Kuliah 6: Irisan Himpunan Tertutup, Ketertutupan, dan Hiperbidang

Edisi semantik Bahasa Indonesia - MIT OpenCourseWare 6.253, halaman sumber 64-85

Dimitri P. Bertsekas (penulis sumber)

Edisi Bahasa Indonesia (terjemahan dan rekonstruksi semantik)

2026-08-24

Tentang edisi ini. Unit ini menerjemahkan seluruh Kuliah 6 pada halaman PDF sumber 64-85. Halaman 86 memulai Kuliah 7 dan tidak termasuk. Saksi Inggris yang dapat dialamatkan baris berada di source/en/mit-10-lecture-6-closed-intersections-hyperplanes-semantic-witness.md; saksi tersebut adalah transkripsi proyek, bukan sumber sunting resmi MIT.

Materi turunan MIT tetap berada di bawah CC BY-NC-SA 4.0 dengan atribusi, penandaan perubahan, kewajiban nonkomersial dan BerbagiSerupa, serta tanpa dukungan tersirat. Tidak ada byte, potongan, atau tata letak gambar Athena Scientific yang disalin. Enam belas blok gambar dengan dua puluh empat panel diganti oleh deskripsi semantik mandiri yang mempertahankan label dan hubungan matematisnya.

Batas sumber ini tidak mempunyai latihan, petunjuk, jawaban, solusi latihan, kode, tautan, atau permukaan interaktif. Tidak ada yang diada-adakan. Rumus diketik ulang dan diperiksa terhadap render karena pemetaan glif sumber merusak beberapa simbol ketika diekstrak sebagai teks. Koreksi yang dapat ditentukan secara matematis diungkapkan di dekat lokatornya dan dicatat dalam ledger proyek.

Terjemahan, rekonstruksi semantik, pembangunan pembaca, dan QA dibantu oleh OpenAI Codex gpt-5.6-sol, Ultra atas arahan pengguna repositori. Sistem tersebut bukan penulis sumber, pemberi lisensi, atau wakil MIT. Tinjauan manusia/penutur asli belum tercatat dan bukan penahan penerbitan.

1 Kuliah 6 - Garis Besar Kuliah

  • Ketakkosongan irisan himpunan tertutup

    • Versi sederhana
    • Versi yang lebih kompleks
  • Keberadaan solusi optimal
  • Pelestarian ketertutupan di bawah transformasi linear
  • Hiperbidang

Halaman sumber 64.

Koreksi notasi yang ditentukan. Pada deklarasi tipe fungsi di halaman sumber 65, 68, dan 70, sumber mencetak tanda \mapsto di antara domain dan kodomain. Edisi pembaca memakai tanda tipe fungsi \to; PDF sumber tetap menjadi saksi bagi bentuk tercetak.

2 Peran Irisan Himpunan Tertutup I

Pertanyaan mendasar: Diberikan barisan himpunan tertutup tak kosong {Ck}\{C_k\} di n\mathbb R^n dengan Ck+1CkC_{k+1}\subset C_k untuk setiap kk, kapan

k=0Ck \bigcap_{k=0}^{\infty}C_k

tak kosong?

  • Teorema irisan himpunan penting setidaknya dalam tiga konteks utama yang akan dibahas berikut ini:

    Apakah fungsi f:n(,]f:\mathbb R^n\to(-\infty,\infty] mencapai nilai minimum pada suatu himpunan XX?

    Hal ini benar jika dan hanya jika

irisan himpunan tak kosong {xXf(x)γk} tak kosong. \text{irisan himpunan tak kosong } \{x\in X\mid f(x)\leq\gamma_k\} \text{ tak kosong.}

Pemadatan sumber dipertahankan. Slide menyebut irisan secara verbal dan menampilkan keluarga {xXf(x)γk}\{x\in X\mid f(x)\leq\gamma_k\}, tetapi tidak menyatakan rentang indeks atau asumsi pada {γk}\{\gamma_k\}. Edisi ini tidak mengarang keduanya.

Deskripsi gambar sumber (halaman 65, himpunan sublevel dan solusi optimal). Beberapa kontur sublevel ff berbentuk oval dan tersarang beririsan dengan himpunan layak XX yang diarsir. Sebuah titik ditandai pada tempat kontur relevan terdalam pertama kali menyentuh XX dan diberi label solusi optimal. Gambar menghubungkan ketercapaian minimum pada XX dengan ketakkosongan irisan XX dan himpunan-himpunan sublevel yang makin rendah.

Halaman sumber 65.

3 Peran Irisan Himpunan Tertutup II

Jika CC tertutup dan AA sebuah matriks, apakah ACAC tertutup?

Deskripsi gambar sumber (halaman 66, irisan praimaji). Di ruang asal, himpunan melengkung tertutup CC bertumpang tindih dengan pita praimaji vertikal NkN_k; irisannya diberi label CkC_k, dan x\bar{x} terletak di dalam irisan itu. Pada sumbu citra di bawahnya, y\bar{y}, yk+1y_{k+1}, dan yky_k berada di dalam citra linear ACAC. Garis putus-putus dari x\bar{x} ke y\bar{y} serta lingkungan citra yang tersarang menunjukkan bagaimana titik bersama irisan praimaji dapat menghasilkan praimaji bagi titik limit.

  • Jika C1C_1 dan C2C_2 tertutup, apakah C1+C2C_1+C_2 tertutup?

    • Ini merupakan kasus khusus.
    • Tuliskan

C1+C2=A(C1×C2),A(x1,x2)=x1+x2. C_1+C_2=A(C_1\times C_2), \qquad A(x_1,x_2)=x_1+x_2.

Halaman sumber 66.

Koreksi tata bahasa yang ditentukan. Kalimat pembuka sumber menyebut CC sebagai “a nonempty closed convex” tanpa kata benda set. Terjemahan melengkapinya menjadi “himpunan konveks tertutup tak kosong”; tidak ada isi matematika yang berubah.

Perbaikan langkah bukti yang ditentukan. Pada halaman 67 dan 78, sumber menyebut Ck=CNkC_k=C\cap N_k bersarang, tetapi jari-jari yky\lVert y_k-\bar y\rVert belum tentu menurun. Edisi ini memakai jari-jari ekor rk=supjkyjyr_k=\sup_{j\geq k}\lVert y_j-\bar y\rVert. Dengan demikian rk0r_k\downarrow0, setiap ykWky_k\in W_k, dan Wk+1WkW_{k+1}\subset W_k sebagaimana diperlukan oleh argumen irisan.

4 Ketertutupan di Bawah Transformasi Linear

  • Misalkan CC adalah himpunan konveks tertutup tak kosong dan AA adalah matriks dengan ruang nol N(A)N(A). Maka ACAC tertutup jika RCN(A)={0}R_C\cap N(A)=\{0\}.

    Bukti (langkah bersarang diperbaiki): Misalkan {yk}AC\{y_k\}\subset AC dan ykyy_k\to\bar y. Ambil rk=supjkyjyr_k=\sup_{j\geq k}\lVert y_j-\bar y\rVert, lalu definisikan Ck=CNkC_k=C\cap N_k, dengan

Nk={xAxWk},Wk={zzyrk}. N_k=\{x\mid Ax\in W_k\}, \qquad W_k=\{z\mid\lVert z-\bar y\rVert\leq r_k\}.

Karena ykWky_k\in W_k, setiap CkC_k tak kosong; karena Wk+1WkW_{k+1}\subset W_k, barisan {Ck}\{C_k\} bersarang. Selain itu, RNk=N(A)R_{N_k}=N(A), sehingga RCk=RCN(A)={0}R_{C_k}=R_C\cap N(A)=\{0\} dan CkC_k kompak. Teorema irisan memberi xkCk\bar x\in\bigcap_k C_k; karena rk0r_k\to0, berlaku Ax=yA\bar x=\bar y. Jadi yAC\bar y\in AC. Terbukti.

Deskripsi gambar sumber (halaman 67, bukti ketertutupan citra linear). Konstruksi praimaji dari halaman 66 ditampilkan kembali dalam ukuran lebih kecil. Pita vertikal NkN_k memotong himpunan melengkung CC menjadi CkC_k di sekitar x\bar{x}; pada sumbu citranya terdapat y\bar{y} dan titik-titik mendekat yk+1,yky_{k+1},y_k di dalam ACAC. Gambar mendukung langkah bukti bahwa titik bersama dari CkC_k yang tersarang dipetakan ke limit y\bar{y}.

  • Kasus khusus: C1+C2C_1+C_2 tertutup jika C1,C2C_1,C_2 tertutup dan salah satu di antaranya kompak. [Tuliskan C1+C2=A(C1×C2)C_1+C_2=A(C_1\times C_2), dengan A(x1,x2)=x1+x2A(x_1,x_2)=x_1+x_2.]
  • Teorema terkait: AXAX tertutup jika XX polihedral. Hal ini akan ditunjukkan kemudian dengan metode yang lebih halus.

Halaman sumber 67.

Koreksi peubah terikat yang ditentukan. Definisi proyeksi tercetak memuat (x,z,w)S(x,z,w)\in S tanpa mengikat zz. Karena proyeksi ke ruang (x,w)(x,w) berarti ada suatu zmz\in\mathbb R^m, edisi ini menuliskan pengikat eksistensial itu secara eksplisit.

5 Peran Irisan Himpunan Tertutup III

  • Misalkan F:n+m(,]F:\mathbb R^{n+m}\to(-\infty,\infty] adalah fungsi konveks tertutup proper, dan tinjau

f(x)=infzmF(x,z). f(x)=\inf_{z\in\mathbb R^m}F(x,z).

  • Jika F(x,z)F(x,z) tertutup, apakah f(x)f(x) tertutup?

    • Pertanyaan penting dalam teori dualitas.
  • Fakta pertama: Jika FF konveks, maka ff juga konveks.
  • Fakta kedua:

P(epi(F))epi(f)cl(P(epi(F))), P\bigl(\operatorname{epi}(F)\bigr) \subset \operatorname{epi}(f) \subset \operatorname{cl}\!\left(P\bigl(\operatorname{epi}(F)\bigr)\right),

dengan P()P(\cdot) menyatakan proyeksi ke ruang (x,w)(x,w); yaitu, untuk sebarang subhimpunan SS dari n+m+1\mathbb R^{n+m+1}, P(S)={(x,w)zm:(x,z,w)S}P(S)=\{(x,w)\mid\exists z\in\mathbb R^m:\ (x,z,w)\in S\}.

  • Jadi, jika FF tertutup dan terdapat struktur yang menjamin bahwa proyeksi mempertahankan ketertutupan, maka ff tertutup.
  • … tetapi kekonveksan dan ketertutupan FF tidak menjamin ketertutupan ff.

Halaman sumber 68.

6 Minimisasi Parsial: Visualisasi

  • Hubungan antara pelestarian ketertutupan di bawah minimisasi parsial dan ketercapaian infimum atas zz untuk xx tetap.

Deskripsi gambar sumber (halaman 69, selubung bawah minimisasi parsial). Kedua panel memakai koordinat (x,z,w)(x,z,w) dan menampilkan permukaan konveks F(x,z)F(x,z) di atas bidang (x,z)(x,z). Selubung bawah ketika bergerak dalam arah zz ditandai sebagai f(x)=infzF(x,z)f(x)=\inf_zF(x,z), dan epigraf vertikalnya tampak pada bidang (x,w)(x,w). Pada panel pertama, jejak permukaan turun menuju selubung bawah sepanjang zz tanpa tampak berbalik naik; pada panel kedua, jejaknya melengkung melalui titik rendah yang tercapai. Kedua panel membandingkan batas epigraf terproyeksi yang hanya didekati secara asimtotik dengan batas yang dihasilkan oleh titik peminimum parsial yang tercapai.

  • Contoh tandingan: Misalkan

F(x,z)={exz,jika x0,z0,,selainnya. F(x,z)= \begin{cases} e^{-\sqrt{xz}}, & \text{jika }x\geq0, z\geq0,\\ \infty, & \text{selainnya.} \end{cases}

  • FF konveks dan tertutup, tetapi

f(x)=infzF(x,z)={0,jika x>0,1,jika x=0,,jika x<0, f(x)=\inf_{z\in\mathbb R}F(x,z)= \begin{cases} 0, & \text{jika }x>0,\\ 1, & \text{jika }x=0,\\ \infty, & \text{jika }x<0, \end{cases}

tidak tertutup.

Halaman sumber 69.

Koreksi istilah yang ditentukan. Halaman 70 dan 77 memakai minimum/minima untuk titik yang mencapai nilai objektif terkecil. Edisi ini membedakan “titik peminimum” dari “nilai minimum” skalar; PDF sumber tetap menjadi saksi bagi istilah tercetak.

7 Teorema Minimisasi Parsial

Misalkan F:n+m(,]F:\mathbb R^{n+m}\to(-\infty,\infty] adalah fungsi konveks tertutup proper, dan tinjau f(x)=infzmF(x,z)f(x)=\inf_{z\in\mathbb R^m}F(x,z).

  • Setiap teorema irisan himpunan menghasilkan suatu hasil ketertutupan. Kasus paling sederhana adalah sebagai berikut:
  • Pelestarian Ketertutupan di Bawah Kekompakan: Jika terdapat xn\bar{x}\in\mathbb R^n dan γ\bar{\gamma}\in\mathbb R sedemikian sehingga himpunan

{zF(x,z)γ} \{z\mid F(\bar{x},z)\leq\bar{\gamma}\}

tak kosong dan kompak, maka ff konveks, tertutup, dan proper. Selain itu, untuk setiap xdom(f)x\in\operatorname{dom}(f), himpunan titik peminimum F(x,)F(x,\cdot) tak kosong dan kompak.

Deskripsi gambar sumber (halaman 70, teorema minimisasi parsial). Setiap panel menampilkan permukaan konveks F(x,z)F(x,z) dalam koordinat (x,z,w)(x,z,w) dan selubung bawah f(x)=infzF(x,z)f(x)=\inf_zF(x,z) yang diproyeksikan ke bidang (x,w)(x,w) sebagai batas epi(f)\operatorname{epi}(f). Satu panel menggambarkan profil yang dapat melaju tanpa batas dalam arah zz menuju selubung, sedangkan panel lain menggambarkan profil dengan palung yang tercapai. Hipotesis sublevel kompak meniadakan perilaku lari-tak-terbatas yang relevan bagi teorema, sehingga titik peminimum parsial ada dan selubung bawah dipertahankan sebagai batas tertutup.

Halaman sumber 70.

8 Analisis yang Lebih Tajam - Ringkasan

Koreksi edisi. Frasa tercetak “Existence of of solutions” memuat kata of dua kali. Duplikasi itu dihapus dalam terjemahan menjadi “keberadaan solusi”; tidak ada isi matematis yang diubah.

  • Kita telah mencatat bahwa tiga pertanyaan dasar berikut mempunyai akar matematis yang sama:

    • Keberadaan solusi masalah optimisasi konveks

    • Terpeliharanya ketertutupan himpunan konveks di bawah transformasi linear

    • Terpeliharanya ketertutupan fungsi konveks di bawah minimisasi parsial

  • Akar bersama itu adalah pertanyaan tentang ketakkosongan irisan suatu barisan bersarang himpunan tertutup.
  • Pembahasan sebelumnya dalam kuliah ini menyelesaikan pertanyaan tersebut dengan mengasumsikan bahwa semua himpunan dalam barisan itu kompak.
  • Pembahasan yang lebih tajam sebagai gantinya membuat berbagai asumsi tentang arah resesi dan ruang kelinieran himpunan-himpunan dalam barisan tersebut.
  • Setelah teori irisan himpunan yang cukup tajam dikembangkan, dapat diperoleh hasil-hasil yang lebih kuat mengenai ketiga pertanyaan itu.
  • Slide-slide selanjutnya hingga pembahasan hiperbidang merangkum pengembangan ini sebagai bantuan belajar mandiri dengan menggunakan Bagian 1.4.2, 1.4.3, 3.2, dan 3.3.

Halaman sumber 71.

9 Barisan Asimtotik

Koreksi edisi. Definisi sumber dimulai dengan “Given nested sequence,” tanpa artikel a. Terjemahan memakai konstruksi lengkap “Diberikan suatu barisan bersarang”; isi definisi tidak berubah.

  • Diberikan suatu barisan bersarang {Ck}\{C_k\} dari himpunan-himpunan konveks tertutup. Barisan {xk}\{x_k\} disebut barisan asimtotik jika

    xkCk,xk0,k=0,1, x_k\in C_k, \qquad x_k\neq0, \qquad k=0,1,\ldots

    dan

    xk,xkxkdd, \lVert x_k\rVert\to\infty, \qquad \frac{x_k}{\lVert x_k\rVert}\to\frac{d}{\lVert d\rVert},

    dengan dd suatu arah resesi bersama tak nol dari himpunan-himpunan CkC_k.

  • Sebagai kasus khusus, kita mendefinisikan barisan asimtotik dari suatu himpunan konveks tertutup CC dengan memakai CkCC_k\equiv C.
  • Setiap barisan tak terbatas {xk}\{x_k\} dengan xkCkx_k\in C_k mempunyai subbarisan asimtotik.
  • Barisan {xk}\{x_k\} disebut retraktif jika untuk suatu k\bar{k} berlaku

    xkdCk,kk. x_k-d\in C_k, \qquad \forall k\geq\bar{k}.

Deskripsi semantik gambar sumber (halaman 72, barisan dan arah asimtotik). Titik-titik berlabel x0,x1,,x5x_0,x_1,\ldots,x_5 bergerak semakin jauh dari titik asal, sedangkan arah vektor posisinya semakin mendekati satu arah bersama. Vektor dd yang berpangkal di titik asal menandai arah limit itu. Hubungan tersebut memperlihatkan bahwa normalisasi barisan tak terbatas menghasilkan arah asimtotiknya.

Halaman sumber 72.

10 Barisan Retraktif

  • Barisan bersarang {Ck}\{C_k\} dari himpunan-himpunan konveks tertutup disebut retraktif jika semua barisan asimtotiknya retraktif.

Deskripsi semantik gambar sumber (halaman 73, dua contoh barisan himpunan).

  • Panel (a), barisan himpunan retraktif: Tiga himpunan konveks tertutup bersarang C0,C1,C2C_0,C_1,C_2 menyempit di sekitar irisan bersama yang tak kosong. Titik-titik x0,x1,x2,x3x_0,x_1,x_2,x_3 menjauh sepanjang arah dd, tetapi translasi titik yang cukup lanjut sebesar d-d tetap berada di himpunan pasangannya.
  • Panel (b), barisan himpunan tak retraktif: Himpunan-himpunan konveks melengkung C0,C1,C2C_0,C_1,C_2 saling bersarang dan meruncing menuju irisan limitnya. Titik-titik x0,x1,x2x_0,x_1,x_2 mempunyai arah asimtotik dd, tetapi translasi satu langkah berlawanan dengan dd akhirnya keluar dari himpunan melengkung yang bersesuaian. Perbandingan ini membedakan sifat retraktif dari sekadar sifat bersarang dan ketakkosongan irisan.
  • Setengah-ruang tertutup, jika dipandang sebagai barisan dengan semua komponen identik, bersifat retraktif.
  • Irisan dan hasil kali Kartesius dari barisan-barisan himpunan retraktif bersifat retraktif.
  • Himpunan polihedral bersifat retraktif. Selain itu, jumlah vektor dari suatu himpunan konveks kompak dan suatu himpunan konveks retraktif juga retraktif.
  • Kerucut nonpolihedral dan himpunan sublevel fungsi kuadratik belum tentu retraktif.

Halaman sumber 73.

11 Teorema Irisan Himpunan I

  • Proposisi. Jika {Ck}\{C_k\} retraktif, maka k=0Ck\bigcap_{k=0}^{\infty}C_k tak kosong.
  • Gagasan utama bukti:

    1. Irisan k=0Ck\bigcap_{k=0}^{\infty}C_k kosong jika dan hanya jika barisan {xk}\{x_k\} yang terdiri atas vektor bernorma minimum di CkC_k tak terbatas (sehingga suatu subbarisannya asimtotik).

    2. Barisan asimtotik {xk}\{x_k\} yang terdiri atas vektor bernorma minimum tidak mungkin retraktif, sebab pergeseran berlawanan dengan arah asimtotik pada akhirnya menghasilkan titik yang lebih dekat ke 00.

Deskripsi semantik gambar sumber (halaman 74, geometri gagasan bukti). Titik-titik x0,x1,,x5x_0,x_1,\ldots,x_5 membentuk barisan tak terbatas yang arah vektornya dari titik asal menuju dd. Karena xkx_k adalah titik terdekat dari CkC_k ke titik asal, sifat retraktif yang mempertahankan xkdx_k-d di dalam CkC_k akan bertentangan dengan norma minimum untuk kk cukup besar: titik hasil pergeseran itu lebih dekat ke titik asal. Relasi geometris inilah yang dipakai pada langkah bukti (b).

Halaman sumber 74.

12 Teorema Irisan Himpunan II

  • Proposisi. Misalkan {Ck}\{C_k\} adalah barisan bersarang dari himpunan-himpunan konveks tertutup tak kosong, dan XX adalah himpunan retraktif sedemikian sehingga semua himpunan Ck=XCk\bar C_k=X\cap C_k tak kosong. Andaikan

    RXRL, R_X\cap R\subset L,

    dengan

    R=k=0RCk,L=k=0LCk. R=\bigcap_{k=0}^{\infty}R_{C_k}, \qquad L=\bigcap_{k=0}^{\infty}L_{C_k}.

    Maka

    {Ck} retraktif,k=0Ck. \{\bar C_k\}\text{ retraktif}, \qquad \bigcap_{k=0}^{\infty}\bar C_k\neq\varnothing.

  • Kasus-kasus khusus:

    • X=nX=\mathbb R^n dan R=LR=L (himpunan-himpunan CkC_k “silindris”)

    • RXR={0}R_X\cap R=\{0\} (tidak ada arah resesi bersama tak nol dari XX dan kCk\bigcap_k C_k)

Bukti. Himpunan arah resesi bersama dari Ck\bar C_k adalah RXRR_X\cap R. Untuk sebarang barisan asimtotik {xk}\{x_k\} yang bersesuaian dengan dRXRd\in R_X\cap R:

(1)

xkdCk(karena dL). x_k-d\in C_k \qquad\text{(karena }d\in L\text{)}.

(2)

xkdX(karena X retraktif). x_k-d\in X \qquad\text{(karena }X\text{ retraktif)}.

Jadi {Ck}\{\bar C_k\} retraktif.

Halaman sumber 75.

13 Perlu Mengasumsikan bahwa X Retraktif

Deskripsi semantik gambar sumber (halaman 76, peran sifat retraktif XX). Kedua panel mengiris daerah-daerah konveks tertutup vertikal yang bersarang, Ck+1CkC_{k+1}\subset C_k, dengan suatu himpunan XX.

  • Panel kiri: Himpunan XX yang polihedral dan berbentuk V memotong setiap daerah bersarang; himpunan-himpunan Ck=XCk\bar C_k=X\cap C_k yang dihasilkan tetap mempunyai titik bersama.
  • Panel kanan: Himpunan XX yang melengkung dan nonpolihedral mendekati daerah-daerah yang menyempit tanpa mencapai lokasi limitnya. Setiap Ck=XCk\bar C_k=X\cap C_k tak kosong, tetapi irisan tak hingganya kosong. Perbedaan geometri ini menunjukkan bahwa inklusi arah resesi saja tidak menggantikan sifat retraktif XX.
  • Tinjau

    k=0Ck,Ck=XCk. \bigcap_{k=0}^{\infty}\bar C_k, \qquad \bar C_k=X\cap C_k.

  • Syarat RXRLR_X\cap R\subset L terpenuhi.
  • Pada gambar kiri, XX bersifat polihedral.
  • Pada gambar kanan, XX bersifat nonpolihedral dan tak retraktif, serta

    k=0Ck=. \bigcap_{k=0}^{\infty}\bar C_k=\varnothing.

Koreksi edisi. Sumber mencetak “nonretrative,” tanpa huruf c dalam nonretractive. Terjemahan memakai istilah yang terbentuk dengan benar, “tak retraktif”; makna matematis tidak berubah.

Halaman sumber 76.

14 Pemrograman Linear dan Kuadratik

  • Teorema. Misalkan

    f(x)=xQx+cx,X={xajx+bj0,j=1,,r}, f(x)=x'Qx+c'x, \qquad X=\{x\mid a_j'x+b_j\leq0,\ j=1,\ldots,r\},

    dengan QQ simetris semidefinit positif. Jika nilai minimum ff pada XX berhingga, terdapat titik peminimum ff pada XX.

  • Bukti (garis besar). Tuliskan

    Himpunan Titik Peminimum=k=0(X{xxQx+cxγk}) \text{Himpunan Titik Peminimum} =\bigcap_{k=0}^{\infty} \left(X\cap\{x\mid x'Qx+c'x\leq\gamma_k\}\right)

    dengan

    γkf*=infxXf(x). \gamma_k\downarrow f^*=\inf_{x\in X}f(x).

    Verifikasikan syarat RXRLR_X\cap R\subset L dari teorema irisan himpunan sebelumnya, dengan RR dan LL masing-masing merupakan himpunan arah resesi bersama dan arah kelinieran bersama dari himpunan-himpunan

    {xxQx+cxγk}. \{x\mid x'Qx+c'x\leq\gamma_k\}.

    Terbukti.

Catatan istilah. Frasa sumber a minimum dan Set of Minima pada halaman ini menunjuk titik-titik yang mencapai nilai objektif terkecil. Karena itu, terjemahan memakai “titik peminimum” dan “Himpunan Titik Peminimum”; istilah “nilai minimum” dicadangkan untuk skalar f*f^*.

Halaman sumber 77.

15 Ketertutupan di Bawah Transformasi Linear

Koreksi edisi. Sumber menyebut CC sebagai “a nonempty closed convex,” tanpa nomina set. Terjemahan melengkapinya menjadi “himpunan konveks tertutup tak kosong”; isi matematis tidak berubah.

Perbaikan cakupan bukti yang ditentukan. Teorema sumber memuat bagian (a) dan (b), tetapi garis besar tercetak hanya memakai {yk}AC\{y_k\}\subset AC dan Ck=CNkC_k=C\cap N_k. Untuk bagian (b), edisi ini secara eksplisit memakai {yk}A(XC)\{y_k\}\subset A(X\cap C) dan Ck=XCNk\bar C_k=X\cap C\cap N_k; ini adalah konstruksi yang diperlukan agar sifat retraktif XX benar-benar digunakan.

  • Misalkan CC adalah himpunan konveks tertutup tak kosong dan AA adalah matriks dengan ruang nol N(A)N(A).

    1. ACAC tertutup jika RCN(A)LCR_C\cap N(A)\subset L_C.

    2. A(XC)A(X\cap C) tertutup jika XX adalah himpunan retraktif dan

    RXRCN(A)LC. R_X\cap R_C\cap N(A)\subset L_C.

  • Bukti (garis besar yang dilengkapi). Untuk bagian (a), misalkan {yk}AC\{y_k\}\subset AC dan ykyy_k\to\bar y. Tetapkan rk=supjkyjyr_k=\sup_{j\geq k}\lVert y_j-\bar y\rVert, lalu definisikan Ck=CNkC_k=C\cap N_k dan

    Nk={xAxWk},Wk={zzyrk}. N_k=\{x\mid Ax\in W_k\}, \qquad W_k=\{z\mid\lVert z-\bar y\rVert\leq r_k\}.

    Barisan {Ck}\{C_k\} kini tak kosong, tertutup, dan bersarang. Syarat RCN(A)LCR_C\cap N(A)\subset L_C membuatnya retraktif melalui teorema irisan sebelumnya, sehingga kCk\bigcap_k C_k\neq\varnothing dan setiap titik irisannya dipetakan ke y\bar y.

    Untuk bagian (b), mulai dengan {yk}A(XC)\{y_k\}\subset A(X\cap C) dan gunakan Ck=XCNk\bar C_k=X\cap C\cap N_k. Syarat RXRCN(A)LCR_X\cap R_C\cap N(A)\subset L_C bersama sifat retraktif XX memberi kCk\bigcap_k\bar C_k\neq\varnothing, sehingga lagi-lagi y\bar y mempunyai praimaji dalam XCX\cap C.

Deskripsi semantik gambar sumber (halaman 78, praimaji limit). Himpunan konveks tertutup CC dipotong oleh himpunan-himpunan praimaji bersarang NkN_k, sehingga terbentuk irisan layak Ck=CNkC_k=C\cap N_k dan suatu titik limit x\bar x dalam irisan bersama. Di bawah pemetaan linear AA, citra ACAC memuat titik-titik yky_k dan yk+1y_{k+1} yang menuju y\bar y. Relasi AxkWkAx_k\in W_k bersama ykyy_k\to\bar y menunjukkan bagaimana ketakkosongan irisan praimaji bersarang menghasilkan praimaji bagi limit, sehingga menjamin ketertutupan ACAC.

  • Kasus khusus. AXAX tertutup jika XX polihedral.

Halaman sumber 78.

16 Perlu Mengasumsikan bahwa XX Retraktif

Deskripsi semantik gambar sumber. Dua sketsa koordinat membandingkan proyeksi XCX\cap C oleh AA. Pada keduanya, arah vertikal adalah N(A)N(A), CC berupa pita vertikal, dan citra A(XC)A(X\cap C) ditandai pada sumbu horizontal. Di kiri, batas poligonal XX memotong pita dan kedua ujung pembatas citranya tercapai. Di kanan, batas melengkung XX mendekati sebuah garis vertikal putus-putus di dalam pita tanpa mencapainya, sehingga citra proyeksi kehilangan titik ujung limitnya. Perbandingan ini mempertahankan syarat kerucut resesi yang sama, tetapi memperlihatkan akibat kegagalan sifat retraktif pada ketertutupan citra.

Perhatikan ketertutupan A(XC)A(X\cap C).

  • Dalam kedua contoh, syarat

    RXRCN(A)LC R_X\cap R_C\cap N(A)\subset L_C

    dipenuhi.

  • Namun, pada contoh di kanan, XX tidak retraktif dan himpunan A(XC)A(X\cap C) tidak tertutup.

Halaman sumber 79.

17 Ketertutupan Jumlah Vektor

  • Misalkan C1,,CmC_1,\ldots,C_m adalah himpunan bagian konveks tertutup tak kosong dari n\mathbb R^n. Andaikan persamaan d1++dm=0d_1+\cdots+d_m=0 untuk vektor-vektor diRCid_i\in R_{C_i} mengakibatkan di=0d_i=0 bagi semua i=1,,mi=1,\ldots,m. Maka C1++CmC_1+\cdots+C_m adalah himpunan tertutup.
  • Kasus Khusus: Jika C1C_1 dan C2-C_2 adalah himpunan konveks tertutup, maka C1C2C_1-C_2 tertutup jika RC1RC2={0}R_{C_1}\cap R_{C_2}=\{0\}.

Bukti: Produk Kartesius

C=C1××Cm C=C_1\times\cdots\times C_m

adalah himpunan konveks tertutup, dan kerucut resesinya adalah

RC=RC1××RCm. R_C=R_{C_1}\times\cdots\times R_{C_m}.

Definisikan AA dengan

A(x1,,xm)=x1++xm. A(x_1,\ldots,x_m)=x_1+\cdots+x_m.

Maka

AC=C1++Cm, AC=C_1+\cdots+C_m,

dan

N(A)={(d1,,dm)d1++dm=0}, N(A)=\bigl\{(d_1,\ldots,d_m)\mid d_1+\cdots+d_m=0\bigr\},

RCN(A)={(d1,,dm)d1++dm=0,diRCi,i}. R_C\cap N(A) =\bigl\{(d_1,\ldots,d_m)\mid d_1+\cdots+d_m=0, \ d_i\in R_{C_i},\ \forall i\bigr\}.

Berdasarkan syarat yang diberikan, RCN(A)={0}R_C\cap N(A)=\{0\}, sehingga ACAC tertutup. Q.E.D.

Halaman sumber 80.

Koreksi tata bahasa yang ditentukan. Sumber menghilangkan artikel dalam “where aa is nonzero vector” dan kata to dalam “is said be supporting.” Edisi ini melengkapi kedua relasi gramatikal tanpa mengubah definisi.

18 Hiperbidang

Deskripsi semantik gambar sumber. Sebuah garis miring yang melalui x\bar{x} tegak lurus terhadap panah aa. Garis itu dinyatakan sebagai {xax=b}={xax=ax}\{x\mid a'x=b\}=\{x\mid a'x=a'\bar{x}\}. Sisi yang ditunjuk oleh aa adalah setengah-ruang positif {xaxb}\{x\mid a'x\geq b\}, sedangkan sisi lawannya adalah setengah-ruang negatif {xaxb}\{x\mid a'x\leq b\}. Dengan demikian, gambar menghubungkan vektor normal, hiperbidang batas, dan kedua setengah-ruang tertutupnya.

  • Hiperbidang adalah himpunan berbentuk {xax=b}\{x\mid a'x=b\}, dengan aa suatu vektor tak nol di n\mathbb R^n dan bb suatu skalar.
  • Dua himpunan C1C_1 dan C2C_2 dikatakan dipisahkan oleh hiperbidang H={xax=b}H=\{x\mid a'x=b\} jika masing-masing terletak di setengah-ruang tertutup berbeda yang terkait dengan HH, yaitu

    salah satu dari

    ax1bax2,x1C1,x2C2, a'x_1\leq b\leq a'x_2, \qquad \forall x_1\in C_1,\quad \forall x_2\in C_2,

    atau

    ax2bax1,x1C1,x2C2. a'x_2\leq b\leq a'x_1, \qquad \forall x_1\in C_1,\quad \forall x_2\in C_2.

  • Jika x\bar{x} termasuk dalam penutupan suatu himpunan CC, hiperbidang yang memisahkan CC dan himpunan singleton {x}\{\bar{x}\} disebut hiperbidang pendukung bagi CC di x\bar{x}.

Halaman sumber 81.

19 Visualisasi

  • Hiperbidang pemisah dan pendukung:

Deskripsi semantik gambar sumber pertama. Panel (a) menempatkan daerah konveks C1C_1 dan C2C_2 pada sisi berlawanan dari sebuah garis miring; panah pendek aa tegak lurus terhadap garis itu. Pada panel (b), garis lain hanya menyentuh daerah konveks CC di titik batas x\bar{x}, dengan aa sebagai normalnya. Pasangan panel membedakan pemisahan dua himpunan dari dukungan terhadap satu himpunan pada titik batas.

  • Hiperbidang pemisah {xax=b}\{x\mid a'x=b\} yang tidak beririsan dengan C1C_1 maupun C2C_2 disebut memisahkan secara ketat jika

    ax1<b<ax2,x1C1,x2C2. a'x_1<b<a'x_2, \qquad \forall x_1\in C_1,\quad \forall x_2\in C_2.

Deskripsi semantik gambar sumber kedua. Panel (a) memperlihatkan C1C_1 di samping batas vertikal dan C2C_2 sebagai daerah tak terbatas dengan batas melengkung. Pada panel (b), daerah melengkung C1C_1 terpisah dari daerah oval C2C_2. Ruas yang menghubungkan x1C1\bar{x}_1\in C_1 dengan x2C2\bar{x}_2\in C_2 melalui x\bar{x}, sedangkan garis melalui x\bar{x} berarah tegak lurus terhadap normal aa. Panel kanan menampilkan celah ketat dan orientasi pemisah secara geometris.

Halaman sumber 82.

20 Teorema Hiperbidang Pendukung

  • Misalkan CC konveks dan x\bar{x} suatu vektor yang bukan titik interior CC. Maka terdapat hiperbidang yang melalui x\bar{x} dan memuat CC di salah satu setengah-ruang tertutupnya.

Deskripsi semantik gambar sumber. Di luar daerah konveks CC, titik-titik x0,x1,x2,x3x_0,x_1,x_2,x_3 bergerak menuju titik batas x\bar{x}. Untuk setiap kk, titik xkx_k dihubungkan ke proyeksi terdekatnya x̂k\hat{x}_k pada cl(C)\operatorname{cl}(C), dan vektor satuan aka_k mengarah dari xkx_k ke x̂k\hat{x}_k. Proyeksi-proyeksi tersebut juga mendekati x\bar{x}. Pada limit, garis melalui x\bar{x} dengan normal aa menempatkan seluruh CC pada satu sisi tertutup.

Bukti: Ambil barisan {xk}\{x_k\} di luar cl(C)\operatorname{cl}(C) yang konvergen ke x\bar{x}. Misalkan x̂k\hat{x}_k adalah proyeksi xkx_k pada cl(C)\operatorname{cl}(C). Untuk semua xcl(C)x\in\operatorname{cl}(C) berlaku

akxakxk,xcl(C),k=0,1,, a_k'x\geq a_k'x_k, \qquad \forall x\in\operatorname{cl}(C), \quad \forall k=0,1,\ldots,

dengan

ak=x̂kxkx̂kxk. a_k=\frac{\hat{x}_k-x_k}{\lVert\hat{x}_k-x_k\rVert}.

Misalkan aa suatu titik limit dari {ak}\{a_k\}, lalu ambil limit ketika kk\to\infty. Q.E.D.

Halaman sumber 83.

Koreksi label selisih himpunan yang ditentukan. Sumber mencetak label C1C2C_1-C_2 untuk himpunan {x2x1}\{x_2-x_1\}. Dengan konvensi selisih standar dan konsisten dengan halaman 85, himpunan itu adalah C2C1C_2-C_1. Edisi ini memperbaiki label; orientasi ketaksamaan dan simpulan teorema tidak berubah.

21 Teorema Hiperbidang Pemisah

  • Misalkan C1C_1 dan C2C_2 adalah dua himpunan bagian konveks tak kosong dari n\mathbb R^n. Jika C1C_1 dan C2C_2 saling lepas, terdapat hiperbidang yang memisahkan keduanya; dengan kata lain, terdapat vektor a0a\neq0 sedemikian sehingga

    ax1ax2,x1C1,x2C2. a'x_1\leq a'x_2, \qquad \forall x_1\in C_1,\quad \forall x_2\in C_2.

Bukti: Perhatikan himpunan konveks

C2C1={x2x1x1C1,x2C2}. C_2-C_1=\{x_2-x_1\mid x_1\in C_1,\ x_2\in C_2\}.

Karena C1C_1 dan C2C_2 saling lepas, titik asal tidak termasuk dalam C2C1C_2-C_1. Menurut Teorema Hiperbidang Pendukung, terdapat vektor a0a\neq0 sedemikian sehingga

0ax,xC2C1, 0\leq a'x, \qquad \forall x\in C_2-C_1,

yang ekuivalen dengan relasi yang diinginkan. Q.E.D.

Halaman sumber 84.

22 Teorema Pemisahan Ketat

  • Teorema Pemisahan Ketat: Misalkan C1C_1 dan C2C_2 dua himpunan konveks tak kosong yang saling lepas. Jika C1C_1 tertutup dan C2C_2 kompak, terdapat hiperbidang yang memisahkan keduanya secara ketat.

Deskripsi semantik gambar sumber. Panel (a) menempatkan C1C_1 di sisi sebuah batas vertikal dan C2C_2 sebagai himpunan tak terbatas dengan batas melengkung. Panel (b) menunjukkan C1C_1 yang melengkung dan C2C_2 yang berbentuk oval, beserta titik terdekat x1\bar{x}_1 dan x2\bar{x}_2. Ruas antara kedua titik itu melewati x\bar{x} dan memotong garis pemisah secara tegak lurus; panah aa menyatakan normal garis. Konstruksi bukti merujuk khusus pada geometri titik terdekat di panel (b).

Bukti: (Garis besar) Perhatikan himpunan C1C2C_1-C_2. Karena C1C_1 tertutup dan C2C_2 kompak, C1C2C_1-C_2 tertutup. Karena

C1C2=,0C1C2, C_1\cap C_2=\varnothing, \qquad 0\notin C_1-C_2,

misalkan x1x2\bar{x}_1-\bar{x}_2 adalah proyeksi 00 pada C1C2C_1-C_2. Hiperbidang pemisah ketat dikonstruksi seperti pada panel (b).

  • Catatan: Sebarang syarat yang menjamin ketertutupan C1C2C_1-C_2 menjamin keberadaan hiperbidang pemisah ketat. Namun, hiperbidang pemisah ketat dapat saja ada meskipun C1C2C_1-C_2 tidak tertutup.

Halaman sumber 85.