam RfiR_{f_i}. Pernyataan tersebut kemudian mengikuti dari Lema 20.11.

Lema 20.13: grup Picard himpunan terbuka dalam kasus faktorial

Misalkan RR domain faktorisasi tunggal dan Noether, dan USpek(R)U\subseteq\operatorname{Spek}(R) suatu himpunan terbuka. Maka grup Picard dari UU bersifat trivial.

Bukti

Tuliskan

U=D(f1,,fn). U=D(f_1,\ldots,f_n).

Kita melakukan induksi pada nn; langkah awal jelas menurut Teorema 20.12. Jadi, kita dapat menganggap bahwa \mathcal L trivial pada

D(f1,,fn1). D(f_1,\ldots,f_{n-1}).

Menurut Catatan 20.2, berkas invertibel tersebut ditentukan oleh sebuah unit di atas

D(f1,,fn1)D(fn). D(f_1,\ldots,f_{n-1})\cap D(f_n).

Menurut Teorema 9.8, dalam kasus faktorial berkas struktur, dan dengan demikian juga berkas unit, berbentuk sangat sederhana: suatu unsur hRh\in R merupakan unit pada UU tepat ketika

UD(h). U\subseteq D(h).

Karena itu, unit pada himpunan terbuka secara umum berbentuk

h=up1r1psrs, h=u p_1^{r_1}\cdots p_s^{r_s},

dengan pjRp_j\in R unsur-unsur prima, uu suatu unit dalam RR, dan rjr_j\in\mathbb Z. Unsur hh merupakan unit pada

D(f1,,fn1)D(fn)=D(f1fn,,fn1fn) D(f_1,\ldots,f_{n-1})\cap D(f_n) =D(f_1f_n,\ldots,f_{n-1}f_n)

tepat ketika unsur-unsur pjp_j yang terlibat, yakni yang mempunyai eksponen rj0r_j\ne0, membagi fifnf_if_n. Ini berarti bahwa pjp_j membagi fnf_n atau membagi semua unsur f1,,fn1f_1,\ldots,f_{n-1}. Dalam kedua kasus, hh dapat ditulis sebagai hasil kali suatu unit pada D(f1,,fn1)D(f_1,\ldots,f_{n-1}) dan suatu unit pada D(fn)D(f_n). Dengan unit-unit tersebut, berkas dapat ditrivialkan.

Korolari 20.14: memperluas berkas invertibel

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema integral Noether dan UXU\subseteq X suatu himpunan terbuka. Untuk setiap titik PX\UP\in X\setminus U, andaikan gelanggang lokal 𝒪X,P\mathcal O_{X,P} bersifat faktorial. Maka setiap berkas invertibel \mathcal L pada UU dapat diperluas menjadi berkas invertibel pada XX.

Bukti

Misalkan \mathcal L berkas invertibel pada UU dan PX\UP\in X\setminus U. Ambil lingkungan afin terbuka

W=Spek(R) W=\operatorname{Spek}(R)

dari PP, dengan PP bersesuaian dengan ideal prima 𝔭\mathfrak p. Menurut hipotesis, R𝔭R_{\mathfrak p} bersifat faktorial. Kita meninjau morfisme skema injektif

Spek(R𝔭)WX. \operatorname{Spek}(R_{\mathfrak p}) \longrightarrow W\longrightarrow X.

Himpunan terbuka UU beririsan tak kosong dengan WW dan dengan Spek(R𝔭)\operatorname{Spek}(R_{\mathfrak p}); tuliskan irisan terakhir sebagai

VSpek(R𝔭), V\subseteq\operatorname{Spek}(R_{\mathfrak p}),

karena titik generik XX bersesuaian dengan ideal nol dari R𝔭R_{\mathfrak p}. Berkas tarik balik pada VV trivial menurut Lema 20.13 dan berasal dari suatu R𝔭R_{\mathfrak p}-modul, serta juga dari suatu RR-modul LL. Karena dapat ditrivialkan, terdapat isomorfisme R𝔭R_{\mathfrak p}-modul

R𝔭L𝔭. R_{\mathfrak p}\longrightarrow L_{\mathfrak p}.

Isomorfisme ini dapat diperluas ke suatu lingkungan terbuka

PD(f)=WW. P\in D(f)=W'\subseteq W.

Dengan demikian diperoleh suatu perluasan \mathcal L pada UWU\cap W'. Karena itu, himpunan terbuka dapat diganti berturut-turut dengan himpunan terbuka yang lebih besar tempat suatu perluasan tersedia. Karena sifat Noether, proses ini berakhir pada seluruh ruang.

Catatan edisi - operasi himpunan dalam bukti sumber. Kalimat sumber menyatakan bahwa perluasan ditemukan pada UWU\cap W', lalu segera memperbesar himpunan terbuka. Edisi mempertahankan tanda irisan tersebut; secara logis, langkah memperbesar himpunan biasanya memerlukan UWU\cup W'.

Di bawah hipotesis di atas, homomorfisme restriksi alami

Pic(X)Pic(U) \operatorname{Pic}(X)\longrightarrow\operatorname{Pic}(U)

dengan demikian surjektif.

Contoh 20.15: grup Picard singularitas AnA_n yang tertusuk

Tinjau gelanggang komutatif

R=K[X,Y,Z]/(XYZn) R=K[X,Y,Z]/(XY-Z^n)

di atas lapangan KK, dengan ideal maksimal

𝔪=(X,Y,Z), \mathfrak m=(X,Y,Z),

dan himpunan terbuka

U=D(X,Y)=D(X)D(Y)=Spek(R)\{𝔪}Spek(R). U=D(X,Y)=D(X)\cup D(Y) =\operatorname{Spek}(R)\setminus\{\mathfrak m\} \subseteq\operatorname{Spek}(R).

Kita mempunyai

RXK[X,X1,Z] R_X\cong K[X,X^{-1},Z]

melalui Y=Zn/XY=Z^n/X. Gelanggang ini merupakan domain faktorisasi tunggal; karena itu, menurut Teorema 20.12, semua berkas invertibel pada D(X)D(X) trivial, dan demikian pula pada D(Y)D(Y). Selanjutnya,

RXY=RZK[X,X1,Z,Z1]. R_{XY}=R_Z\cong K[X,X^{-1},Z,Z^{-1}].

Jadi, suatu berkas invertibel pada UU ditentukan oleh isomorfisme

K[X,X1,Z,Z1]𝒪U|D(XY)K[X,X1,Z,Z1]𝒪U|D(XY), K[X,X^{-1},Z,Z^{-1}] \cong\mathcal O_U|_{D(XY)} \longrightarrow K[X,X^{-1},Z,Z^{-1}] \cong\mathcal O_U|_{D(XY)},

yang pada gilirannya bersesuaian dengan suatu unit dalam K[X,X1,Z,Z1]K[X,X^{-1},Z,Z^{-1}]. Misalkan

cXiZj cX^iZ^j

suatu unit seperti itu. Unit-unit yang berasal dari RXR_X atau RYR_Y, dan kombinasi multiplikatifnya, melalui Catatan 20.2 menghasilkan berkas invertibel trivial. Grup kelas sisanya terdiri atas

Zj,j=0,1,,n1, Z^j, \qquad j=0,1,\ldots,n-1,

sehingga grup Picard UU sama dengan /(n)\mathbb Z/(n).

Contoh 20.16: grup Picard garis projektif

Tinjau garis projektif K1\mathbb P_K^1 di atas lapangan KK dengan penutup standar

K1=D+(X)D+(Y), \mathbb P_K^1=D_+(X)\cup D_+(Y),

yang terdiri atas dua garis afin

D+(X)=Spek(K[YX])𝔸K1 D_+(X) =\operatorname{Spek}\!\left(K\left[\frac YX\right]\right) \cong\mathbb A_K^1

dan

D+(Y)=Spek(K[XY])𝔸K1. D_+(Y) =\operatorname{Spek}\!\left(K\left[\frac XY\right]\right) \cong\mathbb A_K^1.

Menurut Teorema 20.12 dan Catatan 20.2, grup Picard garis projektif dapat dihitung dengan mengambil unit-unit dalam

Γ(D+(XY),𝒪K1)=K[XY,YX] \Gamma\!\left(D_+(XY),\mathcal O_{\mathbb P_K^1}\right) =K\left[\frac XY,\frac YX\right]

modulo unit-unit pada kedua potongan afin tersebut. Hasilnya ialah grup

{(XY)kk}, \left\{\left(\frac XY\right)^k\mid k\in\mathbb Z\right\},

sehingga grup Picard isomorfik dengan \mathbb Z.

Pernyataan terakhir ini berlaku secara umum untuk ruang projektif Kd\mathbb P_K^d dengan d1d\geq1; lihat Teorema 22.12.

Lembar Kerja 20: Grup Picard

Tidak satu pun dari 13 soal pada batas revisi yang dibekukan mempunyai solusi publik. Tanda bintang solusi karena itu tidak digunakan dan edisi ini tidak menciptakan solusi baru.

Soal 20.1

Misalkan

φ:XY \varphi:X\longrightarrow Y

sebuah morfisme skema. Buktikan bahwa penetapan

φ* \mathcal L\longmapsto\varphi^*\mathcal L

menentukan homomorfisme grup

Pic(Y)Pic(X). \operatorname{Pic}(Y)\longrightarrow\operatorname{Pic}(X).

Untuk dua soal berikut, perhatikan Catatan 20.3.

Soal 20.2

Misalkan

φ:XY \varphi:X\longrightarrow Y

sebuah morfisme skema. Buktikan bahwa homomorfisme grup

Pic(Y)Pic(X),φ*, \operatorname{Pic}(Y)\longrightarrow\operatorname{Pic}(X), \qquad \mathcal L\longmapsto\varphi^*\mathcal L,

dapat dideskripsikan dengan bantuan deskripsi kokikel dalam Catatan 20.2 sebagai berikut. Kokikel

rij(Γ(ViVj,𝒪Y))×,i<j, r_{ij}\in\left(\Gamma(V_i\cap V_j,\mathcal O_Y)\right)^\times, \qquad i<j,

untuk suatu penutup terbuka

Y=iIVi Y=\bigcup_{i\in I}V_i

dipetakan ke kokikel

θij(rij)(Γ(φ1(Vi)φ1(Vj),𝒪X))×,i<j, \theta_{ij}(r_{ij}) \in \left(\Gamma\!\left( \varphi^{-1}(V_i)\cap\varphi^{-1}(V_j),\mathcal O_X \right)\right)^\times, \qquad i<j,

terhadap penutup

X=iIφ1(Vi), X=\bigcup_{i\in I}\varphi^{-1}(V_i),

dengan

θij:Γ(ViVj,𝒪Y)Γ(φ1(ViVj),𝒪X) \theta_{ij}:\Gamma(V_i\cap V_j,\mathcal O_Y) \longrightarrow \Gamma\!\left(\varphi^{-1}(V_i\cap V_j),\mathcal O_X\right)

menyatakan homomorfisme gelanggang yang terkait.

Soal 20.3

Misalkan

A=K[X1,,Xn]/𝔞 A=K[X_1,\ldots,X_n]/\mathfrak a

gelanggang bergradasi standar, dengan penutup terbuka

U=Spek(A)\{A+}=i=1nD(Xi)Spek(R)=X U=\operatorname{Spek}(A)\setminus\{A_+\} =\bigcup_{i=1}^nD(X_i) \subseteq\operatorname{Spek}(R)=X

dari spektrum tertusuk dan penutup terbuka

Y=Proj(A)=i=1nD+(Xi) Y=\operatorname{Proj}(A) =\bigcup_{i=1}^nD_+(X_i)

dari spektrum projektif yang bersangkutan. Misalkan \ell\in\mathbb Z. Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Keluarga unit

    Xi(Γ(D(Xi),𝒪X))×,i=1,,n, X_i^\ell\in\left(\Gamma(D(X_i),\mathcal O_X)\right)^\times, \qquad i=1,\ldots,n,

    menentukan kokikel

    XjXi(Γ(D(XiXj),𝒪X))×,i<j, X_j^\ell X_i^{-\ell} \in\left(\Gamma(D(X_iX_j),\mathcal O_X)\right)^\times, \qquad i<j,

    yang merepresentasikan berkas invertibel trivial pada UU.

  2. Kokikel dari bagian (1) dapat dipandang sebagai kokikel pada spektrum projektif YY.

  3. Berkas invertibel yang ditentukan pada YY oleh kokikel dari bagian (2) isomorfik dengan berkas struktur terpuntir 𝒪Y()\mathcal O_Y(\ell) (atau dengan 𝒪Y()\mathcal O_Y(-\ell); di sini terdapat pilihan tanda).

  4. Tarik balik sebuah berkas struktur terpuntir di bawah pemetaan kerucut UYU\to Y bersifat trivial.

Catatan edisi - simbol gelanggang pada sumber. Sumber mendefinisikan A=K[X1,,Xn]/𝔞A=K[X_1,\ldots,X_n]/\mathfrak a, tetapi pada penutup spektrum tertusuk mencetak Spek(R)=X\operatorname{Spek}(R)=X. Edisi mempertahankan simbol RR itu dan tidak menggantinya secara diam-diam dengan AA.

Soal 20.4

Misalkan RR domain faktorisasi tunggal. Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Untuk fRf\in R, f0f\ne0, berlaku

    (f)R(p)=(ps) (f)R_{(p)}=(p^s)

    jika dan hanya jika pp muncul dengan eksponen ss dalam faktorisasi prima ff.

  2. Dua ideal utama (f)(f) dan (g)(g) sama jika dan hanya jika, untuk setiap unsur prima pp, ideal

    (f)R(p)dan(g)R(p) (f)R_{(p)} \quad\text{dan}\quad (g)R_{(p)}

    sama di dalam pelokalan R(p)R_{(p)}.

Soal berikut menjadi pengantar bagi Lema 20.13.

Soal 20.5

Misalkan RR domain faktorisasi tunggal dan f,gRf,g\in R. Dengan menggunakan Catatan 20.2, buktikan bahwa grup Picard dari

D(f,g)Spek(R) D(f,g)\subseteq\operatorname{Spek}(R)

bersifat trivial.

Soal 20.6

Misalkan RR domain integral Noether sedemikian sehingga semua pelokalan R𝔭R_{\mathfrak p} bersifat faktorial. Misalkan USpek(R)U\subseteq\operatorname{Spek}(R) suatu himpunan terbuka dan 𝔭U\mathfrak p\notin U suatu titik berkodimensi 2\geq2 (jadi ideal prima 𝔭\mathfrak p mempunyai tinggi 2\geq2). Buktikan bahwa sebuah berkas invertibel \mathcal L pada UU memiliki perluasan unik ke suatu himpunan terbuka UU' yang memuat UU dan 𝔭\mathfrak p.

Soal 20.7

Kita meninjau gelanggang bilangan kuadratik

R=[5] R=\mathbb Z[\sqrt{-5}]

dengan himpunan terbuka D(2)Spek(R)D(2)\subseteq\operatorname{Spek}(R). Buktikan bahwa berkas struktur pada D(2)D(2) dapat diperluas dengan lebih dari satu cara menjadi berkas invertibel pada Spek(R)\operatorname{Spek}(R).

Soal 20.8

Buktikan bahwa grup Picard dari spektrum tertusuk

U=D(X,Y,Z)Spek(K[X,Y,Z]/(XYZn)(X,Y,Z)) U=D(X,Y,Z) \subseteq \operatorname{Spek}\!\left( K[X,Y,Z]/(XY-Z^n)_{(X,Y,Z)} \right)

dari gelanggang lokal

K[X,Y,Z]/(XYZn)(X,Y,Z) K[X,Y,Z]/(XY-Z^n)_{(X,Y,Z)}

sama dengan /(n)\mathbb Z/(n) (bandingkan Contoh 20.15).

Catatan edisi - cakupan pelokalan pada formula sumber. Dalam kedua tampilan Soal 20.8, sumber menempatkan subskrip (X,Y,Z)(X,Y,Z) langsung pada (XYZn)(XY-Z^n) di dalam hasil bagi. Edisi mempertahankan pengelompokan tercetak itu dan tidak memindahkan subskrip secara diam-diam ke seluruh gelanggang kelas sisa.

Soal 20.9

Buktikan bahwa pada spektrum tertusuk

U=D(X,Y,Z)Spek(K[X,Y,Z]/(XYZn)), U=D(X,Y,Z) \subseteq \operatorname{Spek}\!\left(K[X,Y,Z]/(XY-Z^n)\right),

untuk n2n\geq2, terdapat berkas-berkas invertibel yang tidak dapat diperluas menjadi berkas invertibel pada

Spek(K[X,Y,Z]/(XYZn)). \operatorname{Spek}\!\left(K[X,Y,Z]/(XY-Z^n)\right).

Soal 20.10

Buktikan bahwa berkas-berkas invertibel pada spektrum tertusuk

U=D(X,Y,Z)Spek(K[X,Y,Z]/(XYZn)) U=D(X,Y,Z) \subseteq \operatorname{Spek}\!\left(K[X,Y,Z]/(XY-Z^n)\right)

merupakan restriksi berkas ideal koheren yang terkait dengan ideal-ideal

(X,Zi),i=0,,n1, (X,Z^i), \qquad i=0,\ldots,n-1,

di dalam K[X,Y,Z]/(XYZn)K[X,Y,Z]/(XY-Z^n).

Soal 20.11

Misalkan

R=K[X,Y,Z]/(XYZn). R=K[X,Y,Z]/(XY-Z^n).

Untuk i=0,1,,n1i=0,1,\ldots,n-1, tinjau aljabar-aljabar RR

Ai=R[S,T]/(SX+TZi) A_i=R[S,T]/(SX+TZ^i)

dan pemetaan spektrum yang terkait

πi:Spek(Ai)Spek(R). \pi_i:\operatorname{Spek}(A_i) \longrightarrow\operatorname{Spek}(R).

Buktikan bahwa, di atas

U=D(X,Y,Z)Spek(K[X,Y,Z]/(XYZn)), U=D(X,Y,Z) \subseteq \operatorname{Spek}\!\left(K[X,Y,Z]/(XY-Z^n)\right),

pemetaan-pemetaan πi\pi_i merupakan bundel garis yang tidak trivial untuk i0i\ne0. Buktikan pula bahwa untuk i0i\ne0, Spek(Ai)\operatorname{Spek}(A_i) bukan bundel garis di atas Spek(R)\operatorname{Spek}(R).

Soal 20.12

Misalkan

Kd=Proj(K[X0,X1,,Xd]) \mathbb P_K^d =\operatorname{Proj}(K[X_0,X_1,\ldots,X_d])

ruang projektif di atas lapangan KK. Buktikan bahwa grup Picard dari himpunan terbuka

D+(Xi,Xj)Kd,ij, D_+(X_i,X_j)\subseteq\mathbb P_K^d, \qquad i\ne j,

isomorfik dengan \mathbb Z.

Soal 20.13

Misalkan

Kd=Proj(K[X0,X1,,Xd]) \mathbb P_K^d =\operatorname{Proj}(K[X_0,X_1,\ldots,X_d])

ruang projektif di atas lapangan KK. Buktikan bahwa untuk d1d\geq1, grup Picard dari Kd\mathbb P_K^d isomorfik dengan \mathbb Z.

Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 20

Pada batas revisi yang dibekukan, ketiga belas halaman kandidat solusi (Soal 20.1-20.13) berstatus missing dalam bukti kueri resmi. Karena itu, tidak ada solusi publik yang dapat diterjemahkan untuk unit ini dan edisi tidak menciptakan atau menyiratkan solusi baru.

Peta urutan soal dan bukti kandidat tetap menjadi rekaman cakupan sumber, termasuk hasil negatif untuk setiap nomor soal.

Kredit media BGK Unit 20

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 20 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 20.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 21: Skema Normal

Gelanggang normal

Definisi 21.1: gelanggang pecahan total

Misalkan RR gelanggang komutatif dan SRS\subseteq R himpunan semua unsur bukan pembagi nol dalam RR. Pelokalan RSR_S disebut gelanggang pecahan total RR dan dilambangkan dengan

Q(R). Q(R).

Definisi 21.2: gelanggang normal

Gelanggang komutatif disebut normal jika tertutup secara integral di dalam gelanggang pecahan totalnya.

Definisi 21.3: normalisasi

Misalkan RR gelanggang komutatif dan Q(R)Q(R) gelanggang pecahan totalnya. Penutupan integral RR di dalam Q(R)Q(R) disebut normalisasi RR.

Contoh 21.4: normalisasi salib sumbu

Kita menentukan normalisasi gelanggang

K[X,Y]/(XY) K[X,Y]/(XY)

di atas suatu lapangan KK. Unsur X+YX+Y bukan pembagi nol. Untuk unsur

XYX+YQ(R) \frac{X-Y}{X+Y}\in Q(R)

berlaku

(XYX+Y)2=(XY)2(X+Y)2=X2+Y2X2+Y2=1. \left(\frac{X-Y}{X+Y}\right)^2 =\frac{(X-Y)^2}{(X+Y)^2} =\frac{X^2+Y^2}{X^2+Y^2} =1.

Jadi unsur ini memenuhi persamaan keintegralan dan dengan demikian termasuk normalisasi.

Catatan edisi - cakupan contoh sumber. Sumber mengumumkan penentuan normalisasi, tetapi bagian yang tersedia hanya membuktikan bahwa unsur (XY)/(X+Y)(X-Y)/(X+Y) integral atas RR. Edisi tidak melengkapi perhitungan yang tidak diberikan oleh sumber. Sumber juga beralih ke notasi Q(R)Q(R) tanpa terlebih dahulu menetapkan simbol RR bagi gelanggang yang ditampilkan.

Gelanggang valuasi diskret

Definisi 21.5: gelanggang valuasi diskret

Suatu gelanggang valuasi diskret RR adalah domain ideal utama yang, hingga asosiasi, mempunyai tepat satu unsur prima.

Definisi 21.6: orde

Misalkan fRf\in R, f0f\ne0, suatu unsur dalam gelanggang valuasi diskret RR dengan unsur prima pp. Bilangan nn\in\mathbb N yang memenuhi

f=upn, f=up^n,

dengan uu suatu satuan, disebut orde ff dan dilambangkan dengan

ord(f). \operatorname{ord}(f).

Lema 21.7: sifat-sifat orde

Misalkan RR gelanggang valuasi diskret dengan ideal maksimal 𝔪=(p)\mathfrak m=(p). Pemetaan orde

R\{0},ford(f), R\setminus\{0\}\longrightarrow\mathbb N, \qquad f\longmapsto\operatorname{ord}(f),

mempunyai sifat-sifat berikut.

  1. Berlaku

    ord(fg)=ord(f)+ord(g). \operatorname{ord}(fg) =\operatorname{ord}(f)+\operatorname{ord}(g).

  2. Berlaku

    ord(f+g)min{ord(f),ord(g)}. \operatorname{ord}(f+g) \geq\min\{\operatorname{ord}(f),\operatorname{ord}(g)\}.

  3. Berlaku f𝔪f\in\mathfrak m jika dan hanya jika ord(f)1\operatorname{ord}(f)\geq1.

  4. Berlaku fR×f\in R^\times jika dan hanya jika ord(f)=0\operatorname{ord}(f)=0.

Bukti

Lihat Soal 21.7.

Catatan edisi - domain fungsi orde. Sumber mendefinisikan ord\operatorname{ord} pada R\{0}R\setminus\{0\}, tetapi bagian 2 tidak mengecualikan f+g=0f+g=0. Pernyataan sumber dipertahankan; apabila ord(0)\operatorname{ord}(0) tidak didefinisikan, pertaksamaan itu hanya bermakna untuk f+g0f+g\ne0.

Kita mengutip teorema karakterisasi berikut. Secara khusus, teorema ini menyatakan bahwa domain integral lokal normal berdimensi satu merupakan gelanggang valuasi diskret, sehingga merupakan domain faktorisasi tunggal dan bersifat reguler. Karena itu, untuk suatu domain integral normal dan Noether RR, semua pelokalan pada ideal prima berketinggian 11 merupakan gelanggang valuasi diskret.

Teorema 21.8: karakterisasi gelanggang valuasi diskret

Misalkan RR domain integral lokal dan Noether yang mempunyai tepat dua ideal prima

0𝔪. 0\subset\mathfrak m.

Pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen.

  1. RR merupakan gelanggang valuasi diskret.
  2. RR merupakan domain ideal utama.
  3. RR merupakan domain faktorisasi tunggal.
  4. RR normal.
  5. 𝔪\mathfrak m merupakan ideal utama.

Lema 21.9: orde sebagai dimensi ruang vektor

Misalkan KK lapangan dan BB gelanggang valuasi diskret di atas KK yang lapangan residunya sama dengan KK. Untuk setiap fBf\in B, f0f\ne0, orde ff sama dengan dimensi ruang vektor atas KK dari B/(f)B/(f):

ord(f)=dimK(B/(f)). \operatorname{ord}(f)=\dim_K(B/(f)).

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Soal 21.2 melalui induksi pada orde ff.

Skema normal

Definisi 21.10: skema normal

Suatu skema XX disebut normal jika setiap gelanggang lokal 𝒪x\mathcal O_x, untuk xXx\in X, merupakan gelanggang normal.

Lema 21.11: kriteria afin bagi kenormalan

Untuk suatu skema (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X), sifat-sifat berikut ekuivalen.

  1. XX normal.

  2. Untuk setiap subhimpunan terbuka afin U=Spek(R)U=\operatorname{Spek}(R) dari XX, gelanggang RR normal.

  3. Terdapat penutup terbuka afin

    X=iIUi,Ui=Spek(Ri), X=\bigcup_{i\in I}U_i, \qquad U_i=\operatorname{Spek}(R_i),

    dengan setiap RiR_i gelanggang normal.

Bukti

Implikasi (2)(3)(2)\Rightarrow(3) langsung. Andaikan (3) berlaku. Untuk setiap titik xXx\in X, terdapat lingkungan terbuka afin

xU=Spek(R)X x\in U=\operatorname{Spek}(R)\subseteq X

dengan RR normal. Dalam hal ini

𝒪x=R𝔭 \mathcal O_x=R_{\mathfrak p}

untuk suatu ideal prima 𝔭\mathfrak p dari RR. Menurut Teorema 42.3 dalam Aljabar Komutatif, R𝔭R_{\mathfrak p} juga normal.

Catatan edisi - arah implikasi dalam sumber. Sumber menyatakan tiga sifat yang ekuivalen dan memberikan (2)(3)(2)\Rightarrow(3) serta (3)(1)(3)\Rightarrow(1), tetapi tidak menuliskan argumen untuk (1)(2)(1)\Rightarrow(2). Edisi tidak menciptakan bukti yang tidak tersedia.

Teorema 21.12: perpotongan pelokalan berketinggian satu

Misalkan RR domain integral normal dan Noether. Maka

R=𝔭R𝔭, R=\bigcap_{\mathfrak p}R_{\mathfrak p},

dengan 𝔭\mathfrak p merentang semua ideal prima berketinggian 11 dari RR.

Bukti

Misalkan f=g/hQ(R)f=g/h\in Q(R) dan andaikan fRf\notin R. Menurut Lema 44.12 dalam Aljabar Komutatif, terdapat ideal prima 𝔭\mathfrak p yang terasosiasi dengan suatu gelanggang faktor oleh ideal utama dan memenuhi

fR𝔭. f\notin R_{\mathfrak p}.

Dengan demikian, 𝔭\mathfrak p adalah ideal anihilator suatu unsur xx modulo ideal utama (y)(y). Melalui pelokalan, kita boleh mengandaikan bahwa 𝔭\mathfrak p merupakan ideal maksimal RR. Tinjau submodul-RR

N={qQ(R)q𝔭R}Q(R). N=\{q\in Q(R)\mid q\mathfrak p\subseteq R\}\subseteq Q(R).

Kita mempunyai

𝔭𝔭NR. \mathfrak p\subseteq\mathfrak pN\subseteq R.

Karena 𝔭\mathfrak p maksimal, berlaku

𝔭=𝔭N \mathfrak p=\mathfrak pN

atau

𝔭N=R. \mathfrak pN=R.

Dalam kasus pertama, Lema 41.7 dalam Aljabar Komutatif menyatakan bahwa unsur-unsur NN integral atas RR. Kenormalan RR kemudian memberi N=RN=R. Karena

x𝔭(y), x\mathfrak p\subseteq(y),

kita juga mempunyai

xy𝔭R, \frac{x}{y}\mathfrak p\subseteq R,

sehingga

xyN=R, \frac{x}{y}\in N=R,

suatu kontradiksi. Jadi berlaku kasus kedua, 𝔭N=R\mathfrak pN=R. Karena itu terdapat a𝔭a\in\mathfrak p dan qNq\in N yang memenuhi

aq=1. aq=1.

Untuk b𝔭b\in\mathfrak p, kita kemudian mempunyai

bq=baR. bq=\frac ba\in R.

Jadi b(a)b\in(a) dan dengan demikian 𝔭=(a)\mathfrak p=(a) merupakan ideal utama. Menurut Teorema 21.8, RR merupakan gelanggang valuasi diskret dan 𝔭\mathfrak p mempunyai ketinggian 11.

Catatan edisi - pergantian notasi dalam bukti. Bukti sumber mula-mula menulis f=g/hf=g/h, lalu memperkenalkan kelas xx modulo (y)(y) dan menggunakan pecahan x/yx/y tanpa menyatakan hubungan notasi itu dengan g/hg/h. Edisi mempertahankan urutan argumen sumber dan tidak menambahkan identifikasi yang tidak diberikan.

Lembar Kerja 21: Gelanggang Valuasi Diskret

Tanda bintang menunjukkan tepat tiga soal yang mempunyai solusi publik pada batas revisi yang dibekukan, yaitu Soal 21.3, 21.9, dan 21.10. Sepuluh soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 21.1

Deskripsikan spektrum suatu gelanggang valuasi diskret.

Soal 21.2

Misalkan RR gelanggang valuasi diskret dan 𝔪=(π)\mathfrak m=(\pi). Misalkan pula

K=R/(π) K=R/(\pi)

lapangan residu RR. Buktikan bahwa untuk setiap nn\in\mathbb N terdapat isomorfisme modul-RR

(πn)/(πn+1)K. (\pi^n)/(\pi^{n+1})\longrightarrow K.

Soal 21.3 ★

Misalkan RR gelanggang valuasi diskret dengan lapangan pecahan QQ. Buktikan bahwa tidak ada gelanggang antara sejati antara RR dan QQ.

Soal 21.4

Misalkan RR gelanggang valuasi diskret dengan lapangan pecahan QQ. Karakterisasikan submodul-RR dari QQ yang dibangkitkan secara hingga. Ke bentuk apakah suatu sistem pembangkit dapat dibawa?

Soal 21.5

Misalkan KK lapangan berkarakteristik 00, fK[X]f\in K[X] dengan f0f\ne0, dan aKa\in K. Buktikan bahwa ketiga “orde” ff di titik aa berikut bertepatan.

  1. Orde pelenyapan ff di titik aa, yaitu orde minimum suatu turunan formal yang memenuhi

    f(k)(a)0. f^{(k)}(a)\ne0.

  2. Eksponen faktor linear XaX-a dalam faktorisasi ff.

  3. Orde ff di dalam pelokalan

    K[X](Xa) K[X]_{(X-a)}

    dari K[X]K[X] pada ideal maksimal (Xa)(X-a).

Catatan edisi - perbedaan dengan saksi PDF kursus. Entitas Web semantik yang dibekukan menyatakan “orde minimum” turunan formal yang tidak nol, seperti pada bagian 1 di atas. Saksi PDF kursus pada halaman 189 memuat rumusan lama “orde maksimum” turunan dengan f(k)(a)=0f^{(k)}(a)=0. Edisi mengikuti entitas Web beku dan mencatat perbedaan substantif ini tanpa menggabungkan kedua rumusan secara diam-diam.

Soal 21.6

Misalkan KK lapangan dan K(T)K(T) lapangan fungsi rasional di atas KK. Carilah gelanggang valuasi diskret

RK(T) R\subseteq K(T)

yang memenuhi

Q(R)=K(T)danRK[T]=K. Q(R)=K(T) \qquad\text{dan}\qquad R\cap K[T]=K.

Soal 21.7

Misalkan RR gelanggang valuasi diskret dengan ideal maksimal 𝔪=(p)\mathfrak m=(p). Buktikan bahwa pemetaan orde

R\{0},ford(f), R\setminus\{0\}\longrightarrow\mathbb N, \qquad f\longmapsto\operatorname{ord}(f),

mempunyai sifat-sifat berikut.

  1. Berlaku

    ord(fg)=ord(f)+ord(g). \operatorname{ord}(fg) =\operatorname{ord}(f)+\operatorname{ord}(g).

  2. Berlaku

    ord(f+g)min{ord(f),ord(g)}. \operatorname{ord}(f+g) \geq\min\{\operatorname{ord}(f),\operatorname{ord}(g)\}.

  3. Berlaku f𝔪f\in\mathfrak m jika dan hanya jika ord(f)1\operatorname{ord}(f)\geq1.

  4. Berlaku fR×f\in R^\times jika dan hanya jika ord(f)=0\operatorname{ord}(f)=0.

Catatan edisi - domain fungsi orde. Sumber mendefinisikan ord\operatorname{ord} pada R\{0}R\setminus\{0\}, tetapi bagian 2 tidak mengecualikan f+g=0f+g=0. Pernyataan sumber dipertahankan; apabila ord(0)\operatorname{ord}(0) tidak didefinisikan, pertaksamaan itu hanya bermakna untuk f+g0f+g\ne0.

Soal 21.8

Tetapkan suatu bilangan prima pp. Untuk setiap bilangan bulat n0n\ne0, misalkan νp(n)\nu_p(n) menyatakan eksponen kemunculan bilangan prima pp dalam faktorisasi prima nn.

  1. Buktikan bahwa pemetaan

    νp:\{0} \nu_p:\mathbb Z\setminus\{0\}\longrightarrow\mathbb N

    surjektif.

  2. Buktikan bahwa

    νp(nm)=νp(n)+νp(m). \nu_p(nm)=\nu_p(n)+\nu_p(m).

  3. Carilah perpanjangan

    νp:\{0} \nu_p:\mathbb Q\setminus\{0\}\longrightarrow\mathbb Z

    dari pemetaan yang diberikan yang merupakan homomorfisme grup; di sini ×=\{0}\mathbb Q^\times=\mathbb Q\setminus\{0\} dilengkapi perkalian dan \mathbb Z dilengkapi penjumlahan.

  4. Deskripsikan kernel homomorfisme grup pada bagian 3.

Soal 21.9 ★

Misalkan KK lapangan dan

ν:(K×,,1)(,+,0) \nu:(K^\times,\cdot,1)\longrightarrow(\mathbb Z,+,0)

homomorfisme grup surjektif yang memenuhi

ν(f+g)min{ν(f),ν(g)} \nu(f+g)\geq\min\{\nu(f),\nu(g)\}

untuk semua f,gK×f,g\in K^\times. Buktikan bahwa

R={fK×ν(f)0}{0} R=\{f\in K^\times\mid\nu(f)\geq0\}\cup\{0\}

merupakan gelanggang valuasi diskret.

Catatan edisi - domain valuasi. Sumber mendefinisikan ν\nu hanya pada K×K^\times, tetapi menuliskan ν(f+g)\nu(f+g) tanpa mengecualikan f+g=0f+g=0. Pernyataan sumber dipertahankan; pertaksamaan tersebut hanya bermakna ketika f+g0f+g\ne0 kecuali ν\nu diperpanjang ke nol.

Soal 21.10 ★

Misalkan

PC=V(F)𝔸K2 P\in C=V(F)\subset\mathbb A_K^2

titik mulus pada suatu kurva bidang tak tereduksi. Buktikan bahwa gelanggang lokal yang bersesuaian merupakan gelanggang valuasi diskret.

Soal 21.11

Misalkan

V=V(x2+y21)𝔸K2 V=V(x^2+y^2-1)\subseteq\mathbb A_K^2

lingkaran satuan di atas suatu lapangan KK, dan misalkan P=(a,b)VP=(a,b)\in V suatu titik.

  1. Buktikan bahwa gelanggang lokal RR dari VV di titik PP merupakan gelanggang valuasi diskret.

  2. Simpulkan bahwa gelanggang koordinat

    K[X,Y]/(X2+Y21) K[X,Y]/(X^2+Y^2-1)

    normal. Sumber menyatakan bahwa KK boleh dianggap tertutup secara aljabar.

  3. Buktikan bahwa

    K[X,Y]/(X2+Y21) K[X,Y]/(X^2+Y^2-1)

    bukan domain faktorisasi tunggal.

  4. Tentukan orde XX dan Y1Y-1 di dalam gelanggang lokal pada titik (0,1)(0,1).

Catatan edisi - hipotesis lapangan dalam sumber. Sumber tidak membatasi karakteristik KK dan sekaligus mengizinkan KK dianggap tertutup secara aljabar pada bagian 2, sedangkan klaim sebagai domain faktorisasi tunggal pada bagian 3 bergantung pada lapangan dasar; dalam karakteristik 22, persamaan yang ditampilkan bahkan merupakan kuadrat. Edisi mempertahankan soal sebagaimana tersedia dan tidak memasukkan hipotesis baru.

Soal 21.12

Misalkan KK lapangan. Suatu deret pangkat dalam satu variabel di atas KK adalah ekspresi formal berbentuk

a0+a1T+a2T2+a3T3+,aiK. a_0+a_1T+a_2T^2+a_3T^3+\cdots, \qquad a_i\in K.

Jadi, dapat terdapat tak hingga banyak koefisien aia_i yang tidak nol. Definisikan struktur gelanggang pada himpunan semua deret pangkat yang memperluas struktur gelanggang pada gelanggang polinomial dalam satu variabel. Buktikan bahwa gelanggang ini merupakan gelanggang valuasi diskret.

Suatu modul yang tidak mempunyai unsur torsi selain 00 disebut bebas torsi.

Soal 21.13

Buktikan bahwa setiap modul MM yang bebas torsi dan dibangkitkan secara hingga di atas suatu gelanggang valuasi diskret merupakan modul bebas.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 21

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat tiga solusi publik di antara 13 soal, yaitu solusi Soal 21.3, 21.9, dan 21.10. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 21.1–21.2, 21.4–21.8, dan 21.11–21.13. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Solusi Soal 21.3

Misalkan ideal maksimal RR adalah

𝔪=(π). \mathfrak m=(\pi).

Lapangan pecahan RR adalah

Q(R)=Rπ, Q(R)=R_\pi,

dan di dalam lapangan ini setiap unsur tak nol berbentuk

uπn,uR×,n. u\pi^n, \qquad u\in R^\times, \quad n\in\mathbb Z.

Misalkan

RTQ(R). R\subset T\subseteq Q(R).

Maka terdapat unsur

uπnT u\pi^n\in T

dengan n<0n<0. Akan tetapi, kita juga mempunyai πnT\pi^n\in T dan

π1=πn1πnT. \pi^{-1}=\pi^{-n-1}\pi^n\in T.

Jadi T=Q(R)T=Q(R).

Kembali ke Soal 21.3.

Solusi Soal 21.9

Pertama-tama kita buktikan bahwa RR merupakan subgelanggang dari lapangan KK. Kita mempunyai

0R. 0\in R.

Karena ν\nu homomorfisme grup, harus berlaku

ν(1)=0. \nu(1)=0.

Untuk unsur f,gRf,g\in R, berlaku

ν(f),ν(g)0, \nu(f),\nu(g)\geq0,

dan karena ν\nu homomorfisme grup,

ν(fg)=ν(f)+ν(g)0, \nu(f\cdot g)=\nu(f)+\nu(g)\geq0,

serta, menurut asumsi,

ν(f+g)min{ν(f),ν(g)}0. \nu(f+g)\geq\min\{\nu(f),\nu(g)\}\geq0.

Jadi RR tertutup terhadap perkalian dan penjumlahan. Selain itu,

ν(1)+ν(1)=ν((1)2)=ν(1)=0, \nu(-1)+\nu(-1) =\nu((-1)^2) =\nu(1) =0,

sehingga ν(1)=0\nu(-1)=0 dan 1R-1\in R. Dengan demikian, RR juga tertutup terhadap pengambilan negatif dan merupakan gelanggang komutatif.

Selanjutnya, RR harus merupakan gelanggang lokal. Kita klaim bahwa

𝔪:={fK×ν(f)1}{0}R. \mathfrak m :=\{f\in K^\times\mid\nu(f)\geq1\}\cup\{0\} \subseteq R.

merupakan satu-satunya ideal maksimal. Himpunan ini memuat 00, dan karena

ν(f+g)min{ν(f),ν(g)}1, \nu(f+g)\geq\min\{\nu(f),\nu(g)\}\geq1,

himpunan ini tertutup terhadap penjumlahan. Untuk f𝔪f\in\mathfrak m dan gRg\in R, berlaku

ν(f)1danν(g)0, \nu(f)\geq1 \qquad\text{dan}\qquad \nu(g)\geq0,

dan karena itu

ν(gf)=ν(g)+ν(f)1, \nu(gf)=\nu(g)+\nu(f)\geq1,

sehingga himpunan ini tertutup terhadap perkalian oleh unsur RR. Jadi 𝔪\mathfrak m merupakan ideal.

Komplemen R\𝔪R\setminus\mathfrak m terdiri tepat atas unsur hKh\in K dengan

ν(h)=0. \nu(h)=0.

Untuk unsur seperti itu,

ν(h1)=ν(h)=0, \nu(h^{-1})=-\nu(h)=0,

sehingga h1Rh^{-1}\in R. Jadi semua unsur dalam R\𝔪R\setminus\mathfrak m merupakan satuan. Oleh karena itu, 𝔪\mathfrak m merupakan ideal maksimal.

Masih harus dibuktikan bahwa RR merupakan gelanggang valuasi diskret. Ambil pKp\in K dengan

ν(p)=1. \nu(p)=1.

Unsur seperti ini ada karena ν\nu diasumsikan surjektif. Kita buktikan bahwa pp merupakan unsur prima. Secara umum, untuk x,yRx,y\in R, unsur yy merupakan kelipatan xx tepat ketika

ν(y)ν(x), \nu(y)\geq\nu(x),

sebab kondisi itu ekuivalen dengan y/xRy/x\in R. Sekarang misalkan pxyp\mid xy untuk x,yRx,y\in R. Maka

1=ν(p)ν(xy)=ν(x)+ν(y). 1=\nu(p)\leq\nu(xy)=\nu(x)+\nu(y).

Karena itu, ν(x)1\nu(x)\geq1 atau ν(y)1\nu(y)\geq1, sehingga salah satu dari xx atau yy merupakan kelipatan pp. Jadi pp merupakan unsur prima.

Dengan argumen yang sama, setiap unsur tak nol xRx\in R dengan

n=ν(x) n=\nu(x)

berasosiasi dengan pnp^n. Dengan demikian, RR merupakan domain ideal utama dengan tepat ideal-ideal

0dan(pn),n. 0 \qquad\text{dan}\qquad (p^n), \quad n\in\mathbb N.

Catatan edisi - domain valuasi. Sumber mendefinisikan ν\nu hanya pada K×K^\times, tetapi di dalam solusi mengevaluasi ν(f)\nu(f), ν(f+g)\nu(f+g), ν(gf)\nu(gf), dan ν(xy)\nu(xy) untuk unsur yang hanya dinyatakan berada di RR, padahal 0R0\in R. Edisi mempertahankan bukti sumber tanpa menambahkan konvensi ν(0)=\nu(0)=\infty atau pemisahan kasus nol.

Kembali ke Soal 21.9.

Solusi Soal 21.10

Pertama, RR merupakan gelanggang lokal dan Noether yang, menurut fakta sumber tentang komponen pada titik mulus, merupakan domain integral. Karena itu, ideal primanya hanyalah ideal nol dan ideal maksimal 𝔪P\mathfrak m_P. Kita akan membuktikan bahwa ideal maksimal tersebut merupakan ideal utama.

Kita boleh mengandaikan bahwa PP adalah titik asal dan menulis FF sebagai

F=Fd++F1 F=F_d+\cdots+F_1

dengan F10F_1\ne0. Bentuk ini tersedia karena PP merupakan titik mulus. Melalui suatu transformasi variabel, kita dapat membuat

F1=Y. F_1=Y.

Di dalam FF, kita dapat mengumpulkan semua pangkat XX yang berdiri sendiri, yaitu monomial-monomial yang tidak memuat YY, dan mengeluarkan faktor YY dari suku-suku lainnya. Persamaan F=0F=0 kemudian dapat ditulis sebagai

Y(1+G)=XH(X), Y(1+G)=XH(X),

dengan

G(X,Y). G\in(X,Y).

Unsur 1+G1+G merupakan satuan dalam K[X,Y](X,Y)K[X,Y]_{(X,Y)}, dan terlebih lagi dalam gelanggang lokal kurva di titik asal,

R=K[X,Y](X,Y)/(F). R=K[X,Y]_{(X,Y)}/(F).

Karena itu, di dalam RR berlaku hubungan

Y=H1+GX. Y=\frac{H}{1+G}X.

Jadi ideal maksimal dalam gelanggang lokal RR dibangkitkan oleh XX saja. Menurut Teorema 21.8, RR merupakan gelanggang valuasi diskret.

Kembali ke Soal 21.10.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 21.1, 21.2, 21.4, 21.5, 21.6, 21.7, 21.8, 21.11, 21.12, atau 21.13. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 21

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 21 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 21.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 22: Grup Kelas Pembagi

Pembagi Weil

Kita menyebut suatu subhimpunan tertutup tak tereduksi YXY\subset X berkodimensi 11 dalam skema integral XX sebagai pembagi prima. Jika XX normal dan Noether, gelanggang lokal 𝒪X,η\mathcal O_{X,\eta} di titik generik η\eta dari YY merupakan gelanggang valuasi diskret. Oleh karena itu, setiap unsur

f0 f\ne 0

dari lapangan fungsi K(X)K(X) mempunyai orde yang terdefinisi dengan baik di sepanjang YY, yang kita lambangkan dengan ordY(f)\operatorname{ord}_Y(f). Jika π\pi menyatakan uniformisator, yaitu pembangkit ideal maksimal, dalam gelanggang valuasi diskret 𝒪X,η\mathcal O_{X,\eta}, kita dapat menulis

f=uπn f=u\pi^n

dengan suatu satuan uu dari gelanggang tersebut dan nn\in\mathbb Z. Eksponen nn ini disebut orde ff di sepanjang YY. Orde positif berarti nol, sedangkan orde negatif berarti kutub. Jika

U=Spek(R)X U=\operatorname{Spek}(R)\subseteq X

merupakan subhimpunan terbuka afin dengan UYU\cap Y\ne\varnothing, maka YY bersesuaian dengan ideal prima 𝔭\mathfrak p bertinggi 11 dalam RR, dan untuk gelanggang lokal berlaku

𝒪X,η=R𝔭. \mathcal O_{X,\eta}=R_{\mathfrak p}.

Definisi 22.1: pembagi utama

Misalkan XX skema integral normal dan Noether dengan lapangan fungsi KK, dan misalkan fKf\in K, f0f\ne 0. Jumlah formal

div(f)=Y pembagi primaordY(f)Y, \operatorname{div}(f) =\sum_{Y\text{ pembagi prima}}\operatorname{ord}_Y(f)\cdot Y,

dengan ordY(f)\operatorname{ord}_Y(f) menyatakan orde ff dalam gelanggang lokal pada YY, disebut pembagi utama yang ditentukan oleh ff.

Jadi, pembagi utama mendeskripsikan perilaku nol dan kutub fungsi ff. Pertama-tama kita tunjukkan bahwa pembagi utama merupakan jumlah hingga.

Lema 22.2: dukungan pembagi utama berhingga

Misalkan XX skema integral normal dan Noether dengan lapangan fungsi KK, dan misalkan fKf\in K, f0f\ne 0. Maka hanya ada berhingga banyak pembagi prima YY dengan

ordY(f)0. \operatorname{ord}_Y(f)\ne 0.

Bukti

Misalkan UXU\subseteq X suatu subhimpunan terbuka afin tak kosong dengan

fR=Γ(U,𝒪X). f\in R=\Gamma(U,\mathcal O_X).

Karena titik generik XX termasuk dalam UU, pembagi-pembagi prima yang tidak berpotongan dengan UU merupakan komponen-komponen tak tereduksi dari XUX\smallsetminus U. Himpunan XUX\smallsetminus U tertutup dalam XX dan karena itu Noether, sehingga hanya mempunyai berhingga banyak komponen. Jadi, tinggal dipertimbangkan pembagi-pembagi prima yang berpotongan dengan UU. Titik-titik generiknya bersesuaian dengan ideal prima bertinggi 11 dalam RR. Kita mempunyai

ordY(f)=ord𝔭(f)0, \operatorname{ord}_Y(f)=\operatorname{ord}_{\mathfrak p}(f)\geq 0,

dan nilainya positif hanya jika f𝔭f\in\mathfrak p. Ideal-ideal prima 𝔭\mathfrak p bertinggi 11 yang terletak di atas ff adalah ideal-ideal prima minimal dari R/(f)R/(f); karena gelanggangnya Noether, hanya ada berhingga banyak ideal demikian.

Definisi 22.3: pembagi Weil

Misalkan XX skema integral normal dan Noether. Jumlah formal

YnYY, \sum_Y n_Y\cdot Y,

dengan YY menjelajahi pembagi-pembagi prima XX dan hanya berhingga banyak nYn_Y yang bukan nol, disebut pembagi Weil pada XX.

Pembagi Weil merupakan penetapan bebas atas perilaku nol atau kutub yang “secara teoretis mungkin” bagi suatu fungsi rasional. Akan tetapi, penetapan seperti itu tidak harus dapat diwujudkan oleh suatu fungsi. Pembagi yang semua bilangannya aY0a_Y\geq 0 disebut efektif. Pada kurva normal tak tereduksi (jadi mulus) XX, pembagi prima hanyalah sebuah titik tertutup. Dalam hal ini, pembagi Weil adalah jumlah hingga

PXnPP. \sum_{P\in X}n_P\cdot P.

Definisi 22.4: grup pembagi Weil

Misalkan XX skema integral normal dan Noether. Grup semua pembagi Weil, dengan penjumlahan per komponen, disebut grup pembagi Weil dari XX. Grup ini dilambangkan dengan

Div(X). \operatorname{Div}(X).

Lema 22.5: pembagi utama membentuk homomorfisme grup

Misalkan XX skema integral normal dan Noether dengan lapangan fungsi KK. Maka pemetaan

K×Div(X),fdiv(f), K^\times\longrightarrow\operatorname{Div}(X), \qquad f\longmapsto\operatorname{div}(f),

merupakan homomorfisme grup.

Bukti

Menurut Lema 22.2, pembagi utama dari ff memang merupakan pembagi Weil. Untuk pembagi prima tetap YY beserta gelanggang valuasi diskret 𝒪Y\mathcal O_Y yang terkait, sifat homomorfisme mengikuti dari Lema 21.7 (1).

Grup kelas pembagi

Definisi 22.6: grup kelas pembagi

Misalkan XX skema integral normal dan Noether dengan lapangan fungsi KK. Grup faktor

DKG(X)=Div(X)/HDiv(X) \operatorname{DKG}(X) =\operatorname{Div}(X)/\operatorname{HDiv}(X)

disebut grup kelas pembagi dari XX.

Untuk domain integral normal dan Noether RR, secara serupa

DKG(R)=DKG(Spek(R)) \operatorname{DKG}(R) =\operatorname{DKG}(\operatorname{Spek}(R))

disebut grup kelas pembagi gelanggang RR. Dalam konteks teori bilangan, ketika RR adalah gelanggang bilangan bulat dalam suatu perluasan hingga dari \mathbb Q, grup ini juga disebut grup kelas ideal. Pembagi-pembagi yang menentukan kelas pembagi yang sama disebut ekuivalen secara linear.

Teorema 22.7: kriteria faktorisasi tunggal melalui pembagi

Misalkan RR domain integral normal dan Noether, dan misalkan DKG(R)\operatorname{DKG}(R) menyatakan grup kelas pembagi RR. Pernyataan berikut ekuivalen.

  1. RR adalah domain faktorisasi tunggal.
  2. Setiap ideal prima bertinggi 11 merupakan ideal utama.
  3. Setiap pembagi merupakan pembagi utama.
  4. DKG(R)=0\operatorname{DKG}(R)=0.

Bukti

Andaikan (1) berlaku dan 𝔭\mathfrak p adalah ideal prima bertinggi 11. Ada f𝔭f\in\mathfrak p, f0f\ne 0. Unsur ini mempunyai faktorisasi prima

f=p1pn. f=p_1\cdots p_n.

Karena 𝔭\mathfrak p prima, kita harus mempunyai pi𝔭p_i\in\mathfrak p untuk suatu ii. Syarat tinggi kemudian memberi

(pi)=𝔭. (p_i)=\mathfrak p.

Sekarang andaikan setiap ideal prima bertinggi 11 merupakan ideal utama. Dengan

𝔭=(p), \mathfrak p=(p),

kita mempunyai relasi pembagi

div(p)=1𝔭, \operatorname{div}(p)=1\cdot\mathfrak p,

sebab pp tidak termuat dalam ideal prima bertinggi 11 yang lain dan, dalam R𝔭R_{\mathfrak p}, unsur pp juga membangkitkan 𝔭R𝔭\mathfrak pR_{\mathfrak p}. Dengan demikian, pembangkit-pembangkit grup kelas pembagi merupakan pembagi utama, sehingga semua pembagi merupakan pembagi utama. Ekuivalensi (3) dan (4) jelas.

Catatan edisi - nama grup dalam sumber. Pada langkah ini, sumber mencetak Divisorenklassengruppe (grup kelas pembagi), meskipun argumen memakai pembagi-pembagi prima sebagai pembangkit. Edisi mempertahankan nama grup yang dicetak dan tidak menggantinya secara diam-diam dengan grup pembagi.

Selanjutnya andaikan setiap pembagi merupakan pembagi utama. Untuk setiap ideal prima 𝔭\mathfrak p bertinggi 11, terdapat fQ(R)f\in Q(R), f0f\ne 0, dengan

div(f)=1𝔭. \operatorname{div}(f)=1\cdot\mathfrak p.

Karena pembagi utama ini tak negatif, Teorema 21.12 memberi fRf\in R. Jadi, di antara ideal-ideal prima bertinggi 11, ff hanya termuat dalam 𝔭\mathfrak p. Misalkan

𝔭=(g1,,gn). \mathfrak p=(g_1,\ldots,g_n).

Maka

div(gi)div(f), \operatorname{div}(g_i)\geq\operatorname{div}(f),

sehingga gi/fRg_i/f\in R, yakni gi(f)g_i\in(f), dan karena itu 𝔭=(f)\mathfrak p=(f).

Terakhir, andaikan (2) berlaku dan ambil fRf\in R, f0f\ne 0. Misalkan 𝔭1,,𝔭s\mathfrak p_1,\ldots,\mathfrak p_s adalah ideal-ideal prima minimal di atas ff. Menurut teorema ideal utama Krull, semuanya bertinggi 11. Misalkan 𝔭i=(pi)\mathfrak p_i=(p_i) dengan unsur prima p1p_1. Kita mempunyai

div(f)=i=1sni𝔭i. \operatorname{div}(f)=\sum_{i=1}^s n_i\mathfrak p_i.

Unsur i=1spini\prod_{i=1}^s p_i^{n_i} mempunyai pembagi utama yang sama. Oleh karena itu, hasil bagi

f/i=1spini f\bigg/\prod_{i=1}^s p_i^{n_i}

adalah satuan, dan

f=ui=1spini f=u\prod_{i=1}^s p_i^{n_i}

dengan suatu satuan uu. Jadi RR adalah domain faktorisasi tunggal.

Catatan edisi - subskrip unsur prima. Pada langkah terakhir, sumber menuliskan 𝔭i=(pi)\mathfrak p_i=(p_i) tetapi kemudian menyebut unsur prima p1p_1. Edisi mempertahankan subskrip yang dicetak; hasil kali berikutnya kembali memakai pip_i.

Contoh 22.8: grup kelas pembagi ruang projektif

Kita akan memahami pembagi Weil dan grup kelas pembagi ruang projektif Kd\mathbb P_K^d di atas suatu lapangan KK, dengan d1d\geq 1. Perhatikan dekomposisi saling lepas

Kd=D+(X0)V+(X0)=𝔸KdKd1. \mathbb P_K^d =D_+(X_0)\cup V_+(X_0) =\mathbb A_K^d\cup\mathbb P_K^{d-1}.

Dengan kata lain, kita menetapkan hiperbidang

H=V+(X0)Kd1 H=V_+(X_0)\cong\mathbb P_K^{d-1}

“di tak hingga”. Maka suatu pembagi prima ruang projektif sama dengan hiperbidang di kanan, atau berpotongan tak kosong dengan ruang afin di kiri dan dapat dipandang sebagai ideal prima bertinggi 11 dalam gelanggang polinomial

K[X1X0,,XdX0]. K\left[\frac{X_1}{X_0},\ldots,\frac{X_d}{X_0}\right].

Setiap fungsi ff dalam lapangan fungsi dapat ditulis secara unik, hingga penskalaan dan pencoretan faktor persekutuan, sebagai

f=PQ, f=\frac PQ,

dengan

P,QK[X1X0,,XdX0]. P,Q\in K\left[\frac{X_1}{X_0},\ldots,\frac{X_d}{X_0}\right].

Dengan faktorisasi prima PP dan QQ, kita dapat langsung menulis

f=i=1ncPiνi, f=\prod_{i=1}^n cP_i^{\nu_i},

dengan konstanta c0c\ne 0 dan νi\nu_i\in\mathbb Z, lalu membaca pembagi utama ff sejauh menyangkut komponen-komponen dalam ruang afin. Orde “di tak hingga” dari ff pada V+(X0)V_+(X_0) diperoleh sebagai berikut. Gelanggang lokal pada pembagi prima ini adalah

K[X0,X1,,Xn]((X0))=(K[X0,X1,,Xn](K[X0,X1,,Xn](X0)){unsur homogen})0=K(X2X1,,XdX1)[X0X1](X0X1). \begin{aligned} K[X_0,X_1,\ldots,X_n]_{((X_0))} &=\left( K[X_0,X_1,\ldots,X_n]_{ (K[X_0,X_1,\ldots,X_n]\smallsetminus(X_0)) \cap\{\text{unsur homogen}\}} \right)_0\\ &=K\left(\frac{X_2}{X_1},\ldots,\frac{X_d}{X_1}\right) \left[\frac{X_0}{X_1}\right]_{(\frac{X_0}{X_1})}. \end{aligned}

Kita menulis PP (dan demikian pula QQ atau ff) dengan mengganti setiap Xi/X0X_i/X_0 oleh

XiX1X1X0. \frac{X_i}{X_1}\cdot\frac{X_1}{X_0}.

Ekspresi ini dipandang sebagai fungsi rasional dalam satu variabel X0/X1X_0/X_1 di atas lapangan

K(X2X1,,XdX1). K\left(\frac{X_2}{X_1},\ldots,\frac{X_d}{X_1}\right).

Derajatnya terhadap X0/X1X_0/X_1, yang biasanya negatif, adalah ordenya. Sebagai contoh,

P=X1X0+(X2X0)3=X1X0+(X2X1)3(X1X0)3=((X0X1)2+(X2X1)3)(X0X1)3, \begin{aligned} P &=\frac{X_1}{X_0}+\left(\frac{X_2}{X_0}\right)^3\\ &=\frac{X_1}{X_0} +\left(\frac{X_2}{X_1}\right)^3 \left(\frac{X_1}{X_0}\right)^3\\ &=\left( \left(\frac{X_0}{X_1}\right)^2 +\left(\frac{X_2}{X_1}\right)^3 \right) \left(\frac{X_0}{X_1}\right)^{-3}, \end{aligned}

sehingga ordenya adalah 3-3.

Karena gelanggang polinomial adalah domain faktorisasi tunggal, pada ruang afin setiap pembagi Weil sama dengan suatu pembagi utama. Jadi setiap pembagi Weil ekuivalen secara linear dengan pembagi berbentuk

nV+(X0),n. nV_+(X_0),\qquad n\in\mathbb Z.

Kelas V+(X0)V_+(X_0) juga disebut kelas hiperbidang. Jika n0n\ne 0, pembagi tersebut bukan pembagi utama: pembagi utama seperti itu trivial pada ruang afin dan karenanya harus berasal dari suatu konstanta, sedangkan konstanta juga mempunyai orde 00 di tak hingga. Dengan demikian, grup kelas pembagi ruang projektif adalah \mathbb Z, dan sebarang hiperbidang dapat dipilih sebagai pembangkit.

Catatan edisi - indeks pada tampilan gelanggang lokal. Sumber memakai dd untuk dimensi ruang projektif, tetapi menuliskan K[X0,X1,,Xn]K[X_0,X_1,\ldots,X_n] dalam tampilan gelanggang lokal. Edisi mempertahankan kedua indeks itu sebagaimana dicetak.

Grup kelas pembagi dan grup Picard

Sekarang kita membahas hubungan antara pembagi dan subberkas invertibel dari berkas lapangan fungsi 𝒦\mathcal K, serta hubungan antara grup kelas pembagi dan grup Picard. Suatu subberkas invertibel

𝒦 \mathcal L\subseteq\mathcal K

menentukan, untuk setiap titik xXx\in X, suatu submodul 𝒪X,x\mathcal O_{X,x} yang bebas berank 11,

x𝒦x=K. \mathcal L_x\subseteq\mathcal K_x=K.

Jika 𝒪X,x\mathcal O_{X,x} merupakan gelanggang valuasi diskret dengan uniformisator π\pi, seperti yang terjadi pada skema normal untuk setiap titik generik pembagi prima, maka

x=πn𝒪X,x \mathcal L_x=\pi^n\mathcal O_{X,x}

untuk suatu nn\in\mathbb Z yang unik. Bilangan ini kita lambangkan dengan ordY()\operatorname{ord}_Y(\mathcal L) jika YY adalah pembagi prima tersebut.

Teorema 22.9: subberkas invertibel dan pembagi Weil

Misalkan XX skema integral Noether yang faktorial lokal. Submodul-submodul 𝒪X\mathcal O_X yang invertibel dari berkas lapangan fungsi konstan 𝒦\mathcal K dan pembagi-pembagi Weil saling bersesuaian melalui

YordY() \mathcal L\longmapsto \sum_Y\operatorname{ord}_Y(\mathcal L)

dan

D=YaYYD, D=\sum_Y a_YY\longmapsto\mathcal L_D,

dengan

D(U)={fKordY(f)D untuk semua YU} \mathcal L_D(U) =\{f\in K\mid \operatorname{ord}_Y(f)\geq D \text{ untuk semua }Y\in U\}

untuk subhimpunan terbuka UXU\subseteq X. Korespondensi ini kompatibel dengan struktur grup; subberkas trivial bersesuaian dengan pembagi utama. Ideal invertibel

𝒪X𝒦 \mathcal L\subseteq\mathcal O_X\subseteq\mathcal K

bersesuaian dengan pembagi efektif.

Catatan edisi - dua tampilan sumber. Pada pemetaan pertama, sumber tidak mencetak faktor YY setelah ordY()\operatorname{ord}_Y(\mathcal L), walaupun bukti kemudian menulis D=YordY()YD=\sum_Y\operatorname{ord}_Y(\mathcal L)Y. Dalam definisi D(U)\mathcal L_D(U), sumber membandingkan ordY(f)\operatorname{ord}_Y(f) langsung dengan pembagi DD, tanpa menamai koefisiennya. Kedua tampilan dipertahankan apa adanya.

Bukti

Ada liputan afin terbuka hingga

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

dengan

=(fi)𝒪X|Ui, \mathcal L=(f_i)\mathcal O_X|_{U_i},

di mana fiKf_i\in K dan fi0f_i\ne 0. Menurut Lema 22.2, untuk setiap ii hanya berhingga banyak pembagi Weil tak tereduksi dalam UiU_i yang memenuhi

ordY(fi)0. \operatorname{ord}_Y(f_i)\ne 0.

Karena itu,

D=YordY()Y D=\sum_Y\operatorname{ord}_Y(\mathcal L)Y

memang merupakan pembagi Weil.

Sebaliknya, misalkan DD pembagi Weil dan \mathcal L subberkas terkait dari berkas konstan untuk lapangan fungsi. Kita harus menunjukkan bahwa \mathcal L invertibel. Ambil titik xXx\in X dan lingkungan terbuka afin

xUX. x\in U\subseteq X.

Menurut hipotesis, gelanggang lokal 𝒪X,x\mathcal O_{X,x} adalah domain faktorisasi tunggal. Menurut Teorema 22.7, pembagi DxD_x yang terdiri atas semua komponen tak tereduksi DD yang melalui xx merupakan pembagi utama. Dengan membuang komponen-komponen DD yang tidak melalui xx, kita dapat mengganti UU dengan lingkungan afin lebih kecil VV dari xx tempat pembagi tersebut merupakan pembagi utama. Jadi, di sana berlaku

D|V=div(f)|V D|_V=\operatorname{div}(f)|_V

untuk suatu fKf\in K, dan kemudian

D|V=(f)𝒪X|V. \mathcal L_D|_V=(f)\mathcal O_X|_V.

Sekarang kita harus menunjukkan bahwa kedua korespondensi ini saling invers. Mulailah dengan suatu subberkas invertibel dan gunakan notasi di atas. Pada UiU_i berlaku

D|Ui=div(fi)|Ui. D|_{U_i}=\operatorname{div}(f_i)|_{U_i}.

Oleh karena itu, untuk gKg\in K, keanggotaan

g{fKordY(f)D untuk semua YU} g\in\{f\in K\mid\operatorname{ord}_Y(f)\geq D \text{ untuk semua }Y\in U\}

berlaku tepat ketika relasi pembagi utama

div(g)div(fi) \operatorname{div}(g)\geq\operatorname{div}(f_i)

berlaku pada UU. Menurut Teorema 21.12, ini ekuivalen dengan

gfΓ(X,𝒪X). g\in f\cdot\Gamma(X,\mathcal O_X).

Jika kita mulai dengan pembagi Weil, secara lokal pembagi itu sama dengan pembagi utama. Unsur lapangan fungsi yang mempunyai pembagi utama tersebut kemudian membangkitkan secara lokal berkas invertibel terkait, dan unsur yang sama dipakai untuk menghitung kembali pembagi terkait.

Catatan edisi - notasi pada akhir bukti sumber. Setelah memakai pembangkit fif_i pada UiU_i, sumber mencetak gfΓ(X,𝒪X)g\in f\cdot\Gamma(X,\mathcal O_X). Edisi tidak mengganti indeks atau himpunan terbukanya secara diam-diam.

Dalam korespondensi di atas, ideal bersesuaian dengan pembagi efektif, dan ideal utama (f)(f) bersesuaian dengan pembagi utama div(f)\operatorname{div}(f). Ada pula alasan yang baik untuk mengubah korespondensi tersebut dengan memasukkan negasi. Dengan konvensi itu, pembagi efektif bersesuaian dengan suatu seksi global dalam berkas invertibel terkait.

Teorema 22.10: grup kelas pembagi dan grup Picard

Misalkan XX skema integral Noether yang faktorial lokal. Maka grup kelas pembagi XX sama dengan grup Picard XX.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Lema 20.6 dan Teorema 22.9.

Korolari 22.11: kasus skema mulus

Misalkan XX skema mulus di atas lapangan tertutup secara aljabar KK. Maka grup kelas pembagi XX sama dengan grup Picard XX.

Bukti

Pada skema mulus, gelanggang-gelanggang lokalnya reguler menurut Teorema 18.16, dan gelanggang-gelanggang tersebut adalah domain faktorisasi tunggal menurut Teorema 25.12 dari Teori Singularitas (Osnabrück 2019). Karena itu, pernyataan mengikuti dari Teorema 22.10.

Teorema 22.12: grup Picard ruang projektif

Grup Picard ruang projektif Kd\mathbb P_K^d, dengan d1d\geq 1, di atas lapangan KK adalah \mathbb Z. Berkas-berkas invertibel pada ruang projektif direpresentasikan oleh berkas struktur terpilin

𝒪Kd(),. \mathcal O_{\mathbb P_K^d}(\ell), \qquad \ell\in\mathbb Z.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 22.10 dan Contoh 22.8. Berdasarkan korespondensi eksplisit dalam Teorema 22.9, negatif dari kelas hiperbidang bersesuaian dengan bundel tautologis 𝒪Kd(1)\mathcal O_{\mathbb P_K^d}(1).

Lembar Kerja 22: Grup Kelas Pembagi

Tanda bintang menandai Soal 22.19. Pemeriksaan judul kandidat yang dicatat oleh QA menemukan bahwa inilah tepat satu soal dengan halaman solusi publik. Sembilan belas judul kandidat lainnya tidak ada; edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 22.1

Tentukan pembagi utama dari

1000333 \frac{1000}{333}

pada Spek()\operatorname{Spek}(\mathbb Z).

Soal 22.2

Tentukan pembagi utama dari

f=(t3)2(t1)5t2(t+2)1 f=(t-3)^2(t-1)^{-5}t^2(t+2)^{-1}

pada garis projektif

K1=Proj(K[X,Y]). \mathbb P_K^1=\operatorname{Proj}(K[X,Y]).

Soal 22.3

Tentukan pembagi utama dari

f=tt2+1 f=\frac{t}{t^2+1}

pada garis projektif

K1=Proj(K[X,Y]),t=YX, \mathbb P_K^1=\operatorname{Proj}(K[X,Y]), \qquad t=\frac YX,

untuk lapangan K=K=\mathbb R dan K=K=\mathbb C.

Soal 22.4

Perhatikan garis projektif

K1=Proj(K[X,Y]) \mathbb P_K^1=\operatorname{Proj}(K[X,Y])

di atas suatu lapangan KK, serta garis afin

𝔸K1K1=D+(X){} \mathbb A_K^1\subseteq\mathbb P_K^1 =D_+(X)\cup\{\infty\}

dengan gelanggang seksi global

K[YX]=K[t]. K\left[\frac YX\right]=K[t].

Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Pembagi utama suatu polinomial PK[t]P\in K[t] tidak mempunyai orde negatif (tidak mempunyai kutub) di 𝔸K1\mathbb A_K^1.
  2. Orde suatu polinomial PK[t]P\in K[t] di \infty adalah negatif dari derajat PP.
  3. Misalkan D=PnPP D=\sum_P n_P\cdot P dan KK tertutup secara aljabar. Maka DD merupakan pembagi utama jika dan hanya jika PnP=0. \sum_Pn_P=0.

Soal 22.5

Misalkan

Kn=Proj(K[X0,X1,,Xn]) \mathbb P_K^n =\operatorname{Proj}(K[X_0,X_1,\ldots,X_n])

ruang projektif di atas lapangan KK. Buktikan bahwa pembagi-pembagi Weil efektif pada Kn\mathbb P_K^n bersesuaian dengan polinomial-polinomial homogen ternormalisasi

PK[X0,X1,,Xn]. P\in K[X_0,X_1,\ldots,X_n].

Soal 22.6

Buktikan bahwa pada ruang projektif Kd\mathbb P_K^d di atas suatu lapangan, setiap dua hiperbidang

H1=V+(a0X0+a1X0++adXd) H_1=V_+(a_0X_0+a_1X_0+\cdots+a_dX_d)

dan

H2=V+(b0X0+b1X0++bdXd) H_2=V_+(b_0X_0+b_1X_0+\cdots+b_dX_d)

ekuivalen secara linear.

Catatan edisi - variabel yang berulang dalam sumber. Kedua persamaan sumber mencetak X0X_0 pada dua suku pertamanya. Edisi mempertahankan rumus itu dan tidak mengganti suku kedua secara diam-diam.

Soal 22.7

Misalkan

V=V+(F)Kd V=V_+(F)\subseteq\mathbb P_K^d

suatu hipermuka tak tereduksi berderajat dd dalam ruang projektif di atas suatu lapangan, yang kita pandang sebagai unsur grup kelas pembagi. Buktikan bahwa VV ekuivalen secara linear dengan dHdH, dengan HH menyatakan kelas suatu hiperbidang.

Soal 22.8

Buktikan bahwa himpunan semua hiperbidang dalam suatu ruang projektif dengan sendirinya membentuk ruang projektif berdimensi sama.

Soal 22.9

Misalkan P0,P1,,PNP_0,P_1,\ldots,P_N adalah titik-titik (tertutup) dalam ruang projektif KN\mathbb P_K^N yang tidak semuanya terletak dalam satu hiperbidang. Misalkan 0rN0\leq r\leq N.

  1. Buktikan bahwa P0,P1,,PrP_0,P_1,\ldots,P_r tidak termuat dalam subruang projektif berdimensi <r<r.
  2. Buktikan bahwa himpunan semua hiperbidang yang memuat titik-titik P0,P1,,PrP_0,P_1,\ldots,P_r membentuk subruang projektif berdimensi N1rN-1-r di dalam ruang semua hiperbidang.

Soal 22.10

Misalkan XX skema integral normal dan Noether, dan misalkan ZXZ\subset X subhimpunan tertutup berkodimensi 2\geq 2. Buktikan bahwa grup kelas pembagi dari XX sama dengan grup kelas pembagi dari XZX\smallsetminus Z.

Soal 22.11

Misalkan XX skema integral normal dan Noether, dan misalkan UXU\subset X subhimpunan terbuka. Buktikan bahwa dengan membuang pembagi-pembagi prima yang tidak berpotongan dengan UU, kita memperoleh homomorfisme grup surjektif

Div(X)Div(U). \operatorname{Div}(X)\longrightarrow\operatorname{Div}(U).

Buktikan bahwa pembagi utama dipetakan ke pembagi utama, sehingga terdapat homomorfisme grup surjektif

DKG(X)DKG(U). \operatorname{DKG}(X)\longrightarrow\operatorname{DKG}(U).

Soal 22.12

Misalkan XX skema integral normal dan Noether, dan misalkan xXx\in X suatu titik. Buktikan bahwa dengan membuang pembagi-pembagi prima yang tidak melalui xx, kita memperoleh homomorfisme grup surjektif

Div(X)Div(𝒪X,x). \operatorname{Div}(X) \longrightarrow\operatorname{Div}(\mathcal O_{X,x}).

Buktikan bahwa pembagi utama dipetakan ke pembagi utama, sehingga terdapat homomorfisme grup surjektif

DKG(X)DKG(𝒪X,x). \operatorname{DKG}(X) \longrightarrow\operatorname{DKG}(\mathcal O_{X,x}).

Soal 22.13

Misalkan

D=YaYY=jajYj=jajV+(Gj) D =\sum_Ya_Y\cdot Y =\sum_ja_j\cdot Y_j =\sum_ja_j\cdot V_+(G_j)

suatu pembagi Weil ruang projektif Kd\mathbb P_K^d, dengan pembagi-pembagi prima yang terlibat dideskripsikan oleh unsur-unsur prima homogen

GjK[X0,X1,,Xd]. G_j\in K[X_0,X_1,\ldots,X_d].

Perhatikan polinomial

G:=jGjaj G:=\prod_jG_j^{a_j}

berderajat

δ=jajgrad(Gj). \delta=\sum_ja_j\operatorname{grad}(G_j).

Buktikan bahwa subberkas invertibel D\mathcal L_D terkait dalam berkas lapangan fungsi menurut Teorema 22.9 sama dengan realisasi berkas struktur terpilin

𝒪Kd(δ) \mathcal O_{\mathbb P_K^d}(-\delta)

melalui perkalian dengan GG dari Contoh 20.9.

Catatan edisi - sebutan polinomial dalam sumber. Sumber menyebut G:=jGjajG:=\prod_jG_j^{a_j} suatu polinomial, meskipun koefisien aja_j dari pembagi Weil umum dapat bernilai negatif. Edisi mempertahankan sebutan dan rumus sumber tanpa mengasumsikan bahwa pembaginya efektif.

Dalam soal-soal berikutnya, untuk pembagi DD kita bekerja dengan

𝒪X(D)=D. \mathcal O_X(D)=-\mathcal L_D.

Jadi, untuk subhimpunan terbuka UXU\subseteq X,

𝒪X(D)(U)={fKordY(f)D untuk semua YU}. \mathcal O_X(D)(U) =\{f\in K\mid\operatorname{ord}_Y(f)\geq-D \text{ untuk semua }Y\in U\}.

Catatan edisi - konvensi yang dicetak sumber. Sumber menuliskan 𝒪X(D)=D\mathcal O_X(D)=-\mathcal L_D dan membandingkan ordY(f)\operatorname{ord}_Y(f) langsung dengan D-D, tanpa menamai koefisien pembagi. Edisi mempertahankan notasi tersebut.

Soal 22.14

Misalkan XX skema integral projektif yang faktorial lokal di atas lapangan tertutup secara aljabar KK, dan misalkan DD pembagi Weil pada XX dengan berkas terkait 𝒪X(D)\mathcal O_X(D). Buktikan bahwa terdapat korespondensi alami antara pembagi-pembagi Weil efektif yang ekuivalen secara linear dengan DD dan seksi-seksi global tak trivial dari 𝒪X(D)\mathcal O_X(D), dengan dua seksi diidentifikasi jika keduanya berbeda hanya melalui penskalaan.

Soal 22.15

Misalkan XX skema integral Noether yang faktorial lokal dan \mathcal L subberkas invertibel dari berkas lapangan fungsi konstan. Misalkan

sΓ(X,) s\in\Gamma(X,\mathcal L)

suatu seksi tak trivial. Buktikan bahwa himpunan nol ss, yaitu

Z(s)=XXs, Z(s)=X\smallsetminus X_s,

secara alami merupakan pembagi Weil efektif DD pada XX sedemikian sehingga

𝒪X(D). \mathcal L\cong\mathcal O_X(D).

Soal 22.16

Misalkan

F=F1a1Frar F=F_1^{a_1}\cdots F_r^{a_r}

faktorisasi prima suatu polinomial homogen

FK[X0,X1,,Xd] F\in K[X_0,X_1,\ldots,X_d]

berderajat ee di atas lapangan tertutup secara aljabar KK, dengan polinomial-polinomial prima homogen FjF_j, dan misalkan

D=j=1najV+(Fj) D=\sum_{j=1}^n a_jV_+(F_j)

pembagi Weil terkait pada ruang projektif Kd\mathbb P_K^d. Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.

  1. Setiap pembagi Weil efektif pada ruang projektif dapat disajikan dalam bentuk ini, secara unik hingga penskalaan.
  2. Secara himpunan berlaku V+(F)=j=1nV+(Fi). V_+(F)=\bigcup_{j=1}^nV_+(F_i).
  3. Misalkan CKdC\subseteq\mathbb P_K^d kurva projektif mulus yang tidak termuat dalam V+(F)V_+(F). Maka DD menginduksi pembagi Weil D|CD|_C pada kurva CC dengan mengambil, pada setiap titik PCP\in C, orde FF dalam 𝒪C,P\mathcal O_{C,P}.
  4. Restriksi berkas invertibel 𝒪Kd(e)|C\mathcal O_{\mathbb P_K^d}(e)|_C isomorfik dengan berkas invertibel pada CC yang terkait dengan D|CD|_C. Jadi, 𝒪Kd(D)|C=𝒪C(D|C). \mathcal O_{\mathbb P_K^d}(D)|_C =\mathcal O_C(D|_C).
  5. Pembagi-pembagi yang ekuivalen secara linear pada ruang projektif menginduksi pembagi-pembagi yang ekuivalen secara linear pada kurva.

Catatan edisi - indeks dalam sumber. Faktorisasi sumber memakai rr faktor, sedangkan jumlah dan gabungan memakai batas nn; pada gabungan, indeks yang dijumlahkan adalah jj tetapi sukunya dicetak FiF_i. Semua indeks tersebut dipertahankan sebagaimana sumber.

Soal 22.17

Misalkan DD pembagi Weil efektif dalam ruang projektif Kd\mathbb P_K^d dengan sekurang-kurangnya satu komponen positif. Buktikan bahwa DD mempunyai irisan tak kosong dengan setiap kurva projektif CKdC\subseteq\mathbb P_K^d.

Gunakan fakta bahwa D+(f)D_+(f) afin dan kurva projektif tidak afin.

Khususnya, dua kurva dalam bidang projektif selalu mempunyai irisan tak kosong. Untuk kurva mulus, kita juga dapat menggunakan Soal 22.16. Sifat ini sama sekali tidak berlaku untuk semua permukaan projektif, sebagaimana diperlihatkan oleh contoh-contoh berikut.

Soal 22.18

Buktikan bahwa pada permukaan projektif

V+(XYZW)K3 V_+(XY-ZW)\subseteq\mathbb P_K^3

terdapat garis-garis yang saling lepas, dipandang sebagai objek dalam ruang projektif.

Soal 22.19 ★

Buktikan bahwa pada permukaan projektif

V+(X3+Y3Z3W3)K3 V_+(X^3+Y^3-Z^3-W^3)\subseteq\mathbb P_K^3

berderajat 33 di atas lapangan tertutup secara aljabar KK dengan karakteristik 3\ne 3, terdapat garis-garis yang saling lepas, dipandang sebagai objek dalam ruang projektif.

Soal 22.20

Misalkan C1C_1 dan C2C_2 dua lingkaran konsentris dalam 2\mathbb R^2 berpusat di (0,0)(0,0). Tentukan titik-titik perpotongan kedua lingkaran, dipandang sebagai kurva projektif, dalam bidang projektif 2\mathbb P_{\mathbb C}^2.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 22

Pemeriksaan judul kandidat yang dicatat oleh QA, berdasarkan urutan 20 soal dalam revisi lembar kerja yang dibekukan, menemukan tepat satu halaman solusi publik, yaitu solusi Soal 22.19. Hasilnya negatif untuk Soal 22.1–22.18 dan 22.20. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Solusi Soal 22.19

Kita tulis persamaan pendefinisi sebagai

F=X3Z3+Y3W3=(XZ)(XζZ)(Xζ2Z)+(YW)(YζW)(Yζ2W), \begin{aligned} F &=X^3-Z^3+Y^3-W^3\\ &=(X-Z)(X-\zeta Z)(X-\zeta^2Z) +(Y-W)(Y-\zeta W)(Y-\zeta^2W), \end{aligned}

dengan ζ\zeta suatu akar satuan ketiga. Karena itu, misalnya,

F(XZ,YW) F\in(X-Z,Y-W)

dan

F(XζZ,YζW). F\in(X-\zeta Z,Y-\zeta W).

Jadi,

L1=V+(XZ,YW),L2=V+(XζZ,YζW)V+(F). L_1=V_+(X-Z,Y-W), \qquad L_2=V_+(X-\zeta Z,Y-\zeta W) \subseteq V_+(F).

Sebagai irisan dua bidang projektif yang berbeda, L1L_1 dan L2L_2 adalah garis. Irisannya adalah

L1L2=V+(XZ,YW),L2V+(XζZ,YζW)=V+(XZ,YW,XζZ,YζW)=V+(XZ,XζZ,YW,YζW)=V+(X,Z,Y,W)=. \begin{aligned} L_1\cap L_2 &=V_+(X-Z,Y-W),\ L_2\cap V_+(X-\zeta Z,Y-\zeta W)\\ &=V_+(X-Z,Y-W,X-\zeta Z,Y-\zeta W)\\ &=V_+(X-Z,X-\zeta Z,Y-W,Y-\zeta W)\\ &=V_+(X,Z,Y,W)\\ &=\varnothing. \end{aligned}

Catatan edisi - baris pertama rantai irisan. Baris pertama tampilan sumber mencetak koma, mengulang L2L_2, dan kemudian menulis irisan kedua. Edisi mempertahankan baris itu sebagaimana sumber; baris-baris berikutnya memberikan ideal gabungan yang menghasilkan irisan kosong.

Hasil negatif pemeriksaan kandidat

Pada pemeriksaan kandidat tersebut, tidak ada halaman solusi publik untuk Soal 22.1, 22.2, 22.3, 22.4, 22.5, 22.6, 22.7, 22.8, 22.9, 22.10, 22.11, 22.12, 22.13, 22.14, 22.15, 22.16, 22.17, 22.18, atau 22.20. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 22

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 22 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 22.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 23: Modul Injektif

Modul injektif

Definisi 23.1: modul injektif

Misalkan RR gelanggang komutatif. Suatu modul RR, II, disebut injektif jika untuk setiap modul RR, MM, setiap submodul NMN\subseteq M, dan setiap homomorfisme modul RR

φ:NI \varphi:N\longrightarrow I

terdapat suatu perluasan

φ̃:MI. \widetilde\varphi:M\longrightarrow I.

Di atas suatu lapangan, setiap ruang vektor bersifat injektif. Memang, setiap subruang vektor di dalam suatu ruang vektor mempunyai komplemen langsung, dan pemetaan linear tersebut dapat diperluas secara arbitrer pada komplemen itu. Untuk R=R=\mathbb Z, situasinya sudah lebih rumit.

Definisi 23.2: grup divisibel

Suatu grup komutatif GG disebut divisibel jika untuk setiap n+n\in\mathbb N_+ dan setiap gGg\in G terdapat hGh\in G dengan

g=nh. g=nh.

Grup \mathbb Z sendiri tidak divisibel. Sebaliknya, \mathbb Q sebagai grup komutatif bersifat divisibel, sebab untuk setiap n+n\in\mathbb N_+ pemetaan perkalian

,xnx, \mathbb Q\longrightarrow\mathbb Q,\qquad x\longmapsto nx,

bersifat surjektif: kita dapat membagi dengan nn, dan dari sinilah nama divisibel berasal.

Lema 23.3: grup faktor dari grup divisibel

Jika DD grup divisibel, maka setiap grup faktor D/HD/H juga divisibel.

Bukti

Misalkan n+n\in\mathbb N_+. Untuk setiap dDd\in D terdapat eDe\in D dengan d=ned=ne. Maka di dalam D/HD/H juga berlaku

[d]=n[e]. [d]=n[e].

Lema 23.4: penyematan ke dalam grup divisibel

Untuk setiap grup komutatif GG, terdapat grup divisibel DD dengan GDG\subseteq D.

Bukti

Kita tulis

G=(J)/H G=\mathbb Z^{(J)}/H

untuk suatu himpunan indeks JJ yang mengindeks sebuah sistem pembangkit GG. Grup bebas (J)\mathbb Z^{(J)} dapat disematkan ke dalam grup divisibel (J)\mathbb Q^{(J)}. Karena itu terdapat penyematan

G(J)/H, G\subseteq\mathbb Q^{(J)}/H,

dan grup di ruas kanan divisibel menurut Lema 23.3.

Hasil berikut disebutkan tanpa bukti.

Lema 23.5: divisibel tepat ketika injektif

Suatu grup komutatif GG divisibel tepat ketika GG injektif.

Lema 23.6: barisan eksak pendek yang memuat modul injektif

Misalkan II modul injektif di atas gelanggang komutatif RR. Maka setiap barisan eksak pendek modul RR

0IBC0 0\longrightarrow I\longrightarrow B\longrightarrow C\longrightarrow 0

terbelah.

Bukti

Identitas IdI:II\operatorname{Id}_I:I\to I mempunyai perluasan φ:BI\varphi:B\to I. Pemetaan ini memberikan pembelahan tersebut.

Lema 23.7: perubahan gelanggang bagi modul injektif

Misalkan RR gelanggang komutatif, SS aljabar komutatif RR, dan II modul RR yang injektif. Maka modul SS

HomR(S,I) \operatorname{Hom}_R(S,I)

juga injektif.

Bukti

Misalkan ABA\subseteq B modul-modul SS dan

φ:AHomR(S,I),aφa, \varphi:A\longrightarrow\operatorname{Hom}_R(S,I), \qquad a\longmapsto\varphi_a,

suatu homomorfisme modul SS. Secara eksplisit, hal ini berarti

φa(s)=φas(1). \varphi_a(s)=\varphi_{as}(1).

Kita pandang AA dan BB sebagai modul-modul RR, lalu kita tinjau homomorfisme modul RR komposit

AφHomR(S,I)θθ(1)I. A\xrightarrow{\ \varphi\ } \operatorname{Hom}_R(S,I) \xrightarrow{\ \theta\mapsto\theta(1)\ }I.

Karena II injektif sebagai modul RR, komposit ini mempunyai perluasan RR-linear

φ̃:BI. \widetilde\varphi:B\longrightarrow I.

Kita klaim bahwa pemetaan

BHomR(S,I),b(sφ̃(sb)), B\longrightarrow\operatorname{Hom}_R(S,I), \qquad b\longmapsto\bigl(s\longmapsto\widetilde\varphi(sb)\bigr),

merupakan homomorfisme modul SS. Mula-mula jelas bahwa pemetaan komposit

S1bBφ̃I S\xrightarrow{\ 1\mapsto b\ }B \xrightarrow{\ \widetilde\varphi\ }I

merupakan unsur HomR(S,I)\operatorname{Hom}_R(S,I). Penetapan keseluruhannya SS-linear berdasarkan struktur modul SS pada HomR(S,I)\operatorname{Hom}_R(S,I). Untuk aAa\in A berlaku

φ̃(sa)=φas(1)=φa(s), \widetilde\varphi(sa)=\varphi_{as}(1)=\varphi_a(s),

sehingga pemetaan tersebut memang merupakan suatu perluasan.

Resolusi injektif

Korolari 23.8: penyematan modul ke dalam modul injektif

Untuk suatu modul RR, MM, di atas gelanggang komutatif RR, terdapat modul injektif II dengan MIM\subseteq I.

Bukti

Menurut Lema 23.4, bagi grup komutatif MM terdapat grup divisibel DD dan penyematan MDM\subseteq D. Menurut Lema 23.5, DD merupakan modul \mathbb Z yang injektif. Lema 23.7 kemudian menyatakan bahwa modul RR

Hom(R,D) \operatorname{Hom}_{\mathbb Z}(R,D)

juga injektif. Sumber menampilkan diagram komutatif

MDHom(R,M)Hom(R,D). \begin{matrix} M&\longrightarrow&D\\ \downarrow&&\downarrow\\ \operatorname{Hom}_{\mathbb Z}(R,M) &\longrightarrow& \operatorname{Hom}_{\mathbb Z}(R,D). \end{matrix}

Pemetaan vertikal kiri diberikan oleh

v(rrv), v\longmapsto\bigl(r\longmapsto rv\bigr),

dan pemetaan horizontal bawah diinduksi oleh penyematan MDM\hookrightarrow D. Keduanya injektif dan merupakan homomorfisme modul RR. Komposisinya memberikan submodul RR

MHom(R,D). M\subseteq\operatorname{Hom}_{\mathbb Z}(R,D).

Catatan edisi - panah vertikal kanan dalam diagram sumber. Sumber juga menyatakan bahwa panah vertikal kanan diberikan oleh v(rrv)v\mapsto(r\mapsto rv). Akan tetapi, data yang dinyatakan hanya membuat DD sebuah grup komutatif divisibel, bukan modul RR, sehingga panah kanan itu tidak terdefinisi tanpa struktur tambahan. Kesimpulan bukti hanya memerlukan panah vertikal kiri dan panah horizontal bawah yang terdefinisi di atas. Edisi mempertahankan diagram sumber, tetapi memakai komposisi dua panah tersebut untuk penyematan yang disimpulkan.

Definisi 23.9: resolusi injektif

Suatu resolusi injektif dari modul RR, MM, di atas gelanggang komutatif RR adalah kompleks eksak modul-modul RR

0MI0I1I2, 0\longrightarrow M\longrightarrow I_0\longrightarrow I_1 \longrightarrow I_2\longrightarrow\cdots,

dengan InI_n injektif untuk setiap n0n\geq 0.

Lema 23.10: keberadaan resolusi injektif

Setiap modul RR, MM, di atas gelanggang komutatif RR mempunyai resolusi injektif.

Bukti

Menurut Korolari 23.8, terdapat modul injektif I0I_0 dengan MI0M\subseteq I_0. Dengan cara yang sama, bagi modul faktor I0/MI_0/M terdapat modul injektif I1I_1 dengan I0/MI1I_0/M\subseteq I_1, dan seterusnya.

Lema 23.11: memperluas homomorfisme awal ke kompleks

Misalkan LL dan MM modul-modul RR di atas gelanggang komutatif RR. Misalkan

0LL0L1 0\longrightarrow L\longrightarrow L_0\longrightarrow L_1 \longrightarrow\cdots

suatu kompleks eksak,

0MI0I1 0\longrightarrow M\longrightarrow I_0\longrightarrow I_1 \longrightarrow\cdots

suatu resolusi injektif, dan

φ:LM \varphi:L\longrightarrow M

suatu homomorfisme modul RR. Maka terdapat homomorfisme modul RR

φn:LnIn \varphi_n:L_n\longrightarrow I_n

yang komutatif dengan homomorfisme-homomorfisme dalam kedua kompleks.

Bukti

Keberadaan homomorfisme yang komutatif dibuktikan dengan induksi pada nn. Karena LL0L\subseteq L_0 dan I0I_0 injektif, homomorfisme LMI0L\to M\subseteq I_0 mempunyai perluasan komutatif

φ0:L0I0. \varphi_0:L_0\longrightarrow I_0.

Ini memberikan pangkal induksi. Sekarang andaikan homomorfisme hingga φn\varphi_n sudah ada. Kita tinjau diagram komutatif

Ln1LnLn+1φn1φnIn1InIn+1, \begin{matrix} L_{n-1}&\longrightarrow&L_n&\longrightarrow&L_{n+1}\\ \downarrow\scriptstyle{\varphi_{n-1}}&& \downarrow\scriptstyle{\varphi_n}&&\downarrow\\ I_{n-1}&\longrightarrow&I_n&\longrightarrow&I_{n+1}, \end{matrix}

dengan panah vertikal kanan masih harus dikonstruksi. Terdapat injeksi

Ln/bildLn1Ln+1. L_n/\operatorname{bild}L_{n-1}\longrightarrow L_{n+1}.

Karena komutativitas, seluruh Ln1L_{n-1} dipetakan ke nol di dalam In+1I_{n+1}. Karena itu terdapat homomorfisme

Ln/bildLn1In+1, L_n/\operatorname{bild}L_{n-1}\longrightarrow I_{n+1},

dan homomorfisme ini mempunyai perluasan ke Ln+1L_{n+1}.

Secara umum, dalam situasi di atas terdapat beberapa homomorfisme kompleks rantai. Meskipun demikian, homomorfisme-homomorfisme itu homotop satu sama lain.

Lema 23.12: keunikan hingga homotopi

Misalkan MM modul RR di atas gelanggang komutatif RR. Misalkan

0ML0L1 0\longrightarrow M\longrightarrow L_0\longrightarrow L_1 \longrightarrow\cdots

suatu kompleks eksak dan

0MI0I1 0\longrightarrow M\longrightarrow I_0\longrightarrow I_1 \longrightarrow\cdots

suatu kompleks dengan semua modul InI_n injektif. Jika

φ,ψ:LI \varphi,\psi:L_\bullet\longrightarrow I_\bullet

adalah homomorfisme kompleks rantai, maka φ\varphi dan ψ\psi homotop.

Bukti

Kita definisikan secara induktif homotopi

Θn:Ln+1In \Theta_n:L_{n+1}\longrightarrow I_n

dan tetapkan

Θ1:L0M=I1 \Theta_{-1}:L_0\longrightarrow M=I_{-1}

sebagai pemetaan nol. Perhatikan bahwa MM pada umumnya tidak injektif. Andaikan homotopi hingga dan termasuk Θn1\Theta_{n-1} sudah dikonstruksi. Kita mempunyai diagram

Ln1dnLndn+1Ln+1In1enInen+1In+1, \begin{matrix} L_{n-1}&\xrightarrow{\ d_n\ }&L_n& \xrightarrow{\ d_{n+1}\ }&L_{n+1}\\ \downarrow&&\downarrow&&\downarrow\\ I_{n-1}&\xrightarrow{\ e_n\ }&I_n& \xrightarrow{\ e_{n+1}\ }&I_{n+1}, \end{matrix}

bersama pemetaan diagonal Θn1:LnIn1\Theta_{n-1}:L_n\to I_{n-1}, dan berlaku

φn1ψn1=en1Θn2+Θn1dn. \varphi_{n-1}-\psi_{n-1} =e_{n-1}\circ\Theta_{n-2}+\Theta_{n-1}\circ d_n.

Kita tinjau homomorfisme

φnψnenΘn1 \varphi_n-\psi_n-e_n\circ\Theta_{n-1}

dari LnL_n ke InI_n. Untuk xLn1x\in L_{n-1} berlaku

(φnψnenΘn1)(dn(x))=(φnψn)(dn(x))(enΘn1)(dn(x))=(φnψn)(dn(x))en(Θn1(dn(x)))=(φnψn)(dn(x))en(en1(Θn2(x))+φn1(x)ψn1(x))=φn(dn(x))ψn(dn(x))en(φn1(x))+en(ψn1(x))=φn(dn(x))en(φn1(x))ψn(dn(x))+en(ψn1(x))=0, \begin{aligned} &(\varphi_n-\psi_n-e_n\circ\Theta_{n-1})(d_n(x))\\ &\quad=(\varphi_n-\psi_n)(d_n(x)) -(e_n\circ\Theta_{n-1})(d_n(x))\\ &\quad=(\varphi_n-\psi_n)(d_n(x)) -e_n(\Theta_{n-1}(d_n(x)))\\ &\quad=(\varphi_n-\psi_n)(d_n(x)) -e_n\bigl(-e_{n-1}(\Theta_{n-2}(x)) +\varphi_{n-1}(x)-\psi_{n-1}(x)\bigr)\\ &\quad=\varphi_n(d_n(x))-\psi_n(d_n(x)) -e_n(\varphi_{n-1}(x))+e_n(\psi_{n-1}(x))\\ &\quad=\varphi_n(d_n(x))-e_n(\varphi_{n-1}(x)) -\psi_n(d_n(x))+e_n(\psi_{n-1}(x))\\ &\quad=0, \end{aligned}

sebab φ\varphi dan ψ\psi komutatif dengan diferensial. Artinya, φnψnenΘn1\varphi_n-\psi_n-e_n\circ\Theta_{n-1} memetakan citra dnd_n ke nol. Jadi kita memperoleh homomorfisme terinduksi

Ln/bilddnIn. L_n/\operatorname{bild}d_n\longrightarrow I_n.

Karena kompleks LL_\bullet eksak, terdapat pemetaan injektif

Ln/bilddnLn+1. L_n/\operatorname{bild}d_n\longrightarrow L_{n+1}.

Karena InI_n injektif, kita memperoleh suatu perluasan

Θn:Ln+1In. -\Theta_n:L_{n+1}\longrightarrow I_n.

Dengan demikian,

φnψnenΘn1=Θndn+1. \varphi_n-\psi_n-e_n\circ\Theta_{n-1} =-\Theta_n\circ d_{n+1}.

Berkas injektif dan berkas flasque

Menurut definisi, suatu modul injektif dicirikan oleh keberadaan homomorfisme dalam situasi-situasi tertentu. Karena itu terdapat konsep yang bersesuaian, yaitu objek injektif, dalam setiap kategori tempat kita dapat berbicara tentang homomorfisme injektif. Kerangka yang lazim di sini adalah kategori aditif atau kategori abelian; lihat lampiran. Kategori berkas grup komutatif pada suatu ruang topologis, dan kategori berkas modul pada suatu ruang berdering, merupakan kategori abelian semacam itu. Hal ini pada hakikatnya telah dibuktikan dalam Kuliah 5 dan 6. Sekarang kita menunjukkan bahwa dalam situasi ini pun suatu berkas dapat disematkan ke dalam berkas injektif.

Lema 23.13: penyematan berkas modul ke dalam berkas injektif

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan \mathcal M modul 𝒪X\mathcal O_X. Maka terdapat berkas modul injektif \mathcal I pada XX dengan \mathcal M\subseteq\mathcal I.

Bukti

Untuk setiap berkas modul \mathcal M, pemetaan

xXi*x \mathcal M\longrightarrow\prod_{x\in X}i_*\mathcal M_x

merupakan homomorfisme modul 𝒪X\mathcal O_X yang injektif. Di sini, untuk xXx\in X, i*xi_*\mathcal M_x adalah dorong maju modul 𝒪X,x\mathcal O_{X,x}, x\mathcal M_x, yang dipandang sebagai berkas pada {x}\{x\}, sepanjang penyematan

i:{x}X. i:\{x\}\longrightarrow X.

Menurut Korolari 23.8, bagi x\mathcal M_x terdapat modul 𝒪X,x\mathcal O_{X,x} yang injektif, IxI_x, pada xx. Kita tetapkan

:=xXi*Ix. \mathcal I:=\prod_{x\in X}i_*I_x.

Dengan demikian, kita memperoleh inklusi modul-modul 𝒪X\mathcal O_X

xXi*xxXi*Ix. \mathcal M\longrightarrow \prod_{x\in X}i_*\mathcal M_x \longrightarrow \prod_{x\in X}i_*I_x.

Kita harus menunjukkan bahwa \mathcal I injektif. Untuk itu, misalkan 𝒢\mathcal F\subseteq\mathcal G modul-modul 𝒪X\mathcal O_X dan diberikan homomorfisme modul 𝒪X\mathcal O_X

φ:. \varphi:\mathcal F\longrightarrow\mathcal I.

Menurut Soal 3.18 dan Lema Lampiran 4.3, data ini bersesuaian dengan suatu unsur

(φx)xXHom𝒪X(,i*Ix)=xXHom𝒪X,x(x,Ix). (\varphi_x)\in \prod_{x\in X} \operatorname{Hom}_{\mathcal O_X}(\mathcal F,i_*I_x) = \prod_{x\in X} \operatorname{Hom}_{\mathcal O_{X,x}}(\mathcal F_x,I_x).

Setiap φx\varphi_x mempunyai perluasan φ̃x:𝒢xIx\widetilde\varphi_x:\mathcal G_x\to I_x, dan perluasan-perluasan ini bergabung menjadi suatu perluasan

φ̃:𝒢. \widetilde\varphi:\mathcal G\longrightarrow\mathcal I.

Berkas injektif berhubungan erat dengan berkas flasque. Berkas flasque sering lebih mudah ditangani dalam perhitungan.

Definisi 23.14: berkas flasque

Suatu berkas 𝒢\mathcal G pada ruang topologis disebut flasque jika untuk setiap pasangan subhimpunan terbuka UVU\subseteq V, pemetaan restriksi

𝒢(V)𝒢(U) \mathcal G(V)\longrightarrow\mathcal G(U)

bersifat surjektif.

Dalam hal suatu berkas flasque, untuk sembarang subhimpunan terbuka UVU\subseteq V, pemetaan restriksi

𝒢(V)𝒢(U) \mathcal G(V)\longrightarrow\mathcal G(U)

juga surjektif.

Lema 23.15: sifat dasar berkas flasque

Misalkan XX ruang topologis dan

0𝒢0 0\longrightarrow\mathcal F\longrightarrow\mathcal G \longrightarrow\mathcal H\longrightarrow 0

barisan eksak pendek berkas grup abelian. Maka berlaku sifat-sifat berikut.

  1. Jika \mathcal F flasque, maka evaluasi global

    Γ(X,𝒢)Γ(X,) \Gamma(X,\mathcal G)\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal H)

    bersifat surjektif.

  2. Jika \mathcal F dan 𝒢\mathcal G flasque, maka \mathcal H juga flasque.

Bukti

Untuk (1), misalkan tΓ(X,)t\in\Gamma(X,\mathcal H) diberikan. Kita menggunakan Lema Zorn dan mempertimbangkan himpunan

={(U,s)UX terbuka,sΓ(U,𝒢),st|U}. \mathcal M= \{(U,s)\mid U\subseteq X\text{ terbuka},\ s\in\Gamma(U,\mathcal G),\ s\longmapsto t|_U\}.

Kita memberikan relasi urutan pada \mathcal M dengan menetapkan

(U,s)(U,s) (U,s)\preccurlyeq(U',s')

jika UUU\subseteq U' dan ss' merupakan perluasan ss. Berdasarkan sifat berkas, himpunan ini terurut induktif. Menurut Lema Zorn, terdapat unsur maksimal (U,s)(U,s) dalam \mathcal M. Kita harus menunjukkan bahwa U=XU=X.

Andaikan UXU\ne X dan ambil xUx\notin U. Karena morfisme berkas 𝒢\mathcal G\to\mathcal H surjektif, terdapat lingkungan terbuka xVx\in V dan seksi rΓ(V,𝒢)r\in\Gamma(V,\mathcal G) yang dipetakan ke t|Vt|_V. Karena itu

s|UVr|UV s|_{U\cap V}-r|_{U\cap V}

dipetakan ke nol dan merupakan unsur Γ(UV,)\Gamma(U\cap V,\mathcal F). Karena \mathcal F flasque, terdapat seksi

zΓ(X,) z\in\Gamma(X,\mathcal F)

yang restriksinya ke UVU\cap V sama dengan s|UVr|UVs|_{U\cap V}-r|_{U\cap V}. Kita ganti rr dengan

r=r+z|V. r'=r+z|_V.

Unsur ini tetap dipetakan ke t|Vt|_V, dan

s|UVr|UV=z|Vz|V=0. s|_{U\cap V}-r'|_{U\cap V}=z|_V-z|_V=0.

Jadi ss dan rr', sebagai seksi 𝒢\mathcal G masing-masing di atas UU dan VV, kompatibel dan menentukan suatu seksi

sΓ(UV,𝒢) s'\in\Gamma(U\cup V,\mathcal G)

yang dipetakan ke tt. Hal ini bertentangan dengan kemaksimalan UU.

Catatan edisi - berkas tempat seksi hasil pengeleman. Sumber beku mencetak sΓ(UV,)s'\in\Gamma(U\cup V,\mathcal F). Namun, ss dan rr' baru saja dinyatakan sebagai seksi 𝒢\mathcal G, dan seksi hasil pengeleman harus dipetakan ke tΓ(X,)t\in\Gamma(X,\mathcal H). Karena itu argumen memerlukan sΓ(UV,𝒢)s'\in\Gamma(U\cup V,\mathcal G), yang dipakai dalam baris di atas. Edisi mencatat pergantian simbol ini secara eksplisit dan tidak mengubah bagian lain dari bukti.

Pernyataan (2) mengikuti dari (1).

Lema 23.16: berkas injektif bersifat flasque

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan \mathcal I modul 𝒪X\mathcal O_X yang injektif. Maka \mathcal I flasque.

Bukti

Misalkan UXU\subseteq X subhimpunan terbuka. Kita tinjau praberkas

𝒫(V):={𝒪X(V),jika VU,0,selain itu, \mathcal P(V):= \begin{cases} \mathcal O_X(V),&\text{jika }V\subseteq U,\\ 0,&\text{selain itu}, \end{cases}

dan kita sebut berkasisasinya 𝒪U\mathcal O_U. Homomorfisme praberkas alami 𝒫𝒪X\mathcal P\to\mathcal O_X menurut Lema 5.2 (4) menghasilkan homomorfisme berkas

𝒪U𝒪X. \mathcal O_U\longrightarrow\mathcal O_X.

Homomorfisme ini injektif. Selain itu,

Hom(𝒪U,)=Γ(U,). \operatorname{Hom}(\mathcal O_U,\mathcal I) =\Gamma(U,\mathcal I).

Karena \mathcal I injektif, setiap unsur di dalamnya dapat diperluas menjadi unsur

Hom(𝒪X,)=Γ(X,). \operatorname{Hom}(\mathcal O_X,\mathcal I) =\Gamma(X,\mathcal I).

Artinya, pemetaan restriksi

Γ(X,)Γ(U,) \Gamma(X,\mathcal I)\longrightarrow\Gamma(U,\mathcal I)

bersifat surjektif.

Lembar Kerja 23: Modul Injektif

Tidak ada tanda bintang karena penutupan sumber beku tidak menemukan halaman solusi publik untuk satu pun dari 21 soal. Semua Soal 23.1–23.21 mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 23.1

Misalkan HGH\subseteq G subgrup dari grup komutatif GG, dan misalkan

φ:H \varphi:H\longrightarrow\mathbb Z

homomorfisme grup. Buktikan bahwa terdapat homomorfisme grup

G G\longrightarrow\mathbb Q

yang memperluas φ\varphi, dengan φ\varphi dipandang sebagai pemetaan ke \mathbb Q.

Soal 23.2

Buktikan bahwa grup (+,)(\mathbb Q_+,\cdot) tidak divisibel.

Soal 23.3

Buktikan bahwa grup (,+)(\mathbb R,+) dan (+,)(\mathbb R_+,\cdot) divisibel. Apakah (×,)(\mathbb R^\times,\cdot) juga divisibel?

Soal 23.4

Buktikan bahwa grup /(n)\mathbb Z/(n) dengan n+n\in\mathbb N_+ tidak injektif.

Soal 23.5

Misalkan KK lapangan tertutup secara aljabar. Buktikan bahwa grup satuan K×K^\times divisibel.

Soal 23.6

Untuk grup siklik /(n)\mathbb Z/(n), deskripsikan suatu grup divisibel DD dengan

/(n)D. \mathbb Z/(n)\subseteq D.

Soal 23.7

Misalkan DD grup divisibel dan SS suatu himpunan. Buktikan bahwa grup

Abb(S,D) \operatorname{Abb}(S,D)

juga divisibel.

Soal 23.8

Misalkan DD grup divisibel dan SS grup komutatif. Buktikan bahwa grup

Hom(S,D) \operatorname{Hom}(S,D)

juga divisibel.

Soal 23.9

Bahas perbedaan dan persamaan antara modul injektif dan modul projektif di atas gelanggang komutatif RR.

Soal 23.10

Berikan contoh suatu modul RR injektif MM di atas gelanggang komutatif RR sedemikian sehingga MM sebagai grup komutatif tidak divisibel.

Soal 23.11

Berikan contoh suatu modul RR yang tidak injektif, MM, di atas gelanggang komutatif RR sedemikian sehingga MM sebagai grup komutatif divisibel.

Petunjuk. Tinjau

R=M=[X]. R=M=\mathbb Q[X].

Soal 23.12

Misalkan II modul RR yang injektif di atas gelanggang komutatif RR, dan misalkan rRr\in R bukan pembagi nol. Buktikan bahwa perkalian

μr:II,vrv, \mu_r:I\longrightarrow I,\qquad v\longmapsto rv,

bersifat surjektif.

Catatan edisi - variabel modul dalam sumber. Teks sumber beku memulai soal dengan menyebut RR sebagai modul RR yang injektif, tetapi rumusnya kemudian memakai μr:II\mu_r:I\to I. Agar objek pada kalimat dan rumus sama, edisi memakai II sebagai variabel modul, tanpa mengubah hipotesis atau kesimpulan matematis lain.

Soal 23.13

Buktikan bahwa setiap grup komutatif GG mempunyai resolusi injektif berbentuk

0GI0I10. 0\longrightarrow G\longrightarrow I_0\longrightarrow I_1 \longrightarrow 0.

Soal 23.14

Misalkan j\mathcal I_j, jJj\in J, suatu keluarga berkas grup komutatif yang injektif pada ruang topologis XX. Buktikan bahwa produk langsung

jJj \prod_{j\in J}\mathcal I_j

juga injektif.

Soal 23.15

Buktikan bahwa berkas fungsi kontinu bernilai real pada \mathbb R tidak flasque.

Soal 23.16

Buktikan bahwa pada ruang topologis diskret XX, setiap berkas bersifat flasque.

Soal 23.17

Buktikan bahwa berkas konstan lokal 𝒢\mathcal G pada ruang topologis tak tereduksi bersifat flasque.

Soal 23.18

Buktikan bahwa suatu berkas konstan lokal 𝒢\mathcal G pada ruang topologis tidak harus flasque.

Soal 23.19

Misalkan GG grup komutatif dan XX ruang topologis. Buktikan bahwa berkas

UAbb(U,G) U\longmapsto\operatorname{Abb}(U,G)

pada XX bersifat flasque.

Soal 23.20

Misalkan 𝒢j\mathcal G_j, jJj\in J, suatu keluarga berkas flasque pada ruang topologis XX. Buktikan bahwa produk langsung

jJ𝒢j \prod_{j\in J}\mathcal G_j

juga flasque.

Soal 23.21

Misalkan XX ruang topologis dengan dekomposisi

X=YZ X=Y\uplus Z

menjadi subhimpunan terbuka tak kosong yang saling lepas. Misalkan 𝒢\mathcal G berkas pada YY dan \mathcal H berkas pada ZZ. Buktikan bahwa berkas \mathcal F yang didefinisikan oleh

(U)=𝒢(UY)×(UZ) \mathcal F(U)= \mathcal G(U\cap Y)\times\mathcal H(U\cap Z)

bersifat flasque tepat ketika 𝒢\mathcal G dan \mathcal H flasque.

Catatan edisi - subjek gramatikal yang hilang. Kalimat sumber beku berbunyi, secara harfiah, “buktikan bahwa yang melalui (U)=\mathcal F(U)=\cdots tepat ketika flasque”, tanpa menyebut objek yang didefinisikan. Rumus dan sisa kalimat menentukan objek itu sebagai berkas \mathcal F. Edisi menyatakannya secara eksplisit dan mempertahankan rumus, hipotesis, serta ekuivalensi sumber.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 23

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 21 soal. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk semua Soal 23.1–23.21. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 23.1–23.21. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 23

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 23 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 23.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 24: Funktor Turunan Kanan

Kategori abelian

Konsep kategori abelian dideskripsikan secara abstrak melalui suatu daftar aksioma yang telah kami himpun dalam sebuah lampiran. Bagi kita, empat contoh utama berikut penting.

  1. Kategori grup komutatif dengan homomorfisme grup.
  2. Kategori modul RR di atas suatu gelanggang komutatif, dengan homomorfisme modul RR.
  3. Kategori berkas grup komutatif di atas suatu ruang topologis XX, dengan homomorfisme berkas.
  4. Kategori modul 𝒪X\mathcal O_X pada suatu ruang berdering (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X), dengan homomorfisme modul 𝒪X\mathcal O_X.

Dalam setiap kategori ini, makna barisan eksak pendek ataupun keeksakan kompleks sudah jelas. Selain itu, dalam kategori-kategori ini setiap objek dapat dibenamkan ke dalam suatu objek injektif dalam kategori tersebut, sehingga resolusi injektif juga dapat dikonstruksi; lihat Korolari 23.8 dan Lema 23.13. Sifat ini bahkan layak diberi nama tersendiri.

Definisi 24.1: cukup banyak objek injektif

Suatu kategori abelian 𝒜\mathcal A dikatakan mempunyai cukup banyak objek injektif jika untuk setiap objek M𝒜M\in\mathcal A terdapat suatu objek injektif II dan suatu monomorfisme

MI. M\longrightarrow I.

Funktor aditif eksak kiri

Definisi 24.2: funktor aditif

Misalkan 𝒜\mathcal A dan \mathcal B kategori aditif. Suatu funktor kovarian

F:𝒜 F:\mathcal A\longrightarrow\mathcal B

disebut aditif jika untuk objek G,H𝒜G,H\in\mathcal A, pemetaan

Mor(G,H)Mor(F(G),F(H)),φF(φ), \operatorname{Mor}(G,H)\longrightarrow \operatorname{Mor}(F(G),F(H)), \qquad \varphi\longmapsto F(\varphi),

merupakan homomorfisme grup.

Definisi 24.3: funktor eksak kiri

Misalkan 𝒜\mathcal A dan \mathcal B kategori abelian. Suatu funktor kovarian

F:𝒜 F:\mathcal A\longrightarrow\mathcal B

disebut eksak kiri jika funktor itu aditif dan, untuk setiap barisan eksak pendek

0ABC0 0\longrightarrow A\longrightarrow B\longrightarrow C\longrightarrow 0

dalam 𝒜\mathcal A, barisan

0F(A)F(B)F(C) 0\longrightarrow F(A)\longrightarrow F(B)\longrightarrow F(C)

eksak dalam \mathcal B.

Bagi kita, dua funktor yang mempunyai kedua sifat tersebut akan penting.

Contoh 24.4: funktor Hom

Misalkan RR gelanggang komutatif dan AA suatu modul RR tetap. Penetapan yang memasangkan kepada setiap modul RR MM modul homomorfisme

HomR(A,M) \operatorname{Hom}_R(A,M)

bersifat eksak kiri; lihat Soal 24.1.

Contoh 24.5: funktor seksi global

Misalkan XX suatu ruang topologis dan 𝒜\mathcal A kategori berkas grup komutatif pada XX, dengan penetapan

𝒢Γ(X,𝒢). \mathcal G\longmapsto\Gamma(X,\mathcal G).

Misalkan

=ABEL \mathcal B=\operatorname{ABEL}

kategori grup abelian, dan misalkan FF adalah evaluasi global pada XX. Maka 𝒜\mathcal A mempunyai cukup banyak objek injektif dan FF merupakan funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri. Keeksakan kiri ini berdasarkan Lema 6.8, sedangkan keberadaan cukup banyak berkas injektif berdasarkan Lema 23.13.

Dalam contoh-contoh di atas, penetapan tersebut tidak eksak kanan; lihat Soal 24.2 dan Contoh 6.6. Teori kohomologi yang akan kita pelajari antara lain akan menangkap secara teoretis kegagalan keeksakan kanan ini.

Funktor turunan

Definisi 24.6: funktor turunan kanan

Misalkan 𝒜\mathcal A dan \mathcal B kategori abelian, dan misalkan 𝒜\mathcal A mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan

F:𝒜 F:\mathcal A\longrightarrow\mathcal B

funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri. Funktor turunan kanan ke-nn

RnF:𝒜,n, R^nF:\mathcal A\longrightarrow\mathcal B, \qquad n\in\mathbb N,

didefinisikan sebagai berikut. Untuk suatu objek M𝒜M\in\mathcal A, ambil suatu resolusi injektif II^\bullet dari MM dan tetapkan

RnF(M):=Hn(F(I)). R^nF(M):=H^n(F(I^\bullet)).

Untuk suatu homomorfisme φ:MN\varphi:M\longrightarrow N dalam 𝒜\mathcal A, ambil suatu perluasan

φ̃:IJ, \widetilde\varphi:I^\bullet\longrightarrow J^\bullet,

dengan JJ^\bullet suatu resolusi injektif dari NN, dan tetapkan

RnF(φ):=(Hn(φ̃):Hn(F(I))Hn(F(J))), R^nF(\varphi):= \bigl(H^n(\widetilde\varphi):H^n(F(I^\bullet)) \longrightarrow H^n(F(J^\bullet))\bigr),

dengan homomorfisme terinduksi pada homologi dalam pengertian Lema Lampiran 8.5.

Teorema 24.7: sifat-sifat delta funktor turunan kanan

Misalkan 𝒜\mathcal A dan \mathcal B kategori abelian, dan misalkan 𝒜\mathcal A mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan F:𝒜F:\mathcal A\longrightarrow\mathcal B funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri, serta RnFR^nF menyatakan funktor-funktor turunan kanannya. Maka berlaku sifat-sifat berikut.

  1. RnFR^nF merupakan funktor aditif yang terdefinisi dengan baik dari 𝒜\mathcal A ke \mathcal B.

  2. Terdapat isomorfisme alami

    R0FF. R^0F\cong F.

  3. Untuk setiap barisan eksak pendek

    0ABC0 0\longrightarrow A\longrightarrow B\longrightarrow C\longrightarrow 0

    dalam 𝒜\mathcal A dan setiap nn\in\mathbb N, terdapat homomorfisme penghubung alami

    δn:RnF(C)Rn+1F(A) \delta^n:R^nF(C)\longrightarrow R^{n+1}F(A)

    sedemikian sehingga dalam \mathcal B terdapat kompleks eksak

    Rn1F(C)δn1RnF(A)RnF(B)RnF(C)δnRn+1F(A)Rn+1F(B). \begin{aligned} \ldots\longrightarrow R^{n-1}F(C) &\overset{\delta^{n-1}}{\longrightarrow}R^nF(A) \longrightarrow R^nF(B)\longrightarrow R^nF(C)\\ &\overset{\delta^n}{\longrightarrow}R^{n+1}F(A) \longrightarrow R^{n+1}F(B)\longrightarrow\ldots . \end{aligned}

  4. Untuk suatu homomorfisme barisan eksak

    0ABC00ABC0, \begin{matrix} 0&\longrightarrow&A&\longrightarrow&B&\longrightarrow&C&\longrightarrow&0\\ \downarrow&&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow\\ 0&\longrightarrow&A'&\longrightarrow&B'&\longrightarrow&C'&\longrightarrow&0, \end{matrix}

    diagram

    RnF(C)δnRn+1F(A)RnF(C)δnRn+1F(A) \begin{matrix} R^nF(C)&\overset{\delta^n}{\longrightarrow}&R^{n+1}F(A)\\ \downarrow&&\downarrow\\ R^nF(C')&\overset{\delta^n}{\longrightarrow}&R^{n+1}F(A') \end{matrix}

    komutatif.

Bukti

  1. Untuk menunjukkan bahwa konstruksi terdefinisi dengan baik, yakni tidak bergantung pada resolusi injektif yang dipilih, kita membuktikannya dalam kasus bahwa 𝒜\mathcal A adalah kategori modul RR; perumusannya dalam kasus umum sedikit lebih panjang. Misalkan

    0NL0L1 0\longrightarrow N\longrightarrow L_0\longrightarrow L_1 \longrightarrow\ldots

    dan

    0NI0I1 0\longrightarrow N\longrightarrow I_0\longrightarrow I_1 \longrightarrow\ldots

    adalah resolusi injektif dari suatu modul NN. Menurut Lema 23.11, terdapat homomorfisme kompleks rantai

    φ:LI \varphi:L_\bullet\longrightarrow I_\bullet

    dan

    ψ:IL. \psi:I_\bullet\longrightarrow L_\bullet.

    Menurut Lema 23.12, komposisi ψφ\psi\circ\varphi dan φψ\varphi\circ\psi masing-masing homotop dengan identitas pada LL_\bullet dan II_\bullet. Menurut Lema Lampiran 8.9, hal yang sama berlaku bagi homomorfisme terkait pada kompleks F(L)F(L_\bullet) dan F(I)F(I_\bullet). Artinya, bagi homomorfisme terinduksi pada homologi, komposisi

    Hn(F(L))Hn(φ)Hn(F(I))Hn(ψ)Hn(F(L)) H_n(F(L_\bullet)) \overset{H_n(\varphi)}{\longrightarrow}H_n(F(I_\bullet)) \overset{H_n(\psi)}{\longrightarrow}H_n(F(L_\bullet))

    adalah identitas. Dengan demikian, H(φ)H(\varphi) merupakan isomorfisme kanonik. Sifat aditif selalu berlaku pada homologi menurut Lema Lampiran 8.5.

  2. Misalkan II^\bullet suatu resolusi injektif dari objek MM. Homologi ke-00 dari kompleks

    0F(I0)F(I1)F(I2) 0\longrightarrow F(I^0)\longrightarrow F(I^1) \longrightarrow F(I^2)\longrightarrow\ldots

    tidak lain adalah kernel homomorfisme

    F(I0)F(I1). F(I^0)\longrightarrow F(I^1).

    Karena FF eksak kiri, kernel ini sama dengan F(M)F(M).

  3. Menurut Lema Lampiran 9.9, terdapat diagram komutatif

    0000ABC00I0J0K000I1J1K10 \begin{matrix} &&0&&0&&0&&\\ &&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow&&\\ 0&\longrightarrow&A&\longrightarrow&B&\longrightarrow&C&\longrightarrow&0\\ &&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow&&\\ 0&\longrightarrow&I^0&\longrightarrow&J^0&\longrightarrow&K^0&\longrightarrow&0\\ &&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow&&\\ 0&\longrightarrow&I^1&\longrightarrow&J^1&\longrightarrow&K^1&\longrightarrow&0\\ &&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow&&\\ &&\vdots&&\vdots&&\vdots&& \end{matrix}

    dengan baris dan kolom eksak. Karena setiap baris selain barisan awal terbelah, untuk setiap n0n\geq0 diperoleh barisan eksak pendek

    0F(In)F(Jn)F(Kn)0. 0\longrightarrow F(I^n)\longrightarrow F(J^n) \longrightarrow F(K^n)\longrightarrow0.

    Jadi terdapat diagram komutatif

    0F(In1)F(Jn1)F(Kn1)00F(In)F(Jn)F(Kn)00F(In+1)F(Jn+1)F(Kn+1)0 \begin{matrix} 0&\longrightarrow&F(I^{n-1})&\longrightarrow&F(J^{n-1})&\longrightarrow&F(K^{n-1})&\longrightarrow&0\\ &&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow&&\\ 0&\longrightarrow&F(I^n)&\longrightarrow&F(J^n)&\longrightarrow&F(K^n)&\longrightarrow&0\\ &&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow&&\\ 0&\longrightarrow&F(I^{n+1})&\longrightarrow&F(J^{n+1})&\longrightarrow&F(K^{n+1})&\longrightarrow&0 \end{matrix}

    dengan baris-baris eksak. Dalam situasi seperti ini, menurut Lema Lampiran 8.6 terdapat homomorfisme dari kernel

    F(Kn1)F(Kn) F(K^{n-1})\longrightarrow F(K^n)

    ke kernel

    F(In)F(In+1), F(I^n)\longrightarrow F(I^{n+1}),

    dan dengan demikian juga ke RnF(A)R^nF(A). Citra F(Kn2)F(K^{n-2}) dipetakan ke 00, sehingga hal ini menginduksi suatu homomorfisme

    Rn1F(C)RnF(A). R^{n-1}F(C)\longrightarrow R^nF(A).

  4. Lihat Soal 24.5.

Pemetaan δ\delta juga disebut homomorfisme penghubung.

Teorema 24.8: objek injektif bersifat asiklik

Misalkan 𝒜\mathcal A dan \mathcal B kategori abelian, dan misalkan 𝒜\mathcal A mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan F:𝒜F:\mathcal A\longrightarrow\mathcal B funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri. Maka untuk setiap objek injektif II dalam 𝒜\mathcal A dan setiap n1n\geq1, funktor turunan kanan memenuhi

RnF(I)=0. R^nF(I)=0.

Bukti

Hal ini langsung diperoleh karena kita dapat memakai resolusi injektif

I0=I00. I_0=I\longrightarrow0\longrightarrow0\longrightarrow\ldots .

Definisi 24.9: objek asiklik

Misalkan 𝒜\mathcal A dan \mathcal B kategori abelian, dan misalkan 𝒜\mathcal A mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan F:𝒜F:\mathcal A\longrightarrow\mathcal B funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri. Suatu objek ZZ dalam 𝒜\mathcal A disebut asiklik (terhadap FF) jika untuk setiap n1n\geq1, funktor turunan kanan memenuhi

RnF(Z)=0. R^nF(Z)=0.

Menurut Teorema 24.8, setiap objek injektif bersifat asiklik.

Korolari 24.10: penurunan dimensi melalui objek asiklik

Misalkan 𝒜\mathcal A dan \mathcal B kategori abelian, dan misalkan 𝒜\mathcal A mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan F:𝒜F:\mathcal A\longrightarrow\mathcal B funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri. Misalkan AA suatu objek dalam 𝒜\mathcal A dan

0AZ 0\longrightarrow A\longrightarrow Z

eksak, dengan ZZ suatu objek asiklik. Maka

R1F(A)=F(Z/A)/bild(F(Z)) R^1F(A)=F(Z/A)/\operatorname{bild}(F(Z))

dan

RnF(A)=Rn1F(Z/A) R^nF(A)=R^{n-1}F(Z/A)

untuk n2n\geq2.

Bukti

Kita tinjau barisan eksak pendek

0AZZ/A0. 0\longrightarrow A\longrightarrow Z\longrightarrow Z/A\longrightarrow0.

Pernyataan tersebut mengikuti dari barisan eksak panjang karena, menurut hipotesis, suku-suku tengah RnF(Z)=0R^nF(Z)=0.

Definisi 24.11: funktor Ext

Misalkan RR gelanggang komutatif dan MM suatu modul RR. Funktor turunan kanan dari funktor

NHomR(M,N) N\longmapsto\operatorname{Hom}_R(M,N)

(dari kategori modul RR ke dirinya sendiri) disebut funktor Ext dan dilambangkan dengan

Extn(M,N). \operatorname{Ext}^n(M,N).

Untuk menghitung modul-modul Ext, menurut definisi kita harus mengambil suatu resolusi injektif dari modul kedua, yaitu

0NI0I1I2, 0\longrightarrow N\longrightarrow I_0\longrightarrow I_1 \longrightarrow I_2\longrightarrow\ldots,

kemudian menentukan homologi kompleks

Hom(M,In1)Hom(M,In)Hom(M,In+1). \operatorname{Hom}(M,I_{n-1})\longrightarrow \operatorname{Hom}(M,I_n)\longrightarrow \operatorname{Hom}(M,I_{n+1}).

Lembar Kerja 24: Funktor Turunan Kanan

Pada batas revisi yang dibekukan, kelima soal mempunyai hasil kandidat negatif: tidak ada halaman solusi publik. Karena itu lembar kerja ini tidak memakai tanda bintang, dan edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 24.1

Misalkan RR gelanggang komutatif dan AA suatu modul RR. Misalkan

0LMN0 0\longrightarrow L\longrightarrow M\longrightarrow N\longrightarrow0

suatu barisan eksak pendek modul-modul RR. Buktikan bahwa

0Hom(A,L)Hom(A,M)Hom(A,N) 0\longrightarrow\operatorname{Hom}(A,L) \longrightarrow\operatorname{Hom}(A,M) \longrightarrow\operatorname{Hom}(A,N)

eksak.

Soal 24.2

Misalkan RR gelanggang komutatif dan AA suatu modul RR. Misalkan MNM\longrightarrow N suatu homomorfisme modul RR yang surjektif. Buktikan bahwa pemetaan terinduksi

Hom(A,M)Hom(A,N) \operatorname{Hom}(A,M)\longrightarrow\operatorname{Hom}(A,N)

tidak harus surjektif.

Pertimbangkan A=N=/(k)A=N=\mathbb Z/(k).

Soal 24.3

Misalkan RR gelanggang komutatif, PP suatu modul RR projektif, dan MM suatu modul RR lain. Buktikan bahwa

Extn(P,M)=0 \operatorname{Ext}^n(P,M)=0

untuk n1n\geq1.

Soal 24.4

Dengan bantuan barisan eksak pendek

0k/(k)0, 0\longrightarrow\mathbb Z \overset{\cdot k}{\longrightarrow}\mathbb Z \longrightarrow\mathbb Z/(k)\longrightarrow0,

buktikan bahwa

Ext1(/(k),) \operatorname{Ext}^1(\mathbb Z/(k),\mathbb Z)

bukan modul nol untuk k2k\geq2.

Soal 24.5

Misalkan 𝒜\mathcal A dan \mathcal B kategori abelian, dan misalkan 𝒜\mathcal A mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan F:𝒜F:\mathcal A\longrightarrow\mathcal B funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri, serta RnFR^nF menyatakan funktor-funktor turunan kanannya. Buktikan bahwa untuk suatu homomorfisme barisan eksak

0ABC00ABC0, \begin{matrix} 0&\longrightarrow&A&\longrightarrow&B&\longrightarrow&C&\longrightarrow&0\\ \downarrow&&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow&&\downarrow\\ 0&\longrightarrow&A'&\longrightarrow&B'&\longrightarrow&C'&\longrightarrow&0, \end{matrix}

diagram

RnF(C)δnRn+1F(A)RnF(C)δnRn+1F(A) \begin{matrix} R^nF(C)&\overset{\delta^n}{\longrightarrow}&R^{n+1}F(A)\\ \downarrow&&\downarrow\\ R^nF(C')&\overset{\delta^n}{\longrightarrow}&R^{n+1}F(A') \end{matrix}

komutatif.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 24

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari lima soal. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 24.1–24.5. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 24.1, 24.2, 24.3, 24.4, atau 24.5. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 24

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 24 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 24.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 25: Kohomologi Berkas

Kohomologi berkas

Definisi 25.1: kohomologi berkas

Misalkan 𝒢\mathcal G berkas grup komutatif pada ruang topologis XX. Funktor turunan kanan ke-nn dari funktor evaluasi global Γ(X,)\Gamma(X,-) disebut kohomologi berkas ke-nn dari 𝒢\mathcal G pada XX. Funktor ini dilambangkan dengan

Hn(X,𝒢):=RnΓ(X,𝒢). H^n(X,\mathcal G):=R^n\Gamma(X,\mathcal G).

Korolari 25.2: sifat-sifat dasar kohomologi berkas

Misalkan XX ruang topologis. Kohomologi berkas memenuhi sifat-sifat berikut.

  1. Untuk setiap nn\in\mathbb N, Hn(X,)H^n(X,-) adalah funktor aditif dari kategori berkas grup komutatif pada XX ke kategori grup abelian.

  2. Terdapat isomorfisme alami H0(X,𝒢)Γ(X,𝒢)H^0(X,\mathcal G)\cong\Gamma(X,\mathcal G).

  3. Untuk barisan berkas eksak pendek

    0𝒢0, 0\longrightarrow\mathcal F\longrightarrow\mathcal G \longrightarrow\mathcal H\longrightarrow 0,

    terdapat barisan kohomologi eksak panjang

    0Γ(X,)Γ(X,𝒢)Γ(X,)H1(X,)H1(X,𝒢)H1(X,)H2(X,). \begin{aligned} 0&\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal F) \longrightarrow\Gamma(X,\mathcal G) \longrightarrow\Gamma(X,\mathcal H) \longrightarrow H^1(X,\mathcal F)\\ &\longrightarrow H^1(X,\mathcal G) \longrightarrow H^1(X,\mathcal H) \longrightarrow H^2(X,\mathcal F) \longrightarrow\cdots. \end{aligned}

Bukti

Ini merupakan kasus khusus Teorema 24.7.

Secara umum, grup kohomologi sulit dihitung. Berikut beberapa cara dasar untuk melakukan perhitungan.

  1. Teorema pelenyapan: dibuktikan bahwa grup kohomologi bernilai 00 untuk ruang, berkas, dan indeks tertentu. Jika suatu suku dalam barisan kohomologi eksak panjang bernilai 00, maka pemetaan sebelumnya surjektif dan pemetaan sesudahnya injektif.
  2. Sebagai ganti berkas injektif, kita dapat bekerja dengan berkas asiklik lain, misalnya berkas flasid.
  3. H1H^1 dapat ditafsirkan sebagai grup pengklasifikasi untuk objek geometris tertentu, misalnya grup Picard.
  4. Jika berkas-berkas tersebut adalah modul pada ruang berdering, grup kohomologinya juga mempunyai struktur modul atas gelanggang seksi global Γ(X,𝒪X)\Gamma(X,\mathcal O_X); lihat Lema 25.5. Jika gelanggang ini suatu lapangan, sebagaimana khususnya terjadi untuk varietas projektif terhubung, grup kohomologi bahkan merupakan ruang vektor. Dalam kasus berdimensi hingga, dimensinya merupakan invarian penting.
  5. Kohomologi pada XX dapat dibandingkan dengan kohomologi pada suatu subhimpunan terbuka.
  6. Kohomologi berkas dapat dibandingkan dengan teori kohomologi lain: kohomologi Čech, kohomologi singular, dan kohomologi simplisial.

Lema 25.3: berkas flasid bersifat asiklik

Suatu berkas flasid 𝒢\mathcal G pada ruang topologis XX bersifat asiklik; artinya,

Hn(X,𝒢)=0 H^n(X,\mathcal G)=0

untuk n1n\geq 1.

Bukti

Menurut Lema 23.13 terdapat pembenaman 𝒢\mathcal G ke suatu berkas injektif \mathcal I. Kita meninjau barisan berkas eksak pendek yang terkait,

0𝒢/𝒢0. 0\longrightarrow\mathcal G\longrightarrow\mathcal I \longrightarrow\mathcal I/\mathcal G\longrightarrow 0.

Menurut Lema 23.16, \mathcal I adalah berkas flasid. Kemudian menurut Lema 23.15 (2), berkas hasil bagi /𝒢\mathcal I/\mathcal G juga flasid. Dengan menggunakan Teorema 24.8, barisan kohomologi eksak panjang di satu pihak memberi

0Γ(X,𝒢)Γ(X,)Γ(X,/𝒢)H1(X,𝒢)0, 0\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal G) \longrightarrow\Gamma(X,\mathcal I) \longrightarrow\Gamma(X,\mathcal I/\mathcal G) \longrightarrow H^1(X,\mathcal G)\longrightarrow 0,

dan di pihak lain memberi

0Hn(X,/𝒢)δnHn+1(X,𝒢)0 0\longrightarrow H^n(X,\mathcal I/\mathcal G) \xrightarrow{\delta^n}H^{n+1}(X,\mathcal G) \longrightarrow 0

untuk n1n\geq 1. Karena pemetaan

Γ(X,)Γ(X,/𝒢) \Gamma(X,\mathcal I)\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal I/\mathcal G)

surjektif menurut Lema 23.15 (1), potongan pertama menunjukkan bahwa H1(X,𝒢)=0H^1(X,\mathcal G)=0. Ini berlaku bagi semua berkas flasid. Dengan menerapkan potongan kedua, yang menurut sumber diterapkan untuk n=2n=2, kita memperoleh H2(X,𝒢)=0H^2(X,\mathcal G)=0, dan seterusnya.

Catatan edisi - indeks pada langkah induksi. Rumus yang ditampilkan menghubungkan Hn(X,/𝒢)H^n(X,\mathcal I/\mathcal G) dengan Hn+1(X,𝒢)H^{n+1}(X,\mathcal G), sehingga kesimpulan tentang H2H^2 secara formal memakai n=1n=1. Sumber cetak menyebut n=2n=2; edisi mempertahankan keterangan sumber dan mencatat ketidakcocokan ini secara eksplisit.

Catatan 25.4: kelas kohomologi pertama berkas fungsi kontinu

Misalkan GG grup topologis dan XX ruang topologis. Kita meninjau berkas pemetaan kontinu ke GG, yaitu C0(,G)C^0(-,G), dengan

C0(U,G)={f:UG pemetaanf kontinu}. C^0(U,G)=\{f:U\longrightarrow G\text{ pemetaan}\mid f\text{ kontinu}\}.

Terdapat inklusi alami berkas

C0(,G)Abb(,G), C^0(-,G)\subseteq\operatorname{Abb}(-,G),

dan karena itu terdapat barisan berkas eksak pendek

0C0(,G)Abb(,G)Abb(,G)/C0(,G)0. 0\longrightarrow C^0(-,G) \longrightarrow\operatorname{Abb}(-,G) \longrightarrow\operatorname{Abb}(-,G)/C^0(-,G) \longrightarrow 0.

Berkas pemetaan di tengah bersifat flasid, sebab setiap pemetaan dapat diperluas ke himpunan yang lebih besar. Oleh karena itu, menurut Lema 25.3,

H1(X,Abb(,G))=0, H^1(X,\operatorname{Abb}(-,G))=0,

sehingga barisan kohomologi eksak panjang dimulai dengan

0C0(X,G)Abb(X,G)Γ(X,Abb(,G)/C0(,G))H1(X,C0(,G))0. \begin{aligned} 0&\longrightarrow C^0(X,G) \longrightarrow\operatorname{Abb}(X,G) \longrightarrow\Gamma\bigl(X,\operatorname{Abb}(-,G)/C^0(-,G)\bigr)\\ &\longrightarrow H^1(X,C^0(-,G))\longrightarrow 0. \end{aligned}

Jadi setiap kelas kohomologi pertama untuk C0(,G)C^0(-,G) direpresentasikan oleh suatu unsur global dari berkas hasil bagi Abb(,G)/C0(,G)\operatorname{Abb}(-,G)/C^0(-,G). Dua wakil demikian mendefinisikan kelas yang sama tepat ketika selisihnya berasal dari suatu pemetaan XGX\to G.

Seperti untuk setiap berkas hasil bagi, menurut Lema 5.9 (1), suatu unsur global direpresentasikan oleh penutup terbuka

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

dan seksi fiΓ(Ui,Abb(,G))f_i\in\Gamma(U_i,\operatorname{Abb}(-,G)), yakni pemetaan fi:UiGf_i:U_i\to G, sedemikian sehingga selisih

fifj|UiUj f_i-f_j\big|_{U_i\cap U_j}

berasal dari subberkas, yakni merupakan fungsi kontinu pada UiUjU_i\cap U_j. Menurut Lema 5.9 (2), unsur demikian berasal dari sebelah kiri, dan dengan demikian dipetakan ke kelas kohomologi trivial, tepat ketika terdapat fungsi f:XGf:X\to G sedemikian sehingga

gi:=fif|Ui g_i:=f_i-f\big|_{U_i}

kontinu untuk setiap ii. Dalam hal ini, pada UiUjU_i\cap U_j berlaku

gigj=fif(fjf)=fifj. g_i-g_j=f_i-f-(f_j-f)=f_i-f_j.

Sebaliknya, jika terdapat keluarga fungsi kontinu gig_i pada UiU_i yang selisih-selisihnya sama dengan selisih yang diberikan, maka pada UiU_i kita dapat mendefinisikan

f:=figi. f:=f_i-g_i.

Karena kondisi ini kompatibel pada irisan, definisi-definisi tersebut menghasilkan suatu fungsi global pada XX. Dengan demikian, grup kohomologi pertama berkas fungsi kontinu trivial tepat ketika untuk setiap keluarga (Ui,fi)(U_i,f_i) dengan fifjf_i-f_j kontinu, terdapat keluarga (Ui,gi)(U_i,g_i) dengan gig_i kontinu dan mempunyai selisih yang sama.

Lema 25.5: struktur modul pada kohomologi berkas

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering dan \mathcal M suatu modul 𝒪X\mathcal O_X. Maka kohomologi berkas Hi(X,)H^i(X,\mathcal M) secara alami merupakan modul Γ(X,𝒪X)\Gamma(X,\mathcal O_X).

Bukti

Setiap unsur fΓ(X,𝒪X)f\in\Gamma(X,\mathcal O_X) mendefinisikan homomorfisme modul 𝒪X\mathcal O_X

f:. f:\mathcal M\longrightarrow\mathcal M.

Pada setiap himpunan terbuka UXU\subseteq X, pembatasan ff ke Γ(U,𝒪X)\Gamma(U,\mathcal O_X) bekerja melalui perkalian skalar, yakni

Γ(U,)Γ(U,),sfs. \Gamma(U,\mathcal M)\longrightarrow\Gamma(U,\mathcal M), \qquad s\longmapsto fs.

Perkalian dengan ff khususnya merupakan homomorfisme berkas grup komutatif. Berdasarkan kefunktoran kohomologi berkas dalam Korolari 25.2, homomorfisme ini menginduksi homomorfisme grup

Hn(f):Hn(X,)Hn(X,). H^n(f):H^n(X,\mathcal M)\longrightarrow H^n(X,\mathcal M).

Kita harus menunjukkan bahwa pemetaan

Γ(X,𝒪X)×Hn(X,)Hn(X,),(f,c)Hn(f)(c), \Gamma(X,\mathcal O_X)\times H^n(X,\mathcal M) \longrightarrow H^n(X,\mathcal M), \qquad(f,c)\longmapsto H^n(f)(c),

menentukan struktur modul pada Hn(X,)H^n(X,\mathcal M). Karena Hn(f)H^n(f) suatu homomorfisme grup, aditivitas pada modul telah terjamin. Berdasarkan kefunktoran, 11 dipetakan ke identitas, mula-mula sebagai homomorfisme berkas dan kemudian dalam kohomologi. Kompatibilitas dengan komposisi memberi

Hn(fg)=Hn(f)Hn(g). H^n(fg)=H^n(f)\circ H^n(g).

Untuk unsur gelanggang global f,gf,g, perkalian skalar oleh f+gf+g pada tingkat berkas modul adalah jumlah perkalian skalar oleh ff dan oleh gg. Karena HnH^n funktor aditif, berlaku pula

Hn(f+g)=Hn(f)+Hn(g). H^n(f+g)=H^n(f)+H^n(g).

Kohomologi pada skema

Sekarang kita meninjau kohomologi berkas pada skema.

Lema 25.6: kohomologi pertama melalui lapangan fungsi

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema integral dengan lapangan fungsi KK, yang kita pandang sebagai berkas konstan 𝒦\mathcal K pada XX. Maka

H1(X,𝒪X)=Γ(X,𝒦/𝒪X)/im(KΓ(X,𝒦/𝒪X)). H^1(X,\mathcal O_X) =\Gamma(X,\mathcal K/\mathcal O_X) /\operatorname{im}\bigl(K\longrightarrow \Gamma(X,\mathcal K/\mathcal O_X)\bigr).

Bukti

Karena XX khususnya tak tereduksi, praberkas konstan bernilai KK merupakan berkas. Menurut Lema 11.16 terdapat homomorfisme berkas injektif

𝒪X𝒦, \mathcal O_X\longrightarrow\mathcal K,

dan dengan demikian barisan berkas eksak pendek

0𝒪X𝒦𝒦/𝒪X0. 0\longrightarrow\mathcal O_X\longrightarrow\mathcal K \longrightarrow\mathcal K/\mathcal O_X\longrightarrow 0.

Barisan kohomologi eksak panjang yang terkait adalah

0Γ(X,𝒪X)Γ(X,𝒦)Γ(X,𝒦/𝒪X)H1(X,𝒪X)H1(X,𝒦). \begin{aligned} 0&\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal O_X) \longrightarrow\Gamma(X,\mathcal K) \longrightarrow\Gamma(X,\mathcal K/\mathcal O_X)\\ &\longrightarrow H^1(X,\mathcal O_X) \longrightarrow H^1(X,\mathcal K)\longrightarrow\cdots. \end{aligned}

Sebagai berkas konstan, 𝒦\mathcal K flasid dan dengan demikian asiklik menurut Lema 25.3. Khususnya,

H1(X,𝒦)=0. H^1(X,\mathcal K)=0.

Jadi H1(X,𝒪X)H^1(X,\mathcal O_X) adalah kokernel pemetaan yang mendahuluinya.

Lema 25.7: pelenyapan pada skema afin integral

Misalkan RR daerah integral dan

Spek(R)=(X,𝒪X) \operatorname{Spek}(R)=(X,\mathcal O_X)

skema afin integral yang terkait. Maka

H1(X,𝒪X)=0. H^1(X,\mathcal O_X)=0.

Bukti

Kita meninjau barisan eksak pendek modul RR

0RKK/R0 0\longrightarrow R\longrightarrow K\longrightarrow K/R\longrightarrow 0

dan, menurut Lema 14.9, barisan eksak berkas kuasikoheren yang terkait,

0𝒪XK̃K/R̃0. 0\longrightarrow\mathcal O_X\longrightarrow\widetilde K \longrightarrow\widetilde{K/R}\longrightarrow 0.

Khususnya,

K/R̃=K̃/𝒪X, \widetilde{K/R}=\widetilde K/\mathcal O_X,

dan K̃\widetilde K adalah berkas konstan untuk lapangan fungsi. Evaluasi global barisan berkas ini menghasilkan kembali barisan awal. Pernyataan sekarang mengikuti dari Lema 25.6.

Contoh 25.8: bidang afin berlubang

Kita meninjau bidang afin berlubang

U=𝔸K2\{(0,0)} U=\mathbb A_K^2\setminus\{(0,0)\}

di atas lapangan KK dan ingin memahami H1(U,𝒪U)H^1(U,\mathcal O_U) dengan bantuan Lema 25.7. Lapangan fungsinya adalah K(X,Y)K(X,Y); berkas konstan yang terkait kita lambangkan dengan 𝒬\mathcal Q. Barisan kohomologi eksak panjang dimulai dengan

0K[X,Y]K(X,Y)Γ(U,𝒬/𝒪U)H1(X,𝒪U)0. 0\longrightarrow K[X,Y]\longrightarrow K(X,Y) \longrightarrow\Gamma(U,\mathcal Q/\mathcal O_U) \longrightarrow H^1(X,\mathcal O_U)\longrightarrow 0.

Catatan edisi - simbol ruang pada sumber. Sumber cetak menuliskan H1(X,𝒪U)H^1(X,\mathcal O_U) pada barisan di atas, meskipun contoh, evaluasi, dan suku-suku lain membahas UU. Edisi mempertahankan simbol sumber dan tidak menggantinya secara diam-diam.

Kita mempunyai U=D(X)D(Y)U=D(X)\cup D(Y). Tinjau seksi Γ(U,𝒬/𝒪U)\Gamma(U,\mathcal Q/\mathcal O_U) berbentuk

(D(X),XαYβ;D(Y),0),α,β. (D(X),X^\alpha Y^\beta;D(Y),0), \qquad\alpha,\beta\in\mathbb Z.

Jadi seksi itu ditentukan pada D(X)D(X) oleh fungsi rasional XαYβX^\alpha Y^\beta dan pada D(Y)D(Y) oleh fungsi rasional 00. Selisihnya hanyalah XαYβX^\alpha Y^\beta, yang termasuk berkas struktur pada irisan D(X)D(Y)=D(XY)D(X)\cap D(Y)=D(XY). Karena itu kita benar-benar memperoleh suatu seksi berkas hasil bagi; bandingkan Lema 5.9.

Kita menentukan, bergantung pada α\alpha dan β\beta, apakah seksi ini terletak dalam citra. Hal itu ekuivalen dengan menanyakan apakah seksi ini mendefinisikan unsur trivial dalam kohomologi pertama. Berasal dari sebelah kiri berarti terdapat fungsi rasional qK(X,Y)q\in K(X,Y) yang bersesuaian dengan seksi tersebut. Artinya, selisih pada D(X)D(X) dan D(Y)D(Y) berasal dari berkas struktur, sehingga sekaligus

qXαYβΓ(D(X),𝒪U) q-X^\alpha Y^\beta\in\Gamma(D(X),\mathcal O_U)

dan

q0Γ(D(Y),𝒪U). q-0\in\Gamma(D(Y),\mathcal O_U).

Syarat kedua berarti

q=hYn, q=\frac h{Y^n},

sedangkan syarat pertama berarti

hYnXαYβ=gXm. \frac h{Y^n}-X^\alpha Y^\beta=\frac g{X^m}.

Dengan demikian, pertanyaannya adalah apakah persamaan

XαYβ=hYngXm X^\alpha Y^\beta=\frac h{Y^n}-\frac g{X^m}

mempunyai solusi dengan g,hK[X,Y]g,h\in K[X,Y] dan m,nm,n\in\mathbb N. Jika α0\alpha\geq 0 atau β0\beta\geq 0, solusi demikian ada. Jika α,β<0\alpha,\beta<0, solusi tidak mungkin ada, karena ruas kanan sama dengan

hXmgYnXmYn. \frac{hX^m-gY^n}{X^mY^n}.

Perkalian dengan XmYnX^mY^n memperlihatkan ketidakmungkinan itu: ideal (Xm,Yn)(X^m,Y^n) hanya memuat monomial yang merupakan kelipatan salah satu pembangkitnya.

Contoh 25.9: kohomologi berkas syzygy

Kita melanjutkan Contoh 16.9. Pada gelanggang polinomial

R=K[X1,,Xn],n2, R=K[X_1,\ldots,X_n],\qquad n\geq 2,

kita meninjau barisan eksak pendek

0Syz(X1,,Xn)Rn(X1,,Xn)0. 0\longrightarrow\operatorname{Syz}(X_1,\ldots,X_n) \longrightarrow R^n\longrightarrow(X_1,\ldots,X_n) \longrightarrow 0.

Pembatasan barisan berkas yang terkait ke ruang berlubang

U=𝔸Kn\{(0,,0)} U=\mathbb A_K^n\setminus\{(0,\ldots,0)\}

adalah

0𝒮=Syz(X1,,Xn)̃𝒪Un𝒪U0. 0\longrightarrow \mathcal S =\widetilde{\operatorname{Syz}(X_1,\ldots,X_n)} \longrightarrow\mathcal O_U^n\longrightarrow\mathcal O_U \longrightarrow 0.

Evaluasi barisan berkas ini pada UU memberi

0Syz(X1,,Xn)RnRH1(U,𝒮)H1(U,𝒪Un). \begin{aligned} 0&\longrightarrow\operatorname{Syz}(X_1,\ldots,X_n) \longrightarrow R^n\longrightarrow R \longrightarrow H^1(U,\mathcal S)\\ &\longrightarrow H^1(U,\mathcal O_U^n)\longrightarrow. \end{aligned}

Catatan edisi - ujung barisan eksak. Sumber cetak mengakhiri barisan di atas dengan sebuah panah tanpa menampilkan suku berikutnya. Edisi mempertahankan ujung tercetak itu dan tidak menambahkan elipsis atau suku yang tidak dicetak.

Karena citra pemetaan RnRR^n\to R tetap merupakan ideal maksimal, pemetaan ini tidak surjektif. Oleh sebab itu,

H1(U,𝒮)0. H^1(U,\mathcal S)\ne 0.

Lema 25.10: kohomologi pertama berkas satuan

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema integral dengan lapangan fungsi KK. Misalkan 𝒪X×\mathcal O_X^\times berkas satuan pada XX, dan misalkan 𝒰\mathcal U berkas konstan untuk K×K^\times. Maka

H1(X,𝒪X×)=Γ(X,𝒰/𝒪X×)/im(K×Γ(X,𝒰/𝒪X×)). H^1(X,\mathcal O_X^\times) =\Gamma(X,\mathcal U/\mathcal O_X^\times) /\operatorname{im}\bigl(K^\times\longrightarrow \Gamma(X,\mathcal U/\mathcal O_X^\times)\bigr).

Bukti

Lihat Soal 25.10.

Berikut kita sebutkan tanpa bukti beberapa teorema penting.

Teorema 25.11: kriteria kohomologis untuk keafinan

Misalkan XX skema Noether. Sifat-sifat berikut ekuivalen.

  1. XX adalah skema afin.
  2. Untuk setiap berkas kuasikoheren \mathcal F pada XX berlaku Hi(X,)=0H^i(X,\mathcal F)=0.
  3. Untuk setiap berkas ideal koheren \mathcal I pada XX berlaku H1(X,)=0H^1(X,\mathcal I)=0.

Teorema 25.12: pelenyapan di atas dimensi ruang

Misalkan XX ruang topologis Noether berdimensi dd. Maka

Hi(X,𝒢)=0 H^i(X,\mathcal G)=0

untuk i>di>d dan setiap berkas grup komutatif 𝒢\mathcal G.

Lembar Kerja 25: Kohomologi Berkas

Tanda bintang menunjukkan tepat satu soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 25.1. Dua belas soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 25.1 ★

Misalkan II\subseteq\mathbb R suatu interval real dan I=UVI=U\cup V suatu penutup oleh interval-interval yang terbuka di dalam II. Buktikan bahwa suatu fungsi kontinu

f:UV f:U\cap V\longrightarrow\mathbb R

dapat ditulis sebagai

f=g|UVh|UV f=g\big|_{U\cap V}-h\big|_{U\cap V}

dengan fungsi-fungsi kontinu g:Ug:U\to\mathbb R dan g:Vg:V\to\mathbb R.

Catatan edisi - nama fungsi pada sumber. Baris terakhir sumber cetak menamai kedua fungsi itu gg, sedangkan rumus memakai gg dan hh. Edisi mempertahankan pernyataan yang tercetak dan tidak mengganti nama fungsi kedua secara diam-diam.

Soal 25.2

Misalkan II\subseteq\mathbb R suatu interval real. Pada II kita meninjau barisan berkas eksak pendek

0C0(,)Abb(,)Abb(,)/C0(,)0. 0\longrightarrow C^0(-,\mathbb R) \longrightarrow\operatorname{Abb}(-,\mathbb R) \longrightarrow\operatorname{Abb}(-,\mathbb R)/C^0(-,\mathbb R) \longrightarrow 0.

Misalkan I=UVI=U\cup V suatu penutup oleh interval-interval yang terbuka di dalam II. Misalkan pula diberikan suatu seksi global pada berkas hasil bagi Abb(,)/C0(,)\operatorname{Abb}(-,\mathbb R)/C^0(-,\mathbb R) yang direpresentasikan oleh seksi sAbb(U,)s\in\operatorname{Abb}(U,\mathbb R) dan tAbb(V,)t\in\operatorname{Abb}(V,\mathbb R). Buktikan bahwa seksi ini direpresentasikan oleh suatu pemetaan rAbb(I,)r\in\operatorname{Abb}(I,\mathbb R).

Soal 25.3

Misalkan II\subseteq\mathbb R suatu interval real tertutup. Pada II kita meninjau barisan berkas eksak pendek

0C0(,)Abb(,)Abb(,)/C0(,)0. 0\longrightarrow C^0(-,\mathbb R) \longrightarrow\operatorname{Abb}(-,\mathbb R) \longrightarrow\operatorname{Abb}(-,\mathbb R)/C^0(-,\mathbb R) \longrightarrow 0.

Buktikan bahwa

Abb(,)Abb(,)/C0(,) \operatorname{Abb}(-,\mathbb R) \longrightarrow\operatorname{Abb}(-,\mathbb R)/C^0(-,\mathbb R)

surjektif.

Soal 25.4

Misalkan II\subseteq\mathbb R suatu interval real tertutup. Buktikan bahwa

H1(I,C0(,))=0. H^1(I,C^0(-,\mathbb R))=0.

Soal 25.5

Misalkan GG grup topologis diskret dengan setidaknya dua unsur aba\ne b. Pada S1S^1 kita meninjau barisan berkas eksak

0GAbb(,G)Abb(,G)/G0, 0\longrightarrow G\longrightarrow\operatorname{Abb}(-,G) \longrightarrow\operatorname{Abb}(-,G)/G\longrightarrow 0,

dengan GG di sini menyatakan berkas fungsi konstan lokal bernilai GG, yaitu C0(,G)C^0(-,G). Misalkan S1=UVS^1=U\cup V suatu penutup terbuka lingkaran satuan oleh dua segmen lingkaran yang saling bertumpang tindih sedemikian sehingga irisan UVU\cap V terdiri atas dua segmen lingkaran saling lepas, AA dan BB.

Misalkan

hΓ(S1,Abb(,G)/G) h\in\Gamma\bigl(S^1,\operatorname{Abb}(-,G)/G\bigr)

suatu seksi yang pada VV direpresentasikan oleh pemetaan nol 0Abb(V,G)0\in\operatorname{Abb}(V,G) dan pada UU direpresentasikan oleh suatu pemetaan gAbb(U,G)g\in\operatorname{Abb}(U,G) yang bernilai konstan aa pada AA dan bernilai konstan bb pada BB. Buktikan bahwa seksi ini tidak dapat direpresentasikan oleh suatu unsur Abb(S1,G)\operatorname{Abb}(S^1,G), dan akibatnya

H1(S1,G)0. H^1(S^1,G)\ne 0.

Soal 25.6

Dengan menggunakan Contoh 6.6, buktikan bahwa

H1(×,)0. H^1(\mathbb C^\times,\mathbb Z)\ne 0.

Di sini \mathbb Z menyatakan berkas fungsi kontinu bernilai dalam grup topologis diskret \mathbb Z.

Soal 25.7

Misalkan XX ruang topologis dengan sifat bahwa terdapat suatu titik xXx\in X yang satu-satunya lingkungan terbukanya adalah seluruh ruang.

  1. Buktikan bahwa spektrum suatu gelanggang lokal mempunyai sifat ini.
  2. Buktikan bahwa setiap berkas grup komutatif 𝒢\mathcal G pada XX tidak mempunyai kohomologi tak trivial.
  3. Buktikan bahwa tidak semua berkas pada Spek(R)\operatorname{Spek}(R) untuk suatu gelanggang lokal RR bersifat flasid.

Soal 25.8

Misalkan RR daerah integral dan II suatu ideal dalam RR, dengan berkas ideal kuasikoheren Ĩ\widetilde I yang terkait pada Spek(R)\operatorname{Spek}(R). Dengan menggunakan Lema 25.7, buktikan bahwa

H1(Spek(R),Ĩ)=0. H^1(\operatorname{Spek}(R),\widetilde I)=0.

Soal 25.9

Misalkan R=K[X,Y]R=K[X,Y] gelanggang polinomial di atas lapangan KK, dengan ideal maksimal 𝔪=(X,Y)\mathfrak m=(X,Y). Kita meninjau barisan eksak pendek modul RR

0Re(Y,X)R2e1X,e2Y𝔪0. 0\longrightarrow R \xrightarrow{\ e\mapsto(Y,-X)\ }R^2 \xrightarrow{\ e_1\mapsto X,\ e_2\mapsto Y\ }\mathfrak m \longrightarrow 0.

  1. Rumuskan barisan berkas eksak pendek dari modul-modul kuasikoheren yang terkait pada 𝔸K2=Spek(R)\mathbb A_K^2=\operatorname{Spek}(R).

  2. Buktikan bahwa evaluasi barisan berkas dari (1) pada U=D(X,Y)𝔸K2U=D(X,Y)\subset\mathbb A_K^2 tidak eksak.

  3. Apa citra

    1R=Γ(U,𝒪X)=Γ(U,𝔪̃) 1\in R=\Gamma(U,\mathcal O_X)=\Gamma(U,\widetilde{\mathfrak m})

    di dalam H1(U,𝒪X)H^1(U,\mathcal O_X) di bawah homomorfisme penghubung?

Soal 25.10

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema integral dengan lapangan fungsi KK. Misalkan 𝒪X×\mathcal O_X^\times berkas satuan pada XX, dan misalkan 𝒰\mathcal U berkas konstan untuk K×K^\times. Buktikan bahwa

H1(X,𝒪X×)=Γ(X,𝒰/𝒪X×)/im(K×Γ(X,𝒰/𝒪X×)). H^1(X,\mathcal O_X^\times) =\Gamma(X,\mathcal U/\mathcal O_X^\times) /\operatorname{im}\bigl(K^\times\longrightarrow \Gamma(X,\mathcal U/\mathcal O_X^\times)\bigr).

Soal 25.11

Misalkan RR daerah faktorial. Buktikan bahwa

H1(Spek(R),𝒪X×)={1}. H^1(\operatorname{Spek}(R),\mathcal O_X^\times)=\{1\}.

Soal 25.12

Kita meninjau gelanggang bilangan kuadratik

R=A5=[5][T]/(T2+5). R=A_{-5}=\mathbb Z[\sqrt{-5}] \cong\mathbb Z[T]/(T^2+5).

Dengan menggunakan Contoh 14.6, buktikan bahwa

H1(Spek(R),𝒪Spek(R)×){1}. H^1(\operatorname{Spek}(R), \mathcal O_{\operatorname{Spek}(R)}^\times)\ne\{1\}.

Soal 25.13

Misalkan f:XYf:X\to Y pemetaan kontinu antara ruang-ruang topologis. Buktikan bahwa dorong maju

𝒢f*𝒢 \mathcal G\longmapsto f_*\mathcal G

merupakan funktor kovarian eksak-kiri dari kategori berkas grup komutatif pada XX ke kategori berkas grup komutatif pada YY.

Catatan. Funktor-funktor turunan kanan yang terkait disebut berkas citra lebih tinggi.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 25

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik di antara 13 soal, yaitu solusi Soal 25.1. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 25.2–25.13. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Solusi Soal 25.1

Misalkan

U=]a,b[ U=]a,b[

dan

V=]c,d[ V=]c,d[

dengan

a<c<b<d. a<c<b<d.

Jika irisannya kosong, pernyataan itu trivial. Batas-batas luar juga dapat termasuk ke dalam interval.

Pilih ϵ>0\epsilon>0 sedemikian sehingga

2ϵ<bc. 2\epsilon<b-c.

Kita definisikan

g(x):={f(x),xbϵ,f(x)xcϵbc2ϵ,x]c+ϵ,bϵ[,0,xc+ϵ, g(x):= \begin{cases} f(x),&x\geq b-\epsilon,\\[2pt] f(x)\dfrac{x-c-\epsilon}{b-c-2\epsilon}, &x\in]c+\epsilon,b-\epsilon[,\\[8pt] 0,&x\leq c+\epsilon, \end{cases}

dan

h(x):={0,xbϵ,f(x)x+bϵbc2ϵ,x]c+ϵ,bϵ[,f(x),xc+ϵ. -h(x):= \begin{cases} 0,&x\geq b-\epsilon,\\[2pt] f(x)\dfrac{-x+b-\epsilon}{b-c-2\epsilon}, &x\in]c+\epsilon,b-\epsilon[,\\[8pt] f(x),&x\leq c+\epsilon. \end{cases}

Fungsi-fungsi ini kontinu karena nilai-nilainya berimpit pada titik-titik peralihan. Untuk

x]c+ϵ,bϵ[ x\in]c+\epsilon,b-\epsilon[

berlaku

g(x)h(x)=f(x)xcϵbc2ϵ+f(x)x+bϵbc2ϵ=f(x)xcϵx+bϵbc2ϵ=f(x). \begin{aligned} g(x)-h(x) &=f(x)\frac{x-c-\epsilon}{b-c-2\epsilon} +f(x)\frac{-x+b-\epsilon}{b-c-2\epsilon}\\ &=f(x)\frac{x-c-\epsilon-x+b-\epsilon} {b-c-2\epsilon}\\ &=f(x). \end{aligned}

Di luar interval ini, persamaan tersebut juga berlaku.

Sumber solusi mencantumkan atribusi “pada pokoknya Tarek Emmrich”.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 25.2, 25.3, 25.4, 25.5, 25.6, 25.7, 25.8, 25.9, 25.10, 25.11, 25.12, atau 25.13. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 25

Sumber kursus: Holger Brenner (Bocardodarapti), Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020). Identitas yang dibekukan: Kuliah 25, revisi 1003754 dan Lembar Kerja 25, revisi 613127.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Solusi publik Soal 25.1, revisi 1096264 mencantumkan atribusi sumber im Wesentlichen Tarek Emmrich; kontributor revisi yang dibekukan adalah Arbota. Kredit penulis dan kontributor sumber tetap dipertahankan.

Teks kursus semantik yang dibekukan dan terjemahan ini menggunakan CC BY-SA 4.0. Metadata Commons untuk kedua PDF resmi menyatakan CC BY-SA 4.0, sedangkan pemberitahuan yang tertanam dalam PDF menyatakan CC-by-sa 3.0. Kedua fakta komponen ini dipertahankan; edisi tidak membuat klaim pelisensian ulang menyeluruh.

Edisi Indonesia independen ini tidak menyiratkan dukungan dari penulis, Wikiversity, Wikimedia Foundation, atau lembaga sumber mana pun. Provenans terjemahan: OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra.

Kuliah 26: Kohomologi Čech

Kita bertanya apakah pada ruang topologis hingga, yaitu ruang yang hanya memiliki berhingga banyak titik, dapat terdapat kohomologi tak trivial. Jika ruang itu diskret, yakni setiap titik terbuka sekaligus tertutup, hal itu tidak mungkin karena setiap berkas pada ruang tersebut bersifat flasid. Pada spektrum gelanggang valuasi diskret pun - dan, secara umum, pada ruang lokal seperti spektrum gelanggang lokal - tidak mungkin terdapat kohomologi tak trivial. Namun, kohomologi sudah muncul pada ruang dengan tiga unsur, seperti ditunjukkan contoh berikut.

Contoh 26.1: kohomologi pada ruang tiga titik

Kita tinjau ruang topologis

X={a,b,c} X=\{a,b,c\}

dengan himpunan-himpunan terbuka

,X,U={a,c},V={b,c},UV={c}. \emptyset,\quad X,\quad U=\{a,c\},\quad V=\{b,c\},\quad U\cap V=\{c\}.

Ruang ini memiliki dua titik tertutup aa dan bb, bersifat tak tereduksi, dan cc adalah titik generiknya. Selain himpunan kosong, himpunan-himpunan terbukanya membentuk diagram inklusi

XUVUV. \begin{matrix} X&\longleftarrow&U\\ \uparrow&&\uparrow\\ V&\longleftarrow&U\cap V. \end{matrix}

Suatu berkas grup komutatif pada XX diberikan dengan memasangkan grup dan homomorfisme restriksi kepada subhimpunan-subhimpunan ini, kemudian memeriksa syarat kompatibilitas. Kita tinjau berkas \mathcal F yang diberikan oleh

000. \begin{matrix} 0&\longrightarrow&0\\ \downarrow&&\downarrow\\ 0&\longrightarrow&\mathbb Z. \end{matrix}

Berkas ini dapat dibenamkan ke dalam berkas konstan 𝒢\mathcal G (dengan pemetaan identitas)

. \begin{matrix} \mathbb Z&\longrightarrow&\mathbb Z\\ \downarrow&&\downarrow\\ \mathbb Z&\longrightarrow&\mathbb Z. \end{matrix}

Catatan edisi: sumber menamai berkas konstan pada kalimat ini \mathcal F, tetapi segera memakai \mathcal G/\mathcal F dan \Gamma(X,\mathcal G) sesudahnya. Edisi memakai \mathcal G untuk berkas konstan agar peran kedua berkas tidak rancu.

Berkas hasil bagi 𝒢/\mathcal G/\mathcal F diberikan oleh

×p2p10. \begin{matrix} \mathbb Z\times\mathbb Z&\xrightarrow{\ p_2\ }&\mathbb Z\\ {p_1}\downarrow&&\downarrow\\ \mathbb Z&\longrightarrow&0. \end{matrix}

Nilai pada UVU\cap V, UU, dan VV langsung diperoleh dengan membentuk kelas hasil bagi; berkasisasi tidak mengubahnya. Pada XX kita memperoleh produk ×\mathbb Z\times\mathbb Z, sebab seksi pada UU dan VV otomatis kompatibel. Karena itu pemetaan global

Γ(X,𝒢)=Γ(X,𝒢/)=× \Gamma(X,\mathcal G)=\mathbb Z \longrightarrow \Gamma(X,\mathcal G/\mathcal F)=\mathbb Z\times\mathbb Z

tidak surjektif. Barisan eksak panjang kohomologinya justru berbentuk

00×δH1(X,)=0. 0\longrightarrow 0\longrightarrow\mathbb Z \longrightarrow\mathbb Z\times\mathbb Z \xrightarrow{\ \delta\ } H^1(X,\mathcal F)=\mathbb Z\longrightarrow 0.

Di bagian depan, pemetaannya adalah n(n,n)n\mapsto(n,n), sedangkan di bagian belakang pemetaannya adalah (r,s)(rs)(r,s)\mapsto(r-s); hal terakhir mengikuti dari keeksakan.

Pertanyaan penting dalam arah sebaliknya ialah apakah kohomologi suatu ruang topologis yang rumit dapat ditangkap dan dihitung melalui data hingga. Dalam banyak situasi hal ini memang dapat dilakukan melalui kohomologi Čech, yang mengacu pada suatu penutup terbuka hingga beserta semua irisannya.

Contoh 26.2: data pengeleman sebagai kompleks Čech

Kita melanjutkan Catatan 20.2. Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering, dan kita tertarik pada berkas invertibel pada XX, khususnya berkas yang memiliki trivialisasi terhadap penutup terbuka tetap

X=iIUi. X=\bigcup_{i\in I}U_i.

Berkas invertibel ini bersesuaian dengan kumpulan data

(Ui,rijΓ(UiUj,𝒪X×)denganrkjrki1rji=1diΓ(UiUjUk,𝒪X×)). \left( U_i, r_{ij}\in\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal O_X^\times) \ \text{dengan}\ r_{kj}\,r_{ki}^{-1}\,r_{ji}=1 \ \text{di}\ \Gamma(U_i\cap U_j\cap U_k,\mathcal O_X^\times) \right).

Namun, kumpulan data seperti itu harus dipandang trivial jika terdapat unsur-unsur

siΓ(Ui,𝒪X×) s_i\in\Gamma(U_i,\mathcal O_X^\times)

dengan

sisj1=rij s_i\,s_j^{-1}=r_{ij}

untuk semua i,ji,j. Seluruh situasi ini dapat dinyatakan melalui kompleks

iIΓ(Ui,𝒪X×)i<jΓ(UiUj,𝒪X×)i<j<kΓ(UiUjUk,𝒪X×), \prod_{i\in I}\Gamma(U_i,\mathcal O_X^\times) \longrightarrow \prod_{i<j}\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal O_X^\times) \longrightarrow \prod_{i<j<k}\Gamma(U_i\cap U_j\cap U_k,\mathcal O_X^\times),

dengan menetapkan suatu urutan total pada II. Pemetaan pertama diberikan oleh

(si)(sjsi1)i<j, (s_i)\longmapsto(s_j s_i^{-1})_{i<j},

dan pemetaan kedua oleh

(rij)(rjkrik1rij). (r_{ij})\longmapsto(r_{jk}r_{ik}^{-1}r_{ij}).

Suatu unsur di tengah termasuk kernel pemetaan kedua tepat ketika memenuhi syarat kokikel, dan termasuk citra pemetaan pertama tepat ketika mewakili berkas invertibel trivial.

Kohomologi Čech

Misalkan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

penutup terbuka suatu ruang topologis XX. Untuk subhimpunan JIJ\subseteq I, kita tetapkan

UJ:=iJUi. U_J:=\bigcap_{i\in J}U_i.

Jika JLIJ\subseteq L\subseteq I, maka ULUJU_L\subseteq U_J. Untuk berkas grup komutatif 𝒢\mathcal G pada XX, kita tinjau nilai-nilai 𝒢(UJ)\mathcal G(U_J) bagi berbagai JJ; kepada JLJ\subseteq L bersesuaian pemetaan restriksi

𝒢(UJ)𝒢(UL). \mathcal G(U_J)\longrightarrow\mathcal G(U_L).

Untuk s𝒢(UJ)s\in\mathcal G(U_J), kita menulis secara ringkas

s|L=s|UL, s|_L=s|_{U_L},

dan sering hanya menulis ss. Kita tetapkan suatu urutan baik pada II (terutama yang diperlukan ialah kasus II hingga). Sekarang kita dapat mendefinisikan kompleks Čech dan kohomologi Čech, yang merupakan alat penting untuk menghitung kohomologi berkas.

Definisi 26.3: kompleks Čech

Misalkan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

penutup terbuka suatu ruang topologis XX, dan 𝒢\mathcal G berkas grup komutatif pada XX. Untuk kk\in\mathbb N, tetapkan

Čk(𝒰,𝒢)={J#(J)=k+1}𝒢(UJ), \check C^k(\mathcal U,\mathcal G) = \prod_{\{J\mid \#(J)=k+1\}}\mathcal G(U_J),

dan definisikan homomorfisme grup

δk:Čk(𝒰,𝒢)Čk+1(𝒰,𝒢),s=(sJ)Jδk(s)=(δk(s)L)L, \delta_k:\check C^k(\mathcal U,\mathcal G) \longrightarrow \check C^{k+1}(\mathcal U,\mathcal G), \qquad s=(s_J)_J\longmapsto \delta_k(s)=(\delta_k(s)_L)_L,

melalui

(δk(s))L==0k+1(1)s|L\{i}, (\delta_k(s))_L =\sum_{\ell=0}^{k+1}(-1)^\ell s|_{L\setminus\{i_\ell\}},

dengan L={i0,i1,,ik+1}L=\{i_0,i_1,\ldots,i_{k+1}\} ditulis mengikuti urutan pada II. Kompleks

Č(𝒰,𝒢)=(Čk(𝒰,𝒢),k0,δk) \check C^\bullet(\mathcal U,\mathcal G) = \bigl(\check C^k(\mathcal U,\mathcal G),\ k\geq 0,\ \delta_k\bigr)

disebut kompleks Čech untuk berkas 𝒢\mathcal G dan penutup tersebut.

Untuk k=0k=0 berlaku

Č0(𝒰,𝒢)=iI𝒢(Ui), \check C^0(\mathcal U,\mathcal G) =\prod_{i\in I}\mathcal G(U_i),

dan untuk k=#(I)k=\#(I) berlaku

Čk(𝒰,𝒢)=𝒢(iIUi). \check C^k(\mathcal U,\mathcal G) = \mathcal G\!\left(\bigcap_{i\in I}U_i\right).

Jika k>#(I)k>\#(I), himpunan indeks bagi Čk(𝒰,𝒢)\check C^k(\mathcal U,\mathcal G) kosong dan suku tersebut sama dengan 00. Untuk kk negatif, kompleks itu juga ditetapkan sama dengan 00. Bagi penutup dengan dua himpunan terbuka UU dan VV, kompleksnya adalah

0Γ(U,𝒢)×Γ(V,𝒢)Γ(UV,𝒢)0. 0\longrightarrow \Gamma(U,\mathcal G)\times\Gamma(V,\mathcal G) \longrightarrow \Gamma(U\cap V,\mathcal G) \longrightarrow 0.

Bagi penutup dengan tiga himpunan terbuka U,V,WU,V,W, kompleksnya adalah

0Γ(U,𝒢)×Γ(V,𝒢)×Γ(W,𝒢)Γ(VW,𝒢)×Γ(UW,𝒢)×Γ(UV,𝒢)Γ(UVW,𝒢)0. \begin{aligned} 0\longrightarrow{}& \Gamma(U,\mathcal G)\times\Gamma(V,\mathcal G)\times \Gamma(W,\mathcal G)\\ \longrightarrow{}& \Gamma(V\cap W,\mathcal G)\times \Gamma(U\cap W,\mathcal G)\times \Gamma(U\cap V,\mathcal G)\\ \longrightarrow{}& \Gamma(U\cap V\cap W,\mathcal G) \longrightarrow 0. \end{aligned}

Untuk memahami homomorfisme-homomorfisme itu, bahkan dalam kedua kasus ini berguna untuk memakai nama bernomor U1,U2,U3U_1,U_2,U_3.

Lema 26.4: kompleks Čech memang sebuah kompleks

Kompleks Čech benar-benar merupakan sebuah kompleks.

Bukti

Misalkan (sJ)JČk(𝒰,𝒢)(s_J)_J\in\check C^k(\mathcal U,\mathcal G) suatu tupel. Untuk himpunan indeks tetap

L={i0,i1,,ik,ik+1,ik+2}, L=\{i_0,i_1,\ldots,i_k,i_{k+1},i_{k+2}\},

kita memperoleh

(δ(δs))L=p=0k+2(1)p(δs)|L\{ip}=p=0k+2(1)p(q=0p1(1)qs|(L\{ip})\{iq}+q=p+1k+1(1)q+1s|(L\{ip})\{iq})={ip,iq}J(1)p+q(s|L\{ip,iq}s|L\{ip,iq})=0. \begin{aligned} (\delta(\delta s))_L &=\sum_{p=0}^{k+2}(-1)^p(\delta s)|_{L\setminus\{i_p\}}\\ &=\sum_{p=0}^{k+2}(-1)^p \left( \sum_{q=0}^{p-1}(-1)^q s|_{(L\setminus\{i_p\})\setminus\{i_q\}} + \sum_{q=p+1}^{k+1}(-1)^{q+1} s|_{(L\setminus\{i_p\})\setminus\{i_q\}} \right)\\ &=\sum_{\{i_p,i_q\}\subseteq J}(-1)^{p+q} \left( s|_{L\setminus\{i_p,i_q\}} -s|_{L\setminus\{i_p,i_q\}} \right)\\ &=0. \end{aligned}

Perhatikan bahwa tanda di dalam kurung bergantung pada posisi iqi_q dalam L\{ip}L\setminus\{i_p\}.

Definisi 26.5: kohomologi Čech

Misalkan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

penutup terbuka suatu ruang topologis XX, dan 𝒢\mathcal G berkas grup komutatif pada XX. Untuk kk\in\mathbb N, kohomologi Čech ke-kk

Ȟk(𝒰,𝒢) \check H^k(\mathcal U,\mathcal G)

didefinisikan sebagai homologi ke-kk dari kompleks Čech Č(𝒰,𝒢)\check C^\bullet(\mathcal U,\mathcal G).

Seperti pada homologi setiap kompleks, pada tiap tempat kompleks kita membentuk grup faktor kernel modulo citra. Unsur-unsur kernel ke-kk disebut juga kokikel Čech, dan unsur-unsur citra ke-kk disebut juga kobatas Čech. Unsur kohomologi Čech ke-kk yang berasal dari suatu kokikel Čech disebut juga kelas kohomologi Čech. Grup kohomologi Čech ke-nol hanyalah 𝒢(X)\mathcal G(X), sebagaimana langsung mengikuti sifat berkas; lihat Soal 26.2.

Contoh 26.6: kokikel pada lingkaran

Pada lingkaran, kita tinjau penutup oleh dua segmen lingkaran terbuka, yang masing-masing homeomorfik dengan interval real,

S1=UV, S^1=U\cup V,

dengan irisan

UV=ST U\cap V=S\cup T

berupa gabungan dua interval. Kita tinjau beberapa berkas grup komutatif, yang ditulis secara multiplikatif. Misalkan hh fungsi pada UVU\cap V yang bernilai konstan 11 pada SS dan bernilai 1-1 pada TT. Fungsi ini adalah kokikel Čech tak trivial bagi berkas fungsi konstan lokal dengan nilai dalam grup satuan K×K^\times dari suatu lapangan KK. Hal yang sama berlaku bagi berkas fungsi kontinu dengan nilai dalam 𝕂×\mathbb K^\times, dengan 𝕂=\mathbb K=\mathbb R atau \mathbb C.

Apakah kokikel ini menentukan kelas kohomologi Čech tak trivial dalam

Ȟ1({U,V},𝒢) \check H^1(\{U,V\},\mathcal G)

ekuivalen dengan pertanyaan apakah terdapat fungsi - konstan lokal atau kontinu, sesuai kasusnya -

f:UK×,g:VK× f:U\longrightarrow K^\times, \qquad g:V\longrightarrow K^\times

dengan h=fg1h=fg^{-1}. Dalam kasus konstan lokal, hal ini mustahil karena fungsi konstan lokal pada segmen terhubung UU dan VV adalah konstan; akibatnya fg1fg^{-1} pun konstan, jadi tidak sama dengan hh. Untuk berkas fungsi kontinu bernilai real yang tidak pernah nol, hal ini juga mustahil. Dalam kasus tersebut, ff dan gg bertanda konstan, sehingga fg1fg^{-1} hanya sesuai dengan hh pada tepat satu interval dari irisannya. Kelas kohomologi Čech pertama tak trivial yang bersangkutan,

[h]Ȟ1({U,V},C0(,×)), [h]\in\check H^1(\{U,V\},C^0(-,\mathbb R^\times)),

mewakili pita Möbius di atas lingkaran satuan.

Sebaliknya, dalam kasus kompleks, hh dapat ditulis sebagai hasil bagi dua fungsi kontinu bernilai kompleks yang tidak pernah nol. Kita dapat mengambil g=1g=1 dan memilih ff yang bernilai konstan 11 pada SS, bernilai konstan 1-1 pada TT, dan di antaranya - yaitu pada U\{ST}U\setminus\{S\cup T\} - memilih nilai secara kontinu di sepanjang lingkaran satuan kompleks.

Contoh 26.7: kompleks Čech untuk modul pada skema kuasiafin

Untuk gelanggang komutatif RR dan unsur-unsur f1,,fnRf_1,\ldots,f_n\in R yang membangkitkan ideal 𝔞\mathfrak a, terdapat penutup terbuka

D(𝔞)=i=1nD(fi) D(\mathfrak a)=\bigcup_{i=1}^nD(f_i)

dari skema kuasiafin D(𝔞)Spek(R)D(\mathfrak a)\subseteq\operatorname{Spek}(R). Untuk RR-modul MM, kompleks Čech berkas modul M̃\widetilde M pada D(𝔞)D(\mathfrak a) dapat ditulis langsung tanpa memperhatikan proses berkasisasi. Menurut Lema 14.5, bagi himpunan terbuka yang relevan berlaku

Γ(D(iJfi),M̃)=MiJfi. \Gamma\!\left( D\!\left(\prod_{i\in J}f_i\right),\widetilde M \right) =M_{\prod_{i\in J}f_i}.

Karena itu kompleks Čech tersebut adalah

01inMfi1i<jnMfifj1i<j<knMfifjfk. 0\longrightarrow \prod_{1\leq i\leq n}M_{f_i} \longrightarrow \prod_{1\leq i<j\leq n}M_{f_if_j} \longrightarrow \prod_{1\leq i<j<k\leq n}M_{f_if_jf_k} \longrightarrow\cdots.

Menghitung homologi kompleks ini pada umumnya masih sulit, tetapi kini sepenuhnya merupakan masalah aljabar komutatif.

Kohomologi Čech dan kohomologi berkas

Sekarang kita membahas situasi ketika kohomologi Čech untuk penutup tertentu sama dengan kohomologi berkas yang “sebenarnya”, yakni yang didefinisikan melalui resolusi injektif.

Lema 26.8: kohomologi Čech pertama dan kohomologi berkas

Misalkan \mathcal F berkas grup komutatif pada ruang topologis XX, dan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

penutup terbuka dengan

H1(Ui,)=0danH1(UiUj,)=0 H^1(U_i,\mathcal F)=0 \qquad\text{dan}\qquad H^1(U_i\cap U_j,\mathcal F)=0

untuk semua i,ji,j. Maka

Ȟ1(Ui,)=H1(X,). \check H^1(U_i,\mathcal F)=H^1(X,\mathcal F).

Bukti

Misalkan \mathcal F\subseteq\mathcal I suatu pembenaman ke dalam berkas injektif, dan

00 0\longrightarrow\mathcal F\longrightarrow\mathcal I \longrightarrow\mathcal H\longrightarrow 0

barisan eksak pendek yang bersangkutan. Berdasarkan barisan eksak panjang kohomologi - lihat Korolari 25.2 (3) - dan Teorema 24.8, berlaku

H1(X,)=Γ(X,)/bild(Γ(X,)Γ(X,)). H^1(X,\mathcal F) = \Gamma(X,\mathcal H) / \operatorname{bild}\bigl( \Gamma(X,\mathcal I)\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal H) \bigr).

Pertama-tama kita definisikan homomorfisme

Γ(X,)Ȟ1(Ui,). \Gamma(X,\mathcal H) \longrightarrow \check H^1(U_i,\mathcal F).

Suatu seksi tΓ(X,)t\in\Gamma(X,\mathcal H) menentukan restriksi ti=t|Uit_i=t|_{U_i}. Karena \mathcal F tidak memiliki kohomologi pada UiU_i, terdapat

siΓ(Ui,) s_i\in\Gamma(U_i,\mathcal I)

yang dipetakan ke tit_i. Unsur-unsur, untuk i<ji<j,

rij:=sisj r_{ij}:=s_i-s_j

dipetakan ke 00 dalam Γ(UiUj,)\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal H), sehingga

rijΓ(UiUj,). r_{ij}\in\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal F).

Untuk indeks i<j<ki<j<k berlaku

rijrik+rjk=sisj(sisk)+sjsk=0. r_{ij}-r_{ik}+r_{jk} =s_i-s_j-(s_i-s_k)+s_j-s_k=0.

Jadi syarat kokikel terpenuhi. Keluarga (rij)i<j(r_{ij})_{i<j} merupakan kokikel Čech dan menentukan unsur dalam Ȟ1(Ui,)\check H^1(U_i,\mathcal F). Penetapan ini tidak bergantung pada pilihan sis_i dan merupakan homomorfisme grup; lihat Soal 26.5.

Sekarang misalkan tΓ(X,)t\in\Gamma(X,\mathcal H) adalah citra suatu unsur global sΓ(X,)s\in\Gamma(X,\mathcal I). Kita dapat mengambil si=s|Uis_i=s|_{U_i}, sehingga semua rijr_{ij} yang dibangun dari tt sama dengan 00. Jadi unsur seperti itu dipetakan ke 00. Menurut Teorema 47.4 (Lineare Algebra (Osnabrück 2024-2025)), kita memperoleh faktorisasi

H1(X,)=Γ(X,)/bild(Γ(X,)Γ(X,))Ȟ1(Ui,). H^1(X,\mathcal F) = \Gamma(X,\mathcal H) / \operatorname{bild}\bigl( \Gamma(X,\mathcal I)\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal I) \bigr) \longrightarrow \check H^1(U_i,\mathcal F).

Sebaliknya, misalkan diberikan kokikel Čech pertama dari \mathcal F, yang diwakili oleh

(rij)i<jΓ(UiUj,) (r_{ij})_{i<j}\in\Gamma(U_i\cap U_j,\mathcal F)

dengan rijrik+rjk=0r_{ij}-r_{ik}+r_{jk}=0. Kita pandang rijr_{ij} sebagai unsur dalam \mathcal I, bahkan sebagai unsur global; hal ini dimungkinkan karena sifat flasid berkas injektif. Kita definisikan

si:=ri1 s_i:=r_{i1}

dengan s1=0s_1=0, dan memandangnya sebagai unsur dalam Γ(Ui,)\Gamma(U_i,\mathcal I). Seksi-seksi ini memenuhi

sisj=ri1rj1=rij. s_i-s_j=r_{i1}-r_{j1}=r_{ij}.

Unsur-unsur sis_i menentukan unsur

tiΓ(Ui,). t_i\in\Gamma(U_i,\mathcal H).

Karena selisihnya berasal dari \mathcal F, unsur-unsur itu kompatibel dan menentukan unsur global

tΓ(X,). t\in\Gamma(X,\mathcal H).

Melalui homomorfisme penghubung δ\delta, ini menentukan kelas kohomologi

δ(t)H1(X,). \delta(t)\in H^1(X,\mathcal F).

Jika kokikel Čech rijr_{ij} diwakili oleh unsur-unsur lain siΓ(X,)s_i'\in\Gamma(X,\mathcal I), maka unsur-unsur sisis_i-s_i', iIi\in I, kompatibel karena

(sisi)(sjsj)=sisj(sisj)=rijrij=0, (s_i-s_i')-(s_j-s_j') =s_i-s_j-(s_i'-s_j') =r_{ij}-r_{ij}=0,

dan menentukan unsur global dalam Γ(X,)\Gamma(X,\mathcal I). Karena itu selisih kedua representasi tersebut dipetakan ke 00 dalam H1(X,)H^1(X,\mathcal F). Secara keseluruhan kita memperoleh pemetaan terdefinisi dengan baik

Ž1(Ui,)H1(X,)=Γ(X,)/bild(Γ(X,)Γ(X,)). \check Z^1(U_i,\mathcal F) \longrightarrow H^1(X,\mathcal F) = \Gamma(X,\mathcal H) / \operatorname{bild}\bigl( \Gamma(X,\mathcal I)\longrightarrow\Gamma(X,\mathcal H) \bigr).

Sekarang misalkan kokikel Čech itu menentukan kelas nol dalam kohomologi Čech pertama. Menurut definisi, terdapat unsur

riΓ(Ui,) r_i\in\Gamma(U_i,\mathcal F)

dengan

rirj=rij. r_i-r_j=r_{ij}.

Sekali lagi kita pandang unsur-unsur itu sebagai unsur global dalam \mathcal I, dan rir_i dapat langsung mengambil peran sis_i di atas. Maka semua tit_i sama dengan 00, sehingga citranya dalam H1(X,)H^1(X,\mathcal F) juga sama dengan 00. Dengan demikian terdapat pemetaan

Ȟ1(Ui,)H1(X,). \check H^1(U_i,\mathcal F) \longrightarrow H^1(X,\mathcal F).

Pemetaan ini merupakan homomorfisme grup dan invers dari pemetaan yang dibangun sebelumnya.

Lema 26.9: perbandingan melalui resolusi asiklik

Misalkan =0\mathcal F=\mathcal F_0 berkas grup komutatif pada ruang topologis XX, dan diberikan resolusi asiklik 𝒵\mathcal Z^\bullet dari \mathcal F dengan barisan-barisan eksak pendek yang bersangkutan

0n𝒵nn+10. 0\longrightarrow\mathcal F_n \longrightarrow\mathcal Z_n \longrightarrow\mathcal F_{n+1} \longrightarrow 0.

Misalkan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

penutup terbuka dengan

Hk(iJUi,n)=0 H^k\!\left(\bigcap_{i\in J}U_i,\mathcal F_n\right)=0

untuk semua subhimpunan tak kosong JIJ\subseteq I, semua nn\in\mathbb N, dan semua k+k\in\mathbb N_+. Maka

Ȟk(Ui,)=Hk(X,). \check H^k(U_i,\mathcal F)=H^k(X,\mathcal F).

Bukti

Kita melakukan induksi pada kk, serentak untuk semua nn. Kasus k=1k=1 telah ditangani dalam Lema 26.8, dan argumen berikut mengikuti lema itu. Kita tinjau barisan eksak pendek

0𝒵01=0 0\longrightarrow\mathcal F \longrightarrow\mathcal Z_0 \longrightarrow\mathcal F_1=\mathcal H \longrightarrow 0

beserta isomorfisme-isomorfisme

Hk(X,)=Hk1(X,)=Ȟk1(Ui,). H^k(X,\mathcal F) =H^{k-1}(X,\mathcal H) =\check H^{k-1}(U_i,\mathcal H).

Isomorfisme kiri berasal dari homomorfisme penghubung dan sifat asiklik 𝒵0\mathcal Z_0, sedangkan isomorfisme kanan berasal dari hipotesis induksi yang diterapkan pada \mathcal H. Jadi tinggal ditunjukkan adanya isomorfisme

Ȟk1(Ui,)=Ȟk(Ui,). \check H^{k-1}(U_i,\mathcal H) =\check H^k(U_i,\mathcal F).

Suatu kelas di ruas kiri diwakili oleh tupel

(tJ)#(J)=kΓ(UJ,) (t_J)\in \prod_{\#(J)=k}\Gamma(U_J,\mathcal H)

dengan syarat

=0k+1(1)itL\{i}=0 \sum_{\ell=0}^{k+1}(-1)^i t_{L\setminus\{i_\ell\}}=0

untuk semua subhimpunan LIL\subseteq I yang beranggotakan k+1k+1 unsur. Karena penutup itu asiklik bagi \mathcal F, terdapat tupel

(sJ)#(J)=nΓ(UJ,𝒵) (s_J)\in \prod_{\#(J)=n}\Gamma(U_J,\mathcal Z)

yang dipetakan ke (tJ)(t_J). Tupel ini selanjutnya menentukan tupel selisih (rL)(r_L), dengan LL menjelajahi subhimpunan II yang beranggotakan k+1k+1 unsur, melalui

rL:==0k+1(1)sL\{i}. r_L:=\sum_{\ell=0}^{k+1}(-1)^\ell s_{L\setminus\{i_\ell\}}.

Karena sJs_J dipetakan ke tJt_J, berdasarkan syarat di atas semua rLr_L dipetakan ke 00. Jadi

(rL)L#(L)=k+1Γ(UL,). (r_L)_L\in \prod_{\#(L)=k+1}\Gamma(U_L,\mathcal F).

Pertimbangan lebih lanjut menunjukkan bahwa tupel ini merupakan kokikel, bahwa pemetaannya terdefinisi dengan baik, dan bahwa pemetaan itu merupakan homomorfisme grup bijektif.

Teorema 26.10: kohomologi pada skema projektif

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) skema projektif di atas gelanggang komutatif RR, dan misalkan \mathcal F modul kuasikoheren pada XX. Maka kohomologi berkas \mathcal F sama dengan kohomologi Čech terhadap penutup afin oleh himpunan-himpunan D+(Xi)D_+(X_i).

Bukti

Misalkan X0,X1,,XnX_0,X_1,\ldots,X_n variabel-variabel gelanggang koordinat homogen dari skema projektif XX, sehingga

X=Proj(R[X0,X1,,Xn]/𝔞). X=\operatorname{Proj}(R[X_0,X_1,\ldots,X_n]/\mathfrak a).

Semua irisan

iJD+(Xi)=D+(iJXi) \bigcap_{i\in J}D_+(X_i) =D_+\!\left(\prod_{i\in J}X_i\right)

bersifat afin menurut Lema 12.9. Untuk \mathcal F terdapat berkas kuasikoheren flasid 𝒵\mathcal Z dengan barisan eksak pendek

0𝒵0. 0\longrightarrow\mathcal F \longrightarrow\mathcal Z \longrightarrow\mathcal H \longrightarrow 0.

Menurut Soal 14.21, berkas hasil baginya kembali kuasikoheren. Menurut Teorema 25.11, berkas kuasikoheren pada skema afin tidak mempunyai kohomologi. Karena itu kita dapat menerapkan Lema 26.9.

Pernyataan yang sama berlaku untuk skema kuasiafin. Sifat yang menentukan ialah bahwa irisan subhimpunan-subhimpunan afin kembali afin. Hal ini sering berlaku, tetapi tidak berlaku bagi setiap skema.

Lembar Kerja 26: Kohomologi Čech

Tidak ada satu pun dari delapan soal yang mempunyai solusi publik pada batas revisi yang dibekukan. Edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 26.1

Definisikan suatu berkas pada Spek()\operatorname{Spek}(\mathbb Z) yang mempunyai kohomologi pertama tak trivial.

Soal 26.2

Misalkan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

penutup terbuka suatu ruang topologis XX, dan misalkan 𝒢\mathcal G berkas grup komutatif pada XX. Buktikan bahwa

Ȟ0(Ui,iI,𝒢)=Γ(X,𝒢). \check H^0(U_i,\ i\in I,\ \mathcal G)=\Gamma(X,\mathcal G).

Soal 26.3

Misalkan

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

penutup terbuka suatu ruang topologis XX, dan misalkan 𝒢\mathcal G berkas grup komutatif pada XX. Misalkan

sČk(Ui,𝒢) s\in\check C^k(U_i,\mathcal G)

suatu kokikel Čech yang untuk suatu

J={i0,i1,,ik}I J=\{i_0,i_1,\ldots,i_k\}\subseteq I

tertentu bernilai

aΓ(UJ,𝒢), a\in\Gamma(U_J,\mathcal G),

dan bernilai 00 untuk semua subhimpunan lain JJJ'\ne J yang beranggotakan (k+1)(k+1) unsur. Tentukan

δ(s)Čk+1(Ui,𝒢). \delta(s)\in\check C^{k+1}(U_i,\mathcal G).

Soal 26.4

Misalkan KK lapangan dan

K1=Proj(K[X,Y]) \mathbb P_K^1=\operatorname{Proj}(K[X,Y])

garis projektif di atas KK. Tentukan kohomologi Čech pertama

Ȟ1(D+(X),D+(Y),𝒪K1×). \check H^1\!\left(D_+(X),D_+(Y),\mathcal O_{\mathbb P_K^1}^{\times}\right).

Apa hubungannya dengan Contoh 26.1?

Soal 26.5

Buktikan bahwa penetapan dalam bukti Lema 26.8, yang kepada suatu seksi

tΓ(X,), t\in\Gamma(X,\mathcal H),

memasangkan suatu kelas kohomologi Čech bagi \mathcal F, tidak bergantung pada wakil lokal dalam \mathcal I yang dipilih dan merupakan homomorfisme grup.

Soal 26.6

Misalkan XX ruang topologis tak tereduksi dan 𝒢\mathcal G berkas konstan yang berasal dari grup komutatif GG. Tentukan kompleks Čech dan kohomologi Čech bagi 𝒢\mathcal G terhadap penutup terbuka hingga

X=iIUi. X=\bigcup_{i\in I}U_i.

Soal 26.7

Misalkan (X,𝒪X)(X,\mathcal O_X) ruang berdering,

X=iIUi X=\bigcup_{i\in I}U_i

penutup terbuka, dan \mathcal F suatu modul 𝒪X\mathcal O_X. Buktikan bahwa kompleks Čech bagi \mathcal F terhadap penutup tersebut merupakan kompleks modul Γ(X,𝒪X)\Gamma(X,\mathcal O_X), sehingga kohomologi Čech yang bersangkutan juga merupakan modul Γ(X,𝒪X)\Gamma(X,\mathcal O_X).

Soal 26.8

Misalkan RR gelanggang komutatif dan

X=Spek(R)=D(f)D(g) X=\operatorname{Spek}(R)=D(f)\cup D(g)

dengan f,gRf,g\in R. Buktikan bahwa

Ȟ1({D(f),D(g)},𝒪X)=0. \check H^1(\{D(f),D(g)\},\mathcal O_X)=0.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 26

Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan solusi publik untuk kedelapan soal pada Lembar Kerja 26. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 26.1–26.8. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 26.1, 26.2, 26.3, 26.4, 26.5, 26.6, 26.7, atau 26.8. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 26

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 26 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 26.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 27: Kohomologi pada Skema Projektif

Kohomologi Čech pada gelanggang polinomial

Misalkan RR gelanggang komutatif dan

A=R[X1,,Xn] A=R[X_1,\ldots,X_n]

gelanggang polinomial dalam nn variabel di atas RR. Secara khusus, kita dapat membayangkan kasus ketika RR adalah lapangan. Kita tinjau himpunan terbuka

U=𝔸Rn\V(X1,,Xn)=D(X1,,Xn)=i=1nD(Xi), U=\mathbb A_R^n\setminus V(X_1,\ldots,X_n) =D(X_1,\ldots,X_n) =\bigcup_{i=1}^nD(X_i),

dan akan menggunakan liputan afin yang ditampilkan, dengan D(Xi)=Spek(AXi)D(X_i)=\operatorname{Spek}(A_{X_i}). Untuk suatu AA-modul MM, kompleks Čech berkas M̃\widetilde M pada UU terhadap liputan ini berbentuk

1inMXi1i<jnMXiXj1i<j<knMXiXjXkMX1Xn0. \prod_{1\leq i\leq n}M_{X_i} \longrightarrow \prod_{1\leq i<j\leq n}M_{X_iX_j} \longrightarrow \prod_{1\leq i<j<k\leq n}M_{X_iX_jX_k} \longrightarrow\cdots \longrightarrow M_{X_1\cdots X_n} \longrightarrow0.

Jadi

Čp(D(Xi),M̃)=1i0<i1<ipnMXi0Xip, \check C^p(D(X_i),\widetilde M) =\prod_{1\leq i_0<i_1<\cdots i_p\leq n} M_{X_{i_0}\cdots X_{i_p}},

Catatan edisi - tanda relasi yang hilang. Sumber yang dibekukan menampilkan i_1<\cdots i_p, tanpa tanda < lain sebelum i_p. Edisi mempertahankan tampilan itu persis dan tidak menyisipkan relasi yang tidak ada dalam sumber.

dan kohomologi Čech ke-pp adalah homologi kompleks yang dituliskan di atas. Pada setiap komponen, pemetaannya hanyalah pemetaan kanonis ke dalam pelokalan: pada tiap langkah satu variabel tambahan dijadikan penyebut. Namun, pemetaan-pemetaan ini masih diberi tanda sesuai dengan definisi kompleks Čech.

Kita akan mendeskripsikan kompleks ini dengan lebih terperinci untuk berkas struktur, yakni ketika M=AM=A. Untuk itu, berguna memecah kompleks menjadi kompleks-kompleks yang lebih sederhana melalui gradasi monomial halus oleh grup n\mathbb Z^n. Mula-mula kita tinjau dimensi-dimensi kecil.

Contoh 27.1: dua variabel

Misalkan A=R[X,Y]A=R[X,Y]. Kompleks Čech berkas struktur 𝒪𝔸R2\mathcal O_{\mathbb A_R^2} pada U=D(X)D(Y)𝔸R2U=D(X)\cup D(Y)\subset\mathbb A_R^2 adalah

0AX×AYAXY0. 0\longrightarrow A_X\times A_Y \longrightarrow A_{XY}\longrightarrow0.

Kompleks ini kompatibel dengan gradasi monomial halus. Komponen yang bersesuaian dengan (α,β)2(\alpha,\beta)\in\mathbb Z^2 pada dasarnya bergantung pada apakah kedua eksponen itu negatif atau tak negatif.

Jika α\alpha dan β\beta keduanya tak negatif, keseluruhan kompleks pada komponen tersebut adalah

(AX×AY)(α,β)=RXαYβRXαYβRXαYβ0. (A_X\times A_Y)_{(\alpha,\beta)} =R\cdot X^\alpha Y^\beta\oplus R\cdot X^\alpha Y^\beta \longrightarrow R\cdot X^\alpha Y^\beta\longrightarrow0.

Kompleks ini eksak pada suku di sebelah kanan, sedangkan kernel pada suku di sebelah kiri isomorfik dengan RXαYβR\cdot X^\alpha Y^\beta.

Jika α\alpha negatif dan β\beta tak negatif, atau sebaliknya, keseluruhan kompleks adalah

(AX×AY)(α,β)=RXαYβ0RXαYβ0, (A_X\times A_Y)_{(\alpha,\beta)} =R\cdot X^\alpha Y^\beta\oplus0 \longrightarrow R\cdot X^\alpha Y^\beta\longrightarrow0,

dan kompleks ini eksak. Jika α\alpha dan β\beta keduanya negatif, keseluruhan kompleks adalah

(AX×AY)(α,β)=00RXαYβ0, (A_X\times A_Y)_{(\alpha,\beta)} =0\oplus0\longrightarrow R\cdot X^\alpha Y^\beta\longrightarrow0,

dan homologi pada suku di sebelah kanan adalah RXαYβR\cdot X^\alpha Y^\beta. Dengan demikian,

Ȟ0(D(X),D(Y),𝒪𝔸R2)=(α,β)2RXαYβ=A \check H^0(D(X),D(Y),\mathcal O_{\mathbb A_R^2}) =\bigoplus_{(\alpha,\beta)\in\mathbb N^2} R\cdot X^\alpha Y^\beta=A

dan

Ȟ1(D(X),D(Y),𝒪𝔸R2)=(α,β)2RXαYβ. \check H^1(D(X),D(Y),\mathcal O_{\mathbb A_R^2}) =\bigoplus_{(\alpha,\beta)\in\mathbb Z_-^2} R\cdot X^\alpha Y^\beta.

Contoh 27.2: tiga variabel

Misalkan A=R[X,Y,Z]A=R[X,Y,Z]. Kompleks Čech berkas struktur adalah

0AX×AY×AZAXY×AXZ×AYZAXYZ0. 0\longrightarrow A_X\times A_Y\times A_Z \longrightarrow A_{XY}\times A_{XZ}\times A_{YZ} \longrightarrow A_{XYZ}\longrightarrow0.

Kompleks ini kompatibel dengan gradasi monomial halus. Di sini Ȟ0=A\check H^0=A, lalu Ȟ1=0\check H^1=0 (lihat Teorema 27.3), dan Ȟ2\check H^2 adalah modul RR bebas dengan basis

XiYjZk,(i,j,k)3. X^iY^jZ^k, \qquad (i,j,k)\in\mathbb Z_-^3.

Teorema 27.3: kohomologi liputan tertusuk

Misalkan RR gelanggang komutatif dan A=R[X1,,Xn]A=R[X_1,\ldots,X_n] gelanggang polinomial dalam n2n\geq2 variabel di atas RR. Maka kohomologi Čech berkas struktur pada himpunan terbuka U=D(X1,,Xn)U=D(X_1,\ldots,X_n) terhadap liputan D(Xi)D(X_i), i=1,,ni=1,\ldots,n, adalah

Ȟp(D(Xi),𝒪𝔸Rn)={A,p=0,0,1pn2,αnRXα,p=n1. \check H^p(D(X_i),\mathcal O_{\mathbb A_R^n}) = \begin{cases} A,&p=0,\\ 0,&1\leq p\leq n-2,\\ \displaystyle\bigoplus_{\alpha\in\mathbb Z_-^n} R\cdot X^\alpha,&p=n-1. \end{cases}

Bukti

Kita tinjau kompleks Čech dengan gradasi halus n\mathbb Z^n yang diberikan oleh monomial. Untuk tupel tetap

α=(α1,,αn)n, \alpha=(\alpha_1,\ldots,\alpha_n)\in\mathbb Z^n,

misalkan N=Nα{1,,n}N=N_\alpha\subseteq\{1,\ldots,n\} himpunan indeks yang komponennya negatif. Untuk α\alpha ini,

(Čp(D(Xi),𝒪𝔸n))α=(1i0<i1<<ipnAXi0Xi1Xip)α=NL#(L)=p+1ReLJ{1,,n}\N#(J)=p+1#(N)ReJ. \begin{aligned} \bigl(\check C^p(D(X_i),\mathcal O_{\mathbb A^n})\bigr)_\alpha &=\left( \prod_{1\leq i_0<i_1<\cdots<i_p\leq n} A_{X_{i_0}X_{i_1}\cdots X_{i_p}} \right)_\alpha\\ &=\prod_{\substack{N\subseteq L\\\#(L)=p+1}} R\cdot e_L\\ &\cong \prod_{\substack{J\subseteq\{1,\ldots,n\}\setminus N\\ \#(J)=p+1-\#(N)}}R\cdot e_J. \end{aligned}

Identifikasi di tengah didasarkan pada fakta bahwa komponen dari AiLXiA_{\prod_{i\in L}X_i} bernilai 00 ketika NLN\nsubseteq L dan bernilai RXαR\cdot X^\alpha ketika NLN\subseteq L. Monomial XαX^\alpha dalam pelokalan ini bersesuaian dengan eLe_L. Dalam identifikasi di sebelah kanan, eJe_J bersesuaian dengan unsur basis eL=eNJe_L=e_{N\cup J}.

Jadi kompleks pada indeks α\alpha bersesuaian dengan kompleks binomial menaik untuk himpunan indeks {1,,n}\N\{1,\ldots,n\}\setminus N di atas gelanggang RR (bukan \mathbb Z), tetapi tanpa satu suku bebas di sebelah kiri untuk himpunan kosong.

Untuk p=0p=0 dan sekurang-kurangnya satu eksponen negatif, di sebelah kanan paling banyak terdapat satu RXαR\cdot X^\alpha yang terisolasi. Namun, karena n2n\geq2, suku ini tidak dipetakan ke 00, sehingga tidak menyumbang kepada H0H^0. Sebaliknya, jika semua eksponen tak negatif, unsur-unsurnya berbentuk

(c1Xα,,cnXα), (c_1X^\alpha,\ldots,c_nX^\alpha),

dan unsur ini dipetakan ke 00 tepat ketika semua koefisien ciRc_i\in R sama. Jadi kohomologi Čech ke-nol adalah gelanggang polinomial

A=αnRXα. A=\bigoplus_{\alpha\in\mathbb N^n}R\cdot X^\alpha.

Sekarang misalkan p1p\geq1. Jika N{1,,n}N\ne\{1,\ldots,n\}, situasinya isomorfik dengan kompleks binomial menaik pada himpunan indeks tak kosong. Karena itu, menurut Lema Lampiran 8.11, homologinya trivial. Maka homologi trivial untuk setiap pp di antara 11 dan n2n-2.

Tinggal kasus p=n1p=n-1 dan N={1,,n}N=\{1,\ldots,n\}. Ini tepat merupakan semua α\alpha yang seluruh eksponennya negatif. Kompleksnya, yang bersesuaian dengan kompleks binomial menaik pada himpunan kosong, adalah

0RXα0. 0\longrightarrow R\cdot X^\alpha\longrightarrow0.

Oleh karena itu,

Hn1=αnRXα. H^{n-1}=\bigoplus_{\alpha\in\mathbb Z_-^n}R\cdot X^\alpha.

Kohomologi pada skema projektif

Teorema 27.4: kohomologi berkas struktur terpuntir

Misalkan RR gelanggang komutatif, A=R[X0,X1,,Xd]A=R[X_0,X_1,\ldots,X_d] gelanggang polinomial dalam d+12d+1\geq2 variabel di atas RR, dan

Rd=Proj(A) \mathbb P_R^d=\operatorname{Proj}(A)

ruang projektif yang bersesuaian. Maka kohomologi berkas struktur terpuntir 𝒪Rd(n)\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(n) adalah

Ȟp(Rd,𝒪Rd(n))={An,p=0,0,1pd1,αd+1j=1d+1αj=nRXα,p=d. \check H^p(\mathbb P_R^d,\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(n)) = \begin{cases} A_n,&p=0,\\ 0,&1\leq p\leq d-1,\\ \displaystyle \bigoplus_{\substack{\alpha\in\mathbb Z_-^{d+1}\\ \sum_{j=1}^{d+1}\alpha_j=n}} R\cdot X^\alpha,&p=d. \end{cases}

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 27.3.

Secara khusus, untuk berkas kanonis 𝒪Rd(d1)\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(-d-1) (bandingkan Korolari 19.10),

Hd(Rd,𝒪Rd(d1))=RX01X11Xn1R, H^d(\mathbb P_R^d,\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(-d-1)) =RX_0^{-1}X_1^{-1}\cdots X_n^{-1}\cong R,

dan

Hd(Rd,𝒪Rd(n))=0 H^d(\mathbb P_R^d,\mathcal O_{\mathbb P_R^d}(n))=0

untuk n>d1n>-d-1.

Catatan edisi - indeks pada pembangkit kanonis. Sumber yang dibekukan menetapkan variabel X0,,XdX_0,\ldots,X_d, tetapi pembangkit pada tampilan di atas berakhir dengan Xn1X_n^{-1}. Edisi mempertahankan nn persis seperti sumber dan tidak menggantinya secara diam-diam dengan dd.

Teorema 27.5: keterhinggaan kohomologi pada ruang projektif

Misalkan Rn\mathbb P_R^n ruang projektif di atas gelanggang Noether RR dan \mathcal F berkas koheren pada Rn\mathbb P_R^n. Maka Hi(Rn,)H^i(\mathbb P_R^n,\mathcal F) merupakan modul RR yang dibangkitkan secara hingga.

Bukti

Untuk berkas struktur terpuntir 𝒪Rn()\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(\ell), pernyataan ini mengikuti dari Teorema 27.4. Karena itu, pernyataan yang sama berlaku bagi jumlah langsung hingga berkas-berkas seperti itu.

Kita buktikan kasus umum dengan induksi menurun pada indeks kohomologis ii. Jika indeks ini lebih besar daripada nn, menurut Teorema 26.10 hanya ada kohomologi trivial. Jika RR berdimensi hingga, hal yang sama juga dapat disimpulkan dari Teorema 25.12. Ini memberikan awal induksi.

Jadi, misalkan pernyataan telah dibuktikan untuk suatu ii dan setiap berkas koheren. Ambil berkas koheren \mathcal F. Menurut Teorema 15.13, terdapat jumlah langsung hingga

jJ𝒪Rn(j) \bigoplus_{j\in J}\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(\ell_j)

dan homomorfisme modul 𝒪Rd\mathcal O_{\mathbb P_R^d} yang surjektif

jJ𝒪Rn(j). \bigoplus_{j\in J}\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(\ell_j) \longrightarrow\mathcal F.

Misalkan 𝒢\mathcal G kernel pemetaan ini; menurut Soal 14.20, 𝒢\mathcal G juga koheren. Barisan kohomologi eksak panjang yang bersesuaian dengan barisan pendek eksak berkas

0𝒢jJ𝒪Rn(j)0 0\longrightarrow\mathcal G\longrightarrow \bigoplus_{j\in J}\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(\ell_j) \longrightarrow\mathcal F\longrightarrow0

memuat bagian

Hi1(Rn,jJ𝒪Rn(j))ϵHi1(Rn,)δHi(Rn,𝒢). \cdots\longrightarrow H^{i-1}\!\left(\mathbb P_R^n, \bigoplus_{j\in J}\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(\ell_j)\right) \xrightarrow{\epsilon} H^{i-1}(\mathbb P_R^n,\mathcal F) \xrightarrow{\delta} H^i(\mathbb P_R^n,\mathcal G) \longrightarrow\cdots.

Darinya diperoleh barisan pendek eksak modul RR

0imϵ=kerδHi1(Rn,)imδ0. 0\longrightarrow\operatorname{im}\epsilon =\ker\delta\longrightarrow H^{i-1}(\mathbb P_R^n,\mathcal F) \longrightarrow\operatorname{im}\delta\longrightarrow0.

Menurut pengamatan sebelumnya dan hipotesis induksi,

Hi1(Rn,jJ𝒪Rn(j))danHi(Rn,𝒢) H^{i-1}\!\left(\mathbb P_R^n, \bigoplus_{j\in J}\mathcal O_{\mathbb P_R^n}(\ell_j)\right) \quad\text{dan}\quad H^i(\mathbb P_R^n,\mathcal G)

merupakan modul RR yang dibangkitkan secara hingga. Karena itu, imϵ\operatorname{im}\epsilon dan, menurut Teorema 10.4 dalam Kurva Aljabar (Osnabrück 2025-2026), kerδ\ker\delta juga dibangkitkan secara hingga. Menurut Lema 23.2 dalam Aljabar Komutatif, Hi1(Rn,)H^{i-1}(\mathbb P_R^n,\mathcal F) juga dibangkitkan secara hingga.

Catatan edisi - dua ketidakselarasan dalam bukti sumber. Sumber menyebut homomorfisme yang ditampilkan sebagai homomorfisme modul 𝒪Rd\mathcal O_{\mathbb P_R^d} meskipun sumber dan targetnya berada pada Rn\mathbb P_R^n. Sumber juga menyatakan keterhinggaan kerδ=imϵ\ker\delta=\operatorname{im}\epsilon, sedangkan suku hasil bagi dalam barisan pendek yang ditampilkan adalah imδ\operatorname{im}\delta. Edisi mempertahankan kedua pernyataan sumber tanpa mengganti indeks atau objek secara diam-diam.

Teorema 27.6: kohomologi di bawah pembenaman tertutup

Misalkan XX skema projektif di atas gelanggang Noether RR, dengan pembenaman tertutup XRnX\subseteq\mathbb P_R^n ke dalam suatu ruang projektif. Misalkan 𝒢\mathcal G berkas kuasikoheren pada XX, dan j*𝒢j_*\mathcal G berkas dorong majunya. Maka

Hi(X,𝒢)=Hi(Rn,j*𝒢) H^i(X,\mathcal G)=H^i(\mathbb P_R^n,j_*\mathcal G)

untuk setiap ii.

Bukti

Berkas dorong maju tersebut juga kuasikoheren. Menurut Teorema 26.10, kedua ruas dapat dihitung dengan kohomologi Čech terhadap liputan afin standar D+(Xs)D_+(X_s) pada ruang projektif dan liputan XD+(Xs)X\cap D_+(X_s) pada XX. Seluruh kompleks Čech yang diperoleh sama, dan karena itu kohomologi Čechnya juga sama.

Teorema 27.7: keterhinggaan kohomologi pada skema projektif

Misalkan XX skema projektif di atas gelanggang Noether RR dan 𝒢\mathcal G berkas koheren pada XX. Maka Hi(X,𝒢)H^i(X,\mathcal G) merupakan modul RR yang dibangkitkan secara hingga.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 27.6 dan Teorema 27.5.

Perhatikan bahwa yang dibicarakan adalah modul RR, bukan modul atas gelanggang koordinat XX. Dalam kasus terpenting, ketika R=KR=K adalah lapangan, grup-grup kohomologi ini merupakan ruang vektor berdimensi hingga di atas KK. Dimensi-dimensinya adalah bilangan asli yang dikaitkan dengan berkas koheren pada XX dan, dalam arti tertentu, mencirikan berkas tersebut. Jika kita mengambil berkas struktur atau berkas tangen pada XX, kita memperoleh bilangan-bilangan, yakni invarian, yang mencirikan XX sendiri. Dalam konteks ini digunakan singkatan

hi()=dimK(Hi(X,)). h^i(\mathcal F)=\dim_K\bigl(H^i(X,\mathcal F)\bigr).

Sebagai contoh, untuk kurva projektif mulus XX di atas lapangan KK yang tertutup secara aljabar, dimensi ruang vektor H1(X,𝒪X)H^1(X,\mathcal O_X) disebut genus kurva. Ini adalah invarian terpenting. Dalam kasus kompleks, terdapat hubungan langsung dengan bentuk topologis kurva sebagai manifold kompleks berdimensi satu dan manifold real berdimensi dua.

Catatan edisi - salah ketik pada sumber. Dalam kalimat tentang modul di atas gelanggang koordinat, sumber Jerman menulis Koordinatening. Terjemahan menampilkan makna istilah tersebut sebagai “gelanggang koordinat” tanpa mengubah isi matematisnya.

Karakteristik Euler

Definisi 27.8: karakteristik Euler

Misalkan XX skema projektif di atas lapangan KK. Untuk berkas koheren 𝒢\mathcal G, bilangan

χ(𝒢):=i=0dim(X)(1)ihi(X,𝒢) \chi(\mathcal G) :=\sum_{i=0}^{\dim(X)}(-1)^ih^i(X,\mathcal G)

disebut karakteristik Euler dari 𝒢\mathcal G.

Menurut Teorema 27.7, ungkapan ini merupakan bilangan bulat yang terdefinisi dengan baik. Karena kohomologi bernilai 00 di atas dimensi, jumlah berselang-seling tersebut juga dapat dijalankan hingga tak terhingga.

Lema 27.9: aditivitas karakteristik Euler

Misalkan XX skema projektif di atas lapangan KK. Karakteristik Euler berkas koheren pada XX bersifat aditif terhadap barisan pendek eksak. Artinya, untuk barisan pendek eksak berkas koheren

0𝒢0, 0\longrightarrow\mathcal F\longrightarrow\mathcal G \longrightarrow\mathcal H\longrightarrow0,

berlaku

χ(𝒢)=χ()+χ(). \chi(\mathcal G)=\chi(\mathcal F)+\chi(\mathcal H).

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari barisan kohomologi eksak panjang yang bersesuaian, Teorema 25.12, dan rumus dimensi.

Lembar Kerja 27: Kohomologi pada Skema Projektif

Pada batas revisi yang dibekukan, tidak satu pun dari empat belas soal memiliki solusi publik. Peta kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 27.1–27.14; edisi tidak menciptakan solusi baru.

Soal 27.1

Misalkan A=R[X]A=R[X] di atas gelanggang komutatif RR. Tentukan kompleks Čech berkas struktur terhadap liputan satu unsur yang terdiri atas D(X)D(X) pada garis tertusuk. Homologi apa yang diperoleh?

Soal 27.2

Misalkan A=R[X,Y]A=R[X,Y] di atas gelanggang komutatif RR. Tentukan kompleks Čech berkas struktur terhadap liputan standar bidang tertusuk untuk monomial

  1. X2Y3X^2Y^3,
  2. X5Y4X^5Y^{-4},
  3. X3Y6X^{-3}Y^{-6}.

Homologi apa yang diperoleh dalam setiap kasus?

Soal 27.3

Misalkan A=R[X,Y,Z]A=R[X,Y,Z] di atas gelanggang komutatif RR. Tentukan kompleks Čech berkas struktur terhadap liputan standar ruang tertusuk pada monomial X3Y2Z7X^3Y^{-2}Z^7. Homologi apa yang diperoleh?

Soal 27.4

Misalkan A=R[X,Y,Z]A=R[X,Y,Z] di atas gelanggang komutatif RR. Tentukan kompleks Čech berkas struktur terhadap liputan standar ruang tertusuk pada monomial X5YZ4X^{-5}YZ^{-4}. Homologi apa yang diperoleh?

Soal 27.5

Misalkan A=R[X,Y,Z,W]A=R[X,Y,Z,W] di atas gelanggang komutatif RR. Tentukan kompleks Čech berkas struktur terhadap liputan standar ruang tertusuk pada monomial X3YZ3W2X^{-3}YZ^3W^{-2}. Homologi apa yang diperoleh?

Soal 27.6

Misalkan K[X1,,Xd]K[X_1,\ldots,X_d] gelanggang polinomial di atas lapangan KK, dan misalkan HH ruang vektor KK yang direntang oleh semua monomial XνX^\nu dalam variabel X1,,XdX_1,\ldots,X_d dengan νj1\nu_j\leq-1 untuk setiap jj, yaitu

H=KX1ν1Xdνd,νj1. H=K\left\langle X_1^{\nu_1}\cdots X_d^{\nu_d},\ \nu_j\leq-1 \right\rangle.

Definisikan struktur modul K[X1,,Xd]K[X_1,\ldots,X_d] yang alami pada HH.

Soal 27.7

Misalkan K[Y1,,Yd]K[Y_1,\ldots,Y_d] gelanggang polinomial di atas lapangan KK, dan misalkan HH ruang vektor KK yang direntang oleh semua monomial XνX^\nu dalam variabel X1,,XdX_1,\ldots,X_d dengan νj1\nu_j\leq-1 untuk setiap jj, yaitu

H=KX1ν1Xdνd,νj1. H=K\left\langle X_1^{\nu_1}\cdots X_d^{\nu_d},\ \nu_j\leq-1 \right\rangle.

Buktikan bahwa pemetaan

K[Y1,,Yd]H,YμXμ(1,1,,1), K[Y_1,\ldots,Y_d]\longrightarrow H, \qquad Y^\mu\longmapsto X^{-\mu-(1,1,\ldots,1)},

merupakan isomorfisme-KK antara ruang-ruang vektor KK.

Soal 27.8

Misalkan K[Y1,,Yd]K[Y_1,\ldots,Y_d] gelanggang polinomial di atas lapangan KK berkarakteristik 00, dan misalkan HH ruang vektor KK yang direntang oleh semua monomial XνX^\nu dalam variabel X1,,XdX_1,\ldots,X_d dengan νj1\nu_j\leq-1 untuk setiap jj, yaitu

H=KX1ν1Xdνd,νj1. H=K\left\langle X_1^{\nu_1}\cdots X_d^{\nu_d},\ \nu_j\leq-1 \right\rangle.

Buktikan bahwa pemetaan

θ:K[Y1,,Yd]H,Yμμ!Xμ(1,1,,1), \theta:K[Y_1,\ldots,Y_d]\longrightarrow H, \qquad Y^\mu\longmapsto\mu!X^{-\mu-(1,1,\ldots,1)},

merupakan isomorfisme-KK antara ruang-ruang vektor KK.

Soal 27.9

Misalkan KK lapangan berkarakteristik 00, dan misalkan K[X1,,Xd]K[X_1,\ldots,X_d], K[Y1,,Yd]K[Y_1,\ldots,Y_d], serta K[D1,,Dd]K[D_1,\ldots,D_d] gelanggang-gelanggang polinomial dalam dd variabel. Misalkan HH ruang vektor KK yang dideskripsikan dalam Soal 27.6, dengan struktur modul K[X1,,Xd]K[X_1,\ldots,X_d] alaminya.

Gelanggang polinomial K[D1,,Dd]K[D_1,\ldots,D_d] bertindak pada K[Y1,,Yd]K[Y_1,\ldots,Y_d] dengan cara bahwa DiD_i mengambil peran turunan parsial ke-ii, yakni

Di=i=Yi. D_i=\partial_i=\frac{\partial}{\partial Y_i}.

Buktikan bahwa korespondensi DiXiD_i\mapsto X_i, bersama pemetaan

θ:K[Y1,,Yd]H \theta:K[Y_1,\ldots,Y_d]\longrightarrow H

dari Soal 27.8, memberikan suatu isomorfisme modul.

Untuk soal berikut, perhatikan bahwa dalam kasus mulus, menurut Korolari 19.12, yang dihitung adalah dimensi ruang bentuk diferensial global.

Soal 27.10

Misalkan

C=V+(f)K2 C=V_+(f)\subset\mathbb P_K^2

kurva projektif bidang berderajat dd di atas lapangan KK. Dengan menggunakan barisan kohomologi eksak panjang yang berasal dari barisan pendek eksak berkas (bandingkan Soal 13.23)

0𝒪K2(3)f𝒪K2(d3)𝒪C(d3)0 0\longrightarrow\mathcal O_{\mathbb P_K^2}(-3) \xrightarrow{f}\mathcal O_{\mathbb P_K^2}(d-3) \longrightarrow\mathcal O_C(d-3)\longrightarrow0

pada bidang projektif dan Teorema 27.4, buktikan bahwa dimensi

H0(C,𝒪C(d3)) H^0(C,\mathcal O_C(d-3))

adalah

(d1)(d2)2. \frac{(d-1)(d-2)}2.

Untuk dua soal berikut, bandingkan Teorema 22.12.

Soal 27.11

Hitung kompleks Čech berkas satuan 𝒪K1×\mathcal O_{\mathbb P_K^1}^{\times} terhadap liputan afin standar pada garis projektif K1\mathbb P_K^1 di atas lapangan KK, serta kohomologi Čech pertamanya

Ȟ1(D+(X),D+(Y),𝒪K1×). \check H^1\!\left( D_+(X),D_+(Y),\mathcal O_{\mathbb P_K^1}^{\times} \right).

Soal 27.12

Hitung kompleks Čech berkas satuan 𝒪K2×\mathcal O_{\mathbb P_K^2}^{\times} terhadap liputan afin standar pada bidang projektif K2\mathbb P_K^2 di atas lapangan KK, serta kohomologi Čech pertamanya

Ȟ1(D+(X),D+(Y),D+(Z),𝒪K2×). \check H^1\!\left( D_+(X),D_+(Y),D_+(Z),\mathcal O_{\mathbb P_K^2}^{\times} \right).

Soal 27.13

Misalkan RR gelanggang komutatif dan MiM_i, ii\in\mathbb N, modul-modul RR dengan homomorfisme modul RR tetap

φi:MiMi+1. \varphi_i:M_i\longrightarrow M_{i+1}.

Barisan

MiMi+1Mi+2Mi+3 \cdots\longrightarrow M_i\longrightarrow M_{i+1} \longrightarrow M_{i+2}\longrightarrow M_{i+3}\longrightarrow\cdots

disebut eksak jika, untuk setiap ii,

ker(φi)=im(φi1). \ker(\varphi_i)=\operatorname{im}(\varphi_{i-1}).

  1. Buktikan bahwa dalam kasus barisan pendek eksak, definisi ini sama dengan definisi barisan pendek eksak yang dirujuk dalam sumber.

  2. Sekarang misalkan R=KR=K suatu lapangan, semua MiM_i dibangkitkan secara hingga, M0=0M_0=0, dan Mi=0M_i=0 untuk setiap ini\geq n, dengan suatu nn tertentu. Buktikan bahwa

    i=0n(1)idimKMi=0. \sum_{i=0}^n(-1)^i\dim_KM_i=0.

Catatan edisi - label rujukan yang tidak lengkap. Pada kalimat perbandingan di atas, sumber yang dibekukan menampilkan teks tautan “Definition .” tanpa nomor, tetapi target tautannya tersedia. Edisi mempertahankan target itu dan memberi label Indonesia yang deskriptif tanpa mengarang nomor definisi.

Soal 27.14

Hitung karakteristik Euler berkas struktur terpuntir 𝒪Kd(n)\mathcal O_{\mathbb P_K^d}(n) pada ruang projektif Kd\mathbb P_K^d di atas lapangan KK yang tertutup secara aljabar.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 27

Pada revisi lembar kerja yang dibekukan, sumber memuat tepat 14 soal dan tidak menyediakan satu pun halaman solusi publik. Setiap kandidat diperiksa berdasarkan judul halaman soal yang tepat dengan menambahkan akhiran /Lösung. Bukti kandidat resmi menetapkan bahwa keempat belas halaman itu tidak ada. Hasil ini tidak disimpulkan dari bintang ataupun dari ada atau tidaknya tautan solusi pada lembar kerja.

Kandidat resmi yang diperiksa

  1. Soal 27.1

  2. Soal 27.2

  3. Soal 27.3

  4. Soal 27.4

  5. Soal 27.5

  6. Soal 27.6

  7. Soal 27.7

  8. Soal 27.8

  9. Soal 27.9

  10. Soal 27.10

  11. Soal 27.11

  12. Soal 27.12

  13. Soal 27.13

  14. Soal 27.14

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 27.1 sampai 27.14. Karena itu, tidak ada teks solusi sumber yang dapat diterjemahkan. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan setiap kandidat resmi, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 27

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 27 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 27.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 28: Morfisme ke Ruang Projektif

Menurut definisi, suatu varietas projektif XX di atas lapangan KK dapat direalisasikan sebagai subvarietas tertutup XKnX\subseteq\mathbb P^n_K. Di sini terdapat dua sudut pandang yang saling bersaing.

Di satu pihak, realisasi XX sebagai bagian dari ruang projektif memungkinkan kita memakai konsep, struktur, dan sifat ruang sekitar dengan membatasinya ke XX. Kita dapat menyelidiki perilaku perpotongan XX dengan subvarietas lain YY, mencari hubungan dengan komplemen terbuka Kn\X\mathbb P^n_K\setminus X, dan memvisualisasikan XX di dalam suatu ruang sekitar. Inilah sudut pandang ekstrinsik.

Di pihak lain, kita dapat menanyakan sifat mana yang melekat pada varietas XX sendiri dan tidak bergantung pada realisasi tertentu. Inilah sudut pandang intrinsik. Biasanya XX isomorfik dengan varietas “lain” XX' yang diberikan sebagai himpunan tertutup XKnX'\subseteq\mathbb P^{n'}_K. Sifat mana dari XX dan XX' yang tidak bergantung pada embedding masing-masing?

Kedua sudut pandang itu bertemu dalam pertanyaan-pertanyaan berikut. Berapa banyak embedding yang dimiliki suatu XX? Dapatkah semua embedding XX ke ruang projektif dipahami sekaligus? Adakah embedding terbaik, misalnya dengan ruang sekitar berdimensi kecil atau dengan hubungan yang sangat transparan? Adakah embedding alami yang berkaitan dengan objek khas pada XX?

Sebagai contoh, perhatikan kurva projektif tertutup

C=V+(Y2XZ)K2. C=V_+(Y^2-XZ)\subseteq\mathbb P^2_K.

Kurva ini berderajat 22, dan perpotongannya dengan setiap garis terdiri atas dua titik, dengan multiplisitas diperhitungkan. Pemetaan

K1K2,(s,t)(s2,st,t2), \mathbb P^1_K\longrightarrow\mathbb P^2_K, \qquad (s,t)\longmapsto(s^2,st,t^2),

menginduksi isomorfisme K1CK2\mathbb P^1_K\to C\subseteq\mathbb P^2_K. Jadi CC isomorfik dengan garis projektif dan dapat dipandang sebagai versi garis projektif yang “dilengkungkan secara tidak perlu”. Namun kurva berderajat dua — kuadrik atau irisan kerucut — merupakan objek alami di bidang. Dari sudut pandang garis projektif, unsur s2,st,t2s^2,st,t^2 membentuk basis komponen homogen kedua K[s,t]2K[s,t]_2 dari gelanggang koordinat homogen K[s,t]K[s,t]. Unsur-unsur ini juga muncul sebagai seksi global berkas invertibel 𝒪K1(2)\mathcal O_{\mathbb P^1_K}(2). Kita akan melihat bahwa embedding yang berbeda-beda dari XX ke ruang projektif berkaitan dengan seksi global berkas invertibel pada XX.

Berkas invertibel dan morfisme ke ruang projektif

Lema 28.1

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR, misalkan \mathcal L berkas invertibel pada XX, dan misalkan

s0,s1,,snΓ(X,). s_0,s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal L).

Jika UXU\subseteq X adalah gabungan himpunan terbuka XsiX_{s_i}, maka

URn,x(s0(x),s1(x),,sn(x)) U\longrightarrow\mathbb P^n_R, \qquad x\longmapsto(s_0(x),s_1(x),\ldots,s_n(x))

merupakan suatu morfisme.

Bukti

Mula-mula tinjau situasi pada Xi=XsiX_i=X_{s_i}. Menurut Lema 13.22,

𝒪X|Xi|Xi,1si, \mathcal O_X|_{X_i}\longrightarrow\mathcal L|_{X_i}, \qquad 1\longmapsto s_i,

merupakan isomorfisme 𝒪X\mathcal O_X-modul. Di bawah isomorfisme ini, seksi sks_k bersesuaian dengan fungsi

fkiΓ(Xi,𝒪X),fki=sksi. f_{ki}\in\Gamma(X_i,\mathcal O_X), \qquad f_{ki}=\frac{s_k}{s_i}.

Hasil bagi tersebut terdefinisi dengan baik. Untuk kik\ne i, fungsi-fungsi fkif_{ki} menurut Korolari 10.13 mendefinisikan morfisme

φi:XiD+(xi)𝔸RnRn. \varphi_i:X_i\longrightarrow D_+(x_i)\cong\mathbb A^n_R \subseteq\mathbb P^n_R.

Secara keseluruhan kita mempunyai diagram komutatif

XiφiD+(xi)𝔸RnRnXiXjD+(xi)D+(xj)XjφjD+(xj)𝔸RnRn. \begin{array}{rclcrcl} & X_i & & \xrightarrow{\varphi_i} & & D_+(x_i)\cong\mathbb A^n_R\subseteq\mathbb P^n_R & \\ & \uparrow & & & & \uparrow & \\ & X_i\cap X_j & & \xrightarrow{} & & D_+(x_i)\cap D_+(x_j) & \\ & \downarrow & & & & \downarrow & \\ & X_j & & \xrightarrow{\varphi_j} & & D_+(x_j)\cong\mathbb A^n_R\subseteq\mathbb P^n_R. & \end{array}

Pada XiXjX_i\cap X_j, kedua morfisme ini bersesuaian dengan perekat yang sama seperti pada irisan D+(xi)D+(xj)D_+(x_i)\cap D_+(x_j) di ruang projektif. Karena itu morfisme-morfisme tersebut merekat menjadi satu morfisme pada gabungan semua XiX_i. \square

Catatan edisi (sumber). Teks sumber membatasi trivialisasi dan fungsi fkif_{ki} ke UU di tengah argumen yang sedang berlangsung pada XiX_i, lalu menulis Kn\mathbb P^n_K pada sudut diagram meskipun basisnya adalah Spec(R)\operatorname{Spec}(R). Edisi ini menampilkan XiX_i dan Rn\mathbb P^n_R secara konsisten; isi matematis argumen tidak diubah.

Definisi 28.2: morfisme yang diberikan oleh seksi

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR, \mathcal L berkas invertibel pada XX, dan s0,s1,,snΓ(X,)s_0,s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal L) seksi global. Morfisme dari Lemma 28.1 yang terdefinisi pada

U=i=0nXsi, U=\bigcup_{i=0}^{n}X_{s_i},

yakni

URn,x(s0(x),s1(x),,sn(x)), U\longrightarrow\mathbb P^n_R, \qquad x\longmapsto(s_0(x),s_1(x),\ldots,s_n(x)),

disebut morfisme yang diberikan oleh seksi-seksi s0,,sns_0,\ldots,s_n, atau morfisme yang diberikan oleh sistem linear s0,,sns_0,\ldots,s_n. Morfisme ini dilambangkan φs0,,sn\varphi_{s_0,\ldots,s_n} atau φ;s0,,sn\varphi_{\mathcal L;s_0,\ldots,s_n}.

Definisi 28.3: sistem linear

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR dan \mathcal L berkas invertibel pada XX. Suatu RR-submodul

TΓ(X,) T\subseteq\Gamma(X,\mathcal L)

disebut sistem linear pada XX.

Menurut Soal 28.9, morfisme yang diberikan oleh suatu keluarga seksi terutama bergantung pada submodul yang dibangkitkan keluarga tersebut. Ini khususnya jelas bila seksi-seksinya bebas linear, sebagaimana sering disyaratkan. Jika T=Γ(X,)T=\Gamma(X,\mathcal L), kita berbicara tentang sistem linear lengkap.

Sistem linear mempunyai makna geometris. Setiap seksi sTs\in T menentukan lokus keterbalikan XsX_s dan himpunan nol

Z(s):=X\Xs. Z(s):=X\setminus X_s.

Untuk s0s\ne0, himpunan Z(s)Z(s) merupakan subhimpunan tertutup berkodimensi 11, yakni suatu hipermuka pada XX — bayangkan XX integral. Jadi keluarga Z(s)Z(s) untuk sTs\in T, s0s\ne0, adalah keluarga hipermuka yang terkait dengan sistem linear tersebut; keluarga ini sendiri juga sering disebut sistem linear. Jika XX normal, semua Z(s)Z(s) dapat dipandang sebagai keluarga divisor-divisor yang saling ekuivalen linear.

Contoh 28.4

Pada garis projektif

R1=Proj(R[X,Y]) \mathbb P^1_R=\operatorname{Proj}(R[X,Y])

di atas gelanggang komutatif RR, morfisme yang berkaitan dengan sistem linear lengkap

(X,Y)Γ(R1,𝒪R1(1)) (X,Y)\subseteq\Gamma(\mathbb P^1_R,\mathcal O_{\mathbb P^1_R}(1))

adalah identitas.

Contoh 28.5

Pada R1=Proj(R[X,Y])\mathbb P^1_R=\operatorname{Proj}(R[X,Y]), sistem linear lengkap

(X2,XY,Y2)Γ(R1,𝒪R1(2)) (X^2,XY,Y^2)\subseteq \Gamma(\mathbb P^1_R,\mathcal O_{\mathbb P^1_R}(2))

memberikan morfisme

R1R2,(x,y)(x2,xy,y2). \mathbb P^1_R\longrightarrow\mathbb P^2_R, \qquad (x,y)\longmapsto(x^2,xy,y^2).

Titik dengan koordinat homogen (x,y)(x,y) dipetakan ke titik dengan koordinat homogen (x2,xy,y2)=(u,v,w)(x^2,xy,y^2)=(u,v,w). Citranya memenuhi uw=v2uw=v^2, sehingga terletak pada kurva bidang

V+(uwv2)R2. V_+(uw-v^2)\subseteq\mathbb P^2_R.

Sesungguhnya terdapat isomorfisme R1V+(uwv2)\mathbb P^1_R\cong V_+(uw-v^2).

Definisi 28.6: bebas titik basis

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR dan \mathcal L berkas invertibel pada XX. Sistem linear TΓ(X,)T\subseteq\Gamma(X,\mathcal L) disebut bebas titik basis jika untuk setiap xXx\in X terdapat sTs\in T sedemikian sehingga xXsx\in X_s.

Istilah ini terutama digunakan untuk skema di atas suatu lapangan. Kita juga mengatakan bahwa seksi s0,s1,,sns_0,s_1,\ldots,s_n bebas titik basis jika sistem linear yang dibangkitkannya bebas titik basis.

Lema 28.7

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR, \mathcal L berkas invertibel pada XX, dan s0,s1,,snΓ(X,)s_0,s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal L) seksi global. Pernyataan berikut ekuivalen.

  1. X=i=0nXsiX=\bigcup_{i=0}^{n}X_{s_i}.
  2. Morfisme ke Rn\mathbb P^n_R yang diberikan oleh sistem linear (s0,s1,,sn)(s_0,s_1,\ldots,s_n) terdefinisi pada seluruh XX.
  3. Sistem linear (s0,s1,,sn)(s_0,s_1,\ldots,s_n) bebas titik basis.

Bukti

Lihat Soal 28.14. \square

Teorema 28.8

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR. Konsep-konsep berikut saling bersesuaian.

  1. Berkas invertibel \mathcal L pada XX bersama seksi-seksi bebas titik basis s0,s1,,snΓ(X,). s_0,s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal L).
  2. Morfisme φ:XRn \varphi:X\longrightarrow\mathbb P^n_R di atas Spec(R)\operatorname{Spec}(R).

Kepada seksi-seksi pada (1) dikaitkan morfisme φs0,s1,,sn\varphi_{s_0,s_1,\ldots,s_n}. Sebaliknya, kepada morfisme φ\varphi pada (2) dikaitkan berkas invertibel φ*(𝒪Rn(1))\varphi^*(\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(1)) beserta seksi-seksi φ*(xi)\varphi^*(x_i), i=0,1,,ni=0,1,\ldots,n.

Bukti

Mula-mula misalkan \mathcal L dan seksi-seksi s0,,sns_0,\ldots,s_n diberikan. Kita harus menunjukkan

φ*𝒪Rn(1). \varphi^*\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(1)\cong\mathcal L.

Pada ruang projektif terdapat homomorfisme 𝒪Rn\mathcal O_{\mathbb P^n_R}-modul

Ψi:𝒪Rn𝒪Rn(1),1xi, \Psi_i:\mathcal O_{\mathbb P^n_R} \longrightarrow\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(1), \qquad 1\longmapsto x_i,

yang menjadi isomorfisme setelah dibatasi ke D+(xi)D_+(x_i). Tarik baliknya memberi homomorfisme

𝒪Xφ*𝒪Rn(1),1φ*(xi), \mathcal O_X\longrightarrow \varphi^*\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(1), \qquad 1\longmapsto\varphi^*(x_i),

dan isomorfisme pada XsiX_{s_i}. Digabungkan dengan isomorfisme

𝒪X|Xsi|Xsi,1si, \mathcal O_X|_{X_{s_i}}\longrightarrow\mathcal L|_{X_{s_i}}, \qquad 1\longmapsto s_i,

kita memperoleh isomorfisme lokal

φ*𝒪Rn(1)|Xsi|Xsi \varphi^*\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(1)|_{X_{s_i}} \longrightarrow\mathcal L|_{X_{s_i}}

yang memasangkan φ*(xi)\varphi^*(x_i) dengan sis_i. Pembatasan isomorfisme ini ke XsisjX_{s_i s_j} berimpit. Karena itu, menurut Korolari 4.10, semuanya merekat menjadi isomorfisme global

φ*𝒪Rn(1). \varphi^*\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(1)\longrightarrow\mathcal L.

Sebaliknya, misalkan φ:XKn\varphi:X\to\mathbb P^n_K diberikan. Morfisme ini menentukan seksi si=φ*(xi)s_i=\varphi^*(x_i), dan seksi-seksi itu kembali menentukan morfisme φ\varphi'. Karena suatu morfisme ditentukan secara lokal, cukup membandingkannya pada

φ1(D+(xi))D+(xi)𝔸Kn. \varphi^{-1}(D_+(x_i))\longrightarrow D_+(x_i)\cong\mathbb A^n_K.

Di sini variabel xk/xix_k/x_i ditarik balik ke sk/sis_k/s_i, tepat seperti dalam definisi φ\varphi'. Jadi φ=φ\varphi'=\varphi. \square

Catatan edisi (sumber). Walaupun pernyataan Teorema 28.8 dirumuskan di atas gelanggang komutatif RR dan menargetkan Rn\mathbb P^n_R, arah balik dalam bukti sumber beralih ke Kn\mathbb P^n_K dan 𝔸Kn\mathbb A^n_K tanpa memperkenalkan KK. Edisi ini mempertahankan kedua simbol basis KK tersebut secara literal; peralihan itu merupakan ketidakkonsistenan notasi sumber, bukan generalisasi atau pembatasan baru.

Lema 28.9

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR, \mathcal L berkas invertibel pada XX, s0,s1,,snΓ(X,)s_0,s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal L) seksi global, dan φ:XRn\varphi:X\to\mathbb P^n_R morfisme yang terkait. Pracitra hiperbidang

V+(a0X0+a1X1++anXn)Rn, V_+(a_0X_0+a_1X_1+\cdots+a_nX_n)\subseteq\mathbb P^n_R,

dengan aiRa_i\in R dan tidak semuanya nol, adalah himpunan nol seksi yang ditarik balik,

Z(a0s0+a1s1++ansn)=X\Xa0s0+a1s1++ansn. Z(a_0s_0+a_1s_1+\cdots+a_ns_n) =X\setminus X_{a_0s_0+a_1s_1+\cdots+a_ns_n}.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Lema Lampiran 4.3. \square

Berkas struktur terpilin 𝒪Rn(1)\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(1), melalui keluarga semua seksi global tak nol, menentukan keluarga semua hiperbidang di ruang projektif. Demikian pula, berkas invertibel pada suatu skema, melalui keluarga seksi global tak nolnya, menentukan keluarga himpunan nolnya. Di bawah korespondensi Teorema 28.8, pracitra hiperbidang sama dengan himpunan nol. Jika φ\varphi memfaktor melalui subvarietas tertutup, yaitu jika terdapat

XYRn, X\longrightarrow Y\subseteq\mathbb P^n_R,

maka himpunan nol juga merupakan pracitra perpotongan YHY\cap H dengan hiperbidang HH. Dalam Contoh 28.5, misalnya, keluarga himpunan nol sistem linear lengkap pada 𝒪R1(2)\mathcal O_{\mathbb P^1_R}(2) berimpit dengan keluarga perpotongan V+(uwv2)HV_+(uw-v^2)\cap H, dengan HH suatu garis.

Berkas sangat ample

Definisi 28.10: sangat ample

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR dan \mathcal L berkas invertibel pada XX. Berkas \mathcal L disebut sangat ample jika terdapat embedding φ:XRn\varphi:X\to\mathbb P^n_R, untuk suatu nn, sedemikian sehingga

φ*(𝒪Rn(1)). \varphi^*(\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(1))\cong\mathcal L.

Lema 28.11

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR dan \mathcal L berkas invertibel pada XX. Berkas \mathcal L sangat ample tepat ketika terdapat seksi-seksi global bebas titik basis

s0,s1,,snΓ(X,) s_0,s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal L)

sedemikian sehingga morfisme φs0,s1,,sn\varphi_{s_0,s_1,\ldots,s_n} yang terkait merupakan embedding.

Bukti

Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 28.8. \square

Contoh 28.12

Pada ruang projektif Rn\mathbb P^n_R di atas gelanggang komutatif RR, berkas invertibel 𝒪Rn(k)\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(k) sangat ample untuk setiap k1k\ge1. Kita mempunyai

Γ(Rn,𝒪Rn(k))=R[X0,X1,,Xn]k. \Gamma(\mathbb P^n_R,\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(k)) =R[X_0,X_1,\ldots,X_n]_k.

Tinjau sistem linear yang dibangkitkan semua monomial berderajat kk dalam R[X0,X1,,Xn]R[X_0,X_1,\ldots,X_n] serta morfisme terkait

φ:RnRm, \varphi:\mathbb P^n_R\longrightarrow\mathbb P^m_R,

dengan mm satu kurang dari banyaknya monomial tersebut. Pada D+(X0)=(Rn)X0kD_+(X_0)=(\mathbb P^n_R)_{X_0^k}, pemetaan ini diberikan oleh

𝔸RnD+(Yν)Rm,(X1X0,,XnX0)(XμX0k:μ monomial berderajat k), \mathbb A^n_R\longrightarrow D_+(Y_\nu)\subseteq\mathbb P^m_R, \qquad \left(\frac{X_1}{X_0},\ldots,\frac{X_n}{X_0}\right) \longmapsto \left(\frac{X^\mu}{X_0^k} :\mu\text{ monomial berderajat }k\right),

dan analog pada setiap D+(Xi)D_+(X_i). Pada tingkat gelanggang polinomial, pemetaan ini adalah homomorfisme substitusi

R[Sμ:μIk]R[T1,,Tn],SμTμ, R[S_\mu:\mu\in I_k]\longrightarrow R[T_1,\ldots,T_n], \qquad S_\mu\longmapsto T^\mu,

dengan IkI_k himpunan indeks semua monomial dalam nn variabel yang berderajat paling tinggi kk. Pemetaan ini surjektif, sehingga morfisme di atas merupakan embedding tertutup.

Untuk k0k\le0 dan n1n\ge1, berkas 𝒪Rn(k)\mathcal O_{\mathbb P^n_R}(k) tidak sangat ample.

Definisi 28.13: ample

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR dan \mathcal L berkas invertibel pada XX. Berkas \mathcal L disebut ample jika n\mathcal L^n sangat ample untuk suatu n1n\ge1.

Lembar Kerja 28: Morfisme ke Ruang Projektif

Soal latihan

Soal 28.1

Jelaskan pemetaan kerucut

𝔸Kd+1\{(0,0,,0)}Kd \mathbb A^{d+1}_K\setminus\{(0,0,\ldots,0)\} \longrightarrow\mathbb P^d_K

dengan menggunakan suatu sistem linear dalam sebuah berkas invertibel.

Soal 28.2

Jelaskan proyeksi menjauhi sebuah titik dengan menggunakan suatu sistem linear dalam sebuah berkas invertibel.

Soal 28.3

Misalkan KK lapangan dan Kn\mathbb P^n_K ruang projektif yang terkait. Misalkan φ:Kn+1Kn+1\varphi:K^{n+1}\to K^{n+1} pemetaan linear bijektif.

  1. Buktikan bahwa φ\varphi menginduksi automorfisme φ:KnKn,(x0,x1,,xn)φ(x0,x1,,xn). \varphi:\mathbb P^n_K\longrightarrow\mathbb P^n_K, \qquad (x_0,x_1,\ldots,x_n)\longmapsto \varphi(x_0,x_1,\ldots,x_n).
  2. Tentukan pracitra D+(Xi)D_+(X_i) dalam situasi pada bagian (1). Bagaimana bentuk morfisme pada himpunan-himpunan afin ini?
  3. Buktikan bahwa φ1\varphi_1 dan φ2\varphi_2 menginduksi automorfisme yang sama pada ruang projektif tepat ketika keduanya saling diperoleh melalui perkalian dengan suatu skalar tak nol.
  4. Apakah setiap pemetaan linear φ:Kn+1Kn+1\varphi:K^{n+1}\to K^{n+1} menginduksi morfisme φ:KnKn\varphi:\mathbb P^n_K\to\mathbb P^n_K?

Dalam situasi di atas kita berbicara tentang automorfisme linear projektif.

Soal 28.4

Jelaskan suatu automorfisme linear projektif

KdKd \mathbb P^d_K\longrightarrow\mathbb P^d_K

dengan menggunakan sistem linear dalam sebuah berkas invertibel.

Soal 28.5

Misalkan P,QKnP,Q\in\mathbb P^n_K titik-titik dalam ruang projektif di atas lapangan KK. Buktikan bahwa terdapat automorfisme φ:KnKn\varphi:\mathbb P^n_K\to\mathbb P^n_K dengan φ(P)=Q\varphi(P)=Q.

Soal 28.6 ★

Misalkan VV ruang vektor berdimensi dua di atas lapangan KK. Misalkan v1,v2,v3v_1,v_2,v_3 dan w1,w2,w3w_1,w_2,w_3 adalah vektor-vektor dalam VV, dan dalam masing-masing keluarga setiap dua vektor bebas linear. Buktikan bahwa terdapat pemetaan linear bijektif φ:VV\varphi:V\to V sedemikian sehingga

φ(vi)Kwi \varphi(v_i)\in Kw_i

untuk i=1,2,3i=1,2,3.

Soal 28.7

Misalkan P1,P2,P3K1P_1,P_2,P_3\in\mathbb P^1_K dan Q1,Q2,Q3K1Q_1,Q_2,Q_3\in\mathbb P^1_K masing-masing merupakan tiga titik yang saling berbeda pada garis projektif di atas lapangan KK. Buktikan bahwa terdapat KK-automorfisme φ:K1K1\varphi:\mathbb P^1_K\to\mathbb P^1_K dengan φ(Pi)=Qi\varphi(P_i)=Q_i untuk i=1,2,3i=1,2,3.

Soal 28.8

Misalkan KK lapangan. Buktikan bahwa setiap KK-automorfisme ruang projektif Kn\mathbb P^n_K ke dirinya sendiri bersifat linear projektif.

Gunakan fakta bahwa berkas hasil tarik balik dari 𝒪Kn(1)\mathcal O_{\mathbb P^n_K}(1) juga harus merupakan 𝒪Kn(1)\mathcal O_{\mathbb P^n_K}(1).

Soal 28.9

Misalkan XX skema di atas lapangan KK, \mathcal L berkas invertibel pada XX, dan s0,s1,,snΓ(X,)s_0,s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal L) seksi global yang menentukan sistem linear

s0,s1,,snΓ(X,). \langle s_0,s_1,\ldots,s_n\rangle \subseteq\Gamma(X,\mathcal L).

Misalkan t0,t1,,tnt_0,t_1,\ldots,t_n sistem pembangkit lain bagi sistem linear yang sama. Buktikan pernyataan berikut.

  1. i=0nXsi=i=0nXti\bigcup_{i=0}^{n}X_{s_i}=\bigcup_{i=0}^{n}X_{t_i}.
  2. Untuk morfisme yang diberikan oleh kedua sistem pembangkit itu, terdapat automorfisme linear projektif θ:KnKn \theta:\mathbb P^n_K\longrightarrow\mathbb P^n_K sedemikian sehingga θφs0,s1,,sn=φt0,t1,,tn. \theta\circ\varphi_{s_0,s_1,\ldots,s_n} =\varphi_{t_0,t_1,\ldots,t_n}.

Soal 28.10

Tinjau garis projektif K1\mathbb P^1_K dan sistem linear lengkap

L:=s,t=Γ(K1,𝒪K1(1)). L:=\langle s,t\rangle =\Gamma(\mathbb P^1_K,\mathcal O_{\mathbb P^1_K}(1)).

Buktikan bahwa pemilihan suatu sistem pembangkit LL yang terdiri atas tiga unsur, hingga perkalian skalar, bersesuaian dengan embedding garis projektif ke bidang projektif sebagai sebuah garis. Bagaimana garis citra itu dapat dijelaskan?

Soal 28.11

Tinjau garis projektif K1\mathbb P^1_K dan sistem linear lengkap

L:=s2,st,t2=Γ(K1,𝒪K1(2)). L:=\langle s^2,st,t^2\rangle =\Gamma(\mathbb P^1_K,\mathcal O_{\mathbb P^1_K}(2)).

Buktikan bahwa pemilihan suatu basis LL, hingga perkalian skalar, bersesuaian dengan embedding garis projektif ke bidang projektif. Bagaimana kurva citranya dapat dijelaskan?

Soal 28.12

Tinjau garis projektif K1\mathbb P^1_K dan sistem linear lengkap

L:=s3,s2t,st2,t3=Γ(K1,𝒪K1(3)). L:=\langle s^3,s^2t,st^2,t^3\rangle =\Gamma(\mathbb P^1_K,\mathcal O_{\mathbb P^1_K}(3)).

Buktikan bahwa pemetaan yang terkait

K1K3 \mathbb P^1_K\longrightarrow\mathbb P^3_K

memberikan embedding garis projektif ke ruang projektif. Berikan sebanyak mungkin persamaan yang dipenuhi kurva citra.

Catatan edisi (sumber). Judul halaman soal yang ditransklusikan memuat segmen O(4), tetapi pernyataan soal sendiri memakai empat seksi kubik dan 𝒪(3)\mathcal O(3). Edisi ini mempertahankan rumus yang tampil pada soal; judul sumber persisnya tetap dicatat dalam penanda entitas di atas.

Soal 28.13

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR, \mathcal L berkas invertibel pada XX, dan s0,s1,,snΓ(X,)s_0,s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal L) seksi global. Misalkan LXL\to X adalah bundel garis dalam pengertian Teorema 17.10 untuk berkas invertibel dual *\mathcal L^*, sehingga sis_i dapat dipandang sebagai morfisme

LX×𝔸R1𝔸R1. L\longrightarrow X\times\mathbb A^1_R\longrightarrow\mathbb A^1_R.

Buktikan bahwa terdapat diagram komutatif

L(s0,s1,,sn)𝔸Rn+1i=0nD(xi)πXi=0nXsiφs0,s1,,sn,Rn, \begin{array}{rclcrcl} & L & & \xrightarrow{(s_0,s_1,\ldots,s_n)} & & \mathbb A^{n+1}_R\supseteq\displaystyle\bigcup_{i=0}^{n}D(x_i) & \\ & \downarrow & & & & \downarrow & {\scriptstyle \pi}\\ & X\supseteq\displaystyle\bigcup_{i=0}^{n}X_{s_i} & & \xrightarrow{\varphi_{s_0,s_1,\ldots,s_n,\mathcal L}} & & \mathbb P^n_R, & \end{array}

dengan pemetaan kerucut pada sisi kanan.

Catatan edisi (sumber). Pada kedua gabungan di diagram sumber, indeks tercetak mulai dari i=1i=1, walaupun keluarga seksinya adalah s0,,sns_0,\ldots,s_n dan pemetaan kerucut memakai semua koordinat. Edisi ini menampilkan batas i=0,,ni=0,\ldots,n yang konsisten dengan pernyataan.

Soal 28.14

Misalkan XX skema di atas gelanggang komutatif RR, \mathcal L berkas invertibel pada XX, dan s0,s1,,snΓ(X,)s_0,s_1,\ldots,s_n\in\Gamma(X,\mathcal L) seksi global. Buktikan bahwa pernyataan berikut ekuivalen.

  1. X=i=0nXsiX=\bigcup_{i=0}^{n}X_{s_i}.
  2. Morfisme ke Rn\mathbb P^n_R yang diberikan oleh sistem linear (s0,s1,,sn)(s_0,s_1,\ldots,s_n) terdefinisi pada seluruh XX.
  3. Sistem linear (s0,s1,,sn)(s_0,s_1,\ldots,s_n) bebas titik basis.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 28

Untuk masing-masing dari 14 judul halaman soal resmi, halaman calon literal <soal>/Lösung diperiksa secara langsung. Pemeriksaan ini menemukan tepat satu halaman solusi publik, yaitu solusi Soal 28.6. Ketiga belas calon lainnya beralih ke tampilan pembuatan halaman resmi yang menyatakan bahwa halaman tersebut belum ada. Ketiadaan tautan yang tampak pada halaman lembar kerja tidak digunakan sebagai bukti negatif.

Solusi Soal 28.6

Karena v1,v2v_1,v_2 dan w1,w2w_1,w_2 merupakan basis, menurut teorema penentuan terdapat sebuah pemetaan linear bijektif

ψ:VV \psi:V\longrightarrow V

dengan

ϕ(v1)=w1danϕ(v2)=w2. \phi(v_1)=w_1 \qquad\text{dan}\qquad \phi(v_2)=w_2.

Di bawah ψ\psi, asumsi bahwa setiap pasangan bebas linear tetap berlaku.

Oleh karena itu, kita hanya perlu meninjau situasi dua keluarga vektor yang berbentuk v1,v2,yv_1,v_2,y dan v1,v2,zv_1,v_2,z. Misalkan

y=av1+bv2 y=av_1+bv_2

dan

z=cv1+dv2. z=cv_1+dv_2.

Di sini

a,b,c,d0, a,b,c,d\ne 0,

sebab jika tidak demikian, yy, masing-masing zz, akan bergantung linear dengan salah satu viv_i. Sekarang kita meninjau pemetaan linear ϕ\phi yang diberikan oleh

v1cav1danv2dbv2. v_1\longmapsto \frac ca v_1 \qquad\text{dan}\qquad v_2\longmapsto \frac db v_2.

Maka

ϕ(y)=ϕ(av1+bv2)=aϕ(v1)+bϕ(v2)=acav1+bdbv2=cv1+bv2=z. \begin{aligned} \phi(y) &=\phi(av_1+bv_2)\\ &=a\phi(v_1)+b\phi(v_2)\\ &=a\frac ca v_1+b\frac db v_2\\ &=cv_1+bv_2\\ &=z. \end{aligned}

Dengan demikian, ϕ\phi memenuhi syarat yang diminta.

Catatan edisi (sumber). Solusi sumber memperkenalkan pemetaan ψ\psi tetapi menuliskan nilai-nilai basis dan pemetaan lanjutan dengan lambang ϕ\phi tanpa menjelaskan komposisinya. Pada baris terakhir sumber juga tertulis cv1+bv2=zcv_1+bv_2=z, padahal sebelumnya z=cv1+dv2z=cv_1+dv_2; agar kesamaan itu benar, koefisien kedua harus dd. Edisi ini mempertahankan dua ketidaktepatan tersebut di badan solusi dan mengungkapkannya di sini.

Hasil negatif yang dibuktikan calon langsung

Halaman calon literal <soal>/Lösung saat ini tidak ada untuk Soal 28.1, 28.2, 28.3, 28.4, 28.5, 28.7, 28.8, 28.9, 28.10, 28.11, 28.12, 28.13, dan 28.14. Setiap URL calon tersebut beralih ke tampilan pembuatan halaman resmi yang menyatakan, “Diese Seite existiert noch nicht” (“Halaman ini belum ada”). Pernyataan ini mencatat cakupan halaman sumber, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 28

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 28 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 28.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.

Kuliah 29: Genus Kurva

Kurva projektif mulus dan genusnya

Definisi 29.1: genus

Untuk suatu kurva projektif mulus CC di atas lapangan tertutup aljabar KK, bilangan

g:=dimKH1(C,𝒪C) g:=\dim_K H^1(C,\mathcal O_C)

disebut genus kurva tersebut.

Menurut Teorema 27.7, dimensi H1(C,𝒪C)H^1(C,\mathcal O_C) berhingga. Jadi genus suatu kurva merupakan bilangan asli.

Ilustrasi sumber. Tiga permukaan berikut memperlihatkan genus satu, dua, dan tiga melalui banyaknya pegangan. Ketiganya muncul dalam urutan ini pada kuliah resmi dan mempertahankan status domain publik komponennya.

Permukaan torus berwarna hijau dengan satu pegangan, yaitu permukaan bergenus satu
Permukaan torus ganda berwarna hijau dengan dua pegangan, yaitu permukaan bergenus dua
Permukaan hijau menyerupai bola dengan tiga pegangan, yaitu permukaan bergenus tiga

Contoh 29.2

Menurut Teorema 27.4, genus garis projektif

K1=Proj(K[X,Y]) \mathbb P^1_K=\operatorname{Proj}(K[X,Y])

adalah 00.

Definisi 29.3: kurva eliptik

Kurva projektif mulus CC ber-genus 11 di atas lapangan tertutup aljabar KK disebut kurva eliptik.

Catatan 29.4

Jika bilangan kompleks \mathbb C dipilih sebagai lapangan dasar, genus kurva projektif mulus mempunyai interpretasi topologis sederhana. Kurva tersebut dapat dipandang sebagai manifold kompleks kompak berdimensi satu — suatu permukaan Riemann — dan juga sebagai manifold real kompak berorientasi berdimensi dua. Manifold jenis terakhir ini mempunyai klasifikasi topologis sederhana: setiap manifold demikian homeomorfik dengan permukaan bola yang diberi gg pegangan. Bilangan ini disebut genus topologis permukaan real, dan karena itu juga genus kurva.

Dapat dibuktikan bahwa genus yang didefinisikan secara aljabar melalui kohomologi pertama berkas struktur sama dengan genus topologis tersebut. Garis projektif kompleks merupakan bola berdimensi dua tanpa pegangan, jadi genus topologisnya 00. Permukaan ber-genus 11 adalah torus — seperti ban — yang homeomorfik dengan S1×S1S^1\times S^1. Kurva projektif ber-genus 11, yakni kurva eliptik, mempunyai bentuk topologis ini.

Teorema 29.5

Misalkan

C=V+(f)K2 C=V_+(f)\subseteq\mathbb P^2_K

kurva bidang projektif berderajat dd di atas lapangan tertutup aljabar KK. Maka

dimKH1(C,𝒪C)=(d1)(d2)2. \dim_K H^1(C,\mathcal O_C)=\frac{(d-1)(d-2)}{2}.

Bukti

Tinjau barisan eksak pendek (bandingkan Soal 13.23)

0𝒪K2(d)f𝒪K2𝒪C0 0\longrightarrow\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(-d) \xrightarrow{\ f\ } \mathcal O_{\mathbb P^2_K} \longrightarrow\mathcal O_C\longrightarrow0

berkas koheren pada bidang projektif. Berkas struktur 𝒪C\mathcal O_C di sini dipandang sebagai berkas pada bidang projektif dengan dukungan CC. Potongan barisan eksak panjang kohomologi yang terkait adalah

H1(K2,𝒪K2)=0H1(K2,𝒪C)H2(K2,𝒪K2(d))H2(K2,𝒪K2)=0. H^1(\mathbb P^2_K,\mathcal O_{\mathbb P^2_K})=0 \longrightarrow H^1(\mathbb P^2_K,\mathcal O_C) \longrightarrow H^2(\mathbb P^2_K,\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(-d)) \longrightarrow H^2(\mathbb P^2_K,\mathcal O_{\mathbb P^2_K})=0.

Kedua kesamaan nol mengikuti dari Teorema 27.4. Menurut teorema yang sama, ruang

H2(K2,𝒪K2(d)) H^2(\mathbb P^2_K,\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(-d))

mempunyai basis yang terdiri atas semua monomial xiyjzkx^iy^jz^k dengan semua eksponen negatif dan i+j+k=di+j+k=-d. Jadi kita harus menghitung tupel (α,β,γ)(\alpha,\beta,\gamma) berderajat d3d-3. Menurut Soal 12.4, banyaknya adalah

(d3+22)=(d12)=(d1)(d2)2. \binom{d-3+2}{2}=\binom{d-1}{2}=\frac{(d-1)(d-2)}{2}.

Menurut Teorema 27.6, H1(K2,𝒪C)=H1(C,𝒪C)H^1(\mathbb P^2_K,\mathcal O_C)=H^1(C,\mathcal O_C), yang membuktikan pernyataan. \square

Catatan edisi (saksi PDF). Saksi PDF resmi 2020 masih merujuk Soal 11.4; revisi semantik beku yang menjadi kanon edisi ini telah memperbarui rujukan tersebut menjadi Soal 12.4.

Dalam kasus mulus, teorema ini memberikan rumus untuk menghitung genus kurva bidang:

dd 1 2 3 4 5
gg 0 0 1 3 6

Untuk d=1d=1 kita memperoleh garis projektif ber-genus 00. Untuk d=2d=2 kita memperoleh kuadrik projektif bidang — suatu irisan kerucut — yang juga ber-genus 00 dan memang isomorfik dengan garis projektif. Untuk d=3d=3 genus adalah 11, sehingga kurvanya eliptik. Dapat dibuktikan bahwa setiap kurva eliptik dapat direalisasikan sebagai kurva kubik bidang. Sama sekali tidak jelas sebelumnya bahwa ada kurva projektif mulus untuk setiap genus. Menurut Teorema 29.5, tidak semuanya dapat direalisasikan sebagai kurva bidang.

Catatan 29.6

Genus kurva projektif mulus yang didefinisikan secara kohomologis sama dengan dimensi ruang vektor berkas kanoniknya. Dalam dimensi satu, berkas kanonik adalah berkas diferensial Kähler ΩCK\Omega_{C\mid K}, yakni berkas kotangen dan dual berkas tangen. Jadi

dimKH1(C,𝒪C)=dimKΓ(C,ωC). \dim_K H^1(C,\mathcal O_C) =\dim_K\Gamma(C,\omega_C).

Untuk kurva bidang hal ini terlihat langsung. Menurut Teorema 29.5, genusnya adalah (d1)(d2)/2(d-1)(d-2)/2. Korolari 19.12 memberikan ωC𝒪C(d3)\omega_C\cong\mathcal O_C(d-3), dan menurut Soal 27.10 dimensi Γ(C,𝒪C(d3))\Gamma(C,\mathcal O_C(d-3)) juga sama dengan (d1)(d2)/2(d-1)(d-2)/2.

Dalam kasus umum berlaku dualitas Serre. Salah satu isinya ialah: untuk berkas bebas lokal \mathcal F pada kurva projektif mulus CC, grup kohomologi H1(C,ωC)H^1(C,\omega_C) merupakan ruang vektor berdimensi satu di atas KK, dan pemetaan alami

Hom(,ωC)×H1(C,)H1(C,ωC)K \operatorname{Hom}(\mathcal F,\omega_C) \times H^1(C,\mathcal F) \longrightarrow H^1(C,\omega_C)\cong K

memberikan dualitas sempurna. Dengan kata lain, Hom(,ωC)\operatorname{Hom}(\mathcal F,\omega_C) dan H1(C,)H^1(C,\mathcal F) saling dual dan khususnya berdimensi sama. Untuk berkas struktur =𝒪C\mathcal F=\mathcal O_C, kesamaan Hom(𝒪C,ωC)=Γ(C,ωC)\operatorname{Hom}(\mathcal O_C,\omega_C)=\Gamma(C,\omega_C) dari Teorema 13.10 memberikan dualitas antara H1(C,𝒪C)H^1(C,\mathcal O_C) dan Γ(C,ωC)\Gamma(C,\omega_C).

Divisor pada kurva

Pada kurva projektif mulus CC, seperti pada setiap skema normal berdimensi satu, divisor Weil hanyalah jumlah formal

PCnPP \sum_{P\in C} n_P\,P

atas titik-titik tertutup PP. Dalam kasus ini, titik-titik tersebut adalah divisor prima, yaitu subhimpunan tertutup tak tereduksi berkodimensi 11. Koefisien nPn_P\in\mathbb Z dan hanya berhingga banyak yang tidak nol. Menurut Korolari 22.11, grup kelas divisor sama dengan grup Picard.

Kita akan membahas perilaku divisor pada kurva di bawah morfisme. Morfisme antara dua kurva tak tereduksi selalu konstan atau mempunyai citra rapat. Morfisme tak konstan φ:C1C2\varphi:C_1\to C_2 menginduksi perluasan lapangan fungsi

Q(C2)Q(C1). Q(C_2)\subseteq Q(C_1).

Mula-mula kita tunjukkan bahwa unsur lapangan fungsi suatu kurva mulus dapat dipandang sebagai morfisme ke garis projektif. Secara umum, untuk unsur tak konstan qq dalam lapangan fungsi skema normal XX, divisor utama div(q)\operatorname{div}(q) dapat diuraikan menjadi divisor nol dan divisor kutub dengan koefisien positif. Kedua divisor efektif itu ekuivalen linear dan, dalam kasus faktorial lokal menurut Soal 22.15, bersesuaian dengan seksi dalam berkas invertibel terkait 𝒪X(divisor nol(q))\mathcal O_X(\text{divisor nol}(q)). Hasil kuliah sebelumnya menunjukkan bahwa kedua seksi ini menentukan morfisme ke garis projektif pada suatu himpunan terbuka UXU\subseteq X. Hasil berikut lebih kuat untuk kurva mulus: daerah definisinya adalah seluruh kurva.

Catatan edisi (saksi PDF). Saksi PDF resmi 2020 masih merujuk Soal 22.13; revisi semantik beku yang menjadi kanon edisi ini telah memperbarui rujukan tersebut menjadi Soal 22.15.

Lema 29.7

Misalkan CC kurva mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup aljabar KK dan QQ lapangan fungsinya. Setiap fungsi rasional qQq\in Q secara alami menentukan morfisme

q:CK1. q:C\longrightarrow\mathbb P^1_K.

Bukti

Misalkan

U:={PCq𝒪C,P} U:=\{P\in C\mid q\in\mathcal O_{C,P}\}

daerah definisi qq sebagai fungsi ke garis afin, dan, jika q0q\ne0,

V:={PCq1𝒪C,P}. V:=\{P\in C\mid q^{-1}\in\mathcal O_{C,P}\}.

Kita mempunyai C=UVC=U\cup V, sebab setiap 𝒪C,P\mathcal O_{C,P} merupakan gelanggang valuasi diskret dan di sana q=πnuq=\pi^n u untuk suatu unit u𝒪C,Pu\in\mathcal O_{C,P}, parameter lokal π𝒪C,P\pi\in\mathcal O_{C,P}, dan nn\in\mathbb Z. Menurut Korolari 10.12 terdapat morfisme

q:U𝔸K1=SpecK[YX]D+(X)K1 q:U\longrightarrow\mathbb A^1_K =\operatorname{Spec}K\!\left[\frac YX\right] \cong D_+(X)\subseteq\mathbb P^1_K

dan morfisme

q1:V𝔸K1=SpecK[XY]D+(Y)K1. q^{-1}:V\longrightarrow\mathbb A^1_K =\operatorname{Spec}K\!\left[\frac XY\right] \cong D_+(Y)\subseteq\mathbb P^1_K.

Keduanya bersesuaian dengan homomorfisme substitusi Y/XqY/X\mapsto q dan X/Yq1X/Y\mapsto q^{-1}. Pada UVU\cap V kedua morfisme berimpit, sehingga mereka merekat menjadi morfisme ke garis projektif. \square

Definisi 29.8: indeks ramifikasi

Untuk homomorfisme gelanggang injektif RSR\subseteq S antara gelanggang valuasi diskret, orde suatu penyeragam lokal RR di dalam SS disebut indeks ramifikasi perluasan tersebut.

Orde ramifikasi dilambangkan Ram(SR)\operatorname{Ram}(S\mid R). Jika φ:C1C2\varphi:C_1\to C_2 morfisme tak konstan antara kurva mulus di atas lapangan tertutup aljabar, maka untuk setiap titik tertutup QC1Q\in C_1 dengan titik citra φ(Q)C2\varphi(Q)\in C_2 terdapat perluasan gelanggang valuasi diskret

𝒪C2,φ(Q)𝒪C1,Q. \mathcal O_{C_2,\varphi(Q)}\subseteq\mathcal O_{C_1,Q}.

Orde ramifikasi terkait juga disebut orde ramifikasi φ\varphi di QQ dan dilambangkan Ram(Qφ(Q))\operatorname{Ram}(Q\mid\varphi(Q)).

Catatan edisi (sumber dan saksi PDF). Revisi semantik beku memakai Verzweigungsindex (“indeks ramifikasi”) di dalam definisi, lalu Verzweigungsordnung (“orde ramifikasi”) dalam paragraf berikutnya. Saksi PDF resmi 2020 memakai Verzweigungsordnung juga di dalam definisi. Edisi ini mempertahankan perbedaan istilah antarsaksi tersebut secara eksplisit.

Definisi 29.9: tarik balik divisor Weil

Misalkan φ:C1C2\varphi:C_1\to C_2 morfisme tak konstan antara kurva mulus di atas lapangan tertutup aljabar dan

D=PaPP D=\sum_P a_P\,P

divisor Weil pada C2C_2. Divisor Weil

φ*D:=QC1Ram(Qφ(Q))aφ(Q)Q \varphi^*D :=\sum_{Q\in C_1} \operatorname{Ram}(Q\mid\varphi(Q))a_{\varphi(Q)}\,Q

disebut divisor Weil tarik balik.

Untuk satu titik PC2P\in C_2, divisor tarik baliknya adalah

Qφ1(P)Ram(QP)Q. \sum_{Q\in\varphi^{-1}(P)} \operatorname{Ram}(Q\mid P)\,Q.

Jadi ini pada dasarnya adalah serat di atas PP, tetapi titik ramifikasi — titik dengan orde ramifikasi sedikitnya 22 — dihitung berulang sesuai ordenya.

Lema 29.10

Misalkan φ:C1C2\varphi:C_1\to C_2 morfisme tak konstan antara kurva mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup aljabar, dan misalkan

D=PaPP=div(q) D=\sum_P a_P\,P=\operatorname{div}(q)

divisor utama pada C2C_2, dengan qQ(C2)q\in Q(C_2) dan q0q\ne0. Maka φ*(D)\varphi^*(D) sama dengan divisor utama qQ(C1)q\in Q(C_1) pada C1C_1.

Bukti

Karena φ\varphi tak konstan, terdapat perluasan lapangan Q(C2)Q(C1)Q(C_2)\subseteq Q(C_1). Untuk setiap QC1Q\in C_1 terdapat diagram komutatif homomorfisme injektif

𝒪C2,φ(Q)𝒪C1,QQ(C2)Q(C1), \begin{array}{rclcrcl} & \mathcal O_{C_2,\varphi(Q)} & & \xrightarrow{} & & \mathcal O_{C_1,Q} & \\ & \downarrow & & & & \downarrow & \\ & Q(C_2) & & \xrightarrow{} & & Q(C_1), & \end{array}

dengan gelanggang valuasi diskret pada baris pertama. Jika q=uπ2nq=u\pi_2^n, dengan u𝒪C2,φ(Q)u\in\mathcal O_{C_2,\varphi(Q)} suatu unit dan π2\pi_2 penyeragam lokal, maka sumber menuliskan

q=uπ2n=u(uπ1Ram(Qφ(Q)))n=uuπ1nRam(Qφ(Q)), q=u\pi_2^n =u\bigl(u'\pi_1^{\operatorname{Ram}(Q\mid\varphi(Q))}\bigr)^n =uu'\pi_1^{n\operatorname{Ram}(Q\mid\varphi(Q))},

dengan π1\pi_1 penyeragam lokal 𝒪C1,Q\mathcal O_{C_1,Q}. Ini memberikan pernyataan. \square

Catatan edisi (sumber dan saksi PDF). Revisi semantik beku memakai urutan Ram(Qφ(Q))\operatorname{Ram}(Q\mid\varphi(Q)) di atas, sedangkan saksi PDF resmi 2020 membalik argumennya menjadi Ram(φ(Q)Q)\operatorname{Ram}(\varphi(Q)\mid Q). Edisi ini mengikuti revisi semantik beku. Namun, ketika (uπ1e)n(u'\pi_1^e)^n dikembangkan, kedua saksi menulis faktor unit uu' alih-alih (u)n(u')^n; tampilan sumber itu dipertahankan dan ketidaktepatannya diungkapkan di sini.

Korolari 29.11

Misalkan CC kurva mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup aljabar KK, QQ lapangan fungsinya, dan qQ\Kq\in Q\setminus K. Untuk morfisme terkait

q:CK1 q:C\longrightarrow\mathbb P^1_K

berlaku

q*((0)())=div(q). q^*((0)-(\infty))=\operatorname{div}(q).

Bukti

Lapangan fungsi garis projektif K1=Proj(K[X,Y])\mathbb P^1_K=\operatorname{Proj}(K[X,Y]) adalah K(t)K(t) dengan t=Y/Xt=Y/X. Perluasan lapangan fungsi diberikan oleh

K(t)Q(C),tq. K(t)\longrightarrow Q(C),\qquad t\longmapsto q.

Divisor utama tt adalah (0)()=(Y)(X)(0)-(\infty)=(Y)-(X). Jadi pernyataan mengikuti dari Lema 29.10. \square

Derajat divisor

Definisi 29.12

Misalkan CC kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup aljabar KK. Derajat divisor Weil D=PCnPPD=\sum_{P\in C}n_P P didefinisikan sebagai

deg(D):=PCnP. \deg(D):=\sum_{P\in C}n_P.

Teorema 29.13

Misalkan CC kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup aljabar KK. Derajat setiap divisor utama sama dengan 00.

Teorema ini diberikan tanpa bukti. Akibatnya, homomorfisme grup

Div(C),Ddeg(D), \operatorname{Div}(C)\longrightarrow\mathbb Z, \qquad D\longmapsto\deg(D),

memfaktor melalui grup kelas divisor CC. Karena itu definisi berikut masuk akal.

Definisi 29.14

Misalkan CC kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup aljabar KK. Derajat berkas invertibel \mathcal L pada CC didefinisikan sebagai derajat suatu divisor Weil yang bersesuaian dengannya.

“Bersesuaian” berarti bahwa divisor DD dikaitkan dengan berkas invertibel 𝒪C(D)\mathcal O_C(D); khususnya, divisor efektif bersesuaian dengan seksi-seksi dalam berkas tersebut.

Lembar Kerja 29: Genus Kurva

Soal 29.1

Buktikan bahwa data atau konstruksi berikut menentukan morfisme yang sama K1K1\mathbb P^1_K\to\mathbb P^1_K, dengan (a,b),(c,d)K2(a,b),(c,d)\in K^2 bebas linear.

  1. Morfisme yang diinduksi menurut Teorema 12.11 oleh homomorfisme gelanggang homogen K[X,Y]K[S,T]K[X,Y]\to K[S,T] dengan XaS+bTX\mapsto aS+bT dan YcS+dTY\mapsto cS+dT.
  2. Morfisme menurut Lema 28.1 yang diberikan oleh dua seksi as+bt,cs+dtΓ(K1,𝒪K1(1)). as+bt,\ cs+dt\in \Gamma(\mathbb P^1_K,\mathcal O_{\mathbb P^1_K}(1)).
  3. Morfisme menurut Lema 29.7 yang diberikan oleh fungsi rasional as+btcs+dtK(st). \frac{as+bt}{cs+dt}\in K\!\left(\frac st\right).

Soal 29.2

Buktikan bahwa terdapat morfisme

V(X2Y3)U=V(X2Y3)\{(0,0)}𝔸1 V(X^2-Y^3)\supseteq U=V(X^2-Y^3)\setminus\{(0,0)\} \longrightarrow\mathbb A^1

yang tidak dapat diperluas ke seluruh V(X2Y3)V(X^2-Y^3).

Soal 29.3

Misalkan KK lapangan, CK2C\subseteq\mathbb P^2_K kurva bidang projektif, PCP\in C, dan

φ:C\{P}K1 \varphi:C\setminus\{P\}\longrightarrow\mathbb P^1_K

morfisme yang didefinisikan oleh proyeksi menjauhi PP. Jadi titik QCQ\in C, QPQ\ne P, dipetakan ke garis sekan melalui QQ dan PP.

  1. Misalkan K=K=\mathbb C dan (Qn)(Q_n) barisan pada CC yang konvergen ke PP dalam topologi kompleks. Apakah φ(Qn)\varphi(Q_n) konvergen?
  2. Apakah φ(Qn)\varphi(Q_n) mempunyai titik akumulasi?
  3. Misalkan PP titik mulus. Buktikan bahwa morfisme dapat diperluas ke seluruh CC.

Soal 29.4

Diskusikan situasi Soal 29.3 untuk persilangan sumbu

V+(YZ)2 V_+(YZ)\subseteq\mathbb P^2

dan titik persilangannya (1,0,0)(1,0,0).

Soal 29.5 ★

Misalkan KK lapangan tertutup aljabar berkarakteristik 00, misalkan CK2C\subseteq\mathbb P^2_K kurva bidang projektif tak tereduksi berderajat dd, dan misalkan

φ:CK1 \varphi:C\longrightarrow\mathbb P^1_K

morfisme yang diberikan oleh proyeksi menjauhi titik PCP\notin C. Buktikan bahwa, dengan paling banyak berhingga banyak pengecualian, serat di atas setiap tK1t\in\mathbb P^1_K terdiri atas tepat dd titik.

Soal 29.6

Misalkan KK lapangan tertutup aljabar dan CK2C\subseteq\mathbb P^2_K kurva mulus berderajat d2d\ge2. Buktikan bahwa terdapat morfisme CK1C\to\mathbb P^1_K sedemikian sehingga setiap serat terdiri atas paling banyak d1d-1 titik.

Soal 29.7

Misalkan

C=V+(X3+Y3+Z3)K2 C=V_+(X^3+Y^3+Z^3)\subseteq\mathbb P^2_K

kurva kubik Fermat di atas lapangan tertutup aljabar berkarakteristik bukan 33. Jelaskan secara eksplisit suatu morfisme CK1C\to\mathbb P^1_K yang mempunyai paling banyak dua titik di atas setiap titik.

Soal 29.8

Misalkan CC kurva projektif mulus tak tereduksi dengan lapangan fungsi Q(C)Q(C), dan qQ(C)q\in Q(C) dengan morfisme terkait q:CK1q:C\to\mathbb P^1_K. Misalkan aKa\in K. Buktikan bahwa terdapat automorfisme

θ:K1K1 \theta:\mathbb P^1_K\longrightarrow\mathbb P^1_K

sedemikian sehingga diagram

CqK1qaθK1=K1 \begin{array}{rclcrcl} & C & & \xrightarrow{q} & & \mathbb P^1_K & \\ {\scriptstyle q-a} & \downarrow & & & & \downarrow & {\scriptstyle \theta}\\ & \mathbb P^1_K & & = & & \mathbb P^1_K & \end{array}

komutatif.

Catatan edisi (sumber). Revisi semantik beku dan saksi PDF resmi 2020 menampilkan Q(C)=Q(C)= dengan ruas kanan kosong. Edisi ini memperbaiki cacat tampak itu menjadi “dengan lapangan fungsi Q(C)Q(C)” tanpa menambahkan asumsi matematis.

Soal 29.9

Misalkan CC kurva projektif mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup aljabar dan qQ(C)q\in Q(C) unsur tak konstan dengan morfisme terkait q:CK1q:C\to\mathbb P^1_K. Buktikan bahwa untuk setiap PK1P\in\mathbb P^1_K, divisor-divisor tarik balik q*(P)q^*(P) saling ekuivalen linear. Gunakan Soal 29.8.

Soal 29.10

Misalkan K1=Proj(K[X,Y])\mathbb P^1_K=\operatorname{Proj}(K[X,Y]) dengan lapangan fungsi K(t)K(t), t=Y/Xt=Y/X. Jelaskan morfisme skema terkait

K1K1,ttn, \mathbb P^1_K\longrightarrow\mathbb P^1_K, \qquad t\longmapsto t^n,

untuk n+n\in\mathbb N_+. Apa pracitra titik nol? Apa pracitra titik di tak hingga? Bagaimana orde ramifikasinya?

Soal 29.11

Misalkan K1=Proj(K[X,Y])\mathbb P^1_K=\operatorname{Proj}(K[X,Y]) dengan lapangan fungsi K(t)K(t), t=Y/Xt=Y/X, dan misalkan PK[t]P\in K[t] polinomial berderajat e1e\ge1. Jelaskan orde ramifikasi di \infty untuk morfisme skema terkait

K1K1,tP. \mathbb P^1_K\longrightarrow\mathbb P^1_K, \qquad t\longmapsto P.

Soal 29.12 ★

Misalkan K1=Proj(K[X,Y])\mathbb P^1_K=\operatorname{Proj}(K[X,Y]) dan K1=Proj(K[W,Z])\mathbb P^1_K=\operatorname{Proj}(K[W,Z]) dua garis projektif dengan lapangan fungsi K(t)K(t), t=Y/Xt=Y/X, dan K(u)K(u), u=Z/Wu=Z/W, di atas lapangan tertutup aljabar KK berkarakteristik bukan 22. Pada garis projektif kedua, tinjau sistem linear yang diberikan oleh

WZ,W2+Z2Γ(K1,𝒪K1(2)) WZ,\ W^2+Z^2\in \Gamma(\mathbb P^1_K,\mathcal O_{\mathbb P^1_K}(2))

dengan pemetaan terkait

φ:K1K1,(w,z)(wz,w2+z2). \varphi:\mathbb P^1_K\longrightarrow\mathbb P^1_K, \qquad (w,z)\longmapsto(wz,w^2+z^2).

  1. Apakah sistem linear ini lengkap?
  2. Tentukan pracitra D+(X)D_+(X) dan D+(Y)D_+(Y) serta jelaskan pemetaan yang diinduksi antara bagian-bagian terbuka afin.
  3. Apakah sistem linear ini bebas titik dasar?
  4. Jelaskan perluasan lapangan fungsi K(t)K(u)K(t)\subseteq K(u) yang terkait. Berapa derajatnya?
  5. Untuk setiap (x,y)K1(x,y)\in\mathbb P^1_K, tentukan pracitranya di bawah φ\varphi serta orde ramifikasi masing-masing.
  6. Jelaskan divisor tarik balik φ*(0)=φ*((Y)(X))\varphi^*(0-\infty)=\varphi^*((Y)-(X)).

Soal 29.13

Misalkan XX skema noetherian normal integral di atas lapangan KK dan qQ(X)q\in Q(X). Buktikan bahwa qq mendefinisikan suatu morfisme

q:U1 q:U\longrightarrow\mathbb P^1

pada suatu himpunan terbuka UXU\subseteq X, dengan kodimensi X\UX\setminus U sedikitnya 22.

Soal 29.14

Misalkan \mathcal L berkas invertibel berderajat negatif pada kurva projektif mulus tak tereduksi CC di atas lapangan tertutup aljabar. Buktikan

Γ(C,)=0. \Gamma(C,\mathcal L)=0.

Soal 29.15

Buktikan bahwa untuk kurva projektif mulus CC di atas lapangan tertutup aljabar, derajat berkas invertibel memberikan homomorfisme grup surjektif

Pic(C),deg(). \operatorname{Pic}(C)\longrightarrow\mathbb Z, \qquad\mathcal L\longmapsto\deg(\mathcal L).

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 29

Pada revisi halaman resmi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat dua solusi publik di antara 15 soal, yaitu solusi Soal 29.5 dan 29.12. Halaman ketiga belas soal lainnya hanya menawarkan pembuatan solusi baru. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.

Solusi Soal 29.5

Kita meninjau sebuah garis V+(L)V_+(L) yang melalui titik PP beserta komplemen afinnya yang bersesuaian,

D+(L)𝔸K2. D_+(L)\cong \mathbb A_K^2.

Tanpa mengurangi keumuman, ambil

P=(1,0,0) P=(1,0,0)

dan L=ZL=Z. Dengan demikian, kita dapat menganggap bahwa yang dibahas adalah proyeksi afin

𝔸K2D+(Z)𝔸K1D+(Z),(x,y)y, \mathbb A_K^2\cong D_+(Z) \longrightarrow \mathbb A_K^1\cong D_+(Z), \qquad (x,y)\longmapsto y,

dan bahwa tersedia suatu kurva afin V(F)V(F) berderajat dd. Suku XdX^d muncul dalam FF, sebab jika tidak demikian maka PCP\in C. Kita memandang polinomial FF sebagai

F=GdXd+Gd1Xd1++G1X+G0K[Y][X]K(Y)[X]. F=G_dX^d+G_{d-1}X^{d-1}+\cdots+G_1X+G_0 \in K[Y][X]\subset K(Y)[X].

Di sini GiK[Y]G_i\in K[Y], sedangkan GdG_d konstan. Karena kurva tersebut tak tereduksi, berlaku G00G_0\ne 0 apabila d2d\geq 2 (untuk d=1d=1, keseluruhan pernyataan jelas dengan sendirinya). Kita harus menunjukkan bahwa, untuk semua kecuali berhingga banyak yKy\in K, polinomial

F(y)=Gd(y)Xd+Gd1(y)Xd1++G1(y)X+G0(y) F(y)=G_d(y)X^d+G_{d-1}(y)X^{d-1}+\cdots+G_1(y)X+G_0(y)

mempunyai dd akar yang berbeda. Karena FK(Y)[X]F\in K(Y)[X] merupakan polinomial tak tereduksi dan kita berada dalam karakteristik 00, polinomial FF separabel. Jadi FF dan FF' saling prima, dengan FF' menyatakan turunan formal terhadap XX. Oleh karena itu, terdapat S,TK(Y)S,T\in K(Y) sedemikian sehingga

SF+TF=1. SF+TF'=1.

Ini berarti bahwa terdapat polinomial A,B,CK[Y]A,B,C\in K[Y] yang memenuhi

AF+BF=C AF+BF'=C

dengan C0C\ne 0. Polinomial CC hanya mempunyai berhingga banyak akar. Untuk yKy\in K dengan C(y)0C(y)\ne 0, berlaku

A(y)F(y)+B(y)F(y)=C(y), A(y)F(y)+B(y)F(y)'=C(y),

yang berarti bahwa F(y)F(y) dan F(y)=F(y)F(y)'=F'(y) saling prima di K[X]K[X]. Maka F(y)F(y) dan turunannya F(y)F(y)' tidak mempunyai akar bersama, sehingga tidak ada akar F(y)F(y) yang berkelipatan.

Solusi Soal 29.12

  1. Sistem linear tersebut bukan sistem linear lengkap, karena di Γ(K1,𝒪K1(2))\Gamma(\mathbb P_K^1,\mathcal O_{\mathbb P_K^1}(2)) terdapat tiga penampang yang bebas linear, yaitu

    WZ,W2,Z2. WZ,\qquad W^2,\qquad Z^2.

  2. Menurut definisi, morfisme yang bersesuaian dengan suatu keluarga penampang global didefinisikan pada lokus tempat penampang-penampang itu dapat dibalik. Lokus-lokus tersebut adalah D+(WZ)D_+(WZ) dan D+(W2+Z2)D_+(W^2+Z^2). Pada lokus pertama, pemetaan diberikan oleh

    D+(WZ)𝔸K1\{(0)}D+(X)𝔸K1, D_+(WZ)\cong \mathbb A_K^1\setminus\{(0)\} \longrightarrow D_+(X)\cong \mathbb A_K^1,

    dengan

    YXW2+Z2WZ=WZ+ZW=u1+u. \frac{Y}{X} \longmapsto \frac{W^2+Z^2}{WZ} =\frac{W}{Z}+\frac{Z}{W} =u^{-1}+u.

    Pada lokus kedua, pemetaan diberikan oleh (di sini i\mathrm i menyatakan suatu akar kuadrat dari 1-1)

    D+(W2+Z2)K1\{(1,i),(1,i)}D+(Y)𝔸K1, D_+(W^2+Z^2) \cong \mathbb P_K^1\setminus\{(1,\mathrm i),(1,-\mathrm i)\} \longrightarrow D_+(Y)\cong \mathbb A_K^1,

    dengan

    XYWZW2+Z2=1u+u1=uu2+1. \frac{X}{Y} \longmapsto \frac{WZ}{W^2+Z^2} =\frac{1}{u+u^{-1}} =\frac{u}{u^2+1}.

  3. Sistem tersebut bebas titik dasar, karena kedua himpunan D+(WZ)D_+(WZ) dan D+(W2+Z2)D_+(W^2+Z^2) menutupi garis projektif. Memang, jika

    PD+(WZ)D+(W2+Z2), P\notin D_+(WZ)\cup D_+(W^2+Z^2),

    mula-mula salah satu koordinat harus sama dengan 00, tetapi kemudian koordinat yang kedua juga sama dengan 00.

  4. Ekstensi lapangan fungsi

    K(t)K(u) K(t)\subseteq K(u)

    diberikan oleh tu+u1t\mapsto u+u^{-1}. Derajatnya adalah 22, sebab uu memenuhi persamaan kuadrat

    u2(u+u1)u+1=0 u^2-(u+u^{-1})u+1=0

    atas K(t)K(t). Ekstensi ini tidak mungkin merupakan ekstensi identitas, sebab, sebagai contoh, uu1u\mapsto u^{-1} memberikan automorfisme lapangan K(u)K(u) di atas K(t)K(t) yang tak trivial.

  5. Ambil (x,y)K1(x,y)\in\mathbb P_K^1, dan mula-mula anggap kedua koordinatnya tidak nol. Kita memakai deskripsi afin di atas, yaitu pemetaan

    𝔸K1\{0}𝔸K1,uu+u1. \mathbb A_K^1\setminus\{0\} \longrightarrow \mathbb A_K^1, \qquad u\longmapsto u+u^{-1}.

    Pracitra suatu titik bb terdiri atas solusi persamaan u+u1=bu+u^{-1}=b, yakni

    u2bu+1=0, u^2-bu+1=0,

    sehingga

    u=±12b24+b2. u=\pm\frac12\sqrt{b^2-4}+\frac b2.

    Misalkan b2,2b\ne 2,-2 dan aa merupakan suatu pracitra dari bb. Untuk homomorfisme gelanggang lokal

    K[t](tb)K[u](ua),tu+u1, K[t]_{(t-b)}\longrightarrow K[u]_{(u-a)}, \qquad t\longmapsto u+u^{-1},

    berlaku

    tb=u+u1b=1u(u2bu+1)=1u(u+a)(ua). t-b =u+u^{-1}-b =\frac1u(u^2-bu+1) =\frac1u(u+a)(u-a).

    Faktor 1u(u+a)\frac1u(u+a) adalah suatu unit, sedangkan uau-a adalah parameter penyeragam di K[u](ua)K[u]_{(u-a)}. Oleh karena itu, orde ramifikasinya sama dengan 11. Untuk

    b=2,2, b=2,-2,

    hanya terdapat pracitra 11, masing-masing 1-1. Untuk homomorfisme gelanggang lokal

    K[t](t2)K[u](u1), K[t]_{(t-2)}\longrightarrow K[u]_{(u-1)},

    berlaku

    t2=u+u12=1u(u22u+1)=1u(u1)2, t-2 =u+u^{-1}-2 =\frac1u(u^2-2u+1) =\frac1u(u-1)^2,

    dan orde ramifikasinya adalah 22. Hal yang sama berlaku untuk b=2b=-2.

    Pracitra titik nol di D+(X)D_+(X), yaitu (1,0)(1,0) (atau (Y)(Y)), terdiri atas (WiZ)(W-\mathrm iZ) dan (W+iZ)(W+\mathrm iZ). Homomorfisme gelanggang lokalnya adalah

    K[t](t)K[u](ui), K[t]_{(t)}\longrightarrow K[u]_{(u-\mathrm i)},

    dan karena

    t=u+u1=1u(u2+1)=1u(u+i)(ui), t=u+u^{-1} =\frac1u(u^2+1) =\frac1u(u+\mathrm i)(u-\mathrm i),

    orde ramifikasinya adalah 11. Pracitra titik di tak hingga, yaitu (0,1)(0,1) atau (Y)(Y), terdiri atas (1,0)(1,0), masing-masing (0,1)(0,1). Homomorfisme gelanggang lokalnya, di satu sisi, adalah

    K[t1](t1)K[u](u), K[t^{-1}]_{(t^{-1})}\longrightarrow K[u]_{(u)},

    dengan

    t1=uu2+1, t^{-1}=\frac{u}{u^2+1},

    sehingga indeks ramifikasinya adalah 11, dan, di sisi lain,

    K[t1](t1)K[u1](u1), K[t^{-1}]_{(t^{-1})} \longrightarrow K[u^{-1}]_{(u^{-1})},

    dengan

    t1=uu2+1=uu2(u2+1)u2=u11+u2, t^{-1} =\frac{u}{u^2+1} =\frac{u\cdot u^{-2}}{(u^2+1)\cdot u^{-2}} =\frac{u^{-1}}{1+u^{-2}},

    dan ini juga mempunyai orde ramifikasi 11.

    Catatan edisi (sumber). Untuk akar aa dari u2bu+1u^2-bu+1, solusi sumber memfaktorkan polinomial itu sebagai (u+a)(ua)(u+a)(u-a), yang tidak benar secara umum; tampilan tersebut dipertahankan di atas. Sumber juga menyebut titik (0,1)(0,1) sebagai ideal (Y)(Y) tepat setelah memakai konvensi yang mengidentifikasi (Y)(Y) dengan (1,0)(1,0); dalam konvensi itu, (0,1)(0,1) semestinya ditentukan oleh (X)(X).

  6. Yang perlu dilakukan adalah menentukan divisor utama dari u+u1u+u^{-1} pada garis projektif. Jika

    u=0,, u=0,\infty,

    terdapat sebuah kutub, masing-masing berorde 11. Selain itu, u+u1u+u^{-1} terdefinisi dan mempunyai dua akar sederhana, yaitu i\mathrm i dan i-\mathrm i. Jadi divisor utamanya adalah, dalam notasi koordinat yang dilihat dari garis afin D+(W)D_+(W),

    1(i)+1(i)1(0)1(), 1\cdot(\mathrm i)+1\cdot(-\mathrm i) -1\cdot(0)-1\cdot(\infty),

    atau, dinyatakan dengan ideal prima homogen berketinggian 11,

    1(WiZ)+1(W+iZ)1(W)1(Z). 1\cdot(W-\mathrm iZ)+1\cdot(W+\mathrm iZ) -1\cdot(W)-1\cdot(Z).

Hasil negatif yang dibekukan

Tidak ada halaman solusi publik pada revisi halaman soal yang diperiksa untuk Soal 29.1, 29.2, 29.3, 29.4, 29.6, 29.7, 29.8, 29.9, 29.10, 29.11, 29.13, 29.14, atau 29.15. Pada masing-masing halaman itu, kontrol solusi bertuliskan “Eine Lösung erstellen” (“Buat sebuah solusi”). Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan tautan resmi, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 29

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kuliah 29. Tiga posisi media substantif mempertahankan identitas Commons dan hak komponennya. Dua PDF resmi adalah saksi otoritas, bukan posisi media pembaca tambahan.

  1. Torus, permukaan bergenus satuFile:Torus illustration.png; pencipta/atribusi: Oleg Alexandrov; lisensi/status hak: Public domain. Teks alternatif: Permukaan torus berwarna hijau dengan satu pegangan, yaitu permukaan bergenus satu. Catatan hak: Label sebaris Wikiversity adalah PD; metadata Commons yang dibekukan menawarkan Public domain. Penggunaan ulang edisi ini mengikat opsi Commons tersebut.

  2. Torus ganda, permukaan bergenus duaFile:Double torus illustration.png; pencipta/atribusi: Oleg Alexandrov; lisensi/status hak: Public domain. Teks alternatif: Permukaan torus ganda berwarna hijau dengan dua pegangan, yaitu permukaan bergenus dua. Catatan hak: Label sebaris Wikiversity adalah PD; metadata Commons yang dibekukan menawarkan Public domain. Penggunaan ulang edisi ini mengikat opsi Commons tersebut.

  3. Bola dengan tiga pegangan, permukaan bergenus tigaFile:Sphere with three handles.png; pencipta/atribusi: Oleg Alexandrov; lisensi/status hak: Public domain. Teks alternatif: Permukaan hijau menyerupai bola dengan tiga pegangan, yaitu permukaan bergenus tiga. Catatan hak: Label sebaris Wikiversity adalah PD; metadata Commons yang dibekukan menawarkan Public domain. Penggunaan ulang edisi ini mengikat opsi Commons tersebut.

Kuliah 30: Teorema Riemann–Roch

Derajat berkas struktur terpilin pada kurva bidang

Lema 30.1

Misalkan

C=V+(F)K2 C=V_+(F)\subseteq\mathbb P^2_K

kurva bidang projektif mulus berderajat d=deg(F)d=\deg(F) di atas lapangan tertutup secara aljabar. Pembatasan 𝒪K2(e)\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(e) ke CC berderajat dede.

Bukti

Cukup mengambil e=1e=1, sebab tarik balik berkas kompatibel dengan hasil kali tensor dan, menurut Soal 29.15, derajat aditif terhadap hasil kali tensor berkas invertibel. Misalkan

GΓ(K2,𝒪K2(1))=K[X,Y,Z]1 G\in\Gamma(\mathbb P^2_K,\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(1)) =K[X,Y,Z]_1

suatu seksi yang, sebagai polinomial dalam K[X,Y,Z]K[X,Y,Z], bukan kelipatan FF. Maka GG juga dapat dipandang sebagai seksi tak nol dalam

Γ(C,𝒪K2(1)|C)=Γ(C,𝒪C(1)). \Gamma(C,\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(1)|_C) =\Gamma(C,\mathcal O_C(1)).

Kita harus menghitung derajat divisor nol GG pada C=V+(F)C=V_+(F). Misalkan P=(a,b,c)V+(F)P=(a,b,c)\in V_+(F). Orde nol suatu seksi berkas invertibel dapat dihitung pada lingkungan afin titik itu. Tanpa mengurangi keumuman, ambil c=1c=1 dan PD+(Z)P\in D_+(Z). Persamaan afin kurva adalah dehomogenisasi FF' terhadap ZZ, dan di bawah identifikasi

𝒪K2|D+(Z)𝒪K2(1)|D+(Z),1Z, \mathcal O_{\mathbb P^2_K}|_{D_+(Z)} \longrightarrow \mathcal O_{\mathbb P^2_K}(1)|_{D_+(Z)}, \qquad 1\longmapsto Z,

seksi tersebut menjadi dehomogenisasi GG' dari GG. Gelanggang lokal kurva adalah

𝒪C,P=(K[XZ,YZ]/(F))(X/Za,Y/Zb). \mathcal O_{C,P} =\left(K\!\left[\frac XZ,\frac YZ\right]/(F')\right)_{ (X/Z-a,\,Y/Z-b)}.

Menurut Lema 21.9, orde GG' dalam gelanggang ini sama dengan dimensi KK dari

𝒪C,P/(G)=(K[XZ,YZ]/(F))(X/Za,Y/Zb)/(G)=K[XZ,YZ](X/Za,Y/Zb)/(F,G). \mathcal O_{C,P}/(G') =\left(K\!\left[\frac XZ,\frac YZ\right]/(F')\right)_{ (X/Z-a,\,Y/Z-b)}/(G') =K\!\left[\frac XZ,\frac YZ\right]_{(X/Z-a,\,Y/Z-b)}/(F',G').

Deskripsi ini simetris dalam FF dan GG. Jadi derajat divisor nol GG pada V+(F)V_+(F) sama dengan derajat divisor nol FF pada V+(G)=K1V_+(G)=\mathbb P^1_K. Untuk polinomial homogen berderajat dd pada garis projektif, jumlah semua orde nolnya adalah dd. \square

Teorema Riemann–Roch untuk berkas invertibel

Misalkan C=V+(F)K2C=V_+(F)\subseteq\mathbb P^2_K kurva bidang projektif berderajat dd di atas lapangan tertutup secara aljabar KK, dan misalkan

=𝒪C(e)=𝒪K2(e)|C. \mathcal L=\mathcal O_C(e)=\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(e)|_C.

Kita ingin menghitung banyaknya seksi global 𝒪C(e)\mathcal O_C(e). Tinjau barisan eksak pendek

0𝒪K2(ed)F𝒪K2(e)𝒪C(e)0 0\longrightarrow\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(e-d) \xrightarrow{\ F\ } \mathcal O_{\mathbb P^2_K}(e) \longrightarrow\mathcal O_C(e)\longrightarrow0

pada bidang projektif dan awal barisan eksak panjang kohomologi yang terkait:

0H0(K2,𝒪K2(ed))H0(K2,𝒪K2(e))H0(K2,𝒪C(e))H1(K2,𝒪K2(ed))=0. 0\longrightarrow H^0(\mathbb P^2_K,\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(e-d)) \longrightarrow H^0(\mathbb P^2_K,\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(e)) \longrightarrow H^0(\mathbb P^2_K,\mathcal O_C(e)) \longrightarrow H^1(\mathbb P^2_K,\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(e-d))=0.

Kesamaan di kanan mengikuti dari Teorema 27.4. Untuk ede\ge d, dimensi ruang vektor yang terlibat dapat dihitung langsung dengan Soal 11.4:

dimKH0(K2,𝒪C(e))=dimKH0(K2,𝒪K2(e))dimKH0(K2,𝒪K2(ed))=(e+22)(ed+22)=(e+2)(e+1)(e+2d)(e+1d)2=2de+3dd22=de(d1)(d2)2+1. \begin{aligned} \dim_K H^0(\mathbb P^2_K,\mathcal O_C(e)) &=\dim_K H^0(\mathbb P^2_K,\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(e)) -\dim_K H^0(\mathbb P^2_K,\mathcal O_{\mathbb P^2_K}(e-d))\\ &=\binom{e+2}{2}-\binom{e-d+2}{2}\\ &=\frac{(e+2)(e+1)-(e+2-d)(e+1-d)}{2}\\ &=\frac{2de+3d-d^2}{2}\\ &=de-\frac{(d-1)(d-2)}{2}+1. \end{aligned}

Menurut Teorema 27.6, H0(K2,𝒪C(e))=H0(C,𝒪C(e))H^0(\mathbb P^2_K,\mathcal O_C(e))=H^0(C,\mathcal O_C(e)). Menurut Lema 30.1, dede adalah derajat 𝒪C(e)\mathcal O_C(e), dan menurut Teorema 29.5, (d1)(d2)/2(d-1)(d-2)/2 adalah genus kohomologis gg kurva. Jadi untuk ede\ge d,

dimKH0(C,𝒪C(e))=deg(𝒪C(e))g+1. \dim_K H^0(C,\mathcal O_C(e)) =\deg(\mathcal O_C(e))-g+1.

Untuk e<0e<0 rumus ini tidak mungkin benar: ruas kiri nol, sedangkan ruas kanan dapat menjadi sebarang negatif. Teorema Riemann–Roch menunjukkan bahwa rumus serupa berlaku untuk berkas invertibel \mathcal L pada kurva projektif mulus CC, tetapi ruas kiri harus diganti dengan

dimKH0(C,)dimKH1(C,). \dim_K H^0(C,\mathcal L)-\dim_K H^1(C,\mathcal L).

Jadi kohomologi pertama muncul sebagai suku koreksi.

Teorema 30.2: Riemann–Roch

Misalkan CC kurva projektif mulus tak tereduksi ber-genus gg di atas lapangan tertutup secara aljabar KK, dan \mathcal L berkas invertibel pada CC. Maka

h0(C,)h1(C,)=deg()+1g. h^0(C,\mathcal L)-h^1(C,\mathcal L) =\deg(\mathcal L)+1-g.

Bukti

Pernyataan benar untuk berkas struktur. Untuk titik tertutup PCP\in C, tinjau barisan eksak pendek

0P𝒪Cκ(P)0, 0\longrightarrow\mathcal I_P \longrightarrow\mathcal O_C \longrightarrow\kappa(P)\longrightarrow0,

dengan P=𝒪C(P)\mathcal I_P=\mathcal O_C(-P) berkas ideal invertibel tereduksi untuk PP, dan κ(P)\kappa(P) berkas struktur pada titik itu, dipandang sebagai berkas pencakar langit pada CC. Menensor barisan ini dengan berkas invertibel \mathcal L memberi

0Pκ(P)=κ(P)0. 0\longrightarrow\mathcal I_P\otimes\mathcal L \longrightarrow\mathcal L \longrightarrow\kappa(P)\otimes\mathcal L=\kappa(P) \longrightarrow0.

Barisan ini menghubungkan dua berkas invertibel yang berbeda sebesar titik PP. Barisan eksak panjang kohomologi memberikan

h0(C,)h1(C,)=h0(C,P)h1(C,P)+1, h^0(C,\mathcal L)-h^1(C,\mathcal L) =h^0(C,\mathcal I_P\otimes\mathcal L) -h^1(C,\mathcal I_P\otimes\mathcal L)+1,

sebab h0(C,κ(P))=1h^0(C,\kappa(P))=1 dan h1(C,κ(P))=0h^1(C,\kappa(P))=0, karena dukungannya berdimensi nol. Karena deg(P)=1\deg(\mathcal I_P)=-1, kita juga mempunyai

deg()=deg(P)+1. \deg(\mathcal L)=\deg(\mathcal I_P\otimes\mathcal L)+1.

Jadi derajat berubah tepat seperti selisih dimensi kohomologi ke-nol dan ke-satu. Rumus Riemann–Roch berlaku untuk \mathcal L tepat ketika berlaku untuk P\mathcal I_P\otimes\mathcal L. Menurut Korolari 22.11, setiap berkas invertibel pada kurva berbentuk 𝒪C(D)\mathcal O_C(-D) untuk suatu divisor Weil DD. Karena itu, setiap berkas invertibel dapat diperoleh dari berkas struktur dengan menambah atau mengurangi berhingga banyak titik. Rumus berlaku untuk semua berkas invertibel. \square

Korolari 30.3

Misalkan CC kurva projektif mulus tak tereduksi ber-genus gg di atas lapangan tertutup secara aljabar KK, dan \mathcal L berkas invertibel pada CC. Maka

h0(C,)deg()+1g. h^0(C,\mathcal L)\ge\deg(\mathcal L)+1-g.

Jika derajat \mathcal L sedikitnya sama dengan genus kurva, maka \mathcal L mempunyai seksi global tak trivial.

Bukti

Pernyataan mengikuti langsung dari Teorema 30.2. \square

Korolari 30.4

Misalkan CC kurva projektif mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup secara aljabar. Untuk setiap titik tertutup PCP\in C terdapat fungsi rasional tak konstan fQ(C)f\in Q(C) yang terdefinisi di luar PP.

Bukti

Menurut Korolari 30.3, untuk nn cukup besar berkas invertibel 𝒪C(nP)\mathcal O_C(nP) mempunyai seksi global tak trivial, dan jumlahnya tak terbatas ketika nn bertambah. Seksi-seksi ini bersesuaian dengan fungsi rasional pada CC yang divisor utamanya lebih besar atau sama dengan nP-nP. Fungsi demikian paling jauh mempunyai kutub di PP, sehingga terdefinisi pada C\{P}C\setminus\{P\}. Di antaranya terdapat fungsi tak konstan. \square

Teorema Riemann–Roch untuk berkas bebas lokal

Kita akan memperumum teorema Riemann–Roch ke berkas bebas lokal. Mula-mula kita harus mendefinisikan derajat berkas bebas lokal.

Definisi 30.5

Misalkan CC kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup secara aljabar KK. Derajat berkas bebas lokal 𝒢\mathcal G ber-rank rr pada CC didefinisikan sebagai derajat berkas determinan

r𝒢. \bigwedge^r\mathcal G.

Teorema 30.6

Misalkan CC kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup secara aljabar KK. Derajat berkas bebas lokal pada CC bersifat aditif untuk barisan eksak pendek.

Bukti

Pernyataan mengikuti dari Teorema 16.11. \square

Jadi kita mempunyai tiga invarian aditif untuk berkas bebas lokal pada kurva projektif mulus: rank, derajat, dan karakteristik Euler.

Lema 30.7

Misalkan CC kurva projektif mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup secara aljabar KK. Setiap berkas ideal koheren tak nol 𝒪C\mathcal I\subseteq\mathcal O_C bersifat invertibel.

Bukti

Karena invertibilitas dapat diuji secara lokal pada tangkai 𝒪C,x\mathcal O_{C,x}, pernyataan mengikuti dari fakta bahwa gelanggang lokal tersebut adalah gelanggang valuasi diskret, sehingga merupakan domain ideal utama. \square

Teorema 30.8

Misalkan CC kurva projektif mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup secara aljabar KK, dan \mathcal F berkas bebas lokal ber-rank rr pada CC. Maka terdapat filtrasi

0=01r1r= 0=\mathcal F_0\subset\mathcal F_1\subset\cdots \subset\mathcal F_{r-1}\subset\mathcal F_r=\mathcal F

oleh berkas-berkas bebas lokal i\mathcal F_i sedemikian sehingga berkas hasil bagi i+1/i\mathcal F_{i+1}/\mathcal F_i invertibel untuk 0i<r0\le i<r.

Catatan edisi (sumber). Pernyataan sumber menghilangkan lambang rr sesudah “ber-rank” dan mencetak filtrasi mulai dengan 0=10=\mathcal F_1, sehingga berkas ber-rank rr hanya mempunyai r1r-1 hasil bagi. Edisi ini menampilkan parameter rank rr dan pengindeksan 0,,r\mathcal F_0,\ldots,\mathcal F_r yang konsisten dengan induksi dan jumlah faktor ber-rank satu.

Bukti

Untuk nn cukup besar, Teorema 15.12 memberikan seksi global tak trivial sΓ(C,*(n))s\in\Gamma(C,\mathcal F^*(n)). Seksi ini bersesuaian dengan homomorfisme modul tak trivial

𝒪C*(n). \mathcal O_C\longrightarrow\mathcal F^*(n).

Mendualkannya memberikan homomorfisme modul tak trivial

(n)𝒪C. \mathcal F(-n)\longrightarrow\mathcal O_C.

Citranya adalah berkas ideal 0\mathcal I\ne0, yang menurut rujukan sumber “Lema 30.6” bersifat invertibel. Jadi terdapat homomorfisme berkas surjektif

(n), \mathcal F(-n)\longrightarrow\mathcal I,

dan karena itu homomorfisme berkas surjektif

𝒪C(n)=:. \mathcal F\longrightarrow \mathcal I\otimes\mathcal O_C(n)=:\mathcal L.

Karena \mathcal L invertibel, kernel 𝒢\mathcal G\subset\mathcal F menurut Teorema 16.7 bebas lokal dengan rank lebih kecil. Terapkan prosedur ini secara induktif pada r1:=𝒢\mathcal F_{r-1}:=\mathcal G untuk memperoleh filtrasi. \square

Catatan edisi (sumber). Bukti sumber merujuk “Lema 30.6” untuk invertibilitas berkas ideal koheren tak nol. Hasil tersebut bernomor Lema 30.7 dalam kuliah ini; nomor yang dicetak sumber dipertahankan di badan bukti.

Teorema 30.9

Misalkan CC kurva projektif mulus tak tereduksi ber-genus gg di atas lapangan tertutup secara aljabar KK, dan \mathcal F berkas bebas lokal ber-rank rr pada CC. Maka

h0(C,)h1(C,)=deg()+r(1g). h^0(C,\mathcal F)-h^1(C,\mathcal F) =\deg(\mathcal F)+r(1-g).

Bukti

Kita memakai induksi pada rank rr. Kasus awal r=1r=1 adalah Teorema 30.2. Untuk berkas bebas lokal ber-rank rr, gunakan filtrasi dari Teorema 30.8,

0=01r1r. 0=\mathcal F_0\subset\mathcal F_1\subset\cdots \subset\mathcal F_{r-1}\subset\mathcal F_r.

Khususnya terdapat barisan eksak pendek

0r1r/r10. 0\longrightarrow\mathcal F_{r-1} \longrightarrow\mathcal F \longrightarrow\mathcal F_r/\mathcal F_{r-1} \longrightarrow0.

Menurut hipotesis induksi, rumus Riemann–Roch berlaku untuk r1\mathcal F_{r-1}, dan menurut Teorema 30.2 berlaku untuk berkas invertibel r/r1\mathcal F_r/\mathcal F_{r-1}. Karakteristik Euler

χ(𝒢)=h0(C,𝒢)h1(C,𝒢) \chi(\mathcal G)=h^0(C,\mathcal G)-h^1(C,\mathcal G)

bersifat aditif untuk barisan eksak pendek menurut Lema 27.9, dan sumber merujuk “Teorema 30.7” untuk aditivitas derajat berkas bebas lokal pada barisan eksak pendek. Karena itu rumus juga berlaku untuk \mathcal F. \square

Catatan edisi (sumber). Hasil aditivitas derajat yang dirujuk pada bukti di atas bernomor Teorema 30.6, bukan Teorema 30.7. Edisi ini mempertahankan nomor sumber di badan bukti dan mengungkapkan silang-rujuk yang keliru di sini.

Lembar Kerja 30: Teorema Riemann–Roch

Soal 30.1

Buktikan Teorema Riemann–Roch secara langsung untuk garis projektif.

Soal 30.2

Misalkan fK[X,Y,Z]f\in K[X,Y,Z] polinomial homogen berderajat ee di atas lapangan tertutup secara aljabar KK sedemikian sehingga

C=Proj(K[X,Y,Z]/(f))K2 C=\operatorname{Proj}(K[X,Y,Z]/(f))\subseteq\mathbb P^2_K

merupakan kurva projektif mulus. Misalkan g1,,gnK[X,Y,Z]g_1,\ldots,g_n\in K[X,Y,Z] unsur-unsur homogen berderajat d1,,dnd_1,\ldots,d_n sedemikian sehingga D+(gi)D_+(g_i) menutupi kurva. Pandang gig_i sebagai homomorfisme berkas

𝒪C(di)𝒪C,hhgi, \mathcal O_C(-d_i)\longrightarrow\mathcal O_C, \qquad h\longmapsto hg_i,

atau, untuk mm\in\mathbb Z,

𝒪C(mdi)𝒪C(m),hhgi. \mathcal O_C(m-d_i)\longrightarrow\mathcal O_C(m), \qquad h\longmapsto hg_i.

  1. Buktikan bahwa homomorfisme berkas i=1n𝒪C(mdi)𝒪C(m) \bigoplus_{i=1}^{n}\mathcal O_C(m-d_i) \longrightarrow\mathcal O_C(m) surjektif.
  2. Misalkan Syz(g1,,gn)(m)\operatorname{Syz}(g_1,\ldots,g_n)(m) berkas kernel homomorfisme pada bagian (1). Buktikan bahwa berkas ini bebas lokal.
  3. Tentukan rank Syz(g1,,gn)(m)\operatorname{Syz}(g_1,\ldots,g_n)(m).
  4. Tentukan derajat Syz(g1,,gn)(m)\operatorname{Syz}(g_1,\ldots,g_n)(m).

Soal 30.3

Berikan contoh pada garis projektif K1\mathbb P^1_K berupa berkas bebas lokal ber-rank 22 dan berderajat 00 sedemikian sehingga dimensi seksi globalnya dapat dibuat sebesar apa pun.

Catatan edisi (sumber). Badan soal sumber kehilangan nilai sesudah kata “berderajat”, sedangkan judul entitas resmi menyatakan Grad 0. Edisi ini memulihkan derajat 00 agar badan soal sesuai dengan identitas entitasnya.

Soal 30.4

Misalkan, sebagaimana pada Teorema 19.8,

Syz(x,y,z)ΩK2K \operatorname{Syz}(x,y,z)\cong\Omega_{\mathbb P^2_K\mid K}

berkas kotangen pada bidang projektif, dan misalkan LK2L\subseteq\mathbb P^2_K garis projektif. Buktikan

Syz(x,y,z)|L𝒪L(1)𝒪L(2). \operatorname{Syz}(x,y,z)|_L \cong\mathcal O_L(-1)\oplus\mathcal O_L(-2).

Soal 30.5

Misalkan, sebagaimana pada Teorema 19.8,

Syz(x,y,z)ΩK2K \operatorname{Syz}(x,y,z)\cong\Omega_{\mathbb P^2_K\mid K}

berkas kotangen pada bidang projektif, dan misalkan C=V+(F)K2C=V_+(F)\subseteq\mathbb P^2_K kuadrik mulus. Buktikan bahwa Syz(x,y,z)|C\operatorname{Syz}(x,y,z)|_C mempunyai dekomposisi langsung sebagai jumlah dua berkas invertibel. Gunakan suatu isomorfisme K1C\mathbb P^1_K\cong C.

Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 30

Halaman resmi Lembar Kerja 30 saat ini memuat tepat lima soal. Untuk setiap judul halaman soal yang tepat, halaman resmi dengan akhiran /Lösung diperiksa secara langsung. Kelima halaman kandidat tersebut tidak ada, sehingga tidak terdapat teks solusi publik yang dapat diterjemahkan. Kesimpulan ini tidak ditarik dari bintang maupun dari ada atau tidaknya tautan pada lembar kerja.

Kandidat resmi yang diperiksa

  1. Soal 30.1

  2. Soal 30.2

  3. Soal 30.3

  4. Soal 30.4

  5. Soal 30.5

Hasil negatif yang dibuktikan halaman resmi

Tidak satu pun dari lima judul kandidat resmi di atas mempunyai halaman publik. Pernyataan ini hanya mencatat status halaman sumber pada pemeriksaan ini; pernyataan ini bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.

Kredit media BGK Unit 30

Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 30 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 30.

Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.