Tentang edisi ini
Ini adalah edisi Bahasa Indonesia yang independen dari mata kuliah Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020) karya Holger Brenner. Cakupannya adalah tepat 30 kuliah dan 30 lembar kerja, Unit 1–30, dalam urutan sumber. Seluruh 495 soal dipertahankan. Dua puluh lima solusi yang tersedia untuk umum diterjemahkan; untuk 470 soal lainnya, edisi menyimpan hasil penelusuran negatif dan tidak mengarang solusi yang tidak ada pada sumber.
Penerjemahan, pemeriksaan, dan produksi edisi dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Pekerjaan dilakukan atas arahan pengguna. Provenans model ini tidak menggantikan kredit kepada penulis sumber atau kontributor manusia. Edisi ini bukan terbitan resmi Holger Brenner, Universitas Osnabrück, Wikiversity, Wikimedia Foundation, atau OpenAI, dan tidak menyiratkan dukungan dari pihak-pihak tersebut.
Otoritas sumber yang dibekukan
Otoritas tekstualnya adalah revisi semantik Wikiversity yang
dibekukan. Akar kursus mempunyai pageid 108997, revisi
1052895 bertanggal 2025-08-27T20:02:50Z, dan SHA-1 MediaWiki
e881e7c53531765849865454d4d0c643c2066c6d. Indeks kursus
yang dibekukan mencatat 30 identitas kuliah dan 30 identitas lembar
kerja. Manifes kursus
authority/wikiversity-bgk/course/COURSE_AUTHORITY_MANIFEST.json
berukuran 34.279 byte dengan SHA-256
ea0bf346e261db8ed80b7565f7746e95c79e0c376d25d9fbce5d96879dff7dd8.
PDF resmi dipakai sebagai saksi visual dan penomoran, bukan sebagai
pengganti otoritas semantik yang lebih mutakhir.
Seluruh Unit 1–30 mempunyai terjemahan kuliah, lembar kerja, dan cakupan solusi yang lengkap, dengan manifes otoritas, PDF resmi unit, serta catatan hak komponennya. Penutupan sumber memeriksa ulang identitas berkas, urutan soal, solusi publik, dan hasil kandidat negatif. Laporan pemeriksaan pembaca, bangunan yang dapat diulang, serta identitas berkas terbitan disertakan dalam paket rilis; laporan tersebut dibedakan dari bukti otoritas sumber.
Struktur dan rute belajar
Urutan berikut adalah urutan kuliah dan lembar kerja sumber, bukan jalur yang boleh dinomori ulang. Setiap rentang membentuk satu rute baca yang koheren.
| Rute | Unit dan topik | Soal | Solusi publik | Hasil negatif |
|---|---|---|---|---|
| Bahasa bundel dan berkas | 1 Bundel Vektor dan Bundel Tangen; 2 Seksi dan Data Pengeleman; 3 Konstruksi Linear, Praberkas, dan Tangkai; 4 Berkas dan Morfisme Berkas | 71 | 2 | 69 |
| Operasi berkas dan spektrum | 5 Berkasisasi dan Berkas Hasil Bagi; 6 Ruang Penutup, Eksak, serta Tarik dan Dorong Berkas; 7 Ruang Berdering dan Gelanggang Lokal; 8 Spektrum dan Pemetaan Spektrum | 73 | 5 | 68 |
| Skema afin dan projektif | 9 Skema Afin; 10 Skema dan Morfisme Skema; 11 Ruang Tak Tereduksi dan Skema Noether; 12 Spektrum Projektif Gelanggang Bergradasi | 57 | 5 | 52 |
| Modul, berkas invertibel, dan diferensial | 13 Pemetaan Kerucut, Berkas Modul, dan Berkas Invertibel; 14 Modul Kuasikoheren; 15 Modul pada Skema Projektif; 16 Berkas Bebas Lokal; 17 Bundel Vektor Geometris; 18 Diferensial Kähler | 141 | 4 | 137 |
| Bundel tangen dan kelas pembagi | 19 Bundel Tangen; 20 Grup Picard; 21 Gelanggang Valuasi Diskret; 22 Grup Kelas Pembagi | 58 | 5 | 53 |
| Alat homologi dan kohomologi | 23 Modul Injektif; 24 Funktor Turunan Kanan; 25 Kohomologi Berkas; 26 Kohomologi Čech; 27 Kohomologi pada Skema Projektif | 61 | 1 | 60 |
| Kurva projektif dan Riemann–Roch | 28 Morfisme ke Ruang Projektif; 29 Genus Kurva; 30 Teorema Riemann–Roch | 34 | 3 | 31 |
| Jumlah | 30 kuliah dan 30 lembar kerja | 495 | 25 | 470 |
Soal dan solusi
Solusi publik terdapat pada Unit 2 (Soal 2.4), Unit 3 (3.1), Unit 5 (5.5), Unit 7 (7.14), Unit 8 (8.3, 8.4, dan 8.11), Unit 11 (11.9, 11.13, dan 11.14), Unit 12 (12.5 dan 12.10), Unit 16 (16.12), Unit 18 (18.6, 18.17, dan 18.18), Unit 19 (19.10), Unit 21 (21.3, 21.9, dan 21.10), Unit 22 (22.19), Unit 25 (25.1), Unit 28 (28.6), serta Unit 29 (29.5 dan 29.12).
Tidak ditemukan solusi publik pada batas sumber untuk Unit 1, 4, 6, 9, 10, 13, 14, 15, 17, 20, 23, 24, 26, 27, dan 30. Untuk unit yang mempunyai sebagian solusi, setiap soal lain juga mempunyai hasil negatif tersendiri. Dengan demikian, angka 470 menyatakan hasil penelusuran negatif yang didokumentasikan, bukan halaman solusi kosong dan bukan bukti bahwa solusi tidak pernah ada di tempat lain.
Media dan aksesibilitas
Delapan posisi media pembaca dengan biner komponen yang tersedia
terdapat pada Unit 1, 2, 4, dan 29. Setiap aset itu mempertahankan
kredit, pencipta, sumber, teks alternatif, dan lisensi komponennya
sendiri. Unit 8 mempunyai satu posisi media yang mendeklarasikan
File:Spektrum_von_Z._xcf, tetapi biner sumber itu hilang.
Edisi mempertahankan nama pencipta dan label lisensi sebaris sumber,
makna keterangan, teks alternatif, serta fakta kehilangan tersebut;
edisi tidak mengklaim pemulihan dan tidak membuat aset sumber
pengganti.
Unit 3, 5–7, 9–28, serta Unit 30 tidak mempunyai posisi media pembaca. PDF resmi unit dan PDF kursus adalah saksi otoritas, bukan media pembaca, sehingga tidak dihitung sebagai aset ilustrasi. Ketiadaan posisi media pada unit-unit itu bukan kehilangan isi.
Lisensi, atribusi, dan batas hak
Teks semantik mata kuliah yang dibekukan dan terjemahan ini dibagikan dengan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International. Metadata Commons untuk PDF resmi kursus saat ini menyatakan CC BY-SA 4.0, sedangkan pemberitahuan yang tampak pada halaman 265 PDF tersebut menyatakan CC BY-SA 3.0. Edisi mempertahankan kedua catatan itu dan tidak membuat klaim pelisensian ulang secara menyeluruh.
Media dan komponen lain tetap berada di bawah pemberitahuan hak masing-masing; lisensi teks tidak otomatis melisensikan ulang semuanya. Atribusi, kewajiban berbagi-serupa, catatan komponen, dan pernyataan non-dukungan harus tetap disertakan bila edisi ini disalin, diubah, atau didistribusikan.
Cara memakai pembaca ini
Baca setiap kuliah sebelum mengerjakan lembar kerja bernomor sama. Kerjakan rute secara berurutan: bahasa bundel dan berkas; operasi berkas dan spektrum; skema afin serta projektif; modul dan diferensial; bundel tangen, Picard, dan kelas pembagi; alat homologi dan kohomologi; lalu geometri kurva projektif hingga Riemann–Roch. Gunakan catatan edisi di dekat tempatnya untuk membedakan isi sumber dari koreksi yang dapat diverifikasi, keputusan terjemahan, catatan notasi, atau provenans media. Jangan menafsirkan hasil negatif solusi sebagai isi yang hilang. Panduan istilah sesudah bagian ini membantu mengenali padanan yang berbeda antarsatuan tanpa mengaburkan pembedaan matematisnya.
Panduan istilah
Panduan ini menghubungkan istilah Jerman dengan pemakaiannya dalam Unit 1–30. Beberapa unit menggunakan sinonim Indonesia yang berbeda. Bentuk-bentuk itu tidak menyatakan objek matematis baru: bacalah bersama definisi, hipotesis, dan notasi pada unit bersangkutan. Bentuk pilihan di sini membantu pencarian lintas unit, tanpa mengganti rumus atau istilah dalam kutipan sumber.
Objek yang perlu dibedakan
| Istilah sumber | Padanan Indonesia | Petunjuk membaca |
|---|---|---|
| Bündel; Garbe; Prägarbe | bundel; berkas; praberkas | Bundel dan berkas bukan satu kata sumber. Berkas seksi suatu bundel menghubungkan kedua sudut pandang. |
| Halm; Faser | tangkai; serat | Untuk berkas modul, tangkai di titik dan serat yang diperoleh setelah memakai lapangan residu adalah objek berbeda. |
| Schnitt; Durchschnitt | seksi; irisan | Seksi berkas atau bundel bukan irisan himpunan. Dalam pembelahan surjeksi, seksi berarti invers kanan. |
| Strukturgarbe; Modulgarbe | berkas struktur; berkas modul | Struktur skalar tetap penting: suatu -modul adalah modul atas berkas struktur. |
| Homomorphismenmodul; Homomorphismengarbe | modul homomorfisme; berkas homomorfisme | Unit 13 juga menulis modul homomorfisme global untuk membedakan dari berkas . |
| Garbenmorphismus; Garbenhomomorphismus | morfisme berkas; homomorfisme berkas | Kata kedua menonjolkan struktur grup atau modul yang dilestarikan; jangan menghapus struktur itu dari pernyataan. |
| quasikohärent; kohärent | kuasikoheren; koheren | Koherensi memuat syarat kehinggaan tambahan sesuai definisi unit; kedua sifat tidak dipertukarkan. |
| Hyperebene; Hyperfläche | hiperbidang; hipermuka | Hiperbidang bersifat linear, sedangkan hipermuka dapat mempunyai derajat lebih besar dari satu. |
Padanan lintas unit
| Istilah sumber | Bentuk pilihan dan varian yang dijumpai | Batas makna |
|---|---|---|
| Vergarbung | berkasisasi; pembentukan berkas | Pembentukan berkas yang diasosiasikan dengan suatu praberkas (sheafification). Bukan sembarang konstruksi berkas. |
| Einheit; Einheitengarbe | satuan; unit; berkas satuan; berkas unit | Satuan adalah unsur yang mempunyai invers perkalian, bukan hanya unsur identitas . “Unit 20” adalah nomor bagian kursus. |
| Rang | rank; peringkat | Dalam konteks berkas bebas lokal atau bundel, menyatakan rank objek tersebut; bukan derajatnya. |
| Einschränkung; Restriktion | restriksi; pembatasan | Pembatasan objek atau peta ke subruang yang dinyatakan. Untuk , kata “terbatas” tidak berarti sifat bounded. |
| Restriktionsabbildung | pemetaan restriksi; pemetaan pembatasan | Jika sumber menekankan struktur aljabar, gunakan keluarga homomorfisme restriksi / homomorfisme pembatasan. |
| Integritätsbereich | domain integral; daerah integral | Gelanggang komutatif tak nol tanpa pembagi nol; kata “integral” di sini bukan operasi pengintegralan. |
| Restklassenring | gelanggang faktor; gelanggang hasil bagi; gelanggang kelas sisa | Gelanggang hasil bagi oleh ideal. Jangan menyamakannya dengan Quotientenkörper, yaitu lapangan pecahan. |
| Restklassenmodul; Restklassengruppe | modul faktor; grup faktor | “Kelas sisa” dan “hasil bagi” juga muncul untuk konstruksi yang sama. Objek modul, grup, dan gelanggang tetap dibedakan. |
| Funktionenkörper | lapangan fungsi; medan fungsi | “Medan fungsi” pada unit tertentu menyebut lapangan yang sama; medan vektor adalah istilah berbeda. |
| Twist; getwistete Strukturgarbe | puntiran; twist; berkas struktur terpuntir; berkas struktur terpilin | Puntiran derajat atau oleh berkas invertibel; bukan rotasi geometris atau dualisasi. |
| glatt | mulus; halus | Sifat kemulusan geometris. Tidak otomatis sama dengan regulär (reguler) tanpa hipotesis dasar yang sesuai. |
| feine Monomgraduierung | gradasi monomial halus | “Halus” di sini berarti gradasi yang lebih rinci, bukan kemulusan geometris. |
| welk; welke Garbe | flasid; flasque; flabby; berkas flasid | Semua peta restriksi bersifat surjektif. Azyklisch berarti asiklik; sifat asiklik bukan sinonim sifat flasid. |
| Überdeckung | penutup; liputan | Keluarga subhimpunan yang menutupi ruang. “Terbuka”, “afin”, dan “hingga” tetap merupakan kualifikasi matematis. |
| affine Standardüberdeckung | liputan afin standar; penutup afin standar | Bentuk yang telah dipakai dalam pembahasan ruang projektif; penutup standar tidak sama dengan penutup sembarang. |
| Überlagerung | pemetaan ruang penutup | Pemetaan ruang penutup berbeda dari keluarga himpunan terbuka yang disebut penutup. |
| projektiv | projektif; proyektif | BGK memakai keluarga “projektif”; bagian klasik juga memakai “proyektif”. Perbedaan ejaan ini tidak mengubah objek. |
| Einbettung | pembenaman; penyematan; embedding | Baca kategori dan sifat peta. Penyematan grup atau modul tidak boleh otomatis diberi sifat pembenaman skema. |
| beringter Raum | ruang bergelanggang | Ruang topologis yang dilengkapi berkas gelanggang. Teks terdahulu memakai “ruang berdering”; bentuk warisan itu dibaca dengan definisi ini, bukan sebagai istilah pilihan. |
Istilah pada bagian akhir
| Istilah sumber | Padanan dan petunjuk |
|---|---|
| Kähler-Differentiale; Tangentialgarbe; Kotangentialgarbe | diferensial Kähler; berkas tangen; berkas kotangen. Pertahankan pembedaan berkas, modul, dan bundel. |
| kanonische Garbe; antikanonische Garbe | berkas kanonis / berkas kanonik; berkas antikanonis / berkas antikanonik. Awalan anti- tidak boleh dihilangkan. |
| Syzygiengarbe | berkas syzygy / berkas sizigi; dua ejaan untuk konstruksi relasi yang sama. |
| Weildivisor; Hauptdivisor | pembagi Weil / divisor Weil; pembagi utama / divisor utama. “Pembagi” di sini adalah objek geometri, bukan pembagi bilangan. |
| Nullstellendivisor; Polstellendivisor | divisor nol; divisor kutub suatu fungsi. Yang pertama adalah divisor titik-titik nol, bukan berarti divisor tersebut sama dengan nol. |
| injektive Auflösung; rechtsabgeleiteter Funktor | resolusi injektif; funktor turunan kanan. Resolusi adalah seluruh kompleks, bukan satu pemetaan injektif. |
| Čech-Kohomologie; Čech-Kozykel; Čech-Koränder | kohomologi Čech; kokikel Čech; kobatas Čech. Kelas kohomologi adalah kokikel modulo kobatas. |
| lange exakte Kohomologiesequenz | barisan kohomologi eksak panjang / barisan eksak panjang kohomologi. Kedua urutan kata mempertahankan syarat eksak. |
| kurze exakte Sequenz | barisan eksak pendek / barisan pendek eksak. “Barisan” tidak sama dengan Ordnung, yaitu urutan dalam teori urutan. |
| lineares System; volles lineares System; basispunktfrei | sistem linear; sistem linear lengkap; bebas titik basis / bebas titik dasar. Lengkap dan bebas titik basis adalah dua sifat berbeda. |
| Verzweigungsindex; Verzweigungsordnung | indeks ramifikasi; orde ramifikasi. Unit 29 menjelaskan perbedaan pemakaian nama antarsaksi; keduanya menunjuk eksponen ramifikasi lokal yang sama di sana. |
| Serre-Dualität; Euler-Charakteristik; Satz von Riemann-Roch | dualitas Serre; karakteristik Euler; Teorema Riemann-Roch. Nama tidak menggantikan hipotesis dan cakupan hasil yang dinyatakan sumber. |
Notasi dan asal panduan
Istilah prosa tidak mengubah notasi sumber. Misalnya,
citra tetap dapat ditulis dengan operator sumber
bild, dan nama spektrum tidak mengharuskan
penggantian Spek oleh Spec di dalam rumus.
Perbedaan indeks, tanda kesetaraan, isomorfisme, serta hipotesis bukan
varian kosakata.
Panduan penghubung ini disusun dari kursus Holger Brenner dan keputusan terminologi edisi Indonesia. Penyusunan berbantuan AI: OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra. Teks penghubung ini berlisensi CC BY-SA 4.0; kredit dan lisensi setiap komponen sumber tetap dipertahankan. Ini bukan panduan resmi dari penulis atau lembaga sumber dan tidak menyiratkan dukungan mereka.
Kuliah 1: Sistem Persamaan Linear yang Bergantung pada Parameter dan Bundel Vektor
Sistem persamaan linear yang bergantung pada parameter
Kita perhatikan persamaan linear real
Himpunan penyelesaiannya
merupakan subruang vektor real berdimensi dua dari . Menyelesaikan persamaan linear semacam itu antara lain berarti menentukan suatu basis bagi . Dalam kasus ini, misalnya,
Metode penyelesaiannya pada umumnya tidak bergantung pada koefisien konkret persamaan linear itu, meskipun nanti akan kita lihat batas dari pernyataan ini. Jika angka-angka konkret diganti dengan koefisien yang secara fungsional bergantung pada parameter, kita dapat bertanya bagaimana ruang penyelesaian berubah bersama parameter tersebut. Sebagai contoh, perhatikan persamaan linear yang bergantung pada parameter ,
Untuk setiap , ruang penyelesaian bergantung pada , tetapi tetap merupakan subruang berdimensi dua,
Dengan kata lain, ruang penyelesaian itu adalah sebuah bidang yang bergerak di dalam ruang ketika berubah. Kita dapat menanyakan untuk nilai mana vektor
merupakan penyelesaian, yakni termasuk dalam . Kita juga dapat bertanya apakah terdapat parameter berbeda dengan
sebagai subruang dari ; apakah selalu ada basis ruang penyelesaian berbentuk
atau apakah selalu ada vektor penyelesaian berbentuk
Ingatlah bahwa algoritme untuk menyelesaikan sistem persamaan linear, yaitu eliminasi Gauss, bercabang ketika koefisien tertentu bernilai atau menjadi selama algoritme berlangsung. Persamaan
mempunyai ruang penyelesaian
dan tidak memuat vektor berbentuk . Karena dan adalah akar-akar polinom kuadrat , untuk kedua nilai parameter itu persamaan berparameter di atas berubah menjadi
Jadi, untuk kedua nilai tersebut, tidak mempunyai vektor berbentuk . Untuk semua nilai parameter lainnya, ruang penyelesaiannya memuat vektor
Dengan demikian, aspek tertentu dari ruang penyelesaian itu sendiri bergantung secara fungsional pada parameter.
Wajar jika ketergantungan sebuah persamaan linear atau sistem persamaan linear pada parameter dipelajari dalam dua tahap. Pada tahap pertama, koefisien-koefisien persamaan diperlakukan sebagai variabel, yaitu sebagai parameter universal, lalu dipelajari bagaimana ruang penyelesaian berubah bersamanya. Secara khusus, kita ingin memahami lompatan kualitatif dalam perilaku ruang penyelesaian. Pada tahap kedua, kita memberikan syarat tambahan yang lebih atau kurang membatasi parameter universal itu, atau membiarkannya bergantung secara fungsional pada parameter lain.
Contoh 1.1: satu persamaan dalam dua variabel
Kita perhatikan persamaan linear real umum
dalam variabel dan parameter , yang berperan sebagai koefisien tak tentu. Kita ingin memahami ruang penyelesaian
sebagai fungsi dari parameter . Kasus ekstrem terjadi pada : persamaan dipenuhi oleh setiap , sehingga ruang penyelesaiannya adalah seluruh , yang berdimensi dua. Jika , ruang penyelesaiannya berdimensi satu, dan sebuah vektor basis bagi garis penyelesaian itu adalah
Jadi, di atas ruang parameter , ruang penyelesaiannya dapat ditulis seragam sebagai
Penafsiran yang lebih ringkas diperoleh dengan memandang ruang penyelesaian total
Perhatikan bahwa bukan subruang vektor linear dari . Ruang penyelesaian untuk nilai parameter khusus diperoleh dengan memotong dengan bidang afin . Di bawah proyeksi total
adalah serat di atas . Di dalam ruang penyelesaian total, terlihat baik perubahan garis penyelesaian terhadap parameter maupun degenerasinya menjadi bidang penyelesaian di atas titik nol. Perilaku di luar titik parameter nol dideskripsikan oleh pembatasan
Setiap serat proyeksi terbatas ini adalah ruang penyelesaian berdimensi satu. Selain itu, terdapat bijeksi
yang linear pada setiap parameter . Di ruas kiri terdapat hasil kali langsung ruang basis dan serat , yang tidak bergantung pada titik basis. Di ruas kanan terdapat keluarga garis yang berubah-ubah di , tetapi bijeksi tersebut menerjemahkan satu gambaran ke gambaran yang lain.
Catatan edisi - urutan faktor dan ruang basis. Pada definisi , sumber mencetak , padahal kesamaan dengan mengharuskan serat di atas titik nol yang dibuang, yaitu . Prosa sumber kemudian mencetak sekali lagi sebagai ruang basis, sedangkan domain bijeksi yang langsung mendahuluinya adalah . Edisi mengikuti kedua pemetaan yang ditampilkan dan mencatat ketidaksesuaian ini secara terbuka.
Contoh 1.2: satu persamaan dalam tiga variabel
Kita perhatikan persamaan linear real umum
dalam variabel dan parameter , yang berperan sebagai koefisien tak tentu. Kita ingin memahami ruang penyelesaian
sebagai fungsi dari parameter . Pada , ruang penyelesaiannya adalah seluruh . Jika , ruang penyelesaiannya berdimensi dua. Kita keluarkan titik nol dari ruang parameter dan perhatikan ruang penyelesaian total
bersama proyeksi ke . Serat di atas parameter khusus adalah ruang penyelesaian untuk persamaan yang ditentukan oleh tupel parameter itu.
Catatan edisi - notasi titik nol dan cakupan hasil kali. Sumber mencetak pada inklusi ini, tanpa menuliskan titik nol sebagai tupel dan tanpa tanda kurung yang memisahkan ruang basis dari faktor serat. Proyeksi pada kalimat berikutnya menetapkan maksudnya secara unik. Edisi menuliskannya sebagai .
Dapatkah kita memberikan basis bagi setiap ruang penyelesaian yang bergantung pada parameter dengan cara aljabar dan komputasional yang jelas? Karena titik nol telah dikeluarkan,
Jadi ruang basis dapat ditulis sebagai gabungan tiga himpunan terbuka. Di atas himpunan terbuka , misalnya, suatu basis diberikan oleh
Syarat menjamin bahwa kedua vektor itu bebas linear. Kedua vektor tersebut bahkan merupakan penyelesaian yang terdefinisi di mana-mana, tetapi ketika keduanya kehilangan kebebasan linear sehingga tidak membentuk basis di mana-mana. Bagaimanapun, pemetaan
adalah bijeksi yang sederhana secara komputasional antara hasil kali ruang basis dengan dan ruang penyelesaian di atas .
Sekarang kita bertanya apakah mungkin memberikan secara global, di seluruh , sebuah basis ruang penyelesaian yang berubah bersama titik basis. Yang ditanyakan ialah keberadaan dua fungsi dan bernilai di yang selalu membentuk basis serat terkait, dan khususnya selalu termasuk dalam serat itu. Tanpa syarat lebih lanjut pada dan , hal ini mungkin dilakukan dengan definisi kasus per kasus. Akan tetapi, hal itu tidak lagi mungkin jika kedua fungsi tersebut disyaratkan kontinu. Karena kontinuitas, fungsi global dan sudah ditentukan oleh nilainya pada himpunan terbuka rapat
Dengan basis di atas yang telah diberikan, kita dapat menulis
dan
dengan fungsi real kontinu pada . Kita tidak dapat mengharapkan fungsi-fungsi koefisien itu terdefinisi di seluruh , sehingga argumen dalam kasus kontinu menjadi lebih rumit. Hasilnya akan mengikuti dari Teorema 2.3; lihat Catatan 2.4.
Karena itu, untuk saat ini kita batasi perhatian pada fungsi rasional yang penyebutnya boleh memuat suatu pangkat , yakni fungsi rasional pada . Perhatikan
dengan polinom dan faktor telah dicoret jika mungkin. Karena secara keseluruhan terdefinisi pada seluruh , pangkat dan, dengan alasan yang sama, , paling besar ; jika tidak, akan mempunyai sebuah kutub. Untuk , komponen pertama menghasilkan persamaan polinomial berbentuk
Dalam hal ini, dengan kata kunci resolusi Koszul,
untuk polinom . Dengan cara yang sama, mempunyai representasi melalui dan . Tuliskan
dan perhatikan pemetaan
Di bawah pemetaan ini, tupel polinom dan , yang kita pandang sebagai pemetaan , dipetakan ke dan . Menurut asumsi, dan membentuk basis setiap serat , sehingga dan bebas linear pada setiap titik. Tupel dipetakan oleh ke pada setiap serat. Oleh karena itu,
membentuk basis pada setiap titik: tidak mungkin merupakan kombinasi linear dari dua tupel pertama, sebab setelah menerapkan akan diperoleh relasi taktrivial antara dan . Akan tetapi, determinan matriks
merupakan kombinasi polinomial dari variabel , sehingga bukan unit di dalam gelanggang polinom. Dalam kasus real, dari sini belum dapat disimpulkan bahwa determinan itu mempunyai titik nol real di ; misalnya, bentuknya mungkin . Namun, jika diganti dengan , argumen aljabarnya tidak berubah, dan dapat disimpulkan bahwa determinan itu mempunyai titik nol pada
Jadi basis global seperti itu tidak dapat ada di semua titik.
Contoh 1.3: dua persamaan dalam tiga variabel
Kita perhatikan sistem persamaan linear real umum
dan
dalam variabel dan parameter . Jika parameternya cukup umum, lebih tepatnya jika kedua persamaan tidak berelasi linear, maka ruang penyelesaian
adalah sebuah garis. Jadi, di bawah syarat ini, parameter menentukan suatu keluarga garis yang berubah-ubah di . Ruang parameter yang relevan bagi keluarga garis tersebut adalah
Secara keseluruhan, kita memperoleh ruang penyelesaian total
beserta proyeksinya ke .
Dapatkah garis ini, atau sebuah elemen basisnya, diberikan secara global sebagai fungsi parameter? Jika kedua persamaan dipandang sebagai relasi ortogonalitas, kita mencari vektor taknol yang tegak lurus terhadap kedua vektor syarat
Vektor hasil kali silang keduanya mempunyai sifat tersebut, yakni
Untuk sifat-sifat hasil kali silang yang digunakan di sini, sumber merujuk ke Lema 33.3 dalam Lineare Algebra (Osnabrück 2024-2025).
Jadi terdapat bijeksi
Catatan edisi - dua nama koordinat pada sumber. Sumber menampilkan vektor syarat kedua sebagai meskipun sistem dan ruang parameter mendefinisikannya sebagai . Pada pemetaan terakhir, sumber juga mencetak komponen tengah , padahal hasil kali silang yang dicetak tepat sebelumnya memberi . Edisi memakai dan , yang dapat diverifikasi langsung dari dua persamaan, sambil mencatat kedua salah ketik sumber tersebut.
Pada Contoh 1.1 dan Contoh 1.3 terdapat trivialisasi polinomial global: dengan fungsi-fungsi polinomial, objek geometris yang rumit diterjemahkan ke objek sederhana , dengan ruang basis. Sebaliknya, trivialisasi global semacam itu tidak mungkin pada Contoh 1.2, walaupun trivialisasi lokal tersedia di atas tiga himpunan terbuka yang diberikan. Objek geometris semacam inilah yang disebut bundel vektor.
Bundel vektor real
Definisi 1.4: bundel vektor real
Misalkan suatu ruang topologis dan . Sebuah bundel vektor real dengan rank adalah sebuah ruang topologis beserta pemetaan kontinu
sedemikian sehingga setiap serat merupakan ruang vektor real berdimensi , dan terdapat suatu penutup terbuka
beserta homeomorfisme-homeomorfisme di atas ,
yang pada setiap serat menginduksi isomorfisme linear
Ruang juga disebut ruang total, sedangkan disebut ruang basis bundel vektor. Serat di atas sering ditulis
Dalam contoh-contoh di atas, adalah ruang parameter yang relevan, yaitu tempat parameter-parameter yang ruang penyelesaiannya berdimensi minimum. Dimensi ini adalah rank pada definisi tadi, berturut-turut . Pada contoh pertama dan ketiga, penutup terbukanya hanya terdiri atas ruang basis sendiri; kedua bundel itu mempunyai trivialisasi global. Pada contoh kedua, terdapat penutup oleh tiga himpunan terbuka yang di atasnya trivialisasi telah diberikan.
Dalam homeomorfisme
ruas kanan diberi topologi produk, diberi topologi Euklides alaminya, dan diberi topologi terinduksi dari . Jadi setiap serat membawa topologi alami ruang vektor real berdimensi hingga. Yang dimaksud dengan homeomorfisme di atas ialah bahwa diagram
komutatif.
Catatan edisi - simbol rank pada diagram. Diagram sumber mencetak , sedangkan definisi dan semua rumus yang mengapitnya menetapkan rank sebagai . Edisi menampilkan .
Hasil kali adalah sebuah bundel vektor yang disebut bundel vektor trivial.
Lema 1.5: pembatasan bundel vektor
Misalkan
suatu bundel vektor real di atas ruang topologis . Untuk setiap himpunan terbuka , pembatasan
juga merupakan bundel vektor.
Bukti
Cukup batasi homeomorfisme-homeomorfisme linear serat demi serat
menjadi
Pembatasan sebuah bundel vektor pada setiap bersifat trivial. Jadi, secara lokal setiap bundel vektor bersifat trivial.
Definisi 1.6: homomorfisme bundel vektor
Misalkan dan bundel vektor real di atas ruang topologis . Sebuah homomorfisme bundel vektor
adalah pemetaan kontinu di atas sedemikian sehingga, untuk setiap , pemetaan terinduksi
bersifat linear atas .
Definisi 1.7: isomorfisme bundel vektor
Misalkan dan bundel vektor real di atas ruang topologis . Homomorfisme bundel vektor
disebut isomorfisme jika terdapat homomorfisme
yang, jika dikomposisikan dengan dalam kedua urutan, menghasilkan pemetaan identitas.
Bundel tangen pada manifold
Sekarang kita bahas sebuah bundel vektor sangat penting yang terdapat pada setiap manifold, yaitu bundel tangen.
Untuk setiap titik pada sebuah manifold terdapat ruang tangen . Ruang tangen adalah ruang vektor berdimensi , dengan dimensi manifold tersebut. Elemen-elemennya adalah vektor tangen, yakni “arah infinitesimal” di titik itu. Pada awalnya, arah tangen di dua titik yang berbeda tidak berhubungan: definisinya hanya bergantung pada lingkungan terbuka sekecil apa pun di sekitar masing-masing titik, dan berkat sifat Hausdorff lingkungan-lingkungan itu dapat dipilih saling lepas.
Gambaran ini sangat berbeda untuk sebuah himpunan terbuka . Untuk setiap , ruang tangen dapat diidentifikasi secara alami dengan ruang vektor ambien . Sebuah vektor dipasangkan dengan vektor tangen yang ditentukan oleh kurva linear . Karena identifikasi ini berlaku untuk setiap titik, terdapat kesejajaran langsung antara ruang-ruang tangen untuk
Sebuah manifold ditutupi oleh himpunan-himpunan terbuka yang difeomorfik dengan himpunan terbuka dalam ruang Euklides. Karena itu, masuk akal untuk menduga bahwa berbagai ruang tangennya tidak sepenuhnya terisolasi. Konsep bundel tangen menggabungkan semua ruang tangen dan mencerminkan keterkaitan lokal di antara ruang-ruang tersebut.
Ilustrasi sumber -
Tangent_bundle.svg. Dua visualisasi bundel tangen sebuah lingkaran. Pada gambar atas, ruang tangen di setiap titik pada lingkaran diletakkan menyinggung lingkaran dan direalisasikan sebagai subruang afin berdimensi satu di . Pembenaman ini menimbulkan perpotongan yang sebenarnya tidak ada dalam bundel tangen, karena titik basis juga harus diperhitungkan. Pada gambar bawah, ruang-ruang tangen disusun sejajar di atas titik-titik lingkaran dan menghasilkan sebuah silinder.
Definisi 1.8: bundel tangen sebagai gabungan lepas
Misalkan suatu manifold terdiferensial. Himpunan
beserta pemetaan proyeksi
disebut bundel tangen dari .
Sebuah titik selalu mempunyai titik basis dan merupakan elemen ruang tangen . Titik itu biasanya ditulis dengan dan . Untuk suatu himpunan terbuka ,
jadi ia merupakan ruang hasil kali. Hal ini tidak berlaku pada manifold sebarang. Mula-mula bundel tangen hanya menggabungkan secara lepas berbagai ruang tangen, tanpa mengidentifikasi ruang tangen yang berbeda satu sama lain. Namun, topologi yang akan segera diberikan pada bundel tangen menambahkan suatu “struktur ketetanggaan” di antara ruang-ruang tangen.
Definisi 1.9: pemetaan tangen
Misalkan dan manifold terdiferensial dan
suatu pemetaan terdiferensial. Misalkan dan bundel tangen yang bersesuaian. Pemetaan tangen
adalah gabungan lepas pemetaan-pemetaan tangen pada setiap titik, yakni
Contoh 1.10: trivialisasi lokal dari sebuah bagan
Misalkan suatu manifold terdiferensial dan
sebuah bagan, dengan terbuka. Bagan itu menginduksi bijeksi alami
Di sini bergerak dalam suatu interval real yang dipilih sehingga (bandingkan Lema 77.5 pada Analysis (Osnabrück 2014-2016)). Karena merupakan hasil kali ruang-ruang topologis,
sendiri merupakan ruang topologis. Wajar untuk memindahkan topologi ini ke , lalu membangun topologi pada seluruh bundel tangen .
Definisi 1.11: topologi bundel tangen
Misalkan suatu manifold terdiferensial berdimensi dan
bundel tangennya, dengan proyeksi
Bundel tangen diberi topologi yang didefinisikan sebagai berikut: suatu himpunan bagian terbuka jika dan hanya jika, untuk setiap bagan
himpunan
terbuka di .
Khususnya, untuk setiap himpunan terbuka , prabayang
terbuka; dengan kata lain, proyeksi kontinu. Dengan ketetapan ini, bundel tangen manifold terdiferensial merupakan bundel vektor real. Jika
adalah suatu penutup terbuka oleh himpunan-himpunan yang homeomorfik dengan himpunan terbuka , maka bagan-bagan
langsung memberikan trivialisasi
Sangat banyak sifat manifold tercermin pada sifat bundel tangennya. Bundel tangen dapat bersifat trivial sekalipun tidak homeomorfik dengan suatu himpunan terbuka di .
Lembar Kerja 1: Bundel Vektor dan Bundel Tangen
Dalam soal-soal berikut, kita menggunakan notasi
Soal 1.1
Untuk bundel vektor
tentukan trivialisasi linear di atas , , dan , yaitu basis-basis yang bergantung pada di atas dan seterusnya. Tentukan pemetaan perubahan basis pada
Soal 1.2
Untuk bundel vektor
tentukan semua parameter yang membuat vektor termasuk dalam serat .
Soal 1.3
Tunjukkan bahwa, pada Contoh 1.2 dan di atas , rumus
mendefinisikan sebuah vektor dalam ruang penyelesaian yang bergantung pada parameter dan dapat diperluas secara polinomial ke seluruh , meskipun fungsi koefisien dan hanya terdefinisi pada dan tidak dapat diperluas. Apakah merupakan bagian dari suatu basis di setiap titik?
Soal 1.4
Pada Contoh 1.3, tentukan parameter-parameter yang membuat ruang penyelesaian berdimensi satu, dua, atau tiga. Apakah himpunan-himpunan parameter tersebut terbuka atau tertutup?
Soal 1.5
Tunjukkan bahwa, di atas lapangan sebarang , untuk dua vektor bebas linear
keluarga yang terdiri atas , , dan hasil kali silangnya
tidak harus membentuk basis bagi .
Soal 1.6
Perhatikan ruang topologis
dengan proyeksi
Tunjukkan bahwa setiap serat homeomorfik dengan sebuah garis real.
Tunjukkan bahwa
mendefinisikan pemetaan kontinu dengan
Definisikan suatu homeomorfisme antara dan .
Tunjukkan bahwa tidak terdapat pemetaan polinomial dengan
Soal 1.7
Tunjukkan bahwa sebuah bundel vektor real di atas satu titik, yakni di atas ruang topologis bertitik tunggal, sama dengan sebuah ruang vektor real berdimensi hingga.
Soal 1.8
Misalkan suatu bundel vektor real di atas ruang topologis . Tunjukkan bahwa merupakan ruang Hausdorff jika dan hanya jika merupakan ruang Hausdorff.
Soal 1.9
Misalkan suatu ruang topologis. Tunjukkan bahwa pemetaan identitas
dapat dipandang sebagai bundel vektor real dengan rank .
Soal 1.10
Misalkan suatu ruang topologis. Tunjukkan bahwa sebuah homomorfisme bundel vektor trivial
sama dengan sebuah matriks yang entri-entrinya adalah fungsi kontinu dari ke .
Soal 1.11
Misalkan terbuka dan suatu pemetaan terdiferensial secara kontinu. Tunjukkan bahwa diferensial total, dalam bentuk
mendefinisikan homomorfisme dari bundel vektor ke bundel vektor .
Soal 1.12
Tunjukkan bahwa bundel tangen dari sfera satu homeomorfik dengan hasil kali .
Apa hubungan soal ini dengan Contoh 1.1?
Soal 1.13
Berikan sebuah contoh kurva terdiferensial
sedemikian sehingga limit
ada, tetapi limit
tidak ada di .
Soal 1.14
Tunjukkan bahwa pemetaan
mempunyai dua prabayang untuk setiap titik di luar cakram satuan, satu prabayang untuk setiap titik pada lingkaran satuan, dan tidak mempunyai prabayang untuk setiap titik di dalam cakram satuan terbuka. Tafsirkan hasil ini secara geometris.
Soal 1.15
Berikan sebuah contoh pemetaan terdiferensial injektif
antara dua manifold terdiferensial dan sedemikian sehingga pemetaan tangen terkait
tidak injektif.
Soal 1.16
Berikan sebuah contoh pemetaan terdiferensial surjektif
antara dua manifold terdiferensial dan sedemikian sehingga pemetaan tangen terkait
tidak surjektif.
Soal 1.17
Misalkan dan manifold terdiferensial dan suatu pemetaan terdiferensial. Tunjukkan bahwa pemetaan tangen terkait
bersifat kontinu.
Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 1
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan solusi publik untuk satu pun dari 17 soal pada Lembar Kerja 1. Kueri kandidat solusi dan peta soal yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 1.1-1.17.
Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini. Bagian ini hanya mendokumentasikan cakupan sumber agar ketiadaan solusi tidak disalahartikan sebagai kehilangan isi selama penerjemahan.
Kredit media BGK Unit 1
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 1. Satu posisi media substantif mempertahankan identitas Commons dan lisensi komponennya. Dua PDF resmi adalah saksi authority, bukan posisi media pembaca tambahan.
- Bundel tangen pada sebuah manifold - File:Tangent bundle.svg; pencipta/atribusi: Oleg Alexandrov; lisensi/status hak: Public domain.
Catatan hak: label sebaris pada sumber BGK adalah PD,
sedangkan revisi deskripsi Commons yang dibekukan memuat
{{PD-self}} dan metadata Commons menawarkan Public domain.
Edisi mengikat opsi Commons tersebut, bukan label sebaris yang
berbeda.
Kuliah 2: Seksi, Teorema Bola Berbulu, dan Data Pengeleman
Seksi
Definisi 2.1: seksi kontinu
Misalkan dan ruang-ruang topologis, dan misalkan
suatu pemetaan kontinu. Sebuah seksi kontinu dari adalah pemetaan kontinu
sedemikian sehingga
Sebagai contoh, kita dapat memikirkan sebagai sebuah bundel vektor di atas . Seksi hanya dapat ada jika surjektif, dan sifat ini selalu dipenuhi oleh sebuah bundel vektor. Kadang-kadang sebuah seksi diidentifikasi dengan citranya. Hal ini tidak menimbulkan masalah karena setiap seksi injektif. Seksi nol mempunyai peran khusus: kepada setiap titik basis , ia memasangkan titik nol di dalam ruang vektor . Untuk bundel tangen, seksi mempunyai nama tersendiri.
Definisi 2.2: medan vektor
Misalkan sebuah manifold terdiferensial. Sebuah pemetaan
yang memenuhi
untuk setiap titik disebut medan vektor (tak bergantung waktu).
Teorema bola berbulu
Ilustrasi sumber -
Hairy_ball_one_pole.jpg. Sebuah medan vektor kontinu pada sfera dua harus mempunyai setidaknya satu titik nol.
Teorema 2.3: teorema bola berbulu
Pada sfera dua, setiap medan vektor kontinu
mempunyai setidaknya satu titik nol.
Khususnya, bundel tangen sfera dua tidak trivial. Teorema ini mempunyai berbagai penafsiran. Misalnya, pada permukaan bumi selalu ada suatu titik tanpa angin, jika arah angin horizontal sesaat dipandang sebagai medan vektor kontinu. Demikian pula, semua duri landak tidak mungkin direbahkan rata pada tubuh landak tanpa membentuk satu titik yang tegak.
Catatan 2.4: penerapan pada Contoh 1.2
Teorema bola berbulu menjelaskan mengapa bundel vektor dari Contoh 1.2, yang terletak di atas
tidak mempunyai trivialisasi kontinu. Pertama,
sehingga dapat dibatasi pada . Jika sendiri trivial, maka pembatasan ini juga trivial. Akan tetapi, pembatasan pada sfera satuan adalah bundel tangen sfera satuan. Memang, syarat
dapat dipahami sebagai relasi ortogonalitas, dan ruang tangen ekstrinsik di titik posisi pada sfera ditentukan oleh relasi tersebut. Jika bundel tangen itu trivial, akan ada dua medan vektor kontinu dan yang membentuk basis ruang tangen pada setiap titik sfera. Namun, teorema bola berbulu menyatakan bahwa setiap medan vektor bahkan mempunyai titik nol, sedangkan tidak dapat menjadi anggota suatu basis.
Data pengeleman untuk ruang topologis
Sebuah bundel vektor “tersusun” dari bundel-bundel vektor trivial untuk suatu penutup terbuka dari . Cara potongan-potongan itu disusun justru menentukan bundel vektornya, dan susunan tersebut dapat dideskripsikan secara ringkas dengan data pengeleman. Untuk itu, pertama-tama kita memerlukan data pengeleman bagi ruang topologis secara umum.
Pertanyaan dasarnya ialah: apa yang harus diketahui dari sebuah penutup terbuka
agar ruang dapat direkonstruksi? Jawaban singkatnya ialah bahwa kita harus mengetahui , irisan dua-dua sebagai himpunan bagian baik dari maupun dari , cara kedua salinan itu diidentifikasi, dan sebuah syarat kompatibilitas bagi identifikasi tersebut pada setiap tiga himpunan.
Ilustrasi sumber -
Inclusion-exclusion.svg. Tiga himpunan yang saling beririsan menggambarkan perlunya syarat kompatibilitas pada irisan rangkap tiga.
Definisi 2.5: data pengeleman ruang topologis
Sebuah data pengeleman untuk ruang-ruang topologis terdiri atas:
sebuah keluarga ruang topologis ;
untuk setiap pasangan , sebuah himpunan terbuka
dengan ;
untuk setiap pasangan , sebuah homeomorfisme
dengan ;
untuk semua , syarat kokikel
dipenuhi sebagai pemetaan dari ke .
Lema 2.6: merekonstruksi ruang dari data pengeleman
Misalkan diberikan data pengeleman untuk ruang-ruang topologis. Maka terdapat ruang topologis yang ditentukan secara unik, penutup terbuka
dan homeomorfisme
sedemikian sehingga
dan
Bukti
Misalkan gabungan lepas semua . Pada , definisikan relasi ekuivalensi dengan menyatakan bahwa dan ekuivalen apabila
Sifat-sifat relasi ekuivalensi dijamin oleh syarat kokikel; lihat Soal 2.14. Tetapkan
dan beri topologi hasil bagi. Komposisi
adalah pemetaan , dan adalah citra pemetaan tersebut. Dengan demikian, adalah homeomorfisme. Untuk ,
jika dan hanya jika , karena tepat dalam kasus ini diidentifikasi dengan . Karena itu,
Catatan edisi - arah indeks dalam bukti. Dengan konvensi pada Definisi 2.5, . Pada kalimat sebelumnya, sumber mencetak untuk , meskipun pemetaan yang bertipe benar adalah . Edisi menampilkan indeks yang bertipe benar di badan bukti dan mempertahankan bentuk sumber dalam catatan ini.
Komutativitas diagram
mengikuti dengan cara yang sama.
Lema 2.7: mengelem pemetaan kontinu
Misalkan diberikan data pengeleman untuk ruang-ruang topologis. Misalkan ruang topologis lain dan diberikan pemetaan-pemetaan kontinu
yang memenuhi
Maka terdapat tepat satu pemetaan kontinu
sedemikian sehingga
dengan ruang topologis yang ditentukan oleh data pengeleman seperti pada Lema 2.6, termasuk notasinya.
Catatan edisi - identitas komposisi tidak bertipe. Sumber mencetak , yang tidak dapat dikomposisikan: bernilai di , sedangkan berdomain . Edisi menampilkan identitas bertipe benar di badan lema dan mempertahankan bentuk sumber dalam catatan ini.
Bukti
Lihat Soal 2.18.
Data pengeleman untuk bundel vektor
Definisi 2.8: data pengeleman bundel vektor real
Sebuah data pengeleman untuk bundel vektor real dengan rank di atas ruang topologis terdiri atas:
sebuah penutup terbuka
sebuah keluarga bundel vektor real dengan rank ,
untuk setiap pasangan , sebuah isomorfisme bundel vektor
di atas ;
untuk semua , syarat kokikel
dipenuhi sebagai pemetaan dari ke .
Catatan 2.9: deskripsi matriks
Biasanya, bundel-bundel vektor pada butir (2) Definisi 2.8 adalah bundel trivial di atas , yaitu
Isomorfisme pada butir (3) kemudian hanya berupa pemetaan linear bijektif
yang bergantung secara kontinu pada titik basis di . Pemetaan tersebut dapat dideskripsikan secara ringkas sebagai pemetaan kontinu
ke grup linear umum. Jadi, kepada setiap titik basis dipasangkan secara kontinu suatu matriks yang invertibel; kontinuitas berarti bahwa setiap entri matriks merupakan fungsi kontinu. Ini disebut deskripsi matriks bundel tersebut. Syarat kokikel tetap berlaku.
Lema 2.10: mengelem bundel vektor
Misalkan diberikan data pengeleman di atas ruang topologis
Maka terdapat bundel vektor real yang ditentukan secara unik dan isomorfisme
sedemikian sehingga
Bukti
Keberadaan ruang topologis dengan sifat-sifat tersebut diperoleh dari Lema 2.6. Himpunan terbuka yang harus dilem ialah
sedangkan keberadaan pemetaan kontinu ke diperoleh dari Lema 2.7. Pada setiap serat terdapat struktur ruang vektor yang terdefinisi dengan baik dan berasal dari untuk sebarang lingkungan terbuka . Ketidakbergantungannya pada pilihan mengikuti fakta bahwa, untuk , hipotesis memberikan isomorfisme bundel vektor
yang menginduksi isomorfisme ruang vektor
Catatan edisi - arah indeks pada isomorfisme serat. Definisi 2.8 menetapkan . Sumber mencetak pada kalimat bukti yang mengarah dari ke . Edisi menampilkan yang konsisten dengan domain dan kodomain di badan bukti serta mempertahankan bentuk sumber dalam catatan ini.
Ilustrasi sumber -
Fiddler_crab_mobius_strip.gif. Sebuah pita Möbius, yang muncul dengan membalik satu serat ketika dua trivialisasi lokal dilem.
Contoh 2.11: pita Möbius dari data pengeleman
Pada sfera satu dimensi
perhatikan penutup terbuka
dengan
Kita akan mendeskripsikan data pengeleman bagi sebuah bundel vektor real dengan rank . Kedua himpunan terbuka itu homeomorfik dengan garis real. Irisannya ialah
Himpunan ini tidak terhubung, melainkan homeomorfik dengan dua sinar terbuka real yang saling lepas (atau, masing-masing, dengan garis real). Tetapkan
Definisikan isomorfisme
dengan
Pemetaan kontinu karena kedua rumus berlaku pada himpunan-himpunan terbuka yang saling lepas. Pada satu belahan, serat dipetakan secara identik; pada belahan lain, serat dibalik. Dalam pengertian Catatan 2.9, deskripsi matriks kontinu (dan konstan pada setiap komponen)
berlaku pada . Karena hanya ada dua himpunan terbuka, syarat kokikel terpenuhi secara otomatis. Menurut Lema 2.10, data pengeleman ini menentukan sebuah bundel vektor real dengan rank pada sfera. Bundel itu disebut pita Möbius.
Contoh 2.12: realisasi aljabar pita Möbius
Kita berikan realisasi aljabar langsung dari pita Möbius di . Perhatikan
beserta proyeksi alaminya ke sfera satu dimensi
dengan
Kita klaim bahwa adalah bundel vektor dengan rank yang isomorfik dengan pita Möbius. Pada , berlaku , sehingga persamaan kedua dapat diselesaikan terhadap :
Persamaan ketiga kemudian dipenuhi secara otomatis karena
Dengan cara yang sama, pada berlaku
dan persamaan yang lain dipenuhi secara otomatis. Jadi, di atas dan , merupakan bundel vektor trivial dengan rank , masing-masing dengan variabel serat dan . Pemetaan transisinya pada diberikan oleh
sehingga satu deskripsi matriks bundel ini ialah
Berbeda dari matriks konstan pada Contoh 2.11, matriks ini bergantung secara eksplisit pada . Meskipun demikian, kedua bundel itu saling isomorfik. Dengan menggunakan Soal 2.21, ambil fungsi-fungsi kontinu taknol pada dan pada . Kita memperoleh
Catatan edisi - variabel tak terdefinisi pada sumber. Sumber mencetak pada dan pada , tetapi tidak ada variabel dalam contoh ini. Perhitungan yang langsung menyusul memakai dan menetapkan kandidat koreksinya secara unik sebagai dan . Edisi menampilkan bentuk bertipe benar itu di badan teks dan mengungkapkan normalisasi tersebut di sini.
bergantung pada tanda . Karena itu, kedua bundel tersebut isomorfik.
Lembar Kerja 2: Seksi dan Data Pengeleman
Soal 2.1
Tunjukkan bahwa sebuah bundel garis real di atas ruang topologis trivial jika dan hanya jika bundel itu mempunyai sebuah seksi kontinu yang tidak pernah bernilai nol.
Soal 2.2
Misalkan sebuah seksi kontinu dari bundel vektor real di atas ruang topologis . Tunjukkan bahwa citra
merupakan himpunan tertutup yang homeomorfik dengan .
Soal 2.3
Misalkan sebuah bundel vektor di atas himpunan terbuka . Anggap bundel itu diberikan oleh sebuah sistem persamaan linear dalam variabel dengan parameter universal, dan ditentukan oleh syarat bahwa dimensi serat konstan. Tunjukkan bahwa sebuah seksi kontinu dari sama dengan sebuah penyelesaian universal kontinu bagi sistem persamaan linear tersebut.
Soal 2.4
Berikan sebuah medan vektor kontinu pada yang tepat mempunyai satu titik nol.
Soal 2.5
Tunjukkan bahwa pembatasan bundel vektor dari Contoh 1.2 pada himpunan terbuka
mempunyai sebuah trivialisasi.
Soal 2.6
Misalkan
sebuah penutup terbuka dari ruang topologis . Dalam pengertian apa penutup ini memberikan data pengeleman topologis? Dapatkah ruang topologis direkonstruksi dari data pengeleman tersebut?
Soal 2.7
Jelaskan dengan terperinci data apa saja yang menentukan sebuah data pengeleman dengan dua himpunan terbuka.
Soal 2.8
Jelaskan dengan terperinci data apa saja yang menentukan sebuah data pengeleman dengan tiga himpunan terbuka.
Soal 2.9
Misalkan dan masing-masing sebuah garis real. Kedua garis itu dilem sepanjang sinar terbuka
dengan pemetaan identitas. Apakah ruang yang dihasilkan bersifat Hausdorff?
Soal 2.10
Misalkan dan masing-masing sebuah garis real. Kedua garis itu dilem satu sama lain sepanjang garis berlubang
dengan pemetaan identitas. Apakah ruang yang dihasilkan bersifat Hausdorff?
Soal 2.11
Perhatikan ruang topologis
yang diperoleh dari bilangan real dengan menambahkan sebuah elemen baru . Nyatakan terbuka dua jenis himpunan berikut:
- himpunan terbuka dengan ;
- himpunan untuk terbuka dengan .
Tunjukkan bahwa ketentuan ini memberi suatu topologi. Apakah titik tertutup di ruang ini? Apakah titik tertutup? Bagaimana hubungan ruang ini dengan ruang yang dikonstruksi dalam Soal 2.10?
Soal 2.12
Misalkan dan masing-masing sebuah garis real. Kedua garis itu dilem sepanjang garis berlubang
dengan pemetaan invers . Ruang topologis apakah yang dihasilkan?
Soal 2.13
Misalkan dan masing-masing sebuah garis kompleks (yakni bidang bilangan kompleks). Kedua bidang itu dilem sepanjang bidang berlubang
dengan pemetaan invers . Ruang topologis apakah yang dihasilkan?
Soal 2.14
Tunjukkan bahwa relasi yang didefinisikan dalam bukti Lema 2.6 benar-benar merupakan relasi ekuivalensi.
Soal 2.15
Misalkan diberikan data pengeleman dengan
untuk semua . Ruang topologis apakah yang ditentukan oleh data pengeleman ini?
Soal 2.16
Perhatikan dua silinder
Pada himpunan-himpunan terbuka dan —masing-masing di dalam dan —perhatikan homeomorfisme-homeomorfisme yang dibentuk dari pemetaan identitas atau pencerminan pusat (pemetaan antipodal) pada lingkaran, bersama pemetaan identitas atau pencerminan terhadap titik tengah interval. Objek geometris apa saja yang dihasilkan oleh berbagai data pengeleman ini?
Soal 2.17
Misalkan sebuah manifold topologis dan
sebuah keluarga bagan dengan pemetaan transisi
Tunjukkan bahwa manifold dapat direkonstruksi dari keluarga , himpunan-himpunan bagian , dan pemetaan-pemetaan transisi
Pada
perhatikan relasi ekuivalensi yang menyatakan dan setara apabila keduanya dipetakan satu ke yang lain oleh .
Beri himpunan hasil bagi suatu topologi yang sesuai.
Definisikan bagan-bagan pada .
Tunjukkan bahwa dan homeomorfik.
Soal 2.18
Misalkan diberikan data pengeleman untuk ruang-ruang topologis. Misalkan ruang topologis lain dan diberikan pemetaan-pemetaan kontinu
yang memenuhi
Tunjukkan bahwa terdapat tepat satu pemetaan kontinu
dengan
dengan ruang topologis yang ditentukan oleh data pengeleman seperti pada Lema 2.6, termasuk notasinya.
Catatan edisi - identitas komposisi tidak bertipe. Sumber mencetak , yang tidak dapat dikomposisikan. Edisi menampilkan identitas bertipe benar di badan soal dan mempertahankan bentuk sumber dalam catatan ini.
Soal 2.19
Tunjukkan bahwa sebuah data pengeleman untuk bundel garis, relatif terhadap penutup terbuka
sama dengan sebuah keluarga fungsi kontinu taknol
yang memenuhi, pada setiap ,
Soal 2.20
Tentukan data pengeleman bagi bundel vektor dari Contoh 1.2.
Soal 2.21
Misalkan
sebuah penutup terbuka dari ruang topologis . Misalkan
dan
adalah deskripsi-deskripsi matriks yang masing-masing menghasilkan bundel vektor dan . Tunjukkan bahwa kedua bundel itu isomorfik jika dan hanya jika terdapat pemetaan-pemetaan kontinu
sedemikian sehingga, setelah pembatasan ke domain yang sesuai,
untuk semua .
Soal 2.22
Misalkan bundel vektor dengan rank di atas ruang topologis diberikan, relatif terhadap penutup terbuka
oleh pemetaan matriks kontinu
Tunjukkan bahwa sebuah seksi kontinu sama dengan sebuah keluarga pemetaan kontinu
yang memenuhi
untuk semua .
Soal 2.23
Perhatikan realisasi aljabar pita Möbius dari Contoh 2.12,
Tunjukkan bahwa citra pemetaan kontinu
terletak di , bahwa adalah parametrisasi trigonometris lingkaran satuan, dan bahwa citra tidak pernah memotong seksi nol.
Catatan edisi - urutan dua koordinat pertama. Pernyataan sumber mencetak . Substitusi ke dua persamaan yang mendefinisikan memberi , sehingga klaim “terletak di ” tidak benar sebagaimana tercetak. Jika dua koordinat pertama ditukar menjadi , kedua persamaan dipenuhi oleh identitas sudut setengah. Edisi menampilkan urutan yang terkoreksi di badan soal dan mempertahankan rumus sumber dalam catatan ini.
Kalimat berikut dapat diperiksa dengan mudah menggunakan gunting pada versi tertutup pita Möbius.
Soal 2.24
Simpulkan dari Soal 2.23 bahwa komplemen seksi nol di dalam pita Möbius terhubung lintasan.
Soal 2.25
Tunjukkan bahwa komplemen seksi nol di dalam sebuah bundel garis trivial tidak terhubung.
Soal 2.26
Ambil sebuah pita persegi panjang yang sempit, putar pita itu satu putaran penuh pada sumbu panjangnya, lalu lem kedua sisi pendeknya. Sekarang potong pita tersebut dengan gunting sepanjang garis tengahnya. Apakah objek yang dihasilkan terhubung? Apa yang terjadi jika pita diberi setengah putaran?
Soal 2.27
Tentukan limit fungsi
pada lingkaran satuan ketika . Gunakan pula parametrisasi trigonometris lingkaran satuan.
Solusi Publik Lembar Kerja 2
Pada batas otoritas yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik di antara 27 soal pada Lembar Kerja 2, yaitu solusi Soal 2.4. Peta soal yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 2.1-2.3 dan 2.5-2.27. Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.
Solusi sumber untuk Soal 2.4
Pada , perhatikan medan vektor kontinu yang diberikan oleh
Medan ini tidak mempunyai titik nol dan kontinu. Kita pindahkan medan vektor ini melalui proyeksi stereografis ke
dan melengkapinya di kutub utara dengan nilai
Kita klaim bahwa medan vektor tersebut kontinu. Untuk itu, misalkan sebuah barisan pada yang konvergen ke . Kita dapat langsung mengasumsikan bahwa untuk semua . Citra barisan itu dalam bagan ialah
Karena konvergen ke kutub utara, divergen ke . Karena itu, barisan
konvergen ke .
Catatan edisi - formula sumber tidak terdefinisi di titik asal. Sumber membentuk pada seluruh dengan , tetapi rumus ini tidak terdefinisi pada . Jadi klaim bahwa kontinu dan taknol pada seluruh bidang tidak benar sebagaimana tercetak. Edisi menampilkan perbaikan minimal : fungsi ini kontinu dan taknol pada seluruh , menuju ketika , dan setelah didorong maju oleh invers proyeksi stereografis juga menuju vektor nol di kutub utara (diferensial invers proyeksi itu tetap terbatas dan bahkan meluruh di tak berhingga). Dengan demikian, perubahan tersebut memperbaiki cacat lokal tanpa mengubah struktur argumen sumber; bentuk sumber dipertahankan di catatan ini. Pada baris limit, sumber juga mencetak tanpa subskrip; edisi menampilkan sesuai barisan yang baru saja didefinisikan. Sumber juga menggandakan kata kerja sei dalam kalimat yang memperkenalkan barisan ; pengulangan tipografis itu dihilangkan dalam terjemahan dan dicatat di sini.
Kredit media BGK Unit 2
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 2. Tiga posisi media substantif mempertahankan identitas Commons dan lisensi komponennya. Dua PDF resmi adalah saksi authority, bukan posisi media pembaca tambahan.
Ilustrasi teorema bola berbulu — File:Hairy ball one pole.jpg; pencipta/atribusi: RokerHRO; lisensi/status hak: CC BY-SA 3.0. Teks alternatif: Bola berbulu dengan satu pusaran di kutub, sebagai ilustrasi bahwa medan vektor tangen kontinu pada bola harus mempunyai titik nol.
Diagram inklusi–eksklusi untuk tiga himpunan — File:Inclusion-exclusion.svg; pencipta/atribusi: Burn~commonswiki (disebut pada sumber kursus; metadata Commons mencatat pencipta sebagai ‘Unknown Unknown’ dan pengunggah sebagai Chris-martin); lisensi/status hak: Public domain. Teks alternatif: Diagram tiga himpunan berbentuk lingkaran yang saling beririsan, dengan setiap daerah irisan dibedakan oleh warna. Catatan hak: Label sebaris Wikiversity adalah CC-by-sa 3.0; metadata Commons yang dibekukan menawarkan Public domain. Penggunaan ulang edisi ini mengikat opsi Commons tersebut.
Animasi kepiting pada pita Möbius — File:Fiddler crab mobius strip.gif; pencipta/atribusi: Hamishtodd1; lisensi/status hak: CC BY-SA 4.0. Animasi asli dipertahankan untuk HTML; bingkai pertama deterministik digunakan untuk PDF. Teks alternatif: Animasi seekor kepiting berjalan satu putaran mengelilingi pita Möbius dan kembali dengan orientasi terbalik.
Kuliah 3: Konstruksi Linear Bundel Vektor dan Praberkas
Konstruksi linear bundel vektor
Untuk ruang vektor terdapat berbagai konstruksi, seperti jumlah langsung, hasil kali tensor, dan ruang dual. Kita ingin memperkenalkan konstruksi yang bersesuaian untuk bundel vektor. Pada setiap serat, konstruksi itu harus sama dengan konstruksi dalam aljabar linear, tetapi juga harus memperhitungkan ketergantungan serat pada ruang basis. Kita akan bekerja dengan data pengeleman bundel vektor dan menggunakan fakta bahwa, untuk dua bundel vektor di atas ruang topologis , selalu terdapat penutup terbuka yang cukup halus dari sehingga kedua bundel mempunyai trivialisasi terhadap penutup itu. Secara khusus, kita dapat mereduksi pembahasan pada kasus ketika kedua bundel diberikan oleh deskripsi matriks. Konstruksinya kemudian berlangsung pada tingkat manipulasi matriks.
Definisi 3.1: jumlah langsung
Misalkan dan bundel vektor real di atas ruang topologis , dengan trivialisasi
dan
Bundel vektor yang diperoleh dari data pengeleman
dan
dengan
disebut jumlah langsung dari dan , dan dinotasikan dengan .
Jika diberikan oleh deskripsi matriks
dan oleh
maka deskripsi matriks diperoleh dengan menempatkan kedua matriks pada blok diagonal sebuah matriks berukuran dan mengisi blok lainnya dengan nol.
Definisi 3.2: hasil kali tensor
Misalkan dan bundel vektor real di atas , dengan trivialisasi dan seperti di atas. Bundel vektor yang diperoleh dari data pengeleman
dan
disebut hasil kali tensor dari dan , dan dinotasikan dengan . Di sini, pada setiap titik basis diambil hasil kali tensor dari pemetaan-pemetaan linearnya.
Jika deskripsi matriks kedua bundel diberikan, deskripsi matriks hasil kali tensornya diperoleh melalui hasil kali Kronecker: setiap entri pada salah satu matriks dikalikan dengan setiap entri pada matriks lainnya.
Definisi 3.3: hasil kali eksterior
Misalkan sebuah bundel vektor real berank di atas ruang topologis , dengan trivialisasi
dan misalkan . Bundel vektor yang diperoleh dari data pengeleman
dan
disebut hasil kali eksterior ke- dari , dan dinotasikan dengan . Pada setiap titik basis, yang diambil adalah hasil kali eksterior ke- dari pemetaan linear yang bersangkutan.
Untuk suatu deskripsi matriks , deskripsi matriks diperoleh dengan menyusun semua determinan submatriks menjadi sebuah matriks.
Definisi 3.4: bundel determinan
Misalkan sebuah bundel vektor real berank di atas ruang topologis . Hasil kali eksterior ke-
disebut bundel determinan dari , dan dinotasikan dengan .
Bundel determinan merupakan bundel garis. Deskripsi matriksnya diberikan oleh determinan.
Definisi 3.5: bundel homomorfisme
Misalkan dan bundel vektor real di atas ruang topologis , dengan trivialisasi
Bundel vektor yang diperoleh dari data pengeleman
dan
dengan
disebut bundel homomorfisme dari ke , dan dinotasikan dengan .
Definisi 3.6: bundel dual
Untuk sebuah bundel vektor real di atas ruang topologis , bundel homomorfisme
disebut bundel dual dari , dan dinotasikan dengan .
Pada suatu manifold, bundel dual dari bundel tangen disebut bundel kotangen.
Praberkas
Definisi 3.7: praberkas
Misalkan sebuah ruang topologis. Sebuah praberkas pada adalah suatu penetapan yang memasangkan kepada setiap himpunan terbuka sebuah himpunan , dan kepada setiap pasangan himpunan terbuka sebuah pemetaan
sedemikian sehingga kedua syarat berikut dipenuhi.
Untuk ,
Untuk himpunan terbuka ,
Pemetaan disebut pemetaan restriksi. Himpunan juga disebut nilai praberkas pada himpunan terbuka .
Contoh-contoh dasar praberkas, dan kelak berkas, adalah konstruksi berikut.
Contoh 3.8: pemetaan kontinu
Misalkan dan ruang topologis. Kepada setiap himpunan terbuka kita pasangkan himpunan pemetaan kontinu dari ke , yaitu
Setiap pemetaan kontinu dapat direstriksi ke himpunan terbuka . Selain itu, untuk , restriksi dari ke dapat dilakukan sekaligus ataupun dalam dua langkah. Karena itu, konstruksi ini merupakan sebuah praberkas.
Kasus khusus berikut mempunyai struktur tambahan, yakni struktur ruang bergelanggang.
Contoh 3.9: fungsi kontinu bernilai real
Misalkan sebuah ruang topologis. Kepada setiap himpunan terbuka kita pasangkan himpunan fungsi kontinu bernilai real pada ,
Karena setiap fungsi kontinu pada dapat direstriksi ke setiap himpunan terbuka , konstruksi ini merupakan sebuah praberkas.
Contoh 3.10: fungsi terdiferensial
Misalkan sebuah manifold terdiferensial. Kepada setiap himpunan terbuka kita pasangkan himpunan fungsi terdiferensial bernilai real pada ,
Karena setiap fungsi terdiferensial pada dapat direstriksi ke setiap himpunan terbuka , konstruksi ini merupakan sebuah praberkas.
Contoh 3.11: praberkas konstan
Pada ruang topologis , untuk suatu himpunan tetap , penetapan yang memasangkan kepada setiap himpunan terbuka dan identitas pada kepada setiap inklusi merupakan sebuah praberkas. Ia disebut praberkas konstan.
Untuk contoh berikut, bayangkan sebuah bundel vektor di atas basis .
Contoh 3.12: praberkas seksi kontinu
Misalkan dan ruang topologis, dan misalkan
sebuah pemetaan kontinu tetap. Untuk setiap himpunan terbuka , situasi ini menginduksi pemetaan kontinu
Kepada kita pasangkan himpunan seksi kontinu pada dari pemetaan tersebut,
Sebuah seksi kontinu dapat direstriksi ke setiap himpunan terbuka , dengan kodomain sekaligus direstriksi menjadi . Jadi konstruksi ini merupakan sebuah praberkas.
Karena contoh penting ini, sebuah unsur juga disebut seksi dari praberkas di atas . Untuk restriksi seksi itu ke himpunan terbuka yang lebih kecil , kita juga menulis
Definisi 3.13: subpraberkas
Misalkan sebuah praberkas pada ruang topologis . Sebuah praberkas disebut subpraberkas dari jika, untuk setiap himpunan terbuka ,
dan, untuk setiap , pemetaan restriksinya kompatibel:
Catatan edisi - syarat restriksi yang hilang pada sumber. Definisi sumber hanya menyatakan untuk setiap dan tidak menyatakan kompatibilitas pemetaan restriksi. Edisi menampilkan syarat restriksi di atas agar objek yang didefinisikan benar merupakan subpraberkas; bentuk sumber yang lebih pendek dipertahankan dalam catatan ini.
Karena fungsi terdiferensial pada suatu manifold khususnya kontinu, praberkas fungsi terdiferensial membentuk subberkas dari praberkas fungsi kontinu bernilai real.
Praberkas dengan struktur
Definisi 3.14: praberkas grup
Sebuah praberkas pada ruang topologis disebut praberkas grup jika merupakan sebuah grup untuk setiap himpunan terbuka , dan, untuk setiap inklusi , pemetaan restriksi
merupakan homomorfisme grup.
Definisi 3.15: praberkas gelanggang komutatif
Sebuah praberkas pada ruang topologis disebut praberkas gelanggang komutatif jika merupakan sebuah gelanggang komutatif untuk setiap himpunan terbuka , dan, untuk setiap inklusi , pemetaan restriksi
merupakan homomorfisme gelanggang.
Catatan 3.16: praberkas sebagai funktor
Sebuah praberkas pada ruang topologis dapat dipandang sebagai funktor kontravarian
dengan dipandang sebagai kategori sebagaimana pada Contoh Lampiran 1.11. Demikian pula, sebuah praberkas grup komutatif merupakan funktor kontravarian ke kategori grup komutatif, dan sebuah praberkas gelanggang komutatif merupakan funktor kontravarian ke kategori gelanggang komutatif, dan seterusnya.
Definisi 3.17: grup topologis
Sebuah grup topologis adalah grup yang sekaligus merupakan ruang topologis, sedemikian sehingga operasi grup
dan operasi invers
merupakan pemetaan kontinu.
Contoh grup topologis adalah
lingkaran dengan penjumlahan sudut, grup linear umum dan , serta torus kompleks untuk suatu kisi . Setiap grup dapat dijadikan grup topologis dengan topologi diskret.
Untuk ruang topologis , himpunan pemetaan kontinu dari ke grup topologis sendiri merupakan grup dengan operasi alami. Restriksi ke himpunan terbuka merupakan homomorfisme grup. Karena itu, penetapan
merupakan praberkas grup pada .
Tangkai praberkas
Salah satu gagasan dasar bundel vektor dan praberkas adalah memisahkan secara bermakna sifat lokal dan global objek geometris, lalu memahami interaksi keduanya. Sifat lokal, misalnya, ialah sifat yang berlaku pada himpunan terbuka yang “kecil”. Sering kali kita ingin mengganti himpunan terbuka kecil dengan himpunan yang lebih kecil lagi, khususnya untuk memahami perilaku di lingkungan sekecil apa pun dari sebuah titik. Untuk itu, kita perkenalkan konsep-konsep berikut.
Definisi 3.18: filter topologis
Misalkan sebuah ruang topologis. Sebuah sistem yang terdiri atas himpunan-himpunan terbuka dari disebut filter jika, untuk himpunan terbuka dan , berlaku:
- ;
- jika dan , maka ;
- jika dan , maka .
Contoh terpenting di sini ialah filter lingkungan suatu titik: filter itu terdiri atas semua lingkungan terbuka dari titik tetap tersebut.
Catatan edisi - kalimat sumber yang rusak. Sumber mencetak kalimat “Die wichtigsten Filter sind für und die Umgebungsfilter zu einer Punkt, der aus allen offenen Mengen eines fixierten Punktes besteht.” Kalimat itu rusak secara gramatikal. Berdasarkan definisi yang baru diberikan dan pemakaian filter pada definisi tangkai di bawah, edisi menampilkan bacaan kontekstual yang lengkap tentang filter lingkungan, tanpa mengatribusikan rekonstruksi ini kepada penulis sumber.
Definisi 3.19: himpunan terarah
Sebuah himpunan terurut disebut terarah jika untuk setiap terdapat sedemikian sehingga
Kita memandang filter topologis sebagai himpunan yang diurutkan oleh inklusi. Sifat irisan filter menjadikannya himpunan terarah; konvensi arahnya ialah .
Definisi 3.20: sistem terurut dan sistem terarah
Misalkan sebuah himpunan indeks terurut. Sebuah keluarga
disebut sistem terurut himpunan jika:
- untuk terdapat pemetaan ;
- untuk berlaku .
Jika himpunan indeksnya juga terarah, keluarga tersebut disebut sistem terarah himpunan.
Jika semua merupakan grup, masing-masing gelanggang, dan semua pemetaan di antaranya merupakan homomorfisme grup, masing-masing homomorfisme gelanggang, kita berbicara tentang sistem terurut atau terarah grup, masing-masing gelanggang.
Definisi 3.21: kolimit
Misalkan sebuah sistem terarah himpunan. Kolimit, yang juga disebut limit langsung atau limit induktif, dari sistem itu ialah
Di sini, adalah relasi ekuivalensi yang menyatakan dua unsur dan ekuivalen jika terdapat dengan dan
Khususnya, ekuivalen dengan citranya untuk semua . Jika sistemnya merupakan sistem terarah grup atau gelanggang, kolimit himpunan tersebut juga dapat diberi struktur grup atau gelanggang. Alasannya, dua unsur kolimit yang diwakili oleh dan dapat diidentifikasi dengan citra mereka dalam suatu dengan ; operasi lalu dilakukan di sana. Lihat Soal 3.13.
Contoh utama kita ialah sistem terarah yang ditentukan oleh filter topologis untuk sebuah praberkas pada , yakni
Definisi 3.22: tangkai pada suatu titik
Untuk praberkas pada ruang topologis dan titik ,
disebut tangkai praberkas di titik .
Khususnya, setiap seksi dan setiap titik menentukan unsur tunggal
yang disebut germ dari di . Pemetaan
disebut pemetaan restriksi dan dinotasikan dengan . Untuk , diagram berikut komutatif:
Definisi 3.23: tangkai pada suatu filter
Untuk praberkas pada ruang topologis dan filter topologis ,
disebut tangkai praberkas pada filter .
Morfisme praberkas
Definisi 3.24: morfisme praberkas
Misalkan dan praberkas pada ruang topologis . Sebuah morfisme praberkas
adalah keluarga pemetaan
untuk setiap himpunan terbuka , sedemikian sehingga untuk setiap inklusi terbuka diagram berikut komutatif:
Catatan edisi - diagram sumber berlawanan arah. Untuk , diagram sumber menempatkan dan pada baris atas, dan pada baris bawah, lalu memberi panah vertikal ke bawah label . Praberkas bersifat kontravarian, sehingga pemetaan restriksinya justru berjalan dari nilai pada ke nilai pada . Edisi menampilkan diagram bertipe benar di atas, dengan superskrip yang membedakan kedua praberkas; tata letak sumber dipertahankan dalam catatan ini.
Definisi 3.25: isomorfisme praberkas
Sebuah morfisme praberkas pada disebut isomorfisme jika, untuk setiap himpunan terbuka , pemetaan
merupakan bijeksi.
Lema 3.26: identitas, komposisi, dan inklusi
Misalkan sebuah ruang topologis dan praberkas pada . Pernyataan berikut berlaku.
- Identitas merupakan morfisme praberkas.
- Jika dan merupakan morfisme praberkas, maka juga merupakan morfisme praberkas.
- Untuk subpraberkas , inklusi alaminya merupakan morfisme praberkas.
Catatan edisi - salah ketik sumber. Pada butir ketiga, sumber dan Soal 3.17 mencetak Prägraben, yang jelas merupakan salah ketik untuk Prägarben (praberkas). Edisi memakai bentuk matematis yang benar.
Bukti
Lihat Soal 3.17.
Lema 3.27: morfisme pada tangkai
Sebuah morfisme praberkas
pada ruang topologis mendefinisikan, untuk setiap titik , sebuah pemetaan antar-tangkai
yang kompatibel dengan pemetaan restriksi. Artinya, untuk , diagram
komutatif.
Bukti
Misalkan . Berarti terdapat lingkungan terbuka dan suatu dengan . Tetapkan
Kita harus menunjukkan bahwa definisi ini bebas dari wakil dan dari . Misalkan adalah wakil lain. Karena , terdapat lingkungan terbuka
sedemikian sehingga . Maka
dan oleh karena itu
Jadi pemetaan terdefinisi dengan baik dan diagram di atas komutatif.
Lembar Kerja 3: Konstruksi Linear, Praberkas, dan Tangkai
Hasil kali Kronecker dari matriks
dan
adalah matriks
Soal 3.1
Hitung hasil kali Kronecker kedua matriks
Soal 3.2
Misalkan sebuah lapangan, dan misalkan
matriks-matriks dengan pemetaan linear yang bersesuaian
Tunjukkan bahwa hasil kali tensor kedua pemetaan linear tersebut, terhadap basis
dari dan basis
dari , dideskripsikan oleh hasil kali Kronecker dan .
Soal 3.3
Tunjukkan bahwa hasil kali tensor pita Möbius dengan dirinya sendiri merupakan bundel garis trivial.
Soal 3.4
Misalkan dan praberkas pada ruang topologis . Tunjukkan bahwa penetapan
bersama pemetaan produk alami sebagai pemetaan restriksi, mendefinisikan sebuah praberkas pada .
Soal 3.5
Misalkan sebuah himpunan indeks dan sebuah keluarga praberkas pada ruang topologis . Tunjukkan bahwa penetapan
bersama pemetaan produk alami sebagai pemetaan restriksi, mendefinisikan sebuah praberkas pada .
Soal 3.6
Tafsirkan Contoh 3.8 menurut kerangka Contoh 3.12.
Soal 3.7
Misalkan
sebuah bundel vektor real berank pada ruang topologis . Tunjukkan bahwa untuk setiap himpunan terbuka tempat trivial, praberkas seksi kontinu yang bersesuaian isomorfik dengan
Jelaskan pula dalam pengertian apa isomorfisme tersebut dimaksud.
Soal 3.8
Tunjukkan bahwa grup-grup
lingkaran dengan penjumlahan sudut, serta grup linear umum dan merupakan grup topologis.
Soal 3.9
Misalkan sebuah grup topologis dan sebuah subgrup. Tunjukkan bahwa, pada setiap ruang topologis , praberkas merupakan subpraberkas dari .
Sebuah manifold terdiferensial yang sekaligus merupakan grup, dengan operasi invers dan operasi grup berupa pemetaan terdiferensial, disebut grup Lie real.
Soal 3.10
Tunjukkan bahwa grup-grup
lingkaran dengan penjumlahan sudut, serta dan merupakan grup Lie.
Soal 3.11
Tunjukkan bahwa bundel tangen pada suatu grup Lie trivial.
Petunjuk. Tunjukkan bahwa ruang tangen pada unsur identitas dapat dipindahkan secara alami ke ruang-ruang tangen lainnya.
Soal 3.12
Misalkan sebuah himpunan indeks terarah dan sebuah sistem terarah himpunan, dengan pemetaan sistem . Misalkan sebuah himpunan lain, dan untuk setiap diberikan pemetaan
sedemikian sehingga
untuk semua . Buktikan sifat universal kolimit: terdapat tepat satu pemetaan
sedemikian sehingga
dengan pemetaan alami.
Tunjukkan pula bahwa jika merupakan sistem terarah grup, juga sebuah grup, dan semua homomorfisme grup, maka juga merupakan homomorfisme grup.
Soal 3.13
Misalkan sebuah himpunan indeks terarah dan sebuah sistem terarah grup komutatif. Tunjukkan bahwa kolimitnya merupakan grup komutatif.
Soal 3.14
Misalkan sebuah gelanggang komutatif dan sebuah sistem multiplikatif. Pada , perhatikan urutan parsial berikut: nyatakan jika membagi suatu pangkat dari ; identifikasikan dua unsur jika relasi tersebut berlaku dalam kedua arah.
Tunjukkan bahwa gelanggang-gelanggang komutatif
membentuk sebuah sistem terarah, dan bahwa
Soal 3.15
Misalkan sebuah manifold terdiferensial dan . Tunjukkan bahwa tangkai di dari praberkas seksi kontinu bundel tangen hanya bergantung pada dimensi manifold di titik .
Catatan edisi - objek tangkai diperjelas. Sumber meminta pembuktian tentang “tangkai bundel tangen”. Tangkai melekat pada praberkas, bukan langsung pada bundel. Konteks Kuliah 3 dan Contoh 3.12 menentukan objek yang dimaksud sebagai praberkas seksi kontinu dari bundel tangen. Edisi menyatakan objek tersebut secara eksplisit dan mempertahankan bentuk singkat sumber dalam catatan ini.
Soal 3.16
Misalkan dan praberkas pada ruang topologis , dan misalkan praberkas produknya. Tunjukkan bahwa untuk setiap titik berlaku
Soal 3.17
Misalkan sebuah ruang topologis dan praberkas pada . Tunjukkan pernyataan-pernyataan berikut.
- Identitas merupakan morfisme praberkas.
- Jika dan merupakan morfisme praberkas, maka juga merupakan morfisme praberkas.
- Jika sebuah subpraberkas, inklusi alaminya merupakan morfisme praberkas.
Catatan edisi - salah ketik sumber. Pada butir ketiga, sumber mencetak Prägraben, yang jelas merupakan salah ketik untuk Prägarben (praberkas). Bentuk yang benar dipakai di atas; cacat yang sama juga dicatat pada Lema 3.26.
Soal 3.18
Misalkan sebuah himpunan indeks, sebuah keluarga praberkas pada ruang topologis , dan praberkas produknya. Misalkan sebuah praberkas lain pada . Tunjukkan bahwa sebuah morfisme praberkas
sama artinya dengan suatu keluarga morfisme praberkas
Solusi Publik Lembar Kerja 3
Pada batas otoritas yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik di antara 18 soal pada Lembar Kerja 3, yaitu solusi Soal 3.1. Peta soal dan bukti kandidat yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 3.2-3.18. Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.
Solusi sumber untuk Soal 3.1
Hasil kali Kronecker kedua matriks adalah
Kredit media BGK Unit 3
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 3 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 3.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 4: Berkas dan Morfisme Berkas
Berkas gandum spelta. André Karwath aka Aka, CC BY-SA 2.5; lihat kredit media Unit 4.
Berkas
Definisi 4.1: berkas
Misalkan sebuah ruang topologis. Sebuah berkas pada adalah praberkas pada yang memenuhi kedua sifat berikut.
Untuk setiap penutup terbuka
dan setiap dengan
bagi semua , berlaku .
Untuk setiap penutup terbuka
dan setiap keluarga yang kompatibel, yakni
bagi semua , terdapat suatu dengan
bagi semua .
Kedua sifat ini disebut syarat-syarat Serre. Syarat pertama menyatakan bahwa kesamaan seksi dapat diperiksa secara lokal pada suatu penutup terbuka. Syarat kedua menyatakan bahwa seksi-seksi lokal yang saling cocok berasal dari sebuah seksi global. Seksi global itu tunggal menurut syarat pertama.
Nilai terdiri atas tepat satu unsur. Secara teori himpunan, hal ini mengikuti dengan menerapkan kedua syarat tersebut pada penutup himpunan kosong yang mempunyai himpunan indeks kosong.
Sebagai wakil dari banyak contoh serupa, kita tunjukkan bahwa praberkas seksi dari suatu pemetaan kontinu merupakan berkas.
Contoh 4.2: berkas seksi kontinu
Kita lanjutkan Contoh 3.12. Misalkan dan ruang topologis dan
sebuah pemetaan kontinu tetap. Praberkas seksi kontinu di diberikan oleh
Praberkas ini merupakan berkas. Syarat Serre pertama berlaku karena dua seksi sama apabila nilainya sama di setiap titik , dan kesamaan tersebut dapat diperiksa secara lokal pada penutup terbuka. Untuk syarat kedua, sebuah keluarga seksi kontinu yang kompatibel
secara langsung mendefinisikan sebuah seksi
yang sekaligus memperluas semua . Pemetaan kontinu karena kontinuitas dapat diperiksa secara lokal.
Contoh 4.3: berkas pemetaan kontinu bernilai grup
Misalkan sebuah grup topologis dan sebuah ruang topologis. Penetapan
merupakan berkas, yaitu berkas grup pemetaan kontinu bernilai di . Sifat berkas mengikuti dari dua fakta: kesamaan pemetaan kontinu dapat diperiksa titik demi titik, dan pemetaan-pemetaan kontinu pada himpunan terbuka yang berimpit pada setiap irisan dapat dilem menjadi sebuah pemetaan kontinu global.
Lema 4.4: uji lokal kesamaan seksi
Misalkan sebuah berkas pada ruang topologis , dan misalkan
Jika
di tangkai untuk setiap , maka .
Bukti
Menurut hipotesis, untuk setiap terdapat lingkungan terbuka
sedemikian sehingga
Karena
syarat berkas pertama memberikan .
Morfisme berkas
Morfisme berkas hanyalah morfisme praberkas antara dua berkas. Meskipun demikian, ada beberapa kekhususan penting yang berkaitan dengan injektivitas, surjektivitas, citra, dan uji isomorfisme lokal.
Catatan edisi - salah ketik pada judul sumber. Sumber mencetak Garbenmorpismen; kata Jerman yang dimaksud ialah Garbenmorphismen. Edisi memakai istilah matematis yang benar, “morfisme berkas”.
Lema 4.5: injektivitas dapat diuji pada tangkai
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah morfisme berkas. Pernyataan berikut ekuivalen.
Pemetaan
injektif untuk setiap himpunan terbuka .
Pemetaan tangkai
injektif untuk setiap .
Bukti
Pertama, andaikan semua pemetaan pada seksi di atas himpunan terbuka injektif. Misalkan dan
Kita dapat mewakili keduanya oleh seksi pada suatu lingkungan terbuka dari . Kesamaan di tangkai memberikan lingkungan terbuka yang lebih kecil
dengan
Injektivitas memberi , sehingga .
Sebaliknya, andaikan semua pemetaan tangkai injektif. Misalkan dan . Untuk setiap kita memperoleh
maka . Dengan menerapkan Lema 4.4 pada pembatasan berkas ke , kita memperoleh .
Lema 4.6: uji isomorfisme pada tangkai
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah morfisme berkas. Morfisme merupakan isomorfisme berkas jika dan hanya jika, untuk setiap , pemetaan tangkai
merupakan isomorfisme.
Bukti
Arah maju langsung. Untuk arah sebaliknya, kita harus menunjukkan bahwa
bijektif untuk setiap himpunan terbuka . Dengan membatasi kedua berkas, cukup membahas kasus . Injektivitas mengikuti dari Lema 4.5.
Untuk surjektivitas, ambil . Bagi setiap , terdapat tepat satu dengan
Pilih wakil pada suatu lingkungan terbuka dari . Karena dan mempunyai germ yang sama di , setelah memperkecil bila perlu kita memperoleh
Himpunan-himpunan menutupi . Pada dan untuk setiap , kedua germ dan dipetakan oleh isomorfisme ke . Jadi
Menurut Lema 4.4,
Syarat berkas kedua kemudian mengelem semua menjadi . Pada setiap berlaku , sehingga syarat berkas pertama memberikan .
Pernyataan ini tidak berlaku untuk praberkas - pertimbangkan, misalnya, berkasisasi suatu praberkas - dan juga tidak berlaku tanpa adanya sebuah morfisme di antara kedua berkas. Dua berkas yang isomorfik pada setiap tangkai belum tentu isomorfik sebagai berkas. Contoh pentingnya ialah berkas bebas lokal: secara lokal berkas semacam ini isomorfik dengan berkas bebas, tetapi secara umum tidak bebas secara global.
Sekilas mungkin mengejutkan bahwa, untuk morfisme berkas, surjektivitas pada seksi di atas himpunan terbuka berbeda dari surjektivitas pada tangkai. Perbedaan ini justru merupakan kekuatan teori berkas: kegagalan surjektivitas global dari morfisme yang surjektif pada setiap tangkai dapat mencerminkan sifat topologis ruang dasarnya.
Definisi 4.7: morfisme berkas surjektif
Sebuah morfisme berkas
pada ruang topologis disebut surjektif jika, untuk setiap titik , pemetaan tangkai
surjektif. Sifat ini jauh lebih lemah daripada surjektivitas pemetaan seksi di atas setiap himpunan terbuka.
Contoh 4.8: surjektif pada tangkai, tidak selalu pada seksi
Perhatikan homomorfisme grup kontinu
yaitu parametrisasi trigonometrik periodik lingkaran satuan. Pada setiap ruang topologis , pemetaan ini menginduksi morfisme berkas
yang mengirim fungsi kontinu ke komposisi
Morfisme ini surjektif karena dapat dibalik secara lokal. Namun, pemetaan pada seksi tidak selalu surjektif. Jika , misalnya, identitas pada tidak mempunyai pengangkatan kontinu ke .
Lema 4.9: berkas morfisme
Untuk dua berkas dan pada ruang topologis , penetapan
merupakan sebuah berkas.
Bukti
Restriksi sebuah morfisme berkas
ke setiap himpunan terbuka memberikan morfisme
Jadi penetapan di atas mula-mula merupakan praberkas.
Misalkan . Untuk syarat kesamaan, misalkan dan dua morfisme pada yang restriksinya sama pada setiap . Bagi setiap himpunan terbuka dan setiap , seksi dan pada sama setelah direstriksi ke setiap . Syarat berkas pertama untuk memberikan . Karena ini berlaku untuk semua dan , kita memperoleh .
Untuk syarat pengeleman, misalkan diberikan morfisme
yang memenuhi
Untuk setiap himpunan terbuka dan setiap , tetapkan pada
Keluarga kompatibel pada semua irisan, sehingga terdapat tepat satu dengan . Tetapkan
Jika , maka dan mempunyai restriksi lokal yang sama pada setiap ; ketunggalan pengeleman menunjukkan bahwa keduanya sama. Jadi keluarga kompatibel dengan semua pemetaan restriksi dan benar-benar mendefinisikan morfisme berkas
Restriksinya pada setiap adalah , juga menurut ketunggalan pengeleman.
Catatan edisi - pelengkapan pembuktian sumber. Pembuktian sumber melakukan pemeriksaan kesamaan dan konstruksi pengeleman hanya pada seksi di atas . Sebuah morfisme berkas harus mempunyai komponen pada setiap himpunan terbuka dan harus komutatif dengan restriksi. Pembuktian di atas menampilkan langkah standar yang hilang, menggunakan penutup dan ketunggalan pengeleman. Bentuk ringkas sumber tetap dipertahankan dalam batas otoritas Unit 4.
Korolari 4.10: mengeleman morfisme berkas
Misalkan
sebuah penutup terbuka ruang topologis , dan misalkan dan berkas pada . Untuk setiap , misalkan diberikan morfisme berkas
dengan
bagi semua . Maka terdapat tepat satu morfisme berkas
yang memenuhi untuk setiap .
Bukti
Pernyataan ini langsung mengikuti Lema 4.9.
Korolari 4.11: uji kesamaan pada tangkai
Misalkan dan berkas pada ruang topologis , dan misalkan
morfisme berkas. Maka
jika dan hanya jika
untuk setiap .
Catatan edisi - indeks sumber tidak konsisten. Sumber menulis setelah mengkuantifikasi titik . Edisi memakai indeks yang konsisten, .
Bukti
Pernyataan ini langsung mengikuti Lema 4.9 dan Lema 4.4.
Lembar Kerja 4: Berkas dan Morfisme Berkas
Soal 4.1
Misalkan dan berkas pada ruang topologis . Tunjukkan bahwa penetapan
bersama pemetaan produk alami sebagai pemetaan restriksi, mendefinisikan sebuah berkas pada .
Soal 4.2
Misalkan sebuah berkas pada ruang tak terhubung yang mempunyai dekomposisi
menjadi dua himpunan terbuka tak kosong yang saling lepas. Tunjukkan bahwa
Soal 4.3
Misalkan sebuah ruang topologis dengan dekomposisi
menjadi dua subhimpunan terbuka tak kosong yang saling lepas. Misalkan sebuah berkas pada dan sebuah berkas pada . Tunjukkan bahwa, untuk setiap himpunan terbuka , penetapan
mendefinisikan sebuah berkas pada .
Soal 4.4
Misalkan sebuah ruang Hausdorff dengan sekurang-kurangnya dua titik dan misalkan sebuah himpunan dengan sekurang-kurangnya dua unsur. Tunjukkan bahwa praberkas konstan yang bernilai bukan sebuah berkas.
Catatan edisi - hipotesis sumber tidak cukup kuat. Sumber hanya mengasumsikan . Kesimpulannya salah jika berunsur tunggal, sebab praberkas konstan bernilai satu unsur memenuhi kedua syarat berkas. Edisi menyatakan hipotesis yang dimaksud, yaitu bahwa mempunyai sekurang-kurangnya dua unsur.
Soal 4.5
Tunjukkan bahwa pembatasan sebuah berkas ke suatu subhimpunan terbuka
merupakan sebuah berkas.
Soal 4.6
Tunjukkan bahwa tangkai di dari berkas fungsi holomorfik isomorfik dengan gelanggang deret pangkat konvergen dalam satu variabel.
Soal 4.7
Misalkan
sebuah morfisme berkas pada ruang topologis . Andaikan
surjektif untuk setiap himpunan terbuka . Tunjukkan bahwa setiap pemetaan tangkai
juga surjektif.
Soal 4.8
Misalkan sebuah berkas grup komutatif pada ruang topologis . Tunjukkan bahwa
yakni bahwa nilai berkas pada himpunan kosong adalah grup trivial.
Soal 4.9
Misalkan sebuah ruang topologis, sebuah titik, dan sebuah grup komutatif. Pertimbangkan penetapan
dengan pemetaan restriksi yang wajar untuk setiap inklusi himpunan terbuka .
- Tunjukkan bahwa merupakan sebuah berkas grup komutatif.
- Tentukan tangkai .
- Sekarang andaikan sebuah titik tertutup. Tentukan tangkai untuk setiap titik .
Catatan edisi - dua salah ketik sumber. Perintah terakhir pada sumber berbunyi Besitmme die Halm. Bentuk yang dimaksud ialah Bestimme die Halme, yaitu menentukan tangkai-tangkai pada semua titik .
Berkas yang dikonstruksi dalam soal di atas disebut berkas pencakar langit dengan nilai di titik .
Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 4
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan solusi publik untuk satu pun dari sembilan soal pada Lembar Kerja 4. Kueri kandidat solusi dan peta soal yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 4.1-4.9.
Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini. Bagian ini hanya mendokumentasikan cakupan sumber agar ketiadaan solusi tidak disalahartikan sebagai kehilangan isi selama penerjemahan.
Kredit media BGK Unit 4
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 4. Satu posisi media substantif mempertahankan identitas Commons dan lisensi komponennya. Dua PDF resmi adalah saksi authority, bukan posisi media pembaca tambahan.
- Berkas gandum spelta - File:Triticum spelta - shock (aka).jpg; pencipta/atribusi: André Karwath aka Aka; lisensi/status hak: CC BY-SA 2.5.
Kuliah 5: Berkasisasi, Homomorfisme, dan Berkas Hasil Bagi
Berkasisasi
Sebuah praberkas dapat secara kanonik dikaitkan dengan sebuah berkas. Konstruksi ini disebut berkasisasi.
Definisi 5.1: berkasisasi
Misalkan sebuah praberkas pada ruang topologis . Praberkas yang diberikan oleh
bersama pemetaan restriksi alami, disebut berkasisasi dari .
Syarat dalam definisi ini, yakni bahwa seksi-seksi lokal mendefinisikan germ yang sama di setiap tangkai, juga disebut syarat kompatibilitas.
Catatan edisi - sifat terbuka lingkungan lokal. Rumus sumber hanya menulis tanpa menyebutkan bahwa terbuka. Karena dan konstruksi lokal ini menggunakan objek praberkas, harus berupa lingkungan terbuka. Edisi menyatakan syarat tersebut secara eksplisit.
Lema 5.2: sifat-sifat berkasisasi
Misalkan sebuah praberkas pada ruang topologis , dan misalkan berkasisasinya. Sifat-sifat berikut berlaku.
Terdapat morfisme praberkas alami
yang pada setiap himpunan terbuka diberikan oleh
Untuk setiap , terdapat isomorfisme alami
Berkasisasi merupakan sebuah berkas.
Jika sudah merupakan sebuah berkas, maka morfisme alami
merupakan isomorfisme.
Untuk setiap morfisme praberkas
ke sebuah berkas , terdapat tepat satu faktorisasi
Bukti
Sebuah unsur mendefinisikan tupel
yang langsung memenuhi syarat kompatibilitas. Jadi terdapat pemetaan yang terdefinisi dengan baik
Jika , terdapat diagram komutatif
Komutativitasnya mengikuti dari fakta bahwa germ suatu seksi pada tangkai di sebuah titik hanya bergantung pada lingkungan-lingkungan terbuka titik tersebut.
Menurut bagian (1) dan Lema 3.27, terdapat pemetaan alami
Untuk membuktikan surjektivitasnya, ambil , yang diwakili oleh suatu
Pada suatu lingkungan terbuka dari , seksi tersebut diwakili oleh sebuah unsur
Germ langsung merupakan praimaj dari .
Untuk membuktikan injektivitasnya, misalkan mempunyai citra yang sama dalam . Kita dapat menganggap dan diwakili oleh seksi-seksi pada himpunan terbuka yang sama, katakanlah . Kesamaan di tangkai berkasisasi berarti bahwa terdapat lingkungan terbuka dengan
Khususnya, germ kedua seksi di sama, sehingga dalam .
Misalkan
sebuah penutup terbuka, dan misalkan
memenuhi
bagi setiap . Setiap titik terletak di suatu , sehingga
bagi setiap . Jadi kedua tupel di dalam produk tangkai sama, dan karenanya dalam berkasisasi.
Sekarang misalkan diberikan seksi-seksi
dengan
Untuk setiap , salah satu dengan menentukan sebuah germ . Germ ini tunggal karena syarat kompatibilitas pada irisan. Tupel
langsung memenuhi syarat kompatibilitas dalam definisi berkasisasi. Dengan demikian, memenuhi kedua syarat berkas.
Menurut bagian (1), terdapat morfisme praberkas
Menurut bagian (2), morfisme ini bijektif pada setiap tangkai. Sisi kiri merupakan berkas menurut hipotesis, dan sisi kanan merupakan berkas menurut bagian (3). Lema 4.6 menunjukkan bahwa morfisme tersebut merupakan isomorfisme.
Lihat Soal 5.2.
Catatan edisi - salah artikel pada sumber. Pada butir (4), sumber mencetak die natürliche Morphismus. Bentuk Jerman yang benar ialah der natürliche Morphismus. Terjemahan memakai bentuk matematis yang dimaksud, yaitu “morfisme alami”. (Salah ketik judul Garbenmorpismen pada sumber juga dipertahankan sebagai bagian dari catatan otoritas Unit 4; istilah yang dipakai di sini tetap “morfisme berkas”.)
Homomorfisme berkas grup
Definisi 5.3: homomorfisme berkas grup komutatif
Misalkan sebuah ruang topologis, dan misalkan serta berkas grup komutatif pada . Sebuah morfisme berkas
disebut homomorfisme berkas grup komutatif jika, untuk setiap himpunan terbuka , pemetaan
merupakan homomorfisme grup.
Contoh 5.4: homomorfisme yang diinduksi oleh grup topologis
Sebuah homomorfisme grup kontinu
di antara grup-grup topologis dan menentukan, pada setiap ruang topologis , sebuah homomorfisme berkas grup. Pada setiap himpunan terbuka , homomorfisme itu diberikan oleh
Catatan lingkup. Definisi 5.3 dirumuskan untuk berkas grup komutatif, sedangkan contoh sumber ini memakai grup topologis umum. Konstruksi komposisi di atas memang tidak memerlukan komutativitas; karena itu edisi menyebutnya homomorfisme berkas grup pada tingkat umum.
Definisi 5.5: berkas kernel
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Subberkas dari yang didefinisikan oleh
disebut berkas kernel dari .
Lebih tepatnya, berkas tersebut merupakan subberkas grup komutatif: bagi setiap himpunan terbuka , nilainya adalah sebuah subgrup dari ; lihat Soal 5.6.
Definisi 5.6: berkas citra
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Berkasisasi dari praberkas yang diberikan oleh
disebut berkas citra dari .
Menurut Lema 5.2(5), berkas citra secara alami merupakan subberkas , dan lebih tepatnya subberkas grup komutatif. Berkas ini ditulis .
Contoh 5.7: homomorfisme bundel vektor trivial
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah homomorfisme di antara bundel-bundel vektor trivial. Homomorfisme ini dideskripsikan oleh sebuah pemetaan kontinu
yakni setiap titik secara kontinu dipasangkan dengan sebuah matriks yang pada titik tersebut mendeskripsikan pemetaan linear . Hal ini langsung dapat dipandang sebagai homomorfisme berkas grup pada :
Dalam Contoh 1.2, untuk , terdapat pemetaan
atau, secara ekuivalen,
Catatan edisi - dua ketidakcocokan jenis pada notasi matriks sumber. Sumber menulis , sedangkan uraian sesudahnya memperlakukan sebagai fungsi matriks bernilai titik. Bentuk berjenis yang lazim ialah , atau secara ekuivalen . Pada contoh real konkret, sumber juga menulis meskipun tidak didefinisikan dan konteksnya menggunakan . Kedua rumus sumber dipertahankan di atas agar penyimpangan tersebut tetap terlihat.
Berkas kernel di atas adalah
Berkas hasil bagi
Definisi 5.8: berkas hasil bagi
Misalkan sebuah berkas grup komutatif dan
sebuah subberkas grup. Berkasisasi dari praberkas
disebut berkas hasil bagi dari oleh .
Berkas hasil bagi ditulis . Karena konstruksinya memakai berkasisasi, secara umum tidak harus berlaku
Namun, untuk setiap titik , berlaku
lihat Soal 5.11.
Lema 5.9: deskripsi eksplisit berkas hasil bagi
Misalkan sebuah berkas grup komutatif dan
sebuah subberkas grup, dengan berkas hasil bagi . Pernyataan berikut berlaku.
Setiap unsur
diwakili oleh suatu keluarga
dengan
sebuah penutup terbuka dan
sedemikian sehingga
Setiap keluarga semacam itu menentukan sebuah unsur .
Dua keluarga
pada penutup terbuka yang sama menentukan unsur yang sama dalam
tepat ketika
bagi setiap .
Dua keluarga
menentukan unsur yang sama tepat ketika, pada suatu - dan karenanya pada setiap - penghalusan bersama kedua penutup, selisih seksi-seksinya termasuk dalam .
Bukti
Homomorfisme berkas kanonik
bersifat surjektif. Oleh karena itu, setiap seksi
mempunyai praimaj secara lokal. Dengan demikian, terdapat penutup terbuka
dan unsur-unsur
yang dipetakan ke . Maka
dipetakan ke nol, sehingga selisih ini termasuk dalam kernel, yakni .
Sebaliknya, sebuah keluarga yang memenuhi syarat tersebut menentukan kelas-kelas
Pada setiap irisan berlaku
Jadi kelas-kelas tersebut kompatibel dan menentukan sebuah seksi global berkas hasil bagi.
Dengan mengganti kedua keluarga oleh keluarga selisihnya, cukup dibahas kasus . Kita harus menunjukkan bahwa menentukan unsur nol dalam berkas hasil bagi tepat ketika setiap
Jika keluarga tersebut menentukan unsur nol, citranya pada setiap tangkai juga nol. Jadi, untuk setiap , germnya memenuhi
Keanggotaan pada sebuah subberkas dapat diuji pada tangkai, sehingga
Arah sebaliknya langsung.
Kesamaan seksi sebuah berkas dapat diuji secara lokal pada sebarang penutup terbuka. Pernyataan mengikuti dari bagian (2) serta fakta bahwa keanggotaan pada sebuah subberkas juga dapat diuji secara lokal.
Catatan edisi - seksi dan germ pada pembuktian sumber. Pada butir (2), sumber menulis , padahal adalah seksi di , sedangkan adalah tangkai. Pernyataan berjenis yang dipakai di atas ialah .
Lembar Kerja 5: Berkasisasi dan Berkas Hasil Bagi
Soal 5.1
Misalkan sebuah ruang topologis dan sebuah praberkas pada . Tunjukkan bahwa penetapan
yakni himpunan produk semua tangkai di titik-titik , bersama proyeksi alami sebagai pemetaan restriksi, mendefinisikan sebuah praberkas. Tunjukkan pula bahwa terdapat morfisme praberkas alami dari ke praberkas tersebut.
Soal 5.2
Misalkan sebuah praberkas pada ruang topologis , dan misalkan berkasisasinya. Tunjukkan bahwa, untuk setiap morfisme praberkas
ke sebuah berkas , terdapat tepat satu faktorisasi
Berkasisasi sebuah praberkas konstan disebut berkas konstan lokal, dan kadang-kadang juga disebut cukup sebagai berkas konstan.
Soal 5.3
Misalkan praberkas konstan bernilai suatu himpunan pada ruang topologis . Tunjukkan bahwa tangkai berkasisasi di setiap titik
sama dengan .
Soal 5.4
Misalkan sebuah grup topologis diskret dan sebuah ruang topologis. Misalkan praberkas konstan bernilai pada . Tunjukkan bahwa berkasisasi sama dengan
Soal 5.5*
Misalkan sebuah ruang topologis, sebuah berkas pada , dan
sebuah subberkas. Misalkan
memenuhi
untuk setiap
Tunjukkan bahwa
Soal 5.6
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Tunjukkan bahwa penetapan
mendefinisikan sebuah berkas grup pada .
Soal 5.7
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Tunjukkan bahwa injektif tepat ketika
merupakan berkas nol.
Soal 5.8
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Tunjukkan bahwa surjektif tepat ketika
Soal 5.9
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah homomorfisme berkas grup komutatif. Tunjukkan bahwa, untuk setiap
berlaku
Soal 5.10
Misalkan sebuah berkas grup komutatif dan
sebuah subberkas grup. Tunjukkan bahwa terdapat homomorfisme berkas grup komutatif yang kanonik dan surjektif
Soal 5.11
Misalkan sebuah berkas grup komutatif dan
sebuah subberkas grup, dan misalkan berkas hasil baginya. Tunjukkan bahwa
untuk setiap titik
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 5
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik di antara sebelas soal pada Lembar Kerja 5, yaitu solusi Soal 5.5. Peta soal dan bukti kandidat yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 5.1-5.4 dan 5.6-5.11. Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.
Solusi sumber untuk Soal 5.5
Keanggotaan pada tangkai
berarti bahwa terdapat lingkungan terbuka
dan sebuah seksi
yang germnya di sama dengan . Dengan demikian, terdapat lingkungan terbuka yang lebih kecil
sedemikian sehingga restriksi dan , dipandang sebagai seksi-seksi , berimpit pada .
Jadi terdapat penutup terbuka
sedemikian sehingga
Seksi-seksi ini kompatibel, baik sebagai seksi maupun sebagai seksi . Oleh karena itu, terdapat sebuah seksi
yang restriksinya pada setiap adalah . Karena sebuah keluarga kompatibel dalam suatu berkas mempunyai tepat satu realisasi global, berlaku
di . Dengan demikian,
Catatan edisi - seksi dan germ. Sumber menyatakan bahwa seksi lokal “membatasi ke” germ . Secara tepat, germ dari seksi lokal di titik sama dengan ; terjemahan memakai hubungan berjenis ini tanpa mengubah argumen.
Kredit media BGK Unit 5
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 5 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 5.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 6: Eksak, Evaluasi Global, serta Tarik dan Dorong Berkas
Eksak
Definisi 6.1: kompleks berkas
Misalkan sebuah ruang topologis, berkas grup komutatif pada , dan
homomorfisme-homomorfisme berkas. Kita mengatakan bahwa terbentuk sebuah kompleks berkas apabila
berlaku.
Definisi 6.2: eksak
Misalkan sebuah ruang topologis dan sebuah kompleks berkas grup komutatif pada . Kompleks tersebut disebut eksak apabila
untuk semua .
Lema 6.3: karakterisasi eksak pada tangkai
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah kompleks berkas grup komutatif pada . Kompleks ini eksak tepat ketika, untuk setiap titik , kompleks tangkainya
eksak.
Bukti
Kita beri nama situasi tersebut
Menurut Korolari 4.11, ini merupakan kompleks berkas tepat ketika semua pemetaan pada tangkai merupakan kompleks. Anggap kompleksnya eksak, jadi
Pilih dan ambil dengan . Ada lingkungan terbuka dari tempat diwakili oleh sebuah seksi , dan ada lingkungan terbuka yang lebih kecil
sedemikian sehingga
Unsur (restriksi ini tetap kita sebut ) berada di kernel , dan karena itu berada di citra berkas dari . Jadi ada lingkungan terbuka
sedemikian sehingga berada di citra pemetaan
Maka germ berada di citra . Ini membuktikan bahwa kompleks tangkai eksak. Arah sebaliknya diperoleh dengan menerapkan kesamaan citra dan kernel pada setiap tangkai (dan fakta bahwa kesamaan seksi berkas dapat diuji secara lokal).
Definisi 6.4: barisan eksak pendek
Sebuah kompleks eksak
berkas grup komutatif pada ruang topologis disebut barisan eksak pendek.
Dengan demikian, pemetaan pertama khususnya injektif dan pemetaan terakhir surjektif sebagai pemetaan berkas (yakni surjektif secara lokal pada setiap titik).
Lema 6.5: barisan berkas dari barisan grup topologis
Misalkan
sebuah barisan eksak pendek grup topologis komutatif (dengan homomorfisme grup kontinu). Anggap memakai topologi terinduksi dari , dan surjeksi
memiliki sifat berikut: untuk setiap terdapat lingkungan terbuka
dan seksi kontinu terhadap di atas . Maka, untuk setiap ruang topologis , barisan berkas pemetaan kontinu yang bersesuaian
juga eksak.
Bukti
Jelas bahwa ini merupakan kompleks berkas grup komutatif pada . Injektivitas di kiri juga jelas. Untuk eksak di tengah, misalkan terbuka dan kontinu dengan pemetaan nol. Citra berada di ; karena memakai topologi terinduksi dari , fungsi juga kontinu.
Untuk surjektivitas berkas di kanan, ambil titik dan pemetaan kontinu yang didefinisikan pada lingkungan terbuka dari . Tuliskan . Menurut hipotesis ada lingkungan terbuka
dan seksi dengan
Ambil
Maka , dibatasi ke , merupakan seksi kontinu bernilai di yang dipetakan oleh ke .
Contoh 6.6: barisan eksponensial
Pertimbangkan barisan eksak pendek
dari grup-grup topologis. Eksak di tengah mengikuti Satz 21.5 (Analysis (Osnabrück 2021–2023), bagian (2)); sifat homomorfismenya mengikuti persamaan fungsional fungsi eksponensial. Menurut Satz 21.6 (Analysis (Osnabrück 2021–2023)), fungsi eksponensial kompleks surjektif ke dan merupakan sebuah pemetaan ruang penutup (lihat Contoh 21.3, Funktionentheorie (Osnabrück 2023–2024)). Karena logaritma tersedia secara lokal, hipotesis Lema 6.5 terpenuhi. Jadi, untuk setiap ruang topologis , diperoleh barisan eksak pendek berkas
Barisan ini disebut barisan eksponensial kontinu kompleks. Di kiri terdapat berkas konstan lokal dengan nilai di ; di tengah, berkas fungsi kontinu bernilai kompleks; dan di kanan, berkas fungsi kontinu bernilai kompleks yang tidak memiliki titik nol. Jika , evaluasi global pemetaan terakhir tidak surjektif karena fungsi identitas tidak berada di dalam citranya.
Catatan edisi - tahun pada rujukan sumber. Walaupun kursus ini berjudul 2019–2020, dua permukaan sumber berbeda: PDF terminal mencetak rujukan Analysis (Osnabrück 2014–2016), sedangkan saksi TeX semantik saat ini menyebut Analysis 2021–2023 dan Funktionentheorie 2023–2024. Semua tahun dipertahankan sebagai identitas sumber masing-masing, tanpa menyimpulkan adanya penyelarasan edisi.
Evaluasi global
Lema 6.7: evaluasi global mempertahankan kompleks
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah kompleks homomorfisme berkas grup komutatif pada . Maka
juga merupakan sebuah kompleks.
Bukti
Hipotesisnya berarti tepat bahwa merupakan pemetaan nol. Karena itu, evaluasi globalnya juga merupakan pemetaan nol.
Lema 6.8: evaluasi global eksak-kiri
Misalkan sebuah ruang topologis dan
sebuah kompleks eksak homomorfisme berkas grup komutatif pada . Maka
juga eksak.
Bukti
Menurut Lema 6.7, barisan seksi global tersebut merupakan kompleks. Eksak berarti bahwa, pada setiap titik ,
eksak pada tangkai.
Ambil dengan di . Maka pada setiap titik. Oleh karena itu untuk setiap , dan Lema 4.4 memberi . Pemetaan di kiri injektif.
Selanjutnya, ambil dengan di . Eksak pada tangkai berarti bahwa untuk setiap , germ berada di . Dengan Soal 5.5, ini menyiratkan bahwa sendiri merupakan seksi di .
Jadi evaluasi global pada berkas grup abelian merupakan sebuah funktor eksak-kiri kovarian aditif.
Tarik dan dorong
Sampai sekarang kita hanya membahas berkas dan hubungan di antaranya pada sebuah ruang topologis tetap. Sekarang kita mempertimbangkan ruang-ruang topologis yang dihubungkan oleh sebuah pemetaan kontinu.
Definisi 6.9: praberkas dorong maju
Untuk pemetaan kontinu
dan praberkas pada , praberkas pada yang pada setiap himpunan terbuka diberikan oleh
disebut praberkas dorong maju dari melalui .
Jika terbuka, maka
sehingga tersedia pemetaan restriksi alami dan memang diperoleh sebuah praberkas.
Lema 6.10: dorong maju berkas adalah berkas
Untuk pemetaan kontinu dan berkas pada , praberkas dorong maju merupakan sebuah berkas.
Bukti
Misalkan
sebuah penutup terbuka dari himpunan terbuka . Maka , untuk , merupakan penutup terbuka dari . Jika memenuhi
maka, setelah dibaca di ,
Sifat berkas pertama untuk memberi di , dan karenanya di .
Sebaliknya, ambil seksi-seksi yang kompatibel pada semua irisan. Dengan menerjemahkannya kembali ke , sifat pengeleman berkas menghasilkan sebuah seksi di
Catatan edisi - jenis seksi pada bukti Lema 6.10. Sumber menulis , walaupun adalah praberkas pada dan . Bentuk yang berjenis adalah ; bentuk ini dipakai di atas dan penyimpangan sumber dicatat, bukan disamarkan.
Lema 6.11: tangkai praberkas dorong maju
Untuk pemetaan kontinu , titik , dan praberkas pada , tangkai praberkas dorong maju di adalah
Catatan edisi - indeks lingkungan pada sumber. Notasi sumber menulis “ada lingkungan terbuka ” di dalam indeks kolimit kedua; ini dibaca sebagai “ada lingkungan terbuka ”. Terjemahan menampilkan bentuk yang eksplisit dan bertipe.
Lihat Soal 6.5. Jadi tangkai praberkas dorong maju adalah tangkai praberkas asal pada suatu filter (yakni filter praimaj dari filter lingkungan ), tetapi secara umum bukan tangkai pada satu titik.
Definisi 6.12: praberkas tarik balik
Untuk pemetaan kontinu dan praberkas pada , praberkas pada yang pada himpunan terbuka diberikan oleh
disebut praberkas tarik balik dari melalui .
Definisi 6.13: berkas tarik balik
Untuk pemetaan kontinu dan berkas pada , berkas tarik balik adalah berkasisasi dari praberkas tarik balik tersebut. Berkas ini ditulis
Lema 6.14: tangkai berkas tarik balik
Untuk pemetaan kontinu dan berkas pada , tangkai berkas tarik balik di titik sama dengan tangkai di .
Lihat Soal 6.6.
Lembar Kerja 6: Ruang Penutup, Eksak, serta Tarik dan Dorong Berkas
Definisi: ruang penutup
Misalkan dan ruang topologis. Sebuah pemetaan kontinu
disebut pemetaan ruang penutup apabila terdapat penutup terbuka
dan keluarga ruang topologis diskret , untuk , sedemikian sehingga homeomorfik dengan (dengan topologi produk), dan homeomorfisme-homeomorfisme tersebut kompatibel dengan pemetaan ke .
Soal 6.1
Tunjukkan bahwa pemetaan
merupakan pemetaan ruang penutup.
Soal 6.2
Tunjukkan bahwa pemetaan
merupakan pemetaan ruang penutup.
Soal 6.3
Buktikan bahwa, untuk setiap pemetaan ruang penutup
dan setiap titik , terdapat lingkungan terbuka
serta seksi kontinu
dengan .
Soal 6.4
Misalkan dan grup topologis komutatif, dan misalkan
adalah grup produk mereka dengan topologi produk. Misalkan
barisan eksak pendek yang bersesuaian. Tunjukkan bahwa, untuk setiap ruang topologis , terdapat barisan eksak pendek berkas
yang evaluasi globalnya pada bagian paling kanan selalu surjektif.
Soal 6.5
Misalkan sebuah pemetaan kontinu, sebuah titik, dan sebuah praberkas pada . Tunjukkan bahwa tangkai praberkas dorong maju di sama dengan
Catatan edisi - indeks kolimit pada sumber. Sumber menulis syarat lingkungan dengan bentuk ringkas “ada ”; yang dimaksud ialah ada himpunan terbuka . Bentuk eksplisit tersebut dipakai di atas.
Soal 6.6
Misalkan sebuah pemetaan kontinu dan sebuah berkas pada . Tunjukkan bahwa tangkai berkas tarik balik di titik sama dengan tangkai di .
Catatan edisi - tata bahasa sumber. Sumber mencetak frasa Jerman einer stetige Abbildung (artikel dan adjektiva tidak selaras). Terjemahan memakai bentuk Indonesia yang bertipe tanpa mengubah isi matematis.
Soal 6.7
Misalkan sebuah himpunan dengan dua topologi dan , sedemikian sehingga identitas
kontinu; jadi topologi pertama lebih halus daripada topologi kedua. Misalkan sebuah berkas pada dan sebuah berkas pada . Tentukan dan . Bagaimana bentuknya jika adalah topologi diskret dan adalah topologi indiscret?
Soal 6.8
Misalkan sebuah ruang topologis dan pemetaan konstan. Jika sebuah berkas pada , tentukan .
Soal 6.9
Misalkan sebuah ruang topologis, , dan
inklusi terkait. Misalkan sebuah berkas grup komutatif pada . Deskripsikan berkas pada himpunan- himpunan terbuka di . Bagaimana bentuk tangkai-tangkai apabila merupakan titik tertutup?
Bandingkan juga Soal 4.9.
Soal 6.10
Misalkan sebuah ruang topologis dan pemetaan konstan. Jika sebuah berkas pada , tentukan .
Soal 6.11
Misalkan sebuah pemetaan kontinu di antara ruang topologis dan , dan misalkan sebuah berkas pada . Buktikan bahwa terdapat morfisme berkas alami pada ,
Soal 6.12
Misalkan sebuah pemetaan kontinu di antara ruang topologis dan , dan misalkan sebuah berkas pada . Buktikan bahwa terdapat morfisme berkas alami pada ,
Soal 6.13
Misalkan sebuah pemetaan kontinu di antara ruang topologis dan . Misalkan sebuah berkas pada dan sebuah berkas pada . Buktikan bahwa terdapat bijeksi alami antara morfisme-morfisme berkas pada
dan morfisme-morfisme berkas pada
Soal 6.14
Misalkan himpunan, serta dan pemetaan. Definisikan
- Tunjukkan bahwa terdapat diagram komutatif
Misalkan sebuah himpunan lain dan serta pemetaan dengan
Tunjukkan bahwa terdapat tepat satu pemetaan yang proyeksinya ke dan masing-masing sama dengan dan .
Soal 6.15
Misalkan ruang topologis dan serta pemetaan kontinu. Definisikan
dengan topologi terinduksi.
Tunjukkan bahwa terdapat diagram komutatif dengan pemetaan-pemetaan kontinu,
Misalkan sebuah ruang topologis lain dan serta pemetaan kontinu dengan
Tunjukkan bahwa terdapat tepat satu pemetaan kontinu yang proyeksinya ke dan masing-masing sama dengan dan .
Catatan edisi - tata bahasa sumber. Sumber mencetak frasa Jerman eine weiterer topologischer Raum (artikel dan adjektiva tidak selaras). Terjemahan memakai bentuk Indonesia “ruang topologis lain” tanpa mengubah isi matematis.
Catatan edisi - notasi produk serat pada sumber. Pada beberapa tampilan sumber, syarat kesamaan ditulis dengan simbol walaupun pemetaan yang baru saja didefinisikan bernama . Terjemahan memakai secara konsisten dan mempertahankan objek matematis yang dimaksud.
Soal 6.16
Misalkan dan ruang topologis, pemetaan kontinu, dan sebuah bundel vektor di atas . Buktikan bahwa
(lihat Soal 6.15) merupakan bundel vektor di atas .
Soal 6.17
Misalkan sebuah ruang topologis dan , bundel-bundel vektor di atas . Buktikan bahwa
(lihat Soal 6.15) merupakan bundel vektor di atas yang sama dengan jumlah langsung bundel-bundel vektor di atas .
Soal 6.18
Misalkan ruang topologis, serta dan pemetaan kontinu. Misalkan
proyeksi alami. Tunjukkan bahwa seksi kontinu
sama dengan pemetaan kontinu yang memenuhi
Soal 6.19
Misalkan ruang topologis, serta dan pemetaan kontinu. Misalkan proyeksi alami. Misalkan berkas seksi kontinu yang bersesuaian dengan di atas . Tunjukkan bahwa tarik balik sama dengan berkas seksi yang bersesuaian dengan .
Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 6
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan solusi publik untuk satu pun dari sembilan belas soal pada Lembar Kerja 6. Bukti kueri kandidat solusi dan peta soal yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 6.1 sampai 6.19; seluruh sembilan belas halaman solusi berstatus missing.
Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini. Berkas ini hanya mendokumentasikan cakupan sumber agar ketiadaan solusi tidak disalahartikan sebagai kehilangan isi selama penerjemahan. Untuk latihan, gunakan pernyataan lengkap pada Lembar Kerja 6 dan rujuk kuliah terkait.
Kredit media BGK Unit 6
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 6 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 6.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 7: Ruang Berdering dan Ruang Berdering Lokal
Ruang berdering
Definisi 7.1: ruang berdering
Ruang topologis yang dilengkapi dengan sebuah berkas gelanggang komutatif disebut ruang berdering.
Sebuah ruang berdering sering ditulis dalam bentuk
dengan ruang dasarnya dan berkas gelanggang komutatifnya. Berkas ini disebut berkas struktur ruang berdering. Evaluasi
juga disebut gelanggang seksi untuk himpunan terbuka , dan notasi
disebut gelanggang seksi global (pada ). Setelah Contoh 3.9 dan Contoh 3.10, kita mempunyai contoh-contoh standar berikut.
Contoh 7.2: fungsi kontinu bernilai real
Misalkan sebuah ruang topologis. Untuk setiap himpunan terbuka , tetapkan
Ini adalah gelanggang komutatif, dan penetapan , bersama pemetaan restriksi alami, merupakan sebuah berkas. Dengan demikian menjadi ruang berdering.
Contoh 7.3: fungsi terdiferensialkan
Pada manifold terdiferensialkan , setiap himpunan terbuka memiliki gelanggang komutatif
Penetapan ini merupakan sebuah berkas, sehingga menjadi ruang berdering.
Contoh 7.4: fungsi holomorfik
Pada manifold kompleks , untuk setiap himpunan terbuka kita memiliki gelanggang komutatif
Penetapan tersebut merupakan sebuah berkas dan menjadikan ruang berdering.
Contoh 7.5: ruang satu titik
Misalkan sebuah gelanggang komutatif dan ruang topologis yang hanya memiliki satu titik. Dengan menetapkan
menjadi ruang berdering.
Definisi 7.6: tangkai ruang berdering
Untuk suatu titik dalam ruang berdering , tangkai berkas struktur di titik disebut tangkai di . Tangkai tersebut ditulis
Morfisme ruang berdering
Untuk pemetaan kontinu di antara ruang topologis, setiap himpunan terbuka memberikan homomorfisme gelanggang
Fungsi kontinu yang ditarik balik ini juga ditulis . Notasi yang sama akan dipakai dalam definisi abstrak berikut.
Definisi 7.7: morfisme ruang berdering
Misalkan dan ruang berdering. Sebuah morfisme ruang berdering adalah pemetaan kontinu
bersama keluarga homomorfisme gelanggang
untuk setiap himpunan terbuka , yang kompatibel dengan pemetaan-pemetaan restriksi.
Kompatibilitas berarti bahwa untuk himpunan terbuka , diagram
komutatif. Morfisme ruang berdering menginduksi, untuk setiap titik , sebuah homomorfisme gelanggang pada tangkai
Secara eksplisit, jika direpresentasikan oleh pada suatu lingkungan terbuka , maka citranya adalah germ dari
Definisi 7.8: isomorfisme ruang berdering
Morfisme ruang berdering
disebut isomorfisme apabila terdapat morfisme ruang berdering
sedemikian sehingga
dengan kedua identitas dipahami sebagai identitas ruang berdering.
Data pengeleman untuk ruang berdering
Konstruksi berikut memperluas Lema 2.6.
Definisi 7.9: data pengeleman
Yang dimaksud dengan data pengeleman untuk ruang berdering adalah data berikut.
Sebuah keluarga ruang berdering
Untuk setiap pasangan , sebuah himpunan terbuka , dengan .
Untuk setiap pasangan , sebuah isomorfisme ruang berdering
dengan .
Untuk indeks , dipenuhi syarat kokikel
sebagai homomorfisme dari ke .
Lema 7.10: keberadaan hasil pengeleman
Misalkan diberikan data pengeleman untuk ruang berdering. Maka ada sebuah ruang berdering , sebuah penutup terbuka
dan isomorfisme-isomorfisme ruang berdering
sedemikian sehingga
dan
berlaku.
Bukti
Keberadaan ruang dasar diperoleh dari Lema 2.6. Untuk himpunan terbuka , terdapat penutup
Kita tetapkan gelanggang seksi dengan
Ini adalah berkas gelanggang komutatif pada yang pada , melalui , berimpit dengan berkas yang telah diberikan pada .
Ruang berdering lokal
Definisi 7.11: ruang berdering lokal
Ruang berdering disebut ruang berdering lokal apabila, untuk setiap titik , tangkai merupakan gelanggang lokal.
Contoh 7.12: fungsi kontinu
Ruang topologis , bersama berkas fungsi kontinu , merupakan ruang berdering lokal. Untuk setiap titik dan fungsi kontinu yang didefinisikan pada lingkungan terbuka , berlaku
tepat ketika terdapat lingkungan terbuka tempat invertibel. Karena itu, setiap tangkai merupakan gelanggang lokal dan berdering lokal. Hal yang sama berlaku pada manifold real maupun kompleks.
Definisi 7.13: lapangan residu
Untuk ruang berdering lokal dan titik , lapangan residu gelanggang lokal disebut lapangan residu titik . Lapangan ini ditulis
Lapangan residu pada ruang topologis dengan berkas fungsi kontinu hanyalah ; lihat Soal 7.16.
Definisi 7.14: evaluasi
Untuk ruang berdering lokal , titik , dan fungsi global
nilai di lapangan residu disebut evaluasi di dan ditulis .
Di dalam ruang berdering lokal, untuk setiap dan berlaku ekuivalensi
Catatan edisi — kapitalisasi pada sumber. Sumber menulis “IN einem lokal beringten Raum”. Terjemahan menormalkan kapitalisasi bahasa Indonesia; isi matematis dan ekuivalensinya tidak diubah.
Definisi 7.15: morfisme ruang berdering lokal
Untuk ruang berdering lokal dan , morfisme ruang berdering lokal dari ke adalah morfisme ruang berdering yang homomorfisme gelanggang tangkai terinduksinya
merupakan homomorfisme lokal untuk setiap titik .
Lokus keterbalikan
Lema 7.16: keterbukaan lokus keterbalikan
Untuk ruang berdering lokal dan fungsi global , himpunan
merupakan himpunan terbuka.
Bukti
Mula-mula, di lapangan residu tepat ketika di gelanggang lokal , dan ini tepat ketika tidak invertibel di . Ambil . Maka invertibel di , sehingga ada dengan
Ada lingkungan terbuka tempat mempunyai representasi
dan, mungkin setelah memperkecilnya, ada lingkungan terbuka dengan
Jadi invertibel pada dan
Gabungan semua lingkungan terbuka seperti itu menunjukkan bahwa terbuka.
Himpunan titik tempat , sebagai unsur tangkai , tidak nol belum tentu terbuka; lihat Contoh 11.17.
Definisi 7.17: lokus keterbalikan
Untuk ruang berdering lokal dan fungsi global , himpunan
disebut lokus keterbalikan dari .
Menurut Soal 7.20, merupakan satuan di .
Lema 7.18: prabayang lokus keterbalikan
Misalkan dan ruang berdering lokal dan sebuah morfisme ruang berdering lokal. Untuk setiap
berlaku
Bukti
Unsur merupakan satuan di . Homomorfisme gelanggang terinduksi menunjukkan bahwa merupakan satuan di
sehingga
Sebaliknya, ambil . Maka adalah satuan di gelanggang lokal . Karena homomorfisme tangkai
bersifat lokal, juga merupakan satuan. Ini berarti , sehingga
Kedua inklusi tersebut memberikan kesamaan yang diinginkan.
Lembar Kerja 7: Ruang Berdering dan Gelanggang Lokal
Soal 7.1
Tunjukkan bahwa setiap himpunan terbuka dari ruang berdering kembali merupakan ruang berdering.
Soal 7.2
Misalkan ruang berdering dengan
Tunjukkan bahwa untuk setiap himpunan terbuka juga berlaku
Soal 7.3
Misalkan ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi bernilai real, dan himpunan terbuka yang padat. Tunjukkan bahwa pemetaan restriksi
bersifat injektif.
Soal 7.4
Misalkan ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi bernilai real, dan himpunan terbuka yang padat. Tunjukkan bahwa pemetaan restriksi
tidak harus surjektif.
Soal 7.5
Misalkan ruang berdering. Tunjukkan bahwa penetapan yang mengaitkan setiap himpunan terbuka dengan grup satuan
dari gelanggang komutatif , bersama restriksi alami, merupakan sebuah berkas grup komutatif.
Berkas ini mempunyai nama khusus. Untuk ruang berdering , berkas yang pada himpunan terbuka didefinisikan oleh
disebut berkas satuan pada .
Soal 7.6
Tunjukkan bahwa komposisi morfisme-morfisme ruang berdering kembali merupakan morfisme ruang berdering.
Soal 7.7
Tunjukkan bahwa untuk setiap himpunan terbuka dari ruang berdering terdapat morfisme ruang berdering
Soal 7.8
Misalkan dan ruang topologis serta pemetaan kontinu. Tunjukkan bahwa pemetaan ini menginduksi sebuah morfisme ruang berdering lokal.
Soal 7.9
Misalkan dan manifold terdiferensialkan serta pemetaan terdiferensialkan. Tunjukkan bahwa pemetaan ini menginduksi sebuah morfisme ruang berdering lokal.
Soal 7.10
Misalkan manifold terdiferensialkan. Kita dapat menjadikannya ruang berdering dengan dua cara: menggunakan berkas fungsi kontinu , atau menggunakan berkas fungsi terdiferensialkan . Tunjukkan bahwa terdapat morfisme ruang berdering
yang secara topologis merupakan identitas, tetapi bukan isomorfisme ruang berdering.
Catatan edisi — objek fungsi. Kedua berkas pada sumber dibaca sebagai berkas fungsi real kontinu dan terdiferensialkan pada himpunan terbuka yang sama; notasi dan dipertahankan.
Dalam soal-soal berikut, gelanggang lokal menjadi pusat perhatian.
Soal 7.11
Misalkan gelanggang komutatif. Tunjukkan bahwa merupakan gelanggang lokal tepat ketika hanya merupakan satuan apabila atau merupakan satuan.
Soal 7.12
Misalkan gelanggang komutatif. Tunjukkan ekuivalensi pernyataan-pernyataan berikut.
- mempunyai tepat satu ideal maksimal.
- Himpunan bukan-satuan membentuk sebuah ideal di .
Soal 7.13
Misalkan gelanggang lokal dengan lapangan residu . Tunjukkan bahwa dan mempunyai karakteristik yang sama tepat ketika memuat sebuah lapangan.
Soal 7.14*
Misalkan gelanggang lokal dan sebuah ideal dari . Tunjukkan bahwa pemetaan
surjektif.
Soal 7.15
Tentukan subgelanggang dari bilangan rasional yang bersifat lokal.
Soal 7.16
Misalkan ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi kontinu bernilai real. Tunjukkan bahwa lapangan residu di setiap titik sama dengan .
Soal 7.17
Tunjukkan bahwa satu-satunya isomorfisme lapangan
adalah identitas.
Soal 7.18
Misalkan ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi kontinu bernilai real. Kita memandangnya sebagai ruang berdering abstrak: kita melupakan bahwa unsur-unsurnya adalah fungsi, tetapi masih mengetahui ruang topologis, gelanggang, serta pemetaan restriksinya. Apakah makna unsur gelanggang sebagai fungsi dapat direkonstruksi dari data ini?
Soal 7.19
Misalkan ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi kontinu bernilai kompleks. Tunjukkan bahwa penetapan
yang secara topologis merupakan identitas dan mengirim setiap fungsi pada himpunan terbuka ke fungsi konjugat kompleksnya, merupakan automorfisme ruang berdering. Simpulkan bahwa dari pengetahuan tentang sebagai ruang berdering abstrak, cara kerja unsur-unsur gelanggang sebagai fungsi tidak dapat direkonstruksi.
Soal 7.20
Misalkan ruang berdering dan
Tunjukkan bahwa sifat-sifat berikut ekuivalen.
merupakan satuan di .
Ada penutup terbuka
sedemikian sehingga setiap restriksi merupakan satuan.
Germ merupakan satuan untuk setiap titik .
Catatan edisi — variabel pada sumber. Sumber memakai huruf pada restriksi di butir (2), meskipun fungsi yang diperkenalkan ialah . Terjemahan menulis agar kuantifikasi matematisnya konsisten; tidak ada isi baru yang ditambahkan.
Soal 7.21
Misalkan ruang berdering lokal. Tunjukkan bahwa penetapan
memberikan homomorfisme monoid antara monoid multiplikatif gelanggang seksi global dan monoid himpunan terbuka pada , dengan irisan sebagai operasi.
Catatan edisi — ruang dasar pada sumber. Sumber menyebut monoid himpunan terbuka dari pada kalimat terakhir, meskipun ruang yang sedang digunakan ialah . Terjemahan memperbaiki simbol ruang dasar menjadi ; definisi dan operasi irisan tetap sama.
Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 7
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik, yaitu untuk Soal 7.14. Dua puluh kandidat solusi lainnya (Soal 7.1–7.13 dan 7.15–7.21) berstatus missing pada bukti kueri; tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.
Solusi Soal 7.14
Jika , gelanggang faktor adalah gelanggang nol sehingga pernyataannya jelas. Jadi anggap , dengan ideal maksimal tunggal dari gelanggang lokal .
Ambil sebagai representasi sebuah satuan dari , dan ambil sedemikian sehingga
Ini berarti
di . Jika bukan satuan, maka ; akibatnya
sebuah kontradiksi. Jadi sendiri merupakan satuan di , dan setiap satuan di mempunyai prabayang satuan. Dengan demikian
surjektif.
Tidak ada solusi publik untuk dua puluh soal lainnya yang boleh diisi atau dianggap tersirat; peta soal dan bukti kandidat tetap menjadi rekaman cakupan sumber.
Kredit media BGK Unit 7
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 7 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 7.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 8: Spektrum Gelanggang Komutatif
Sejauh ini kita telah membahas ruang berdering yang ruang dasarnya, dalam arti tertentu, tersedia terlebih dahulu: ruang topologis sebarang, manifold real, atau manifold kompleks. Dari ruang tersebut muncul secara alami berkas gelanggang komutatif berupa berkas fungsi kontinu, terdiferensialkan, atau holomorfik. Unsur-unsur gelanggang itu sudah kita kenal sebagai fungsi, tetapi gelanggangnya sendiri pada umumnya sangat besar dan sukar ditinjau secara menyeluruh.
Sebaliknya, kita dapat bertanya sejauh mana setiap gelanggang komutatif dapat diperoleh sebagai gelanggang seksi global suatu ruang berdering, atau apakah ada ruang berdering yang mencerminkan sifat gelanggang dengan sangat baik dan membantu kita memahaminya. Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab secara positif dalam kuliah ini dan kuliah berikutnya. Ruang berdering yang dihasilkan sekaligus merupakan blok bangunan lokal geometri aljabar.
Spektrum gelanggang komutatif
Definisi 8.1: spektrum
Untuk gelanggang komutatif , himpunan semua ideal prima dari disebut spektrum dan ditulis
Spektrum ini juga disebut skema afin.
Definisi 8.2: topologi Zariski
Pada spektrum gelanggang komutatif , topologi Zariski didefinisikan dengan menyatakan bahwa, untuk setiap subhimpunan , himpunan
adalah terbuka.
Untuk subhimpunan satu unsur , kita menulis sebagai ganti .
Lema 8.3: keluarga Zariski memang suatu topologi
Topologi Zariski pada spektrum suatu gelanggang komutatif memang merupakan sebuah topologi.
Bukti
Kita mempunyai
karena setiap ideal prima memuat dan tidak ada ideal prima yang memuat .
Untuk keluarga sebarang subhimpunan , , berlaku
Inklusi dari kiri ke kanan jelas, sebab dan selalu mengakibatkan . Untuk inklusi sebaliknya, ambil
Ada dengan . Jadi ada dengan , sehingga .
Untuk keluarga berhingga , berlaku
di mana adalah himpunan semua hasil kali dengan . Inklusi dari kanan ke kiri jelas. Untuk inklusi sebaliknya, andaikan untuk semua . Maka ada dengan . Karena prima, , sehingga .
Kita selalu memandang spektrum sebagai ruang topologis. Ideal-ideal prima adalah titik-titik ruang ini. Untuk menekankan sudut pandang geometri, kita sering menulis
dan menulis untuk ideal prima yang direpresentasikan oleh .
Komplemen himpunan terbuka, yakni himpunan tertutup dalam topologi Zariski, ditulis
Proposisi 8.4: sifat-sifat pertama topologi Zariski
Untuk spektrum gelanggang komutatif , berlaku sifat-sifat berikut.
, dengan ideal yang dibangkitkan oleh (atau radikal ideal tersebut). Jadi, untuk mendeskripsikan himpunan terbuka, cukup mempertimbangkan ideal-ideal radikal dalam .
Untuk keluarga ideal , ,
Untuk keluarga berhingga ideal , ,
tepat ketika adalah ideal satuan.
tepat ketika .
Spektrum kosong tepat ketika adalah gelanggang nol.
tepat ketika hanya memuat unsur-unsur nilpoten.
Himpunan-himpunan terbuka , , membentuk basis topologi.
Keluarga himpunan terbuka , , merupakan penutup tepat ketika ideal-ideal bersama-sama membangkitkan ideal satuan.
Bukti
- Inklusi jelas. Untuk inklusi sebaliknya, kita menggunakan kontraposisi dan mengandaikan . Maka , sehingga
sebab ideal prima adalah ideal radikal. Jadi .
dan (3) mengikuti dari (1) dan bukti Lema 8.3.
Jika bukan ideal satuan, maka menurut Soal 8.1 ada ideal maksimal dengan . Karena itu .
Implikasi dari kanan ke kiri jelas. Untuk arah sebaliknya, andaikan
Maka ada dengan untuk setiap . Menurut Soal 8.5, ada ideal prima dengan . Jadi tetapi .
Catatan edisi — nomor rujukan sumber hilang. Saksi TeX sumber menampilkan
*****pada rujukan ini. Target tautan dan peta soal yang dibekukan mengidentifikasinya sebagai Soal 8.5; label tersebut dipulihkan tanpa mengubah argumen.
Gelanggang nol tidak mempunyai ideal prima. Setiap gelanggang komutatif yang bukan gelanggang nol mempunyai ideal maksimal menurut Soal 8.1.
Setiap ideal prima memuat semua unsur nilpoten, sehingga untuk ideal semacam itu. Sebaliknya, jika memuat unsur tak nilpoten , maka menurut Soal 8.5 ada ideal prima dengan . Dengan demikian .
Ini langsung mengikuti dari
- mengikuti dari (2) dan (4).
Catatan edisi — kata ganda pada sumber. Kalimat terakhir bukti sumber menulis padanan “mengikuti dari dan (2) dan (4)”. Kata sambung ganda dinormalkan; rujukan matematis tetap (2) dan (4).
Proposisi 8.5: penutupan pada spektrum
Untuk spektrum gelanggang komutatif , berlaku:
penutupan subhimpunan adalah
penutupan titik adalah ;
titik tertutup tepat ketika adalah ideal maksimal.
Bukti
- Untuk , berlaku
sehingga himpunan di sebelah kanan adalah himpunan tertutup yang memuat . Ambil ideal prima dengan
Untuk menunjukkan bahwa termasuk penutupan , cukup menunjukkan bahwa memotong setiap lingkungan terbuka . Andaikan , yakni . Maka , sehingga ada dengan . Jadi dan .
- adalah kasus khusus (1), dan (3) mengikuti dari (2).
Korolari 8.6: spektrum kuasikompak
Spektrum setiap gelanggang komutatif bersifat kuasikompak.
Bukti
Menurut Proposisi 8.4(9),
tepat ketika ideal-ideal , , bersama-sama membangkitkan ideal satuan. Ideal yang dibangkitkan keluarga tersebut terdiri atas semua jumlah berhingga dengan . Jadi, jika ideal satuan dibangkitkan, ada pilihan berhingga dan unsur dengan
Akibatnya,
sehingga diperoleh subkeluarga penutup yang berhingga.
Spektrum hanya menjadi ruang Hausdorff dalam keadaan khusus. Pada umumnya, dua titik spektrum tidak dapat dipisahkan oleh lingkungan-lingkungan terbuka.
Contoh 8.7: spektrum lapangan
Sebuah lapangan hanya mempunyai dua ideal: ideal satuan , yang bukan ideal prima, dan ideal nol , yang merupakan ideal prima. Jadi spektrum lapangan hanya terdiri atas satu titik.
Contoh 8.8: spektrum bilangan bulat
Ideal-ideal prima dalam adalah ideal maksimal , dengan bilangan prima, serta ideal nol . Ideal-ideal maksimal membentuk titik-titik tertutup . Ideal nol adalah satu titik tambahan yang tidak tertutup. Satu-satunya himpunan tertutup yang memuat titik ini adalah seluruh ruang. Selain seluruh ruang, himpunan-himpunan tertutup dalam adalah subhimpunan berhingga ideal-ideal maksimal.
Kita membayangkan sebagai garis konseptual: bilangan-bilangan prima terletak secara diskret, sedangkan ideal nol digambar sebagai titik tebal yang merepresentasikan seluruh garis.
Ilustrasi sumber tidak tersedia. Sumber mendeklarasikan
File:Spektrum_von_Z._xcf, tetapi API Commons resmi mengembalikannya sebagai missing, HTML sumber menampilkan media rusak, dan PDF resmi tidak memuat biner gambar. Keterangan sumber menggambarkan titik-titik prima diskret, ideal nol tebal sebagai titik rapat, serta garis penghubung yang menunjukkan objek berdimensi satu. Edisi mempertahankan keterangan dan makna aksesibilitas itu tanpa mengklaim pemulihan gambar.
Contoh 8.9: spektrum gelanggang polinomial
Untuk gelanggang polinomial
di atas lapangan , ideal-ideal titik memberi gambaran geometri yang baik tentang . Ideal titik berbentuk
untuk tupel tetap . Ideal ini adalah kernel homomorfisme aljabar-
dan karena itu merupakan ideal maksimal. Penetapan tersebut mendefinisikan pemetaan injektif
Jika tertutup secara aljabar, pemetaan ini bahkan mencakup semua ideal maksimal . Karena itu spektrum gelanggang polinomial dalam peubah dibayangkan sebagai ruang afin, tetapi juga memuat titik-titik tambahan yang tidak tertutup dan lebih sukar divisualisasikan. Untuk polinomial , himpunan mempunyai arti konkret:
Sifat-sifat funktorial
Proposisi 8.10: funktorialitas spektrum
Misalkan
homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif. Maka:
penetapan
terdefinisi dengan baik dan kontinu;
untuk setiap ideal ,
untuk homomorfisme gelanggang lain ,
Bukti
Menurut Soal 8.9, pemetaan tersebut terdefinisi dengan baik. Untuk kontinuitas, cukup membuktikan (2). Kita menggunakan himpunan tertutup. Untuk ideal prima , berlaku
tepat ketika . Syarat ini ekuivalen dengan , dan juga dengan . Pernyataan (3) langsung.
Pemetaan kontinu yang diperkenalkan di atas disebut pemetaan spektrum dari homomorfisme gelanggang yang diberikan. Untuk subgelanggang , pemetaan itu hanyalah
yang juga disebut kontraksi ideal prima.
Proposisi 8.11: subhimpunan tertutup dan terbuka
Misalkan gelanggang komutatif. Maka berlaku:
untuk ideal dan pemetaan hasil bagi
pemetaan spektrum
merupakan pembenaman tertutup dengan citra ;
untuk sistem multiplikatif , pemetaan yang terkait dengan pemetaan kanonik
adalah pemetaan injektif
yang citranya terdiri atas ideal-ideal prima yang terpisah dari ;
untuk , pemetaan yang terkait dengan
merupakan pembenaman terbuka
dengan citra .
Bukti
- mengikuti dari Soal 8.6. Ideal-ideal prima dalam berkorespondensi dengan ideal-ideal prima yang memuat melalui
Jadi pemetaan tersebut bijektif ke citra yang telah dideskripsikan. Untuk ideal dan ideal prima , berlaku tepat ketika, melalui korespondensi hasil bagi,
di . Jadi citra adalah dan karena itu tertutup.
Lihat Soal 8.7.
Untuk ideal prima dan unsur , hubungan berlaku tepat ketika terpisah dari sistem multiplikatif
Menurut (2), pemetaan itu injektif dan citranya . Argumen yang sama, diterapkan pada dan , menunjukkan bahwa citra
adalah dan dengan demikian terbuka.
Lema 8.12: serat pemetaan spektrum
Misalkan homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif, dan misalkan
pemetaan spektrum yang terkait. Serat di atas ideal prima adalah
Dengan kata lain, serat tersebut terdiri atas semua ideal prima yang memenuhi
Bukti
Berdasarkan Proposisi 8.11, cukup membuktikan rumusan kedua. Untuk ideal prima , berlaku
tepat ketika sekaligus
Syarat pertama ekuivalen dengan , dan syarat kedua ekuivalen dengan
Khususnya, serat morfisme spektrum di atas suatu titik kembali merupakan spektrum suatu gelanggang. Jika ideal maksimal, serat di atasnya adalah
sebab dari langsung diperoleh , dan maksimalitas memaksa kesamaan. Jika domain integral dan titiknya adalah ideal nol, ideal perluasan tidak perlu dipertimbangkan; seratnya cukup dideskripsikan oleh
Korolari 8.13: kriteria serat kosong
Misalkan homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif dan pemetaan spektrum yang terkait. Serat di atas ideal prima kosong tepat ketika
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Lema 8.12 dan Proposisi 8.4(6).
Lembar Kerja 8: Spektrum dan Pemetaan Spektrum
Soal 8.1
Misalkan gelanggang komutatif yang bukan gelanggang nol. Dengan menggunakan lema Zorn, tunjukkan bahwa mempunyai ideal maksimal.
Soal 8.2
Tunjukkan bahwa setiap ideal maksimal dalam gelanggang komutatif merupakan ideal prima.
Soal 8.3*
Misalkan gelanggang komutatif dan sebuah ideal. Tunjukkan bahwa merupakan ideal prima tepat ketika gelanggang hasil bagi
merupakan domain integral.
Soal 8.4*
Misalkan ideal dalam gelanggang komutatif . Tunjukkan bahwa merupakan ideal prima tepat ketika adalah kernel suatu homomorfisme gelanggang
ke suatu lapangan .
Soal 8.5
Misalkan gelanggang komutatif, sebuah ideal, dan sistem multiplikatif dengan
Dengan lema Zorn, tunjukkan bahwa ada ideal prima yang memenuhi
Soal 8.6
Misalkan gelanggang komutatif, sebuah ideal, dan
Tunjukkan bahwa ideal-ideal berkorespondensi secara tunggal dengan ideal-ideal yang memuat .
Soal 8.7
Misalkan gelanggang komutatif dan sistem multiplikatif. Tunjukkan bahwa ideal-ideal prima dalam berkorespondensi tepat dengan ideal-ideal prima dalam yang terpisah dari .
Soal 8.8
Deskripsikan spektrum
dari pelokalan gelanggang komutatif pada ideal prima .
Soal 8.9
Misalkan dan gelanggang komutatif dan homomorfisme gelanggang. Jika ideal prima dalam , tunjukkan bahwa prabayang
merupakan ideal prima dalam .
Berikan contoh yang menunjukkan bahwa prabayang suatu ideal maksimal tidak harus merupakan ideal maksimal.
Soal 8.10
Misalkan homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif dan , dan misalkan ideal prima. Tunjukkan bahwa terdapat homomorfisme gelanggang alami
di antara pelokalan, serta
di antara lapangan residu.
Soal 8.11*
Misalkan lapangan, dan misalkan serta aljabar- domain integral yang dibangkitkan secara hingga. Misalkan
homomorfisme aljabar-, dan ideal maksimal dalam dengan
Andaikan pemetaan tersebut menginduksi isomorfisme
Tunjukkan bahwa ada dengan sedemikian sehingga
merupakan isomorfisme.
Soal 8.12
Tunjukkan bahwa pemetaan spektrum yang terkait dengan reduksi
suatu gelanggang komutatif merupakan homeomorfisme.
Soal 8.13
Misalkan gelanggang komutatif yang memuat suatu lapangan berkarakteristik positif
dengan bilangan prima. Tunjukkan bahwa pemetaan
merupakan homomorfisme gelanggang, yang disebut homomorfisme Frobenius.
Soal 8.14
Misalkan gelanggang komutatif berkarakteristik positif . Tunjukkan bahwa pemetaan spektrum dari homomorfisme Frobenius
merupakan homeomorfisme.
Soal 8.15
Misalkan dan gelanggang komutatif dan
gelanggang produknya. Tunjukkan bahwa terdapat homeomorfisme alami
Soal 8.16
Misalkan gelanggang komutatif. Tentukan serat-serat pemetaan spektrum yang terkait dengan perluasan gelanggang
Soal 8.17
Tentukan serat-serat pemetaan spektrum yang terkait dengan
Jika lapangan dasar adalah bilangan kompleks, spektrum- juga mempunyai topologi kompleks yang jauh lebih halus daripada topologi Zariski. Soal-soal berikut mengembangkan hal ini.
Soal 8.18
Misalkan aljabar- komutatif yang dibangkitkan secara hingga. Tunjukkan bahwa spektrum-
mempunyai topologi alami (atau topologi kompleks) yang, untuk gelanggang polinomial , berimpit dengan topologi metrik pada . Tunjukkan pula bahwa untuk homomorfisme aljabar-
di antara aljabar- yang dibangkitkan secara hingga, pemetaan terinduksi
kontinu dalam topologi alami.
Soal 8.19
Misalkan polinomial tak konstan. Tunjukkan bahwa fungsi
mempunyai sifat bahwa prabayang setiap subhimpunan terbatas juga terbatas.
Soal 8.20
Misalkan
polinomial sedemikian sehingga homomorfisme aljabar-
bersifat integral. Tunjukkan bahwa pemetaan terkait
mempunyai sifat bahwa prabayang setiap subhimpunan terbatas kembali terbatas.
Simpulkan bahwa dalam keadaan tersebut pemetaan bersifat proper, yakni prabayang subhimpunan kompak kembali kompak, dan bahwa merupakan pemetaan tertutup.
Soal 8.21
Tentukan serat-serat pemetaan spektrum yang terkait dengan
Serat mana yang berhingga?
Soal 8.22
Misalkan homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif dan
pemetaan spektrum yang terkait. Tunjukkan bahwa serat di atas ideal prima secara kanonik homeomorfik dengan
Catatan edisi — notasi sumber. Soal terakhir memakai , sedangkan kuliah dan soal-soal sebelumnya memakai . Perbedaan notasi sumber ini dipertahankan; kedua simbol menyatakan spektrum gelanggang.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 8
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat tiga solusi publik di antara 22 soal pada Lembar Kerja 8, yaitu solusi Soal 8.3, 8.4, dan 8.11. Peta soal dan bukti kandidat yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk Soal 8.1-8.2, 8.5-8.10, dan 8.12-8.22. Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.
Solusi sumber untuk Soal 8.3
Mula-mula, misalkan ideal prima. Khususnya,
sehingga gelanggang hasil bagi bukan gelanggang nol. Andaikan dalam , dengan dan direpresentasikan oleh unsur-unsur . Maka , sehingga atau . Dalam , ini tepat berarti atau .
Sebaliknya, andaikan domain integral. Gelanggang ini bukan gelanggang nol, sehingga . Ambil . Maka dalam dan, karena gelanggang tersebut domain integral,
dalam . Jadi , yang membuktikan bahwa ideal prima.
Solusi sumber untuk Soal 8.4
Mula-mula, misalkan ideal prima. Maka adalah domain integral, sehingga lapangan pecahannya
ada. Proyeksi kanonik yang disusul dengan penyertaan ke lapangan pecahan,
merupakan homomorfisme gelanggang ke suatu lapangan dengan
Sebaliknya, kernel homomorfisme gelanggang
selalu merupakan ideal. Jika , maka
Karena lapangan tidak mempunyai pembagi nol, kita memperoleh atau . Ini ekuivalen dengan atau . Dengan demikian adalah ideal prima.
Solusi sumber untuk Soal 8.11
Pertama-tama kita menunjukkan bahwa, untuk yang sesuai, pemetaan
surjektif. Ambil sistem pembangkit aljabar- dari . Karena pemetaan lokal pada hipotesis surjektif, ada unsur
dengan dalam . Ini berarti untuk . Dengan
semua dapat dituliskan dengan penyebut utama bersama ; jadi . Pemetaan surjektif karena suatu sistem pembangkit berada dalam citranya dan penyebut-penyebut adalah citra dari .
Kita klaim bahwa pemetaan tersebut juga injektif. Andaikan dipetakan ke nol. Maka juga nol dalam dan berasal dari . Karena pemetaan lokal adalah isomorfisme, dalam . Karena merupakan domain integral menurut hipotesis, hal ini juga mengakibatkan dalam . Jadi pemetaan itu injektif dan dengan demikian merupakan isomorfisme.
Kredit media BGK Unit 8
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 8 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 8.
Sumber mendeklarasikan satu ilustrasi,
File:Spektrum_von_Z._xcf, dengan pencipta
Bocardodarapti dan label lisensi sebaris
CC-by-sa 4.0. API Commons resmi mengembalikan halaman
tersebut sebagai missing, HTML sumber menampilkannya sebagai
media rusak, dan PDF resmi tidak memuat gambarnya. Karena tidak ada
biner yang dapat diverifikasi, edisi tidak mengklaim telah memulihkan
aset sumber.
Keterangan sumber yang dipertahankan: Visualisasi spektrum bilangan bulat: titik-titik prima diskret, titik nol tebal sebagai titik rapat, dan garis penghubung yang menunjukkan objek berdimensi satu. Teks alternatif edisi: Garis konseptual dengan titik-titik prima diskret dan titik nol yang ditebalkan untuk menggambarkan spektrum bilangan bulat.
Dua PDF resmi dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 9: Skema Afin
Misalkan
adalah spektrum suatu gelanggang komutatif , dilengkapi dengan topologi Zariski. Jika adalah lapangan, spektrumnya hanya terdiri atas satu titik, yaitu ideal nol, yang sekaligus merupakan ideal maksimal. Dalam arti ini, spektrum saja memuat sangat sedikit informasi. Jadi funktor kontravarian
kehilangan informasi. Kita akan memperkaya spektrum dengan struktur tambahan agar gelanggang asal dapat direkonstruksi darinya. Untuk itu, kita mendefinisikan suatu berkas struktur pada spektrum. Spektrum bersama berkas struktur tersebut merupakan geometrisasi gelanggang yang bermakna, yakni sebuah ruang berdering.
Catatan edisi — dua salah ketik pada pengantar sumber. Sumber menulis padanan
dass Spektrumdanzusätztlichen. Terjemahan menormalkan keduanya menjadi “spektrum” dan “tambahan”; tidak ada isi matematis yang diubah.
Berkas struktur pada spektrum
Contoh 9.1: praberkas pelokalan
Misalkan adalah spektrum gelanggang komutatif . Pada kita mendefinisikan suatu praberkas gelanggang komutatif dengan menetapkan, untuk setiap himpunan terbuka ,
dengan homomorfisme gelanggang alami
untuk
Bersama homomorfisme-homomorfisme alami tersebut, penetapan ini merupakan sebuah praberkas. Berlaku
Pada kesamaan kedua, sistem terarah mempunyai objek terminal , sehingga gelanggang yang diperoleh adalah .
Catatan edisi — objek terminal pada sumber. Sumber menulis objek terminal sebagai
D(f)ketika menyimpulkan . Di sini objek akhirnya ditulis eksplisit sebagai ; konstruksi kolimit tidak diubah.
Tangkai praberkas ini di titik adalah
Praberkas ini bukan berkas. Berkasisasinya adalah berkas struktur pada spektrum.
Definisi 9.2: berkas struktur
Misalkan adalah spektrum suatu gelanggang komutatif . Berkas struktur pada adalah penetapan yang kepada setiap himpunan terbuka memasangkan gelanggang komutatif
Untuk setiap inklusi , homomorfisme restriksinya adalah proyeksi alami dari keluarga yang diindeks oleh ke keluarga yang diindeks oleh .
Lema 9.3: berkas struktur memang suatu berkas
Berkas struktur pada spektrum suatu gelanggang komutatif adalah berkas gelanggang komutatif.
Bukti
Definisi di atas tepat merupakan berkasisasi praberkas pada Contoh 9.1. Satu-satunya perbedaan penyajian ialah bahwa syarat kompatibilitas dirumuskan dengan lingkungan basis , bukan dengan lingkungan terbuka sebarang.
Definisi 9.4: skema afin
Spektrum
suatu gelanggang komutatif , bersama berkas strukturnya , disebut skema afin yang terkait dengan .
Suatu unsur
disebut fungsi aljabar yang terdefinisi pada . Istilah fungsi rasional atau fungsi reguler juga digunakan dalam konteks ini.
Seksi sebagai fungsi lokal
Catatan 9.5: kasus domain integral
Jika adalah domain integral, berkas struktur mempunyai deskripsi yang sangat sederhana. Untuk himpunan terbuka ,
dengan irisan diambil di dalam lapangan pecahan , tempat semua pelokalan merupakan subgelanggang. Jadi fungsi-fungsi pada tepat merupakan unsur-unsur rasional dalam yang terdefinisi di setiap titik . Menurut Lema 12.4 pada kursus Aljabar Komutatif,
Demikian pula,
Jika terdapat penutup terbuka
maka
Catatan edisi — nomor silang antarsaksi. Saksi semantik yang dibekukan merujuk ke Lema 12.4 pada Aljabar Komutatif, sedangkan PDF terminal lama mencetak Lema 16.4. Edisi mengikuti revisi semantik yang menjadi authority dan mencatat perbedaan itu tanpa menyatukan kedua saksi.
Contoh 9.6: fungsi pada dua garis tertusuk
Pertimbangkan
di atas suatu lapangan . Pada himpunan terbuka
fungsi yang bernilai pada garis tertusuk
dan bernilai pada garis tertusuk
adalah fungsi aljabar. Penetapan ini memberikan suatu untuk setiap ideal prima . Jika
maka representasi pecahannya adalah
sedangkan jika
representasinya adalah
Sumber beralih dari operator ke pada tampilan ini; kedua bentuk tersebut dipertahankan sebagai notasi sumber untuk spektrum gelanggang.
Catatan 9.7: ideal penyebut
Misalkan domain integral dengan lapangan pecahan dan suatu fungsi rasional. Ada himpunan terbuka terbesar tempat terdefinisi. Himpunan ini adalah
dengan ideal penyebut
Jika , maka
dengan . Karena termasuk ideal penyebut, kita mendapatkan . Membaca argumen ini secara terbalik memberi implikasi sebaliknya. Secara khusus, adalah lokus definisi terbesar untuk .
Teorema 9.8: domain faktorisasi tunggal
Misalkan domain faktorisasi tunggal. Maka, untuk himpunan terbuka , penetapan
sama dengan berkas struktur pada .
Bukti
Penetapan tersebut adalah praberkas gelanggang komutatif yang berkasisasinya sama dengan berkas struktur. Jadi cukup dibuktikan bahwa, dalam kasus faktorial, praberkas itu sendiri sudah merupakan berkas.
Ambil unsur tak nol
Karena faktorial, ada representasi tereduksi
Kita klaim . Ambil . Karena terdefinisi pada , menurut Catatan 9.5 ada representasi
dengan . Jadi
di . Setiap faktor prima membagi tetapi tidak membagi ; karena itu faktor tersebut harus membagi . Maka radikal memuat radikal dan
Jadi seksi sudah berasal dari pada suatu himpunan terbuka utama yang memuat , sebagaimana disyaratkan.
Pernyataan ini khususnya berlaku untuk gelanggang polinomial, dan karena itu untuk ruang afin.
Contoh 9.9: seksi yang baru muncul setelah berkasisasi
Pertimbangkan domain integral
di atas suatu lapangan , dan tetapkan
Menurut Catatan 9.5,
adalah fungsi aljabar yang terdefinisi pada , sehingga . Namun, selain satuan, tidak ada unsur dengan
karena dan irreduksibel. Karena itu bukan seksi praberkas pada Contoh 9.1 di atas , tetapi merupakan seksi berkasisasinya.
Catatan edisi — simbol terbuka pada sumber. Sumber memperkenalkan sebagai himpunan terbuka, lalu memakai simbol tanpa menetapkan kesamaannya. Edisi menulis secara eksplisit; tidak ada objek matematis baru yang ditambahkan.
Sifat lokal dan himpunan terbuka utama
Lema 9.10: tangkai adalah pelokalan
Misalkan adalah skema afin yang terkait dengan gelanggang komutatif , dan misalkan adalah titik yang bersesuaian dengan ideal prima . Maka tangkai berkas struktur adalah
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Contoh 9.1 dan Lema 5.2(2).
Korolari 9.11: skema afin berdering lokal
Setiap skema afin adalah ruang berdering lokal.
Bukti
Ini langsung mengikuti dari Lema 9.10 dan Teorema 12.3 pada kursus Aljabar Komutatif.
Catatan edisi — nomor silang antarsaksi. Saksi semantik merujuk ke Teorema 12.3 pada Aljabar Komutatif, sedangkan PDF terminal lama mencetak Teorema 16.3. Seperti pada Catatan 9.5, edisi mengikuti authority semantik.
Lema 9.12: seksi pada himpunan terbuka utama
Misalkan adalah skema afin yang terkait dengan gelanggang komutatif , dan misalkan . Maka
Secara khusus,
Bukti
Kita terlebih dahulu membuktikan kasus khusus . Ada homomorfisme gelanggang alami
Homomorfisme ini injektif karena nolnya suatu unsur dapat diuji secara lokal; bandingkan Lema Lampiran 1.1. Untuk membuktikan surjektivitas, ambil . Ada penutup terbuka
dan unsur-unsur
yang, sebagai seksi pada
berimpit sebagai unsur . Menurut Korolari 8.6, kita dapat menganggap berhingga. Kita juga dapat mengganti semua dengan nilai maksimumnya ; tentu saja pembilang lokal ikut berubah.
Kompatibilitas
berarti bahwa terdapat persamaan
di , dengan dipilih sebagai maksimum yang berlaku untuk semua pasangan. Menurut Proposisi 8.4(2),(4), unsur-unsur , , membangkitkan ideal satuan. Hal yang sama berlaku bagi , sehingga ada dengan
Tetapkan
Maka
Dengan demikian
di . Jadi seksi tersebut direpresentasikan oleh satu unsur gelanggang .
Situasi pada adalah kasus yang sama setelah dipakai sebagai gelanggang baru. Karena itu .
Lema 9.13: himpunan terbuka utama adalah skema afin
Misalkan adalah skema afin yang terkait dengan gelanggang komutatif , dan misalkan . Maka, melalui pemetaan spektrum kanonik,
sebagai ruang berdering.
Bukti
Menurut Proposisi 8.11(3), homomorfisme gelanggang kanonik
menginduksi pembenaman terbuka
Catatan edisi (serialisasi). Garis miring terbalik yang hilang pada perintah panah dipulihkan sesuai saksi TeX beku. Ini koreksi penulisan perintah, bukan perubahan klaim matematis.
Menurut Lema 9.12, gelanggang seksi di kedua sisi adalah . Pernyataan yang sama berlaku pada setiap himpunan terbuka . Dengan demikian berkas struktur di kedua sisi teridentifikasi, sehingga diperoleh isomorfisme ruang berdering.
Catatan edisi — kesamaan melalui identifikasi kanonik. Pernyataan sumber menulis , sedangkan buktinya membangun pembenaman terbuka dan isomorfisme ruang berdering. Edisi mempertahankan tampilan sumber serta menyatakan secara eksplisit bahwa kesamaan itu memakai identifikasi kanonik. Pergantian
Spek/Specjuga dipertahankan.
Lembar Kerja 9: Skema Afin
Tidak satu pun dari 13 soal pada batas revisi yang dibekukan mempunyai solusi publik. Tanda bintang solusi karena itu tidak digunakan dan edisi ini tidak menciptakan solusi baru.
Soal 9.1
Tentukan subgelanggang-subgelanggang yang muncul sebagai gelanggang seksi pada , dan tentukan subgelanggang-subgelanggang yang muncul sebagai tangkai pada .
Soal 9.2
Misalkan adalah subhimpunan bilangan-bilangan prima. Buktikan bahwa
merupakan subgelanggang . Apa yang diperoleh untuk
Soal 9.3
Misalkan
adalah subgelanggang yang dibangkitkan oleh dan . Buktikan bahwa memuat semua bilangan rasional yang dapat ditulis dengan suatu pangkat sebagai penyebut.
Soal 9.4
Misalkan gelanggang komutatif dan . Untuk pelokalan yang terkait, buktikan isomorfisme aljabar-
Soal 9.5
Misalkan gelanggang komutatif dan . Buktikan bahwa sifat-sifat berikut ekuivalen.
di dalam spektrum .
.
.
Ada dengan .
Unsur membagi suatu pangkat .
Unsur merupakan satuan di .
Ada homomorfisme aljabar-
Soal 9.6
Misalkan gelanggang komutatif, , dan pelokalan yang terkait. Buktikan bahwa nilpoten tepat ketika adalah gelanggang nol.
Soal 9.7
Misalkan domain integral dan
suatu himpunan terbuka. Buktikan bahwa
dengan irisan diambil di dalam lapangan pecahan .
Soal 9.8
Misalkan domain ideal utama dengan lapangan pecahan . Buktikan bahwa setiap gelanggang antara
merupakan suatu pelokalan dari .
Soal 9.9
Buktikan bahwa himpunan terbuka pada Contoh 9.6 memenuhi
Deskripsikan fungsi yang dibahas pada contoh tersebut dengan penyebut .
Catatan edisi — predikat eliptis pada sumber. Kalimat sumber secara harfiah berhenti pada padanan “buktikan bahwa untuk himpunan terbuka … berlaku”. Tampilan yang menyusul adalah ; edisi menjadikannya predikat kalimat tanpa mengubah tugas.
Soal 9.10
Misalkan domain faktorisasi tunggal dan ideal maksimal dengan tinggi
Buktikan bahwa pemetaan restriksi
bijektif.
Soal 9.11
Untuk
dan
carilah fungsi-fungsi rasional yang terdefinisi pada tetapi tidak dapat ditulis dengan satu penyebut optimal.
Soal 9.12
Misalkan
adalah spektrum gelanggang komutatif dan
Buktikan bahwa sama dengan lokus keterbalikan .
Soal 9.13
Misalkan
homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif. Buktikan bahwa pemetaan spektrum
dapat dilengkapi secara alami menjadi morfisme ruang berdering lokal.
Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 9
Pada batas revisi yang dibekukan, ketiga belas halaman kandidat solusi (Soal 9.1–9.13) berstatus missing dalam bukti kueri resmi. Karena itu tidak ada solusi publik yang dapat diterjemahkan untuk unit ini dan edisi tidak menciptakan atau menyiratkan solusi baru.
Peta urutan soal dan bukti kandidat tetap menjadi rekaman cakupan sumber.
Kredit media BGK Unit 9
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 9 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 9.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 10: Skema dan Morfisme Skema
Skema
Definisi 10.1: skema
Sebuah skema adalah ruang berdering sedemikian sehingga terdapat penutup terbuka
yang untuk setiap menjadikan
sebuah skema afin.
Lema 10.2: lingkungan afin di dalam lingkungan terbuka
Misalkan sebuah skema dan sebuah titik. Untuk setiap lingkungan terbuka , terdapat lingkungan afin terbuka
Bukti
Ambil sebuah lingkungan afin terbuka
Maka
merupakan himpunan terbuka di , sehingga berbentuk
untuk suatu ideal . Karena
ada dengan
Menurut Lema 9.13, afin.
Catatan edisi - notasi operator sumber. Pernyataan bukti memakai , lalu kembali ke . Kedua ejaan operator dipertahankan dan menunjuk pada spektrum gelanggang yang sama.
Lema 10.3: himpunan terbuka sebuah skema adalah skema
Setiap himpunan terbuka dari sebuah skema mempunyai penutup oleh himpunan-himpunan terbuka afin dan, karena itu, merupakan sebuah skema.
Bukti
Sebagai himpunan terbuka dari ruang berdering, juga merupakan ruang berdering. Keberadaan penutup afin langsung mengikuti Lema 10.2.
Definisi 10.4: skema kuasiafin
Sebuah himpunan terbuka
dari skema afin disebut skema kuasiafin.
Definisi 10.5: spektrum tertusuk
Untuk gelanggang lokal , ruang
disebut spektrum tertusuk dari .
Sebagai ruang berdering, skema dapat direkatkan sepanjang himpunan terbuka sebagaimana dalam Lema 7.10. Berikut dua contoh.
Contoh 10.6: garis dengan satu titik yang digandakan
Ambil dua salinan garis afin,
dengan himpunan-himpunan terbuka
dan
Pertimbangkan isomorfisme
yang ditentukan oleh , lalu rekatkan dan dalam arti Lema 7.10. Ruang yang dihasilkan adalah sebuah skema yang disebut garis dengan satu titik yang digandakan. Titik-titik yang ditentukan oleh dan pada masing-masing kita namai dan .
Terdapat diagram komutatif homomorfisme restriksi
di mana identifikasi telah digunakan. Dari syarat berkas diperoleh
dan fungsi-fungsi global mempunyai nilai yang sama di dan . Dengan argumen serupa, tangkai-tangkainya juga berimpit:
Seluruh perhitungan berlangsung di dalam lapangan fungsi .
Contoh 10.7: garis projektif melalui perekatan
Sekali lagi ambil dua salinan garis afin
beserta himpunan terbuka tertusuk dan seperti pada Contoh 10.6. Sekarang gunakan isomorfisme
untuk merekatkan dan . Ruang yang dihasilkan,
merupakan model garis projektif di atas . Titik-titik yang ditentukan oleh dan masing-masing dinamai dan . Jika atau dengan topologi metrik, barisan di yang konvergen menuju tentu menuju tak hingga ketika dilihat di .
Diagram komutatif homomorfisme restriksinya adalah
dengan identifikasi . Syarat berkas memberi
karena hanya fungsi konstan yang sekaligus berada dalam dan ; irisannya diambil di dalam lapangan fungsi . Selain itu,
Morfisme skema
Definisi 10.8: morfisme skema
Sebuah morfisme skema
antara skema dan adalah morfisme ruang berdering lokal.
Kita terlebih dahulu hendak menjadikan pemetaan spektrum yang terkait dengan homomorfisme gelanggang ,
sebagai morfisme skema. Hal itu merupakan kasus khusus teorema berikut.
Teorema 10.9: morfisme ke skema afin
Misalkan ruang berdering lokal dan skema afin. Untuk setiap homomorfisme gelanggang
terdapat tepat satu morfisme ruang berdering lokal yang mempunyai sebagai homomorfisme globalnya.
Bukti
Menurut Lema 7.18, untuk setiap harus berlaku
di mana
adalah homomorfisme restriksi ke tangkai dan adalah ideal maksimalnya. Rumus ini menentukan pemetaan kontinu, sebab
himpunan-himpunan membentuk basis menurut Proposisi 8.4(8), sedangkan terbuka menurut Lema 7.16.
Untuk setiap terdapat homomorfisme gelanggang
dan menjadi satuan di gelanggang paling kanan. Menurut Teorema 11.13 pada kursus Aljabar Komutatif, terdapat tepat satu homomorfisme
yang kompatibel dengan homomorfisme di atas. Karena sifat berkas, untuk setiap himpunan terbuka juga diperoleh tepat satu homomorfisme
Memang, jika
maka
dan
Homomorfisme-homomorfisme yang telah didefinisikan pada dan menghormati persamaan kompatibilitas, sehingga memberi homomorfisme dari gelanggang pada tampilan pertama ke gelanggang pada tampilan kedua. Seluruh penetapan ini memang menghasilkan morfisme ruang berdering lokal.
Catatan edisi - dua permukaan sumber. Saksi semantik menulis pada peta , sementara konteks dan semua peta di sekitarnya memakai ; edisi menulis subskrip secara eksplisit. Saksi semantik juga merujuk ke Teorema 11.13 pada Aljabar Komutatif, sedangkan PDF resmi lama mencetak Teorema 15.13. Edisi mengikuti nomor authority semantik dan mencatat perbedaan itu tanpa menyatukan edisi kursus yang dirujuk.
Korolari 10.10: homomorfisme gelanggang memberi morfisme spektrum
Misalkan dan gelanggang komutatif dan homomorfisme gelanggang. Terdapat tepat satu morfisme skema
yang mempunyai sebagai homomorfisme globalnya. Secara topologis, morfisme ini adalah pemetaan spektrum.
Bukti
Pernyataan langsung mengikuti Teorema 10.9. Bagian awal bukti teorema itu menunjukkan bahwa pemetaan topologisnya adalah pemetaan spektrum.
Korolari 10.11: morfisme kanonik ke spektrum bilangan bulat
Untuk setiap ruang berdering lokal terdapat morfisme kanonik ruang berdering lokal
Morfisme ini memetakan suatu titik ke karakteristik lapangan residunya .
Bukti
Homomorfisme gelanggang kanonik
menentukan tepat satu morfisme ruang berdering lokal
menurut Teorema 10.9.
Korolari 10.12: fungsi global memberi morfisme ke garis afin
Misalkan ruang berdering lokal. Setiap fungsi global
menentukan tepat satu morfisme ruang berdering lokal
yang memetakan variabel garis afin ke . Jika merupakan aljabar- atas lapangan , fungsi juga menentukan morfisme ruang berdering lokal
Dalam hal ini, titik dipetakan ke kernel homomorfisme gelanggang
Bukti
Unsur gelanggang menentukan tepat satu homomorfisme substitusi
Menurut Teorema 10.9, homomorfisme ini menentukan tepat satu morfisme ruang berdering lokal
Pernyataan tambahan diperoleh dengan cara yang sama.
Korolari 10.13: tupel fungsi memberi morfisme ke ruang afin
Misalkan ruang berdering lokal. Setiap tupel fungsi
menentukan tepat satu morfisme ruang berdering lokal
yang memetakan variabel dari ruang afin ke . Jika merupakan aljabar- atas gelanggang komutatif , fungsi-fungsi juga menentukan morfisme ruang berdering lokal
Dalam hal ini, titik dipetakan ke kernel homomorfisme gelanggang
Bukti
Lihat Soal 10.3.
Jadi, morfisme ke ruang afin tidak lain adalah sebuah tupel fungsi global.
Jika sebuah morfisme, maka untuk setiap himpunan terbuka , pemetaan terinduksi
juga merupakan morfisme. Jika selain itu afin, menurut Teorema 10.9 morfisme tersebut secara lokal terhadap diberikan oleh homomorfisme gelanggang. Artinya, dengan penutup afin
morfisme skema pada hakikatnya ditentukan oleh homomorfisme-homomorfisme gelanggang
Skema di atas skema basis
Untuk aljabar- komutatif di atas lapangan , homomorfisme gelanggang kanonik menentukan pemetaan spektrum kanonik
Secara topologis, pemetaan ini hanyalah pemetaan konstan, tetapi tetap menentukan bagaimana konstanta dari harus ditafsirkan. Dalam konteks skema, peran gelanggang dasar diambil alih oleh skema basis.
Definisi 10.14: skema di atas suatu basis
Sebuah skema bersama morfisme tetap
ke skema lain disebut skema di atas . Skema disebut skema basis.
Skema basis sering kali hanya spektrum sebuah lapangan. Menurut Korolari 10.11, setiap skema secara unik merupakan skema di atas . Skema di atas juga disebut skema di atas . Peran homomorfisme aljabar diambil alih oleh morfisme yang kompatibel dengan basis.
Definisi 10.15: morfisme skema di atas basis
Misalkan dan skema di atas skema basis . Morfisme skema
disebut morfisme skema di atas jika diagram
komutatif.
Definisi 10.16: morfisme bertipe hingga
Sebuah morfisme skema
disebut bertipe hingga jika terdapat penutup terbuka afin
sedemikian sehingga, untuk setiap , terdapat penutup afin berhingga
dan untuk setiap , homomorfisme gelanggang
bertipe hingga.
Catatan edisi - benturan indeks pada sumber. Sumber menulis penutup , tetapi kemudian memakai , syarat , dan peta dari . Edisi mengganti indeks boneka itu secara terlihat dengan dan , sehingga basis tetap sama; definisi matematis tidak diperluas.
Pembenaman
Definisi 10.17: pembenaman terbuka
Morfisme skema disebut pembenaman terbuka jika menginduksi isomorfisme dengan suatu himpunan terbuka dari .
Definisi 10.18: pembenaman tertutup
Morfisme skema disebut pembenaman tertutup jika adalah himpunan tertutup dari , terdapat homeomorfisme
dan homomorfisme berkas terkait
surjektif.
Definisi 10.19: pembenaman
Morfisme skema disebut pembenaman jika terdapat faktorisasi
dengan pembenaman terbuka dan pembenaman tertutup.
Lembar Kerja 10: Skema dan Morfisme Skema
Tidak satu pun dari enam soal pada batas revisi yang dibekukan mempunyai solusi publik. Tanda bintang solusi karena itu tidak digunakan dan edisi ini tidak menciptakan solusi baru.
Soal 10.1
Berikan sebuah contoh skema kuasiafin yang bukan skema afin.
Soal 10.2
Berikan sebuah contoh skema kuasiafin yang tidak kuasikompak.
Soal 10.3
Misalkan ruang berdering lokal. Buktikan bahwa setiap tupel fungsi
menentukan tepat satu morfisme ruang berdering lokal
yang memetakan variabel dari ruang afin ke .
Soal 10.4
Misalkan sebuah skema. Buktikan bahwa merupakan skema afin jika dan hanya jika morfisme kanonik
adalah isomorfisme.
Soal 10.5
Misalkan sebuah manifold terdiferensial. Buktikan bahwa morfisme kanonik
injektif.
Soal 10.6
Misalkan gelanggang komutatif dan aljabar- komutatif. Buktikan bahwa homomorfisme aljabar-
adalah data yang sama dengan morfisme skema
di atas .
Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 10
Pada batas revisi yang dibekukan, keenam halaman kandidat solusi (Soal 10.1-10.6) berstatus missing dalam bukti kueri resmi. Karena itu tidak ada solusi publik yang dapat diterjemahkan untuk unit ini dan edisi tidak menciptakan atau menyiratkan solusi baru.
Peta urutan soal dan bukti kandidat tetap menjadi rekaman cakupan sumber.
Kredit media BGK Unit 10
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 10 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 10.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 11: Ruang Tak Tereduksi dan Skema Noether
Dibandingkan dengan ruang metrik, sebuah skema mempunyai sifat-sifat topologis yang agak tidak biasa. Kita mulai dengan ketaktereduksian.
Ruang tak tereduksi
Definisi 11.1: ruang tak tereduksi
Ruang topologis disebut tak tereduksi jika dan tidak ada penguraian
dengan keduanya tertutup.
Lema 11.2: karakterisasi melalui irisan terbuka
Ruang topologis tak kosong tak tereduksi jika dan hanya jika untuk setiap dua himpunan terbuka tak kosong , irisan juga tak kosong.
Bukti
Hal ini langsung mengikuti definisi. Untuk himpunan tertutup dan , kesamaan berlaku tepat ketika .
Sebuah subhimpunan dari ruang topologis disebut tak tereduksi jika , dengan topologi terinduksi, merupakan ruang topologis tak tereduksi.
Lema 11.3: himpunan tertutup tak tereduksi pada spektrum
Misalkan gelanggang komutatif dan sebuah ideal. Himpunan tertutup
tak tereduksi jika dan hanya jika radikal merupakan ideal prima.
Bukti
Kita dapat langsung menganggap bahwa adalah ideal radikal. Selain itu, bukan ideal satuan. Jika tidak tak tereduksi, terdapat penguraian tak trivial
dan kita dapat menganggap serta radikal. Ini berarti
Karena , menurut Proposisi 8.4(5) berlaku
Jadi ada dan . Akan tetapi,
sehingga bukan ideal prima.
Sebaliknya, jika bukan ideal prima, ada dengan . Maka
Karena radikal, untuk setiap . Menurut Soal 8.5, terdapat ideal prima dengan
Jadi , dan hal yang sama berlaku untuk . Karena
Lema 11.2 menunjukkan bahwa tidak tak tereduksi.
Dengan demikian, korespondensi
menghubungkan ideal-ideal prima dengan subhimpunan tertutup tak tereduksi dari spektrum. Ideal maksimal bersesuaian dengan titik tertutup tunggal, sedangkan ideal prima minimal bersesuaian dengan komponen tak tereduksi dari spektrum yang akan dibahas di bawah.
Definisi 11.4: titik generik
Misalkan ruang topologis dan subhimpunan tertutup tak tereduksi. Titik disebut titik generik dari jika untuk setiap himpunan terbuka berlaku
Lema 11.5: keberadaan dan ketunggalan titik generik
Dalam sebuah skema , setiap subhimpunan tertutup tak tereduksi mempunyai tepat satu titik generik.
Bukti
Menurut asumsi, tidak kosong. Ambil dan lingkungan afin terbuka
Maka adalah subhimpunan tertutup tak tereduksi dari skema afin . Menurut Lema 11.3,
untuk suatu ideal prima . Kita klaim bahwa adalah titik generik . Jika terbuka dan , maka ketaktereduksian memberi
sehingga . Titik generik itu tunggal karena, sebagai titik di dalam skema afin , ia ditentukan secara tunggal.
Dimensi Krull
Definisi 11.6: dimensi Krull ruang topologis
Untuk ruang topologis , panjang maksimum rantai subhimpunan tertutup tak tereduksi
di dalam disebut dimensi Krull ruang tersebut.
Lema 11.7: dimensi gelanggang dan spektrumnya
Dimensi Krull gelanggang komutatif sama dengan dimensi Krull spektrumnya .
Bukti
Pernyataan mengikuti Lema 11.3 dan Proposisi 8.4(5).
Ruang Noether
Definisi 11.8: ruang topologis Noether
Ruang topologis disebut Noether jika setiap rantai naik himpunan terbuka
menjadi stasioner, yakni terdapat sehingga
Lema 11.9: karakterisasi melalui kekuasikompakan
Ruang topologis Noether jika dan hanya jika setiap subhimpunan terbukanya kuasikompak.
Bukti
Setiap subhimpunan terbuka dari ruang Noether juga Noether. Untuk arah maju, cukup dibuktikan bahwa kuasikompak. Misalkan
penutup terbuka dan andaikan tidak ada subpenutup berhingga. Maka dapat dibangun rantai naik tegas tak berhingga dari himpunan terbuka
dengan setiap berhingga, bertentangan dengan sifat Noether.
Sebaliknya, andaikan setiap himpunan terbuka kuasikompak dan diberikan rantai naik . Himpunan
terbuka dan kuasikompak, sehingga penutup tersebut mempunyai subpenutup berhingga. Jadi ada indeks dengan untuk semua .
Dalam ruang Noether, setiap koleksi tak kosong dari himpunan terbuka (masing-masing, himpunan tertutup) mempunyai unsur maksimal (masing-masing, minimal). Sifat ini memberi prinsip bukti melalui induksi Noether. Untuk membuktikan bahwa suatu sifat berlaku bagi semua himpunan tertutup, andaikan terdapat himpunan tertutup yang tidak memenuhi dan pilih yang minimal. Himpunan itu kemudian harus menghasilkan kontradiksi. Prinsip ini sah karena dari koleksi tak kosong tanpa unsur minimal dapat dibangun rantai turun tak berhingga.
Teorema 11.10: komponen tak tereduksi
Setiap ruang topologis Noether mempunyai penguraian tak redundan yang tunggal
menjadi subhimpunan tertutup tak tereduksi; tak redundan berarti tidak ada yang termuat dalam untuk .
Bukti
Keberadaan dibuktikan dengan induksi Noether pada subhimpunan tertutup dari . Andaikan tidak setiap subhimpunan tertutup mempunyai penguraian seperti itu. Maka ada subhimpunan minimal, katakanlah , yang tidak mempunyainya. Himpunan tidak mungkin tak tereduksi, sehingga ada penguraian tak trivial
Karena dan merupakan subhimpunan sejati dari , masing-masing mempunyai penguraian berhingga sebagai gabungan subhimpunan tertutup tak tereduksi. Menggabungkan kedua penguraian itu memberi penguraian berhingga bagi , sebuah kontradiksi.
Untuk ketunggalan, misalkan
dua penguraian menjadi subhimpunan tak tereduksi, masing-masing tanpa relasi inklusi. Maka
Karena tak tereduksi, ada dengan . Dengan argumen yang sama, ada dengan . Ketakredundanan memaksa dan . Setiap lain ditemukan dengan cara yang sama di penguraian sebelah kanan, sehingga penguraiannya tunggal.
Catatan edisi - syarat ketakredundanan. Pernyataan sumber hanya menulis “penguraian tunggal”, sedangkan buktinya baru mensyaratkan “masing-masing tanpa relasi inklusi” ketika membandingkan dua penguraian. Edisi membawa syarat yang diperlukan itu ke pernyataan; komponen dan argumen sumber tidak diubah.
Himpunan-himpunan yang muncul dalam penguraian ini disebut komponen tak tereduksi ruang tersebut.
Definisi 11.11: skema Noether
Sebuah skema disebut Noether jika dapat ditutup oleh berhingga banyak skema afin yang terkait dengan gelanggang Noether.
Secara khusus, spektrum gelanggang Noether merupakan skema Noether.
Lema 11.12: topologi skema Noether
Sebuah skema Noether merupakan ruang topologis Noether.
Bukti
Gabungan berhingga ruang Noether kembali Noether, sehingga cukup dibahas spektrum sebuah gelanggang Noether. Menurut Lema 11.9, kita harus menunjukkan bahwa setiap himpunan terbuka
kuasikompak. Karena Noether,
dan menurut Proposisi 8.4(2),
Korolari 8.6 bersama Proposisi 8.11 menyatakan bahwa setiap kuasikompak, sehingga gabungan berhingganya juga kuasikompak.
Metode topologis ini langsung memberi hasil aljabar murni berikut.
Lema 11.13: ideal prima minimal berhingga banyak
Dalam gelanggang komutatif Noether hanya terdapat berhingga banyak ideal prima minimal.
Bukti
Lihat Soal 11.15.
Skema integral
Definisi 11.14: ruang berdering tereduksi
Ruang berdering disebut tereduksi jika untuk setiap himpunan terbuka , gelanggang tereduksi.
Definisi 11.15: skema integral
Sebuah skema disebut integral jika tak tereduksi dan tereduksi.
Lema 11.16: restriksi pada skema integral bersifat injektif
Dalam skema integral, pemetaan restriksi
injektif untuk setiap yang terbuka.
Bukti
Ambil . Himpunan
terbuka menurut Lema 7.16 dan, karena ketereduksian, tidak kosong. Karena tak tereduksi, juga tidak kosong. Jadi restriksi pada tidak nol.
Catatan edisi - domain seksi. Sumber menamai himpunan di atas dan menulis , padahal hanya diberikan sebagai seksi pada . Edisi menulis dan ; lokus tak nol dan argumen injektivitasnya tidak berubah.
Contoh 11.17: ketaktereduksian saja tidak cukup
Misalkan lapangan dan
Ideal adalah satu-satunya ideal prima minimal dari , sehingga tak tereduksi. Karena dan , di dalam pelokalan berlaku , dan
merupakan lapangan. Pemetaan restriksi tidak injektif. Selain itu,
tetapi unsur tidak nol di dalam pelokalan .
Lema 11.18: gelanggang seksi adalah domain integral
Dalam skema integral , untuk setiap himpunan terbuka tak kosong , gelanggang seksi merupakan domain integral.
Bukti
Karena terbuka dan tidak kosong, terdapat himpunan terbuka afin tak kosong
Menurut Lema 11.16, cukup dibuktikan bahwa domain integral. Misalkan nilradikal . Karena tak tereduksi sebagai akibat ketaktereduksian , Lema 11.3 menyatakan bahwa ideal prima. Ketereduksian adalah sifat lokal menurut Soal 11.18, sehingga . Jadi ideal nol prima, dan merupakan domain integral.
Catatan edisi - nomor soal sumber. Sumber merujuk ke Soal 10.14, tetapi Lembar Kerja 10 yang dibekukan hanya mempunyai enam soal. Soal 11.18 yang dibekukan tepat menyatakan ekuivalensi antara ketereduksian ruang berdering dan ketereduksian semua tangkainya. Edisi memperbaiki nomor silang menjadi 11.18 dan mempertahankan fakta sumber yang salah dalam catatan ini.
Lema 11.19: tangkai generik adalah lapangan
Untuk skema integral, tangkai berkas struktur di titik generik merupakan lapangan.
Bukti
Tangkai itu dapat dihitung dari sembarang himpunan terbuka afin tak kosong. Himpunan tersebut berbentuk
dengan gelanggang komutatif yang merupakan domain integral menurut Lema 11.18. Titik generiknya bersesuaian dengan ideal nol, dan pelokalan pada ideal nol menghasilkan lapangan pecahan .
Definisi 11.20: lapangan fungsi
Untuk skema integral , tangkai berkas struktur di titik generik disebut lapangan fungsi .
Dalam skema integral, gelanggang seksi pada setiap himpunan terbuka tak kosong merupakan subgelanggang lapangan fungsi.
Lembar Kerja 11: Ruang Tak Tereduksi dan Skema Noether
Tanda bintang menunjukkan tepat tiga soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 11.9, 11.13, dan 11.14. Enam belas soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 11.1
Buktikan bahwa dalam ruang topologis tak tereduksi , setiap himpunan terbuka tak kosong padat.
Soal 11.2
Buktikan bahwa ruang metrik hanya mungkin tak tereduksi jika terdiri atas satu titik.
Soal 11.3
Misalkan ruang topologis dan subhimpunan dengan topologi terinduksi. Buktikan bahwa tak tereduksi jika dan hanya jika penutupannya tak tereduksi.
Sebuah ruang topologis dikatakan memenuhi sifat pemisahan jika untuk setiap dua titik , terdapat himpunan terbuka dengan dan , atau terdapat himpunan terbuka dengan dan .
Sebuah ruang topologis dikatakan memenuhi sifat pemisahan jika setiap titik tertutup.
Soal 11.4
Buktikan bahwa sebuah skema memenuhi sifat pemisahan .
Soal 11.5
Buktikan bahwa untuk skema afin , sifat-sifat berikut ekuivalen.
- Setiap ideal prima di maksimal.
- Setiap titik di tertutup.
- merupakan ruang Hausdorff.
Soal 11.6
Berikan contoh skema afin berdimensi nol yang tidak diskret.
Soal 11.7
Misalkan subhimpunan tak tereduksi dari ruang topologis dan . Buktikan bahwa merupakan titik generik jika dan hanya jika
Soal 11.8
Misalkan spektrum gelanggang komutatif dan
himpunan tertutup yang terkait dengan ideal prima . Buktikan bahwa adalah titik generik .
Soal 11.9*
Misalkan manifold terdiferensial berdimensi . Buktikan bahwa terdapat rantai submanifold tertutup
sedemikian sehingga submanifold tertutup berdimensi .
Soal 11.10
Misalkan ruang topologis Noether. Buktikan bahwa setiap subhimpunan dengan topologi terinduksi juga Noether.
Soal 11.11
Misalkan ruang topologis Noether. Buktikan bahwa setiap subhimpunan dengan topologi terinduksi kuasikompak.
Soal 11.12
Buktikan bahwa bilangan real dengan topologi metrik bukan ruang topologis Noether.
Soal 11.13*
Misalkan gelanggang komutatif dan
Misalkan ideal di sedemikian sehingga setiap ideal perluasan dibangkitkan secara berhingga. Buktikan bahwa dibangkitkan secara berhingga.
Soal 11.14*
Misalkan gelanggang komutatif dan skema afin terkait. Buktikan bahwa merupakan skema Noether jika dan hanya jika gelanggang Noether.
Soal 11.15
Buktikan bahwa dalam gelanggang komutatif Noether hanya terdapat berhingga banyak ideal prima minimal.
Soal 11.16
Berikan contoh gelanggang non-Noether yang reduksinya merupakan lapangan.
Misalkan gelanggang komutatif. Sistem multiplikatif disebut ultrafilter jika dan maksimal dengan sifat tersebut.
Soal 11.17
Misalkan gelanggang komutatif dan sebuah ultrafilter. Buktikan bahwa komplemen merupakan ideal prima minimal di .
Soal 11.18
Misalkan ruang berdering. Buktikan bahwa pernyataan berikut ekuivalen.
- adalah ruang berdering tereduksi.
- Untuk setiap titik , tangkai tereduksi.
Soal 11.19
Buktikan bahwa keintegralan sebuah skema pada umumnya bukan sifat lokal.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 11
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat tiga solusi publik di antara 19 soal, yaitu solusi Soal 11.9, 11.13, dan 11.14. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 11.1-11.8, 11.10-11.12, dan 11.15-11.19. Tidak ada solusi baru yang dibuat untuk edisi ini.
Solusi sumber untuk Soal 11.9
Ambil titik dan lingkungan koordinat terbuka beserta peta koordinat
di mana adalah bola terbuka berpusat di berjari-jari dan . Untuk , tetapkan
Jadi adalah permukaan bola berpusat di berjari-jari , sedangkan adalah “ekuator” di dalamnya yang ditentukan oleh , dan seterusnya. Himpunan diperoleh dari dengan menambahkan persamaan . Maka ada rantai turun subhimpunan tertutup
dan
Kita dapat memandang sebagai serat di atas titik nol dari pemetaan
Matriks Jacobinya adalah
Rank matriks ini kurang dari hanya jika
dan titik seperti itu tidak terletak pada . Jadi reguler di sepanjang serat . Menurut teorema fungsi implisit, merupakan submanifold tertutup dari berdimensi .
Sekarang tetapkan
Karena setiap kompak, juga tertutup di . Sifat menjadi submanifold tertutup bersifat lokal, sehingga semua adalah submanifold tertutup dari dengan dimensi yang diminta.
Catatan edisi - batas indeks dan dua titik sumber. Solusi sumber mula-mula mendefinisikan dan hanya untuk , tetapi kemudian memakai dan rantai yang memerlukan . Edisi memasukkan pada kedua rentang. Sumber juga menyatakan bahwa terdiri atas titik ; substitusi ke persamaan bola berpusat di memberi titik yang benar dan . Formula, rank, dan konstruksi submanifold selain itu dipertahankan.
Solusi sumber untuk Soal 11.13
Karena spektrum kuasikompak, kita dapat menganggap berhingga. Menurut Proposisi 8.4(9), unsur-unsur membangkitkan ideal satuan.
Misalkan sebuah sistem pembangkit ideal . Jika dipandang di , sistem ini juga membangkitkan . Untuk setiap , suatu subsistem berhingga sudah cukup; karena berhingga, gabungan indeks-indeks yang diperlukan adalah suatu himpunan berhingga . Jadi membangkitkan setiap .
Kita klaim bahwa unsur-unsur tersebut sudah membangkitkan . Ambil . Untuk setiap , di terdapat kesamaan
Setelah menyamakan penyebut, di diperoleh kesamaan berbentuk
Karena himpunan-himpunan tetap menutup spektrum, terdapat dengan
Dengan demikian,
Jadi setiap merupakan kombinasi linear dari , sehingga dibangkitkan secara berhingga.
Solusi sumber untuk Soal 11.14
Jelas bahwa jika gelanggang Noether, maka merupakan skema Noether.
Sebaliknya, andaikan skema Noether. Ambil penutup afin berhingga
dengan setiap gelanggang Noether. Karena terbuka di dan kuasikompak, untuk setiap terdapat berhingga banyak sehingga
Jika
adalah restriksi, maka
Karena itu gelanggang seksi pada himpunan terbuka utama tersebut adalah
yang Noether sebagai pelokalan gelanggang Noether. Dengan menggabungkan semua dan , kita memperoleh penutup utama berhingga
dengan setiap Noether. Untuk sembarang ideal , setiap ideal dibangkitkan secara berhingga. Soal 11.13 sekarang menunjukkan bahwa dibangkitkan secara berhingga. Jadi setiap ideal dibangkitkan secara berhingga dan Noether.
Catatan edisi - simbol pada solusi sumber. Solusi sumber menulis dengan indeks yang kemudian hilang, memakai , lalu menempatkan di gelanggang seksi suatu himpunan yang tidak didefinisikan dan menulis pelokalan dengan subskrip saja. Edisi menuliskan , restriksi , serta isomorfisme secara eksplisit. Ini adalah data yang dipakai argumen sumber; tidak ada hipotesis baru.
Kredit media BGK Unit 11
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 11 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 11.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 12: Spektrum Projektif Gelanggang Bergradasi
Spektrum projektif
Spektrum projektif biasanya diperkenalkan untuk gelanggang bergradasi . Akan tetapi, konstruksinya memakai pelokalan pada unsur homogen, dan derajat negatif juga muncul di sana. Karena itu lebih wajar bekerja sejak awal dengan gradasi .
Definisi 12.1: ideal irelevan
Untuk gelanggang bergradasi , ideal yang dibangkitkan oleh semua unsur homogen berderajat bukan nol disebut ideal irelevan. Ideal ini dilambangkan dengan .
Dalam kasus bergradasi positif, ideal ini hanyalah
Jika terdapat derajat negatif, ideal irelevan bahkan dapat menjadi ideal satuan.
Definisi 12.2: himpunan spektrum projektif
Misalkan gelanggang komutatif bergradasi . Himpunan semua ideal prima homogen yang tidak memuat disebut spektrum projektif dan dilambangkan
Definisi 12.3: topologi pada spektrum projektif
Misalkan gelanggang komutatif bergradasi . Spektrum projektif sebagai ruang topologis adalah himpunan ideal prima homogen yang tidak memuat , dengan himpunan-himpunan
dinyatakan terbuka.
Himpunan-himpunan ini memang menentukan suatu topologi. Kita mempunyai
Himpunan membentuk basis topologi tersebut.
Definisi 12.4: ruang projektif
Spektrum projektif gelanggang polinomial
disebut ruang projektif berdimensi di atas .
Untuk gelanggang bergradasi , menyatakan gelanggang pada derajat nol. Jika bergradasi , gelanggang sering kali sederhana, misalnya suatu lapangan. Namun, jika homogen dan berderajat positif, pelokalan secara alami bergradasi , dan dapat mempunyai struktur yang arbitrer rumit.
Untuk ideal prima homogen , irisan sistem multiplikatif dengan himpunan semua unsur homogen juga merupakan sistem multiplikatif. Gelanggang derajat nol dari pelokalan tersebut memainkan peranan khusus dan dilambangkan
Lema 12.5: gelanggang lokal pada ideal prima homogen
Untuk ideal prima homogen dalam gelanggang bergradasi , gelanggang merupakan gelanggang lokal.
Bukti
Misalkan bukan satuan. Kita dapat menulis
dengan homogen dan homogen, masing-masing berderajat sama dengan penyebutnya. Kita harus mempunyai ; jika tidak, pecahan yang bersangkutan adalah satuan. Maka , sehingga
juga bukan satuan dalam . Jadi himpunan bukan-satuan tertutup terhadap penjumlahan, yang memberi ideal maksimal tunggal.
Berkas struktur
Definisi 12.6: berkas struktur pada spektrum projektif
Misalkan gelanggang bergradasi dan spektrum projektifnya dengan topologi Zariski. Berkas struktur pada memasangkan kepada setiap himpunan terbuka gelanggang komutatif
Kepada setiap inklusi dipasangkan proyeksi pembatasan alami.
Definisi ini khususnya mensyaratkan dalam setiap penyajian. Definisi tersebut dapat dipandang sebagai pembentukan berkas dari praberkas
yang juga memperlihatkan bahwa kita memang memperoleh berkas gelanggang komutatif.
Definisi 12.7: spektrum projektif sebagai ruang berdering
Untuk gelanggang bergradasi , spektrum projektif
berarti spektrum projektif yang dilengkapi topologi Zariski dan berkas strukturnya.
Lema 12.8: unit homogen dan spektrum komponen derajat nol
Misalkan gelanggang bergradasi yang mempunyai setidaknya satu unit homogen berderajat positif. Pemetaan
merupakan bijeksi, homeomorfisme untuk topologi Zariski, dan isomorfisme untuk berkas struktur. Selain itu,
Bukti
Pertama,
adalah ideal prima, sehingga pemetaan tersebut terdefinisi dengan baik. Misalkan unit homogen berderajat positif. Kita akan merekonstruksi dari . Jika menyatakan himpunan unsur homogen, maka
Inklusi dari kiri ke kanan jelas: dan dapat dipilih agar . Sebaliknya, jika , maka karena satuan, dan selanjutnya karena prima. Dengan demikian pemetaan itu injektif.
Untuk surjektivitas, ambil ideal prima dan bentuk ideal yang dibangkitkan oleh
Ideal ini tidak memuat unit, sehingga tidak memuat seluruh ; khususnya ia tidak memuat , karena tidak memuat . Jika termasuk himpunan di atas, maka untuk beberapa berlaku
Untuk suatu pangkat, kita dapat menulis
dengan kedua faktor berderajat nol. Salah satu faktor harus termasuk , sehingga atau termasuk himpunan tersebut. Ideal yang dihasilkan dengan demikian prima dan memberi invers pemetaan.
Untuk homeomorfisme, perhatikan basis-basis yang dibentuk oleh di sisi projektif dan di sisi derajat nol. Pracitra adalah , dan suatu unsur homogen dapat dikalikan dengan pangkat tanpa mengubah terbuka projektifnya:
Identifikasi gelanggang lokal dan kompatibilitas berkas mengikuti dari deskripsi pelokalan derajat nol yang sama.
Lema 12.9: terbuka utama projektif bersifat afin
Untuk gelanggang bergradasi dan unsur homogen berderajat bukan nol,
sebagai ruang berdering. Khususnya, spektrum projektif merupakan skema.
Bukti
Terapkan Lema 12.8 pada , dengan memperhatikan bahwa ideal prima homogen di bersesuaian dengan ideal prima homogen . Sifat skema mengikuti karena himpunan untuk menutupi spektrum projektif.
Contoh 12.10: liputan afin standar ruang projektif
Ruang projektif, yaitu spektrum projektif gelanggang polinomial bergradasi standar , ditutupi oleh . Ini disebut liputan afin standar ruang projektif. Kita mempunyai
Ini gelanggang polinomial dalam variabel. Dengan untuk , kita memperoleh
Jadi ruang projektif berdimensi ditutupi oleh ruang afin.
Morfisme dan skema projektif
Teorema 12.11: morfisme yang diinduksi homomorfisme homogen
Misalkan dan gelanggang bergradasi di atas gelanggang komutatif , dan misalkan
homomorfisme gelanggang homogen. Terdapat morfisme skema alami
Bukti
Pracitra ideal prima di bawah homomorfisme gelanggang kembali merupakan ideal prima, dan pracitra ideal homogen kembali homogen. Jika
terdapat unsur homogen dengan . Maka , sehingga
Jadi terdapat pemetaan
Untuk unsur homogen ,
sebagaimana pada pemetaan spektrum. Jadi kontinu. Menurut Korolari 10.10, pemetaan spektrum ini secara unik merupakan morfisme skema. Pada setiap , pemetaan tersebut diberikan oleh homomorfisme homogen
yang menginduksi homomorfisme pada komponen derajat nol
Menurut Lema 12.9, ini adalah homomorfisme gelanggang seksi pada dan . Homomorfisme-homomorfisme tersebut kompatibel dengan pembatasan, dan diagram
komutatif. Karena itu merupakan morfisme ruang berdering lokal.
Catatan edisi - domain dalam bukti sumber. Pernyataan sumber memberi domain dengan benar, tetapi baris pertama buktinya mencetak . Kesamaan itu tidak berlaku tanpa hipotesis tambahan. Edisi mempertahankan domain terbuka dari pernyataan. Sumber kemudian menulis sekali untuk terbuka projektif; edisi menuliskan secara konsisten.
Contoh 12.12: proyeksi menjauhi sebuah titik
Inklusi subgelanggang
memberi, menurut Teorema 12.11, morfisme skema
Titik dengan koordinat homogen dipetakan ke . Pemetaan ini hanya terdefinisi pada himpunan terbuka yang ditampilkan dan tidak memiliki perpanjangan bermakna ke titik . Pemetaan itu disebut proyeksi menjauhi sebuah titik. Dalam ruang afin dan , ini berarti setiap garis diproyeksikan ke sebuah hiperbidang. Untuk garis yang “tegak lurus” terhadap hiperbidang, konstruksi tersebut tidak terdefinisi dengan baik karena proyeksinya tidak menghasilkan sebuah garis.
Definisi 12.13: skema projektif
Skema di atas gelanggang komutatif disebut projektif jika terdapat faktorisasi
dengan suatu pembenaman tertutup.
Lema 12.14: Proj gelanggang bergradasi standar bersifat projektif
Untuk gelanggang bergradasi standar , spektrum projektif merupakan skema projektif di atas .
Bukti
Kita dapat menulis
dengan ideal homogen . Menurut Teorema 12.11, pemetaan kelas sisa
memberi morfisme skema
Sebagaimana pemetaan spektrum
merupakan homeomorfisme, versi projektif ini merupakan homeomorfisme ke . Jadi secara alami bersesuaian dengan subhimpunan tertutup ruang projektif di atas .
Tinggal dibuktikan bahwa homomorfisme berkas
surjektif. Pada untuk unsur homogen , ini adalah pemetaan
yang surjektif.
Pada pernyataan di atas, homomorfisme gelanggang hanya surjektif pada himpunan berbentuk , bukan pada semua himpunan terbuka. Karena himpunan tersebut membentuk basis topologi, pemetaan pada tangkai juga surjektif. Maka kita memperoleh homomorfisme berkas surjektif, dan adalah pembenaman tertutup.
Hipermuka projektif
Definisi 12.15: hipermuka projektif
Untuk polinomial homogen
di atas lapangan , himpunan
disebut hipermuka projektif yang ditentukan oleh .
Definisi 12.16: derajat hipermuka
Untuk hipermuka projektif
derajat polinomial homogen juga disebut derajat hipermuka.
Hipermuka berderajat disebut hiperbidang; objek-objek ini adalah subruang linear projektif berkodimensi .
Lema 12.17: deskripsi afin melalui dehomogenisasi
Misalkan
gelanggang bergradasi standar, dengan pembangkit homogen berderajat . Maka
Gelanggang kelas sisa ini dideskripsikan oleh dehomogenisasi terhadap variabel .
Bukti
Kita mempunyai
Dalam deskripsi terakhir, komponen derajat nol dapat dibaca langsung. Jika
maka, dengan ,
Inilah dehomogenisasi terhadap variabel .
Catatan edisi - peran indeks dan derajat. Sumber memakai sebagai indeks variabel terakhir dalam , sedangkan dan menyatakan derajat polinomial. Edisi mempertahankan semua simbol tetapi menyatakan kedua peran itu secara eksplisit agar tidak tertukar.
Lembar Kerja 12: Spektrum Projektif Gelanggang Bergradasi
Tanda bintang menunjukkan tepat dua soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 12.5 dan 12.10. Tujuh belas soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 12.1
Misalkan gelanggang komutatif, grup komutatif, dan aljabar bergradasi . Buktikan bahwa
dan simpulkan bahwa merupakan subaljabar dari .
Soal 12.2
Misalkan
gelanggang komutatif bergradasi, dan misalkan komponen memuat suatu unit. Buktikan bahwa , sebagai modul , isomorfik dengan .
Soal 12.3
Misalkan gelanggang komutatif, grup komutatif, dan aljabar komutatif bergradasi . Misalkan ideal homogen. Buktikan bahwa gelanggang kelas sisa juga bergradasi .
Soal 12.4
Buktikan bahwa dalam gelanggang polinomial dengan variabel terdapat tepat
monomial berderajat .
Soal 12.5 ★
Berikan contoh dua ideal monomial dan dalam suatu gelanggang polinomial serta bilangan asli sedemikian sehingga ideal hasil kali mempunyai sistem pembangkit berupa monomial berderajat paling tinggi , tetapi masing-masing dari kedua ideal itu tidak mempunyai sistem pembangkit demikian.
Soal 12.6
Misalkan gelanggang bergradasi . Buktikan bahwa subhimpunan
untuk ideal homogen , memang menentukan suatu topologi pada spektrum projektif .
Soal 12.7
Misalkan gelanggang bergradasi . Buktikan bahwa himpunan terbuka
untuk unsur homogen , membentuk basis topologi spektrum projektif.
Soal 12.8
Tentukan spektrum projektif dari salib sumbu
dengan gradasi standar.
Soal 12.9
Buat sketsa spektrum projektif dari gabungan bidang-bidang koordinat
dengan gradasi standar.
Soal 12.10 ★
Tentukan titik potong kedua garis
dan
di bidang projektif.
Soal 12.11
Buktikan bahwa dua titik berbeda dan di bidang projektif menentukan secara unik sebuah garis projektif yang memuat keduanya. Bagaimana persamaan garis itu dihitung dari koordinat kedua titik?
Soal 12.12
Buktikan bahwa gelanggang seksi global ruang projektif adalah gelanggang dasar:
Soal 12.13
Buktikan bahwa garis projektif yang dikonstruksi melalui pengeleman dalam Contoh 10.7 sama dengan garis projektif dalam pengertian Contoh 12.10, yakni
Soal 12.14
Misalkan bentuk linear homogen dalam dan
Buktikan bahwa topologi Zariski pada ruang projektif menginduksi topologi Zariski pada ruang afin tersebut.
Soal 12.15
Misalkan
Buktikan bahwa terdapat lingkungan terbuka afin
sedemikian sehingga , dalam ruang afin ini, bersesuaian dengan titik asal.
Soal 12.16
Misalkan ruang projektif berdimensi di atas lapangan , dan misalkan
dua himpunan terbuka afin di dalam . Deskripsikan pemetaan transisi, yang tidak terdefinisi di semua titik, dari ke .
Soal 12.17
Misalkan diberikan polinomial homogen
dalam variabel, semuanya berderajat sama . Buktikan bahwa terdapat himpunan terbuka tempat polinomial-polinomial itu mendefinisikan morfisme
Soal 12.18
Misalkan gelanggang bergradasi yang mempunyai unit homogen pada derajat satu, dan misalkan ideal homogen. Buktikan bahwa untuk berlaku kesamaan modul
Soal 12.19
Misalkan gelanggang bergradasi standar, ideal homogen, dan unsur homogen berderajat . Buktikan bahwa untuk berlaku kesamaan modul
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 12
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat dua solusi publik di antara 19 soal, yaitu solusi Soal 12.5 dan 12.10. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 12.1–12.4, 12.6–12.9, dan 12.11–12.19. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Solusi Soal 12.5
Kita pilih gelanggang polinomial
di atas sembarang lapangan dasar (atau, lebih umum, gelanggang dasar tak nol). Pertimbangkan ideal
dan
Kedua kelompok variabel saling dipertukarkan. Untuk masing-masing ideal, derajat maksimum suatu pembangkit adalah , karena (dan, secara simetris, hasil kali semua ) tidak dapat dinyatakan melalui monomial pembangkit lainnya.
Kita klaim bahwa ideal hasil kali dibangkitkan oleh monomial berderajat
Karena simetri situasinya, hal ini mengikuti dari faktorisasi berikut, dengan setiap kali dipilih sebagai monomial hasil bagi yang sesuai:
dan
Setiap pasangan faktor di ruas kanan terdiri atas satu pembangkit dari dan satu pembangkit dari , keduanya berderajat . Jadi mempunyai pembangkit berderajat paling tinggi , sedangkan dan sendiri memerlukan pembangkit berderajat .
Solusi Soal 12.10
Kita harus mencari solusi tak trivial sistem persamaan linear
Dengan mengeliminasi , kita memperoleh syarat
Ambil . Maka
dan
Dengan demikian
merupakan titik potong kedua garis di bidang projektif.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 12.1, 12.2, 12.3, 12.4, 12.6, 12.7, 12.8, 12.9, 12.11, 12.12, 12.13, 12.14, 12.15, 12.16, 12.17, 12.18, atau 12.19. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 12
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 12 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 12.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 13: Pemetaan Kerucut, Berkas Modul, dan Berkas Invertibel
Pemetaan kerucut
Definisi 13.1: homogenisasi ideal
Misalkan gelanggang bergradasi . Untuk suatu ideal , ideal yang dibangkitkan oleh semua unsur homogen dalam disebut homogenisasi . Homogenisasi ini dilambangkan dengan .
Homogenisasi kembali merupakan ideal dan termuat dalam ideal asal. Homogenisasi suatu ideal prima merupakan ideal prima.
Definisi 13.2: pemetaan kerucut
Misalkan gelanggang bergradasi . Pemetaan kerucut adalah morfisme skema
Pada himpunan terbuka yang berkaitan dengan unsur homogen , pemetaan ini diberikan oleh pemetaan spektrum yang terkait dengan homomorfisme
Teorema 13.3: pemetaan kerucut merupakan morfisme skema
Misalkan gelanggang bergradasi . Maka pemetaan kerucut memang merupakan morfisme skema.
Bukti
Pemetaan ini terdefinisi dengan baik karena homogenisasi suatu ideal prima kembali merupakan ideal prima. Untuk unsur homogen dan ideal prima , berlaku
Karena itu, pracitra adalah dan pemetaan tersebut kontinu. Diagram pemetaan
komutatif. Di baris atas terdapat restriksi pemetaan kerucut, di baris bawah pemetaan spektrum alami, di sebelah kiri identifikasi dari Lema 9.13, dan di sebelah kanan identifikasi dari Lema 12.8.
Untuk membuktikan komutativitas, bagi suatu ideal prima perlu ditunjukkan kesamaan
dengan ideal-ideal prima tersebut dipandang sebagai ideal dalam . Kesamaan ini bertumpu pada argumen untuk Lema 12.8.
Dengan demikian, morfisme tersebut ditentukan secara skematis pada . Morfisme-morfisme
untuk berbagai saling kompatibel dan menentukan suatu morfisme skema global.
Contoh 13.4: pemetaan kerucut ruang projektif
Untuk gelanggang polinomial dalam variabel dengan gradasi standar di atas suatu lapangan , pemetaan kerucut adalah
Pada titik-titik , pemetaan ini diberikan secara sederhana oleh
Pemetaan ini memetakan setiap titik tak nol ke garis yang melalui titik tersebut dan titik asal.
Modul pada ruang berdering
Sebagaimana penting untuk memahami modul-modul bagi suatu gelanggang komutatif , bagi suatu ruang berdering kita harus memahami modul-modul yang diberikan di atasnya.
Definisi 13.5: modul pada ruang berdering
Suatu berkas pada ruang berdering disebut -modul jika untuk setiap himpunan terbuka diberikan struktur -modul pada yang kompatibel dengan pemetaan-pemetaan restriksi untuk .
Syarat kompatibilitas berarti bahwa untuk himpunan-himpunan terbuka , diagram
komutatif. Secara khusus, berkas struktur merupakan -modul. Setiap -modul khususnya merupakan berkas grup abelian.
Definisi 13.6: submodul berkas
Misalkan ruang berdering dan suatu -modul. Suatu subberkas
sedemikian sehingga, untuk setiap subhimpunan terbuka , merupakan submodul dari atas gelanggang disebut -submodul dari .
Definisi 13.7: berkas ideal
Misalkan ruang berdering. Suatu -submodul
disebut berkas ideal.
Definisi 13.8: serat modul pada sebuah titik
Misalkan ruang berdering lokal dan suatu -modul. Untuk suatu titik , ruang
disebut serat di titik .
Secara khusus, serat ini merupakan ruang vektor di atas lapangan residu .
Definisi 13.9: homomorfisme modul berkas
Misalkan ruang berdering dan merupakan -modul pada . Suatu homomorfisme berkas
disebut homomorfisme -modul jika untuk setiap himpunan terbuka , pemetaan
merupakan homomorfisme -modul.
Suatu homomorfisme -modul khususnya merupakan homomorfisme berkas grup abelian.
Pernyataan berikut adalah suatu versi teorema penentuan dari aljabar linear.
Teorema 13.10: seksi global menentukan homomorfisme modul
Misalkan ruang berdering dan suatu -modul pada . Seksi-seksi global
menentukan secara unik suatu homomorfisme modul
Bukti
Untuk setiap himpunan terbuka , berlaku
Ini adalah modul bebas atas dengan basis . Seksi-seksi global memberikan restriksi
Menurut teorema penentuan, restriksi-restriksi tersebut menentukan secara unik suatu homomorfisme -modul
Homomorfisme-homomorfisme modul ini kompatibel dengan restriksi ke dan karena itu menghasilkan suatu homomorfisme berkas modul.
Lema 13.11: seksi global sebagai homomorfisme modul
Misalkan ruang berdering dan suatu -modul pada . Maka suatu seksi global
bersesuaian secara unik dengan homomorfisme modul
Bukti
Ini adalah kasus khusus Teorema 13.10.
Konstruksi untuk berkas modul
Definisi 13.12: modul homomorfisme global
Misalkan ruang berdering dan merupakan berkas modul pada . Ruang
dengan struktur -modul alaminya, disebut modul homomorfisme global dari ke .
Pada dasarnya, setiap konstruksi untuk modul mempunyai konstruksi analog untuk modul . Gagasan pemandunya adalah bahwa objek-objek yang dikonstruksi kembali memiliki “sifat-sifat yang tepat” di dalam kategori semua modul . Karena itu dapat pula diharapkan bahwa definisi di atas belum merupakan bentuk terakhir dan perlu diperluas menjadi versi berkas.
Definisi 13.13: berkas homomorfisme
Misalkan ruang berdering dan merupakan berkas modul pada . Penetapan
disebut berkas homomorfisme dari ke . Berkas ini dilambangkan dengan
Jadi,
Lema 13.14: berkas homomorfisme merupakan berkas modul
Misalkan ruang berdering dan merupakan berkas modul pada . Maka berkas homomorfisme
merupakan berkas -modul pada .
Bukti
Terdapat hubungan
Menurut Lema 4.9, ruas kanan merupakan suatu berkas. Sifat homomorfisme, yaitu kompatibilitas dengan penjumlahan dan perkalian skalar, dapat diuji secara lokal; lihat Soal 13.11. Karena itu ruas kiri merupakan suatu subberkas. Struktur pada diberikan oleh penjumlahan dan perkalian skalar pada komponen kedua, dan operasi-operasi ini kompatibel dengan restriksi.
Definisi 13.15: modul dual
Misalkan ruang berdering dan suatu berkas modul pada . Berkas
dengan struktur -modul alaminya, disebut modul dual dari .
Definisi 13.16: hasil kali tensor berkas modul
Misalkan ruang berdering dan merupakan berkas modul pada . Berkasisasi praberkas
disebut hasil kali tensor kedua modul tersebut. Hasil kali tensor ini dilambangkan dengan
Berdasarkan sifat universal berkasisasi, terdapat pemetaan kanonik
yang merupakan isomorfisme pada tangkai. Tangkai tersebut adalah hasil kali tensor kedua tangkai; lihat Soal 13.13.
Berkas invertibel
Definisi 13.17: berkas invertibel
Suatu -modul pada ruang berdering disebut invertibel jika terdapat penutup terbuka
sedemikian sehingga restriksi-restriksi
isomorfik dengan .
Suatu berkas invertibel pada ruang berdering disebut trivial jika isomorfik dengan berkas struktur .
Contoh 13.18: berkas seksi suatu bundel garis
Misalkan ruang topologis yang dilengkapi berkas fungsi kontinu , dan
suatu bundel garis real pada . Maka berkas dari seksi-seksi kontinu dalam pengertian Contoh 3.12 merupakan -modul invertibel. Untuk suatu himpunan terbuka dengan trivialisasi
memang berlaku
Contoh 13.19: berkas invertibel pada ruang projektif
Misalkan lapangan dan ruang projektif di atas . Untuk setiap subhimpunan terbuka , berkas struktur merupakan subhimpunan lapangan fungsi
Karena gelanggang polinomial bersifat faktorial, untuk setiap ideal homogen terdapat polinomial homogen berderajat maksimal tanpa faktor berulang, yang ditentukan secara unik hingga perkalian dengan suatu skalar, sedemikian sehingga
Di sini diperbolehkan, tetapi dalam hal itu notasi tidak digunakan. Menurut Teorema 9.8, gelanggang seksi global sama dengan
Tetapkan . Kita mendefinisikan suatu berkas melalui
Ini merupakan suatu berkas invertibel. Pada , dan demikian pula pada , pemetaan
merupakan isomorfisme modul atas yang terbawa ke subhimpunan-subhimpunan terbuka yang lebih kecil. Evaluasi global pada ruang projektif hanyalah
Ini menunjukkan bahwa, untuk , berkas-berkas invertibel tersebut tidak saling isomorfik bagi . Hal ini berlaku untuk semua .
Definisi 13.20: lokus keterbalikan suatu seksi
Misalkan ruang berdering lokal, suatu berkas invertibel pada , dan
suatu seksi global. Himpunan
disebut lokus keterbalikan dari .
Komplemennya,
yaitu lokus nol seksi tersebut, dilambangkan dengan .
Lema 13.21: lokus keterbalikan bersifat terbuka
Misalkan ruang berdering lokal, suatu berkas invertibel pada , dan
suatu seksi global. Maka lokus keterbalikan
bersifat terbuka.
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Lema 7.16 melalui pertimbangan lokal.
Lema 13.22: trivialisasi pada lokus keterbalikan
Misalkan ruang berdering lokal dan suatu berkas invertibel pada . Misalkan
seksi global dengan lokus keterbalikan . Maka restriksi
bersifat trivial.
Bukti
Menurut Lema 13.11, seksi global menentukan suatu homomorfisme modul
dan khususnya suatu homomorfisme modul
Untuk setiap titik , pemetaan ini merupakan isomorfisme. Karena itu, menurut Lema 4.6, juga merupakan isomorfisme.
Lembar Kerja 13: Pemetaan Kerucut, Berkas Modul, dan Berkas Invertibel
Sumber yang dibekukan tidak menandai satu pun soal dengan bintang. Secara terpisah, bukti kandidat yang dibekukan mencatat hasil negatif untuk seluruh 23 soal. Edisi ini tidak menciptakan solusi baru.
Soal 13.1
Berikan sebuah contoh yang menunjukkan bahwa pemetaan kerucut
tidak harus merupakan pemetaan tertutup.
Soal 13.2
Misalkan gelanggang bergradasi dan ideal prima dalam . Buktikan bahwa homogenisasi juga merupakan ideal prima.
Soal 13.3
Misalkan lapangan dan
suatu aljabar bergradasi standar. Buktikan bahwa diagram
yang terdiri atas morfisme skema bersifat komutatif. Di sini pemetaan vertikal di kiri dan kanan adalah pemetaan kerucut, sedangkan pemetaan horizontal adalah isomorfisme dan pembenaman tertutup alami.
Soal 13.4
Bahas hubungan antara pemetaan kerucut
dan fibrasi Hopf
Soal 13.5
Misalkan suatu -modul pada ruang berdering . Buktikan bahwa untuk setiap titik , tangkai merupakan -modul.
Soal 13.6
Misalkan dan adalah -modul pada ruang berdering . Buktikan bahwa jumlah langsung
juga merupakan -modul.
Soal 13.7
Misalkan suatu -modul pada ruang berdering dan
suatu -submodul. Buktikan bahwa berkas hasil bagi
secara alami merupakan -modul.
Soal 13.8
Misalkan ruang berdering. Buktikan bahwa
merupakan satuan jika dan hanya jika homomorfisme -modul yang terkait
merupakan isomorfisme.
Soal 13.9
Misalkan ruang berdering. Misalkan
seksi-seksi global yang membangkitkan ideal satuan dalam . Buktikan bahwa homomorfisme -modul yang terkait,
bersifat surjektif.
Kebalikan pernyataan di atas tidak berlaku; lihat Soal 14.10.
Soal 13.10
Misalkan ruang berdering. Misalkan
seksi-seksi global dengan
Buktikan bahwa determinan matriks
merupakan satuan dalam jika dan hanya jika homomorfisme -modul yang terkait,
merupakan isomorfisme.
Soal 13.11
Misalkan ruang berdering, dan berkas modul pada , serta
suatu morfisme berkas. Misalkan pula
suatu penutup terbuka. Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.
Jika untuk setiap pemetaan
kompatibel dengan penjumlahan, maka hal yang sama berlaku bagi
Jika untuk setiap pemetaan
kompatibel dengan perkalian skalar oleh , maka hal yang sama berlaku bagi .
Jika untuk setiap pemetaan
merupakan homomorfisme -modul, maka juga merupakan homomorfisme -modul.
Soal 13.12
Misalkan ruang berdering dan suatu berkas modul pada . Buktikan bahwa terdapat homomorfisme -modul alami
Soal 13.13
Misalkan ruang berdering dan berkas modul pada . Buktikan bahwa tangkai di titik dari praberkas
sama dengan
Soal 13.14
Misalkan berkas modul pada ruang berdering , dan misalkan berkas dualnya. Buktikan bahwa terdapat homomorfisme -modul alami
Soal 13.15
Misalkan ruang berdering lokal dan berkas invertibel pada . Misalkan himpunan terbuka sedemikian sehingga restriksi trivial, dan misalkan
suatu isomorfisme. Misalkan
seksi global dengan lokus keterbalikan . Buktikan bahwa
dengan ruas kanan menyatakan lokus keterbalikan bagi .
Soal 13.16
Misalkan berkas invertibel pada ruang berdering . Buktikan bahwa berkas dual
juga invertibel.
Soal 13.17
Misalkan dan berkas invertibel pada ruang berdering . Buktikan bahwa hasil kali tensor
juga invertibel.
Soal 13.18
Misalkan dan berkas invertibel pada ruang berdering lokal . Misalkan
dan
Buktikan bahwa lokus-lokus keterbalikannya memenuhi
Soal 13.19
Buktikan bahwa berkas invertibel pada ruang berdering secara alami isomorfik dengan bidualnya .
Soal 13.20
Misalkan berkas invertibel pada ruang berdering dan berkas dualnya. Buktikan bahwa terdapat isomorfisme -modul alami
Soal 13.21
Pertimbangkan ruang projektif di atas lapangan dan berkas invertibel
untuk . Misalkan
Buktikan kesamaan berikut untuk lokus keterbalikan:
Soal 13.22
Pertimbangkan ruang projektif di atas lapangan dan berkas-berkas invertibel . Buktikan bahwa
Soal 13.23
Misalkan
polinomial homogen berderajat . Buktikan bahwa polinomial tersebut menentukan barisan eksak pendek berkas
pada ruang projektif. Di sini berkas struktur pada hipermuka projektif dipandang sebagai berkas pada ruang projektif.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 13
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 23 soal. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 13.1–13.23. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 13.1, 13.2, 13.3, 13.4, 13.5, 13.6, 13.7, 13.8, 13.9, 13.10, 13.11, 13.12, 13.13, 13.14, 13.15, 13.16, 13.17, 13.18, 13.19, 13.20, 13.21, 13.22, atau 13.23. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 13
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 13 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 13.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 14: Modul Kuasikoheren
Modul kuasikoheren pada skema afin
Untuk gelanggang komutatif , modul-modul merupakan objek yang penting dan mencirikan gelanggang tersebut, misalnya ideal, gelanggang faktor, modul projektif, dan modul diferensial Kähler. Kita ingin menemukan kembali modul-modul ini dalam konteks spektrum, yakni dalam bentuk yang digeometrikan. Konstruksinya berjalan sejajar dengan cara berkas struktur diperkenalkan pada spektrum.
Contoh 14.1: praberkas yang berasal dari modul
Misalkan modul di atas gelanggang komutatif . Kita dapat mendefinisikan praberkas modul dengan menetapkan, untuk setiap himpunan terbuka ,
Objek-objek ini merupakan modul di atas gelanggang
dan terdapat homomorfisme restriksi alami yang kompatibel dengan struktur modul. Tangkai praberkas ini pada ideal prima adalah .
Definisi 14.2: berkas modul pada spektrum
Misalkan
skema afin dari gelanggang komutatif , dan misalkan modul . Modul yang terkait dengan , dilambangkan , adalah pemasangan yang kepada setiap himpunan terbuka memasangkan grup komutatif
bersama perkalian skalar
Kepada setiap inklusi dipasangkan proyeksi alami.
Jika konstruksi dimulai dengan gelanggang itu sendiri, hasilnya adalah berkas struktur.
Lema 14.3: konstruksi tersebut menghasilkan modul
Untuk modul di atas gelanggang komutatif , adalah modul pada skema afin .
Bukti
Hal ini bertumpu pada fakta bahwa didefinisikan sebagai berkasisasi praberkas
dan struktur modul diwariskan kepada berkasisasinya.
Lema 14.4: tangkai adalah pelokalan
Misalkan skema afin dari gelanggang komutatif , dan misalkan titik yang bersesuaian dengan ideal prima . Jika modul dengan berkas modul terkait , maka tangkai berkas tersebut adalah
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Contoh 14.1 dan Lema 5.2(2).
Lema 14.5: seksi pada terbuka utama
Misalkan skema afin dari gelanggang komutatif , dan misalkan modul dengan modul terkait . Untuk berlaku
Khususnya, modul seksi global adalah
Bukti
Kita terlebih dahulu membuktikan kasus khusus yang disebut terakhir. Terdapat homomorfisme modul alami
Homomorfisme ini injektif karena nolnya suatu unsur dapat diuji secara lokal; bandingkan Lema Lampiran 1.1. Untuk membuktikan surjektivitas, misalkan suatu unsur global. Artinya, terdapat penutup terbuka
dan unsur-unsur
yang berimpit sebagai seksi pada
yakni berimpit sebagai unsur . Menurut Korolari 8.6, kita dapat menganggap berhingga. Kita juga dapat mengganti semua dengan maksimumnya, ; tentu saja hal ini sekaligus mengubah pembilang lokal . Kompatibilitas
berarti terdapat persamaan
dalam , dengan dipilih sebagai maksimum yang berlaku bagi semua pasangan. Menurut Proposisi 8.4(2),(4), unsur-unsur , , membangkitkan ideal satuan. Hal yang sama berlaku bagi , sehingga terdapat dengan
Tetapkan
Untuk setiap kemudian berlaku
Ini berarti bahwa
dalam , sehingga seksi tersebut direpresentasikan oleh satu unsur modul.
Sekarang tinjau situasi pada . Situasi ini sama dengan kasus yang baru dibahas jika dipakai sebagai gelanggang baru dan sebagai modul baru.
Contoh 14.6: ideal takutama yang memberi berkas invertibel
Dalam gelanggang bilangan kuadratik
berlaku kesamaan
Tinjau ideal
yang merupakan ideal prima tetapi bukan ideal utama, beserta berkas ideal terkait pada . Spektrum ditutupi oleh dua himpunan terbuka dan . Kita mempunyai
karena , sehingga ideal itu menjadi ideal satuan dalam pelokalan . Di dalam , yakni pada , berlaku
sehingga adalah ideal utama dengan pembangkit . Jadi
dan merupakan berkas invertibel.
Contoh 14.7: ideal invertibel pada singularitas yang dilubangi
Tinjau ideal dalam singularitas
Ideal ini mendefinisikan berkas ideal pada , dan dengan demikian juga berkas ideal terbatas pada skema kuasiafin
Berkas terbatas ini invertibel pada . Memang, , dan dalam berlaku
Karena itu terdapat isomorfisme
Sebaliknya, tidak invertibel pada seluruh spektrum, karena ideal dalam pelokalan bukan ideal utama.
Lema 14.8: homomorfisme modul menginduksi homomorfisme berkas
Misalkan skema afin dari gelanggang komutatif , dan misalkan
homomorfisme modul . Terdapat tepat satu homomorfisme modul
yang secara global sama dengan .
Bukti
Untuk setiap , kompatibilitas dengan restriksi mengharuskan diagram berikut komutatif:
Diagram tersebut menentukan pemetaan bawah secara unik. Penetapan ini lalu menentukan satu homomorfisme praberkas, dan melalui berkasisasi menentukan satu homomorfisme berkas.
Lema 14.9: barisan eksak pendek beralih ke berkas
Misalkan gelanggang komutatif dan
barisan eksak pendek modul . Pada skema afin terdapat barisan eksak pendek berkas
yang terdiri atas modul kuasikoheren.
Bukti
Menurut Lema Lampiran 2.2, untuk setiap ideal prima , barisan eksak pendek semula menghasilkan barisan eksak pendek
Menurut Lema 14.4, inilah versi pada tangkai dari homomorfisme modul di antara , , dan pada titik . Menurut Lema 6.3, hal itu tepat berarti kompleks berkas tersebut eksak.
Lema 14.10: hasil kali tensor berkas modul afin
Misalkan gelanggang komutatif, dan modul , serta dan berkas modul terkait pada . Terdapat isomorfisme kanonik
Bukti
Kita mempunyai
Tinjau praberkas
Menurut definisi, berkasisasi ruas kanan adalah berkas kuasikoheren . Untuk himpunan terbuka terdapat homomorfisme modul kanonik
Dengan mengambil kolimit, untuk setiap himpunan terbuka diperoleh homomorfisme modul dari praberkas pertama menuju hasil kali tensor kedua praberkas modul tersebut. Homomorfisme ini kompatibel dengan restriksi, jadi merupakan homomorfisme praberkas. Menurut Lema 5.2(1),(5), homomorfisme itu beralih ke berkas terkait. Berdasarkan pengamatan awal, berkasisasi di sisi kiri adalah , sedangkan menurut definisi berkasisasi di sisi kanan adalah . Karena homomorfisme ini merupakan isomorfisme pada setiap tangkai, Lema 4.6 menunjukkan bahwa ia merupakan isomorfisme berkas.
Modul kuasikoheren
Untuk skema sebarang, berkas modul yang paling penting adalah berkas yang pada bagian-bagian afin tampak seperti .
Definisi 14.11: modul kuasikoheren
Modul pada skema disebut kuasikoheren jika terdapat penutup terbuka afin
dan modul-modul sedemikian sehingga
Khususnya, berkas struktur pada suatu skema adalah berkas kuasikoheren, karena pada himpunan terbuka afin berkas itu berimpit dengan . Berkas invertibel juga kuasikoheren.
Dapat dibuktikan bahwa untuk berkas kuasikoheren, pada setiap subhimpunan terbuka afin , berkas terbatasnya sudah sama dengan berkas modul yang berasal dari suatu modul di atas gelanggang .
Definisi 14.12: modul koheren
Modul kuasikoheren pada skema disebut koheren jika terdapat penutup terbuka afin
sedemikian sehingga merupakan modul yang dibangkitkan secara hingga di atas .
Pada skema afin , modul kuasikoheren dan modul bersesuaian. Khususnya, pada skema afin, modul kuasikoheren mempunyai “banyak” seksi global yang dapat dipakai untuk memahami dan merekonstruksi . Hal ini sama sekali tidak berlaku secara umum untuk berkas kuasikoheren pada skema nonafin, dan khususnya sering gagal pada skema projektif. Di sana bahkan sering terjadi bahwa, untuk modul kuasikoheren yang rumit, evaluasi globalnya adalah modul nol.
Dalam keadaan semacam itu, berkas invertibel yang sesuai dapat digunakan untuk “memuntir” modul tersebut sehingga versi terpuntirnya mempunyai seksi global. Teorema umum berikut menjadi pedoman. Perhatikan bahwa unsur
dengan invertibel, melalui berkasisasi mendefinisikan unsur
dengan menyatakan pangkat tensor ke- dari .
Teorema 14.13: perluasan global dari lokus keterbalikan
Misalkan modul kuasikoheren pada skema Noether . Misalkan berkas invertibel pada dan
seksi global dengan lokus keterbalikan . Maka pernyataan berikut berlaku.
Untuk seksi global dengan , terdapat sehingga
dalam .
Untuk seksi , terdapat sedemikian sehingga
berasal dari suatu seksi global dalam .
Bukti
Pilih penutup terbuka afin berhingga
sedemikian sehingga pembatasan pada setiap trivial. Tinjau
yang merupakan himpunan terbuka dalam skema afin . Terdapat modul dengan
Di bawah isomorfisme , pembatasan pada bersesuaian dengan fungsi , dan untuk lokus keterbalikannya berlaku
Dengan demikian,
Misalkan . Menurut asumsi, pembatasannya pada sama dengan nol, sehingga terdapat dengan
dalam ; persamaan ini tetap berlaku untuk setiap eksponen yang lebih besar. Jika diterjemahkan ke , hal ini berarti bahwa unsur global , setelah dibatasi pada , sama dengan nol. Karena itu, dengan
kita memperoleh sedemikian sehingga nol pada semua . Berdasarkan sifat berkas, pada .
Seksi yang diberikan, , melalui pembatasan menghasilkan seksi
Jadi
dengan . Eksponen dapat diperbesar, sehingga kita dapat menganggap bahwa penyajian semacam itu berlaku untuk setiap dengan satu eksponen bersama . Artinya, pembatasan
pada berasal dari suatu unsur
Pada umumnya unsur-unsur ini belum kompatibel. Namun, pembatasan pada sama dengan nol. Dengan menerapkan bagian pertama pada
diperoleh sedemikian sehingga
dalam . Kalikan seluruh situasi dengan , dengan maksimum dari semua . Unsur-unsur lokal itu kemudian kompatibel, sehingga untuk diperoleh perluasan global dari .
Lembar Kerja 14: Modul Kuasikoheren
Pada batas revisi yang dibekukan, tidak satu pun dari 26 soal mempunyai halaman solusi publik. Edisi ini mempertahankan hasil kandidat negatif itu dan tidak menciptakan solusi baru.
Soal 14.1
Misalkan ideal dalam gelanggang komutatif dan . Buktikan bahwa
Soal 14.2
Misalkan modul di atas gelanggang komutatif dan . Buktikan bahwa
dengan ruas kanan menyatakan berkas modul yang terkait dengan modul .
Soal 14.3
Misalkan gelanggang komutatif dan modul yang dibangkitkan secara hingga. Misalkan ideal prima dengan . Buktikan bahwa terdapat dengan
Soal 14.4
Misalkan gelanggang komutatif dan
homomorfisme modul di antara modul-modul yang dibangkitkan secara hingga. Misalkan ideal prima sedemikian sehingga homomorfisme terinduksi
surjektif. Buktikan bahwa terdapat sedemikian sehingga
surjektif.
Soal 14.5
Misalkan gelanggang komutatif Noether dan
homomorfisme modul di antara modul-modul yang dibangkitkan secara hingga. Misalkan ideal prima sedemikian sehingga homomorfisme terinduksi
injektif. Buktikan bahwa terdapat sedemikian sehingga
injektif.
Soal 14.6
Dengan memakai dan , tunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan dalam Soal 14.3, 14.4, dan 14.5 tidak benar tanpa asumsi bahwa modul dibangkitkan secara hingga.
Soal 14.7
Misalkan lapangan,
dan
Buktikan bahwa adalah ideal prima.
Buktikan bahwa .
Buktikan bahwa untuk setiap .
Buktikan bahwa
menjadi injektif setelah dilokalkan pada (dan dengan demikian juga bijektif), tetapi tidak ada pelokalan homomorfisme itu pada satu unsur yang injektif.
Soal 14.8
Misalkan domain integral dengan lapangan pecahan . Buktikan bahwa
adalah berkas konstan pada spektrum .
Soal 14.9
Misalkan gelanggang komutatif dan modul . Buktikan bahwa
Soal 14.10
Misalkan
bidang afin yang dilubangi. Berikan contoh seksi global
sedemikian sehingga bukan ideal satuan, tetapi homomorfisme modul terkait
surjektif.
Soal 14.11
Untuk , tinjau barisan eksak pendek
dengan pemetaan paling kanan mengirim vektor-vektor standar ke pembangkit ideal, sedangkan pemetaan paling kiri mengirim ke . Menurut Lema 14.9, barisan ini menghasilkan barisan eksak berkas
Misalkan . Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.
.
.
Evaluasi barisan eksak berkas tersebut pada adalah
dan pemetaan paling kanan tidak surjektif.
Soal 14.12
Misalkan gelanggang komutatif dan ideal dengan barisan eksak pendek terkait
Tafsirkan barisan eksak pendek berkas yang bersesuaian
pada spektrum . Pada himpunan terbuka mana dan di titik mana objek-objek tersebut - masing-masing evaluasi dan tangkainya - menjadi nol, dan homomorfisme-homomorfismenya menjadi isomorfisme?
Soal 14.13
Misalkan homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif dan , dan misalkan
pemetaan spektrum terkait. Misalkan modul dengan berkas modul terkait pada . Buktikan bahwa
dengan semata-mata modul yang dipandang sebagai modul .
Soal 14.14
Misalkan homomorfisme gelanggang di antara gelanggang komutatif dan , dan misalkan
pemetaan spektrum terkait. Misalkan modul dengan berkas modul terkait pada . Buktikan bahwa
pada .
Soal berikut mendeskripsikan versi teori gelanggang dari Lema Lampiran 4.3. Bersama kedua soal sebelumnya, soal ini kembali menghasilkan versi spektrum dari pernyataan tersebut.
Soal 14.15
Misalkan homomorfisme di antara gelanggang komutatif dan . Misalkan modul dan modul . Buktikan bahwa terdapat isomorfisme grup alami
dengan menyatakan modul yang dipandang sebagai modul .
Soal 14.16
Misalkan gelanggang komutatif dan modul kuasikoheren pada . Buktikan bahwa
untuk suatu modul .
Soal 14.17
Misalkan dan modul kuasikoheren pada suatu skema . Buktikan bahwa jumlah langsung
juga kuasikoheren.
Soal 14.18
Misalkan dan modul koheren pada suatu skema . Buktikan bahwa jumlah langsung
juga koheren.
Soal 14.19
Misalkan dan modul kuasikoheren pada suatu skema , dan misalkan
suatu homomorfisme. Buktikan bahwa kernel juga kuasikoheren.
Soal 14.20
Misalkan dan modul koheren pada skema Noether , dan misalkan
suatu homomorfisme. Buktikan bahwa kernel juga koheren.
Soal 14.21
Misalkan dan modul kuasikoheren pada suatu skema , dan misalkan
suatu homomorfisme. Buktikan bahwa kokernel juga kuasikoheren.
Soal 14.22
Misalkan skema Noether dan
fungsi global dengan lokus keterbalikan . Misalkan modul kuasikoheren pada . Buktikan bahwa
Soal 14.23
Misalkan skema Noether dan subhimpunan terbuka. Misalkan modul kuasikoheren pada . Buktikan bahwa dorong maju
adalah modul kuasikoheren pada .
Petunjuk: tinjau terlebih dahulu situasi ketika afin.
Soal 14.24
Tinjau berkas invertibel pada ruang projektif di atas lapangan , bersama seksi global
dan lokus keterbalikan
Misalkan
fungsi yang terdefinisi pada . Buktikan secara langsung bahwa terdapat sedemikian sehingga
berasal dari suatu unsur global dalam
Soal 14.25
Tinjau berkas invertibel pada garis projektif
di atas lapangan , bersama seksi global
dan lokus keterbalikan
Untuk setiap fungsi berikut dari , tentukan yang sesuai sedemikian sehingga
berasal dari suatu unsur - unsur yang mana? - dalam .
- ,
- ,
- .
Soal 14.26
Khususkan Teorema 14.13 pada kasus ketika adalah berkas struktur pada .
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 14
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 26 soal dalam Lembar Kerja 14. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 14.1–14.26. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 14.1, 14.2, 14.3, 14.4, 14.5, 14.6, 14.7, 14.8, 14.9, 14.10, 14.11, 14.12, 14.13, 14.14, 14.15, 14.16, 14.17, 14.18, 14.19, 14.20, 14.21, 14.22, 14.23, 14.24, 14.25, atau 14.26. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 14
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 14 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 14.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 15: Modul pada Skema Projektif
Modul kuasikoheren pada skema projektif
Modul bergradasi atas suatu gelanggang bergradasi menghasilkan modul kuasiprojektif pada
Lema 15.1: gradasi pada himpunan terbuka homogen
Misalkan gelanggang komutatif bergradasi dan modul bergradasi . Modul terkait pada mempunyai sifat berikut: untuk setiap himpunan terbuka
yang berasal dari ideal homogen , modul atas mempunyai gradasi yang kompatibel dengan pemetaan-pemetaan pembatasan.
Bukti
Untuk , pernyataan itu pertama-tama berarti bahwa berkas struktur pada himpunan-himpunan terbuka yang berasal dari ideal homogen mempunyai suatu gradasi. Hal ini jelas untuk dengan homogen, dan dari sini berlaku pula untuk dengan ideal homogen sembarang. Kasus modul diperoleh dengan cara yang sama.
Tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa secara keseluruhan bergradasi, sebab pada himpunan terbuka sembarang yang tidak berasal dari ideal homogen, gradasi tersebut tidak terdefinisi. Namun, gradasi pada subhimpunan-subhimpunan homogen memungkinkan kita mendefinisikan suatu berkas modul pada spektrum projektif yang terkait dengan .
Definisi 15.2: berkas modul pada spektrum projektif
Misalkan gelanggang komutatif bergradasi , modul bergradasi , dan
spektrum projektif . Berkas modul yang terkait dengan , yakni , ditetapkan sebagai berikut. Untuk setiap himpunan terbuka
yang berasal dari ideal homogen , tetapkan
lalu lengkapi dengan pemetaan-pemetaan pembatasan alami dan struktur modul yang alami.
Untuk modul bergradasi dan ideal prima homogen , kita tetapkan
Lema 15.3: sifat berkas modul projektif
Misalkan gelanggang komutatif bergradasi , modul bergradasi , spektrum projektif , dan modul yang terkait. Maka berlaku sifat-sifat berikut.
merupakan modul kuasikoheren.
Untuk unsur homogen ,
Selain itu, pembatasan pada sama dengan pembentukan berkas afin dari pada
Untuk ideal prima homogen dengan ,
Berlaku
Bukti
Sifat berkas mengikuti dari sifat berkas . Untuk kekuasikoherenan, lihat bagian (2).
Untuk homogen, menurut Lema 14.5,
Jadi pada keseluruhan , berkas sama dengan berkas . Untuk himpunan-himpunan terbuka berlaku kesamaan-kesamaan yang bersesuaian, dan identifikasi tersebut kompatibel dengan pembatasan. Karena itu kedua berkas memang sama, dan kekuasikoherenan pun berlaku.
Ini mengikuti dari (2) melalui
Ini merupakan kasus khusus dari definisi umum.
Pernyataan terakhir berarti bahwa, secara umum, modul seksi global pada tidak dapat dihitung langsung dari .
Definisi 15.4: berkas struktur terpuntir
Misalkan gelanggang komutatif bergradasi dan gelanggang bergradasi yang digeser sebesar . Modul terkait pada yang dilambangkan
disebut berkas struktur terpuntir.
Contoh 15.5: berkas struktur terpuntir pada ruang projektif
Untuk gelanggang polinomial bergradasi standar , dengan , berlaku
yakni ruang polinomial berderajat dalam variabel. Untuk , ini adalah ruang nol; untuk (berkas struktur), ruang ini sama dengan ; untuk , ruang ini terdiri atas semua bentuk linear; dan seterusnya. Untuk himpunan-himpunan terbuka berlaku
Untuk ruang projektif, kita telah melihat dalam Contoh 13.19 bahwa berkas-berkas ini invertibel. Hal itu juga berlaku secara umum.
Lema 15.6: berkas struktur terpuntir bersifat invertibel
Misalkan gelanggang komutatif bergradasi standar. Maka berkas-berkas struktur terpuntir pada bersifat invertibel.
Bukti
Tuliskan
dengan berderajat . Unsur-unsur juga membangkitkan ideal irelevan, sehingga terdapat liputan terbuka afin
Misalkan salah satu dari . Menurut Lema 15.3(2),
dengan pembentukan berkas afin dari modul
pada
Dalam situasi ini,
merupakan isomorfisme modul . Karena itu terdapat isomorfisme modul
Berkas struktur terpuntir merupakan berkas invertibel yang khas bagi skema projektif , meskipun bergantung pada gelanggang bergradasi .
Lema 15.7: pergeseran modul dan tensor dengan berkas terpuntir
Misalkan gelanggang komutatif bergradasi standar, modul bergradasi, dan . Terdapat isomorfisme alami
pada , dengan modul yang diperoleh dengan menggeser sebesar .
Bukti
Untuk unsur homogen terdapat homomorfisme modul
yang langsung berasal dari perkalian modul homogen . Homomorfisme-homomorfisme ini menginduksi, untuk setiap himpunan terbuka , homomorfisme modul
yang secara keseluruhan merupakan homomorfisme praberkas. Karena
pembentukan berkas dari praberkas di ruas kanan sama dengan . Pembentukan berkas dari ruas kiri, dalam dua langkah, adalah
sehingga diperoleh homomorfisme modul
Bahwa homomorfisme ini merupakan isomorfisme dapat dibuktikan pada suatu liputan afin. Jika homogen, maka menurut Lema 14.10 dan Lema 15.3(2), homomorfisme modul di atas,
sama dengan evaluasi homomorfisme yang telah dijadikan berkas. Jika berderajat - dan himpunan-himpunan terbuka yang bersangkutan menutupi - maka homomorfisme itu merupakan isomorfisme. Menurut Soal 12.2,
melalui , sehingga modul di ruas kiri isomorfik dengan . Dengan identifikasi ini, pemetaannya diberikan oleh
dan pemetaan ini bijektif karena merupakan unit.
Definisi 15.8: twist modul kuasikoheren
Misalkan gelanggang bergradasi standar, modul kuasikoheren pada , dan . Modul
disebut twist ke- dari .
Dengan demikian, berkas modul sama dengan twist ke- dari .
Pembangkitan global
Definisi 15.9: dibangkitkan oleh seksi global
Misalkan ruang berdering dan modul pada . Kita mengatakan bahwa dibangkitkan oleh seksi global jika terdapat suatu keluarga
sedemikian sehingga, untuk setiap titik , tangkai sebagai modul dibangkitkan oleh pembatasan-pembatasan .
Proposisi 15.10: sifat keterbangkitan global
Misalkan suatu skema. Maka berlaku pernyataan-pernyataan berikut.
Berkas struktur dibangkitkan oleh seksi global.
Modul kuasikoheren dibangkitkan oleh seksi global jika dan hanya jika terdapat homomorfisme modul surjektif
Pada skema afin, setiap modul kuasikoheren dibangkitkan oleh seksi global.
Jika dibangkitkan oleh seksi global dan surjektif, maka juga dibangkitkan oleh seksi global.
Bukti
Lihat Soal 15.17.
Lema 15.11: keterbangkitan global berkas struktur terpuntir
Pada ruang projektif di atas gelanggang komutatif , berkas struktur terpuntir dibangkitkan oleh seksi global untuk , dan tidak dibangkitkan oleh seksi global untuk dan .
Bukti
Lihat Soal 15.18.
Teorema 15.12: twist positif akhirnya dibangkitkan secara global
Misalkan ruang projektif di atas gelanggang Noether , dan misalkan berkas koheren pada . Maka terdapat sedemikian sehingga dibangkitkan oleh seksi global.
Bukti
Terdapat isomorfisme
dengan modul yang dibangkitkan secara hingga atas gelanggang polinomial yang bersesuaian dengan . Untuk berkas invertibel , lokus keterbalikan seksi global menurut Soal 13.21 sama dengan . Untuk sistem pembangkit modul hingga , , dari atas , menurut Teorema 14.13(2) terdapat suatu eksponen bersama sedemikian sehingga berasal dari unsur-unsur global dalam
Hal ini dapat dilakukan untuk setiap , sehingga diperoleh suatu sedemikian sehingga seksi-seksi global dari membangkitkan modul-modul pada liputan terbuka afin. Akibatnya, seksi-seksi itu juga membangkitkan semua tangkai, sehingga keterbangkitan global berlaku.
Teorema 15.13: presentasi surjektif oleh berkas struktur terpuntir
Misalkan ruang projektif di atas gelanggang Noether , dan misalkan berkas koheren pada . Maka terdapat suatu jumlah langsung hingga
dan suatu homomorfisme modul surjektif
Bukti
Menurut Teorema 15.12, terdapat sedemikian sehingga dibangkitkan oleh sejumlah hingga seksi global. Menurut Proposisi 15.10(2), terdapat homomorfisme modul surjektif
Dengan menensor pemetaan ini oleh , kita memperoleh surjeksi
Lembar Kerja 15: Modul pada Skema Projektif
Peta kandidat yang dibekukan mencatat tepat 20 soal dan tidak menemukan halaman solusi publik untuk satu pun di antaranya. Karena itu tidak ada tanda bintang pada lembar kerja ini, dan edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 15.1
Misalkan gelanggang bergradasi , modul bergradasi atas , dan berkas modul terkait pada spektrum . Misalkan ideal homogen. Buktikan bahwa
memberi suatu gradasi pada yang membuat homomorfisme-homomorfisme pembatasan alami bersifat homogen.
Soal 15.2
Dengan menggunakan dan , jelaskan mengapa tidak terdapat gradasi pada pelokalan
yang memperluas gradasi standar pada gelanggang polinomial secara bermakna.
Soal 15.3
Misalkan gelanggang bergradasi dan modul bergradasi atas . Buktikan bahwa penetapan
merupakan praberkas grup komutatif pada yang pembentukan berkasnya sama dengan .
Soal 15.4
Misalkan gelanggang bergradasi dan modul bergradasi atas . Buktikan bahwa berkas modul terkait pada diberikan oleh
Soal 15.5
Misalkan gelanggang integral bergradasi dan
pelokalan pada semua unsur homogen yang berderajat . Buktikan bahwa merupakan medan fungsi skema integral .
Soal 15.6
Misalkan
gelanggang bergradasi standar dan
suatu titik- tak nol () dari , dengan ideal prima homogen terkait
yang merupakan titik tertutup dalam
Buktikan bahwa merupakan modul kuasikoheren pada (dan pada ) yang dukungannya sama dengan .
Soal 15.7
Misalkan gelanggang bergradasi dan . Buktikan bahwa modul-modul bergradasi dan yang tidak isomorfik dapat menghasilkan modul-modul dan yang isomorfik.
Soal 15.8
Misalkan
dengan ideal homogen, dan misalkan
Buktikan bahwa
pada .
Soal 15.9
Misalkan gelanggang bergradasi dan
barisan eksak pendek modul-modul bergradasi dengan homomorfisme-homomorfisme homogen. Buktikan bahwa pada setiap tingkat terdapat barisan eksak pendek modul-modul
Soal 15.10
Misalkan gelanggang bergradasi , dan misalkan modul bergradasi dengan homomorfisme-homomorfisme homogen
Untuk setiap ideal prima dengan , andaikan barisan
eksak. Buktikan bahwa terdapat barisan eksak pendek
pada .
Soal 15.11
Misalkan gelanggang bergradasi . Buktikan bahwa modul yang digeser, , merupakan gelanggang bergradasi hanya untuk .
Soal 15.12
Berikan basis eksplisit untuk
di atas suatu lapangan , dan tentukan dimensinya.
Soal 15.13
Misalkan spektrum projektif gelanggang bergradasi standar . Buktikan bahwa untuk berkas struktur terpuntir berlaku
Soal 15.14
Misalkan spektrum projektif gelanggang bergradasi standar . Buktikan bahwa untuk berkas-berkas struktur terpuntir berlaku
Soal 15.15
Misalkan spektrum projektif gelanggang bergradasi standar . Buktikan bahwa berkas struktur terpuntir untuk dapat direalisasikan sebagai berkas ideal pada . Buktikan juga bahwa, secara umum, terdapat lebih dari satu cara untuk melakukannya.
Soal 15.16
Misalkan
gelanggang komutatif bergradasi , dan
modul bergradasi atas yang dibangkitkan secara hingga. Buktikan bahwa juga dibangkitkan oleh sejumlah hingga unsur homogen dan bahwa terdapat homomorfisme modul homogen surjektif berbentuk
Soal 15.17
Misalkan suatu skema. Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.
Berkas struktur dibangkitkan oleh seksi global.
Modul kuasikoheren dibangkitkan oleh seksi global jika dan hanya jika terdapat homomorfisme modul surjektif
Pada skema afin, setiap modul kuasikoheren dibangkitkan oleh seksi global.
Jika dibangkitkan oleh seksi global dan surjektif, maka juga dibangkitkan oleh seksi global.
Soal 15.18
Buktikan bahwa pada ruang projektif di atas gelanggang komutatif , berkas struktur terpuntir dibangkitkan oleh seksi global untuk , dan tidak dibangkitkan oleh seksi global untuk dan .
Soal 15.19
Misalkan suatu skema dan modul kuasikoheren pada . Buktikan bahwa dibangkitkan oleh seksi global jika dan hanya jika terdapat liputan terbuka afin
dan seksi-seksi untuk sedemikian sehingga pembatasan
membentuk sistem pembangkit bagi .
Soal 15.20
Misalkan spektrum projektif gelanggang bergradasi standar . Buktikan bahwa berkas struktur terpuntir untuk dibangkitkan oleh seksi global.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 15
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 20 soal dalam Lembar Kerja 15. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 15.1–15.20. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 15.1, 15.2, 15.3, 15.4, 15.5, 15.6, 15.7, 15.8, 15.9, 15.10, 15.11, 15.12, 15.13, 15.14, 15.15, 15.16, 15.17, 15.18, 15.19, atau 15.20. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat persis, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 15
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 15 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 15.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 16: Berkas Bebas Lokal
Berkas bebas lokal
Definisi 16.1: berkas bebas lokal
Suatu -modul pada ruang berdering disebut bebas lokal dengan rank jika terdapat liputan terbuka
dan isomorfisme modul
untuk setiap .
Untuk , kita memperoleh berkas invertibel; berkas-berkas ini tepat merupakan berkas bebas lokal ber-rank . Berkas bebas lokal yang paling sederhana adalah berkas bebas
Catatan edisi - variabel rank dalam sumber. Baik halaman semantik yang dibekukan maupun PDF kursus resmi mencetak “rank ” pada kalimat setelah menetapkan . Edisi menuliskan konsekuensi matematisnya, yaitu rank , dan mencatat perubahan itu secara terbuka.
Menurut definisinya, berkas bebas lokal bersifat bebas secara lokal, yakni pada suatu liputan oleh himpunan-himpunan terbuka. Jadi secara lokal berkas bebas dan berkas bebas lokal tidak dapat dibedakan. Karena itu, berkas bebas lokal mencerminkan sifat-sifat global ruang berdering .
Kita meninjau berkas bebas lokal pada skema, tempat terdapat hubungan erat dengan modul projektif dan modul datar. Secara khusus, berkas bebas lokal merupakan modul koheren. Di atas gelanggang lokal, semua berkas bebas lokal adalah bebas, sebab spektrumnya hanya mempunyai satu titik tertutup dan titik ini hanya mempunyai seluruh ruang sebagai lingkungan terbuka. Namun, jika kita meninjau spektrum tertusuk
dari suatu gelanggang lokal, pada umumnya terdapat banyak berkas bebas lokal nontrivial (tidak bebas) yang mencerminkan sifat-sifat gelanggang lokal tersebut, atau singularitasnya. Karena setiap skema diliputi oleh skema-skema afin, pertama-tama kita terutama harus memahami berkas bebas lokal pada skema afin.
Teorema 16.2: karakterisasi lokal kebebasan lokal
Misalkan gelanggang komutatif Noether, modul yang dibangkitkan hingga, dan . Sifat-sifat berikut ekuivalen.
- Pelokalan bebas ber-rank untuk setiap ideal prima .
- Pelokalan bebas ber-rank untuk setiap ideal maksimal dari .
- Terdapat unsur-unsur yang membangkitkan ideal satuan sedemikian sehingga pelokalan bebas ber-rank untuk setiap .
- Berkas koheren yang berkaitan dengan pada bebas lokal ber-rank .
Bukti
. Ini merupakan spesialisasi.
. Tetapkan suatu ideal maksimal . Menurut asumsi, terdapat isomorfisme modul
Tuliskan citra vektor standar ke-, , sebagai
dengan dan . Misalkan hasil kali penyebut-penyebut itu. Kita meninjau situasi di atas . Isomorfisme terdefinisi di atas , yakni pada , sehingga kita mempunyai homomorfisme modul
yang menginduksi isomorfisme setelah dilokalkan pada . Akan tetapi, secara umum belum tentu merupakan isomorfisme.
Misalkan suatu sistem pembangkit modul . Karena menginduksi suatu surjeksi pada , terdapat unsur-unsur
yang dipetakan ke . Penyebut tidak termasuk . Karena itu, kita dapat mengganti dengan dan memperoleh
Di sini terdapat unsur-unsur sedemikian sehingga dan pembangkit mempunyai pembatasan yang sama dalam . Artinya, terdapat unsur-unsur dengan
dalam . Jika diganti dengan , maka juga menjadi surjektif.
Catatan edisi - tanda relasi dalam sumber. Sumber mencetak pada kalimat di atas. Karena adalah unsur dan modul yang memuatnya, edisi menuliskan relasi keanggotaan dan mencatat perubahan ini secara terbuka.
Misalkan kernel yang baru ini. Karena injektif, . Karena Noether, menurut Lema 23.2 (Aljabar Komutatif), dibangkitkan hingga. Maka terdapat lagi suatu unsur dengan . Dengan memperkecil himpunan terbuka sekali lagi, kita memperoleh isomorfisme
untuk suatu .
Jadi, untuk setiap ideal maksimal terdapat lingkungan terbuka
sedemikian sehingga bebas ber-rank . Oleh karena itu,
memuat semua ideal maksimal dan juga semua ideal prima, sehingga merupakan liputan terbuka . Menurut Proposisi 8.4 (4), ideal
adalah ideal satuan, dan ideal ini sudah dibangkitkan oleh sejumlah hingga unsur .
. Karena unsur-unsur tersebut membangkitkan ideal satuan, himpunan terbuka , , meliputi . Karena adalah modul bebas ber-rank , terdapat isomorfisme modul
Jadi bebas lokal.
. Misalkan suatu ideal prima. Kebebasan lokal berarti bahwa terdapat liputan terbuka
sedemikian sehingga bebas ber-rank . Maka terdapat indeks dengan . Dengan beralih ke lingkungan terbuka yang mungkin lebih kecil, kita dapat mengambil dengan . Di sana
bebas ber-rank . Terlebih lagi, pelokalan bebas ber-rank .
Contoh dalam Soal 14.7 menunjukkan bahwa untuk gelanggang tak-Noether dapat terdapat modul dengan
tanpa isomorfisme ini dapat diperluas ke suatu lingkungan terbuka.
Sekarang kita hubungkan modul bebas lokal dengan modul projektif.
Definisi 16.3: modul projektif
Misalkan gelanggang komutatif dan modul . Modul disebut projektif jika untuk setiap homomorfisme modul surjektif
dan setiap homomorfisme modul
terdapat homomorfisme modul
dengan
Suatu modul bersifat projektif jika dan hanya jika modul itu merupakan suku langsung dari suatu modul bebas.
Lema 16.4: modul projektif hingga di atas gelanggang lokal
Misalkan gelanggang komutatif lokal dan modul yang dibangkitkan hingga. Maka bebas jika dan hanya jika merupakan modul projektif.
Bukti
Bahwa modul bebas bersifat projektif telah dibuktikan dalam Lema 47.2 (Aljabar Komutatif). Jadi misalkan projektif. Ambil sistem pembangkit minimal dari , dan misalkan
homomorfisme modul surjektif yang bersesuaian. Karena keminimalan tersebut, pemetaan
merupakan pemetaan linear yang bijektif. Karena projektif, terdapat homomorfisme modul dengan
Maka
dengan , dan kita mengidentifikasi dengan . Sekarang tinjau
serta pemetaan linear yang diinduksinya,
Baik pemetaan di kiri maupun komposisi keseluruhannya bijektif. Karena itu . Dari Lema 29.5 (Aljabar Komutatif) diperoleh , sehingga bebas.
Lema 16.5: kebebasan lokal dan projektivitas
Misalkan gelanggang komutatif Noether dan modul yang dibangkitkan hingga. Maka bebas lokal jika dan hanya jika merupakan modul projektif.
Bukti
Salah satu arah langsung mengikuti dari Lema 16.4 dengan memperhatikan Soal 16.16. Untuk membuktikan arah sebaliknya, misalkan
homomorfisme modul surjektif dengan suatu modul bebas yang dibangkitkan hingga. Kita harus menunjukkan bahwa terdapat homomorfisme dengan
Hal ini khususnya terjamin apabila homomorfisme alami
surjektif, sebab dengan demikian identitas termasuk dalam citranya. Menurut Teorema Lampiran 1.4, surjektivitas dapat diuji secara lokal. Di bawah asumsi keterhinggaan yang diberikan, untuk modul homomorfisme berlaku
Untuk setiap ideal prima , surjektivitas pemetaan
mengikuti dari kebebasan dan Lema 47.2 (Aljabar Komutatif).
Catatan edisi - rujukan yang belum terselesaikan. Tepat sebelum identitas pelokalan modul homomorfisme, halaman semantik sumber menampilkan rujukan
Fakt *****ke halamanNenneraufnahme/Homomorphismenmodul/Fakt. Edisi mempertahankan identitas matematisnya tanpa menciptakan nomor rujukan yang tidak tersedia.
Teorema berikut juga berlaku; kita tidak membuktikannya.
Teorema 16.6: bebas lokal, projektif, dan datar
Misalkan gelanggang komutatif Noether dan modul yang dibangkitkan hingga. Pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen.
- bebas lokal.
- merupakan modul projektif.
- merupakan modul datar.
Teorema berikut menghasilkan banyak berkas bebas lokal yang pada umumnya tidak trivial.
Teorema 16.7: kernel suatu surjeksi berkas bebas lokal
Misalkan skema Noether dan
homomorfisme berkas surjektif di antara berkas-berkas bebas lokal pada . Maka kernel juga bebas lokal.
Bukti
Karena kebebasan lokal merupakan sifat lokal, kita dapat langsung mengasumsikan bahwa
adalah skema afin dari suatu gelanggang Noether , dan, dengan memperkecil himpunan terbuka lebih lanjut, bahwa terdapat homomorfisme modul surjektif
Menurut Teorema 19.11 (Aljabar Komutatif), terdapat dengan
Dengan demikian terdapat dekomposisi jumlah langsung
dan adalah proyeksi pada suku . Jadi, menurut Lema 47.3 (Aljabar Komutatif), merupakan modul projektif, dan menurut Lema 16.5 modul itu bebas lokal.
Catatan 16.8: berkas sizigi
Untuk unsur-unsur dalam suatu gelanggang komutatif , terdapat homomorfisme modul
Citranya adalah ideal yang dibangkitkan oleh . Secara khusus, pemetaan ini surjektif hanya jika membangkitkan ideal satuan. Homomorfisme modul berkas yang bersesuaian
secara umum juga tidak surjektif, dan kernelnya secara umum tidak bebas lokal. Akan tetapi, tinjau pembatasan homomorfisme berkas ini pada subhimpunan terbuka
yakni
Kita memperoleh homomorfisme berkas surjektif, sebab pada setiap terdapat
Menurut Teorema 16.7, kernelnya merupakan berkas bebas lokal pada skema kuasiafin . Kernel ini dilambangkan
dan disebut berkas sizigi atau berkas kernel. Jika gelanggang lokal dan membangkitkan suatu ideal yang primer terhadap ideal maksimal - dengan kata lain, secara geometris memotong keluar titik tertutup - maka berkas sizigi itu merupakan berkas bebas lokal pada spektrum tertusuk .
Contoh 16.9: berkas sizigi dari variabel
Variabel
mendefinisikan ideal maksimal dan barisan eksak pendek
dari modul-modul , dengan vektor standar ke-, , dipetakan ke . Menurut Lema 14.9, barisan ini menginduksi barisan eksak pendek modul-modul kuasikoheren
pada ruang afin . Di tengah terdapat berkas bebas, sedangkan di kiri dan kanan - kecuali untuk kecil - tidak terdapat berkas bebas lokal. Namun, jika barisan ini dibatasi pada spektrum tertusuk
maka menurut Soal 14.1 ideal maksimal di sebelah kanan menjadi berkas struktur. Jadi kita memperoleh situasi dari Catatan 16.8,
dengan berkas sizigi bebas lokal di sebelah kiri. Untuk , ini adalah versi berkas dari Contoh 1.2.
Berkas determinan
Definisi 16.10: berkas determinan
Misalkan berkas bebas lokal ber-rank pada ruang berdering . Berkasisasi praberkas
disebut berkas determinan dari . Berkas ini dilambangkan
Teorema 16.11: determinan suatu barisan eksak pendek
Misalkan ruang berdering dan
suatu barisan eksak pendek berkas-berkas bebas lokal pada . Maka terdapat isomorfisme kanonis
Bukti
Misalkan rank dan rank . Tinjau subhimpunan-subhimpunan terbuka tempat ketiga berkas yang terlibat dapat ditrivialkan dan tempat surjeksi berkas mempunyai suatu seksi. Himpunan-himpunan terbuka seperti ini meliputi . Pada setiap terdapat situasi
dan misalkan
suatu seksi. Definisikan
dengan
Pemetaan ini tidak bergantung pada seksi yang dipilih. Untuk seksi lain , selisih bernilai di . Maka
sebab selalu terdapat ketergantungan linear di antara vektor , sehingga hasil kali bajinya yang bersesuaian bernilai . Pemetaan bilinear dan karena itu mendefinisikan pemetaan linear
Karena pemetaan-pemetaan ini kanonis, pembatasannya pada subhimpunan terbuka yang lebih kecil selalu menghasilkan pemetaan yang sama. Menurut Korolari 4.10, pemetaan-pemetaan tersebut dengan demikian dapat dilem menjadi suatu homomorfisme berkas
Menurut deskripsi eksplisitnya, homomorfisme ini merupakan isomorfisme secara lokal, dan karena itu menurut Lema 4.6 juga merupakan isomorfisme secara global.
Catatan edisi - surjeksi dalam bukti sumber. Kalimat pembuka bukti sumber mencetak surjeksi . Barisan eksak yang ditampilkan dan seksi menunjukkan bahwa surjeksi yang dipakai oleh konstruksi adalah . Edisi mempertahankan cetakan sumber dalam kalimatnya dan menyatakan ketidaksesuaian ini secara eksplisit.
Korolari 16.12: determinan jumlah langsung berkas invertibel
Misalkan ruang berdering dan
suatu jumlah langsung berkas-berkas invertibel. Maka
Bukti
Lihat Soal 16.22.
Lembar Kerja 16: Berkas Bebas Lokal
Tanda bintang menunjukkan satu-satunya soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 16.12. Dua puluh dua soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 16.1
Misalkan dan berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering, masing-masing ber-rank dan . Buktikan bahwa jumlah langsung bebas lokal ber-rank .
Soal 16.2
Misalkan berkas bebas lokal ber-rank pada ruang berdering . Buktikan bahwa berkas dual juga bebas lokal ber-rank .
Soal 16.3
Buktikan bahwa suatu berkas bebas lokal pada ruang berdering secara alami isomorfik dengan bidualnya .
Soal 16.4
Misalkan dan berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering, dan misalkan
homomorfisme modul surjektif. Buktikan bahwa kernel juga bebas lokal.
Soal 16.5
Buktikan bahwa rank berkas bebas lokal pada ruang berdering bersifat aditif terhadap barisan eksak pendek. Artinya, jika terdapat barisan eksak pendek berkas-berkas bebas lokal
maka
Soal 16.6
Misalkan dan berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering, masing-masing ber-rank dan . Buktikan bahwa hasil kali tensor
bebas lokal ber-rank .
Soal 16.7
Misalkan dan berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering, dan misalkan homomorfisme modul injektif. Tunjukkan bahwa berkas hasil bagi secara umum tidak bebas lokal.
Soal 16.8
Misalkan modul koheren pada skema Noether dan . Buktikan bahwa sifat-sifat berikut ekuivalen.
- bebas lokal ber-rank .
- Untuk setiap titik , sebagai modul bebas ber-rank .
Soal 16.9
Misalkan skema integral Noether dan modul koheren pada . Buktikan bahwa terdapat subhimpunan terbuka tak kosong sedemikian sehingga bebas.
Soal 16.10
Misalkan skema Noether dan homomorfisme modul-modul koheren dan pada . Misalkan suatu titik sedemikian sehingga
merupakan isomorfisme. Buktikan bahwa terdapat lingkungan terbuka sedemikian sehingga
merupakan isomorfisme.
Soal 16.11
Misalkan gelanggang komutatif, modul datar, dan suatu aljabar . Buktikan bahwa merupakan modul datar.
Soal 16.12 ★
Misalkan gelanggang komutatif dan modul . Buktikan bahwa merupakan modul projektif jika dan hanya jika terdapat modul lain sedemikian sehingga jumlah langsung bebas.
Soal 16.13
Misalkan lapangan dan gelanggang produk. Buktikan bahwa setiap -modul bersifat projektif.
Soal 16.14
Berikan contoh suatu gelanggang Artin dan suatu -modul yang dibangkitkan hingga tetapi tidak projektif.
Soal 16.15
Buktikan bahwa untuk homomorfisme grup surjektif
tidak terdapat homomorfisme grup
dengan . Simpulkan bahwa , sebagai modul , tidak projektif.
Soal 16.16
Misalkan gelanggang komutatif, modul projektif, dan suatu sistem multiplikatif. Buktikan bahwa merupakan modul projektif.
Soal 16.17
Misalkan gelanggang komutatif, modul projektif, dan suatu aljabar . Buktikan bahwa merupakan modul projektif.
Soal 16.18
Misalkan gelanggang komutatif dan . Misalkan
berkas sizigi yang bersesuaian pada
Berikan secara eksplisit trivialisasi-trivialisasi bagi .
Soal 16.19
Misalkan gelanggang bergradasi dan unsur-unsur homogen berderajat . Misalkan ideal yang dibangkitkan oleh dan ideal irelevan mempunyai radikal yang sama. Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.
Terdapat barisan eksak pendek
dari modul-modul bergradasi dengan homomorfisme-homomorfisme homogen.
Pada terdapat barisan eksak pendek
dari berkas-berkas bebas lokal.
Pada , pembatasan berkas bebas lokal isomorfik dengan suatu jumlah langsung berkas-berkas struktur terpuntir.
Soal 16.20
Misalkan berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering. Buktikan bahwa berkas determinan invertibel.
Soal 16.21
Misalkan berkas bebas lokal pada suatu ruang berdering dengan berkas dual . Buktikan bahwa untuk berkas determinan berlaku
Soal 16.22
Misalkan ruang berdering dan
suatu jumlah langsung berkas-berkas invertibel. Buktikan bahwa
Soal 16.23
Buktikan bahwa dalam situasi Soal 16.19, berkas determinan dari berkas bebas lokal pada adalah
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 16
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik di antara 23 soal, yaitu solusi Soal 16.12. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 16.1-16.11 dan 16.13-16.23. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Solusi Soal 16.12
Pertama, misalkan projektif. Karena mempunyai suatu sistem pembangkit , , terdapat homomorfisme modul surjektif
Sifat projektif, yang diterapkan pada identitas
menunjukkan bahwa terdapat homomorfisme modul
dengan
Ini berarti
Sebaliknya, misalkan
bebas. Diberikan suatu homomorfisme modul surjektif
dan suatu homomorfisme modul
Terapkan fakta tentang modul bebas pada
Kita memperoleh homomorfisme
dengan
Pembatasan pada mempunyai sifat yang diinginkan, sebab
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 16.1, 16.2, 16.3, 16.4, 16.5, 16.6, 16.7, 16.8, 16.9, 16.10, 16.11, 16.13, 16.14, 16.15, 16.16, 16.17, 16.18, 16.19, 16.20, 16.21, 16.22, atau 16.23. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 16
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 16 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 16.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 17: Bundel Vektor Geometris
Bundel vektor geometris
Untuk skema afin
skema
bersama proyeksi alaminya ke , yakni pemetaan spektrum yang berasal dari
disebut bundel trivial ber-rank di atas . Untuk titik yang bersesuaian dengan homomorfisme gelanggang
serat di atas adalah , yaitu ruang afin berdimensi di atas lapangan residu .
Untuk skema sembarang dengan penutup afin
kita mendefinisikan dengan mengeleman sebagaimana pengeleman di dalam , menurut Lema 7.10. Bundel trivial ber-rank ini dilengkapi proyeksi
Objek ini juga disebut silinder afin ber-rank di atas dan ditulis . Bundel-bundel trivial tersebut merupakan blok bangunan lokal bagi konsep bundel vektor geometris di atas suatu skema.
Definisi 17.1: bundel vektor geometris
Misalkan suatu skema. Skema bersama morfisme
disebut bundel vektor geometris ber-rank di atas jika terdapat penutup terbuka
dan isomorfisme-
sedemikian sehingga, untuk setiap subhimpunan terbuka afin , pemetaan perubahan basis
merupakan automorfisme linear. Pada tingkat gelanggang, pemetaan ini berarti diinduksi oleh automorfisme gelanggang polinomial berbentuk
Pemetaan disebut trivialisasi bundel vektor tersebut.
Contoh berikut melanjutkan Contoh 14.6.
Contoh 17.2: bundel garis dari ideal standar
Kita tinjau daerah bilangan kuadratik
tempat berlaku kesamaan
serta aljabar-
dengan pemetaan spektrum terkait . Kita mengklaim bahwa objek ini merupakan bundel garis geometris. Untuk itu gunakan penutup terbuka
Kita mempunyai
dengan dan . Memang, , sehingga , dan
Demikian pula,
dengan dan . Memang, , sehingga dan, sebagaimana tercetak pada sumber,
Pada , pemetaan perubahannya diberikan oleh
dan karena itu linear.
Contoh 17.3: bundel syzygy pada ruang afin tertusuk
Kita tinjau homomorfisme gelanggang
pemetaan spektrum terkait
serta pembatasannya
Pembatasan terakhir ini merupakan bundel vektor geometris ber-rank di atas ruang afin tertusuk. Trivialisasi alaminya diberikan pada , , dan ; bandingkan Contoh 1.2. Sebagai contoh,
karena dapat dinyatakan sebagai
Contoh 17.4: realisasi geometris bundel garis terpuntir
Kita tinjau ruang projektif
dan spektrum projektif
dengan dan . Menurut Teorema 12.11, inklusi homogen
menginduksi morfisme skema
Di atas , pemetaan itu berbentuk
jadi merupakan bundel garis trivial. Untuk dan , pemetaan perubahan di atas
diberikan oleh
Pemetaan ini linear, sehingga kita memperoleh bundel garis di atas ruang projektif.
Bundel vektor geometris memiliki struktur-struktur tambahan. Pertama, perhatikan kasus
Homomorfisme aljabar-
memberi pemetaan spektrum
yang merupakan pembenaman tertutup dan disebut seksi nol. Homomorfisme aljabar-
memberi pemetaan spektrum
yang disebut penjumlahan pada bundel vektor. Selanjutnya, homomorfisme aljabar-
memberi pemetaan spektrum
yang disebut perkalian skalar.
Lema 17.5: operasi pada bundel vektor geometris
Bundel vektor geometris di atas skema mempunyai seksi nol
pemetaan penjumlahan
dan perkalian skalar
Bukti
Pada subhimpunan afin dengan trivialisasi
terdapat seksi nol yang diberikan oleh . Karena pemetaan perubahan basis linear, pada irisan seksi ini tidak bergantung pada subhimpunan afin yang dipilih, sehingga terdefinisi dengan baik.
Keberadaan penjumlahan pada dasarnya mengikuti fakta bahwa, untuk isomorfisme aljabar- linear
diagram
komutatif. Keberadaan perkalian skalar diperoleh dengan cara serupa.
Homomorfisme bundel vektor
Definisi 17.6: homomorfisme bundel vektor
Misalkan dan bundel vektor di atas suatu skema . Homomorfisme bundel vektor adalah morfisme skema dari ke di atas dengan sifat berikut. Untuk setiap titik , terdapat lingkungan terbuka afin yang memperhalus lingkungan trivialisasi kedua bundel tersebut, yakni untuk beberapa , dan komposisi
pada tingkat gelanggang diberikan oleh homomorfisme substitusi linear.
Dalam pernyataan berikut, kernel harus dipahami sebagai pracitra seksi nol; jadi, pada setiap serat, sebagai pracitra titik nol. Untuk homomorfisme bundel vektor, pemetaan serat di atas setiap titik diberikan oleh matriks di atas lapangan residu . Akan tetapi, dalam ruang afin di atas lapangan ini terdapat titik-titik dengan lapangan residu yang sangat beragam, sehingga konsep-konsep aljabar linear harus diterapkan dengan kehati-hatian.
Lema 17.7: kernel homomorfisme surjektif
Misalkan dan bundel vektor di atas skema , dan homomorfisme bundel vektor surjektif. Maka kernel yang diambil titik demi titik merupakan bundel vektor di atas .
Bukti
Lihat Soal 17.18.
Tanpa syarat surjektivitas, kernel suatu homomorfisme bundel vektor tidak perlu menjadi bundel vektor. Dalam Contoh 17.3, kernel yang didefinisikan titik demi titik hanya merupakan bundel vektor pada spektrum tertusuk; di titik nol, kernel itu berdegenerasi menjadi ruang vektor berdimensi tiga.
Bundel vektor dan berkas bebas lokal
Definisi 17.8: berkas seksi
Untuk bundel vektor geometris pada suatu skema , berkas yang pada subhimpunan terbuka didefinisikan oleh
disebut berkas seksi dalam .
Lema 17.9: berkas seksi bebas lokal
Untuk bundel vektor geometris , berkas seksi adalah berkas bebas lokal.
Bukti
Karena terdapat penjumlahan
Soal 17.19 memberi penjumlahan yang terdefinisi dengan baik pada berkas seksi. Menurut Soal 17.11, hal ini menjadikan berkas grup komutatif. Perkalian skalar
memberi struktur modul-. Untuk himpunan terbuka dengan , kita mempunyai
sehingga bebas lokal.
Bundel vektor geometris dan berkas bebas lokal pada hakikatnya merupakan objek-objek yang ekuivalen.
Teorema 17.10: kesesuaian bundel vektor dan berkas bebas lokal
Pada suatu skema, bundel vektor geometris bersesuaian dengan berkas bebas lokal. Selain itu, homomorfisme bundel vektor bersesuaian dengan homomorfisme modul-.
Bundel vektor geometris di atas dipasangkan dengan berkas seksi yang bebas lokal menurut Lema 17.9. Homomorfisme bundel vektor dipasangkan dengan homomorfisme modul yang memetakan seksi ke seksi .
Bukti
Pertama kita tunjukkan bahwa setiap berkas bebas lokal isomorfik dengan berkas seksi suatu bundel vektor. Berkas bebas lokal ber-rank diberikan oleh penutup terbuka
dengan dapat dipilih afin, serta isomorfisme
Menurut Teorema 13.10, komposisi
diberikan oleh dengan
Di sini dengan
Determinan matriks merupakan unit dalam . Melalui
data ini mendefinisikan isomorfisme aljabar- linear
dan isomorfisme skema
dengan bentuk yang disyaratkan dalam definisi bundel vektor geometris.
Pertimbangkan data pengeleman ruang-ruang berdering
Syarat kokikel terpenuhi karena data ini berasal dari objek global . Menurut Lema 7.10 terdapat skema yang merealisasikan data pengeleman ini. Proyeksi-proyeksi lokal
mengeleman menjadi morfisme skema
Berdasarkan konstruksinya, ini merupakan bundel vektor geometris di atas . Misalkan berkas seksi . Kita mengklaim bahwa terdapat isomorfisme alami
Konstruksi tersebut memberi isomorfisme berkas alami
untuk setiap , dan pembatasannya pada irisan saling bersesuaian. Menurut Korolari 4.10, terdapat homomorfisme berkas global, dan menurut Lema 4.6 homomorfisme ini merupakan isomorfisme. Injektivitas korespondensi mengikuti karena suatu bundel vektor, hingga isomorfisme, dapat direkonstruksi dari berkas seksinya melalui konstruksi di atas. Untuk pernyataan mengenai homomorfisme, lihat Soal 17.21, 17.22, dan 17.23.
Di bawah ekuivalensi ini, berkas bebas ber-rank bersesuaian dengan ruang afin di atas .
Contoh 17.11: injektivitas pada bundel dan pada berkas
Misalkan gelanggang komutatif dan . Melalui
unsur mendefinisikan homomorfisme bundel vektor. Pada serat di atas titik-titik tempat merupakan unit, yakni titik-titik dalam , pemetaan ini bijektif; pada titik-titik lainnya, pemetaan itu merupakan pemetaan nol. Jadi pemetaan ini injektif—dan sekaligus surjektif serta bijektif—hanya jika merupakan unit.
Namun, perkalian oleh juga mendefinisikan homomorfisme berkas struktur
Dengan demikian, pada setiap subhimpunan terbuka terdapat homomorfisme modul
Homomorfisme berkas ini injektif tepat ketika bukan pembagi nol di , dan bijektif tepat ketika merupakan unit. Jadi pengertian injektivitas untuk bundel vektor dan berkas bebas lokal tidak berimpit.
Lembar Kerja 17: Bundel Vektor Geometris
Pada batas authority yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 24 soal. Peta soal mencatat hasil kandidat negatif untuk Soal 17.1–17.24; edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 17.1
Bandingkan Definisi 17.1 tentang bundel vektor geometris di atas suatu skema dengan Definisi 1.4 tentang bundel vektor riil di atas ruang topologis.
Soal 17.2
Misalkan bundel vektor geometris ber-rank di atas skema . Buktikan bahwa serat di atas titik isomorfik dengan .
Soal 17.3
Apakah bundel vektor ber-rank di atas suatu skema itu?
Soal 17.4
Bahas bundel garis trivial
Apa yang dapat dikatakan tentang serat-seratnya, tentang seksi-seksinya, dan tentang subhimpunan tertutup beserta citranya dalam ?
Soal 17.5
Tentukan secara eksplisit trivialisasi dan pemetaan perubahan basis dalam Contoh 17.3.
Soal 17.6
Buktikan bahwa untuk dalam Contoh 17.4 diperoleh bundel garis trivial
Soal 17.7
Buktikan bahwa untuk dalam Contoh 17.4 diperoleh apa yang disebut proyeksi menjauhi sebuah titik,
Soal 17.8
Misalkan skema, dan misalkan serta bundel vektor di atas yang masing-masing ber-rank dan . Definisikan jumlah langsung dari kedua bundel vektor dengan merujuk pada trivialisasi simultan
Jadi harus berlaku
Soal 17.9
Definisikan konstruksi-konstruksi dari aljabar linear, seperti jumlah langsung, dual, hasil kali tensor, dan hasil kali eksterior, untuk bundel vektor geometris di atas suatu skema.
Gunakan Kuliah 3 sebagai panduan.
Soal 17.10
Buktikan bahwa seksi nol suatu bundel vektor geometris merupakan pembenaman tertutup.
Soal 17.11
Misalkan bundel vektor di atas . Buktikan bahwa penjumlahan mempunyai sifat-sifat berikut. Sekaligus buktikan bahwa morfisme-morfisme yang ditampilkan memang ada.
Diagram
komutatif, dengan menyatakan seksi nol.
Diagram
komutatif, dengan menyatakan pertukaran kedua faktor.
Diagram
komutatif.
Untuk soal berikut, bandingkan Soal 1.6.
Soal 17.12
Misalkan lapangan. Kita tinjau
pemetaan spektrum
dan pembatasan
Kesamaan di sebelah kiri didasarkan pada apa? Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.
- Pemetaan pada dan pada isomorfik dengan garis afin di atas basis.
- Pemetaan tidak mempunyai seksi.
- bukan bundel garis.
Soal 17.13
Misalkan aljabar komutatif bertipe hingga di atas lapangan . Misalkan unsur-unsur , dan misalkan
aljabar pemaksa untuk data ini. Misalkan
pemetaan spektrum yang dibatasi. Buktikan bahwa terdapat penutup terbuka afin
sedemikian sehingga isomorfik dengan , dan bahwa pemetaan-pemetaan perubahannya bersifat afin-linear.
Soal 17.14
Buktikan bahwa homomorfisme bundel vektor trivial
di atas skema afin diberikan oleh matriks berukuran di atas .
Soal 17.15
Buktikan bahwa homomorfisme bundel vektor
di atas memetakan seksi nol , yang dipandang sebagai subskema tertutup, ke dalam seksi nol .
Soal 17.16
Misalkan homomorfisme bundel vektor di atas . Buktikan bahwa diagram
komutatif. Dengan kata lain, homomorfisme bundel vektor kompatibel dengan penjumlahan.
Soal 17.17
Kita tinjau homomorfisme bundel vektor trivial
di atas yang diberikan oleh matriks
Tentukan titik-titik tempat pemetaan serat terkait bersifat injektif, dan tempat pemetaan tersebut bersifat surjektif.
Soal 17.18
Misalkan dan bundel vektor di atas suatu skema , dan misalkan homomorfisme bundel vektor surjektif. Buktikan bahwa kernel yang diambil titik demi titik merupakan bundel vektor di atas .
Soal 17.19
Misalkan dan bundel vektor di atas suatu skema . Buktikan bahwa berkas seksi jumlah langsung sama dengan jumlah langsung berkas seksi dan berkas seksi .
Soal 17.20
Buktikan bahwa berkas seksi bundel garis
dari Contoh 17.4 adalah berkas struktur terpuntir .
Soal 17.21
Misalkan dan skema-skema di atas suatu skema , dan misalkan morfisme skema di atas . Buktikan bahwa pemetaan berkas seksi terkait dalam kategori skema
yang memetakan seksi ke seksi , merupakan morfisme berkas.
Soal 17.22
Misalkan homomorfisme bundel vektor antara bundel-bundel vektor dan di atas , dan misalkan
morfisme berkas terkait antara berkas-berkas seksi. Buktikan bahwa merupakan homomorfisme modul-.
Soal 17.23
Misalkan dan bundel vektor di atas skema , dan misalkan berkas seksi yang terkait. Buktikan bahwa pemetaan
yang memetakan homomorfisme bundel vektor ke homomorfisme modul- terkait, merupakan bijeksi. Buktikan pula bahwa di bawah korespondensi ini, isomorfisme bersesuaian dengan isomorfisme.
Soal 17.24
Misalkan dan bundel vektor di atas suatu skema , dan misalkan dan berkas seksi bebas lokal yang terkait. Misalkan homomorfisme bundel vektor dan homomorfisme berkas terkait. Buktikan bahwa pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen.
merupakan morfisme skema surjektif.
Pada setiap titik , pemetaan serat bersifat surjektif.
Homomorfisme bersifat surjektif.
Terdapat penutup terbuka dan seksi lokal berupa homomorfisme bundel vektor
untuk .
Terdapat penutup terbuka dan seksi lokal berupa homomorfisme modul
untuk .
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 17
Pada batas authority yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 24 soal Lembar Kerja 17. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 17.1–17.24. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada batas authority yang dibekukan untuk Soal 17.1–17.24. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 17
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 17 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 17.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 18: Diferensial Kähler
Modul diferensial Kähler
Pada suatu manifold terdapat bundel tangen
Di atas sebuah titik , bundel ini terdiri atas ruang tangen , yang diberikan oleh kelas-kelas ekuivalensi kurva terdiferensialkan
yang melalui . Bundel tangen adalah bundel vektor real di atas yang mencirikan manifold tersebut dan memungkinkan kita mendefinisikan banyak invarian manifold. Kita hendak mendefinisikan objek yang bersesuaian untuk suatu skema, katakanlah skema bertipe hingga di atas sebuah lapangan. Pemindahan langsung konsep analitik tidak mungkin dilakukan karena tidak ada pengganti langsung bagi kurva terdiferensialkan. Oleh karena itu, kita bertolak dari sudut pandang lain terhadap bundel tangen.
Sebuah seksi kontinu atau terdiferensialkan dalam bundel tangen, di atas suatu himpunan terbuka , disebut medan vektor kontinu atau terdiferensialkan. Medan vektor memasangkan kepada setiap titik sebuah vektor tangen
Fungsi terdiferensialkan pada dapat diturunkan sepanjang medan vektor , dan hasilnya kembali merupakan sebuah fungsi. Kita menetapkan
dengan menyatakan turunan berarah pada ke arah . Turunan berarah ini dapat dihitung dalam setiap peta; berkat aturan rantai, hasilnya tidak bergantung pada peta yang dipilih. Jika terdiferensialkan tak hingga kali, kita memperoleh pemetaan
Pemetaan ini merupakan derivasi linear- dalam pengertian definisi aljabar murni berikut. Berangkat dari derivasi, kita akan memperkenalkan modul diferensial Kähler dan, secara dual, mengembangkan berkas tangen dalam konteks teori skema. Berkas tersebut bebas lokal apabila skemanya tidak mempunyai singularitas. Dalam kuliah ini kita meninjau situasi afin dan tidak menyajikan bukti.
Definisi 18.1: derivasi aljabar
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif , dan modul . Suatu pemetaan linear-
yang memenuhi
untuk semua disebut derivasi dengan nilai dalam .
Aturan yang digunakan di sini disebut aturan Leibniz. Sering kali . Sebagai contoh, untuk gelanggang polinomial
turunan parsial formal ke-
merupakan derivasi dari ke . Himpunan derivasi dari ke secara alami merupakan modul dan dilambangkan
Definisi 18.2: modul diferensial Kähler
Misalkan gelanggang komutatif dan aljabar komutatif . Modul yang dibangkitkan oleh semua simbol , , dengan mengidentifikasi
dan
disebut modul diferensial Kähler dari di atas . Modul ini dilambangkan
Dalam konstruksi ini, kita mulai dengan modul bebas yang mempunyai , , sebagai basis, lalu membentuk modul kelas sisanya terhadap submodul yang dibangkitkan oleh unsur-unsur
dan
Pemetaan
disebut derivasi universal. Pemeriksaan langsung menunjukkan bahwa ini memang suatu derivasi . Unsur-unsur disebut bentuk diferensial aljabar.
Lema 18.3: sifat universal
Misalkan gelanggang komutatif dan aljabar komutatif . Modul diferensial Kähler mempunyai sifat universal berikut. Untuk setiap modul dan setiap derivasi
terdapat tepat satu pemetaan linear-
yang memenuhi .
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Untuk setiap , , harus berlaku . Karena unsur-unsur membangkitkan sebagai modul , paling banyak terdapat satu homomorfisme seperti itu.
Misalkan modul bebas dengan basis , . Penetapan
menentukan suatu homomorfisme modul
Kita mempunyai , dengan submodul yang dibangkitkan oleh unsur-unsur yang menyatakan aturan Leibniz dan linearitas. Karena suatu derivasi, memetakan ke . Maka teorema homomorfisme memberi satu-satunya pemetaan linear-
dengan
Pernyataan ini dapat pula dinyatakan sebagai isomorfisme modul alami
Khususnya,
dengan ruas kanan merupakan modul dual.
Lema 18.4: sifat-sifat elementer
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif , dan modul diferensial Kähler. Maka sifat-sifat berikut berlaku.
untuk semua .
dapat dideskripsikan sebagai modul kelas sisa modul bebas dengan basis , , terhadap submodul yang dibangkitkan oleh relasi-relasi Leibniz dan oleh , .
Jika , maka , , merupakan sistem pembangkit modul bagi .
Misalkan
Untuk polinomial dan unsur terkait , di dalam berlaku
dengan menyatakan derivasi parsial ke-.
Untuk diagram komutatif
dengan panah-panahnya homomorfisme gelanggang, terdapat tepat satu pemetaan linear-
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Misalkan . Berdasarkan linearitas , . Berdasarkan aturan hasil kali,
sehingga pengurangan memberi .
Kita buktikan bahwa submodul yang dimaksud sama dengan submodul yang dibangkitkan oleh semua relasi Leibniz dan relasi linearitas. Berdasarkan bagian (1), inklusi jelas. Untuk dan , modulo berlaku
sehingga relasi-relasi linearitas juga termasuk dalam .
Ini mengikuti dari linearitas dan aturan Leibniz.
Kedua ruas linear-, sehingga cukup membuktikan pernyataan untuk monomial. Untuk monomial, pernyataan dibuktikan dengan induksi pada derajat total monomial.
Karena merupakan aljabar melalui , juga merupakan modul . Komposisi
adalah derivasi , sebagaimana dapat diperiksa langsung. Berdasarkan sifat universal , terdapat tepat satu pemetaan linear-
dengan .
Lema 18.5: modul diferensial gelanggang polinomial
Misalkan gelanggang komutatif dan
gelanggang polinomial dalam variabel di atas . Maka modul diferensial Kähler merupakan modul bebas dengan basis
Terhadap basis ini, derivasi universal diberikan oleh
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Misalkan modul bebas yang dibangkitkan oleh simbol-simbol . Pemetaan
yang memetakan unsur basis ke diferensial surjektif menurut Lema 18.4(3). Turunan parsial ke-
merupakan derivasi . Sifat universal modul bentuk diferensial karena itu memberi pemetaan linear-
dengan . Di sini dan untuk . Bersama-sama, pemetaan ini memberi pemetaan linear-
yang memenuhi . Jadi juga injektif.
Secara umum, modul diferensial Kähler tidak bebas.
Lema 18.6: diferensial dan pelokalan
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif , dan suatu sistem multiplikatif. Maka
Bukti
Lihat Soal 18.19.
Lema 18.7: barisan diferensial relatif
Misalkan gelanggang komutatif, dan aljabar komutatif , dan
homomorfisme aljabar . Maka barisan modul
eksak. Di sini dipetakan ke , sedangkan di dipetakan ke di .
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Surjektivitas di sebelah kanan jelas. Untuk menunjukkan eksak di posisi kedua, kita gunakan deskripsi dari Lema 18.4(2). Kedua modul dan mempunyai sistem pembangkit yang sama, dan relasi Leibniznya juga sama. Modul diperoleh dari tepat dengan menjadikan submodul yang dibangkitkan oleh , , sama dengan . Submodul ini persis citra pemetaan di sebelah kiri.
Diferensial Kähler dan matriks Jacobi
Lema 18.8: barisan konormal
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif , dan suatu ideal dengan gelanggang kelas sisa . Maka barisan modul
eksak. Di sini dipetakan ke , sedangkan dipetakan ke .
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Pemetaan linear-
dapat dibatasi pada ideal . Dengan menensor bersama dan menggunakan Proposisi 16.9 (Teori Invarian (Osnabrück 2025–2026)), bagian (2), kita memperoleh pemetaan linear-
Surjektivitas pemetaan di sebelah kanan jelas karena modul dibangkitkan oleh , , dan unsur-unsur ini berasal dari , . Suatu unsur dipetakan ke , lalu ke di , sebab unsur sendiri menjadi dalam .
Sekarang misalkan
dipetakan ke dalam . Kita dapat menulis
dengan . Karena unsur ini dipetakan ke dalam , di dalam modul bebas yang dibangkitkan oleh simbol , , berlaku relasi
dengan dan pembangkit relasi modul diferensial Kähler, yakni relasi berbentuk
untuk , atau
untuk dan . Modul bebas tersebut diperoleh dari modul bebas yang dibangkitkan oleh , , dengan menjadikan koefisien-koefisien dari dan semua sama dengan . Karena itu, di dalam modul bebas ini berlaku
dengan , , dan . Dalam , suku menjadi karena tensorisasi. Jadi di sana memang berlaku
Korolari 18.9: penyajian kelas sisa
Misalkan gelanggang komutatif dan aljabar komutatif yang dibangkitkan hingga, disajikan sebagai
Maka
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Pernyataan ini mengikuti dari Lema 18.5 dan Lema 18.8.
Catatan 18.10: penyajian sebagai kokernel matriks Jacobi
Misalkan gelanggang komutatif dan aljabar komutatif yang dibangkitkan hingga, disajikan sebagai
Menurut Lema 18.4(4),
dan menurut Korolari 18.9 terdapat barisan eksak
dengan
matriks Jacobi yang ditranspos, tanpa evaluasi pada suatu titik. Vektor standar dipetakan ke , dan vektor-vektor kolom
yang menyatakan unsur nol , merupakan citra-citra pemetaan yang diberikan oleh matriks tersebut.
Kehalusan dan kereguleran
Definisi 18.11: titik halus
Misalkan lapangan tertutup aljabar dan
polinomial-polinomial dengan himpunan aljabar afin terkait
Misalkan suatu titik sehingga mempunyai dimensi pada . Titik disebut titik halus apabila peringkat matriks
pada paling sedikit . Jika tidak, titik tersebut disebut singular.
Untuk aljabar
dan titik
dengan ideal maksimal terkait dan pelokalan
kita mempunyai
Tensorisasi
untuk evaluasi lapangan residu
memainkan peranan khusus. Terdapat hubungan langsung dengan ruang dual dari ruang tangen ekstrinsik pada . Dengan kata lain, secara alami adalah ruang kotangen di titik .
Lema 18.12: ruang kotangen ekstrinsik
Misalkan lapangan,
aljabar yang dibangkitkan hingga, dan
suatu titik dari himpunan nol terkait, dengan ideal maksimal dan pelokalan
Maka ruang tangen pada secara kanonik merupakan ruang vektor dual dari .
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Menurut Catatan 18.10, terdapat barisan eksak
dengan matriks Jacobi yang ditranspos dari . Kita menensor dengan lapangan residu dan memperoleh barisan eksak ruang vektor berdimensi hingga
Barisan dualnya ialah
dan juga eksak. Menurut definisi ruang tangen, kernel matriks Jacobi pada adalah ruang tangen pada .
Definisi 18.13: gelanggang lokal regular
Suatu gelanggang lokal Noether berdimensi disebut regular apabila terdapat unsur
yang membangkitkan ideal maksimal .
Lema 18.14: ideal maksimal dan ruang kotangen
Misalkan lapangan dan aljabar komutatif lokal , serta pemetaan komposit
merupakan isomorfisme. Maka pemetaan
merupakan isomorfisme modul .
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Menurut Lema 18.8, terdapat barisan eksak homomorfisme modul
Menurut asumsi, , sehingga . Jadi pemetaan yang diberikan surjektif. Untuk membuktikan injektivitas, kita tinjau pemetaan dual , yaitu
dan kita harus menunjukkan bahwa pemetaan ini surjektif, sebab yang dibahas adalah ruang-ruang vektor.
Menurut Lema 32.9 (Aljabar Komutatif) dan Lema 18.3, modul homomorfisme di sebelah kiri isomorfik dengan
Pemetaan komposit tersebut memasangkan kepada suatu derivasi pemetaan
Sekarang misalkan
suatu homomorfisme modul . Kita harus menunjukkan bahwa ini berasal dari suatu derivasi. Untuk itu, tinjau pemetaan
dengan nilai di dalam lapangan residu , yang dipandang kembali sebagai unsur melalui identifikasi . Karena itu, dan pemetaan terdefinisi dengan baik. Pemeriksaan langsung, serupa dengan bukti Teorema 23.2 (Kurva Aljabar (Osnabrück 2025–2026)), menunjukkan bahwa pemetaan ini suatu derivasi. Pemetaan tersebut menghasilkan .
Tanpa asumsi bahwa pemetaan alami antara lapangan dasar dan lapangan residu merupakan isomorfisme, pernyataan ini tidak berlaku; lihat Soal 18.23.
Catatan 18.15: ruang tangen dan ideal maksimal
Dalam situasi Lema 18.12, kita dapat membangun secara langsung hubungan antara ruang tangen ekstrinsik, yang diberikan sebagai kernel matriks Jacobi, dan ruang dual dari . Misalkan
Vektor ini mendefinisikan pemetaan
Dalam bahasa analitik, kepada fungsi dipasangkan nilai pada dari turunan berarahnya ke arah . Syarat kernel memastikan bahwa fungsi-fungsi dalam ideal dipetakan ke , sehingga pemetaan terdefinisi dengan baik pada ideal maksimal gelanggang kelas sisa. Menurut aturan hasil kali, juga dipetakan ke . Jadi kita memperoleh pemetaan linear-
Teorema 18.16: titik halus dan gelanggang lokal regular
Misalkan lapangan tertutup aljabar dan
suatu titik himpunan aljabar afin untuk ideal , dengan gelanggang lokal
Maka halus jika dan hanya jika regular.
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Tanpa mengurangi keumuman, misalkan titik asal. Ideal maksimal yang bersesuaian dalam gelanggang polinomial ialah
ideal maksimal terkait di ialah
dan ideal maksimal terkait dalam ialah
Tinjau pemetaan linear-
Variabel dipetakan ke vektor standar , sehingga pemetaan ini surjektif. Unsur
dipetakan ke . Unsur homogen
mempunyai derajat sekurang-kurangnya , sehingga dipetakan ke : turunan parsial mengurangi derajat sebesar , jadi menghasilkan unsur berderajat positif yang bernilai setelah titik asal disubstitusikan. Dengan demikian, diperoleh pemetaan linear-
yang bijektif karena kedua ruang mempunyai dimensi vektor yang sama.
Menurut Lema 22.4 (Kurva Aljabar (Osnabrück 2025–2026)), kita mempunyai
Di bawah pemetaan surjektif
dan dipetakan ke , dan kernelnya tepat . Karena itu terdapat bijeksi linear-
Tinjau pemetaan-pemetaan
Suatu unsur dipetakan ke di sebelah kanan tepat apabila bagian linear termasuk . Ini berarti bahwa, modulo , terdapat persamaan
Hanya suku konstan yang relevan, sehingga ini ekuivalen dengan persamaan linear
Hal ini berlaku tepat apabila vektor di ruas kiri berada dalam citra matriks Jacobi. Jadi citra matriks Jacobi sama dengan kernel pemetaan surjektif di sebelah kanan. Rumus dimensi kemudian memberi
Misalkan dimensi pada , yang sama dengan dimensi gelanggang lokal . Menurut definisi, tak singular tepat apabila
Karena itu, kondisi tersebut ekuivalen dengan
dan ini adalah definisi gelanggang regular.
Teorema 18.17: kereguleran dan kebebasan modul diferensial
Misalkan lapangan sempurna dan pelokalan suatu aljabar yang dibangkitkan hingga. Misalkan lapangan residu isomorfik dengan . Maka regular jika dan hanya jika modul diferensial Kähler bebas dan peringkatnya sama dengan dimensi gelanggang.
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Kita gunakan isomorfisme alami dari Lema 18.14,
Jika merupakan modul bebas dan peringkatnya sama dengan dimensi , maka hal yang sama berlaku bagi modul . Khususnya, adalah ruang vektor berdimensi . Menurut definisi, ini berarti bahwa regular.
Sebaliknya, kereguleran menyiratkan bahwa , dan karena itu , merupakan ruang vektor berdimensi . Menurut lema Nakayama, dibangkitkan sebagai modul oleh unsur. Menurut Teorema 21.5 (Teori Singularitas (Osnabrück 2019)), gelanggang merupakan daerah integral; nyatakan lapangan pecahannya dengan . Derajat transendensi di atas sama dengan dimensi menurut Teorema 19.7 (Teori Singularitas (Osnabrück 2019)). Karena modul diferensial Kähler kompatibel dengan pelokalan,
Karena sempurna, perluasan lapangan dibangkitkan secara separabel, meskipun tidak hingga. Jadi merupakan modul bebas yang peringkatnya sama dengan derajat transendensi.
Secara keseluruhan, modul dibangkitkan oleh unsur , dan tensorisasinya dengan merupakan ruang vektor berdimensi . Karena unsur-unsur tersebut bebas linear di atas , mereka juga bebas linear di atas . Jadi unsur-unsur itu membentuk basis, dan bebas berperingkat .
Tanpa asumsi bahwa lapangan dasar sempurna, pernyataan ini tidak benar; lihat Soal 18.24.
Korolari 18.18: diferensial pada varietas halus
Misalkan varietas halus terhubung di atas lapangan sempurna , dan misalkan gelanggang koordinat afin . Maka modul diferensial Kähler bebas lokal dengan peringkat konstan dan, khususnya, merupakan modul projektif.
Bukti
Bukti ini tidak disajikan dalam kuliah.
Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 18.16, Teorema 18.17, Lema 18.6, dan Lema 16.5.
Contoh 18.19: bola dua dimensi
Kita tinjau bola real
dengan gelanggang koordinat afin
Menurut Korolari 18.9, modul diferensial Kähler adalah
Pemeriksaan langsung menunjukkan bahwa bola real ini halus. Menurut Teorema 18.17, karena itu bebas lokal dengan peringkat konstan . Hal ini juga dapat disimpulkan langsung dari penyajian di atas; lihat Soal 18.25. Akan tetapi, tidak bebas. Ini adalah versi aljabar teorema bola berbulu: bulu-bulu bola tidak dapat disisir secara mulus hingga semuanya terletak tangensial pada bola tanpa membentuk pusaran.
Untuk pemetaan polinomial
dengan himpunan nol
ruang tangen pada titik adalah
Jika titik regular pemetaan tersebut dan teorema fungsi implisit dapat diterapkan, ini merupakan subruang linear yang dimensinya sama dengan dimensi manifold . Konstruksi ini ekstrinsik: ia bergantung pada pembenaman ke dalam ruang afin. Kita menginginkan versi intrinsik ruang tangen yang hanya bergantung pada , atau secara ekuivalen pada gelanggang koordinat afinnya. Untuk itu kita memperkenalkan modul diferensial Kähler, yang menyediakan versi dual ruang tangen untuk setiap aljabar .
Lembar Kerja 18: Diferensial Kähler
Tanda bintang menunjukkan tepat tiga soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 18.6, 18.17, dan 18.18. Dua puluh dua soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 18.1
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif , modul , dan
suatu derivasi . Buktikan bahwa
untuk setiap .
Soal 18.2
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif , modul , dan suatu derivasi . Buktikan bahwa
untuk .
Soal 18.3
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif , modul , dan suatu derivasi . Misalkan
Buktikan bahwa
Soal 18.4
Misalkan aljabar komutatif dan modul . Buktikan bahwa himpunan derivasi dari ke menjadi modul apabila didefinisikan oleh
Soal 18.5
Misalkan aljabar komutatif , suatu sistem multiplikatif, dan suatu derivasi . Buktikan bahwa rumus
mendefinisikan derivasi pada pelokalan yang memperluas .
Soal 18.6 ★
Misalkan aljabar komutatif di atas gelanggang komutatif . Untuk , nyatakan pemetaan perkalian linear- dengan sebagai
dan untuk dua pemetaan linear-
nyatakan
Misalkan suatu derivasi . Buktikan bahwa untuk setiap , pemetaan merupakan pemetaan perkalian.
Soal 18.7
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif , dan modul diferensial Kähler. Buktikan bahwa derivasi universal
merupakan suatu derivasi.
Soal 18.8
Tentukan .
Soal 18.9
Misalkan suatu perluasan lapangan separabel hingga. Buktikan bahwa
Soal 18.10
Tentukan .
Soal 18.11
Misalkan gelanggang komutatif dan
dengan (jadi himpunan nolnya adalah grafik ). Buktikan dengan dua cara berbeda bahwa merupakan modul bebas berperingkat .
Soal-soal berikut berkaitan dengan hasil kali tensor modul dan aljabar; lihat juga lampiran.
Soal 18.12
Hitung .
Soal 18.13
Hitung hasil kali tensor
Soal 18.14
Misalkan gelanggang komutatif. Buktikan isomorfisme modul
Soal 18.15
Misalkan gelanggang komutatif dan ideal-ideal. Buktikan isomorfisme aljabar
Soal 18.16
Misalkan gelanggang komutatif dan sistem-sistem multiplikatif. Buktikan isomorfisme aljabar
Soal 18.17 ★
Misalkan dan monoid-monoid komutatif dan gelanggang komutatif. Buktikan isomorfisme aljabar
Soal 18.18 ★
Misalkan gelanggang komutatif dan suatu sistem multiplikatif. Buktikan bahwa
Soal 18.19
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif , dan suatu sistem multiplikatif. Buktikan bahwa
Soal 18.20
Bahas Lema 18.8 dalam kasus ketika merupakan lapangan berkarakteristik positif , , dan .
Soal 18.21
Untuk
deskripsikan modul diferensial Kähler melalui pembangkit dan relasi.
Soal 18.22
Tentukan dengan menggunakan Korolari 18.9.
Soal 18.23
Misalkan bilangan prima. Kita meninjau perluasan lapangan yang diberikan oleh
Buktikan bahwa Lema 18.14 tidak berlaku dalam situasi ini.
Soal 18.24
Misalkan bilangan prima dan
Buktikan bahwa , bahwa regular, dan bahwa modul diferensial Kähler tidak bebas.
Soal 18.25
Misalkan
Buktikan bahwa modul diferensial Kähler
menjadi bebas setelah dibatasi pada himpunan-himpunan terbuka (jadi, misalnya, ), dan simpulkan bahwa bebas lokal.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 18
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat tiga solusi publik di antara 25 soal, yaitu solusi Soal 18.6, 18.17, dan 18.18. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 18.1–18.5, 18.7–18.16, dan 18.19–18.25. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Solusi Soal 18.6
Kita mempunyai
Jadi adalah pemetaan perkalian dengan .
Solusi Soal 18.17
Gelanggang monoid mempunyai basis
Hasil kali tensor modul-modul bebas mempunyai semua kombinasi tensor dari kedua basis sebagai basis. Karena itu,
merupakan basis , sedangkan
merupakan basis . Maka penetapan pada basis
langsung memberi isomorfisme modul . Di bawah penetapan ini,
bersesuaian dengan
Selain itu,
bersesuaian dengan unsur
Jadi penetapan tersebut juga menghormati perkalian dan merupakan isomorfisme aljabar .
Solusi Soal 18.18
Untuk dan , berlaku
Karena merupakan satuan dalam , diperoleh
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 18.1, 18.2, 18.3, 18.4, 18.5, 18.7, 18.8, 18.9, 18.10, 18.11, 18.12, 18.13, 18.14, 18.15, 18.16, 18.19, 18.20, 18.21, 18.22, 18.23, 18.24, atau 18.25. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 18
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 18 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 18.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 19: Bundel Tangen
Berkas diferensial Kähler pada sebuah skema
Misalkan sebuah skema di atas skema basis . Kita ingin mendefinisikan versi berkas dari modul diferensial Kähler.
Lema 19.1: pelokalan berkas diferensial Kähler afin
Misalkan aljabar komutatif atas gelanggang komutatif . Untuk setiap berlaku
dan untuk setiap ideal prima berlaku
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Lema 18.6 bersama Lema 14.5.
Definisi 19.2: berkas diferensial Kähler
Misalkan sebuah skema di atas skema basis . Berkas diferensial Kähler adalah modul- kuasikoheren pada , bersama suatu derivasi atas ,
sedemikian sehingga untuk setiap titik berlaku
Perlu diperlihatkan bahwa objek semacam ini ada dan unik. Karena kuasikoherensi, untuk setiap himpunan terbuka afin dan setiap himpunan terbuka afin dengan , modul tersebut pada harus sama dengan . Dalam kasus afin, menurut Lema 19.1 modul memang merupakan model yang tepat.
Jika dan dua model, sifat universal mula-mula pada bagian-bagian afin dan kemudian secara umum memberi suatu homomorfisme modul-
Karena homomorfisme ini merupakan isomorfisme pada setiap titik, ia merupakan isomorfisme. Jadi, hanya mungkin ada satu berkas semacam itu.
Jika diberikan liputan afin
dan, bersamanya, liputan afin
dengan untuk suatu , maka berkas-berkas dapat dilem satu sama lain. Hal ini karena pembatasannya pada bagian afin di atas ditentukan secara unik.
Definisi 19.3: berkas tangen
Misalkan sebuah skema di atas skema basis . Berkas tangen adalah modul dual
Jadi,
dengan kesamaan terakhir berasal dari sifat universal diferensial Kähler. Sesuai dengan itu, berkas diferensial Kähler juga disebut berkas kotangen.
Sekarang kita merumuskan secara umum, bagi sebuah skema di atas skema basis, pernyataan-pernyataan tentang diferensial Kähler dalam kasus afin dari kuliah sebelumnya.
Lema 19.4: barisan diferensial relatif
Misalkan sebuah morfisme skema di atas skema basis . Maka barisan modul- kuasikoheren
eksak.
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Lema 18.7.
Lema 19.5: barisan konormal
Misalkan sebuah skema di atas skema basis , dan misalkan suatu berkas ideal pada dengan subskema tertutup terkait . Maka barisan modul- kuasikoheren
eksak.
Bukti
Pernyataan ini mengikuti langsung dari Lema 18.8.
Korolari 19.6: kemulusan dan kebebasan lokal diferensial Kähler
Misalkan lapangan tertutup secara aljabar dan skema terhubung bertipe hingga di atas . Maka mulus jika dan hanya jika modul diferensial Kähler bebas lokal dengan rank konstan .
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 18.16 dan Teorema 18.17.
Definisi 19.7: berkas kanonik
Misalkan lapangan tertutup secara aljabar dan skema mulus terhubung bertipe hingga di atas dengan dimensi . Berkas
disebut berkas kanonik .
Bundel tangen pada ruang projektif
Teorema 19.8: barisan Euler untuk diferensial Kähler
Misalkan
ruang projektif di atas gelanggang komutatif . Modul dari diferensial Kähler dideskripsikan oleh barisan eksak pendek
bersama derivasi universal yang, pada setiap himpunan terbuka , memetakan fungsi ke
Bukti
Kita lambangkan berkas kernel di kiri, yang hendak kita buktikan sebagai modul Kähler, dengan
Pemetaan di atas, yang berasal dari derivasi universal pada ruang berdimensi , mengubah fungsi berderajat menjadi fungsi berderajat ; hal ini dapat diperiksa langsung bagi monomial rasional. Jadi terdapat pemetaan linear-
Aturan Leibniz berpindah ke sini karena turunan parsial memenuhi aturan Leibniz. Kita harus menunjukkan bahwa citra terletak dalam kernel pemetaan terakhir. Untuk monomial berderajat , kita mempunyai
Sekarang tinjau situasinya pada dan tetapkan . Dengan menggunakan Contoh 12.10 dan Contoh 15.5, diperoleh
dengan suku pada baris terakhir. Dalam isomorfisme ini, tupel bersesuaian dengan tupel kernel
Di bawah pemetaan , monomial
dipetakan ke unsur
Di bawah identifikasi di atas, yakni dengan menghilangkan komponen pertama dan mengalikan dengan , unsur ini menjadi tupel turunan terhadap variabel-variabel . Jadi, menurut Lema 18.5, kita memperoleh derivasi universal gelanggang polinomial .
Khususnya, modul diferensial Kähler pada ruang projektif bebas lokal.
Korolari 19.9: barisan Euler untuk berkas tangen
Misalkan
ruang projektif di atas gelanggang komutatif . Berkas tangen pada dideskripsikan oleh barisan eksak pendek
Pada ujung kanan, unsur global , yang terletak di komponen ke-, dipetakan ke derivasi global
Bukti
Pernyataan ini mengikuti langsung dari Teorema 19.8 melalui dualisasi. Tambahan pada pernyataan juga mengikuti dari Teorema 19.8: saat didualkan, unsur pada komponen ke- dari bersesuaian dengan pemetaan
yakni proyeksi ke komponen ke- yang disusul perkalian dengan . Jika dipandang sebagai bentuk linear pada modul bentuk diferensial Kähler , pemetaan ini bersesuaian dengan bentuk linear yang berasal dari derivasi
Dibandingkan dengan varietas projektif lain, ruang projektif mempunyai ciri khusus berupa banyaknya medan vektor global.
Korolari 19.10: berkas kanonik ruang projektif
Misalkan
ruang projektif di atas gelanggang komutatif . Maka berkas kanonik adalah
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 19.8, Teorema 16.11, dan Korolari 16.12.
Jadi, berkas antikanonik, yaitu dual dari berkas kanonik, pada ruang projektif sama dengan dan mempunyai banyak seksi global.
Hipermuka dalam ruang projektif
Teorema 19.11: karakterisasi hipermuka projektif mulus
Misalkan lapangan tertutup secara aljabar dan
polinomial homogen berderajat . Pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen.
Hipermuka afin
mulus di luar titik asal.
Hipermuka projektif
mulus.
Untuk setiap variabel , aljabar
mulus, dengan
menyatakan dehomogenisasi terhadap .
Modul diferensial Kähler bebas lokal.
Terdapat barisan eksak pendek berkas-berkas bebas lokal pada ,
Bukti
Ekuivalensi (2) dan (3) jelas dari Lema 12.17 dan fakta bahwa kemulusan merupakan sifat lokal. Ekuivalensi (2) dan (4) berdasarkan Korolari 19.6. Ekuivalensi (1) dan (3) berdasarkan fakta bahwa pemetaan kerucut, secara lokal di atas , diberikan oleh
Jadi, secara lokal pemetaan kerucut merupakan silinder afin tertusuk di atas basisnya.
Untuk implikasi dari (4), atau (2), ke (5), menurut Lema 19.5 terdapat barisan eksak
Di sini adalah ideal utama yang dibangkitkan oleh , dan melalui pemetaan
Selanjutnya, pembatasan berkas ideal ini ke adalah
Sebagai pembatasan berkas invertibel, berkas ini kembali invertibel. Secara lokal, pemetaan di kiri diberikan, seperti dalam Catatan 18.10, oleh matriks Jacobi dehomogenisasi ; karena kemulusan, pemetaan ini injektif, bahkan setelah beralih ke lapangan-lapangan residu. Implikasi dari (5) ke (4) adalah suatu pembatasan.
Korolari 19.12: berkas kanonik hipermuka mulus
Misalkan lapangan tertutup secara aljabar dan polinomial homogen berderajat sedemikian sehingga hipermuka projektif mulus. Maka
Bukti
Kita gunakan barisan eksak pendek berkas-berkas bebas lokal pada dari Teorema 19.11,
Menurut Teorema 16.11 dan Korolari 19.10,
Kesamaan terakhir berdasarkan Lema Lampiran 4.7. Menensor dengan menghasilkan klaim.
Catatan 19.13: klasifikasi kasar hipermuka mulus
Korolari 19.12 memungkinkan klasifikasi kasar bagi hipermuka mulus
dalam ruang projektif, menurut apakah puntiran dalam negatif, sama dengan , atau positif.
Untuk , yakni kurva dalam bidang projektif, pada diperoleh garis projektif; pada , ketika berkas kanonik trivial, diperoleh kurva eliptik; dan pada diperoleh kurva bertipe umum.
Untuk , yakni permukaan dalam ruang projektif, pada diperoleh bidang projektif; pada diperoleh permukaan yang isomorfik dengan ; dan pada diperoleh permukaan yang isomorfik dengan bidang projektif yang telah diledakkan pada enam titik. Bagaimanapun, untuk diperoleh apa yang disebut permukaan rasional, yang lapangan fungsinya sama dengan lapangan fungsi rasional dalam dua variabel. Pada , ketika berkas kanonik trivial, diperoleh apa yang disebut permukaan . Pada diperoleh permukaan bertipe umum.
Lembar Kerja 19: Bundel Tangen
Tanda bintang menunjukkan tepat satu soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 19.10. Kesebelas soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi ini tidak menciptakan solusi baru.
Soal 19.1
Misalkan
Tunjukkan bahwa modul diferensial Kähler tidak bebas di titik asal.
Soal 19.2
Tunjukkan bahwa terdapat skema mulus bertipe hingga di atas suatu lapangan sedemikian sehingga rank modul diferensial Kähler-nya tidak konstan.
Soal 19.3
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif atas , modul , dan suatu derivasi-. Tunjukkan bahwa pada setiap himpunan terbuka terdapat derivasi-
yang berkomutasi dengan .
Petunjuk. Tinjau terlebih dahulu himpunan-himpunan terbuka .
Soal 19.4
Misalkan skema integral di atas skema basis integral . Tunjukkan bahwa suatu derivasi atas yang terdefinisi pada himpunan terbuka ,
mendefinisikan derivasi-
Soal 19.5
Misalkan skema bertipe hingga di atas skema basis . Tunjukkan bahwa merupakan modul- koheren.
Soal 19.6
Misalkan sebuah skema di atas skema . Tunjukkan bahwa berkas diferensial Kähler pada merupakan berkasisasi dari praberkas
Soal 19.7
Tunjukkan bahwa modul diferensial Kähler pada garis projektif di atas gelanggang komutatif isomorfik dengan berkas struktur terpuntir .
Soal 19.8
Tinjau berkas tangen pada garis projektif di atas gelanggang komutatif , dengan isomorfisme
Tentukan seksi-seksi global yang bersesuaian dengan derivasi-derivasi global
Soal 19.9
Pada bidang projektif
tentukan turunan
dari fungsi rasional
Pada himpunan terbuka mana dan terdefinisi?
Soal 19.10 ★
Kita meninjau kurva
di atas lapangan berkarakteristik bukan . Tunjukkan bahwa bentuk-bentuk diferensial
dan
berimpit pada irisan-irisan dan karena itu mendefinisikan bentuk diferensial taktrivial pada kurva .
Soal 19.11
Nyatakan pembatasan derivasi-derivasi global
dari ruang projektif
ke himpunan terbuka
dengan , sebagai kombinasi linear berbentuk
Soal 19.12
Kita meninjau kubik Fermat dalam empat variabel,
dan bagian afin
di atas lapangan tertutup secara aljabar berkarakteristik bukan . Tunjukkan bahwa rumus-rumus
dan
memberikan parametrisasi rasional
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 19
Pada batas sumber yang dibekukan, terdapat tepat satu solusi publik di antara 12 soal, yaitu solusi Soal 19.10. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 19.1–19.9, 19.11, dan 19.12. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Solusi Soal 19.10
Dengan menggunakan persamaan kurva dan relasi
kita memperoleh
Karena simetri, kesamaan-kesamaan lainnya juga berlaku.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada batas sumber yang dibekukan untuk Soal 19.1, 19.2, 19.3, 19.4, 19.5, 19.6, 19.7, 19.8, 19.9, 19.11, atau 19.12. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 19
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 19 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 19.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 20: Grup Picard
Grup Picard
Definisi 20.1: grup Picard
Untuk ruang berdering , himpunan kelas isomorfisme berkas-berkas invertibel pada , dengan hasil kali tensor sebagai operasi, berkas dual sebagai unsur invers, dan berkas struktur sebagai unsur netral, disebut grup Picard dari . Grup ini dilambangkan dengan
Pembahasan berikut mengenai data pengeleman suatu berkas invertibel di satu sisi berkaitan dengan Soal 2.19 dan di sisi lain mengarah ke kohomologi Čech.
Catatan 20.2: data transisi sebagai kokikel
Misalkan ruang berdering dan berkas invertibel pada . Ini berarti terdapat penutup terbuka
dan trivialisasi-trivialisasi
Untuk dua himpunan terbuka , pada diperoleh pemetaan transisi
Isomorfisme-isomorfisme ini diberikan (bandingkan Soal 13.8) oleh perkalian dengan unit
Karena data tersebut berasal dari satu berkas invertibel , berlaku syarat kokikel
yang juga dapat ditulis sebagai
Sebaliknya, suatu kumpulan data seperti itu kembali menentukan berkas invertibel melalui pengeleman.
Jika berkas invertibel tersebut trivial, terdapat isomorfisme -modul global
Pada terdapat isomorfisme-isomorfisme
yang seluruhnya ditentukan oleh unit
Untuk unit-unit ini berlaku
untuk semua . Sebaliknya, jika tersedia unit-unit yang merealisasikan relasi tersebut, maka
menentukan isomorfisme modul pada yang kompatibel, sehingga semuanya mengeleman menjadi isomorfisme global antara dan .
Jadi, berkas invertibel dapat diidentifikasi dengan kumpulan data yang memenuhi syarat-syarat di atas; kumpulan data seperti itu dipandang trivial apabila terdapat unit-unit dengan
Catatan 20.3: persoalan tanda dalam deskripsi kokikel
Identifikasi dalam Catatan 20.2 antara berkas invertibel dan kokikel di dalam berkas unit tidak bersifat kanonik karena terdapat persoalan tanda. Hal ini bergantung pada apakah trivialisasi lokal berkas invertibel terhadap berkas struktur diambil dalam arah
atau dalam arah sebaliknya, dan pada cara himpunan indeks diurutkan.
Catatan 20.4: hasil kali tensor pada data transisi
Pembentukan hasil kali tensor berkas-berkas invertibel dan dapat dilaksanakan pada tingkat kumpulan data dari Catatan 20.2. Untuk itu, ambil suatu penghalusan penutup bersama dan anggap kedua berkas mempunyai trivialisasi terhadap satu penutup , . Kumpulan data
kemudian mendeskripsikan hasil kali tensor.
Selanjutnya kita membatasi pembahasan pada skema.
Lema 20.5: grup Picard gelanggang lokal
Untuk gelanggang lokal , grup Picard dari bersifat trivial.
Bukti
Hal ini trivial.
Lema 20.6: pembenaman ke dalam berkas lapangan fungsi
Misalkan skema integral. Setiap berkas invertibel pada isomorfik dengan suatu -submodul dari berkas lapangan fungsi konstan.
Bukti
Misalkan lapangan fungsi dan berkas yang terkait. Untuk suatu berkas invertibel , tangkai di titik generik merupakan ruang vektor berdimensi satu atas . Tetapkan suatu isomorfisme-
Untuk setiap himpunan terbuka , terdapat pemetaan alami
Pemetaan-pemetaan ini injektif (bandingkan bukti Lema 11.16) dan mendefinisikan suatu submodul dari .
Catatan 20.7: deskripsi submodul invertibel
Suatu submodul invertibel dari berkas lapangan fungsi konstan diberikan oleh suatu penutup terbuka , , dari , bersama unsur-unsur tak nol yang memenuhi
Jika digunakan penutup yang men-trivialkan berkas, maka
dan dari pemetaan transisi pada irisan-irisan itu mengikuti bahwa hasil bagi harus merupakan unit. Sebaliknya, jika tersedia kumpulan data seperti itu, maka
merupakan subberkas trivial yang menentukan suatu subberkas invertibel pada .
Sudut pandang lain diperoleh dari barisan eksak berkas
Menurut Lema 5.9, kumpulan data yang dideskripsikan di atas merupakan seksi global dari berkas hasil bagi .
Lema 20.8: realisasi sebagai berkas ideal
Misalkan domain integral. Setiap berkas invertibel pada
isomorfik dengan suatu berkas ideal.
Bukti
Menurut Lema 20.6, kita dapat langsung menganggap bahwa terdapat submodul invertibel
dari lapangan pecahan . Menurut Teorema 16.2, invertibilitas berarti bahwa terdapat keluarga
sedemikian sehingga
dengan . Misalkan suatu penyebut bersama bagi semua . Pemetaan perkalian
yang merupakan isomorfisme -modul dari , memetakan submodul ke suatu submodul isomorfik . Pada penutup yang diberikan, merupakan submodul berkas struktur, dan dengan demikian merupakan suatu ideal.
Secara umum, terdapat banyak cara untuk merealisasikan suatu berkas invertibel sebagai subberkas lapangan fungsi. Memang, dari satu realisasi dapat diperoleh realisasi baru hanya dengan mengalikannya dengan suatu .
Contoh 20.9: berkas struktur terpuntir di dalam berkas lapangan fungsi
Pada ruang projektif di atas lapangan , suatu berkas struktur terpuntir dapat dibenamkan ke dalam berkas lapangan fungsi sebagai berikut. Misalkan
unsur homogen berderajat . Pada setiap himpunan terbuka , pemetaan alami
merupakan suatu realisasi sebagai submodul.
Catatan edisi - indeks ruang dan variabel. Sumber menamai ruang , tetapi menulis lapangan fungsi rasional dengan variabel . Edisi mempertahankan kedua indeks itu sebagaimana sumber.
Lema 20.10: hasil kali tensor dan hasil kali subberkas
Misalkan skema integral dan
subberkas-subberkas invertibel dari berkas konstan untuk lapangan fungsi . Maka
dengan menyatakan subberkas dari yang, pada setiap titik , dibangkitkan pada tangkai oleh semua hasil kali dengan dan .
Bukti
Untuk lapangan pecahan dari suatu domain integral , perkalian alami memberi
Karena itu, pada skema integral berlaku isomorfisme
Dengan demikian terdapat homomorfisme alami
melalui perkalian. Karena dan invertibel, pemetaan ini secara lokal, dan karenanya secara global, merupakan isomorfisme ke berkas citranya.
Grup Picard dalam kasus faktorial
Lema 20.11: eksponen prima dapat dibaca setelah pelokalan
Misalkan domain faktorisasi tunggal. Pernyataan-pernyataan berikut berlaku.
Untuk , , berlaku
jika dan hanya jika muncul dengan eksponen dalam faktorisasi prima .
Dua ideal utama dan sama jika dan hanya jika, untuk setiap unsur prima , ideal
sama di dalam pelokalan .
Bukti
Lihat Soal 20.4.
Teorema 20.12: grup Picard domain faktorisasi tunggal
Grup Picard suatu domain faktorisasi tunggal bersifat trivial.
Bukti
Misalkan ideal invertibel, dan misalkan
suatu penutup terbuka sedemikian sehingga merupakan ideal utama. Secara khusus, untuk setiap unsur prima , ideal
merupakan ideal utama dan dengan demikian berbentuk , karena merupakan gelanggang valuasi diskret. Hanya berhingga banyak yang tak nol. Memang, untuk suatu unsur , , hanya ada berhingga banyak pembagi prima, sedangkan untuk semua unsur prima yang lain, merupakan unit di .
Kita klaim bahwa sama dengan ideal utama yang dibangkitkan oleh
Karena kesamaan ideal dapat diuji secara lokal pada suatu penutup, kita dapat berargumen di dalam . Pernyataan tersebut kemudian mengikuti dari Lema 20.11.
Lema 20.13: grup Picard himpunan terbuka dalam kasus faktorial
Misalkan domain faktorisasi tunggal dan Noether, dan suatu himpunan terbuka. Maka grup Picard dari bersifat trivial.
Bukti
Tuliskan
Kita melakukan induksi pada ; langkah awal jelas menurut Teorema 20.12. Jadi, kita dapat menganggap bahwa trivial pada
Menurut Catatan 20.2, berkas invertibel tersebut ditentukan oleh sebuah unit di atas
Menurut Teorema 9.8, dalam kasus faktorial berkas struktur, dan dengan demikian juga berkas unit, berbentuk sangat sederhana: suatu unsur merupakan unit pada tepat ketika
Karena itu, unit pada himpunan terbuka secara umum berbentuk
dengan unsur-unsur prima, suatu unit dalam , dan . Unsur merupakan unit pada
tepat ketika unsur-unsur yang terlibat, yakni yang mempunyai eksponen , membagi . Ini berarti bahwa membagi atau membagi semua unsur . Dalam kedua kasus, dapat ditulis sebagai hasil kali suatu unit pada dan suatu unit pada . Dengan unit-unit tersebut, berkas dapat ditrivialkan.
Korolari 20.14: memperluas berkas invertibel
Misalkan skema integral Noether dan suatu himpunan terbuka. Untuk setiap titik , andaikan gelanggang lokal bersifat faktorial. Maka setiap berkas invertibel pada dapat diperluas menjadi berkas invertibel pada .
Bukti
Misalkan berkas invertibel pada dan . Ambil lingkungan afin terbuka
dari , dengan bersesuaian dengan ideal prima . Menurut hipotesis, bersifat faktorial. Kita meninjau morfisme skema injektif
Himpunan terbuka beririsan tak kosong dengan dan dengan ; tuliskan irisan terakhir sebagai
karena titik generik bersesuaian dengan ideal nol dari . Berkas tarik balik pada trivial menurut Lema 20.13 dan berasal dari suatu -modul, serta juga dari suatu -modul . Karena dapat ditrivialkan, terdapat isomorfisme -modul
Isomorfisme ini dapat diperluas ke suatu lingkungan terbuka
Dengan demikian diperoleh suatu perluasan pada . Karena itu, himpunan terbuka dapat diganti berturut-turut dengan himpunan terbuka yang lebih besar tempat suatu perluasan tersedia. Karena sifat Noether, proses ini berakhir pada seluruh ruang.
Catatan edisi - operasi himpunan dalam bukti sumber. Kalimat sumber menyatakan bahwa perluasan ditemukan pada , lalu segera memperbesar himpunan terbuka. Edisi mempertahankan tanda irisan tersebut; secara logis, langkah memperbesar himpunan biasanya memerlukan .
Di bawah hipotesis di atas, homomorfisme restriksi alami
dengan demikian surjektif.
Contoh 20.15: grup Picard singularitas yang tertusuk
Tinjau gelanggang komutatif
di atas lapangan , dengan ideal maksimal
dan himpunan terbuka
Kita mempunyai
melalui . Gelanggang ini merupakan domain faktorisasi tunggal; karena itu, menurut Teorema 20.12, semua berkas invertibel pada trivial, dan demikian pula pada . Selanjutnya,
Jadi, suatu berkas invertibel pada ditentukan oleh isomorfisme
yang pada gilirannya bersesuaian dengan suatu unit dalam . Misalkan
suatu unit seperti itu. Unit-unit yang berasal dari atau , dan kombinasi multiplikatifnya, melalui Catatan 20.2 menghasilkan berkas invertibel trivial. Grup kelas sisanya terdiri atas
sehingga grup Picard sama dengan .
Contoh 20.16: grup Picard garis projektif
Tinjau garis projektif di atas lapangan dengan penutup standar
yang terdiri atas dua garis afin
dan
Menurut Teorema 20.12 dan Catatan 20.2, grup Picard garis projektif dapat dihitung dengan mengambil unit-unit dalam
modulo unit-unit pada kedua potongan afin tersebut. Hasilnya ialah grup
sehingga grup Picard isomorfik dengan .
Pernyataan terakhir ini berlaku secara umum untuk ruang projektif dengan ; lihat Teorema 22.12.
Lembar Kerja 20: Grup Picard
Tidak satu pun dari 13 soal pada batas revisi yang dibekukan mempunyai solusi publik. Tanda bintang solusi karena itu tidak digunakan dan edisi ini tidak menciptakan solusi baru.
Soal 20.1
Misalkan
sebuah morfisme skema. Buktikan bahwa penetapan
menentukan homomorfisme grup
Untuk dua soal berikut, perhatikan Catatan 20.3.
Soal 20.2
Misalkan
sebuah morfisme skema. Buktikan bahwa homomorfisme grup
dapat dideskripsikan dengan bantuan deskripsi kokikel dalam Catatan 20.2 sebagai berikut. Kokikel
untuk suatu penutup terbuka
dipetakan ke kokikel
terhadap penutup
dengan
menyatakan homomorfisme gelanggang yang terkait.
Soal 20.3
Misalkan
gelanggang bergradasi standar, dengan penutup terbuka
dari spektrum tertusuk dan penutup terbuka
dari spektrum projektif yang bersangkutan. Misalkan . Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.
Keluarga unit
menentukan kokikel
yang merepresentasikan berkas invertibel trivial pada .
Kokikel dari bagian (1) dapat dipandang sebagai kokikel pada spektrum projektif .
Berkas invertibel yang ditentukan pada oleh kokikel dari bagian (2) isomorfik dengan berkas struktur terpuntir (atau dengan ; di sini terdapat pilihan tanda).
Tarik balik sebuah berkas struktur terpuntir di bawah pemetaan kerucut bersifat trivial.
Catatan edisi - simbol gelanggang pada sumber. Sumber mendefinisikan , tetapi pada penutup spektrum tertusuk mencetak . Edisi mempertahankan simbol itu dan tidak menggantinya secara diam-diam dengan .
Soal 20.4
Misalkan domain faktorisasi tunggal. Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.
Untuk , , berlaku
jika dan hanya jika muncul dengan eksponen dalam faktorisasi prima .
Dua ideal utama dan sama jika dan hanya jika, untuk setiap unsur prima , ideal
sama di dalam pelokalan .
Soal berikut menjadi pengantar bagi Lema 20.13.
Soal 20.5
Misalkan domain faktorisasi tunggal dan . Dengan menggunakan Catatan 20.2, buktikan bahwa grup Picard dari
bersifat trivial.
Soal 20.6
Misalkan domain integral Noether sedemikian sehingga semua pelokalan bersifat faktorial. Misalkan suatu himpunan terbuka dan suatu titik berkodimensi (jadi ideal prima mempunyai tinggi ). Buktikan bahwa sebuah berkas invertibel pada memiliki perluasan unik ke suatu himpunan terbuka yang memuat dan .
Soal 20.7
Kita meninjau gelanggang bilangan kuadratik
dengan himpunan terbuka . Buktikan bahwa berkas struktur pada dapat diperluas dengan lebih dari satu cara menjadi berkas invertibel pada .
Soal 20.8
Buktikan bahwa grup Picard dari spektrum tertusuk
dari gelanggang lokal
sama dengan (bandingkan Contoh 20.15).
Catatan edisi - cakupan pelokalan pada formula sumber. Dalam kedua tampilan Soal 20.8, sumber menempatkan subskrip langsung pada di dalam hasil bagi. Edisi mempertahankan pengelompokan tercetak itu dan tidak memindahkan subskrip secara diam-diam ke seluruh gelanggang kelas sisa.
Soal 20.9
Buktikan bahwa pada spektrum tertusuk
untuk , terdapat berkas-berkas invertibel yang tidak dapat diperluas menjadi berkas invertibel pada
Soal 20.10
Buktikan bahwa berkas-berkas invertibel pada spektrum tertusuk
merupakan restriksi berkas ideal koheren yang terkait dengan ideal-ideal
di dalam .
Soal 20.11
Misalkan
Untuk , tinjau aljabar-aljabar
dan pemetaan spektrum yang terkait
Buktikan bahwa, di atas
pemetaan-pemetaan merupakan bundel garis yang tidak trivial untuk . Buktikan pula bahwa untuk , bukan bundel garis di atas .
Soal 20.12
Misalkan
ruang projektif di atas lapangan . Buktikan bahwa grup Picard dari himpunan terbuka
isomorfik dengan .
Soal 20.13
Misalkan
ruang projektif di atas lapangan . Buktikan bahwa untuk , grup Picard dari isomorfik dengan .
Cakupan Solusi Publik Lembar Kerja 20
Pada batas revisi yang dibekukan, ketiga belas halaman kandidat solusi (Soal 20.1-20.13) berstatus missing dalam bukti kueri resmi. Karena itu, tidak ada solusi publik yang dapat diterjemahkan untuk unit ini dan edisi tidak menciptakan atau menyiratkan solusi baru.
Peta urutan soal dan bukti kandidat tetap menjadi rekaman cakupan sumber, termasuk hasil negatif untuk setiap nomor soal.
Kredit media BGK Unit 20
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 20 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 20.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 21: Skema Normal
Gelanggang normal
Definisi 21.1: gelanggang pecahan total
Misalkan gelanggang komutatif dan himpunan semua unsur bukan pembagi nol dalam . Pelokalan disebut gelanggang pecahan total dan dilambangkan dengan
Definisi 21.2: gelanggang normal
Gelanggang komutatif disebut normal jika tertutup secara integral di dalam gelanggang pecahan totalnya.
Definisi 21.3: normalisasi
Misalkan gelanggang komutatif dan gelanggang pecahan totalnya. Penutupan integral di dalam disebut normalisasi .
Contoh 21.4: normalisasi salib sumbu
Kita menentukan normalisasi gelanggang
di atas suatu lapangan . Unsur bukan pembagi nol. Untuk unsur
berlaku
Jadi unsur ini memenuhi persamaan keintegralan dan dengan demikian termasuk normalisasi.
Catatan edisi - cakupan contoh sumber. Sumber mengumumkan penentuan normalisasi, tetapi bagian yang tersedia hanya membuktikan bahwa unsur integral atas . Edisi tidak melengkapi perhitungan yang tidak diberikan oleh sumber. Sumber juga beralih ke notasi tanpa terlebih dahulu menetapkan simbol bagi gelanggang yang ditampilkan.
Gelanggang valuasi diskret
Definisi 21.5: gelanggang valuasi diskret
Suatu gelanggang valuasi diskret adalah domain ideal utama yang, hingga asosiasi, mempunyai tepat satu unsur prima.
Definisi 21.6: orde
Misalkan , , suatu unsur dalam gelanggang valuasi diskret dengan unsur prima . Bilangan yang memenuhi
dengan suatu satuan, disebut orde dan dilambangkan dengan
Lema 21.7: sifat-sifat orde
Misalkan gelanggang valuasi diskret dengan ideal maksimal . Pemetaan orde
mempunyai sifat-sifat berikut.
Berlaku
Berlaku
Berlaku jika dan hanya jika .
Berlaku jika dan hanya jika .
Bukti
Lihat Soal 21.7.
Catatan edisi - domain fungsi orde. Sumber mendefinisikan pada , tetapi bagian 2 tidak mengecualikan . Pernyataan sumber dipertahankan; apabila tidak didefinisikan, pertaksamaan itu hanya bermakna untuk .
Kita mengutip teorema karakterisasi berikut. Secara khusus, teorema ini menyatakan bahwa domain integral lokal normal berdimensi satu merupakan gelanggang valuasi diskret, sehingga merupakan domain faktorisasi tunggal dan bersifat reguler. Karena itu, untuk suatu domain integral normal dan Noether , semua pelokalan pada ideal prima berketinggian merupakan gelanggang valuasi diskret.
Teorema 21.8: karakterisasi gelanggang valuasi diskret
Misalkan domain integral lokal dan Noether yang mempunyai tepat dua ideal prima
Pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen.
- merupakan gelanggang valuasi diskret.
- merupakan domain ideal utama.
- merupakan domain faktorisasi tunggal.
- normal.
- merupakan ideal utama.
Lema 21.9: orde sebagai dimensi ruang vektor
Misalkan lapangan dan gelanggang valuasi diskret di atas yang lapangan residunya sama dengan . Untuk setiap , , orde sama dengan dimensi ruang vektor atas dari :
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Soal 21.2 melalui induksi pada orde .
Skema normal
Definisi 21.10: skema normal
Suatu skema disebut normal jika setiap gelanggang lokal , untuk , merupakan gelanggang normal.
Lema 21.11: kriteria afin bagi kenormalan
Untuk suatu skema , sifat-sifat berikut ekuivalen.
normal.
Untuk setiap subhimpunan terbuka afin dari , gelanggang normal.
Terdapat penutup terbuka afin
dengan setiap gelanggang normal.
Bukti
Implikasi langsung. Andaikan (3) berlaku. Untuk setiap titik , terdapat lingkungan terbuka afin
dengan normal. Dalam hal ini
untuk suatu ideal prima dari . Menurut Teorema 42.3 dalam Aljabar Komutatif, juga normal.
Catatan edisi - arah implikasi dalam sumber. Sumber menyatakan tiga sifat yang ekuivalen dan memberikan serta , tetapi tidak menuliskan argumen untuk . Edisi tidak menciptakan bukti yang tidak tersedia.
Teorema 21.12: perpotongan pelokalan berketinggian satu
Misalkan domain integral normal dan Noether. Maka
dengan merentang semua ideal prima berketinggian dari .
Bukti
Misalkan dan andaikan . Menurut Lema 44.12 dalam Aljabar Komutatif, terdapat ideal prima yang terasosiasi dengan suatu gelanggang faktor oleh ideal utama dan memenuhi
Dengan demikian, adalah ideal anihilator suatu unsur modulo ideal utama . Melalui pelokalan, kita boleh mengandaikan bahwa merupakan ideal maksimal . Tinjau submodul-
Kita mempunyai
Karena maksimal, berlaku
atau
Dalam kasus pertama, Lema 41.7 dalam Aljabar Komutatif menyatakan bahwa unsur-unsur integral atas . Kenormalan kemudian memberi . Karena
kita juga mempunyai
sehingga
suatu kontradiksi. Jadi berlaku kasus kedua, . Karena itu terdapat dan yang memenuhi
Untuk , kita kemudian mempunyai
Jadi dan dengan demikian merupakan ideal utama. Menurut Teorema 21.8, merupakan gelanggang valuasi diskret dan mempunyai ketinggian .
Catatan edisi - pergantian notasi dalam bukti. Bukti sumber mula-mula menulis , lalu memperkenalkan kelas modulo dan menggunakan pecahan tanpa menyatakan hubungan notasi itu dengan . Edisi mempertahankan urutan argumen sumber dan tidak menambahkan identifikasi yang tidak diberikan.
Lembar Kerja 21: Gelanggang Valuasi Diskret
Tanda bintang menunjukkan tepat tiga soal yang mempunyai solusi publik pada batas revisi yang dibekukan, yaitu Soal 21.3, 21.9, dan 21.10. Sepuluh soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 21.1
Deskripsikan spektrum suatu gelanggang valuasi diskret.
Soal 21.2
Misalkan gelanggang valuasi diskret dan . Misalkan pula
lapangan residu . Buktikan bahwa untuk setiap terdapat isomorfisme modul-
Soal 21.3 ★
Misalkan gelanggang valuasi diskret dengan lapangan pecahan . Buktikan bahwa tidak ada gelanggang antara sejati antara dan .
Soal 21.4
Misalkan gelanggang valuasi diskret dengan lapangan pecahan . Karakterisasikan submodul- dari yang dibangkitkan secara hingga. Ke bentuk apakah suatu sistem pembangkit dapat dibawa?
Soal 21.5
Misalkan lapangan berkarakteristik , dengan , dan . Buktikan bahwa ketiga “orde” di titik berikut bertepatan.
Orde pelenyapan di titik , yaitu orde minimum suatu turunan formal yang memenuhi
Eksponen faktor linear dalam faktorisasi .
Orde di dalam pelokalan
dari pada ideal maksimal .
Catatan edisi - perbedaan dengan saksi PDF kursus. Entitas Web semantik yang dibekukan menyatakan “orde minimum” turunan formal yang tidak nol, seperti pada bagian 1 di atas. Saksi PDF kursus pada halaman 189 memuat rumusan lama “orde maksimum” turunan dengan . Edisi mengikuti entitas Web beku dan mencatat perbedaan substantif ini tanpa menggabungkan kedua rumusan secara diam-diam.
Soal 21.6
Misalkan lapangan dan lapangan fungsi rasional di atas . Carilah gelanggang valuasi diskret
yang memenuhi
Soal 21.7
Misalkan gelanggang valuasi diskret dengan ideal maksimal . Buktikan bahwa pemetaan orde
mempunyai sifat-sifat berikut.
Berlaku
Berlaku
Berlaku jika dan hanya jika .
Berlaku jika dan hanya jika .
Catatan edisi - domain fungsi orde. Sumber mendefinisikan pada , tetapi bagian 2 tidak mengecualikan . Pernyataan sumber dipertahankan; apabila tidak didefinisikan, pertaksamaan itu hanya bermakna untuk .
Soal 21.8
Tetapkan suatu bilangan prima . Untuk setiap bilangan bulat , misalkan menyatakan eksponen kemunculan bilangan prima dalam faktorisasi prima .
Buktikan bahwa pemetaan
surjektif.
Buktikan bahwa
Carilah perpanjangan
dari pemetaan yang diberikan yang merupakan homomorfisme grup; di sini dilengkapi perkalian dan dilengkapi penjumlahan.
Deskripsikan kernel homomorfisme grup pada bagian 3.
Soal 21.9 ★
Misalkan lapangan dan
homomorfisme grup surjektif yang memenuhi
untuk semua . Buktikan bahwa
merupakan gelanggang valuasi diskret.
Catatan edisi - domain valuasi. Sumber mendefinisikan hanya pada , tetapi menuliskan tanpa mengecualikan . Pernyataan sumber dipertahankan; pertaksamaan tersebut hanya bermakna ketika kecuali diperpanjang ke nol.
Soal 21.10 ★
Misalkan
titik mulus pada suatu kurva bidang tak tereduksi. Buktikan bahwa gelanggang lokal yang bersesuaian merupakan gelanggang valuasi diskret.
Soal 21.11
Misalkan
lingkaran satuan di atas suatu lapangan , dan misalkan suatu titik.
Buktikan bahwa gelanggang lokal dari di titik merupakan gelanggang valuasi diskret.
Simpulkan bahwa gelanggang koordinat
normal. Sumber menyatakan bahwa boleh dianggap tertutup secara aljabar.
Buktikan bahwa
bukan domain faktorisasi tunggal.
Tentukan orde dan di dalam gelanggang lokal pada titik .
Catatan edisi - hipotesis lapangan dalam sumber. Sumber tidak membatasi karakteristik dan sekaligus mengizinkan dianggap tertutup secara aljabar pada bagian 2, sedangkan klaim sebagai domain faktorisasi tunggal pada bagian 3 bergantung pada lapangan dasar; dalam karakteristik , persamaan yang ditampilkan bahkan merupakan kuadrat. Edisi mempertahankan soal sebagaimana tersedia dan tidak memasukkan hipotesis baru.
Soal 21.12
Misalkan lapangan. Suatu deret pangkat dalam satu variabel di atas adalah ekspresi formal berbentuk
Jadi, dapat terdapat tak hingga banyak koefisien yang tidak nol. Definisikan struktur gelanggang pada himpunan semua deret pangkat yang memperluas struktur gelanggang pada gelanggang polinomial dalam satu variabel. Buktikan bahwa gelanggang ini merupakan gelanggang valuasi diskret.
Suatu modul yang tidak mempunyai unsur torsi selain disebut bebas torsi.
Soal 21.13
Buktikan bahwa setiap modul yang bebas torsi dan dibangkitkan secara hingga di atas suatu gelanggang valuasi diskret merupakan modul bebas.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 21
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat tiga solusi publik di antara 13 soal, yaitu solusi Soal 21.3, 21.9, dan 21.10. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 21.1–21.2, 21.4–21.8, dan 21.11–21.13. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Solusi Soal 21.3
Misalkan ideal maksimal adalah
Lapangan pecahan adalah
dan di dalam lapangan ini setiap unsur tak nol berbentuk
Misalkan
Maka terdapat unsur
dengan . Akan tetapi, kita juga mempunyai dan
Jadi .
Solusi Soal 21.9
Pertama-tama kita buktikan bahwa merupakan subgelanggang dari lapangan . Kita mempunyai
Karena homomorfisme grup, harus berlaku
Untuk unsur , berlaku
dan karena homomorfisme grup,
serta, menurut asumsi,
Jadi tertutup terhadap perkalian dan penjumlahan. Selain itu,
sehingga dan . Dengan demikian, juga tertutup terhadap pengambilan negatif dan merupakan gelanggang komutatif.
Selanjutnya, harus merupakan gelanggang lokal. Kita klaim bahwa
merupakan satu-satunya ideal maksimal. Himpunan ini memuat , dan karena
himpunan ini tertutup terhadap penjumlahan. Untuk dan , berlaku
dan karena itu
sehingga himpunan ini tertutup terhadap perkalian oleh unsur . Jadi merupakan ideal.
Komplemen terdiri tepat atas unsur dengan
Untuk unsur seperti itu,
sehingga . Jadi semua unsur dalam merupakan satuan. Oleh karena itu, merupakan ideal maksimal.
Masih harus dibuktikan bahwa merupakan gelanggang valuasi diskret. Ambil dengan
Unsur seperti ini ada karena diasumsikan surjektif. Kita buktikan bahwa merupakan unsur prima. Secara umum, untuk , unsur merupakan kelipatan tepat ketika
sebab kondisi itu ekuivalen dengan . Sekarang misalkan untuk . Maka
Karena itu, atau , sehingga salah satu dari atau merupakan kelipatan . Jadi merupakan unsur prima.
Dengan argumen yang sama, setiap unsur tak nol dengan
berasosiasi dengan . Dengan demikian, merupakan domain ideal utama dengan tepat ideal-ideal
Catatan edisi - domain valuasi. Sumber mendefinisikan hanya pada , tetapi di dalam solusi mengevaluasi , , , dan untuk unsur yang hanya dinyatakan berada di , padahal . Edisi mempertahankan bukti sumber tanpa menambahkan konvensi atau pemisahan kasus nol.
Solusi Soal 21.10
Pertama, merupakan gelanggang lokal dan Noether yang, menurut fakta sumber tentang komponen pada titik mulus, merupakan domain integral. Karena itu, ideal primanya hanyalah ideal nol dan ideal maksimal . Kita akan membuktikan bahwa ideal maksimal tersebut merupakan ideal utama.
Kita boleh mengandaikan bahwa adalah titik asal dan menulis sebagai
dengan . Bentuk ini tersedia karena merupakan titik mulus. Melalui suatu transformasi variabel, kita dapat membuat
Di dalam , kita dapat mengumpulkan semua pangkat yang berdiri sendiri, yaitu monomial-monomial yang tidak memuat , dan mengeluarkan faktor dari suku-suku lainnya. Persamaan kemudian dapat ditulis sebagai
dengan
Unsur merupakan satuan dalam , dan terlebih lagi dalam gelanggang lokal kurva di titik asal,
Karena itu, di dalam berlaku hubungan
Jadi ideal maksimal dalam gelanggang lokal dibangkitkan oleh saja. Menurut Teorema 21.8, merupakan gelanggang valuasi diskret.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 21.1, 21.2, 21.4, 21.5, 21.6, 21.7, 21.8, 21.11, 21.12, atau 21.13. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 21
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 21 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 21.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 22: Grup Kelas Pembagi
Pembagi Weil
Kita menyebut suatu subhimpunan tertutup tak tereduksi berkodimensi dalam skema integral sebagai pembagi prima. Jika normal dan Noether, gelanggang lokal di titik generik dari merupakan gelanggang valuasi diskret. Oleh karena itu, setiap unsur
dari lapangan fungsi mempunyai orde yang terdefinisi dengan baik di sepanjang , yang kita lambangkan dengan . Jika menyatakan uniformisator, yaitu pembangkit ideal maksimal, dalam gelanggang valuasi diskret , kita dapat menulis
dengan suatu satuan dari gelanggang tersebut dan . Eksponen ini disebut orde di sepanjang . Orde positif berarti nol, sedangkan orde negatif berarti kutub. Jika
merupakan subhimpunan terbuka afin dengan , maka bersesuaian dengan ideal prima bertinggi dalam , dan untuk gelanggang lokal berlaku
Definisi 22.1: pembagi utama
Misalkan skema integral normal dan Noether dengan lapangan fungsi , dan misalkan , . Jumlah formal
dengan menyatakan orde dalam gelanggang lokal pada , disebut pembagi utama yang ditentukan oleh .
Jadi, pembagi utama mendeskripsikan perilaku nol dan kutub fungsi . Pertama-tama kita tunjukkan bahwa pembagi utama merupakan jumlah hingga.
Lema 22.2: dukungan pembagi utama berhingga
Misalkan skema integral normal dan Noether dengan lapangan fungsi , dan misalkan , . Maka hanya ada berhingga banyak pembagi prima dengan
Bukti
Misalkan suatu subhimpunan terbuka afin tak kosong dengan
Karena titik generik termasuk dalam , pembagi-pembagi prima yang tidak berpotongan dengan merupakan komponen-komponen tak tereduksi dari . Himpunan tertutup dalam dan karena itu Noether, sehingga hanya mempunyai berhingga banyak komponen. Jadi, tinggal dipertimbangkan pembagi-pembagi prima yang berpotongan dengan . Titik-titik generiknya bersesuaian dengan ideal prima bertinggi dalam . Kita mempunyai
dan nilainya positif hanya jika . Ideal-ideal prima bertinggi yang terletak di atas adalah ideal-ideal prima minimal dari ; karena gelanggangnya Noether, hanya ada berhingga banyak ideal demikian.
Definisi 22.3: pembagi Weil
Misalkan skema integral normal dan Noether. Jumlah formal
dengan menjelajahi pembagi-pembagi prima dan hanya berhingga banyak yang bukan nol, disebut pembagi Weil pada .
Pembagi Weil merupakan penetapan bebas atas perilaku nol atau kutub yang “secara teoretis mungkin” bagi suatu fungsi rasional. Akan tetapi, penetapan seperti itu tidak harus dapat diwujudkan oleh suatu fungsi. Pembagi yang semua bilangannya disebut efektif. Pada kurva normal tak tereduksi (jadi mulus) , pembagi prima hanyalah sebuah titik tertutup. Dalam hal ini, pembagi Weil adalah jumlah hingga
Definisi 22.4: grup pembagi Weil
Misalkan skema integral normal dan Noether. Grup semua pembagi Weil, dengan penjumlahan per komponen, disebut grup pembagi Weil dari . Grup ini dilambangkan dengan
Lema 22.5: pembagi utama membentuk homomorfisme grup
Misalkan skema integral normal dan Noether dengan lapangan fungsi . Maka pemetaan
merupakan homomorfisme grup.
Bukti
Menurut Lema 22.2, pembagi utama dari memang merupakan pembagi Weil. Untuk pembagi prima tetap beserta gelanggang valuasi diskret yang terkait, sifat homomorfisme mengikuti dari Lema 21.7 (1).
Grup kelas pembagi
Definisi 22.6: grup kelas pembagi
Misalkan skema integral normal dan Noether dengan lapangan fungsi . Grup faktor
disebut grup kelas pembagi dari .
Untuk domain integral normal dan Noether , secara serupa
disebut grup kelas pembagi gelanggang . Dalam konteks teori bilangan, ketika adalah gelanggang bilangan bulat dalam suatu perluasan hingga dari , grup ini juga disebut grup kelas ideal. Pembagi-pembagi yang menentukan kelas pembagi yang sama disebut ekuivalen secara linear.
Teorema 22.7: kriteria faktorisasi tunggal melalui pembagi
Misalkan domain integral normal dan Noether, dan misalkan menyatakan grup kelas pembagi . Pernyataan berikut ekuivalen.
- adalah domain faktorisasi tunggal.
- Setiap ideal prima bertinggi merupakan ideal utama.
- Setiap pembagi merupakan pembagi utama.
- .
Bukti
Andaikan (1) berlaku dan adalah ideal prima bertinggi . Ada , . Unsur ini mempunyai faktorisasi prima
Karena prima, kita harus mempunyai untuk suatu . Syarat tinggi kemudian memberi
Sekarang andaikan setiap ideal prima bertinggi merupakan ideal utama. Dengan
kita mempunyai relasi pembagi
sebab tidak termuat dalam ideal prima bertinggi yang lain dan, dalam , unsur juga membangkitkan . Dengan demikian, pembangkit-pembangkit grup kelas pembagi merupakan pembagi utama, sehingga semua pembagi merupakan pembagi utama. Ekuivalensi (3) dan (4) jelas.
Catatan edisi - nama grup dalam sumber. Pada langkah ini, sumber mencetak Divisorenklassengruppe (grup kelas pembagi), meskipun argumen memakai pembagi-pembagi prima sebagai pembangkit. Edisi mempertahankan nama grup yang dicetak dan tidak menggantinya secara diam-diam dengan grup pembagi.
Selanjutnya andaikan setiap pembagi merupakan pembagi utama. Untuk setiap ideal prima bertinggi , terdapat , , dengan
Karena pembagi utama ini tak negatif, Teorema 21.12 memberi . Jadi, di antara ideal-ideal prima bertinggi , hanya termuat dalam . Misalkan
Maka
sehingga , yakni , dan karena itu .
Terakhir, andaikan (2) berlaku dan ambil , . Misalkan adalah ideal-ideal prima minimal di atas . Menurut teorema ideal utama Krull, semuanya bertinggi . Misalkan dengan unsur prima . Kita mempunyai
Unsur mempunyai pembagi utama yang sama. Oleh karena itu, hasil bagi
adalah satuan, dan
dengan suatu satuan . Jadi adalah domain faktorisasi tunggal.
Catatan edisi - subskrip unsur prima. Pada langkah terakhir, sumber menuliskan tetapi kemudian menyebut unsur prima . Edisi mempertahankan subskrip yang dicetak; hasil kali berikutnya kembali memakai .
Contoh 22.8: grup kelas pembagi ruang projektif
Kita akan memahami pembagi Weil dan grup kelas pembagi ruang projektif di atas suatu lapangan , dengan . Perhatikan dekomposisi saling lepas
Dengan kata lain, kita menetapkan hiperbidang
“di tak hingga”. Maka suatu pembagi prima ruang projektif sama dengan hiperbidang di kanan, atau berpotongan tak kosong dengan ruang afin di kiri dan dapat dipandang sebagai ideal prima bertinggi dalam gelanggang polinomial
Setiap fungsi dalam lapangan fungsi dapat ditulis secara unik, hingga penskalaan dan pencoretan faktor persekutuan, sebagai
dengan
Dengan faktorisasi prima dan , kita dapat langsung menulis
dengan konstanta dan , lalu membaca pembagi utama sejauh menyangkut komponen-komponen dalam ruang afin. Orde “di tak hingga” dari pada diperoleh sebagai berikut. Gelanggang lokal pada pembagi prima ini adalah
Kita menulis (dan demikian pula atau ) dengan mengganti setiap oleh
Ekspresi ini dipandang sebagai fungsi rasional dalam satu variabel di atas lapangan
Derajatnya terhadap , yang biasanya negatif, adalah ordenya. Sebagai contoh,
sehingga ordenya adalah .
Karena gelanggang polinomial adalah domain faktorisasi tunggal, pada ruang afin setiap pembagi Weil sama dengan suatu pembagi utama. Jadi setiap pembagi Weil ekuivalen secara linear dengan pembagi berbentuk
Kelas juga disebut kelas hiperbidang. Jika , pembagi tersebut bukan pembagi utama: pembagi utama seperti itu trivial pada ruang afin dan karenanya harus berasal dari suatu konstanta, sedangkan konstanta juga mempunyai orde di tak hingga. Dengan demikian, grup kelas pembagi ruang projektif adalah , dan sebarang hiperbidang dapat dipilih sebagai pembangkit.
Catatan edisi - indeks pada tampilan gelanggang lokal. Sumber memakai untuk dimensi ruang projektif, tetapi menuliskan dalam tampilan gelanggang lokal. Edisi mempertahankan kedua indeks itu sebagaimana dicetak.
Grup kelas pembagi dan grup Picard
Sekarang kita membahas hubungan antara pembagi dan subberkas invertibel dari berkas lapangan fungsi , serta hubungan antara grup kelas pembagi dan grup Picard. Suatu subberkas invertibel
menentukan, untuk setiap titik , suatu submodul yang bebas berank ,
Jika merupakan gelanggang valuasi diskret dengan uniformisator , seperti yang terjadi pada skema normal untuk setiap titik generik pembagi prima, maka
untuk suatu yang unik. Bilangan ini kita lambangkan dengan jika adalah pembagi prima tersebut.
Teorema 22.9: subberkas invertibel dan pembagi Weil
Misalkan skema integral Noether yang faktorial lokal. Submodul-submodul yang invertibel dari berkas lapangan fungsi konstan dan pembagi-pembagi Weil saling bersesuaian melalui
dan
dengan
untuk subhimpunan terbuka . Korespondensi ini kompatibel dengan struktur grup; subberkas trivial bersesuaian dengan pembagi utama. Ideal invertibel
bersesuaian dengan pembagi efektif.
Catatan edisi - dua tampilan sumber. Pada pemetaan pertama, sumber tidak mencetak faktor setelah , walaupun bukti kemudian menulis . Dalam definisi , sumber membandingkan langsung dengan pembagi , tanpa menamai koefisiennya. Kedua tampilan dipertahankan apa adanya.
Bukti
Ada liputan afin terbuka hingga
dengan
di mana dan . Menurut Lema 22.2, untuk setiap hanya berhingga banyak pembagi Weil tak tereduksi dalam yang memenuhi
Karena itu,
memang merupakan pembagi Weil.
Sebaliknya, misalkan pembagi Weil dan subberkas terkait dari berkas konstan untuk lapangan fungsi. Kita harus menunjukkan bahwa invertibel. Ambil titik dan lingkungan terbuka afin
Menurut hipotesis, gelanggang lokal adalah domain faktorisasi tunggal. Menurut Teorema 22.7, pembagi yang terdiri atas semua komponen tak tereduksi yang melalui merupakan pembagi utama. Dengan membuang komponen-komponen yang tidak melalui , kita dapat mengganti dengan lingkungan afin lebih kecil dari tempat pembagi tersebut merupakan pembagi utama. Jadi, di sana berlaku
untuk suatu , dan kemudian
Sekarang kita harus menunjukkan bahwa kedua korespondensi ini saling invers. Mulailah dengan suatu subberkas invertibel dan gunakan notasi di atas. Pada berlaku
Oleh karena itu, untuk , keanggotaan
berlaku tepat ketika relasi pembagi utama
berlaku pada . Menurut Teorema 21.12, ini ekuivalen dengan
Jika kita mulai dengan pembagi Weil, secara lokal pembagi itu sama dengan pembagi utama. Unsur lapangan fungsi yang mempunyai pembagi utama tersebut kemudian membangkitkan secara lokal berkas invertibel terkait, dan unsur yang sama dipakai untuk menghitung kembali pembagi terkait.
Catatan edisi - notasi pada akhir bukti sumber. Setelah memakai pembangkit pada , sumber mencetak . Edisi tidak mengganti indeks atau himpunan terbukanya secara diam-diam.
Dalam korespondensi di atas, ideal bersesuaian dengan pembagi efektif, dan ideal utama bersesuaian dengan pembagi utama . Ada pula alasan yang baik untuk mengubah korespondensi tersebut dengan memasukkan negasi. Dengan konvensi itu, pembagi efektif bersesuaian dengan suatu seksi global dalam berkas invertibel terkait.
Teorema 22.10: grup kelas pembagi dan grup Picard
Misalkan skema integral Noether yang faktorial lokal. Maka grup kelas pembagi sama dengan grup Picard .
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Lema 20.6 dan Teorema 22.9.
Korolari 22.11: kasus skema mulus
Misalkan skema mulus di atas lapangan tertutup secara aljabar . Maka grup kelas pembagi sama dengan grup Picard .
Bukti
Pada skema mulus, gelanggang-gelanggang lokalnya reguler menurut Teorema 18.16, dan gelanggang-gelanggang tersebut adalah domain faktorisasi tunggal menurut Teorema 25.12 dari Teori Singularitas (Osnabrück 2019). Karena itu, pernyataan mengikuti dari Teorema 22.10.
Teorema 22.12: grup Picard ruang projektif
Grup Picard ruang projektif , dengan , di atas lapangan adalah . Berkas-berkas invertibel pada ruang projektif direpresentasikan oleh berkas struktur terpilin
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 22.10 dan Contoh 22.8. Berdasarkan korespondensi eksplisit dalam Teorema 22.9, negatif dari kelas hiperbidang bersesuaian dengan bundel tautologis .
Lembar Kerja 22: Grup Kelas Pembagi
Tanda bintang menandai Soal 22.19. Pemeriksaan judul kandidat yang dicatat oleh QA menemukan bahwa inilah tepat satu soal dengan halaman solusi publik. Sembilan belas judul kandidat lainnya tidak ada; edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 22.1
Tentukan pembagi utama dari
pada .
Soal 22.2
Tentukan pembagi utama dari
pada garis projektif
Soal 22.3
Tentukan pembagi utama dari
pada garis projektif
untuk lapangan dan .
Soal 22.4
Perhatikan garis projektif
di atas suatu lapangan , serta garis afin
dengan gelanggang seksi global
Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.
- Pembagi utama suatu polinomial tidak mempunyai orde negatif (tidak mempunyai kutub) di .
- Orde suatu polinomial di adalah negatif dari derajat .
- Misalkan dan tertutup secara aljabar. Maka merupakan pembagi utama jika dan hanya jika
Soal 22.5
Misalkan
ruang projektif di atas lapangan . Buktikan bahwa pembagi-pembagi Weil efektif pada bersesuaian dengan polinomial-polinomial homogen ternormalisasi
Soal 22.6
Buktikan bahwa pada ruang projektif di atas suatu lapangan, setiap dua hiperbidang
dan
ekuivalen secara linear.
Catatan edisi - variabel yang berulang dalam sumber. Kedua persamaan sumber mencetak pada dua suku pertamanya. Edisi mempertahankan rumus itu dan tidak mengganti suku kedua secara diam-diam.
Soal 22.7
Misalkan
suatu hipermuka tak tereduksi berderajat dalam ruang projektif di atas suatu lapangan, yang kita pandang sebagai unsur grup kelas pembagi. Buktikan bahwa ekuivalen secara linear dengan , dengan menyatakan kelas suatu hiperbidang.
Soal 22.8
Buktikan bahwa himpunan semua hiperbidang dalam suatu ruang projektif dengan sendirinya membentuk ruang projektif berdimensi sama.
Soal 22.9
Misalkan adalah titik-titik (tertutup) dalam ruang projektif yang tidak semuanya terletak dalam satu hiperbidang. Misalkan .
- Buktikan bahwa tidak termuat dalam subruang projektif berdimensi .
- Buktikan bahwa himpunan semua hiperbidang yang memuat titik-titik membentuk subruang projektif berdimensi di dalam ruang semua hiperbidang.
Soal 22.10
Misalkan skema integral normal dan Noether, dan misalkan subhimpunan tertutup berkodimensi . Buktikan bahwa grup kelas pembagi dari sama dengan grup kelas pembagi dari .
Soal 22.11
Misalkan skema integral normal dan Noether, dan misalkan subhimpunan terbuka. Buktikan bahwa dengan membuang pembagi-pembagi prima yang tidak berpotongan dengan , kita memperoleh homomorfisme grup surjektif
Buktikan bahwa pembagi utama dipetakan ke pembagi utama, sehingga terdapat homomorfisme grup surjektif
Soal 22.12
Misalkan skema integral normal dan Noether, dan misalkan suatu titik. Buktikan bahwa dengan membuang pembagi-pembagi prima yang tidak melalui , kita memperoleh homomorfisme grup surjektif
Buktikan bahwa pembagi utama dipetakan ke pembagi utama, sehingga terdapat homomorfisme grup surjektif
Soal 22.13
Misalkan
suatu pembagi Weil ruang projektif , dengan pembagi-pembagi prima yang terlibat dideskripsikan oleh unsur-unsur prima homogen
Perhatikan polinomial
berderajat
Buktikan bahwa subberkas invertibel terkait dalam berkas lapangan fungsi menurut Teorema 22.9 sama dengan realisasi berkas struktur terpilin
melalui perkalian dengan dari Contoh 20.9.
Catatan edisi - sebutan polinomial dalam sumber. Sumber menyebut suatu polinomial, meskipun koefisien dari pembagi Weil umum dapat bernilai negatif. Edisi mempertahankan sebutan dan rumus sumber tanpa mengasumsikan bahwa pembaginya efektif.
Dalam soal-soal berikutnya, untuk pembagi kita bekerja dengan
Jadi, untuk subhimpunan terbuka ,
Catatan edisi - konvensi yang dicetak sumber. Sumber menuliskan dan membandingkan langsung dengan , tanpa menamai koefisien pembagi. Edisi mempertahankan notasi tersebut.
Soal 22.14
Misalkan skema integral projektif yang faktorial lokal di atas lapangan tertutup secara aljabar , dan misalkan pembagi Weil pada dengan berkas terkait . Buktikan bahwa terdapat korespondensi alami antara pembagi-pembagi Weil efektif yang ekuivalen secara linear dengan dan seksi-seksi global tak trivial dari , dengan dua seksi diidentifikasi jika keduanya berbeda hanya melalui penskalaan.
Soal 22.15
Misalkan skema integral Noether yang faktorial lokal dan subberkas invertibel dari berkas lapangan fungsi konstan. Misalkan
suatu seksi tak trivial. Buktikan bahwa himpunan nol , yaitu
secara alami merupakan pembagi Weil efektif pada sedemikian sehingga
Soal 22.16
Misalkan
faktorisasi prima suatu polinomial homogen
berderajat di atas lapangan tertutup secara aljabar , dengan polinomial-polinomial prima homogen , dan misalkan
pembagi Weil terkait pada ruang projektif . Buktikan pernyataan-pernyataan berikut.
- Setiap pembagi Weil efektif pada ruang projektif dapat disajikan dalam bentuk ini, secara unik hingga penskalaan.
- Secara himpunan berlaku
- Misalkan kurva projektif mulus yang tidak termuat dalam . Maka menginduksi pembagi Weil pada kurva dengan mengambil, pada setiap titik , orde dalam .
- Restriksi berkas invertibel isomorfik dengan berkas invertibel pada yang terkait dengan . Jadi,
- Pembagi-pembagi yang ekuivalen secara linear pada ruang projektif menginduksi pembagi-pembagi yang ekuivalen secara linear pada kurva.
Catatan edisi - indeks dalam sumber. Faktorisasi sumber memakai faktor, sedangkan jumlah dan gabungan memakai batas ; pada gabungan, indeks yang dijumlahkan adalah tetapi sukunya dicetak . Semua indeks tersebut dipertahankan sebagaimana sumber.
Soal 22.17
Misalkan pembagi Weil efektif dalam ruang projektif dengan sekurang-kurangnya satu komponen positif. Buktikan bahwa mempunyai irisan tak kosong dengan setiap kurva projektif .
Gunakan fakta bahwa afin dan kurva projektif tidak afin.
Khususnya, dua kurva dalam bidang projektif selalu mempunyai irisan tak kosong. Untuk kurva mulus, kita juga dapat menggunakan Soal 22.16. Sifat ini sama sekali tidak berlaku untuk semua permukaan projektif, sebagaimana diperlihatkan oleh contoh-contoh berikut.
Soal 22.18
Buktikan bahwa pada permukaan projektif
terdapat garis-garis yang saling lepas, dipandang sebagai objek dalam ruang projektif.
Soal 22.19 ★
Buktikan bahwa pada permukaan projektif
berderajat di atas lapangan tertutup secara aljabar dengan karakteristik , terdapat garis-garis yang saling lepas, dipandang sebagai objek dalam ruang projektif.
Soal 22.20
Misalkan dan dua lingkaran konsentris dalam berpusat di . Tentukan titik-titik perpotongan kedua lingkaran, dipandang sebagai kurva projektif, dalam bidang projektif .
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 22
Pemeriksaan judul kandidat yang dicatat oleh QA, berdasarkan urutan 20 soal dalam revisi lembar kerja yang dibekukan, menemukan tepat satu halaman solusi publik, yaitu solusi Soal 22.19. Hasilnya negatif untuk Soal 22.1–22.18 dan 22.20. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Solusi Soal 22.19
Kita tulis persamaan pendefinisi sebagai
dengan suatu akar satuan ketiga. Karena itu, misalnya,
dan
Jadi,
Sebagai irisan dua bidang projektif yang berbeda, dan adalah garis. Irisannya adalah
Catatan edisi - baris pertama rantai irisan. Baris pertama tampilan sumber mencetak koma, mengulang , dan kemudian menulis irisan kedua. Edisi mempertahankan baris itu sebagaimana sumber; baris-baris berikutnya memberikan ideal gabungan yang menghasilkan irisan kosong.
Hasil negatif pemeriksaan kandidat
Pada pemeriksaan kandidat tersebut, tidak ada halaman solusi publik untuk Soal 22.1, 22.2, 22.3, 22.4, 22.5, 22.6, 22.7, 22.8, 22.9, 22.10, 22.11, 22.12, 22.13, 22.14, 22.15, 22.16, 22.17, 22.18, atau 22.20. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 22
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 22 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 22.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 23: Modul Injektif
Modul injektif
Definisi 23.1: modul injektif
Misalkan gelanggang komutatif. Suatu modul , , disebut injektif jika untuk setiap modul , , setiap submodul , dan setiap homomorfisme modul
terdapat suatu perluasan
Di atas suatu lapangan, setiap ruang vektor bersifat injektif. Memang, setiap subruang vektor di dalam suatu ruang vektor mempunyai komplemen langsung, dan pemetaan linear tersebut dapat diperluas secara arbitrer pada komplemen itu. Untuk , situasinya sudah lebih rumit.
Definisi 23.2: grup divisibel
Suatu grup komutatif disebut divisibel jika untuk setiap dan setiap terdapat dengan
Grup sendiri tidak divisibel. Sebaliknya, sebagai grup komutatif bersifat divisibel, sebab untuk setiap pemetaan perkalian
bersifat surjektif: kita dapat membagi dengan , dan dari sinilah nama divisibel berasal.
Lema 23.3: grup faktor dari grup divisibel
Jika grup divisibel, maka setiap grup faktor juga divisibel.
Bukti
Misalkan . Untuk setiap terdapat dengan . Maka di dalam juga berlaku
Lema 23.4: penyematan ke dalam grup divisibel
Untuk setiap grup komutatif , terdapat grup divisibel dengan .
Bukti
Kita tulis
untuk suatu himpunan indeks yang mengindeks sebuah sistem pembangkit . Grup bebas dapat disematkan ke dalam grup divisibel . Karena itu terdapat penyematan
dan grup di ruas kanan divisibel menurut Lema 23.3.
Hasil berikut disebutkan tanpa bukti.
Lema 23.5: divisibel tepat ketika injektif
Suatu grup komutatif divisibel tepat ketika injektif.
Lema 23.6: barisan eksak pendek yang memuat modul injektif
Misalkan modul injektif di atas gelanggang komutatif . Maka setiap barisan eksak pendek modul
terbelah.
Bukti
Identitas mempunyai perluasan . Pemetaan ini memberikan pembelahan tersebut.
Lema 23.7: perubahan gelanggang bagi modul injektif
Misalkan gelanggang komutatif, aljabar komutatif , dan modul yang injektif. Maka modul
juga injektif.
Bukti
Misalkan modul-modul dan
suatu homomorfisme modul . Secara eksplisit, hal ini berarti
Kita pandang dan sebagai modul-modul , lalu kita tinjau homomorfisme modul komposit
Karena injektif sebagai modul , komposit ini mempunyai perluasan -linear
Kita klaim bahwa pemetaan
merupakan homomorfisme modul . Mula-mula jelas bahwa pemetaan komposit
merupakan unsur . Penetapan keseluruhannya -linear berdasarkan struktur modul pada . Untuk berlaku
sehingga pemetaan tersebut memang merupakan suatu perluasan.
Resolusi injektif
Korolari 23.8: penyematan modul ke dalam modul injektif
Untuk suatu modul , , di atas gelanggang komutatif , terdapat modul injektif dengan .
Bukti
Menurut Lema 23.4, bagi grup komutatif terdapat grup divisibel dan penyematan . Menurut Lema 23.5, merupakan modul yang injektif. Lema 23.7 kemudian menyatakan bahwa modul
juga injektif. Sumber menampilkan diagram komutatif
Pemetaan vertikal kiri diberikan oleh
dan pemetaan horizontal bawah diinduksi oleh penyematan . Keduanya injektif dan merupakan homomorfisme modul . Komposisinya memberikan submodul
Catatan edisi - panah vertikal kanan dalam diagram sumber. Sumber juga menyatakan bahwa panah vertikal kanan diberikan oleh . Akan tetapi, data yang dinyatakan hanya membuat sebuah grup komutatif divisibel, bukan modul , sehingga panah kanan itu tidak terdefinisi tanpa struktur tambahan. Kesimpulan bukti hanya memerlukan panah vertikal kiri dan panah horizontal bawah yang terdefinisi di atas. Edisi mempertahankan diagram sumber, tetapi memakai komposisi dua panah tersebut untuk penyematan yang disimpulkan.
Definisi 23.9: resolusi injektif
Suatu resolusi injektif dari modul , , di atas gelanggang komutatif adalah kompleks eksak modul-modul
dengan injektif untuk setiap .
Lema 23.10: keberadaan resolusi injektif
Setiap modul , , di atas gelanggang komutatif mempunyai resolusi injektif.
Bukti
Menurut Korolari 23.8, terdapat modul injektif dengan . Dengan cara yang sama, bagi modul faktor terdapat modul injektif dengan , dan seterusnya.
Lema 23.11: memperluas homomorfisme awal ke kompleks
Misalkan dan modul-modul di atas gelanggang komutatif . Misalkan
suatu kompleks eksak,
suatu resolusi injektif, dan
suatu homomorfisme modul . Maka terdapat homomorfisme modul
yang komutatif dengan homomorfisme-homomorfisme dalam kedua kompleks.
Bukti
Keberadaan homomorfisme yang komutatif dibuktikan dengan induksi pada . Karena dan injektif, homomorfisme mempunyai perluasan komutatif
Ini memberikan pangkal induksi. Sekarang andaikan homomorfisme hingga sudah ada. Kita tinjau diagram komutatif
dengan panah vertikal kanan masih harus dikonstruksi. Terdapat injeksi
Karena komutativitas, seluruh dipetakan ke nol di dalam . Karena itu terdapat homomorfisme
dan homomorfisme ini mempunyai perluasan ke .
Secara umum, dalam situasi di atas terdapat beberapa homomorfisme kompleks rantai. Meskipun demikian, homomorfisme-homomorfisme itu homotop satu sama lain.
Lema 23.12: keunikan hingga homotopi
Misalkan modul di atas gelanggang komutatif . Misalkan
suatu kompleks eksak dan
suatu kompleks dengan semua modul injektif. Jika
adalah homomorfisme kompleks rantai, maka dan homotop.
Bukti
Kita definisikan secara induktif homotopi
dan tetapkan
sebagai pemetaan nol. Perhatikan bahwa pada umumnya tidak injektif. Andaikan homotopi hingga dan termasuk sudah dikonstruksi. Kita mempunyai diagram
bersama pemetaan diagonal , dan berlaku
Kita tinjau homomorfisme
dari ke . Untuk berlaku
sebab dan komutatif dengan diferensial. Artinya, memetakan citra ke nol. Jadi kita memperoleh homomorfisme terinduksi
Karena kompleks eksak, terdapat pemetaan injektif
Karena injektif, kita memperoleh suatu perluasan
Dengan demikian,
Berkas injektif dan berkas flasque
Menurut definisi, suatu modul injektif dicirikan oleh keberadaan homomorfisme dalam situasi-situasi tertentu. Karena itu terdapat konsep yang bersesuaian, yaitu objek injektif, dalam setiap kategori tempat kita dapat berbicara tentang homomorfisme injektif. Kerangka yang lazim di sini adalah kategori aditif atau kategori abelian; lihat lampiran. Kategori berkas grup komutatif pada suatu ruang topologis, dan kategori berkas modul pada suatu ruang berdering, merupakan kategori abelian semacam itu. Hal ini pada hakikatnya telah dibuktikan dalam Kuliah 5 dan 6. Sekarang kita menunjukkan bahwa dalam situasi ini pun suatu berkas dapat disematkan ke dalam berkas injektif.
Lema 23.13: penyematan berkas modul ke dalam berkas injektif
Misalkan ruang berdering dan modul . Maka terdapat berkas modul injektif pada dengan .
Bukti
Untuk setiap berkas modul , pemetaan
merupakan homomorfisme modul yang injektif. Di sini, untuk , adalah dorong maju modul , , yang dipandang sebagai berkas pada , sepanjang penyematan
Menurut Korolari 23.8, bagi terdapat modul yang injektif, , pada . Kita tetapkan
Dengan demikian, kita memperoleh inklusi modul-modul
Kita harus menunjukkan bahwa injektif. Untuk itu, misalkan modul-modul dan diberikan homomorfisme modul
Menurut Soal 3.18 dan Lema Lampiran 4.3, data ini bersesuaian dengan suatu unsur
Setiap mempunyai perluasan , dan perluasan-perluasan ini bergabung menjadi suatu perluasan
Berkas injektif berhubungan erat dengan berkas flasque. Berkas flasque sering lebih mudah ditangani dalam perhitungan.
Definisi 23.14: berkas flasque
Suatu berkas pada ruang topologis disebut flasque jika untuk setiap pasangan subhimpunan terbuka , pemetaan restriksi
bersifat surjektif.
Dalam hal suatu berkas flasque, untuk sembarang subhimpunan terbuka , pemetaan restriksi
juga surjektif.
Lema 23.15: sifat dasar berkas flasque
Misalkan ruang topologis dan
barisan eksak pendek berkas grup abelian. Maka berlaku sifat-sifat berikut.
Jika flasque, maka evaluasi global
bersifat surjektif.
Jika dan flasque, maka juga flasque.
Bukti
Untuk (1), misalkan diberikan. Kita menggunakan Lema Zorn dan mempertimbangkan himpunan
Kita memberikan relasi urutan pada dengan menetapkan
jika dan merupakan perluasan . Berdasarkan sifat berkas, himpunan ini terurut induktif. Menurut Lema Zorn, terdapat unsur maksimal dalam . Kita harus menunjukkan bahwa .
Andaikan dan ambil . Karena morfisme berkas surjektif, terdapat lingkungan terbuka dan seksi yang dipetakan ke . Karena itu
dipetakan ke nol dan merupakan unsur . Karena flasque, terdapat seksi
yang restriksinya ke sama dengan . Kita ganti dengan
Unsur ini tetap dipetakan ke , dan
Jadi dan , sebagai seksi masing-masing di atas dan , kompatibel dan menentukan suatu seksi
yang dipetakan ke . Hal ini bertentangan dengan kemaksimalan .
Catatan edisi - berkas tempat seksi hasil pengeleman. Sumber beku mencetak . Namun, dan baru saja dinyatakan sebagai seksi , dan seksi hasil pengeleman harus dipetakan ke . Karena itu argumen memerlukan , yang dipakai dalam baris di atas. Edisi mencatat pergantian simbol ini secara eksplisit dan tidak mengubah bagian lain dari bukti.
Pernyataan (2) mengikuti dari (1).
Lema 23.16: berkas injektif bersifat flasque
Misalkan ruang berdering dan modul yang injektif. Maka flasque.
Bukti
Misalkan subhimpunan terbuka. Kita tinjau praberkas
dan kita sebut berkasisasinya . Homomorfisme praberkas alami menurut Lema 5.2 (4) menghasilkan homomorfisme berkas
Homomorfisme ini injektif. Selain itu,
Karena injektif, setiap unsur di dalamnya dapat diperluas menjadi unsur
Artinya, pemetaan restriksi
bersifat surjektif.
Lembar Kerja 23: Modul Injektif
Tidak ada tanda bintang karena penutupan sumber beku tidak menemukan halaman solusi publik untuk satu pun dari 21 soal. Semua Soal 23.1–23.21 mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 23.1
Misalkan subgrup dari grup komutatif , dan misalkan
homomorfisme grup. Buktikan bahwa terdapat homomorfisme grup
yang memperluas , dengan dipandang sebagai pemetaan ke .
Soal 23.2
Buktikan bahwa grup tidak divisibel.
Soal 23.3
Buktikan bahwa grup dan divisibel. Apakah juga divisibel?
Soal 23.4
Buktikan bahwa grup dengan tidak injektif.
Soal 23.5
Misalkan lapangan tertutup secara aljabar. Buktikan bahwa grup satuan divisibel.
Soal 23.6
Untuk grup siklik , deskripsikan suatu grup divisibel dengan
Soal 23.7
Misalkan grup divisibel dan suatu himpunan. Buktikan bahwa grup
juga divisibel.
Soal 23.8
Misalkan grup divisibel dan grup komutatif. Buktikan bahwa grup
juga divisibel.
Soal 23.9
Bahas perbedaan dan persamaan antara modul injektif dan modul projektif di atas gelanggang komutatif .
Soal 23.10
Berikan contoh suatu modul injektif di atas gelanggang komutatif sedemikian sehingga sebagai grup komutatif tidak divisibel.
Soal 23.11
Berikan contoh suatu modul yang tidak injektif, , di atas gelanggang komutatif sedemikian sehingga sebagai grup komutatif divisibel.
Petunjuk. Tinjau
Soal 23.12
Misalkan modul yang injektif di atas gelanggang komutatif , dan misalkan bukan pembagi nol. Buktikan bahwa perkalian
bersifat surjektif.
Catatan edisi - variabel modul dalam sumber. Teks sumber beku memulai soal dengan menyebut sebagai modul yang injektif, tetapi rumusnya kemudian memakai . Agar objek pada kalimat dan rumus sama, edisi memakai sebagai variabel modul, tanpa mengubah hipotesis atau kesimpulan matematis lain.
Soal 23.13
Buktikan bahwa setiap grup komutatif mempunyai resolusi injektif berbentuk
Soal 23.14
Misalkan , , suatu keluarga berkas grup komutatif yang injektif pada ruang topologis . Buktikan bahwa produk langsung
juga injektif.
Soal 23.15
Buktikan bahwa berkas fungsi kontinu bernilai real pada tidak flasque.
Soal 23.16
Buktikan bahwa pada ruang topologis diskret , setiap berkas bersifat flasque.
Soal 23.17
Buktikan bahwa berkas konstan lokal pada ruang topologis tak tereduksi bersifat flasque.
Soal 23.18
Buktikan bahwa suatu berkas konstan lokal pada ruang topologis tidak harus flasque.
Soal 23.19
Misalkan grup komutatif dan ruang topologis. Buktikan bahwa berkas
pada bersifat flasque.
Soal 23.20
Misalkan , , suatu keluarga berkas flasque pada ruang topologis . Buktikan bahwa produk langsung
juga flasque.
Soal 23.21
Misalkan ruang topologis dengan dekomposisi
menjadi subhimpunan terbuka tak kosong yang saling lepas. Misalkan berkas pada dan berkas pada . Buktikan bahwa berkas yang didefinisikan oleh
bersifat flasque tepat ketika dan flasque.
Catatan edisi - subjek gramatikal yang hilang. Kalimat sumber beku berbunyi, secara harfiah, “buktikan bahwa yang melalui tepat ketika flasque”, tanpa menyebut objek yang didefinisikan. Rumus dan sisa kalimat menentukan objek itu sebagai berkas . Edisi menyatakannya secara eksplisit dan mempertahankan rumus, hipotesis, serta ekuivalensi sumber.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 23
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari 21 soal. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk semua Soal 23.1–23.21. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 23.1–23.21. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 23
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 23 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 23.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 24: Funktor Turunan Kanan
Kategori abelian
Konsep kategori abelian dideskripsikan secara abstrak melalui suatu daftar aksioma yang telah kami himpun dalam sebuah lampiran. Bagi kita, empat contoh utama berikut penting.
- Kategori grup komutatif dengan homomorfisme grup.
- Kategori modul di atas suatu gelanggang komutatif, dengan homomorfisme modul .
- Kategori berkas grup komutatif di atas suatu ruang topologis , dengan homomorfisme berkas.
- Kategori modul pada suatu ruang berdering , dengan homomorfisme modul .
Dalam setiap kategori ini, makna barisan eksak pendek ataupun keeksakan kompleks sudah jelas. Selain itu, dalam kategori-kategori ini setiap objek dapat dibenamkan ke dalam suatu objek injektif dalam kategori tersebut, sehingga resolusi injektif juga dapat dikonstruksi; lihat Korolari 23.8 dan Lema 23.13. Sifat ini bahkan layak diberi nama tersendiri.
Definisi 24.1: cukup banyak objek injektif
Suatu kategori abelian dikatakan mempunyai cukup banyak objek injektif jika untuk setiap objek terdapat suatu objek injektif dan suatu monomorfisme
Funktor aditif eksak kiri
Definisi 24.2: funktor aditif
Misalkan dan kategori aditif. Suatu funktor kovarian
disebut aditif jika untuk objek , pemetaan
merupakan homomorfisme grup.
Definisi 24.3: funktor eksak kiri
Misalkan dan kategori abelian. Suatu funktor kovarian
disebut eksak kiri jika funktor itu aditif dan, untuk setiap barisan eksak pendek
dalam , barisan
eksak dalam .
Bagi kita, dua funktor yang mempunyai kedua sifat tersebut akan penting.
Contoh 24.4: funktor Hom
Misalkan gelanggang komutatif dan suatu modul tetap. Penetapan yang memasangkan kepada setiap modul modul homomorfisme
bersifat eksak kiri; lihat Soal 24.1.
Contoh 24.5: funktor seksi global
Misalkan suatu ruang topologis dan kategori berkas grup komutatif pada , dengan penetapan
Misalkan
kategori grup abelian, dan misalkan adalah evaluasi global pada . Maka mempunyai cukup banyak objek injektif dan merupakan funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri. Keeksakan kiri ini berdasarkan Lema 6.8, sedangkan keberadaan cukup banyak berkas injektif berdasarkan Lema 23.13.
Dalam contoh-contoh di atas, penetapan tersebut tidak eksak kanan; lihat Soal 24.2 dan Contoh 6.6. Teori kohomologi yang akan kita pelajari antara lain akan menangkap secara teoretis kegagalan keeksakan kanan ini.
Funktor turunan
Definisi 24.6: funktor turunan kanan
Misalkan dan kategori abelian, dan misalkan mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan
funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri. Funktor turunan kanan ke-
didefinisikan sebagai berikut. Untuk suatu objek , ambil suatu resolusi injektif dari dan tetapkan
Untuk suatu homomorfisme dalam , ambil suatu perluasan
dengan suatu resolusi injektif dari , dan tetapkan
dengan homomorfisme terinduksi pada homologi dalam pengertian Lema Lampiran 8.5.
Teorema 24.7: sifat-sifat delta funktor turunan kanan
Misalkan dan kategori abelian, dan misalkan mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri, serta menyatakan funktor-funktor turunan kanannya. Maka berlaku sifat-sifat berikut.
merupakan funktor aditif yang terdefinisi dengan baik dari ke .
Terdapat isomorfisme alami
Untuk setiap barisan eksak pendek
dalam dan setiap , terdapat homomorfisme penghubung alami
sedemikian sehingga dalam terdapat kompleks eksak
Untuk suatu homomorfisme barisan eksak
diagram
komutatif.
Bukti
Untuk menunjukkan bahwa konstruksi terdefinisi dengan baik, yakni tidak bergantung pada resolusi injektif yang dipilih, kita membuktikannya dalam kasus bahwa adalah kategori modul ; perumusannya dalam kasus umum sedikit lebih panjang. Misalkan
dan
adalah resolusi injektif dari suatu modul . Menurut Lema 23.11, terdapat homomorfisme kompleks rantai
dan
Menurut Lema 23.12, komposisi dan masing-masing homotop dengan identitas pada dan . Menurut Lema Lampiran 8.9, hal yang sama berlaku bagi homomorfisme terkait pada kompleks dan . Artinya, bagi homomorfisme terinduksi pada homologi, komposisi
adalah identitas. Dengan demikian, merupakan isomorfisme kanonik. Sifat aditif selalu berlaku pada homologi menurut Lema Lampiran 8.5.
Misalkan suatu resolusi injektif dari objek . Homologi ke- dari kompleks
tidak lain adalah kernel homomorfisme
Karena eksak kiri, kernel ini sama dengan .
Menurut Lema Lampiran 9.9, terdapat diagram komutatif
dengan baris dan kolom eksak. Karena setiap baris selain barisan awal terbelah, untuk setiap diperoleh barisan eksak pendek
Jadi terdapat diagram komutatif
dengan baris-baris eksak. Dalam situasi seperti ini, menurut Lema Lampiran 8.6 terdapat homomorfisme dari kernel
ke kernel
dan dengan demikian juga ke . Citra dipetakan ke , sehingga hal ini menginduksi suatu homomorfisme
Lihat Soal 24.5.
Pemetaan juga disebut homomorfisme penghubung.
Teorema 24.8: objek injektif bersifat asiklik
Misalkan dan kategori abelian, dan misalkan mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri. Maka untuk setiap objek injektif dalam dan setiap , funktor turunan kanan memenuhi
Bukti
Hal ini langsung diperoleh karena kita dapat memakai resolusi injektif
Definisi 24.9: objek asiklik
Misalkan dan kategori abelian, dan misalkan mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri. Suatu objek dalam disebut asiklik (terhadap ) jika untuk setiap , funktor turunan kanan memenuhi
Menurut Teorema 24.8, setiap objek injektif bersifat asiklik.
Korolari 24.10: penurunan dimensi melalui objek asiklik
Misalkan dan kategori abelian, dan misalkan mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri. Misalkan suatu objek dalam dan
eksak, dengan suatu objek asiklik. Maka
dan
untuk .
Bukti
Kita tinjau barisan eksak pendek
Pernyataan tersebut mengikuti dari barisan eksak panjang karena, menurut hipotesis, suku-suku tengah .
Definisi 24.11: funktor Ext
Misalkan gelanggang komutatif dan suatu modul . Funktor turunan kanan dari funktor
(dari kategori modul ke dirinya sendiri) disebut funktor Ext dan dilambangkan dengan
Untuk menghitung modul-modul Ext, menurut definisi kita harus mengambil suatu resolusi injektif dari modul kedua, yaitu
kemudian menentukan homologi kompleks
Lembar Kerja 24: Funktor Turunan Kanan
Pada batas revisi yang dibekukan, kelima soal mempunyai hasil kandidat negatif: tidak ada halaman solusi publik. Karena itu lembar kerja ini tidak memakai tanda bintang, dan edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 24.1
Misalkan gelanggang komutatif dan suatu modul . Misalkan
suatu barisan eksak pendek modul-modul . Buktikan bahwa
eksak.
Soal 24.2
Misalkan gelanggang komutatif dan suatu modul . Misalkan suatu homomorfisme modul yang surjektif. Buktikan bahwa pemetaan terinduksi
tidak harus surjektif.
Pertimbangkan .
Soal 24.3
Misalkan gelanggang komutatif, suatu modul projektif, dan suatu modul lain. Buktikan bahwa
untuk .
Soal 24.4
Dengan bantuan barisan eksak pendek
buktikan bahwa
bukan modul nol untuk .
Soal 24.5
Misalkan dan kategori abelian, dan misalkan mempunyai cukup banyak objek injektif. Misalkan funktor kovarian, aditif, dan eksak kiri, serta menyatakan funktor-funktor turunan kanannya. Buktikan bahwa untuk suatu homomorfisme barisan eksak
diagram
komutatif.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 24
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan halaman solusi publik untuk satu pun dari lima soal. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 24.1–24.5. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 24.1, 24.2, 24.3, 24.4, atau 24.5. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 24
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 24 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 24.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 25: Kohomologi Berkas
Kohomologi berkas
Definisi 25.1: kohomologi berkas
Misalkan berkas grup komutatif pada ruang topologis . Funktor turunan kanan ke- dari funktor evaluasi global disebut kohomologi berkas ke- dari pada . Funktor ini dilambangkan dengan
Korolari 25.2: sifat-sifat dasar kohomologi berkas
Misalkan ruang topologis. Kohomologi berkas memenuhi sifat-sifat berikut.
Untuk setiap , adalah funktor aditif dari kategori berkas grup komutatif pada ke kategori grup abelian.
Terdapat isomorfisme alami .
Untuk barisan berkas eksak pendek
terdapat barisan kohomologi eksak panjang
Bukti
Ini merupakan kasus khusus Teorema 24.7.
Secara umum, grup kohomologi sulit dihitung. Berikut beberapa cara dasar untuk melakukan perhitungan.
- Teorema pelenyapan: dibuktikan bahwa grup kohomologi bernilai untuk ruang, berkas, dan indeks tertentu. Jika suatu suku dalam barisan kohomologi eksak panjang bernilai , maka pemetaan sebelumnya surjektif dan pemetaan sesudahnya injektif.
- Sebagai ganti berkas injektif, kita dapat bekerja dengan berkas asiklik lain, misalnya berkas flasid.
- dapat ditafsirkan sebagai grup pengklasifikasi untuk objek geometris tertentu, misalnya grup Picard.
- Jika berkas-berkas tersebut adalah modul pada ruang berdering, grup kohomologinya juga mempunyai struktur modul atas gelanggang seksi global ; lihat Lema 25.5. Jika gelanggang ini suatu lapangan, sebagaimana khususnya terjadi untuk varietas projektif terhubung, grup kohomologi bahkan merupakan ruang vektor. Dalam kasus berdimensi hingga, dimensinya merupakan invarian penting.
- Kohomologi pada dapat dibandingkan dengan kohomologi pada suatu subhimpunan terbuka.
- Kohomologi berkas dapat dibandingkan dengan teori kohomologi lain: kohomologi Čech, kohomologi singular, dan kohomologi simplisial.
Lema 25.3: berkas flasid bersifat asiklik
Suatu berkas flasid pada ruang topologis bersifat asiklik; artinya,
untuk .
Bukti
Menurut Lema 23.13 terdapat pembenaman ke suatu berkas injektif . Kita meninjau barisan berkas eksak pendek yang terkait,
Menurut Lema 23.16, adalah berkas flasid. Kemudian menurut Lema 23.15 (2), berkas hasil bagi juga flasid. Dengan menggunakan Teorema 24.8, barisan kohomologi eksak panjang di satu pihak memberi
dan di pihak lain memberi
untuk . Karena pemetaan
surjektif menurut Lema 23.15 (1), potongan pertama menunjukkan bahwa . Ini berlaku bagi semua berkas flasid. Dengan menerapkan potongan kedua, yang menurut sumber diterapkan untuk , kita memperoleh , dan seterusnya.
Catatan edisi - indeks pada langkah induksi. Rumus yang ditampilkan menghubungkan dengan , sehingga kesimpulan tentang secara formal memakai . Sumber cetak menyebut ; edisi mempertahankan keterangan sumber dan mencatat ketidakcocokan ini secara eksplisit.
Catatan 25.4: kelas kohomologi pertama berkas fungsi kontinu
Misalkan grup topologis dan ruang topologis. Kita meninjau berkas pemetaan kontinu ke , yaitu , dengan
Terdapat inklusi alami berkas
dan karena itu terdapat barisan berkas eksak pendek
Berkas pemetaan di tengah bersifat flasid, sebab setiap pemetaan dapat diperluas ke himpunan yang lebih besar. Oleh karena itu, menurut Lema 25.3,
sehingga barisan kohomologi eksak panjang dimulai dengan
Jadi setiap kelas kohomologi pertama untuk direpresentasikan oleh suatu unsur global dari berkas hasil bagi . Dua wakil demikian mendefinisikan kelas yang sama tepat ketika selisihnya berasal dari suatu pemetaan .
Seperti untuk setiap berkas hasil bagi, menurut Lema 5.9 (1), suatu unsur global direpresentasikan oleh penutup terbuka
dan seksi , yakni pemetaan , sedemikian sehingga selisih
berasal dari subberkas, yakni merupakan fungsi kontinu pada . Menurut Lema 5.9 (2), unsur demikian berasal dari sebelah kiri, dan dengan demikian dipetakan ke kelas kohomologi trivial, tepat ketika terdapat fungsi sedemikian sehingga
kontinu untuk setiap . Dalam hal ini, pada berlaku
Sebaliknya, jika terdapat keluarga fungsi kontinu pada yang selisih-selisihnya sama dengan selisih yang diberikan, maka pada kita dapat mendefinisikan
Karena kondisi ini kompatibel pada irisan, definisi-definisi tersebut menghasilkan suatu fungsi global pada . Dengan demikian, grup kohomologi pertama berkas fungsi kontinu trivial tepat ketika untuk setiap keluarga dengan kontinu, terdapat keluarga dengan kontinu dan mempunyai selisih yang sama.
Lema 25.5: struktur modul pada kohomologi berkas
Misalkan ruang berdering dan suatu modul . Maka kohomologi berkas secara alami merupakan modul .
Bukti
Setiap unsur mendefinisikan homomorfisme modul
Pada setiap himpunan terbuka , pembatasan ke bekerja melalui perkalian skalar, yakni
Perkalian dengan khususnya merupakan homomorfisme berkas grup komutatif. Berdasarkan kefunktoran kohomologi berkas dalam Korolari 25.2, homomorfisme ini menginduksi homomorfisme grup
Kita harus menunjukkan bahwa pemetaan
menentukan struktur modul pada . Karena suatu homomorfisme grup, aditivitas pada modul telah terjamin. Berdasarkan kefunktoran, dipetakan ke identitas, mula-mula sebagai homomorfisme berkas dan kemudian dalam kohomologi. Kompatibilitas dengan komposisi memberi
Untuk unsur gelanggang global , perkalian skalar oleh pada tingkat berkas modul adalah jumlah perkalian skalar oleh dan oleh . Karena funktor aditif, berlaku pula
Kohomologi pada skema
Sekarang kita meninjau kohomologi berkas pada skema.
Lema 25.6: kohomologi pertama melalui lapangan fungsi
Misalkan skema integral dengan lapangan fungsi , yang kita pandang sebagai berkas konstan pada . Maka
Bukti
Karena khususnya tak tereduksi, praberkas konstan bernilai merupakan berkas. Menurut Lema 11.16 terdapat homomorfisme berkas injektif
dan dengan demikian barisan berkas eksak pendek
Barisan kohomologi eksak panjang yang terkait adalah
Sebagai berkas konstan, flasid dan dengan demikian asiklik menurut Lema 25.3. Khususnya,
Jadi adalah kokernel pemetaan yang mendahuluinya.
Lema 25.7: pelenyapan pada skema afin integral
Misalkan daerah integral dan
skema afin integral yang terkait. Maka
Bukti
Kita meninjau barisan eksak pendek modul
dan, menurut Lema 14.9, barisan eksak berkas kuasikoheren yang terkait,
Khususnya,
dan adalah berkas konstan untuk lapangan fungsi. Evaluasi global barisan berkas ini menghasilkan kembali barisan awal. Pernyataan sekarang mengikuti dari Lema 25.6.
Contoh 25.8: bidang afin berlubang
Kita meninjau bidang afin berlubang
di atas lapangan dan ingin memahami dengan bantuan Lema 25.7. Lapangan fungsinya adalah ; berkas konstan yang terkait kita lambangkan dengan . Barisan kohomologi eksak panjang dimulai dengan
Catatan edisi - simbol ruang pada sumber. Sumber cetak menuliskan pada barisan di atas, meskipun contoh, evaluasi, dan suku-suku lain membahas . Edisi mempertahankan simbol sumber dan tidak menggantinya secara diam-diam.
Kita mempunyai . Tinjau seksi berbentuk
Jadi seksi itu ditentukan pada oleh fungsi rasional dan pada oleh fungsi rasional . Selisihnya hanyalah , yang termasuk berkas struktur pada irisan . Karena itu kita benar-benar memperoleh suatu seksi berkas hasil bagi; bandingkan Lema 5.9.
Kita menentukan, bergantung pada dan , apakah seksi ini terletak dalam citra. Hal itu ekuivalen dengan menanyakan apakah seksi ini mendefinisikan unsur trivial dalam kohomologi pertama. Berasal dari sebelah kiri berarti terdapat fungsi rasional yang bersesuaian dengan seksi tersebut. Artinya, selisih pada dan berasal dari berkas struktur, sehingga sekaligus
dan
Syarat kedua berarti
sedangkan syarat pertama berarti
Dengan demikian, pertanyaannya adalah apakah persamaan
mempunyai solusi dengan dan . Jika atau , solusi demikian ada. Jika , solusi tidak mungkin ada, karena ruas kanan sama dengan
Perkalian dengan memperlihatkan ketidakmungkinan itu: ideal hanya memuat monomial yang merupakan kelipatan salah satu pembangkitnya.
Contoh 25.9: kohomologi berkas syzygy
Kita melanjutkan Contoh 16.9. Pada gelanggang polinomial
kita meninjau barisan eksak pendek
Pembatasan barisan berkas yang terkait ke ruang berlubang
adalah
Evaluasi barisan berkas ini pada memberi
Catatan edisi - ujung barisan eksak. Sumber cetak mengakhiri barisan di atas dengan sebuah panah tanpa menampilkan suku berikutnya. Edisi mempertahankan ujung tercetak itu dan tidak menambahkan elipsis atau suku yang tidak dicetak.
Karena citra pemetaan tetap merupakan ideal maksimal, pemetaan ini tidak surjektif. Oleh sebab itu,
Lema 25.10: kohomologi pertama berkas satuan
Misalkan skema integral dengan lapangan fungsi . Misalkan berkas satuan pada , dan misalkan berkas konstan untuk . Maka
Bukti
Lihat Soal 25.10.
Berikut kita sebutkan tanpa bukti beberapa teorema penting.
Teorema 25.11: kriteria kohomologis untuk keafinan
Misalkan skema Noether. Sifat-sifat berikut ekuivalen.
- adalah skema afin.
- Untuk setiap berkas kuasikoheren pada berlaku .
- Untuk setiap berkas ideal koheren pada berlaku .
Teorema 25.12: pelenyapan di atas dimensi ruang
Misalkan ruang topologis Noether berdimensi . Maka
untuk dan setiap berkas grup komutatif .
Lembar Kerja 25: Kohomologi Berkas
Tanda bintang menunjukkan tepat satu soal dengan solusi publik yang dibekukan, yaitu Soal 25.1. Dua belas soal lainnya mempunyai hasil kandidat negatif; edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 25.1 ★
Misalkan suatu interval real dan suatu penutup oleh interval-interval yang terbuka di dalam . Buktikan bahwa suatu fungsi kontinu
dapat ditulis sebagai
dengan fungsi-fungsi kontinu dan .
Catatan edisi - nama fungsi pada sumber. Baris terakhir sumber cetak menamai kedua fungsi itu , sedangkan rumus memakai dan . Edisi mempertahankan pernyataan yang tercetak dan tidak mengganti nama fungsi kedua secara diam-diam.
Soal 25.2
Misalkan suatu interval real. Pada kita meninjau barisan berkas eksak pendek
Misalkan suatu penutup oleh interval-interval yang terbuka di dalam . Misalkan pula diberikan suatu seksi global pada berkas hasil bagi yang direpresentasikan oleh seksi dan . Buktikan bahwa seksi ini direpresentasikan oleh suatu pemetaan .
Soal 25.3
Misalkan suatu interval real tertutup. Pada kita meninjau barisan berkas eksak pendek
Buktikan bahwa
surjektif.
Soal 25.4
Misalkan suatu interval real tertutup. Buktikan bahwa
Soal 25.5
Misalkan grup topologis diskret dengan setidaknya dua unsur . Pada kita meninjau barisan berkas eksak
dengan di sini menyatakan berkas fungsi konstan lokal bernilai , yaitu . Misalkan suatu penutup terbuka lingkaran satuan oleh dua segmen lingkaran yang saling bertumpang tindih sedemikian sehingga irisan terdiri atas dua segmen lingkaran saling lepas, dan .
Misalkan
suatu seksi yang pada direpresentasikan oleh pemetaan nol dan pada direpresentasikan oleh suatu pemetaan yang bernilai konstan pada dan bernilai konstan pada . Buktikan bahwa seksi ini tidak dapat direpresentasikan oleh suatu unsur , dan akibatnya
Soal 25.6
Dengan menggunakan Contoh 6.6, buktikan bahwa
Di sini menyatakan berkas fungsi kontinu bernilai dalam grup topologis diskret .
Soal 25.7
Misalkan ruang topologis dengan sifat bahwa terdapat suatu titik yang satu-satunya lingkungan terbukanya adalah seluruh ruang.
- Buktikan bahwa spektrum suatu gelanggang lokal mempunyai sifat ini.
- Buktikan bahwa setiap berkas grup komutatif pada tidak mempunyai kohomologi tak trivial.
- Buktikan bahwa tidak semua berkas pada untuk suatu gelanggang lokal bersifat flasid.
Soal 25.8
Misalkan daerah integral dan suatu ideal dalam , dengan berkas ideal kuasikoheren yang terkait pada . Dengan menggunakan Lema 25.7, buktikan bahwa
Soal 25.9
Misalkan gelanggang polinomial di atas lapangan , dengan ideal maksimal . Kita meninjau barisan eksak pendek modul
Rumuskan barisan berkas eksak pendek dari modul-modul kuasikoheren yang terkait pada .
Buktikan bahwa evaluasi barisan berkas dari (1) pada tidak eksak.
Apa citra
di dalam di bawah homomorfisme penghubung?
Soal 25.10
Misalkan skema integral dengan lapangan fungsi . Misalkan berkas satuan pada , dan misalkan berkas konstan untuk . Buktikan bahwa
Soal 25.11
Misalkan daerah faktorial. Buktikan bahwa
Soal 25.12
Kita meninjau gelanggang bilangan kuadratik
Dengan menggunakan Contoh 14.6, buktikan bahwa
Soal 25.13
Misalkan pemetaan kontinu antara ruang-ruang topologis. Buktikan bahwa dorong maju
merupakan funktor kovarian eksak-kiri dari kategori berkas grup komutatif pada ke kategori berkas grup komutatif pada .
Catatan. Funktor-funktor turunan kanan yang terkait disebut berkas citra lebih tinggi.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 25
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat satu solusi publik di antara 13 soal, yaitu solusi Soal 25.1. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 25.2–25.13. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Solusi Soal 25.1
Misalkan
dan
dengan
Jika irisannya kosong, pernyataan itu trivial. Batas-batas luar juga dapat termasuk ke dalam interval.
Pilih sedemikian sehingga
Kita definisikan
dan
Fungsi-fungsi ini kontinu karena nilai-nilainya berimpit pada titik-titik peralihan. Untuk
berlaku
Di luar interval ini, persamaan tersebut juga berlaku.
Sumber solusi mencantumkan atribusi “pada pokoknya Tarek Emmrich”.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 25.2, 25.3, 25.4, 25.5, 25.6, 25.7, 25.8, 25.9, 25.10, 25.11, 25.12, atau 25.13. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 25
Sumber kursus: Holger Brenner (Bocardodarapti), Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020). Identitas yang dibekukan: Kuliah 25, revisi 1003754 dan Lembar Kerja 25, revisi 613127.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Solusi publik Soal 25.1, revisi 1096264 mencantumkan atribusi sumber im Wesentlichen Tarek Emmrich; kontributor revisi yang dibekukan adalah Arbota. Kredit penulis dan kontributor sumber tetap dipertahankan.
Teks kursus semantik yang dibekukan dan terjemahan ini menggunakan CC BY-SA 4.0. Metadata Commons untuk kedua PDF resmi menyatakan CC BY-SA 4.0, sedangkan pemberitahuan yang tertanam dalam PDF menyatakan CC-by-sa 3.0. Kedua fakta komponen ini dipertahankan; edisi tidak membuat klaim pelisensian ulang menyeluruh.
Edisi Indonesia independen ini tidak menyiratkan dukungan dari penulis, Wikiversity, Wikimedia Foundation, atau lembaga sumber mana pun. Provenans terjemahan: OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra.
Kuliah 26: Kohomologi Čech
Kita bertanya apakah pada ruang topologis hingga, yaitu ruang yang hanya memiliki berhingga banyak titik, dapat terdapat kohomologi tak trivial. Jika ruang itu diskret, yakni setiap titik terbuka sekaligus tertutup, hal itu tidak mungkin karena setiap berkas pada ruang tersebut bersifat flasid. Pada spektrum gelanggang valuasi diskret pun - dan, secara umum, pada ruang lokal seperti spektrum gelanggang lokal - tidak mungkin terdapat kohomologi tak trivial. Namun, kohomologi sudah muncul pada ruang dengan tiga unsur, seperti ditunjukkan contoh berikut.
Contoh 26.1: kohomologi pada ruang tiga titik
Kita tinjau ruang topologis
dengan himpunan-himpunan terbuka
Ruang ini memiliki dua titik tertutup dan , bersifat tak tereduksi, dan adalah titik generiknya. Selain himpunan kosong, himpunan-himpunan terbukanya membentuk diagram inklusi
Suatu berkas grup komutatif pada diberikan dengan memasangkan grup dan homomorfisme restriksi kepada subhimpunan-subhimpunan ini, kemudian memeriksa syarat kompatibilitas. Kita tinjau berkas yang diberikan oleh
Berkas ini dapat dibenamkan ke dalam berkas konstan (dengan pemetaan identitas)
Catatan edisi: sumber menamai berkas konstan pada kalimat ini
\mathcal F, tetapi segera memakai
\mathcal G/\mathcal F dan \Gamma(X,\mathcal G)
sesudahnya. Edisi memakai \mathcal G untuk berkas konstan
agar peran kedua berkas tidak rancu.
Berkas hasil bagi diberikan oleh
Nilai pada , , dan langsung diperoleh dengan membentuk kelas hasil bagi; berkasisasi tidak mengubahnya. Pada kita memperoleh produk , sebab seksi pada dan otomatis kompatibel. Karena itu pemetaan global
tidak surjektif. Barisan eksak panjang kohomologinya justru berbentuk
Di bagian depan, pemetaannya adalah , sedangkan di bagian belakang pemetaannya adalah ; hal terakhir mengikuti dari keeksakan.
Pertanyaan penting dalam arah sebaliknya ialah apakah kohomologi suatu ruang topologis yang rumit dapat ditangkap dan dihitung melalui data hingga. Dalam banyak situasi hal ini memang dapat dilakukan melalui kohomologi Čech, yang mengacu pada suatu penutup terbuka hingga beserta semua irisannya.
Contoh 26.2: data pengeleman sebagai kompleks Čech
Kita melanjutkan Catatan 20.2. Misalkan ruang berdering, dan kita tertarik pada berkas invertibel pada , khususnya berkas yang memiliki trivialisasi terhadap penutup terbuka tetap
Berkas invertibel ini bersesuaian dengan kumpulan data
Namun, kumpulan data seperti itu harus dipandang trivial jika terdapat unsur-unsur
dengan
untuk semua . Seluruh situasi ini dapat dinyatakan melalui kompleks
dengan menetapkan suatu urutan total pada . Pemetaan pertama diberikan oleh
dan pemetaan kedua oleh
Suatu unsur di tengah termasuk kernel pemetaan kedua tepat ketika memenuhi syarat kokikel, dan termasuk citra pemetaan pertama tepat ketika mewakili berkas invertibel trivial.
Kohomologi Čech
Misalkan
penutup terbuka suatu ruang topologis . Untuk subhimpunan , kita tetapkan
Jika , maka . Untuk berkas grup komutatif pada , kita tinjau nilai-nilai bagi berbagai ; kepada bersesuaian pemetaan restriksi
Untuk , kita menulis secara ringkas
dan sering hanya menulis . Kita tetapkan suatu urutan baik pada (terutama yang diperlukan ialah kasus hingga). Sekarang kita dapat mendefinisikan kompleks Čech dan kohomologi Čech, yang merupakan alat penting untuk menghitung kohomologi berkas.
Definisi 26.3: kompleks Čech
Misalkan
penutup terbuka suatu ruang topologis , dan berkas grup komutatif pada . Untuk , tetapkan
dan definisikan homomorfisme grup
melalui
dengan ditulis mengikuti urutan pada . Kompleks
disebut kompleks Čech untuk berkas dan penutup tersebut.
Untuk berlaku
dan untuk berlaku
Jika , himpunan indeks bagi kosong dan suku tersebut sama dengan . Untuk negatif, kompleks itu juga ditetapkan sama dengan . Bagi penutup dengan dua himpunan terbuka dan , kompleksnya adalah
Bagi penutup dengan tiga himpunan terbuka , kompleksnya adalah
Untuk memahami homomorfisme-homomorfisme itu, bahkan dalam kedua kasus ini berguna untuk memakai nama bernomor .
Lema 26.4: kompleks Čech memang sebuah kompleks
Kompleks Čech benar-benar merupakan sebuah kompleks.
Bukti
Misalkan suatu tupel. Untuk himpunan indeks tetap
kita memperoleh
Perhatikan bahwa tanda di dalam kurung bergantung pada posisi dalam .
Definisi 26.5: kohomologi Čech
Misalkan
penutup terbuka suatu ruang topologis , dan berkas grup komutatif pada . Untuk , kohomologi Čech ke-
didefinisikan sebagai homologi ke- dari kompleks Čech .
Seperti pada homologi setiap kompleks, pada tiap tempat kompleks kita membentuk grup faktor kernel modulo citra. Unsur-unsur kernel ke- disebut juga kokikel Čech, dan unsur-unsur citra ke- disebut juga kobatas Čech. Unsur kohomologi Čech ke- yang berasal dari suatu kokikel Čech disebut juga kelas kohomologi Čech. Grup kohomologi Čech ke-nol hanyalah , sebagaimana langsung mengikuti sifat berkas; lihat Soal 26.2.
Contoh 26.6: kokikel pada lingkaran
Pada lingkaran, kita tinjau penutup oleh dua segmen lingkaran terbuka, yang masing-masing homeomorfik dengan interval real,
dengan irisan
berupa gabungan dua interval. Kita tinjau beberapa berkas grup komutatif, yang ditulis secara multiplikatif. Misalkan fungsi pada yang bernilai konstan pada dan bernilai pada . Fungsi ini adalah kokikel Čech tak trivial bagi berkas fungsi konstan lokal dengan nilai dalam grup satuan dari suatu lapangan . Hal yang sama berlaku bagi berkas fungsi kontinu dengan nilai dalam , dengan atau .
Apakah kokikel ini menentukan kelas kohomologi Čech tak trivial dalam
ekuivalen dengan pertanyaan apakah terdapat fungsi - konstan lokal atau kontinu, sesuai kasusnya -
dengan . Dalam kasus konstan lokal, hal ini mustahil karena fungsi konstan lokal pada segmen terhubung dan adalah konstan; akibatnya pun konstan, jadi tidak sama dengan . Untuk berkas fungsi kontinu bernilai real yang tidak pernah nol, hal ini juga mustahil. Dalam kasus tersebut, dan bertanda konstan, sehingga hanya sesuai dengan pada tepat satu interval dari irisannya. Kelas kohomologi Čech pertama tak trivial yang bersangkutan,
mewakili pita Möbius di atas lingkaran satuan.
Sebaliknya, dalam kasus kompleks, dapat ditulis sebagai hasil bagi dua fungsi kontinu bernilai kompleks yang tidak pernah nol. Kita dapat mengambil dan memilih yang bernilai konstan pada , bernilai konstan pada , dan di antaranya - yaitu pada - memilih nilai secara kontinu di sepanjang lingkaran satuan kompleks.
Contoh 26.7: kompleks Čech untuk modul pada skema kuasiafin
Untuk gelanggang komutatif dan unsur-unsur yang membangkitkan ideal , terdapat penutup terbuka
dari skema kuasiafin . Untuk -modul , kompleks Čech berkas modul pada dapat ditulis langsung tanpa memperhatikan proses berkasisasi. Menurut Lema 14.5, bagi himpunan terbuka yang relevan berlaku
Karena itu kompleks Čech tersebut adalah
Menghitung homologi kompleks ini pada umumnya masih sulit, tetapi kini sepenuhnya merupakan masalah aljabar komutatif.
Kohomologi Čech dan kohomologi berkas
Sekarang kita membahas situasi ketika kohomologi Čech untuk penutup tertentu sama dengan kohomologi berkas yang “sebenarnya”, yakni yang didefinisikan melalui resolusi injektif.
Lema 26.8: kohomologi Čech pertama dan kohomologi berkas
Misalkan berkas grup komutatif pada ruang topologis , dan
penutup terbuka dengan
untuk semua . Maka
Bukti
Misalkan suatu pembenaman ke dalam berkas injektif, dan
barisan eksak pendek yang bersangkutan. Berdasarkan barisan eksak panjang kohomologi - lihat Korolari 25.2 (3) - dan Teorema 24.8, berlaku
Pertama-tama kita definisikan homomorfisme
Suatu seksi menentukan restriksi . Karena tidak memiliki kohomologi pada , terdapat
yang dipetakan ke . Unsur-unsur, untuk ,
dipetakan ke dalam , sehingga
Untuk indeks berlaku
Jadi syarat kokikel terpenuhi. Keluarga merupakan kokikel Čech dan menentukan unsur dalam . Penetapan ini tidak bergantung pada pilihan dan merupakan homomorfisme grup; lihat Soal 26.5.
Sekarang misalkan adalah citra suatu unsur global . Kita dapat mengambil , sehingga semua yang dibangun dari sama dengan . Jadi unsur seperti itu dipetakan ke . Menurut Teorema 47.4 (Lineare Algebra (Osnabrück 2024-2025)), kita memperoleh faktorisasi
Sebaliknya, misalkan diberikan kokikel Čech pertama dari , yang diwakili oleh
dengan . Kita pandang sebagai unsur dalam , bahkan sebagai unsur global; hal ini dimungkinkan karena sifat flasid berkas injektif. Kita definisikan
dengan , dan memandangnya sebagai unsur dalam . Seksi-seksi ini memenuhi
Unsur-unsur menentukan unsur
Karena selisihnya berasal dari , unsur-unsur itu kompatibel dan menentukan unsur global
Melalui homomorfisme penghubung , ini menentukan kelas kohomologi
Jika kokikel Čech diwakili oleh unsur-unsur lain , maka unsur-unsur , , kompatibel karena
dan menentukan unsur global dalam . Karena itu selisih kedua representasi tersebut dipetakan ke dalam . Secara keseluruhan kita memperoleh pemetaan terdefinisi dengan baik
Sekarang misalkan kokikel Čech itu menentukan kelas nol dalam kohomologi Čech pertama. Menurut definisi, terdapat unsur
dengan
Sekali lagi kita pandang unsur-unsur itu sebagai unsur global dalam , dan dapat langsung mengambil peran di atas. Maka semua sama dengan , sehingga citranya dalam juga sama dengan . Dengan demikian terdapat pemetaan
Pemetaan ini merupakan homomorfisme grup dan invers dari pemetaan yang dibangun sebelumnya.
Lema 26.9: perbandingan melalui resolusi asiklik
Misalkan berkas grup komutatif pada ruang topologis , dan diberikan resolusi asiklik dari dengan barisan-barisan eksak pendek yang bersangkutan
Misalkan
penutup terbuka dengan
untuk semua subhimpunan tak kosong , semua , dan semua . Maka
Bukti
Kita melakukan induksi pada , serentak untuk semua . Kasus telah ditangani dalam Lema 26.8, dan argumen berikut mengikuti lema itu. Kita tinjau barisan eksak pendek
beserta isomorfisme-isomorfisme
Isomorfisme kiri berasal dari homomorfisme penghubung dan sifat asiklik , sedangkan isomorfisme kanan berasal dari hipotesis induksi yang diterapkan pada . Jadi tinggal ditunjukkan adanya isomorfisme
Suatu kelas di ruas kiri diwakili oleh tupel
dengan syarat
untuk semua subhimpunan yang beranggotakan unsur. Karena penutup itu asiklik bagi , terdapat tupel
yang dipetakan ke . Tupel ini selanjutnya menentukan tupel selisih , dengan menjelajahi subhimpunan yang beranggotakan unsur, melalui
Karena dipetakan ke , berdasarkan syarat di atas semua dipetakan ke . Jadi
Pertimbangan lebih lanjut menunjukkan bahwa tupel ini merupakan kokikel, bahwa pemetaannya terdefinisi dengan baik, dan bahwa pemetaan itu merupakan homomorfisme grup bijektif.
Teorema 26.10: kohomologi pada skema projektif
Misalkan skema projektif di atas gelanggang komutatif , dan misalkan modul kuasikoheren pada . Maka kohomologi berkas sama dengan kohomologi Čech terhadap penutup afin oleh himpunan-himpunan .
Bukti
Misalkan variabel-variabel gelanggang koordinat homogen dari skema projektif , sehingga
Semua irisan
bersifat afin menurut Lema 12.9. Untuk terdapat berkas kuasikoheren flasid dengan barisan eksak pendek
Menurut Soal 14.21, berkas hasil baginya kembali kuasikoheren. Menurut Teorema 25.11, berkas kuasikoheren pada skema afin tidak mempunyai kohomologi. Karena itu kita dapat menerapkan Lema 26.9.
Pernyataan yang sama berlaku untuk skema kuasiafin. Sifat yang menentukan ialah bahwa irisan subhimpunan-subhimpunan afin kembali afin. Hal ini sering berlaku, tetapi tidak berlaku bagi setiap skema.
Lembar Kerja 26: Kohomologi Čech
Tidak ada satu pun dari delapan soal yang mempunyai solusi publik pada batas revisi yang dibekukan. Edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 26.1
Definisikan suatu berkas pada yang mempunyai kohomologi pertama tak trivial.
Soal 26.2
Misalkan
penutup terbuka suatu ruang topologis , dan misalkan berkas grup komutatif pada . Buktikan bahwa
Soal 26.3
Misalkan
penutup terbuka suatu ruang topologis , dan misalkan berkas grup komutatif pada . Misalkan
suatu kokikel Čech yang untuk suatu
tertentu bernilai
dan bernilai untuk semua subhimpunan lain yang beranggotakan unsur. Tentukan
Soal 26.4
Misalkan lapangan dan
garis projektif di atas . Tentukan kohomologi Čech pertama
Apa hubungannya dengan Contoh 26.1?
Soal 26.5
Buktikan bahwa penetapan dalam bukti Lema 26.8, yang kepada suatu seksi
memasangkan suatu kelas kohomologi Čech bagi , tidak bergantung pada wakil lokal dalam yang dipilih dan merupakan homomorfisme grup.
Soal 26.6
Misalkan ruang topologis tak tereduksi dan berkas konstan yang berasal dari grup komutatif . Tentukan kompleks Čech dan kohomologi Čech bagi terhadap penutup terbuka hingga
Soal 26.7
Misalkan ruang berdering,
penutup terbuka, dan suatu modul . Buktikan bahwa kompleks Čech bagi terhadap penutup tersebut merupakan kompleks modul , sehingga kohomologi Čech yang bersangkutan juga merupakan modul .
Soal 26.8
Misalkan gelanggang komutatif dan
dengan . Buktikan bahwa
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 26
Pada batas revisi yang dibekukan, sumber tidak menyediakan solusi publik untuk kedelapan soal pada Lembar Kerja 26. Peta soal dan bukti kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 26.1–26.8. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 26.1, 26.2, 26.3, 26.4, 26.5, 26.6, 26.7, atau 26.8. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan kandidat, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 26
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 26 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 26.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 27: Kohomologi pada Skema Projektif
Kohomologi Čech pada gelanggang polinomial
Misalkan gelanggang komutatif dan
gelanggang polinomial dalam variabel di atas . Secara khusus, kita dapat membayangkan kasus ketika adalah lapangan. Kita tinjau himpunan terbuka
dan akan menggunakan liputan afin yang ditampilkan, dengan . Untuk suatu -modul , kompleks Čech berkas pada terhadap liputan ini berbentuk
Jadi
Catatan edisi - tanda relasi yang hilang. Sumber yang dibekukan menampilkan
i_1<\cdots i_p, tanpa tanda<lain sebelumi_p. Edisi mempertahankan tampilan itu persis dan tidak menyisipkan relasi yang tidak ada dalam sumber.
dan kohomologi Čech ke- adalah homologi kompleks yang dituliskan di atas. Pada setiap komponen, pemetaannya hanyalah pemetaan kanonis ke dalam pelokalan: pada tiap langkah satu variabel tambahan dijadikan penyebut. Namun, pemetaan-pemetaan ini masih diberi tanda sesuai dengan definisi kompleks Čech.
Kita akan mendeskripsikan kompleks ini dengan lebih terperinci untuk berkas struktur, yakni ketika . Untuk itu, berguna memecah kompleks menjadi kompleks-kompleks yang lebih sederhana melalui gradasi monomial halus oleh grup . Mula-mula kita tinjau dimensi-dimensi kecil.
Contoh 27.1: dua variabel
Misalkan . Kompleks Čech berkas struktur pada adalah
Kompleks ini kompatibel dengan gradasi monomial halus. Komponen yang bersesuaian dengan pada dasarnya bergantung pada apakah kedua eksponen itu negatif atau tak negatif.
Jika dan keduanya tak negatif, keseluruhan kompleks pada komponen tersebut adalah
Kompleks ini eksak pada suku di sebelah kanan, sedangkan kernel pada suku di sebelah kiri isomorfik dengan .
Jika negatif dan tak negatif, atau sebaliknya, keseluruhan kompleks adalah
dan kompleks ini eksak. Jika dan keduanya negatif, keseluruhan kompleks adalah
dan homologi pada suku di sebelah kanan adalah . Dengan demikian,
dan
Contoh 27.2: tiga variabel
Misalkan . Kompleks Čech berkas struktur adalah
Kompleks ini kompatibel dengan gradasi monomial halus. Di sini , lalu (lihat Teorema 27.3), dan adalah modul bebas dengan basis
Teorema 27.3: kohomologi liputan tertusuk
Misalkan gelanggang komutatif dan gelanggang polinomial dalam variabel di atas . Maka kohomologi Čech berkas struktur pada himpunan terbuka terhadap liputan , , adalah
Bukti
Kita tinjau kompleks Čech dengan gradasi halus yang diberikan oleh monomial. Untuk tupel tetap
misalkan himpunan indeks yang komponennya negatif. Untuk ini,
Identifikasi di tengah didasarkan pada fakta bahwa komponen dari bernilai ketika dan bernilai ketika . Monomial dalam pelokalan ini bersesuaian dengan . Dalam identifikasi di sebelah kanan, bersesuaian dengan unsur basis .
Jadi kompleks pada indeks bersesuaian dengan kompleks binomial menaik untuk himpunan indeks di atas gelanggang (bukan ), tetapi tanpa satu suku bebas di sebelah kiri untuk himpunan kosong.
Untuk dan sekurang-kurangnya satu eksponen negatif, di sebelah kanan paling banyak terdapat satu yang terisolasi. Namun, karena , suku ini tidak dipetakan ke , sehingga tidak menyumbang kepada . Sebaliknya, jika semua eksponen tak negatif, unsur-unsurnya berbentuk
dan unsur ini dipetakan ke tepat ketika semua koefisien sama. Jadi kohomologi Čech ke-nol adalah gelanggang polinomial
Sekarang misalkan . Jika , situasinya isomorfik dengan kompleks binomial menaik pada himpunan indeks tak kosong. Karena itu, menurut Lema Lampiran 8.11, homologinya trivial. Maka homologi trivial untuk setiap di antara dan .
Tinggal kasus dan . Ini tepat merupakan semua yang seluruh eksponennya negatif. Kompleksnya, yang bersesuaian dengan kompleks binomial menaik pada himpunan kosong, adalah
Oleh karena itu,
Kohomologi pada skema projektif
Teorema 27.4: kohomologi berkas struktur terpuntir
Misalkan gelanggang komutatif, gelanggang polinomial dalam variabel di atas , dan
ruang projektif yang bersesuaian. Maka kohomologi berkas struktur terpuntir adalah
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 27.3.
Secara khusus, untuk berkas kanonis (bandingkan Korolari 19.10),
dan
untuk .
Catatan edisi - indeks pada pembangkit kanonis. Sumber yang dibekukan menetapkan variabel , tetapi pembangkit pada tampilan di atas berakhir dengan . Edisi mempertahankan persis seperti sumber dan tidak menggantinya secara diam-diam dengan .
Teorema 27.5: keterhinggaan kohomologi pada ruang projektif
Misalkan ruang projektif di atas gelanggang Noether dan berkas koheren pada . Maka merupakan modul yang dibangkitkan secara hingga.
Bukti
Untuk berkas struktur terpuntir , pernyataan ini mengikuti dari Teorema 27.4. Karena itu, pernyataan yang sama berlaku bagi jumlah langsung hingga berkas-berkas seperti itu.
Kita buktikan kasus umum dengan induksi menurun pada indeks kohomologis . Jika indeks ini lebih besar daripada , menurut Teorema 26.10 hanya ada kohomologi trivial. Jika berdimensi hingga, hal yang sama juga dapat disimpulkan dari Teorema 25.12. Ini memberikan awal induksi.
Jadi, misalkan pernyataan telah dibuktikan untuk suatu dan setiap berkas koheren. Ambil berkas koheren . Menurut Teorema 15.13, terdapat jumlah langsung hingga
dan homomorfisme modul yang surjektif
Misalkan kernel pemetaan ini; menurut Soal 14.20, juga koheren. Barisan kohomologi eksak panjang yang bersesuaian dengan barisan pendek eksak berkas
memuat bagian
Darinya diperoleh barisan pendek eksak modul
Menurut pengamatan sebelumnya dan hipotesis induksi,
merupakan modul yang dibangkitkan secara hingga. Karena itu, dan, menurut Teorema 10.4 dalam Kurva Aljabar (Osnabrück 2025-2026), juga dibangkitkan secara hingga. Menurut Lema 23.2 dalam Aljabar Komutatif, juga dibangkitkan secara hingga.
Catatan edisi - dua ketidakselarasan dalam bukti sumber. Sumber menyebut homomorfisme yang ditampilkan sebagai homomorfisme modul meskipun sumber dan targetnya berada pada . Sumber juga menyatakan keterhinggaan , sedangkan suku hasil bagi dalam barisan pendek yang ditampilkan adalah . Edisi mempertahankan kedua pernyataan sumber tanpa mengganti indeks atau objek secara diam-diam.
Teorema 27.6: kohomologi di bawah pembenaman tertutup
Misalkan skema projektif di atas gelanggang Noether , dengan pembenaman tertutup ke dalam suatu ruang projektif. Misalkan berkas kuasikoheren pada , dan berkas dorong majunya. Maka
untuk setiap .
Bukti
Berkas dorong maju tersebut juga kuasikoheren. Menurut Teorema 26.10, kedua ruas dapat dihitung dengan kohomologi Čech terhadap liputan afin standar pada ruang projektif dan liputan pada . Seluruh kompleks Čech yang diperoleh sama, dan karena itu kohomologi Čechnya juga sama.
Teorema 27.7: keterhinggaan kohomologi pada skema projektif
Misalkan skema projektif di atas gelanggang Noether dan berkas koheren pada . Maka merupakan modul yang dibangkitkan secara hingga.
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 27.6 dan Teorema 27.5.
Perhatikan bahwa yang dibicarakan adalah modul , bukan modul atas gelanggang koordinat . Dalam kasus terpenting, ketika adalah lapangan, grup-grup kohomologi ini merupakan ruang vektor berdimensi hingga di atas . Dimensi-dimensinya adalah bilangan asli yang dikaitkan dengan berkas koheren pada dan, dalam arti tertentu, mencirikan berkas tersebut. Jika kita mengambil berkas struktur atau berkas tangen pada , kita memperoleh bilangan-bilangan, yakni invarian, yang mencirikan sendiri. Dalam konteks ini digunakan singkatan
Sebagai contoh, untuk kurva projektif mulus di atas lapangan yang tertutup secara aljabar, dimensi ruang vektor disebut genus kurva. Ini adalah invarian terpenting. Dalam kasus kompleks, terdapat hubungan langsung dengan bentuk topologis kurva sebagai manifold kompleks berdimensi satu dan manifold real berdimensi dua.
Catatan edisi - salah ketik pada sumber. Dalam kalimat tentang modul di atas gelanggang koordinat, sumber Jerman menulis Koordinatening. Terjemahan menampilkan makna istilah tersebut sebagai “gelanggang koordinat” tanpa mengubah isi matematisnya.
Karakteristik Euler
Definisi 27.8: karakteristik Euler
Misalkan skema projektif di atas lapangan . Untuk berkas koheren , bilangan
disebut karakteristik Euler dari .
Menurut Teorema 27.7, ungkapan ini merupakan bilangan bulat yang terdefinisi dengan baik. Karena kohomologi bernilai di atas dimensi, jumlah berselang-seling tersebut juga dapat dijalankan hingga tak terhingga.
Lema 27.9: aditivitas karakteristik Euler
Misalkan skema projektif di atas lapangan . Karakteristik Euler berkas koheren pada bersifat aditif terhadap barisan pendek eksak. Artinya, untuk barisan pendek eksak berkas koheren
berlaku
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari barisan kohomologi eksak panjang yang bersesuaian, Teorema 25.12, dan rumus dimensi.
Lembar Kerja 27: Kohomologi pada Skema Projektif
Pada batas revisi yang dibekukan, tidak satu pun dari empat belas soal memiliki solusi publik. Peta kandidat mencatat hasil negatif untuk Soal 27.1–27.14; edisi tidak menciptakan solusi baru.
Soal 27.1
Misalkan di atas gelanggang komutatif . Tentukan kompleks Čech berkas struktur terhadap liputan satu unsur yang terdiri atas pada garis tertusuk. Homologi apa yang diperoleh?
Soal 27.2
Misalkan di atas gelanggang komutatif . Tentukan kompleks Čech berkas struktur terhadap liputan standar bidang tertusuk untuk monomial
- ,
- ,
- .
Homologi apa yang diperoleh dalam setiap kasus?
Soal 27.3
Misalkan di atas gelanggang komutatif . Tentukan kompleks Čech berkas struktur terhadap liputan standar ruang tertusuk pada monomial . Homologi apa yang diperoleh?
Soal 27.4
Misalkan di atas gelanggang komutatif . Tentukan kompleks Čech berkas struktur terhadap liputan standar ruang tertusuk pada monomial . Homologi apa yang diperoleh?
Soal 27.5
Misalkan di atas gelanggang komutatif . Tentukan kompleks Čech berkas struktur terhadap liputan standar ruang tertusuk pada monomial . Homologi apa yang diperoleh?
Soal 27.6
Misalkan gelanggang polinomial di atas lapangan , dan misalkan ruang vektor yang direntang oleh semua monomial dalam variabel dengan untuk setiap , yaitu
Definisikan struktur modul yang alami pada .
Soal 27.7
Misalkan gelanggang polinomial di atas lapangan , dan misalkan ruang vektor yang direntang oleh semua monomial dalam variabel dengan untuk setiap , yaitu
Buktikan bahwa pemetaan
merupakan isomorfisme- antara ruang-ruang vektor .
Soal 27.8
Misalkan gelanggang polinomial di atas lapangan berkarakteristik , dan misalkan ruang vektor yang direntang oleh semua monomial dalam variabel dengan untuk setiap , yaitu
Buktikan bahwa pemetaan
merupakan isomorfisme- antara ruang-ruang vektor .
Soal 27.9
Misalkan lapangan berkarakteristik , dan misalkan , , serta gelanggang-gelanggang polinomial dalam variabel. Misalkan ruang vektor yang dideskripsikan dalam Soal 27.6, dengan struktur modul alaminya.
Gelanggang polinomial bertindak pada dengan cara bahwa mengambil peran turunan parsial ke-, yakni
Buktikan bahwa korespondensi , bersama pemetaan
dari Soal 27.8, memberikan suatu isomorfisme modul.
Untuk soal berikut, perhatikan bahwa dalam kasus mulus, menurut Korolari 19.12, yang dihitung adalah dimensi ruang bentuk diferensial global.
Soal 27.10
Misalkan
kurva projektif bidang berderajat di atas lapangan . Dengan menggunakan barisan kohomologi eksak panjang yang berasal dari barisan pendek eksak berkas (bandingkan Soal 13.23)
pada bidang projektif dan Teorema 27.4, buktikan bahwa dimensi
adalah
Untuk dua soal berikut, bandingkan Teorema 22.12.
Soal 27.11
Hitung kompleks Čech berkas satuan terhadap liputan afin standar pada garis projektif di atas lapangan , serta kohomologi Čech pertamanya
Soal 27.12
Hitung kompleks Čech berkas satuan terhadap liputan afin standar pada bidang projektif di atas lapangan , serta kohomologi Čech pertamanya
Soal 27.13
Misalkan gelanggang komutatif dan , , modul-modul dengan homomorfisme modul tetap
Barisan
disebut eksak jika, untuk setiap ,
Buktikan bahwa dalam kasus barisan pendek eksak, definisi ini sama dengan definisi barisan pendek eksak yang dirujuk dalam sumber.
Sekarang misalkan suatu lapangan, semua dibangkitkan secara hingga, , dan untuk setiap , dengan suatu tertentu. Buktikan bahwa
Catatan edisi - label rujukan yang tidak lengkap. Pada kalimat perbandingan di atas, sumber yang dibekukan menampilkan teks tautan “Definition .” tanpa nomor, tetapi target tautannya tersedia. Edisi mempertahankan target itu dan memberi label Indonesia yang deskriptif tanpa mengarang nomor definisi.
Soal 27.14
Hitung karakteristik Euler berkas struktur terpuntir pada ruang projektif di atas lapangan yang tertutup secara aljabar.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 27
Pada revisi lembar kerja yang dibekukan, sumber memuat tepat 14 soal
dan tidak menyediakan satu pun halaman solusi publik. Setiap kandidat
diperiksa berdasarkan judul halaman soal yang tepat dengan menambahkan
akhiran /Lösung. Bukti kandidat resmi menetapkan bahwa
keempat belas halaman itu tidak ada. Hasil ini tidak disimpulkan dari
bintang ataupun dari ada atau tidaknya tautan solusi pada lembar
kerja.
Kandidat resmi yang diperiksa
Soal 27.1
- Halaman soal:
Polynomring/1/Nenneraufnahme an X/Cech-Kohomologie/Aufgabe - Kandidat solusi:
Polynomring/1/Nenneraufnahme an X/Cech-Kohomologie/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.2
- Halaman soal:
Polynomring/2/Cech-Komplex/Monom/Aufgabe - Kandidat solusi:
Polynomring/2/Cech-Komplex/Monom/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.3
- Halaman soal:
Polynomring/3/Cech-Komplex/Monom/1/Aufgabe - Kandidat solusi:
Polynomring/3/Cech-Komplex/Monom/1/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.4
- Halaman soal:
Polynomring/3/Cech-Komplex/Monom/2/Aufgabe - Kandidat solusi:
Polynomring/3/Cech-Komplex/Monom/2/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.5
- Halaman soal:
Polynomring/4/Cech-Komplex/Monom/Aufgabe - Kandidat solusi:
Polynomring/4/Cech-Komplex/Monom/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.6
- Halaman soal:
Polynomring/Höchste lokale Kohomologie/Modulstruktur/Direkt/Aufgabe - Kandidat solusi:
Polynomring/Höchste lokale Kohomologie/Modulstruktur/Direkt/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.7
- Halaman soal:
Polynomring/Höchste lokale Kohomologie/K-Isomorphie zu Polynomring/Aufgabe - Kandidat solusi:
Polynomring/Höchste lokale Kohomologie/K-Isomorphie zu Polynomring/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.8
- Halaman soal:
Polynomring/Höchste lokale Kohomologie/Fakultäten/K-Isomorphie zu Polynomring/Aufgabe - Kandidat solusi:
Polynomring/Höchste lokale Kohomologie/Fakultäten/K-Isomorphie zu Polynomring/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.9
- Halaman soal:
Polynomring/Höchste lokale Kohomologie/Differentialoperatoren/Isomorphe Situation/Aufgabe - Kandidat solusi:
Polynomring/Höchste lokale Kohomologie/Differentialoperatoren/Isomorphe Situation/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.10
- Halaman soal:
Projektive Ebene/Kurve/Getwistete Strukturgabe zu d-3/Globale Schnitte/Aufgabe - Kandidat solusi:
Projektive Ebene/Kurve/Getwistete Strukturgabe zu d-3/Globale Schnitte/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.11
- Halaman soal:
Projektive Gerade/Einheitengarbe/Cech-Komplex/Erste Kohomologie/Aufgabe - Kandidat solusi:
Projektive Gerade/Einheitengarbe/Cech-Komplex/Erste Kohomologie/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.12
- Halaman soal:
Projektive Ebene/Einheitengarbe/Cech-Komplex/Erste Kohomologie/Aufgabe - Kandidat solusi:
Projektive Ebene/Einheitengarbe/Cech-Komplex/Erste Kohomologie/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.13
- Halaman soal:
Modultheorie/Exakte Komplexe/Kurze exakte Sequenzen/Aufgabe - Kandidat solusi:
Modultheorie/Exakte Komplexe/Kurze exakte Sequenzen/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 27.14
- Halaman soal:
Projektiver Raum/Getwistete Strukturgarben/Euler-Charakteristik/Aufgabe - Kandidat solusi:
Projektiver Raum/Getwistete Strukturgarben/Euler-Charakteristik/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi yang dibekukan untuk Soal 27.1 sampai 27.14. Karena itu, tidak ada teks solusi sumber yang dapat diterjemahkan. Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan setiap kandidat resmi, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 27
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 27 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 27.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 28: Morfisme ke Ruang Projektif
Menurut definisi, suatu varietas projektif di atas lapangan dapat direalisasikan sebagai subvarietas tertutup . Di sini terdapat dua sudut pandang yang saling bersaing.
Di satu pihak, realisasi sebagai bagian dari ruang projektif memungkinkan kita memakai konsep, struktur, dan sifat ruang sekitar dengan membatasinya ke . Kita dapat menyelidiki perilaku perpotongan dengan subvarietas lain , mencari hubungan dengan komplemen terbuka , dan memvisualisasikan di dalam suatu ruang sekitar. Inilah sudut pandang ekstrinsik.
Di pihak lain, kita dapat menanyakan sifat mana yang melekat pada varietas sendiri dan tidak bergantung pada realisasi tertentu. Inilah sudut pandang intrinsik. Biasanya isomorfik dengan varietas “lain” yang diberikan sebagai himpunan tertutup . Sifat mana dari dan yang tidak bergantung pada embedding masing-masing?
Kedua sudut pandang itu bertemu dalam pertanyaan-pertanyaan berikut. Berapa banyak embedding yang dimiliki suatu ? Dapatkah semua embedding ke ruang projektif dipahami sekaligus? Adakah embedding terbaik, misalnya dengan ruang sekitar berdimensi kecil atau dengan hubungan yang sangat transparan? Adakah embedding alami yang berkaitan dengan objek khas pada ?
Sebagai contoh, perhatikan kurva projektif tertutup
Kurva ini berderajat , dan perpotongannya dengan setiap garis terdiri atas dua titik, dengan multiplisitas diperhitungkan. Pemetaan
menginduksi isomorfisme . Jadi isomorfik dengan garis projektif dan dapat dipandang sebagai versi garis projektif yang “dilengkungkan secara tidak perlu”. Namun kurva berderajat dua — kuadrik atau irisan kerucut — merupakan objek alami di bidang. Dari sudut pandang garis projektif, unsur membentuk basis komponen homogen kedua dari gelanggang koordinat homogen . Unsur-unsur ini juga muncul sebagai seksi global berkas invertibel . Kita akan melihat bahwa embedding yang berbeda-beda dari ke ruang projektif berkaitan dengan seksi global berkas invertibel pada .
Berkas invertibel dan morfisme ke ruang projektif
Lema 28.1
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif , misalkan berkas invertibel pada , dan misalkan
Jika adalah gabungan himpunan terbuka , maka
merupakan suatu morfisme.
Bukti
Mula-mula tinjau situasi pada . Menurut Lema 13.22,
merupakan isomorfisme -modul. Di bawah isomorfisme ini, seksi bersesuaian dengan fungsi
Hasil bagi tersebut terdefinisi dengan baik. Untuk , fungsi-fungsi menurut Korolari 10.13 mendefinisikan morfisme
Secara keseluruhan kita mempunyai diagram komutatif
Pada , kedua morfisme ini bersesuaian dengan perekat yang sama seperti pada irisan di ruang projektif. Karena itu morfisme-morfisme tersebut merekat menjadi satu morfisme pada gabungan semua .
Catatan edisi (sumber). Teks sumber membatasi trivialisasi dan fungsi ke di tengah argumen yang sedang berlangsung pada , lalu menulis pada sudut diagram meskipun basisnya adalah . Edisi ini menampilkan dan secara konsisten; isi matematis argumen tidak diubah.
Definisi 28.2: morfisme yang diberikan oleh seksi
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif , berkas invertibel pada , dan seksi global. Morfisme dari Lemma 28.1 yang terdefinisi pada
yakni
disebut morfisme yang diberikan oleh seksi-seksi , atau morfisme yang diberikan oleh sistem linear . Morfisme ini dilambangkan atau .
Definisi 28.3: sistem linear
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif dan berkas invertibel pada . Suatu -submodul
disebut sistem linear pada .
Menurut Soal 28.9, morfisme yang diberikan oleh suatu keluarga seksi terutama bergantung pada submodul yang dibangkitkan keluarga tersebut. Ini khususnya jelas bila seksi-seksinya bebas linear, sebagaimana sering disyaratkan. Jika , kita berbicara tentang sistem linear lengkap.
Sistem linear mempunyai makna geometris. Setiap seksi menentukan lokus keterbalikan dan himpunan nol
Untuk , himpunan merupakan subhimpunan tertutup berkodimensi , yakni suatu hipermuka pada — bayangkan integral. Jadi keluarga untuk , , adalah keluarga hipermuka yang terkait dengan sistem linear tersebut; keluarga ini sendiri juga sering disebut sistem linear. Jika normal, semua dapat dipandang sebagai keluarga divisor-divisor yang saling ekuivalen linear.
Contoh 28.4
Pada garis projektif
di atas gelanggang komutatif , morfisme yang berkaitan dengan sistem linear lengkap
adalah identitas.
Contoh 28.5
Pada , sistem linear lengkap
memberikan morfisme
Titik dengan koordinat homogen dipetakan ke titik dengan koordinat homogen . Citranya memenuhi , sehingga terletak pada kurva bidang
Sesungguhnya terdapat isomorfisme .
Definisi 28.6: bebas titik basis
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif dan berkas invertibel pada . Sistem linear disebut bebas titik basis jika untuk setiap terdapat sedemikian sehingga .
Istilah ini terutama digunakan untuk skema di atas suatu lapangan. Kita juga mengatakan bahwa seksi bebas titik basis jika sistem linear yang dibangkitkannya bebas titik basis.
Lema 28.7
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif , berkas invertibel pada , dan seksi global. Pernyataan berikut ekuivalen.
- .
- Morfisme ke yang diberikan oleh sistem linear terdefinisi pada seluruh .
- Sistem linear bebas titik basis.
Bukti
Lihat Soal 28.14.
Teorema 28.8
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif . Konsep-konsep berikut saling bersesuaian.
- Berkas invertibel pada bersama seksi-seksi bebas titik basis
- Morfisme di atas .
Kepada seksi-seksi pada (1) dikaitkan morfisme . Sebaliknya, kepada morfisme pada (2) dikaitkan berkas invertibel beserta seksi-seksi , .
Bukti
Mula-mula misalkan dan seksi-seksi diberikan. Kita harus menunjukkan
Pada ruang projektif terdapat homomorfisme -modul
yang menjadi isomorfisme setelah dibatasi ke . Tarik baliknya memberi homomorfisme
dan isomorfisme pada . Digabungkan dengan isomorfisme
kita memperoleh isomorfisme lokal
yang memasangkan dengan . Pembatasan isomorfisme ini ke berimpit. Karena itu, menurut Korolari 4.10, semuanya merekat menjadi isomorfisme global
Sebaliknya, misalkan diberikan. Morfisme ini menentukan seksi , dan seksi-seksi itu kembali menentukan morfisme . Karena suatu morfisme ditentukan secara lokal, cukup membandingkannya pada
Di sini variabel ditarik balik ke , tepat seperti dalam definisi . Jadi .
Catatan edisi (sumber). Walaupun pernyataan Teorema 28.8 dirumuskan di atas gelanggang komutatif dan menargetkan , arah balik dalam bukti sumber beralih ke dan tanpa memperkenalkan . Edisi ini mempertahankan kedua simbol basis tersebut secara literal; peralihan itu merupakan ketidakkonsistenan notasi sumber, bukan generalisasi atau pembatasan baru.
Lema 28.9
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif , berkas invertibel pada , seksi global, dan morfisme yang terkait. Pracitra hiperbidang
dengan dan tidak semuanya nol, adalah himpunan nol seksi yang ditarik balik,
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Lema Lampiran 4.3.
Berkas struktur terpilin , melalui keluarga semua seksi global tak nol, menentukan keluarga semua hiperbidang di ruang projektif. Demikian pula, berkas invertibel pada suatu skema, melalui keluarga seksi global tak nolnya, menentukan keluarga himpunan nolnya. Di bawah korespondensi Teorema 28.8, pracitra hiperbidang sama dengan himpunan nol. Jika memfaktor melalui subvarietas tertutup, yaitu jika terdapat
maka himpunan nol juga merupakan pracitra perpotongan dengan hiperbidang . Dalam Contoh 28.5, misalnya, keluarga himpunan nol sistem linear lengkap pada berimpit dengan keluarga perpotongan , dengan suatu garis.
Berkas sangat ample
Definisi 28.10: sangat ample
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif dan berkas invertibel pada . Berkas disebut sangat ample jika terdapat embedding , untuk suatu , sedemikian sehingga
Lema 28.11
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif dan berkas invertibel pada . Berkas sangat ample tepat ketika terdapat seksi-seksi global bebas titik basis
sedemikian sehingga morfisme yang terkait merupakan embedding.
Bukti
Pernyataan ini mengikuti dari Teorema 28.8.
Contoh 28.12
Pada ruang projektif di atas gelanggang komutatif , berkas invertibel sangat ample untuk setiap . Kita mempunyai
Tinjau sistem linear yang dibangkitkan semua monomial berderajat dalam serta morfisme terkait
dengan satu kurang dari banyaknya monomial tersebut. Pada , pemetaan ini diberikan oleh
dan analog pada setiap . Pada tingkat gelanggang polinomial, pemetaan ini adalah homomorfisme substitusi
dengan himpunan indeks semua monomial dalam variabel yang berderajat paling tinggi . Pemetaan ini surjektif, sehingga morfisme di atas merupakan embedding tertutup.
Untuk dan , berkas tidak sangat ample.
Definisi 28.13: ample
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif dan berkas invertibel pada . Berkas disebut ample jika sangat ample untuk suatu .
Lembar Kerja 28: Morfisme ke Ruang Projektif
Soal latihan
Soal 28.1
Jelaskan pemetaan kerucut
dengan menggunakan suatu sistem linear dalam sebuah berkas invertibel.
Soal 28.2
Jelaskan proyeksi menjauhi sebuah titik dengan menggunakan suatu sistem linear dalam sebuah berkas invertibel.
Soal 28.3
Misalkan lapangan dan ruang projektif yang terkait. Misalkan pemetaan linear bijektif.
- Buktikan bahwa menginduksi automorfisme
- Tentukan pracitra dalam situasi pada bagian (1). Bagaimana bentuk morfisme pada himpunan-himpunan afin ini?
- Buktikan bahwa dan menginduksi automorfisme yang sama pada ruang projektif tepat ketika keduanya saling diperoleh melalui perkalian dengan suatu skalar tak nol.
- Apakah setiap pemetaan linear menginduksi morfisme ?
Dalam situasi di atas kita berbicara tentang automorfisme linear projektif.
Soal 28.4
Jelaskan suatu automorfisme linear projektif
dengan menggunakan sistem linear dalam sebuah berkas invertibel.
Soal 28.5
Misalkan titik-titik dalam ruang projektif di atas lapangan . Buktikan bahwa terdapat automorfisme dengan .
Soal 28.6 ★
Misalkan ruang vektor berdimensi dua di atas lapangan . Misalkan dan adalah vektor-vektor dalam , dan dalam masing-masing keluarga setiap dua vektor bebas linear. Buktikan bahwa terdapat pemetaan linear bijektif sedemikian sehingga
untuk .
Soal 28.7
Misalkan dan masing-masing merupakan tiga titik yang saling berbeda pada garis projektif di atas lapangan . Buktikan bahwa terdapat -automorfisme dengan untuk .
Soal 28.8
Misalkan lapangan. Buktikan bahwa setiap -automorfisme ruang projektif ke dirinya sendiri bersifat linear projektif.
Gunakan fakta bahwa berkas hasil tarik balik dari juga harus merupakan .
Soal 28.9
Misalkan skema di atas lapangan , berkas invertibel pada , dan seksi global yang menentukan sistem linear
Misalkan sistem pembangkit lain bagi sistem linear yang sama. Buktikan pernyataan berikut.
- .
- Untuk morfisme yang diberikan oleh kedua sistem pembangkit itu, terdapat automorfisme linear projektif sedemikian sehingga
Soal 28.10
Tinjau garis projektif dan sistem linear lengkap
Buktikan bahwa pemilihan suatu sistem pembangkit yang terdiri atas tiga unsur, hingga perkalian skalar, bersesuaian dengan embedding garis projektif ke bidang projektif sebagai sebuah garis. Bagaimana garis citra itu dapat dijelaskan?
Soal 28.11
Tinjau garis projektif dan sistem linear lengkap
Buktikan bahwa pemilihan suatu basis , hingga perkalian skalar, bersesuaian dengan embedding garis projektif ke bidang projektif. Bagaimana kurva citranya dapat dijelaskan?
Soal 28.12
Tinjau garis projektif dan sistem linear lengkap
Buktikan bahwa pemetaan yang terkait
memberikan embedding garis projektif ke ruang projektif. Berikan sebanyak mungkin persamaan yang dipenuhi kurva citra.
Catatan edisi (sumber). Judul halaman soal yang ditransklusikan memuat segmen
O(4), tetapi pernyataan soal sendiri memakai empat seksi kubik dan . Edisi ini mempertahankan rumus yang tampil pada soal; judul sumber persisnya tetap dicatat dalam penanda entitas di atas.
Soal 28.13
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif , berkas invertibel pada , dan seksi global. Misalkan adalah bundel garis dalam pengertian Teorema 17.10 untuk berkas invertibel dual , sehingga dapat dipandang sebagai morfisme
Buktikan bahwa terdapat diagram komutatif
dengan pemetaan kerucut pada sisi kanan.
Catatan edisi (sumber). Pada kedua gabungan di diagram sumber, indeks tercetak mulai dari , walaupun keluarga seksinya adalah dan pemetaan kerucut memakai semua koordinat. Edisi ini menampilkan batas yang konsisten dengan pernyataan.
Soal 28.14
Misalkan skema di atas gelanggang komutatif , berkas invertibel pada , dan seksi global. Buktikan bahwa pernyataan berikut ekuivalen.
- .
- Morfisme ke yang diberikan oleh sistem linear terdefinisi pada seluruh .
- Sistem linear bebas titik basis.
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 28
Untuk masing-masing dari 14 judul halaman soal resmi, halaman calon
literal <soal>/Lösung diperiksa secara langsung.
Pemeriksaan ini menemukan tepat satu halaman solusi publik, yaitu solusi
Soal 28.6. Ketiga belas calon lainnya beralih ke tampilan pembuatan
halaman resmi yang menyatakan bahwa halaman tersebut belum ada.
Ketiadaan tautan yang tampak pada halaman lembar kerja tidak digunakan
sebagai bukti negatif.
Solusi Soal 28.6
Karena dan merupakan basis, menurut teorema penentuan terdapat sebuah pemetaan linear bijektif
dengan
Di bawah , asumsi bahwa setiap pasangan bebas linear tetap berlaku.
Oleh karena itu, kita hanya perlu meninjau situasi dua keluarga vektor yang berbentuk dan . Misalkan
dan
Di sini
sebab jika tidak demikian, , masing-masing , akan bergantung linear dengan salah satu . Sekarang kita meninjau pemetaan linear yang diberikan oleh
Maka
Dengan demikian, memenuhi syarat yang diminta.
Catatan edisi (sumber). Solusi sumber memperkenalkan pemetaan tetapi menuliskan nilai-nilai basis dan pemetaan lanjutan dengan lambang tanpa menjelaskan komposisinya. Pada baris terakhir sumber juga tertulis , padahal sebelumnya ; agar kesamaan itu benar, koefisien kedua harus . Edisi ini mempertahankan dua ketidaktepatan tersebut di badan solusi dan mengungkapkannya di sini.
Hasil negatif yang dibuktikan calon langsung
Halaman calon literal <soal>/Lösung saat ini tidak
ada untuk Soal 28.1, 28.2, 28.3, 28.4, 28.5, 28.7, 28.8, 28.9, 28.10,
28.11, 28.12, 28.13, dan 28.14. Setiap URL calon tersebut beralih ke
tampilan pembuatan halaman resmi yang menyatakan, “Diese Seite existiert
noch nicht” (“Halaman ini belum ada”). Pernyataan ini mencatat cakupan
halaman sumber, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 28
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 28 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 28.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.
Kuliah 29: Genus Kurva
Kurva projektif mulus dan genusnya
Definisi 29.1: genus
Untuk suatu kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup aljabar , bilangan
disebut genus kurva tersebut.
Menurut Teorema 27.7, dimensi berhingga. Jadi genus suatu kurva merupakan bilangan asli.
Ilustrasi sumber. Tiga permukaan berikut memperlihatkan genus satu, dua, dan tiga melalui banyaknya pegangan. Ketiganya muncul dalam urutan ini pada kuliah resmi dan mempertahankan status domain publik komponennya.
Contoh 29.2
Menurut Teorema 27.4, genus garis projektif
adalah .
Definisi 29.3: kurva eliptik
Kurva projektif mulus ber-genus di atas lapangan tertutup aljabar disebut kurva eliptik.
Catatan 29.4
Jika bilangan kompleks dipilih sebagai lapangan dasar, genus kurva projektif mulus mempunyai interpretasi topologis sederhana. Kurva tersebut dapat dipandang sebagai manifold kompleks kompak berdimensi satu — suatu permukaan Riemann — dan juga sebagai manifold real kompak berorientasi berdimensi dua. Manifold jenis terakhir ini mempunyai klasifikasi topologis sederhana: setiap manifold demikian homeomorfik dengan permukaan bola yang diberi pegangan. Bilangan ini disebut genus topologis permukaan real, dan karena itu juga genus kurva.
Dapat dibuktikan bahwa genus yang didefinisikan secara aljabar melalui kohomologi pertama berkas struktur sama dengan genus topologis tersebut. Garis projektif kompleks merupakan bola berdimensi dua tanpa pegangan, jadi genus topologisnya . Permukaan ber-genus adalah torus — seperti ban — yang homeomorfik dengan . Kurva projektif ber-genus , yakni kurva eliptik, mempunyai bentuk topologis ini.
Teorema 29.5
Misalkan
kurva bidang projektif berderajat di atas lapangan tertutup aljabar . Maka
Bukti
Tinjau barisan eksak pendek (bandingkan Soal 13.23)
berkas koheren pada bidang projektif. Berkas struktur di sini dipandang sebagai berkas pada bidang projektif dengan dukungan . Potongan barisan eksak panjang kohomologi yang terkait adalah
Kedua kesamaan nol mengikuti dari Teorema 27.4. Menurut teorema yang sama, ruang
mempunyai basis yang terdiri atas semua monomial dengan semua eksponen negatif dan . Jadi kita harus menghitung tupel berderajat . Menurut Soal 12.4, banyaknya adalah
Menurut Teorema 27.6, , yang membuktikan pernyataan.
Catatan edisi (saksi PDF). Saksi PDF resmi 2020 masih merujuk Soal 11.4; revisi semantik beku yang menjadi kanon edisi ini telah memperbarui rujukan tersebut menjadi Soal 12.4.
Dalam kasus mulus, teorema ini memberikan rumus untuk menghitung genus kurva bidang:
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | |
|---|---|---|---|---|---|
| 0 | 0 | 1 | 3 | 6 |
Untuk kita memperoleh garis projektif ber-genus . Untuk kita memperoleh kuadrik projektif bidang — suatu irisan kerucut — yang juga ber-genus dan memang isomorfik dengan garis projektif. Untuk genus adalah , sehingga kurvanya eliptik. Dapat dibuktikan bahwa setiap kurva eliptik dapat direalisasikan sebagai kurva kubik bidang. Sama sekali tidak jelas sebelumnya bahwa ada kurva projektif mulus untuk setiap genus. Menurut Teorema 29.5, tidak semuanya dapat direalisasikan sebagai kurva bidang.
Catatan 29.6
Genus kurva projektif mulus yang didefinisikan secara kohomologis sama dengan dimensi ruang vektor berkas kanoniknya. Dalam dimensi satu, berkas kanonik adalah berkas diferensial Kähler , yakni berkas kotangen dan dual berkas tangen. Jadi
Untuk kurva bidang hal ini terlihat langsung. Menurut Teorema 29.5, genusnya adalah . Korolari 19.12 memberikan , dan menurut Soal 27.10 dimensi juga sama dengan .
Dalam kasus umum berlaku dualitas Serre. Salah satu isinya ialah: untuk berkas bebas lokal pada kurva projektif mulus , grup kohomologi merupakan ruang vektor berdimensi satu di atas , dan pemetaan alami
memberikan dualitas sempurna. Dengan kata lain, dan saling dual dan khususnya berdimensi sama. Untuk berkas struktur , kesamaan dari Teorema 13.10 memberikan dualitas antara dan .
Divisor pada kurva
Pada kurva projektif mulus , seperti pada setiap skema normal berdimensi satu, divisor Weil hanyalah jumlah formal
atas titik-titik tertutup . Dalam kasus ini, titik-titik tersebut adalah divisor prima, yaitu subhimpunan tertutup tak tereduksi berkodimensi . Koefisien dan hanya berhingga banyak yang tidak nol. Menurut Korolari 22.11, grup kelas divisor sama dengan grup Picard.
Kita akan membahas perilaku divisor pada kurva di bawah morfisme. Morfisme antara dua kurva tak tereduksi selalu konstan atau mempunyai citra rapat. Morfisme tak konstan menginduksi perluasan lapangan fungsi
Mula-mula kita tunjukkan bahwa unsur lapangan fungsi suatu kurva mulus dapat dipandang sebagai morfisme ke garis projektif. Secara umum, untuk unsur tak konstan dalam lapangan fungsi skema normal , divisor utama dapat diuraikan menjadi divisor nol dan divisor kutub dengan koefisien positif. Kedua divisor efektif itu ekuivalen linear dan, dalam kasus faktorial lokal menurut Soal 22.15, bersesuaian dengan seksi dalam berkas invertibel terkait . Hasil kuliah sebelumnya menunjukkan bahwa kedua seksi ini menentukan morfisme ke garis projektif pada suatu himpunan terbuka . Hasil berikut lebih kuat untuk kurva mulus: daerah definisinya adalah seluruh kurva.
Catatan edisi (saksi PDF). Saksi PDF resmi 2020 masih merujuk Soal 22.13; revisi semantik beku yang menjadi kanon edisi ini telah memperbarui rujukan tersebut menjadi Soal 22.15.
Lema 29.7
Misalkan kurva mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup aljabar dan lapangan fungsinya. Setiap fungsi rasional secara alami menentukan morfisme
Bukti
Misalkan
daerah definisi sebagai fungsi ke garis afin, dan, jika ,
Kita mempunyai , sebab setiap merupakan gelanggang valuasi diskret dan di sana untuk suatu unit , parameter lokal , dan . Menurut Korolari 10.12 terdapat morfisme
dan morfisme
Keduanya bersesuaian dengan homomorfisme substitusi dan . Pada kedua morfisme berimpit, sehingga mereka merekat menjadi morfisme ke garis projektif.
Definisi 29.8: indeks ramifikasi
Untuk homomorfisme gelanggang injektif antara gelanggang valuasi diskret, orde suatu penyeragam lokal di dalam disebut indeks ramifikasi perluasan tersebut.
Orde ramifikasi dilambangkan . Jika morfisme tak konstan antara kurva mulus di atas lapangan tertutup aljabar, maka untuk setiap titik tertutup dengan titik citra terdapat perluasan gelanggang valuasi diskret
Orde ramifikasi terkait juga disebut orde ramifikasi di dan dilambangkan .
Catatan edisi (sumber dan saksi PDF). Revisi semantik beku memakai Verzweigungsindex (“indeks ramifikasi”) di dalam definisi, lalu Verzweigungsordnung (“orde ramifikasi”) dalam paragraf berikutnya. Saksi PDF resmi 2020 memakai Verzweigungsordnung juga di dalam definisi. Edisi ini mempertahankan perbedaan istilah antarsaksi tersebut secara eksplisit.
Definisi 29.9: tarik balik divisor Weil
Misalkan morfisme tak konstan antara kurva mulus di atas lapangan tertutup aljabar dan
divisor Weil pada . Divisor Weil
disebut divisor Weil tarik balik.
Untuk satu titik , divisor tarik baliknya adalah
Jadi ini pada dasarnya adalah serat di atas , tetapi titik ramifikasi — titik dengan orde ramifikasi sedikitnya — dihitung berulang sesuai ordenya.
Lema 29.10
Misalkan morfisme tak konstan antara kurva mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup aljabar, dan misalkan
divisor utama pada , dengan dan . Maka sama dengan divisor utama pada .
Bukti
Karena tak konstan, terdapat perluasan lapangan . Untuk setiap terdapat diagram komutatif homomorfisme injektif
dengan gelanggang valuasi diskret pada baris pertama. Jika , dengan suatu unit dan penyeragam lokal, maka sumber menuliskan
dengan penyeragam lokal . Ini memberikan pernyataan.
Catatan edisi (sumber dan saksi PDF). Revisi semantik beku memakai urutan di atas, sedangkan saksi PDF resmi 2020 membalik argumennya menjadi . Edisi ini mengikuti revisi semantik beku. Namun, ketika dikembangkan, kedua saksi menulis faktor unit alih-alih ; tampilan sumber itu dipertahankan dan ketidaktepatannya diungkapkan di sini.
Korolari 29.11
Misalkan kurva mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup aljabar , lapangan fungsinya, dan . Untuk morfisme terkait
berlaku
Bukti
Lapangan fungsi garis projektif adalah dengan . Perluasan lapangan fungsi diberikan oleh
Divisor utama adalah . Jadi pernyataan mengikuti dari Lema 29.10.
Derajat divisor
Definisi 29.12
Misalkan kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup aljabar . Derajat divisor Weil didefinisikan sebagai
Teorema 29.13
Misalkan kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup aljabar . Derajat setiap divisor utama sama dengan .
Teorema ini diberikan tanpa bukti. Akibatnya, homomorfisme grup
memfaktor melalui grup kelas divisor . Karena itu definisi berikut masuk akal.
Definisi 29.14
Misalkan kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup aljabar . Derajat berkas invertibel pada didefinisikan sebagai derajat suatu divisor Weil yang bersesuaian dengannya.
“Bersesuaian” berarti bahwa divisor dikaitkan dengan berkas invertibel ; khususnya, divisor efektif bersesuaian dengan seksi-seksi dalam berkas tersebut.
Lembar Kerja 29: Genus Kurva
Soal 29.1
Buktikan bahwa data atau konstruksi berikut menentukan morfisme yang sama , dengan bebas linear.
- Morfisme yang diinduksi menurut Teorema 12.11 oleh homomorfisme gelanggang homogen dengan dan .
- Morfisme menurut Lema 28.1 yang diberikan oleh dua seksi
- Morfisme menurut Lema 29.7 yang diberikan oleh fungsi rasional
Soal 29.2
Buktikan bahwa terdapat morfisme
yang tidak dapat diperluas ke seluruh .
Soal 29.3
Misalkan lapangan, kurva bidang projektif, , dan
morfisme yang didefinisikan oleh proyeksi menjauhi . Jadi titik , , dipetakan ke garis sekan melalui dan .
- Misalkan dan barisan pada yang konvergen ke dalam topologi kompleks. Apakah konvergen?
- Apakah mempunyai titik akumulasi?
- Misalkan titik mulus. Buktikan bahwa morfisme dapat diperluas ke seluruh .
Soal 29.4
Diskusikan situasi Soal 29.3 untuk persilangan sumbu
dan titik persilangannya .
Soal 29.5 ★
Misalkan lapangan tertutup aljabar berkarakteristik , misalkan kurva bidang projektif tak tereduksi berderajat , dan misalkan
morfisme yang diberikan oleh proyeksi menjauhi titik . Buktikan bahwa, dengan paling banyak berhingga banyak pengecualian, serat di atas setiap terdiri atas tepat titik.
Soal 29.6
Misalkan lapangan tertutup aljabar dan kurva mulus berderajat . Buktikan bahwa terdapat morfisme sedemikian sehingga setiap serat terdiri atas paling banyak titik.
Soal 29.7
Misalkan
kurva kubik Fermat di atas lapangan tertutup aljabar berkarakteristik bukan . Jelaskan secara eksplisit suatu morfisme yang mempunyai paling banyak dua titik di atas setiap titik.
Soal 29.8
Misalkan kurva projektif mulus tak tereduksi dengan lapangan fungsi , dan dengan morfisme terkait . Misalkan . Buktikan bahwa terdapat automorfisme
sedemikian sehingga diagram
komutatif.
Catatan edisi (sumber). Revisi semantik beku dan saksi PDF resmi 2020 menampilkan dengan ruas kanan kosong. Edisi ini memperbaiki cacat tampak itu menjadi “dengan lapangan fungsi ” tanpa menambahkan asumsi matematis.
Soal 29.9
Misalkan kurva projektif mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup aljabar dan unsur tak konstan dengan morfisme terkait . Buktikan bahwa untuk setiap , divisor-divisor tarik balik saling ekuivalen linear. Gunakan Soal 29.8.
Soal 29.10
Misalkan dengan lapangan fungsi , . Jelaskan morfisme skema terkait
untuk . Apa pracitra titik nol? Apa pracitra titik di tak hingga? Bagaimana orde ramifikasinya?
Soal 29.11
Misalkan dengan lapangan fungsi , , dan misalkan polinomial berderajat . Jelaskan orde ramifikasi di untuk morfisme skema terkait
Soal 29.12 ★
Misalkan dan dua garis projektif dengan lapangan fungsi , , dan , , di atas lapangan tertutup aljabar berkarakteristik bukan . Pada garis projektif kedua, tinjau sistem linear yang diberikan oleh
dengan pemetaan terkait
- Apakah sistem linear ini lengkap?
- Tentukan pracitra dan serta jelaskan pemetaan yang diinduksi antara bagian-bagian terbuka afin.
- Apakah sistem linear ini bebas titik dasar?
- Jelaskan perluasan lapangan fungsi yang terkait. Berapa derajatnya?
- Untuk setiap , tentukan pracitranya di bawah serta orde ramifikasi masing-masing.
- Jelaskan divisor tarik balik .
Soal 29.13
Misalkan skema noetherian normal integral di atas lapangan dan . Buktikan bahwa mendefinisikan suatu morfisme
pada suatu himpunan terbuka , dengan kodimensi sedikitnya .
Soal 29.14
Misalkan berkas invertibel berderajat negatif pada kurva projektif mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup aljabar. Buktikan
Soal 29.15
Buktikan bahwa untuk kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup aljabar, derajat berkas invertibel memberikan homomorfisme grup surjektif
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 29
Pada revisi halaman resmi yang dibekukan, sumber menyediakan tepat dua solusi publik di antara 15 soal, yaitu solusi Soal 29.5 dan 29.12. Halaman ketiga belas soal lainnya hanya menawarkan pembuatan solusi baru. Ketiadaan halaman solusi publik tidak diubah menjadi solusi buatan.
Solusi Soal 29.5
Kita meninjau sebuah garis yang melalui titik beserta komplemen afinnya yang bersesuaian,
Tanpa mengurangi keumuman, ambil
dan . Dengan demikian, kita dapat menganggap bahwa yang dibahas adalah proyeksi afin
dan bahwa tersedia suatu kurva afin berderajat . Suku muncul dalam , sebab jika tidak demikian maka . Kita memandang polinomial sebagai
Di sini , sedangkan konstan. Karena kurva tersebut tak tereduksi, berlaku apabila (untuk , keseluruhan pernyataan jelas dengan sendirinya). Kita harus menunjukkan bahwa, untuk semua kecuali berhingga banyak , polinomial
mempunyai akar yang berbeda. Karena merupakan polinomial tak tereduksi dan kita berada dalam karakteristik , polinomial separabel. Jadi dan saling prima, dengan menyatakan turunan formal terhadap . Oleh karena itu, terdapat sedemikian sehingga
Ini berarti bahwa terdapat polinomial yang memenuhi
dengan . Polinomial hanya mempunyai berhingga banyak akar. Untuk dengan , berlaku
yang berarti bahwa dan saling prima di . Maka dan turunannya tidak mempunyai akar bersama, sehingga tidak ada akar yang berkelipatan.
Solusi Soal 29.12
Sistem linear tersebut bukan sistem linear lengkap, karena di terdapat tiga penampang yang bebas linear, yaitu
Menurut definisi, morfisme yang bersesuaian dengan suatu keluarga penampang global didefinisikan pada lokus tempat penampang-penampang itu dapat dibalik. Lokus-lokus tersebut adalah dan . Pada lokus pertama, pemetaan diberikan oleh
dengan
Pada lokus kedua, pemetaan diberikan oleh (di sini menyatakan suatu akar kuadrat dari )
dengan
Sistem tersebut bebas titik dasar, karena kedua himpunan dan menutupi garis projektif. Memang, jika
mula-mula salah satu koordinat harus sama dengan , tetapi kemudian koordinat yang kedua juga sama dengan .
Ekstensi lapangan fungsi
diberikan oleh . Derajatnya adalah , sebab memenuhi persamaan kuadrat
atas . Ekstensi ini tidak mungkin merupakan ekstensi identitas, sebab, sebagai contoh, memberikan automorfisme lapangan di atas yang tak trivial.
Ambil , dan mula-mula anggap kedua koordinatnya tidak nol. Kita memakai deskripsi afin di atas, yaitu pemetaan
Pracitra suatu titik terdiri atas solusi persamaan , yakni
sehingga
Misalkan dan merupakan suatu pracitra dari . Untuk homomorfisme gelanggang lokal
berlaku
Faktor adalah suatu unit, sedangkan adalah parameter penyeragam di . Oleh karena itu, orde ramifikasinya sama dengan . Untuk
hanya terdapat pracitra , masing-masing . Untuk homomorfisme gelanggang lokal
berlaku
dan orde ramifikasinya adalah . Hal yang sama berlaku untuk .
Pracitra titik nol di , yaitu (atau ), terdiri atas dan . Homomorfisme gelanggang lokalnya adalah
dan karena
orde ramifikasinya adalah . Pracitra titik di tak hingga, yaitu atau , terdiri atas , masing-masing . Homomorfisme gelanggang lokalnya, di satu sisi, adalah
dengan
sehingga indeks ramifikasinya adalah , dan, di sisi lain,
dengan
dan ini juga mempunyai orde ramifikasi .
Catatan edisi (sumber). Untuk akar dari , solusi sumber memfaktorkan polinomial itu sebagai , yang tidak benar secara umum; tampilan tersebut dipertahankan di atas. Sumber juga menyebut titik sebagai ideal tepat setelah memakai konvensi yang mengidentifikasi dengan ; dalam konvensi itu, semestinya ditentukan oleh .
Yang perlu dilakukan adalah menentukan divisor utama dari pada garis projektif. Jika
terdapat sebuah kutub, masing-masing berorde . Selain itu, terdefinisi dan mempunyai dua akar sederhana, yaitu dan . Jadi divisor utamanya adalah, dalam notasi koordinat yang dilihat dari garis afin ,
atau, dinyatakan dengan ideal prima homogen berketinggian ,
Hasil negatif yang dibekukan
Tidak ada halaman solusi publik pada revisi halaman soal yang diperiksa untuk Soal 29.1, 29.2, 29.3, 29.4, 29.6, 29.7, 29.8, 29.9, 29.10, 29.11, 29.13, 29.14, atau 29.15. Pada masing-masing halaman itu, kontrol solusi bertuliskan “Eine Lösung erstellen” (“Buat sebuah solusi”). Pernyataan ini adalah hasil pemeriksaan tautan resmi, bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 29
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kuliah 29. Tiga posisi media substantif mempertahankan identitas Commons dan hak komponennya. Dua PDF resmi adalah saksi otoritas, bukan posisi media pembaca tambahan.
Torus, permukaan bergenus satu — File:Torus illustration.png; pencipta/atribusi: Oleg Alexandrov; lisensi/status hak: Public domain. Teks alternatif: Permukaan torus berwarna hijau dengan satu pegangan, yaitu permukaan bergenus satu. Catatan hak: Label sebaris Wikiversity adalah PD; metadata Commons yang dibekukan menawarkan Public domain. Penggunaan ulang edisi ini mengikat opsi Commons tersebut.
Torus ganda, permukaan bergenus dua — File:Double torus illustration.png; pencipta/atribusi: Oleg Alexandrov; lisensi/status hak: Public domain. Teks alternatif: Permukaan torus ganda berwarna hijau dengan dua pegangan, yaitu permukaan bergenus dua. Catatan hak: Label sebaris Wikiversity adalah PD; metadata Commons yang dibekukan menawarkan Public domain. Penggunaan ulang edisi ini mengikat opsi Commons tersebut.
Bola dengan tiga pegangan, permukaan bergenus tiga — File:Sphere with three handles.png; pencipta/atribusi: Oleg Alexandrov; lisensi/status hak: Public domain. Teks alternatif: Permukaan hijau menyerupai bola dengan tiga pegangan, yaitu permukaan bergenus tiga. Catatan hak: Label sebaris Wikiversity adalah PD; metadata Commons yang dibekukan menawarkan Public domain. Penggunaan ulang edisi ini mengikat opsi Commons tersebut.
Kuliah 30: Teorema Riemann–Roch
Derajat berkas struktur terpilin pada kurva bidang
Lema 30.1
Misalkan
kurva bidang projektif mulus berderajat di atas lapangan tertutup secara aljabar. Pembatasan ke berderajat .
Bukti
Cukup mengambil , sebab tarik balik berkas kompatibel dengan hasil kali tensor dan, menurut Soal 29.15, derajat aditif terhadap hasil kali tensor berkas invertibel. Misalkan
suatu seksi yang, sebagai polinomial dalam , bukan kelipatan . Maka juga dapat dipandang sebagai seksi tak nol dalam
Kita harus menghitung derajat divisor nol pada . Misalkan . Orde nol suatu seksi berkas invertibel dapat dihitung pada lingkungan afin titik itu. Tanpa mengurangi keumuman, ambil dan . Persamaan afin kurva adalah dehomogenisasi terhadap , dan di bawah identifikasi
seksi tersebut menjadi dehomogenisasi dari . Gelanggang lokal kurva adalah
Menurut Lema 21.9, orde dalam gelanggang ini sama dengan dimensi dari
Deskripsi ini simetris dalam dan . Jadi derajat divisor nol pada sama dengan derajat divisor nol pada . Untuk polinomial homogen berderajat pada garis projektif, jumlah semua orde nolnya adalah .
Teorema Riemann–Roch untuk berkas invertibel
Misalkan kurva bidang projektif berderajat di atas lapangan tertutup secara aljabar , dan misalkan
Kita ingin menghitung banyaknya seksi global . Tinjau barisan eksak pendek
pada bidang projektif dan awal barisan eksak panjang kohomologi yang terkait:
Kesamaan di kanan mengikuti dari Teorema 27.4. Untuk , dimensi ruang vektor yang terlibat dapat dihitung langsung dengan Soal 11.4:
Menurut Teorema 27.6, . Menurut Lema 30.1, adalah derajat , dan menurut Teorema 29.5, adalah genus kohomologis kurva. Jadi untuk ,
Untuk rumus ini tidak mungkin benar: ruas kiri nol, sedangkan ruas kanan dapat menjadi sebarang negatif. Teorema Riemann–Roch menunjukkan bahwa rumus serupa berlaku untuk berkas invertibel pada kurva projektif mulus , tetapi ruas kiri harus diganti dengan
Jadi kohomologi pertama muncul sebagai suku koreksi.
Teorema 30.2: Riemann–Roch
Misalkan kurva projektif mulus tak tereduksi ber-genus di atas lapangan tertutup secara aljabar , dan berkas invertibel pada . Maka
Bukti
Pernyataan benar untuk berkas struktur. Untuk titik tertutup , tinjau barisan eksak pendek
dengan berkas ideal invertibel tereduksi untuk , dan berkas struktur pada titik itu, dipandang sebagai berkas pencakar langit pada . Menensor barisan ini dengan berkas invertibel memberi
Barisan ini menghubungkan dua berkas invertibel yang berbeda sebesar titik . Barisan eksak panjang kohomologi memberikan
sebab dan , karena dukungannya berdimensi nol. Karena , kita juga mempunyai
Jadi derajat berubah tepat seperti selisih dimensi kohomologi ke-nol dan ke-satu. Rumus Riemann–Roch berlaku untuk tepat ketika berlaku untuk . Menurut Korolari 22.11, setiap berkas invertibel pada kurva berbentuk untuk suatu divisor Weil . Karena itu, setiap berkas invertibel dapat diperoleh dari berkas struktur dengan menambah atau mengurangi berhingga banyak titik. Rumus berlaku untuk semua berkas invertibel.
Korolari 30.3
Misalkan kurva projektif mulus tak tereduksi ber-genus di atas lapangan tertutup secara aljabar , dan berkas invertibel pada . Maka
Jika derajat sedikitnya sama dengan genus kurva, maka mempunyai seksi global tak trivial.
Bukti
Pernyataan mengikuti langsung dari Teorema 30.2.
Korolari 30.4
Misalkan kurva projektif mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup secara aljabar. Untuk setiap titik tertutup terdapat fungsi rasional tak konstan yang terdefinisi di luar .
Bukti
Menurut Korolari 30.3, untuk cukup besar berkas invertibel mempunyai seksi global tak trivial, dan jumlahnya tak terbatas ketika bertambah. Seksi-seksi ini bersesuaian dengan fungsi rasional pada yang divisor utamanya lebih besar atau sama dengan . Fungsi demikian paling jauh mempunyai kutub di , sehingga terdefinisi pada . Di antaranya terdapat fungsi tak konstan.
Teorema Riemann–Roch untuk berkas bebas lokal
Kita akan memperumum teorema Riemann–Roch ke berkas bebas lokal. Mula-mula kita harus mendefinisikan derajat berkas bebas lokal.
Definisi 30.5
Misalkan kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup secara aljabar . Derajat berkas bebas lokal ber-rank pada didefinisikan sebagai derajat berkas determinan
Teorema 30.6
Misalkan kurva projektif mulus di atas lapangan tertutup secara aljabar . Derajat berkas bebas lokal pada bersifat aditif untuk barisan eksak pendek.
Bukti
Pernyataan mengikuti dari Teorema 16.11.
Jadi kita mempunyai tiga invarian aditif untuk berkas bebas lokal pada kurva projektif mulus: rank, derajat, dan karakteristik Euler.
Lema 30.7
Misalkan kurva projektif mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup secara aljabar . Setiap berkas ideal koheren tak nol bersifat invertibel.
Bukti
Karena invertibilitas dapat diuji secara lokal pada tangkai , pernyataan mengikuti dari fakta bahwa gelanggang lokal tersebut adalah gelanggang valuasi diskret, sehingga merupakan domain ideal utama.
Teorema 30.8
Misalkan kurva projektif mulus tak tereduksi di atas lapangan tertutup secara aljabar , dan berkas bebas lokal ber-rank pada . Maka terdapat filtrasi
oleh berkas-berkas bebas lokal sedemikian sehingga berkas hasil bagi invertibel untuk .
Catatan edisi (sumber). Pernyataan sumber menghilangkan lambang sesudah “ber-rank” dan mencetak filtrasi mulai dengan , sehingga berkas ber-rank hanya mempunyai hasil bagi. Edisi ini menampilkan parameter rank dan pengindeksan yang konsisten dengan induksi dan jumlah faktor ber-rank satu.
Bukti
Untuk cukup besar, Teorema 15.12 memberikan seksi global tak trivial . Seksi ini bersesuaian dengan homomorfisme modul tak trivial
Mendualkannya memberikan homomorfisme modul tak trivial
Citranya adalah berkas ideal , yang menurut rujukan sumber “Lema 30.6” bersifat invertibel. Jadi terdapat homomorfisme berkas surjektif
dan karena itu homomorfisme berkas surjektif
Karena invertibel, kernel menurut Teorema 16.7 bebas lokal dengan rank lebih kecil. Terapkan prosedur ini secara induktif pada untuk memperoleh filtrasi.
Catatan edisi (sumber). Bukti sumber merujuk “Lema 30.6” untuk invertibilitas berkas ideal koheren tak nol. Hasil tersebut bernomor Lema 30.7 dalam kuliah ini; nomor yang dicetak sumber dipertahankan di badan bukti.
Teorema 30.9
Misalkan kurva projektif mulus tak tereduksi ber-genus di atas lapangan tertutup secara aljabar , dan berkas bebas lokal ber-rank pada . Maka
Bukti
Kita memakai induksi pada rank . Kasus awal adalah Teorema 30.2. Untuk berkas bebas lokal ber-rank , gunakan filtrasi dari Teorema 30.8,
Khususnya terdapat barisan eksak pendek
Menurut hipotesis induksi, rumus Riemann–Roch berlaku untuk , dan menurut Teorema 30.2 berlaku untuk berkas invertibel . Karakteristik Euler
bersifat aditif untuk barisan eksak pendek menurut Lema 27.9, dan sumber merujuk “Teorema 30.7” untuk aditivitas derajat berkas bebas lokal pada barisan eksak pendek. Karena itu rumus juga berlaku untuk .
Catatan edisi (sumber). Hasil aditivitas derajat yang dirujuk pada bukti di atas bernomor Teorema 30.6, bukan Teorema 30.7. Edisi ini mempertahankan nomor sumber di badan bukti dan mengungkapkan silang-rujuk yang keliru di sini.
Lembar Kerja 30: Teorema Riemann–Roch
Soal 30.1
Buktikan Teorema Riemann–Roch secara langsung untuk garis projektif.
Soal 30.2
Misalkan polinomial homogen berderajat di atas lapangan tertutup secara aljabar sedemikian sehingga
merupakan kurva projektif mulus. Misalkan unsur-unsur homogen berderajat sedemikian sehingga menutupi kurva. Pandang sebagai homomorfisme berkas
atau, untuk ,
- Buktikan bahwa homomorfisme berkas surjektif.
- Misalkan berkas kernel homomorfisme pada bagian (1). Buktikan bahwa berkas ini bebas lokal.
- Tentukan rank .
- Tentukan derajat .
Soal 30.3
Berikan contoh pada garis projektif berupa berkas bebas lokal ber-rank dan berderajat sedemikian sehingga dimensi seksi globalnya dapat dibuat sebesar apa pun.
Catatan edisi (sumber). Badan soal sumber kehilangan nilai sesudah kata “berderajat”, sedangkan judul entitas resmi menyatakan
Grad 0. Edisi ini memulihkan derajat agar badan soal sesuai dengan identitas entitasnya.
Soal 30.4
Misalkan, sebagaimana pada Teorema 19.8,
berkas kotangen pada bidang projektif, dan misalkan garis projektif. Buktikan
Soal 30.5
Misalkan, sebagaimana pada Teorema 19.8,
berkas kotangen pada bidang projektif, dan misalkan kuadrik mulus. Buktikan bahwa mempunyai dekomposisi langsung sebagai jumlah dua berkas invertibel. Gunakan suatu isomorfisme .
Solusi Publik dan Cakupan Lembar Kerja 30
Halaman resmi Lembar Kerja 30 saat ini memuat tepat lima soal. Untuk
setiap judul halaman soal yang tepat, halaman resmi dengan akhiran
/Lösung diperiksa secara langsung. Kelima halaman kandidat
tersebut tidak ada, sehingga tidak terdapat teks solusi publik yang
dapat diterjemahkan. Kesimpulan ini tidak ditarik dari bintang maupun
dari ada atau tidaknya tautan pada lembar kerja.
Kandidat resmi yang diperiksa
Soal 30.1
- Halaman soal:
Projektive Gerade/Riemann-Roch/Direkt/Aufgabe - Kandidat solusi:
Projektive Gerade/Riemann-Roch/Direkt/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 30.2
- Halaman soal:
Glatte Ebene Kurve/Syzygienbündel/Gradberechnung/Aufgabe - Kandidat solusi:
Glatte Ebene Kurve/Syzygienbündel/Gradberechnung/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 30.3
- Halaman soal:
Projektive Gerade/Rang 2/Grad 0/Schnitte/Aufgabe - Kandidat solusi:
Projektive Gerade/Rang 2/Grad 0/Schnitte/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 30.4
- Halaman soal:
Projektive Ebene/Kotangentialbündel/Einschränkung/Gerade/Aufgabe - Kandidat solusi:
Projektive Ebene/Kotangentialbündel/Einschränkung/Gerade/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Soal 30.5
- Halaman soal:
Projektive Ebene/Kotangentialbündel/Einschränkung/Quadrik/Aufgabe - Kandidat solusi:
Projektive Ebene/Kotangentialbündel/Einschränkung/Quadrik/Aufgabe/Lösung - Hasil resmi: halaman tidak ada.
- Halaman soal:
Hasil negatif yang dibuktikan halaman resmi
Tidak satu pun dari lima judul kandidat resmi di atas mempunyai halaman publik. Pernyataan ini hanya mencatat status halaman sumber pada pemeriksaan ini; pernyataan ini bukan klaim bahwa solusi matematis tidak ada.
Kredit media BGK Unit 30
Sumber kursus: Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020), Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Vorlesung 30 dan Kurs:Bündel, Garben und Kohomologie (Osnabrück 2019-2020)/Arbeitsblatt 30.
Unit ini tidak memiliki posisi media substantif untuk pembaca, sehingga tidak ada keterangan gambar atau teks alternatif komponen yang perlu ditambahkan. Dua berkas PDF resmi yang muncul pada permukaan parse dibekukan hanya sebagai saksi authority; identitas, atribusi, lisensi, revisi, ukuran, dan hash keduanya tercatat dalam penutupan aset, bukan sebagai media pembaca.